>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Gangnam Style Sepanjang Tahun

Senin, 22 Oktober 2012
Manufacturing Hope 48

Pantai Losari, Minggu pagi, 21 Oktober 2012. Senam pagi. Keringat pun bercucuran gara-gara gerak yang kian keras dan matahari Makassar yang kian tinggi. Apalagi setelah lagu Korea dipakai untuk gerakan penutupnya: Semua peserta seperti sedang menunggang kuda liar: Gangnam style.

“Selamat ya!” ujar seorang teman, mengajak salaman. “Saya memang sudah latihan Gam Lan style beberapa hari terakhir ini bersama grup senam saya di Monas,” jawab saya.

Ternyata, bukan itu yang dia maksud. “Selamat ulang tahun,” katanya. Saya lupa kalau hari itu genap satu tahun saya menjabat menteri BUMN. Saya pikir dia menyalami karena gerakan saya di Gangnam style.

Usai senam itu, saya ingin melihat rencana pembangunan pelabuhan baru Makassar. Tapi, diam-diam saya ingin belok dulu ke sebuah perusahaan BUMN yang setahun lalu masih berstatus “mayat”: PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Saya ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang. Setelah hampir setahun manajemen di IKI diperbaiki.

Memang hampir setahun yang lalu, tengah malam, saya diam-diam ke IKI. Tidak ada yang tahu. Satpam di situ sedang tidur dan pintunya tidak terkunci. Memang tidak ada harta berharga di situ. Sebulan kemudian, tengah hari, saya datang lagi. Meski tidak memberi tahu, rencana itu bocor di menit-menit terakhir.

Karyawan yang sudah lebih dua tahun tidak menerima gaji melakukan demo. Tapi, persiapan demonya tidak bisa sempurna. Terburu-buru.

Saya telanjur masuk ke galangan ketika mereka berkumpul di pintu gerbang. Tapi, mereka masih bisa mencegat ketika saya hendak keluar. Saya pun mendatangi mereka. Setidaknya untuk memberi tahu bahwa spanduk yang mereka bentangkan terbalik.

Beberapa bulan kemudian saya masih datang lagi ke IKI. Dan kedatangan saya Minggu pagi kemarin itu untuk kali keempat. Saya pikir, karena hari Minggu, IKI pasti sepi. Tidak mungkin direksinya ada di tempat. Tidak apa-apa. Toh, niat saya memang hanya ingin melihat kondisinya yang terkini.

Ternyata, dari pintu gerbangnya terlihat banyak sekali manusia: laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Mereka membukakan pintu gerbang, tapi segera kaget ketika melihat pengemudi mobil tersebut adalah saya. Semua berlarian ke arah mobil: bukan untuk demo, tapi untuk menyalami.

“Ada apa ini?” tanya saya. “Ulang tahun IKI yang ke-35, Pak,” jawab mereka.

Saya pun didaulat untuk turun dari mobil. Tapi, saya minta izin untuk bisa melihat-lihat dulu seluruh kawasan galangan kapal itu. Direksi IKI pun, yang ternyata lengkap hadir di acara itu, ikut keliling lokasi. Saya kaget, sudah begitu banyak kapal yang diperbaiki di situ. Ada kapal tunda, ada tongkang, ada pula kapal barang. Graving dock yang dulu seperti kolam tua itu kini sudah diisi dua kapal.

“Hebat! Sudah banyak kapal, ya?” tanya saya.

“Alhamdulillah, Pak. Sudah banyak sekali pekerjaan. Bahkan, kapal yang minta diperbaiki di sini sudah harus antre,” ujar Bandung Bismono, Dirut PT IKI yang baru. “Kami akan terus menambah alat agar lebih banyak lagi kapal yang bisa diperbaiki di sini,” ujar Bandung yang asli Semarang itu.

“Sudah berapa karyawan yang bisa bekerja?” tanya saya. Saya ingat 200 karyawan PT IKI sudah lama menganggur dan tidak menerima gaji.

“Sudah lebih 200 orang. Semua sudah bekerja kembali. Bahkan, kami segera merekrut karyawan baru. Sudah kekurangan karyawan,” tambah Bandung Bismono.

Dalam hati saya memuji kehebatan direksi baru PT IKI ini. Perusahaan ini bisa hidup lagi tanpa disuntik modal sama sekali. Saya hanya menyuntikkan kepercayaan diri. Padahal, dulu-dulunya selalu saja muncul ancaman ini: Kalau tidak ada suntikan modal, tidak mungkin PT IKI bisa hidup lagi. Mereka selalu minta modal dari negara. Nilai yang mereka ajukan pun Rp 200 miliar.

Saya ingat betapa gigih direksi PT IKI yang dulu memperjuangkan modal baru itu. Bahkan, kesan saya, kesibukan direksinya justru lebih banyak untuk mengurus penambahan modal itu daripada untuk bekerja di lapangan. Mereka marah kepada saya karena saya tidak mau meneruskan permintaan itu ke pemerintah dan DPR. Saya pun menunjuk direksi baru yang sanggup menghidupkan PT IKI tanpa sikap yang cengeng. Namanya Harry Sampurno.

Saya punya prinsip direksi sebuah perusahaan tidak boleh cengeng. Modal besar sekalipun di tangan sebuah direksi yang cengeng akan habis begitu saja.

Dalam enam bulan direksi baru PT IKI sudah menunjukkan hasil nyata. Tanda-tanda kehidupan kian jelas. Saya tahu pengorbanan Harry Sampurno sangat besar. Korban lahir dan batin. Karena itu, ketika PT IKI sudah kelihatan bisa jalan, saya pun memindahkan Harry Sampurno untuk memegang perusahaan yang lebih besar.

Dia kini menjabat Dirut PT Dahana, yang memproduksi bahan peledak itu. Aslinya, dia memang orang PT Dahana. Dia ke IKI untuk sementara, sebagai “Kopassus” yang harus membereskan PT IKI.

Usai meninjau lapangan, saya pun bergabung dengan seluruh karyawan dan keluarga mereka. Dari dialog di halaman itulah saya baru tahu mengapa ulang tahun ini terasa meriah. “Kami sudah sepuluh tahun tidak pernah mengadakan ulang tahun,” ujar Sekretaris Perusahaan Ansyarif.

“Kali ini kami adakan ulang tahun karena kami sangat senang perusahaan ini hidup lagi. Kami ingin terus maju,” katanya.

Salah seorang karyawan kemudian minta salaman sambil minta maaf. “Maafkan kami dulu mendemo Bapak,” katanya.

Karyawan bertepuk riuh ketika saya memberitahukan bahwa hari itu saya pun berulang tahun: genap setahun menjadi menteri.

Misteri Modal

Lokasi PT IKI ini tidak terlalu jauh dengan rencana pengembangan pelabuhan peti kemas Makassar yang baru. Inilah pelabuhan baru yang harus bisa dimasuki kapal dengan bobot 3.000 TEUs. Tiga kali lipat dari pelabuhan Makassar yang ada sekarang.

Kini Dirut Pelindo IV Harry Sutanto sedang mengurus perizinannya di Kementerian Perhubungan. Begitu izin keluar, pembangunan langsung dilakukan. Pelindo IV sendiri yang akan mengusahakan dananya. Tidak perlu APBN.

Pelindo IV kini juga sudah menyelesaikan pembangunan pelabuhan peti kemas baru di Kariangau, Balikpapan. Itulah pelabuhan yang akan diresmikan Presiden SBY Rabu lusa.

Pelindo IV juga menghadapi tantangan berat bersama Pelindo II untuk membangun pelabuhan baru yang amat besar di Sorong. Sebesar yang ada di Makassar. Beda dengan IKI tadi, kali ini Pelindo mampu menyediakan modal sendiri.

“Modal” memang sering seperti misteri. Ada perusahaan yang benar-benar perlu modal. Tapi, banyak juga “modal” yang dimaksud hanyalah berupa dukungan kepercayaan. Percaya kepada pemegang sahamnya, percaya kepada direksinya (percaya bahwa direksinya akan mau kerja keras), dan kadang cukup percaya bahwa ada orang lain yang memercayainya.

Dalam hal PT IKI, dukungan bahwa PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) akan membantunya bisa menimbulkan kepercayaan. Padahal, akhirnya PT DPS tidak perlu benar-benar memberikan dukungan. PT IKI bisa bangkit semata-mata oleh direksi dan karyawannya sendiri!

Demikian juga PT Batantekno yang melakukan pengayaan uranium sistem rendah untuk memproduksi radioisotop. BUMN yang bergerak di kedokteran nuklir itu begitu terseok-seoknya. Dirinya sendiri sudah kehilangan kepercayaan. Apalagi orang luar.

Kepercayaan mulai muncul ketika direksi barunya adalah orang-orang yang tidak hanya ahli di bidang nuklir, tapi juga mau menderita (sampai tinggal di rumah kos-kosan). Dan mau bekerja keras. Bukan direksi yang selalu memikirkan “kalau saya kerja keras” saya akan “dapat apa”.

Memang setelah itu diperlukan dana. Batantekno tetap tidak bisa berkembang kalau tidak disediakan dana yang besar.

“Berapa besar?” tanya saya.
“Besar sekali, Pak. Bisa Rp 80 miliar,” ujar Dr Yudiutomo Imardjoko, direktur utama PT Batantekno yang ahli nuklir itu. Dialah satu-satunya orang di dunia yang mampu melakukan pengayaan uranium dengan sistem rendah.

“Kalau uang itu saya usahakan, pendapatan perusahaan bisa mencapai berapa setahun?” tanya saya.
Dia pun menghitung-hitung. Dia melihat, negara-negara di Asia ini tidak ada yang mampu memproduksi isotop. Pun tidak Singapura dan Jepang. Amerika pun, kalau dua tahun lagi peraturan baru diterapkan, tidak akan bisa memproduksinya. Yakni, peraturan bahwa uranium tidak boleh lagi dikayakan dengan sistem tinggi. Negara-negara itu selama ini bisa memproduksi radioisotop dengan cara pengayaan sistem tinggi yang bisa disalahgunakan untuk senjata nuklir.

Pasar radioisotop sangat luas. Semua orang yang sakit, yang memerlukan MRI atau CT scan, pasti memerlukan cairan radioisotop. Cairan itulah yang disuntikkan ke dalam tubuh agar dokter bisa melihat keadaan dalam tubuh kita mengandung penyakit apa saja. Setelah mempertimbangkan semua itu, Dr Yudi pun menggoreskan angka.

“Setahun pendapatan perusahaan bisa mencapai Rp 2 triliun, Pak,” kata Dr Yudi sepuluh menit kemudian.
“Oke. Saya carikan dana Rp 80 miliar. Anda laksanakan semua program itu,” tegas saya.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, saya pun berpikir. Bank mana yang bisa memberikan pinjaman modal sebesar itu. Kekayaan PT Batantekno belum memenuhi syarat untuk punya pinjaman sebesar itu.

Akhirnya, BRI bisa diyakinkan. Ditandatanganilah perjanjian kredit Rp 80 miliar.

Mendengar PT Batantekno mendapat dukungan dana, muncullah kepercayaan diri para direksi dan karyawannya. Bahkan, orang luar pun giliran memercayai Batantekno. Produksi pun meningkat. Ekspor pun dilakukan. Bahkan sampai Tiongkok dan Jepang.

Dari transaksi ekspor itulah PT Batantekno bisa mendapat L/C di depan. Perusahaan menjadi punya uang. Tanpa pinjaman. Termasuk tanpa pinjaman dari BRI yang sudah disetujui tersebut.

Direksi Batantekno juga bukan direksi yang “mata duitan”. Tidak mau sembarangan mencairkan uang kalau memang tidak sangat diperlukan. Tidak ada sikap mengada-ada untuk sekadar agar uangnya cair.

Sebaliknya, BRI tentu merasa dirugikan. Saya pun seperti mendapat teguran ketika hari Minggu kemarin bertemu direktur BRI yang membidangi kredit-kredit untuk BUMN. “PT Batantekno belum memanfaatkan kreditnya lho, Pak,” ujar Asmawi Syam.

Di satu pihak tentu saya memuji direksi Batantekno. Tapi, di pihak lain saya memaklumi problem pengaturan dana di BRI. Yang jelas, saya tetap mengucapkan terima kasih kepadanya. “Tanpa kesanggupan kredit dari Anda, direksi PT Batantekno tidak akan memiliki kepercayaan diri untuk berkembang,” kata saya.

“Tapi, alokasi kreditnya sudah telanjur ada, Pak,” katanya.

Tentu, saya tahu, bank bisa dirugikan kalau kredit yang sudah dialokasikan tidak dicairkan. Saya pun percaya bahwa PT Batantekno akan memerlukannya. Suatu saat. Untuk mengembangkan diri lebih besar lagi. Terutama kalau Batantekno jadi berekspansi ke luar negeri tahun depan. Yakni, membangun reaktor nuklir di AS dan memproduksi cairan kedokteran nuklir di sana.

Dari dua contoh kasus PT IKI dan PT Batantekno tersebut, nyatalah bahwa kepercayaan adalah segala-galanya. Itulah sebabnya program holdingisasi BUMN juga harus dilihat sebagai upaya untuk memperbesar kepercayaan itu. PT Semen Gresik sudah membuktikannya. Demikian juga PT Pupuk Indonesia.

Saya sungguh berharap, sebelum akhir tahun ini holdingisasi BUMN perkebunan dan kehutanan bisa terlaksana. Mungkin memang masih perlu gerak “Gangnam style” di sepanjang tahun kedua saya di BUMN ini. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

574 thoughts on “Gangnam Style Sepanjang Tahun

  1. weeh let’s gangnam Indonesia

    Posted by ayah chilla | 22 Oktober 2012, 5:28 am
    • eh pertamax… Maju terus pak dis…. Selamat ulang tahun

      Posted by ayah chilla | 22 Oktober 2012, 5:29 am
      • hehehe pak dahlan pakai
        bahasa gamblang seperti ingin
        merefresh kembali ingatan
        orang-orang pelupa atau
        ‘pura-pura’ lupa yg hobi
        cuap-cuap politik dan gemar
        mengecap orang lain
        pencitraan, tidak punya
        prestasi dan omdo. :p

        kalo masih suka nyinyir jg ya
        apa boleh buat, sing waras
        ngalah :D

        Posted by akal sehat | 22 Oktober 2012, 7:24 am
      • bumn memang sudah jadi sexy lady spt di lagu gangnam style ……

        Posted by on Air | 22 Oktober 2012, 8:01 am
      • kemarin saya yakin bahwa Pa Dahlan pasti akan bahas proyek MRT KSO BUMN dan BUMD DKI. Ternyata meleset……….. ternyata Bliau mau bahas yang sudah ada rencan kerjanya bukan rencana pembahasannya…. sotoy…………he………e

        Posted by sotoy | 22 Oktober 2012, 8:40 am
      • astaqfirullah hal azim…memang sangat mengharukan, kepercayaan sekarang sulit didapatkan ternyata bukan hal yang tidak mungkin untuk dimunculkan. ternyata setan2 yang bergelantungan telah banyak menutupi hati orang2 yang punya kualitan dan keunggulan. mudah2 lebih banyak lagi yang terbuka hatinya jangan pernah menyerah pak DI selamat Ulang tahun mudah2 kedepan tambah banyak lagi yang berubah lebih baik. Jangan menolak jadi presiden pak, aku pasti memilihmu. Merdeka……

        Posted by agus s | 23 Oktober 2012, 8:15 am
        • Sekarang DPR sedang gencar-gencarnya menggoyang Dahlan Iskan. DPR menuduh Pak Dahlan melakukan pemborosan, Pak Dahlan menyindir lewat himbauan kepada seluruh Dirut BUMN agar tidak memberi upeti kepada DPR. DPR sakit hati kali ya sejak pak Dahlan jadi menteri, BUMN gak bisa lagi jadi sapi perahan. Saat komisi VI memanggil Dahlan Iskan beliau lebih memilih mengurus sapi di Jambi. Timbul teka-teki:
          Apa perbedaan antara SAPI dgn DPR?

          Jawabannya: SAPI SUKA DIPERAS, KALO DPR SUKA MEMERAS

          Posted by lukman bin saleh | 25 Oktober 2012, 4:31 am
          • salam kenal mas lukman, betul itu perumpamaannya hehehe…, btw saya juga dah baca tulisan sampeyan di kompasiana n ijin share ya. mantap. mari kita lihat logika siapa yang bakal bisa diterima, logika akal sehat ataukah logika “BOTOL” nya DPR. botol = bo**** dan To****.

            Posted by syaif | 25 Oktober 2012, 7:51 am
          • like dis dah….komen cerdas nih

            Posted by agung | 4 November 2012, 5:26 am
    • Menarik sekali dan mudah mudahan mereka betul betul maju dan karyawannya makmur, pak menteri lalu bagai mana dengan PT PAl Indonesia, saya hanya khawatir laporan tidak sesuai dengan kenyataan

      Posted by adjie saleh | 22 Oktober 2012, 2:30 pm
    • Judul salah satu berita DETIK.COM hari ini :
      “Politisi Senayan Ganjal Jalan Dahlan Iskan Menuju Pilpres 2014? ”
      Kalau ini betul alangkah kerdilnya politisi Senayan, sebenarnya mereka itu bangsa apa, lha ada orang bekerja dng tanpa pamrih kok diganjal, apakah mereka tidak menghendaki Indonesia maju? atau sekarang mereka sudah tidak bisa lagi menikmati hasil dari BUMN ? Wallahu ‘alam……….maju terus Pak Dis, semoga Allah selalu meridhai apa yang kita kerjakan.

      Posted by alba | 23 Oktober 2012, 11:01 am
      • tapi klo sampe ada gerakan reshufle DI oleh elit2, itu akan keren…jadi rakyat punya alasan kuat buat bakar senayan dan bubarkan DPR… hehehehe

        Posted by DPR | 23 Oktober 2012, 2:26 pm
      • yg temuan BPK kerugian PLN 37 trilyun itu tha??? wawancara ekslusif dgn MetroTV, pak Dis bilang, 37 trilyun itu masih terlalu sedikit, hitungan dia setidaknya kerugian negara 60-an trilyun krn 8 pembangkit PLN pakai BBM demi listrik Jakarta tetap hidup krn negara sendiri ingkar janji utk memasok gas ke PLN… pak Dis juga bilang, sebelum audit BPK keluar pun mestinya DPR sdh tahu akan ada kerugian negara yg sangat besar akibat itu, jd tak perlu heboh… terakhir pak Dis bilang, sbg pimpinan dia siap bertanggung jawab, dipenjara sekalipun…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 26 Oktober 2012, 9:40 am
    • wah hebat pak keren 2 thumbs sama bapak hehe

      Posted by ersyad perdana harahap | 25 Oktober 2012, 4:50 pm
    • Mantap pak, sebagai pemuda kami perlu pigur pigur seperti bapak. sebagai model alternatif yang bisa kami tiru. Ternyata di negeri ini masih ada orang2 yg masih waras…… seperti bapak……

      Posted by mrongchandra | 31 Oktober 2012, 11:14 am
  2. Pertmax lagee

    Posted by Disfans | 22 Oktober 2012, 5:29 am
  3. wah,,… gangnam style melanda BUMN…

    Posted by 2nrae | 22 Oktober 2012, 5:30 am
  4. gagnam style

    Posted by Nichoz Ahmad | 22 Oktober 2012, 5:32 am
  5. Demam Gangnam style juga…hahahahaha.. Belum baca isinya sih…tp ud pingin tertawa..

    Posted by yuni | 22 Oktober 2012, 5:32 am
  6. Premium….

    Posted by jokovitch | 22 Oktober 2012, 5:33 am
  7. Waduh…gangnam style bisa masuk bumn juga ne..semoga gangnam style bumn bisa menggemparkan dunia seperti gangnam style korea

    Posted by caderabdul | 22 Oktober 2012, 5:33 am
  8. oppa gangnam style…

    Posted by Budhi | 22 Oktober 2012, 5:33 am
    • Gangnam style untuk olah raga, Dahlan Style untuk olah BUMN… he he he. “Mengambil orang Dahana untuk menjadi kopasus sementara” sesudah sukses di kembalikan… well, suatu strategi yang HANYA bisa dilakukan oleh orang yang punya ilmu manajemen dan pengalaman yang experd…

      Sebagai sarjana ekonomi, saya salut dengan pola berpikir dan langkah Abah Dis. saya yakin kalau main catur beliau pasti menangan…( menangan bhs, surabayanya sering menang )

      Posted by W. Ning | 22 Oktober 2012, 6:13 pm
  9. Maju terus PT IKI, Dr. Yudi dgn BATANTEKNOnya…Maju terus pak DIS.

    Posted by Satrio Hatmoko | 22 Oktober 2012, 5:35 am
  10. Absen dulu baru baca.. Ngejar top ten.. :)

    Posted by Handi | 22 Oktober 2012, 5:35 am
  11. siip….maju terus

    Posted by bungtri | 22 Oktober 2012, 5:37 am
  12. Mantab…semangat…pertamax..

    Posted by DWI waskito | 22 Oktober 2012, 5:38 am
  13. IKI hebat, Iku hebat, karena Pak Dahlan memang hebat. Semoga selalu sehat, untuk berkarya yang hebat-hebat lainnya.

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 22 Oktober 2012, 5:41 am
  14. Mantappp

    Posted by Farid Fauzy | 22 Oktober 2012, 5:41 am
  15. Kapan ya triomacan2000 akan meminta maaf seperti karyawan PT. IKI. Menyesali perbuatannya memfitnah pak Dahlan…

    Posted by lukman bin Saleh | 22 Oktober 2012, 5:47 am
  16. …….”Saya memang sudah latihan Gam Lan style beberapa hari terakhir ini bersama grup senam saya di Monas,”…… Hehehe…….. Hati china, gerak korea….. Tetap semangat muda pak Dahlan

    Posted by Damarta | 22 Oktober 2012, 5:49 am
  17. Wuih dalam semenit dah ada 15 yg absen…ada yg nginep kayaknya..hehehehe

    Posted by JOWI | 22 Oktober 2012, 5:49 am
  18. Begadang menunggu MH pertamax di situs lain,disini premium,maju terus indonesia bravo bung DiS ,ayo Gang nam style BUMN,smangat paggeee!!!!

    Posted by abdillah | 22 Oktober 2012, 5:50 am
  19. Bahkan Gangnam pun bisa jadi inspirasi….SALUT.

    Posted by Lando Jr | 22 Oktober 2012, 5:51 am
  20. absen dulu sebelum berangkat ke Mekah :)

    Posted by Sofyan Faizin | 22 Oktober 2012, 5:58 am
  21. petromax saja dech..gagak pertamaxnya…he..he…saya saya kata-kata pak Dis yang mengatakan jangan pakai APBN…wuih bakal kebakaran jenggot tuh Banggar DPR gak kecipratan uang bagi2..sippp LIKE DIS….

    Posted by bundashabrina | 22 Oktober 2012, 5:59 am
  22. luar biasa bapak dari takeran magetan ini,tapi saya tidak akan mengedepankan pujian pada beliau( takut jadi sombong bukankan beliau adalah manusia juga) kecuali saya akan selalu berdoa semoga niat baiknya diberkahi ALLAH dan akan bermanfaat besar bagi bangsa ini

    Posted by suharimulyo | 22 Oktober 2012, 6:00 am
  23. manufacturing hope terus pak DIS .. menunggu Indonesia Baru oleh pak DIS :)

    Posted by tegoeh | 22 Oktober 2012, 6:05 am
  24. alhamdulillah, hati saya masih belum terlanjur keras …terima kasih DI karena ‘dah nyenggol perasaan lagi.
    Seger rasanya terharu campur syukur campur harapan diguyur semangat…

    Posted by daya setiawan | 22 Oktober 2012, 6:06 am
  25. ternyata modal bisa berupa benda tak nyata, gak harus duit semata.
    MH kali ini langsung implementasi dari manufacturing hope. kurang percaya diri, itu yg sering melanda orang-orang yg selalu berpikir negatif terus, sibuk mencaci orang lain, merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan memandang dunia secara sempit.
    ada banyak hal yg tidak bisa dihitung dalam angka statistik, tapi sangat berpengaruh pada hasil keseluruhan. ini yg sering dijadikan senjata oleh pengkritik sepak terjang abah tanpa melihat substansi tindakan ‘unik’nya. membuat orang merasakan efek virus positif dari pikiran dan kegiatan abah yg dituangkan di MH.
    ayo ber”gangnam style” eh “dahlan style”

    Posted by adhi | 22 Oktober 2012, 6:17 am
    • agree Om Adhi… MH yang ini, mungkin akulah salah satu orang yg bner tersinggung oleh Pak DIS.. bgaimana tidak, beberapa minggu yg lalu, aku kehilangan rasa percaya diri ku dalam mewujudkan mimpi ku yg bertahun-tahun ku pikirkan dan rencanakan,,, ternyata inilah jawabannya,, modal uang itu penting, tapi modal kepercayaan diri itu yg maha penting,,, makasih Pak Dis atas singgungannya,,, semoga sehat dan ceria selalu… AAmiin ya Robal’alamin…..

      Posted by edward | 23 Oktober 2012, 6:56 am
  26. saya bermimpi abah ISKAN memvenahi dunia pendidikan yang sangat terpuruk yg proses dan hasilnya sangat memprihatinkan terutama moral anak bangsa . semoga abah tetap dalam lindungan ALLOH aamiin

    Posted by mas ayu happy ending | 22 Oktober 2012, 6:24 am
  27. Like DIS yooooo

    Posted by Nur Muhis | 22 Oktober 2012, 6:30 am
  28. tolong di ingat “Gangnam Style”………..
    dan “kepercayaan”…….
    salam Dismania….
    kerja ! kerja ! kerja !

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 22 Oktober 2012, 6:33 am
  29. Absen senin pagi, wah IKI Makassar sudah mulai pulih dari “stroke”-nya. Semoga bisa cepet bergerak cepat seperti BUMN yg lain. Btw kemarin saya lihat progress pembangunan bandara ngurah rai & tol atas lautnya, semoga tepat waktu sebelum KTT APEC 2013 ya

    Posted by Fris | 22 Oktober 2012, 6:34 am
  30. Benar Pak DIS…kepercayaan.
    Kamipun selalu percaya kepada Bapak meski senayan, pengamat, dan akun abal2 twitter yg selalu menyebarkan fitnah dan menjelekan Bapak.

    Kami percaya bukan hanya karena prestasi yg sudah diraih di kementrian Bapak…tapi juga karena kata2 Bapak bahwa Bapak siap mati dengan selalu mengenakan baju putih itu…kerja Bapak didunia ini telah Bapak tujukan hanya untuk derajat yg mulia di kehidupan selanjutnya…semoga Bapak dikaruniai umur yg panjang dan selalu mendapat Rahmat Tuhan didunia ini dan kelak di kehidupan langgeng..aamiin.

    Posted by JOWI | 22 Oktober 2012, 6:34 am
  31. Hadir

    Posted by @yama | 22 Oktober 2012, 6:36 am
  32. Dahlan Iskan said:
    Bukan direksi yang selalu memikirkan “kalau saya kerja keras” saya akan “dapat apa”.

    Paradigma seperti ini yang perlu ditanamkan kepada setiap pemimpin dan calon pemimpin.

    Posted by Iwan Yuliyanto | 22 Oktober 2012, 6:37 am
    • Mas Iwan, saya suka kalimat itu…
      Yang pasti dengan bekerja keras pasti akan mendapatkan sesuatu… “Sesuatu” pasti datang dgn sendirinya…

      Posted by Hibatillah's | 22 Oktober 2012, 9:47 am
    • Banyak yg berfikir pintas mas….
      Padahal kalo dijalani dulu,bakalan dapat imbalan yg tdk disanka2. Bukankah setiap satu amal kebaikan akan dibalas dg 700 pahala? Belum lagi tambshannya bg hambaNya yg terpilih akan diipatkan lagi

      Posted by budi ind | 22 Oktober 2012, 6:09 pm
  33. jalan nya juga sudah mulai di perbaiki lho….mulai dari pertigaan techno sampai masuk kawasan Industri Batan.
    Maju terus Indonesia ku demi anak cucu kita nanti

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 22 Oktober 2012, 6:37 am
  34. ga salah klo nenek moyang kita adalah pelaut!!!

    Posted by muh mundir | 22 Oktober 2012, 6:37 am
  35. Ingat sekali salah satu materi yang diberikan Pak Dis dalam kuliah MH adalah tentang syarat utama pemilihan pimpinan BUMN yaitu pentingnya INTEGRITAS. Rasanya value ini sangat erat hubungannya dengan TRUST, to others and to ourselves (self confident). Dalam situasi kebangsaan yang banyak masalah dengan dibumbui aneka ragam polemik, perilaku dan pola pikir negatif maka sudah saatnya bangsa ini bangkit dengan memilih untuk berpikir dan berindak secara positif+optimis. Cukup lah tontonan, bacaan, informasi dan keteladanan yang menampilkan rasa pesimis dan keruewaetan masalah. Selamat datang di era Manufacturing Hope, that we still have Hopes. Semangat Pagiiii!! Salam DahlanIs!!!

    Posted by akadarisman | 22 Oktober 2012, 6:40 am
    • ‘keep fight’ he he..semangat pagii Mas…Dahlanis hrs trs bljr bljr bljr & kerja kerja kerja !!

      Posted by koreksidiri | 22 Oktober 2012, 7:05 am
    • Mas Akadarisman, saya sependapat dng sampean…
      Sy percaya dari semua kategori dan baberapa syarat utk menduduki jabatan tertentu, “integritas” merupakan salah satu kriteria yg sangat penting atau bahkan mutlak… Betapapun pandainya atau hebatnya sesorang, kalau dia ga mempunyai integritas, saya ga yakin ke depannya mereka mampu dan mau memikirkan yang dilakukannya utk kemaslahatan banyak orang…
      Integritas, mudah-mudahan semakin banyak yang memilikinya…

      Posted by Hibatillah's | 22 Oktober 2012, 10:11 am
  36. Bagaimana dengan rencana penyatuan bulog dan bumn pangan menjadi satu badan independent dibawah presiden langsung ? Bisa ga jadi dong rancangan dan strategi Pak Dis yang mengatur Bulog, Sang Hyang Seri dll….. Juga nyetak sawah sejuta hektar ? Apa ada yang mau gunting dalam lipatan ? Karena putaran uang dari beras itu naudzubillah besarnya………. Kalau di IKI Dis bisa menang memecat direktur yang cengeng, untuk bulog dkk ini gimana kira kira ? Karena disandarkan pada UU ketahanan pangan yang dibuat oleh……. Senayan…

    Posted by Papae dido | 22 Oktober 2012, 6:48 am
    • dlm UUnya disebutkan pendirian Badan Pangan itu dlm jangka wkt 3 thn,msh ada wkt..siapa tau ada ‘kejutan’ di 2014 nnti..amin.

      Posted by koreksidiri | 22 Oktober 2012, 7:08 am
    • rencana bulog yang saya dengar adalah seperti rencana awal : pertani diberi pinjaman pupuk + benih + obat obatan, nanti dibayar dengan gabah sewaktu panen, 3,2 juta hektar akan dijadikan percobaan,
      benih padi dengan kualitas tinggi dimana biasanya per hektar hanya 5-7 ton, ini bisa sampai 10 ton
      apalagi jika makai benih HMS (Haji Muhammad Suharto ), yang katanya per hektar bisa sampai 20 ton,

      masalah holding pangan mudah mudahan dan kita dukung segera tercapai amiin

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 7:09 am
  37. Gangnam style ala BUMN..lincah,enerjik & sdkit ‘liar’ diperlukan utk memecah kebuntuan & kekakuan kultur yg ada selama ini.Semangat pagii smuanya..Demi Indonesia !!

    Posted by koreksidiri | 22 Oktober 2012, 6:50 am
  38. Kemajuan Indonesia 15 tahun kedepan bisa dilihat, jika anak-anak bangsa menunjukkan kemampuannya terus menerus seiring dengan mulai munculnya tokoh leader-leader yang berjalan dengan hati, bahwa uang bukan salah satu-satunya modal untuk dapat diraihnya tingkatan lebih baik. Memang perlu uang, tapi tidak mutlak, dan uang yang dibutuhkan adalah uang yang halal sehingga membawa berkah.
    Jika generasi muda yang sekarang ini yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah pertama atau atas sudah membaca, mengetahui, bahwa banyak contoh kemajuan didapat dengan memberikan nilai tambah dari sesuatu yang gak nampak value menjadi bernilai tinggi. Sehingga pada saat mereka berumur 30 tahunan (Golden age periode) akan banyak terlahir interpreneur-interpreneur muda yang akan ambil bagian untuk memajukan ekonomi kita.

    Karena kita punya market yang besar belum tergarap, dan sumber alam juga banyak yang belum bisa dikerjakan sendiri. Dan itu semua memerlukan iqrro, iqro, iqro, research, research, research, dan kerja, kerja, kerja no give up.

    Posted by Jack | 22 Oktober 2012, 6:52 am
  39. lha itu slh 1 gangnam style ala DIS..salam kenal Bunda..

    Posted by koreksidiri | 22 Oktober 2012, 6:56 am
  40. The real minister. Abah iki lho .. bengi-bengi senengane blusuk-an

    Posted by Djoko Sawolo | 22 Oktober 2012, 6:56 am
  41. Ayo kunjungi group MHClothings,,,,
    Banyak koleksi baru….
    1. Kaos SAVE KPK
    2. Kaos Buku Manufacturing Hope
    3. Kaos Quotes of Dahlan Iskan
    http://m.facebook.com/groups/536932312999317

    Hubungi fahmi 0856 9133 3174 or pin BB 29EB50ED atau email ke mhclothings@gmail.com

    Program baru….

    Fast Respons…Jika kami tidak respon order anda dalam 2×24 jam….anda berhak gratis 1 piece kaos yang anda order…

    Posted by fahmi | 22 Oktober 2012, 6:57 am
  42. aq dah nyangka ga kira dpt pertamax….. ya dah pake bensin biru jg boleh….yg penting masih kebagian “dahlan Spirit”….MH…..ga da loe ga assyyikk

    Posted by bandung bondowoso | 22 Oktober 2012, 7:01 am
  43. kita juga patut berterimakasih kepada pt. pelni yang mau berkerjasama dengan pt. iki
    saya yakin ini juga ada sedikit arahan dari pak dahlan dalam rangka menyehatkan pt. iki

    PT PELNI – Kamis (27/09) jajaran Direksi PT PELNI (Persero) berkunjung ke PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar. Kunjungan ini untuk menjajaki kemungkinan kerjasama antara PT PELNI (Persero) dan PT IKI. Seperti diketahui, PELNI memiliki kapal-kapal penumpang yang setiap tahunnya wajib di¬-docking. Oleh karena itu, Direksi PELNI mengharap kerjasama secara lebih intens dengan PT IKI yang bergerak di bidang industri perkapalan.
    Kunjungan ini diikuti oleh seluruh direksi PT PELNI (Persero) di antaranya Direktur Utama, Jussabella Sahea, Direktur Operasi, Daniel E.Bangonan, Direktur SDM & Umum, S.B.Santoso, Direktur Keuangan, Wibisono, Direktur Teknik, O.M.Sodikin, dan Direktur Komersial, Asep Suparman.
    Dalam kunjungan ini, Direksi PELNI juga mengunjungi galangan milik PT IKI. Ditemani jajaran Direksi PT IKI, seluruh Direksi PELNI melihat beberapa kapal yang sedang di-docking dan fasilitas-fasilitas pemeliharaan dan perawatan yang dimiliki oleh PT IKI. Corporate Relation PT PELNI

    http://www.pelni.co.id/detailberita.php?id=177

    untuk tahun depan harus ada klasifikasi yang jelas dan seremonial yang jelas,
    dan dibentuk kelas baru, yaitu kelas dunia

    misalkan seremonial seperti ini :

    semua direksi hadir baik yang sudah mati suri maupun yang sudah mendunia dengan dibagi tiga kelompok
    kelompok yang paling kanan adalah kelompok BUMN yang tahun 2011 mati surri atau mayat
    kelompok tengah adalah kelompok yang sudah sehat dan masju pada tahun 2011
    kelompok ketiga kelompok dunia yang masih kosong
    satu persatu kelompok yang sudah mendunia dipanggil dan duduk di sebelah kiri setelah maju ke depan
    selanjutnya satu persatu kelompok yang mati suri dan sembuh dipanggil kedepan dan disuruh bergabung ditengah
    satu lagi kelompok yang matisuri dipanggil kedepan dan ditanya berapa masing masing perusahaan jumlah karyawannya
    setelah itu seluruh bumn yang sudah sehat dan sudah mendunia disuruh ikut menganalisa bumn yang sekarat itu
    saya yakin tidak perlu lama, bumn itu akan sehat , dan mempunyai spirit yang besar, masa tahun depan masih duduk di jajaran direksi yang rugi,

    reward and punishment harus dilakukan,

    tapi BTW pak zuki kemarni bilang “PLN brengsek, mantan dirutnya yang skrng menteri BUMN dipuja puja spt malaikat, yg fair klo bicara.””

    silahkan yang mau menanggapi

    Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 7:04 am
  44. Wah perlu gangnam style dengan speed berapa ya perusahaan di BUMN bisa hidup kembali? sukses Pak Dis dengan suntikan kepercayaan hope-nya disambut para direksi yang mau kerja keras, menderita lahir batin dan bukan mata duitan. selamat milad ke-1.

    Posted by emankguru | 22 Oktober 2012, 7:06 am
  45. “Sometimes, I think my most important job as a CEO is to listen for bad news. If you don’t act on it, your people will eventually stop bringing bad news to your attention and that is the beginning of the end.” – Bill Gates

    http://manajemenpembebas.wordpress.com/2012/09/04/manajemenpembebas-implementasi-strategi-kepemimpinan-strategis-strategic-leadership/

    Posted by djadja | 22 Oktober 2012, 7:09 am
  46. pak DIS Semen Gresik Group kan sudah besar, sedangkan semen Kupang masih byar-pet, tolong kalo bsa jajaran direksi semen gresik group bisa dipekerjakan ke semen kupang seperti bapak Harry Sampurno yang jadi “kopassus”. semen kupang butuh orang seperti Harry Sampurno dari semen gresik group. terima kasih.

    Posted by joko soesilo | 22 Oktober 2012, 7:15 am
  47. Abah : “Sebaliknya, BRI tentu merasa dirugikan. Saya pun seperti mendapat teguran ketika hari Minggu kemarin bertemu direktur BRI yang membidangi kredit-kredit untuk BUMN. “PT Batantekno belum memanfaatkan kreditnya lho, Pak,” ujar Asmawi Syam.
    Sikap seorang menteri yang terbuka untuk mengakui teguran bawahannya. Ditulis di media, dibaca orang banyak. Sikap yang patut diteladani.

    Posted by Djoko Sawolo | 22 Oktober 2012, 7:17 am
  48. hehehe pak dahlan pakai bahasa gamblang seperti ingin merefresh kembali ingatan orang-orang pelupa atau ‘pura-pura’ lupa yg hobi cuap-cuap politik dan gemar mengecap orang lain pencitraan, tidak punya prestasi dan omdo. :p

    kalo masih suka nyinyir jg ya apa boleh buat, sing waras ngalah :D

    Posted by akal sehat | 22 Oktober 2012, 7:17 am
  49. Ayoooooo …… mareee semua BUMN di Gangnam Sytle ….. Di goyang “Kuda Liar” …….

    Kalo Pak Ketua DPR …..biarin aza “Kerbau Liar” mengejarnya …. he he he

    Posted by Agandri | 22 Oktober 2012, 7:34 am
  50. Modal yg dibutuhkan untuk maju adalah kepercayaan…Like DiS…

    Posted by h@nief | 22 Oktober 2012, 7:37 am
  51. selamat PT Batantekno. selamat pak Dahlan.

    Posted by Dedy | 22 Oktober 2012, 7:38 am
  52. Yang saya dapat minggu ini:
    - Kita pasti bisa jika kita percaya diri dan tidak cengeng
    - Pak Dahlan ternyata beberapa kali ke IKI, ada yang diam-diam, ada yang ketahuan, dan ada yang saatnya mengapresiasi
    - Gangnam style kie koyo opo toh, sering dengar tapi lom pernah lihat ato pernah lihat tapi ga tau namanya, dan apa hubungannya ya sama style pembenahan BUMN?
    - Pengen tahu Pak DI ini bener-bener spontan ke sana ke mari sambil membenahi BUMN yang kebetulan dikunjungi atau merencanakan satu-satu untuk didatangi ya?

    Posted by apasaja | 22 Oktober 2012, 7:42 am
    • Haha… anak saya yg baru umur 4 ama 5 thn aja dah asik GangNam style pak… hahaha

      Posted by budhi | 22 Oktober 2012, 10:24 am
      • Hehe, karena penasaran akhirnya udah lihat juga … Tadinya ga penasaran-penasaran amat, tapi karena Pak Menteri yang satu ini yang nyeritain, jadilah dibikin penasaran. Masa kalah gaul sama orang tua ya. Abisnya lagi kalo anak saya yang 5 tahun masih asyik sama produk dalam negeri, “You are beautiful, beautiful, beautiful”

        Posted by apasaja | 22 Oktober 2012, 12:50 pm
  53. ruar biasa…. ayo pak dahlan maju terus…… rakyat mendukungmu
    kalo perlu sampai RI-1

    Posted by Fendy Alwi | 22 Oktober 2012, 7:48 am
  54. Wow.. Wow..
    Smoga atasan perusahaan saya membaca catatan hari ini.. Jadi bukan sibuk cari modal saja untuk infus perusahaan yang sdh berjalan 8 tahun ini,
    Karena menurut saya memang beliau sibuk melihat lapangan.. Mana saja point2 yg bisa menyeimbangi ke kedepan.
    Dan kami pekerja siap membantu sekuat tenaga, lahir maupun batin.

    Slamat pak Dahlan.. Semoga Selalu sehat dan terus semangati kami.

    Posted by Arry arthur sukmawati | 22 Oktober 2012, 7:56 am
  55. “Direksi Batantekno juga bukan direksi yang “mata duitan”. Tidak mau sembarangan mencairkan uang kalau memang tidak sangat diperlukan. Tidak ada sikap mengada-ada untuk sekadar agar uangnya cair.”
    andaikan semua direksi bumn dan anak2-nya bisa bersikap spt ini……speed Indonesia-ku untuk ber-gangnam style pasti lebih hebat lagi. ayo para pimpinan…..sudah dikasih contoh nih, tinggal ikutin ajah…..gak bikin malu kok…

    Posted by done | 22 Oktober 2012, 7:59 am
  56. Apa karena hati baru itu ya, P Dahlan Iskan menjadi orang yang begitu kuat lahir dan batin? Kekuatan lahir, saya sudah merasakan langsung. Senam aerobik satu jam penuh, termasuk di dalamnya gang nam style. Saya sudah “megap-megap” kehabisan nafas dan tenaga, beliau masih semangat, bahkan sempat naik panggung beberapa menit untuk memimpin senam. Setelah senam dilanjutkan jalan sehat. Memang luar biasa, padahal umur beliau jauh di atas umur saya. Semoga Alloh SWT selalu menganugerahi kesehatan dan umur panjang kepada beliau. Amin

    Posted by mito | 22 Oktober 2012, 8:05 am
  57. Benar-benar bisa membangkitkan percaya diri bagi saya sendiri dan bagi saya sebagai rakyat Indonesia. Percayalah kita bisa maju pesat. Mudah2an diulang tahun RI tahun depan kita bisa berbangga atas kemajuan RI……!

    Posted by andimustafa | 22 Oktober 2012, 8:06 am
  58. Uang bukan modal utama usaha, kepercayaan (terutama diri sendiri) lebih dibutuhkan
    SMANGAT!!!

    Posted by adit | 22 Oktober 2012, 8:10 am
  59. Selamat Pagi Pak Dahlan…..semoga anda senantiasa sehat pak, diberi umur panjang,berkah dan khusnul khotimah.aamiin

    Posted by margareita K | 22 Oktober 2012, 8:11 am
  60. Saya banggga punya seorang Menteri seperi ini Pak..Bapak cocok banget temanan dengan Pak Jokowi hehehe…

    Posted by Evi | 22 Oktober 2012, 8:13 am
  61. selamat semoga bapak panjang umur di Kementrian BUMN

    Posted by Firman Malazi | 22 Oktober 2012, 8:14 am
  62. PT. IKI & BATANTEKNO, perusahaan yang sudah hampir bangkrut, dikunjungi seorang menteri sampai 4 kali dalam 1 tahun : 1) mencari tahu masalah riil yang ada dilapangan (secara diam-diam tentunya), 2) pemetaan masalah dan memberikan solusi alternatif yang harus diambil, 3) memonitor bahwa semua solusi n program berjalan sesuai dg arahan, 4) kalo dalam bahasa otomotif test drive, dan keduanya bangkit dari jurang kebangkrutan TANPA SUNTIKAN MODAL APBN, dan hanya dengan modal kepercayaan dan HOPE tentunya, super sekali pa Dis, andai semua kementrian bisa menerapkan pola kerja seperti pa Dis, tentunya indonesia ga butuh waktu lama, untuk hanya sekedar menyaingi malaysia, singapura, bahkan china sekalipun, KAMSAHAMNIDA ABAH!

    Posted by Nanang Slamet | 22 Oktober 2012, 8:17 am
    • Bung Nanang… Jurus 1) s/d 3 adalah langkah manajemen terapan …

      Posted by Djoko Sawolo | 22 Oktober 2012, 9:02 am
    • mana bisa semua kemntrian berlaku spt P.dahlan, wong semua titipan partai yg tentu saja memanfaatkan sebaik mungkin kedudukan tsb u menghasilkan dana buat persiapan partainya maju perang di 2014. pokoknya kementrian yg di pimpin orang partai sy yakin banyak korupsinya

      Posted by sulistiono | 22 Oktober 2012, 11:45 pm
  63. Sangat terharu baca MH ini…..selamat ultah ya p’Dis smoga Allah SWT selalu memudahkan segala urusan p’Dis membenahi bangsa ini Amin….

    Posted by asmaul husna | 22 Oktober 2012, 8:22 am
  64. siip pak di

    Posted by lsbq | 22 Oktober 2012, 8:24 am
  65. di JPNN ada tambahannya

    Cara Dahlan Iskan Peringati Setahun Jadi Menteri

    AHAD kemarin, Dahlan Iskan genap satu tahun menjabat menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peringatan ulang tahunnya tersebut di PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makassar.

    M NASARUDDIN ISMAIL

    Dalam kunjungannya sehari di lima tempat di Makassar, Ahad kemarin, menteri BUMN Dahlan Iskan memperingati setahun jadi menteri di PT IKI, Makassar.
    Kedatangannya diperusahaan yang “sakit” itu, tanpa diundang. Dalam perjalanannya untuk meninjau pembangunan pelabuhan Pelindo 4, mantan dirut PLN ini, langsung membelokkan mobilnya ke PT IKI.

    Kehadirannya mengejutkan sekitar 250 karyawan perusahaan perkapalan yang terancam bangkrut sejak 1995 itu.Melihat Dahlan Iskan yang mengemudi mobil Alphad yang berhenti di depan pos penjagaan satpam, langsung diserbu oleh karyawan dan keluarganya. Mereka minta agar “penyelamat” perusahaannya itu, turun dari mobil. Tapi dia tetap bertahan dibelakang kemudi.

    Sebab, menteri BUMN ingin melihat perkembangan industri kapal yang sejak enam bulan lalu sudah mulai menerima gaji penuh itu.”Wah PT IKI sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan ya,” tutur Dahlan Iskan melihat sebuah kapal yang berada di doking.

    Sebab, ketika datang pertama kali di sana usai dilantik jadi menteri BUMN, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Yang ada hanyalah belasan bangkai kapal ikan yang mangkrak. “Kami sekarang sudah mulai menolak kapal yang ingin perbaiki di sini Pak,” tutur Dirut PT IKI, Bandung SA yang baru beberapa bulan menjabat ini.

    Setelah melihat suasana dikawasan industri kapal tersebut, Dahlan bersama rombongan, ingin melanjutkan perjalanan ke Pelindo 4. Di dalam mobil yang dikemudinya itu, Dahlan didampingi Dirut Pelindo 4, Herry Sutanto, dan stafnya. Sedangkan Bandung, baru tahu kalau Dahlan Iskan berkunjung ke perusahaannya setelah berada di lokasi.

    Lucunya, sebelum melintas di pintu gerbang untuk keluar puluhan karyawan perusahaan tersebut sudah menghadangnya. Mobil pun tidak bisa lewat. Mereka menutup seluruh badan jalan. Pintu pagar besi, juga ditutup rapat oleh ibu-ibu. Mirip seperti karyawan yang tengah berunjukrasa.

    Begitu Dahlan Iskan turun dari mobil, langsung disalami rame-rame. Ada juga yang mencium tangan dan cium pipi, ada juga yang merangkul, kakek enam cucu ini.
    Lantas Dahlan Iskan dikawal rame-rame. Pintu gerbang pun baru dibuka.

    Kebetulan, pagi kemarin perusahaan yang “sakrat” selesai jalan sehat untuk peringati Hari Ulang Tahun ke-35. Sejak pagi karyawan bersama keluarganya jalan sehat bersama.

    Ulang tahun kali ini, merupakan ulang tahun kali pertama dirayakan sejak 10 tahun terakhir. “Ini ulang tahun kami pertama, setelah 10 tahun tidak diperingati, karena tidak punya uang,” kata dirut PT IKI. “Jangankan untuk ulang tahun, untuk gaji karyawan saja, harus hutang dulu,” Bandung SA menceritakan.

    Dahlan Iskan pun didaulat untuk memberikan sambutan. Saat itulah, dia mengatakan, kalau Ahad kemarin bertepatan setahun menjadi menteri. “Hari ini ada dua ulang tahun yang kita rayakan. Pertama ulang tahun PT IKI ke-35, dan kedua memperingati setahun saya jadi menteri,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah.

    Lantas Dahlan Iskan mengatakan, kalau PT IKI sekarang sudah mulai sombong. Dengarkan kata-kata itu ratusan karyawan perusahaan tersebut terkejut. “Tadi saya dapat laporan kalau PT IKI sudah mulai menolak kapal yang diperbaiki,” sambungnya yang mendapat oplos yang meriah. “Kalau begitu sudah ada tanda-tanda kehidupan,” lanjut Dahlan yang lagi-lagi mendapat sambutan hangat.

    Mereka sangat antusias dengan kedatangan menteri BUMN yang ke empat kalinya ini, karena berkat dialah karyawan perusahaan ini bisa gajian. Bahkan empat bulan terakhir gaji karyawan yang rata-rata Rp 1 juta ini, sudah naik.

    Karena itu tidak heran kedatangannya tanpa diundang ini, betul-betul membuat kejutan bagi karyawan. Apalagi Dahlan Iskan pernah datang ke industri kapal tersebut tanpa diketahui oleh siapa pun. Menyaru sebagai pemilik kapal, Satpam yang menjaga pintu pun tidak tahu.

    “Bagi karyawan IKI, Dahlan Iskan bagaikan dewa penyelamat. Berkat belialah kami bisa menerima gaji kembali,” kata Manager Humas PT IKI, Akbar Nur kepada koran ini. “Bulan ini merupakan, bulan ke empat gaji kami dinaikkan. Ini semua berkat Pak Dahlan Iskan,” tambahnya. (*)

    Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 8:28 am
  66. Kemampuan DIS yang paling diakui adalah manakala beliau mampu mengkomunikasikan kepada masyarakat keberhasilan atas capaian yang diperolehnya sebagai pejabat publik. Kemudian memotivasi orang lain untuk maju. Coba rasakan sendiri semangat yang menggelora di dada setelah membaca tulisan-tulisan beliau.

    Posted by sarwoko | 22 Oktober 2012, 8:29 am
  67. Menunjuk sesorang untuk menjadi pemimpin itu mudah.
    dan kebanyakan orang rela bayar mahal untuk mendapatkannya.

    Namun mencari pemimpin yang mau berpikir keras dan disertai kerja keras ini yang paling susah.
    mereka rela kurang tidur dan tidak banyak punya waktu istirahat. Asalkan tujuan bersama terwujud.

    Empat jempol untuk bang Dahlan,
    BUMN maju kareana kerja keras abang yang ditularkan ke segenap BUMN.

    Posted by Bang Bir One | 22 Oktober 2012, 8:43 am
  68. selalu happy ending di senen pagi…..

    Posted by aboe abiy | 22 Oktober 2012, 8:47 am
  69. DI sebagai “dokter bedah” Indonesia, Jokowi sebagai “dokter bedah” ibu kota Indonesia. Dua2nya berperan sama, membangun bangsa dengan gayanya masing2, meski banyak kemiripannya. Simple, tidak prosedural dan langsung ke pokok permasalahan. Mudah2an selalu dalam lindungan Allah. Bukti bangsa ini masih di sayang Tuhan.

    Posted by idnev | 22 Oktober 2012, 8:51 am
  70. sip sip sip…

    Posted by Sakinul Wadi | 22 Oktober 2012, 8:59 am
  71. Alhamdulillah, Barokallohu

    Posted by mchoir | 22 Oktober 2012, 9:17 am
  72. mudah mudahan allah menjaganya …amin

    Posted by Gallus Soloensis | 22 Oktober 2012, 9:19 am
  73. “kalau saya kerja keras” saya akan “dapat apa”.?
    ini pameo khas para birokrat korup selama ini…

    Posted by borsakparama | 22 Oktober 2012, 9:25 am
  74. mari lanjutkan pekarjaan, masih banyak yang harus diselesaikan,,,bismillah

    Posted by kankhudan | 22 Oktober 2012, 9:33 am
  75. Sangat sederhana yg dilakukan pak Dis sebenarnya, mengajak semua pimpinan BUMN agar mau tidak ‘kolokan’ dengan cara pola pikir praktis, simple, tapi tegas, kalau tidak mau ikut ya diganti, saya harap pola ini ‘diturunkan’ juga ke anak-anak perusahaan BUMN merubah pola pikir serta penempatan SDM sesuai dengan seleksi yang benar, bukan titipan karena : pensiunan dari induk perusahaan atau bapaknya, pamannya, tantenya, saudaranya, iparnya, tetangganya menjadi dirut/direktur di ‘holding’ atau induk perusahan tsb, akhirnya perusahaan tersebut meminta-minta suntikan modal terus dan sarat dengan KKN, ini pengalaman saya yang pernah bekerja selama 14 tahun di anak perusahaan BUMN.

    Posted by Kaipo | 22 Oktober 2012, 9:42 am
  76. bikin merinding pak dahlan ……. kalau saja mentri2 yang lain seperti anda ga mustahil 2013 kita sudah jadi negara super power. ga kaya mentri agama sama mentri tenaga kerja yg ga bisa kerja

    Posted by nurcahyo | 22 Oktober 2012, 9:45 am
  77. Selamat pagi pak admin,,kalau saya mau ngirim tulisan2 saya ttg pak dahlan bisa lewat mana ya
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    Posted by alpin_lieb3@yahoo.com | 22 Oktober 2012, 9:46 am
  78. .

    Posted by fris | 22 Oktober 2012, 9:48 am
  79. SABTU, 20 OKTOBER 2012 21:29:00
    Di tangan Dahlan, BUMN belum memberi manfaat bagi rakyat?
    Reporter : Mohamad Taufik

    Sudah genap setahun Dahlan Iskan menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diangkat pada 19 Oktober tahun kemarin, pendiri surat kabar Jawa Pos itu langsung cekatan mendandani wajah perusahaan pelat merah.

    Caranya tak lazim dilakukan seorang menteri. Misalnya ketika naik kereta listrik karena alasan ingin melihat kondisi kereta api atau turun menjajakan kartu tol elektronik.

    Kehebohan Dahlan tak berhenti menyita perhatian publik. Dia juga pernah membuka paksa gerbang pintu tol saat antrean mobil memanjang, bertamu ke rumah petani di kampung, lantas menginap di sana.

    Menteri yang kesehariannya berpenampilan khas dengan kemeja putih dan sepatu kets ini juga pernah mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 236 Tahun 2011 tentang pengaturan kewenangan. Keputusan itu diprotes DPR karena menabrak aturan lain.

    Konon, ada yang bilang gaya Dahlan itu sudah bawaan, namun beberapa lagi menggunjing, hanya sekadar pencitraan. Apapun pendapatnya, itulah rekaman sosok Menteri kelahiran Magetan, Jawa Timur pada 1951 silam itu. Nama Dahlan pun ramai digunjing. Tetapi, ketika masyarakat ramai-ramai mengelukan aksi Dahlan, Pengamat Ekonomi dari Universitas Gajah Mada Hendri Saparini justru ogah bicara mengenai tingkah polah sang menteri setahun ini.

    “Saya tidak mau mengomentari sikapnya (Dahlan). Tetapi kalau soal kondisi BUMN, saya sudah sering katakan BUMN kita selama ini sehat di angka-angka, hanya untung secara finansial, tapi belum memberi manfaat bagi kesejahteraan rakyat,” kata dia, Jumat (19/10).

    Agaknya memang tak elok hanya membicarakan model kerja Dahlan saja. Lebih dari itu, setidaknya citra Dahlan harus disepadankan dengan prestasi kerja. Lalu bagaimana penilaian seorang Hendri Saparini ihwal prestasi BUMN setahun ini? Kepada merdeka.com, dia menuturkan, kesehatan BUMN tidak bisa hanya diukur lewat indikator keuntungan angka-angka finansial yang terkatrol; misalnya penerimaan negara dari sektor pajak dan laba usaha disetor BUMN.

    Indikator lain, bagaimana perusahaan pelat merah memberi manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia juga harus diperhitungkan. Sebab BUMN sebagai agen of building (agen pembangunan), berkewajiban menyejahterakan rakyat.

    Semisal, PT Timah dan PT Gas Negara (PGN). Secara finansial, bisa saja dua perusahaan pelat merah ini memberi keuntungan cukup besar kepada negara. Namun apakah produk timah dan gas nasional sudah memberi manfaat ekonomi menyeluruh kepada rakyat?

    Misalnya produksi timah, apakah selama ini benar-benar digunakan buat mendukung industri elektronik? Sebagian besar produksi timah justru diekspor ke luar negeri. Secara keuntungan memang berhasil, tetapi manfaatnya bagi pembangunan belum. Padahal, kata dia, kondisi industri elektronik teramat dangkal.

    “Peran BUMN sentral, dia bertugas mengolah Timah untuk mendorong pertumbuhan industri timah sebagai bahan industri elektronik,” tegasnya.

    (mdk/mtf)

    Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 9:53 am
    • Good info.. Bu Hendri Saparini ini memang sosok pengamat ekonomi yang kritis dan tidak mau ikut arus, cukup punya idealisme. Tidak apa-apa bahwa beliau punya sudut pandang yang berbeda. Dalam konteks mengkritisi lewat media beliau sudah benar karena beliau mengharapkan perubahan dan kontribusi yang lebih besar dari BUMN. Tetap saja bagi pengamat BUMN seperti Bu Saparini, BUMN sekarang tentu lebih baik daripada sebelumnya. Ayo teruskan perjuangan.. Kritik dan masukan-masukan konstruktif tetap diperlukan. Salam DahlanIs.

      Posted by akadarisman | 22 Oktober 2012, 10:20 am
    • BUMN belum memberi manfaat kepada rakyat? Apakah BUMN pangan tidak memberi manfaat? Apakah BUMN pembangunan infrastruktur tidak memberi manfaat? Apakah BUMN perbankan tidak memberi manfaat? Apakah PKBL tidak memberi manfaat? dll dst.

      Kalau masalah pemanfaatan hasil tambang baik minyak, gas, batubara, timah dll…bukannya untuk pembagian apakah mau dimanfaatkan dalam negeri atau export bukan kementrian BUMN yg memutuskan? Sbg contoh bukannya sudah banyak berita kalau PLN minta jatah gas dan batubara aja sulitnya minta ampun? Kenapa yg disalahkan BUMN?

      Posted by JOWI | 22 Oktober 2012, 10:24 am
    • Betul sanjungan bisa membuat org lupa diri, ada sisi lain yg harus ditampilkan utk diketahui oleh diri sendiri dan orang lain. Tdk ada salahnya jika bu hendri saparini juga di beri kepercayaan utk memimpim anak atau induk BUMN supaya bisa membuktikan diri kalau dia memimpin mampu membuat BUMN lebih baik lagi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, beri kepercayaan utk membuktikan.

      Posted by icang | 22 Oktober 2012, 12:51 pm
    • Saya pikir arah untuk kemakmuran rakyat pasti sudah dipikirkan oleh abah DIS. Namun sebelum itu bisa dilaksanakan, BUMN harus DISEHATKAN dulu seperti upaya yang sedang dilaksanakan saat ini. Seperti kata mas Jowi, tidak mudah mengalokasikan output BUMN untuk kepentingan dalam negeri terutama untuk rakyat. Harus lintas kementerian dan bahkan melintasi senayan (bisa alot 7 turunan kalo harus lewat senayan). Kalo menurut pemikiran saya, semua output BUMN itu harusnya dikembalikan ke rakyat, kalo berlebih baru dijual ke luar.
      Salam.

      Posted by Aldizy | 22 Oktober 2012, 4:19 pm
    • sekelumit artikel dengan hanya 1 narasumber memang tidak bakal mampu menggeneralisasikan judul yg terbilang KOMPLEKS itu. lihat baik2 judulnya :”Di tangan Dahlan, BUMN belum memberi manfaat bagi rakyat?” namun uraian analisa didalamnya juga tidak mendalam ato boleh dikatakan hanya menyentuh permukaan. Apa kita perlu mengkonklusi artikel diatas??

      Posted by madina blues | 24 Oktober 2012, 6:17 pm
  80. Pemerintah mematok dividen dari perusahaan pelat merah sebesar Rp 32,6 triliun tahun ini. Namun, target tersebut dipastikan akan meleset. Setoran perusahaan-perusahaan pelat merah sampai saat ini hanya bisa mengumpulkan dividen Rp 28,5 triliun.

    Kementerian BUMN berkilah tidak tercapainya target setoran dividen karena beberapa hal. Mulai dari koreksi atas proyeksi laba PT PLN, dividen PT Tambang Batubara Bukit Asam yang berpotensi terjadi penurunan karena penerapan UU. Dahlan juga beralasan berkurangnya setoran BUMN karena PT Freeport belum memberi dividen sebesar Rp 350 miliar.

    BUMN NYUNGSEP ! judule ?

    Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 10:05 am
    • sangat mudah mengatakan BUMN nyungsep karena setoran ke pemerintah berkurang,

      tapi lihatlah sepintas dahulu bukan dari semua karena kita tidak punya akses ke data keuangan mereka

      setahun yang lalu
      http://www.britama.com/index.php/category/grafik/group-bumn/page/50/

      setahun kemudian

      http://www.britama.com/index.php/category/grafik/group-bumn/

      apakah ini dikategorikan nyungsep?

      lalu jika sebuah perusahaan sedang gencar gencarnya membangun , menambah asset untuk peningkatan produktifitas dan setoran deviden dikatakan nyungsep????

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 10:18 am
      • ful ful… dari seratus lebih bumn yang ipo piro ful ? wong target ipo bumn saja TIDAK TERCAPAI ! sebagai catatan ipo di negeri antah berantah cuma soal window dressing, kebohongan publik dan goreng menggoreng ???

        Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 11:29 am
        • Pak jangan terlalu membenci negeri sendiri sampai ada yg berusaha dengan sungguh2 untuk membenahipun masih tidak anda percaya, apakah harus orang2 dari sekeluarga anda sendiri yg urus negara sehingga anda bisa berpikiran postif kepada negeri yg anda pijak ini?

          Yg namanya target belum tentu berhasil di raih…coba anda lihat di website BUMN, target dividen dari thn 2006 samapi 2011 hanya 2 kali yg mencapai target. Target thn ini gagal diraih karena banyak alasan, cek disini http://www.bumn.go.id/ptpn5/id/publikasi/berita/setoran-dividen-10-bumn-besar-turun-rp3127-triliun/.

          Disebutkan dividen perbankan turun karena untuk tambahan modal expansi keluar negeri. Untuk PLN karena penerapan undang2 baru sehingga keuntungannya terhitung dari 12T turun ke 5.8T. Pertamina juga mengalami gangguan produksi karena mesin harus diperbaiki sehingga dividen turun 1T. Trus yg dari freeport dimana BUMN hanya punya 9% saham, yg diharapkan memberi dividen 1.5T cuman bisa kasih 0.5T itupun yg 0.35 masih diutang.

          Bagi saya pribadi, alasan yg dikemukakan bisa diterima seiring dg makin tingginya aset BUMN dibanding tahun lalu dg kenaikan hampir 20%.
          Semoga usaha untuk memperbaiki negeri ini semakin kelihatan hasilnya dan bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat..aamiin.

          Posted by JOWI | 22 Oktober 2012, 1:02 pm
          • Udah benar pak dahlan. Klau terlalu banyak dimasukkan apbn nanti habis dikorupsi oleh yudhoyono dkk…..

            Posted by syafiihkamil | 22 Oktober 2012, 2:45 pm
          • comment tendensius ! bisa dituntut antum ! apbn dan sebut nama lagi… wah gawat…ketar ketir jantungan !

            Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 3:44 pm
        • Terus Gw harus bilang WOW gitu…

          Baru setahun menjabat progressnya pak DI sudah ada, bisa dibedakan dgn kementrian lainnya.
          Jika kita hanya mengandalkan pak DI saja itu yg salah…
          APA BISA KITA BERIKAN UNTUK NEGARA INI??? Itu yg lebih penting.
          Sekedar mengkritik BAIK atau BURUK tidak akan menyelesaikan masalah…
          NGERTI ORA SAMPEYAN…

          Posted by PUTU | 22 Oktober 2012, 1:22 pm
        • Target IPO tidak tercapai?
          Apakah keadaan perekonomian global, regional, dan nasional pada saat ini mendukung IPO?
          Silahkan tanya Mark Zukerberg apakah tepat bila IPO sekarang-sekarang ini…

          Senang ya apabila BUMN terburu-buru IPO lalu harga sahamnya malah turun drastis, lalu setelah itu pemodal asing bisa memborong saham-saham BUMN dengan harga murah?
          Mau begitu?

          Posted by M. Erick Antariksa SH | 22 Oktober 2012, 3:50 pm
          • lho, bukannya teman sampeyan (saeful) yang kasih contoh kinerja saham bumn ipo ? wah sesama bis kota dilarang saling mendahului ? kalau saya sih pada tahu paling kritis terhadap ipo bumn. dinegeri antah berantah ipo adalah ajang mencari dana murah dari publik lewat informasi kinerja dan laporan keuangan yang disajikan sedemikian rupa menggunakan trik trik general accepted accounting policy. tegasnya menipu publik, window dressing dan gorengan!
            itu ! (pinjam istilah golden way)

            Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 4:56 pm
        • buat jowi:
          alinea pertama saya abaikan, sampah.
          alinea kedua, saya abaikan, ngeles dan tidak logis. gagal koq dicontoh.
          alinea ketiga ok ! saya setuju ! akan lebih baik bila semua base on planning.
          alinea keempat perlu didiskusikan karena pertambahan asset tidak bisa dilepaskan dari bertambahnya hutang atau membengkaknya modal. analisisnya bisa bermacam-macam tergantung optimalisasi apa yang mau dicapai !
          closing, jazakaLLAH kheir.

          Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 4:37 pm
          • Waiyaka jazakAllah khoir wayuslihu baalakum.
            Mengenai jawaban anda, yg nomer-1 oke dibilang sampah, maaf banget kalau tersinggung. Nomer2 dan 3 sebenarnya berhubungan tapi kenapa anda setuju cuman satu aja. Kan intinya manusia cuman bisa memplaning dan berusaha nah keberhasilan kan tergantung sama yg Maha Kuasa mau ngijinin apa nggak, buktinya target 2012 banyak halangan yg diluar planning yg sebagai asbab tidak tercapainya target.
            Nomer 4 ok anda dah sepaham kalau aset emang bertambah banyak, mau itu penyertaan modal atau hutang yg jelas sudah ada hal yg nilainya jauh melebihi hutang, dan kita yakin thn2 sebelumnya juga ada tambahan modal serta hutang spt skg.

            Posted by JOWI | 22 Oktober 2012, 8:56 pm
          • mas jowi mas jowi, kita berencana Allah yang menentukan itu mah normatif dan siapapun yang non atheis pasti mengakui itu. yang saya kritisi adalah pola pikir bahwa kalau kita gagal lantas kita beralasan bahwa orang lain juga gagal koq. itu hampir sama dengan sikecil yang kalau disuruh rapikan tempati tidurnya tidak mau dengan alasan nanti juga ditidurin brantakan lagi. kalau begitu analoginya gak usah makan dong, toh nanti lapar lagi.

            lantas didalam planning yang baik biasanya ada SWOT analysis. semua constraint dapat diformulasikan dan dihitung optimalisasinya lewat perhitungan metode kuantitatif. didalam pelaksanaanya tentu harus mengikuti dan mematuhi azas GCG yakni Accountability, Resposibility, Fairness, Transparancy dan Independency… sudah terrpenuhikah ini ?

            selanjutnya, ini dasar accounting saja, bahwa Neraca perusahaan terdiri dari perimbangan antara Asset = Hutang + Modal. nah seberapa effektifkah pertambahannya didalam menghasilkan return buat perusahaan didalam hal ini perusahaan tersebut adalah state owned company alias BUMN. ukurannya apa ? tentu deviden dan manfaat demi kemaslahatan rakyat.

            Sebagai catatan, Neraca terdiri dari dua bagian Asset on Left side dan Hutang + Modal on Right side. Harus sangat hati hati didalam mengelolanya karena bisa jadi on the Left side nothing right, on the Right side nothing left !

            tks.

            Posted by cekricek | 23 Oktober 2012, 5:13 am
          • Okelah mas Cek…saya nyerah dg pendapat negative anda. hehehe. Saya hanya percaya mereka udah melakukan semua analisa itu, saya lebih seneng husnudzon.

            Posted by JOWI | 23 Oktober 2012, 1:25 pm
        • om cek ricek ini siapa sih? tiap baca komentar beliau selalu sinis..bawa kata antum tetapi apa yang terucap bukan seorang yang biasa mengucapkan antum dengan fasih…yang harusnya santun…salam..

          Posted by bundashabrina | 23 Oktober 2012, 3:27 pm
          • wa’alaikum salam. fyi didalam nahu dan sharaf saya belum jumpai kata antum berhubungan dengan santun ? mohon pembelajaran.

            Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 1:58 am
    • Judulnya bisa tidak seperti itu … tergantung sisi pandang. Kalau mandangnya dari bawah ke atas, maka judulnya “BUMN mendekati target deviden ..”

      Posted by Djoko Sawolo | 22 Oktober 2012, 10:24 am
    • ada 141 BUMN, ada yang mati suri, sakit, dan ada yang sehat. Kalo ari cekricek diatas dari target 32,6 T dan sudah tercapai 28,5 itu artinya sudah 87% dan masih ada 2 bulan lagi untuk menaikan hasil riilnya. Ini tahun pertama beliau sudah mencapai 87%, itu angka yang luar biasa. Apabila BUMN2 yang mati sudah sembuh kembali seperti batamtekno, make deviden tahun 2013 bisa 200%.

      Kalo Pak Dahlan saat ini banyak memberikan motivasi dan kepercayaan kepada para direksi setiap BUMN, agar BUMN bisa bekerja dengan baik, yang nantinya memikiran kesejahteraan rakyatnya, maka kita sebagai rakyat (pimpinan/direksi tertinggi dalam demokerasi) maka harus bisa memberikan kepercayaan dan motivasi kepada Pak Dahlan Iskan.

      Disolo sebelum jokowi maju menjadi Gubenur DKI ada beberapa orang/kelompok yang selalu memberikan komentar negatif, tetapi setelah Jokowi menang atas pilihan masyarak Jakarta, yang komen negatif menghilang. Kenapa tidak melakukan sesuatu hal yang positif aja ya…….:)

      Posted by Kka Kusnanto | 22 Oktober 2012, 10:45 am
    • nyungsep ya cek??

      Ga perlu jauh-jauh, saya cukup kutip artikel yang anda copas diatas,

      Hendri Saparini ekonom UGM, berkata ‘Kesehatan BUMN tidak bisa hanya diukur lewat indikator keuntungan angka-angka finansial yang terkatrol;
      misalnya penerimaan negara dari sektor pajak dan laba usaha disetor BUMN.’

      Posted by andar | 22 Oktober 2012, 11:17 am
    • semoga anda ingat mati!!!, jadi berpikiran positif………

      Posted by faisol | 22 Oktober 2012, 4:40 pm
    • Saya melihat, komunitas dahlanis disini belum siap menerima ketika ada yang menyinggung ttg “ke belum berhasilan” dari Pak Dis. Saya tidak memakai kata gagal, karena Pak Dis belum menyerah.
      Memang ada beberapa target beliau yang belum berhasil, seperti Antrian di pintu tol dan IPO BUMN. Jadi kalem aja lah kalau ada yg mengkritik beliau. Beliau kan manusia juga, bisa salah.
      Jikalau Pak Dis besok dipanggil oleh Sang Khalik ( ini bukan doa saya ), apakah Indonesia akan hancur? Saya percaya jika kita, mayoritas masyarakat Indonesia baik, kita akan diberi pemimpin yg baik. Siapapun orangnya. Begitu pula sebaliknya.
      Dan Pak Dis adalah salah seorang yg memberikan inspirasi kepada kita untuk menjadi manusia yg lebih baik. Selebihnya, seperti kata Pak Dis, biarlah takdir yang menentukan.

      Posted by uyung | 23 Oktober 2012, 9:38 pm
      • Mas Uyung yang baik, rasanya kalimat: “Saya melihat, komunitas dahlanis disini belum siap menerima ketika ada yang menyinggung ttg “ke belum berhasilan” dari Pak Dis” ini koq agak terlalu cepat dan meng-generalisir teman-teman yang ada ddi blog ini yaaa.. Kalo mas Uyung lebih lengkap menyimak satu persatu komen yang ada sepertinya yang kurang bisa diterima oleh teman-teman disini adalah komen yang bernuansa sarkasme, memaki ataupun meng-”kritik” atas dasar sumber yang sangat bernuansa rumor dan itu-itu saja yang tidak bisa dijelaskan: soal pencitraan, poligami, anak buah CT, konflik dengan SBY dan isu yang masih itu-itu saja. Dan juga tuduhan-tuduhan lain yang disampaikan dengan cara yang mohon maaf kurang santun dan tanpa solusi.

        Kalau kita simak dulu pun ada kritik-kritik yang baik ketika kita diskusi tentang Mobil Listrik. Nah disitu kan kritik dan diskusinya ilmiah dan intelektual dengan saling memberi+melengkapi solusi.

        DahlanIs disini bukan lah pendukung buta yang selalu membenarkan dan mengkultuskan Dahlan Iskan. Pak Dis lebih kepada simbol dari sebuah harapan (Hope) melalui sepak terjangnya di tengah-tengah carut-marutnya kondisi kebangsaan saat ini. Pak Dis ibarat mata air di tengah gurun pasir yang tandus. Dahlan Iskan dengan MH-nya menjadi simbol atas nilai-nilai positivisme, optimisme, konstruktif dan solutif dengan aksi-aksi nyata yang sangat dirindukan rakyat saat ini. Banyak DahlanIs yang juga kagum dengan sosok Jokowi, Ahok, Mahfud MD dan tokoh-tokoh yang membawa harapan. Kenapa disini Dahlan Iskan yang ddominan?? Karena ini memang blog-nya Catatan Dahlan Iskan. Jika ada blog Catatan Jokowi, Ahok dst saya kira didalamnya akan dominan dengan nama mereka masing-masing. Dahlan Iskan, Joko Widodo, Basuki TP, Mahfud MD dan tokoh-tokoh baik lain bisa meninggalkan kita tapi semangat, harapan, cita-cita dan keteladanannya itu lah yang harus kita jaga. Harap diingat bahwa DahlanIs hadir di blog ini bukan semataimata untuk memuji pak Dis, tapi justru karena kebutuhan masing-masing untuk men-charge dan menambah energi positif dalam diri masing-masing dari tulisan yang sangat inspiratif ini. Nilai-nilai positif yang terkandung dalam tulisan pak Dis inilah yang membuat para DahlanIs berkumpul disini. Salam hormat dan mohon maaf jika berpanjang lebar. Keep positive, keep optimist, kerja kerja kerja.. Salam DahlanIs.

        Posted by akadarisman | 24 Oktober 2012, 6:42 am
  81. … dan kadang cukup percaya bahwa ada orang lain yang memercayainya.

    manteb nih kalimatnya, perlu baca berulang-ulang untuk bisa memahami artinya, hehehe.

    btw, banyak nama dirut yang disebut di edisi sekarang, pak Harry Sampurno kopassus, pak bandung asli semarang, pak Harry Sutanto pelindo 4, pak bos Batantekno dll.

    Posted by nuryadid | 22 Oktober 2012, 10:15 am
  82. Proyek BUMN tanpa APBN bikin penghuni senayan gigitjari style
    Dirut/manajemen BUMN leletlemotmalesmanja siap2 bakal kena gusur
    Bukan bisa ato tidak bisa tapi mau ato tidak mau
    Jayalah BUMN
    Jayalah INDONESIA

    Posted by Fia | 22 Oktober 2012, 10:20 am
  83. mantap pak, bener-bener menteri yang tahu bagaimana menjadi menttri, bravo pak dahlan

    Posted by azham kkhairan | 22 Oktober 2012, 11:03 am
  84. Senin pagi ini, saya pinjem jempol orang sekampung yang khusus diacungkan buat Abah DIs. Orang skampung…. Yooo ikutan Gangnam style macam BUMN biar gak ketinggalan kereta. Yang bernegatif Thinking kelaut aje……………

    Posted by sofyan Usamah | 22 Oktober 2012, 11:03 am
  85. saya terharu saat membaca baris – baris paragraf awal tentang ulang tahun IKI…. luar biasa apa yg bapak laukakan dan tularkan…. Indonesia butuh orang – orang seperti anda…. Semoga Allah terus meberikan kesehatan untuk anda Bpk. Dahlan Iskan

    Posted by azi danang | 22 Oktober 2012, 11:04 am
  86. Terharu membaca tulisan ini…Indonesia ternyata bisa, dan pasti bisa hebat..kalo lebih banyak orang bisa kerja seperti orang-orang yang ditunjuk oleh Pak DI…Semoga para menteri lainnya selalu membaca tulisan pak DI ini, biar keluar tuh semangat barunya…

    Posted by nutami | 22 Oktober 2012, 11:24 am
  87. Saya mengumpamakannya begini: anda punya usaha dan setiap tahun bisa setor tabungan 1 miliar. Tapi anda utk tahun berikut tdk bisa nabung sebesar 1m karena uang anda dipakai utk menembangkan usaha dan belum begitu nampak hasilnya karna butuh waktu. Jadi anda bukan rugi tapi untung hanya uangnya dipakai utk pengembangan usaha. BMN sekarang bukan tidak bisa memberi 32T. Tapi memang uangnya masih dlm pengembangan usaha. Tunggu aja waktunya pasti 100 T pertahun bisa disetor ke negara. Betul tak? Semoga.

    Posted by sima abadi | 22 Oktober 2012, 11:34 am
  88. Eh. Maaf..
    Gangnam setael itu ape ye? Ape bener kate bang juki kayak kuda lumping gitu ye..
    Maaf..

    Posted by Mpok Minah | 22 Oktober 2012, 11:35 am
  89. Ditempat terpisah, Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengakui dividen BUMN ini diperoleh dari 10 BUMN besar yang diperkirakan memberikan dividen sekitar Rp22,407 triliun (turun dari rencana awal Rp25,534 triliun), BUMN lain Rp5,430 triliun, dan BUMN minoritas Rp680 miliar. “Hal ini mempertimbangkan kondisi beberapa BUMN,” ungkapnya

    Adapun yang menyebabkan setoran dividen ini turun, antara lain realisasi laba bersih PLN sampai dengan semester pertama 2012 senilai Rp30 miliar, diperkirakan akhir tahun ini (asumsi konservatif) laba PLN hanya mencapai Rp5,8 triliun (dari RKAP sebesar Rp12 triliun), sehingga dengan pertimbangan “debt covenant”, maka dividen maksimal PLN senilai Rp2,9 triliun (50 %).

    Kemudian, dalam rangka melaksanakan ekspansi serta dukungan program pembangunan infrastruktur nasional, POR (pay out ratio) BUMN perbankan diusahakan untuk diturunkan menjadi 20 % dari sebelumnya 25 % pada penetapan target untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR).

    Selanjutnya, laba RKAP Pertamina yang juga diprediksi tidak tercapai sebagai akibat dari adanya “unplanned shut-down” pada operasi anak perusahaan Pertamina yang melaksanakan sekitar 70 % dari seluruh operasi perusahan serta pengaruh harga minyak mentah dunia. Kemudian PT Freeport Indonesia diproyeksikan hanya bisa memberikan dividen maksimal Rp500 miliar, dari target Rp1,5 triliun.

    Wahyu  menyebutkan, dari 140 BUMN sekitar 55 BUMN yang akan ditarik dividen. Adapun 55 BUMN ini diproyeksikan membukukan laba bersih pada 2012 sebesar Rp128,410 triliun. Untuk 55 BUMN itu terdiri atas 16 BUMN yang diperkirakan membukukan laba bersih 2012 sebesar Rp75,089 triliun. Kemudian, 39 BUMN non Tbk dengan perkiraan laba 2012 sebesar Rp53,321 miliar, serta Pertamina dan PLN Persero dengan target laba bersih 2012 sekitar Rp36 triliun. (neraca.co.id)

    penyebabnya ? PLN ? bukankah sebelum ini katanya ada orang huebat yang memenejemeninya ? belibet belibet deh.. memenejemeninya… sopo to yo ?

    Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 11:52 am
    • sebagai customer PLN ( pak dahlan juga bilang perusahaan lilin negara)
      ini suara custotomer yang kritik tapi membangun bukan tunjuk hidung

      http://mesem.blogdetik.com/2012/09/29/customer-notes-5-boros-energi-pln-rugi/

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 12:03 pm
      • Terima kasih Pak Saeful dengan info link-nya. Sebuah tulisan yang apik. Saya hanya penikmat tulisan yang bermutu dan indah seperti yang anda informasikan ini. Memberikan kritik tapi membangun dengan bahasa jurnalistik yang bagus. Wah..saya hanya membayangkan seandainya semua komentar ditulis dengan bahasa yang indah seperti ini.

        SALAM DAHLANIS.

        Posted by ARI S. | 22 Oktober 2012, 12:44 pm
    • hmmm …., kalau beliau di cap gagal memimpin PLN, lalu mengapa SBY mengangkat Beliau menjadi Menteri BUMN ya ??? bukannya makin Kacau BUMN kalau dipimpin Orang “gagal” ??? Hmmm….., tanya Kenapa ???

      Posted by granny | 22 Oktober 2012, 1:55 pm
    • mr.cek…. mungkin iya dr keuntungan financial PLN menurun, tp gimana tentang peningkatan pelayanan PLN, byar pet udah jarang (diperusahaanku tmpt bekerja dulu byar pet hampir tiap minggu, stlh dirut PLN p.DI, byar pet hanya 2 bulan sekali), perkembangan pembagkit listrik (khususnya diluar jawa),penambahan pelanggan PLN(program 1 juta pelanggan tiap bulan).. apakah semua itu bukan hasil dr p. DI ??? monggo silahkan jawab…..

      Posted by fans DI | 23 Oktober 2012, 12:58 am
  90. eh kesindir ya ente cek? xixixi…:D

    Posted by crott markocrott | 22 Oktober 2012, 11:52 am
  91. SELAMAT PAK DIS…..CALON PRESIDEN 2014….TOLONG DI DUKUNG TEMAN TEMAN SOALNYA SAYA SUDAH LAMA GOLPUT….BARU KALI INI SAYA INGIN INDONESIA BANGKIT KEMBALI, LEWAT PAK DIS….AMIN YA RABBB!!!

    Posted by M. ALI WAHYUDI | 22 Oktober 2012, 12:16 pm
  92. Indonesia memang perlu orang-orang seperti Pak Dahlan & Jokowi, tidak banyak bicara tapi ada bukti nyata. Jangan selalu melihat dari sisi negatif saja, sudah berapa puluh tahun sih BUMN itu ada tapi baru kali ini kita tahu seperti apa masalahnya dan solusinya. Memang mentri-mentri yang sebelumnya apa kerjanya ya? Congratulation pak DIS semoga BUMN di bawah kepemimpinan Bapak menjadi Badan Usaha yg bersih, profesional

    Posted by Nina Evawaty | 22 Oktober 2012, 12:52 pm
  93. MENTERI YANG LAIN HARUS MENCONTOH CARA KERJA PAK DAHLAN ISKAN, HADIAH DARI RAKYAT INDONESIA PATUT DIBERIKAN UNTUK PAK DAHLAN, YAITU DAHLAN ISKAN FOR PRESIDENT !!!

    Posted by ADRI HASTANTO | 22 Oktober 2012, 12:54 pm
  94. berbisnis memang membutuhkan modal. kita selama ini menganggap modal usaha adalah uang. padahal kita berjualan barang/jasa, sehingga modal kita ya barang/jasa itu sendiri. sedangkan cara memperoleh barang/jasa tidak harus dengan uang, namun bisa dgn modal kepercayaan. nabi Muhammad sendiri mencontohkan ketika berdagang selalu menjaga kepercayaan konsumen sehingga mendapat julukan ‘al amin’ yang artinya orang yang dapat dipercaya.

    Posted by Disfans | 22 Oktober 2012, 1:05 pm
  95. Gangnam Style sepanjang tahun, artinya terus bergerak, dinamis, terus bekerja tanpa kenal lelah. Semoga Pak DI terus diberikan kesehatan dan stamina yang kuat untuk memajukan BUMN yang pada akhirnya bisa mensejahterakan rakyat Indonesia. Masih miris lihat kondisi pertanian, apalagi kalau di musim kemarau begini. Petani masih kesulitan untuk mendapatkan air karena sistem pengairan yang buruk, saluran irigasi yang tidak berfungsi. Sebenarnya banyak teknologi, banyak cara, tapi tidak ada koordinator, tidak ada penggerak, tidak ada pemersatu, untuk menyatukan energi, modal dan sumberdaya manusia, untuk mencapai tujuan bersama. Semoga para pemimpin negeri ini mulai dari RT, RW, hingga pemimpin tertinggi bisa terinspirasi dan termotivasi jenengan Pak DI. Bukankah dulu kita merdeka karena berjuang bersama, maka sudah seharusnya sejahtera dan makmur bersama-sama pula. Salam.

    Posted by Nama Bayi | 22 Oktober 2012, 1:21 pm
  96. Selamat ulang tahun, Pak! Semoga selalu sehat. Sehingga bisa membangun BUMN lebih baik lagi.

    Posted by Mochamad Yusuf | 22 Oktober 2012, 1:21 pm
  97. Andai semua rakyat indonesia tau bahwa kemajuan suatu bangsa, perusahaan ataupun pribadi terletak pada kepercayaan diri…bahwa diri kita mampu melaksanakan apa saja karena tuhan memberi kita “potensi tak terbatas” termasuk bisa mengetahui seluruh isi alam semesta (QS. Al Baqorah : 31 ) karenanya masaalah yg kita hadapi adalah bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri yg kuat bahwa diri kita mampu melaksanakan baik dengan motivasi internal maupun eksternal………..smga pak DIS terus menggelorahkan semangat percaya diri tuk rakyat indonesia…apalagi kekayaan sumber daya alam kita sangat luar biasa……
    Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra. dilewati katulistiwa dengan dua iklim sedrhana. Negara kepulauan terbesar dgn pulau 17.504 pulau. 3 dari 6 pulau terbesar di dunia ada di indonesia. memiliki cadangan bahan obat terbesar di dunia. salah satu sumber oksigen terbesar di dunia. memilki keaneka ragaman hayati terbanyak di dunia. negara maritim terbesar di dunia. 93 ribu km persegi. belum lagi kalau bicara potensi kekayaan alam yang lain………..jayalah indonesiaku di tangan pemimpin yang bisa memotivasi dan menimbulkan semangat kerja bukan yang membuat pesimisme…..jaya pak DIS..jaya indonesiaku smga slalu sehat…amien..

    Posted by Dahlan alex | 22 Oktober 2012, 1:27 pm
  98. Slalu di saat membaca Hope nya pak Dahlan hati ini selalu berdebar ,terharu dan tak terasa air mata menetes,ternyata masih banyak putra putri negri ini yg bisa berbuat baik klo mereka dipercaya dan di “WONGKE” seperti kepemimpinan Pak Dahlan,semoga akan banyak lagi yg dapat dibangkitkan/dihidupkan oleh Pak DIS khususnya orang2 yg idealis yg selama ini tdk dipercaya karena tdk mau kerja hanya cari muka.Salam Pak DIS semoga sehat selalu agar negri ini dapat mencapai adil dan makmur.

    Posted by toga | 22 Oktober 2012, 1:56 pm
  99. kepercayaan ternyata modal dasar yang sangat urgen untuk membangkitkan perusahaan sehingga dapat mengubah dari mati suri menjadi bergairah kembali. Untuk itulah saya mengingatkan pada para pejabat dan birokrat untuk dapat menumbuhkan kepercayaan dan bukannya main marah-marahan saja dengan kekuasaan yang ada. Uang ( modal ) bukan segala-galanya hal itulah yang telah di perbuat oleh pak Dis. Selamat berkarya pak rakyat terus berdoa untuk kesehatan serta karya-karya selanjutnya.

    Posted by KOKO | 22 Oktober 2012, 2:14 pm
  100. Pak Dis semoga punya hope selanjutnya megubah Rel kereta Api khususnya dikota2 besar mengubahnya menjadi Rel layang yg dapat mengurangi kemacetan juga diperluas mencakup seluruh wilayah(DKI/JABODETABEK) sehingga menjadi angkutan umum massal(comuter line) yg meliuk liuk diatas (DKI/JABODETABEK) agar sejalan dengan Pak jokowi-basuki jakarta baru.semoga sinergi Pak Dis dan Jokowi jadi duet Indonesia baru.salam.

    Posted by toga | 22 Oktober 2012, 2:17 pm
    • Selama om dahlan di pln penambahan pelanggan naik drastis. Itu berarti biaya subsidi juga membengkak.

      Posted by syafiihkamil | 22 Oktober 2012, 3:22 pm
    • bung nalhad tolong baca suara konsumen disini ya, http://mesem.blogdetik.com/2012/09/29/customer-notes-5-boros-energi-pln-rugi/

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 3:40 pm
    • sampai kapan tikus bisa ngumpet ?

      Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 3:51 pm
    • bung nalhad , bergetar hati saya mendengar pln rugi 37 T, sama pak dahlan lagi, seolah olah pak dahlan memakan uang 37 T itu, terus dipanggil DPR tidak datang lagi, semakin senanglah orang mengkritik pak dahlan , hehehehe

      tapi ya begitulah ketika teknis sudah bercampur dengan politik,
      tapi saya yakin pak dahlan tidak lepas tangan, bahkan ini kan jadi perang syaraf antara BPH migas sama pak dahlan ,

      kalo membaca sedikit konfirmasi disini ada titik terang

      http://www.merdeka.com/uang/pln-rugikan-negara-rp-37-triliun-bp-migas-tak-ingin-disalahkan.html

      nih berita tahun 2010
      kalo mau dibuka lagi,

      Jakarta – PT PLN (Persero) mengusulkan kenaikan subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun menjadi Rp 55 triliun dalam APBN-P 2010. Besaran subsidi tersebut jika Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak dinaikkan tahun ini.

      “Tapi kalau TDL dinaikkan dengan rata-rata 15 persen, maka subsidi listrik hanya di kisaran Rp 47-49 Triliun,” ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

      Menurut Dahlan, angka ini belum termasuk tambahan biaya produksi listrik di PLTGU Muara Tawar sebesar Rp 2,4 Triliun. Tambahan itu merupakan dampak pengalihan penggunaan gas ke BBM karena adanya pengurangan pasokan gas dari PGN sebesar 100 BBTUD.

      “Itu belum dimasukkan karena kejadian itukan darurat,’ ungkapnya.

      Dahlan menyatakan, pada awalnya besaran subsidi listrik yang akan diusulkan PLN dalam APBN-P adalah sebesar Rp 47 triliun. Namun karena adanya program seluruh Indonesa tidak boleh ada yang mengalami mati lampu mulai bulan Oktober maka ada penambahan pemakaian BBM.

      Angka subsidi tersebut semakin membesar karena ternyata program tersebut dipercepat dari Oktober menjadi bulan Juli mendatang. Hal ini menyebabkan adanya tambahan pemakaian BBM sebanyak 300 ribu kiloliter setahun dari sebelumnya sebanyak 6,3 juta kiloliter menjadi 6,6 juta kiloliter.

      Tambahan pemakaian BBM tersebut dilakukan karena PLN terpaksa mengoperasikan pembangkit-pembangkit yang kekurangan pasokan gas dengan bahan bakar minyak (BBM).

      “Tapi harga minyak dunia kan juga naik sedikit, maka kami usulkan Rp 55 triliun dari Rp 47 triliun. Kalau Rp 55 triliun cukuplah. Tapi tergantung harga minyak juga, karena faktor terbesar subsidi itukan perubahan harga minyak,” jelasnya.

      Namun Dahlan berjanji, PLN sudah dapat menekan subsidi menjadi Rp 35 triliun pada tahun 2013. Hal tersebut seiring dengan berkurangnya pemakaian BBM untuk pengoperasian pembangkit dan juga mulai beroperasinya proyek-proyek dalam program 10.000 MW tahap I.

      “Kalau untuk jangka pendek, tidak ada langkah lain selain menggunakan BBM,” tegasny

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 4:12 pm
    • 1. Kenapa PLN di anggap RUGI oleh BPK? karena pembangkit listrik PLN masih banyak pakai BBM daripada pakai GAS,
      2. kenapa PLN masih banyak pakai BBM? PLN sudah mengemis minta gas, tapi BP MIGAS masih prioritaskan gas untuk industri MIGAS sendiri, PUPUK, Industri baru PLN,
      3. kenapa BP MIGAS pakai prioritas begitu? Karena GAS yg dibor mayoritas terlanjur di expor ke CINA.
      4. Kenapa BP MIGAS tetap izinkan expor ke CINA padahal dalam negeri masih kekurangan? karena sudah terlanjur kontrak yang dilakukan G to G (Negara antar NEGARA) dengan harga yg terlalu murah yaitu Pemerintah RI dan Pemerintah Cina sudah kontrak dalam jangka panjang, jadi BP MIGAS hanya mematuhi hukum dan keputusan negara.
      5. Siapa yang membuat keputusan kontrak dengan jangka panjang dan harga murah itu? Pemerintah Indonesia waktu itu menteri BUMN nya Laksamana Sukardi dan Presidenya Bu Megawati, yang tanda tangan Bu Megawati. Keismpulanya Pak Effendi Simbolon wakil ketua Komisi VII DPR RI itu ndak usahlah capek – capek undang pak Dahlan itu menelusuri penyebab potensi kerugian PLN itu, tapi cukup tanya ke Ketua Umum Partainya lebih dulu.

      Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 3:13 pm
  101. satu negara seperti naik kapal bersamaan…satu saja penumpang edan ngebor lantai kapal….tenggelamlah semuanya….baiknya penumpang EDAN itu diapakan ya….?????

    Posted by Gallus Soloensis | 22 Oktober 2012, 3:42 pm
    • sayangnya kapal belum berangkat ! dibocori penumpang ‘edan’ karena si penumpang yang katanya edan ternyata indigo yang punya pengalaman dan intuisi kapal banyak dipenuhi oleh para opportunist, preman politicking, dan calo ?

      Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 3:56 pm
      • barisan sakit hati pasti sangat takut perubahan, termasuk takut lahan cari nafkahnya di area remang-remang hilang. Makanya mereka teriak paling keras mencaci, menghujat sana sini. xixixi…:D

        Posted by crott markocrott | 23 Oktober 2012, 5:53 am
      • salah satu preman politicking nya adalah cekricek
        sudah terang2an ngaku kalo dia penjual nasi bungkus asongan merk “Prabowo”
        ternyata, sama aja kelakuanmu cek..

        Posted by AANTI CEKRICEK | 23 Oktober 2012, 7:14 am
  102. Coba bayangkan bagaimana dendam kesumat dari para direksi yang permintaan uangnya ditolak bahkan kemudian kemudian mereka dipecat Pak Dahlan…
    Tidak heran banyak orang-orang buta dan tuli terhadap dobrakan pemikiran dan terobosan tindakan Pak Dahlan… Walaupun buta tuli, mereka bermulut besar untuk meneriakan cercaan makian dan bahkan fitnah terhadap Pak Dahlan..

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 22 Oktober 2012, 4:01 pm
    • pesimisme, cacian, fitnah, iri,dengki sudah jaman dulu. maaf bukan jaman generasi kami. tetap semangat. salam dahlanis.

      Posted by Disfans | 22 Oktober 2012, 4:48 pm
    • pak ERICK , memang masih ada yang sakit hati terhadap pak dahlan? saya tidak menyangka ya,

      Posted by saeful | 22 Oktober 2012, 4:57 pm
      • Buaaaanyaaaaaaak sekali pasukan sakit hati Pak Dahlan…
        Mereka yang dulu biasa menerima transfer milyaran bahkan puluhan milyar di rekening pribadinya setiap bulan… Mereka yang dulu bisa bergaya seperti raja durjana…
        Mereka yang kini kehilangan itu semua, gara-gara kehadiran seseorang yang tidak takut diancam, tidak mempan ditransfer jatah bulanan…
        Dahlan Iskan!!!

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 22 Oktober 2012, 5:47 pm
        • Wah sangat terhormat sekali komentator kita ditanggapi oleh pak Erick. Walaupun pasti pada akhirnya tetap saja bebal dan debat kusir serta membolak-balik komen orang. Tobat tobat.. :D

          Posted by akadarisman | 22 Oktober 2012, 5:51 pm
          • untung rakyat makin pintar pa, jadi sudah tau kalau yang teriakannya paling kenceng adalah orang yang paling dirugikan dengan kehadiran dahlan iskan

            Posted by tatang | 22 Oktober 2012, 7:40 pm
          • we can’t win them all…. kita tidak bisa menyenangkan setiap orang ( semua pihak ). Ketika kita membersihkan selokan agar airnya lancar, akan selalu ada sampah yang harus kita singkirkan / buang…

            Begitu juga pak Dahlan… ketika beliau akan membersihkan / meluruskan manajemen BUMN disesuaikan dengan Visi, Misi BUMN, maka yang berlawanan / menghalangi memang harus disingkirkan …( No Choice)

            Nabi saja ada musuhnya…makanya para Dahlanis, selain kita mendapatkan inspirasi dari guru kita, ” melawan / menjawab ” kritikus di blog ini, jangan lupa kita BERDOA untuk beliau…guru kita, inspirator kita Dahlan Iskan ( manusia langka yang dihadiahkan Tuhan untuk kita )

            Posted by W. Ning | 23 Oktober 2012, 8:31 pm
          • maunya koment di bawah bro akadarisman…eh mlorot…sampai 2 x mlorot terus…auk ah ! gangnam style aja deh… ( salam wat si kecil bundanya ya bro…..)

            Posted by W. Ning | 23 Oktober 2012, 8:33 pm
          • Ahhahahaha.. Like Dis “we can’t win them all”.. Terima kasih budhe. Salam balik untuk budhe dan keluarga. Menyenangkan sekali lewat blog ini bisa membanggun silaturrahmi, dapat saudara dan sahabat baru. Semgat pagiiii!! Salam DahlanIs!!!

            Posted by akadarisman | 24 Oktober 2012, 6:21 am
        • busyeeeeet, yang kaya gini nih yang harus ditransfer bom ke rekeningnya, haiyaaaaaa, pantesan nafsu banget ingin menghabisi pak dahlan, kalo begitu harus lebih taktis dalam melakukan pertahanan karena sekarang pak dis jadi incaran tikus liar

          Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 7:06 am
        • we can’t win them all…. kita tidak bisa menyenangkan setiap orang ( semua pihak ). Ketika kita membersihkan selokan agar airnya lancar, akan selalu ada sampah yang harus kita singkirkan / buang…

          Begitu juga pak Dahlan… ketika beliau akan membersihkan / meluruskan manajemen BUMN disesuaikan dengan Visi, Misi BUMN, maka yang berlawanan / menghalangi memang harus disingkirkan …( No Choice)

          Nabi saja ada musuhnya…makanya para Dahlanis, selain kita mendapatkan inspirasi dari guru kita, ” melawan / menjawab ” kritikus di blog ini, jangan lupa kita BERDOA untuk beliau…guru kita, inspirator kita Dahlan Iskan ( manusia langka yang dihadiahkan Tuhan untuk kita )

          Posted by W. Ning | 23 Oktober 2012, 8:28 pm
  103. Apakah tokoh seperti Jokowi pasti pintar? ….belum pasti benar.
    Apakah tokoh seperti Dahlan Iskan pasti hebat? …belum pasti tepat.
    Tapi ada satu hal yang pasti, mereka berdua mewakili dan mempersatukan semangat bangsa untuk menciptakan sebuah perubahan.

    Itu yang penting.

    Bangsa ini tengah menderita, tengah didera pembusukan dari dalam.
    Dalam dunia medis, tidakan dan pengobatan akan jauh lebih bermanfaat apabila didukung oleh semangat pasien dan dukungan orang-orang di sekitar pasien. Bangsa ini sedang sakit. Berbagai tindakan dan gerakan perbaikan tidak akan banyak mampu berbuat jika rakyat tetap apatis, negatif, dan berprasangka buruk.

    Sehebat-hebatnya seorang Dahlan Iskan, sepintar-pintarnya seorang Jokowi, mereka tidak akan mampu mencerahkan kehidupan bangsa apabila kebanyakan rakyat tetap memasang wajah muram durja.

    Marilah kita sambut perubahan yang mereka tawarkan, bukan karena mereka hebat, bukan karena mereka pintar, tapi karena kita sudah muak dengan berbagai kebusukan dan penderitaan selama ini.

    Ayoo bersama kita berubah.
    Ayoo kita berubah bersama.

    Bohong besar apabila seorang Dahlan Iskan bersama timnya bisa mencerahkan kehidupan bangsa tanpa dukungan kompak rakyat.

    Sejararah telah membuktikan, ratusan tahun bangsa ini melongo sebagai bangsa terjajah karena mau ditipu dihasut dan dipecah belah antar elemen bangsa sendiri…

    Jangan mau ditipu dihasut dan dipecah belah oleh bajingan-bajingan yang tidak ingin melihat bangsa ini berubah.
    Mari sambut perubahan penuh harapan Dahlan Iskan!!!

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 22 Oktober 2012, 5:31 pm
    • Betul, saya sangat setuju …
      Mari satukan semangat, langkah dan perjuangan menuju harapan baru.

      Posted by Aldizy | 22 Oktober 2012, 6:27 pm
    • kalau bangsa ini bersatu untuk maju menyongsong perubahan, lalu bagaimana dg nasib barisan sakit hati (BSH) yg cuma tau ‘wani piro’ seperti diriku.

      Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 9:04 pm
    • 1000 Persen saya setuju Pak Erick.. Falsapah ” Biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu ” merupakan Falsapah yang harus kita pakai sekarang buat menjinakan Bajingan tengik penghasut Rakyat. Mereka yang apriori dan apatis dengan kinerja yang sudah dicapai Bapak Dahlan Iskan selama 1 tahun ini adalah mereka yang hati nuraninya busuk luar dalam, Rakyat tidak bodoh, tidak buta dan juga tidak juga tuli, mereka yang akan menilai mana emas mana loyang… Bravo buat Pak Dahlan Iskan, Bravo buat Pak Erick . Maju Tak gentar membela yang benar.

      Posted by sofyan Usamah | 23 Oktober 2012, 10:29 am
    • Tulisan bagus … sumber inspirasi

      Posted by Djoko Sawolo | 23 Oktober 2012, 11:58 am
    • SETUJUUU… DI GANGNAM STYLE AJA TUH PARA POLI-TIKUS2 ABAL2…
      DUKUNG SELALU KEMAJUAN INDONESIA OLEH CEO REPUBLIK INDONESIA. MR DAHLAN ISKAN.

      Posted by PUTU | 23 Oktober 2012, 3:55 pm
    • setuju bos erick, sdh waktunya barisan dahlanis merapatkan diri u mengawal P.DIS, krn angin dari samping tambah keras bertiup , siapa lg tukang tiupnya kalo bukan barisan sakit hati. Ayo DAHLANIS Rapatkan barisan untuk menjaga abah kita. Bravo P.DIS

      Posted by sulistiono | 23 Oktober 2012, 7:46 pm
    • Yg sakit dan menderita bukan bangsa indonesia pak, yg lagi sakit itu yg lagi mewakili bangsa ini di senayan.

      Sakit semua tuh, segala macam cara dihalalkan untuk menumbangkan nama baik pak dis. Guna satu tujuan. M*** jadi presiden

      Amit2 deh klo dia jadi presiden lagi

      Bisa2 tambah bangkrut ne negara

      Posted by Prasetyo Wijaya | 25 Oktober 2012, 9:52 pm
  104. DPR meminta pertanggung jawaban Dahlan Iskan karena PLN merugi 37T
    padahal dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. tidak sering mati, pelayanan tanpa suap, jaringan semakin luas.

    Posted by Mas Idub Ok | 22 Oktober 2012, 6:24 pm
    • “kalo gara-gara melanggar prosedur sy harus dipenjara, saya siap. yg penting kebutuhan listrik terpenuhi, dan yang jelas sy tdk makan uang negara” …….. :(

      Posted by masteddy | 23 Oktober 2012, 8:06 am
    • 1. Kenapa PLN di anggap RUGI oleh BPK? karena pembangkit listrik PLN masih banyak pakai BBM daripada pakai GAS,
      2. kenapa PLN masih banyak pakai BBM? PLN sudah mengemis minta gas, tapi BP MIGAS masih prioritaskan gas untuk industri MIGAS sendiri, PUPUK, Industri baru PLN,
      3. kenapa BP MIGAS pakai prioritas begitu? Karena GAS yg dibor mayoritas terlanjur di expor ke CINA.
      4. Kenapa BP MIGAS tetap izinkan expor ke CINA padahal dalam negeri masih kekurangan? karena sudah terlanjur kontrak yang dilakukan G to G (Negara antar NEGARA) dengan harga yg terlalu murah yaitu Pemerintah RI dan Pemerintah Cina sudah kontrak dalam jangka panjang, jadi BP MIGAS hanya mematuhi hukum dan keputusan negara.
      5. Siapa yang membuat keputusan kontrak dengan jangka panjang dan harga murah itu? Pemerintah Indonesia waktu itu menteri BUMN nya Laksamana Sukardi dan Presidenya Bu Megawati, yang tanda tangan Bu Megawati. Keismpulanya Pak Effendi Simbolon wakil ketua Komisi VII DPR RI itu ndak usahlah capek – capek undang pak Dahlan itu menelusuri penyebab potensi kerugian PLN itu, tapi cukup tanya ke Ketua Umum Partainya lebih dulu.

      Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 3:10 pm
  105. LUARRR BIASAAA ……. Dalam satu tahun mengubah demo menjadi pujaan karyawannya. Coba siapa yang seperti ini ?? itu terjadi bukan saja di posisi ini, coba tengok riwayat pekerjaan terdahulu. Masyaalllah, ternyata ada manusia seperti ini….

    Posted by Wahyu Sugiharto | 22 Oktober 2012, 6:39 pm
  106. Sumber Tempo :

    Kata Dahlan, kegemarannya memakai baju putih itu terkait dengan kebiasaan dalam keluarganya yang menganut tarekat tasawuf. Di tarekat ini, kata Dahlan, selalu mengajarkan seseorang untuk mengingat kematian. Seseorang harus mempersiapkan diri untuk mati, dan baju putih adalah baju kematian.

    Posted by Radiya | 22 Oktober 2012, 7:50 pm
  107. Kalau rabu nanti ada peresmian terminal peti kemas baru di Kariangau, Balikpapan, abah DIS akan nulis sesuatu lagi. Lumayan buat suplemen hari kamis.
    Untuk teknologi nuklir, ditunggu juga ulasan abah. Kalau perlu sekalian aja batantek buat senjata nuklir biar kita diembargo oleh AS dan sekutunya, trus kita berusaha mandiri dengan belajar belajar belajar, kerja kerja kerja. Renungan pengusaha Singapura itu memang benar adanya, coba Indonesia mengeluarkan kebijakan semua SDA dipakai untuk keperluan dalam negeri, tidak boleh ada yang diekspor. Pasti kita diembargo dan kita sanggup hidup walau diembargo… siapa takut?

    Posted by Aldizy | 22 Oktober 2012, 8:29 pm
  108. Bener2 i love monday dech
    Kalo pagi seri MH versi tulis
    Kalo malam seri MH versi tv di jtv
    Senin lalu ttg PT KAI dg pak jonan ignatius
    Senin ini PT KERTAS LECES dg pak budi kusmarwoto
    Menurut sy ada hal menarik dr beliau berdua sbg Dirut tnyt pakai seragam yg sama dg para karyawannya bukan pathing pentereng pakai jas dasi sok rapi jali. Gimana mau sok2an wong bossnya -menteri BUMN- pakai kemeja putih yg digulung hehehehehe
    Topmarkotop

    Posted by Fia | 22 Oktober 2012, 8:31 pm
  109. Tulisan yang bagus dan membangun…khususnya buat perusahaan dibawah BUMN. adanya tulisan ini setiap badan usaha milik negara dituntut untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan buat negara. Lalu apa kabar BUMD-BUMD di seluruh Indonesia? sepertinya mereka benar-benar mati suri jangankan memberikan keuntungan buat daerah justeru merugi terus dan menjadi mesin keuntungan kelompok tertentu bukan untuk menambah APBD. saya usul kementerian BUMN dapat melakukan pembinaan terhadap BUMD-BUMD di seluruh daerah Indonesia agar mereka juga terpacu motivasinya menggali potensi ekonomi daerah masing-masing. Jika perlu kementerian BUMN membuat program merevitalisasi BUMD agar profesional dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. Gimana?sudah kah ada program untuk BUMD?

    Posted by Sampurno | 22 Oktober 2012, 8:42 pm
  110. sejuk & penuh semangat

    Posted by didik setiawan | 22 Oktober 2012, 9:07 pm
  111. ost. ♪♫sakit hati♫♪ by tipe-x

    Posted by cekricek | 22 Oktober 2012, 9:08 pm
  112. Menemukan kesamaan pola cekricek vs triomacan2000. Pasti motif nya juga sama “membela siapa yang bayar”.

    Posted by lisa | 22 Oktober 2012, 9:12 pm
  113. Tinggalkan jejak…….maju terus motivator indonesia….!!!!!

    Posted by keitaro | 22 Oktober 2012, 10:12 pm
  114. Ada ungkapan yg saya baca utk cekdanricek: Manusia memang bukan Malaikat tapi jangan jadi Setan/Iblis. Dari komen anda saya menilai ada yg salah dgn pola pikir anda. Ada baiknya anda merenung sejenak memikirkan dgn dalam-dalam siapa sebenarnya anda ini. Karena dari dulu saya ikuti blog ini, komen anda yg paling aneh dan sarkasme. Saya hanya heran jangan-jangan anda antek setan sehingga kerjanya memperburuk keadaan.

    Posted by sima abadi | 22 Oktober 2012, 10:46 pm
  115. Sujud syukur saya ucapkan kepada ALLAH SWT dan saya sekeluarga sangat berterimakasih banyak kepada (KI JABBAR) atas bantuannya saya bisa menang togel dan nomor ghoib yang diberikan 4D[2120]AKI alhamdulillah dpt 127 juta BNAR2 berhasil..karna sekaran ini kehidupan saya jauh lebih baik dari sebelumnya dan semua hutang2 saya sudah pada lunas semua,,!!! jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi KI JABBAR di no:0852-1710-5333) ini lah kisa nyata dari saya\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\////////////////////\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\/////////////////////////\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\//////////////\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\/////////////////////////

    Posted by PAK SAMSUL DI ACEH | 22 Oktober 2012, 11:27 pm
  116. “GANGNAM STYLE” BISA PISAN BP MANTRI TEH, MUDAH2AN LAH INDONESIA BANYAK NGALAHIRKEUN DIS2 NU LAIN. “KERJA 3X”

    Posted by damar | 23 Oktober 2012, 12:03 am
  117. “Saat aku memiliki masalah, aku suka bernyanyi. Tetapi aku sadar bahwa suara ku lebih PARAH dari masalah ku”

    Posted by REVOLUSI | 23 Oktober 2012, 4:25 am
  118. sangat gampang membedakan comment dari cekricek yang asli dan yang palsu ! mas cekricek asli gak usah susah susah kasih note cekricek palsu !

    Posted by slamet | 23 Oktober 2012, 4:31 am
  119. “MH” is inspiring the next generation

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 23 Oktober 2012, 7:30 am
  120. ini ada pertanyaan untuk pak Dahlan dari pedagang di Jember. Ini adalah masalah antara pedagang dan Bupati Jember yang melibatkan tanah PTPN. Sekedar diketahui, Bupati Jember ini sepertinya termasuk Bupati yang malas dan manja, dulu pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dahlan akibat permintaannya tidak dituruti (http://nasional.inilah.com/read/detail/1915561/bupati-jember-kecewa-dengan-dahlan-iskan).

    ———————————————————————————————————————————————

    Untuk Menteri BUMN : Dahlan Iskan, tahukah anda bahwa tanah PTPN XI dipinjamkan untuk Pembangunan Pasar Kencong dan sudah 5 tahun mangkrak
    sumber: http://regional.kompasiana.com/2012/10/23/untuk-menteri-bumn-dahlan-iskan-tahukah-anda-bahwa-tanah-ptpn-xi-dipinjamkan-untuk-pembangunan-pasar-kencong-dan-sudah-5-tahun-mangkrak/502910/

    Pada tanggal 15 Agustus 2005 sekitar pukul 23.45, di saat para penduduk Desa Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember sedang istirahat di rumah masing – masing, tiba – tiba dikejutkan munculnya kobaran api yang melalap bangunan pasar, santak saja masayarakat dan pedagang berhamburan keluar rumahnya berlari menuju tempat kebakaran untuk menyelamatkan barang – barang dagangannya.

    Gerumuh si jago merah di sertai angin kencang menerjang bangunan pasar, jeritan, tangisan serta kepanikan para pedagang membuat suasana semakin mencekam, mereka praktis tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan barang dagangannya karena apai sudah terlanjur menguasainya. Terlihat tetesan air mata menghiasi wajah ibu – ibu pedagang sebagai tanda kesedihan mereka melihat kios dan barang dagangannya ludes terbakar, sementara sambil menunggu mobil pemadam kebakaran, mereka saling bahu membahu berusaha memadamkan api walau hany dengan pakai alat alakadarnya.

    Sekitar pukul 02.00. WIB, mobil pemadam kebakaran baru tiba di tempat kejadian, sepontan saja tim penaluk si jago merah melancarkan aktivitasnya, walau dating terlambat, sekitar pukul 03.40 WIB, api baru dapat dipadamkan, serentak para pedagang memasuki lokasi yang sudah berubah jadi abu untuk mencari sisa – sisa barang dagangannya. Kejadian tersebut menelan korban sebanyak 240 kios ludes terbakar dari 699 kios.

    Keesokan harinya tanggal 16 Agustus 2005, Bupati Jember MZA Jalal beserta rombongan meninjau lokasi kebakaran, guna melihat secara langsung sekaligus menemui para pedagang korban kebakaran, dihadapan para pedagang beliau member motivasi agar para pedagang bersabar dalam menghadapi semua ini, jangan putus asa dan tetap semangat, saya akan segera mencari tempat penampungan sementara dan akan segera merencanakan pembangunan.

    Pada tanggal 16 Agustus 2005, Kepala Desa Kencong mengundang para pedagang untuk membentuk sebuah wadah organisasi sebagai alat memperjuangkan nasib para pedagang, niat baik Kepala Desa tersebut di respon positif, ratusan peadagang numplek-blek memenuhi aula pertemuan di Balai Desa Kencong, pada acara tersebut, terbentuklah sebuah organisasi pedagang yang bernama : Persatuan Pedagang Pasar Kencong yang disingkat : P3K.

    Sekitar tanggal 19 agustus sampai dengan 2 september 2005 tim pemkab jember melalui PUD kencong membersihkan dan mengumpulkan matrial sisa-sisa bangunan pasar yang terbakar seperti besi peninggalan bangunan belanda (Pasar kencong dibangun oleh kolonial belanda sekitar tahun 1917 M), besi-besi tersebut masih utuh dan masih mempunyai nilai jual, semuanya diangkut ke jember gak tahu kemana rangka besi itu berada, ada informasi bahwa rangka besi tersebut di jual di tempat lowaan, tapi yang jadi pertanyaan kemana uang hasil penjulan besi tua tersebut? Sampai saat ini belum ada yang bertanggung jawab.

    Setelah lokasi kebakaran dibersihkan, para pedagang korban kebakaran mendirikan tenda – tenda sebagai tempat beraktivitas jualan sisa – sisa barang dagangannya yang terselamatkan dari musibah kebakaran.

    Pada tanggal 1 Januari 2006, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendapatan Daerah mengirm surat kepada Persatuan Pedagang Kencong (P3K), yang isinya memerintahkan kepada seluruh pedagang agar segera mengosongkan lokasi tersebut dan segera pindah ke tempat penampungan sementara yaitu di Desa Wonorejo Kecamatan Kencong di atas tanah HGB PTPN XI sebelah timur Kantor Kecamatan Kencong.

    Setelah sampai satu tahun para pedagang menempati tempat penampungan sementara sama sekali tidak informasi mengenai rencana pembangunan pasar yang telah terbakar, justru para pedagang mendapatkan musibah kebakaran lagi, sebanyak 50 kios ludes terbakar, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2007.

    Melihat gelagat Pemerintah Kabupaten Jember yang tak begitu memperhatikan kondisi para pedagang, maka para pedagang mulai mengambil langkah – langkah, diantaranya menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Jember. Aspirasi para pedagang di respon positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat, sehingga pada tanggal 30 Mei 2008 DPRD menerbitkan keputusan nomer 8 tahun 2008, tentang rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Jember terhadap laporan pertanggungjawaban Bupati Jember akhir tahun anggaran 2007, sebagai berikut : Oleh karena itu DPRD merekomendasikan, perlunya di alokasikan secara khusus di dalam APBD untuk pembangunan pasar Kencong di lokasi lama sesuai dengan keinginan pedagang dan harapan masyarakat.

    Pada tanggal 25 Mei 2009, DPRD Kabupaten Jember menerbitkan rekomendasi kedua, terhadap laporan pertanggungjawaban Bupati Jember akhir tahun anggaran 2008, isi rekomendasi tersebut yaitu : Segera membangun pasar Kencong baru agar nasib pedagang tidak terkatung – katung lebih lama, sesuai dengan rekomendasi DPRD Kabupaten Jember tahun lalu.

    Rekomendasi yang di terbitkan oleh DPRD Kabupaten Jember tak punya arti apa – apa, karena Bupati Jember punya niat lain dalam merencanakan pembangunan pasar Kencong, yaitu Bupati Jember membuat kebijakan yang justru membuat nasib pedagang semakin tidak jelas. Pembangunan pasar Kencong sama sekali tidak dianggarkan dalam APBD, malah di tawar-tawarkan kepada investor, yang lebih parah lagi tanahnya pinjam kepada PTPN XI, yakni tanah HGB PTPN XI wilayah PG Semboro yang berlokasi di depan Kantor Kecamatan Kencong.

    Pada tanggal 25 Agustus 2008, Bupati Jember mengadakan perjanjian kerjasama Bangun Guna Serah Pasar Kencong (BOT) dengan CV. Bintang Suroyya diatas tanah HGB PTPN XI wilayah PG Semboro yang bersifat pinjam pakai antara Pemkab Jmber dengan PTPN XI.

    Pada pertengahan tahun 2009, CV. Bintang Suroyya selaku investor melakukan pembangunan pasar Kencong, dan para pedagang sama sekali tidak beri sosialisasi baik oleh CV. Bintang Suroyya maupun oleh Pemkab Jember, sehingga timbul kegaduan dikalangan para pedagang dan pedagang protes serta menolak, karena pembangunan tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi DPRD Kabupaten Jember, apa lagi tanah statusnya pinjam dan bukan asset Daerah Kabupaten Jember. Benar kata papata jawa : BECIK KTITIK OLO KETORO. “Al-Hamdulillah”CV.Bintang Suroyya tidak dapat memenuhi target pelaksanaan pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian, yakni Pembangunan tersebut harus selesai dalam waktu 18 bulan, sehingga Pembangunan tersebut sampai saat ini ( 23 Oktober 2012 ) mangkrak.

    Melihat kondisi tersebut, para pedagang tidak tinggal diam, mereka mendatangi Pemkab Jember dan PTPN XI di Surabaya beberapa kali, untuk mendesak, agar supaya dilakukan tukar guling, namun ternyata proses tukar guling juga buntu, sehingga hal tersebut berdampak terhadap nasib para pedagang yang sampai saat ini (6 tahun 10 bulan) masih menempati penampungan sementara.

    Sehubungan dengan hal tersebut, kami selaku yang mewakili para pedagang, melalui media ini, ingin bertanya kepada Bapak Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN, hal ini kami lakukan karena menyangkut nasib 699 pedagang yang sampai detik ini masih bertempat di pasar penampungan sementara. :

    1. Apakah bapak sudah tahu kalau PTPN XI meminjamkan tanahnya untuk pembangunan pasar Kencong Kabupaten Jember.

    2. Apakah benar PTPN XI telah meminjamkan tanah HGB wilayah PG Semboro untuk pembangunan pasar Kencong.

    3. Kalau hal itu benar, kenapa pihak PTPN XI tidak melakukan analisa terlebih dahulu, baik mengenai kridibilitas dan kapabilitas investor yang di gandeng Bupati Jember

    4. Benarkah, bahwa tanah tersebut sudah mendapatkan ijin dari Menteri BUMN

    5. Apa tindakan bapak setelah mengetahui kasus tersebut

    Kencong Jember 23 Oktober 2012

    Pedagang korban Kebakaran Pasar Kencong

    Ttd

    Moh. Sholeh

    Posted by Pengapmart | 23 Oktober 2012, 7:44 am
  121. GILAK !!! tiap hari berita JOKOWI tiap detik…. youtube juga penuh film JOKOWI semua nggak ada yg buruk…..benar2 bekerja dengan hati nurani !!!! ditanya wartawan benar-benar apa adanya ini benar2 pemimpin yang melayani rakyat tidak foya2 tidak doyan pamer harta tidak pake mobil mercy seri S L 1 JP heheheh mau nunjukin kalo yg punya jawa pos hehehhee

    Ini kalo mau ngikutin agenda pak Jokowi liputan wartawan pemprov DKI

    http://www.youtube.com/user/PemprovDKI

    Mana beritanya Dahlan Iskan hehehehe NGASPO doang…..PLN rugi 37 T….dirut telkom lagi disidik heehhehe

    Posted by wangun | 23 Oktober 2012, 9:31 am
    • Betul mas Arif Yahya yang mengangkat dan memilih Dahlan Iskan….

      Posted by Naruto | 23 Oktober 2012, 9:34 am
      • Arif Yahya itu dirut telkom kalo mau cari2 info ada disini mas buat referensi saja :

        http://chirpstory.com/li/27084

        Tanggapan telkom : http://chirpstory.com/li/27816

        Posted by Pakem | 23 Oktober 2012, 9:41 am
        • hehehe, referensi triomacan, betapa hebatnya triomacan mendoktrin semua orang bahwa dialah yang punya data paling valid sehingga harus dijadikan referensi oleh siapapun termasuk penegak hukum,

          saya sekali lagi tidak menafikan bahwa mungkin di bumn masih banyak yang bermain , tapi bukan berarti tidak dibereskan,

          lalu jika pak dahlan langsung memecat mas arif yahya dengan referensi triomacan memang itu bisa dibenarkan?

          terus jika mau ngangkat dirut harus mengacu referensi triomacan , kira kira mungkin begitu ya biar semua direksi bersih

          Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 11:20 am
    • Provokasi yang tidak wangun, kurang cerdas dan tak laku.. Pak Jokowi hebat dan pak Dis luar biasa. Pengagum pak Jokowi dan DahlanIs adalah orang-orang cerdas. Maaf ya mas, sekolah dulu, baca-baca lagi cari bahan yang lebih cerdas donk.. Jangan jadikan kultwit tm2000 dan rumor sebagai referensi yaaa.. :)

      Posted by akadarisman | 23 Oktober 2012, 11:04 am
    • Terima kasih mas/pak Wangun anda sudah mengingatkan, sebagai manusia biasa pasti P. Dis pasti ada kekurangan , semoga bisa dijadikan masukan supaya kedepan jauh lebih baik. Kalau menurut anda salah seharusnya bagaimana pak? salam persahabatan dari saya.

      Posted by alba | 23 Oktober 2012, 11:16 am
    • WANGUN … Info tulisan yang menambah wawasan bahwa Jokowi adalah salah satu putra terbaik Indonesia. Tentunya juga Abah dan Pak Mahfud.

      Posted by Djoko Sawolo | 23 Oktober 2012, 1:21 pm
    • maaf kang wangun, saya orang solo…mbok ya jangan orang baik baik seperti pak jioko dijadikan alat untuk di adu dengan orang baik lainya, setiap orang pasti ada kurangnya, saya melihat kalau dulu waktu menjabat disolo pak joko juga tidak seperti sekarang ini (yang selalu siaran langsung) …biasa biasa saja bos beliau juga bukan orang super. solo masih banyak yang perlu dibenahi…

      Posted by Silla Keras | 24 Oktober 2012, 5:01 am
  122. Pak DI, ke Makassar kok tidak sekalian melihat pabrik gula SulSel. Apa sudah jadi pocong atau jadi ayu azhari..
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    Posted by johannes.pardede@gmail.com | 23 Oktober 2012, 9:51 am
  123. Semoga terbukti benar

    Posted by Paijo | 23 Oktober 2012, 10:36 am
  124. Judul salah satu berita DETIK.COM hari ini :
    “Politisi Senayan Ganjal Jalan Dahlan Iskan Menuju Pilpres 2014? ”
    Kalau ini betul alangkah kerdilnya politisi Senayan, sebenarnya mereka itu bangsa apa, lha ada orang bekerja dng tanpa pamrih kok diganjal, apakah mereka tidak menghendaki Indonesia maju? atau sekarang mereka sudah tidak bisa lagi menikmati hasil dari BUMN ? Wallahu ‘alam……….maju terus Pak Dis, semoga Allah selalu meridhai apa yang kita kerjakan.

    Posted by alba | 23 Oktober 2012, 11:03 am
  125. kesimpulan saya dihari kedua : kebangkitan PT. IKI yang sudah tidak berdaya selama bertahun tahun yang sekarang mulai bangkit dibelokan oleh para pesimisme dan para hasuder,

    mari kita fokus kembali membicarakan pt. iki makasar yang sudah mulai bangkit dan pt. batan tekno yang siap go international,

    menurut info pt. batantekno akan bekerjasama dengan PT. RNI untuk sterilisasi produk rni, MERDEKA

    Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 12:01 pm
  126. Biar diganjal pak DIS pasti punya cara untuk berkelit dan melompati ganjalan tersebut

    Posted by harisantoso | 23 Oktober 2012, 12:10 pm
  127. Apa bedanya JOKOWI dan DAHLAN ISKAN ???? Kalo JOKOWI dipilih rakyat kalo dahlan iskan dipilih kroninya SBY…….apa impactnya ??? oh sangat besar kalo dipilih rakyat maka apabila ada yang mengganggu rakyat maju ke depan kalo dipilih kroni ya tinggal tunggu nasib hehehhehe

    Posted by Politisi | 23 Oktober 2012, 12:28 pm
    • Sekarang pah dahlan iskan lagi digoyang tuh pak kasihan…..

      Posted by Pendukung Dahlan iskan | 23 Oktober 2012, 12:31 pm
      • Kalau dipecat nyalon jadi bupati magetan hahahahaaha nanti dia suruh angon bebek and angon kebo hehehhe cuocok….trus masyarakat pada ngamuk lah maklum jadi menteri juga di bawa kroninya SBY si anak singkong hehehehe

        Posted by Caution | 23 Oktober 2012, 12:35 pm
      • Mau goyang ngebor, goyyang gergaji, goyang bebek dll, seseorang yang Profesional tak akan takut kehilangan jabatan. Justru orang lain yang akan merasa kehilangan ketika sosok itu sudah tidak menjabat. Terlalu receh kalo hanya meributkan kursi menteri ketimbang esensi sesungguhnya dari sebuah perjuangan, jihad di jalan kebenaran. Tapi pola pikir tidak akan dipahami oleh orang-orang berpola pikir politik dan antek-antek yang hidupnya cuma jadi pesuruh untuk buat isu, gosip dan cari-cari kesalahan pihak-pihak yang ditakutinya. Tobat tobat.. :)

        Posted by akadarisman | 23 Oktober 2012, 12:44 pm
        • pak dahlan jadi menteri oknum dpr dan tikus sudah resah resah resah,,
          kalo pak dahlan jadi ri yang resah siapa ya?

          Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 12:55 pm
          • Yang resah SBY hahahaha berani nggak dahlan iskan lawan SBY ?????? hayo jawab pak SAEFUL nggak usah basa basi hehehhe jelas2 sudah nggak cocok sama SBY kok masih mau jadi kacungnya hehehhe

            Posted by Caution | 23 Oktober 2012, 1:13 pm
          • wakaka, ya ngggak lah bos, kan 2014 SBY gak bisa nyalon lagi, wakakaka

            Posted by saeful | 23 Oktober 2012, 2:28 pm
          • Justru SBY skrg cari calon yg bisa menyelamatkan dirinya pak….dia tahu kalo Dahlan Iskan pasti nggak bisa di setir hehehe kalo abis jadi presiden trus masuk bui kayak arroyo plus husni mubarok kan repot hehehehe politik oh politik

            Posted by pecah | 23 Oktober 2012, 4:20 pm
        • pak Dis memang sebuah fenomena. ketika ada berita yang memojokkannya, maka akan banyak komentar yang mendukung pak Dis. sebenarnya orng2 yang berkomentar miring ttg pak Dis akan menjadi senjata makan tuan. makin miring komentarnya, makin tegak dukungan buat pak Dis. benar2 media dan rakyat darling, sama seperti jokowi. paling2 nasibnya juga akan sama. jokowi simbol jakarta baru, Dis simbol Indonesia baru.

          Posted by Disfans | 23 Oktober 2012, 3:04 pm
          • tuh kan pada takut senjata makan tuan. satu jam lalu salah satu anggota dpr bilang Dahlan lebay, sekarang ketua parpolnya bilang Dahlan merakyat. wkwkwk dagelan lucu.

            Posted by Disfans | 23 Oktober 2012, 3:35 pm
          • sepertinya partai itu memang tidak solid, jadi seperti Partai Kurang Stabil…suara atasan – bawahan berlawanan

            Makanya bijaklah dalam menilai dan memberi komentar / statement…otherwise…blunder !

            Posted by W. Ning | 25 Oktober 2012, 4:45 pm
  128. Semua memang ada sisi positif dan negatif, contoh :

    1. Yang mendukung pasti menggalang dukungan dg menceritakan keberhasilan….asal jangan taklid “membabi
    buta”…dan saya yakin sebagai seorang “sufi” Pak Dahlan tidak mau penyakit ini menjangkiti pendukungnya…

    2. Yang menolak datangnya perubahan pasti “meng-anjing buta”….menggonggong sekeras2nya dengan harapan
    ada yg mendengar dan kasihan atau merasa takut, sehingga bisa masuk ke dalam lingkaran perubahan
    (ngarep.com) dan – lagi2 berharap – mendapatkan jatah “uang preman” seperti dulu.

    3. Rakyat kecil seperti kami, hanya berharap dan berdoa semoga arus perubahan bukan hanya semu dan bisa
    merubah kebusukan menjadi hal yang bermanfaat, seperti busuknya – maaf – tai menjadi pupuk.

    4. Last but not least, kami percaya bahwa ada “civil society” di suatu tempat di Republik kita ini….yang sedang
    bergerilya, yang sedang membangun pola pergerakan melalui opini-opini, yang sedang bekerja dg semangat
    seperti founding father kita, yang mempunyai akses ke atas – kanan -kiri – bawah, yang sedang menunggu saat
    yg tepat untuk membungkam mereka yang ingin menumbangkan republik ini dan menghancurkan bangsa ini.
    Mari bergerak, hapuskan kemalasan dari diri kita, bekerja…bekerja…bekerja seakan-akan kita hidup selamanya,
    dan jujur…jujur…jujur karena kita bisa mati setiap saat.

    Bagi Pak DIS, Pak Jokowi, Pak Sum, Pak Yudi, Pak Erick, Pak Akadarisman dan Bapak2 pembaharu yg lain yg karena keterbatasan ingatan dan kerendahan pengetahuan saya tidak bisa sy sebutkan, teruslah berkarya, sebarkan pemahaman tentang pembaharuan dan kerja dg hati, semoga Tuhan memberkati dan melindungi langkah Bapak2 sekalian….

    Posted by surya | 23 Oktober 2012, 1:59 pm
  129. Semakin Dihujat, Semakin Kuat!!
    Toh hujatannya keluar dari mulut-mulut bejat

    Sepanjang sejarah, tidak ada tokoh besar pembawa perubahan yang bisa melenggang mulus menyiarkan cahaya perubahan. Dipastikan perjalanan mereka dihujani hinaan cacian cibiran fitnahan bahkan sambitan batu.

    Kita saja yang hanya sekedar pengagum penyambung lidah dan tangan Pak Dahlan saja bisa sampai mendapatkan serangan bertubi-tubi bom kentut di blog ini yang disemburkan oleh para musuh-musuh perubahan, bisa dibayangkan bagaimana kuatnya angin berbau busuk yang menerpa diri Pak Dahlan.

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 23 Oktober 2012, 2:50 pm
    • hehe betul sekali pak Erick

      dan jika diperhatikan baik-baik, beberapa akun baru diatas itu punya gaya bahasa yg sama. Biar kelihatan banyak jadi gonta-ganti nama, padahal orangnya ya satu. hehehe

      Wangun, Naruto, Pakem, Politisi, Pendukung Dahlan iskan, Caution.

      Kalo jeli, pasti bisa lihat jelas ‘signature’ dalam setiap tulisan mereka.

      Posted by crott markocrott | 23 Oktober 2012, 3:32 pm
    • Orang itu perlu dikritisi bos ente musti paham itu ini negara demokrasi….. politik tidak bisa hitam putih so kalo orang nyerang pake politik harus bisa ngeles karena dahlan iskan bukan kayak Jokowi yang jelas2 dipilih rakyat….jadi dia itu “nyawanya” ada di SBY kalo dia bilang ganti ente mau bilang apa ????? menteri itu hak prerogatif presiden….misal dipecat ente mau ngamuk2 turun di jalan ???? ini negara hukum ente juga gelarnya SH yg namanya menteri itu HAK PREROGATIF PRESIDEN…..dia bisa jadi menteri karena kacungnya SBY si anak singkong jadi kalo di trans tv si dahlan ngasih iklan komentar yg bagus2 itu karena dia balas budi ama si anak singkong paham ????

      Posted by KRitis | 23 Oktober 2012, 4:34 pm
      • Apapun nama id-mu kami akan tetap jelaskan dengan sabar.. Kritis pun ada tingkatannya: ada yang cerdas, ada yang sedang ada yang kapasitas (intelektual-nya, maaf) pas-pasan.. Dari bahasa yang digunakan dan isi komen yang itu-itu saja dengan referensi ala infotainment ya rekan-rekan disini bisa menilai kritis macam apa yang disampaikan. Mungkin yang mau ditiru adalah para politikus, ya silakan saja. Sebenarnya akan lebih mantap lagi jika kritis + jantan menggunakan nama asli, jadi yang membaca pun akan respek dan tahu kritik itu memang diperlukan. :)

        Posted by akadarisman | 23 Oktober 2012, 4:47 pm
      • sekarang pake nama KRitis

        td pake nama Wangun, Naruto, Pakem, Politisi Pendukung Dahlan iskan, Caution.

        xixixi…:D

        Posted by crott markocrott | 23 Oktober 2012, 5:29 pm
      • siapapun yang memimpin negeri ini dibelakangnya pasti ada yang dukung… sekali lagi saya bilang jangan mentertenangkan pak joko dengan yang lain.., bung kritis tidak tau ya….yang dukung beliau juga anak singkong…ha ha ha

        Posted by Silla Keras | 24 Oktober 2012, 5:14 am
      • Tolong baca di MH2 sebelumnya penjelasan saya mengenai hubungan SBY – DIS – CT

        Bukan CT yang membawa DIS ke SBY. Ngawur itu.
        SBY jauh lebih dulu kenal dan dekat secara pribadi dengan DIS ketimbang CT.
        CT lah yang ditugasi SBY untuk membujuk DIS agar mau menjabat sebagai Menteri BUMN. Sebelumnya sudah ada beberapa tokoh yang juga ditugasi oleh SBY untuk membujuk DIS tapi semuanya gagal.

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 26 Oktober 2012, 11:21 pm
  130. betapa pentingnya arti sebuah kepercayaan..=D

    Posted by Riki | 23 Oktober 2012, 3:05 pm
  131. Kepercayaan sungguh sangat pentinggg. Untuk mencapai sebuah harapan. berilah kepercayaan kepada Pak DIS dan Jokowi, agar mereka bisa membangun bangsa ini berilah mereka masukan yang bisa membangun, bukan mencaci dan menjatuhkan beliau. Sesungguhnya orang-orang yang hanya bisa mencaci itu adalah orang yang cacat yang tidak bisa melakukan. hanya bisa menyalahkan…………………
    AYO BUAT PERUBAHAN BUAT INDONESIA,
    Saya beri dukungan 1.000.000,0000,……000, kepada pak dahlan dan pak Jokowi.
    KAMI SANGAT PERCAYAAAAA. YOU CAN DO IT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by slamet asruhi | 23 Oktober 2012, 4:54 pm
  132. saya jadi ingat kata-kata mario teguh minggu lalu, . .kalau ada seorang karyawan bisa merubah sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin, maka kalau orang seperti ini memimpin suatu bangsa dia akan mencemerlangkan bangsa itu, dalam hal ini pak DIS adalah kayawan yang disuruh si BOS (sby) untuk membenahi BUMN yang sangat mustahil untuk di benahi. . . banyak yang menyangsikan awal nya , . .
    but he can. . .!!

    Posted by alfata | 23 Oktober 2012, 4:55 pm
  133. Reblogged this on thorixadiel and commented:
    Mantap ! Stuju pake beeud :D

    Posted by thorixadiel | 23 Oktober 2012, 6:44 pm
  134. Gangnam style merajalela ! sampe sampe pas upacara pada joget gangnam style :D Salut :D

    Posted by thorixadiel | 23 Oktober 2012, 6:45 pm
  135. PEMBENTUKAN HUJAN…

    Mau tahu???
    klik saja http://www.jendelaprestasi.com/2012/10/pembentukan-hujan.html

    Posted by abi | 23 Oktober 2012, 9:33 pm
  136. Selalu inspiratif kisah2 BUMN sejak ada pak dahlan

    Posted by kisahbujang | 23 Oktober 2012, 9:48 pm
  137. mari berlomba-lomba berbuat kebaikan. Jd teringat suksesnya petani garam yg pake membranisasi di Manufacturing Hope.

    baca →

    http://m.detik.com/finance/read/2012/10/23/220240/2070983/4/undip-dongkrak-produktivitas-wirausaha-garam-rakyat

    ini baru generasi muda yg keren, generasi muda yg bekerja keras dan kreatif. Generasi yg cuma bisa mengeluh, ngomel dan bahkan hanya mencela dan mencacimaki adalah generasi jadul.

    Mahasiswa yg masih suka tawuran, ikut-ikutan politisi senayan yg hobi cakar-cakaran, sudah seharusnya MALU!!

    Posted by akal sehat | 24 Oktober 2012, 4:37 am
  138. sial, tadi niatku mau bikin id tiruan crott markocrott, aku bikin akun palsu dg nama ‘orang’ terus aku komen biar seolah-olah crott markocrott nyerang pendukung dahlan. Sial aku lupa ngosongin bagian situs web dibawah email, sialan si crott markocrott gak pakai alamat situs web.

    Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 5:15 am
  139. Setelah diteliti dalam laporan BPK tentang PLN, 37 Triliun yg heboh itu ternyata disebut sebagai potensi kerugian akibat tidak maksimalnya penggunaan PLTGas dan diganti pemakaian BBM.

    Kenapa PLN waktu itu tidak pakai gas?? Apa iya sengaja pakai BBM biar merugi?? Ternyata regulasi BP MIGAS dan peraturan menteri ESDM lebih memprioritaskan pasokan gas untuk operasional sumur pengeboran dan pupuk dibandingkan listrik. Selain itu jg kebijakan dimasa lalu seperti di jaman Megawati, penjualan gas yg murah ke cina dan kontrak-kontrak aneh lainnya di masa lalu yg seperti tidak memperhatikan akan kebutuhan gas di dalam negeri membuat pasokan dalam negeri sangat terbatas.

    Masih segar dalam ingatan bagaimana waktu itu dirut PLN Dahlan Iskan mengemis-ngemis meminta penambahan gas untuk PLN, bahkan sempat mengancam akan membeli sendiri kebutuhan PLN dr luar negeri, mungkin saking kesalnya.

    Lalu kenapa PLN yg tidak dapat pasokan gas tetap nekat membakar BBM yg mahal itu?? Apa PLN punya pilihan lain? Pilihannya cuma listrik harus tetap menyala, atau biarkan saja mati karena tdk dipasok gas. Tapi apa rakyat terima dg alasan mati seperti itu?

    Apa PLN ditangan Dahlan tidak sadar bahaya ketergantungan BBM di pembangkitnya? Jika kita mengikuti CEO notes, kita pasti tahu dibawah beliau lah berbagai pembangkit yg menyedot BBM dihabisi satu per satu dg gas dan batubara. Dan usaha itu terus berlangsung hingga kini.

    Di tangan politisi senayan, laporan BPK yg menyebut potensi kerugian diubah redaksinya menjadi PLN merugi 37 triliun dan heboh di media, dan menuding Dahlan Iskan sebagai yg harus bertanggung jawab. Dikatai gagal, tidak cakap, brengsek, dst.

    This is the real politicking cek, where are you?

    Posted by andar | 24 Oktober 2012, 6:42 am
    • Mas Andar, Cekricek sedang masak nasi, buat jualan nasi bungkus cap “Prabowo”
      jangan diganggu dulu, ntar nasinya keburu jadi bubur,,
      Kalo keburu jd bubur kan, bisanya cuman jd makanannya anak bayi + anak TK Senayan

      Posted by ANTI CEKRICEK | 24 Oktober 2012, 7:21 am
    • hahahaha, good pint pak andar saya tambahin lagi disini biar jelas

      1. Kenapa PLN di anggap RUGI oleh BPK? karena pembangkit listrik PLN masih banyak pakai BBM daripada pakai GAS,

      2. kenapa PLN masih banyak pakai BBM? PLN sudah mengemis minta gas, tapi BP MIGAS masih prioritaskan gas untuk industri MIGAS sendiri, PUPUK, Industri baru PLN,

      3. kenapa BP MIGAS pakai prioritas begitu? Karena GAS yg dibor mayoritas terlanjur di expor ke CINA.

      4. Kenapa BP MIGAS tetap izinkan expor ke CINA padahal dalam negeri masih kekurangan? karena sudah terlanjur kontrak yang dilakukan G to G (Negara antar NEGARA) dengan harga yg terlalu murah yaitu Pemerintah RI dan Pemerintah Cina sudah kontrak dalam jangka panjang, jadi BP MIGAS hanya mematuhi hukum dan keputusan negara.

      5. Siapa yang membuat keputusan kontrak dengan jangka panjang dan harga murah itu? Pemerintah Indonesia waktu itu menteri BUMN nya Laksamana Sukardi dan Presidenya Bu Megawati, yang tanda tangan Bu Megawati. Keismpulanya Pak Effendi Simbolon wakil ketua Komisi VII DPR RI itu ndak usahlah capek – capek undang pak Dahlan itu menelusuri penyebab potensi kerugian PLN itu, tapi cukup tanya ke Ketua Umum Partainya lebih dulu.

      Posted by saeful | 24 Oktober 2012, 9:44 am
  140. salut buat pak dahlan.saya sebagai konsumen sangat merasa dirugikan setiap kli bertransaksi dengan pemerintah.selalu ruwet ,bertele,dan dpersulit.contohnya saja saya ngajuin pasang air pdam di sby masa memakan wktu 1bulan.andai kan ada yng lain saya pasti dah pasang ktmpat lain.konsumen kok dk dihargai bngt.klau brurusan dngn pmrnthan smg semua perseroan dibawah kendali bapak dibuat sistem target seperti di PLN,atau perusahaan swata yng maju2.klau dk bs mnuhin target pecat saja buat apa orang bego,lemot gtu dipelihara merugikan sekali.ganti aja dengan karyawan pabrik yang biasa kerja borongan pasti cpat terselesaikan

    Posted by agung W | 24 Oktober 2012, 8:17 am
  141. Mantap pak dengan opini dan dikaitkan dengan trnd zaman sekarang…

    Posted by BeritaRemaja.Com | 24 Oktober 2012, 8:32 am
  142. namanya saja pengamat hampir semua yaaa….. begitulaaaah !!!! ,sama dengan pemain bola dan penontonnya biasanya lebih pintar penontonnnya maju terus Pak DIS MAY GOD ALWAYS US FOR INDONESIA

    Posted by hari santoso | 24 Oktober 2012, 8:40 am
  143. baru menghadapi cekricek para calo pada kelabakan ! hahahaaaaa…

    Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 9:58 am
    • Eittttssss.. Lagi-lagi komennya sambil liat cermin nih.. Kira-kira dari gaya bahasa, tulisan dan isi komentar siapa yang lebih mirip calo ya?? Apalagi bersembunyi dibalik akun/id anonim trus tuduh orang sana sini. Kalau saya lebih pada kasian dengan Anda mas, koq pola pikir negatif dan tutur kata yang tidak santun koq dipelihara/dibiasakan. Saya liatt sudah banyak temen-temen disini yang beritikad baik mengingatkan dan mendoakan Anda tapi tanggapannya masih sama saja.

      Posted by akadarisman | 24 Oktober 2012, 10:10 am
    • cekricek palsu !

      Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 10:23 am
      • calo teriak calo xixixi… :D

        bukannya ente calo yg lg susah cari makan di BUMN, dulu sih cekricek cari makan jd calo tiket kereta api atau calo pasang listrik.

        sekarang dia gak bisa cari makan, makanya paling keras teriak-teriak mencaci maki dahlan.

        Posted by crott markocrott | 24 Oktober 2012, 10:55 am
  144. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Data pengaduan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, pengaduan masalah kelistrikan di Indonesia masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan Malaysia dan Hongkong.

    Menurut Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, data aduan masalah listrikdi Indonesia masih 15 persen, sedangkan di Malaysia hanya 3 persen. Namun untuk negara Hongkong, data YLKI menunjukan sudah tidak ada pengaduan masalah kelistrikan.
    “Pertama dari data aduan, kalau dibandingkan banyak negara prosentase aduan listrik di suatu negara berarti mengacu kepada kemampuan pelayanan kelistrikan,”ujar Sudaryatmo, di Hotel Ambhara, Jum’at (28/9/2012).
    Sudaryatmo pun menyimpulkan kalau pelayanan listrik negara di Indonesia masih banyak yang bermasalah. Karena tingkat pengaduan yang masih tinggi, menunjukan adanya beberapa masalah kelistrikan.
    “Dari tingkat pengaduan artinya menunjukan sisi aduan menunjukan bisa tingkat pelayanan bisa tingkat kualitas pelayanan kelistrikan suatu negara,”jelas Sudaryatmo. (*)

    ayo keroyok deh… para calo hallo…

    Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 10:19 am
    • Info ini bisa diteruskan ke Pak Nur Pamuji. Namun kalo fair Sudaryatmo harus pula membandingkan dengan negara yang memiliki penduduk dan luas serupa. Berapa jumlah penduduk Malay dan Hongkong????
      Saya rasa Pak Nur Pamuji positif thinking. Statement dari Sudaryatmo akan dijadikan pemacu untuk meningkatkan kinerja PLN.

      Posted by Djoko Sawolo | 24 Oktober 2012, 1:10 pm
    • sebelum ada jual bacot disini Pak DIS udah ngingetin jajaran petinggi PLN….saya yg sempat mencuri dengar ucapan Pak DIS kala memimpin rapat di PLN dalam mencanangkan slogan ISO gak ISO kudu ISO (internal PLN pasti tau ini)….gak usah terlalu muluk mau nerapin sistem manajemen yg seakan2 serba sempurna, kalo PLN bisa mengalahkan Malaysia dlm hal pelayanan….Pak DIS akan angkat jempol buat PLN….tetapi kita semua tau, PLN adalah “kasih tak sampai” Pak DIS….banyak hal yg masih akan beliau perbaiki, namun tugas lain sudah dibebankan oleh negara….
      Sebagai seorang satria, apakah Pak DIS “Tinggal Glanggang Colong Playu” terhadap tugas ? tidak…beliau malah menerima dg ikhlas tugas sebagai menteri BUMN, kalo dibebankan ke anda…CEKRICEK…kira2 gimana y ?

      Posted by surya | 24 Oktober 2012, 1:43 pm
    • Saya jadi inget kejadian ; rekan2 angkatan reformasi (catatan : sekarang sdh banyak yg jadi pengusaha, politikus, pengusaha + politikus, calo, dll) yg dulu bersama-sama pembaharu lain pernah menghadapi prabowo untuk tidak mengulang sejarah supersemar (pada saat itu, terus terang saya kagum, karena beliau2 ini berani berdiri pasang dada menghadapi “militer”), sekarang sudah mulai bercuriga kepada jokowi, Pak DIS dan tokoh2 pembaharu lain, beberapa terkena hasutan triomacan, dan penjual2 isu seperti anda ini (yg selalu kasih data-seolah-olah sangat valid dan dari intelijen).

      Emang hebat ente….bisa membuat pandangan temen2 ane berubah, semoga Allah mengampuni anda jika yg anda lakukan semata2 mencari keuntungan pribadi atau golongan, dan bukan untuk rakyat.

      Posted by surya | 24 Oktober 2012, 1:53 pm
      • Pak Surya, jadi mengingatkan :
        Bagaimana kabar temen-temen anda para aktivis yang ilang tak tentu rimbanya sampai sekarang, akankah peristiwa kelam ini bisa terjadi lagi?

        Posted by Satrio Hatmoko | 24 Oktober 2012, 5:50 pm
        • Semoga rekan2 yg hilang mendapatkan rahmat dari Allah dimanapun mereka berada….,selama banyak orang2 picik berpikir bahwa “kekuasaan” dan kekerasan bisa menyelesaikan masalah…hal ini masih mungkin terjadi….

          Selama tidak ada goodwill dari pemegang kekuasan negara/pemerintahan…..semuanya msh bs terjadi.

          Sekedar mengingatkan pak, kepada mantan aktivis yg skrg sudah jadi wakil rakyat dan partai serta birokrat……, semoga anda2 ingat pengorbanan rekan2, dan keluarganya…..

          Posted by surya | 25 Oktober 2012, 9:25 am
  145. PRESTASI ? PLN IMPOR LISTERIK DARI MALAYSIA !

    calo calo ? hallo ?

    Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 10:34 am
    • Mas cek saya faham anda kcwa,tp yg penting anda mesti tau kami disini adalah orang yg ingin maju,dibigang kami masing2,km dpt stitik harapan disini,kalau anda blm,mhn jgn main disini,itu lbh baik

      Posted by abdillah | 27 Oktober 2012, 4:50 pm
  146. percuma nanggapi orang sakit jiwa, bawa bahan entar diajak diskusi dia kabur.

    ketahuan pasukan wani piro parpol, yg emang niat bikin rusuh dan ga punya niat berdiskusi apalagi mendengarkan.

    dibayar berapa per komen cek?? Emang kerjaan jd calo sepur lg sepi ya wkwkwkwk.

    Posted by BSH SAKITJIWA | 24 Oktober 2012, 11:00 am
  147. Saudara cekricek yang terhormat. sebaiknya nda membandingkan secara fair capaian-capaian yang telah diraih oleh Pak Dahlan Iskan selama beliau menduduki kursi Dirut PLN, pakailah pembanding misal masa Pra Dahlan dan masa Dahlan, kalau anda jeli insyaalloh anda akan menemukan banyak keunggulan dan kemajuan yang diraih setelah PLN berada dibawah Pak Dahlan. saya ingat tahun 2006 untuk memohon penyambungan listrik baru ke rumah perlu waktu 5-6 bln, tapi semenjak 2010 hanya butuh waktu 2 minggu saja. bukankanh itu salah satu prestasi khususnya buat kami wong deso.
    Bukankah lebih baik kita mengapresiasi kinerja dengan cara Husnudzon daripada membuat koment yang isinya Suudzon.
    Salam kenal dan persahabatan.

    Posted by sofyan Usamah | 24 Oktober 2012, 11:07 am
    • Salam hormat saudaraku,

      kupersembahkan pembanding yang ‘fair’ sbb:

      Dari data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, sambungan listrik di Indonesia baru mencapai 65 persen. Sedangkan ada 35 persen di berbagai daerah di Indonesia, yang belum mendapatkan sambungan listrik.
      “Sekarang baru 65 persen masih ada 35 persen, kapan dia dapat sambungan listrik khususnya Jabodetabek,”ujar Sudaryatmo, di Hotel Ambhara, Jum’at (28/9/2012).
      Untuk masalah pengaduan yang kedua, Sudaryatmo menjelaskan kalau saat ini banyak pengguna listrik di Indonesia masih susah untuk mengadu kepada operator yakni PLN.  Selain mengadu, para konsumen listrik juga susah mendapatkan informasi mengenai kelistrikan.
      “Terus yang kedua orang yang mendapat aliran listrik hak-haknya terpenuhi, hak mendapat informasi, hak laporan layanan gangguan, hak mendapat pasokan listrik yang memadai,”jelas Sudaryatmo. (*)

      note: mohon discrutinize comment comment dari cekricek palsu !

      Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 11:43 am
      • Info bagus … bisa diteruskan ke Pak Nur Pamuji, Dirut PLN

        Posted by Djoko Sawolo | 24 Oktober 2012, 1:03 pm
      • Dalam beberapa hal saya sangat setuju penilaian saudara cekricek, tapi tentu saja hal sekecil apapun jika ditinjau dengan kacamata yang jujur tetap saja merupakan sebuah kemajuan. Betul sekali semua kemajuan yang telah dicapi jangan hendaknya dijadikan ukuran bahwa PLN sudah maju, masih banyak hal tersisa yang harus terus diperjuangkan untuk dibenahi dan menurut saya pribadi, alangkah elok jika secuil sumbangsih kita berikan kepada beliau-beliau para pengemban amanat baik itu di PLN maupun di kementrian manapun tentu dengan harapan kedepan jadi bahan perbaikan.
        Saudara Cekricek tentu akan sangat bangga jika kedepan Indonesia jauh lebih baik bukan?. dan harapan itu tidak dapat kita berikan pada ” tangan ” yang salah, dan sepanjang yang saya tahu- dengan keterbatasan pengetahuan dan ilmu saya- rekam jejak Pak Dahlan Iskan selama ini cukup pantas untuk mendapat kepercayaan rakyat.
        Jika kita semua sudah kehilangan tokoh yang dapat menyadang harapan rakyat, lalu pada siapa lagi rakyat harus menyimpan harapannya?.
        tanpa bermaksud merendahkan komentar saudara, saya ikut memahami komentar saudara dan dalam beberapa hal saya setuju dengan saudara. Kritik perlu dengan tujuan membangun Bukan begitu Saudara cekricek yang terhormat.
        salam hangat
        Wong Ndeso dari kampung.

        Posted by sofyan Usamah | 24 Oktober 2012, 1:58 pm
        • susah pak mengharapkan kaum pencela untuk jujur pak.

          Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribu

          Posted by andar | 24 Oktober 2012, 3:59 pm
        • susah pak mengharapkan kaum pencela untuk jujur pak.

          Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di luar pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di luar pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di luar pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam p

          Posted by andar | 24 Oktober 2012, 4:24 pm
      • susah pak mengharapkan kaum pencela untuk jujur pak.

        Padahal Dahlan Iskan dg jujur mengakui bahwa PLN masih jauh dari kata maju dan memuaskan, upaya mengatasi krisis listrik pun diakuinya mengalami kendala dalam proyek ribuan megawatt PLN di kalimantan yg sangat lambat dan di pulau-pulau lainnya di luar pulau jawa. Namun upaya tersebut termasuk upaya mengurangi subsidi akibat pemakaian bbm, meski banyak menemui penghalang tetap jalan sesuai yg ditargetkan sebelumnya sewaktu masih dirut s.d 2013.

        Visi untuk menghabisi ketergantungan pembangkit-pembangkit PLN dari BBM adalah visi yg benar. Visi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perusahaan harus punya target yg jelas untuk itu adalah visi yg benar.

        Semua jg tahu pelayanan PLN masih jauh dari kata memuaskan. Tapi saya melihat PLN berada di track yg benar dibandingkan PLN dimasa lalu yg bahkan tidak punya arah tujuan yg jelas. Masih banyak kekurangan itu pasti, bahkan adik kita yg dibangku sekolahpun mengetahuinya. Tapi banyak yg sudah berubah di PLN dibanding di masa lalu jg kita semua tahu. Dibutuhkan kejujuran untuk mengakuinya.

        Kritik itu sangat penting demi perbaikan terus menerus. Tapi yg membedakan kritik dg mencela adalah kejujuran di dalamnya.

        Menilai Dahlan Iskan pencitraan saja, tidak punya prestasi, omdo, tidak berbuat apa-apa dst. This the real politicking, karena kejujuran absen didalamnya. Itulah yg sering dilakukan oleh banyak politisi dan orang-orang yg tiap hari cuap-cuap politik dan sibuk dg tujuan politiknya, tidak jujur!!

        Posted by andar | 24 Oktober 2012, 4:38 pm
        • Niat dari sononya udah begitu……ya gak mau menerima kekurangan,kemajuan,harapan kearah tang lebih baik! yang ada kekurangan yang yang terlihat………gak bisa kasih solusi ….yang ada hanya CACI dibenaknya!!!!

          Posted by mustail | 26 Oktober 2012, 8:01 pm
  148. http://finance.detik.com/read/2012/10/24/133541/2071634/68/ini-10-aksi-fenomenal-dahlan-iskan-setahun-jadi-menteri-bumn–1- ini link buat sedikit sharing dan info Pak mentri Dahlan Iskan + gebrakan beilau.
    ( terserah anda menilai, yang jelas saya yakin itu bukan pencitraan )

    Posted by sofyan Usamah | 24 Oktober 2012, 2:17 pm
  149. dari topik IKI tau tau bicara PLN memang ada benarnya :

    33 Genset Industri Kapal Indonesia Yang “Nganggur” Dipakai PLN
    Posted by Iwan GaluhKorporasi, Pilihan, TerkiniMonday, September 24th, 2012 – 06:01 pm

    Foto: pembangkit listrik (padangtoday)
    SPC, Makassar – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mulai memanfaatkan genset yang merupakan aset idle atau tidak terpakai oleh PT Industri Kapal Indonesia (IKI), untuk membantu masyarakat di pulau-pulau, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), yang selama ini masih kekurangan listrik.
    Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN (Persero) Vickner Sinaga mengatakan, total genset milik IKI yang akan dimanfaatkan atau disewa pihaknya yaitu 33 genset. Pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap.
    Tahap awal, ada 17 genset yang akan kami manfaatkan terlebih dahulu, dan akan kami bawa ke daerah yang masih kekurangan listrik, seperti di Palopo, Sulsel.
    “Menyusul 16 genset lagi yang akan kami manfaatkan kemudian,” ujar Vickner di sela-sela Peletakan Batu Pertama Pekerjaan Rancang Bangun Rehabilitasi Fasilitas Produksi PT IKI, dirangkai dengan Sinergi Pemanfaatan Aset BUMN antara PT PLN dan PT IKI, Senin (24/09/12).
    Dengan pemanfaatan aset idle tersebut, diharapkan IKI bisa bangkit kembali, setelah hampir 15 tahun terpuruk akibat diterpa badai krisis.
    Menurut Vickner, dalam pemanfaatan genset itu, pihaknya akan mencari daerah-daerah yang masih kekurangan listrik sekitar 100 kWh, untuk dibantu dengan genset.
    Dengan cara begitu, pihaknya bisa melayani lebih banyak lagi masyarakat, yang selama ini belum terlayani dengan baik akibat kekurangan daya listrik.
    Rencananya, 10 genset akan ditempatkan di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), sisanya di Maluku, Maluku Utara, dan daerah lain di KTI.  (SPC-20/Bisnis)

    Posted by cekricek | 24 Oktober 2012, 3:33 pm
  150. Upaya/langkah bagus dari Vicker Sinaga … lanjutkan

    Posted by Djoko Sawolo | 24 Oktober 2012, 6:53 pm
  151. Masihkah ada anjing yang akan menggonggong lagi. Menggongglah lebih keras lagi…….

    Posted by Widi | 24 Oktober 2012, 9:36 pm
  152. BAGAIMANA CARANYA YA: BUAT PERJANJIAN DENGAN DPR :

    JIKA ANGGOTA DPR BOLOS…SIAP DIPECAT
    JIKA ANGGOTA DPR RAPAT…TIDAK PERLU DIBAYAR (UANG RAPAT)
    ……….
    PERTANYAAN: JIKA ANGGOTA DPR KUNJUNGAN….SUKA MINTA AMPLOP GAK YA….

    Posted by binun | 25 Oktober 2012, 1:04 am
    • BAGAIMANA CARANYA YA: BUAT PERJANJIAN DENGAN DPR :

      JIKA ANGGOTA DPR BOLOS…SIAP DIPECAT
      JIKA ANGGOTA DPR RAPAT…TIDAK PERLU DIBAYAR (UANG RAPAT)
      ……….
      PERTANYAAN: JIKA ANGGOTA DPR KUNJUNGAN….SUKA MINTA AMPLOP GAK YA….

      he he he mereka berlagak lupa kalau ada pertanyaan itu…..

      Posted by mustail | 26 Oktober 2012, 8:14 pm
  153. Tidak ada kata yg cocok untuk meluapakan perasaan sesak di dada kecuali ……….REVOLUSI !!!

    Posted by setro utomo | 25 Oktober 2012, 3:02 am
  154. Menunggu detik2 kehancuran Dahlan Iskan !!!! Apabila Presiden tidak membela wassalam…..Dia jadi menteri karena si anak singkong yang bawa ke SBY dan ingat menteri itu hak prerogatif presiden dan bukan dipilih rakyat seperti JOKOWI………Kerja belum ada hasil malah nantang DPR hehehehe……….NGASPO KRONIS FOREVER for Dahlan Iskan….pelajaran berharga dan harus diambil hikmahnya…..

    Posted by crott markocrott | 25 Oktober 2012, 5:58 am
    • Biasa ajaa…

      Posted by REVOLUSI | 25 Oktober 2012, 6:15 am
    • hahahaha crot makocrot palsu,

      pak dahlan, berhenti jadi menteri alhamdulilah , jadi menteri alhamdulilah, kami mengikuti tulisan dahlan dan gaya pak dahlan bukan hanya sebagai menteri saja tapi karena pribadi beliaulah,

      banyak yang suka jika pak dahlan lengser , terutama para tikus, seolah akan bisa makan enak lagi,

      Posted by saeful | 25 Oktober 2012, 6:42 am
    • Apa namanya ya… kalau ada orang berprestasi dikritik ( Tidak suka), TAPI kalau ada orang yang sedang mengalami kesulitan senangnya bukan main…. Semoga Tuhan memberi keadilan kepada orang yang seperti itu…

      Saya tidak mau berharap banyak kepada manusia, tapi kepada Tuhan…. Hla wong Abah Dis aja selalu bersyukur dengan apapu yang diberikan Tuhan pada beliau… Jai menteri Alhamdulillah, gak jadi menteri Alhamdulillah, bahkan diberi sakitpun Alhamdulillah… Subhanallah…

      So ! Gak ada yang perlu ditakutkan bukan…

      Posted by W. Ning | 25 Oktober 2012, 8:27 am
    • xixixi…:D sudah mulai kehilangan akal ya mas politicking?

      silakan pakai akun anonim saya gratis kok :P ga pake bayar, emang situ dibayar per komennya sama parpol ****beep**** (disensor) wkwkwk

      lain kali kalo mau niru akun ini, alamat situs web nya dikosongin dulu ya mas politikus xixixi…:D biar ga ketauan palsu :P

      Posted by crott markocrott | 25 Oktober 2012, 8:39 am
  155. - Sayangnya atau celakanya, dalam hal kontrak PLN – BP Migas, Dahlan Iskan/PLN alpa/lalai mencantumkan sanksi ke BP Migas jika BP Migas wanprestasi
    - Celakanya lagi, DIS sbg dirut PLN terkenal ceroboh, sembrono dan suka nabrak aturan tanpa pelajari UU / peraturan yg ada
    - Solusi DIS itu adalah solusi temporer, instan, partial dan semu. DIS tak peduli. Dia dipuji2 sbg CEO PLN yg berhasil. Modal utk promosi
    - Lalu dia menempatkan orang2nya termasuk mantan wartawannya jadi dirut di PT. RNI.
    - DIS secara sembrono ganti kebutuhan gas pembangkit PLN dgn BBM. Biaya produksi pe kwh dari 700 membengkak jadi 2000

    Posted by crott markocrott | 25 Oktober 2012, 6:59 am
    • Mas CROTT MARKOCROTT anda ambil dari sini ya ??? ==>> https://twitter.com/TrioMacan2000

      Emang valid itu mas ???

      Posted by huawei | 25 Oktober 2012, 7:05 am
    • Valid ngga valid urusan nanti kan kita cuma baca dari berita media dan kita nggak tahu bener apa nggaknya toh media sekarang juga udah “dibayar” semua gak ada yang murni bener2 jurnalis. Anda masih percaya media ?? media hanya untuk pencitraan semua pemimpin yg haus kekuasaaan makanya untung ada media online begini yang benar2 tidak bisa ditipu dan disetir jadi orang boleh nulis apa saja dan semua ada UU ITE yang merupakan payung hukumnya.

      Posted by obama | 25 Oktober 2012, 7:11 am
    • Mas Marko, kemungkinan untuk jawaban dari tweetnya ini sbb:
      1. Sanksi bila BPmigas wanprestasi pernah dicantumkan tapi gak disetujui oleh BPMigas dan ESDM, ini sudah diungkapkan oleh Dirut PLN skg Nur Pamudji dan dibenarkan oleh BP Migas 2 minggu lalu.
      2. Untuk orang yg benci dg mbuletnya birokrasi langkah Pak DI dianggap terobosan yg baik, tapi kalo orang yg beruntung dg mbuletnya birokrasi, hal itu dianggap ceroboh. Kalo dianggap nabrak aturan emangnya gak ada ahli undang2 atau peraturan di instasi PLN yg bisa mengingatkan Dirut?
      3.Kebutuhan listrik sangat vital, mati 4 jam aja dah koar2 apalagi listrik mati sebulan. Langkah yg diambil DI dah jelas ada langkah temporari dalam kondisi darurat tsb dan ada langkah jangka panjang. Kalau ada bencana dan mau menolong yg diperlukan secepatnya bertindak kalo helikopter blom datang kan pakai tandu dulu. Sama, Pak DI sewa genset dulu untuk ngurangi byar pet dan bangun pembangkit baru untuk jangka panjangnya.
      4. Menempatkan orang2nya itu berapa orang? Kalau emang bekas bawahan yg dulu capable kenapa disalahkan. Emangnya gak ada fit & proper test kok masih dibilang nepotisme.
      5. Sebodoh2nya orang gak akan beli sesuatu yg lebih rendah kualitasnya tapi jauh lebih mahal harganya kalau emang dua2nya tersedia. Apalagi Pak DI yg latar belakangnya pedagang. Coba baca PLN CEO notes atau catatan si dahlan saat Pak DI sebelum jadi dirut PLN. Diawal jabatan beliau jadi dirut PLN dah minta gas tapi gak dikasih, komplain ke DPR dan dirapatkan selama 10 jam dg DPR dan Migas di awal 2010 yg ada kesepakatan penjatahan gas ke PLN…sampai akir 2010 gas gak ditambah malah jatah yg dulu dikurangi oleh Migas. awal 2011 saking keselnya Pak DI mau import gas dari Timteng sudah sempat ninjau kepabriknya di Iran tapi hal ini gak di ijinkan juga, lalu emangnya yg salah PLN? Gas turbin penggerak generator hanya bisa dikasih makan gas ama diesel yg kualitas tertentu, diluar itu kalo ada kerusakan pihak pabrik gas turbin gak mau garansi baik performa dan mekanikalnya, apa PLN punya pilihan lain bila tidak ada gas?

      Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 8:15 am
      • MAS JOWI ALIAS JOKOWI :
        1.Kalau punya ide yang tidak mungkin kenapa dipaksakan ??? harusnya dibenahi dulu jelas2 Gas sudah keluar kok dipaksa ke pln lah kan kerja ada kontraknya pak??? mosok gas langung di cut trus di supply ke pln kan ada aturan mainnya kayak anak kecil emang si Dahlan ini
        2. Aturan is aturan kalo pak JOKOWI bilang dan kita tidak ada toleransi itu prinsip. ini negara hukum pak bukan preman pasar harus yg bagus dong jangan main tabrak. Jadi pemimpin harus bijak melangkah dan tidak hanya memikirkan sesaat
        4.Orang selalu bilang seperti itu kalo kompenten kenapa tidak ??? problemnya adalah yg namanya nepotisme tetap tidak baik karena akan menjadi bias gak mungkin bisa obyektif….jangan2 bapak biasa nepotisme ya saya pribadi om dan sodara2 saya jadi direktur dan pejabat saya tetap mandiri gak pernah ngemis or kalo diminta saya tolak secara halus
        5.Karena pasokan gas tidak bisa memenuhi jadi nekat sekarang terbukti listrik mati dimana2 itu fakta !!!!

        Posted by kas8082 | 25 Oktober 2012, 8:33 am
        • Mas KA..kan dah dibilang telusuri catatan Pak DI thn 2008-2011, Pak DI selalu meuliskan apa yg dia kerjakan atau hanya pendapat beliau dimedia, di blog inipun ada.
          1. PLTG dibangun lama sebelum Pak DI, trus kok anda nyalahkan Pak DI memaksakan ide yg gak mungkin?
          2. Biar jelas melanggar aturan yg mana coba anda jelaskan mana aja, kalau terbukti apa Pak DI sudah pernah dihukum. Menuduh orang ceroboh suka menabrak aturan dan sudah terkenal lagi kan harusnya sudah banyak kasus yg terbukti. Kalau yg sempat saya baca sih ada 2, masalah usulan TDL dan pendelegasian wewenang.
          4. Kementrian punya team fit & proper, apakah anda juga menyalahkan mereka seandainya orang yg direkomendasikan pak DI ternyata brilyan. Kalau anda nuduh saya biasa nepotis saya hanya jawab tidak, kecuali kalo reference list / rekomendasi dari bos-bos saya didalam CV saya anda hitung nepotis. Alhamdulillah keluarga besar anda banyak yg jadi penggede. Kalo saya Alhamdulillah dari keluarga miskin, yatim gak ada keluarga yg kaya ato pejabat, rata2 petani miskin makanya bersyukur gak ada yg bakalan menyebut saya nepotis kecuali anda.
          5. Fakta emang fakta tapi blom dibuktikan yg salah dah nuduh duluan.

          Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 9:14 am
          • @ jowi,Niat dari sononya memang begitu …. ( wani piro ) menguras energi aja…

            Posted by mustail | 26 Oktober 2012, 8:30 pm
    • id palsu….

      Posted by CEKRICEK | 25 Oktober 2012, 8:56 am
    • “- Lalu dia menempatkan orang2nya termasuk mantan wartawannya jadi dirut di PT. RNI.”

      Waaaah, ini gossip murahan dan tak bermutu…
      Dirut RNI, Ismed, sudah “bermukim” di RNI jauuuh sebelum Pak Dahlan menjabat Menteri BUMN. Bahkan sepertinya sebelum Pak Dahlan menjadi Dirut PLN.
      Tadinya Ismed adalah komisaris di belasan anak perusahaan RNI. Secara matematik, dia rugi diangkat sebagai Dirut RNI. Karena sekarang dia hanya menerima satu slip gaji saja, dibandingkan dulu dimana dia bisa menerima belasan slip gaji dari belasan perusahaan yang masing luar biasa besaran rupiahnya.
      Tapi memang, pengangkatan Ismed sebagai Dirut RNI ini sangat banyaaaak dipermasalahkan orang. Baik di dalam maupun di luat tubuh RNI. Maklumlah, RNI itu dikenal sangat sexy payudaranya sehingga mengundang banyak tangan untuk memeras susunya…
      Hal ini disebabkan kenekatan Ismed yang mirip-mirip Pak Dahlan. Nekat menampik semua tangan-tangan nakal yang ingin menjamah payudara indah RNI.
      Jadilah sekarang banyak pria nakal berperut buncit dengan muka tikus yang gigit jari karena tidak bisa menyalurkan syahwatnya….

      Dibawah Ismed, saya melihat ada harapan besar bagi RNI. Walau banyak dibenci insan RNI berwajah tikus, saya melihat banyak kaum muda intelektual RNI yang mendukung Ismed.

      Maju teruuuuus RNI!
      JADILAH RAJA DI NEGERIMU SENDIRI!

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 27 Oktober 2012, 1:06 am
      • iiiihhhhhh pak erick parno gitu. kalo pabrikgula sexy spt ayu azhari, nah kalo RNI sesexy siapa ya? Jupe?
        Btw itu susu kalo dicucup langsung dr t4nya gimana yak? Qiqiqiqiqiqi
        tangan2 nakal emang pada kegatelan

        Posted by Fia | 27 Oktober 2012, 7:35 am
  156. Pokoknya Prabowo for RI, bukan yang lain
    DIS ke laut ajeee

    Posted by CEKRICEK | 25 Oktober 2012, 8:32 am
  157. BREAKING NEWS !!!! FAKTA !!!! AUDIT BPK bahwa PLN dibawah Dahlan Iskan rugikan negara 37 T

    http://www.islamedia.web.id/2012/10/dipimpin-dahlan-iskan-pln-rugikan.html

    Posted by punokawan | 25 Oktober 2012, 8:48 am
  158. Sebagai bangsa yang sering lupa, saya bantu untuk mengingatkan kembali. Hal ini agar virus optimisme untuk menjadi bangsa yang maju segera tercapai. Semoga link dibawah ini bisa mengingatkan kita semua betapa harus bersyukurnya kita diberi salah putra terbaik bangsa seperti Dahlan Iskan ini.

    http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/11/17/dicari-payung-yang-berhemat-rp-10-triliun/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/11/18/dua-pilihan-akal-sehat-plus-satu-gila/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/01/10/pembunuhan-berencana-bernilai-triliunan-rupiah-setahun/

    Sekedar info saja, pembunuhan pembangkit BBM terus berjalan. Di Jawa saja tinggal 1 pembangkit saja yg masih hidup. Itupun sudah ditentukan tanggal kematiannya. Seiring pembangunan pembangkit 10 ribu MW tahap 1 dan 2, seluruh pembangkit BBM di Indonesia sebenarnya sudah ditetapkan tanggal wafatnya. Keren khan !!!

    Anyway, mari kita doakan agar mereka yg masih terjangkiti virus negatif segera diberi petunjuk oleh-Nya. Semoga cepat sembuh, semoga kembali ke jalan yang benar.

    Saatnya Anda menjadi Agent of Change. Sebagai Pelopor Kemajuan Bangsa dan bukan sebaliknya. Itulah yang menentukan nilai kita kelak jika sudah kembali kepada-Nya.

    Tetap Istiqomah !!! Tetap Semangat !!!
    Salam Dismania (we’re watching you)

    Posted by DJ | 25 Oktober 2012, 9:18 am
  159. minggu ini benar benar gangnam style nih, seruuu, puanassss, putar otak, adu logika, adu argumen,
    mudah mudahan membawa indonesia kearah yang lebih baik, lanjuuuuuuuut

    Posted by saeful | 25 Oktober 2012, 9:24 am
  160. rasain !

    Posted by saeful crott markocrott punokawan binun jowi kas8082 obama huawei w. ning revolusi setro utomo djoko sawolo afif andar | 25 Oktober 2012, 9:49 am
  161. Bagi teman-teman semua yang mendukung Pak Dahlan Iskan dalam menyebarkan MH, saat ini beliau sedang di”serang” oleh beberapa oknum anggota dewan maupun anggota partai politik, dengan berbagai macam alasan dan selalu mencari-cari kesalahannya (walaupun sebenarnya bukan kesalahan, hanya hasil negative thinking oknum2 tersebut). Saya mengusulkan sebaiknya ada diantara teman2 untuk dibuatkan rangkuman keberhasilan kinerja Menteri BUMN DI secara keseluruhan selama 1 tahun baik yang telah berhasil dan sedang dalam proses, dimana data2 ini nantinya bisa kita jadikan bahan untuk “melawan” orang2 yang tidak suka dengan keberadaan Dahlan Iskan.
    Jadi bila ada orang2 yg tidak suka dengan beliau kita tinggal mem ‘forward’ data tersebut, tanpa harus mendebatnya.
    Mari kita bantu beliau menyebarkan hope untuk bagsa Indonesia.

    Posted by Ari Abuzulfa | 25 Oktober 2012, 10:30 am
  162. PLN rugi 37T untuk menerangi dan melayani rakyat Indonesia agar tidak ada lagi terjadi pemadaman listrik bergilir, anggota DPR sewot tau kenapa? Karena 37T nya gak masuk kantong anggota dewan :-)

    Posted by Ari Abuzulfa | 25 Oktober 2012, 11:01 am
  163. Fakta tulisan Pak DI, mid November 2009; tepat 5 minggu sebelum diangkat jadi Dirut PLN di 23 Des 2009:
    __________________________________________________
    Dua Pilihan Akal Sehat Plus Satu Gila

    Posted by administrator ⋅ 18 November 2009⋅ 21 Komentar

    Rabu, 18 November 2009
    Dampak Pembangkit Listrik yang Salah Makan (2-Habis)
    Dua Pilihan Akal Sehat Plus Satu Gila

    Pertanyaan: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas” Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5000 MW, harus diberi “minum” solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun?

    Urusan ini rumitnya bukan main. Memang yang berhak mengatur perdagangan gas adalah pemerintah. Mestinya pemerintah bisa mengaturnya lebih baik. Tapi, saya masih belum tahu siapa yang disebut pemerintah itu. Yang jelas, pemilik-pemilik ladang gas adalah perusahaan swasta. Asing maupun domestik.

    Para pemilik ladang gas tentu ingin menjual gasnya dengan harga terbaik. Sebab, investasi untuk menemukan ladang gas tidak sedikit. Maka, PLN harus bersaing dengan pembeli-pembeli lain: pedagang luar negeri maupun pedagang dalam negeri seperti Perusahaan Gas Negara (PGN).

    Keinginan lain para pemilik ladang gas adalah ini: pembeli harus mengambil semua gas yang dihasilkan suatu sumur, berapa pun jumlahnya. Di sini PLN ditakdirkan kurang bisa fleksibel. Sebuah pembangkit listrik tentu sudah didesain memerlukan gas sekian MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Sedangkan produksi sebuah sumur gas kadang kurang dari kebutuhan itu dan kadang sedikit kelebihan.

    Dalam hal produksi sebuah sumur gas kelebihan, katakanlah 15 persen, dari kebutuhan sebuah pembangkit listrik, dilema muncul: dibeli semua PLN rugi, tidak dibeli semua pemilik sumur gas rugi. Maka, mestinya, tidak ada jalan lain kecuali ada kerja sama yang sangat khusus antara PLN dan PGN. Kalau PLN mendapatkan sumur gas yang produksinya kelebihan, kelebihan itu bisa disalurkan ke PGN. Sebaliknya, kalau produksi sebuah sumur gas kurang dari jumlah yang diinginkan PLN, PGN yang harus menambah.

    Sampai sekarang kerja sama seperti itu rasanya belum ada. Egoisme setiap perusahaan masih sangat menonjol. Padahal, dua-duanya milik pemerintah. Memang itu saja belum cukup. PGN adalah juga sebuah perusahaan yang harus berlaba. Apalagi, sekarang sudah menjadi perusahaan publik. PGN sendiri kekurangan gas untuk melayani pelanggannya. Baik pelanggan rumahan dan terutama pelanggan industri. Maka, terjadilah persaingan ketat antara PLN dan PGN sebagai sama-sama pembeli gas dari ladang migas. Persaingan ini yang sampai sekarang belum mendapatkan jalan keluar.

    Tentu ada yang berdoa agar kedua perusahaan itu jangan cepat-cepat rukun. Para pedagang solar (di dalam maupun di luar negeri) yang setiap tahun mengeruk uang PLN sampai Rp 80 triliun akan kehilangan bisnis yang mengilap dari pedagangan solar. Bahwa itu membuat PLN dan pemerintah sulit, yang kurang pintar kan PLN dan pemerintah sendiri.

    Tentu ide yang paling realistis adalah membangun LNG-gasifikasi terminal. PLN atau investor yang bekerja sama dengan PLN diminta membangun terminal LNG-gasifikasi. PLN atau investor bisa membeli LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dari mana saja dalam jumlah yang pas untuk kepentingan PLN. Bisa dari Tangguh di Papua, bisa dari Senoro di Luwuk (Sulteng) bisa juga dari Qatar atau Iran. Atau dari tempat lainnya.

    LNG itulah yang kemudian diubah menjadi gas di sebuah terminal LNG-gasifikasi. Terminal ini bisa dibangun di sekitar Cilegon. Bahkan, sudah pula ada teknolgi baru: terminalnya dibuat terapung di lepas pantai Jakarta. Agar dekat dengan “PLTG salah makan” yang sekarang membuat masalah itu.

    Saya tidak melihat jalan lain. Hanya dua itulah jalan keluarnya: kerja sama yang baik dengan PGN atau membangun terminal G-gasifikasi. Yang pertama harus difasilitasi pemerintah dan yang kedua harus difasilitasi pemerintah. Memang masih ada jalan lain. Tapi, terlalu radikal. Lelang saja PLTG-PLTG itu! Daripada bikin penyakit yang mengisap darah keuangan pemerintah. Hasil lelang barang bekas itu untuk dibelikan PLTU bekas yang direkondisi seperti baru.

    Jalan “gila” itu bisa menyelamatkan uang negara setidak-tidaknya Rp 10 triliun/setahun. Baca: 10.000.000.000.000/setahun. Kalau saja di swasta dan saya yang menjadi pemiliknya, saya akan lakukan yang terakhir ini. Masih ada penghematan lain yang juga triliunan rupiah. Tapi, dua seri tulisan ini saja sudah bisa menggambarkan mengapa PLN mengalami kesulitan selama ini. Dan mengapa sulit pula dipecahkan. (*)

    Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 11:46 am
    • PLTG-PLTG dibangun sebelum 2007, kerugian salah makan sudah terjadi sejak tahun itu karena gak dapat gas. Pak DI yg jadi dirut di desember 2009 sudah berjuang ke DPR berkali2, dan sekarang orang yg sama yg dimintain tolong bantu cariin gas ke migas itu menimpakan semua kerugian itu kepada beliau? benar2 WOW.

      Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 11:58 am
  164. Mulai hari ini kita catat sebagai rakyat indonesia siapa2 saja dewa yg mengada2….agar kita bisa counter dlm wacana twett ato blogger….ayo dahlanisti kita siap2…hadapi durjana2 laknat…yg setiap hari hanya mencari masalah tanpa melihat fakta2 yg ada…

    Posted by larejogja | 25 Oktober 2012, 12:00 pm
  165. saya mendidih minggu ini..
    mendidih semangat karena MH pak DIS minggu ini dan mendidih darah saya karena DPR. jika diperlukan, sepertinya kita perlu duduki lagi itu Gedung seperti tahun 1997.
    DAHLANIS siappp…
    saya tidak membabi buta, tapi mang DPR ini menjengkelkan. kayaknya rapat disiarkan langsung tvOne/Metrotv asyik ni, biar jelas.
    semangat oleh Manufacturing Hope ini tidak tergantikan

    Posted by Anno | 25 Oktober 2012, 12:19 pm
  166. Dahlan Iskan melarang BUMN jadi sapi perahan parpol, maka para pecundang di gedung miring ini kebakaran jenggot. Entah bagaimana caranya Dahlan Iskan mesti dihabisi. Sayang beribu sayang, buat Dahlan Iskan, hidup ya alhamdulillah. Mati ya alhamdulillah.

    Posted by sarwoko | 25 Oktober 2012, 2:21 pm
  167. Awas bos! pasukan nasi bungkus bertebaran di blog tercinta kita ini. Bayarannya per jumlah posting menjelek-jelekan Dahlan Iskan.

    Posted by sarwoko | 25 Oktober 2012, 2:25 pm
  168. Mengenai 37 T, silahkan diklik link bawah ini :
    http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/11/17/dicari-payung-yang-berhemat-rp-10-triliun/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/11/18/dua-pilihan-akal-sehat-plus-satu-gila/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/01/10/pembunuhan-berencana-bernilai-triliunan-rupiah-setahun/

    Sekedar informasi, pembunuhan pembangkit BBM terus berjalan. Di Jawa saja, pembangkit BBM tinggal 1 saja, itupun sudah ditentukan tanggal kematiannya. Di saat Pemerintah dan PLN sedang giat-giatnya membangun pembangkit baru Non-BBM dalam program 10 ribu MW tahap 1 dan 2, pembangkit-pembangkit BBM di seluruh Indonesia sudah ditentukan tanggal kematiannya. Mungkin suatu hari pembangkit-pembangkit BBM ini akan segera menjadi museum yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga.

    Di saat kerinduan rakyat agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa yang lain sesuai cita-cita luhur Pendiri Bangsa Ini yang sudah mengorbankan harta dan jiwa raganya, untuk Anda yg masih negatif, saya berdoa semoga Allah segera membuka pintu hati Anda. Kita harus bersyukur karena punya leader seperti Dahlan Iskan yang sudah mewakafkan umurnya yang tersisa demi kemajuan bangsa Indonesia. Jadilah Agent of Change bagi kemajuan bangsa. Jadi Pelopor Kemajuan di bidang Anda masing-masing.

    Salam Dismania
    (we’re watching you, we’re moving forward for better Indonesia)

    Posted by DJ | 25 Oktober 2012, 2:30 pm
  169. Setelah Aria Bima, Refrizal, sekarang si Effendi SImbolon
    partai apa tuh…?

    Posted by @YAMA | 25 Oktober 2012, 2:43 pm
  170. Dahlan Iskan melawan Senayan

    Dahlan Iskan, Menteri BUMN, kembali membuat kalangan anggtoa DPR meradang. Ancaman pun dilontarkan dari Senayan, bahkan sampai muncul gertakan memanggil paksa Dahlan.

    Ketegangan antara Dahlan ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa bulan lalu, politisi Senayan mengancam akan melakukan interpelasi menyusul kebijakan dan langkah-langkah Dahlan dalam mengurus Kementerian BUMN serta soal direksi dan komisaris perusahaan pelat merah.

    Episode ketegangan Dahlan dan Senayan kali ini berawal dari ketidakhadiran Menteri BUMN ini di Senayan meski telah dua kali dipanggil oleh lembaga legislatif melalui Komisi VII.

    Kehadiran Dahlan di Komisi VII, dalam bahasa politisi asal PDI Perjuangan Effendi Simbolon, diperlukan untuk dimintai penjelasan terkait dengan laporan Badan Pemeriksa Keuangan tentang PT PLN di mana Dahlan pernah menjadi direktur utamanya.

    Kalau memang benar ancaman dari beberapa anggota Komisi VII DPR itu, rencana pemanggilan paksa kepada Dahlan dilakukan setelah selesai reses DPR pada 18 November mendatang.

    “Kalau forum rapat dengar pendapat [RDP] yang sudah ditingkatkan jadi rapat kerja, tapi dia [Dahlan] terus tidak mau menghadiri, ya apa boleh buat kami menggunakan pasal dalam tatib untuk panggil paksa,” ujar Effendi.

    Selain Dahlan yang sudah dua kali tidak hadir. Dalam rapat selanjutnya, Effendi mengatakan DPR juga akan memanggil mantan dirut PLN lainnya, Fahmi Mochtar dan mantan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

    “BPK menunjuk 54 auditor senior untuk menyusun laporan audit ini, dengan biaya Rp2 miliar. Ini ngga main-main. Ini kali pertama PLN diaudit dengan tujuan tertentu,” ujarnya, Rabu (24/10) malam.

    Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan bahwa PLN kehilangan kesempatan melakukan penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp17 triliun pada 2009 dan Rp19,7 triliun pada 2010, sehingga total mencapai sekitar Rp37 triliun.

    Pada Rabu kemarin, Dahlan berada di Jambi untuk meninjau beberapa proyek. Mantan CEO Jawa Pos Grup ini membantah kalau dirinya emoh datang ke Senayan.

    Di Jambi, Dahlan meresmikan penjualan seribu ekor sapi hasil program integrasi sawit di PT Perkebunan Nusantara VI.

    “Kalau bukan sekarang sapi-sapi itu dijual, lantas kapan lagi, karena tidak mungkin sapi dijual setelah Idul Adha,” katanya di Jambi, Rabu malam, seperti ditulis Antara.

    Selain urusan sapi itu, Dahlan mengaku harus meninjau proyek pembangunan Bandara Sultan Thaha dan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas di Jambi hingga Rabu tengah malam.

    Lalu bagaimana dengan ancaman akan dipanggil paksa karena dianggap mangkir oleh sebagian politisi Senayan?

    Dahlan dengan enteng menjawab, “Terserah DPR saja, tidak jadi menteripun tidak masalah, Alhamdulillah. Saya ini ditunjuk sebagai menteri Alhamdulillah, tidak ditunjuk sebagai menteri pun Alhamdulillah. Tidak hanya itu, saya sakit Alhamdulillah, mati Alhamdulillah dan hidup pun Alhamdulillah,” katanya.

    Terkait dengan hasil pemeriksaan BPK soal kerugian negara Rp37 triliun di PLN saat dirinya menjabat Direktur Utama, Dahlan menerangkan waktu itu PLN dijanjikan akan dipasok gas sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik sebanyak 200 MM sebagai langkah penghematan, dan sudah disahkan oleh DPR.

    Namun, hingga 2011, gas yang dijanjikan tidak datang sementara PLN tidak memiliki gas maka rencana tersebut gagal dilakukan.

    Dalam situasi itu, kata Dahlan, hanya ada dua pilihan yang dapat dilakukan dalam menghadapi persoalan itu, yakni listrik di Jakarta padam selama 6-8 bulan, atau tetap menggunakan BBM, dan pilihan kedualah yang dilakukan.

    “Nah, dalam situasi itu, hanya ada dua pilihan, listrik di Jakarta padam selama 6-8 bulan atau tetap menggunakan BBM,” katanya.

    Menurut dia, karena tidak jadi pakai gas, maka rencana penghematan tidak dapat terwujud, sebab gasnya memang tidak ada. Audit atas rencana dan catatan itulah yang mungkin menjadi temuan BPK.

    “Karena tetap pakai BBM, maka tidak jadi penghematan, dan mungkin karena itulah saya dikatakan telah merugikan negara sebesar Rp37 triliun,” katanya.

    Posted by CEKRICEK | 25 Oktober 2012, 5:21 pm
  171. Minggu ini musti banyak-banyak ber-Istighfar. Bikin darah naik ke ubun-ubun. Orang Baik dan Jujur kaya Abah DIs digoyang, dizalimi dikhianati bener-bener dah.!!!! OH Indonesia Indonesia Kapan dikau mau maju, kalau para wakil rakyatmu begini adanya.
    Buat Dahlanis seluruh Indonesia. Mari rapatkan barisan, Kompakan suara buat membela yang benar. Hidup DIs for Indonesia better Future.

    Posted by sofyan Usamah | 25 Oktober 2012, 5:34 pm
  172. Saya Berani Taruhan…
    akan pasang iklan di koran dengan kalimat ” Terkabul lah doa saya, atas kemenangan Abah saya”
    Begitu “abah” mengalahkan DPR…

    Setuju…

    Posted by juraganacsby | 25 Oktober 2012, 6:06 pm
  173. 1. Dahlan Iskan menjadikan inefisiensi 37 T trus bedanya dia sama dirut-dirut sebelumnya apa ????? pencitraan NGASPO FOREVER…..tolong jawab dalam masalah efisiensi yah jangan melebar kemana2 perubahan ini lah itu lah….disukai karyawan lah….naikin gaji lah saya juga bisa……EFISIENSI PLN MASA DAHLAN ISKAN DIMANA ????? sama saja gak ada bedanya blassss saya juga bisa jadi dirut PLN hehehehe
    2. Kenapa dipanggil DPR nggak datang ???? kalo tidak merasa salah ngapain takut ???? gak usah banyak ngomong deh ngurusin sapi kek itu kek datang aja hadepin tuh tikus2 DPR berani ???? NGASPO FOREVER

    Posted by Angry birds | 25 Oktober 2012, 7:31 pm
      • Dahlan lama2 kayak irjen djoko susilo tersangka kasus simulator SIM tidak ada itikad baik ngeles mlulu undangan salah lah tidak sesuai hukum tidak tepat waktunya sudah mulai keliatan neh boroknya lama2 terungkap……

        Posted by history | 25 Oktober 2012, 7:47 pm
    • Bener mas ANGRY didunia manapun kalaupun itu disebabkan depertemen lain yg tidak bisa supply gas etc si Dahlan Iskan juga harus tanggungjawab dong bener nggak ??? masak trus mau lepas tangan hehehe enak aja…..
      Contoh gampang misal saya orang manager purchasing beli barang trus sudah kontrak sama vendor harus kirim raw material untuk proses produksi nah kemudian ternyata vendor saya (dalam kasus ini PGN) tidak bisa kirim kemudian karena tidak bisa kirim saya harus ganti raw material lain yg lebih mahal trus saya diminta tanggungjawab trus saya bilang lah itu vendornya gak bisa kirim ??????? apa bener seperti itu ?????? kalo saya owner neh manager purchasing udah saya pecat pokoknya pecat…..gila kerja macam apa kayak gitu

      Itu ilmu sederhana banget….

      Kalau mau selamat pasti nanti ada kambing hitamnya……kita tunggu deh

      Posted by paiton | 25 Oktober 2012, 7:42 pm
      • Musti belajar sama saya tuh saya konsultan nanti saya ajarin caranya cause root analysis trus bikin opsi2 dan mitigation plan…..Opsi cuma satu ngandalin gas mitigation plan pake BBM hahahahha kacau dirut yg lama juga sama saja memang tidak ada perubahan tuh alias ngaspo kata mas Angry

        Posted by match | 25 Oktober 2012, 7:53 pm
        • Pak Match, kalau anda konsultan yang kurang cerdas dan cuma berteori saja, anda ini ibarat DPR yang cuma bisa koar-koar tanpa solusi. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya lebih suka advice dari orang lapangan seperti Pak DIS, daripada teori dari konsultan yang belum tentu applicable.

          Sebenarnya tidak perlu menghire konsultan seperti Pak Match yang bergaya dengan teori root analysis dan mitigation plan, ini hanya perlu logika akal sehat. Karena Pak Paiton menggunakan analogi Manajer Purchasing, maka saya ikut menggunakan hal yang sama.
          - PLN kita anggap sebagai manajer purchasing
          - Konsumen/warga negara Indonesia kita anggap sebagai pabrik
          - PGN dan Pertamina adalah sebagai pihak supplier penyedia bahan baku, dan hanya dua supplier itu yang bisa menyediakan bahan baku di dalam negeri. Harga yang diperoleh dari PGN jauh lebih murah dibandingkan sebagai Pertamina, sehingga PGN dianggap sebagai supplier utama. Pertamina sebagai supplier back up. Juga sudah ada kontrak pembelian bahan baku dengan PGN selama setahun.
          - Service level agreement antara manajer purchasing dengan pabrik adalah bahan baku harus selalu ada dan pabrik tidak boleh berhenti beroperasi.
          - Ternyata pada kenyataannya, PGN tidak bisa memenuhi kontraknya. Manajer Purchasing dihadapkan pada dua pilihan yang sulit :
          1. Membiarkan pabrik mati karena tidak ada pasokan bahan baku dari PGN. Jika membeli dari pertamina, maka akan ada inefisiensi dan manajer purchasing bisa disalahkan.
          2. Membeli bahan baku dari supplier alternatif (Pertamina) supaya pabrik tetap beroperasi sesuai SLA, meski ada inefisiensi.
          Dan Manajer Purchasing memilih opsi kedua. Belajar dari pengalaman itu, Manajer Purchasing merasa bahwa tidak bisa mengandalkan supplier dalam negeri (PGN dan Pertamina). Dia merasa perlu sourcing bahan baku seperti yang dimiliki PGN di luar negeri. Tetapi ternyata hal ini tidak bisa dilakukan, karena policy pemerintah.

          Dalam kondisi di atas, tolong Pak Paiton, Pak Match, Pak Angry Bird, tolong kasih solusi apa yang harus dilakukan oleh Manajer Purchasing karena sampai sekarang dia tetap bergantung kepada dua supplier itu (PGN dan Pertamina).

          Btw, mengenai statement di atas bahwa Pak DIS mau melarikan diri dari tanggung jawab, saya pikir link ini sudah menjawabnya http://finance.detik.com/read/2012/10/25/152531/2073068/4/dahlan-iskan-pilih-risiko-masuk-penjara-daripada-listrik-jakarta-padam?991101mainnews

          Posted by Fendeavor | 26 Oktober 2012, 1:27 am
          • Ada yang mau saya tambahkan bahwa ada jejak yang ditinggalkan oleh Angry Birds, History, Paiton dan Match, dimana mereka adalah orang yang sama. Konsultan hebat ini adalah metode analisa terbaru yaitu “cause root analysis” (yang benar namanya root cause analysis). Oya, mitigation plan itu hanya bagian dari risk management dan orang selevel Pak DIS tidak mungkin tidak mengetahui mengenai hal ini. Lah, wong saya karyawan kelas kencur saja tahu. Semakin membuktikan kekurangcerdasan oknum ini.

            Posted by Fendeavor | 26 Oktober 2012, 9:06 am
          • Hidup ini sebenarnya sederhana banget kadang dibikin ruwet sendiri hehehe trus bedanya kepemimpinan Dahlan Iskan sama yang dulu apa ? nggak ada kan ? itu yg DPR sewot banyak pencitraan tapi tetap inefisiensi dan byar pet masih ada dimana2…… itu fakta jadi ya sami mawon

            Saya sebenarnya ngefans ama Pak Dahlan ini dan semoga bisa menang sama DPR kita tetap butuh orang2 seperti beliau

            Posted by match | 26 Oktober 2012, 12:31 pm
          • Saya kira memang tidak ada yang rumit, dan Anda pun jika memang ngefans dengan Pak Dis tentu akan dengan sangat mudah gaya beliau dengan kepemimpinan PLN sebelumnya. Masalah PLN lebih dari sekedar masalah teknis. Dari awal pun beliau sudah bilang bahwa beliau tidak memiliki background teknis yanng relevan dengan bisnis PLN. Permasalahan PLN sudah sangat lama berlangsung sementara di dalam PLN sendiri sudah sangat banyak SDM-SDM pilihan dengan background pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan PLN. Kehadiran Pak Dis di PLN kan memang hanya untuk memfasilitasi begitu banyak ide-ide dan membangun value dan perilaku organisasi untuk menjadikan PLN berorientasi pada pelayanan, jujur, bersih, terpercaya dan mendukung upaya untuk meluaskan jangkauan listrik ke wilayah yang belum terjangkau. Intinya Pak Dis hadir di PLN sebagai sosok pemimpin yang memberi keteladanan. Dan sebagai pemimpin Pak Dis tentu akan berani mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang pernah diambil waktu memimpin PLN dengan segala keruwetan faktor internal dan ekternal bisnis PLN. Tidak ruwet sama sekali. Salam DahlanIs.

            Posted by akadarisman | 26 Oktober 2012, 1:48 pm
          • Pak Match, lagi-lagi anda sendiri yang membuka seberapa tinggi kapasitas diri dan pikiran anda dimana anda tidak menjawab pertanyaan saya. Saya hanya menyambung diskusi dari topik yang anda lempar, terus hubungannya sama kesederhaan apa ya?
            Saya asumsikan anda ini bekerja atau minimal pernah bekerja, bukan pengangguran, tentu anda mengetahui bahwa leadership/kepemimpinan adalah pondasi terpenting dalam suatu orginasasi. Pemimpin menjadi nahkoda di organisasi.
            Saya akan merespon pernyataan anda yang menyatakan tidak ada beda antara kepemimpinan Dahlan Iskan dengan pendahulunya. Ini menjelaskan sebagian dari prestasi Pak Dahlan yang saya ambil dari : http://suarapengusaha.com/2012/04/16/nih-dia-10-prestasi-dahlan-iskan-selama-memimpin-pln/

            1. Komunikasi ala CEO & BOD Notes
            Dahlan memulai karirnya di PLN dengan penolakan Serikat Pekerja (SP) PLN. Tidak hanya mendemonya, tapi juga menyegel ruang kerjanya. Dahlan tidak marah apalagi bertindak otoriter. Dia menggelar dialog dan mendengar para karyawanya. Dia juga menjelaskan sebenarnya apa yang ingin dilakukannya. Dan, berhasil.
            Tidak selesai sampai di situ, agar prinsip saling memahami terbentuk, digagasnya apa yang kemudian dikenal dengan CEO & BOD Notes. Ditautkan pada situs http://www.pln.co.id, Dahlan selalu menuliskan renungannya, penilaiannya, harapannya untuk dibaca semua jajaran PLN hingga ditingkat bawah. Mereka juga bisa memberi feedback.
            Jadi, prestasi pertama adalah ‘memenangkan’ hati dan komitmen para anak buahnya secara manusiawi.

            2. Tidak Ambil Gaji
            Dahlan memang sudah kaya dari sononya. Karena itu, tanpa mengambil gajinya pun, tidak akan merugikannya. Tapi, toh itu juga bukan untuk pencitraan. Melihat kondisi PLN yang kritis, Dahlan memulai dari dirinya sendiri. Demi masa depan PLN dan komitmennya, dia memutuskan tidak mengambil sepeserpun gajinya. Bahkan, uang pribadinya seringkali digunakan untuk kegiatan PLN. Kerja di PLN, kata dia, bukan untuk mencari harta, tapi untuk menjalankan amanat negara.

            3. Perjalanan Dinas Tanpa SPD
            Gebrakan ini dimulai pada Mei 2011. Dahlan menetapkan bulan tanpa surat perintah perjalanan dinas (SPD). Dengan itu, maka setiap karyawan yang melakukan perjalanan dinas, tidak akan mendapatkan uang pengganti biaya perjalanan.

            4. Program Listrik Prabayar
            Dengan mempertimbangkan aspek kepraktisan, Dahlan mencetuskan ide program listrik pra-bayar. Dengan program itu, pelanggan tidak perlu repot antri membayar rekening listriknya. Tapi juga dengan sendirinya belajar mengontrol penggunaan listriknya. Sebab, makin boros pakai listrik, makin besar dana untuk membeli ‘pulsa’ listrik.

            5. Program Penggunaan CBM
            Selama ini PLN terbebani dengan biaya bahan bakar yang didominasi solar karena penggunaan mesin diesel. Alhasil, PLN sangat bergantung pada subsidi pemerintah. Dahlan mencanangkan penggunaan gas metana batu bara (CBM). Selain murah, juga stoknya berlimpah di Indonesia.

            6. Atasi Byarpet Dalam 6 Bulan
            Karena kondisi infrastrukrut PLN yang cukup ‘parah’, byarpet atau pemadaman bergilir menjadi makanan hari-hari rakyat Indonesia. Memulai tugasnya, Dahlan langsung berikrar menghentikan penderitaan akibat lampu mati itu dalam enam bulan saja.
            Dahlan hanya memberi waktu kepada anak buahnya untuk melakukan pemadaman tidak lebih dari tiga jam. Setelah itu, semua harus menyala lagi. Meski awalnya dianggap tidak realistis, namun, akhirnya itu terbukti. Pemadaman bergilir di hampir seluruh wilayah Indonesia berkurang drastis.

            7. Gerakan Sehari Seejuta Sambungan (GRASS)
            Dahlan prihatin dengan masih rendahnya tingkat elektifikasi nasional. Meski PLN digelayuti berbagai keterbatasan, Dahlan mengumumkan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grass) listrik baru. Penyambungan pun tidak dipungut biaya.
            Program yang oleh beberapa pihak dianggap ide ‘gila’ itu, justru menuai hasil luarbiasa. Hingga akhir 2011, lebih sejuta pelanggan baru telah teratasi. Penambahan pelanggan itu, otomatis juga meningkatkan pendapatan PLN.

            8. Proyek PLTS Pulau Terluar
            Dahlan prihatin dengan masih banyaknya daerah perbatasan yang tidak teraliri listrik. Khususnya di daerah yang berbatasan dengan negara tetangga. Dahlan mencanangkan pembangunan PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Setahun sebelumnya, menuntaskan pembangunan 5 PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

            Rencananya, program itu akan tuntas bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2012 tahun ini. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan program PLTS di 1.000 pulau di seluruh Indonesia dan ditargetkan tuntas pada 2014.

            9. Efisiensi Pembelian Trafo PLN
            Salah satu beban terbesar PLN selama ini adalah terkait pemeliharaan trafo. Biayanya sangat besar. Namun, Dahlan punya kiat. Cara pengadaanya diubah. Hanya menenderkan barang-barang yang dibutuhkan saja. Tidak seperti sebelumnya, menenderkan untuk satu gardu induk.
            Alhasil, pada 2010, Dahlan berhasil menghemat pembelian trafo sebesar Rp 37 miliar. Dari seharusnya Rp 120 miliar menjadi hanya Rp 67 miliar. Pada 2011, berhasil membeli 160 unit trafo dengan nilai Rp37 miliar.

            10. Keluhan Terhadap Kinerja Pelayanan PLN Menurun
            Membaiknya pengelolaan manajemen dan teladan Dahlan Iskan, juga memengaruhi komitmen seluruh karyawannya. Alhasil, selama dua tahun kepemimpinannya, dan masih terasa sampai kini, keluhan terhadap pelayanan PLN, tidak lagi seburuk sebelumnya. secara perlahan, PLN mulai berbenah dan memperkuat kinerjanya.

            Pak Match, jika anda adalah benar fans Pak Dahlan, saya yakin anda pasti pernah membaca CEO Notes Pak Dahlan. Dan jika anda pernah baca, tentu anda akan tahu perbedaan PLN sebelum dan sesudah Pak Dahlan. Kesimpulannya: apa yang anda sampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

            Posted by Fendeavor | 26 Oktober 2012, 8:52 pm
    • Bro akadarisman, sebenarnya abah Dis ini memang agak ” kurang beruntung…” Dari segi TIMING. Yang saya tahu dan Abah Dis juga tahu itu… membenahi manajemen suatu perusahaan , apalagi perusahaan selevel PLN… It takes time…

      Disiplin, membangkitkan rasa percaya diri, menumbuhkan sifat anti korupsi butuh waktu… TIDAK BISA INSTAN. 1 tahun itu baru merombak dan meletakkan dasar….seharusnya tetap harus dimonitor n maintenance… ( and it takes time…isn’t it ?! )

      Karena SBY ( dengan S2 M M nya ) ” mampu ” melihat keberhasilan beliau, maka Pak DIS diberi ladang Jihad yang lebih besar , guna menghindari korupsi secepat mungkin… ( tapi ini secara tidak langsung berpengaruh pada sikon dan perkembangan PLN selanjutnya…). dan dampaknya Abah DIS terseret-seret…( sampai kini)

      Tahukah bro kenapa PAK DIS MENANGIS ketika disuruh “meninggalkan PLN ” waktu itu…? ( sebenarnya beliau TAHU efeknya, dan kemungkinan resikonya…) mangkanya beliau sedih dan dengan berat hati meninggalkan PLN.

      Seperti meninggalkan anak yang baru dioperasi… memang sudah keluar dari ICU, tapi masih butuh perawatan dan berobat jalan… Karena cinta tanah air dan kepatuhan beliau pada pimpinanlah, maka beliau meninggalkan PLN ( ingatkan apa komentar beliau ketika ditanya wartawan, kenapa bapak menangis…? )

      Bayangkan betapa beratnya beban riel dan beban perasaan serta tanggung jawab beliau saat itu…? Seorang pejuang ekonomi, pengusaha sukses, dengan ketauhid-an setinggi itu sampai menangis….? pastilah karena beban yang berat dengan segala resikonya yang akan timbul ( dan dia tahu itu…) tapi SBY dan para wartawan mungkin tidak tahu / berpikir sejauh itu.

      Pak Dis butuh waktu 15 tahun untuk membuat kerajaan Jawa Pos, dan SBY HANYA memberi waktu 1 tahun untuk merombak dan memperbaiki PLN…

      Kita tidak bisa memutar jarum jam untuk mundur…maka dari itu yang bisa kita lakukan adalai kita banyak-banyak berdoa untuk beliau…Hopping that Allah will protect , guide and bless Abah Dis to through this wild time.. Amin.

      Salam Dahlanis

      Posted by W. Ning | 26 Oktober 2012, 9:28 pm
    • Bung Fendeafor, Bung Sifyan Usamah dll, kalau anda membaca uraian saya di bawah, mungkin akan bisa sedikit membantu…dan lebih bisa memahami kasus yang mengena Pak Dis saat ini…. Salam Dahlanis

      Posted by W. Ning | 26 Oktober 2012, 9:33 pm
  174. “Pembunuhan Berencana” Bernilai Triliunan Rupiah Setahun

    Posted by administrator ⋅ 10 Januari 2011⋅

    Uji Coba di Tanjung Perak Dulu, Indonesia Timur Bisa Maju

    Inilah “pembunuhan berencana” yang tidak melanggar pasal 340 KUHP (pasal tentang pembunuhan berencana, Red). Inilah “pembunuhan berencana” yang akan bisa menghemat minimal Rp 1 triliun setahun. Inilah “pembunuhan berencana” yang harus dilakukan karena kepepet: di satu pihak jengkel tidak mendapatkan gas, di pihak lain harus melakukan efisiensi secara besar-besaran.

    Yang akan “dibunuh” adalah pembangkit listrik yang amat besar di berbagai lokasi. “Pembunuhan” pertama sedang dilakukan secara kecil-kecilan di Tanjung Perak, Surabaya. “Pembunuhan” kedua akan dilakukan secara besar-besaran di Tambak Lorok, Semarang, pertengahan tahun ini. Lokasi lain menyusul karena masih dikaji oleh teman-teman di PLN.

    Semua orang tahu bahwa PLN selama ini memiliki banyak sekali pembangkit listrik yang “salah makan”. Pembangkit-pembangkit itu seharusnya diberi “makan” gas. Namun, karena tak ada gas, pembangkit-pembangkit tersebut terpaksa diberi “makan” solar. Mahalnya minta ampun. Di sinilah pemborosan triliunan rupiah terjadi setiap tahun. Entah sudah berapa lama.

    Di Semarang, misalnya. Pembangkit listrik sebesar hampir 1.000 MW (kalau dibangun sekarang, menelan dana sekitar Rp 15 triliun) mestinya bisa diberi “makan” gas.

    Ada dua skenario untuk mendapatkan gas di situ. Pertama, dari proyek yang disebut pipa gas trans-Jawa. Inilah “jalan tol” gas yang melintang dari Jakarta ke Surabaya lewat Semarang. Pemegang izin proyek tersebut sudah lama ada, tetapi kabar pembangunannya tidak pernah nyata. Di atas kertas, kalau pipa gas trans-Jawa itu dibangun, fleksibilitas distribusi gas menjadi luar biasa.

    Skenario kedua bisa mendapatkan gas dari lepas pantai Semarang. Sumur gasnya ada. Milik Petronas, perusahaan (BUMN) minyak dan gas Malaysia. Petronas sudah setuju menjual gas kepada PLN. PLN juga sudah setuju untuk membeli. Harganya pun sudah disepakati.

    Tetapi, transaksi itu tidak bisa terjadi. Gara-garanya sepele: menentukan siapa yang harus membangun pipanya. Untuk membangun pipa dari sumur gas ke Semarang, Petronas tidak diperbolehkan. PLN juga tidak. Begitulah peraturannya. Harus ditunjuk tersendiri siapa yang boleh membangun pipa tersebut.

    Kalaupun sampai sekarang pipa itu belum terbangun, bukan karena sulit. Justru karena proyek tersebut termasuk bisnis yang amat menggiurkan. Gula itu kian manis kian banyak semut yang mengincar. Padahal, antarsemut tidak dilarang untuk saling mendahului atau saling berebut.

    Akibat perebutan antarsemut itu, PLN menjadi korban. Kesimpulannya: PLN tidak boleh terlalu berharap dari dua skenario tersebut. Harus dicari terobosan lain untuk melakukan efisiensi.

    Memang, kalau saja Tambak Lorok bisa mendapatkan gas, akan bisa menghemat biaya separo. Kinerja pembangkit itu juga bisa meningkat 15 persen karena tidak lagi “salah makan”.

    Memang, sudah lama teman-teman di PLN jengkel dalam menghadapi kelangkaan gas seperti itu. Tetapi, jengkel saja tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, bisa merugikan kejiwaan. Maka, saya meminta para ahli di PLN yang jumlahnya luar biasa banyak itu berpikir di luar kebiasaan. Energi jengkel dialihkan untuk menciptakan terobosan.

    Maka, lahirlah ide besar ini: melakukan “pembunuhan berencana” secara besar-besaran. Yang harus “dibunuh” adalah pembangkit listrik di Semarang yang borosnya bukan main. Kalau sukses, “pembunuhan” itu akan bisa menghemat biaya sekurang-kurangnya Rp 1 triliun setiap tahun.

    Ahli-ahli di PLN sudah menemukan caranya. Begini: Kebutuhan listrik di Semarang adalah 900 MW. Karena itu, di Semarang disediakan pembangkit listrik hampir 1.000 MW di Tambak Lorok. Alangkah besarnya. Hampir sama dengan listrik yang tersedia untuk seluruh Indonesia Timur. Untuk bisa mematikan pembangkit di Semarang itu harus bisa menemukan pasokan listrik dalam jumlah yang sama sebagai penggantinya.

    Diskusi dilakukan berkali-kali. Ditemukanlah beberapa sumber listrik lain untuk Semarang. Pertama, dari GITET (gardu induk tegangan ekstratinggi) di Ungaran, selatan Semarang. Teman-teman PLN memutuskan untuk memasang trafo IBT (interbus transformer) tambahan di Ungaran. Tambahan IBT itu akan bisa mengalirkan listrik ke Semarang 400 MW. Sumber listriknya diambilkan dari sistem 500KV trans-Jawa.

    Kekurangan 500 MW lagi akan diambilkan dari pembangkit baru di Rembang (2 x 300 MW) yang sudah hampir jadi. Dari Rembang, listrik akan dialirkan dengan sistem 150 KV ke Semarang. Di luar itu, masih akan ada back-up dari pembangkit baru Tanjung Jati yang juga segera selesai.

    Maka, cukuplah listrik untuk Semarang tanpa harus menghidupkan pembangkit yang “salah makan” itu. Dari pemikiran tersebut, penghematan yang luar biasa besar bisa dilakukan segera. Tidak lagi menunggu gas yang entah kapan akan tiba di Semarang. Dengan demikian, fungsi pembangkit listrik di Tambak Lorok itu bakal berubah. Hanya akan disuruh jaga-jaga kalau-kalau ada kerusakan di sistem 500, di GITET Ungaran, atau di transmisi dari arah Rembang.

    Sebagai “latihan” untuk “pembunuhan berencana” itu, teman-teman PLN kini sedang mencoba secara lebih kecil di Surabaya. Di Tanjung Perak, beroperasi pembangkit sebesar 100 MW (2 x 50 MW). Ini juga “salah makan”. Satu pembangkit itu saja besarnya sudah sama dengan seluruh pembangkit PLN di Provinsi NTT, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat jika dijadikan satu. Kalau saja pembangkit di Tanjung Perak tersebut berhasil dimatikan dan BBM-nya dialihkan untuk melistriki provinsi-provinsi itu, alangkah majunya Indonesia Timur.

    Setelah pembangkit di Tanjung Perak dimatikan, dari mana mendapatkan ganti 100 MW? Teman-teman PLN sudah menemukan sumbernya: dari GITET Ngimbang (antara Babat-Jombang). Saya sudah berkunjung ke GITET itu dan pembangunannya memang sudah selesai. Satu sirkuit sudah berfungsi dan satu sirkuit lagi sedang diuji coba.

    Apalagi, fungsi pembangkit di Tanjung Perak tersebut ternyata lebih banyak sebagai penghasil tegangan reaktif. Listrik untuk Surabaya sendiri cukup dari sistem 500 KV. Terlalu boros kalau, untuk keperluan daya reaktif, harus menghidupkan pembangkit begitu besar, yang cukup untuk melistriki lima provinsi di Indonesia Timur.

    Bagi Surabaya, yang rawan justru macetnya proyek GITET Surabaya Selatan sehingga bisa saja Surabaya terkena pemadaman berat kalau terjadi gangguan di sistem itu. Kini sedang diupayakan bagaimana proyek yang macet sejak 12 tahun lalu tersebut bisa bergerak lagi.

    Kalau “pembunuhan berencana” di Tanjung Perak dan Semarang itu berhasil tahun ini, tidak tertutup kemungkinan cara yang sama akan dilakukan di beberapa lokasi lain di Jawa.

    Entah berapa triliun rupiah lagi akan bisa dihemat!

    Kepepet memang sering membuat orang lebih kreatif. Gara-gara kepepet tidak mendapat gas, ditemukanlah cara berhemat yang lain. Tetapi, bukan berarti tidak memberikan gas ke PLN bisa diterus-teruskan! (*)

    Dahlan Iskan
    CEO PLN

    Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 8:53 pm
  175. Malam takbir idul adha mengingatkan sy pd pejantan tangguh di padang savanah ntt, juga proyek sawit-sapi di jambi
    Apa kabarnya ya?

    Posted by Fia | 25 Oktober 2012, 9:06 pm
    • Betul mbak Fia…ditengah terjangan angin puting beliung Senayan pada Suhu kita… rasanya kita jadi kangen pada pejantan tangguh kita… Salam Dahlanis

      Posted by W. Ning | 26 Oktober 2012, 8:51 pm
    • mbak Fia justru gara² nengok sapi yg di Jambi ini Pak Dahlan gak bisa datang rapat di senayan untuk yg ke2 kalinya.
      …..Dahlan punya alasan di balik ketidakhadirannya itu. Saat jadwal rapat kerja pertama, dirinya mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungan kerja ke Jogjakarta. Pada jadwal rapat kedua, Dahlan berada di Jambi untuk melihat program peternakan sapi. Kunjungan tersebut dijadwalkan sejak lama.

      http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=144684#news-comment

      Posted by erust | 26 Oktober 2012, 11:07 pm
      • Makasih pak erust infonya. Tapi sy senang&mendukung pak dis ke jambi drpd meladeni anak2 TK di senayan yg lagi “cariperhatian”. Pak dis dgn kesatria berani bertanggungjawab atas kebijakan yg dilakukan bener2 pejantan tangguh dach
        bandingkan dg menpora (lan sak boloné kabeh) yg kesandung kasus hambalang

        Posted by Fia | 26 Oktober 2012, 11:34 pm
        • sippp, betul mbak FIA…..pokoknya di senayan itu…yg asli uueeeenak di pandang dan dinikmati cuma Es campurnya yg di Kantin aja, bener lho ini mbak… dari pada lihat penghuninya apalagi dengerin ocehannya bikin meradang dah pokoknya.

          Posted by erust | 28 Oktober 2012, 8:24 pm
  176. “Saya tak takut untuk impor, meski banyak yang mengecam.”
    Kamis, 9 Juni 2011, 20:58

    VIVAnews – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan mengancam akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan listrik. Terutama untuk mendapatkan pasokan gas.

    “Saya akan pertaruhkan jabatan saya untuk gas. Kita akan ambil jalan pintas, apapun resikonya, termasuk impor gas,” kata Dahlan Iskan, di Denpasar, Bali, Kamis 9 Juni 2011.

    Dikatakan, jika saja Indonesia menggunakan gas untuk pembangkit listrik di seluruh Indonesia, maka Negara akan hemat sebesar Rp15 triliun tiap tahunnya untuk pembangkit listrik sebesar 5.000 megawatt. “PLN sulit mendapat gas, padahal negeri ini kayak akan gas. Akhirnya kita pakai solar. Untuk mengatasi ini, saya tidak peduli akan ambil langkah apapun,” tegasnya.

    Dikatakan, untuk merealisasikan keinginannya, ia sudah menjajaki dengan Iran. Belum lama ini, ceritanya, ia mengunjungi Iran untuk menjajaki kemungkinan PLN dapat gas dari negeri sosialis tersebut. “Tetapi di Indonesia sudah macam-macam beritanya. Demi Indonesia, saya tidak tidak peduli. Saya tak takut untuk impor, meski banyak yang mengecam,” tuturnya.

    Katanya, tak hanya persoalan gas, pun halnya dengan batubara. Meski Indonesia kaya akan keduanya, tetapi PLN harus menggunakan Solar untuk mengoperasikan seluruh pembangkit listrik di Indonesia. Tak ayal, Dahlan mempertanyakan nasionalisme Indonesia. “Di mana nilai nasionalisme kita? Kita kaya akan keduanya, tetapi harus beli batubara dengan harga standar internasional. Kita juga ancam PLN akan impor batubara,” seru Dahlan.

    Jika dalam waktu dekat persoalan ini tak kunjung selesai, Dahlan mengaku tak segan merealisasikan gagasannya tersebut. “Saya cuma ingin menyelamatkan uang negara. Bail out Bank Century yang hanya senilai Rp7,5 triliun dan terjadi hanya sekali, semua sudah ribut. Kita kehilangan Rp15 triliun tiap tahunnya karena PLN pakai Solar, kok tidak ada yang ribut,” sindir Dahlan.

    Sementara itu, menanggapi keinginan beberapa pihak agar PLN tidak mengimpor gas, Dahlan dengan santai menjawabnya. “Kalau saya dilarang impor gas, ya berikan dong,” jawabnya enteng. (Laporan Bobby Andalan, Bali)

    Posted by JOWI | 25 Oktober 2012, 9:09 pm
    • Mana ne suaranya koplaker koplaker yg otak udang ……baca ne penjelasannya ……..kalo nggak bisa baca biar aku bacakan …..ato lagi kena serangan stroke ringan .

      Posted by setro utomo | 26 Oktober 2012, 10:28 pm
  177. Exclusive wawancara metrotv : Dahlan siap masuk penjara !!!

    MANTAP !!!!

    Posted by match | 25 Oktober 2012, 9:13 pm
  178. Menjelang pemilu legislatif 2014. Alangkah halusnya sebuah partai menampar partai lainnya. Ketua BPK siapa, dari partai apa. Setelah diketahui hasilnya, ada kerugian 37 diundang DI ke senayan. Ketua Komisi VII siapa dan dari partai apa. Tiba-tiba anggota partai yang pernah berkuasa ikut nimbrung menyalahkan DI. Termakan strategi. Sebenarnya kalau DI dipanggil dan datang ujung-ujungnya mengatakan cari gas sulit. Sebab dijual ke Cina. Ini terjadi lantaran perjanjian yang diteken oleh Ibu Presiden. Kalau aku mending yang menanyai DI cukup yang dari partai berkuasa. Partai yang pernah berkuasa diam ajalah. Nanti, partai yang berkuasa malu sendiri…… Ngerti akal-akalan untuk menjatuhkan rivalnya. Ha, ha, ha ha. Akhirnya Dahlan Iskan selamat jugaaaaaaaa. Merdeka.

    Posted by Widi | 25 Oktober 2012, 9:13 pm
  179. pak dahlan …tolong pimpinan PLN pekanbaru di tegur pak,,,masa dlm 1bln bs mati lampu 2-3 kali…..tanpa alasan yg jelas ..hujan gk hujan ttp mati lampu.,,bikin kepala panas aja PLN pekanbaru gk ada yg becus..! makasih pak dahlan.pak dahlan harus turun ke pekanbaru utk meninjau cara kerja anak buah anda pak !

    Posted by ALEX | 25 Oktober 2012, 11:59 pm
  180. Kalau menteri seperti ini yang akan diganti oleh DPR, maka lebih baik saya pindah ke planet lain. Ya betul planet lain! Tidak sudi saya satu planet dengan makhluk2 bedebah itu …

    Posted by Taufik | 26 Oktober 2012, 2:49 am
  181. Ya Allah Yang Maha Adil….berikanlah kekuatan pd diri Bpk DI…mg beliau kuat menghadapi mua ujianMU…buat anggta yg ktx wakil rakyat bukalah pintu hati mereka tuk segera tobat…

    Posted by mbak bro | 26 Oktober 2012, 8:12 am
  182. Selamat ultah pak…teruslah berkarya pak..bumn butuh org2 yg mau kerja keras tanpa pamrih..buatlah kami bangga pak..kami lebih percaya kepada bapak daripada manusia2 yg katanya ” wakil rakyat”. Rakyat melihat,mendengar,merasa, siapa yg bekerja untuk rakyat dan siapa hanya omdo doang..

    Posted by Dody | 26 Oktober 2012, 8:55 am
  183. Yang saya khawatirkan dari kasus ini, ada skenario yang dirancang seperti pada kasus Century, korbannya Sri Mulyani. Sebuah kebijaksanaan yang harus diambil pada saat situasi genting dipelintir para anggota Kebon Binatang Senayan sebagai tindak pidana. Dalam kasus ini Pak DI yang mau didongkel. Dasarnya mesin ATM partai-2 politik yang selama ini sumber duitnya berasal dari BUMN distop oleh Pak DI..Maklum beliau nggak mau disetir oleh kekuatan manapun…wallahualam

    Posted by cak-mat | 26 Oktober 2012, 10:13 am
  184. selamat hari lebaran semuanya
    mohon maap lahir dan batin

    numpang komentar sedikit
    Sukurlah pak dahlan tidak mau memenuhi panggilan DPR komisi vII
    Hingga akhirnya menjadi bahan liputan berbagai pemberitaan

    Ini bukan salah atau benar antara DPR dan pak dahlan
    Tapi masalah gas
    Gas itu ternyata bisa mempengaruhi kehidupan semua orang
    Sebab bila PLN pakai gas, katanya bisa menghemat 37 trilyun dalam dua tahun
    bila dihitung rata rata 18,5 trilyun setahun
    Andaikata PLN pinjam uang 500 trilyun untuk membangun pembangkit listrik
    kemudian dicicil 18,5 trilyun setahun, 30 tahun kemudian akan lunas

    Membangun pembangkit listrik dengan dana 500 trilyun,
    Rasanya tidak hanya membuat indonesia terang benerang
    Tapi pabrik pabrik akan tumbuh subur diseluruh penjuru negeri karna listrik tersedia
    pengangguran turun drastis dan kemakmuran bukan lagi hayalan

    Pertanyaannya kenapa pln masih pakai bbm
    jawabannya karena indonesia lebih suka jual gas daripada memakainya
    Kenapa bisa begitu
    Jawabanya negeri ini salah urus

    Mudah mudahan keributan ini menarik minat banyak ahli
    untuk memberikan masukan kepada pemerintah guna memperbaiki
    segala kesalahan dimasa lalu.
    bukan menghabiskan energi untuk mencari siapa yang salah.

    Terima kasih pak dahlan
    Karna keberanian bapak masalah ini jadi terangkat.
    Mudah mudahan pertemuan bapak dengan DPR kelak,
    bisa memperbaiki salah urus bangsa ini dimasa lalu.

    Amin

    Posted by Anang banjar | 26 Oktober 2012, 10:16 am
  185. Ada satu hal lagi..yang cuap menyalahkan Pak DI pasti nggak pernah menjabat level Direktur, yang harus membuat keputusan pada saat situasi genting hidup-mati sebuah perusahaan.

    Posted by cak-mat | 26 Oktober 2012, 10:19 am
  186. Ditunggu aja deh episode selanjutnya…!!!

    Posted by afauziri | 26 Oktober 2012, 1:27 pm
  187. Dijadikan manusia yg dalam keadaan gelap gulita itu memandang baik apa yg akan/telah mereka kerjakan .

    Pak DIS … terus-lah pegang teguh kebenaran & berbuat-lah banyak hal yang memberikan manfaat pada rakyat.

    Hikmah IDUL ADHA wujud nyata cahaya terang, yang dengan cahaya itu seseorang dapat berjalan ditengah2 Manusia yg tamak harta & tahta.

    Ingat-lah bahwa tiap jiwa akan merasakan mati & tidak akan bisa lari dari pertanggungjawaban atas perbuatan-nya.

    Posted by aristi | 26 Oktober 2012, 2:15 pm
  188. Membahas masalah gas … adalah masalah sistemik. Ujung-ujungnya ada di LNG Tangguh Papua.
    Memasok gas ke china saja bisa, menyejahterakan china saja bisa. Mengapa memasok gas ke PLN malah tidak bisa???
    Akar masalahnya di mana??? Ya terletak di LNG Tangguh Papua.
    Ini artinya apa??? Oknum anggota Dewan yang tkeras mengkritik Abah, bisa diibaratkan Maling teriak Maling.Penjahat teriak penjahat. Partainya adalah akar masalah kerugian dan pemborosan uang negara, sehingga ditandatangani perjanjian LNG Tangguh yang merugikan keuangan Indonesia.
    Sebelum mengadili Abah, sebaiknya bercermin lebih dulu. Jangan sampai Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

    Posted by Djoko Sawolo | 26 Oktober 2012, 3:43 pm
    • to Mas Djoko Sawolo and friends…Masalahnya mengharapkan ke-arif- an dari partai yang besar hanya dengan berlindung dibawah nama besar sang Ayah adalah sangat sulit….

      Coba perhatikan sifat asli anaknya ketika menjadi penguasa… anda lihat prosesnya bagaimana dia mendapatkan kekuasaan itu… menggulingkan Gus Dur…( ingat itu…? ) padahal kita semua tahu di jaman Orde lama, bagaimana sayangnya Gus Dur pada dia… ( seperti menyayangi adiknya sendiri). Tapi apa balasannya ?

      Dan ketika kekukasaan sudah di pegang, apa yang dilakukannya untuk negara ? membuat satu departemen setingkat menteri yang bertugas : menyehatkan BUMN, dan sesudah sehat DIJUAL … ( berapa keuntungannya ? berapa fee nya ? sebagai sarjana ekonomi saya tahu itu sangat besar… setidak-tidaknya cukup besar untuk menggemukkan partai )

      Tahukah anda berapa pom bensin yang dimiliki oleh keluarga besarnya ? ( yang ini saya yakin andapun tahu bukan ? )

      Dan ketika diadakan pemilu sesudahnya, rakyat TIDAK memilih dia, anda masih ingat bukan apa yang terjadi ? ngambeg…kecewa dan marah…sampai sekarang dia meletakkan dirinya dan partainya sebagai oposisi . tahu kan apa artinya oposisi ? ( kalau ada keberhasilan, diam…TAPI kalau ada kekurangan dikritik )

      Sesungguhnya sayapun hampir hopeless dengan pemerintahan dan politik di 15 th belakangan ini… namun munculnya PAK DAHLAN ISKAN bagaikan secercah harapan…tetes-tetes embun penyejuk di hati dan pikiran kita di negeri tempat kita berpijak ini….

      Beliau seperti pemimpin pilihan untuk saya ( semoga untuk negeri ini pula…), bukan mengkultuskan, tapi memilih pemimpin yang bisa menjadi tauladan di NKRI saat ini adalah sulit dan langka…

      Abah Dis, dengan pengalaman hidupnya, ke- tauhid-annya , kepribadiannya, keberhasilannya dan kemampuannya sebagai wartawan sungguh menjadi SUHU untuk saya ( dan para Dahlanis …). Sang Guru ini mampu membuat saya menetes air mata haru, kagum, bersemangat / terinspirasi, kadang tertawa ngakak !!!

      Yang terakhir saya mengajak para Dahlanis, selain membela Suhu kita, jangan lupa BERDOA…( sesuai dengan keyakinan masing-masing ). Ketika kita tidak bisa berharap pada manusia ( apalagi berharap pd partai oposisi ). satu-satunya harapan adalah berharap dan memohon padaNYA…( untuk keberhasilan, kesehatan dan perlindungan pada Suhu kita…) .

      Semoga ini bisa menjadi bahan perenungan… Terima kasih atas kekompakan teman-teman …I am proud of Us ( Dahlanis ) yang begitu tulus menghargai Pak DIS dan gigih membela Sang Suhu… Semoga itu manjadi ibadah buat kita. Membela kebenaran itu bagian dari amar ma’ruf nahi munkar bukan ? Salam Dahlanis, Gbu All

      Posted by W. Ning | 26 Oktober 2012, 8:40 pm
  189. lanjutkan…

    Posted by abu syifa | 26 Oktober 2012, 4:22 pm
  190. bener kata mas @Yama, mendidih tapi hati kudu dingin.. (trying so hard..)
    kemungkinan:
    - mungkin tidak ini adlah pengalihan isu?
    - atau jika mungkin ada skenario seperti sri mulyani, wez ta lah DIS turun, SBY akan turun, kalau perlu revolusi..
    saya tidak anti SBY, tapi hati ini tidak rela rasanya orang seperti DIS harus kalah oleh yg namanya politik busuk. cukup sudah!
    ini bukan DIS yang kalah, tapi rakyat indonesia yg kalah jika sampai DIS turun.
    - atau mungkin sasaran tembak sebenarnya bukan DIS. misal jero wacik, pertanyakan prioritas gas atau lebih jauh ttg ketersdiaan gas n yup ujung2nya ke Tangguh (era Bu Mega) atau apalah gitu. kenapa memaksa belok lewat DIS? mungkin dengan ini ibarat sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui. dapat DIS dgn image jelek dan dapat sasaran tembak sesungguhnya.. maklum DIS kandidat alternatif RI 1 (pembunuhan karakter)

    wah maaf ini ulasan wong ndeso campur agak emosional. intinya gak rela! gak rela!…
    mas @Yama, maaf masih panas, insya Allah komen berikutnya da adem..

    Posted by Anno | 26 Oktober 2012, 8:16 pm
  191. Dajjal skarang berlindung disebuah tempat berupa gedung megah bernama Gedung DPR RI. mengaku bersiiiiih padahal anjriiit bikin bau se Indonesia. Rakyat gug bs dibodohi lg. Tunggu tanggal mainnya….. DPR VS Rakyat yang muuuuuuak.

    Posted by Manihot Ultissima | 26 Oktober 2012, 8:52 pm
    • Ini mengingatkan kita akan BAHAYA-nya pemimpin Negara yang kurang amanah dan bertanggung jawab…
      Jaman Orde lama yang membuat perjanjian tentang Free Port…

      Jaman megawati perjanjian gaas dengan China…

      ke 2 perjanjian itu merugikan negara ( tapi menguntungkan pihak-pihak tertentu ), membuat rakyat menderita bahkan menimbulkan adanya OPM…makanya Pak DIs mati-matian berusaha membangun besar-besaran di Papua…

      Free Portlah yang belum membayar dividen sehingga Pak Dis disalahkan pihak Senayan karena setoran BUMN berkurang

      Perjanjian penjualan Gas murah ke Chinalah yang membuat Pak Dis kekuarangan gas untuk di PLN dan membuat beliau sekarang dikejar-kejar pihak senayan

      Mari kita berdoa untuk Pak Dis…

      Posted by W. Ning | 26 Oktober 2012, 9:50 pm
  192. Pak Dahlan yang terhormat,

    Rakyat Indonesia sudah kalah telak oleh Pansus Century, Sri Mulyani Indrawati sebagai simbol Integritas, Srikandi kebanggaan Inonesia dizolimi dan difitnah hanya untuk kepentingan politikus-politikus busuk….Tapi beliau tetap menang. karena berhasil tidak didikte oleh kepentingan2 politis.

    Berbeda dengan Sri Mulyani, Bapak punya kekuasaan besar, bapak punya jaringan media yang kuat, Relasi yang luas, dan pengaruh kuat di kalangan bisnis. Pak Dis harus lawan mereka, jangan biarkan mereka merajalela, kasih pelajaran buat mereka.Pak.

    Terimakasih.

    Posted by rickygonzales | 26 Oktober 2012, 9:47 pm
  193. Setelah KPK Vs Polri dalam “konflik” penanganan kasis simulator yang mayoritas simpati dan dukungan untuk KPK. Sekarang jika DPR bermaksud buat masalah dengan Pak Dis maka tak ada keaguan sedikit pun dari kita untuk berpihak, simpati dan mendukung Pak Dis. Kenapa? Disatu sisi bagi kita yang mengikuti perjuangan Dahlan Iskan, maka kita tahu bahwa kita sedang menumbuhkan Hope atas nasib bangsa melalui figur-figur pekerja, pejuang yang berkiprah nyata di lapangan dan tidak mau terjebak kepada keribetan birokrasi, politisasi apalagi KKN dalam berkarya. Disisi yang lain DPR sebagai lembaga wakil rakyat (katanya) namun dalam kesehariannya memalui perilaku dan pernyataan-pernyataannya tidak memberikan contoh yang baik apalagi memperjuangkan kepentingan rakyat. Mereka sibuk sendiri dengan partai dan kepentingannya, buat banyak polemik dan tentu kita tahu banyak mereka yang “bermasalah”. Sudah rahasia umum lahh banyak anggota DPR yang pada saat akan mencalonkan diri dan kampanye butuh modal besar. Dengan kondisi seperti ini sangat tidak pantas orang-orang dan lembaga itu kemudian seolah-olah bagai mahluk suci dengan menunjuk pihak lain salah dan bermasalah, tak tahu malu dan sangat munafik. Lembaga ini sudah pada posisi yang tak tahu malu dalam perilaku dan perkataannya. Jadi? Silakan DPR kalau mau “berurusan” dengan Pak Dis, hal ini tidak akan menyurutkan semangat, bahkan justru malah menyulut semangat Anti dan Bubarkan DPR. Dan setelah ini justru kualitas dan kapasitas Pak Dis sebagai Pemimpin akan makin teruji. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 26 Oktober 2012, 10:09 pm
    • Tenang Bro Akadarisman… Suhu kita ini pintar…beliau pasti punya ” kart turf “… ( beliau tahu siapa yang dihadapi dan baliau tahu ” bagaimana” cara untuk menghadapinya kok…) Berdoa saja ya…

      Posted by W. Ning | 27 Oktober 2012, 6:09 am
  194. Aku memandang persoalan Pak Dis dan DPR dari sisi politis. Ingat selevel menteri adalah pemain politik.
    Aku tahu SBY itu pinter. Aku kenal betul sama Bapaknya. Dan, aku berkali-kali mewawancarainya saat tergusur dari kabinet.
    Teman, tahu kan kedekatan SBY dan Ketua BPK.
    Teman, sangat ada kemungkinan Anas harus turun dari Mercy 1. Kalau tidak maka saat pemilu nanti Demokrat bisa kehilangan pemilihnya.
    Yang paling ideal adalah mengganti Anas dengan cara dijadikan tersangka. Karena jalan untuk kesana ada.
    Pertanyaannya adalah, siapa pengganti Anas.
    SBY, yang lama di teritorial paham betul soal ini.
    Untuk mencari pengganti Anas SBY harus menguji kualitasnya dari banyak sisi. Kalau mampu berarti layak.
    Tahukan teman, SBY menyukai cara kerja Dahlan. Setidaknya bisa dilihat dari kemanapun pergi DI sering diajak. Bahkan model rapat keliling gaya DI sempat ditiru SBY.
    SBY sedang menguji DI.
    Makanya Sutan Batugana senyum senyum saja. Sedang Max Sopacua sempat keblegong.
    Tahukah teman. PDI-P sangat berhati-hati dalam bersikap. Sebab, sebuah pertanyaan dari PDI-P seperti sebuah sayatan pisau di tubuh Ibu Mega. Sebab, ujung-ujungnya lari ke Mega.
    Lihat saja, sehabis reses masihkah DI dipanggil.
    Mungkinkah ini cara halus untuk menjatuhkan PDI-P. Sebab, dari senayan akan memunculkan suara seluruh rakyat Indonesia seperti kooor. Oh, yang bikin gas dijual murah ke cina, dan PLN rugi adalah Ibu…….
    Karena itu teman, jangan hanya terpancing soal angka 37 T. Ini adalah permainan tingkat tinggi yang disusun SBY.
    Aku berharap DI lolos dari ujian ini. Sebab, ini ujian untuk masuk dunia politik. Ini ujian dari SBY untuk memastikan DI layak tidak memimpin Demokrat.
    Teman. Jika DI sudah memimpin Demokrat sungguh jalan menjadi Presiden RI jelas.
    Kira-kira pertimbangan SBY adalah. Menteri yang paling dibicarakan setara Presiden siapa. Ya DI. Ini seperti langkah SBY saat dipecat. Dia rajin ke mana-mana sambil membicarakan konsep membangun Indonesia. Langkah SBY dianggap sebagai langkah calon Presiden.
    Langkah DI yang diminta bicara di banyak forum, lalu menggondong anak kecil. Ini adalah langkah Presiden.
    Jika DI tidak diambil Demokrat, partai lain akan mengambilnya. Daripada menjual ketuanya yang tidak layak jual, mending menjual DI, yang sampai saat ini belum pernah menjadi pengurus partai.
    Kawan kita tunggu saja..
    Aku do’akan DI menjadi Prersidenku.

    Posted by Widi | 26 Oktober 2012, 11:09 pm
    • Pssssst… Pssssttt…
      Jangan keras-keras ngomongnya Wid…nanti pasukan kentut pada denger

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 27 Oktober 2012, 12:04 am
    • nah, nah…ini komen paling top margo top. analisa bung widi tajam setajam silet. mendinginkan bara. menyejukkan hati… memberikan harapan…indONEsia saja!

      Posted by @yama | 27 Oktober 2012, 5:02 am
    • Ulasan yang baik, pak Widi, untuk pengetahuan kita dari perspektif politik. Memang suka tidak suka ketika berada di level Menteri atau lebih tinggi, maka sudah harus berurusan dengan politik. Yang jelas kondisi ini memang menunjukkan bahwa sosok pak Dis sudahh dalam level “membahayakan” bagi siapapun dan kelompok manapun yang punya kepentingan dengan suksesi 2014. Mari kita doakan saja yang terbaik untuk Pak Dis dan bangsa ini. Semoga beliau diberikan ketabahan dan bimbingan oleh Allah SWT dalam melewati setiap peermasalahan. Jadi apapun beliau di kemudian hari insya allah senantiasa untuk kemaslahatan bangsa ini. Dan pak Dis menjadi RI 1 adalah harapan dari sebagian bangsa Indonesia yang menginginkan kemajuan dan kejayaan. Semangat Pagi & Salam DahlanIs.

      Posted by akadarisman | 27 Oktober 2012, 6:03 am
    • yaaaah Bung WIDI… kok do “Open” sih…. kan tau sendiri banyak kutu busuk di sini… Yang masuk n komen apalagi yang ” mengamati” blog ini Buanyaaaak mas… hampir semua para pejabat n penghuni senayan mengamati n sesekali menyamar sebagai komentator di blog ini…..weeh – weleh… anda ini bagaimana ta maaasss

      Saya sudah lama menganalisa hal ini….dan ketika ” Menemukan” ujungnya saya seneng…makanya mendukung beliau, selain saya mendapatkan banyak hal positif sebagai Dahlanis… akan memiliki pemimpin R Iyang amanah ( kemungkinan pasangannya saya juga tahu ) tapi saya tahan…

      Tahukah anda, komen anda yang “Open” itu akan membangunkan ‘Macan tidur…?” walaupun macan itu ompong ( tidak bisa membunuh karena gak ada giginya ) tapi dia masih bisa mencakar, menendang dan mengaummm… dan bunyinya bisa terdengar ke seluruh hutan… Auman yang sudah dibumbui intrik akan membuat orang yang tadinya nggak mikir ke situ jadi mikir… ” oh ya ya…jangan-jangan…” .”Open” anda ini akan membuat sang macan marah dan memakai berbagai cara untuk menghalangi pak Dis ke RI 1…( anda tahu kan dalam politik ” segala cara” itu bisa…? )

      Kita sebagai Dahlanis sebiknya mendukung, melebarkan jalan dan membantu membersihkan sampah / rintangan yang menghalangi jalan beliau ke RI 1. PLEASE…kalau anda gak keberatan tolong ” open ” anda itu di remove, dan begitu anda remove saya juga akan meremove komen saya. Bagi para Dahlanis jangan lagi koment tentang hal ini…( koment yang lain jalan terus…). kita harus cepat-cepat bersihkan jalan, hilangkan jejak. semoga sang macan masih tidur dan belum mengaummm… saya tunggu actionnya ya bung Widi… Salam Dahlanis.

      Posted by W. Ning | 27 Oktober 2012, 6:04 am
      • Mantab nih Pak Widi ama Bu Ning, …akir2 ini saya lihat iklan Nasdem seperti cuplikan MH perdana kirain mereka yg akan dukung karena metro tv juga sering banget mengundang abah diacara2 dialog mereka, kick andy, mata najwa, sentilun etc. dan semuanya dg apresiasi yg baik keabah.

        Posted by JOWI | 27 Oktober 2012, 6:57 am
      • Hehehehehe….
        Ga pa-pa kok.
        Cuma kasihan saja para pasukan kentut tamu kita yang keparat itu. Pasti mereka terpukul sekali membaca analisa Widi, mereka pasti tidak mampu membuat sebuah analisis seperti ini, maklum nalar mereka kan gak beda jauh dengan nalar majikan mereka. Nalar Nyungsep.
        Saya khawatir mereka jadi stress dan depresi berjamaah, lalu bawa-bawa pistol mainan shalat di Istiqlal. Nanti ditangkap polisi. Kasian kann…

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 27 Oktober 2012, 1:31 pm
      • Baiklah kawan, aku akan diam. Aku yakini Dahlan Iskan menang. Saya menulis ini dengan keyakinan SBY dan para mentri menyimaknya. Aku sudah membuktikan. Saat itu, sesaat setelah berkomentar di blog ini pengusaha timah nakalan itu hengkang dari tanah kelahiran SBY.

        Posted by Widi | 27 Oktober 2012, 8:17 pm
        • Jangan diam mas WIDI, tapi koment yang menyemangati aja…( jangan bongkar skenario kelas hahid yg anda tahu ya… psssst )

          Tetaplah aktif…ini adalah dunia Dahlanis… semua boleh koment ( asal… ) Ditunggu komentnya ya…
          Salam dahlanis. Gbu

          Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:16 am
    • Maaf saya secara pribadi kurang setuju dengan analisa dari Bpk, karena bagi sy analisa seperti ini terlalu mentah. sy mengidiolakan Pak Dahlan karena justru beliau bukan berasal dari partai manapun, seandainya Abah DIs nanti 2014 dipinang salah satu partai besar manapun. itu sah dilihat dari kinerja dan kualitas Abah, bukan hasil rekayasa pihak tertentu. Jadi maaf-maaf orang seintegritas Abah tidak mungkin tidak tahu jika beliau ” digiring “. Dahlan for RI 1 harus berasal dari grass root, bukan hasil rekayasa. Merdeka Abah….

      Posted by Manihot Ultissima | 27 Oktober 2012, 8:51 am
      • Hehehe.. Setuju tidak setuju, suka tidak suka, mau tidak mau begitu lah yang namanya politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Saya termasuk orang yang kurang suka dengan kerjaan pengamat politik yang ulasannya kadang-kadang “maksa” dan tidak masuk akal, tapi begitu lah politik. Bisa jadi itu betul, 3/4 betul, 1/2 betul, 1/4 betul, salah atau salah sama sekali. Hehehe.. Saya bisa memahami mas Manihot ini, tapi percaya lah Pak Dis tahu apa yang harus dilakukan. Orang lain bisa saja atur mengatur, rancang-merang atau merekayasa dengan menjadikan pak Dis sebagai aktor tapi aktor sekelas pak Dis adalah aktor kawakan yang tidak akan berakting sesuai kemauan sutradara manusia, beliau hanya akan berakting sesuai skenario dari Yang Maha Kuasa, Takdir. Let’s pray for pak Dis.

        Posted by akadarisman | 27 Oktober 2012, 9:24 am
        • Bravo bro akadarisman…saya juga mikir begitu…( walaupun dalam hati mencoba ” mengikuti ” pola berpikir abah Dis…) tapi saya yakin, orang sekaliber Abah , mewakafkan dirinya untuk orang banyak, tidak ngoyo… sangat pasrah padaNYA…

          Beliau tahu apa yang dikerjakan, tahu siapa yang dihadapi dan tahu bagaimana cara menghadapi…bahkan resikonyapun beliau tahu…. ( apa sih yang dikhawatirkan dari orang yang sudah tidak takut sakit, tidak takut mati, bahkan masih berucap Alhamdulillah…)

          Hanya do’a yang bisa kita berikan… bagi saya apapun jabatan beliau, selama berguna untuk kemaslahatan umat banyak, itu adalah berkah… dan saya akan dukung… Salam Dahlanis.

          Posted by W. Ning | 27 Oktober 2012, 9:44 am
        • Tapi Pak Kadar, pendapat Pak Manihot ada benarnya juga mengenai kepartaian. Pak DI pada masa jabatan menteri sudah mengeluarkan 12 larangan yg beberapa diantaranya ttg partai politik. Konsekuensi dari larangan beliau kalao bener mau gabung ke partai mesti keluar dari kementrian dan ini bertentangan dg program2 beliau yg semua targetnya thn 2014. Saya yakin beliau ingin mengawal program yg udah direncanakan tsb. Makanya beliau selalu bilang Allahu ‘ala kulli syai’in qodiir kalau ditanya soal RI-1.

          Posted by JOWI | 27 Oktober 2012, 9:52 am
          • setuju Pak Jowi. terlalu pagi dan timpang untuk mengambil kesimpulan ” nyleneh ” mengenai fenomena yang terjadi sekarang terhadapa Abah DIs. Pak Akadarisman juga pasti sadar bahwa kesimpulan sekecil apapun pada saat seperti ini bisa menimbulkan dampak yang ” kontra produktif “, terutama bagi kami-kami -wong deso- yang mencintai Abah apa adanya, meski dalam hati meng-amin-i apa yang disampaikan Pak Widi, tapi rasanya kok gk rela gitu atas analisis beliau.
            Adalah sebuah keniscayaan bagi Indonesia kedepan jika ingin maju sejajar dngn bangsa lain, membangun hope-hope dan semangat baru yang penuh energi positif, dan kami melihat Hope dan semangat itu sudah nampak dalam Tulisan-tulisan dan sepak terjang Pak DIs. Jika sosok Pak Dis menjadi buah bibir Rakyat kebanyakan sekarang ini maka itu artinya rakyat sedang berusaha untuk mengimplementasikan hope mereka menjadi sebuah gerakan lewat gebrakan Pak DIs, sudah tentu menjadi keniscayaan pula bagi rakyat kebanyakan untuk medukung Pak DIs menjadi RI1 dengan atau tanpa partai sekalipun titik
            Rakyat sudah muak dengan slogan, jorgon dan kampanye yang isinya hanya janji. Rakyat butuh kerja kerja kerja nyata dan dapat dirasakan hasilnya. Salut buat Dahlanis dan DIs mania mari kita Dukung terus Pak DIs demi indonesia lebih baik. Wassalam

            Posted by Manihot Ultissima | 27 Oktober 2012, 11:29 am
      • Sebenarnya mudah, sudah ada contoh nyata : JOKOWI – AHOK….mereka diusung PDIP – GERINDRA, tp tetap tdk bisa didikte oleh kepentingan partai, yg lebih mengejutkan Jokowi tetap hormat dan santun pada SBY….apa kata si Ibu???

        Posted by rickygonzales | 27 Oktober 2012, 9:05 pm
    • kalaupun demikian, menurut saya, Pak DIs yang rugi ikut partai yang dicap rakyat sarang koruptor. Mohon pencerahannya P Widi..maklum bukan ahli politik

      Posted by cak-mat | 27 Oktober 2012, 2:16 pm
      • Cak Mat, pengabdian paling tinggi di negeri ini adalah menjadi pemimpin negeri. Jika menjadi pemimpin umat dunia itu keniscayaan. SBY adalah negarawan. Dia sudah memikirkan siapakah calon penggantinya. Dia tahu persis strategi perangnya Sun Tzu. Maka analisa pertamanya adalah; siapakah para menterinya yang bisa bekerja sangat memuaskan. Terus etung-etung (kalau negara demokrasi) calon yang dipinang SBY itu nanti bisa menggaet suara berapa.
        Coba dihitung; jumlah pemilih adalah empat per enam dari jumlah penduduk. Coba hitung DI bisa mendulang suara dari mana saja. Setidaknya Jawa Timur… dan orang-orang yang berhutang budi. Tidak satu orang.
        Pemilukada DKI membuktikan didukung oleh kumpulan partai hebat bukan jaminan.
        Cak Mat, dalam negara Demokrasi memang kita harus berpolitik. Paling rendah addalah memberikan suara dalam Pemilu.
        Jika DI masuk dunia Politik, tentu beliau harus keluar dari kementerian. itu komitmennya.

        Posted by Widi | 27 Oktober 2012, 8:30 pm
    • Analisanya masuk akal juga, saya rasanya geram tapi senang juga. Geramnya, kalau memang benar berarti kasus-kasus besar menyangkut SBY dalam kecurangan pemilu 2009 dan kasus Century mungkin selamanya tidak akan terungkap tuntas karena bagaimana mungkin Abah DIS tetap meneruskan pengusutan kasus-kasus tersebut dan berujung terbongkarnya peran sentral SBY dalam kasus-kasus tersebut, padahal SBY-lah dalam hal ini yg membuka jalan Abah bisa menjadi RI1. Senangnya ya kalau analisa ini tepat berarti cita-cita kita semua dahlanis bisa terwujud : menjadikan Indonesia yang lebih baik, maju dan bersih dibawah komando abah DIS. Tapi biarlah demi cita-cita yang lebih besar saya rela dendam lama dilupakan, Demi Indonesia Bravo DIS #SAVE DIS

      Posted by gobed | 28 Oktober 2012, 12:48 am
    • Nah analisis jitu bung Widi….itu harapan mayoritas rakyat indonesia yang sudah paham kredibilitas DI……Santun.amanah, iklas,Sepi ing pamrih rame ing gawe…..salam dahlanis!!

      Posted by mustail | 28 Oktober 2012, 3:06 pm
    • Suka heran sama pendukung Pak Dahlan tp sangat anti dan membenci SBY…..mereka kan sehati…SBY oke lho dibanding ketua parpol lain…yg fair sajalah penilaiannya.

      Posted by rickygonzales | 28 Oktober 2012, 10:07 pm
  195. Kenaikan peringkat Indonesia dari beberapa kriteria mencapai 17 peringkat, 11 di antaranya dari kriteria kemudahan mendapatkan listrik. “Sehingga secara keseluruhan Indonesia naik dua peringkat
    http://us.bisnis.news.viva.co.id/news/read/362686-29-persen-masyarakat-ri-belum-tersentuh-listrik

    Posted by Manihot Ultissima | 27 Oktober 2012, 11:43 am
  196. Saya sih,.. berharapnya Pak DI tetap jadi menteri BUMN seumur hidup, semangat ya pak!.

    *loh?…

    Posted by jyounin | 27 Oktober 2012, 12:08 pm
  197. kaloo abah dis di recalll apa lagee masuk penjara lihat ajeee …. gedung DPR bakaaaaarrrrr !!!!!

    Posted by atef | 27 Oktober 2012, 12:23 pm
  198. DENGAN INI
    SAYA (RAKYAT) MENCABUT MANDAT SAYA KEPADA DPR

    DAN MENGUSULKAN RAPAT AKBAR DI BUNDARAN HI UNTUK MEMBENTUK
    ALIANSI RAKYAT PENGAWAS DPR RI (AR PADERI)

    PERTANYAKAN KE DPR,
    SAMPAI SEKARANG BERAPA UU PRODUK MEREKA?
    BERAPA PERSEN MEREKA HADIR DALAM RAPAT2 DEWAN?
    KEBERADAAN DPR JADI PENDUKUNG ATAU PENGHAMBAT KEMAJUAN RI?

    BANYAK SUDAH KITA MENYINDIR, MENYENTIL,MENEGUR DPR
    ……..TAPI TETAP SAJA.

    AYO TURUN KE JALAN
    DORONG KEMAJUAN NKRI
    INDONESIA MAJU SEDANG BUTUH DUKUNGAN

    YA BAPAK BAPAK, INI SAATNYA TURUN KE JALAN!!!!!

    Posted by NOVP | 27 Oktober 2012, 12:33 pm
  199. Setelah interpelasi Kepmen ,
    ini ujian yang kedua.

    Saya yakin bung dis bisa nglewatinya tanpa harus bikin malu DPR.

    Saya percaya akan ada ujian ujian berikutnya sebelum beliau maju RI 1

    Saya juga percaya Indonesia bisa jadi negara Maju asal Rakyat menghendakinya.

    Biarpun Dewannya hobi nonton film ………….., presidennya ………………… (sensor tau!!),
    Indonesia tetep bisa Maju.

    Ujian buat seluruh Rakyat Indonesia, punya wakil kayak gitu.

    OM JIN!!! Naikkan pangkat para Wakil Rakyat itu. Segera!!!!!!

    Posted by NOVi juga | 27 Oktober 2012, 12:47 pm
  200. kalau denger lagu itu bawaannya pengen joged melulu

    Posted by bintanggemerlap | 27 Oktober 2012, 1:35 pm
  201. Saya setuju Dahlan iskan segera masuk penjara minimal tersangka biar gak bisa maju pilpres 2014 nanti sri mulyani dan budiono nyusul untuk kasus century kemudian andi malarangeng untuk hambalang yg jelas leader harus tanggung jawab atas keputusan yg telah merugikan negara

    Posted by Makaroni | 27 Oktober 2012, 2:52 pm
  202. Saya mulai merasakan kemajuan itu…

    Posted by abdillah | 27 Oktober 2012, 2:55 pm
  203. Rencananya, sore ini, jam 17.00 Sabtu 27 Oktober, tvOne akan menyiarkan wawancara panjang Pak Dahlan mengenai berbagai berita yang banyak beredar akhir-akhir ini.
    Nontooon yiuuuk

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 27 Oktober 2012, 3:52 pm
    • WOW… tembus 500 koment euy ! bener-bener ABAH DIS berhasil mengajak pembaca ber- gangnam style…
      apapun yang terjadi dan apapun hasil akhirnya, yang jelas saya bangga… artinya pemerhati abah Dis bertambah…

      Banyak pendatang baru, banyak silent reader yang ” Gemessss” sehingga turun gunung… selamat datang di Dunia Dahlanis, semoga banyak mendapatkan hal yang positif dan berkah…

      Menyambut hari SUMPAH PEMUDA, saya mengajak para Dahlanis untuk tetap bersatu, rapatkan barisan, kita junjung persatuan dan kesatuan NKRI. Jangan mau dipecah belah atau di adu domba…emang kita kambing ??? ( kalau kambing, berarti udah jadi qurban kemarin dong… he he he ) Salam Dahlanis. Gbu all

      Posted by W. Ning | 27 Oktober 2012, 5:36 pm
  204. Salut buat pak dahlan… Mampu memberikan modal kepercayaan yang nilainya ternyata lebih besar dibandingkan modal uang. saya jadi yakin..ternyata modal yang paling penting adalah DIRI SENDIRI, karena pada diri sudah ada modal terbesar, yakni Kepercayaan Diri. Kepercayaan diri menjadi modal diatas modal.

    Saya ferri azwar, bangga dengan pak dahlan.
    My Bisnis : http://www.haloteknisi.com

    Posted by Ferri Azwar | 27 Oktober 2012, 6:51 pm
  205. Liat TV One : Dahlan vs DPR dg bintang tamu Effendi Tambolon, jempol buat penyiarnya (yg cowok,sapa namanya ya?). Dia bilang : kalo DPR sudah memahami,mengetahui penjelasan dari temuan BPK (yg dijelaskan oleh wakil menteri) kenapa harus ngotot meminta penjelasan dari menteri BUMN?… Lgsung sang DPR merah byar pett……

    Posted by budi ind | 27 Oktober 2012, 6:54 pm
    • minta ijin copy paste gan

      Posted by cak-mat | 27 Oktober 2012, 7:39 pm
      • Kalau bener yang dikatakan Tribune News. Pak Juki aneh. Soal jual beli gas itu urusan Dirut PLN. Tidak mungkin langsung pembicaraan di tingkat PLN di daerah. Sama saja pengambil keputusan Ketua DPR, alias Pak Juki yang ambil keputusan tukang ketik dewan. makanya tidak bisa membedakan memanggil mantan Dirut PLN dengan Menteri BUMN. Lagi-lagi kalau ada gas sisa mestinya disampaikan lewat surat ke Dirut PLN. Tidak katanya. Pak Juki, jangan suka main katanya. Bahaya.

        Posted by Widi | 27 Oktober 2012, 8:45 pm
    • Karena sang dpr kebingungan…
      Sampai-sampai ada gerakan diluar kontrolnya
      Dia bicara sambil pegang telinga kiri
      Eeee…pindah ke telinga kanan
      Seperti aneh gitu lho…

      Mengapa Indonesia spt ini,
      Orang-orang baik selalu dihadang
      Apa krn ada orang2 yg salah
      Kmudian dia berusaha menghapuskannya
      Dan dia brpikir untuk itu harus menjadi R1

      Siapa saja yg diprediksi mengganggu usahanya
      Pasukannya akan diperintahkan bergerak menghadang.

      Posted by Muhari Kumis | 28 Oktober 2012, 5:49 am
  206. mas testing…masalah gas yang diributkan pak marzuki alie kenapa ngak disebut saja daerahnya …katanya didaerah tertentu belum tentu gasnya sesuai dengan pltu yang sudah tua2… yg lebih tau tentu kementrian esdm, bp migas serta pln sendiri … coba kita liat dipalembang yg sumber gasnya cukup banyak tapi jauh dari pltu yang sudah dibangun..emang bawanya pakai mobil tangki…gede biayanya mestinya pakai pipa gas karena harus continiu.. banyak hal…bukan bela pak DI tapi jangan asal ngecap…. klo gas rumah tangga bolehlah pakai tabung…

    Posted by ep sard | 27 Oktober 2012, 9:33 pm
  207. aku bukan orang yg sama lho

    Posted by cekricek,Wangun, Naruto, Pakem, Politisi, Pendukung Dahlan iskan, Caution | 27 Oktober 2012, 10:15 pm
  208. Dear mas Admin, TOLONG ya… dicacat n dikumpulkan data anggota DPR yang kontra Pak DIS ( yang tidak bisa menghargai usaha keras dari seorang pemimpin yang pro rakyat, amanah dan jujur, serta Tidak korup )

    Nanti saat pemilihan tahun 2014 kita KELUARKAN / UMUMKAN kepada khalayak lewat semua media sosial agar mereka-mereka yang tidak amanah dan tidak jujur itu TIDAK DIPILIH kembali…(Biar para Dahlanis share ke fb atau media sosial mereka )

    Tolong di kumpulkan dengan data yg jelas ( Misalkan ) begini :

    NAMA ANGGOTA DPR YANG TIDAK AMANAH
    ( Jangan dipilih lagi )

    N0. Nama Partai Tgl Kejadian Statement / keterangan peristiwa Sumber berita

    Kalau ditulis dengan data yg jelas, akan terang bagi semua rakyat, tidak menimbulkan fitnah dan tidak bisa dituduh sebagai pencemaran nama baik…(karena ini berasal dari wartawan, kalau mau menuntut, ya koran atau TV nya yang dituntut he he he)

    Kita sebagai RAKYAT punya HAK untuk MEMONITOR WAKIL RAKYAT bukan…?
    Kita berhak untuk mengamati, menyeleksi track record mereka sebelum kita memutuskan untuk memilih…
    Dengan demikian kita ikut serta menaikkan MUTU DPR yang notabenenya adalah wakil rakyat…harusnya sebagai penyambung suara rakyat…

    Ini juga sebagai PEMBELAJARAN bagi DPR agar tidak asal buka suara… Insya Allah akan banyak manfaatnya, Jadi sekali lagi minta tolong ya mas pramudyaputrautama. Terima kasih sebelumnya. Semoga blog ini semakin jaya dan makin membawa banyak manfaat dan berkah untuk pembacanya. Salam Dahlanis .Gbu

    Posted by W. Ning | 28 Oktober 2012, 5:59 am
    • kayaknya semua anggota dpr tidak amanah bu..ada di kompasiana yang menulis daftar anggota DPR yang layak dipilih kembali..hasilnya nihil … wakakakak..kocak juga penulisnya

      Posted by cak-mat | 28 Oktober 2012, 12:39 pm
      • Gitu ya pak… . Adalah… tapi mungkin agak sulit mencarinya…karena tercemar kali ya…

        Seperti minoritas di dalam mayoritas, si minoritas ini tidak dikenal atau tidak diendus oleh wartawan … ( mungkin tidak menarik. he he he )

        Posted by W. Ning | 28 Oktober 2012, 12:53 pm
      • Dulu saya milih djoko susilo mantan anakbuah pak dis (wartawan japos) trus beliau mjd dubes di swiss. Tp bagus jg sih krn pas lagi hot2nya masalah PSSI beliau bs mjd mata-telinga yg dpt mjd penyeimbang klaim2 kubu bertahan
        Pemilu brikutnya entahlah???????????

        Posted by Fia | 28 Oktober 2012, 6:09 pm
  209. Pekan ini postingannya larismanis >500komen
    Jadi penasaran MH berikutnya apa ya

    Posted by Fia | 28 Oktober 2012, 11:58 am
  210. jangan khawatir tentang Dahlan. dia tidak akan takut dgn Mahasiswa TK yang ada di DPR. ini contohnya berita tahun 2009:

    http://kickdahlan.wordpress.com/2011/06/09/saya-tak-takut-impor-gas-meski-dikecam/

    Posted by yeribaru | 28 Oktober 2012, 9:08 pm
  211. Kalau Pak Dahlan dimacam-macami oleh DPR, mari kita demo DPRRI. Saya pemilu 2014, masuk golput.

    Posted by Fajar | 28 Oktober 2012, 9:20 pm
  212. MH berikutnya adalah penjualan sapi milik PTPN VI (kalau tidak salah) di Jambi. Sedikit-sedikit nyinggung halus DPR. Kalau dipanggil DPR, DI hanya membawa klipingan berita yang sudah dijilid rapi. Pertanyaan cukup dijawab lewat kliping. Itu dokumen yang sudah terpublikasi. Hebat, menteri menjawab dengan kliping.

    Posted by Widi | 28 Oktober 2012, 9:59 pm
    • Makasih pak widi bocorannya
      Dan dokumen/kliping tsb bs dilihat/dibaca/ditelusuri di mari di blognya pak pramudya
      Jika pak dis diundang scr resmi DPR utk membeberkan smuanya dan disiarkan langsung tv nasional wuiiihhh bakalan melejit tu rating
      Siiiipppp wis *plokplokplok

      Posted by Fia | 28 Oktober 2012, 10:21 pm
    • He.he.he..kalau begitu sebagai raja wartawan se-Indonasoa gaya Pak DIS nantinya di depan DPR benar2 penampilan wartawan sejati seperti saat dia meliput kasus kapal Tampomas tahun 1980-an. Kira2 mungkin begitu ndak ya.

      Posted by Wartawan detektif | 28 Oktober 2012, 11:56 pm
  213. begadang nunggu posting baru pak DIS……

    Posted by lwiji widodo | 29 Oktober 2012, 3:59 am
  214. Hari Snin samapi jam 17.07 WIB MH kok belum muncul yaa? kmana ? tumben .. Dah rindu nih.

    Posted by Manihot Ultissima | 29 Oktober 2012, 5:06 pm
  215. Selamat Ulang Tahun Pak DIS, baru satu tahun namun luar biasa bagaimana jika dua tahun ataupun lima, sepuluh tahun lagi. Pasti bangsa ini menjadi luar biasa.
    Semoga Pak DIS senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT.
    Dan segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan bangsa ini putra terbaik seperti Pak DIS.

    Posted by ahmadas | 30 Oktober 2012, 8:57 am
  216. Mantab suratab pak dis, hanya dengan modal kepercayaan, seluruh elemen perusahaan langsung bangkit dan semangat, bahkan tanpa modal malah , nice, inspired me!

    Posted by kostblog | 30 Oktober 2012, 11:50 am
  217. Salut buat pak dis!

    Posted by Gilank | 30 Oktober 2012, 11:51 am
  218. Terutama kalau Batantekno jadi berekspansi ke luar negeri tahun depan. Yakni, membangun reaktor nuklir di AS dan memproduksi cairan kedokteran nuklir di sana.
    andaikan semuanya dikerjakan di indonesia,,mungkin lebih menguntungkan bagi bangsa ini….

    Posted by demit item | 1 November 2012, 7:16 am
  219. Sungguh terharu skali membaca artikel ini, sebagai seorang fresh graduate tdk akn hnti2 sya trus blajar, balajar, balajr.. untuk mnjadi yg terbaik dn siap mnggantikn para direktur BUMN untk memajukan negeri yang sangat saya banggakan.

    Posted by Semangat belajar | 1 November 2012, 4:38 pm
  220. Pak Dahlan, BUMN Bank B*N akan melakukan pergantian direksi akhir tahun ini, tetapi salah satu kandidat potensial Bapak BS yang berhasil mengubah anak perusahaan (B*B) dari bangkrut menjadi take profit tidak diikutkan fit and proper test padahal memenuhi syarat jenjang kepegawaian. Mohon tindaklanjutnya demi kemajuan Bank B*N.

    Posted by Arpro | 1 November 2012, 6:57 pm
  221. p widi,
    yang saya lihat dari analisa njenengan, adalah betapa perfectnya strategi itu,
    dua milyar (gak kluar dari saku) untuk skak mat si jago merah
    saya jadi bertanya2, gak jadinya import gas dari timteng, apa termasuk dalam strategi itu yaaa… ?

    tapi, apa kira2 abah kerso diangkat jadi dirut pt segitiga biru?
    rasa-rasanya SAYA GAK RELA ……….
    ga tahu pendapat njenengan dan kawan2 yang lain …….
    ga tahu juga pendapat cekricek …..

    Posted by pakpuh | 2 November 2012, 4:20 pm
  222. jangan lupa Pak, di – PATEN – kan…itu sangat penting

    Posted by arief praseno (@apraseno) | 7 Desember 2012, 10:03 am
  223. Buat yang pengen senam Gangnam Style ala Dahlan Iskan

    http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/

    Posted by Marshall D.Teach | 12 Desember 2012, 3:01 pm
  224. wah, saya ketinggalan banyak info neh :D

    Posted by saddam | 12 Maret 2013, 1:31 pm
  225. Kemampuan PT BATAN tecno untuk memproduksi radio isotop dg sistem pengayakan uranium tingkat rendah yg satu2nya didunia harus bener2 di proteksi, jangan sampai diambil oleh negara lain. Demi kejayaan MERAH PUTIH.

    Posted by kabulsuprapto | 9 Juni 2013, 6:46 am
  226. Halo, saya Mrs Jennifer John, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberi hidup pinjaman kesempatan waktu. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk Meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih Karena kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana untuk Individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, berinvestasi pada bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda Bahwa kita Providence bantuan handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (jenniferjohn536@gmail.com)

    Posted by Mrs Emmanuel Ruth | 10 April 2014, 7:33 pm
  227. Maju terus pak dahlan

    Posted by m Khoirul ilham | 11 Mei 2014, 11:46 pm
  228. Wahai Yang Maha Lembut

    Posted by ANGGA SETYADI | 7 Juli 2014, 5:17 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.467 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: