>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This category contains 410 posts

Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan

Senin, 30 Mei 2016 Kini ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya. Dan yang pasti banyak repotnya. Dan sering low batt-nya. Hampir tiap minggu saya di-invite. Untuk dimasukkan satu … Baca lebih lanjut

Penis Baru dengan Harga Bermiliar

Senin, 23 Mei 2016 Sukses ini begitu penting di Amerika. Sukses uji coba transplan penis. Jadi salah satu berita terpenting. Sebab, begitu banyak tentara yang rusak kemaluannya di medan perang. Utamanya di Afghanistan, Iraq, dan sekitarnya. Mereka adalah orang-orang perkasa. Masih muda. Belia. Banyak yang baru 20 tahun. Kuat-kuatnya. Meski tidak mati, tanpa penis bisa … Baca lebih lanjut

Trump Sasaran Anak Kandung Konservatif Sendiri

Senin, 16 Mei 2016 Sebenarnya ada “partai” baru di Amerika: kebangkitan rakyat bersatu. Lahir sejak sebelum pemilu yang lalu. Masih terbilang baru. Untuk ukuran penataan demokrasi di Amerika. Yang sudah berumur hampir 200 tahun. Mengapa disebut kebangkitan rakyat bersatu? Karena orang yang tidak ikut partai pun kini bisa ikut menentukan politik. Termasuk menentukan siapa yang … Baca lebih lanjut

Debat Ide Gambar Wayang yang Belum Sudah

Antara Kwetiau Ipoh dan Mi Tarik Lanzhou (3-Habis) Minggu, 15 Mei 2016 Carilah mi sampai ke Lanzhou. Dan carilah kwetiau sampai Ipoh. Alhamdulillah, dalam satu minggu saya dapat dua-duanya. Ke Ipoh 18 April lalu. Ke Lanzhou seminggu kemudian. Oleh: Dahlan Iskan Saya memang harus ke dekat-dekat Ipoh, tepatnya ke Universiti Utara Malaysia (UUM), di Negara … Baca lebih lanjut

Bukan Lagi Sekadar Trump Lawan Hillary

Senin, 09 Mei 2016 Dia tidak diperhitungkan saat mendaftarkan diri jadi calon presiden. Dianggap bukan calon yang serius. Ketika mulai tampak serius, dia dicibir. Bahkan, dijadikan bahan lawakan. Ejekan terus mengalir. Sepanjang proses menuju konvensi Partai Republik. Saat dia mulai memikat, ejekan ditingkatkan jadi serangan. Keburukan demi keburukan ditembakkan ke dia. Dianggap bodoh. Konyol. Brutal. … Baca lebih lanjut

Sistem Profesor untuk Sekolah Baru

Senin, 02 Mei 2016 Inilah jenis sekolah yang tumbuh pesat di Amerika Serikat: charter school. Bukan negeri. Bukan pula swasta. Pendiri sekolah jenis ini umumnya guru. Yang punya jiwa keguruan 24 karat. Yang prihatin terhadap mutu pendidikan. Maksudnya: pendidikan di sekolah negeri. Terutama di lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya Tyler Bastian ini. Awalnya dia guru SMA. … Baca lebih lanjut

Masa yang Sulit Cari Pemimpin

Selasa, 19 April 2016 Hillary Clinton terlalu tua. Dalam pengertian dari sudut pergantian generasi. Diragukan apakah dia memahami perubahan zaman. Ted Cruz terlalu lokal. Dalam pengertian hanya lebih disukai orang daerahnya: Texas. Diragukan bisa memahami persoalan nasional. Bernie Sanders terlalu ekstrem kiri. Diragukan bisa mengakomodasikan pertumbuhan ekonomi. Yang untuk Amerika selalu dimotori swasta. Donald Trump … Baca lebih lanjut

Penari Langit di Lokasi Steak Tujuh Ons

Senin, 18 April 2016 Mengapa Anda ke Amarillo ini? Jauh-jauh datang dari Indonesia? Itulah pertanyaan yang sulit saya jawab. Kota ini memang kecil sekali. Letaknya pun nun di pedalaman Texas.   Maka, saya putuskan untuk menjawabnya dengan seloroh. Sekalian untuk membina keakraban. Biar segera bisa diterima dengan simpati di kota ini. ”Mumpung Donald Trump belum … Baca lebih lanjut

Agar Tidak Terkaget-kaget Donald Trump

Senin, 14 Maret 2016 Sepertinya, kita sudah perlu tahu tentang yang satu ini: Bagaimana cara memahami jalan pikiran Donald Trump. Yang begitu aneh. Dan mengejutkan. Sampai-sampai ada tokoh partainya sendiri yang menganggapnya Hitler. Sepertinya, kita sudah perlu belajar memahami yang satu ini: Mengapa ada orang yang menyenangi Donald Trump. Yang kian lama ternyata kian populer. … Baca lebih lanjut

Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang

Senin, 22 Februari 2016 Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun, di depan Presiden Jokowi segala. Di Lombok. Tanggal 9 Februari lalu. Inilah gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka. Bahkan tertawa-tawa. Saking mengenanya. Dan lucunya. ”Yang … Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 6.645 pengikut lainnya