>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Lompatan dari Kegalauan Keri

Senin, 07 Januari 2013
Manufacturing Hope 59

Lupakan dulu soal kecelakaan di lereng Gunung Lawu Sabtu sore lalu. Meski mobil Tucuxi yang saya kemudikan hancur, saya baik-baik saja. Lecet sedikit pun tidak. Ketika bangun pagi Minggu kemarin memang badan terasa njarem dan ubun-ubun kemeng. Tapi, rasanya itu hanya karena dampak benturan yang hebat.

Minggu pagi itu saya sudah bisa ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk bertemu masyarakat di hutan jati milik Perum Perhutani. Saya memang lagi belajar apa yang bisa saya lakukan untuk pengentasan kemiskinan di sekitar hutan. Sebelum kecelakaan itu saya keliling hutan di Randublatung, Blora, dan Purwodadi, Jawa Tengah, untuk mendalami persoalan masyarakat sekitar hutan.

Lupakan dulu kecelakaan itu. Memang begitu banyak pelajaran yang saya peroleh dari keputusan saya menabrakkan mobil listrik itu ke tebing, tapi sebaiknya kita bahas lain kali saja. Lebih baik kali ini kita bicarakan apa yang akan hebat tahun ini.

Akan ada kejutan dari Universitas Padjadjaran, Bandung, khususnya dari fakultas farmasi. Di universitas itu baru saja ditemukan dua macam obat yang sangat penting bagi dunia: obat kolesterol dan diabetes!

Tim Unpad yang menemukan obat kolesterol dan diabetes pertama berbasis non-chemical itu dipimpin seorang ahli yang mumpuni, peneliti yang tangguh, doktor yang cumlaude, wanita yang sangat cantik bernama: Keri Lestari Dandan.

Tim Unpad sudah sepakat untuk bersama BUMN mewujudkan penemuan itu untuk Indonesia dan dunia. Berita penemuan penting ini sudah menyebar luas ke kalangan farmasi dunia. Sejak itu Doktor Keri diincar banyak negara. Yang paling serius adalah Korea Selatan. Maklum, obat yang ditemukan Dr Keri bukan saja termasuk yang paling banyak diperlukan masyarakat, tapi juga yang pertama yang tidak menggunakan bahan kimia.

Mereka berebut mendapatkan hak paten dari Dr Keri. Memang sudah banyak beredar obat untuk dua jenis penyakit itu, namun semuanya berbasis kimia. Padahal, dunia kian menghindari yang serbakimia. Mulai obat kimia, makanan yang mengandung kimia, sampai kosmetik yang berkimia.

Obat temuan Dr Keri ini berbasis alami. Bahan bakunya buah pala. Hebatnya, Dr Keri tidak hanya bisa mengubah pala menjadi obat-obatan herbal, tapi sudah langsung memprosesnya sebagai obat fitofarmaka: obat tradisional dari bahan alam yang dapat disetarakan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia. Pemberiannya kepada pasien harus melalui resep dokter.

Biasanya bahan-bahan alami diolah sebatas untuk jamu atau herbal dan paling tinggi herbal terstandar. Tapi, Dr Keri menemukannya untuk obat fitofarmaka.

Mengingat uji klinis sudah dilakukan, disepakatilah 17 Agustus tahun ini sudah harus diproduksi. BUMN sudah menugasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk untuk memproduksi dan memasarkannya. Direktur Utama Kimia Farma yang baru, Rusdi Rosman, yang juga lulusan Fakultas Farmasi Unpad, sudah menyanggupinya.

“Akan kami produksi di pabrik kami yang di Bandung,” ujar Rusdi. “Agar lebih dekat dengan Unpad,” tambahnya.

Tentu saya sangat bangga pada kerja sama BUMN dengan Unpad ini. Begitu gigihnya pihak luar negeri ingin mendapatkan penemuan ini. Tapi, Unpad dan Dr Keri tetap mempertahankannya untuk Merah Putih.

Kimia Farma kini memang sudah lebih kuat. Harus mampu mewujudkannya. Labanya pada 2012 sudah meningkat menjadi lebih dari Rp 200 miliar. “Memang, kalau temuan ini kami lepas, banyak yang memperebutkannya,” komentar Rusdi Rosman.

Obat antikolesterol adalah obat kedua yang paling banyak dibutuhkan masyarakat. Mencapai 15 persen. Sedangkan obat diabetes berada di urutan ketiga yang mencapai 12 persen. Urutan pertama adalah obat kanker, 18 persen.

Mengingat pasar obat-obatan di Indonesia sangat besar (mencapai Rp 50 triliun tahun ini), tentu kita tidak rela kalau pasar tersebut tersedot ke luar negeri. Pabrik-pabrik obat di dalam negeri, termasuk pabrik obat tradisional, harus berjuang mati-matian untuk merebutnya. Temuan Dr Keri adalah salah satu senjata penting untuk pertempuran itu.

Setelah sukses memproduksi temuan Dr Keri dalam bentuk fitofarmaka, Kimia Farma juga akan memproduksinya dalam bentuk herbal terstandar. Tapi, demi Indonesia, saya minta Kimia Farma memprioritaskan yang fitofarmaka dulu.

Kerja sama BUMN-Unpad tersebut bermula pada pertengahan tahun lalu. Waktu itu saya diminta memberikan keynote speech di acara besar di Fakultas Farmasi. Hari itu saya tidak mau memberikan pidato. Dari atas podium saya langsung saja menantang para farmasis yang hadir di aula besar itu: apa yang diinginkan dari saya.

Ternyata banyak yang angkat tangan. Dalam hati saya berpikir: lebih penting para farmasis itu bicara daripada saya yang pidato. Belum tentu saya bisa pidato bagus mengenai obat-obatan. Saya tidak tahu banyak bidang itu. Dan lagi, di zaman Twitter ini, siapa yang masih mau mendengarkan pidato?

Ternyata betul. Semua yang angkat tangan itu mengemukakan masalah yang penting di dunia pengobatan. Terutama menghadapi akan berlakunya BPJS: dokter galau, farmasis galau, rumah sakit galau, dan pedagang obat juga galau.

Termasuk para peneliti di universitas pun galau. Temuan-temuan mereka kurang mendapat perhatian.

Saat itu juga, I Gede Subawa, Dirut PT Askes (Persero) yang juga hadir, saya minta maju. Saya minta untuk dibentuk tim kecil antara BUMN bidang kesehatan dan ahli-ahli farmasi dari Unpad. Saya beri batas waktu dua minggu untuk merumuskan: apa yang bisa dilakukan bersama.

Kurang dari dua minggu Dr Keri dan tim dari Unpad ternyata sudah datang ke ruang kerja saya membawa konsep lengkap tentang apa yang harus dikerjakan. Saya juga menghadirkan para Dirut BUMN bidang kesehatan.

Ada Dirut Kimia Farma Rusdi Rosman, Dirut PT Indofarma (Persero) Tbk Djakfaruddin Junus, Dirut PT Bio Farma (Persero) Iskandar, Dirut PT Phapros Tbk, anak perusahaan PT RNI (Persero), Erlangga Tri Putranto, dan Dirut Askes I Gede Subawa.

Mendengar paparan Dr Keri yang begitu hebat, saya langsung berunding dengan tim BUMN kesehatan tersebut. Saat itu juga kami putuskan penemuan Dr Keri tidak boleh lari ke luar negeri!

BUMN kesehatan mampu mewujudkan jerih payah tim Unpad ini menjadi kenyataan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Apalagi, uji klinik fase pertama sudah berhasil dilakukan. Uji klinik terakhir sudah hampir selesai, yang nadanya juga sangat positif.

Kami bertekad tidak perlu lagi impor obat kolesterol dan diabetes yang begitu besar. Bahkan, kita harus ekspor. Maka kami putuskan, Agustus tahun ini jadi tonggaknya!

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

446 thoughts on “Lompatan dari Kegalauan Keri

  1. Melompat lbh tinggi…

    Posted by yuni | 7 Januari 2013, 5:57 am
    • Langganan mbak..bonceng!!!

      Posted by Jack Puspa | 7 Januari 2013, 6:04 am
      • bonceng tiga boleh ya…
        jadi semakin banyak nih konsumsi gula ntar??

        Posted by sdwi | 7 Januari 2013, 6:05 am
        • alhamdulillah akhirnya kolesterol saya bisa berkurang heheh…
          tidak kuatir lagi makan bebek goreng…mantaf pak dis..

          Posted by mbah surip | 7 Januari 2013, 7:16 am
          • Ngojek … ngojek … Lupakan dulu soal yang sebenernya belum bisa dilupakan itu. Hidup Farmasi kita …!!!

            Posted by apasaja | 7 Januari 2013, 7:26 am
        • Ha ha ha. Mas ini ada aja.
          Ini yg dikhawatirkan, karena ada obat diabetes & kolesterol control makan & minum hilang.
          Pencegahan lebih baik dari pengobatan, bukan?

          Dalam pencegahan, ada baiknya untuk membatasi konsumsi NASI yg sangat mudah di ubah menjadi gula darah / glukosa oleh tubuh manusia.
          Terus makan apa kalau masih laper?
          Gandum Indonesia alias sorghum.
          Murah meriah, banyak serat, tidak bergluten, dan sedang dikembangkan oleh PTPN dng anjuran Pa DI.

          Pasti cepat makmur. Pengeluaran Belanja berkurang & mengurangi budget beli-beli obat.

          Ada juga beras coklat dng harga agak sedikit tinggi.
          Kalau Bebek panggang mungkin lebih baik dari Bebek goreng.
          Yang pasti rebus-rebusan, tidak berminyak.

          Semoga bermanfaat.

          Posted by sutben | 7 Januari 2013, 12:25 pm
    • mbak Yuni selalu pertamax terus ya,
      jadi penasaran nih…

      Posted by sdwi | 7 Januari 2013, 6:06 am
    • dokter keri! Anda hebat..
      pak Dis! Keputusan hebat u/ menantang para peneliti.

      pak Dis! Syukurlah abah selamat, betapa Allah masih cinta dgn abah.. (bagi Tuhan, hamba yg di kasihi akan langsung disentil saat melakukan kesalahan. Sebagai muslim, ruwatan tentu saja ‘upaya menduakan’ Allah, dan untuk mengingatkan Abah, Allah kasih ganjaran hari itu juga… Betapa Allah cinta padamu abah, sebuah pelurusan akidah yang kontan)

      Posted by mamaze | 7 Januari 2013, 6:10 am
    • Pak DI gitu dah, gak semua dibuka pada kita. Masalah ini dah disimpen 6 bulan. Saya curiga puluhan atau malah ratusan hal2 seperti ini yang disimpan ma beliau. Nanti dijadikan surprise kalau dah berhasil atau menjelang berhasil. Nakal juga pak DI, snang menggoda….

      Posted by lukman bin saleh | 7 Januari 2013, 6:20 am
    • begitu banyak obat herbal di Indonesia & sy yakin juga hebat

      bagaimana caranya obat herbal di Indonesia bisa masuk ke ranah kedokteran seperti obat herbalnya ibu Keri
      mohon yg tahu caranya bisa di share
      sy akan kirim sampel obat herbal untuk kanker (yg mendapat urutan no 1 sebelum obat diabetes)

      Posted by yud | 7 Januari 2013, 8:14 am
    • Salut Pak Dahlan. Semoga Bapak selalu sehat dan bisa berbuat lebih banyak untuk Indonesia

      Posted by Saemuri | 8 Januari 2013, 11:28 am
    • Ferrari asli aja bisa ringsek, apalagi ‘Ferrari’ Indonesia yg baru berumur bulanan aja?

      http://m.news.viva.co.id/news/read/380583-ferrari-super-mahal-ringsek-di-china

      moblinas jalan terus dengan atau tanpa Danet!
      kan yang perlu segera direalisasikn adl moblis yg terjangkau masyarakat atau moblis utk angkutan massal? :D

      Posted by Wong Asor | 9 Januari 2013, 6:21 am
    • Teman2 Dahlanis,

      Saya buat artikel di Kompasiana mengenai tinjauan yuridis terhadap kecelakaan mobil listrik Tucuxi..Semoga dapat membantu para Dahlanis memahami persitiwa tersebut secara jernih dan tepat..Berikut linknya..

      http://hukum.kompasiana.com/2013/01/10/tinjauan-yuridis-kecelakaan-tucuxi-523085.html

      Posted by Hendi Sucahyo | 10 Januari 2013, 2:24 pm
      • Terimakasih pak Hendi…sangat jelas tinjauan hukumnya.
        Mohon pak Hendi dan Pak Erick bisa bekerjasama memberikan nasehat hukum kepada pak Dahlan sebelum beliau melakukan sesuatu yg secara hukum kurang benar….tahu sendiri ributnya seperti ini untuk hal yg gak perlu diributkan.
        Coba kira2 masih banyak yg mencerca pak Dahlan nggak ya kalau beliau secara jelas berikrar tidak mau dicalonkan jadi presiden…tentu suasannya adem ayem.

        Posted by JONO | 10 Januari 2013, 3:48 pm
        • Saya akan merasa terhormat apabila dapat memberikan advice kepada Pak Dahlan Iskan secara lansgsung..atau setidak-tidaknya advice saya dapat disampaikan kepada beliau..

          Posted by Hendi Sucahyo | 10 Januari 2013, 3:55 pm
    • Kesalahan pak Dahlan, mempercayai perbaikan kepada bukan akhlinya. Mungkin ada yang manas manasi untuk meninggalkan Danet sang pencipta.Padahal secara logika prototipe 100% tanggung jawab Danet, jika tidak fatal, tidak bisa menjawab TEKNOLOGI SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?. seperti sekarang ini jadinya amburadu, sulit disimpulkan tanggung jawab siapa secara engineeringl. Nasehat saya untuk pak Dahlan mohon berhati hati terhadap orang sekitar, karena tidak semua suka dengan proyek ambisius ini, bukan tidak mungkin yang dekat malah ingin mecelakakan pak Dahlan….Mohon perhatikan kata-kata nasehat ki Mantep yang meruwat mobil pak Dahlan, artinya sangat mendalam……Mohon hati-hati pak. Toh sejarah membuktikan,kejayaanhidup kemajuan bangsa kita dihancurkan oleh penghianat bangsa sendiri dari dalam.

      Posted by Makrifatullah | 14 Januari 2013, 7:59 am
  2. Selamat pagi Indonesia.
    Tetap Semangat!

    Posted by subedjo | 7 Januari 2013, 5:59 am
  3. Dr.Keri yang hebat dan cantik, lumayan mengobati kekesalan abah sama si bung danet..he…he…he…..
    kalau perlu nanti peluncuran obatnya, agustus mendatang ngundang ki manteb lagi untuk doa selamatan bareng-bareng…..
    biar pasukan bodrex ada bahan lagi untuk menebar gibah…he..he…he…..

    Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 6:00 am
    • haduuuh, jgn pakai ruwatan lagi, deh. silahkan saudara-saudara yg masih menganut aliran kepercayaan kejawen kalau mau ruwatan. tapi buat yg muslim, jgnlah, kita tasyakuran aja khataman Quran, undang anak yatim, trus makan-makan deh. kecelakaan kemarin itu rasanya sdh teguran kontan langsung dari ALLAH yg tak rela diduakan. kalau Tucuxi cuma nabrak tebing. lha, kalau ALLAH gak rela produk obatnya Dr. Keri diruwat, gak kebayang seperti apa teguran kontan yg akan diberikan ALLAH…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 7 Januari 2013, 6:42 am
      • Beratnya seorang tokoh yang dimiliki banyak orang. Orang abangan juga punya hak memiliki Dahlan Iskan. Jika orang abangan bikin acara ruwatan untuk Dahlan Iskan…………. Yang salah Dahlan Iskan atau yang bikin ruwatan. Sebaiknya kita mendalami Hadis Muslim sebagaimana dimuat dalam Kitab Keimanan. Dahlan Iskan lebih tahu soal ini.

        Posted by Widi | 7 Januari 2013, 6:56 am
        • betul! urusan keimanan adalah urusan hati.

          Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 7:43 am
        • komenku itu msh pake ‘kacamata’ muslim awam abangan lho, boss… kalo pake referensi hadist Muslim bab Keimanan, waduuuuuh, malah tambah nampak semua salahnya… memang pak Dahlan lebih tahu soal ini, tapi kan ‘tahu’, ‘paham’, dan ‘komitmen melaksanakan’ adalah hal yg terpisah… seperti halnya para koruptor ‘tahu’ bahwa korupsi itu melanggar hukum, tapi ‘komitmen melaksanakan’ nol besar…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 7 Januari 2013, 7:44 am
          • Terima kasih mbak/Mas Novrian. Nampaknya kita masih harus belajar tentang keimanan dalam satu sisi. Dan bermasyarakat dalam satu sisi. Persepsi kita pasti sama, Tuhan tunggal, Tuhan tidak boleh disekutukan. Kalau ruwatan sudah menyekutukan Tuhan….. Apa minta tolong kepada selain Tuhan itu kafir. Minta tolong pada jim sudah kafir. Aku jadi ingat kisah Nabi Sulaiman. Orang Jawa suka bermain denga simbol. Dalam Islam pasti ada simbol-simbolnya. Bermain simbol…… masih boleh.

            Posted by Widi | 7 Januari 2013, 10:36 pm
          • utk urusan penelitian dan pengembangan mobil listrik nasional, rasanya pihak yg tepat dimintai tolong bukanlah jin… kenapa tdk minta tolong lembaga negara yg berwenang melakukan uji tipe dan uji kelaikan kendaraan bermotor spt yg diperintah dlm PP no 5 thn 2012 dan Kepmenhub no 9 thn 2004… Nabi Sulaiman as diberi kekuatan oleh ALLAH utk berdakwah di kalangan manusia dan jin serta mampu berkomunikasi dgn hewan… tapi kalo Anda menganalogikan kehendak ALLAH thd Nabi Sulaiman as dgn ruwatan, rasanya kok janggal ya… bermasyarakat tdk boleh meminggirkan konsep keimanan yg dianut oleh masing-masing pemeluknya… kalo ruwatan itu dilakukan atas inisiatif pendukung pak Dahlan yg kebetulan penganut aliran Kejawen, bisa dimaklumi… tapi kalo ruwatan itu atas permintaan pak Dahlan, ya maaf-maaf saja, guru kan tdk dijamin pasti selalu benar kan, guru juga bisa salah kan, murid boleh kan bersikap kritis kpd guru, murid boleh kan mengingatkan kalo gurunya salah dgn mengacu kpd kitab yg sama-sama dipegang oleh guru dan murid?????????????????????????????

            Posted by Novrian Eka Sandhi | 8 Januari 2013, 8:02 pm
        • Benar Pak/Bu Widi, Pak DI milik banyak orang, banyak golongan, banyak aliran ….dll. Mereka semua adalah Dahlanis. Yang repot memang Pak DI, ibarat makan buah simalakama. Berkaca dengan kejadian hari Sabtu kemarin, adalah lebih bijaksana, jika para Dahlanis mempertimbangkan lebih dahulu bila mengadakan kegiatan dengan mengundang beliau. Yang menurut saya sangat bijaksana adalah salah satu Jema’at Kristiani di Surabaya, ketika mendo’akan Pak DI pada kebaktian menyambut tahun baru 2013, mereka tetap melaksanakan kegiatannya, meski tanpa mengundang kehadiran beliau. Gaungnya toh tetap terdengar ke mana-mana.

          Posted by mito | 7 Januari 2013, 8:05 am
        • sebetulnya ruwatan itu adalah doa juga…cuma memang dilakukan turun-temurun oleh nenek moyang kita…dan mungkin berbeda caranya dengan cara doa kita sekarang. Mari coba kita agak berbeda cara pandang ttg ruwatan seperti kata teman saya yg beragama Hindu…dia bilang spt ini…’untung mobil Pak DIS diruwat sebelumnya…kalo tidak, mungkin yang berada di dalam mobil nyawanya sudah melayang…..

          Posted by Anton | 7 Januari 2013, 8:41 am
          • HAHAHAHAHA… KOMENNYA LUCU N BRILIAN OM…

            Posted by @yama | 7 Januari 2013, 11:54 am
          • iya betul,pak DIS memang milik Indonesia,semua golongan memilikinya,berhak atau bahkan berkewajiban mendoakan yang terbaik untuknya,karena secara tidak langsung itu juga mendoakan bangsa Indonesia. Mengenai caranya,berpulang pada masing masing,dan Pak DIS pun tentunya paham hal ini.
            Kalau bagi saya,dilihat secara tekhnis insiden kemarin justru menunjukkan peringatan bahwa ada yang kurang sempurna pada produk yang memang masih uji coba ini. Dari keterangan pak DIS sendiri yang mengaku mengerem terus terusan karena medan yang banyak turunan. Tentunya kemampuan sistem rem yang kurang berkualitas akan berkurang atau bahkan gagal ketika ia beroperasi dengan berat hingga kemungkinan temperaturnya meningkat tajam.
            Saya kira semua tahu dalam balap Formula1 atau motoGP cakram rem sering menjadi merah membara saat balapan,andaikan remnya abal-abal tentu insiden gak akan berakibat main main bagi pengendaranya,mengingat jarang ada rider dunia yang muslim atau yang paham ruwatan.he he he..
            Jadi jangan hubung-hubungkan masalah tehknis begini dengan masalah SARA,tolong hindari itu,jika kita mencintai Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Doakan saja yang terbaik untuk pak DIS,amin.

            Posted by Krisdianto | 7 Januari 2013, 2:30 pm
          • Setuju ga usah mempertentangkan soal SARA dlm forum ini. Bias, melebar, ga fokus dan akan ada yg terluka dari bagian bangsa ini. Padahal Abah DIs sendiri ga terluka sedikitpun dlm kecelakaan itu. Salam

            Posted by mang encep | 7 Januari 2013, 2:48 pm
        • Gue muslim : Allah Aza wa Jalla dan Rasulnya saw mengajarkan.

          Ruwatan = Syirik .(titik)
          Dukun = Syirik .(titik)

          Mau Ki Mantep Sudarsono, Ki Joko Bodo, Ki Gendheng Pamungkas, Mak Lampir, Grandong, atau apalah..
          Mau siapapun anda, termasuk Pak Dahlan Iskan, yang salah tetap salah. Harus TAUBAT.
          Ini masalah iman, hati-hati Pak Dahlan Iskan, saya bisa bergeser cara memandang Anda.

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          Posted by bonzo | 15 Januari 2013, 9:30 am
      • iya….aku jg kaget ada acara2 ruwatan itu…. hadehhhh….

        Posted by yuni | 7 Januari 2013, 9:20 am
  4. tumben belum ada komentar :)

    Posted by deceng | 7 Januari 2013, 6:02 am
  5. Maju Terus Pak Dis, ciuman tucuxi dengan tebing hanyalah masalah sangat sepele. Terus Maju … Demi Indonesia yang Maju….

    Posted by Radiya | 7 Januari 2013, 6:03 am
  6. Pertamax

    Posted by Rengga Dana | 7 Januari 2013, 6:04 am
  7. Turut prihatin atas kecelekaan yg dialami P. Dahlan Iskan dg Tucuxinya.

    Posted by Satrio Hatmoko | 7 Januari 2013, 6:05 am
  8. Tetap semangat dan siap menghadapi MACETTT baru….!!!!

    Posted by Damarta | 7 Januari 2013, 6:06 am
  9. Lupakan dulu kecelakaan itu, karena insyaallah akan lebih banyak manfaatnya. Dan sekarang mari kita tunggu obat kolesterol dan diabetes itu, selamat dan sukses buat ibu Keri yang keren itu

    Posted by Kusmiatun | 7 Januari 2013, 6:06 am
  10. Semangat Pagiiii. Dismania, Dahlanis semuanya.
    Alhamdulillaah, P. Dis lolos dari kecelakaan.
    Alhamdulillaah, MH 59 masih bisa hadir.
    Alhamdulillaah, ada satu lagi putra ‘Merah Putih’ yang berprestasi kelas dunia. Semoga sukses untuk semakin melambungkan kejayaan Indonesia.
    Menyimak MH kali ini, ada satu permintaan P.Dis yang mungkin harus kita hormati dalam forum ini, yakni untuk sementara MELUPAKAN KECELAKAAN TUXUCI, dan membahasnya di lain kali.
    Semoga SATU kecelakaan berbuah SEJUTA Hikmah.
    Salam untuk semua Dismania, khususnya dari Kepung, Mas Wong Asor, Mas Wagiman dan Mas Pras.

    Posted by wanto kdr | 7 Januari 2013, 6:06 am
    • Wah..salam jg mas Wanto. Trims dah diabsen :)
      pengennya tadi cuma silent rider aja hehehe…
      ya mas, beberapa hikmahnya :
      1. Terbukti ruwatan gk ada guna. kalo pun beberapa kasus ‘keliatan’ manjur, ya karena Allah tidak menakdirkan musibah pada yang diruwat. Lha kasusnya pak Dis nih, Allah memberi peringatan bahwa Kuasa-Nya tidak bisa dihalangi oleh ruwatan sekali pun. Memang sih masalah utamanya diduga teknis, rem blong, tapi kalo Sang Kholiq dah merencanakan sesuatu terjadi pasti kan terjadi.
      Dia Yang Maha Tahu, tahu tucuxi bakal diruwat, maka sebelumnya Dia kehendaki adanya penanganan teknis yg salah pada tucuxi, maka jadilah kejadian tsb.
      2. Setidaknya suatu musibah jangan terlalu disedihkan berlama2, sehingga hanya menyusahkan diri sndri dan orang terdekat, akhirnya menghambat kita untuk melangkah maju lagi. Ambil pelajaran dan Maju jalan!

      Posted by Wong Asor | 7 Januari 2013, 2:34 pm
  11. Alhamdulillah..untuk keselamatan Bapak DI, perbaiki mobilnya dan test drive lagi. Kemauan, Kemampunan, Kesempatan itu yang jarang orang miliki dengan lengkap…maju teruuuus.
    Jangan sampai lari dari Indonesia, 50 T, semoga bisa mendongkrak pertumbuhan dunia farmasi kita.

    Posted by Widodo Puji | 7 Januari 2013, 6:07 am
  12. Kabar yang menggembirakan dari dunia farmasi dan masyarakat indonesia penderita diabetes dan kolesterol.
    Mari kita dukung tim Dr. Keri dan tim Unpad.

    Posted by Iwan Yuliyanto | 7 Januari 2013, 6:07 am
  13. semangat pak Dahlan,kecelakaan hanya sebagian kecil jatah gagal hehehe

    Posted by Udin | 7 Januari 2013, 6:07 am
  14. koment kelimaX…maju terus Indonesia

    Posted by Agoest N | 7 Januari 2013, 6:07 am
  15. ntar Obatnya Ga usah pake ruwat-ruwatan segala lah pak DIS…. :)

    terlepas dari urusan ruwatan mobil….

    salut untuk Dr. Keri……selamat-selamat….

    Posted by masnawie | 7 Januari 2013, 6:08 am
  16. Satu persatu peneliti Indonesia akan mendunia, setelah nuklir dg isotopnya, sekarang farmasi. Mata dunia tertuju ke Indonesia. Maju terus. yg komentar miring silahkan persiapkan komentarnya, karna bikin komen emang gampang, tapi membuktikan di lab baru susah. Salam maju yg lurus jangan miring.

    Posted by wayan budhi | 7 Januari 2013, 6:09 am
  17. Luar biasa…Jangan lupa pak, segera selesaikan permasalahan secara baik-baik dengan pak Danet. Dan ingat Allah Yang Maha Kuasa, nggak perlu ritual-ritual segala

    Posted by Nugraha Prakosa | 7 Januari 2013, 6:10 am
  18. Absen dulu

    Posted by Royan | 7 Januari 2013, 6:12 am
  19. btw, mentri kesehatan kemana ya??
    kok kesannya kementrian yang terkait gak ada gaungnya, qta malah dapat “pencitraan” dari pak dis…
    kurang tanggap atau sibuk urusan lain??
    semoga bisa bekerjasama dengan baik dan temuan penting ini tidak “dijual” oleh segelintir tikus oknum ( teringat sample virus yang bisa lolos ke tangan kapitalis ).

    Posted by sdwi | 7 Januari 2013, 6:13 am
  20. Dari kasus ini, semestinya sudah dipikirkan dan ditargetkan bahwa perguruan tinggi sebagai pusat riset dan pengembangan industri-industri di Indonesia. Terlebih lagi anggaran yang besar yang dikucurkan di bidang pendidikan mestinya punya kontribusi besar bagi perkembangan Indonesia khususnya industrinya. Sebisa mungkin kurangi impor, perbanyak variasi produksi di dalam negeri.

    Posted by habib | 7 Januari 2013, 6:18 am
  21. biasalah pejabat kita birokrat,asal semua sesuai peraturan tigak masalah ,ada manfaatnya apa tidak,dewanya ya peraturan itu.

    Posted by ben | 7 Januari 2013, 6:19 am
  22. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas pemikiran dan virus positif dari Pak Dis. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk Dunia. Amin

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 7 Januari 2013, 6:22 am
  23. Alhamdulillah abah selamat….dibalik sebuah musibah ada hikmah……sudah saatnya dunia pendidikan terutama perguruan tinggi harus menghasilkan produk2 yang layak di jual dengan menggandeng dunia usaha…itulah yang dilakukan oleh negara2 maju selama ini….abah sangat cerdas memanfaatkan potensi anak bangsa untuk kemajuan indonesia..cocok menjadi pemimpin yang bisa membawa indonesia kepada negara sukses bukan negara gagal…….salam hormat dan doa untuk abah smga sehat slalu……….

    Posted by Dahlan alex | 7 Januari 2013, 6:27 am
  24. Hasil blusukan DI ke Unpad sangat habat , hasil blusukan Jokowi ke gorong2 sangat mencengangkan , cara pejabat negar ” jempolan” pengabdian dirinya bagi bangsa dan negara. Selamat pak DI & pak Jokowi

    Posted by Jaya Kusuma Hoo | 7 Januari 2013, 6:33 am
  25. Pagi yang masih sepi komentar, terus terang saya melihat kecelakaan itu secara bathin sebagai teguran Allah akan ruwatan, alasan teknis hanyalah alasan saja untuk teguran tersebut, infonya ayah abah ikut alira syathoriyah yang secara keimanan sangat kuat dan tidak terganggu dengan ruwatan ataupun setan gundul yang manapun, namun ruwatan akan memberi makna /contoh lain kepada masyarakat awam yang tidak baik dari sisi keimanan, sehingga teguran itu cukup pahit, namun Abah tetap dilindungi, karena memang tujuannya hanya menegur.
    Mengenai kabar temuan DR Keri, tentu sangat membanggakan sebagai bangsa, dan akan membantu umat dunia, maka sangat pantas kita mendukung, dan jika dalam perjalanannya masih ada kekurangan, tentu bukan untuk disinisi, tetapi memberi masukan yang bermakna, sebagaimana mobil listrik perlu dukungan bangsa agar tidak menjadi pecundang di bidang permobilan, bukan menjadi juara untuk berkomentar sinis akan semua ide bagus anak indonesia., disini saya yakin smua berhati baik, maka Danet,, Ahmadi dan yang lainnya kerjasama jangan terganggu hanya ketidaksingkronan komunikasi, tujuan besar tetaplah diutamakan….

    Posted by santosa | 7 Januari 2013, 6:33 am
  26. Salut utk Dr Keri Lestar Dandan….angkat topi, 10 jempol…..
    Dr Keri mau berjuang dan berkorban untuk kejayaan Merah Putih
    Dan saya yakin masih banyak Keri Keri lainnya yang mau berjuang dan berkorban untuk kejayaan Merah Putih
    Semoga amal ibadah Anda selalu menyertai Anda dan selalu mendapat kemudahan dariNya
    Amin

    I love DISway…… Salam Dahlanis

    Posted by Noeng | 7 Januari 2013, 6:35 am
  27. wah, pengin banyak komen, nih:
    1. aku paling suka dan semangat mendengar berita adanya pembangunan industri yg berbasis penelitian hasil karya anak bangsa ini. selamat utk Dr. Keri dan tim Unpad. sdh terlalu lama negeri ini tdk dibangun berbasis riset. sudah gak punya visi-misi jangka panjang, malas riset pula! kita menyepelekan penguasaan dan penelitian ilmu-ilmu dasar, semuanya terlalu pragmatis. akibatnya industri yg kita bangun itu hanya industri kelas tukang jahit: modal impor, teknologi impor, staf ahli impor, bahan baku impor, kita hanya disisakan buruh-buruh kasar berupah rendah yg tiap tahun terutama 1 Mei akan turun ke jalan memacetkan roda perekonomian demi meminta kenaikan upah. sdh waktunya industri kita dibangun berbasis riset hasil karya sendiri.
    2. sejak dulu aku terusik dgn ungkapan “tdk mengandung bahan kimia”. teman-teman yg belajar Kimia dan Farmasi di tingkat perguruan tinggi hrs mengklarifikasi hal ini. adakah zat atau materi di alam semesta ini yg tdk mengandung unsur kimia??? aku cuma belajar kimia dasar di tahun pertama kuliah (masing-masing semester 3 SKS). dlm pemahamanku, tdk ada 1 pun zat yg tdk mengandung unsur kimia. sebetulnya yg bikin kita galau adalah efek-efek samping merugikan dari makanan, minuman, dan obat yg kita konsumsi. tdk peduli itu hasil dari ‘sintesis kimia alamiah’ ataukah hasil dari ‘sintesis kimia yg dilakukan oleh manusia’. dlm persepsi kita, segala macam makanan, minuman, dan obat yg dibuat dgn sintesis kimia buatan tdk baik utk kesehatan. lalu kita berharap makanan, minuman, dan obat yg dihasilkan oleh sistesis kimia alamiah pasti baik utk kesehatan, apakah mesti begitu???
    3. pak Dahlan ingin melupakan dulu Tucuxi. maaf pak Dahlan, sbg penggemar otomotif aku adalah salah 1 dari, entah banyak ataukah tidak, orang yg sangat berharap proyek mobil-mobil nasional, baik yg masih pakai mesin BBM apalagi yg pakai mesin listrik, bisa sukses hingga akhirnya kita bisa punya merek nasional dan industri otomotif nasional yg sejati (berbasis riset karya kita sendiri, bukan teknologi yg dijejalkan oleh prinsipal asing). sungguh aku kecewa dgn insiden kecelakaan kemarin. lebih kecewa lagi mendengar berita ‘perselisihan’ pak Dahlan dgn salah satu putra petir yg pak Dahlan pilih sendiri, cak Danet. dlm pengamatanku, pak Dahlan pasti begitu bersemangat ttg proyek mobil listrik ini. tapi aku hrs katakan, andaikan pak Dahlan bisa baca komenku ini, nampaknya saking bersemangatnya, pak Dahlan ‘melupakan’ bahwa ada prosedur ilmiah dan prosedur legal-formal yg hrs ditempuh dlm meng-handle produk-produk yg masih berstatus ‘under development’ alias prototipe. terutama yg terkait dgn unsur safety, yaitu termasuk produk-produk otomotif. yg aku tahu, pabrikan-pabrikan besar dunia yg membuat motor, mobil, pesawat, dan kendaraan-kendaraan lain (baik keperluan sipil maupun militer) punya serangkaian prosedur yg amat sangat ketat yg hrs dipenuhi (demi menjaga hak paten maupun memastikan terpenuhinya unsur safety) mulai sebuah produk tsb masih berupa gambar sketsa, mock up, jadi prototipe utk diuji, masuk ke jalur produksi, hingga launching ke pasar konsumen. cak Danet yg sdh malang melintang di industri otomotif Amerika pasti paham betul hal itu dan mungkin pengalaman beliau di sisi itu hrs banyak didengar pula, bukan cuma diambil karya mobil listriknya doang. proyek mobil nasional hrs lanjut. tapi ke depan ayo kita perbaiki langkah-langkah dilakukan
    4. bagian yg paling ku sukai dari MH edisi ini adalah: “Hari itu saya tidak mau memberikan pidato” …. hingga ke “Saya tidak tahu banyak bidang itu. Dan lagi, di zaman Twitter ini, siapa yang masih mau mendengarkan pidato?” begini ini nih pejabat yg aku sukai. tdk suka pidato tapi aksinya nyata. padahal kita tahu sendiri, pejabat mulai dari level RT dan kepala sekolah hingga ke presiden, kalau pidato, na’udzubillah, pengin ditinggal tidur aja :D
    5. maju terus, pak Dahlan!

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 7 Januari 2013, 6:36 am
    • Istilah “Tidak Mengandung Bahan Kimia” itu istilah awam..:-) :-) :-)..Tapi yang dimaksud adalah tidak mengandung bahan kimia sintetis. Jadi, semuanya murni hasil isolasi dari bahan alami.. Tetapi kalau sdh diketahui struktur kimianya, biasanya bisa dibuat sintetisnya dan sifatnya sama dg yang alami, dan biaya produksinya jadi lebih murah, Namun bisa saja yang ciptaan Dr Keri ini sudah mempertimbangkan matrik-matrik alaminya dalam meramu obatnya yang bisa dikomsumsi manusia.

      Posted by nutami | 7 Januari 2013, 7:10 am
      • alhamdulillah, dpt pencerahan, terima kasih bu/mbak Nutami (aku asumsikan perempuan, maaf kalo salah)… memang bahasa awam dan bahasa ‘jualan’ seringkali jauh dari makna aslinya… sekedar berbagi pengalaman, sbg pengajar Fisika SMP kls 7, aku sendiri mengalami kesulitan membiasakan siswa menempatkan penggunaan istilah ‘massa’ dan ‘berat’ sesuai porsinya yg benar…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 7 Januari 2013, 7:33 am
    • prosedur,program bikin nasip mundur saja

      Posted by ben | 7 Januari 2013, 12:42 pm
      • berarti kita punya persepsi yg berbeda ttg ‘prosedur’, Boss… sbg orang yg belajar dgn peralatan lab dan pengujian, aku paham betul prosedur ilmiah itu dibuat utk menjamin keselamatan 3 subyek: pelaku, peralatan, dan lingkungan… pelanggaran prosedur sama dgn memperbesar peluang munculnya potensi bahaya… sangat bisa dimaklumi, pak Dahlan yg memang besar di dunia praktisi dan bisnis, tdk terlalu paham hal tsb… beliau memang sangat bersemangat dgn proyek mobil listrik ini… sebetulnya itulah gunanya beliau merekrut orang-orang yg memang kompeten di bidang penelitian dan pengembangan mobil listrik… apalagi cak Danet yg terjun langsung di salah 1 negara raksasa otomotif dunia yg pasti punya standar dan prosedur yg sangat tinggi dan ketat… sayangnya, sejak pengujian mobil listrik yg ijo maupun Tucuxi, nampak sekali prosedur-prosedur itu diabaikan semua, mungkin para putra Petir sungkan kpd pak Dahlan selaku menteri dan penyandang dana pribadi… akibatnya, bisa dilihat sendiri kan sekarang… orang sebaik pak Dahlan bahkan diungkit-ungkit salahnya sampai ke plat nomor DI 19 yg dipasang di Tucuxi itu… aku sangat berharap, ke depan instansi berwenang giat menyosialisasikan prosedur-prosedur yg hrs ditempuh bagi siapa saja baik lembaga maupun individu yg ingin berkecimpung di dunia penelitian dan pengembangan kendaraan bermotor (baik motor bakar maupun motor listrik) agar semuanya berjalan di jalur yg benar…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 7 Januari 2013, 3:21 pm
  28. Tinggal aja pak danet, dia tidak mau berkorban untuk negara. . Masih banyak putra putri bangsa yg sanggup melanjutkan putra petir. . Kerja kerja kerja. .

    Posted by Posag | 7 Januari 2013, 6:51 am
    • Tidak bisa begitu Posag..Saya pernah dengar kl Indonesia memang belum punya pengalaman dalam memproduksi mobill, sehingga prosedur-prosedur untuk segala uji selama proses industrinya spt yang ditulis Novriani Eka Sandhi di atas, juga belum punya. Nah, Pak DI saya kira mau menunda dulu bercerita tentang kecelakaan itu, karena mungkin beliau mulai menyadari ada yang harus dibenahi sebelum dibicarakan ke media, khususnya hal-hal yang berhubungan dengan masalah peraturan produksi mobil. Yang paling penting adalah, Indonesia harus sdh Pe-De untuk menjadi negara produsen mobil dan sekarang obat-obatan (farmasi) SEHINGGA semua perangkat peraturan bertaraf internasional juga sudah harus dibuat..(saya dengar yang kita miliki saat ini belum memenuhi standar Internasional)

      Posted by nutami | 7 Januari 2013, 7:02 am
      • berita dr detik.com kmrn..InsyAllh selasa akn ada konpers ttg Tucuxi & prmasalahan dg P.Danet dr P.Dahlan lgsg.

        Posted by koreksi diri | 7 Januari 2013, 8:46 am
      • mungkin yang dimaksud dengan teguran buat pak DIS adalah tentang hal ini. Sebagai sebuah prototype pak DIS terlalu terburu buru,beliau melupakan kode etik tentang sebuah prototype. Syukur Alhamdulillah,pak DIS masih diberi keselamatan oleh ALLAH SWT.

        Posted by Krisdianto | 7 Januari 2013, 2:43 pm
    • Nggak bisa begitu Mas. Realitasnya negara yag besar dan maju adalah negara yang memberikan penghargaan tinggi kepada penduduk yang berprestasi. Penghargaan itu bisa berupa fasilitas dan sebainya juga termasuk kesejahteraan (uang). Paman Sam besar dan maju juga karena hal tersebut, bahkan mereka paman Sam tidak hanya anak negeri, anak negeri lain juga diberikan penghargaan yang tinggi. Bahkan sekarang ada RUU yang sudah disetujui House Rep (mungkin di Indo DPD) yang akan memberikan “ijin tinggal tetap” (green card) secara otomatis kepada lulusan PHD (Doktor) dari bidang STEM (Science, Technology, Engineering & Math) begitu mereka lulus. Maksudnya supaya mereka nggak pulang kampung dan dan berkarya di USA, sudah banyak pendatang yang punya kontribusi besar thd kemajuan Amerika. Nah kita juga harus begitu, walau tidak harus spt paman sam, krn kita belum sekaya beliau, namun setidaknya hak-hak dan keinginan-keinginan anak negeri yang ingin berkarya, kita perhatikan. Lha ini cak Danet yang cuma ingin supaya pak DI tidak melibatkan orang lain dulu malah dianggap ber”lagu” dan sok.

      Posted by Semar Mesem | 8 Januari 2013, 11:00 am
  29. Biasanya sdh 100-an komentar jam segini…kok masih sepi yaa..apa krn ada pengaruh dari ‘ruwatan’ dan kecelakaan itu yaa..

    Posted by nutami | 7 Januari 2013, 6:53 am
    • pasukan bodrex yg suka bilang kafir, bidah, khurafat, tahayul, tbc dst….mundur mas….
      gpp-lah memang tingkat kecerdasan mereka masih seperti itu……harus difahami dan disayangi aja…
      urusan hati hanya urusan seseorang dg tuhannya…..tidak boleh menuduh sembarangan dg khurafat tahayul……

      biasanya orang-orang yg berteriak sirik, khurafat tahayul adalah manusia-manusia sirik, khurafat dan tahayul itu sendiri.
      orang-orang yang saleh akan sangat behati-hati dan tidak pernah mencampuri urusan keyakinan orang lain……dan tuhan menjamin kebebasan memilih jalan hidup itu……tidak ada paksaan dalam beragama. lakum dinukum waliyadin…..

      Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 7:07 am
      • Kalaupun seseorang kejawen, kristen, yahudi, budha dst kita gak ada urusan. Meminjam istilah cak nun, agama itu kayak isteri. gak bisa dibandingkan dg isteri orang lain. pantat isteri gak bisa dibandingkan dg pantat isteri orang lain. buah dada isteri tidak bisa dibandingkan dengan buah dada orang lain. AIB BESAR!

        Ahok misalnya. kita gak ada urusan dia sbg orang kristen. yg penting adalah adalah kerja kerja dan kerja……

        Bismillah, ayo menjadi muslim yg mandiri (mukmin)!
        Tidak ikut-ikutan seperti burung beo. Ustad-nya bilang sirik, ikut bilang sirik, kyai-nya bilang bid’ah, ikut bilang bid’ad, MUI bilang haram ikut bilang haram.

        Teman-teman
        pemuka agama saat ini umumnya menjual ayat-ayat tuhan untuk kepentingan syahwatnya. Mereka sangat berani kepada Tuhan, melebihi keberanian penjahat sekalipun. mereka adalah orang-orang munafik, dan ada juga yang tidak sadar alias tersesat.

        Teman-teman
        ayo hentikan menyerang kayakinan orang lain krn hal itu adalah hablum minallah (urusan seseorang dengan tuhannya)
        ranah kita hanya hablum minannas (muamalah).

        Bismillah semangat! kerja kerja dan kerja….

        Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 7:38 am
        • setuju Pak..dlmnya hati seseorg siapa yg tau.P.Dahlan bnyk skl temannya dr sgl mcm aliran,ruwatan kmrn itu jg blm tentu kemauan beliau..

          Posted by koreksi diri | 7 Januari 2013, 8:54 am
        • Sedikit respon, kalau kyai yg notabene pewaris nabi gak diikuti lalu siapa yg diikuti :-)…
          jgn sampe kita spt penonton bola yg menggoblok2i messi atau bambang pamungkas, karena jadi pengamat memang enak & gampang pdhl skill minim…
          lesson learned hati2 mengikuti kyai mmg perlu tapi
          hati2 juga jgn suka bilang kyai ngawur ini itu kalo ilmu kita sendiri masih cetek..
          “umumnya pemuka agama saat ini umumnya menjual ayat-ayat tuhan untuk kepentingan syahwatnya…”
          kan umumnya jadi mari kita cari yang tidak demikian lalu diikuti bkn gara2 umumnya begitu terus jalan sendiri gak mau ngikut ulama bisa tersesat juga nantinya :-)

          anyway ayo bismillah semangat kerja kerja kerja…saya ketipu jadi ikut2an komen korupsi jam kerja :-)

          Posted by g | 7 Januari 2013, 9:09 am
        • seorang yang bicara agama harus dengan dalil. MUI pasti punya dalil dalam berbicara. Anda apa…. jangan asal bacot.

          belajar dulu agama baru anda berbicara.
          dari sahabat Nukman Bin Basyiir dijelaskan bahwa yang halal dalam islam sudah jelas dan yang haram juga sangat jelas. yang ada diantara keduanya adalah mutasyabihaat (syubhat/samar-samar) . barang siapa yang terjerumus dalam hal-hal yang syubhat ia telah terjerumus dalam hal yang haram dst… (HR. Bukhari-Muslim).

          masalah ruwatan jelas diharamkan dalam agama karena islam telah menetapkan kaidah dalam kita meminta kepada Allah. Allah tidak mau diduakan, dipoligami, diselingkuhi atau yang senada dengan itu.
          dalilnya …. amat sangat bayak…

          sedangkan anda. apa dalil yang anda punya untuk menghalalkan ruwatan ??

          kalo ada orang yang berbicara agama, para imam-imam terdahulu selalu berkata “sebutkan dalil-dalil kalian”.

          apa yag anda propagandakan ini mirip sekali dengan misinya JIL (jaringan islam liberal) yang menganggap semua agama sama (islam. kristen yahudi).
          berkedok islam tapi menghancurkan islam.

          jika anda bagian dari JIL maka bertaubatlah … dan
          jika anda bukan itu … belajarlah dulu…. redam nafsu anda untuk menghujat agama sendiri.

          semoga farmasi indonesia menjadi berkibar
          semoga pak dahlan selalu sehat dan dijaga Allah subhanahuwata’ala.

          Posted by Al-Atsari | 7 Januari 2013, 1:26 pm
          • ha..ha..ha….nyerah deh aku :)

            Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 5:52 pm
          • Pak, kalo menurut saya, sebelum Bapak mengharamkan ruwatan, alangkah baiknya kalo Bapak menjelaskan secara detail proses ruwatan yang di lakukan oleh Ki H Manteb Sudarsono kemarin itu, dan menunjukkan proses yang mananya yang mengindikasikan menduakan Allah dan tentunya dengan alasan yang logis. apakah pada proses mandi kembangnya yang haram, dan kenapa mandi kembang haram. atau doa yang di ucapkan pak manteb yang haram, dan kenapa doanya pak manteb haram, biar tidak menjadi fitnah.

            Posted by Denbagus Wahyono | 8 Januari 2013, 1:17 am
          • coba carikan dalil kalau ruwatan itu haram….., . baru tau islam cuman kulitnya.. aja…. wes…. kayak ulama’ mutakamil,… inilah contoh ustadz, belum sampe.. bab tawadlu’ uda terkenal dulu jadinya… yg gini. .. gampang mengharamkan…….. belajar lagi…. , saya wong emboangan aja. kalau ilmu anda. tu… masih.. cuman kulit nya aja.. …

            Posted by Bu kek Sian Su (asyahri) | 9 Januari 2013, 11:57 am
          • Islam adalah Islam, hanya ada 1 islam, pedoman yg lurus hanya ada 2 : Al Qur’an dan hadist..pada dasarnya semua ibadah itu haram kecuali ada perintah dari Allah melalui Qur’an atau lisan Rasul-Nya bukan dari nenek moyang atau tetua kita..
            ikutilah agamamu sepenuhnya atau tinggalkan sepenuhnya, jgn setengah2 krn ga ada gunanya..
            saya ga punya ilmu agama yg tinggi..jd saya ga brani mengharamkan ruwatan..tapi lebih baik saya tdk mengikutinya krn tidak diajarkan oleh Rasul..
            tapi saya cm kasi saran dgn ilmu kita yg sedikit jgn deeh meng-halal-kan sesuatu apapun itu tnpa dalil dgn alasan apapun apalagi cuma alasan kebebasan berpendapat atau HAM..ga perlu ilmu aga tinggi2, kita cuma disuru ikutin apa yg dicontohkan Rasul jika ingin selamat..titik..

            saya DahlanIs Tulen, saya mending golput kalau beliau ga Nyapres..krn memang jelas ini bapak integritas dan semangat kluar biasa..
            memang cobaan jd org baik tu pst berat..tapi pendukungnya jg banyak jd beliau ga akan pernah jatuh krn byk yg do’ain dan membela beliau..

            FORZA Dahlan

            Posted by viekar | 10 Januari 2013, 8:55 pm
          • untuk Bapak/Ibu Viekar, kita di karuniai organ tubuh yang namanya otak, tentu harus kita syukuri karunia tersebut dengan memakainya untuk menelaah ruwatan tersebut.
            saya kira kita bisa telaah 1 demi satu kok, misalnya gini salah satu proses ritual ruwatan adalah mandi kembang, gimana kalo kita kaitkan dengan bersuci, apa bedanya dengan mandi pakai sabun.
            kalo dari sudut pandang saya, mandi dengan pewangi alami dari kembang lebih baik daripada mandi dengan memakai pewangi dari sabun yang bahannya dari bahan kimia.
            nah dengan di telaah 1 demi 1, maka nanti akan ketemu mana yang mengindikasikan menduakan Allah.
            sehingga yang baca disini mendapat gambaran yang jelas yang mananya to yang haram, jangan sampai hanya pokoke haram.
            dan juga tidak terjadi fitnah,
            kita tidak mau melestarikan, masih kita fitnah lagi.
            dan itu juga terjadi di wayang kulit, sebagian orang menvonis syirik tanpa mau menjelaskan bagian mana yang syirik dan kenapa bagian itu syirik,

            oh iya, kalo menelaah, ruwatannya pak manteb saja ya Pak/Bu, jangan ruwatan ala bali, mungkin akan berbeda.

            Posted by denbaguspenot | 10 Januari 2013, 11:42 pm
        • Hati-hati anda SYAFIIHKAMIL kalo bicara, gue tau jalan pikiran jil elo, udahlah lo gak usah banyak bacot untuk urusan akidah muslim. Keyakinan gue dogma. Keyakinan orang lain dipersilahkan.

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          Posted by bonzo | 15 Januari 2013, 10:24 am
  30. ….dengan atau tanpa dia (danet) mobnas listrik harus tetap jalan…….ujar abah, kesel banget kayaknya abah sama si bung danet ini……he..he..he…….

    Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 6:59 am
    • Menghabiskan dana pribadi 3M ,performanya masih belum meyakinkan.
      Tapi saya percaya bukan itu alasannya ,dari dulu Pak Dahlan paling benci ama orang yg kerjanya lelet .

      Posted by setro utomo | 7 Januari 2013, 9:05 am
      • Setujuh Broooooo….

        Posted by DI Mania | 8 Januari 2013, 12:05 am
        • Nggak ada produck hightech sekali bikin prototype langsung bagus. Mungkin kalau pabrik sukro, atau kacang atom, sekali bikin prototype sudah layak pasar. Apple, Samsung, Boeing, GM, Toyota semuanya melalui, “bikin – test – nemuin bug – improved – test lagi – ada bug lagi – improved lagi” begitu setursnya sampai nggak ada “bugs” lagi. Kita tahunya sbg customer sudah jadi barang perfect. Cuma karena “proses testnya” tidak dicover media (karena mereka memang tidak ingin orang lain tahu), ya kita nggak denger. Nah untuk kasuis tuxuci, ahmadi tukang tesnya yang empunya media jadi ya semua masalah terkait dg mobil tsb dari A-Z kita denger.

          Posted by Semar Mesem | 8 Januari 2013, 10:32 am
  31. semoga ga Ada ruwat2an lagi ya pak, tetap semangat. kami mendukung bukan berarti tidak memberikan koreksi….

    Posted by fris | 7 Januari 2013, 7:00 am
  32. Abah DIs berkata : Di zaman twitter ini, siapa yg masih mau mendengarkan pidato ?” Kerja kerja kerja

    Posted by mang encep | 7 Januari 2013, 7:00 am
  33. Maju terus abah DI.. Galilah potensi Indonesia sebanyak mungkin!!!

    Posted by adhen | 7 Januari 2013, 7:07 am
  34. Alhamdulillah atas keselamatan pak Dis, alhamdulillah pak Dis yang masih manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan-kesalahan, alhamdulillah untuk terobosan penemuan dahsyat di bidang farmasi, alhamdulillah untuk semangat nasionalisme Demi Indonesia, alhamdulillah masih banyak kawan-kawan yang optimis yang mendorong dengan komen, harapan, doa yang sangat psitif, alhamdulillah masih bisa komen di blog ini, alhamdulillah masih bisa bernafas, alhamdulillah masih diberi umur, alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.. Atas segala limpahan nikmat dan karunia Allah SWT.

    Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan dan perlindungan kepada pak Dis. Semoga bangsa Indonesia diberi limpahan rahmat, taufik dan hidayah untuk menjadi bangsa yang maju dan keluar dari segala permasalahan yang ada. Semoga kita dijauhkan dari buruk sangka, fitnah, iri, dengki, angakara murka dan sifat-sifat negatif yang merugikan. Aamiin yra.. Salam DahlanIs.. Semangat Pagiiii !!!

    Posted by akadarisman | 7 Januari 2013, 7:15 am
    • Alhamdulillah YRA

      Posted by JAHUDIN | 7 Januari 2013, 7:29 am
    • Alhamdulillah ya..kerja kerja kerja !!

      Posted by koreksi diri | 7 Januari 2013, 8:57 am
    • Betul Mas. Setuju dengan sampeyan. Siapa yang bisa menduga isi hati seseorang? Bukankah setiap amalan tergantung dari niat (yg terucap di hati, bukan cuma di mulut). Tahukah kita niat Abah DIS saat ruwatan?….Selalu mencoba belajar untuk berprasangka baik, apapun yg terlihat di mata, meskipun, seperti mengatakan sebaliknya (Kadang kita juga sering berprasangka buruk sama Alloh). Jika sampai prasangka itu sampai terucap dari mulut atau lewat tulisan tangan, tidakkah itu bisa disebut fitnah? Bagaimana kita mempertanggung jawabkan tindakan kita ini di hadapan-Nya nanti?….Selalu mencoba belajar memendam di dalam hati sendiri semua prasangka buruk terhadap segala sesuatu sampai kebenaran prasangka kita tersebut bisa dibuktikan. Semoga kita semua dihindarkan dari sifat fitnah dan hasut……menyadur dari kata bijak seseorang (lupa namanya) : Di dunia ini tidak ada seorangpun yang memiliki seluruh kebenaran. Masing-masing orang memiliki sepotong kebenaran itu, termasuk Anda

      Posted by surachwanto | 7 Januari 2013, 1:14 pm
  35. TOLONG PAK DIS RUWATAN ITU NIATNYA JANGAN SAMPAI MENIMBULKAN SYIRIK ,,,,EMAN2 KEIMANAN PAK DIS

    Posted by 06121971 | 7 Januari 2013, 7:15 am
    • Untuk yang satu ini saya setuju…

      Posted by sopyan Thamrin | 7 Januari 2013, 7:34 am
      • Berhubung tidak melihat langsung proses-nya dan hanya tahu dari cerita dan pemberitaan, maka saya termasuk yang tidak berani menilai kapasitas keimanan seseorang. Yang saya tahu selama bergaul dengan kawan-kawan di yogya masih terdapat proses keagamaan yang dipadu dengan ritual budaya dan selama ini hal itu berjalan biasa saja tanpa ada hiruk pikuk penilaian terhadap proses tersebut dan menganggapnya sebagai kekayaan budaya semata. Semoga persepsi kita terhadap proses ruwat atau apapun namanya yang dianggap syirik itu salah. :)

        Posted by akadarisman | 7 Januari 2013, 7:45 am
  36. pangsa pasar kolesterol dan diabetes begitu besar, pala (masih mencari dengan kata palawija), merupakan pohon yang tumbuh begitu mudah di wilayah Indonesia, namun pala hanya baru banyak dijadikan manisan, kini pala akan menjadi emas kembali setelah diteliti oleh orang yang ahli,

    kolesterol dan diabetes adalah penyakit mayoritas masyarakat dunia, dan paling sangat ditakuti karena dua duanya berasal dari pola makan dan makanan berminyak dan bergula,

    saya harap kedua obat ini dijadikan obat generik agar masyarakat bawah bisa membeli , dan kepada orang yang mempunyai penyakit kolesterol dan diabet, bisa hidup sehat kembali dan bisa lebih produktif

    Posted by saeful | 7 Januari 2013, 7:24 am
  37. SYIRIK !!!!!!! Jangan pilih pemimpin yg suka menyekutukan Allah…….

    Posted by Cekricek | 7 Januari 2013, 7:27 am
    • Cekricek..gak suka sama pak DI, tapi getol banget ‘nongkrong’ di MH ini..cuma untuk menghasut dan menunjukkan kedengkian..duhhh..duhh…

      Posted by nutami | 7 Januari 2013, 7:32 am
      • Setuju dg nutami, cekricek bisa ga ya belajar berpikir posisitf? Anyway gpp silahkan nongkrong terus di MH biar ketularan virus positif. Dan menyebarkan virus positif ke bnyk org diluar sana.

        Posted by ndokaja | 8 Januari 2013, 11:26 am
    • hahahahahahah…. terus bagaimana dengan jokowi menurut anda??????

      Posted by sopyan Thamrin | 7 Januari 2013, 7:33 am
    • eh,nongol nih crc..
      selamat datang ya..mari dinikmati hidangan “pencitraan” dan ke”syirik”an..
      semoga betah di blog ini…
      salam pencitraan…

      Posted by sdwi | 7 Januari 2013, 8:48 am
    • CRC mencintai wanita berlebihan itu juga syirik (menduakan Allah). Apkh CRC tidak pernah syirik???
      Btw. Begitu mengetahui rem blong – pd jalan menurun, di tebing antara Sarangan dan Ngerong – langsung mobil ditabrakkan ke tebing. Betul-betul Menteri rasional dan pemberani. Salut untuk Abah. Ini yang namanya Sang Pemimpin yakni memiliki sifat pemberani. Tidak seperti CRC dan sejenisnya. Pengecut pol dan tidak ada prestasi. Salam

      Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:48 am
      • Rekan-rekan. Kalo tulisan posted by CEKRICEK berwarna biru, setahu saya itu bukan asli CRC. Yang asli adalah berwarna hitam.

        Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:51 am
        • Jeli sekali pengamatan Cak Djoko Sawolo. .. sampai warna tulisan diperhatikan..mantap.. hehehehe

          Posted by cak-mat | 7 Januari 2013, 10:43 am
        • terima kasih atas perhatiannya…

          Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian” {Shohih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215)

          PENYEMBUH SEGALA PENYAKIT dalam hadist tersebut merupakan terjemahan dari kata bahasa arab AS-SYIFA yang secara harfiah sebenarnya berarti sesuatu yg memberi manfaat. AS-SYIFA masih satu rumpun dengan kata SYAFAAT yang secara kasar bisa diartikan pertolongan. Kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris, jadinya CURE yg artinya OBAT. Obat tidak pasti dapat menyembuhkan, tapi makan obat akan meningkatkan kemungkinan si sakit utnuk sembuh.

          (salam buat penggemar masih dinegeri konflik…)

          Posted by cekricek | 7 Januari 2013, 11:14 am
    • cekricek PALSU !

      Posted by yangjelasruwatantidakadatuntunannyadidalamajaranagamaislam | 7 Januari 2013, 8:49 am
    • Sugeng rawuh, mas Cek.
      Manusia dikaruniai 2 mata, 2 telinga, dan 1 mulut. Kemungkinan diharapkan, kita harus banyak melihat dan mendengar sebelum berbicara (berkomentar). Maaf, suwun

      Posted by wanto kdr | 7 Januari 2013, 9:03 am
      • “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami [ayat-ayat Allah] dan mereka mempunyai mata [tetapi] tidak dipergunakan untuk melihat [tanda-tanda kekuasaan Allah] dan mereka mempunyai telinga [tetapi] tidak dipergunakan untuk mendengar [ayat-ayat Allah]. Mereka itu seperti binatang ternakan, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” ~ Al-A’raaf : 179.

        Posted by slamet | 7 Januari 2013, 9:44 am
    • Beginilah dunia , ada yang baik dan ada yang buruk , ada yg jahat dan baik hari , ada yg optimis dan ada yg pesimis …Begitulah cekricek disini ..

      Posted by nike | 7 Januari 2013, 11:19 am
    • Wow..cek ricek nenjustifikasi orang dan menyebarkan kebencian dengan membawa2 nama Allah…..ckckck….hebaatttt manusia satu ini…

      Posted by Ardiansyah | 7 Januari 2013, 11:21 pm
  38. Re-charge lagi dengan semangat MH….. mantap

    Posted by sopyan Thamrin | 7 Januari 2013, 7:32 am
  39. untuk mengucapkan selamat ke Dr.Keri ini link twitternya https://twitter.com/KeriLestari

    Posted by saeful | 7 Januari 2013, 7:36 am
  40. Waktu pak dahlan tinggal beberapa bulan lagi menjadi mentri. . . Kalo danet aja sok pinter sendiri masalah paten bikin aja sendiri di amerika.
    Masalah ijin belum ada UU yg mengatur moblis yg detil.
    Kapan lg ada orang yg mau membangkitkan moblisnas. . . Apa nunggu honda,toyota jadi . . . Eman2 duit dikasih ke mantan penjajah. . .;

    Posted by Posag | 7 Januari 2013, 7:38 am
    • BETUL SEKALI, MAS (ATAU MBAK YA?) POSAG … jangan sampai lagi2 kit hanya jadi konsumen/pembeli produk2 impor itu ….

      Posted by m. s. atmodiwiryo | 9 Januari 2013, 6:17 am
    • Menurut saya ini kan proyek pribada Pak Dahlan…artinya Pak Dahlan sudah beli tu Mobil..mo diapain saja sama Pak Dahlan kan hak beliau ya nggak…nggak usah komen macem2..la yang punya om Dasep ternyata jalan..meski beberapa kali di awal juga banyak masalah…yang jelas karena mobil itu hancur jadi mungkin om Danet nggak enak hati :D…

      Posted by bundashabrina | 13 Januari 2013, 4:04 am
  41. salut lagi buat salah satu anak Indonesia-ku…
    untuk dahlanis, ingat bahwa ini adalah “manufacturing hope”. kalo kita kembalikan ke khittahnya maka “jangan ambil jeleknya dan amalkan yg baiknya…untuk Indonesia yang lebih maju, baik dan sejahtera. maju terus pak Dis….

    Posted by done | 7 Januari 2013, 7:47 am
  42. ach tinggalkan ruwatan!.Pakai cara agama dan sunatullah (ilmiah) aja. Tinggalkan TUxuci?okey kecelakaannya.Saya masih blm mengerti klau akhirnya jd silaturahminya antara pencinta dg pak Dis terganggu. Bgm duduk persoalannya? Dan selamat pak Dis mampu mendorong dan mengapresiasi karya anak bangsa untuk kemajuan di masa depan.Selamat dan sukses. Dr.Keri tim Unpam dan Tim pak Dahlan.

    Posted by www.hikmahuniversity.com | 7 Januari 2013, 7:48 am
  43. lain kali jangan dibawa ke bengkel pinggir jalan ya pak… di mana – mana bengkel yang gak qualified hanya mereka-reka dan cuma bisa merusak kendaraan… untuk masalah ini saya dukung danet lah… tidak ada alasan untuk menyempurnakan tanpa melibatkan originator-nya…

    Posted by kiran | 7 Januari 2013, 7:49 am
  44. gara-gara diruwat… ruwatan itu menentang takdir…

    Posted by kiran | 7 Januari 2013, 7:51 am
  45. Semoga pak dahlan membca komentar ini, agar tidak lagi ikut-ikutan acara ruwatan. terbukti, mobil esemka ikut ruwatan, gagal uji emisi, tucuxi ikut ruwata, hancur berantakan

    Posted by pondokhidayah | 7 Januari 2013, 7:53 am
  46. BETAPA MUDAH MEMBUNUH DAHLAN. Titik-titik lemah orang ini banyak sekali karena suka kemana-mana, sama siapa siapa dan mengapa-apa. Betapa banyak yang benci Dahlan, mulai dari DPR, barisan mantan koruptor BUMN, para direktur pecinta jabatan dan takut tergeser di BUMN, spion asing baik negeri maupun partikelir yang ga mau Indonesia merdeka secara ekonomi hingga lawan politik menjelang 2014 yang menganggap DI jadi saingan potensial. Bahkan pendukung Jokowi yang semestinya ga perlu benci Dahlan…. Ga ada alasan sebenarnya mereka untuk benci Dahlan.

    Kasus Danet dan kecelakaan kemarin harus diwaspadai sebagai kemungkinan-upaya pembunuhan tersebut. Perlu Kewaspadaan bahwa upaya membunuh Dahlan akan masih dilakukan setelah kegagalan kemarin. Pembunuhan ini sudah pada tahap biologis, bukan lagi sekedar pembunuhan karakter. BUMN itu uang yang sangat besar,comot satu saja pertamina, uang yang terlibat disitu sudah bisa digunakan menyewa james bond buat membungkam Dahlan yang membahayakan mafia minyak. Terlepas Dahlan punya nyawa rangkap tujuh atau pasRah pada Takdir mati, tapi kewaspadaan dan usaha perlindungan harus dilakukan, agar tidak ada banjir air mata dari kita semua. Doa memang harus, tapi usaha perlindungan itu adalah bagian dari kerja, kerja, kerja

    Kecelakaan itu juga membawa hikmah terungkapnya suara sumbang pembenci Dahlan ke permukaan. Badai komentar di media elektronik kompas.com dan detik.com, bahkan di blog ini menunjukkan banyak sekali orang-orang yang tidak suka Dahlan. Mungkin ada grand design, pasukan nasi bungkus yang ditugaskan ngetik komentar miring sebanyak banyaknya dengan nama abal abal. Tapi kemungkinan memang kebencian itu ada banyak di masyarakat. Semalam Saya tengkar argumen sampai pagi dengan teman fesbuk yang nulis status miring tentang Dahlan sampai tiga kali. Pendukungnya juga banyak, walau yang nge like saya juga ada. Jadi ini adalah nyata. Kondisi ini menunjukkan pada kita bahwa kita sedang perang, tidak bisa pasif dan membiarkan orang ornag itu koar-koar mematikan karakter Dahlan. Kalau memang mengaku Dahlanis dan pecinta Dahlan, ini adalah media untk melakukan sesuatu bagi Dahlan. Dahlan diserang, harus dibela. Selamat bekerja…. Kerja kerja kerja. Adu argumen untuk satu keyakinan juga bagian dari kerja.

    Posted by agungbsantoso | 7 Januari 2013, 7:55 am
    • Rasanya memang agak bombastis dan hiperbolis tapi melihat motif-nya memang hal tersebut bisa terjadi. BUMN gitu loh.. Gadis cantik nan bahenol yang banyak naksir dan banyak barisan sakit hati yang terpental setelah dipegang pak Dis, belum lagi kelompok-kelompok luar yang punya kepentingan dan yang merasa kuatir dengan pamor pak Dis. Saya mungkin tidak bisa banyak membantu secara fisik namun insya allah akan berusaha sebaik-baiknya dengan kemampuan yang saya miliki. Yang jelas saya akan selalu berdoa untuk pak Dis dan orang-orang baik di negeri ini. Salam DahlanIs..

      Posted by akadarisman | 7 Januari 2013, 8:08 am
    • Kita nggak boleh mengkultuskan seseorang termasuk pak Dahlan. Beliau juga manusia, yang mungkin juga berbuat salah. Kalau kita cinta betul dg seseorang tsb, kita tidak boleh “membebek” saja, kalau ada yang menurut kita salah perlu kita sampaikan. Knajeng Nabi Muhammad saw, juga pernah “diingatkan” oleh pengikutnya ketika beliau memberikan nasehat salah mengenai cara pengawinan bunga kurma, yang bukan keahliannya.

      Posted by samin | 7 Januari 2013, 8:19 am
      • SAMIN yang Soekarnois. Perlu diketahui Dahlanis bukan mengkultuskan Abah, namun bangga bahwa masih ada Pejabat Indonesia yang berjiwa Merah Putih. Umumnya pejabat – selama ini – berkiblat pada bongso walondo (eropa, amerika).

        Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:42 am
        • Jangan salah, saya juga bangga dengan pak Dahlan. Saya juga dukung inisiatif beliau dengan MoLiNas dan gebrakan-gebrakan beliau lainnya. Namun dalam hal perselisihan beliau dengan Danet, saya melihat beliau arogan. Beliau punya uang dan punya kuasa, juga pengikut (spt anda dan saya he.. he..he), dan Danet tidak punya apa-apa, uang juga pas-pasan, tentu Danet akan kalah, seperti pernyataan beliau (pak Dahlan) tanpa atau dengan Danet MoLiNas terus jalan. Cuma dengan begitu beliau mematikan semangat anak negeri yang ingin mengembangkan kapasitasnya di kampung sendiri. Kalau Danet sukses, tentunya bisa memberikan semangat kepada “Danet-Danet” lainnya yang sedang berkarya di negeri orang, untuk mencoba berkarya di negeri sendiri. Anyway, saya berdoa semoga ada win-win solution buat Danet dan pak DI. Wassalam.

          Posted by samin | 7 Januari 2013, 9:24 am
          • Saya melihat “arogansi” yang anda katakan itu, mungkin muncul lebih karena Danet juga menuding yang ngga-ngga. Siapa juga yang mau nyuri teknologi mobil listrik itu? Buat apa juga? Toh dari awal juga Danet udah dipuja puji sebagai salah satu putra petir.

            Posted by apasaja | 7 Januari 2013, 10:48 am
      • Saya setuju dengan pendapat Pak Samin, tapi mengenal Dahlan dari tulisannyadan tulisan orang orang yang pernah bersenggolan hidup dengannya membuat saya beendapat bahwa orang ini cukup baik diantara banyak orang baik di Pemerintahab dan orang orang yang tidak baik. DI adalah harapan yang memang juga sekedar manusia, tak lupit dari salah. Tapi ketika dijatuhkan dan direndahkan tidak pada kapasitas serta sangat tidak proporsional. Itulah saatnya kita membantah. Jadi sebenarnya saya bukan membela Dahlan, tapi membela pendapat saya tentang Dahlan.

        Posted by agungbsantoso | 7 Januari 2013, 8:58 am
        • Pak Santoso, saya spendapat dengan anda Insha Allah Pak Dahlan orang baik, namun khusus untuk perselisihan dengan Danet beliau tidak bijak. Coba kalau anda memposisikan diri sbg Danet, dia yang sudah menghabiskan waktu, tenaga dan uang sedemikan lama (sejak 2004), untuk proyek yang dia gadang-gadang, trus tiba-tiba pada menjelang garis finish, pak DI seolah-olah memaksakan kehendak mau ngikut “aturan main gue” nggak, kalau nggak ya terserah, gue sudah dapat yang gue butuhkan. Anyway seperti saya sampaikan komentar sebelumnya saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan ada “win-win solution” untuk mereka berdua. Insha Allah baik Danet dan pak Dahlan keduanya orang baik, dan ingin Indonesia maju, adil dan sejahtera.

          Posted by samin | 7 Januari 2013, 10:08 am
          • Saya sepakat dengan @Samin, saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan ada “win-win solution” untuk mereka berdua. Insha Allah baik Danet dan pak Dahlan keduanya orang baik, dan ingin Indonesia maju, adil dan sejahtera. Amin

            Posted by Marshall D.Teach | 7 Januari 2013, 10:21 am
    • perang saya di wall fb juga belum selesai mas sampe sekarang…..he…he…he…
      menurutku pak dahlan gak perlu dibela…beliau sudah sangat sangat sangat kuat….
      yg saya bela adalah prinsip-prinsip hablumminannas….

      Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 9:19 am
    • Setuju,jangan sampai ada banjir air mata. Sungguh saya lega saat pak DIS muncul dalam berita tv dalam keadaan segar buga,

      Posted by Krisdianto | 7 Januari 2013, 2:59 pm
    • Setuju untuk komentar teori konspirasinya… mungkin ada beberapa referensi tentang konspirasi ekonomi dunia seperti yg ada di Youtube : “Zeitgeist Addendum- subtitle Indonesia”, walaupun tidak perlu kita telan mentah2 informasi tersebut.. Untuk umat Islam tetap berpegang teguh pada Alqur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW..
      Salam Dahlanis.. kerja, kerja, kerja…

      Posted by Dedi TN | 7 Januari 2013, 6:10 pm
    • 1. Buka mata, telinga terhadap informasi apapun terkait abah DI
      2. Segeralah meng-Copy Paste karakteristik DI ke masing – masing kita. Ingat, semakin banyak generasi penerus berkualitas spt abah DI, semakin baik untuk Indonesia. Mati satu, tumbuh berjuta.
      3. Sebarkan sebanyak mungkin semangat positive abah Di ke seantero negri..
      4. Orang baik banyak musuh di negri yg banyak ‘penyamun’nya.. Jadi, sudah sewajarnya. Sebagai yg ingin menjadi bagian dari kebaikan, kita harus selalu berlaku positive.

      Posted by adhen | 8 Januari 2013, 7:29 am
  47. aslm. TAUHID YG UTAMA. JGN DISEPELEKAN. krn dari situlah Rahmad dan BENCANA ALLAH SWT ditimpakan. Berapa banyak umat yg musnah krn tauhid bengkok. Cukup peringatan Allah SWT. Tetap semangat semoga meraih keutamaan ibadah dgn karya untuk negeri. Amin

    Posted by dan | 7 Januari 2013, 7:58 am
  48. Pak Danet sudah memberikan statement resmi, UGM juga,,tinggal pak DI nih..
    apakah yg direncanakan sebenranya dengan Tucuxi? kalau ngejar uang, pak DI sudah jauh sangat amat sugih, jabatan opo meneh menteri BUMN..malah di gadang2 jadi presiden, …

    Posted by Tucuxi Dolphin | 7 Januari 2013, 8:02 am
    • Catatan tentang Molina — sedikit bantuan untuk ikut meluruskan ketidakbenaran berita
      .by Lukito Edi Nugroho on Sunday, January 6, 2013 at 6:06pm ·.
      Hari-hari ini di media sedang ramai dibicarakan tentang mobil listrik Tucuxi-nya pak Dahlan Iskan. Dari tongkrongannya yang mirip dengan Ferrari, sampai saat dibawa ke Solo untuk dijamasi dengan air kembang oleh Ki Manteb Sudarsono, dan akhirnya saat mengalami kecelakaan sewaktu uji coba di daerah Magetan, Jawa Timur. Semua berita itu menarik banyak komentar dari berbagai aspek. Saya tergugah untuk menulis catatan ini setelah muncul berita adanya konflik antara Dr. Danet Suryatama sebagai pemilik teknologi yang diimplementasikan di Tucuxi dengan tim pak Dahlan Iskan. Dalam pemberitaan media, sering dituliskan tim pak Dahlan Iskan (DIS) membongkar mobil itu dan dituduh ingin menjiplak teknologinya. Dan trigger ketergugahan saya adalah saat UGM dan dua rekan saya, Dr. Jayan Sentanuhady dan Dr. Eka Firmansyah dikaitkan dalam pemberitaan itu dalam konotasi yang negatif.

      Saya ambil contoh berita yang seakan menyudutkan UGM dan kedua staf pengajar tersebut. Berita ini diambil dari link http://www.merdeka.com/uang/pencipta-tucuxi-tersinggung-dahlan-minta-ugm-bongkar-mobilnya.html.

      Contoh berita lain adalah http://oto.detik.com/read/2013/01/06/062530/2134183/1207/diotak-atik-tim-dahlan-iskan-tucuxi-jadi-loyo?9911012.

      Kedua berita tersebut seolah menempatkan UGM sebagai bagian dari tim pak DIS dan membongkar Tucuxi untuk dijiplak teknologinya. Sepengetahuan saya, bukan seperti itu keadaannya. Saya kebetulan mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan mobil listrik di UGM karena jabatan saya. Saya juga sering berdiskusi dengan Dr. Eka Firmansyah tentang hal-hal yang terkait dengan permobil-listrikan di tingkat nasional. Dalam catatan kali ini saya akan coba kompilasi penjelasan Dr. Eka Firmansyah dan di sana-sini saya tambahi dengan penjelasan tambahan, untuk memberikan pandangan yang seimbang terhadap berita-berita yang berkembang di media.

      Terkait dengan dunia permobil-listrikan di Indonesia saat ini, ada dua tim mobil listrik yang aktif. Satu adalah tim Mobil Listrik Nasional (Molina) yang dibentuk oleh Presiden RI sejak bulan Juli 2012. Dewan penasehatnya adalah Mendikbud dan diketuai oleh Prof Ahmad Jazidie. Anggota tim ini (untuk selanjutnya saya sebut tim Molina-Dikbud) diambil dari lima universitas (UI, ITB, UGM, UNS, ITS) ditambah BPPT dan LIPI. UGM diwakili oleh Rektor dan Dekan Fakultas Teknik, sementara Dr. Eka dan Dr. Jayan mewakili UGM sebagai tim kerja.

      Di sisi lain, ada Meneg BUMN yang memiliki agenda sama. Pak DIS membentuk tim Pandawa terdiri dari Dr. Danet Suryatama, Ricky Elson, Mario (pemilik merk Betrix), Ravie, dan Dasep Ahmadi. Tim ini tidak memulai program mobil listrik dari nol, tapi bekerja dengan cara mengakselerasi inisiatif-inisiatif yang sudah ada sebelumnya (ada yang sudah berbentuk prototipe).

      Kedua tim ini bekerja terpisah meskipun memiliki tujuan yang sama. Hal ini lebih disebabkan karena alasan-alasan teknik pencapaian tujuan yang tidak sama. Tim Molina-Dikbud mengutamakan langkah-langkah yang lebih terstruktur, sedangkan Tim Pandawa melakukan langkah-langkah cepat.

      Bagi tim Molina-Dikbud, tahun 2012 adalah tahun pertama program. Fokusnya adalah riset, kajian, dan persiapan menuju tahap kedua tahun 2013. Sampai hari ini tim Molina-Dikbud belum menghasilkan prototype apapun. Di UGM, pada tahun 2012 tim ini baru melaksanakan 9 paket riset teknologi yang nanti akan diterapkan pada mobil listrik yang akan dibuat. Sebaliknya, pada tahun yang sama tim Pandawa sudah meluncurkan mobil hijau buatan Dasep Ahmadi, taksi konversi dan Timor Konversi dari Ravie, Betrix dari Mario, dan Tucuxi oleh Danet Suryatama. Dari sini saja terlihat jelas perbedaan strategi pengembangan yang diambil oleh kedua tim.

      Tucuxi dimanufaktur di Kupu-Kupu Malam (KKM) Yogyakarta, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang modifikasi mobil. Dalam proses manufaktur Tucuxi, beberapa kali KKM memerlukan nasihat-nasihat teknis (engineering advices), dan karena KKM sudah memiliki hubungan baik dengan Dr. Jayan, maka naturally KKM sering bertanya kepada Dr. Jayan (dan akhirnya juga kepada Dr. Eka untuk masalah kelistrikannya).

      Pada akhirnya terjadilah hubungan konsultatif secara informal antara pihak KKM dengan dua staf pengajar Fakultas Teknik UGM tersebut. Disebut informal karena tidak ada perjanjian apapun. Tidak ada MoU atau kontrak apapun antara UGM dengan KKM, atau bahkan dengan institusi pak DIS sekalipun. Proses-proses konsultasi ini berlangsung secara spontan (tidak sistematis dan terjadwal) dan tidak berada dalam kerangka proyek pembuatan Tucuxi. Saat mengalami kesulitan, KKM bertanya dan dua dosen tersebut menjawab. Sesederhana itu, seperti layaknya jika keduanya ditanya oleh mahasiswa di kampus. Kedua dosen FT UGM tersebut mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari KKM karena yang ditanyakan memang menjadi bidang kajian keduanya.

      Menurut Dr. Eka, dalam pertemuan-pertemuan konsultasi itu, dia dan Dr. Jayan tidak sedikitpun melakukan proses bongkar membongkar, foto memfoto, dan catat mencatat. Mereka tidak terlibat dalam proses pembongkaran Tucuxi seperti halnya banyak diberitakan di media. Pada poin inilah klarifikasi terhadap pemberitaan media harus dilakukan. Tidak ada usaha pembongkaran, apalagi penjiplakan teknologi, yang dilakukan oleh kedua staf dosen tersebut. Kalaupun ada tuduhan dari Dr. Danet ke timnya pak DIS (khususnya KKM), itu murni urusan mereka dan dua dosen FT UGM tersebut tidak ada kaitannya sama sekali. Secara personal saya kenal baik dengan pak Jayan dan pak Eka, dan saya yakin mereka masih punya cukup dignity untuk tidak melakukan hal-hal yang tabu dalam dunia akademik (i.e., mencuri/menjiplak teknologi milik orang lain).

      Tim Molina-Dikbud, khususnya yang bekerja di UGM, memiliki agenda sendiri yang sama sekali tidak terkait dengan agenda tim Pandawa. Mereka telah mengembangkan roadmap pengembangan mobil listrik nasional termasuk tahapan-tahapan yang harus dijalankan, lengkap dengan luaran (output) yang diharapkan dan kerangka jadwalnya. Platform yang digunakan adalah model city car 4-seater, dan ini jelas berbeda dengan model sport yang menjadi platform Tucuxi. Dengan fakta-fakta ini, semakin jelas bahwa track tim Molina-Dikbud UGM memang berbeda dibandingkan dengan track timnya pak DIS, sehingga menjadi tidak logis jika dinyatakan ada anggota tim UGM yang ikut terlibat dalam kegiatan pembuatan/penyempurnaan mobil Tucuxi.

      Pada akhirnya kita berharap inisiatif mobil listrik nasional ini dapat berjalan dengan lancar. Biarlah pihak-pihak yang terlibat di dalamnya bekerja dengan fokus dan tenang. Janganlah mereka diganggu dengan hal-hal yang tidak perlu. Jika muncul gangguan, sudah menjadi tugas kita untuk membantu mereka meminimalkan efek gangguan tersebut.

      Update: Dr. Jayan dan Dr. Eka telah membuat press release terkait hal ini, dan telah dimuat di detik.com. Linknya: http://oto.detik.com/read/2013/01/06/144111/2134348/1207/dituduh-terlibat-pembongkaran-tucuxi-ini-tanggapan-dosen-ugm?991104topnews.
      —–
      Tanggapan dari UGM

      Posted by apasaja | 7 Januari 2013, 8:42 am
      • testimoni yg baik!

        Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 9:44 am
      • Selama ini kita semua menduga-2 bahwa terjadi perselisihan antara pak Danet dengan pak Dahlan tentang mobil listrik tucuxi.. dengan dasar dugaan-2 tersebut kita disini saling berdebat sengit…. bagi saya sebuah perdebatan dengan dasar argumen dugaan-2 adalah tindakan sia-2 saja??.. Saat ini sudah ada statement dari pak Danet, dan statement dari pihak dosen UGM yang membantah karena dikait-2kan dengan persoalan mobil tucuxi.. Lebih bijak kalau kita menunggu statement pak Dahlan yang menjanjikan akan disampaikan besok (Selasa).. Setelah itu silahkan dikritisi/ dijadikan bahan perdebatan..

        Posted by cak-mat | 7 Januari 2013, 11:08 am
      • muantap klarifikasi pak dosen ini, tinggal menunggu klarifikasi dari pak DIS

        Posted by erust | 8 Januari 2013, 4:57 am
      • Alhamdulillah ada penjelasan UGM ini ..bisa lebih menyibak masalahnya .. mudah2an ada jalan keluar / solusi yg baik bagi semua pihak, terutama demi tetap berlangsungnya upaya pengembangan molina ini .. jangan sampai gagal dan berhenti di tengah jalan ..

        Posted by m. s. atmodiwiryo | 9 Januari 2013, 6:43 am
  49. “fans” dahlan iskan pecah belah berhamburan ha…ha….ha…….
    udah saya prediksi sejak awal……..

    maju terus pak dahlan! i love u full……

    Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 8:05 am
    • Sampai saat ini saya tetap ngefans sama DI. Ada tidak setujunya dalam beberapa hal terkadang, tapi tidak menyurutkan rasa mengidolakan saya. Overall, lepas dari kontroversi alamiah maupun hasil olah berita, beliau adalah inspirator saya.

      Posted by apasaja | 7 Januari 2013, 8:35 am
    • masih bersatu… insya Allah…

      Posted by yuni | 7 Januari 2013, 9:32 am
    • Insyaallah masih solid dan satu pemahaman untuk Indonesia yang lebih baik,mungkin karena saking bersemangatnya dalam berdiskusi dan latar belakang yang berbeda terlihat ada ke tidak samaan pendapat, itu wajar,yah .. masih banyak yang harus dikerjakan dan dibenahi, juga masih dipikirkan untuk membuat kegiatan dari para dahlanis yang berguna bagi masyarakat, tunggu saja soft opening nya, nanti anda diundang juga ….., oh ya pake kenduri juga. Salam dahlanis kerja kerja kerja

      Posted by ajipungkasan | 7 Januari 2013, 1:00 pm
    • Saya sebagai pembaca yang jarang komen tetapi sedikit menyimak berita2 online tetap berpikir positif dan selalu.mendukung kiprah pak DI….

      Posted by Ardiansyah | 7 Januari 2013, 11:47 pm
  50. Saya penasaran dengan kecantikan DR.Keri….

    Posted by Hobbit | 7 Januari 2013, 8:12 am
  51. Alhamdulillah masih bisa menikmati tulisan2 optimisme dari Pak DIs lagi…….

    Posted by QWERTYAN | 7 Januari 2013, 8:17 am
  52. “Dalam hati saya berpikir: lebih penting para farmasis itu bicara daripada saya yang pidato. Belum tentu saya bisa pidato bagus mengenai obat-obatan.” Lucu juga Abah ini.

    Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:29 am
  53. Allahu akbar;kita pasti bisa kita yakin bisa lebih maju,mari kita pastikan kita maju dibidang dibidang masing2 para dahlaninsty dan anti dahlanisty;semangat pagi!!!

    Posted by Abdillah | 7 Januari 2013, 8:31 am
  54. Ciri orang yang berpengalaman memimpin jajarannya. “Saat itu juga, I Gede Subawa, Dirut PT Askes (Persero) yang juga hadir, saya minta maju. Saya minta untuk dibentuk tim kecil antara BUMN bidang kesehatan dan ahli-ahli farmasi dari Unpad. Saya beri batas waktu dua minggu untuk merumuskan: apa yang bisa dilakukan bersama.”

    Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:34 am
  55. Diruat atau tidak.. yg namanya kehendak pencipta alam ya apapun bisa terjadi.. jangan pernah berfikir Tuhan tergantung pada makhuk.

    Posted by arif | 7 Januari 2013, 8:36 am
  56. Ciri Pemimpn yang tegar dan tidak gentar (trauma) thd musibah. Bahkan masih sempat menulis artikel. “Lupakan dulu soal kecelakaan di lereng Gunung Lawu Sabtu sore lalu.”. Ini semua demi sang Merah Putih.

    Posted by Djoko Sawolo | 7 Januari 2013, 8:38 am
  57. Teori konspirasi….wamen SDM meninggal naik gunung, Hatta repot lewat anaknya, DI kecelakaan dalam misinya (alhamdulillah selamat)….kayaknya ada sesuatu yang sedang terjadi…banyak cara untuk memotong orang baik…salah satunya masuk lewat kebiasaan dirinya, lingkungannya , seolah kejadian biasa, tapi bisa jadi tidak biasa….buat yang lain sensor kewaspadaan mesti diganti dengan yang lebih sensitif….benar saja tidak cukup…harus waspada dan kuat….ingat berjalan dijalan raya kecelakaan sering bukan dari kita, tetapi lingkungan…so waspada itu sangat perlu, bukan curiga.

    Posted by santosa | 7 Januari 2013, 8:53 am
    • konspirasi tingkat tinggi…..hadehhhhh…terinspirasi novel2 dan film2….jd kangen novel2 Dan Brown….

      Posted by yuni | 7 Januari 2013, 1:09 pm
      • untuk akademisi hal seperti ini mungkin nampak mengada ada,kurang kerjaan.Tapi untuk politisi sudah biasa.dalam skala kecil bisa anda lihat saat pilihan kepala desa. Banyak sekali konspirasi disana. Dan untuk sekelas pak DIS,mbak YUNI tentu paham,sebesar apa kapasitas pak DIS..

        Posted by Krisdianto | 7 Januari 2013, 3:26 pm
  58. Betul Bos DIS, sepakat dengan lead Anda untuk lupakan sejenak Lucuxi. Kita fokuskan energi kita ke hal-hal positif dulu saja bersama “Keri” karena “bad news” tadi tentunya menjadi santapan lezat di luar sana. Salam, Keep on looking forward…

    Posted by Doms | 7 Januari 2013, 8:57 am
  59. Ruwatan itu kepercayaan non Islam berlandaskan cerita wayang. Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak Batoro Guru/raja para dewa. Batoro Kolo adalah raksasa buruk jelmaan dari sperma Batoro Guru yang berceceran di laut, setelah gagal bersenggama dengan permaisurinya, Batari Uma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan.

    Itulah kepercayaan musyrik/menyekutukan Allah SWT yang berlandaskan cerita wayang penuh takhayyul, khurofat, dan tathoyyur (menganggap sesuatu sebagai alamat sial dsb). Upacara ruwatan itu bermacam-macam:

    ada yang dengan mengubur sekujur tubuh selain kepala,
    atau menyembunyikan anak/orang yang diruwat,
    ada yang dimandikan dengan air kembang dan sebagainya.
    Biasanya ruwatan itu disertai sesaji dan wayangan untuk menghindarkan agar Betoro Kolo tidak memangsa.

    Posted by yang beginian koq dilakoni ? | 7 Januari 2013, 8:58 am
    • hahahaha……komen anda sangat bagus untuk ukuran orang yg gemar googling cari kutipan tulisan untuk ditulis ulang disini….??? jujur pada diri sendiri lebih bagus….memperingatkan jg bagus….menghina dan menghakimi yg jelek…..

      Posted by surya | 7 Januari 2013, 10:36 am
    • pulau jawa sebelum masuk ajaran islam bukan pulau yang tanpa agama dan penyebaran Islam di jawa tidak lepas dari peran para Wali.
      melihat karakter orang jawa strategi dakwah para wali dulu tidak dengan menentang arus, malah menjadikan tradisi agama sebelumnya menjadi media dakwah.
      apa jadinya kalau Para Wali datang ke tempat orang yang sedang riitual ruwatan langsung mencak-mencak bahwa itu syirik, mungkin Islam tidak akan bisa berkambang di pulau jawa seperti sekarang ini.
      para Wali tetap ikut arus dengan tetap melestarikan ruwatan (dan masih banyak lagi) tapi dengan di syariatkan Islam.

      dulu di kampung, saya pernah melihat orang di ruwat, prosesnya kurang lebih di mandiin pakai air kembang trus di doakan, di mintakan keselamatan kepada Allah SWT.

      di mandiin pakai air kembang dengan tujuan biar bersih sebelum di doakan dan biar wangi maka airnya di kasih kembang, pastinya kita tahu kalo dulu jamannya para Wali belum ada parfum yang beralkohol seperti sekarang ini.

      di doakannya juga pakai doa Islam.

      kalau di mandiin dengan air dan parfum yang ramah lingkungan (karena tanpa alkohol) dan di doakan dengan doa cara Islam, trus yang mananya yang syirik?

      kalau toh setelah di ruwat kok masih kecelakaan?
      mungkin sama seperti kita setiap hari berdoa minta rezeki yang banyak, tapi tidak serta merta terkabul.

      #coba melihat budaya jawa dari sudut pandang saya.

      Posted by Denbagus Wahyono | 7 Januari 2013, 10:47 pm
  60. Selamat Pagi Indonesia !!!!

    Alhamdulilah Pak Dahlan selamat dlm kecelakaan ini, mudah2an ada hikmahnya. Buat Pak Dahlan mohon berhati2, sudah banyak moncong2 senapan yg diarahkan ke bapak, 2 senapan dr senanyan sepertinya sdh siap isi pelor. Kehadiran bapak masih sangat kami harapakan, Mohon jangan membuat sesuatu hal yg bisa menjadi blunder bagi bapak. Maju terus pak . . Tetap smangat !!!!

    Posted by Sugeng Ciko Darminto | 7 Januari 2013, 9:09 am
  61. Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian” {Shohih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215)

    PENYEMBUH SEGALA PENYAKIT dalam hadist tersebut merupakan terjemahan dari kata bahasa arab AS-SYIFA yang secara harfiah sebenarnya berarti sesuatu yg memberi manfaat. AS-SYIFA masih satu rumpun dengan kata SYAFAAT yang secara kasar bisa diartikan pertolongan. Kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris, jadinya CURE yg artinya OBAT. Obat tidak pasti dapat menyembuhkan, tapi makan obat akan meningkatkan kemungkinan si sakit utnuk sembuh.

    (salam buat penggemar masih dinegeri konflik…)

    Posted by cekricek | 7 Januari 2013, 9:09 am
  62. Alhamdulillah pa dahlannya masih sehat .. Kalo soal mobil rusak mah gampang cuma kalo pa dahlannya yg kenapa napa ntu yg sulit .. Soalnya beliau termasuk pejabat limited edition

    Posted by Asep bonano | 7 Januari 2013, 9:22 am
  63. Selalu ada yang baru untuk Indonesia.
    Kerja kerja dan kerja …

    Posted by Satuin Mawardi | 7 Januari 2013, 9:30 am
  64. Mantap,..sekarang unpad unjuk gigi dengan penemuan obat herbalnya.

    Tinggal tunggu waktu aja indonesia jadi raksasa dunia.

    Batantekno udah mau mulai dengan isotopnya, di kalbar udah dibuka sawah puluhan ribu hektar,PTPN sudah mulai bisa unjuk gigi,semen udah go internasional…tinggal tunggu waktu semuanya bersinergi membuat indonesia gak bisa lagi dipandang sebelah mata.

    mobil listrik tunggu waktu lah,saya percaya indonesia bisa,..

    Masalah tucuxi saya nunggu statement dahlan aja,tapi kalo menurut saya gak bisa dimasukin proyek mobnas,..belum apa2 aja udah ribut duluan…gak bakal bisa maju.
    Mending Danet jalan sendiri aja dengan risetnya, toh dia udah riset lama dan punya pabrik sendiri di USA (kalau saya tidak salah). gak usah dimasukin proyek mobnas.

    Masalah ruwatan sih saya tidak ambil pusing ,toh itu budaya indonesia. Dan saya juga tidak memandang seseorang dari agamanya,itu mah urusan pribadi.

    Posted by Mox | 7 Januari 2013, 9:51 am
  65. hadeuuuh ruwat jadi ruwet, tucuxi suruh dilupan dulu tetap saja jadi gunjingan, tema pembahasan Biji pala ,
    yang harus diberi aplus adalah Dr. Keri bukan menghujat dahlan iskannya,

    kalo ini dimuat di koran yang dikomentari adalah wartawannya bukan isi beritanya, ini kurang fokus,

    ayo kembali lagi ke biji pala, ayoo kembali lagi ke biji pala ……

    sekilo harga biji pala kering sudah tembus RP. 130.000, apalagi kalau khasiatnya sudah ketahuan, melejit jit jit.

    nanam pohon pala mudah, buahnya lebat bat bat, hampir bisa berbuah sapanjang tahun

    buah pala banyak turunannya,

    jadi manisan
    jadi minyak pala
    jadi obat mual …

    ayoo tanam pala dari mulai sekarang,
    suguhi tamu tamu yang datang dengan olahan daun pala,

    di pinggir empang, kebun kebun tanami pala,
    koperasi koperasi banyak mencari bji pala,
    pabrik kimia farma serap sebanyak banyaknya biji pala rakyat,
    bukan hanya migas saja yang bisa figarap hilirnya,

    biji pala bisa digosok menjadi bahan komoditi yang sangat bernilai jual

    jadikan Indonesia sebagai pusat herbal dengan standar obat dunia ( fitofarmaka)

    Posted by saeful | 7 Januari 2013, 9:54 am
  66. nyimak, dan terus bekerja keras dan bekerja cerdas

    Posted by Desi Anugrah | 7 Januari 2013, 9:57 am
  67. kata mas heri purnomo UGM yang penemuan farmasinya akan diproduksi massal oleh salah satu BUMN,
    neon bisa menyala terang berkat adanya ion negatif dan energi positif,

    kata pak dahlan di dunia ini butuh orang negatif but “nduwen nduwen” dan menambah motifasi

    kata pak ustadz hidup itu berpasangan seperti kaki kanan dan kiri tapi semuanya harus kompak maju ke satu arah bukan saling menjegal,

    berlawanan adalah fitrah, menuju ke arah yang sama adalah wajib jika ingin sukses,

    salamat datang mas pancing , semoga menjadi ion negatif yang membantu ion positif

    semoga berjalan dengan arah yang sama yaitu indonesia maju,

    kalo niat anda tidak sama, saya harap mendingan jadi silent reader saja, hehehe

    Posted by saeful | 7 Januari 2013, 10:02 am
    • Banyak mancing, banyak ikan. Ga ada yang mancing, ikannya pada bobo hehe. Setuju sama Kang Saeful, kalo tujuannya baik dan searah, itu bagus walaupun perannya protagonis maupun antagonis. Tapi kalau tujuannya tidak baik atau berlawanan arah, mending jadi silent reader sambil berdo’a dapet hidayah.

      Posted by apasaja | 7 Januari 2013, 1:55 pm
    • Like DIS lah…
      kalau Positif Ketemu Positif pasti hasilnya SUPER SEKALIII… (kata mario teguh…)..

      Posted by PUTU | 7 Januari 2013, 4:45 pm
    • Padanan kata “Nduwen-nduwen” adalah sekedar punya/sekedar ada.

      Posted by Djoko Sawolo | 8 Januari 2013, 8:19 am
      • Tersangka bos hehehe kualat….syirik….

        Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 12:23 pm
        • Mobil 1,5 Milyar sing arep tuku sopo ?? Rakyat ??? mbelgedesss…. wong2 nang forum kene kon tuku yo ra kuat paling tukune yo ming avanza livina ertiga halah….
          Trus nggo sopo kuwi mobil 1,5 M ??? Tanya hati nurani yg katanya membela rakyat….rakyat alien hehehe

          Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 12:54 pm
          • http://news.detik.com/read/2013/01/08/122805/2136043/10/kecelakaan-tucuxi-dahlan-saya-sadar-lakukan-pelanggaran?991101mainnews

            TANGKAP !!! PENJARA !!! hehehe aku tuh nggak tahu iki asline wong pinter opo nggak sih coba deh ke proton malaysia sekali2 liat sirkuit testing disana,,,,,,gawe mobil koyo gawe krupuk hehehe kacau….

            Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 1:05 pm
          • Hehehe…. Pelanggaran yah?
            Lha itu polisinya ikut ngawal loh dari Solo ke Magetan. Klo emang melanggar dari awal, kenapa kok malah dikawal?

            Sing ga pinter iku sampeyan ato Cak Dahlan yoh….

            Posted by RWB | 8 Januari 2013, 1:15 pm
          • @mbakku…… saya senang melihat anda begitu tidak suka sama pak DI, tapi sayangnya Yang Maha Kuasa lebih senang kepada beliau, jikapun kebencian @mbakku kepadanya lebih mendalam…..so teruslah berkreasi….

            Posted by ep sard | 8 Januari 2013, 1:50 pm
          • Teruskan mencemooh MBAKKU …. biar tidak jadi jerawat. Sedangkan Abah sih tetap tenang-tenang saja. Beliau memang sengaja abdikan badannya untuk ilmu pengetahuan.

            Posted by Djoko Sawolo | 8 Januari 2013, 5:04 pm
          • kalo ini menyerang personal, jadi saya artikan ada dendam pribadi hehehe, monggo dendammnya dilanjut sampai bosen

            Posted by saeful | 8 Januari 2013, 1:19 pm
          • Hehehehe.. Betul Pak Saeful lama-lama saya cuma senyum-senyum aja baca komen-komen semacam ini. Ibarat makanan kalau menu dan “taste”-nya yang begitu-begitu saja akhirnya bosen juga, cukup jadi penyedap aja. Monggo dilanjut mbakku, saya sudah mulai terhibur dengan komennya. Keep this nick name yaaa, jangan ganti2.. ;)

            Posted by akadarisman | 8 Januari 2013, 1:30 pm
          • sebenarnya sih udah pada muak lihat si dahlan… cuma malu aja udah terlanjur memuja muji. RASAIN ! makan tuh tokai ! makanya jadi orang jangan cuma pintarnya angkat telor, bikin telor sana… telor dadar kek telor mata sapi kek… eee DASAR SAPI ! ckakakaaaaaaaa….

            Posted by sirikdangilapopularitas | 8 Januari 2013, 1:41 pm
          • sirikdangilapopularitas anda akan semakin muak karena dahalan akan terus menghiasi media yaa minimal sampai 2014 wakakaka, selamat yaaa,

            Posted by saeful | 8 Januari 2013, 1:43 pm
          • saeful saeful lagi nganggur ya ? bisa naek sepeda kan ? sana gih jualan siomay !

            Posted by sirikdangilapopularitas | 8 Januari 2013, 2:03 pm
          • Bung Saeful saya rasa siap-siap saja jualan siomay. Yang penting halal dan toyibah (baik) serta omzetnya miliaran rupiah.

            Posted by Djoko Sawolo | 8 Januari 2013, 5:07 pm
          • maaf saya penjaga warnet

            Posted by saeful | 8 Januari 2013, 5:41 pm
          • Aku sebenarnya cuma mengkritisi coba di telaah :
            1. Masalah nyiram mobil pake air kendi 4 penjuru kota solo kuwi syirik ora (silahkan dijelaskan muter2 hehe)
            2. Pelanggaran nyoba tuxuci kuwi bener ora silahkan cari link-nya seabrek
            3. Mobil 1,5 mliyar apa iya untuk rakyat ? realistis saja lah males ribut

            Silahkan menggunakan hati nurani dalam mengkritisi sesuatu yah cuma mungkin bahasa saya diatas rada kasar sedikit….biasanya orang itu pake bahasa kasar lebih menarik dan sadar hehehe pisssss

            Saya berkeyakinan bahwa yang benar pasti akan terungkap….time will tell

            Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 6:56 pm
          • Maaf kalo agak kasar juga, sudah semestinya ngga berfikiran cupet gitu dweehh …
            1. DI tidak ada di Solo, dan ketika sampai Solo semua acara ruwatan sudah dipersiapkan, DI bilang masa ruwatannya bubar? Jelas kan kalau beliau mencoba menghormati mereka.
            2. Pelanggaran bener, dan sudah diakui, tapi bukan kejahatan. Sama deh kaya kalo ngga pake helm, ga bawa STNK, ga bawa SIM. Jadi, ya memang diakui melanggar, terus harus diributin?
            3. Ini nih fikiran cupetnya dibuang coba. DI kan semua mobil listrik dikembangkan dari yang kelas 100 jutaan sampai 1.5M-an. Jika semua laku, rakyat yang mampu, pengusaha, orang asing dan siapapun yang beli pasti ke Indonesia dan ngga beli Ferrari, Mercy, atau lainnya dari negeri orang. Itu kan devisa buat negara ini? Kalau sudah jadi devisa pasti ada efeknya untuk menyejahterakan rakyat. Strategi pasar kan memang harus diversifikasi membidik semua kalangan.
            Hati nurani saya mengatakan bahwa DI tetep berniat baik. Hati nurani saya justru berkata Anda begitu getol menjelek-jelekkan orang lain haruslah segera sadar. Lebih baik Anda tunjukkan Anda berbuat lebih baik dari DI, atau tidak melakukan pencitraan, atau apapun yang dalam rangka berlomba-lomba dalam mengukir prestasi, berbuat kebaikan, dan menghilangkan penyakit hati.

            Posted by apasaja | 8 Januari 2013, 7:28 pm
          • Ok deh disini memang orang2nya pinter ngeles tenan heheheh dari dulu muter2 kayak DI itu malaikat….suwe2 kok males ngomong nang kene wis aku tak mundur wae selamanya wis…..

            Thanks yah udah dikasih waktu ngomong

            Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 8:23 pm
          • Sepanjang komentar yg saya baca tak ada satu komen pun yg menganggap Dahlan Iskan itu malaikat. MBAKKU lebay ah…! Piiiisss…ah

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 9:43 pm
          • Ok Mbakku Goodbye… disini memang tempatnya orang – orang berpikir posiitif. Terimakasih anda sudah sadar diri…

            Posted by Radiya | 9 Januari 2013, 6:15 am
          • Selamat jalan MBAKKU. “Danke Schoen.”

            Posted by Djoko Sawolo | 9 Januari 2013, 9:07 am
          • …terima kasih Mbakku telah mampir dimari…..dan memberi warna di blog ini…..

            Posted by yuni | 9 Januari 2013, 2:16 pm
          • walaupun warnanya buram terus, hehe…, gapapa tuk bedain dg warna lain…..

            Posted by mang encep | 9 Januari 2013, 3:56 pm
          • emang mung koe tok sing pinter?
            mending lah muter muter kaya pak dahlan ada hasilnya…lah koe, muter muter ra ono jluntrungane, ga jelas koyo jeneng karo raimu GA JELAS, KABUR, RA MBENTUK BABAR BLAS…
            sing ngajak ngomong koe yo sopo? ora ono…rasudi
            aku yo males ro koe…

            yang ngasih waktu kamu buat ngomong siapa? ga ada tuh…
            kamu aja yang tiba tiba nongol , komen ga jelas, ga mutu…

            sana gih, pergi jauh jauh, ke laut aja…

            Posted by hendro | 11 Januari 2013, 1:40 am
          • Daa..daaaaa……………….

            Posted by Ardian | 11 Januari 2013, 4:48 pm
          • Orang “kalah” selalu mencari seribu macam alasan dan pembenaran atas segala sesuatu…..dan lari dari masalahnya (padahal semakin dia lari semakin mengejar tuh masalah). Orang “sukses” selalu berpikir positif dan mencari solusi dari setiap permasalahan. Bravo abah DIS…..terus berjuang…..

            Posted by isurachwanto | 8 Januari 2013, 9:35 pm
          • 1. Masalah ruwatan itu soal keyakinan yg dilindungi oleh konstitusi. Gak ada yg bisa larang , gak harus diikuti oleh orang lain, tapi gak perlu dicela. 2. Soal pelanggaran uji coba, Dahlan Iskan siap menerima konsekuensinya, itu pernyataan beliau siang tadi. 3. Harga tuxuci 1,5 m dg biaya 3 m itu uang pribadi bukan uang negara apalagi hasil korupsi. Tapi jika berhasil maka diharapkan Indonesia akan menjadi produsen mobil listrik bahkan mobil mewah listrik yg hasilnya akan menjadi pendapatan negara.

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 9:35 pm
          • mobil 1,5 milyar apa iya utk rakyat?

            emang iya, masalah buat loe…wkwkwk

            buat rakyat yang punya duit lebih…
            klo buat rakyat yang punya duitnya pas pas an adalagi moblis jenis lain yaitu evina 4-seaters

            mbakku mau pke yang mana? tinggal pilih…

            Posted by hendro | 11 Januari 2013, 1:33 am
          • mbakku,sliramu komen suwidak jaran,ra onok untung rugine buatku,..cuma kasihan saja,…anda sebenare pengin terkenal spt pak di,tp gak sanggup.mangkane mojokin ,monggo dilanjut…

            Posted by ben | 12 Januari 2013, 12:02 am
          • Mas Saeful itu yg punya warnet dan tidak hanya satu warnet, sesekali memang menikmati siomay, hehe …

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 9:15 pm
          • Dari Nama aja sudah kelihatan bahwa orangnya ga apik-an…
            dan penakut, ga berani pasang nama sebenarnya… ckckck…
            kasihan sekali anda, dibayar or gratisan buat menjelek2an orang…
            teman saya yg tidak punya agama saja msh lebih sopan dan beretika daripada anda…

            Posted by PUTU | 8 Januari 2013, 10:11 pm
          • Hehe met malem Mas PUTU, dalam dunia ibarat panggung sandiwara ini ada yg berperan sebagai pemeran sirik iri dengki dan penghasut. Ada juga yg berperan sbgai orang gila yg menganggap orang lain tdk waras. Bahkan ada juga yg lempar batu sembunyi tangan dan teriak2 sambil ngumpet. Diladeni makin menjadi, ditimpali makin menggonggong, nanti juga cape sendiri.

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 10:28 pm
          • Alhamdulillah… akhirnya Bung DI menyatakan bahwa Beliau tidak tahu menahu soal ritual ruwatan Tucuxi di Solo itu. Sesuai dengan konfrensi pers yang dilakukan oleh Beliau di Jakarta, Selasa (8/1)

            Selamat bekerja dan semoga sukses selalu!. Amin

            Posted by aditam@putra | 8 Januari 2013, 10:58 pm
          • Nah …! Yg sdh terlanjur menghujat masih terbuka pintu taubat !

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 11:03 pm
          • Ternyata temuan Dr Keri tentang obat berbasis alami ini membuat pabrik jamu dan obat herbal bergairah. Bahkan sampe-sampe PT Sido Muncul akan membuat iklan jamu yang Bintang Iklannya adalah Bung DI.

            Moga-moga gak ada yang sirik lalu komen: Menteri BUMN koq jualan jamu? He he he

            Posted by aditam@putra | 8 Januari 2013, 11:19 pm
          • Komentar yg kayak gini mah gak aneh, coba keluarin bahasa yang lebih hebat…. emang ngaruh gitu sama Dahlanis dahlanisti? wkwkwkwkwk….
            heran…heran, zaman gini fikiran kotor trus dipiara..
            Alloh SWT aja yang maha kuasa gk memvonis DIs di dunia ini, la ente ???? Istighfar …!!!!!!

            Posted by Manihot Ultissima | 9 Januari 2013, 8:55 am
          • yang jawab kayak gini mah gak aneh, coba keluarin ngeles yang lebih hebat… emang begundal Dahlanis dahlanist ? wkwkwkwkwk….
            heran…heran, zaman gini fikiran penjilat trus dipiara..
            memvonis ? siapa yang memvonis ? diperingatkan koq gusar…dasar otak udang kali ya ?

            Posted by kupukupumalam DI 19(kode togel untuk pelacur) | 9 Januari 2013, 9:07 am
          • makasih mas sudah diingatkan dan dengan semangat pula…
            mungkin lebih baik lagi, mas bisa beri list kerja Pak Dahlan yang belum menunjukkan hasil
            dan lebih bagus lagi list yang sudah dikerjain mas-mas ini, jadi bisa dibandingin Pak Dahlan itu kurangnya dibandingin mas-mas ini apa aja
            siapa tau dahlanis di sini berbalik mengagumi mas-mas ini….

            Posted by NOENG | 9 Januari 2013, 11:33 am
          • Hahaha, kena deh … Banyak omong dan mencela biasanya sih ga ada kerjanya.

            Posted by apasaja | 10 Januari 2013, 7:29 am
          • Maaf, jadi tdk bisa melupakan tuxuci gara2 pernyataan DI : tuxuci adalah proyek pribadi tak ada kaitan dgn proyek mobtrik nasional & bumn (antaranews).
            Jadi selama ini bersusah payah mengumpulkan pandawa putra petir hanya untuk ambisi pribadi? Kalo begitu selamat atas mainan barunya. Dan terimakasih atas segala hiburan ini.

            POSTED BY G. HARIYANTO | 9 JANUARI 2013, 8:10 PM

            Posted by Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna ! | 10 Januari 2013, 8:19 am
          • setiap orang harus punya ambisi dalam hidup pak

            Posted by Masrukhatul Khasanah | 10 Januari 2013, 8:50 am
          • Kalo sy berfikir positif saja mas G. HARIYANTO. Pak Dahlan bilang hal itu adalah proyek pribadi maksudnya beliau ingin memberikan contoh (pasang body) dan membuktikan lebih dulu keandalan mobil listrik.
            Insya Allah beliau tidak ada maksud mencari kemanfaatan pribadi. Beliau “biso rumongso/memahami” (bukan rumongso biso/sok tahu), kalo sudah 3 kali diberikan hidup olehNYA.

            Posted by Djoko Sawolo | 10 Januari 2013, 9:10 am
          • Ya bener proyek pribadi …kan gak pakai duit negara, kalo dibilang proyek negara ntar lebih panjang lagi urusan merusak aset negara, korupsi dll.
            Kalau baca beritanya di http://oto.detik.com/read/2013/01/09/160940/2137467/1207/dahlan-mobil-listrik-tucuxi-proyek-pribadi …putra petir kan dikoordinir untuk menciptakan mobil, DI pembeli pertama sekaligus pendana riset pertama, kalau hasilnya bagus baru diajukan ke panitia moblisnas yaitu team menristek dan mendikbud.
            Bagian yg mana yg merupakan ambisi pribadi pak? Dah keluar duit dan tenaga tapi nantinya yg diuntungkan malah si pembuat mobil itu sendiri.
            Kalau saya melihatnya hal ini seperti uang pribadi yg dikeluarkan Pak Dahlan untuk memotivasi orang, seperti contoh memberi mobil bagi manager yg bisa nyelesain projek PLN dg cepat, atau ngasih mobil untuk manager PLN pinter yg gendut agar bisa langsing dan gesit lagi, ngasih mobil bagi yg punya ide terbagus buat ngluarin Merpati dari kerugian…saya kira gak ada orang lain atau negara yg dirugikan, kenapa ada yg sewot gitu lho.

            Posted by jono | 10 Januari 2013, 9:36 am
          • Iya setuju. Yang dimaksud proyek pribadi itu, artinya semua pendanaan dari kantong pribadi sampai berhasil. Nanti kalau sudah berhasil baru diajukan, atau BUMN yang memproduksi, atau bagaimana nanti. Kalau pake uang negara atau BUMN, dalam hal kerugian atau masalah, pasti DI disalahkan lagi. Orang udah banyak berkorban aja masih disalah-salahin mulu kok. Semua harus adem ayem aja. Begitu liat orang terus-terusan muncul di berita, mencoba mengukir prestasi, dll, yang ada sirik dan atau berfikiran negatif. Saya simpatisan PKS dan sudah berbagai pemilu nyoblos partai itu, tapi kok ya bisa-bisanya kaya Mahfudz Siddiq berfikiran negatif sama DI ya. Besok mungkin saya nyoblos partai apapun yang meminang DI deh.

            Posted by apasaja | 10 Januari 2013, 10:34 am
          • Saya membulatkan hati untuk memilih partai yang meminang Dahlan Iskan untuk RI 1 atau RI 2 sejak sebelum pelaksanaan pileg 2014.

            Posted by mang encep | 10 Januari 2013, 12:37 pm
          • Apalagi Mas apasaja…kalo politisi Fahri Hamzah yang komen…seperti ngga ada etikanya orang itu bicara….

            Posted by Ardian | 11 Januari 2013, 5:06 pm
          • DI adalah pejabat publik yg tugas sepenuhnya melayani & mengabdi kpd masyarakat. Sangat tdk etis jika msh mengurusi proyek pribadi, apalagi berkenaan dgn program nasional. Hal itu menjadikan rawan penyalagunaan fasilitas negara & jabatan. Contoh kecil pengawalan tucuxi oleh polisi itu fasilitas jabatan. Andai proyek pribadi ini sukses, lalu siapakah yg paling diuntungkan? Menbumn itu paling tahu ‘jeroan’ bumn termasuk strategi & potensinya. Bukankah ilmu & informasi ttg bumn itu akan sangat berguna untuk membuat proyek pribadi?

            Akan sangat elok jika proyek pribadi menbumn tdk ditangani sendiri. Lebih elok lg jika proyek pribadi dilaksanakan ketika sdh tdk menjabat. Janganlah mencari kesempatan dlm kesempitan.

            Maju terus mobil listrik nasional! With or without …..

            Posted by G. Hariyanto | 10 Januari 2013, 10:58 am
          • setuju, with or without pak dahlan , tapi siapakah yang gencar mempromokan mobil listrik selain DI? lipi sudah punya mobil listrik tapi apakah segencar sekarang?

            masalah proyek pribadi, siapakah orangnya yang meu menggelontorkan uang 3 Milyard untuk percobaan, lhaa wong danetnya sendiri juga nggak mau tuh, minta dimodalin duluan, saya yakin kalo pak danetnya mau ngeluarin uang dulu pak dahlan tidak akan ngeluaring uang,

            malah saking harusnya mobil listrik maju, gajinya sendiri dikasih untuk ricky elson agar mau pulang ke indonesia,

            saya tanya siapa menteri yang mau gajinya diberikan untuk satu peneliti saja biar balik kampung,
            ambil contoh penemu 4g Prof. Khoirul Anwar yang sekarang dijepang, mau tidak tifaltul sembiring memberikan semua gajinya asal Prof. Khoirul Anwar pulang? seperti ricky elson

            Posted by saeful | 10 Januari 2013, 11:31 am
          • G Hariyanto.. jujur saja pemikiran anda itu sempat terbersit dalam pemikiran saya.. Menteri BUMN kok ngurusi mobil listrik memakai dana pribadi?.. Tetapi selanjutnya saya memiliki logika berpikir.. Dahlan Iskan (DI) sebagai Menteri tentunya memiliki bos, yaitu presiden SBY… Kalau DI sudah keluar rel dari tupoksinya sebagai Menteri mengapa presiden diam saja??.. apalagi ada UKP4 yang dipimpin Kuntoro (lupa nama lengkapnya hehehe..) yang tugasnya mengawasi dan memberi penilaian kinerja Menteri.. apa dia bersama timnya sedang terlelap tidur dibuaian??.. Kita jelas ingat bahwa DI gembar-gembor mobil listrik bukan baru kemarin sore, tetapi sejak lama.. (kalau tidak salah ingat sejak awal 2012).. koreksi kalau saya keliru mengingat.. hehehe
            Dengan dasar logika berpikir diatas, saya yakin bahwa yang dilakukan oleh DI dengan mobil listrik ini atas sepengetahuan dan sepertujuan presiden sebagai bosnya…. jadi apa yang perlu dipersoalkan??..
            Mengenai apa yang menjadi latar belakang dan tujuannya pak DI dengan mobil listriknya..hanya pak DI dan presiden SBY aja yang tahu.. saya memiliki dugaan.. demikian juga kita semua hanya bisa menduga-2 juga.. tetapi saya tidak suka berdiskusi apalagi berdebat dengan dasar dugaan dan prasangka..

            Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 12:37 pm
          • Saya nggak tahu bagaimana koment ini bisa jadi terposting 2 X, sama dengan yang diatas.. maklum gaptek.. hehehe

            Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 12:45 pm
          • mungkin video di you tube ini mungkin bisa memberi jawaban mengapa pak Dahlan mengambil keputusan “nekat” meng awali, mendorong, dan bahkan mencoba sendiri bahkan mengambi resiko untuk urusan mobil listrik
            Video ini tentang sambutan pk Dahlan dalam jawapos pro otonomi award, ketika beliau masih dirut pln.

            semoga bermanfaat.

            Posted by pak di | 10 Januari 2013, 1:00 pm
          • Mak mak komplek kalo pas beli rujak
            sukanya ngrumpi yang dugaan dugaan

            “Kayaknya lo Jeng……..”

            Salam DahlanisMom

            Posted by novi saja | 11 Januari 2013, 7:31 am
          • Mas G Hariyanto
            Saya + Rombongan, pernah sewa pengawalan polisi, dengan bayar sekian ratus ribu
            artinya, pengawalan polisi itu juga bisa menjadi hak semua warga, cuman memang ada aturannya, dan tentu bayar..
            kita gausah suuzon pengawalan polisi itu fasilitas jabatan atau pak DI bayar sendiri.
            kalau kita tidak tahu, jangan opini kita dijadikan generalisasi, bahwa semua pasti pakai fasilitas jabatan

            lagipula polisi yg ngawal kan tahu di Tucuxi ada Plat “DI 19″, kalau mmg bermasalah, ya dr awal polisi yg ngawal bisa lgsg negur, bukannya pas udah kecelakaan baru dipermasalahkan

            bagi saya proyek pribadi its OK, duit2 pak DI sendiri kok, dan bukan uang korupsi

            Posted by NORE | 10 Januari 2013, 1:29 pm
          • Kira-kira sebelum sebelumnya Pak G Hariyanto ada pernah dengar proyek2 mobil listrik pribadi gak ya?
            atau sebenarnya Pak G Hariyanto punya project yang sama juga?

            Posted by NOENG | 10 Januari 2013, 2:13 pm
          • benar sekali, proyek pribadi itu dananya dari kantong pribadi bukan dari negara. sebab pa DI faham betul ga mungkin pihak-pihak yang memiliki kewenangan seperti DPR tidak akan mau spekulasi menganggarkan proyek mimpi.Namun apabila sdh berhasil maka itulah persembahan pa DI kepada negara.

            Posted by mang encep | 10 Januari 2013, 12:15 pm
          • kalo banyak yang spt gini terus komennya..sepertinya banyak juga orang-orang disini yang harus diruwat nih….cukuplaaah yang kmrn itu, sekarang saatnya kerja..kerja..kerja dan selalu diawali dengan “19” kata biar selamat dan berkah kerja/amal dan hidupnya…gemeees aku jdnya ma orang” ini!

            Posted by uwek | 9 Januari 2013, 12:30 pm
          • “19” huruf maksudnya bukan kata,soyi..

            Posted by uwek | 9 Januari 2013, 5:44 pm
          • saya lupa sumbernya dari berita atau artikel.. DI 19.. seingat saya “DI” maksudnya inisial/singkatan Dahlan Iskan dan “19” maksudnya jumlah huruf dalam kalimat bismillahhirrohmanirrohim (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)..

            Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 12:48 pm
          • Kalo gak salah menurut tulisan yang saya baca, DI itu “DEMI INDONESIA”
            19 memang benar jumlah abjad dalam lafal tersebut

            Posted by NOENG | 10 Januari 2013, 2:17 pm
          • cuplikan twit yg bagus menurutku:
            Bagi saya, yg selalu hrs dijauhi dlm menghakimi orang atau kebijakan: sikap yg tergesa-gesa.@gm_gm

            Posted by santosa | 10 Januari 2013, 6:33 pm
          • panik ya om ?

            Kalau kejahatan, saya akan mengundurkan diri. Saya mengaku salah karena pelanggaran, tetapi tujuannya juga harus dilihat. Saya melanggar bukan karena mabuk, bukan karena di mobil ada cewek telanjang, tapi untuk masa depan Indonesia,” kata Dahlan.

            Posted by cewektelanjangmenghamiliandainikahgayaucapanmenteri? | 11 Januari 2013, 1:24 am
          • coba tanya hatimu ? (kalau masih punya..)

            seseorang bukan menteri, hanya orang biasa, naik mobil buatan sendiri, belum punya izin kelaikan jalan, tanpa plat nomer hanya pake ‘assesoris’ yang mirip dan ditempatkan di posisi plat nomer dengan tulisan DI 19, melaju dengan kecepatan 80 km per jam di jalan raya kemudian dengan alasan rem blong menabrak atau menabrakkan diri ke dinding bukit..

            apa yang dilakukan polisi ?

            Posted by rakyatbiasayangmasihpunyahatidanotak | 11 Januari 2013, 7:01 am
          • @CAK-MAT & NOENG

            @. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bung DI ketika promosi sepatu DI 19, bahwa DI akronom dari Demi Indonesia. Namun demikian, menurut saya akronim DI ini memang sengaja dibuat sebagai akronim yang mempunyai makna bersayap. Artinya, bahwa ide asal DI itu adalah akronim dari Dahlan Iskan, kemudian dicari makna lain yang pas untuk cita rasa Indonesia, maka jadilah Demi Indonesia. Seandainya Beliau itu namanya bukan Dahlan Iskan pasti tidak akan menggunakan DI 19.

            Sebagai gambaran, andai nama Beliau:
            – Usman Iskan, maka akan memakai akronim UI= untuk Indonesia. Dan menjadi UI 19.
            – Cakmat Noeng Iskan, maka akan memakai akronim CNI= Cinta Negeri Indonesia. Dan menjadi CNI 19.
            – dll.
            Bukankankah yang begini-begini ini Bung DI jagonya?

            @. 19 adalah jumlah huruf hijaiyah yang membentuk tulisan Bismillahirrahmanirrahim, yang terdiri dari huruf:
            ب , س , م , ا , ل , ل , ه , ا , ل , ر , ح , م , ن , ا, ل , ر ,ح , ى , م

            Terima kasih.

            Posted by aditam@putra | 11 Januari 2013, 10:23 am
          • aditam@putra.. anda juga pinter banget mengarang akronim singkatan.. hehehehe

            Posted by cak-mat | 11 Januari 2013, 1:57 pm
          • ini namanya utak atik gathuk ? siapa bilang jumlahnya sembilan belas, bagaimana dengan 3 (tiga) tasydid yang terdapat didalam bacaan tersebut ?
            kalau mau ‘ngeles’ yang cerdas bung !

            Posted by semoga cepat sembuh | 11 Januari 2013, 5:11 pm
          • just info Mas “semoga cepat sembuh”, bismllah 19 huruf itu betul, pelajari betul alasannya…19 juga termasuk angka kunci di alquran….coba baca lagi yang lebih dalam agar punya dasar..bukan gatak gatik gatuk….hitung juga bismillah di alquran, akan habis dibagi sembilan belas…dan banyak misteri angka yang lain….

            Posted by santosa | 11 Januari 2013, 5:42 pm
          • tolong tunjukkan dalil dari misteri angka 19 tersebut baik di quran maupun hadis ? (paling tidak seperti contoh angka masa tidurnya ahli kahfi disurah al kahf)

            alquran sebagai wahyu ALLAH adalah suci, adapun tafsir manusia biasa atas ayat ayat alquran patut dipertanyakan kesuciannya.

            Posted by semoga cepat sembuh | 11 Januari 2013, 6:07 pm
          • @ Sdr. Semoga Cepat Sembuh

            Tasydid yang sebanyak 3 buah itu bukan termasuk huruf hijaiyah, tetapi harokat (tanda baca).
            macam-macam harokat di antaranya adalah fathah, fathatain, kasroh, kasrotain, dlomah, dlomatain, sukun, dan tasydid/syaddah. Bismillahirrahmanirrahim terdiri dari 19 huruf hijaiyah dan 16 harokat.

            Menurut Bung DI, makna brand sepatu DI 19 adalah “melangkah dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim demi Indonesia”

            Angka 19 adalah angka kunci? angka misteri? No coment! maaf, tentang ini saya tidak faham.

            Terima kasih.www

            Posted by aditam@putra | 12 Januari 2013, 12:07 am
          • tasydid adalah tanda pada tulisan Arab untuk menyatakan huruf rangkap.
            jelas ya mas aditam@putra.
            ahli ahli tafsir terpercaya tidak ada yang memisterikan ataupun menggatuk gatukkan angka 19.
            yang ada didalam surah al muddatsir ayat 30 adalah 19 malaikat penjaga neraka, INGAT PENJAGA NERAKA !
            astaghfiruLLLAHal adziim.

            Posted by semoga cepat sembuh | 12 Januari 2013, 2:27 am
          • @semoga cepat sembuh…bagus dong pak…berarti diingatkan jangan melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain apalagi diri sendiri..itu angka berarti peringatan, berbuat baiklah demi kebaikan bukan mencaci, memfitnah, menghakimi, membohongi orang dengan komentar2 yang miring dan menyakitkan…karena akibatnya ya itu …sesuai jawaban anda…

            Posted by esardine (@sardinces) | 12 Januari 2013, 6:51 am
          • @ Sdr. Semoga Cepat Sembuh

            Betul, tasydid adalah “TANDA BACA” untuk menyatakan bahwa huruf yang dikenai tasydid harus “DIBACA RANGKAP” sekali lagi “DIBACA'” bukan untuk menyatakan jumlah huruf hijaiyahya rangkap. Ini kaitannya dengan ilmu tajwid. Kalau ditulis rangkap malah SALAH!

            Sebagai pembanding, ambilah kitab kuning, lihat, dan baca. Di sana tidak ada tasydid! Gundul semua! Sekarang hitunglah berapa huruf hijaiyah yang terangkai?
            Kita ini sedang menghitung jumlah huruf dengan melihat tulisan secara dhohir.

            Munculnya tanda baca/ harokat itu karena untuk memudahkan orang membaca. Pada jaman Nabi tidak ada harokat.

            Btw, koq pakai nick name Semoga Cepat Sembuh, memang siapa yang sedang sakit?

            Terima kasih. www

            Posted by aditam@putra | 12 Januari 2013, 1:32 pm
          • sorry, for debat kusir !
            gampangnya boleh gak basmalah ditulis pake huruf latin ? pasti boleh dong, lantas jumlah hurufnya berapa ?
            saran saya coba saja dipahami secara benar sejarah baca/tulis alquran, ok ?
            oh ya pertanyaan saya mengenai ada tidaknya dalil syar’i yang memisterikan angka 19, koq gak ada yang jawab?

            semoga kita semua cepat sembuh dari segala penyakit rohani dan jasmani, baik yang kita ketahui maupun tidak, baik yang kita sadari maupun tidak.

            salam.

            Posted by semoga cepat sembuh | 13 Januari 2013, 1:30 am
          • kasihan orang ini…

            Posted by uwek | 13 Januari 2013, 5:50 am
          • UU No. 24 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang merupakan perintah langsung UU No. 40 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) akan berlaku per 1 Januari 2014, tapi GALAUnya bagi dokter, farmasis , rumah sakit, dan pedagang obat sudah terasa sejak masih berupa RUU. Apalagi sekarang yang semakin dekat pelaksanakannya.
            Betapa tidak, dokter dan profesional kesehatan yang selama ini mempunyai kedudukan kuat, dapat menentukan berbagai hal. Rumah sakit maupun pedagang obat yang dapat menentukan tarif di luar standar. Tentu nantinya akan berubah! Bahkan dokter dan profesional kesehatan pada posisi sangat lemah? Karena BPJS melakukan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan, bukan dengan individu-individu dokter meskipun yang menandatangani kontrak adalah dokter. Dokter hanya bertindak mewakili pemilik institusi kesehatan/rumah sakit.
            Oleh karena itu, sungguh saya kagum dan memberi penghormatan kepada Dr. Keri Lestari Dandan dan Tim Unpad Bandung walaupun dalam situasi yang penuh kegalauan masih mengutamakan Merah Putih. Padahal, kalau mau menjual hak paten kepada Negara asing pasti mendapatkan kemewahan yang melimpah ruah. Sedangkan di sini, dapat apa?

            Ilmu pengetahuan di negeri tercinta ini kurang begitu dihargai. Makanya para peneliti juga ikut galau. Coba tengok saja, seberapa besar penghargaan pemerintah terhadap juara olimpiade fisika level dunia misalnya, atau yang menyangkut keilmuan lainnya? Bandingkan dengan penghargaan yang diberikan kepada Putri Indonesia, Indonesia Idol, ataupun Bulu tangkis misalnya. Jauuuuuh….!!!
            Oleh karena itu, saya sangat salut dengan apa yang telah dilakukan Bung DI bersama BUMN Kesehatan yang telah memberi secercah cahaya di gelapnya penghargaan keilmuan. Walau secercah, cahaya tetap cahaya, dan sangat berharga.

            Sesuai yang sering disampaikan oleh Bung DI, bahwa BUMN adalah tangan kiri Negri ini, dan BUMN dapat membiayai apa yang tidak bisa dibiayai APBN, maka harapan saya adalah terus gali dan temukan Keri Keri yang lain di negri ini.

            Selamat buat Dr. Keri Lestari Dandan, Tim Unpad Bandung, BUMN, dan Bung DI

            Maju terus bangsaku, indonesiaku
            Dan terus berkibar merah putihku!

            Salam buat DahlanIS.www

            Posted by aditam@putra | 13 Januari 2013, 7:13 am
          • ya…dikloning juga deh aku, sorry bro gue ini dahlanis.. yang aku maksud kasihan orang” yg bawa aura negatif ke blog ini, bukannya p.dis.

            Posted by uwek | 13 Januari 2013, 9:16 pm
          • Dewa 19 wkwkwkwkwkwk

            Posted by erust | 10 Januari 2013, 2:17 am
          • Apa ruwatan dan wayangan itu dosa dan syirik? Saya kira bukan – ruwatan dan wayangan adalah budaya jawa yang adilihung dan harus kita uri-uri.
            Melihat kotornya tulisan dan pikiran anda, saya bisa menebak anda pasti kelompoknya DPR

            Posted by Baron | 9 Januari 2013, 10:27 am
          • Kelompok Difabel dilindungi Undang-Undang untuk tidak dijadikan bahan lawakan.

            Saya kira profesi saudara2 kita: Tukang koran, Ojek, Tukang Siomay, juga harus dilindungi Undang Undang
            biar nggak dipakai orang melawak dan mengumpat.

            Posted by novi saja | 11 Januari 2013, 7:41 am
          • Saya sanggup beli mobil itu MBAKKU.

            Posted by Djoko Sawolo | 8 Januari 2013, 5:05 pm
  68. Maaf kalo boleh nanya, saya baca ibu Keri kan researchnya Joint dengan korea, Apakah boleh hasil penemuan beliau dipatenkan atas nama sendiri tanpa mengikutkan Joint researchnya. takutnya entar pihak korea yang joint sama beliau menggugat. Trus apakah paten tersebut kan didaftarkan di Indonesia. Kalo ambil kasus Tuxuci katanya bisa saja mematenkan di negara lain kan. Maaf saya bodoh atas paten mematen.

    Posted by misba | 7 Januari 2013, 10:30 am
  69. Bravo,.. Luar Biasa!!
    Saya membaca tulisan ini dengan perasaan yang membuncah2 seperti ingin meluap rasa haru dan bahagia,.
    Sudah saatnya penelitian dosen2 kami tercinta mendapatkan perhatian dari pemerintah..
    Terimakasih pak,. Smoga project besar ini dapat berlancar dg lancar.. Amiin :)

    Posted by sari | 7 Januari 2013, 10:31 am
  70. Segala niat baik apabila diwujudkan dengan proses yang baik Insya Alloh akan menghasilkan banyak manfaat atau kebaikan buat masyarakat luas. Maju terus Indonesia, BUKTIKAN BAHWA KITA BISA!!!!!!

    Posted by Sukamto | 7 Januari 2013, 10:33 am
  71. hehehe barcelona 4-0 espanyol, MH 59 Keluar.

    Semangat pak dahlan, berbuatlah sebanyak-banyaknya buat negeri ini. Mumpung masih dikasih umur. Niatkan buat ibadah. Bagi yang kenal baik dg anda, kegiatan orang ramai menebar celaan, hujatan, makian, tuduhan dan kecurigaan itu perbuatan sia-sia. Eh, tidak sepenuhnya sia-sia, malah bikin anda semangat membuktikan sebaliknya. Hehehe, mereka yg mengenal anda juga paham tingkah nyeleneh anda sulit dikendalikan, karena sudah bawaan orog. Tapi saya dengar anda ‘agak’ mendengarkan mereka-mereka yg bicara dg akal sehatnya.

    btw, akal sehat ku berkata tidak lho buat acara ruwat-ruwatan mobil pak dahlan kemaren. :p hatiku apa lagi. Tenang pak dahlan, saya tidak gabung dg grup pencela kok hehehe, cuma membisikkan nasehat dari hati dan akal sehat. Ingatlah jika akal tidak selalu sehat, dia bisa sakit. Untuk itu kita perlu hati untuk mengecek kesehatannya. Dan hati butuh cahaya untuk melakukannya, dia tak mampu meraba dalam kegelapan. Yak benar, Cahaya dari Ilahi, alquran dan sunnah.

    Posted by akal sehat | 7 Januari 2013, 10:44 am
  72. Semoga Allah selalu melindungi Pak Dahlan, amin :)

    Posted by Levitt | 7 Januari 2013, 11:43 am
  73. Alhamdulillah … Allah masih memberikan keselamatan kepada bung DIS ,,, beliau sdah menyatakan mendapatkan banyak hikmah dari kejadian tersebut. dan terus fokus untuk membuat keputusan memajukan BUMN sembari memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan bangsa. tidak banyak pengambil keputusan melakukan hal seperti ini. Saya berkeyakinan Allah masih memberikan kesempatan kepada bung DIS untuk melakukan karya-karya lain bagi kemaslahatan bangsa ini. Istiqomah bung DIS ! hindari hal-hal yang bisa merusak keihlasan bung DIS untuk bangsa ini. Semoga Allah senantiasa memberikan keselamatan buat bung DIS seraya menuntun dengan Hidayah-Nya. Amin.

    Posted by arifin | 7 Januari 2013, 12:00 pm
  74. Satu Hal lagi kali ini membuktikan bahwa Abah DIs juga manusia biasa yang tak luput dari dosa dan salah, terlepas dari beragam pandangan dan opini publik, saya rasa semua penilaian sah-sah saja, yang mengatakan bahwa perbuatan ” Abah DIs melakukan Ruwatan Tucuxi ” adalah perbuatan syirik, itu penilaian sah karena mereka memeiliki referensi dan tolok ukur dari sumber yang diyakini benar, demikian halnya yang mengatakan bahwa acara ruwatan Abah DIs hanyalah acara seremonial sesuai adat dan tradisi juga sah. yang berhak untuk menilai akhir dan memvonis adalah Allah SWT, kita hanya berhak menilai itu saja.
    Yang nyata dan perlu diapresiasi adalah tindakan dan kerja Abah DIs dalam upaya membangkitkan harapan dan kejayaan bangsa ini kedepan, dari semua sisi sesuai dengan kewenangan Abah. Dan untuk itu saya akan tetap mengacungkan jempol terbaik khusus buat Abah DIs, beliau mampu bertindak sebagai sopir yang hebat untuk sebuah kendaraan bernama BUMN. langkah nyata tanpa perlu terlalu banyak pertimbangan njlimet, dengan birokrasi sederhana telah banyak membuktikan pada bangsa ini kemajuan-kemajuan, dan penumpang-penumpang-pun ikut terbawa maju.
    Setuju denghan komentar yang lain. mari kita lupakan dulu masalah kecelakaan kemarin ( selain karena asset yang paling berharga dalam kendaraan itu selamat Alhamdulillah, juga karena dengan membesarkanya akan menambah polemik panjang yang melelahkan ), sekarang mari kita do’akan langkah Abah yang lain untuk kemajuan Indonesia. Semoga Abah sehat selalu dan diberi limpahan rakhmat oleh Allah SWT. Amiiin

    Posted by Sofyan Usamah | 7 Januari 2013, 12:13 pm
  75. “Dan
    lagi, di zaman Twitter ini, siapa yang masih
    mau mendengarkan pidato?”

    ya mending BLUSUKAN boss,…..
    kayak gubernur;menteri;…..
    kalau presiden……???¿

    Posted by yusuf | 7 Januari 2013, 1:11 pm
  76. Hari ini sy telat sekali baca MH, maklum dr smlm perut tdk mau diajak kompromi. Utk penemuan Dr. Keri yg luar biasa ini sangatlah pantas utk dipegang oleh merah putih dg semangat keindonesiaan. Maju terus farmasis indoneisa, maju terus Abah dg BUMN kt. Mengenai teman2 yg blm tau ruwatan, tolakbala, cobalah memahami budaya pewayangan. Itu bukan aliran kejawen atau kepercayaan. Wayang itu diciptakan oleh wali songo yg dipelopori oleh sunan kalijogo utk melakukan syiaar islam. Cobalah sekali2 mengikuti dg seksama akan pelaksanaan tanggapan wayangan. Isinya semua petuah dan syiah agama. Bukan mendukan Alloh spt yg teman2 sebut ditanggapan sblmnya. Malahan kt harus uri-uri utk melestarikan budaya wayang ini. Silahkan yang mau koemntar, tetapi hrs melihat wayang itu bagaimana. Monggooo……

    Posted by ndokaja | 7 Januari 2013, 1:14 pm
  77. Subhannallah…
    Alhamdulillah..
    ~·[......]. Apa yang diinginkan dari saya….?
    Ternyata banyak yang angkat tangan…..[.......].
    Inilah gaya pemimpin yang “Cerdas “,terbuka dan mau menerima/mendengar : ide , inovasi baru..
    Dan langsung : “Action”…
    Semoga ke-Cerdas-an diatas,menular pada diri kita,chususnya di seluruh lingkungan Bumn…AMIIN.
    ~· Selamat kepada Ibu Keri, selamat kepada Unpad Bandung….
    Indonesia, msih mengharapkan : Hasil Karya-mu yang lain..
    ~·Semoga membuka :”hati” kepada Perguruan tinggi lainnya…
    ~·Succes selalu abah DI, Allah cinta kepada : kebaikan yang nyata…
    ~·Wassalam.WW.

    Posted by N. SORRI.. | 7 Januari 2013, 1:16 pm
  78. kita semua patut mengucap syukur kehadirat ALLAH swt karena beliau yang kita cintai pak Dahlan Iskan selamat dari kecelakaan , semoga justru berkah senantiasa terlimpah buat beliau. Menanggapi penemuan bidang farmasi yang baru saja diinformasikan dan sebentar lagi diproduksi masal oleh BUMN farmasi sangatlah membanggakan. Ini semua menumbangkan pendapat bahwa para ahli kita bisanya cuma diskusi dan seminar. Bahkan kata Gus Dur hasil seminar para ahli kita ini jika di tumpuk keatas dapat mencapai langit sap tujuh. Namun ternyata ditangan pak Dis hasil penemuan para ahli kita dapat diproduksi dan bermanfaat untuk masyarakat dan rakyat Indonesia. Jika ini bisa dilakukan terus maka tidak lama lagi negara kita tercinta menjadi negara yang maju sejajar dengan negara lain didunia, dan yang jelas rakyatnyapun sejahtera karena harga obat terjangkau.

    Posted by koko | 7 Januari 2013, 1:17 pm
  79. membaca MH kl ini lgsg ingat slogan iklan “BUKAN BASA BASI”..cepat brtindak & lgsg ke sasaran.Smakin bangga dg Indonesia..semangat siangg,kerja kerja kerja !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 7 Januari 2013, 2:20 pm
  80. Alhamdulillah….
    Kini aku bertambah bangga, institusi tempat aku mencari makan menunjukkan kiprahnya berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
    Begitu banyak kehebatan bangsa ini, tetapi ia laksana puncak gunung es, terpendam dalam kebekuan, tersingkir dalam hiruk pikuk dunia barat, memburam dalam bayangan raksasa-raksasa dunia.
    Perhatian, walaupun itu sedikit, insya Allah mampu mengangkat kehebatan anak bangsa dari kebekuan, dari bayang-bayang ketidakpedean.
    Mari, sahabat semua, kita bangkit memicu kinerja bangsa, mengangkat harkat dan martabat bangsa. Lupakan dulu saling menjatuhkan, singkirkan dulu saling menonjolkan diri sendiri, pendam dalam-dalam rasa saling iri, singkirkan rasa hasad dalam diri.
    Ayo berpegangan tangan, melangkahkan kaki meraih martabat bangsa.
    Kembangkan senyummu menghadapi masa depan
    Kepakkan sayapmu menggapai segala asa
    Melesat…
    Berkilau….
    Bersinar…..
    Sebagaimana matahari menyirami tanah pertiwi ini dengan segala cahaya
    Mari, memancarkan hope, sebuah harapan yang berlandaskan Rahman dan Rahim Allah azza wa jalla

    Posted by Ayub Khan | 7 Januari 2013, 2:21 pm
  81. tak tunggu dr keri yang cantik, kolesterolku sudah 252 nih, pingin nurunkan heheeheh

    Posted by edhi | 7 Januari 2013, 2:22 pm
  82. orang kerja kok d bilang pencitraan,dasar pengangguran!!

    Posted by fritz | 7 Januari 2013, 2:39 pm
  83. Siswa di Indonesia sebenarnya banyak yang ingin menjadi peneliti (min. Amatir) namun sering terbentur dengan standarisasi yang notabene berbahasa asing. Semoga Pak Menteri menugaskan BUMN di bidang penerbitan untuk melakukan terjemahan besar besaran terhadap buku buku textbook MIPA, dan buku buku standarisasi baik yang dikeluarkan oleh ISO, ANSI etc.

    Posted by Emir | 7 Januari 2013, 3:18 pm
  84. yg OOT jgn OON… skr judule bukan tucuxi (tentang masalah Obat ya Om/Tante/bapak/Ibu)…
    jgn dibahas lagi ya… males bacanya… spt spam…
    yg kecelakaan aja udah anteng dan bisa kerja…

    coba lihat pemimpin yg blusukan… hari minggu pun pelesirannya demi melihat lsg rakyatnya…
    untuk melihat realita kemiskinan rakyat, dan bagaimana untuk penyelesaiannya…
    bukannya koar2 di TV bahwa saya akan blablabla… janji2 muluk…

    Kalau memang mampu baik itu materiil, finansial, pemikiran… lakukan saja…
    kalau ada hasilnya masyarakat akan lsg memuji, dan itulah pencitraan yg sesungguhnya sangat baik…
    kalau bahasa saya mkn lebih tepat “Tauladan”.
    ============
    Minggu pagi itu saya sudah bisa ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk bertemu masyarakat di hutan jati milik Perum Perhutani. Saya memang lagi belajar apa yang bisa saya lakukan untuk pengentasan kemiskinan di sekitar hutan. Sebelum kecelakaan itu saya keliling hutan di Randublatung, Blora, dan Purwodadi, Jawa Tengah, untuk mendalami persoalan masyarakat sekitar hutan.
    ============

    Kalau SBY melakukan Tauladan
    Kalau DIS melakukan Tauladan
    Kalau Prabowo melakukan Tauladan,
    Kalau ARB melakukan Tauladan
    Kalau JK melakukan Tauladan
    Kalau Mega melakukan Tauladan
    Kalau Hatta atau Mahfud atau yg lainnya melakukan Tauladan…
    Saya rasa indonesia Tanpa ada presiden juga sudah pasti akan maju…
    Sebaliknya Kalau saling menjatuhkan… Presidenpun tidak bisa bergerak, alias skak mat…

    Jadi Inget kata AA GYM, yaitu 3M :
    Mulai dari yg KECIL
    Mulai dari DIRI sendiri
    Mulai SEKARANG juga

    Posted by PUTU | 7 Januari 2013, 4:39 pm
  85. Reblogged this on Rumah Cokelat | Tulisanku and commented:
    Jangan kapok sama mobil karya anak bangsa ya pak…

    Posted by hilmynur | 7 Januari 2013, 4:59 pm
  86. tak terpikirkan oleh yang lain………..

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 7 Januari 2013, 5:22 pm
  87. SUBHANALLAH AKU BENAR-BENAR BERSYUKUR KEPADA TUHANKU TUHAN SEMESTA ALAM…
    NEGERIKU SUDAH SANGAT SANGAT SANGAT BEBAS MENGEMUKAKAN PENDAPAT TANPA HARUS TAKUT INTIMIDASI DARI SIAPAPUN…..

    KEMERDEKAAN INI BENAR-BENAR SEMAKIN MENDEKATKAN KEPADA “HIDAYAH MASSAL” DARI-NYA………
    MAJU TERUS BISMILLAH !!!

    Posted by syafiihkamil | 7 Januari 2013, 6:26 pm
  88. Lupakan tuxuci. Biarkan menjadi bahan renungan buat DI. Kembali ke topik:
    kita hrs bangga menjadi bangsa Indonesia yg mempunyai warisan budaya bernilai tinggi. Selain adat istiadat & kesenian, jg ada warisan kuliner, pengobatan & kesehatan. Sdh sejak dulu nenek moyang kita mengenal cara pengobatan herbal untuk menyembuhkan penyakit & menjaga kesehatan fisik. Hebatnya lagi, nenek moyang kita jg bisa mengobati sakit rohani (psikis/kejiwaan) dgn cara ritual spiritual. Mungkin ruwatan jg termasuk jenis pengobatan psikis itu.

    Dengan perkembangan jaman, seharusnya warisan budaya pengobatan itu bs dijadikan modal keunggulan dari bangsa lain. Ilmu pengobatan herbal tradisional harus terus dieksploitasi dgn cara modern & terstandar. Ditengah kegagalan obat kimia mengatasi berbagai penyakit mematikan, menjadikan fitofarmaka produk Indonesia sbg solusi penggantinya. Patut diapresiasi usaha bumn memakai hsl penelitian anak negeri untk menjadikannya produk farmasi unggulan.
    Lalu bagaimana dgn warisan pengobatan secara spiritual nenek moyang kita. Masihkah relevan dijaman modern ini?

    Posted by G. Hariyanto | 7 Januari 2013, 8:56 pm
    • Sebenarnya masih relevan sampai kapanpun saya rasa,hanya saja segala sesuatu yang berbau spiritual tidak dapat ditelaah/dijabarkan secara logika.Tidak akan dapat distandart-isasi seperti ilmu fisik.Mempelajarinyapun lebih rumit,lebih memerlukan pengorbanan moril yang sangat berat. Meskpun hasil dari ikhtiar pengobatan tetap bergantung pada kuasa ALLAH,namun pengobatan secara fisik meninggalkan bekas yang dapat ditelusuri secara nyata,yang nantinya bisa diklaim dan diberi label.Berbeda dengan jalan spiritual. Karenanya warisan nenek moyang ini secara perlahan lahan tergeser. wallahu alam

      Posted by asal nyeplos,tetapi masih Dahlanisti. | 8 Januari 2013, 12:21 am
  89. alhamdulillah pak DI selamat……semoga Allah selalu melindungi Anda,,..INDONESIA masih sangat perlu Orang-Orang seperti pak DI….maju terus inovasi dan Mobil Listrik..MERDEKA….

    Posted by ismail R | 7 Januari 2013, 9:21 pm
  90. UU No. 24 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang merupakan perintah langsung UU No. 40 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) akan berlaku per 1 Januari 2014, tapi GALAUnya bagi dokter, farmasis , rumah sakit, dan pedagang obat sudah terasa sejak masih berupa RUU. Apalagi sekarang yang semakin dekat pelaksanakannya.
    Betapa tidak, dokter dan profesional kesehatan yang selama ini mempunyai kedudukan kuat, dapat menentukan berbagai hal. Rumah sakit maupun pedagang obat yang dapat menentukan tarif di luar standar. Tentu nantinya akan berubah! Bahkan dokter dan profesional kesehatan pada posisi sangat lemah? Karena BPJS melakukan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan, bukan dengan individu-individu dokter meskipun yang menandatangani kontrak adalah dokter. Dokter hanya bertindak mewakili pemilik institusi kesehatan/rumah sakit.
    Oleh karena itu, sungguh saya kagum dan memberi penghormatan kepada Dr. Keri Lestari Dandan dan Tim Unpad Bandung walaupun dalam situasi yang penuh kegalauan masih mengutamakan Merah Putih. Padahal, kalau mau menjual hak paten kepada Negara asing pasti mendapatkan kemewahan yang melimpah ruah. Sedangkan di sini, dapat apa?

    Ilmu pengetahuan di negeri tercinta ini kurang begitu dihargai. Makanya para peneliti juga ikut galau. Coba tengok saja, seberapa besar penghargaan pemerintah terhadap juara olimpiade fisika level dunia misalnya, atau yang menyangkut keilmuan lainnya? Bandingkan dengan penghargaan yang diberikan kepada Putri Indonesia, Indonesia Idol, ataupun Bulu tangkis misalnya. Jauuuuuh….!!!
    Oleh karena itu, saya sangat salut dengan apa yang telah dilakukan Bung DI bersama BUMN Kesehatan yang telah memberi secercah cahaya di gelapnya penghargaan keilmuan. Walau secercah, cahaya tetap cahaya, dan sangat berharga.

    Sesuai yang sering disampaikan oleh Bung DI, bahwa BUMN adalah tangan kiri Negri ini, dan BUMN dapat membiayai apa yang tidak bisa dibiayai APBN, maka harapan saya adalah terus gali dan temukan Keri Keri yang lain di negri ini.

    Selamat buat Dr. Keri Lestari Dandan, Tim Unpad Bandung, BUMN, dan Bung DI

    Maju terus bangsaku, indonesiaku
    Dan terus berkibar merah putihku!

    Salam buat DahlanIS.www

    Posted by aditam@putra | 7 Januari 2013, 11:28 pm
    • betul sekali anak saya yang juara olympiade tingkat internasional( -+ 3 th yg lalu ) saja katanya mau diberi hadiah puluhan juta, tapi sampai sekarang satu sen pun tak ada
      beda banget sama artis yang kayak gitu selalu pamer paha dada hadiahnya wu
      uuiiiih milyaran bisa di bawa pulang langsung detik itu juga
      abah sangat menghargai kecerdasan anak bangsa
      maju terus abah

      Posted by mas ayu happy ending | 10 Januari 2013, 4:00 pm
  91. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    HEBAT! Ini yang namanya kerja! kerja! kerja! cekat-ceket dan nggak banyak omong. Two thumbs up d^^b

    Posted by fauziahamalia | 8 Januari 2013, 12:12 am
  92. Ambil hikmahnya saja Pak Dahlan…ikuti seperti air mengalir….

    Posted by Halim H. Anwar | 8 Januari 2013, 2:00 am
  93. Ssssssssttttttttttt…. Ternyata Pak Erick Antariksa dan Nyonya sedang sibuk mendampingi Rasyid Hatta Rajasa sebagai kuasa hukumnya, jadi harap dimaklumi klo tak pernah lagi muncul dimari.

    Posted by erust | 8 Januari 2013, 4:20 am
  94. Baru tahu kalo ada sufi bisa jadi tersangka…

    Posted by komedi | 8 Januari 2013, 4:38 am
  95. Semangat Pak

    Posted by salatiga2012 | 8 Januari 2013, 5:30 am
  96. Assalamu’alaikum pak dahlan yg kami cintai
    Sy juga lulusan farmasi dan alhamdulillah sdh mendapat amanah di PT. Kimia Farma Apotek…sebenarnya pak hampir tiap tahun fakultas/jurusan farmasi menemukan penemuan mutakhir bahkan tdk hanya fitofarmaka saja obat dg teknik belah dna atau rekayasas trangenik di jadikan obat sdh di lakukan. Pihak Universitas galau, mw kemana nantinya publikasi penemuan mrk..???
    Pak dahlan yg kmi cintai…di Univ.Andalas padang ada s’org Prof.DR.Dayar Arbain,Ph.D jg menemukan obat kanker fitofarmaka berbentuk makromolekul, hak patennya hampir sj di jual ke perusahaan farmasi Jepang,tp beliau menolak, tp sampai skrg blm ada perusahaan farmasi BUMN yg mw membeli hak patennya..sungguh nasib di negeri sendiri???
    Teman sy juga DR.Roza Dianita jg menemukan hal yg sama tp syg beliau sdh di manfaatkan oleh MALAYSiA…klo bapak berkenan panggilah mrk, bangun negeri ini, demi merah putih, jaminan ekonomi bangsa dan harga diri bgs ini bisa naik pak..trims
    Goresan tangan

    Ricky fabiano 081933343020

    Posted by ricky fabiano | 8 Januari 2013, 6:12 am
    • Ayo disambut nih … Semakin banyak mutiara terpendam yang muncul kini. Kalau obat kanker sudah diproduksi juga, akan lebih baik kan? Karena bukankah obat kanker nomor 1 sebelum diabetes dan kolesterol? Semoga dapat dipertemukan …

      Posted by apasaja | 8 Januari 2013, 8:13 am
    • Info ini perlu ditindaklanjuti oleh Abah. Demi Sang Merah Putih.

      Posted by Djoko Sawolo | 8 Januari 2013, 8:21 am
    • Para ilmuwan yang ada di Universitas-universitas Indonesia dari Sabang sampai Merauke itu hebat-hebat. Banyak yang punya paten, tapi sayang eksekutif di negara ini tidak mau menggali dan menjadikannya proyek kemaslahatan masyarakat. Padahal eksekutif punya kekuatan untuk hal itu. Bung Ricky hanya menyebut sebagian kecil contoh, masih banyak lagi karya/paten dalam berbagai bidang bertebaran di mana-mana dan mereka cukup idealis dan nasionalis serta sabar menunggu tindak lanjut agar bisa jadi skala industri sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Mohon Pak DIS menindaklanjuti hal ini, karena kesabaran mereka ada batasnya.

      Posted by Aldizy | 8 Januari 2013, 5:31 pm
      • Dengan contoh yg dilakukan oleh abah DIs maka diharapkan menjadi inspirasi bagi menteri yg lain untuk melakukan hal yg serupa. Tdk mungkin harus semuanya oleh abah DIs.

        Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 9:10 pm
        • Betul sekali Mang Encep, bukan harus jadi urusan Abah, tapi siapa sangka nanti Abah sambil kunjungan ke daerah sambil memburu/mencari tahu karya/’paten’ di Universitas dan kalau udah tahu bisa ngajak2 menteri lain (pihak eksekutif) untuk menindaklanjuti.
          Abah cuma perlu menindaklanjuti karya-karya yang bisa digarap oleh BUMN sehingga bisa memakmurkan negeri ini seperti uraian MH 59 ini. Abah kan udah jadi ‘tangan kirinya’ presiden jadi kemungkinan bisanya tinggi hehehe …

          Posted by Aldizy | 8 Januari 2013, 10:17 pm
          • Setuju dengan bung Aldizy, soal memburu dan mencari tahu itu sudah menjadi naluri abah DIs, ke hutan ke sawah dan perkampungan petanil sekaligus memberi solusi. Tentunya banyak universitas yg sdh dia kunjungi salahsatunya menemukan mutiara doktor Keri. Tapi tdk mungkin juga semua universitas yg mengandung mutiara itu dia kunjungi. Jadi harus dibantu oleh menteri lain yg terkait dan ditindaklanjuti oleh BUMN di bawah koordinasi abah DIs. Met malem bung Aldizy.

            Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 10:47 pm
          • Salam kenal Mang Encep, saya malah berpikir, seperti teman2 lain juga, jangan2 Abah ini sudah tahu semua mutiara itu, gak cuma di Universitas, sehingga sudah start, tapi masih disimpen menunggu progressnya. Mudah-mudahan bermunculan lagi DI-DI lain agar Indonesia jadi lebih maju dan makmur tercapai tidak beberapa lama lagi. Amin.

            Posted by Aldizy | 8 Januari 2013, 11:52 pm
          • Salam kenal juga bung Aldizy, saya juga berharapan akan muncul Dahlan Iskan dalam skala lokal. Misalnya ada yg berani bilang bahwa anggota DPRD masih ada yg minta jatah kepada dinas.. ada gubernur/bupati /walikota yg tidak mengambil gajinya karena sdh berkecukupan …. (mimpi memang , tp tidak mustahil bukan?)

            Posted by mang encep | 9 Januari 2013, 12:10 am
    • info semacam ini sebaiknya cepat cepat diberitahukan ke pak dahlan, biar segra di tindak lanjuti…
      yang berhubungan dgn pak dahlan, minta tolong bantuannya utk di sampekan

      Posted by hendro | 11 Januari 2013, 12:30 am
  97. hidup dan mati adalah pilihan yang Maha Kuasa, yg penting tetap berinovasi dan berkreasi secara ikhlas demi negeri tercinta….tetap sehat pak….

    Posted by esardine (@sardinces) | 8 Januari 2013, 6:25 am
  98. Top markotop

    Posted by Abah | 8 Januari 2013, 7:08 am
  99. Pak Habibie dulu bisa bikin pesawat tapi gak coba nyetir sendiri LOL

    Posted by komedi | 8 Januari 2013, 8:14 am
  100. Pak soal, memproduksi listrik, saya pernah baca artikel ttg kapanadze (kapagen), MEG, joule ringer dll. yang ingin saya tanyakan adalah: menurut bapak mungkinkah mobil listrik menggunakan energi listrik yang benar benar free.

    dengan kata lain apakah perpetual motion system itu benar benar ada ataukah mimpi yang jauh dari kenyataan.

    Posted by Galih Tanu Dewanto | 8 Januari 2013, 8:35 am
  101. Icik icik eheeem

    Posted by dajjalmintaraga1 | 8 Januari 2013, 9:36 am
  102. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    Semoga ada lagi dr. Keri lainnya!
    suksess untuk kesehatan Indonesia…..

    Posted by An Maharani Bluepen | 8 Januari 2013, 9:39 am
  103. Kenapa sektor kehutanan hanya disentil sedikit gitu ya…
    Padahal banyak orang yang tergantung pada BUMN sektor kehutanan terutama Perhutani. Banyak masyarakat desa / petani yang hidup bergantung pada lahan Perhutani dengan sistem tumpang sari. Tapi sayang banyak oknum di Perum Perhutani yang mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri dengan cara menyewakan lahan hutan Perum Perhutani kepada masyarakat dengan harga sewa Rp. 600.000,- s/d Rp. 1.000.000,- per hektar per musim tanam jagung. Jika setahun tiga kali tanam maka petani harus membayar Rp. 1.800.000,- s/d Rp. 3.000.000,- per tahun pada oknum (mandor) di Perhutani. Bisa dibayangkan jika tanah yang disewakan sampai 1000 Hektar. Berapa uang yang dirampok dari para petani ini…. Praktek menyewakan tanah hutan ini banyak terjadi di Perum Perhutani yang ada di Wilayah Purwodadi Grobogan. Mohon bantuannya ,kalo ada yang bisa menyampaikan ke Pak Dahlan tentang informasi ini, sehingga beliau bisa menegur Administratur KPH di wilayah tersebut…

    Posted by aricsmlg | 8 Januari 2013, 10:46 am
  104. Reblogged this on wmworkshop.

    Posted by wmworkshop | 8 Januari 2013, 10:52 am
  105. Pokona mah buat Pak Dahlan Iskan, DR Keri, BUMN Farmasi dan semua pihak yang pro Indonesi jaya, abdi mah kirim jempooool two thumbs weh….. sip lah.

    Posted by Manihot Ultissima | 8 Januari 2013, 11:07 am
  106. alhamdulillah, pak DIS selamat… trs berkarya untuk Indonesia !!!

    Posted by Hamdanovic Nafichensko | 8 Januari 2013, 12:07 pm
  107. hidup dan mati adalah kehendak Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Pemberi Hidup…. apalah gunanya klo kehidupan ini diisi hanya dengan niat mencaci maki, merendahkan berbuat tidak dengan hati nurani, masih berkomentar negatif tapi menghakimi tanpa dasar adalah perbuatan yang tidak jantan…berharap lebih baik itu masih ada nilainya…

    Posted by ep sard | 8 Januari 2013, 12:51 pm
  108. http://news.detik.com/read/2013/01/08/122805/2136043/10/kecelakaan-tucuxi-dahlan-saya-sadar-lakukan-pelanggaran?991101mainnews

    TANGKAP !!! PENJARA !!! hehehe aku tuh nggak tahu iki asline wong pinter opo nggak sih coba deh ke proton malaysia sekali2 liat sirkuit testing disana,,,,,,gawe mobil koyo gawe krupuk hehehe kacau….

    Posted by mbakku | 8 Januari 2013, 1:04 pm
  109. Wah para politikus yg kalah pamor dgn pad Dis pada sorak2 ni…(atau malah tak punya pamor ya..?)
    Jadi ada peluang untuk njelik2in DI…
    Rumus termudah para politikus kan sederhana:
    “Besarkan masalah2 musuh yang kecil, dan Kecilkan masalah2 sendiri yg besar”.
    Nomor Plat Palsu bisa jadi lebih heboh dari pekerjaan membenahi BUMN yg maha susah….
    Tapi korupsi milyaran bs cuma disebut salah prosedur…
    Ah…Lebih enak denger anak TK nyanyi….jujur & apa adanya…

    Posted by Jack Puspa | 8 Januari 2013, 1:32 pm
  110. @mbakku…… saya senang melihat anda begitu tidak suka sama pak DI, tapi sayangnya Yang Maha Kuasa lebih senang kepada beliau, jikapun kebencian @mbakku kepadanya lebih mendalam…..so teruslah berkreasi….

    Posted by ep sard | 8 Januari 2013, 1:48 pm
  111. LANJUTKAN PAK DI

    Posted by merdeka | 8 Januari 2013, 2:27 pm
  112. doktor keri yang bikin ngeri
    semoga banyak lagi putra bangsa yang termotivasi akan sikap nasionalis ibu doktor keri

    Posted by ulin | 8 Januari 2013, 2:47 pm
  113. lagi dan lagi dan lagi sesama anak bangsa saling menghujat.sampi nama binatang ada yang muncul…tobat duh gusti…tobat kula, ampun …ampun duh GUSTI…

    Posted by Gallus Soloensis | 8 Januari 2013, 2:59 pm
  114. Aduh, begitu mendengar mobilnya pak dahlan mau diruwat, saya sangat menyesalkan. Saya waktu itu sudah mikir, jangan-jangan habis diruwat malah terjadi kecelakaan. Memang sih semua itu tergantung niatnya. Tapi kalau caranya nggak bener juga gimana ya. Ingat, kesyirikan itu ibarat semut hitam di atas batu hitam, di malam yang gelap gulita. Nah, betapa berbahayanya itu. Alangkah baiknya kalau mau bepergian baca saja doa akan bepergian kan ada itu. Biarkan Allah saja yang menjaga kita. Lebih aman, lebih pasti.

    Posted by slamet | 8 Januari 2013, 5:17 pm
  115. Aduh, begitu mendengar mobilnya pak Dis mau diruwat saya sedih sekali. Mengapa sih mesti diruwat segala. Bukankah berserah diri pada Allah itu lebih baik. Saya waktu itu sempat mikir, jangan-jangan habis diruwat malah kecelakaan. Ingat teman-teman, niat baik tapi caranya salah juga nggak baik itu. Menyekutukan Allah itu dalam hadist ibarat semut hitam di atas batu hitam di malam yang peteng ndedet. Nah, betapa harus hati-hatinya kita kan. Pak Dis maju terus. Semoga pak polisi nggak lebay.

    Posted by slamet | 8 Januari 2013, 5:23 pm
  116. Mengunjungi perusahaan2 BUMN bukan untuk bersafari,brangkat ke kantor kementrian BUMN bukan untuk “Datang Duduk Diam Duit”.Sedangkan saat terjun langsung ke lapangan malah dibilang pencitraan?!
    Orang kok hebatnya kayak gini.Semoga hasil kerja pak DI bisa dinikmati anak cucu kita.
    AMIN.

    Posted by fritz | 8 Januari 2013, 5:44 pm
  117. yg pro atw kontra,tetep semangat yaa..
    selalu berfikir positif bwt sy penting bgt.
    g d gunanya mencaci org lain,blm tentu diri sendiri lbh baik.
    setiap perbuatan pasti ada balasannya.
    terus semangat pak DIS..

    Posted by nia | 8 Januari 2013, 7:44 pm
  118. Pak… Saran kalo mau mengkritik kekurangan produk hasil ciptaan orang mending jangan di depan publik kayak di metro tv tadi, apalagi produknya masih dalam tahap ujicoba… Kalo kendaraan yang udah di produksi masal dan komersil sih gpp…
    Pak Dahlan kalo mikirnya “kan saya konsumen” tetap aja gak bisa pak, kasusnya beda…
    Bapak kayak buka aib orang lain, kalo cuman ke tetangga sih gak parah2 kali pak, ini ke orang satu Indonesia… Tambah lagi, produknya masih dalam tahap uji coba…

    Posted by Fadly | 8 Januari 2013, 8:56 pm
    • Hemat saya sich pa Dahlan Iskan bukan mengkritik tapi mengungkapkan fakta hasil ujicoba yg harus disempurnakan. Dalam jumpa pers tadi sy tidak mendengar pernyataan pa Dahlan Iskan membuka aib seseorang, bahkan mengakui kehebatan pa Danet.

      Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 9:59 pm
      • Padahal sebelumnya pa Dahlan Iskan dan timnya dituduh mencuri hak cipta melalui media. Pa Dahlan Iskan bisa saja menuntut pencemaran nama baik, dan itu tdk beliau lakukan karena dianggap sbgai anak.

        Posted by mang encep | 8 Januari 2013, 10:06 pm
  119. Kenapa selalu mempertentangkan antara tradisional & modern. Antara hitam & putih. Antara kanan & kiri. Bukankah secara kodrati hal itu akan selalu ada.

    Bagi saya semua gonjang ganjing ini cuma konspirasi media massa. Background DI adalah pemilik media yg mempunyai ilmu marketing yg handal. Kalau anda tahu guru marketing Indonesia, hermawan kertajaya dgn new wave marketingnya, maka akan nyambung dgn semua tindakan DI.
    1. Kenapa ruwatan? starting perjalanan tuxuci di solo. Ruwatan hanyalah sebagai cara mengumpulkan masyarakat solo untk melihat tuxuci. Sebuah promosi yg murah meriah. Seperti kita bermain sulap untk menjual jamu.
    2. Kenapa DI sendiri yg menyetir tuxuci. Kembali ke teori marketing. DI adalah news maker. Apapun yg dilakukan DI akan diliput oleh berbagai media. Beda jika yg menyetir tuxuci itu saya. Foto saya tak akan laku dimuat dimedia massa. Sebuah strategi promosi yg jitu.
    3. Kenapa memilih mobil seharga 1,5 m. Kalau uji coba dgn mobil seharga 100jt perak tak akan heboh. Tak jauh beda dgn uji coba skala mahasiswa. Tapi ini, seorang menteri test drive mobil listrik seharga 1,5 m, pasti semua pd pingin tahu. Kehebohan itulah yg penting.

    Kalau dipikir2 semua kehebohan ini yg paling diuntungkan adalah media massa. Bukankah bad news is a good news. Walaupun DI tdk menerima gajinya sbg menteri, tapi pundi2 kekayaannya makin bertambah akibat berita heboh yg dibuatnya.

    *komen saya jangan dikritik, karena semua itu saya anggap sah2 saja.

    Posted by G. Hariyanto | 8 Januari 2013, 9:35 pm
  120. Selamat & Sukses, Lanjutkan!!!

    Posted by Rossa | 8 Januari 2013, 10:38 pm
  121. Mestinya mbakku bc buku DAHLAN JUGA MANUSIA karya Siti Nasyi’ah sampai tamat. Anda mungkin berkomentar “Oalah…ternyata Dahlan Juga Manusia tah, tapikir malaikat !”. Hexhexhex…

    Posted by H@ris | 8 Januari 2013, 11:55 pm
  122. Reblogged this on bromolover's Blog and commented:
    i love Bromo, i love Ibdonesia !

    Posted by bromolover | 9 Januari 2013, 5:38 am
  123. Seperti cerita sinetron ada yang baik & berusaha jujur selalu dihalangi moga memiliki ending yan bermanfaat buat semua penonton pemain dan crewnya,,,,,,,,

    Posted by Abah | 9 Januari 2013, 5:50 am
  124. Ferrari asli saja bisa ringsek, wajar donk kalo Ferrari kita yang baru prototipe bisa ringsek.

    http://m.news.viva.co.id/news/read/380583-ferrari-super-mahal-ringsek-di-china

    moblinas harus terus jalan dengan atau tanpa Danet!
    yg perlu segera dikembangkan kan bukan yg tipe Ferrari?
    :p

    Posted by Wong Asor | 9 Januari 2013, 5:56 am
  125. Ferrari asli aja bisa ringsek, apalagi ‘Ferrari’ Indonesia yg baru berumur bulanan aja?

    http://m.news.viva.co.id/news/read/380583-ferrari-super-mahal-ringsek-di-china

    moblinas jalan terus dengan atau tanpa Danet!
    kan yang perlu segera direalisasikn adl moblis yg terjangkau masyarakat atau moblis utk angkutan massal? :D

    Posted by Wong Asor | 9 Januari 2013, 6:21 am
  126. kenapa tuhan menciptakan syetan dan manusia, kenapa ada baik dan buruk, kenapa ada optimis dan pesimis, kenapa ada peran yang saling bertentangan….., santai saja sahabatku,…mau dihujat sampai selangit pun DI tetap DI yang punya penentu kebebasan berekpresi sendiri, mau di sanjung selangitpun juga tetep sama PAK DI tetap pak DI..dengan banyak kekurangannya ,.terus buat apa di hujat atau disanjung kalau hanya akan menghabiskan energi kita ,biarlah beliau bekerja sesuai kapasitasnya, kita sebagai penonton menunggu gol gol beliau atau malah kemasukan gol gol dari lawan main beliau… ditunggu kisah kisah berikutnya dari perjalanan “wayang” yang namanya DAHLAN ISKAN…

    Posted by Gallus Soloensis | 9 Januari 2013, 8:07 am
  127. Sudah confirm Pak DIS ngaku salah dan dapat banyak pelajaran dari peristiwa ini.
    Awalnya saya juga kecewa tapi itulah proses yang harus dilalui. Ada senang ada susah tapi hal tersebut menjadi pelajaran berharga utk kita semua.
    Semoga tim pengembang mobil listrik Pak DIS juga banyak mengambila banyak hikmah dari peristiwa ini.
    Pak DIS beli dong mobil TESLA MODEL S :) #kayak saya yg punya uang aja…
    ini mobil listrik yang menurut pendiri perusahaan ditujukan bersaing dengan BMW, Mercy dkk.
    Lagian mobil Pak DIS Mercedes S class -nya sudah agak ‘ngambek’ :)

    Komporin orang2 kaya Indonesia, masak segitu kayanya gak MAMPU beli mobil listrik mewah sekelas TESLA MODEL S.
    Beli Alphard, Mercedes, BMW, Volvo, Land Rover dll sudah banyak…. (kayak saya punya aja he he he…)
    Beli yang gak ada dong….

    Posted by NOENG | 9 Januari 2013, 9:03 am
    • klo cuma beli dari luar negeri trus (impor trus)…sama aja dgn saat ini
      niat pak dahlan yang bukan cuma mengurangi konsumsi bbm dalam negeri tapi juga utk kemandirian otomotif ga bakal tercapai…

      Posted by hendro | 11 Januari 2013, 12:41 am
  128. Saya mengagumi Jokowi dan Dahlan Iskan, tp ada perbedaan perlakuan media kepada kedua orang tersebut. Kalau Jokowi bekerja media selalu meliput, sedangkan kalau Dahlan Iskan bekerja tidak diliput tapi media malah meliput hal-hal kecil yang tidak berhubungan dengan pekerjaan beliau, sehingga membentuk opini publik Dahlan Iskan pencitraan. Dapat dimaklumi, karena Jokowi yg gubernur DKI bekerja di Jakarta sehingga mudah bagi wartawan untuk mengikuti beliau kemanapun. Sedangkan area kerja Dahlan Iskan lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Mungkin wartawan sulit mengikuti Dahlan Iskan karena beliau tidak hanya keliling di Jawa tapi juga luar Jawa.

    Poin kedua

    Bukankah Dahlan Iskan itu raja media? tapi kenapa kelihatannya kalah sama media.

    Poin ketiga

    Saya mengagumi Dahlan Iskan sejak di Jawa Pos, sebelum di PLN atau BUMN. Sehingga saya menyayangkan berbagai hujatan kepada beliau. Kalau memang banyak yang tidak suka dengan Dahlan Iskan mungkin lebih baik Dahlan Iskan mundur dari jabatannya, kembali menjadi jurnalis seperti ketika pertama saya tahu tentang Dahlan Iskan. Tidak perlu mengurusi negaralah. Biar saja BUMN jadi sarang koruptor lagi, uang negara habis dikorupsi, sehingga tidak bisa membangun bangsa, indonesia tidak menjadi negara maju. Bukankah tidak berpengaruh dengan hidup Dahlan Iskan yang memang sudah kaya. Saya mendukung Dahlan Iskan jadi jurnalis, tidak mengurusi bisnis negara, apalagi jadi presiden. Biarlah BUMN diurusi sama orang-orang yang menghujat beliau.

    Pak mari kita…. bekerja untuk Tuhan….. kita kembangkan pesantren. kita berjuang membangun negara.. dengan mengembangkan pesantren. yg merupakan tujuan awal bapak, emang.. jabatan itu godaan kenapa bapak tidak menolak waktu dulu, terkadang., Gusti Allah, tu menjemukan..kita.., sehingga kita kembali lagi pada tujuan kita untuk berasyik masyuk dengan Allah, kita bukan egois.., tapi Allah mengetahui yg baik bagi kita, uda pak.. kita berjuang membangun bangsa lewat pesantren… aja… Wallahu a’alamu bisshowab…

    Posted by Bu kek Sian Su (asyahri) | 9 Januari 2013, 10:24 am
    • point 2 rasanya bisa terjawab dari kumpulan tulisan-tulisan yang dikirimkan ke Jawa Pos tapi ‘tidak boleh’ diterbitkan di Jawa Pos atas ‘permintaan’ Pak Dahlan.
      Akhirnya kumpulan tulisan itu dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku
      Saya lupa judulnya dan saya juga baru 4 artikel (tulisan Pak Mahfud dan ada tulisan dari mantan Surabaya Post)yang saya baca he he he….

      Posted by NOENG | 9 Januari 2013, 3:57 pm
      • judul bukunya ini bukan?
        “Inilah Dahlan Itulah Dahlan”

        buat bu kek…
        1. pak dahlan org nya cuek (dalam arti baik)..
        mau di liput silahkan, ga jg gpp…motto nya kerja..kerja..kerja
        bener kata anda, wartawan ga bisa lari kencang kaya pak dahlan
        karena ga bisa ngikutin jadinya ga bisa meliput sepak terjang pak dahlan waktu bekerja…
        bisa meliputnya pas ada kejadian kecil (yg dibesar-besarkan), kaya kecelakaan itu…
        wartawan dongkol ga bisa meliput, balas dendam nya ya lewat berita negatif trus…

        2. bukan kalah sama media, tapi ingin menghindari konflik kepentingan…
        klo JPNN meliput pak dahlan trus, nanti (DPR dan antek anteknya) akan mengkebiri medianya Pak Dahlan
        sehingga, pak dahlan memilih “sepi ing pamrih rame ing gawe”…

        3. pak dahlan dikasi rahmat oleh Allah melalui “kehidupan kedua”
        jadi setelah merenungkan rahmat yang telah diterimanya, maka hal-hal keduniawian (materi) dia tinggalkan
        dan sebagai rasa syukurnya, pak dahlan bertekat utk mengabdi kepada negara karena presidennya ga mampu buat ngurus negara sendirian, karena panggilan “jihad” udah di sampaikan maka pak dahlan menyanggupinya…

        Posted by hendro | 11 Januari 2013, 1:00 am
  129. Puas Dahlan Iskan Celaka?

    Kecelakaan itu terjadi pada hari Sabtu, tanggal 15 Januari 2013. Mobil Listrik Dahlan Iskan yang bernama Tucuxi hancur lebur. Beruntung penumpangnya yang tiada lain Dahlan Iskan selamat dalam kejadian tersebut. Inilah kali kedua Dahlan Iskan lolos dari maut, setelah sebelumnya kanker hati yang hampir membuat kehidupan Dahlan Iskan berhenti. Tuhan masih melindungi Dahlan Iskan.

    Berita tentang Dahlan Iskan ini, menjadi hot topic dalam berbagai media. Segala caci maki dan rasa benci menemukan alasan yang tepat untuk menyalahkan Dahlan Iskan. Banyak komentar miring dan menyakitkan ditujukan kepada Dahlan Iskan. Ada yang mengatakan, “kecelakaan ini adalah pencitraan”. Ada yang menulis komentar, “kenapa gak sekalian aja Dahlan Iskan mampus”. Ada yang bilang, “Dahlan Iskan kwalat” Ada yang mengomentari “Ini menteri hanya pamer, gak becus ngurus BUMN”, bahkan ada yang komentar “Tolong Pak SBY, Pecat Dahlan Iskan“

    Kenapa sih, banyak yang puas Dahlan Iskan celaka? Apakah ambisi Dahlan Iskan mengembangkan mobil listrik adalah sebuah dosa besar? Kenapa sih Dahlan Iskan selalu dicemooh, dicaci dan dibenci? Apakah Dahlan Iskan sama seperti Rasyid Rajasa, yang menewaskan 2 orang. Apakah Dahlan Iskan, seorang pencuri yang memakai plat mobil palsu. Apakah Dahlan Iskan seorang pebisnis otomotif yang mau mencuri teknologi mobil listrik?

    Inilah bangsa kita, inilah karakter masyarakat kita, inilah sikap dari kebodohan kita. Kita mempermasalahkan hal-hal yang kecil. Kita hanya pandai mengomentari, tanpa berbuat apapun demi kemajuan negeri ini. Kita sibuk melihat hal-hal kecil, kita pintar mengorek segala kesalahan Dahlan Iskan sekecil apapun; plat mobil palsu, ngutak-ngatik rem, nyolong teknologi, tes drive yang salah, tanpa kelayakan jalan, ruwatan, pamer, kok, polisi hanya nilang? dan seterusnya. Kita menapikan tentang masalah besar bangsa kita, subsidi BBM yang semakin menggunung dan nyaris menenggelamkan APBN kita. Dahlan Iskan berusaha mewujudkan mimpi mengurangi BBM. Mobil listrik adalah salah satu solusi. Kenapa kita tidak melihat “isi” dari tekad Dahlan Iskan, ketimbang kita hanya sibuk melihat “cangkang” berupa kecelekaan”.

    Lagi pula, kita kan tidak menderita apapun dari kejadian Dahlan Iskan. Yang celaka, Dahlan Iskan! Yang mengeluarkan biaya riset 3 M, Dahlan Iskan! Kalau sampai mati pun akibat kecelakaan itu, kan Dahlan Iskan? Kenapa kita jadi sibuk seolah-olah merugikan diri kita.

    Semakin besar suatu pohon, semakin kecang terpaan anginnya, begitu kata pepatah. Tentu Dahlan Iskan lebih tahu tentang dirinya dan tentang bagaimana harus bersikap. Bagi orang-orang yang membenci dan syirik kepada Dahlan Iskan, bagi orang-orang yang mengatakan Dahlan Iskan tidak berbuat apapun, ada baiknya anda baca “manufacturing hope nya Dahlan Iskan“. Bagi anda yang minta Dahlan Iskan dipecat, ngaca! Emang anda siapa? Lagi pula Dahlan Iskan, tidak haus jabatan, apalgi ngemis-ngemis jadi dirut PLN, dan menteri. Semua terjadi karena SBY yang memerintahkan.

    Saya pernah ketemu dengan Dahlan Iskan dalam beberapa forum, dapat menilai kalau Dahlan Iskan, tidak seburuk yang digambarkan. Segala caci maki dan rasa benci, hanyalah ekspresi dari orang-orang yang sakit hati. Segala sumpah serapah dan kutukan hanya menunjukkan siapa dirinya. Semuanya tidak ngaruh buat Dahlan Iskan. Semuanya akan berakhir dengan sendirinya.

    Teruslah berkarya Dahlan Iskan! Masih banyak yang mendukungmu dan mencintaimu, daripada yang membencimu. Masih banyak yang mengharapkan karya-karyamu. Tulisanmu selalu dinanti. Tindakanmu menginspirasi. Dan kalaupun ada salah, kami memafkanmu. Walau bagaimanapun anda adalah manusia sama seperti kami. Memaafkan adalah tindakan yang terpuji. Bagi orang-orang yang terus membenci, biarkan saja, silahkan kebencian itu menjadi miliknya. Dan kebencian itu yang akan mengerogoti badan dan jiwanya sendiri. Selamat menikmati hidup penuh dengan kebencian!

    Salam

    Posted by Bu kek Sian Su (asyahri) | 9 Januari 2013, 10:50 am
  130. apapun.. aku sek dahlanis. aku coba ambil tujuan / inti setiap aksi DIS. plis warga blog keep posting. kyk mbak W Ning, pak erick kok skr ga pernah posting ya? kyk aku.. hehehe..
    Tiap hari, ketikan tangan di google, pencetan di remote TV selalu mengharap mendengar, membaca hope for a better Indonesia.. Jokowi, DIS, JK, Mahfud dll, mereka menyejukkan..

    Posted by anno | 9 Januari 2013, 11:57 am
  131. Pengelola Universitas Benin (UNIBEN) di Nigeria mengumumkan penemuan obat herbal baru yang dapat mengalahkan HIV dan AIDS.

    Dekan Sekolah Dasar Ilmu Kedokteran UNIBEN, Isaiah Ibeh mengungkapkan, obat herbal tersebut telah menjalani serangkaian uji coba yang berhasil di laboratorium oleh ahli medis di Nigeria serta Amerika Serikat. Obat tersebut lulus dalam uji coba yang lebih sulit.

    “Kami membuat sejarah karena telah menemukan solusi untuk HIV/Aids. Obat ini merupakan obat oral yang dibuat dati ekstrak tanaman di Nigeria untuk mengobati wabah HIV/Aids,” kata Ibeh, Rabu, (9/1).

    Penelitian mengenai proyek itu, ujar Ibeh, telah dimulai pada 2010 dan mencapai puncaknya dengan pengembangan obat cair yang dikenal dengan nama Deconction X (DX) atau Bioclean 11 untuk mengobati HIV/AIDS. “Obat retrovirus merupakan obat AIDS, tapi temuan baru kami mungkin berhasil mengobati Aids,” ujarnya.

    Menurut Ibeh, universitasnya telah berusaha meneliti obat herbal lebih dulu serta analisis toksiologinya. Obat itu aman dikonsumsi. “Hewan atau manusia yang meminum obat itu tidak akan menderita bahaya,” katanya.

    Universitas Nigeria itu juga mengaku telah memperoleh hasil yang baik setelah melakukan analisis bakteriologi terhadap obat tersebut. Mereka juga meneliti dampaknya pada virus HIV.

    “Obat tersebut telah memperlihatkan hasil baik pada pasien yang terserang virus HIV dan telah memperlihatkan bukti mengenai pemulihan total jaringan yang rusak. Hasilnya memperlihatkan peningkatan berat tubuh orang yang menggunakan DX,” kata Ibeh.

    Ibeh mengatakan, uji coba lebih lanjut sedang dilakukan guna memastikan seorang pasien akan terbukti negatif HIV setelah diberikan obat itu. Ia menjelaskan hal itu perlu dilakukan untuk mengukur apakah infeksi HIV masih ada atau tidak.

    Hasil awal, terang Ibeh, memperlihatkan lima pasien paling akhir yang diberikan obat oral dalam waktu tujuh bulan, tiga di antara mereka memperlihatkan tanda negatif HIV. Pada saat yang sama, ia memohon pemerintah dan lembaga terkait lain agar membantu universitas Nigeria dengan menyediakan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan penelitian.
    Redaktur: Dyah Ratna Meta NoviSumber: antara

    Posted by dajjalmintaraga1 | 9 Januari 2013, 12:08 pm
  132. apapun.. aku sek dahlanis. aku coba ambil tujuan / inti setiap aksi DIS. plis warga blog keep posting. kyk mbak W Ning, pak erick kok skr ga pernah posting ya? kyk aku.. hehehe..
    Tiap hari, ketikan tangan di google, pencetan di remote TV selalu mengharap mendengar, membaca hope for a better Indonesia.. Jokowi, DIS, JK, Mahfud dll, mereka menyejukkan

    Posted by anno | 9 Januari 2013, 12:16 pm
  133. keren bu Keri, obat-obatan dari indonesia bisa berjaya. Padahal, “keri” kalau bahasa jawa artinya “ketinggalan”, tapi si ibu ini jauh dari “ketinggalan”, hehehe..

    yg Tucuxi, sudah nonton video press-conferencenya, ternyata Tucuxi ga pakai gearbox, ya jelas pas turun ga ada engine brake, musti injak rem-terus (mirip mobil matic), ya lama2 rem-nya jebol. Tandanya pak Danet kurang sip milih komponen rem-nya.
    Sisanya, soal ngetest tanpa izin, pakai mobil belum sertifikasi dll ya memang salah pak DI.

    Posted by agung | 9 Januari 2013, 12:35 pm
    • clear sudah, tetap cinta Demi Indonesia. Tanpa abah DI dan Jokowi maka Indonesia kehilangan harapan.Bagi yang menghujat dan mencela silakan lanjut.kalau sudah tobat jangan pake samaran lagi ya. Salam.

      Posted by mang encep | 9 Januari 2013, 1:38 pm
  134. he..he… kan dah jelas mobil itu sengaja di tabrakin ke tebing……bukan masalah nggak ngerti cara ngetest mobil…tapi ya memang di tabrakin…mau di ukur kalau terjadi kecelakaan seperti itu…korbannya gimana…..daripada orang lain yang nabrakin mending pak DI sendiri yang nabrakin…..wong belum apa-apa si danet udah … heboh…curi tehnologi lah.., padahal semua biaya pembuatan sampai mobil itu selesai …., semua pakai uang pak DI…. nggak pake ngutang ..artinya itu memang mobil pak DI…..mau ditabrakin mau di jungkirin, mau digembosin..ya…suka..suka…, giliran mobilnya celaka…Danet balik badan….padahal…mobilnya memang belum di coba secara ekstrim.

    Posted by SENO | 9 Januari 2013, 12:46 pm
  135. tucuxi berat? gampang, remnya ganti pakai remnya bis. tenaga badak, remnya juga harus remnya truck atau bis, pasti ok.

    Posted by tucuxirembadak | 9 Januari 2013, 1:08 pm
  136. Pokoknya saya dukung penuh Mr Dahlan Iskan. You have all my support. Kapan mampir ke Graha Pena Pontianak Post pak? Kalaw mampir saya mau foto bareng bapak :)))) Hiheiheiee. Matur Suwun :))(Asep Haryono – simplyasep.blogspot.com)

    Posted by Asep Haryono | 9 Januari 2013, 3:54 pm
  137. Great….. Abah : “Saya harus berpikir cepat. Saya sadar sepenuhnya apa yang harus saya lakukan. Kalau panik mobil bisa liar dan menghantam sana-sini karena jalan dalam keadaan ramai. Lalu saya lihat ke depan sana ada tebing. Saya langsung berpikir akan saya tabrakkan mobil ini ke tebing gunung. Saya tahu resikonya saya bisa mati, tapi itu yang terbaik yang bisa saya lakukan. Braaaaakkkk, mobil hancur, lalu mental nyenggol tiang listrik dan kemudian mengenai mobil Panther yang berhenti dekat situ.”

    Posted by Djoko Sawolo | 9 Januari 2013, 4:14 pm
  138. Great….. Abah : “Saya harus berpikir cepat. Saya sadar sepenuhnya apa yang harus saya lakukan. Kalau panik mobil bisa liar dan menghantam sana-sini karena jalan dalam keadaan ramai. Lalu saya lihat ke depan sana ada tebing. Saya langsung berpikir akan saya tabrakkan mobil ini ke tebing gunung. Saya tahu resikonya saya bisa mati, tapi itu yang terbaik yang bisa saya lakukan. Braaaaakkkk, mobil hancur, lalu mental nyenggol tiang listrik dan kemudian mengenai mobil Panther yang berhenti dekat situ.”

    Posted by Djoko Sawolo | 9 Januari 2013, 4:21 pm
  139. Memang sang “pengecut” selalu berbicara yng negatif dan tidak berani mengkritisi dengan cara yang elegan dengan mencantumkan identitas asli. Orang seperti itu adalah sampah negara…bahkan dibuang ke Tempat pengolahan limbah pun tidak layak….mereka lebih buruk dari PSK… PSK masing mendingan karena melakukan itu untuk bertahan hidup…..Sementara apa yang telah di perbuat oleh sang pengecut ???? paling hebat lempar batu sembunyi tangan…..Orang seperti ini klo sempat di berikan kekuasaan atau jabatan sudah jelas pekerjaannya tidak lebih baik dari “tikus-tikus got”….. apalagi dibandingkan DI…jauuuuuhhh perbedaannya

    Siapa yang tahu sifat-sifat tikus got???? yang rumahnya sering kedatangan tikus got tanpa diundang pasti sudah maklum akan sifat mahluk yang satu ini…..

    Kalo lah mereka itu memang hebat sehebat kritikan dan caci makinya….. boleh lah kita mendengarkan dan mencermatinya… tapi klo cuman tikus got.. lempar aja pake batu ha..ha..ha..ha…..
    tapi mereka jago ngeles loh klo di lempar pake batu….

    Posted by yeribaru | 9 Januari 2013, 5:00 pm
    • Hehehe…lucu juga pak/bu Yeribaru…saran saya jangan dilempar pake batu. Biasanya orang dikampung saya menembaknya pake senapan angin. Atau bisa juga menunggu mereka bergelimpangan di jalan karena terlindan mobil…hehehe…

      Posted by Ardian | 11 Januari 2013, 2:07 pm
  140. Mbaca berita tentang abah dis di detikcom rasanya pengen marah aja.. berita yg memojokkan, menghakimi dan cenderung provokativ.. yg comen orang2 geblek, klonengan, bayaran dan org2 yg iri sama kemampuan luar biasa tokoh panutan kita ini.. bravo dahlan iskan..

    Posted by belalang tempur | 9 Januari 2013, 7:03 pm
  141. Tempo online SELASA, 08 JANUARI 2013 | 13:03 WIB “Wawancara Dahlan: Saya Tidak Mencuri Tucuxi”.
    “Mengapa memodifikasi tanpa bilang kepada Danet?
    Anda punya mobil direparasi apakah harus lapor ke Toyota. Anda punya motor direparasi, apakah harus lapor?

    Jawaban Dahlan tidak cerdas, terkesan asbun. Bung Dahlan membandingkan apel dengan tomat.

    Toyota (Avanza) saya direparasi, memang bisa saya bawa ke bengkel suka-suka dimana saja. Tapi tetap lebih mantap rasanya saya bawa ke bengkel resmi Toyota. Jangan lupa Toyota yang saya pakai sudah bukan yang prototipe, tapi sudah laik jalan.

    “Ferrari Tucuti” masih dalam taraf pengembangan dan ujicoba, penyempurnaan maupun reparasi mutlak harus melibatkan (team) mekanik permesinan mobil tersebut.

    Nyawa manusia Indonesia terkadang dihargai terlalu murah. Budaya jalan pintas, sembrono, tidak sabar dan berpikiran pendek membuat manusia Indonesia akan selalu tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

    Kolom Opini tempo online SELASA, 08 JANUARI 2013 | 03:09 WIB “Jalan Pintas Dahlan Iskan”.

    SELASA, 08 JANUARI 2013 | 03:09 WIB
    Jalan Pintas Dahlan Iskan

    Malapetaka mobil listrik Dahlan Iskan merupakan pelajaran penting bagi pejabat. Terobosan memang perlu, tapi jangan sampai mengabaikan aturan. Mungkin saking bersemangatnya mempromosikan proyek mobil listrik, Menteri Badan Usaha Milik Negara itu sampai melupakan prosedur pengujian kelayakan prototipe mobil.

    Pelanggaran prosedur itu terungkap setelah mobil “Ferrari” Tucuxi Dahlan mengalami kecelakaan di Magetan, Jawa Timur. Remnya blong ketika menuruni jalan di lereng Gunung Lawu, sehingga Dahlan, yang mengemudikan mobil itu, mesti menabrakannya ke tebing agar berhenti. Mobil listrik itu ringsek, dan untungnya, Dahlan hanya lecet ringan.

    Mobil listrik Dahlan ternyata belum mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan untuk diuji coba. Padahal, Pasal 50 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas telah menggariskan aturan main. Sebelum bisa melaju di jalan raya, Tucuxi seharusnya menjalani serangkaian tes kelaikan, dari urusan emisi gas buang hingga efisiensi sistem rem.

    Ada juga uji tipe untuk memastikan rancang bangun dan semua perlengkapan kendaraan bermotor itu sesuai dengan kegunaannya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini menuai ancaman hukuman hingga 1 tahun penjara atau denda.

    Tanpa melalui serangkaian tes, lalu diproduksi secara resmi, tidak mungkin pula mobil listrik Dahlan memiliki surat tanda nomor kendaraan bermotor. Itu berarti, hampir dipastikan pelat nomor DI 19 yang menempel pada mobil listrik Dahlan tersebut palsu. Kalau memang masih dalam tahap uji coba, semestinya mobil ini tak menggunakan nomor, atau cukup ditandai dengan tulisan “uji coba”.

    Ketatnya aturan penggunaan kendaraan bermotor itu tentu saja demi menjamin keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lain. Bisa dibayangkan kekacauan yang bakal terjadi jika semua insinyur otomotif di negeri ini diizinkan meluncurkan kendaraan ciptaannya ke jalan umum tanpa uji kelaikan yang saksama. Keselamatan masyarakat akan terancam karena bisa saja tertabrak kendaraan yang kurang laik jalan.

    Orang masih ingat, mobil Esemka yang dipromosikan Jokowi tahun lalu juga harus menjalani serangkaian tes sebelum bisa dipergunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo. Tak ada alasan untuk mengecualikan Dahlan dan mobil-mobil listriknya dari keharusan menjalani prosedur yang sama.

    Kritik ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyurutkan semangat Dahlan mengembangkan industri mobil listrik nasional. Namun, sudah seharusnya sebuah program nasional dengan skala sebesar itu dilakukan dengan perencanaan yang lebih cermat. Pelaksanaannya jangan sampai terkesan terburu-buru dan menghalalkan segala cara.

    Sejauh ini, dengan kemampuan komunikasi publiknya yang piawai, Dahlan telah berhasil menyadarkan publik akan pentingnya mengembangkan industri mobil listrik sebagai alternatif kendaraan bermotor berbahan bakar konvensional. Kini saatnya para ahli otomotif dan energi listrik mengambil alih dan memastikan program ini benar-benar terealisasi. Dengan begitu, Dahlan bisa berkonsentrasi pada pekerjaan utamanya: sebagai Menteri BUMN.

    Posted by Sincere Lin | 9 Januari 2013, 8:05 pm
  142. Maaf, jadi tdk bisa melupakan tuxuci gara2 pernyataan DI : tuxuci adalah proyek pribadi tak ada kaitan dgn proyek mobtrik nasional & bumn (antaranews).
    Jadi selama ini bersusah payah mengumpulkan pandawa putra petir hanya untuk ambisi pribadi? Kalo begitu selamat atas mainan barunya. Dan terimakasih atas segala hiburan ini.

    Posted by G. Hariyanto | 9 Januari 2013, 8:10 pm
    • proyek pribadi , karena menggunakan uang pribadi, bukan uang negara..
      hasil nya utk negara…

      jangan buru buru menerima berita apa adanya, dibaca jangan judulnya saja…karena membuat judul tulisan itu harus bisa membangkitkan niat dari si pembaca…
      prinsip dari pak dahlan juga itu kaya nya (pas masih di Jawa Pos dulu)…

      Posted by hendro | 11 Januari 2013, 1:12 am
  143. Maju terus mobil listrik…!

    Posted by sampurno | 9 Januari 2013, 11:46 pm
  144. saya hanya ingin mengucapkan syukur Alhamdulillah krana DI selamat tanpa kurang suatu apapun n sehat wal afiat. Dan apapun alasannya smoga kdepan DI bs mkin hati2 n waspada sbelum mlakukan suatu hal, krna itu bs berbahaya terutama bagi beliau sendiri sebab begitu banyak oerang yg marah, benci dan dendam pd beliau. saya takut orang2 itu akan mendapat alasan untuk menjatuhkan bahkan menghancurkan beliau. terahir, semoga DI slalu ada dlm lindungan Allah SWT, Amin ya Rabbal Alamin……

    Posted by diana | 10 Januari 2013, 12:37 am
  145. mau bangun industri otomotif dalam negeri kok di persulit ya pak?
    gimana mau maju? bikin pesimis aja.
    tapi keep manufacturing hope ya pak!

    Posted by Isnaini | 10 Januari 2013, 6:37 am
  146. Maaf, jadi tdk bisa melupakan tuxuci gara2 pernyataan DI : tuxuci adalah proyek pribadi tak ada kaitan dgn proyek mobtrik nasional & bumn (antaranews).
    Jadi selama ini bersusah payah mengumpulkan pandawa putra petir hanya untuk ambisi pribadi? Kalo begitu selamat atas mainan barunya. Dan terimakasih atas segala hiburan ini.

    POSTED BY G. HARIYANTO | 9 JANUARI 2013, 8:10 PM

    Posted by Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna ! | 10 Januari 2013, 8:17 am
  147. kecelakaan TUCUXI kmaren semata masalah tehnologi yg belum sempurna, mesin molis yg ga pake GEARBOX adalah sebab utama kecelakaan tersebut, saat digunakan di jalan turunan yg panjang dan ekstrim, maka pengereman hanya mengandalkan pengereman luar,. jd mobil seperti dilemparkn ke bawah dg gaya berat yg bertambah tambah karena tdk ada pengereman dari mesin… ini masuk akal bg sy yg awam, saat kt berkendara menurun ekstrim kita tdk boleh menetralkn porsneleng atau mematikn mesin karena rem luar tidak akan mampu bertahan menahan gaya berat yg berlipat lipat seiring turunnya benda, maka cengkraman rem akan semakin panas dan memuai dan kehilangan daya cengkramnya…sy nfgeri sj melihat tayangan media yg jelas2 brtujuan mghancurkan karakter DI, mereka mgungkit dan mencari2 ‘kesalahan2′ DI dg sangat vulgar dan tendensius,.diambilah tanggapan2 ahli politik dan kepolisian yg seakan2 membenarkn justifikasi mereka…..sy sndiri menyadari ‘ siapa yg bekerja nyata, siapa yg hanya menumpang nama’…. DI pun berkata “SY BUKAN PENJAHAT, SY TIDAK BERBUAT KRIMINAL, SY TDK BRBUAT PIDANA……SY AKAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAB SEMUA APA YG HARUS SY PERTANGGUNG JAWABKAN……..UNTUK INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN, TIDAK BOLEH DIKALAHKAN OLEH POLITIK”…….semoga Allah selalu menjagamu

    Posted by bandung bondowoso | 10 Januari 2013, 8:38 am
  148. terus terang akhir2 ini jadi agak males baca koment..Bahasa dan nama yang dipake kog sudah mulai urakan banget..ga santun, dan blog koment ini penuh dengan cacian ..ga spt dulu lagi..penuh dengan koment pembakar semangat dan inspiratif…

    Posted by merry | 10 Januari 2013, 8:58 am
  149. semangat pak, orang kaya bapak itu langka

    Posted by Muhammad Zulkarnain | 10 Januari 2013, 10:07 am
  150. Ini komennya jadi pada melorot gini ya … Jadi kurang seru, tapi gapapa deh, pinter-pinter aja merunut komen per komen

    Posted by apasaja | 10 Januari 2013, 10:36 am
  151. Dahlan mulai di keroyok rame rame

    Politisi PPP Minta Dahlan Iskan Mundur Jadi Menteri

    “Alasan Dahlan Iskan yang melanggar hukum demi ilmu pengetahuan tidak bisa dibenarkan. Kalau demi pengetahuan lebih baik Dahlan masuk ke LIPI atau BPPT,” tandas Yani.

    Comment:
    yang model begini ni,kalo ditelusuri lebih dalam ujung2nya cuma satu sebabnya

    “bisnisnya terganggu akibat bersih bersih Dahlan iskan”

    sumber

    http://www.tribunnews.com/2013/01/10/politisi-ppp-minta-dahlan-iskan-mundur-jadi-menteri

    Posted by inverter | 10 Januari 2013, 11:07 am
  152. Kenapa ya Pak Dahlan mau ngluarin duit pribadi untuk program nasional…sehingga ada yg menuduh mencari keuntungan pribadi, tidak etika, meski sudah jelas2 pak Dahlan bilang gak mau jadi investornya, bisa untung darimana.
    Kenapa ya pak Dahlan dulu-dulu gak mau pakai pengawalan tapi saat pulang kemagetan bawa tuxuci kok mau dikawal..kan akirnya ada yg menuduh memakai fasilitas negara buat kepentingan pribadi, padahal gubernur aja yg pangkatnya lebih rendah belanja kepasarpun dikawal gak ada yg komen ya emang udah standard pengamanan 24 jam.
    Kenapa ya dulu waktu masih diPLN pak dahlan memulai start ide mobil listrik kok sepi berita dan sekarang banyak diberitakan, akirnya kan ada orang yg nuduh pake aji mumpung jadi menteri, padahal setelah mobil dasep makin sempurna bisa menjembatani BUMN/PLN yg akirnya jadi investornya.
    Kenapa banyak kritik negatif tapi Pak Dahlan masih tegar…..
    Semuanya itu Allahualam.

    Posted by JONO | 10 Januari 2013, 11:49 am
  153. G Hariyanto.. jujur saja pemikiran anda itu sempat terbersit dalam pemikiran saya.. Menteri BUMN kok ngurusi mobil listrik memakai dana pribadi?.. Tetapi selanjutnya saya memiliki logika berpikir.. Dahlan Iskan (DI) sebagai Menteri tentunya memiliki bos, yaitu presiden SBY… Kalau DI sudah keluar rel dari tupoksinya sebagai Menteri mengapa presiden diam saja??.. apalagi ada UKP4 yang dipimpin Kuntoro (lupa nama lengkapnya hehehe..) yang tugasnya mengawasi dan memberi penilaian kinerja Menteri.. apa dia bersama timnya sedang terlelap tidur dibuaian??.. Kita jelas ingat bahwa DI gembar-gembor mobil listrik bukan baru kemarin sore, tetapi sejak lama.. (kalau tidak salah ingat sejak awal 2012).. koreksi kalau saya keliru mengingat.. hehehe
    Dengan dasar logika berpikir diatas, saya yakin bahwa yang dilakukan oleh DI dengan mobil listrik ini atas sepengetahuan dan sepertujuan presiden sebagai bosnya…. jadi apa yang perlu dipersoalkan??..
    Mengenai apa yang menjadi latar belakang dan tujuannya pak DI dengan mobil listriknya..hanya pak DI dan presiden SBY aja yang tahu.. saya memiliki dugaan.. demikian juga kita semua hanya bisa menduga-2 juga.. tetapi saya tidak suka berdiskusi apalagi berdebat dengan dasar dugaan dan prasangka..

    Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 12:35 pm
  154. hehe.. pake duit sendiri (gak merugikan negara) salah, pake dana bumn pasti tambah salah… jadi yg benar gimana? dari dulu bppt dan banyak PT sudah punya prototype moblis kok gak ada gaung?! padahal didanai sapa itu, kok gak ada yg protes, trus hasil penelitian kemana? Palingan masuk laci dilupakan. Nah sekarang ada yg mempercepat biar banyak orang tau kok disalahkan. Padahal itu ditabrakkan juga untuk agar tidak mencelakakan orang lain. Ini orang yg komentar miring emang tukan koment aja yah? Selama ini sudah berhasil riset apa? Ini baru hasil riset mogok sedikit sudah diketawakan. Tahu tidak bola lampu yang anda2 pakai itu hasil berapa kali kesalahan kakek Edison? 999 hampir 1000x salah. Kalo baru satu salah sudah berhenti, dunia kita masih pake obor! Begitu juga windows PC, belum perfect sudah dijual dan akhirnya ada update2 terus setelah beli, apa kita pernah komplain? Auk ah gelap! Sudah korupsi waktu, sambil nungguin scripts ane jalan.

    Posted by wayan budhi | 10 Januari 2013, 12:59 pm
  155. Hehehe, Pak DI emang aneh, minta maaf ke tebing, mau cium kaki wartawan juga. Yang ngga suka pasti dijadiin bahan nih, seperti halnya memasukkan botol Aqua ke baju. Tapi bagi yang suka, itu bukan cela, apapun dan bagaimanapun, tetep mendukung DI

    Posted by apasaja | 10 Januari 2013, 1:19 pm
  156. Betulkah kita anti zat Kimia ? Di dalam pala mesti ada kandungan aktif dan itu pasti zat kimia. Mengapa pala dapat sebagai antidiabetis dan antikolesterol hanya dapat dijelaskan jika diketahui zat kimia aktifnya.Neurotransmiter kita antara lain asetilkolin adalah zat kimia. Demikian juga dengan adrenalin, seretonin.dan lainnya. Rasanya istilah kimia atau bukan kok rancu. Silahkan beda pendapat !!! Santai aja…..hanya masalah selera.

    Posted by Hari Purnomo | 10 Januari 2013, 1:22 pm
  157. Salut Pak, keputusan n tindakan yg cepat sangat diperlukan di republik ini. Di indonesia bnyk orang pintar tapi tdk bnyk yg beruntung bisa ketemu pejabat pemutus seperti Bapak, yg berani mengambil resiko dg prtmbngan yg matang dlm wkt singkat. Bravo, smg sukses. Jng lupa pikirkan jg reward yg tinggi utk team penemunya. Bravo

    Posted by Ria helas | 10 Januari 2013, 1:27 pm
  158. Inilah obrolan suami istri di suatu malam
    Istri : Mas, kenapa kok kayak ga suka sama pak dahlan?
    Suami : Apa ya, orange kayak overacting, ga ada buktinya
    Istri : Trus, kalo RNI, PTPN untung besar apa itu bukan karena pak dahlan?
    Suami : Ya ga lah, ya karena dirut nya
    Istri : Trus dirutnya sapa yang milih?
    Suami diem seribu basa, seakan mbenerin kata2 istrinya

    Maju terus pak dahlan, magis pak dahlan sampe kebawa ke rumah tangga….

    Posted by mamae nora | 10 Januari 2013, 1:59 pm
  159. Betul cakmat, pemikiran sampean sangat rasional dibanding yg lain. Semua tindakan DI itu sangat2 diketahui bahkan mungkin atas restu bosnya. Ingat pertama kali yg ditelpon DI ketika kecelakaan adalah SBY, bukan istrinya.
    Itulah enaknya ‘menyetir’ DI. Orang bebas & nonparpol. DI bagaikan bola liar. Ditangkap jika menguntungkan & ditendang jika belum berhasil. Pernyataan DI sebenarnya wujud kebesaran jiwanya. Proyek tuxuci akan dikatakan program nasional andai berhasil. Bukankah tim ugm pernah bilang tim mobtrik nasional memang ada 2. Dan juga jika sukses tuxuci akan di resmikan SBY sbg mobil nasional pd mei th depan. Ternyata DI lbh memilih menyelamatkan muka pemerintah dgn mengakui tuxuci sbg proyek pribadi.
    Jadi, sekali lagi tepuk tangan buat SBY. Plok3…

    Posted by G. Hariyanto | 10 Januari 2013, 2:25 pm
    • Postingan komentar saya kok meloncat-2 tidak pada tempat yang diinginkan ya??.. Nggak ngerti dah…. Koment yang ini buat G.Hariyanto…
      sebenarnya anda sudah tahu sebelumnya bagaimana hubungan pak DI dengan pak SBY tentang mobil listrik ini… saya jadi berpikir kalau anda membuat koment nyerempet-2 hanya buat mancing koment teman-2 lain aja .. termasuk saya.. hehehehe…

      Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 3:22 pm
  160. Terima kasih NOENG atas koreksinya tentang istilah DI 19.. Demi Indonesia.. Bismillahirrohmanirrohim.. berarti saya bener-2 udah tambah tua.. hehehehe

    Posted by cak-mat | 10 Januari 2013, 2:37 pm
  161. @nore
    pengkawalan polisi thd tuxuci adalah fasilitas pejabat itu statement DI sendiri. Dlm konteks tsb, polisi sedang mengkawal menbumn, bukan mengkawal mobil bodong. Makanya polisi tdk mau disalahkan dlm kasus itu.

    Posted by G. Hariyanto | 10 Januari 2013, 2:51 pm
  162. Buat Dahlanisti Tolong Dipahami dong.
    Tiap MH itu ada Topic2 utama yg bisa didiskusikan…
    Dari 362 komentar yg saya baca msh byk yg OOT…
    Tolong dong FOKUS….

    Buat Setan2 yg ga punya nama saya jadikan pengecualian…
    Orang2 macam itu secara tidak langsung sama seperti penghianat bangsa…
    Kalo msh rezim Suharto uda pada ditembakin tuh penghasut2 spt itu…

    BUMN adalah kendaraan Perang Bangsa ini.
    Bangsa yg berdaulat adalah bangsa yg Kedaulatan BUMI,TANAH,AIR, DAN SDA nya benar2 dikuasai negara dan Digunakan sebenar2nya untuk kemakmuran rakyatnya….
    Misi2 ini sebenarnya sudah Dicanangkan oleh Prof BJ Habibie… salah satunya melalui IPTN…
    cuma karena byk penghianatan Hope beliau sempat Terkubur bertahun2…

    Byk Harapan dan Doa yg diemban oleh Abah DIS melalui BUMN ini…
    Dalam 3th masa jabatan saya yakin 30% mimpi itu akan menjadi kenyataan…
    70% lagi kalau DI bisa jadi Panglima Tertinggi Komando NKRI…

    Posted by PUTU | 10 Januari 2013, 3:40 pm
  163. Baca interview DIS
    Selengkapnya di : http://kickdahlan.wordpress.com/2012/12/15/komisi-vii-kok-ngebet-banget-ngincer-saya-ada-apa-sih/#more-10582
    ==================
    Arya Sinulingga: Apa karena anda dianggap ingin jadi Presiden? Sehingga kesalahan anda terus dicari-cari?
    Dahlan Iskan : Ya, itu baik juga supaya rakyat tau lah.. baik juga. Enam tahun yang lalu saya sakit keras. Hati saya penuh dengan kanker, dokter mengatakan saya tidak bisa disembuhkan, hidup saya tinggal enam bulan. Tapi kan ternyata saya bisa ganti hati, sejak itu saya bertekad tidak mau kerja untuk cari uang. Karena Tuhan menambah umur saya, mesti hanya untuk kebaikan. Karena itu perusahaan-perusahaan saya tinggalkan. Yang saya inginkan hanya tiga: Jadi guru jurnalistik, menulis buku dan mengurus pesantren keluarga. Saya tidak punya cita-cita apa-apa lagi selain dari yang tiga itu. Bahwa kemudian saya dipanggil bapak Presiden untuk jadi Dirut PLN. Saya ajukan syarat, Pak saya ini sudah terlanjur berjanji, tidak mau bekerja dengan motif mencari uang. Jadi boleh ga? saya tidak ambil gaji Tidak pakai mobil dinas, tidak pakai telepon dinas. Ngapain saya ngobjek, gaji saya bisa sampai 150 juta lebih perbulannya hehehe…

    Gaya Bicara yg elegan dan Smart…
    orang yg benar2 sudah ga butuh duit…
    Sama seperti BJ HABIBIE di Film AINUN & HABIBIE…
    (Tujuan Beliau adalah benar2 untuk memajukan bangsa Ini… kalau saja semangat Nasionalisme ini tetap membara maka bumi pertiwi ini akan tetap JAYA).

    Posted by PUTU | 10 Januari 2013, 4:16 pm
  164. Go pk dahlan…..!!!

    Posted by dot | 11 Januari 2013, 6:39 am
  165. coba tanya hatimu ? (kalau masih punya..)

    seseorang bukan menteri, hanya orang biasa, naik mobil buatan sendiri, belum punya izin kelaikan jalan, tanpa plat nomer hanya pake ‘assesoris’ yang mirip dan ditempatkan di posisi plat nomer dengan tulisan DI 19, melaju dengan kecepatan 80 km per jam di jalan raya kemudian dengan alasan rem blong menabrak atau menabrakkan diri ke dinding bukit..

    apa yang dilakukan polisi ?

    Posted by rakyatbiasayangmasihpunyahatidanotak | 11 Januari 2013, 7:00 am
  166. Koq klo diperhatikan koq komentator negatif munculnya jam2 tertentu,kayak udah profesi

    Posted by fris | 11 Januari 2013, 7:13 am
  167. Ketika Bambang Wijayanto (pengacara waktu itu) bergetar suaranya mengadu ke MK, soal dugaan ancaman pembunuhan kliennya (cicak&buaya), …….dengan intonasi datar dan serius Mahfud MD menjawab bagian akhirnya : ” Nggak usah dikompor komporin Polisi pasti sudah menanggapinya…..”.

    Ketika orang biasa nabrak tebing dan tiang listrik
    Ketika DI nabrak tebing dan tiang listrik

    Kalau ditanyakan MMD, saya kira tanggapannya akan sama……………..

    Posted by novi saja | 11 Januari 2013, 7:26 am
  168. Hal-hal yang menyebabkan nilai negatif pada MH 59

    1. Kecelakaan
    2. Ruwatan.
    3. Pelanggaran Aturan

    Hal-hal yang mendapat nilai positif pada MH 59

    1. Dukungan
    2. Kejujuran.
    3. Kemajuan

    Buat yang seneng bikin statistik tolong di buat grafiknya ya…

    Posted by SENO | 11 Januari 2013, 7:49 am
  169. Baru berasa sebelnya kena kloning account sama pasukan nasi bungkusnya pesimistis,
    kali ini pake account FB aja deh semoga ga ada yang kloning lagi.
    Semangat maju & sejahtera Indonesia…….

    Posted by Fris Quadran | 11 Januari 2013, 11:34 am
  170. Pesimis dan optimis memang beda tipis
    analisa, teori teori, berhamburan seperti peluru
    tak peduli siapa tak peduli apa
    kadang terluka
    Yang sebetulnya mereka adalah
    teman seperjuangan di jaman ini

    50 tahun lagi
    anak cucu kita
    lembar buku sejarah negeri ini
    yang berhak menyimpulkan
    apa apa………..yang kalian ributkan

    salam DahlanisMom

    Posted by novi | 11 Januari 2013, 1:03 pm
  171. Akan lebih bijaksana kalau yang komentar itu punya kompetensi. Kemukakan apa yang dilihat dengan mata kepala sendiri. Kita tak akan mampu mengukur diluar jangkauan kita. Bisa rumangsa ora rumangsa bisa (tahu diri).

    Posted by amirkompleh | 11 Januari 2013, 1:33 pm
  172. Tujuan program mobil listrik, diluar pencitraan adalah untk mengurangi pemakaian bbm beserta subsidinya. Untk itu, pemerintah seharusnya fokus memproduksi mobil kelas menengah yg paling banyak menghabiskan jatah bbm. Selain itu juga memproduksi kendaraan/mesin untk masyarakat yg paling terpukul atas kenaikan harga bbm, spt sepeda motor, motor kapal nelayan, traktor, mesin industri, dsb. Untk produk mobil listrik mewah jelas tdk masuk dlm tujuan itu karena pasti penggunanya rakyat kaya yg tdk pantas diberi subsidi & insentif.

    Sesungguhnya banyak peranan bumn dlm menyokong program mobil listrik nasional, terutama dlm pembangunan infrastrukturnya. Jika menbumn bertindak untk kepentingan nasional seharusnya menyampaikan progress report infrastruktur mobil listrik yg dibuat bumn. Atau mempromosikan & menguji komponen mobil listrik buatan bumn spt aki & motor listrik. Akan sangat menyentuh hati rakyat jika menbumn mengendarai sepeda motor listrik drpd mobil listrik mewah. Usaha itu adalah wujud kesungguhan pemerintah dlm mengkawal program. Masyarakat akan percaya & yakin dgn sendirinya ttng perlunya mobil/motor listrik tanpa iklan yg berlebihan itu. Akan kontra produktif jika iklan mobil listrik tdk sesuai dgn kenyataan di lapangan. Sehingga sah2 saja, bukan tepuk tangan yg diberikan masyarakat, melainkan cibiran. Huuu….

    Posted by G. Hariyanto | 11 Januari 2013, 3:24 pm
    • Gak ngaruh sama sekali, mau pak Dahlan dikomentari negatif seperti apa atau mau ditepuk tangani seperti apa penting terus menerus menyumbangkan sesuatu yg berguna buat bangsa dan negara.
      Putra petir yg dikoordinir pak Dahlan itu membuat motor listrik, mobil listrik untuk angkot dan mobil listrik evina, dan kemungkinan nantinya ditindak lanjuti juga oleh kementrian lain untuk bis listrik dan sedan listrik dari Lipi…jadi semua kelas sudah tersedia…kalao ada yg bilang kenapa gak produksi yg untuk kelas menengah saja kenapa mesti yg mewah, kok jadi ketauan kalau pura2 bego.

      Posted by Sadara | 11 Januari 2013, 5:24 pm
  173. Sampai sekarang belum ada kriteria yg jelas ttng definisi mobil nasional. Apakah komponennya hrs 100% buatan lokal, ataukah cukup 10%. Anda yg tdk bodoh bs menilai mobtrik yg ada itu termasuk mobil nasional/tidak. Terus untk kriteria mobil listrik kelas menengah apakah berdasarkan kualitas komponen, bentuk, atau harga jual untk kelas menengah? Bisakah dikatakan kelas menengah jika mobtrik sekelas carry seharga ferary? Mobtrik yg ada sekarang ini masih untk kalangan atas semua (mahal).
    Untk mewujudkan mobtrik nasional, pemerintah seharusnya lebih memikirkan isu2 negatif ttng mobtrik spt komponen lokal & harga jualnya. Ingat, musuh mobtrik adalah mobil bbm. Agar unggul, mobtrik hrs lbh kompetitif.

    Memang banyak, & akan selalu banyak tugas pemerintah. Untk itu perlu skala prioritas agar program berjalan efektif, efisien dgn hasil maksimal. Dgn memprioritaskan penanganan infrastruktur mobtrik akan lbh efektif & efisien drpd mengutamakan iklannya. Penampakan pabrik batere, pabrik motor listrik, pembangkit & colokan listrik dsb, adalah iklan nyata drpd aksi2 bak superhero. Kepercayaan masyarakat itu yg penting, bukan kehebohannya.

    Tahukah anda, sehabis kecelakaan tucuxi, SBY memperingatkan DI secara halus untk berhati2 ditahun politik ini (liputan6.com). Dan DI menjawab teguran itu dgn menyerahkan pengembangan proyek mobtrik dlm koordinasi menteri perindustrian & tdk tahu bgmn kelanjutannya (tempo.com). Spt kataku, DI bagai bola liar, ditangkap jika menguntungkan, & ditendang jika tdak berhasil. Inikah pertanda tamatnya pandawa putra petir ditangan raja kurawa?
    Great job SBY!

    Posted by G. Hariyanto | 11 Januari 2013, 9:22 pm
  174. kok mbak W Ning gak ada komen lg ya….komennya cerdas..

    Posted by daus | 11 Januari 2013, 10:44 pm
  175. Weleh-weleh koyo gini aza ko dibikin ribut. mau DI 19 mau DI 20 mau DI 1000, wong Pak Dahlan sendiri yang bikin, trus Pak Dahlan sendiri yang pakai. lah trus knapa kita yang ribut ???, hayooo.
    Buat aku mah yang penting baik dan bermanfaat, gak nyerong kiri kanan, gak bikin orang lain rugi, gak penting buat di komentarin. Lagian perasaan sejak dulu pak Dahlan dah bikin itu brand DI 19 gak ada yang komen yaa.
    trus sekarang apa coba untungnya buat kita ngeributin hal kecil kaya geetu??.
    yuu ah mendingan sekarang mah membicarakan tentang kemajuan dan harapan kedepan yang bisa jadi ilmu buat kita. pis deh.

    Posted by Manihot Ultissima | 11 Januari 2013, 10:57 pm
  176. Mau angka 19, 20, atau berapa saja. Qur’an diturunkan bukan untuk diotak-atik angka-angkanya, tapi untuk diamalkan, untuk menjadi pegangan hidup biar kita nggak korup di dunia dan sengsara di akherat.

    Posted by Semar Mesem | 12 Januari 2013, 1:58 am
  177. “PERTEMPURAN” SEGI TIGA PKS, JOKOWI DAN DAHLAN ISKAN

    OPINI | 11 January 2013 | 13:33Dibaca: 0 Komentar: 0 Nihil
    Di dunia maya silahkan anda mencaci maki Parpol, DPR, Polisi, Jaksa, Pengusaha Bupati, gubernur, atau Presiden sekalipun. Tidak ada kendala untuk melakukannya, bahkan mungkin anda akan mendapat dukungan dari komentator lainnya. Tidak ada yang akan membela pihak-pihak yang anda caci maki tersebut. Tapi jangan coba-coba melakukannya kepada tiga pihak ini, PKS, Jokowi dan Dahlan Iskan, kecuali anda memang sedang gatal ingin ribut dan berdebat.

    Kenapa tiga pihak ini mendapat perlakuan yang istimewa di dunia maya? Mari kita liat satu-persatu. PKS adalah partai yang istimewa sehingga layak jika partai ini juga mendapat pelakuan yang istimewa. Saya menilai hanya partai ini yang layak dikatakan partai modern dan profesional. Bahkan sistem partai ini lebih hebat dari partai-partai negara modern sekalipun. Lihatlah cara pengkaderannya, mereka tidak sembarangan mencomot kader di pinggir jalan. Pengkaderan dilakukan dengan cara canggih dan sistematis. Jangan harap karena anda punya banyak uang dan massa anda tiba-tiba menjadi caleg atau pengurus di partai ini. Jangan harap anda bisa bermain uang di arena muktamar/kongres agar bisa menjadi ketua umum seperti partai-partai lainnya. Anda harus melewati tahapan pengkaderan yang sangat ketat dan dan berjenjang. Kadang memerlukan waktu lama, bertahun-tahun, belum tentu juga anda berhasil naik ke posisi yang lebih tinggi. Partai ini juga relatif bersih jika dibanding dengan partai lainnya. Terlepas dari kasus kadernya yang menonton video porno dan LC fiktif yang tidak terbukti itu. Terlepas dari statemen Fachri Hamzah kepada KPK yang menjengkelkan.

    Model pengkaderan PKS yang profesinal berlaku di kampus atau di lingkungan masyarakat umum. Hanya partai ini yang bisa menembus kampus untuk melakukan pengkaderan yang sistematis. Jadi jangan heran kader-kader partai ini sangat loyal dan militan membela kepentingan partai. Mereka juga relatif muda, intelektual, jujur, punya tujuan perjuangan, serta ideologi yang jelas. Mereka berjuang bukan untuk kepentingan pribadi tapi cita-cita bersama yang telah dirumuskan oleh partai. Mereka memiliki idealisme, bekerja bukan sekedar mengejar jabatan dan harta semata. Jadi jangan heran kalau anda mendapati mereka sebagai pembela partai yang setia dari dunia nyata sampai dunia maya.

    Selanjutnya adalah Jokowi. Jokowi juga istimewa, sejak keputusannya menjadikan mobil Esemka sebagai mobil dinas di lingkungan pemerintahan kota Solo namanya tiba-tiba berkibar di kancah nasional. Sebelumnya nama Jokowi tidak begitu dikenal, hanya terbatas di kota Solo dan Jawa Tengah. Hebatnya selain tiba-tiba terkenal secara nasional Jokowi juga menjadi media darling. Pemberitaan Jokowi dengan gaya sederhananya dilakukan dengan begitu masif oleh media massa.

    Gayung bersambut, masyarakat yang mendapat gambaran sosok Jokowi yang sederhana, merakyat, dan polos langsung jatuh hati. Pemberitaan Jokowi yang senantiasa positif tentu bagai oase di tengah gurun pasir. Pemberitaan media yang selama ini sesaki oleh kasus-kasus korupsi dan kelakuan kotor pejabat tiba-tiba disejukkan oleh pemberitaan tentang Jokowi. Hasilnya Jokowi menjadi idola masyarakat sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap pejabat korup, gemar bermewah-mewahan dan berlaku eksklusif, ogah membaur dengan masyarakat. Disaat Indonesia krisis pemimpin teladan, Jokowi tampil memberi secercah harapan. Terlebih setelah menjadi gubernur DKI, gaya Jokowi yang dekat dengan masyarakat, terjun langsung melihat masalah dilapangan, dan caranya mengambil keputusan yang simpel dan tidak bertele-tele membuatnya semakin dikagumi. Tidak heran kalau banyak orang yang akan marah jika Jokowi dicemooh.

    Kemudian Kita lihat Dahlan Iskan. Sebenarnya sudah lama Dahlan Iskan menjadi idola tapi dikalangan tertentu saja. Kalangan yang mengenal Dahlan Iskan langsung atau punya akses membaca tulisan-tulisannya, baik yang di tulis di media atau buku-buku. Tulisannya sangat inspiratif dan mencerahkan. Buku “Ganti Hati” yang dikarangnya menjadi buku best seller dari tahun 2008 sampai sekarang. Dahlan Iskan juga sangat sukses di dunia bisnis. Dia berhasil mengantarkan Jawa Pos menjadi koran yang memiliki jaringan terbanyak di dunia. Berbagai perusahaan sukses didirikannya, lebih dari 120 media cetak, 20 stasiun televisi, pabrik kertas, perminyakan, properti, agribisnis, pembangkit listrik dan lain-lain. Dahlan Iskan juga berhasil mengangkat BUMD jatim dari keterpurukan, berhasil membebaskan Indonesia dari krisis listrik berkepanjangan. Walau byar pet masih sering terjadi tapi itu bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan listrik seperti saat Dahlan Iskan belum menjabat tapi karena sistim distribusi. Prestasinya saat menjadi menteri BUMN tidak terhitung lagi, semuanya dapat kita baca pada tulisan mingguan seri “Manufacturing Hope” yang dipublikasikan setiap hari Senin.

    Tentu bukan saja karena tulisan dan kesuksesannya lalu dia banyak dikagumi, tapi masih banyak lagi sikap dan sifat Dahlan Iskan yang mengagumkan. Misalnya ketulusannya dalam bekerja untuk negara dan masyarakat. Dia tidak mau mengambil gaji dan fasilitas saat menjadi anggota MPR di awal tahun 80-an, saat menjadi manajer Persebaya, saat menjadi Dirut BUMD Jatim, saat menjadi dirut PLN dan saat menjadi Menteri BUMN sekarang. Bahkan bermilyar-milyar uang pribadinya habis untuk memajukan Persebaya, BUMD Jatim, PLN dan BUMN. Dahlan Iskan juga sangat dermawan dengan menjadi donatur tetap berbagai panti asuhan dan lembaga sosial.

    Walau bergelimang harta dari perusahaannya, gaya kesehariannya tetap sangat sederhana. Semenjak masih menjadi wartawan hingga menjadi menteri tidak pernah mau menggunakan jas. Tidak segan-segan ikut bergabung makan bersama karyawannya di kantin belakang kantor. Saat menjadi CEO Jawa Pos tidak segan blusukan ke daerah-daerah plosok baik dengan menyopiri kendaraan sendiri atau naik ojek dari bandara. Tidur di kursi kantor, makan makanan sisa anak buah hingga ikut menjual koran menggambarkan kebersahajaannnya. Saat menjadi dirut PLN dia blusukan jalan kaki ke pedalaman hutan Papua berpuluh-puluh kilo meter untuk mencari lokasi PLTA yang ideal. Ini juga yang dilakukan di pedalaman Bukit Barisan Sumatera dan NTT. Begitu juga saat menjadi menteri kebiasaannya meninjau langsung ke lapangan tetap dilakukan.

    Kehebatan Dahlan Iskan lainnya adalah kemampuannya menjadi motivator layaknya Mario Teguh. Ratusan kampus se-Indonesia mengundangnya untuk memberikan kuliah umum atau motivasi untuk mahasiswa. Sampai-sampai UIN Malik Ibrahim Malang mau memberinya gelar Doktor HC, tapi ditolak. Dari keistimewaan-keistimewaan Dahlan Iskan di atas tidak heran kalau banyak pengagum-pengagumnya yang tidak rela melihat Dahlan Iskan di hina dan dilecehkan.

    Selanjutnya kenapa ada fenomena saling serang antara kader PKS, pengagum Jokowi dan Dahlan Iskan? Tentu tidak semua kader PKS bisa menerima Jokowi dan Dahlan Iskan sepenuhnya. Walaupun Jokowi dan Dahlan Iskan baik tapi secara idiologi mungkin dianggap kurang pas. Di sini yang menjadi masalah hanya idiologi semata. Sedangkan pengagum Dahlan Iskan relatif tidak berusaha menyerang pihak lain, karena Dahlan Sendiri secara tidak langsung mendoktrin mereka melalui tulisannya untuk berjuang demi kejayaan bangsa. Bagi mereka siapapun dan dari golongan serta agama apapun selama berkontribusi untuk kemajuan bangsa harus di dukung. Tidak harus Dahlan Iskan saja yang didukung. Dari tokoh PKS yang sederhana seperti Hidayat Nurwahid sampai konglomerat dermawan Kristen seperti Ir. Ciputra harus diapresiasi dan dihormati. Kalaupun ada kata-kata yang sedikit kasar dari mereka itu hanya membalas serangan dari pihak lain.

    Yang agak membingungkan adalah pendukung Jokowi. Tetu tidak semuanya tapi kecendrungan ini sangat kentara sekali. Selain Jokowi, tidak ada yang baik di mata mereka dan tidak segan-segan menyerang dengan kata-kata kotor dan hujatan. Ini bisa kita buktikan dari komentar-komentar di detik.com atau grup-grup FB pendukung Jokowi. Kalau mereka menyerang PKS mungkin bisa dimaklumi karena kader PKS sendiri mengambil sikap antipati terhadap sosok Islam abangan seperti Jokowi lebih-lebih wakilnya yang non Muslim. Tapi ketika menyerang Dahlan Iskan, ini yang membingungkan. Dulu karena masalah mobil Esemka sekarang entah apa tujuan mereka, kalau kita katakan mereka berjuang untuk keberhasilan Jokowi saya rasa tidak. Kalau itu tujuan mereka tentu mereka tidak menghujat Dahlan Iskan. Karena Dahlan Iskan sendiri sangat konsen mendukung pembangunan yang dilakukan Jokowi. Mulai dari tanah PT. KAI yang dihibahkan untuk membangun Rusun agar permasalahan pemukiman kumuh Jakarta sedikit teratasi, rencana pembangunan bendungan raksasa oleh BUMN untuk mencegah banjir, sampai pembangunan MRT oleh BUMN tanpa menggunakan APBD/APBN untuk mengurangi kemacetan Jakarta. Walau bendungan dan MRT tidak jadi dibangun oleh BUMN tapi semuanya karena Jokowi memilih alternatif lain.

    Atau mungkin mereka kurang wawasan, korban pemberitaan sepotong-potong dan provokasi media seperti detik.com atau TV One. Media yang membesar-besarkan hal kecil untuk mencari sensasi, dan menggelembungkan berita yang memang sudah bengkak. Yang mereka tahu hanya sepak terjang Dahlan Iskan membuka paksa pintu tol, naik ojek, nginap di rumah petani, membersihkan lantai bandara, membersihkan gerbong kereta api dan sejenisnya. Ditambah lagi kasus kecelakaan mobil listrik sekarang ini. Sehingga sepak terjang yang dilakukan Dahlan Iskan dianggap pencitraan semata. Mereka belum tahu pemikiran, gebrakan dan prestasi Dahlan Iskan sesungguhnya. Ditengah keadaan bangsa yang cendrung pesimis, kehilangan semangat, budaya baca memprihatinkan, media massa yang provokatif menyebabkan model masyarakat seperti ini kian menjamur saja. Atau mungkin juga mereka tidak ingin melihat matahari kembar, matahari itu hanya satu yaitu Jokowi.

    Atau lebih parah lagi secara tidak sadar sebenarnya mereka tidak mengagumi Jokowi tapi sekedar memperalat Jokowi untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap penyelenggara negara ini. Jokowi hanya menjadi alat untuk meneruskan kebiasaan mereka untuk mencaci maki dan menghujat pemerintah. Jokowi hanya dijadikan bahan perbandingan untuk menghina pihak lain. Karena dari kata-kata mereka tergambar jelas kalau mereka orang-orang yang pesimis. Sakit hati melihat keadaan negara ini, entahlah. Yang pasti Jokowi akan kecewa jika tahu ulah pendukungnya seperti ini.

    Kalau kita benar-benar mendukung PKS, Jokowi dan Dahlan Iskan tentu kita harus cerdas, tidak berbuat konyol yang justru merugikan tiga pihak ini. PKS kenapa harus menyerang Jokowi dan Dahlan Iskan apakah tidak lebih baik menyerang pejabat korup, pejabat hedon yang hanya menumpuk kekayaan dan berfoya-foya tanpa hasil kerja yang nyata? Atau pejabat yang keasikan duduk di singgasana menara gading, kerjanya hanya tanda tangan, menghadiri upacara resmi, rapat, menerima laporan dan sejenisnya. Tanpa pernah mau menginjakkan kaki di bumi. Terlalu banyak pejabat seperti itu yang perlu kita kritik. Buat apa menghabiskan energi menyerang orang-orang baik yang justru akan menjadi blunder, mendapat serangan balik lagi.

    Pendukung Jokowi, mari merenung apa tujuan kita mendukung Jokowi? Kalau sudah menemukan tujuan, mari kita bertanya pada diri sendiri apakah dengan menghujat dan mencaci maki pihak lain dapat mempemudah kita untuk mencapai tujuan tersebut ataukah sebaliknya? Jika anda ingin mengenal pemikiran, gebrakan dan keberhasilan Dahlan Iskan silahkan baca buku-buku Dahlan Iskan , buku-buku tentang Dahlan Iskan yang ditulis orang lain atau paling tidak kunjungi dan baca arsip di http://www.dahlaniaskan.wordpress.com yang dikelola oleh salah seorang pengagumnya. Disana tergambar jelas siapa sesungguhnya Dahlan Iskan, mulai dari ketika masih aktif di Jawa Pos hingga menjadi menteri. Agar semua ucapan dan penilaian terhadap Dahlan Iskan, bisa dipertanggung jawabkan di dunia atau di hadapan-Nya. Untuk pendukung Dahlan Iskan, teruslah memperjuangkan cita-cita Dahlan Iskan. Membangun semangat dan harapan untuk masa depan bangsa ini. Memupuk budaya optimis dan kerja keras. Kalau sesekali emosi terpancing karena ulah nakal pihak lain, cepat-cepat ingat dan mencontoh bagaimana Dahlan Iskan menyikapi orang-orang yang memusuhinya.

    Sekarang jelas sudah bahwa tiga pihak ini adalah pendukung partai dan orang-orang terbaik yang dimiliki bangsa ini. Sangat disayangkan kalau bagian yang terbaik ini harus bermusuhan dan saling menghancurkan. Tidak maukah kita mengambil pelajaran/ibrah dari binatang ciptaan Tuhan? Lihatlah betapa Gajah dan Harimau tidak mau saling serang karena mereka tau kekuatan masing-masing akan mencederai kedua belah pihak. Mereka sungkan untuk berkonfrontasi, mereka berbagi daerah kekuasaan. Begitu juga dengan Buaya dan Kuda Nil, walau harus berbagi sungai mereka harus tetap saling menghormati. Mengganggu pihak lain bisa mendatangkan malapetaka. Atau nafsu dan emosi telah membuat kita tidak lebih cerdas dari ciptaan Tuhan yang katanya tidak berakal itu?

    ***

    *Tulisan saya ini hanya berdasar fenomena umum yang berkembang di dunia maya. Bukan berarti tidak ada kader PKS yang mengagumi Dahlan Iskan dan Jokowi sekaligus. Bukan berarti juga semua pendukung Jokowi anti terhadap PKS`dan Dahlan Iskan. Malah mungkin lebih banyak mereka yang mencintai ketiga belah pihak ini secara bersamaan. Tapi tidak begitu nampak karena jarang berkomentar dan berdebat. Mereka biasanya berusaha berfikir positif dan bekerja, tidak perlu banyak menghabiskan energi untuk hal-hal negatif yang tidak berguna

    http://politik.kompasiana.com/2013/01/11/pertempuran-segi-tiga-pks-jokowi-dan-dahlan-iskan-524399.html

    Posted by lukman bin saleh | 12 Januari 2013, 3:20 am
  178. bravoo

    Posted by papuaku3 | 12 Januari 2013, 5:06 am
  179. ayo teruusss…, sak polahe Abah DI, dikomentari, teruss.. ntar lagi komennya sudah nyampai 500,biar rame nanti diadakan ruwetan oleh Ki Manteb Apasaja he he he, siapin mantra dan sesajen untuk usir betorokolo

    Posted by ajipungkasan | 12 Januari 2013, 5:53 am
  180. waduh “kusir kusiran lagi”, mbahas karya anak bangsa tentang obat kok …ngelantur ke hal hal “kepercayaan “…sadarlah saudaraku semua…mari mendudukkan masalah pada tempatnya…..biar hidup kita aman tentram ..dunia akherat…piisss

    Posted by Gallus Soloensis | 12 Januari 2013, 9:05 am
  181. campur aduk saat baca tulisan ini, merinding di kalimat “penemuan Dr Keri tidak boleh lari ke luar negeri!”, ngakak di kalimat sapa yg mau dengar pidato di jaman Twitter. Seru! :)

    Posted by Renni Indritha | 12 Januari 2013, 3:29 pm
  182. bro and sis…para dahlanis mania…..gmana memahami pernyataan danet berikut ini diambil dari detik.com….smga abah dis segera rujuk dengan danet demi kebangkitan teknologi indonesia…atau ada yang mau jadi negosiator keduanya…berikut pernyataan danet
    Berikut penjelasan lengkap Danet Suryatama yang diterima detikcom, Sabtu (12/1/2013) malam.

    Kami dari Tim ElektrikCar ingin memberikan penerangan terhadap beberapa berita yang beredar di TV, surat kabar, maupun media online mengenai Tucuxi.

    Tidak benar bahwasanya pengereman Tucuxi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rem (tanpa menggunakan mesin) seperti dinyatakan oleh Pak Dahlan. Mobil Tucuxi diperlengkapi dengan motor controller yang mampu melakukan pengereman mesin/motor atau menghasilkan regenerative braking (pengereman regenerative).
    Ada beberapa cara melakukan pengereman regenerative pada Tucuxi, yaitu mengangkat kaki dari pedal gas untuk memperlambat kendaraan dan/atau ganti driving selection. Dengan pengereman regenerative, mesin/motor akan memperlambat kecepatan putarnya untuk berfungsi sebagai generator mengisi ulang baterai.
    Tucuxi adalah mobil yang di desain tanpa menggunakan gear box (atau multi gear transmission system). Tucuxi didesain menggunakan single speed reduction gear (satu gigi penurun kecepatan) sebagai transmisinya. Transmisi satu gigi ini dipergunakan karena motor listrik (AC atau DC) mempunyai range yang lebar untuk putaran motornya (wide range rpm). Tucuxi mempunyai efisiensi tinggi pada motornya serta mampu memperoleh torsi maksimum pada saat awal kendaraan melaju. Penggunaan single speed reduction gear pada kendaraan listrik banyak dilakukan oleh berbagai kendaraan listrik dunia termasuk Tesla Roadster, Ariel Atom Wrightspeed X1, Ford Focus Electric, Mitsubishi I-MiEV, Nissan Leaf EV dan masih banyak lagi.
    Setiap konsumen pembeli/pengguna mobil listrik seyogyanya menjalani training yang cukup untuk mengoperasikan kendaraan listrik diberbagai medan jalan. Meski Tucuxi sudah dilengkapi dengan high performance brake modules di depan dan belakang yang kompeten dari Wildwood Engineering Inc., USA, melakukan pengereman dengan hanya rem kaki, apalagi dengan menginjak rem secara keras dan terus-menerus, ketika menuruni pegunungan adalah tindakan fatal. Hasil yang sama – yaitu terbakarnya rem yang mengakibatkan kehilangan daya cengkeram (brake fading) – akan dialami oleh kendaraan lain bila pengereman secara keras dan terus-menerus dilakukan. Seharusnya, pengereman dengan mesin dilakukan dengan mengikutkan penggunaan rem kaki dan tangan secara proporsional.
    Keinginan menggebu untuk menyingkirkan kami secara cepat (21 Desember 2012 malam) dan langsung digantikan oleh Ricky Elson (pihak pak Dahlan) dan Kupu-kupu Malam mengakibatkan tidak adanya kesempatan bagi kami memberikan training ke calon pengendara (dalam hal ini pak Dahlan) untuk lebih mengenali Tucuxi.
    Mobil listrik Tucuxi adalah sebuah prototype kendaraan pertama yang harus menjalani uji coba dahulu secara masak sebelum dipergunakan kemana-mana dan di arena yang sulit. Tim kami sedang mengatur jadwal uji kendaraan sewaktu kami dilarang memelihara Tucuxi. Banyak rencana yang ingin kami wujudkan dengan Tucuxi; proper uji coba, sertifikasi, proper serah terima, training bagi pengendara, formal launching layaknya produksi mobil, dsb. Semua rencana itu punah dengan disingkirkannya kami.
    Semoga dengan adanya kecelakaan ini tidak menghapus kenyataan adanya pembongkaran oleh pihak Kupu-kupu Malam dan pihak pak Dahlan. Untuk itu kami kirim lagi beberapa foto bukti pembongkaran yang tidak hanya terjadi pada system rem Tucuxi. Kupu Kupu Malam adalah pengrajin karoseri lokal yang kami ajak untuk bekerja sama (ada perjanjian tertulis). Kupu Kupu Malam dipimpin dan dipunyai oleh Rudi Purnomo, yang notebene pegawai Waskita Karya (WK), kontraktor nasional dibawah Kementerian BUMN, yang dalam hal ini banyak hari2 kerjanya juga dipakai untuk mengurus dan mencari spare-parts kemana-mana (tidak hanya hari Sabtu-Minggu saja). Tidak ada core engineer (automotive engineer) atau bahkan seorang insinyur-pun didalam Kupu-kupu Malam. Kami sangat mengkhawatirkan kompetensi Kupu-kupu Malam ketika tim pak Dahlan Iskan (c.q. pak Amik yang keponakan pak Dahlan dan Ricky Elson sebagai lead engineernya) menyerahkan pembongkaran tersebut pada mereka dengan dalih penyempurnaan. Pada saat itu, saya dan tim masih standby di Jakarta menunggu untuk melakukan penyempurnaan/pemeliharaan yang ternyata dengan diam-diam mobil sudah dibawa ke Jogja dibawah pimpinan pak Amik. Kami dibodohi dan dibohongi ketika menunggu di Jakarta.
    Kami masih sangat menyesalkan pembongkaran kendaraan yang dilakukan oleh tim pak Dahlan Iskan (dikepalai oleh pak Amik/keponakan pak Dahlan) dan Kupu-Kupu Malam tanpa sepengetahuan kami. Pembongkaran ini juga mengakibatkan berubahnya banyak system kendaraan mulai dari rem, dua airbag (pengemudi dan penumpang), power steering, battery system dan battery monitoring system serta lainnya. Sama seperti press release kami yang lalu, foto-foto pembongkaran (dibawah) ini kami ambil pada hari Sabtu 29 Desember 2012 pada saat pengambilan peralatan kami di Kupu-kupu Malam.
    Satu hal yang tidak mampu diubah oleh “tim bongkar” tersebut adalah structural system dari Tucuxi. Alhamdulillah, struktur kendaraan berfungsi seperti yang kami desain. Kendaraan Tucuxi mempunyai sistem struktur yang terdiri dari crush zone (zona ringsek) dan safe zone (zona aman). Crush zone berfungsi menyerap energi kinetik tabrakan dengan menjadi ringsek saat menyalurkan energi tabrakan kestruktur lain. Safe zone sebaliknya berfungsi secara rigid/kaku menahan segala gaya/tegangan dari tabrakan tersebut. Pada Tucuxi, bodi mobil yang terbuat dari serat karbon (Aramid Carbon Fiber) dan sebagian struktur baja berfungsi menjadi ringsek. Demikian pula, atap kendaraan yang terbuat dari kaca menjadi pecah berkeping-keping untuk melindungi penumpang dari terhimpit atap. Sebaliknya, struktur space frame Tucuxi yang terbuat dari high-strength stainless steel (baja stainless berkekuatan tinggi) mampu melindungi penumpang serta baterai dari himpitan kendaraan. Kami mendesain sistem struktur Tucuxi sesuai dengan persyaratan tabrakan AS (NHTSA) dan Eropa (Euro-NCAP). Bandingkan kecelakaan mobil istrik ini dengan yang dialami oleh mobil listrik Cina BYD e6 dan Chevrolet Volt AS yang terbakar baterainya ketika tabrakan.
    Kami prihatin sekali menyaksikan nasib dan bentuk Tucuxi saat ini. Selama pembuatan Tucuxi, saya pernah tertidur didalamnya karena kecapekan, serta makan dan sholat didekatnya. Niatan saya adalah ingin membantu pengembangan mobil listrik di Indonesia dengan teknologi yang tidak ketinggalan dari negara maju lainnya. Memang tak semua parts dari Tucuxi adalah parts yang canggih, akan tetapi integrasi berbagai parts tersebut kedalam suatu mobil Alhamdulillah menghasilkan mobil yang cukup handal dan mampu melindungi penumpang dan baterai ketika tabrakan serta menghasilkan mobil listrik yang mampu berlari kencang.
    Tujuan pengembangan mobil mahal dan handal ini adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa kita (bangsa Indonesia) mampu melakukan rekayasa teknologi yang sulit dan kompleks sebelum nantinya membangun mobil listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat atau transportasi publik.
    Dana sebesar Rp. 2,89 milyar yang dikeluarkan selama pembuatan kendaraan ini kami pergunakan untuk pembelian peralatan, parts, pembayaran supplier (mayoritas pembayaran pada Kupu-Kupu Malam dengan memberikan 20% profit margin sesuai dengan permintaan mereka), biaya operasional dan biaya masuk pabean.
    Saya ikhlas selama mengerjakan proyek Tucuxi ini tanpa mengambil gaji/keuntungan dan harus melepaskan karir/gaji di AS. Saya rela melakukannya karena inilah janji saya ketika pulang ke Indonesia (setelah kedua kalinya) untuk membawa teknologi yang saya ketahui bagi kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia.
    Inilah cerita sedih mobil listrik Tucuxi; penciptanya disingkirkan setelah mobil jadi, teknologinya dibongkar, mobilnya hancur luarnya. Karena luarnya hancur maka dalamnya makin bisa lebih mudah “dipelajari” dengan terperinci oleh “tim bongkar” diatas.
    Tidak ada niatan dari kami untuk mencari sensasi di media seperti yang telah dituduhkan. Kami selalu bekerja dengan diam dan dibelakang layar. Kami berbicara ke media setelah e-mail pertanyaan dan permintaan penjelasan kami kepada Pak Dahlan tidak berbalas (sampai saat ini).
    Demikian pernyataan ini dan yang dapat diingat adalah: Who killed Tucuxi? Siapa menggagalkan mimpi anak2 Habibie?

    Hormat saya,
    Dr. Danet Suryatama
    Ir. Ninien Wahyu Lestari, MBA.

    Posted by Dahlan alex | 13 Januari 2013, 7:36 am
  183. pak Dis pak danet semakin berkicau, …
    http://www.merdeka.com/peristiwa/danet-saya-makan-dan-salat-di-dekat-tucuxi-kini-disingkirkan.html
    klau boleh memberi masukan, abah rangkul beliau ajha …”kata pepatah” YANG TUA NGALAH

    Posted by Muh Zainul Arifin | 13 Januari 2013, 8:04 am
  184. أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين, semoga obat2 utk kolesterol dan diabetes ini segera dapat di konsumsi paara penderita penyakit ini, dan harganya tidak mahal, agar dapat dijankau masyarakat ekonomi lemah juga.

    Posted by yulia mufarichah | 13 Januari 2013, 8:59 am
  185. Masih soal tacuxi…
    Kayaknya slm ini pak dis selalu menyebut *ferrari* karya danet..jg menjajakan sampai 40an org yg mau pesen. Jd mlh mempopulerkan danet. Walaupun sdh punya paten, apa kira2 bs memasarkan produknya sendiri? Lha kok di media jd menyerang DI bgt ya kliatannya…?

    Posted by Jack Puspa | 13 Januari 2013, 2:21 pm
  186. ada tulisan menarik dari Uce Prasetyo yg saya copas dari kompasiana…smga jadi pertimbangan penilaian bagi yang slalu berpikiran negatif terhadap abah DIS
    Kegaduhan Kecelakaan Tucuxi
    OPINI | 11 January 2013 | 13:36Dibaca: 154 Komentar: 0 Nihil
    Sebagai insan medis, mendengar kasus kecelakaan lalu lintas adalah hal rutin, hampir seperti makanan hari-hari. Korbannya pun macam-macam ada yang ringan, parah hingga meninggal. Begitu pula keributan kasus kecelakaannya, ada yang ngotot, ada ribut sebentar lalu diam, ada yang adem ayem, namun mayoritas lebih memilih damai dan hampir semua bisa selesai dengan tanggung jawab berupa menanggung biaya perobatan, ganti rugi sesuai kesepakatan dan uang lelah untuk pihak-pihak yang menangani kasusnya. Apalagi kalau kecelekaan tunggal tanpa ada yang terluka, hampir bisa dipastikan polisi tak akan memproses berlarut larut, proses paling tinggi adalah di tilang dan bayar uang denda ke Bank.
    Tapi itu hal yang saya dengar kalau yang mengalami kecelakaan adalah masyarakat biasa. Dari media yg dalam 2 pekan ini hampir tiap hari memberitakan, hal yang terjadi diatas tidak berlaku kalau yang mengalaminya adalah para pejabat tinggi atau keluarga pejabat tinggi atau orang bernama.

    Contoh kasus adalah kecelakaan TUCUXI. Suara yang terdengar jadi riuh rendah, POLISI jadi bingung bukan kepalang, kasus yang biasanya cukup selesai di POLSEK atau POSPOL dengan memberikan TILANG dan meminta pelanggar untuk membayar di BANK, kasusnya kini harus di tangani di POLDA, bahkan oleh politisi senayan meminta untuk di tangani di MABES POLRI. TV dan berbagai media jadi sibuk bukan kepalang memberitakan di running tex, talkshow khusus, wawancara ekslusive, siaran langsung dengan berbagai sudut pandang sesuai masing-masing kepentinganya.

    TV yang pemiliknya bergelut di dunia politik, sangat rajin memberitakan pendapat dan pandangan dari para politisi DPR, entah itu disengaja atau tidak. Komentar para politisi tersebut seperti koor peserta DEMO, serentak kalimat yang keluar adalah HUJATAN. Menghujat tentu beda dengan KRITIK. Kalau KRITIK hal yang disampaikan agar yang di kritik mengetahui hal yang kurang tepat sehingga ada perbaikan. Sedangkan hujatan lebih ditujukan untuk mengejek dan menjatuhkan.

    Hujatan para politisi dan sebagian masyarakat yang ditujukan kepada DI atas kealpaannya (administrative prosedural dan koordinasi teknis), terasa dengan frekuensi tinggi, seolah olah kealpaan DI itu, lebih berat dan lebih jahat daripada kesalahan yang dilakukan para KORUPTOR, Pembunuh atau para pencuri.
    “Baru tahu rasa, dia sekarang kena batunya”, “Hentikanlah, politik praktis”, “Polisi harus tegas, jangan hanya di tilang”, “Sudah keluar dari TUPOKSI, itu harusnya tugas Dept Perindustrian”, “Polisi jangan hanya cuma menilang”, “Kapok makanya jangan pecintraan melulu”, “Apa sih prestasinya DI, deviden BUMN malah turun tuh?”, “Maksud hati meniru ESEMKA, apa daya etikanya tak terpakai” dll dsb.

    Kegaduhan ternyata bukan cuma disuarakan oleh pihak yang kontra, yang PRO terhadap pak Dahlan Iskan pun juga tak kalah ributnya.

    Fenomena ini sungguh menarik, apa gerangan yang terjadi? Tanya diriku. Dan kalbuku segera menjawab dengan mengingatkan aku pada sebuah cerita klasik dari TIONGKOK. Cerita itu berlatar belakang zaman kekasiaran, ribuan tahun silam.

    Alkisah disuatu desa, suatu hari seorang BIJAK kehilangan kuda, kudanya yang dipelihara terlepas masuk hutan dan beberapa hari, tidak kembali pulang. Penduduk desa lainya yang mengetahui kejadian itu, banyak yang memandang kehilangan kuda itu sebagai kemalangan. “Ah kasian ya, kudanya hilang”, “Makanya kalau punya kuda di ikat dengan benar”,”Kapok, rasaian sekarang mendapat kesialan” dan banyak komentar lainya. Sang BIJAK dengan tenang dalam hati bergumam, “Sial atau keberuntungan, siapa yang tahu?”.

    Suatu hari, kuda sang bijak yang hilang sudah ada di kandang dan disertai kuda jantan liar. Ternyata kudanya menarik hati kuda jantan liar. Melihat kuda sang BIJAK telah kembali dan juga membawa kuda liar. Para pendudukpun kembali berkomentar, “Wah beruntungnya, kudanya tak jadi hilang malah dapat kuda satu lagi”, “Wah kuda liarnya gagah sekali, ini bisa mahal harganya, enaknya nasibnya”. Sang BIJAK dengan tenang bergumam lagi, “Sial atau keberuntungan, siapa yang tahu?”.

    Esoknya, pemuda anak Sang BIJAK berusaha menjinakkan kuda liarnya, namun dia kalah gesit dengan sang kuda, hingga jatuh terpelanting yang mengakibatkan kakinya patah dan cacat permanen. Mendengar kejadian itu, pendudukpun gaduh kembali, “Kasihan anaknya, masih muda kok kakinya pincang”, “tragis betul nasibnya, padahal masa depanya masih panjang, siapa nanti yang mau punya menantu seperti dia” dsb. Sang BIJAK tetap tenang bergumam lagi, “Sial atau keberuntungan, siapa yang tahu?”.

    Setahun kemudian, kerajaan dalam keadaan genting, karena di serang oleh kerajaan lain, sehingga kaisar membuat kebijakan wajib militer bagi semua pemuda. Semua pemuda di desa Sang Bijak harus pergi berperang terkecuali satu pemuda yaitu anak sang BIJAK karena kakinya cacat di anggap tidak layak untuk wajib militer. Dan akhirnya, hari berganti bulan, bulan berganti tahun, tak satupun pemuda desa yang pergi berperang itu kembali ke desanya, sehingga pemuda yang cacat tersebut tentu jadi idaman bagi semua gadis remaja di desa tersebut. Semua penduduk desa akhirnya tersadar bahwa kesialan (jatuh dan cacat) pemuda anak si BIJAK adalah keberuntungan yang tak terkira.

    Kembali ke kegaduhan TUCUXI, hemat saya hampir serupa dengan hal tersebut. Para politisi dan sebagian masyarakat yang lebih suka memilih mencemooh dan menghujat persis seperti tindakan warga penduduk desa di atas, dan pak Dahlan bila tetap tenang, mengambil hikmah dan konsisten dengan apa yang dianggapnya baik untuk masyarakat INDONESIA kedepan, insyaALLAH pada akhirnya bisa bernasib seperti SANG BIJAK.

    Kenyataan dalam kehidupan ini, hemat saya, jangkauan pola pikir komponen masyarakat INDONESIA ini sangat beragam, mayoritas jangkauan pola pikirnya adalah seperti para politisi di SENAYAN, jangka pendek, pragmatis, egocentris (terpusat pada kepentingan / kelompoknya), transaksional dan hanya melihat apa yang tampak, serta mendewa-dewakan formalitas. Kalau ada yang berpikir panjang dan pola pikirnya berbeda dengan mayoritas mereka itu menjadi mahluk asing, aneh bin ajaib.

    Realitas itu perlu kita sadari bersama, hujatan pada kejadian TUCUXI adalah sebagai suatu konsekuensi siapapun yang berpikir jangka panjang dalam berkiprah pada jabatan dan sektor publik di negara tercinta ini. Namun, belum tentu hal itu jelek, bisajadi jelek dimata kita (umumnya masyarakat) sekarang namun akan baik dikemudian hari, persis seperti fenomena Pak Harto yang dihujat sampai kehabisan modal kata-kata untuk menghujat beliau saat akan lahirnya reformasi, namun sekarang keadaan berbalik generasi yang pernah merasakan dua era, banyak yang merindukannya.

    Saya pribadi memandang, bahwa betul ada kealpaan prosedural dan koordinasi pada ujicoba TUCUXI, karena itu harus di koreksi oleh aparat hukum dengan memberikan tilang dan membayar denda, persis seperti masyarakat biasa yang melakukan pelanggaran ringan (kecelakaan tunggal) kenyataanya hingga sekarang hukuman tertinggi adalah di tilang, bayar ganti rugi dan bayar denda.

    Bahwa, para politisi SENAYAN sering berdalih pada “Equality Law”, alias kesetaraan di depan hukum, maka hukuman tilang itulah yang terbaik.

    Bila ternyata mereka mendorong-dorong kepada polisi untuk menghukum Pak Dahlan lebih dari itu taruhlah jadi tersangka, lalu ada persidangan dan di penjara maksimal 6 bulan, sesuai hitam putih UU. Maka dengan dalih yang sama, rakyat di semua penjuru INDONESIA bila mereka mengalami kecelakaan tunggal, mereka harus siap, ikhlas dan bersedia masuk PENJARA 6 bulan.

    Tentunya DPR harus pula menganggarkan penambahan pembangunan penjara, gaji penjaga dan makanan para narapidana, karena sudah pasti jumlah narapidana akan meningkat drastis. Itu baru disebut kesetaraan sejati di depan hukum.

    Setelah, hukuman tilang diberikan ada baiknya pak DAHLAN harus ikhlas serta menerimanya. Dan segera menjadikan hal itu sebagai pelajaran agar memperkuat staff / jajaranya untuk menyiapkan formalitas prosedural serta meningkatkan koordinasi dengan instutisi pemerintah lainya terkait dengan perwujudan apapun yang akan diputuskan dan dilakukan Pak Dahlan.

    Proyek mobil listrik nasional TUCUXI, AHMADI dan lain sebagainya harus tetap terus dilanjutkan apapun rintanganya, andaipun di hadang dengan adanya HUJAN LINGGIS, harus tetap jalan, hingga betul betul dalam beberapa tahun kemudian bisa dipasarkan kepada masyarakat.

    Bila betul itu terwujud, manfaatnya adalah penurunan paling tidak 25% subsidi BBM (200 Trlyun x 25% = 50 trilyun), sehingga dana tersebut bisa digunakan untuk membangun infrastruktur serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan rakyat. Dan tentu pula bisa menciptakan lapangan kerja baru bila mayoritas komponen mobil listrk diproduksi dalam negeri.

    Manfaat yang terpenting adalah menciptakan kepercayaan diri kepada segenap masyarakat INDONESIA bahwa kita semua BISA kalau sudah BERTEKAD dan jadi BIASA. Ini lho buktinya, MOBIL LISTRIK NASIONAL,….semoga. ( Uce Prasetyo, Kompasiana )

    Sangatta, MyMIND, 11 Januari 2013

    Posted by Dahlan alex | 13 Januari 2013, 4:25 pm
  187. pak dahlan…..
    saya ga akan komentar ttg mobil tucuxi ataupun masalah ruwatan…..
    berkaitan dengan penemuan obat kolesterol dan diabetes dgn bahan dasar pala…. (kesiapan bahan bakunya bagaimana)
    apakah kita sudah siap dengan bahan bakunya?
    seberapa luas lahan atau perkebunan pala kita…
    seberapa banyak jumlah pala yang saat ini kita miliki dan akan perlu berapa banyak saat obat2 tersebut diproduksi massal…
    berapa lama kita bisa menyediakan obat tersebut dalam jumlah massal…
    buah pala yang seperti apa yg bisa di jadikan bahan baku obat…
    siapa yang akan menyediakan bahan bakunya?
    standar kualitas buahnya yang seperti apa…..

    Posted by ghophal af | 13 Januari 2013, 6:36 pm
  188. Narsis melulu……?

    Berlin Simarmata.

    Posted by berlin simarmta | 21 Januari 2013, 11:02 am
  189. Lupakanlah hal-hal tidak penting dan mengerjakan hal-hal penting.

    Posted by jual beli sepatu futsal | 4 Februari 2013, 9:21 am
  190. We’re a bunch of volunteers and starting a brand new scheme in our community. Your web site provided us with valuable info to work on. You’ve performed a formidable activity and
    our entire community shall be grateful to you.

    Posted by payday loans | 9 April 2013, 4:55 am
  191. I was excited to find this web site. I need to to thank you
    for your time due to this fantastic read!! I definitely savored
    every bit of it and I have you saved to fav to look at new stuff in your website.

    Posted by anti snoring | 29 Mei 2013, 2:06 am
  192. Greetings I am so grateful I found your web site, I really found
    you by error, while I was browsing on Digg for
    something else, Regardless I am here now and would just like to
    say thank you for a marvelous post and a all round interesting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to browse it all at the moment but I have saved it and also added your RSS feeds, so
    when I have time I will be back to read a great deal more, Please do keep up the superb work.

    Posted by learn forex trading | 8 Juni 2013, 4:49 pm
  193. Amazing blog! Is your theme custom made or did you download it
    from somewhere? A design like yours with a few simple
    tweeks would really make my blog jump out. Please let me know where you got your theme.
    Appreciate it

    Posted by loans in singapore | 2 Juli 2013, 11:29 am
  194. What’s up to every one, the contents existing at this site are
    in fact remarkable for people knowledge, well, keep up the good work fellows.

    Posted by hargahondaterbaru.jimdo.com | 16 Juni 2014, 7:57 pm
  195. This approach enables you to achieve out to a entire new viewers of prospective buyers.
    A change in culture needs to be adapted to gradually. You will have to fork out what is owed as quickly as shortly as possible so you won’t get much too low a
    credit score rating.

    Posted by Bing Rewards Bot | 23 Juli 2014, 8:23 am
  196. It is the story used to rationalize our consumer capitalism.
    Let’s have a appear at some of the plugins you want to have to
    successfully sector and promote your podcast on a blog. The program is pretty simple and straightforward as stated by
    the developers.

    Posted by Bing Rewards Bot | 23 Juli 2014, 8:23 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.771 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: