>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Main-Main Nasib Ahli yang Mahal

Senin, 14 April 2014
Manufacturing Hope 123

Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson.

Dia sudah enak hidup di Jepang. Sekolahnya pintar dan setelah lulus pun langsung diminta untuk bekerja di perusahaan besar di sana. Gajinya bagus dan karirnya melejit. Perusahaan itu juga memberikan lapangan yang luas yang bisa dia pakai untuk berkiprah.

Ricky Elson menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang, dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Anak yang begitu lulus SMA di Padang itu langsung sekolah di Jepang menjadi anak emas di sana.

Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang.

Di berbagai kampus universitas kita, saya memang sering mendengar teriakan mahasiswa seperti ini: mengapa tidak diusahakan memanggil pulang anak-anak bangsa yang hebat-hebat yang kini di luar negeri.

Terakhir suara seperti itu saya dengar waktu dialog dengan mahasiswa Politeknik Negeri Denpasar dan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dua minggu lalu. Pertanyaan seperti itu juga disuarakan banyak kalangan di berbagai kesempatan.

Tentu saya mencoba untuk realistis. Jangan semua anak kita yang hebat dipanggil pulang. Panggillah yang benar-benar diperlukan untuk proyek mendesak yang bisa mengeluarkan bangsa ini dari kesulitan.

Saya melihat bangsa ini lagi terbelit masalah besar. Yang belum menemukan jalan keluarnya yang jelas. Yakni, persoalan ketergantungan bangsa ini pada bahan bakar minyak (BBM) impor. Kian lama impor BBM kita kian besar. Dan, akan kian besar.

Salah satu solusi yang saya lihat adalah mobil listrik. Bukan karena saya ahli mobil listrik, melainkan begitulah pendapat ahli di seluruh dunia. Kalau terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kali kedua. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan.

Maka, saya merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak. Gajinya akan turun drastis. Dia sudah menikah. Perempuan Padang juga. Dia sudah harus bertanggung jawab kepada keluarga.

Tapi, alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan, banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu.

Soal gaji yang akan turun, saya bisa mencarikan jalan keluar. Biarlah seluruh gaji saya sebagai menteri, dialah yang menerima. Setiap bulan. Tapi, soal jaminan kelangsungan proyek, saya sulit memberikan. Kecuali bahwa saya akan ikut all-out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototipe.

Ricky memenuhi komitmennya. Membuat mobil listrik 100 persen made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik.

Tapi, nasib mobil listrik kini kian tidak jelas. Aturan tentang mobil listrik tidak segera keluar. Sikap Bapak Presiden sendiri sudah sangat jelas: berikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Nyatanya, sulitnya bukan main.

Kini Ricky menganggur di Indonesia. Dia seperti harus menunggu Godot. Maka, dia mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya, tapi dari beberapa tulisan tentang Ricky di Kompasiana, saya bisa merasakan dukanya yang dalam.

Bahkan, salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?

Saya merasa bersalah. Saya tidak akan mampu menahannya. Terutama karena masa depannya yang tidak boleh dikorbankan.

Ricky sebenarnya sangat ideal bagi saya. Selama hampir dua tahun di Indonesia, dia kerja amat keras. Sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia sangat ringan kaki. Mau terjun ke bawah dan mengurus hal yang detail.

Dia tidak segan-segan ikut angkat-angkat barang. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis. Misalnya, mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang.

Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia.(***)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

106 thoughts on “Main-Main Nasib Ahli yang Mahal

  1. Siapapun persidennya… DI tetep presidenku

    Posted by yuni | 14 April 2014, 5:49 am
  2. Pak, Apa sudah di cari tahu ya, di kemenristek kendalanya apa? Jika ketemu tinggal bicarakan dgn pak SBY beres, kan Kemenristek dibawah SBY ( he he he, pikiran sederhana)

    Posted by NUR | 14 April 2014, 5:53 am
    • sepertinya menristek tidak mau kehilangan muka kalau proyek mobil listrik ini berhasil karena pak DI, makanya ada kesan mengganjalnya…. semoga saya saya menilai..

      Posted by cak kadir | 14 April 2014, 7:15 am
    • “Lantas, kata penutup dari Presiden SBY dalam pertemuan itu seperti sapu jagad: dalam tiga bulan ke depan konsep regulasi yang diperlukan berikut insentif yang diinginkan sudah harus berhasil dirumuskan. Dan Presiden SBY akan menagihnya.”

      Kalimat di atas merupakan kutipan MH 28 tangga 28 Mei 2012 dengan judul “Plok-plok-plok di Istana Jogja”…

      Dari kalimat tersebut, betapa Pak SBY memeberikan kesempatan dan “perintah” sekaligus berkaitan dengan proyek mobil/motor listrik… Sayangnya, tidak ditindaklanjuti oleh para pihak yang berkepentingan…Kita semua juga tidak tahu,sebenarnya kendala apa yang ada di depan mata. Sangat mengherankan kalau hal seperti ini, hanya Pak DI yang perduli dan peka, padahal banyak pejabat/menteri yang bertanggung jawab atas suksesnya proyek ini. Mulai Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan, Menteri Ristek…

      Jangan sampai kehilangan momentun, begitu kata Pak Habibie…

      Apakah sekarang, kita sudah kehilangan momentum?Mudah-mudahan belum…

      Posted by HIBATILLAH'S | 14 April 2014, 8:50 am
    • Sudah, dan hasilnya keluar Peraturan Pemerintah tentang mobil LCGC. Hebat kan Presiden kita?🙂

      Posted by sidya subhiksa | 14 April 2014, 1:47 pm
  3. Awal mulai meredup, sejalan harapan ambisi menjadi capres yg jg meredup kalah pamor…
    Krn ambisi, dan kmdn abai tgg jwb kpd bumn2 binaannya yg banyak terbengkalai, hny fokus proyek2 sensasi spt itu…
    Abai yg berbuah kezaliman kpd karyawan2 bumn2 binaannya yg tertinggal utk dibina..
    Ingat, tutur kebijakan bpk akan menjadi kepanjangan tangan penentu nasib rakyat bumn..
    Jgn bpk main2 jg spt halnya main2nya kpd para ahli tsb

    Posted by budi | 14 April 2014, 6:00 am
    • Saya tidak sepakat. “Banyak” terbengkalai adalah ungkapan kualitatif yang mengecilkan peran Dahlan Iskan di BUMN. Proyek sensasional iya ada, tapi proyek-proyek lain yang tidak diberitakan, dan ternyata disentuh Dahlan Iskanpun tidak kalah banyak. Dan, saya sangat tidak sepakat pula dengan ungkapan “main-main” Anda. Dahlan Iskan tidak main-main, hanya perusahaan Jepang dan Andalah yang menyimpulkan main-main.

      Posted by Apa Saja | 14 April 2014, 7:18 am
    • lain Dahalan ISkan lain pulan dengan anda, orang yang yang berambisi untuk mencitrakan negatif sorang dahlan iskan, apa saja yang sudah anda perbuat untuk kebaikan negeri ini selain merusak suasana optimis yang berujung dengan keprihatinan dengan cacian dan hujatan, apakah anda orang yang selalu 24 jam 7 hari selalu bersama DI, tau dan paham berapa jam kerja beliau, dan berapa waktu yang dialokasikan untuk kegiatan diluar Tupoksi sebagai menteri BUMN, kalau anda menjagokan orang lain sebagai capres idaman anda, silahkan, sanjunglah dan beritakanlah prestasi yang dia miliki tanpa harus menjelek jelekan pihak lain,

      Posted by BUDONG | 14 April 2014, 7:21 am
    • anda melihgat dari sudut pandang yg salah mas bro.. , semua alasan sdh jelas kenapa sampai membawa ricky ke indonesia…ini semacam triggering bagi kemenristek yg melempem, seharusnya kan ide2 dan proyek semacam ini dari kementrian itu… , tolong ketidaksukaan anda terhadap seorang tokoh menjadikan kita buta untuk menilai kebenaran berdasarkan logika berfikir. peace (dengan 2 jari )

      Posted by cak kadir | 14 April 2014, 7:21 am
    • Seorang pemimpin tidak akan ngomong seperti anda

      Posted by Eka | 14 April 2014, 7:25 am
    • tipikal pesimisme seperti yang anda ungkapkan seperti inilah yang membuat bangsa kita sulit-sulit-sulit untuk maju, proggres yang demikian cepat dinilai sensasi. terobosan teknologi di bilang main-main.. hadeuh.. tak aneh kalau Indonesia yaaaa!! begini begini saja. !!.

      Posted by Manihot Ultissima | 14 April 2014, 8:23 am
    • Salah tempat Cak Budi ngomong disini!!!! SEbelum comment bercerminlah dulu. Ok!!!

      Posted by Sabda Adit | 14 April 2014, 10:31 am
    • @ Budi bisakah anda jujur terhadap diri sendiri?………….

      Posted by Mustahil | 14 April 2014, 12:40 pm
      • Instansi saya mendapat mandat dari KementerianBUMN untuk melaksanakan penilaian BUMN Bersih. Kami baru selesai menjalankan assessment ini, hasilnya nanti dipublikasikan oleh Kementerian. Jadi maaf, saya tidak sependapat kalau Menteri BUMN dikatakan melalaikan tugasnya, karena justru di saat tersibuk ini (menjelang Pemilu) Pak Dahlan Iskan memberikan perhatian terbesarnya agar BUMN tidak dijadikan sapi perah oleh oknum parpol.

        Posted by sidya subhiksa | 14 April 2014, 1:53 pm
    • Oom Budi, seharusnya anda bisa lebih berbudi dan bisa lebih berbalas budi utk perjuangan pak menteri demi optimisme indonesia, dst ……………………………..

      Posted by pemerhati | 15 April 2014, 6:47 pm
    • Pak Dahlan tidak pernah melalaikan tugas-tugasnya,, Beliau hanya ingin Orang-orang Indonesia berbakat kembali ke Indonesia untuk memajukan Indonesia,, walaupun akhirnya pada kenyataannya Bakat-Bakat yang langka tidak mendapat Apresiasi yang layak sebagaimana di luar Negeri,,, inilah salah satu sebab Indonesia gak maju-maju sedari dulu begini-begini saja,,, banyak Orang Indonesia berbakat ada di luar Negeri karena banyak penguasa di Indonesia takut kehilangan “kekuasaan” jika Tangan-tangan Berbakat mengembangkan Indonesia menjadi lebih maju,,,

      Posted by Khoir D'lune El-Jund | 18 April 2014, 9:06 am
    • Saya heran dengan manusia satu ini. Dalam artikel di atas sama sekali tidak disinggung sedikitpun soal politik tapi lebih kepada bagaimana membangun kemandirian bangsa. Tapi mengapa anda mengait2kan dengan soal politik segala??. Jadilah manusia yang bijak walaupun anda bodoh

      Posted by Satria Kumbara | 1 Mei 2014, 11:53 am
  4. Tetap optimis pak, dan tetap yakin dengan jalan lurus yang telah ditetapkan. Perjuangan seringnya memang akan sesekali bertemu dengan kegagalan. Tak ada ceritanya keberhasilan diraih hanya dengan sekali tepuk. Ingat, pelaut ulung tak ditempa oleh tenangnya lautan, namun oleh ganasnya ombak!

    Oleh karena itu, boleh sekali ini gagal. Namun, yakin keberhasilan yang akan diraih berikutnya! Aaamiin..

    Posted by Arif Haliman | 14 April 2014, 6:13 am
  5. sungguh miris… bahkan untuk setingkat menteri tak sanggup menjamin masa depan… apa sih yang menghalangi putra putri kita berkarya (selain penghargaan secara materi)?? apakah sistem? apakan status quo para koruptor yg tak mau bergeser dr zona nyaman mereka?

    saya hanya bisa berdoa.. semoga ricky elson tak kapok membantu bangsanya

    Posted by jannotama | 14 April 2014, 6:14 am
    • Sistem bung..lihat saja kuatnya pengaruh mafia otomotif yang akhirnya proyek LCGC yang gol. Itu2 lobi2nya sudah tingkat dewa sehingga tidak mempertimbangkan lagi efeknya. Sementara mobil listrik itu jelas investasi mahal sementara returnya lom jelas bagi pengusaha otomotif

      Posted by Satria Kumbara | 1 Mei 2014, 12:08 pm
  6. tetap semangat. batu di jalan bukan halangan u melangkah ke depan

    Posted by remi | 14 April 2014, 6:14 am
  7. lanjut kan perjuangan kita demi indonesia bukan demi presiden

    Posted by abdillah | 14 April 2014, 6:16 am
  8. lanjut kan perjuangan kita demi indonesia bukan demi presiden.
    saya rasa sebaiknya ricki elson jd dosen biar bs mencetak byk ahli,dan mnjd konsultan perusahaan biar bs mapan,bertahan lah ricki kami indonesia sgt membutuhkanmu,perjuangan itu mmg memerlukan pengorbanan,semakin besar pengorbanan smakin besar hasilya,dan saya berdoa ini mjdi amal jariyah bg anda

    Posted by abdillah | 14 April 2014, 6:22 am
  9. Adakah para Dahlanis di Kemenristek? Keluarkan suaramu, agar kami mengerti masalahnya. Jegal2an ditingkat mentri, atau tdk ada fungsinya para Menko sudah rahasia umum. Jangan hanya bersatu ketika pemilu. Contoh bgmn rakyat, ya kita2, mendukung KPk ketika dikepung polisi. Masa depan kita, ya di tangan kita. Bukan ditangan Pak Dis. Pak Dis sudah menunjukkan kerjanya. Dan apa kerja kita?

    Posted by uyung | 14 April 2014, 6:30 am
  10. Tetap semangat… Demi Indonesia

    Posted by msodik | 14 April 2014, 6:43 am
  11. ada mafia ATPM….

    Posted by jokoespe | 14 April 2014, 6:55 am
  12. Akhirnya.. dia harus kembali ke Jepang

    Posted by touringrider | 14 April 2014, 7:02 am
  13. Setiap perjuangan pasti butuh pengorbanan. Dan setiap kita saat tiada pasti akan meninggalkan nama. Apa yang telah kita lakukan untuk bangsa ini ? Sudahkan kita mengukir nama terindah di batu nisan kita kelak ?? Tetap semangat…. setelah kesulitan pasti ada kemudahan…. sungguh setelah kesulitan ada kemudahan….

    Posted by Kang Chip's | 14 April 2014, 7:05 am
  14. MH hari ini membuat saya menangis…
    1. menagis karena ternyata benar sudah ada mafia kendaraan
    2. menngis karena sekali lagi indonesia membuang otak habibi
    3. menangis karesa saya yang masih bodoh ini tidak mau bersikap seperti mas ricky elson
    4. menangis karena bangsa ini semakin tidak membela bangsanya sendiri
    5. menangis agar yang menghambat mobil listris supaya NDANG BONGKO, BEN CEPET MATI

    Posted by CAK_WAFIQ | 14 April 2014, 7:22 am
  15. Semoga keputusan mas Ricky elson bukan karena berita terakhir yang saya sampaikan padanya…saya sudah bicara empat mata dengan mas Ricky mengenai pengembangan pembangkit listrik yang saya temukan itu,karena memerlukan modal lumayan besar sedangkan perusahaan saya sedang lesu, akhirnya dengan terpaksa saya “akan” menggandeng pengusaha dari belanda yang sepertinya mau membantu untuk pengembangannya yang otomatis nantinya hasilnya mereka akan ikut menikmatinya juga padahal hati nurani saya “kurang sreg” dengan hal ini,tetapi bagaimana lagi hal ini terpaksa saya lakukan karena keperdulian orang lokal pada iptek masih sangat minim sekali di bandingkan orang2 asing apalagi orang2 eropa dan amerika. Bagi orang2 yang melek iptek riset dan pengembangannya adalah suatu keharusan sedangkan bagi orang lokal merupakan suatu kerugian (dalam materi) dan menjemukan (dalam waktu) untuk memunculkan suatu produk unggulan dan baru.

    Dan sepertinya keadaan saya sama dengan mas Ricky elson,lebih baik mengabdikan ilmu pada orang yang menghargainya. ini bukan hanya masalah uang tetapi “masalah waktu”,uang dapat dicari dan di beli tetapi kalau waktu?……siapa cepat dia dapat!..Indonesia…Indonesia…betapa berat untuk menyanggamu supaya tegak berwibawa.

    Posted by pakde | 14 April 2014, 7:26 am
    • Sudahkah penemuan Anda dipatenkan,Pak De? Kalau sudah punya paten & diakui oleh pakar tehnologi bersangkutan, saya rasa tak sulit mendapatkan investor DN. Tapi kalau baru percobaan2 yg tak didukung Ilmiah, jelas tak dilirik investor.

      Posted by lumpiarivai | 14 April 2014, 8:54 am
  16. kalau indikasinya ada “permainan” di tingkat kementrian….. sebaiknya presiden membentuk semacam lembaga , badan otoritas atau apalah namanya …yang penting adanya independensi lembaga ini dari intervensi pihak lain. Sudah sangat pasti bahwa proyek mercusuar seperti mob-list ini akan ada gangguan dari pihak yg merass terganggu dengan kehadirannya ( contoh: ATPM), makanya perlu adanya perlindungan dari pemerintah….. . Saya kasihan pada pak DI yg sudah bersusah payah membuka dan mengupayakan solusinya… saya jadi berpikir pak DI ini cocoknya jadi presiden atau menteria di negara maju daripada di Indonesia, karena ide2nya akan lebih dan sangat dihargai di sana….sama seperti nasib para putra2 bangsa yg merumput di negara lain.., tapi kita tidak boleh pesimis..semoga ada jalan keluar…

    Posted by cak kadir | 14 April 2014, 7:44 am
    • Tantangan di Indonesia bukanlah membuat mobil listrik atau menjadikan pertamina menjadi perusahaan no 1 sedunia. Tetapi bagaimana merubah mental kita, bangsa Indonesia menjadi mental yg tangguh, tidak mudah menyerah, tidak sibuk menyalahkan orang lain. Dan mau menggantungkan nasibnya pada diri sendiri, bukan ke orang lain atau bangsa lain.

      Posted by uyung | 14 April 2014, 8:04 am
  17. Ricky Elson
    saya …. berterima kasih tak berhingga…pada sahabat2 yg sangat peduli pada permasalahan ini…(cerita kepulangan saya ke jepang krna tak puas, padahal bukan karna itu, saya hanya butuh biaya utk pengembangan2 kegiatan saya di indonesia, saya tak ingin kembali ke jepang ) dan… saya tidak mau ini menjadi salah paham…tentang mobil listrik tadi pagi, bang Mario Rivaldi, salah seorang pengembang sepeda motor listrik dan juga salah seorang Putra Petir, beliau menjelaskan …bahwa ada berita baik… bahwa departemen Perhubungan…sedang gencar dan semangatnya… membuat peraturan perizinan yg memudahkan perizinan pengujian mobil listrik…membantu pengembangan mobil listrik indonesia…, karna mas Mario Rivaldi…bilang bahwa…jangan terus memojokkan..Kemenristek…mungkin pada Awalnya.. mereka merasa bisa menjadi instansi yg memberikan perizinan penggunaan jalan raya utk pengujian Moblis… tapi ternyata secara wewenang dam peraturan perundang undangan… kemenristek itu tidak bisa. dan yang memiliki wewenang dan bisa tidak berbenturan dengan UU adalah Kemenhub. dan sekarang lg bergiat menyelesaikan peraturan perizinan tsb, dimana nantinya saat pengujian moblis, akan didampingi tenaga ahli dari ristek dan BPPT, …jadi masih ada harapan… , jadi saya mohon jgn terlalu menekan kemenristek, takutnya nanti menjadi bumerang… ada jalan yg lebih baik.. jgn terbawa emosi.. saya mohon

    Posted by Apa Saja | 14 April 2014, 7:49 am
    • Perhubungan? Dasar nasib!!!!!!!!
      Kalau bisa ada schedulle + deadline nya.
      Dan harus dibuka untuk umum tuh.
      Kebetulan mentrinya dr demokrat, jadi harusnya bisa neken birokrasinya.

      Posted by uyung | 14 April 2014, 8:15 am
    • Atas segala perjuangan dan pengorbanannya saya dan mewakili sedikit rekan yang lain menghaturkan banyak ucapan terima kasih untuk Bung Ricky. Apapun komentar yang telah tertuang setidaknya telah “sedikit” menggambarkan perpektif orang-orang terhadap salah satu usaha dalam membuat kemandirian bangsa. Ada yang sdh terbuka, namun ada pula yang masih terbelenggu, sesuatu yang manusiawi. Saya pribadi hanya bisa berdoa semoga istri dan keluarga Bung Ricky tetap bisa mengerti dan memahami perjuangan yang tengah Bung Ricky lakukan. Doa mereka disamping doa masyarakat yg peduli, semoga dapat membantu, sebab mungkin kami tidak memiliki kecukupan materi (maupun kewenangan dalam mengubah aturan/kebijakan yg ada) untuk mendukung program yang Bung Ricky jalankan saat ini. Apabila produk yang telah dikembangkan Bung Ricky maupun Bung Mario Rivaldi telah menjadi produk massal semoga saya dapat berpartisipasi didalamnya…… Amin.

      Posted by budi purwoko | 14 April 2014, 9:09 am
    • Mas Ricky, semoga sukses selalu!
      Mudah-2an nantinya setelah peraturan perundangan sudah jelas dan perijinan sudah diberikan, sampeyan bersedia untuk comeback dan membangun industri moblis di Indonesia lagi.

      Betul kata sampeyan, kita jangan sampai memojokkan Menristek. Tapi walaupun begitu boleh kan kalo kita sentil sedikit untuk mendengarkan suara-suara yang sangat bersemangat ini. Bagaimanapun ini untuk kabangkitan bangsa kita.

      Posted by HWAHYU | 14 April 2014, 9:23 am
    • TUUUHHH ….. MAS RICKY SUDAH MEMBERIKAN KLARIFIKASINYA ……. BELIAU KEMBALI KE JEPANG DALAM RANGKA UNTUK MENCARI TAMBAHAN BIAYA UNTUK KEGIATANNYA DI INDONESIA. SEMOGA ADA PENGUSAHA NASIONALIS YANG RELA MEMBIAYAI KEGIATAN MAS RICKY DI INDONESIA TERKAIT MOB-LIST.

      Posted by pemerhati | 15 April 2014, 7:19 pm
  18. Kelak saat takdir DI sudah jelas jadi presiden, Ricky Elson akan dirayunya untuk pulang jadi Menristek… Itu kesimpulan saya dari tulisan ini, bagaimana dengan pendapat Anda…

    Posted by dye | 14 April 2014, 7:56 am
  19. indonesia butuh orang yang banyak kerja

    Posted by andhi | 14 April 2014, 7:59 am
  20. bagi para birokrat ini merupakan ujian seberapa berani mereka membuat terobosan kemudahan perijinan.
    bagi mas ricky ini merupakan ujian rasa nasionalisme.
    semoga segera ketemu solusi terbaik untuk kebaikan bersama.

    Posted by yudha | 14 April 2014, 8:03 am
  21. Harapan VS kenyataan. Mobil Listrik VS Perijinan,Kemerdekaan VS Penjajahan… sampai kapan kita harus selalu menonton adegan yang hampir sama ??

    Posted by Manihot Ultissima | 14 April 2014, 8:28 am
  22. berbicara masalah mobil listrik ini sungguh pelik juga, bagaimanapun produsen mobil konvensional akan menghambat dengan berbagai cara agar sedikit banyaknya mobil listrik nasional bisa memperoleh perizinannya karena bisa mengganggu mereka, tapi harus tetap optimis dan berjalan sesuai arah, semoga terus sukses
    amien

    Posted by rendi sinca | 14 April 2014, 8:43 am
  23. Kalo menurut saya jelas ini akibat dari mafia dieler2 kendaraan yg pake BBM, krn akan terancam jk moblis sdh jln, jd kementrian2 terkait yg bukan BUMN akan di suap utk memperlambat perijinan, bahkan mereka rela mengucurkan dana utk menghambat DI jd preaiden, dgn gembosi suara demokrat jg, dan memperburuk citra DI dgn berbagai cara.. Pasti ada dana yg mengalir dr produsen Jepang jg… ITU PASTI

    Posted by gusdurian | 14 April 2014, 9:09 am
  24. Saya punya ide untuk pemerintah baru nanti : 1. Hapuskan subsidi BBM agar rakyat tahu bertapa mahalnya BBM dan mau berpindah ke transportasi hemat/tidak pakai BBM. 2. Dana subsidi BBM dipakai untuk pengembangan transportasi massal seperti Kereta Listrik, Trem dll. 3. Juga dipakai untuk pengembangan bahan bakar non Minyak seperti mobil, sepeda motor dan sepeda listrik.

    Posted by andimustafa | 14 April 2014, 9:36 am
    • Guru kimia saya juga mengatakan hal yang sama dengan anda 9 tahun yang lalu, saat saya duduk kelas 1 SMA. Dan setelah memahami sedikit tentang permasalahan ekonomi di indonesia saat ini, saya rasa saya setuju dengan ide tersebut. Tapi itu tidak akan mudah, akan ada banyak sekali demo dan penolakan dari masyarakat, mengingat masih banyaknya warga Indonesia yang memiliki keterbatasan dalam hal finansial dan paling menakutkan, kalau-kalau uangnya malah nantinya disalahgunakan!

      anyway, tetap semangat pak dahlan, bung ricky juga, masih ada harapan untuk mewujudkan mobil listrik 100% made in Indonesia!

      Posted by readlead | 14 April 2014, 1:10 pm
  25. ini negara Indonesia… ada pemerintah… ada pimpinan negara. Ada kebaikan untuk masa depan bangsa..kenapa harus tenggelam pada kepentingan golongan. Saya sangat berharap muncul pimpinan yang berani karena benar.
    Gak Usah takut…. maju terus dan perjuangkan Pak.

    Posted by safrina | 14 April 2014, 9:40 am
  26. pernah nonton acara top gear di bbc knowledge tentang tantangan membuat mobil listrik atau motor angin.. mereka membuat mobil listrik atau motor listrik dengan sangat sederhana.. dibawa ke badan otoritas uji layak kendaraan.. gak sampe seminggu mobil itu sudah boleh dipakai di jalan raya di inggris.. seperti itu mestinya indonesia ngelola perijinan produksi kendaraan.. moga da perbaikan di 2014 ini.. kalo mbah jadi capres.. insyaalah saya pilih mbah.. maju..

    Posted by agribisnis profesional | 14 April 2014, 9:52 am
  27. saya hanya bilang”semangat pak”.kerja.kerja.kerja!

    Posted by ihsan | 14 April 2014, 10:36 am
  28. semoga semua benang kusut yg menghambat kemajuan bangsa dan negara segera terurai. progres menuju realisasi industri (birokrasi ijin) semakin jelas

    Posted by fia | 14 April 2014, 10:48 am
  29. sedih sekali saya mengetahui nasib mobil listrik nasional ini;
    hanya bisa berdoa semoga di karuniai jalan keluar oleh Allah SWT

    Posted by Muhammad Hakim A | 14 April 2014, 11:54 am
  30. Kawan2 D.I.-isme tidak boleh larut dalam kesedihan akibat D.I kalah dalam pertarungan politik. Harus riil kita tidak mungkin lagi bisa berharap untuk menjadikan D.I sebagai Presiden 2014-2019. Kita yakini manusia sekelas D.I siapapun Presidennya kalau memang berniat sungguh-sungguh berjuang untuk Ibu Pertiwi (Indonesia tercinta) pasti akan tetap memberi peran kepadanya. Persoalannya adalah kita harus memilih Calon Presiden mendatang ini yang benar-benar punya komitmen untuk merubah Indonesia lebih baik dan tentu yang bisa melepas ego apapun termasuk bila orang itu tidak dari basis partainya atau lawan partainya. Kita yakin seorang D.I sangat bisa menempatkan diri dimanapun dia berdiri. Ayo dalam waktu dekat ini tidak boleh salah pilih. Kita harus memilih yang nantinya tetap memberi tempat kepada D.I untuk bisa berperan lebih besar untuk Indonesia tercinta ini dan bisa menumbuhkan Ricky Elson2 lebih banyak lagi untuk Indonesia. Kerja….. kerja….. kerja.

    Posted by W.U | 14 April 2014, 11:59 am
  31. Tulisan Bung Dahlan ini membuka mata orang-orang awam seperti saya bahwa masih saja pikiran picik ada di pengambil keputusan NKRI yang kita cintai ini suatu bukti memproduksi mobil listrik hingga saat ini belum memperoleh ijin produksi. Kepicikan berakibat pada :
    1. Tidak responsip terhadap perkembangan situasi yang sesungguhnya sudah mendesak;
    2. Kemungkinan lain seperti apa yang telah di duga oleh komentator terdahulu bahwa takut sama produsen mobil-2 konvensional. Pertanyaannya mengapa takut?.
    3. Rasanya pengambil keputusan ini juga bukan cuma takut sama produsen mobil konvensional namun juga sama importir bahan bakar. Kalau mobil motor menggunakan listrik (tapi listrik jangan impor ya) berarti rembesan/kucuran atau grojogan dari importir bahan bakar gak ada lagi.

    Saya setuju dengan komentar rekan terdahulu bahwa perlu PEMBANGUNAN MENTAL bangsa ini yang sudah terkikis dari bangga sebagai bangsa Indonesia menjadi materialistis dengan menghalalkan segala cara termasuk korupsi. Para pemimpinnya mayoritas tidak VISIONER, sistem penyelenggaraan negara tidak transparan. Rakyat tidak dapat mendapatkan informasi rencana kebijakan yang hendak di buat. Kalau rencana kebijakan yang sudah berupa draft seperti Peraturan Menteri, Peraturan Perintah maupun RUU tentang sesuatu di umumkan dahulu pada masyarakat untuk mendapat masukkan, pasti pikiran kritis diberikan pada para penyelenggara negara, gak pelit pikiran-2 kritis kok. Jika sistem ini dijalankan tentu akan mendorong rakyat lebih peduli dan cerdas dalam memberi masukkan-2 demi perbaikan nasib rakyat Indonesia ke depan.

    KEGAGALAN hari ini adalah SUKSES YANG TERTUNDA asal tidak patah semangat menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk sukses ke depan.

    Perlu sekali di siarkan se-luas2 nya bahwa cadangan bahan bakar Indonesia sudah menipis. Selain itu cadangan minyak di daratan Arab saja diperkirakan tahun 2050 juga sudah kekeringan. Artinya keputusan untuk mendapatkan energi selain minyak adalah keputusan yang CERDAS, lebih cerdas lagi jika tidak impor, menggali potensi dalam negeri, dengan demikian juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penganggur. Di tahun 2015 – 2030 Indonesia mempunyai BONUS DEMOGRAFI yaitu penduduk angkatan kerja di Indonesia mencapai lebih dari 35 juta orang. Jika angkatan kerja ini tidak memperoleh peluang kerja kan menjadi bencana untuk Indonesia.

    Mengenai karyawan BUMN yang gaji dan fasilitasnya belum standar hidup layak ya memang perlu di perbaiki. Perlu juga diketahui bahwa keburukan kondisi itu sudah lama semenjak Bung Dahlan belum menjadi Menteri BUMN, jadi marah2nya sebaiknya juga jangan ke Bung Dahlan, lebih baik memberi usulan konkrit apa. Supaya segera ada perbaikan dimana yang diperbaiki menjadi jelas. Kemungkinan besar Bung Dahlan juga tidak tahu kalau ada karyawan BUMN yang masih hidup di bawah standar kalau tidak laporan yang terstruktur, ya gak bisa hanya marah-2 saja.

    Saya setuju dengan petisi lewat Change.org itu nampaknya effektif. Karena saya selalu ikut menanda tangani dan menyebar luarkan ke jaringan dan mendapat perhatian serius. Silahlah siapa yang mau memulai PAKDE atau yang lain. Saya pasti menandatangani dan menyebarluaskan ke jaringanku yang juga lumayan banyak lho.

    Siap berjuang bersama dari masing-2 elemen……….

    Posted by Ari Sunarijati | 14 April 2014, 12:29 pm
    • Emang pemerintah/SBY selalu ragu-ragu ………

      Sayang sekali SBY tidak seberani PDIP sebagaimana PDIP yang berani mencapreskan Jokowi sebelum pileg
      Seandainya SBY mencapreskan DI sebelum pileg, hasilnya bisa beda
      Sementara Jokowi-efek ternyata lebih kuuecil dari hasil survey yang wuuuaahh…, saya yakin DI-efek akan jauh lebih besar dari hasil survey
      Sangat banyak anak bangsa yang merindukan perbaikan menyeluruh di negeri tercinta ini yang belum terjangkau survey termasuk saya sendiri, yang …………… DI yes, PD no
      Baru DI ikut konvensi dan leading saja, sudah bisa mengangkat suara PD dari prediksi para pe-survey : perkiraan 4-5% menjadi kenyataan 10%

      Pertinyiinnyi ………….. ada apa gerangan-e???
      Jawabnya bisa macem2, seperti :
      • Usung DI hanya setengah hati, hanya basa-basi
      • DI hanya di-vote-getter-kan, sedang capres PD sudah diplot dari dulu (kira2 senasib dg RO dan M2D, …. siapa tahu isi kepala politikus? )
      • Wah ……………. Bahaya nih, jika sampai DI jadi RI-1 atao RI-2, qita, para status quo akan kehilangan ladang korupsi, bisa2 ladang qt ditutup semua
      • Rakyat jangan dimakmurkan dulu, qt ini belum cukup makmur, belum bisa untuk 7 turunan
      • Rakyat ???? ……………….. emangnya gue pikirin ??
      • dan lain2……….

      Mana jawab yang paling benar?
      Tanya saja langsung ke ,…………. ato kepada rumput yang bergoyang ………………..

      udah … udah…..!! bilang “sayang” ato “seandainya” gini ini sama dengan tidak ikhlas dengan taqdir ………

      Posted by pakpuh | 14 April 2014, 2:54 pm
  32. Tetap semangat Pak Dahlan… Tuhan tentu menilai dari upaya dan usaha yang sudah dirintis dan diperjuangkan P. Dahlan…Yakin Akan tiba waktunya semua kebijakan akan berpihak pada pengembangan mob-list…

    Orang Indonesia ini kan mau berubah kalo udah kecenthok…. seperti dulu susah sekali mensosialisasikan penggunaan kompor gas, bantuan kompor dan tabung gas banyak dijual lagi…. tapi setelah kecenthok minyak gas muaahal, langka, dan jelek pula kualitasnya…. orang2 baru mau pakai kompor gas…. Mungkin budaya nunggu kecenthok ini juga ada di pengambilan kebijakan pemerintahan kita…. Mau mengembangkan mob-list nunggu kecentok BBM dunia habis… Beda dengan negara2 lain yang selalu bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan
    Sebetulnya apa ruginya sih memulai pengembangan Mob-list hari ini ? tanpa menunggu kecenthok…..

    Untuk Mas Ricky Elson, tetap semangat juga ….

    Posted by Susy | 14 April 2014, 3:09 pm
  33. mantap DI, semoga DI dapat terpilih jadi wapres atau mentri di pemerintahan baru yg akan datang,sayang memang politik di negri ini tdk melihat yg pintar saja tapi yg pintar patgulipat,semoga DI tetap jadi Politika yg pintar tdk ikut tergerus pilitikus kotor.

    Posted by toga | 14 April 2014, 4:13 pm
  34. Semoga keinginan sampean terkabul, Pak.

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 14 April 2014, 4:39 pm
  35. Pak Dahlan Iskan sebaiknya Wakil Pak Prabowo

    Posted by Cak Adi | 14 April 2014, 5:23 pm
  36. betul2 menjijikkan….m bnar kata mas Ricky Elaon sih..d indonesia bersaing dngn bangsanya sndiri,tapi kalo d ngr maju bersaing dngn orng lain…hebat inilah indonesiaku….sampai kpn orang2 yg berpikiran picik ini segera sadar….putra bangsa pingin maju malah di halang2i nggak di dukung…kampret / maaf ( jancok temen..)
    terlalu bnyk kpntingan diri sendiri dan golongan sih…..weleh…maju terus Pak Dahlan kami mencintaimu…biarin kampret2 itu

    Posted by wahyu sty | 14 April 2014, 9:14 pm
  37. Bgmn klo demo aja di depan kemenristek dan kemenhub
    Tpi yg bener bener damai no anarki

    bener bener di koordinir jgn sampe masuk penyusup
    lapor polisi dulu
    bikin daftar org yg ikut demo…
    Pke pita hitam di lengan ato apa sbg tanda…

    Kita berkoar koar di sini cuma sedikit yg tau
    klo demo bisa diliput tv nasional dan bnyk org yg tau

    Posted by hendro | 14 April 2014, 10:56 pm
    • Oom Budi, seharusnya anda bisa lebih berbudi dan bisa lebih berbalas budi utk perjuangan pak menteri demi optimisme indonesia, dst ……………………………..

      Posted by pemerhati | 15 April 2014, 7:13 pm
    • setuju ……. yuk kita demo utk keseriusan mobil listrik. utk dukungan kpd mas ricky. sekaligus untuk dukungan kepada abah DIS.

      Posted by pemerhati | 15 April 2014, 7:21 pm
  38. Jangan pernah mundur selangkahpun Demi Indonesia hebat. ,,,,!

    Posted by santosomt | 15 April 2014, 1:46 am
  39. Bang Ricky, sukses selalu!
    Selama masih ada setitik semangat bekerja keras, Tuhan selalu menjanjikan kesuksesan pada akhirnya.

    Posted by Umi Fadilah S. | 15 April 2014, 7:38 am
  40. Reblogged this on Jurnal Rendy.

    Posted by rendybambang | 15 April 2014, 10:53 am
  41. Wahai Chanakya … hendaklah selalu mencoba konsisten pada NIAT, hindari semua hal yang akan merusak ILMU yang di miliki (popularitas, rasa lebih unggul, alat capai tujuan jabatan, pangkat, kekayaan, kehormatan, pujian, dll) bila semua itu sudah mengotori Niat, maka rusak dan lenyaplah KEBERKATAN ILMU. Jaga lah niat mu dari segala tujuan negatif dan hal-hal lain yang meliputinya.

    Posted by Cenayang | 15 April 2014, 5:06 pm
  42. Kalau disuruh milih MOBNAS atau mobil Listrik, saya lebih memilih mobil listrik, atau Mobil Nasional tapi tenaga listrik. Sulit bagi kita mengejar teknologi mobil konvensional dari negara-negara Jepang, Jerman, AS dll. Mereka telah mengembangkan mobil konvensional selama berpuluh-puluh tahun. Tapi mobil listrik adalah mobil masa depan yang paling realistis dikembangkan. Jika kita bisa melakukan start lebih awal bukan tidak mungkin kelak kita akan menjadi pemimpin, disaat negara-negara lain masih setengah hati mengembangkan teknologi ini.

    Saya bukan ahli teknologi, tapi Saya membayangkan 10-20 tahun kedepan, Kita tidak perlu lagi antri di SPBU, tidak perlu lagi tergantung negara-negara asing untuk menjual minyaknya kepada kita. Saya membayangkan sebuah teknologi Mobil Listrik dengan Baterai Portable dimana ketika mobil kita kehabisan Baterai kita hanya perlu datang ke Minimarket atau Warung-warung untuk menukar baterai kita yang habis dengan baterai yang telah terisi tanpa perlu kita repot-repot mencharger Baterai Mobil kita semalaman atau membangun Stasiun Pengisian Listrik. Mirip dengan ketika Ibu-ibu yang kehabisan gas di dapurnya, mereka perlu menukar/membeli tabung gas yang kosong dengan tabung yang terisi.

    Tentu saja teknologinya masih jauh, tetapi kalau bisa diterapkan akan merevolusi dunia. PERTAMINA bisa saja berubah dari perusahaan minyak menjadi perusahaan penyedia Baterai Mobil Listrik dimana Baterai-baterai yang kosong itu di charge di suatu Stasiun Pengisian besar dimana listrik dihasilkan dari sumber tenaga terbarui seperti Hidro, Geo Thermal, Tenaga angin dll. Pengisian dilakukan secara massal kemudian didistribusikan ke gerai-gerai atau pengecer. Kita akan menjadi negara bebas polusi, mandiri, sehat dan high technology.

    Sebuah mimpi indah, semoga akan banyak lagi orang-orang seperti Pak DI, Bung Ricky, Pak Dasep dlll yang berpikiran maju. Semoga kita semua bisa menjadi bagian dari perubahan itu.

    Posted by Surya Hadi Purnama | 16 April 2014, 8:56 am
  43. coba rapat kemenristek, kemenhub dan menteri BUMN serta stake holder yang berkepentingan
    dalam satu meja, disiarkan live tv nasional

    pembatas ruangan

    Posted by tiban jaya rotan | 16 April 2014, 12:54 pm
  44. Pro kontra selalu ada, hanya orang orang pesimis yang selalu memandang rendah keadaan atau orang-orang yang mencari keuntungan diantara seluruh pesimisme…. pak DI, saya dukung anda, walaupun hanya sebatas impian dan doa

    Posted by fuad | 16 April 2014, 1:01 pm
  45. Sebenarnya sy tak bgitu paham detailnya persoalan ini, tapi scr umum bisa sy simpulkan bahwa akar masalahnya ada pada kondisi aparat birokrasi yang tidak punya rasa nasionalisme, tidak ingin rakyat nya sejahtera dan tidak ingin ada orang lain mengganggu kepentingan pribadi dan kelompok mereka tanpa memikirkan kepentingan bangsa…Pak DI tlg teruskan perjuangan anda jangan pesimis..

    Posted by ar syamsuddin | 16 April 2014, 2:30 pm
  46. Reblogged this on dimas ade prasetyo.

    Posted by dimasade | 17 April 2014, 2:02 am
  47. Semoga hatta rajas a cepet out……

    Dari bum I

    Posted by Sketsel Rotan | 18 April 2014, 6:53 am
  48. ## Alasan Ricky pencipta mobil listrik enggan kembali ke Jepang ##

    MERDEKA.COM. Masa depan pengembangan program mobil listrik di Indonesia masih terkatung katung tanpa kejelasan. Meski begitu, Ricky Elson, salah satu pencipta mobil listrik mengaku akan tetap memperjuangkan kehadiran mobil listrik di Indonesia.
    Padahal, pria asal Minangkabau ini sempat menuturkan bahwa belum lama ini dirinya mendapat perintah untuk kembali ke tempat kerjanya di Jepang. Pencipta mobil listrik Selo ini sebetulnya telah bekerja sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.
    “Kemarin saya rencana ke Jepang bukan karena urusan mobil listrik, memang ada kaitan tapi itu bukan alasan utama. Sekarang saya putuskan tetap di Indonesia,” ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4).
    Meskipun pemerintah belum menunjukkan keseriusan menggarap mobil listrik, Ricky secara tegas menyatakan ingin tetap mengembangkannya sekaligus berkarya di tanah air.
    “Memang di Jepang itu nyaman dan kehidupan teratur. Tapi itu bukan tujuan saya. Tugas saya belajar dulu di Jepang dan diterapkan Indonesia. Bodoh banget saya kalau sampai balik lagi ke Jepang. Di sini ada kesempatan kenapa harus lari lagi. Kalau masalah izin, selagi ada upaya pasti ada jalan,” tegasnya.
    Selama ini, Ricky cukup dekat dengan sosok Menteri BUMN Dahlan Iskan yang cukup rajin mempromosikan mobil listrik hasil karya Ricky. Dia memahami keinginan dan mimpi Dahlan agar mobil listrik menjadi masa depan di Indonesia.
    “Saya mengerti Pak Dahlan sayang sama saya. Harapan Pak Dahlan sudah ada yang berkarya. Saya bukan menyalahkan siapa-siapa. Masalah ini harus diselesaikan bersama sama,” tutupnya.

    ## Tak bikin mobil listrik, Indonesia bisa kembali ‘dijajah’ Jepang ##

    MERDEKA.COM. Pencipta mobil listrik, Ricky Elson, bercerita mengenai pentingnya pengembangan mobil listrik di Indonesia. Menurutnya, mobil listrik adalah kendaraan masa depan yang seyogyanya harus didukung penuh oleh pemerintah.
    Menurut Ricky, jika pemerintah tidak mendukung dan bergerak dari sekarang bukan mustahil Indonesia akan terus diserbu otomotif asal Jepang. Sebab, banyak perusahaan di Negeri Matahari Terbit itu sudah mengarahkan produknya agar bertenaga listrik.
    “Yang jelas mau tidak mau perusahaan Jepang akan terus memacu hemat energi. Sekarang saja mereka sudah kendaraan hybrid di Indonesia. Mereka juga mengembangkan mobil listrik,” ucap Ricky saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (15/4).
    Ricky menyarankan pemerintah agar segera mengeluarkan izin uji coba kelaikan mobil listrik. Izin ini menjadi dasar pengembangan mobil listrik ke depannya.
    “Kalau kita tak bergerak mereka duluan. Ini pendapat saya pribadi dan saya bukan pengamat otomotif. Ini pandangan saya mengira-ira. Saya bicara sebagai pengembang,” tegasnya.
    Meski izin uji coba tak kunjung turun, Ricky masih optimis perkembangan mobil listrik di Indonesia masih cerah. Ricky sekarang juga tak hentinya menularkan ilmunya ke generasi muda bangsa dengan mengunjungi kampus kampus.
    “Pengembang penelitian masih cerah. Adik adik mahasiswa masih tertarik mengenai ini walaupun baru sekedar lomba. Membangun imajinasi mahasiswa lebih dekat ke teknologi. Sosialisasi pengembangan kampus ke kampus,” tutupnya.

    ## Kisah pencipta mobil listrik bangun pembangkit tenaga angin ##

    MERDEKA.COM. Di tengah mandeknya pengembangan mobil listrik di tanah air, Ricky Elson salah satu pencipta mobil listrik masih terus berkarya. Kali ini Ricky menciptakan pembangkit listrik tenaga angin.
    Ricky menceritakan, pembangkit listrik tenaga angin ini dikembangkan di bengkel mobil listrik di kawasan Ciheras, Tasikmalaya. Jawa Barat. Lagi-lagi Ricky menyebut Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai sosok yang mendukung penuh ide-idenya.
    “Sampai sejauh ini baru Pak Dahlan yang mendukung pembangkit listrik tenaga angin kita,” ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (15/4).
    Dalam pandangannya, pembangkit listrik tenaga angin sangat dibutuhkan di Indonesia. Terlebih di daerah terpencil yang sulit diakses pembangkit listrik skala besar.
    “Kegiatan kita ini di Tasikmalaya. Padahal ini bagus untuk pulau pulau terpencil karena pengembangan listrik ke sana mahal,” tegasnya.
    Dia mengakui, teknologi yang diterapkan di pembangkit listrik ini tidaklah sulit. Menurutnya, pengembangannya seperti yang diterapkan pada mobil listrik.
    “Ini tidak ada kendala, pengembangan seperti biasa, seperti mengembangkan mobil listrik. Kita mengembangkan ini karena listrik tenaga angin bisa murah di pulau pulau kecil,” tutupnya.

    ## Tak didukung, Dahlan alihkan pabrik mobil listrik ke luar negeri ##

    MERDEKA.COM. Kepastian mobil listrik menjadi alternatif moda transportasi massal di Indonesia terus terkendala aturan dari pemerintah. Untuk itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai pejabat paling getol mengusung pengembangan mobil listrik, ganti haluan mewacanakan pembangunan pabrikan di luar negeri.
    “Dijalankan terus, siapa tahu bisa di ekspor ke luar negeri. Kalau di dalam negeri enggak berkembang baik, di luar negeri kita bisa bangunkan pabriknya,” ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (15/4).
    Mantan Dirut PLN ini mengungkapkan kendala selama ini dialami untuk membuka industri mobil listrik di Indonesia adalah dari segi perizinan untuk kelayakan kendaraan. Sebab, tidak ada pihak yang dapat memutuskan, dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi maupun Kementerian Perhubungan.
    “Kendalanya tidak ada yang memutuskan, itu bisa seolah-olah sapi disamakan dengan kerbau,” ucapnya.
    Maksud dari sapi disamakan dengan kerbau, yakni peraturan yang sebenarnya untuk untuk minibus tetapi kendaraan jenis lain misal bus besar dapat menggunakan. Hal ini terjadi pada aturan mobil hybrid dan mobil murah yang mudah sekali izin peraturannya keluar.
    “Peraturan yang ada untuk bus beratnya harus maksimum sekian, sehingga bus yang melebihi itu harus berat. Karena itu peraturan untuk sapi dibikin untuk sapi jangan diberikan untuk di kerbau,” jelasnya.
    Dia menilai peraturan untuk mobil listrik selama ini tidak jelas, harusnya cukup dengan dikeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) untuk izin jalan. Terbukti pula, perlakuan pemerintah terhadap mobil listrik buatan anak bangsa, berbeda dengan mobil murah dan hybrid bikinan pabrik asal luar negeri.
    “Mobil murah itu peraturannya disesuaikan. Kenapa mobil listrik kok enggak jadi-jadi. Kalau mobil hybrid dan murah kok cepet jadi,” ungkapnya kesal.

    ## Ricky pencipta mobil listrik lokal, resmi bertahan di Indonesia ##

    MERDEKA.COM. Ricky Elson yang kerap dijuluki ‘Putra Petir’ oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, urung kembali ke perusahaan lamanya di Jepang. Dia memutuskan untuk meneruskan beberapa proyek pengembangan listrik di bengkel kerjanya, kawasan Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mulai dari mobil listrik sampai turbin listrik hidro.
    Kepastian itu terungkap dalam laman Facebook miliknya, hari ini, Selasa (15/4). Dia mengaku mendapat dukungan dari rekan di Malaysia supaya tak menyerah, kendati beberapa produk kreasinya belum didukung beberapa instansi pemerintah. Sahabat dari negeri jiran itu bahkan memberikan dukungan finansial baginya mengembangkan pelbagai teknologi listrik terapan.
    “Dari telfon di negri seberang (Malaysia) seorang saudara yg hatinya telah digerakkan oleh SANG PENGUASA HATI, berkata, Ricky, teruskan perjuanganmu di Indonesia. InsyaAllah, kami di sini dengan izinNYA, akan memberikan dukungan finansial utk 1thn kedepan atas upaya pengembangan teknologi dan pembimbingan generasi muda dalam RnD teknologi yg bermanfaat utk rakyat,” demikian tulis Ricky dalam laman Facebooknya tiga jam lalu seperti dikutip merdeka.com.
    Belum dijelaskan siapa pihak Malaysia yang membantu pendanaannya itu. Dengan demikian, Ricky sekaligus memutuskan mundur dari NIDEC Coorporation, perusahaan baterai listrik berpusat di Kyoto, yang membesarkan namanya. Tapi belum jelas, kapan surat pengunduran diri akan diserahkan.
    “Sambil berfikir, metode resign yg baik. Alhamdulillaah, hati dan tekad ini telah bulat, berkarya di Indonesia,” kata Ricky.
    Pria asli Minangkabau itu tiga tahun terakhir mencoba mengembangkan mobil listrik di dalam negeri, dengan dukungan Kementerian BUMN. Namun belum ada titik terang, akibat tidak ada pemberian izin jalan dari otortitas terkait, utamanya Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Perhubungan.
    Pekan lalu, Ricky mengaku ada panggilan buat kembali bekerja sebagai kepala divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator di NIDEC. Dia selama ini hanya mengajukan cuti.
    “Ya saya memang lagi berpikir bagaimana bisa dapat bertahan di sini (Indonesia) bersama teman-teman di Ciheras. Di samping itu, saya harus kembali ke Jepang, jika tidak maka konsekuensi saya harus resign dari perusahaan itu,” kata Ricky kepada merdeka.com.
    Berikut kutipan pernyataan lengkap Ricky di laman Facebook-nya hari ini:
    alhamdulillaah…
    hanya kepada yang MAHA BERKEHENDAK lah hendaknya
    kesyukuran ini terucapkan dari lubuk sanubari..
    pagi ini Alhamdulillaah.. kegelisahan dan harapan ini terjawab.
    dari telfon di negri seberang (Malaysia)
    seorang saudara yg hatinya… telah digerakkan
    oleh SANG PENGUASA HATI, berkata…
    “ricky, teruskan perjuanganmu di Indonesia…
    insyaAllah , kami disini dengan izin NYA,
    akan memberikan dukungan finansial utk 1thn kedepan
    atas upaya pengembangan teknologi dan
    pembimbingan generasi muda dalam RnD teknologi
    yg bermanfaat utk rakyat…”
    alhamdulillaah , dan Alhamdulillaah…
    pagi yg penuh ke syukuran…
    sambil menunggu 6orang mahasiswa Politeknik Negri Semarang
    yang akan mengikuti pelatihan teknologi
    pembangkit listrik tenaga angin skala mikro
    di site penelitian kami Ciheras.
    sambil berfikir, metode resign yg baik..
    Alhamdulillaah , hati dan tekad ini telah bulat..
    berkarya di Indonesia…
    semoga Allaah memberikan kemudahan
    disetiap kesulitan….jalan kita.
    Aamiin.
    lega saja tak cukup..
    namun bersyukur lah yg diperbanyak..
    lega hati karna masih bisa memandang indahnya
    penari penari langit kecil..
    dengan bilah bilah putih yg berputar ria dibelai angin…
    merajut nikmat NYA ,
    menjadi harapan penerang sudut sudut nusantara…
    lega hati karna masih bisa memandang sang Merah Putih
    gagah berkibar… ditiang yg meski tak kuat menahan
    laju karat di pinggir pantai ini…
    aaaahh… dada ini bergelora…
    membayangkan inovasi inovasi yg lahir dari…
    dahi cerah dan senyum yg segar anak anak negri..
    dari mata yg masih berbinar penuh harapan
    yg datang ke Desa ini dengan satu mimpi kecil..
    membangun negri dengan teknologi..
    iya, kenapa harus di Ciheras?
    iya, memang tak harus disini..
    dimanapun bisa..
    namun disini ada pertautan hati..
    hati hati yg harus dijaga…
    oleh belaian sepoi angin yg menyelundup lewat sela sela daun kelapa…
    oleh sayup sayup hempasan bunyi ombak…pantai selatan ini
    oleh riangnya kicaunya burung burung kecil..
    oleh langit biru dengan sedikit hiasan awan berarak
    yang selalu punya cerita…
    oleh hati hati yang juga mendamba senyuman anak negri…
    selamat berkarya..
    dari Jendela pondok belajar kami.
    2014/4/15

    ## Ricky tak akan berhenti bikin mobil listrik Made in Indonesia ##

    MERDEKA.COM. Kebutuhan Indonesia akan mobil listrik membuat Ricky Elson memutuskan bertahan dan tetap berkarya di dalam negeri, sekaligus menolak tawaran kembali ke Jepang.
    Pencipta mobil listrik Selo ini sebetulnya telah bekerja sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.
    Ricky menegaskan tidak akan berhenti menciptakan mobil listrik berlabel Made in Indonesia. Dia menyebut, 10-20 tahun mendatang Indonesia akan membutuhkan mobil listrik.
    “Kita akan terus buat dan saya tidak kepikir berhenti buat mobil listrik. Saya buat mobil listrik sekarang ini untuk 10 dan 20 tahun mendatang,” ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (15/4).
    Soal ketidakjelasan masa depan dan minimnya dukungan pemerintah tidak menghentikan niat Ricky. Dia memahami jika kehadiran mobil listrik di Indonesia masih dipandang sebelah mata sehingga belum sepenuhnya mendapat dukungan.
    Dalam pandangannya, sejauh ini dia baru melihat sosok Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai orang yang mendukung penuh kehadiran mobil listrik di Indonesia.
    Ini diperlihatkan dari semangat Dahlan memperkenalkan mobil listrik Ahmadi hingga Tucuxi. Sayangnya Tuxuci hancur menabrak tebing saat diuji coba Dahlan. Semangat itu juga yang membuat Ricky enggan berhenti mengembangkan mobil listrik.
    “Saya juga sudah mengerti Pak Dahlan ingin mobil listrik tersebut. Saya juga menemani beliau ketika Tucuxi nabrak tebing. Ketika itu beliau komitmen terus menyempurnakan dan tidak berhenti. Saya benar benar rasakan dari beliau. Saya juga kembangkan di LIPI tapi tidak sekuat Pak Dahlan,” tegasnya.
    Selain membuat mobil listrik, Ricky mengakui saat ini juga sibuk berkeliling kampus. Hal ini dilakukan agar generasi muda dan mahasiswa Indonesia memahami teknologi mobil listrik yang hemat energi.
    “Kita sudah berkeliling ke universitas. Saya berdiskusi dengan mahasiswa. Saya juga ke Pindad mengembangkan motor listrik,” ucapnya.

    Posted by pakpuh | 18 April 2014, 1:29 pm
  49. apakah bangsa ini sudah lupa ketika kita mampu memimpin dunia dengan seorang pemuda yang gagah berani, bukan hanya bertitle presiden

    Posted by idris | 19 April 2014, 12:49 pm
  50. Wah rasanya pemimpin yang diberi amanah sedang lupa. Mereka sedang ngurusin kursi, kursi, dan kursi….
    Semoga Allah menimpakan azabnya sehingga mereka kembali konsen untuk hajat rakjat banyak.

    Posted by dwi p | 19 April 2014, 4:15 pm
    • setuju. semoga mereka segera tertimpa kursi2 yang sedang dikejarnya. semoga bokong dan pantatnya tidak bisa nempel di kursi2 yang sedang diburunya. semoga punggungnya tidak bisa menempel di kursi2 yang sedang gencar diraihnya.
      Cukuplah bagi mereka kebagian kursi2 panjang seperti di bioskop2 misbar, terbuat dari pohon kelapa, dijajar dua, untuk duduk beramai2 tanpa sandaran, dan kalau gerimis segera bubar (misbar) mencari tempat berteduh.

      Posted by pemerhati | 21 April 2014, 5:01 pm
  51. Alhamdulillah Bung Ricky Elson dpt dukungan teman yg tinggal d Malaysia ut membiayai research d Ciheras
    Di facebook,Ricky Elson dg berat hati belum bisa menerima sumbngan dr kalangan umum
    Padahal saya kn cuma ingin kecipratan amal jariyah🙂

    Posted by noeng | 22 April 2014, 5:44 pm
  52. Hati ini rasanya mau menangis, marah campur aduk jadi satu. Ada apa dengan bangsaku ini, Seorang Dahlan Iskan yang rela mengeluarkan miliaran uangnya dan rela seluruh gajinya diberikan untuk riset mas ricky nelson demi kemajuan Indonesia masih tidak dianggap dan malah dianggap main-main. Seorang Riky Nelson yang begitu hebat dan semangat untuk membangun mobil listrik di Indonesia rasanya malah dicuekin para penjabat kita, coba kita perhatikan hanya DI yang begitu antusias dengan mobil listrik ini. Semoga pak DI dan mas Ricky tidak patah semangat, tetaplah berjuang demi Indonesia.

    Posted by wong manis | 30 April 2014, 11:58 pm
  53. gyeh, inyong ya lagi mandan mumet. gawe becak kepengine nganggo listrik. tapi takon ngendi ya. wong inyong bodo. basis rangka ya wis dadi wis nglinding cokan ditumpaki diontel. wong ganu lagi neng jepang ya nyong weruh pit listrik pating sliwer. becak taksi ya apik.

    Posted by oisuprayogi | 1 Mei 2014, 7:44 pm
  54. alasanya sederhana kalo mobil listrik di luncurkan pasti mobil pabrikan luar negri yg make bensin bakal gak laku/rugi dan mereka pasti dengan segala cara akan menghambat diluncurkanya mobil listrik

    Posted by ryanmumet | 5 Mei 2014, 11:51 pm
  55. Jadi, gimana sekarang bung Elson.. Udah balik ke Jepang-kah? #NanyaSerius

    Posted by Adil | 6 Mei 2014, 8:59 am
    • uda ricky elson sdh menjawab MH yg ditujukan utk nya ini mlalui status fb beliau. dan alhamdulillah tulisan jawaban uda ricky sukses membuat bnyk dahlanis menangis haru. garuda dan merahputih tetap di hati

      Posted by fia | 6 Mei 2014, 9:58 am
  56. Menangis rasanya melihat kejadian kedua kalinya di negeri Nusantara ini, (1) Penutupan pabrik pesawat terbang merupakan tragedi nasionalisme yang luar biasa sehingga membuat aktornya “Habibie” harus menahan pilu hingga saat ini. (2) Proyek mobil listrik yang digadang-gadang oleh Orang Tua kita “Dahlan Iskan” dan saudara kita “Ricky Elson” tertatih-tatih di hadang oleh pejabat rendahan yang sok tau dan tidak punya rasa nasionalisme.

    Tapi saya yakin bahwa situasi ini bukanlah kejadian alamiah yang muncul dengan sendirinya. Dugaan saya sesuatu telah didesain secara sistematis oleh tangan-tangan besar yang selama ini berkuasa di bidang otomotif dengan melibatkan pejabat-pejabat yang tidak pro nasionalisme (pro uang “Pitih/Hepeng”). Rasanya saya yakin Orang Tua kita “Dahlan Isakan” merasakan gejala tersebut.

    Selamat berkarya Orang Tua kami, dan saudara kami semoga kalian di beri Kekuatan oleh Allah SWT untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri.

    Posted by hasyuba | 6 Mei 2014, 12:45 pm
  57. banyak ahli dari indonesia yang (dalam tanda petik) enggan kembali ke indonesia, bukan mereka tidak mau mengabdi, tapi support dari pemerintah yang sangat kurang, yang di butuhkan para ahli hanya lab penelitian dan segala kebutuhanya, kadang mereka rela mendapat uang lebih kecil, asal bisa mengabdi di indonesia tapi kebutuhan akan penelitian mereka di penuhi

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 5:06 am
  58. terus maju pak dahlan iskan , kami semua mendukung kerja keras anda

    Posted by maxfren | 14 Juli 2014, 11:36 am
  59. pak dahlan terima kasih atas support bapak terhadap org2 yg punya kemampuan utk bikin hal2 yg kreatif utk mewujudkan indonesia yg lbh baik…mohon ni pak dibantu jg ni utk membuka kesempatan kepada anak2 bangsa lainnya utk mengembangkan kreatifnya…bukan anak2 bangsa yg punya kemampuan saja, tp semangat yg tinggi utk turut serta mengembang teknologi baru..
    saya sering browsing di internet diluar negeri sana anak2nya kreatif…hanya dgn ilmu sekedar tp punya semangat yg tinggi dan mereka2 yg telah berhasil mengembangkan teknologi…sunggu luar biasa….sedangkan anak2 negeri kita hanya memanfaatkan wktunya hanya utk bersenang2… sungguh prihatin ngeliat anak negeri kita…

    semoga saran saya jd renungan buat bapak….terima kasih.

    Posted by jony sutono hiu | 9 Agustus 2014, 12:40 am
  60. ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn tuan rumah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    proses cepat bertanggung jwb
    ANDA SOPAN BELIAU SEGAN
    TERIMA KASIH WASSALAM

    Posted by SUGIHARTO | 18 Agustus 2014, 6:39 am
  61. Lha piye, menkoper waktu itu malah membuka kran import mobil (menurut dia) murah guna menjegal (dulu calon) lawan politiknya.

    Posted by cahbengkeng | 28 Oktober 2014, 8:29 pm
  62. Reblogged this on Learn Hardway.

    Posted by noobsee | 23 Maret 2015, 1:58 pm
  63. pak dahlan terima kasih atas support bapak terhadap org2 yg punya kemampuan utk bikin hal2 yg kreatif utk mewujudkan indonesia yg lbh baik…mohon ni pak dibantu jg ni utk membuka kesempatan kepada anak2 bangsa lainnya utk mengembangkan kreatifnya…bukan anak2 bangsa yg punya kemampuan saja, tp semangat yg tinggi utk turut serta mengembang teknologi baru..Pak Dahlan kalau presiden jokowi sekarang gimana…

    Posted by herman.f. | 6 April 2015, 3:39 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: