>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Minum Spirulina Mahmud dan Menunggu Sidiq

Senin, 21 April 2014
Manufacturing Hope 124

Dua anak muda ini gigihnya bukan main. Mahmud dan Sidiq. Mahmud baru lulus dari Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Sidiq masih kuliah di Teknik Mesin Universitas Brawijaya Malang.

Dua bulan lalu, ketika saya bermalam di satu desa di pinggir hutan di pedalaman Wonogiri, Jawa Tengah, Mahmud nguber saya sampai ke desa itu. Senja amat mendung. Hujan renyai-renyai tidak kunjung berhenti. Di suasana senja yang dingin itu, Mahmud menyusul saya ke masjid desa.

Meski langit sudah gelap, saat magrib ternyata masih lama. Mahmud membuka laptopnya. Dengan berapi-api dia mendesak saya. “Pemerintah harus turun tangan. Jangan mengabaikan penemuan saya ini,” katanya.

Saya dengarkan terus penjelasannya yang bertubi-tubi itu. Ditonton orang-orang desa yang siap-siap berjamaah Magrib. Di mata yang mendengarkan penjelasan itu, pemerintah terkesan jelek sekali. Tidak membantu dan mengakomodasi penemuan seperti ini.

“Ini sangat menguntungkan, Pak Dahlan,” ujarnya. “Ayo, BUMN bantu dengan CSR-nya,” tambah dia.

Rupanya, Mahmud baru menemukan rumus mengembangkan alga (algae) air tawar. Itulah produk yang disebut spirulina. Selama ini memang sudah banyak beredar di pasar produk spirulina. Tapi spirulina hasil dari alga air asin (air laut).

Produk ini terkenal terutama karena agresifnya sistem pemasaran multilevel marketing (MLM). Mahal tapi laris. Khasiat spirulina yang tinggi membuat impor spirulina luar biasa besarnya.

“Saya berhasil mengembangkan algae air tawar,” katanya. “Dengan demikian, spirulina dari algae yang saya kembangkan ini bebas logam berat, arsen, dan tidak bau amis,” tambahnya. “Ini pertama di Indonesia,” kata Mahmud bersemangat.

Di dalam masjid di desa pinggir hutan itu, sambil menunggu datangnya magrib, Mahmud saya ajak hitung-hitungan. Saya cecar dia dengan pertanyaan-pertanyaan: harga benih, modal bikin kolam, harga jual, tingkat persaingan, risiko gagal, dan seterusnya.

Mahmud bisa menjawab dengan tangkas. Akhirnya saya berkesimpulan: penemuan ini memang sangat baik. Juga sangat menguntungkan. Satu hektare sawah bisa menghasilkan Rp 300 juta. Bandingkan dengan tanam padi yang menghasilkan sekitar Rp 50 juta.

“Kalau begitu, berhentilah Anda menyalah-nyalahkan pemerintah,” kata saya. “Berhentilah berpikir ngemis-ngemis cari bantuan,” kata saya lagi.

“Ini bisnis yang bagus. Lakukan sendiri. Jangan cengeng. Kalau Anda minta pemerintah ikut campur, bisa-bisa tambah ruwet,” tegas saya.

Alhamdulillah. Mahmud bisa menerima penjelasan saya. Dia tidak akan menyalah-nyalahkan orang. Juga tidak akan mengemis-ngemis. Dia akan terjun ke bisnis dengan basis penemuannya itu. “Go!” kata saya dengan bangga kepada anak muda ini. Saya pun berjanji mengunjunginya kalau dia sudah menjalankan bisnisnya itu.

Minggu lalu saya memenuhi janji itu. Saya ke desanya, Tawangsari, Sukoharjo, di selatan Solo. Tanpa memberi tahu lebih dulu. Matahari bersinar terik. Saya lewati pabrik tekstil terkenal itu: Sritex. Masih terus ke selatan.

Desa ini bukan desa miskin. Rumah-rumahnya bagus. Tidak sulit mencari rumahnya. Bapaknya ternyata orang terkenal: politikus PAN yang sedang nyaleg. Juga tergolong kaya untuk ukuran desa itu. Saya lega. Mahmud pasti punya modal untuk mengembangkan alga air tawarnya.

Ternyata benar. Mahmud sudah punya tiga kolam kecil. Bahkan sudah berhasil panen alga air tawar beberapa kali. Alga ini memang bisa dipanen tiap empat hari. Alga itu dia saring, dia keringkan, dan dia bikin tepung. Dengan alat-alat sederhana. Lalu dia masukkan ke saset-saset. Siap dijual. Bersaing dengan spirulina impor.

Saya sangat gembira. Mahmud benar-benar anak muda yang gigih. Saya membeli sepuluh saset hari itu. Salah satunya saya buka, saya buang labelnya, saya masukkan plastik tanpa identitas.

Sampai Jakarta, “tepung tanpa identitas” itu saya kirim ke laboratorium Kimia Farma untuk diteliti. Saya tidak memberi tahu asal usul dan nama tepung itu.

Hasil uji lab itu mengatakan bahwa tepung tersebut adalah spirulina, namun tidak mengandung logam berat, arsen, dan NACL. Juga tidak ada kandungan bahan kimia. Sejak itu saya minum spirulina made in Sukoharjo tersebut. Tiap hari.

Mahmud juga sudah mendirikan perusahaan. Namanya CV Neoalgae Technology. Sebagai lulusan Teknik Kimia Undip, dia tidak sulit melakukan penelitian-penelitian untuk membiakkan alga itu.

Kini Mahmud akan memperbesar kolam-kolam alganya. Tidak lagi hanya tiga kolam di sebelah rumahnya. Dia sudah mulai mengerjakan sawah 1 hektare agak jauh dari rumahnya untuk diubah jadi kolam alga air tawar.

“Saya kewalahan. Pesanan spirulina melebihi produksi saya,” ujarnya. “Terutama dari perusahaan-perusahaan obat herbal,” tambahnya.

Tentu saya berdoa agar Mahmud jadi pengusaha muda yang sukses besar. Dia layak untuk itu. Kita berharap Indonesia tidak perlu lagi impor spirulina. Mahmud juga tidak keberatan ada anak muda lain yang mengikuti jejaknya.

Lain lagi dengan Sidiq. Dia menemukan alat pengering gabah. Mengandalkan tenaga surya. Mirip dengan yang ditemukan mahasiswa Universitas Mataram di Lombok.

Waktu itu saya sedang nonton wayang di desa Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur. Tiba-tiba Sidiq nongol. Jam sudah menunjukkan pukul 00.00. Dia datang dari Malang. Naik sepeda motor. Dua jam lamanya.

Di malam yang kelam. Melewati jalan yang berliku naik turun di sekitar Bendungan Karangkates. Nekat benar anak ini.

Malam itu deal! Saya berikan dana untuk membuat prototipenya. Dua bulan lagi barang itu akan jadi.

Sidiq sangat amanah. Di waktu yang dijanjikan, dia selesaikan proyek itu. Jumat kemarin saya lihat hasilnya. Bisa berfungsi. Namun, suhunya kurang panas. Dia masih menggunakan kaca biasa. Bukan kaca khusus yang bisa menghasilkan panas 20 derajat lebih tinggi.

Tapi, itu soal sepele. Yang jelas fungsinya sudah ketemu. Saya minta alat ini disempurnakan. Di bawah binaan BUMN PT Pertani. Siapa tahu bisa menggantikan mesin pengering yang mahal-mahal dengan bahan bakar yang juga mahal itu.

Mahmud, Sidiq, dan banyak lagi anak muda yang tidak kenal menyerah. Harapan besar di depan mata. Saya akan terus minum spirulina-nya Mahmud. Dan menunggu pengering gabahnya Sidiq. (*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

72 thoughts on “Minum Spirulina Mahmud dan Menunggu Sidiq

  1. …..Semangat pagi Indonesia… #DIforPresiden

    Posted by yuni | 21 April 2014, 6:05 am
  2. semangat pagi mengawali pekan ini direguk dengan membaca tulisan yang menginspirasi ini, sangat mencerahkan seperti musim semi di akhir musim penghujan http://arifdadot.com/2014/04/20/jangan-lawan-raksasa/

    Posted by dadot | 21 April 2014, 6:11 am
  3. Ayo Indonesia… Bangunnnnnn…. Kami pasti bisa…

    Posted by yuni | 21 April 2014, 6:12 am
  4. Alhamdulillaah.
    Menambah energi sarapan pagi ini.
    Semoga makin tambah tertular.

    Posted by gatot | 21 April 2014, 6:24 am
  5. Satu saset spirulina harganya berapa ya? Jd penasaran pengin beli dan minum spirulina made in Sukoharjo.. DIS 4 PRESIDENT

    Posted by H@ris | 21 April 2014, 6:47 am
  6. Alhamdulillah..semakin banyak anak-anak muda Indonesia yang semakin gemar berkarya. Setelah Ricky Elson si pembuat mobil listrik Indonesia, sekarang ada Mahmud dan Sidiq. Berikutnya siapa ? InsyaAllah akan banyak lagi yang terus bermunculan di pentas nasional, lewat tangan dingin DI.

    Posted by Arif Haliman | 21 April 2014, 6:51 am
  7. Salah satu hikmah yang harus kita syukuri dengan mengambangnya posisi pak Dahlan untuk menjadi Capres adalah beliau bisa tetap fokus untuk bekerja. Bekerja sesuai dengan amanat yg beliau emban sebagai menteri BUMN.

    Adalah tugas relawan atau siapa saja yang ingin beliau jadi capres untuk memperjuangkannya dg apa saja yang kita punya.

    Posted by bowo | 21 April 2014, 6:51 am
  8. Alhamdulillah, ternyata anak muda Sukoharjo juga bisa berkontribusi secara nyata untuk kemajuan ekonomi bangsa ini. Sebagai “tonggo deso” saya ikut bangga dan salut. Teruskan ikhtiarmu anak muda, agar Sukoharjo Makmur dan Indonesia Jaya.

    Posted by MH. Ma'ruf | 21 April 2014, 7:15 am
    • Bener banget Mas MH Ma’ruf, saya sebagai tonggo deso sesama wong Sukoharjo juga ikut bangga membaca tulisan ini, atase wong ndeso bisa berkarya demi bangsa. Joss.

      Posted by Wisnu | 21 April 2014, 9:33 am
    • DI salah kendaraan. Harusnya dia dengan Jokowi. Sekarang jadi wapres pun susah sekarang. Tapi saya berharap Jokowi bisa memakai dia menjadi mentri BUMN lagi. Di tangan dia BUMN bisa maju. Satu yang belum terwujud adalah menjadikan BUMN menjadi holding company

      Posted by Idaman | 21 April 2014, 2:02 pm
  9. Hal -hal seperti inilah yang membagakan dan membuat saya tenang…Orang sebaik dan menjadi berkah semacam Abah, insya Allah TIDAK AKAN disia-siakan Allah….seandainya gak jadi RI 1 or 2, masih jadi menteri dan kalaupun gak jadi menteri, saya ingin kasih masukan ke Abah…JADILAH BAPAK ANGKAT untuk pemuda-pemuda seperti Mahmud dan Sidig ini…

    Mereka adalah mutiara-mutiara Indonesia, pembangunan sudah waktunya diserahkan kepada PEMUDA…yang tua mengontrol sambil memberi nasihat ( kalau Abah ya pinjemin modal, bisa khan ?!…he he he)

    Majulah Indonesia…GBU all

    Posted by wning | 21 April 2014, 7:15 am
    • He he …

      Posted by Apa Saja | 21 April 2014, 7:23 am
    • Lama tidak bersua Mbak @WNING apa kabar ?, semoga baik-baik saja..

      Insyaallah Abah Dahlan Iskan akan terus menginspirasi dan menyebarkan harapan ditengah bangsa Indonesia yang sedang agak sakit ini, terlepas apakah Beliau jadi Presiden ataupun tidak.

      tugas kita selanjutnya untuk menyebarkan virus optimisme yang dibangun Beliau ke tengah-tengah masyarakat.

      Posted by Manihot Ultissima | 21 April 2014, 8:31 am
    • Mbak Wning…
      Saya yakin Pak DI tidak perlu jadi apa-apa…Cukup jadi dirinya sendiri…Beliau memang sudah berniat, “sisa hidupnya” akan diwakafkan untuk mengabdikan diri pada siapa saja… Kalau, tempo hari jadi Dirut PLN, saat ini jadi Menteri BUMN dan suatu saat nanti jadi Presiden atau Wapres, itu karena takdir…

      Posted by HIBATILLAH'S | 21 April 2014, 8:50 am
    • Waduhh.. serasa reunian, Tante W.Ning, Om sampeu, Om Hibatillah, Om ‘naon wae’ yang bisa ‘apa saja’, hehe.. Om Daya, Om Erick, Om Akadarisman, pakde dll.. masih berkunjung kesini juga kah?
      Sayang walaupun di FB lebih rame (berikut bumbu caci maki dan counter2 kerennya sendiri), tetep serasa ada yang ‘hilang’ kalau tidak berkunjung kesini walau cuma baca tanpa komen.
      Eh.. ya sekarang saya jadinya ikut komen deh, abisnya kepancing juga.
      Salam buat semua

      Posted by Tedi KP | 21 April 2014, 9:30 am
      • Nuhun sudah diabsen🙂 Memang ada kompasiana, facebook, twitter, dsb sebagai ajang bertahan, unjuk gigi atau perang sekalipun, tapi memang kurang nikmat kalau belum mampir di marih … Cemungudh … demi Indonesia, dengan Dahlan Iskan jadi apapun … Syukur2 presiden

        Posted by Apa Saja | 21 April 2014, 10:02 am
      • Alhamdulillah….TERNYATA… saya masih ada yang inget ( mau bilang ada yg ngangeni kok GR he he he).Saya absen balik deh, Bro Tedi, Hibatillah’s . Manihot U. , dan Bro apa saja…suwun banget masih inget saya.

        Sebenarnya masih buanyaaak yang setia dan menyimak…namun tidak turun gunung, mungkin karena Abah ” digantung” sama PD dengan konvensi nya ( sungkan sama Ipar x ) padahal jelas perolehan polling Abah yang tertinggi…

        Seandainya PD BERANI pasang capres DI dan wakilnya Edi Pramono, atau DI dengan wakilnya Machfud MD…saya yakin, perolehan suara PD bakalan jauuh lebih besar…( bisa naik 2 – 3 poin ). Saya membayangkan “betapa” tabah sabarnya Abah…

        Semoga kesabaran , ketekunan dan keikhlasan Abah berbuah manis ya…. Gbu all.

        Posted by wning | 21 April 2014, 1:30 pm
  10. sy tertarik ma penemuan mahmud, klo sy mo menghubungi, ke mana yaa?

    Posted by Yanto | 21 April 2014, 7:28 am
  11. Pak Dahlan Iskan selalu memperhatikan anak muda

    Posted by desianugrah | 21 April 2014, 8:06 am
  12. Anak muda yang diharapkan bangsa, dan pak Dahlan tahu betul cara menangani pemuda yang mempunyai tekad besar. setuju DI 4 presiden

    Posted by fsulistio | 21 April 2014, 8:31 am
  13. the real indonesia presiden

    Posted by abdillah | 21 April 2014, 8:34 am
  14. Selain berharap lebih banyak lagi pemuda yang bangkit bangun hegri saya berharap lebih banyak lagi pejabat ynag bermental seperti abah care pada semua anak muda yang mau bertemu abah, termasuk saya abah. Saya cuma ingin abah menghidupkan kembali BUMN. asuransi yang bergerak di sektor peternakan. Saya ingin abah mencanangkan asuransi untuk investasi sapi bibit ; saya ingin abah mengatakan begini ; AYO INVESTASI SAPI BIBIT DI INDONESIA SAYA JAMIN ASURANSI KEMATIAN DAN KEHILANGAN. Saya yakin akan terjadi revolusi sapi potong di Indonesia. Ayo abah.

    Posted by santosomt | 21 April 2014, 8:34 am
  15. Pemuda tunggu apa lagi!! untuk anak mudalah dan generasi penerus saya memilih dahlan menjadi presiden

    Posted by munduf | 21 April 2014, 8:53 am
  16. berhenti mengutuk kegelapan. ayo nyalakan lilin bersama. habis gelap terbitlah terang. dan para pemuda generasi penerus bangsa terangi negeri zamrud khatulistiwa dgn penemuan penelitian dan karya2 utk kemandirian negara. DEMI INDONESIA dahlan iskan for the president 2014 KERJA KERJA KERJA

    Posted by fia | 21 April 2014, 8:59 am
  17. terimakasih pak DI atas tulisanya yg sangat inspiratif, mahmud dan sidiq ini generasi baru “masngut dan budi” yg ditulis bapak di MH terdahulu, Indonesia dgn sumber daya alam melimpah, iklim tropis dan tanah subur serta keunggulan2 lainya saat ini dan kedepan memang membutuhkan entreprenur2 baru supaya bisa mengolahnya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. jangan sampai di negeri Indonesia yg kaya ini kita hanya jadi penonton apalagi hanya “kuli”. untuk itu, jika nantinya pak DI dtitakdirkan jd presiden/wapres tentunya nnti dpt lebih berperan untuk dorong entreprenur atau technopreneur baru sehingga akan bermunculan Mahmud dan sidiq yang baru. banyak yg bisa dilakukan. namun jika toh, takdir berkata lain, kiranya sudi pak DI tetap “mendapingi” anak2 seperti mereka untuk lebih berkembang, menjadi mentor mereka, yg endingnya mudah2an membawa kemaslahatan bagi bangsa indonesia, amin YRA…

    Posted by lingga bayu | 21 April 2014, 9:41 am
  18. oh ya, sekedar mengingatkan, penemuan itu apakah sudah dipatenkan? jangan sampai karya yg bagus tsb nnti diambil orang lain hak ciptanya krn lupa belum dipatenkan, apalagi yg ngambil itu negeri seberang yg sering nyuri karya asli indonesia, hehe….

    Posted by lingga bayu | 21 April 2014, 9:45 am
  19. P. DIS, kapan ke Jawa Timur bagian timur ? Kalo suatu saat Bpk ke sana, jangan lupa mampir Kabupaten Bondowoso Pak… Kami punya petani yang juga inovatif.. Namanya P. BUHARTO, tinggalnya di desa Karang Mellok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. saat ini beliau sudah mempunyai Bufor (Buharto Formula) formula untuk memacu pertumbuhan tanaman, sudah mengembangkan bakteri merah untuk pestisida alami (dibawah binaan salah satu universitas di jawa Timur), sudah mengembangkan cairan pengusir hama tikus, dan beberapa produk yang terkait dengan dunia pertanian lainnya… tapi sepertinya semuanya masih lokal cakupannya… mungkin dengan mampirnya P.DIS di sana, ada harapan untuk pengembangan ke tingkatan yang lebih luas lagi Pak…. Bondowoso menunggu Bapak…..

    Posted by Susy | 21 April 2014, 9:58 am
    • Pak Buharto…Awas lho kedatangan Pak DI, jangan lupa, harus menyiapkan bantal dan tikar…Jangan lupa pula, siap-siap bangun pagi-pagi,habis shalat subuh sambil joging meninjau tanaman yang sudah memakai bufor…

      Posted by HIBATILLAH'S | 21 April 2014, 10:22 am
  20. Mantab, makin semangat…

    Posted by msodik | 21 April 2014, 10:03 am
  21. Reblogged this on #meaningful and commented:
    bismillah.. semoga kita bisa meneladani bocah ini..🙂 keren pisan, bro!

    Posted by habibialisyahbana | 21 April 2014, 10:43 am
  22. saya sangat tertarik dengan alga, ada yang punya contact person?

    Posted by haeny | 21 April 2014, 11:24 am
  23. kereeen bangeeet, pemuda2 seperti ini🙂

    Posted by jarwadi | 21 April 2014, 11:46 am
  24. kita bangga masih ada orang besar seperti pak Dahlan Iskan yang masih melihat mimpi anak anak desa untuk memajukan bangsa ini. saya yakin dan berdoa kepada Allah agar pak DI bisa menjadi Presiden RI thn 2014. saya yakin pak DI adalah orang yang tepat memberdayakan SDM kita yang dianggap remeh oleh Negara lain agar mimpi INDONESIA Negara MAJU akan menjadi kenyataan

    Posted by argadiawan | 21 April 2014, 12:28 pm
  25. ayoo pemuda, singsingkan lengan bajumu, ayo kerja kerja kerja, lepaskan budaya egomu, ayo bekerja keras dan cerdas. untuk abah semoga menjadi bapak bangsa yang terus berkarya. amien

    Posted by rendi sinca | 21 April 2014, 3:01 pm
  26. Semoga ke depannya, Indonesia terus melahirkan generasi muda yang hebat seperti itu.

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 21 April 2014, 3:19 pm
  27. kalau tdk salah namanya Machmud Luthfi Huzain, tapi sepertinya dia sdh pernah ikutan Wismilak Challenge 2013 dan menang
    dan lewat cvnya, produk yg dihasilkan memang laku

    Posted by m a indita hernawati | 21 April 2014, 5:28 pm
  28. Spirulina apa bisa di konsumsi untuk penderita asma seperti saya? Salam DI untuk Indonesia

    Posted by ontoredjo | 22 April 2014, 7:15 pm
  29. Mencerahkan,,,
    Sangat suka ketika dahlan menyuruh jgn menyalhkan pemerintah tapi langsung action

    Posted by tiban jaya rotan | 23 April 2014, 4:43 am
  30. DH,
    Mhn info di mana bisa membeli produk spirulina Mahmud di Jakarta..Terima kasih sebelumnya.

    Salam hormat,

    Wirya
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    Posted by wiryatan@yahoo.com | 23 April 2014, 2:46 pm
  31. Orang hebat itu minoritas. kalau mayoritas, tidak hebat lagi

    Posted by Iqbal | 23 April 2014, 8:27 pm
  32. Sudah lama tidak buka blog ini, giliran buka jadi adem, sejuk dan semangat. Setelah lama2 di fb n twiter dan dumay lainnya biasa panas, tegangan tinggi membuat kurang produktif jadi harus di Charge dulu disini. Agar tetap semangat ikut berpartisipasi “DEMI INDONESIA YANG MAJU, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”.

    Posted by Nur Muhis | 24 April 2014, 8:29 am
  33. Pak Dahlan memang hebat, saya suka dengan segala pemikirannya dan ide2nya demi indonesia saya sangat kagum dengan sosok beliau banyak memberikan ispirasi buat anak muda yang kreatif

    Posted by yuni | 24 April 2014, 9:30 am
  34. Saya dukung pak Dahlan for RI 1

    Posted by suwadi ap | 25 April 2014, 8:38 am
  35. Saya dukung abah DI – Mahfud jadi presiden

    Posted by kursi pantai | 26 April 2014, 12:54 pm
  36. met berjuang pak. kenapa pemb elian tiket kereta sekarang sangat susah untuk hari lebaran kelihatannya ada yang kurang pas. sebab gak mungkin dalam waktu kurang dari 30 menit semua tiket kereta bisnis maupun ekonomilangsung habis …

    Posted by syaiful | 27 April 2014, 9:46 pm
  37. Hebat ya anak-anak muda itu, Boleh dapet alamat dan no telp Mahmud, pak DIS ?

    Posted by Yanti | 8 Mei 2014, 8:13 am
  38. anak muda seperti inilah yang bisa membangun bangsa, pekerja keras, dengan ilmu yang di dapat di universitas, ingat, mahasiswa seperti inilah yang membangun bangsa menjadi maju, bukan mahasiswa yang suka demo sana sini, lihat saja alumni 98, hehheehhehe, bukan menjelekkan tapi faktnya seperti itu

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 5:15 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: