Selasa, 24 Januari 2012
Manufacturing Hope 10
Bising! Itulah satu kata yang bisa menggambarkan dengan tepat setiap akan terjadi penggantian direksi di sebuah perusahaan BUMN. Di antara yang bising-bising itu, yang paling berisik ada dua: proses pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan dan satu perusahaan telekomunikasi.
Memang, masa jabatan direksi di 15 perusahaan perkebunan BUMN segera berakhir. Demikian juga di Telkom. Persiapan penggantian direksi pun harus dilakukan. Maka, terjadilah apa yang terjadi sekarang ini, hari-hari ini, Perang Baratayudha! Calon yang diperkirakan akan menjadi direktur utama dihancur-hancurkan. Lewat SMS maupun kasak-kasuk. Mereka itu harus digulingkan. Kalau perlu sekalian menterinya!
Beredar pula susunan direksi baru di beberapa BUMN yang katanya sudah direstui menteri atau deputi atau DPP berbagai partai. Kalau membaca susunan direksi itu, seolah-olah sudah seperti yang sebenar-benarnya. Beredar pula daftar riwayat hidup banyak orang yang dipuji-puji dengan hebatnya. Merekalah yang dijamin pasti berhasil menjadi direktur atau direktur utama.
Kebisingan itu bertambah-tambah karena setiap orang juga melobi kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang. Termasuk melobi teman-teman dekat saya. Juga melobi adik saya yang hidup sederhana di rumah Perumnas di Madiun. SMS saya pun penuh dengan lalu lintas maki-maki dan puji-puji.
Melihat dan merasakan semua kebisingan itu, saya teringat kejadian beberapa tahun lalu. Yakni ketika terjadi pembunuhan yang latar belakangnya hanya ingin jadi direktur utama anak perusahaan BUMN. Bayangkan. Baru rebutan jadi direktur anak perusahaan saja sudah sampai terjadi pembunuhan. Sampai melibatkan pejabat negara yang begitu tingginya. Apalagi yang ini rebutan bapak perusahaan.
Menyaksikan riuhnya suasana, saya mengambil kesimpulan: saya harus menjauhkan diri dari bisikan pihak mana pun. Saya tidak boleh mendengarkan omongan, SMS, surat, telepon, serta segala macam bentuk rayuan dan makian. Saya ingin berkonsentrasi pada menemukan orang yang memenuhi kriteria yang sudah saya umumkan secara luas: integritas dan antusias. Saya tidak lagi memasukkan unsur kompetensi dan kepandaian. Semua calon untuk level seperti itu pasti sudah kompeten dan pandai.
Sebelum menemukan mereka itu, saya harus menemukan dulu orang yang layak saya dengarkan pandangannya. Yakni orang yang tahu soal perkebunan, yang tahu orang-orang di lingkungan perkebunan, dan orang itu harus memiliki integritas yang bisa diandalkan.
Dari orang seperti itulah, saya akan banyak mendengar. Cara seperti ini juga saya lakukan di PLN dulu. Ketika saya ditunjuk untuk menjadi direktur utama PLN dan saya diberi wewenang untuk memilih siapa saja yang akan duduk di tim saya sebagai direktur PLN, saya mencari dulu satu orang yang integritasnya dikenal baik di lingkungan atas PLN. Kepada orang itulah, saya banyak berkonsultasi dan dari orang itulah saya banyak mendengarkan. Mengapa saya memilih jalan itu” Itu saya lakukan karena saya belajar dari pengalaman panjang: Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik.
Mengapa? Saya merasakan di BUMN itu terjadi kecenderungan seperti ini: Orang yang integritasnya baik biasanya merasa jadi minoritas di lingkungannya. Orang yang integritasnya baik biasanya merasa termarginalkan di lingkungannya. Karena itu, kalau dia diberi kesempatan untuk bisa mengusulkan seseorang menduduki jabatan strategis, secara manusiawi dia akan mencari teman yang sama baik integritasnya. Dia akan terdorong untuk berusaha memperbanyak orang-orang yang berintegritas tinggi di lingkungannya. Dia bercita-cita untuk tidak menjadi minoritas lagi.
Kalau di dalam satu board of director mayoritas direksinya sudah memiliki integritas yang tinggi, hasilnya akan luar biasa banyak: direksi itu akan kompak dalam bekerja, tidak akan ada saling curiga, program-program bisa dipilih yang paling bermanfaat untuk perusahaan (bukan yang bermanfaat untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya), keputusan bisa diambil dengan cepat, lebih berani menolak intervensi, dan yang paling penting mereka akan menyusun tim untuk tingkat di bawahnya dengan cara memilih orang-orang yang integritasnya juga baik. Kalau semua lapisan paling atas dan lapisan di bawahnya sudah sama-sama memiliki integritas yang tinggi, perusahaan akan maju, lestari, dan kultur perusahaan pun akan terbentuk dengan kukuhnya.
Untungnya, dalam proses penyusunan direksi baru perkebunan ini, saya bisa segera menemukan orang yang paling pantas saya dengar pandangannya. Dengan demikian, saya tidak terlalu lama terombang-ambing di tengah kebisingan itu. Terima kasih, Tuhan!
Orang yang saya maksud itu tergolong orang dalam perkebunan. Kebetulan, namanya mirip dengan nama saya: Dahlan Harahap. Beliau saat ini masih menjabat direktur utama PTPN IV di Medan. Perkebunan kelapa sawitnya maju pesat. Perusahaannya berkembang kukuh. Uang cash-nya saja lebih dari Rp 1 triliun. Beliau juga dikenal sebagai orang yang integritasnya sangat baik. Tahan godaan: uang maupun politik.
Posisi beliau juga sangat netral karena satu alasan ini: bertekad tidak akan mau lagi menjabat direktur BUMN. Dia sudah bersumpah di depan Tuhan untuk berhenti sebagai direktur BUMN. Sudah cukup, katanya. Dengan sikapnya yang seperti itu, pandangannya tentu lebih jernih. Tidak ada agenda yang terselubung. Tidak ada keinginan yang tersembunyi, kecuali untuk kemajuan dan integritas BUMN.
Saya pun menemui beliau dengan dua tujuan. Pertama, saya ingin merayu agar mau duduk lagi sebagai direktur BUMN. Bahkan bisa naik menjadi direktur utama holding perusahaan perkebunan seluruh Indonesia. Tetapi, usaha saya ini gagal. Beliau tetap teguh pada tekadnya untuk berhenti sebagai direktur di BUMN. Apakah akan bekerja di perkebunan swasta” Tidak. Beliau ingin mengurus kewajibannya kepada Tuhan!
Setelah gagal merayu beliau, barulah saya menjalankan misi yang kedua. Saya minta pandangan yang objektif tentang orang-orang di seluruh perusahaan perkebunan milik BUMN. Saya semakin respek karena sepanjang pembicaraan itu, beliau sama sekali tidak mau menyebut kekurangan apalagi cacat satu orang pun. Beliau sama sekali tidak mau mengemukakan sisi negatif dari siapa pun di lingkungan perkebunan. Tentu, saya juga tidak mau menanyakan sisi-sisi negatif itu. Saya hanya ingin fokus mencari siapa yang terbaik-terbaik di antara yang ada.
Dari pandangan-pandangannya, saya bangga bahwa di BUMN masih ada orang seperti Dahlan Harahap. Juga seperti Murtaqi Syamsuddin di PLN. Tentu, saya juga memuji orang seperti Karen Agustiawan, direktur utama Pertamina. Seharusnya, dia berangkat untuk menghadiri pertemuan besar Davos di Eropa. Tetapi, karena akan ada acara BUMN yang penting, Karen membatalkan keberangkatannya. Saya bangga atas sikapnya ini: mengurus perusahaan lebih penting daripada menghadiri pertemuan sebesar Davos sekalipun!
Beberapa direktur utama bank BUMN saya lihat juga memiliki integritas yang tinggi. Demikian juga orang seperti Ignasius Jonan, Dirut PT KAI. Saya sungguh berharap akan melihat lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau-beliau itu. Integritas dan antusias.
Saya pun berdoa siang-malam untuk segera menemukan orang yang layak saya dengar pandangannya untuk Telkom yang kini lagi bising-bisingnya. Ini penting karena misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang integritasnya diragukan. BUMN harus menjadi senjata kedua bagi presiden untuk melaksanakan program pembangunan ekonomi seperti yang dijanjikan kepada rakyat dalam masa kampanye dulu. Senjata pertamanya adalah APBN.
Di saat swasta masih belum tertarik ke pembangunan infrastruktur besar-besaran, BUMN harus mengambil peran itu. Di saat para pengusaha swasta bersikap wait and see akibat gejolak ekonomi di USA dan Eropa, BUMN harus firm untuk menjalankan seluruh ekspansinya dan melakukan investasi besar-besaran. Bahkan, di saat seperti ini, keberanian melakukan investasi harus menjadi salah satu KPI (Key Performance Indicators) direksi BUMN.
Sungguh wajar dalam setiap terjadi gejolak ekonomi, pihak swasta bersikap hati-hati. Lalu bersikap tunggu dulu. Maka, dalam situasi seperti ini, sikap firm BUMN diperlukan untuk memberikan rasa percaya diri yang tinggi. Kalau di satu pihak swasta lagi ragu-ragu dan bersikap wait and see sedangkan di pihak lain BUMN tidak firm, perekonomian akan terganggu. Tetapi, kalau swasta melihat BUMN terus bekerja dan berinvestasi, keragu-raguan itu akan berkurang.
Tentu, sangat sulit mengharapkan sebuah BUMN bisa firm dan bertindak cepat kalau di antara direksinya tidak kompak. Karena itu, saya dan dewan komisaris di semua BUMN akan terus memonitor kekompakan ini. Semua direksi yang hebat-hebat pun tidak akan banyak gunanya kalau tidak padu. Dia hanya akan seperti soto enak yang dicampur dengan rawon enak.
Apa boleh buat. Sementara pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan itu masih dalam proses, kebisingan yang sangat tinggi masih akan terus terjadi. Dan saya harus tabah mendengarkannya. Untungnya, sesekali ada hiburan dari orang seperti Nazaruddin. (*)
Dahlan Iskan
Menteri BUMN
mantaf…no 1 gak ya..
lagi2….mantaf…
banyak kejutannya…
selamat berjuang pak
Posted by abdee we | 24 Januari 2012, 8:18 amBenar pak abdee we, sangat sayang orang yg seperti pak dahlan ini jika tidak diberi kepercayaan utk jadi presiden RI. Saya yakin Indonesia akan sangat maju. Krn orang2 yg asal bapak senang dan koruptor akan tergilas. Mari pak abdee bergabung dengan Gerakan Rakyat dan Facebooker Mendukung Dahlan Iskan Jadi Presiden http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup maju terus pak dahlan! Kami ingin negara ini dipimpin orang yg memang berniat memajukan negara ini, bukan hanya untuk kesejahteraan keluarganya, dan kronikroninya saja
Posted by deden hapsari | 24 Januari 2012, 10:04 amsaya tidak setuju beliau jadi presiden. saya lebih setuju beliau di kementrian biar bisa langsung bersentuhan dengan objek yang akan diperbaiki. jika jadi presiden, saya khawatir dia tidak bisa sebebas sekarang membenahi persoalan bangsa ini dan jika jadi presiden saya khawatir para politikus busuk akan membunuh karakter beliau. terus bersemangatlah pak DI. kami akan terus belajar dari tulisan2 ini, motivasinya menumbuhkan ide2 fresh.
Posted by m0ojojojo | 30 Januari 2012, 10:05 amsaya setuju pak dengan anda, karena yg di senayan masih banyak politikus busuknya.
Posted by ejunk | 30 Januari 2012, 1:46 pmSemoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan jalan…….Pak Is, tetap semangat dan tetap istiqomah dengan niat ikhlas membangun negara ini pak…..kami rakyat kecil ini sangat mengharapkan bapak ….
Posted by Davis Busin | 24 Januari 2012, 8:24 amnamanya juga jurnalis…
Posted by Isadewa | 25 Januari 2012, 7:59 pmSAYA UCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA MBAH ROWO,NOMOR YANG MBAH KASI 3D[459]sio[11],TERNYATA BENAR2 TEMBUS 100%,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG MBAH BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA 3D DAN SIONYA, PERHIASAN YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU GARA2 MAIN TOGEL SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,BAGI ANDA YANG INGIN MERUBAH NASIB SEPERTI SAYA HBG MBAH ROWO KIDUL DINO:081350666097 ,ANGKA GHOIP YANG DI BERIKAN MBAH ROWO TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 2X BERTURUT2 MENANG.
Posted by PAK,ALIIRMAN SAMARINDA | 25 Januari 2012, 8:58 pmselalu menemukan kalimat pas untuk menutup tulisan. hahaha..
maju terus bos, kami selalu mendoakan.
Posted by yudex | 24 Januari 2012, 8:26 amsemoga segera mendapat orang yang tepat pak!
Posted by Pandu Aji Wirawan | 24 Januari 2012, 8:26 amSaya tahu beberapa orang telkom seperti yang dimaksud untuk bisa memberikan masukan yang tepat untuk direksi. Tentunya tidak lewat komunikasi umum ini. kemana saya bisa bantu memberi info ini?
Posted by Gani | 24 Januari 2012, 8:28 amalamat email pa Dis : iskan@jawapos.co.id semoga sukses terkirim dan sukses terbaca…
Posted by bowo mursito | 24 Januari 2012, 4:16 pmyang bener email nya: dis@jawapos.co.id
Posted by immstso | 24 Januari 2012, 7:33 pmMantaf pak dahlan…maju terus…
Mari bergabung dengan gerakan rakyat dan facebooker mendukung dahlan iskan jadi presiden..http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup
Posted by deden hapsari | 24 Januari 2012, 8:32 ammantaaaap … ikuuuuuuut
berpasangan dengan Bapak Mahfud MD …
Posted by Yenny Agustin | 24 Januari 2012, 12:43 pmlebih enak klo Bpk Mahfud MD Presiden, Pak Dis Wakilnya
mantep tu kayanya, rela deh jd jurkam gratisan
Posted by dhieSetyawan | 30 Januari 2012, 12:56 pmSimple and straight to the point just like usual.
Semoga selalu seperti itu y pak.
Posted by lutvi | 24 Januari 2012, 8:33 amTetep istiqomah yo pak, semoga Allah selalu membimbing bapak serta meridhoi segala usaha bapak untuk memajukan BUMN, btw udah ditagih belum tuh “Fee” dari si Nazarudin, lumayan pak bisa buat bantu bangun jembatan di lebak banten!
Posted by Nanang Slamet | 24 Januari 2012, 8:33 amsemakin kelihatan tajinya, semoga bisa bersabar menahan terpaan badai politik negeri ini
semoga sehat selalu dan diberkahi hidupnya
salam utk semua pemerhati…..
Posted by MChoir | 24 Januari 2012, 8:41 amMantap tulisannya, Pak. Saya sampai membacanya berulang-ulang.
Kriteria ‘integritas dan antusias’ yang bapak gunakan, sungguh melekat dalam pikiran saya, dan akan saya gunakan dalam pemilu mendatang:
Saat pemilu nanti, saya akan milih :
1. Capres yang berintegritas.
2. Parpol yang berintegritas.
3. Wakil rakyat yang berintegritas.
Indonesia akan jadi lebih baik.
Terima kasih dan selamat bekerja, Pak Dahlan.
Tuhan memberkati anda.
Posted by Indra | 24 Januari 2012, 8:42 amparpol? dan wakil rakyat? anda berharap besok akan sama seperti sekarang? think again mr..
Posted by angka | 25 Januari 2012, 10:39 amTerima kasih kepada Bp Dahlan Iskan, untuk mencari direksi di BUMN ini, memang yang Bp. maksud itu, sebenarnya masih ada yang lain , hanya saja kesempatan beliau belum ada, beliau bekerja apa adanya, sederhana, loyalitas tinggi,keagamaanya sangat kental, beliau adalah salah satu kabag tehnik di bumn ptpn (Ir.A.F). keinginan beliau sangat jelas untuk memajukan perusahaan, semoga yang dimaksud cocok untuk kemakmuran bangsa. dari rakyat kecil.
Posted by rizalamri | 27 Januari 2012, 9:16 amnggak ada parpol yang berintegritas^^
Posted by agustinus | 25 Januari 2012, 10:56 pmSETUJU……seandainya pun Bung Dis mau dicalonkan menjadi RI 1, saya sih berharap agar Bung Dis mau maju sebagai calon independent. Klo pun peraturan sekarang BELUM membolehkan calon independent, qta bisa rame2 minta judicial review ke MK, takutnya klo Bung Dis maju dengan menggunakan kendaraan parpol, yang qta smua tau bahwa smua parpol ga ada yg bersih, nanti pasti Bung Dis dimintai imbalan dari dukungan pihak2 yang merasa “bejasa” tersebut.
Posted by Jend. Naga Bonar | 26 Januari 2012, 1:29 pmHappy ending tuh Pak note-nya. Tetep istiqomah ya Pak Dis… Hiburan macam nazaruddin udah pasti ada kok. Bs dr mana2 n dr siapa aja coz gk semua org bs suka ma Pak Dis kan… Pasti banyak jg yg sirik berat ma Bpk. Tetep semangat Pak. Allah sll menyertai setiap langkah Bpk…
Posted by Didi | 24 Januari 2012, 8:44 amminta saran Nazarudin Pak, kayaknya dia sudah ga punya pamrih lagi ke BUMN, kapok dah dia……
Posted by dahlan fans | 24 Januari 2012, 8:44 amBanyak tahajud pak, biar bisa menemukan orang yg pas untuk posisi yg akan diganti.
Senang membaca diakhir tulisan, ditengah” stressing memilih direksi, ternyata ada hiburan dari si Udin. Udin… Udin…. kamu boleh deh pindah jadi pelawak.
Posted by Areks | 24 Januari 2012, 8:51 amamien bos Dis, insya allah masih ada koq orang indonesia tulen yang cinta negri ini tanpa pamrih….
Posted by doelatief | 24 Januari 2012, 8:52 amTernyata pak Dis akhirnya mengangkat topik ini untuk disharing minggu ini.. Walaupun saya sudah baca juga di Viva News tadi malam. Saya ikut prihatin dengan apa yg dialami oleh Pak Dis sebagai Menteri BUMN menghadapi perilaku insan-insan BUMN khususnya dalam masa peralihan pimpinannya. Saya pun merasakan & melihat langsung di BUMN tempat saya bekerja, juga pernah saya sampaikan dalam salah satu komen saya atas tulisan bapak sebelumnya. Sebagai salah satu insan BUMN saya tidak perlu komen lagi, saya yakin pak Dis tahu yang terbaik dan harapan saya agar Pak Dis selalu sehat dan senantiasa dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT. Tentu juga berdoa semoga terpilih pimpinan yang jujur, memiliki integritas tinggi dan berani untuk memimpin BUMN dan memajukan perekonomian negara kita.
Posted by Aris Kadarisman | 24 Januari 2012, 8:53 amsaya samina watokna dengan Om Aris Kadarisman saja……, sebagai makmum yang baik….sementara ini bisanya baru taraf amar ma’ruf, belum nahi munkar…..
Posted by Hamba Allah yg lemah..... | 24 Januari 2012, 9:55 amlanjut bos…..
Posted by ibagro.blogspot.com | 24 Januari 2012, 8:57 amKayaknya saat ini jalan mulai menanjak, pak. Menanjak oleh beratnya para pejabat brengsek pencari jabatan doang. Hati-hati juga, sudah jalan menanjak, ada tikungan pula. Tapi, bagi seorang supir yang handal, segala macam tanjakan dan tikungan bakalan LEWAT!
Maju terus BUMN!
Posted by Busana Muslim Bali | 24 Januari 2012, 9:00 amKwakkkk kakkkk kaaaaaakkkk…..
Luar biasa bapak kita yang satu ini. Dari awal tulisan beliau di MH (manufacturing Hope) ke 10 ini, saya begitu serius membacanya. Belajar bagaimana beliau memilih sosok nomer 1 di BUMN yg corebisnisnya sama sekali baru buat beliau. Bagaimana beliau tutup mata dan telinga dari kebisingan itu. sampe-sampe kayaknya terbebani banget gitu ya,,, dan saya raakan beban berat di pundaj beliau. Namun beban itu seakan jadi ringan oleh “hiburan” Nazaruddin…. Kwaakkkk kakkkk kakkkkkkkkkkkkkk. bisa dibayangkan tiba tiba tawa saya meledak ledak memecah keheningan suasana kantor, mengundang tanya teman sekantor…..saya jawab ” baca tuh tulisan pa Dahlan..”.
And bravo pak DIS…. teruslah bekerjam bekerja dan bekerja. Kami akan terus senantiasa berdoa untuk bapak sekelurga akan kesehatan, kebersihan hati, ketenangan (jauh dari bisin@ tadi), kesejahteraan, dan tentu curahan kasih sayang dan keberkahan dari Tuhan YME.
Keep fighting pak DIS, Insyaallah sukses dan berhasil……………..Amien…
Posted by agusbudi | 24 Januari 2012, 9:09 amwkwkwkwk memang Bos DI ini bisanya nyerempet Nazar segala,oalah Pak……..biar aja orang2 seperti Nazar ini berkicau sampe berbusapun tentang DI sampai matahari terbit dari barat seluruh Indonesia ya gak ada yg percados!!!!!!Setuju?
Posted by M. INVESTO KARYOTO | 2 Februari 2012, 12:20 amSalah bos…justru terlalu banyak masyarakat kita yang gampang dikibulin (apalagi kalo dah dikipas duit)..makanya wakil rakyatnya hampir ngga ada yang amanah (penipu semua) karena ya rakyatnya yang milih mereka…kita butuh orang yang mempunyai integritas super untuk mendidik rakyat kita bahwa MORAL ,KEJUJURAN DAN ETIKA itu penting supaya negara ini tidak runtuh dan rakyatnya tidak saling bunuh2an…
Posted by Ardian | 23 Februari 2012, 4:55 pmSaya dukung apa yang dilakukan Dahlan iskan. Semoga apa yang diniatkan beliau untuk mencari calon-calon pimpinan BUMN yang berintegritas dan antusias terwujud. Aamiin.
Posted by Kang Jo | 24 Januari 2012, 9:10 amtwo thumbnails;)
Posted by nofanridzkynf | 24 Januari 2012, 9:25 amsemoga sukses pak dalam memilih beberapa direksi barunya..
saya suka logika ” memilih orang yang beintegritas maka dia pun akan memilih yang berintegritas pula..”
#indonesialebihbaik
Posted by adiekeputran | 24 Januari 2012, 9:33 amAda yang namanya resonansi (gema) dan daya tarik menarik, mereka yang berintegritas akan menggemakan integritasnya untuk kemudian memantul dari pribadi2 yang berintegritas selanjutnya orang orang berintegritas akan menarik dan mengelompok ke orang orang berintegritas pula secara alami dan manusiawi sesuai kehendak-Nya.
Posted by Bhrenusantara | 25 Januari 2012, 9:40 amSaya kurang setuju dg pak dahlan perihal direktur kai ignasius johan. Saya penumpang comuter line tiap hari ke kantor. Sekarang lo naik comuter line dah nggak nyaman penuh sesak , buat gerakin kaki aja susah, ac panas, jadwal ngawwur (giliran jam sibuk kereta nggak ada). mohon buktikan dulu dwngan ngatur comuter line dg baik nyaman, baru integritasnya tinggi.
Posted by gepe | 24 Januari 2012, 9:41 amperlu proses pak GEPE, gak mungkin sim salabim kecuali yg jadi dirut PT.KAI malaikat. kayak pak DI waktu jadi dirut PLN msh ninggalin masalah pe skrg,tapi kemajuan yg diraih jauh lebih banyak
Posted by Lukman | 24 Januari 2012, 12:45 pmmantap. .. bijak banget komennya.
Posted by syaif | 29 Januari 2012, 4:43 amKinerja Ignasius Jonan sudah diakui di mana – mana, salah satunya coba baca ulasan di majalah Swa berikut:
http://news.surabaia.com/2011/02/membenahi-si-ular-besi/
Integritas Jonan juga begitu. Semua orang dalam PT KAI mengakui beliau tegas memberantas Korupsi tanpa pandung bulu. Yang kena sudah bukan satu dua lagi, PT KAI sudah makin bersih sekarang.
Tapi, seperti komentar yang lain, ini soal memperbaiki perusahaan yang tadinya sakit agar jadi sehat, dengan karyawan lebih dari 26 ribu orang yang kebanyakan sudah tua.
Jadi mesti bersabar dan tetap antusias ya Pak.
Posted by Syafrudin | 9 Februari 2012, 8:48 pmSemoga semakin banyak BUMN – BUMN yang tangguh di negeri ini dibawah komando Pak Dis. Mudah2n Allah Swt selalu melimpahkan rahmat dan barokah bagi Pak Dis beserta keluarga. Tetep semangat dan jaga kesehatan ya Pak………
Posted by Hadi S | 24 Januari 2012, 9:52 amistiqomah terus dalam kebaikan amal dan perkokoh niat awal “khoirunnas anfaulinnas” pak dahlan . goodluck for pejuang negeriku……..
Posted by Ahmad Mushollin | 24 Januari 2012, 9:57 amMantap, memang sulit dipikirkan antara kepentingan dengan yg dipentingkan.
dan mencari orang untuk tujuan tsb, perlu analisa dan kajian lebih dalam sebab manusia semuanya punya kekurangan, namun kekurangan itu dpt membuat dirinya untuk menjadi berubah dan maju.
serta kadangkala kita-kita ini tidak melihat loyalitas dan harapan kedepan, cuma dominan pada keuntungan saja, padahal banyak yg dirugikan nantinya.
semoga bpk mendapatkan pilihan yg bagus dan kita diberi manfaat dari usaha atau hasil kerjanya.
bagi yg tidak terpilih, mari rendahkan hati untuk selalu menerima hasil yg telah disepakati, dan selalu melihat kembali kekurangan kita, semoga hal ini menjadi motivasi untuk berubah menjadi lebih baik.
hati-hati pa’ jangan sampai ada yg memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan pribadi atau politik semata,
selamat bekerja , Allah meridhohi anda, amin
Posted by A. Karim Alwie | 24 Januari 2012, 10:02 amAlhamdulillah, Pak DIS punya cita-cita yang mulia bagi pembangunan negeri ini. Mudah-2an direksi yang terpilih nanti memang yang terbaik, khususnya untuk perkembangan BUMN masing-masing. Sulit mengecek akhlaq seseorang, tapi pasti ada dan bisa ditemukan……
Tetap semangat…..
Posted by Wawan Iskandar | 24 Januari 2012, 10:17 amSubhanalloh… Luar biasa rencana ALLOH, menempatkan bapak di kementrian ini. Salut pak, semoga BUMN lebih baik, semoga keberadaan bapak di BUMN akan membawa perubahan besar…sebelum perubahan yang lebih besar lagi..yaitu NEGARA INI.
Posted by dwi | 24 Januari 2012, 10:18 amkelihatan bedanya antara anak TK dan master.
anak TK bilangnya Fit n Proper test.
….Padahal bener kata Pak DIs, untuk dicalonkan saja seseorang itu sudah harus layak dan patut.
Buang2 duit dan buang2 waktu saja anak TK itu!
Posted by Ian | 24 Januari 2012, 10:26 ampak, jangan lupa dipikirkan dari sisi keamanan bpk juga
saya yakin Allah tlah mengatur semuanya tapi sebelumnya tetep harus diupayakan
maaf, bukannya menggurui …. ingin mengingatkan saja
hidup mulia atau mati masuk surga
Posted by yudi | 24 Januari 2012, 10:32 amSaya yakin Pak Dis mampu dan diberi petunjuk oleh Allah SWT, karena kesungguhan dan Keiklasan Beliau. Saya yang juga pernah merasakan “UDARA BUMN”, apa yang disampaikan adalah kenyataan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kok Direksi .. setelah direksinya ganti bawahnya juga ikut be Resonansi. Dan suatu pelajaran berharga bagi insan BUMN dan INDONESIA mendapatkan pencerahan yang nyata dari tulisan-tulisan beliau yang sangat-sangat mengagumkan. Sangat berbeda dengan “Siaran TV Swasta Nasional” hanya menyiarkan tetapi tidak melakukan tindakkan perbaikan.
Posted by sulistyarso | 24 Januari 2012, 10:37 amTeruskan…….
Posted by parwadi ndut | 24 Januari 2012, 10:49 amhahahhaa..mantab pak nazaruddin aja dijadikan hiburan wekand..:D
berharpa BUMN jadi ujung tombak pembangunan bangsa ini..kali2 turun ke desa2 pak, jalan, sarana prasana dah pada hancur..
mudah2an kedepan lebih baik
terima kasih pak untuk usahanya buat indonesia
Posted by rani_tea | 24 Januari 2012, 10:52 ammaju terus pak Dahlan. iluvu dahhh
Posted by maria | 24 Januari 2012, 10:55 amsemoga allah memberi bpk sehat dan umur panjang,,,,,dan semoga ramalan satrio paningit akan datang dari selatan(magetan)untuk selamatkan indonesia….benar adanya…..dan sekarang sdh mulai terlihat…….
indonesia sangat butuh2 orang2 seperti bpak….intergitas…antusias maju trus bapak DAHLAN ISKAN……
Posted by david sunarko | 24 Januari 2012, 11:12 ammantab pak is, gaya bahasa yang apa adanya. setiap di awal tulisan dan di akhir tulisan pasti menjadi senjata ampuh pak Is utk membuat kejutan2 yang tidak disangka2 pembacanya… jika terus seperti ini, Insyaallah “Semesta Mendukung” Pak Is untuk memimpin negeri ini…AMIENNNN…
Posted by aihq | 24 Januari 2012, 11:13 amSaya termasuk karyawan BUMN Perkebunan yang lagi harap-harap cemas akan pergantian Direksi BUMN Perkebunan di tempat saya kerja… semoga direksi yang dipilih pak DIS adalah orang yang tepat yang punya integritas dan dedikasi yang tinggi terhadap perusahaan…Jadi direksi BUMN bekal Pintar aja saya rasa tidak cukup…. yang paling penting memiliki MORAL dan JUJUR….Kita slalu mendoakanmu Pak DIS…
Posted by Wan | 24 Januari 2012, 11:14 ambuset dah, si nazar bisa jadi hiburan. wakwakawka….
Manteb banget pak Dahlan, teruskan usaha dan pengabdian bpk.
Jadi makin addicted ngikutin Manufacturing Hope nih, dah semacam nungguin film serial yg tayang tiap minggunya.
*kira2 minggu dpn closingnya gmn ya..
Posted by Yanuar | 24 Januari 2012, 11:14 amsaya jg sesekali terhibur dgn orang2 spt nazarudin om…kapan ya nazar bs maen di ovj???
tp hati2 om dahlan!! skg anda boleh terhibur dgn orang2 spt nazar,,,tp bs jadi kelak anda akan dijegal oleh orang2 spt nazar,,,,waspadalah!di indonesia, orang2 baik spt anda musuhnya banyak
Posted by manikarum | 24 Januari 2012, 11:16 amGak ada ruginya bangsa ini memiliki orang2 berintegritas,berimtak,beriptek tapi,bangsa ini sering menyingkirkannya ke luarnegeri krn dianggap apolitis,lo klo gitu apa gunanya politik klo terus2an memboroskan APBN Yg hrusnya digunakan utk kesejahteraan rakyat
Posted by Jafar sodiq | 24 Januari 2012, 11:19 amikut dukung pak,, bumn yg banyak komplain dari pelanggannya di koran dan internet dah pasti bermasalah tuh pak. mending kalo sekal-kali, lha ini dah bertaun2..
Posted by majuu teruss | 24 Januari 2012, 11:32 amintegritas dan antusias ………. lucu saya bacanya pak …. sementara integritas itu sendiri dicerai-beraikan pada masa-masa kemarin …………. saya ragu kalau masih ada orang-orang di bumn ynd pada posisi senior leader yang masih memiliki itu, atau saya ragu kalau bapak menyebutkan masih bisa menemukan ………
bapak terpaksa ambil dari level dibawahnya atau bila perlu ambil cukup dalam kebawah untuk menemukan mutiara integritas dan antusias itu ………
berburu memang harus berombongan, sangat berbahaya bila berburu sendirian, apalagi berburu binatang buas ………….. heheheheheheheee
Posted by anggiat situmorang | 24 Januari 2012, 11:54 ambukan berburu binatang buas om, tapi lebih tepatnya berburu di hutan yang penuh binatang buas… ;-b
Posted by Jend. Naga Bonar | 24 Januari 2012, 3:39 pmdi indonesia hanya ada dua pejabat yang bersahaja, rndah hati, low frofil yaitu pak dahlan iskan menteri bumn dan wali kota solo joko widodo, andai pejabat seperti kedua orang ini saya yakin indonesia akan lebih beradab
Posted by simalakama | 5 Februari 2012, 3:16 pmCommented by : Lintong Simaremare | BestSeller Author Bread for Friends | Twitter : @LintongQUOTES
Kembali kita temukan banyak hal menarik yang dapat kita tarik dari tulisan (curhat) pak Dahlan kali ini, saya tertarik memberikan perspekstif saya untuk beberapa point. Mudah-mudahan memperkaya kita semua.
1.Bising
Kebisingan dalam sebuah proses suksesi adalah hal yang lumrah dan naturally akan terjadi dimana-mana. Tidak hanya dalam proses pencarian butir terbaik diantara hamparan pasir namun dalam upaya menemukan sosok yang layak memimpin komunitas nirlaba semacam kegiatan sosialpun akan kita alami pula. Kebisingan bukanlah sebuah masalah yang berarti, namun sebuah tahapan waktu dengan terungkapnya segala fenomena yang kita butuhkan untuk langkah selanjutnya.
Alangkah indahnya jika kebisingan yang terjadi digerakkan oleh banyak hati yang tergerak untuk berdharma, berlomba memberikan kontribusi nyata dan menjanjikan yang terbaik dari dirinya. Sebut saja semacam gerakan keberanian para volunteer yang memiliki antusiame tinggi membangun tatanan yang lebik baik dalam skop tertentu.
Semoga kebisingan, saya sebut nyanyian yang terjadi saat ini mengelilingi bapak tidak menjadikan kebisingan dalam diri bapak sendiri, sehingga pure consciousness akan tetap terjaga dan dengan harmoni pikiran dan hati bisa merasakan nyanyian itu terserap ke intuisi yang paling dalam sehingga tercipta keputusan yang lebih layak dalam keterbatan bapak sebagai manusia biasa.
2.Menjauhkan diri dari bisikan pihak manapun.
Ada dua cara menemukan kesunyian. Pertama dengan menjauh dari keramaian dan kedua dengan menciptakan kesunyian dalam diri di tengah keramaian. Kedua cara baik itu bisa menghasilkan kemurnian dengan dibutuhkannya kesadaran akan pengaruh proses osmosis yang terjadi di tengah situasi dimana kita berada.
Kesadaran murni hanya tercipta dalam alam tanpa tendensi, namun semata-mata segala pergolakan batin, segala pikiran terbaik kita arahkan untuk penataan pelayanan kepada dunia dan mahluk dengan didadari oleh hati yang kita arahkan kepada sang maha Pencipta. Kata lainnya saya sebut, “We are connected with God with our heart and connected to man with our hand”.
Semoga bapak mendapat penyertaan Tuhan danlam melalui tahapan menemukan fase kemurnian ini.
3.Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik.
Integritas adalah istilah yang muncul sejak kita mengenal ilmu kepemimpinan. Intergritas menyangkut kesesuaian antara pikiran dan tindakan. Karena tidak mudah menjabarkannya, maka ada joke yang menarik tentang integritas ini, “Di level pelaksanaan, banyak pemimpin : Lain yang dibicarakan, lain yang dilakukan.”
Untuk menambah pemahaman bapak yang sangat kaya, menurut saya, bahasa sederhana dari integritas kepemimpinan adalah derajat kesatuan antara rasio, perasaan dan perbuatan. Penyatuan ketiga unsur itu hendaklah didasari motivasi mulia dan diselimuti dengan keyakinan penuh dalam menjalankannya.
Semoga bapak semakin memiliki integritas yang semakin tinggi dan diberikan kesempatan dengan mudah menemukan orang-orang yang mempunyai integritas tinggi di negara kita ini, disamping kompetensi mumpuni yang mereka miliki.
4.Tahan godaan: uang maupun politik.
Empat hal yang memiliki pengaruh kuat dalam merobohkan manusia-manusia yang rumah hatinya di bangun di atas pasir adalah : Kata (pengakuan), Tahta, Harta, Wanita (bagi pria) dan Pria (bagi wanita). Penekanan pak Dahlan ke uang dan politik ada dalam lingkup keempat hal yang saya sebutkan.
Saya menyaksikan banyak bukti yang tidak mengejar keempat hal di atas namun justru mendapatkannya lebih dari yang dia harapkan. Bukti itu bertabur di dunia bisnis di hampir seluruh belahan bumi ini. Banyak orang yang menjadi kaya raya dengan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada manusia lain bahkan tidak memiliki waktu lagi menghitung kekayaannya yang otomatis bertambah dan bertamabah. Keempat hal di atas bukanlah tujuannya dan bukan pula unsur yang mempengaruhi dharma bhaktinya.
Memang sudah saatnya kita berpikir ulang tentang apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup kita dalam berdharma (berkarya) sebagai mahluk Tuhan yang diminta untuk memberikan arti bagi kehidupan.
Semoga bapak semakin memiliki kekuatan bertahan dari godaan itu dan menemukan banyak orang yang memiliki esensi hidup yang sebenarnya. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan membebaskan jiwanya. Saya percaya bahwa masih banyak orang yang mampu membebaskan jiwanya yang agung untuk melayani dunia kehidupannya. Masih banyak orang yang jiwanya yang agung sering terselubung dan tersembunyi, ibarat gitar klasik yang tidak lagi dipetik senarnya. Ketika bapak menemukannya, jiwanya akan berkarya, matamu akan berkaca-kaca, mimik dan senyum di bibirmu akan menjadi kata-kata. Ketika jiwanya bernyanyi, nyanyiannya akan terdengar merdu oleh musisi tersohor bahkan oleh orang yang tidak mengerti nada. Ketika ia berjalan, orang butapun akan mengikuti langkahnya.
5.Antusias.
Memperkaya pemahaman bapak yang sudah kaya, antusias berasal dari bahasa yunani : Entheos [en Theos] atau dalam bahasa Inggris Anthusiasm / Theos inside = God inside. Memasukkan unsur antusiasme dalam kepemimpinan adalah sebuah keharusan. Hanya orang-orang yang antusias, yang hati dan semangatnya digerakkan oleh Tuhan-lah yang mampu mengobarkan semangat perubahan menuju kebenaran dan perbaikan.
Hanya orang anthusias yang mampu membenamkan diri dalam pekerjaannya tanpa pamrih dari dunia dan menciptakan masterpiece dari anggapan kemustahilan sebelumnya.
6.Misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang integritasnya diragukan.
Kembali lagi ke persyaratan Integritas yang pak Dahlan tekankan berulang-ulang, menjadi menarik utnuk memberikan warna terhadap syarat uyang satu ini. Secara umum Integritas adalah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Khusus dalam hal etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi dari tindakan seseorang dibandingkan prinsip yang disepakati yang harus dijalankannya.
Integritas (Integer) adalah keutuhan, lengkap antara kejujuran dan konsistensi karakter. Nah sebagai langkah awal akan sangat dibutuhkan beberapa derivatif karakter yang diinginkan untuk memimpin BUMN di negara kita ini agar semua volunteer tidak meletakkan integritas pada standar yang berbeda. Semoga bapak sebagai leader mampu meletakkan acuan mendasar tentang Integritas yang kita inginkan menjadi acuan bersama dalam membangun setiap BUMN negara kita tercinta.
Terakhir sebagai masukan saya untuk bapak pertimbangkan, Selain Kompetensi, Antusiame dan Integritas, mohon ditambahkan beberapa unsur lain seperti Kecermatan, untuk menghindari pemimpin yang menelan bulat-bulan fenomena di permukaan dalam mengambil keputusan. Amanah, yang menuntut konsekuensi pertanggungjawaban hasil tanpa menyalah gunakan kekuasaan dan terakhir Kemampuan komunikasi. Alangkah baik dan indahnya jika segenap pemimpin mampu mengkomunikasikan rencana, proses dan hasil yang mereka peroleh seperti yang selama ini bapak lakukan. Melalui komunikasi yang baik pula terjadi penjaringan ide-ide pengayaan yang instan dibanding komunikasi birokratis yang lambat. Kemampuan komunikasi efektif menjadi sangat penting di tengah kemudahan lalu lintas informasi saat ini.
Semoga tanggapan kami dapat memperkaya curhat bapak. Mohon maaf jika ada pemahaman yang kurang tepat dan akan sangat berbahagia rasanya jika kami diajarkan untuk hal yang lebih baik.
Selamat berdharma bhakti pak Dahlan ! Sukses BUMN Indonesia
*Lintong Simaremare | BestSelling Author : Bread for Friends & Pieces of keys at work |
Twitter : @LintongQuotes | FB: http://www.facebook.com/breadforfriends | Blog : http://www.bread4friends.wordpress.com
Posted by bread4friends | 24 Januari 2012, 12:29 pmsetuju….., semoga sukses, rakyat miskin jadi makmur
Posted by zhorif | 26 Januari 2012, 9:50 ammaju terus pak benahi tuh BUMN yang jadi sapi perahan partai politik, setuju sekali dengan komentarnya pak aris kadarisman
Posted by karisa nabila | 24 Januari 2012, 1:12 pmHehehe.. memang gak habis pikir gaya pak DIS ini.. pasti banyak yang berharap beliau ini akan mengeluarkan statement yang panjang lebar tentang tuduhan Nazaruddin.. dan tulisan beliau kali ini yang panjang lebar.. sama sekali tidak menyinggung itu, tapi diujungnya ada. Menegaskan.. sangaaat menegaskan.. respon beliau ttg tuduhan tersebut. SEKEDAR HIBURAN SEMATA ! wakakakaaka….
Posted by kaskusdotus | 24 Januari 2012, 1:29 pmKelihatannya Beliau tidak mau energi-nya habis hanya untuk menanggapi ocehan Nazar, toh dulu pernah di singgung hanya ketemu sekali.
“Yakni ketika terjadi pembunuhan yang latar belakangnya hanya ingin jadi direktur utama anak perusahaan BUMN. Bayangkan. Baru rebutan jadi direktur anak perusahaan saja sudah sampai terjadi pembunuhan. Sampai melibatkan pejabat negara yang begitu tingginya” <– apa ini kasus yg menyeret petinggi KPK masa lalu
Semoga beliau selalu mendapat perlindungan Alloh
Posted by santosahw | 24 Januari 2012, 2:30 pmAku kecele..kirain catatan minggu ini ngomong banyak tentang tuduhan si Udin..nggak tahunya cuma satu kalimat sebagai penutup..”Untungnya, sesekali ada hiburan dari orang seperti Nazaruddin.” Benar-2 luar biasa bapakku ini.
Posted by rachmad | 24 Januari 2012, 1:49 pmMari Dukung Pasangan Capres & Wapres : DAHLAN ISKAN & JOKOWI …
Insya Allah amanah …
Posted by Dodol | 24 Januari 2012, 1:58 pmkok jokowi? konsep dalam level nasionalnya saya blum tahu.apalagi internasional…
Posted by lukman | 25 Januari 2012, 12:43 amKita kembali menemukan banyak hal menarik yang dapat kita tarik dari tulisan
(curhat) pak Dahlan kali ini, saya tertarik memberikan perspekstif saya
untuk beberapa point. Mudah-mudahan memperkaya kita semua.
1.Bising
Kebisingan dalam sebuah proses suksesi adalah hal yang lumrah dan naturally
akan terjadi dimana-mana. Tidak hanya dalam proses pencarian butir terbaik
diantara hamparan pasir namun dalam upaya menemukan sosok yang layak
memimpin komunitas nirlaba semacam kegiatan sosialpun akan kita alami pula.
Kebisingan bukanlah sebuah masalah yang berarti, namun sebuah tahapan waktu
dengan terungkapnya segala fenomena yang kita butuhkan untuk langkah
selanjutnya.
Alangkah indahnya jika kebisingan yang terjadi digerakkan oleh banyak hati
yang tergerak untuk berdharma, berlomba memberikan kontribusi nyata dan
menjanjikan yang terbaik dari dirinya. Sebut saja semacam gerakan keberanian
para volunteer yang memiliki antusiame tinggi membangun tatanan yang lebik
baik dalam skop tertentu.
Semoga kebisingan, saya sebut nyanyian yang terjadi saat ini mengelilingi
bapak tidak menjadikan kebisingan dalam diri bapak sendiri, sehingga pure
consciousness akan tetap terjaga dan dengan harmoni pikiran dan hati bisa
merasakan nyanyian itu terserap ke intuisi yang paling dalam sehingga
tercipta keputusan yang lebih layak dalam keterbatan bapak sebagai manusia
biasa.
2.Menjauhkan diri dari bisikan pihak manapun.
Ada dua cara menemukan kesunyian. Pertama dengan menjauh dari keramaian dan
kedua dengan menciptakan kesunyian dalam diri di tengah keramaian. Kedua
cara baik itu bisa menghasilkan kemurnian dengan dibutuhkannya kesadaran
akan pengaruh proses osmosis yang terjadi di tengah situasi dimana kita
berada.
Kesadaran murni hanya tercipta dalam alam tanpa tendensi, namun semata-mata
segala pergolakan batin, segala pikiran terbaik kita arahkan untuk penataan
pelayanan kepada dunia dan mahluk dengan didadari oleh hati yang kita
arahkan kepada sang maha Pencipta. Kata lainnya saya sebut, “We are
connected with God with our heart and connected to man with our hand”.
Semoga bapak mendapat penyertaan Tuhan danlam melalui tahapan menemukan fase
kemurnian ini.
3.Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang
integritasnya baik.
Integritas adalah istilah yang muncul sejak kita mengenal ilmu kepemimpinan.
Intergritas menyangkut kesesuaian antara pikiran dan tindakan. Karena tidak
mudah menjabarkannya, maka ada joke yang menarik tentang integritas ini, “Di
level pelaksanaan, banyak pemimpin : Lain yang dibicarakan, lain yang
dilakukan.”
Untuk menambah pemahaman bapak yang sangat kaya, menurut saya, bahasa
sederhana dari integritas kepemimpinan adalah derajat kesatuan antara rasio,
perasaan dan perbuatan. Penyatuan ketiga unsur itu hendaklah didasari
motivasi mulia dan diselimuti dengan keyakinan penuh dalam menjalankannya.
Semoga bapak semakin memiliki integritas yang semakin tinggi dan diberikan
kesempatan dengan mudah menemukan orang-orang yang mempunyai integritas
tinggi di negara kita ini, disamping kompetensi mumpuni yang mereka miliki.
4.Tahan godaan: uang maupun politik.
Empat hal yang memiliki pengaruh kuat dalam merobohkan manusia-manusia yang
rumah hatinya di bangun di atas pasir adalah : Kata (pengakuan), Tahta,
Harta, Wanita (bagi pria) dan Pria (bagi wanita). Penekanan pak Dahlan ke
uang dan politik ada dalam lingkup keempat hal yang saya sebutkan.
Saya menyaksikan banyak bukti yang tidak mengejar keempat hal di atas namun
justru mendapatkannya lebih dari yang dia harapkan. Bukti itu bertabur di
dunia bisnis di hampir seluruh belahan bumi ini. Banyak orang yang menjadi
kaya raya dengan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada manusia lain
bahkan tidak memiliki waktu lagi menghitung kekayaannya yang otomatis
bertambah dan bertamabah. Keempat hal di atas bukanlah tujuannya dan bukan
pula unsur yang mempengaruhi dharma bhaktinya.
Memang sudah saatnya kita berpikir ulang tentang apa sebenarnya yang menjadi
tujuan hidup kita dalam berdharma (berkarya) sebagai mahluk Tuhan yang
diminta untuk memberikan arti bagi kehidupan.
Semoga bapak semakin memiliki kekuatan bertahan dari godaan itu dan
menemukan banyak orang yang memiliki esensi hidup yang sebenarnya. Mereka
adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan membebaskan jiwanya.
Saya percaya bahwa masih banyak orang yang mampu membebaskan jiwanya yang
agung untuk melayani dunia kehidupannya. Masih banyak orang yang jiwanya
yang agung sering terselubung dan tersembunyi, ibarat gitar klasik yang
tidak lagi dipetik senarnya. Ketika bapak menemukannya, jiwanya akan
berkarya, matamu akan berkaca-kaca, mimik dan senyum di bibirmu akan menjadi
kata-kata. Ketika jiwanya bernyanyi, nyanyiannya akan terdengar merdu oleh
musisi tersohor bahkan oleh orang yang tidak mengerti nada. Ketika ia
berjalan, orang butapun akan mengikuti langkahnya.
5.Antusias.
Memperkaya pemahaman bapak yang sudah kaya, antusias berasal dari bahasa
yunani : Entheos [en Theos] atau dalam bahasa Inggris Anthusiasm / Theos
inside = God inside. Memasukkan unsur antusiasme dalam kepemimpinan adalah
sebuah keharusan. Hanya orang-orang yang antusias, yang hati dan semangatnya
digerakkan oleh Tuhan-lah yang mampu mengobarkan semangat perubahan menuju
kebenaran dan perbaikan.
Hanya orang anthusias yang mampu membenamkan diri dalam pekerjaannya tanpa
pamrih dari dunia dan menciptakan masterpiece dari anggapan kemustahilan
sebelumnya.
6.Misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah
keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang
integritasnya diragukan.
Kembali lagi ke persyaratan Integritas yang pak Dahlan tekankan
berulang-ulang, menjadi menarik utnuk memberikan warna terhadap syarat uyang
satu ini. Secara umum Integritas adalah konsep konsistensi tindakan,
nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Khusus
dalam hal etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau
akurasi dari tindakan seseorang dibandingkan prinsip yang disepakati yang
harus dijalankannya.
Integritas (Integer) adalah keutuhan, lengkap antara kejujuran dan
konsistensi karakter. Nah sebagai langkah awal akan sangat dibutuhkan
beberapa derivatif karakter yang diinginkan untuk memimpin BUMN di negara
kita ini agar semua volunteer tidak meletakkan integritas pada standar yang
berbeda. Semoga bapak sebagai leader mampu meletakkan acuan mendasar tentang
Integritas yang kita inginkan menjadi acuan bersama dalam membangun setiap
BUMN negara kita tercinta.
Terakhir sebagai masukan saya untuk pak Dahlan pertimbangkan, Selain
Kompetensi, Antusiame dan Integritas, mohon ditambahkan beberapa unsur lain
seperti Kecermatan, untuk menghindari pemimpin yang menelan bulat-bulan
fenomena di permukaan dalam mengambil keputusan. Amanah, yang menuntut
konsekuensi pertanggungjawaban hasil tanpa menyalah gunakan kekuasaan dan
terakhir Kemampuan komunikasi. Alangkah baik dan indahnya jika segenap
pemimpin mampu mengkomunikasikan rencana, proses dan hasil yang mereka
peroleh seperti yang selama ini bapak lakukan. Melalui komunikasi yang baik
pula terjadi penjaringan ide-ide pengayaan yang instan dibanding komunikasi
birokratis yang lambat. Kemampuan komunikasi efektif menjadi sangat penting
di tengah kemudahan lalu lintas informasi saat ini.
Semoga tanggapan kami dapat memperkaya curhat bapak. Mohon maaf jika ada
pemahaman yang kurang tepat dan akan sangat berbahagia rasanya jika kami
diajarkan untuk hal yang lebih baik.
Selamat berdharma bhakti pak Dahlan ! Sukses BUMN Indonesia
*Lintong Simaremare | BestSelling Author : Bread for Friends & Pieces of
keys at work |
Twitter : @LintongQuotes | FB: http://www.facebook.com/breadforfriends |
Blog : http://www.bread4friends.wordpress.com
Posted by Lintong Simaremare | 24 Januari 2012, 2:01 pmMari Dukung Capres & Wapres : DAHLAN ISKAN & JOKOWI
Untuk Indonesia yang Lebih baik …
Insya Allah
Posted by Aman | 24 Januari 2012, 2:03 pmdenger-denger Jokowi bakal dicalonkan jadi calon gubernur DKI Jakarta, mas bro…
Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Januari 2012, 10:48 pmKalo yang model gini pasti model Lama , PASTI WAPRES nya akan jadi BEMPER. Sebaiknya Pak Dis biar cari sendiri Wapres atau Presidennya. Masyarakat Indonesia tinggal menginginkan mana dulu yang harus ditangani. Persoalan HUKUM dulu atau peningkatan EKONOMI.
Posted by Jeng Sri | 27 Januari 2012, 3:57 pmKalimat yang terakhir, hmm…. sangat tidak terduga…. semangat terus Pak…!!!
Posted by Agus Suprapto | 24 Januari 2012, 2:06 pmPak tetep Fokus dan Istiqomah untuk memperbaiki negeri ini, andaikan pimpinan negeri ini banyak yang sperti bapak pasti Negeri ini sudah maju dari dulu, nggak digerogoti oleh tikus-tikus berdasi dan orang-orang yang cari jabatan dengan jalan pintas.
Posted by Karyadi Atla | 24 Januari 2012, 2:15 pmsaya kira, guncangan demi guncangan untuk pak Dis mulai silih berganti datang.
saya hanya bisa berdoa, semoga Pak Dis sehat selalu,berpertimbangan jernih,dan selalu berintegritas (makin baik).
saya kira, siapapun kita.. Jika memang menginginkan perubahan.. Dimulai dari diri sendiri, cermati lingkungan(beri masukan manakala perlu),dan lebih besar lagi… Jika diantara kita memiliki kekuasaan.. Gunakan itu untuk kemanfaatan kebaikan sebesar2nya…
Ya Allah, lindungi Pak Dis dari orang2 yg menginginkan kerusakan negeri ini dengan nafsu keserakahannya. Amin
Posted by seruling sakti | 24 Januari 2012, 2:35 pmLuar biasa pak dis, sangatluar biasa. Ternyata bapak bisa mengubah pandangan yang selama ini tidak mungkin. Semoga bp dis diberikan rahmat yang kuasa mewujudkan mimpi2 masyarakat indonesia. Amin
Posted by arwanda ginting | 24 Januari 2012, 2:56 pmPak Dahlan, semoga bapak selalu dilindungi Allah SWT.
Posted by Dudung | 24 Januari 2012, 3:02 pmSaya sepakat apabila,apabila direktur bumn itu harus mempunyai integritas yang baik, karena bangsa ini banyak orang pintar tetapi minim orang jujur, masing masing pemimpin hanya mementingkan dia dan keluarganya tanpa memikirkan nasib orang orang yang ada, saran buat pak dahlan sebaiknya mencari bos bumn sebaikanya selain dari investagasi langsung tanya juga dulu ke supir atau cleanibg service yang ada diperusahaan tersebut karena darimereka banyak info yang aktul dan terpercaya. Pak dahlan kalo boleh usul sebaiknya bumn jadi motor untuk perkembangan daerah perbatasan, sehingga mereka orangorang bumn itupunya tanggung jawab.
Posted by danang | 24 Januari 2012, 3:20 pmSalam Bapak Menteri Dahlan Iskan.Semoga berhasil. Saya mendukung Bapak.
Posted by Zahroni | 24 Januari 2012, 3:40 pmkemarin sangat kecewa nungguin tulisan pak dis g ada,alhamdulillah ternyata hari ini kluarnya,semoga sehat selalu pak!!!
Posted by didik susanto | 24 Januari 2012, 3:42 pmNyari direktur mah kek kita bikin kopi aja boss, ambil kopi sesendok, kasih gula dikit, seduh ama aer panas. Aduk 30 kekiri dan 30 ke kanan. Ampas yg ngambang disisihkan krn dia ga bisa nyatu ama team nya, ampas yg ngendap pun jangan ditelan krn dia terlalu asyik dan tenggelam ama keadaan saat ini. Lalu sapa yg pantas? Tentunya yg saat ini jd partikel2 kecil itu, yg ngasih warna aer putih jd item, yg kasih aroma, yg kasih rasa segar, yg ga bikin ngantuk. Gampang? Siapa bilang. Klo gampang tentu bpk ga galau kek skrg ini
Posted by davik | 24 Januari 2012, 3:47 pmmuantabz……..dukung pak DIS & JOKOWI DO2 for R1 & R2……
Posted by sun | 24 Januari 2012, 4:17 pmSebaiknya kita doakan bersama2 agar beliau diberikan kesehatan dan kekuatan untuk tetap istiqomah dijalan yg benar, semoga kebisingan yg ada tidak mampu mempengaruhi integritas dan kesehatan beliau…aamiin….
Subhanalloh…semoga kebisingan antek2 pejuang/pencari jabatan tsb dapat dilemahkan Alloh SWT…..
Posted by bowo mursito | 24 Januari 2012, 4:25 pmPak Dis, Kalau mengambil suatu keputusan jangan lupa terlebih dahulu bermusyawarah insya Allah Berkah, jika dengan musyawarah walaupun mungkin salah pilih maka Allah akan memberkati dan memaafkan hambanya, begitu pentingnya musyawarah Allah jadikan satu Surat dalam Al Quran sebuah surat khusus surat Musyawarah yakni Asy Syura. sebelum musyawarah maafkan semua rekan rekan dan bukan hanya memaafkan tapi mintalah kepada Allah agar para peserta musyawarah atau teman2 baik yang senang maupun yang tidak agar di ampuni Allah SWT. dan jika sudah mengambil keputusan maka bertawakkal lah kepada Allah. Fa iza adzamta fatawAkkal ‘alallah. doa musyawarah boleh membaca ALLAHUMMA ALHIMNA MA RASYIDA UMURINA WA A IZNA MIN SURUURI ANFUSIAN WAMIN SYAI YYI’ATI A’MALINA.
Posted by amran | 24 Januari 2012, 4:37 pmMantap pak Dis, lanjutkan terus perjuangan bapak. Jangan dengarkan kebisingan ini, terus fokus pada stu tujuan pak Dis. Rakyat selalu mendukung anda
Posted by annisaskincare | 24 Januari 2012, 5:20 pmpersis seperti situasi menjelang mutasi guru di daerah
Posted by Lukman | 24 Januari 2012, 6:41 pmTetap istiqomah bossss………………………karena istiqomah adalah amalan yang paling disukai Alloh SWT. Saya turut mendoakan bapak semoga dapat melakukan yang terbaik untuk sesama, untuk bangsa ini.
Posted by optimis_indah | 24 Januari 2012, 7:13 pmseorang pemimpin yg baik itu memang harus punya integritas terhadap kelangsungan perusahaan
Posted by khoiri | 24 Januari 2012, 7:16 pmsaya kira mnggu ini tak ada tulisan dr pak Dis eh tak taunya baru selasa ini. Mantab pak tulisannya,trus pak lanjutkan manufakture hope nya biar ekonomi Indonesia menyalib spanyol sprti cita2 bapak dan semua masyarakat indonesia . Saya selalu mndkngmu dan berdoa untuk kesehatan..keslamatan bapak
Posted by ahmad | 24 Januari 2012, 7:28 pmhohoi….. akhirnya keluar juga tulisan beliau. selalu ada yang baru untuk dipelajari……, semoga sehat selalu Pak Dis…….
Posted by syaif | 24 Januari 2012, 7:41 pmTu org2 yg pd memfitnah,pake cara2 kotor dan melobi utk dapat jabatan sebaiknya dibumihanguskan aja dari indonesia.
Jaman sudah berubah,rakyat indonesia sdh ga bisa dibodohi lagi..
Jgn terpengaruh pak dis, tetap pegang teguh pendirian dan tetap berdoa agar dilindungi dari org2 jahat yg haus jabatan..
Saya beserta teman2 semua ikut mendoakan supaya bapak bisa memimpin bumn ke arah yg jauh2 lebih baik.
Kami juga berdoa agar bapak selalu diberi kesehatan dan panjang umur..
Selamat berjuang pak Dis..
Rakyat Indonesia mendukungmu..!!!!
Posted by yoejr | 24 Januari 2012, 8:04 pmJangan cuma bisa “mendukung” om, action-nya donk.ACTION….action…ACTION…!!!
Posted by Jend. Naga Bonar | 25 Januari 2012, 4:31 pmSaya yakin setelah Bapak memegang di kementrian BUMN akan berhasil merubahnya menjadi berhasil. Sebab selama ini kegagalan BUMN adalah karena masih menggunakan sistem feodal. Dimana disaat Direksinya datang semua pada sibuk, bahkan kalau kita di daerah harus mempersiapkan sampai minimal 1 bulan untuk mahargya direksi itu. Apalagi disaat rapat yang kebetulan tidak cocok dengan apa yang dikehendaki direksi, bisa dimusuhi. Padahal belum tentu apa yang diputuskan direksi pasti benar, kecuali Tuhan. yang penting apa yang kita lakukan dapat dibuktikan. Saya dahulu pernah ada di PT Asuransi Jiwasraya(persero). Saya berdoa semoga Bapak bisa memimpin negeri tercinta ini. Orang-2 seperti Bapak Dahlan Iskanlah yang bisa memakmurkan seluruh masyarakat Indonesia. Dari prinsip yang bapak lakukan selama ini adalah 1.” BAGAIMANA BISA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN, TETAPI TIDAK DIMANFAATKAN ATAU MEMANFAATKAN.” 2. Disamping itu bapak mengerti apa yang menjadi kebutuhan orang dan bukan keinginan orang. 3. Bapak selalu memiliki target yang ditanamkan pada diri sendiri, dan bukan target yang ditentukan orang lain. Sehingga didalam melaksanakannya tidak merasa terbebani. Jika target yang ditentukan orang lain, akan merasa terbebani. 4. Bapak senantiasa memilih hasil akhir, dibandingkan variabel. 4 hal inilah yang membuat sejak awal bapak memegang Jawa Post, sudah saya amati. Kebetulan dahulu baik ibu saya, paman saya, pernah menjadi wartawan jawa Post. untuk daerah Probolinggo. Terakhir saya selipkan kata ” Sekali layar terkembang pantang surut kebelakang” .
Posted by M.Triswedi Susilo | 24 Januari 2012, 8:09 pmkata kata mutiara yang juga menggugah hati setiap pejuang, yups pejuang kemakmuran rakyat Indonesia tercinta. Dari teman-teman TKI Arab Saudi ikut mendoakan Pak Dis, semoga negeri ini menjadi makmur dan gk ada lagi sejarah “mengekspor” manusia ke negeri orang.
Posted by muthawif online | 25 Januari 2012, 7:30 amSemangat pak dahlan…kita selalu mendukung untuk kemajuan bumn ini…
Posted by caderkeren | 24 Januari 2012, 8:35 pmsebagai salah satu keluarga besar PLN saya merasa kehilangan sosok pemimpin seperti beliau…. tapi demi kemajuan bersama. tetap semangat. salut dan kagum buat Pak Dhe… smg dirut baru PLN bisa seperti anda.
Posted by djati pratama | 24 Januari 2012, 8:59 pmMerasa terpanggil untuk memberitahukan kerja beliau . Check At “http://bisnis.vivanews.com/news/read/282570-ide-dahlan-iskan-selamatkan-pabrik-pupuk-aceh “
Posted by Enzo | 24 Januari 2012, 9:26 pmIde Dahlan Iskan Selamatkan Pabrik Pupuk Aceh
Pertamina, PGN, dan PLN turut menyumbang ide yang dinilai out of box ini
Selasa, 24 Januari 2012, 18:41 WIB
Syahid Latif, Iwan Kurniawan
VIVAnews – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengusulkan swap (pertukaran) gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) dari lapangan Arun yang selama ini ditujukan untuk ekspor dengan LNG Bontang. Usul itu bakal disampaikan kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Kepala BP Migas Raden Priyono
Dahlan menjelaskan selama ini gas Exxon di Arun sebesar 150 mmbtud diubah menjadi LNG untuk dieskpor. “(Tapi) tidak cukup untuk ekspor, sedikit sekali sehingga harus dikumpulkan dulu untuk diekspor,” kata Dahlan di Jakarta, Selasa, 24 Januari 2012.
Dengan pertimbangan itu, Dahlan meminta Menteri ESDM dan Kepala BP Migas agar gas ExxonMobil dialihkan untuk menghidupkan kembali pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Untuk memenuhi kewajiban kontrak ekspor LNG milik ExxonMobil, Kementerian BUMN mengusulkan swap dengan LNG Bontang.
“Nantinya ekspor Exxon akan dikirim dari Bontang, gas Exxon diberikan ke PIM, kelebihannya diberikan untuk PLN untuk menghidupkan pembangkit listrik disana untuk tetap hidup,”katanya.
Terobosan ini, lanjut Dahlan, merupakan ide brilian dan out of the box (kreatif) dari tiga pimpinan BUMN energi, antara lain PT Pertamina, PLN dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Namun diakui ide ini masih harus disetujui oleh Menteri ESDM dan BP Migas.
Dahlan menjelaskan skema ini sebagai win-win solution agar proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Belawan tetap berjalan dan pabrik pupuk PIM tetap berjalan. “Ini keputusan strategis karena FSRU Belawan harus tetap jalan kalau tidak Medan akan kesulitan gas,”katanya.
Jika PIM dipaksakan menerima gas dari regasifikasi Arun, lanjut Dahlan, maka akan mahal. “Apa mau pabrik pupuk mau beli gas dengan harga US$11 per mmbtud, karena gas dari LNG tidak semurah dari gari gas alam,”katanya. Jika ini dipaksakan, maka Pertamina dan PIM akan sama-sama rugi.
Posted by BlackBeard | 25 Januari 2012, 8:03 amMantap Pak DIS, Kalo Menterinya Bukan Pak DIS. Gw Ga Yakin PLN, PGN dan Pertamina Ga Bakal Berani Buka Suara. Sudah Saatnya Yang Profesional Yang Memimpin.
Posted by Enzo | 25 Januari 2012, 8:10 amMerasa terpanggil untuk memberitahukan kerja beliau . Check At “http://bisnis.vivanews.com/news/read/282550-cara-dahlan-iskan-benahi-pelabuhan”
Posted by Enzo | 24 Januari 2012, 9:27 pmCara Dahlan Iskan Benahi Pelabuhan
Di pelabuhan Indonesia timur, kapal harus antre 15 hari untuk membongkar muatan.
Selasa, 24 Januari 2012, 18:09 WIB
Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
VIVAnews – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membenahi pelabuhan di seluruh Indonesia untuk menekan biaya logistik. Perbaikan itu khususnya untuk pelabuhan di Indonesia timur.
Dalam rapat pimpinan BUMN, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, membahas bagaimana menekan biaya logistik yang terlalu tinggi di Indonesia timur dapat diatasi. Di pelabuhan Indonesia timur, kapal harus antre 15 hari untuk membongkar muatan.
Penyebabnya, salah satunya adalah sistem bongkar muat yang terlalu lama. Untuk bongkar muat beras, pupuk, semen, dan gula masih lama, karena kapal langsung membongkar muatan kepada truk-truk pengangkut.
“Jarak ke gudang jauh, saat truk pergi belum tentu ada truk lagi, sehingga lambat sekali,” kata Dahlan seusai rapat pimpinan BUMN di Jakarta, Selasa 24 Januari 2012.
Dahlan menjelaskan, untuk mengatasi lamanya bongkar muat tersebut, selain menggunakan kontainer dan jumbo bag, Dahlan meminta agar gudang-gudang milik Pelindo dimanfaatkan.
“Nanti Pelindo akan meminjamkan gudang, sehingga bongkar muat tidak terlalu tergantung pada truk. Kapal bisa bongkar muat cepat, sehingga selesai bongkar muat kapal baru datang lagi,” katanya.
Selain mempercepat bongkar muat kapal, dia melanjutkan, Kementerian BUMN meminta Pelindo untuk menyempurnakan peralatan teknologi informasi. Menurut dia, peralatan pelabuhan di Indonesia timur itu sangat kurang memadai.
Selama ini, sering terjadi di beberapa pelabuhan kapal tidak bisa melakukan bongkar muat, karena komputer pelabuhan yang rusak, surat-surat perizinan tidak keluar karena sistem online tidak terkoneksi dan tidak ada back-up data.
Untuk itu, harus ada perencanaan investasi pembelian peralatan. Dahlan meminta kepada seluruh pengelola pelabuhan dalam dua hari ini untuk melakukan inventarisasi peralatan apa saja yang diperlukan. “Nanti daftarnya kasih ke saya dan akan saya putuskan,” katanya.
Langkah pembenahan ini merupakan quick win Kementerian BUMN untuk memperbaiki sistem dan manajemen pengelola pelabuhan untuk mengatasi lambatnya bongkar muat. Sementara itu, untuk pembenahan jangka panjang, terus dilakukan penambahan dermaga.
Dalam kesempatan yang sama, Dahlan juga mengungkapkan PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) akan menjadi anak perusahaan PT Pelindo II. Namun, kepemilikan dok Rukindo akan disatukan dengan pengelolaan dok Koja Bahari.
“Dok milik Rukindo akan diserahkan kepada Koja Bahari agar bisnis dok terkoordinasi, sedangkan usaha pengerukannya akan dikelola Pelindo,” katanya. (art)
sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/282550-cara-dahlan-iskan-benahi-pelabuhan
Posted by BlackBeard | 25 Januari 2012, 8:05 amMerasa terpanggil untuk memberitahukan kerja beliau . Check At “http://bisnis.vivanews.com/news/read/282530-dahlan-tunjuk-2-bumn-bangun-pabrik-sagu”. Presiden memang sudah ada, tapi bagi kami karyawan BUMN, bapak adalah “fuhrer”
Posted by Enzo | 24 Januari 2012, 9:29 pmMungkin Pak Menteri harus membagi tips dan tricks cerdas-nya dalam memilih direksi BUMN kepada rakyat Indonesia, supaya kita juga bisa cerdas dalam memilih Presiden tahun 2014 nanti… Hehehehe
Posted by M. Erick Antariksa | 24 Januari 2012, 11:43 pmSelamat berjuang pak, selalu setia pada kebenaran, Tuhan Memberkati bapak dan keluarga..Amin (Dahlan Iskan For R1)
Posted by wahyu | 25 Januari 2012, 12:55 ammemang bising pak… sudah kebanyakan calo berkeliaran.. ibarat benalu, harus segara di babat habis pak…. mari kita bersihkan bersama, supaya BUMN kita sehat kembali…
Posted by cahyo utomo | 25 Januari 2012, 5:28 amMudah-mudahan Bapak sekeluarga diberi kesehatan, makin tinggi suatu pohon, makin lebat daun dan buahnya, makin besar tantangan, hama, angin, jamur dsb yang menyerang. Insya Alloh dengan selalu meminta petunjuk Alloh, dan saya yakin P. Dahlan bis menghadapi semua itu, Amin.
Posted by dhieka | 25 Januari 2012, 6:12 amkalau saya boleh tafsirkan:
“nazarudin sbg hiburan”
maka, org sekelas (berteman/membela) nazarudin, untuk jadi alas kaki buat pak Dis juga masih terlalu tinggi…
menyenangkan, mengetahui integritas sampah diletakkan ditempat yg semestinya.. Meskipun saya tidak setuju dengan ungkapan ‘hiburan’ (refer to nazarudin&kroni), itu terlalu mulia buat kualitas bangkai..but its ok.
jadi, saya percaya integritas-kualitas-(dan beriman) akan pak Dis temukan.
Terlalu banyak org jujur yg belum dapat kesempatan ikut membangun Indonesia, tidak salah harapan saya jika menyatakan era 2011 di tangan pak Dis, adalah ORDE INTEGRITAS (sebenar ingin saya katakan sbg ORDE KEJUJURAN,tapi sbg awal itu terlampau berat)
Terima Kasih pak Dis atas harapan yang sudah di semai, mari kita turut menyuburkannya.
regard
Pendekar Seruling Sakti Jaka Bayu
Posted by seruling sakti | 25 Januari 2012, 6:24 amSubhanallah… Yang penting Bapak jangan pernah merasa sendiri. Karena kami selalu di belakang Bapak meski hanya dengan Doa….
Posted by Radiya | 25 Januari 2012, 6:34 amsemoga pak Dahlan bs memilih direksi yang “Jujur” dan “Kredibel”.
Aamiin.
Posted by Adhitya Nugraha | 25 Januari 2012, 7:09 amMAKASIH MBAH SUGENG ATAS BANTUANYA NOMOR TOGEL 2D YANG MBAH BERIKAN ALLHAMDULILA TEMBUS HUTAN HUTAN SAYA UDAH LUNAS SEMUA MAU SEPERTI SAYA HUBUNGI MBAH SUGENG NOMOR TELFON 085 282 885 689 TERIMAH KASIH,,,,,,,,,,,,,
Posted by bpk amir jambi | 25 Januari 2012, 7:16 amSangat menginspirasi,,,saya selalu mengikuti artikel2 pak dahlan, saya doakan kesehatan bpk smoga bisa selalu memberi contoh bagi pemuda indonesia.amin
Posted by Agus SAntoso | 25 Januari 2012, 7:16 amJempol Untuk Bapak …
Saya selalu bilang pada suami & teman
Kalo Bapak mencalonkan diri jadi Presiden
Saya akan sekuat tenaga mendukung & mengajak semua keluarga untuk memilih
Posted by Kessy | 25 Januari 2012, 7:16 amsekali lagi pak dahlan selalu membuat kami semua kagum kepada bapak…
Posted by nosi arsyahni | 25 Januari 2012, 8:18 amSaya salut dengan apa yang pak dis akan lakukan dengan BUMN,tapi sebagai masukan buat bapak mengenai BUMN khususnya Perkebunan,Banyak sekali kecurangan yg dilakukan oleh para pimpinan terutama Manajer2 kebun,meskipun BUMN perkebunan belakangan ini ada beberapa yg untung besar,namun informasi buat bapak klo didalam wiuh mengerikan sekali kecurangan mereka utk memperkaya diri pak dis,apalagi klo direksi mau kunjungan ke kebun waduh feodalnya masih kerasa banget pak,macem Presiden yg mau dateng pak,habis2an ngeluarin uang perusahaan buat ngejamu mereka pak,perlu jg pak dis sekali2 sidak kekebun2 Perkebunan BUMN di Medan seperti PTPN 3 yg untungnya gede katanya,namun serius gede atau cuma keropos didalamnya pak dis,
Posted by roni | 25 Januari 2012, 8:23 amSalut buat pak dahlan iskandar mari k bantu beliau untuk mencari pimpinan yang berintegritas.
Posted by hispano | 25 Januari 2012, 8:43 amKalau begitu, tolong sampaikan ke pak Jonan untuk segera membenahi pelayanan KRL
Posted by Aji | 25 Januari 2012, 9:14 amSerem juga ya sampai terjadi pembunuhan segala, gak ikut-ikutan politik ah mending dagang kecil-kecilan aja deh biar sedikit yang penting halal, saya dukung deh pak dahlan,
Posted by wawan | 25 Januari 2012, 9:25 amSebagai salah satu karyawan BUMN semoga apa yang om DIS laksanakan tetap dapat Istiqomah, berikan selalu sentuhan kepada BUMN kita agar bisa bersaing dengan minimal dengan yang di Spanyol syukur-syukur seperti yang di Singapura. Semoga selalu diberikan kesehatan agar tidak “masuk angin” selaku Bapaknya perusahaan BUMN agar menjadi kebanggaan bagi seluruh karyawan BUMN yang bekerja di dalamnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sekali lagi “integritas dan antusias” is the best!!
Posted by Then_Must | 25 Januari 2012, 9:38 amDahlan Iskan Akan Benahi 20 Pabrik Gula
Dahlan Iskan akan mengumpulkan direksi lebih dari 20 pabrik gula.
Selasa, 24 Januari 2012, 15:11 WIB
Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
VIVAnews – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan membenahi 20 pabrik gula BUMN yang saat ini dalam keadaan sulit. Dahlan malu banyak pabrik gula BUMN yang saat ini dalam keadaan buruk.
Dahlan menjelaskan dalam tiga minggu ke depan, Kementerian BUMN akan mengadakan ‘bahtsul masail kubro’ pabrik gula, atau pembahasan masalah pabrik gula secara besar-besaran. “Istilahnya agak pesantren dikit,” katanya sambil tersenyum di sela-sela rapat pimpinan BUMN di Gedung Menara 165, Jakarta, Selasa 24 Januari 2012.
Menurut Dahlan dalam pertemuan akbar tersebut akan hadir direksi 20-23 pabrik gula tersulit di Indonesia. Dahlan juga mengundang seluruh kepala bagian pabrik dan 10 orang termuda di pabrik gula tersebut.
Dalam rapat tersebut akan dibahas 10 masalah utama pabrik gula, antara lain lahan, biaya tanaman, cara menanam, pemeliharaan tanaman, pengiriman tebu ke pabrik, penggilingan, rendemen, masalah bahan bakar pabrik, masalah mesin, dan masalah manajemen. “Seluruh kesulitan pabrik gula akan dibahas dalam pertemuan tersebut, malu kita punya banyak pabrik gula tetapi jelek-jelek begitu, pertemuan ini membahas bagaimana pabrik gula bisa bangkit kembali,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Dahlan akan menghadirkan beberapa narasumber, antara lain manajemen pabrik gula Bunga Mayang untuk menjelaskan bagaimana pabriknya dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu ada juga seorang kepala bagian teknik dan kepala bagian pengolahan pabrik gula Semboro di Jember.
“Ketika bekerja, prestasi mereka sangat baik, bisa menaikan kapasitas pabrik dari 12 ton menjadi 25 ton. Kesaksian dua orang ini bisa memperbaiki mesin, sinkronkan bagian teknik dan pengolahan yang tidak kompak,”katanya.
Selain itu, Dahlan juga akan menghadirkan Bupati Jombang yang memiliki latar belakang sebagai petani tebu sebagai narasumber. “Kalau ada masalah tanaman nanti dia yang jawab,” katanya.
Untuk mengatasi permasalahan di sektor gula ini, lanjut Dahlan, tidak bisa dibahas satu per satu, namun dibahas secara keseluruhan permasalahan. “Karena ada yang bilang pabrik sudah tua, ada yang bilang manajemen jelek, tidak begitu, semuanya kita ungkap,” katanya. (eh)
sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/282475-dahlan-iskan-akan-benahi-20-pabrik-gula
Posted by BlackBeard | 25 Januari 2012, 9:45 amquote dari tulisan ini “Demikian juga orang seperti Ignasius Jonan, Dirut PT KAI. Saya sungguh berharap akan melihat lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau-beliau itu. Integritas dan antusias”.Dan tulisan PAK DIs sebelumnya “Revolusi Ekonomi Sepeda Motor” sungguh menarik. Bila pernah mencoba naik KA Bumigeulis (Sukabumi – Bogor) yang beroperasi sehari sekali (pp). Kita akan sampai pada kesimpulan bahwa antara KA dan motor sungguh sangat bersebrangan, cobalah
Posted by iwan chairul herman nasution | 25 Januari 2012, 9:50 am“Integritas dan antusias” Jarang orang yang hanya melihat pada dua hal ini, tapi sepertinya pengalaman telah mengajarkan Pak Dahlan untuk lebih jeli melihat dan menilai seseorang. Pantas untuk dijadikan pelajaran.
Terima kasih, Pak. Lanjutkan perjuangan untuk bangsa.
Posted by g4z4li | 25 Januari 2012, 10:21 amsaya selalu antusias membaca setiap tulisan, insyaAllah bapak bisa jadi seorang indonesia sejati untuk mengembalikan bangsa ini ke tatanan yang lebih baik, lanjutkan pak kami mendoakan setiap langkah bapak selalu dalam lindungan dan ridho Allah. . . amin
Posted by pebiansyah | 25 Januari 2012, 10:27 amSARAN UNTUK ADMIN
Sepertinya tidak ada yg memperhatikan hal ini “Juga melobi adik saya yang hidup sederhana di rumah Perumnas di Madiun. SMS saya pun penuh dengan lalu lintas maki-maki dan puji-puji.”
Ini adalah gambaran seorang yg berjjarak dgn nepotisme. Saya nggak kebayang, seorang yg punya perusahaan ratusan, tetapi adiknya hidup sederhana di rumah perumnas. JK jagoan saya mah kalah, apalagi AB dan BeYe.
Either DIS yg tak memberikan kesempatan kepada adiknya, atau adiknya Pak DIS yg sama integritasnya sama abangnya
Saran saya untuk admin, mbok nya selain ada tab PROFIL ditambahkan juga tab PERSONALITAS. isinya ya daftar kutipan2 beserta linknya yg menggambarkan personalitas Pak DIS.
Posted by Ian | 25 Januari 2012, 10:39 amIsinya membuat saya belajar banyak, kalimat penutupnya membuat saya tertawa terbahak-bahak! Hahahaha
Posted by Admin | 25 Januari 2012, 10:57 amStrategi yang bijak pak DIS. Setelah semua yang bising tadi membaca tulisan Bapak ini, pasa pada kecele ya, ternyata calo-caloan sudah gak zaman. Semoga yang terpilih jadi direksi adalah para putra Indonesia terbaik….
Posted by wafaaalayyubi | 25 Januari 2012, 11:25 amTerima kasih Pak Dahlan Iskan
Posted by Yance Posende | 25 Januari 2012, 11:40 amTernyata pak Menteri ahli dalam memitigasi risiko
Posted by V.T.Moses Situmorang | 25 Januari 2012, 11:43 amSaya tidak pernah bertemu secara fisik dengan pak Dahlan, tapi saya sudah bertemu dengan pemikirannya sejak tahun 1985, saat beliau masih menjadi wartawan TEMPO Biro Surabaya.
Sekarang 27 tahun berselang, saya sudah jadi karyawan anak perusahaan sebuah BUMN (yang kebetulan disebut di atas) dan pak Dahlan adalah Menteri yang mengurusi BUMN. Tidak berlebihan jika saya sangat mendukung ide pak Dahlan.
Maju terus pak! Mari kita pikirkan bagaimana BUMN bisa menjadi garda ekonomi negeri kita dan memberikan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia..
Wassalam
Posted by Irfan A. Tachrir | 25 Januari 2012, 11:53 amya Allah perbanyaklah orang2 seperti beliau ini di negri kami INDONESIA tercinta ini,,,sehingga indonesia bisa menjadi negri yg penuh dgn barokah amin…
Posted by Angin Putih | 25 Januari 2012, 11:56 amKAGUMMMM…=) Saya bisa mengambil banyaaaaak sekali pelajaran dari tulisan2 Bapak..Mudah2an Indonesia bisa menelurkan orang-orang seperti Pak Dis…
Posted by Banu Aji | 25 Januari 2012, 12:46 pmPak DI berusaha merayu Dahlan Harahap yg telah memutuskan untuk tidak lagi menjadi dirut. Setelah gagal kemudian beliau keluarkan jurus kedua yaitu berkonsultasi untuk mendapatkan masukan terbaik.
Pertanyaan yg sama: sebagian rakyat Indonesia berusaha merayu Pak DI untuk bersedia menjadi Calon Presiden, dan semoga beliau bersedia, shhg tdk terjadi plan kedua seperti dilakukan pak DI tadi.
Masih menjadi pertanyaan saya adalah apakah benar-benar steril lingkungan keluarga / saudara2 pak DI dari lobi-lobi oleh pihak tertentu, karena dianggap menjadi celah masuk agar bisa dekat dengan maksud tertentu.
Minggu lalu jam 23-an (harinya lupa) saya masih ingat betul nganter seseorang nyanggong ke Shangrilla Surabaya agar bisa ketemu dengan salah satu keluarga beliau.
Sebaiknya pak DI segera kasih press conference penekanan bahwa jalur keluarga tidak bisa digunakan untuk pedekate kecuali lewat jalur profesionalisme kerja, antuas dan intregritas.
Tks
Posted by jets | 25 Januari 2012, 12:54 pmAdmin ysh, adakah penjelasan mengapa comment saya kemaren tdk diapprove? Tksh
Posted by lintong | 25 Januari 2012, 1:00 pmAdmin ysh, adakah penjelasan mengapa komen kami tdk diapprove? Tksh
Posted by lintong | 25 Januari 2012, 1:03 pmTulisan sederhana tapi banyak manfaat, selamat berjuang menentukan pilihan. Doa dan usaha Bapak semoga dapat menentukan pilihan yang terbaik. Salam hormat
Posted by gandohGandoh | 25 Januari 2012, 1:15 pmTertarik mengomentari beberapa point:
1.Bising
Kebisingan dalam sebuah proses suksesi adalah hal yang lumrah dan naturally
akan terjadi dimana-mana. Tidak hanya dalam proses pencarian butir terbaik
diantara hamparan pasir namun dalam upaya menemukan sosok yang layak
memimpin komunitas nirlaba semacam kegiatan sosialpun akan kita alami pula.
Kebisingan bukanlah sebuah masalah yang berarti, namun sebuah tahapan waktu
dengan terungkapnya segala fenomena yang kita butuhkan untuk langkah
selanjutnya.
Alangkah indahnya jika kebisingan yang terjadi digerakkan oleh banyak hati
yang tergerak untuk berdharma, berlomba memberikan kontribusi nyata dan
menjanjikan yang terbaik dari dirinya. Sebut saja semacam gerakan keberanian
para volunteer yang memiliki antusiame tinggi membangun tatanan yang lebik
baik dalam skop tertentu.
Semoga kebisingan, saya sebut nyanyian yang terjadi saat ini mengelilingi
bapak tidak menjadikan kebisingan dalam diri bapak sendiri, sehingga pure
consciousness akan tetap terjaga dan dengan harmoni pikiran dan hati bisa
merasakan nyanyian itu terserap ke intuisi yang paling dalam sehingga
tercipta keputusan yang lebih layak dalam keterbatan bapak sebagai manusia
biasa.
2.Menjauhkan diri dari bisikan pihak manapun.
Ada dua cara menemukan kesunyian. Pertama dengan menjauh dari keramaian dan
kedua dengan menciptakan kesunyian dalam diri di tengah keramaian. Kedua
cara baik itu bisa menghasilkan kemurnian dengan dibutuhkannya kesadaran
akan pengaruh proses osmosis yang terjadi di tengah situasi dimana kita
berada.
Kesadaran murni hanya tercipta dalam alam tanpa tendensi, namun semata-mata
segala pergolakan batin, segala pikiran terbaik kita arahkan untuk penataan
pelayanan kepada dunia dan mahluk dengan didadari oleh hati yang kita
arahkan kepada sang maha Pencipta. Kata lainnya saya sebut, “We are
connected with God with our heart and connected to man with our hand”.
Semoga bapak mendapat penyertaan Tuhan danlam melalui tahapan menemukan fase
kemurnian ini.
3.Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang
integritasnya baik.
Integritas adalah istilah yang muncul sejak kita mengenal ilmu kepemimpinan.
Intergritas menyangkut kesesuaian antara pikiran dan tindakan. Karena tidak
mudah menjabarkannya, maka ada joke yang menarik tentang integritas ini, “Di
level pelaksanaan, banyak pemimpin : Lain yang dibicarakan, lain yang
dilakukan.”
Untuk menambah pemahaman bapak yang sangat kaya, menurut saya, bahasa
sederhana dari integritas kepemimpinan adalah derajat kesatuan antara rasio,
perasaan dan perbuatan. Penyatuan ketiga unsur itu hendaklah didasari
motivasi mulia dan diselimuti dengan keyakinan penuh dalam menjalankannya.
Semoga bapak semakin memiliki integritas yang semakin tinggi dan diberikan
kesempatan dengan mudah menemukan orang-orang yang mempunyai integritas
tinggi di negara kita ini, disamping kompetensi mumpuni yang mereka miliki.
4.Tahan godaan: uang maupun politik.
Empat hal yang memiliki pengaruh kuat dalam merobohkan manusia-manusia yang
rumah hatinya di bangun di atas pasir adalah : Kata (pengakuan), Tahta,
Harta, Wanita (bagi pria) dan Pria (bagi wanita). Penekanan pak Dahlan ke
uang dan politik ada dalam lingkup keempat hal yang saya sebutkan.
Saya menyaksikan banyak bukti yang tidak mengejar keempat hal di atas namun
justru mendapatkannya lebih dari yang dia harapkan. Bukti itu bertabur di
dunia bisnis di hampir seluruh belahan bumi ini. Banyak orang yang menjadi
kaya raya dengan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada manusia lain
bahkan tidak memiliki waktu lagi menghitung kekayaannya yang otomatis
bertambah dan bertamabah. Keempat hal di atas bukanlah tujuannya dan bukan
pula unsur yang mempengaruhi dharma bhaktinya.
Memang sudah saatnya kita berpikir ulang tentang apa sebenarnya yang menjadi
tujuan hidup kita dalam berdharma (berkarya) sebagai mahluk Tuhan yang
diminta untuk memberikan arti bagi kehidupan.
Semoga bapak semakin memiliki kekuatan bertahan dari godaan itu dan
menemukan banyak orang yang memiliki esensi hidup yang sebenarnya. Mereka
adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan membebaskan jiwanya.
Saya percaya bahwa masih banyak orang yang mampu membebaskan jiwanya yang
agung untuk melayani dunia kehidupannya. Masih banyak orang yang jiwanya
yang agung sering terselubung dan tersembunyi, ibarat gitar klasik yang
tidak lagi dipetik senarnya. Ketika bapak menemukannya, jiwanya akan
berkarya, matamu akan berkaca-kaca, mimik dan senyum di bibirmu akan menjadi
kata-kata. Ketika jiwanya bernyanyi, nyanyiannya akan terdengar merdu oleh
musisi tersohor bahkan oleh orang yang tidak mengerti nada. Ketika ia
berjalan, orang butapun akan mengikuti langkahnya.
5.Antusias.
Memperkaya pemahaman bapak yang sudah kaya, antusias berasal dari bahasa
yunani : Entheos [en Theos] atau dalam bahasa Inggris Anthusiasm / Theos
inside = God inside. Memasukkan unsur antusiasme dalam kepemimpinan adalah
sebuah keharusan. Hanya orang-orang yang antusias, yang hati dan semangatnya
digerakkan oleh Tuhan-lah yang mampu mengobarkan semangat perubahan menuju
kebenaran dan perbaikan.
Hanya orang anthusias yang mampu membenamkan diri dalam pekerjaannya tanpa
pamrih dari dunia dan menciptakan masterpiece dari anggapan kemustahilan
sebelumnya.
6.Misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah
keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang
integritasnya diragukan.
Kembali lagi ke persyaratan Integritas yang pak Dahlan tekankan
berulang-ulang, menjadi menarik utnuk memberikan warna terhadap syarat uyang
satu ini. Secara umum Integritas adalah konsep konsistensi tindakan,
nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Khusus
dalam hal etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau
akurasi dari tindakan seseorang dibandingkan prinsip yang disepakati yang
harus dijalankannya.
Integritas (Integer) adalah keutuhan, lengkap antara kejujuran dan
konsistensi karakter. Nah sebagai langkah awal akan sangat dibutuhkan
beberapa derivatif karakter yang diinginkan untuk memimpin BUMN di negara
kita ini agar semua volunteer tidak meletakkan integritas pada standar yang
berbeda. Semoga bapak sebagai leader mampu meletakkan acuan mendasar tentang
Integritas yang kita inginkan menjadi acuan bersama dalam membangun setiap
BUMN negara kita tercinta.
Terakhir sebagai masukan saya untuk pak Dahlan pertimbangkan, Selain
Kompetensi, Antusiame dan Integritas, mohon ditambahkan beberapa unsur lain
seperti Kecermatan, untuk menghindari pemimpin yang menelan bulat-bulan
fenomena di permukaan dalam mengambil keputusan. Amanah, yang menuntut
konsekuensi pertanggungjawaban hasil tanpa menyalah gunakan kekuasaan dan
terakhir Kemampuan komunikasi. Alangkah baik dan indahnya jika segenap
pemimpin mampu mengkomunikasikan rencana, proses dan hasil yang mereka
peroleh seperti yang selama ini bapak lakukan. Melalui komunikasi yang baik
pula terjadi penjaringan ide-ide pengayaan yang instan dibanding komunikasi
birokratis yang lambat. Kemampuan komunikasi efektif menjadi sangat penting
di tengah kemudahan lalu lintas informasi saat ini.
Semoga tanggapan kami dapat memperkaya curhat bapak. Mohon maaf jika ada
pemahaman yang kurang tepat dan akan sangat berbahagia rasanya jika kami
diajarkan untuk hal yang lebih baik.
Selamat berdharma bhakti pak Dahlan ! Sukses BUMN Indonesia
*Lintong Simaremare | BestSelling Author : Bread for Friends & Pieces of
keys at work |
Twitter : @LintongQuotes
Posted by Lintong Simaremare | 25 Januari 2012, 1:25 pmBenarkan ini Blog bapak dahlaniskan?Maaf pak kalau pertanyaan saya mengganggu.
http://www.disave.blogspot.com
Sukses Pak.
Posted by Abed Saragih | 25 Januari 2012, 2:53 pmCoba Pak Abed scroll ke atas… terus ke paling atas blog ini…
nah kalau ketemu ‘tentang blog ini”, tinggal di klik nanti tahu sendiri apakah ini blognya Pak Dahlan Iskan atau tidak.
Posted by Ian | 25 Januari 2012, 3:06 pmApakah ini berita baik ato malah sebaliknya, silahkan diartikan sendiri….
Rabu, 25/01/2012 07:24 WIB
Dahlan: Dulu Saya Bertekad Tak Masuk Politik, Tapi Sekarang Berubah
Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mulai melirik masuk ke politik. Dahlan yang dahulu bertekad bulat hanya menjadi pengusaha, kini mulai mengubah ‘haluannya’.
Hal tersebut diungkapkan Dahlan di depan para alumnus dan pascasarjana Intitut Teknik Bandung (ITB) dalam ‘A Leadership Night’ Alumni ITB, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa malam (24/1/2012).
Dahlan pun menceritakan awal mula tekadnya menjadi pengusaha. Menurutnya, hal itu dipicu oleh minimnya jumlah pengusaha besar di Jawa Timur, namun politikus besar sangat banyak.
“Dulu saya hanya ingin jadi pengusaha, karena di Jawa Timur jumlah pengusahanya sedikit, bahkan kalah dengan di Lampung dan Sulawesi,” kata Dahlan.
Bahkan menurut Dahlan, justru di Jatim jumlah politikus besarnya sangat banyak sekali.
“Sebut saja Tri Soetrisno dan lain-lain, bahkan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) asalnya dari sana, banyak sekali,” ujar mantan Direktur Utama PT PLN ini.
Namun Dahlan mengaku tekad tersebut saat ini berubah, yang dulunya tidak mau terjun ke ranah politik sama sekali.
“Dulu saya bertekad tidak akan mau masuk ke politik, saya ingin fokus ke pengusaha, bahkan dulu saya sempet ditawarin jadi calon Gubernur di Jatim, tapi saya tolak, tapi tekad itu saat ini berubah,” kata Dahlan tanpa melanjutkan lagi kata-katanya.
Memang Dahlan malam itu tidak melanjutkan kata-katanya terkait tekadnya yang berubah tersebut. Namun apakah ucapannya tersebut menandakan mantan CEO PT Jawa Pos Grup ini akan segera terjun ke ranah politik, kita tunggu saja, khususnya di 2014 nanti.
(qom/qom)
Posted by Jend. Naga Bonar | 25 Januari 2012, 3:41 pmkalau asumsi saya maksud Pak DI di sini ya jabatan yg sekarang di embannya itu adalah jabatan politis, kan jabatan menteri= jabatan Politis ?! bukan berarti beliu bersedia atau tekadnya sudah berubah walaupun sudah di gadang² jadi RI 1.
Posted by erust | 25 Januari 2012, 5:37 pmkita sudah mendengar selama ini bisingnya BUMN diperebutkan, tugas bapak DI memang berat salah2 malah bapak bisa kecemplung semoga jangan sampai kejadian.
saya punya kesan (maaf kalau salah) bapak dalam kondisi nothing to loose, sehingga bukan manteri lagi yang bapak incar ( InsyaAllah bapak sudah sangat berkecukupan) tetapi ibadah bagaimana berbuat banyak yang bermanfaat bagi rakyat dan bangsa ini, karena bapak merasa sangat bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah.
Kesan saya ini adalah sangat subjektif kalau hanya ditujukan kepada bapak saja seharusnya semua termasuk saya selama umur masih ada sebaiknya berbuatlah kebajikan, amanah selama umur kita belum EXPIRED.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk me-reformasi BUMN tetapi kalau tidak ada yang mulai dengan gebrakan akan menunggu kapan lagi ?. banyak sekali harapan yang terlanjur diletakan di pundak bapak oleh masyarakat untuk perbaikan dan kemajuan BUMN. Tangan besi ? kadang diperlukan dalam artian positif.
bapak DI selalulah waspada dan eling bahwa kekuasaan yang ada bisa menjadi racun yang mematikan,
Barakallahu Fiikum–God Bless You.
Posted by Budi Darmawan | 25 Januari 2012, 3:59 pmSudah menjadi tabiat bawaan dari jaman Belanda dulu, bahwa tokoh-tokoh yang berintegritas dan mempunyai jiwa nasionalis tinggi, contohnya Bung Karno dan Bung Hatta yang diasingkan jauh-jauh dari rakyat yang dipimpinnya. Dikucilkan di suatu pulau antah berantah yang nun jauh disana.
Ini pun menjadi tabiat turunan bagi para petinggi-petinggi di Indonesia di era saat ini, mereka-mereka yang bersebrangan pemikiran dan pandangan dengan para petinggi-petinggi ini, seringkali diasingkan dan dikucilkan di suatu kotak/unit, istilah populernya *dimasukkan kotak* menjadi kelompok-kelompok minoritas.
Apabila Bapak sedang mencari orang-orang yang mempunyai integritas, seperti yang Bapak tulis di atas, mungkin dapat Bapak searching di unit-unit yang tidak strategis ini. Unit-unit ini ibaratnya pulau-pulau antah berantah nun jauh di sana dimana mereka-mereka yang berada di *pulau-pulau* ini dikucilkan dan menjadi tidak eksis di perusahaannya.
Silahkan searching-searching Pak!… mudah-mudahan petinggi-petinggi BUMN yang baru nanti adalah orang-orang yang amanah & istiqomah atas tugas & tanggung-jawab yang dibebankan di pundaknya. Amiinn…
Posted by AstrAdikA! | 25 Januari 2012, 4:59 pmmantap pa,
Posted by amanjaelani | 25 Januari 2012, 7:03 pmaku sudah merasakan tangan dinginmu……ruarrrr biasa…..mudah2an yang kena tangan dinginmu lagi-lagi juga menjadi ruarrrrrr biasa. Salam hangat boss maju terus GBU.
Posted by agus hariyono | 25 Januari 2012, 8:14 pmIndonesia sangat membutuhkan sosok spt Bapak…teruskan pak, kita satu typikal dalam menjalani hidup khususnya dalam bekerja pak Dahlan , salut kepada Bapak
Posted by saidina daud bantayan | 25 Januari 2012, 8:17 pmMemang Bpk beda dengan pejabat RI yang lain, kalo Bpk pakai ipad memang wajar untuk mengisi waktu luang untuk blogger seperti ini. Kebetulan saya kenal dengan Dahlan Harahap makanya numpang blogging Bpk agar dapat mendoakan menemukan 15 Dahlan lainnya di BUMN perkebunan menjadi dirut sehingga dapat setara dengan perusahaan di IHSG.
Posted by Piau | 25 Januari 2012, 8:41 pmPak Piau, kasih tau Pak DH mau aja klo dipasang Pak DI sebagai direksi di salah satu perkebunan, itung itung membantu Pak DI mengemban tugas negara seperti harapan pak Piau yg mengharap adanya 15D. Ayo Pak Piau jangan ditunda.
Posted by erust | 25 Januari 2012, 9:44 pmNo Coment,,setiap baca laporan mingguan pak Diz seakan-akan tdak bisa berucap…yg ada hanya kata Alhamdulilah….ternyata Tuhan masih memberikan kekuatan,kesehatan dan limpahan rahmat pda bpak yg berpikir’ny paling Rasional di antara bapak-bapak pejabat yg lain yg sudah Irasional…Pak Dizz…semoga limpahan rahmat dan hidayah dari Allah selalu menyertai setiap tindakan,langkah dan keputusan yg bpak ambil.kami percayakan mimpi-mimpi kami,harapan dan setitik asa yg masih tersisa dlam relung hati kami masyarakat Indonesia.bahwasanya ada juga Manusia-Manusia Pilihan Tuhan yg bisa memberi kami contoh,harapan dan motivasi untuk kehidupan yg lebih baik kelak di negara Ini…semoga tetap sehat pak Dizz…salam Diz’mania
Posted by wahyu | 25 Januari 2012, 10:47 pmbenar sekali pak Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik begitu juga sebaliknya orang yang integritasnya buruk pasti akan memilih orang yg integritasnya buruk juga dan biasanya selalu ditambahkan dengan deal-deal tertentu, saya kirapun itu tidak hanya terjadi pada level direksi pak, level bawahpun sama…bahkan bisa lebih parah….itu yg terjadi ditempat saya bekerja, walaupun saya hanya outsource di salah satu BUMN terbesar…tp saya tau pak, ujung2nya ya orang2 yg vokal dalam hal positif jadi tersingkirkan dan dampaknya kondisi dan situasi kerja jadi tidak menyenangkan…begitu besar pak dampak yg ditimbulkan sampai level paling dasar jika salah memilih orang…
Posted by fajar | 26 Januari 2012, 8:14 amSekalipun terganggu dengan suara bising, tak ada cacian atau makian terhadap mereka yang membuat “bising”,lagi-lagi bukti sebuah akhlak yang luarrr biasa..
Bukan saatnya memaki… ayo bekerja!!
Posted by rahmat | 26 Januari 2012, 8:45 amselalu mengharapkan dan erindukan sosok2 pemimpin seperti bapak di negeri in. Semoga ALLAh dan Rosul meridhoi setiap langkah yang Bapak ambil intuk kemajuan negeri ini..
Bravo pak….
Posted by tata imoet | 26 Januari 2012, 10:04 ampak bos mau masuk politik, baikkah itu??
Posted by yudex | 26 Januari 2012, 11:00 amPak Dahlan yang baik,
Andalah yang di butuhkan ibu pertiwi saat ini, – tidak – bahkan seluruh Zaman membutuhkan anda, karena prinsip anda dalam menilai orang adalah benar2 menyentuh “fondasi dasar” dari kekuatan membangun yaitu “integritas/akuntabilitas” .. Kejujuran adalah dasar dari semua sifat baik”., bukan karena lobby, propaganda yg ambisius dari para ‘petualang semu”. Saya berdoa semoga pencarian terhadap “permata-permata tersembunyi” anak negeri, dapat anda temukan bahkan dalam “tujuh samudra” yang terdalam sekalipun..Biarlah pesan bapak yang sangat “keras” ini “menggetarkan lutut-lutut” mereka yang pecundang. Semoga kekuatan Tuhan selalu melindungi bapak…salam
Posted by ajul | 26 Januari 2012, 11:13 amBapak memang orang indonesia yang mau jabatan tuch, untuk mendapatkan jabatan rela berkorban jiwa raga dan mau melakukan segala hal yang bisa meluluskan keinginanya hanya untuk 1 kursi Jabatan. dan cenderung apabila sudah menjabat, membuat suasana kerja terkotak kotak. dengan memilih orang yang nurut dan mau dikorban apabila ada kasus yang menyangkut hasil keputusannya.
Coba Orang ga konyol. Orang yang mau jabatan sampai melobi keluarga pak dahlan. Apakah itu mencerminkan bahwa suatu jabatan akan menjadi amanah.
Orang yang meengingikan jabatan sampai harga dirinya direndahkan dengan melobi dan mengirimkan sms menjelekkan rival nya.
Memang hanya ada di Indonesia.
PAK DAHLAN ANDA LAYAK MENJADI PRESIDEN TAHUN 2014
Posted by yudo | 26 Januari 2012, 11:23 amsaya suka sama istilah bapak.. yang soto enak dicampur rawon enak hehehe.. percuma ya pak jadinya..
Posted by atika | 26 Januari 2012, 11:53 amKeikhlasan berpikir dan bertindak versi Pak Dahlan Iskan. Inspiratif. Indonesia masih kekurangan orang-orang seperti ini.
Posted by Pidie Mood | 26 Januari 2012, 12:29 pmDahlan Iskan Merasa Sukses Berkat Insting dan Leadership Kuat
Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Di depan ratusan alumni dan pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan buka-bukaan soal rahasia suksesnya. Ia merasa semua keberhasilannya saat ini dikarenakan insting dan leadership yang kuat.
“Karena insting saya sukses jadi enterpreneur, karena leadership yang kuat saya berhasil pimpin birokrasi di PLN (perusahaan Listrik Negara) yang padahal merupakan perusahaan yang dulunya sangat saya benci sekali dan itu berhasil, dan saat ini saya lanjutkan di BUMN,” ujar Dahlan, dalam acara ‘A Leadership Night’ Alumni dan Pascasarjana ITB, di Hotel Bidakara, Selasa malam (24/1/2012).
Menurut Dahlan, insting didapat bukan belajar di SD, kuliah atau berguru sama orang, tapi insting ada dan kuat karena pengalaman.
“Bagaimana orang serius akan setiap yang ia jalani, khususnya dalam pekerjaan. Dikatakan serius jika orang tersebut sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaannya,” katanya.
“Bagaimana indikatornya sungguh-sungguh? Orang tersebut akan sangat fokus mengerjakan, jatuh dia bangkit lagi-coba lagi, bahkan sampai ada interkoneksi dengan alam bawah sadar, bahkan kalau perlu sampai bisa ngigau,” imbuh Dahlan.
Dari situlah insting ada, dan dari pengalaman kata Dahlan, insting tersebut makin terasah. “Insting yang banyak menentukan keberhasilan saya mengelola perusahan media,” terang Pengagum Eric FH Samola dan Goenawan Mohamad ini.
Dari keberhasilan itulah leadership dirinya kuat dan muncul, sehingga didaulat menjadi Direktur Utama PLN. Padahal waktu itu, Dahlan mengaku tidak ada gambaran menjadi Dirut PLN.
“Saya katakan ke Pak Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), kalau memilih saya jadi Dirut PLN, bapak akan dimarahi orang, ya kan?, karena saya bukan orang listrik, saya bukan jurusan teknik. Namun Bapak Presiden bilang, yang saya (kata Presiden) butuhkan dari saya hanya leadership, bukan orang listrik,” ungkap Dahlan.
Akhirnya, atas dorongan tersebut, dirinya mengambil keputusan untuk memimpin PLN yang dulu sangat dibencinya, dan menklaim apa yang dilakukannya di PLN berhasil dengan baik.
“Saya berhasil dan hasilnya baik, dan atas hasil tersebut yang membawa saya dipercaya lebih oleh presiden memimpin BUMN,” tandas pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 itu.
(qom/qom)
Posted by Jend. Naga Bonar | 26 Januari 2012, 6:13 pmwah keren ne bung dahlan…semoga aq bisa mencontohnya amin
Posted by caderkeren | 29 Januari 2012, 7:51 amaq pendukung DIS for President didampingi JokoWi… indonesia akan berkibar seantero jagat
Posted by nainai | 26 Januari 2012, 8:32 pmPak Dahlan, kemaren waktu ketemu sama Pak Nazaruddin piye ceritane, hebat tuh Nazzarudin, sekali call, Dahlan Iskan langsung meluncur datang, ketemuan deh…eh ini bukan saya yang bilang ya…Pak Dahlan sendiri yang bilang tuh, waktu di Jakarta Lawyers Club hehehe
Posted by Dedi | 27 Januari 2012, 2:36 amdah disebutkan d acara itu Mas, yang call bukan si nazaruddin, tapi temannya nazaruddin, dia ngajak makan siang, pas Pak Dahlan Iskan kesana si nazarudin juga datang dan kata Pak DI dia itu sok akrab ngakunya udah kenal lama, padahal Pak DI kenal ya pertemuan baru itu, lihat dan dengarkan dengan teliti Mas, kalau nggak percaya aku ada rekamannya, atau cari di youtube
Posted by tiks | 27 Januari 2012, 5:49 amTetap Semangat Pak Is,
Indonesia berharap sosok yang berINTEGRITAS & berANTUSIAS seperti Bapak.
Sifat Kepartaian dan mengagungkan PARPOL hanya memuaskan dahaga sekelompok golongan.
Rakyat sudah muak dengan praktik2 yang diklaim sebagai PRO RAKYAT yang nyatanya adalah MEMBODOHI RAKYAT.
Tetap berjuang Pak semoga Tuhan selalu meneguhkan langkah dan menjaga Anda.
Salam Hormat
Posted by Dwi Wasono | 27 Januari 2012, 9:00 amTernyata bising banget ya Pak.., untung Pak Dahlan sudah berpengalaman bagaimana cara “menutup kuping” dan teteap berkonsentrasi. Semoga selalu konsen dan tidak terpengaruh dengan bisingnya upaya mengusung Bp sebagai capres dari berbagai partai, karena negara dan rakyat lebih membutuhkan konsentrasi kerja Bp
Posted by indra | 27 Januari 2012, 10:04 amPengalaman saya sebagai Account Management dari sebuah perusahaan Telekomunikasi dengan client PTPN IV selama 8 tahun merupakan suatu yang sangat berharga, Bp Dahlan Harahap selaku CEO PTPN IV adalah seorang yang arif dan mau menerima masukan. Beliau banyak melakukan perubahan budaya (Change Management) di perusahaan tersebut, dan mau menerima masukan terhadap hal yang positif.
Saya tidak heran beliau menolak ajakan bapak, inilah memang tipikal seorang koleris sejati yang memiliki pendirian hidup. Perihal topik ‘Pergantian direksi yang sangat bising’ merupakan budaya politik bukan budaya perkebunan yang saya ketahui.
Suatu cerita CEO suatu perusahaan PMA yakni Socfindo pernah ke suatu estate dan meminta kepada manejer setempat membawanya ke blok dari estate tersebut, serta merta sang estate manejer memerintahkan supirnya untuk menuju lokasi tsb. Tapi CEO tsb berkata : No… You drive not him….. Ada 2 result dari peristiwa tersebut, jika sang manejer tidak menguasai maka SK pencopotan besok lgs keluar…..hiks..hiks, Dan jika sang Manejer menghayati tugasnya maka itu adalah hal yang mudah bagi ybs….
Question Mark…., Apakah budaya politik tsb sampai ke estate, jika ya maka manejer bodonglah yang akan duduk…
Demikian pak komen saya..
trim’s
Posted by Obed CAM | 27 Januari 2012, 11:34 amkeren bang
Posted by abdi | 27 Januari 2012, 3:21 pmnge-like banget dengan baris terakhir catatan pak Mentri….:)
Posted by Reni Indrastuti | 27 Januari 2012, 12:49 pmintegritas dan antusias, dua hal yg bisa dilihat setelah dijalankan dan terbukti bertahan terhadap semua terpaan dan godaan serta memberikan dampak nyata. Seperti juga berlian, emas akan berkilau dan dapat dilihat setelah periode waktu panjang dalam gemblengan bumi. Jadi yang pasti Pak DIS tidak akan menerima orang yg tiba-tiba jadi baik, jadi sok pahlawan (hal-hal ini yg membuat bising dan berisik) atau tiba-tiba dititipkan untuk jadi pilihan (bukan begitu Pak DIS?).Maju terus Pak DIS, temukan mutiara-mutiara bangsa ini untuk menjadi agen-agen perubahan di negeri tercinta ini, Damai negeriku, sejahtera bangsaku, adil makmur dalam damai sejahtera. Tuhan memberkati Bapak dan keluarga. Amin
Posted by Roberts Suryatno | 27 Januari 2012, 2:25 pmkata pak Dis, kalau mau jadi pemimpin yang baik, kita harus bisa menjadi pegawai yang baik, pegawai yang bisa bekerja dengan baik dan kritis.
Sekarang pak Dis kan sudah menjadi pegawai (pegawai presiden) yang baik…. maka, harus mau dong menjadi pemimpin yang baik pada 2014. hehehe…………….
Insya allah.
Posted by qohar | 27 Januari 2012, 2:52 pmperubahan kinerja BUMN ke arah yang lebih baik sedang berlangsung.mari kita dukung sepenuhnya,langkah yang telah dilakukan oleh pak dahlan.karena dengan berubahnya kinerja bumn kearah yang lebih baik, berarti masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari kinerja tersebutSalut buat pak dahlan, semoga tuhan memberi kekuatan,kelancaran dalam bekerja dan kesehatan untuk pak dahlan.Amin,amin,amin.
Posted by antok | 27 Januari 2012, 5:19 pmYok BUMN itu kita akronimkan dari sebuah doa Berkahilah Usaha Memakmurkan Negeri, Isilah dengan kearifan lokal yang cukup banyak kita punyai sebagai Bangsa. Kembalilah ke Pangkuan Ibu Pertiwi yang belum berhenti menangis. …..Buktikan bahwa didada kita tersimpan gelora cinta kepada tanah air Indonesia…..yahya Citarum 35 bandung
Posted by M.Yahya Arwiyah | 12 Februari 2012, 6:58 pmkhusus untuk pemilihan calon Direktur Telkom kalau bisa yang betul-betul mengerti tentang apa itu telekomunikasi dan juga orang yang pintar dalam hal-hal riset Pak Dahlan Iskan, soalnya negeri Indonesia ini masih tertinggal telekomunikasinya karena hanya mengandalkan jaringan buatan luar negeri seperti 3G atau 4G, seharusnya juga dibarengi dengan QoS-nya (Quality of Service) seperti komputer server yang betul-betul bisa menghandle lalu lintas data, saya mau melihat Direktur Telkom nanti yang benar-benar mengerti tentang pekerjaan dan permasalahan di dalam Telkom. Terimakasih Pak Dahlan Iskan semoga Bapak gak kebisingan lagi
Posted by Muhammad Nur Adnan | 27 Januari 2012, 9:52 pmmaju terus, Pak Dahlan Iskan! kami mendukungmu untuk senantiasa memilih orang-orang yang terbaik!
karena cuma dari orang-orang baik dan cara pemilihan yang baik, maka budaya perusahaan yang baik-baik dapat turut lahir di BUMN kita tercinta ^_^
Posted by ikhwanalim | 27 Januari 2012, 10:51 pmkalau istilah jawa “pathil nyantol pathil” seseorang yang berjiwa integritas tinggi mestinya akan memilih teman yang sefaham dengan jiwanya, semakin banyak orang2 yang mengingkan negra ini maju, insya Allah dalam waktu tidak lama lagi Indonesia menjadi negra yang makmur sentosa, he3 biar gk jadi TKI lagi
Posted by muthawif online | 28 Januari 2012, 3:42 amSemoga segera menemukan orang2 yang Bapak maksud yah dan semoga mereka semua dapat menjalankan tugas dan amanat yang diberikan dengan baik. Sukses untuk Bapak dan tim..
Posted by ita | 28 Januari 2012, 6:18 amSemoga istiqomah pak, kita butuh orang2 yg peduli dg bangsa ini jangan biarkan ibu pertiwi menangis terlalu lama..Semoga Allah senantiasa bersama Bapak….
Posted by rusdi | 28 Januari 2012, 6:21 amDibalik semua kebisingan di negara tercinta ini. Saya berharap akan lebih banyak lagi orang2 dan generasi penerus yg mempunyai sikap ,cara berfikir dan pribadi seperti pak Dahlan iskan.
Sukses pak dahlan!
Posted by Reko | 28 Januari 2012, 8:59 amtong kosong bising bunyinya…semakin bising semakin jelas kalau dia tidak bermutu…n udah tepat kalu pak dahlan tidak usah mendengarkan mereka….
semoga Allah memberikan kemudahan kepada bapak untuk menemukan orang2 yang terbaik untuk membawa BUMN dan negeri ini lebih baik…
Posted by aris kurniawan | 28 Januari 2012, 10:28 amseandainya nazaruddin bisa lebih bising daripada kebisingan pergantian kepala bumn, tentu kita akan lebih terhibur..
Posted by mumu | 28 Januari 2012, 12:01 pmkami bangga pak punya mentri BUMN seperti pak Dahlan Iskan. semoga dibawah kepemimpinan bapak Perusahaan BUMN.semakin maju pesat.amin ya robbal alamin. dari karyawan pimpinan PTPN 5
Posted by ahmad zufri kastiar | 28 Januari 2012, 6:22 pmkami bangga memiliki mentri Bumn seperti pak Dahlan Iskan. semoga dibawah kepemimpinan Bapak BUMN-BUMN yg ada di Indonesia semakin maju. dari karyawan pimpinan PTPN 5
Posted by ahmad zufri kastiar | 28 Januari 2012, 6:40 pmPak Dahlan, ya menganjurkan agar orang-orang yang baik itu disediakan tempat khusus. Setuju juga diumumkan agar, apabila ternyata dibalik kebaikannya ternyata menyimpan sesuatu, maka akan ada inputan pembersih. Orang baik masih cukup banyak di negeri tercinta ini. Hati-hatilah dengan orang yang pura-pura baik dan berteori dan berteriak dengan lantang tentang kebenaran yang Bapak bentang.
Padahal orang itu menyimpan sesuatu yang justru harus kita tentang. Saya setuju Bapak nggak usah terlalu percaya pada orang yang rajinnya hanya berteori dari pendapat orang lain. Akan tetapi orang seperti yang Bapak contohkan dalam tulisan Bapak adalah figur yang membentang dan melaksanakan teori.
Awas Carmuk alias kumrac, berbahaya .
Saya setuju Bapak cari orang yang tepat buat telkom yang sejarahnya kini diuji dengan berbagai hal, yang merupakan National telcom flag ingin dibenahi tetapi belum ketemu herbal mujarab untuk menjamin tidak akan menjadi kenangan indah . Kalau perlu buat pengumuman dengan syarat punya integritas dan antusias, kemudian umumkan siapa yang berminat menjadi penguji fit dan proper, tapi sebelumnya orang ini disaring dulu melalui opini publik secara terbuka.
Saran lainnya, tulisan bapak yang indah jangan “dilengkapi” dengan mengejek orang lain, biarlah bersih sampai akhir…. Bagaimanapun keluarga mereka pasti akan teriris hatinya bila menerim kenyataan bahwa terbukti telah bertambah orang yang ikut menghukum mereka …. Wallahu alam bissawab ….. yahya citarum 35 Bandunbg.
Posted by M.Yahya Arwiyah | 12 Februari 2012, 5:58 pmSemoga Suara bisiing ini menjadi irama yang merdu bagi PTPN
Posted by Andri widiyanto | 28 Januari 2012, 8:01 pmReblogged this on Gadeblazz and commented:
Ketika BUMN akan ada pergantian pemimpin, seperti ada perang dan perkelahian hidup dan mati… Pak Dahlan Iskan memberikan gambaran yang jelas apa yang terjadi ketika akan ada pergantian pemimpin di BUMN ini. Apa lagi ini adalah BUMN yang strategis seperti Telkom dan juga 15 perusahaan perkebunan. Betapa inginnya mereka memimpin, dan kita hanya mendapatkan sedikit gambaran kenapa mereka ingin sekali menjadi pimpinan… sepertinya bukan soal Amanah.
Posted by Gadeblazz | 28 Januari 2012, 9:18 pmpak is semoga selalu diberikan kesehatan oleh ALLOH SWT.
indonesia harus bisa.
Posted by tasirfanna | 29 Januari 2012, 7:01 amDahlan Iskan Tersinggung, RI Harus Impor HP Termasuk Dus-nya
Surabaya – Indonesia hingga saat ini masih menjadi surga bagi handphone (HP) impor. Hal ini karena industri lokal enggan untuk merakit HP di dalam negeri akibat tingginya pajak impor komponen.
“Pajak HP impor lengkap dengan dus-nya yang masuk ke Indonesia adalah 0 % sedangkan pajak komponen HP 10 %. Padahal itu HP utuh tapi nggak ada pajaknya,” kata Dahlan Iskan dalam sambutannya dalam acara peresmian PT Pelindo Marine Service (PMS) sebagai anak perusahaan PT Pelindo III di Jalan Prapat kurung, Jumat (27/1/2012).
Ia pun sangat heran dengan ketidaklogisan pajak bea masuk impor tersebut. Adanya pajak pajak 10 % untuk komponen, secara otomatis industri HP dalam negeri akan berpikir seribu kali untuk merakit.
Dahlan mengaku pernah menginstruksikan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) untuk mencoba meproduksi HP. Tetapi pajak tersebut menjadi masalah sehingga kalah bersaing dengan HP impor.
“Atas permasalahan itu kemudian saya mendatangi menteri keuangan. Saya katakan ke beliau bahwa nasib saya ada di tangan beliau. Saya meminta agar pajak komponen HP ditiadakan atau 0 %,” tambah Dahlan.
Gayung pun bersambut, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjanjikan akan segera meniadakan pajak terhadap komponen HP. Dahlan mengatakan bahwa 75 % kesuksesan BUMN ditentukan oleh kementrian BUMN.
“Nggak apa apa lah HP-nya impor, tetapi saya tersinggung masa karton (dus/box) HP-nya juga impor,” tandas Dahlan.
http://finance.detik.com/read/2012/01/27/212812/1827656/1036/dahlan-iskan-tersinggung-ri-harus-impor-hp-termasuk-dus-nya
Posted by caderkeren | 29 Januari 2012, 7:54 amDahlan Iskan Atur Kesediaan Gas untuk PT PIM
Jum`at, 27 Januari 2012
Jakarta – Dalam waktu dua jam, tiga badan usaha milik negara (BUMN) sektor energi menelurkan empat kesepakatan dalam proyek strategis. Ketiganya adalah Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Gas Negara (PGN).
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, tiga BUMN tersebut dikumpulkan setelah rapat kerja BUMN, untuk membahas empat masalah krusial di sektor energi Indonesia.
’’Pertama, soal gas LNG receiving terminal Medan, la lu gas PIM (Pupuk Iskandar Muda), pipa gas Trans Jawa, dan pengembangan geotermal,’’ujarnya setelah acara rapat kerja BUMN di Jakarta kemarin (24/1).
Dalam pertemuan kemarin, bertemu Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji dan Direktur Utama PT PGN Hendi P. Santoso.
Menurut Dahlan, untuk LNG receiving terminal di Medan, tiga BUMN sepakat untuk mempercepat pengerjaannya. ’’Proyek ini harus jalan, nanti ditangani PGN. Targetnya, pertengahan 2013 harus sudah selesai,’’ katanya.
Untuk gas PIM, lanjut Dahlan, ada dua ide. Pertama, menghidupkan kembali LNG Arun. Namun, setelah dikaji, biayanya tinggi hingga USD 11 per mmbtu. ’’Jadi, dari sisi Pertamina tidak ekonomis dan dari sisi PIM juga terlalu mahal,’’ ucapnya.
Karena itu, solusi yang diambil adalah skema pasokan gas ke PIM akan diambilkan dari lapangan milik ExxonMobil di Aceh yang selama ini diekspor sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Selanjutnya, kewajiban ekspor akan di-swap dari LNG Bontang. Kesepakatan ketiga terkait pipa gas Trans Jawa. Dahlan mengatakan, Pertamina dan PGN sepakat untuk mempercepat pengerjaan pipa gas yang membentang sepanjang Pulau Jawa tersebut. ’’Dalam 18 minggu, skema pengerjaannya harus sudah selesai. Tunggu saja, akan ada kejutan dalam proyek pipa gas Trans Jawa ini,’’kata Dahlan.
Kesepakatan keempat terkait dengan proyek geotermal atau panas bumi. Menurut Dahlan, selama ini proyek geotermal sering terkendala masalah produsen listrik panas bumi yang ingin menjual dengan harga tinggi, sedangkan PLN ingin membeli dengan harga rendah. ’’Nah, biar sama-sama untung, nanti anak usaha Pertamina di bidang geothermal (PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Red) akan menjadi milik bersama oleh Pertamina dan PLN,’’ katanya.
Bergabungnya Pertamina dan PLN itu diharapkan bisa mempercepat proyek listrik panas bumi yang selama ini berjalan sangat lambat. Bahkan, dua direksi sudah sepakat untuk segera mengeluarkan obligasi guna membiayai kebutuhan proyek yang mencapai Rp 10 triliun. ’’Obligasi ini rencananya diterbit kan tahun ini juga. Nilainya masih d i matangkan,’’jelasnya.
http://www.theglobejournal.com/kategori/ekonomi/dahlan-iskan-atur-kesediaan-gas-untuk-pt-pim.php
Posted by caderkeren | 29 Januari 2012, 8:33 amAtas tulisan ini tak cukup rasanya membacanya cuma 1x, kubaca & kubaca lagi dan gatel ingin komen lagi.
Saya merasa ada yg sdkt berbeda nuansanya dan berpikir kalau pak Dis agak sedikit kewalahan jg berada di tengah2 situasi bising alias berisik spt itu. Dengan kualitas pribadi pak Dis, saya yakin pak Dis akan melakukan yg terbaik, namun situasinya tak sesedarhana itu kelihatannya. Budaya lama dan nuansa politik yg kental ini melibatkan banyak pihak dan rasanya sangat sulit utk orang biasa mengahadapi dan menyelesaikan persoalan ini, namun kami yakin pak Dis akan berusaha maksimal agar pengisian direksi BUMN sesuai dg kriteria yg disebutkan: INTEGRITAS & ANTUSIAS. Apalagi jika ada mekanisme lbh tinggi yg akan melibatkan atasan beliau yaitu Presiden & Wapres di TPA. Semoga warna pak Dis akan tetap kental disitu, tdk dikalahkan oleh bisikan2 setan yg ada di sekeliling kekuasaan. Tetap sehat & semanagt ya pak..
Posted by Aris Kadarisman | 29 Januari 2012, 10:30 amsya berharap ada org spt bpak dsetiap pmrintah daerah, n sya brusaha menjadi staff brintegritas tinggi dblkgnya…
Posted by bebeks | 29 Januari 2012, 12:33 pmmemang berat utk memimpin di bumn,krn di dalam penuh dg orang2 yg doyan kkn,,pengalaman sy waktu ikut tender di pln tanjung priuk klau menurut hitungan sy negara di rugikan hampir 5 m,coba kita hitung klau tiap ada tender penjualan ex besi tua di pln negara di rugi kan hampir 5 m,,tinggal kita hitung ada berapa pln di indonesia belum pertamina yg paling banyak besi tua nya,,
andai pa dahlan bisa membentuk badan usaha yg bisa mengolah besi2 milik negara yg langsung kirim sendiri ke peleburan sy rasa itu suatu jurus jitu untuk mencegah kkn di tubuh perusahan BUMN,
DAN BANYAK LG KKN YG TERJADI DI PERUSAHAAN BUMN DI BIDANG LIMBAH BESI TUA
Posted by MOCH.ANWAR | 29 Januari 2012, 2:39 pmsalut buat pa dahlan kita…
seluruh besi tua yg ada di perusahaan BUMN di jual aja pa biar ada pemasukan utk negara.
krn selama pengalaman sy bermain di bidang limbah besi tua banyak yg di sunat oleh para orang2 di lingkungan bumn tsb,
pernah sy ikut tender pembelian besi tua di PLN TANJUNG PRIUK 8 atau 7 th yg lalu penuh dg permainan dr orang pln setempat atau pun dr panitia lelang,,yg klau sy hitung2 kerugian negara mencapai 5 m.
itu baru pln belum pertamina,,pbrik gula,,,semua nya banyak bermain di saat penjualan besi tua,,
ada baik nya bpa bentuk badan usaha utk pengolahan besi tua yg ada di seluruh perusahaan bumn.
dg begitu bpa mencegah pegawai bumn utk melakukan kkn,,
MAJU KAN INDONESIA INI BUNG DAHLAN,
KAMI SIAP MENDUKUNG ANDA JADI PRESIDEN
MOCH.ANWAR
Posted by MOCH.ANWAR | 29 Januari 2012, 8:55 pm081257766629
Posted by MOCH.ANWAR | 29 Januari 2012, 9:01 pmmanteb
Posted by agungph | 31 Januari 2012, 6:36 pmBismillah.
Maju Terus Pak Dahlan, Maju Terus Saudaraku, semoga Allah memberkahimu. AMin
Posted by abdul | 31 Januari 2012, 9:25 pmsemoga Allah menjagamu saudaraku (Pak Dahlan Iskan)
semoga Allah menetapkan keistiqomahan engkau pada agama-Nya
semoga Allah memberikan jalan terbaik buat negara ini melalui engkau.
Barokallahufiik.
Posted by abu_niha | 31 Januari 2012, 9:28 pmklw pak dahlan jd presiden,bakalan jd aneh nantinya,masa presiden RI mau rapat paripurna harus ikut desakan naik naik kereta api dari istana kediamannya,lantas nanti nyambung lagi naik ojek dari stasiun ke gedung MPR “APA KATA DUNIA”
Posted by omy999 | 1 Februari 2012, 4:18 pmSEMOGA DENGAN MATA HATI BAPAK AKAN TERPILIH DIREKSI BUMN PERKEBUNAN YANG BEBAS KKN, BEBAS DARI PEMBISIK PEMBISIK SEPERTI AQUA DWIPAYANA YANG SUKA MEMANFAATKAN KEDEKATANNYA DENGAN PEJABAT UNTUK MEMULUSKAN NAFSUNYA…
Posted by Fansnya Dahlan Iskan | 2 Februari 2012, 11:13 amReblogged this on Berbagi Dalam Kemuliaan Cinta-Nya.
Posted by roeyani | 2 Februari 2012, 3:17 pmbapak bisa saja……….. bilang hiburan dari nazarudin……. hehe
Tetapi salut dech buat bapak dan saya yakin bapak tidak seperti yang dituduhkan oleh nazarudin tersebut.
Posted by aci | 5 Februari 2012, 10:51 amMas/mbak, saya justru nggak setuju ada kalimat tidak baik itu ada dalam tulisan yang baik .
Saya anjurkan, agar pak dahlan kumpulkan orang baik seperti contoh di surabaya itu .
Tapi nggak usah ada celetukan yang mengiris hati orang lain, biarlah orang yang bertugas dan diamanahi untuk melaksanakan hukum yang melaksanakan, jangan kita ulangi sikap mencampur adukkan semua urusan.
Mudah-mudahan setuju ya …….. Yahya Citarum 35 Bandung @
Posted by M.Yahya Arwiyah | 12 Februari 2012, 6:06 pminspiratif, pak Dahlan!
“Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik.”
Quote of the day buat saya hari ini, terima kasih pak!
Posted by ibnuabialif | 8 Februari 2012, 11:30 amKepada Bapak Dahlan Iskan di PLN yang pernah beliau pimpin, masih banyak oknum-oknum pegawai dan eks pegawai pejabat PLN yang berbisnis perbudakan Outsourcing atau pemerasan pekerjaan.Kenapa disevut perbudakan ya karena di PLN Outsourcing dan pegawai PLN jauh kastanya antara langit dan bumi itu tanpa melihat umur atau senioritas dan kompetensinya.Kalau di PLN outsourcing lebih kompeten daipada pegawai sudah tidak perhitungkan lagi karena outsourcing sapi perah pegawai.Nah bagaimana pak Dahlan Iskan menyikapi kebobrokan PLN yang mana pekerjaan outsourcing dan pegawai PLN sama-sama penting.Tapi hanya beda di kesejahteraan yang jauh sekali dengan pegawainya.Mengapa hal ini bisa terjadi di dunia kerja yang mengandalkan profesionalitas yang bisa dibilang sama antara pegawai dan outsourcingnya.Bagaimana menyikapi ini agar nasib kami-kami ini sama dengan pegawai karena kami juga bekerja keras untuk perusahaan dan beban itu sangat berat ditambah dengan klaim-klaim dari perusahaan outsourving yang tidak manusiawi seperti gaji tiap tahun turun , apa masuk akalkah itu sementara kebutuhan hidup dan harga barang kian meningkat naik.Mohon untk Bapak Dahlan SIkan menyelesaikan masalh outsourcing ini secepatnya dan membikin iklim yang sama-sama adil diantara kami semua karena kami semua sama-sama memajukan PLN untuk bisa go Public and Go For WCS.Terimakasih Telah mengerti kami.
Posted by ahmad zubair | 11 Februari 2012, 3:03 pmAjukan saja datanya, agar menyelesaikannya juga bisa terarah dan siapa yang berbuat segera bisa dimintakan pertanggungjawaban, tentu bukan fitnah ya. O ternyata sulit membuktikan, kita kirimkan saja indikasinya .
Posted by M.Yahya Arwiyah | 12 Februari 2012, 6:08 pmBuat Bapak dan Ibu yang Dipuji, kalau sama seperti saya beragama Islam, tolong ucapkan … Subhanallah…. Karena Pak Dahlan memuji untuk memberikan alat ukur terbuka tentang orang yang dinilainya wajar dijadikan contoh. Mari istiqomah …… Yahya Citarum 35 Bandung
Posted by M.Yahya Arwiyah | 12 Februari 2012, 6:10 pmYth pak Dahlan, skdr mensmpaikan laporan pdangan mata di bumn pkebunan tempat saya bekerja bhw sdh beredar nama kuat yg akan duduk di kursi nomor 1. N spt biasanya berbagai pihak di dlm lgsg merapatkan barisan entah utk mendekati si calon atau kepentingan apa. Yg jelas dr nama2 yg muncul jujur saja sulit utk memilih, paling2 hanya yg mendingan mengingat kondisi mslh prshn yg sdh sangat kronis. Mudah2an saja bapak bs memilihkan calon yg baik utk bumn2 perkebunan, mgkn bs lbh baik jika ada pertukaran pimpinan diantara bumn2 tsb shg ada pembaruan di sisi kepemimpinannya. Tks, mudah2an ini tdk bapak anggap sbg salah satu kebisingan, ini lbh kpd kegalauan sbg seorang kywn/ti yg insya allah msh peduli. Wass
Posted by Lestari | 14 Februari 2012, 9:00 pmReblogged this on outboundkakilangit.
Posted by outbound.kakilangitcamp | 15 Februari 2012, 12:45 pm