>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This category contains 359 posts

Mencoba DNA untuk Setengah Manusia

23 Maret 2015 Ini mode baru di Amerika: memeriksakan DNA. Tujuannya untuk menelusuri siapa nenek moyang kita. Caranya pun mudah. Beli tabung plastik kecil seharga Rp 1 juta lebih melalui internet. Perusahaan jasa pengiriman akan mengantarkan tabung sebesar jari tangan itu ke alamat pemesan. Itulah tabung untuk diisi air liur sebanyak kira-kira dua sendok makan. … Baca lebih lanjut

Beras Menir yang Menggetarkan Samsung

16 Maret 2015 ”KEJUTAN XIAOMI” menjadi istilah baru di Korea Selatan. Dalam bahasa Mandarin, xiaomi berarti beras menir (beras yang dihancurkan kecil-kecil). Tapi, beras menir inilah yang kini sangat ditakuti Samsung. Sampai-sampai Menteri Komunikasi Korsel Choi Yang-hee mengunjungi pabrik smartphone Xiaomi di Beijing bulan lalu. Samsung rupanya merasa terancam. Memang perusahaan baru smartphone di Beijing itu … Baca lebih lanjut

Dari Berburu Berita ke Berburu Sengon

9 Maret 2015 Saya melihat gejala baru. Kelilinglah pedesaan Jawa: begitu banyak pohon sengon sekarang ini. Tanpa ada program penghijauan dari pemerintah pun, rakyat sudah terdorong sendiri untuk menanam sengon. Ini karena nilai ekonominya yang sudah terbukti: tiap hektare bisa menghasilkan Rp 500 juta. Bersih. Seleksi alam kelihatannya sudah memutuskan ini: sengon juaranya. Juara di … Baca lebih lanjut

Militansi Kesuburan dari Keluarga Fisika

2 Maret 2015 Salah satu tamu saya pekan lalu adalah seorang lelaki yang umurnya persis dengan saya, 64 tahun. Waktu datang, jalannya tertatih-tatih. Waktu mau duduk, dia harus menata dulu posisi pantatnya. Waktu mau bangkit lebih sulit lagi: Dua tangannya harus bisa menyangga pantatnya. Tapi, otaknya cerdas. Melebihi saya. Dia seorang ilmuwan. Dia ahli fisika … Baca lebih lanjut

Soal Daging yang Ibarat Dokter Salah Resep

23 Februari 2015 “Ini” tidak pernah dibahas di pusat pengambilan kebijakan. Saat saya menjadi menteri pun tidak pernah memikirkan yang “ini”. Saya memang tidak tahu bahwa ternyata “ini”-lah pangkal penyebab mahalnya daging. Begitu naifnya saya. Saya ingat, setiap terjadi gejolak harga daging, pembahasannya selalu sangat ilmiah. Ilmu supply and demand, ilmu dagang, ilmu hewan, ilmu … Baca lebih lanjut

Dua Ratus Juta Cell Muda untuk Saya Coba

9 Februari 2015 ”Saya harus percaya pada kemampuan anak muda ini,” pikir saya dalam hati. Hari itu, hampir dua tahun lalu, saya membaca edisi khusus Jawa Pos yang amat tebal. Yang menampilkan prestasi puluhan anak muda Indonesia yang menakjubkan. Salah satunya wanita muda ini: Dr dr Purwati SpPD FINASIM. Saat itu sebenarnya saya sudah mendaftarkan … Baca lebih lanjut

Donald Trump pun Menjabat Tangannya dengan Terpingkal-pingkal

2 Februari 2015 Inilah dialog dua sahabat beda agama tentang perkenalan pertama mereka yang kurang menyenangkan. Ini terjadi di New York, antara tokoh Islam terpenting dan tokoh Yahudi tertinggi di kota itu. Tidak disangka, dua tokoh itu kemudian menjadi partner penting dalam sama-sama menciptakan kerukunan antarumat beragama. Mereka terus tampil bersama di berbagai negara sebagai … Baca lebih lanjut

Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja, Sedikit Drama sebelum Kerja

Selasa, 28 Oktober 2014 Selalu saja ada drama dalam penyusunan kabinet baru. Dulu ada “drama Nila Moeloek” yang batal jadi menteri kesehatan di detik-detik akhir. Kini ada “drama Ara” yang batal jadi menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo). Kalau Nila Moeloek dikaitkan dengan isu tes psikologi, Ara (sapaan akrab Maruarar Sirait) dikaitkan dengan restu Megawati. Atau … Baca lebih lanjut

Xiao Ping Guo sebelum ke Jalan Thamrin

Senin, 20 Oktober 2014 Manufacturing Hope 149 Ketiks bangun tidur Senin pagi ini, saya sudah bukan lagi menteri. Saya juga tidak harus buru-buru berangkat berolahraga ke Monas. Tempat olahraga saya setiap hari itu ditutup. Untuk persiapan pesta rakyat menyambut presiden baru kita, Pak Jokowi, siang nanti. Senin pagi ini, untuk kali pertama selama tiga tahun … Baca lebih lanjut

Telah Lahir: Sang Penari Langit Nasional

Senin, 13 Oktober 2014 Manufacturing Hope 148 “Suami saya sudah hilang,” celetuk sang istri. “Hilang di Sumba,” jawab sang suami. Ricky Elson, sang suami, kini memang tiga setrip lebih hitam dibanding saat tinggal di Jepang dulu. Begitu lama Ricky tinggal di pedalaman Sumba sehingga istrinya merasa tidak kenal lagi saat sang suami pulang ke Padang. … Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.160 pengikut lainnya.