>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This category contains 362 posts

Ternyata Ada Darah Lim, Tan, Sudjana, dan Mojahed Garoot

13 April 2015 Inilah hasil tes DNA saya. Tiga hari lalu saya menerima hasil tes yang dilakukan tiga minggu sebelumnya di Amerika (lihat Mencoba DNA untuk Setengah Manusia ). Sebagian besar hasil tes itu sesuai dengan perkiraan saya. Sebagian lagi berupa kejutan. Ternyata benar, saya adalah orang Jawa. Artinya bukan orang dari benua lain. Hanya … Baca lebih lanjut

Semoga Saya Tidak 100 Persen Laki-Laki

Kejutan baru: Amerika, kampiun negara demokrasi itu, kini punya peraturan daerah (perda) syariah. Dengan perda baru itu, kini pedagang di Negara Bagian Indiana, tempat saya belajar, boleh menolak melayani konsumen berdasar keyakinan agama. Parlemen setempat (gabungan anggota DPRD dan anggota senat daerah) mengesahkan perda itu pekan lalu. Inilah negara bagian pertama di Amerika Serikat (AS) … Baca lebih lanjut

Orang-Orang yang Lebih Mudah Bangun Cerobong

30 Maret 2015 Terserah. Itulah salah satu kata yang terbanyak saya ucapkan ketika ditanya anak buah, teman, atau keluarga. Biasanya saya memang hanya mengajukan usul atau ide dalam satu–dua kata. Saya sependapat dengan peribahasa ini. ”Satu kata cukup untuk orang bijaksana. Sebanyak apa pun kata tidak akan cukup untuk memenuhi piring.” Itu diciptakan oleh Benjamin Franklin, … Baca lebih lanjut

Mencoba DNA untuk Setengah Manusia

23 Maret 2015 Ini mode baru di Amerika: memeriksakan DNA. Tujuannya untuk menelusuri siapa nenek moyang kita. Caranya pun mudah. Beli tabung plastik kecil seharga Rp 1 juta lebih melalui internet. Perusahaan jasa pengiriman akan mengantarkan tabung sebesar jari tangan itu ke alamat pemesan. Itulah tabung untuk diisi air liur sebanyak kira-kira dua sendok makan. … Baca lebih lanjut

Beras Menir yang Menggetarkan Samsung

16 Maret 2015 ”KEJUTAN XIAOMI” menjadi istilah baru di Korea Selatan. Dalam bahasa Mandarin, xiaomi berarti beras menir (beras yang dihancurkan kecil-kecil). Tapi, beras menir inilah yang kini sangat ditakuti Samsung. Sampai-sampai Menteri Komunikasi Korsel Choi Yang-hee mengunjungi pabrik smartphone Xiaomi di Beijing bulan lalu. Samsung rupanya merasa terancam. Memang perusahaan baru smartphone di Beijing itu … Baca lebih lanjut

Dari Berburu Berita ke Berburu Sengon

9 Maret 2015 Saya melihat gejala baru. Kelilinglah pedesaan Jawa: begitu banyak pohon sengon sekarang ini. Tanpa ada program penghijauan dari pemerintah pun, rakyat sudah terdorong sendiri untuk menanam sengon. Ini karena nilai ekonominya yang sudah terbukti: tiap hektare bisa menghasilkan Rp 500 juta. Bersih. Seleksi alam kelihatannya sudah memutuskan ini: sengon juaranya. Juara di … Baca lebih lanjut

Militansi Kesuburan dari Keluarga Fisika

2 Maret 2015 Salah satu tamu saya pekan lalu adalah seorang lelaki yang umurnya persis dengan saya, 64 tahun. Waktu datang, jalannya tertatih-tatih. Waktu mau duduk, dia harus menata dulu posisi pantatnya. Waktu mau bangkit lebih sulit lagi: Dua tangannya harus bisa menyangga pantatnya. Tapi, otaknya cerdas. Melebihi saya. Dia seorang ilmuwan. Dia ahli fisika … Baca lebih lanjut

Soal Daging yang Ibarat Dokter Salah Resep

23 Februari 2015 “Ini” tidak pernah dibahas di pusat pengambilan kebijakan. Saat saya menjadi menteri pun tidak pernah memikirkan yang “ini”. Saya memang tidak tahu bahwa ternyata “ini”-lah pangkal penyebab mahalnya daging. Begitu naifnya saya. Saya ingat, setiap terjadi gejolak harga daging, pembahasannya selalu sangat ilmiah. Ilmu supply and demand, ilmu dagang, ilmu hewan, ilmu … Baca lebih lanjut

Dua Ratus Juta Cell Muda untuk Saya Coba

9 Februari 2015 ”Saya harus percaya pada kemampuan anak muda ini,” pikir saya dalam hati. Hari itu, hampir dua tahun lalu, saya membaca edisi khusus Jawa Pos yang amat tebal. Yang menampilkan prestasi puluhan anak muda Indonesia yang menakjubkan. Salah satunya wanita muda ini: Dr dr Purwati SpPD FINASIM. Saat itu sebenarnya saya sudah mendaftarkan … Baca lebih lanjut

Donald Trump pun Menjabat Tangannya dengan Terpingkal-pingkal

2 Februari 2015 Inilah dialog dua sahabat beda agama tentang perkenalan pertama mereka yang kurang menyenangkan. Ini terjadi di New York, antara tokoh Islam terpenting dan tokoh Yahudi tertinggi di kota itu. Tidak disangka, dua tokoh itu kemudian menjadi partner penting dalam sama-sama menciptakan kerukunan antarumat beragama. Mereka terus tampil bersama di berbagai negara sebagai … Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.216 pengikut lainnya.