>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun

Senin, 29 Oktober 2012
Manufacturing Hope 49

Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirut-nya? Sangat benar. Bahkan, angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK seharusnya menemukan jauh lebih besar daripada itu.

Contohnya ini: Rabu subuh kemarin saya mencuri waktu sebelum mengikuti acara peresmian pelabuhan kontainer Kariangau, Balikpapan, oleh Bapak Presiden SBY. Masih ada sedikit waktu untuk saya menyelinap ke Senipah. Jaraknya memang 1,5 jam dari Balikpapan, tapi dengan sedikit ngebut masih akan oke.

Di Senipah sedang dibangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 80 mw. Awalnya, sebelum saya menjabat Dirut PLN, proyek itu menghadapi persoalan birokrasi besar. Saya datang ke Senipah di dekat muara Sungai Mahakam itu. Persoalan selesai. Proyek bisa dibangun.

Ini penting bukan saja agar kekurangan listrik di Kaltim segera teratasi, tapi PLN pun bisa berhemat triliunan rupiah. Lebih efisien. Kasus Kaltim tersebut (juga Kalselteng) sangat memalukan bangsa. Daerah yang kaya energi justru krisis listriknya terparah.

Kini, ketika pembangunan PLTG Senipah itu hampir selesai, ada persoalan lagi. Untuk membawa listrik itu ke Balikpapan dan Samarinda, harus melewati tanah Pertamina. Saya pun harus mencarikan jalan keluar. Beres. Tiga bulan lagi proyek itu sudah menghasilkan listrik. Efisiensi triliunan rupiah segera terwujud.

Dengan kata lain, selama ini telah terjadi inefisiensi triliunan rupiah di Kaltim. Inefisiensi itu tidak ditemukan oleh BPK.

Contoh lain lagi: Krisis listrik di Jambi juga termasuk yang paling parah. Padahal, di Jambi ditemukan banyak sumber gas. Tapi, PLN membangkitkan listrik dengan BBM. Terjadilah inefisiensi triliunan rupiah di Jambi. BPK juga tidak menemukan inefisiensi di Jambi itu.

Saya segera memutuskan, pembangkit yang sudah nganggur di Madura dibawa ke Jambi. Sejak kabel listrik untuk Madura dilewatkan Jembatan Suramadu, tidak ada lagi kekhawatiran Madura kekurangan listrik. Jambi pun lebih efisien.

Ada lagi gas Jambi yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan. Berapa triliun rupiah inefisiensi telah terjadi. Itu juga tidak ditemukan BPK. Saya segera memutuskan membangun CNG (compressed natural gas) di Sei Gelam, di luar Kota Jambi. Agar gas yang ditelantarkan bertahun-tahun itu bisa dimanfaatkan.

Minggu lalu, tengah malam, dalam rangkaian meninjau proyek sapi di Jambi, saya bersama Gubernur Jambi Hasan Basri Agus meninjau proyek CNG itu. Sudah hampir selesai. Saya bayangkan betapa besar efisiensinya. Bahkan, Jambi yang dulu krisis listrik akan bisa “ekspor” listrik.

Contoh lagi: Suatu saat pemerintah membuat keputusan yang tepat, yakni gas jatah PLN dialihkan untuk industri yang kehilangan pasokan gas. Jatah gas PLN dikurangi. Akibatnya, PLN berada dalam dilema: menggunakan BBM atau mematikan saja listrik Jakarta. Pembangkit besar di Jakarta itu (Muara Karang dan Muara Tawar) memang hanya bisa dihidupkan dengan gas atau BBM. Tidak bisa dengan bahan bakar lain.

Tentu PLN tidak mungkin memilih memadamkan listrik Jakarta. Bayangkan kalau listrik Jakarta dipadamkan selama berbulan-bulan. Maka, digunakanlah BBM.

Kalau keputusan tidak memadamkan listrik Jakarta itu salah, saya siap menanggung risikonya. Saya berprinsip seorang pemimpin itu tidak boleh hanya mau jabatannya, tapi tidak mau risikonya. Maka, dia harus berani mengambil keputusan dan menanggung risikonya.

Kalau misalnya sekarang saya harus masuk penjara karena keputusan saya itu, saya akan jalani dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya!

Saya pilih masuk penjara daripada listrik Jakarta padam secara masif berbulan-bulan, bahkan bisa setahun, lamanya. Saya membayangkan, mati listrik dua jam saja, orang sudah marah, apalagi mati listriknya berbulan-bulan.

Sikap ini sama dengan yang saya ambil ketika mengatasi krisis listrik di Palu. Waktu itu saya sampai menangis di komisi VII. Saya juga menyatakan siap masuk penjara. Daripada seluruh rakyat Palu menderita terus bertahun-tahun.

Akibat keputusan saya untuk tidak memadamkan listrik Jakarta itu memang berat. PLN mengalami inefisiensi triliunan rupiah. Tapi, pabrik-pabrik tidak tutup, PHK ribuan buruh terhindarkan, dan Jakarta tidak padam selama setahun!

Apakah PLN harus memberontak terhadap putusan pemerintah itu? Tentu tidak. Putusan itu sendiri sangat logis. Kalau industri tidak dapat gas, berapa banyak pabrik yang harus tutup. Berapa ribu karyawan yang kehilangan pekerjaan. Alangkah ributnya. Indonesia pun kehilangan kepercayaan.

Sekali lagi, jangankan dipanggil komisi VII, masuk penjara pun saya jalani dengan sikap ikhlas seikhlas-ikhlasnya!

Ini mirip Pertamina yang juga tidak mungkin tidak menyalurkan BBM ke masyarakat meski kuota BBM bersubsidinya sudah habis. Atau juga seperti BUMN lain, PT Pupuk Indonesia, yang November/Desember nanti tidak mungkin tidak menyalurkan pupuk ke petani. Padahal, kuota pupuk subsidi sudah akan habis.

Saya tahu pepatah ini: Kian tinggi, kian kencang anginnya. Tapi, saya juga tahu lelucon ini: Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya!

Contoh lain lagi: Secara mendadak, saat menjadi Dirut PLN saya memutuskan membangun transmisi dari Tentena ke Palu lewat Poso. Sejauh 60 km. Harus melewati hutan dan gunung. Tahun depan transmisi tersebut harus jadi. Itu akan bisa mengalirkan listrik dari PLTA Poso milik Pak Kalla yang begitu murah tarifnya ke Kota Palu.

Kalau tidak ada transmisi itu, PLTA di Sulteng tidak bisa untuk melistriki Sulteng, tapi justru melistriki provinsi lain. Akibatnya, inefisiensi di PLN Sulteng akan terus terjadi. Dengan nilai triliunan rupiah. Itu juga tidak ditemukan oleh BPK.

Saya terus memonitor pembangunan transmisi tersebut agar inefisiensi yang sudah terjadi bertahun-tahun itu segera berakhir.

Belakangan ini ada masalah besar di proyek itu. Terutama sejak dua polisi Poso tewas di hutan oleh teroris. Para pekerja yang memasang transmisi itu tidak berani masuk hutan. Dua polisi tersebut pernah ikut mengamankan proyek itu.

Karena begitu pentingnya proyek tersebut, saya minta PLN tidak menyerah terhadap ancaman teroris. Kalau perlu, minta tolong Zeni TNI-AD untuk mengerjakannya.

Efisiensi yang akan terjadi triliunan rupiah. Listrik untuk Palu pun lebih terjamin. Program itu tidak boleh gagal oleh gertakan teroris.

Contoh lain yang lebih menarik: Di laut utara Semarang ditemukan sumber gas. Pemilik sumur gas itu sudah setuju menjual gasnya ke PLN. Harganya pun sudah disepakati. Tapi, bertahun-tahun perusahaan yang memenangi tender untuk membangun pipa gasnya tidak kunjung mengerjakannya. Bukan PLN yang mengadakan tender. PLN hanya konsumen.

PLN gagal mendapatkan gas sampai 100 MMBtu. Di sini PLN mengalami inefisiensi triliunan rupiah. BPK juga belum menemukan inefisiensi itu.

Contoh-contoh inefisiensi seperti itu luar biasa banyaknya. Dan triliunan rupiah nilainya. Itulah sebabnya saya benar-benar ingin menjabat Dirut PLN sedikit lebih lama lagi. Agar saya bisa melihat hasil-hasil pemberantasan inefisiensi di PLN lebih banyak lagi.

Apakah Komisi VII DPR tidak tahu semua itu? Sehingga memanggil saya untuk menjelaskannya?

Saya tegaskan: Komisi VII sangat tahu semua itu. Kalaupun merasa tidak tahu, kan ada Dirut PLN yang baru, Nur Pamudji. Pak Nur bisa menjelaskan dengan baik, bahkan bisa lebih baik daripada saya. Apalagi, waktu itu beliau menjabat direktur PLN urusan energi primer.

Hampir tidak ada relevansinya memanggil menteri BUMN ke komisi VII. Tapi, kalaupun saya dipanggil lagi, saya akan hadir. Saya juga sudah kangen kepada mereka. Dan mungkin mereka juga sudah kangen saya. Sudah setahun saya tidak melucu di komisi VII. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

1.513 pemikiran pada “Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun

  1. Alhamdulillah, jelas dan jelas sekali……..

    Posted by MChoir | 29 Oktober 2012, 5:18 am
    • “Dahlan Iskan Menang 4-0″ kalau teman berkenan dan menilai artikel ini layak tolong di share ya?
      http://politik.kompasiana.com/2012/10/29/tidak-tertandingi/

      Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:35 am
      • YUP betul……

        Posted by yuni | 29 Oktober 2012, 10:48 am
        • Kenapa Ya Kalau aku baca2 komentnya para DI Haters, biasanya mereka selalu membandingkan DIS dengan Jokowi atau DIS dengan Yusuf Kalla.

          Okelah kalau sudah punya panutannya sendiri (Jokowi & JK), tapi kenapa harus SIRIK dan dengki dngan popularitas DIS.

          Mereka selalu menyanjung2 idolanya dan menjatuhkan DIS.

          Posted by luscious | 29 Oktober 2012, 7:29 pm
          • Padahal kalau jokowi keteu pak Dahlan juga akur ya…. hahahaha…….

            Posted by okiem | 30 Oktober 2012, 12:36 pm
          • Itukan tikus2 senayan yg mencoba mengadu domba kita. mereka itu bukan fansnya jokowi.Fans jokowi adalah fans DI, Fans DI adalah fans jokowi.orang yg menyukai kebajikan tidak akan melihat sapa dia, tapi apa yg telah dilakukan mereka.

            Posted by Arek Banyuwangi | 7 November 2012, 10:51 pm
          • 3 putra terbaik bangsa, Dahlan Iskan, Jokowi dan Basuki. Biar 2014 DI dan Jokowi jadi RI 1 & 2, Basuki lanjut jadi gubernur DKI

            Posted by David Tkw | 26 November 2012, 4:45 pm
      • Pertamina pemasok tunggal BBM untung Rp 21 Trilliun di 2011
        Apakah 7% saham NEWMOUNT bisa di beli oleh Pertamina sebelum digadaikan Bakrie ke Singapura lagi?

        http://ekbis.sindonews.com/read/2012/10/09/34/678235/bakrie-berpotensi-ambil-saham-newmont-lagi

        BUMN non-tbk bisa beli saham Newmont
        Maikel Jefriando – Sindonews
        Selasa, 9 Oktober 2012 − 16:28 WIB

        Sindonews.com – Lembaga riset Katadata menyebutkan, sejumlah nama perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) bisa dijadikan alternatif bagi pemerintah untuk membeli 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Namun, BUMN tersebut merupakan BUMN yang seluruh sahamnya masih dimiliki pemerintah.

        Ini disesuaikan dengan klausul dari perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) antara pemerintah dengan pihak NNT. Founder Katadata, Lin Che Wei menyebutkan BUMN yang memiliki dana untuk membeli 7 persen saham NNT harus sepenuhnya milik pemerintah.

        “Jadi yang sudah go public, itu tidak bisa lagi karena sudah ada dana swasta dan tidak sepenuhnya milik negara,” ujar Wei kepada wartawan di Menara BCA, Jakarta, Selasa (9/10/2012)

        Menurut dia, sejumlah BUMN besar yang tidak bisa membeli 7 persen saham NNT tersebut, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (Tins) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pemerintah memiliki saham di tiga BUMN tersebut, masing-masing sekitar 65 persen.

        Sementara itu, lanjut Wei, BUMN yang bisa mewakili pemerintah untuk membeli saham NNT, yakni BUMN yang tergolong Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PT Danareksa Persero, Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Pengadaian.

        “Jadi selain Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN juga bisa kalau punya inisiatif menggunakan BUMN yang ada,” pungkasnya.

        http://ekbis.sindonews.com/read/2012/10/09/34/678309/bumn-non-tbk-bisa-beli-saham-newmont

        Posted by sutben | 29 Oktober 2012, 11:27 am
        • http://kabarnet.wordpress.com/2011/12/17/wah-enaknya-dpr-usul-hapuskan-hutang-138-000-pengusaha/
          —–
          Misalkan ada orang yang terlibat hutang kepada bank, kemudian ingin agar hutangnya dihapuskan, maka kemanakah dia harus pergi mengupayakan pembebasan hutangnya? Jawabannya adalah: “Ke DPR !” Karena lembaga itulah yang bisa mengusulkan agar pemerintah merubah Undang-Undang supaya seseorang terbebas dari hutang. Bertolak dari kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) inilah maka Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan lobi-lobi dengan politisi DPR untuk memperjuangkan sebuah RUU agar hutang para pengusaha bisa dihapuskan.

          Tak tanggung-tanggung, ada 138.000 pengusaha besar yang berhutang di Bank-Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) minta (melalui KADIN) agar hutangnya dihapuskan. Bak gayung bersambut, rupanya DPR menyepakati permintaan KADIN tersebut, maka disiapkanlah sebuah paket usulan Permintaan Penghapusan Hutang yang datang dari DPR dan KADIN.

          Menurut Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra, Sadar Subagyo, hutang yang diminta agar dihapuskan, adalah hutang yang bersifat khusus, seperti hutang yang saat terjadi bencana alam tsunami atau gunung meletus, serta krisis ekonomi tahun 1998 lalu.

          Menurut Sadar, rencana penghapusan hutang tersebut bisa terealisasi apabila Rancangan Undang-undang (RUU) tentang piutang negara sudah disahkan menjadi Undang-undang (UU).

          “Kita mau hutang pengusaha di bank BUMN segera dihapuskan, selain menghambat pengusaha juga menghambat bank BUMN,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, pada hari Selasa (13/12/2011).

          Sadar Subagyo juga menjelaskan, bahwa keberadaan piutang pengusaha tersebut juga merugikan bank-bank milik negara, karena harus menyediakan sejumlah dana cadangan untuk kredit macet tersebut.

          “Selama ada piutang tersebut bank BUMN harus menyisihkan dana cadangan Rp 20 triliun ke Himbara (Himpunan Bank Negara). Jika itu digunakan untuk permodalan bisa menaikkan CAR dan LDR sehingga bisa survive dengan bank swasta,” paparnya.
          —-

          Posted by Puguh Setyono | 29 Oktober 2012, 11:56 am
          • Emangnya kalau kena bencana gitu dia gak klaim asuransi dg nilai yg lebih besar dari aset yg kena bencana?
            Lagian ngapus utang pake alasan biar survive dg bank swasta segala, gak lihat apa kalau bank BUMN banyak yg aset dan performancenya diatas bank swasta.

            Posted by JOWI | 29 Oktober 2012, 1:31 pm
          • cak Puguh ; utang itu d bw sampai mati lho…mereka semua akan menanggung hutang tersebut di hadapan YANG MAHA KUASA….ALLAHU AKBAR !!!!

            Posted by R I Molle | 31 Oktober 2012, 11:28 am
          • Ooooh,gini toh riwyatnya……
            Lah kok pake maen ke dhewan.
            Bakalan jdi kebiasaan dan ketagihan utk ngemplang.

            Posted by budi ind | 31 Oktober 2012, 5:45 pm
          • hutang negara dihapuskan… jangan lupa bayar fee ke dewan…… makin siip aja nih Dewan Pemerasan Rakyat kita…

            Posted by eka dharma efendi | 2 November 2012, 3:20 pm
          • SUBHANNALLAH…..

            USAHA DHEWAN KOMISI X1 UNT MENGHAPUS UTANG PIUTANG (yang chusus)
            PARA PENGUSAHA, BETA KASIH APRESIASI..
            MOSOK SELAMA ITU BUAT RANC.UU SONDE SELESAI2…?
            EMANG SELAMA INI KEMANA DAN NGAPAIN SAJA……….?

            KALAU MAU KERJA BAGUS DAN ADA HASILNYA,
            BELAJAR DULU DONK…SEPERTI MANAJEMEN-NYA :
            DAHLAN ISKAN YANG SERBA : SET….SET….SET..

            BETA BERDOA,USAHA UNT PENGUSAHA SEBANYAK ITU,
            TDK ADA BATU DIBALIK UDANG-NYA.

            HE….HE….HE….E,JANGAN SAMPAI JADI : ATM MODEL-BARU.

            BERJUANGLAH SEPERTI : DAHLAN ISKAN,
            SEMUA-SEMUA NYATA, DEMI INDONESIA..

            Posted by N. SORRI.. | 13 April 2013, 6:24 am
      • Mulai senin depan buat admin mohon bikin absensi….. kayaknya MH hari ini bakalan tembus 1000.
        Hadir dan siap membela Pak DIS.
        Satu kata buat MH saluuuuuuuuuuuuuuuuuut.
        Satu kata buat Dahlanis dan Dismania.. Hebaaaaaaaaaaaaaaaat
        Satu Kata Buat Pak DIS Dahsyaaaaaaaaaaaaaaaat.
        hari gini mikirin omongan anak TK dah gak jamannya kaleee.

        Posted by sofyan Usamah | 29 Oktober 2012, 9:16 pm

        Saya mengusulkan, Agar di perlihatkan berapa kali Tiap tiap MH di klik (brerarti di baca), caranya aku nggak tau mungkin yang pandai di bidangnya tau, agar nampak berapa kali di klik suatu berita (MH). kemudian dibuatkan grafik, Kita bisa melihat trendnya jumlah pembaca. Trim

        Posted by satoto | 30 Oktober 2012, 10:23 am
        • smua dah ada di bagian “admin”, pak toto …
          kalo pak toto punya web/blog pake wordpress pasti bisa liat statistik web/blog : artikel apa yg pling banyak komen, yg paling banyak diklik, kapan paling banyak kunjungan, dll … cuman itu utk bhn evaluasi admin/pemilik web/blog bkn utk konsumsi publik ….

          Posted by masteddy | 31 Oktober 2012, 6:34 am
          • Kirain bisa dipublikasikan. Maaf ilmunya belum sampai kesitu, atau pas pelajaran hal itu sedang asyik baca MH….

            Posted by satoto | 31 Oktober 2012, 8:47 am
        • pak toto, sy liat animasi tol bali … mantap skali
          kpn kira-2 slesainya … skali-2 update progres tol bali dong, jgn update pas lagi sepedaan aja
          moga-2 kalo pas mudik bisa lewat … ;)

          Posted by masteddy | 31 Oktober 2012, 6:45 am
          • He He… Buat Mas Teddy, unttuk Update progress Toll Bali masih pikir pikir, jangan sampai nanti ada yang keberatan. Info saja Menteri BUMN kalau nggak salah secara diam diam udah 3 kali ngunjunginya.

            Posted by satoto | 31 Oktober 2012, 8:45 am
        • setuju boss !!! maju terus pak dahlan !! g usah mikirin politikus yg ribut pencitraan,

          Posted by roy | 1 November 2012, 10:42 am
      • Kepada teman2 Dahlaner, Dahlanisty, Dismania…. yang berdomisili di jakarta dan sekitarnya, Jabodetabek, yang berjiwa Dahlanisme.

        YUK KITA BIKIN ACARA KUMPUL BARENG untuk mengutuk oknum anggota hewan yang tak terhormat.

        Salam kompak untuk Dahlanisty seluruh Indonesia,
        Bonzo – Jakarta Barat

        Posted by bonzo | 1 November 2012, 6:27 pm
        • Maaf saya ga bisa datang karena saya jauh di Aceh, apalagi acaranya cuma mengutuk, tapi kalo acaranya boleh bawa clurit buat ngebabat tikus2 senayan, dengan senang hati saya akan terbang ke Jakarta.

          Posted by Arek Banyuwangi | 7 November 2012, 10:45 pm
    • “Dahlan Iskan Menang 4-0″ tolong di share ya lo dinilai layak.
      http://politik.kompasiana.com/2012/10/29/tidak-tertandingi/

      Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:38 am
    • Kronologis sederhananya:
      1. Dulu… BUMN itu lumbung emasnya anggota dHewan, tiap minta PMN (modal), butuh persetujuan dpr, dan anggotanya minta uang buat menggolkan dana dari pemerintah.
      2. DI kebetulan minta tolong ke Dipo Alam lewat SMS yang isinya minta tolong agar jangan ada BUMN yang jadi “sapi perah” anggota dHewan.
      3. Dipo bilang ke SBY, dan keluarlah instruksi dari SBY, “hentikan kongkalikong BUMN buat siapapun yang mau mencairkan dana”
      4. DI langsung perintahkan BUMN jangan mau jadi sapi perah orang lain, siapapun itu.
      5. Sayangnya, Dipo kasih tau ke wartawan kalau ada SMS dari DI yang isinya cenderung memojokkan DPR itu.
      6. DPR jelas marah, marahnya kuadrat, satu: aliran dana dari BUMN berhenti (yang marah oknum), dua: nama DPR dijelekkan oleh DI lewat sms ke Dipo yang diungkap Dipo sendiri (yang marah 1 komisi, yaitu komisi VII, bahkan ketua DPR ikutan marah).
      7. DPR cari akal, gimana menjatuhkan DI, ketemulah data dari BPK yang mengatakan PLN merugikan negara 37 trilliun rupiah.
      8. Data dari BPK itulah yang jadi peluru buat nembak DI.
      9. Keluarlah MH kali ini, buat menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya terjadi.

      Kita tunggu kelanjutannya, menurut ane sih kewibawaan DPR tambah ancur, dan nama DI semakin naik.

      Posted by izza | 29 Oktober 2012, 6:39 am
    • selesein diam-diam ajah…kasi dpr apa kek gitu,yang bikin mereka kenyang,tapi rakyat juga tetep kenyang…
      yang jelas,semenjak pa DI jadi dirut PLN,listrik di kampung ane ga Mati lagi,,,terima kasih banyak pak DI..semoga Bapak dan Keluarga senantiasa di lindungi dari Fitnah dan dilimpahkan Kesehatan dan kekuatan memperbaiki keadaan bangsa ini

      Posted by duke | 29 Oktober 2012, 7:06 am
    • Jika sekarang DPR tahu bahwa inefisensi di PLN jauh lebih besar dari temuan BPK (ratusan triliun) mungkin pagi ini langsung buat surat panggilan ke P.DIS u besok harus hadir di DPR u dengar pendapat karena sdh sangat kangen sama beliau. Penjelasan yg sangat gamblang dr P.DIS spt di atas seharusnya DPR berterima kasih sm belaiu yg merelakan siap dipenjara jk keputusan yg dibuatnya salah. Betapa naifnya pejabat negara kita , wong ada orang berjuang sepenuh jiwa dan raga u negara kok mau ditusuk dari belakang. Ayo dahlanis siap-siap jd benteng Abah jika sewaktu-waktu diperlukan. Bravo P.DIS, bravo Dahlanis, Majulah Indonesiaku

      Posted by sulistiono | 29 Oktober 2012, 7:10 am
    • jelas gamblang lugas dan tanpa basa basi…..Rupanya pak dis bukan hanya menjawab pertanyaan dpr ke anggota dpr terkorup saja tetapi juga menjelaskan ke rakyat jelata seperti saya…..
      bravo bung dis….!!!!

      Posted by keitaro | 29 Oktober 2012, 8:41 am
    • kelihatan mana yang sesungguhnya jadi pecundang di negeri ini, rakyat sudah melihat pak dengan jelas pak Anggota DPR yang katanya terhormat malah ada oknum2 yang menjijikkan, mana muka lo….rakyat tidak pernah merasa punya wakil seperti lo2 semua, azpalagi saya……sorry lah yo….memalukan, sungguh terlalu katanya orang DPR intelek2 mana buktinya….mana hasilnya….(korupsi okey). lihat dengan mata terbuka hasil nyata sudah dikerjakan Pak Dahlan Iskan tidak hanya sekedar omong doang kaya anggota Dewan yang katanya terhormat tapi menjijikkan. Saya mendukungmu Pak Dahlan Iskan begitupun seluruh rakyat Indonesia, kami sudah merasakan hasil jerih payahmu Pak Dahlan Iskan walaupun singkat sudah ada hasil nyata, tidak seperti anggota Dewan yang katannya terhormat tapi menjijikkan yang punya prestasi besar yaitu masuk penjara. Allaahuakbar…..Allaaahuakbar…..Allaahuakbar……..maju terus Pak Dahlan Iskan

      Posted by agus s | 29 Oktober 2012, 9:47 am
    • maju terus pa DI….ga usah hiraukan “oknum” anggota dewan yang yang koar-koar kaya kodok lagi mandi ujan…saya ingin lihat sampai dimana DPR berani melempar fitnah pada Bapak…satu saat akan kami kerahkan kekuatan rakyat buat gerudug wakil rakyat yang ga tau diri itu…

      Posted by andhika | 29 Oktober 2012, 10:18 am
      • mereka bukan wakil rakyat pak,wakil perut dan nafsu mereka sendiri.saya gak mau diwakili orang kayak gitu.eh orang bukan ya?????????kan udah ga punya wajah

        Posted by mama kembar | 1 November 2012, 9:23 am
    • Pak Efendi Bolong, yang bener ini neh….
      Saat ini harga keekonomian gas di pasar Internasional mencapai US$ 17-US$ 18 per MMBTU. “Karena itu dengan harga pembelian US$ 3,35 per MMBTU saat ini, Indonesia mengalami kerugian sekitar US$ 4 miliar per tahun dengan asumsi setiap tahun Tangguh mengirim 100 kargo dan ICP sebesar US$ 110 per barel,” ujar Kurtubi.

      dan PERTAMINA sebagai penyedia gas untuk PLN berani membeli dengan harga 3x lipat daripada di ekspor ke China dimana kontraknya disyahkan oleh ketua partai wong cilikmu saat jadi presiden dulu…..

      Sumber : http://www.megaonlinetrading.com/detail_posting.asp?urutan=2981

      Posted by keitaro | 29 Oktober 2012, 10:53 am
      • WOW…rugi 4 milyar USD = 38T setiap taon? Ini yg lebih besar yg harus diburu duluan.

        Posted by JOWI | 29 Oktober 2012, 11:29 am
      • bu mega tah,

        Posted by edhi | 29 Oktober 2012, 9:48 pm
      • Ketua panitia kontrak MOU
        Pejualan gas Blok Tangguh siapa…???

        Silakan dicari….
        Anda akan lebih kaget lagi…

        Siapa yang ingin kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya
        Dan siapa orang kaya yg ingin kekuasaan untuk menghapus kesalahan

        Posted by Muhari Kumis | 30 Oktober 2012, 4:30 am
        • Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis menyatakan renegosiasi kontrak gas Tangguh akan efektif jika pemerintah menyelesaikannya melalui proses hukum. “Ini penyelesaiannya harus melalui hukum, bukan politik,” kata Roy kepada Jurnal Nasional di Jakarta, Jumat (12/9).

          Menurut Roy, dalam kontrak Tangguh kerugian negara di masa mendatang secara kasat mata sudah terlihat mencapai Rp700 triliun. “Harganya sangat murah, padahal kita sudah punya dua kontrak yaitu Arun dan Bontang yang harganya naik seiring kenaikan minyak bumi. Jelas ada ketidaklaziman dalam perundingan tersebut.”

          Melalui penyelesain hukum, kata Roy, pemerintah akan memiliki landasan dan kejelasan mengenai kontrak tersebut. “Supaya ada landasan hukum yang kuat Kejaksaan Agung panggil saja penanggung jawabnya. Dan yang harus bertanggung jawab pemerintahan Megawati,” ucapnya.

          Saat ditanya siapa yang dipanggil dulu, apakah Megawati sebagai Presiden atau menteri terkait yang ikut negosiasi, Roy menjawab, “Lebih baik memanggil menteri teknisnya. Kalau di negara lain, ini sebuah skandal besar.”

          Menteri teknis yang dimaksud adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.

          Ditanya Mega

          Roy yang mantan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR, bercerita bahwa sebelum Taufik Kiemas memimpin delegasi Indonesia ke China, Megawati bertanya kepadanya soal kepatutan Taufik menjadi ketua delegasi. Saat itu, menjelang rapat DPP PDIP tahun 2002.

          “Roy, menurut kamu kalau Mas Taufik jadi Ketua Delegasi bagaimana?” kata Mega seperti ditirukan Roy. “Menurut saya salah Mbak, gak boleh anggota Dewan mimpin eksekutif,” jawab Roy.

          “Tapi kan Mas Bambang (Bambang Koesowo, Menteri Sekretaris Negara) sudah menyiasati, dengan membuat special envoy. Penugasan Presiden,” kata Mega.

          “Tapi saya tetap bilang itu gak bisa ke Mega, karena akan adan konflik kepentingan,” ujar Roy.

          Karena itu, Roy meminta Kejaksaan Agung juga meminta keterangan langsung ke Megawati dan Taufik Kiemas. “Kenapa terjadi harga murah, dia (Taufik Kiemas) mesti jelasin. Mega juga perlu ditanya apa motifnya menugasi Taufik Kiemas.”

          Menurut dia, penjelasan itu sangat penting agar menjelaskan duduk perkara sebenarnya serta menghindari fitnah dan kesimpangsiuran.

          “Kalau alasannya rasional tidak apa-apa. Kalau dia (Taufik) punya alasan kuat, motifnya bukan mau merugikan negara, karena mungkin negosiasi susah, gak laku dagangan jadi harganya murah boleh saja,” tutur Roy.

          Direktur Eksekutif LPKP (Lembaga Pengkajian Kebijakan Publik) Ichsanuddin Noorsy menyatakan ada dua hal yang menyebabkan ladang gas Tangguh bermasalah. Pertama, ketidakjelasan posisi Tim Negosiasi Indonesia. Mestinya, negosiasi yang melibatkan dua negara berpedoman pada G to G, antarpemerintah. Anggota tim seharusnya terdiri dari menteri dan pejabat eksekutif lain, sementara lembaga legislatif sebagai pengawas.

          “Kenyataan malah sebaliknya, Taufik Kiemas yang berada di legislatif berperan sebagai Ketua Tim dan lembaga eksekutif malah berperan sebagai pengawas, ini kan penuh ketidakjelasan,” kata Ichsanuddin saat dihubungi Jurnal Nasional kemarin.

          Menurut dia, kewenangan memilih Tim Negosiasi saat itu jelas ada di tangan Presiden Megawati sebagai Kepala Negara.

          Kedua, yang menjadi penyebab adalah soal harga. Saat itu harga minyak dunia yang menjadi acuan berada di posisi US$38 per barel dan harga gas rata-rata dalam negeri sekitar US$4 per mmbtu. “Sementara gas Tangguh dijual hanya US$2,5 per mmbtu, jadi kerugian yang diterima Indonesia sekitar US$1,5 per mmbtu.”

          Belum Perlu

          Ketua Komisi VII (Bidang Energi) DPR Airlangga Hartarto mengatakan, Jaksa Agung bisa saja memanggil para menteri di masa pemerintahan Megawati yang ikut negosiasi kontrak Tangguh. Namun, dia melihat saat ini belum waktunya Jaksa Agung terlibat urusan kontrak gas Tangguh.

          “Biarkan dulu pemerintah melalui BP Migas (Badan Pelaksan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas) dan Menteri ESDM melakukan renegosiasi kontrak itu dengan pemerintah China,” katanya.

          Airlangga berharap pemerintah bisa maksimal melakukan renegosiasi kontrak gas Tangguh untuk kepentingan negara. “Dalam renegosiasi nanti diharapkan harga minyak dan gas sesuai harga pasaran saat ini.”

          Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Aziz meminta Direktorat Jenderal Pajak dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa segala kemungkinan yang merugikan negara akibat kontrak Tangguh.

          “Dirjen Pajak memeriksa berapa kerugian pendapatan negara akibat hilangnya pajak akibat kontrak tersebut. Harus jelas berapa kerugiannya. Sedangkan BPK menyelidiki apakah dalam kontrak tersebut ada pihak yang melakukan mark-up harga atau ada permainan atau tidak,” katanya kepada Jurnal Nasional, Jumat (12/9).
          Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo enggan bicara soal kontrak gas tangguh. “Saya malas bicara soal itu. Saya tidak mau menjadi alat politiknya pemerintah,” katanya.*** Jan Prince Permata/Friederich Batari/Yanuar Jatnika

          Posted by Nanang Slamet | 30 Oktober 2012, 1:05 pm
          • Tidak perlu susah-susah merenegosiasikan kontrak.
            BATALKAN SAJA KONTRAK ITU !!!
            Bagaimana caranya?
            Jatuhkan dulu hukuman pidana korupsi bagi si penandatangan kontrak dari pihak Indonesia. Entah siapa itu yang menandatanganinya…
            Bila sudah ada putusan hakim tipikor yang menyatakan ada unsur korupsi dalam penandatanganan konytak, otomatis kontrak BATAL DEMI HUKUM.

            Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 1:10 am
          • Ini dia tanggapan mas Erick.
            Ternyata bisa simple kayak gitu solusinya. Tapi implementasinya pasti banyak rintangan.
            Trims mas Erick atas penjelasannya, lumayan ada pembelajaran tentang hukum.

            Posted by Aldizy | 1 November 2012, 1:58 am
          • SELAMAT PAGI,SALAM HORMAT DAN SALAM KENAL TERUNTUK KAKAK NANANG DARI BETA DI NTT..
            TXQU BERAT TU KAKAK NANANG SLAMET ATAS PENCERAHAN-NYA TENTANG PENJUALAG “GAS” INDONESIA.

            SAAT ITU,NAMPAK BP.ROY BB JANIS SDH BERUSAHA MENGINGATKAN PRESIDEN MEGAWATI ,
            TAPI BELIAU TERNYATA TETAP “KEKEH” DENGAN SIASAT-NYA..MELALUI SEKNEGNYA BB.KOSWOYO.
            UJUNG2NYA : GAS -INDONESIA DI JUAL-MURAH, RAKYAT-INDONESIA MENJADI SENGSARA..

            GIMANA NGGAK RUGI,SAAT ITU PLN MAU BELI 2-3 KALI LIPAT DARI HARGA YANG DIJUAL KE CHINA….
            EEE…..CH, KOQ MALAH DIJUAL KE LUAR NEGERI…..SAMPAI2 INDONESIA TDK PUNYA GAS SE-TETES-PUN..

            INSYA ALLAH, DARI PENCERAHAN DIATAS SELURUH MASYARAKAT CHUSUS PARA DAHLANIS,
            KHAN SEMAKIN “CERDAS” DAN “YAKIN” , KLU APA2 YANG DILAKUKAN DAHLAN ISKAN : BENAR ADANYA.
            YAITU : DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT INDONESIA ATAU DEMI INDONESIA.

            SEKALI LAGI : DEMI INDONESIA DAN OPTIMIS SELALU.
            SALAAAAM DAHLANIS….

            Posted by N. SORRI.. | 14 April 2013, 6:52 am
    • Gila bener nich MH-49. Hari pertama pkl 13.45, tembus 337. Turbo Speed. Supersonik. Tampaknya Dahlanisti, Dismania, membuat PAGAR BETIS, untuk menahan GEMPURAN SENAYAN. Kompak Buanget. BRAVO semuanya.

      Posted by wanto kdr | 29 Oktober 2012, 1:53 pm
      • cukup banyak orang yg belum tahu tentang catatan dahlan iskan. tadi saya copy paste link site ini ke Facebook. kalau punya twitter saya pasti pasang link juga disana.

        Posted by hardy | 1 November 2012, 5:44 am
    • Sudah jelas sekali ada pilihan yang sudah tertuju ke pilihan pro kebaikan. yang di komisi VII itu mencari cara supaya ikut terkenal. begicu. DIS terus maju, dobrak birokrasi yang kolot demi maslahat umat. 200 juta lebih rakyat Indonesia di belakangmu.

      Posted by fahri | 30 Oktober 2012, 1:02 pm
    • penjelasan yang akurat, masih bengong apa anggota dewan untuk berkoar kembali

      Posted by Ibnu Fadhlan | 30 Oktober 2012, 9:04 pm
    • semoga besok pada saat abah dipanggil DPR jadi rapat terbuka yang ditayangkan di TV dan kita bisa lihat siapa yang akan menanggung malu besar karena lelucon abah.siap2 bawa masker ya bah,kentutnya besar lhooo

      Posted by mama kembar | 1 November 2012, 10:17 am
    • dua kalimat bijak saya temukan: 1) seorang pemimpin itu tidak boleh hanya mau jabatannya, tapi tidak mau risikonya; —– 2) Kian tinggi, kian kencang anginnya… Tapi juga, “Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya!” ——- itu sudah cukup menjawab! —- dan ungkapan pemimpin pejuang: ikhlas seikhlas2nya jikapun harus dipenjara…. ruarrr biasaaaaa!!!

      Posted by Bambang Wahyudi | 3 November 2012, 10:34 am
    • Sangat Jelas Pak DI, dukungan Rakyat selalu untuk orang yang berjalan di atas kebenaran……..

      Posted by Badut Koco | 3 November 2012, 8:32 pm
  2. wah..baru nongol…di jpnn udah jam 1 tadi…
    premium dulu lah…

    Posted by DWI waskito | 29 Oktober 2012, 5:20 am
    • “Dahlan Iskan, Fitnah Terkejipun Ditertawakan” http://politik.kompasiana.com/2012/10/29/dahlan-iskan-fitnah-terkejipun-ditertawakan-505006.html

      Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:54 am
      • Bantu update isi link nya pak Lukman : biar yang pake HP lebih mudah baca.

        “Dahlan Iskan, Fitnah Terkejipun Ditertawakan”

        Beberapa bulan yang lalu marak beredar isu tentang Dahlan mempunyai istri banyak. Isu ini disebar oleh akun twitter anonim yang menamakan diri triomacan2000. Konon istri Dahlan jumlahnya empat orang. Yang pertama adalah Ibu Nafsiah Sabri yang dinampakkan ke publik. Yang kedua adalah Nani Wijaya tangan kanan Dahlan semasa masih aktip di Jawa Post. Ketiga adalah suster yang merawat Dahlan waktu transpalasi hati di China. Keempat adalah Hedi Loren, seorang pengusaha.

        Ibu Nafsiah tentu tidak ada seorangpun membantah kalau beliau adalah istri Dahlan yang sah. Yang jadi masalah adalah Nani Wijaya, Suster China dan Hedi Loren. Dari ketiga orang ini hanya Nani Wijaya yang mempunyai dasar tuduhan yang masuk akal, lainnya sangat mengada-ada.

        Dulu di kalangan karyawan Jawa Post beredar isu, bahwa Nani Wijaya orang kepercayaan Dahlan itu sebenarnya istri sirinya. Kecurigaan ini muncul karena begitu dekat dan dipercainya Nani Wijaya oleh Dahlan. Tapi berpuluh tahun kemudian waktu membuktikan, bahwa Nani Wijaya dengan Dahlan tidak ada hubungan isimewa sama sekali. Hanya hubungan profesional seorang atasan dengan bawahan. Sekarang karyawan Jawa Post yang dulu mempercayai isu itu malu sendiri dan tidak mau mengingat-ingatnya kembali. Konon Dahlan sendirilah yang menyebarkan isu ini agar senior-senior Jawa Post tidak ada yang berani membangkang terhadap Nani Wijaya.

        Sedangkan isu suster China menjadi istri Dahlan nampaknya sangat tidak mendasar. Bagaimana mungkin orang yang sedang sekarat antara hidup dan mati bisa selingkuh. Dengan berpuluh-puluh selang di tubuhnya dan ditunggu langsung oleh istri tercinta Nafsiah Sabri, mustahil Dahlan selingkuh.

        Dengan Hedi Loren-pun mustahil, mana ada pengusaha yang mau jadi istri simpanan. Apa yang membuat dia rela menjadi istri simpanan? Harta sudah banyak, Dahlan juga tidak ganteng-ganteng amat. He.he..

        Selanjutnya Dahlan dituduh seorang Freman Sonry-tangan kanan Zionis Israel. Karena konon dia pernah menjadi anggota sebuah lembaga amal yang bernama Lions Club Indonesia yang berafiliasi dengan Freman Sonry . Entah siapa yang menebar isu ini. Mungkin orang yang ilmu teori konsfirasinya amat sangat tinggi. Sehingga tidak ada hal sekecil apapun yang luput dari teori konsfirasinya. Seandainya Dahlan benar menjadi donatur lembaga amal Lions Club Indonesia belum tentu Dahlan pro-Yahudi. Contohnya kita bekerja menjadi direktur restoran cepat saji McDonalds. Ternyata saham perusahaan itu dimiliki oleh Yahudi. Otomatiskah kita menjadi simpatisan Yahudi? Lagian Dahlan memang aktip menjadi donatur lemabaga-lembaga sosial, puluhan lembaga sosial seperti panti asuhan mendaftar Dahlan sebagai donatur tetapnya.

        Mungkin si penebar isu tidak tahu kalau Dahlan mempunyai ratusan pesantren keluarga di Jawa Timur. Bahkan Dahlan mau membuatnya menjadi pesantren berstandar internasional. Dahlan juga sejak kecil sekolah di sekolah agama, mulai dari Madrasah Sanawiyah, Madrasah Aliayah, dan IAIN. Dengan dasar agama yang begitu kuat apa mungkin Dahlan adalah seorang Freman Sonry? Atau isu ini dihembuskan oleh kalangan garis keras yang tidak setuju dengan pandangan-pandangan Dahlan yang dianggap sedikit liberal?

        Tuduhan paling gres adalah dari Komisi VII DPR hususnya Effendi Simbolon. Dahlan merugikan negara 37 triliun sewaktu menjabat Dirut PLN. Orang yang merugikan negara adalah koruptor. Effendi Simbolon akan memanggil paksa Dahlan dan menyeretnya ke KPK. Tuduhan ini janggal karena sebenarnya BPK hanya mengatakan PLN kehilangan kesempatan untuk berhemat, bukan rugi. Kesimpulan BPK digoreng oleh Komisi VII sehingga PLN terkesan merugikan negara. Menko Perekonomian, BP Migas, Kemeterian ESDM, dan Dirut PLN yang sekarang sudah menjelaskan, waktu itu PLN tidak bisa berhemat karena tidak ada gas. Terpaksa pakai BBM yang mahal, daripada terjadi pemadaman total dan lama di Jakarta atau pemadaman bergilir se-Jawa-Bali.

        Dahlan sendiri pada bulan Juli 2011 saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII dihadiri juga oleh BP Migas dan Kementerian ESDM, meminta tambahan pasokan gas. Dahlan memaparkan bahwa PLN melakukan pemborosan 15 triliun pertahun jika tidak diberi gas yang mencukupi. Komisi VII waktu itu tidak peduli, sampai-sampai Dahlan mengancam akan mengimpor lagi gas yang sudah diekspor pemerintah ke Singapura. Komisi VII tetap tidak ambil pusing, lalu kenapa sekarang dipermasalahkan?

        Bukan Dahlan namanya kalau reaktip dan emosi dengan tuduhan-tuduhan seperti di atas. Dia tetap menghadapinya dengan senyum dan guyon. Saat dikonfirmasi wartawan apakah betul punya istri empat? Dia tidak membantah. Iya istri saya empat, yang pertama namanya Nafsiah, yang kedua Nafsiah, yang ketiga Nafsiah dan yang keempat Nafsiah. Keempat-empatnya mau aku ajak umrah ujarnya sambil tersenyum.

        Ketika dikonfirmasi apakah dia benar seorang Freman Sonry, dia balik bertanya. Binatang apa itu? Atau itu nama makanan? Tumben saya mendengar namanya, enak gak? Guraunya lagi kepada wartawan.

        Ketika dimintai tanggapannya tentang kerugian negara 37 triliun yang disebabkan oleh PLN. Dia malah mengatakan BPK salah, bukan 37 triliun tapi 100 triliun. Dan bukan tahun 2009-2010 saja PLN rugi tapi sejak zaman Majapahit ujarnya.

        Percuma memang Dahlan diserang oleh orang yang berjiwa preman dan emosional. Seperti menghantam ruang hampa sekuat tenaga. Hanya menghabiskan energi dan membuat stres penyerangnya. Mungkin Dahlan hanya bisa di skak-mat oleh orang-orang berkemampuan guyon tingkat tinggi. Seperti presiden-presiden Amerika atau setidak-tidaknya presiden Indonesia keempat: Almarhum Gusdur.

        Apakah masih ada lagi fitnah yang lebih keji dari tuduhan menghianati keluarga, agama, dan negara?

        Posted by sopyan thamrin | 29 Oktober 2012, 5:22 pm
        • betul mas sofyan , oknum DPR secara gamblang membuka kedok mereka sendiri bahwa oknum= tersebutlah yang membuka aib DPR dan mengacak-acak tatanan bernegara di republik ini , layakkah mereka di pilih lagi ? selama ini kita tahu bahwa partai tidak pernah bertanggung jawab terhadap anggota partai yang bobrok n ndak bener , maka lebih baik kita reject aja …. MERDEKA !

          Posted by R I Molle | 31 Oktober 2012, 10:32 am
  3. Kalau sampai Abah dipenjara, rakyat Indonesia, kita demo DPRRI besar-besaran. Saya Golput Pemilu 2014.

    Posted by Fajar | 29 Oktober 2012, 5:21 am
  4. gagal pertamax maning…. :-(
    Bagaimana mungkin bangsa ini bisa maju kalau ane gak bisa pertamax…
    hufh…. :-( |sad|

    Posted by gagal pertamax | 29 Oktober 2012, 5:23 am
  5. Bener tuh Abah, anggota Dewan yang terhormat mesti di kasih yang “LUCU-LUCU” biar pada sadar kalo selama ini mereka yang paling “LUCU”..
    Pengen liat wajah Effendi Simbolon sekarang kayak apa??”LUCU” kali ya…

    Posted by DWI waskito | 29 Oktober 2012, 5:24 am
  6. maju terus demi kemajuan bangsa pak dahlan. vivat.

    Posted by Romi Radjalangu | 29 Oktober 2012, 5:26 am
  7. Audit yang tidak melihat keseluruhan permasalahan… Hidup pak DI… Lanjutkn karya pak, kami mendukungmu…

    Posted by Budi | 29 Oktober 2012, 5:28 am
    • hasil auditnya gak masalah… pak Dahlan sendiri bilang, harusnya kerugian negara jauh lebih besar dari itu… yg masalah itu yg pake hasil auditnya buat kepentingannya sendiri…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 10:40 am
  8. maju terus pak DIS.. sikat habis tikus DPR

    Posted by honeyshark | 29 Oktober 2012, 5:29 am
  9. Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya! Absen dolo….

    Posted by @yama | 29 Oktober 2012, 5:31 am
  10. pertamax plus……..kerja kerja kerja

    Posted by kang wie | 29 Oktober 2012, 5:32 am
  11. yang bisanya bicara biar bicara, yang kerja biar kerja. Biasalah yang nggak punya pekerjaan mengomentari orang kerja.

    Posted by sandra | 29 Oktober 2012, 5:32 am
  12. Tumben ya pak DI langsung merespon serangan. Teryata betul kata almarhum Megy Z,semutpun akan menggigit bila disakiti

    Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:32 am
  13. Bener sekali Pak Boss, bau kentut (gembosan angin) dari perut yang kebanyakan angin menyebar kemana-mana. Udah nadanya fals baunya ngga’ enak…….

    Posted by Satrio Hatmoko | 29 Oktober 2012, 5:36 am
  14. masyaallah. jelas sekali

    Posted by supriyadi | 29 Oktober 2012, 5:36 am
  15. Semangat Pagiiiiiiiiiiii.
    Absen dulu. Biar segera dapat AMUNISI MH-day, setelah berhari-hari mendengar serangan2 ‘pasukan senayan’
    Salam Dismania.

    Posted by wanto kdr | 29 Oktober 2012, 5:39 am
  16. dpr ngomong ama kentut sama kuatnya (n sama gak ada maknanya buat rakyat)

    Posted by mifdun | 29 Oktober 2012, 5:39 am
  17. Sudah sangat jelas dan gamblang penjelasan pak DIS,kalau DPR masih kurang jelas kayaknya mereka harus belajar lagi memaknai tulisan tulisan pak DIS,saya aja yang cuman lulusan smp aja sangat bisa memahami,apalagi para wakil rakyat itu yang gelarnya numpuk numpuk ….

    Posted by Karim | 29 Oktober 2012, 5:41 am
  18. Absen dulu ah…

    Posted by Denny | 29 Oktober 2012, 5:41 am
  19. Support untuk pak DaIs…

    Posted by Lando Jr | 29 Oktober 2012, 5:42 am
  20. Kalau misalnya sekarang saya harus masuk penjara karena keputusan saya itu, saya akan jalani dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya! Luar biasa !!!
    Baru sekarang ada pejabat yang secara berani menyatakan siap dibui. Mungkin karena Monas sudah ada yg booking. Hehehe,…

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 29 Oktober 2012, 5:44 am
    • Alhamdulillah…….kualitas pemimpin yg teruji..abah sikat abis kezaliman para bedebah…….jaya negeriku

      Posted by dahlanalex | 29 Oktober 2012, 5:55 am
    • wkwkwk betul mas… monas dah full book

      Posted by bangunbingunbi | 29 Oktober 2012, 8:56 am
    • pak Dahlan itu berusaha menempatkan segala sesuatu sesuai pd tempatnya… utk mempertanggungjawabkan perbuatan yg melawan hukum, ya tempatnya di penjara/bui, bukan digantung di Monas kayak kata petinggi parpol biru itu… kalo pak Dahlan yg guyon, emang lucu dan menohok ke sasaran, krn beliau dlm posisi yg benar dan komitmen kerja utk negara… tapi kalo politisi yg lain yg guyon dan mencoba menohok, justru nampak begonya dan bikin kita makin curiga dia memang salah… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 10:44 am
    • betul kang yanto…. inilah yang kita semua harapkan. pemimpin yang bertanggung jawab.

      Posted by suhardi | 29 Oktober 2012, 5:10 pm
    • Jadi inget Bung Karno, yg rela dipenjara untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia…. Semoga pak Dahlan Iskan selalu dilindungi Tuhan….. Penjarakan Aja tuh oknum2 DPR yg sukanya mikirin perut sendiri.

      Posted by Sandra | 2 November 2012, 12:25 am
  21. susah bedakan suara bicaranya dpr dan suara kentutnya dpr, jas buka iket blangkon, sama juga sami mawon….

    Posted by Are ghost | 29 Oktober 2012, 5:46 am
  22. Jelas lan ketok moto……..

    Posted by rauf widayat | 29 Oktober 2012, 5:46 am
  23. para dewan senayan ingin menjatuhkan dan pa dahlan agar berkurang popularitasnya takut tersaingi,takut kalah 2014,maka dibuatlah isu2 tak sedap tentang pa dahlan,
    Tapi menurut saya sebagai orang awam semakin para dewan mencongkel kesalahan pa dahlan maka akan semakin tercongkel pula support/simpati masyarakat terhadap pa dahlan lebih besar bahkan sangat besar yg tidak dapat dibayangkan oleh para dewan yg terhormat..
    Semoga rahmat dan keselamatan menyertai calon pemimpin kita yg akan membawa perubahan yg sangat besar…

    Posted by jalmi alit | 29 Oktober 2012, 5:47 am
  24. Jelas sekali.. penjelasannya.
    Save..DIS…Save DIS

    Posted by Royyan | 29 Oktober 2012, 5:49 am
  25. “Dahlan Iskan, Fitnah Terkejipun Ditertawakan” Mudah2an artikel ne berkenan di hati para Dahlanis http://politik.kompasiana.com/2012/10/29/dahlan-iskan-fitnah-terkejipun-ditertawakan-505006.html

    Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:57 am
  26. Hahahaha….
    Bikin ketawa terbahak-bahak baca closing statementnya kali ini. Rupa-rupanya komisi VII DPR RI lg galau n stress abis sampai-sampai butuh hiburan dari Pak Dis.
    Komisi VII yang membidangi energi sdh semestinya n sdh seharusnya mengerti masalah inefisiensi yg terjadi di PLN jauh2 hari. Kewenangan DPR selain budgeting kan jg melakukan pengawasan. Kalau sampai ribut-ribut inefisiensi PLN itu br mencuat skrng, lha dl mereka krjnya ngapain aja? Bener-bener patut dipertanyakan kinerja anggota dewan yg menurut mereka terhormat itu.
    Maju trus Pak Dis…
    Dr lubuk hati terdalam saya senantiasa mendukung dan mendoakan Pak Dis.
    Sudah saatnya Pak Dis turun gelanggang dan berpolitik.
    Kejar harga diri bangsa.
    Kerja, kerja, dan kerja!
    Jayalah Indonesia.

    Posted by Didi | 29 Oktober 2012, 5:57 am
    • bukan gan… DPR bukannya ga tau tentang itu. Hanya aja karena ada statement dari Dipo mengenai sms dari DI yang isinya anggota dHewan minta jatah uang ke BUMN itulah yang bikin anggota dHewan jadi marah-marah. Tambahan pula sekarang ada instruksi dari DI kalau BUMN nggak boleh lagi kasih jatah duit ke siapapun, jelas menguras lumbung emas anggota dHewan.

      Itulah yang bikin dpr marah, dan akhirnya mereka cari-cari masalah dan kebetulan ada temuan BPK, ketemulah udah peluru buat nembak DI.

      Posted by izza | 29 Oktober 2012, 6:26 am
      • Berarti Dipo adalah salah satu akar masalah selama ini

        Posted by Djoko Sawolo | 29 Oktober 2012, 6:59 am
        • mas djoko pinter juga analisanya, itulah “klu” nya, inget ribut2 soal kabinet beberapa waktu lalu????, bener2 duri dalam daging tuh orang (Dipo)

          Posted by Nanang Slamet | 29 Oktober 2012, 7:18 am
        • tadinya aku apresiasi langkah Dipo yg meneruskan sambatan pak Dahlan ke Presiden SBY yg berbuntut keluarnya edaran agar jgn ada kongkalikong… tapi krn Dipo yg bocorin SMS pak Dahlan ke media, lalu berujung ribut-ribut begini, aku gak jadi kasih jempol buat Dipo… emang dari dulu suka bikin rusuh tuh Dipo… konon yg menjegal proyek blue energy (selain krn teknologinya jg masih kontroversi) juga si Dipo sendiri krn sang penemu teknologi ogah memenuhi permintaan Dipo agar teknologi itu dipatenkan atas nama Dipo…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 10:49 am
          • Si Dipo paling senang melakukan politik adu domba, adu jangkrik, adu gajah .. setelah itu dia lari dari medan pertempuran (Tinggal gelanggang colong playu).

            Posted by Djoko Sawolo | 29 Oktober 2012, 1:09 pm
      • Dipo cari aman. Lempar batu sembunyi tangan. Kesempatan Dipo ngerjain DI, Dulu musuhin DI, malah tdk dpt simpati.

        Posted by mito | 29 Oktober 2012, 7:22 am
      • memang dipo menteri yang paling lebay…seperguruan ama ruhut si poltak…..

        Posted by andhika | 29 Oktober 2012, 10:38 am
      • Dipo pengen banget menggeser Dahlan Iskan. Muke gilee si Dipo bisanya ngrecokin kerja orang. moga2 segera dipanggil Yang Kuasa. supaya negara ini bebas dari si Dipo laknatullah. Amiiiinn ya Allah. Amiiin ya Rabbalalamin.

        Posted by Arek Banyuwangi | 7 November 2012, 11:21 pm
    • Sorry bosss..klo waktunya controll ane biasanya control selir2 ane..Jd g semprettt..sssst nih rahasia bosss

      Posted by romi s.uk | 29 Oktober 2012, 7:22 am
  27. Berbagai artikel pembelaan terhadap pak DI, semoga para Dahlanis berkenan: kompasiana.com/lukmans

    Posted by lukman bin saleh | 29 Oktober 2012, 5:59 am
    • harus juga dibela lewat twitter supaya makin banyak anak bangsa yang mengerti duduk persoalannya…jangan sampai tukang fitnah bayaran di twiter semacam trio meong 2000 bisa meyakinkan anak bangsa yang belum mengerti persoalan yang sesungguhnya

      Posted by andhika | 29 Oktober 2012, 10:42 am
    • aku tdk akan membela seseorang secara membabi buta… kalo suatu saat pak Dahlan terbukti salah, aku dukung pak Dahlan menjalani proses hukum utk bertanggung jawab…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 10:51 am
  28. I like Dis
    Dari tulisan ini ketahuan betapa bodohnya anggota dewan yg gila hormat ini, knapa bisa dipilih rakyat

    Posted by ariabuzulfa | 29 Oktober 2012, 6:02 am
  29. Sampai ubun-ubun, tersirat dari MH kali ini…

    Posted by juraganacsby | 29 Oktober 2012, 6:07 am
  30. mantaaaaaaaaab….

    Posted by mbah sho@ymail.com | 29 Oktober 2012, 6:10 am
  31. maju terus pantang mundur pak dis

    Posted by mbah sho@ymail.com | 29 Oktober 2012, 6:11 am
  32. Like DIS

    Posted by pada | 29 Oktober 2012, 6:13 am
  33. karena kurang sajen…..hantu2 komisi VII ngamuk…..harus banyak baca yasin nih…..hi….

    Posted by adit | 29 Oktober 2012, 6:13 am
  34. Maju terus om DIS, yang benar pasti akan terlihat benar yang salah pasti akan terlihat salah. Semangat kerja kerja kerja.

    Posted by muklisin | 29 Oktober 2012, 6:14 am
  35. Absennn..Udh Lama gak mampir…Niat DPR mencari nilai merah Pak Dis,,bisa jadi boomerang buat mereka…Rasanya sudah waktunya..”Rakyat” mengusung Jargon ( meminjam istilah ORLA) Poros “Dahlan, Jokowi, Abraham”.. untuk mensinergikan Spirit Perubahan Ke Arah Perbaikan yang lebih bersih…Untuk Indonesia…Kalau ‘Setan” saja mau bersatu dan pantang menyerah untuk menggoda kita anak cucu Adam AS ini…Maka kita juga pantas Bersatu Melawan Keserakahan,,di Negeri Tercinta ini…Karena Pendukung masing2…Punya Visi Yang Sama.yaitu..”Indonesia Bersih’..InsyaAllah…Together We Can…Yesss

    Posted by Arief Mustami | 29 Oktober 2012, 6:19 am
  36. coba kalau para pejabat yang mengurus gas …sikapnya seperti dahlan Iskan……mantap kayaknya

    Posted by binun | 29 Oktober 2012, 6:20 am
    • Coba klo yg urus negeri yg kaya raya ini Bung Dis, akan jadi apa ya nantinya ?!?

      Orang2 tua dulu aja bilang: tongkat dilempar aja bisa tumbuh ! ;-)

      Posted by Jend. Naga Bonar | 29 Oktober 2012, 9:54 am
  37. masa iya seorang DahlanIskan yang punya jiwa pengusaha mau memberikan kerugian pada apa yg dipimpinnya. berkaca dari jawapos dulu sampai skrg…. ckckckck

    pemimpin kita apalagi wakil rakyat harusnya jangan lupa dg sejarah :)

    semangat pak dis….

    doa kami menyertai tiap langkah perubahan yang engkau lakukan

    Posted by raizous | 29 Oktober 2012, 6:22 am
  38. wahh …. bakalan rame koment, nih …..

    Posted by masteddy | 29 Oktober 2012, 6:23 am
  39. Memang beda seorang leader dengan politisi. Indonesia krisis leader yang berkaliber negarawan. Bravo DI

    Posted by janu | 29 Oktober 2012, 6:23 am
  40. Mantap….,,,,
    Maju terus Pak DIS…..,,, kami rakyat Indonesia mendukungmu…..

    Posted by mahfud | 29 Oktober 2012, 6:25 am
  41. ternyata, untuk melucupun harus rapat dengar pendapat, dan anggarannya 2 milyar untuk rapat itu. emang negeri yang lucu selucu-lucunya…….gimana simbolon habis gini main ketoprak aj, bareng tesi. simbolon majikannya, tesi bosnya……

    Posted by Ahmad Zainul Muttaqin | 29 Oktober 2012, 6:27 am
  42. Memang Sulit berbuat baik pak….

    Posted by Ricky YonaPutra | 29 Oktober 2012, 6:30 am
  43. Kalau Pak Dis: Kerja, Kerja, Kerja. DPR; mBacot, mBacot, mBacot. \m/

    Posted by abd. mufti | 29 Oktober 2012, 6:31 am
  44. The real minister. Pemimpin yang pemberani dan patut dijadikan teladan. Akar masalah bukan pada Abah tetapi ada di LNG Tangguh Papua, yang merugikan keuangan Indonesia dan menyejahterahkan china.
    Temuan saya ..Perjanjian kontrak karya LNG Tangguh Papua, berpotensi merugikan keuangan PLN sebesar Rp37 triliun dan menyejahterahkan china sebesar puluhanj bahkan ratusan triliun rupiah.

    Posted by Djoko Sawolo | 29 Oktober 2012, 6:32 am
    • Benar mas Djoko, dan itu saat bu Mega jadi presiden. Ingat berita lama “Setelah berdansa dengan Mega, presiden China bawa pulang gas murah”. Bayangkan harganya 1/5 harga normal, dan sekarang gas kita menerangi Hongkong. Negeri sendiri kekurangan gas sampai terjadi inefisiensi tersebut.

      Posted by Sigit | 29 Oktober 2012, 8:05 am
    • ada lagi, boss… kapan hari tuh siapa (lupa) yg diwawancara di tivi, entah pengamat entah anggota DPR… dia mempertanyakan keputusan pak Dahlan menggunakan BBM krn tdk dpt gas: gimana tendernya? siapa yg menang pengadaan BBM? dsb… bahkan dia menuduh ada aliran dana pengadaan BBM itu ke rekening istri dan anak pak Dahlan… nau’dzubillah… setahuku, bu Dahlan itu ibu rumah tangga sejati yg hanya mendampingi suami dan aktif di kegiatan sosial, Azrul Ananda itu sdh sangat sibuk (dan sangat kaya) mengurusi Jawa Pos Grup sambil memotori kegiatan-kegiatan positif utk anak muda di Jawa Timur lewat Deteksi Production-nya… tapi, ya biar pak Dahlan sajalah yg membuktikannya…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 11:11 am
      • bener sampean Cak Nov ; nek wong durung eroh Abah yo ngono iku omongane ,,, tak doain Gusti Alloh bakal nurunkan siksa dunia nang wong= sing asal ngomong,,,ALLAHU AKBAR !!!

        Posted by R I Molle | 31 Oktober 2012, 10:51 am
  45. hahhaha…lama nggak melucu…bener-bener lucu pak DI
    cemunguuud…

    Posted by teguh suprayogi | 29 Oktober 2012, 6:35 am
  46. Jelas sekarang siapa yg pencitraan dg cuap2 dan siapa yg kerja kerja kerja. Jangan kuatir Pak DIS, sebesar apapun kentut gak akan bisa menggoyahkan pohon.

    Posted by JOWI | 29 Oktober 2012, 6:38 am
  47. Dalam MH kali ini sepertinya makin jelas kalo BPK dipakai DPR untuk menjerat pak DIS. BPK ternyata hanya kumpulan orang yang mudah diperalat orang lain.
    Untuk DPR komisi VII sudah gak bisa komentar lagi saya. Cukup jari tengah saja buat mereka
    Yang takbah pakDis menghadapi gerombolan setan senayan·

    Posted by soohyun | 29 Oktober 2012, 6:38 am
  48. Memang aneh yang namanya orang-orang berpola pikir politik itu.. Mereka sendiri kebingungan makna hakiki dari mana yang benar dan salah karena yang ada hanya kepentingan. Andaikan mereka sedikit mau belajar dan menyampingkan kepentingan politik-nya maka mereka akan bisa melihat secara obyektif, proporsional dan kontruktif tentang masalah kelistrikan, bukan seperti sekarang ribut kaya orang meributkan kentut, tunjuk-tunjukkan. Tidak ada semangat solusi selain memcari-cari kesalahan.

    Yuk, DahlanIs kita kembali belajar dari MH kali ini. Pak Dis tentu telah mengajari kita tentang melihat permasalahan listrik dengan kepala dingin tanpa emosi. Mengajari kita bagaimana menghadapi pihak-pihak yang punya mentalitas “menyerang” (yang terjadi juga di blog ini hehehe). Mengajari kita untuk jujur dan transparan menunjukkan masalah dan keurangan diri kita. Mengajari kita sikap gentleman seorang pemimpin yang tak lari dari tanggung jawab. Mengajari kita untuk selalu profesional walaupun berhadapan dengan pola-pola politik yang penuh angkara murka dengan kelucuan. Dan masih banyak ilmu yang bisa kita pelajari dari MH kali ini.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada Pak Dis. #SaveDis #PrayforDis. Semangat Pagiii!! Salam DahlanIs.!!

    Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 6:38 am
    • stuju…
      coba dpr mencari solusi..bukan mencari keributan…..
      coba dpr memikirkan bagaimana kebutuhan gas dalam negri terpenuhi…perjanjian2 yg kurang menguntungkan buat indonesia…dikaji ulang…bukan meributkan sesuatu yg sudah tau…dan memperkeruh suasana negeri ini,…

      politik2…yg baik bisa jd jelek..yg jelek bisa jd baik….

      Posted by binun | 29 Oktober 2012, 6:47 am
      • ya, jgn harap DPR jd “problem solver” … itu menyalahi UU
        fungsi mereka khan : legislatif, anggaran n pengawasan …. gak ada fungsi solusi ;)

        Posted by masteddy | 29 Oktober 2012, 8:05 am
        • setidaknya..mereka memberikan advice yg bagus pada pelaksana….bukan meributkan..ato..setidaknya…..apa yg keluar dari percekapan para anggota dewan itu..yang solutip…dan sumbangsih pikirannya pada pejabat yg berwenang….

          Posted by BINUN | 29 Oktober 2012, 8:30 am
        • fungsi pengawasan kan beda-beda tipis dgn fungsi: cari-cari masalah… :p

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 11:18 am
          • Intinya bagai mana cara agar bisa Rapat!!!! dapat amplop…..incam selain gaji

            Posted by mustail | 29 Oktober 2012, 3:14 pm
        • Fungsi legislasi, nol besar, produk UU nya hanya 1/4 dr target/ tahun, tp ribut merivisi UU KPK . . . .
          Fungsi anggaran, kita semua tahu bgmn kelakuan Banggar ? cuma cari fee proyek . . . . .
          Fungsi pengawasan, bgmn bs mengawasi klo gak ngerti apa yg hrs diawasi ? Pak DI disalahkan, pdhal gas-nya yg jual Bu Mega.

          Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 7:44 pm
  49. Harusnya temuan BPK lebih besar….wah pengakuan dari seorang ksatria seperti DI. Hanya orang-orang ksatrialah yang mau mengakui seperti itu….bahkan beliau bilang saya lebih baek masuk penjara daripada jakarta padam..sungguh leadership yang bagus

    Posted by caderabdul | 29 Oktober 2012, 6:40 am
  50. hey…anak taman kanak kanak ente semua salah sasaran klo nggertak mantan wartawan…

    Posted by muh mundir | 29 Oktober 2012, 6:46 am
  51. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan buat abah DI, kami semua akan terus berdoa unt abah.

    Posted by Yudhi | 29 Oktober 2012, 6:47 am
  52. Semoga rapat Komisi VII dengan Pak Dis disiarkan secara langsung di TV. Pengen liat siapa sih sebenarnya yang ngotot di DPR dan pengen liat Ppak Dis memberikan pencerahan kepada Anggota-anggota DPR yang mengalami galauis, stres dan depresi berat supaya sembuh dan bisa kembali berpikir secara jernih. :)

    Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 6:49 am
    • setuju. biar rakyat Indonesia jadi saksi apa maunya DPR dan kualitas wakil kita

      Posted by sulistiono | 29 Oktober 2012, 7:27 am
    • Setuju. Sdh ada contoh di Pemilihan GUB DKI, kalau rakyat sangat pintar dan dapat memilih pemimpin.

      Kalau wakil rakyat terlihat kinerja nya kurang, tentu rakyat dapat memilih wakil rakyat yg lebih baik.
      Tolong di kabarkan daerah yg diwakili & nama wakil rakyat nya.

      Posted by sutben | 29 Oktober 2012, 10:01 am
  53. apa mungkin ya, BPK tidak independen lagi ?????????? . mari sama2 kita lihat motivator kita klo dipanggil DPR, paling2, setelah baca mh 49 ini mereka pada tiarap he he he he

    Posted by darrennt | 29 Oktober 2012, 6:49 am
  54. Dis : Kerja Kerja Kerja!!!
    Dpr : Bicara Bicara Bicara…..

    Posted by ronibalung | 29 Oktober 2012, 6:49 am
  55. Maju terus pantang mundur pakdis…kita kita rakyat jelata juga tau siapa siapa yang bersalah, kita akan siap bela pakdis klo kentutnya dpr bunyi lagi, semuanya saja tolong hubungi saya klo mau mengadakan aksi aksi untuk membela kebenaran…….

    Posted by keitaro | 29 Oktober 2012, 6:51 am
  56. Kentut dpr bisa jadi sumber gas baru untk pembangkit pln. Hehehe. Ide bagus pak dis, bikin ketawa dpr biar kentutnya makin keras.

    Posted by Disfans | 29 Oktober 2012, 6:52 am
  57. ‘Sekali Tepuk 2 Lalat, NYUNGSEP’. Sekali MH 49, BPK dan Komisi VII …..
    Apakah BPK akan kembali bilang Audit BELUM FINAL ???????
    Apakah ‘senayan’, akan bilang, akukan masih TK ???? Mimik Cu cu (Susu karena masih cedal) ahhhhhh…..

    Posted by wanto kdr | 29 Oktober 2012, 6:54 am
  58. Ditunggu dulu tangah malam muncul pagi,komen dulu baru baca,petromax lageee

    Posted by abdillah | 29 Oktober 2012, 6:54 am
  59. badut simbolon, a. bima dll, huuh, benar katanya Alm Gus Dur, mereka memang taman kanak kanak

    Posted by edhi | 29 Oktober 2012, 6:56 am
  60. sudah saatnya pak DI turun gunung di gelanggang perpolitikan negeri ini….

    Posted by afada | 29 Oktober 2012, 6:57 am
    • Jika dahlan iskan jadi calon presden saya akan nyoblos, kalau tidak ada yang mau mencalonkan dahlan iskan jadi presiden, saya akan ikut dengan yang keputihan (golput)

      Posted by tatang | 29 Oktober 2012, 10:08 am
  61. gak hanya DPR yg menjadikann BUMN sapi perah….anaknya(DPRD) juga ikutan……buah jatuh tak jauh dr pohonnya

    Posted by Gkyut | 29 Oktober 2012, 6:59 am
  62. Meminjam istilah pak Erick yaitu “cewek sexi”, pak Dis ini lah sosok cewek sexy dan primadona yang bakal diperebutkan di ajang 2014. Pak Dis masih terjaga-terpelihara, netral dan profesional. Hal ini cukup “mencemaskan” Demokrat dan “membuat agak tenang” partai-partai lain. Kondisi polemik seperti sekarang ini menjadi ujian untuk Pak Dis untuk tampil as himself, sosok menteri dan pemimpin yang bekerja bukan karena jabatan. Mari kita doakan Pak Dis dapat melewati terpaan angin ini dengan manis dan elegan. Kita tahu kapasitas pak Dis tapi kita pun jangan pongah dan lengah, karena banyak pihak-pihak yang punya mentalitas menjatuhkan dan mencari masalah agar bisa menemukan cacad dalam yang terkait dengan Pak Dis. Mari tetap kerja kerja kerja.. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 7:02 am
  63. absen dulu

    Posted by abu hanni | 29 Oktober 2012, 7:05 am
  64. Kalau diperhatikan komentar efendi simbolon memang ga berbobot , menurut saya hanya sekedar bunyi saja, tentu sangat baik kalau apa yang dinyatakannya bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka di forum resmi, sehingga akan kelihatan mana emas mana paku bengkok karatan….

    Posted by santosa | 29 Oktober 2012, 7:06 am
  65. Para dpr, mbok ngaca dulu, bos ente dulu ngejual murah2 tuh indosat, gas tangguh papua, kapal vlcc. Ini inefesiensi luar biasa. Disisi lain sejak pak dis jd dirut pln tender bbm/gas/batubara sangat fair, beliau babat hbs kongkalingkong. Wajarlah bila dpr pd marah krn dulu salah satu lahannya. Wahai ahlu dpr dosamu dah byk kamu pake uang rakyat buat nglencer ke ln, laptop,wc dll. Rakyat dah muak jangan cari simpati murahan spt. Nyambut gawe aja, pr uu msh byk. Kalo dah kerja nyanyi sambil tepuk tangan gelang sipatu gelang..,.kt gus dur dasar anak tk.

    Posted by Jay kertomas | 29 Oktober 2012, 7:08 am
  66. pasukan “wani piro DPR” sudah membangunkan macan yang sedang tidur, ayolah pa Dis, jangan tanggung-tanggung, sekalian aja bongkar kedok mereka, siapa-siapa yang suka latah minta jatah dari BUMN, apakah masalah ini ada benang merahnya, gertakan anak TK soal “kerugian 37 T” dengan selebaran pa Dis soal dilarangnya para direksi BUMN untuk memberi upeti kepada mereka?, asal kalian tahu wahai “wakil rakyat miskin”, yang sebentar lagi naik pangkat jadi “rakyat miskin” bahwa kami rakyat indonesia tidak buta, tidak tuli, dan masih punya akal pikiran dan nurani sehat, sangat jelas bagi kami mana yang bekerja dengan ikhlas (nothing to lose) dan yang cuma OMDO, cuap-cuap ga bermutu, betul kata abah :

    “Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya!” apalagi kembungnya dari hasil korupsi, naudzubilahimindaliq, semoga mereka “anak2 TK senayan” cepat tobat sehingga terhindar dari siksa dan adzab Allah yang nyata didunia ini!

    Posted by Nanang Slamet | 29 Oktober 2012, 7:08 am
  67. ada untungnya ya, abah dis ngak mau ambil gaji dan fasilitas dipln. kayaknya beliu sadar bahwa pengabdiannya untuk kejayaan indonesia hrs total. dan skrg mulai terbukti klo oknum2 perusak negara ndak bisa mencari2 alasan untuk menjtuhkannya.untung saja jawa pos mampu membiayai ownernya. terimakasih jawa pos, jayalah JAWAPOS. MAAF BUKAN PROMOSI. kebetulan saya pembaca setia jawa pos sejak 1985

    Posted by darrennt | 29 Oktober 2012, 7:09 am
    • Bukan di PLN dan BUMN saja, jauh sebelum ini beliau tidak mau digaji waktu ngurusin holding BUMD di Jawa Timur (CMIIW). “Biar ini menjadi ibadah bagi saya buat Jawa Timur”, kata beliau. Kacang tidak lupa kulitnya, dimana Jawa Pos berasal….Betul2 orang istimewa

      Posted by surachwanto | 29 Oktober 2012, 9:13 am
    • Bener pak, sekarang saya baca INDOPOS dan RADAR BEKASI ( Group Indopos Juga ) secara tinggal di Bekasi, setelah mengenal abah, saya tinggalin tuh KOMPAS ma WARTA KOTA.

      Posted by Doddy | 29 Oktober 2012, 11:40 am
    • sama saya juga pembaca setia JAWA POS SEJAK kelas III SD kira kira tahun 1983 sejak pak DI pegang JP

      Posted by suhardi | 29 Oktober 2012, 5:19 pm
  68. dalam mengambil tindakan selalu ada resiko. disinilah peran auditor menggambarkan hasil pemeriksaan-nya. auditor tidak bisa lagi menggunakan kacamata kuda dalam menterjemahkan resiko yang selau timbul, harus balance.
    kalo tidak salah temuan bpk diterjemahkan “PLN kehilangan kesempatan untuk memperoleh gas yg menyebabkan negara harus menanggung …bla…bla…bla”. sekarang dilihat saja dari laporan bpk apakah penyebab dari temuan itu adalah “kesalahan kebijakan Direksi PLN? atau kesalahan negara yang tidak mampu menyediakan gas untuk PLN? atau ada kesalahan yg lain?”. dari sinilah kapabilitas PLN, BPK, DPR, Menteri, Presiden dapat dibaca.
    Indonesia-ku sudah capek berdebat….capek berantem….capek beragumentasi….dan lebih parah lagi adalah capek mendengarkan itu semua. sudah waktunya Indonesia-ku bekerja…bekerja…dan bekerja….
    saya tidak mau menulis lebih panjang lagi…..agar tidak dibilang berargumentasi………..sudah capek….

    Posted by done | 29 Oktober 2012, 7:12 am
  69. ya udah sih pak, dateng aja, bungkam semua mulut anggota DPR dgn pnjelasan bapak di atas

    Posted by Ibnu Alwi | 29 Oktober 2012, 7:13 am
  70. Seneng sekali baca MH kali ini, ga rugi nunggu hingga dini hari. Tulisan nya sepenuh hati, kejengkelan yang dibalut dengan sindiran halus. Mudah mudahan senayan masih punya perasaan, punya hati dan rasa malu. Tapi kalau tengok paragraf akhir sih, kayaknya urat malu senayan udah putus tuh… Bebal sebebal bebalnya…….

    Senayan tidak akan terhenti dengan tulisan ini atau kedatangan Dis kesana, mereka masih akan cari cara untuk menggoyang Dis, menjegalnya kalau perlu di penjara. Toh si Dis, juga rela kok dipenjara. Kalau sodara sodara tidak rela Dis dipenjara….. Ya ayo galang suara…… Sebarkan artikel MH ini di media sosial fesbuk atau milis…… Kalau perlu di print dan ditempel di pasar pasar, di sekolah, di kampung. Setidaknya ceritakan pada anggota keluarga kelakuan politisi busuk yang mau menjarakan Dis, juga ke tetangga dan kenalam-kenalan, bahkan orang yang baru ketemu di kereta atau angkot. Biar mereka mengenal, tahu, mengerti dan peduli. Suatu saat nanti dukungan untuk Dis akan diperlukan, kalau DPR tetap bermuslihat jahat, sementara Dis ikhlas siap di penjara. Jangan terlambat ya……. Sekarang juga disebarkan info nya……

    Posted by Papae dido | 29 Oktober 2012, 7:14 am
  71. Opa Dahlan hebat!!!! Iran aja ngak berani nyerang israel langsung….

    Berhubung sudah perang terbuka, deviden BUMN jgn disetor 100%, lebih baik buat biaya pengembangan bisnis BUMN dan biaya membangun infrastruktur, serta ekspansi BUMN ke luar negeri. Biar tidak lagi repot berurusan dgn tukang *entut. Baunya ngak nahaaan!!!!

    Posted by rickygonzales | 29 Oktober 2012, 7:22 am
  72. jelas sudah masalahnya.
    mau bikin cara apalagi ya anggota dewan yg terhormat untuk mencolek-colek pak dis? benar kata pak dis, mereka kangen ingin ketemu sama pak dis.
    tetap sabar & istiqomah ya pak dis, kami semua selalu mendo’akanmu…. amiin.

    Posted by arekprg | 29 Oktober 2012, 7:29 am
  73. He…he… jangankan BUMN,.Semua kepala daerah sampai gubernur..kalau mau membangun daerahnya mesti menyerahkan upeti ke anggota DPR atau DPRP, bahkan perusahaan swasta yang nggak pakai uang negara tetap harus setor milnimal ke DPRD……

    Posted by Seno | 29 Oktober 2012, 7:32 am
  74. yang penting hadir………………………..

    Posted by akbar | 29 Oktober 2012, 7:35 am
  75. penjelasan yang sangat jelas

    Posted by eyang kakung | 29 Oktober 2012, 7:35 am
  76. Jadi ingat Gus Dur, DPR kan seperti anak TK,
    Terbukti lagi sekarang

    Posted by gus jarwo | 29 Oktober 2012, 7:35 am
  77. semakin hari DPR gak dibutuhkan, apa pentingnya DPR…? tugasnya bukan menjadi wakil rakyat, melainkan bertugas hanya untuk kepentingan Golongan Parpolnya dan kepentingan Perut Kembungnya masing-masing. mendingan dibubarin saja Taman Kanak – Kanak yang gak bermutu dan gak bisa dipercaya.

    Posted by aby manyu | 29 Oktober 2012, 7:37 am
  78. Apa iya ya nanti golput aja …??? Baca MH kali ini, ulasan gamblang dari yang sebenarnya Pak DIS sudah jelaskan di CEO Notes PLN, trus di media juga banyak sebab kenapa ada inefisiensi 37T, bahkan versi 3m2rb mah 100T. Sebagai rakyat, lebih baik menyalakan Indonesia walaupun rugi, karena PLN kan pelayanan ya, bukan profit semata, daripada bahasa Simbolon “Siapa suruh elektrifikasi?” . Baca komentar, sampai komentar ke-88 masih positif. Tunggu hiburan ala cekricek asli dan palsu ah. … Selamat pagi All

    Posted by apasaja | 29 Oktober 2012, 7:37 am
    • absennya disini aja ah, semangat pagi…..
      akun2 anonim munculnya senin siang sampe beberapa hari kedepan bos, mereka beraninya bikin lucu-lucu aja pake data2 penuh dugaan dan fitnah di argumentasinya. yang penting kita terus kerja… kerja… kerja…
      Bravo Pak DIS ^_^

      Posted by fris | 29 Oktober 2012, 9:35 am
  79. Lihatlah manusia-manusia (DPR) tanpa moral itu. apa yang diinginkañya? kalau mereka merasa dirugikan (karena tak dapat memanipulasi proyek) atas sepak terjang p.dis selama jadi dirut pln. mari kita sumbangkan koin untuk anggota DPR yang terhormat. agar puas lidah mereka. agar kenyang perut mereka.

    Posted by dityo | 29 Oktober 2012, 7:38 am
  80. I Love Dis ! Mudah2an keikhlas-an bapak dibalas Oleh-Nya. Amiin.
    Oknum2 pejabat di Indonesia memang sedang krisis “kemaluan”. Luar biasa ga tahu malu-nya………. :) sampai kentut dan napas yang bau tidak berasa. Kita masyarakat Indonesia juga punya kewajiban untuk membentuk mentalitas anak bangsa sehingga menjadi manusia yang mempunyai budaya malu ! Malu berbohong ! Malu menzalimi orang ! Malu menjadi pejabat yang baunya kayak kentut !

    Posted by anakyosi | 29 Oktober 2012, 7:39 am
  81. salam Dismania kerja! kerja! kerja!

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 29 Oktober 2012, 7:41 am
  82. kebenaran memerdekakan jiwa. tiada jeruli besi atau penjara satu pun yang bisa menahan jiwa yang merdeka. bagi Orang Benar tempat mana pun selalu lebih luas dari samudra. Terima kasih Pa Dahlan. satu pelajaran dasyat Kau warisi bagi kami generasi muda bangsa ini. Jangan takut untuk berbuat benar asal keikhlasan hati jadi tuntunan. what a amazing grace to have you here. God bless you

    Posted by fruitlur@msn.com | 29 Oktober 2012, 7:46 am
  83. Pak DIS, tetap istiqomah dengan kebenaran. Tapi jangan lupa, no body is perfect. Tetap harus bermuhasabah dan bermawas diri. Hati-hati, banyak yang tidak suka dengan pak DIS, meskipun juga lebih banyak yang mencintai Pak DIS.

    Posted by bangiip | 29 Oktober 2012, 7:50 am
  84. hhmmm, kali ini Dahlan bener
    bingung aku mau komen apalagi

    Posted by CEKRICEK | 29 Oktober 2012, 7:53 am
  85. Bubarin aja DPR ga ada manfaatnya…orang yang jujur mau mengorbakan jiwa dan raga demi ke masyarakat dan negara malah di bilang pencitraan…

    Posted by athung | 29 Oktober 2012, 7:57 am
  86. semakin kecewa dengan kinerja para anggota dewan
    semoga yang kualitasnya jelek kinerjanya ceper sadar
    kalo ga segera sadar semoga segera struk

    Posted by wafiq umam | 29 Oktober 2012, 7:57 am
  87. DI,Semakin tinggi semakin kencang angin nya, DPR Semakin kembung semakin besar kentut nya,DPR yang terhormat baru bisa kentut,setelah kebanyakkan gas dalam perut nya yang di expor murah,lalu bersorak aku dah bisa kentut,Horee sekarang aku sudah lega, Tapi setelah itu tdk bisa lagi makan beras BULOG,Gula RNI, aspal nya WK,tidak ada bensin dari PERTAMINA,Pesawat gratis Garuda,Rumah gratis dari PERUMNAS, DLL jadi berteriak2 seperti anak kecil yang terlambat di kasi SUSU formula pakai DOT, karena kalau mau main game ,nonton film porno,tanpa minum susu jelas tdk asyk .Ditunggu adakah ketua partai buat statetment di depan media kalau ada anggotanya disebut Pak DI di RDP nanti tukang palak akan di pecat langsung seperti pak DI yang siap di penjara kalau kebijakan nya dianggap salah DI TUNGGU,DI TUNGGU ,DI TUNGGU

    Posted by Putu | 29 Oktober 2012, 7:58 am
  88. Saya setuju kalau nanti Pak Dis rapat dengan dewan disiarkan langsung di TV, agar rakyat dapat melihat dengan jelas siapa mereka dan apa mau mereka ?

    Posted by andimustafa | 29 Oktober 2012, 7:58 am
  89. SEMANGAT PAK DAHLAN KAMI SIAP MENDUKUNG BAPAK……JANGAN TAKUT SAMA ORANG-ORANG YANG ADA DI DPR ITU…. DEMI ALLAH BAPAK, KAMI SANGAT YAKIN ALLAH SWT. BERSAMA BAPAK…..ALLAHU AKBAR!!!! AYO KITA PERANGI OKNOM DPR YANG JELEK….

    Posted by M. Ali Wahyudi | 29 Oktober 2012, 7:59 am
  90. YA POKOKNYA KALO SAMPAI PAK DAHLAN MASUK PENJARA HILANG TUH NAMA DPR DARI BUMI INDONESIA

    Posted by 06121971 | 29 Oktober 2012, 8:08 am
  91. hahahaha saya ketawa sampe menangis baca paragraph terakhir :
    Hampir tidak ada relevansinya memanggil menteri BUMN ke komisi VII. Tapi, kalaupun saya dipanggil lagi, saya akan hadir. Saya juga sudah kangen kepada mereka. Dan mungkin mereka juga sudah kangen saya. Sudah setahun saya tidak melucu di komisi VII.

    Posted by taufik | 29 Oktober 2012, 8:09 am
  92. Puas baca smua comentnya…!!

    Posted by deerjo | 29 Oktober 2012, 8:10 am
  93. Kalo saya sih kagum dengan keberanian Pak Dis. Serangan bertubi2 dari DPR yg dipicu SMS ke DIPO (yg ember….) tdk menyiutkan nyali Pak Dis. Tetap smgt, senyum2 & menjawab DPR dgn cespleng, sekaligus menyemangati kita dengan MH. WOW……………..WOW…………WOW

    Posted by Jack Puspa | 29 Oktober 2012, 8:12 am
  94. pak admin kalau boleh usul tiap komen dikasih nomor
    jadi kalau ada yang mau nanggapi komentar orang lain dia cukup nulis nomor yang mau dikomentari, lalu menulis komentarnya.Siapa tahu bisa menjadi diskusi pencerahan. Tapi bila debat kusir tak usah dibuat, tak ada mampaatnya.

    Posted by anang banjar | 29 Oktober 2012, 8:12 am
  95. jalan sudah dibuka… insyaallh , inilah jalannya Tuhan menunjukkan kebesaran seorang DIS… enjoy aja

    Posted by bandung bondowoso | 29 Oktober 2012, 8:15 am
  96. Dulu, BUMN itu seperti sapi perah untuk tikus-tikus tingkat atas.
    Sekarang, sapinya sudah menendang-nendang, orang-orang di senayan kebakaran jenggot, beragam cara dilakukan untuk merubuhkan pimpinan BUMN, biar susunya kembali lancar.

    Posted by jyounin | 29 Oktober 2012, 8:16 am
  97. semangat pagi!!!
    sungguh luar biasa kebodohan oknum *ewan ini. dari dulu kemane aje bang?kok mslh 2-3th lalu br skrg dievaluasi.kalian kami gaji bukan cuma buat main2 ke luar negri.apa yg kalian awasi 2-3th yll kalo mslh ini gak tau?mana ad yg ngaku dah menjabat 7th di *ewan, dikira tau eh malah ikut ngotot pgen dgar cerita pak dis.
    “sakkarepmu, dadi menteri alhamdulillah, gak dadi menteri yo alhamdulillah, yg penting kerja kerja kerja”begitu kira2 ilustrasi yg cocok menanggapi ocehan *ewan yg bodoh.kami rakyat jelata sdh jenuh dg politisi busuk.sudahlah,kami inginkan pemimpin dr golongan kami rakyat jelata,bkn dari golongan politisi.
    salam kerja kerja kerja!!!

    Posted by m0ojojojo | 29 Oktober 2012, 8:17 am
  98. wuaaah amunisinya sudah dimuntahkan disini, strategi ini dibaca oleh LAWAN
    lawan tidak akan menyerang dimana musuh punya kekuatan, dengan pamer senjata seperti ini
    lawan akan menyerang dari titik terlemah yang pak dahlan tidak bisa mengelak :

    seperti apa yang pernah muncul ke publik darimana pak dahlan menyewa genset?
    apakah pak dahlan melakukan tender terbuka untuk sewa genset?
    lalu genset genset itu punya siapa?
    jangan jangan pak dahlan kongkalingkong dengan yang punya genset,
    kalau kongkalingkong berarti pak dahlan korupsi
    kalau lewat non tender berarti pak dahlan melabrak UU lagi,

    so
    ini yang harus dipetakan kemana LAwan akan menyerang,
    lawan tidak akan berani menyerang tentang gas karena yang akan kenanya mereka sendiri
    lawan tidak akan bertanya tentang kesejahteraan rakyat karena mereka akan malu sendiri
    lawan tidak akan bertanya seperti apa kemajuan PLN pada waktu pak dahlan, karena ini bunuh dirimohon yang bisa menjawab di diskusikan disini
    mohon yang masih belum terungkap kemana mereka akan bergerak kita tutup lubangnya dari sekarang

    biar kehabisan lubang dan mati disarang penyamun

    Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 8:18 am
    • mantap Om Saeful (he he.. maaf baru nongol lagi nih Om). Setuju poll Om. (tolong bisikin Om Dis biar hati2)
      Gimana om-om dan tante-tante, kalau MH kali ini jadi “MH OF THE YEAR??”

      Posted by Tedi KP | 29 Oktober 2012, 9:09 am
    • Mas Bro, maaf sy punya pendapat lain ;
      - Pemaparan ini bukan untuk menembak lawan, tp ditujukan kpd kita semua rakyat Indonesia ……
      - Menyewa genset sasarannya sangat jelas (tdk mengada-ada/ tdk demi proyek) ……
      - Bila titik ini diserang, lawan akan terjebak, rakyat akan tahu bhw mrk hnya mampu b’pikir yg remeh2 ……
      - Disisi lain rakyat sdh tahu ttg “Sasaran Utama” n “Langkah2 Strategis” yg sdh dilakukan Pak DIS …..
      Sy sangat yakin, saat ini rakyat telah memposiskan diri pd posisi yg seharusnya ……

      Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 10:42 am
      • pak awal Priyono
        saya juga sebetulnya sedih menganggap DPR sebagai lawan, toh DPR juga adalah wakil rakyat, tapi ketika Wakil rakyat tidak mewakili rakyatnya inilah yang menyebabkan DPR adalah lawan ,
        saya harap ketika DPR memanggil pak dahlan bukan berniat untuk mengolok olok pak dahlan hanya sekedar buang buang waktu saja

        Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 11:09 am
    • coba baca MH-MH yg dulu jamannya msh jd Dirut PLN… salah 1 aku yg ingat, pak Dahlan memutus mata rantai makelar pengadaan spare-part pembangkit dan jaringan transmisi… misalnya, yg sering bikin padam listrik berjam-jam adalah saat trafo meledak PLN gak siap cadangannya… idealnya tiap unit gardu punya 1 trafo cadangan… nah, pak Dahlan menginstruksikan PLN supaya beli trafo langsung ke pabriknya krn jauh lebih murah daripada beli lewat makelar… langkah strategis ala pengusaha itu beliau lakukan, memang beraroma ‘menabrak’ rambu/pakem birokrasi yg biasa dianut perusahaan plat merah… mungkin sisi-sisi seperti inilah yg akan jd sasaran tembak oknum DPR itu… dan sbg seorang ksatria, pak Dahlan bilang dia siap bertanggung jawab…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 29 Oktober 2012, 11:28 am
    • Kalau masalah genset, gampang saja jawabannya…
      Suruh saja DPR cari penyewaan genset yang kualitas produk dan kualitas pelayanannya sama dengan yang dulu disewa PLN.
      Bisa dapet gak?
      Genset segede-gede gaban itu yang punya dan menyewakan ya cuma dia-dia saja.
      Apalagi dulu itu keadaannya darurat. Jadi tidak perlu ditenderkan.
      …tapi DPR sebenarnya sudah tau mengenai semua itu, karena dulu penyewaan genset sudah disetujui oleh DPR

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 1:58 am
      • Pak erick

        Kalau sewa gangsetnya lewat DPR ketemu jadi mahal, karena harus study banding dulu ke negeri antah berantah/kungker, habis itu evaluasi, rapat2 dulu yang anggarannya menggerikan baru buat surat perjanjian/kontrak, listrik udah terlanjur padam.

        Posted by Kka Kusnanto | 1 November 2012, 9:32 am
      • Pak Erick…

        Saya kadang (tepatnya sering, cuma ga tega nulisnya) bingung dgn logika yang diapakai para anggota dewan…
        Taruhlah yang dilakukan Pak DI selama jadi dirut PLN salah atau melanggar aturan, kan bisa ditanyakan atau dimintakan penjelasan saat itu. Kalau perlu kasih jalan keluarnya gmn…Sekarang sdh sekian tahun baru diributkan…
        Saya kebetulan seneng dgn tulisan Pak DI dlm materi apapun…Khusus masalah listrik saya memahami segala permasalahan dan langkah-langkah yg diambil Pak DI dari buku Dua Tangis dan RibuanTawa. Saya merasakan, dgn segala suka dukanya, beliau mencoba menguraikannya dgn sangat jelas. Saya sbg orang awam dlm bidang listrik gampang memahaminya, apalagi para anggota dewan. Harusnya lbh gampang lagi memahaminya, kecuali kalo ada kepentingan, itu masalah lain…

        Mudah-mudahan semuanya jelas dan ditunjukkan jalan yg benar…

        Mhn maaf…Salam…

        Posted by Hibatillah's | 1 November 2012, 11:32 am
        • Hehehehehehee….
          Salaaaam

          Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 1:40 pm
          • untuk yg. pengadaan itu tidak masalah karena di PLN pada waktu itu menggunakan dana APLN sehingga pengadaannya menggunakan SK dir 080/2008 yang pada saat darurat bisa menggunakan penunjukkan langsung, pemenangnya juga rekanan yang ahli pada bidangnya, jadi untuk itu pak DIS AMAN, maaf ikut nimbrung dan kalo salah y, salam ntuk para senior

            Posted by misba | 4 November 2012, 1:19 am
          • untuk yg. pengadaan itu tidak masalah karena pada waktu itu menggunakan dana APLN sehingga pengadaannya sesuai aturan PLN menggunakan SK dir 080/2008 yang pada saat darurat (kalo g dilakukan bisa padam 1 jawa) bisa menggunakan penunjukkan langsung, pemenangnya juga rekanan yang ahli pada bidangnya, jadi untuk itu pak DIS AMAN, maaf ikut nimbrung dan kalo salah y, salam ntuk para senior

            Posted by misba | 4 November 2012, 1:21 am
  99. ayo pak Dis. ..spy cepet daftar jadi RI 1…nanti saya bantu utk kampanye

    Posted by bakir bjnet | 29 Oktober 2012, 8:19 am
  100. wis kadung dibukak dalane …. ngalah … ngaleh … ngamuk …. sing wani pak dahlan …. digawe gaya suroboyoan ae ….. sudah terlanjur dibuka jalannya …. ngalah pindah … marah .. yang berani pak dahlan …. dibuat gaya surabayaan saja ….

    Posted by sugeng riyanto | 29 Oktober 2012, 8:20 am
  101. Bagi DPR, ini seperti bunyi peribahasa “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Rakyat saja sudah tahu sejak dulu (berkat baca CEO Note) tentang inefisiensi PLN karena tidak dapat gas, kok anggota DPR bisa tidak tahu. Kalau masalah ini terus di besarkan, yang rugi PDIP juga. Karena “kebijakan” boss mereka saat jadi presidenlah penyebab semua ini, yaitu penjualan gas Tangguh yang jauh dibawah harga. Akibatnya, gas kita menerangi Hongkong dengan harga sangat murah, di negeri sendiri kekurangan gas.

    Posted by Sigit | 29 Oktober 2012, 8:21 am
    • Bung Sigit, justru di situlah CERDIK nya si ABAH kita. Saat diserang Beliau kalem aja… tunggu sampai sejauh mana serangannya. Sesudah itu Beliau serang balik, melewati pemain lini depan, lini samping bahkan back – pun lewaaaattt dan Goooollll langsung ke gawang yang dijaga ibu pimpinan team penyerang… hebat kan…?!

      Semakin mengenali gaya Gangnam style ala Abah DIS, dan saya suka !!!
      ( saya yakin yang lain banyak juga yg suka, serti Bro Akadarisman, mbak Fia, mas Djoko Sawolo dll )

      Semangat senin pagi, salam Dahlanis. Gbu All.

      Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:05 am
  102. Masak anggota komisi VII tdk ada yang agak pinter..sehingga tidak asal njeplak. Termasuk asisten para anggota DPR agar mereka tidak pada salah komentar. Malu Dech………………

    Posted by eugeibran | 29 Oktober 2012, 8:22 am
  103. HAI…..MARZUKI ALI SEPERTINYA KAU HARUS BANYAK BELAJAR BERKOMUNIKASI YANG TULUS……….JANGAN ASAL NGOMONG!!!!

    Posted by M. Ali Wahyudi | 29 Oktober 2012, 8:23 am
  104. “Hampir tidak ada relevansinya memanggil menteri BUMN ke komisi VII. Tapi, kalaupun saya dipanggil lagi, saya akan hadir. Saya juga sudah kangen kepada mereka. Dan mungkin mereka juga sudah kangen saya”
    ha ha ha ha ha ha ha aaa……………………………….. Selamat anggota dHewan Yang terhormat !

    Posted by ms yatno | 29 Oktober 2012, 8:25 am
  105. MAJU TERUS PAK DAHLAN, JANGAN TAKUT SAMA SETAN SETAN YANG LAGI GENTAYANGAN

    Posted by M. Ali Wahyudi | 29 Oktober 2012, 8:25 am
  106. semangat pak dis! klo kmrn ada save kpk, nanti pasti ada save pak dis! klo dl kan menteri bumn dr parpol, skrg independent, pusing lah org2 dpr itu. hahaha. dr dulu ga respect sm parpol apalg dpr, pas sidang malah tidur, maen game or nalah ga dtg, trs suka jln2. kami udah sakit hati woi dpr. org berbuat baik malah d serang takut kalah pencitraan di pemilu 2014 niyeeeee

    Posted by evrinasp | 29 Oktober 2012, 8:28 am
  107. Makin jelas mana yang haq mana yang bathil …hidup DI

    Posted by lukman | 29 Oktober 2012, 8:29 am
  108. Isi dari MH ini sangat baik, berisi buah simalakama. walaupun masih terasa penolakan DIS untuk dipanggil DPR. menurutku sih bila ditantang ya lawan aja. saat Ketua DPR minta disebutkan namanya, langsung cari bukti dan langsung pula sebutkan namanya, walaupun kemungkinan DIS bakalan jadi korban santet, tapi memang harus diungkapkan sebelum santet itu datang.
    tak peduli pencitraan atau bukan, asal pekerjaan DIS beres dan bagus, maka aku tetep akan selalu seneng melihat perkembangan negeri ini.
    semoga sehat selalu Pak DIS, gebrakanmu membuat dunia ini bergolak dan menari dengan indah.

    Posted by Cukat | 29 Oktober 2012, 8:29 am
  109. ada yang mau menanggapi ?

    Ade Ayu S ‏@TrioMacan2000

    Wow..barusan dapat info lagi, dahlan iskan termasuk yg akan diresufle walau hanya bergeser posisi hehehe

    Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 8:31 am
    • Yach, udah nulis ilang deh. Kalo boleh mohon, jangan deh. PLN aja yang belum kelar, bikin Pak DI nangis saat meninggalkannya. Sekarnag BUMN? Baru 1 tahun tuh pasti baru meletakkan pondasi perubahan. Selanjutnya menjalankan rencana dan menikmati hasil. Pengen deh lihat Pak DIS menikmati hasil pemikirannya, jadi jangan dipindah dulu. Seperti bagaimana beliau membangun JP dari jelek menjadi bagus gitu. Tapi ya suka-suka Presiden deh, kali aja menganggap PaK DIS dipinjamkan sementara di BUMN untuk biar BUMN tidak diperas. Setelah aman, DIS dipindah ke tempat lain lagi (seperti Dirut IKI yang ke PINDAD). Atau SBY mau yang ayem-ayem aja kali ya, Pak DIS mau ditaro di tempat yang ngga bersinggungan dengan UU dan DPR mulu? Ato mau dipindah jadi Menteri Pertanian? Kira-kira rencananya gimana ya?

      Posted by apasaja | 29 Oktober 2012, 9:41 am
    • iya denger2 jg gitu,mau digeser jd Presiden RI nggantiin SBY

      Posted by sulis79 | 29 Oktober 2012, 10:32 am
    • Baguslah kalau digeser jadi Menko Perekonomian…

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 2:00 am
  110. maju terus Pakdis, ulah sieun k dewan “omdo” dewan mah

    Posted by damar | 29 Oktober 2012, 8:33 am
  111. Menurut saya sih inti permasalahannya pada “kecemburuan” para petinggi parpol yang di manifestasikan oleh para anggota DPR “terhormat” kepada kiprah Bung DIS yang mencuat akhir akhir ini, disamping sangat DAHSYART dan ada yang kebetulsan secara tidak langsung berpengaruh kepada fulus anggota dpr/ parpol karena kebijakan “bersih” Bung DIS. Yang saya nggak habis pikir kok justru PARTAI DEMOKRAT yang paling kebakaran jenggot. Dimulai dgn pembocoran SMS Bung DIS kepada publik ole DIPO, komentar keras anggota DPR Demokrat di komisi tujuh dan kicauan twiter Marzuki Ali yang langsung to the point menyerang mantan direktur PLN. (Maaf kalau saya baru mulai sadhar kalau ternyata kwalitas Marzuki Ali ya hanya SEBATAS politikus rendahan).
    APAKAH DEMOKRAT YANG DIMAKSUD BUNG DIS TENTANG UPETI ?? kalau benar KASIHAN SBY !!!!!
    Apapun itu …. kita sebagai Dahnalish tidak boleh emosional … BPK sudah bekerja dgn baik … kita jangan su’udzon … toh dalam rekomendasinya BPK juga tidak menyalahkan PLN …
    Yang hrus kita antisipasi :
    1. Mengawal terus perkembangan ini … kalau memang perlu kita tunjukkan kesolidan kita dengan unjuk diri di gedung DPR suatu saat.
    2. Mohon kepda Bung Dis dan teman-teman di sekitar untuk menyiapkan segala kemungkinan yang akan ditempuh oleh orang yang sedang mencari-cari kesalahan tersebut.
    3. Masih banyak orang yang bersih di Negeri ini, termasuk yang di DPR …. jadi jangan takut akan terjadi sesuatu terhadap Bung Dis . Walau begitu kahati-hatian di dalam melangkah tetap diperlukan.. Orang yang terlanjur sakit hati akan terus mencari-cari kesalahan walaupun kebijakan yang kita laksanakan itu nyata nyata menguntungkan / berpihak pada kepentingan masyarakat banyak.
    4. Kita do’akan agar Bung DIs senantiasa terjaga kesehatannya dan dalam lindungan Allah SWT sehingga senantiasa istiqomah dalam jalurnya. Amin/

    BRAVO DAHNALIS !!

    Posted by zauhar | 29 Oktober 2012, 8:35 am
  112. bentuk saja sepasukan org” terlatih kaya ninja…bunuh satu persatu org” korup..n banyak omomg itu….mayatnya taruh dijalan,,,,sadis ya….tapi jaman mbah harto preman” jg banyak yg keder….ntah preman” di senayan…..

    Posted by okta | 29 Oktober 2012, 8:36 am
  113. Maju Terus Pak DI

    Posted by Batik Solo | 29 Oktober 2012, 8:36 am
  114. komennya ga seru,,, semuanya mendukung pak DI… ayo mana yg biasanya komen negatif? ngumpet yah?? malu?
    salam kenal DISmania, DahlanIS semua… Let’s kerja, kerja, kerja…!! :)

    Posted by dhisya | 29 Oktober 2012, 8:39 am
  115. jelas sejelas-jelasnya….. Maju terus p DiS

    Posted by h@nief | 29 Oktober 2012, 8:39 am
  116. kita doakan saja yg manggil pak DI diterima disisi-Nya!!!!

    Posted by rizky y | 29 Oktober 2012, 8:41 am
  117. Ha3. Akhirnya pak dis memanfaatkan media untuk kepentingannya sendiri. Kayaknya udah bener2 jengkel sm dpr. MH kali ini bener2 pedes…
    Keliatan banget kl dpr cari2 masalah buat menjatuhkan pak dis….
    Semoga tetep sehat buat pak dis

    Posted by smb | 29 Oktober 2012, 8:42 am
  118. kalau ada demo dukung Pak DIS, bilang2 ya.
    saya mau ikutan.

    2014 saya golput.

    Posted by Hasan Abadi Kamil | 29 Oktober 2012, 8:45 am
  119. Para anggota Dewan di komisi VII, terancam hak suaranya. Bagi saudara-saudara yang memiliki perwakilan di komisi VII jangan dipilih lagi.. Karena mereka tidak bisa memberikan bukti nyata. Hanya bisa berpolitik mecari uang.

    Jangan dipilih lagi………………
    biar dia tau susahnya jadi orang miskin.. oke,,

    Bang dahlan, ayoo tetap kuat dan maju terus kami bersama anda,,

    Posted by Bang Bir One | 29 Oktober 2012, 8:49 am
  120. Ini bukan fanatisme membabi buta….apapun berita yang muncul, InsyaAlloh 100% saya lebih percaya pak DIS daripada semua orang yang duduk di gedung DPR, baik DPRD maupun Senayan. Wajar kalau orang baru mengenal beliau agak meragukannya. Bagi yg sudah mengikuti perjalana beliau dari dulu, tentu tidak ada keraguan. Beliau begitu istimewa menurut saya, bahkan karakternya sudah menurun ke anaknya, Asrul Ananda.
    GBU pak DIS…..

    Posted by surachwanto | 29 Oktober 2012, 8:52 am
  121. Kerja di pemerintah atau BUMN semuanya memang inefisiensi para bos2-nya juga tidak mau tahu yg penting keluarga dan kroninya makmur….Bravo Dahlan Iskan publik memang harus dicerahkan dengan tindakan yg tepat. Menjadi wakil presiden bersama Jokowi di 2014

    Posted by testing | 29 Oktober 2012, 8:54 am
  122. Ada yang mau taruhan?? apa komisi VII dpr masih tetap ngotot mengundang pak dahlan untuk kasus ini dan diliput langsung? saya yakin..komisi VII bakalan tidak jadi mengundang pak dahlan dengan segudang alasan..

    Posted by cak-mat | 29 Oktober 2012, 8:58 am
  123. SAVE DIS !!!! …….

    Posted by Agandri | 29 Oktober 2012, 8:59 am
  124. pak dahlan, ada PR besar mengenai PLN. saat ini pelanggan yang mau pasang listrik atau tambah daya bayarnya emang murah banget. tapi untuk bisa pasang oleh instalatir dipaksa bayar yang namanya JIL (jaminan instalasi listrik) nilainya luar biasa Rp. 400/watt. bayangkan kalo untuk perkantoran pemerintah. itu ilegal masuk katagori korupsi. tapi mau gimana lagi. sekarang JIL ==== Jatah Instalatir Listrik. Mohon ditindak pak dahlan. dibuat regulasi khusus sehingga pelanggan yang mau pasang listrik ataupun tambah daya langsung bayar total ke PLN. urusan instalatir

    Posted by dar | 29 Oktober 2012, 9:00 am
  125. Kali ini saya 1000 % percaya sama pak Dahlan Iskan !!!!!

    DPR dari dulu tidak senang kalo ada orang populer karena kinerjanya baik !!!!

    Posted by komedi | 29 Oktober 2012, 9:02 am
  126. Apakah Komisi VII DPR tidak tahu semua itu (Inefisiensi di PLN) ? Sehingga memanggil saya (Dahlan ISkan) untuk menjelaskannya?
    jawabannya:
    “Anggota Komisi VII DPR tidak tahu Inefisiensi di PLN karena mereka orang-orang bodo yang taunya cuma duit jatah saya berapa?”
    saya sangat menyesal memilih anggota-anggota dHEWAN tersebut yang sangat bangga mempertontonkan ke bodohan nya melalui media secara terang-terangan
    Maju terus pak DIS…
    saya menaruh respect kepada anda

    Posted by borsakparama | 29 Oktober 2012, 9:02 am
  127. Logika audit yang keliru. Jika ada inefisiensi sebesar itu, kenapa BPK juga tidak menghitung berapa puluh bahkan ratusan triliun efisiensi PLN yang berhasil diselamatkan DI selama kepemimpinannya. Pembunuhan berencana yang sudah dilakukan DI di PLN dengan mengalihkan pembangkit listrik BBM ke batubara atau ke gas terbukti menyelamatkan uang negara yang sangat besar.

    Sebagai anak Jambi, apa yang dilakukan DI untuk membenahi krisis listrik di Jambi bukan isapan jempol belaka. Pemadaman yang biasanya terjadi setiap hari dan berlangsung puluhan tahun, kini bisa teratasi. Dalam sepekan saja sangat jarang ada pemadaman. Terima kasih atas pengorbanannya Pak.

    Sebagai rakyat yang sudah meletakkan wakil di Senayan, dan bagaimana mereka menzolimi Bapak, hati kami sangat sakit. Kecewa dan berbau dendam. Apa nak dikata, rakyat salah meletak orang. 2013 nanti kami balas dengan meletakkan Bapak sebagai Presidennya.

    Posted by Amin | 29 Oktober 2012, 9:03 am
    • Mas Amin, sabaaar… saking emosinya sampai salah tulis tuh… Abah Dis itu jadi presidennya th 2014.

      Berarti anda se 7 dengan saya, KITA CATAT NAMA-NAMA DPR YANG ASBUN dan tidak amanh, nanti tahun 2014 KITA UMUMKAN lewat semua media sosial… AGAR MEREKA TIDAK DIPILIH LAGI…

      Bagaimana para Dahlanis, setujukah temans…?

      Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:09 am
    • Bang Amin. Logika pemeriksaan atau pengawasan memang seperti itu. Cenderung dari sisi pandang sang pemeriksa (satu sisi), sulit untuk both side (berimbang).
      Mengapa demikian??? bisa saja untuk kepentingan “yang penting ada temuan” atau BPK dibayar untuk mencari temuan.

      Posted by Djoko Sawolo | 29 Oktober 2012, 9:19 am
      • Betul Bung Djoko. Gue kerja di Ernst & Young Indonesia. Bertahun2 jadi auditor Internasional pakemnya audit memang gitu. Kalau temuan bentuknya komentar positip masuk ke laut gue. Yah.ginilan risiko jadi auditor dimusuhi auditee.

        Posted by Auditor Ernst & Young | 29 Oktober 2012, 9:53 am
      • Mas Djoko…

        Menurut saya, BPK tdk mempunyai kepentingan. BPK hanya melakukan tugas sbg auditor bg lembaga/institusi negara. Apabila ada temuan, ga masalah sepanjang ada penjelasan yg masuk akal. Akan menjadi masalah apabila temuan BPK dimanfaatkan/dipakai sebagai alat utk menyudutkan institusi/pejabat tertentu demi kepentingan golongan/kelompok tertentu…

        Menyangkut masalah inefisiensi di PLN, penjelasan Pak DI sdh sangat jelas bagi orang yang berpikir jernih dan tidak punya kepentingan apa2…Beda kalau yg menerima penjelasan tersebut bersikap sebaliknya, mencari-cari kesalahan, apalagi ditunggangi kepentingan tertentu…

        Intinya, temuan BPK tdk ada masalah, yg menjadi masalah, temuan tersebut dibuat bermasalah oleh orang2 yg senang membuat masalah…

        Demikian mas…

        Mhn maaf…Salam…

        Posted by Hibatillah's | 1 November 2012, 12:38 pm
    • setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

      Posted by atef | 29 Oktober 2012, 2:35 pm
  128. PENUTUP yg hebat : Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya !

    memang para anggota hewan dah kebanyakan makan duit korupsi & rampogan dari BUMN (sehingga perutnya kembung)
    … makanya …
    semakin besar (omongan serupa) KENTUTnya

    Posted by yud | 29 Oktober 2012, 9:07 am
  129. Apakah Komisi VII DPR tidak tahu semua itu (Inefisiensi di PLN) ? Sehingga memanggil saya (Dahlan ISkan) untuk menjelaskannya?
    jawabannya:
    “IYA, Anggota Komisi VII DPR tidak tahu Inefisiensi di PLN karena mereka orang-orang bodo yang taunya cuma duit jatah saya berapa?”
    saya sangat menyesal memilih anggota-anggota dHEWAN tersebut yang sangat bangga mempertontonkan ke bodohan nya melalui media secara terang-terangan
    Maju terus pak DIS…
    saya menaruh respect kepada anda

    Posted by borsakparama | 29 Oktober 2012, 9:08 am
  130. Jawaban amat sangat CERDAS dr p DIS untuk masalah yang “seolah-olah’ gedhe..,, dijelasin dengan bacaan 10 menit selesai. DPR masih Ga puas…????. Panggil saja pak DIS..,, dan para DAHLANISTI akan support.., Jangankan cuma ke DPR, kepenjarapun ikkuuuutttttttt……!!!!!!!> Bravo pa DIS, terus lah berjuang, insyallah Allah akan memberikan jalan. AMen

    Posted by AgusBH.. | 29 Oktober 2012, 9:10 am
  131. Semoga minggu ini kita segera melihat KELUCUAN di gedung senayan. Semoga juga segera setelah itu, kita akan melihat KEGOBLOKAN anggota penyamun rakyat disebabkan borok mereka akan dibuka total oleh Pak Dis, yang didukung oleh seluruh rakyat indonesia..

    Posted by Arif Haliman | 29 Oktober 2012, 9:22 am
    • Minggu ini ya blom Pak ARIF HALIMAN, kan DPR masih masa reses sampai 18.11.2012 ……….

      ………Saat ini, kalangan dewan memang memasuki masa reses, terhitung sejak 26 Oktober 2012. DPR akan kembali masuk masa sidang pada 18 November 2012.

      http://www.jpnn.com/read/2012/10/28/144915/Usai-Reses,-DPR-Tagih-Pertanggungjawaban-Dahlan-

      Posted by erust | 29 Oktober 2012, 9:41 pm
      • Oh gitu ya..berarti selama masa reses ini, bisa dipastikan gerombolan ular kobra itu akan tak bisa tidur nyenyak..lihat aja dimana-mana orang (termasuk SBY) juga ngedukung Pak Dis!

        Posted by Arif Haliman | 30 Oktober 2012, 2:23 pm
        • Yuuppp

          Posted by erust | 1 November 2012, 1:28 am
        • Mas Arif…

          Dukungan Pak SBY kayaknya total lho dan tdk basa-basi, apalagi hanya utk pencitraan…
          Yg saya tahu dari beberapa referensi, Pak SBY mulai muda (saat masih sekolah dan menjadi taruna di Akmil) sampai beliau masih aktif dinas di militer beliau penuh perencanaan dan kejelasan atas semua perkara dan kegiatan yang akan sedang dan sudah dilakukannya. Sehingga sebagaian orang menganggapnya terlalu lamban…

          Saya yakin pada saat Pak DI menghadap/dipanggil Pak SBY, beliau pasti bs menjelaskan secara rinci duduk perkaranya… Sama halnya kita semua di majelis ini, gampang menerima penjelasan Pak DI walaupun sangat singkat…

          Jadi Mas Arief, aneh rasanya, wong “bapaknya” Pak DI saja, bs jelas begitu menerima penjelsan Pak DI, masak “tetangga sebelah” ga jelas?…

          Mhn maaf…Salam…

          Posted by Hibatillah's | 1 November 2012, 1:20 pm
  132. to Mas WIDI, saya sudah bales koment anda di MH sebelumnya… Jangan berhenti teman, ini adalah blog Dunia Dahlanis…semua boleh aktif ( asal…). Makin banyak silent reader yang turun gunung, makin bagus…

    Saya suka informasi anda kok, n kalau ada lagi info boleh dong di share ke ragilkuning49 @yahoo.co.id Salam Dahlanis.Gbu

    Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:24 am
    • Terima kasih Bu Ning. Kalau sahabat berbicara dari sisi uangnya, saya melihat dari sisi politisnya. Maksudnya maunya apa seseorang melakukan sesuatu. DPR maunya apa dan Pak DI juga maunya apa. Karena setingkat menteri adalah politisi. Setidak-tidaknya dia membawa amanah presiden. Yang jadi pertanyaan adalah apa yang dibicarakan SBY dan DI. Tidak terpublikasi dan beliau berdualah yang tahu. Nampaknya SBY cocok dengan pekerjaan DI. Kalau cocok siapa tahu SBY sudah ancang-ancang menyiapkan DI jadi RI 1. Ketika ditanya Trans 7, soal RI 1, nadanya DI sudah lain.
      Begitu juga saat ditanya Mata Najwa, Pak Juki nampaknya sepaham dengan DI.
      Ada kemungkinan Efefndi Simbolon dipermalukan. Pemanggilan diteken oleh Juki. Saat RDP yang ngomong hanya Efendy Bloon. Anggota dewan dari Partai yang pro SBY pilih diam. Terus yang pro Mega juga pilih diam. Sebab, ujung-ujungnya yang kena Mega dan Taufik. Jadilah Efendy Bloon nampaknya tambah blooon. Vid

      Posted by Widi | 1 November 2012, 9:13 pm
      • iya pak, biasanya pak Dis anti politik, namun sekarang terkesan mengikuti dan sedang ‘perang’ frontal dgn dpr. satu minggu ini saja tidak ada pekerjaan bumn yg diekspose, melainkan cuma berita politik. media milik pak Dis spt jpnn juga sangat getol melakukan pembelaan. mungkinkah ini testcase untuk mengetahui siapa ‘lawan’ dan siapa ‘kawan’ shg bisa disusun strategi selanjutnya.

        Posted by Disfans | 1 November 2012, 10:55 pm
  133. Wah.wah.wah.. baru beberapa jam saja BLOG ini semakin lama semakin gegap gempita dengan para DAHLANISTI. Ditengah-tengah seru-serunya teman-teman memberikan komentar, dengan tulisan ini, saya masih bisa menikmati perjalanan Pak DI mulai dari Sumatera bertemu gubernur, ke Jakarta membayangkan gelap gulita karena ketiadaan gas, dilanjutkan ke Semarang, Kalimantan dan Sulawesi. Sayang tidak dilanjutkan sekalian ke Papua yang merupakan sumber gas paling melimpah. Mungkin pemikiran Pak DIS, gas Papua lebih baik untuk kesejahteraan Papua saja demi pemerataan kemakmuran. Kapan ya saya bisa jalan-jalan berkelana di seluruh pelosok Indonesia tercinta.

    Salam DAHLANIS

    Posted by ARI S. | 29 Oktober 2012, 9:25 am
  134. saya punya keyakinan,pernyataan bapak kita dari takeran ini yang benar, sehingga kalau ada fihak lain yang menyalahkan itu berarti kezoliman,insyaallah resiko pak dahlan saya mau ikut menanggungnya

    Posted by suharimulyo | 29 Oktober 2012, 9:28 am
  135. ayo pak DI, hajar itu preman2 DPR yg rakus duit, dan slalu minta jatah proyek bukan hanya di BUMN saja.. bahkan di swasta pun mreka tidak malu untuk minta duit jatah

    Posted by Maul | 29 Oktober 2012, 9:29 am
  136. angkat topi sekali lagi buat DIS…#sambil membungkukkan badan.

    Posted by bram aditya | 29 Oktober 2012, 9:29 am
  137. kalau benar-benar pa DIs dipenjara, kita besuk secara bergiliran minimal 1000 orang fans DIs perhari… jangan kuatir pa DIs kebenaran akhirnya akan terungkap juga….!

    Posted by Kang Encep | 29 Oktober 2012, 9:31 am
  138. Kejengkelan dan kegemasan pak Dis terlihat dari tulisan kali ini…”.Kura-kura dalam perahu dan sudah gaharu cendana pula ” sangat pas menggambarkan para anggota DPR. Mudah2 an Effendi Simbolon dkk membaca tulisan ini dan segera bertobat.

    Maju terus pak DIS…

    Posted by iwan | 29 Oktober 2012, 9:31 am
  139. ruarbiasa….mangtab

    Posted by Gallus Soloensis | 29 Oktober 2012, 9:32 am
  140. That is Dahlan Iskan, the next President of Indonesia… saya titip jika Pak DI jadi Presiden, tolong semua anggota komisi VII DPR dan ketua DPR di screening, jika ditemukan indikasi korupsi pada mereka, cabut kewarganegaraan mereka dan usir dari Indonesia dengan tidak hormat beserta seluruh anak-keturunan mereka

    Posted by Sudarmo | 29 Oktober 2012, 9:33 am
  141. Hebat x 8, ….salut x 17, … maju terus x 45 …….
    Hebat, salut untuk semua anggota keluarga blok ini ……… n blok-2 lain saudara sepupunya ……
    Baik yg ksh comment maupun yg silent rider ……
    Anda semua hrs berkembang biak se-banyak2nya ……
    Krn anda semua adl jenis species unggul dr rakyat Indonesia ……
    Ditengah carut-marutnya per-politikan Indonesia, msh mampu melihat n memilah dengan sangat jernih ……
    Salam kompak, tetap semangat n maju terus ……….
    Demi INDONESIA TERCINTA.

    Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 9:40 am
  142. wah…seru juga… semoga perjalanan dan niat baik pak DI selalu dimudahkan… terharu jadinya ketika beliau diwawancara…beberapa perkataan beliau….matipun saya ikhlas…. jadi jika ada kejadian yg tidak terduga atas beliau, akan diterima dengan sangat ikhlas…. luar biasa….beliau sudah berpegang teguh diatas kebenaran dalam lindungan Sang Pemberi Perlindungan Allah SWT…. dan berkah do’a dari para simpatisan pak DI diseluruh indonesia….

    Posted by ep sard | 29 Oktober 2012, 9:41 am
  143. Wow..wow.wow belum siang sudah tembus 200 komentator aktif menulis. Kira-kira berapa ribu orang ya yang silent mengamati BOG ini. Saya sedang tertarik dengan mengutip tulisan Pak DI :

    ” Karena begitu pentingnya proyek tersebut, saya minta PLN tidak menyerah terhadap ancaman teroris. Kalau perlu, minta tolong Zeni TNI-AD untuk mengerjakannya.”

    Ha.ha.ha. kalau ke DPR para DAHLANIS minta bantuan Zeni Tempur TNI-AD saja sekalian untuk melawan ancaman teroris anggota hDewan (tidak) Terhormat.

    SALAM

    Posted by ARI S. | 29 Oktober 2012, 9:42 am
    • Iya baru mau komentar juga. 200-an lebih komen tanpa terlalu banyak debat kusir cekricek asli dan palsu beserta variannya … Baru jam 9.47 WIB

      Posted by apasaja | 29 Oktober 2012, 9:44 am
    • Setuju pake bantuan Zeni TNI-AD kalau perlu ditambah Zeni Korps Marinir TNI AL utk membangun PLN. Mereka mempunyai kemampuan dan dedikasi yg sdh teruji. Pada saat tsunami menghantam Aceh tahun 2004, mereka salah satu pasukan yg sangat berperan dalam memulihkan kondisi Aceh dalam masa tanggap darurat. Mereka bahu membahu dengan pasukan lain, TNI AL dengan KRI-nya guna membawa semua keperluan pendukung “tempurnya” demi kesejahteraan rakyat…
      Kalau utk melawan anggota dewan, janganlah… Kecuali utk membangun gedung…

      Posted by Hibatillah's | 1 November 2012, 1:48 pm
  144. Pak DIS…for presiden tahun 2014…tapi partai mana yg berani memboyong beliau..partai-partai sekarang ga ada yang bersih, ga tau kalo entar….
    coba calon independent boleh mencalonkan…….emmmm
    hidup Dahlan Iskan…

    Posted by ariacb | 29 Oktober 2012, 9:43 am
  145. No komen ah. Udah sangat jelas. Unek2 juga udah terwakili dengan kawan2 disini ;-)

    Selamat Iedul Adha 1433 H kawan.

    Kerja, kerja, kerja !!!

    Posted by Jend. Naga Bonar | 29 Oktober 2012, 9:45 am
  146. Orang-orang itu mungkin memang dewan perwakilan rakyat, tetapi belum tentu rakyat akan memilih mereka. Namanya orang klo makan duit haram ya begitu, hidupnya ga akan berkah. Isinya hanya fitnah dan dengki.
    Para dewan YTH itu sedang kebakaran jenggot, karena tambang emasnya sedang diobrak-abrik. Jatah semakin menipis. Jd mereka sedang mencari kelemahan Pak Dis untuk dijatuhkan. Mereka bahkan menuduh Pak Dis melakukan kampanye terselubung. Astagfirullah… mana ada kampanye terselubung mau tidur dirumah penduduk yang menurut saya, Ya Allah, saya pun belum tentu mau tidur dsana. Tapi seorang mentri, mau tidur dsana.
    Coba mereka berpikir lbh waras lagi. Tapi saying oh disayangkan, karena tiap hari makan uang tak halal, maka otakpun tidak berjalan waras.
    Hanya satu saran saya untuk pak Dis, tolong selalu jaga kesehatan Pak… Membenahi bangsa ini memang dibutuhkan jiwa besar dan kesabaran yang tak ada batasnya. Semoga Allah selalu melindungi Pak Dis dr fitnah dan dengki orang-orang jahat. Teruslah berjuang Pak! Kami selalu mendukung Bapak….

    Posted by auliany | 29 Oktober 2012, 9:49 am
  147. Saya suka kutipan ini:
    “Saya tahu pepatah ini: Kian tinggi, kian kencang anginnya. Tapi, saya juga tahu lelucon ini: Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya!”
    Maju terus pak DIS! Rakyat di belakang anda…!

    Posted by Mochamad Yusuf | 29 Oktober 2012, 9:51 am
  148. Siapa yang milih effendi simbolon dan aria bima PDIP temannya koruptor?? jangan pilih lagi effendi simbolon, aria bima, marzuki ali DEMOKRAT..catat 2014 kalo mau indonesia lebih baik say no to ARIA BIMA, EFFENDI SIMBOLON PDIP dan MARZUKI ALI DEMOKRAT…Cateet…….

    Posted by duki | 29 Oktober 2012, 9:53 am
  149. saya jadi ingat teori laba
    dalam kondisi bagus
    laba: margin positif sebesar2nya

    dalam kondisi buruk
    laba: margin negatif sekecil2nya

    penilaian bpk shrusnya disebutkan asumsi kondisinya bagus atokah buruk. terus disebutkan pula opsi yg ada. terakhir dinilai sudahkah pilihan pak dahlan menerapkan prinsip laba diatas.

    saya kira disini penilaian akan lebih gamblang

    Posted by nawari yded | 29 Oktober 2012, 9:54 am
    • Bukannya BUMN dibuat tidak semata2 hanya cari untung ????

      Posted by match | 29 Oktober 2012, 9:59 am
    • Menurut klarifikasi wakil ketua BPK, audit tersebut adalah audit khusus atas permintaan, jenisnya audit investigasi. Dan yang minta audit itu adalah komisi VII DPR. Jadi sudah jelas maksud terselubungnya dan trik politiknya anggota dHewan, memang menyerang pak DIS. Kalau auditnya standard audit BPK, tentunya komen temuannya tidak seperti itu, karena memang dari awal sebenarnya masalah PLN udah clear.

      Posted by surachwanto | 29 Oktober 2012, 11:31 am
    • Mas Nawari…

      Setau saya, dalam setiap catatannya ketika Pak DI selaku Dirut PLN sudah sangat jelas. Saya sendiri bahkan tidak menyangka permasalahan dan penyelesaian masalah yang dialami PLN bisa begitu sederhana walaupun kadangkala diawali dengan hal yang rumit. Semua pasti ada plus minusnya. Betul kata Pak DI semua peminmpin harus berani ambil keputusan dan harus berani bertanggung jawab…. Luar biasa…

      Mohon maaf… Salam….

      Posted by Hibatillah's | 1 November 2012, 2:05 pm
    • Mas Dedy Yesus, itu sih umum, saya yakin Pak Dahlan Iskan juga paham, & beliau sudah menjelaskan lebih gamblang kok dimedia2… masa’ dinding Mas Dedy Yesus blm mendengarnya?

      Posted by agent | 28 November 2012, 1:33 pm
  150. Minggu ini NO hope.. Cuma pembelaan diri..

    Posted by Arisman | 29 Oktober 2012, 10:03 am
    • THE HOPE is in YOU.. Kalau membaca MH ini trus yang dirasakan belum Hope, sementara mayoritas pembaca dapat pencerahan dari tulisan ini, sebaiknya tanya lah diri sendiri, ada apa dengan saya. Kuatirnya anda tertular virus yg namanya politik alias senayan alias DPR. Cepetan mas sebelum tertular parah, ntar sembuhnya susah.. :)

      Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 10:10 am
    • Hopenya effisiensi di Kaltim, Jambi, Palu…Jangan menyerah untuk mencari solusi buat rakyat apapun rintangannya baik dari teroris ataupun oknum.

      Posted by JOWI | 29 Oktober 2012, 10:11 am
    • Justru HOPE nya besar bro ARISMAN…

      1. dengan TERBUKANYA kasus ini, akan timbul kebijakan untuk memasok Gas ke PLN dari berbagai tempat ( sudah diutarakan oleh pak Dis di atas…) … yang mengarah pada efsfiensi PLN.

      2. menjadi proses pembelajaran pada DPR, terutama komisi VII ( yang berasal dari PDIP )

      3. Adanya penjelasan ini sekaligus pembelaan / Jawaban dari Pak DIS untuk DPR & BPK serta menjadi pengetahuan / Pencerahan buat rakyat ( terutama para Dahlanis…)

      4. Bersatunya suara rakyat yang membela kebenaran ( Pak DIS )

      5. Cerminan buat DPR ( yang saya yakin mereka membaca blog ini ) inilah suara / Penilaian rakyat terhadap DIS maupun DPR….

      HOPING these explanations can be HOPES 4 U bro… Gbu

      Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 7:46 pm
  151. AI = 2458
    AK = 245689
    SEMOGA TIDAK MERESAHKAN ANDA

    Ini bukan rumusan atau prediksi,
    Tapi memang betul-betul sebuah ritual
    Yang mengandung banyak keberhasilan
    Dijamin Pasti tembus,
    jika butuh angka Ritual Mampir aja di room kami
    klik http://www.angkaritual5.wordpress.com
    NOPE ADMIN 0852 1159 9919
    MAKASIH ATAS TUMPANGANYA MOGA SELALU JP !!!

    Posted by angkaritual2012 | 29 Oktober 2012, 10:29 am
  152. Puas, Alhamdulillah. Setelah ketar-ketir P.DIS diserang, sekarang kembali lagi Kerja, Kerja, Kerja…

    Ayo semuanya, P.DIS udah bekerja dengan keras. Saatnya kita bantu dengan kerja sesuai peranan kita.

    Posted by userexist | 29 Oktober 2012, 10:40 am
  153. Pak DI… kalo sempat skali-kali cerita tentang BUMN konstruksi dong pak…
    Kmai juga pengen tau ada apa saja di sana… :D

    Posted by juragan | 29 Oktober 2012, 10:43 am
  154. Sejak Dahlan jadi Menteri BUMN aku sudah ndak bisa korupsi lagi.. hu .. hu.

    Posted by Koruptor | 29 Oktober 2012, 11:00 am
  155. PADAHAL YANG JUAL GAS KE LUAR NEGERI DENGAN HARGA MURAH MAMA MEGAWATI SOEKARNOPUTRI!
    KENAPA NGGA MAMA MEGA DI PANGGIL JUGA UNTUK JELASIN?
    WARGA JAKARTA, JANGAN PILIH EFFENDI SIMBOLON JADI ANGGOTA DPR TAHUN 2014 NANTI!

    Posted by MAMA Mega | 29 Oktober 2012, 11:06 am
    • Biar jelas hehehehe

      Fraksi Partai Demokrat

      Teuku Riefky Harsya
      Hartanto Edhie Wibowo
      Jhonny Allen Marbun
      Tri Yulianto
      Sutan Sukarnotomo
      Milton Pakpahan
      Teuku Irwan
      Heriyanto
      Sudewo
      Anton Sukartono Surato
      Fardhan Fauzan
      Asfihani
      Albert Yaputra
      Sutan Bhatoegana

      Fraksi Partai Golkar

      Zainudin Amali
      M Azwir Dainy Tara
      Arsyad Juliandi Rachman
      Bobby Adhityo Rizaldi
      Tri Hanurita
      Dito Ganinduto
      SW Yudha
      Mahyudin
      Syamsul Bachri S
      Halim Kalla

      Fraksi PDIP

      Effendi MS Simbolon
      Daryatmo Mardiyanto
      Nazarudin Kiemas
      Isma Yatun
      Syarif Bastaman
      Rachmat Hidayat
      Dewi Aryanti Hilman�� �
      Emmanuel Kaisepo

      Fraksi PKS

      Sigit Sosiantomo
      Suharna Surapranata
      Zulkifliemansyah
      Sugihono Karyosuwondo
      Achmad Relyadi

      Fraksi PAN

      Zulkifli Hasan
      Totok Daryanto
      Alimin Abdullah
      Muhammad Syafrudin
      Chandra Tirta Wijaya

      Fraksi PPP

      Achmad Farial
      M Romahurmuziy
      Wardatul Asriah
      Irna Narulita

      Fraksi PKB

      Agus Sulistyono
      Nur Yasin

      Fraksi Gerindra

      Widjono Harjanto
      Dhohir Faris
      Pius Lustrilanang

      Fraksi Hanura

      Iqbal Alan Abdullah
      M Ali Kastella

      Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 11:12 am
  156. Memang terasa sulit kalau melakukan sesuatu yang mensejahterakan rakyat, banyak sekali tantangannya…. tapi yang pasti maju terus pak,,, pantang mundur…

    Posted by karlan08 | 29 Oktober 2012, 11:07 am
  157. keknya Pak DI doank yg sering bentrok sama DPR..:D

    biar orang tau DPR itu kek apa…

    susah bener jadi orang baik2 di negri ini…coba klo pak DI nya ngambek, yo weis, males ngurus BUMN lagi..makan tuch harta haram…

    piyee..

    Posted by Doni | 29 Oktober 2012, 11:11 am
  158. Rakyat sdh makin cerdas…
    Smoga Pak Dis snantiasa istiqomah di jalan Allah…

    Posted by Qwertyan | 29 Oktober 2012, 11:14 am
  159. Jika saya anggota komisi VII, saya tidak lagi berencana memanggil pak DI. Penjelasan ini sudah sangat cukup, mending agenda pemanggilan pak DI akan saya gunakan untuk kepentingan yang lain

    Posted by Konsumen Herbal | 29 Oktober 2012, 11:15 am
  160. Pak DI, Ditunggu inovasinya untuk memanfaat sumber energi selain BBM dan Gas untuk PLN. Masih banyak sumber energi lain yang tersimpan di laut dan alam Indonesia.

    Posted by djeqy | 29 Oktober 2012, 11:19 am
  161. kayaknya keren juga tuh tag line dipasang dipintu masuk gedung dpr…….”kian kembung perutnya …. kian besar kentutnya”………..hahahahahahahaha

    Posted by tonie | 29 Oktober 2012, 11:20 am
  162. pak D.I kalau emang pilihan terpahit karena kebijakan bapak masuk enjara, saya dengan sangat bangga akan mendampingi bapak dan bersedia masuk penjara dengan bapak juga, biar bisa belajar dengan bapak 24 jam. BRAVO Pak DI

    Posted by azham kkhairan | 29 Oktober 2012, 11:24 am
    • Wah antri donk mas, peminatnya banyak nih.. Ppak Admin buat nomor antrian buat DahlanIs yg siap ikut “dipenjara”. Hehehehe.. Kalo pak Dis diputus untuk dipenjara, bakal banya yang pasang badan. Penjara akan kewalahan menampung orang-orang yang siap menemani beliau di sel. Kalo pak Dis diputus masuk penjara, mari kita referendum siapa yang sebenarnya lebih layak masuk penjara: pak Dis atau Anggota DPR.. Kalo pak Dis dipenjara, maka itu lah saat yang tepat untuk bangsa ini melakukan REVOLUSI. Salam DahlanIs!!!

      Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 11:32 am
  163. Beberapa hari yang lalu Pak Dahlan di wawancarai wartawan Metro TV di dalam mobilnya waktu perjalanan ke Bandara. Kurang lebih Beliau menyapaikan akan menyelesaikan masalah ini dengan cara tersendiri, ternyata setelah Membaca Jawa Pos Hari ini, Cara beliau menanggapi permasalahan yang selama ini ramai di Media sangat sangat intelektual dan cerdas.

    Masukan kepada para anggota BPK mohon agar dapat melakukan pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh, sehingga hasil akhir laporan tersebut dapat dipahami terutama kepada para Anggota DdHewan yeng terhormat.

    Hasil pemerikasaan harus objektive, kalo perlu ada resufhle di BPK biar benar – benar Independen.

    Posted by Kka Kusnanto | 29 Oktober 2012, 11:24 am
  164. Kalau menurut saya, MH kali ini sedikit sangat serius. Beda dengan MH minggu kemarin yang misalnya bawa2 nama gangnam style, sebut2 puisi, dll.

    Mungkin karena kronis nya masalah yang akan dibahas, jadi full serius dari awal sampai akhir.

    maju terus pantang mundur …

    Posted by nuryadid | 29 Oktober 2012, 11:25 am
  165. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan audit soal pengelolaan energi primer di PLN pada 2009/2010 yang menyebutkan ada pemborosan Rp 37 triliun di PLN. Namun pemborosan ini belum masuk kerugian negara.

    Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua BPK Hasan Bisri kepada detikFinance, Senin (29/10/2012).

    “Kami memakai istilah inefisiensi. Kalau kerugian negara, itu harus ada unsur melawan hukumnya. Padahal yang terjadi di PLN belum tentu merupakan akibat dari perbuatan melawan hukum,” tegas Hasan.

    Hasan kembali menjelaskan, inefisiensi atau pemborosan Rp 37 triliun saat Dahlan menjadi Dirut PLN di 2009/2010 terjadi akibat PLN gagal memperoleh pasokan bahan bakar murah yaitu gas untuk pembangkit listriknya, dan gagal membangun pembangkit baru yang berbahan bakar gas.

    “Hal itu karena tata niaga gas yang kurang mendukung penyediaan gas bagi PLN. Gas kita lebih banyak diekspor untuk memenuhi kontrak ekspor jangka panjang dengan negara lain,” tambahnya. (sumber: detik.com)

    Alhamdulillah….auditor sendiri telah menjelaskan secara gamblang hasil pemeriksaannya. bagaimana wakil rakyat….apakah anda mau menterjemahkan sendiri hasil laporan auditor tsb??? ingatlah….rakyat Indonesia tidak bodoh…..

    Posted by done | 29 Oktober 2012, 11:30 am
  166. Bung DI, gak perlu takut sama mereka. Menurut budaya org makassar, sekali layar terkembang pantang surut biduk ke pantai. Kalau niat Bung DI utk kepentingan rakyat, gak perlu takut ama mereka itu. Maju terus Bung DI

    Posted by dul rachmat | 29 Oktober 2012, 11:39 am
  167. Wah para anak TK di senayan tnyt kangen dgn banyolané pak dis. Mayan tuh temu kangennya bakal melejitkan rating tv nasional mlalui BREAKING NEWS

    Posted by Fia | 29 Oktober 2012, 11:45 am
  168. Jelas2 Menteri ESDM pasti ada main !!!!!! bikin aturan simpel aja nggak bisa tidak pernah berpikir menyejahterakan rakyatnya !!!!

    Posted by match | 29 Oktober 2012, 11:45 am
  169. Wah, penjelasan dari Pak Dahlan Iskan sangat jelas dan kompleks sekali. Sepertinya ngga ada yang perlu ditanyain lagi kayaknya, mungkin karena para anggota dewan kita yang terhormat aja lagi kangen dengan lawakan Pak Dahlan Iskan sehingga mereka memanggil Bapak kesana. Tetap semangat Pak, jangan pantang menyerah. Allah selalu menyertai setiap umat-Nya. Allahu Akbar… :-)

    Posted by Dwi Wahyudi | 29 Oktober 2012, 11:46 am
  170. GOOD OPPORTUNITY:

    Dalam beberaopa waktu ke depan akan terjadi lanjakan kebutuhan masker di Indonesia bagi vendor, pengusaha yang bergerak dalam produksi itu supaya mempersiapkan diri dari sekarang karena akan terjadi lonjakan produksi yang luar biasa paling tidak sejumlah rakyat Indonesia.
    Hal ini terjadi kerena akan ada hembusan GAS BERACUN dari perut YANG SUDAH SANGAT KEMBUNG.
    Sedikit nambah >>>> MAKIN BESAR KEMBUNGNYA MAKIN KENTUTNYA MAKIN MEMATIKAN BAUNYAAAA <<<<

    AYo DAHLANIS Siapkan MASKERRRRRRRR…

    Yang tertarik segera koment…Paling tidak Senyum lah….he he he he

    Posted by Heric | 29 Oktober 2012, 11:46 am
  171. Hebat!!! Mana ada orang yg berani bilang kayak gini sama DPR. Mana berani dipenjara lagi, dan di umumkan pada masyarakat se Indonesia. Benar2 pimpinan yang berkwalitas. Hayo siapa bisa carikan pembandingnya? Memang layak utk RI 1.

    Posted by wahyu Sugiharto | 29 Oktober 2012, 11:54 am
  172. Sangat bangga punya menteri seperti pak DI. Saya lebih setuju bapak pada posisi sekarang ini (Menteri BUMN) ketimbang direktur PLN yang bapak ingin lebih lama disana. Dengan posisi sekarang, kapasitas bapak lebih luas, sehingga punya akses untuk mengefisienkan semua BUMN di bumi nusantara ini. Jika BUMN memiliki efisiensi tinggi, untungnya pasti lebih besar, dana lebih dapat digunakan untuk menambah kegiatan lain yang langsung menyentuh masyarakat miskin. Sebagai contoh, setelah bapak menginstruksikan PTPN melakukan usaha peternakan sapi guna mendukung program swasembada daging nasional, kami dari civitas akademika unja (khususnya Fakultas Peternakan) dapat cipratan untuk melakukan validasi hasil riset skala laboratorium tentang penggunaan silase pelepah sawit sebagai pakan ternak sapi di peternakan ISS, PTPN 6 Jambi. Demikian juga sebagai tempat memperoleh pengalaman bagi mahasiswa Fapet Unja dalam hal usaha peternakan sapi berbasis pelepah sawit. Sudah pasti ke depan akan memiliki dampak terhadap petani peternak sekitar area bahkan seluruh provinsi Jambi. Selanjutnya akan berperan menurunkan jumlah masyarakat miskin di Jambi. Kami harapkan usaha peternakan ISS semakin besar, dan tentu akan menampah lapangan pekerjaan dan menurunkan jumlah keluarga miskin secara signifikan.
    TERUSLAH PAK DI TINGKATKAN EFISIENSI BUMN, BIAR RAKYAT SEGERA MERASAKAN KEMAKMURAN YANG SEBENARNYA …..

    Posted by Saitul Fakhri | 29 Oktober 2012, 11:54 am
  173. Hidup Pak Dahlan, terkutuklah anggota dewan yang sukanya mencari onar……..

    Posted by Zidane | 29 Oktober 2012, 11:56 am
  174. “BPK melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas pengelolaan energi primer pada PLN, PGN, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Pertamina, dan BP Migas tahun 2009/2010. Pemeriksaan itu atas permintaan DPR. LHP (laporan hasil pemeriksaan) sudah disampaikan kepada DPR dan pimpinan instansi yang diperiksa, termasuk Kementerian BUMN,” tutur Hasan kepada detikFinance, Senin (29/10/2012).

    DPR yang nyuruh memang pemufakatan jahat untuk menjatuhkan Dahlan Iskan….SKAK MAT !!!!

    Posted by match | 29 Oktober 2012, 11:59 am
  175. Saya doakan dengan setulus tulusnya semoga pak DI bisa menghadapi recokan anggota dewan yang mulia dan terhormat itu dengan tetap elegan dan argumentatif. Saya juga yakin banyak yang mendoakan utk tujuan yang sama. Tak perlu lagi cari tahu siapa salah siapa benar.. Masyarakat tahu betul, siapa yang harus dibela. Doa orang banyak yang tulus ini akan membantu pak DI menjadi lebih kuat – dan semoga menyadarkan yang memang bersalah. 37 triliun itu hanya debu, kalo dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan pak DI selama masih di PLN Uang itu sudah kembali kepada rakyat…Jutaan Rakyat yg tak punya listrik dan mereka menikmatinya sekarang, itu adalah harga impas yang tak ternilai. Akuntabilitasnya ? bisa ditanyakan sendiri pada rakyat.

    Posted by Ferry Setyawan | 29 Oktober 2012, 12:00 pm
  176. …….dan BPK juga belum/tidak menemukannya…….

    memang ada yg efisien di negeri indon ini?

    kalau mau jujur, sy yakin yg PALING BOROS ITU EKSEKTIF (binokiyo dkk), bukan legislatif apalagi yudikatif.
    DPR itu ngoceh terus, karena selalu kebagian sisa-sisa……

    SALAH bila kita hanya MENGHUJAT DPR. justru sumber PENYAKITNYA ADA DI ISTANA BINOKIYO DKK.

    Posted by syafiihkamil | 29 Oktober 2012, 12:03 pm
    • pertanyaannya adalah: kenapa abah betah dalam lingkaran istana? apakah ia bagian dari manusia2 istana yg hedon itu?

      sy kira tidak, saya meyakini dia sedang diperjalankan oleh Tuhan-nya, dicemplungkan oleh Tuhan-nya ketengah-tengah jemaah istana hedon, sehingga ia menjadi pembeda yg KONTRAS!

      Posted by syafiihkamil | 29 Oktober 2012, 12:14 pm
      • Syafihkamil cacakku yang baik, aku arek ketintang ( dulunya, sekarang adah di bogor ). Dari SEJARAH yang aku tahu ceritanya si ABAH MAU masuk ke lingkungan istana :

        1. Ibu Ani Yudhoyono sering dapat keluhan dari seluruh penjuru Nusantara tentang Listrik yang byar Pet, kemudian beliau curhat ke pak SBY.
        2. Pak Sby kemudian ” mencari ” siapa ya orang yang bisa diandalkan untuk ” Mengatasi ” PLN ini…
        3. Dari pak CT beliau di informasikan tentang Pak Dahlan Iskan
        4. Awalnya si abah menolak, karena alasan kesehatan dan ( saat itu ) PLN rawan korupsi…( Abah orang yang bersih kan…? )
        5. Tapi ditawarkan oleh mereka ( SBY N CT ) bahwa ini pekerjaan untuk menolong rakyat banyak, artinya ini IBADAH
        6. Akhirnya si Abah yg memang sudah berjanji ( Ke Tuhan ) kalau diberi kesembuhan akan MEWAKAFKAN dirinya / hidupnya untuk ibadah, maka beliau mau mengemban amanah itu TAPI DENGAN NIAT IBADAH
        7. Karena niatnya ibadah beliau TIDAK AMBIL GAJI DAN FASILITAS dari PLN ( baik itu mobil maupun rumah dinas dll )
        8. Baru 1 tahunan lebih, PLN maju pessssaaaat… SBY minta Abah mengemban amanah yang LEBIH BESAR LAGI…membenahi BUMN menjadi menteri BUMN

        Demikian sejarah yang saya tahu… kalau ada yang kurang pas, saya mohon maaf. Semoga bisa menambah pemahaman. Dongakna ae si Abah ya cak… salam Dahlanis n ACI ( aku Cinta Indonesia ) Gbu .

        Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 7:22 pm
        • Bener bu, sby panik. bila tidak diatasi masalah krisis listrik waktu itu, sby bisa turun tahta. Jadi bukan murni krn ingin memperbaiki pelayanan. Ia TERPAKSA meminta tolong pak dahlan, sebagaimana raja mesir juga terpaksa meminta bantuan yusuf untuk mengelola pangan s.d paceklik yg menghantui. Tidak ada org lain yg mampu selain yusuf…dan yusuf sengaja dikirim oleh tuhan untuk itu……

          Sy meyakini bahwa pak dahlan masuk kabinet juga semata2 karena skenario Tuhan….., dan bukan keinginan sby.
          Bismillah.

          Posted by Syafiihkamil | 30 Oktober 2012, 2:20 am
          • Mas Syafiihkamil…

            Sebaiknya kita tdk harus selalu menyalahkan siapapun…

            Karena pada dasarnya, menyalahkan orang adalah pekerjaan paling gampang dan tdk perlu kemampuan khusus…
            Saya bukan pengikut siapa-siapa, tp sangat respek dgn yg dilakukan Pak DI…

            Apapun yg mendasari pilihan Pak Sby pada Pak DI, faktanya kan yang dilakukan Pak DI sejak dari PLN sampai BUMN bermanfaat bagi banyak orang…

            Berpikir positif mungkin lbh bagus…

            Mhn Maaf…Salam…

            Posted by Hibatillah's | 2 November 2012, 2:48 pm
          • djiannncuuukkkkk….sy disuruh berfikir positif sama binokiyo dkk……ha..ha…ha….
            salam hangat mas.

            Posted by syafiihkamil | 2 November 2012, 9:27 pm
      • Kenapa Pak Dahlan tetap bertahan ada dalam lingkup pemerintahan?
        Puluhan tahun sudah Pak Dahlan berjuang untuk merah putih di luar pemerintahan sebagai pewarta, namun hasil berjuang selama puluhan tahun itu ternyata tidak ada apa-apanya bagi merah putih dibanding sumbangsih gebrakannya dalam 2 tahun sebagai CEO PLN dan setahun sebagai Menteri BUMN…
        Dan Pak Dahlan tau, kalau dia “lepas” tanggung jawabnya maka dalam waktu singkat hancurlah berbagai pencapaian yang telah dia rintis bagi merah putih

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 2:15 am
    • Ujung2-nya RI 1 hahahhahaa

      Posted by match | 29 Oktober 2012, 12:15 pm
      • sangat jelas gan!. ketua dewan energi itu siapa? ya sibinokiyo. dia tahu semua dan bertanggungjawab atas semua bentuk inefisiensi, bukan hanya listrik tapi semuanya.

        makanya besannya dia, si rajasa pura2 bela abah.
        padahal abah mati2an siang malam membantu pemerintah supaya tidak terus2an terjadi pemborosan kekayan NEGARA (rakyat) yg trilyunan itu.

        Djuaanncuukkkk kabeh memang…………

        Posted by syafiihkamil | 29 Oktober 2012, 12:23 pm
  177. Anjing menggonggong khafilah tetap berlalu Pak DIS. Kami akan tetap dukung Bapak ! Anggota DPR hobinya bikin sensasi saja, selama ini apa hasil kerja mereka?. Dibubarkan saja itu DPR tidak ada gunanya

    Posted by Nina | 29 Oktober 2012, 12:13 pm
  178. tulisan ini sia-sia, gak ada gunanya.., pak dewan gak akan baca…, mereka gak akan mau baca-baca beginian, mending nonton b*kep ato tidur aja.

    Posted by Romy | 29 Oktober 2012, 12:19 pm
    • Memangnya tulisan ini ditujukan ke anggota DPR? Menurut saya bukan mas. Pak DIS lebih concern menjelaskan hal ini ke yang memberi amanah, yaitu RAKYAT INDONESIA. Yang masih mempunyai akal dan nurani yang sehat. Bagi beliau pengakuan RAKYAT INDONESIA lebih utama (bahkan dia pun rela dengan ikhlas dipenjara jika membela kepentingan rakyat). Karena sejatinya RAKYAT INDONESIA lah bos besar bagi beliau.

      Posted by surachwanto | 29 Oktober 2012, 1:03 pm
  179. ….terharu sangat paragraf yg ini… “…..Akibat keputusan saya untuk tidak memadamkan listrik Jakarta itu memang berat. PLN mengalami inefisiensi triliunan rupiah. Tapi, pabrik-pabrik tidak tutup, PHK ribuan buruh terhindarkan, dan Jakarta tidak padam selama setahun!….”

    Posted by yuni | 29 Oktober 2012, 12:22 pm
  180. …cukup berbeda sikap pak DIS kl ini, mmg antikekerasan bukan berarti ga berani, kl mmg harus dpertahankan niat serta semanagt unt sejahterakan rakyat….bumi hangus….ungkap semua data yg ada…d kasih hati kok malah bertingkah…#IndonesiatanpaDPR

    Posted by lwiji widodo | 29 Oktober 2012, 12:35 pm
  181. akankah BPK melanjutkan penyelidikannya ttg inefisiensi yg disindirkan abah itu?

    PASTI TIDAK!!!

    kenapa? karena BPK juga djuancukkkk………wakakakakakakak……

    jangan putus asa kawan, gendrang sudah ditabuh…Bismillah!

    Posted by syafiihkamil | 29 Oktober 2012, 12:41 pm
  182. Hebat!!! Mana ada orang yg bikin Statemen ke DPR seperti ini. Mana siap dipenjara lagi… Benar2 pemimpin yg ditunggu. Layak utk RI 1. Hayo siapa yang bisa cari pembandingnya?

    Posted by w.sugiharto | 29 Oktober 2012, 1:01 pm
  183. Andai pejabat d dpr n pemerinthan sprti pak dahlan insya allah indonesia jd negeri yg makmur

    Posted by giok | 29 Oktober 2012, 1:22 pm
  184. 2014 golput kecuali DI presidennya.

    Posted by hqqasgar | 29 Oktober 2012, 1:33 pm
    • waaah ini ngikut ngikutin saya saja, wakakaka, ini namanya judah kena virus MH, jadi KPU seharusnya sadar jika ingin pemilu sukses pak dahlan harus dicalonkan

      Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 1:56 pm
    • Sekarang jumlah anggota DPR 500 orang (kalo gak salah).
      Kalau pada pemilu 2014 nanti 90% golput, apakah jumlah DRP akan tetap sama 500 orang juga?

      Posted by januarvs | 29 Oktober 2012, 2:54 pm
      • Wahai Saudaraku para Dahlanis, JANGAN GOLPUT…. saya beri tahu bahayanya golput

        suara yang mayoritas hilang ( karena golput ) akhirnya yang menang justru SUARA MINORITAS yang notabenenya adalah KONCO nya mereka / pendukung mereka sendiri….

        Jadi kalau banyak yang golput yang terpilih adalah OARANG – ORANG yang TIDAK KITA KEHENDAKI….
        ( mereka bisa menang mutlak malahan, syah secara UU… karena si minoritas jadi mayoritas, hla wong mayoritasnya pada ngambeg semua… alias golput dan selama 5 tahun kita bisa jadi barisan sakit hati he he he ) YOU KNOW THAT my dear friends…

        So apa ada yang masih kita lakukan ? ADA.

        1. CATAT SEMUA DPR yang tidak amanah / asbun
        2. UMUMKAN SAAT 2014 lewat SEMUA MEDIA SOSIAL…AGAR JANGAN DIPILIH LAGI
        3. CARI WAKIL YANG AMANAH, suruh masuk partai dan pilhlah beliau-beliau tapi dengan kontrak kerja.
        ( kalau perlu diadakan debat visi-misi calon anggota DPR di TV atau di radio dll agar kita bisa tahu Visi-misi beliau 4. KAWAL MEREKA, MONITOR kalau perlu belikan kaca mata kuda ( agar luruuuusss terus he he he )

        Jangan khawatir, walupun tidak mudah pasti akan ada orang-orang yang baik di partai politik… contohnya JOKOWI & AHOK… mereka politisi dengan integritas dan pribadi yang baik bukan ?

        Jangan putus asa, keep praying n JANGAN GOLPUT ya temans… Salam Dahlanis n ACI ( aku Cinta Indonesia ) Gbu all.

        Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 7:02 pm
        • Terimakasih sekali lagi untuk mengingatkan kita untuk tidak GOLPUT.
          Saya sudah catat sebagian: Effendi Si Blo……(tet), Refr…(tet), Alimi…(tet).
          BTW, jadi teringat film ACI, desa Cibeureum … sayang tidak berlanjut, tapi kalau ditayang ulang pasti banyak yang senang.
          Salam

          Posted by Aldizy | 29 Oktober 2012, 7:20 pm
        • Saya setuju mbak Ning…tinggal kawan2 yang punya akses informasi terhadap calon yang ber integritas dan amanah tolong di share lewat media apa saja, sehingga kawna2 yg tidak/belum tahu ada calon yang baik bisa mengetahuinya….

          Posted by Ardian | 30 Oktober 2012, 9:41 am
        • Kalo milih ga boleh, golput ga boleh, gimana dong?…

          Posted by Hibatillah's | 2 November 2012, 3:01 pm
  185. ada gk sih mekanisme yg lain selain harus milih wakil rakyat,,, !!!! MALES aku ikut Pemlihan legislatif..

    Posted by edwar wasrika | 29 Oktober 2012, 2:14 pm
  186. pantesan pemimipin kita belum ada yang berhasil memerangi korupsi, memang RRRUAR BIASA sulit.

    Posted by pbr besmah | 29 Oktober 2012, 2:20 pm
  187. Dengan kata lain, sibloon sm kuda bima buang anginnya kelewatan ga pake liat2 sikon. Marah kali abah sm anggota dewan yth itu kulihat. Kalo msh kentut lg, lempar pake kursi aja ya Bah!

    Posted by Budi | 29 Oktober 2012, 2:32 pm
  188. pokoknya nanti pas waktu abah hadir di senayan dan ketemu anggota dpr saya juga akan hadir memberi dukungan moril walaupun di luar gedung . . . terus klo sampai abah di dzalimi, awasss !! tak cokot kupinge si blo’on dkk . . . .

    Posted by dahlan lovers | 29 Oktober 2012, 2:39 pm
  189. ini loh ternyata,, yang memberikan dasar,, knp si efendi simbolon itu paling bernafsu menyerang Pak Dis… meskipun ini baru dugaan….

    http://www.tribunnews.com/2012/03/22/kamal-tuduh-effendi-simbolon-tukang-korupsi-pln

    Posted by edwar wasrika | 29 Oktober 2012, 2:43 pm
    • woooow, bisakah wartawan difokuskan ke simbloon itu sebelum pemanggilan pak dahlan 18 november? biar heboh dan merah mbuka raden mas simbloon,

      Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 2:58 pm
    • Cuman nambahin aja om, soalnya kadang ada yg males nge-klik link karena koneksi lemot….hehehe.

      Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

      TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Effendi Simbolon Tukang Korupsi PLN Sang Raja Tega di Balik Hidup Rakyat yang Makin Miskin. Itulah kalimat yang ditulis Kamal (Koalisi Antimafia Listrik).
      Sekitar 100 orang dari Kamal berorasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

      Mereka menggunakan mobil pick up hitam dilengkapi pengeras suara, dan mengitari Bundaran HI. Mereka juga membawa spanduk berisi tulisan untuk mengadili Effendi Simbolon, wakil ketua komisi VII DPR RI.

      Menurut Kamal, Effendi adalah parasit nasional yang lihai bersandiwara. Pernyataan-pernyataan Effendi yang menolak kenaikan BBM dan TDL (tarif dasar listrik) adalah untuk menutupi borok kejahatannya.

      Menurut Kamal, Effendi terlibat dalam korupsi triliunan rupiah PT Pikitring SUAR PLN Sumatera Utara, bersama saudara iparnya, Bintatar Hutabarat.

      Kamal menilai Effendi terlibat mengatur tender proyek induk pembangkit dan jaringan Sumatera Utara, Aceh, dan Riau (Pikitring SUAR) senilai Rp 4 triliun. (*)

      Posted by surachwanto | 29 Oktober 2012, 3:00 pm
  190. katanya bumn dulu byk yg dijual sama presiden nya partai wong cilik … mendingan jual untung.. ini jual rugi.. parah…

    jadi inget kasus polri vs kpk jilid2 kasus simulator sim, sang penyidik dicari2 alasan penangkapan, kasus 8 tahun diungkit lagi… sama seperti sekarang, pak DI dicari2 kesalahannya sama DPR…

    Posted by giringbola | 29 Oktober 2012, 2:54 pm
      • Ijin update detail Pak Saeful….

        Saya cuma focus ke satu kalimat aja “Siapapun yang membuat negara rugi dia korupsi”

        Jakarta – Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai pemanggilan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan oleh Komisi VII DPR-RI untuk menjelaskan pemborosan atau inefisiensi PLN 2009/2010 sebesar RP 37 triliun adalah salah alamat.

        Menurutnya akar permasalahannya karena kebijakan Presiden Megawati, termasuk Menteri ESDM pada waktu itu Purnomo Yusgiantoro.

        “Salah kalau panggil Dahlan untuk jelaskan kenapa PLN inefisiensi Rp 37 triliun pada 2009/2010, karena akar masalahnya justru jauh sebelum Dahlan memimpin PLN,” kata Kurtubi kepada detikFinance, Senin (29/10/2010).

        Menurut Kurtubi, inefisiensi tersebut terjadi dikarenakan jelas-jelas PLN tidak mendapatkan alokasi gas untuk pembangkit listrik tenaga gas milik BUMN listrik tersebut.

        “PLN itu punya sejumlah pembangkit listrik tenaga gas, di Muara Tawar, Muara Karang, Tambak Lorok dan banyak lagi, desainnya menggunakan dua feul bisa pakai gas bisa pakai BBM,” kata Kurtubi.

        Dikatakannya, alasan PLN mau membangun pembangkit menggunakan gas, karena biaya produksinya jauh lebih murah yaitu hanya Rp 500 per Kwh sementara kalau pakai BBM bisa mencapai Rp 3.000 per KWh.

        “Tapi pada Tahun 2002 dimana pada saat itu PLN butuh gas buat pembangkitnya, oleh Pemerintahan Megawati Soekarno Putri dan waktu itu Menteri Teknisnya Purnomo Yusgiantoro (saat ini Menteri Pertahanan) gas dari Tangguh Papua dijual 100% ke luar negeri salah satunya ke China dengan harga yang sangat murah sekali,” ungkap Kurtubi.

        Dikatakan Kurtubi, tidak ada setetes gas pun yang dialokasikan ke PLN pada waktu itu. Sehingga dengan pembangkit PLN kekurangan gas (2009/2010 terjadi kekurangan pasok gas ke PLN.

        “Akibatnya dari pada Jakarta dan Sumatera gelap gulita, pada 2009/2010 saat Dahlan memimpin PLN diputuskan, dari pada padam semua maka digunakan BBM untuk membangkitkan listrik pada pembangkit listrik tenaga gas,” ujar Kurtubi.

        Jadi kata Kurtubi, yang menjadi pertanyaan dan tentunya perlu di investigasi, kenapa pada saat itu pemerintah menjual seluruh gas Tangguh ke luar negeri dengan harga murah, dan kenapa PLN tidak mendapatkan pasokan setetes pun dari Tangguh.

        “Jadi yang patutnya dipanggil seharusnya Pemimpin pada saat itu (Megawati) dan Menteri Teknis pada saat itu juga, terutama Menteri teknisnya (Purnomo) karena Presiden hanya sedikit mendapatkan informasi dan cuma tanda tangan, dan rakyat juga sudah memberi ‘hukuman’ kepadanya buktinya tidak dipilih lagi. Panggil mereka-mereka ini yang membuat kebijakan tersebut yang berpotensi merugikan negera miliaran dolar, bukan Dahlan Iskan, dia hanya mengantisipasi saja dari pada Jakarta-Sumatera gelap,” tegas Kurtubi.

        Terkait Permen ESDM nomor 3 Tahun 2010 tentang alokasi gas yang membuat PLN tidak mendapatkan alokasi gas, menurut Kurtubi sudah tepat,karena memang saat itu terjadi penurunan produksi gas dari Sumatera yang dikirim melalui pipa gas.

        “Permen itu sudah benar, karena saat itu terjadi penurunan produksi gas di Sumatera, jadi dibuat prioritas utama penerima gas, yang utama untuk produksi minyak di Duri, buat pupuk karena kaitannya dengan pangan dan baru PLN lalu untuk industri. nah pada saat itu gas untuk PLN kurang, makanya pembangkitnya menggunakan BBM,” tambah Kurtubi.

        “Memang seharusnya pada saat itu juga (penurunan produksi gas di Sumatera) kata Kurtubi seharusnya ekspor gas Tangguh bisa dibelokkan sedikit saja untuk PLN. “Tapi pada saat itu tidak dilakukan,” tandasnya.
        Sebelumnya Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendy Simbolon beberapa hari yang lalu mengatakan, Komisi VII hanya ingin meminta verifikasi dari Dahlan terkait hasil audit BPK soal temua pemborosan PLN Rp 37 triliun di 2009/2010. Saat itu Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN.

        Menurut Effendy yang juga anggota Fraksi PDIP atau partai yang dipimpin Megawati ini, laporan BPK bukanlah perkara enteng, ia mengatakan hasil audit BPK merupakan perkara besar yang menyangkut kerugian negara.

        “Ini perkara besar, tulisannya saja ‘PLN kehilangan kesempatan untuk berhemat’ sebenarnya itu artinya kerugian negara, jadi kalau sudah kerugian negara ini sudah tindak pidana, jadi jangan main-main,” tegasnya.

        Selain itu, Effendy juga meminta Dahlan memenuhi undangan Komisi VII DPR setelah Senin kemarin (undangan pertama) Dahlan tidak hadir karena ikut dalam kunjungan kerja Presiden SBY.

        “Janganlah bersembunyi di balik presiden dengan alasan kunker (kunjungan kerja). Kalau presidennya tahu ya malu juga. Apalagi dituding mempolitisasi, kalau pun itu tuduhannya ya karena kami semua di sini politisi,” ucapnya.

        “Siapapun yang membuat negara rugi dia korupsi, ini pidana, kalau beliau merasa benar terangkan ke kami. Ingat, kami tidak menghakimi, kami juga dalam waktu dekat akan memanggil Mantan Menteri ESDM, ini biar jelas penyebab kenapa PLN bisa gagal berhemat Rp 37 triliun,” kata Effendy.

        Dalam kesempatan tersebut, Effendy mengancam akan memanggil paksa Dahlan jika tak hadir. “Kami akan panggil paksa Dahlan karena kami punya kewenangan. Ada pasalnya dalam tata tertib, ini bukan perkara kecil. Century saja Rp 6 triliun sangat besar, dampaknya ini Rp 37 triliun lho,” tegas Effendy.

        Posted by sopyan thamrin | 29 Oktober 2012, 6:29 pm
    • Mau partai wong cilik wong gendeng tidak ada urusan pokoknya semua keparat yg tidak pro rakyat hanya ngurusin duit dan korupsi kita sikat rame2 !!!!!!!!!

      DPR pinter kalo nyalahin orang pake lembaga lain buat alat-nya BPK-lah audit2 tahi kucing saya sudah nggak percaya BPK kalau mau pake auditor asing yg tidak bisa disogok …..akal busuk sudah ketahuan untung kita hidup di Indo kalo kita hidup di Malaysia udah kena UU subversif neh hehehhekena ISA (Internal Security Act)….

      Posted by match | 29 Oktober 2012, 3:13 pm
    • tambah lagi

      http://nasional.kompas.com/read/2008/08/28/15184650/wapres.china.presiden.ri.yang.minta.murah

      JAKARTA, KAMIS – Wakil Presiden China Xi Jinping menyatakan Presiden RI lah (Presiden RI saat itu, Megawati Soekarnoputri -red) yang minta harga murah untuk gas alam dalam kontrak LNG Tangguh.

      Pernyataan Xi ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat diberi kesempatan Presiden Yudhoyono menjelaskan proses renegosiasi kontrak LNG dengan China di hadapan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden di Kompleks Istana di Jakarta, Kamis (28/8) siang.

      “Itu presiden Indonesia yang minta,” kata Kalla menirukan pernyataan Xi Jinping saat mereka bertemu di Beijing pekan lalu. “Benar, karena kita ini kan bersahabat, tapi mari kita bicara jangka panjang. Kalau kita bicara jangka pendek, OK proyek ini selesai. Bisa-bisa ini tidak akan jalan,” tambah Kalla, mengulang percakapannya dengan Xi waktu itu.

      Penjelasan Kalla di hadapan sidang kabinet paripurna ini terkait rencana pemerintah untuk melakukan renegosiasi harga proyek LNG Tangguh. Harga gas alam dalam kontrak LNG ini dinilai sangat murah sehingga jika pada Oktober mendatang produksi gasnya sudah diekspor ke China, maka Indonesia akan mengalami kerugian.

      Menurut Kalla, wapres China seorang yang sangat terbuka sehingga mau diajak berdiskusi. “Coba lihat keadaan. Masak Anda akan membeli gas negeri kami dengan harga seperdelapan dari harga dunia sekarang ini,” kata Kalla lagi menirukan jawabannya kepada Xi.

      Oleh karena itu, tambah Kalla, pemerintah akan mengajukan harga dan formula, dan latar belakang baru untuk merevisi kontrak LNG Tangguh. Wapres Kalla menyatakan di akhir pertemuannya dengan wapres China, keduanya sepakat untuk membentuk tim negosiasi kembali. “Dan kami akan bertemu untuk merundingkan kembali kontrak itu,” kata Kalla.

      Lebih jauh, mengambil hikmah kontrak LNG yang kontroversial ini, wapres minta tim yang akan dibentuk untuk menegosiaasi kembali kontrak itu tidak tergesa-gesa mengambil keputusan apalagi jika tanpa dasar.

      Posted by saeful | 29 Oktober 2012, 3:44 pm
      • Mas Bro, spt nya ada orang gali lubang tp dipakai sendiri + temen2 geng-nya . . . . .ini yaaa ???
        Kacian amat, apa perlu rame-rame kita bantuin nimbun ya ?

        Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 5:01 pm
      • Saya heran ya, kenapa kalo orang jual kok pake harga murah????????? Bukannya kalo berdagang sedapat mungkin harga harus tinggi biar untung gede. Kebo-dohan atau kegoblokan atau kebegoan??
        Renegosiasi ini langkah tepat, setidaknya harganya harus sama dengan harga gas dunia saat ini. Kalo gak, beri saja ke PLN, toh mampu dibeli dengan harga mahal.

        Posted by Aldizy | 29 Oktober 2012, 6:03 pm
        • Hallo mas Aldizy… jual harga boleh murah ( kan bukan milik pribadi / partai ini ) tapi yang penting fee nya berapa…?
          ( semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan… tx )

          Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 6:39 pm
        • Mas Aldizy…

          Pertanyaan yg sama dgn saya…Biasanya orang jual pasti kasih harga tertinggi…Sebaliknya, yang mau beli pasti akan mengajukan penawaran yg termurah…

          Menurut saya, seperti yang ditanyakan Pak JK, dgn alasan membina hubungan baik, pasti ada cara yg elegan dlm bidang ekonomi. Saya pikir, Pak JK hanya mengharapkan harga yg wajar…

          Salam…

          Posted by Hibatillah's | 2 November 2012, 3:40 pm
  191. Benar yang disampaikan Pak Dahlan

    Posted by SUUD UMAMI | 29 Oktober 2012, 3:12 pm
  192. Monggo Pak DIS, DPR sudah kebelet tuh kangennya. Hancurkan mereka………………!!

    Posted by qohar69 | 29 Oktober 2012, 3:14 pm
  193. yg sabar pak menteri

    Posted by apray | 29 Oktober 2012, 3:15 pm
  194. maju terus pak DI….rakyat tidak bodoh…Tuhan tidak tidur….

    Posted by dian | 29 Oktober 2012, 3:26 pm
  195. saya suka kalimat ini: “Kian besar kembung perut, kian besar buang anginnya!”

    Posted by Iwan Subandi | 29 Oktober 2012, 3:34 pm
  196. Bonek vs DPR ? mantap

    Posted by boneka | 29 Oktober 2012, 3:59 pm
  197. Kelihatannya teman2 kita mau ngga mau harus usung DI jadi RI 1 (harga mati) , mohon tanggapan. Kalau perlu bikin partai baru. Revolusi harus dimulai dari sekarang sebelum kembali ke titik nol!!! DI simbol perlawanan rakyat.

    Posted by andi | 29 Oktober 2012, 4:06 pm
  198. Sebenarnya MH minggu ini, saya mengharapkan laporan Pak DIS di Balikpapan yg diresmikan Presiden SBY dan laporan Sapi di Jambi. Dan bagaimana progres swasembada sapi kita, apakah sudah on-track atau perlu banyak pembenahan. Semoga minggu depan dilaporkan sama Pak DIS. Tapi… inefisiensi 37T sudah waktunya dimunculkan. Agar gas milik rakyat Indonesia, kembali untuk kemakmuran rakyat Indonesia, bukan milik kenikmatan bangsa lain. Inilah Hope-nya. Inilah salah satu tanda “campur tangan” Tuhan yang ditunggu oleh Pak Dis. Masih banyak “tanda-tanda” lain yang akan datang. Hope yang lain adalah Pak DIS juga menunggu aksi dari rakyat Indonesia. Contohnya adalah mari kita untuk menggugat ke MK untuk seluruh UU, Permen, dan UU lain yang secara jelas dan nyata merugikan rakyat Indonesia.

    Anyway, jika ingin Pak Dis menjadi RI 1, mulailah berdoa untuk itu. Insya Allah Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa kita. Amin.

    Posted by DJ | 29 Oktober 2012, 4:54 pm
  199. Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai pemanggilan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan oleh Komisi VII DPR-RI untuk menjelaskan pemborosan atau inefisiensi PLN 2009/2010 sebesar RP 37 triliun adalah salah alamat.

    Menurutnya akar permasalahannya karena kebijakan Presiden Megawati, termasuk Menteri ESDM pada waktu itu Purnomo Yusgiantoro.

    “Salah kalau panggil Dahlan untuk jelaskan kenapa PLN inefisiensi Rp 37 triliun pada 2009/2010, karena akar masalahnya justru jauh sebelum Dahlan memimpin PLN,” kata Kurtubi kepada detikFinance, Senin (29/10/2010).

    Menurut Kurtubi, inefisiensi tersebut terjadi dikarenakan jelas-jelas PLN tidak mendapatkan alokasi gas untuk pembangkit listrik tenaga gas milik BUMN listrik tersebut.

    “PLN itu punya sejumlah pembangkit listrik tenaga gas, di Muara Tawar, Muara Karang, Tambak Lorok dan banyak lagi, desainnya menggunakan dua feul bisa pakai gas bisa pakai BBM,” kata Kurtubi.

    Dikatakannya, alasan PLN mau membangun pembangkit menggunakan gas, karena biaya produksinya jauh lebih murah yaitu hanya Rp 500 per Kwh sementara kalau pakai BBM bisa mencapai Rp 3.000 per KWh.

    “Tapi pada Tahun 2002 dimana pada saat itu PLN butuh gas buat pembangkitnya, oleh Pemerintahan Megawati Soekarno Putri dan waktu itu Menteri Teknisnya Purnomo Yusgiantoro (saat ini Menteri Pertahanan) gas dari Tangguh Papua dijual 100% ke luar negeri salah satunya ke China dengan harga yang sangat murah sekali,” ungkap Kurtubi.

    Dikatakan Kurtubi, tidak ada setetes gas pun yang dialokasikan ke PLN pada waktu itu. Sehingga dengan pembangkit PLN kekurangan gas (2009/2010 terjadi kekurangan pasok gas ke PLN.

    “Akibatnya dari pada Jakarta dan Sumatera gelap gulita, pada 2009/2010 saat Dahlan memimpin PLN diputuskan, dari pada padam semua maka digunakan BBM untuk membangkitkan listrik pada pembangkit listrik tenaga gas,” ujar Kurtubi.

    Jadi kata Kurtubi, yang menjadi pertanyaan dan tentunya perlu di investigasi, kenapa pada saat itu pemerintah menjual seluruh gas Tangguh ke luar negeri dengan harga murah, dan kenapa PLN tidak mendapatkan pasokan setetes pun dari Tangguh.

    “Jadi yang patutnya dipanggil seharusnya Pemimpin pada saat itu (Megawati) dan Menteri Teknis pada saat itu juga, terutama Menteri teknisnya (Purnomo) karena Presiden hanya sedikit mendapatkan informasi dan cuma tanda tangan, dan rakyat juga sudah memberi ‘hukuman’ kepadanya buktinya tidak dipilih lagi. Panggil mereka-mereka ini yang membuat kebijakan tersebut yang berpotensi merugikan negera miliaran dolar, bukan Dahlan Iskan, dia hanya mengantisipasi saja dari pada Jakarta-Sumatera gelap,” tegas Kurtubi.

    Terkait Permen ESDM nomor 3 Tahun 2010 tentang alokasi gas yang membuat PLN tidak mendapatkan alokasi gas, menurut Kurtubi sudah tepat,karena memang saat itu terjadi penurunan produksi gas dari Sumatera yang dikirim melalui pipa gas.

    “Permen itu sudah benar, karena saat itu terjadi penurunan produksi gas di Sumatera, jadi dibuat prioritas utama penerima gas, yang utama untuk produksi minyak di Duri, buat pupuk karena kaitannya dengan pangan dan baru PLN lalu untuk industri. nah pada saat itu gas untuk PLN kurang, makanya pembangkitnya menggunakan BBM,” tambah Kurtubi.

    “Memang seharusnya pada saat itu juga (penurunan produksi gas di Sumatera) kata Kurtubi seharusnya ekspor gas Tangguh bisa dibelokkan sedikit saja untuk PLN. “Tapi pada saat itu tidak dilakukan,” tandasnya.
    Sebelumnya Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendy Simbolon beberapa hari yang lalu mengatakan, Komisi VII hanya ingin meminta verifikasi dari Dahlan terkait hasil audit BPK soal temua pemborosan PLN Rp 37 triliun di 2009/2010. Saat itu Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN.

    Menurut Effendy yang juga anggota Fraksi PDIP atau partai yang dipimpin Megawati ini, laporan BPK bukanlah perkara enteng, ia mengatakan hasil audit BPK merupakan perkara besar yang menyangkut kerugian negara.

    “Ini perkara besar, tulisannya saja ‘PLN kehilangan kesempatan untuk berhemat’ sebenarnya itu artinya kerugian negara, jadi kalau sudah kerugian negara ini sudah tindak pidana, jadi jangan main-main,” tegasnya.

    Selain itu, Effendy juga meminta Dahlan memenuhi undangan Komisi VII DPR setelah Senin kemarin (undangan pertama) Dahlan tidak hadir karena ikut dalam kunjungan kerja Presiden SBY.

    “Janganlah bersembunyi di balik presiden dengan alasan kunker (kunjungan kerja). Kalau presidennya tahu ya malu juga. Apalagi dituding mempolitisasi, kalau pun itu tuduhannya ya karena kami semua di sini politisi,” ucapnya.

    “Siapapun yang membuat negara rugi dia korupsi, ini pidana, kalau beliau merasa benar terangkan ke kami. Ingat, kami tidak menghakimi, kami juga dalam waktu dekat akan memanggil Mantan Menteri ESDM, ini biar jelas penyebab kenapa PLN bisa gagal berhemat Rp 37 triliun,” kata Effendy.

    Dalam kesempatan tersebut, Effendy mengancam akan memanggil paksa Dahlan jika tak hadir. “Kami akan panggil paksa Dahlan karena kami punya kewenangan. Ada pasalnya dalam tata tertib, ini bukan perkara kecil. Century saja Rp 6 triliun sangat besar, dampaknya ini Rp 37 triliun lho,” tegas Effendy.

    Posted by deerjo | 29 Oktober 2012, 4:56 pm
    • Mantab Mas Bro . . . . trims berat infonya !!!

      Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 5:04 pm
    • Ha.ha.ha…skak mat buat bossnya Effendi Blo’on si Megawati yg tidak terpilih lagi di 2002. Berani kaga’ lue panggil si boss besar itu!!!.

      Bravo Pak Kurtubi. Sebenarnya Anda-lah yg layak mendampingi RI1 DI 2014. Sudah gue tunggu komentarnya langsung menohok bossnya si Bloon!!!!.

      Saya masih ingat saat Anda diundang MetroTV mendiskusikan mengenai patokan harga minyak untuk subsidi bersama semua pihak, Mentri ESDM, Meneg BUMN, BP Migas, Pertamina DPR RI. Pas disinggung subsidi untuk PLN dan Pak DI menjawab, komentar Anda adalah ” Pak Dahlan benar!!! mengenai perhitungan subsidi untuk PLN” begitu diucapkan berkali2. Pak Dahlan benar sambil acung jempol.

      Jempol juga buat Pak Kurtubi. Mantaaab…

      Posted by Auditor Ernst & Young | 29 Oktober 2012, 6:33 pm
  200. Ayo Pak DI jangan takut , kita semua ada dibelakang Pak DI, Katanya DPR wakil rakyat ternyata wakil rakyat drakula yang suka mengisap darah rakyat yang waras…. katanya pak DI melakukan pencitraan untuk tahun 2014 ternyata yang suka melakukan pencitraan adalah anggota DPR yang (tidak) terhormat… saya gak mau nyebut DPR yang terhormat… males… betul kata Alm Gus DUR … DPR itu TK klo gak diberi ngambek… nangis…

    Posted by suhardi | 29 Oktober 2012, 5:06 pm
  201. klo gedung dhewan sekarang penuh dengan kentut, sebentar lagi akan berubah jadi jamban raksasa yg berisi ****.

    Posted by lie zein | 29 Oktober 2012, 5:27 pm
  202. Smoga pak dahlan iskan slalu dalam perlindungan allah serta sehat selalu.

    Posted by faroq zain | 29 Oktober 2012, 5:29 pm
  203. MH kali ini sangat mantap pak DIS…benar2 terlihat klo pak DIS lagi emosi ama komisi VII hehehe….
    tinggal kita tunggu gimana reaksi mereka :D

    Posted by samson | 29 Oktober 2012, 5:31 pm
  204. Kalau Pak Dis sampai masuk penjara, Biar saya aja yang ganti’in masuk penjara pak …

    Posted by ali sadikin | 29 Oktober 2012, 5:53 pm
  205. Aduh-aduh hampir gak kebagian komeng ni. MH kali ini bener2 DAHSYAT bikin anggota DPR kehilangan muka ( lupa klow DPR dah gak punya muka ).
    Kepada Pihak LAPAS tolong jika abah DIs dimasukan ke lapas, mohon bikin lapas yang geeeeede supaya muat 100 juta pendukung Pak Dahlan.!!!! biar terasa gimana ramenya nanti di Penjara, ketemu Abah DIs, ketemu Pak Erick Antariksa, ketemu Ibu W Ning, ketemu Pak Awal Priyono, ketemu Mas Jowi, ketemu Bro Akadarisman, ketemu Pak Saeful, wah kebayang ramenya Dahlanis nanti di penjara nemenin Abah DIs.
    Buat Abah DIs bravo maju terus pantang mundur membela harga diri Bangsa ala Abah DIs emang gak ade bandingnye……….

    Posted by Manihot Ultissima | 29 Oktober 2012, 6:00 pm
  206. sehari 400 komen. benar-benar membanggakan. hari ini tidak ketemu satu komen negatif sama sekali. mari rapatkan barisan mendukung abah DIS.

    Posted by ayah chilla | 29 Oktober 2012, 6:06 pm
  207. Ada isu pak Dahlan Iskan kena reshuffle kabinet !!!

    Posted by komedi | 29 Oktober 2012, 6:18 pm
  208. hebat ! ini bener-bener rekor…sudah tembus 400 an koment sebelum 24 jam !!!

    Subhanallah…begitu signifikant dampaknya si Abah ini. Blog Dunia Dahlanis, aku makin cinta…

    Semoga makin banyak yang mendapat inspirasi, pelajaran, semangat , silahturahim dan segala kebaikan yg bisa didapat dari MH lewat blog ini. Salam Dahlanis. Gbu all.

    Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 6:22 pm
    • Sepertinya hampir semua silent readers turun gunung karena gemes dan greget. Saya yakin masih banyak silent readers lainnya yang masih malu-malu.
      Betul sekali (Mbak, maaf kalo salah), semua komennya negatif, tapi terhadap anak-anak TK di DPR
      Mendukung sepenuhnya action Abah DIS buat kemajuan Indonesia.
      Salam

      Posted by Aldizy | 29 Oktober 2012, 6:28 pm
      • Aduuuh tlg kasihanilah anak2 TK . .. Bro !!!
        Anak2 TK itu imut2, lucu2 n blm punya dosa ….
        Jangan samakan dengan para pendosa . . . please, please, please dech !!!

        Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 6:58 pm
        • Maaf mas, kl pendapat mas priyono itu tentang anak2 TK, saya 100% sepakat.
          Lha ini kan BALUTA *) yang di DPR, pola pikirnya masih setara dengan anak2 yang lucu dan imut itu. Kalo “mainan” mereka tidak diberi, mereka kesurupan. wkwkwkw…
          Salam.
          *) bayi puluhan tahun red.

          Posted by Aldizy | 29 Oktober 2012, 7:11 pm
          • Ber’canda aja bro . . . biar makin jelas aja “stigma untuk para pendosa”, he he he ….

            Posted by R. Awal Priyono | 29 Oktober 2012, 7:22 pm
  209. maju terus pak dahlan
    doa kami menyertaimu….
    sikat tikus tikus ……

    kami rindu pemimpin yang mempunyai ketegasan & anti korupsi
    mau bekerja & tidak omong kosong / omong doang.

    anda layak jadi presiden 2014 & seterusnya, demi kemajuan & kehormatan bangsa indonesia.
    kami siap jadi relawan.

    go presiden

    semoga tuhan memberi rahmat & keselamatan

    amin…

    Posted by daffa.andrew@gmail.com | 29 Oktober 2012, 6:42 pm
  210. SAVE DIS
    SAVE RI

    Posted by lie zein | 29 Oktober 2012, 6:45 pm
  211. Wah telat nih, yangkoment uda 400an

    Posted by budi ind | 29 Oktober 2012, 6:46 pm
  212. Kita sudah tau kelakuan anggota DHEWAN kita yg terhormat…. tapi hanya bisa ngedumel, ada cara lain ga yg lebih massive… kalo perlu di boom di jejaring sosial dan TV atau Demo menuntut pertanggungjawaban kinerja DPR 3th ini… kadang2 perlu dikasi shock terapi juga tuh orang2 tua kelakuan spt itu… ga inget bentar lagi juga mau dikubur… (asli muak denger kelakuan DPR).

    Posted by PUTU | 29 Oktober 2012, 6:47 pm
  213. “Ini perkara besar, tulisannya saja ‘PLN kehilangan kesempatan untuk berhemat’ sebenarnya itu artinya kerugian negara, jadi kalau sudah kerugian negara ini sudah tindak pidana, jadi jangan main-main,” tegasnya.

    Selain itu, Effendy juga meminta Dahlan memenuhi undangan Komisi VII DPR setelah Senin kemarin (undangan pertama) Dahlan tidak hadir karena ikut dalam kunjungan kerja Presiden SBY.

    “Janganlah bersembunyi di balik presiden dengan alasan kunker (kunjungan kerja). Kalau presidennya tahu ya malu juga. Apalagi dituding mempolitisasi, kalau pun itu tuduhannya ya karena kami semua di sini politisi,” ucapnya.

    “Siapapun yang membuat negara rugi dia korupsi, ini pidana, kalau beliau merasa benar terangkan ke kami. Ingat, kami tidak menghakimi, kami juga dalam waktu dekat akan memanggil Mantan Menteri ESDM, ini biar jelas penyebab kenapa PLN bisa gagal berhemat Rp 37 triliun,” kata Effendy.

    Dalam kesempatan tersebut, Effendy mengancam akan memanggil paksa Dahlan jika tak hadir. “Kami akan panggil paksa Dahlan karena kami punya kewenangan. Ada pasalnya dalam tata tertib, ini bukan perkara kecil. Century saja Rp 6 triliun sangat besar, dampaknya ini Rp 37 triliun lho,” tegas Effendy.

    ==>> Catat baik-baik namanya : Effendy Sim-blo’on.

    Posted by sarwoko | 29 Oktober 2012, 6:52 pm
  214. SOS SOS Tolong dicek katanya Dahlan Iskan kena reshuffle bener nggak gosipnya ?????

    Posted by komedi | 29 Oktober 2012, 7:07 pm
    • kl isu itu mungkin tdk benar, td siang sih beritanya pak DI kena panggil SBY ke istana…,pertemuan cuma sekitar 15menit…entah bahas apa…?

      Posted by Thole | 29 Oktober 2012, 10:35 pm
      • Katanya mau dirotasi pindah departemen. Waduh kalo gak pegang bumn negara tambah rusak !!!!

        Posted by komedi | 30 Oktober 2012, 4:59 am
        • dipanggil bukan di Rotasi, malah PResiden Bangga mendukung Pak Dahlan .. tentang “Brantas Kongkalikong” mungkin Pak SBY, baca MH, pagi nya.., lalu jam 2, panggil pak Dahlan.. ,untuk memberi Apresiasi,, n pak SBY bilang Maju terus Pak Dahlan ,.. harus konsisten.. memberantasn Kongkalikong .. gitu…., SBY aja mendukung. , apalagi ..kita Dahlanisti……….

          Posted by AD DAKHIL JOYONOTO | 30 Oktober 2012, 8:36 am
          • Betul sekali Mas Bro . . .
            Klo gak salah Pak DIS juga diajarin oleh SBY, bgmn caranya jd Inspektur Upacara pd Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara.

            Posted by R. Awal Priyono | 30 Oktober 2012, 12:59 pm
  215. Sudah gak ada yang perlu dikomeng lagi, semua sudah tergambar jelas sampai2 yang berkomentar miring juga gak nongol. mungkin sudah kehabisan peluru!!

    Posted by ayahlawe | 29 Oktober 2012, 7:10 pm
  216. Ahhh makin MUAK aja ama anggota DPR !!
    (Ngakunya) Wakil Rakyat tp kerjaannya Minta UPETI dan KORUPSI !!!
    Go to HELL !!!

    Posted by AFI | 29 Oktober 2012, 7:17 pm
  217. Bakal tembus 500 hari ini …
    Luar biasa!
    Salam Dahlanis

    Posted by Aldizy | 29 Oktober 2012, 7:23 pm
  218. Kenapa Ya Kalau aku baca2 komentnya para DI Haters, biasanya mereka selalu membandingkan DIS dengan Jokowi atau DIS dengan Yusuf Kalla.

    Okelah kalau sudah punya panutannya sendiri (Jokowi & JK), tapi kenapa harus SIRIK dan dengki dngan popularitas DIS.

    Mereka selalu menyanjung2 idolanya dan menjatuhkan DIS.

    Posted by luscious | 29 Oktober 2012, 7:28 pm
  219. Save the private DI – Mari para silent reader saatnya turun gunung.

    Posted by andi | 29 Oktober 2012, 7:30 pm
  220. Edan….bakal tembus 1000 ne……. sehari uda 400 lebih, .. sampe berebes mili…. baca.. MH n Komentar. . rekan2… , hem… siap mendukung. aja…….”barusan liat komppas TV wawancara Pak Dahlan Iskan VS SIm Blo O’On… , hehe ketawa sendiri jadinya…pak dahlan bilang : “Ada kaitannya, ya kaitannya dengan kongkalikonglah. Begini, beliau (Presiden) tetap konsisten bahwa yang satu itu (kongkalikong dengan oknum DPR) tidak boleh,” kata Dahlan…..” Si O’on.. . merasa di adu sama pak dahlan “kata Si Blo’on” , terus liat MEtro TV, Marzuki Alie.. Ngeles aja… , . .. Mati kutu………. gk Ketua DPR, gk Anggotanya….. , Maju Terus Pak Dahlan.., kami siap di belakang BAPAK……………….

    Posted by Ad Dakhil Joyonoto | 29 Oktober 2012, 7:31 pm
  221. Kata pak DIS: “Hal- hal seperti ini seharusnya diselesaikan secara elegan” jadi mari para Dahlanis yang komen dan mendukung juga harus elegan,,kita harus menyikapinya juga dengan hati yang dingin,,,bravo pak DIS !!!

    Posted by Ridho Alfarisi | 29 Oktober 2012, 7:53 pm
  222. Memang kita harus sabar menghadapi anak-anak TK yang berjulukan Dewan Terhormat di bumi Nusantara ini. Terhormat dalam menyuarakan, memperjuangkan ambisi pribadi, sehingga menjadikan dirinya Dewan Pesakitan karena ketagihan BOAT. Boatnya sudah gak ada di laci mejanya lagi.
    Bagaimana Indonesia bisa maju kalau Dewan Terhormatnya masih tarafnya “Apa Yang Bisa Saya Makan Pada Saat Sidang”.
    Pengukapan individu-individu Angota Dewan Terhormat yang suka Boat mutlak perlu di share secara luas biar konstituennya tahu kalau wakil yang terhormat yang dipilih pada pemilu lalu sekarang jadi Pesakitan, karena ini merupakan kewajiban kita semua sebagai Anak Bangsa yang ingin melihat Bangsa ini mau jadi apa 5th, 10 th kedepan.

    Posted by Jack | 29 Oktober 2012, 8:01 pm
    • Harapan saya, kalau anak saya berumur 15th nanti, REPUBLIK INDONESIA sudah Bisa Melampaui JEPANG disegala Bidang… dan dengan bangga saya akan berkata, “Nak Sekarang kita SUDAH BENAR2 MERDEKA”..

      Posted by PUTU | 29 Oktober 2012, 8:31 pm
      • Saya berharap anak pak Putu saat ini sudah berumur 13 tahun. Biar nunggunya ga lama dan pas umur 15 tahun adalah tahun 2014 saat mana presidennya pak Dis. :)

        Posted by akadarisman | 29 Oktober 2012, 8:58 pm
        • wew… baru 15 bulan ini pak… mau disiapkan jadi next mentri minimal-lah… qiqiqi

          Posted by PUTU | 29 Oktober 2012, 9:18 pm
          • wah bisa jadi temen sama anaknya Bro Akadarisman tuh… nanti sekolahnya di TK nya budhe Ning ya… ( biar budhe panggilkan guru nya si Abah… he he he ) semoga si kecil segera dimasuki virus MH ( kayak ortu nya …) biar jadi TUNAS BANGSA. Salam sayang buat keponakan-keponakan kecil dari budhe Ning.

            Salam Dahlanis. Gbu all.

            Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:41 pm
  223. Lebih Mudah berperang dgn Negara lain dan menang daripada berperang dgn bangsa sendiri….
    Dgn uang begitu mudahnya Nasionalisme dan Idealisme ini dibeli…
    Padahal jika bangsa ini bersatu dan maju yg sejahtera juga semua rakyat dan pastinya lebih dari yg mereka dapatkan sekarang ini…
    Mulainya dari mana??? ya dari sekarang,,, karena ada seorang Konduktor yg memimpin pembangunan Negara ini walau baru melalui yg namanya BUMN… Saya berdoa mudah2an pak SBY tetap teguh membentengi kinerja pak DI agar tidak diganggu oleh Anggota dewan atau preman partai… at least sampai 2014.
    Untuk RI-1 selanjutnya semua terletak ditangan Rakyat Indonesia, MAU DIBERI MANDAT KESIAPA???

    #note : Disclaimer, kalo salah pilih presiden jgn ngedumel lagi yo, yg pintar lah…

    Posted by PUTU | 29 Oktober 2012, 8:27 pm
    • Ada lagi pak Putu, yang dengan uangnya berusaha menjadi RI 1 untuk 2014, berusaha membeli nasionalisme dan idealisme rakyat ini. Partainya sudah dia beli, tetapi sayang hasil lembaga survey selalu menghasilkan tingkat keterpilihannya rendah. Beliau adalah seorang pengusaha kaya raya, tetapi sayang banyak perusahaannya yg selalu merugikan orang banyak dan juga diduga ngemplang pajak. Saya cuma berpikir apakah orang seperti ini layak menjadi Presiden?? bahkan untuk sekedar menjadi bakal calonpun layak??

      Posted by Ardian | 30 Oktober 2012, 3:27 pm
  224. Pak Putu : Ngga banyak pilihan di 2014, saya rasa ngga perlu malu mengusung DI ke RI-1, momentumnya telah tiba atau kembali ke “jaman kegelapan”. Merebut harga diri bangsa, saat inilah waktunya.

    Posted by dani | 29 Oktober 2012, 8:32 pm
    • Saya akan sangat bersyukur kalo pak DI bisa naek panggung RI. Beliau itu orang yg tau cara menggunakan kekuasaannya… gayanya spt CEO…
      Kalaupun harus Berdarah2 lagi saya yakin keinginan yg kuat akan menjadi kenyataan. itu terbukti di pemilu DKI.
      Untuk Mendorong beliau diperlukan para Relawan yg bergerak aktif mensosialisasikan beliau sehingga byk rakyat jelata yg tidak tau berita menjadi melek, bukan karena iming2 50rb-an atau nasi bungkus…

      Dengan 3th pak DI memimpin BUMN pasti sudah terasa getarannya dari ACEH sampai ke PAPUA…
      dan jika TOL DIBALI Selesai akan lebih harum lagi nama beliau di masyarakat BALI.

      Posted by PUTU | 29 Oktober 2012, 9:29 pm
      • ralat beli PUTU, Abah DIS baru ultah yang ke 1 th jadi menteri BUMN ( barengan sam ulath ke 10 IKI Makassar ). sebelumnya Pak Dis di PLN. Salam Dahlanis.bu.

        Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:34 pm
        • atau maksudnya 3 th sampai th 2014 ?

          Posted by W. Ning | 29 Oktober 2012, 9:35 pm
          • yup, maksudnya kalau sampai 2014 akan jadi sekitar 3th, ya cukuplah buat menohok orang2 yg suka bilang pencitraan,,, ada juga KERJA KERJA KERJA…
            (ini Pemerintah pada BEGO apa ya???, orang kerja bagus malah di JEGAL2…)

            Posted by PUTU | 30 Oktober 2012, 5:53 pm
  225. Byuhbyuh hr pertama sdh tembus 400 dan bs jd akan 500 komen. Msh 3jam lagi sblum ganti hari&tanggal utk wib
    Plokplokplok

    Posted by Fia | 29 Oktober 2012, 8:40 pm
  226. Mudah-mudahan anggota DPR yang terhormat bisa baca ini…

    http://finance.detik.com/read/2012/10/29/171311/2075377/1034/bos-pln-manufacturing-hope-no-49-jawaban-telak-dari-dahlan-iskan?991104topnews

    Jakarta – Ingin tahu jawaban Menteri BUMN Dahlan Iskan soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pemborosan PLN di 2009/2010 senilai Rp 37 triliun saat dia menjadi Dirut PLN. Baca Manufacturing Hope Nomor 49.

    Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji ketika ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (29/10/2012).

    “Dahlan salah apa tidak? Hari ini ada tulisan Pak Dahlan judulnya Manufacturing Hope nomor 49. Jawaban beliau sangat bagus, silakan baca, jawaban yang excellent, itu jawaban yang paling telak dari Pak Dahlan Iskan,” kata Pamudji.

    Menurut Pamudji, hasil audit BPK soal PLN inefisiensi atau pemborosan PLN tersebut adalah karena PLN kehilangan kesempatan untuk melakukan penghematan Rp 37 triliun selama 2009-2010.

    “Itu disebabkan PLN tidak memperoleh pasokan gas di 8 pembangkit yakni di Medan, Riau, Sumatera Selatan, Muara Karang, Tanjung Priok, Muara Tawar, Semarang, Gresik, dan Bali. Jadi seandainya gas tersedia, terjadi penghematan Rp 37 triliun, karena tidak perlu beli BBM, itu kan bunyi laporan BPK,” ujar Pamudji di 2009/2010 menjabat sebagai Direktur Energi Primer PLN.

    Pamudji menuturkan, berbagai macam cara telah dilakukan untuk mendapatkan gas pada 8 pembangkit tersebut, seperti di Medan, pemerintah sudah putuskan membangun regatifikasi di Arun jadi LNG diangkut dari Arun, kemudian diregasifikasi dan dialirkan ke Arun.

    “Cara ini akan membuat penghematan sangat besar di Medan. Kemudian Muara Karang dan Priok menggunakan FSRU di Teluk Jakarta dan ini sudah selesai, kemudian mengkoversi LNG dari Bontang diubah jadi gas dan dialirkan ke Muara Karang dan Tanjung Priok, sehingga inefisiensi di Muara Karang dan Tanjung Priok sudah hilang karena ada pasokan gas ini,” ujarnya.

    Selain itu kata Nur, untuk pembangkit di Semarang, Menteri ESDM baru saja menerbitkan keputusan untuk mengaliri gas dari Kepodang ke Tanjung Priok dengan skema pipa yang sudah ditetapkan dan BPH Migas juga sudah menetapkan perintah kepada pemilik konsesi untuk membangun pipa tersebut.

    “Sehingga inefisiensi di Semarang karena tidak ada gas saat ini sudah hilang,” tandas Pamudji.

    Posted by juraganacsby | 29 Oktober 2012, 8:44 pm
  227. Wuih blom sehari udah tembus 450 komen. Ampe susah nemuin komenku yg pertama.
    Semua komen kompak, gak ada yg bau kentut. Rupanya barisan pantat mundur teratur..hehehe.

    Posted by Disfans | 29 Oktober 2012, 8:58 pm
  228. pak DI semangat terus ,,,
    hadapi DPR yang terhomat dengan elegan
    otak udang(DPR) vs otak cemerlang

    Posted by Najib | 29 Oktober 2012, 8:59 pm
  229. Mulai senin depan buat admin mohon bikin absensi….. kayaknya MH hari ini bakalan tembus 1000.
    Hadir dan siap membela Pak DIS.
    Satu kata buat MH saluuuuuuuuuuuuuuuuuut.
    Satu kata buat Dahlanis dan Dismania.. Hebaaaaaaaaaaaaaaaat
    Satu Kata Buat Pak DIS Dahsyaaaaaaaaaaaaaaaat.
    hari gini mikirin omongan anak TK dah gak jamannya kaleee.

    Posted by sofyan Usamah | 29 Oktober 2012, 9:16 pm
    • Saya mengusulkan, Agar di perlihatkan berapa kali Tiap tiap MH di klik (brerarti di baca), caranya aku nggak tau mungkin yang pandai di bidangnya tau, agar nampak berapa kali di klik suatu berita (MH). kemudian dibuatkan grafik, Kita bisa melihat trendnya jumlah pembaca. Trim

      Posted by satoto | 30 Oktober 2012, 10:35 am
  230. becik ketitik ala ketara (baik akan diketahui dan jelek akan tampak). Ketenangan Pak DI dalam menaggapi persoalan patut kita acungi jempol. Trima kasih Pak saya penumpang Garuda Surabaya -Medan yang ditinggal Garuda ke Medan dan bapak carikan solusi dengan meminta petugas Garuda mencarikan tiket penerbangan malam itu juga. Menjawab masalah dengan solusi. Pakai otak dan hati.

    Posted by harsia | 29 Oktober 2012, 9:22 pm
  231. Baru pertama kali itu saya ketemu langsung Pak Dahlan. Wawasanmu jauh di atas tubuh yang mungil itu. Begt dihadapkan suatu masalah otak dan hati bergerak bersama. Sinergi otak dan hati itulah yang akan saya tularkan kepada mahasiswa saya. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk.

    Posted by harsia | 29 Oktober 2012, 9:26 pm
  232. Semoga Tuhan selalu memberi Kesehatan dan Kekuatan dalam mengemban tugasnya. Amiiin

    Posted by masji | 29 Oktober 2012, 9:38 pm
  233. ayo sikat yang banyak omong apalagi yang bau kentut…..
    bravo pak dahlan….

    Posted by daffa.andrew@gmail.com | 29 Oktober 2012, 10:05 pm
  234. kita tunggu saja akhir dari cerita ini, siapa yg akhirnya masuk Bui.,

    Sangat tdk lucu loh kalau mantan presiden & anak proklamator bisa masuk penjara…apalagi nasibnya spt Arroyo.

    Setelah di pecundangi di pilkada DKI, skr SBY bisa membalas dengan tamparan halus ke partai yg pernah berkuasa, yang biasanya pandai mencela tapi tak memberi solusi..,

    Sebenarnya hasil kerja pak DI itu sememangnya nyaris tanpa cela, maka begitu kelihatan ada jalan, segera di tembakinya pak DI ini.,namun sayang pelurunya mengenai diri sendiri.,

    ke depan psti banyak lg cobaan untuk menembaki pak DI dr segala penjuru (msh ada kasus pailit dll).
    kita harus selalu waspada…..!!!

    Posted by Thole | 29 Oktober 2012, 10:10 pm
  235. nggak usah direwes Bos Dahlan,,asline sing ngomong iku yo durung karuan bender,,
    wong aturan sing digawe dasar ae sik salah,,ngono kok ngomong sing bender aku (baca: BPK),,

    Posted by ika | 29 Oktober 2012, 10:17 pm
  236. ini semua hy ada di negeri dongeng…negeri lelucon…yang salah jadi benar yang benar jadi salah…kapan mau berubahnya y ?

    Posted by rara | 29 Oktober 2012, 10:22 pm
  237. Pak DIS,
    Kalau mau melucu selucu2nya didepan Komisi VII saya siap Pak membuat naskah yg pualing lucu untuk Bpk2 Dhewan. ha.ha.ha…

    Posted by Butet K. | 29 Oktober 2012, 10:31 pm
  238. Wahai para menteri yang lain, pejabat eselon 1 dst, direktur BUMN, pejabat publik lain…, beranikan dirimu seperti Dahlan Iskan dalam menghadapi para anggota DPR-RI/DPRD. Kapan lagi kalau tidak sekarang, mumpung sudah ada yang membuat jalan, Para kontraktor swastas, mitra bisnis pemerintah janganlah terus memberi peluang terjadinya korupsi, kongkalikong dengan DPR untuk memperoleh proyek. sudalah.., sudah saatnya kalian bekerja secara profesional, hidup ini hanya sekali saja, marilah kita sama-sama menjadi baik, insya’ Allah rejeki tidak akan meninggalkan orang baik. Kalau negeri ini menjadi baik kita semua yang akan menikmatinya. Amin.

    Posted by bayuwega | 29 Oktober 2012, 10:35 pm
  239. Parkir nama dlu baru baca coment….I love Diz Day

    Posted by bagus | 29 Oktober 2012, 10:35 pm
  240. Iwak bandeng mangan iwak ucenk,
    Iwak hiu nek mangan tumpeng
    Mulo kenditono sampek metenteng
    nek wong lemu lan weteng gendut lak pancen ngentutan

    Posted by Kartolo | 29 Oktober 2012, 10:41 pm
  241. Lama sekali saya merenungi bait kalimat ini:

    Kalau misalnya sekarang saya harus masuk penjara karena keputusan saya itu, saya akan jalani dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya!

    Seorang pemimpin yang begitu rendah hatinya mau mengorbankan diri demi memperjuangkan rakyatnya, padahal ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. Pemimpin yang bisa berkata begitu hanyalah mereka yang mampu menyelami cinta ilahi yang utuh. Sekat keduniawiannya sudah terlepas, karena hanya makrifatlah yang dicari.

    Posted by amin | 29 Oktober 2012, 10:44 pm
  242. Permisi bapak dahlan,maaf sekali lagi maaf…kemaren ponakan saya anak’nye mpok ega yg masih teka kesurupan.trs koar2 kalo mau manggil-manggil pak dahlan buat datang di teka’nya di senayan sono..sekali lagi maaf pak…si Otong Efendy si’bloon itu baru keluar kandang.soal’nye tiap hari efendy si’bloon tidur’nya ma kebo pak…maaf pak dahlan..maaf…biar besok besok si efendy si’bloon itu saya tabok aja ma taik kebo kebanggaan’nya biar gag kurang ajar kalo ngomong…sekali lgi maaf pak dahlan

    Posted by mpok ati | 29 Oktober 2012, 10:55 pm
  243. Mungkin yang dimaksud anggota DPR khususnya komisi VII adalah mengungkap potensi kerugian akibat ineffisiensi di PLN saat itu.Mereka sebagai anggota DPR berharap hasil pemeriksaan BPK dapat dijadikan bahan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Karena sebagian anggota DPR mempunyai logika bahasa yang sama kalo BPK menemukan potensi kerugian makaakan disebut “merugikan negara” Dan apabila “merugikan negara” maka akan disebut korupsi. Seperti itulah salah satu bunyi pasal korupsi. Namun logika mencampuradukkan dan menyamaratakan setiap potensial loss (kesempatan untuk berhemat alias membuat kerugian ) dengan korupsi jelas sangat bertentangan dengan undang-undang anti korupsi itu sendiri. Karena menganggap korupsi maka layak untuk dijatuhi hukuman. Anggota Komisi VII mempunyai logika dan menganggap uang 37 trilyun sangat besar untuk membeli BBM, karena setahu mereka BBM telah disubsidi pemerintah jadi hitung-hitunganya membeli BBM trilyunan itu pastilah di”mark Up..Nah ini mungkin yg akan ditelusuri anggota DPR knapa BBM mahal sekali. Mungkin sja PLN beli BBM industri yg tidak disubsidi jadi sangat mahal atau beli BBM alias jatah masyarakat tidak mampu.Maunya anggota DPR komisi VII mau menunjukkan kepada publik mana yang tidak korupsi akhirnya terpercik muka sendiri. Dan penjelasan melalui media ini menjadi jelas, masyarakat jdi tahu kondisi yang sebenarnya dialami PLN waktu itu,dan akankah anggota DPR juga tahu dan memaklumi …?atau akan terus berlanjut persoalan ini.. wallohu alam…

    Posted by Sampurno | 29 Oktober 2012, 10:55 pm
    • Pantesan sampek ngomong mau panggil KPK segala… jadi maunya memojokkan Pak Dis dengan ” membungkus ” kalimat merugikan Negara ke Korupsi begitu ya…

      O O O Supaya kalimatnya menjadi DAHLAN ISKAN KORUPSI DI PLN ( gitu x maksudnya ya…)

      weleh- weleh… berani juga idenya. Tapi dia lupa, memojokkan siapa… ? Seorang menteri, bekas wartawan dan pengusaha , lulusan pesantren yang sudah MEWAKAFKAN DIRINYA untuk kamslahatan umat banyak…..

      “Jadi menteri alhamdulillah, gak jadi menteri alhamdulillah, sakit alhamdulillah bahkan matipun alhamdulillah… jadi apa yang akan ditakuti…? apalagi masuk penjara… ( sudah banyak Dahlanis yang ngantri mau menemani Abah Dis di penjara…)

      Para Dahlanis, politik memang kadang menghalalkan segala cara dan menjadi kejammmm. Ayo rapatkan barisan, keep praying n Save Dahlan. Salam Dahlanis & ACI ( Aku Cinta Indonesia) . Gbu all.

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 7:31 am
  244. Dino minggu mlaku-mlaku nang pasar wonokromo.
    Muter-muter golek sepatu temune nang pasar turi.
    Aku seneng Pak Bos mlaku-mlaku
    Muter-muter temune weteng gendut ngomong thok lan kaspo entute wong DPR.

    Posted by Kartolo | 29 Oktober 2012, 11:00 pm
  245. Mari kita siapkan LASKAR DAHLANIS !!! ….untuk menghancurkan begundal2 di senayan … MUAK AKOE !!!!!!

    Posted by Agandri | 29 Oktober 2012, 11:03 pm
  246. moga ke 500..

    Posted by Anno | 29 Oktober 2012, 11:23 pm
  247. Dapat dikatakan, anggota dpr yg satu ini sedang nendang bola disudut yg sempit.
    dengan kepiawaiannya akhirnya bola masuk gawang..
    dengan pongahnya dia berjalan melenggang,..
    ‘semua penonton terkesiap’…tak berapa lama sorak-soara penonton membahana…
    ternyata dia salah alamat. dia nembak bola ke gawangnya sendiri.
    kasihan dech…

    Posted by aburachman | 29 Oktober 2012, 11:37 pm
    • nice n smart comment bro…. Selamat datang di dunia Dahlanis…. semoga sering-sering ada koment yang seperti ini dari para Dahlanis…. Salam Dahlanis. Gbu all

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 7:13 am
  248. Jawaban yg lugas, berani dan sedikit humor tapi langsung menohok dari pak dahlan layaknya seorang ksatria. Salut akan ketenangan pak Dahlan dan masa bodoh dari kelakuan setan senayan. Sekarang waktunya kerja, kerja dan kerja. BUkan bicara, bicara, bicara (ngalur ngidul tanpa solusi)

    Posted by Agus Setiawan (@agoestone) | 29 Oktober 2012, 11:55 pm
  249. byuh.. 19 jam 512 komen.. :-o

    Posted by anak gajah | 30 Oktober 2012, 12:24 am
  250. izin, benarkah banyak proyek di pln yang dipegang oleh salah seorang dari empat istri bapak Dahlan Iskan

    Posted by Andi | 30 Oktober 2012, 12:34 am
  251. Telat ne bro beri komentarnya,
    Intinya Sosok seperti Dahlan Iskan inilahhh yang kita (masyarakat) tunggu-tunggu dari Zaman Orde Baru. Saya sangat berharap hal ini sebagai contoh kepada kita semua yang tinggal di Daerah-daerah dan bersatu menciptakan Dahlan Iskan yang lain-lain untuk menyelamatkan BUMD sebagai Budget Centre Daerah, kejadian serupa juga terjadi di BUMD dan pelakunya juga DPR-D.

    Termotivasi oleh Dahlan Iskan, saya pribadi bekerja di salah satu PDAM di Provinsi Aceh ingin mengimplementasikan metode dan pola kerja Dahlan Iskan menyelamatkan Lumbung Negara.

    Hanya Do’a yang bisa saya kirim kepada mu Pak Dahlan Iskan, beban yang datang kepada Bapak dari segala arah dan itu juga atas kehendakNya, semoga Allah SWT memberikan Pundak yang KEKAR untuk menahan BEBAN yang besar itu. Keep Smiling Sir :D

    “Lakukan yang bisa kita lakukan kalau itu menurut kita yang paling benar, selebihnya biarlah Tuhan melakukan yang tidak bisa kita lakukan” karna Allah sebaik-baik penghitung.

    Posted by Riswan Berutu | 30 Oktober 2012, 1:10 am
  252. membaca koment sampai ngantuk, maju terus….ABAH, pantang mundur

    Posted by Jatmiko | 30 Oktober 2012, 1:11 am
  253. Yang penting… semua pasukan Dahlanis siap memobilisasi diri melawan kebobrokan…

    Posted by bungtri | 30 Oktober 2012, 1:43 am
  254. Wis tinggal nunggu woro woro ne ……………………Ending e koyo opo .

    Posted by setro utomo | 30 Oktober 2012, 2:29 am
    • Baca komennya kadang terpingkal, emosi, miris, dan berharap. Semoga Allah menjaga kesehatan Pak DIS selalu.

      Maju terus ! Maju jadi Capres RI !

      Kami sekeluarga dari luar negeri mendukungmu.
      Tak bela-belain nyoblos DIS jd presiden !

      Posted by alif | 30 Oktober 2012, 3:30 am
  255. Pasukan Sakit hati kok gak ada nongol ya??
    Semoga sudah sembuh sakitnya….

    Posted by sdwi | 30 Oktober 2012, 5:29 am
  256. WALAH..baru sehari lebih dari 500 komen..,rekor baru MH

    Posted by cak-mat | 30 Oktober 2012, 6:24 am
  257. Perhatian..! Perhatian..! Pesawat jurusan NonKorupsi dengan pilot Dahlan Iskan dan co pilot Dahlanist akan segera diberangkatkan bagi para koruptor harap mengencangkan ikat pinggang nya supaya tidak membuncit perut nya.

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 30 Oktober 2012, 7:00 am
  258. Mumpung masih pagi, mumpung forum ini rame…numpang beken, biar ketularan popularitas pak DI.
    Kampanye gratis…….mo nyalon jd ketua RT.

    Posted by Satrio Hatmoko | 30 Oktober 2012, 7:01 am
  259. Hallo PLN mohon segera padamkan listrik gedung DPR !!!

    Posted by REVOLUSI | 30 Oktober 2012, 7:18 am
    • hahaha…betul. kalo pak dis diapa2kan, (kita tdk perlu demo dpr), demo saja pln !! tuntut supaya listrik di gedung dpr (sekaligus rumah2 anggota dewannya) dimatikan!!! tuntutan harus dipenuhi atas nama rakyat indonesi !!, lihat apakah nanti mereka masih bisa tertawa2

      Posted by cita | 30 Oktober 2012, 8:16 am
      • Ini baru demo yang baik, cukup putuskan listrik di gedung DPR dan rumah anggota dewan. Mereka pasti kapok ….. dan manggut-manggut serta sembah sujud sama pak Dahlan, sambil berkata bapak benar bapak benar …

        Posted by Saitul Fakhri | 30 Oktober 2012, 8:49 am
        • lah iya kan pak? bukankah itu uang 37 t untuk menghidupkan listrik di jakarta? lha kalo yg dibela2in (dpr) ndak mau, ya dimatikan saja!! kenapa demo ke pln mengatasnamakan rakyat indonesia? lah karena kalo jakarta mati lampu, siapa saja yg kena dampaknya?

          Posted by cita | 30 Oktober 2012, 10:05 am
  260. DPR……DPR…… YO OOPO KOOOON IKUUUUUUUUUUUUUUUUU……………………………..

    Posted by Reza Amas Muntaqo | 30 Oktober 2012, 7:26 am
  261. Semangat pagi setelah baca MH pak DI

    Posted by bagus | 30 Oktober 2012, 7:29 am
  262. KORAN TEMPO PAGI INI HEADLINE NEWS :
    JATAH RAPAT DENGAN BUMN DPR MINTA LEBIH DARI RP 1 MILIAR “Jika transaksi terjadi bisa dipastikan pertanyaan sudah diatur dan rapat berjalan mulus”

    Betapa DPR adalah binatang budak uang !!!! segala sesuatu diukur dengan uang…bagaimana bisa maju negara ini ????

    Posted by match | 30 Oktober 2012, 7:31 am
  263. assalamualaikum pak DIS…..apa kabar? semoga anda sekeluarga senantiasa sehat dan dalam lindunganNYA pak. Indonesia mendoakan anda ,semangaaat….!!!!

    Posted by margareita K | 30 Oktober 2012, 7:34 am
  264. Cerita ringan…

    Seorang teman sedang terjebak kemacetan di Semanggi, tiba-tiba ada bapak-bapak mengetuk jendela mobilnya.
    Teman saya bertanya : “Ada apa, Pak?”
    Bapak-bapak itu menjawab : “Ada kelompok teroris yang menyandera hampir seluruh anggota DPR. Mereka minta tebusan 100 Milyar. Kalau tidak dikabulkan, anggota DPR akan disiram bensin dan dibakar. Kita lagi keliling nyari sumbangan untuk membantu”.
    Teman saya bertanya lagi : “Kebanyakan orang rata-rata nyumbang berapa?”
    Si Bapak menjawab : “Bensin 1 liter….”

    Posted by Jefyco Gueterez | 30 Oktober 2012, 7:58 am
  265. maju terus pak dahlan

    Posted by ali | 30 Oktober 2012, 8:03 am
  266. kaget lht komenya udh 500 lbh..bingung mo komen apa lg, antara marah,sedih,senyum & trharu campur aduk jd 1.Mr sm2 kt tegakkan akal sehat & ttp trs jalin prsaudaraan ini..semangat pagii semuanya ! Kerja kerja kerja..Demi Indonesia.

    Posted by koreksidiri | 30 Oktober 2012, 8:12 am
  267. melihat MH kali ini, maka terjawab sudah informasi yg selama ini memojokkan Dahlan Iskan. Terimakasih abah untuk tulisannya yang langsung to the point dan sangat gamblang sekali. Admin, mohon ijin copy paste untuk disebarkan ke teman-teman saya ya.

    Posted by risqi | 30 Oktober 2012, 8:20 am
  268. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mendadak dipanggil ke Istana oleh Presiden SBY, Senin (29/10). Dahlan datang sekitar pukul 13.50 WIB dan berada di dalam istana hampir selama setengah jam.

    Ditemui di kompleks istana kepresidenan, ia tak mau banyak bicara. Namun Dahlan menegaskan isi pembicaraan berkaitan dengan kongkalikong yang sedang ramai dibicarakan.

    “Ada kaitannya. Ya kaitannya dengan kongkalikong-lah,” katanya kepada wartawan.

    Ia enggan merinci isi pertemuan tersebut. Tidak ada pula permintaan dari Presiden SBY kepada Dahlan untuk menjelaskan duduk perkara ataupun kisruh yang terjadi seputar adanya oknum DPR meminta jatah ke BUMN.

    Menurutnya, Presiden SBY sudah tahu pokok persoalannya. “Begini, beliau (Presiden SBY) tetap konsisten bahwa yang satu itu (kongkalikong) tidak boleh. Pokoknya pesan beliau yang konsisten seperti itu,” katanya.

    Posted by AD DAKHIL JOYONOTO | 30 Oktober 2012, 8:40 am
  269. JEFYCO GUETEREZ .. Saya juga bercerita ringan. Begini ceritanya (ah ..spt caroline zahri aja)
    Pesawat terbang akan menabrak tebing … selanjutnya co pilot meminta pendapat penumpang.
    Penumpang Amerika menjawab : Pilot harus hentakan dan arahkan pesawat ke atas!
    Penumpang Jepang menjawab : Arahkan pesawat belok memutar!
    Penumpang Indonesia menjawab : Sebentar kita harus musyawarah lebih dulu…. (Langsung penumpang lain berseru : uuuu… telaaattt pak, kalo musyawarah dulu. Keburu pesawat menabrak tebing dan meledak).

    Begitulah analogi bgmn Abah memutuskan kebijakan menyewa genset dan membeli travo langsung dari pabriknya untuk menerangi Jakarta dan sekitarnya.
    Jika melalui pengumuman tender, seleksi peserta, en wizzing, RKS (rencana kerja dan syarat-syarat), pengajuan harga dll, maka prosesnya berbulan-bulan. Padahal listrik jakarta mati 2 jam saja, masyarakat kritisnya bukan main, sementara kondisi waktu itu adalah 1 gardu induk terbakar, belasan travo kondisi “bunting” (kembung) dan “menangis” (oli meleleh, merembes).
    Jika tidak dilakukan tindakan cepat dan tepat (… kayak cerdas tangkas aja…), maka sering terjadi pemadaman bergilir. Jika selesai pemadaman bergilir akan dilanjutkan dengan penerangan bergilir (lho kan sasa : sama saja atau miwon : sami mawon).
    Itulah mengapa Abah melakukan tindakan cepat secepat Pasukan Gerak Tjepat (PGT)/Kopassus. Dan hasilnya bisa kita rasakan. Listrik Jakarta dan sekitarnya terang benderang.

    Posted by Djoko Sawolo | 30 Oktober 2012, 9:07 am
    • Ciamik mas analoginya . . .
      Dan perlu penekanan bhw uang 37T yg menikmati adl rakyat Indonesia.

      Posted by R. Awal Priyono | 30 Oktober 2012, 12:38 pm
    • namanya juga anggota Dhewan…
      Dari pertama menjabat apa sih sisi positif yg bisa dibawa DPR di negri ini.

      (1). Urusan kerjaan ga kelar2… pertahun cuma bisa target 25% saja.. dan itupun UU mentah, giliran digodok ga bisa dipake…
      (2). Jalan2 keluar negri habisin APBN dgn alih2 studi banding… tau ga diluar negri pada diusir oleh mahasiswa yg disana dan diolok2… dan malunya juga pada ga punya email…. ckckck…
      Hasil studi banding juga tidak ada alias NOL…
      (3). Beli IPAD tapi dipake nonton Bokep waktu Meeting (oknum sih)…
      (4). Rencana Bangun Gedung DPR yg triliunan, plus fasilitas kolam renang dan pijat (buat mesum nantinya).
      (5). Beli Kursi, bangun Toilet miliaran rupiah, hambur2in duit yg tak ada manfaatnya ke rakyat…
      (6). Minta Jatah di BUMN, APBD, Pengusaha2… kayak preman aja…
      #Dgn Kondisi itu banyak orang berebut kursi untuk memperkaya diri, bukan seperti tujuan utamanya sebagai Dewan Perwakilan Rakyat… mewakili rakyat untuk menyampaikan keinginan dan aspirasi rakyat.

      Saya kecewa berat kalau reformasi jadi kebablasan seperti ini, percuma berdarah2 menurunkan ORBA kalau justru menciptakan tikus2 birokrasi…

      Dgn gerakan MH dari pak DI mari BERSAMA2 Menciptakan “INDONESIA BARU”.
      REPUBLIK INDONESIA yg DISEGANI sebagai sebuah NEGARA MAJU DAN BERDAULAT PENUH.

      #para pakar ekonomi sudah meramalkannya, tinggal Kita MAU KESANA atau TIDAK.

      Posted by PUTU | 30 Oktober 2012, 6:16 pm
  270. Kemaren2 target partai politik untuk menjatuhkan elektabilitas Pak DI hampir berhasil. Banyak media menuliskan “Dimasa Dahlan Iskan jadi Dirut, PLN merugikan negara 37T”. Coba sapa yg mau simpati kepada orang yg telah merugikan negara dan rakyat indonesia segitu gede, pasti pikirnya “ketipu gua”.

    Alhamdulillah dg munculnya MH episode ini banyak yg telah gamblang permasalahannya, akirnya banyak pengamat energi dan politik yg menyuarakan dukungan ke Pak DI, dan nembak balik partai yg telah berusaha menjatuhkan Pak DI. Dan sekarang pemberitaan dimedia udah berubah menjadi “Salah siapa PLN tidak efisien?” atau “Kebijakan siapa yg menyebabkan PLN tidak mendapat gas”.

    Komentator2 dari senayan skg balik kemenu awal mereka, Dahlan hanya “pencitraan di media”.

    Semoga selanjutnya pemberitaan akan menceritakan kebenaran “PLN mengalami perbaikan effisiensi dan manajemen sejak Dahlan jadi Dirutnya”

    Posted by JOWI | 30 Oktober 2012, 9:28 am
  271. .. harusnya teroris yang dah pada ditangkepi oleh polisi tempo hari, diberi wadah baru buat mengembangkan kreativitasnya. Suruh ngebom rumah wakil rakyat yang tak amanah. apalagi yg hobi malak uang rakyat di bumn..

    Posted by Rossa | 30 Oktober 2012, 9:30 am
  272. siiiap kerja dengan penuh semangat

    Posted by ikin | 30 Oktober 2012, 9:33 am
  273. JEFYCO GUETEREZ…..cerita ringan anda bikin mesam mesem..1 liter bensin x 200jt penduduk indonesia = 200jt liter.buat bakar gedung dHewan bisa 1 bln gag padam2 api’nya….hehehe.itung2 biar mereka sedikit pemanasan dulu sebelum bener2 ngerasain panas’nya api neraka sungguhan…hahaha

    Posted by Saridin | 30 Oktober 2012, 9:33 am
  274. Kalo saya jadi Pak SBY maka Abah harus saya bela sungguh-sungguh. Jangan sampai terjadi yang kedua kali. Karena pernah mengalah ketika 1 pembantunya dilengserkan oleh Bakri.
    Lagunya Oma Irama : “Cukup Sekali Aku Merasaaaaa ……

    Posted by Djoko Sawolo | 30 Oktober 2012, 9:37 am
  275. Semoga pak DIS dan keluarga selalu diberi kesehat
    an dan keselamatan oleh Alloh SWT..

    Posted by irma | 30 Oktober 2012, 9:43 am
  276. pokoknya 2014 nanti golput klo gk ada abah dis

    Posted by Miroslav Bakhladev | 30 Oktober 2012, 9:56 am
  277. kalo boleh usul mh kali ini gnti z jdulny jadi: “SATU PUKULAN DAHLAN UNTUK DPR” wkwkwk….
    Salam DAHLANIS

    Posted by bdul | 30 Oktober 2012, 10:02 am
    • Jangan saudaraku, hati boleh panas tapi kepala musti dingin. Kita harus SAVE DAHLAN. Jangan menempeli atau memberi label beliau dengan kata-kata yang tidak elegant

      Kalau anda termasuk pendukung Pak Dahlan jadi RI 1. tempatkan beliau di tempat yang ” terhormat ” so jangan jadikan beliau tukang pukul ya…. ( kalau buat karyawan biasa bolehlah…) terima kasih. Salam Dahlanis. Gbu

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 10:47 am
  278. memasang genset-genset di seluruh Indonesia itu yang jadi masalah,
    ungkap Ketua DPR ini kepada wartawan di Gedung DPR,
    menanggapi alasan Dahlan Iskan terkait temuan BPK bahwa PLN Inefisiensi Rp37 triliun.

    http://m.tribunnews.com/2012/10/28/marzuki-pasang-genset-di-seluruh-indonesia-yang-masalah

    komentar sijuki ini sangat menyakitkan
    emangnya daerah tidak berhak mendapatkan listrik yang normal
    Apakah ini pula yang menjadi sebab penyakit listrik didaerah kembali kumat (sering mati)
    Karena genset-genset tersebut dipaksa untuk dimatikan
    padahal pembangunan pembangkit listrik yang digagas pak dahlan diseluruh indonesia belum lagi rampung

    Andai PLTG tersebut sudah bisa beroprasi apakah gasnya tersedia
    Kalau gasnya tidak tersedia dan pakai BBM tidak boleh
    apakah listerik didaerah kembali dikorbankan
    jawabannya tentu saja tidak

    Bila pemeritah tetap memberlakukan kebijaksanaan tersebut
    Mudah mudahan rakyat yang daerahnya kena pemadaman bergilir diberi ALLAH SWT kekuatan untuk menyeret seluruh anggota DPRDnya ketengah lapangan
    Jemur mereka semua, pasti bisa mengeluarkan gas buat menjalankan PLTG
    Karena Anggota DPRD pasti balas dendam dengan menjemur si juki beserta seluruh anggota DPR
    Setelah jemur jemuran Otak mereka pasti tambah cerdas
    Akhirnya akan keluar pernyataan:
    Boros tak apa apa asal demi kepentingan dan keadilan seluruh rakyat Indonesia

    Posted by Anang banjar | 30 Oktober 2012, 10:22 am
    • Kan sudah dijawab sama efendi simbloon, bahwa dpr tidak peduli dengan elektrifikasi, pdr tidak mau tahu listrik nyala atau tidak dpr hanya tahu pak dahlan korupsi 37 T melebihi century,

      Posted by saeful | 30 Oktober 2012, 10:42 am
    • Setuju Bang Anang . . . . . . .

      Posted by dahlan lovers | 30 Oktober 2012, 10:47 am
    • Ada tambahan comment lagi tuh pak Anang,…apa sewa genset dan beli BBM itu bukan ke kroni2 Dirut, gak duitnya besar itu….DPR gak nyadar kalau pak DI dah menggandeng KPK dan PPATK untuk pengawasan PLN dan BPK mempunyai akses online semua keuangan PLN makanya gampang bikin laporan. Kalau semua tuduhan dah dijawab oleh Pak DI, mungkin ujung2nya mereka tanyain waktu Dahlan mandi di toiletnya KAI gambir bayar nggak tuh…kali beberapa mandi dah berapa..hehehehe

      Posted by JOWI | 30 Oktober 2012, 11:33 am
    • kalo kata lagune wali :::: Emang dasar, emang dasar, eh dasar si juki cacingan..hahaha. Gregeten liat ekspresi si juki.. Kalo di belakang bung DI dia ngomonge sok sokan nyerang, tp begitu dihadapkan langsung dg Abah lgsung mlempem, pasang muka manis dan bahasa bercabang..

      Posted by Gitris | 1 November 2012, 6:44 pm
  279. hadir pak. masih absen dulu.

    Posted by sa | 30 Oktober 2012, 10:27 am
  280. “Dari tetangga sebelah:

    Forward :
    Ini Inisial Anggota DPR RI yg memeras BUMN:

    AK, IM, SN, NW, BS (Golkar)
    PM, EV, CK (PDIP)
    AR, IR, SUR ( PKS)
    FA (HANURA)
    ALM, NAS, (PAN)
    JA, SG, MJ (PD)
    MUZ (GERINDRA)

    Info: Humas BUMN.”

    Posted by @yama | 30 Oktober 2012, 10:42 am
    • kita tunggu sampai ” mencuat di TV / Koran ” dulu bro… ( biar tidak dituduh pencemaran nama baik, karena kita HANYA mengutip dari TV/Koran ) sesudah itu baru kita UMUMKAN 2014 nanti… simpan dulu ya bro… jangan sampai hilang. Tx b4.

      Salam Dahlanis. Gbu

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 8:38 pm
  281. tadi malam acara live di JTV ~ ringkasnya disini.
    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/10/30/bumn-kecil-pun-dipalak-10-persen/
    Pancen kebacut anggota DPR, ko tega-teganya dan terang-terangan minta jatah 10 persen. memang duwite mbahmu!!
    DPR Jiiiancuukkkk!!

    Posted by ayahlawe | 30 Oktober 2012, 10:55 am
  282. Komentarnya seru banget..Pak DI memang harus mau terus…jelaskan ke dpr tetntang pln itu, khusunya ke effendi tampak blo’on itu..ntar kalau sudah dikasih penjelsan gak juga jelas ya di serahkan aja ke kpk, jangan -jangan dia tinggal nunggu giliran sel di kpk..

    Posted by yuly s | 30 Oktober 2012, 11:38 am
  283. PAK DAHLAN ISKAN….DIMINTA PENJELASANNYA TTG DJAKARTA LLOYD…YG SUDAH KARAM…..OLEH DPR

    JIKA SEKIRANYA AKAN ADA ORG YG AKAN TERKENA PIDANA……LAPORKAN SEMUANYA ….BIAR SEMUA KENA…APALAGI JIKA ADA ANGGOTA DPR YANG PERNAH MALAK…(LAPORKAN SAJA)..

    Posted by BUANGLAH KORUPSI PADA TEMPATNYA | 30 Oktober 2012, 11:40 am
    • Wah kalau yg satu ini dah dibahas di MH-11, sangat berat sakitnya. Sakit yg terjadi asbab direktur dahulu bikin kesalahan, dah gitu gak ada pembukuannya, mana bisa ditelusuri kalo seperti itu.

      Posted by JOWI | 30 Oktober 2012, 11:49 am
  284. saudaraku sekalian, jika memang pak dahlan membuat gaduh dan merugikan DPR ( yang nyatanya wakil rakyat) apa sebaiknya pak dahlan seperti Ibu sri mulyani saja, berhenti , atau kita harus mengawal pak dahlan sampai semuanya jadi bersih?

    Posted by saeful | 30 Oktober 2012, 11:40 am
    • Mas Bro . . . .
      Kondisi n situasi yg dialami oleh kedua tokoh tsb sangat berbeda . . . .
      Bu Sri yg kita cintai sesuai kapabilitas n tugasnya hanya dikenal di kalangan elit . . .
      Pak DIS yg kita cintai sesuai kapabilitas n tugasnya dikenal & disegani dr tk bersih toilet sampai presiden ….
      Klo sampai Pak DIS betul2 dianiaya oleh para penjahat negeri ini, petani beras, petani tebu, petani garam, peternak, kaum intelektual n bahkan teroris pun pasti akan nyerbu senayan . . .
      OPTIMIS BRO, …. SANG FAJAR TELAH MENYINGISNG DI BUMI INDONESIA BARU.

      Posted by R. Awal Priyono | 30 Oktober 2012, 12:26 pm
  285. jawaban yang sudah sangat amat jelas dan terang benderang,semoga anggota Dhewan yg katanya terhormat bisa mengerti kalo msh blm mengerti jg monggo sekolah lagi…
    salam dahlanis dari tetangga desa abah Dis..

    Posted by cahmagetan04 | 30 Oktober 2012, 12:13 pm
  286. Di hampir semua media, gambaran tentang Indonesia begitu carut-marutnya . . . . bikin kita pesimis !!!
    Tp di blog ini, Indonesia Tercinta terasa begitu Indah . . . .
    Kreatif, inspiratif tp juga jenaka . . . .
    Toleransi n apresiasi antar anggota kel. blog sngat terasa . . . bikin kita optimis !!!
    OPTIMIS ….. sang fajar telah menyingsing di BUMI INDONESIA BARU.

    Posted by R. Awal Priyono | 30 Oktober 2012, 12:14 pm
  287. semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpa, demi merah putih maju terus PakDIS Tuhan Bersama kita

    Posted by hari santoso | 30 Oktober 2012, 12:21 pm
  288. “Terserah mereka, saya tidak punya niat membongkar bongkar seperti itu, kan saya sudah 1 tahun jadi menteri dan tidak pernah mengungkap kepada publik yang penting saya bisa membentengi teman-teman di BUMN dan saya bangga sekali akan teman-teman saya di BUMN tidak mau lagi diajak kongkalikong. Itu saja kewajiban saya di situ. Soal orang luar mereka punya ketentuan sendiri,” tutup Dahlan.

    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/10/29/alasan-dahlan-tidak-ngadu-dipalak-saat-jadi-dirut-pln/

    Maju terus pak. kami semua mendukung anda untuk indonesia lebih baik.

    Posted by Farid | 30 Oktober 2012, 12:53 pm
  289. Sebagai warga Balikpapan, saya dan mayoritas warga Balikpapan benar-benar merasakan dampak perubahan PLN sejak kepemimpinan Pak Dahlan. Dulu, sebelum dipimpin oleh Beliau, selama bertahun-tahun dalam 1 minggu Balikpapan bisa mengalami pemadaman listrik hingga 3-4 hari. Pemadaman tersebut terjadi secara bergilir. Jika anda mengalami pemadaman pada pagi hari (sekitar jam 8-9 pagi), maka listrik baru akan hidup kembali sekitar jam 3-4 sore. Bila listrik anda telah hidup, maka bisa dipastikan di bagian lain dari daerah Balikpapan akan melanjutkan giliran pemadaman listrik tersebut. Jika pemadaman berlangsung sore hari, maka listrik akan hidup sekitar jam 9-10 malam hari.
    Oleh sebab itu mayoritas warga Balikpapan mengandalkan genset untuk menunjang aktivitas usahanya. Jika anda melintas di sepanjang jalan toko saya (Jl. gunung sari) anda akan mendengar bisingnya bunyi genset yg dihidupkan oleh toko-toko di sepanjang jalan tersebut. Mesin genset benar-benar laris manis saat itu.
    Namun, sejak dipimpin oleh Pak Dahlan, hanya dalam sekejap (dan ini tidak mengada-ngada), Balikpapan benar-benar sembuh dari krisis listrik. Saat Pak Dahlan baru menjabat, saya ingat beliau menargetkan bahwa dalam 1 tahun, wilayah Kal-tim akan lepas dari krisis listrik. Bahkan saya pun pesimis dan menganggap hal tersebut omong kosong. Namun hal tersebut benar-benar terjadi dan tidak sampai setahun lamanya. Tidak ada lagi krisis listrik di wilayah kami. Genset di rumah sekarang menganggur, jarang digunakan lagi.
    Semua walikota, atau calon walikota yang pernah menjabat atau bersaing memperebutkan posisi jabatan walikota selalu menjanjikan bebasnya kota Balikpapan dari krisis listrik, namun sayangnya tidak ada yang berhasil. Pak Dahlan lah yang menyelesaikan masalah tersebut.
    Sekarang, untuk pak Effendi Simbolon YTH, yang begitu getolnya membahas masalah ini, jika “memang” terjadi inefisiensi pada PLN, yang mana inefisiensi itu ujung-ujungnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, lantas kenapa? Apa yg salah dari hal tersebut?
    Jutaan rakyat Indonesia (terutama kal-tim) kini menikmati kebebasan mereka dari krisis listrik. Aktifitas usaha menjadi lancar dan tidak terganggu, pada malam hari pun, setelah lelah karena seharian bekerja, dapat beristirahat dengan nyaman sambil menikmati hiburan karena adanya listrik yang mengalir.
    Nurani Saya tidak rela jika anda menyerang orang yang telah bekerja keras dan jujur. Ini sama seperti anda menemukan ayah anda yang telah pulang bekerja sembari duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat, tapi kemudian anda malah memarahinya hanya karena anda tidak merasa puas dengan keadaan anda sendiri.
    Kritik anda, juga harus tahu aturan dan batasan.

    Posted by Eka | 30 Oktober 2012, 12:54 pm
    • bukan hanya di kaltim bro, bengkulu juga seperti itu, like DIS

      Posted by azham kkhairan | 30 Oktober 2012, 1:27 pm
    • Waduh Om Eka, sampe nangis saya baca kisah nyata Om ini..
      Om Eka begitu menghormati YTH Bapak Effendi Simbolon walaupun terbaca sekali rasa sakit hati Om.
      Saya sih jadi berdo’a, semoga Om Dis cepet-cepet dipanggil sama… YTH komisi tujuh DPR. Biar banyak yang tadinya sakit hati sama YTH [oknum?] komisi tujuh (termasuk saya) bisa lekas mengerti duduk persoalannya.
      Kalau setelah acara penjelasan dari Om Dis kepada YTH komisi tujuh selesai, kami-kami yang mungkin masih tulul ini kan bisa melihat bagaimana sikap bapak-bapak (juga ibu-ibu kalo ada) di komisi itu.
      Jadi kan kami gak usah setengah hati lagi, saat Om Dis udah pulang menuju kesibukannya yang lain (yang amat buannyyyaaaaa..aakk itu), kan kami-kami bisa bebas dan sepenuh hati mengacungkan jari tengah kami ke arah agan-agan YTH.
      getttooo..
      Sebel bener dah gua.

      Air.. mana aiiirrr… aiirrrr…. panas neeeeehhhh
      nyuwun sewu mbak W. Ning, gak kuat rasanya nahan panas hati ini, nyatut kata mpok ati juga “maafff..”

      anyway.. saya tetap dengan pendirian kalau MH edisi ini, sampe saat ini adalah *** MH of the year ***

      Posted by Tedi KP | 30 Oktober 2012, 1:50 pm
      • he he he angger aja nyuwun sejuta…kakehan rek ! Kalau bisa tembus 1000 ( apalagi banyak yang berjanji sesudah nobar mata najwa akan bertemu disini …insya Allah jadi MH of the year..)

        suwun ya mas wis di absen… seneng rasanya nemu banyak saudara…

        Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 8:32 pm
    • setuujjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu….. yg harus di pertanyakan adalah penjualan gas tangguh papua… apa karena ketua nya diajak melantai dansa sama PAMAN HO..

      Posted by atef | 30 Oktober 2012, 11:13 pm
    • saya sangat terharu mengetahui info dari Bu Eka …

      Posted by R I Molle | 31 Oktober 2012, 5:29 pm
    • mana mau dengar simbolon bang, yang didengar cuman cut nyak

      Posted by edhi | 31 Oktober 2012, 9:15 pm
    • Ada satu anggota dewan dari fraksi PDIP yang berkomentar begini, “kalau sudah tau ga ada gas, kenapa harus ngotot menyalakan genset pakai BBM, memangnya selama pemerintahan SBY ini ada ketentuan kalau listrik harus terus nyala?”
      Ok, coba bayangkan kalau Jakarta sampai terkena pemadaman bergilir…
      Harap ingat, warga jakarta sangat banyak yang berada di strata ekonomi menengah, yang notabene memiliki ketergantungan tinggi terhadap daya listrik.
      Bila pasokan listrik berkurang, maka mayoritas warga jakarta akan banyak beralih ke sumber listrik yang masuk akal, yaitu genset….
      Genset bahan bakarnya apa???
      BBM bersubsidi!
      Akhirnya, negara tekor juga

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 1 November 2012, 2:43 am
  290. Dirut RNI ada2 aj : Kalau DPR Minta Kondom, Saya Kasih

    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/10/29/dirut-rni-kalau-dpr-minta-kondom-saya-kasih/

    JAKARTA – BUMN santer disebut sebagai “sapi perah” berbagai pihak, termasuk DPR. Menteri BUMN Dahlan Iskan pun mengakui jika ada sejumlah oknum anggota DPR peminta jatah.
    Direktur Utama RNI Holding Ismed Hasan Putro, sedikit berkelakar mengatakan, pihaknya tak segan memberikan kondom, yang merupakan salah satu hasil produksinya untuk anggota DPR.

    “Kalau anggota DPR minta kondom, saya kasih. Itu untuk kesehatan,” kelakar Ismed dalam Diskusi Opini Live Indonesia Hot Topic Sindo Radio bertema “BUMN, Upeti dan DPR”, Senin (29/10/2012).

    Ismed mengaku, dirinya pernah dipalak DPR ketika baru menjabat sebagai dirut RNI. “Waktu itu RNI diminta urunan dengan BUMN lain. Lalu saya tegaskan, untuk periode kepemimpinan saya, ini harus dihentikan,” imbuhnya.

    Dia menjelaskan, salah satu anak buahnya kala itu bercerita hal ini merupakan hal yang biasa. “Dia bilang kalau tidak, kita bisa repot, bisa dikerjain. Saat itu, saya siap kalau dikerjain,” jelas dia. (wdi)

    sumber : economy.okezone.com

    Posted by PUTU | 30 Oktober 2012, 1:38 pm
  291. Nobar nobar… Saya pegang Pak Dis 10 – 0 @_kadarisman RT “@DahlanIskanNote: #SAVE DIS Dahlan iskan hari Rabu 31/10 di “MATA NAJWA” jam 21.30, @MetroTV, bersama Marzuki Ali, JANGAN LEWATKAN!!! Tonton ya…”

    Posted by akadarisman | 30 Oktober 2012, 1:44 pm
  292. efendi simbolon cari muka,cari tenar biar masuk tv terus dan menjatuhkan pak Dis supaya partainya dpt menggolkan capresnya bakrie yg kalah tenar dg pak DIS

    Posted by ahmad | 30 Oktober 2012, 1:45 pm
  293. saya dukung terus pak Dahlan untuk memajukan negeri ini.

    Posted by munirM | 30 Oktober 2012, 2:10 pm
  294. Saya adalah warga Lombok, NTB. Sebelum Pak Dahlan memulai menjadi Dirut PLN, saya hampir tiap kali hadir saat mendemo PLN, bahkan sayapun pernah mau memukul Direktur PLN Lombok karena hampir tiap hari listriknya padam melulu. Bahkan hampir-hampir kami membakar kantor PLN yang ada di Kota Mataram karena jengkelnya. Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Kapolda, Dandim tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi krisis listrik di Lombok yang begitu parahnya. Selama krisis tersebut di Lombok sering juga terjadi kebakaran, akibat pemakaian lilin sebagai penerangan di malam hari.
    Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, akhirnya putra terbaik negri ini diminta untuk memimpin PLN, alhamdulillah…begitu Pak Dahlan menjadi Dirut PLN tak berselang lama krisis listrik di Lombok dapat diatasi, dan ingat bahwa krisis di Lombok adalah yang terparah di seluruh Indonesia.
    Begitu tulusnya beliau menjalankan amanahnya, tapi mengapa masih saja ada oknum anggota DPR RI (Bpk. Efenndy Simbolon, dkk-nya) yang begitu tega menyakiti hati Pak Dahlan. Kami Masyarakat Lombok akan lebih sakit bila Pak Dahlan Iskan disakiti/di dzolimi, benih yang telah beliau tabur di P. Lombok saat ini telah berhasil tumbuh dengan baik yaitu listrik tidak pernah padam lagi, Anak-anak, saudara, keluarga, teman-teman kami semuanya berterimakasih kepada Pak Dahlan dan Pak Presiden.

    Kepada Para Anggota DPR YTH kami himbau untuk segera menghentikan pertikaian ini, rakyat sudah lama menunggu figur-figur DPR YTH yang dapat “MEMBUMI” dan bersama-sama rakyat bahu membahu untuk mengawal indonesia bangkit menuju era surgawi.

    Posted by Denny Arief Masyhudi | 30 Oktober 2012, 2:23 pm
  295. muAK BAGET dengan Dewan PeMERAS rakyat

    Posted by gasspoll83 | 30 Oktober 2012, 2:23 pm
  296. 617 and counting…
    kereeeennn… padahal baru setengahnya lebih dikit dari hari kedua ini yang dijalani..
    setelah nobar metroTV rabu besok, kayanya level psikologis 1000 bisa tembus nih

    Posted by Tedi KP | 30 Oktober 2012, 2:57 pm
  297. Maaf sebelumnya, terinspirasi dari Channal nya JokoWi atau PemRop DKI http://www.youtube.com/user/PemprovDKI , Gimana kalau kegiatan DI di liput, dibuatkan channal di Youtube, Misal DahlanIskan atau…, pasti menarik sekali, Cuman siapa yang meliput (mengambil video), atau ada relawan,

    Posted by satoto | 30 Oktober 2012, 3:36 pm
    • Tambahan he he…Usulan Admin blog ini saja yg membuat dan moment penting yang di upload pertama saat siaran di metro besok.

      Posted by satoto | 30 Oktober 2012, 3:42 pm
    • Saya lagi pikirkan formulanya… yang jelas ini potensi besar suara rakyat moderat , pecinta Tanah Air dan punya semangat juang semuanya… jadi sayang kalau HANYA kumpul-kumpul terus ngobrol doang….

      Coba nanti saya hubungi temans aktifis yang lain, semoga ada wadah off air dan KEGIATAN yang nyata. Kalau perlu dibuat kesekretariatan, punya Visi. Misi dll.

      Mohon dukungan dan sarannya ya… keep active bro… salam Dahlanis. Gbu

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 8:20 pm
    • Coba sampaikan ke Pihak JTV (Jawapos TV), pasti bersedia untuk meliput, krena itu bagian dari kerja wartawannya/kameramennya. tinggal diupload deh… cuma kontak person JTV saya ga tau…

      Posted by PUTU | 31 Oktober 2012, 5:55 pm
  298. Sedikit kontribusi kita, ayo pecahkan rekor jadi 1000 komen for save Dis !

    Posted by Disfans | 30 Oktober 2012, 3:44 pm
  299. good,………………

    Posted by oon | 30 Oktober 2012, 3:44 pm
  300. Dahlan Iskan: Saya Pilih Dipenjara Daripada Listrik Padam

    Posted by Marshall D.Teach | 30 Oktober 2012, 3:47 pm
  301. “PT PLN harus kita selamatkan karena itu milik rakyat, kalau merugikan negara harus dipertanggung jawabkan. Kalau memang nanti ditemukan unsur memenuhi korupsi harus diteruskan ke penegakan hukum,” pungkasnya (ujar Wakil Ketua Komisi Energi DPR Effendi Simbolon di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (30/10)).

    http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/359303/284/1/Jangan-cuma-Isu-BUMN-Dahlan-Ditantang-Bahas-Inefisiensi-PLN

    Kira-kira yang memenuhi unsur korupsi siapa ya…. ngeles aja tuh orang.

    Posted by Farid | 30 Oktober 2012, 3:51 pm
  302. dasyat baru 2 hari komennya tembus 632

    Posted by ndriet GSK | 30 Oktober 2012, 4:16 pm
  303. mohon info, kapan pak DIS ke gedung dHewan?
    Siap2 utk berdahlan style (kemeja putih celana panjang hitam sepatu kets) ke gedung dHewan.

    Posted by lie zein | 30 Oktober 2012, 4:19 pm
  304. maju terus pak…..pantang mundur….

    Posted by galindoaryamakmur | 30 Oktober 2012, 4:21 pm
  305. Anggota DPR berasa seperti cacing kepananasan dan hidup didunia lain setelah era kepemimpinan pak Dahlan di BUMN…alias mati kutu…..” semangat Pak Dahlan …jaga kesehatan ya Pak! selalu mawas diri…semoga putri kecilku kelak dengan bangga menyebut nama pak Dahlan sebagai next RI 1…. ” Amen”

    Posted by rika | 30 Oktober 2012, 4:39 pm
  306. I am absolutely agree and support to Pak Dalan. He is diligent, smart and responsible to his job. Every people who knows about how difficult to manage PLN except members of DPR.

    Posted by Heru Pramono | 30 Oktober 2012, 5:05 pm
  307. ha ha ha ha…………………………………………………………………

    Gambar di solo pos hari ini bikin tertawa sambil koprol2

    BUTUH BADUT LUCU?

    HUBUNGI SENAYAN

    Posted by Kka Kusnanto | 30 Oktober 2012, 5:41 pm
  308. Sekali Like Diz tetap Like Diz….jangan patah semangat pak Dahlan…Doa rakyat menyertai langkah pak Dahlan

    Posted by bagus | 30 Oktober 2012, 5:43 pm
  309. aku hidup di negeri jambi yg sekarang alhamdulillah terbebas dari byar pet nya pln sejak om dis mimpin pln… terimakasih om dis semoga allah selalu melindungi om dis dalam kesehatan.. sedangkan untuk anggota dewan yg ngerecokin kerja om dis buang aja ke laut.. karena itu manusia-manusia tak berguna… buat penggemar om dis siap2 kita dukung beliau dari sekarang sebagai bemper kejayaan negeri ini….

    Posted by s qosim | 30 Oktober 2012, 6:07 pm
  310. @mata_Najwa.Sengatan Dahlan rabu 31-okt-2012 pkl 21:30….dahlan dan Marzuki ali
    Hemm…wajib nonton…

    Posted by bagus | 30 Oktober 2012, 6:31 pm
  311. MH kali ini bener-bener bikin koprol dan bilang WOW gitu..
    si ES itu memang aneh sekali. pantaskah pertanyaan :
    1. “sapa suruh elektrifikasi hrus 100%?”
    2. “sapa suruh tidak ada pemadaman?”
    Lha gini koq ya jadi orang..

    Posted by Mas Idub Ok | 30 Oktober 2012, 6:34 pm
    • Mungkin ES tidak pernah merasakan pemadaman ……

      Mungkin ES tidak pernah merasakan usahanya berhenti gara2 ga ada listrik……

      Mungkin ES tidak pernah merasakan saat – saat mau ngerjain tugas , malah mati listrik

      dan mungkn …….

      Posted by Darko Rahman | 30 Oktober 2012, 9:02 pm
    • BENAR BENAR PERNYATAAN ORANG YANG LINGLUNG YANG TAK TAHU LAGEE HARUS BILANG APA… RASAIN TUH BENER2 SENJATA MAKAN TUAN… DASAR OOOOONNNNNNN

      Posted by atef | 30 Oktober 2012, 11:41 pm
    • Pernyataan tsb menunjukkan bahwa semakin jelas kalau ES adalah manusia (saya tidak menyebut orang) yang kurang cerdas. Asli kurang cerdas. Swear
      Begini lho ES yang kurang cerdas, yang nyuruh elektrifikasi harus 100% itu adalah TUPOKSI PLN yaitu memberikan kemanfaat optimal untuk masyarakat terutama wong cilik.
      ES itu pembela wong cilik atau hanya omdo aja ya??? Sayang sekali

      Posted by Djoko Sawolo | 31 Oktober 2012, 2:00 am
    • apa perlu untuk menjernihkan otak anggota dewan komisi 7, listrik di rumah mereka dimatikan total selama seminggu. tapi nanti dipasang spanduk dengang tulisan “pemadaman bukan karena pln, tetapi karena hati nurani rakyat bertindak”

      Posted by reikso | 31 Oktober 2012, 2:28 pm
  312. Mhn maaf sblmnya bkn SARA ini……..kmrn sempat ngobrol sm Guru Madrasah,betapa bangganya mrk (guru+murid) skrg ini trhdp P.Dahlan krn beliau lulusan Madrasah…Guru2nya memotifasi muridnya “tuh lihat P.Dahlan lulusan Madrasah bs jd Menteri”,seakan mrk menemukan idola baru,krn selama ini madrasah agak kalah pamor dibanding sekolah2 negeri…Alhamdulillah maju trs Pak !!!

    Posted by Ahmad Zuhri | 30 Oktober 2012, 6:50 pm
  313. Kalau memang komentar ES seperti itu, mencerminkan kualitas anggota DPR kita sekarang ini. Wakil rakyat ngomongnya kok ngga mutu.
    Mendingan gue GOLPUT aja 2014 – MAS-IDUB-OK. Atau kita usung Bung DIS ke RI 1-Ngga ada jalan keluar.
    Merdeka!!!!!!!!!!!!!!!!atau mati.

    Posted by dani | 30 Oktober 2012, 6:55 pm
    • sama mas DANI saya malah dr tamat sekolah dr pemilihan lurah-presiden saya gak pernah ngrasain nyoblos krn status saya perantauan dan males milih yg gk jelas. Tapi kalo P.DIS InsyaAlloh bs membawa amanah jd bsk InsyaAlloh kalo umur saya masih nyampe ke pilpres saya harus dapet kartu tanda pemilih dan inceran saya cuma satu “DAHLAN ISKAN titisan AHMAD DAHLAN” (mohon maaf bukan bawa2 SARA)

      Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 30 Oktober 2012, 7:36 pm
  314. Apakah anda yakin RDP dg komisi VII membahas kekurangan gas?

    Semoga saja seperti itu. Semoga perkiraan saya salah bahwa yg namanya dengar pendapat tergantung yg nanya, kalau penanya mencecar kearah yg lain tentunya permasalahan ketidak efisienan yg signifikan yg bersumber pemerintahan dulu tentunya gak terungkap.

    Hanya turut berdo’a semoga Pak DI diberikan kelancaran dalam melewati ujian ini, semoga makin tawakal…aamiin.

    Posted by JOWI | 30 Oktober 2012, 7:39 pm
  315. Mohon ijin untuk bergabung dalam forum Dahlanis yang penuh dengan orang-orang optimis dan pendukung orang bersih ini.. Selama ini menjadi silent reader, dikuat kuatin untuk tidak muncul, tp ketika melihat Bung DI dholimi dan di”politisasi” o/ oknum DPR yg tidak bermutu macam ES dan si juki (yang gak ada pantes-pantesnya jadi tokoh nasional tp malah jadi ketua DPR), pengin ikut nunjukin kekuatan pendukung beliau yang dengan tulus bekerja u/ perkembangan negeri ini menuju kejayaan.. Ayo silent reader bergabunglah di edisi MH ini!!! Tunjukkan dukungan kita kepada DI.. Salam Dahlanis sejati..

    Posted by Gitris | 30 Oktober 2012, 7:56 pm
    • Selamat datang saudaraku Bro apa mbak ? Gitris di Dunia Dahlanis….. Sungguh Si Abah telah ” berhasil ” mengajak para Dahlanis mengikuti irama beliau ber gangnam style… ( Abah bilangnya sepanjang tahun hlo…)

      Jangan menunggu beliau di dholimi, saat bahagiapun kita bisa berbagi semangat… menambah cinta tanah air dan silahturahim. Salam Dahlanis. Gbu.

      Posted by W. Ning | 30 Oktober 2012, 8:08 pm
    • selamat datang di dunia keputihan…

      Posted by @yama | 30 Oktober 2012, 8:11 pm
    • selamat datang di dunia dahlanis yg penuh semangat dan kekeluargaan .( keluarga besar dahlanis)

      Posted by sulistiono | 31 Oktober 2012, 12:13 am
      • Tx bro Sulistiono, gantian sama saya menjadi ” Penyambut ” warga baru di Dunia Dahlanis ini… mereka yang baru menjadi warga pasti akan merasa senang kalau ada yang menyambut… ( kita punya istilah WARGA BARU artinya akan menjadi Dahlanis untuk silent Reader yang mau turun gunung, dan TAMU untuk pengkritik yang kadang tidak sopan atau kurang logis he he he). Yang kita sambut, warga baru saja. untuk TAMU kita punya banyak KOPASSUS di garda depan Dahlanis.

        Senengnya + saudara baru ( Bro Sulistiono ) Salam Dahlanis. Gbu

        Posted by W. Ning | 31 Oktober 2012, 6:26 am
  316. OPTIMIS BRO, …. SANG FAJAR TELAH MENYINGISNG DI BUMI INDONESIA BARU

    saya suka tulisan ini. memberikan harapan atas kehadiran putra terbaik dr lereng lawu

    Posted by darrennt | 30 Oktober 2012, 8:27 pm
  317. mari kita songsong indonesia baru yang lebih baik dari sekarang,kita dukung DAHLAN ISKAN jadi RI 1 ,,,kita doakan semoga beliau di beri kekuatan dan kesehatan agar segala ide ide cemerlangnya bisa berguna bagi seluruh rakyat indonesia,,,,,,amin

    Posted by karim | 30 Oktober 2012, 8:44 pm
  318. Hari ini sudah 600 – an . Luar biasa. Di 2 tahun ini, mari kita kerja keras . kerja kerja kerja

    Posted by Darko Rahman | 30 Oktober 2012, 8:56 pm
  319. Pokoknya MH kali ini DIS-yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat buanget. bongkar bongkar bongkar !!!!!!!! Pak Dis maju dibelakangmu 100 juta lebih rakyat mendukung langkahmu.

    Posted by Manihot Ultissima | 30 Oktober 2012, 9:03 pm
  320. to Pak Saeful.
    Saya bukan dari klinik tongfang pak, tapi kalau DPR kita mau berobat, udah tak sediakan di klinik tong sampah…

    Posted by Denny Arief Masyhudi | 30 Oktober 2012, 9:19 pm
  321. Lyrik lagu tong kosong

    …………………………………………………………..
    Otak masih kayak TK koq ngakunya Sarjana
    Ngomong – ngomongin orang kayak udah jagoan
    Tong kosong nyaring bunyinya
    Tang gentong kosong banyak bicara
    oceh sana sini ga ada isi
    otak udang ngomongnya sembarang

    Coba slank nyanyi lagu di atas di dpn gesung DPR, pasti seru abis……………….akan ada slank vs DPR Jilid II
    http://gwmusic.wordpress.com/2008/04/10/lucu-pol-slank-vs-dpr/

    Posted by Kka Kusnanto | 30 Oktober 2012, 9:20 pm
  322. Kangen melucu di senayan ya pak ??? …… silahkan …. anak2 tk-nya jg sdh pada nunggu ……. dan jangan takut kalau ada yg bandel disentil telinganya …… kalau masih bandel juga dikeluarkan saja dari sana….

    Posted by bambang | 30 Oktober 2012, 10:00 pm
  323. bagaimana kalau kita usulkan, DI jadi presiden 2014. Apapun partainya ya ng mau nayalonin DI kita coblos di tahun 2014

    Posted by trijoko | 30 Oktober 2012, 10:09 pm
    • Setuju Cak Trijoko ..

      Posted by Djoko Sawolo | 31 Oktober 2012, 1:52 am
    • Se7 Mas Trijoko, saat ini mencari partai yang ” bersih” sulit… jadi kita hanya berpegang pada FIGUR saja. Diamati track record, integritas dan kepribadiannya. Asal baik , kita dukung…tak peduli dari partai manapun. setidak-tidaknya ini UPAH bagi partai yang sudah berhasil ” Menemukan & mempopulerkannya” sehingga rakyat jadi kenal tokoh ini.

      Saat orang jakarta mencoblos JOKOWI-AHOK mereka hanya lihat figur ( saya rasa ), mereka dari partai yang berbeda, Dan ini belum tentu menaikkan suara partai pengusung saat pemilu. ( yang memilih Jokowi-Ahok, belum tentu pendukung pdip / gerindra bukan …? )

      Bro Akadarisman bilang si Abah DIS ini ibarat ” Si Gadis sexy” yang mulai banyak dilirik partai-partai besar untuk disunting di pemilu 2014 nanti… BERUNTUNGLAH partai manapun yang pinangannya diterima abah DIS… karena pasti akan mandapatkan kenaikan suara yang sidnifikan.

      Salam Dahlanis & ACI ( Aku Cinta Indonesia ). Gbu

      Posted by W. Ning | 31 Oktober 2012, 6:16 am
    • tp kayanya Pak DIS gak mau di pinang sama partai2 yg ada sekarang… gmn dunk…??????

      Posted by yuni | 31 Oktober 2012, 1:27 pm
      • tunggu tanggal mainnya di 2014 mbak… sekarang si Abah lagi konsen kerja kerja kerja… semoga nanti di th 2014 Tuhan ” meluluhkan ” hati Abah… HANYA TUHAN yang Abah takuti

        Makanya dukung terus Dis sambil berdoa… Salam Dahlanis. Gbu

        Posted by W. Ning | 31 Oktober 2012, 5:02 pm
  324. Like DIS Abah…

    Posted by H@®¿$ | 30 Oktober 2012, 10:11 pm
  325. Numpang nimbrung nich….

    Posted by Atmawidya | 30 Oktober 2012, 10:56 pm
  326. DI menjadi guru insspiratif untuk perbaikan

    Posted by MARTA | 30 Oktober 2012, 10:59 pm
  327. kayaknya besok bakal seru di mata najwa rabu 21.30. barusan dah liat cuplikannya. Tapi seperti biasa, karena di depan TV si juki pasang muka jaim…. Catat jam tayangnya

    Posted by Atmawidya | 30 Oktober 2012, 11:07 pm
  328. Bangsa Indonesia, saat ini, membutuhkan sosok pemimpin yg “gila”.
    Gila karena berani melawan arus politik yg sarat dengan kepentingan mengenyangkan perutnya sendiri, gila karena berani menantang penyakit-penyakit yg telah teramat membuat rakyat makin menderita, gila karena rela mengorbankan kemapanan yg dimiliki demi kemakmuran orang lain (rakyatnya).
    Dan lagi, gila karena berani menanggung resiko atas kepemimpinannya.
    Sosok pemimpin seperti itu yang seharusnya kita punya untuk memimpin bangsa ini.
    Bagi saya pribadi, setelah Soekarno & Gus Dur, sosok pemimpin gila itu ada di dalam diri Pak DIs.
    Setiap manusia memang tidaklah sempurna. Namun, selama manusia mau memahami & belajar tentang ketidaksempurnaannya, maka dialah manusia yang benar-benar sempurna.

    *Setelah sekian lama mengikuti MH, baru kali ini ikut bersuara.
    Salam.

    Posted by Mahfud Effendi | 31 Oktober 2012, 12:35 am
  329. Tehnik pencitraan kuno ! adaptasi tai chi, menggunakan tenaga serangan lawan untuk menyerang balik sembari teriak teriak..bombastis !
    Jelek jelek DPR itu masih wakil rakyat resmi ! hasil pilihan rakyat, kalau toh ada si goblok bin tolol yang kepilih emang salah siapa ? ya salah yang pilih, kecuali yang golput !
    Hayo siapa ikut pemilu kemarin ? Dahlan Iskan ikut kah ? yang ngaku fans berat Dahlan Iskan ikut kah ? yang sok sok an panggil abah ikutkah ? yang mau nyalonin Dahlan iskan jadi RI 1, 2, 3 dst ikut kah ?

    Dasar Maling teriak Maling !

    Posted by anti maling goblok | 31 Oktober 2012, 12:52 am
  330. Reblogged this on Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda and commented:
    Dalam hal ini, saya salut pak Dahlan

    Posted by pindahanmultiply | 31 Oktober 2012, 1:15 am
  331. MH iki pencen rame tenan moco koment-2 e sampek motoku mbeluk,atiku sumendhal campur geregetan. woow …wooow…wooow…x1000 + mencolot x1000 .
    Pancene si fendy iku cangkeme njaluk dikorahi karo udhele disetrum cek gak ngomong sak enak udhele.Wis yo..ngantuk boss mene moco maneh.
    Aku sundhul sing kepiro yo?,sopo sing bagean ngitung komentar? he,,, he,,, salam kenal

    Posted by wakmin | 31 Oktober 2012, 3:31 am
  332. Mohon mengerti ajalah orang-orang yang merasa terhormat yang duduk di DPR sana itu, seberapa pun bagusnya yg udah dibuat Pak Dahlan, mereka seolah-olah gak tau dan gak mau tau. Wong mereka hanya ingin “menjatuhkan” pak Dahlan Aja..
    Selamat melucu di DPR pak..=D

    Posted by Riki | 31 Oktober 2012, 3:34 am
  333. kenapa para anggota DPR ada yang gk suka ke p.DIS ini salah satu jawabanya
    klik disini http://finance.detik.com/read/2012/10/24/153200/2071808/4/dahlan-iskan-larang-bos-bos-bumn-layani-anggota-dpr-peminta-jatah?991104topnews&fb_action_ids=3833895366728&fb_action_types=og.likes&fb_source=other_multiline&action_object_map=%7B%223833895366728%22%3A431135416949343%7D&action_type_map=%7B%223833895366728%22%3A%22og.likes%22%7D&action_ref_map=%5B%5D
    nach…..kalo gk dapet upeti lagi dr BUMN kalo mau dugem/sedikit nyari angin segar/study banding/apalah lah istilah mereka saya kurang mengerti alibi orang2 pinter ,duit dr mana mereka para anggota DPR yg bejat itu kalo bukan sampingan nya seperti ini.
    Yang HAQ dan yang BATHIL tidak akan bs bersatu selama dan yang HAQ suatu saat pasti menang.
    Mutiara kalo berlumuran kotoran dia akan tetap berharga tapi kalo kotoran walo dibentuk model kue tar orang akan geli krn itu adalah kotoran.
    jangan lewat kan nanti malam di MetroTv acara @mata-Najwa jam 21:30 “Sengatan Dahlan”
    klik http://metrotvnews.com/read/schedule
    ya ALLOH berilah selalu p.Dahlan Iskan selalu yang terbaik
    ya ALLOH berilah selalu p.Dahlan Iskan selalu kesehatan
    amin

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 31 Oktober 2012, 7:30 am
  334. terbar ancamanpun mulai datang, bukan pada koreksi diri malah pada berang,
    apa daya niat baik diam diam menjaga agar BUMN tidak jadi sapi perah ternyata ada yang membocorkan
    apa daya niat baik agar anggota DPR tidak malu oleh rakyatnya sendiri malah nyerang duluan

    saya haqul yakin pak dahlan tidak ingin mengadakan perang secara terbuka
    tapi jika ditantang maju ke medan perang meskipun perang bukan pilihan mau tidak mau maju

    mudah mudahan taktik tsun tzu atau taktik perang hondak diterapkan oleh pak dahlan

    perang tsun tzu mewariskan salah satu strateginya musuh menyerah lebih duluan karena logikanya pasti kalah

    perang hondak mengajakran kita bahwa musuh kelelahan sendiri karena melawan alam yang terus menerus merugikan dirinya

    lalu apakah strategi pak dahlan sudah seperti itu ?

    point utama pak dahlan sudah menang : BUMN tidak jadi sapi perah lagi minimal pada periode beliau, mudah mudahan selamanya, kalau masih ada yang berani itu sama dengan bunuh diri

    lalu bagaimana dengan serangan pencemaran nama baik dan sewa ribuan genset untuk pemerataan listrik ? yang mengakibatkan habis BBM 37 T ?

    pukulan sudah dilayangkan dan pukulan sudah dibalas dengan pukulan yang lebih dahsyat,

    secara simbol pak dahlan maju ke medan laga sendirian,
    tapi kenyataanya

    jutaan rakyat, alam indonesia, akan membuktikan kekuatan kebenaran,
    tunggu waktu hingga kami membuktikan bahwa akal sehat masih bisa ditegakan

    Posted by saeful | 31 Oktober 2012, 7:32 am
    • tidak se ” simpel” seperti yang terlihat bro…. Ini ” perang ” dengan tujuan pembunuhan karakter DIS…. jadi jalannya akan panjang, berliku-liku, tak terduga , dengan segala cara dan dari segala penjuru…

      Tapi jangan terlalu khawatir juga… kita punya Tuhan… Ini kan ” perang-perangan” kelas menengah di kancah elit n politik yg berkaitan dengan korupsi, nama baik dan pilpres 2014. ( kalau kelas wahid ya sudah melibatkan cia , bin , densus 88 dll . itu bkn kelas kita rakyat kecil… he he he)

      Saya yakin, Tuhan akan menolong hambaNYA yang meminta pertolongan dan selalu berbuat jujur…( walaupun jujur tidak selalu manis kan….? ). Kita mengawal DIS , berusaha aktif di dunia Dahlanis sambil BERDOA untuk beliau..

      Salam Dahlanis. Gbu.

      Posted by W. Ning | 31 Oktober 2012, 8:11 am
      • Melihat “pembantu”nya, menterinya diedhel-edhel, diobok-obok … Saya menunggu dukungan Pak SBY terhadap Abah … sebaiknya tidak “Timbang Sana Timbang Sini”. Situasi ini adalah pertarungan sikap jujur dan amanah Abah melawan pecundang beberapa oknum DPR.

        Posted by Djoko Sawolo | 31 Oktober 2012, 9:12 am
        • Menurut ane ne ya, harapan Mas Djoko ini adalah harapan kosong. Karena track record bosnya Bung Dis sudah memperlihatkan klo dia tidak bisa bersikap tegas.

          Posted by Jend. Naga Bonar | 31 Oktober 2012, 10:39 am
        • Pak Joko Mr. BIG BOSS lagi di London ngantarin belanja ke Harrod

          Posted by erust | 31 Oktober 2012, 4:04 pm
          • bukan mas erust..big bosnya lagi jongkok menyembah ratu inggris biar dapat gelar ksatria inggris. benar-2 memalukan rakyat indonetesia. Saya mempertanyakan jiwa nasionalisnya. sebagai kepala negara Republik Indonesia dia berlutut didepan ratu inggris?

            Posted by cak-mat | 31 Oktober 2012, 9:14 pm
          • mangkane Cak MAT, guuueeemmeeessss yo, disuruh minum cucian kakinya ratu juga kah? kok sampe digelari Ksatria Baja Hitam.

            Posted by erust | 1 November 2012, 1:15 am
    • Setuju Mas Bro, mari sama2 kita buktikan ……. !!!!!

      Rerasan, sinambi kalaning nganggur:

      KEMAPANAN:
      Tanpa sadar para elit politik & birokrasi saat ini terjebak pd KEMAPANAN yg mrk nikmati . . .
      Hal ini bs dilihat pd “polah-tingkah” para elit saat ini semua hampir sama “hedonis-seremonial” . . .
      Bahkan partai politik yg br muncul juga demikian, mempromosikan dirinya dg gaya2 ORBA . . .
      KEJENUHAN:
      Rakyat telah mengalami KEJENUHAN dg tontonan spt tsb diatas, . . .
      Kejenuhan tampak jelas ketika rakyat merespon hadirnya tokoh “santun, sederhana, non-seremonial” . . .
      Wujud tokoh ini ada pd diri Suhu DIS, kemudian disusul oleh Mas Bro Jokowi-Ahok . . .
      PEMUDA :
      Sepanjang sejarah, Pemuda sll tampil paling depan dlm mendobrak KEJENUHAN . . .
      Krn Pemuda adl kelompok intelektual n melek informasi . . .
      Suhu DIS sangat dekat dengan PEMUDA, baik kalangan “kampus” maupun kalangan “bonek” . . .
      Kalangan “kampus” blm mau tampil krn mslh ini msh dlm “zona” politik praktis . . .
      Tp ketika “garis-maya batas toleransi” terlampui, mrk akan meledak tak terbentung . . .
      Kalangan “bonek” blm berekasi krn bahasa tubuh Suhu DIS msh tampak melucu . . .
      Tp ketika intonasi suara & wajah sang Suhu nampang mengeras, maka . . .
      . . . . tidak hanya “Stasiun Kereta Api” yg mrk serang, bahkan “Senayan” pun bs dibikin rata . . .
      GREY AREA:
      Wilayah abu-abu ditempati oleh tokoh2 senior yg malu2 kucing atau merasa serba salah . . .
      Para korban pemerasan merasa serba salah, krn klo muncul mrk pun bs dipidanakan . . .
      Tp kelompok ini pasti diam2 akan mendukung, at least supporting data/information . . .
      Wamen ESDM, Kurtubi sdh memposisikan diri dg jelas, pasti akan disusul tokoh2 lain . . .
      RAKYAT :
      Di blog ini sdh ada tiga PEMUDA yg berani buka suara mewakili rakyat di daerahnya . . .
      . . . dr daerah Kaltim, Jambi dan Lombok yg telah menikmati hadirnya GENSET sewaan . . .
      ALAM:
      Secara tdk kasat mata, ALAM pun mempunyai batas toleransi thdp “Perusak Kehidupan” . . .
      Dan ALAM sll berpihak kpd “Penyelamat Kehidupan” . . .
      JAGA MUKA :
      Kondisi ini bs kembali dingin, hanya dengan cara jalan tengah . . .
      Para pentolan partai hrs bs mengerem anak buahnya, yg penting tdk kehilangan MUKA . . .

      Tetap semangat Mas Bro . . .
      SANG FAJAR TELAH MENYINGSING DI BUMI INDONESIA BARU

      Posted by R. Awal Priyono | 31 Oktober 2012, 10:14 am
  335. Kita akan lihat kebenaran pasti terungkap pak Dahan Iskan juga pasti sebagai manusia punya kekurangan dan DPR juga pasti ada kekurangan kita lihat episode selanjutnya mudah2-an terbuka semuanya rahasia-rahasia yang selama ini menjadi perbincangan kita !!!!!

    Posted by match | 31 Oktober 2012, 7:35 am
  336. Sms Dahlan Iskan : pemeras2 BUMN versi TRIOMACAN

    >> Golkar 1. AK : ade komarudin 2. IM = Idrus Marham 3. SN : Setya Novanto 4. NW = Nusron Wahid
    10 hours ago

    2/. 5. BS : Bambang Sosetyo. PDIP : 1. EV : Eva Sundari 2. CK = Cahyo Kumolo
    10 hours ago

    3. Pemeras dari PKS versi Dahlan Iskan : 1. AR : Andi Rahmat 2. SUR : Surahman 3. IR = belum tahu
    10 hours ago

    4. Oh ya..lupa dari PDIP disebut Dahlan Iskan juga nama PM atau Puan Maharani sebagai pemeras BUMN. Benarkah?? Bahaya !!
    10 hours ago

    5. Pemeras BUMN dari Hanura disebut dahlan iskan adalah FA alias Akbar Faisal
    10 hours ago

    6. Pemeras BUMN dari PAN yg dituduh Dahlan Iskan adalah ALM : Alimin
    10 hours ago

    7. dari PAN lagi inisial NAS alias nasril bahar juga disebut2 dahlan iskan sbg pemeras BUMN
    10 hours ago

    8. dari partai Demokrat disebut nama JA alias Jhony Allen waketum PD yg juga donatur SBY pada 2004, SG = sutan batugana, MJ = Muhamad Jaffar
    10 hours ago

    9. Dari partai gerindra disebut dahlan iskan MUZ alias Ahmad Muzani sekjen gerindra yg dikenal santun dan tdk neko2
    9 hours ago

    9. Yang lucunya dahlan iskan tidak ada sebut nama TL alias Tamsil Linrung yg merupakan God Father Mafia anggaran hehehe
    9 hours ago

    10. Sms Dahlan iskan dan humas BUMN ini meluas kemana2 dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hanya pengalihan isu KKN dahlan
    Reply RT Favorite
    9 hours ago

    Posted by match | 31 Oktober 2012, 7:51 am
  337. hehehe paduan suara kentut tak akan berkutik dg tulisan yg ditulis dg akal sehat

    Posted by akal sehat | 31 Oktober 2012, 8:33 am
  338. ES pernah bicara di TV One beberapa hari lalu, “Siapa yang suruh menyewa genset!!!”.
    Mendengar pernyataan itu, saya tersenyum. Tersenyum akan kekurang-cerdasan ES.
    Memangnya untuk menerangi Jakarta bisa menggunakan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Dalam)… Ya pakai tenaga diesel Rek.. Pakai mesin diesel ES, bukan mesin ketik …
    Apalagi saat itu (selasa, 29 september 2009), Gardu Induk Strategis (GIS) Cawang terbakar dan meledak.
    Wis …….. Gak Juoro Blas ES ini.

    Posted by Djoko Sawolo | 31 Oktober 2012, 8:46 am
    • Kalo tidak salah sewa genset itu ditujukan untuk luar jawa. Sambil menunggu pembangunan Pembangkit Listrik yg tidak berbahan bakar BBM yg prosesnya tentu lama, Pak DIS memutuskan menyewa genset demi pemerataan elektrifikasi di luar jawa. Emang Indonesia cuma pulau Jawa aja? Rakyat luar Jawa juga berhak menikmati listrik PLN. Seperti kita tahu luar jawa seperti anak tiri kalo soal pemerataan pembangunan. Andai negara rugi karena hal ini, menurut pendapat pribadi saya ini lebih layak daripada uang negara yg dicolong DPR dan parpol. Emang uang negara tidak boleh rugi untuk kemakmuran rakyatnya? terutama yang luar Jawa? Saya sebagai wajib pajak yang taat juga akan seikhlas-nya kalo uang pajak yang saya bayar dipakai untuk keperluan seperti ini. Pak DIS korupsi? buat apa korupsi, uangnya dari Jawa Pos group gak akan habis sampai anak cucunya. Lagian bajunya lho cuma hitam dan putih….hehehe. Saya selalu gak habis pikir terhadap orang yg menuduh Pak DIS. Ibaratnya, anak kecil aja pasti udah tahu. Semoga Abah selalu diberi barokah sama Alloh SWT. Amin.

      Posted by surachwanto | 1 November 2012, 2:52 pm
  339. Kita waspadai upaya upaya tidak ksatria yg dilakukan oleh orang orang yg merasa uang jajannya distop karena pernyataan pak DI. Pasti cara cara itu yang sekarang ini sedang digodog habis habisan. Adanya sms gelap ini juga wajib ditelaah lebih dulu. Jangan jangan ini cara lama untuk membenturkan pak DI dengan kelompok mapan di dewan dan kaum istanawan, yang bisa berpotensi menjadikan pak DI sebagai musuh bersama yang harus diperangi. Kalo demikian, efeknya bisa membuat para pengincar 2014 bakal melaju tanpa saingan..tentu kita tak mau dikadali lagi kan?

    Posted by Sari H | 31 Oktober 2012, 8:47 am
  340. Saya pembaca setia blog ini sejak MH pertama sampai sekarang tapi rasanya mulai sekarang insyaalloh akan terus ikut gabung komentar karena darahku mulai mendidih dengan ulahnya anah-anak TK senayan dan akan selalu ikut ngawal abah DIS sampai jadi RI 1 dan saya bersumpah indonesia harus jadi negara yang menggetarkan dunia karena saya percaya bahwa abah DIS adalah satrio piningit yang kita nanti sejak dulu, Hidup Indonesia

    Posted by ikin | 31 Oktober 2012, 8:51 am
  341. Sangat jelas penjelasannya

    Posted by umarfaisol | 31 Oktober 2012, 9:00 am
  342. baru pertama kali di dunia..yang mengaudit justru dikritik..mestinya lebih besar dari itu..malah dibeber semua potensi kerugian…cuma sekarang kayaknya isunya dialihkan ke pemerasan oleh anngota DPR nih..ga berani lg ngusik PLN..lha kalo diusut – usut kebobrokannya sampailah kepada……tau sendiri dah!!

    Posted by merry | 31 Oktober 2012, 9:04 am
    • betul bu Merry. Sebetulnya mereka tuh dah mati kutu. Dengan bahasa sederhana yang sudah sangat jelass sekali, jadi malah mempermalukan pihak auditor negara ini. MALU. Karena ternyata hanya bisa nemu 37 triliun. Padahal lebih besar dari itu…

      Posted by Sari H | 31 Oktober 2012, 9:15 am
  343. Sudah nggak sabar liat Dahlan Iskan dengar pendapat dengan DPR neh hehehehe MANTAP !!!! tentunya DPR sangat percaya diri karena didukung DATA dari BPK Pak Dahlan Iskan juga masih diujung tanduk apabila 10 anggota DPR tidak terbukti memeras BUMN di persidangan siap2 kena pencemaran nama baik…

    Benar2 sudah nggak sabar neh…..

    SIAPA YANG MENANG ??? kita tunggu…..

    Posted by