>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Jangan Paksa Tiba-Tiba Makrifat

Senin, 16 Januari 2012
Manufacturing Hope 9

Mendikbud layak memberikan penghargaan kepada Wali Kota Solo Jokowi, setidaknya untuk satu hal: mempromosikan keberhasilan program kementeriannya. Khususnya, dalam pengembangan mobil Esemka. Mendikbud Mohamad Nuh-lah yang memprogramkan 23 sekolah menengah kejuruan (SMK) itu merakit mobil Esemka. Tiga di antaranya SMK swasta. Satu di antara tiga itu adalah SMK Muhammadiyah Borobudur, Magelang, yang dua tahun lalu ikut jadi korban meletusnya Gunung Merapi.

Siswa SMK Muhammadiyah ini, sebagaimana SMK Solo yang sudah dipromosikan Jokowi, bahkan sudah melewati beberapa tahap kesulitan perakitan mobil. Mula-mula merakit satu mobil. Lalu, dibongkar lagi untuk dirakit lagi. Dibongkar lagi dan dirakit lagi.

Tahap berikutnya, SMK tersebut bersama-sama dengan 23 SMK lainnya diberi wewenang (dan uang) untuk membeli suku cadang yang bisa dirangkai menjadi mobil. Boleh impor, boleh dari dalam negeri. Uangnya disediakan.

Mereka memilih mengimpor dari Tiongkok. Karena tidak mungkin setiap SMK mengimpor sendiri-sendiri, 23 SMK tersebut bersepakat menunjuk sebuah perusahaan importer. Dipilihlah spare part mesin berbasis teknologi merek Wuling dari Tiongkok.

Spare part impor itu dibagikan secara merata ke 23 SMK. Inilah yang kemudian dipakai belajar merakit dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Hasilnya sangat baik, tapi di blok mesinnya belum ada tulisan Esemka.

Tahap berikutnya lagi, blok mesin tidak didatangkan dari Tiongkok, tapi dibuat oleh industri kecil baja Ceper, Klaten. Cetakan blok mesin yang masih kasar ini dikirim ke Jakarta untuk dibubut di pabrik mobil. Juga diberi merek Esemka. Dari Jakarta, blok mesin ini dikirim ke 23 SMK untuk dirakit oleh para siswa. Tahap inilah yang berhasil dirakit menjadi mobil Jokowi. Karena itu, baik yang di Solo, di SMK Muhammadiyah Borobudur, maupun di beberapa SMK lainnya, bentuk dan modelnya sama.

Fisiknya gagah dan finishing-nya halus. Gas, kopling, rem, power steering, dan power window-nya tidak terasa beda dengan mobil produksi pabrik. Saya mencoba mobil Esemka buatan SMK Muhammadiyah ini sampai kecepatan 80 dan membawanya ngepot di lapangan rumput berlumpur. Tidak ada masalah. Rasanya, mobil Esemka buatan SMK-SMK negeri lainnya juga sama baiknya. Memang ada supervisi dari tim Mendikbud yang diberikan dalam standar yang sama untuk semua SMK.

Kini Mendikbud memberi order yang lebih besar lagi. Kepada SMK Muhammadiyah Borobudur, diberikan order untuk mempraktikkan pekerjaan yang lebih berat: membuat tiga buah bus “2 in 1”. Bus ini bisa untuk angkutan penumpang/barang dan sekaligus bisa diubah sebagai panggung kesenian.

Tiga buah bus tersebut sekarang lagi dikerjakan di bengkel SMK itu. Bagian dindingnya bisa dibuka. Diberi engsel di bagian bawahnya. Ketika dinding bus itu dibuka, jadilah dinding tersebut panggung kesenian. Tiga buah bus “2 in 1” itu akan diberikan kepada SMK khusus bidang kesenian.

Seniman SMK bisa menuju tempat pertunjukan dengan naik bus dan membawa serta peralatan kesenian. Tiba di lokasi, dinding busnya dibuka dan dihampar sebagai panggung.

Kalau order Mendikbud ini selesai, SMK-SMK itu, seperti SMK Muhammadiyah Borobudur ini, akan memiliki catatan yang panjang: berhasil merakit sedan, SUV, ambulans, pikap, dan bus “2 in 1”.

Siapa pun akan bangga melihat perkembangan itu. Berita mengenai pelajar kita tidak lagi melulu soal perkelahian. Kini mengenai prestasi mereka. Mendikbud sendiri, mungkin karena menganggap perannya itu sebagai kewajiban yang sudah seharusnya, rupanya tidak melihat bahwa keberhasilannya tersebut sebuah success story. Jokowi-lah yang mempromosikan keberhasilan Kemendikbud itu!

Hasil promosi ini sangat nyata. Harga diri sekolah SMK naik drastis. Siswanya begitu bangga. Kini terbukti tidak harus semua lulusan SMP masuk SMA. Saya yakin anak-anak SMK tersebut akan bernasib lebih baik. Begitu lulus kelak, mereka lebih mudah mencari pekerjaan. Baik di industri perbengkelan maupun di industri otomotif. Bahkan, siapa tahu bisa mandiri sebagai pengusaha pemula di bidangnya.

Setelah memahami apa yang sebenarnya terjadi di SMK-SMK itu, sorenya saya meninjau PT INKA di Madiun. BUMN ini sudah berhasil memproduksi mobil 650 cc. Saya mencoba mengemudikannya sejauh satu jam perjalanan dari Madiun ke Takeran lewat Kebonsari. Saya ingin tahu, apakah PT INKA bisa didorong untuk menjadi industri mobil nasional. Agar keinginan yang luas di media mengenai mobnas ini bisa segera mendapatkan muara.

Malam harinya, rapat intensif dilakukan. Temanya sama: apakah PT INKA sudah siap untuk menjadi industri mobil nasional?

Pasti bisa. Terutama, kalau yang dimaksud adalah memproduksinya. Tapi, BUMN ini pernah bertahun-tahun dalam kondisi la-yahya-wala-yamut. Saking beratnya, pernah diputuskan ditutup saja. Krisis ekonomi dan politik 1998 membuat PT INKA kehilangan kehidupannya. PT INKA ibarat orang yang sudah dikira mati dan sudah dimasukkan ke kamar mayat.

Ternyata, dia belum mati benar. Mekanisme internal di tubuhnya (bukan karena ditolong dokter) memungkinkan tiba-tiba denyut nadinya berdetak pelan. Petugas kamar mayat tahu belakangan. Lalu, dikirim ke ICU. Oksigen politik dan ekonomi yang membaik di luar (lagi-lagi bukan karena pertolongan dokter) membuat jantungnya mulai berdetak.

Boleh dikata, baru tiga tahun terakhir PT INKA keluar dari rumah sakit. Jalannya memang sudah tidak sempoyongan, tapi belum bisa kalau disuruh lari. Makannya memang sudah tiga kali sehari, namun otot-ototnya belum terbentuk. Ia sudah mulai bisa berolahraga, namun belum cukup kuat untuk ikut lomba maraton. Apalagi maraton industri mobil yang begitu terjal jalannya dan begitu jauh jaraknya.

Manajemen PT INKA masih harus berkonsentrasi di industri kereta api. Di situlah core business-nya. Di situlah makom-nya.

Dia harus fokus dengan sebenar-benarnya fokus. Istilah saya, dia harus bertauhid. Inti tauhid adalah meng-esa-kan. Dan inti meng-esa-kan adalah fokus. Tidak boleh gampang tergoda. Di dalam bisnis dan di dalam manajemen, godaan itu luar biasa banyak. Sebanyak godaan terhadap keimanan. Kalau sebuah manajemen tidak fokus, dia bisa jatuh menjadi musyrik. Musyrik manajemen. PT INKA tidak boleh diganggu oleh godaan-godaan sesaat. Dia masih di tahap syariat. Jangan dipaksa tiba-tiba makrifat! Bisa gila.

Tapi, PT INKA akan tetap memproduksi mobil. Syaratnya: sepanjang ada pesanan. Itu pun kalau jelas pembayarannya.

Yang penting, PT INKA terbukti bisa memproduksi mobil. Dia sudah banyak latihan membuat mobil ketika tidak ada pekerjaan membuat kereta api dulu. Kini, PT INKA lagi sibuk di core business-nya. Lagi banyak order membuat kereta api. Juga lagi semangat mengembangkannya.

Walhasil, PT INKA belum akan menjadi industri mobil dalam pengertian sampai mengurus sistem distribusi, pemasaran, dan lembaga pembiayaannya. Ini pekerjaan yang memerlukan investasi triliunan rupiah yang berhasil-tidaknya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksinya.

PT INKA masih harus menanam kepercayaan dengan cara mampu menyelesaikan pembuatan 40 kereta api tepat waktu. Juga harus menanam kepercayaan bahwa kualitasnya tinggi. PT INKA juga sedang konsentrasi untuk membuat puluhan lokomotif setelah dipercaya oleh General Electric dari Amerika. Untungnya mungkin tipis, tapi reputasi yang didapat bisa membawa keuntungan besar di belakang hari. Kepercayaan ini harus dijaga. Apalagi perusahaan sekelas GE yang memercayainya.

PT INKA yang kini sudah mulai laba dan bisa menggaji karyawannya jangan digoda-goda dulu untuk proyek-proyek yang bisa menjerumuskannya kembali ke jurang. Saya melihat PT INKA sudah menemukan jalan hidupnya. Juga masa depannya. Di samping dipercaya oleh GE Amerika, juga sudah mulai mengerjakan pesanan dari Singapura dan Malaysia.

Memang PT KAI yang menjadi konsumen terbesarnya kini masih banyak mengimpor kereta bekas dari Jepang, tapi itu hanya sementara. Untuk memperbaiki kinerja keuangan PT KAI sendiri. Dengan tarif kereta saat ini, PT KAI memang baru bisa membeli kereta bekas yang amat murah. Tapi, tiga-empat tahun lagi sudah akan berubah.

Pembenahan di PT KAI terus dilakukan oleh manajemennya. Hasilnya sudah kelihatan nyata dua tahun terakhir ini. Kalau keuangannya sudah lebih baik, pasti PT KAI meninggalkan era beli bekas. Di saat itulah, nanti PT INKA bisa panen raya. Apalagi kalau program ekspornya terus berkembang.

Memang masih banyak masalah di antara keduanya. Tapi, memecahkannya tidak akan sesulit merukunkan Israel dan Palestina. Masalah PT INKA dan PT KAI bisa diselesaikan di atas kereta api. Dalam perjalanan kereta api dari Madiun ke Jombang, berbagai masalah mendasar dibicarakan bersama. “Rapat berjalan di atas rel” itu menemukan kesepakatan-kesepakatan yang memberi harapan.

Ketegangan yang diselingi gelak tawa membawa kesegaran suasana. Salah pengertian di antara PT KAI dan PT INKA bisa dihilangkan. Lalu, salaman. Sinergi bisa disepakati. Salaman lagi. Direksi PT KAI dan direksi PT INKA bersalaman berkali-kali. Pertanda banyak kesepahaman yang terjadi.

Banyaknya penumpang yang dari jauh melihat serangkaian salaman itu mungkin ikut terheran-heran. Saya sendiri bisa turun di stasiun Jombang dengan perasaan?lega. Lalu, bisa nyekar ke makam Gus Dur dengan hati yang lebih lapang.

Kalau begitu, siapa yang akan menggarap mobil nasional?

Jangan khawatir. Saat ini, sudah ada putra bangsa, lulusan ITB tahun 1984, yang sedang secara serius menyiapkannya. Mobil ciptaannya sudah diuji keliling kampus almamaternya. Dia memang pengusaha permesinan yang andal.

Sudah banyak melakukan ekspor mesin. Dia putra Indonesia dari suku Sunda yang sangat nasionalis. Dia seorang profesional yang tangguh. Dia akan membangun pabrik yang serius dengan production line yang serius pula. Dia akan memenuhi segala persyaratan sebuah industri mobil yang sempurna.

Tugas kita adalah membantunya. Yakni, membeli produknya atau setidaknya mendoakannya. Tidak lama lagi. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Iklan

Diskusi

213 thoughts on “Jangan Paksa Tiba-Tiba Makrifat

  1. Aku dukung P Dahlan. FOKUS sangat di perlukan dalam manajemen perusahaan. Biar tahu arahnya kemana. Semoga bisa menjadi inspirasi para wirawasta di Indonesia. Menjadikan masyarakat yang FOKUS. Pegawai pemerintah fokus pelayan masyarkat,Guru Fokus mengajar, Polisi Fokus, semua Fokus, dan tahun 2020 Indonesia sudah maju. Semoga P Dahlan di beri umur panjang

    Posted by Tenaga surya | 16 Januari 2012, 6:03 am
    • setuju dengan pak tenaga surya…heheheh memang kita semua harus fokus dan fokus….
      semoga beliau P DIS menjadi presiden kedepan. bergabunglah dengan “Gerakan Rakyat dan Facebooker Mendukung Dahlan Iskan Jadi Presiden.” http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

      Posted by deden hapsari | 16 Januari 2012, 8:16 am
      • SEBENARNYA AKU SUKA DI JADI PRESIDEN…TAPI KALAU BOLEH USUL JANGAN DI NAEKAN MULAI SEKRANG..BIArlah DI BEKERJA TANPA PAMRIH DI JADIKAN PRESIDEN..AKU HANYA ADA ALAT UNTUK CLOONING 10 ORANG KAYAK DI

        Posted by rielloaros | 16 Januari 2012, 10:40 am
      • ANALIS DAN SOLUSINYA MANTAB. SEMOGA BUNG DIS SEHAT SELALU, BENER KATA OM LIEM, BUNG DIS ADALAH BUKAN TIPE ORG YANG MENCARI JABATAN TAPI ORG YANG DICARI……………DICARI OLEH JABATAN. KITA MENGHARAP BELIAU JADI PRESIDEN, KITA HARUS BERUSAHA DGN KEINGINAN KITA,DAN KITA SANGAT SEDIH DAN PRIHATIN BILA PEMIMPIN YG AKAN DATANG TIDAK SEPERTI KEINGINAN KITA KARENA KONDISI MASYARAKAT KITA SEPERTI INI, TAPI TUHAN MAHA TAHU SEMOGA MENGABULKAN HARAPAN DAN DOA KITA. SAYAPUN ALUMNI SMK LOH.
        SALAM SEJAHTERA DAYAKINDO

        Posted by DAYAKINDO | 20 Januari 2012, 4:35 pm
      • mas deden, pak dahlan kan sudah bilang jangan menyebut2 itu (soal pencalonan presiden) bisa merusak kinerja dan keikhlasan. Harusnya bila kita benar-benar respek terhadap pak dahlan kita harus menghormati permintaan beliau dan mendukung usaha serta kerja keras beliau….

        Posted by jinseibenkyou | 25 Januari 2012, 9:47 pm
      • Saya membayangkan negara ini akan baik, masyarakat sejahtera, hidup rukun, lapangan pekerjaan tersedia, potensi SDA dimanfaatkan utk masyarakat, hidup seperti di ‘surga’, jika Indonesia memiliki pemimpin seperti Pak Dahlan Iskan. Maju dan kami mendukung dan mau Pak Dahlan menjadi RI 1.Kebusukan pemimpin negeri yang kaya ini hanya dapat di robah oleh gaya kepempinan bapak. Slamat berjuang untuk rakyat. Mardizal Sumara-Kerinci-Jambi

        Posted by mardizal sumara | 2 Februari 2012, 8:34 am
    • Hmmm…..akhirnya muncul juga tulisan Bung Dahlan Iskan mengenai euforia Bangsa ini akan wacana mobil Esemka untuk dijadikan mobil nasional yang menjadi rejeki nomplok bagi media belakangan ini. Memang sangat bijak pemikiran Bung Dis mengenai topik ini, mengarahkan kita untuk berfikir lebih arif akan metode bisnis dari bagaimana cara kita untuk memproduksi Mobnas ini, gak cuma euforia yang tidak ada konsep untuk menindaklanjuti bagaimana ‘mengejawantahkan’ ini semua menjadi sesuatu yang konkret.

      Saya suka dengan tulisan Bapak yang “mengingatkan bangsa Indonesia” bahwa dibalik berita menggembirakan atas prestasi anak2 bangsa (yang tidak lagi melulu diberitakan hanya bisa tawuran) SMK ini, ada institusi yang sangat berjasa, KEMENDIKBUD! Tapi karena ini semua sudah menjadi kewajiban sebagaimana diamanahkan oleh negara dan juga karena bekerja dengan ikhlas, Mendikbud tidak ikut2an mencari pamor dengan “berkoar-koar” minta pujian. Pantas aja belakang ini semarak bermunculan diberitakan SMK ini bisa bikin mobil, SMK yang lain berhasil bikin motor, bahkan ada SMK yang berhasil bikin pesawat! Bravo Mohammad Nuh!!!

      Posted by Jend. Naga Bonar | 16 Januari 2012, 5:45 pm
    • pokoe aku pingin pak Dahlan Iskan jadi presidenku titik….titik….titik. dak perlu lagi diragukan kualitas dan loyalitasnya, orangnya memang benar-benar mengabdi untuk bangsa, negara dan mementingkan kepentingan rakyat, Allahuakbar….Allahuakbar…..Allahuakbar.

      Posted by Agus Supriyono | 19 Januari 2012, 7:21 am
    • Semangat pak Dahlan……
      Dengan pemikiran bapak yang begitu lugas, dan ide-ide yang cemerlang kami mengharapkan agar tidak ada lagi penjualan BUMN. Semoga semangat nasionalisme bapak tetap berkobar di dada dan dapat membakar semagat bapak-bapak mentri yang lain hingga para wakil rakyat dan pak Presiden.

      Jika perlu di buy back BUMN yang dahulu sudah dijual oleh penguasa yang ingin cari untung….

      Kami harapkan, semangat MOBNAS ini tidak dibunuh oleh para pemimpin kita yang mungkin dipengaruhi, di intimidasi dan di iming-imingi hadiah oleh perusahaan multinasional. Dengan berkembangnya MOBNAS ini, pasti akan mengikis pangsa pasar mobil produksinya di wilayah NKRI.

      Semoga bapak Memperindag dan bapak MENKEU hingga ke pak SBY memberikan dukungan dan perlindungan terhadap MOBNAS ini…

      terima kasih…

      Posted by dwiyanto | 27 Januari 2012, 9:36 am
    • Pak mentri mohon ma’af smk borobudur banyak manipulasi RAB … kalau cara kerjanya seperti itu saja SMK yang lain saja bisa asal pendanaanya ada …. yang pasti mohon koreksi bantuan yang di berikan apakah sesuai dengan penggunaannya.

      mohon maaf program pemerintah bagus , tetapi penggunaan dananya mohon di koreksi takut di salah gunakan oknum / pengurus sekolahnya …..

      Posted by Agus Setyo | 21 Februari 2012, 10:09 pm
    • Pak DIS gak usah jd RI-1 gak papa, tapi para Menteri dan Anggota DPR itu semua terinspirasi dan mau punya mental & karakter serta semangat seperti Pak DIS Insya Alloh Indonesia ” kun fayakun” mendapat Ridlo Alloh menjadi Gemah Ripah Lohjinawe tennan.

      Posted by monadji | 27 Maret 2012, 12:28 pm
  2. I love this quote “Memang masih banyak masalah di antara keduanya. Tapi, memecahkannya tidak akan sesulit merukunkan Israel dan Palestina.”

    BTW, yang dimaksud alumnus ITB 1984 itu mungkin Kang Dasep ya?

    Posted by arifrahmat | 16 Januari 2012, 6:03 am
  3. Sepakat pak, nasionalisme jgn kemudian membuat kita emosional, berpikir jernih lebih utama daripada terburu nafsu mengejar kebanggaan sesaat, lebih baik mikirin beras yg masih impor dibandingin mikirin mobil nasional

    Posted by pay | 16 Januari 2012, 6:20 am
  4. Dari isu hangat seputar mobnas Esemka, pak DIS bs menggiring pemikiran dan ide-nya pada kelangsunga bisnis sebuah BUMN. Bapak memang selalu inspiring dan open mind. Bapak jg tdk terjebak utk ikut ribut2 euforia merespon karya anak bangsa tersebut, lebih berpikir jernih dan konstruktif soal mobil tsb. Clue dr bapak agar BUMN yg msh dlm tahap belajar tauhid memang harus kita akui. Dengan menjalankan pengelolaan BUMN sebaik-baiknya dg profesional, integritas dan totalitas, maka sebuah sektor ekonomi akan dapat berputar dg baik serta memberi kontribusi pd bangsa dan negara. Terima kasih terus terucap utk pak DIS. Dan serangkaian doa selalu menyertai karya dan perjuangan bapak utk BUMN, bangsa dan negara.

    Posted by Aris Kadarisman | 16 Januari 2012, 6:34 am
  5. baca tulisan ini bisa mendinginkan otak.. Adeemmm banget.. Jadi ngerasa tenteram hidp d indonesia.. P jokowi itu hebat.. Cuma butuh jam terbang agar tidak emosional dan bisa berfikir lebih matang agar bisa disejajarkan dg mas dahlah..calon presiden kita..

    Posted by yudhy | 16 Januari 2012, 6:37 am
  6. Kemandirian-tauhid-fokus-musyrik ekonomi, bisa aja bapa ini. Coba republik ini punya jokowi2 yg lain….., cina, india kita salip…. Wusssss

    Posted by budi shohibuddin | 16 Januari 2012, 6:39 am
  7. Sebuah klarifikasi yg cerdas dan elegan ditengah comment2 yg miring di dunia berita2 on line. Belajar sabar dan berpikir cerdas ala cak Dahlan. Salut to pak DIS….tetap sehat Pak.

    Posted by surachwanto | 16 Januari 2012, 7:11 am
  8. membaca tulisan sesingkat ini, membuat hati terasa adem ayem, dan membayangkan semangat nasional badan jadi gemetar……

    Posted by Mr.Cool | 16 Januari 2012, 7:13 am
  9. beliau tidak hanya menulis setahuku langkahnya sejalan apa yang beliau tulis

    Posted by Sholihul Huda | 16 Januari 2012, 7:15 am
  10. Mereka yg mengkritik Pak Dis mending melek informasi dl deh macam pak wawali solo itu. Berita online udah tersebar n dgn mudahnya bs dicari n dibaca bs2nya dia bilang pak dis melecehkan esemka. Apalg tuh si metro suka bgt berita2 model gini. Jd ibarat api dikomporin. Tp moga aja pak dis ttp adem ayem aja. Klo Pt INKA msh dlm tahap syari’at tp kok saya yakin Pak Dis udah masuk dlm tahap makrifat. Ttp semangat Pak Dis. Banyak yg mendukung bpk untuk memperbaiki negeri ini..

    Posted by Didi | 16 Januari 2012, 7:30 am
  11. Always .. always motivate us .. thanks pak dahlan .. we support you ..
    Kalau benar, berarti Kang Dasep yang dimaksud .. ayo kang segera wujudkan MOBIL Nasional …

    Posted by didik fotunadi | 16 Januari 2012, 7:36 am
  12. Dulu saya ragu sama Pak Dahlan Iskan, kok orang pers dijadikan Kepala PLN. Ternyata emang Pak Dahlan Iskan punya pembangkit listrik sendiri, jadi listrik bukan bidang baru buat Bapak. Kemudian Bapak dijadikan Menteri BUMN, ternyata Bapak sanggup menangani bidang2 yang belum pernah Bapak tangani. Sekarang saya tidak ragu lagi akan kapabilitas Bapak dalam memimpin sebuah perubahan. 2014 masih jauh. Saya hanya berharap orang-orang hebat seperti Bapak tidak ditendang oleh penguasa saat ini seperti yang dialami Sri Mulyani dan Fadel Muhammad. Kita butuh pemimpin jenius, bukan pemimpin yang cuma badannya yang gedhe glendah-gledeh seperti Giant dalam film Doraemon itu.

    Posted by Berlin Sianipar | 16 Januari 2012, 7:41 am
  13. so far so good

    Posted by nofanridzky | 16 Januari 2012, 7:42 am
  14. cerita cerdas bapak sangat mengesankan, memotivasi
    Great vision sir !!!

    Posted by Galih | 16 Januari 2012, 7:46 am
  15. Pak DI rupanya mempunyai jurus jurus yang lihay ,dan saya menilai Menteri ini gradenya 2 digit diatas menteri terbaik di Indonesia. Pertama adalah hasil kerja Pak DI terbukti saat sebagai CEO PLN ,banyak kemajuan yg telah di raih dalam perlistrikan negara kita, hanya perlu waktu 3 tahun. Digit yg kedua penanya Pak DI mampu menembus dan mengoyak ngoyak kebekuan birokrasi yang penuh dengan pakem pakem expired dan ketinggalan jaman,
    Pak DI. bawalah Indonesia terbang ke awan menyusul bangsa bangsa yg maju ,
    Karyamu di tunggu Ibu Pertiwi.
    Suksen Pak DI

    Posted by Jaya Kusuma Hoo | 16 Januari 2012, 7:47 am
  16. sepertinay yang dimaksud Pak DIS itu Kang Dasep Ahmadi ya? http://www.dasep-ahmadi.com/info-terbaru/2011/12/01/mobira-mobil-rakyat/. Saya turut mendoa’kan agar sukses. Amin

    Posted by islamet | 16 Januari 2012, 7:52 am
  17. Mewujudkan cita-cita pun perlu ditata dengan baik , sekarang ini kita masih dalam proses ‘Indonesian hope’ ,
    mobil esemka salah satu contoh semangat nasionalisme dalam pengembangan hope kita..

    Program pangan dengan pencetakan sawah sejuta hektar selayaknya menjadi prioritas utama, swasembada pangan harus dijaga. Agar tidak terjadi lagi impor beras, garam dll Dan masih banyak lagi yang impor lho pak dis, termasuk kedelai untuk produksi tempe nasional……

    Cita – cita harus dikolaborasikan apabila hope sudah berjalan…
    Mari kita rumuskan ” Indonesian Dream”
    Pak Dahlan , You are the right man to make it happen.

    Semoga berhasil…..

    Posted by Zulkifli Iskandar | 16 Januari 2012, 8:01 am
  18. Sholihin Hasan :
    Yang dikatakan Bang Dahlan Iskan adalah yang dilakukannya…..sebagai mantan anak buahnya, saya mengetahui bagaimana karakter beliau dalam menikapi sebuah pekerjaan. Moga Bang Dahlan Iskan mendapat keberkahan dari Alloh dalam membantu tugas-tugas negera, utamanya dalam membenahi BUMN-BUMN di tanah air.

    Posted by wongnu | 16 Januari 2012, 8:01 am
  19. Alhamdulillah INKA sudah bebas dari kemusyrikan,
    bagaimana dengan PT DI, buat pesawat terbang, mobil nasional, atau converter kit?
    atau malah panci, penggorengan, bahkan knalpot?
    Semoga Allah melindungi PT DI menuju jalan tauhid.

    Posted by Simpatisan PT DI | 16 Januari 2012, 8:03 am
    • PT DI kayaknya masih harus menempuh jalan panjang untuk fokus di pesawat… sementara enjiner2-nya yg handal di manfaatkan di bidang lain ..smoga tidak terlalu lama 🙂

      Posted by santosa hw | 16 Januari 2012, 8:15 am
    • saya rasa agak kurang pas klo menganggap pak DI gak konsisten mengenai kebijakan pembuatan converter kit yang di amanahkan ke PT DI..karena hal ini untuk mensupport kebijakan pemerintah dan lagian dananya jelas jadi potensi adanya kerugian sangat kecil..berbeda halnya jika PT DI atau inka ikut-ikutan membuat mobil yang mana pembelinya belum jelas, pasarnya belum jelas dan potensi ruginya sangat besar..jadi menurut saya musrik di sini adalah berusaha diluar core bisnisnya yang belum jelas potensinya..

      Posted by hannisaputroEko | 17 Januari 2012, 1:05 pm
      • lebih baik @HanniSaputroEko, @Simpatisan PT DI, @Santosa HW , dan @Calon Pembeli CN 295 bisa minta tolong klarifikasi atau diingatkan dengan bantuan mas @Admin ke Pak DIS,
        1. Pengertian “musyrik”nya pak DIS bgmn?
        atau lebih sederhana mungkin pertanyaan’nya begini,
        2. PT INKA bikin mobil nasional seperti Tawon atau GEA musyrik atau tidak?
        3. PT DI bikin mobil nasional atau converter kit, musyrik atau tidak?
        4. Kalau pesanan PT INKA dan PT DI jadi terganggu, krn “godaan”
        program mobil nasional dan converter kit, yang kita tahu bukan fokus keduanya,
        Pak DIS akan membasmi kemusyrikan atau membasmi tauhid yang dicanangkan?

        Posted by wni peduli tauhid | 18 Januari 2012, 11:05 am
  20. kalo merujuk ke tulisan sebelumnya https://dahlaniskan.wordpress.com/2011/11/27/neraka-dari-manajemen-musyrik/ , berarti engineer” yang handal itu sudah mulai menjurus musyrik, setidaknya terkena “godaan untuk berbuat musyrik” dengan program mobil nasional dan converter kit, semoga mereka bisa segera kembali ke jalan yang benar!
    mari kita doakan @Simpatisan PT DI dan @Santosa HW, agar fokus buat pesawat saja,
    minimal pesanan yang CN 295 itu..

    Posted by Calon Pembeli CN 295 | 16 Januari 2012, 8:33 am
  21. Pak Dahlan Iskan ini kayak Rajawali, dari atas langit yang tinggi dapat menatap hewan apa yang akan di tangkap, lalu fokus dan berhasil dlm perburuan. Tidak keburu nafsu tetapi menganalisa sesuatu dg cermat penuh perhitungan. Bagus, bagus, bagus.

    Posted by kuagemolong | 16 Januari 2012, 8:38 am
  22. Memang beda, kelas pak DIS dibanding pak Rudi (wakil walikota solo) dalam melihat eforia mobil esemka. Bangga boleh, sy sangat bangga akan ketrampilan murid SMK. Tapi untuk melangkah menjadi sebuah industri, jalan masih sangat panjang.
    Semoga beliau ini (wakil walikota Solo) membaca tulisan diatas sehingga bisa mencerna pikiran & arah yg diharapkan pak DIS, sehingga tidak asal njeplak kalau ngomong… peace pak.
    Semoga Allah SWT selalu membimbing pak DIS untuk tetap on the track.

    Posted by Areks | 16 Januari 2012, 8:38 am
    • Saya kaget juga baca tulisan pak DI ini. Soalnya saya sempat terkecoh mengira mobil esemka proyeknya Jokowi. Kayaknya pak wako dan wawako Solo ini tidak baca tulisan pak DI ini. Mobil esemka malah dimanfaatkan untuk iklan kampanye Jokowi pemilukada DKI Jakarta.

      Posted by Maruli Gultom | 9 Juli 2012, 11:09 pm
  23. salut Pak DIS udah gak zamannya lagi ada ego sektoral di negeri ini, koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi udah saatnya teraplikasi bukan sekedar slogan. Negara tetangga udah maju sistem angkutan massalnya udah menerapkan subway yg efektif mengurai kemacetan yg berimbas kemandekan distribusi dan pemborosan BBM. Saatnya bangkit dan tidak habis energi dgn urusan masalah internal.

    Posted by sunar | 16 Januari 2012, 8:49 am
  24. Hmmmm…. coba kalau Pak DIS sebagai CEO nya DPR ya?
    Sekaligus sebagai CEO nya seluruh gubernur
    Sekaligus sebagai CEO nya seluruh menteri
    Sekaligus sebagai CEO nya seluruh jaksa
    Sekaligus sebagai CEO nya seluruh hakim
    Sekaligus sebagai CEO nya seluruh polisi
    Sekaligus sebagai CEO nya BNP2TKI
    Sekaligus sebagai CEO nya Penyelenggaraan Haji

    Hmmm…. why not? Pak DIS ndak perlu jadi presiden toh?
    Presiden biar jadi kaya ketua dewan komisaris saja.
    Kalau punya presiden yg hobi golep, bisa lebih leluasa golep
    Kalau punya presiden yg hobi sepedaan, bisa lebih leluasa sepedaan
    Kalau punya presiden yg hobi nulis lagu, bisa lebih leluasa nulis lagu

    Posted by Ian | 16 Januari 2012, 9:02 am
    • Oala… ini semuanya malah jadi menekan pak dahlan supaya cepet sakit….,
      disuruh jadi semuanya…. kok tega ya…..
      Didoakan saja Pak Dahlan Iskan sehat -sehat selalu….
      Apa yang beliau pikirkan pasti untuk kemajuan bangsa Indonesia…. dan yang dia lakukan adalah yang terbaik.
      kita tinggal percaya.

      Posted by titin | 1 Februari 2012, 9:42 am
  25. ayo terus maju dan lari kencang pak DIS.. ne bapak yang biasa membuat dan memberikan target, sekarang untuk MOBNAS, target bapak kapan bisa sampai dipasarkan?? apalagi menperindag (MS. Hidayat) dengan bapak jiwa enterpreneur nya sama tuch.. saya kira bisa menjadi kolaborasi yang mantab untyuk lari kencang…

    Posted by iwan | 16 Januari 2012, 9:14 am
  26. Membaca tulisan Pak DIS, terasa semua ada jalan keluar. Terasa semua akan menjadi baik. Terasa semua harapan akan bisa terwujud.
    Tapi kalau lihat tayangan berita di TV, kok bertolak belakang sekai ya? Beritanya banyak berita negatif yang gak membangun hope….

    Posted by wafaa al ayyubi | 16 Januari 2012, 9:16 am
  27. Mulai detik ini …. kami mengharuskan Pak Dis untuk membuat laporan yang lengkap mengenai apa yang sedang dilakukan oleh BUMN, apa yang direncanakan dan bagaimana melaksanakannya, minimal satu minggu sekali.
    Sehingga 2014 nanti, kami tidak memilih kucing dalam karung …. kucing itu sudah kelihatan sekarang, cuma baru ekornya saja. jadi ….. bekerja, bekerja dan bekerja.
    peace

    Posted by N Egar C | 16 Januari 2012, 9:17 am
  28. alhamdulillah pak DIS bisa mengcounter atas pernyataan bapak bapak yang sok populis menebeng euforia nasionalis itu,,,,,HARUSNYA KITA TERIMA KASIH KEPADA MENDIKBUD MOH NUH,,,yang sudah mensupport program mobil ESEMKA tanpa harus banyak bicara……BRAVO PAK NUH. Sebagai ex siswa SMK saya bangga dengan kemajuan SMK dengan hasil karya nyata….BRAVO SMK

    Posted by taufikwb | 16 Januari 2012, 9:34 am
  29. Subhanallah, saya adalah slah satu yang termasuk pengagum bapak, setiap minggu selalu menanti tulisan2 bapak yang penuh insipratif dan mendidik, melihat semua permasalahan dengan kepala dingin, sehingga bisa muncul ide2 kreatif dan solutif, tidak seperti yang terjadi di METRO & TV ONE hanya bisa ngompor2in tampa memberikan solusi, andai boleh berharap DAHLAN ISKAN + JUSUF KALLA berduet untuk maju di PILPRES 2014, semoga bapak selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT, Amiin!

    Posted by nanang slamet | 16 Januari 2012, 9:34 am
  30. saya selalu berharap tulisan p dis bs terbit tiap hari,karena tiap saya baca tulisan bapak bulu kuduk
    saya selalu merinding,ternyata masih ada orang indonesia yg bs bekrja dan brfikir……….indonesia belum habis broooooooo…hidup bapak dahlan iskan…bawa negeri ini yg lbh baik…kami yakin 1000%bpk mampu…

    Posted by david sunarko | 16 Januari 2012, 9:35 am
  31. Alhamdulillah, barokallohu lana wa lakum

    Posted by MChoir | 16 Januari 2012, 9:45 am
  32. salut pak Dahlan,, mantap,,

    Posted by Fajar Zaki | 16 Januari 2012, 9:48 am
  33. Gak ada lagi yg bisa saya tulis di form komen ini. Semuanya sudah diungkapkan oleh komen2 atas2 saya.

    Posted by wongkang | 16 Januari 2012, 10:03 am
  34. Harus diantisipasi tackel2 keras dari industri otomotif yg sdh lama eksis…pemerintah dan DPR jangan mau dilobby untuk mematikan Mobnas

    Posted by dsetiawan | 16 Januari 2012, 10:12 am
  35. manfaat ,…itulah kesan yang saya dapat dari tulisan 2 beliau bpk dahlan iskan,sdg banyak orang selalu mencari kesempurnaan akan sistem ,aturan,dan alasan lain utk malas.dan tdk berbuat sesuatu atau membanggakan diri sendiri,setuju jk ada yg bilang beliau layak jadi RI 1,ttp yg dibutuhkan indonesia sekarang kerja kerasnya ,dimanapun beliau berada,…saluuut bpk Dahlan Iskan.

    Posted by vitone | 16 Januari 2012, 10:16 am
  36. dimanapun dia berada selalu banyak yg mendapatkan manfaatnya ,dari apa yg dia lakukan .,salut bangaet,hebat

    Posted by vitone | 16 Januari 2012, 10:18 am
  37. sekedar pemikiran ….

    bagaimana kalo mod http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/ mulai mengatur & mengelompokan penggemar pak DI sesuai keahlian, keinginan dll untuk mendukung pak DI dari sekarang.
    Sehingga di lapangan bener2 ada orang2 yg mengenalkan (info2, brosur, dukungan pak DI dll), membantu (ide, masukan dll), mengelola (per daerah, per bidang dl) dst dsb dsl (dan selanjutnya)
    jadi jangan hanya mendorong & mendukung pak DI saja tapi juga berkiprah apa yg kita bisa bantu agar segera tercipta Indonesia yg lebih baik (tentu saja, kita berharap pak DI jadi ujung tombaknya)

    kita bergerak apa yg bisa kita kerjakan untuk membantu pak DI sekarang
    & tentu saja nanti kalo bener2 pak DI jadi capres kita coblos

    Posted by yudi | 16 Januari 2012, 10:21 am
    • astaga.. bung yudi, ini yang pernah saya terpikirkan sejak dulu… gimana konsep realisasi-nya kira2 ? betul2 seperti ini yang saya bayangkan.. kita tidak hanya sekedar mendukung2 pak DIS, tapi bisa ‘membantu’ beliau mewujudkan harapan2 demi bangsa yang betul2 murni… tanpa ‘kemusyrikan’ yang lain… apa yang bisa kita lakukan sekarang ? 🙂

      Posted by kaskusdotus | 16 Januari 2012, 11:54 am
      • Agree !!

        Posted by Syahri | 16 Januari 2012, 1:00 pm
      • saya rasa ini perlu dibicarakan di tempat tersendiri apakah di FB tadi atau yg lain
        pasti ide2 dari pendukung pak DI juga bisa ber-macam2 untuk realisasinya

        pada intinya apakah kita HANYA sebagai pendukung pak DI saja (dan berharap pak DI yg membereskan semua masalah) atau
        kita dapat membantu pak DI sesuai kemampuan yg ada
        monggoooo

        Posted by yudi | 16 Januari 2012, 1:22 pm
    • saran yg bagus pak, tapi alangkah baiknya kita juga berkerja lebih giat lagi ditempat kita saat ini. Mulai memperbaiki segala sesuatu yg kurang baik.
      Kita bantu pak DIS dengan kerja, kerja , kerja.

      Insya Allah kl kita semua bekerja dengan baik maka negara ini akan maju dengan sendirinya.

      Posted by ati2008 | 16 Januari 2012, 10:47 pm
    • sumpah aq nangis baca komen ini. oke kita harus berbuat sesuatu. dan langkah awal saya adalah share pemikiran beliau ke lingkungan saya dulu. karena efek domino dri sebuah kebaikan juga tidak akan kalah hebatnya kalau terakumulasi. menumbuhkan hope dimulai dari sekarang……….

      Posted by syaif | 17 Januari 2012, 4:51 am
  38. Terima kasih untuk pencerahannya, Pak. Saya percaya kelas menengah Indonesia sudah mampu untuk menghidupi inisiatif-inisiatif 100% Indonesia seperti ini. Kalau bukan kita siapa lagi? Saya melihat istri saya sebagai contoh nyata, betapa dia setia dengan produk buatan Indonesia yang tepat guna dan berdaya saing, seperti: popok kain dan mainan anak.

    Berpikir liarnya, mungkin kalau mobnas ini dikombinasikan dengan hak tunggal pengguna premium untuk mobil pribadi bisa laku keras ya?:)

    Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan menjaga amanah.

    Posted by Febry | 16 Januari 2012, 10:31 am
  39. ayo dukung mobil nasional… walaupun cukup sulit untuk melawan brand brand besar yang sudah berseliweran di negara bahkan di dunia.

    tapi patut dicoba…

    Posted by Applaus Romanus | 16 Januari 2012, 10:33 am
  40. Terima kasih Pak DI, Informasinya sangat mencerahkan. MetroTV n TVone ternyata informasi anda menggelapkan pikiran pemirsa anda sendiri.

    Posted by Abu Faris | 16 Januari 2012, 10:59 am
  41. Dengan hope2 ini, semoga menjadikan orang berfikir dan berbuat sesuatu yang berguna dan menjadikan bangsa yang bermartabat

    Posted by akhmad | 16 Januari 2012, 11:05 am
  42. Untuk orang2 yang blum kenal sm Pak DIS sebaiknya mengikuti tulisan Pak DIS agar jangan seperti katak dalam tempurung,semoga Allah memberikan kesehatan kpd Pak DIS

    Posted by Rinis | 16 Januari 2012, 11:21 am
  43. semangat terus bapak..permasalahan yang begitu rumit dan njlimet diuraikan satu persatu…dengan begitu gamblang kemudian dicarikan solusi yg aplikatif…bravo u pak dahlan semoga bisa slalu berkarya u bangsa negara

    Posted by caderabdul | 16 Januari 2012, 11:29 am
  44. Jgn khawatir Pk DIS, sbg putra bangsa Indonesia Raya pasti saya dukung, bukan dengan membeli produknya tp dengan do’a. Beli motor saja belum sanggup, apa lg beli mobil. 😀 Dengan semangat 45, ’46, ’76 dan 234 semoga Bangsa Indonesia Raya makin Makmur Jaya Sentosa Abadi dengan produk nasional yang mendunia, amin.

    Hidup Pak DIS….!!!!

    Hidup Pak DIS….!!!!

    Hidup Pak DIS….!!!!

    Posted by Haris Al Khawaris | 16 Januari 2012, 11:31 am
  45. Terima kasih Pak DIS yang telah menjelaskan kesuksesan kinerja menteri yang lain (M. NUH). Sudah seharusnya semua menteri menyempatkan waktu membuat tulisan tentang apa yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan dan akan dikerjakan dalam waktu dekat… Biar kami sebagai rakyat punya dua sisi informasi, tidak hanya yang negatif sebagaimana yang ada di TV…

    Posted by rahmat | 16 Januari 2012, 11:33 am
  46. adem banget penjelasannya
    jauh dari pada politikus – politikus senayan.

    memang kalau anak smk fokusnya hanya belajar , bisa itu riset maupun praktek.
    baru tahaf belajar jalan…. jangan di suruh berlari. dukung iya , dan harus

    Posted by nurcahyo | 16 Januari 2012, 11:39 am
  47. Salut pak DIS dengan anak2 SMK dulu kalo denger SMK pasti taunya pada jago tawuran n sukanya bikin onar, ternyata sekarang wajah anak SMK sudah berubah, saya pernah menjadi guru di SMK dalam bidang pelajaran Bahasa Inggris, mereka sebenarnya punya kemampuan yang baik seperti anak2 SMA,,, sekarang mereka telah membuktikannya… yah ‘Actions talk louder than speaks’ saya juga menunggu bukti2 selanjutnya bahwa Indonesia juga bisa bicara dalam industri otomotif,,, semoga

    Posted by Bayu Ertanto | 16 Januari 2012, 12:37 pm
  48. emang gak bisa gradak gruduk jualan mobil, mau nasib mobil esemka kayak mobil timor yang ga jelas nasibnya sekarang? jualan mobil gak semudah jualan tempe bung, perlu riset pasar, ada yang mau beli ga? layanan purna jual gmn? klo mau di jual kembali gmn? takutnya kalo pemerintah juga ngurusi mobil malah jadi ajang korupsi, mending urusin beras dulu, biar ga import, masak negara agraris import beras? apa gak malu?? pak DI pasti ngerti gimana jualan yang bener, wong dia dulunya jualan koran gitu, pasti ngerti lah, keluarin komentar bukan asa jeplak, gak seperti DPR yang saling menyalahkan setelah ketauan ngeluarin dana 20 M cuman buat gedung ga jelas 🙂 Semoga sehat selalu pak Dahlan Iskan, indonesia masih punya harapan, jika sikap seperti anda menular ke banyak orang indonesia lainnya,, ayo kita mulai dari diri kita sendiri untuk memajukan negara ini, dengan kemampuan masing masing, amiin,,

    Posted by I love u full indonsia | 16 Januari 2012, 12:47 pm
  49. Pak dahlan ,maf saya hanya mengingatkan: jangan bangga dengan pujian pujian, teruslah bekerja demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat indonesia. Dengan didasari Niat yang baik akan lebih abadi. God bless you pak dis.

    Posted by Hani asfa | 16 Januari 2012, 12:51 pm
  50. Reblogged this on Tempat Kecil.

    Posted by mashanafi | 16 Januari 2012, 1:08 pm
  51. Alhamdulillah TV ku rusak jadi gak sempat liat berita2 yang malah bikin kemrungsung. bacaan seperti inilah yang layak dikonsumsi karena bisa mendidik secara positif, menumbuhkan semangat dan optimisme. Bravo Pak Dis……. Semoga selalu berkah umurnya.

    Posted by syaif | 16 Januari 2012, 1:43 pm
  52. Alhamdulillah kita dikaruniai seorang Dahlan Iskan yang bisa memberikan pencerahan, spirit dan harapan bagi bangsa yang lagi sakit komplikasi ini. Saya yakin masih banyaak DI-DI lain di bumi pertiwi ini yang belum sempat muncul ke permukaan. Segeralah muncul, meski hanya berupa tulisan-tulisan. Seperti halnya Pak DI, buatlah tulisan-tulisan berbahasa sederhana agar mudah dicerna oleh rakyat, jangan bahasa akrobat politik yang memuakkan dan tidak jelas arahnya. Berikan semangat kepada rakyat yang sedang sekarat ini.
    Untuk Pak DI sudah saatnya diberikan proteksi, karena beliau adalah aset bangsa dan negara yang tak ternilai harganya. Tetapi jangan dijadikan proteksi itu sebagai jarak pembatas dengan rakyat.
    Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan rahmat, barokah, dan kesehatan kepada Pak Dahlan Iskan dimanapun dan sebagai apapun dalam berkarya untuk bangsa dan negara.

    Posted by mito | 16 Januari 2012, 2:28 pm
  53. Sepertinya Media ikut berperan terhadap karya mobil anak anak smk karena dengan pemberitaan tentang Mobil yang di buat anak anak smk dan Walikota solo sudah memakainya . Menjadi berita dan dilihat lewat TV dan media online . Salut dengan kawan-kawan esemka

    Posted by kawanlama95 | 16 Januari 2012, 2:51 pm
  54. benar pak ! realistis ! bangga boleh tapi mesti berproses ! kalau ketemu tembok alias mentok tinggal dorong dan dorong temboknya ! (capt.james haddock – tintin)

    Posted by farkhat fikriyan | 16 Januari 2012, 4:04 pm
  55. Kemaren abis dari nyekar di makam Gus Dur, Pak Dahlan sempet makan sate di wrung H. FAQIH …. dari sekian banyak rombongan yang datang, Hanya PAk Dahlan Seorang yang menyapa dan mempersilahkan duduk semua orang… laenya pada “JA’IM” sok jadi pejabat…..diem. Kapan sampeyan jadi Pesiden Pak..?

    Posted by Agus Suprapto | 16 Januari 2012, 4:36 pm
    • wah saya jadi kangen juga dengan warung sate H.FAQIH di CUKIR itu….tapi pak DI mesti lebih hati-hati karena kemarin Nazarudin sudah menyerang pak DI..dan itu pasti pesan sponsor…saya memang ga percaya pak DI menerima uang dari Nazarudin..kan uang pak DI sudah banyak

      Posted by djoko winarto | 27 Januari 2012, 3:54 pm
  56. @mas agus : jadi kangen sate H. FAQIH. hehe
    u p DIS mg2 sht wal afiyat sll dlm lindungan Allah. Amin

    Posted by ahmadnurqomari | 16 Januari 2012, 5:14 pm
  57. wow..belum sehari komentarnya sudah segini banyaknya. Saya tidak komentar tentang Pak DIS. Sudah diwakili komentar-2 diatas. Saya hanya mengharap mobil nasional (buatan esemka atau anak ITB) segera meluncur dijalanan. Saya siap jual mobil jepun saya untuk ganti mobil buatan anak negeri

    Posted by rachmad | 16 Januari 2012, 5:26 pm
  58. Semoga pak Dahlan sehat wal’afiat dan bisa jadi Presiden mendatang.

    Posted by Islam saja | 16 Januari 2012, 6:07 pm
  59. allah maha rahman telah melahirkan manusia seperti dahlan iskan dibumi indonesia. ayo doakan beliau ya Allah turunkanlah seperti beliau di indonesia sepuluh saja tidak lebih. insya Allah makmur.

    Posted by abdullah | 16 Januari 2012, 7:29 pm
  60. Saya setuju dengan pendapat pak DI jika INKA mending fokus di bidangnya yaitu membuat kereta api, mereka sudah bisa membuat gerbong barang, kereta penumpang, KRD, KRL, lok diesel elektrik bareng GE dan lok diesel hidrolik kreasi INKA sendiri, siapa tahu lok listrik juga bisa dibuat…

    memang lebih baik mobil nasional dikembangkan yang lain saja, biarkan INKA tetap pada bidangnya yaitu kereta api…..

    Posted by s2k26 | 16 Januari 2012, 7:41 pm
  61. Benar sekali pak Dahlan, harus fokus dulu pada core businesnya dulu.
    tak kalo gak fokus malah jadi buyar lagi, rugi lagi, koma lagi
    semangat terus ya pak dahlan, rakyat rindu pemimpin seperti anda

    Posted by annisaskincare | 16 Januari 2012, 8:39 pm
  62. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmatNya utk Pak DI dan keluarganya…sehingga bisa terus berkarya utk negara ini.

    Posted by yonk | 16 Januari 2012, 9:00 pm
  63. Di antara sejumlah komentar, ada yang menyebut Pak Dahlan Iskan dengan singkatan DI dan DIS. Ini sekadar masukan saja, beliau di kantor (Jawa Pos) biasa menyebutkan diri/disebut dengan Dis (dengan i dan s kecil/tidak kapital). Trims

    Posted by guno | 16 Januari 2012, 9:50 pm
  64. Tolong jaga Bapak ini, Hati-hati racun yg dicampur di makanan/minuman Bapak, Tolong kendaraan yg ia gunakan agar selalu dicek terus kondisi ban dan rem nya.
    Indonesia butuh pemimpin Seperti Pak DI.
    Semoga Allah SWT selalu melindungi Pak

    Posted by Putra Pratama | 16 Januari 2012, 9:56 pm
  65. Emang betul pak… Sebenarnya warga kita tidak bodoh-bodoh amat. Buktinya perusahaan GE mempercayai PT. INKA (warga indonesia) untuk membuatkan loko nya. Dan lagi tidak sedikit pelajar-pelajar kita meraih juara olimpiade sains (murni, tanpa rekayasa).
    Tapi…….. kita tidak menyadarinya.
    Lebih tepatnya, Pemerintah tidak tanggap… atas semua itu.

    Posted by mfyendra | 16 Januari 2012, 10:59 pm
  66. Dahsyat, karya nyata anak negeri, semoga bisa SUKSES BERSAMA !

    Posted by sandi | 17 Januari 2012, 12:25 am
  67. Menarik sekali ungkapan pak Dis bahwa jangan takut untuk melakukan perubahan, karena dalam sebuah instansi, organisasi, bahkan sebuah negara sekalipun BAHWA yg benar2 brengsek itu hanya 10%, begitu juga yg benar2 baik hanya 10%, sedangkan yg 80% hanya samikna wa atakna tanpa ilmu alias taqlid buta.

    artinya yg bener2 brengsek di indonesia itu ada 15 juta, yg baik juga 15 juta. sedangkan 120 juta manusia terombang ambing hidupnya tak punya prinsip. dan kelompok 120 juta manusia inilah yg selalu menjadi santapan lezat parpol untuk dikibulin setiap pemilu. (jumlah pemilih 2004: 150 juta lebih)

    15 juta manusia baik inilah yg terus bekerja bekerja bekerja untuk kemaslahatan manusia dan pak dahlan adalah hanya salah satu dari dari mereka yg Tuhan orbitkan ke permukaan. 15 juta manusia terus bekerja tanpa pamrih dan tak pernah mengharapkan atau meminta amanah (memimpin), namun bila ia diminta maka mereka pasti pasti pasti bertanggungjawab.

    Posted by syafiih kamil | 17 Januari 2012, 1:03 am
  68. Pak Dis akan menjadi presiden apabila seluruh rakyat secara aklamasi membaiatnya. Bersaing ala pilpres adalah sebuah keniscyaan yg tidak akan pernah dilalui atau ditempuhnya.

    Tujuan dari blog ini bukanlah bersifat politik atau nafsu sy kira, namun tak lebih dari sekedar doa dan harapan besar kiranya Tuhan benar-benar campur tangan menyelamatkan indonesia lewat tangan hamba-hamba-Nya yg terpilih termasuk seorang hamba yg bernama dahlan iskan ini, paling lambat 2014.

    Posted by syafiih kamil | 17 Januari 2012, 1:32 am
  69. Pak Dahlan, sudah jadi menteri masih saja sempat2nya bikin tulisan macam gini..:) salut pak….
    memang benar, tiba2 saja mobil SMK jadi terkenal karena ada tokoh yg memakainya. Padahal sejak dulu juga ada. begitulah..saya tidak mau menghakimi bila mungkin ‘ada udang dibalik batu’.
    hanya bsa berdoa semoga hal ini tidak berhenti pada tataran “wacana”….

    Posted by triyanto mekel | 17 Januari 2012, 2:18 am
  70. (Mohon disampaikan/diteruskan kepada Bapak Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN)

    17 Januari 2012

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Yang Terhormat Bapak Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN (Menneg BUMN).

    Saya adalah seorang yang sering membuka sebuah blog “Catatan Dahlan Iskan” (dahlaniskan.wordpress.com), yang semula saya kira adalah blog pribadi milik Bapak Dahlan Iskan. Ternyata setelah dipelajari lebih jauh, blog tersebut merupakan kumpulan dari tulisan Bapak di Jawa Pos.

    Dalam blog tersebut, saya membaca sebuah tulisan menarik berjudul “Jangan Paksa Tiba-Tiba Makrifat, Manufacturing Hope 9”
    tertanggal 16 Januari 2012, yang mengulas tentan PT. INKA.

    Membaca tulisan tersebut, saya mendapat ide yang saya akan sampaikan dengan surat ini sebagai masukan kepada Bapak Menneg BUMN.

    Sesuai judul surat ini, Lokomotif BBG, usulan ide saya adalah memproduksi Lokomotif Kereta Api yang menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai sumber tenaga.

    Seperti sudah menjadi keputusan pemerintah RI, BBG sepertinya dijadikan pilihan utama bagi rakyat Indonesia guna memenuhi kebutuhan akan enerji bahan bakar. Mungkin karena deposit gas alam kita yang melimpah, mungkin karena relatif lebih mudah dan murah produksinya, mungkin karena lebih ramah lingkungan, atau apapun kemungkinan alasan-alasan lainnya yang saya tidak ketahui. Namun fakta dan data mengatakan bahwa pemerintah RI mengedepankan BBG sebagai pilihan utama bahan bakar.

    Singkat kata…
    Apabila PT. INKA memproduksi Lokomotif yang menggunakan BBG sebagai bahan bakar utama (masih bisa menggunakan bahan bakar konvensional Non BBG), maka PT. KAI dapat langsung menyerap lokomotif baru yang menggunakan BBG buatan PT. INKA, karena walaupun harganya lebih mahal dari Lokomotif bekas namun biaya pengoprasiannya jauh lebih murah ketimbang lokomotif berbahan bakar konvensional non BBG (maaf, saya tidak tahu apa bahan bakar lokomotif biasa, tapi bahan bakarnya pasti lebih mahal ketimbang BBG).

    Nah, sangat menguntungkan kan?
    Secara materi menguntungkan PT. INKA selaku produsen, menguntungkan PT. KAI selaku konsumen, dan menguntungkan rakyat pengguna kereta api.

    Belum lagi apabila terobosan lokomotif berbahan bakar utama BBG ini dipasarkan ke pasar internasional, karena BBG (sepertinya) jauh lebih murah ketimbang bahan bakar fosil lainnya, maka dapat dipastikan lokomotif BBG buatan PT. INKA akan sangat mudah untuk dipasarkan, setidaknya jauuuh lebih mudah dipasarkan ketimbang lokomotif konvensional.

    Satu lagi market yang bisa digarap oleh PT. INKA dan PT. KAI adalah PEMDA-PEMDA (Pemerintah Daerah)… Kenapa tidak bisa PEMDA membeli lokomotif dan kereta apinya, lalu membuat sendiri jalur kereta api di wilayahnya masing-masing. PT. KAI juga turut dilibatkan dalam prosesnya.

    Mungkin akhirnya PEMDA-PEMDA tersebut bisa membeli lokomotif bekas dari PT. KAI (lokomotif yang tadinya juga dibeli secara bekas oleh PT. KAI dari luar negeri), dimana uang hasil penjualan lokomotif bekas tersebut kemudian dijadikan down payment pembelian lokomotif BBG baru buatan PT. INKA.

    Lha, jadi PEMDA masih menggunakan lokomotif berbahan bakar konvensional non BBG dong??
    Nanti dulu pak, kalau PT. INKA mampu memproduksi lokomotif baru berbahan bakar gas, masa tidak bisa membuat konverter BBG untuk lokomotif yang sudah ada?? Jadi beli lokomotif bekasnya dari PT. KAI, beli konverter BBGnya dari PT. INKA.

    Nah, kalau penjualan lokomotif BBG agak terbatas marketnya, penjualan konverter BBG untuk lokomotif ini sepertinya sangat luas. A truely blue sea market. Baik nasional maupun internasional.

    Itu baru hitung-hitungan dagangnya pak, kita belum berhitung mengenai moral dan mental, kebanggaan dan kebangsaan.

    Sekian ide saya Pak Menteri.

    Semoga berguna dan bermanfaat untuk kebaikan. Insya Allaah.

    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

    M. Erick Antariksa,
    Pengacara yang pernah belasan tahun mendalami dunia Strategic Communications dan Creative Marketing, dengan client brand dan corporate nasional maupun internasional.

    Posted by M. Erick Antariksa | 17 Januari 2012, 4:28 am
    • lok dengan gas turbine memang pernah ada tapi risetnya gak pernah dilanjutkan, lihat saja di

      http://en.wikipedia.org/wiki/Union_Pacific_GTELs

      lok saat ini menggunakan solar sebagai bahan bakarnya, gak semudah itu dilakukan pemasangan kit converter untuk BBG

      bukankah saat ini memang sudah dimungkinkan bagi swasta/pemda berkecimpung di sektor KA kalau menurut UU Perkereta Apian no 23 tahun 2007? monopoli KAI memang sudah gak ada sebenarnya…..

      Posted by s2k26 | 17 Januari 2012, 8:59 am
  71. Ini hasil dari pendidikan yang dipersiapkan
    30 tahun yang lalu dimulai tahun 1979 pendidikan awal calon guru smk yang dilaksanakan di FPTK IKIP Yogya, FPT IKIP Padang, VEDC Bandung, VEDC Malang dan VEDC Medan, sekarang telah berbuah.
    Alumni dari Lembaga-lembaga itu sekarang sedang memimpin dan konsisten untuk mengembangkan SMK.
    Rentang waktu itu bisa lebih pendek, bila dari awal pendidikan mendapat perhatian yang baik.
    Lulusan dari lembaga-lembaga itu yang ditugaskan ke luar pulau, sebagian besar pulang kampung, karena tingkat kesejahteraan yang rendah.
    Kapan pendidikan calon guru bisa seperti dulu yang pernah kami rasakan, sebagai alumni kami dididik dengan bekal kompetensi yang sangat memadai.
    Bukan kami membanggakan, tetapi bila banyak orang yang merasakan pendidikan seperti itu, Indonesia akan maju luar biasa. Semoga…

    Posted by muhari | 17 Januari 2012, 4:30 am
  72. semoga pak Dis selalu selalu dalam kondisi khusnul khotimah, menurut saya pribadi, pak Jokowi juga tidak ingin berpolemik tentang mobil esemka yang beliau jadikan mobil dinas, beliau hanya ingin menunjukkan kepada bangsa ini, “ini lho hasil anak bangsa kita, bisa dibanggakan kok”, menurut saya hanya sampai disitu saja, tapi jadi berkepanjangan karena media terlalu banyak menyitir komentar-komentar bukan dari yang berkepentingan dan berjasa terhadap esemka tetapi malah dari SENAYAN yang kebanyakan berbau politik dan retoris.

    Semoga bangsa ini kedepan dipimpin oleh orang-orang seperti pak Dis dan Jokowi. Amin..

    Posted by yanto | 17 Januari 2012, 8:16 am
  73. Great buat anak bangsa yg cerdas” ini 🙂

    Posted by dini juniarti | 17 Januari 2012, 8:25 am
  74. Insya Alloh saya pesen deh calon mobnas buatan alumnus ITB…

    Posted by Gus war | 17 Januari 2012, 8:46 am
  75. wasyikk…sekarang setip senin pagi pasti sudah bisa baca laporan kerja mingguan yg di sampaikan pak Diz..dengan bahasa yg lugas,cermat dan membangkitkan motivasi bagi setiap masyarakat yg membaca’ny….Impian mobil nasional….seharus’ny imian tsbut harus segera jadi kenyataan.mobil mobil ciptaan dan hasil pemikiran generasi2 muda indonesia layak’ny harus sudah mulai ikut menjejali padat’ny jalan jalan di indonesia.sudah saat’ny kita merasakan nikmat’nya berkendara di jalan dengfan menaiki mobil2 hasil pemikiran dan buatan sendiri.karya anak2 bangsa yg sudah sepatut’ny mul;ai kita banggakan dan kita rsakan hasil’ny,gimana gak ngeh dan ngiler melihat mobil sekelas SUV dan berteknologi sejkelas mobil impor cuman di banderol dengan harga di bawah 100 jutaan?sudah saat’ny rakyat merasakan sedikit kenikmatan naik mobil mewah.apalagi klo bnyak murid2 EsEmka kita bikin mobil transporatasi umum seperti bus,angkutan umum yg tampilan sedikit mewah dan nyaman.mungkin para penumpang akan sedikit heran dan bertanya2 dalam hati mereka,,naik angkutan umum kok kaya naik mobil mewah sekelas mobil menteri,gubernur dan bupati,yg biasa mereka lihat dari rombongan iring2an dengan sirine meraung2 di jalan seolah2 jalan yg mereka lewati mereka yg membangun’ny sendiri.dengan alasan protoker dan keamanan,dan masyarakat pengguna jalan yg lain dipaksa untuk sedikit mengalah dan hnya bisa mengumpat dan di tinggali bau asap mobil para pejabat kita……sudah sepatut’ny kita mengapresiasikan kebanggaan kita terhadap karya anak2 negeri ini…ayo pak Dizzzz jadikan mimpi anak2 negeri ini menjadi kenyataan.sudah waktu’ny kita tebebas dari penjajahan ekonomi negara2 lain……..hari ini kita bikin mobil dalam negeri,kereta api super cepat dalam negeri,kapal selam,tank,pesawat2 tempur mungkin besok kita bisa bikuin satelit yg bisa mengintip kegiatan dan kebiasaan presiden2 dari luar negeri..semoga saja……..salam DIZ”’Mania…

    Posted by wahyu | 17 Januari 2012, 8:58 am
  76. Reblogged this on Ordinary People Notes and commented:
    semoga SMK jadi maju,,dan segera insaf anak2 SMK yang suka menodai citra SMK dengan tawuran, tampilan urakan, dll yang membuat orang tua takut masukin anaknya ke SMK.
    SMK harus labih scintist and technical dan LAYAK PAKAI.

    Posted by Nurul Inayah | 17 Januari 2012, 9:19 am
  77. ini tulisan saya mengenai sejarah mobil2 nasional kita

    http://nurulinayah281089.wordpress.com/2012/01/05/legenda-mobil-nasional-indonesia/

    Posted by Nurul Inayah | 17 Januari 2012, 9:26 am
  78. Menyesallllll banggeeeet.
    waktu beliau lewat pulang ke kampung halamannya gak bisa ikut menyambut pahlawan super kita.
    jannnnnnnnnnnnnn nyeselllllllll.

    Posted by mangun | 17 Januari 2012, 9:55 am
  79. DAHLAN ISKAN FOR RI-1

    Posted by YOYOK | 17 Januari 2012, 9:58 am
  80. Pasti yg dimaksud lulusan itb 1984 berinitial DA ya Pak..

    Posted by Kudith | 17 Januari 2012, 10:01 am
  81. saya jadi kecanduan baca juga, rajin nunggu tulisan Di update ….. Seandainya banyak pejabat negeri ini yang punya skill untuk berkomunikasi dengan rakyat seperti beliau …. (in my dream …. )

    Posted by fifi | 17 Januari 2012, 11:09 am
  82. setiap baca tulisan pak DI di situs ini, saya selalu baca habis sampai komentar2 nya satu per satu….pak DI memang sangat inspiratif….

    Posted by bakhti | 17 Januari 2012, 12:51 pm
  83. Hebat..hebat…hebat
    Pak DIS, Jangan pernah sedikitpun mencium bau lezatnya kue politikus..apalagi mencicipi

    Walaupun lingkungan kerja Pak DIS ini penuh dengan resiko bersinggungan denga fihak2 lain (koruptor.red)
    DEMI TUHAN saya 1000x yakin Pak DIS tidak terpengaruh ” emas biar di taruh dimanapun tetap emas ”

    Hingga saat ini kami hanya bisa berdoa untuk Pak DIS. belum bisa bantu apa-apa.

    Posted by indra | 17 Januari 2012, 2:13 pm
  84. andai saja ruang rapat DPR yang 20M menggunakan furniture asli dalam negeri, pasti tidak akan menjadi proyek mubazir.

    semoga saja mobil dinas para pejabat (khususnya DPR) wajib menggunakan mobnas.

    Posted by f.nugroho | 17 Januari 2012, 2:28 pm
  85. Berkarya terus,pak DI! Saya selalu menantikan tulisan tulisan bapak yg sangat membantu saya untuk lebih mengenal, memahami dan mengerti cara kerja BUMN dengan cara yang mudah, ringan namun sangat berbobot! Semoga Bapak selalu di beri kesehatan untuk dapat terus berkarya. Semangat selalu Pak!

    Posted by Ratih Dama | 17 Januari 2012, 3:08 pm
  86. Di Negara yang absurd ini…tulisan Bapak seperti oase…kita yang pesimis dengan kondisi negara yang carut marut dalam semua aspek kehidupan …menjadi tetap optimis menjalani kehidupan ini …Jaga Kesehatan Bapak

    Posted by arifin | 17 Januari 2012, 4:27 pm
  87. Wah , selamat ya !! , atas terciptanya satu produk mobil ESEMKA , semoga produk yang lain akan menyusul sehingga makin kedepan truss… teknologi bangsa kita .

    Posted by Darwin ketaren | 17 Januari 2012, 5:26 pm
  88. Pak Dahlan Iskan dan kawan-kawan anggota blog “Catatan Dahlan Iskan” yth,

    Alhamdulillah hari ini Selasa 17 Januari 2012, kita semua makin optimis melihat bagaimana kemajuan (progress) mobil ‘Esemka’ yang akan banyak memberikan harapan tidak kosong kepada generasi muda Indonesia, terutama para siswa SMK yang tersebar di Indonesia.

    Hari ini juga saya ikut membaca link yang memberitakan “Pak Dahlan Iskan dengan Garuda Indonesia” sbb:

    “Garuda dipersilakan undang investor strategis”
    http://www.antaranews.com/berita/292107/garuda-dipersilakan-undang-investor-strategis

    yang poin-poinnya:

    1) Dikabarkan, Cathay Pacific dan Delta Airlines berminat membeli 10,88 persen saham Garuda.

    2) Pak Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN mempersilakan investor masuk Garuda, yakni bagi “yang ingin masuk mengembangkan Garuda,”.

    3) Ada rumor, dua maskapai penerbangan besar (Cathay Pacific Airways – Hongkong & Delta Airlines – Amerika Serikat) sedang menjajaki pembelian 10,88 persen saham Garuda Indonesia.

    4) Pak Dahlan Iskan: “Bagus bagi Garuda karena calon pembelinya bukan perusahaan penerbangan ecek-ecek. Mereka bukan perusahaan sembarangan karena memiliki pengalaman di bidangnya dan perusahaan berskala internasional,”

    5) Belum mendapat laporan dari manajemen soal kemungkinan mengundang investor strategis untuk masuk Garuda.
    “Tapi, sebelumnya saya sudah tanya kepada Emir (Emirsyah Satar, Dirut Garuda) jika ada orang yang akan masuk ke Garuda untuk mengisi posisi direktur keuangan, direksi sangat rela karena akan membuat perusahaan lebih profesional,”

    Setelah membaca link ini, ijinkan saya menyampaikan sbb:

    1) OPSI menjual 10,88% saham kepada salah satu, atau kedua airlines itu BELUM TENTU OPSI TERBAIK. Masih ada opsi-opsi lain yang dapat ditempuh, tergantung LONG-TERM GOAL yang akan diperjuangkan oleh GARUDA INDONESIA serta PEMERINTAH & RAKYAT INDONESIA.

    Penerapan
    – BSC (Balance Score Card),
    – EVA (Economic Value Added),
    – NON-FINANCIAL Leverage Factors yang dimiliki GARUDA INDONESIA
    – FAIR VALUATION OF EQUITY of ON-GOING BUSINESS
    – Yang terutama PANCASILA & UUD 1945

    Dapat dipakai dalam membuat “keputusan strategis investasi & bisnis” ini.

    1) Untuk itu saya siap membantu/dukung Pak Dahlan Iskan – sebagai sesama anak bangsa – karena Pak Dahlan Iskan kini diserahi amanat tugas dan tanggung jawab sebagai Menteri BUMN. Saya siap membantu/mendukung Anda dalam posisi apa saja ( posisi struktural atau non struktural). Saya siap membantu sebagai sesama WNI.

    Perihal balas jasa/kompensasi (gaji/fee/honoraium) saya serahkan kepada keputusannya pada Pak Dahlan Iskan sesuai dengan sila “Kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB” yang sama-sama kita yakini dan lakoni.

    2) Saya siap bantu/dukung dalam hal: memonitor, analisa fakta dan melaporkan LANGSUNG kepada Pak Dahlan Iskan hal-hal yang ‘important & urgent – penting & genting – first thing, first’ agar GARUDA INDONESIA dapat mengalami percepatan (aselerasi) kemajunan (progress)nya menjadi MASKAPAI TERKEMUKA BERKELAS DUNIA (a leading world-class airlines), diawali dikawasan Asean, lalu Asia-Eropa-Amerika, lalu menjadi
    “The first AIRLINES with GLOBAL NETWORKS as the manifestation of BHINNEKA TUNGGAL IKA”.

    Everything is Possible. First thing, first! Dan dilaksanakan dengan semangat GOTONG ROYONG because
    “NONE of Us is better than ALL of Us”. “People are NOT RIVALS but COMPANIONS in progress”.
    “Gotong Royong lebih sakti & berkah daripada fierce competition ala CIA (capitalisme–imperialisme–arrogance)”.

    3) Saya meyakini GARUDA INDONESIA dengan bekal utama

    – PANCASILA, yang diperas lagi oleh Bung Karno menjadi “GOTONG ROYONG”
    – UUD 1945, terutama pasal 33 yakni “memberi manfaat sebesar-besarnya bagi RAKYAT”
    – BHINNEKA TUNGGAL IKA. TAN HANA DHARMA MANGRWA. Setiap hari. Tak cuma diucap saat upacara thok.
    – WORLD CLASS AIRLINES INVESTMENT & MANAGEMENT atau “Amal should be based on IMAN and ILMU”

    MAMPU kibarkan “Sang Merah Putih” ke seantero kota-kota yang ada di lima benua & kobarkan semangat

    “Bhinneka Tunggal Ika. Tan Hana Dharma Mangrwa”.
    “Maju tak gentar membela yang benar. Membela yang terjajah”

    bagi segenap bangsa-bangsa yang ada di dunia, khususnya stake-holders GARUDA INDONESIA sebagaimana sudah dicontohkan Bung Karno, Bung Hatta, kini oleh Bung Dahlan Iskan, Bung Jokowi, Bung M. Nuh, serta putera-puteri terbaik bangsa yg jadi kini jadi pejabat negara maupun warga negara yg hidup di bumi Pertiwi.

    Kibaran Sang Merah Putih dan Kobaran Semangat mewujud kembali menjadi
    ‘AMAL (good deeds) every day. AMAL should be based on IMAN and ILMU’.

    Ayo kita berantas & tinggalkan praktek KKN yang masih merajalela,
    bukan dengan caci-maki atau dengan elus dada saja,
    melainkan dengan mengamalkan, melakukan setiap hari
    KKS-P: Keluarga-Kerabat-Sahabat (kerja sesuai kode etik) Profesional.

    Salam perjuangan bagi kemaslahatan bersama
    “Belajar sambil berjuang. Berjuang sambil Belajar”.

    M.t. Ali
    http://id.linkedin.com/in/mat59
    HP: 081.2271.22811
    Email: mat59oke@gmail.com

    Note:

    1. MINTA ALAMAT EMAIL :

    Pak Dahlan Iskan yth, mohon ijin agar dapat mengethaui email-nya agar saya dapat kirim beberapa file format pdf terkait “industri airlines”. Semoga bermanfaat utk mengemban tugas & tanggung jawab bersama. Merdeka!

    2. KILAS BALIK TAHUN 1998 :

    Dalam kurun waktu 7 tahun (3 Mei 1992 s/d 3 Mei 1999) alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Tuhan YME untuk “belajar sambil berjuang, berjuang sambil belajar” dalam industri airlines (transportasi udara) dengan mengemban tugas & tanggung jawab sbg general manager & deputy director dari GSA NORTHWEST AIRLINES sehingga saya dapat ikut dalam proses persiapan ALIANSI STRATEGIS GARUDA INDONESIA dengan NORTHWEST/KLM GLOBAL ALLIANCE sampai ditanda-tangani MOU ini di kantor Pusat Northwest Airlines.

    Namun dengan adanya krisis moneter mid 1997 yang berlanjut dengan ‘lengser ke prabon” Jend. (purn) Soeharto sebagai Presiden RI ke 2, menyebabkan hal ini tak terwujud implementasinya hingga kini.

    Selanjutnya NORTHWEST AIRLINES diakuisisi saham2nya oleh DELTA AIRLINES pada tgl 29 Oct 2008 dan kini menjadi AIRLINES TERBESAR (the biggest airlines) dalam hal “scheduled passengers carried.”

    Pada tahun 1998, GARUDA INDONESIA mengalami kondisi amat parah karena menderita ‘cash-flow bleeding’ (duit dijarah oleh orang2 yang amat rakus). Praktek KKN saat itu merajalela di lingkungan Garuda Indonesia.

    Maka dirut Letjen (purn.) Soepandi pun segera diganti oleh dirut Robby Djohan – bankir berpengalaman yang diserahi tugas melakukan ‘operasi penyelamatan keuangan’ Garuda Indonesia dari cash bleeding tsb. Melihat ini, sebagai anak bangsa, saya pun terpanggil untuk ikut membantu menyelamatkan GARUDA INDONESIA.

    Bagaimana caranya? Saya buat sebuah WORKING PAPER yang saya antarkan langsung ke kantor Direksi GARUDA INDONESIA di Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Paper itu saya serahkan langsung pada sekretaris dirut, kemudian saya sempat jumpa sejenak saja dengan Pak Robby Djohan. Saat itu beliau amat sibuk karena para karyawan (pilot, pramugari, ground staf) melakukan DEMO ANTI KKN. Saya hanya sempat mengatakan:

    “Pak Robby, saya sudah serahkan WORKING PAPER (short term – mid term – long term) GARUDA INDONESIA kepada sekretaris bapak. Mudah-mudahan paper ini bisa ikut memberi masukan positif menghadapi kemelut yang ada. Saya ikut prihatin melihat kemelut ini, namun saya yakin GARUDA INDONESIA MAMPU BANGKIT”.

    Pak Robby Johan mengangguk, lalu meninggalkan ruangan untuk menghadiri pertemuan berikutnya. Saya segera pergi meninggalkan gedung dengan doa semoga GARUDA INDONESIA selamat dari cengkeraman rahwana2 yang melakukan KKN. Semoga GARUDA INDONESIA dapat segera kembali terbang tinggi!
    Dengan gagah dan anggun! Sesuai dengan namanya : GARUDA INDONESIA.

    Setelah itu saya pantau perkembangannya. Alhamdulillah banyak masukan (input) yang diterima dengan baik oleh pihak top manajemen GARUDA dengan sedikit disertai revisi disana sini, sesuai dengan progress yang ada, yakni pada masa ddirut Robby Djohan, kemudian dirut Abdul Gani.

    Setelah itu Garuda Indonesia dinakhkodai dirut Indra Setiawan. Pada masanya terjadi kasus terbunuhnya Alm. Munir di penerbangan Garuda Indonesia. Dan sejak Maret 2005 oleh dirut Emirsyah Satar sampai kini.

    Posted by M.t. Ali | 17 Januari 2012, 5:46 pm
  89. indonesia telah kehilangan banyak tokoh yang commentnya sejuk menetramkan dan memberikan optimisme. kini muncul tokoh itu Dahlan Iskan. ALLAHUMMA karuniakan kesehatan dan umur yang pangjang untuknya. amin

    Posted by wahid | 17 Januari 2012, 6:17 pm
    • Laporan dari dunia kampus. Knapa case study slalu pake case dari luar negeri seperti HBS, etc. Saya pernah melontarkan pertanyaan ini kepada dosen saya. Tapi Beliau hanya tersenyum saja. Ini salah satu permasalahan didunia pendidikan kita. Mengutip pernyataan Nelson Mandela, bahwa pendidikanlah yang dapat membuat seseorang keluar dari kemiskinan. Mungkin titip pesan juga untuk Pak Dis, buat yth. Pak Nuh, mewajibkan para pengajar kita terbiasa membuat studi kasus tentang perusahaan2 di Indonesia, sehingga kita lebih membumi. Misalkan case study keberhasilan pt kia atau apapun. Jd nantinya kita bisa terinspirasi dengan banyak “manajer” Indonesia. Tulisan pertama tentunya tentang Pak Dis. Ada pak dosen disini yg berminat? Masak anak2 kuliah tau detil apa yg dilakukan oleh presiden lula (brasil, case study hbs) dari pada Pak Dis. Sungguh ironis.
      Suryadi

      Posted by Suryadi | 17 Januari 2012, 7:16 pm
  90. meng-esa-kan, bahasanya berat banget
    manajemen yg tdk tertata dng rapi memang menjadi masalah utama BUMN di Indonesia

    Posted by sanji0ne | 17 Januari 2012, 7:05 pm
  91. salut atas tulisan pak DI…kami mendukungmu!!!

    Posted by uripagung | 17 Januari 2012, 7:20 pm
  92. rakyat mendoakan supaya mobil nasional segera terwujud…

    Posted by jafar sodiq | 17 Januari 2012, 8:02 pm
  93. LANJUTAN:

    1) OPSI menjual 10,88% saham kepada salah satu, atau kedua airlines itu BELUM TENTU OPSI TERBAIK. Masih ada opsi-opsi lain yang dapat ditempuh, tergantung LONG-TERM GOAL yang akan diperjuangkan oleh GARUDA INDONESIA serta PEMERINTAH & RAKYAT INDONESIA.

    Yang saya maksud dengan BELUM TENTU OPSI TERBAIK, tentu saja setelah dibandingkan dengan opsi-opsi lain yang mungkin untuk ditempuh. Bisa jadi opsi menjual 10,88% ke Cathay Pacific, atau Delta Airlines, atau kepada kedua maskapai itu (kombinasi) menjadi ‘opsi terbaik’ yang dapat ditempuh. Oleh karena itu penetapan ‘a mid-term and long-term goals (sasaran2 jangka menengah & janka panjang) menjadi amat penting (important) dan genting (urgent). Menjadi ‘first thing, first’ disamping penetapan kriteria-kriteria yang akan digunakan untuk demi memenuhi aneka kebutuhan para stakeholders GARUDA INDONESIA yang notabene mayoritas adalah sesama anak bangsa.

    Saya yakin Kementerian BUMN dibawah gaya kepemimpinan Pak Dahlan Iskan akan memiliki performance (kinerja) yang semakin baik. Selamat berjuang Pak Iskan Dahlan beserta seluruh jajaran manajemen Garuda Indonesia dan Kementerian BUMN RI. Mari kita berjuang bersama – sesuai kode etik profesi pilihan kita masing-masing, demi BANGKITNYA BANGSA & NEGERI kita tercinta serta generasi penerus – anak-anak dan cucu-cucu – kita kelak.

    Salam perjuangan bagi kemaslahatan bersama
    “Belajar sambil berjuang. Berjuang sambil Belajar”.

    M.t. Ali
    http://id.linkedin.com/in/mat59
    HP: 081.2271.22811
    Email: mat59oke@gmail.com

    Posted by M.t. Ali | 17 Januari 2012, 8:19 pm
  94. Sungguh sangat LUAR BIASA. Penuh pemikiran, penuh tanggung jawab, penuh kearifan dalam menentukan keputusan. Tenang namun cukup tegas. Mudah-mudahan Bapak selalu diberi kesehatan untuk menjalankan amanat (tugas) sebagai menteri BUMN sekaligus menjadi harapan kami, sudi kiranya Bapak menjadi motor penggerak negara yang kita cintai ini. Insya Alloh berjalan dengan mulus, tatkala Bapak menjadi RI 1. INSYA ALLOH, Amien.

    Posted by dhieka | 17 Januari 2012, 10:20 pm
  95. Semenjak saya ketemu Blog pak Dis saya nggak pernah sedikitpun melewatkan membacanya sampai entek sampai komentar-komentarnya, saya sangat bangga dengan pak Dis, gaya bahasanya menyejukan, tidak seperti di TV yang saling menghujat, andaikan pemimpin-pemimpin negara ini bersikap kaya bapak, pasti rakyat akan aman, damai dan tidak saling bertengkar. BRAVO pak Dis Lanjutkan perjuangan untuk merombak negara ini agar tidak dilecehkan oleh negara lAIN.

    Posted by Karyadi atla (asli Tulungagung ) | 17 Januari 2012, 10:35 pm
  96. benar benar muaannnntaaappp Cak DI ini, tak ada yg bisa mengomentari isi tulisannya melainkan selalu mengagumi semua tulisan³ cak DI. klo yg dimaksud di atas adalah Dasep Ahmadi, dia bukan LULUSAN 84 tapi ANGKATAN 84 kali cak DI…
    semoga selalu terjaga kesehatannya dan berkah lengkah langkahnya aamiin

    Posted by erust | 17 Januari 2012, 11:11 pm
  97. Memang Bagus hasil kerja PT Inka Madiun, Karena untuk Membuat amerika tuch percaya tuch memang susah. dengan bisa mengambil kesempatan tersebut memang saya pribadi mengacungi jempol hal tersebut.
    artinya negara kita tidak kalah dengan negara lain, terkait pembuatan kerata api atapun lokomotive. memang mental pak Dis adalah juara, jadi yang penting untung dikit namun selanjutnya punya nama. dan berikutnya order akan berdatangan bak jamur pada musim ujan. CERDASSS BUANGETSSS MENTERI BUMN NIEE.

    Pak DIS saya amat bangga dengan langkah – langkah yang anda ambil dalam menentukan Kebijakan tanpa harus memalului Birokrat Indonesia yang suka membuat urusan gampang menjadi susah dan selanjutnya urusan susah menjadi makin susah. dan Pak Dis juga tidak sungkan untuk mengucapkan/melontarkan Pujian kepada Pak M Nuh. Mendikbud RI.

    itulah Apabila seseorang yang menjadi Pejabat dengan tanpa Meminta Posisi. NAMUN SECARA RESMI DI MINTA OLEH PEMERINTAH. dan tidak pernah silau dengan jabatan, buktinya apabila di berhentikan tiba tiba pun siap.
    Bukan tipe Pejabat yang diberhentikan pasti langsung sakittttt dan bahkan komaa. artinya apabila orang berkedudukan seperti tersebut pasti segala hasil kerja akan maksimal. Josss dan very goood.

    terkait TV One dan Metro TV kita sudah tahu siapa yang punya, dan kepentingan pemilik TV tersebut adalah Untuk melenggang Pilpres Tahun 2014 tanpa Hambatan. dengan cara membenturkan Pak Dis dengan orang orang yang agak beseberangan dengan Beliau.

    Artinya apabila diadakan survey Elektabiltas kedua tokoh2 Pemilik TV tersebut tinggi, tapi cara anda kampungan TV One n Metro TV. Jadi Liputan yang meraka muat adalah kejelekan pemerintah, untuk mendapatkan penceritaan.

    SEBAGAI PENDUKUNG DAN PENGAGGUM DAHLAN ISKAN, SAYA BERJANJI APABILA BELIAU MAJU TAHUN 2014 PASTI SAYA AKAN MENDUKUNG ALL OUT.

    Posted by yudo | 18 Januari 2012, 5:36 am
  98. Akhirnya tulisan Pak Dis mengenai fenomena Esemka muncul jg.
    Esemka msh jauhh jalannya u/ bs menjadi mobnas yg ber-industri.
    Esemka sdh brhasil mnaikkan derajat&gengsi tersendiri u/ SMK, sehingga bs kembali Fokus u/ mendidik calon2 Desainer mobil, pengusaha bengkel nantinya.
    Teruslah berkarya adek2 SMK…. Kami bangga kepada kalian.

    Posted by erlangga | 18 Januari 2012, 6:59 am
  99. pk di ini termasuk org baik d negeri ini. Dia melakukan kebaikan tapi tak merasa melakukan kebaikan. G ngrumangsani. Dia anggap itu biasa j pdhl org lain merasa wah… Ttg kerjanya slama ni. Mgkin nabi khidir pernah ngasih secuil ilmunya k dlm hatinya atas perintah allah azza wa jalla

    Posted by mcu | 18 Januari 2012, 7:55 am
  100. moga dengan menguatnya arus dukungan dari berbagai kalangan dapat mewujudkan mimpi mobil nasional segera……..

    Posted by Sang Nanang | 18 Januari 2012, 12:53 pm
  101. SEMARANG, KOMPAS.com- Pro kontra tentang mobil Esemka karya anak-anak SMK Solo terus bergulir. Pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan bahwa mobil esemka hanya untuk belajar siswa SMK, dan bukan untuk industri mendapat perlawanan dari Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

    Menurut Hadi Rudyatmo yang akrab disapa Rudy, pernyataan Dahlan Iskan sungguh patut disesalkan, pada awalnya terlihat mendukung tapi belakang justru tidak mendukung pembuatan mobil Esemka.

    “Saya enggak mengerti kenapa seorang menteri melecehkan anak bangsa, khususnya anak SMK. Mestinya beliau sebagai menteri memberikan motivasi kepada siswa bukan melecehkan karya mereka,” kata Rudy kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/1/2012) malam.

    Rudy menegaskan, memang benar SMK adalah tempat pendidikan kejuruan, tetapi setelah mereka lulus, mereka bisa mempraktikan ilmu di SMK dengan bekerja di PT Solo Manufaktur yang dibangun sejak 24 Oktober 2010.

    “Kota Solo memiliki Solo Technopark, jadi siswa SMK bisa langsung ke sana,” ujarnya.

    http://regional.kompas.com/read/2012/01/15/09232226/Dahlan.Iskan.Dianggap.Lecehkan.Siswa.SMK

    Posted by Gondes | 18 Januari 2012, 1:06 pm
    • begini kalo orang melihatnya hanya sepotong2. hahaha bisa jadi target pembualan media kita. beruntung ada tulisan yang bisa jadi penyeimbang. jadi ya tetep bijak melihat berita.

      Posted by syaif | 18 Januari 2012, 3:14 pm
    • tuh yang ga bisa membedakan antara belajar dan memproduksi….pak DI kan benar…SMK itu untuk pembelajaran, kalau enggak ngapain pak Nuh (mendikbud) mendanai SMK ber milyard2 untuk belajar merakit mobil? nah kalau sudah kluar SMK / lulus diharapkan bisa langsung kerja krn sdh mempunyai skill….nah silahkan mau membuat mobil/bus/truk/pesawat spt yang sdh diharapkan mendikbud. Kan itu sdh dijawab sendiri sama Rudy….”setelah mereka lulus”…nah kalau udah lulus bukan urusan SMK lagi kan….urusan mereka pribadi2 sendiri…mau gabung industri mobil yg ada…atau industri yg mau buat mbl Esmeka….Silahkan! Jadi dimana kata2 pak DI melecehkan itu ? bener2 IQ yang jongkok kali yaa hehehehee logika nya ga jalan…asal bunyi aja…apalagi trs dikomporin sama TV2 kompor itu pernyataan nya

      Posted by rdimas | 21 Januari 2012, 1:05 am
  102. saya pengagum tulisan beliau sejak di SMA..thn 87-90…singkat, padat, lugas n smart…ternyata gaya beliau tetap istiqomah sampai jd menteri…selamat berjuan pak DI, semoga ALLOH merahmati kita semua, membimbing ke jalan yang lurus, memberi ilham untuk kebaikan..dan tentu sampai pada akhirnya nanti kita semoga khusnul khotimah..semoga senantiasa dikaruniai kesehtan pak DI..

    Posted by kiigedhe | 18 Januari 2012, 1:49 pm
  103. Bravo Pak!
    Tulisan yang seperti inilah yang bisa membangkitkan bangsa kita.

    Posted by Selo | 18 Januari 2012, 3:38 pm
  104. Dahlan Iskan Ditanya Soal Pencalonan Presiden
    Menurut Menteri Dahlan, saat ini dia hanya ingin bekerja keras memperbaiki kinerja BUMN.
    Selasa, 17 Januari 2012, 18:00 WIB

    VIVAnews – Dalam pertemuan para kepala eksekutif korporat (CEO) dan pemilik pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ditanyai mengenai desakan masyarakat menjadi calon Presiden 2014.

    Pertanyaan tersebut diajukan Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahardja. Ia bertanya apakah Dahlan yang juga pengusaha dan menteri bukan dari partai politik, bisa mempengaruhi birokrasi pemerintahan.

    “Apakah saya bisa berpengaruh? Saya coba, berhasil atau tidak saya sudah mencoba dan melakukan. Saya telah memberi contoh, minggu pertama 18 kewenanangan Kementerian saya kembalikan ke perusahaan-perusahaan itu,” kata Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa 17 Januari 2012.

    Tutum kepada VIVAnews.com menjelaskan, Indonesia membutuhkan gaya kepemimpinan Dahlan Iskan yang berani dan blak-blakan. Ia berharap agar Dahlan Iskan tetap menjadi dirinya saat ini yang bersih dan mempunyai gaya pengusaha.

    Soal Capres

    Saat sesi terakhir tanya jawab, moderator acara yang juga ketua hubungan internasional Apindo, Shinta Kamdani bertanya kepada Dahlan Iskan apakah dirinya bersedia menjadi calon presiden 2014. “Bagi saya sangat membahayakan. Bahaya, karena menjadi calon presiden membuat saya ragu-ragu,” ujarnya.

    Menurut Dahlan, saat ini ia sedang bekerja keras memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan BUMN. Jika kerja keras ini direcoki oleh pencapresan, maka masyarakat akan meragukan kerja kerasnya.

    “Nanti orang akan ragu, orang akan beranggapan ternyata Dahlan bekerja keras karena ada maksudnya,” katanya.

    Padahal, dia mengaku, saat ini ia bekerja dengan ikhlas memperbaiki kinerja BUMN. “Kalau terjadi, ini akan mepengaruhi kerja keras saya dan mempengaruhi keikhlasan saya dalam bekerja keras,” katanya. (umi)

    sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/280778-di-hadapan-pengusaha–dahlan-ditanya-capres

    Posted by BlackBeard | 18 Januari 2012, 3:43 pm
  105. sekedar sharing

    MOBIRA – MOBIL RAKYAT
    Dear All,

    Mohon izin posting video Mobira – Mobil Rakyat buatan kang Dasep yg bisa diakses melalui link berikut:
    Posting video dalam suasana kampanye pemilu ketua ia-itb saat ini memang bisa menimbulkan persepsi yg macam2, apalagi kang Dasep juga ikut maju sebagai salah satu calon ketua ia-itb. Tapi tolong hal ini jangan dilihat dari kacamata kampanye saja, tetapi juga dilihat dari perspektif yg lain. Karena toh kang Dasep sendiri melihat dirinya less important dibandingkan dengan karya2nya.

    Ketika melihat video ini, pikiran, emosi, dan imajinasi saya me-layang2 ke-mana2. Pikiran yg muncul pertama kali adalah, mengapa kang Dasep membuat Mobira? Untuk mencari uang? Mencari sensasi? Sekedar iseng? Atau ada maksud yg lebih luhur dari itu semua?

    Membuat prototipe mobil yg 100% buatan sendiri tentu butuh motivasi dan kenekatan yg luar biasa. Tanpa mengurangi apresiasi saya kepada siswa2 SMK yg juga membuat mobil sejenis, mobil yg dibuat kang Dasep tentu berbeda dg mobil2 sejenis yg dibuat siswa2 SMK yg sempat dipublikasikan media2 beberapa waktu yg lalu. Kalau para siswa SMK itu “hanya” meng-assembly komponen2 yg ada di pasaran, kang Dasep membuat mobil dari “nol”. Bahkan engine dari Mobira ini pun didesign dari nol dan dibuat sendiri, di cor sendiri oleh kang Dasep. Tentu hal demikian tidak dilakukan oleh siswa2 SMK itu. Artinya, yg dilakukan kang Dasep adalah pekerjaan engineering tingkat tinggi dan sekaligus produksi yg probabilitas kegagalannya dari segi teknis sangat tinggi. Belum kalau dilihat dari probabilitas kegagalan secara komersial. Artinya, kang Dasep melakukan sesuatu yg sangat beresiko, yg hanya dilakukan oleh orang2 “gila” saja.

    Di tengah2 kondisi bangsa kita yg serba buram akibat budaya instan, serba materialistis, dan serba2 negatif yg lain, tentu yg dilakukan kang Dasep bisa dipersepsi sebagai hal yg konyol. Ngapain sih bikin mobil kayak gitu yg looks ugly kalau dibandingkan dg berbagai mobil mewah yg berseliweran di jalan2? “Lucu ah, gak keren kayak honda jazz”, begitu kira2 komentar yg muncul. Belum lagi komentar2 yg sinis seperti ini, “come on guys, memproduksi mobil mah beda dg membuat mobil. Membuat mobil mah bisa siapa saja, tetapi memproduksi mobil adalah hal yg lain, yg orang Indonesia tidak bakal bisa melakukannya. Yakin mau bersaing dg Toyota, Honda, dan nama2 besar yg lain?” begitu kira2 komentar yg muncul melihat seorang alumni ITB membuat mobil yg tidak “keren” ini. Duh, mengapa ya banyak banget orang yg suka berpikiran negatif…

    Kalau komentar2 spt itu muncul pada saat kampanye seperti sekarang, tentu saya bisa maklum, karena masa kampanye memang sangat sensitif utk hal2 yg menurunkan pasaran jagoan masing2. Tetapi kalau komentar itu tetap muncul saat kondisi normal, tentu saya sangat sedih. Begitu inferiornyakah bangsa ini sehingga utk sekedar menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa saja begitu takutnya? Begitu materialistisnyakah bangsa ini sehingga kita hanya menghargai bentuk fisik dan merendahkan spirit kemandirian yg melatarbelakangi dibuatnya sebuah produk? Apakah mereka tsadar bahwa dunia ini terus berputar, bahwa yg diatas tidak selalu diatas, dan yg dibawah tidak juga terus2an dibawah? Tidakkah mereka sadar bahwa mimpi dan spirit itulah yg mampu menjungkirkan yg diatas, dan mengangkat yg dibawah utk menjadi sang juara? Dan kalau bermimpi dan menjaga spirit saja kita takut atau malah mencibirnya, maka jangan harap bangsa ini berubah nasibnya sampai kapanpun.

    Alhasil, nilai strategis yg dilakukan kang Dasep adalah membangunkan kita semua bahwa bangsa ini bisa, kita ini bisa, yes we can, kalau kita mau dan sungguh2 ingin mewujudkan mimpi2 kita. Bahwa utk membangun kesadaran itu saja kang Dasep harus memeras otak, bercucuran keringat, dan menghabiskan uang ratusan juta bahkan milyar rupiah, itulah nilai lebih yg ingin dibangun kang Dasep untuk menyadarkan bangsanya. Dan mudah2an ini akan diikuti oleh generasi muda yg insya Allah bisa lebih hebat dari kang Dasep.

    Ketika saya melihat video mobira, saya membayangkan engine yg didesign kang Dasep bekerja, bekerja, dan terus bekerja, seolah ingin mengatakan pada penciptanya bahwa diapun ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia pun mampu membuat mesin mobil yg bagi sebagian orang dianggap sebagai hil yg mustahal. Bagaimana mungkin bangsa ini bisa membuat mesin mobil yg kompleks wong garam saja masih impor? Begitu mungkin ungkapan spontan orang yg tidak tahu bahwa sebenarnya bangsa ini punya kemampuan, tetapi hanya karena “salah asuhan” oleh para pemimpinnya maka selama ini bangsa ini hanya menjadi bangsa tempe.

    Ketika melihat video mobira melaju di jalanan, saya membayangkan betapa kerja kerasnya kang Dasep mendesign sistem pengapian mobil tsb, sistem pengaturan bahan bakar, sistem elektris, mengatur stabilitas mobil, steering system, dsb. Walaupun bukan mobil mewah, tetap saja mendesign sendiri mobil secara utuh adalah sebuah kemewahan yg membutuhkan kecerdasan dan ketekunan yg luar biasa. Saya bersyukur masih ada orang Indonesia yg mau ber-susah2 membuat mobil sendiri demi membuktikan bahwa kita bisa menjadi bangsa yg mandiri. Kuncinya sebetulnya sederhana, apakah kita mau atau tidak utk menjadi bangsa yg mandiri. Kalau mau, pasti ada jalan. Kalau tidak, pasti banyak alasan yg bisa dicari. Saya bersyukur bahwa tidak benar kalau bangsa ini hanya mau jalan pintas, hanya mau berfikir instan, hanya mau jalan mudah, karena toh masih ada anak bangsa yg memilih jalan mendaki untuk memberikan inspirasi bagi bangsanya bahwa kita bisa, bahwa Indonesia bisa!

    Ketika melihat video Mobira melaju di jalanan, imajinasi saya me-layang2. Seandainya pun Mobira mesti melaju beriringan dg jaguar, mercedes, bmw, semestinya pengendara Mobira layak membusungkan dadanya, karena dia sedang mengendarai produk anak bangsanya sendiri. Semestinya dia bangga karena mobira yg dikendarainya adalah wujud dari spirit kemandirian dan ekspresi pemberontakan atas mental2 konsumtif para pemimpin bangsa ini. Mereka lebih suka menikmati kemewahan dengan menggadaikan harga dirinya. Mengendari Mobira mestinya lebih prestisius karena spirit kemandirian tsb, dan bukan karena faktor fisik belaka.

    Semoga Mobira mampu meng-inspirasi generasi muda kita untuk lebih berdikari, berdiri di atas kaki sendiri.

    Ditulis oleh Hari Tjahjono MS/PN’84
    http://www.dasep-ahmadi.com/info-terbaru/2011/12/01/mobira-mobil-rakyat/

    Posted by hannisaputroEko | 18 Januari 2012, 4:00 pm
  106. Mencari Gubsu Cap Dahlan Iskan
    Oleh : Dame Ambarita
    Pemimpin Redaksi Sumut Pos
    Diterbitkan pada 16 January, 2012

    Dari 13 nama yang tercatat pernah memimpin Provinsi Sumatera Utara pascaberdiri Desember 1956, beberapa nama cukup diingat publik. Penyebabnya macam-macam.

    Marah Halim Harahap misalnya, cukup melekat di benak kita dengan Piala Marah Halim-nya. EWP Tambunan dengan ‘nama bersihnya’ dalam hal korupsi, sampai-sampai dia hanya mampu mengontrak rumah pascalengser dari kursi gubernur. Raja Inal Siregar diingat dengan konsep Marsipature Hutana Be-nya. Tengku Rizal Nurdin dengan Lake Toba Summitnya. Selebihnya, bisa dibilang lewat begitu saja.

    Setelah otonomi daerah diluncurkan, peran gubernur memang berkurang drastis dibanding sebelumnya. ‘Jenderal tanpa tongkat komando’ adalah istilah Tengku Rizal Nurdin semasa memimpin Sumut.

    Meski tanpa ‘tongkat komando’ untuk menggetok para pejabat daerah yang bandel, seharusnya para pemimpin Sumut tak jadi malas dan memilih menghabiskan kepemimpinannya melulu untuk mengurusi hal-hal seremonial.

    Mengutip Rhenald Kasali, akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia, negeri ini membutuhkan lebih dari sekadar pemimpin, melainkan pemimpin yang efektif. Pemimpin yang efektif menyumbangkan dan mewariskan hasil. Pemimpin yang tidak efektif menyedot hasil.

    Pemimpin yang efektif memfokuskan pikirannya untuk kegiatan-kegiatan produktif dan mendapatkan respek dari bawahan serta pengikut-pengikutnya. Sebaliknya,pemimpin yang tidak efektif kehilangan respek dan setiap hari hanya disibukkan mengurus konflik dan kekuasaannya.

    Bercermin pada kepemimpinan Dahlan Iskan, tokoh pers yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN, seorang pemimpin yang berkualitas adalah yang mau kerja. Simak saja motto pribadi Dahlan Iskan: Kerja Kerja Kerja. Karena tidak sibuk memikirkan kekuasaan, Dahlan Iskan terkesan sangat enjoy bekerja. Dalam tempo 6 bulan menjabat sebagai CEO PLN, beliau sudah mampu membedah masalah listrik di Indonesia, sekaligus mengatasinya. Dan baru beberapa bulan menjabat sebagai Menteri BUMN, rahasia dapur puluhan BUMN yang dinaunginya sudah terungkap ke public plus cara menanganinya.

    Untuk Sumut, kita belum melihat ada gubernur yang sejago Dahlan Iskan. Buktinya, masalah-masalah di Sumut yang sudah karatan saja, banyak yang belum beres. Contoh simple saja, rencana pembangunan jalan tol Medan-Siantar sampai sekarang tak jelas juntrungannya. Ganti gubernur, jalan tol itu tetap saja jadi coretan di atas kertas.

    Jalan provinsi di banyak daerah sebagian besar rusak dan butuh pelebaran. Namun yang ada hanya pembiaran dengan kondisi yang ada. Beberapa gubernur terakhir boleh dibilang tidak memiliki konsep jelas membangun Sumut.

    Kembali ke Dahlan Iskan. Selain kerja keras, inovasi, dan semangat entrepreneurship tingkat tinggi, beliau juga jago mengomunikasikan apa yang dikerjakannya dengan sederhana. Catat lagi: dengan sederhana.

    Dengan tulisan-tulisannya, Dahlan Iskan mampu mengajak kita ikut “memikirkan” PLN atau BUMN lain yang sedang ditanganinya saat itu. Saat menjabat sebagai CEO PLN, beliau mampu menciptakan positive campaign tentang kinerja PLN. Apa saja targetnya, apa yang telah dilakukan, kendala apa yang masih menghadang, dan pe-er apa yang masih menghalang. Kata seorang penggemar tulisan beliau, Pak Dahlan telah memberi “kursus berpikir” logika CEO kepada para pembacanya.

    Barangkali, ada juga gubernur kita yang sudah berbuat ‘sesuatu’. Namun karena tidak dikomunikasikan, publik tak bisa menilai hasilnya. Lebih jeleknya lagi, tidak ada pula hasil nyata di lapangan. Alhasil, gubernur kita bertukar tanpa ada prestasi yang patut dibanggakan.
    Saat ini, fakta yang terungkap ke publik Sumut adalah asyiknya gubernur kita dengan persoalan remeh-temeh. Tentang siapa duduk di kursi mana, siapa yang harus dibuang atau didudukkan, dan sebagainya. Sibuk dengan persoalan-persoalan internal organisasi, sementara persoalan rakyat Sumut tidak dipikirkan.

    Maret 2013, rakyat Sumut akan memilih gubernur secara langsung. Marilah kita jeli melihat kinerja calon yang akan kita contreng. Jangan memilih berdasarkan fulus. Ini soal masa depan Sumut. Ayo kita cermati kiprah tokoh-tokoh yang berniat maju dengan jernih dan pikiran sehat. Semoga yang terpilih kelak adalah sosok yang memiliki kepemimpinan yang efektif bak Dahlan Iskan, dan mampu melakukan terobosan positif untuk Sumut. Bravo Sumut! (*)

    sumber : http://www.hariansumutpos.com/2012/01/23810/mencari-gubsu-cap-dahlan-iskan.htm

    Posted by BlackBeard | 18 Januari 2012, 4:10 pm
  107. Beberapa Jam Bersama Dahlan Iskan
    Terkesima Kesederhanaan dan Kepribadian
    Oleh : Bambang Zainal Arifien
    (Karyawan PLN Cianjur)

    JALAN berliku sudah dilewati semua oleh sosok Menteri Negara (Meneg) BUMN Dahlan Iskan. Maka penulis pun ingin berbagi dengan pembaca Radar Cianjur (Radar Sukabumi) berkaitan dengan profil Dahlan Iskan tersebut. Walau hanya berupa pertemuan singkat dan terjadi baru 2 (dua) kali, yaitu yang pertama pada 3 Februari 2010 berarti 1 bulan lebih Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN, dan yang kedua setelah menjadi Menteri BUMN pada 23 malam dan pagi dan 24 November 2011 saat menjelang menghadiri Undangan dari Presiden SBY pada Pernikahan Ibas-Alya di Istana Kepresidenan Cipanas.

    Pada kali pertama, saat itu Dahlan Iskan sedang mengikuti Rapat yang dipimpin oleh Presiden SBY dengan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Kepresidenan Cipanas termasuk diantaranya Dirut PLN diajak serta. Penulis mendapat informasi dari Pimpinan PLN APJ Cianjur, bahwa Pak Dahlan akan berkunjung walaupun tidak secara formal ke kantor PLN APJ Cianjur maksudnya tidak ada agenda sebelumnya. Tapi ini adalah hal yang menggembirakan karena PLN APJ Cianjur adalah APJ pertama dilingkungan PLN Distribusi Jawa Barat & Banten yang dikunjungi Direktur Utama yang baru menjabat kurang lebih 1,5 bulan itu, disela-sela kesibukan beliau yang sedang mengikuti Rapat Kerja tersebut.

    Seperti biasanya ketika akan mendapat kunjungan pejabat apalagi hari itu yang akan datang adalah ‘Raja’ nya PLN, kami dengan staf menyiapkan beberapa yang harus disiapkan, selain Ruangan Pimpinan untuk tempat silaturahim, kami juga menyiapkan konsumsi berupa makan siang dan buah-buahan. Karena penulis dengar beliau akan datang di waktu break Rapat di Istana Cipanas, walaupun yang kami siapkan paling hanya untuk kurang lebih 10 orang, toh untuk kehadiran seorang Direktur Utama di ruang Pimpinan biasanya hanya diikuti oleh Unsur Manajemen saja.

    Tibalah saatnya beliau datang, segenap karyawan dan semua unsur pimpinan sudah siap menyambut kedatangan beliau, ternyata beliau masih memakai kendaran pribadi sejenis Mercy type S500 dengan nomor polisi L 1 JP dan hanya diantar oleh 1 orang sopir saja. Kami menyambut dengan sangat antusias, dengan senyum khasnya beliau langsung digandeng oleh Manajer PLN APJ Cianjur Ir. Suprapto menuju ke ruangannya di lantai 2 diikuti oleh para Asisten Manajer dan Manajer UPJ. Jadi yang ada di ruangan tersebut hanya jajaran Manajemen, termasuk penulis sebagai penanggung jawab kerumahtanggaan, sekretariat dan umum yang saat itu ikut mengantar masuk.

    Saat itu juga beliau sudah banyak menanyakan berbagai hal menyangkut kinerja PLN APJ Cianjur. Ketika beliau dipersilahkan menyantap hidangan yang telah disediakan (yang setelannya hanya untuk kurang lebih 10 orang itu), tiba-tiba beliau memerintahkan penulis untuk memanggil semua karyawan yang ada di ruangan Lantai 2 itu, yang jumlahnya saat itu ada kurang lebih 25-30 orang karena sebagian sedang ke luar/lapangan.

    Penulis sempat bingung juga untuk memanggil semua karyawan yang ada, karena baru pertama kali itulah seorang Direktur Utama ingin didampingi makan di ruangan pimpinan dengan semua karyawan, yang saya panggilpun tidak sekaligus berdatangan, karena kalau semua masuk juga tempat yang ada tidak akan cukup untuk menampung termasuk kursi yang ada hanya ada beberapa, kecuali kalau makannya sambil berdiri. Ternyata Pak Dahlan dengan menenteng piring yang telah berisi nasi dan ikan sekedarnya keluar ruangan juga mungkin untuk meyakinkan bahwa memang beliau yang meminta hal tersebut. Baru setelah itu karyawan/karyawati yang ada pada masuk dan ikut ‘mencicipi hidangan’ yang sebetulnya disediakan untuk beliau.

    Disela-sela makan sambil berdiri itulah beliau mencoba membuka pembicaraan yang lebih intens seputar pekerjaan, kemudian hal-hal yang harus diperbaiki dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dan semuanya lebih bermuara pada akselerasi/percepatan proses sehingga semua bisa berjalan sesuai dengan yang diingingkan masyarakat dengan tidak melanggar ketentuan, selain menampung hal-hal yang beliau tanyakan dan dianggap krusial. Pelajaran yang didapat saat itu tentu saja, bahwa beliau menggunakan waktu itu seefektif mungkin, apa yang dapat ia kerjakan ya dikerjakan, kedatangan beliau bukan hanya untuk istirahat santai apalagi makan enak — walaupun penulis tahu kemudian bahwa ternyata beliau sebetulnya diminta datang oleh pimpinan saya Bpk Suprapto, pada awalnya sempat ia menyatakan : “bagaimana yah waktunya kan sangat terbatas sekali”, sebelum akhirnya beliau menyetujui akan datang pada saat makan siang–, toh isi piring beliau hanya sedikit saja, tapi bertemu dengan karyawan/karyawati PLN sebagai ujung tombak pelayanan perusahaan ini terhadap pelanggan menjadi salahsatu prioritas beliau untuk menampung segala permasalahan, hal lain yang didapat dari beliau adalah bahwa birokrasi yang panjang ternyata dapat menghambat proses-proses yang sebetulnya bisa dipangkas, kemudian satu hal yang menjadi type beliau adalah langsung berinteraksi bukan hanya dengan unsur pimpinan tetapi memberikan umpan balik ke semua pegawai.

    Hal inipun terbukti bahwa sejak menjadi Dirut PLN, beliau selalu mengirimkan email yang diberi nama CEO’s NOTE ke seluruh insan PLN se Indonesia, siapapun dapat memberikan tanggapan, komentar, masukan bahkan kritikan atas tulisannya tersebut, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, seorang Dirut berinteraksi hanya dengan Jajaran Direksi, Staf tertentu, para General Manager (GM), Pimpinan Wilayah dan orang-orang yang ditunjuk untuk itu secara hirarki birokrasi, kalaupun ada yang harus diketahui oleh para pegawai, maka disampaikan sebagai ‘Pesan Dirut’ oleh para GM kepada Manajer APJ (MAPJ) dan para MAPJ/Kepala Cabang menyampaikan lagi kepada seluruh karyawan di unitnya masing-masing, itupun frekwensinya tidak terlalu sering, sementara pak Dahlan secara rutin minimal 1 bulan sekali atau 2 kali menyampaikan gagasan, pola pikir, rencana kerja dan sekaligus apa yang telah dikerjakan dan harus dikerjakan oleh PLN untuk diketahui oleh seluruh insan PLN se-Indonesia, maka tak heran walaupun masa kerja beliau menjadi Dirut PLN itu 5 tahun, dalam salah satu pernyataannya dia akan keluar dari PLN setelah 3 tahun yaitu di akhir tahun 2012 dimana dicanangkan PLN menjadi World Class Servises /WCS (program yang telah dicanangkan oleh Direksi sebelumnya, walaupun Dahlan lebih menitikberatkan pada pencapaian kinerja realistis atas keinginan rakyat yang sebenarnya bahwa saat ini rakyat belum menuntut PLN agar sehebat Jepang, Amerika atau Inggris, tapi kita harus fokus mulai hal yang sederhana yaitu agar Listrik Tidak Padam, dan itu telah dilakukan, kalaupun ada target, untuk tahap pertama rakyat akan puas kalau kita sedikit lebih hebat dari Malaysia), dari CEO’s NOTE itu pula saya tahu kalau Dahlan Iskan menjadi salah satu Tokoh Marketing Tahuin 2010 (Marketer of the Year Indonesia 2010), tetapi begitu menginjak tahun 2011 ia mengingatkan untuk melupakan itu semua termasuk pujian dari Komisi VII DPR atas kinerja PLN agar insan PLN tidak terlena, masih banyak yang harus dikerjakan, antara lain setelah melakukan gebrakan Go Grass (Gerakan Satu Juta Sambungan) pada Hari Listrik Nasional pada tanggal 27 Oktober 2010 yang diteruskan dengan berbagai program dan pelaksanaan kerja pada tahun 2011, sehingga semboyan terakhir PLN adalah ‘Bekerja, bekerja, bekerja’. Mungkin dilihat dari kinerjanya itu walaupun baru 2 tahun di PLN Dahlan ternyata sudah ‘keburu’ diangkat oleh Presiden SBY untuk menjabat Menteri BUMN, dan diujung jabatannya sebagai Dirut PLN, CEO’s NOTE itu dibukukan sebagai sumbangan dan kerja nyata beliau, sungguh luar biasa.(*)

    Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=57

    Posted by BlackBeard | 18 Januari 2012, 4:22 pm
  108. Good Speech dari Dahlan Iskan

    Tiba-tiba saja pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebar ke mana-mana. Bukan gosip melainkan pernyataan yang bijak mengenai kepemimpinan.

    Pernyataan ini sebenarnya diungkapkan Dahlan selepas dilantik menjadi Menteri BUMN Oktober tahun lalu pada suatu media. Entah bagaimana tiga hari terakhir menjadi pembicaraan di forum-forum, dikutip di berbagai blog, bahkan dimuat juga di akun Facebook yang menamakan dirinya Dahlaniskanfans.

    Berikut pernyataan lengkap Dahlan Iskan yang diberi judul “Good Speech dari Bpk Dahlan Iskan” di forum-forum:

    Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa.

    Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang dipimpin.

    Ketika menjadi orang yang dipimpin itu, dia juga bisa menjadi orang yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik harus pernah menjadi anak buah yang baik.

    Saya meragukan seseorang yang ketika menjadi anak buah tidak baik, dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah yang baik itu adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang patuh tetapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar kepada atasannya. Anak buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak buah yang selalu merepotkan atasannya, anak buah yang selalu membikin masalah pemimpinnya dan anak buah yang selalu memberikan persoalan bagi pemimpinnya.

    Jadi ketika menjadi anak buah, dia harus bisa menjadi anak buah yang baik, bukan menjadi bagian persoalan dari pemimpinnya, tetapi menjadi problem solver bagi pemimpinnya.

    Nah… kalau seseorang itu pernah menjadi anak buah yang baik, dan dalam kurun waktu yang cukup, maka kelak ketika dia naik menjadi pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena seorang pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik, maka dia bisa mengetahui bagaimana rasanya pernah menjadi anak buah.

    Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan bagaimana perasaan anak buah. Jadi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik.

    LuarBiasa!!!

    http://www.andriewongso.com/awartikel-4755-AW_Corner-Good_Speech_dari_Dahlan_Iskan

    Posted by BlackBeard | 18 Januari 2012, 4:48 pm
  109. wow, ga sabar menunggu hasil karya alumnus itb 1984 itu yg ahli permesinan dipublish utk umum dan jadi mobil nasional 🙂

    Posted by arif | 18 Januari 2012, 5:04 pm
  110. saya siswa kelas 6 sd.saya sangat terkesan dengan buku beliau yang berjudul ganti hati.karena ibu saya juga memebaca.saya ingin seperti pak dahlan.selamat sudah menjadi menteri

    Posted by zein al-riso | 18 Januari 2012, 6:44 pm
  111. Mudah-mudahan orang yang pak DI maksud itu bisa mewujudkan impian bertahun-tahun kita yang kepingin punya mobil asli buatan Indonesia. Soalnya yang dulu-dulu itu kandas melulu. Akhirnya kita cuma jadi tukang rakit mobil aja. Para juragan otomativ memang pada untung, meski cuma jadi tukang. Tapi mereka pasti lebih untung lagi kalau jadi pendesain, pembuat, dan pemilik brand sendiri. Memang penuh resiko, tapi lebih hebat dari pada cuma jadi tukang rakit.

    Posted by Kotabumi | 18 Januari 2012, 7:18 pm
  112. wakakakakaka sya sih lebih baikk dibuka aja kelebihan mobil esemka dan produk itb…. kok seakan2x pak dahlan ingin mematikan semangat anak smk,,,, kalo mau fairplay donkkk pakk,.,., kalo ada invesor yang lebih tertarik dgn mobil esemka yahh jangan dihalang2i dengan slogan ” itb connection”

    Posted by tredhe@yahoo.com | 19 Januari 2012, 12:44 am
  113. ttg karakter pemberitaan MetroTV dan TVOne yg kita pandang sbg “ngompor-ngomporin”… tapi mau bagaimana lagi??? smenetara stasiun tivi lain sibuk dgn sepak bola impor, talent show minim skill, sinetron picisan, live music full 4L4Y… setidaknya tinggal 2 tivi itu yg konsisten menjadikan pemberitaan sbg core bussiness-nya, mungkin mereka justru yg istiqomah ber-tauhid (meminjam filosofi pak DIs) (tapi, gak tahu lagi kalo si empunya 2 tivi itu yg nampak jelas syahwat politik narsisnya dahsyat)… justru krn provokasi dari medialah, membaca tulisan ini menjadi adem dan sejuk… media sudah seharusnya menjadi ‘WATCHDOG’, tugasnya memang menggonggong, menelisik, mengendus, dam mengais-ngais… itulah syariatnya mereka… makanya, kita yg diberi amanah, berbuatlah yg terbaik agar jangan sampai digonggong oleh media, kalopun mereka menggonggong kita siap dgn fressbie utk dilempar ke mereka… sudahlah, akui saja menonton MetroTV dan TVOne itu memang seru, selama mereka tdk memberitakan NASDEM, Surya Paloh, GOLKAR, dan Aburizal Bakri… heheheheheee…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 Januari 2012, 7:56 am
    • tetapi semangat tv one dan metro kurang mendidik juga. sampai sekelas budayawan Ridwan Saidi saja tidak santun dan ditonton banyak anak-anak sekolah. Kedua tv itu mengobarkan pesimisme yang luar biasa tanpa memberi solusi. Melihat kedua TV tersebut kecuali acara Kick Andy sangat membuat hati panas dan mematikan harapan Indonesia yang lebih baik. Kasihan anak-anak Indonesia. Seakan Indonesia bulan depan sudah habis. Seakan urusan di Indonesia hanya masalah politik. Membunuh mimpi-mimpi tentang Indonesia yang lebih baik.
      Kritis memang perlu, tetapi santun juga lebih penting ditiru anak-anak bangsa. Tukang kompor akan berbeda dengan tukang yang memberi harapan dan solusi. Jangan lupa media massa sangat penting membentuk karakter bangsa. saya hanya guru yang sering sedih karena tidak mendapatkan model di masyarakat tentang pendidikan karakter siswa-siswa di sekolah. media massa tidak dapat menumbuhkan optimisme dan harapan. Tulisan yang inspiratif, penuh solusi, dan juga penuh kesantunan seperti yang ditulis pak DI menumbuhkan secercah harapan untuk pendidikan karakter di Indonesia. Trimakasih pak DI telah memberi model satunya kata dan perbuatan pada anak-anak Indonesia. Anak-anak Indonesia berani bermimpi lagi untuk Indonesia yang mandiri, bermartabat, santun, kreatif, cinta negaranya, dan berwawawan solusi. Terima kasih Ya Allah masih tersisa kasih sayangmu untuk bangsaku

      Posted by harsia | 21 Januari 2012, 11:26 am
    • Jadi ingat perkataan bung Karni Ilyas ketika ditanya kenapa TV One hampir tidak pernah memberitakan kasus Lapindo yang intinya adalah karena dia bekerja dan di gaji oleh Bakrie maka dia tidak mau memberitakan kasus Lapindo. Terserah bagaimana penilaian komentator semua….

      Posted by Bhungs | 27 Januari 2012, 9:31 am
  114. Dua kali nama PLN disenggol sedikit dalam kaitan dengan Nazaruddin yang kini lagi buron itu. Yang pertama PLN dikaitkan dengan tender batubara yang sampai membuat Nazaruddin bertengkar dengan partner bisnisnya. Yang kedua sekarang ini dalam kaitan dengan tender proyek PLTU Kaltim/Riau.

    Saya senang dua hal itu disebut-sebut. Pertama saya bisa numpang ngetop sebentar.Kedua,saya memiliki momentum untuk mengkampanyekan “PLN baru”.

    Soal batubara itu misalnya. Konon Nazaruddin memberi uang kepada Daniel Sinambela untuk modal ikut tender batubara di PLN. Daniel menang tender tapi tidak mengembalikan uangnya Nazaruddin. Daniel kemudian dihajar Nazaruddin. Daniel masuk tahanan. Yang terjadi adalah Daniel sebenarnya benar-benar menang tender.

    Bukan karena ada Nazaruddin didalamnya. Tender itu dilakukan dengan system auction, sehingga tidak ada peluang untuk diatur samasekali. Semua orang tahu system auction itu begitu transparansinya sehingga sangat kecil peluang untuk terjadi permainan. Daniel menang tender karena penawaran harganya memang sangat-sangat rendah.

    Saking rendahnya, Daniel barangkali kesulitan mencari batubara yang baik dengan harga yang masih bisa memberikan keuntungan baginya. Maka batubara yang dikirim ke PLN pun batubara yang murah. Tentu tidak bisa memenuhi kualitas yang ditentukan PLN. Yang hebat, petugas PLN di lapangan berani menolak batubara ribuan ton tersebut. Akibat batubara Daniel ditolak oleh PLN, Daniel tidak mendapatkan uang dari PLN. Karena itu Daniel juga tidak bisa mengembalikan uangnya Nazaruddin. Nazaruddin pun kehilangan uang puluhan miliar rupiah gara-gara ketegasan PLN.

    Seandainya petugas PLN takut kepada Nazaruddin dan menerima begitu saja batubara yang jelek itu tentu Nazaruddin bisa menyelamatkan uang nya yang puuhan miliar itu. Namun karena batubaranya ditolak maka lenyap kan uangnya yang sangat besar itu. Dalam hal ini saya bangga dengan petugas PLN di barisan paling depan tersebut. Seandainya pegawai PLN tersebut bisa disogok tentu semuanya beres.

    Toh batubara jelek itu sebentar lagi sudah tercampur dengan batubara ribuan ton lainnya. Tidak akan gampang ketahuan.
    Tentu saja saya bangga dengan pegawai PLN di bagian penerimaan batubara itu. Saking bangganya sampai-sampai di DPR saya berseloroh : kalau saja petugas itu seorang wanita akan langsung saya ciumi dia!
    Bagaimana dengan tender PLTU Kaltim/Riau yang disebut-sebut Nazaruddin sekarang ini?
    Saya pun penasaran. Sungguh saya pun ingin tahu apa yang sebenarny aterjadi ?

    Tender tersebut dimenangkan oleh konsorsium PT Adhikarya (Kaltim)dan konsorsium Rekayasa Industri (Riau). Sudah saya cek berulang-ulang bahwa proses tender sangat bersih dan profesional. Sampai-sampai teman terbaik saya yang telah berjasa menyelamatkan hidup saya kalah di tender ini.
    Pertanyaannya : siapakah yang memberi uang kepada Nazaruddin terkait dengan proyek ini?

    Apakah orang PLN ? Atau pemenang tender ?Sebaiknya ini diusut. Saya sangat berkepentingan dengan hasil pengusutan ini. Kalau orang PLN yang memberikan uang, darimana asal-usul uang itu dan dengan tujuan apa?
    Namun kalau, misalnya, pemenang tender yang memberi uang ke Nazaruddin, untuk apa dia memberi uang?
    Bukankah dia menang tender bukan karena bantuan Nazaruddin ?

    Apakah justru dia mengira menang tender itu berkat dukungan Nazaruddin ?
    Tentu saya tidak tahu. Saya justru bertanya-tanya dalam hati. Kalau benar begitu untuk apa pemenang tender itu memberi uang ke Nazaruddin ? Sedekah ? Sumbangan?

    Mestinya itu bukan sogok karena dia memenangkan tender bukan karena jasa Nazaruddin. Saya penasaran atas pertanyaan-pertanyaan saya sendiri itu. Karena itu saya mencoba mencari tahu.

    Hasil penelusuran saya agak mengecewakan : ternyata masih banyak peserta tender yang tidak percaya diri akan kemampuan mereka,lalu punya backing orang kuat. Mereka belum percaya bahwa PLN sudah berubah. Mereka belum percaya bahwa di PLN bisa berubah. Mereka tidak percaya bahwa backing itu sekarang tidak ada gunanya. Itulah sebabnya mengapa masih ada peserta tender yang merasa perlu memiliki backing.

    Keberadaan backing itu sendiri punya dua cerita. Ada peserta tender yang memang mencari backing. Ada juga justru si backing yang mencari-cari peserta tender. Terutama, yang diincar adalah peserta yang sudah kelihatan punya peluang untuk menang. Si backing lantas menakut-nakuti si peserta tender kalau dia tidak dikawal bisa saja kalah.

    Emosi peserta tender itu pun menjadi labil. Di satu pihak dia sudah berada di ambang kemenangan. Peserta yang lolos tender tinggal sedikit, katakanlah tiga. Kejiwaannya pun menjadi kemrungsung.

    Dalam keadaan kemrungsung seperti itu dia ditakut-takuti oleh si backing. Kalau tidak pakai backing dia akan dikalahkan. Ketika mengucapkan kata “akan dikalahkan” itu bisa saja si backing seolah-olah sudah bicara dengan pemilik proyek. Dalam situasi seperti itu peserta tender memilih jalan yang paling save : diterima saja tawaran backing itu.

    Celakanya tidak mustahil si backing tidak hanya mendatangi satu peserta tapi juga peserta tender lainnya. Dengan demikian siapapun yang menang backing pulalah yang paling menang. Saya sudah bisa menemukan cara bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih. Bahkan sudah mempraktekkannya setahun terakhir ini. Tender-tender di PLN tidak akan terpengaruh oleh backing siapapun.

    Bahkan dalam tender terbesar dalam sejarah PLN bulan lalu, yakni tender proyek Rp 30 triliun di Jateng, PLN berhasil mengabaikan tekanan para backing yang tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Proyek Kaltim dan Riau itu tidak ada apa-apanya dibanding proyek di Jateng itu. Tapi PLN berhasil lolos dari segala tekanan. PLN sudah tahu bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih, tapi belum tahu bagaimana cara meyakinkan peseta tender agar menyadari bahwa backing sudah tidak ada gunanya!

    https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150871100425360

    Posted by caderabdul | 19 Januari 2012, 8:28 am
  115. Wah…tulisannya membuat makin penasaran….dan ilmu marketingnya dengan pak Jokowi sama-sama canggihnya.
    Sukses pak Dahlan….Tq (Teguh Sunaryo : http://dmiprimagamapusat.wordpress.com)

    Posted by Teguh Sunaryo | 19 Januari 2012, 12:08 pm
  116. Berita positip ditengah berita carut marut nya negeri ini akibat korupsi dan salah urus… bravo esemka

    Posted by Java Steel Pipe | 19 Januari 2012, 3:12 pm
  117. bravo buat mr. DI. kerja keras anda sangat memotivasi kaum muda..semoga wabah kerja keras yg anda sebarkan dapat menjangkiti negeri ini..tetap semangat mr. DI…mugi pinaringan berkah.amin

    Posted by hartopo | 20 Januari 2012, 9:42 am
  118. bravo DI…

    Posted by hartopo | 20 Januari 2012, 9:45 am
  119. Salam Semangat Bpk.Dahlan Iskan.

    Hebat,,saya Lulusan SMK NEGERI 2 TASIKMALAYA. Jurusan arsitek. Thn 2099.
    Sekilas saya sukup menjiwai dan bangga atas kesuksesan kawan2ku di solo.

    Indonesia bukan bisa lagi tapi pasti bisa maju,semuanya sudah tersedia hanya tinggal humannya yang harus “gerak” untuk membangunnya.
    tidak cukup sampai situ saja, dukungan pemerintah sangat berpengaruh di dalamnya. Apalagi yang memproduksinya adalah tangan2 anak pertiwi. Insyaalloh indonesia PASTI bisa.

    buat anak2 smk..
    Kalau kata bahasa sundanya ” hei barudak smk Pek we mun arek gelut mah, tapi nu di rebutkeuna lain kasombongan, tapi kaberhasilan, kulantaran gelut neangan elmu, pek paheula-heula”
    artinya: Sialakan kalau mau berantem, berantem aja, tapi jangan ngerebutin kesombongan, tapi keberhasilan yang direbutkan,,silakan “berkelahi” saling mencari dan berebut ilmu..

    Posted by ASEP GINANJAR | 20 Januari 2012, 11:45 am
  120. Pak dahlan di fitnah nazaruddin dpt fee 80 M waktu masih di PLN. Selidik punya selidik ternyata itu cuman manufer politik untuk menjatuhkan pak dahlan yg popularitas mengalahkan tokoh-tokoh politik dan membuat panik orang-orang parpol yg padahal sudah mulai getol berkampanye akhir-akhir ini di TV. Berikut ini kira-kira perintah orang dibalik Nazaruddin. Simak ya :). Orang dibalik nazarudin bilang gini (sebut saja, Paduka) : “Nazar, kamu sebutin semua yg berpotensi jadi saingan saya di 2014, biar nanti saya suruh media milik saya untuk memberitakannya heboh dan mereka tersingkir dengan sendirinya. Tau kan TV punya saya??” Nazar: “TV yang mana ya paduka?” Paduka: “Halah, itu lho TV kompor, TV yg paling jenius dan pinter-pinter!!” Nazar: “Jenius??oooh yg suka bikin kesaksian atau testimoni palsu ya paduka, sama nyelewengin uang titipan pemirsa buat bebasin TKI yg mau dipancung, bukannya dikasih ke TKI lain yg membutuhkan TAPI uangnya malah dikasih buat foya-foya ya paduka??” Paduka: Nah itu kamu tau!!” Nazar: “Wah kalo tau gitu saya ndaftar buat dipancung di arab paduka, lumayan kan dpt 4 miliar cuma-cuma, gak perlu balik ke indonesia malah di penjara gini.”

    Posted by Aji Rawarontek | 20 Januari 2012, 1:02 pm
  121. satu2nya pejabat yang punya pans ribuan di facebook adalah pak Dahlan Iskan…jadi untuk orang yang masih waras pasti berfikir, kalau pak DI bukan pejabat sembarangan yang kelakuannya pasaran

    Posted by Lukman | 20 Januari 2012, 2:35 pm
  122. Walikota Solo memang ajib …..

    http://www.pantonanews.com/beranda

    Posted by Aa Hidayat | 20 Januari 2012, 2:57 pm
  123. Ok goodluck Pak Dahlan!! natinalism from ours….

    Posted by luaydpk | 20 Januari 2012, 3:08 pm
  124. Setelah Gus Dur tiada ada pak dahlan yg pro rakyat maju terus pak RI 1 menunggu …..

    Posted by anak bangsa | 20 Januari 2012, 3:17 pm
  125. Saya suka analisisnya pak DI, bisa diterima dan mengapresiasi karya anak negeri. Bukan sekedar latah dan ikut2an atau bahkan meremehkan karya putra bangsa.
    Kita tetap harus jujur bahwa tidak semudah itu menciptakan mobil nasional, kita bisa berkaca saat produk sepeda motor cina membanjiri pasar dalam negeri akhirnya mereka berguguran karena produknya kurang bagus karena harga murah dan pelayanan purna jual yang kurang baik. Dan yang lebih penting harga jual kembali produk yang jatuh.
    Jujur kita harus akui kita semua masih lebih yakin dan percaya pada jenis produk tertentu yang berasal dari luar negeri. Tapi saya sangat berharap pemerintah juga bisa membantu setiap anak bangsa yang berkarya positif demi kemajuan bangsa suatu saat kelak.
    Semoga pak Dahlan sehat selalu dan dapat melanjutkan pembangunan dan perbaikan BUMN agar masyarakat ikut menikmati hasilnya nanti. Amin.

    Posted by Bambang supriyanto | 20 Januari 2012, 11:33 pm
  126. Masih banyaknya pejabat yg tidak peka dan kurang pandai menyikapi persoalan yg diapresiasi tanpa telaah yg lebih teliti dan hanya mengedepankan emosi.
    Saya salut dg pemikiran Bp Dis yg sll kritis, out of the box, dan tidak hanya dari satu sisi, sehingga setelah membaca tulisan beliau saya khususnya jadi sering bergumam dalam diri, ” iya ya, koq aku gak sampai bisa terpikir seperti itu”.
    hampir selalu dalam membaca tulisan beliau saya temukan kejutan2 indah tentang cara pandang yg beda dgn orang kebanyakan, dan setahu saya beliau punya komitmen yg kuat dengan yg beliau katakan. Hal inilah yg membedakan beliau dg orang2 pintar lainya, sehingga kerinduan akan tulisan2nya
    selalu saya tunggu, walau hampir seminggu sekali dapat dipastikan kehadiranya, namun kerinduan akan kejutan2 indah tersebut, membuat seminggu terasa lamaaaaa sekali.

    Posted by taufik bachtiar | 21 Januari 2012, 7:19 am
  127. siapakah lulusan ITB yang dimaksud ya..hmm penasaran nih 😀

    Posted by adiekeputran | 21 Januari 2012, 9:56 am
  128. Semoga akan indah pada waktunya

    Posted by Adi Sucipto | 21 Januari 2012, 3:48 pm
  129. Wah, ternyata Pak Menteri menanggapi komentar saya,
    Luaar biasaaa !!!

    Bukan dijawab oleh aspri atau sekertaris, tapi langsung oleh beliau sendiri ke e-mail account saya.

    Salut buat menteri yang satu ini.

    Posted by M. Erick Antariksa | 21 Januari 2012, 8:15 pm
    • layakkah for RI 2014?

      Posted by bonek | 22 Januari 2012, 9:38 am
    • Mohon bocoran balasan beliau, tidak perlu dicopy paste cukup intinya beliau mendukung ide lokomotif gas atau ada pandangan lain dari beliau. Thanks before

      Posted by Udin | 22 Januari 2012, 6:36 pm
      • Sangat Positif !!
        Beliau juga memiliki pemikiran yang sama.

        Yang membuat saya sangat salut adalah respon beliau. Langsung menjawab dari handheld gadgetnya pribadi. Dengan gaya bertutur langsung kepada inti pembahasan, tak berbasa-basi,

        Dari cara membahasnya, kelihatan beliau sangat memahami dan mengingat berbagai hal yang merupakan tanggung jawabnya.

        Beliau membaca dan membalas pesan larut malam jauh setelah lewat jam kerja kementrian yang dipimpinnya.

        Mudah2an sebentar lagi kita bisa punya kereta api BBG yang Hemat, Hijau, dan Hebat karya INKA yang Menguntungkan, Memudahkan, dan Membanggakan BANGSA. Aamiin.

        …2014? Ah, kenapa harus memikirkan 2014. Kerjakan yang terbaik di tahun 2012 ini, kerjakan lebih baik lagi di tahun 2013 nanti, maka pasti hasil terbaik akan menyambut di tahun 2014 nanti (menurut saya lhoo ini)

        Posted by M. Erick Antariksa | 23 Januari 2012, 1:45 pm
  130. Nasionalisme Dan patriotisme bisa dibangun lewat Karya dalam negeri.
    Industri yg mendukung alat pertahanan jg mohon diperhatikan, kita py wilayah luas dan sering dilanggar negara lain karena kekurangan Kapal n pesawat patroli. Singapura yg kecil aja kapal selamnya lebih banyak dari kapal selam indonesia. VIVA DAHLAN ISKAN !!!!!!!!!!

    Posted by Sylvia | 22 Januari 2012, 12:38 pm
  131. Hanya satu kata “BANGGA” !!!

    Posted by Kang Jo | 22 Januari 2012, 7:59 pm
  132. hmmmm….. kira2 tulisan tentang apa ya yang bakal beliau munculkan hari ini.

    Posted by syaif | 23 Januari 2012, 4:30 am
  133. Cara cerdik “DAHLAN ISKAN”, inilah cara cerdik Menteri Negara ala wartawan menjawab kritikan pedas tentang komentar beliau bahwa mobil ESEMKA belum siap jadi mobnas.

    DAHLAN ISKAN jadi Presiden, jangan dibicarakan dulu biar beliau selesaikan BUMN yang ruwet
    DAHLAN ISKAN jadi Ketua PSSI, jangan ah, tugas menyelesaikan BUMN sangat berat, terutama mengikis titipan-titipan politik

    Posted by Benny Arifin Y.A. | 23 Januari 2012, 6:15 am
    • Setuju banget…beliau biar ngurus bumn yang jlimet ini..biar ngak musyrik kata bang dahlan..tp jujur berharap beliau jd presiden suatu saat nanti walau umur beliau wis ngak muda lagi

      Posted by caderkeren | 23 Januari 2012, 11:39 am
  134. Wow wow Dahsyat!!!!

    Berkali2 pak DI bikin saya terkagum2, saya kirim dukungan dan doa buat pak DI!!!

    Baby Wrap

    Posted by Baby Wrap | 23 Januari 2012, 8:52 am
  135. Udah keluar yg baru di “http://fokus.vivanews.com/news/read/282255-pergantian-direksi-yang-sangat-bising” . Apakah ada update lagi ?

    Posted by Enzo | 23 Januari 2012, 9:16 pm
  136. Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam suatu bidang jurnalis tentunya banyak pengalaman menulis dilakaukan oleh pak dahlan iskan ini. Coba tengok isi blog ini, beliau dengan amat mudah menuliskan isi pikirannya. Selamat pak dahlan iskan terhadap semua tulisannya yang enak untuk dibaca.

    Posted by adi munandar | 24 Januari 2012, 5:22 am
  137. Kalau gitu presidennya pak DIS dan wakilnya pak Jokowi….setuju kan???

    Posted by alumumba | 24 Januari 2012, 7:43 am
  138. Luar biasa industri Automotive national saat ini akan bisa bangkit, mudah-mudahan automotive kita segera bangkit.

    Posted by automaxz | 24 Januari 2012, 8:42 am
  139. Saya tuh malas baca tentang PLN..KAI..BUMN..dll..tapi kalo yang nulis Pak DI saya ko’ jadi ngilkuti terus..baca sampe habis..ntar dibaca ulang lagi..Segeeer gitu..Bravo Pak DI. Tetap Semangat dan jauhi orang2 yg hanya berpikir sesaat dan sesat…Salam

    Posted by hadi | 24 Januari 2012, 10:50 pm
  140. semangat jadi berkobar2 klo baca note pak DI…maju terus pak anda telah berhasil menginspirasi kami…generasi muda…

    Posted by Angin Putih | 25 Januari 2012, 2:28 pm
  141. Ing Ngarsu sung Tulodo, Ing Madyo mangun KArso, Tut Wuri Handayani…..
    Saatnya para pemimpin memberikan contoh nyata dengan mengganti kendaraan dinasnya dengan produk anak negeri.

    Maju terus mas Dahlan, kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ridha.
    لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
    آمِيّنْ آمِيّنْ يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    Posted by Senin Surasa | 26 Januari 2012, 8:49 am
  142. Siap pak. Semoga nasionalisme kami teruji, dgn tetap membeli produk buatan sendiri., dan jangan lupa doain kami bisa membelinya ya pak… Amin … Trus jalannya ditambah biar bandung ngg maceeeet … Atau angkutan kereta krdnya di buat lebih nyaman, lebih banyak dan lebih tepat waktu … Sekarang sudah banyak kemajuan… Sukses pak …

    Posted by titis | 1 Februari 2012, 4:17 am
  143. ketika sudah ada pemimpin yang amanah,dan punya integritas untuk tidak mementingkan kepentingan pribadi dan selalu berpikir untuk hajat hidup orang banyak maka sudah saatnya kita bersatu mendukung P Dis untuk selalu terdepan dalam setiap perubahan negeri ini ke arah negara yang makmur dan sejahtera yang semua element bangsa ini dapat maju dan bangga menikmati hasil dari karya anak bangsa indonesia

    Bravo P DIS..

    Posted by zainuri | 1 Februari 2012, 2:50 pm
  144. inspiring pak, thx! btw, ga ada rencana nulis novel pak?

    Posted by ucup maning | 1 Februari 2012, 5:38 pm
  145. Saya hanya bagian dr masyarakat kecil yang awam. Membaca tulisan2 pak Dahlan membuat saya terharu, rupanya masih ada orang2 di level pejabat yang gigih dan penuh dedikasi pada apa yang telah diamanahkan di pundak mereka. Semoga pak Dahlan dan para penguasa yang baik yang msh tersisa di negeri ini selalu dilindungi dan diberi kekuatan oleh Allah swt agar dapat selalu istiqomah dalam mengemban amanah dan tahan dari godaan apapun.

    Posted by with | 2 Februari 2012, 4:33 pm
  146. inilah saatnya kita bangkit di atas kaki sendiri..jangan mau dijadikan budak bangsa lain

    Posted by hajar tauhid | 3 Februari 2012, 11:31 pm
  147. Saya ibu rumah tangga biasa yg tiap hari menangis melihat berita di tv tentang kondisi bangsa ini, ibarat kapal tanpa nakhoda yg tiap saat bisa karam, sementara tdk ada yg bisa saya perbuat, rasanya gregetan sama pemimpin2 yg dzalim itu, pengen saya kruwes2, naluriah wanita. Beruntung saya menemukan blog ini gara gara googling nama pak dis, saya berharap pak dis trs bisa membawa perubahan pd negara ini, pak dis ibarat setetes air di tengah padang pasir, we count on you pak, to stop our tears. Go pak dis!!

    Posted by Lady | 4 Februari 2012, 12:40 pm
  148. Ya Allah ya Tuhanku…jadikanlah pak Dahlan Iskan presiden republik Indonesia
    atau…..
    hidupkanlah kembali bung Karno untuk memimpin Indonesia

    Posted by hendi siswoyo | 7 Februari 2012, 2:38 pm
  149. saya setuju ..karena sebuah fokus itu sangat penting dalam sebuah pekerjaan untuk memperoleh hasil yang maksimal

    Posted by godbless | 23 Februari 2012, 2:53 pm
  150. smoga segera bermunculan orang2 sprt pak Dis,agar negeri ini segera lepas dari keterpurukan..

    Posted by payjoe | 1 Maret 2012, 5:31 pm
  151. orang seperti pk dis itu seluruh hidupnya hanya untuk sebuah pengabdian,smoga Tuhan slalu memberi hidayah serta kekuatan pada pk dis,agar spy beliau mampu mewujudkan bumi nusantara ini berjaya kembali seperti wkt silam,Amiin…

    Posted by payjoe | 1 Maret 2012, 5:38 pm
  152. kalau kita hanya mendukung beliau untuk maju menjadi presiden, apa bedanya dengan anggota dewan yg sukanya cuma ngomong. . . .
    apa tidak lebih baiknya kita sama-sama gelorakan semangat beliau dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. . .
    saya rasa lebih terlihat dampaknya untuk Indonesia dari pada hanya ikut euforia saja… so, ayo fokus !!!!

    Posted by N0~file | 11 Maret 2012, 7:37 am
  153. semngat bapak menteri !

    Posted by pulsa | 7 Februari 2013, 1:49 pm
  154. Sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf jantung atau otak. Sifilis yang tak disembuhkan dapat berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena sifilis atau menemukan pasangan seks yang mungkin terkena sifilis dianjurkan untuk segera menemui dokter secepat mungkin. Gejala Penyakit Sifilis Gejala penyakit Sifilis sering kali menipu. Kadang luka yang disebabkan oleh Sifilis bisa keliatan dan bisa juga tidak. Luka Sifilis pun sering tersembunyi antara lain pada vagina anus atau mulut. Banyak orang yang terinfeksi Sifilis tidak menampakkan gejala selama bertahuntahun. Hal ini berbahaya bila tidak segera ditangani. Jadi penularan dapat menyebar dari penderita yang tidak menyadari penyakitnya.

    Posted by PUTRI AYU PERTIWI | 11 Februari 2015, 6:08 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Fokus pada core bisnis. « ATI – sekumpulan arek arek teknik industri '08 - 19 Januari 2012

  2. Ping-balik: my inspiration part II « wildworldwords - 9 Februari 2012

  3. Ping-balik: Kampus IT “ku” yang mulai meredup | ..All about Me.. - 25 Oktober 2013

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: