>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This tag is associated with 36 posts

Berebut Kursi Emas dari Kalimantan

Sabtu, 03 Mei 2008, Berebut Kursi Emas dari Kalimantan Oleh Dahlan Iskan Inilah perkembangan terbaru politik Malaysia yang akan ikut menentukan nasib Pulau Kalimantan. Posisi politik bagian utara Pulau Kalimantan itu kini lagi berubah. Ya, kita lagi bicara Sabah dan Sarawak dalam kaitannya dengan hasil Pemilu Malaysia. Tetangga Kaltim dan Kalbar itu kini lagi jadi … Baca lebih lanjut

Haru di Shanghai, Biasa di Jakarta

23 April 2008, Haru di Shanghai, Biasa di Jakarta Catatan Dahlan Iskan Adegan ini mestinya mengharukan. Ketua Senat Prancis Christian Poncelet sampai terbang jauh-jauh ke Shanghai untuk meredakan kemarahan rakyat Tiongkok seminggu terakhir ini. Cara yang dilakukan Prancis juga sangat elegan: menemui Jin Jing, gadis cacat berumur 26 tahun yang kini menjadi pahlawan Olimpiade Beijing. … Baca lebih lanjut

Prancis dan Pahlawan Obor Olimpiade

21 April 2008, Prancis dan Pahlawan Obor Olimpiade Oleh Dahlan Iskan Gangguan terhadap obor olimpiade oleh aktivis kemerdekaan Tibet telah membuat rasa nasionalisme rakyat Tiongkok terbakar. Terutama sejak “peristiwa Paris” pekan lalu. Di ibu kota Prancis itu, api yang lagi dikelilingkan dunia tersebut diserang untuk direbut dari tangan gadis cacat yang membawanya di atas kursi … Baca lebih lanjut

Ketika Api Olimpiade Mampir ke Indonesia

15 April 2008 Ketika Api Olimpiade Mampir ke Indonesia Catatan Dahlan Iskan Apa yang sebaiknya dilakukan di Indonesia saat api Olimpiade Beijing mampir di Jakarta pada 22 April nanti? Tiba-tiba saya memikirkan ini ketika di Beijing setiap hari mengikuti siaran televisi. Kedatangan api olimpiade di setiap negara ternyata disiarkan secara nasional di China berjam-jam lamanya. … Baca lebih lanjut

Menghitung Masa Depan Persebaya (2-Habis)

10 Maret 2008 Menghitung Masa Depan Persebaya (2-Habis) Catatan Dahlan Iskan Mengapa di Persebaya ini “yang memiliki tidak mampu dan yang mampu tidak memiliki”? Penyebabnya sangat mendasar. Dan, celakanya, hal itu hanya akan bisa dipahami oleh orang yang selalu peka terhadap adanya perubahan zaman.

Menghitung Masa Depan Persebaya (1)

09 Mar 2008 Menghitung Masa Depan Persebaya (1) Catatan Dahlan Iskan Inti dari seluruh persoalan Persebaya adalah ini: Yang memiliki tidak mampu Yang mampu tidak memiliki Siapakah yang memiliki Persebaya? Semua sudah tahu. Pemilik Persebaya adalah klub-klub anggota Persebaya (IM, Sakti, Gelora, Asyabaab, dan seterusnya itu).

Mungkinkah Persebaya Jadi PT?

23 Febebruari 2008 Mungkinkah Persebaya Jadi PT? Catatan Dahlan Iskan Karena gonjang-ganjing di Persebaya sudah berakhir dengan baik, saatnya kini sama-sama berpikir jernih. Tapi, sebelum saya menguraikan topik mungkinkah Persebaya jadi perseroan terbatas (PT), akan saya klarifikasi dulu satu ini: bahwa saya dulu berhenti dari ketua umum Persebaya bukan karena diturunkan atau diminta turun oleh … Baca lebih lanjut

Tahun 2008, Tahun Seksi

07 Februari 2008 Catatan Dahlan Iskan Shio Tikus, Saat Cerdas Mencari Uang Shio Tikus adalah shio yang terhebat di antara 12 shio yang ada. Tikus juga melambangkan binatang yang paling cerdas. Khususnya cerdas dalam mencari uang. Karena itu, belakangan ini banyak ibu yang lagi hamil tua pada bingung: mau cepat-cepat melahirkn agar anaknya bershio babi … Baca lebih lanjut

Saya Percaya, Padang Ekspres “Sudah Dewasa”

25 Januari 2008 Saya Percaya, Padang Ekspres “Sudah Dewasa” Catatan Dahlan Iskan SAYA tidak pernah mau menghadiri acara ulang tahun atau sebangsanya yang dilakukan anak-anak perusahaan grup Jawa Pos yang saya pimpin. Memang, ketika diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan Graha Pena Padang (yang akan dipakai kantor Padang Ekspres) setahun yang lalu, saya berada di … Baca lebih lanjut

Tunggu Tanda Tangan

22 Januari 2008 Tunggu Tanda Tangan Catatan Dahlan Iskan “KAPAN Pak Harto meninggal dunia?,” tanya teman saya yang sebenarnya amat dekat dengan keluarga mantan presiden Indonesia itu. “Tunggu Pak SBY menandatangani surat pengampunan,” jawab saya sekenanya, karena memang tidak tahu sikap sebenarnya Presiden Indonesia yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).