>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Memasuki Era BUMN Multinational Corporation

Senin, 19 November 2012
Manufacturing Hope 52

Telah lahir : BUMN Multinational Corporation.
Tanggal lahir : 12 November 2012.
Nama bayi : PT Semen Gresik (Persero) Tbk.

Maka, PT Semen Gresik yang sebentar lagi bernama PT Semen Indonesia itu resmi menjadi perusahaan BUMN pertama yang berstatus multinasional. Hari itu Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto menandatangani perjanjian pembelian sebuah pabrik semen di Vietnam.

Nama pabrik semen itu, Thang Long (berarti: Naga Terbang), sangat terkenal di Vietnam. Thang Long termasuk salah satu pabrik semen terbesar dan termodern di sana. Kapasitasnya 2,3 juta ton, lebih besar daripada pabrik semen Baturaja di Sumsel. Mesin-mesinnya buatan Eropa dan masih tergolong baru: mulai
beroperasi tahun 2008.

Dengan pembelian itu, PT Semen Gresik yang baru saja menggeser posisi Siam Cement (Thailand) sebagai pabrik semen terbesar di Asia Tenggara kian kukuh di depan. Dua bulan lalu, dengan mulai beroperasinya Unit 4 Tuban dan Unit 5 Tonasa, PT Semen Gresik memang sudah menggeser posisi Siam Cement sebagai yang terbesar di ASEAN. Kini dengan membeli pabrik semen di Vietnam itu, posisi
nomor satu Semen Gresik kian tidak terkejar. Apalagi grup ini masih berencana membangun pabrik baru di Rembang dan menambah pabrik baru di Padang.

Duta Besar Vietnam untuk Indonesia yang hadir dalam acara di Kementerian BUMN itu menyebut perkawinan PT Semen Gresik dan Thang Long itu sebagai langkah memperkukuh ASEAN. Juga sebagai wujud komitmen dua kepala negara untuk meningkatkan hubungan ekonomi dua negara.

Saya menambahkan sedikit humor: perkawinan itu mengulangi peristiwa hampir seribu tahun lalu. Yakni ketika raja Majapahit mengawini putri Champa. Lokasi pabrik semen Thang Long itu memang dekat ibu kota Hanoi, tapi salah satu unitnya berada di dekat kota kecil Champa.

Vu Van Thian, CEO grup perusahaan yang membawahkan pabrik semen itu, merasa cocok kawin dengan Semen Gresik. Meski lidah Vietnamnya begitu sulit mengucapkan kata “Semen Gresik” atau kata “Dwi Soetjipto”, rangkulannya yang erat saat perjanjian itu ditandatangani menunjukkan kesungguhannya dalam
berpartner.

Saya sangat iba melihat begitu susahnya Vu Van Thian mengucapkan kata-kata yang khas Indonesia dalam sambutannya. Karena itu, saya minta padanya agar dicarikan nama Vietnam untuk Dwi Soetjipto. Ini biasa dilakukan oleh orang-orang di Tiongkok untuk memudahkan memanggil nama-nama partner mereka. Nama Dahlan Iskan, misalnya, tidak dikenal di antara teman-teman saya di Tiongkok. Mereka memberi nama saya: Yu Shi Gan.

Saya juga berpesan kepada Vu Vi Tho (nama Vietnam untuk Dwi Soetjipto) agar membuka restoran Indonesia kecil-kecilan di dekat pabrik itu. Setidaknya agar bisa membuat orang-orang Vietnam mulai terbiasa menikmati rendang, kepala ikan, nasi goreng, atau sejumlah makanan Indonesia lain yang punya potensi menginternasional. Ini juga bermaksud menyeimbangkan agar jangan hanya kita yang mendadak menyukai pho (baca: fe), mi Vietnam yang tiba-tiba menyebar ke setiap mal besar kita itu.

Dengan kemampuan PT Semen Gresik, terutama di bidang engineering-nya, pabrik di Vietnam itu bisa terus diperbesar dan diperbesar. Bahkan bisa jadi merembet ke negara-negara tetangga Vietnam.

Di samping PT Semen Gresik, tahun depan PT Timah (Persero) Tbk di bawah Dirut Sukrisno juga mengikuti jejak Vu Vi Tho. PT Timah baru saja selesai melakukan langkah cerdasnya: mengusahakan penguasaan tambang timah (bauksit) di Myanmar. Maka, mulai tahun depan, PT Timah sudah beroperasi di Myanmar.

Ini juga menunjukkan bahwa tidak hanya perusahaan asing yang bisa menambang di Indonesia, tapi perusahaan Indonesia juga bisa menambang di luar negeri. PT Timah yang mengalami kesulitan menghadapi penjarahan tambangnya di Bangka Belitung memang harus berpikir keras dan tidak mudah menyerah. Penegak hukum betul-betul tidak bisa diandalkan untuk pengamanan aset PT Timah di Babel.

Bagaimana bisa, produksi timah gelap dari lahan PT Timah lebih besar dari produksi PT Timah sendiri. Ini mirip dengan tidak berfungsinya penegak hukum di Sumsel yang membiarkan terjadinya pencurian minyak mentah Pertamina secara masif, terbuka, terang-terangan, di mana-mana, dengan menggunakan teknologi kelas berat.

Di tengah persoalan dalam negeri yang berat itu, PT Timah tetap harus mengambil peran sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian juga PT Antam (Persero) Tbk. Harus mempercepat langkahnya untuk membangun pabrik alumina di Kalbar. Tahun depan PT Inalum di Sumut sudah kembali ke tangan pemerintah Indonesia. Siapa yang akan menjadi pemasok bahan baku untuk Inalum” Selama 40 tahun di tangan Jepang, tentu Jepanglah yang memikirkan pasokan untuk Inalum. Tapi, begitu kembali ke pemerintah Indonesia, harus ada yang menggantikannya. Kebetulan, Antam sudah berencana membangun pusat peleburan alumina di Kalbar.

Di samping Semen Gresik dan PT Timah, beberapa BUMN besar juga didorong untuk terus mengembangkan sayap. Kalau dulu kita dikenal sebagai suka menjual BUMN, kini berubah total: giliran BUMN yang beli, beli, beli.

Dulu, setelah krisis, negara kita memang miskin dan lemah. Menggaji pegawai negeri saja hampir-hampir tidak mampu. Pemerintah di waktu itu memilih menjual beberapa BUMN. Itulah yang menimbulkan kesan jual, jual, jual.

Tapi, kejadian di masa lalu itu tidak perlu terus-menerus disesali. Kita tidak boleh terlalu larut dalam penyesalan. Apa yang telah terjadi di masa lalu harus jadi pendorong semangat untuk memperbaiki masa depan. Yang penting, kita tidak lagi mengulangi cara jual, jual, jual itu.

Tahun depan PT Telkom (Persero ) Tbk juga mulai “membeli”. PT Telkom melakukan ekspansi ke luar negeri: Timor Leste. Selama ini telekomunikasi Timor Leste dikuasai perusahaan Portugal. Tahun depan PT Telkom mulai beroperasi di Timor Leste. Tekad direksi Telkom tidak kecil: menguasai pasar telekomunikasi negara tetangga itu.

PT Telkom, sebagaimana dikemukakan Dirutnya, Arief Yahya, punya kemampuan untuk itu. Kemampuan manajerial, peralatan, maupun pendanaan. Telkom yang kemampuan keuangannya melonjak tahun ini juga sedang menyiapkan langkah ke beberapa negara tetangga, namun belum perlu disebut di sini.

Dua bank besar kita (Bank Mandiri dan BRI) sebenarnya juga sangat mampu beli, beli, beli. Namun, di dunia perbankan aturannya amat ketat. Cabang Bank Mandiri di Singapura, misalnya, tetap masih dilarang menjadi bank umum yang bergerak ke ritel. Padahal, bank-bank milik Singapura di Indonesia begitu
bebasnya.

Begitu juga di Malaysia. Begitu banyak larangan untuk bank kita di sana. Padahal, bank-bank Malaysia di Indonesia menikmati longgarnya aturan kita.

Saya yakin, kalau mendapat perlakuan yang sama di Singapura dan Malaysia, Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI bisa segera jadi jagoan kita di Asia Tenggara.

Tahun depan memang akan menjadi tahun politik. Dunia politik akan bergejolak. Tapi, BUMN tidak boleh terpengaruh, apalagi terseret dan larut ke dalamnya.

Di tahun depan yang bakal kian panas itu, BUMN harus tetap berada di jalur moto ini: kerja, kerja, kerja! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

410 thoughts on “Memasuki Era BUMN Multinational Corporation

  1. Pertamax
    Semangat Awal Minggu

    Posted by Prasetyo | 19 November 2012, 5:19 am
  2. Bravo pak DIS….

    Posted by 2nrae | 19 November 2012, 5:20 am
    • Setujuuu, mas/mbak. Bravo juga untuk Dahlanis.
      Semoga Senayan sudah tidak ‘menggonggong’ lagi. Terus maaju, Abah. Angkat harga diri bangsa melalui BUMN. Mumpung panjenengan sedang ‘PEDANG’, tebas semua penggerogot kejayaan negeri.

      Posted by wanto kdr | 19 November 2012, 6:16 am
    • Setujuuu, mas/mbak. Bravo juga untuk Dahlanis.
      Semoga Senayan sudah tidak ‘menggonggong’ lagi. Terus maaju, Abah. Angkat harga diri bangsa melalui BUMN. Mumpung panjenengan sedang pegang ‘PEDANG’, tebas semua penggerogot kejayaan negeri.

      Posted by wanto kdr | 19 November 2012, 6:17 am
  3. Hebaaatt!

    Posted by irwan ari w | 19 November 2012, 5:21 am
  4. Absen dulu ah.. Mumpung masih pagi.. :)

    Posted by Handi | 19 November 2012, 5:22 am
  5. mantaf…..!!! jayalah indonesiaku….!!!! kerja…kerja…kerja….!!!!!

    Posted by Iwan Subandi | 19 November 2012, 5:22 am
  6. Semoga Alloh Ta’ala senantiasa memberikan taufiq kepada pak DIS…Amiin

    Posted by abuzaid | 19 November 2012, 5:23 am
  7. Ikut 10 besar pertamax…inilah kerja kerja kerja versi Abah DIS. Kita mampu utk mjd BUMN multinational. Asal tdk direcoki pemerasan oleh DPR. BUMN fokus kerja kerja dan kerja utk rakyat dan negara.
    Lanjutkan abah.

    Posted by ndokaja | 19 November 2012, 5:25 am
  8. Telkom dalam proses membangun 80 BTS di timor leste, dibawah bendera Telin
    Semoga bisa segera on air

    Posted by Malmsteen | 19 November 2012, 5:27 am
  9. Part I. PENCITRAAN ala Politik
    Saya semakan faham, arti pencitraan dalam bahasa politik. Kalau apa yang dilakukan DAHLAN ISKAN, SBY & JOKOWI dikatakan pencitraan maka kesimpulannya adalah

    PENCITRAAN = KERJA DIATAS RATA-RATA

    Jadilah kita bisa melihat, kalau tiba-tiba si A, atau si B dikomentari “ ah, dia pencitraan…” itu artinya si A atau si B telah melakukan suatu pekerjann di atas rata-rata… sehingga tercium wartawan dan menjadi menonjol…

    Biasanya yang mengatakan pencitraan / si penghujat justru TIDAK MELAKUKAN APA-APA… alias TIDAK BERPRESTASI….

    Kita tahu, “no body is perfect…” siapapun peminpin itu pasti ada kekurangannya, tapi yang terjadi dengan SBY sepertinya + dia kurang beruntung….
    Dia sebenarnya berprestasi secara Global, dan dinilai bagus DILUAR negeri ( karena tolok ukurnya adalah perbandingan prestasi / perkembangan antar Negara), namun hampir seluruh media di dalam negeri DIKUASAI oleh LAWAN-LAWAN politiknya…( tengok saja siapa pemilik stasiun TV – TV ternama di Indonesia…)

    Disinilah letak KECERDIKAN Abah DIS… beliau tahu bahwa rakyat harus mendapat informasi yang benar, supaya OPINI PUBLIK tidak DIBENTUK ( diarahkan) oleh OPINI LAWAN POLITIK….
    Sejak di PLN Abah sudah membuat CEO NOTE, kemudian di BUMN membuat MH. Jadilah rakyat bisa memilih media mana yang akan dipakai…

    Tergantung tujuan, kalau mau yang BENAR ya baca MH, kalau mau ikut aliran PENCITRAAN ya tinggal ikut TV-TV yang dikuasai oleh pihak-pihak yang merasa TERSAINGI dengan PRESTASI DAHLAN ISKAN…..
    Salam Dahlanis. Gbu.

    Posted by knight | 19 November 2012, 5:29 am
    • Setuju sekali. Kelihatanlah siapa yg kerja, kerja diatas rata2 (pencitraan) dan juga tercitrakan kebaikan dan kerjanya dan mana yg asal omdo dan hny bisa berkoar. Mau contoh? Itu yg kmrn menghujat abah dis dr dpr, namanya epen di si bloon (cari sndiri ya), emgnya kerjanya apa? Malah skrg jd cagub sumut. Keciah deh kalo sumut di pimpin apn di si bloon. Bravo abah dis, salam dahlanis. Kerja kerja kerja, Beli beli beli (kembali).

      Posted by ndokaja | 19 November 2012, 5:51 am
    • Kalo utk Dahlan Iskan, saya setuju dgn Anda. Untuk Jokowi, masih harus dibuktikan 1 tahun ini mjd gubernur DKI. Sedangkan SBY, dasarnya apa?!! Sy sama sekali tidak melihat sesuatu yg bisa dibanggakan dari dia. Sebagai “PRESIDEN” dia amat lemah dalam pergaulan internasional, di dalam negeri pun dia lambat dan nggak tegas. Lihatlah track record SBY memimpin indonesia selama 8 tahun ini, ada berapa biji kebijakan dan langkahnya yg bisa dibanggakan rakyatnya? Silakan Anda sebut… Thanks

      Posted by Hijra | 19 November 2012, 6:02 am
      • Stabilitas itu yang mungkin bisa dibanggakan dari presiden SBY. Termasuk dalam mengangkat Pak Dis juga prestasi P SBY, dan selama ini masih mendukung program P DIS atau paling tidak, tidak menghambat.

        Posted by Arif Wahyu | 19 November 2012, 7:08 am
        • Mendukung ARIF WAHYU… Yang dapat dibanggakan dari SBY adalah Stabilitas keamanan dan politik di Indonesia.

          Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 8:38 am
        • Itulah yg saya sebut ‘beberapa biji’ itu. Masalah itu saya setuju dgn Anda. Alhamdulillah, patut disyukuri juga.
          Dan, selebihnya adalah pencitraan, takut dikatakan pro rakyat, takut dijadikan sasaran ‘teroris’, takut bilang “tidak” kepada negara tetangga meskipun mereka telah menginjak2 harga diri bangsa, TERLALU BANYAK kebijakannya yang lebih pro kapitalis, ato paling tidak melakukan pembiaran terjadinya penguasaan sektor-sektor ekonomi kerakyatan dikuasai mafia-mafia perdagangan. Dan lain-lain. Sekali lagi, terlalu banyak!
          Fair aja. Beberapa yg baik seperti yg Anda sebutkan itu jangan sampai menghilangkan semua ingatan kita, dan kemudian serta merta kita hadiahi dia dgn cap baru : Anti Pencitraan.
          Sangat tidak sebanding, mas, dengan durasi yang sudah SBY habiskan : 8 tahun menjadi orang no. 1 Indonesia.
          Semoga Pak Dis jadi RI 1 thn 2014 nanti. Amin…..

          Posted by Hijra | 19 November 2012, 9:10 am
          • saya berusaha obyektif disini, kalau saya lihat secara integral..sby sudah cukup bagus. pasca ambruknya orba situasi politik indonesia jadi memanas, semua berebut kekuasaan sehingga sampai sekarang menurut saya kondisinya masih sama..ibaratnya seperti perang baratayuda belum selesai, belum ada tokoh sekaliber soekarno atau soeharto yg bisa moncer sendirian pada jamannya masing2.

            melihat sby, orangnya punya karakteristik cenderung perhitungan dan main aman sembari pelan2 bekerja utk mencapai tujuannya. yang paling parah adalah para lawan politik yg mengajarkan rakyat utk pesimis dgn keadaan negara kita. bnyk sekali berita2 negatif, sedang di lain sisi..banyak pujian2 positif di luar negeri. utk mslh ekonomi, saya akui bagus, kita udah melewati krisis dunia 2008 n 2012 dengan aman. masyarakat kelas menengah semakin besar, efek negatifnya bnyknya mobil+motor yg menyebabkan kemacetan dimana2. sepertinya pemerintah tidak menyadari ledakan ekonomi ini sehingga lambat dalam merespon yang berakibat lambatnya pembangunan infrastruktur dan layanan umum.

            jika ada isu ttg kue kemakmuran ekonomi ini hanya dinikmati oleh pusat jawa/jakarta. kenyataannya memang benar, tetapi ini terkesan pembodohan publik menurut saya. semua ibarat salah sby. sistem pemerintahan kita kan sudah otonomi daerah dimana tanggung jawab pembangunan berada pada pemda masing2. sistem sudah diubah sedemikian rupa agar keadilan tercapai, tapi masih saja mengarah pada jalur yang salah. banyak sekali pejabat2 daerah yang menyelewengkan dana2 yg besar itu. tetapi publik selalu menyalahkan pusat. disini pemerintah jg kurang tanggap dalam memberi pendidikan ke masyarakat luas ttg tata kepemerintahan kita sehingga masyarakat bisa mengawasi dan mengkritik dengan tepat. sepertinya sdm kita ini yg jd sumber masalah. sebagus apapun sistemnya kebanyakan mengarah ke jalan yg salah. tetapi masih baguslah pusat mengadakan mp3ei untuk percepatan pembangunan daerah.

            kemudian pendidikan, sudah bagus dikasih 20% apbn. tp ya sdm2 pendidik kita masih banyak kekurangan disana sini. korupsi dana pembangunan sekolah, biaya sekolah masih tinggi. tapi jg ada daerah yang menggunakannya dgn bagus. contoh nyata spt di kota saya surabaya. sekolah sudah gratis sd-sma utk negeri.

            di bidang militer, pada awal2 sby berkuasa kita sperti ayam sayur saja..tetangga2 pada ngelunjak. ya itu adalah kenyataan pahit karena kita serba ketinggalan. ya dana n alutsista yg udah tua. skrg pun dapat apbn yg besar berkat eknomi yg bagus. sya jg pemerhati forum2 militer. disana banyak sekali komen2 positif ttg militer kita. ibaratnya di media sby bermulut manis(zero enemy). tetapi kenyataan di belakang, kita terus memperbarui alutsista kita. pembelian 100 tank kelas berat yg setara ama tipe milik singapura, pembelian pesawat2 sukhoi,pesawat serang embraer yg bisa buat nembakin pemberontak2 atau penyusup2 di perbatasan, habis ini datang 30 f16 dari usa, sudah ada kerjasama pembuatan rudal pengendali dgn cina dgn kontrak ToT agar kita bisa belajar teknik pengendalian rudal sehingga bisa diimplementasikan dgn roket2 lapan. dgn korea kita kerjasama buat bareng pesawat tempur yg lbh tinggi levelnya dr f16 selain itu jg kerjasama buat kapal selam.

            sekarang sudah ada ekpsedisi rutin utk mengecek perbatasan kita. ambalat pun skrg jg sudah dingin kembali, tetangga jd mikir klo mau bikin rese’. prediksi di masa mendatang, situasi militer akan memanas di laut cina selatan. cina secara sepihak mengklaim itu wilayahnya, sebagian kep natuna kita kena. ini kenapa indonesia harus hati2 agar tidak memihak. sama cina, usa, rusia harus berteman baik dulu, pelajari apa yg kita bisa sehingga kita bisa mandiri kelak.

            masalah hukum, nah ini sangat buruk sekali. presiden seperti tidak punya willingness yg jelas untuk memperbaiki carut marutnya hukum di negeri kita. sepertinya sby tersandera oleh lawan2 politiknya yg mengetahui kelemahannya. hukum dan politik semua tercampur aduk. semua seperti saling memegang kartu truf. tapi cukup disini saja, saya tidak mau berspepkulasi lebih jauh. takut ghibah. dosa.

            kesimpulannya, banyaknya kelemahan disana-sini hanyalah dinamika. gencarnya peran media yg membuat transparansi kian nyata, ditambah banyak sekali sdm2 indo yg ingin memajukan negara ini. saya yakin, kita pasti akan menjadi negara maju beberapa dekade mendatang. smoga pemimpin 2014 bisa menjaga dan membuat lebih baik. peran masyarakat yg cerdas sangat dibutuhkan untuk memberi pencerahan kpd masyarakat lainnya untuk memilih pemimpin yang tepat. sudah tidak jamannya lagi memilih hanya gara2 dapat uang 100rb+kaos :D

            Posted by samson | 19 November 2012, 10:54 am
        • Ambon, Samabas DLL yang beresin JK bung.. Sekarang musim perang antar masyarakat, suasana rentan perpecahan, saya kira suasana makin rentan terjadi perpecahan dan perang saudara..

          Posted by Sakinul Wadi | 19 November 2012, 11:04 am
          • tx Bro Samson… Dibutuhkan suatu “Kearifan” untuk menilai seseorang secara FAIR & BALANCE…
            Salam Dahlanis. Gbu

            Posted by W. Ning | 19 November 2012, 2:29 pm
          • trima kasih bung samson atas sharingnya, ulasannya sangat bagus bisa menambah wawasan kami para dahlanis, dan kami tunggu ulasan berikutnya dari bung samson, siiip salam dahlanis

            Posted by ikin | 21 November 2012, 6:44 am
          • Bung Sakinul Wadi, JK memang spesialis pendamai pertikaian di mana2. Tapi apa kata JK ketika ia dipuji atas prestasinya mendamaikan NAD? “Itu karena peran Presiden juga. Bisa apa saya,kalau Presiden tidak merestui?” Tentunya ungkapan beliau termasuk keberhasilannya untuk mendamaikan daerah2 konflik yang lain. Saya setuju dengan Bung Samson. Banyak prestasi SBY, tetapi lemah dalam penegakan hukum (itupun karena tersaandera politik koalisi). Kesan yang mencuat adalah lambat dan tidak tegas. Dan itu kadang membuat saya jadi geregetan juga.

            Posted by mito | 21 November 2012, 11:00 pm
      • eh kang hijra, ada prertasi sby 1 doang tapi “jeli memilih abah Dis”

        Posted by damar | 19 November 2012, 11:54 am
    • Kerja dia atas rata2, Wowww..! I LIKE DIS.
      Suwun bro KNIGHT.
      Suwun juga bro KICKDAHLAN atas sambungan materinya yg ruarrr biasaahh…
      Bravo pak DIS!!

      Posted by Bambang | 19 November 2012, 6:08 am
    • utk Jokowi dan Ahok memang masih perlu pembuktian. aku suka gaya Jokowi dlm menghadapi rakyat, sangat rendah hati dan ‘mengalir’. aku suka gaya Ahok dlm menata birokrasi pemda DKI Jaya, jangankan cuma marah membentak, kalo perlu kepala dinasnya dilempar meja kerja juga oke, sdh makan gaji dan fasilitas negara tapi prestasinya memble dan hobi banget mark-up anggaran. dua-duanya dikritik oleh Bang Yos, etis gak sih mantan gubernur mengkritik gubernur penerusnya??? meski bukan pendukung SBY, tapi aku gerah juga melihat mantan Presiden Megawati yg orasi politiknya sering mengkritik SBY, kayak dia blm pernah jadi presiden aja. emang waktu Megawati jadi presiden apa prestasinya???

      utk SBY, sayang 2 kali kepemimpinan nasional yg diraih lewat suara mayoritas rakyat secara langsung tdk berdampak signifikan thd keberanian beliau dlm ‘bertindak out of the box’ dan menerobos pakem demi mencari solusi. bangsa ini sdh carut marut puluhan tahun, tdk bisa mengandalkan cara-cara biasa dlm mengatasi permasalahannya. blm lagi, SBY terlalu memanjakan rekan-rekan koalisi partainya sembari melupakan berkoalisi dgn rakyat yg sdh mendukungnya. eh, dia juga sibuk mengembangkan hobi bikin lagunya daripada bikin skenario penyelamatan aset-aset negara dan mengalahkan dominasi asing. jangan-jangan lepas 2014 nanti SBY bakal diundang jadi juri Indonesian Idol atau Indonesia Mencari Bakat, tuh… :p

      utk Pak Dahlan, masa-masa ini adalah ujian kesabaran krn suara penentang beliau makin menguat di Senayan. sayangnya, langkah beliau membuka nama-nama oknum pemeras BUMN kemarin memang terasa kurang ‘pedas’, kurang sebanding dgn blow-up media yg memang lebay juga. semoga pak Dahlan bisa membayar ‘kesalahan’ strategi kemarin dgn bukti-bukti yg lebih nyata, perintahkan saja setiap direksi dilarang menerima telepon dari anggota dewan di ponsel pribadinya, hrs lewat nomor kantor BUMN dan direkam. wis, mau ngeyel apalagi kalo punya rekaman dialog ajakan kong X kong kayak gitu…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 November 2012, 6:55 am
  10. Senin pagi,semangat awal pekan. Waktunya kerja kerja kerja, kejar harga diri bangsa…

    Posted by fris | 19 November 2012, 5:32 am
  11. Selamat buat Mr.Yu Shi Gan dan Mr.Vu Vi Tho yg sudah membuat sebuah langkah maju untuk pengembangan industri semen Indonesia. Ditunggu lagi gebrakan dari PT.Telkom.

    Salam Perubahan..!!

    Posted by Jagonya Undangan Pernikahan Murah Unik | 19 November 2012, 5:33 am
  12. Berita yang membuat semangat berkarya.

    Posted by Widodo Puji | 19 November 2012, 5:34 am
  13. asswrwb cak DIS ; tahun depan adalah tahun politik…???? hmmmm….mudah=an sampean ndak terseret lagi k dalam arus perpolitikkan cak…smoga sampean di beri kekuatan oleh Yang MAHA KUASA agar menjadi contoh suri tauladan yang baik bagi seluruh komponen pemimpin bangsa agar bisa bersatu dan memikirkan nasib dan mensejahterahkan rakyat di bumi IBU PERTIWI INDONESIA….Amien…

    Posted by R I Molle | 19 November 2012, 5:35 am
  14. MEMBELI INDONESIA KEMBALI…. !

    Posted by yuni | 19 November 2012, 5:35 am
  15. Selalu membuat bersemangat di Senin Pagi untuk diteruskan spirit tersebut ke hari2 berikutnya.
    Terima kasih Pak Dis, Semoga selalu diberi kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT.

    Posted by Muhtar Halim | 19 November 2012, 5:36 am
  16. kl pak di smangatnya kerja kerja kerja, lain halnya di gedung atap bulat itu………….kunjungan kunjungan kunjungan dan rapat rapat rapat ckckckcckck

    Posted by masnawie | 19 November 2012, 5:37 am
  17. Happy monday…………… Cemungut…..hehehe

    Posted by Damarta | 19 November 2012, 5:37 am
  18. nasehat buat saya dan buat yg lain.

    Tuduhan miring, cemohan, dsb. tidak perlu lagi ditanggapi, mereka hidup dari kesenangan mencaci orang. Sudah saatnya kita stop memberi mereka kesenangan.

    Dulu mereka mencemooh, BUMN yg punya niat ekspansi ke myanmar, vietnam dg sekitarnya dg sebutan mimpi disiang bolong, omdo dst. Tidak perlu menghabiskan energi membalas angin dengan angin, bekerja saja lebih keras. Pencela akan gigit jari begitu sadar mereka tertinggal jauh di belakang.

    Posted by abdullah | 19 November 2012, 5:39 am
  19. PR terbesar bisnis negeri ini berada di pundak BAnk Indonesia. Selama ini ada asumsi jika ada investor luar masuk diharapkan tingkat bunga kredit bisa turun. namun kenyataannya tingkat bunga kredit tidak banyak berubah. Padahal keberadan bank-bank tersebut dimaksudkan untuk mendorong dunia bisnis. Kenyataannya bisnis bank lebih pada mengeruk dana masyarakat dan mendapatkan margin yang besar dari masyarakat…nah bagaimana BI?

    Posted by habib | 19 November 2012, 5:40 am
    • “BI Rate Turun, Tak Berpengaruh pada Kredit Perbankan”
      BI Rate kredit saat ini 6%, tp suku bunga existing perbankan masih berkisar 13,5% – 14%. Adalah kebijakan masing2 bank untuk mau menurunkan besarnya margin pendapatan dari masyarakat.

      Posted by rickygonzales | 21 November 2012, 8:27 am
  20. Siapa yang melihat keberhasilan ini sebagai pencitraan?! Hanya otak2 udang saja yang berambisi di 2014 tanpa kerja nyata. Kerja kerja kerja.

    Posted by ayah chilla | 19 November 2012, 5:43 am
  21. HASIL JALA
    Alhamdulillah, sudah bisa jalan… dan mengerjakan tugas-tugas ringan ( tapi belum ngantor ). Karena niatnya baik, caranya baik, dan iklhlas apapun hasilnya …( terserah Tuhan )maka inilah HASIL JALA saya…

    1. Tambah saudara & saudari. Kami saling kirim e-mail saling memberi semangat, mengungkapkan kekaguman akan Abah DIS, sambung ke YM an… Seperti punya keluarga baru, Rasanya dunia menjadi lebih indah ( ceile!)

    2. Ada yang mendoakan khusus, baik buat kesembuhan maupun jodoh untuk saya… Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar !

    3. Ada yang “ janjian” untuk sholat malam bareng. Jadilah Insya Allah setiap 1/3 malam menjelang subuh, saya ada yang miss call untuk membangunkan saya sholat lail. Gbu

    4. Ada yang pengin membuat proyek sekolah Gratis barengan dengan saya… saya tunggu realisasinya.

    5. Ada yang nyumbang untuk yayasan. Alhamdulillah…Smoga Tuhan membalas dengan rejeki yang berlimpah.

    Terima kasih semuanya untuk para Dahlanis, baik yang lewat komen, kirim email, mendoakan, YM an maupun yang transfer… Saya yakin diluar sana masih ada yang mendoakan , walau tidak komen dan kontak secara langsung.

    Untuk SEMUA DAHLANIS yang sudah berbuat kebaikan untuk saya , selain ucapan terima kasih yang tulus “from to the bottom of my heart…” saya doakan semoga segala kebaikannya dicatat sebagai amalan, selalu mendapatkan berkah, rahmat, kesehatan, kebahagiaan dan rejeki yang berlimpah
    Insya Allah BERAPAPUN dana yang ditransfer, akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk pengembangan yayasan, dan insya Allah akan dicatat sebagai AMAL JARIAH… karena ini untuk PENDIDIKAN yang long life…

    Terima kasih untuk BRO AKADARISMAN, DJOKO SAWOLO, MITO, APASAJA, QOHAR69.WIDI, KKA KUSNANTO, SOFYAM USAMAH, JAHUDIN, ARDIAN, FRIS, HABIB, R I MOLE, G. HARIYANTO, EDWARD, JOWI, BUKEKSIANSU, SARWOKO,TEDI KP serta MBAK YUNI & IKE ( untung masih ada srikandinya…) serta semua pihak yang saya tidak sempat sebutkan satu persatu… Semuanya saling mesupport dan menyayangi, seperti halnya pesan Ibu Theresia:

    “ Jika kita tidak bisa mencintai orang-orang yang dapat kita lihat, Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tak terlihat?”

    Salam Dahlanis &ACI. Gbu all

    Untuk yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 19 November 2012, 5:47 am
    • asswrwb mbak W.NING ; urutan abjad dan tutur yg mbak tulis merupakan contoh berperilaku yg bs di jadikan contoh bagi seluruh Dahlanis & ACI sejati , pengalaman yg telah terjadi adalah sebuah proces yg harus kita alami dan dng dasar AGAMA dan dukungan orang tua yg kuat dpt membentuk personal yg bs menjadi contoh yg baik.. Alhamdulillah saya haturkan pada ILLAHI bahwa sy telah mendapat tuntunan dari apa= yg mbak NING telah tulis…matur suwun sanget….

      Posted by R I Molle | 23 November 2012, 7:41 pm
    • kayanya saya boleh nunut dijala deh hehe… salam kenal bu @ning, semoga kita dapat menauladani sikap-sikap ksatria dan amanah dari pimpinan-pimpinan bangsa kita

      Posted by ssmamaze | 24 November 2012, 9:50 am
  22. semangat, mantap. mungkin kalau diajak perang di media, abah memang ahlinya, sebentar lagi kalau tvri dan rri sudah mendapat sentuhan, ‘hope’ menjadi lebih besar. amin

    Posted by irza | 19 November 2012, 5:51 am
  23. Absen dulu akh

    Posted by caderabdul | 19 November 2012, 5:52 am
  24. Waktunya beli! Beli! Beli!
    Stop jual! Jual! Jual! termasuk menjual hrga diri bangsa!
    Salam DAHLANIS

    Posted by Anto | 19 November 2012, 5:56 am
  25. lumayan 50 besar!!!!!!!!!!!!!!!

    kami paham pak DI nggak ke KPK
    kami maklum revisi itu mengundang gonggongan mreka semakin keras

    katakan saja: maaf kita beda semangat
    obati segera syahwat politikmu

    salam dahlanis

    Posted by novi | 19 November 2012, 5:58 am
  26. sementara kita para pendukungnya masih ke-loro2 (terluka hati dan tersinggung berat) yg ber-larut2, DI seperti tidak terpengaruh sama sekali.

    DI tetap bekerja, menjaga semangat pasukannya, bahkan menunjukkan betapa perkasanya BUMN kita. DI Tidak bergeming.

    Seperti linglung dan bingung para pengusiknya, jurus apalagi yg mau mereka pakai ? padahal mereka perlu sekali agar keran2 BUMN segera dikuasai, agar sapi2 yg semakin gemuk dan sehat dapat segera diperah.

    Ada pelajaran berharga dari DI untuk kita semua, bagaimana caranya menghadapi para pengusik yg keji dan zalim. Pengusik semacam itu ada di-mana2, mengganggu siapa saja termasuk kita. mencoba menurunkan produktivitas dengan segala cara sampai masuk wilayah pribadi dan membunuh karakter.

    DI bukan lawan mereka, gak level, DI bahkan jadi punya kesempatan besar untuk memberi contoh pada kita, untuk belajar menghadapi pengusik2 disekitar kita.

    Kalau batangnya bersih dan kokoh, kalau cabang dan rantingnya juga bersih dan kokoh, bisa bikin apa lagi mereka ?.

    Angin yg menghembus akan jadi sekedar tiupan yg selalu melatih kita menghadang badai, tak akan tumbang pohon yang batang, cabang, dan rantingnya kuat, yang akarnya kuat menghunjam kedalam bumi.

    Terima kasih DI…

    KERJA…KERJA…KERJA…

    Posted by daya setiawan | 19 November 2012, 6:01 am
  27. Paling seneng dengan kalimat “dulu negara miskin sampai untuk bayar gaji PNS harus jual BUMN, sekarang beli beli beli… Lupakan yang lalu… Bravo om DIS, semoga terus diberikan kesehatan.

    Posted by muklisin | 19 November 2012, 6:03 am
  28. Nah, sepertinya hanya menunggu waktu sebentar lagi nih, buat segera menyaksikan lunturnya kepongahan singapura dan malaysia kepada Indonesia. Sebetulnya mereka sadar-sesadarnya, kasih aja ruang gerak sedikit buat Indonesia, maka mereka berdua akan terlewati.

    Tapi, dengan kepiawaian para direksi BUMN berikut menterinya, saya yakin rintangan aturan perbankan yang membelit itu akan segera terurai, dan kaki Indonesia bisa juga menginjak pasar singapura dan malaysia.

    Ayo BUMN!

    Posted by Arif Haliman | 19 November 2012, 6:03 am
  29. MH inspiration of HOPE

    Dalam sidang dpr , dengan Abah DIS yang lalu,( dpr nya kecil aja ya… sesuai dengan kwalitasnya) ada anggota dpr yang menyebutkan bahwa MH katanya memberikan harapan palsu dst.

    Bukan palsunya yang akan saya bahas, karena kita semua tahu bahwa itu tidak palsu… juga semangat dan inspirasi yang kita dapatkan sesudah membaca MH , serta komen + nya semuanya NYATA kita rasakan bukan ?
    Mengapa DIS membangun HARAPAN ? Sebagai pemimpin sekaligus Suhu jurnalistik, beliau tahu betapa dasyatnya effek dari sesuatu yang bernama HARAPAN…

    HOPE/ HARAPAN adalah sesuatu yang sangat berarti… saya sebagai guru yang pernah mengajar dari TK – SMA, bahkan PGTK, sangat merasakan pentingnya peranan HOPE/HARAPAN dalam kehidupan kita.

    Ketika saya menerima siswa baru TK, orang tua murid ber HARAP bahwa melalui TK saya, anaknya akan mendapatkan pendidikan yang baik . Sebagai guru dan kep.sek. saya menyusun Visi dan Misi yang saya tuangkan dalam kurikulum dengan HARAPAN anak akan menjadi Tunas Bangsa yang Universal, mandiri, cerdas, unggul,berakhlak mulia dan berperikemanusiaan….

    Ketika mengajar siswa yang berusia remaja, saya katakana bahwa mereka adalah HARAPAN bangsa, HARAPAN orang tua dan sekolah adalah tempat dimana mereka menuangkan HARAPAN akan meraih cita-citanya…

    Ketika kita berdoa, maka yang kita panjatkan adalah HARAPAN…

    Ketika kita berusaha/ berjuang maka yang kita tuju adalah HARAPAN sukses…

    Ketika kita merenung dan ingin melihat masa depan maka yang kita lihat adalah HARAPAN…

    Sungguh, harapan adalah sesuatu yang sangat berharga, jangan berhenti berHARAP, walau kita dihina…jangan lepaskan HARAPAN kalau kita belum mencapainya. Kalau hari ini adalah kenyataan, maka hari esok adalah HARAPAN…

    Ini adalah saduran dari sebuah cerita tentang harapan…

    Pada satu ruangan yang gelap ada empat buah lilin menyala terang sehingga menjadikan ruangan tersebut terang benderang hingga si anak bisa bermain. Sedikit demi sedikit lilin meleleh. Suasana begitu sunyi dan hening… hingga terdengarlah percakapan diantara mereka :

    Lilin 1: “Aku adalah damai, tapi manusia sudah tidak menghargaiku lagi, permusuhan seperti ditanamkan, perang dimana-mana … aku tak lagi berguna, lebih baik aku matikan saja diriku”. Lalu sang lilin “mematikan dirinya”.

    Lilin 2: “Aku adalah iman, namun aku tak berdaya …, manusia tidak lagi memakai jalan Tuhan dalam perbuatannya, mereka juga sudah tidak mengajarkan tentang aku pada anak-anak mereka…. lebih baik aku tidak menyala saja! Lalu “tiupan angin” mematikan lilin 2.

    Lilin 3: Lilin Ketiga dengan sisa-sisa kehidupan yang dimiliki berkata, Aku adalah Cinta. Ingin menerangi bumi, namun karena tidak ada lagi cinta di hati manusia, buktinya mereka saling membenci, saling hujat, saling bunuh . Tak mampu lagi aku melanjutkan hidup dan tak mampu lagi damai, bahkan mereka membenci orang yang seharusnya mereka cintai dan juga keluarganya sendiri, maka tidak ada gunanya aku bertahan, lalu lilin itupun padam.

    Anak kecil tadi baru menyadari bahwa ruangan tempat bermainnya menjadi gelap, karena tinggal satu lilin yang menyala, lalu dengan ketakutan dan terisak menangis dia berteriak, “ Apa yang terjadi ? kalian harus tetap hidup, saya takut kegelapan tolong…. tolong…. “

    4. Lalu dengan terharu, lilin ke empat berkata, “Anak kecil, jangan menangis sayang, selama engkau masih membutuhkan aku, aku akan selalu ada, aku tercipta untuk dipelihara… karena aku adalah HARAPAN….

    Lalu sang anak terdiam, matanya mulai bercahaya… dengan semangat dia mengambil lilin ke 4, dan dengan lilin itu pula dinyalakan kembali ketiga lilin yang sudah mati, sehingga ruangan menjadi terang kembali, lebih terang dari sebelumnya…

    Salam Dahlanis. Gbu

    Untuk yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 19 November 2012, 6:05 am
    • salut utk tulisannya, Salam Dahlanis, Semoga Allah merahmati anda dan semua dahlanis

      Posted by ajipungkasan | 19 November 2012, 7:02 am
    • kalo MH dibilang harapan palsu, trus janji-janji mereka (anggota DPR) waktu kampanye dulu itu pantasnya disebut apa: kebohongan publik??? pembodohan rakyat??? penipuan tersistematis??? ketidakjujuran yg berpotensi mengaburkan kenyataan???

      bukan harapannya yg hrs dinilai palsu atau asli, tapi tindakan utk mewujudkan harapan itu yg hrs dievaluasi. pak Dahlan sdh benar membangun harapan. tinggal kita saksikan dan pelajari bagaimana langkah-langkah beliau dlm mewujudkan harapan itu…

      “don’t give up and never loose hope, cause ALLAH is always by your side…” by Maher Zain :D

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 November 2012, 7:03 am
    • aku baca ini sambil menangis dan tersenyum, indah sekali

      Posted by wafiq umam | 19 November 2012, 7:06 am
      • Artinya anda adalah orang yang peka dan berjiwa welas asih…harusnya ajaran cintakasih, kebersamaan dan toleransi menjadi mata pelajaran untuk generasi muda….

        Saya yakin kalau kita mengajarkan seperti di atas, yang namanya tawuran, saling meyerbu desa lain bisa dihindari…

        bagaimana menurut Dahlanis…?

        Posted by W. Ning | 19 November 2012, 7:47 am
    • mantap Mbak tulisan/komentarnya..terima kasih.Slm kenal..

      Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 8:08 am
      • Salam kenal kembali Bro… lama gak muncul… suka ditungguin hlo sama Bro akadarisman…
        Salam Dahlanis. Gbu

        Posted by W. Ning | 19 November 2012, 8:16 am
        • saya sudah lama baca MH ini dan merasa senang dengan koment2 para dahlanis mereka semuanya hebat2 pada guyub rukun, kalau ada penyusup koment negatif para dahlanis rame rame membela abah Dis. buat mbak Ning salut dan trima kasih atas komentar2 nya, sungguh komentar2 di sini menambah semangat saya untuk bekerja lebih giat lagi. kerja…….kerja……….kerja!.

          Posted by ikin | 21 November 2012, 7:05 am
          • Alhamdulillah, Puji Tuhan kalau bermanfaat, artinya bisa menjadi berkah…

            BANGUN TIDUR MENCARI BERkAH, sesudah itu MENJADI BERKAH… ( untuk manusia lain dan sekitarnya, itu HARAPAN saya)

            Salam Dahlanis. Gbu

            Posted by W. Ning | 21 November 2012, 8:15 am
    • As always
      So inspiring comment
      Thanks bu w.ning
      Tetep sehat n tetep smangat bu
      Njenengan adalah pupuk&air yg akan slalu menumbuhkan hope trutama bagi para tunas bangsa
      Met bekerja n berkarya
      Salam: fia-sda

      Posted by Fia | 19 November 2012, 8:51 am
    • Seandainya para Dahlanis menjadi lilin yang keempat … Pencerahan yang bagus dari mbk Ning.

      Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 8:53 am
      • To Mbak FIA & Bro DJOKO S. Terima kasaih atas responnya… komen-komen yang positif tentunya mendukung dan menambah semangat bagi saya untuk menulis dan menulis lagi.

        Tx atas doanya ya…. UR trully Dahlanis…
        Mari kita jaga, isi dan kembangkan blog ini, semoga bisa menambah inspirasi dan pencerahan ( juga ilmu yang bermanfaat yang akan kita bawa sesudah kita meninggal hlo…)

        Salam Dahlanis.Gbu

        Posted by W. Ning | 19 November 2012, 9:20 am
    • Tulisan ke-2 di senin pagi ini. Sarapan bergizi tinggi Mbak W Ning. Salam

      Posted by Sofyan Usamah | 19 November 2012, 9:40 am
    • Hadir mba Ning.. Disini kita belajar membangun Harapan. Harapan yang dimulai dari kehadiran Pak Dis, langkah kerja beliau, spirit beliau, tulisan beliau, komen dari para DahlanIs, diskusi dan komunikasi baik lewat komen mauppun secara langsung antar DahlanIs. Itulah kenapa disebut Manufacturing Hope. Terserah mau dibilang mimpi atau apapun juga yang jelas ini lah yang kita butuhkan di tengah-tengah kondisi bangsa yang sedang carut-marut ini. Salam DahlanIs.. Selamat berkarya..

      Posted by akadarisman | 19 November 2012, 10:26 am
      • Hai Bro… se7 denganmu… Eh, iseng-iseng saya pernah nengok ke tetangga sebelah, walaupun sama-sama mengusung Abah, tapi ternyata jumlah kementatorrnya blog kita ini Alhamdulillah…yang paling banyak hlo !

        Saya jadi merasa lebih “berarti” menjadi warga Dahlanis disini. Sampai KickDahlan pun komen disini kan….?
        Semoga blog ini untuk seterusnya bisa menjadi SARANA / MEDIA bagi kita untuk memupuk persatuan, Cnta tanah
        air, mendapatkan serta menjadi inspirasi antara kita para Dahlanis…

        keep going on the track… Salam Dahlanis. Gbu
        ( peluk cium buat si kecil dari Budhe Ning di Bogor ya…)

        Posted by W. Ning | 19 November 2012, 11:14 am
    • Terima kasih atas tulisannya, Mbak…. bikin saya jadi terharu. :)
      Semoga harapan itu tidak pernah padam dan senantiasa dipelihara.

      Bravo Pak DIS dan para Dahlanis !!

      Posted by Riobajaitem | 19 November 2012, 1:00 pm
      • To BUNDHASHABRINA , tx atas attn nya. silahkan kirim email ke alamat saya, insya Allah bisa…

        To RIOBAJAITEM ( kembaran Satria Baja Hitam ya… he he he piss man ), ternyata anda ini walau luarnya satria, tapi dalamnya peka dan punya jiwa welas asih… Semoga doa anda tercapai, karena itu adalah HARAPAN saya juga.

        Salam Dahlanis.Gbu.

        Posted by W. Ning | 19 November 2012, 2:03 pm
    • asswrwb mbak W.NING ; sy telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri ( 1991 – 2000 ) betapa indah dan elok nian negeri kita ini maka tidak bisa di pungkiri bahwa para leluhur telah mengalunkan lagu = pujian betapa indah dan kaya rayanya negeri ini , sy jg pernah menyaksikan ( dengan mata kepala sendiri ) tragedi sosial d Ambon … mengenang kembali membuat hati saya menjerit.. betapa saya sbg anak bangsa sangat miris…..dan di dalam Action cak Dis ,,,sy mungkin,,,jg hampir seluruh insan nusantara yg pengen liat IBU PERTIWI tidak menangis lagi…akankah kita sebagai anak bangsa tidak merasa terpanggil tuk berbuat yg terbaik buat IBU PERTIWI ???

      Posted by R I Molle | 23 November 2012, 8:00 pm
  30. maju terus…

    Posted by Karida | 19 November 2012, 6:06 am
  31. lanjutkan kerja keras ini Pak..
    Saya ngirim doa aja deh biar terhindar dari fitnah orang-orang yang cemburu dengan bapak..

    Posted by Riki | 19 November 2012, 6:12 am
  32. Ya Allah, berikan kesehatan, lindungilah dan lancarkanlah usaha dan upaya Pak Dis, dalam meningkatkan harga diri bangsa ini. Amin,…

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 19 November 2012, 6:14 am
  33. Selamat atas kelahiran yg jabang bayi. Semoga tumbuh sehat, bermanfaat bg rakyat, mjd kebanggaan bangsa&negara. Tembus dunia meraih kebanggaan bangsa

    Posted by Fia | 19 November 2012, 6:20 am
  34. BUMN kita udh go internasional . . Ayoo kita menyusul.. Kerja,kerja,kerja! 3 kata yg dapat merubah segalanya. . :)

    Posted by pria | 19 November 2012, 6:20 am
  35. Bravo Indonesia, semakin menunjukkan jati diri Bangsa.

    Posted by joko u | 19 November 2012, 6:27 am
  36. Kerja diatas rata-rata itu juga karena kerja yang lain dibawah normal standard yang harusnya dipakai ..Jadi begitu ada orang bekerja sesuai norma atau standar umum, ia dikatakan diatas rata-rata … (memang begitulah kalau istilah “rata-rata” yang dipakai)… bagi orang yang tidak biasa melakukan hal seperti yang dilakukan DIS dianggap nyeleneh, sesuatu yang punya maksud patut di curigai dan segalanya lah, tapi bagi yang sudah biasa, ia akan memahami justru itulah yang seharusnya di lakukan … bagi yang BAU (Business As Usual) , maka yang dilakukan oleh DIS dilihatnya sebagai BAUU (Business As Un-Usual) …dan sebaliknya … seharusnya yang dilakukan DIS adalah BAU dan yang sekarang terjadi di masyarakat adalah BAUU, tapi dunia kita sudah terbalik ….. Maju Terus DIS, Indonesia akan menerima jika semua telah terbukti! Kami yang berharap turut mendukung!

    Posted by Riginoto Wijaya | 19 November 2012, 6:33 am
  37. Point Hari Ini:

    a)Tapi, kejadian di masa lalu itu tidak perlu terus-menerus disesali. Kita tidak boleh
    terlalu larut dalam penyesalan. Apa yang telah terjadi di masa lalu harus jadi
    pendorong semangat untuk memperbaiki masa depan.
    b)Dunia politik akan bergejolak.
    Tapi, BUMN tidak boleh terpengaruh, apalagi terseret dan larut ke dalamnya.
    Di tahun depan yang bakal kian panas itu, BUMN harus tetap berada di jalur
    moto ini: kerja, kerja, kerja!

    Posted by Heric | 19 November 2012, 6:34 am
  38. Jangan menjajah negaranya, sebab tidak sesuai dengan jiwa Bangsa Indonesia. Tuhanpun tidak menyukainya. Kita jajah ekonominya untuk kejayaan bangsa kita. Karena tidak ada pertumpahan darah. Hiduplah bangsaku, jayalah Dahlan Iskan.

    Posted by Widi | 19 November 2012, 6:34 am
  39. ah… kalau saja efendi simbolon boleh dibeli, bakal dijadikan campuran bahan baku semen, tapi setelah dìpikìr bakal memperburuk hasil akhir produk, si ES dibeli tapi cuma disuruh kentut buat bahan bakar PLTG di sumut. kan mau nyalon gubsu, biar jejaknya merata diseluruh wilayah sumut. jejak kentut sih.

    Posted by adhi | 19 November 2012, 6:42 am
    • tenang, bro… ada pakar yg menilai pencalonannya sbg cagub Sumut bakal layu sebelum berkembang, krn Megawati dinilai asal tunjuk, tdk mempertimbangkan elektabilitas Efendi Simbolon, sdh gitu dpt pasangan cawagub aktifis Pramuka yg pendukungnya sebagian besar blm punya hak pilih… kita lihat aja gimana sepak terjangnya, paling juga malu-maluin… :D

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 November 2012, 7:07 am
  40. terus kembangkan sayapmu Garudaku..terbang..tinggi..dan tinggi… *sangat terharu-biru…

    Posted by jujubandung | 19 November 2012, 6:52 am
  41. Cabang Bank
    Mandiri di Singapura, misalnya, tetap masih dilarang menjadi bank umum yang
    bergerak ke ritel. Padahal, bank-bank milik Singapura di Indonesia begitu
    bebasnya.
    Begitu juga di Malaysia. Begitu banyak larangan untuk bank kita di sana. Padahal,
    bank-bank Malaysia di Indonesia menikmati longgarnya aturan kita.
    Saya yakin, kalau mendapat perlakuan yang sama di Singapura dan Malaysia,
    Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI bisa segera jadi jagoan kita di Asia Tenggara

    Dari semua itu mungkin masalah nya cuma “KEPERCAYAAN” yang belum manteb negara asing ke Indonesia
    yach……semua pada tau lah gmn anggota parlemen kita ama yang nama nya duit.
    InsyaAlloh dengan perjuangan p.DIS habis2an berantas koruptor bisa pulihkan harga diri bangsa,amin.
    Ya ALLOH…………..Tuhan Yang Maha Kuasa
    berilah selalu p.DIS kesehatan & yang terbaik,amin.
    kerja , kerja , kerja !
    salam DISMANIA

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 19 November 2012, 6:56 am
    • setauq nih Mas PJKA..Singapur & Malay mmg mmbuat aturan yg ketat utk slrh negara asing yg inves dinegaranya bkn hny dr Indonesia aj,slh 1 nya ya utk melindungi perusahaan domestiknya sndr biar ttp tumbuh bsr,kl dikt kan mlh sbliknya..g tau salah siapa ini,mgkn anggota yg diSenayan lbh tau??

      Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 8:17 am
      • Kenapa Indo gk seperti Singapura & Malaysia yo mas…….
        Berarti negara lain tau kelemahan negara kita yua………(negara ketergantungan)
        Semoga dengan semangat p.DIS bs memberi support bagi yg lain nya untuk tidak takut bilang “ini lho yang korupsi…..itu lho yang korupsi…..”
        Sekarang waktu nya buka2an demi Indonesia jaya !
        “HIDUP CUMA SEKALI HARUS BERARTI”

        Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 19 November 2012, 12:39 pm
        • Semua tidak lain karena bangsa Indonesia adalah bangsa besar, yang antara lain tandanya adalah rakyatnya yang lapang jiwanya, sangat suka mengalah, tidak lapar kemenangan dan keunggulan atas bangsa lain, serta tidak tega melihat masyarakat lain kalah tingkat kegembiraannya dibanding dirinya.

          Coba bayangkan, Indonesia memiliki 12,5% total luas angkasa, dan itu lebih dari cukup untuk menguasai akses angkasa, satelit dan wilayah otoritas politik maupun perekonomian informasi dan komunikasi.
          Dengan ratusan juta penduduknya, kita adalah Big Boss bagi semua industri terutama teknologi informasi, tapi karena kerendahan hati rakyatnya, karena sikap tepo seliro dan welas asihnya, kita mengalah dengan memberikan penyelenggaraan bisnis teknologi informasi dikuasai oleh desa kecil yang bernama Singapura, sehingga kekayaan kita itu kita shadaqahkan kepada tetangga kecil itu. pun hutan dan semua kandungan didalamnya…dg ihlas kita sumbangkan untuk tetangga kita malaysia, ikan ikan yang melimpah utk diambil tentangga kita Thailand dan Vietnam…..itu semua karena sebagai bangsa….kita tidak mau melihat bangsa tetangga kita kesusahan…………

          Posted by akbar | 19 November 2012, 11:59 pm
  42. Menanggapi pencurian/penggelapan timah dan minyak yang diambil dari lahan yang dikuasai BUMN, jadi ingat buku Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, disitu digambarkan sang penguasa PN Timah sangat berkuasa dan perusahaan sangat membedakan antara staf dan buruh yang menyebabkan terjadi kecemburuan sosial yang sangat masif.

    Lalu dengan terjadinya eforia Reformasi (yg menurut beberapa kalangan kebablasan) maka ramai ramai rakyak setempat merasa lahan beserta kekayaan yang ada di dalamnya adalah juga hak mereka sehingga mereka menuntut hak untuk menikmati (Istilah penguasa penjarahan), ada yang menebang pohon jati di jawa tengah dan jawa timur, mengambil minyak, mengambil bahan tambang, dll. kejadian ini ada yang bisa dihentikan ada pula yang sampai hari ini terus berlanjut.

    Terlihat penguasa setempat ambigu untuk mengambil keputusan, akhirnya menjadi pura-pura tidak tahu urusan tsb. utk itu memang dibutuhkan kebijaksanaan dan political will pemerintah pusat maupun setempat untuk secara arif menyelesaikan masalah yg berlarut-larut dan menjadi lingkaran setan tsb. jangan diperbenturkan antara perusahaan dan rakyat setempat dan sebagian penguasa baik pusat maupun lokal (misal polisi/tentara/dinas terkait) mendapat keuntungan pribadi.

    Saya lihat sudah banyak UU dan peraturan yang mengatur hak-hak rakyat lokal tapi dipelaksanaannya menjadi ompong karena banyak pihak yang akan kehilangan sabetannya tsb.

    Salam

    Posted by Salahudin Damar Jaya | 19 November 2012, 6:56 am
  43. hope, harapan, , motivasi utama, hai dpr pusat bacalah

    Posted by edhi | 19 November 2012, 6:57 am
  44. setuju dgn w.ning ibaratnya seperti menggunakan make up berHARAP cantik, dengan olah raga berHARAP sehat,selamat untuk BUMN yang sudah go Internasional ditunggu BUMN lain untuk go Internasional bukan jual jual jual seperti jaman di pimpin wong cilik..selamat hari Senin semua,semangat management HOPE!

    Posted by medina | 19 November 2012, 6:58 am
  45. .”..Indonesia sejak dulu kalaaaaaa, tetap di puja-puja bangsaaaaaaaaaa……” hidup ! pak DIS

    Posted by lwiji widodo | 19 November 2012, 7:08 am
  46. sangat berharap, dunia pendidikan Indonesia juga go internasional… tdk lagi impor kurikulum dan standar asing ala Oxford atau Cambridge, tdk lagi berbondong-bondong mengirim mahasiswa ke luar negeri, tdk lagi studi banding ke luar negeri, tdk lagi mengemis sister school ke luar negeri… tapi, kurikulum nasional kita ditiru, baik kurikulum pendidikan akademik maupun kurikulum pendidikan Islam (diniyah/kepesantrenen), lembaga-lembaga pendidikan kita menjadi jujugan pelajar se-dunia dan rujukan referensi ilmiah, pakar-pakar kita menghiasi jurnal-jurnal ilmiah internasional, menjadi narasumber, dan giliran dpt Nobel Prize… amiin…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 November 2012, 7:11 am
  47. YANG GO INTERNASIONAL OKELAH APRESIASI BUAT PAK DIS TAPI HARUS ADA TARGET 31 BUMN YG MASIH TERUS MERUGI ITU KAPAN YA KIRA2 UNTUNGNYA

    Posted by 06121971 | 19 November 2012, 7:17 am
    • inefisiensi PLN tahun lalu yg 37 T juga hrs segera terang-benderang…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 19 November 2012, 7:42 am
    • Kalau ga salah pernah deh dipetakan. Yang untung dimultinasionalkan. Yang rugi dikit disehatkan. Kalau yang mayat, ya dikubur. Artinya sudah ada di fikiran Pak DI pastinya. Kita tuh terbagi beberapa. Ada yang sangat berharap banyak pada Pak DI sehingga maunya yang rugi tuh langsung untung dalam sekejap. Ada juga yang menggunakan cerita rugi 31 BUMN ini untuk mengejek pak DI dan dianggap tidak mampu. Sama, Jokowi baru naik aja, pada bilang masih banjir juga, masih macet juga. Ngga harus instan juga kali. Yang penting ada rencana jangka pendek, ada rencana jangka panjang. Semoga Pak DI dapat memberikan harapan bagi yang haus harapan mengenai 31 BUMN yang masih terus merugi ini.

      Posted by apasaja | 19 November 2012, 10:37 am
  48. horree pertamaxXXX!!! yg laen ke laut aje..

    Posted by pertamaxnia | 19 November 2012, 7:24 am
  49. usul untuk telkom. jangan lupa perkuat jaringan di daerah-daerah tertinggal di seluruh pelosok Indonesia. Dalam sebuah seminar di MM UI seorang peserta mengungkapkan bagaimana susanya singal di Entikong Kalbar. Kuatkan dulu infrastruktur dalam negeri sembari kita menunjukan taring di Asia. Good Job

    Posted by Indonesia | 19 November 2012, 7:35 am
  50. Sampai kapanpun, ga tahun ini, ga tahun depan, ga tahun depannya lagi dan lagi, Pokoknya BUMN harus tetap dijalur ini : KERJA KERJA KERJA !!!!!!!!!!!!

    Posted by ms yatno | 19 November 2012, 7:47 am
  51. ke-78 Wah senin yang indah………..Jauhi politik..kerja kerja kerja….Kota Banjar jawa barat……..

    Posted by Mas Syamsudin Kota Banjar | 19 November 2012, 7:48 am
  52. Selamat untuk PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Tetangga saya ini memang luar biasa.

    Posted by mito | 19 November 2012, 7:48 am
  53. spirit di hari senin, kerja kerja kerja… lumakan masa lalu ayo beli beli beli

    Posted by aby manyu | 19 November 2012, 7:52 am
  54. “Di samping Semen Gresik dan PT Timah, beberapa BUMN besar juga didorong
    untuk terus mengembangkan sayap. Kalau dulu kita dikenal sebagai suka
    menjual BUMN, kini berubah total: giliran BUMN yang beli, beli, beli.”

    ayo Indonesia….kalo perlu kita beli singapura yang cuman se-uprit itu…..ato kita DP-in aja tu pulau2 di malaysia. dengan Indonesia kaya raya dan gak dijajah koruptor2 pasti singapura ama malaysia udah mulai keder. tapi gak usah mikirin mereka lah, mending kita kerja….kerja…dan kerja…..ntar juga kelewat sendiri…..HOPE for pak Dis dan HOPE for Indonesia-ku…….!!!!

    Posted by done | 19 November 2012, 7:53 am
  55. terus brgelora mngejar harga diri bangsa..Dahlanis jg mau ketinggalan dg trs bljr & kerja kerja kerja..Demi Indonesia !

    Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 7:55 am
  56. terus brgelora mngejar harga diri bangsa..Dahlanis jgn mau ketinggalan dg trs bljr & kerja kerja kerja..Demi Indonesia !

    Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 7:55 am
  57. Indonesia pasti maju…..

    Posted by QWERTYAN | 19 November 2012, 7:56 am
  58. Potensi BUMN menjadi multinational corporation sudah dari dulu ada. Namun ide, rencana dan pelaksanaannya sering terganggu dengan campur tangan politik baik yang ada di lembaga eksekutif maupun legislatif. Direksi BUMN sulit untuk konsentrasi pada pprogram kerja-nya karena banyak intervensi. Sehingga menjadi sangat penting jika posisi Menteri BUMN dipegang oleh profesional yang bersih dan punya keberanian. Sehingga upaya campur tangan politik yang “mengganggu” bisa diminimalkan, jika memang sulit untuk dihilangkan sepenuhnya. Semoga langkah Semen Indonesia, disusul PT Timah akan secepatnya disusul oleh BUMN lain untuk berlomba-lomba menjadi worldclass company/corporation sambil membenahi kondisi pengelolaan di internal (perusahaan maupun dalam negeri) yang memang sulit dihilangkan karena menyangkut instansi lain seperi soal keamanan,kepastian hukum, regulasi dll. Jaya BUMN! Jaya Indonesia!! Salam DahlanIs. Semoga pak Dis selalu sehat dan senantiasa dalam perlindungan dan bimbingan Allah SWT. Aamiin YRA..

    Posted by akadarisman | 19 November 2012, 7:56 am
    • “bkn kt mampu/tdk mampu,tp tinggal kt mau/tdk mau..” .AMIN..Semangat pagii !!

      Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 8:23 am
      • Kemampuan dan kemauan sudah lama ada pak, hanya saja pengaruh campur tangan politik terhadap kepemimpinan di BUMN jadi membuat iklim di BUMN lebih bernuansa politik ketimbang profesionalisme. Kehadiran menteri BUMN yang profesional menjadi sangat penting untuk membentengi BUMN dan mengawal kemampuan+kemauan yang ada di BUMN agar menjadi entitas bisnis yang berkelas dunia. Salam DahlanIs.

        Posted by akadarisman | 19 November 2012, 8:51 am
  59. smoga bumn jadi salah satu soko guru ekonomi qt. Tahun depan bumn tdk jd “bancakan” cost politik

    Posted by herimiarto | 19 November 2012, 8:05 am
  60. Luar biasa Pak Dis….membuat kita semakin punya nama di tingkat ASEN dan ASIA nantinya…ayoo terus Kerja..Kerja….Kerja….!!

    Posted by Lando Jr | 19 November 2012, 8:06 am
  61. love Dis

    Posted by aroch | 19 November 2012, 8:13 am
  62. Mengapa dibiarkan inefisiensi???. ” Ini mirip dengan tidak berfungsinya penegak hukum di Sumsel yang membiarkan terjadinya pencurian minyak mentah Pertamina secara masif, terbuka, terang-terangan, di mana-mana, dengan menggunakan teknologi kelas berat.

    Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 8:19 am
  63. dalam aplikasinya BUMN go internasional memang tidak mudah, apalagi budaya di BUMN yang bersangkutan apakah will nya sudah ada atau belum ?
    masih banyak BUMN yang hanya menjaga kondisi karena tekanan politik sangat tinggi, atau masih ada sisa sisa peninggalan dinasti orang titipan, yang masih memikirkan balas budi,

    mengikuti dan mencoba mengejar keinginan pak dahlan yang ingin serba cepat mungkin ada yang pontang panting ( maaf agak kasar) , baru juga dikasih A sudah dikasih B, ujung ujungnya mabok tidak karuan,
    tapi ada juga yang suka dan menantang apalagi niih, saya harapkan kesadaran bekerja lebih keras lagi diusahakan merata di segenap BUMN karena inilah faktor yang sangat penting,

    pak dahlan juga harus bisa merangkul semua bagian , kalau yang masih belum mau berlari jangan ditinggalkan rayulah sebisa mungkin agar mau ikut berlari, sebagaimana pak dahlan suka ucapkan masuk ke surga bareng bareng, merdeka

    Posted by saeful | 19 November 2012, 8:19 am
    • Betul bung Saeful, memang disamping pengaruh lama di BUMN ( karena titipan parpol yang berdampak pada kepentingan di BUMN), kultur ataupun willingness, ada juga faktor kesesuaian gaya bekerja yang memang memerlukan ppendekatan khusus dari sang Direksi BUMN yang dipilih pak Dis. Dengan gaya pak Dis yang cepat dan multitasking bagi beberapa insan BUMN yang terbiasa fokus dan penuh pertimbaangan+pemikiran memang bisa terjadi “benturan”. Keduanya sama-sama baik sehingga perlu kebijaksanaan dari pimpinan BUMN untuk meramu budaya, kompetensi, gaya kepemimpinan dan strategi perusahaan agar kinerja BUMN lebih baik, mampu membuat terobosan dan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Saya yakin dengan virus MH insya allah akan makin banyak pemimpin BUMN yang dapat membawa BUMN yang dipimpinnya menjadi jauh lebih baik lagi. Salam DahlanIs.

      Posted by akadarisman | 19 November 2012, 8:49 am
  64. Wahai ES … periode ini siapa ya presidennya dan dari partai apa???? “Kalau dulu kita dikenal sebagai suka menjual BUMN, kini berubah total: giliran BUMN yang beli, beli, beli.
    Dulu, setelah krisis, negara kita memang miskin dan lemah. Menggaji pegawai negeri saja hampir-hampir tidak mampu. Pemerintah di waktu itu memilih menjual beberapa BUMN. Itulah yang menimbulkan kesan jual, jual, jual.

    Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 8:23 am
  65. Semangat di hari Senin Pagi, Kerja Kerja kerja. Semoga Indonesia kita semakin maju ditangan anak bangsa yang memang berkempuan tinggi dan memang kerja diatas rata rata.
    Sedikit tanya, apakah Semen Gresik tetap akan menjadi Semen Indonesia? Bagaimana dengan nilai lokal yang sudah terbangun sejak dulu?

    Salam

    Posted by MLMenon | 19 November 2012, 8:30 am
  66. salut…
    Sekarang BUMN bukan hanya jago kandang lagi…
    sekedar masukan,
    kl perbankan kita sulit untuk beroperasi di malaysia dan singapura
    BI harus memperketat regulasi agar mereka “Malaysia & Singapura”
    juga merasakan spt yg BUMN kita rasakan di negeri mererka

    Posted by borsakparama | 19 November 2012, 8:37 am
  67. Kalo sudah datang kebenaran maka akan lenyap kebathilan. Salut pak DI yang sudah ndandani mobil bodhol BUMN sisa kejahatan para pengelola negara terdahulu….! Bose ES yang jual-jual BUMN takut kalo diungkit-ungkit makanya dia buat strategi kayak begitu

    Posted by eugeibran | 19 November 2012, 8:54 am
  68. Iya Abah…. sy setuju dg paragraf terakhir.
    Smg jajaran BUMN snantiasa istiqomah. Aamiin

    Posted by heri purwaningsih | 19 November 2012, 9:01 am
  69. absen…………..semoga semua di beri kesehataaaaaannnnnn…….sama Yang Maha Kuasa…Amien….yang di dpr, semoga cepat insyaaaaafffffffffff……………sebelum karma menimpa mereka……….

    Posted by Rakyat kecil | 19 November 2012, 9:04 am
  70. semangat pagi!!!!
    senang rasanya perusahaan negara bisa ekspansi ke luar negri, hal tsb menunjukkan kualitas dan kapasitas anak bangsa yang dari dulu terkurung oleh birokrasi dan rasa pesimis,namun sekarang diberi kepercayaan yg membuatnya kreatif. seperti anggota gedung kura2 yg dipenuhi rasa pesimis dan pemikiran yg sempit,maka tindakannyapun tdk berbuah hasil yg nyata.lihat saja progres pmbhsn undang2nya masih jauh sekali dari yg ditargetkan, eh malah ngurusin yg lain.
    untuk BMRI, BRI, BNI saya harap pihak bumn dpt berkoordinasi dg BI agar membatasi kewenangan bank asing, karena dampaknya tdk signifikan dan bank kita sdh menguasai mayoritas pasar.hal tsb jg dpt digunakan untuk menekan malay dan singa untuk memberikan keleluasaan perbankan kita untuk ekspansi.
    sdkt masukan buat bumn farmasi, sebaiknya produksi obt generik polanya diubah mjd obt paten tapi murah. hal ini melihat pola kepercayaan dan sugesti konsumen yang lebih percaya thd obat merk paten karena dianggap lbh ampuh meski hanya beda kemasan saja.
    untuk pertamina, diharapkan peranan aktifnya menindaklanjuti kebocoran2 seperti di sumsel dg lobi tingkat tinggi ke penegak hukum di pusat secara transparan, agar sama2 dpt diawasi,biarlah masyarakat yang menilai dan memberi hukuman atas kinerja kalian.
    mari kita dukung tindakan proteksi pak dis terhadap pemerah bumn menjelang pemilu 2014.ibaratnya dulu bumn tak berdaya dg ancaman2 pemerah, sekarang bumn berani menggertak untuk menghindari bocornya aliran dana.
    semangat pagi,kerja kerja kerja!!!

    Posted by m0ojojojo | 19 November 2012, 9:05 am
  71. kERJA , KERJA DAN KERJA harus dapat menjadi virus yang terus ditularkan kemana-mana khususnya para pejabat dan birokrat Indonsia agar bangsa kita segera dapat sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Contoh kongkrit langkah-langkah yang telah dirintis oleh Pak Dis untuk dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang dimotori oleh BUMN dapat membeli atau memperluas langkahnya ke negeri orang sangatlah kita apresiasi. Kalau bangsa ini mau maju maka kita perlu menyadari untuk bersatu baik itu legislatifnya, yudikatifnya maupun eksekutifnya secara bersama-sama. Jangan kayak sekarang masing-masing mancari muka atau pencitraan sehingga akhirnya mudah diadu domba. Kalau tidak hati-hati bangsa Indonesia dapat dijajah lagi dengan masuknya barang-barang import dan buruh kita menjadi pengangguran. Bravo pak Dahlan kami terus mendukungmu.

    Posted by KOKO | 19 November 2012, 9:07 am
  72. semoga kami yang muda-muda bisa seperti pak DIS
    you’re my inspiration
    Maju terruuuuuuuuuuss pak DIS..

    Posted by TSutisno | 19 November 2012, 9:13 am
  73. negeri yang aneh,kita ini .menganggap hukum masih segalanya,sedang banyak hakim yang sedang dihakimi karena keputusan 2 anya.segala sesuatu harus melalui prosedur hukum dan norma yang disepakati oleh banyak kalangan ,sedang hukum dan undang undang banyak berpihak pada asing dan sebagian golangan tertentu.kenapa bp migas dibubarkan.??? harusnya dibentuk bumn migas, itu yang pantas,sebab dibawah kendali DI yg dulu jual sekarang beli.gas tangguh dijual murah(mega) sdg pln ra keduman,bayangkan berapa kerugian dr kebijakan salah dimasa lalu yg diakibatkanya.???
    ironis bukan ???bu mega membuat aturan baru buruh kontrak alias outsourcing supaya pengusaha senang,dan berinvestasi disini .bukanya bekerja lebih menggali banyak potensi,tp berkesan sembarangan dalam mengelola negara.
    DI kita berharap akan merubah menjadi lebih baik dan ke banyak lebih rakyat yang merasakan.
    trima kasih

    Posted by ben | 19 November 2012, 9:25 am
    • saya kira bumn migas sudah ada pak.ada pertamina dan pgn.masalah bpmigas memang tjuan utamanya baik,hanya saja posisinya kurang tepat apabila ditinjau dari sdt pndg hukum tata negara.
      saya sepakat jika hukum di kita masih dikuasai uang, politis, kkn, dsb. oleh karena itu, mari kita mulai berbuat benar dari diri kita,mulai saat ini.

      Posted by m0ojojojo | 19 November 2012, 10:05 am
  74. Hanya masalah waktu, Indonesia akan melewati Korea Selatan.

    Posted by Jatra | 19 November 2012, 9:49 am
  75. maju terus pak.

    Posted by pbr besmah | 19 November 2012, 9:57 am
  76. mantap surantap, kolaborasi kickdahlan.wordpress dan dahlaniskan.wordpress…. semoga semakin menolong dan mencerahkan untuk masyarakat Indonesia yg masih malu-malu untuk mengakui bahwa Indonesisa sdg dalam kondisi bangun dr tidur panjangnya

    Posted by ar_fauzi | 19 November 2012, 10:06 am
  77. Koko Yu Si Ghan (pak DIS) … kerja kerja kerja… maafkan yang menzhalimi… yang utama bagaimana membuat kesejahteraan bagi rakyat Indonesia… saya yakin bila pejabat2 tidak serakah dan menghalalkan segala cara dalam mengumpulkan harta serta tidak berpikir 7 turunan ..indonesia menjadi jaya krn Indonesia adalah negeri Gemah Ripah Loh Jinawi tetapi karena keegoisan dan keserakahan Indonesia .menjadi terpuruk… padahal kita hanya butuh 2 x 1 m … rezeki anak2 sdh diatur oleh Yang Maha Kuasa….
    Kita patut bersyukur Pak DIS, Pak Jokowi dan Pak Ahok membuka harapan baru… mengembalikan Indonesia menjadi jaya… semoga…. Hidup Pak DIS…. semoga akan makin banyak kloning-kloning Pak DIS

    Posted by dewi syahrul | 19 November 2012, 10:07 am
  78. Begitu juga di Malaysia. “Begitu banyak larangan untuk bank kita di sana”… Padahal, bank-bank Malaysia di Indonesia menikmati longgarnya aturan kita.

    Saya yakin, kalau mendapat perlakuan yang sama di Singapura dan Malaysia, Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI bisa segera jadi jagoan kita di Asia Tenggara.
    Apakah ini bisa sebagai acuan “Introspeksi Diri” dari Pemerintah dalam pemberlakuan aturan bagi Investor Asing yang ber ekspansi di Indonesia… ???
    salam,

    Posted by Leo Hendroyono | 19 November 2012, 10:17 am
  79. Hari Senin yang indah dan penuh HOPE. Semoga Abah DIs terus melanjutkan dan mengalirkan harapan-harapan ke dalam dada anak bangsa ini, demi Indonesia yang bermartabat, berprestasi maju dan lebih baik.
    Bagi seluruh Dahlanis, Dahlan Mania dimanapun berada, semoga MH dapat kita simpan dalam memori bawah sadar kita agar semangat kerja…kerja…kerja menjadi kegiatan ” Reflek ” keseharian kita semua. Amiiin Ya Robbal alamin.

    Posted by Sofyan Usamah | 19 November 2012, 10:19 am
  80. kayak maen age of empires aja pak :)

    Posted by Salim | 19 November 2012, 11:01 am
  81. Dengan inspirasi semangat kerja, kerja, kerja… maka semuanya dapat berubah. Menjadi tugas kita semua untuk terus menyebarkan virus-virus optimistis ini kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar mereka dapat meraih kembali rajutan HARAPAN yang selama ini hampir punah oleh gerusan virus-virus pesimisme yang sengaja diciptakan demi keuntungan pribadi dan kelompoknya. Maju terus pak DI semoga Tuhan senantiasa melindungi Bapak. Salam kompak tuk Dahlanis semua.

    Posted by Denmas Widi | 19 November 2012, 11:05 am
  82. 3 misi BUMN menjadi ketahanan nasional, sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, dan menjadi kebanggaan bangsa, mulai terlihat wujudnya

    Posted by Desi Anugrah | 19 November 2012, 11:16 am
  83. aturan2 warisan orde baru.. perusahaan asing seenaknya bisnis dengan sebebas-bebasnya di Indonesia.. tapi kalo BUMN kita di singapura saja ketatnya bukan main….

    Posted by fajar ali | 19 November 2012, 12:35 pm
    • Fajar Ali … Inilah dampak sebagai negara terjajah … membentuk karakter para birokrat lebih mengutamakan asing dan “menginjak bangsa sendiri, terutama kaum papa”. Kecuali Abah, Mahfud MD, Jokowi, Ahok, Prabowo Subiyanto. ES dan mbokde tidak saya sebut, karena sering jual, jual, jual asset ke asing ….

      Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 2:35 pm
  84. semangat…..!!!! Terima kasih pak Dahlan telah memberikan cahaya hope untuk anak bangsa. Krna sdkit sklian anak bngsa memiliki panutan dan semangat untuk menjadikan indonesia bngsa yg dihormati…!! Bravo pak DIs….

    Posted by spirit | 19 November 2012, 1:00 pm
  85. Indonesia itu dari dahulu emang sudah Kaya Raya SDA nya… makanya byk yg JAJAH…
    Dari Dulu sengaja Diadu Domba dan Dibodoh2in,,, agar tidak mikir untuk MAJU…
    Kalo SDA + SDM Sudah Kaya Raya = JAYA…

    Para Pejabat Otaknya sudah diracunin dgn KKN… Byk yg kerjanya pas2an…
    kalo spt ini yg dipilih maka malah akan mundur 100th (bukannya tambah maju).

    Pak DI Memberikan Hope yg menjadi kenyataan… bahwa indonesia itu BISA asal ada KEMAUAN yg KERAS.
    Saya Harap para DI-Mania saling bahu membahu menginformasikan mulai dari keluarga kecil dan keluarga besarnya bahwa kita bisa maju dibawah komando Mr. DI (CEO of Republic Indonesia).
    #note : ga sabar nunggu 2014 nih.

    Posted by PUTU | 19 November 2012, 1:05 pm
  86. Catatan
    1. Dulu kami mengajukan KP di Semen Gresik. Ditempatkanlah di Unit IV Tuban. Tidak pernah menyangka kalau bakal jadi sebesar ini. Kalau sekarang mengajukan KP, mungkin ditempatkan di Vietnam. Selamat untuk Semen Gresik, yang segera menjadi Semen Indonesia.
    2. Dengan atau tanpa DI, Semen Gresik mungkin akan tetap membesar. Akan tetapi kehadiran DI membuat kebesaran ini menjadi inspirasi dan harapan untuk kebesaran-kebesaran lainnya.
    3. Andai di tiap BUMN yang 141 (CMIIW) itu sudah ada minimal 1 kloning DI yang berwujud DIRUT atau Staff, yang selain rajin bekerja juga rajin membuat MH atau sejenis, yang memberi gambaran utuh apa kondisi, dan rencana apa mengenai perusahaannya, rasanya DI cuman tinggal ambil MH terbaik, lalu digabungkan dengan jalan fikiran, hasil tinjauan dan sentuhan jurnalistiknya, maka akan banyak harapan baru. Sejujurnya MH mingguan ini terasa makin menghauskan. Kemunculan MH mengenai BUMN, melahirkan kepenasaranan akan detail tiap BUMN itu sendiri, yang karena keterbatasan waktu dan luasnya cakupan, membuat DI memunculkan yang akan diangkatnya secara spontan, dan mungkin random. Mungkin ada di kickdahlan, tapi gambaran utuh tiap BUMN rasanya perlu disounding orang dalam, yang akan membangun harapan, memunculkan terobosan, dan menuai hasil atas semua itu. Banyak yang rajin, banyak yang memiliki terobosan, tapi yang menuliskan itu menjadi harapan belumlah banyak. Sama juga, banyak penulis, tapi kadang apa yang ditulis tidak banyak yang terwujud.
    4. Untuk pemerhati DI yang berperan pecinta, pengagum, penyuka, begitupun untuk pembenci, pesinis dan pengiri DI, selamat berkomentar-ria di sini dan semoga cintanya maupun bencinya kepada DI tetaplah dalam satu asas mencintai Indonesia dan menginginkan kemajuan Indonesia. Dengan cintanya pada DI semoga DI makin tersupport dan Indonesia lebih maju, dan dengan sinisnya pada DI pula, semoga DI menjadi pribadi yang waspada dan selalu lebih baik dalam bertindak, yang pada ujungnya dapat membangun kontribusi lebih besar buat Indonesia tercinta ini.
    5. DI, Jokowi dan Ahok di mata saya adalah sosok tentang bagaimana seharusnya masyarakat dan pelanggan dilayani. Ke luar dimaksimalkan untuk terlayani. Ke dalam, kalau perlu galak, galaklah mendidik anak buah, yang penting hasil kerja pelayanan dapat dirasakan masyarakat. Pada saat yang sama, apresiasi atas kinerja bawahan juga harus dilakukan.
    6. Dilaporkan ada 31 BUMN merugi. Oktober lalu kalau ngga salah DI juga bercerita, tapi tadi malam, dan barusan ini juga, ada lagi yang mengangkatnya dalam nuansa sinis, bahkan mengaitkan dengan inefisiensi PLN, seolah apa yang ditangani DI kalo ngga boros ya rugi. Seolah DI adalah sosok yang kalo cerita membangun harapan, tapi kenyataannya ngga ada. Saya malas menanggapi, karena muatan sinis ini sebenarnya bisa jadi memang karena ketidaksukaan pada DI apapun motifnya, atau bisa jadi karena terlalu berharap banyak sama DI, dan kecewa karena harapannya yang banyak itu memang harapan ngga realistis walopun mungkin suatu saat realistis juga, sama seperti seminggu Jokowi pegang Jakarta, masih dicibir karena macet dan banjir masih ada. Emang tukang sulap tukang sihir?
    7. DI itu sosok kontroversial, sosok terlalu berani tapi juga ngga pendiam, sebagian bilang narsis. Saya ingin DI mempunyai jabatan lebih tinggi, tapi ga tau ya masyarakat kita bisa banyak yang suka ngga dengan karakter seperti ini? Kebanyakan masyarakat umum suka dengan orang yang ngga heboh. SBY vs JK di 2004 aja menangan SBY kan, walopun JK lincah dan lebih dekat sifatnya dengan DI, daripada DI dengan SBY. Di luar, di masyarakat itu masih ada yang beropini negatif tentang DI atau belum tahu tentang DI. Jika yakin dengan DI, tugas kita adalah menyebarkan virus dahlanisme di setiap kegiatan. Kalo ngga keberatan tentunya.

    Posted by apasaja | 19 November 2012, 1:13 pm
    • Setelah DI, Jokowi, Ahok dipuji oleh APASAJA … mestinya Prabowo juga dipuja. Sebab nanti ada yang iri lho, jika tokoh junjungannya tidak turut dipuja. Siapakah itu???

      Posted by Djoko Sawolo | 19 November 2012, 2:29 pm
      • Prabowo bagus, setidaknya survey-survey saat ini beliau tertinggi. Tapi entahlah, masih ada 2 tahun kurang … dan peta politik dapat berubah. Jakarta aja surveynya seperti apa, hasilnya seperti apa. Tapi kalo ada yang bagi nasi bungkus, boleh deh, ambil nasinya … coblosnya rahasia

        Posted by apasaja | 19 November 2012, 6:48 pm
  87. “Tahun depan dunia politik akan bergejolak, makin panas” aq koq nggak setuju. Justru akan terjadi sebaliknya, yaitu: Lesu Darah Kurang Bergairah. Tau knp? (1). Seorng yg akn nylonkn dpr kudu mikir sribu pikir: balik modal gak ya? (2). Kantong parte bnyk yg bodong. Za izalah, tempo doeloe masih bnyk sapi-sapi yg bs diperah dan tambang-tambang emas yg bs dikeruk. Tp skrng? Sapi2 telah dikrangkeng oleh DI hingga gak mudah lg diperah oleh okenom-okenom dpr/poli-tikus/parte. Demikian jg tambang2 emas dah diproteksi, pdhal mestiny mulai thn-thn inilah okenom okenom itu beraksi. Jadi kampanye dll tdk akan sehingar bingar dan sehiruk pikuk tempo doeloe. Mungkin yg rame bsuk tuh adalah baliho baliho besar yg bertebaran di seluruh pelosok dan jantung negri yg makmur ini, dr sabang sampe meraoke gambar2 DI. Gambr DI yg memanggul anak pedalaman Papua, DI sdang naik ojek, ato DI sdang brsama rakyat laenny. Mudah2n, aaamiiin…

    Posted by Budhy | 19 November 2012, 1:17 pm
  88. di obraalll..di obralll……ada diskon 98%…….anggota dpr yg kata’nya terhormat….beli satu dapat tujuh…beli dua gratis sembilan….di juall murah di jual murah…..anggota dpr anggota dpr…
    punya bnyak keahlian dan kelebihan…
    ahli korupsi
    ahli nonton pilem saru
    ahli molor
    ahli malak…pas banget buat anggota genk-genk dan triad-triad kaya hongkong
    ahli nilep uang rakyat
    ahli mark Up
    suka shoping karena hoby kunker ke LN…
    ahli janji2 karena hoby’nya obral janji
    ayoooo…ayooo ayooo….sapa minat dia dapat…dapat’kan segera mumpung ada obral dan diskon anggota dHewan…
    di tukar beras jg boleh
    di tukar kedelai jg bisa
    di tukar ma sapi malah paling afdol….
    ayoo..ayoo..ayooo…di obral..di obrall…di obralll…

    biar Dahlanis mesam mesem sendiri……CeeeMunguTTTT……kerja,,,kerja,,kerja,,,,,,

    Posted by wongcilik | 19 November 2012, 1:29 pm
  89. good job salut buat pak dahlan saya suka kata-katanya beli beli beli beli………………

    Posted by irfan | 19 November 2012, 1:33 pm
  90. he he he..maklum ngenetnya lwt hp jadul,kl komen udh diats 500 susah skl msuknya.Saya ushakn stiap ad ksmptn lgsg brsilaturrahim ke Dahlanis2 yg udh saya kenal (P.Aris,P.Djoko,P.Erick,PJKA)..slm kenal smuanya,zuhri_safd@yahoo.co.id.

    Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 1:42 pm
  91. Dari Dulu Dahlan Memang Begitu
    Bedah Buku di Ajang Indonesia Book Fair

    Linda Djalil

    JAKARTA, FAJAR — Sebagian orang masih memandang sinis berbagai terobosan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Mereka terkadang menganggap inisiatif, kreativitas, dan solusi yang ditawarkan Dahlan tak lebih dari sekadar pencitraan. Tapi, kini tersedia jawaban terhadap berbagai keraguan itu.

    “Ada yang menganggap Dahlan melakukan pencitraan. Saya berani mengatakan itu tidak sama sekali. Apalagi, kalau kita membaca buku ini,” kata mantan wartawan Majalah Tempo, Linda Djalil dalam bedah buku Inilah Dahlan, Itulah Dahlan di ajang Indonesia Book Fair yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 18 November.

    Turut berbicara dosen psikologi Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Reza Indragiri Amriel dan Ketua Dewan Redaksi Jawa Pos Radar, Taufik Lamade. Linda ikut berkonstribusi satu tulisan berjudul Menteri BUMN, Sepatu Kets, dan Air Mata. Sedangkan, Reza dengan tulisan berjudul Balasan SMS yang Saya Kirim dan Taufik Lamade lewat tulisan Jawa Pos dan Pak Dahlan.

    Linda sudah lama mengenal Dahlan. Terutama sejak Dahlan menjadi wartawan majalah Tempo. Dia membenarkan kalau mengenakan sepatus kets merupakan kebiasaan Dahlan sejak masih wartawan. Karena itu, Linda tak heran ketika mengetahui Dahlan tetap asyik mengenakan sepatu kets meskipun sudah menjadi Dirut PLN.

    Bahkan, Dahlan juga nekat memakai sepatu kets saat menghadap Presiden SBY di istana negara. “Ini termasuk kebiasaan Dahlan yang tampaknya sulit diubah,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 23 Juni 1958, itu, lantas terkekeh.

    Tak lama setelah Dahlan resmi dilantik menjadi Menteri BUMN, Linda bersama sejumlah kolega sempat bertemu Dahlan. Diam-diam Linda ingin menguji Dahlan, apakah tetap seperti yang dulu atau sudah serba kaku dan birokratis. Ujiannya ternyata cukup ekstrim. Dia minta izin untuk menginjak sepatu kets yang dikenakan Dahlan.

    “Dahlan langsung menyorongkan sepatu kets yang bersih, langsung aku injak berkali-kali. Dia tertawa-tawa saja,” kenang Linda.

    Sekitar empat bulan lalu, Dahlan pernah menghadiri suatu undangan. Karena tidak kebagian kursi, Dahlan yang sudah berstatus menteri itu santai saja duduk di salah satu anak tangga. “Sampai yang punya rumah panik dan meminta Dahlan untuk tidak duduk di situ,” katanya.

    Dia lantas menegaskan aksi buka pintu tol, menyapu di monas, sampai mengepel di toilet bandara Soekarno Hatta bukan pencitraan. “Justru aslinya keluar,” kata Linda. Menurut dia, publik sudah terlanjur terbiasa menyaksikan pencitraan para politisi dan pejabat. “Ketika melihat orang yang turun menapak bumi, tidak berada di menara gading, kita menganggap itu tipu dan bohong juga,” ujarnya.

    Reza Indragiri Amriel punya cerita lain lagi. Saat Dahlan menjadi Dirut PLN, dirinya sempat memrotes padamnya listrik di Bogor yang sudah berjam-jam. Satu pesan singkat dikirimkannya ke Dahlan Iskan. Lengkap dengan ultimatum harus direspon dalam tempo kurang dari 1 jam. Ternyata hanya sekitar 20 menit kemudian, sudah ada sms balasan dari Dahlan Iskan.

    “Isi sms-nya maaf listrik padam karena ada pohon roboh menimpa kabel. Beberapa waktu lagi ada tiga staf PLN yang akan datang ke rumah saudara. Saya tunggu, eh ternyata betul datang tiga orang,” katanya. Padahal, Reza mengaku tidak mengenal Dahlan secara pribadi. Bahkan, sekadar bertemu langsung saja belum pernah. Dia hanya kagum dengan gaya kepemimpinan Dahlan.

    Di lain waktu, Reza berkirim SMS lagi dengan Dahlan. Kali ini dia mengadu perihal berbagai permasalahan kereta listrik (KRL) Jakarta-Bogor yang membuat ribuan penumpang menderita hampir saban hari. Reza meminta Dahlan menetapkan aturan agar para elit pengelola KRL naik KRL pulang pergi kantor-rumah.

    “Kali ini Dahlan tidak membalas SMS saya,” ungkap pakar psikologi forensik, itu. Memang ada balasan SMS dari pejabat humas kereta api. Tapi, isinya malah celaan. “Anda suuzon! Jangan fitnah kami!,” ujar Reza menirukan isi SMS, itu.

    Di luar dugaannya, keesokan hari Dahlan membuat geger dengan menumpang KRL ke Bogor tanpa pengawalan. “Saya tidak tahu apakah itu jawaban Dahlan atas SMS saya,” katanya. “Yang pasti saya merasa tersindir kala Dahlan berkata di media, “marah memang mudah, tetapi mengurus kereta api memang tidak mudah,” imbuh Reza, lantas tersenyum.

    Taufik Lamade punya pengalaman pribadi yang tak bisa dilupakan. Peristiwa itu terjadi pada 1995 saat kantor pusat Jawa Pos di Surabaya masih berada di jalan Karah Agung. Tof “begitu dia biasa disapa tidur di kantor. Ketika bagun pagi, dia mendengar suara orang tengah menyapu lantai kantor. “Saya penasaran siapa yang menyapu pagi-pagi. Ternyata Pak Dahlan yang lagi menyapu itu,” katanya.

    Selama puluhan tahun berkarir di Jawa Pos dan mengikuti Dahlan dalam sejumlah kesempatan, Tof juga tahu kebiasaan Dahlan yang lain. Dahlan memang sangat peduli dengan kebersihan toilet kantor-kantor yang menjadi grup Jawa Pos. Bahkan, toilet menjadi tempat pertama yang dilihat Dahlan kalau berkunjung. “Bagi Dahlan kalau toilet bersih berarti kantor ini klir,” tegasnya.

    Tof tidak heran kalau setelah menjadi menteri, Dahlan pernah terlihat menyapu monas atau membersihkan toilet bandara. “Apa yang dilakukan Pak Dahlan ini bukan pura-pura. Kalau di cari ada akar dari apa yang pernah dilakukan di masa lalu,” kata Tof. (pri)

    Posted by narti | 19 November 2012, 1:44 pm
    • Susahnya….., bagi politikus ber-otak tikus,,,.. tidak akan pernah mengerti dengan akar kebiasaan Pak Dahlanis ini, dari kebiasaannya yang suka bersih bersih…, juga tergambar dari setiap tulisanya yang nyaris tanpa debu kotor sedikitpun. Setiap tulisanya, bisa dibilang diatas bersih adalah jernih. persoalan sulit dimengerti awam macam saya kok ya bisa ngerti akan masalah yang sedang dibahasnya. tidak ada abstraksi yang buat orang puyeng macam anggota dpr kita yang tiap kali ngomong terkesan konyol.

      Posted by akik | 20 November 2012, 11:59 am
      • Hai para POLI-TIKUS SENAYAN, lihat tuh apakah pak Dahlan hanya melakukan sesuatu untuk pencitraan? buka mata, buka telinga jangan hanya seperti kerbau yang dicocok hidungnya, jadi dungu, koplak, senang melihat rakyat menderita yang penting kantong tebal gak tahu apakah halal atau haram, yang penting perut kenyang, dasar DPR KOPLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK, DALAM PEMILU 2014 BESOK BARANG SIAPA YANG MAU NYOBLOS ANGGOTA DPR PERLU PIKIR 100.000 X UNTUK NYOBLOS ATAU MUNGKIN DAH DIBUBARKAN KALI YE DPR NYA, COZ NDAK BERMUTU BANGET SICH…………………….!

        Posted by mbak Dian | 21 November 2012, 10:11 am
    • asswrwb mbak NARTI ; hmmm…smoga gusti ALLOH memberi kekuatan lahir batin but cak DIS…AMIEN…

      Posted by R I Molle | 23 November 2012, 8:11 pm
  92. Ada Poli jantung yg ngurusin jantung, ada poli tht yg ngurusin tlinga hidung dan tenggorokn, ada poli mata yg ngurusin mata. Juga ada poli tikus… Hahahahahaaaa….

    Posted by adit@ma putra | 19 November 2012, 1:45 pm
  93. kt sukanya msh gontok2an sesama kt demi kepentingan pribadi/golongan,bkn mengutamakan kepentingan bangsa/nasional..tengok tuh negeri adidaya bl mnghdpi negara lain “SALAH/BENAR INI ADALAH NEGARAKU”,semangat Patriot & Nasionalis yg tinggi.Kt msh bs mengejar ketertinggalan itu,trgantung mau/tdk mau..

    Posted by koreksidiri | 19 November 2012, 1:51 pm
  94. Semoga Pak DI selalu diberikan dan dijaga kesehatannya oleh Allah SWT AMiin

    Posted by Sigit " Enjit " | 19 November 2012, 1:52 pm
  95. Dahlan Iskan vs DPR
    Oleh Ida Pitalokasari

    Selasa, 6 Nopember 2012
    Ketegangan antara Menteri Badan Uaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dengan DPR yang semakin ramai di media massa sedikit mereda begitu Dahlan Iskan datang memenuhi undangan DPR. Para wakil rakyat di parlemen seperti tidak sabar mendengar langsung keterangan mantaan Dirut PLN ini soal nama-nama anggota parlemen yang disebutnya suka kongkalikong atau sering minta jatah ke perusahaan-perusahaan BUMN selama ini.

    Dahlan pun tak gentar, dia datang sendiri ke DPR dan sangat siap untuk menyampaikan hal tersebut. Dahlan Iskan memenuhi janjinya setelah diundang dia datang ke DPR. Soal “upeti” ini, Dahlan bahkan tidak hanya berani pasang badan, di penjara sekalipun katanya menyatakan siap.

    Tipikal seorang Dahlan Iskan memang sudah dikenal luas oleh publik. Gaya kepemimpinannya yang tegas tapi terukur, terencana dan punya tujuan serta hasil yang sangat jelas, bahkan dia tidak segan-segan untuk turun tangan langsung bekerja menyelesaikan masalah, termasuk juga sosok pribadinya yang sangat low profile membuat Dahlan Iskan selalu dikenang.

    Selama menjabat sebagai Dirut PLN misalnya, begitu banyak hasil kerja yang bisa dinikmati rakyat. Walau ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), muncul inefisiensi anggaran Rp 37 triliun di PLN, tetapi Dahlan Iskan sangat tahu itu, dan sangat siap memberi keterangan mengenai masalah tersebut. Bahkan dia menyebutkan, sebenarnya inefisiensi itu lebih besar dari temuan BPK dimaksud tetapi kenapa bisa terlewatkan. Nilainya lebih dari Rp 37 triliun. Begitulah seorang Dahlan Iskan, keterbukaan, blak-blakan dan selalu menyatakan berbuat dengan penuh rasa tanggung jawab.

    Tindakan dan keputusan yang diambilnya sudah sangat siap dipertanggujawabkannya. Karena, apa yang dilakukannya sama sekali bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga atau kroni-kroninya, tetapi semata-mata untuk rakyat dan untuk menjalankan amanah kerja yang dibebankan kepadanya.

    Lalu kita bertanya, bagaimana dengan para pemimpin dengan kiprahnya sendiri-sendiri yang mau bertindak membela kepentingan umum seperti dilakukan Dahlan Iskan? Termasuk soal pernyataan bernada perintah yang disampaikannya kepada seluruh jajaran direksi BUMN yang memunculkan ketegangan di DPR untuk menolak segala bentuk praktik kongkalikong, yang selama ini sudah menjadi rahasia umum. Bahwa, perusahaan-perusahaan BUMN menjadi sapi perah dan “ATM” banyak pihak, termasuk oknum anggota DPR.

    Anehnya, kalangan di DPR tidak terima dengan pernyataannya. Ada yang minta Dahlan Iskan membuka saja nama-nama oknum yang disebutnya suka meminta jatah ke BUMN itu supaya tidak menimbulkan fitnah. Ada juga yang ingin memanggil paksa Dahlan Iskan ke parlemen untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya itu.

    Namun begitu, semakin gencar anggota DPR membela diri, justru semakin memunculkan praduga, kenapa para wakil rakyat ini begitu ngotot membela diri, sampai kebakaran jenggot segala? Bukankah yang disampaikan Dahlan Iskan itu semata-mata untuk jajaran Kementerian BUMN yang dipimpinnya, dan bertujuan untuk memperbaiki tatanan demi menjaga kebocoran-kebocoran keuangan negara yang sudah masif terjadi selama ini?

    Terlebih lagi, seorang Dahlan Iskan, yang sudah dikenal dengan gaya bicara dan kepemimpinannya memang selalu ingin perbaikan dan hasil yang lebih baik. Lantas, apa salahnya dengan pernyataan Dahlan Iskan ini? Bukankah semestinya kalangan DPR yang harus lebih dewasa dan melakukan introspeksi secara menyeluruh.

    Kalau Dahlan Iskan benar-benar datang ke DPR dan saat itu juga dia membeberkan semua bukti-bukti serta disebutkannya nama-nama anggota DPR yang berprilaku tidak baik ini, seperti apalagi wajah lembaga legislatif di mata rakyat? Bukankah itu akan mencoreng wajah DPR sendiri?

    Setelah sekian lama praktik kolusi dan korupsi di negeri ini, baru Dahlan Iskan yang berani terang-terangan mengatakan bahwa institusi yang dipimpinnya kerap dimintai “upeti” oleh para politisi di Senayan. Dulu, ini adalah hal yang jamak terjadi. Kalau mau dapat proyek, ya harus bayar “jatah” dulu. Kini modus operandinya kian canggih. Para anggota dewan tidak lagi minta uang tunai secara tersirat ataupun terang-terangan. Sogokan itu bisa terselubung dalam berbagai topeng.

    Bentuknya mulai dari biaya hotel, transportasi dan honor anggota “Dewan Pemerasan Rakyat” hingga berkedok dana corporate social responsibility di perusahaan-perusahaan yang tak lain juga milik para legislator. Memeras, sama saja dengan korupsi bahkan lebih kasar.

    Fenomena di atas ironis sekali. DPR yang merupakan wakil rakyat, namun berperilaku seperti preman yang suka memeras, menodong, memalak orang. Itu, tentu prilaku sangat memalukan. Apalagi, saat ini kepercayaan masyarakat kepada anggota DPR semakin menurun. Masyarakat sudah bosan dengan janji wakil rakyat, apalagi perilaku mereka justru seperti preman.

    Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya anggota dewan terlibat korupsi. Ditambah kasus pemeran terhadap BUMN dan pertarungan dengan Dahlan Iskan. Jika demikian, kapan masalah ini akan bisa dituntaskan pemerintah? Oleh karena itu, pemerintah harus menyelamatkan BUMN, menindak tegas DPR yang berprilaku pemalak.

    Masalah itu harus dibuka lebar-lebar agar menjadi pelanjaran bagi semua pihak, agar ke depan BUMN bersih dan DPR juga bersih. Jika tidak, dapat dipastikan pemerasan akan terus terjadi bahkan meluas di mana-mana dan tidak pernah akan berhenti sebaliknya berulang terus dalam berbagai kasus lain. ***

    * Penulis adsalah sekretaris HI study centre
    IAIN Walisongo Semarang.

    Posted by narti | 19 November 2012, 1:57 pm
    • Asswrwb mbak Narti ; sy jg pernah di bentak= sm anggota dpr lho…bahkan dia bilang uang negara adalah uang saya.!!!! ( Astafirulloh… ) . Saya diemin aja mbak …hiiiii akhirnya berlalu jua

      Posted by R I Molle | 21 November 2012, 12:12 pm
  96. Maaf OOT,

    Kalau baca ttg Effendi Simbolon, yg disangkutkan kepada Bu Mega yg dikatakan tukang jual2 kekayaan negara terutama gas tangguh, saya jadi teringat ttg VLCC yg dijual juga oleh Pak Laksamana Sukardi.
    Penjualan ini apakah memang karena kebodohan Bu Mega atau keadaan jaman itu yg menuntut kondisi harus dijual.
    Semoga para dahlanis mau ngasih pencerahan, terutama yg orang dalam(ESDM dan Pertamina).

    “Menurutnya, penjualan tersebut juga demi menghindari penyitaan oleh lembaga arbitrase internasional, terkait keputusan Pertamina yang menghentikan proyek PLTP Karaha Bodas, Jabar. Arbitrase menghukum Pertamina, dan memerintahkan agar menyita aset-aset Pertamina termasuk VLCC tersebut.”

    sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0703/17/nas06.htm

    Posted by uyung | 19 November 2012, 2:03 pm
  97. kesel, habis liat popok anak. made in thailand dan lisensi japan! masa popok harus impor!…. mh52 sedikit menggembirakan…

    Posted by @yama | 19 November 2012, 3:56 pm
    • bahkan peniti pun buatan Cina

      Posted by Aldizy | 19 November 2012, 4:17 pm
      • Temfe yg ente makan juga kedelainya dari Amrik… ga tau ya?? (sama ane juga baru ngeh…)
        dan yg edan lagi, garam yg kita makan sebagian hasil impor… mau ditaruh kemana nih muka negeri bahari…
        kalau saja ga ada gebrakan2 MH… sampe tahun jebot juga ttp import garam, gula, gandum dll.
        KENAPA??? karena kalo import dapet komisi bung… rakyat bodo amat dipikirin (gitu kali anggepan sebagian pejabat kita)….

        Posted by PUTU | 19 November 2012, 9:08 pm
        • Iya mas, baru sadar sejak ribut-ribut harga kedelai yang melonjak itu.
          Itulah mental sebagian kecil pejabat kita … Yang diotaknya persis kata mas Putu, import-fee, import-fee … terus-terusan, tidak lagi berfikir untuk memajukan perekonomian sendiri.
          Salam penuh harapan.

          Posted by Aldizy | 19 November 2012, 9:20 pm
    • kayanya mami poko nih merknya (yang versi mahal) :)

      kalo mami poko yang kuning (versi hemat), made in indonesia kayanya deh.

      Posted by nuryadid | 20 November 2012, 8:21 am
  98. Penegak hukum betul-betul tidak bisa diandalkan untuk pengamanan aset PT Timah di Babel.
    kok bisa ya ????? gimana klo sewa preman aja he he he he

    Posted by darrennt | 19 November 2012, 5:26 pm
    • pak Darrent, mohon jangan pakai bahasa pengamanan preman,, enggak enak didengar
      silahkan gunakan bahasa yg diperhalus > Pengamanan Sipil

      Posted by CEKRICEK | 20 November 2012, 8:29 am
      • cekricek palsu !

        Posted by akadarisman | 20 November 2012, 10:17 am
        • Wah ceksricek yang selama ini mengaku-ngaku tidak pernah mengkloning ID orang lain atau membuat ID anonim lain sekarang sudah ketahuan belangnya. Heheheheehe.. Makasih ya mas.. DahlanIs sudah tahu semua tentang kualitas dan kesehatan jiwa anda. Silakan bersembunyi dibalik ID anonom tapi yang jelas mentalitas anda akan sulit berubah jika masih belum ada kemauan untuk membuka pikiran. Salam DahlanIs.. :)

          Posted by akadarisman | 20 November 2012, 10:59 am
  99. Wah bahaya nih… kalo terus – terusan beli perusahaan di luar negeri, bisa – bisa Temasek kebeli juga sama kita, secara CEO nya Temasek kan kenal dekat sama Pak DIS..

    Posted by Joko Tingkir | 19 November 2012, 6:26 pm
  100. Reblogged this on ganinorarukmana writing and commented:
    memasuki era BUMN multinational corporation versi dahlan iskan

    Posted by ganinorarukmana | 19 November 2012, 8:24 pm
  101. Perhatikan kata-kata mendorong:
    Dahlan menyatakan, lebih baik mendorong Kereta Api diganti LNG, daripada membangun kilang yang ratusan triliun. diambil dari: http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/19/dahlan-bangun-kilang-minyak-triliunan-mending-beralih-ke-listrik-2/. Benar-benar bermakna ganda, arti kiasan dan arti sebenarnya!
    Salam

    Posted by Aldizy | 19 November 2012, 11:33 pm
  102. Assalamualaikum wr.wb saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang kuli bangunan yang pendapatannya tidak seberapa,buat makan saja tidak cukup apalagi untuk beli obat buat ibu saya,karna belakangan ini ibu saya sering sakit sakitan,jadi saya harus membantin tulang buat ibu dan adik saya karna ayah pergi meninggalkan kami 1 tahun yang lalu ,,,,,saya dapat nomor KI NAWE dari teman saya..awalnya sih saya ragu tapi tidak ada salahnya juga saya coba karna sudah banyak peramal yang saya hubungi tapi tidak ada yang terbukti malahan cuma uang saya aja yang terkuras habis dan akhirnya saya menghubungi KI NAWE dan mengikuti 4D nya yaitu 1006 dan alhamdulillah ternyata saya berhasil yang ke 5x nya….!!! Kini kehidupan saya jauh lebik sukses daripada kehidupan sebelumnya,semua yang kuimpikan selama ini allhamdulillah semuanya sudah jadi kenyataan ini semua berkat bantuan dari KI NAWE , bagi anda yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan HB KI NAWE di nmr;0-8-5-3-9-6 -9-4-1-7-8-7,nomor ritual KI NAWE memang memiliki ramalan goip yang di jamin 100% kesuksesan,silahkan anda buktikan sendiri kata2 saya,terima kasih….
    ???????????????

    Posted by PAK HASAN JAMBI | 20 November 2012, 3:48 am
  103. Sengketa Tanah PT SG Masuk KPK

    Minggu, 14 Oktober 2012 21:27 WIB
    SURYA Online, TUBAN – Kasus sengketa tanah antara warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Tuban dengan PT Semen Gresik (SG) bakal memasuki babak baru. Kasus tanah seluas 42 hektar yang tak kunjung tuntas sejak tahun 2003 tersebut bakal dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) oleh warga Desa Gaji.

    Upaya warga untuk membawa kasus ini ke KPK itu sebagaimana anjuran dari Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negera (BUMN), Dahlan Iskan saat bertemua dengan perwakilan warga Desa Gaji di Tuban.

    “Semua berkas terkait kasus tersebut telah kita serahkan ke Menteri BUMN saat berkunjung ke Tuban. Setelah menerima berkas dari kami, pak Dahlan menyarankan untuk melaporkan kasus tersebut ke KPK. Dan kami siap membawa kasus ini ke KPK,” kata Muhlisin, warga Gaji saat ditemui Surya, Minggu (14/10/2012).

    Perwakilan warga sengaja menemui Meneg BUMN saat berkunjung ke Tuban, Sabtu (13/10/2012). Faktornya karena warga tidak pernah merasa menjual tanah seluas 42 hektar tersebut. Namun, tiba-tiba tanah itu berada di dalam wilayah tambang PT Semen Gresik.

    Guna mencari keadilan, pada 14 Nopember 2003, warga melaporkan kasus ini ke Polres Tuban. Namun, 9 tahun berjalan, kasus tak kunjung usai.

    Tak berhenti sampai di situ, warga juga mengadukan permasalahan ke DPRD Tuban. Oleh para anggota dewan, permasalahan juga telah berulang kali dihearingkan di gedung dewan. Namun, lagi-lagi warga tetap tak kunjung mendapat keadilan atas lahannya tersebut.

    Menanggapi ini, PT SG melalui Kasi Bina Lingkungan, Suntoro menyatakan bahwa pihaknya telah membeli tanah tersebut sekitar tahun 1998 lalu. Menurutnya, proses jual beli atas tanah tersebut juga sudah prosedur  dan sah secara hukum.

     “Kami tidak akan memberikan pembayaran ulang. Kecuali ada keputusan inkrach dari pengadilan terkait kasus ini,” jawab Suntoro.

    Penulis : M Taufik
    Editor : Rudy Hartono
    _________________

    menjajah vietnam ? atau menjajah tuban ?

    Posted by disfans (discontinued fans) | 20 November 2012, 3:51 am
    • Hahaha Mas..kalau dalam bahasa teknik anonim sampean itu “Kipas yg dioperasikan intermitten, kadang muter kadang diem”.
      Mungkin ini kasusnya sama dengan ibu yg dari bogor dg PLN mas. PLN atau Semen Gresik beli dg sah dari seseorang/pihak lain yg punya surat tanah. Hal ini bisa terjadi mungkin karena banyaknya kasus surat tanah dobel. Hal ini harus diputusin oleh pengadilan, gak bisa langsung warga dengan BUMN yg sudah go publik tsb, pihak penjual juga harus dilibatkan.

      Posted by JOWI | 20 November 2012, 8:39 am
  104. Reblogged this on Anak Bawang Merah Putih and commented:
    Sudah saatnya kita melangkah dengan yakin, bahwa kita bisa, kita mampu. Kita adalah subyek pembangunan. Di tangan kita, masa depan bangsa dipertaruhkan. Di pundak-pundak pemuda, nasib bangsa dibawa. Jikalau setiap orang mengetahui perannya, langkah kecil yang dikerjakan oleh 200 juta warga negara akan berdampak besar bagi perubahan. Perubahan harus dimulai. Tidak sekedar menunggu-nunggu datangnya penyelamat, pemimpin besar yang mempunyai visi besar untuk bangsa. Tetapi dimulai dengan menyadari potensi dan peran masing-masing. Di mana saja, kapan saja, siapa saja, bagaimanapun keadannya. Ibarat ornamen pada batik, tampak indah karena titik-titik kecil tersusun bersatu padu menjadi sebuah keagungan.

    Posted by whymashen | 20 November 2012, 6:59 am
  105. Bangga menjadi orang Indonesia.
    Lewat ulasan perbankan, nasionalisme ini makin tergugah. Semoga tidak terjebak pada nasionalisme buta.
    Ingin sekali ‘menyerang’ negara tetangga lewat produk yang aseli Indonesia. Sambil mengurangi pengiriman tenaga kerja yang kurang terlatih dan terdidik.
    Sayang saya belum punya solusi untuk diajukan, baru sebatas keluhan.
    Mimpinya sih ingin melihat gerakan menyerang yang cantik, sambil ikut nonton langkah2 BI mengadu jurus dalam menahan gempuran ‘tetangga’.
    Rame nih perang, setelah harus diakui Indonesia kalah di beberapa bidang, rasanya suntikan hope mulai membuat optimisme berkembang. Peluit babak berikutnya sudah akan dibunyikan.
    Doaku untuk bangsa ini, dengan sepenuh hati. “Indonesiaku, tampillah untuk jadi pemenang”
    Ya Allah, dengan cara-Mu, perkenankan doa kami.
    Amin

    (buat Tante W. Ning: tulisannya bikin sejuk, ijin ngambil ‘ide cerita lilin’ buat saya dongenging ke anak saya ya Tante)

    Posted by tedi kp | 20 November 2012, 10:06 am
  106. Berhubung id saya adalah asli, bukan anonim, maka saya merasa berhak untuk keberatan jika id saya dibajak. Untuk itu saya mohon kepada mas Admin untuk men-delete komen-komen dari ID akadarisman yang tidak ada foto saya atau komennya tidak mencerminkan diri saya yang selama ini sudah diketahui oleh beberapa teman DahlanIs. Semoga Allah SWT membukakan pikiran kepada orang-orang yang masih tersesat dalam pikiran negatif dan angkuh dengan kesesatannya itu. Aamiin. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 20 November 2012, 11:13 am
  107. Hehehe.. Ketahuan apanya?? Koq situ yang marah?? Beneran ya situ berbuat hal-hal rendah mengkloning id orang yang pakai nama asli? Saya punya harga diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak etis seperti mengkloning id orang lain karena saya hadir di blog ini sebagai diri sendiri, beberapa DahlanIs sudah keep contact dan bahkan sudah bertemu langsung. Inilah akibat hidup yang bergelimang pikiran-pikiran negatif, sampai mati ente akan seperti itu terus bos.. Rasa kasian saya yang mendalam kepada om cekricek ini. :(

    Posted by akadarisman | 20 November 2012, 11:44 am
  108. Pemilu sebentar lagi, tetapi wajah KITA, rakyat Indonesia belum berubah.

    ” Direktur Data Indonesia Network Election Survey Sudrajat Sacaawitra merilis hasil survei menjelang dua tahun pemilu legislatif dan pemilihan presiden, Senin (19/11) di Jakarta. Hasil temuan survei tersebut antara lain menyatakan, faktor primordialisme masih menjadi faktor kuat penentu keterpilihan calon presiden.

    Jakarta, Kompas – Ketertarikan dan kenal terhadap partai politik masih didasarkan kepada uang, entah yang dibagi-bagikan saat kampanye ataupun saat pemilihan umum. Hal yang sangat mengenaskan, SEBANYAK 50,3 PERSEN RESPONDEN MEMILIH UANG DALAM MEMILIH PARPOL. Parpol gagal mengenalkan program dan visinya”

    Sumber: http://indonesiacompanynews.wordpress.com/2012/11/20/survei-indonesia-network-election-survey/

    Posted by uyung | 20 November 2012, 12:09 pm
  109. terkadang Tuhan menjawab pertanyaan kita dengan cara mengirimkan seorang manusia pilihan,dan manusia indonesia tersebut adalah DAHLAN ISKAN, kenapa Indonesia bangkrut bisa kita mendapat jawabannya dari tulisan pak DAHLAN ISKAN mulai dari CEO NOTE sampai MH ,itu adalah jawaban dari TUHAN,hindari politik jahui politik,menuju kerja,kerja dan kerja supaya menjadi manusia yang sebenarnya manusia bukan manusia yang wujudnya saja tetapi pikiran dan perilakunya hewan …. salam

    Posted by hari santoso | 20 November 2012, 12:46 pm
    • KALO ORANG GOBLOG/TOLOL/SELALU PIKIRAN NEGATIF spt ID2 yg bikin rusuh ato anggota Dhewan dikasi pencerahan justru malah menjatuhkan orang dgn istilah pencitraan dan mencoba menjebloskan ke penjara dgn segala cara…. ckckck…. orang2 spt itu lebih tepat disebut PENGHIANAT NKRI…

      Posted by PUTU | 20 November 2012, 6:25 pm
  110. dulu…ketika masih SMA dan lagi musim JUALAN BUMN
    harga diri kebangsaan dan kebanggaan akan merah putih seakan sudah tidak ada
    setiap upacara bendera selalu mata ini menetes karena malu…
    terbayang saat itu betapa sulitnya kelak mencari lapangan pekerjaan karena BUMN selalu d jual
    dan saat itu saya bersumoah akan MEMBUAT LEPANGAN KERJA sendiri, tanpa modal dari siapapun
    alhamdulillah, sejak kuliah d malang, mimpi itu sedikit demi sedikit terwujud
    dan kini… sudah 3 cabang berkibar walau usianya masih muda…

    sukurlah semangat ini lebih membara, bahkan membakar atau bahkan munkin sudah meledah (duorr)
    setiap membaca tulisan pak dahlan.. harga diri ini muncul
    setiap ada lagu indonesia raya di kumandangkan, airmata ini menetes bukan karena hilngnya kebanggaan atas merah putih, tapi menetes karena spirit perjuangan

    terimakasih pak.. buku2 anda selalu mengispirasi saya dan tim saya dalam berkarya
    tidak ada kesuksesan yang tidak diawali dengan rasa sakit dan disiplin
    ternyata… HOPE itu bukan pak dahlan yang memberi…

    pak dahlan hanya memangkitkan HOPE dari setiap manusia yang setuju dengan ide dan semangat beliau
    karena HOPE telah ada disetiap hati manusia..
    munkin benar kata guru matematika selama sma dahulu BAPAK SUMIARSO
    orang yang paling hina d dunia ini adalah orang yang pesimis (baca tidak punya -HOPE -harapan) dan tidak mau bekerja keras

    mulai dari gebrakan belau saat jadi dirut PLN yang SATU JUTA SAMBUNAG SEHARI saya pikir tidak munkin ini tercapai karena saya kira semua pegawai BUMN listrik itu males, ternyata salah sangat berdosa. maaf pak. maaf seribu maaf

    saat ide beliau membuat mobil listrik.. saya pikir GA MUNKIN AHLI KITA YANG SUDAH ENAK D LUAR NEGRI MAUPULANG KE TANAH AIR YANG SERBA GA MENJAMIN… saya pun salah besar.. denag harga diri mereka mau pulang denagnsemangat nasionalisme

    yang terakhir… ide GARAM dan SHORGUM pak dahlan adal ide paling gila….
    harga diri ibu pertiwi yang kaya akan laut seakan melejit… karena INDONESIA yang raya lautan segera tidak akan lagi impor garam, untuk SHORGUM yang bapak realisasikan.. dulu di desa saya disebut denagnBERAS CAKUL dan tidak lagi faforit bahkan musnah,, padahal sangat enak d makan, lebih enak dari beras (menurut saya)

    terima kasih pak… sudah lama saya tidak punya idola setelah pak habibi balik ke luar negeri, gus dur yang akhirnya almarhum, pak JK yang ga lagi ikut ngurusi negara yang kini hanya berjuang d PMI, trimakasih pak… saya temukan inspirator real yang ga hanya beretorika… jujur… idola saya hanya dua saat ini

    BAPAK SAYA dan anda pak dahlan

    Posted by wafiq umam | 20 November 2012, 1:41 pm
    • untuk garam, saat ini program PNM untuk pembelian membran dijegal dpr tuh. duitnya nggak cair-2

      Posted by cak-mat | 20 November 2012, 4:31 pm
    • sampai sekarang kalau lihat Indosat, saya masih teringat L S, terus simbok…terus aset negara jual-jual…teruuuusss (fee nya itu hlo…masuk ke kantong pribadi atau partai ?)

      Salut untuk nasionalisme anda, …. saya juga punya keinginan seperti anda, mengentaskan kemiskinan dengan pendidikan dan membuka lapangan kerja…

      Namun “sikon” saya sekarang ini MEMAKSA saya untuk jalan di tempat alias sekedar bertahan ( baca komen MH 51)
      andaikan anda ada kloningnya…. tolong berikan satu untuk jadi partner saya berjihad dalam pembangunan…
      Salam Dahlanis.Gbu

      Posted by W. Ning | 21 November 2012, 4:55 am
  111. Dulur para Dahlanis, Salam Kenal. Sebetulnya sudah lama saya ikuti blog ini mulai dari sebelum MH series keluar jaman masih CEO Notes, sampai sekarang baru masih saya ikuti tulisan Abah Dis tiap Senin. Rasanya klo minggu nga diawali dengan sarapan gizi semangat dari Abah tiap senin pasti ada yang kurang. Setelah lama jadi silent reader, dan kadang2 clometan ikut komen sekarang saya resmi memperkenalkan diri. Mudah mudahan diterima dulur semua disini.

    Dulur saya juga ingin menawarkan kalo ada dulur yang pengen punya koleksi videonya Abah, Saya TIDAK JUALAN lur, saya hanya ingin bantu dulur disini yang mungkin koneksi internetnya fakir bandwith hehe.. hampir semua video saya unduh dari Youtube, ada beberapa dari situs lain. formatnya kebanyakan mp4 (hanya bisa ditonton melalui komputer,atau TV yang support media player) isinya kuliah tamu Abah dis, termasuk beberapa berita tentang abah. Saya ga jualan ya lur, hanya ingin sedikit sumbangsih buat menulari dulur disini dengan virus Hope nya Abah, supaya semakin parah terjangkit Virus Kerja Kerja Kerja nya Abah, klo perlu sampe stadium 4.

    Saya juga sempat ngeprint MH nya Abah sampe sekitar 20an MH lebih, kalo ada yang kerso boleh nanti saya fotocopy kan.. Tapi klo yang mau Go Green nga mau ngeprint Insyallah akan saya upload pdfnya biar dulur semua bisa download softcopynya, tapi harap sabar ya lur, maklum harus ke perpus buat nge net.

    Buat dulur yang berminat dengan tawaran saya, ato sekedar pengen nambah sedulur (saudara) silahkan kontak saya di sini

    Email : nur.bachtiar@yahoo.com

    Dulur saya juga pengen menyampaikan sedikit uneg uneg siapa tau ada yang bisa membantu atau memberikan jalan. Belum lama ini saya pulang ke kampung ayah saya di Banyuwangi, kebetulan dikampung saya ada beberapa pengusaha kecil yang bergerak di bidang pengiriman sapi bakalan (bibit) maupun sapi potong. Saat ini banyak dari mereka yang khawatir dengan prospek usaha mereka ke depan, karena menurut mereka semakin sulit untuk mendapatkan sapi bakalan maupun sapi potong, persaingan di pasar sapi semakin tidak sehat, menurut mereka ada satu dua pedagang yang mendapatkan orderan sapi dari program pemerintah dgn skala besar. Sekarang segelintir pedagang tersebut bisa menekan pasar mempermainkan harga sehingga mengancam pencaharian pedagang sapi kecil dikampung saya. belum lagi permainan dari sapi sapi impor. yang saya ingin tanyakan apakah program sapi dari pemerintah yang disebutkan tersebut berkaitan dengan Program SaSA nya Abah? kalau demikian apakah program pengadaan sapi tersebut kiranya bisa dievaluasi sehingga tidak merugikan para pedagang peternak kecil yang sehari hari hidupnya dari bisnis ini, dan hanya menguntungkan segelintir pedagang yang mendapatkan rejeki dari program pemerintah yang bisa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu sapi tersebut. Semoga program Swasembada Sapi yang dimotori Abah bisa mencukupi kebutuhan daging nasional, STOP IMPOR, dan masyarakat kecil peternak serta pengusaha kecil semakin sejahtera, semoga bisa menjadi pertimbangan pihak yang berkaitan.

    Salam Satu Nyali, DIS Wani.. KeRa Senayan Disate Saja..

    Jauhi KERA, KERJA KERJA KERJA..

    Posted by Bachtiar Irawan | 20 November 2012, 2:17 pm
    • waduhh, anak sapi (pedhet) langka di pasaran karena banyak ditarik sama BUMN? ini bisa jadi tapi mudah mudahan kedepannya PT. berdikari bisa mensupply anak sapi dengan tidak mengambil anak sapi para petani ,

      Posted by saeful | 20 November 2012, 2:43 pm
      • betul bro saiful. bumn seharusnya bisa mencukupi kebutuhan bakalan sapi sendiri, malah seharusnya hanya mesupply anakan sapi saja. sedangkan penggemukannya diserahkan ke peternak. kalau dari sektor hulu sampai hilir dikuasai oleh bumn, sama saja seperti kata JK, menjadi pesaing peternak. terbukti di banyuwangi harga bakalan sapi menjadi mahal. petani akhirnya malas beternak sapi karena margin keuntungannya sedikit atau malah tidak ada. semoga pak Dis memikirkan juga nasib peternak. tidak hanya memandang dari pencapaian swasembada daging saja. percuma swasembada daging tercapai namun nasib peternak tidak terangkat. penghapusan impor sapi akhirnya tetap tidak menjawab persoalan kesejahteraan peternak. peternak/petani seharusnya dijadikan mitra oleh bumn dengan memberikan porsi/bagian dalam pencapaian swasembaga daging. tidak menjadikannya sebagai pesaing dengan mengambil bagian yang telah diusahakan peternak.

        Posted by G. Hariyanto | 20 November 2012, 4:23 pm
    • salam kenal pak bachtiar, saya juga tinggal di banyuwangi. untuk progam sapi memang ada program dari pemda banyuwangi sendiri. namun sapi yang dibudidayakan jenis sapi perah yang memang masih jarang di banyuwangi. jadi sebenarnya tidak menjadi pesaing para peternak sapi pedaging. malah jika bapak mau membudidayakannya, bisa memperoleh bantuan modal kredit dari pemda melalui bank jatim. program sapi perah ini bekerja sama dgn pabrik susu nestle yang akan mengambil produk susunya.

      Posted by G. Hariyanto | 20 November 2012, 3:42 pm
      • whuiiiih peluang usaha , bisnis sapi di indonesia memang sangat menggiurkan, saya punya tetangga di ciamis sampai sampai membeli mobil dengan nomor Z 4 PI , ayoo siapa yang mau jadi peternak sapi sama pemerintah sangat dibantu jangan ingin makannya saja hehehe

        Posted by saeful | 20 November 2012, 4:33 pm
    • Pak Bachtiar, dalam rangka ‘go green’ sebaiknya dilayani pakai pdf saja. mksh

      Posted by Djoko Sawolo | 20 November 2012, 10:50 pm
  112. maju teruuuus abah , kerja, kerja ,kerja. . . .!!!

    Posted by alfata | 20 November 2012, 3:06 pm
  113. http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/20/terobsesi-dahlan-jadikan-sukun-simbol-kawasan-berikat/

    wah Abah Dis emang jempolan, ide2-nya suegeeeeeer tenan.

    Posted by Manihot Ultissima | 20 November 2012, 4:46 pm
    • Ntar kalo berbuah ane minggir ke bahu jalan buat metik semobil dah… mayan gratis… qiqiqi
      emang ide yg positif hasilnya akan luar biasa…

      Posted by PUTU | 20 November 2012, 6:40 pm
    • satu lagi ide segar dari Pak Dis. tahun depan siap lakukan revolusi ‘oranye’, menanam buah tropis untuk diekspor ke cina. namun sekali lagi tidak melibatkan petani, hanya akan dikerjakan oleh PTPN VIII. petani disentra buah tropis hanya jadi penonton saja. atau mungkin menunggu jadi RI 1 baru melibatkan petani?

      Posted by G.Hariyanto | 20 November 2012, 10:21 pm
      • Saya rasa beliau tidak ingin ” mengambil” lahannya DEPTAN bro… petani kan ” lahannya” DEPTAN…

        kec, petani tebu / garam yang spesifik…
        Saya dulu anaknya petani gurem …( rata-rata petani di Indonesia adalah petani gurem). Adalah tidak mudah untuk menyatukan petani gurem untuk menanam sebuah produksi yang relatif baru… pasti mereka takut akan resikonya, pasca produksinya bagaimana dst.

        Oleh karena itu beliau ambil 1 BUMN sebagai basis dan percontohan… dengan modal, teknik dan lahan yang cukup, sehingga apabila mengambil langkah pasca produksi menjadi stabil ( modale cucuk)
        Saya yakin kok kalau BUMN sebagai ROLE MODE sudah sukses, pasti petani sekitar akan DIAJAK…

        Salam Dahlanis.

        Posted by W. Ning | 21 November 2012, 5:12 am
        • Betul mbak…contohnya program SaSa..setelah penjualan pertama berhasil baik, masyarakat sekitar diajak untuk program pengentasan kemiskinan dnegan program Integrasi Sapi – Sawit (ISS).
          Program proberas juga awalnya sebagai pilot project hanya beberapa kelompok tani, setelah melihat hasilnya sangat bagus akirnya banyak kelompok tani yg mendaftar.
          Program kambing etawa juga sama..setelah lihat banyak yg berhasil akirnya banyak yg mau ikutan…emang masih banyak yg belum terbiasa melihat HOPE sehingga perlu dibudayakan…HOPE-Kerja-Kerja-Kerja dan Do’a.

          Posted by JOWI | 21 November 2012, 6:54 am
          • program sapi sawit belum 100% berhasil bro. ternyata benar kendalanya adalah kesulitan mendapat anakan sapi. dari target 100 ribu sapi untuk tahun ini cuma mendapat 20 ribu anakan sapi. sedangkan target tahun depan 200 ribu sapi. jadi masih jauuuh. pantas anakan sapi mas baktiar di banyuwangi pada menghilang. disini terlihat kalau program sapi sawit tidak dipersiapkan secara menyeluruh. program dibuat hanya untuk mengejar swasembada daging dengan memanfaatkan (hanya) potensi bumn yg ada. tidak melihat kondisi per sapi an secara menyeluruh. padahal bumn masih baru dibidang ini.

            sekarang kita bahas kenapa sulit mendapatkan anakan sapi. bisnis sapi yang paling menguntungkan adalah bisnis penggemukan sapi. sementara bisnis produksi anakan sapi mempunyai resiko tinggi dengan margin yang rendah sehingga kurang menguntungkan. untuk memperoleh anakan sapi secara alami harus memiliki pejantan tangguh yang harganya mahal, belum lagi indukan betina. dalam setahun bunting cuma sekali cuma dapat satu anakan. sementara jika ikut kawin suntik tingkat keberhasilannya masih rendah. peternak harus membayar biaya suntik berkali2 agar sapinya bunting.

            sekarang bicara solusi. pemerintah seharusnya mengambil bisnis pengadaan anakan sapi yang kurang menguntungkan melalui bumn. pemerintah dapat bekerja sama dengan institusi pertanian yang ada untuk mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki. dengan menugaskan bumn untuk khusus menangani masalah ini diharapkan kesulitan pengadaan anakan sapi bisa diatasi. yang pada akhirnya keuntungannya akan dirasakan oleh peternak juga.

            Posted by G. Hariyanto | 21 November 2012, 11:10 pm
          • program sapi sawit belum 100% berhasil bro. benar kendalanya adalah kesulitan pengadaan anakan sapi. dari target 100 ribu sapi tahun ini dan 200 ribu tahun depan, cuma mendapat 20 ribu anakan sapi. jadi masih jauuuh. pantas anakan sapi mas bachtiar di banyuwangi pada menghilang. ini terlihat kalau program sapi sawit tidak dipersiapkan secara menyeluruh. program hanya melihat target swasembada daging dengan (hanya) memanfaatkan potensi bumn yang ada. tidak melihat kondisi per sapi an secara menyeluruh.

            sekarang kita bahas kenapa sulit mendapatkan anakan sapi. bisnis sapi yang paling menguntungkan adalah bisnis penggemukan sapi. sedangkan bisnis produksi anakan sapi mempunyai resiko tinggi dengan margin yang rendah, sehingga kurang menguntungkan. untuk memproduksi anakan sapi secara alami harus mempunyai pejantan tangguh yang harganya mahal. belum lagi indukan betinanya. dalam setahun sapi melahirkan sekali dengan cuma satu anakan. sementara jika ikut kawin suntik, tingkat keberhasilannya rendah. peternak harus mengganti biaya suntik berkali2 agar sapinya bunting.

            sekarang kita bahas solusinya. pemerintah harus mengambil alih bisnis pengadaan anakan sapi yang kurang menguntungkan melalui bumn. pemerintah bisa bekerja sama dengan institusi pertanian yang ada untuk mengimplementasikan keilmuannya. dengan menugaskan bumn untuk khusus menangani masalah ini, diharapkan pengadaan anakan sapi bisa teratasi. sehingga pada akhirnya keuntungan juga dirasakan oleh peternak.

            Posted by G. Hariyanto | 21 November 2012, 11:29 pm
        • untuk memperbaiki nasib petani tidak hanya tergantung dengan deptan. bumn bahkan swasta pun bisa. saya ambil contoh sinergi antara bumn dan petani seperti pada pg gula dan petani tebu. kemudian program swasembada beras dengan mencetak sawah 100 ribu hektar, juga melibatkan petani. bumn hanya sebagai penyokong dengan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, obat, dsb, juga menampung hasil produksinya. sehingga dalam program ini petani dilibatkan. namun untuk program seperti budidaya sapi, sorgum, garam, dan produksi buah tropis, bumn memposisikan sebagai pesaing petani. tahukah kita bahwa produksi buah tropis indonesia sangat melimpah. ketika musim panen harga jualnya menjadi sangat rendah.yang dibutuhkan petani adalah tataniaga buah. bagaimana caranya menjual/mengolah kelebihan panen buah petani. petani juga membutuhkan teknis budidaya dan pasca panen yang baik. disini bumn sebenarnya bisa berperan.

          Posted by G. Hariyanto | 21 November 2012, 7:17 am
          • Mungkin BUMN kasih contoh dulu mas, ntar klow dah kelihatan bagus hasilnya, baru sosialisasi secara menyeluruh. kalau tahap awal/percobaan sudah melibatkan para petani secara luas dikhwatirkan produksi akan melimpah dan harga akan ambruk yang pada ahirnya petani akan dirugikan. Setuju buanget dengan ide-ide Mas G.Hariyanto, mari kita dukung bareng bareng pemerataan penghasilan…

            Posted by Manihot Ultissima | 21 November 2012, 10:45 am
          • bisa dipastikan program ‘revolusi orange’ adalah penyelamatan ptpn VIII yang lahan tehnya sudah tidak produktif. namun sayang pilihan penggantinya pada buah tropis yang sudah banyak dibudidayakan masyarakat seperti durian, manggis, pepaya, mangga, pisang dsb. kenapa saya katakan akan bersaing dengan petani walaupun nantinya untuk pasar ekspor:
            – buah2 tersebut sudah banyak dibudidayakan masyarakat. jika tujuannya untuk mengalahkan produk cina, kenapa tidak memberdayakan petani saja. dengan memberdyakan petani, multiple effect keuntungannya sangat besar jika dibanding dengan misi menghidupkan bumn saja.
            – budidaya buah tropis secara intensif bisa menghasilkan buah kualitas ekspor sekitar 30-60 %, sedangkan sisanya dijual di pasar lokal, sehingga akan bersaing dengan produk petani.
            – masih banyak pilihan tanaman pengganti yang lebih prospektif dan belum banyak yang membudidayakannya.

            Posted by G. Hariyanto | 25 November 2012, 2:47 pm
    • Wah jadi ingat masa SD di ketintang sby. Ada pohon sukun, di bawahnya ada anak-anak main kelereng, tak jauh dari situ ada ibu-ibu “petan” (cari kutu) di bawah rindangnya pohon sukun. Ada yang lagi bikin keripik sukun.

      Posted by Djoko Sawolo | 21 November 2012, 3:38 pm
      • Asswrwb cak Djoko Sawolo ; heee…iyo cak , aq jg inget masa kecil d Porong n suka main di stasiun kereta api naik kereta api uap ( sepur grong ) main sm temen=…hmmm

        Posted by R I Molle | 25 November 2012, 6:52 pm
  114. baru selesai membaca semua komentar.

    Kata yang sangat inspiratif yang memacu kita untuk terus berkarya, kerja, kerja, kerja.

    Posted by Kka Kusnanto | 20 November 2012, 10:42 pm
  115. MH#1

    Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi, kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!

    Posted by Kka Kusnanto | 20 November 2012, 10:55 pm
  116. Buat, cekricek palsu = akadarisman = dahlanis dan bos nya ?

    Yang berikut ini patut diresponse secara cepat tepat dan akurat, untuk menetralisir dugaan fitnah, pengalihan issue, ataupun sekedar pencitraan. (bukan sekedar goro goro politicking)…

    Adnan Pandu: Kalau Dahlan Ingin Indonesia Bebas Korupsi Ya Lapor KPK
    Danu Damarjati – detikNews

    Jakarta – Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja angkat bicara mengenai polemik seputar aksi Menteri BUMN Dahlan Iskan yang melaporkan anggota DPR yang diduga pemeras ke BK. Menurut Pandu, seharusnya Dahlan melapor kepada KPK sebagai lembaga yang berwenang.

    “(Dahlan) Belum lapor. Kalau dia bermaksud membersihkan negeri ini dari korupsi ya lapor KPK. Kami kan lembaga yang diberi mandat negara,” ujar Pandu usai acara penandatanganan MoU antara Bawaslu dengan 10 lembaga negara termasuk KPK di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (12/11/2012).

    Rabu (7/11) pekan lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan melaporkan 5 anggota DPR yang meminta jatah ke BUMN lewat surat ke BK DPR. Senin (5/11) dua hari sebelumnya, Dahlan juga telah melaporkan dua nama oknum anggota DPR dengan dugaan yang sama. Total yang dilaporkan ada 7 orang.

    Informasi mengenai nama-nama maupun inisial anggota DPR yang memeras BUMN sebenarnya disimpan rapat oleh Dahlan Iskan. Dalam pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi media massa di Kantor Kementerian BUMN kemarin, Dahlan Iskan sama sekali tidak mau membuka identitas anggota DPR yang memeras BUMN. “Saya benar-benar tidak mau,” kata Dahlan.

    Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi juga tidak mau membuka satu pun nama maupun inisial anggota DPR pemeras BUMN tersebut. “Saya sudah bersumpah di BK saya tidak akan membuka nama-nama itu,” kata dia.

    Sampai saat ini desakan agar BK DPR mengungkap nama-nama anggota DPR pemeras BUMN semakin kuat. Namun BK belum juga memberikan kepastian kapan akan mengungkap, memproses, dan memberi sanksi nama-nama yang dilaporkan Dahlan Iskan.

    Sementara itu Dahlan Iskan menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak mengungkapkan nama-nama itu ke publik dan melaporkannya ke KPK. Tugas utama sebagai Menteri BUMN adalah menjaga dan membina BUMN. Sederhananya, Dahlan tidak tertarik untuk mencampuri urusan ‘rumah tangga’ orang lain.

    “Ada lembaga lain yang ngurusi itu (korupsi),” kata Dahlan Iskan, usai acara panen raya Sorgum di Banyuwangi, Sabtu (10/11).

    (fjr/ndr)

    Posted by cekricek | 21 November 2012, 1:46 am
    • Dikasi satu aja ga serius apalagi dikasi byk2…
      Kalo satu sudah ditangkap ntar yg lain nyusul sendiri… ga perlu pusing2 coy…
      kalo nyerang itu pake strategi, bukan sradak sruduk kaya banteng ga jelas…

      Posted by PUTU | 21 November 2012, 5:30 pm
  117. @Bpk Djoko Sawolo, Siap Pak segera saya upload pdfnya. Ngaturaken salam kenal kagem Pak Saeful, Om Hariyanto dan Bli Putu.

    Pak Har, setelah beberapa kali belakangan saya pulkam ke Banyuwangi setelah sekian lama. Saya cukup kaget dgn perkembangan kota ujung timur pulau jawa ini. Klo iklim investasi, plus pembangunan infrastruktur tetap dijaga seperti skrg syukur2 ditingkatkan. Saya kok yakin 5 tahun ke dpn Banyuwangi jd salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jatim. Ibarat gadis cantik penari gandrung, Banyuwangi dengan leggak lenggok nya menggoda banyak Investasi buat masuk. Kapal North Sea Boat (Lundin), pabrik gula Glenmore, Semen Bosowa, Sorgum jadi dilanjut kan? Tambang emas di Bukit Tujuh. Blm lagi perkebunannya banyak daerah diBanyuwangi yg subur, hasil ternaknya Sapi Banyuwangi maupun yang dari Bali. Potensi Laut, pengalengan Ikan pembenihan Udang. Jgn lupa wisata Ijen, dan yg baru wisata laut ke pulau menjangan.. Naik kereta ada, naik bis bisa, pesawat daily dari Surabaya naik ATR nya wings ato merpati.
    Suasananya kyk gold rush ne, rame2 org pada dtg.. Mdh2an yang asli Banyuwangi nya sendiri ga cm jd penonton nantinya. Semoga

    Posted by Bachtiar Irawan | 21 November 2012, 2:17 am
  118. Yang jelas orang kalo mau bener musuh nya ada 2 :
    1.orang yang gk suka/gk mendukung kebenaran
    2.setan (hawa nafsu) yang ada pada diri orang itu sendiri
    Sekarang pilihan ada di tangan anda masing2
    Kerja !Kerja !Kerja !

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 21 November 2012, 7:13 am
  119. Mata Najwa di Metromini eh… Metro TV, 21:30 WIB : Mobnas Bukan Mimpi

    Jangan lewatkan, catat di Reminder anda

    Posted by Salahudin Damar Jaya | 21 November 2012, 7:57 am
  120. berita dari effendi sibloon yang sekarang mencalonkan diri jadi calon gubernur sumatera utara dari partai PDIP…ngakak habis…..

    http://www.hariansumutpos.com/2012/11/46194/impian-jadikan-bagansiapiapi-pelabuhan-ikan-terbesar-di-sumut

    Posted by megawati | 21 November 2012, 8:12 am
    • namanya aja efendi siblo’on KAN YA COCOK DENGAN NAMANYA selamat ngKERJAi..KERJAi..KERJAi…si Blo’on bagi warga SUMUT .slamat broo. gantian memeras kantong si Blo’on, buatlah ia KETAWA dengan kepalsuanya. DIA KAN SUDAH PENGALAMAN DGN KEPALSUAN TOH…..HE..HE..HE…slamat bg warga sumut. KUTUNGGU HASIL KERJAanya loh.

      Posted by aba musa | 21 November 2012, 9:03 am
      • betul….betul……betul….. kerjain aja, kuras kantongnya, toh itu juga bukan uang……………………bagikan kepada orang yang membutuhkan, selamat berjuang, kutunggu hasilnya, bikin ES malu!

        Posted by mbak Dian | 21 November 2012, 12:18 pm
    • Hahahahahaha…
      Itu baru namanya “PENCITRAAN”

      Posted by Riobajaitem | 22 November 2012, 5:04 pm
  121. Oleh: Handoyo El Jeffry

    Trisula Abraham-Dipo-Dahlan “Robek kebuntuan”.

    Belitan ekstra kuat tentakel gurita korupsi di nyaris seluruh organ tubuh bumi pertiwi membuat sesak nafas anak negeri. Bangsa ini megap-megap dalam udara pengap, suasana gelap, seakan segala jalan tertutup rapat. Korupsi menjadi penjara bertembok baja yang mengunci mati negara-bangsa untuk bebas merdeka dalam adil sejahtera.

    Kadang Tuhan keterlaluan dan “bercanda” dengan hamba-hamba-Nya. Tak terkecuali dengan manusia Indonesia, tanah surga zamrud khatulistiwa yang “di atas kertas” seharusnya bahagia-sentausa dengan limpahan karunia alam semesta. Namun komoditi ‘setani-iblisi-dajjali’ korupsi telah menjadi hantu zombie abadi, maka “di atas realitas” negeri ini pun menjadi tanah neraka zamrud derita.

    Di puncak keletihan, buah manis penderitaan kerap baru bisa dipetik. Di ujung putus asa, pertolongan Tuhan kerap baru diturunkan. Pakem klasik drama panjang kehidupan manusia sepanjang sejarah peradaban. Nabi-nabi dan rasul-rasul pengemban tugas langitan, berikut para pewarisnya, para pejuang-mujahid-ksatria, penyelamat umat-bangsa dari kezaliman penguasa.

    Di sini, di tanah tumpah darah yang selalu penuh dengan darah tertumpah sepanjang sejarah, kita yang tak berdaya menunggu dengan harap-harap cemas “uluran tangan” mukjizat-Nya. Lewat orang-orang pilihan yang telah ditentukan-Nya, di balik misteri yang selalu disembunyikan-Nya, dalam ujian korupsi yang telah diberlakukan-nya berpuluh-puluh tahun, atau mungkin berabad-abad lamanya atas penghuni nusantara.

    Syahdan, 3 di antara 240 juta lebih manusia Indonesia hadir ketika kita sebagai negara-bangsa sedang mengalami “deadlock” kebuntuan jalan operasi besar mengamputasi tentakel gurita korupsi. Mereka adalah “trio gila”, Ketua KPK Araham Samad, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

    Pembusukan struktural dan kultural di 3 pilar negara, eksekutif, legislatif dan yudikatif, korupsi menjadi tembok baja yang terlalu perkasa untuk dijebol. Siapa yang terjebak di dalamnya, bakal menjadi “bola pingpong” praktik kong kalikong. Pusaran jahiliyyah politik kumuh homo homini lupus terus menggerus idealisme suci politisi-politikus. Siapa masuk ke dalamnya, hampir semuanya terinfeksi virus dan bakteri korupsi.

    Praktis tinggal media massa sebagai pilar ke-4 negara yang masih tersisa. Tak ada jalan lain, hanya rakyat yang bisa menjadi “mitra koalisi” bagi para pejuang anti korupsi. Abraham Samad bersama KPK telah merasakan betapa kokohnya tembok baja korupsi. Sengketa demi sengketa menjadi serial drama di panggung tata negara, dari personel hingga lembaga. Abraham terjepit di percaturan politik bersama KPK di tengah perang politik segitiga, perang urat saraf dengan wakil rakyat di Senayan, hingga pertempuran panjang dalam kisruh similuator dengan lembaga Polri.

    Abraham yang sudah terlanjur berikrar “jihad memerangi korupsi” tak bisa berbuat banyak. Membentur tembok baja formalitas-legalitas hukum, Abraham pun teriak ke media massa agar rakyat membuka telinga. Beruntung, sebagian besar rakyat Indonesia masih punya akal sehat, bahwa korupsi harus dihancurkan.Koin dukungan pun bergerak menggelombang, sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah yang bisanya hanya membuat teks berisi perintah-perintah, wakil rakyat yang gemar khianati amanat rakyat, dan kepolisian yang kehilangan “ruh polis (πόλις )” kepentingan negara.

    Hal sama di alami Dahlan Iskan yang terjebak dalam lingkaran oligarki kekuasaan di negeri kemunafikan. Kebuntuan tembok baja korupsi di kalangan anggota DPR memaksanya “mengadu kepada rakyat” lewat media massa. Daribalik kabinet, Dahlan melemparkan bola panas, pernyataan yang membuat kuping anggota dewan memanas, tentang anggota DPR sebagai “komunitas para pemeras.” BUMN, Badan Usaha Milik Negara, yang nota bene adalah pilar utama ekonomi hak milik rakyat, menjadi pelengkap penderita dari keganasan insting hedonis-kapital wakil rakyat.

    Lalu kini Dipo Alam, orang kedua di internal kabinet SBY yang melanjutkan perang urat saraf dengan DPR, melengkapi “trio gila” perobek kebuntuan. Dipo melaporkan dugaan “kongkalikong” antara pejabat kementerian dan oknum anggota DPR ke KPK. Sudah pasti, bola panas menggelinding lumayan deras. Polemik dan pro kontra juga niscaya. Yang pro pastinya rakyat, tokoh-tokoh kalangan pro rakyat dan barisan anti korupsi yang sudah geregetan tingkat tinggi, gerah dan bosan menghadapi benang kusut korupsi yang tak kunjung terurai.

    Tak terkecuali Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Samsuddin yang mengapresiasi dan mengajak Dipo untuk turut membongkar dugaan mafia narkoba di istana. Meski di sisi lain Din juga mengingatkan Dipo agar menyertakan laporan dengan bukti yang cukup agar tidak menjadi fitnah belaka, sekaligus mengingatkan KPK agar tidak melupakan kasus-kasus besar yang masih menumpuk di depan mata.

    Sedang yang kontra terhadap “keberanian” Dipo pun juga bisa ditebak. Sudah pasti anggota DPR yang merasa berulang-ulang mendapat tamparan keras, pedas dan tajam. Dewan yang terhormat, memang seharusnya mendapat perlakuan terhormat, bukan tuduhan dan tudingan memalukan, apalagi dituduh khianat. Tapi apa daya, rekam aksi dan sepak terjang wakil rakyat yang tak pernah lepas dari catatan media massa lebih banyak berisi warta memuakkan perut ketimbang melegakan dada rakyat.

    Trio Abraham Samad, Dahlan Iskan dan Dipo Alam hanyalah sekelumit dari “permainan unik” Tuhan yang tengah menguji umat-bangsa (yang katanya ber-Tuhan) ini, dalam “game klasik” syahwat-perilaku korupsi manusia Indonesia. Gurita korupsi telah sedemikian rupa ber-evolusi menjadi mutan raksasa beringas bersyahwat buto Batara Kala. Ketika itu, hanya para pejuang-mujahid-ksatria sejati yang mampu menaklukkannya, setidaknya menggelorakan spirit operasi amputasi tentakelnya untuk meminimalisir daya gerak kejahatannya.

    Dan ksatria yang bisa melakukannya mesti mereka yang berkarakter “manusia setengah dewa” bersenjatakan pusaka trisula wedha. Sedikit menengok catatan klasik abad 13, dalam pertengahan bait pasal 159 dari Bait Terakhir Ramalan Jayabaya tertulis:
    “…jinejer wolak-waliking zaman-wong nyilih mbalekake-wong utang mbayar-utang nyawa bayar nyawa-utang wirang nyaur wirang…” (…Tanda datangnya perubahan zaman, orang meminjam mengembalikan, orang berhutang membayar, hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu dibayar malu). Sedang simbol trisula weda bermakna “…landhepe triniji suci-bener, jejeg, jujur…” (… tajamnya tritunggal nan suci: benar, lurus, jujur…).

    Tritunggal Abraham, Dahlan dan Dipo semoga menjadi salah satu simbol trio pejuang sebagai trisula yang merobek kebuntuan negeri ini dalam mendobrak tembok baja korupsi. Atau bisa juga sebagai simbol goro-goro (introduksi), isyarat alam, pertanda zaman akan tumbangnya kezaliman lingkar oligarki kekuasaan. Waketum Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai, Indonesia mungkin tengah mengalami masa pancaroba, ditandai banyaknya kemelut yang berlanjut pada konflik masyarakat meski dipicu masalah sepele.

    Tak hanya itu, kegaduhan juga muncul dari pemerintahan yang sering menggosipkan masalah yang tengah terjadi, seperti perseteruan antar menteri, menteri dengan wakil rakyat dan kementerian dibawahnya. Dan kita tak tahu, apakah ini bagian dari pengalihan isu, atau memang saatnya senjakalaning (akhir kehancuran) kepemimpinan Presiden SBY. Yang pasti, sebagai “kejahatan tingkat tinggi,” korupsi mesti dihadapi dengan energi dan strategi tingkat tinggi pula, dan tetu saja, bersenjatakan trisula wedha.

    Salam…
    El Jeffry

    Posted by ikin | 21 November 2012, 8:19 am
  122. Abraham Samad ? awal awal muncul kesannya lagi girang bisa kepilih pimpinan KPK. Dan kerja tuk menuhin janji ama DPR (bukan tulus dari dalam).
    Btw akan kita ikutin aja sepak kerjanya, mudah2an bermanfaat buar NKRI.

    Mahfud and Dahlan?……………Mantabeg!!
    Dipo?………perlu ujian lagi

    maaf ya Ooommmm

    Posted by novikayakguru | 21 November 2012, 9:39 am
  123. Cocoook Mbak Novi, trisula atau sapta sula ? ( ditambah Mahfud MD loo…) dipegang oelh Pasukan mujahid bernama Rakyat Indonesia emang harus segera bergerak buat menghancurkan kurawa ( baca Koruptor ) dari Astina ( baca negeri mafia ).

    Posted by Manihot Ultissima | 21 November 2012, 10:56 am
  124. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Secantik Hati Rakyat Indonesia

    Pembangunan dihentikan sementara akibat serangan Israel ke Gaza.

    Sebuah rumah sakit telah berdiri di Gaza, Palestina. Diberi nama, Rumah Sakit Indonesia. Karena seluruh dana pembangunannya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia yang disalurkan dan dikelola Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), lembaga kemanusiaan berbasis di Jakarta.

    Rumah sakit yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara itu diutamakan untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Dapat menampung sedikitnya 100 pasien.

    Dibangun dua lantai plus satu basement (ruang bawah tanah) dan satu lantai area tengah (midle area) di atas tanah seluas 16.261 meter persegi. Tanahnya merupakan wakaf dari pemerintah Palestina.

    Sayangnya, saat sedang terjadi ketegangan antara milisi Hamas di Gaza dengan militer Israel sejak Rabu 14 November 2012, rumah sakit tersebut belum dapat digunakan.

    Para pekerja yang seluruhnya adalah relawan MER-C dari Indonesia masih mengerjakan bangunan basement, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik obat-obatan dan makanan. Lagi pula, belum tersedia peralatan kesehatan, obat dan tenaga medis yang disiagakan di rumah sakit tersebut.

    Presidium MER-C, dr Joserizal Jurnalis mengatakan, rumah sakit itu direncanakan dapat berfungsi pada akhir 2013 atau paling lambat awal 2014. “Membangun di daerah konflik memang tidak mudah. Banyak kendala ditemui di lapangan,” ujar Joserizal, didampingi Ketua Divisi Konstruksi MER-C, Ir Faried Thalib, Senin 19 November 2012.

    Pembangunan rumah sakit dianggarkan sebesar Rp30 miliar. Dana itu di luar anggaran pengadaan peralatan medis, obat dan tenaga medis. Namun, dana yang terkumpul dari sumbangan masyarakat Indonesia sampai Mei 2012 baru mencapai Rp21 miliar.

    Diakui Joserizal, anggaran membengkak dua kali lipat dari rencana semula. Sebab, rancang bangunnya membutuhkan penyesuaian, yaitu ruang bawah tanah (basement) dan struktur fondasi untuk empat lantai. Awalnya MER-C keberatan dengan pembangunan basement itu. Namun, setelah bernegosiasi dan mempertimbangkan keperluannya, akhirnya mereka menyetujui dengan konsekuensi pembengkakan biaya.

    “Basement di sana sangat penting. Israel sering menembaki rumah sakit, masjid, dan ambulan. Sehingga basement diperlukan untuk perlindungan pasien dan storage,” katanya.

    Pembangunan dihentikan sementara menyusul meningkatnya serangan militer Israel ke kawasan itu. Sebanyak 28 orang relawan MER-C yang mengerjakan pembangunan itu kini berlindung di basement sembari melanjutkan pengerjaan ruang bawah tanah itu dengan material yang ada. Mereka tidak diperkenankan keluar hingga situasi dinyatakan aman.

    Walau pun belum dapat digunakan dan pembangunannya belum sepenuhnya rampung, sejumlah pejabat petinggi Palestina mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, memuji solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina.

    “Wahai rakyat Gaza, jangan pernah bersedih karena di belakang kalian ada rakyat Indonesia,” ucapnya, dikutip dari brosur yang diterbitkan MER-C.

    Menteri Kesehatan Palestina, dr Bassim Naim, juga menyampaikan pernyataan senada. “Kami melihat rumah sakit ini cantik berbentuk persegi delapan, secantik hati rakyat Indonesia yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudaranya di Gaza. Dengan segenap kesungguhan kita bersama, insya Allah akan menjadi washilah dan penyebab tercapainya pembebasan Masjid Al Aqsa dan kemerdekaan Palestina,” ucapnya.

    “Desain rumah sakitnya sangat indah. Rumah sakit terindah di kota Gaza. Desainnya berkolaborasi dengan Kubah Shakra,” tutur Menteri Urusan Wanita, Jamila Shanti.

    “Rumah Sakit Indonesia sebagai sebuah amanat dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina akan menjadi salah satu rumah sakit terbesar di Gaza, bahkan di seluruh wilayah Palestina. Rumah Sakit Indonesia juga akan menjadi rumah sakit utama di wilayah Gaza bagian utara,” ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Dr Naji Sarhan.

    Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/3…kyat-indonesia

    Atas permintaan dari Bro GuenLoe:

    Deskripsi RS Indonesia

    Tipe RS : Trauma Center & Rehabilitation
    Lokasi RS : Bayt Lahiya, Gaza Utara
    Status Tanah : Wakaf dari Pemerintah Palestina
    Luas tanah : 16.261 m2
    Kapasitas RS : 100 tempat tidur

    Berdasarkan kebutuhan dan permintaan langsung dari Pemerintah palestina di Gaza pada bulan Juli 2010, maka bangunan RS Indonesia yang semula hanya terdiri dari 2 (dua) lantai, maka sekarang di tambah dengan 1 (satu) lantai basement.

    Salurkan Dukungan & Bantuan Anda

    Bank Syariah Mandiri (BSM), cabang Kramat
    Acc. No. 700.1352.061

    Bank Central Asia (BCA), cabang Kwitang
    Acc. No. 686.0153678

    a.n Medical Emergency Rescue Committee

    Posted by W. Ning | 21 November 2012, 11:16 am
  125. Pak Dahlan, gimana realisasinya tentang perbaikan persinyalan KRL supaya ga mati kalo kesambar petir pak?? Sudah ada solusinya belum pak?

    Saya tahu, mestinya menteri perhubungan yang punya wewenang, tpi kami2 sudah tidak sabar lagi pak. Apa iya setiap hujan, KRL selalu terganggu dan ga ada yang bisa kita perbuat? Tarif sudah naik tpi pelayanan tetep aja…..

    Ditunggu aksinya untuk masalah yang satu ini….

    Posted by RWB | 21 November 2012, 1:41 pm
  126. Akhirnya permintaan maaf itu datang juga, salut buat anda bung Dahlan Iskan ! Semoga Allah mengampuni anda, amin ya GhafururRahiim.

    More people should apologize, and more people should accept apologies when sincerely made. (Greg LeMond)

    Posted by cekricek | 21 November 2012, 2:06 pm
  127. Tetapi untuk yang satu ini, sebaiknya lebih berhati hati ! jangan sembarang copas, lebih baik cekricek berkali kali…(lho..???)

    Datang ke DPR Tanpa Bukti, Dahlan Copy Paste Keterangan Direksi BUMN
    Zulhefi Sikumbang
    21 Nov 2012 11:08:30

    Dahlan Iskan (Foto:Aktual/Oke Dwi Atmaja)
    Dahlan datang ke DPR RI tanpa membawa bukti-bukti dan hanya mengandalkan keterangan dari direksi BUMN kemarin.
    Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, dirinya akan menyampaikan hal sama seperti yang disampaikan oleh direksi BUMN kepada Badan Kehormatan DPR RI.

    Hal itu dikatakan oleh Dahlan sebelum bertemu dengan BK DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/11).

    “Saya kira apa yang akan saya sampaikan sama dengan yang disampaikan oleh direksi BUMN kemarin,” kata Dahlan.

    Dahlan datang ke DPR RI tanpa membawa bukti-bukti dan hanya mengandalkan keterangan dari direksi BUMN kemarin.

    “Saya kira apa yang disampaiakn direksi BUMN kemarin sudah merupakan bukti yang kuat. Kalau yang seperti itu belum dianggap, saya nggak tahu lah, pemberantasan korupsi ini harus bagaimana,” kata Dahlan

    Apakah dirinya akan melaporkan nama-nama baru terkait dugaan pemerasan kepada BUMN? Termasuk melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi? “Terserah nanti perkembangan,” ujarnya singkat.

    Ia mengaku, kedatangannya ke BK DPR RI atas undangan. “Saya diundang, saya datang. Untuk datang gitu aja, ngga ada kata-kata dikonfrontir,” sebut dia.

    Posted by cekricek | 21 November 2012, 2:21 pm
  128. Permisi ;

    Saya ada buku tentang Pabrik Kelapa Sawit. Penulis telah berpengalaman 30 tahun pada bidang ini dan mencoba untuk memberikan dan membagi pengalaman tentang makna dan tujuan dari Pabrik Kelapa Sawit.
    Sayangnya buku tersebut belum dijual di pasaran seperti di toko-toko buku gramedia, pustaka obor dan lain-lain, namun untuk membeli buku tersebut dapat langsung ke alamat :

    Jl. Ismailiyah No. 141 Medan – 20215.
    atau
    Contact Person : 085362754301 (Tommy Prawira)
    Email : prawira159@yahoo.com
    daratika.maniez@gmail.com

    Judul : Perbaikan Kinerja Total Berkesinambungan (Serial PKS – Pengantar)
    Penulis : Ir. Surya Dharma Harahap, MBA.
    Harga : Rp. 95.000,-
    Tebal Buku : 215 Halaman

    Hubungi Saya untuk pembelian di luar kota manapun. Ongkos kirim ditanggung pembeli.
    Pengiriman melalui Jasa Pengiriman PT. TIKI-JNE Indonesia.
    Info lain juga terdapat pada

    http://groups.yahoo.com/group/palmoilcommunity/message/4574

    terima kasih…

    Posted by Tommy Prawira | 21 November 2012, 3:06 pm
  129. Oleh: Yurnaldi
    Dahlan, Wartawan, dan Pahlawan Antikorupsi
    20 November 2012 – 09.37 WIB > Dibaca 94 kali

    Kita merasa sangat beruntung punya menteri seperti Dahlan Iskan. Sebab, “sakit hati” rakyat Indonesia selama ini menjadi terlampiaskan ketika Menteri Negara BUMN itu mencoba “menantang arus”, ketika dia mengungkap praktik pemerasan, minta upeti, dan modus lainnya yang dilakukan sejumlah oknum wakil rakyat di DPR RI terhadap BUMN.

    Praktik yang diungkap Dahlan Iskan, walau sebatas pemerasan di BUMN, namun bukan berarti tak ada lagi borok para oknum wakil rakyat yang terhormat itu yang patut diungkap. Dulu pernah heboh soal sejumlah wakil rakyat yang menjadi calo anggaran untuk pembangunan di daerah, tapi tak ada yang berani mengungkap dan melaporkannya. Sehingga rakyat hanya gigit jari. Geram dengan ulah oknum wakil rakyat yang membuat rakyat merasa dikhianati.

    Baru ketika heboh kasus Hambalang, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding sejumlah wakil rakyat menerima sejumlah uang. Seusai diperiksa sebagai saksi dalam kasus Hambalang di gedung KPK, Rabu (7/11) malam, Nazaruddin menyebut mantan Ketua Komisi X DPR RI, Prof dr Mahyuddin NS SpOG ikut menikmati uang senilai Rp10 miliar hasil korupsi proyek Hambalang. Nazaruddin juga menyebut sejumlah nama lain di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, termasuk (diduga) Andi Malarangeng menerima Rp20 miliar.

    Kasus yang diungkap Dahlan menjadi sangat heboh karena dianggap membuka aib kader partai politik terkemuka dan memutus mata rantai (kader) partai tersebut untuk menjadikan BUMN sebagai sapi perahan. Kalau Dahlan Iskan tak punya urat nyali, mungkin hal yang selama ini menjadi rahasia umum itu, dianggap sebagai angin lalu saja.

    Setelah menyebut dua nama wakil rakyat yang memeras BUMN, Dahlan kembali menyerahkan nama-nama oknum anggota DPR diduga pemeras BUMN ke Badan Kehormatan (BK). Dari enam nama yang disampaikan, beserta kronologi kejadiannya, satu nama malah mendapat pujian Dahlan karena dianggap telah mencegah pemerasan terhadap BUMN.

    “Ternyata total sembilan nama (dua nama di tiga peristiwa diserahkan Senin, 5/11, red). Satu orang berada di dua peristiwa, dan satu orang lagi justru harus saya puji,’’ ujar Dahlan seperti ditirukan Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, Rabu (7/11) kemarin (Riau Pos, 9 November 2012).

    Dahlan tidak akan menyerahkan lagi nama-nama lain, kecuali keadaan berkembang. Mengenai hal itu, Dahlan memiliki alasan tersendiri. Mantan Dirut PLN ini ingin lebih fokus membenahi BUMN.

    Bagus juga strategi Dahlan, yang sepertinya sedang menerapkan strategi layaknya seorang pemain poker. Jika ingin menang, maka tidak boleh terburu-buru membuka semua kartu, karena pada akhirnya saat semua dibeberkan secara gamblang pada satu waktu, dikhawatirkan kasus ini akan menguap sebagaimana kasus-kasus lainnya di masa lalu.

    Dan dengan membeberkan nama-nama oknum secara bertahap, bukan tanpa kesengajaan karena sesungguhnya hal ini telah direncanakan dengan baik. Selain mengharapkan efek tekanan bayangan ketakutan secara personal pada para terduga yang inisialnya telah disebutkannya, sembari berharap para terduga yang dilaporkan tapi tak disebutkan inisialnya kepada pers, kecuali dipaparkan oleh BK DPR, mengambil langkah ceroboh sehingga akan lebih memperkuat bukti atas dugaan pemerasan ini.

    Dahlan mengaku akan tetap berkomitmen mencegah terjadinya kongkalikong atau pemerasan terhadap BUMN yang dilakukan oknum anggota DPR. “BUMN juga dikenal sebagai sarang korupsi. Tugas saya juga berat. Mungkin lebih berat dari teman-teman DPR,’’ tambahnya.

    Dituduh Fitnah
    Apa yang dilaporkan Dahlan dituding beberapa anggota DPR sebagai fitnah. Mencemarkan nama baik, karena laporannya dinilai kurang bukti. Dahlan menegaskan bahwa informasi yang diberikan ke BK DPR bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika berkonsekuensi hukum, Dahlan pun sudah siap dengan resiko yang bakal dihadapinya.

    “Kalau yang saya serahkan itu tidak dianggap bukti, saya tidak tahu lagi niat memberantas korupsi di negeri ini, sungguh-sungguh nggak,” ungkapnya.

    Mungkin banyak wakil rakyat di DPR yang tidak tahu bahwa Dahlan itu seorang wartawan. Karena wartawan, jelas tidak mungkin data dan fakta yang diungkap asal bunyi (asbun) saja dan tak bisa dipertanggungjawabkan.

    Dahlan menjadi wartawan sejak 1975, dimulai dengan menjadi wartawan di sebuah koran kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Setahun kemudian, 1976, ia menjadi wartawan majalah berita mingguan Tempo. Sejak 1982 Dahlan Iskan memimpin suratkabar Jawa Pos. Di bawah Jawa Pos Group, ada 80 lebih suratkabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.

    Dengan pengalaman sebagai wartawan, sudah pasti informasi, data dan fakta yang disampaikan ke BK DPR sangat bisa dipertanggungjawabkan. Dahlan bukanlah anak kemarin sore. Dahlan pun tak ada maksud mencari popularitas atau sensasi. Alangkah bodohnya logika kita mempercayai tuduhan miring tanpa bukti tersebut. Sebagai wartawan dan orang media, apalagi pejabat negara selevel menteri, beliau pastinya telah mereview, mengevaluasi, dan memverifikasi bukti-bukti dari jajaran pejabat BUMN yang menjadi sumber data sekaligus saksi utama pemerasan ini.

    Saya menjadi ingat kata teman saya yang juga mantan wartawan majalah Tempo, Fachrul Rasyid, bahwa wartawan itu adalah singkatan dari wakil rakyat tanpa dewan. Maksudnya, wartawan itu juga wakil rakyat, bahkan ujung tombak rakyat, namun bukan seperti wakil rakyat di DPR RI dan DPRD. Karena itu, bagi saya Dahlan adalah wakil rakyat yang sesungguhnya. Wakil rakyat yang sesuai dengan kehendak hati nurani rakyat.

    Dan karena keberaniannya untuk menyampaikan kebenaran yang sebenar-benarnya, Dahlan Ipantas juga sekaligus kita juluki pahlawan antikorupsi. Karena banyak yang terbakar jenggot atas keberanian Dahlan, belakangan suara yang meminta agar Presiden SBY memberhentikan Dahlan sebagai menteri mulai muncul.

    “Ada pihak yang mengusulkan kepada presiden supaya saya diberhentikan,’’ kata Dahlan seusai memberikan ceramah pada penutupan The 12th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS XII) di Empire Palace Surabaya (7/11) malam.

    Dahlan tidak mau membeberkan lebih lanjut siapa orang yang mengusulkan tersebut. Hanya, dia menegaskan bahwa orang itu bukanlah menteri.

    Sementara itu, suara minor dari parlemen terhadap penyampaian keterangan Dahlan menyangkut pemerasan terhadap BUMN masih muncul. Ketua DPR Marzuki Alie berharap pernyataan Dahlan selama ini bukan fitnah belaka. Namun, jika ternyata yang terjadi sebaliknya, dia sudah berancang-ancang mengirim surat ke Presiden SBY terkait hal tersebut.

    Kita mendukung dan mengapresiasi keberanian Dahlan mengungkap nama-nama anggota dewan diduga pemeras BUMN. Langkah tersebut perlu didukung sebagai langkah berani untuk membersihkan perilaku korup para elite negeri ini. Sekarang tinggal memprosesnya oleh BK DPR.

    Dukungan Forum Pemred
    Karena Dahlan Iskan sudah menyerahkan nama beserta kronologisnya beserta saksi-saksinya, maka saatnya kita menunggu keseriusan BK DPR untuk mengusut praktik pemerasan terhadap BUMN tersebut. Dahlan menyebut laporannya sudah sangat jelas dan Dahlan mengistilahkannya sebagai vulgar. Dirut BUMN dan anggota dewan yang diduga memeras harus dipanggil untuk diperiksa. Ini momentum yang baik untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap DPR.

    Kita juga mendukung upaya Dahlan melaporkan kasus itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika laporan ke BK DPR tidak ditindaklanjuti. Syukur, BK memang langsung menggelar rapat, tapi bagaimana kelanjutan dan hasilnya kita tunggu saja.

    Terlepas dari itu, Dahlan yang mendapat “dukungan” spontan dari Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), menurut hemat saya perlu melaporkan ke KPK. Sebab, secara psikologis BK DPR diduga akan membela rekannya. Apalagi hal itu menyangkut nama baik partai, kredibilitas dan citra DPR, dan kasus yang dilaporkan Dahlan ditengarai akan berdampak pada penurunan perolehan suara pada Pemilu tahun 2014 mendatang.

    Bagaimanapun, informasi yang diberikan Dahlan, sepanjang bisa dibuktikan, dapat menjadi momentum yang bagus untuk pembenahan di eksekutif dan legislatif. Kita berharap banyak isu ini bisa dibuktikan dan dibawa ke ranah hukum, sehingga menjadi momentum bersejarah.

    Jika ada bukti yang kurang, saya pikir teman-teman yang tergabung dalam Forum Pemred tadi, siap melengkapinya. Kekuatan media jangan sampai dikalahkan suara-suara miring yang patut dicurigai sebagai upaya membela diri, membela partai, dan lembaga DPR.

    Kita berharap perang antara Dahlan Iskan vs oknum wakil rakyat dari DPR ini dapat dimenangkan oleh Dahlan. Media harus tetap mengawal kasus ini, sembari menampilkan/menyiapkan bukti-bukti. Solidaritas wartawan sangat perlu. Dan karena masih dalam suasana Hari Pahlawan, maka Dahlan Iskan pantas dan patut kita juluki pahlawan antikorupsi.***

    Yurnaldi
    Praktisi Media. Pernah Bekerja di Beberapa Media

    Posted by ikin | 21 November 2012, 3:21 pm
  130. jangan katakan siap direshuflle Pak, kasihanilah kami rakyat indonesia, jika Bapak keluar dari kementrian BUMN lantas siapa lagi yang akan membangun kejayaan bangsa ini. Jangan tinggalkan kami kecuali bapak maju menjadi RI 1.

    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/21/dahlan-iskan-siap-di-reshuffle/

    Posted by Sofyan Usamah | 21 November 2012, 4:04 pm
  131. setuju dengan ungkapan wartawan adalah wakil rakyat yang tanpa dewan, mohon dengan hormat dan sangat abah jangan keburu diganti, siapa lagi yang bisa bersuara lantang untuk mengajak membangun negara ini yang kemudian ditindak lanjuti dengan kerja yang nyata dan hasilnya pun nyata, dada saya langsung sesak mendengar abah siap diganti, terus terang kami rakyat kecil belum siap kalau itu terjadi

    Posted by ajipungkasan | 21 November 2012, 5:18 pm
  132. semoga keuntungan buat Indonesia, supaya lebih maju dan makin sejahtera

    Posted by www.sepatupakalolo.com | 21 November 2012, 5:33 pm
  133. Hahhahha si Ependi si blo’on jadi Cawagub SUMUT…. kayaknya waktu pelajaran IPS dia lagi malak2in temennya, jadi kagak tahu “bagan si api – api” masuk wilayah mana?? hahaha
    Kebiasaannya kebawa ampe skg…..parah

    Posted by Irwan Syahbidin | 21 November 2012, 6:40 pm
  134. pak esbeye….kl smpi pak dahlan diganti q tdk akan lagi mempercayai anda di sisa akhir masa pemerintahan anda…aku yakin anda tidak akan menemukan pengganti seperti beliau…yang berkat beliau saya masih mempunyai pikiran positif terhadap anda pak sby….

    Posted by mbak bro | 21 November 2012, 7:19 pm
  135. Wewwwww najwa shihab dpt ksempatn test drive si hijau putra petir

    Posted by Fia | 21 November 2012, 10:03 pm
  136. DARI SUARA RIAU

    Busyet! Bagan Siapi-api Diklaim Effendi Simbolon Masuk Wilayah Sumut
    Rabu, 21 November 2012 03:03 suarariau

    Effendi Simbolon salah satu calon Gubernur Sumatra Utara

    MEDAN.SR – Ini pernyataan blunder dari calon gubernur Sumatera Utara, Effendi MS Simbolon (ES). Kepada Antara, dia mengatakan akan mengembalikan kejayaan kota Bagan Siapiapi sebagai kota penghasil ikan terbesar di Sumatera Utara dan Indonesia.

    “Saya ingin mengembalikan reputasi Bagan Siapi-api sebagai daerah pelabuhan dan penghasil ikan terbesar seperti zaman dulu. Jauh sebelum reformasi Bagan Siapi-api adalah lumbung ikan di Sumut dan Indonesia,” kata Effendi Simbolon di kantor DPD PDIP, Jalan Hayam Wuruk, Medan, Kamis.

    Pernyataan, ES perlu dikoreksi karena memang keliru. Sebab dari sebelum era reformasi Bagan Siapiapi letaknya di Provinsi Riau dan bulan di Sumatera Utara seperti yang dimaksudkan. Ini adalah kesalahan vatal, asal sebut tanpa dipikir terlebih dulu.

    Pernyataan itu patut dipertanyakaan. Apakah memang ES lupa bahwa Bagan Siapi-api itu letaknya di provinsi tetangga. Atau memang ES tidak tahu pelajar ilmu bumi yang diajar di sekolah dasar dulu.

    Mestinya, seorang calon gubernur dan juga wakil Ketua Komisi VII DPR-RI tak asal-asalan memberikan pernyataan kepada pers. Pernyataan itu, bisa membingunkan publik. Sebab melalui pertanyaan salah seorang calon gubernur yang juga anggota DPR RI, publik akan mengira bahwa saat ini mengelolaan Bagan Siapi-api sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

    Sebagai calon gubernur ES seharus tahun peta wilayah yang akan dipimpinannya kelak. Wilayah mana saja yang masuk dalam peta wilayah Sumut. Jangan sampai seenaknya menklaim wilayah provinsi tentangga.

    Selain pernyataan itu tidak etis, juga akan disalah artinya, macam-macam. Bisa calon gubernur itu, dianggap salah bicara. Atau bisa juga karena tak mengerti peta wilayah daerah yang akan dipimpinannya. Atau bisa saja, asal bicara untuk menarik perhatian publik.

    Apalagi sebagai calon gubernur yang akan menjadi orang nomor satu di salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Jangan-jangan calon gubernur itu, memang punya rencananya akan mengambil alih Bagan Siapi-api.(irn)

    Posted by W. Ning | 22 November 2012, 12:11 am
    • kan cuma rencana toh, cagub AKAN menjadi org no 1,he..he..he..cuma akan aj gapapa, SA’ATNYA BERGAYA… BERTENAGA DENGAN ABSOLUT….moroti si efendi Blo’on…KERJAi….KERJAi…..KERJAi….si blo’on biar tau rasa he..he..he…ga usah dikerjai mk Allah akan merendahkan….insya@. ya moga2 ia akan sadar dan jadi baik, moga2 @ memberikan hidayahnya. Yg lapang dada aj bro….org baik ga boleh sakit hati,kalo gemes ya gapapa. Didunia ini makin banyak orang jahat&ga beres…kalo dah semua org kaya gitu ya… KIAMAT, kalo masih belum kiamat berarti masih ada org baik. Kemenangan itu ga harus didunia tetapi bagi org baik, kemenangan itu diakherat nanti pasti. Yg enak ya kemenangan dunia akherat……..

      Posted by aba musa | 22 November 2012, 3:56 am
    • Info yang bagus bu Ning … menjadi semakin tau siapa itu ES.

      Posted by Djoko Sawolo | 22 November 2012, 10:49 am
    • Konyol banget, ES itu. Atau mungkin bloon kebangetan. Bu Ning aku heran sama teman kita yang mengatakan DI jangan hanya berani berkomentar di media. Aku pernah jadi wartawan. Begitu cepatnya wartawan menguasai banyak. DI sangat tahu tentang ini. Jadi ngguroni DI sama saja dengan nguyahi segara. Atau ngadali buaya.

      Posted by Widi | 22 November 2012, 5:34 pm
      • santai aja friend, sekarang kan udah tahu siapa ES sebenarnya seperti pepatah Jawa “BECIK KETITIK OLO KETORO” nah sekarang kan posisi ES sudah OLO KETORO LAGI…ha…ha…ha…

        Posted by mbak Dian | 22 November 2012, 8:55 pm
    • asswrwb mbak W.NING ; hmmmmm………….

      Posted by R I Molle | 23 November 2012, 8:45 pm
    • saya punya pendapat berbeda…. sebenarnya ES ini ‘puinternya setengah hidup’! kesalahan pendapat tersebut untuk mancing ikan air keruh (kolam ada di riau), untuk membuat dirinya ‘langgeng’ dimata media (internet dan cetak). biarin itu pencitraan negatif, yang penting judulnya ‘NAMPANG’. ini benar-benar aji mumpung yang joss gandhos. hanya bisa terpikirkan oleh orang-orang ambisius, dan menunggu hasil jala (pinjem ungkapane mbak ning)… apakah ada orang ambisisus pula yang sependapat dengan dirnya. kalao cuma sependapat ga kepake dong… yang kepake, yang sependapat-punya duit-dan sukur-sukur oang kuat.

      kira-kira itu hasil analisa ‘KEPINTERAN’ ES versi saya… :D

      Posted by ssmamaze | 24 November 2012, 9:56 am
  137. Dahlan Iskan Jangan Cuma Berpolemik di Media
    Penulis : Khaerudin | Kamis, 15 November 2012 | 22:02 WIB
    Dibaca: 1202Komentar: 42

    JAKARTA, KOMPAS.com — Keseriusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk mengungkap siapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang diduga memeras BUMN ditantang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Hingga kini KPK masih menunggu laporan dugaan pemerasan anggota DPR terhadap BUMN. Dahlan Iskan diminta jangan hanya berani berpolemik di media.

    “Pak Dahlan Iskan sebaiknya jangan hanya berani berpolemik di media. Laporkan dugaan pemerasan anggota DPR ke BUMN ini kepada kami. KPK pasti akan menindaklanjutinya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Kamis (15/11/2012) malam.

    Menurut Johan, Dahlan bisa meniru langkah Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang berani melaporkan adanya dugaan kongkalikong anggaran antara DPR dan pejabat di tiga kementerian.

    “Kami mengapresiasi langkah Pak Dipo Alam. Memang sebaiknya Pak Dahlan juga berani lapor ke KPK. Kalau hanya berpolemik di media, tidak akan ada hasilnya,” kata Johan yang juga mantan wartawan majalah mingguan Tempo dan Forum Keadilan tersebut.

    Johan mengatakan, meski harus melewati proses validasi dan verifikasi atas laporan pengaduan yang masuk, tetapi dipastikan bahwa laporan Dipo maupun Dahlan—jika nantinya berani melapor ke KPK—akan membuka penyelidikan baru.

    Editor :Tjahja Gunawan Diredja
    _________________________

    KALAU BENAR KENAPA GENTAR ? 😁

    Posted by cekricek | 22 November 2012, 5:59 am
  138. Dahlan Iskan Dilaporkan ke KPK

    OkezoneRabu, 21 November 2012 16:42 wib

    JAKARTA – Federasi Serikat Kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BUMN melaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dahlan Iskan dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang upaya menghalang-halangi penyidikan.

    Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono menyampaikan, seharusnya Dahlan Iskan segera menyerahkan seluruh bukti-bukti yang ada terkait pemerasan terhadap BUMN. Bukan hanya berkoar-koar tidak jelas di publik. “Seharusnya DI melaporkan dugaan sekaligus menyerahkan bukti-bukti pemerasan BUMN tersebut ke KPK sebagai institusi yang secara hukum berwenang menangani tindak pidana korupsi,” kata Arief kepada wartawan di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).

    Dikatakan Arief, ada satu alat bukti terkait dugaan pemerasan terhadap BUMN yang diadukan Dahlan ke Badan Kehormatan (BK) DPR, yakni berupa kesaksian dari direksi BUMN yang merasa diperas. Selain itu, Arief juga menduga adanya alat bukti pesan singkat, rekaman panggilan telepon, rekaman CCTV, serta daftar hadir pertemuan yang bisa memperkuat dugaan pemerasan terhadap perusahaan BUMN.

    Oleh sebab itu, Arief memaparkan jika laporan ke KPK kali ini bertujuan untuk mendukung upaya pemberantasan prektek pemerasan, serta membantah opini publik yang menilai sikap aktif Dahlan Iskan tersebut hanyalah untuk kepentingan politik pencitraan saja.

    “Kami berharap KPK aktif merespon laporan kami dengan segera memanggil DI dan direksi BUMN yang mengaku diperas untuk selanjutnya mencari bukti pemerasan,”

    _________________________________________

    Lho koq ? digigit karyawan sendiri ? alih alih lapor malah jadi terlapor ? cepat dong bung, bisa jadi tersangka lho ?

    Posted by cekricek | 22 November 2012, 6:33 am
    • Biasa lah Bang Ceckricek, negara ini banyak yang merasa sok pinter…. kayak ente…. wkwkwkwkwkwk

      Posted by sopyan thamrin | 22 November 2012, 7:17 am
      • hoi… bung sopyan, aku ini dosen
        hormati dikit civitas akademika napa sih ? setiap dikritik kok kebakaran jenggot
        inget ya.. aku ini DOSEN. sekali lagi DOSEN

        Posted by CEKRICEK | 22 November 2012, 7:43 am
      • DOSEN DENGKULMU, ITULAH GAYA ADUDOMBA KOMU….org yg ngajak DPR spy jadi bgus malah disuruh…diadu ….oalahhhhh nambah masalah…….dpr itu persis TK diajak baiki diri spy naik kelas bisa bagus….buruh dr mana sih…walah..walah mau nebeng terkenal…kampungan banget…gak ada kerja’an. nyrimpet2i ae. Mentri kelas perusahaan multinasional suruh maksa ngurusi buruh kayak gini..OOOOOOOOOOEEEEEEEIIIIIIIIIII tau diri masih banyak kerjaan yg lain tuh pak Mentri…..aparat yg lain tuh FUNGSIKAN diri……masa smua minta DIPERHATIKAN oleh Bung Dis piye to.negeri ini.ancur……..ANCURAN………MAU NYA NGAJAK SENGSARA MULU

        Posted by aba musa | 22 November 2012, 8:02 pm
  139. Abah waspada terhadap gerakan-gerakan ato upaya-upaya yang meng-“kompori”, menggiring dan menjerumuskan Abah agar melapor ke KPK, agar Abah terkesan juga “bersih-bersih rumah orang lain”. Hal ini akan menyita energi dan fikiran Abah dari etos kerja, kerja, kerja dalam upaya peningkatan kinerja BUMN.
    Sikap Abah selama ini sudah bagus, yakni fokus kpd “bersih-bersih” rumah sendiri.

    Posted by Djoko Sawolo | 22 November 2012, 10:47 am
  140. Bung dahlan waspada terhadap saran yang dapat menjerumuskan anda menjadi tersangka !
    Sebaiknya baca secara seksama yang berikut ini :

    Updated: Wed, 21 Nov 2012 01:43:50 GMT | By budi, okezone.com

    Dahlan Iskan Bisa Jadi Tersangka

    JAKARTA – Laporan Federasi Serikat Kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BUMN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan, bisa membuat mantan Dirut PLN tersebut menjadi tersangka.

    “Salah satu pemicunya adalah dugaan keterangan bohong yang dilontarkan oleh Dirut PT Merpati, Rudy Setyo Purnomo menjadi sumber dari pernyataan Dahlan Iskan,” kata praktisi hukum Image Law Firm, Junaidi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/11/2012).

    Salah satu pemicunya adalah dugaan keterangan bohong yang dilontarkan oleh Dirut PT Merpati, Rudy Setyo Purnomo menjadi sumber dari pernyataan Dahlan Iskan.

    Dia juga mencermati seksama upaya hukum yang ditempuh mantan Direktur Utama (Dirut) Merpati, R Sardjono Jhony yang melaporkan Dirut PT Merpati Rudi S Purnomo ke SPK Polda Metro Jaya terkait fitnah dan pencemaraan nama baik.

    Sebelumnya Jhony mengatakan, laporan itu terkait pertemuan pada 29 Oktober 2012 di kantor PT Merpati Nusantara di Jalan Angkasa Blok B2 Kemayoran, Jakpus.

    “Dalam pertemuan itu, terlapor dihadapan 30an orang karyawan PT Merpati ada menyampaikan jika saya sebagai Dirut lama menjanjikan uang Rp 18 Milyar kepada DPR dan telah membayar Rp5 miliar,” ujarnya usai membuat laporan di SPK Polda Metro Jaya, Jumat 2 November 2012 lalu.

    Ditambahkan Jhony, selama menjadi Dirut PT Merpati, saya sama sekali tidak pernah diminta maupun meminta ataupun menyerahkan uang ke siapapun, termasuk ke DPR. Menurut Jhony, perkataan dari terlapor adalah fitnah dan sama sekali tidak benar.

    Junaidi melanjutkan, dengan jumlah saksi yang cukup banyak maka pernyataan Dirut PT Merpati akan menjadi mudah untuk dibuktikan.

    “Kalaupun saksi yang banyak itu atau bahkan si terlapor sampai bisa mengingkari pernyataannya, maka kemungkinan besar muara dari LP Jhony seharusnya bisa dikembangkan Polisi untuk menyentuh Dahlan Iskan.

    Bahkan menyidiknya sebagai tersangka karena pernyataan pemerasan itu sudah patut diduga termasuk kategori melawan pasal 310 dan 311 KUHP karena sudah merujuk pada suatu kejadian tertentu dan sudah menyentuh subjek hukum tertentu,” ungkapnya.

    Keyakinan ini dikuatkan pria berkacamata itu sebab Jhony menyatakan, pernyataan Dirut tersebut tidak benar, makanya saya buat laporan ini. Barang bukti yang saya berikan saat membuat laporan adalah rekaman suara dan ada empat orang saksi.

    Artinya, lanjut Junaidi, demi penegakan hukum yang adil, jika LP Jhony itu dibantah oleh Dirut PT Merpati, maka Polisi harus mengembangkan penyidikan sampai kepada Dahlan Iskan. Sebab mantan Dirut PT Merpati tidak pernah merasa diperas oleh DPR. Apalagi diduga dalam rekaman alat bukti yang diusung oleh Jhony ada pernyataan Dirut PT Merpati yang menarik-narik nama Dahlan, maka dia harus diperiksa.

    “Kalau Dirut PT Merpati membantah alat bukti Jhony, maka bisa saja Dahlan menjadi tersangka. Tinggal bagaimana Polisi. Jangan Polisi stagnan dalam penegakan hukum hanya karena keterpurukan citranya akhir-akhir ini ditambah opini bahwa sebagai pemilik banyak media Dahlan mempunyai pengaruh yang luar biasa”, imbuhnya.

    Senada dengan Junaidi, Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar menyatakan, polisi harus mengembangkan penyidikan atas dasar apa pernyataan yang dikemukakan oleh Dahlan ke PT Merpati.

    “Hal itu penting dilakukan agar publik bisa yakin atau bahkan tidak yakin terhadap pernyataan-pernyataan pejabat negara. Model pernyataan yang salah dari pengguna APBN bisa menjadi pemahaman buruk terhadap kinerja Kementerian BUMN”, ujarnya.

    Menurutnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) seharusnya memanfaatkan momentum LP Jhony tersebut untuk menelisik kinerja Kementerian BUMN. “Jangan mereka malah mengabaikan sebab dari situ audit kinerja. Permasalahan ribut-ribut Dahlan Iskan bisa menguak apa sesungguhnya yang terjadi di Kementerian BUMN,” pungkasnya. (ydh).

    Posted by cekricek | 22 November 2012, 11:29 am
    • Coba tangkap aja bang (kalo bisa)…

      yg tidak bisa dibohongin adalah hati kecil masing2…
      Mulut dan pikiran itu bisa dimanipulasi…
      Semakin anda menjerumuskan anda menabung pundi2 syaitan…
      tinggal nunggu menghadap aja ya bang…

      Posted by PUTU | 22 November 2012, 12:01 pm
      • JHONI TU SAPA SIH apa’an KPK turuN AJ SELIDIKI JHONY, sy curiga banget……ga mungkin merpati bangkrut kalo ga korup…udah gitu nuduh org lain yg korup walah.walah……kok maunya TUHAN disuruh melaknati org yg bener dan berhati bersih…..mana mungkinnnnnnnnnnn JHONI…maunya dimasukin penjara yah.sama koncomu yg DPR tu

        Posted by aba musa | 22 November 2012, 8:17 pm
    • Setelah lolos dari ancaman kanker liver, Dahlan Iskan mewakafkan sisa umurnya untuk bangsa ini salah satunya adalah dengan berani menghadapi pemerasan oleh anggota DPRRI terhadap BUMN yang dibinanya dengan susah payah. Kita doakan mudah2an upaya ini berhasil.

      Posted by Fajar | 22 November 2012, 3:20 pm
    • asswrwb cak cekricek ; hmmm…saya suka gaya kritikan anda tp jg byk yg kurang berkenan….bila IBU PERTIWI memanggil anda tuk berbuat yang terbaik buat seluruh rakyat Indonesia apakah anda berkenan ????

      Posted by R I Molle | 23 November 2012, 9:00 pm
  141. jangan gegabah ya, saya ini Dosen loh…. sekali lagi Dosen, bukan Dozen… xixixixixixixixixi……….

    Posted by Manihot Ultissima | 22 November 2012, 12:52 pm
  142. Bertanggung jawab ?
    Apa sih tindakan bung dahlan terhadap direksi bumn yang seperti ini ?

    KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 12:14 WIB

    Direksi BUMN Salah Sebut Andi Timo Laki-laki  

    TEMPO.CO, Jakarta – Fraksi Partai Demokrat meminta direksi PT Merpati Nusantara Airlines memohon maaf kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Permintaan itu berkaitan dengan tidak akuratnya direksi perusahaan negara itu membuat laporan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan ihwal nama anggota DPR yang diduga memeras PT Merpati.

    “Kami meminta permohonan maaf secara resmi,” kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa di kompleks parlemen, Senayan, Kamis, 22 November 2012. Saan menginginkan direksi Merpati tidak hanya mengirim permohonan maaf lewat pesan pendek. Tapi juga melayangkan surat secara resmi kepada anggota yang disebut namanya dan ditembuskan kepada fraksi. “Ini akan jadi alat klarifikasi,” kata dia.

    Sebelumnya, Dahlan Iskan meralat dua nama anggota Dewan yang diduga terlibat dalam upaya pemerasan PT Merpati. Kedua nama yang diralat itu adalah M. Ichlas El Qudsi dari Fraksi Partai Amanat Nasional dan Andi Timo Pangerang dari Fraksi Partai Demokrat. Keduanya digantikan oleh Muhammad Hatta dan Saidi Butar-Butar.

    Saan meminta Dahlan berhati-hati menyampaikan informasi kepada publik karena menyangkut nama baik seseorang. Seharusnya, Dahlan mengklarifikasi ketika mendapat laporan dari direksi BUMN. “Bagaimana dirut melaporkan orang yang tidak dia kenal,” kata dia.

    Dia mencontohkan kasus penyebutan Andi Timo Pangerang. Anehnya, direksi berani menyebut nama dan salah mengidentifikasi Andi Timo sebagai laki-laki. Padahal Andi Timo berjenis kelamin perempuan. Pada anggota fraksi lain, Linda Megawati, Saan menjelaskan, anggotanya itu sudah mengklarifikasi. Saat itu, Linda datang terlambat pada pertemuan yang diduga ada upaya pemerasan. “Mereka sudah klarifikasi,” kata dia.

    Posted by cekricek | 22 November 2012, 3:21 pm
  143. jangan hanya berkata kata untuk berbuat yg terbaik untuk bangsa mr. tapi bagaimana memakmurkan bangsa ini mr bos, bagaimana klo mr bos menjadi pemimpin dari mega proyek untuk memakmurkan bangsa ini dengan ide ide dari saya, mr bos. mohon maaf bila ada yg kurang berkenan mr bos tp bila mr bos berkenan silahkan mr bos tlp ke saya di no 085706983329 or 081803081069. see u

    Posted by sony | 22 November 2012, 3:56 pm
  144. satu lagi mr bos, saya sedikit banyak berusaha untuk mengerti tentang cara berpikir yg berlian dari mr bos. tp sekali lg sebelumnya saya mohon maaf mr bos yg terhormat. walaupun saya hanya rakyat jelata yg nota bene bukan semulia mr bos, tp bolehkan saya memberi masukan yg mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan buat mr bos. biarlah yg salah dan benar sebagaimana adanya, jgn lah kita mengusiknya. tp hendaklah buatlah mereka mengikuti mr bos tanpa membuat siapapun terasa mengikuti mr bos tanpa terasa. tanpa menyakiti, memalukan atau apapun namanya guna untuk kemakmuran bangsa ini. salam hormat saya, sony.

    Posted by sony | 22 November 2012, 4:11 pm
  145. Kerja dan kerja yg Dimotori Manusia yg tepat dg didasari itikat baik, yg tdk bisa jadi bisa, yg mati suri bisa hidup kembali, yg tdk mandiri bisa jadi mandiri, yg sudah sehat bisa Go Internasional !!!.

    Posted by Hariyadi Ibrahim | 23 November 2012, 8:04 am
  146. Hari jumat, jangan lupa untuk koreksi diri, apakah seminggu kemarin kita sudah berbuat baik, apakah kita masih menyakit hati saudara kita yang lain, apakah kita masih mencaci dan kurang menerima dengan apa yang telah diberikan ALLAH sehingga jangan sampai dikatakan tidak bersyukur, saatnya koreksi diri saudaraku, tetap semangat dan harus tambah semangat, kerja kerja kerja dengan berikan yang terbaik untuk mencari ridho ALLAH sehingga Indonesia menjadi lebih baik.

    Posted by ajipungkasan | 23 November 2012, 8:38 am
  147. 1. Semoga DI punya strategi jitu menghadapi semua ini dan berakhir sukses, tidak tragis. Dengan demikian, kita dapat belajar kembali banyak hal, bagaimana caranya menghadapi musuh yang culas. Di balik kespontanan dan kepasrahannya, DI punya cara yang kadang tidak bisa ditebak. Berpolemik di publik, mungkin juga salah satu cara yang cukup efektif saat ini. Toh DI-pun masih melihat perkembangannya di BK DPR. Jika belum berhasil, mungkin baru ke KPK tapi setelah ada telaah hukum yang jelas pastinya, atau mungkin ngga akan pernah ke KPK karena memang belum terjadi transaksi itu. Kita lihat dan nantikan hasil akhir dari semua ini.
    2. Kalau diibaratkan, DI itu Dahlanis yang membangun semangat dan optimisme untuk kemajuan bersama. Dan Cekricek maaf jika diibaratkan sebagai DPR, ES, Poyuono, Jhonny, atau siapapun yang mencoba merecoki orang lain bekerja. Maka, kita coba lihat DI bergerak seperti apa, dan mungkin bisa diterapkan juga untuk Cekricek. Pengennya ini adalah komentar terakhir saya mengenai Cekricek. Abis ini saya pengen don’t care pada beliau. Jika kritik membangun, kita wajar apresiasi. Tapi jika melecehkan selalu, yang ada hanyalah pengurasan tenaga, debat kusir, adu argumen, bener-beneran sendiri, dan itu semua jadi kontraproduktif. Tapi saya punya keyakinan, jika suatu saat Cekricek dibukakan hatinya, maka dia malah bakal jadi pendukung DI yang paling fanatik melebihi kita-kita ini. Banyak kasus jaman Nabi SAW, bahwa pembenci kronis Nabi akhirnya malah menjadi sahabat setia Nabi. Kita do’akan saja semoga demikian.
    3. Untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang positif, rasanya kita harus banyak mulai belajar santun dan menebar senyum, bahkan di saat dicaci-maki sekalipun. Dengan demikian simpati itu akan muncul, dan akan memperbesar komunitas ini tentunya.

    Posted by apasaja | 23 November 2012, 9:07 am
    • yup setuju, mumpung ini hari jumat, merupakan salah satu waktu diijabahnya doa, saya berdoa semoga cekricek dan clone nya menjadi pendukung abah yang fanatiknya melebihi kita-kita, Al Fatihah ….., Ya Allah bukakanlah hati saudara-saudaraku yang masih belum memahami kebaikan yang sedang kami bangun untuk Indonesia jadi lebih baik, jagalah hati dan mulut kami dari saling mencaci dan dan membenci dan jadikanlah hati dan pikiran kami menyatu dalam mencari Ridho Mu yang selalu kami harapkan agar kehidupan bangsa kami lebih baik dan tambah maju, Ya Allah bukakanlah juga hati saudara-saudara kami yang masih suka mengambil yang bukan haknya untuk bisa berubah menjadi ahli shodakoh dan pembela kebaikan, Amin Ya Robbal Alamin, Al Fatihah

      Posted by ajipungkasan | 23 November 2012, 9:47 am
    • usul kalo boleh, saat cekricek dan cloneya lagi berkasi ngompori sana sini, kita jawab saja dengan Alhamdulillah, biar hati kita semua adem gak ikut panas ati he..he..he peace pak dosen cekricek….

      Posted by ajipungkasan | 23 November 2012, 9:55 am
      • nah, gitu dong !
        btw, itu berkasi maksudnya beraksi kan ? mulai berbuat baik dari hal kecil, prudent… biar gak sering salah apalagi didalam tuduhan pemerasan.. kasihan kan yang namanya telanjur salah diungkapkan ?

        Posted by cekricek | 23 November 2012, 10:18 am
  148. Daftar 24 BUMN Berpotensi Paling Korup

    Telkom, BUMN dengan potensi korupsi terbesar. Berdasarkan analisis hasil audit BPK tahun 2005-2011, di negeri ini terdapat 24 BUMN yang memiliki potensi korupsi yang cukup tinggi. Dari data tersebut, negara berpotensi mengalami kerugian mencapai Rp4,9 trilyun dan US$305 juta.

    Uchok Sky Khadafi, Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran menjelaskan bahwa potensi korupsi tersebut terjadi karena beberapa faktor. Faktor terkuat yang melatarbelakangi potensi tersebut adalah kelemahan sistem pengendalian internal, sistem pengendalian akuntansi, dan pelaporan catatan keuangan yang tidak akurat.

    Selain beberapa faktor di atas, kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggaran perusahaan dan kelemahan struktur pengendalian intern, juga merupakan salah satu penyebab besarnya potensi korupsi di BUMN ini.

    “Tidak ada pemisahan tugas dan fungsi yang memadai dalam BUMN. SOP juga tak jarang tidak ditaati,” terang Uchok.

    Berikut daftar 24 BUMN yang memiliki catatan kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara:

    1. PT Telekomunikasi Indonesia (Rp12 milyar, US$130 juta)
    2. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Rp904 ,8 milyar)
    3. PT Jasa Marga (Rp605 ,4 milyar)
    4. PT Bahana PUI (Rp237 ,8 milyar, US$39,5 juta)
    5. PT PLN (Rp556 ,5 milyar)
    6. PT Pembangunan Perumahan (Rp330 ,6 milyar)
    7. PT Hutama Karya (Rp300 ,6 milyar, US$940 ribu)
    8. PT Pertamina (US$ 32,4 juta)
    9. PT Danareksa (US$ 28,1 juta)
    10.PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Rp154 milyar, US$12,7 juta)
    11. PT Wijaya Karya (Rp129 milyar, US$11,4 juta)
    12. PT PPA (US$25 juta)
    13. PT Taspen (Rp165,7 milyar)
    14. PT Nindya Karya (Rp144,2 milyar)
    15. PT Adhi Karya (Rp130,4 milyar)
    16. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Rp125 ,9 milyar)
    17. Perum Bulog (Rp117 milyar)
    18. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (US$12,7 juta)
    19. PT Kereta Api Indonesia (Rp110 ,8 milyar)
    20. PT Industri Kapal Indonesia (US$12,2 juta)
    21. PT Wijaya Karya (US$11,4 juta)
    22. Perum Perhutani (Rp88,8 milyar, US$758 ,6 ribu)
    23. PT Asuransi Jawisraya (Rp90,4 milyar, US$6 ribu)
    24. PT PANN Multi Finance (US$4,6 juta)

    [Tika/Mizan.com, Diolah dari: Tempo.co]
    ________________________________

    Ibarat :

    Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, semut diseberang lautan jadi sorotan… Gaduhnya umpat umpatan, Senyapnya permohonan maaf sekelebatan… ya ampuuun apa yang kau cari bung dahlan iskan ?

    Posted by cekricek | 23 November 2012, 9:39 am
    • Alhamdulillah

      Posted by ajipungkasan | 23 November 2012, 10:10 am
    • cekricek palsu!

      Posted by CEKRICEK | 23 November 2012, 11:07 am
    • Dik Dosen, belajar membaca lagi ya
      tulung diperhatikan kata2 : Potensi Korupsi, ini berarti belum korupsi
      sama juga kamu dik Dosen…. potensi mati.. kan belum tentu mati.
      Potensi miskin, kan belum tentu miskin

      jadi dik dosen kalau cari materi, usahakan pendapat pribadi ya
      malu dong, DOSEN KOK COPAS,,

      sangat-sangat tidak akademisi.. apalagi narasumbernya enggak jelas.
      jangan2 bahan gosipan di kaum pemulung juga kamu tulis disini
      boso jowone “nabok nyilih tangan”, tp kalo kamu buntung ga punya tangan kita maklum aja sih

      Posted by PRABOWO | 23 November 2012, 11:19 am
      • Dosen ? oh ya ya Dahlanis Ojo Senewen ! diaudit potensial aja udah kelabakan ? padahal idolamu kan ngomong tempatnya bekerja sarang korupsi ! weleh weleh…

        Posted by cekricek | 23 November 2012, 1:17 pm
      • semua orang punya potensi korupsi :D
        tergantung iman… tergantung yang memimpin.. tergantung yang ‘nabokin’
        dosen apa lagi… potensi korupsi lewat waktu sangat terbuka, konon lagi bagi yang dosen paruh waktu
        pun bila dosen paruh waktu berpotensi terlibat terskandal sex pun sah-sah saja..

        tapi ingat, itu semua adalah.. potensi (negatif)
        semua tergantung iman…
        gitu :D

        Posted by ssmamaze | 24 November 2012, 10:02 am
  149. pak.. bulog masih ancur…
    tolong dibenahi..

    Posted by wan | 23 November 2012, 9:58 am
  150. lihat komen-komennya sih, menurut saya cekricek palsu ini orangnya ical, komentar miringnya mirip kayak TvOne, berprasangka buruk mulu.

    Posted by kerjakerjakerja | 23 November 2012, 11:08 am
  151. BUMN masih hancur begitu, apanya yang dibanggain?? sarap semua…

    Posted by PAK ARmaster | 23 November 2012, 1:12 pm
  152. tulisan-tulisan dan komen-komen yang membuka wawasan…..yang tidak sepaham dengan ideologi kerja, kerja, kerja harus bekerja lebih keras agar programnya semakin dirasa oleh bangsa ini. biar kita semua semakin cepat menuju perubahan.

    Posted by inhaler | 23 November 2012, 3:11 pm
    • Kadang Komentator merasa lebih bisa daripada Pemainnya…
      itu mah biasa…
      Di Indonesia ini terlalu byk komentator dan supporter… Yg KERJA KERJA KERJA itu Minim bgt…
      Mdh2an MH yg inspiratif ini bisa menjadi pemacu para golongan cendikiawan untuk bersama2 BEKERJA, MEMBANGUN NEGARA INI sesuai dengan profesi dan keahlian masing2…
      Jika 250juta penduduk ini bergerak selaras maka INDONESIA akan terpaksa/dipaksa MAJU juga…

      Posted by PUTU | 23 November 2012, 5:52 pm
    • setuju dengan anda, yang tidak sepaham dengan ideologi kerja kerja kerja harus juga bekerja dengan cara beliau beliau sendiri, nah kita berlomba dalam kebaikan menuju Indonesia lebih baik

      Posted by ajipungkasan | 23 November 2012, 6:21 pm
  153. namanya komentor kerjanya ya kasih komen aja.. mana mau mereka diajak kerja apalagi kerja sampe 3 x (kerja-kerja-kerja)… dan bagi komentator yang selalu dilihat hanya kekurangan dan kesalahan. yang nilai lebih baik gak akan mereka lihat…

    sesungguhnya mereka itu orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa iri dan dengki.. iri melihat orang berjibaku dan berjuang untuk kemakmuran bangsa dan dengki ketika usaha keras itu perlahan-lahan mulai menunjukkan hasilnya…

    orang-orang yg punya sifat iri dan dengki serta hati yang sempit memang akan selalu ada dimanapun di dunia ini….karena itu sudah sunahhnya…

    maka dari itu kita gak usah memperdulikan kicauan mereka…. jika negara ini di berikan kepada mereka untuk mengelolannya maka mereka akan tetap mencari kesalah-kesalahan orang lain…mereka akan selalu merasa paling benar, paling hebat dan paling pintar… padahal klo diperhatikan kehidapan mereka sehari-hari ,.. mungkin sangat menyedihkan….. mereka adalah gambaran dari orang yang mungkin tidak akan pernah bahagia dalam kehidupannya berapapun besarnya karunia tuhan yang diberikan kepadanya….kita perluh mengasihani orang-orang seperti itu…

    Posted by yeribaru | 23 November 2012, 6:54 pm
    • Semoga kita tidak termasuk ke dalamnya. Dan jika ada yang demikian, semoga segera diberikan petunjuk. Hidup ini terlalu indah untuk sekedar mencari kesalahan orang lain. Cari aja kesalahan diri sendiri, dan berlombalah memperbaiki

      Posted by apasaja | 24 November 2012, 7:18 am
  154. http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/23/pln-maju-kena-mundur-kena/

    Dalam satu bulan terakhir masyarakat disuguhi berita tentang terjadinya inefisiensi di tubuh PT PLN dimasa kepemimpinan Dahlan Iskan. Isu inefisiensi menjadi topik utama seluruh media di tanah air baik cetak maupun televisi.

    Isu ini nyaris membuat orang lupa bahwa negeri ini sebenarnya belum genap dua tahun terbebas dari krisis listrik. Dalam satu dekade terakhir hingga 29 Juni 2010, masyarakat menghadapi pemadaman bergilir yang berangsur-angsur menjadi penyalaan bergulir.

    Nyaris seluruh pelosok nusantara kala itu mengalami krisis listrik yang luar biasa dan di Indonesia Bagian Timur hidup dengan listrik yang “nyala-padam-nyala-padam”. Di Sumatera Utara, pemadaman listrik diibaratkan seperti minum obat tiga kali sehari, bahkan Jawa Bali termasuk ibu kota negarapun tidak luput dari krisis listrik di tahun 2009 akibat meledaknya Gardu Induk Cawang.

    Sedemikian parahnya krisis listrik demonstrasi terjadi di mana-mana dan sumpah serapah menghiasi media massa setiap hari. Di beberapa daerah di tanah air, demonstrasi massa sudah menjurus ketindakan anarkis, tidak ada lagi karyawan PLN yang berani menggunakan uniform PLN di tempat-tempat umum.

    Secara sarkastis, ada yang menilai bahwa PLN lebih tepat disebut “Perusahaan Lilin Negara”. Sungguh sebuah ironi, rakyat tidak mau tahu bahwa insan PLN sebenarnya telah bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga seluruh sudut negeri agar tetap bisa menyala. Saat itu tidak ada lagi hari libur buat PLN, bahkan seluruh direksi PLN pun hampir tidak pernah merasakan hari libur.

    Tidak heran kalau CEO PLN, Dahlan Iskan beserta seluruh direktur operasi PLN telah mengelilingi seluruh tanah air sampai ke daerah-daerah terpencil bahkan yang sulit sekali dijangkau dengan kendaraan bermotor.

    Itu, bertujuan untuk memetakan daerah krisis listrik, sekaligus untuk mengetahui dan ikut merasakan bagaimana sulit dan beratnya kehidupan sebagian rakyat Indonesia yang belum menikmati listrik. Yah, bangsa ini memang telah merdeka sejak lebih dari 60 tahun lalu, tetapi sampai dengan tahun 2009 ratio elektrifikasi nasional belum mencapai 70 persen.

    Akibat krisis listrik, sebagian masyarakat sudah kehilangan kesabaran, sehingga nilai-nilai budaya bangsa dan agama tidak diperdulikan lagi. Krisis listrik bisa membuat orang tidak rasional lagi, karenas sangat parah dan akut. Dengan demikian harus ditangani dengan super serius dan skala prioritas tertinggi. Pada 30 Juni 2010, Dahlan Iskan menyatakan sebagai batas akhir pemadaman listrik di Indonesia.

    Sulit dibayangkan dan mungkin tidak logis, bagaimana mungkin krisis listrik yang telah terjadi lebih dari lima tahun dalam sebuah negara sedemikian luas, terdiri dari ribuan pulau, baik kecil maupun besar dapat diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari enam bulan?

    Dalam sejarah kepemimpinan PLN, keputusan Dahlan Iskan adalah ahistoris, tidak pernah terjadi sebelumnya. Selain berisiko tinggi, penambahan jumlah dan kapasitas mesin pembangkit listrik skala besar juga tidak mudah dan memerlukan waktu minimal dua hingga tiga tahun. Di sisi lain, adalah persoalan lahan yang membutuhkan waktu lebih dari enam bulan, bahkan bisa bertahun-tahun.
    Masalah lain yang dihadapi dimasa krisis tersebut, PLN juga dihadapkan kepada persoalan sulitnya mendapatkan bahan bakar yang murah dan ramah lingkungan, yaitu gas. Sehingga beberapa mesin pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) terpaksa harus minum solar.

    Terus, juga tidak kalah pentingnya stop pemadaman bergilir bagi PLN, adalah mendapatkan persetujuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dari DPR RI sebagai salah satu syarat yang diminta oleh DPR RI untuk kenaikan TDL yaitu bebas pemadaman listrik.

    Setelah 30 Juni 2010, benar-benar tidak ada lagi pemadaman listrik. Besok harinya, 1 Juli 2010, DPR RI benar-benar menyetujui kenaikan TDL. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian mendeklarasikan bebas pemadaman bergilir di seluruh pelosok tanah air pada 27 Juli 2010 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Setelah program pembebasan krisis listrik sukses, program berikutnya yang tidak kalah gilanya adalah program Go Grasss, atau program sejuta sambungan listrik pada tanggal 27 Oktober 2010.

    Program ini bukan hanya untuk menyelesaikan daftar tunggu penyambungan baru tahap pertama, tetapi sesungguhnya jiwa dari program ini adalah perubahan paradigma bagi PLN dan seluruh masyarakat bahwa untuk mendapatkan listrik itu sebenarnya murah dan tidak sulit, sekaligus mensahkan pelanggan siluman menjadi pelanggan resmi PLN.

    Program ini kemudian dilanjutkan pada tahun 2011 dengan slogan habiskan daftar tunggu. Namun, kegiatan Go Grasss ini kemudian menjadi inspirasi peningkatan sistem pelayanan PLN yang telah lama tertidur akibat krisis listrik yang berkepanjangan.

    Berita tentang inefisiensi di tubuh PLN akibat penaggulangan krisis listrik di tanah air menimbulkan beragam pertanyaan di masyarakat, “Ada krisis baru lagi yaa di PLN?,” kata sebagian orang awam. Jangan-jangan ini hanya berita akal-akalan saja, “bukankah semua juga tahu” bahwa cara penyelesaian krisis listrik harus dengan menambah pembangkit listrik. Tapi kalau menambah pembangkit listrik, kan tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama. Hal inipun semua juga tahu.

    Kalau begitu, untuk mempercepat penanggulangannya harus dengan sewa mesin. Kebijakan yang terpaksa dilakukan ini kan pasti menggunakan bahan bakar yang mahal (solar), “kebijakan itu semua juga tahu kok”. Kalau begitu kenapa baru diributkan sekarang? “Bukankah semua juga sudah tahu”. Tetapi, memang sudah nasib bgi PLN, “maju kena mundur kena”. ***

    Penulis adalah penulis buku KICKOFF Dimulai Ketika Listrik Setara Oksigen

    sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=315746

    Posted by Manihot Ultissima | 23 November 2012, 7:22 pm
    • KALO ANAK TK MKN GA TAU BANG… SOALNYA CUMA TAU MINTA DUIT DARI BUMN….BUAT JAJAN AMA KAMPANYE BIAR DIPILIH LAGI…

      Posted by PUTU | 23 November 2012, 9:35 pm
    • Ciri-ciri orang gila, lupa dengan dirinya, lupa dengan orang yang merawatnya, lupa dengan apa yang dimakannya, lupa dengan mana asalnya, lupa dengan kebaikan orang lain. Jadi……………..anggota DPR termasuk orang? …., karena lupa dengan apa yang dikerjakan DI menanggulangi PLN selama ini

      Posted by Fajar | 24 November 2012, 4:14 pm
  155. Yuni Shara Dekati Dahlan Iskan

    Penulis : Didik Purwanto | Kamis, 15 November 2012 | 23:48 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Ada sesuatu yang berbeda di Kementerian BUMN, Rabu (14/11/2012) sore. Artis senior Yuni Shara terlihat berkunjung menemui Menteri BUMN Dahlan Iskan.
    Bahkan, sejak pukul 15.00 WIB, mantan kekasih Raffi Ahmad ini juga ikut mendampingi Dahlan Iskan untuk memberikan sambutan proses kerja sama antara PT Semen Gresik Persero Tbk (SMGR) dan perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement.
    Namun, karena tamu yang hadir merupakan orang penting, Yuni hanya duduk di meja yang berbeda dengan Dahlan. Ia duduk di meja di samping Dahlan.
    “Kedatangan saya ke sini bukan untuk mendukung beliau, tapi saya itu mendekatinya karena banyak bukunya, tindakan dia, karena berita dari dia. Saya dengerin omongan dia dan sikap-sikapnya,” kata Yuni di kantor Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (14/11/2012).
    Menurut penyanyi asal Malang ini, Yuni baru bertemu dengan Dahlan tiga kali saja, yaitu saat Dahlan menjabat sebagai pemilik Jawa Pos Group, saat menjadi Direktur Utama PLN, dan saat ini menjadi Menteri BUMN.
    Menurutnya, dengan beragam profesi yang dijalaninya tersebut, Yuni mengaku bersimpati, bahkan mengagumi apa yang menjadi tindakan dan perkataannya.
    “Beliau menginspirasi saya,” katanya.
    ______________________________

    Kalau tidak ada berada, tak kan tempua bersarang rendah… wkakakakaaakukekekeeek… glundhang glundhung…
    galundheng sekatenan…

    Posted by cekricek | 24 November 2012, 4:50 am
    • Alhamdulillah fans pak dis ada juga dari dunia Artis. Begitu seharusnya bang cekricek.
      Gua ngak habis pikir, Masak komen sekelas dosen begini….. wah..wah,…

      Posted by sopyan thamrin | 24 November 2012, 7:45 am
      • Dosen ? ooooo Dahlanis Ojo Senewen ! btw jarang lho…ada anak tarbiyah didatangi artis ? foto bareng dan haha hihi… ck ck ck… masuk infotaiment lagi…santai mas ?

        Posted by cekricek | 24 November 2012, 9:45 am
  156. JUM”AT, 23 NOVEMBER 2012 | 12:07 WIB
    Dahlan Iskan Diminta Tak Grasa-grusu  

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. “Sebagai pejabat negara, siapa pun dia, sebaiknya jangan grasa-grusu dan melakukan cek dan ricek,” kata Wakil Ketua Partai Amanat Nasional, Drajad Wibowo, Jumat, 23 November 2012.

    Menurut dia, tuduhan pemerasan yang disampaikan Dahlan terhadap sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengakibatkan efek psikologis terhadap anggota Dewan, keluarga, dan partainya.

    Beberapa waktu lalu, Dahlan menyampaikan sejumlah nama anggota Dewan yang diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan BUMN ke Badan Kehormatan DPR. Salah satu politikus yang tercantum dalam laporan Dahlan adalah seorang anggota Fraksi PAN, yaitu M. Ichlas El Qudsi.

    Ia dituding terlibat dalam pemerasan PT Merpati Nusantara Airlines. Belakangan, Dahlan meralat namanya dan menggantinya dengan anggota Komisi Keuangan lain, yaitu Muhammad Hatta.

    Drajad menjelaskan, Hatta dengan tegas membantah tuduhan ini. Bantahan ini disertai dengan bukti kepada partai bahwa Hatta sedang berada di Jawa Tengah ketika pembicaraan dengan Direksi PT Merpati dilakukan.

    Rapat Komisi Keuangan Dewan dengan PT Merpati yang diduga ada upaya pemerasan terjadi pada 1 Oktober 2012. Saat itu Hatta berada di Klaten untuk menghadiri sosialisasi acara Otoritas Jasa Keuangan dan menjadi pembicara bersama komisioner OJK.

    Meskipun Dahlan sudah meralat nama El Qudsi, Drajad mengatakan keluarga rekannya itu sudah terlanjur mendapat stigma sebagai “pemeras” dari masyarakat. Drajad menambahkan, masih banyak anggota DPR yang bersih. Kalaupun ada yang nakal, Drajad meminta supaya siapa pun agar tidak ragu melapor.

    WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita terpopuler lainnya:
    Sumaryoto: Dahlan Iskan Butuh Panggung
    __________________________________
    Benar, benar, benar bung Drajad! disegala hal harus cek dan ricek ! (wuihhh…cekricek memang top!) alinea pertamax lagi… (jangan ada yang gondok ya ?)…. just kidding… woles…

    Yang penting diingatkan adalah : Bila stigma pemeras itu menimpa anda dan keluarga anda ?

    ….ahhh bung dahlan, anda ‘membayar’ terlalu mahal untuk grasa grusu politicking ?

    Posted by cekricek | 24 November 2012, 12:11 pm
    • JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mengaku sudah malas menanggapi laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terbaru yang kembali menyertakan nama anggota Fraksi PAN, Muhammad Hatta kepada Badan Kehormatan. Menurutnya, Dahlan sudah bersikap tidak konsisten dengan melakukan revisi nama.

      “Sebenarnya kami sudah malas menanggapi sensasi tapi lemah bukti ini. Dengan Dahlan Iskan membuat ralat terhadap tuduhannya yang sangat serius, yakni pemerasan. Maka sebenarnya pelaporan Dahlan ke BK menjadi tidak kredibel untuk dipercaya,” ucap Teguh, Jumat (23/11/2012), di kompleks Parlemen, Senayan.

      Teguh menjelaskan pihaknya sudah mengklarifikasi terhadap anggotanya, Muhammad Hatta. Hatta dilaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan tudingan meminta jatah kepada direksi PT Merpati Nusantara Airlines pada pertemuan tanggal 1 Oktober 2012 di ruang pimpinan Komisi XI. Teguh memastikan bahwa Hatta tidak terlibat dalam pertemuan itu.

      “Hatta sudah pernah memberikan penjelasan, pada tanggal 1 Oktober tersebut, dia sedang di luar kota untuk sosialisasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahkan dia tunjukkan fotonyan. Semoga publik bisa menilai ini,” ujar Teguh.

      Dengan tudingan Dahlan yang kemungkinan keliru lagi, Teguh pun tak berminat untuk mengambil langkah selanjutnya. “Kami serahkan ke saudara M Hatta saja apa yang akan dilakukan. Fraksi tidak berselera lagi menanggapi. Sudah jelas tindakannya fatal dan tidak bertanggung jawab,” imbuhnya

      Posted by banserep | 24 November 2012, 12:23 pm
  157. Dahlan Iskan “Dilarikan” ke Rumah Sakit

    Iwan Supriyatna – Okezone
    Sabtu, 24 November 2012 13:14 wib

    JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskn dikabarkan masuk ke Rumah Sakit guna mengecek kesehatannya. Kabiro Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi membenarkan kabar tersebut.

    “Tadi pagi perut beliau agak kurang enak, sehingga untuk memastikan penyebab tidak enaknya, beliau periksa dan cek ke Rumah Sakit Medistra,” ujar Faisal melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Sabtu (24/11/2012).

    Setelah pengecekan dilakukan, Dahlan dinyatakan dalam kondisi baik. “Alhamdulillah kondisi beliau baik-baik saja dan enggak ada masalah yang berarti,” terang Faisal.

    Sebelumnya, mantan dirut PLN ini juga pernah masuk rumah sakit di Singapura dan dirawat beberapa hari. Riwayat kesehatan orang pertama di BUMN ini pernah mengalami operasi transplantasi ginjal. (gna)

    Posted by semoga cepat sembuh | 24 November 2012, 9:43 pm
  158. Mbk Ning, salam kenal sebelumnya, tlisan anda bgus, i like it.
    Slam kenal buat smua DAHLANIS… Smga kt smua slalu dlm lindunganNya dan smga kt termasuk org2 yg dberi petnjuk.

    Posted by Hera | 24 November 2012, 11:38 pm
  159. Dari Merdeka.com, Semoga bermanfaat.
    Orang-orang di sekitar Anda sering bersikap negatif dan suka mengkritik? Terkadang, komentar mereka bisa membunuh kreativitas Anda, jika tidak ditanggapi secara baik. Anda mungkin merasa sebal dengan sikap mereka. Namun, tahukah Anda bahwa komentar negatif bisa ditanggapi dengan cara berbeda? Berikut adalah tujuh cara terbaik untuk menangkis komentar negatif, seperti dilansir Allwomenstalk.

    1. Hindari perdebatan

    Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menghadapi komentar negatif. Hindari debat kusir yang tidak ada hasilnya. Cobalah untuk tetap tenang dan obyektif. Anda tentu memiliki hak untuk membela diri. Tunjukkan bahwa Anda bisa menerima kritikan secara terbuka.

    2. Bersikap positif dan empati

    Sikap ini bisa membantu Anda meredam amarah dan tetap bersikap tenang. Cobalah bersikap lebih empati terhadap mereka yang sering mengkritik Anda. Mungkin ada sesuatu yang bisa Anda petik dari komentar negatif mereka.

    3. Bicaralah!

    Inilah saat paling tepat untuk membalas komentar negatif mereka. Bicaralah pada mereka tentang ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Ingat, jangan sampaikan itu secara online, melainkan langsung bertatap muka.

    4. Abaikan saja!

    Abaikan saja mereka! Anda tidak perlu mengurusi masalah tidak penting yang tidak ada kaitannya dengan karir Anda. Respo yang Anda tunjukkan membuat mereka semakin senang dan merasa puas mengerjai Anda. Jangan jatuh ke dalam perangkap mereka!

    5. Bicara pada teman

    Bicara pada teman menjadi cara terbaik untuk melampiaskan keluh-kesah . Anda juga dapat meminta masukan dari mereka. Sekali lagi, jangan biarkan mereka mempengaruhi pikiran Anda.

    6. Percaya diri

    Tunjukkan pada mereka bahwa Anda dapat merespon suatu masalah dengan cara yang dewasa. Tidak seperti mereka yang bersikap kekanak-kanakan. Jadilah percaya diri dan jangan takut untuk membela diri.

    7. Maju terus pantang mundur

    Biarkan orang lain mau berkomentar apa tentang Anda. Yang penting adalah Anda dapat menghadapi semua masalah itu secara dewasa. Jangan biarkan komentar negatif itu mencederai kepercayaan diri Anda. Lakukan apa yang Anda suka dan jadilah diri sendiri!

    Tujuh hal ini bisa membantu Anda melupakan sakit hati akibat komentar negatif. Anda patut untuk berbangga hati dengan apa yang Anda capai. Jangan biarkan komentar orang lain menjatuhkan cita-cita Anda. Semangat

    Posted by ajipungkasan | 25 November 2012, 4:29 am
  160. Jumat, 23/11/2012 09:35 WIB

    Soal Minta Jatah ke BUMN, M Hatta: Dahlan Salah Informasi tentang Saya

    Muchus Budi R. – detikNews

    Solo – Anggota Komisi XI dari F-PAN, Muhammad Hatta, menilai Menteri BUMN Dahlan Iskan mendapatkan informasi yang keliru terkait dirinya. Hatta menunjukkan bukti bahwa pada tanggal yang disebut-sebut sebagai waktu pertemuan para anggota Komisi XI dengan pimpinan PT Merpati itu, dirinya sedang berada di daerah pemilihannya di Klaten, Jateng.

    “Tidak benar jika dikatakan saya ikut hadir dalam rapat di DPR pada tanggal 1 Oktober 2012, karena saat yang sama saya sedang berada di Klaten. Saya juga tidak pernah melakukan pertemuan tidak resmi lainnya di luar acara rapat resmi DPR bersama pimpinan PT Merpati. Tuduhan yang disampaikan kepada saya adalah fitnah,” ujar Hatta melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (23/11/2012) pagi.

    Politikus asal Solo yang menjadi legislator dari Dapil Jateng V (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten) tersebut lalu menyebutkan bahwa pada tanggal 1 Oktober 2012 dirinya menjalankan tugas melakukan sosialisasi UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Komisioner OJK. Lelaki yang akrab dipanggil Charlie tersebut lalu menunjukkan sebuah foto dokumentasi acara tersebut.

    “Silakan dicek langsung ke pengelola gedung Grand Cokro di Klaten. Acara sosialisasi itu dilakukan di gedung tersebut. Acara sosialisasi itu saya lakukan bersama Dewan Komisioner OJK yaitu Ibu Tituk dan Rahmad Waluyanto. Silakan cek kepada beliau berdua, apakah pernyataan saya ini benar atau dusta,” lanjutnya.

    Hatta mengaku saat ini masih berada di Turki untuk sebuah acara. Dia mengatakan rencananya pada hari Minggu mendatang dirinya sudah sampai di tanah air dan terlebih dulu istirahat di kediamannya di Solo. Sesampai di tanah air, Hatta menegaskan akan memberikan penjelasan yang lebih gamblang mengenai tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu.

    Namun demikian sebelum dia memberikan penjelasan itu, dia berpesan kepada Dahlah Iskan agar sebaiknya lebih fokus mengurus BUMN sebagai tanggung jawabnya daripada melempar tuduhan tidak berdasar kepada DPR yang mempunyai tugas mengawasi BUMN.

    “Tugas kami di Komisi XI akan selalu mengawasi kinerja keuangan BUMN. Masih banyak BUMN yang tidak sehat, ke situlah seharusnya tenaga dan pikiran Pak Dahlan Iskan dicurahkan,” pungkas Charlie.

    Muhammad Hatta dilaporkan sebagai ganti dari M Ikhlas El Qudsi yang batal dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namanya diungkap oleh Wakil Ketua BK DPR Abdul Wahab Dalimunthe.

    PAN sebenarnya meragukan keterangan Dahlan kepada BK DPR kali ini. Sebab, Dahlan sudah pernah salah sebelumnya saat melaporkan nama M Ikhlas El Qudsi.

    “Sambil menunggu pemanggilan saudara Hatta, publik sudah bisa menilai tentang sosok Pak Dahlan yang begitu mudahnya menuduh tanpa alat bukti dan bukti material yang jelas dan lengkap,” ujar Wakil Ketua Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi, saat dihubungi detikcom, Kamis (22/11/2012) (mbr/try)
    ________________________________________________
    Salah lagiiii ? abis dibilangin bandel sih…
    bung dahlan itu berpolitik kan cuma ‘diperalat dan dijilat’ sana sini oleh para opportunist ? coba deh renungkan…
    udah deh….gak usah politik politikan… (kaya saya gitu…heee), berbuat saja yang terbaik semampu kita buat bangsa dan negara ini, tanpa pamrih, tanpa poltik, tanpa gembar gembor, jadi raja media !
    Nah, kalau ada siapapun yang ‘melenceng’ , kita SIKAT ! begitu bukan ?

    Posted by cekricek | 25 November 2012, 4:59 am
    • Sejak republik ini berdiri hingga saat ini belum pernah ada pejabat negara apalagi setingkat menteri berani mengungkapkan adanya kongkolikong dan pemerasan oleh anggota dpr pada perusahaan2 pemerintah! Kongkalikong dan pemerasan itu tentu hanya menguntungkan pribadi dan golongan saja bukan pada rakyatnya.

      Tindakan dahlan iskan merupakan pendobrak dan pemberani untuk mengungkapkan hal itu! Suatu pemikiran akan terwujud bila di landasi tindakan dan keberanian itulah semboyan para perintis/pionir/pendobrak, masalah hasilnya itu urusan belakang karena merupakan urusan masa depan, siapa yg tahu bila urusan masa depan? Karena masa depan hanya bisa diperkirakan bukan ditentukan.

      Dengan adanya dobrakan, akan tersingkap tabir masa depan itu (perkiraan) setelah kita melaluinya dan umumnya akan diikuti komentar dan tindakan lanjutan bagaimana selanjutnya?..terus,berhenti,atau mengamati saja? Bagi yg berpikiran maju,out of the box, reformis atau ingin adanya perubahan pasti terus maju merangsek semua rintangan demi tercapainya cita2, dan hal ini juga merupakan ciri2 jalan pemikiran dan tindakan para intrepreneur ,dan kebetulan pak dahlan adalah seorang entrepreneur yg jd pejabat Negara dan intrepreneur sejati adalah yg memulai dari “nol” bukan karena turunan,warisan,kolusi.korupsi dan nepotisme,dan juga kebetulan ada pd pak dahlan. Orang yg berani/siap mati untuk mencapai tujuan biasanya orang yg pernah merasakan mati/hampir mati kebetulan terjadi pd pak dahlan, orang yg sungguh2 dan ikhlas menjalankan amanat adalah orang yg sudah tidak terlalu memikirkan materi lagi bisa karena usia,sudah kaya atau bisa jd zuhud/lebih mementingkan ibadah/akhirat dan kebetulan jg ada dan sedang dijalani oleh pak dahlan dan sebetulnya banyak kebetulan2 lainnya pd pak dahlan (kebetulan lainnya dia bukan orang parpol) sedangkan sesuatu yg kebetulan adalah pastinya bukan kita/manusia yg meminta,mengupayakan,menyengaja apalagi merekayasa.

      Mengenai penyebutan nama2 anggota dpr yg (diduga atau memang) memeras BUMN oleh dahlan iskan menurut saya memang sudah menjadi caranya untuk mencapai tujuan BUMN yg maju dan tentu sebagai orang yg amanah siap menanggung apapun resikonya;di caci maki,di intimidasi,di ganti,di penjara bahkan di cabut nyawa sekalipun siap!!! demi memajukan bangsa dan negara yg jg ujung2nya untuk rakyat jg, kalau dia merevisi nama para anggota dpr pemeras bisa jd disengaja bisa jg krn salah masukan (manusia) , disengaja supaya makin heboh dilingkungan dpr,menguji kwalitas dpr (anggota dan parpolnya),atau mencari opini dan perhatian publik (supaya tetap diingat dan tidak menguap kasus ini). Dan seharusnya bila para anggota dpr merasa bersih,amanah (mengemban amanat pendukungnya),dan cinta tanah air (nasionalis=seperti pejuang kemerdekaan) mereka harus berterima kasih sekali pd pak dahlan! Bila merasa tidak katakan tidak bila merasa bukan buktikan dan sayangnya partai yg berlatar belakang agama kok ya teriak2 protes dan nuntut segala kenapa ini tidak dianggap sebagai ujian mereka dari yg di atas karena tujuannya pak dahlan kan baik???

      Orang yg dijadikan idola,panutan,fans atau dikagumi pasti punya kelebihan dari yg lain dan efek pd pengikutnya pasti akan tampak seperti yg dilakukan/dicontohkan orang itu (ditiru), yg jd pertanyaan saya “salahkah” orang2 di blog ini melakukan itu pd sosok dahlan iskan? Kalo saya amati para bloger ini menyentuh semua lapisan masyarakat dan mereka sepertinya haus akan sosok pejabat Negara yg bisa dibanggakan/dikagumi di negeri ini,suatu fenomena yg langka sekali! Sekali lagi..salahkah mereka??? Bagi anda2 yg melawan arus mereka ini cobalah bersikap ksatria tunjukkan idola anda jg (khususnya pejabat negara) supaya adil,katakanlah “ini loh pak…pejabat idolaku/yg aku kagumi” sehingga mereka ini bisa menilai anda dan idola anda pula. Dan menurut saya apa yg mereka utarakan,pikirkan,dan renungkan baik untuk disimak,dipelajari dan dilakukan/diamalkan. Semoga selalu damai dan bersatu untuk negeri.

      Posted by m.gufron | 25 November 2012, 6:08 am
    • dasar haji muhidin…………………….

      Posted by inhaler | 25 November 2012, 8:34 am
    • namanya komentor kerjanya ya kasih komen aja.. mana mau mereka diajak kerja apalagi kerja sampe 3 x (kerja-kerja-kerja)… dan bagi komentator yang selalu dilihat hanya kekurangan dan kesalahan. yang nilai lebih baik gak akan mereka lihat…

      sesungguhnya mereka itu orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa iri dan dengki.. iri melihat orang berjibaku dan berjuang untuk kemakmuran bangsa dan dengki ketika usaha keras itu perlahan-lahan mulai menunjukkan hasilnya…

      orang-orang yg punya sifat iri dan dengki serta hati yang sempit memang akan selalu ada dimanapun di dunia ini….karena itu sudah sunahhnya…

      maka dari itu kita gak usah memperdulikan kicauan mereka…. jika negara ini di berikan kepada mereka untuk mengelolannya maka mereka akan tetap mencari kesalah-kesalahan orang lain…mereka akan selalu merasa paling benar, paling hebat dan paling pintar… padahal klo diperhatikan kehidapan mereka sehari-hari ,.. mungkin sangat menyedihkan….. mereka adalah gambaran dari orang yang mungkin tidak akan pernah bahagia dalam kehidupannya berapapun besarnya karunia tuhan yang diberikan kepadanya….kita perluh mengasihani orang-orang seperti itu…

      Posted by yeribaru | 25 November 2012, 10:04 am
  161. Luar biasa, Indonesia harus buktikan kembali kepandaianNya, melAlui SDM yang handal dan mempunyai integritas

    Posted by firman nugraha | 25 November 2012, 8:22 am
  162. To reform a world, to reform a nation, no wise man will undertake; and all but foolish men know, that the only solid, though a far slower reformation, is what each begins and perfects on himself. (Thomas Carlyle)
    ________________________

    ingat ! ingat ! HANYA ORANG BIJAK yang MAMPU mereformasi negara ini ! Jangan GRASA GRUSU !

    btw, teteeep gak usahlah maen politik ? enakan jadi entrepreneur ! memberi manfaat kepada sesama !

    Posted by cekricek | 25 November 2012, 9:02 am
    • DECAK kagum atas sepak-terjang Dahlan Iskan terus menggelinding di negeri yang amat merindukan perubahan ini. Gerak cepat Menteri BUMN itu dalam menganalisis persoalan rakyat dan bangsa tak diragukan lagi. Kesederhanaan dan kebersahajaan Dahlan yang gampang berbaur dengan rakyat kecil menyergam tiba-tiba di tengah kejumudan birokrat yang ‘gila hormat.’ Dahlan bisa berada di tengah orang miskin, massa unjuk rasa, menyetir mobil prototip hingga bergelayutan di dalam kereta api.

      Tindakan Dahlan yang terkesan sangat ‘merakyat’ ini dipandang sinis oleh sejumlah anggota dewan. Politisi PDIP menilai Dahlan tidak fokus dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab pokoknya di Kementerian BUMN. Mestinya, Dahlan lebih memprioritaskan urusan Bulog yang tak maksimal dalam mengurus masalah ketersediaan beras dan pangan di negeri ini.

      Potret birokrat easy going dan apa adanya benar-benar melekat jadi personal branding Dahlan. Tak banyak memang tipikal birokrat kita yang tampil tanpa basa-basi seperti Dahlan. Oleh sebab itu, belum apa-apa, Dahlan pun digadang-gadang sebagai calon presiden masa depan.

      Sebab, salah satu upaya konkret untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang dibebani ‘karut-marut’ praktik korupsi, kemiskinan dan ketakberdayaan rakyat kecil hanya dengan sebuah semangat luar biasa. Itulah ‘semangat Dahlan’. Semangat keberpihakan pada rakyat kecil yang sudah lama merindukan kesejahteraan. Semangat memberantas praktik korupsi yang selama ini bak jalan di tempat belaka.

      Di tengah sindroma ‘semangat Dahlan’ merasuki urat nadi rakyat di mana-mana, tiba-tiba Dahlan bikin kejutan lagi. Kejutan yang memerahkan kuping para wakil rakyat yang hampir satu dekade terakhir jadi sorotan publik. Dahlan meniupkan terompet ‘perlawanan’ terhadap ulah sejumlah oknum anggota DPR yang cenderung ‘memeras’ perusahaan-perusahaan BUMN yang berada di bawah pengawasan Dahlan.

      ‘Sengat’, eh semangat Dahlan terus menyeruak ke permukaan. Menebarkan benih harapan di tengah keputus-asaan rakyat menghadapi hari-hari esok yang lebih baik di negeri kaya sumber daya alam ini. Sengat Dahlan kali ini makin memperunding hubungannya dengan lembaga wakiil rakyat terhormat itu. Reaksi sinis pun berdatangan dari unsur pimpinan dan perorangan wakil rakyat.

      Sinyalemen Dahlan soal adanya upaya ‘pemerasan’ yang ditengarai dilakukan oleh 10 oknum DPR makin meramaikan isu ketidak-becusan sejumlah oknum wakil rakyat. Apalagi, sudah jamak di telinga, praktik ingin mendapatkan upeti, uang balas jasa, uang lelah atau apa pun namanya yanhg diajukan oknum anggota dewan sudah jadi rahasia umum. Mulai dalam urusan meloloskan anggaran bagi institusi atau kementerian sampai ‘negosiasi’ saat diundang dalam arena rapat dengar pendapat.

      Dahlan tentu tidak sendiri menghadapi tuduhan ‘pemerasan’ yang menggelinding di ranah publik ini. Dahlan sebelum melontarkan isu panas itu justru setelah memperoleh berbagai laporan dari pihak pimpinan BUMN yang merasa dijadikan sebagai ‘sapi perah’ selama ini.

      Tentu tuduhan Dahlan harus dilapisi dengan praduga tak bersalah (pressumption of innocent) lebih dulu. Di negara yang menjunjung hukum sebagai panglima ini, segala sesuatu tuduhan harus didukung bukti-bukti material yang menguatkan. Tak boleh sembarangan. Dalam hal ini, ‘sengat’ Dahlan harus bisa dibuktikan secara hukum. Bila tidak, tentulah tuduhan itu berubah jadi fitnah yang amat kejam.

      Persoalannya sekarang, ‘sengat Dahlan’ kali ini bak membangunkan ‘macan tidur’ wakil rakyat kita. Pasalnya, biang perseteruan antara Dahlan dengan DPR sudah berlangsung terkait tindakan dan pernyataan Dahlan yang dipandang dapat membuat wakil rakyat tidak nyaman.

      Belum pupus dari ingatan, bagaimana Dahlan menggunakan intuisi birokrasinya memberikan kewenangan lebih luas kepada wakilnya. Realitas ini dinilai para anggota dewan sebagai sikap Dahlan yang ingin lari dari tanggungjawab. Begitu pula, ‘kelancangan’ Dahlan dalam mengganti manajemen perusahaan BUMN termasuk Pertamina yang tanpa meminta persetujuan DPR. Dahlan pun dinilai kebablasan.

      Akibatnya, pada 13 April 2012 silam, sejumlah 38 anggota Dewan setuju mengusulkan hak interpelasi kepada Presiden atas keputusan Dahlan itu. Tapi, penggunaan hak interpelasi ini tak jadi kesampaian setelah Dahlan meralat kebijakannya.

      ‘Sengat’ dan semangat Dahlan yang berhadapan langsung dengan para wakil rakyat, kini bagai menyongsong ‘arus balik’. Temuan audit BPK terhadap kinerja PLN yang pernah dipimpin Dahlan. Selama dalam kepemimpinan Dahlan, PLN melakukan inefisiensi luar biasa karena menggunakan BBM untuk mengoperasikan sejumlah PLTU dan PLTG. Temuan BPK inilah yang mengangakan pintu bagi DPR untuk meminta pertanggungjawaban Dahlan. Malah ada kalangan dewan yang menyodok Dahlan sebagai kebijakan gampangan karena untuk mengejar tingkat elektrifikasi harus menggunakan dana besar dalam penyediaan BBM.

      Perjuangan dan semangat mengusung perubahan di mana pun tak selalu berjalan linier. Banyak tokoh di dunia ini mengalami hal semacam itu. Tak jarang tokoh-tokoh hebat yang dikenang sejarah di kemudian hari justru harus rela menjadi martir. Ada yang ditembak saat berpidato seperti dialami Martin Luther King. Ada yahg harus mati di tiang gantungan atau meminum racun. Atau lenyap dari permukaan di tengah amukan fitnah luar biasa.

      Dahlan sebagai tokoh pembaruan birokrasi di negeri ini pasti menyadari konsekuensi garis perjuangannya. Dahlan pasti akrab betul dengan bait puisi penyair besar Chairil Anwar : sekali berarti, sesudah itu mati…! (****)

      Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, kolomnis, budayawan, sastrawan, Kandidat S2 Komunikasi UMJ/ UMRI, dosen Universitas Islam Riau, tinggal di Pekanbaru.

      http://kickdahlan.wordpress.com

      Posted by yeribaru | 25 November 2012, 10:05 am
    • The most unhappy of all men is the man who cannot tell what he is going to do, who has got no work cut-out for him in the world, and does not go into it. For work is the grand cure of all the maladies and miseries that ever beset mankind,honest work, which you intend getting done. (Thomas Carlyle…juga)

      Everywhere in life, the true question is not what we gain, but what we do. (Thomas Carlyle…lagi)

      Jangan Lupakan…Bijak dan Mampu Tapi Tidak Bergerak Lama..Lama seperti baju bagus yang direndem…BAU…TAU..

      Posted by inhaler | 25 November 2012, 10:17 am
  163. jadi entrepreneur adalah mewujudkan need for achievement lewat gerak kerja nyata, berproduksi, dan memiliki kepedulian terhadap social responsibility ! bukan diam termangu atau hanya sekedar shadow action, opportunistik, sembari menjulur lidah memuja muji ! (thomas ceileeeeee…) xixixixiiiiii…santai om ?

    Posted by cekricek | 25 November 2012, 10:54 am
    • Cobalah beritau kami siapa sih pejabat negara ini yg jd idola anda (@cr)? atau yg menurut anda layak dikagumi & dibanggakan supaya fair aja, kasihan warga blog ini yg baru saja punya hope pd pejabat negara tp justru selalu anda buat supaya lemah hope nya, bila mereka ini salah tunjukkanlah salahnya tentu dengan solusinya juga berupa opini anda,tp jgn copas dari pendapat/berita yg lain.

      Posted by m.gufron | 25 November 2012, 11:13 am
      • dia gak punya idola. dia hanya mengidolakan dirinya sendiri sebagai manusia yang paling sempurna dan paling mampu untuk menyelesaikan permasalahan di Indonesia…. tapi pemilu kemarin dia gak bisa jadi presiden. trus presiden yang sekarang gak mau menngngkat dia jadi menteri… jadilah ia seperti sekarang ini… menyalahkan hasil pekerjaan orang yang sedang dalam proses… padahal pekerjaan itu belum selesai dan belum bisa dinilai secara menyeluruh.

        Seorang siswa baru boleh dinilai setelah seluruh pelajaran dan ujian selesai diberikan.
        seorang pekerja dinilai setelah pekerjaan selesai dikerjakan.
        seorang pejabat dinilai setelah masa jabatannya telah usai.

        Seorang check selalu menilai dan melihat hanya dari sisi gelap sehingga pandangan nya selalu hitam…

        Posted by yeribaru | 25 November 2012, 12:24 pm
        • hahahaaa… sok tau !
          iam not a politician !
          didunia modern sekarang ini, masih ada yang menunggu usai baru menilai ? sungguh naif ! itu mungkin yang dimaksud zero defect ! kenapa anda tidak sedikit lebih prudent dengan konsep error free, dengan berbasis ilmu yang mumpuni !

          salam kenal.

          Posted by cekricek | 25 November 2012, 12:36 pm
  164. memancing mancing untuk tahu siapa ? mengidolakan siapa ? lantas menduga duga ini orangnya siapa ? uhhh…
    Gnothi Seauton !!!
    lantas perkara referensi, copy paste, apa buruknya jika referensi itu mampu membuka kedok kedok yang menutupi kebenaran sejati ataupun mudharat tersembunyi !
    salam hangat.

    Posted by cekricek | 25 November 2012, 11:55 am
    • o..walah..ya sdh..alhamdulillah, hati2 dgn doa orang2 yg merasa terdzolimi…(salah apa warga blog ini terhadap anda hingga anda seperti ini???)

      Posted by m.gufron | 25 November 2012, 12:30 pm
      • koq jadi masalah dzolim mendzolimi ? na’udzubiLLahi min dzalik ! saya kan cuma coba membalance dari sekian bahkan bejibun orang yang memuja muji, kadangkala sampai memaki lawan politik idola mereka, yang boleh jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka !

        tapi ya sdh…jazakaLLAH, saya tetap mendo’akan kebaikan buat siapa saja, amiiin ya Rabb.

        Posted by cekricek | 25 November 2012, 12:52 pm
        • Dahlanis x crc =

          santun x kasar
          memuji x caci maki
          kritik x menghujat
          idola x pengkhianat

          that is not balance, but you in the dark side !

          Posted by Dahlanis | 25 November 2012, 3:17 pm
          • you see bung gufron, inilah tipikal yg mengaku ngaku dahlanis… sok tau ! padahal seringkali terjadi yang kelihatan sangat santun, sering memuji akhirnya berkhianat !!!

            Posted by cekricek | 25 November 2012, 8:26 pm
  165. BUMN menjadi Multinational Corporation adalah tuntutan wajib, karena banyak diaspora telah menyebar kepenjuru pelosok dunia bukan sebagai PRT saja, tapi sudah tingkat Managerial, entrepreneur juga Inovator. Secara Individu anak bangsa gak kalah dengan bangsa lain, contohnya dapat medali emas Olimpiade Fisika, Math dll, Jadi Intelektual Individu bangsa kita setara dengan Individual negara yang sudah maju. Tapi untuk INTELLECTUAL GROUP masih jauh dengan negara berkembang yang lain. Jadi cara kita berorganisasi, cooperation entrepreneur masih primitif, Saling jegal antar teman, grow karena facility policy, company in company. Banyak anak bangsa dengan IQ tinggi lulusan PT ternama masuk BUMN, tapi setelah didalam, corporationnya bukan survive and leading in market, tapi kayak bayi minta diteteki terus. Contohnya Petronas bisa ngalakan gurunya.

    Dengan adanya sebagai Multinational corporation, BUMN harus sustainable leading market dan itu dituntut tidak melupakan R&D yang harus ditempatkan pada tempatnya, bukan hanya asal research diatas kertas selesai, masalah tangtangan masa depan dapat diatasi. BUMN besar karena bahan baku melimpah tinggal keruk, market besar bertambahnya middle class. Sekarang ini Indonesia Economy grow termasuk yang terbesar di dunia setelah Cina, karena negara lain lagi mabuk kepayang, tapi harus diingat bahwa Capitalnya banyak dikuasai Asing. Capital Asing tidak mengakar kedasar paling dasar. Bisa diibaratkan Bunga Teratai dikolam beautiful bukan, kalau kolam kena banjir, bunga teratai bablas angine kebawa banjir. Contoh krisis ekonomi 1998.

    Posted by Jack | 25 November 2012, 11:56 am
  166. MH besok rasanya tentang sapi. Ayo main tebak-tebakan.

    Posted by januarvs | 25 November 2012, 6:26 pm
  167. Menunggu pertamax

    Posted by G.Hariyanto | 26 November 2012, 12:22 am
  168. s7, bahas tentang teknologi, khususnya pesawat dan PT. DI

    Posted by aditam@putra | 26 November 2012, 1:02 am
  169. bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk indonesia raya…#tau lyric ini dari kls 1sd baru sekarang setelah baca tulisan ini faham apa maksudnya

    Posted by af bastian | 26 November 2012, 2:04 am
  170. mantabs….maju terus Indonesiaaa….

    Posted by syamsiro | 28 November 2012, 12:33 pm
  171. Pak Dahlan, sekedar masukan saja, BUMN ini banyak juga memiliki anak perusahaan yang saya pikir juga layak diperhatikan dan di berikan apresiasi jangan sampai hanya perusahaan Induk nya saja yang dilihat, padahal anak perusahaan ini memberikan kontribusi yang tidak sedikit buat perusahaan induk nya, seperti contoh PT. GAPURA ANGKASA yang bergerak di bidang AIRPORT SERVICES, ini perusahaan anak dari PT, Angkasa Pura I, II, dan GARUDA INDONESIA, perusahaan ini malah sudah memberikan keuntungan buat perusahaan induk nya, dari sisi services Gapura Angkasa salah satu penyokong Garuda sehingga mendapat 4 Star Penerbangan dunia. Kalau kita lihat lebih dalam lagi potensi GAPURA ANGKASA sangat besar, akhir tahun 2013 ini saja Gapura Angkasa sudah meraih Laba bersih Triliyunan Rupiah (Real nya bisa di cross check). Pertanyaannya adalah apakah mungkin PT. Gapura Angkasa menjadi Salah satu BUMN di negara ini mengingat Potensi yang dimiliki sangat besar, jika Gapura Angkasa bisa menjadi BUMN saya yakin Gapura Angkasa dapat lebih berkembang lagi dari sekarang karena di support oleh pemerintah secara langsung, selain itu peluang bisnis jasa ground handling atau airport services di Indonesia belum ada saingan secara berarti, peluang untuk berkembang lebih besar dan sangat terbuka. Demikian Pak Dahlan, semoga Bapak dapat melihat peluang tersebut dan mempertimbangkan hal tersebut. Terimakasih.

    Posted by Jay | 26 Januari 2014, 12:04 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.767 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: