>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This category contains 378 posts

Obama Tidak Ada Beban dengan Sekutu Lama

27 Juni 2015 Peta Timur Tengah kelihatannya akan berubah total. Bisa lebih damai? Atau akan lebih kisruh? Masih harus kita lihat perkembangannya. Yang jelas, Amerika Serikat (AS) tampaknya sudah sampai pada kesimpulan bahwa pendekatan lama tidak bisa dipakai lagi. Cara yang dipakai selama 30 tahun terakhir ini dinilai tidak menunjukkan gejala ke arah damai. Di … Baca lebih lanjut

35.000 Triliun Hilang dalam Tiga Hari

20 Juli 2015 Bukan main besarnya gejolak pasar modal di Tiongkok ini. Untuk bisa memahaminya, perlu dilihat berapa banyak uang yang diperlukan untuk menghindarkan Yunani dari kebangkrutan ekonomi. Uang yang hilang di pasar modal Tiongkok itu sepuluh kali lebih banyak dari utang yang diperlukan Yunani dari Zona Eropa yang hebohnya luar biasa itu. Sudah berbulan-bulan … Baca lebih lanjut

Mari Becermin dari Yunani (4)

14 Juli 2015 Setelah rapat maraton selama 17 jam yang melelahkan, akhirnya disepakati: Yunani diberi utangan tahap ketiga 50 miliar euro. Ini setelah Yunani bersedia ”dipaksa” menyerahkan asetnya senilai itu sebagai jaminan. Hanya, aset tersebut diizinkan tetap di Yunani. Tidak perlu ditempatkan di Luksemburg seperti yang diinginkan Jerman. ”Kini tidak perlu lagi plan B. Yunani … Baca lebih lanjut

Saat 90 Juta Orang Marah Bersama

13 Juli 2015 Lupakan sejenak Yunani yang ternyata masih ruwet. Mari bicara krisis yang lain. Yang letaknya lebih dekat dan skalanya lebih besar: krisis saham di Tiongkok. Meski sudah begitu hebat janji-janji Yunani, ternyata belum tentu utang tahap tiganya disetujui Uni Eropa. Persoalannya ada pada kepercayaan: apakah Yunani bisa menjalankan janji-janjinya itu. Apalagi, rakyat Jerman kian … Baca lebih lanjut

Mari Becermin dari Yunani (3)

11 Juli 2015 Akal sehat akhirnya tidak kalah oleh emosi. Tinggal dua jam dari batas waktu yang ditentukan, pemerintah Yunani akhirnya memasukkan usulan konkret agar utang tahap tiga dari Uni Eropa bisa didapat. Yunani akhirnya menyerah pada ultimatum Uni Eropa. Itu sebenarnya seperti antiklimaks. Gegap gempita saat menyambut kemenangan ”No” dalam referendum hari Minggu lalu … Baca lebih lanjut

Dari Rencana Z sampai Kaki Infeksi

6 Juli 2015 Saat naskah ini saya tulis Minggu sore kemarin, pemungutan suara yang menentukan nasib rakyat Yunani sedang berlangsung. Rakyat diminta memilih ”TIDAK” atau ”YA”. Perdana Menteri baru Yunani yang muda dan beraliran kiri, Alexis Tsipras, terus berkampanye agar rakyat memilih ”TIDAK”. Artinya, rakyat diminta menolak usulan bantuan dari Eropa sebesar 89 miliar euro. … Baca lebih lanjut

Mestinya Too Big to Fail

22 Juni 2015 Saya hanya bisa mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika banyak pengusaha mengeluhkan lesunya ekonomi saat ini. ”Sangat lesu,” kata mereka. ”Jauh dari yang dulu kami bayangkan,” tambah mereka. Ada yang omzetnya turun sampai 40 persen. Banyak yang sudah melakukan PHK. Tidak menyangka, begitu saya kembali dari sekolah di Amerika Serikat selama tiga bulan, saya … Baca lebih lanjut

Anak Muda

Gardu 6 19 Juni 2015 “Gus, saya minta maaf kok nasib Anda jadi begini,” ujar saya begitu mendapat SMS bahwa dirinya baru saja ditetapkan sebagai tersangka mobil listrik BUMN oleh kejaksaan agung. Agus Suherman adalah anak muda. Umur 30 tahun Agus sudah meraih gelar doktor. Ia alumni Universitas Diponegoro Semarang. Jabatannya sebagai staff di bagian … Baca lebih lanjut

Bukan Sekadar Dua Boneka dari India

15 Juni 2015 Mata dunia kini menoleh ke India. Negeri itu kini sedang melakukan ”revolusi ekonomi” gelombang kedua. Pembawa panji-panji revolusinya adalah pemimpin baru India hasil pemilu tahun lalu: Narendra Modi. Ketika ekonomi semua negara anggota BRICS (Brazil, Russia, India, China and South Africa) mengalami kemerosotan, India justru menanjak. Tahun ini pertumbuhan ekonominya bisa mencapai … Baca lebih lanjut

KPA dan P2K

Gardu 2 10 Juni 2015 Ada baiknya orang tahu ini. Proyek-proyek gardu induk PLN yang dibiayai uang negara (APBN) itu ditangani oleh satu organisasi yang disebut P2K. Itu singkatan Pejabat Pembuat Komitmen. P2K itu didampingi oleh bendahara, tim pemeriksa barang, tim penerima barang dan tim pengadaan. Seluruh pejabat di situ pegawai PLN, tapi yang mengangkat … Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 6.411 pengikut lainnya.