>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Embung Budi dan Ceremende Ayam Bakar Masngut

Senin, 7 April 2014
Manufacturing Hope 122

Saya akan berkisah mengenai dua orang yang begitu memberi harapan. Masngut di Blitar dan Budi Dharmawan di Semarang. Dua-duanya sudah berumur lebih 70 tahun tapi masih saja das-des. Saya berinteraksi dengan Pak Budi minggu lalu dan dengan Pak Masngut Minggu pagi kemarin.

Pak Budi mengajak saya ke desa Wonokerto, sebuah desa di pelosok gunung Kabupaten Semarang. Saya sampai naik ojek untuk bisa masuk desa dengan jalan yang gonjang-ganjing. Mengejar waktu.

Pak Budi membina 100 orang di sini. Tanah mereka yang selama ini banyak menganggur ditanami buah naga. Pertamina menjadi pemberi modalnya.

Pak Budi yang pensiunan perwira TNI AL ini pilih membina petani miskin dengan tanaman yang memiliki nilai tambah tinggi: buah tropik. Di Wonokerto dengan buah naga. Di Boyolali dengan buah durian. Di lain tempat dengan buah kelengkeng.

Bertani buah tropik tidak akan punya musuh. Kecuali harga pasar. Pak Budi tidak mau membina petani padi atau pertanian bahan baku industri. Petani padi akan selalu menghadapi tekanan pemerintah. Petani bahan baku industri akan selalu mendapat tekanan dari kalangan pabrik.

“Kalau bertani buah tidak diatur oleh pemerintah maupun kapitalis industri,” katanya.

“Petani padi tidak akan bisa kaya karena harganya pasti ditekan pemerintah. Petani bahan baku tidak akan bisa kaya karena harganya ditekan oleh industri,” tambah Pak Budi.

Di Wonokerto itu, Pak Budi membangun embung 20 x 40 meter dengan dasar membran. Desa ini memang kering di musim kemarau. Embung itu untuk menampung air hujan selama rendheng. Air di embung itu akan cukup dipakai selama 5 bulan di musim kemarau. Khusus untuk mengairi dengan hemat kebun-kebun buah naga milik petani.

Di setiap desa binaan Budi Dharmawan selalu mengutamakan pembangunan embung. Inilah cara nyata untuk membantu petani pedesaan yang gersang yang biasanya mudah jatuh ke kemiskinan. Air hujan biasanya dibiarkan terbuang menjadi bencana. Pak Budi menjadikannya deposito berjangka.

Kini sudah 12 desa yang dibina Pak Budi. Semuanya berhasil dengan kadar yang berbeda. Tapi dia belum puas. Kualitas praktik pertanian desa binaan itu baru bernilai 7. Umumnya karena petani belum terbiasa mempraktikkan sistem pertanian modern. Tingkat disiplin mereka juga masih rendah.

Pak Budi ingin pada akhirnya mereka bisa meraih nilai 9, seperti kualitas kebun miliknya sendiri.

Pak Budi memang memiliki kebun buah. Dia pernah kerjasama dengan pemodal besar tapi mengecewakan. Pengusaha besar sulit untuk diajak membina usaha kecil. Pak Budi pilih berjuang dengan caranya sendiri. Membina petani miskin secara langsung. Memang dirasa cara ini lambat untuk menjangkau kemiskinan yang begitu luas.

Tapi dia memilih menghidupkan satu per satu desa miskin daripada hanya bicara terus tapi tidak kunjung berbuat.

“Sambil menunggu siapa tahu kelak ada presiden yang meng-copy cara ini dengan cepat dan masif,” kata adik kandung ekonom Kwik Kian Gie ini.

Saya harus mengaku kalah cepat dari Pak Budi. Ketika tahun lalu BUMN dan IPB sepakat mengembangkan buah tropik, saya pikir kamilah yang pertama melangkahkan kaki untuk buah tropik. Ternyata Pak Budi sudah lebih dulu, meski skalanya kecil.

Tentu juga masih ada orang-orang seperti Pak Budi di tempat-tempat lain.

Pak Masngut di Blitar juga tua-tua keladi. Di umurnya yang sudah 72 tahun, dia juga getol mempromosikan peternakan dan pertanian terpadu.

Minggu kemarin saya tidur di rumah manajer Pak Masngut untuk menyelami apa yang terjadi secara detil. Suara embikan kambing di kandang sebelah tempat tidur membuat ingatan saya kembali ke masa remaja di desa.

Pak Masngut memelihara ayam ratusan ribu ekor. Di sampingnya dibangun kolam ikan lele dan patin. Hematnya bukan main. Untuk lele itu dia hanya beli 30 persen makanan yang diperlukan. Yang 70 persen datang dari kandang ayam itu.

Ada tiga jenis makanan lele yang dihasilkan kandang ayam: kotoran ayam, bangkai ayam, dan ceremende.

Dari ratusan ribu ayam di kandang, dua persennya mati. Oleh berbagai sebab. Ayam-ayam mati itu langsung dibakar. Ayam bakar itulah yang dilempar ke kolam lele.

“Kalau tidak dibakar lelenya tidak mau makan,” ujar Pak Masngut. Lele ternyata sangat suka ayam bakar.

Kandang ayam juga menghasilkan ceremende: kecoak-kecoak kecil. Mula-mula ceremende itu dianggap pengganggu kandang ayam. Suatu saat Masngut menyapu kandang. Ceremendenya berlarian cari selamat. Sebagian terjatuh ke kolam lele. Masngut melihat ceremende itu segera dimakan lele.

Sejak saat itulah Masngut berkesimpulan ceremende sangat baik untuk makanan lele.

Maka ceremende yang muncul dari kotoran ayam justru dia kembangkan. Caranya: berikan akomodasi yang disenangi ceremende. Yakni tumpukan karton telur ayam. Di beberapa lokasi di kandang itu dia geletakkan lima karton tempat telur. Dalam beberapa hari lima karton tempat telur itu sudah penuh dengan ratusan ekor ceremende.

“Setiap hari kandang ini menghasilkan ceremende dua kwintal,” kata Pak Masngut. Baik ayam bakar maupun ceremende pastilah mengandung protein yang tinggi untuk lele.

Masngut berkesimpulan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani tidak bisa lagi kalau tidak integrated farming.

Banyak sekali pelajaran yang saya peroleh dari Pak Masngut yang tidak lulus universitas ini. Mulai dari ayam, bebek, lele, patin, sapi perah, sampai burung hantu dan sawit.

Pak Masngut dan Pak Budi adalah ayat-ayat Tuhan yang hadir nyata di dunia. Dan di dalam masyarakat kita.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Iklan

Diskusi

65 thoughts on “Embung Budi dan Ceremende Ayam Bakar Masngut

  1. Inspiratif

    Posted by Widi | 7 April 2014, 6:15 am
  2. Mantap sekali ini cerita, seandainya tiap daerah punya pionir macam Pak Budi dan mangut luar biasa tentu cerita tentang Indonesia !

    Posted by andimustafa | 7 April 2014, 6:18 am
  3. semoga jalan menuju ri 1 terwujud, dan bisa berbuat lebih banyak untuk negara ini, saya muak dengan media yang terlalu membesarkan tokoh2 yang belum terbukti dengan janji dan kerjaanya

    Posted by rendi | 7 April 2014, 6:20 am
    • Muak sama medianya, atau sama tokohnya? Woles aja lah … berada di track mengedepankan akal sehat lebih indah daripada latah ikut yang sebelah …

      Posted by Apa Saja | 7 April 2014, 6:58 am
    • Pak. Dahlan telah membuat banyak keberhasilan. Hanya orang-orang buta yang tidak bisa melihat keberhasilan dahlan iskan, Mereka adalah para penjilat yang bermetal korupsi dan tidak memiliki kemampuan. Mereka hanya mampu berbuat sinis pada saat org lain bias berbuat baik. Bravvooo Dahlan iskan, anda telah membuat banyak bukti, bukan janji

      Posted by dinote | 7 April 2014, 9:31 am
  4. Kalau didukung pemerintah pionir seperti Pak Budi dan Pak Masngut bisa diciptakan di tiap daerah ! akan luar biasa kemajuan pertanian kita !

    Posted by andimustafa | 7 April 2014, 6:20 am
  5. barokalloh, semoga sehat selalu, salam untuk semua

    Posted by MChoir | 7 April 2014, 6:59 am
  6. Contoh kerja nyata Pak Budi dan Pak Masngut tadi tentu dapat segera di duplikasi dikembangkan di daerah-daerah lain terutama di daerah yang tanah pertaniannya kurang irigasi dengan di bangun embung-2. Tanaman di tanami buah tropik yang cocok, pastinya masing-2 daerah berbeda. Tentu saja dibutuhkan kehendak politik dari pemerintah (para pengambil keputusan negeri ini mulai dari RI 1 hingga tingkat desa). Karya yang bagus ini dapat segera di kembang biakkan ke daerah lain menjadi salah satu cara pengentasan kemiskinan dan membudayakan daya kreativitas masyarakat dihargai, karya putra bangsa sendiri.

    Jika saja karya ini segera dapat menjadi program pemerintah untuk daerah-2 lain dengan modal pinjaman dengan bunga rendah atau diambilkan dari CSR perusahaan raksasa seperti JAWA POS sehingga dengan pengawasan penggunaan dana supaya tidak terjadi kebocoran/korupsi, sehingga tidak perlu pinjam dari Bank Dunia. Pengalaman menunjukan pinjaman Bank Dunia yang bocor berapa persen??? dan hanya untuk proyek-2 besar yang sering pilihan proyek juga di dekte Bank Dunia. Pada kenyataannya Bank Dunia juga tidak bisa ngontrol Safeguard yang menjadi salah satu persyaratan yang harus dikerjakan oleh Indonesia namun tidak kerjakan. Bank Dunia mempunyai kepentingan menyengkeram perekonomian Indonesia.

    Yah..jika Bung DI tidak bisa menjadi RI 1 karena yang mengusung partai yang telah cacat berat (invalid bangettt) setidaknya menjadi Menteri Dalam Negeri yang mempunyai garis komando hingga tingkat Desa itu sudah bisa membuat kebijakan berupa peraturan Menteri hingga tingkat Desa untuk melaksanakan program-program ini.

    Nah, kita harus berjuang bersama untuk hari depan Indonesia supaya menjadi Bangsa yang disegani seperti awal-2 kemerdekaan setidaknya di Asia-Afrika dan dengan gerakan Non Blok-nya. JANGAN LUPA di ERA ini INDONESIA LEADING LHO.

    Posted by Ari Sunarijati | 7 April 2014, 7:15 am
  7. Baru tahu kalau ikan Lele senengnya ayam bakar…apa mungkin ayamnya juga seneng lele bakar ya … kalau iya bisa terjadi simbiosis mutualisme tuh ?

    Posted by papanyarava | 7 April 2014, 7:17 am
    • yang jelas, orangnya pak Budi dan pak Mangut, termasuk pak DI, pak Papanyarave, saya juga dan seluruh anggota DIS mania suka ayam bakar dan pecel lele.

      Posted by pemerhati | 7 April 2014, 4:43 pm
  8. alhamdulillah….. akhirnya sampai blitar juga. Mari kita torehkan cerita indah tentang diri kita masing – masing senyampang masih diberi waktu oleh-Nya. Salam Dahlanis !!! Jayalah Indonesiaku

    Posted by Kang Chip's | 7 April 2014, 7:19 am
  9. ide yang yg bag us.. coba Peternak kecil d daerah terjangkau bantuan csr bumn…..

    Posted by sketsel rotan | 7 April 2014, 7:22 am
  10. ORANG YANG SEPERTI INI SEHARUSNYA YG DAPAT RUANG MEDIA DARLYNG ,,,,BUKAN MALAH YG A,,E,,U
    GAK BISA APA2 MALAH DI POPULERKAN ,,MAU JD APA NEGRI INI KALO CARANYA BEGITU ,,,SALAM DAHLANIS TETAP SEMANGAT,,,

    Posted by nurali | 7 April 2014, 7:25 am
    • makanya kita harus cara yg brillian untuk mengalahkan yasng A E U tadi itu mas bro… tapi gimana ya caranya ????, aku juga bingung

      Posted by cak kadir | 7 April 2014, 10:14 am
    • Mas Nurali…
      Terus terang saya tidak punya kapasitas mendukung atau tidak mendukung seseorang…Saya hanya sebatas memperhatikan apa yang sudah dilakukan atau belum diakukan oleh seorang tokoh/publik figur…Saya sudah “mengenal” Pak DI sekitar awal tahun 1980-an,waktu beliau baru-barunya di JP…
      Banyak yang sudah dilakukan,baik untuk kepentingan intern JP maupun masyarakat “binaan JP”…Rasanya berlebihan kalau harus menguraikan semua yang sudah dilakukan…”Sayangnya”, Pak DI tidak mau mempopulerkan dirinya melalui media yang dimilikinya dan/atau media yang bersimpati dengan aktifitasnya (misal: Trans group)…Sangat berbeda dengan tokoh lain yang secara simultan mempopulerkan “aktifitasnya” melalui media yang dimilikinya…
      Terlepas apapun pilihan masing-masing, nayatanya Pak DI telah memberikan harapan-harapan yang luar biasa besar untuk kemajuan bangsa ini…Mulai dari upaya “pemerataan” listrik, peternakan, pertanian, industri, garam, pelabuhan (udara maupun laut), perkeretaapian, mobil listrik (bagaimana detailnya Pak DI berupaya menceritakan upaya untuk mewujudkannya dengan segala hambatan dan peluang yang ada,dari yang tidak masuk aka dijadikan menjdai masuk aka dan sangat sederhana), perkebunan, transportasi laut, gropyokan tikus…Dan sebagainya…
      Begitu Mas Nur catatan saya…
      Salam…

      Posted by HIBATILLAH'S | 8 April 2014, 9:44 am
  11. subhanallah, kita bisa sj mengadop praktek pak budi dan p masngut, problem yg ada luas areal petani kita sangat terbatas dan tdk mudah untuk dipersatukan dlm 1 kelompok terpadu, untuk itu diperlukan campur tangan pemerintah, tentu sj pemerintah yg konsen betul terhadap nasib petani !
    di tempatku ada yg seperti 2 bpk diatas beliau tanam jeruk khas pegunungan muria bentuk buahnya CANTIK, rasanya MANIS tanpa rasa GETIR namanya JERUK PAMELO

    Posted by aniq masykuri | 7 April 2014, 7:30 am
  12. Dahlan Iskan RI 1 semua ide itu akan dicopy paste tentunya dengan cara yg berbeda…..jangan lupa tgl 9 datang ke TPS dan coblos no 7…..

    Posted by irfan | 7 April 2014, 7:38 am
    • iya pak irfan SIAAAP coblos no 7, meskipun sebenarnya saya agak benci dengan petinggi2 partai mercy ini (gambarnya aja , jangan nama calegnya, takutnya caleg yg kita pilih nanti do’i nya korupsi).

      Posted by cak kadir | 7 April 2014, 10:19 am
      • Sama dengan saya. sebenarnya berat coblos no 7 ditengah ketidakpastian diusungnya abah DIS. Tapi kami sekeluarga bertekat dengan niat : Bismillah Allohuakbar, seumpama demokrat menang dan abah DIS cuma dimanfaatkan, semoga Alloh SWT membalas setimpal para kader demokrat yang menghianati suara rakyat jika memimpin dengan tidak benar. Karena saya cuma manusia, seperti abah DIS, cuma bisa menjemput takdir….takdir Indonesia gemah ripah loh jinawi.

        Posted by isurachwanto | 8 April 2014, 10:50 am
  13. بارك الله فيك، يا وزير الشركات المملوكة للدولة

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 7 April 2014, 7:59 am
  14. Sebuah tulisan yang memperlihatkan kepada kita bahwa masih terdapat orang2 baik di sekitar kita yang mau bekerja, berjuang dan berusaha demi mayarakat sekitar dengan rasa Ikhlas, tanpa pamrih, tanpa minta publikasi dan minta disanjung …( Insya Allah). Contoh nyata buat kita yang mau berpikir dan berusaha . Salut buat Bapak Budi dan Bpk Masngut . Karya Bapak sangat berguna demi masyarakat . Semoga Allah mempermudah semua rencana Bapak .

    Posted by Archi | 7 April 2014, 8:45 am
  15. Semoga Allah menuntun bangsa ini dalam memilih pemimpin yang amanah dan bersahaja.

    Posted by slamet | 7 April 2014, 8:45 am
  16. salut buat dahlan iskan
    pak kami peternak unggas di kab 50kota sumbar sdh menuju kebangkrutan hrg jgg mahal pasokan tdk ada mhn pakan pabrik naik hrg tlr jeblok kami tdk mampu lg ngasih makan ayam apalagi byr bank mhn dicarikan solusinya

    Posted by abdillah | 7 April 2014, 8:56 am
    • Pak Abdillah, apa sudah dilaporkan ke instansi terkait di kab 50kota, atau mungkin ke Padang sekalian.
      Kalau memang sudah dilaporkan dan tidak ada penyelesaian, mungkin memang sudah saatnya dilaporkan ke Abah.

      Ada yang bisa menolong pak Abdillah dengan memberikan no HP atau alamat email pak Dahlan mungkin. Kasihan kalau saudara-2 kita benar-2 harus mengalami kebangkrutan……

      Posted by HWAHYU | 7 April 2014, 1:40 pm
  17. Ya orang2 seperti merekalah yg harus didukung oleh kita semua…yg bekerja dg hati dan tanpa pamrih…..hebat

    Posted by vicky hartono | 7 April 2014, 9:06 am
  18. wow.. sngat mmbangkitkan harapan.. trima ksih Pak Dahlan..

    Posted by ago okia | 7 April 2014, 9:33 am
  19. setahu saya banyak pak masngut dan budi darmawan lainya, di sukoharjo ada pak setyarman dengan padi organiknya, di boyolali ada pak nugroho dengan tanaman alfafa (bahan baku clorofil, pupuk, pakan-di arab saudi digunakan sbg pakan utama sapi perah yg jd peternakan terbesar di dunia-alfafa indonesia merupakan yg terbaik di dunia menurut penelitian), di ungaran ada pak eko dodi dgn sapi potong dan perah dan pertanian teritegrasinya, di brebes ada pak kuswandi dengan jahe vertikulurnya (lahan seluas 200 mtr persegi bisa hasilkan 10 ton jahe) https://www.facebook.com/jaheorganik, di kendal ada pak puguh dengan perikanan intensifnya, dan saya yakin masih banyak lainnya yg punya semangat pemberdayaan masyarakat supaya bisa lebih berdaya saing, mudah-mudahan pemimpin yad dapat lebih memberikan support kepada mereka-mereka baik-kl dalam istilahpak DI-menggunakan tangan kanan-APBN/APBD- atau menggunakan tangan kiri-BUMN/BUMD- semoga, amin…

    Posted by lingga bayu | 7 April 2014, 9:34 am
  20. mohon maaf sedikit menyimpang dari bahasan MH… sekedar berbagi info tentang panduang tanggal ( esok lusa… silahkan dibaca dengan hati… kemudian cari referensi.. kemudian tanggal 9 masuk TPS udah pasti…. pilih Demokrat agar Bapak Dahlan Iskan bisa menjadi Capres !!!

    10 tahun masa kepemimpinan SBY di Negeri kita, jujur saja telah banyak menghasilkan sesuatu, ini beberapa kenyataan yang patut kita apresiasi :

    1. Koruptor ditangkapi KPK bahkan orang dekat Presiden sendiri ditangkapi bahkan SBY sama sekali tidak berusaha mencampuri urusan hukumnya.
    2. Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun terus menerus tumbuh positif diangka 5-6 % pertahun bahkan saat negara lain ambruk dihajar resesi 2008.
    3. Indonesia berhasil masuk di jajaran 16 negara ekonomi terbesar di dunia.
    4. Program 20 persen dana pendidikan dari APBN berhasil dilaksanakan ( meskipun dilapangan masih terdapat penyimpangan ). Didalamnya termasuk Sertifikasi Guru dan BOS.
    5. Program pembangunan unggulan seperti PNPM dan PKH diluncurkan dan terbilang sukses di tengah masyarakat. Terbukti sampai akhir 2013, dana yang berhasil diserap telah mencapai lebih dari 25 Trilyun, bahkan angka kebocorannya relative paling kecil jika dibandingkan dengan Program lainnya.
    6. Program peningkatan kesehatan masyarakat lewat Jamkesmas, dan BJS dianggarkan 19 trilyun pertahun setidaknya berhasil menekan angka kematian bayi dan ibu hamil / melahirkan.
    7. Program MEF ( Minimun Essencial Force ) di tubuh TNI telah berhasil meningkatkan harga diri bangsa ditengah percaturan militer dunia, program ini pula yang menjadikan kesejahteraan prajurit TNI semakin meningkat.
    8. KUR atau Kredit Usaha Rakyat telah berhasil memberi peluang usaha kepada setidaknya jutaan pengusaha UKM diseluruh Indonesia.
    9. Cadangan devisa Indonesia pada akhir tahun 2013 berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni $99,4 Milyar ,terbesar sepanjang sejarah. Pada level tersebut, cadangan devisa dapat membiayai 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.
    10. Ratio /perbandingan antara utang luar negeri dengan PDB berkisar diantara angka 24- 26 %, ini adalah angka yang tertinggi diantara jajaran 20 negara ekonomi terbaik dunia. Total utang pemerintah mencapai Rp 2.371,39 triliun pada 2013, naik dibanding Rp 1.590,66 triliun pada 2009. Kenaikan tersebut karena depresiasi nilai tukar rupiah, dan naiknya pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ratio ini berada dibawah Singapura dan Malaysia.
    11. Perjanjian perdamaian Antara RI dan GAM di Aceh berhasil meredakan ketegangan di bumi serambi mekah ini.
    12. Lunasnya utang Indonesia terhadap IMF.
    Dari banyak sumber.
    Yang lain silahkan dicari !!

    Posted by Manihot Ultissima | 7 April 2014, 9:46 am
  21. Semoga pasca Juli 2014, Abah Dis masih diberi kepercayaan dan wewenang untuk mewujudkan banyak hope yang telah tersurat dan terbaca oleh kita semua. Mohon Abah Dis juga menindaklanjuti keluhan para petani sorghum di desa Malaka, Nusatenggara Timur, yang panen sorghum-nya tidak terpasarkan.

    Posted by pakdhe edhi | 7 April 2014, 9:53 am
    • makanya harus diusahakan pak, minimal kita ngajak sanak family dan tetangga untuk coblos no 7.

      Posted by cak kadir | 7 April 2014, 10:31 am
    • silahkan kunjungi demi Indonesia centre, sudah ada jawabnya disana.. ini pemutarbalikan fakta Pak !!, atau di Kabardahlaniskan.. ada sanggahan yg jelas dari petugas Batantekno.

      Posted by Manihot Ultissima | 7 April 2014, 11:38 am
      • Saya paste-kan saja jawabannya ya:
        Terkait berita Kompas.com 1 April 2014 “Urung Dibeli Pengusaha, Sorgum Dijadikan Pakan Ternak”: 1. Nama Agustinus Manek tidak ada dalam daftar kontrak penanaman Sorgum. 2. Kami tidak pernah janjikan beli sorgum Rp 20.000,- per batang (aneh jg harga kok per batang). 3. Panen di Desa Fahiluka Kec. Malaka Tengah dilakukan Januari 2014 seluas 5 ha dengan hasil biji sorgum 3,2 ton dan sudah dibeli oleh Koperasi Produsen Pembangunan Nela 4. Total penanaman sorgum kerjasama PT Batan Teknologi di Malaka Tengah seluas 250 ha atau sekitar 14% dari lahan pertanian. 5. Panen sorgum untuk wilayah Malaka Tengah sampai dengan bulan Maret 2014 sekitar 100 ton masih dalam proses pengeringan dan akan dibeli melalui Koperasi Produsen Pembangunan Nela. 6. Sebagian petani sorgum tidak menghendaki hasil biji sorgum yang sudah dipanen dibeli semua oleh perusahaan karena sebagai cadangan pangan pengganti jagung dan padi. (Project Manager Implementasi Budidaya Sorgum PT Industri Nuklir Indonesia Agus Sutri)

        Semoga ini menjawab pertanyaan beberapa sahabat tentang berita di Kompas yang memblowup soal Proyek Sorgum di NTT. Sebagai proyek ujicoba memang masih belum sempurna. Setelah hama burung sudah berhasil diatasi dengan ramuan serut, ke depan BUMN akan terus melakukan perbaikan termasuk pengolahan pasca panen.

        Kerja.Kerja.Kerja! Menjadi bagian dari pemecah masalah, bukan menjadi masalah baru.

        Posted by Apa Saja | 7 April 2014, 1:10 pm
        • Kalo diperhatikan seksama kompas itu cenderung ke si kerempeng tetangga sebelah yg katanya hebat. Ambil positifnya aja, sebagai kontrol agar semua program abah DIS tetap on the track. Tidak selalu media besar itu independent, tikus2 dan kecoa di kompas juga banyak. jangan terlalu percaya 100%. Selalu cari dan cari sumber lain dengan issue yang sama, untungnya dijaman sekarang mbah google memberikan fasilitas tersebut. Terima kasih mas APA SAJA atas copy pastenya, selama ini saya nyari2 jawabannya gak ketemu. Tidak mungkin program abah DIS yang gagal tanpa dikonfirmasi oleh beliau sendiri. kalo belum sempurna dan kurang sana sini memang iya ada. tetapi selalu ada solusi untuk perbaikan ke depannya di semua program abah DIS. Lain dengan yang serba karatan… 🙂

          Posted by isurachwanto | 8 April 2014, 11:14 am
  22. Kalau pak Dahlan iskan Pengin jadi Presiden RI 1 tahun 2014-2019 dan terjadi kemajuan di segala bidang, karena ticketnya pak Dahlan di No.7 ya harus kita dukung, jangan lupa tanggal 9 April 2014 datang di TPS

    Posted by CAK ADI | 7 April 2014, 11:15 am
  23. Sambil menunggu siapa tahu kelak ada presiden yang meng-copy cara ini dengan cepat dan masif,” kata adik kandung ekonom Kwik Kian Gie ini. Tidak sungkan untuk memuji orang lain sekalipun orang tersebut keluarga dari politikus parpol seberang.

    Posted by dokterben | 7 April 2014, 11:16 am
  24. gw doain demokrat menang biar jadi presiden DI

    joss

    Posted by tiban jaya rotan | 7 April 2014, 11:51 am
  25. kl bukan krn pak dahlan.. golput pasti jd pilihan..

    Posted by ihsan | 7 April 2014, 2:14 pm
  26. sebaiknya Pak Dahlan tanya ke Ulama (coba refer ke radio rodja), boleh gak tun bangkai ayam yang haram dijadikan makanan ternak, karena seorang muslim itu takaran baik dan buruknya bukan semata-mata dari bagus dan tidak bagusnya hasil yg diperoleh tapi halal gak? karena sesuatu yg baik menurut kita blm tentu baik di sisi Allah subhanahuwata’ala.
    Kata Umar bin Khattab Radliallaahu ‘anhu, jangan masuk pasar (bisnis) orang yg tdk paham masalah agama.

    Posted by San | 7 April 2014, 3:26 pm
    • Menurut fatwa ulama, jangankan bangkai, kotoran manusia aja sah dimakan sama lele dan ayam kan. Untuk lele yang makan kotoran manusia, jika mau dimakan perlu dikarantina, sekedar menghilangkan kotoran yang mungkin menempel di insang, daleman, dll. Yang jelas, ketika sudah menjadi daging ikannya, itu sah dimakan, Tidak ada satupun dalil yang mengharamkannya.

      Posted by Apa Saja | 7 April 2014, 3:55 pm
    • cucok pak apa aja… saya idem ditto pendapatnya…

      Posted by cak kadir | 7 April 2014, 5:05 pm
  27. OOT tentang pemilu yg sdh dekat….

    Kicauan yang dikutip dari lapak disebelah,
    1) selama KPK fokus pada festivalisasi, dan diduga kuat pesanan politik, dan ICW nya gak berani sama partai terkorup, korupsi ga akan beres.
    2) KPK festivalisasi, ICWnya partisan, partai terkorup didukung media, partai terbersih dibully, masyarakat nya pragmatis. #klop
    3) ada org bilang : “gw dukung KPK berantas korupsi” | eh, nyoblosnya #partaiterkorup. #split
    4) “dukung KPK berantas korupsi” | nyoblosnya partai terkorup. bencinya sama partai terbersih. #split #sakit
    5) “gw dukung KPK berantas korupsi” trus twitnya “jangan lupa pilih partai terkorup” “asal bukan partai terbersih”. #sakit
    6) kok bs banyak orang #split ? banyak org #sakit dan logika di kepalanya berantem?
    7) kalo dukung pemberantasan korupsi, ya dukung partai terbersih, partai yg berhasil mberi contoh meredam korupsi.
    8) “krn gw benci korupsi maka gw pilih partai #terkorup” gimana bisa?
    Paradoks; Dukung KPK tapi Dukung Partai Terkorup
    OPINI | 04 April 2014 | 18:40 Dibaca: 175 Komentar: 17 1

    “Masyarakat kita sekarang sudah sampai tahap susah melihat koruptor senang dan senang melihat koruptor susah”
    – Fadjroel Rachman

    Rakyat Indonesia tentu tak lupa bagaimana gencarnya kekayaan negeri ini dihajar oleh para koruptor. Badut politik yang tak segan-segan mencuri uang rakyat demi kekayaan pribadi. Maka dari itu masyarakat Indonesia sangat menggandrungi KPK yg merupakan institusi yang khusus bergerak dibidang pemberantasan korupsi. Masyarakat bahkan sampai fase membenci setiap orang ataupun lembaga yg berusaha mengkritik apalagi mencela KPK beserta kinerjanya. Cap sebagai pro koruptor atau anti pemberantasan korupsi segera distempel pada mereka yg mengkritik apalagi berseberangan dengan lembaga anti rasuah ini.
    Disisi lain, masyarakat kita juga sekarang ini sedang mengagumi sosok Jokowi. Figurnya sebagai pemimpin yg dianggap sederhana, ndeso, rajin blusukan, dan pola tingkah laku yang berbeda dengan para pemimpin indonesia yang lain saat ini segera menyedot perhatian sekaligus simpati masyarakat Indonesia..
    Namun paradoks terjadi ketika jokowi dicapreskan oleh sebuah partai, PDI-P. Euforia pendukung jokowi menjadi capres berbenturan dengan fakta bahwa PDI-P sebagai partai pengusung Jokowi capres adalah partai terkorup; partai yang kadernya paling banyak terlibat korupsi, mulai dari anggota dewannya sampai kepala daerahnya. Anehnya dengan dalih memuluskan langkah Jokowi maju dalam pilpres nanti, para pendukung Jokowi rela memilih dan memenangkan PDI-P di pileg nanti. Padahal mereka tau track record PDI-P dengan kader-kadernya yg paling aktif menggarong uang negara. Uang rakyat. Uang mereka juga..
    Lalu kemana hati nurani mereka (para pendukung jokowi) yang katanya susah melihat koruptor senang dan senang melihat koruptor susah? Kemana idealisme mereka yg katanya sangat pro pemberantasan korupsi? Apakah mereka lupa kemarin-kemarin mereka sangat mendukung KPK dan menyerang habis setiap pihak yg berusaha mengkritik KPK? Apa demi Jokowi menjadi Presiden tidak menjadi masalah DPR dan pemerintah dikuasai oleh PDI-P yang jawara Korupsi?? Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang…
    ————

    Posted by San | 7 April 2014, 3:32 pm
  28. sebenarnya, selain P. Masngut dan P.Budi, InsyaAllah P. Dahlan jg merupakan Ayat2 Tuhan…Amiin. Tuhan membuktikan bahwa miskin bukanlah kodrat yang harus dirintihkan, tidak sarjana bukanlah alasan untuk tidak menjadi orang pintar, karena Tuhan berjanji akan mengubah nasib suatu kaum, jika memang mau berusaha dan berikhtiar… Selain itu, Tuhan juga membuktikan bahwa ridho dan doa orang tua adalah ridhoNya…. (sebagaimana yg saya baca dari novel2 Krisna Pabichara dan Buku “Dahlan Juga Manusia” tulisan Ita Siti Nasi’ah), bahwa orang tua P.Dahlah memang sering berpuasa dan bertirakat untuk anak-anaknya… Kalau saat ini P. Dahlan diberikan kesehatan, kemudahan, dan segala hal yang bersifat kebetulan (seperti launching film yang tanpa rekayasa waktu, waktunya pas dengan saat-saat menjelang Pemilu) yang semua itu memberikan dampak positif bagi elektabilitas dirinya nanti, itu kemungkinan juga tak lain adalah kemudahan yang diberikan Tuhan atas tabungan orang tua P. Dahlan dimasa hidupnya untuk anak-anaknya….
    Sukses Pak Dahlan…. semoga tetap menjadi orang yang apa adanya….sehat selalu…
    Saya juga ingin bisa menulis seperti Bpk untuk menunjang tugas pokok dan fungsi saya….tapi belum terpikir bagaimana caranya…. (saya tidak punya koran Pak he.he.he)

    Posted by Susy | 7 April 2014, 3:32 pm
  29. Kalau pak DI mengerjakan ini semua(termasuk yang kemarin-kemarin) hanya karena RI 1, maka beliau akan merugi dunia akhirat. Menurutku(dan kayaknya beliau begitu juga) beliau berbuat ya karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bermanfaat. Dan untuk RI 1, saya setuju dengan DI, bahwa itu lebih banyak urusan langit, kalau pak DI dianggap menjadi RI 1 itu akan lebih baik bagi DI dan RI, maka terjadilah. Dan itu tidak harus lewat no 7, bisa lewat mana saja. Jadi, pak DI, terus kerja kerja kerja. Jangan jadikan RI 1 sebagai tujuan, anggap aja sebagai bonus.

    Posted by nanang rusbiyantoro | 7 April 2014, 3:34 pm
  30. kalau pembesaran lele yg produktif, jangan menggunakan makanan yang tak sehat (bangkai ayam/dll, kotoran ayam/dll). Karena dijamin pengepul lele akan kapok

    http://tipslele.wordpress.com/2014/04/02/up-date-bisnis-pembesaran-lele-2014/

    Posted by ahlilele | 7 April 2014, 6:25 pm
  31. sangat luar biasa..
    saya berharap bisa masuk kedalam dunia beliau berdua..
    apabila ada saya harap bapak bisa hubungi saya:
    081321080366

    Posted by Angga Dzumhawan | 7 April 2014, 7:04 pm
  32. Janga salah pilih!!!!!!! Besok pilih Ibas ya. Walaupun di partai lain ada org jujur dan pintar haram hukumnya kita pilih. Pokoke Harus Demokrat ya.
    Demi DI.

    Posted by uyung | 8 April 2014, 6:31 am
  33. suatu problematika yang berat juga, pinginnya DI jadi presiden, tetapi demokrat selama masih di kekuasaan SBY juga terlalu riskan, tapi entahlah berdoa semoga siapapun presidennya bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa dan nefgara indonesia. amien

    Posted by bungakku | 8 April 2014, 7:16 am
  34. Yg Jawa Tengah, Pilih Ulil Abshar Abdalla,

    Demi Di.

    Jangan demi Allah.

    Dipilih, dipilih, dipilih.

    Hidup kita ditangan DI bukan Allah.

    Dipilih,dipilih, dipilh.

    Posted by uyung | 8 April 2014, 7:47 am
    • Mas/mbak Uyung, tolong hati-2 kalo berkomentar, jangan menyerempet ke SARA.

      Kalimat “Hidup kita ditangan DI bukan Allah” adalah pisau bermata dua, disatu sisi anda mencoba mengangkat DI tetapi disisi lain sekaligus menjatuhkan dengan kata-2 “bukan Allah”. Apa anda tidak berpikir ini adalah sangat sensitif untuk umat Islam

      Tolong untuk hati-2 dikemudian hari, maaf kalo ada yang tersinggung.

      Posted by HWAHYU | 8 April 2014, 8:32 am
  35. sayang kalau DI ngga jadi RI-1. Oh, politik, kejam nian.

    Posted by markotop | 8 April 2014, 3:15 pm
  36. Cerita ini miris…

    Pemerintah kita selalu terlambat mendukung para wirausahawan dalam negri, akhirnya bakalan kalah deh sama investor dari luar negri. Selamet deh..

    Yang saya sampaikan bukan hanya di kritik, sampai pemerintah daerah jg geraknya kurang das des dos,

    Saya harap pak DI jangan jadi presiden deh, nanti ga bisa das des lagii…

    http://www.semadiputra.com

    Posted by Gde Semadi Putra | 8 April 2014, 9:41 pm
  37. Mas, sampeyan jangan lagi “bekerja” sebagai wartawan yang hanya menulis untuk dibaca orang lain Tapi bertindak sebagai trigger membantu masyarakat lemah. Itu bank bank pemerintah jangan hanya menyalurkan kredit pada pelaku ekonomi kelas atas, tapi perbanyak kebawah dengan kontrol yang baik. Mereka tak perlu laporkan keuntungan triliunan, tapi perlu laporan telah membina jutaan petani. Begitu juga dana CSR di perusahaan negara kelas kakap, tolong dikontrol supaya tepat sasaran (kelas bawah yang jujur tenttunya). Sorry mas, saya agak marah sama sampeyan. Apalagi setelah PD jumpalitan. Semoga Allah SWT melindungi sampeyan.Terima kasih

    Posted by Rudy Marodjahan Saragi | 10 April 2014, 6:07 pm
  38. Prabowo RI-1 + Dahlan Iskan RI-2

    Pasangan paling mumpuni utk RI 2014.

    Visi Jelas
    Kerja Keras
    Hasil Nyata

    Dengan dukungan jaringan yg kuat untuk disiplin nasional, sudah saatnya bangsa ini menjadi Tuan di rumah sendiri & negara yg disegani.

    Posted by radenmas mono | 11 April 2014, 6:42 am
  39. Prabowo RI 1 dan Dahlan Iskan RI 2 Sip, Pak Dahlan bisa kemana-mana seluruh tanah air (blusukan), saya pikir begitu, cocok

    Posted by CAK ADI | 11 April 2014, 7:43 am
  40. Di PILEG No.4 lah yg terdepan

    Di PILPRES No. 6+7 lah yg terdepan

    6 & 7 akan tunangan/nikah, 9 jd penghulu-nya & 8 wali-nya

    Maka terbentuklah Kelurga Yg Sakinah.

    Di Acara Perayaan Nikah jangan lupa undang 1, 2, 3, 4, 5, 10, 11, 12

    Posted by ariesti | 11 April 2014, 10:24 am
  41. Saya ga terlalu suka Prabowo, track recordnya ga bagus-bagus amat
    Sewaktu tugas di TimTim, pernah tertangkap musuh dan dibebaskan dengan cara tukar-guling dengan 1 kompi anak buah (atau 1 kompi tawanan, ga jelas mana yang benar), apa nanti bisa mendahulukan kepentingan rakyat dari kepentingan pribadi? Sangat meragukan……….

    Suara pileg 11,80% nya didapat dengan modal sangat besar (ialah dengan iklan intensif di TV selama 2,5 th dan masih akan ditambah 4 bulan lagi serta dengan dropping sapi kambing besar-besaran di pedesaan, a.l. daerah Blitar dan sekitarnya), jangan-jangan nanti malah menggerogoti uang rakyat untuk balik modal, dia sekarang kan pebisnis internasional
    hiiii …… ngeriii !!!

    Visi dan program nasional yang menyeluruh untuk memperbaiki citra bangsa yang carut marut di segala bidang juga belum kelihatan. Karya nyata yang sudah diperbuat untuk menunjukkan ia nasionalis sejati (bukan sekedar petani-is atau nelayan-is) juga belum terlihat

    Tapi kalau ia jadi ……. ya wisss, kita terima,……..
    itu kehendak dan takdir Allah untuk Indonesia

    Posted by pakpuh | 11 April 2014, 1:10 pm
  42. Memang BD ini an exotica fruit lover, beliau dalam usia sepuh spt itu totally bersemangat tinggi kalo soal pengembangan buah-buah eksotis. Konsep ttg kebun-nya hebat, seperti embung tadi. Tapi jangan salah, itu semua hanya “klangenan” (silakan cari terjemahan Bahasa Indonesianya), secara manajerial dan keberhasilan bisnisnya payah, Hitungan keuntungan proyek tanaman buahnya bnyk yg jeblok… itu di perusahaan dia sendiri. Bagaimana dia akan membina petani di urusan ini. Padahal bagi petani, bukan hanya keberhasilan penanaman (budidaya tanamannya) itu sdri, tetapi apakah yang dia tanam itu layak secara bisnis dan bisa dijadikan sandaran hidup keluarganya. Saran sy, pak DI jangan mudah terpukau ya dgn hal-hal smcm itu…

    Posted by Edhi | 17 April 2014, 9:42 am
  43. Saya penulis artikel ” melipat gandakan uang dengan beternak ” silahkan. Klik, dan tulisan abah DI INI MERUPAKAN SALAH SATU dari beberapa alternatip andalannya, jangan lupa kotoran ayam juga merupakan media /pakan uktuk cacing tanah, biogas proses pengolahan kotoran ternak dengan cacing tanah mengahilkan ” casting”pupuk organik klas satu demikian pula limbah biogasnya. Trim pak DI, TERUS BERKARYA bak matahari menyinari bumi.

    Posted by santosomt | 25 April 2014, 5:18 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: