>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Semua Luh dan Las Sudah Berganti Tus

Senin, 17 Desember 2012
Manufacturing Hope 56

Minggu pagi pukul lima kemarin. Hotel Borobudur Jakarta masih sunyi. Tapi, di dalam ballroom hotel itu hampir 1.000 orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan gegap gempita. Mereka adalah karyawan terbaik seluruh pabrik gula milik BUMN yang baru saja menyelesaikan musim giling 2012.

Mereka adalah para pekerja keras yang telah mengubah wajah seluruh pabrik gula hanya dalam waktu kurang dari setahun. Mereka adalah para “kopassus” yang untuk rapat kerja yang dimulai pukul 05.00 pun dalam posisi “siaaaap”!

Mereka berkumpul lagi kali ini untuk membahas hasil kerja keras mereka setahun terakhir. Juga untuk merumuskan perbaikan apa lagi yang harus dilakukan pada 2013 yang segera tiba.

Krebet Baru (Malang) dan Ngadirejo (Kediri) adalah dua pabrik gula dengan capaian terbaik tahun ini. Krebet Baru untuk kali pertama bisa mengalahkan pabrik gula swasta di sebelahnya. Ngadirejo yang dulu hampir dilepas ke swasta, hanya kalah tipis dari Krebet Baru. Bahkan, bisa jadi Ngadirejo lebih unggul kalau saja mulai gilingnya sedikit mundur, menunggu umur tebu sedikit lebih tua.

PTPN X, di bawah Dirut Subiyono, mendominasi prestasi tahun ini. Sembilan PG di bawah Subiyono semuanya masuk prestasi papan atas. Tapi, lonjakan terbesar sebenarnya diperoleh PTPN XI. Semula, 16 PG di bawah PTPN XI jelek semua dan banyak sekali yang rugi.

Bahkan, tiga di antaranya menjadi pasien UKP4 pimpinan Kuntoro Mangkusubroto itu. Tahun ini delapan pabrik di lingkungan PTPN XI sudah masuk prestasi papan atas.”UKP4 langsung mencabut status pasien di tiga pabrik gula tersebut.

“Intinya, semua harus disiplin,” ujar Andi Punoko, Dirut PTPN XI, menjawab pertanyaan mengapa PTPN XI bisa bangkit serentak seperti itu. “Disiplin tanam, disiplin bibit, disiplin pupuk, disiplin tebang, disiplin angkut, disiplin pemeliharaan, dan disiplin pengoperasian pabrik,” katanya.

Di samping pembenahan internal, dilakukan terobosan eksternal. Tahun ini seluruh pabrik gula memberikan jaminan rendemen minimal kepada petani tebu. Manajemen juga membuka diri setelanjang mungkin kepada petani. Bahkan, semua pabrik gula melepaskan begitu saja kepada petani gula yang menjadi hak petani.

Dengan demikian, tahun ini petani tebu mendapatkan hasil yang sangat baik. Di PTPN XI saja ada uang Rp 150 miliar yang dulu jatuh ke pihak ketiga, sekarang jatuh langsung ke petani tebu. Belum lagi rendemen yang naik dan harga gula yang bagus.

Karena itu, saya tegaskan tahun depan tidak boleh lagi pabrik gula meminjam dana dari pihak ketiga dengan cara seperti mengijonkan gulanya. Bank-bank BUMN sanggup menyediakan dana talangan itu.

Dengan modal kepercayaan petani tebu yang sudah pulih seperti itu, tahun depan bisa diharapkan keadaannya akan lebih baik lagi. Pabrik gula bisa mengenakan disiplin yang lebih ketat kepada petani, antara lain, demi petani itu sendiri. Misalnya, bagaimana petani hanya boleh mengirim tebu ke pabrik dalam kondisi MBS (manis, bersih, segar).

Artinya, petani tidak boleh mengirim tebu muda yang kadar manisnya belum cukup. Tebu yang dikirim juga harus bersih, tidak banyak campuran daun kering atau tanah. Tebunya harus masih segar, begitu ditebang harus langsung dikirim ke pabrik.

Prinsip MBS itu diterapkan tanpa tebang pilih. “Tahun ini kami menolak 100 truk tebu yang dikirim ke pabrik dalam keadaan tidak MBS,” ujar Administrator PG Ngadirejo. “Termasuk tebu milik bekas pejabat pabrik gula sendiri,” tambahnya. “Tidak ada lagi KKN,” katanya.

Maka, seperti halnya PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang dari rugi menjadi untung lebih Rp 300 miliar, PTPN XI pun yang tahun lalu rugi Rp 150 miliar tahun ini laba di atas Rp 100 miliar. Bahkan, sektor gula PTPN IX yang tahun lalu rugi hampir Rp 200 miliar tahun ini sudah laba Rp 15 miliar.

Sedangkan PTPN X tetap menjadi raja laba dengan total sampai Rp 500 miliar. “Pokoknya, kalau tahun lalu hanya luh atau las, kini sudah serba tus,” ujar Zamkhani, deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Industri Primer. Maksudnya, dulu-dulu labanya puluhan atau belasan, kini serba ratusan miliar.

Begitu banyak pelajaran yang diperoleh dari terobosan-terobosan tahun ini. Dalam forum besar pukul lima pagi kemarin itu juga diadakan dialog tukar pengetahuan bidang tanaman, teknik, dan pengolahan. Para kepala bagian saling sharing keunggulan pabrik masing-masing.

Tahun depan giliran kondisi fisik pabrik yang harus berubah. Taman-taman, lantai-lantai, tembok-tembok, atap-atap, mesin-mesin, semuanya harus indah, rapi, dan bersih. Pabrik-pabrik itu harus bisa sebersih mal.

Lima bulan lagi saya akan kembali keliling seluruh pabrik gula BUMN. Benarkah saya sudah bisa melihat “mal-mal” di tengah kebun tebu itu!

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

604 thoughts on “Semua Luh dan Las Sudah Berganti Tus

  1. Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 17 Desember 2012, 4:08 am
    • pagi-pagi sudah pencitraan, diikuti komen para penggemarnya yang doyan pencitraan pula.. apa kata dunia #$%^& bukalah mata kalian.. Listik bandara mati Dahlan justru lari dari tanggungjawab dan diam saja di dalam pesawat, padahal dia juga ikut terjebak %@#

      Jakarta – Sistem radar Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta sempat mati dan mengakibatkan puluhan penerbangan terganggu. Ternyata pesawat yang ditumpangi oleh menteri BUMN, Dahlan Iskan, juga sempat terganggu penerbangannya. Bagaimana ceritanya?

      “Beliau bilang ‘wah ini..’ sembari angkat-angkat bahu,” kata Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi, kepada detikcom, Minggu (16/12/2012).

      Posted by Citracitir | 17 Desember 2012, 4:39 am
      • Ngojek

        Posted by apasaja | 17 Desember 2012, 4:51 am
        • masih mau bilang pencitraan? Silakan
          saja. Ditantang tuh, bosnya parpol yg
          pada ngebet nyapres. Daripada
          menghamburkan uang pasang iklan
          capres di tv, silakan ikut dan terjun
          langsung bikin -pencitraan- juga, kita
          keroyokan bikin sawah ribuan atau
          ratusan ribu hektar, bikin peternakan
          sapi ratusan ribu ekor, tanam kedelai, tanam singkong dan bikin pabrik pengolahan dsb. Negeri ini
          punya kita bersama kan??

          Posted by Lost Gayatikus | 17 Desember 2012, 10:45 am
          • pernah dengar dahlan marah di ATC bandara gara2 petugas situ ngerokok? sekarang coba tanya apa kemarahan dahlan membawa pengaruh yang signifikan kecuali pencitraan? kalau mau tahu dalaman ATC di negara maju ada referensi film online bagus: Tokyo Airport. Di episode 2 nya juga disebutkan bandara sempat berhenti beroperasi setengah jam, tapi bukan karena alat rusak, melainkan hanya gara-gara ada orang tak dikenal menyusup ke area bandara. demi keamanan orang itu dan penumpang pesawat, bandara terpaksa ditutup sampai orang tersebut ketemu.

            Nanti bisa anda bisa lihat sendiri betapa pencitraan tidak diperlukan untuk membuat bandara jadi bagus.

            http://www.gooddrama.net/japanese-drama/tokyo-airport-episode-1

            Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 1:54 pm
          • benang merah dua topik yg km sebut ada dimana? marah krn di ATC ada yg merokok (dianggap pencitraan) sama ATC tdk operasi krn ada penyusup (cuma film … kadang rekayasa).
            Ingat merokok (sepele) dapat mengakibatkan kebakaran…bisakah ATC beroperasi jika terjadi kebakaran? Ini baru benang merah…hal beroperasinya ATC.
            Keliru besar to..kl membandingkan pencitraan dengan sebuah film drama “Penyusupan ATC”.
            Si Citra kebanyakan nonton pilem derama tampaknya..ya sudah ojo nesu…ojo bludrek..ojo…opo yo?

            Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 5:36 pm
          • Dari pada mencaci maki pihak lain terus,capek dengerny.Menyerang dibalik Media yang selama ini mempunyai partai politik tapi belum masuk DPR dan PEMERINTAH selalu menyudutkan tokoh- tokoh yang menjadi tokoh potensial menjadi nomor satu di negeri ini.sebagai contoh ICAL dengan pemberitaan lumpur lapindo,Dahlan Iskan dengan pencitraan,Mahfud MD.Rhoma Irama dll.Parahnya menggunakan partai lain sebagai urutan partai politik terkorup….saya sangat muak melihat partai politik baru dengan super besar media grupnya membuat provokasi (bahasa gaulnya NGOMPORI) masyarakat untuk digiring ke suatu Stigma.Masyarakat sekarang sudah pintar…..

            Posted by Joko Saputro | 18 Desember 2012, 9:40 pm
      • Pro: citracitir

        Loe itu dpr ya? capek dech…!
        Coba, apa bedanya DPR ma DI di setiap penghujung tahun / bulan Desember?

        * Klo DPR suka Kunker! Kunker Kunker! alias kunjungan kerja. Kunjungan doank!!!
        * Klo DI suka Kerja! kerja! Kerja! Kerja betulan!!!

        Posted by aditam@putra | 17 Desember 2012, 5:03 am
        • tidak perlu ditanggapi, mereka mencari kesenangan dg mencaci, berdoa saja semoga ada kaca yg cukup lebar.

          Posted by andar | 17 Desember 2012, 5:59 am
          • Masih ada nggak ya tukang jual cermin di depan pitu gerbang dpr?

            Posted by bhre nusantara | 17 Desember 2012, 8:58 am
          • biarkan mereka lelah dalam cacian,biarka energi mereka terkuras untuk hal-hal remeh sedang yang mereka caci tidak pernah memperdulikan mereka seditik pun, energi abah cuma utuk kerja,kerja dan kerja tuk kaum marjinal indonesia….energi positif merentas di generasi muda…

            Posted by haryotokembar | 17 Desember 2012, 5:18 pm
        • Br0 aditam@,
          Sejak kmarin comenx koq sebegitu sinis ma dpr. Jangan2 bro ini pernah nyaleg g jd ya, lalu sakit hati? Kekwekkwekkwek….

          Posted by Rossy | 18 Desember 2012, 1:06 pm
          • @mbk Rossy
            hehehe…tau aja!
            Masak sampe sebegitunya? Amit amit mbk nyaleg dpr! Klo sinis siich…emang iya. Critanya panjang, mbk. Klo keingat itu hati ini malah sakit bertambah-tambah.

            Posted by aditam@putra | 19 Desember 2012, 5:11 am
          • Br0 aditam@
            Berbagi cerita dooooonk…siapa tahu dengan berbagi cerita di sini hati bro aditam@ bisa agak lega. ya nggak ya nggak teman? siapa tahu lo ya….

            Posted by Rossy | 19 Desember 2012, 6:21 am
      • CITRACITIR..Terimakasih atas pujian untuk Dahlanis…
        Qta memang suka “pencitraan” kok,apalagi model ‘pencitraan’ Dahlan Iskan..
        Selamat bergabung…

        Posted by sdwi | 17 Desember 2012, 5:17 am
        • tx SDWI… ada tamu yang bertandang, musti “disambut”
          Saya suka gaya penyambutannya…

          Salam Dahlanis. Gbu Bro apa mbak nih…?

          Posted by W. Ning | 17 Desember 2012, 5:43 am
          • Iya mbak, tamunya mungkin pengen liat2 dulu, makanya harus disambut dengan baik, siapa tahu niatnya bergabung. Buktinya komentnya petromax tuh,saya aja kalah cepet…ngiri saya,padahal udah nungguin dari pagi malah kalah pagi sama tamunya..hehehehe..
            Bro kok mbak…

            Posted by sdwi | 17 Desember 2012, 6:32 am
          • SDWI… dia udah datang jam 12 malam… melek sampai pagi nunggu pintunya dibuka… hehehe

            Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 9:18 am
        • Model ‘pencitraan’ Dahlan Iskan? Ikut bergabung! I love ‘pencitraan’ ala Dahlan Iskan.

          Posted by Pipin Pinasti | 20 Desember 2012, 12:31 pm
      • Wong edan, jangan mencaci sesama indonesia, mari membangun bangsa ini, tanyalah pada diri anda apa yang sudah di anda perbuat untuk bangsa ini? Oh ya ga usah jauh2, apa yang sudah anda perbuat untuk RT kamu??? Lebih baik pencitraan tapi berbuat dari pada pengobral hasut dan tidak berbuat

        Posted by akhmad faisol | 17 Desember 2012, 5:18 am
        • apa yang sudah saya perbuat itu urusan pribadi saya sendiri. toh saya bukan pejabat publik macam dahlan yang perlu mencitrakan jabatannya ke publik. para komentator di sini lebih edan karena mudah terbuai pencitraan itu’

          Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:11 pm
          • berarti pribadi anda yang buruk, karna apa yang ada dihati anda hanya penuh kedengkian dan tidak bisa melihat keberhasilan seseorang karena kalau anda melihat dengan nurani yang jernih anda pasti akan mendengar suara nurani anda berkata bahwa anda salah, sayang anda tidak mengakuinya…..salam

            Posted by jatmiko | 18 Desember 2012, 6:55 am
          • maklumlah namanya orang udah antipati sama abah….nyalek BUMN ga jadi ya hehehehehehehe……

            Posted by Supriyo Zidan | 3 Maret 2013, 9:29 am
          • Ga dpt lg japrem BUMN

            Posted by mang encep | 3 Maret 2013, 11:05 am
        • apa yg sdh anda perbuat urusan anda sendiri? demikian juga dgn DI, apa yg DI perbuat/kerjakan urasan DI sendiri, knp anda panik. DI memang pejabat publik shg gerak geriknya jadi sorotan…jika dianggap pencintraan, bukan kemauan DI tp Dahlanis/pro DI atau media (apalagi DI dulu jalurnya media) yang mempublikasikan gerakannya…toh hal2 yg baik wajib ditular/publikasikan (MH salah satunya). Yen ora “EDAN” ora keduman (kebagian) Ciiit…ikut ngedan yg baik tentunya.

          Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 5:44 pm
        • Setuju mas Akhmad.

          Posted by Pipin Pinasti | 20 Desember 2012, 12:23 pm
      • Salah alamat mas citra, wong mati listrik koq nyalahin DI, DI tuh Menteri bukan petugas PLN!

        Saya jadi ingat MH 41 ” Tidak Bayi Tergencet, Akuarium pun Jadi”. Karena cari2 kesalan DI gak ketemu akhirnya apa aja wlo gak nyambung dikait-kaitkan.

        – Jaka sembung di bandara, kagak nyambung mas citra!!!

        Posted by tyan | 17 Desember 2012, 5:23 am
        • Kalau PLN ya juga tidak nyambung, itu masalah Instalasi, seharusnya Angkasa Pura II dong

          Posted by misba | 17 Desember 2012, 8:42 am
          • PLn sudah mengklarifikasi karena UPS terbakar, pertanyaan saya sekarang apakah ATC itu sekarang sudah dibawah BUMN? jawabannya belum karena masih dalam proses transformasi,

            kalau sudah dibawah BUMN saya yakin pak dahlan akan langsung kros check dan mengeluarkan statement yang tidak eperti itu, kalu mengeluarkan statement menyangkut masalah ATC berarti sudah over acting karena itu masih tanggung jawab kementrian Perhubungan

            kalau jadi baru bulan ini akan jadi dibawah BUMN

            Posted by saeful | 17 Desember 2012, 8:47 am
          • Saeful… nice info.. moga-2 dibaca sama tamu kita pagi ini.. hehehe

            Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 9:22 am
          • dari dulu memang selalu begitu,,, selalu lempar antara PLN dan Angkasa Pura.. sekarang Kemenhub ikut dilempari juga..

            lihat ini solusi sehat dari DPR. Ini baru komentar cerdas dan bermutu!!

            Jakarta – Peristiwa Radar Bandara Soekarno-Hatta mati jangan sampai terulang. Bisa dibayangkan, bagaimana penilaian masyarakat internasional pada Indonesia. Bandara yang paling sibuk dan nomor satu saja bisa rusak radarnya. Bagaimana keselamatan penerbangan di Indonesia?

            “Saya berharap secara manajerial Menteri BUMN melakukan audit manajerial dan audit teknis terhadap Bandara Soekarno-Hatta,” kata anggota Komisi V DPR Yudi Widiana dalam perbincangan, Senin (16/12/2012).

            Audit itu amat sangat diperlukan. Indonesia sudah menjadi destinasi tujuan wisata dan bisnis. Ada ribuan penerbangan ke Indonesia. Tentunya radar mati ini mencoreng sisi keselamatan penerbangan di Indonesia.

            “Kedua audit ini diperlukan agar Bandara Soekarno-Hatta sebagai etalase Indonesia benar-benar prima dan menjadi kebanggaan bangsa,” jelas Yudi.

            Kejadian matinya listrik, kemudian terbakarnya UPS tidak boleh kembali terulang. Keamanan penerbangan amat sangat penting. “Kejadian matinya listrik yang berdampak pada kacaunya jadwal penerbangan menjadi sesuatu yang tidak boleh terjadi di bandara selevel Soekarno-Hatta, apalagi kejadian ini berulang kali terjadi. Audit teknis juga perlu dilakukan oleh Kementerian Perhubungan,” urainya.

            Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:15 pm
          • MenBUMN sudah melakukan audit dan melakukan perbaikan-2… Menhub belum melakukan apa-2.. terjadi peristiwa ini, yang menjadi tanggung jawab Menhub… tapi yang disalahkan Dahlan Iskan??… saya jadi nggak ngerti logika berpikir citracitir ini… atau memang logika pikir makhluk dari dunia lain seperti ini??? hehehe

            Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 1:00 pm
          • knp kmrn kok ga dialihkan smntr keBandara Halim ya? mhn pencerahan..mksh.

            Posted by koreksi diri | 18 Desember 2012, 4:06 am
          • Yg perlu diaudit itu DPR, Kerjanya 3th ini apa???
            Apa OUTPUT yg katanya wakil Rakyat Miskin…
            Ada juga di demo kemaren ama Perangkat Desa…

            Kalo otak cuma mikirin perut dan uang… ga bakalan maju negara ini…
            Sama aja seperti PENGHIANAT BANGSA…
            Kalo Jaman Sukarno saya yakin beliau akan BUBARKAN DPR lagi… Ga MUTU…

            Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 9:27 am
          • ikut koment!
            DPR kalo ngomong mesti pas uda ada kejadian. enake rek…. coba sekali2 ngomonge sebelum kejadian, semacam analisa opo proyeksi opo prediksi. ben kethok yen neng mustokone ono prosesore.
            maaf kalo agak wuatos tulisanku.

            Posted by budi ind | 18 Desember 2012, 6:02 pm
      • tar ada penembakan di palestina…. kemana dahlan iskan?? pencitraan melulu ha..ha..ha.. bertaubatlah saudaraku.

        Posted by andre007 | 17 Desember 2012, 6:27 am
      • tulisan-tulisan Dahlan Iskan ini kan highlight kinerja BUMN selama 1 minggu terakhir, antara 1 MH dgn MH berikutnya. kejadian matinya radar di Soetta itu kan barusan tadi malam, bahkan mungkin pas pak Dahlan sedang menulis MH ini. gak mungkin tho ujug-ujug pak Dahlan ganti topik tulisan saat itu juga, apalagi kalo beliau sendiri sedang terjebak di pesawat yg tdk bisa landing akibat insiden itu, kan beliau blm punya data yg memadai dan blm melakukan action utk mengatasi masalah

        sudahlah, boss. mau dihujat kayak apapun, pak Dahlan sdh pernah jadi boss raksasa media nasional, sdh pernah jadi dirut PLN, sdh pernah jadi menteri, bukan tak mungkin 2014 beliau beneran maju pilpres. kan jauh lebih mending punya presiden yg mantan raja koran daripada raja dangdut

        berani taruhan potong leher, semua yg nulis komen disini blm ada 1 pun yg selevel dgn beliau

        note: bukan fans fanatik Dahlan Iskan, cuma ingin belajar dari orang-orang yg sdh sukses

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 6:50 am
        • Se7…
          mending pny presiden yg bener2 krj drpd pny presiden yg cuma omdo…
          Apalagi presiden yg cm bs nyanyi…tpi ga bs kerja…
          Sori mayori…saya ga mau ketipu utk yg ke3 kalinye…

          Posted by hendro | 17 Desember 2012, 10:33 am
          • Apalagi Punya Presiden yg hobinya jualan… Jual BUMN, Jual Kapal Tanker, Jual Telkomsel… laris manis… Yg Penting UNTUNG….
            Atau Punya Presiden yg Hobinya Bikin DANAU LUMPUR LAPINDO…

            Saat ini Kandidat2 yg Pas Menurut Saya, entah itu presiden ato wakil :
            1. Dahlan Iskan
            2. JK
            3. Prabowo
            4. Mahfud MD

            Mereka orang2 yg punya Rasa Cinta Tanah Air/Nasionalis… dan tentunya kerjanya sudah ada hasil 3th ini.

            Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 9:33 am
          • Hendro, menangan saya dong. Saya cuma ketipu satu kali …..hi hi hi..

            Posted by Daniel | 19 Desember 2012, 3:49 pm
        • saya mendukung Novrian, tapi tidak perlu ikut potong leher.
          Biarlah A******* menggongong Pak Dahlan tetap kerja, kerja, kerja

          Mungkin anggota DPR yang komen itu agar ratingnya naik (popularitasnya). Sabar dan Syukur, Allah telah mengirimkan orang baik.

          Posted by Kka Kusnanto | 17 Desember 2012, 8:31 pm
          • potong leher ayam, bebek, kambing, atau sapi, Cak… trus kita bancak’an rame bareng Dahlanis, heheheheheee… :D

            Posted by Novrian Eka Sandhi | 18 Desember 2012, 5:21 pm
      • Pencitraan itu melebih-lebihkan, membagus-baguskan sesuatu yg sebenarnya tidak bagus/biasa saja. itu perlu effort yg besar untuk mempertahankannya, sehari saja sdh capek apalagi kalau bertahun-tahun. DI sdh hampir 3 th di BUMN ditambah 2 Th di PLN Pencitraan terus ……. benarkah ada orang yg melakukan pencitraan selama itu? kalau diurut lebih jauh sejak memimpin Jawa Pos th 1981 pada usia 31th, dari oplah JP 3 rb an sampai skrng 3 jt exemplar/hari ditambah hampir seratusan perusahaan yg mengikuti seiring dengan tumbuhnya JP Group , memberikan pekerjaan ribuan orang dibawah “PENCITRAAN”…. wow. Makanya kalau DI di katakan pencitraan beliau akan menjawab ” Tidak apa-apa” atau nggak ngaruh, bahkan seandainya semua orang berkata begitu tdak akan membuatnya mengubah “PENCITRAAN” nya (dalam tanda kutip) krn DI sejak dulu sudah begitu. Tulisan ini hanya membuat marah pendukungnya sedangkan untuk DI gak Ngaruh. Seandainya mau baca banyak, berpikir sedikit saja dan menghilangkan kabut asap kebencian yg menyelimuti otak saya kira tdk akan tega menghujat orang yg relatif lebih banyak bekerja bagi negeri ini dibanding orang lain

        Posted by Bonditie | 17 Desember 2012, 7:03 am
      • anda kasihan sekali, karena hanya bisa omong besar. dibanding omongan anda yang belum ada bukti buat kita, kita lebih percaya dengan pak di yang udah membuktikan ucapannya. anda sadar kalo anda itu ngejelekin orang jadi makin hina di pandangan pembaca? bukannya anda yang pencitraan mau di bilang hebat?

        Posted by andi | 17 Desember 2012, 7:10 am
        • eh ada pengemis mengasihani pengemis lain haha.. itu buktinya sudah saya sertakan kliping beritanya. anda cari saja di google.. di tv juga ditampilin berita matinya radar di bandara soeta.. apa gunanya ngepel wc dan marah2 di bandara kalo insiden mati listrik masih berulang?

          Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 7:30 am
          • lalu kenapa anda hanya bisa menjelek jelekan orang lain ?
            apa yang anda udah lakukan untuk orang lain?

            bukatinya anda bilang “eh ada pengemis mengasihani pengemis lain”
            lalu anda kira kata2 seperti anda ini membuat kita senang dengan komentar yang anda kasih ?

            anda hina di mata orang lain…
            kalo anda tidak percaya.. silahkan lihat di sekeliling anda…
            dan tunai sendiri semua hasil dari perbuatan yang anda lakuin

            kalo anda ingin memberikan masukan, kasih dengan cara yang baik..

            itulah yang membuat anda patut dikasihani… hanya bisa melihat kesalahan orang lain tanpa bisa melihat kerendahan anda di mata orang sendiri…
            anda melihat rendah orang lain karena anda menganggap anda tinggi… padahal anda terlihat kecil sekali di mata orang lain…

            Posted by andi | 17 Desember 2012, 8:11 am
          • sudahlah.. G usah terlalu d perdebatkan. Kita sdh beda dimensi dngan citra.. Kita ini sudah ada d era yng bisa menatap masa depan.. Sedangkan citra masih d jaman jahiliah.. Jd pasti gak nyambung.. p dahlan pernah bilang d MH nya.. “Yng merasa apa yng sy lakukan pencitraan mari kita sama turun ke sawah untk sama2 mencitrakan diri kita”..
            nah citra “jahiliah”!! Apa anda sangup melakukan hal itu!!

            Posted by yudhy muncul lagi.. | 17 Desember 2012, 8:54 am
          • Apa gunanya anda sewot…
            Emg anda mau ke bandara?
            mau naek pesawat?
            ga khan…
            Jdi org itu jgn negatif thinking
            cepet tua…

            Posted by hendro | 17 Desember 2012, 10:38 am
          • apa cuma orang yang mau ke bandara yang boleh komentar? siapa sebenarnya yang berpikir sempit di sini??

            Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:18 pm
          • Saya lihat ada pengemis (citracitir) yg sirik sama trilyuner (DI). Hehehe..

            Posted by riobajaitem | 17 Desember 2012, 4:16 pm
          • CITRA jangan melihat seseorang pada kejelekannya tapi lihat sisi baiknya…… saya kira belum ada menteri selama ini yang kerja se keras pak Di, kalo ada kekurangan itu manusiawi….
            Janganlah Anda menjadi seorang PENGIBUL…..

            Posted by faisol | 17 Desember 2012, 4:28 pm
          • wong edan…..

            Posted by jatmiko | 18 Desember 2012, 7:14 am
          • emang gunanya ngepel dibandara supaya listriknya gak mati ya… hehehe… wong edan… ngepel ya supaya bersih , kelihatan rapih..

            Posted by dedi tn | 18 Desember 2012, 9:14 pm
          • apa hubungannya ngepel wc sama listrik mati?apa klo Pak Dahlan ga ngepel wc terus listriknya bakalan idup terus?ngasih hubungan sebab akibat kok g cerdas,,,

            Posted by Namikaze Yurry | 20 Desember 2012, 12:23 am
      • Mbak Yuni ini belum belajar ilmu akuntabilitas, setiap orang yang mengelola sesuatu harus ada tanggung jawab. coba fikir, emang ada DPR ato lembaga lain yang berani buka-bukaan seperti BUMN. tidak ada mbak. untuk masalah listrik mati,gitu aja kok repot. mati ya dinyalakan lagi. maksudnya matinya listrik tidak ada kaitannya sama pak Dahlan. bisa saja, konslet, atau dirusakkan akibat alam (angin, hujan, dsb)

        Posted by Amiruddin Yoyok | 17 Desember 2012, 8:18 am
      • Bung/Mbak or bakbung…Citracitir…
        Melihat dari tulisan anda, secara AWAM saya bisa menyimpulkan kalau anda itu salah satu dari Manusia HOPELESS atau orang yang tersingkir / disingkirkan oleh kemauan untuk perbaikan atau HOPE yang dibawa oleh DI
        Typical orang seperti itu selalu memandang sesuatu / seseorang selalu dari sisi negativenya saja… Orang seperti anda ini SANGAT PERLU untuk dikasihani… dan diberikan wejangan bahwa HOPE itu adalah suatu MODAL mendasar untuk sebuah perbaikan yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini.
        Saya bukan pengagum buta seoranng DI tapi kisah dan artikel2nya bagi SAYA, sangat inspirative dan memberikan HOPE… untuk sebuah perbaikan…
        Anda memang tidak membutuhkan hal-hal itu… karena anda adalah makluk HOPELESS !!!

        Posted by Mang Pin | 17 Desember 2012, 8:22 am
      • Radar mati karena UPS terbakar: berarti karena pak Dahlan nggak lupa nggak ngecek UPS nya jadi sampai terbakar ya mas CITRADIRI wakakakakak. Seorang pembenci selamanya akan mencari salah yang dibenci, walaupun itu tidak nyambung. Sudahlah mas berhentilah jadi pembenci, nanti malah ketahuan bodohnya heheheheh. Salam

        Posted by Najib | 17 Desember 2012, 8:28 am
      • @ CitraCitir: Kita bicara pakai logika ya(kecuali anda tidak punya logika), untuk handle sebuah perusahaan yang besar dan professional maka di “HIRE” orang-orang didalam nya untuk mengurusnya, dan tentunya yang bertanggung jawab adalah direkturnya, dalam hal ini Dirut AP harus bertanggung jawab dan menjelaskan secara detail kondisi matinya Sistem Radar, bahkan dia yang harus lari kesana kemari (kalau perlu) untuk menyalakan kembali radar tersebut, disisi lain dia pun memiliki Direktur Teknik yang akan handle kesalahan teknis ini.

        Kalau sampai Dahlan Iskan (orang dengan kapasitas Holding Company) harus turun tangan urus hal “sekecil” ini Dirut AP akan sangat malu, selain itu Dahlan Iskan sifatnya transit disana dan itu adalah prioritasnya, bukan agendanya khusus ngecek Sistem Radar, dan perlu diingat dari dalam kabin pesawat ke bagian sistem radar itu bukan jarak yang bisa ditempuh dengan cepat, malah bisa2 ketika Dahlan Iskan sampai disana sudah nyala Radarnya.

        Saya tidak bela Dahlan Iskan dalam hal ini, karena dalam hal2 tertentu saya pun ada “tidak setujunya” dengan sepak terjang beliau, hanya saja geli baca commentmu yang tidak berbobot, Jadi buat Citracitir, kalau comment yang berbobot lah, punya logika berpikir yang baik.

        Posted by Howard | 17 Desember 2012, 8:50 am
        • ha..ha..
          Mari kita sama mengusulkan p dahlan untuk selalu bawa UPS, genset, kabel, avometer, aki, kunci pas, kunci ring, sapu, tong sampah, onderdil pesawat, ato lebih ringkasnya pinjam kantong ajaib doremon.. Biar semua masalah bisa d tangani p dahlan..

          Posted by yudhy muncul lagi.. | 17 Desember 2012, 9:25 am
        • kalo urusan kecil macam bersih2 toilet mau turun tangan, giliran radar rusak yang mengancam keselamatan dan keamanan terbang justru enggan turun tangan.. gitu maksudnya??

          Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:23 pm
          • emng lo kira pak Dahlan itu montir serba bisa! ngaca diri lo bung! ngomong aja lo pada pinter, kencing aja masih blom lurus~

            Posted by pembaca budiman | 17 Desember 2012, 9:03 pm
          • piye to?…nt kalo turun tangan dikira pencitraan. Mutar-muter mutar bengong aku…si Citra preett…eeh ojo nesu…ojo bludrek…ojo..ojo..ojo..aah embuh ra eruh. Piye jal? giliran mau buang air besar teringat Citra terus. soale pas baca koment Citra (pertamax) pas pengen juga buang air besar..jee.

            Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 5:54 pm
        • wahahaha.. lha wong kayak citracitir gitu kok dibahas… biasa, ada positif dan negatif.. makin dibahas apalagi makin dicounter, makin seneng dia, apalagi kalau yang mencounter tidak pake fakta, hasilnya jadi tampak bodoh nanti si pengcounter…

          yang paling top ya cuman dilihat aja sekilas…. trus diketahui maksudnya…. habis itu silakan menikmati comment-comment selanjutnya terutama yang ada muatan artikelnya.

          soal Citra Citir… toh minggu depan dia juga bakal menikmati Manufacture Hope lagi..
          so…. ngapain dipikirin.

          walaupun semakin dicoment-in dia jadi setiap senin pagi semakin bakal keranjingan mbaca artikelnya DI sih (kayaknya bagus juga untuk nambah follower)

          Posted by Cukat | 18 Desember 2012, 8:30 pm
      • numpang ongojek tamu, kali aja si citrut ini pihak ketiga yang nggak dapat jatah “Di PTPN XI saja ada uang Rp 150 miliar yang dulu jatuh ke pihak ketiga, sekarang jatuh langsung ke petani tebu”

        Posted by azham kkhairan | 17 Desember 2012, 8:56 am
      • Wow..saking cintanya sama pak DI, si Citracitir ampe komen pertamax broo…subuh jam 5.39 brooo….Mantabsss….

        Posted by Ardian | 17 Desember 2012, 9:41 am
        • wekekekeke, betul betul cetar membahana badai, dahlanis kalah,
          mungkin biar orang membaca langsung negatif, padahal dia doang yang negatif

          Posted by saeful | 17 Desember 2012, 11:00 am
        • menyadarkan orang yang terbius pencitraan memang tidak mudah.. harus dimulai dari pagi2, rutin dan berseri.

          Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:26 pm
          • betul citracitir…MH sendiri sudah berapa seri jadi wajarlah kalo sudah pada terbius tercuci otaknya. jadi ayo yg semangat citracitir jgn pernah absen di setiap seri MH karena tiada kesan tanpa kehadiranmu karena ga ada lo ga rame.kalo perlu satu artikel jangan hanya dikomentarin 1,2, atau bahkan 10 komen minimal 20 komenlah karena kita sdh terlalu ketinggalan sama seri MH…ayo citracitir yg semangat!! biarkan mereka kerja kerja kerja
            kalau kita komen komen komen ajah

            Posted by g | 17 Desember 2012, 12:41 pm
          • Iya memang tidak mudah…apa lagi untuk menyadarkan orang yang selalu berpikir dengan akal sehat, pikiran positif dan hati yang terbuka dan riang… pasti akan menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran dr citracitir untuk menyadarkan kami-kami ini…Terimakasih untuk usaha kerasnya mbak/bung…Oh..ya..jangan lupa updated terus kami dengan info2nya ya..siapa tahu ada info yang sedikit bermanfaat…

            Posted by Ardian | 17 Desember 2012, 2:15 pm
          • untuk menyadarkan orang, citracitir cukup melakukan hal yang pro dengan rakyat. Contoh saat ini para petani didaerah saya baru saja selesai menyemai padi, sebentar lagi menanamnya.
            Untuk itu lahan harus dibersihkan dari tanaman penggangu, seperti rumput, teki dan lain lain, ayo turun ke sawah, agar kita bisa melek bahwa yang sudah anda lakukan adalah benar2 pro rakyat.
            Jadi tidak perlu komen apapun yang orang lakukan…….action, action, action action, action, action dan action

            Posted by Kka Kusnanto | 17 Desember 2012, 8:41 pm
          • Terserah kita dong mau terbius pencitraan ato ga…
            Kita merasa ga papa terbius…
            Nyatanya, pencitraannya ga merugikan siapapun…
            Apa anda rugi klo wc bandara bersih?

            mikir pke otak
            jgn pke dengkul

            susah ngomong ma anak TK
            (sama kaya dpr)

            Posted by hendro | 18 Desember 2012, 1:58 pm
          • menyadarkan orang yg terbius kebencian dan frustasi juga tidak mudah lho Cit…prett…harus di grojok pencerahan setiap koment-mu.

            Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 5:57 pm
          • sy sadar klo tidak setiap orang bisa menerima kemajuan orang atau bangsa lain… orang bilang sirik tanda tak mampu… jangan2 si citracitir bangsa tetangga sebelah yang punya sifat sirik itu.. yang setiap ada kesempatan selalu ngaku2in budaya bangsa indonesia dan kerjanya menjelek2an saja…

            Posted by dedi tn | 18 Desember 2012, 9:23 pm
          • heheheh geli juga baca komen CITRACITIR…. ada yang salah kayaknya…

            Posted by sopyan thamrin | 20 Desember 2012, 7:27 am
      • He he …. yg suka bilang pencitraan ternyata ikutan baca baca MH ya ….??? kalau dianggap pencitraan ga usah baca MH lah..buat apa ikutan baca bikin kepalamu tambah pusing…

        Posted by wonokairun | 17 Desember 2012, 1:07 pm
      • saya tidak paham dengan apa itu dunia bandara
        saya hanya kasih sedikit pandangan saya tentang tanggung jawab kematian listrik di BUMN
        jika mati lampu itu yang disalahkan pak DI lalu pak DI yang menangani, maka saya bisa pastikan malah akan amburadul, karena saya jamin pak DI justru tau kenapa terjadi mati lampu. karena pak DI yakinkalau PLN punya ahlinya, begitupun dengan sistem radar yang mati,

        Posted by wafiq umam | 17 Desember 2012, 10:02 pm
      • pencitraan anda bilang? mikir dong…
        pencitraan slama bertahun2.emg ente pikir ga capek. jgn ente samain sma bos partai yg mau nyapres baru mulai cari muka.

        Posted by anriefarel | 18 Desember 2012, 7:23 am
      • dahlan itu juga manusia mas yang gak semua ucapanya pasti di ikuti orang yang mendengarnya, yang penting sudah mau bekerja sungguh itu dah bagus,…

        Posted by hanura | 18 Desember 2012, 11:05 pm
      • @CITRACITIR
        Kalo disebut pencitraan, apa salahnya, kan DI nga minta atau meres elu minta duit. Syah-syah aja kalo DI dibilang pencitraan. Sy pun tiap detik buat pencitraan, kenapa rupanya? Tapi komen elu, ya syah-syah aja, kami nga terpengaruh koq. Tiap orng punya HAK berkomentar, termasuk DI dan elu. Dan tiap orang BER-HAK menerima atau menolak. Bisa aja elu coba ngompor, tapi nga elegan caramu. NGACA dulu lu CIT, baru nulis komen

        Posted by RUDIRUDI | 19 Desember 2012, 12:06 am
      • Siapapun yang menilai tindak-tanduk pak dahlan iskan dengan tanggapan atau komentar “pencitraan” adalah orang yg memiliki negative thinking alias su’udzon. pencitraan itu hanya ekspos diri tanpa hasil kerja nyata yg sebanding. klw dahlan iskan melakukan sensasi dan terobosan gila dalam setiap tindakanya toh selalui diikuti dengan point positif. Klw listrik bandara mati masa langsung tanggung jawab pak dahlan….unorganisasi dong, tapi sy yakin pasti ada konsekwensi bagi pengelola bandara dari pa dahlan……siap-siap…! he, he….

        Posted by Oon Konaah SEi | 19 Desember 2012, 7:02 pm
      • Pak Dahlan, saya yakin anda bukan orang yang membangun kesuksesan diri dengan pencitraan. beribu-ribu urusan yang bapak bereskan, meninggalkan kemakmuran bapak sendiri. Listrik bandara mati karena maintenancenya yang tidak beres. Dari 100 % issue ketidak beresan yang telah bapak entas-kan, wajarlah kalau 0.5 % issue yang tidak ter-entaskan. Kritik yang membangunlah yang dibutuhkan. Maju terus pak Dahlan, bapak manusia biasa bukan Tuhan, tapi bapak adalah mutiara di nusantara ini.

        Posted by Pipin Pinasti | 20 Desember 2012, 12:15 pm
      • nyuruh orang buka mata tapi yang nyuruh malah buta.. nuduh orang pencitraan tapi dirinya ta’ punya kontribusi apapua jua.. kalau suka pikiran negatif begini pst orangnya layak untuk dipandang negatif n ta’ layak ucapannya dipercaya… hohohoho…

        Posted by selebrita | 20 Desember 2012, 2:11 pm
      • apa yang anda pikirkan ttg pak dahlan?jika semua yang dilakukan orang yang punya potensi membangun bangsa anda katakan pencitraan,lalu anak bangsa yg seperti apa yang anda sebut sebagai manusia yang punya integritas?apakah orang yang seperti anda?
        pak dahlan iskan hanya manusia biasa,yg dibebani tanggung jawab sebegitu berat,harus mengurus semua perusahaan milik BUMN yg jumlahnya tidaklah sedikit,dan semua prusahaan memiliki penyakit akut masing2.
        kenapa anda tak menyalahkan diri sendiri,mengapa menjadi manusia yang punya akal kerdil,melihat segala sesuatu sebagai kesalahan,bukan pembelajaran diri.

        Posted by rise | 21 Desember 2012, 4:50 pm
      • lu aja kali pencitraan. coba apa yg udah lu lakukan untuk negeri ini? Baru koment

        Posted by birakajang | 22 Desember 2012, 1:39 pm
      • hahaha, couter flow, ngapain sengit sama dahlan? takut kebongkar yaa.
        cari ide sendiri untuk jadi plopor …

        Posted by abdullah achmad | 1 Januari 2013, 1:22 pm
      • Mau pencitraan kek, mau apa kek…yang penting prestasi Bung! Hidup Dahlan Iskan! Hidup Jokowi! Hidup Mahfud MD! Hidup Sri Mulyani!

        Posted by Eben Haeser Tarigan | 18 Mei 2013, 2:08 pm
    • Mbak Yuni kok mborong pertamax terus ya??
      Bonceng terus nih jadinya

      Posted by sdwi | 17 Desember 2012, 5:18 am
    • untuk @citracitir…. trimakasih banyak atas sanjunganya…. jika anda berharap mempengaruhi kami (fans DI ) dgn memberikan berita yg menjatuhkan DI di forum ini… maka yg anda dapatkan hanyalah senyuman kami semua… karena kami semua yg ada disini sdh kebal dgn berita miring DI…. kami semua sdh berkhusnudzon kpd beliau… kami seperti gusdurian thp Gus Dur…. sekali lagi trima kasih.. Arigato…

      Posted by fan DI | 17 Desember 2012, 7:13 am
      • kasihan deh kalo anda belum sadar juga.. tipe orang fanatis macam anda inilah yang bakal dibuang oleh Dahlan.. lihat saja pas pemilihan direktur BUMN. Dahlan lebih memilih orang kritis dan tukang demo sebagai direktur dan justru menyingkirkan orang yang setia..

        Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 7:39 am
        • ooo anda (CITRACITIR) mungkin gagal jadi direkutur BUMN yaach..???

          Posted by lutfi budi | 17 Desember 2012, 8:03 am
        • orang setia disingkirkan…siapa ya orgnya? tlg datanya ya yg jelas biar pada tahurasa tuh fans DI kalo mereka, fans DI, akan dibuang oleh DI wlpn mereka bukan direktur BUMN, bukan pejabat, cuma fans biasa, ketemu DI jarang malah gak pernah, mereka akan dibuang oleh DI. Biar kapok jd fans DI.Teruslah bersikap kritis, karena gak asyik protagonis ga ada antagonisnya..jagoan gak ada lawan mana seru?

          Posted by gaboez3 | 17 Desember 2012, 8:36 am
        • Tidak apa-apa tukang demo atau orang kritis, yang penting hasilnya sudah kelihatan. dari rugi menjadi untung kan. Kalau anda apa bisa seperti itu. pak DIS bilang “kan Pemilik Saham adalah pemerintah, maka saya sebagai wakil pemerintah berhak dong”, hehehehehe

          Posted by misba | 17 Desember 2012, 8:47 am
    • wah…baru sempat buka lg ud heboh ya….wow ud 107 comment….ternyata sepagi ini sdh banyak yg minum suplement MH… salam kenal Citracetir

      Posted by yuni | 17 Desember 2012, 9:04 am
      • Untuk semuanya, jangan khawatir karena sesungguhnya Citracitir ini hadir seperti Cekricek yang bermaksud mengingatkan kita saja, dan untuk menaikkan rating blog ini biar komennya banyak. Lihat beberapa minggu terakhir, tanpa tokoh antagonis, komen paling 200-300. Tapi kalo ada yang seperti ini, bisa sampai 1400 up kan? So, untuk semua Dahlanis, boleh berargumen, tapi tetap cantik dan jangan balas memaki ya. Dan yang terpenting, hatinya tetap dingin. Dari hati, pakailah jurus Abah, “Ngga apa-apa”. Salam citir membahana

        Posted by apasaja | 17 Desember 2012, 10:43 am
        • jangan jangan si citracitir ini kloningan cekricek ya

          Posted by ajipungkasan | 17 Desember 2012, 11:32 am
          • wah sebaiknya anda semua khawatir. saya tidak peduli siapa cekricek, tapi tujuan saya adalah menghalangi orang membuang waktunya untuk membaca dan berkomentar yang tidak perlu di blog pencitraan ini. semakin sedikit yang komen semakin bagus.

            Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 7:36 am
          • Jenius dan sangat logis nih.. “tujuan saya adalah menghalangi orang membuang waktunya untuk membaca dan berkomentar yang tidak perlu di blog pencitraan ini. semakin sedikit yang komen semakin bagus.”.. Menghalangi orang supaya tidak komen dengan memberikan komen. Hehehehe.. Posesif nih.. :D

            Posted by akadarisman | 18 Desember 2012, 7:45 am
          • koq jenius dan logis? kebalik kali…”menghalangi”? ibarat memukul angin.
            Citra prett pernah komen “apa cuma orang yang mau ke bandara yang boleh komentar? siapa sebenarnya yang berpikir sempit di sini??” ha..ha..ha senjata makan tuan?
            PROTES karena ikut komentar (negatif) ..eeh malah pnya usaha kuat menghalangi komentar orang-orang…menganggap orang lain berpikiran sempit ternyata dia LEBIH SEMPiiiiiit lagi Pikirannya.

            Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 6:06 pm
    • Minggu depan mba Yuni bakal punya kompetitor untuk memperebutkan Pertamaxx namanya citra beauty lotion eh citracitir.. Ga kalah ama DahlanIs lain yang begadang, menunggu MH dan menyiapkan komen disini. Benci tapi rindu. :)

      Posted by akadarisman | 18 Desember 2012, 7:24 am
    • Pelantikan Nyeleneh ala Jokowi dan Dahlan

      OPINI | 21 December 2012 | 06:22Dibaca: 0 Komentar: 0 Nihil
      Dahlan Dekat Gardu Listrik, Jokowi Dekat Pembuangan Sampah

      ***

      Kemarin berita tentang Jokowi didominasi oleh aksinya yang melantik walikota Jakarta Timur Kristiardi. Pelantikan itu di luar kebiasaan, dilakukan di tengah kampung, dekat pembuangan sampah, di lokasi terbuka dan hanya berlangsung 30 menit. Menurut Jokowi, pelantikan diadakan seperti itu untuk mengingatkan sang wali kota terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di kampung-kampung. Mulai dari MCK, pembuaangan sampah, saluran air, perumahan kumuh, dan lain sebagainya.

      Sekitar satu tahun yang lalu dahlan Iskan juga melantik Dirut PLN di tempat yang tidak biasa. Tepatnya 01 Nopember 2011. Saat itu Dahlan melantik Dirut PLN Nurpamuji yang menggatikan dirinya di dekat Gardu Induk PLN Karet Tengsin Jakarta. Tujuannya untuk mengingatkan Dirut yang baru akan salah satu masalah besar yang mendera PLN, masalah Gardu Induk dan itu harus segera dikerjakan.

      Lebih ekstrim lagi setelah pelantikan Dirut PLN itu Dahlan tidak pernah lagi melantik Dirut BUMN. Alasannya untuk efisiensi waktu dan biaya. Kadang seorang Dirut atau jajaran direksi BUMN, lama baru bisa mulai bekerja karena menunggu pelantikan. Padahal acara pelantikan itu tidaklah terlalu penting. Pelantikan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya Dahlan tidak pernah melantik Dirut dan jajaran Direksi BUMN selanjutnya. Kalau sudah mendapat SK dan rekomendasi dari Kementerian BUMN seorang Dirut atau Direksi BUMN bisa langsung bekerja.

      Di sisi lain walaupun pelantikan yang dilakukan Dahlan dan Jokowi nampak berbeda tapi esensinya sama. Mereka sama-sama ingin mengingatkan kepada pejabat yang akan di lantik akan masalah yang harus diselesaikan. Pelantikan seperti ini juga bagus untuk terapi mental feodal para pejabat. Mereka benar-benar diingatkan dan dipaksa berlaku seperti pelayan bukan majikan dari rakyat. Lebih penting lagi Dahlan dan Jokowi mengingatkan kepada kita semua bahwa acara seremonial seperti pelantikan itu tidaklah terlalu penting. Tidak perlu dilakukan di tempat yang eksklusif, waktu berjam-jam, dengan susunan acara yang panjang-panjang, serta diiringi pidato-pidato yang membuat ngantuk. Waktu lebih baik dilakukan untuk bekerja.

      Lalu apakah Jokowi meniru gaya pelantikan yang dilakukan Dahlan Iskan? Saya rasa tidak, ide seperti itu memang keluar secara spontan dari Jokowi. Karakter Dahlan dan Jokowi memang mendukung timbulnya ide-ide nyeleneh seperti ini. Tidak perlu pikir panjang, kalau dirasa sesuatu itu mendatangkan kebaikan langsung saja dikerjakan. Tanpa rekayasa, tanpa maksud pencitraan dan tanpa saling meniru. Saya rasa kedepannya akan begitu banyak kita dapatkan kesamaan gaya Dahlan dan Jokowi. Karena karakter mereka memang relatif sama. Sama-sama tidak senang dengan basa-basi dan perilaku birokratis.

      Sekarang yang menjadi harapan adalah pejabat-pejabat seluruh Indonesia bila perlu presiden sekalian meniru gaya pelantikan seperti yang dilakukan Dahlan dan Jokowi. Karena kalau kita mau menghitung biaya pelantikan se-Indonesia dari Sabang sampai Marauke saya rasa uang triliunan dihamburkan sia-sia pertahunnya. Tidak jarang kita melihat acara pelantikan sampai menyewa gedung segala, dengan ruangan yang dibuat glamour lengkap dengan ratusan undangan. Kenapa hal yang tidak esensial begini tidak dilakukan sesederhana mungkin atau bila perlu ditiadakan sama sekali? Apakah bangsa kita sudah terlalu senang dengan acara-acara yang sifatnya seremonial sehingga itu merupakan kewajiban?

      ***

      http://politik.kompasiana.com/2012/12/21/pelantikan-nyeleneh-ala-jokowi-dan-dahlan–518457.html

      Posted by lukman bin saleh | 21 Desember 2012, 6:28 am
  2. Gula yang semakin manis. Mantap. Tetap Semangat!

    Posted by subedjo | 17 Desember 2012, 4:09 am
  3. Silent reader yg pertamax

    Posted by Asep bonano | 17 Desember 2012, 4:10 am
  4. pertamakx

    gunawan

    Posted by gunawan | 17 Desember 2012, 4:10 am
  5. absen dulu ya pak Erick…

    Posted by bandung bondowoso | 17 Desember 2012, 4:22 am
  6. semoga Allah SWT selalu memberikan kita semua kekuatan untuk selalu beristiqomah mencapai terbaik dibidang apapun. Amin

    Posted by habib | 17 Desember 2012, 4:33 am
    • Alhamdulillah…
      Semangat pagi, Senin yang indah, KERJA! KERJA! KERJA!”
      Ayo, maju terus bangsaku, Indonesiaku!
      Untuk Bung DI, semoga Allah SWT. senantiasa memudahkan langkah- langkahnya, menyehatkan kesehatannya dan melindungi keselamatannya.
      Amin

      @ Mengapa hanya dalam waktu kurang dari setahun mereka mampu mengubah wajah seluruh PG?
      Itulah buah dari hasil kerja sungguh-sungguh!

      @ Mengapa mereka bersedia untuk rapat kerja pukul 05.00?
      Itulah buah dari kepercayaan!

      @ Dan mengapa pula sepagi itu sudah dalam posisi “siaaaap”?
      Itulah buah dari kedisiplinan, semuanya disiplin!

      @ Dan mengapa bisa seperti itu?
      Tak lain adalah karena KETELADANAN kepemimpinan Bung DIs!

      Dengan planning yang matang dan evaluasi yang berkesinambungan, insyaallah Hari ini lebih baik dari kemarin, dan besuk akan lebih baik dari hari ini! Setelah Luh, Las berganti Tus mudah2an menjadi Bu.
      Semoga, amin.

      Salam DahlanIs. www

      Posted by aditam@putra | 17 Desember 2012, 4:49 am
      • buka BU …itu kan milyard Bro… yun x …( kalau gak salah hlo… emang ada seribu milyard… he he he ups ! )

        Posted by W. Ning | 17 Desember 2012, 5:46 am
        • saking semagatnya mungkin yang dimaksud itu YUN bukan bu lg mbak ning , he … he ….

          Posted by sulistiono | 17 Desember 2012, 7:13 am
          • Menurut saya Bro ADITAM@PYTRA tidak salah, yang bener BU kok .. ini kan konsistensi bahwa satuannya adalah JUTAAN, jadi tidak masalah LUH, TUS, BU, LUH BU, TUS BU, TA, walaupun BU JUTA ya sama dengan MILYAR. Kalo satuannya kita ganti YAR, baru kita katakan PER BU, PER TUS, PER LUH … Terima kasih,

            Posted by apasaja | 17 Desember 2012, 7:30 am
        • Pro: mbak ning & mas sulis

          Ya mas sulis, ,betul betul betul, aq emang sangat sangat bersemangat tuk nulis komentar pagi itu. Aq dah bangun jam 03.00 –rencana mau jam 02.00 biar gmn gt. Setelah sholat, aq jalanin tuh computer, cari cari Hop baru sapa tau dah nongol, e….admin masih bobok. Hehe . Aq cari di JPNN.COM | News Portal Jawa Pos National Network ternyata dah nongol sjak jam 01. 01:00. Sambil menunggu blog yg qt cintai ini posting MH 56 aq coba nulis2 komentar. E….stlah sholat subuh mau masukin ni komentar koq dah pada rame, pdhal pingin…dech yg pertamax. Tiba2, duh, darah ini mendidih begitu tau ada komen miring di yg pertamax. Rasanya pingin meremukkan tulang2nya. Makanya aq agak emosi menanggapinya. Mf terpancing.

          Yok qt sharing, yok…!
          Pada judul “Semua Luh dan Las Sudah Berganti Tus” punya pengertian bahwa laba PG yang puluhan miliar dan belasan miliar sudah berganti ratusan miliar. Puluhan, belasan (puluhan+satuan?), dan ratusan di situ adalah nilai tempat suatu bilangan dalam miliar rupiah. Karena besarannya dalam miliar, maka semuanya juga harus miliar.
          Jadi kudu: Satuan miliar, Puluhan miliar, Belasan miliar? Ratusan miliar, Ribuan miliar –jika BU dirubah dg YUN akan menjadi Triliyun miliar. Wah! BU tidak boleh diganti YUN, tp klo digabung boleh, jadi Bu Yuni. Hehehe….. Puluh ribuan miliar (bukan puluhan ribu miliar), dst dst.

          Btw, bu yuni tuh temenx pk admin tah, koq pertamax teyus? hem…

          Bgmn? Monggo dishare!

          Salam DahlanIS. www

          Posted by aditam@putra | 17 Desember 2012, 11:49 pm
          • hahaha…..yowis minggu depan ngalah wessss…. aku jg hanya baru bs present aza…blm bs kasih komen…

            Posted by yuni | 20 Desember 2012, 11:19 am
      • wah2 begitu kok senang, kayak anak kecil dikasih permen.. ini saya kasih jawaban lain yang lebih cocok:

        @ Mengapa hanya dalam waktu kurang dari setahun mereka mampu mengubah wajah seluruh PG?
        yah, sudah setahun cuma berhasil mengubah “WAJAH”nya saja. “Badan” dan “organ2″ lainnya masih keropos. Dengan kata lain, P E N C I T R A A N, pakai lulur muka penghalus WAJAH.

        @ Mengapa mereka bersedia untuk rapat kerja pukul 05.00?
        karena diperintah atasan

        @ Dan mengapa pula sepagi itu sudah dalam posisi “siaaaap”?
        Itulah buah dari ketakutan, dipecat oleh atasan!

        @ Dan mengapa bisa seperti itu?
        Tak lain adalah karena TAKUT terhadap otoriter kepemimpinan Bung DIs!

        Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:49 pm
        • bung cit, santai bung, pak dahlan hanya akan berkata ” terserahlah” pada ocehan anda. dan pak dahlan rasa punya kewajiban untuk pencitraan. terutama pencitraan tentang apa yang dia telah kerjakan pada bangsa ini. siapa sich yang bakal muji kalo ndak diri sendiri. dak mungkinkan menceritakan kejelekan diri sendiri pada publik, bodoh nama itu, ndak boleh itu. dan pak dahlan bicara kenyataan bukan omong doang. bicara apa yang ia lakukan,bicara yang jadi wewenangnya ndak keluar dari situ.
          biasa aja bung, cari kerjaan yang menguntungkan aja bung ,jangan terlalu cari -cari kesalahan orang aja, entar kalo malam mimpinya mimpi buruk

          Posted by m.zaw | 17 Desember 2012, 3:13 pm
          • @bisa untung ya kareana kerja kerja kerja
            @bersedia rapat jam 5.00 karena hasilnya untung untung untung
            @sepagi itu sudah siap untuk terima bonus bonus bonus
            @bisa seperti itu karena Allah sudah memberikan hidayah kepada mereka…
            semoga citracitir juga memperoleh hidayah dari Allah SWT… amin…

            Posted by dedi tn | 18 Desember 2012, 9:53 pm
        • Dasar Curut!….antek koruptor!
          Yg memusuhiPak Dis itu udah jelas koruptor…sirik, ngak bisa liat indonesia maju….

          Posted by ricky gonzales | 17 Desember 2012, 5:17 pm
        • @citracitir
          Ok ok bagus!
          dan…
          @ Mengapa dari rugi yang 100 miliar sebelumnya skrng bisa laba 300 miliar?
          Itulah berkah dari Allah SWT buah dari hasil kerja keras para petani, karyawan, dan seluruh stake holder yang terlibat, tentu juga berkat terobosan2 Bung DI.

          Monggo mas citra ditanggapi!

          Salam DahlanIS. www

          Posted by aditam@putra | 17 Desember 2012, 11:51 pm
        • semua prlu proses,benahi dl kinerjanya nnti br revitalisasi mesin2 PG nya..DI bkn malaikat yg dlm sekejap bs memperbaiki smua.Mmg anda biasa bangun jam brp sih tau rapat jam 5 pagi aja kok kyknya ‘kaget’ ? Smua buah dr keteladanan..DI aktifitasnya mulai dr jam 5 pagi smp jam 12 mlm,kl anda tinggal diJkt & mau ngecek betul/ga,DI kl pas diJkt tiap jam 5 pagi udh olah raga diMonas,silahkan ikuti PENCITRAAN spt beliau..

          Posted by koreksi diri | 18 Desember 2012, 4:32 am
        • Anda beropini spt itu sbaiknya dgn adanya pembanding
          dlm hal ini menteri sblm p dis

          anda liat track recordnya meneg bumn sblm pak dis ga?

          ya mending berubah lah, dri buntung mjd untung…

          Bung, matanya di priksa in dulu gih…biar bs liat dg bnr
          jgn jdi org buta menuntun orang normal…

          Posted by hendro | 18 Desember 2012, 2:13 pm
        • iya nih bisanya cuma bikin takut dasar doyannya P E N C I T R A C I T I R mulu… WAJAH mulu diolesin C I T R A aku mendukungmu C I T R A C I T I R bikin blog tandingan dong biar kusupport dengan komen2 yg mengelu2kan dirimu

          Posted by g | 18 Desember 2012, 2:21 pm
  7. Hmm absen dulu deh baru baca, kayaknya cekricek udah ada penerusnya tu citra citir. Saya komen bukan buat pencitraan koq, supaya masuk komen2 ke email saya tiap ada yg baru. Jadi ga usah buka situs tiap hari. Buat dahlanis salam semangat pagi…

    Posted by fris | 17 Desember 2012, 4:47 am
  8. absen dulu ah semangat pagi Indonesia!

    Posted by nandang | 17 Desember 2012, 4:58 am
  9. Semangaaaaaat pagiiii dahlanis…

    Posted by masnawie | 17 Desember 2012, 5:04 am
  10. Hebat… setelah tahu bisa berhasil membalikkan keadaan, pasti banyak pihak jadi geregetan, kenapa tidak dari dulu ya perbaikan manajemen seperti itu dilakukan di banyak pabrik?
    Keuntungan finansial lebih merata n adil, dan yg lebih hebat adalah rasa bangga dgn hasil kerja. Ini yg selalu diingat untuk saling meneguhkan bahwa revitalisasi managemen memberikan multi sector effect.
    Selamat atas hasil kerja ini, kami menunggu kejutan yg membanggakan seperti ini tidak hanya dari PG n PTPN, tetapi dari semua unit usaha, pabrik, perusahaan n perusahaan holding di keluarga besar BUMN.
    Tuhan selalu memberkati kita semua.

    nugroho.salia

    Posted by nugroho | 17 Desember 2012, 5:04 am
  11. baru ini saya mendengar ada rapat BUMN di adakan jam 5 subuh, Luar biasa…!!!! Semoga di tahun 2013 tidak hanya ada mall di tengah kebun tebu tapi juga ada Ayu Azhari yg siap mengubah tus menjadi bu…!!!

    Posted by Iwan Subandi | 17 Desember 2012, 5:09 am
  12. alhamdulillah…semoga menjadi berkah untuk para petani tebu di desa kelahiran saya.

    dulu saking tidak berharganya tanam tebu, ibu saya lebih memilih menyewakan sawahnya 500rb setahun ketimbang tanam tebu malah rugi

    semangat pagi Indonesia

    Posted by Budi Santoso | 17 Desember 2012, 5:09 am
  13. Wong edan, jangan mencaci sesama indonesia, mari membangun bangsa ini, tanyalah pada diri anda apa yang sudah di anda perbuat untuk bangsa ini? Oh ya ga usah jauh2, apa yang sudah anda perbuat untuk RT kamu??? Lebih baik pencitraan tapi berbuat dari pada pengobral hasut dan tidak berbuat

    Posted by akhmad faisol | 17 Desember 2012, 5:13 am
  14. Absen

    Posted by langgengjs | 17 Desember 2012, 5:14 am
  15. tahun mendatang jadi triliunan dong.

    Posted by adhi | 17 Desember 2012, 5:17 am
  16. Lima bulan lagi saya akan kembali keliling seluruh pabrik gula BUMN. Benarkah
    saya sudah bisa melihat “mal-mal” di tengah kebun tebu itu!…..mantapp…..terus berkarya mudah-mudahan swasembada gula tahun depan bisa tercapai…..mujahid2 pangan dibidang gula sudah mengumandangkan lagu indonesia raya dipagi2 buta……luarrr biasaaa……………..salut ama pak dis smga sukses slalu…..

    Posted by Dahlan alex | 17 Desember 2012, 5:21 am
  17. kongret bwt smua
    pak dis…gutjob

    salam pak dislovers rembang

    Posted by sabana | 17 Desember 2012, 5:23 am
  18. Semangat pagi All. Saatnya siap-siap mandi, nyetrika, makan, berangkat kerja kerja kerja deh …

    Posted by apasaja | 17 Desember 2012, 5:25 am
  19. Hebat!!….Selamat u para pejuang ‘gula’ semoga d tahun yang akan datang ada yang lebih ‘manis’ lagi, amin..

    Posted by inne | 17 Desember 2012, 5:27 am
  20. THE HOPE of MOTHER

    Karakter Saya terbentuk oleh 2 orang yang menyayangi saya…ketegasan dari Bapak dan motherhood ( care, welas asih, sayang anak dll) dari Ibu saya…..

    Saat kami merayakan ulang tahun perkawinan Intan ( yang ke 60 th ) ke 2 orang tua saya, kami menjuluki IBU KAMI ADALAH IBU YANG TIDAK PERNAH MARAH…
    Beliau selalu care, lembut dan welas asih…kalau ada yang tidak berkenan di hati, Ibu akan panggil saya dan katakan “ mbak Ning, Ibu nggak suka hlo yang seperti itu…” that’s all.

    Kami anak-anaknya biasanya langsung makfum… walaupun tidak marah, kami DIAJARI betapa KATA-KATA IBU SANGAT MALATI….(malati artinya sangat manjur di kabulkan Tuhan)

    Ibu yang tidak pernah mengeluh membesarkan ke 8 anak-anaknya, tidak pernah digaji walau bekerja 24 jam. Ibu yang akan selalu mencintai, care dan berdoa untuk kita….

    Ibu, kami tahu kami tidak akan pernah bisa membalas segala pengorbanan, kasih sayang dan jasamu… Hanya untaian doa yang tulus dari kami untuk IBUNDA….

    IBU…ENGKAULAH SALAH SATU MALAIKAT BAGI KAMI
    TUHAN MENAIKKAN DERAJATMU 3 X
    UNTUK 9 BULAN MENGANDUNG KAMI
    UNTUK PERTARUHAN NYAWA MELAHIRKAN KAMI
    UNTUK AIR SUSU YANG MENGUATKAN KAMI

    TUHAN,
    TIDAK ADA TEMPAT YANG PANTAS UNTUK IBU KECUALI SORGA…

    MOHON,
    SAYANGI DAN CINTAILAH IBU KAMI SAAT DI DUNIA MAUPUN DI AKHERAT KELAK, DAN BUATLAH KAMI SELALU MENYAYANGI DAN MENCINTAI BELIAU SAAT DI DUNIA MAUPUN AKHERAT.

    SEMOGA,
    KAMI BISA MENCONTOH, MEWARISI DAN MENERUSKAN TAULADAN, CINTA DAN KASIH IBU KEPADA ANAK, KELUARGA DAN ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKAN…..AMIN

    Bagi yang ibunya masih hidup, peluklah, cium tangan dan pipi beliau dengan sayang dan berikanlah sesuatu yang membuat Ibu anda bahagia….
    Bila Ibundanya sudah meninggal, sesungguhnya beliau HANYA pindah alam saja, beliau TETAP ADA DI DEKAT KITA… karena itu berdoalah setiap saat untuk Ibunda kita. SELALU ADA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK IBUNDA… segeralah lakukan.

    Berikut ini saya cuplikan cerita yang sudah saya “sesuaikan” dengan tema saat ini.untuk kita renungkan… semoga menjadi inspirasi dan membuat kita makin sayang ibu…

    Alkisah adalah seorang pemuda yang berasal dari daerah pinggiran ibukota yang hidup berdua hanya dengan Ibunya. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masih kecil.

    Mereka hidup berkekurangan, sang Ibu harus bekerja mencuci seterika baju tetangga, dilanjutkan dengan berjualan kue keliling demi memenuhi kebutuhan mereka…. Kecintaan pada mendiang suaminya telah membulatkan tekad untuk tidak menikah kembali. Ia bekerja keras untuk bisa mendidik dan membuat anaknya berhasil, walaupun itu akan mengambil hampir seluruh hidupnya…Walau harus berkeringat membanting tulang, namun si Ibu tetap menginginkan sang Anak untuk tetap bersekolah…

    Dirinya yang buta huruf , hanya mengenal angka … Si Ibu tahu bahwa untuk bisa berhasil, anaknya harus tetap bersekolah . sehingga dalam banyak hal ia banyak bertanya pada sang anak. Ia bersyukur Tuhan memberikan dia anak laki-laki yang kuat, cerdas dan rajin… Kepada sang anaklah ia berharap suatu saat, di hari tua sang anak akan menemani dan merawatnya hingga akhir hayatnya….

    Singkat cerita si anak merantau ke Ibukota dan berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses. Uang bukan lagi halangan untuk dia sehingga ia banyak mengirim uang kepada Ibunya.
    Namun karena “hanyut” dengan kesibukannya, ia menjadi semakin jarang pulang…hanya mengirim uang / barang untuk ibunya… Padahal bukan hanya uang yang dibutuhkan Ibunya.

    Suatu saat Ia ingat akan ulang tahun ibunya yang sebentar lagi tiba, tapi karena sibuk maka ia berencana akan memesan bunga untuk dikirim kerumah Ibunya.

    Saat ia akan memasuki toko bunga, dilihatnya seorang gadis yang memandangi bunga mawar sedari tadi, namun hingga sang anak selesai dengan pembelian bunganya si gadis itu tetap hanya di luar toko…

    “ Adik, kamu suka bunga mawar itu ? “
    -ya kak, aku sudah lama ingin membelikan bunga untuk Ibu, tapi uangku tidak pernah cukup…
    “ Masuklah, kakak akan belikan untukmu..”
    -Sungguh ? Terima kasih ya kak…

    Dilihatnya gadis itu sangat bergembira, matanya bercahaya, wajahnya berseri-seri seolah-olah takjub dengan bunga yang ada di tangannya yang kini jadi miliknya.

    Demi melihat kebahagiaan yang terpancar di wajahnya, maka si pemuda itupun menawarkan diri untuk mengantarkan si gadis kerumah ibunya.
    Dalam perjalanan di mobil si gadis berterima kasih berkali-kali untuk menunjukkan betapa bersyukur dan bahagianya dia…

    Tak terasa perjalanan sampai ke sebuah perkampungan yang terdapat pemakaman di pinggirnya.
    Di pinggir makam, si gadis minta mobilnya untuk menepi dan berhenti. Si pemuda berpikir gadis ini malu diantar dengan mobil sehingga mau jalan kaki saja kerumahnya di perkampungan itu…

    Maka diapun berhenti dan ikut berjalan mengikuti sang gadis. Ternyata si gadis tidak keperkampungan, melainkan belok ke pemakaman itu. Dipojok pemakaman itu ada sebuah makam dari tanah yang hanya ditandai dengan nisan yang sederhana, dan disitulah si gadis berhenti dan berjongkok….

    Diletakkannya bunga itu di depan nisan, sambil memulai percakapan…
    “ Selamat siang Ibu, hari ini aku sangat bahagia…Tuhan mengirimkan seorang malaikat yang baik hati, mau membelikan aku bunga , sehingga aku bisa memberikan bunga ini untuk ibu… Ibu pasti suka dengan bunga mawarku bukan ? “
    Dan seterusnya si gadis itu “berbicara” seolah-olah ibunya benar-benar hadir di depannya….

    Sepulang dari makam si gadis itu memberi penjelasanbahwa ia tinggal di panti asuhan. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sangat menyayangi ibunya, betapa ia sangat ingin bermanja-manja dengan ibunya, merasakan buaian, belaian dan kasih sayang ibunya yang TIDAK PERNAH DILIHATNYA…Ibunya meninggal saat melahirkan dirinya….

    Sesudah mengantarkan ke panti Asuhan, si pemuda itu berbalik arah dan mengebut kearah kampung halamannya di pinggir kota,dimana ibunya tinggal…Ia ingin memeluk dan bersujud di kaki Ibunya…

    Betapa kerinduan, kecintaan dan bakti si gadis itu pada ibunya memberikan sebuah “cerminan” pada apa yang telah dilakukan selama ini kepada ibunya. Kesibukan dan pekerjaanya telah membuat ia “ melalaikan” ibunya.

    Semakin mengingat itu, semakin deras air mata mengalir di pipinya… Manakala ia mengingat diterik matahari, Ibunya menggendong dia dengan kain, menutupi kepalanya agar tidak tersengat matahari. Sementara kepala ibunya menyunggi tampah yang berisi jajanan , tangan kananya menjinjing tas yang berisi daun pisang sambil berteriak “ kue… kue…..”

    Salam Dahlanis. Gbu all. SELAMAT HARI IBU….
    Untuk yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 17 Desember 2012, 5:27 am
    • Inspiratif…
      salam kenal mbak Ning..

      Posted by sdwi | 17 Desember 2012, 5:40 am
    • maaf ya, bu Ning. lebih baik tulisan Anda dituangkan dlm blog tersendiri. kalo nyempil di blog orang gini kan kesannya kayak yg jualan-jualan lewat komen itu tuh. dulu, saat pertama model iklan di komen dianggap kreatif, sekarang sdh dianggap spam, sama seperti iklan yg masuk ke e-mail tanpa diundang. tulisan Anda bagus banget kok. layak dibuatkan blog/web dan fanpage sendiri, bahkan diterbitkan jd buku

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 7:00 am
      • bagaimana Dahlanis… apa anda setuju kalau saya “keluar” dari blog ini….
        Sebuah ide yg bagus, namun saya sudah terlanjur sayang dengan blog ini… dan sudah merasa menjadi bagian dari blog ini…walaupun (kata Bro novrian seperti jualan) tapi saya kadung jatuh cinta buka lapak di sini…

        Dari banyaknya koment + dan yang kirim email langsung ke saya, kok ibaratnya seperti mereka memang rombongan yang milih jumatan ke masjid ini karena sepulang jumatan akan dapat souvenir inspiratif dari lapak saya…. Apa mungkin saya salah ya…

        Gimana doooong Dahlanis….

        Posted by W. Ning | 17 Desember 2012, 9:34 am
        • bukan keluar diusir lho, bu… maksudnya, sesuaikan komentar Anda dgn tema-tema tulisan di blog ini… kan ada tuh teman-teman yg melengkapi artikel pak Dahlan dgn menuliskan artikel pendukungnya atau link-link artikel lain yg sesuai… tak ada hak saya utk mengusir Anda atau siapapun dari sini dan jatuh cinta pd blog ini… justru dgn melihat kualitas tulisan-tulisan Anda, saya paham betul Anda punya potensi besar utk jadi penulis… itulah yg saya dorong kpd Anda… ayo, Bu Ning tuangkan curahan pikiran-pikiran brilian inspiratif Anda dlm blog tersendiri atau bahkan diterbitkan menjadi buku, pasti bermanfaat…

          # gak usah ngajak-ngajak Dahlanis keroyokan gitu, dong. saya ini cuma manusia kecil yg kalo disentil ALLAH pasti langsung jatuh terpelanting ke neraka yg paling dalam, na’udzubillah…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 10:01 am
          • Bener mas novrian. Suwe-suwe koq dadi rada njelehi. Ga nyambung sama tema yang lagi dibahas. Tur bahasane rada lebay mengharubiru. Ngapunten lho……

            Posted by FAOZAN | 17 Desember 2012, 10:18 pm
        • @ ning

          Ayo mbk ning tetep semangat!!! Tacari-cari komentarnya di bawah koq g ada?

          Ingat komentar mbak ning di MH 55:
          “Saya suka perbedaan dalam keterbukaan untuk kebaikan itu berkah…”
          Dah gak kangen lagi nich…? – jeille. Hehehe

          Salam DahlanIS. Gbu too

          Posted by aditam@putra | 17 Desember 2012, 2:42 pm
        • Bu Ning,

          jgn tinggalkan kami…

          Posted by ricky gonzales | 17 Desember 2012, 5:49 pm
        • Lanjutkan budhe.. Niat pak Novrian baik dalam konteks penempatan topik bahasan supaya fokus. Tidak ada larangan untuk menulis apapun di blog ini apalagi itu tulisan inspiratif. Selama niat baik untuk berbagi dan menularkan virus positif, saya kira kebanyakan DahlanIs disini tidak keberatan sharing budhe disini. Tinggal DahlanIs memilah mana komen/tulisan yang ingin dibaca/tidak, ingin dikomen/tidak dlsb. Semangat budhe, indahnya perbedaan.. :)

          Posted by akadarisman | 18 Desember 2012, 7:31 am
          • Ada bagusnya juga ide Pak Novrian. kadang cari2 tulisan inspiratif lagi seperti tulisan bu ning harus obok2 MH
            klo ada link ke tulisan/blog bu ning lebih enak tuh…
            monggo bu ning, di-share juga blog njenengan

            Posted by NOENG | 18 Desember 2012, 9:00 am
        • dari pada buat blog sendiri kenapa g adminny aja yang bikinin lapak buat bu ning di blog ini, jadi blog in gak hanya menampung tulisan dari pak dahlan, tapi juga bisa menampung tulisan dahlanis yg laen,,,

          Posted by Namikaze Yurry | 20 Desember 2012, 12:55 am
          • se777777777……. gimana mas ADMIN ?

            masalahnya saya ini SUDAH TERLANJUR SAYANG…dengan semua yang ada di sini
            ( blog nya, Dahlanisnya, komen-komennya, pro-kontranya dan “atmosfirnya”…)

            Sewaktu menemukan blog ini saya seperti menemukan OASE…banyak musafir yang lewat , mampir dan “minum” dari OASE ini… Sama-sama Cinta Tanah Air, tidak rela Ibu pertiwi menangis dan SANGAT SUKA /TERINSPIRASI oleh Abah lewat MH dan pengabdian serta Biografi Abah…

            BAYANGKAN ribuan orang yang tidak saling kenal /ketemu telah DIPERSATUKAN hati , semangat dan HOPE nya di OASE ini…( Subhanallah…Amazing, isn’t it ? ). Saya menulis berawal dari kliping saya tentang Abah di topik “sumpah Ulumbu” yang ternyata mendapatkan respon LUAR BIASA langsung di sini maupun di surel saya…

            Yang ke dua saya TIDAK RELA abah ” dijadikan obyek dpr…”, bahkan dpr ada yang mengatakan MH adalah Harapan Palsu ( PHP) makanya saya menggugat dengan menyajikan “Percakapan lilin” yang lagi-lagi mendapat respon yang sangat bagus…. saya lantas merasa ada panggilan untuk SHARE / amar ma’ruf di sisi edukasi-psikologi.. .karena ternyata banyak Dahlanis yang HUMANIS…

            BANYAK yang mengatakan, bisa baca MH DIMANA SAJA , tetapi mereka tidak menemukan ATMOSFIR yang seperti di blog ini….

            Itulah sebabnya, ketika saya disarankan untuk menulis “diluar” blog ini ,Saat itu saya sampai meneteskan air mata…(saya memang cengeng…sorry tapi yang ini memang betul ihik ihik ! )

            Apapun hasilnya nanti, harapan /HOPE saya, saya masih bisa tinggal di OASE ini. Amin. Tx b4 buat mas Admin n Dahlanis yang mendukung….

            Salam Dahlanis. Gbu all

            Posted by W. Ning | 20 Desember 2012, 5:30 am
        • Ketika kita sudah boleh login, maka admin memberikan keleluasaan pd kita untuk menuangkan ekspresi tulisan. Tentunya tulisan yang bermakna fastabikhul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan), bukan fastabikhul mudhorot (berlomba dalam keburukan).
          Seharusnya kita mendukung tulisan yang berisikan sumber inspirasi di blog ini, apa pun temanya. Krn hal tsb sejalan dengan manufacturing hope (membangun harapan) abah Dahlan kpd pembaca.
          Teruskanlah menulis membangun inspirasi di blog ini, Mbk. Ning.
          Untuk Sdr. Novrian, saya salut dengan moto anda : Beriman, Berilmu dan Bermanfaat serta kerendahan hati anda bahwa Sdr. adlh manusia kecil yg kalo disentil ALLAH pasti langsung jatuh terpelanting ke neraka yg paling dalam.
          Namun kerendahan hati anda akan lebih bermanfaat apabila anda menulis kalimat yang lebih bijak terhadap wanita. Salam.

          Posted by Djoko Sawolo | 21 Desember 2012, 2:06 pm
      • Bagi saya tidak ada masalah bung Novrian…karena dengan adanya tulisan Ibu W.Ning, akan menambah warna dari komentar2 yg telah ada…istilahnya biar ngga monoton. Toh..tulisan itu juga sangat bagus, sangat menginspirasi dan bisa juga sebagai pengingat dosa kita (paling tidak dosa saya..hehehe).

        Posted by Ardian | 17 Desember 2012, 10:17 am
        • Menurut saya, di sini bebas bertanggung jawab aja deh. Mau ngapain juga silakan. Mas Nov, saya faham dengan maksud Anda, bahwa Andapun sebenarnya suka dengan tulisan Mbak Ning, tapi maksud Anda nulis yang begituan jangan di sini kan karena versi Anda itu akan OOT?
          Tapi menurut saya di sini bebas kok silakan berekspresi apa aja. Biar masyarakat blog yang menilai. Kalo suka ya dikomen balik. Kalo biasa aja ato ngga suka ya ga usah. Relevansi dengan tema bukanlah sesuatu yang absolut harus diperhatikan. Yang penting di sini, bisa jadi tempat sumber inspirasi apapun bentuknya.
          Anyway, saya suka tulisan maupun komen Mbak Ning maupun Mas Nov. Jadi, peace dan bebas-bebas aja deh … Mbak Ning jangan down ya, tetap berkarya OK?

          Posted by apasaja | 17 Desember 2012, 10:53 am
          • Terima kasih para Dahlanis yang sudah mensupport saya untuk tetap jualan di lapak saya….
            Kalau memang diumpamaan buka lapak di blog ini, anggap saja saya buka lapak di sebelahnya mbak FIA yang jualan kacang rebus, permen dll ( di MH 1400 koment dia buka lapak lebih dulu…)

            Sebenarnyalah ada banyak Dahlanis yang komen disini atau menulis langsung di email saya… berikut ini saya cuplik-kan SEBAGIAN kisah dan komen dari mereka…

            (semoga bisa membantu untuk lebih “memahami” lagi… namanya sengaja saya simpan, karena yang saya mau share HANYA ESENSINYA saja.)

            ” Assalamualaikum wr.wb.
            Mbak Ning, terus terang saya gak bisa menahan air mata saat membaca tulisan, dan tambah deras mengalir saat
            menjelang akhir tulisan. Sangat menggugah hati dan tulisan seperti ini selalu membuat saya berurai air mata. Kondisi pemuda itu tadi mirip seperti saya. Ibu saya juga berjuang seperti itu untuk menghidupi 6 orang anaknya yang tidak cukup dari gaji Polisi jujur jaman dulu seperti bapak saya. Yang membuat saya sedih, setelah umur saya 42 tahun inipun saya gak bisa selalu pulang mengunjungi mereka padahal jarak gak terlalu jauh, gak bisa selalu mengirim uang untuk mereka karena kebutuhan kami, dsb. Mudah-mudahan kedepan Indonesia lebih baik sehingga kehidupan jadi lebih sejahtera, tidak lain dengan mentauladani Pak DIS dalam bekerja…..”

            ” Pagi ini saya baca cerita inspirasi mbak di blog Dahlaniskan.wordpress, aduh mbak air mata ga berhenti mengalir terutama cerita inspirasi yang ke tiga..
            Cerita kehidupan saya juga ga jauh berbeda dengan itu mirip tapi tidak sama….”

            ” kisah yg sangat menyentuh.. Pertolongan Tuhan memang ada ditiap jengkal.. Hanya saja,Kadang kala kita menistanya, karena kurangnya rasa syukur kita,kurangnya ilmu,dan kurangnya iman..”

            ” Alhamdulillah ala kulli haal. Kagum dengan mbak Ning…selalu bersyukur, berharap, berusaha dengan keras dan berdo’a…komplit dengan berbagi kesesama ttg ilmu, waktu dan harta ..bener2 patut diteladani. Semoga Mbak Ning selalu mendapat Rahmat Allah aamiin.”

            ” Asswrwb mbak W.NING ; hmmm betapa besar KUASANYA…proses pertunjukkan contoh hidup yang harus di dalami dan di laksanakan tuk lebih mendekatkan diri kpd YANG MAHA KUASA . Apakah pertunjukkan ini belum cukup buat anda sekalian sma ? ”

            ” nangis aku membacanya…”

            ” inspiratif dan menyentuh kalbu ”

            ” tutur yg mbak tulis merupakan contoh berperilaku yg bs di jadikan contoh bagi seluruh Dahlanis & ACI sejati , pengalaman yg telah terjadi adalah sebuah proces yg harus kita alami dan dng dasar AGAMA dan dukungan orang tua yg kuat dpt membentuk personal yg bs menjadi contoh yg baik.. Alhamdulillah…”

            ” aku baca ini sambil menangis dan tersenyum, indah sekali ”

            Semoga komen komen ini MAMPU menjadi penyemangat saya untuk tetap menulis di blog ini….
            ( mohon maaf yang kurang berkenan ya… we can’t win them all… kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang…)

            Salam Dahlanis. Gbu all.

            Untuk yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

            Posted by W. Ning | 17 Desember 2012, 6:14 pm
        • Saya lsg sedih bacanya T.T….

          Posted by PUTU | 17 Desember 2012, 12:35 pm
      • usulan yang bagus….

        Posted by inne | 17 Desember 2012, 1:49 pm
    • tuh apa dibilang? pendukung dahlanis adalah layaknya seperti bosnya yang doyan pencitraan.. kalo ada yg dirasa merusak pencitraan dan mengganggu pemandangan langsung disuruh minggir..

      makanya komen2 di sini gak pernah berbobot dan isinya pujian melulu,,

      Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 7:22 am
      • betul pak citra (kayak merek lotion ya). dan lebih edan lagi yg kasih komen
        sudah tau isi blog nya ga berbobot, tp pak Citra masih aja ngetem disini..
        gilanya lagi, warung baru buka sudah nongkrong, pdhl udah tau ga berbobot
        mending pak Citra minggir aja juga, drpd digusur paksa. eman-eman kulit mulus nya pak

        btw, citra ini bukan cekricek kok, tata bahasanya beda.
        ya Cekricek kan dosen, sedang citra ini entah sekolah lulus atau enggak

        Posted by NORE | 17 Desember 2012, 8:22 am
        • penampilan bisa menipu. dahlan iskan itu lulus sarjanakah dia, sampai tulisan pencitraannya bisa membius banyak orang??

          Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:33 pm
          • justru disitulah kehebatan Dahlan.. bukan sarjana tetapi memiliki kemampuan menulis yang mampu membius jutaan orang… bagaimana dengan anda??

            Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 1:06 pm
          • mas…mas….bisa langsung cek ke profil atau beli buku ttg dahlan iskan

            Posted by NOENG | 18 Desember 2012, 9:05 am
          • Nih komentarmu “apa cuma orang yang mau ke bandara yang boleh komentar? siapa sebenarnya yang berpikir sempit di sini??”

            Sekarang jawab :
            “apa cuma orang sajanakah yang boleh berkarya utk bangsa dan negara? siapa sebenarnya yang berpikir sempit di sini??”
            Ha..ha..ha..senjatan-e makan tuan-e lagi.

            Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 6:15 pm
        • Bung Nore,

          Kasian nama lotionnya, lgsg tercemar…

          Posted by ricky gonzales | 17 Desember 2012, 5:52 pm
      • wah hebat…mas citracitir terus mengikuti dan membaca MH
        semoga terus hadir ya boss….

        Posted by NOENG | 18 Desember 2012, 9:03 am
    • kalau menurut saya, apa yang diposkan mbak inspiratif banget kok..paling tidak buat saya…jadi bebas-bebas aja…

      Posted by ike | 17 Desember 2012, 2:26 pm
    • Asswrwb Mbak W.Ning : met ktm lg stlh sibuk sm kerjaan , inspirasi yg sampean tuangkan d sini merupakan pengingat jg bg kita semua walau kita tahu d blog ini jalannya tp dng tulisan sampean merupakan jg penyeimbang bg Dahlanis tuk sejenak dan tidak salah mengingat dan menengok orang tua kita ( Apalagi seorang IBU ) bukannkah yg kita omongkan dan tuliskan akan di pertanggung jawabkan ??? matur suwun Mbak..

      Posted by R I Molle | 19 Desember 2012, 8:05 am
  21. Tidak ada yg dirindukan dari senin ke senin lagi selain dahlan iskan ….
    Yaa Rabb, karuniakanlah selalu kesehatan kepadanya , Amiiin….

    Posted by kang encep | 17 Desember 2012, 5:33 am
    • Bukan hanya dis lovers yg kangen MH d hr senin. Dis haters pun tak segan2 inguk n komen pagi2 gini. Tak mau kalah dg pasukan kopassus PG/PTPN ber”indonesiaraya”
      Smangat pagi indonesia
      Utk budhe ning matur suwun renungannya

      Posted by Fia | 17 Desember 2012, 6:03 am
  22. Ini harusnya ranahnya menteri Pertanian

    Posted by Ary | 17 Desember 2012, 5:37 am
  23. Khamis Mushayt, KSA Hadir menyimak… Selamat Pagi Indonesia :)

    Posted by sofyan faizin | 17 Desember 2012, 5:38 am
  24. Tiap kali baca catatan Pak DI, kepala saya langsung ringan. Selamatkepada pabrik gula, prestasi anda benar 2 akan terlihat jika angka impor gula menurun

    Posted by Evi | 17 Desember 2012, 5:40 am
  25. kalau sebersih mal, pabrik gula tak lagi hanya jadi ayu azhari tapi maudy koesnaidi atau dian sastro :p

    Indahnya senin pagi ini, madrid seri 2-2 lawan espanyol, barcelona menang 4-1 lawan atletico madrid, messi bikin 2 gol (25 gol musim ini atau 90 gol ditahun 2012), dan MH 56 Membawa semangat rapat di minggu pagi buta.

    Tapi jangan pernah terbuai. Rasa syukur atas hasil tahun ini diwujudkan dalam kerja keras. Tahun depan insyaallah bisa lebih baik lagi.

    Posted by akal sehat | 17 Desember 2012, 5:53 am
    • ah, kurang bening, bro. sekarang jamannya artis ABG yg merajai tivi. BUMN-BUMN ke depan hrs bisa bening-bening dan mengilap kayak mika tambayong, maudy ayundha, milen fernandez, chelsea olivia, nikita willy, dll… :D

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 7:04 am
      • sabar mas bro, bertahap, mulai dari yg STW ke yang 40-an, 30-an baru ke yg abg yg kinyis-kinyis. Halah ngomong opo iki…hehehe

        Ya karena, kalo langsung semua serba baru kan belum bisa. Pabrik gula harus buktikan diri dulu, hasil tahun ini bukan kebetulan atau keberuntungan. Baru kita bicara dapet abg eh mesin baru :p

        Posted by akal sehat | 17 Desember 2012, 11:24 am
    • Sedihnya daku si Madrid cuma seri…Hikss…!

      Posted by Ardian | 17 Desember 2012, 10:32 am
  26. Pgi all … Berita manis utk Indonesia , smga PG smkin jaya di th2 akan dtg … Slm Dismania ..

    Posted by achmad junaidi | 17 Desember 2012, 5:55 am
  27. Pertamax

    Posted by arik | 17 Desember 2012, 5:55 am
  28. akan ada saja yg tidak suka atas suatu keberhasilan dan kesuksesan, merek yg terbiasa bermalas-malas, yg terbiasa main angka, yg terbiasa main duit angkut, yg terbiasa masukin tebu yg tdk MBS, yg biasanya ngasih utang dg sistem ijon, dan yg tidak suka indonesia mandiri dan tdk bergantung impor, yg terbiasa dapat duit saat impor atau saat memberi ijin impor dst. Banyak juga ya mereka heheh.

    Posted by Agustin Saka | 17 Desember 2012, 6:09 am
    • ada yg mengait-ngaitkan hal tsb dgn teori pasangan: hitam-putih, tinggi-rendah, bagus-jelek, dll… kalo memang gitu, salah1 tetap hrs lebih dominan dari yg lain. kalo yg baik tdk dominan, maka yg jeleklah yg akan mendominasi, jgn sampai. orang-orang baik hrs tampil mengambil alih kepemimpinan bangsa dan mendominasi kehidupan bangsa

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 7:08 am
  29. kalu dpr masih ngomong pencitraan,,,berarti BUTA….

    Posted by EDY | 17 Desember 2012, 6:10 am
    • lho, mereka kan memang BUTA, TULI, BISU thd realita aspirasi rakyat… mau berharap apa lagi… syukur rakyat ini masih sabar… coba kalo gak sabar, bakal kejadian lagi kayak tahun 98…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 7:11 am
  30. Alhamdulillah, gula masih manis terasa. Mudah-mudahan garam segera kembali terasa asin. Dan Pak Dis selalu dalam lindungan Allah.

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 17 Desember 2012, 6:11 am
  31. Senang melihat perkembangan kemajuan pabrik2 gula yang sudah mulai mengeruk keuntungan…majulah gula indonesia..swasembada 2014

    Posted by caderabdul | 17 Desember 2012, 6:12 am
  32. semangat pagi saudara…
    sarapan semangat hari ini mantab…

    Posted by dityo | 17 Desember 2012, 6:18 am
  33. Bikin semangat, berharap tidak ada kenaikan gula saat puasa 2013

    Posted by Mukhlis | 17 Desember 2012, 6:25 am
  34. saya hanya berdoa ya Allah panjangkan umur pak DI dan berikan amanah yang lebih agar bisa merubah bangsa ini menjadi semangat. Aya yang terjadi jika dinegeri kita ada 5 menteri kaya DI.???? Dunia akan tenggelam diterkam Indonesia Jaya.

    Posted by abdullah | 17 Desember 2012, 6:26 am
  35. Pagi semua…semangat dahlanis membuatku semangat bekerja di pagi yang dingin ini

    Posted by Abby ramli | 17 Desember 2012, 6:51 am
  36. maju terus mr dis, semoga selalu sehat dan selalu membawa kebaikan untuk indonesia. ammmminn

    Posted by yoyok | 17 Desember 2012, 7:04 am
  37. Luh, Las dan Tus … Mantep. Selalu menginspirasi.
    Kerja kerja kerja ….

    Posted by Satuin Mawardi | 17 Desember 2012, 7:07 am
  38. Assalamu’alaikum all…
    Met pagi….semangat Dahlinis,semangat Dahlan Iskan mania

    “Intinya, semua harus disiplin,” ujar Andi Punoko, Dirut PTPN XI, menjawab
    pertanyaan mengapa PTPN XI bisa bangkit serentak seperti itu. “Disiplin tanam,
    disiplin bibit, disiplin pupuk, disiplin tebang, disiplin angkut, disiplin
    pemeliharaan, dan disiplin pengoperasian pabrik,” katanya.

    Tapi dr intern nya juga harus disiplin pemantauan & disiplin kesejahteraan krn tu kadang hal sepele
    yang bs menimbulkan masalah besar bagi pekerja vs managemen perusahaan.
    Kerja !Kerja !Kerja !

    Wassalam…….

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 17 Desember 2012, 7:09 am
  39. Garam…!!!!!.. gimana hasilnya ….belum lihat laporannya…., sorgum…masih kita tunggu…., nelayan pak……jangan lupa…

    Posted by Seno | 17 Desember 2012, 7:12 am
    • iya, banyak banget nih PR di negeri ini… banyak yg berangan-angan, andaikan Dahlan Iskan ada 10… gak usah berangan-angan, ayo kita-kita disini mengkloning kecakapan Dahlan Iskan supaya bisa andil problem solving masalah bangsa ini, bukan malah jadi problem maker…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 17 Desember 2012, 7:17 am
      • Ada apa ini? Membahas gula dlm 2 mh berturut2? Apa keberhasilan RNI memberi bonus 600% msh kurang diekspose? Atau PG lain pd ngiri karena juga untung besar? Atau tdk ada lg bumn lain yg sukses?
        Atau jangan2 untuk menutupi isu2 lain yg lbh besar? Isu swasembada misalnya. Ingat pemerintahan SBY tinggal 1 th, dan sy optimis tdk ada program swasembada yg tercapai diakhir tugasnya. Termasuk swasembada gula. Keuntungan yg diperoleh PG adalah hal biasa bagi perusahaan. Kalo merugi itu yg luar biasa. Tapi ‘kabar biasa’ ini dijadikan ‘sukses story’ tentu untk kepentingan tertentu. Memunculkan keberhasilan ‘kecil’ untuk menutupi kekurangan yg ‘besar’. Bukankah bawahan yg baik akan selalu mendukung atasannya?

        Posted by G. Hariyanto | 17 Desember 2012, 8:08 am
        • judulnya sudah mewakili isi featurnya mendurut saya biasanya (luh, las sekarang tus) apakah ini bukan sebuah prestsi yang membanggakan? bukankah keuntungan keuntungan kecil adalah jalan untuk keuntungan besar?

          memang benar swasembada pangan belum tercapai, memang benar swasembada gula belum tercapai,
          akan tetapi mari kita seimbang mengukur dan menilai porsi masing masing tidak over acting,

          pak dahlan ya dinilai kinerja BUMNnya bukan kinerja negara keseluruhan, kalau semua target swasembada pangan dan energi hanya diserahkan pada dahlan Iskan, lhaaa BUMN sendiri dalam urutan Priority masih nomor 40 an di jajaran kabinet,

          RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara

          saya harapkan tahun depan sudah menyentuh istilah yun (hehehehe)

          Posted by saeful | 17 Desember 2012, 8:28 am
        • Prinsip Dahlan Iskan…”Seorang pimpinan yang baik… pada saat menjadi bawahan dia pasti menjadi bawahan yang baik… Kalau seseorang pada saat menjadi bawahan tidak baik.. pada saat menjadi pimpinan pasti menjadi pimpinan yang tidak baik”…. Dengan dasar prinsip tersebut, kalau Dahlan Iskan saat ini memblow up isu “success story” BUMN gula untuk kepentingan SBY sebagai atasannya untuk tujuan tertentu… apa masalahnya?

          Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 9:37 am
        • @hari
          Aq sendiri sbenarnya g nyangka klo gula dibahas sampe 2 mh. Bisa jadi krn DI amat sangat ingin sekali PG qt seperti PG-PG di Jerman sbgmn yg Beliau sampaikan kmrin. Ato keheranan qt ini krn qt blom mampu menangkap tujuan utama dr DI. Qt tahu bahwa DI itu panjang akalnya, sdngkan qt?

          Ini kabar biasa ato luar biasa trgantung qt mlihatnya dr mana. Klo melihat dg cara mas hari melihat tentu benar adanya, bahwa ini kabar biasa. Tp klo dilihat dari rugi besar menjadi laba besar itu yang luar biasa! Jika ada sesuatu yg mampu membalikkan keadaan, itu juga luar biasa. Misalnya dlm sbuah pertandingan sepak bola, sebelum turun minum kalah 3-0, namun pd babak kedua mampu menang 3-6, lebih2 yg dikalahkan adalah Barca! Bukankan itu luar biasa? dan bukankan persoalan Gula di negri ini sprti itu? entahlah….

          Salam DahlanIs.www

          Posted by aditam@putra | 18 Desember 2012, 2:16 pm
  40. semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan. kerja3x for indonesia maju

    Posted by herimiarto | 17 Desember 2012, 7:53 am
  41. Luar biasa. Biasanyanya kan rugi, sekarang untung, rakyat pun senang. Sekarang petani tebu, kapan giliran nelayan bisa tersenyum ? padahal laut adalah kawasan terluas negara ini. Saya menunggu Pak Dis mensejahterakan nelayan kita ? saya tunggu……!

    Posted by andimustafa | 17 Desember 2012, 7:54 am
  42. Setuju

    Posted by bakir bjnet | 17 Desember 2012, 7:54 am
  43. semangat pagi yg mantaps…….@anti Dis “sering-seringlah anda menengok pencitraan-nya pak Dis dan sering-seringlah anda komen jelek, krn paling tidak anda akan ikut membaca buah pikiran positip diluar komunitas anda. dan saya berdoa untuk kesehatan anda yg anti Dis agar lebih bisa melihat indahnya Indonesia-ku”

    Posted by done | 17 Desember 2012, 8:01 am
  44. M.A.N.T.A.P, saatnya memetik apa yang selama ini pa Dis tanam semoga semua kebagian barokahnya! “menanam rumput tidak mungkin tumbuh padi, tapi menanam padi pasti akan juga diikuti tumbuhnya rumput (gulma)” semoga para anggota dewan yang selama ini merongrong dan sirik kepada pa Dis bisa memahami arti kiasan diatas, salam buat para dahlanisti!

    Posted by Nanang Slamet | 17 Desember 2012, 8:02 am
  45. Lanjutkan Pak Dis………,semoga sukses selalu, dan di ikuti BUMN_BUMN yang lain (terama yang berkaitan masalh industri pangan) salam perjuangan doaku selalu untuk pak Dis.amin

    Posted by rakhmat | 17 Desember 2012, 8:10 am
  46. Ada semut ada gula..

    Posted by nasriyamani | 17 Desember 2012, 8:10 am
  47. Selamat Pagi semua,
    maaf kalau komen saya agak menggelitik, tetapi sepertinya tidak Proposional. Dalam MH kita melihat berbagai kemajuan BUMN tetapi tidak membahas BUMN progressnya turun. untuk itu mungkin kita bisa membahas BUMN mana yang merugi atau keuntungannya turun contohnya:
    1. Dampak menurunnya harga Batubara di dunia yang berdampak turunnya BUMN pertambangan, sehingga kita bisa antisipasi tahun depan,
    2. Hutang BUMN seperti PLN yang sangat besar agustus kemarin 200 T, hal ini sangat mengkuatirkan juga.
    3. Apabila sektor perkebunan terutama kelapa sawit sedang turun, kenapa group Sampoena yang bekerja pada bidang yang sama kok malah naik pada 40 orang terkaya.
    4. Apa tidak bisa pak DIS menerapkan manajemen seperti pada JP group yang melakukan tanggung renteng antar BUMN sehingga “BUMN Dhuafa” sehingga tidak mengemis ke DPR untuk minta PMN.

    memang kita bukan petinggi BUMN tetapi setelah mengikuti MH dan kickdahlan, maka kita seperti menjadi pemerhati BUMN yang nota bene milik kita juga sebagai rakyat Indonesia.

    Posted by misba | 17 Desember 2012, 8:18 am
    • komentar yang bagus dan analisis,
      saya hanya ikut meramaikan saja

      1, batubara sangat tergantung dari harga minyak dunia, nggak apa apa batubara murah biar PLN lebih murah dalam mengkonversi batubara jadi listrik dan PLN bisa lebih menekan terhadap cost produksi,
      2. PLN ngutang 200 T karena sebetulnya harga tarif PLN itu termurah se ASEAN, bahkan sampai sekarang sangat jarang asing berinvestasi untuk listrik konsumsi masyarakat, kalo untuk industri harga swasta jauh lebih mahal 20% dari listrik PLN untuk Industri, tapi saya yakin pak dahlan memportir PLN habis habisan meskipun dana cekak dan tugas sangat berat,
      3. kalo ini pertanyaan menjebak, lha wong sampoerna pendapatan terbesarnya dari rokok dan dari Bank ,
      mohon maad jika saya salah dan berharap ada yang meluruskan dan menjelaskan

      Posted by saeful | 17 Desember 2012, 8:42 am
      • terima kasih tanggapannya pak.
        2. PLN pada tahun ini kurang lebih 50 % sudah batubara pak, kalau harga batubara turun maka BPP (Biaya Pokok Produksi) mereka juga turun dong. nah sekarang bagaiman PLN memperkecil 23 % yang berbahan bakar HSD diturunkan. apa tidak karena Investasi ini yang mengakibatkan hutang membengkak, meski kalau tidak salah target pak DIS saat di PLN menurunkan Hutang menjadi kurang dari 100 T.
        3.kalau tidak salah rokok sampoerna sudah dijual ke Philip Morris pak, terus beliau beralih ke perkebunan pak.

        Posted by misba | 17 Desember 2012, 8:57 am
      • Saya tergelitik untuk ikut menanggapi komentar MISBA…
        1. Persoalan dampak menurunnya harga batubara, bagaimana antisipasi tahun depan oleh BUMN tambang?, jelas tidak bisa diekspose di MH karena itu merupakan rahasia management perusahaan..
        2. Hutang PLN membengkak.. wajar… mengingat program-2 PLN akhir-2 ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.. pembangunan pembangkit baru, pembangunan jaringan baru dll … mindset kita tentang PLN seharusnya dirubah karena pada dasarnya fungsi dan tugas PLN tidak berbeda dengan Departemen PU yang membangun jalan / jembatan/ saluran air dll , yang tujuannya menyediakan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat… Jadi berapapun duit yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur baru itu, selama negara punya duit, harus dibangun… yang menjadi tujuannya…dengan adanya pembangkit baru, jaringan PLN baru dll..dampak ekonominya pasti positif yaitu tumbuhnya perekonomian wilayah setempat… mudah-2an di masa mendatang pemerintah dan dpr mau merubah mindsetnya tentang PLN ini…
        3. Setahu saya, konglomerat seperti Sampoerna Group tidak mungkin meletakkan portofolio investasinya di satu tempat saja,dalam hal ini perkebunan sawit saja… Portofolio investasi Sampoerna yang diekspose hanya kebun sawitnya saja… Sedangkan portofolio investasi yang tidak diekspose, berceceran di seluruh dunia… hehehe
        4. Saya yakin Dahlan Iskan sudah memikirkan untuk mengadopsi manajemen JP sejak pertama kali menjabat sebagai MenBUMN… Salah satu wujudnya adalah pembentukan Holding Company perusahaan-2 bumn sejenis… saat ini belum selesai prosesnya khan?… sabar aja … saya yakin pasti akan sampai kesana,.. dengan catatan tidak dijegal dpr.. hehehe

        Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 10:11 am
        • Alhamdulillah setelah tanggapan dari CAK-MAT muncul pencerahan pak, matur suwun.
          Jujur saja pak, saya tidak ingin kita mendapat informasi tentang keberhasilan saja. Tetapi dengan mendapatkan informasi adanya kegagalan maka kita bisa sharing seperti saat kita membahas sapi sehingga menumbuhkan Hope agar tahun depan tidak rugi atau menurun progressnya lagi. Bukannya Manufacturing Hope menurut saya adalah menumbuhkan Hope-Hope sehingga menjadi real pak.

          Posted by misba | 17 Desember 2012, 12:41 pm
          • Salam pak Misba.. Kritis dan tetap netral sangat penting, jadi mari kita diskusikan disini selama masih menggunakan kata-kata yang santun dan tidak memojokkan. Kalau saya mengikuti banyak pemberitaan tentang BUMN banyak juga koq kegagalan dan kemandegan yang terjadi. Tapi seperti biasa dalam Manufacturing Hope, informasi tentang kegagalan itu dikemas dalam bahasa yang optimis dan menjadi poin untuk perbaikan. Artinya kita diajak untuk tidak berkeluh kesah, ruwet dan frustasi dalam kegagalan, semua ada Hope untuk menuju pada tingkatan kondisi yang lebih baik dengan ikhtiar: kerja, kerja, kerja.. Salam hormat.

            Posted by akadarisman | 18 Desember 2012, 7:08 am
    • ikut komen..skrg eranya sinergi antar BUMN.Proyek jln tol,pelabuhan,dll skrg pinjaman dananya kbnyakn dr Bank BUMN jg kok..

      Posted by koreksi diri | 17 Desember 2012, 11:44 am
  48. mantab.
    pada awalnya masih rugi langsung menjadi untung,
    semoga virus keuntungan ini menular ke BUMN-BUMN yang lainnya, dan semoga BUMN tidak terus menerus menjadi sapi perah oleh oknum-oknum di senanyan.

    Posted by Anton | 17 Desember 2012, 8:19 am
  49. Absen dulu sebelum membaca

    Posted by Andi Lala | 17 Desember 2012, 8:24 am
  50. Ini adalah sukses awal..harus tetap berjuang terus..btw ad yg punya link youtube rapatnya?share ke kita buat motivasi ke karyawan jga…tks.

    Posted by sampurno | 17 Desember 2012, 8:24 am
  51. Mudah2an dengan berlakunya UMK tahun 2013, harga gula tidak latah ikut2an naik…..kan untungnya dah banyak dan bisa bagi2 insentif…..hehehehe….. bahkan kalo perlu diturunkan…. :D
    Kalo “gula naik” bikin gak sehat rakyatnya…..”gula turun” rakyat sehat dan tersenyum….. :piss

    Note : Seminggu/sebulan, kita tunggu HOPE (lagi) untuk bandara Sukarno Hatta, biar harum namanya seharum Ibu Kartini…. :D

    Posted by delta | 17 Desember 2012, 8:28 am
  52. excellent achievement, congratulation…oia PG PELAIHARI apa kbrmu?

    Posted by Iqbal Lombok | 17 Desember 2012, 8:30 am
  53. Anjing Menggonggong Khafilah Berlalu…teruslah menggonggong wahai anjing2…bagaikan angin lalu…

    Posted by Abdul Qadir Jaelani | 17 Desember 2012, 8:35 am
  54. KALAU MBAK/MAS CITRA INI PEREMPUAN LAYAK UNTUK DIPLESTER MULUTNYA…ASAL JEPLAK AJA

    Posted by M. ALI WAHYUDI | 17 Desember 2012, 8:49 am
  55. Ruarrr Biasa ….. beberapa “insight learning” dalam MH kali ini :
    1. DI sbg CEO yg baek, setelah anak buah dipush bekerja keras selama setahun mencapai target, saatnya mereka di beri Apreasi secara langsung. Mungkin banyak diantara 1000 org tsb yang belum pernah nginap d htl berbintang di JKT dan pasti ada “jalan2nya” jg di Jkt .. diberi kesempatan … selain mereka dapet bonus 6 x gaji. Mantaps
    2. DI sbg CEO memberikan contoh bahwa Menteri aza bisa dateng jam 05.00 dan berada bersama-sama pagi-pagi buta : Pekerja keras – Kebersamaan – Disiplin
    3. DI menunjukkan “Strong Leadership” nya bahwa Ia mampu menggerakkan sekian banyak orang melakukan hal yang tidak biasa…. merubah Habits/Kebiasaan harus dengan cara “dipaksa” !!
    3. DI tahu persis bahwa utk memotivasi orang lain : pekerja harus dpenuhi dulu kebutuhannya baru dipush untuk bekerja kerja mencapai target yang lebih besar di tahun depan
    4. DI memberikan sinyal kepada mereka dan semua BUMN bahwa DI melakukan Control dan Evaluating Management terhadap target2 yang dia sampaikan ……. tidak ditinggal begitu saja.
    5. ………… mantaps ……. kerja …kerja … kerja

    Posted by Agandri | 17 Desember 2012, 9:32 am
    • Salut…salut….hebat pollll…like DIS day
      di KOMPAS minggu 16 Dec 2012, kok anggota2 DPR gak minta untuk menilai ulang keberadaan mereka di DPR atau malah keberadaan DPR yang perlu ditinjau ulang

      Posted by NOENG | 17 Desember 2012, 10:51 am
  56. aduuuh ini BUMN makin bahenol aja, susunya makin banyak, kalo diperas kayaknya dapat susu banyak,
    mudah mudahan pak dahlan bisa menjaganya , sudahlah pak dahlan jangan menanggapi isu untuk jadi presiden,
    sampai akhir 2013 saya ingin lihat seberapa banyak susu yang bisa dikandung oleh BUMN, hehehe

    Posted by saeful | 17 Desember 2012, 9:46 am
  57. Mbak W. Ning@ ditunggu tulisan2 inspiratifnya…jangan kapok…pro dan kontra biasa…Dahlanis yg suka silahkan baca , bagi yg tidak lewatin aja…betul kata bung Ardian ..menambah warna ….saya aja yg silent reader jadi tergerak utk komen…

    Posted by daus | 17 Desember 2012, 10:36 am
  58. Menurunnya Kinerja PLN Ganggu Setoran Deviden BUMN

    JAKARTA-Pemerintah mengatakan penurunan laba PT PLN Persero dapat mengganggu setoran deviden BUMN tahun buku 2013, sebab BUMN kelistrikan ini merupakan penyumbang dividen terbesar ke dua setelah PT Pertamina Persero.

    Kabiro Perencanaan dan SDM BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan di Jakarta Senin, pihaknya tengah mengusulkan setoran deviden PLN agar diturunkan mengingat perolehan labanya anjlok.

    Untuk diketahui, periode Januari-September 2012, PLN mencatat penurunan laba sekitar 90,84 persen menjadi Rp865,092 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,452 triliun.

    “Untuk itu, kami mau usulkan ke Kementerian Keuangan agar devidennya disesuaikan karena kinerja PLN lagi ‘drop’,” tutur Imam.

    Menurutnya, penurunan kinerja tersebut disebabkan kerugian kurs yang diderita PLN. Saat ini, kurs rupiah terhadap dolar AS yang menembus angka Rp11.000, selain adanya penerapan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standard/IFRS).

    “Oleh sebab itu, tahun ini sepertinya laba PLN hanya Rp1 triliun. Padahal PLN penyumbang dividen terbesar,” terangnya.

    PLN mengalami kerugian kurs sebesar Rp9,164 triliun per 30 September 2012. Selain itu, beban keuangan PLN kian membengkak tercatat dari Rp12,613 triliun per September 2011 menjadi Rp17,413 triliun.

    Berdasarkan data Kementerian BUMN, target deviden BUMN tahun buku 2013 meningkat 8,54 persen menjadi Rp33,5 triliun dibanding dengan tahun buku 2012, yakni Rp30,86 triliun. Proyeksi tersebut lebih tinggi 2,63 persen dari rencana target sebelumnya Rp32,64 triliun. BUMN penyumbang dividen terbesar salah satunya adalah PLN yang diperkirakan sebesar Rp4,37 triliun.(ant/hrb)

    PENURUNAN LABA LEBIH DARI 90 % !!! prestasi luar biasa ! 😷😷😷

    Posted by dahlan | 17 Desember 2012, 10:36 am
    • maksudnya apa ini.
      Kalau Menurut saya, gpp kok Laba PLN turun (toh juga masih laba..)
      yg penting, LISTRIK JANGAN MATI-MATI, itu saja kok

      dan PLN kan memang untuk ketahanan nasional alias BUMN primer, bukan nyari laba
      emang ente mau harga listrik dinaikkan, biar Laba PLN naik ?

      Posted by NORE | 17 Desember 2012, 10:58 am
    • Gpp turun dividen nya
      drpd duit nya buat bancakan
      dpr, mending buat menerangi seluruh indonesia

      dividen naek yg nikmatin jg bukan rakyatnya koq…
      Turunin aja…pak dahlan biar kapok dpr bangsat itu

      Posted by hendro | 17 Desember 2012, 11:11 am
      • S7 Bro!

        di sini terang
        di sana terang
        di mana-mana listrikku terang

        la la la la la la la la
        la la la la la la la la la
        la la la la la la la

        Indonesia itu tidak pulau jawa aja
        apa yg bisa dirasakan di pulau jawa, pulau lainnya kudu juga bisa mrasakan
        laba PLN menurun gak papa yang penting untuk pemerataan penerangan seluruh wilayah Indonesia
        Sila ke-5 Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia selama ini blom bisa diaplikasikan oleh pemerintah sejak dulu kala. Mudah2an dengan kiprah Bung DI, ke depan qt bisa merasakan “di mana-mana hatiku senang”
        dan wakil rakyat gak seneng gak papa, yang penting rakyat sungguhan seneng
        Salam DahlanIS. www

        Posted by aditam@putra | 18 Desember 2012, 12:55 am
    • betul nice info. SUBERP sekali!! itulah fakta prestasi Dahlan yang sesungguhnya: PENURUNAN LABA BUMN, dimulai dari PLN. Kemudian akan diikuti BUMN lainnya, terakhir Dahlan sendiri yang akan turun dari jabatannya sebagai menteri!

      Posted by citracitir | 17 Desember 2012, 12:39 pm
      • Hehehehe…….

        Posted by Ardian | 17 Desember 2012, 2:21 pm
      • ciyus?? miapah!!

        cekricek≈citra≈dahlan palsu wkwkwkwk

        Posted by citra ababil ngondek | 17 Desember 2012, 3:08 pm
      • Horeeee… Dahlan Iskan tidak menjadi menteri lagi karena menggantikan SBY jadi presiden… hooreee…

        Posted by cak-mat | 17 Desember 2012, 6:11 pm
      • semoga doa anda tidak terkabul dan indonesia tetap jaya hehhehhe, santai mas, doa jelek biasanya malah mengenai diri sendiri

        Posted by najib | 17 Desember 2012, 6:12 pm
      • Jadi menteri alhamdulillah, gak jadi menteri alhamdulillah, mati pun alhamdulillah………..(dahlanis pasti ingat kata2 ini). Jadi om citra…..gak jadi menteri gak masalah………….

        Posted by Khaerul Zaman | 17 Desember 2012, 7:45 pm
      • sip lah bro citra…masih terus mengikuti MH.
        gak takut terus mengikuti blog ini…..ntar ketularan berpikir positif lho :)

        Posted by NOENG | 18 Desember 2012, 9:20 am
      • Ganti Mentri itu Tugasnya Presiden Bung…
        Wong Presidennya aja seneng punya bawahan kayak pak DI… mau diturunin gmn? Logic kan?

        Laba turun karena BUMN Berinvestasi… dan itu bisa dinikmati oleh Seluruh Rakyat.
        Contoh Investasi TOL di sumatra, TOL di BALI, PELABUHAN… dll…

        Anda kalo kebali pertengahan tahun depan Juni 2013 sudah bisa MELEK Melihat TOL TERINDAH DI INDONESIA.
        Atau sebaiknya anda jgn KEBALI aja…

        Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 9:53 am
      • seru juga nich, klo ada yg kek ente disini, jadi tambah rame blognya, klo cuman pendukungn DI semua, jadi males bacanya..:D

        kek di blog motor, ada FBY, FBH, FBS, FBB, etc…jadi kobong…klo bicara keunggulan dan kekurangannya…

        mantab lah….teruskan citra…jadi kobong nich blog..rating tambah tinggi ntar..wakakkaka

        Piss

        Posted by Doni | 18 Desember 2012, 1:47 pm
      • iya ni bung citracir…org2 di sini gak bisa melihat fakta apa adanya…
        giliran dari rugi ke untung semua bilang tuh kan prestasi…
        giliran dari untung turun 90% semua pada bilang biar menurun labanya yg penting merata
        knp ga ada yg nanya saat rugi ke untung itu merata dirasakan gak
        c’mon at least jujur & konsistenlah dengan data
        saat rugi ke untung teriaklah prestasi
        saat untung turun jauh bilanglah dengan tegas itu kekurangan
        jgn tutupi dengan embel2 pemerataan
        bersikap kesatrialah kalau kriteria penilaiannya deviden apa yg dicapai PLN itu wanprestasi

        Posted by g | 18 Desember 2012, 2:33 pm
        • Bukan ngga bisa melihat itu kali Mas. Jujur mengakui pasti iya, karena faktanya ada. Tapi di balik itu intinya kan adalah bagaimana tetap optimis. Kalau untung kita banggakan. Kalau rugi kita bikin harapan dan solusi.

          Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 4:03 pm
          • bener kalo rugi cari solusinya & berharap…tapi coba liat komen2 di atas mas…lebih byk nada membela diri deh ketimbang mengakui lalu cari solusi…ni saya kutip komen2nya: untung gpp turun tapi listrik merata, PLN bukan nyari laba, laba turun gpp toh masih laba, gpp turun devidennya drpd jadi bancakan…apa ada yg gentle bilang ya utk kriteria itu beliau memang gagal?

            Posted by g | 18 Desember 2012, 4:53 pm
      • Ora dadi menteri ora pateken
        ga jadi menteri ga masalah…

        Itu kata pak dahlan…
        Tapi kami yg rugi..
        Negara ini akan terpuruk lagi klo pahlawan macam pak dis ini ga ada di dlm pemerintahan
        soalnya masi bnyk poli-tikus yg mencari harta yg ga halal dg mengambil hak org lain dlm hal ini uang rakyat…

        Posted by hendro | 20 Desember 2012, 1:33 am
    • Deviden BUMN akan menjadi sumber penerimaan APBN, ujung2nya yg ngutak-ngatik DPR juga…Pak Dahlan sdh sangat tepat, keuntungan BUMN buat ekspansi BUMN masing2, dan meningkatkan program CSR untuk msayarakat sekitar, lebih tepat sasaran.

      Posted by ricky gonzales | 17 Desember 2012, 6:38 pm
    • hehehe… yg penting selama ini saya belum merasakan mati listrik… dan berkat listrik pra bayar, budget bulanan bisa di manage dengan benar. Makan nih bukti….hehehehe…
      Lanjutkan Pak DIS!!
      Biar anak singkong menggonggong, kita tetap kerja!!

      Posted by adhen | 18 Desember 2012, 5:20 pm
  59. Salut buat pak Dahlan yang telah berhasil mengubah perusahaan-perusahaan BUMN yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa , sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa pula dalam tempo yang singkat. Pabrik-pabrik gula yang dulu usang tanpa daya kini menjadi perusahaan yang digdaya dengan demikian saya ahlul yakin swasembada gula sudah di depan mata kembali seperti jaman dulu kita dijuluki raja gula Asia. Selamat untuk para direksi pabrik gula yang telah mendapat penghargaan kalau perlu dari Presiden, atas prestasinya agar lebih termotivasi lagi, sekali lagi selamat, kerja, kerja dan kerja.-

    Posted by KOKO | 17 Desember 2012, 10:40 am
  60. KAdang2 ya, banyak komen yang mengharap segalanya serba instan, padahal butuh proses, banyak yang tidak mau mengerti proses itu atau tahunya hanya awalnya A dan ujungnya B, tapi gak tahu jalan dari A ke B.
    Membaca MH di blog ini justeru DI banyak menunjukan jalan dari A ke Bnya, itulah tantangan yang sangat sulit.
    Sebuah perusahaan dari rugi menjadi untung (berapapun nilainya) itu suatu lompatan yang luar biasa, tidak sederhana, dan bukan kebetulan.
    Cobalah sekali2 memposisikan diri sebagai pemegang otoritas sebuah perusahaan, saya yakin tidak mudah berkomentar miring , karena sangat memahami proses….atau memang tahunya hanya mau tahu beres…
    Saya sangat terinspirasi dengan tulisan2 MH ini, karena saya sedang mengalami betapa sulitnya membangun perusahaan yang hanya sebesar kacang ijo, sementara yang lain mampu membangun perusahaan sebesar blewah bengkak….

    Posted by santosa | 17 Desember 2012, 11:22 am
  61. tumben 2X MH brturut2 yg dibhs gula trs..mgkn krn gula mmg manis,aplg nnti kl udh ga impor lg..semangat siang,kerja kerja kerja..Demi Indonesia !!

    Posted by koreksi diri | 17 Desember 2012, 11:24 am
  62. @Citracitir: anda kemungkinan adalah salah satu dari barisan sakit hati terhadap DI
    bisa jadi krn bisnis anda terganggu,jabatan anda terganggu atau barangkali ga kebagian jabatan
    silakkan anda pilih salah satu di posisi manakah anda?

    Posted by Toshiba | 17 Desember 2012, 12:00 pm
  63. Keberhasilan PG kali ini memang luar biasa, buah kerja keras insan PG BUMN yang layak diapresiasi setelah sekian lama kinerja PG memprihatinkan dan kurang berkontribusi terhadap bangsa. Namun yang lebih berat lagi adala mempertahankan keberhasilan itu menjadi sebuah budaya dan keberlangsungan dengan terus menerus melakukan pembenahan dan pengembangan. Ini lah konsep kerja seorang profesional yang tidak cepat puas dan fokus pada kepuasan pelanggan.

    Di PG sudah bertambah banyak laskar-laskar penuh semangat, berjiwa patriot dan pengawal Hope yang diharapkan akan meneruskan perjuangan pak Dis dan tokoh-tokoh perbaikan bangsa lain. Great leader develop much more great leaders. Melakukan evaluasi adalah sebuah tahap profesional bahwa keberhasilan harus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak pernah merasa cepat puas. Ke depannya diharapkan PG semakin jaya dan mampu mewujudkan cita-cita untuk swasembada dan memperkokoh ketahanan pangan bangsa ini.

    Harus kita sadari bahwa perbaikan BUMN bukan kerjaan singkat dan semudan membalikkan telapak tangan atau selemas lidah politikus yang banyak omong minim aksi. Insan BUMN dan bangsa ini harus merasa malu sekedar menjadi komentator yang tidak berusha berkarya dan berkontribusi, karena salah satu ciri orang kreatif, inovatif dan pekerja keras adalah banyak kerja sedikit bicara sehingga waktu yang dimilikinya tetap banyak digunakan untuk menghasilkan/menciptakan sebuah nilai baru yang bermanfaat.

    Abaikan cibiran, buang jauh pesimisme, tidak terbiasa omdo bisa komen negatif semata debat kusir tanpa memahami secara utuh persoalan yang dilihat apalagi memberikan solusi dan kontrbusi. Insan-insan BUMN dan seluruh bangsa ini harus cerdas dan dengan hati dalam menteladani sosok tokoh pemimpin. Yang banyak bicara sudah terlalu banyak, tapi yang berkarya, bersih dan berorientasi kerakyatan tidak banyak. Tokoh-tokoh penuh karya yang kita kenal saat ini (Jokowi, Ahok. Mahfud, pak Dis, dll) mereka saling menghormati dan support, karena itu lah ciri-ciri individu yang punya sifat positif dan konstruktif yang membangun iklim kondusif untuk kedamaian rakyat. Bukan lah mereka memiliki sifat yang suka berpikir dan berbicara negatif, berpolemik, tunjuk sana sini, memgumbar hasutan, mengungkit keburukan dan kesalahan atau kegagalan bukan?? Karena hanya seorang loser yang masih mempertahankan sifat negatif disaat bangsa ini ingin bangkit.

    Salam luar biasa untuk siapapun yang ingin bangsa ini bangkit dan maju, dengan senantiasa menjaga energi positif mengalir dalam darah, seiring hembusan nafas dan detak jantung kita. Mari kita doakan Indonesia Jaya.. Lindungi dan bimbing ya Allah para pemimpin di negeri ini yang memiliki hati bersih dan niat tulus (Dis. Jokowi dll), berikan kesehatan dan kekuatan pada mereka. Berikan kami selalu energi dan sifat positif dan ahlakul karimah, jauhkan kami dari sifat cela, dengki, angkara murka yang hanya mendatangkan kerugian bagi kami. Kabulkan doa kami di pagi ini ya Allah. Semangat Pagi dan Salam DahlanIs..

    Posted by akadarisman | 17 Desember 2012, 1:10 pm
  64. Citracitir kemungkinan anggota Senayan dan ada hubungan dengan Simbol oon…

    Posted by Lisa | 17 Desember 2012, 1:14 pm
  65. semangat pagi!!!
    saat ini, pejamkan mata anda sesaat, seiring dg alunan napas anda, rasakan suasana pagi dtengah2 gemuruh orang2 yg brsemangat menyanyikan lagu Indonesia Raya, persis seperti jaman perjuangan.
    saya yakin semua komponen bangsa ini ingin bangsa ini maju,hanya saja tdk tahu harus memulai darimana.beberapa memilih trial and error sampe menemukan performa trbaik, sdgkn sbgian lain tdk berani bertindak ato hanya jd penonton dan mampu brkomentar saja. semua sah sah saja, dan pastinya menentukan derajatnya.
    mengenai padamnya listrik radar memang harus menjadi koreksi, buat yg ingin maju jgn jdkan momentum ini sbg ajang bela diri, tp jdkan sbg pecut untuk perbaikan yg terus menerus.smua manusia punya kelemahan, ia belajar dr kesalahan. maju terus pak DI!!!
    kerja kerja kerja!!!!

    Posted by m0ojojojo | 17 Desember 2012, 1:33 pm
  66. Semoga Pak Dis tidak berhenti menuliskan MH, semoga saya dan Om-om dan Tante-tante mendapat banyak kebaikan. he he.. (komen koq kaya gini ya??, punteeennn)

    Posted by tedi kp | 17 Desember 2012, 1:34 pm
  67. Orang yg diajak maju ga mau, diajak mundur juga ga mau itu namanya Bencong…
    Dalam Sebuah pengambilan keputusan ada RISK yg harus ditanggung…
    Dalam hal PLN DI berani mengambil keputusan untuk Menerangi Seluruh jagat Indonesia ini, walau disisi lain dia tahu bahwa Beban Subsidi PLN akan membengkak, Menyewa Genset dia tahu mahal, tapi demi wong ndeso yg kegelapan dia berani ambil keputusan…

    Selama menjabat Mentri BUMN Beliau juga byk melakukan keputusan yg Kontroversial…
    Jika salah lsg menjadi makanan empuk media dan Pejabat…
    Jika Benar dibilang Pencitraan….

    Dimana sih letak Nasionalisme bangsa ini… apa demi uang harus dilupakan…
    Saya bekerja di perusahaan Jepang… Nasionalismenya sangat tinggi… Semua pembelian kalo bisa ke perusahaan jepang, Walau itu lebih Mahal 2xlipat. Alasannya? Kan nanti yg sejahtera negara saya juga (dan orang jepangnya).
    dan sama juga spt Korea dan China.

    Bisa ga ya kita seperti itu???

    Note : Kalo cuma menggerutu dan mengeluh anak saya yg msh bayi juga bisa atuhh….
    Kalaupun skr anda blm ada sumbangsih, dgn doa dan mengajak yg lain untuk berkreativitas itu juga suatu kemajuan…

    Posted by PUTU | 17 Desember 2012, 1:47 pm
  68. Citracitir komen negatif biar di senggol terus….biar dianggap penting…kalau komen positif udah lumrah di blog ini makanya komen negatif…

    Posted by daus | 17 Desember 2012, 1:57 pm
  69. membaca MH plus komentar dari awal sampai akhir benar-benar plus plus plus. rasanya rame mirip permen nano-nano. bahagia, kesel, jengkel, lucu, kecewa semua tumplek plek disini.
    Membaca komentar Citacitir, bikin panas hati, ketemu komentar pencerahan gaya Mbak W Ning langsung lemes saking terharu, baca argument dan komentar-komentar Bro Novrian eka sandhi dan mas Saeful plus bro AKAL SEHAT ditambah koment mas APASAJA bikin tertawa terbahak, benar2 sangat inspiratif komentar mas G hariyanto yang pada akhirnya Bro AKADARISMAN menutup dengan peluit panjang tanda babak pertama selesai. pol pol pol semua komentar sangat-sangat huebat, tak rugi rasanya jadi pengunjung setia MH bikin otak moncer hati penuh HOPE. salam semua tetap semangat.

    Posted by Manihot Ultissima | 17 Desember 2012, 2:12 pm
  70. pabrik gula di Situbondo kapan diurus?

    Posted by uyy | 17 Desember 2012, 2:16 pm
    • PG di situbondo milik BUMN ya, kalo boleh tahu apa ya namanya? Bagaimana kondisi realnya di lapangan? Apa problema yang dihadapi? Ceritakan saja gamblang disini, jika memang benar belum tersentuh MH, nanti teman-teman yang punya akses ke pak dahlan bisa langsung menyampaikannya.

      Posted by andar | 17 Desember 2012, 3:20 pm
  71. oiya, salam manis buat gula-gulanya BUMN, perlu evaluasi dan riset lg mgenai musim panen dan strategi biar petani gak beralih ke lain hati

    Posted by m0ojojojo | 17 Desember 2012, 2:41 pm
  72. oiya, salam manis buat gula-gulanya BUMN, perlu evaluasi dan riset lg mgenai musim panen terkait rendemen optimal dan strategi biar petani gak beralih ke lain hati

    Posted by m0ojojojo | 17 Desember 2012, 2:41 pm
  73. Kasihan yah mas Citracitir dihajar abis2an utk setiap comment2-nya…. Sayangnya mas Citra-nya beraninya cuma komentari hal2 yg cenderung nga relevan dan negatif. Sedang utk comment2 dr tmn2 yg lain yg penuh dgn semangat pencerahan….didiamkan aja. Coba merenung dan buka pikiran. Ambil semua hal2 yg positif yg dilakukan DI dan bantu sumbang pikiran, tenaga, dan dukungan utk hal2 yg mungkin msh jauh dari harapan. Anda juga ingin Bangsa kita maju menjadi BESAR kan? Utk itu dibutuhkan org yg berjiwa, berpikiran dan berhati BESAR juga…..

    NO TALK…. JUST ACTIONS

    Posted by Putri Bintang | 17 Desember 2012, 4:09 pm
  74. CitirCitra terakhir koment s/d 16:55 WIB cuma smp jam 12:49 PM hbs itu tenggelam…kehabisan koment? KO? Cepe dech? Dilanjut nanti/besok/MH next? Embuh ah..Ojo ngono..Ojo nesu (kata Sule).

    Posted by Citir-nya Citra | 17 Desember 2012, 4:53 pm
  75. Sent from my HTC

    Posted by gunarsa | 17 Desember 2012, 6:44 pm
  76. Untuk meladeni orang lain yang berkomentar kelas TK, mari kerja, kerja,kerja jangan habis energi untuk hal yang tak berguna salam dahlanis

    Posted by ahmad | 17 Desember 2012, 7:14 pm
  77. Memperbaiki manajemen pabrik sj tdk akan bs mencapai tujuan utama swasembada gula. Swasembada dpt tercapai dgn ekstensifikasi lahan tebu & revitalisasi mesin PG. No compromise! (pinjem istilahnya….hehehe). Tapi untuk menambah pundi2 PG masih ada peluang lagi:

    Proses produksi gula akan menghasilkan limbah berupa ampas, blotong & tetes. Selama ini limbah itu secara sederhana digunakan sbg bahan bakar pabrik, pakan ternak & dijual langsung. Padahal msh bs diolah lg menjd produk bernilai jual tinggi. Ampas & blotong bs dipakai untk bahan bakar pembangkit listrik. Sedangkan tetes bs diolah menjadi etanol. Jadi drpd hanya membuat mal2, lbh baik beternak pabrik ditengah kebun tebu. Dan jangan kaget jk 5 bln lg keliling PG, sudah beranak pinak.

    Posted by G. Hariyanto | 17 Desember 2012, 7:37 pm
  78. Bravo pak Dis semoga semua BUMN bertabur tus, tus, tus biar rakyat jelata bisa gembira

    Posted by Djoko Sudradjat | 17 Desember 2012, 7:48 pm
  79. Alhamdulillah…..
    Membaca :Semua Luh dan Las sudah berganti Tus dan Di Jatitujuh RNI Terbang Tinggi ;
    beta seperti sonde percaya..
    Selamat kepada para “Kopasus” Pabrik Gula milik PTPN.X,PTPN.XI dan milik PT.RNI, atas “Succes”-nya dalam
    penyelesaian musim giling-nya..
    Berkat terobosan-terobosan dan inovative yang telah di lakukan para “Kopasus”, sehingga Pimpinan UKP4
    Mr. Kuntoro mangkusubroto bisa tersenyum: “manis”, karena bisa mencabut status pasien-nya…dan bisa
    melihat prestasi dari apa-apa yang telah di perbuat oleh PTPN.X,,PTPN.XI dan PT.RNI…
    Dari istilah,ingin meningkatkan Produksi Gula sekarang juga,ingin memperbaiki Nasib Karyawan sekarang juga,
    juga ingin memperbaiki Nasib para Petani Tebu sekarang juga,kalau boleh beta simpulkan :
    Ingin mempercepat Proses Percepatan dan Perluasan Ekonomi Masyarakat dengan memperbaiki Manajemen
    dan Manusia dari Praktek2 kotor, beta sangat apresiative sekali….
    Sehingga, memunculkan tekad secara berjamaah, untuk menggarap lahan jihad-nya.
    Jelas sekali,ini adalah berkat hasil dari Restrukturisasi yang bukan Restrukturisasi bagi-bagi korsi.(jabatan).
    Karena,klu sudah tujuannya bagi2 korsi,yang akan lahir adalah : Birokrasi bukan Prestasi…
    Semoga,hasil kerja diatas dapat sebagai cermin dari BUMN yang laiiiiin…
    Dmk,Wassalam WW.

    Posted by Najib anshori | 17 Desember 2012, 8:00 pm
  80. Jumat, 5 Oktober 2012 16:33:03
    Dahlan akui pembukuan beberapa BUMN amburadul
    Reporter : Idris Rusadi Putra

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak mau berspekulasi terkait laporan BPK yang menyebutkan BUMN membuat negara merugi Rp 2,5 triliun. Namun, Dahlan mengakui salah satu penyebab kerugian tersebut adalah masalah pembukuan keuangan perusahaan BUMN yang belum baik.

    Dahlan mencotohkan, salah satu BUMN yaitu Jakarta Lyod yang tidak pernah mempunyai pembukuan sebelum tahun 2007. “Di Jakarta Lyod misalnya, pembukuan baru ada 2007, sebelumnya tidak ada laporan keuangan. Kan harusnya tiap tahun ada tutup buku,” ungkap Dahlan di Jakarta, Jumat (5/10).

    Dahlan mengakui jika tidak mempunyai pembukuan yang baik, akan mengakibatkan kerugian negara. Karena tidak adanya pembukuan, pinjaman luar negeri perusahaan tersebut tidak tercatat dan tidak diketahui. Semisal, tidak jelasnya nilai pinjamannya, ada yang menyebut Rp 3 triliun, ada yang menyebut Rp 2 triliun. Menurutnya, ini adalah kesalahan direksi yang dulu.

    “Kok pinjaman luar negeri untuk pengadaan kapal yang banyak masa lalu ga tercatat. Ini lagi saya urus bagaimana pinjaman nilainya yang begitu besar tidak tercatat di buku,” kesal Dahlan.

    Dahlan berjanji akan memperbaiki masalah ini dengan mendorong perusahaan BUMN memiliki pembukuan yang baik.

    (mdk/noe)

    Janji janji… tinggal janji… hanya mimpi… hik hik hik ciyus miapah…

    Posted by citra ababil ngondek | 17 Desember 2012, 8:01 pm
    • Semua mimpi butuh proses diwujudkan mas citra,,, semua butuh proses memangnya kaya mo beol,, langsung ke wc duduk trus muncrat… hahahah…

      Apakah anda gak pernah mikir bagaimana proses nasi bisa sampai ke mulut??? semua butuh proses….
      ato anda memang gak bisa mikir (hahahha…) bahwa DI dengan sekuat tenaga berusaha menjalankan proses di BUMN sebaik dan sebersih mungkin sehingga nantinya memberikan kesejahteraan dan kebanggaan bagi masyarakat…

      Harusnya anda memberikan bantuan pemikiran bagaimana memperbaiki pembukuan BUMN yg amburadul tersebut…. tapi saya yakin-seyakin-yakinnya bahwa anda orang yang tidak mempunyai pikiran apalagi perasaan, bahkan mimpi pun tak punya (kasihan bangat nih orang)..dan tidak akan pernah bisa menghargai jerih upaya orang…. syukur bukan anda yang ditunjuk jadi menteri….soalnya ngurus pikiran (dan mimpi aja) anda sendiri gak bisa….

      Posted by yeribaru | 17 Desember 2012, 8:27 pm
    • Dahlan dikasi sampah2 BUMN yg sudah Sekarat…
      Ditangan Beliau ada sampah yg sudah menjadi emas…

      Kalaupun tetap sampah, salah siapa? siapa pendahulunya yg buat kebijakan?

      Saya bersyukur putra2 terbaik bangsa sudah mulai bermunculan…. sudah ga jaman suap2an…
      Orang Picik ga lama hidupnya…
      Semoga Tuhan mengampuni orang2 seperti itu…

      Posted by PUTU | 17 Desember 2012, 10:23 pm
    • bukannya berkat orang pilihan Pak Dahlan bisa mencermati kalo utang 3 M yg dulu dikira ada, ternyata tidak ada? Ya itu gara2 pembukuan ambruadul, untung Pak Dahlan hadir makanya utang2 ghaib bisa dihilangkan hehehhe

      Posted by dahlanmania | 18 Desember 2012, 5:31 pm
    • Justeru seharusnya yang ditanya Menteri-Menteri BUMN sebelum pak DI. Kenapa kok yang begini-begini gak dibenahi …. atau gak keliatan? Seharusnya sebagai Menteri sekaligus Pengguna Barang/Anggaran, Menteri-Menteri terdahulu melakukan seperti yang dilakukan Pak DI sekarang.
      Terkait dengan success story PG-PG lingkup RNI, N-IX, N-X dan N-XI, rasanya kurang berimbang jika kekurangberhasilan PG-PG diluar itu (yang ditangani PTPN) tidak diungkap juga. Sebagai contoh, PG Gorontalo, PG-PG di Sulsel, dan PG-PG di Sumut, Sumsel dan Lampung yang sampai saat ini masih belum seperti teman-temannya di Jawa.
      Mungkin teman-teman ada info yang bisa di share.

      Posted by JAHUDIN | 19 Desember 2012, 9:33 am
  81. pertamax nggak plus

    Posted by endri | 17 Desember 2012, 9:28 pm
  82. dasar bodoh yg menganggap pencitraan kamu mau kebohongan gunakan mat a hatimu biar tau sebenarnya benar itu

    Posted by paijo | 17 Desember 2012, 9:37 pm
  83. kangen comment antagonis cek & ricek (asli), lebih berbobot untuk dijawab dan dipikirkan…… nggak kayak beberapa seri manafucturing hope terakhir, yang comment negatif , isinya hanya sampah…

    Posted by jshulahula | 17 Desember 2012, 11:35 pm
  84. dua edisi terus menerus cerita gula, tentu ada fakta yang mau ditutup tutupi, kasian deh lo !

    JUM’AT, 30 NOVEMBER 2012 | 14:58 WIB

    Target Produksi Gula Meleset

    TEMPO.CO, Jakarta – Hasil perhitungan produksi gula tahun ini lebih rendah dari target yang telah ditetapkan. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, hasil taksasi final menunjukkan produksi hanya 2,58 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini sebesar 2,7 juta ton.

    “Tapi taksasi (penghitungan) terakhir ini naik dibanding produksi tahun lalu,” kata Gamal saat ditemui usai penandatanganan MoU Kementerian Pertanian dengan TNI AD di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 30 November 2012. Tahun lalu, produksi gula nasional sebesar 2,23 juta ton.

    Dewan Gula Indonesia, katanya, telah melakukan penghitungan akhir terhadap produksi gula pada tahun ini, seiring musim giling tebu yang sudah selesai akhir bulan November ini. Tidak tercapainya target produksi gula tahun ini, kata Gamal, karena tidak ada perluasan lahan tebu baru untuk mendongkrak produksi. Selain itu, bobot tebu juga turun dibanding tahun lalu. Ini terjadi lantaran musim kemarau yang panjang tahun ini.

    “Tapi rendemen tahun ini naik dibanding tahun lalu,” kata Sekretaris Harian Dewan Gula Indonesia ini. Rendemen tahun ini 8,12 persen, naik dari tahun lalu 7,5 persen. Pabrik gula, Gamal melanjutkan, juga sudah mulai bagus.

    Produksi gula tahun ini didapat dari hasil taksasi (penghitungan) pemerintah bersama Dewan Gula Indonesia. Dalam satu tahun dilakukan empat kali taksasi. Taksasi pertama yang dikeluarkan Januari lalu menyebut produksi gula sebanyak 2,66 juta ton. Taksasi kedua pada Maret lalu menghitung produksi gula sebanyak 2,75 juta ton.

    Sedangkan taksasi ketiga yang diumumkan Juli lalu menyebutkan produksi gula sebesar 2,6 juta ton. Ternyata pada taksasi terakhir yang merupakan angka final, produksi diketahui hanya 2,58 juta ton.

    Tidak tercapainya target produksi gula tahun ini turut mempengaruhi angka pada road map swasembada gula pada 2014. Road map awal swasembada gula pada 2014 menargetkan produksi gula 5,7 juta ton. Jumlah itu terdiri atas 2,96 juta gula kristal putih dan 2,74 juta ton gula kristal rafinasi (GKR). Namun, setelah melakukan penghitungan ulang, pemerintah menetapkan target swasembada gula pada 2014 hanya sebesar 3,1 juta ton yang merupakan gula konsumsi.

    Dalam road map awal, katanya, pemerintah menetapkan target tinggi karena memperhitungkan asumsi adanya penambahan lahan baru untuk tebu sedikitnya 350 ribu hektare dengan efektivitas revitalisasi pabrik gula sejak 2010. Nyatanya, hingga kini tambahan lahan sulit terealisasi dan revitalisasi pabrik gula banyak yang belum berjalan.

    ROSALINA

    Posted by dahlan | 18 Desember 2012, 3:03 am
    • 1. Kalau yang negatif dilihatnya : Target Produksi Gula Meleset, Hasil perhitungan produksi gula tahun ini lebih rendah dari target yang telah ditetapkan.
      2. Kalau yang positif dilihatnya : Tapi rendemen tahun ini naik dibanding tahun lalu, Pabrik gula, Gamal melanjutkan, juga sudah mulai bagus, Tapi taksasi (penghitungan) terakhir ini naik dibanding produksi tahun lalu.
      So what gitu lho …
      Tapi makasih informasinya ya. Saya jadi tambah informasi tentang pergulaan.

      Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 4:10 am
      • meleset ya meleset. tidak usah menghibur diri dengan mengumpulkan 1000 orang pagi-pagi. berkumpul hanya untuk saling menghibur diri.. lupa bahwa target nasionalnya justru meleset.

        Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 7:48 am
        • weittt….sista citra masih membaca MH
          gak takut ketularan berpikir positif nih sista??

          Posted by NOENG | 18 Desember 2012, 9:32 am
        • Citra Kelaminnya Cewe ato Cowo sich… Kalo Cowo jgn pake nama Citra dong… ntar dikira Melambai…
          Kalo Mau Gentle Pake nama Asli… kalo anda merasa benar tentunya ga masalah dong…

          Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 10:00 am
        • dihitung aja.. citracitir mulai kerja jam 8… ditambah 8 jam kerja berarti jam 4 sore off, kecuali kalo bosnya mau kasih uang lembur…maksimal 3 jam.. berarti sampai jam 7 sore… hehehe

          Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 11:07 am
        • ane setuju dengan pernyataan citracir “meleset ya meleset”…
          mari kita lihat apa adanya
          kriteria penilaiannya memang byk yg disebut di atas
          produksi gula
          rendemen
          utk produksi gula tidak memenuhi target -> hrs diakui gagal
          utk rendemen naik -> berhasil
          jadi ada satu yg berhasil ada satu yg gagal
          ga usah tutupi atau ngeles dgn blg bla bla bla gagal TAPI bla bla bla naik
          bilang saja utk kriteria itu memang gagal
          target produksi tdk terpenuhi knp
          krn pemerintah menetapkan target tinggi
          berasumsi adanya penambahan lahan baru untuk tebu sedikitnya 350 ribu hektare
          Nyatanya, hingga kini tambahan lahan sulit terealisasi dan revitalisasi pabrik gula banyak yang belum berjalan
          nah siapa yg menetapkan target tsb
          kalo pak DIS ya brarti bliau salah
          ga tau tu thn 2010 uda jd menteri belon ya

          Posted by g | 18 Desember 2012, 2:46 pm
          • klu cuma sekedar laporan anak SD jg bisa, yg di hotel borobudur kan yang tau faktanya

            Posted by putut2006@yahoo.com | 18 Desember 2012, 9:27 pm
    • Sebenarnya tidak ada fakta yang ditutupi. Banyak media masa meliputnya.

      Silahkan baca disini

      http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/30/target-produksi-gula-meleset/

      Data ini bagus untuk mengukur kinerja Produksi Gula. Target ini adalah target nasional kementerian Pertanian. Gabungan produksi antara BUMN dan swasta.

      Untuk meningkatkan produksi bisa dicapai dengan perluasan area, meningkatkan mutu tebu (rendemen), revitalisasi mesin produksi.

      Namun semua langkah itu, bagi BUMN tidak boleh menggantungkan dana APBN yang terlibat. Harus dari modal sendiri. Apapun yang dilakukan akan menjadi problem baru, jika tidak ada pembenahan SDM yang menanganinya. Revitalisasi mesin produksi berbiaya tinggi akan mubazir jika mentalitas pelaku ushanya tidak dibenahi.

      http://kickdahlan.wordpress.com/2012/06/01/menteri-bumn-22-pabrik-gula-segera-direvitalisasi/

      Tahun ini, sebenarnya pembenahan SDM lah yang diupayakan. Dengan itu saja BUMN Gula sudah bisa mengoptimalkan usahanya dan mendapatkan laba yang signifikan.

      Dengan keuntungan itu tahun depan barulah Perluasan Lahan dan Revitalisasi Mesin dilakukan. Dengan standard kerja dan etos kerja yang bagus di lingkungan perusahaan, revitalisasi mesin dan pengembangan lahan akan berhasil dan mencapai titik optimumnya.

      Untuk tahu bagaimana dasar berpikirnya, silahkan buka artikel tentang Gula

      http://kickdahlan.wordpress.com/tag/gula/

      Semoga bisa dipahami…

      Posted by kickdahlan | 18 Desember 2012, 5:46 am
      • Beta sangat sepakat,dlm jangka pendek, cukup dgn perbaikan Manajemen dan Manusianya dulu.
        Toch hasilnya:Alhamdulillah,karena para “kopassus” bekerja seperti Kipas-angin tidak mengenal waktu.
        Tidak seperti kejadian Radar di Cengkareng,smg dapat menjadikan “pelajaran” tu para BUMN semua.
        Beta turut “prihatin sekali”dengan kejadian diatas…yang dikatakan Supply PLN terganggu.
        Se-ingat beta,Supply Listrik unt Peralatan Navigasi di CKG su sangat canggih sekali……
        Saat PLN Tripp,tentu Sub-Stasion2 su siap semua tu Back-Up dan Ring-system lagi dari MPS…
        Beta chawatir masalah kepedulian dalam hal pengadaan Spartpart (perawatan),msih ada “ego horizontal”,
        antara penyedia dana dg dengan pengguna dana,masih ada perbedaan “persepsi” antara Keuangan dgn Operasi.
        Sementara Keuangan msih dengan Egonya,bagaimana Perusahaan sedikit keluar uang,sementara Operasi/tehnik,
        bagaimana segera merespon permaslahan di lapangan…..
        Ini yang perlu di benahiiii…..Dmk,mdh2an bermanfaat.
        Wassalam W.W.

        Posted by Najib anshori | 18 Desember 2012, 10:59 am
    • Mentri Pertanian Kemana Hayoo….
      Kok Sampai2 BUMN mulu yg dikejar2…
      BUMN itu Ada 141 Perusahaan GEDE…. KELAS DUNIA…
      Bukan Perusahaan Ecek2…
      Beliau Baru 1th Menjabat itu sudah luar biasa…

      PG itu udah Mau mati… Pegawainya saja sudah Hopeless… Dgn Semangat baru malah bisa untung dan Bonusnya 600%… Cobalah DPR Bertanya pada Karyawan PG dan Petani PG disana, apa mereka Mencaci atau Bersyukur/Berterima kasih…???

      Dan Kalau 5th Menjabat Pastinya sudah SWASEMBADA Semuanya….

      Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 9:41 am
    • Yah meleset dikit kan wajar…yg penting produksinya tetep banyak
      lha klo dpr target UU nya meleset nya jauh sekali 3/4 nya bahkan lebih yg meleset dri target…padahal rapatnya dri duit rakyat
      p dis pke anggaran nya di pke se efisien mgkn
      bukan di buang mubazir…
      Klo org normal mikir nya pke otak rasional, bung…
      Semoga cepet sembuh…

      Posted by hendro | 20 Desember 2012, 1:54 am
  85. he he he..disn bebas menyatakan pendapat,tmpt brdiskusi & brbagi.Kl mo bc komen nya silahkan,kl ga mau ya ga ush dibc..kl bagi saya jd hiburan trsendiri bc komen2 disn,kdg bkin trtawa,kdg jengkel,kdg2 jg brkaca2..

    Posted by koreksi diri | 18 Desember 2012, 4:46 am
  86. Bakar menyan, dan baca mantra untuk panggil cekricek (biar tambah rame he he he)

    semprong bolong, buntu alu
    atos watu, empuk tahu
    pu jopa japu, pu jopa japu
    eplek kenyes,eplek kenyes
    gandul gandul salakatur salakatur

    memanggil bro cekricek, datanglah

    Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 5:12 am
    • wekekekekekeke… ini gua datang! apa kabar semua?
      sori lagi sibuk, ane sekarang jadi dosen terbang… udah bukan paruh waktu xixi
      terbang kesana kemari kejebakl macet di soeta pula wakakaka
      jadi, sambil bakar menyan ane makan roti non gula,
      kan lumayan kala ada orang macam ane di kloning 10 juta aja, produksi gula ga keganggu wakaka
      maklum ga doyan gula, jadi kaga perlu impr deh taun depan

      Posted by cekricek asli palsu | 18 Desember 2012, 5:53 am
  87. masalah gula aku gak paham, aku cuma bisa tangkap semangat kerja dan perbaikan yang sangat besar untuk perbaikan indonesia, menurutku kita kemarin-kemarin semua berada dalam keadaan minus, baik itu sdm bumn, manajemen bumn termasuk juga pembukuan bumn, tapi kan semua sekarang sedang diperbaiki, namanya diperbaiki juga masih banyak yang kurang pas, ada yang belum selesai, ada target yang belum tercapai, yah wajarlah, dan semua itu tidak akan pernah sempurna kan kita hidup didunia ini juga dalam keterbatasan dan ketidak sempurnaan, jadi marilah dengan keterbatasan dan ketidak sempurnaan itu kita saling melengkapi dan mengingatkan (gak pake memaki ataupun menghujat), saya justru takut kalau kita mencapai yang namanya sempurna itu artinya kontrak di dunia udah habis alias mati. Satu lagi semua yang sudah dicapai BUMN tidak membuat kita cepat puas diri, tapi malah waspada dan bersiap bagaimana mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai, gituw he he he.
    ********************************************************************
    ah sok bijak lo … (kata cekricek sambil jendul kepala aji).

    Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 7:11 am
  88. pencitraan anda bilang? mikir dong…
    pencitraan slama bertahun2.emg ente pikir ga capek. jgn ente samain sma bos partai yg mau nyapres hari gini baru mulai cari muka.

    Posted by anriefarel | 18 Desember 2012, 7:24 am
    • hahaha.. memang dahlan punya muka? apa2 bilang terserah. dituding ini itu bilang terserah.. apa ga malu?

      Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 7:41 am
      • ASTAGFIRULLAH…….!!!!!!CITRA CITIR…….raimu kui sing gak enek………. dah gak ada simpati di blog ini msh aja nongol… rai gedeq…..punya mindset kaya SETAAN LAKNATULLAH…. yang selalu membenci orang baik….padahal raimu sing koyo gedeq kui gak pernah berbuat apa-apa untuk orang lain… orang tuamu sendiri aja jijik lihat RAIMU…

        Posted by Rakyat kecil | 18 Desember 2012, 9:52 am
      • he he he, mas rakyat kecil, hati boleh panas tapi kepala harus tetep dingin, biasalah citracitir itu ngomong cuma pake logika, jadi gak usah dimasukin hati, stay cool man, aslinya citracitir itu juga pemerhati Abah DI, tapi beda mahdzab/aliran dengan kebanyakan dahlanis yang beraliran sukaiyah wal kagumiyah, citracitir alirannya makiiyah wal benciiyah, so kita tetep satu, kita doakan saja pada akhirnya citracitir jadi dahlanis yang lebih militan dari kita karena berangkat nya berawal dari kebencian, amin.

        Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 10:23 am
        • ajipungkasan… mantap tanggapannya…

          Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 11:17 am
        • Betul itu Mas Ajipungkasan…sakin cintanya sama pak DI, mas/mbak citracitir ini komen pertamanya pertamax broo…jam 4.39 pagi (no. 2 setelah mbak Yuni..:))..Mantabskan!?. Seperti kata pak Habibie mengomentari tulisan mantan menteri penerangan Malingsia; “Berhari-hari Dia memikirkan saya (untuk membuat tulisan itu), padahal tidak sedetikpun saya memikirkan dia”. Kata-kata bijak tetapi sangat menohok orang malingsia itu…hehehe…

          Posted by Ardian | 18 Desember 2012, 3:38 pm
        • Salam hormat dan salam kenal tu Kakak Ajipungkasan yang baik hati…..;
          Buat beta ngabis2-sin energie, untuk menanggapi Kakak Citra..
          Tapi beta sepakat,kita Doa-kan saja Kakak Citra,semoga di limpahkan petunjuk,
          dil limpahkan kemudahan,di limpahkan bimbingan, di limpahkan rejeki dan
          di limpahkan kesehatan..Sehingga segera mendapat hidayah dari Allah..AMIIN.

          Posted by Najib anshori | 18 Desember 2012, 7:59 pm
        • cocok mas

          Posted by putut2006@yahoo.com | 18 Desember 2012, 9:32 pm
  89. Cuma cara penulisan aja mas aji. Menurut tata bahasa Kata yg mempunyai awalan & akhiran penulisannya hrs digabung semua. Tapi untuk mantra/jampi2 cara penulisannya bebas. Sy duga pak apasaja ini seorang ahli bahasa. Ato jangan2 dosen juga…he3

    Posted by G. Hariyanto | 18 Desember 2012, 7:40 am
    • Hehe, bukan kedua-duanya Mas. Yang lebih mirip kayaknya ahli pencitraan deh :)
      Nah ini ada jampi-jampi juga nih.
      “Jampe jampe harupat geura gede geura lumpat,” ini buat yang terluka.
      Kalau ini buat CC dan CRC
      “Jurig nyingkir, setan nyingkah
      Ka sabrang ka Palembang
      Balik-balik mawa kurupuk”

      Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 9:14 am
      • ha ha ha, ada juga neh mantra dari bumi pasundan, artinya kira kira gini ya jurig minggir setan pindah jauh sana ke palembang pulangnya beliin aku krupuk palembang …xixixi

        Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 9:27 am
      • yang ini Jampe jampe harupat geura gede geura lumpat, aku gak ngerti artinya

        Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 9:33 am
        • CMIIW. Mantra di atas artinya “jampi-jampi harupat (harupat = batang lidi pohon enau), segera besar segera lari” … jampi-jampi ini dibacakan kalau ada anak yang jatuh atau terluka. Dibacakan untuk menghibur, mengalihkan perhatian, dan sekaligus mendo’akan agar anak tersebut cepat besar dan dapat berlari kembali. Saya bermaksud meghibur teman-teman yang sudah banyak dicaci maki tamu kita ini, hehe. Sedangkan mantra satunya lagi sudah diartikan dengan benar, yaitu mantra pengusir hantu hihi

          Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 12:52 pm
  90. 1. Kenapa para pembenci Dahlan selalu memakai nick name tersamar?
    2. Bila seorang seperti dahlan saja dicaci sama seorang citra citir, yg pasti dia pun akan mencaci JOKOWI maupun AHOK, karena sama2 sering muncul diberita.
    3. Beda pencitraan dengan berita adalah pada output kerjanya. Apakah outputnya seperti yg diberitakan? bila iya, maka itu berita. Bila tidak ada output dan dibesar besarkan, maka itu pencitraan. Sama seperti JOKOWI maupun AHOK yg kerap muncul di TV. Apa seorang Citra Citir juga berani bilang itu PENCITRAAN?
    kalo masih berani, yg jelas Indonesia tidak butuh penduduk macam anda. Daripada capek komentar, mendingan ikut memotivasi membenahi bangsa.
    Hanya SETAN yg berani memfitnah dan bersembunyi dibalik samaran. Kalo punya nyali, coba sebutin nama jelas dan contoh pemimpin yg pas sesuai Citra citir ini…
    Ayok kerja.. kerja dan kerja…
    Mari sebarkan semangat positive ini…..

    Posted by adhen | 18 Desember 2012, 7:54 am
    • 1. Kalo ngga pake nickname tersamar, takut nanti dicari orang banyak trus diapa-apain gitu. Ato takut disantet kali. Tapi anyway saya juga pake nickname kok.
      2. Ada jenis pembenci DI, Jokowi dan Ahok. Ada jenis pembenci DI saja dan pemuja Jokowi dan Ahok. Yang jelas mereka adalah pribadi-pribadi yang belum tercemar virus perubahan dan optimisme.
      3. Selalu ada cara untuk mencela dan membandingkan. Sekali lagi saran saya, pura-pura emosi aja ya, tapi hati kita harus tetap “ngga apa-apa” atau “terserah saja”.

      Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 9:27 am
    • Kalo punya nyali, coba sebutin nama jelas dan contoh pemimpin yg pas sesuai Citra citir ini…(setuju ndan,,,coba sebutkan)

      Posted by putut2006@yahoo.com | 18 Desember 2012, 9:35 pm
  91. Yang ingin membenahi negri, mari ikut menyebarkan semangat positive ini seantero negri…. saya akan mulai dari setiap milist yg saya ikuti :)
    Bravo Pak DIS, Saya gak mau kalah berjuang dengan anda……!!

    Posted by adhen | 18 Desember 2012, 8:04 am
  92. pada dasarnya manusia dilahirkan ke muka bumi adalah untuk bekerja. jadinya kalau DI selalu dianggap melakukan pencitraan, itu pun seyogianya dapat dimaklumi sebagai kerja, namun perlu dicatat, bahwa kerja itu ada yang benar2 tetapi ada pula yang hanya sifatnya pura-pura. nah so far apa yang dikerjakan oleh DI nampaknya on the right track, buktinya berhasil (lepas dari besarannya). dan ini pasti lebih baik dari pada hanya ngomong saja, janji sini janji sana, tapi ujung-ujungnya mencuri uang rakyat. ayo kita semua….kerja, kerja dan kerja.

    Posted by inoel dalimunthe | 18 Desember 2012, 8:07 am
  93. @Citra Citir yg berpandangan Abah DIS itu pencitraan, mohon tanggapannya dengan JOKOWI dan AHOK.. Saya mau tahu, apakah Beliau beliau ini juga disebut pencitraan juga…. Berani komen gak…
    Kerja..kerja…kerja… :D

    Posted by adhen | 18 Desember 2012, 8:17 am
    • itu beda urusan, saya gak mau komen di sini. anda bisa nilai sendiri. yang satu lewat tulisan, yang lain lewat youtube.

      Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 1:59 pm
      • Pertama dianggap beda urusan (=bukan pencitraan) tapi…
        “yang satu lewat tulisan, yang lain lewat youtube” berarti sama-sama pencitraan tp beda media…
        Piye jal? Konsistensinya pigi mana kamu Citra Sista..prett?

        Asyik juga replay komenya Citra Sista ..prett.

        Posted by Citir-nya Citra | 18 Desember 2012, 6:27 pm
      • yang satu lewat tulisan, yang lain lewat youtube……..klu ente lewat mane,,,,,,,,(kata doel sumbang lewat comberan)

        Posted by putut2006@yahoo.com | 18 Desember 2012, 9:38 pm
  94. just share, radar bandara soeta kacau karena listrik mati (Alhamdulillah zero accident, karena listrik mati ups terbakar, pertanyaannya :
    1. kenapa listrik mati ?
    2. kenapa ups sampai terbakar ?

    pertanyaan ke 1 saya tidak berkompeten, nunggu jawaban dari yang berwenang saja .

    pertanyaan ke 2 ups terbakar ?, kok bisa ya …, dari pengalaman :
    1. mungkin beban yang ditanggung ups uverload sehingga waktu aliran litrik putus, ups tidak bisa menjalankan fungsinya lalu terbakar.
    2. fan / kipas pendingin dari ups sudah aus sehingga tidak optimal untuk mendinginkan komponen pada ups, suhu komponen tertentu naik terus sampe terbakar.
    3. stop kontak sudah aus, pada kejadian ini rumah stop kontak sudah longgar waktu dipasang steker, sehingga ada celah sedikit, celah sedikit ini bisa menimbulkan panas (istilah ku ngefong), karena terjadi pada waktu yang lama, maka panasnya semakin meningkat, akhirnya meletus/terbakar dan terjadi hubungan pendek.

    solusinya.
    1. jangan memberi beban diatas kapasitas kemampuan ups (baca buku manual ups)
    2. sering periksa fan/pendingin ups kalau bunyinya sudah mulai berisik berarti fan sudah harus diganti jangan sampai nunggu fan sampai mati baru diganti.
    3. sering periksa stop kontak, khususnya pada stop kontak yang dipasang paralel untuk beberapa peralatan elektronik (contoh satu stop kontak dipasangi komputer,printer, radio-tape dan dispenser), perhatikan pada lubang stop kontak sudah mulai kelihatan hangus warnya coklat pada plastik atau hitam pada logam, segera diganti jangan nunggu sampe kebakar.

    kalau terbakarnya ups (pasti upsnya segede gaban) karena tiga hal yang saya sebutkan diatas itu namanya lalai…., sekian opini saya, semangat kerja kerja kerja

    Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 9:11 am
    • Satu lagi prosedur perawatan yang harus dilakukan terhadap UPS. Baterai pada UPS ada masa pakainya. Jika sudah berakhir masa pakai itu, maka fungsi baterai akan lenyap, UPS seolah-olah membypass arus listrik langsung ke peralatan. Ini artinya sama saja tidak pakai UPS, karena begitu sumber listrik utama terputus, maka putuslah juga listrik ke peralatan.

      Posted by Aldizy | 18 Desember 2012, 3:18 pm
    • yup betul, tuh batery juga harus sering dicek, moga aja pengadaan suku cadang dan pemeliharaan betul-betul dilaksanakan, jadi pas kejadian listrik padam ups berfungsi sebagai mana mestinya.

      Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 5:48 pm
  95. Kagum dan salut buat BUMN/Dahlan Iskan dan petani ,semoga ditahun mendatang tdk ada lagi BUMN jadi pasien UKP4 dan khususnya pangan tdk ada lagi yg di import,semoga dengan bertani bisa kaya,sehingga akan banyak orang bercita2 jadi petani tidak berlomba2 lagi ke kota jadi pegawai.Petani punya harga diri tampa petani orang kota tdk bisa makan/maju.salam

    Posted by toga | 18 Desember 2012, 9:12 am
  96. Ikut nimbrung, mohon komentarnya untuk pemadaman listrik dinegara superpower USA ini http://www.cbsnews.com/2100-201_162-568422.html, juga kiranya tentang pemadaman listrik Indonesia barangkali bukan sendirian, masih ada negara negara lain, lihat http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_power_outages

    Posted by H | 18 Desember 2012, 9:15 am
    • Nice info, thank u mau sharing, ya iyalah semaju apapun negara pasti ada yang namanya trafo meledak karena overload, trafo yang kesambar petir, dan untuk mengganti trafo itu butuh waktu, bagaimana susahnya pln membangun tower transmisi pengganti tower yang tenggelam oleh lumpur di porong,sidoarjo, baru survei lokasi aja sudah didemo karena lahan yang dipake mengganggu irigasi untuk sawah setempat, kemudian tower sudah mulai diprotes katanya sutet mengganggu kesehatan, dengan ketekunan PLN tower transmisi itupun akhirnya bisa dibangun.

      Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 11:05 am
  97. belajar dari yang terbaik, bertarung mengalahkan yang terbaik, dan mejalankan dengan baik dari hati.
    TETAP SEMANGAT KAWAN !

    Posted by bocah223 | 18 Desember 2012, 9:28 am
  98. Kerja terus Pak Dahlan. Gak usah dengarkan orang yang komplain atau pun berlebihan menyanjung… Kerja terus… Kami melihat. Tuhan melihat…itu sudah cukup. Kerja terus…

    http://hajingeteng.wordpress.com/

    Posted by ekokusumawijaya | 18 Desember 2012, 9:38 am
  99. Hallo Indonesia…. Jayalah Indonesia Raya. Bersama DI kita maju bersama…. DI tdk pernah minta jabatan. Jabatan itu datang dgn sendirinya. Tdk pernah ambil gaji. Tapi kerjanya melebihi yang dapat gaji.

    Posted by Wahyu | 18 Desember 2012, 9:41 am
  100. Kebanyakan Gula Bisa Bikin Bodoh?

    Gula memang menyebabkan kenaikan berat badan, resistensi insulin, memicu hiperaktif pada anak-anak dan sejumlah masalah kesehatan lainnya. Namun, penelitian terbaru di UCLA’s David Geffen School of Medicine menemukan efek buruk lainnya dari pengonsumsian gula.

    Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology menunjukkan bahwa pengonsumsian gula berlebihan dapat memengaruhi kinerja otak untuk berpikir.

    Dalam penelitian, peneliti menggunakan dua kelompok tikus. Kelompok tikus pertama diberikan cairan berisi sirup jagung dengan gula tinggi, sementara kelompok tikus lainnya diberi asupan asam lemak omega 3, selama enam minggu.

    Setelah enam minggu, tikus dilepaskan di dalam labirin. Peneliti menemukan tikus yang diberi minuman dengan gula tinggi justru berlari lebih lamban dalam labirin. Sebaliknya, tikus yang menerima asupan omega 3 justru berlari lebih cepat.

    Peneliti menemukan bahwa kelompok tikus yang diberi makan gula memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengingat labirin dan lebih lambat dalam memecahkan masalahnya.

    Ketua penelitian Fernando Gomez-Pinilla, dilansir melalui Foxnews (31/5) berasumsi bahwa makanan mengandung tinggi gula tidak baik bagi kinerja otak karena alasan yang sama dimana gula berbahaya bagi tubuh. Terlalu banyak fruktosa dapat mengganggu produksi hormon insulin yang digunakan untuk mengatur gula darah. Kadar gula yang stabil sangat penting bagi penyediaan energi untuk berlari atau berjalan, tetapi juga memengaruhi otak dalam proses pemecahan masalah dan daya ingat.

    Innes

    http://ghiboo.com/

    Nah loe ! Kebanyakan gula bisa bikin bodoh, kebanyakan komen bisa jadi cemen !

    Posted by dahlan | 18 Desember 2012, 9:51 am
    • Anda Sehari makan gula brapa kali?
      Tikus kan diciptakan tidak pintar… Kalo Pintar Seperti G-Force… ntar rumah anda bakal jadi Hancur di sabotase…

      Bukannya anda sedang komen juga? jgn menghina diri sendiri dong…

      Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 10:13 am
    • mas dahlan datanya kurang lengkap, berapa miligram kadar gula dalam darah bisa dikatakan terlalu banyak untuk manusia sehingga bisa bikin bodoh, berapa miligram kadar gula dalam darah manusia yang bagus untuk kesehatan manusia. Itu kan percobaan untuk tikus lalu apakah manusia disamakan dengan tikus, tks

      Posted by ajipungkasan | 18 Desember 2012, 10:49 am
    • menarik ngobrol soal kesehatan… setahu saya, kalau manusia kelebihan gula dalam darahnya (diabetes melitus) masih bisa bertahan untuk jangka waktu cukup lama, meskipun kualitas hidupnya semakin lama semakin menurun tergantung daya tahan tubuhnya.. saya punya teman yang kadar gulanya sampai 650 masih bisa setir mobil.. tetapi sebaliknya kalau kadar gula sangat rendah/kekurangan gula kronis… sekuat apapun seseorang, bisa langsung “almarhum” tanpa bisa ditolong.. .. Jadi setiap manusia memerlukan gula dalam jumlah yang secukupnya, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kurang…Dua-2 nya berbahaya

      Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 11:34 am
    • Ikutan nimbrung ah..

      Menurut pemahaman saya atas artikel diatas, ada bbrp yang masih blom clear:

      1. Pada perlakuan 2 kelompok tikus. Menurut pendapat saya, ada poin yang kurang seimbang dalam penelitian tersebut. Salah satu kelompok hanya dikasih gula jagung, sedangkan kelompok kedua dikasih omega 3. Apakah ngga begini seharusnya: kelompok pertama dikasih gula jagung plus omega 3 dan kelompok kedua hanya dikasih omega 3. Dengan takaran omega 3 yg sama. Atau bisa jadi kedua kelompok tidak diperlakukan dengan omega tiga dan hanya satu kelompok yg dikasih gula jagung.

      2. Maaf saya ngga nyari sumber aslinya, jd ngga tau teks aslinya, sehingga muncul persepsi yang berbeda. (kasih link aslinya dunk)

      3. Terkait poin no 2, kn ngga ada keterangan lanjutan ttg kondisi kedua kelompok, misalnya berat badan tikus. Bisa jadi ini jg menjadi penghambat mobilitas di salah satu kelompok.

      4. Atau bisa jadi juga maksud penelitian tersebut adalah untuk menguji, apakah peran gula jagung bisa menggantikan peran omega 3? Memang, itu adalah dua elemen yang sangat berbeda jauh.

      5. Barangkali ini komentar dari tim penelitian : “Ini kan penelitan gue.. MASALAH BUAT LOE???”

      6. Atau barangkali si tikus yang komentar : “Gue kan tikus, loe manusia ngapain sewot..??”

      Maaf karena saya bukan dari background peneliti, jd asbun.. Mohon koreksi bagi yang ahli dan membidanginya :)

      Posted by tonoraziz | 18 Desember 2012, 11:01 pm
  101. Mas,coba beresin itu Bandara Soekarno Hatta, dan KAI,nantilah itu Pencitraan,he…..! Otomatis tuh, rakyat akan mendukung,kalau riel memang baik ! Berlin Simarmata.

    Posted by berlin simarmta | 18 Desember 2012, 10:27 am
    • betul sekali. kalau sudah baik, hilanglah predikat pencitraan. sekarang KRL saja masih awut-ribetan. terbukti pencitraan masih dilestarikan.

      Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 2:03 pm
      • Bandingin ma dulu dong…
        Dulu gmn…skrg gmn
        ada peningkatan ga?
        ga ada kerja yg instan lgs baik semua…
        Ada proses nya…

        Mas, udah di priksa in bln hati nya?
        biar ga neg think trus…

        Posted by hendro | 20 Desember 2012, 2:05 am
  102. Penasaran dengan motif orang – orang yg gak suka dengan Pak DI, tapi istiqomah koment di blog ini…
    1. Tujuannya apa
    2. background mereka
    3. Goal yg ingin dicapai apa
    Saya merasakan sendiri, sejak Pak DI jadi Dirut PLN sampai menjadi Menteri BUMN banyak sekali perubahan. Walaupun kelemahan BUMN warisan nenek moyang masih tetap ada, dan InsyaAlloh berkurang dengan meningkatkan kinerja.
    Saya percaya bahwa Pak DI sudah di right yg tepat, dan saya pun memantau sekumpulan orang yg menyebarkan issue pencitraan Pak DI berada dalam 1 komunitas atau apapun tepatnya yg tidak suka bila Pak DI menjadi tokoh yg ‘mungkin’ di 2014 akan muncul sebagai kandidat.
    Jadi, apa motif sekumpulan orang tsb, yg selalu memakai nick samaran, selalu menyerang Pak DI. Posisi mereka terlacak, IP addres mereka bisa diketahui, tinggal motif dibelakang mereka yg sedang dipantau…

    Posted by adhen | 18 Desember 2012, 11:19 am
    • motifnya karena tarif listerik mau naik ! jelas ? terus apa gunanya ineffisiensi yang 37 triliun itu ?

      Posted by dahlan | 18 Desember 2012, 12:15 pm
      • Tarif listrik naik ? hmm..rupanya mas dahlan belum tahu jawaban pertanyaan yang sama pernah dilontarkan oleh anggota DPR kepada Abah, baca ya mas, baru deh komentar masalah tarif listrik.

        Posted by Yuf | 18 Desember 2012, 1:44 pm
        • nih.. saya kasih satu korban malang lagi: seorang nenek tua yang bunuh diri karena tidak mampu membayar tarif listrik. ke mana dahlan dan para maniak pencitraan?

          Tak sanggup bayar listrik, nenek di Trenggalek gantung diri

          http://www.merdeka.com/peristiwa/tak-sanggup-bayar-listrik-nenek-di-trenggalek-gantung-diri.html

          Hanya karena tidak sanggup membayar tagihan listrik senilai Rp 50 ribu, Tukinah (70), nenek warga Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

          “Mbah Tukinah ini sempat mengeluh ke tetangga kalau tidak punya uang untuk membayar listrik dan takut diputus PLN, selain itu dalam beberapa hari terakhir kondisinya memang kelihatan agak linglung,” kata Perangkat Desa setempat, Mohamad Umar kepada Antara, Sabtu (16/12).

          Korban pertama kali diketahui gantung diri oleh salah satu cucunya, Banjar, sekitar pukul 16.30 WIB. melihat nenek tercintanya meninggal secara tidak wajar, Banjar lantas mencoba menyelamatkan dengan berusaha memutus tali yang mengikat di leher korban.

          “Saat ditemukan, korban sudah tergantung di pintu kamar dengan menggunakan kain stagen,” katanya.

          Sementara itu, polisi dan tim medis yang melakukan olah tempat kejadian perkara serta visum luar, memastikan korban meninggal dunia murni karena bunuh diri.

          “Sesuai dengan standar, kami memang harus melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis setiap ada kejadian bunuh diri, sedangkan hasilnya tadi kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh.

          Menurut dia, karena tidak ditemukan adanya tindak kekerasan, polisi langsung menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.

          Kematian dengan cara tidak wajar Tukinah karena faktor kemiskinan ini sempat disayangkan oleh para tetangga sekitarnya. Karena sebenarnya ada anak korban yang juga tinggal di dekat rumah Tukinan. Namun konon hubungan ibu-anak tersebut tidak harmonis.

          Beban hidup Tukinah yang sudah renta diduga semakin menjadi, karena kerap jatuh sakit dan tak lagi memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. termasuk untuk bayar listrik.

          Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 2:09 pm
          • Terlihat jelas wawasan citracitir sangat sempit… yang menentukan tarif listrik PLN khan DPR bersama Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah… , mau tarifnya dinaikkan atau digratiskan…Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN tinggal menjalankan saja apapun keputusan yang dibuat DPR tersebut… … waduh.. pemeran antagonis yang payah…kualitasnya ternyata jauh dibawah perkiraan… saya terlalu tinggi menilai anda sebelumnya…

            Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 2:41 pm
          • saya merindukan cekricek yang kualitasnya lebih lumayan… dimana dirimu cekricek?

            Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 2:44 pm
          • yang bisa menentukan harga listrik itu adalah DPR (komisi VII) dengan kementerian ESDM, bukan PLN, dahlan iskan semasa jadi dirut PLN pernah menantang DPR untuk menggratiskan TDL (tarif dasar listrik) tapi yang ditantang diam saja

            Posted by Desi Anugrah | 18 Desember 2012, 2:51 pm
          • terima kasih revisinya Desi Anugrah… dan mantap tambahan penjelasannya..

            Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 2:56 pm
          • Coba Sebelum mati ngomong ke saya (atau pak DI), saya bayarin setahun dah…
            Yg Bikin RAKYAT KITA MISKIN SIAPA YA…
            YG GA MAU MAJU SIAPA YA…

            Adalah Pejabat yg hanya mikirin duit Pribadinya, disisi lain amanah Rakyat yg memilihnya tidak dilaksanakan…
            Mudah2an orang2 tersebut cpt diberi Azab…
            Buat Apa ada Dhewan Perwakilan Rakyat, kalo rakyatnya kagak diurus… Malah jalan2 dan shopping2 ga keruan…
            Sama Mahasiswa di Luar Negri Pada Dilemparin sandal kalo ktm…

            Posted by PUTU | 18 Desember 2012, 3:51 pm
          • Asswrwb cak CitraCitir ; sy suka kritikan sampean , terusin aja ya biar blog ini lebih berwarna majemuk n terasa sekali hidup,,,smoga lbh sopan dalam bertutur kata dalam kritikannya,,n sy tahu sampean jg seorang yang sangat ,mencintai bangsa dan negara ini,,

            Posted by R I Molle | 19 Desember 2012, 8:22 am
          • makanya ente banyak sodakoh sama orang miskin

            Posted by najib | 19 Desember 2012, 6:14 pm
          • begitulah karakter pencitraan, kalau perlu memanfaatkan pihak lain demi citra dirinya.. katanya dahlan iskan out of box, ternyata cuma citra doang. Giliran naikkan harga pake bemper DPR dan Menkeu, padahal ikut menikmati laba dari harga yang naik itu. Sekarang ada nenek terkapar akibat PLN, pakai tameng DPR dan Menkeu untuk membela diri. Bilang “MAAF KAMI TIDAK BISA APA-APA” di media massa gitu kek yang lantang, apa susahnya? Kalau perlu dan berani, bilang juga “INI SEMUA KESALAHAN DPR dan MENKEU”

            sepertinya memang cuma DPR yang bisa meruntuhkan pencitraan Dahlan.

            baca ini: Pencitraan Dahlan Iskan Runtuh di Panja Hulu Listrik (http://m.tribunnews.com/2012/11/13/pencitraan-dahlan-iskan-runtuh-di-panja-hulu-listrik)

            Posted by Citracitir | 20 Desember 2012, 4:18 am
          • wuih.. citracitir jam 4 pagi udah on line… Logika saya sederhana… kalau dpr yakin bahwa 37 trilyun lebih itu dimakan oleh Dahlan Iskan, termasuk masalah pembangkit listrik milik Dahlan Iskan di Kaltim.. mengapa tidak melaporkan ke KPK… mengapa kok endingnya dpr membuat surat ke presiden SBY agar menegur Dahlan Iskan saja??… ini permainan politik tingkat elite bung… level pemikiran anda nggak nyampe kesana… level anda cuma membaca berita lalu ditelan mentah-2 tanpa dikunyah-2 dulu.. jadinya sakit perut karena sembelit.. hehehe

            Posted by cak-mat | 20 Desember 2012, 12:41 pm
  103. yth sdr cutra citir n sdr dahlan …. emang ada masalah apa dengan anda ?? kelihatannya koq anda begitu sewot ada orang lain senang terhadap Dahlan Iskan. ini negara merdeka .. negara demokrasi … jadi bebas saja toh kalau ada seseorang menyukai sesuatu ….. saya kok jadi curiga … kepentingan anda dan mungking teman anda akan terganggu dengan meroketnya nama Dahlan Iskan di mata masyarakat. ya monggo saja itu juga menjadi hak mu sebagai orang indonesia … saya faham … tapi saya tidak sewot sebagaimana yang anda sewotkan terhadap teman-teman lain. Okey … terima kasih …

    Posted by arifin | 18 Desember 2012, 11:25 am
  104. Rekan2 Dahlanis, tetap tenang, biarkan mereka yg komen negatif untuk berkoar.. Kita harus selalu bekerja.. bekerja.. dan bekerja membenahi bangsa ini. Kita sebarkan semangat positive ini kesiapapun yg kita bisa.. Bangsa ini akan menjadi hebat bila dapat menciptakan ratusan BJ Habibie, ratusan Dahlan Iskan dan beberapa tokoh ‘bersih’ yg selalu di’serang’ oleh black campaign golongan tertentu. Mereka bekerja lewat media sosial dengan nick samaran..
    Kerja.. Kerja.. kerja untuk Indonesia!

    Posted by adhen | 18 Desember 2012, 11:25 am
  105. Ingat triomacan@2000?? orang yang dibayar untuk melakukan negative campaign dengan berbagai cara (menghina, menghujat, memaki dll) yang tujuannya menjatuhkan citra / reputasi seseorang yang menjadi lawan politik bagi orang yang membayarnya?? dia tidak sendirian.. banyak orang yang seperti itu…sudah menjadi bisnis/ cara mencari uang bagi orang yang malas bekerja keras… dan kita disini mendapat kehormatan menghadapi orang-2 seperti itu… nikmati saja hidangan-2 yang disuguhkan mereka dengan senyum yang tetap tersungging di bibir kita…

    Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 11:41 am
    • Saya ingat, semakin triomacan menjelek-jelekkan, semakin banyak resistensi massa twitter, dan ternyata yang jadi gubernur DKI kan yang dijelek-jelekinnya. Nah ini juga sama, semakin banyak caci maki dari yang sejenis itu, maka semakin tahulah masyarakat mana yang baik dan mana yang hasutan. Dan mungkin DI jadi apa lagi gitu, selain Men BUMN. Ayo, terus berkarya dengan hujatannya. …

      Posted by apasaja | 18 Desember 2012, 4:29 pm
  106. Bravo PG krebet baru malang

    Posted by Desi Anugrah | 18 Desember 2012, 2:53 pm
  107. siapa yg cari CEKRICEK ? maaf untuk sementara aku nggak komen dulu, masih banyak urusan di pabrik
    memantau dulu saja.
    Kalau ada komentator selain CEKRICEK, nggak ada kaitannya dengan CEKRICEK ya

    Posted by CEKRICEK | 18 Desember 2012, 3:18 pm
    • ok…kalau ada komentar cekricek palsu akan saya beritahu… sesama cekricek dilarang saling mendahului… hehehe

      Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 7:02 pm
    • Assalamualaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh.

      Salam hangat saudara saudaraku termasuk cekricek palsu !
      Serasa kata sudah tidak diperlukan lagi,
      jauh dari negeri berjuang membawa diri, aku tak mau lari…
      Perang ini mengharu biru, sementara masih saja diantara kita adu mulut melulu.

      Carilah apa yang kau cari,
      dapatkan dia tanpa lupa diri

      oo ya oya oya
      namaku apapun itu bukan semata milikku
      namamu apapun itu bukan juga semata milikmu
      mau maju tentu harus ada dialektika ini dan itu
      mau maju tentu harus ada tesismu dan tesisku
      mau maju tentu harus ada kritikku dan pujimu
      mau maju kata siapa harus seragam melulu

      Wassalam._

      Posted by cekricek | 19 Desember 2012, 6:15 am
  108. kali ini aku masuk hanya buat tertawa hahahahahahahahahahaha.. ( buat komentar Citracitir dan Dahlan )
    mau ngalahin bro cekricek tuh dua orang komentator, klow mau bikin komentar negatif sering-sering baca MH, ceo notes dsb dsb. biar gak kelihatan bodoh dan ecek-ecek.
    komentar miring wong dibecking data yang bagus toh Bro. biar gak gampang di serbu dipatahin … wkwkwkwk

    Posted by Manihot Ultissima | 18 Desember 2012, 4:12 pm
  109. @aditam
    keuntungan yg diperoleh perusahaan sebesar rni & ptpn sangat2 wajar. Produk gula itu pangsa pasarnya jelas, bahkan kekurangan suplay. Harganya pun jelas. Tapi keuntungan tdk jelas. tanda kalo akal kita belum sehat. Menganggap suatu yg wajar spt diluarkewajaran. Lagi2 sy kuatir spt jaman suharto dulu. Seringkali memunculkan ‘kisah sukses’ untuk menutupi ‘kesalahan besar’. Walau sekarang jaman keterbukaan informasi, tdk menjamin transparansi. Banyak sekali informasi sesat yg dianggap suatu kebenaran. Termasuk media ikut berperan. Disini sy tdk menyalahkan menbumn, namun mencurigai atasannya. Bukankah Menbumn cuma bawahan, dan juga pemilik media?

    Posted by G. Hariyanto | 18 Desember 2012, 4:17 pm
    • G. Hariyanto… Kalau hanya berdasarkan sejarah masa presiden Soeharto saja, sehingga memunculkan kecurigaan anda yang berkonotasi negatif.. saya tidak sependapat… kalau saat ini kita masih berada di era Soeharto, pemikiran anda sangat masuk akal dan bisa diterima… Tetapi di era sekarang ini, di era media menjadi raja…memelintir informasi melalui media manapun sulit dilakukan…
      Meminjam sudut pandang anda, saya punya analisa dengan dasar logika sederhana … presiden sebagai atasan menbumn saat ini mengalami keadaan yang sulit berhubungan dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya akibat kondisi partainya yang amburadul… Untuk mengatasi kondisi tersebut, satu-2nya andalannya adalah menyebar luaskan informasi-2 keberhasilan MenBUMN Dahlan Iskan membenahi BUMN.. Hasil kerja Menteri yang lain biasa-2 saja, tidak ada yang bisa ditonjolkan karena mayoritas Menteri hanya bekerja dengan cara “business like usually” … Adapun tujuan yang ingin dicapai… SBY ingin dikenal / dikenang sebagai presiden yang memiliki pemerintahan yang berhasil membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik… Dengan demikian, meskipun partainya terpuruk, SBY secara pribadi masih bisa membusungkan dada bahwa keberhasilan-2 itu merupakan hasil kerjanya …Hal itu sah-2 saja

      Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 7:48 pm
      • masuk akal juga Pak Cak-Mat.
        tapi ada juga satu kelihaian dari Pak DIS… dia bisa dan biasa memamerkan (menuliskan dlm bahasa halus).. hasil karya dan pengalamannya….
        DIS paham betul bahwa sebagian besar orang INDO, mau maju dengan sangat cepat kalau mereka dipuji dalam keberhasilan atau disemangati, berbeda tipikalnya dengan negara Eropa atau Jepang yang maju dengan cepat karena keterdesakan.

        logika sederhana, saat anda memuji tukang becak untuk karena dia kencang… maka dia akan lebih semangat lagi mengayuhnya, tapi kalau dihujat kok lambat, terkadang bukan hanya anda akan diturunkan di tengah jalan, tetapi saat di emosi dia akan mengayuh dengan lebih cepat sampe membuat anda celaka… well itulah Indonesia. maju kalau dipuji atau melihat keberhasilan. (maaf OOT)

        Satu lagi… Kementerian lain kalah cepat dibandingkan dengan DI dalam mempopulerkan keberhasilannya… saya lihat di majalah Trubus (kebetulan langganan) pencapaian yang didapatkan oleh Kementerian Pertanian juga buanyak, terutama dari Balitbang + UPT nya yang ada di seluruh Indonesia.
        Kementerian apapun itu, tampaknya gak bisa berbuat apa-apa karena mereka memang tidak terbiasa mempopulerkan penelitiannya (untuk LIPI & BPPT jg punya situs sendiri) melalui media massa… punya situs sendiri tentu keren, tapi yg baca jg cm orang ituitu aja… beda hasilnya kalau diperlihatkan di Media Massa… bahkan bila punya kolom sendiri di majalah Nasional, tentu rakyat akan melihat dan hasilnya pasti akan membawa angin yang LUARRRRBBBIIIAASSSAAAAA bagi rakyat (nasionalisme pasti langsung terkerek).

        Posted by Cukat | 18 Desember 2012, 8:44 pm
      • Kang CUKAT…Memang benar ,banyak sekali hasil-2 penelitian di bidang pertanian (LIPI, BPPT, Universitas-2 dll)… tetapi semuanya hanya menjadi tumpukan buku laporan di perpustakaan-2 saja atau ditampilkan di situs-2 nya sendiri, dan penggunanya sebagian besar peneliti lain atau mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir…
        Saya tidak melihat inisiatif / terobosan baru dari Mentan yang bisa mewujudkan hasil-2 penelitian itu menjadi aplikasi yang siap dipergunakan untuk mengatasi persoalan-2 bangsa ini di bidang pertanian; swasembada beras-kah, swasembada daging-kah? swasembada gula-kah? dll…. Untuk mewujudkan hasil-2 penelitian itu diperlukan sinergi dengan pihak lain.. swasta atau bumn bahkan pihak luar negeri sekalipun kalau memang diperlukan sehingga menjadi program nyata untuk mengatasi persoalan-2 tersebut…
        Sebenarnya ada langkah mudah bagi Mentan… iringi aja setiap langkah MenBUMN yang sedang menggarap bumn bidang pertanian… serahkan hasil-2 penelitian yang berkaitan dengan pengembangan bumn pertanian… saya tidak melihat hal itu… misal: bumn produsen benih padi Sang Hyang Sri… apa pihak LIPI, BPPT dll punya inisiatif, tanpa diminta menyerahkan hasil-2 penelitiannya tentang padi kepada perusahaan ini untuk diaplikasikan lebih lanjut? Setahu saya, perilaku birokrat masih kental di lembaga-2 ini… kalau nggak ada yang minta .. diam saja…
        Saya yakin kalau Mentan melakukan hal itu, tanpa diminta MenBUMN akan menyebutnya di tulisan-2nya.. bukan begitu… atau saya keliru mengamati?

        Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 10:11 pm
      • Very very s7!
        SBY sendiri mengakui, Beliau galau dg sbgian besar para pembantunya/menteri2 . Begitu juga dengan Partai Demokrat binaannya. DI adalah satu-satunya menteri yg bs menutupi kegalauan Bpk Presiden qt itu. makanya, ketika dpr -mf lg lg dpr- rame2 mo ngusulkan agar DI dicopot aq jadi geli mendengarnya.

        Salam buat smua DahlanIS.www

        Posted by aditam@putra | 19 Desember 2012, 5:47 am
  110. Tak sabar ingin majhu

    Posted by Abdillah | 18 Desember 2012, 4:39 pm
  111. MasyaALLAH,,Merinding saya mendengarnya..terasa baru kemarin pak dahlan mengumpulkan para pekerja pabrik tebu di acara bathsul masa`il…tapi tahun ini sudah kelihatan hasilnya…Majulah terus pak dahlan..semoga ALLAH merahmati dan memberkahi serta selalu memberikan kesehatan dan kebaikan keapda-MU dan kepada seluruh rakyat Indonesia melalui DIRIMU….wassalam

    Posted by Wahyudi Joko | 18 Desember 2012, 5:50 pm
  112. Itu maksudku cakmat. Pintar bukan atasannya menbumn?
    Roadmap swasembada gula dibuat th 2009 – 2014, sampai sekarang tdk ada hasilnya kecuali revisi target. Terus mau diapakan roadmap yg tinggal 1th pemerintahan? Terus nasib program2 yg tanpa roadmap? Sepertinya dijadikan kitab jurus mabok. Jurus dgn gerakan sporadis. Mencari program2 populis jangka pendek karena waktunya mepet. Tanpa perencanaan jangka panjang karena rezim akan berganti. Akankah program itu sekedar sbg hadiah akhir tahta?

    Siapa bilang media tdk bs memelintir berita? Julukan ‘tukang pelintir berita’ msh disandang wartawan. Di era teknologi informasi ini mempermudah kita mengirim & menerima informasi. Shg efek negatifnya makin banyak berita sampah yg beredar drpd realitanya. Coba bandingkan porsi info dan infotainment… Benar, Kita lbh suka berita yg menghibur.

    Posted by G. Hariyanto | 18 Desember 2012, 9:18 pm
    • akuurrr… atasan menbumn memang pintar… kalo nggak pintar nggak mungkin jadi presiden.. hahahaha

      Posted by cak-mat | 18 Desember 2012, 9:43 pm
    • Lha trus, gmana seharusnya sikap si presiden ini, versi Pak G. Hariyanto? Taruhlah Anda sekarang jadi presidennya. Ni beda kasus. Anda sudah kerja mati-matian plus profesional dalam mengelola negeri ini. Tapi kenyataannya raport Anda masih merah. Anda melihat ada satu potensi unggul disalah satu bidang. Kyknya bapak jg akan melakukan jurus yg sama?? Atau malah mundur bahkan bunuh diri, nek njenengan yo monggo ae wes :)

      Saya sepakat dengan statement ttg tukang pelintir berita, walaupun ngga smua gitu atau kadarnya yg ngga parah. Alasannya simpel kog. Secara sadar atau ngga, berita yang dimuat di media tidak lepas dari persepsi kru (wartawan s/d direksi), pemilihan kata, editing, layout bahkan marketing dan selera masyarakat. Bisa jadi karena pemilihan kata yang tepat maka berita akan sangat heboh. atau bahkan yang seharusnya berita heboh, karena pemilihan kata yang kurang baik maka akan tersisih dengan sendirinya. Parahnya lagi klo media hanya menuruti kemauan penikmat berita. Ada bagusnya memang, tp selama penikmat berita ini “sehat”. Jika ternyata si penikmat berita ini maunya hanya dgn hal2 yang sensasional, yg kadang isu negatif lebih populer dari berita positif, dan dengan dalih si media ngga mau kehilangan para penikmatnya, bisa ditebak kan arah dan strategi si media?

      kalau si media bilang gini:
      1. Kami memberikan berita dan fakta apa adanya, lalu saya bilang “mosyok seh”, lha proses editing itu apa?
      2. Kami netral dan tidak memihak, lalu saya bilang “mosyok seh”, lha itu kenapa ada rapat dewan redaktur buat mbahas pemilihan headline? hayo memihak siapa dan demi siapa?
      3. Berita Kami berimbang, dan saya bilang “mosyok seh”, lha itu porsi berita positif masih kalah jauh dibandingkan dengan berita negatif(musibah, kekerasan,korupsi,dll).??

      Jd teringat kasus Gayus Palsu??

      Posted by tonoraziz | 19 Desember 2012, 12:18 am
  113. Saluttttttttttttttttt utk pak DIS.
    Ada yg tahu LABIRIN itu apakah ?
    Mungkin di pabrik gula perlu ada LABIRIN bahkan disetiap kantor BUMN.

    Posted by akarbadai | 18 Desember 2012, 11:06 pm
  114. Hahaha…sy bukan presiden & bukan orang pinter. Cuma sok keminter. Tapi sy salut pd program koridor percepatan pembangunan ekonomi itu. Seharusnya semua program departemen diarahkan kesana. Paling tdk dasar2 sdh terlihat, sebagai hadiah kpd presiden berikutnya.

    Posted by G. Hariyanto | 19 Desember 2012, 4:50 am
  115. coba lihat inilah contoh dirut hasil didikan pencitraan di bawah dahlan iskan: ada kejadian radar rusak di bandara saja menganggap remeh dampaknya!!

    Sindonews.com – Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko mengaku ditegur oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan saat tragedi matinya radar JAATS (Jakarta Automated Air Traffic System) di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

    Dahlan kala itu diketahui juga sebagai korban dikarenakan insiden tersebut. Tri hanya menjelaskan bawah ini adalah alat dengan jenis elektronik yang memang dapat mengalami kerusakan.

    “Iya ada teguran dari beliau (Dahlan Iskan), tapi karena ini adalah barang elektronik itu bisa sewaktu-waktu terjadi seperti itu,” ujar Tri kepada wartawan di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

    Dia menilai, teguran Dahlan hanya berupa konfirmasi kenapa itu bisa terjadi. Ketika dijelaskan, dia mengaku mantan Bos PLN itu mengerti dan tidak menanyakan lebih lanjut.

    “Beliau kan mantan Dirut PLN, beliau tau lah kalau permasalahan yang bersangkutan dengan listrik atau sebagainya,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, radar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinyatakan tidak berfungsi beberapa waktu lalu. Tak pelak sejumlah jadwal penerbangan sekira pukul 16.55 sampai 17.10 WIB lumpuh total.

    Menurut Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Trisno Heriyadi menyatakan, Hal itu disebabkan karena Unit Power Supply (UPS) di bandara itu mati karena supplay listrik yang berhenti.

    Dampaknya jelas delay, ini terjadi untuk penerbangan Internasional dan domestik, tetapi TIDAK SIGNIFIKAN,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 16 Desember 2012.

    http://ekbis.sindonews.com/read/2012/12/18/34/698549/dirut-ap-ii-sudah-ditegur-dahlan-iskan

    Posted by Citracitir | 19 Desember 2012, 4:57 am
    • Hai si Cit, hati2 klo loe menghujat Bung DI! Bung DI tuh Kyai lho, punya pesantren banyak skali, temen2nya juga para kyai, termasuk yg di madura itu. Kamu gak takut klo ada yg gak terima trus kamu didoakan gmn gt? Klo aq sich berdoa: “Semoga Citracitir mendapat hidayah dari Allah SWT dan segera kembali pada jalan yang benar” Amin

      Posted by aditam@putra | 19 Desember 2012, 6:04 am
    • Awas keSANTET!!!
      Tidak mungkinlah yaw, wong teman2 pak Dahlan itu kyai kyai yang sholeh koq.

      ayo citracitir maju terus pantang takut untuk membuka pikiran2 yg lagi tersumbat!!! Dan itu butuh tiap hari, tiap pagi berseri

      Posted by junk | 19 Desember 2012, 6:35 am
    • coba sebutin contoh pemimpin yg pas sama Citra kentir ini? Lha wong AHOK aja sama dia disebut pencitraan lewat Youtube. Yang kata dia juga, kerja belum ada hasil, udah gembar gembor sana sinie. Nie orang parah nih…

      Posted by adhen | 19 Desember 2012, 7:43 am
    • Yth. Citracitir…terimakasih anda sudah mengingatkan banyak saudara2 sy disini… sy tahu diluar blog ini masih bnyak yg mencibir abah dis…buat partisipan DI disini jangan terlalu mudah tersinggung thd komen2 citracitir ini…dia hanya memberi tahu kita kalo diluar itu lebih buruk lagi keadaannya…menurut analisa saya (mudah2an tdk salah) pihak seperti citracitir ini tdk akan berani ke blog ini kalau suara miring tentang abah dis d luaran tidak ada (bahkan banyak). Instruksi abah dis sdh jelas tahun 2013 itu tahunnya politik jgn cuma eksis d blog ini klo memang dukung abah dis.

      Posted by khan muda | 19 Desember 2012, 8:19 am
      • Setuju bang Khan Muda, siapapun sampean, saya akan menularkan semangat positive ini. Terlepas dari Pak DI menjadi mentri, capres atau apapun. karena saya percaya, apapun yg positive untuk kemajuan negri ini, wajib untuk kita sebarkan, tularkan sehingga menciptakan manusia manusia yg positive pula. S7!

        Posted by adhen | 19 Desember 2012, 8:38 am
  116. Sebenernya bukan kinerja ataupun tulisan Pak DI yg tidak disukai oleh kelompok Citra kentir, dahlan dkk.. Tapi ada sesuatu dari Pak DI ‘yang laen’ yg tidak mereka sukai. Karena, bila Pak DI populer, dan mengalahkan kepopuleran ‘jagoan’ yg digadang – gadang oleh mereka, takutnya tujuan besar mereka tak tercapai. Fungsi si Citra kentir hanyalah mencari hal hal negatif tokoh penghalang, dan menyebarkan apapun hal2 positif tokoh yg dia dan kelompok dia sanjung. Makanya pake nickname dan maen – maennya di media sosial. Padahal blog ini jelas, khusus untuk penggemar dan pembaca manufacture Hope, tapi kok tiap pagi dengan niat sekuat hati mencari cari kesalahan. Siapa dibelakang kelompok di Citra kentir ini? We’ll monitore :)

    Posted by adhen | 19 Desember 2012, 7:50 am
  117. “Untuk menguasai pendapat umum, yang pertama-tama diperhatikan ialah pentingnya mengacaukan pendapat umum itu dengan cara menyampaikan beragam pendapat yang saling bertentangan,…..”

    Posted by adhen | 19 Desember 2012, 8:05 am
  118. Ah, cukup kecewa dengan comment2 disini sekarang. Banyak komen negativenya. Dan yg lebih bikin kecewa banyak orang yg melakukan counter dari komen negative itu. Bikin debat yang ga penting. Kalo ada comment negative yg menganggap pencitraan dsb biarin aja lah. Ga perlu ditanggapin, nanti kan tenggelam dengan sendirinya. Ditanggapin malah jadi tambah panjang dan tanpa ujung malah.

    energy itu menular loh,, makanya biarin aja ga usah di tanggapin semua komen negatif. Ga ada yg perlu di counter kok…

    Stay positive!

    Posted by omdo | 19 Desember 2012, 8:39 am
  119. Presiden kita memang pinter cak. Pinter pencitraan. Baginya, th ini adalah tahun bersih2 rumah spy nyaman ditempati ketika pindahan. Untuk itu isu perbaikan akan selalu dihembuskan berulang2. Dan ‘iklan’ yg bagus itu, yg membuat hrs orang nonpartai agar tdk di cap sbg bela diri. Termasuk jg mengerahkan bawahan yg loyal dan potensial.
    Sekarang kita tinjau dr sudut pandang bawahan. Adakah bawahan yg bekerja ekstra dan lembur mau di bayar cuma2? Pasti bawahan itu jg punya ‘hope’, karena dibelakang SBY ada massa yg besar. Dimana SBY bersandar, disitu kapal berlabuh. Benar2 sebuah simbiosis mutualisme.
    Sekarang kita bahas kepentingan kita sbg rakyat kecil. Semua program beserta jurus2nya itu sah2 saja selama untuk kepentingan rakyat. Tapi tdk semua program itu realistis. Ada yg sekedar ‘berita hiburan’. Sebagai rakyat, kita hrs pandai memilah mana program sungguhan dan mana program untuk menaikkan rating. Agar kita tdk salah pilih dan termakan iklan.
    Benar kata sampean, spt nonton sinetron.

    Posted by G. Hariyanto | 19 Desember 2012, 10:03 am
    • G. Hariyanto…Kalau anda punya pendapat bahwa banyak informasi yang dipelintir untuk sebuah “kepentingan”.. pendapat itu sah-2 saja dan saya menghormati hak anda…konstitusi negara kita juga melindungi hak menyatakan pendapat warga negaranya … Yang membuat saya penasaran… apakah program-2 Dahlan Iskan yang ditulis di Manufacturing Hope ini program yang tidak realistis dan hanya merupakan program untuk menaikkan rating saja??…

      Posted by cak-mat | 19 Desember 2012, 1:50 pm
  120. Assalamualaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh.

    Salam hangat saudara saudaraku termasuk cekricek palsu !
    Serasa kata sudah tidak diperlukan lagi,
    jauh dari negeri berjuang membawa diri, aku tak mau lari…
    Perang ini mengharu biru, sementara masih saja diantara kita adu mulut melulu.

    Carilah apa yang kau cari,
    dapatkan dia tanpa lupa diri

    oo ya oya oya
    namaku apapun itu bukan semata milikku
    namamu apapun itu bukan juga semata milikmu
    mau maju tentu harus ada dialektika ini dan itu
    mau maju tentu harus ada tesismu dan tesisku
    mau maju tentu harus ada kritikku dan pujimu
    mau maju kata siapa harus seragam melulu

    Wassalam._

    somewhere in the very strange morning…

    Posted by cekricek | 19 Desember 2012, 11:19 am
  121. Iseng-iseng nyatet komentator MH56

    NO NICK NAME ALIAS PRO KONTRA
    1 YUNI +
    2 CITRACITIR –
    3 APASAJA +
    4 LOST GAYATIKUS +
    5 CITIR-NYA CITRA +
    6 JOKO SAPUTRO +
    7 ADITAM@PUTRA +
    8 ANDAR +
    9 BHRE NUSANTARA +
    10 HARYOTOKEMBAR +
    11 ROSSY +
    12 SDWI +
    13 W.NING +
    14 CAK-MAT +
    15 AKHMAD FAISOL +
    16 JATMIKO +
    17 TYAN +
    18 MISBA +
    19 SAEFUL +
    20 KOREKSIDIRI +
    21 PUTU +
    22 BUDI IND +
    23 ANDRE007 +
    24 RICKY GONZALES +
    25 NOVRIAN EKA SANDHI +
    26 HENDRO +
    27 KKA KUSNANTO +
    28 BONDITIE +
    29 ANDI +
    30 YUDHY MUNCUL LAGI +
    31 RIOBAJAITEM +
    32 FAISOL +
    33 DEDI TN +
    34 AMIRUDDIN YOYOK +
    35 MANG PIN +
    36 NAJIB +
    37 HOWARD +
    38 PEMBACA BUDIMAN +
    39 CUKAT +
    40 AZHAM KKHAIRAN +
    41 ARDIAN +
    42 G GABOEZ3 –
    43 WONOKAIRUN +
    44 WAFIQ UMAM +
    45 ANRIEFAREL +
    46 HANURA +
    47 RUDIRUDI +
    48 FAN DI +
    49 LUTFI BUDI +
    50 AJIPUNGKASAN +
    51 AKADARISMAN +
    52 SUBEDJO +
    53 ASEP BONANO +
    54 BANDUNG BONDOWOSO +
    55 HABIB +
    56 SULISTIONO +
    57 M.ZAW +
    58 FRIS +
    59 NANDANG +
    60 MASNAWIE +
    61 NUGROHO +
    62 IWAN SUBANDI +
    63 WA GI MAN +
    64 NOENG +
    65 BUDI SANTOSO +
    66 LANGGENGJS +
    67 ADHI +
    68 DAHLAN ALEX +
    69 SABANA +
    70 INNE +
    71 FAOZAN +
    72 NORE +
    73 IKE +
    74 R I MOLLE +
    75 KANG ENCEP +
    76 FIA +
    77 ARY +
    78 SOFYAN FAIZIN +
    79 EVI +
    80 AKAL SEHAT +
    81 ACHMAD JUNAIDI +
    82 ARIK +
    83 AGUSTIN SAKA +
    84 EDY +
    85 YANTO LURAH SASTRO +
    86 CADERABDUL +
    87 DITYO +
    88 MUKHLIS +
    89 ABDULLAH +
    90 ABBY RAMLI +
    91 YOYOK +
    92 SATUIN MAWARDI +
    93 KAWULO ALIT PJKA (PULANG JUM’AT KEMBALI AHAD) +
    94 SENO +
    95 G.HARIYANTO + –
    96 HERIMIARTO +
    97 ANDIMUSTAFA +
    98 BAKIR BJNET +
    99 DONE +
    100 NANANG SLAMET +
    101 RAKHMAT +
    102 NASRIYAMANI +
    103 ARIEF +
    104 ANTON +
    105 ANDI LALA +
    106 SAMPURNO +
    107 DELTA +
    108 IQBAL LOMBOK +
    109 ABDUL QADIR JAELANI +
    110 M.ALI WAHYUDI +
    111 AGANDRI +
    112 GALLUS SOLOENSIS +
    113 DAUS +
    114 DAHLAN –
    115 CITRA ABABIL NGONDEK –
    116 KHAERUL ZAMAN +
    117 DONI +
    118 ADHEN +
    119 KOKO +
    120 SANTOSA +
    121 TOSHIBA +
    122 ONES +
    123 LISA +
    124 M0OJOJOJO +
    125 TEDI KP +
    126 MANIHOT ULTISSIMA +
    127 UYY +
    128 PUTRI BINTANG +
    129 SETRO UTOMO +
    130 WIRO +
    131 GUNARSA +
    132 AHMAD +
    133 DJOKO SUDRADJAT +
    134 NAJIB ANSHORI +
    135 YERIBARU +
    136 PUTUT2006@YAHOO.COM +
    137 DAHLANMANIA +
    138 JAHUDIN +
    139 ENDRI +
    140 PAIJO +
    141 JSHULAHULA +
    142 KICKDAHLAN +
    143 CEKRICEK ASLI PALSU +
    144 LUMPIARIVAI +
    145 RAKYAT KECIL +
    146 INOEL DALIMUNTHE +
    147 ALDIZY +
    148 TOGA +
    149 BOCAH223 +
    150 EKOKUSUMAWIJAYA +
    151 WAHYU +
    152 TONORAZIZ +
    153 WONG ASOR +
    154 BERLIN SIMARMTA –
    155 YUF +
    156 DESI ANUGRAh +
    157 ARIFIN +
    158 ABDILLAH +
    159 WAHYUDI JOKO +
    160 AKARBADAI +
    161 ISROQISS +
    162 JUNK +
    163 KHAN MUDA +
    164 OMDO +
    165 UYUNG +
    166 CEKRICEK -

    Posted by apasaja | 19 Desember 2012, 12:15 pm
    • @apasaja memang luarbiasa sebagai pembaca cermat dan arsiparis melebihi admin milis ini … selamat … kerja kerja kerja kerja …

      Posted by kang encep | 19 Desember 2012, 12:29 pm
    • Wah dari MH1 sampai MH sekarang belum pernah ada yang meresume daftar komentator.. Baru sekarang nih.. Salut salut.. Ternyata masih dominan positif koq.. Lanjutken.. :)

      Posted by akadarisman | 19 Desember 2012, 12:31 pm
    • Maaf loh Kang Apasaja, yang saya tahu Bro Berlian Simarmata pada MH MH lalu selalu menulis komentar Positive, gak tahu knapa ya kok pada MH kali ini saya lihat di list kok jadi Negative. ( BERLIN SIMARMTA = Berlian Simarmata ???). abdi kang catet nya dina buku pinter.. heheheheh

      Posted by Sofyan Usamah | 19 Desember 2012, 4:30 pm
      • Ini komen yang menyimpulkan bahwa beliau negatif:

        “Mas,coba beresin itu Bandara Soekarno Hatta, dan KAI,nantilah itu Pencitraan,he…..! Otomatis tuh, rakyat akan mendukung,kalau riel memang baik ! Berlin Simarmata.”
        Posted by berlin simarmta | 18 Desember 2012, 10:27 am

        Lalu dikomentari Citracitir:

        “betul sekali. kalau sudah baik, hilanglah predikat pencitraan. sekarang KRL saja masih awut-ribetan. terbukti pencitraan masih dilestarikan”
        Posted by citracitir | 18 Desember 2012, 2:03 pm

        Maaf saya belum merunut dari MH1 sampai MH56 ini, rencananya bisa melihat trend absensinya, perubahannya (misal yang konsisten negatif, konsisten positif, berubah jadi positif, ato malah berbalik jadi negatif). Mudah-mudahan terealisasi. Kalau tidak silakan direalisasikan hehe

        Posted by apasaja | 20 Desember 2012, 7:51 am
    • kalau sekaligus kita bikin daftar asal para dahlanis yang bermukim di sini bisa tidak y?? kan sekaligus menyongsong 2013 yg katanya tahun politik. bisa menjadi posko awal saat pak Dis maju. meskipun saya agak janggal karena slogan “kerja kerja kerja” awalnya “kerja kerja kerja jauhi politik” banyak bumbuhin politik y???

      Posted by misba | 20 Desember 2012, 12:46 am
    • Asswrwb cak ApaSaja : sy suka sekali nyatet nya…

      Posted by R I Molle | 20 Desember 2012, 1:08 pm
    • Aku nomer 24….kekeke…

      Posted by ricky gonzales | 22 Desember 2012, 6:42 am
  122. Pada MH kali ini saya belum berkomentar, pinginnya jadi silent reader sih. tapi lihat list-nya Kang Apasaja kok jadi ngiri ya. heheheh……… dari MH 1 sampai MH kali ini baru sekarang ada yang rajin bikin daftar hadir.
    Kang Apasaja saya dari Jabar selatan Hadir, mohon dicatet ya..
    Buat saya mah semua komentar bermutu dan bagus karena Putih belum lengkap tanpa hitam, malam takan lengkap tanpa siang begitu seterusnya, jadi mau koment Positive mau Negative semua diperlukan untuk menggenapi kesempurnaan. Yang koment Negative diperlukan untuk menyeimbangkan koment Positive dan saya rasa ini hal yang biasa saja dalam iklim demokrasi.
    Bagi Bung Citracitir, Dahlan,Mbakku, meskipun komentarnya Negative cukup memberi warna pada MH ini.
    Mas G Hariyanto dan Mas Cekricek Komentar anda berdua bisa jadi bahan perdebatan panjang yang bermutu bagi penggemar HOPE baru, cuma baiknya jangan-lah menjadi debat kusir yang ujungnya bahkan makin tak kelihatan.
    Kang Apasaja, Mas Cakmat, Bro AKADARISMAN, Bro Akal Sehat, Bro Novrian Eka Sandhi, dan lainnya, anda semua adalah pengunjung tetap Blog ini sejak MH 1 yang saya tahu, jawaban-jawaban/ counter attack dari anda semua benar-benar membuka wawasan baru bagi saya dan untuk itu saya ucapkan Jazakallohu Khairan Katsiraan.
    Buat sahabat semua yang ada dalam Daftar hadir Kang Apasaja mohon maaf tidak dapat saya tulis satu persatu, salam kenal dan semoga tulisan2 Abah DIs dapat menginspirasi dan menulari sikap dan etos kerja kita agar kunjungan kita pada MH membawa dampak berarti buat kita semua dan pada akhirnya dapat membawa perubahan bagi Indonesia tercinta. Amiiiii.

    Posted by Sofyan Usamah | 19 Desember 2012, 3:37 pm
    • Aamiin…..

      Posted by cak soen | 19 Desember 2012, 4:02 pm
    • Hahaha, hiri dengki jail kaniaya kan penyakit hati Kang. Salam kenal juga, saya Jabar bagian utara. Betul Kang semua jenis makhluk yang ada di sini adalah pemberi warna tersendiri, termasuk apresiasi saya untuk negative commentator yang merelakan dirinya dihujat abis-abisan karena mempertahankan pendapat kontra diantara sekumpulan yang pro (kalau di twitter mah sudah ada foke_kumis yang ga kuat melawan arus berbicara negatif tentang Jokowi dan Ahok, karena keluarganya, tetangganya ternyata pecinta berat JOKOHOK). Positif maupun negatif di sini tidaklah berarti benar atau salah, tapi lebih untuk administrasi siapa kawan siapa lawan aja (lawan debat doang ya). Maaf Kang kalo yang ditampilkan adalah kondisi sesaat MH56 ya, tapi jangan khawatir, saya mencoba ngumpulin absensi dari MH1 ~ MH56 ini, kalau ada umur dan ngga bosen, ntar direlease, jadi Akang pasti masuk (kebayang deh ngecek yang komennya di atas 1400 itu hehe).

      Posted by apasaja | 19 Desember 2012, 4:11 pm
      • Hatur tenkyu Kang. heheheh. betul seperti kata Akang. Komentar Pos dan Neg sama-sama dibutuhkan seperti ion pos dan ion Neg. mudah-mudahan saja debat panas sesama reader diatas tidak dimasukin hati ya Kang.

        Posted by Sofyan Usamah | 19 Desember 2012, 4:33 pm
  123. Amiiii.. Maksudnya amiiin.
    Hehehe… Sblm dicekricek sama kang apasaja.

    Posted by G. Hariyanto | 19 Desember 2012, 3:54 pm
    • Kang G. Hariyanto ini bingung saya ngelompokinnya, pendukung ato pencela ya. Ada nada nyinyir di dalamnya, tapi kadang ada kritik membangunnya. Seperti yang suka tapi pengen idolanya itu sempurnaa gitu. Makanya saya kasih label +/-, maaf jika salah.

      Posted by apasaja | 19 Desember 2012, 4:15 pm
    • heheheh…. Terimakasih Mas G Hariyanto. maaf terburu-buru jadinya kurang N-nya yaa. Jazakallohu.

      Posted by Sofyan Usamah | 19 Desember 2012, 4:37 pm
  124. Waduh. kang apasaja jenis kelaminku jd gak jelas. Perlu diperiksa lg nih. Hehehe…
    Btw kritis konstruktif beda dgn kritis destruktif.

    Posted by G. Hariyanto | 19 Desember 2012, 4:26 pm
  125. Hahaha…
    ‘Serba bisa’ dong cak? ‘atas bawah’ ‘depan belakang’
    wkwkwk…

    Posted by G. Hariyanto | 19 Desember 2012, 6:36 pm
  126. Untuk mengenal olah pikir dan kejiwaan CITRACITIR mari kita perhatikan hal-hal di bawah ini!

    1. Citra: “…….Listik bandara mati Dahlan justru lari dari tanggungjawab dan diam saja di dalam pesawat, padahal dia juga ikut terjebak…….”
    “…..kalo urusan kecil macam bersih2 toilet mau turun tangan, giliran radar rusak yang mengancam keselamatan dan keamanan terbang justru enggan turun tangan…….”

    @ Citra berasumsi bahwa ketika listrik bandara mati DI berada dalam pesawat di bandara soetta sehingga citra berharap DI turun dan menangani langsung sebagaimana Beliau ngepel toilet atau membuka portal di tol cengkareng. Jangan diam saja.
    Padahal saat itu kata DI: “Saya di atas pesawat. Saya muter-muter di atas. Saya dari Surabaya pesawat naik pesawat jam 16.00. Terus di atas Indramayu, ada pengumuman dari pilot belum bisa kontak dengan tower karena kerusakan radar,”
    Ini menunjukkan si Citra grusa grusu mengambil kesimpulan. Rasa kebencian terhadap DI telah menjungkir balikkan olah pikirnya sendiri.

    2. Citra: “coba lihat inilah contoh dirut hasil didikan pencitraan di bawah dahlan iskan………”

    @ ini adalah coment terakhir Citra pada hari rabu, 19 Desember 2012 jam 04.57. Setelah itu…?
    Rupanya Citra ketakutan setelah aq takut-takuti:”…… hati2 klo loe menghujat Bung DI! Bung DI tuh Kyai lho, ………” hehehe.

    3. Citra: “lihat ini solusi sehat dari DPR. Ini baru komentar cerdas dan bermutu!! “Saya berharap secara manajerial Menteri BUMN melakukan audit manajerial dan audit teknis terhadap Bandara Soekarno-Hatta,” kata anggota Komisi V DPR Yudi Widiana dalam perbincangan,

    @ Mungkin benar kata temen2 bahwa Citracitir adalah dpr?

    4. Citra: “Untuk menyadarkan orang yang terbius pencitraan memang tidak mudah.. harus dimulai dari pagi2, rutin dan berseri”

    @ Indah nian! Mudah2an besuk pagi nan berseri Citra tetep menepati janjinya melanjutkan fatwa-fatwanya untuk menyadarkan qt semua. Amin…

    Posted by aditam@putra | 20 Desember 2012, 12:04 am
    • Citracitir lagi periksa di RSJ…
      Mau ngecek..
      Dah sembuh apa blom…

      Posted by hendro | 20 Desember 2012, 2:34 am
      • hihihi.. rasa kebencian Aditam@ terhadap citra telah menjungkir balikkan olah pikirnya sendiri. sudah dicek belum berita lengkap dari kliping yang saya sajikan? apa saya menyatakan dahlan harus terjun dari pesawat mengecek bandara? (atau mungkin menurut Aditama perlu begitu?)

        ini saya sajikan sebagian kelanjutan berita di atas.

        “Mungkin sekitar 30 menit kita terus berputar-putar di udara. Pak Dahlan sempat menyarankan jika masih lama, maka sebaiknya mendarat di Halim saja,” ujar Faisal.

        Setelah berhasil mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Dahlan Iskan langsung terbang menuju Pontianak untuk melakukan ground breaking sebuah Kebun Pangan milik BUMN. Namun, lagi-lagi pesawat Dahlan tidak bisa langsung take off karena lalu lintas bandara Soekarno-Hatta yang masih belum normal. Dijadwalkan take off ke Pontianak pukul 18.15 WIB, pesawat baru dapat terbang pukul 19.30 WIB.

        Yang lebih penting, kejadian rusaknya radar ini BUKAN YANG PERTAMA KALINYA.
        “Saya waktu itu di atas Indramayu. Lalu pengumuman dari pilot belum bisa kontak dengan tower karena ada kerusakan radar. Penumpang berbisik bisik. Kebetulan saya di kelas ekonomi, saya di bangku 6c terus pramugari datang ke saya memberitahu bahwa ada masalah di radar. Saya langsung syok, aduh KOK TERJADI LAGI,” cerita Dahlan. http://www.merdeka.com/uang/dahlan-mengaku-syok-saat-tahu-radar-soekarno-hatta-mati-lagi.html

        Posted by Citracitir | 20 Desember 2012, 4:52 am
        • @ Jujur aja, emang awalnya aq begitu benci, namun sekarang brubah menjadi rasa kasihan, makanya aq tetep mau mendoakan tuk kebaikan citra.

          @ Trima kasih citra tetep mau nyambangi MH ini setiap pagi berseri, mudah2an bisa istiqomah.

          @ Sekarang, menurut citra, klo yg dilakukan DI itu salah lalu apa yang sebaiknya DI harus lakukan?

          Posted by aditam@putra | 20 Desember 2012, 6:33 am
          • dibantah gitu saja udah bingung, ujung2nya pasrah.. jadi sebenarnya siapa yang patut dikasihani?

            nih saya bantu jawabannya: dahlan memang tidak bisa datang langsung mengobrak-abrik radar yang rusak, tapi sudah menegur langsung (http://jaringnews.com/ekonomi/umum/30174/gara-gara-radar-soetta-meledak-dirut-ap-ii-ditegur-dahlan)

            JAKARTA, Jaringnews.com – Meledaknya radar Bandara Soekarno-Hatta, kemarin, berbuntut pada ditegurnya Dirut Angkasa Pura II, Tri Sunoko, oleh Meneg BUMN, Dahlan Iskan.

            ……

            “Memang ada teguran dari beliau (Meneg BUMN). Namun karena ini menyangkut alat elektronik, jadi bisa SEWAKTU_WAKTU terjadi seperti itu. Sebagai mantan Dirut PLN saya kira beliau memahami,” ujar Tri, ketika ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, hari ini (18/12).

            Tri tidak secara rinci menceritakan isi teguran itu. Menurut dia, Meneg BUMN lebih ke arah mempertanyakan mengapa radar tersebut dapat meledak. Setelah dijelaskan, tutur Tri, Dahlan tidak bertanya lagi.

            Masalahnya: alat elektronik sekalipun ada pendekatan untuk menghitung estimasi usia pakai. Jawaban dirut itu sama sekali tidak teknis dan lari dari masalah. Dia bisa menjawab yang lebih baik misalnya: “Alat itu masih baru dan harusnya masih bisa dipakai minimal 2 tahun lagi, tapi tiba-tiba meledak. Kami perlu menginvestigasi lebih lanjut”

            Masalah kedua, Dahlan lalu TIDAK BERTANYA LAGI. Sudah puaskah dia hanya dengan jawaban itu?

            Posted by citracitir | 20 Desember 2012, 3:20 pm
  127. yang koment mslh pncitraan semua…..
    tidak seperti biasanya..

    Posted by Miroslav Bakhladev | 20 Desember 2012, 12:12 am
  128. Apa ada orang dalam yg bisa jelasin soal rapat jam 5 pagi?
    Misalnya ada filosofi Kerja, kerja Kerja. Jadi jam berapapun ya harus kerja?
    Atau sehabis rapat ini semua peserta ada kegiatan lain yg panjang waktunya, sehingga rapat harus dimulai dari pagi?
    Atau Pak Dis punya jadwal lain sehabis dari rapat, yg waktunya mepet juga?
    Atau Liat nih gue kerja loh, emang ada yg kayak gue?

    Posted by uyung | 20 Desember 2012, 12:26 am
    • setahu saya pak dahlan mau ke ketapang untuk meresmikan pembukaan sawah baru, setelah itu pak dahlan terbang ke vietkong untuk ikut meresmikan penandatanganan semen gresik sama tang long, jadi sangat mepet sekali sehingga rapat dimajukan jam 5 pagi,

      Posted by saeful | 20 Desember 2012, 7:08 am
  129. Reblogged this on wildan220688.

    Posted by wildan220688 | 20 Desember 2012, 1:13 am
  130. Kamis, 20/12/2012 02:33 WIB
    Pejabat BUMN Dinyatakan Terima Suap dari Allianz
    Fajar Pratama – detikNews

    Jakarta – Satu lagi kasus penyuapan yang dilakukan perusahaan internasional kepada pejabat di Indonesia terkuak. Perusahaan asuransi Allianz SE dinyatakan terbukti melakukan penyuapan kepada salah seorang pejabat BUMN di Indonesia.

    Hal tersebut tertuang dalam putusan Badan pengawas pasar modal Amerika (SEC), Rabu (20/12/2012). Badan tersebut menyatakan pejabat BUMN menerima suap 650,626 USD dari asuransi kerugian dari cabang Allianz yang ada di Indonesia.

    SEC menyatakan Allianz Indonesia memberikan uang suap itu untuk mendapatkan dan mempertahankan kontrak asuransi pemerintah pada periode 2001-2008. Pihak Allianz induk yang berkedudukan di Jerman menyatakan, praktik penyuapan ini tidak diketahui induk perusahaan.

    Karena tindakan itu, SEC menghukum Allianz dengan denda denda 12,3 juta USD. SEC menjerat Allianz dengan pasal yang ada dalam peraturan Foreign Corrupt Practices Act (FCPA), undang-undang yang melarang tindakan suap menyuap perusahaan di AS kepada pihak di luar negara itu.

    “Perusahaan yang terafiliasi dengan Allianz itu terbukti mengeluarkan sejumlah uang yang tidak tercatat untuk menyuap pejabat asing agar mendapatkan kontrak jutaan dolar,” ujar Kepala Divisi Unit FCPA di SEC, Kara Brockmeyer, dalam pernyataanya seperti dilansir Reuters, Rabu (19/12/2012) waktu setempat.

    Sayangnya, tidak dijelaskan dalam oleh pejabat SEC, pejabat BUMN mana yang disuap oleh Allianz itu. “Pihak BUMN Indonesia,” kata Kara.

    SEC menyatakan, awal mula rentetan penyuapan ini terjadi pada Februari 2001, CEO Allianz Utama periode 1998–2001, Chief Financial Officer Allianz Utama dan agen asuransi Allianz Utama membuka rekening agen dengan tujuan khusus. Rekening ini di luar pembukuan dan atas nama agen asuransi Indonesia.

    ASPA ini digunakan untuk melakukan pembayaran kepada pegawai BUMN dan lainnya agar mendapatkan dan mempertahankan kontrak asuransi. Karena rekening berada di luar pembukuan, maka transfer ‘uang gelap’ tidak terdeteksi. Dana gelap itu digunakan untuk mengamankan kontrak asuransi pemerintah pada periode 2001-2008.

    Menanggapi denda tersebut, Jubir Allianz Michael Matern mengatakan perusahaan induk di Jerman telah menyelidiki persoalan itu dan memperbarui peraturan terkait dengan pihak ketiga. Perusahaan ini menyatakan tidak ada yang salah selama periode itu. Namun Allianz tetap bersedia membayarkan denda.

    Kasus penyuapan terhadap pejabat Indonesia oleh perusahaan asing bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Perusahaan asal Inggris, Innospec juga sebelumnya terbukti menyogok pejabat Pertamina. Pejabat Innospec dinyatakan bersalah oleh pengadilan Inggris dalam penyuapan yang terjadi dalam kurun waktu 2004-2005.

    Putusan pengadilan Inggris itu ditindaklanjuti oleh KPK. Lembaga antikorupsi ini pada akhir tahun lalu menetapkan mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Suroso Atmo Martoyo sebagai tersangka terkait penerimaan suap terkait proyek Tetra Ethyl Lead di Pertamina.
    (fjp/spt)

    kerja, korupsi, kerja, korupsi, kerja, korupsi… kampret, kambing, kepinding…

    Posted by dahlan | 20 Desember 2012, 6:20 am
    • Tertulis: “Dana gelap itu digunakan untuk mengamankan kontrak asuransi pemerintah pada periode 2001-2008.”… Ya ya aya, salah satu kejadian di masa lalu.. Alhamdulillah sekarang menteri BUMN-nya adalah Dahlan Iskan, kita pantas berharap, Manufacturing Hope.. Kerja kerja kerja.. Positive thinking positive thinking positive thinking.. Terima kasih atas artikel yang membuat kita makin melihat bahwa BUMN sekarang lebih baik daripada masa sebelumnya.. Salam DahlanIs..

      Posted by akadarisman | 20 Desember 2012, 6:43 am
    • udah kutebak, pasti berita kaya gini jd modal pencaci u/ hembusin negative komen
      yayaya,, namanya juga pemulung, mulung berita sampah, trus dikait kaitin,, ya ga nyambung
      lha itu penyuapan di periode 2001-2008 kok, masih jamannya Mbokde Mega, ya pantes aja..
      trus apa kaitannya sama pak DIS ?

      sayang sekali anda memakai Nickname DAHLAN, tapi otaknya ga selevel pak DIS
      sekali pemulung tetep aja pemulung,, output nya sampah.

      Posted by NORE | 20 Desember 2012, 8:02 am
    • Kalo untuk Menjatuhkan DI anda BODO ya…
      Pak DI mulai Menjabat setahun lalu, Periode 2011~skr…

      Kalo untuk Presiden yg lain anda Benar…
      Saya sangat setuju pada jaman Megawati terjadi Korupsi Besar2an, Byk BUMN dijual ga jelas…
      Gas Tangguh Dijual Murah… Bikin Rugi Negara 30th…
      Kalau diaudit ulang, bisa PENJARA tuh Megawati dan Kroni2nya.,,,
      Makasi atas infonya…

      Posted by PUTU | 20 Desember 2012, 9:33 am
    • Haduh salah copas… bisa ga bayaran nih ;))

      Posted by surontani | 21 Desember 2012, 11:45 pm
  131. Bismillah.. Kami sngt mengapresiasi kementrian bumn d bwh kepemimpinan DI.semoga kerja bagus ini bs diikuti atau diteruskan oleh yg lain.Kami sbg warga sekitar pbrik gula Jatibarang (ptpn IX persero) sangat terganggu sekali dgn limbah debu/latek yg dihasilkan dr proses pembakaran tebu.Warga sdh bbrpa kali mencoba mngadakn dialog dgn administratur pg,tp sampai skrg blm ada tanggapan yg serius dr phk terkait.Sbg catatan,musim giling di pg Jatibarang biasanya pd bln mei hingga bln september.Harapan kami semoga pg Jatibarang smakin maju dan sukses serta bumn indonesia semakin jaya,amiin…

    Posted by Agung | 20 Desember 2012, 6:53 am
  132. @agung
    sy mencatat ada beberapa PG yg juga pernah melakukan pencemaran lingkungan spt PG gempolkerep & PG jombang baru. Ini bukti belum adanya fasilitas pengolahan limbah yg memadai. Sudah seharusnya PG bertanggungjawab thd dampak lingkungan dari proses produksinya.

    @cakmat
    informasi spt inilah yg tdk akan diungkap (bkn ditutupi) oleh pemerintah walaupun mengetahuinya. Bahwa dibalik bonus 600% itu msh ada PG yg mencemari lingkungan. Msh ada petani kecil tebu yg dirugikan PG. Msh ada praktek kotor oknum PG, dsb. Yg sepenuhnya menjd tanggung jawab PG. Pemerintah akan selalu memberitakan keberhasilan programnya, meski lbh kecil dr kegagalannya. Itu menjadi tugas kita untk memberi kritik & saran karena kita hidup dimasyarakat. Bukan tugas menbumn karena akan kontradiksi jika mengkritik dirinya sendiri. Ada benarnya saudara kita yg dicap negatif. jika kita peduli dgn seseorang tdk hrs dgn memujinya. Tapi bs dgn memberi kritik, tentu disampaikan secara baik pula.

    Posted by G. Hariyanto | 20 Desember 2012, 8:54 am
    • sebelumnya di arena diskusi ini, juga sudah ada seorang petani tebu di sidoarjo yang mengeluh tentang kelambatan tebang tebu miliknya oleh PG Candi… G. Hariyanto… untuk kejadian-2 itu semua saya memiliki logika sederhana … kerusakan/kebobrokan bumn gula sudah berlangsung sejak Indonesia merdeka (66 tahun) yang lalu… apa anda berpikir semua kerusakan/kebobrokan itu akan bisa dihilangkan oleh Dahlan Iskan dalam jangka waktu setahun?.. janganlah begitu… naif sekali kalau kita berpikir seperti itu… Dahlan Iskan bukan tukang sulap, bukan Harry Potter yang cukup mengayunkan tongkat sihirnya 1 X, semua kekacauan langsung beres…
      Kalau kita kaji dari aspek psikologis… perbaikan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan pasti ada resistensi… pasti ada beberapa orang dalam PG yang melakukan perlawanan dengan caranya sendiri-2… karena selama ini mereka bisa mengambil keuntungan dari semua kebobrokan itu untuk kepentingannya sendiri… ibaratnya, dengan perbaikan-2 yang dilakukan Dahlan Iskan, periuk nasi mereka terguling.. apa mereka akan diam saja? jelas tidak.
      Kalau kita mau melakukan penilaian secara fair terhadap perubahan sistem management bumn gula setelah diobrak-abrik Dahlan Iskan adalah pada saat pergantian Direksi besok (4-5 tahun mendatang).. Kalau setelah Direksi diganti, kinerjanya tetap stabil berarti perbaikan tersebut bisa dinilai berhasil, dan sebaliknya kalau terjadi penurunan kinerja, perbaikannya gagal…
      Sementara itu, kita harus bijak dan proporsional saat membuat penilaian-2 terhadap proses pebaikan yang dilakukan sampai saat ini dengan cara membandingkan dengan kondisi sebelumnya… dari semua kerusakan-2 yang terjadi sebelumnya, berapa persen yang sudah diperbaiki tahun ini, berapa persen yang sudah diperbaiki tahun berikutnya, dan seterusnya…semua keluhan-2 yang ada saat ini merupakan PR bagi bumn gula…apa digarap tahun depan atau tidak.. kita monitor bersama-2… Yang pasti, dalam dunia kerja pasti ada masalah.. baik masalah baru atau masalah lama… kita tinggal melihat bagaimana respon pihak management bumn gula terhadap masalah-2 tersebut… kecepatan responnya bagaimana,caranya bagaimana dll… yang jelas kita tidak bisa mengharapkan melihat itu semua dari MH… Dahlan Iskan tidak hanya mengurusi bumn gula saja..
      Terakhir.. mengingat kerusakan/kebobrokan yang dialami bumn gula selama puluhan tahun…bagi saya… apa yang sudah dicapai saat ini baru merupakan sebuah langkah kecil saja… arahnya sudah benar, tetapi masih diperlukan ribuan langkah lagi kedepan untuk mencapai kondisi ideal bumn gula yang kita cita-2kan bersama.. bersabarlah… sekali lagi,kita tidak sedang menyaksikan pertunjukan sulap…

      Posted by cak-mat | 20 Desember 2012, 11:50 am
    • Sepakat, pencemaran oleh PG dan perusahaan lain juga harus diberesin. Setelah bersih2 perusahaan, lingkungan juga harus dibuat bersih

      Posted by surontani | 21 Desember 2012, 11:47 pm
  133. Nah Komen G Hariyanto gw suka…

    Seharusnya kita sebagai bangsa indonesia saling bantu membantu…
    Memberi informasi masalah sangat baik, dan untuk ditindaklanjuti… ada email resmi BUMN, mohon disampaikan…
    Jika Memberi SOLUSI, Itu yg terbaik… jadi Tidak berputar2 spt lingkarang SETAN… Jgn bisanya nyalahkan tapi mikir solusi juga ga bisa…
    =============================================
    Dalam Falsafah Jepang ada Istilah HOURENZO :
    HOU = HOUKOKU = Pelaporan
    REN = RENRAKU = Komunikasi
    SOU = SOUDAN = Diskusi…

    Jika HOURENZO ini berjalan antara RAKYAT – BUMN – MENTRI BUMN – PRESIDEN
    Maka ini akan menjadi sinergi yg CETAR MEMBAHANA….
    Inilah salah satu budaya yg membuat Jepang menjadi Negara Maju…

    Bagaimana dengan INDONESIA (menurut versi saya), Beberapa Budaya berkembang di jajaran pemerintahan
    1. Saling Menyalahkan, cari Kambing Hitam…
    2. Lebih baik diam, daripada kena…
    3. Yg penting gw selamet… yg lain EGP (emang gw pikirin)
    4. Kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah…
    5. Mau Cepet… BAYAR…
    Ini budaya Adudomba pihak2 luar, untuk membuat bangsa ini tetap bodoh. KENAPA?
    karena dgn SDAnya, indonesia Bisa menjadi Negara SUPER POWER…
    > JOYOBOYO sudah Meramalkan…
    > Para Pakar Ekonomi sudah Meramalkannya…
    MARI BERSAMA-SAMA MAJU… KERJA-KERJA-KERJA…

    Putu
    Like DIS…

    Posted by PUTU | 20 Desember 2012, 9:48 am
    • majuuuu, pikiran negatif cukup satu saja biar ada mainan dikir wikaliklan oleh cekricek qiqiqiqi

      Posted by saeful | 20 Desember 2012, 10:18 am
    • Cara yg paling efektif untuk cepat maju sebenarnya adalah dengan meng-embargo diri sendiri.
      Contohnya Iran, diembargo, mereka tidak mati tapi potensi diri mereka dipaksa akhirnya semua bisa tanpa bantuan, malah mereka kemaren memberikan penawaran ke US saat US kena bencana.
      (sekedar omongan ngalor ngidul sing karwan…hehehe)

      Posted by wayan budhi | 20 Desember 2012, 10:39 am
    • Bener kang.. setuju banget.. SDA melimpah, ditangan SDM yg payah. Outputnya, SAPI PERAH..

      Posted by adhen | 20 Desember 2012, 11:25 am
    • Itu biasa…
      ada yg mendukung ada yg mencaci (yg hilang penghasilan korupnya)…
      Gitu aja kok repot…

      Banyak Barisan Sakit Hati yg merana…. orang2 spt itu disumpahin biar tambah miskin aja…

      Posted by PUTU | 20 Desember 2012, 3:26 pm
    • pak dahlan dilantik bulan Oktober 2011, kalau ingin melihat hasil kerjanya nanti kita tunggu laporan tahun 2012 dan tahun 2013 bandingkan dengan 2011 (sebelumnya) itu fair namanya , hehehehe

      Posted by saeful | 20 Desember 2012, 10:33 am
      • KALo ternyAta 2012 lebih burUk? Terus udAh ada cONtohnya .. tuh Kinerja PLN sebelum, dan setelah di Bawah DI, laba menUrun, isssue Inefisiensi mereBak? Gimana Dunkxs

        Posted by ban serep | 20 Desember 2012, 11:50 am
        • Kalo lebih buruk ya di ganti aja, simple. Dan saya yakin pak DI juga tidak akan ngoyo mempertahankan posisinya.
          Kinerja keuangan boleh jadi buruk, tp elektrifikasinya naik, respon gangguan dari PLN membaik. Silahkan di timbang2 dan di rasakan dari lubuk hati yg dalam :)

          Posted by surontani | 21 Desember 2012, 11:41 pm
  134. ini dia kerja kerja kerjaanku ?

    KINERJA PLN 2011: Ini Dia ‘Prestasi’ Dahlan Iskan Di PLN
    Bastanul Siregar
    Selasa, 03 April 2012 | 12:13 WIB

    JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meraup laba bersih 2011 sebesar Rp7,19 triliun, tergerus 28,74% dari posisi tahun sebelumnya Rp10,09 triliun.
     
    Pendapatan perseroan memang masih naik 28,11% ke Rp208,02 triliun, tetapi bebannya naik lebih besar, persisnya 29,70% ke Rp193,40 triliun.
     
    Dengan demikian, kutip laporan keuangan konsolidasi audited PLN per 31 Desember 2011 yang diperoleh Bisnis, Selasa 3 April 2012, laba usahanya hanya naik 10,17% menjadi Rp14,62 triliun.
     
    Hasil laporan keuangan PLN terbaru yang diteken 26 Maret 2012 itu sekaligus membalikkan hasil laporan keuangan non-audited yang disampaikan manajemen PLN pada 24 Februari lalu.
     
    Pada laporan non-audited itu, manajemen PLN menyebutkan laba bersih PLN tumbuh 16% ke Rp11,7 triliun, dengan lompatan pendapatan sebesar 31,7% menjadi Rp213,9 triliun.
     
    Dengan kata lain, laporan keuangan audited sekarang mendiskon laba bersih PLN dalam laporan keuangan non-audited sebesar Rp4,51 triliun, sekaligus melenyapkan pendapatan Rp5,88 triliun.
     
    Sayang, tak seperti saat manajemen PLN merilis laporan keuangan non-audited 2011 yang bagus itu, kali ini, tak ada keterangan pers sedikit pun yang bisa menjelaskan buruknya kinerja perseroan.
     
    Bahkan, jika dilihat sejak dari 2009, terlihat ada tren penurunan. Sebab, laba bersih PLN pada 2009 masih Rp10,35 triliun, lalu turun ke Rp10,09 triliun per 2010, dan anjlok ke Rp7,19 triliun per 2011.
     
    Kinerja PLN 2010-2011 sendiri lebih banyak di tangan Menteri BUMN Dahlan Iskan, karena posisinya sebagai Dirut PLN sejak 23 Desember 2009-1 November 2011, sebelum digantikan Nur Pamudji. (Bsi)

    Posted by dahlan | 20 Desember 2012, 11:22 am
    • Emang contoh pemimpin PLN yg sesuai itu seperti apa sie?
      Jangan2 cuma Tuhan aja yg layak mimpin PLN dari komen si Dahlan abal – abal ini….
      Bagaimana kalo JOKOWI dan AHOK yg mimpin PLN, setuju gak? :)

      Posted by adhen | 20 Desember 2012, 11:28 am
      • Si dahlan abal – abal setuju sistem PLN kayak taon2 sebelumnya, yang byar pet byar pet… daripada sekarang yg udah lama gak ngerasain mati lampu.. gitu ya?
        hehe…

        Posted by adhen | 20 Desember 2012, 11:30 am
    • Rasanya sih ini bukan berita yang mengagetkan, kalo melihat misi-nya PLN yang harus melayani ketersediaan listrik secara merata memang tujuan utamanya bukan kinerja keuangan semata, yaitu laba. Kalau hasil pemeriksaan KAP memang memgkoreksi laporan keuangan manajemen (non audit) itu juga biasa terjadi karena manajemen selalu menggunakan pendekatamn optimis sementara KAP menggunakan kaidah-kaidah pemeriksaan sesuai sistem akuntansi yang berlaku. Dan KAP me-release hasil audit pun selalu sepengetahuan manajemen. Sekali lagi itu belum mencerminkan kinerja PLN yang sebenarnya. Mestinya bisa dilengkapi dengan kinerja operasional yaitu jumlah sebaran listrik terpasang dan kepuasan pelanggan.
      Bagi yang antipati dengan pencitraan memang tulisan seperti ini menjadi santapan empuk seperi anak kecil dapat mainan baru.. Hehehe.. Modalnya masih SMS2: senang liat orang susah, susah liat oramng lain senang (tanda-tanda penyakit hati).. :)

      Posted by akadarisman | 20 Desember 2012, 11:43 am
      • ngeles loe !

        Posted by slamet | 20 Desember 2012, 1:10 pm
        • Dari cara dan bahasa komennya, saya bisa memahami kalo pak Slamet agak kesulitan dalam menangkap penjelasan ilmiah dan pemahaman dalam konteks positive. Tidak apa-apa pak, belajar dikit-dikit supaya bisa lebih paham tentang bisnis dan organisasi di BUMN. Dengan hadir di blog ini dan ikut komen sudah menjadi usah yang baik untuk menjadi insan yang cerdas pak. Ngomong-ngomong koq bisa tahu saya sering komen? Memantau blog ini terus ya kerjaannya?? Hehehehe.. Sip lah.. :)

          Posted by akadarisman | 20 Desember 2012, 1:41 pm
          • ilmiah apaan ! ketahuan loe gak ngerti akuntansi !

            Posted by slamet | 20 Desember 2012, 3:20 pm
          • glek glek glek… si slamet ini komennya pedas tapi kosong sm ky si cicit. bilang orang ini itu tp sama saja ga ngerti jg… wqwqwqwqwq.. jd orang yg kritis hrs tau diri jg… komennya cuma sgitu doank met? met met met.. ora slamet uripe

            Posted by selebrita | 20 Desember 2012, 3:30 pm
          • yah, akadarisman ganti id jadi selebrita… ip address nya sama ! dasar bego, bego akuntansi bego IT !

            Posted by slamet | 20 Desember 2012, 3:35 pm
          • untuk Pak Slamet, kog saya kurang yakin ya dengan kemampuan Anda di bidang Akuntansi ataupun IT..?? jangan-jangan cuman OMDO atau GERTAK SAMBAL aja??? Boleh donk kasih tau background pendidikan dan pekerjaan saat ini??

            Posted by tonoraziz | 20 Desember 2012, 10:36 pm
          • salam kenal bro tonoraziz, saya orang biasa saja yang pernah belasan tahun menggeluti SAP baik di Walldorf dan seantero dunia lainnya, itu saja gak lebih. sekarang kerja saya cuma lihat lihat kebun, mancing, baca baca, dan semampunya bantu orang yang kurang mampu.

            Posted by slamet | 20 Desember 2012, 11:04 pm
          • Slamet … anda bicara akuntansi pakai PSAK tahun berapa???? nomor berapa?????

            Posted by Djoko Sawolo | 21 Desember 2012, 8:26 am
          • ehhh ada lagi…masih satu gerombolan ya ? salam kenal om djokosawolo, mogobothongo, podhojoyonyo…hehehe… btw terserah mau pake PSAK, GAAP atawa IFRS ? ahh udah ahh pada nanya melulu ! mancing mancing ya ? enakan gue mancing diempang gue sambil ngupi ngupi bareng…. ada deeehhh…

            Posted by slamet | 21 Desember 2012, 9:58 am
          • Orang yang pernah kerja diluar negeri ato di perusahaan asing biasanya mempunyai pola pikir yang rasional dan penyampaiannya juga lebih beretika. Kalau si slamet ini terus terang saya ngga yakin kalau dia berpendidikan tinggi dan pernah kerja sama orang asing. Nada bicaranya yg suka bego – begoin orang biasanya menandakan dirinya sendiri yang bego dan tolol yg sayangnya dia sendiri tidak merasa…

            Posted by Ardian | 21 Desember 2012, 10:09 am
    • Ok. terima kasih informasinya…. gitu aja cukup….
      Ndak ada tanggapan tambahan…..

      Posted by Fathur | 20 Desember 2012, 12:16 pm
  135. StAndar BUMN baGus tuh aPa ya? Yang pasti labanya besar dong. Gula dari luh, las jadi tus aja dipuji abis-abisan. Nah, kalo PLN gimana nih, dari luh luh ke tujuh saat dipegang DI. Pasti dibilangnya karena nerangin INDONESIA ya. Terus boleh dong rugi? Terus boleh dong inefisiensi? Terus kalo gitu gula JUga boleh Dong rugi, ga usah unTUng? BUMN ini mau cari untung apa Ngga sih?

    Posted by ban serep | 20 Desember 2012, 11:47 am
    • “Waktu itu saya diperhadapkan dengan dua hal, yakni Jakarta mau mati listrik atau harus menggunakan BBM. Jadi saya pilih BBM,” kata Dahlan beberapa waktu lalu.

      Kalau hal ini memang mau dibawa ke KPK, bagus sekali. Saya mendukung penuh,” tutur Dahlan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Selasa.

      http://www.antaranews.com/berita/343285/dahlan-persilakan-kpk-selidiki-inefisiensi-pln

      nah ana tinggal datang ke KPK suruh tuh KPK tangkap dahlan, hehehehe

      Posted by saeful | 20 Desember 2012, 1:09 pm
      • HaRuS di Ingat kalaU PLN tuh PT, bukAn PERUM atau JAWATAN. Misinya ya Cari untunG sebanYak-BanyaKnya, Kinerjanya diukur dari peroleHan laba dan Setoran Dividen. Sekarang Dividen menuruN, duLu karenA DI, sekarang karenA Nur PAmudji, tapi MenteriNya kan DI juga?
        SoAl piliHan JakaRta mati atau PakE BBM, kata orang PLN ngga seGitunya deh katanya Siih …

        Posted by ban serep | 20 Desember 2012, 4:00 pm
        • Udah sabar Pak, sabar… Indonesia InsyaAlah maju kok. Santai aja. Nanti bila udah maju, orang orang seperti bapak ini juga akan berkurang dengan sendirinya. Lha ditanyain siapa yg pas jadi pengganti DI di BUMN gak ada yg berani sebut… Berani ngritik, berani ngasi solusi. Minimal sebutin siapa sih jagoan yg pas..

          Posted by adhen | 20 Desember 2012, 4:29 pm
  136. ini si saeful sama si akadarisman pada gak punya kerjaan ya ? komen melulu… dan muter muter melulu, ngeles, gak mutu !

    Posted by slamet | 20 Desember 2012, 1:30 pm
  137. Maju terus pa Dahlan. Sejak dahulu kala yg namanya insan suci yg ingin menegakkan kebaikan selalu mendapat tantangan dr orang2 yg punya sifat iri dengki serta cobaan2 lain yg justru membuat perjuangan utk kebaikan menjadi lebih bernilai. Para nabi ketika berdakwah menghadapi manusia2 sok pintar dan sombong ta’ mau menerima begitu saja ajaran kebaikan yg mereka sampaikan. Bapak memang bkn nabi tp banyak orang tau bapak orang baik dan ta’ semua orang suka orang baik. Biar lah anjing menggonggong sesukanya, toh yg menyukai bapak tetap lbh banyak daripada mereka yg tdk suka yg sekedar buat2 nick name samaran yg orangnya itu2 juga. hidup pa Dahlan, God bless u Sir

    Posted by selebrita | 20 Desember 2012, 2:29 pm
  138. Sepertinya slAmEt ini sangat Faham dUnia pLn ya.?

    Posted by G. Hariyanto | 20 Desember 2012, 2:32 pm
  139. Sudah saatnya merubah mindset kita terhadap PLN… Pada prinsipnya fungsi dan tugas PLN tidak berbeda dengan Departemen PU yang membangun jalan,jembatan, saluran air dll… yaitu membangun infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat…. Jadi apabila diperlukan pembangunan infrastruktur baru baik itu berupa jalan, jembatan dll, selama negara punya duit.. harus dibangun tanpa memikirkan duitnya harus kembali… yang jadi tujuan utama adalah dengan adanya infrastruktur baru tersebut maka kualitas hidup rakyat akan meningkat serta menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut…
    Fungsi dan tugas PLN juga demikian… dengan adanya jaringan listrik baru, pembangkit baru dll..maka kualitas hidup rakyat akan meningkat dan bisa memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat… Dengan dasar pemikiran tersebut maka kita bisa melakukan penilaian terhadap kinerja PLN dengan cara yang lebih fair dan seimbang…
    1. Ukuran kinerja PLN yang paling utama adalah berapa banyak rakyat yang sudah menikmati listrik dari sabang sampai merauke saat ini.. dibandingkan dengan kondisi 1 tahun sebelumnya,2 tahun sebelumnya dst, kemudian dibandingkan kondisi 1 tahun lagi, 2 tahun lagi dst…sehingga terlihat jelas progress dari perkembangan kinerja PLN…
    2. Kualitas pelayanan PLN kepada pelanggannya… kalau dulu istilah byar-pet merupakan hidangan sehari-2 bagi kita, saat ini bagaimana? berapa kali pemadaman listrik per pelanggan per tahun…apa terjadi penurunan atau tetap sering terjadi pemadaman?…
    Masih banyak lagi aspek pelayanan lain yang bisa dinilai, tetapi tidak perlu saya uraikan disini… capek..hehehe
    3. Penilaian dari aspek keuntungan perusahaan menjadi penilaian yang terakhir…dan bagi saya tidak penting … Yang paling penting bagi saya adalah PLN harus bisa menerangi seluruh wilayah Indonesia secepatnya.. seluruh rakyat Indonesia harus bisa menikmati listrik PLN.. Negara harus menyediakan duitnya untuk tujuan tersebut.. berapapun besarnya…
    4. Setelah PLN mampu menerangi seluruh wilayah Indonesia… silahkan kalau mau mengkritik kinerja PLN dari sisi keuntungan sesuai kaidah-2 bisnis… meskipun bagi saya tetap tidak penting… Bagi saya tugas dan fungsi PLN yang paling utama adalah melayani kebutuhan listrik seluruh rakyat Indonesia secara berkesinambungan dengan kualitas yang prima… apabila untuk itu PLN harus rugi .. negara harus menutup kerugian tersebut…… Jadi PLN difungsikan sebagai operator pelayanan listrik bagi rakyat saja bukan sebagai perusahaan yang dituntut mendapatkan untung… sama dengan fungsi Departemen PU yang saya jadikan contoh diatas…

    Posted by cak-mat | 20 Desember 2012, 2:51 pm
    • KalAu ngga berOrientasi KeunTungan, harusnYa Pabrik Gula juga Nggak perlU dipaKsa UntUng dong, daN Ketika Untung ngga Perlu dibaHas di MH samPai 2 x getthhhoW … Atau Gimana Coba BedaIn perusahAan BUmN yang boleh Untung boleh Rugi …?

      Posted by ban serep | 20 Desember 2012, 4:12 pm
    • Saya sudah pernah menyampaikan ini di edisi MH sebelumnya saat ngobrol dengan sahabat saya G. Hariyanto… tetapi untuk anda BAN SEREP, saya tidak keberatan untuk mengulang kembali kok… itung-2 berbagi pengetahuan… hehehehe…
      Tidak fair kalau kita membandingkan perusahaan swasta dengan perusahaan bumn begitu saja… Kalau kita membandingkan swasta dengan bumn dengan analogi: kalau perusahaan untung.. pengelolanya pintar.. sebaliknya kalau perusahaan rugi.. pengelolanya goblok… pemikiran itu sangat salah dan konyol….
      bumn adalah perusahaan milik negara dan tujuannya tidak semata-2 mencari untung, tetapi setiap saat harus siap digandoli pemerintah untuk mencapai tujuan sosial politiknya… Misalnya: di sebuah daerah terjadi bencana.. apapun bentuk bencananya… bisa saja saat itu pemerintah memerintahkan kepada bumn gula untuk mendrop gula di daerah tersebut dalam jumlah besar dan menjualnya secara langsung kepada rakyat yang tertimpa bencana dengan jual rugi… hal itu sah-2 saja…
      Hal yang sama bisa saja terjadi pada saat terjadi gejolak kelangkaan gula, yang mengakibatkan gejolak sosial dimasyarakat mengingat saat ini Indonesia masih impor gula…. Ingat.. komoditi gula adalah komoditi politik… gejolak yang terjadi bisa menimbulkan ketidak stabilan sosial, ekonomi dan politik yang sangat mahal ongkosnya…. lebih mahal daripada kerugian yang diderita bumn gula …
      Kembali ke PLN… Listrik adalah kebutuhan dasar rakyat…salah satu ukuran tingkat kesejahteraan/kemakmuran rakyat sebuah negara adalah tingkat elektrifikasi… semakin tinggi tingkat elektrifikasi sebuah negara maka semakin makmur rakyat negara tersebut… Saat ini berapa persen penduduk Indonesia yang sudah menikmati listrik???? Jadi…pemenuhan kebutuhan listrik bagi rakyat yang belum menikmati listrik saat ini harus menjadi prioritas utama program pembangunan elektrifikasi pemerintah… bukan menuntut PLN harus untung… bener-2 cara berpikir yang keblinger dan salah kaprah.. Semoga saja pemerintah dan dpr di masa mendatang segera menyadari hal ini…. dan mau merubah mindset tentang listrik… tidak lagi memandang listrik sebagai komoditi untuk mendapat keuntungan tetapi memandang listrik sebagai infrastruktur dasar untuk memenuhi kebutuhan rakyat agar kesejahteraannya meningkat…, berapapun duit yang dibutuhkan untuk pembangunan elektrifikasi tersebut… negara harus mengeluarkan duitnya untuk tujuan itu….

      Posted by cak-mat | 20 Desember 2012, 5:01 pm
      • Saya sependapat dgn CAK-MAT…
        BUMN itu harusnya cari rugi… kenapa?? kalau cari untung, maka kebanyakan Rakyatnya yg dirugikan…
        >Kalau PLN Mau untung angkat saya jadi dirutnya, Maka dengan gampang saya matikan listrik setengah hari selama setahun…. saya jamin pasti UNTUNG… (tapi ga jamin kalo didemo rakyat… hahahaha)…

        >Jika saya dirut Pertamina juga sama, hanya Melayani penjualan PERTAMAX… PASTI UNTUNG…. (dan +didemo)
        Tapi kalau cara berpikir Mentri/Pejabat spt itu…. maka rakyat akan sengsara…

        PLN akan untung dan rakyat akan sejahtera apabila :
        1. Pembangkit Listrik non BBM selesai dan dioperasikan sempurna, mkn 1~2th lagi… sekarang sedang di kebut.
        2. Gas Tangguh bisa di renegosiasi harga, sehingga ga perlu BBM
        3. Ladang2 Minyak bisa dioptimalkan dgn Brigade 200/300. dan ada kabar baiknya bahwa BPMigas dibubarkan. dengan itu negara bisa menguasai Minyak ini sepenuhnya.

        Sekian…
        Kalo ga ngerti juga, Salahkan bunda mengandungmu…

        Posted by PUTU | 21 Desember 2012, 3:37 pm
    • Alhamdulillah,
      Beta senang,Cak-Mat bisa menjelaskan dengan jelas sekali…
      Usul Kakak : Bgn klu Ban Serep kita ajak membaca ulang,tulisan “cerdas” abah DI
      sekitar awal Januari 2012 yll..,dg Judul :
      BUMN Bukan Sumber Pendapatan,Namun Pendorong Ekonomi…
      Insya Allah,Ban Serep akan tertular ke-“cerdas”-an, Abah DI.
      AMIIIN.
      Wassalam.W.W.

      Posted by Najib anshori | 20 Desember 2012, 6:16 pm
    • menyambung komen Cak-mat, saya rasa PLN mempunyai mempunyai 2 misi yaitu sebagai pelayan publik dan sebagai perusahaan yang mempunyai keinginan untuk untung. PLN masih punya banyak sekali PLTD yang berbahan bakar solar (HSD) dengan harga beli Industri (sektar 9300) belum termasuk ongkos angkutnya, 1 kwh pada unit itu butuh sekitar 3000 dengan jual 600 kalau begitu bagaimana bisa untung???
      Hal ini sudah mulai diusahakan diperkecil dengan proyek 10.000 mw dan PLTS yang membutuhkan dana tidak sedikit. ini juga ditambah ekspansi jaringan distribusi pedesaan di pulau-pulau yang belum terlistriki.
      Pada saat DIS di PLN prestasi yang menurut saya paling berhasil adalah merubah yang dulunya MONOPOLI oriented menjadi sebagai pelayan publik. kami yang merada di kepulauan Maluku tenggara sangat merasakan itu. semoga bisa dipahami.

      BUMN adalah milik kita rakyat Indonesia, hampir tidak ada yang kita gunakan, manfaatkan dll tidak diurus oleh BUMN, maka sebagai penikmat BUMN saya bersyukur ternyata sudah dipimpin orang yang Insya Allah Amanah.

      Posted by misba | 20 Desember 2012, 7:28 pm
  140. He he he rame ya MH kali ini… jadi ingin ikut komen… Sejak kenal nama pak DIS, thn 1980-an..orangnya ya seperti itu..suka buat terobosan.. dan selalu melakukan pengembangan kualitas SDM lebih dahulu. dan terbukti sukses menjadikan Jawa Pos yg ber omzet 6.000/hari jadi raksasa media nasional. Ketika jadi men BUMN pun..yang dilakukan sejak awal adalah mengembangkan kualitas SDM di BUMN, sehingga programnya dikemas salam bingkai “Mafufacturing Hope”.

    Diakui atau tidak, BUMN kita lebih banyak hancur karena salah kelola (factor human error), dan itulah juga yang membuat sebagian besar dari kita semua kehilangan harapan terhadap BUMN, bahkan terhadap masa depan Indonesia. jadi target proyek pak DIS adalah membangkitkan Harapan.
    Kerja, kerja, dan kerja yang pak Dis lakukan, dan dilaporkan pada kita, rakyat Indonesia dalam serial MH, Di setiap tulisan pak DIS selalu menyebutkan orang-orang yang juga ikut membesarkan harapan kita akan perbaikan BUMN, dia sebutkan nama nama Pimpinan BUMN, bahkan staff biasa. Di akui atau tidak , semua tulisannya telah menyalakan seberkas sinar harapan di ujung jalan Indonesia Raya. lalu dari hari ke hari sinar Harapan itupun semakin membesar.

    Memang pak Dis juga banyak memiliki keterbatasan, dan banyak yang bisa dihujatkan pada dia (Ban Serep, Dahlan,Citracitir saya yakin punya data tuk dihujatkan lebih banyak lagi). Namun Pak Dis sudah melakukan apa yang terbaik yang dia bisa. Pak DIS tunjukkan pada kita bahwa masih ada HOPE untuk Indonesia yang lebih baik.

    Posted by mbahsjam | 20 Desember 2012, 3:28 pm
    • Saya termasuk orang yang paling setuju dengan komentar Pak MBAHS JAM, MH ini adalah ajang/ media untuk membangkitkan harapan bangkitnya Indonesia Baru yang maju dan bermartabat, bukan untuk media jatuh menjatuhkan, salah menyalahkan ataupun benci bencian. Kalau pengunjung blog ini kebanyak menulis komentar pujian itu bukan berarti mereka lebay atau terbius pencitraan, mereka termasuk saya adalah sebagian kecil anak bangsa yang sedang mencoba menumbuhkan harapan yang selama ini nyaris tenggelam di belantara penyiaran media elektronik yang menggambarkan Indonesia sebagai ” sarang teroris”, ” sarang koruptor”, ” kehancuran moral”, dsb dsb yang semuanya membuat saya hopeless melihat perkembangan Indonesia kedepan.
      Perkara kesalahan, kekeliruan ataupun prediksi-prediksi dari pemerhati Pak Dis sebagai penggagas MH kepada beliau adalah sah dan manusiawi, tapi tentu itu bukan berarti bahwa kita boleh melecehkan, menghina ataupun menyudutkan beliau. Semua sedang berproses sama dengan analogi orang memasak nasi bukan?, sekali lagi semua sedang berproses dan kita tentu akan lebih bijak jika tidak menilai serampangan terhadap sebuah proses yang tengah berjalan.
      BUMN adalah harapan bangsa, sudah lebih 60 tahun semenjak Indonesia merdeka mereka semua tenggelam dalam hiruk pikuk dunia Politik, carut marut pengelolaan yang diwarnai intrik kekuasaan dsb-dsb, kalau BUMN belum dapat maksimal memberikan kontribusi sekarang dibawah asuhan Pak DIs, adalah hal yang teramat lumrah apalagi bagi saya secara pribadi yang mencoba membangun Hope baru, dan saya berharap banyak kedepan Asuhan Pak DIs ini semua mulai menampakan kecemerlangannya.
      saya TERMASUK ORANG YANG BAHAGIA TERTULARI VIRUS MH, virus Hope baru virus kerja kerja kerja ala Pak DIs. Bravo.

      Posted by Sofyan Usamah | 20 Desember 2012, 5:43 pm
  141. mantabb komennya @mbah jam…mudah mudahan GUSTI ALLAH megobati hatikita yang lagi sakit…..

    Posted by Gallus Soloensis | 20 Desember 2012, 4:27 pm
  142. Perbedaan Keyakinan.

    Iya Mbah Sjam, MH kali ini memang rame, bahkan sudah mulai menjurus ke arah saling menyerang dan merendahkan. Padahal tujuan admin (kalau saya tidak salah duga) melalui Manufacturing Hope ini adalah untuk membangkitkan harga diri bangsa bahwa bangsa ini bisa melakukan perbaikan yang salah satunya dicontohkan dengan aksi-aksi nyata Pa Dahlan Iskan tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pro kontra dan perbedaan pendapat atas sajian progress report Pa Dahlan Iskan setiap Senin, sah-sah saja, bahkan bisa menjadi rahmat bila tidak disertai dengan saling merendahkan satu sama lainnya. Komentar pro-kontra akan lebih elok bila menyajikan fakta-fakta dan informasi di lapangan baik yang bersifat memperkuat pandangan, aksi dan success story BUMN maupun yang bersifat bantahan dengan informasi yang skalanya kasuistis sekalipun.

    Jika dirunut dari ratusan komen yang didata oleh Bung Apasaja, nampaknya memang ada dua kubu yang bertolak belakang sebagai akibat dari “perbedaan keyakinan”. Disatu pihak “yakin” bahwa apa yang dilakukan Pa Dahlan Iskan adalah “Pencitraan”. Di pihak yang lain “yakin” bahwa Pa Dahlan Iskan sebagai salah satu putra bangsa yang memberi harapan di tengah-tengah krisis kepemimpinan dalam dua dasawarsa terakhir ini. Para DahlanIs seakan menemukan oase baru di tengah-tengah suhu panas dan kegaduhan retorika para politisi yang seringkali terbukti jauh dari ekspektasi saat menduduki kekuaaan.

    Dari kesederhanaan penampilan, dari keberanian melawan arus, dan dari konsistennya melakukan kerja kerja kerja…., nampaknya sosok Dahlan iskan mewakili “rasa terpendam” rakyat kebanyakan yang merindukan jawaban atas pertanyaan “kapan bangsa besar ini benar-benar menjadi besar sungguhan”.

    NB : ngomong-ngomong, saya sebagai “dahlanis” yang diam-diam, mengharap bisa berkenalan dan silaturahim dengan “dahlanis” yang berdomisili di Bogor.

    Posted by mang encep | 20 Desember 2012, 4:39 pm
    • Siaplah kang Encep.

      Posted by Kun VMP | 20 Desember 2012, 5:07 pm
    • waduh.. saya disentil oleh Mang Encep nih….. memang saya akui kalau menghadapi kritikan yang hanya sekedar kritik tanpa dukungan data dan fakta apalagi diiringi hujatan.. saya menjadi sangat gusar dan kicauan saya sudah langsung menyengat ke orangnya.. sebaliknya kalau kritikan disertai data dan fakta serta analisa dengan logika masuk akal, akan saya ajak diskusi bertukar pikiran.. walaupun demikian, terima kasih sudah mengingatkan…

      Posted by cak-mat | 20 Desember 2012, 7:16 pm
      • Alhamdulilah, saya tdk brmaksd menyentil siapa2 bung cak-mat, sprt halnya bang Najib anshori, sy mengagumi pandangan, analisis dan pembelaan cakmat atas serangan pihak2 yg mungkin dianggap antipati kpd terobosan2 pa Dahlan Iskan. Cakmat memiliki kepekaan yg tinggi dan melakukan serangan balik yg telak. Tentu ada yg merasa tersudut dan sebaliknya ada yg bersorak. Kalau tdk ada yg kontra dg aksi2 DI yg di luar kebiasaan pejabat publik pd umumnya, rasanya hambar juga. Ibarat bermain ga seru kalau tdk ada lawan main yg tangguh. Justru naluri kewartawanan pa DI menjadikan beliau makin tangguh seakan tanpa lelah kerja kerja kerja dengan memanfaatkan enerji penyerang untuk balik menyerang lawan. Kadang sy sendiri menghawatirkan kesehatan beliau. Sy cuma bisa berdoa ya Allah lindungilah manusia langka ini dari marabahaya yg mengancam keselamatannya. Apalagi skrng sdh mulai ada mahasiswa yg mendemo pa DI. Namun dg mudah bisa kita duga motiv demo itu dihubngkn dg ketegangan di DPR dg di daerah mana demo itu sdng terjadi. Pa DI hanya mengatakan : “tidak apa apa”, “biarkan saja”

        Posted by kang encep | 20 Desember 2012, 8:32 pm
        • Kang Encep ” sepertinya” kok ADA benang merahnya ya…. Mahasiswa Sumut, balon gubernur Sumut dan komisi dpr yang paling getol ngejar-ngejar DIS

          kalau ditarik benang merahnya… makin mendekati 2014 , makin kelihatan ujungnya…( pembunuhan / pengkerdilan karakter DIS… isn’n it bro ?! )

          Posted by W. Ning | 21 Desember 2012, 5:18 am
          • saking semangatnya sampai salah tulis isn’t it…. ups !

            Posted by W. Ning | 21 Desember 2012, 5:23 am
          • Iya, w.ning, jelas sekali arah tujuannya demikian, moga aja menjadi senjata makan tuan. Masyarakat Sumut tdk akan terprovokasi dg isu inefisiensi untuk mendongkrak popularitas calon ttt menjelang Pilgub.

            Btw, sy suka baca inspiring hope yg ditulis w.ning. Salam Demi Indonesia

            Posted by kang encep | 21 Desember 2012, 6:44 am
          • Saya paling senang membaca inspiring hope yang ditulis oleh mbk Ning (The Inspiring Women). Salam

            Posted by Djoko Sawolo | 21 Desember 2012, 8:11 am
        • sukurlah kalau Kang Encep nggak nyentil saya… hehehehe….. yang jelas, disini saya ambil spesialisasi menanggapi koment-2 negatif aja.. koment tentang tulisan MH pak DI sudah diwakili teman-2 yang lain … komentar-2nya lebih bagus… Soal kekhawatiran kesehatan pak DI saya sependapat dan soal demo mahasiswa / orang yang mengaku mahasiswa di Sumut… bagi saya sebuah permainan politik yang sangat vulgar dan tidak berbobot sama sekali… tidak layak dikomentari…

          Posted by cak-mat | 21 Desember 2012, 1:50 pm
  143. Ajib lah euy… mantap pa DI… hatur nuhun

    Posted by heldi.net (@heldi_bogor) | 20 Desember 2012, 4:48 pm
  144. Kamis, 20 Desember 2012 14:23
    Mahasiswa di Medan Tolak Kedatangan Menteri BUMN

    Abdul Manan

    Menteri BUMN Dahlan Iskan (Opak/kabarcepat.com) Medan – Kedatangan Menteri BUMN ke Sumatera Utara didemo puluhan mahasiswa. Mereka mendesak agar Presiden SBY segera mereshuffel Menteri BUMN karena terindikasi korupsi di tubuh PT PLN sebesar Rp.36 triliun. Mahasiswa membakar foto Dahlan dan melempar foto Menteri BUMN tersebut dengan tomat.

    Pengunjuk rasa mengatasnamakan aliansi penyelamat demokrasi yang sebelumnya mau menunggu kedatangan Dahlan Iskan di Bandara Polonia Medan terpaksa harus bergeser dan menggelar aksi di Bundaran Majestik Medan karena mendapat kabar rombongan Menteri BUMN tersebut batal transit di Medan.
     

    Dengan menggelar spanduk dan poster kecaman terhadap Menteri BUMN, para mahasiswa juga melempari foto Dahlan Iskan dengan tomat. Para pengunjuk rasa berharap kasus dugaan penyelewengan dana di tubuh PLN sebesar Rp 36 triliun dapat segera dituntaskan.

    Dalam tuntutannya, para mahasiswa mendesak agar pemerintah mereshuffel menteri kabinet yang bermasalah dengan kasus korupsi keuangan negara. Kemudian mendesak adili menteri-menteri terlibat kasus korupsi.

    Kedatangan Menteri BUMN  ke Sumatera Utara disebutkan melakukan peninjauan ke Bandar Udara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara. (WAN/WAN)

    benjut deh gue…

    Posted by dahlan | 20 Desember 2012, 6:06 pm
    • Bro Dahlan, jangankan para Mahasiswa Medan, saya dan semua Dahlanis Dahlanmania sangat setuju, bahkan beliau sendiri-Pak DIs- sangat setuju jika memang ” INEFESIENSI ” ( ini HASIL AUDIT BPK loh ) PLN senilai 36 T terindikasi korupsi maka harus ditindaklanjuti keranah hukum, dan saya sangat yakin Pak DIs sangat bersedia diperiksa KPK. Nah yang jadi masalahnya kenapa sampai hari ini KPK belum turun?. apakah ini salahnya mentri BUMN ?, Presiden? atau KPK? atau salah Polisi ? atau jangan-jangan Bro Dahlan yang salah ni.

      Posted by Sofyan Usamah | 20 Desember 2012, 6:44 pm
    • TOLONG ya Bro,Saya sarankan kalau memberi informasi data tentang DAHLAN ISKAN agar memuat DARIMANA anda dapat berita itu…jadi ada pertanggung jawabannya.

      supaya kami Dahlanis bisa cross check kebenarannya…sebab kalau tidak ada sumber yang jelas, anda bisa dianggap melakukan fitnah atau ” pembunuhan karakter DIS…”

      Kami bukan fanatis buta, kalau memang beliau salah ya kita sportif kok… tx

      Salam Dahlanis. Gbu.

      Posted by W. Ning | 21 Desember 2012, 5:10 am
      • Kakak W.Ning yang tegas ;
        Dari tulisannya,khan su bisa di-ukur tingkat kekerdilan :
        penyampai berita……udah gitu ditulis pendemonya :
        “puluhan-mahasiswa”…..!!! (Cuman).
        Ha….ha…..ha….a, sonde Effeck Kakak W.Ning…
        Lha wong abah DI itu, sekali datang di-suatu tempat terbatas,
        yang simpatik atas kecerdasan dan keberaniannya,
        bisa Ratusan bahkan Ribuan orang kq…….
        Mari Kita Do’a-kan saja,semoga mahasiswa yang cuman
        puluhan jumlahnya,akan segera ikut bergabung dgn mahasiswa2
        Sumatra Utara lainnya,yang su cerdas-cerdas..MIIN.

        Posted by najib anshori | 21 Desember 2012, 7:48 am
      • Tinggal bayar 10 orang nasi bungkus mah saya juga bisa… hahaha… ada2 aja…
        coba lihat di youtube… Dahlan Iskan Ceramah di hampir semua universitas besar seluruh indonesia…
        Tujuan pencitraan??? mungkin saja…
        Tapi para mahasiswa diberikan penjelasan yg lengkap ttg pencitraan beliau… gak OMDO kaya kunker DPR ke Australia… ditanya email aja gak ngerti… (cape deh, DPR dari kampung ndeso bgt)…

        Posted by PUTU | 21 Desember 2012, 3:28 pm
    • berita rekayasa atau palingan dari inilah.com

      Posted by lukman bin saleh | 21 Desember 2012, 6:35 am
    • Sumatra Utara kan kampungnya pak Dewan yang terhormat… yang katanya ketua komisi berapa gitu…yang lagi jadi CALON Gubenur…. nah itu puluhan mahasiswa (kayaknya ngak nyampe deh 30orang) lagi binggung mau demo tapi ngak didukung temen2nya tapi tetep turun ke jalan…
      Jadi ngak jauh benang merahnya……

      Posted by sopyan thamrin | 21 Desember 2012, 7:35 am
    • Aku tidak heran pada aksi ini. Karena yang membiayai Efendy si bloon.

      Posted by Widi | 21 Desember 2012, 7:38 am
    • paling juga kerabat atau mahasiswa bayarannya Effendi Simbolon kali, dia kan lagi nyalon Gubernur Sumut heheheh

      Posted by najib | 21 Desember 2012, 11:14 am
  145. SelAlu mEmantau setiaF ada ULasan dis. YA?

    Posted by G. Hariyanto | 20 Desember 2012, 6:37 pm
    • Jika diperhatikan, Bro Dahlan ini memang selalu up to Date ya Mas G hariyanto, saya sendiri sebagai penggemar berat Pak DIs rasanya perlu angkat topi pada Bro Dahlan.

      Posted by Sofyan Usamah | 20 Desember 2012, 6:47 pm
  146. Wah, 500 komen. Mantaaaaff

    Posted by Aldizy | 20 Desember 2012, 7:21 pm
  147. Pak Dahlan, atau orang BUMN lainnya, nyuruh disiplin orang, tapi di Bank terbesarnya malah ada uang kececer gak ketahuan, yang nemuin OB, parah nih. Dijadiin iklan lagi,pake nyuruh Ketua KPK jadi bintang iklan. Jangan sampe uang rakyat hilang kaya kasus century yang bank kecil. Kalo uang BUMN2 di Bank Mandiri pada ilang, kerja keras anda buat majukan BUMN jadi kontra produktif.

    Posted by momon | 20 Desember 2012, 11:20 pm
    • Uang kececer gak ketahuan … Info ini perlu ditindaklanjuti oleh kementrian BUMN.

      Posted by Djoko Sawolo | 21 Desember 2012, 8:15 am
    • Bung Momon…laporin aja si teller yang ceroboh itu ke Direksinya (taukan direksi itu apa??). Bisa juga sih dilaporin ke MenBUMN, biar di jewer itu Direksi Bank BUMN. Ato bisa juga dilaporin ke BI kalau dilihat dr sudut pandang yang lain…..Bereskan..!!

      Posted by Ardian | 21 Desember 2012, 1:09 pm
  148. Ini baru. Lamak bangsa bkn keturunan kera yg tersebut di MONAS.pak beli sy jual bilang aja gitu pak sama pejabat memeras TTD :APA ARTIHIDUP.

    Posted by azwinrenzano | 21 Desember 2012, 2:13 am
    • Terima kasih bung lukman bin saleh telah berbagi info ini, sdh banyak yg lupa apa yg dilakukan jokowi telah dilakukan dahlan iskan sebelumnya. Gaya kepemimpinan keduanya akan lebih disukai oleh rakyat kebanyakan.

      Posted by kang encep | 21 Desember 2012, 6:59 am
    • Dahlan Iskan dan Jokowi… keduanya pemimpin masa depan Indonesia.. semoga istiqomah menjadi pemimpin yang amanah sampai akhir hayatnya… aamiin..

      Posted by cak-mat | 21 Desember 2012, 2:22 pm
  149. baiklah rekan2ku para real thinker (ada yg bilang alirannya makiiyah wal benciiyah?), mari kita cabut dari sini. misi kita sudah berhasil. sampai hari jum’at ini, yang komentar cuma 500 dari prediksi 1000 lebih. Artinya kita sudah berhasil menekan yang komentar hingga 50 %. Bravo untuk kita semua.

    dan untuk musuh kami para pseudo-dreamer (aliran bengongisme dan sanjunguitive), selamat melanjutkan mimpi indah kalian. smoga bahagia di alam sana, hahaha haha…

    Posted by citracitir | 21 Desember 2012, 2:58 pm
    • Selamat ya atas keberhasilan misinya. Semoga di tempat baru nanti lebih bisa diterima, karena di sini memang banyak yang sudah terbius virus. Sebagai catatan, sebagian besar dari kami tidak terpengaruh banyak oleh ocehan Anda. Terima kasih

      Posted by apasaja | 21 Desember 2012, 5:20 pm
    • Saya tidak pernah mengang mas citra musuh loh, saya mengatakan benci dan maki karena dari gaya bahasa mas citra pakai rasanya mencerminkan itu (mungkin juga saya salah), setiap ulasan yang mas tulis negatif semua menurut saya, tapi gak apa, itu memang membuat blog ini lebih berwarna, besok kita jumpa lagi dengan suasana yang lebih enak untuk diskusi, dari saya aliran bengongisme dan sanjungutive.

      Posted by ajipungkasan | 21 Desember 2012, 5:44 pm
    • Sama2 citra. Walau anda sebel pak dahlan, nanti coblos pak dahlan ya pilpres 2014

      Posted by Afif | 21 Desember 2012, 6:05 pm
    • citracitir cabut dari sini sekarang ?… ya dah.. hati-2 dijalan.. jangan sampai kepeleset.. hujan-2 gini jalannya licin … minggu depan balik lagi lho yaa??!… saya tunggu dan jangan lupa bawa oleh-2 komentar negatif yang buanyaak… disini nggak rame kalo nggak ada loe… hehehe

      Posted by cak-mat | 21 Desember 2012, 6:20 pm
    • eh..eh.. mo kemana Om?
      ooo… maksudnya mau nungguin MH berikutnya toh… siiiip
      iya deh Om, awas kalo gak nongol di next MH, jangan sampe kalah sama tante Yuni ya Om
      he he… hai tante Yuni, jangan sakit ati ya, kasian kan kalo si Om gak disemangatin.. xixixi

      (senin baca MH, absen biar langganan, sabtu baca semua komengnyah, minggu… klepek-klepek megap-megap nunggu MH berikutnyah)

      Posted by tedi kp | 22 Desember 2012, 10:25 am
  150. Citracitir ini kan belum paham ATC bandara itu bukan lingkup BUMN, tapi Kemenhub. Nyantai aja lah mas bro/sis nanggepin org lucu kyk citra. Pokoke vote Dahlan for President!!!!

    Posted by Afif | 21 Desember 2012, 6:07 pm
    • afif ini lebih tidak paham ! gak usah komen ! bandara itu ada 2 penguasanya ! ya bumn lewat angkasa pura dan dephub lewat ad. bandara. Yang namanya ATC, tuh dahlan iskan lagi mau bentuk bumn sendiri… lagi kasak kusuk nyari direktur… gak kelar kelar..

      Posted by dahlan | 21 Desember 2012, 7:11 pm
      • @DAHLAN… pembentukan bumn baru untuk ngurusin ATC apa sudah disetujui presiden? setahu saya masih digodok oleh beberapa instansi termasuk Kementrian Perhubungan.. statement diatas menyatakan secara tegas bahwa anda sudah tahu ada rencana ATC “akan” berada dibawah BUMN… “kesalahan anda”… selama masih “akan” yang berarti belum ada keputusan final,…. keberadaan ATC jelas masih berada dibawah tanggung jawab Kementrian Perhubungan … jadi “pendapat Afif 100 % benar” banwa dalam konteks persoalan ATC kemarin.adalah tanggung jawab Kemenhub bukan tanggung jawab MenBUMN … “anda yang jelas-2 nggak paham dan ngawur”… apalagi menyatakan MenBUMN Dahlan Iskan kasak kusuk cari Direktur… “semakin ngaco”… saya aja sangat mudah untuk mencari seorang Direktur, apalagi MenBUMN Dahlan Iskan… begitu surat persetujuan Presiden bahwa ATC dibawah tanggung jawab MenBUMN diterbitkan… saya yakin 5 menit kemudian MenBUMN Dahlan Iskan sudah bisa memutuskan susunan Direksinya… weleh..weleh.. berpikir lebih cerdas dulu bung.. sebelum koar-2 disini…

        Posted by cak-mat | 21 Desember 2012, 11:27 pm
        • ini lagi si cak-mat atau another skak mat ! ( dan peringatan buat dahlanis lain, kalo ilmunya setengah setengah lebih baik diam, menyimak sembari memperkaya referensi atau sekedar memuji muji bolehlah)
          silahkan baca ini : (khusus buat afif dan cak-mat) biar gak malu maluin komennya !

          http://www.tempo.co/read/news/2012/05/22/092405263/Sidak-Dahlan-ke-ATC-Bandara-Hasilnya-Kecewa

          Posted by dahlan | 22 Desember 2012, 2:17 am
          • CMIIW, pengelola ATC di Indonesia adalah
            – Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II yang berada di bawah Kementerian BUMN,dan
            – Direktorat Jendral Perhubungan.
            Jadi ya Kemenhub maupun KemenBUMN memiliki andil dalam pengelolaan dan pengendalian ATC, walaupun entah pembagian porsinya bagaimana.
            Untuk kasus kemaren, soal teguran, DI sudah menegur kok. Mungkin Kemenhub juga yang kita tidak tahu. Tinggal perbaikan ke depannya aja. Seperti tol, kan menegur dulu, jika tidak ada perubahan mungkin ngamuk juga.
            Termasuk perbaikan itu adalah ATC mau berada di bawah single provider, dijadikan BUMN tersendiri yaitu Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Perum Navigasi, terpisah dari AP.

            Posted by apasaja | 22 Desember 2012, 9:52 am
  151. hahahahaa ! si afif kena skak mat ! makenye kalo masih tolol ya belajar jangan malah komen sana sini !

    Posted by silent readers | 21 Desember 2012, 7:32 pm
  152. Maaf semua Sahabat Dahlanis dan Dahlanmania, saya jadi kepikiran, jangan2 Mas Citracitir, Mas Dahlan ini adalah orang fanatik pada Abah DIs, guna mencoba sampai dimana tingkat pengaruh virus MH, virus Optimisme kerja kerja kerja ala Abah DIs maka beliau2 ini sengaja menulis komentar komentar Negatif abis di Blog ini, sekaligus buat mengukur sampai dimana tingkat militansi para Dahlanis dan Dahlan mania. Kalau saja sangkaan saya ini benar wah,…. salut saya.
    gimana coba kira2 perkiraan sahabat bro dan Sis semua ???

    Posted by Sofyan Usamah | 21 Desember 2012, 8:14 pm
    • dan jangan lupakan cekricek (yang asli ya, bukan sipalsu yang cetek itu!) coba renungkan ‘puisi’ yang ditulisnya, sangat dalam maknanya dan langsung bisa ditebak siapa dia sebenarnya. kata kata penutup puisinya berbunyi :
      ‘mau maju kata siapa harus seragam melulu’
      with regards to cekricek asli… buat yang palsu kemana malumu ? begitu mau jadi dahlanis sejati ?

      Posted by dahlan | 22 Desember 2012, 2:42 am
      • Selamat mas Dahlan, kacamata yang saya pakai ternyata masih berguna. heheheh….Dengan bangga saya akhirnya mengakui bahwa tujuan anda hampir tercapai, dan saya sekali lagi angkat dua jempol buat anda.
        MH besok ganti nickname yaa?

        Posted by Sofyan Usamah | 22 Desember 2012, 8:55 am
    • Benar bro, aq 100% setuju!
      stlah taperhatikan, cek & recek komentar2 mereka ada hal-hal yg gak bisa disembunyikan, gak bisa ditutup-tutupi yang menunjukkan siapa sebenarnya jati diri mereka. Biasanya tanpa disadari “hal itu” kluar dg sendirinya. Coba tuh liat kang Dahlan mengakui sendiri!
      Begitu juga dg citracitir tanpa sadar pernah comen: “…nih saya bantu jawabannya: ……. ….”

      Salam DahlanIS.www

      Posted by aditam@putra | 22 Desember 2012, 7:20 am
    • 1. Saya yakin yang seperti itu ada di antara komentator negatif, yang ditujukan untuk membuat Dahlanis waspada, atau mengetahui sejauh mana militansinya. Ada yang langsung ngaku di akhir seperti dulu ada “Maling Teriak Maling”, ada juga yang ngga akan pernah ngaku walau sampai akhir hayat. Ada yang suka DI, tapi tidak mau melihat adanya pengkultusan. Ini sih sejenis faham Islam yang menjunjung Nabi Muhammad SAW, tapi tidak suka umatnya mengkultuskan beliau dengan sanjungan yang tidak diajarkan. Misalnya gitu kali ya. Tapi sejauh tujuannya bagus, biarkan saja dan nikmati keberadaannya yang memberi warna.
      2. Himbauan saya, anggap saja sebagai tantangan dan carilah fakta untuk mengcounternya, tapi jangan masukin hati dan balas memaki karena akan buang energi.
      3. Terus lagi, walaupun saya terhibur kehadiran cekricek palsu, saya sarankan tidak usah diteruskan lagi penggunaan nickname cekricek palsu tersebut, seberapapun masifnya cekricek menyerang. Percaya aja bahwa yang mengikuti dari MH1 sampai MH56 ini tidaklah lagi akan galau dalam menentukan dukungan. Adapun tamu atau yang baru gabung, bisa dicerahkan dengan copas balas copas, fakta negatif balas fakta positif, dst. Misalnya demo mahasiswa di Sumut, bisa dicounter dengan penghargaan Karaeng dari mahasiswa Unhas. Sama mahasiswanya kan? Soal PLN inefisiensi, sudah dicounter dengan elektrifikasi.
      4. Menanggapi soal BUMN, saya setuju bahwa ukuran keberhasilan BUMN itu adalah service to the people first. PLN, nyalakan dulu, elektrifikasi, atasi byar pet. Baru setelah itu efisiensi, cari untung sebanyak-banyaknya dengan penggunaan pembangkit yang tepat, pengaturan subsidi, dst. Pertamina, PNG, penuhi dulu minyak dan gas di seantero nusantara ini, baru efisiensi pemboran, pengilangan, potong jalur mafia, dst. PG, Sanghyang Sri, Garam, dll … Swasembada dulu, baru perhatikan besarnya untung dengan efisiensi dan lain-lain.

      Posted by apasaja | 22 Desember 2012, 9:10 am
  153. IBU

    IBU kata itu berarti DUNIA untukku

    Tiada bunga seindah senyum IBU

    Tiada kasih setulus Hati IBU

    Tiada sutera selembut kata-kata IBU

    Tiada pelukan sehangat dekapan dan buaian IBU

    Tiada tempat senyaman pangkuan IBU

    Jika aku belum mengucapkan terima kasih karena engkau telah melahirkanku ke dunia ini, maka sekarang aku ucapkan TERIMA KASIH IBU….

    Peluk dan cium Ibunda jika masih ada dan kirimkan doa yang tulus untuk Ibunda jika beliau sudah meninggal… sesungguhnya IBU tidak pernah meninggalkan kita, beliau akan selalu ada di hati kita.

    SELAMAT HARI IBU

    Kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 22 Desember 2012, 6:35 am
  154. aDa YaNG MaU KoMeNTaRi TuLiSaN iNi?

    Inilah Dosa-dosa Dahlan Iskan

    Salam Republik Wayangku tercinta. Dahlan Iskan. Begitulah sosoknya dikenal masyarakat. Sederhana, merakyat dan apa adanya. Benarkah? Layak kita tilik kebenarannya. Apa yang saya ulas berikut ini sedikit banyak disarikan dari salah satu sumber yang sayang untuk dilewatkan jikalau tak dipublikasikan secara nyata. Langsung saja. Bagi kebanyakan orang mungkin hanya tahu Dahlan Iskan sebagai bos media Jawa Pos Group dengan sekitar 157 media massa cetak dan elektronik yang tersebar diseluruh Indonesia. Tak banyak yang tahu persis bagaimana rekam jejak dahlan Iskan selama berkiprah di Jatim sebelum mengorbit menjadi tokoh nasional. Khalayak tentu perlu tahu figure Dahlan Iskan secara utuh, apalagi ia kini tak bisa lagi menyembunyikan syahwat politiknya untuk berlaga dalam Pilpres 2014. Siapa sebenarnya Dahlan Iskan? Pria yang gemar memakai sepatu kets, bahkan saat dilantik sebagai menteri ini, lahir di kecamatan Magetan, provinsi Jawa Timur, pada 17 Agustus 1951. Ada cerita unik mengenai tanggal lahirnya tersebut. Ternyata orang tuanya tak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Akhirnya Dahlan pun memilih tanggal 17 Agustus supaya mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI. Dahlan kecil dolahirkan dilingkungan serba kekurangan. Meski demikian, desanya kental dengan nuansa religious. Dahlan hidup susah mulai kecil. Ketika itu ia hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju serta satu sarung. Potongan kehidupannya yang miskin itulah yang kini jadi andalan Dahlan untuk memoles citra dirinya. Dalam upaya mengekspos diri sebagai pemimpin yang merakyat,cerita-cerita itu selalu dieksploitasi. Misalnya tampak pada buku “Sepatu Dahlan” yang menceritakan kemiskinan hidupnya.

    Andaikata berbicara kemiskinan, Mantan Menteri BUMN Sugiharto, kehidupannya jauh lebih miskin dari Dahlan. Demi menyambung hidup dan biaya sekolah, ia harus rela menjadi kuli pelabuhan, pedagang asongan, bahkan pembantu rumah tangga. Namun, Sugiharto tak pernah mengekspos cerita sedih kehidupannya untuk pencitraan diri. Ia tetap tampil biasa saja sebagai seorang menteri. Wajar dan apa adanya. Soal kemiskinannya ini, yang mungkin menjadikan Dahlan sedikit ambigu dalam hidup kesehariannya. Ia ingin dikenal sebagai orang yang bersahaja, sederhana dan lugu. Tetapi di saat bersamaan ia juga ingin dikenal sebagai orang kaya raya, yang mampu membeli apapun. Misalnya saat ia pulang kampung ke Magetan. Sejak ia sukses di Jawa Pos, bukannya naik kereta api, bis atau ojek seperti yang sering ia pertontonkan di media, Dahlan malah menaiki mobel mewah Jaguar atau Mercedes Benz S Class dengan plat nomor kebanggaannya, L 1 JP. Pun demikian ambiguitasnya terasa saat ia menuliskan lawatannya ke Eropa beberapa tahun lalu. Ia menggambarkan dengan bangganya menjadi satu-satunya orang yang memakai sepatu kets, namun bisa naik pesawat komersial supersonic Concorde yang konon nilai tiketnya dalam sekali jalan ratusan juta rupiah. Baru-baru ini, kala diwawancarai TVOne sebagai Menteri Negara BUMN, Dahlan kembali ingin menunjukkan ia kaya raya dengan bungkus kesahajaan. Ia bercerita setelah ia sukses melakukan cangkok hati di Cina, ia membeli helikopter pribadi. Itu dimaksudkan untuk alat transportasi sehari-hari setelah ada keterbatasan seusai cangkok hati. Tapi yang ada helicopter itu tak terpakai karena nyatanya kesehatan Dahlan masih bagus. Betapa ia menggambarkan dirinya sebagai miliarder yang mampu membeli apapun.

    Saat ini Dahlan ingin menampilkan dirinya sebagai sosok yang sederhana, merakyat, bersih bagai malaikat, tak punya dosa dan figur antikorupsi. Ia bahkan menyerang partai-partai politik yang dianggap terlalu intervensif pada BUMN dan menuduh anggota-anggota DPR RI melakukan pemerasan kepada sejumlah BUMN. Namun kenyataannya ia malah menutupi kebobrokannya sendiri. Sejumlah kasus yang masuk pada ranah hukum pernah membelit Dahlan dan menjadi catatan dosa-dosanya. Namun, berkat power yang dimiliki kelompok medianya, Dahlan masih bisa lolos dari jeratan hukum. Kasus pertama terkait duka yang dialami waarga Maumere akibat bencana tsunami yang terjadi 12 Desember 1992 setelah gempa 7,8 SR kdi Maumere, Kabupaten Sikka, provinsi NTT yang menelan korban jiwa hingga 2500 orang. Momen inidimanfaatkan Dahlan melalui Jawa Pos untuk mengumpulkan dana masyarakat. Bayangkan, melalui pembaca, Jawa Pos bisa mengumpulkan sumbangan sejumlah Rp 1,3 miliar. Jumlah yang sangat besar waktu itu, bila ditaksir dengan nilai uang saat ini sekitar Rp 20 miliar. Namun tragisnya uang yang sedianya diperuntukkan untuk korban tsunami maumere, justru disalahgunakan. Uang tersebut tak pernah sampai ke masyarakat Maumere. Kasus ini sudah sampai di Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Namun kasusnya kemudia dipetieskan karena tekanan dan ancaman dari kelompok medianya. Tahun 2001, tim Operasi Penertiban Aliran Listrik (Opal) dari rayon PLN Mayjen Sungkono Surabaya menemukan pencurian listrik di kantor pusat Jawa Pos, Gedung Graha Pena Surabaya. Pencurian listrik berdaya 1600 KVA itu diprediksi merugikan Negara miliaran rupiah. Tim Opal kemudian menetapkan denda sebesar Rp 2 miliar. Sayangnya, ketika kasus tersebut sampai di Unit Bisnis Distribusi (UBD) Jatim yang saat itu dipimpin Fahmi Mochtar, seperti hilang begitu saja. Rupanya Jawa Pos menekan PLN dengan melakukan running kasus korupsi di tubuh PLN yang saat itu dikenal dengan “Paidjo Gate” selama hampir enam bulan. Akibatnya PLN pun tak berkutik hingga kasus ini menguap. Ironis memang, Gedung Graha Pena yang notabene dimiliki Dahlan, mencuri listrik, tapi kemudia Dahlan bisa menjadi Dirut PLN.

    Pada tahun 1999 beberapa perusahaan daerah (PD Aneka Pangan, PD Sarana Bangun, PD Aneka Kimia, PD Aneka Jasa & Permesinan dan PD Aneka Usaha) dilebur menjadi satu holding company bernama PT Panca Wira Usaha Jatim (PT PWU Jatim). Dahlan yang kala itu menduduki posisi CEO Jawa Pos Group pun dijadikan direktur utama. Tujuannya tentu saja untuk efisiensi dan menjadikan BUMD yang baru itu mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi PAD Pemprov Jawa Timur. Akan tetapi bak api jauh dari panggang, ternyata harapan terlalu jauh dari kenyataan. Sejak didirikan tahun 1999 yang lalu sampai sekarang, PT PWU Jatim tetap saja didera kerugian terus menerus. Alhasil pemprov Jatim pun harus selalu merogoh koceknya untuk mengucurkan dana yang diambilkan dari APBD kepada PWU Jatim untuk menyelamatkannya dari kebangkrutan. Hingga tahun 2009 yang lalu saja, dimana Dahlan menjadi Dirut PWU, Pengprov Jatim telah mengeluarkan dana bagi BUMD itu sebesar Rp 169 miliar. Tapi setorannya kepada PAD sangat minim. Lantas dimana kehebatan CEO-nya?. Yang menarik justru sejak PT PWU yang dipimpin Dahlan dibentuk dan ditengah-tengah kuncuran tambahan modal yang melimpah dari Pemprov jatim, banyak aset PT PWU yang hilang menguap tak tahu rimbanya. Aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di seantero Jatim semaikin lama semakin menyusut. Dalam daftar asset BUMD yang disusun PT PWU Jatim pada tahun 1999, tercatat PT PWU Jatim memiliki tanah seluas 904.072 m2 dengan bangunan seluas 235.793 m2. Akan tetapi sejak beberapa tahun sebagian besar tanah dan bangunan itu telah berpindah tangan.

    Di Surabaya saja terdapat bangunan seluas 143.757 m2 yang tersebar di berbagai persil seluas 365.843 m2. Namun, banyak yang tidak lagi dibawah penguasaan PT PWU Jatim. Sebagian besar hak atas tanah dan bangunan telah berpindah tangan kepada pihak lain karena diam-diam dijual dan dialihfungsikan. Sebut saja persil di Jl Setail 44 Surabaya yang sudah sejak lama berpindah tangan. Begitu pula sejumlah persil milik eks berbagai PD di sepanjang Jl Ngagel Surabaya, hanya tinggal satu persil yang masih dikuasai PT PWU Jatim. Yakni, di Jl Ngagel 159 yang kini menjadi kantor PWU Jatim Unit Persewaan. Selebihnya yang semula berupa pabrik karet, pabrik aki, pabrik roti, perkantoran dan pergudangan serta perumahan karyawan tidak berbekas lagi. Deretan bangunan di atas tanah di Jl Ngagel 127, 133, dan 139-141 Surabaya kini telah menjadi hotel, stasiun pompa bensin dan mall (Carrefour). Begitu pula bangunan Jl Ngagel 77 dan 213, sejak tahun 2007 sudah berubah menjadi kompleks ruko. Hal yang sama juga terjadi di Kota Kediri. Bangunan dan tanah seluas 32.439 m2 milik PT PWU Jatim di Jl Basuki Rahmat Kediri, yang semula adalag Koperasi TNI AD telah menjadi Kompleks Ruko. Duh Dahlan, ulahmu banyak juga ternyata. Kau ternyata mempunyai bakat menjadi antek VOC modern. Well, Apakah cukup sekian? Tidak. Masih ada sambungan dari tulisan ini mengenai dosa-dosa Dahlan Iskan. Pada kesempatan selanjutnya saya akan mengurai lebih mendalam kasus-kasus Dahlan Iskan. Sampai bertemu kembali, sekian. Salam republic Wayangku tercinta.

    http://politik.kompasiana.com/2012/12/21/inilah-dosa-dosa-dahlan-iskan-512847.html

    Posted by ban serep | 22 Desember 2012, 5:25 pm
    • BAN SEREP…
      Setelah membaca tulisan diatas… dengan logika sederhana saya bertanya kepada anda… dengan mengantongi sedemikian banyak dosa di masa lalu saat menjadi Dirut BUMD Jawa Timur…mengapa presiden SBY mengangkat Dahlan Iskan menjadi Dirut PLN dan bahkan selanjutnya diangkat menjadi Menteri BUMN sampai saat ini??? ..Apa anda berpikir presiden SBY membuat keputusan itu ngawur… tanpa melihat rekam jejak perjalanannya selama menjadi orang bisnis dan juga tanpa melihat profil pribadi berdasarkan data-2intelejen yang dipegang presiden ..dll?? Apakah data yang dimiliki penulis ini lebih akurat dari data-2 intelejen yang disodorkan kepada Presiden oleh BIN ; Intelejen Kepolisian dan intelejen 3 Angkatan…. ??? HEEEBAAAT sekaleeee

      Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 7:24 pm
      • WaDuH JaNGaN PaKe LoGiKa SeDeRHaNa DoNG MaS … TiNGGaL KaSiH DaTa DaN FaKTa aJa KoK … KaLo PReSiDeN MiLiH, BuKaNKaH KaDaNGKaLa PReSIDeN KiTa PeRNaH MaLu KaReNa HiDroGeN, PaDi, DLL? JaDi PReSiDeN BiSa SaLaH ….

        Posted by ban serep | 23 Desember 2012, 4:40 am
    • Catatan Kritis: pertanyaan yang sama sudah saya ajukan kepada penulisnya langsung di kompasiana dan sampai saat ini belum ada jawaban….

      Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 7:32 pm
    • Wah fakta yg diputar 180 derajat. Sebenarnya DI diminta tolong jadi Dirut BUMD Jatim oleh gubernur. DI mau dengan syarat tidak 1. digaji 2.tidak menerima fasilitas 3.bebas melakukan apapun untuk kemajuan perusahaan. Selama jadi dirut tidak sedikit uang pribadi DI yg dikeluarkan untuk BUMD jatim. contohnya ketika melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. DI memakai uang pribadi atau disesuaikan dengan acara Jawa Post biar BUMD Jatim dapat nebeng. Akhirnya DI berhasil, BUMD Jatim gak lagi rugi…lillahitaala anda berdosa besar telah memfitnah orang. semoga anda mendapat balasan yang setimpal…Semua orang jatim tau DI banyak mengorbankan harta pribadinya untuk BUMD Jatim dan Persebaya. Camkan itu…

      Posted by lukman bin saleh | 22 Desember 2012, 7:52 pm
      • YaNG BeNeR MaNa Yaaa, RuGi TeRuS SaMPai SeKaRaNG apa SeKaRaNG Ga RuGi LaGiiii? KaLo BeNeR, YaNG MiTNaH Dia DoNG, SaYa KaN CuMaN NaNYa, aDa YaNG Mau NGoMeNTaRi? HeHe … AYo AYo YaNG PuNYa DaTa KeLuaRiN, JaNGaN NuDuH MiTNaH aJa. DI MiTNaH DPR aJa BiSa MiNTa MaaF KoK ..

        Posted by ban serep | 23 Desember 2012, 4:46 am
    • Sedikit tambahan untuk koreksi data yang dicantumkan tulisan diatas..,kebetulan saya orang surabaya dan rumah saya 1 km dari lokasi..jadi tahu persis riwayatnya….
      1. Deretan bangunan di Jl Ngagel 127, 133, dan 139-141 Surabaya kini telah menjadi hotel, stasiun pompa bensin dan mall (Carrefour)… hehehe… semua itu dulu milik PT. BAT yang dimiliki Philip Moris yang sekarang mejadi pemilik saham mayoritas Sampoerna… Jembatan di dekat lokasi itu dinamakan jembatan BAT….persil milik BUMD yang ada di Jalan Ngagel-Surabaya saat ini berwujud pergudangan dan dikelola BUMD…
      2. Selebihnya yang semula berupa pabrik karet, pabrik aki, pabrik roti, perkantoran dan pergudangan serta perumahan karyawan tidak berbekas lagi… hehehehe… sekali lagi ngawur… Semuanya berada di Jl. Ahmad Yani… jelas semua bangunan itu nggak ada bekasnya karena sudah berganti wujud menjadi gedung megah “Jatim Expo” milik BUMD Jatim yang menjadi sumber pemasukan BUMD karena nggak pernah sepi dipake pameran tiap hari…

      walah..walah..walah..hanya bisa geleng-2 kepala lihat polah BAN SEREP ini…

      Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 8:28 pm
    • Buat BAN SEREP… tolong jangan posting lagi tulisan-2 Pradhabasu Bhayangkara disini… semua tulisan-2nya tidak lebih dari deretan kata-2 fitnah… semua tulisannya..TULISAN SAMPAH…
      Disamping itu saya yakin anda tidak ingin dinilai sebagai tukang fitnah juga khan?? Kalau mau bermain disini… silahkan.. teman-2 suka dengan keberadaan anda…mengkritik/mengejek Dahlan Iskan.. silahkan… tetapi jangan ikut menyebarkan fitnah keji seperti ini… anda ikut berdosa.. Hadist Rasulullah: “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”… “membunuh seorang manusia dosanya sama dengan membunuh seluruh manusia di muka bumi ini”… semoga nasehat ini bermanfaat bagi anda…

      Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 10:35 pm
      • @cak mat

        Cak, saya yakin kang Ban Serep gak punya tujuan menyebar fitnah keji itu. Cuman penasaran ingin tau yang sebenarnya itu gimana, karena cak mat pasti juga yakin bahwa itu tidak benar dan pasti ada yang membri info berimbang. Dan nyatanya memang ada penjelasan dari pemerhati MH ini. Akhirnya aq yang tidak tahu menjadi tahu, yang penasaran menjadi kelegaan.

        Kepada temen2, terima kasih atas penjelasannya

        Salam DahlanIS.www

        Posted by aditam@putra | 22 Desember 2012, 11:21 pm
        • TuH aDa KaN YaNG BeRTeRiMa KaSiH SaMa Gue …. GaMPaNG KoK BiKiN Gue DieM TuH …. BaHaS SaTu PeRSaTu,
          SoaL aMBiGuNYa DaLaM HaL MeRaKYaT …
          aPa BeNeR JP NiLeP BaNTuaN
          aPa BeNeR NGeMPLaNG PLN
          aPa BeNeR SoaL BUMD
          BaCa NooooH, GaRiS BaWaHi iTeM PeNTiNGNYa, BaRu JaWaB. JaNGaN MaLaH BiLaNG MiTNaH MiTNaH aJa Hehe. KaYaNYa PeRLu PaDa BaNYaK SaBaR LaGi TuH DeH. JaNGaN FaNaTiK BuTa LaNTaS Ga RaSioNaL LaGi DeeeeeH DoNK.

          Posted by ban serep | 23 Desember 2012, 5:07 am
      • Di eRa iNFoRMaSi iNi PeRLu BaNYaK CeKRiCeK LaGiiii…JaNGaN LaRaNG-LaRaNG DoNG, SuKa-SuKa Gue DoNG Gue Mau PoSTiNG aPa. BiaR MaSYaRaKaT TaHuuuuuuu. TiNGGaL CouNTeR aJa KoK RePoT, KaLo BeNeR TuLiSaN iTu, JaDi BaNYaK YaNG SaDaR, KaLo SaLaH NTaR BaNYaK YaNG MaKiN CiNTa SaMa PaK MeNTeRI iNiiiiii, HiHi … BeNeR GaK Yaaa, BeNeR GaK Yaaa. JaNGaN NyoLoT DeH aH, Ga JaMaNN

        Posted by ban serep | 23 Desember 2012, 4:54 am
    • @ban serep

      Aq dah membaca tulisan aslinya. Sungguh, sangat bermuatan politik!!!
      Ulasan itu ditulis Pradhabasu Bhayangkara.

      Selain menulis “Inilah Dosa-dosa Dahlan Iskan” Pradhabasu Bhayangkara juga menulis dengan judul berikut ini:
      @ Dahlan Iskan Akan Diserang Habis-habisan dalam Minggu Ini
      @ Anas Dikudeta, Demokrat Hancur Lebur 2014
      @Segitiga Bermuda Dajjal Untuk Anas: Marzuki Alie – Sudi Silalahi – KPK
      @ Anas Urbaningrum… Dibonsai Di Rumah Sendiri ?
      @ Para Jenderal Mengepung Anas
      @ Penghancuran Anas Agenda Amerika Serikat ?
      @ Kepemimpinan Anas Diuji oleh Bocah Bernama Ruhut Sitompul
      @ Kapankah Dosa-dosa Hatta Rajasa Terungkap?
      @ Mahfud MD Sang Ambisius
      @ Abraham Samad Sang Banci KPK
      @ Ali Masykur Musa Adalah Penipu di BPK
      @ Gita Wiryawan Sang Monster Anggaran

      Pradhabasu Bhayangkara juga menulis: “….. Ketua Partai Demokrat potensial menjadi Capres 2014….”
      Dengan demikian jelas bagi qt, bahwa siapapun yang berpotensi menjadi batu sandungan bagi Anas Urbaningrum untuk pencapresan 2014 akan “disikat habis” oleh Pradhabasu Bhayangkara walau dengan fitnah-fitnah keji.

      Dahlan Iskan sangat dekat dengan SBY. Jika benar, sekali lagi jika benar bahwa Anas Urbaningrum bersalah dan sesuai janjinya bersedia digantung di monas, maka kemungkinan besar DI akan dirayu SBY untuk menggantikan Ketua Partai Demokrat itu.
      Makanya DI menjadi sasaran tembak Pradhabasu Bhayangkara.

      “Semakin mendekati tahun 2014 semakin banyak orang mencoba menjegal-jegal DI”

      Salam DahlanIS.www

      Posted by aditam@putra | 22 Desember 2012, 10:59 pm
      • iTu KaN DuGaaN, aNaLiSa DaRi KeCeNDeRuNGaN PeNuLiS … BiaRiN aJa … SeKaRaNG, BeNeR Ga YaNG DiTuLiSNYa? MaSa DaRi SeKiaN BaNYaK FaKTa Ga aDa YaNG BeNeR?

        Posted by ban serep | 23 Desember 2012, 4:57 am
        • Ban Serep…Saya ingin tahu tanggapan anda sendiri terhadap tulisan itu… masa nggak bisa menulis tanggapan singkat terhadap sebuah tulisan? bisa saja anda menulis fakta yang bener mana dan yang nggak bener mana.. gampang khan? Kalau begini kesannya anda lempar batu sembunyi tangan…

          Ini saya copas hasil analisis teman saya:
          “Setelah begadang semalaman membaca semua artikelnya ,jati diri penulis akan saya coba analisa dari hasil tulisannya sendiri, mohon dikoreksi ……
          Pertanyaan BESAR saya adalah Siapa yg diuntungkan dari tulisan2nya ini? kita lihat saja siapa yg dibela atau yg dibesar2kan ditulisannya tersebut. Dari semua tulisannya tersirat sekali PB ini mendewakan Salah satu Ketua partai terbesar ( PD) ,A U,berkali kali kali PB memposisikan AU ini sebagai org yg teraniaya tapi memiliki kemampuan bagus tanpa cacat, berkali kali saya baca artikelnya untuk mencari satu aja kalimat yg agak menyudutkan AU tapi gak ketemu walaupun ada disalah satu artikelnya AU agak disudutkan tapi tidak sendirian , tetapi diakhir artikel tetap dibela walaupun secara tersirat. Indikasi lainnya ,PB ini sangat pro dengan pemimpin muda yg notobene mengarah ke AU tadi dan sedikit alergi dengan tokoh –tokoh lama spt Prabowo,wiranto,amien rais dll
          Kemudian motif,
          Berdasarkan analisa diatas, udah jelas ini adalah untuk memuluskan jalan AU ke RI 1 , sebab wajah AU sekarang di grassroot babak belur, baik didunia nyata maupun di dunia maya, makanya perlu dibentuk opini –opini positif tentang AU untuk mengcounter berita –berita miring tentang AU.Sepertinya telah terbentuk suatu job desk tim, PB ini salah satu tim yang khusus untuk menyebarkan “virus” positif AU di dunia maya sekaligus menepis koment2 miring tentang AU secara terukur dan sistematis yang datanya di comot dari media sana sini utk dilemparkan lagi kemedia(kompasiana).

          Walaupun setiap artikel tidak saling berkaitan tetapi benang merahnya tetap sama yaitu menjatuhkan lawan-lawan politik AU yang bakal mengganggu jalan ke R1.Untuk tidak terlalu telanjang membahas pencitraan positif AU makanya sengaja diselipkan beberapa artikel yang tidak berkaitan langsung dengan lawan-lawan politik AU.Ini hanya sekedar pengalihan perhatian.
          Secara keseluruhan data-data yang diuraikan oleh PB kelihatan sekali serba opini tendensius yang belum tentu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya alias SAMPAH……”

          Posted by cak-mat | 23 Desember 2012, 11:47 am
      • Itu namanya WRITING BY ORDER…. menulis berdasarkan pesanan ( fulusnya pasti ada dunk…)

        kalau mau tahu SIAPA YANG ORDER / membayar… gampang, lihat saja SIAPA yang ditulis bagus-bagus, yang diangkat-angkat image nya , ITULAH orang yang order ( walaupun dia udah ” diambang” pintu KPK , udah masuk waiting list) .

        Ingat kasus trio macan ? mereka konspirasi 1 team, ketika salah satu adminnya menghadap AHOK dan minta bayaran…(tentu saja AHOK tidak mau membayar), dia mengancam akan menjelek-jelekkan / menjatuhkan AHOK.

        dan memang TERBUKTI dia menulis yang jelek tentang JB, tapi TERBUKTI kebenaran yang menang…JB jadi Gubernur/wakil.

        ” Becik ketitik, ala ketara” yang baik akan diponten / dipoin, yang busuk akan kelihatan…

        Kalau di Islam, berlaku hukum orang yang difitnah DOSANYA AKAN DIPINDAHKAN kepada yang memfitnah sebanyak fitnah yang dibuat. Itung-itung itu bagaikan SABUN WANGI buat ABAH yang akan membuat Abah makin bersih dan KINCLONG ( di hadapanNYA), juga di depan DAHLANIS.

        Saya yakin Dahlanis gak akan terpengaruh. TAPI musti BERLATIH SABAR…karena akan banyak fitnah-fitnah yang tujuannya pembunuhan/pengkerdilan karakter Abah di masa datang, apalagi menjelang 2014.

        Untuk CAK-MAT dan Bro LUKMAN BIN SALEH, BRAVO untuk counter attack anda. Kami Dahlanis ikut berdoa dan mengawal tulisan anda … GBU.

        Salam Dahlanis. untuk yang ingin kontak personal kontakwning@yahoo.co.id

        Posted by W. Ning | 23 Desember 2012, 7:20 am
  155. @Dahlan… Saya tidak bisa meletakkan tanggapan ini di bawah koment anda… nggak tahu kenapa, jadi saya letakkan disini…
    Kejadian kemarin diakibatkan Radar bandara mati karena UPS nya terbakar… Unit Radar menjadi tanggung jawab Kemenhub … ini link-2 nya
    1. Laporan kejadian tersebut ditujukan kepada Menteri Perhubungan.. bukan Menteri BUMN… ini linknya… http://nasional.news.viva.co.id/news/read/375397-kemenhub–radar-bandara-cengkareng-mati-selama-15-menit
    2. Selanjutnya Kemenhub berencana membeli unit radar baru untuk bandara Soetta… ini linknya… http://nasional.news.viva.co.id/news/read/376720-kemenhub-siapkan-radar-baru-untuk-soekarno-hatta… Dengan jelas menunjukkan bahwa pemilik unit radar adalah Kemenhub… ATC adalah pengguna radar saja…
    Catatan Kritis : Idealnya kepemilikan radar diserahkan sepenuhnya kepada BUMN Angkasapura sehingga seluruh sarana dan prasarana di areal bandara menjadi wewenang Angkasapura sepenuhnya… dengan demikian tidak akan terjadi kerancuan dan polemik seperti ini…

    Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 7:36 pm
  156. saya mengalami kesulitan menanggapi komentar Dahlan tentang ATC yang menyebut saya… setiap kali saya klik kirim tanggapan .. tidak bisa termuat… kenapa ya???

    Posted by cak-mat | 22 Desember 2012, 7:44 pm
  157. Penasaran MH snin24des2012. Nungul gak ya? Scara harpitnas getuuuu

    Posted by Fia | 22 Desember 2012, 10:20 pm
  158. Oentuk:

    YUNI, W.NING, ROSSY, INNE , IKE , EVI , LISA, PUTRI BINTANG , dan DESI

    Happy Mother’s Day
    22 Desember 2012

    Posted by aditam@putra | 22 Desember 2012, 11:39 pm
  159. @Ban Serep and All
    Dari kickdahlan barangkali bisa membantu

    Sentuhan Midas Tangan Dingin Dahlan Iskan

    Menurut Leak Kustiya, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos, makna dan daya tampar tindakan Dahlan Iskan itu lumayan besar pengaruhnya. Urusan bersih-bersih memang tugas pelayan. ”Tetapi, apakah cleaning service bisa menyapu puntung rokok sekaligus membuat saya malu, lantas menghentikan kecanduan rokok saya?” tutur Leak menirukan ucapan lelaki itu.

    Sang lelaki itu tak lain Dahlan Iskan, yang ketika itu menjadi Pemred Jawa Pos. Di mata awak redaksi Jawa Pos Group, sosok Dahlan memang tidak pernah bisa dilupakan begitu saja. Ia dinilai berhasil membuat perubahan besar di dunia media dan entrepreneur di “kota pahlawan” itu.

    Dahlan membangun kerajaan bisnis medianya di Surabaya mulai dari nol. Kini koran Jawa Pos yang dia rintis telah menjadi sebuah ikon media massa yang lahir dari kawasan Timur. Kepiawaian Dahlan mengatur dan mengelola bisnis media dirasa Leak sangat apik. Di mata Leak, Bos Dahlan –begitu ia kerap dipanggil anak buahnya– tak ubahnya figur yang memberi teladan dalam pekerjaan.

    Kesan itu semakin nyata dalam urusan keuangan. Hati-hati, teliti, irit, dan cermat merupakan sifat Dahlan terkait dengan keuangan. ”Sampai banyak pendapat yang menyebut Bos Dahlan itu orangnya pelit,” katanya. Namun, menurut Leak, irit dan pelit itu dua hal yang berbeda.

    ”Bos Dahlan pun bukan tipe dari keduanya. Dia cuma tidak boros dan selalu berusaha melakukan pengeluaran semestinya. Kalau dirasa cukup dengan biaya seribu rupiah, dia tak akan mengeluarkan satu juta rupiah. Dia memilih untuk menghargai dan hati-hati karena setiap rupiah harus diperoleh dengan cucuran keringat,” tutur Leak.

    Begitu juga dengan urusan fasilitas kerja. Dahlan termasuk orang yang tidak bergantung pada kemewahan status seorang bos besar. Lihat saja, di ruang kerjanya, Dahlan hanya ditemani meja kerja dan satu kursi. ”Bos Dahlan biasa tidur di bawah meja, di kursi yang dijejer, di atas tumpukan kertas, atau tidur telentang di atas meja,” kata Leak.

    Singkat kata, apa yang dilakukan Dahlan untuk Jawa Pos, lanjut Leak, tentu banyak. Ia telah membangun mental, spirit, idealisme, dan impian. ”Kerelaan, ke-ngotot-an, kenyataan, imajinasi, itu dia tunjukkan dalam kesehariannya pada saat memimpin,” ujarnya.

    Di mata Direktur Utama Graha Pena Surabaya, Djoko Susanto, Dahlan adalah tipe pemimpin yang menyukai sosok pekerja yang muda, pintar, ulet, dan jujur. Dengan modal itu, karyawan diajak menyelesaikan masalah dengan cepat dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Dalam menghadapi perusahaan yang bermasalah pun, Dahlan menyelesaikannya dengan cepat. ”Jika sudah tidak bisa diperbaiki dan tidak menguntungkan, ya, langsung ditutup,” katanya kepada M. Nur Cholish Zaein dari Gatra.

    Sebuah tradisi yang sampai kini terus diwariskan Dahlan adalah rapat evaluasi tiga bulanan. Seluruh perusahaan di bawah Jawa Pos Group berkumpul untuk melakukan evaluasi bersama. Isinya, membahas realisasi program, kinerja selama tiga bulan, target yang telah tercapai dan belum dilakukan. Selain itu, juga dibahas solusinya agar program yang terhambat bisa terlaksana. ”Dalam rapat itu, setiap peserta yang ikut memiliki hak dan kewajiban yang sama. Bahkan kursi rapat pun tidak ada yang berbeda,” ungkap Djoko.

    Banyak yang melihat Dahlan tak hanya bertangan dingin, bahkan sentuhannya bak Raja Midas, tokoh mitologi Yunani yang mampu mengubah apa pun menjadi emas dengan tangannya. Itu terlihat tak hanya pada perkembangan Jawa Pos, melainkan juga pada badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU). ”Selama 10 tahun memimpin BUMD itu, Dahlan tidak menorehkan kesuksesan dalam bentuk fisik, tapi lebih pada non-fisiknya,” kata Direktur Utama PT PWU saat ini, Arif Afandi.

    Menurut Wakil Wali Kota Surabaya periode lalu itu, Dahlan mampu mengubah budaya kerja dari birokrat yang identik dengan kinerja lamban dan berbelit-belit menjadi budaya korporasi. Manajemen desentralisasi juga dilancarkan Dahlan terhadap anak perusahaan PWU, sebelum kemudian ia ditarik menjadi Direktur Utama (Dirut) PT PLN. ”Di sinilah pertama kali Dahlan menerapkan sistem desentralisasi dalam bidang korporasi,” kata mantan Pemred Jawa Pos itu.

    Menjalankan roda bisnis PWU dalam kurun waktu 10 tahun itu memang tidak mudah. Dahlan harus membenahi tubuh BUMD tersebut dari lilitan utang yang menumpuk. Ketika PWU terbentuk pada tahun 2000, assetnya hanya uang cashflow Rp 3 milyar dan utang anak perusahaan yang jumlahnya lebih dari aset yang ada. Dari 18 perusahaan yang ada di bawah PWU, hampir 90% rugi besar.

    Selama 10 tahun, Dahlan berupaya keras mengurangi beban utang yang dipikul PWU. Dari hasil audit, aset PWU pada saat ini telah mencapai Rp 130 milyar, dengan tiga proyek besar yang dibangun, yaitu Gedung Jatim Expo, pabrik karet, dan Lamongan Shorebase. ”Tiga proyek besar ini menjadikan PWU meraup keuntungan usaha cukup tinggi. Itulah karya Pak Dahlan,” tutur Arif.

    Namun, Arif melanjutkan, apa yang menjadi grand planning Dahlan tidak seluruhnya berhasil. Hal ini disebabkan waktu yang digunakan Dahlan untuk PWU hanya 10% dari seluruh waktunya. ”Jika waktunya 100% dicurahkan sepenuhnya, hasilnya bisa berbeda,” katanya.

    Gebrakan Dahlan yang paling terasa dalam membenahi bobroknya BUMD ketika itu adalah melakukan efisiensi di semua lini. Baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia (SDM). Ada beberapa perusahaan daerah dengan struktur SDM yang terlalu gemuk langsung dipangkas. Ibarat lemak dan kolesterol yang ada di dalam tubuh, maka harus dihancurkan. ”Kebijakan inilah yang mungkin menuai protes dari beberapa karyawan yang terkena pemangkasan,” kata Arif.

    Sasaran efisiensi lainnya adalah bagian pengadaan pada setiap perusahaan daerah. Sebab, bagi Dahlan, bagian ini paling rawan. Di bagian ini banyak uang “berkeliaran” tidak jelas, yang menggerogoti anggaran di setiap perusahaan. Meski Dahlan merupakan sosok pekerja lapangan yang fokus pada nilai produksi, ada satu hal yang kurang di mata Arif. Yakni, Dahlan acapkali mengabaikan hal-hal penting, seperti prosedur dan administrasi. ”Tetapi, ketika memimpin PLN, kekurangan Pak Dahlan itu sudah bisa diatasi,” katanya.

    Di tengah kesibukannya, Dahlan masih bersedia menjadi Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS). Menurut Ketua Harian SPS, Ridlo Eisy, terobosan Dahlan yang paling mencolok adalah ketika dia menyarankan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SPS, empat tahun lalu. ”Dahlan usul setiap anggota penerbit punya hak suara di dalam kongres,” kata Ridlo ketika ditemui di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

    Ridlo menilai, usulan Dahlan itu membuat SPS makin demokratis dan makin memberdayakan para anggotanya. Sejak kongres itulah, Dahlan –yang ketika itu masih menjadi Dirut Jawa Pos– didaulat menjadi Ketua Umum SPS. Di tangan Dahlan, SPS melakukan penelitian untuk mengupas penetrasi dan analisis konten media cetak. ”Dananya bantingan dan hasilnya lumayan bagus,” katanya.

    Pada periode pertama kepemimpinan Dahlan, SPS banyak menjalin kerja sama antarlembaga untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ke dalam, regenerasi kepengurusan di tubuh SPS berjalan cepat. ”Banyak pengurus yang muda-muda,” ungkap anggota Dewan Redaksi Pikiran Rakyat itu. Untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, Dahlan menggiatkan pendidikan manajemen perusahaan pers bagi anggota SPS.

    Di tengah periode kepemimpinannya di SPS, Dahlan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Dirut PLN dan berlanjut dipercaya menjadi Menteri BUMN. Namun posisi baru itu, menurut Ridlo, tidak lantas mengurangi perhatian Dahlan ke SPS. ”Nggak masalah. Kan, sekarang zamannya telepon, e-mail, atau SMS,” tutur Ridlo.

    Meski sudah menjadi Menteri BUMN, perhatian Dahlan pada SPS tidak luntur. ”Justru pada waktu jadi menteri, dia datang ke kantor (SPS –Red.) jalan kaki, lewat pintu belakang,” kata Ridlo. Kantor Kementerian BUMN dan SPS terletak di kawasan yang sama, yakni Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Karena itu, sambil bercanda, Ridlo berpendapat bahwa sebenarnya roh Dahlan adalah di bidang media. ”Kalau di PLN atau menteri, itu cuma tambahan,” ujarnya seraya tertawa.

    Pekerjaan rumah yang masih belum diselesaikan sejak periode kepengurusan Dahlan yang lalu, menurut Ridlo, adalah penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) kertas untuk media cetak dan PPN penjualan. ”Dari dahulu diperjuangkan, tapi belum berhasil,” kata Ridlo. Secara prinsip, Ridlo berpendapat, Menteri Keuangan dan DPR sudah setuju dengan usulan SPS. Namun teknis usulan itu perlu dibahas lebih detail. ”Ternyata sulit sekali, syaratnya ada macem-macem,” katanya.

    Pekerjaan rumah lain untuk pengurus SPS periode Dahlan adalah mengatasi “perang harga” antar-penerbit pers di daerah. ”Saya ditugasi oleh pleno untuk cari jalan keluarnya. Cuma, kami juga tidak mau dituduh jadi kartel,” ungkapnya. Untuk Dahlan, rekan-rekan di SPS punya pesan sederhana. ”Harus keluar dari PLN atau dari menteri dengan terhormat. Jangan sampai terlibat korupsi,” ujarnya.

    Boleh dikata, sepak terjang kepemimpinan Dahlan mulai menjadi bahan perbincangan publik ketika menakhodai PLN. ”Bekerja dengan cepat, mengurangi birokrasi, dan simplicity merupakan penjabaran gaya kerja Pak Dahlan,” kata Nur Pamudji, Dirut PLN.

    Dari tiga hal tersebut, menurut mantan Direktur Energi Primer PLN itu, ciri paling menonjol dari Dahlan adalah bekerja cepat. ”Cepat selesaikan masalah, cepat ambil keputusan, dan cepat bertindak. Itu yang paling menonjol,” kata Nur, Senin lalu.

    Begitu memimpin PLN, Dahlan gencar memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan PLN. Ada lima musuh utama PLN yang harus dibereskan, yakni krisis listrik, daftar tunggu antre listrik, kerusakan trafo, gangguan penyulang jaringan, dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Ager target tercapai, Dahlan tidak segan datang dan mengecek langsung kondisi di lapangan.

    “Datangi langsung, solving the problem. Lalu ia sederhanakan persoalan karena dengan simpel lebih cepat dan mudah. Setelah itu, ia akan kontrol terus. Kirim orang untuk lihat ataupun datang sendiri,” ujar Nur. Contohnya soal target Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Dahlan menargetkan PLTP itu harus beroperasi pada akhir 2011. Target itu pun terpenuhi.

    Terjun langsung menggali persoalan di grassroot dan kontrol ke lapangan menjadi semacam ”hobi” bagi Dahlan. Terlebih untuk mempercepat pembangunan PLTU 10.000 MW. ”Walaupun hari libur seperti Sabtu dan Minggu, dia bisa ada di mana pun wilayah PLN,” ungkap Nur.

    Contoh lain cara kerja cepat Dahlan adalah dalam hal pelayanan penyambungan listrik PLN baru yang dinilai lamban. Dahlan turun langsung. Begitu mengetahui masaslahnya, dia lalu membuat solusi penyelesaiannya. “Kini tiga hari selesai atau ada yang 10 hari selesai, bergantung pada titik pelanggan,” ujarnya.

    Prinsip bekerja cepat itu juga diimplementasikan dalam pengambilan keputusan di PLN. ”Ada prosedur pengambilan keputusan di PLN, di mana bila menyangkut seluruh direksi yang harus terlibat bisa sampai tiga bulan. Karena ada dokumen yang harus ditandatangani direksi dan karena itu staf juga tanda tangan,” papar Nur. Oleh Dahlan, persoalan itu bisa diselesaikan dengan sekali rapat direksi.

    Prinsip yang diterapkan Dahlan adalah ”no nonsense”. Hal yang tidak ada maknanya tidak perlu dilakukan demi efisiensi. Sebelumnya, untuk setiap perkembangan sebuah proyek, ada seremonialnya hingga lima kali. ”Kini sekali saja, pada saat diresmikan presiden,” kata Nur.

    Pengendalian biaya juga tidak luput dari sorotan Dahlan. ”Misalnya untuk biaya kesehatan dipelototi betul, tapi tetap tidak mengurangi esensi kesejahteraan karyawan. Hal itu harus diperhatikan dan dipastikan tidak ada pemborosan,” ucap Nur.

    Terkait efisiensi, Dahlan pernah melakukan terapi kejut dengan memberlakukan satu bulan tanpa surat perintah perjalanan dinas (SPPD) di lingkungan PLN pada Mei lalu. Puasa SPPD itu memang menjadi terapi yang dilakukannya agar biaya SPPD efisien dan dipakai secara optimal. ”Terapi ini memancing karyawan untuk kreatif menggelar rapat tanpa bertemu langsung. Cukup e-mail atau telekonferensi,” katanya.

    Langkah efisiensi besar di energi primer PLN adalah upaya mengganti penggunaan BBM dengan gas untuk pembangkit di PLN. ”Dia bahkan bilang kepada Pak Jero Wacik, kalau ingin PLN efisien, beri gas sebanyak-banyaknya. Dia berpesan begitu, dan Pak Jero Wacik merespons dengan keputusan pertama beliau adalah menambah gas untuk PLN,” ungkap Nur.

    Sikap efisiensi Dahlan itu tak urung sering dipersepsikan sebagai sikapnya yang pelit. Namun, menurut Nur, secara pribadi Dahlan adalah sosok yang murah hati. ”Tapi itu uang pribadinya,” katanya. Sebagai contoh, ada salah satu general manager (GM) di PLN yang berpotensi memimpin PLN tapi berbadan gemuk. Sebagai bentuk perhatian untuk kesehatan sang GM, Dahlan memberikan insentif Rp 50 juta bila bisa menurunkan berat badannya.

    Contoh lain, pada waktu hari raya Imlek, Dahlan tak segan memberi angpau kepada karyawan golongan bawah di PLN dari koceknya. Soal langkah efisiensi di tubuh korporasi, imbuh Nur, itu adalah cara Dahlan mempertanggungjawabkan uang negara.

    Sisi menarik lain dari Dahlan adalah caranya membangun komunikasi lewat CEO notes yang disebarkan ke setiap e-mail karyawan PLN. Tujuannya, agar apa yang menjadi pemikiran dan pengalaman dia juga dipikirkan dan diketahui seluruh karyawan, supaya kinerjanya makin meningkat. Dari sisi kepemimpinan, Dahlan cukup egaliter dengan memperlakukan semua orang sama. ”Semua cara dibuka, apakah melalui telepon, SMS, dan e-mail. CEO bisa dihubungi karyawan secara terbuka,” paparnya.

    Oleh sebab itu pula, Dahlan bukan tipe pemimpin dengan banyak staf ahli. Prinsipnya, jangan sampai ada orang lain yang membuat pejabat formal terlangkahi. Kalau punya bawahan langsung, dia percaya kepada direksinya. ”Tidak ada orang yang menjadi tangan kanan karena tangan kanan dia adalah direktur,” ujar Nur.

    sumber : http://www.lestari.info/2012/03/sentuhan-midas-tangan-dingin-dahlan.html

    Posted by apasaja | 23 Desember 2012, 5:16 am
  160. pilih mana, Abu Rizal Bakrie, Megawati ato Pak Dahlan Iskan?

    Posted by ricky gonzales | 23 Desember 2012, 6:58 am
  161. Postingan komentar dari Bro BAN SEREP terlalu tendensius, subjektif meskipun dari hasil copas tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bisa berpotensi Fitnah. sebaiknya bro BAN SEREP mencantumkan pula data-data kongkrit atau semacam hasil investigasi agar ulasan tersebut lebih berbobot untuk dibahas dalam Blog ini.
    Untuk Kang Apasaja, postingannya mencerahkan dan setidaknya bisa dijadikan counter attack yang bagus, saya yakin seluruh Dahlanis dan Dahlan mania tidak secuilpun terpengaruh apalagi percaya dengan komentar Bro BAN SEREP. Bahkan semakin bertambah rasa sayang dan hormat pada Abah DIS.
    Buat Bro Cak Mat , Aditam@putra, Mbak W NIng jawaban anda semua mencerahkan dan menambah pengetahuan Positive Thinking.
    Bravo. Maju tak gentar membela yang benar, kerja kerja kerja….!!!!!

    Posted by Sofyan Usamah | 23 Desember 2012, 9:16 am
  162. Alhamdulillah.
    Beta setuju sekali dgn tulisan kakak sofyan,
    salam hormat tu Kakak Mat,Kakak Adit dan Kakak W.Ning…
    Insya Allah,dgn fitnah2 diatas,abah DI dilimpahkan Allah :
    ketabahan dan kesabaran…AMIIN.

    Posted by Najib anshori | 23 Desember 2012, 10:08 am
  163. Hallo2 di NTT su jam 00.00. Wass.

    Posted by Najib anshori | 23 Desember 2012, 11:01 pm
  164. moga aja mh57 tetap hadir …..

    Posted by ajipungkasan | 24 Desember 2012, 5:10 am
    • Subhannallah,
      Abah DI sdg “action” dengan enovasi-barunya.
      Mobil Sport Tucuxi,Murah,pakai Listrik dan ramah Lingkungan…
      Yang su siap, silahkan daftar …..
      Mudah2an,mengundang “idea” baru dari para achli yang lain…..
      Selamat dan succes selalu tu Abah DI……
      Wassalam.W.W.

      Posted by Najib anshori | 24 Desember 2012, 6:35 am
  165. thank u to mas abu zaid utk info linknya

    Posted by ajipungkasan | 24 Desember 2012, 5:17 am
  166. jam 5:43 koq keluar di MH?

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 5:42 am
  167. revise : jam 5:44 koq MH belum keluar?

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 5:45 am
  168. manis dah manis.. ;)

    Posted by Lukisan Jogja milieArt | 29 Desember 2012, 4:25 pm
  169. saya salah satu kryawan di ptpn x pak.memang sih PG tempat saya krj mengadakan pembangunan besar2an dan dengar2 untungny ratusan milyar.wajar aj itu pak sbb hampir separo karyawan yg krj disitu adalah pekerja borongan dg gaji yg minim malah2 dibawah standar gaji kuli bangunan.meski krjny sama dgn kryawan orsorsing/kontrak/tetap, tpi perbedaan gaji/kesejahteran benar2 tdk diperhatikan.jadi wajar aja untungny bsr sbb pihak PG mengaji kryawan ny cuma rendah dan berstatus borongan.padahal untung hasil produksiny bsr.Pabrik berstatus BUMN KOG mentereng namane tok sedang karyawan terbawah e melarat.malah mendingan jdi kuli bangunan .

    Posted by panji wetan | 26 Januari 2013, 10:27 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.829 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: