>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, New Hope

Dari Berburu Berita ke Berburu Sengon

9 Maret 2015

Saya melihat gejala baru. Kelilinglah pedesaan Jawa: begitu banyak pohon sengon sekarang ini. Tanpa ada program penghijauan dari pemerintah pun, rakyat sudah terdorong sendiri untuk menanam sengon. Ini karena nilai ekonominya yang sudah terbukti: tiap hektare bisa menghasilkan Rp 500 juta. Bersih. Seleksi alam kelihatannya sudah memutuskan ini: sengon juaranya. Juara di antara tanaman keras. Tentu jangan dibandingkan dengan, misalnya, tanaman buah tropik.

Dulu begitu banyak tanaman keras yang dianjurkan untuk digalakkan: jabon, kemiri sunan, jarak pagar, lamtoro gung, sengon buto, dan seterusnya. Hampir semuanya gagal. Karena tidak ada dorongan keuntungan ekonomi. Tidak ada yang terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan.

Jabon terbukti kalah dari sengon. Harga jualnya sekitar 20 persen di bawah sengon. Ini karena warna kayu jabon kurang disukai industri mebel di luar negeri. Terlalu putih. Kemiri sunan, mungkin akan bernasib sama dengan jarak: lebih gagal lagi. Bahkan membuat rakyat marah. Jarak yang siap panen dibabat. Satu hektare tanaman jarak memang hanya menghasilkan kurang dari setengah juta rupiah setahun.

Sengon buto, ternyata juga tidak laku. Memiliki terlalu banyak cabang. Kurang laku dijual. Tidak bisa untuk bahan baku industri mebel. Lamtoro gung, ternyata membawa penyakit yang menular ke tanaman sekitar.

Sengon tradisionallah yang ternyata mengalahkan semua itu. Maka jelaslah, untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di Jawa, sengon adalah pilihan utama. Jangan kaliandra. Biar saya dulu yang tanam kaliandra. Itu pun di luar Jawa. Begitu banyak yang ingin mengikuti saya menanam kaliandra. Biasanya saya tanya dulu: lahannya di mana? Begitu dia menyebut di Jawa, saya langsung tegaskan: jangan! Jangan tanam kaliandra. Jawa terlalu subur untuk kaliandra. Sama-sama menanam pohon, untuk di Jawa, lebih baik sengon. Apalagi, kini sudah berdiri banyak sekali pabrik pengolahan kayu sengon. Tidak mungkin lagi tidak ada pasarnya. Bahkan, pabrik-pabrik itulah yang kini haus sengon.

Biarlah kaliandra dicoba di daerah-daerah khusus di luar Jawa yang gersang dan yang tidak memiliki sumber listrik. Saya, bersama tim, baru mulai mencoba di Sumba, Sumbawa, Lingga, Singkep, Kaltim, dan Bolaang Mongondow. Kita lihat dulu berhasil atau tidak.

Memang tanaman sengon baru bisa ditebang setelah berumur lima tahun. Tapi, hasilnya sungguh menarik. Dalam lima tahun itu, per hektare, bisa menghasilkan Rp 500 juta. Bersih. Sudah dipotong biaya. Berarti satu tahun Rp 100 juta. Sama dengan gaji pegawai satu bulan Rp 8 juta. Tidak kecil, bukan? Dalam jangka panjang pasarnya pun terjamin. Gerakan anti penebangan hutan sedunia membuat industri kayu beralih ke tanaman rakyat.

Apalagi, hampir tidak ada hama. Satu-satunya hama adalah karat puru. Itu pun mudah ketahuan. Kanker itu muncul di dahan dalam bentuk benjolan besar. Dahan itu bisa langsung dipotong. Bagian yang terkena penyakit itu harus dikubur. Jangan dibuang begitu saja. Jangan juga dibakar. ”Hama” lainnya adalah kebakaran. Tapi, ini juga gampang terlihat. Yang tidak mudah terlihat adalah hama yang satu ini: ditebang orang di tengah malam.

Selebihnya tidak ada masalah. Memang ada yang mengkritik tanaman sengon membuat orang malas: tinggal tunggu hasil selama lima tahun sambil ongkang-ongkang kaki. Tidak perlu bekerja setiap hari seperti menanam padi. Atau menanam buah tropik. Para penggiat buah tropik pasti benci ini. Anak muda yang gigih seperti Mas Pratomo dari Ungaran tidak akan tergiur sengon. Mas Pratomo sudah membuktikan bahwa buah tropik bisa menghasilkan dua kali lipat dari sengon. Juga tidak perlu menunggu lima tahun. ”Memangnya perut kosong bisa disuruh menunggu lima tahun?” ujar Mas Pratomo.

Begitu banyak tanaman buah yang jadi pilihan: kelengkeng genjah, buah naga, durian pendek, dan tentu saja sirsat. Hanya, petaninya memang harus berpengetahuan, harus rajin (utun), dan harus berjiwa bisnis. ”Kita kan harus membangun masyarakat. Agar rajin dan kerja keras,” ujar Mas Pratomo. ”Biar bisa seperti bangsa Korea atau Jepang,” tambahnya.

Ke depan, sengon kelihatannya akan berfungsi sebagai tabungan pedesaan. Bukan sebagai mata pencaharian. Sawahlah mata pencaharian itu. Sedang ladangnya ditanami sengon. Tabungan itu diperlukan karena kelak anaknya minta sepeda motor. Atau meneruskan kuliah ke perguruan tinggi. Atau bagi daerah seperti Wonogiri yang bupatinya sangat getol menggalakkan penanaman singkong, mata pencahariannya adalah singkong itu. Toh juga sukses. Sengon untuk tabungan.

Saya perhatikan bupati Kepahiang di Bengkulu juga kampanye ini: rakyat yang mau kaya, tanamlah sengon. Demikian juga bupati Aceh Timur. Hanya Kalimantan dan Jambi-Riau yang kelihatannya tidak cocok untuk sengon.

Saya juga punya seorang teman. Mantan wartawan terkemuka Republika di Jakarta. Namanya Guntoro. Prestasinya sebagai wartawan sangat menonjol: gigih dan rajin mengejar berita. Kini dia gigih mengejar sengon. Dia tinggalkan dunia kewartawanan. Yang full stres itu. Dia tinggalkan Jakarta. Yang full ruwet itu. Dia beli tanah yang masih murah di desa di Jabar. Dia tinggal di desa itu. Pekarangan rumah yang dia tinggali sangat luas: 3 hektare. Dari segi luasan pekarangan, orang terkaya di Jakarta pun dia kalahkan. Tidak ada orang kaya di Jakarta yang pekarangan rumahnya 3 hektare. ”Tidak pernah lagi terkena macet,” guraunya.

Selama delapan tahun meninggalkan dunia hiruk pikuk kewartawanan di Jakarta, Guntoro sudah berubah total. Kini dia sudah memiliki tanaman sengon 800 hektare. ”Tiap tahun beli tanah sedikit-sedikit, Mas,” katanya. ”Saya ingin jadi raja sengon,” tambahnya.

Hitung sendiri berapa kekayaannya: 800 x Rp 500 juta = Rp 400 miliar! Percayailah separonya. Atau sepertiganya. Tetap saja menitikkan air liur. ”Jangankan jadi wartawan, jadi pemilik koran pun belum akan bisa dapat angka itu,” katanya bergurau.

Begitu banyak pilihan untuk kaya. Begitu luas lahan di Jawa yang dibiarkan telantar. Dengan sengon, Jawa bisa hijau. Juga warna mata penduduknya. (*)

Iklan

Diskusi

82 thoughts on “Dari Berburu Berita ke Berburu Sengon

  1. PertamaX dan sdh baca di JPNN Online hr sabtu. Sengon done, kaliandra ikut dong pak di kalteng

    Posted by Ndokaja | 9 Maret 2015, 6:27 am
  2. hebat Pak, Optimisme muncul lagi
    kekayaan dapat di peroleh dari mana saja

    Posted by remi | 9 Maret 2015, 6:35 am
  3. Top……

    Posted by Elisabeth | 9 Maret 2015, 6:41 am
  4. Syukurlah petani sengon akhirnya cerah ekonominya. Biar keluar dari pakem kalau petani Indonesia itu miskin

    Posted by eviindrawanto | 9 Maret 2015, 6:42 am
  5. mantap sekali untuk petani sengon tp untuk petani padi gimana?waktu panen begini harga gabah anjlok

    Posted by chasbi | 9 Maret 2015, 6:51 am
  6. hello pak dahlan,
    bagus sekali membaca berita yang bapak sampaikan.
    TETAPI, sekali lagi TETAPI, betulkah bapak sudah confirmasi bahwa harga sengon per hektar Rp 500 juta ?
    Ternyata, KELIRU BESAR.
    Di kepahiang Propinsi Bengkulu, ternyata 1 batang sengon dihargai 30 ribu rupiah saja, jarak tanam sengon sekitar 5 meter per batang, sehingga 1 hektar sengon kira-kira 200 biji saja, jadi harga 1 hektar sengon hanya 6 juta rupiah saja.
    Sengon tersebut dipakai untuk pabrik pembuat Tripplek, sedangkan pabriknya dapat membuat tripplek dari bahan kayu karet, dan juga dari Bamboo.
    al hasil, petani sengon yang diprogramkan oleh bupati kepahiang is NON SENSE, hanya BESAR Omong saja, hasilnya petani malah RUGI, itu hanya proyek reboisasi saja, bukan untuk buat cari UANG petani, tapi hanya buat segelintir orang saja.
    Sebelum bapak membuat berita, sebaiknya bapak mengirim tim survey bapak ke daerah yang sebenarnya, lalu tanya sebenarnya, dan konfirmasi sebenarnya. BUKAN TULISAN di atas KERTAS yang mengelabui banyak MANUSIA.

    Posted by sudi | 9 Maret 2015, 7:47 am
    • Bapak ngetung juga salah. Jarak tanam 5 meter itu isinya 400 batang. Jadi, ketemu 12 jt. Kalo cuma dihargai 30 ribu itu tergantung yang memeliharara pinter nggak. Juga jarak tempat penebangan sama pabriknya….

      Posted by Widi | 9 Maret 2015, 8:27 am
    • saya rasa juga begitu,sengon kan kayu yang empuk,masa bisa ngalahkan jati,gak masuk akal lah,saya juga pernah menanamnya harga kayu yg paling murahlah sengon itu

      Posted by didik | 10 Maret 2015, 5:48 am
      • hhm…memang lebih mahal Jati, tp tidak secepat sengon dalam hal panen. saya petani jati dan sengon, dan menurut pengalaman, sengon masih lbh baik dalam hal pendapatan. oiya. perhektar saya tanam 1000 pohon, dan di tahun ke tiga, saya tebang setengahnya, jadi di akhir tahun ke lima tinggal tersisa 200 pohon (krna beberapa mati, dll). setelah dihitung2, kalo ditotal bisa mendapat 200 juta lbh per hektarnya, itupun sudah dipotong biaya perawatan dan pupuk. oya, saya bertempat di majenang (cilacap). kami disini lebih memilih menjual per pohon daripada sistem lain, krna terbukti jauh lbh mahal (bisa 5-6 kali lipatnya). sukur2, sudah punya truck sendiri dan pemotongan sendiri, jd tinggal kirim ke pengimpor, dan pastinya harga jualnya sudah jauh melonjak juga.

        trima kasih,
        sekedar sharing.

        Posted by thom's | 12 September 2015, 11:42 am
        • saya juga punya kebun sengon kecil sih cuma 500 an pohon….saya berpikir dari pada ditebas tengkulak dengan harga murah, gimana caranya supaya bisa jual sendiri y pak…. trus apa ada surat-surat yang harus dilengkapi untuk pengiriman kayunya ? terima kasih

          Posted by kusananiati | 11 Agustus 2016, 11:57 am
  7. salut buat Abah…. smoga panjang umur … 2019 sbentar lagi… kan hati abah masih muda… Vote for DI 2019

    Posted by damar@rangkas | 9 Maret 2015, 8:41 am
  8. enggeh tuh abah… ora asal ngayal ngono…. ooooouueenak tenan kalok iso… piye tooo….

    Posted by Suparno | 9 Maret 2015, 8:46 am
  9. Mungkin ada bisa kasi info nomor kontak klau mau belajar berkebun sengon di makassar atau sulsel. Tks sblmnya

    Posted by Heiruddin | 9 Maret 2015, 9:18 am
  10. saya bekerja sbg agent real estate dari era tjandra south, 5 tahun yg lalu sy pernah antar client ke pacet u/ cari tanah buat di tanamin sengon, client sy cerita, tanam sengon lebih baik drpd jati, karena panennya cepat, 5 tahun yg lalu harga 1 pohon yg berusia 4 tahun sekitar 3 jt an, jd kl 1 hektar bisa panen 400 x 3 jt = 1,2 M, tp itu kotor, blm dihitung biaya perawatan, sewa lahan, dan penjaga. Nah u/ tutup ongkos perawatan, sewa lahan, dan penjaga, dan supaya ada nilai tambah , client saya tanam rumput gajah di antara pohon sengon dan angon kambing serta sapi. 5 tahun yg lalu sewa lahan di pacet u/ sengon sekitar 10 jt/thn, u/ satu hektarnya, tp itu bukan yg di pinggir jalan ya. Lalu u/ yg menjaga dan angon sapi serta kambing, biasanya dia gunakan pemilik lahan tersebut, sistemnya bagi hasil, cuma sy tdk tahu proporsinya bagaimana. Semoga sharing ini bermanfaat, kl ada yg salah mohon dimaafkan, karena sy hanya meneruskan cerita client saya.

    Buat bp sudi di bengkulu, saran saya agar ada nilai tambah coba tanam rumput gajah di antara pohon sengon dan angon kambing serta sapi. Coba jg bentuk asosiasi penanam sengon, bisa dlm bentuk koperasi u/ meningkatkan nilai tawar terhadap para pemilik pabrik pengolah kayu sengon. Kalau saran saya salah, sy mohon maaf, yah namanya jg tukar pikiran. Amin.

    Posted by roy | 9 Maret 2015, 9:27 am
    • Nglindur ato gimana harga jati kalah sama sengon,sengon itu kayunya rapuh bnget buat mebel ato bangunan gak bisa,

      Posted by didik | 10 Maret 2015, 5:52 am
      • Iya pak didik, sengon ini kayu rapuh. dan memang peruntukannya bukan buat bangunan. dia dipakai untuk mebel khusus kayu partikel. bapak pernah tau produk meja belajar merk olymp*c ? nah sekilas seperti itu jadinya. kayu sengon dihancurin ditambah resin, kemudian dicetak jadi kayu lembaran.
        secara kekuatan memang kalah sama jati, cuman kepraktisannya membuat kayu tsb bagus untuk model mebel knockdown. serta nilai ekonomisnya yg murah dibanding jati, serta masa panennya yg lebih cepat drpd jati, membuat sengon sekarang jadi primadona industri mebel.

        kalau harga memang kalah sama jati, tapi jati super, panen perdana br bisa ditebang setelah 10th
        sedang sengon, 5th sdh bisa dipanen

        demikian semoga membantu, mhn maaf jika saya salah

        Posted by nopi@gmail.com | 10 Maret 2015, 7:54 am
    • saya menanam mencoba 1hektar dsaja hasilnya sekitar 700 pohon diameter up 45cm dg harga per pohon maksimal 65rb itu umur 7tahun= 700 x 65.000 = 45.500.000 biaya perawatan 1pohon = 3000/tahun jadi biaya = 700x3000x7=14.700.000,,keuntungannya 45.500.000-14.700.000=30.800.000 itu selama 7 tahun…berarti keuntungan 1 tahun cuma 4juta an….

      Posted by angga | 11 Juni 2015, 10:20 am
      • waduh..anda ditipu mas..
        per meter3 utk diameter up 30 cm itu aja lbh lebih dr 1 juta. dan satu batang pohon itu bisa 1,5-3 meter3. yg artinya, harusnya dihargai 3-4 juta mas.
        saran saya, jangan borongan mas.
        atau klo anda punya modal, mending tebang sendiri, ptong sendiri, terus dikirim ke pabrik kayu terdekat. itu akan jauhhh lbh bernilai.

        Posted by thom's | 12 September 2015, 11:48 am
    • Bisa tw jual sengon kemana ya???masak sengon saya cm ditawar mentok 43 juta…pdahal pohon nya banyak skitar 500an (campur kecil sedang besar)

      Posted by yustinus | 7 Oktober 2015, 7:40 pm
  11. “Dengan sengon, Jawa bisa hijau. Juga warna mata penduduknya. (*)” Kalau di Indonesia lihat uang mata jadi merah, krn mata uang tertinggi berwarna merah.

    Posted by lumpiarivai | 9 Maret 2015, 9:29 am
  12. kalau g ada lahan gimna pak DI ?kalau petani sebenernya didesa juga sudah kecukupan karena petani punya sawah/lahan tapi kalau BURUH tani gimna mau tanam sengon dmna soalnya g ada lahan sedangkan yang hidup susah didesa bukan petani tp buruh tani.

    Posted by enzo | 9 Maret 2015, 10:45 am
  13. Oke, memang banyak jalan menuju kaya. Tinggal bagaimana ihtiarnya juga bagaimana doanya.

    Posted by Didin Mahardi | 9 Maret 2015, 10:56 am
  14. Memang benar p.DI saya pun tertarik menanam sengon…sudah menanam 2 tempat hanya saja g sempat merawat dengan baik krn sibuk d kantor…klo di jember rata2 jarak tanam phon sengon 3 – 4 meter…jd 1 hektar 2500-3000an pohon biasanya g semuanya tumbuh baik….sekitar 20 % mati ato pertumbuhannya lamban…setelah lebih 3 tahun biasanya d lakukan penjarangan..biar pohon lebih cepet besar…harga sengon bervariatif..tergantung lokasi dekat jalan apa tidak…dan besar kecilnya pohon…teman saya juga ada yg sukses…sekarang lahannya banyak…tiap sabtu minggu dia sibuk d lahannya setelah 5 hari sibuk d kantor….untuk pohon jati jenis apapun gak ada yg cepat bs d panen…terlalu lama untuk di tanam d ambil hasilnya mmg harganya mahal tapi gak sebanding dengan lamanya menurut saya.

    Posted by umfifa | 9 Maret 2015, 11:19 am
  15. go green with sengon.
    “percayailah setengahnya atau sepertiganya (dari IDR 400M) masih ngiler juga”

    Posted by fia | 9 Maret 2015, 11:25 am
  16. Kalo perlu gusur semua kawasan-kawasan Industri di Jabodetabek, ga ada gunanya buat masyarakat sekitar.
    Konversi jadi Hutan Sengon

    Posted by Al Farizi | 9 Maret 2015, 2:04 pm
  17. hadir….

    Posted by msodik | 9 Maret 2015, 5:15 pm
  18. Pak Dis, bagaimana dengan Jati emas yg konon akarnya dapat menahan pergerakan tanah ?

    Posted by sam | 9 Maret 2015, 5:50 pm
  19. Jadi inget film jepang, judulnya “the woods” tentang anak muda yg memutuskan untuk berprofesi sbg penebang pohon setelah ikut sebuah summer camp Khusus cara bertani pohon jati di pedesaan. Seru dan inspiratif ^^

    Posted by ulhia.putri | 9 Maret 2015, 7:09 pm
  20. nah ini yg tdk ada pd jokowi

    Posted by abdillah | 9 Maret 2015, 9:51 pm
  21. Hitungannya terlalu optimis, tp optimis juga perlu

    Posted by santosa | 10 Maret 2015, 12:21 pm
  22. Pak DI, saya punya dua lahan sengon dan masing-masing sekitar 1 ha lebih di Pandeglang. Jumlah pohon per ha sekitar 2500 pohon dengan jarak tanam sekitar 2×2 m. Umurnya sekarang sudah 3 tahun dan ketika saya tawarkan untuk ditebang habis hanya dihargai 20 jutaan. Saya nyesek dengernya karena biaya yang saya keluarkan sudah lebih dari itu. Sangat jauh dari informasi yang Bapak kabarkan.
    Saya setuju untuk reboisasi, namun sebagai tabungan kok kurang prospektif ya.

    Posted by nyoman | 10 Maret 2015, 5:27 pm
    • Apa nggak terlalu rapat, Pak, 2 x 2 m? Batangnya kan jadinya kecil2?

      Posted by namasayamiyabi | 19 Maret 2015, 2:08 pm
    • iya pak saya nanam juga jarak segitu…udah ideal dan harganya menyedihkan…belum lagi misal lahannya dapat nyewa wooooaaa minus banyak malah hehehe…kedepannya semoga pemerintah atau pak dahlan iskan ini bisa mengamankan harga sengon,,ada pakemnya lah ato patokan gausah melonjak tinggi tapi juga jangan konyol terlalu rendah nantinya…kalo cuma sebulan terus rugi masih gpp…lha ini udah nunggu 5 thun lebih eeehhhh…mimpinya ludess

      Posted by nona nalla | 11 Juni 2015, 10:25 am
  23. El

    Dikirim dari Yahoo Mail pada Android

    Posted by anjas Pujianto | 10 Maret 2015, 5:53 pm
  24. bisnis yang menjanjikan, tapi masih ragu terkait harga sengon yang bapak sampaikan……setuju komentarnya bang ENZO, yang miskin itu buruh tani yang tidak punya lahan…..

    Posted by sutarno dwijo s. | 11 Maret 2015, 5:36 am
  25. Dikirim dari Yahoo Mail pada Android

    Posted by anjas Pujianto | 11 Maret 2015, 8:08 am
  26. di Malang menurut info, sengon laut umur 5 tahun dengan diameter.. (wah lupa), 1 batangnya bisa sampai Rp. 2 juta

    Posted by desianugrah | 11 Maret 2015, 10:22 am
  27. Soal harga atau keuntungan, semuanya kembali kepada hukum pasar. Bila supply lebih banyak dari demand, pasti harganya anjlok. Mau sengon atau emas atau minyak tidak ada bedanya. Jadi bila semua orang menanam sengon, bisa dibayangkan harganya akan bagaimana. Dari sudut ekonomi, selain meningkatkan supply juga perlu menggalakkan demand, yaitu bagaimana ekonomi bertumbuh sehingga daya beli meningkat.

    Posted by oguds | 13 Maret 2015, 9:11 am
  28. bagi yang belum merasakan laba dari hasil perkebunan, silahkan di cek aja sendiri ke tkp, kan beres . gak perlu berburuk sangka dan kasi komen yang gak perlu. kita orang timur mesti ada tata krama kepada yang lebih tua atau dituakan. jiayou pak dahlan !!! ada usulan buat pak dahlan untuk bikin artikel tentang perkebunan aren, karena banyak pakar yang memberikan prospek dari perkebunan aren, bisa menghasilkan 500 juta per hektar per tahun, dan itu terus berlanjut sampe pohonnya gak keluar nira lagi, estimasi 10 tahun, jadi per ha bisa menghasilkan 5 m setelah mulai mengeluarkan nira sampe nira nya habis. thanks.

    Posted by jemmykosasih | 13 Maret 2015, 10:39 am
  29. bapak. izin reblog ya. 😀

    Posted by shreewhynie | 18 Maret 2015, 5:10 pm
  30. Reblogged this on shreewhynie and commented:
    Bapak Dahlan Iskan. Tulisannya selalu memberi setitik asa ditengah pekatnya gelap malam pengharapan.

    Posted by shreewhynie | 18 Maret 2015, 5:12 pm
  31. Meneruskan info dari temanku yg baru aja manen sengon Feb 2015, lokasi kebunnya di salah satu kabupaten di Jatim,Beliau manen sengon lansung dianter ke pabrik, temanku ini sewa orang buat nebang,dia juga sewa truck buat nganter sengonnya ke pabrik, di pabrik pengolahan sengon itu, sengon dgn grade A (diameter 30 CM) dihargai Rp. 800.000 per kubik,1 pohon bisa menghasilkan 1 kubik lebih, padahal kalo dia jual ke tengkulak,grade A cuma dihargai Rp.400 ribu/ kubik. Jadi intinya tergantung kecerdikan petaninya juga, jgn mau dibohongin sama tengkulak. Dan gak semua tanaman sengon bisa tumbuh menjadi grade A,karna itu tergantung pencahayaan matahari,hama,dsb. Tarolah 60-80% aja yg bisa jadi grade A. Hitungannya 1 hektar minimal bisa nanem 1000 pohon,dari 1000 pohon itu,tarolah 600 pohon yg bisa mencapat predikat grade A, ya dikaliin aja 800 ribu

    Posted by Arif3179 | 22 Maret 2015, 10:28 am
  32. Luar biasa pa dahlan
    Nulis doang aja bisa kasih kami Ide yg bisa hasilkan duit 500 juta/ 5 tahun
    😀

    Hunting tanah ah di kampung saya di ciamis

    Posted by desta | 27 Maret 2015, 6:50 pm
  33. wah jadi kepengen tanam sengon nih kalau hasilnya sebesar itu, itung itung untuk tabungan hari tua.

    Posted by Radensudrajat | 17 April 2015, 8:32 pm
  34. siiip….. aku dah nyoba tanam 1500 batang

    Posted by Samsul Muhadi | 1 Mei 2015, 9:17 pm
  35. saya setuju dengan bang shreewhynie. harga yg diterima untuk grade A (30) berkisar segitu, malah kalau pohon sengon, sampe diameter 10 juga masih diterima walaupun harga per kubiknya sangat jauh dibandingkan dengan grade A. saat ini saya bersama-sama teman2 sedang melakukan penebangan (panen perdana) di lahan sekitar 8 ha usia 4 th (sebagian terkena hama, jd ditebang habis. sebagai tambahan (berdasarkan pengalaman), yg hrs diperhatikan :
    – jarak tanam untuk sengon lebih maksimal di kisaran 3 x 4 m, minimal 3 x 3 m. (pengalaman jarak tanam 2×2 m kurang efektif untuk perkembangan pohon)
    – harus rajin dibersihkan dari tanaman liar (pengalaman karena jarang dibersihkan jd terkena hama ulat sehingga kulit pohon rusak)
    – jangan lupa pemupukan
    terima kasih…

    Posted by ariadi | 10 Mei 2015, 1:06 am
  36. kalau semua nanam melebihi permintaan ya tinggal siap2 nyanyi ” ketika mimpimu yg begitu indah…tak pernah terwujuuuuddd,,,,hmm ya sudahlah…”

    Posted by nona nalla | 11 Juni 2015, 10:36 am
  37. bingung….. sdh ada bibit jabon merah sengon laut…kira2 mn yg bagus ditanam?sy tinggal disulteng

    Posted by abdul rahman | 4 Agustus 2015, 1:31 pm
  38. saya sudah lama jadi pemburu sengon kslow tanah 1 h itu jika d tanam sengon dengan jarak ideal 3*3 mtr kurang lebih isinya 9 ratus pohon lebih. dengan tingkat hidup sekitar kurang lebih 80% untuk tanah jawa timur di daerah pegunungan jadi jumlah pohon yang bisa di panen itu sekitar 700 pohon lebih selama 5 tahun kalow pertumbuhannya baik jenis tanah dan bibit maupun kualitas fisik dan tinggi kayu sangat berpengaruh terhadap harga jual ,jika kayu sengonya bagus dan tinggi bisa jadi harga jualnya mahal. untuk ukuran sudah pasti dari 700 pohon tidak sama ada yang besar dan kecil jadi gini kalow saya beli sengon itu paling mahall 200 ribu lebih per pohon tergantung kualitas sengon itu sendiri jadi 700 pohon x200 ribu =140 juta saya sekedar berbagi ilmu jika ada salah kata mohon maaf sekian

    Posted by hamba alloh | 16 Agustus 2015, 8:30 am
  39. Sbentar lagi musim ujan,,Bagi sodara” ,yg ingin mnanam pohon sengon laut,jati,akasiia/bibit buah”an dll,silahkan datang ke purworejo,piN bb 27660895,,082225237211

    Posted by djufrieewaelah | 30 Agustus 2015, 11:16 pm
  40. asssalammualaikumm saudara . sekiranya saudara ada yg tahu di mana saya mesti menjual pohon sengon sejumlah 900 umur 3,5 th yang ada di daerah tasik antara garut.mohon inponya hubungi saya ke 087889960004

    Posted by hedar | 31 Agustus 2015, 8:55 am
  41. Yg penting jangan lupa sedekah aja lurr ,,,

    Posted by Blora Gumelar | 19 September 2015, 11:47 am
  42. Jangan Lupa bersedekah ya lurr

    Posted by Blora Gumelar | 19 September 2015, 11:50 am
  43. yakita jual kepabrik aja kalau ingin laku besar . tp menurut saya di era ini jati kalah sama sono keling / sono hitam hhaha

    Posted by triyo | 27 September 2015, 5:52 pm
  44. Sy mw jual sengon sy cm dihargai 43jt…padahal kl sesuai itungan hrg pak di…hrsnya 1m…la pertanyaan sy…dijual dimana biar laku segitu???

    Posted by yustinus | 7 Oktober 2015, 7:55 pm
  45. saya juga sudah panen sengon di daerah Serang – Banten, tapi “panen kepaksa” karena sudah keburu digelapin sama yang dipercaya untuk kelola alias Hama kepala hitam…. untung masih ketauan dan di perkarakan ke polisi buat kasih pelajaran para “Hama” tadi… akhirnya damai dengan jumlah nominal dibawah pasaran… jadi buat yang “hanya investor” dan jarang bisa kontrol ke lokasi kudu hati2…

    Posted by Anno | 12 Oktober 2015, 6:07 pm
  46. SAYA PUNYA LAHAN 200 Ha, KALAU ADA DONATUR UNTUK TANAM SENGON KAMI TUNGGU DENGAN SISTEM BAGI HASIL. MINAKSMP.JY@GMAIL.COM

    Posted by ZEN APRIZAL | 18 Oktober 2015, 6:42 am
  47. Di butuhkan kayu log sengon 2000 M3 /perbulan .panjang 130 cm Dia 19-24 cm Rp 950.000 M3 Dan Dia 25-29 cm Rp 1.000.000 M3.
    Franco Semarang
    Bagi yang berminat silahkan merapat
    Mobile & whatsapp 081228031786 atau email sales@albasiaindahwood.com
    Pembayaran cash setelah barang tiba di pabrik dan selesai di grade.

    Posted by heryharada | 2 November 2015, 5:05 pm
  48. Anda punya kayu sengon, hub saya 081335647204

    Posted by wahanaexe | 26 Desember 2015, 12:33 pm
  49. Pak DI bagaimana prospek menanam sengon untuk 5 tahun kedepan, ini tahun 2016

    Posted by Diana Kristyani | 22 Januari 2016, 4:44 pm
  50. Dijual murah sengon diameter rata2 40 up..stock 10.000 ton sudah ditebang 2 bulan lalu..info 085246891787

    Posted by Blade Fa | 31 Januari 2016, 7:59 pm
  51. Salam Hangat buat semua?
    Saya Pak ali, saya sangat ingin bangkit dari keterpurukan ekonomi keluargaku. Sebagai Contoh Menanam sengon salomon, memang sangat menggiurkan dan masuk akal, mengingat di sekitar saya memang rata-rata menanam sengon. Dan buanyak keuutungan, Itu tetangga saya? (lokasi jepara jateng) Tapi rupanya sekarang nasib berkata lain, Sekarang lko Pak bukan nanti!. Bagaimana dengan saya pak bro? mungkin kemauan ada. Masalahnya pak? Tidak punya lahan ataupun Modal, Sengsara To pak broo?
    Mohon Pencerahannya,
    Selain Bersabar, uda bosen pak Broo?
    Terimakasih

    Posted by alianzi | 12 Maret 2016, 1:03 pm
  52. Sy dr lumajng byk memiliki tanaman sengon yg butuh sesuai spesifikasi bs hub sy di anyelir.adel21@gmail.com

    Posted by Agmad | 14 Maret 2016, 1:59 pm
  53. Banyak orang menanam sengon tapi ga punya ilmunya. Padahal sekarang semua bisa dibaca lewat bantun mbah gugel.
    Atau kalau memang niat ke toko buku. Buku yang membahas soal sengon sudah banyak.
    Belum lagi ada majalah trubus
    Dan tentu punya mulut untuk bertanya langsung pada para petani di lokasi penanaman yang sudah lebih berpengalaman
    Sebelum penanaman tanah disiapkan.dahulu
    Dibersihkan disemprot pembunuh rumput disemprot pembunuh kayu. Lalu dibiarkan 2 minggu kena terik matahari agar tanah nya bebas penyakit
    Jarak tanam sengon 3 x 3
    Ditanam di awal musim penghujan
    Tanah lubang sengon di bagi 2
    Kedalaman tanam 30 cm
    15 cm pertama dicampur pupuk tsp atau kandang
    15 cm terakhir dipisah penempatannya ketika penggalian lubang
    Lubang dibiarkan selama 2 minggu
    Ketika sengon ditanam masukan tanah galian yang sudah dicampur pupuk terlebih dulu
    Baru setelahnya dibagian atas dimasukkan tanah dr bagian bawah yg sudah dipisah
    3 bulan pertama sengon butuh matahari dan air.
    Pemupukan dan pembersihan lahan harus rutin dilakukan sampai sengon berumur 2 tahun
    Dari info yang beredar di internet pupuk terbaik adalah serabut kelapa dan batoknya
    Apabila ada kebun kelapa disekitar kebun sengon beli lah sabut kelapa dan kalo ada arang batoknya untuk diberikan ke pohon sengon setiap 3 bulan sekali
    Masuk 3 tahun di jarangkan dengan metode tebang satu baris
    Sisa pohonnya itu lah yang dipelihara dari gangguan maling kayu dan tengkulak yang suka ngasih harga 30 ribu perpohon

    Hehehe

    Demikian yang saya tahu semoga bisa membantu

    Kebenaran adalah milil ALLAH
    Kesalahan semuanya berasal dari saya

    Posted by Putra konsel | 27 Maret 2016, 8:43 pm
  54. Saya beli kayu sengon dng harga perkubikasi plus ongkir ke bogor…ukuran mulai dari diameter 10-400rb 15-500rb . 20-600rb. 25up-700rb..serius hub 085777615188

    Posted by abdullah | 29 Maret 2016, 6:27 am
  55. Saya pernah jual pohon sengon (jual borongan) sebanyak 360 pohon januari 2016 lalu, lokasi jember, rata-rata berdiameter 22cm (ada yang di bawah dan diatas angka diameter tersebut), usia pohon hampir 4 tahun dari penanaman hingga penebangan.
    Alhamdulillah laku 86jt.
    Awalnya di tawar rendah sekali yaitu 40jt, akhirnya proses tawar-menawarlah yang saya lakukan.
    Sekedar share pengalaman saja.

    Posted by budy supriyono | 31 Mei 2016, 11:56 pm
  56. hmmm memang sengon isthebest

    Posted by JATMIKO KO | 14 Juli 2016, 4:27 pm
  57. jual kayu sengon hub 082152892087

    Posted by ramli | 11 September 2016, 2:02 am
  58. Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan bibit sengon solomon jaguar (asli) dalam bentuk tunas dan siap tanam, kunjungi kami di penelusuran ‘ sengon solomon jaguar’ ,
    Sengon solomon jaguar memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda jika di bandingkan dengan sengon laut/ lokal.

    Telp. 085649004535, 081249757424.

    Thank’s for admin.

    Posted by Budy supriyono | 31 Oktober 2016, 11:26 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: