>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Roti, Sosis, dan Nogosari setelah Radiasi

Senin, 12 November 2012
Manufacturing Hope 51

Program menanam sorgum itu, rasanya, seperti baru diputuskan “kemarin”. Makanya, seperti tiba-tiba ketika Sabtu lalu saya sudah diminta untuk melakukan panen pertama.

Waktu begitu cepat berlalu. Pantaslah orang yang tidak biasa kerja cepat begitu mudah digilas waktu.

Memang, seperti dikatakan Direktur Utama PTPN XII Singgih Irwan Basri, anak buahnya langsung action dua hari setelah keputusan. Mereka pilih lahan 7,5 ha di Banyuwangi. Lahan yang marginal. Lahan yang tidak bisa ditanami padi. Lima jenis benih sorgum pun segera ditanam di situ.

Inilah uji coba untuk menentukan sorgum jenis apa yang paling cocok untuk iklim dan tanah di Indonesia. Hasilnya akan menentukan jenis mana yang akan ditanam secara besar-besaran mulai Februari nanti.

Mengapa sorgum?

Sorgumlah yang akan bisa mengurangi impor gandum kita yang mencapai 7 juta ton per tahun itu. Kita ini tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Iklim kita yang dua musim tidak cocok untuk tanaman empat musim. Padahal, kita kian doyan mi dan roti. Akibatnya, kita harus terus-menerus impor gandum secara besar-besaran dari negara seperti Amerika Serikat.

Kita yang miskin terus menghidupi petani negara maju. Angka impor itu akan naik terus seiring dengan kegemaran kita makan mi dan roti yang terus meningkat.

Impor daging bisa saja akan berakhir kalau kita mau meningkatkan produksi ternak. Negara kita cocok untuk peternakan. Tinggal mau atau tidak mau. Demikian juga, kita bisa mengakhiri impor beras kalau kita mau meningkatkan produksi kita. Tapi, kita tidak akan bisa mengakhiri impor gandum. Kita tidak bisa menanamnya. Kita hanya bisa menyeruput mi dan melahap rotinya!

Harapan baru muncul ketika para ahli sorgum berkumpul di Kementerian Ristek empat bulan yang lalu. Saya dan Menteri Ristek Gusti Muhammad Hatta mengajak para ahli itu berdialog. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi impor gandum yang begitu besar. Muncullah kesimpulan bahwa sorgumlah yang bisa diandalkan.

Salah satu ahli sorgum waktu itu, Prof Dr Sungkono, sampai berlinang terharu ketika kemudian diputuskan bahwa BUMN akan menggalakkan sorgum. Secara besar-besaran. Apalagi, BUMN memiliki lahan yang luas yang belum semuanya bisa dimanfaatkan. Terutama lahan yang tidak bisa untuk tanaman padi, sawit, karet, teh, dan kopi.

Sang profesor sangat gembira karena ahli lulusan IPB itu merasa tidak sia-sia. Ketekunannya mendalami sorgum sejak muda sampai menjadi profesor akan sangat berarti.

Dari hasil panen perdana Sabtu lalu, jelaslah bahwa setidaknya dua jenis sorgum sangat baik hasilnya. “Satu untaian bisa mencapai 1 ons. Ini melebihi yang tertera di literatur yang menyebutkan satu untaian hanya 0,5 ons,” ujar Irwan Basri, Dirut PTPN XII.

Dua benih unggul itu belum punya nama. Untuk sementara disebut Citayam (karena dibenihkan di Desa Citayam) dan Numbu B. Jenis-jenis lain hanya menghasilkan separo dari itu.

Yang hebat, benih Citayam dan Numbu B adalah hasil mutasi genetik yang dilakukan para ahli kita sendiri di Batan. Penyilangan-penyilangan genetiknya dilakukan melalui proses radiasi sinar gamma. Yakni, melalui radiasi nuklir Co-60. Ahli-ahli di Batan mencari gen-gen terunggul untuk disilang dan dijadikan benih yang terbaik.

Dengan hasil Banyuwangi ini, BUMN sudah memanfaatkan temuan dan fasilitas yang ada di Batan. Yakni, benih sorgum dan proses pembuatan radioisotop untuk kedokteran nuklir. Kerja sama yang erat antara Batan (Ristek) dan PT Batantekno (BUMN) ternyata bisa membuat temuan-temuan dan fasilitas di Batan menjadi komoditas yang secara komersial sangat menguntungkan negara.

Berkat fasilitas yang ada di Batan, Dirut Batantekno Yudi Utomo Imardjoko bisa mengaplikasikan temuan termodernnya untuk memproduksi radioisotop yang sekarang mulai berproses untuk menguasai pasar Asia.

Berbeda dari padi, sekali tanam sorgum ini bisa untuk tiga kali panen. Begitu panen pertama, batangnya dipotong sampai pangkalnya. Lalu, akan tumbuh batang sorgum lagi. Tiga bulan kemudian, sudah bisa dipanen lagi. “Kami akan lihat berapa hasil panen dari ratoon pertama. Lalu, akan kami tunggu lagi ratoon yang kedua,” ujar Irwan.

Dengan demikian, sebelum penanaman besar-besaran Februari nanti, hasil panen ratoon pertama pun sudah bisa diketahui.

Citayam dan Numbu B masih punya kelebihan lain. Batangnya tinggi dan besar. Ketika saya menelusup ke dalam kebun yang siap panen itu, tidak bisa disangkal: ternyata tubuh saya ini pendek. Batang sorgum itu hampir 2 meter. Dengan batang yang tinggi, makanan ternak dari batang itu bisa lebih banyak. Demikian juga niranya.

Batang sorgum tersebut bisa menghasilkan nira sebagaimana tebu. Hanya, nira sorgum cuma bisa dipakai untuk gula cair. Tidak bisa untuk gula kristal. Maka, sekali tanam sorgum, kita bisa mendapat tepungnya, niranya, dan makanan ternaknya.

Itulah sebabnya dalam panen perdana tersebut Dirut PT Berdikari (Persero) Librato El Arif ikut hadir. Berdikari-lah yang akan menjadi pembeli seluruh makanan ternak tersebut. Sebab, PT Berdikari mendapat tugas untuk berfokus mengembangkan ternak secara besar-besaran. Tidak boleh lagi mengerjakan bisnis yang lain. Bisnis lamanya seperti mebel dan asuransi harus dilepas.

Tapi, PT Berdikari kelihatannya harus gigit jari. Jauh-jauh datang ke Banyuwangi, dia tidak akan kebagian makanan ternak itu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang kini lagi mengembangkan ternak sapi rakyat secara masal, minta agar makanan ternak itu digunakan untuk pengembangan sapi di Banyuwangi sendiri. Tentu saya mendukung permintaan Pak Bupati ini. Saya lihat beliau sangat serius dalam mengembangkan sapi di sana.

Banyuwangi berubah drastis di tangan bupati yang masih sangat muda itu (38 tahun). Semua tahu, hambatan utama pengembangan ternak adalah makanan ternak yang kian mahal. Dengan kebun sorgum yang mencapai ribuan hektare di Banyuwangi, sumber makanan ternak tersebut akan teratasi.

Secara nasional, hasilnya sama saja. Sapi itu datang dari Banyuwangi atau dari Sumatera, tidak ada bedanya. Yang penting bisa mengurangi impor sapi yang sangat besar itu.

Dan lagi, sorgum akan ditanam secara masal di Sulawesi oleh PTPN XIV dan oleh Berdikari sendiri. Lahan peternakan PT Berdikari di Sulsel yang mencapai 6.000 ha sudah diputuskan juga harus ditanami sorgum dalam skala besar.

Tahun depan adalah tahun pembuktian. BUMN harus menanam sorgum hingga mencapai 15.000 ha. Ini bukan kerja sembarangan. Hanya kemauan yang keras yang akan bisa mewujudkannya.

BUMN bertekad akan mewujudkan keyakinan bahwa kita ini mampu melakukan apa saja asal kita mau. Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau!

Ibu-ibu dari PTPN XII pun punya kemauan yang keras. Sabtu lalu itu, untuk suguhan para tamu di Banyuwangi itu, ibu-ibu membuat berbagai macam kue yang semuanya menggunakan bahan berupa tepung sorgum: roti, sosis, nogosari… Saya coba memakan semuanya. Saya rasakan enaknya. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

587 thoughts on “Roti, Sosis, dan Nogosari setelah Radiasi

  1. Lumayan 10 besar pertamax.
    Terus Kerja, kerja, kerja…
    Pak DIS salah satu inspiratorku

    Posted by adiwijaya Nawahasta | 12 November 2012, 4:04 am
  2. mantap…lanjut terus!

    Posted by teguh suprayogi | 12 November 2012, 4:07 am
  3. weit..tumben pagi dah muncul ….absen dulu ya…

    Posted by bundashabrina | 12 November 2012, 4:19 am
  4. Bravo. Sorghum sdh waktunya mendunia.
    Hati2x terhadap rekayasa genetik = GMO.
    Pasar masih “takut” akan effect mengkonsumsi GMO.
    Apalagi GMO yg hasil radiasi. Apa Numbu yg non GMO kurang menghasilkan? apa sdh pernah dicoba?

    Thanks

    Posted by sutben | 12 November 2012, 4:23 am
  5. Sorgum sorgum bergembira….bergembira semua :)

    Posted by Rifky | 12 November 2012, 4:24 am
  6. Alhamdulillah panen yg memuaskan

    Posted by langgengjs | 12 November 2012, 4:25 am
  7. “Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau!” kata kuncinya….kadang-kadang saya rasakan juga ini….

    Posted by bundashabrina | 12 November 2012, 4:27 am
    • bagi pejabat soal “tidak mau” ini ada hub erat nggak dgn ada ato tdk adanya dana yg bs di selewengkan? Jika lahan basah dia MAU tp kalo lahan kering TIDAK MAU, payah deeh. Maju terus Bung DIS

      Posted by sulistiono | 12 November 2012, 7:00 am
  8. MAntAp…

    Posted by Lida | 12 November 2012, 4:28 am
  9. Ternyata indonesia gak bisa nanam gandum ya.wah pakan udang harus pakai terigu. Yg pasti harga akan terus naik seiring impor yg tak akan terhenti.bisa gak sorgum untuk gantikan terigu. Sebab butuh gluten nya.cuma terigu tu.

    Posted by langgengjs | 12 November 2012, 4:28 am
  10. Lupakan DPR, mari kita buat kue

    Posted by lukman bin saleh | 12 November 2012, 4:31 am
  11. Jadi ingat cuplikan lagu anak-anak : “Ayo kawan kita bersama… menanam sorgum di kebun kita… gantikan gandum kurangi impor jadilah kita bangsa mandiri..kerja kerja kerja…lanjut terus om DIS, semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan…

    Posted by muklisin | 12 November 2012, 4:49 am
  12. tob markatobbb. Lanjutkan bosss …

    Posted by nuryadid | 12 November 2012, 4:50 am
  13. diterapkan tuh… kerja kerasnya…

    musim hujan sudah datang
    lamongan siap2 menanam padi
    semoga hasil panen gabah d lamongan BULAN FEBRUARI jauh lebih dahsyat dari hasil sorgum-nya pak DIS dan rekn2nya

    karena kita bisa, thank you pak
    petani semakin punya harga diri…

    Posted by wafiq umam | 12 November 2012, 4:51 am
  14. membayangkan “sekali tanam sorgum ini bisa untuk tiga kali panen. Begitu panen pertama, batangnya dipotong sampai pangkalnya. Lalu, akan tumbuh batang sorgum lagi. Tiga bulan kemudian, sudah bisa dipanen lagi. “Kami akan lihat berapa hasil panen dari ratoon pertama. Lalu, akan kami tunggu lagi ratoon yang kedua” saatnya gue bilang wow sambil koprol ….

    Posted by ajipungkasan | 12 November 2012, 4:56 am
  15. dari KSA hadir… semoga Indonesia Jaya segera tercapai biar gk jadi TKI terus :)

    Posted by Sofyan Faizin | 12 November 2012, 4:56 am
    • selamat telah menunaikan ibadah haji mas. salam buat seluruh diaspora indonesia. meski tki, namun pahlawan bagi kami. tki adalah duta bangsa, anda harus bangga itu. selamat hari pahlawan juga. sepertinya kita harus memaknai arti pahlawan lagi.

      Posted by G. Hariyanto | 12 November 2012, 2:13 pm
  16. jagung cantel, jagung pari
    depeer rewel, jegurno kali.

    Posted by adhi | 12 November 2012, 4:57 am
  17. jagung cantel, jagung pari
    depeer rewel, digawe nogosari ae.

    Posted by adhi | 12 November 2012, 4:58 am
  18. Roti & Mie skarang ga nasionalis. Sorgum solusinya bit.ly/SYM5b6

    Posted by Adit(pun) Bisa | 12 November 2012, 4:59 am
  19. Sorgum is the best

    Posted by caderabdul | 12 November 2012, 5:01 am
  20. Jadi pengen ikutan ngerasain roti sosis n nogosari ala sorgum *bagi2dunkpak

    Posted by Fia | 12 November 2012, 5:07 am
  21. Sejak Abah memimpin, baru pertama kali sorgum dikembangkan secara massal. Semoga dimudahkan dan dilancarkan. “Tahun depan adalah tahun pembuktian. BUMN harus menanam sorgum hingga mencapai 15.000 ha. Ini bukan kerja sembarangan. Hanya kemauan yang keras yang akan bisa mewujudkannya.”

    Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 5:07 am
  22. alhamdulillah, nikmatnya sorgum……………………….

    Posted by MChoir | 12 November 2012, 5:13 am
  23. sedaaap akhirnya ada ‘mainan’ baru buat petani, food scientists, praktisi di industri pangan dan pakan di Indonesia yg bernama sorgum. Sorgum adalah jenis tanaman yg cukup ‘sakti’ tahan kering ga butuh banyak air. Batang sorgum jenis manis (ga semua jenis sorgum) berkadar gula tinggi. Bijinya berkadar protein tinggi (mencapai 12%) dan memang bisa diharapkan untuk bisa menggantikan gandum misalnya untuk membuat roti dan mie, tapi keterbatasan seperti tidak mempunyai gluten membutuhkan kerja keras panjang lebar untuk bisa menghasilkan produk itu memiliki kualitas yang sama (misalnya roti yg mengembang, dan mie yg bisa elastis) dengan bila kita menggunakan gandum. Selain itu kandungan antigizi seperti tannin dan asam fitat membuat daya cerna protein dan karbohydratnya rendah. Tapi sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin bila terus diupayakan diteliti dan dikembangkan. Ada yang menarik sebenarnya, makan sorgum membuat kita merasa kenyang lebih lama, sehingga ini jadi peluang mengembangkan makanan untuk mbak2/ibu2/bapak2 yang lg program diet atau untuk makanan orang sakit diabet. Satu lagi, kulit biji sorgum bisa diseduh (dibuat semacam teh) dan ini kata ahli pangan di Kansas State University kandungan antioksidannya sangat tinggi. Semoga semua peluang yang baik ini bisa segera ditangkap dan dikembangkan di Indonesia. Pak Dis memang ‘sakti’ begitu cerdas melihat peluang ini. Salut 10 jempol buat beliau

    Posted by Sofia Erni | 12 November 2012, 5:15 am
    • Info bagus … kita bisa menghidangkan atau menikmati teh sorgum.

      Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 5:25 am
    • sudah waktunya IPB benar-benar menjadi Institut Pertanian Bogor…. krn menurut para alumninya sendirinya, selama ini mereka menjadi Institut Perbankan Bogor akibat lulusannya lebih banyak kerja di bank daripada di sawah…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 6:24 am
    • Wahhh mantap Mbak Erni info ya ….. perlu sosialisasi yg lebih dan pake bahasa yang sederhana terhadap manfaat – manfaat Sorgum …….

      Posted by Agandri | 12 November 2012, 6:30 am
      • waduh ngapunten, maapkan keterbatasan saya dalam pemilihan kata2 (saya akan belajar lg :) ).. klo tentang sosialisasi saya kira ada (banyak) pakar2 yang jauuuh lebih kompeten dari saya (misalnya UGM ada Prof Haryadi dan pakar2 lain yg saya tidak tau) kr sorgum ini sudah lama diteliti baik oleh balai penelitian terkait (di Maros ada balai penelitian khusus sorgum), dinas2 yg ngurusi pangan, sampai universitas2 yang memiliki jurusan pertanian dan pangan yg tersebar diseluruh Indonesia (hihi jd bukan cuman IPB, saya sendiri dari UB, nGalam). Namun, mungkin sifatnya yg ‘sporadis’ tidak terkait satu dengan yang lainnya sehingga hasil penelitian tidak tersosialisasi (tidak diketahui masyarakat). Atau barangkali memang sorgum saat itu ‘komoditas yg tidak dianggap’. Semoga, dengan di ‘luncurkan’nya gerakan ini oleh pak DI, sorgum bisa jadi nge- ‘trend’ dan dengan sendirinya akan banyak pemberitaan tentang manfaat2 nya. nuwun

        Posted by Sofia Erni | 12 November 2012, 10:53 am
    • daerah pegunungan kapur (Tuban) bisa ditanami sorgum gak ya???

      Posted by Hamdanovic Nafichensko | 12 November 2012, 7:02 am
    • info yg bagus u P.DIS, ternyata dgn sorgum yg tdk sesempurna gandum u mie dan roti tapi manfaat sampingannya jauh lebih banyak ( kulit berfungsi anti oksidan, sekali tanam 3x panen, batangnya u pakan ternak dan buat gula cair dll). mari kembangkan sorgum di lahan kritis , jangan tanam di lahan subur krn akan mengurangi hasil panen padi dan palawija. Bravo P.Dis

      Posted by sulistiono | 12 November 2012, 7:07 am
    • wah…. mantap makasih komennya…. dapat tambahan ilmu neh…. sorgum

      Posted by sopyan thamrin | 12 November 2012, 7:16 am
    • Beberapa peluang usaha dari Sorgum ini adalah :
      Hulu
      1. Peteni menanam sorgum
      2. Pohon dan daunnya dapat dimanfaatkan untuk makan ternak sapi, kelinci, kambing dan lain, dan teh
      3. Hasil olahan sorgum roti, mie dll
      4. Kotoran ternak nantinya untuk pupuk organik

      Kalo semua pertanian dapat dijadikan pertanian terpadu maka rakyat bagi sejahtera.

      Kira2 nyari bibitnya dimana ya??

      Posted by Kka Kusnanto | 14 November 2012, 11:00 pm
      • untuk mencari bibit sorgum googling aja pak. kalo ingin membudidayakan sorgum tentukan dulu tujuan utamanya. untuk pakan ternak, untuk membuat tepung sorgum atau diambil niranya. itu untuk menentukan varietas sorgum yg akan ditanam. selain itu sorgum sebaiknya ditanam di tanah yg tdk produktif supaya lebih menguntungkan dan tidak mengurangi hasil pertanian yg lain.

        Posted by G.Hariyanto | 14 November 2012, 11:24 pm
        • Pak G. Hariyanto,

          Terima kasih atas pencerahannya, daerah kami ada beberapa daerah yang tidak produktif (lahan perhutani) biasanya ditanami jagung pada musim tanam III, sehingga saat ini (musim tanam I dan II) kosong, tidak dimanfaatkan.

          Dengan beberapa rekan kami sudah memulai beternak kelinci, maka untuk selanjutnya kami ingin memadukannya dengan penanaman sorgum ini agar manfaatnya dapat dirasakan, tanpa membeli pakan yang harganya naik terus.

          Posted by Kka Kusnanto | 16 November 2012, 8:55 am
  24. Ayo..ayo..Sari Roti yang semua jajaran rotimu memang uenak tenan dan menasional itu..apa bisa menyinergikan produksi rotimu dengan sorgumnya BUMN ? Ditunggu kolaborasinya….

    Posted by Arif Haliman | 12 November 2012, 5:19 am
  25. Kalo ada oknum yang minta jatah, dikasih sorgum saja.

    Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 5:22 am
  26. kerja,kerja,kerja

    Posted by jalmi alit | 12 November 2012, 5:22 am
  27. Hebat….!!!! abah DIS menjawab semua cacian dan hinaan dengan terus kerja…kerja…kerja…!!!! Demi IndoneSia…!!!!!!

    Posted by Iwan Subandi | 12 November 2012, 5:39 am
  28. penuh inovasi,kreatifitas,semangat & harapan..inilah MH.Sewkt kecil bnyk sorgum yg g dimanfaatkn,bahkn ada yg mnganggap tanaman liar,eh..br skrg tau manfaatnya.Lahan2 yg kering ga dimanfaatkn swktu kemarau mulai skrg bs dicoba tanami sorgum..semangat pagii smuanya,kerja kerja kerja..Demi Indonesia !!

    Posted by koreksidiri | 12 November 2012, 5:39 am
  29. Weh… Wes ga urus dpr lagi…. Urus rumah sendiri, kerja kerja kerja…….. Yang ga kerja akan terlibas waktu……

    Posted by agungbsantoso | 12 November 2012, 5:44 am
  30. Menteri yang kayak gini kok dibilang nggak kelihatan hasilnya ileh DPR……………..

    Posted by Khusnah | 12 November 2012, 5:45 am
  31. Beso DI menghadap Komisi VII, membahas inevisiensi PLN. Berikut sedikit kesaksian tentang jenset yang disewa Pak Dahlan http://politik.kompasiana.com/2012/11/12/dahlan-iskan-memberikan-barang-haram–508318.html

    Posted by lukman bin saleh | 12 November 2012, 5:49 am
  32. Cangkul, cangkul, cangkul yang dalam,…
    Menanam sorgum di kebun kita,…
    Semoga kita bisa swasembada beras, daging, garam, sorgum, dan semuanya.
    Semoga Pak Dis, diberikan kesehatan dan istiqomah. Amin

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 12 November 2012, 5:53 am
  33. Bravo!!!

    Posted by Tony Eka M | 12 November 2012, 5:53 am
  34. sayang pak, bapak tidak mampir bondowoso, ada indusri tape pak, siapa tahu bapak kepingin ngicipi

    Posted by edhi | 12 November 2012, 5:59 am
  35. Maju terus pak DIS, semoga Alloh melindungi bapak selalu. Sudah banyak yang bapak lakukan, yang mestinya sudah dilakukan oleh “pejabat” yang lebih wajib melaksanakannya, namun selalu motif pencitraanlah yang bapak terima.

    Posted by Abu Hafis Hilal | 12 November 2012, 6:09 am
  36. Asal mau, kita bisa.
    Sebentar lagi kita akan ekspor sorgum
    Optimis
    Kerja, kerja, kerja
    Lanjut Abah DIS

    Posted by ndokaja | 12 November 2012, 6:14 am
  37. Gue memang harus bilang WOOOOOWWWW ama yg satu ini….!!!
    Mantap banget, Pak Dis….!!!
    Selalu merinding dan semangat terbakar setiap membaca MH.
    Salam dari Bali, Pak.
    BTW, Tiang pancang jalan tol benoa – nusa dua koq indah sekali di lihatnya, Pak…??
    Gimana dahsyatnya kalo udah jadi ya….???
    Bangga banget (tumben) menjadi bagian dari rakyat Indonesia dgn hadirnya Pak Dis beserta terobosan2nya yg out of the box…!!!

    Posted by Heryantika Susana Putra | 12 November 2012, 6:14 am
  38. Setelah beras, jagung, dan kedelai, kini tim-tim GP3K (Gerakan Peminhkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi) harus melebarkan sayap lagi untuk menggarap sorgum. Kerja keras lagi sambil belajar komoditas baru.

    Posted by mito | 12 November 2012, 6:18 am
  39. senang kalau DI sudah sumringah dan tetap berkarya, tambah mantep kita, tambah yakin kita, gak goyah DI kalo cuma digondeli orang2 culas.

    sekarang tinggal tandain aja orang2 yg buru2 ikutan teriak,

    gak diladenin sebentar aja dah ngrasa menang, trus teriaknya makin kenceng.

    DI pilih tetap produktif.

    Bingung mereka, mau produktif tapi gak tau mesti ngapain.

    mau grecokin, makin ketauan siapa yg kerja siapa yg comel.

    padahal musim setor bentar lagi dateng, eh krannya ditutup semua

    padahai sapinya dah mulai gemuk2 eh susunya hanya buat nyehatin anak sapi, gak bisa diperas lagi,

    yang musuhin pusing tujuh keliling…
    sedang DI tetap kerja, ceria gak bergeming…

    Alhamdulillah…

    Posted by daya setiawan | 12 November 2012, 6:23 am
    • menurutku, jelas sekali mereka itu yg idiot, pak… bukankah semua politisi dan selebriti butuh pencitraan utk mendongkrak popularitasnya… mereka olok-olok tindakan pak Dahlan hanyalah pencitraan, kayak mereka tuh gak butuh pencitraan aja… utk membangun pencitraan kan butuh ide… biarpun punya biaya besar, tapi kalo gak punya ide pasti pencitraannya memble, lihat tuh Aburizal Bakrie dan Surya Paloh yg menurutku upaya pencitraannya totally bullshit… kalo aku jd anggota DPR atau politisi yg butuh pencitraan tapi gak punya ide dan gak punya biaya banyak, aku pilih ndompleng pencitraan ala pak Dahlan aja, murah meriah cuma modal mau repot dan berkeringat turun ke dunia rakyat… kan beliau sendiri pernah menawarkan, “kalo memang yg saya lakukan ini dibilang pencitraan, ayo kita bareng-bareng bikin pencitraan”… lagipula faktanya, rakyat sangat suka dgn pemimpin yg model begitu, mau naik KRL, naik ojek, makan di warteg, menginap di rumah warga, dsb… politisi yg sirik itu jelas sekali mereka tdk mampu… heheheee… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 6:39 am
      • Betul, ide murni tidaklah selalu harus ada kini. Orang yang sering terjun ke lapangan akan punya ide dan kreativitas untuk menyatukan dan memunculkan ide yang pernah ada atau yang nyaris mati. Semuanya dengan sendirinya akan membentuk citra baik, dicitrakan ataupun tidak. LIhat Jokowi, lihat DI, seolah mereka semua ngga pernah fakir ide. Adaaaa aja. Kalo emang mau, ayo pencitraan rame-rame yang penting ada hasilnya. Dan bukan plagiat.

        Posted by apasaja | 12 November 2012, 7:46 am
  40. Merinding disco…ternyata Indonesia mampu kalau mau…mau-mau dan mau…

    Posted by yuni | 12 November 2012, 6:31 am
  41. Mantaaaaph….!!!

    Posted by Anto | 12 November 2012, 6:31 am
  42. I like This…..
    Dahlanis

    Posted by sopyan thamrin | 12 November 2012, 6:36 am
  43. Unit asuransi PT Berdikari?? Jadi ingat salah satu admin-nya @triomacan2000 yang bekas direksi disitu. Bahaya juga bisa jadi pengangguran intelektual. Pokoknya DahlanIs tetapp akan menyantap suguhan-suguhan cerdas dan kreatif dari pak Dis, sekarang soal karya nyata bernama sorgum. Suguhan politik sekedar bumbu buat membuat suguhan makin variatif rasanya dan menjadi hiburan+lucu-lucuan buat kita yang udah eneg ama dagelan politik di negeri ini. Semoga Allah SwT senantiasa memberikan kesehatan untuk pak Dis, petunjuk dan lindungan-NYA. Salam DahlanIs.. Semangat kerja kerja kerja.

    Posted by akadarisman | 12 November 2012, 6:36 am
  44. Kalo DPR masih bawel…. di timpuk aja pake adonan sorgum…

    Posted by masnawie | 12 November 2012, 6:37 am
  45. Abah Dis selalu menghargai dan mengapreasiasi hasil kerja orang lain dgn menyebutkan betapa banyak nama-nama mereka dlm MH ini …. WooOw, lihat mampunya Dia memanage dan mengkoloborasi orang lain …. Good Leader !! … Kerja …Kerja … Kerja ……

    Posted by Agandri | 12 November 2012, 6:37 am
    • ibarat menanam padi, rumput pasti ikut tumbuh… tapi kalo menanam rumput, sampai lebaran tahun monyet pun padi pasti tak akan ikut tumbuh… dlm kondisi pak Dahlan yg berusaha merangkul banyak pihak utk bersinergi, beliau masih mendapatkan musuh… jadi berpikir, orang-orang yg membuat musuh dimana-mana itu pasti tak mungkin dpt teman kan??? kecuali hanya teman palsu yg mau bersatu hanya utk kepentingan sesaat

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 6:52 am
      • Sepertinya saya sering membaca komentar Mas Novrian di beberapa Berita Online ya? yg berusaha menjawab komentar2 miring mengenai pak DI baru2 ini…:). Mantab…maju terus Mas..Salam kenal dari saya….

        Posted by Ardian | 12 November 2012, 1:11 pm
        • sebetulnya aku tdk spesifik membela pak DIs, seluruh pemimpin yg tulus bekerja keras utk rakyat hrs dibela… aku juga tak ingin membabi buta membela, jika suatu saat ini ada bukti-bukti kuat pak DIs (atau pemimpin yg lain) melakukan kejahatan, tentu hrs kita dorong ke pengadilan… 99,99% komentar miring tdk disampaikan dgn bahasa yg baik dan mengabaikan fakta yg ada, makanya perlu juga dikonter… salam kenal juga…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 3:54 pm
  46. Tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab, pak Dis.. Bangsa ini sangat rindu dengan sosok pemimpin yang seperti itu. Kebanyakan pemimpin kita lebih banyak pamer kata-kata, ribut, polemik, rebutan kursi dan intrik. Mari tetap apa adanya, tetap optimis, tetap positif dan berkreasi demi negeri. Seperti juga waktu, siapa yang lambat dia bisa tergilas, demikian juga isi kepala, siapa yang masih suka memelihara rasa curiga, pesimisme, hasut, amarah dan sifat-sifat negatif dia akan lelah sendiri, frustasi dan tak menghasilkan apa-apa. :)

    Posted by akadarisman | 12 November 2012, 6:42 am
  47. ” roti, sosis, nogosari… Saya coba memakan semuanya. Saya rasakan enaknya,….” asiik..asiikk.. semoga semua jajan pasar nanti bahan dasarnya sorgum lokal.

    Posted by Lando Jr | 12 November 2012, 6:46 am
  48. semangat pagi!!!!
    dahsyat sekali trigger pak dis yg dpt merangsang kreatifitas para peneliti khususnya bidang rekayasa genetika dlm wkt cpt dpt mghslkn bibit unggul.seperti halnya bibit unggul padi, benih unggul ikan,sapi dsb prosesnya sama2 mggunakan radioaktif,jd tak perlu ad ke khawatiran akan radiasi yg berbahaya bagi kesehatan.
    mengenai sorgum ini, saya sangat kagum akan manfaatnya.meski untuk dkonsumsi masih ada kandungan yg kurang.selain itu jg masi bisa mjd alternatif pakan ternak.hal ini sgt penting pd musim kemarau karena pakan ternak yg mulai mengering,sedangkan sorgum dpt tumbuh bak rumput liar.
    kunci suksesnya bangsa ini adalah penguasaan teknologi.teknologi didapat dari hasil riset.nah,sudah saatnya hsl riset kita terapkan,jangan hanya ditumpuk di perpustakaan hgga bulukan.
    kerja kerja kerja!!!!

    Posted by m0ojojojo | 12 November 2012, 6:49 am
  49. mantabbb

    Posted by 2nrae | 12 November 2012, 6:51 am
  50. terimakasih pak Dis, sekali lagi anda mengunjungi Banyuwangi, dan kali ini membahasnya dalam edisi MH. memang di Banyuwangi banyak sekali potensi BUMN yg bisa dikembangkan. selain pengembangan sorgum juga akan di bangun pabrik gula terbesar dan tercanggih di Banyuwangi. memang kepala daerah yang berpikiran dan bertindak maju perlu diapresiasi dengan dukungan dari BUMN, agar program kerja antara pemda dan BUMN bisa segera dirasakan masyarakat. saya doakan pak Dis tetap sehat agar bisa berkunjung kembali ke Banyuwangi untuk mengadakan syukuran keberhasilan program sorgum, seperti janji pak Dis.

    Posted by G. Hariyanto | 12 November 2012, 6:56 am
    • Mestinya kan gitu. Memberdayakan potensi yg ada. Lha tetangga pean, jember, kepala daerahnya koq ndak cerdas. Di berita online dia iri dg sidoarjo yg jd kota industri sementara jember ndak boleh. Lalu ada juga brita dia melempar wacana membentuk propinsi tersendiri lepas dr jatim
      Dulu koq bisa terpilih jd kpala daerah tho

      Posted by Fia | 12 November 2012, 10:22 pm
  51. Gula, Garam, Tepung, Beras, daging..,kambing, sapi, Kelinci…intinya berdikari untuk pangan…., nelayan..hayooo semangat….

    Posted by Seno | 12 November 2012, 6:57 am
  52. ikut bangga jd lare banyuwangi he he he . . . . .

    Posted by muh mundir | 12 November 2012, 6:58 am
  53. banyuwangi “the sunrise of java”….nampaknya pak Bup.x type generasi muda yg diangan2kn P.Dis… sinergi yg hebat utk kemakmuran rakyat.
    tulisan P.Dis kali ini sdh nampak ta’ menghiraukan gegap gempita minggu2 lalu…Bah Dis tetap fokus utk kerja…kerja…dan kerja terus utk kesejahteraan rakyat Indonesia…ga cm obral omong dan terjebak kuras energi utk hanya brbantah2an….pointnya sdh dapat, yakni mulai saat itu BUMN ga ada lg yg berani merecoki, apalagi dari kumpulan para pemeras itu… kerja yg ikhlas dan cerdas

    Posted by bandung bondowoso | 12 November 2012, 6:58 am
  54. apakah hal seperti ini dipandang sebelah mata oleh anggota DPR ????
    kalo begitu cara nya mending kita pilih cara independen ajalah……udah ketahuan kerja nya dr pada pakai parpol malah ujung2 nya jatah ! jatah ! jatah !
    peeeeeepeeeeekkkkkdech………….

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 12 November 2012, 7:07 am
  55. tumben belum ada yg komen.. baru upload ya MH nya?? yg jelas gua PERTAMAXXX dah kl gitu.. huahahaha..

    Posted by pedeabiz | 12 November 2012, 7:08 am
  56. Alhamduliillaah…. memang ane mesti koprol n bilang WOOWW nihh.
    Mudah2an Abah DIS istiqomah.aamiin

    Posted by heri purwaningsih | 12 November 2012, 7:10 am
  57. Saya suka dengan konsep BUMN sebagai perisai ketahanan nasional, engine of growth, dan kebanggaan bangsa.

    Sudah lama BUMN ada, tapi tanpa arah. Kini semua nyata, terarah dan saling bersinergi.

    Tak perlu risau dengan halangan rintangan. Tidak perlu pula berdebat dengan angin. Karena membuang angin itu gampang dan gratis. Kerja keras, kerja lebih keras, kerja lebih keras lagi, cuma itu jawabannya.

    Bukan untuk menjawab tukang buang angin, yang karena kembungnya membuat mereka pura-pura tak mendengar dan pura-pura lupa. Kerja keras adalah jawaban untuk nikmat yang dilimpahkan-Nya juga jawaban indah untuk seluruh rakyat Indonesia.

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 7:10 am
    • lagi nih, baru mendarat udah dapet dua komen cekricek palsu ! kangen bener ya sama cekricek ! sekali lagi, lain kali kalau berbuat itu yang terbaik, termasuk bikin id ! mosok jadi dahlanis plagiator ? pasti marah nih…. wlekukek wlekukek wlekukek…

      Posted by cekricek | 12 November 2012, 8:56 am
  58. Kalo kita amati kenapa ya ????
    setiap pemerintahan ini gonjang-ganjing pasti ada aja yang namanya :
    1.kerusuhan
    2.teror bom
    3.penembakan dll
    Pertanyaan nya “apakah semua itu PENGALIHAN ya ?”
    agar rakyat ini tidak fokus ama pemerintahan yg lg kena angin ribut

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 12 November 2012, 7:12 am
  59. Absen senin pagi,kerja kerja kerja lupakan politik…

    Posted by Fris | 12 November 2012, 7:15 am
  60. tadi malam jam 2 baca di JPNN setelah itu tidur lagi, eeeh kebawa mimpi masuk supermarket mencari roti yang ada bahan bakunya sorgum, saking ingin mencoba mencicipinya,

    saya selaku mantan tukang roti sangat mendukung karena harga terigu semakin muahalll, inginnya setelah ada sorgum harga bisa stabil atau turun, yang kedua masalah rasa apakah rasa roti akan berubah drastis dari rasa awal?

    itulah tantangan terberat karena produk makanan adalah citarasa, saya menunggu hasil nyata untuk dikonsumsi massal

    Posted by shayun | 12 November 2012, 7:16 am
    • Sudah pernah di coba PA. Sampai mix 30% sorghum, roti tetap enak & mengembang. Lebih dari 30% mulai kerdil.

      Warna putih & tektur lembut. Baking sama.
      Effect gula & keju sama.
      Protein agak sedikit.
      Biskuit bisa 100% sorghum utk peyandang autis.
      Renyah & nikmat.

      Posted by sutben | 12 November 2012, 5:57 pm
  61. Kali ini tebakan benar. Membahas sorgum. Bravo Pak DIS!!! Kerja kerja kerja…

    Posted by lisa | 12 November 2012, 7:19 am
  62. era baru….bravo sorgum…Semangat Pagi P DIS….BISMILLAH

    Posted by margareita K | 12 November 2012, 7:24 am
  63. sekedar iklan lewat kmrn di acara tran7 pagi hari ada acara masak2 dan peserta nya dr rekan kita p.ERICK ANTARIKSA &ISTRI tapi belum beruntung,masukan aja gmn kalo p.ERICK buka tempat nongkrong/lesehan DAHLANIS seperti di kota2 lain biar kita tambah akrab tali silaturahim nya

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 12 November 2012, 7:28 am
  64. Kupasan MH51 – Teknologi Bertanam Sorgum

    By Anas, Ir., Msc., Ph.D.
    Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung (Sorghum Development Group (SDG)

    Potensi Sorgum

    Sorgum yang ditemukan di Afrika 5000 tahun yang lalu sampai sekarang merupakan tanaman penting ke lima dunia, dan merupakan tanaman serealia penting ke tiga di Amerika Serikat yang merupakan eksportir sorghum terbesar di dunia. Meksiko dan Jepang dikenal sebagai importir sorgum dunia. Seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan baik sebagai pangan, pakan ternak atau sebagai bahan baku industri.

    Tanaman sorgum mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan tanaman serealia lainnya seperti jagung dan gandum yaitu:

    mempunyai daya adaptasi yang relatif luas dan dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah meskipun kurang tahan terhadap tanah masam (pH<5) terutama yang banyak mengandung Al,
    tanaman sorghum lebih tahan kekeringan dan panas karena sorghum paling sedikit kebutuhannya akan air dibanding jagung dan gandum, sehingga dapat diusahakan di lingkungan semi-arid (kering),
    kandungan nutrisi biji sorgum cukup tinggi bila dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan gizi masyarakat.

    Secara nasional potensi areal lahan marjinal di Indonesia yang meliputi lahan tadah hujan dengan satu kali tanam setiap tahunnya, lahan tegalan dan lahan sementara tidak diusahakan mencapai lebih dari 8 juta hektar. Dalam satu dasawarsa pertumbuhan lahan kering di Indonesia cukup tinggi sebagai akibat pengolahan tanah yang tidak memperhatikan kaidah kelestarian (sustainability).

    Sorgum yang secara agronomis mempunyai beberapa kelebihan sangat menjanjikan dan potensial sekali untuk dikembangkan di lahan-lahan marginal tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan pangan di Indonesia (sebagai pangan alternatif).

    Hal ini mengingat proyeksi akan kebutuhan pangan yang mencapai 64,214 juta ton beras pada tahun 2025 sesuai prediksi dari Bank Dunia, sehingga diperlukan pengamanan dan diversifikasi pangan di Indonesia.

    Untuk itu Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah mengembangkan sorgum untuk pangan (whitesorghum) diantaranya yang potensial adalah genotip unggulan AZUnpad1.1 dan beberapa genotip elite sorgum manis (sweet sorghum).

    I. Teknologi Penyiapan Benih Sorgum

    1.1. Produksi dan sertifikasi benih

    Tanaman sorgum adalah tanaman menyerbuk sendiri sehingga benih untuk pertanaman musim berikutnya dapat disiapkan sendiri oleh petani.

    Benih adalah bahan tanaman (organ generatif) berupa biji hasil pembuahan putik oleh tepung sari yang telah masak penuh (matang fisiologis) dan ditujukan untuk perbanyakan tanaman. Jika tidak ditujukan untuk perbanyakan tanaman disebut biji. Untuk menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan baik haruslah menggunakan benih kultivar unggul dan benih bermutu.

    Benih kultivar unggul adalah benih yang berasal dari tanaman yang secara genetik mempunyai sifat-sifat unggul, sedangkan benih bermutu adalah biji bahan tanam yang mempunyai sifat-sifat baik, yaitu:

    Daya Berkecambah (DB) Minimal 80 %.
    Kadar Air (KA) Maksimal 12-14 %.
    Kemurnian Benih (KB) Minimal 98 %.
    Tidak terkontaminasi hama/penyakit, tidak cacat, tidak keriput, bernas, mengkilat, dan tidak tercampur dengan kotoran (kotoran < 1 %).

    Dalam penyiapan benih sorgum setidaknya harus memperhatikan standar operasional baku dalam produksi sampai penanganan pasca panen, sehingga diperoleh benih unggul yang mempunyai keempat sifat tersebut di atas. Selanjutnya benih dapat diajukan untuk disertifikasi oleh lembaga berwenang/ kompeten yang sebelumnya telah melakukan pengawasan pada waktu persiapan tanam, waktu tanam sampai pengujian mutu benih. Sertifikasi bertujuanmemberikan jaminan mutu kepada konsumen benih baik secara genetik maupun secara fisik.

    Setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam produksi benih bermutu sorgum, yaitu:

    i) Aspek kondisi benih/ tanaman yang meliputi kondisi tanaman pada: fase vegetative yang dimulai dari perkecambahan, pemunculan bibit dan tanaman muda (juvenile) dan fase reproduktif yang dimulai dari pembungaan, pembuahan, pembentukan biji, dan pemasakan/pematangan biji. Terganggunya pertumbuhan awal tanaman akan mempengaruhi hasil dan kualitas biji yang akan dihasilkannya.

    ii) Aspek lingkungan tempat produksi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek lingkungan ini adalah:

    Tanah atau media tumbuh yang meliputi pengetahuan akan: kesuburan fisik, kesuburan kimia (kandungan hara dan pH) serta kesuburan biologis. Meskipun sorgum tanaman yang tahan kekeringan, tetapi pada tanah dengan pH rendah (masam) terutama yang disebabkan oleh Al akan sangat mempengaruhi pertumbuhannya dan akan mengurangi hasil biji.
    Iklim atau cuaca tempat produksi yang meliputi arah dan kecepatan angin, suhu dan kelembaban udara, curah hujan serta cahaya matahari (intensitas, periodisitas dan kualitas). Arah dan kecepatan angin harus mendapat perhatian berhubung penyerbukan silang secara alami (natural cross pollination-NCP) pada tanaman sorgum cukup tinggi dan bervariasi antara 6% – 30% pada jenis-jenis tertentu. Curah hujan yang terlalu tinggi terutama pada saat tanaman sorgum telah berbiji dengan intensitas cahaya yang kurang, akan menyebabkan penyakit smuts dan menurunkan kualitas biji sorgum.
    Biologis yang meliputi hama dan penyakit yang ada, gulma dan organisme bermanfaat lainnya.

    iii) Aspek teknik budidaya tanaman. Dalam aspek teknik budidaya tanaman harus tetap menjaga:

    Prinsip pengetahuan genetik tanaman berupa harus tetap menjaga kemurnian benih yang dihasilkan dengan cara memperhatikan sejarah lahan, penggunaan kelas benih sumber, isolasi jarak atau waktu tanam, rouging tanaman off type dan pencegahan kontaminasi mekanis.

    Untuk memproduksi benih sorgum yang bermutu sebaiknya menggunakan benih sumber satu tingkat di atasnya. Adapun urutan benih sumber (a) Benih Penjenis (Breeder Seed) – Label Putih, (b) Benih Dasar (Fondation Seed) – Label Putih, (c) Benih Pokok (Stock Seed) – Label Ungu, (d) Benih Sebar (Extention Seed) – Label Biru.

    Isolasi jarak untuk menjaga kemurnian benih tanaman sorgum minimal 200m – 400m karena tingginya NCP pada tanaman sorgum atau minimal berbeda waktu tanaman kurang lebih 1 bulan.

    Prinsip pengetahuan agronomi berupa pemilihan dan penyiapan lahan, penanaman benih, pemeliharaan, panen dan pasca panen.

    Terdapat dua kegiatan dalam manajemen produksi benih sorgum bermutu yaitu:

    a) Off Farm Management yang merupakan kegiatan pengelolaan produksi benih yang dilakukan di luar aktivitas lapangan produksi, meliputi:

    Persiapan lapangan produksi yang terisolasi dari tanaman sejenisnya,
    Pengetahuan akan sejarah lahan,
    Persiapan sumber kelas benih termasuk penentuan jenis benih tanaman atau kultivar yang akan di tanam,
    Pengetahuan akan iklim setempat (agroklimat),
    Pengawasan saat pengolahan dan mutu benih (pengujian dan pemberian label).

    b) On Farm Management yang merupakan aktivitas produksi benih di lapangan, meliputi:

    Penerapan teknologi budidaya tanaman sorgum yang tepat dan benar,
    Inspeksi lapangan berupa roguing (membuang tanaman off type),
    Penen, pasca panen dan sertifikasi.

    1.2. Pengolahan Benih

    Aktivitas pengolahan benih sorgum dimulai dari panen sampai benih siap untuk digunakan atau untuk disimpan dalam waktu yang agak lama. Pengolahan benih diperlukan untuk tetap menjaga kemurnian benih sorgum dari campuran material atau biji dari tanaman lainnya. Selain itu untuk menjaga agar kadar air benih dalam batas aman untuk disimpan sehingga memperlambat laju deteriorasi (kemunduran) benih.

    Adapun secara umum tahap-tahap dalam pengolahan benih adalah:

    a) Perontokan biji dari malai. Perontokan dapat menggunakan trasher atau dengan cara di letakkan dalam karung plastik dan dipukul-pukul. Tahap ini sangat berisiko akan terjadinya kontaminasi dari biji sorgum jenis lain atau material lainnya jika alat perontok atau tempat untuk merontokkan biji sorgum kurang bersih. Hal yang perlu diperhatikan adalah untuk selalu membersihkan dengan baik alat perontok setiap kali selesai merontokkan suatu kultivar biji sorgum tertentu.

    b) Pengeringan dan pembersihan. Pengeringan dilakukan dengan menjemur biji sorgum di bawah sinar matahari dan dibersihkan dengan cara ditampih untuk memisahkan sekam dan kotoran lainnya. Hal yang perlu diperhatikan kontaminasi dari bahan material lainnya seperti kerikil dan lainnya selama penjemuran.

    c) Sortasi dan grading. Tahap ini untuk menjamin kualitas benih sorgum yang seragam baik dari segi fisik dan dari segi genetik benih. Untuk itu diperlukan beberapa pengujian benih seperti uji rutin benih dan uji khusus benih. Pengujian benih dimaksudkan untuk mengetahui kualitas benih yang mencakup kemurnian fisik, kapasitas berkecambah, dan kadar air benih. Informasi hasil pengujian dapat dijadikan acuan untuk menentukan kebutuhan benih, dan pertimbangan apakah perlu penyimpanan atau tidak.

    Uji rutin benih:

    – Uji kemurnian benih: diambil sampel secara acak dan dihitung persentase kontaminan yang ada dalam benih. Uji kemurnian meliputi: a) uji kemurnian fisik benih yang dapat terdiri dari benih murni (pure seed), benih varietas lain (other crop seed), biji gulma (weed seed) dan kotoran (inert matter); b) uji kemurnian genetik yang kurang dianjurkan dalam uji kemurnian benih.

    – Uji daya kecambah benih yang merupakan uji viabilitas langsung dengan mengukur kemampuan benih berkecambah dan menghasilkan kecambah normal dalam kondisi lingkungan yang optimum dan dihitung dengan rumus:

    { Jumlah kecambah normal / jumlah biji yang diuji } x 100%

    – Uji kadar air benih dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengukur kadar air benih. Kadar air benih harus sekitar 12% – 14% untuk menjaga tidak cepatnya deteriorasi benih dan memperpanjang daya simpan benih.

    Uji khusus:

    Uji vigor benih yang dapat menggunakan uji kecepatan berkecambah (indeks vigor) dan uji kesehatan benih

    d) Perlakuan benih untuk melindungi dan mencegah benih dari serangan pathogen. Pengepakan dan pelabelan (jika diperlukan) serta penyimpanan benih. Tujuan dari pengepakan dan penyimpanan benih adalah untuk menjaga kualitas benih tidak cepat berkurang. Untuk benih sorgum cara penyimpanan tertutup adalah cara yang paling baik, terlebih jika diikuti dengan pengaturan suhu dan kelembaban karena benih sorgum cepat sekali kehilangan viabilitasnya jika penyimpanannya kurang baik.

    II. Teknologi Produksi

    2.1. Pemilihan jenis dan kultivar sorgum yang sesuai

    Diperlukan adanya penyesuaian kondisi lingkungan dengan jenis/ varietas sorgum yang akan dibudidayakan. Warna biji sorgum ada yang putih, krem, coklat, kuning dan keabu-abuan. Warna biji coklat biasanya rasanya sepat dan kurang enak untuk dikonsumsi. Umumnya hama burung tidak menyukai sorgum dengan warna biji coklat. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum menanam sorgum:

    1) Untuk memaksimalkan hasil sorgum, sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis sorgum yang akan ditanam. Untuk tujuan konsumsi manusia (pangan) faktor rasa, warna, ukuran biji dan hasil tinggi harus menjadi tujuan utama dankultivar unggul sorgum biji putih (white sorghum) sangat sesuai untuk tujuan tersebut. Beberapa kultivar unggul sorgum biji tersaji di Tabel 1 dan 2. Sebaliknya untuk hasil maksimal sebagai pakan ternak atau produksi ethanol, sorgum manis (sweet sorghum) lebih menguntungkan untuk ditanam.

    2) Waktu tanam. Hasil sorgum (biji, bagas atau kandungan gula) dapat dimaksimalkan dengan memperhatikan waktu tanam. Pada daerah kering dimana ketersediaan air sangat terbatas dapat menggunakan varietas-varietas berumur genjah (Tabel 1) terutama untuk pertanaman pada musim kering 2 (MK 2).

    Penggolongan tanaman sorghum yang umum digunakan dan di tanam di Indonesia adalah:

    Sorgum biji (grain sorghum).

    Karakteristik utama: batang kering sampai agak basah tetapi tidak manis, batang lebih pendek (75 cm – 150 cm), biji lebih banyak dan kompak, warna biji ada yang coklat sampai putih (white sorghum).

    Pemanfaatannya: paling cocok untuk pangan, digunakan sebagai bahan makanan seperti tape, tenteng dan popsorgum, ditepung untuk bahan dasar kue, sebagai media yang baik untuk pertumbuhan jamur dan sebagai pakan ternak.

    Sorgum manis/ sorgo/ cane (sweet sorghum) (Race bicolor).

    Karakteristik: batang mengandung cairan/ getah manis,tinggi berkisar dari 1.5 – 3 m, tipe malai terbuka sampai agak kompak, biji sering rasanya pahit, tidak cocok untuk dikonsumsi.

    Pemanfaatannya: cocok untuk digunakan sebagai pakan ternak (dibuat silase) dan bahan baku industri etanol (dari cairan sirupnya dan bagasnya).

    Broomcorn (dikenal di Indonesia sebagai hermada).

    Karakteristik: tanaman tinggi (1 – 4 m), batang kering dan berkayu, malai bercabang dan berserat dapat mencapai panjang 30 – 90 cm, biji kecil dan sedikit, sekam berduri, hijauannya/ daun sedikit.

    Pemanfaatannya: tidak cocok untuk pangan dan digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sapu terutama untuk diekpor ke Jepang.

    Selain pemilihan jenis sorgum yang tepat sesuai peruntukannya, juga perlu pemilihan kultivar yang tepat. Meskipun secara umum sorgum adalah tanaman yang tahan kekeringan dan dapat tumbuh baik pada tanah-tanah marginal, namun pada kondisi lingkungan yang optimal hasil panennya akan meningkat secara nyata.

    Universitas Padjadjaran telah mengembangkan beberapa varietas sorgum yang spesifik lingkungan guna mengoptimalkan hasil sorgum persatuan luasnya. Beberapa kultivar dan varietas yang telah dikembangkan dengan sifat-sifat utama tersaji dalam Tabel 1 dan 2.

    Tabel 1. Varietas Sorgum Yang Dikembangkan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran (Unpad) Dengan Sifat-sifat Penting
    Varietas Sifat-sifat Penting Keterangan
    Umur Tinggi Tanaman Warna biji
    AZ Unpad1-1 Sedang Pendek Putih bening Baik ditanam pada MH dan MK1
    AZ Unpad2-1 Genjah Sedang Putih kapur Baik ditanam pada MK2
    AZ Unpad2-2 Sedang Pendek Putih kapur Baik ditanam pada MK2
    AZ Unpad-3 Genjah Pendek Putih kapur Berbunga pada 40 hari, baik ditanam pada MK1 dan MK2
    SS Unpad-1 Sedang Tinggi Coklat Sorgum manis, baik di tanam pada MK 1 dan MK 2

    Ket: AZ=sorgum biji; SS=sorgum manis

    Tabel 2. Varietas Sorghum Unggul yang Telah Dilepas di Indonesia
    Varietas Tahun dilepas/ dianjurkan Sifat-sifat Penting
    Umur Tinggi Tanaman Warna biji
    Katenyu 1958 Dalam Tinggi Putih bening
    No.6c 1972 Dalam Tinggi Coklat
    UPCA-S1 1972 Dalam Sedang Putih kapur
    UPCA-S2 1972 Dalam Tinggi Coklat
    KG4 1972 Sedang Sedang Putih kapur
    Keris 1983 Genjah Pendek Putih kapur
    Badik 1986 Genjah Sedang Putih kapur
    Hegari genjah 1986 Genjah Sedang Putih kapur
    Sangkur 1991 Sedang Sedang Coklat
    Mandau 1991 Sedang Sedang Coklat
    Numbu 2001 Dalam – Krem
    Kawali 2001 Dalam – Krem

    Sumber: Direktorat Serealia (2004)

    2.2. Teknologi Budidaya Sorgum

    2.2.1. Persiapan Tanam

    Meskipun budidaya sorgum secara umum sangat mudah dan sorgum lebih mudah tumbuh dibanding tanaman lainnya, tetapi untuk mengoptimalkan hasil dan secara usaha tani bisa lebih menguntungkan, maka diperlukan teknologi budidaya/ Pengeloaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) yang tepat. Pada prinsipnya sorgum dapat tumbuh pada semua jenis tanah, bahkan di tanah yang kurang subur atau minim pasokan air, tanaman sorgum masih dapat tumbuh. Semua tanah yang sesuai untuk pertanaman jagung, juga dapat digunakan untuk pertanamanan sorgum. Hal yang perlu perhatian dalam persiapan adalah menentukan waktu tanam. Prinsipnya sorgum untuk diambil bijinya, sebaiknya waktu panen bukan pada musim penghujan. Hal penting lain yang harus diperhatikan dalam persiapan lahan tanam adalahi:

    a) Ketinggian tempat optimum untuk pertanaman sorgum kurang lebih 0 – 500 dpl. Semakin tinggi tempat pertanaman akan semakin memperlambat waktu berbunga dari tanaman sorgum. Temperatur 25oC – 27oC adalah suhu terbaik untuk perkecambahan biji sorgum, sedangkan untuk pertumbuhannya perlu suhu sekitar 23oC – 30oC;

    b) Hindari pemakaian tanah yang masam dengan kandungan Al, Fe maupun Mg yang tinggi, seperti tanah podzolik merah kuning, karena sorgum tidak tahan tanah masam. pH optimum tanah untuk pertumbuhannya sekitar 6.0 – 7.5.

    c) Memperhatikan tekstur tanah. Untuk lahan beririgasi dengan kelembaban tinggi biasanya tekstur tanahnya sedang sampai berat dan perlu dilakukan pencangkulan pada baris-baris yang akan disgunakan sebagai lubang tanam. Tetapi untuk tanah yang berstektur sedang sampai ringan, pengolahan lahan dapat dilakukan seminimum mungkin tanpa mengurangi hasil. Secara umum hasil akan meningkat sekitar 20% – 30% bila dilakukan pengolahan tanah sempurna untuk tanah yang berstektur sedang sampai berat.

    2.2.2. Penanaman

    a) Pengairan. Sorgum tanaman yang tahan kering, sehingga pengairan bukan masalah yang utama dalam pertanaman sorgum. Kebutuhan akan air yang paling banyak hanya diperlukan pada awal-awal pertumbuhan (1 – 2 minggu setelah tanam). Adapun periode kritis tanaman sorgum adalah pada masa perkecambahan, berbunga dan waktu pengisian biji. Pada kondisi ketersediaan air sangat terbatas pada waktu tanam, guludan atau larikan-larikan untuk lubang tanam sebaiknya disiram terlebih dahulu sebelum tanam sampai cukup basah (20 – 50 cm). Kondisi kelembaban tanah di jaga terus sampai perkecambahan. Penyiraman dapat dilakukan selang 2 – 3 hari sekali bila sama sekali tidak turun hujan pada awal pertumbuhan. Air dalam tanah sampai kedalaman kurang lebih 2.5 cm, maksimum dapat memenuhi kebutuhan air selama 3 – 4 hari bagi tanaman sorgum pada periode pembentukan biji.

    b) Pengolahan tanah dan penanaman

    Bisa dilakukan minimum tillage dengan mongolah tanah pada barisan tanam saja. Pengolahan tanah sebaiknya 1 – 2 minggu sebelum tanam.
    Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan jarak tanam adalah: i) jenis/varietas sorgum yang akan ditanam; ii) ketersediaan air dan kesuburan lahan; iii) tujuan pemanfaatan dari tanaman sorgum; iv) pola tanam.

    Dari dua hasil penelitian jarak tanam pada sorgum, peningkatan populasi tanaman per ha telah dapat meningkatkan hasil biji sorgum. Secara umum lubang tanam sorgum dibuat pada jarak 70 cm x 20 cm dengan dua tanaman per lubang tanam atau 70 cm x 10 cm dengan satu tanaman per lubang tanam. Hasil biji sorgum telah meningkat 1.5 kali pada jarak tanam 70cm x 10cm. Untuk lahan beririgasi baik jarak tanam dapat dibuat sekitar 50 cm x 30 cm. Untuk tanah yang kurang subur dan tidak beririgasi, sebaiknya digunakan jarak tanam yang lebih lebar (75 cm x 25 cm) atau populasi tanaman dikurangi per ha. Populasi optimum untuk jarak antar baris tanam 70 cm dengan 1 – 2 tanaman/ lubang sekitar 142.857 – 285.714 tanaman/ ha.

    Kebutuhan biji per Ha secara umum ditentukan oleh komponen: (i) luas lahan yang akan ditanami, (ii) jarak tanam, (iii) jumlah biji per lubang tanam, (iii) persen daya kecambah benih, (iV) persen benih yang tumbuh, dan (v) bobot benih per 1000 biji (gram). Untuk tanah dengan kondisi air kurang, sebaiknya ditanam lebih banyak biji per lubang tanamnya, untuk menghindari biji yang tidak tumbuh karena lingkungan yang tidak optimal. Umumnya perbedaan persentase perkecambahan di laboratorium dan lapangan biasanya berkisar sekitar 30% – 50% pada kondisi viabilitas benih sangat baik. Untuk jarak tanam 70cm x 20cm dengan ukuran biji sedang, membutuhkan biji sekitar ± 5 – 7 kg/Ha.
    Biji ditanam dengan cara ditugal dengan 3 – 4 biji per lubang tanamnya. Setelah tanaman berumur 3 minggu bisa dilakukan penjarangan dengan menyisakan 2 – 3 tanaman per lubang tanamnya.

    c) Pemupukan. Meskipun sorgum dapat tumbuh pada lahan kurang subur, namun tanaman sorgum sangat tanggap terhadap pemberian pupuk kandang dan pupuk nitrogen. Respon terbesar kedua adalah pada pemumupukan fosfor dan yang ketiga adalah pada pemupukan kalium. Dosis pemupukan tergantung dari tingkat kesuburan lahan, namun demikian secara umum dosis yang dapat dipakai untuk lahan irigasi adalah 100 – 180 kg Nitrogen, 45 – 70 kg P2O5 dan K2O. Pemerintah menganjurkan penggunaan 200 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 50 kg KCl. Pupuk urea diberikan dua kali yaitu 1/3 pada waktu tanam bersamaan dengan SP-36 dan KCl, sisanya 2/3 pupuk Urea diberikan setelah tanaman berumur satu bulan. Pupuk diberikan dengan cara dibuat larikan sejauh ± 7-15 cm sebelah kanan dan kiri dari lubang tanam. Urea dan SP-36 dimasukkan dalam satu lubang, sedangkan KCl pada lubang yang lainnya. Penambahan pupuk kandang sebanyak 5 ton/ha telah meningkatkan hasil biji sorgum.

    d) Penyiangan dan Pembumbunan. Penyiangan hanya perlu dilakukan pada awal pertanaman saja dan setelah tanaman cukup besar, penyiangan bisa tidak dilakukan.

    e) Pengendalian Hama dan Penyakit. Dilakukan terutama pada hama dan penyakit penting pada sorgum. Hama penting yang kemungkinan dapat menyerang pada pertanaman sorgum dan pengendaliannya adalah :

    Valanga sp. (belalang) yang menggerek daun, dan hama Aphid yang menyerang daun bendera saat pembentukan malai. Adapun pengendalian hama-hama ini dilakukan dengan penyemprotan insektisida Curacron dengan konsentrasi 2 ml.L-1.

    Hama lainnya adalah burung yang menyerang malai yang sudah terbentuk biji. Serangan hama ini berpengaruh besar terhadap pengurangan hasil tanaman sorgum. Pengendalian hama burung dilakukan dengan cara menutup barisan tanaman dengan kain saring yang dilekatkan pada bambu atau dengan cara tradisional membuat oran-orangan.

    Penyakit penting pada sorgum dengan pengendaliannya adalah :

    Bercak daun Cereospom yang disebabkan oleh jamur Cercospora sorghidengan gejala berupa bercak-bercak pada daun-daun tua yang meluas ke atas kemudian memanjang terbatasi oleh tulangtulang;

    Penyakit hawar daun disebabkan oleh jamur dengan gejala penyakit yaitu terdapat bercak-bercak jorong yang memanjang, membentuk bercak kering yang cukup besar, jika menyerang biji akan terlihat kering dan berwarna merah kehitam-hitaman.

    Antraknos yang disebabkan oleh jamur C falcatum dengan gejala berupa bercak-bercak kecil berwarna kehitaman dengan bintik kuning pada tepi daun. Infeksi penyakit ini juga menjalar pada malai yang menyebabkan biji-biji sorghum menjadi busuk, berwarna hitam dan berkecambah sebelum waktunya.

    2.3. Panen dan Pascapanen

    2.3.1. Panen

    Biji sorgum bisa dipanen bila telah keras dengan memotong malainya, biasanya ± 45 hari setelah bakal biji terbentuk. Biji mudah dirontokkan dari malai bila kandungan airnya telah mencapai ±25% – 30%. Curah hujan yang tinggi pada saat tanaman siap panen dapat menyebabkan biji berkecambah di lapangan.

    Untuk budidaya ratoon, setelah malai dipanen, tanaman dipotong dengan meninggalkan satu buku (15cm – 20cm dari permukaan tanah). Dipilih 2 sampai 3 tunas baru yang keluar untuk terus ditumbuhkan. Tunas yang lainnya dibuang. Setelah tunas mencapai ukuran 20cm, tanah sekitar tunas digemburkan dan dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK sebanyak 200 kg/ha. Tanaman dari ratoon jika dipelihara dengan baik dapat menghasilkan jumlah biji seperti induknya. Ratoon bisa dilakukan sampai dua kali dan jika hasilnya sudah menurun sebaiknya tanaman dibongkar dan menanam kembali dari biji.

    2.3.2. Pascapanen

    a) Pengeringan. Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama ± 60 jam hingga kadar air biji mencapai 10% – 12%. Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering.

    b) Perontokan. Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni. Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun, ranting, debu, atau kotoran lainnya. Kadar air tidak boleh lebih dari 10% – 12% untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    3) Penyimpanan. Biji yang telah bersih dan kering dapat disimpan dalam kaleng yang kemudian ditutup rapat sehingga kedap udara. Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang), maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah timbul. Dinding gudang sebaiknya terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari bahan besi, karena sangat peka terhadap perubahan suhu. Permasalahan utama penyimpanan biji di gudang adalah serangan hama kutu (hama gudang). Hama ini dapat dicegah dengan fumigasi.

    III. Teknologi Pengolahan Hasil Sorgum

    3.1. Penyosohan biji sorgum

    Penyosohan biji sorgum dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu penyosohan secara tradisional, penyosohan dengan mesin penyosoh tipe abrasif serta penyosohan alkalis.

    a) Penyosohan dengan metode mekanis. Penyosohan biji sorgum varietas AZU1-1 (AZ Unpad) dengan mesin penyosoh beras tipe abrasive selama 2 menit memberikan hasil terbaik (rendemen 82.81%, biji utuh 98.04%, biji pecah 1.96%). Penyosohan selama 2 menit juga memberikan kualitas tepung yang baik dengan tingkat kecerahan (putih) yang menyerupai tepung terigu.

    Penyosohan dengan metode alkalis. Penyosohan alkalis memberikan beberapa keuntungan antara lain menghasilkan rendemen lebih besar dibandingkan penyosohan secara tradisional khususnya untuk jenis sorgum dengan kandungan tanin tinggi yang kurang efektif disosoh secara tradisional maupun menggunakan mesin penyosoh. Penyosohan menggunakan larutan NaOH 10 % selama 10 menit menghasilkan biji sorgum sosoh dengan efisiensi penyosohan (Deff) terbaik yaitu 68,67% b.k, kadar serat kasar 0,78 % b.k, serta rendemen sebesar 64,28 (% b.k). Biji sorgum sosoh yang dihasilkan berwarna kuning cerah serta kadar air sebesar 9,87 % b.k dan pH akhir biji sorgum sosoh 6,74.

    3.2. Penepungan dengan cara dry mill

    Penepungan dapat dilakukan dengan Hammer mill dengan sebelumnya diberi perlakuan pengeringan. Pengeringan dengan oven 120oC selama 10 atau 20 menit dan pengayakan dengan menggunakan ukuran saringan 40 mesh menghasilkan rendemen tertinggi. Untuk mendapatkan karakteristik tepung terbaik sebaiknya dikeringkan selama 20 menit dan menggunakan saringan 100 mesh.

    3.3. Pengolahan tepung sorgum

    3.3.1. Substitusi tepung terigu pada pembuatan roti

    Dalam pembuatan roti, imbangan 80% tepung terigu dan 20% tepung sorgum dengan metode pembuatan roti straight process cara Lange dihasilkan roti tawar dengan karakteristik baik dan disukai. Nilai kesukaan terhadap roti tawar campuran tepung terigu dan tepung sorgum adalah untuk penampakan keseluruhan 3,7 (biasa sampai agak suka); warna crust 3,4 (biasa sampai agak suka); warna crumb 4,0 (agak suka); keseragaman pori 4,0 (agak suka); aroma 3,5 (biasa sampai agak suka); keempukan dengan ditekan 3,8 (biasa sampai agak suka); keempukan dengan digigit 4,0 (agak suka) dan rasa 3,7 (biasa sampai agak suka), pengembangan volume roti tawar sebesar 272,17 % dan kadar air bagiancrust 23,52%, bagian crumb dekat crust 34,21%, serta bagian crumb 53,93%.

    3.3.2. Imbangan tepung sorgum dengan tepung ketan dalam pembuatan Opak

    Dalam pembuatan Opak sorgum, imbangan terbaik antara tepung sorgum dan tepung ketan diperoleh pada substitusi tepung sorgum 50% (50:50) karena memiliki tingkat pengembangan paling tinggi dan menghasilkan nilai kesukaan sifat permukaan, citarasa dan kerenyahan paling baik. Pada imbangan tersebut, Opak yang disangan memiliki karakteristik inderawi (warna dan pengembangan) lebih baik dibandingkan dengan opak yang dipanggang.

    Opak yang dihasilkan tidak memiliki pengembangan yang merata, sehingga tekstur permukaan opak matang tampak seolah-olah ada gelembung-gelembungnya.

    3.3.3. Substitusi tepung terigu pada pembuatan Stik Bawang

    Untuk pembuatan makanan ringan stik bawang, imbangan tepung sorgum dan tepung terigu sebesar 60:40 menghasilkan karakteristik adonan yang baik, dan merupakan imbangan yang paling disukai yang meliputi citarasa, kehalusan permukaan, aroma, kerenyahan, dan kenampakan keseluruhan. Rata-rata konsumen/ panelis dalam penelitian memperlihatkan tingkat kesukaan dari biasa sampai suka.

    3.3.4. Imbangan tepung sorgum dan tepung tapioka dalam pembuatan Krupuk

    Untuk pembuatan krupuk sorgum, imbangan terbaik antara tepung sorgum dan tepung tapioka adalah sebanyak 50:50. Hasil krupuk rata-rata disukai sampai sangat suka oleh para konsumen/ panelis. Penambahan imbangan tepung sorgum sampai 60% telah meningkatkan kerenyahan dan citarasa dari krupuk yang dihasilkan. Namun demikian penampakan krupuknya menjadi kurang menarik dan berwarna agak coklat. Hal ini bisa diatasi dengan penambahan pewarna makanan pada adonan krupuk.

    Sumber : http://anaszu.wordpress.com/penelitian-sorgum/teknologi-bertanam-sorgum/

    Tentang Penulis
    Anas, Ir., Msc., Ph.D.

    Posted by sopyan thamrin | 12 November 2012, 7:31 am
  65. mantap! sajian panganan buat DPR biar kerja kerja kerja. jangan berita koq korupsi korupsi korupsi.

    Posted by herimiarto | 12 November 2012, 7:39 am
  66. ORANG HEBAT DAN GILA KERJA KAYA GINI KOK YA MASIH DI BILANG PENCITRAAN

    Posted by 06121971 | 12 November 2012, 7:39 am
  67. kerja, kerja, kerja. MH 50+1. masih kerja,kerja,kerja…yg kongkalikong minggir, MINGGIR sekali lagi MINGGIR!!

    Posted by nasriyamani | 12 November 2012, 7:45 am
  68. abah is the best. Semoga abah senantiasa mendapat perlindungan dari yang kuasa. gak usah ribet mikirin Hewan Perwakilan Rakyat yang OMDO “Omong Doang, just work work work…

    Posted by Bujang | 12 November 2012, 7:46 am
  69. Baru kali ini ikut terharu dan berlinang air mata seperti prof sungkono, saat membaca manufacturing hope sejak edis 1. Penyebabnya,. Ada orang yang kerja keras, banting keringat peras otak untuk memajukan negri yang carut marut, masih di ganggu dengan manusia-manusia pengisi perut sendiri,bermulut manis yang berusaha menjegal. Aneh negri ini. Maju terus seperti semangat bung tomo, biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berkarya. Mari teman2 kita dengarkan cuapan mereka di dpr saat p dahlan berhadapan dengannya.

    Posted by jay kertomas | 12 November 2012, 7:48 am
  70. “Tahun depan adalah tahun pembuktian. BUMN harus menanam sorgum hingga mencapai 15.000 ha. Ini bukan kerja sembarangan. Hanya kemauan yang keras yang akan bisa mewujudkannya.

    BUMN bertekad akan mewujudkan keyakinan bahwa kita ini mampu melakukan apa saja asal kita mau. Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau!”

    ternyata pak Dis motivator yang lebih hebat dari seorang mario teguh sekalipun……….praktis, simpel dan nyoto…

    Posted by done | 12 November 2012, 8:09 am
  71. Baru sekarang kiprah BUMN terdengar dan dirasakan rakyat. Selama ini kalau dengar BUMN yang terbayang ya karyawanya yang bergaji besar sekalipun perusahaannya rugi besar (contoh PLN jaman dulu). Mari kita bekerja untuk kemakmuran rakyat dan harga diri bangsa. stop kirim TKI, tangkap pencuri ikan, tangkap pencuri kayu, hukum mati koruptor. jayalah Indonesia……!

    Posted by andimustafa | 12 November 2012, 8:09 am
    • Sepakat. Ini tidak lepas dari kelebihan Pak Dahlan untuk menceritakan apa yang sudah diperbuat dan dihasilkan. Buat yang negatif pasti bilang omdo, banyak janji, dsb. Tapi buat yang positif, sungguh banyak inspirasi dan gelora semangat dalam setiap tulisan DI. Terutama bahwa kita semua bisa mewujudkan hal terbaik jika kita mau. Banyak hal yang bisa diadopsi dari cara DI menangani JP, PLN, dan BUMN. Mungkin dari cara menangani negara juga nantinya hehehe *ngarep

      Posted by apasaja | 12 November 2012, 8:33 am
  72. Dahlan Iskan mengapresiasi kalangan yang terlibat langsung dalam penelitian sorgum. Kita jadi sedikit banyak tahu sepak terjang orang2 hebat yang turut memprakarsai kemandirian swasembada gandum ini. Dan ini sangat bagus karena memacu para peneliti, ilmuwan, birokrat, dan usahawan menghasilkan karya-karya terbaik bagi negeri.

    Posted by sarwoko | 12 November 2012, 8:12 am
    • Saya juga mau dong, diapresiasi Pak DIS. Untuk apa ya tapinya. Hehe, kayaknya bisa mimpi salaman aja udah seneng deh … 30 menjelang 40 tahun ngga punya idola, kok aneh kini punya idola ya.

      Posted by apasaja | 12 November 2012, 8:36 am
      • APA SAJA … mudah saja … Datanglah pada acara yang dihadiri Abah. Pasti beliau dengan senang hati menerima salaman anda. Semoga dimudahkan dan dilancarkan.

        Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 9:16 am
        • idol you can meet ya Pak…

          Posted by wota | 12 November 2012, 11:58 am
        • OK deh thx sarannya Mas Djoko … Kapan-kapan harusnya bisa ngajak keluarga olahraga di Monas deh .. Hehe. Kalo sekarang sih pengen ketemu di mimpi duluuuuu, aja gitu. Gimana ya caranya? Banyakin tidur kali ya? Tapi kerjanya di mana dong kalo tidur mulu? Kecuali kalo ngikut istilah “Kerjo kok ming tura turu thok”. Kerja kerja kerja = tidur tidur tidur. Hehe ijin ngelantur. Yang penting tetep semangat dan optimis

          Posted by apasaja | 12 November 2012, 1:24 pm
      • hahahah mas apasaja… saya juga ikutan bingung. 30 menjelang 40 kok aneh…tiba2 punya idola..

        Posted by nasriyamani | 12 November 2012, 10:02 am
        • @WOTA : absolutely yes, @NASRIYAMANI : abis mau mengidolakan Bung Karno, dah wafat jadi ga terlalu ngerasain pengaruhnya, ngidolain Justin Bieber terlalu muda dia – gengsi dong ngidolain ABG, ngidolain Sule ntar ikutan gokil deh. Eh, setengah tahunan ini kok ya ada manusia ajaib kaya Pak DI ini, yang menggugah semangat, yang memecut kepercayadirian bahwa semua hal pasti ada solusinya. Jadi rasanya ngga rugi kalo ngidolain beliau. Tapi kenapa baru bisa ngidolainnya di usia gini ya. Kan gak lucu juga kalo sampai mau njerit-njerit sambil minta tanda tangan. Apalagi bisa ngerasain senengnya didatengin beliau. Semoga beliaunya sehat selalu, jadi bisa lebih lama lagi punya idola hidup, hehe

          Posted by apasaja | 12 November 2012, 1:32 pm
          • Mas tau ga? Dari sejak masuk kerja (1995) bila ada isian biodata guna kelengkapan personil tentang siapa tokoh idola dalam atau luar negeri biasanya aku isi nama pahlawan yang sudah wafat. Dan baru tadi Siang waktu ada update biodata Untuk tokoh idola aku isi spontan yang ada dalam kepala cuma Jokowi dan Dahlan Iskan!! WOOW!!!

            #JokowiEffect dan Dahlanis.

            Posted by adiwijaya Nawahasta | 12 November 2012, 6:29 pm
          • Hahaha, sama Mas. Selama ini saya juga bingung kalo ngisi idola. Jadi kadang ngarang atau sekenanya deh. Kadang aneh liat orang begitu histeris lihat idolanya, atau kadang berfikir bahwa kita ya jadi kita, kenapa harus ada yang diidolakan? Tapi kini keanehan itu bisa jadi sirna. Idola muncul karena ada gap antara bentuk (red: karakter, performance, gaya, dll) idola kita dengan bentuk kita sendiri, dan kita ingin menyamakan bentuk itu atau berusaha mendekatinya. Atau justru karena ada kemiripan dasar yang kemudian menjadikan idola kita hebat, sedangkan kita belum dan perlu belajar banyak dari beliau .. Tapi anyway, selamat deh ya bahwa form-form isian bersubyek idola bisa diisi dengan mantap. Salam …

            Posted by apasaja | 13 November 2012, 11:19 am
  73. 1. “Waktu begitu cepat berlalu. Pantaslah orang yang tidak biasa kerja cepat begitu mudah digilas waktu.”
    Akankah DPR digilas waktu? Jangan sampai karena kaya anak TK terus, akhirnya ntar kalo Pak DI jadi Presiden (*do’a), DPR entar dibubarkan kaya jaman Bung Karno melalui dekrit Presiden. Berbenah dan segera jadilah wakil rakyat yang sesungguhnya Pak. Pencitraan caleg, politik uang, janji-janji untuk ngaspal dan ngecor jalan saat kampanye, yang kemudian ditebus dengan meres sana meres sini, kini sudah tidak relevan.
    2. Rakyat sudah banyak yang melek. Teknologi sudah dapat menyebarkan berita apapun secepat kilat. Citra yang terbangun secara semu akan segera luntur. Jika sekarang dibangun citra melalui media atau apapun, kalo dasarnya jelek ya akan segera ketahuan. Jika sekarang rakyat mendukung, sejam 2 jam kemudian bisa jadi balik antipati. Itulah konsekwensi dari kecepatan informasi kini. Nah, kalo emang dasarnya kreatif, banyak akal, banyak hasil, diobok-obokpun rakyat akan tetep tahu bahwa DI tetep kerja kok.
    3. Untunglah DI mantan wartawan yang selalu menuliskan apa yang pernah difikirkan dan diperbuatnya. Kalau ndak, upaya orang kejam di lingkaran kekuasaan dan legislatif akan mudah berhasil karena mereka dapat merekayasa sesuatu, memutarbalikkan fakta, dan menyingkirkan siapapun yang menghalangi tujuannya. Kalo ndak ada tulisan, rakyat bisa saja dikibuli dan termakan issue inefisiensi PLN tanpa tahu persis kenapa itu terjadi. Untunglah ada tulisan DI terdahulu yang bisa ditelusuri, dan membuat kita secara akal sehat berkeyakinan bahwa keputusan yang diambil benar adanya. Jangka pendek, ya nyalakan listrik walaupun sewa genset. Jangka panjang, percepat PLTU, PLTG, dll …
    4. Yakin kalo banyak yang akan merongrong DI, tapi kok punya keyakinan kalo DI akan selalu menang ya. Minimal menang di hati rakyat. Semoga.
    5. Parpol, kapan ya mulai ada yang jelas mendukung DI jadi Presiden ato Wapres? Dengan kewenangannya, saya kok yakin banyak hal di negeri ini akan berubah (yang jelek-jelek berubah baik, yang baik berubah lebih baik)
    6. Untuk sorgum, kapan ya bisa mulai mencobanya?
    7. Semangat kerja …!!!!!

    Posted by apasaja | 12 November 2012, 8:14 am
    • Kang APASAJA, I like your comment…..

      Posted by sopyan thamrin | 12 November 2012, 8:22 am
      • Muhun, sami-sami Kang. I always like your comments also. Dan saya suka bagaimana aktifnya Kang Sopyan di blog ini. Satu lagi yang saya suka, komen Cekricek asli dan palsu yang bersahutan, sebagai pewarna pelangi di blog ini. Yang penting optimis – pesimis harus = tetep optimis. Hehehe

        Posted by apasaja | 12 November 2012, 8:28 am
        • setuju Om.. setuju..!!! bagian cekricek itu setuju saya.. rameeee banget tuh Om bedua (eh, apa bertiga ato berempat ato ..???) xixixi..
          #tetep nyimak MH dulu, trus nyimak penjelasan dan tambahan energi dari para suhu, abis itu… naaaahhh baru nonton Om cekricek karena semangat nya udah poll :)

          Posted by tedi kp | 12 November 2012, 11:27 am
    • nomor 1 inkonstitusional, om… salah satu senjata orde baru ‘mempersalahkan’ Bung Karno kan krn Dekrit Predisen 5 Juli 1959 itu yg kemudian mengarah kpd Demokrasi Terpimpin… tentu Presiden RI di masa depan hrs bijak dlm memutuskan, belajar dari para pendahulunya…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 4:06 pm
      • Betul Kang, inkonstitusional. Yang ingin saya tunjukkan hanyalah adalah, kelakuan DPR kaya anak TK itu bisa sangat bikin gemes, sehingga memungkinkan munculnya tindakan-tindakan inkonstitusional. Bung Karno sudah, Gus Dur mau, rakyatpun sudah pengen ngegruduk dan ngebubarin, kalo suguhan Senayan hanyalah ribut, jalan-jalan, tidur, nonton bokep, malakin, ngeles, dll ..

        Posted by apasaja | 15 November 2012, 11:36 pm
    • Sudah ada Kang, walaupun blm resmi. Yenny Wachid dengan PKBIB(?)nya siap menjodohkan Macmud MD dan Dahlan Iskan dlm Pilpres 2014.

      Posted by mito | 13 November 2012, 5:18 pm
  74. Wah jadi pengen tu denga me sorgum roti sorgum.
    Mudah mudahan pabrik mi se Indonesia berani promosikan bahwa mi nya terbuat dari Sorgum MadeIndonesia. Selamat bekerja Pak Wartawan Menteri BUMN. Mudah Mudahan politikus got tidak bilang ini pencitraan.

    salam

    Posted by akik | 12 November 2012, 8:29 am
  75. Tenang pasti Abah sudah punya cara untuk membuktikan sorgum dapat menganti gandum.

    Posted by narto | 12 November 2012, 8:36 am
  76. Salut Pak DIS.
    Semoga Alloh paring lancar barokah – Amiin.
    Gak usah mikirin DP – R, Paaaakkkk!!

    Posted by AFI | 12 November 2012, 8:36 am
  77. Mudah mudahan tahun 2013 hasil panen sorgum melimpah
    sehingga para anggota Dhewan di senayan ga punya alasan lagi
    untuk ngotot import impor impor

    Posted by Java Steel Pipe | 12 November 2012, 8:58 am
  78. segera meluncur ke mbah google,kandungan yg ada di tepung sorgum.selama ini tepung dibedakan protein rendah,sedang&tinggi.apakah hal ini jg berlaku buat tepung sorgum?
    1 hal baru ditemukan,pastikan akan ditemukan penemuan2 baru.
    1 kata akhirnya SUBHANALLOH!!

    Posted by naina | 12 November 2012, 9:07 am
  79. Sudah saatnya negeri ini dipimpin oleh real pengusaha NON PARTAI.
    Wis Pak DIS, sampeyan gak usah ngurusi DPR, buang2 energi, pemborosan jasmani dan rohani.
    Di tunggu HOPE berikutnya di bidang IT & Telekomunikasi.
    Biar kita bisa menikmati tarif telponmurah, pulsa murah, internet kenceng & murah.
    Ada yang punya data, berapa banyak telpon rumah yang sudah ditutup karena kemahalan biaya bulanan dan tarifnya? Seberapa kenceng dan mahalnya tarif internet di negeri ini di banding negara2 asean lainnya?
    Aku haus HOPEmu.

    Posted by delta | 12 November 2012, 9:08 am
  80. parkir nyeleh’ke bokong disek lagi moco koment sedulur2…….I love Diz Day……CeeMuuunGuuutt…………..

    Posted by wongclik | 12 November 2012, 9:09 am
  81. Minta Fotokopi Surat Dahlan Iskan, FPAN Akan Sambangi BK DPR
    Ahmad Toriq – detikNews

    Jakarta – M Ikhlas El Qudsi disebut sebagai salah satu dari lima anggota DPR yang dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam suratnya ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Ditemani pimpinan Fraksi PAN, hari ini El Qudsi akan mendatangi BK untuk melakukan klarifikasi.

    “Saya berinisiatif besok datang ke BK untuk klarifikasi soal laporan Dahlan Iskan, Insya Allah jam 10.00 WIB” kata El Qudsi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (11/11/2012) malam.

    Anggota Komisi XI DPR itu mengatakan kedatangannya ke BK akan ditemani oleh Wakil Ketua FPAN, Viva Yoga Mauladi dan Sekretaris FPAN Teguh Juwarno. “Akan didampingin pimpinan fraksi,” ujarnya.

    El Qudsi mengatakan akan menjelaskan dan membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya jika memang namanya tercantum dalam surat Dahlan Iskan. Bahkan, dia dan fraksinya menyiapkan somasi untuk mantan Dirut PLN itu.

    “Kalau memang benar nama saya ada kita akan lakukan tindakan hukum,” ujarnya.

    Menguatkan El Qudsi, Wakil Ketua FPAN Viva Yoga Mauladi akan meminta konfirmasi dari BK mengenai penyebutan nama rekannya itu dalam surat Dahlan Iskan. Bahkan, Viva akan meminta fotokopi surat Dahlan Iskan ke BK.

    “Fraksi PAN DPR RI dan Sdr M Ikhlas El Qudsi akan mendatangi Badan Kehormatan DPR, Senin, 12 November 2012 pukul 10.00 WIB. Maksud kedatangan untuk melakukan konfirmasi dan meminta copy surat Meneg BUMN Dahlan Iskan ke BK, terkait kebenaran nama Saudara M Ikhlas El Qudsi, anggota FPAN dalam surat tersebut,”

    Ikhlas El Qudsi sendiri sudah membantah penyebutan dirinya sebagai anggota DPR yang dilaporkan Dahlan Iskan sebagai pemeras BUMN. Dia menyatakan tak pernah bertemu dan meminta upeti kepada Direksi PT Merpati yang disebut sebagai BUMN sapi perah DPR.

    “Pertama tidak benar, sangat tidak benar. Dari data-data dan fakta, saya tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan para Direksi Merpati yang lama dan baru,” tuturnya semalam.

    (trq/ndu)
    _________________…… kalau ada yang merasa memfitnah mbok ya cepat minta maaf ? yang gentle dong ! sekalian biar pencitraan tambah bagus, gitu lho ! wkakakakakakakaaa glundhang glundheng glundhung dung dunk..

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 9:14 am
  82. SEANDAINYA PEJABAT-PEJABAT INDONESIA BERKUALITAS SEPERTI PAK DIS DAN JOKO WI…?? APA JADINYA INDONESIA 10 Th YANG AKAN DATANG???? aaapasti kita akan menjadi MERCU SUAR DUNIA …seperti cita2 BUNG KARNO…bapak bangsa kita…..

    Posted by rakyat kecil | 12 November 2012, 9:21 am
  83. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    Indonesia BISA!!
    Hanya saja, apa yang bisa bantu? Apakah memang hanya bisa bantu do’a :'(

    Posted by fauziahamalia | 12 November 2012, 9:21 am
  84. “Saya tunggu klarifikasi dari Pak Dahlan, baru setelah itu saya akan ambil langkah yang perlu saya lakukan. Saya harap Pak Dahlan bisa segera mengklarifikasi,” ujar Ichlas kepada Tribunnews.com, Sabtu (10/11/2012).
    Klarifikasi ini ditunggu Ichlas mengingat laporan Dahlan ke BK tanpa didukung bukti. Apalagi, Ichlas merasa tidak pernah melakukan pemerasan ataupun meminta jatah terkait pencairan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT MNA sebesar Rp 200 miliar.
    Menurut Ichlas, Dahlan harus meminta maaf bila klarifikasinya kelak mengakui tidak adanya data dan bukti kuat. “Kalau beliau nanti bilang datanya keliru, beliau harus minta maaf, setelah itu persoalan selesai,” pintanya.
    Drajad kemudian menegaskan, apa yang diungkapkan Dahlan Iskan terhadap teman satu partainya ini adalah tindakan ceroboh.
    “Paling tidak, dalam penyebutan nama Micel. Sungguh ceroboh dan tidak kompeten. Kalau ksatria dan benar-benar orang yang bertaqwa, dia hrs meminta maaf secara gaduh juga, seperti kegaduhan yang sudah ditimbulkan,” Drajad menegaskan.
    __________

    Ksatria dan bertaqwa ? huuu… tantangan luar biasa ? pencitraan boleh di buat buat, akan tetapi sifat satria dan taqwa harus siap diuji dan ditempa ! WALAU HARUS KEHILANGAN MUKA !
    nah kalau sudah kehilangan muka, baru deh cari topeng kemana mana… tak gendong kemana mana…hahahahaaa

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 9:31 am
  85. DIS jika langkahnya kontroversial dan misterius seperti Gus Dur, akan memunculkan kegaduhan, memang. Pecinta dan pengejek seperti cekricek (asli) sebenarnya orang-orang yang mendambakan kemajuan negara ini kok. Semuanya pasti ingin negara ini maju. Ketika DI berbuat sesuatu, semuanya begitu tidak sabar ingin mengetahui banyak tentang apa sih langkah DI itu, apa motifnya DI, dan bagaimana kita bisa mengikutinya? Ketika masuk jalur koalisi, kita bisa mencoba positive thinking dan mengambil inspirasi dari apa yang DI lakukan. Ketika masuk jalur oposisi, mencibirlah, menjelek-jelekkanlah, padahal aslinya ingin penjelasan motif, tujuan dan lain sebagainya. Kalo itu sudah jelas, mungkin tidak ragu mendukung. Itulah sosok kontroversial. Jika saja ilmu kita cukup untuk menyelami jalan fikiran sesorang, kita ga harus menjadi pecinta atau pencibir sungguhan, karena kita tahu langkah yang diambil itu tujuannya apa. Tapi kalo ngga begitu, kalo setelah dijelaskan berkalipun tetep berfikiran yang penting DI jelek, ya cape deh …

    Posted by apasaja | 12 November 2012, 9:35 am
    • Ungkapan/kritikan dengan dasar ketidaksukaan tidak ada manfaatnya. “Diduga orang stres”

      Posted by CAP MANGGA | 12 November 2012, 9:58 am
    • persinsip kaki kanan dan kaki kiri untuk lari kencang dan kerjasama sangatlah penting dan harus dilakukan, akan tetapi jika kai kiri (oposisi) kerjanya menjegal mulu kaki kanan dan diajak lari selalu mempermasalahkan semua langkah yang dilakukan oleh kaki kanan, bahkan cenderung mengejek,

      saya rasa kita perlu partner kaki kiri yang siap diajak lari kencang bukan malah menjegal,
      kaki kiri yang ingin melebihi kecepatan kaki kanan tapi dengan arah dan jalur yang ssama dengan strategi yang berbeda,

      Posted by shayun | 12 November 2012, 10:03 am
      • boleh boleh… tapi mas shayun kebanyakan disini cuma ngefans ideologis bukan ngefans kritis. jadi seperti taqlid buta, begitu !

        Posted by cekricek | 12 November 2012, 10:30 am
        • Hehehehe.. Judgement yang agak sotoy nih: kebanyakan?? Berapa sih yang hadir di blog ini? Berapa yang komen? Berapa yang dianggap kebanyakan oleh om cekricek yang jenius ini?? Jika proporsional dan optimis sih tentu akan menganggap sah-sah saja dengan komen yang ada di blog ini karena isi kepala orang beda-beda dan jika memang banyak yang mengagumi kenapa tidak? Toh disini semua tahu apa itu kritis dan apa itu komen yang menghujat/menyalahkan dll. Yang penting ga usah ribut soal nama ID anonim yang asli/palsu toh anonim juga. Salam DahlanIs..

          Posted by akadarisman | 12 November 2012, 10:45 am
        • bagi yang tersinggung dengan taqlid buta ayo dari mulai sekarang belajar melengkapi data dengan berbagai referensi apa yang sedang dibahas
          bagi yang memilih jalur kiri hendaknya menyodorkan konsep dan ide yang tidak kalah briliantnya , biar menjadi diskusi yang menarik,
          contoh
          kalau motifnya hanya membahas dan mengkritik pedas apa yang dilakukan pak dahlan tanpa menunjukan ide dan solusi yang briliant jangan salahkan orang
          menjusic bahwa itu adalah merecokin semata.
          bahkan dahlan tidak keberatan mengadopsi para kritis jika itu lebih baik dan lebih masuk akal dan lebih menguntungkan,

          tuduhan taqlid buta tidak sepenuhnya salah toh kita hanya mengikuti berbagai ilmu dan apa yang dikerjakan pak dahlan,
          mungkin untuk para pakarnya ucapan pak dahlan bisa diperdebatkan bahkan bisa saja salah,

          Posted by shayun | 12 November 2012, 11:27 am
          • Yang berkunjung di blog ini sangat banyak, yang komen dan ingin komen di blog ini begitu banyak (rekor >1400 komen). Pengunjung berasal dari beragam latar belakang: tingkat pendidikan, intelektialitas, bidang ilmu, suku, agama dll. Ada yang punya kemampuan menyajikan data, info dan argumentasi yang “cerdas”, namun ada juga yang hadir hanya ingin memberikan apresiasi dan doa (seperti saya). Kita hargai itu semua tanpa ada batasan harus dilengkapi data, cerdas, kritis dan entah apa lagi. Jangan buat orang-orang yang ingin hadir disini jadi ragu atau takut karena merasa kurang percaya diri. Forum di blog ini bebas dan tidak ada satu pun komentator yang berhak menilai kualitas komen orang lain. Silakan kritis disini selama tidak menggunakan kata-kata kasar dan asal menghujat/tuduh. Disini kita membudauakan dan membiasakan budaya positif dan konstruktif yang semakin hilang dari keseharian bangsa kita yang di media selalu disuguhi dengan soal orang cekcok (bukan cekricek) dan ribut soal eksistensinya. Salam DahlanIs.

            Posted by akadarisman | 12 November 2012, 12:27 pm
        • Saya pribadi menilai tidak taqlid (mengikuti) buta, yakni mengikuti rasional.

          Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 2:22 pm
          • Saya seoendaoat dengan anda ….saya juga merasa nggak taklit buta…….artinya memang banyak yang bisa kita kagumin dari beliau……….

            Posted by Khusnah | 12 November 2012, 3:33 pm
        • mau taqlid buta, mau taqlid tak buta… trus, masalahnya CEKRICEK (tulisan item) itu apa??? kita diskusi di forum ini kan pake komputer/laptop sendiri, beli pulsa sendiri (ya, gak lahu lagi kalo ada nunut kantor), gak minta uang ke dia… trus, kalo yg disini semua jadi gila krn ngefans Dahlan Iskan, trus mau apa??? kan gak bakal minta uangnya CEKRICEK (tulisan item) kan… di forum lain ada kok yg ngefans dan menyanjung-nyanjung tokoh lain, monggo-monggo saja, aku tdk sakit hati tuh… 1 hal yg aku pahami, niat baik hrs dilakukan dgn cara yg baik pula… jadi kalo mau ngajari bagaimana caranya “ngefans kritis”, ya silahkan paparkan data, fakta, dan ulasan yg berbobot supaya niatnya tersampaikan dgn semestinya… guru yg ngajarnya enak lho blm tentu semua muridnya mudheng, apalagi guru yg bisanya ngenyek thok (mudheng gak, dipisuhi iya)…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 4:27 pm
        • kalau sahabat cekricek mengatakan kebanyakan komentator di blog ini seperti taklid buta, terima kasih saya ucapkan, karena saudara cekricek telah memperlihatkan analisa tajam khusus tentang diri saya. Hobi dan kebiasaan membaca apa saja membuat saya sangat tertarik dengan sosok Dahlan Iskan, saya membaca hampir seluruh artikel, ulasan dan berita-berita beliau dari hampir semua bolg, website, media TV dan lainnya, bagi orang desa seperti saya, ( mirip dengan kondisi masa APASAJA, 30-40 tahun baru sekarang punya idola hidup) benar-benar anugrah menyaksikan dan mengikuti sepak terjang beliau, dan itu real sahabat.
          Saya tidak tersinggung atau marah dengan ungkapan saudara karena terus terang masalah hati dan keyakinan tidak bisa dibelok-belokan, dan tidak bisa dibuat mainan. Keyakinan akan adanya kebenaran pada diri beliau-lah yang membuat saya ” seperti taklid buta “, thus karena itu saya memahami komentar saudara-saudara Dahlanis kebanyakan.
          Saya yakin taklid buta seperti ini sah dan harus dipupuk demi kemajuan dan demi kemaslahatan diri sendiri. saya setuju dengan saudara tentu dengan “catatan”, karena hati para komentator di Bolg ini ada dalam tempat yang tersembunyi, ” dia ” tidak dapat disentuh dan tidak dapat di ” belokan ” dengan berita tanpa dasar. Salam

          Posted by Sofyan Usamah | 12 November 2012, 4:32 pm
        • mau taqliq buta, pencitraan atau apapun, yang penting korupsi terbongkar, kok banyak yang gak seneng ya kalo korupsi kebongkar?

          Posted by tony | 13 November 2012, 9:05 am
  86. Assalamualaikum
    buat Mentan, mana gebrakan Bapak untuk bidang Bapak, seharusnya Bapak dapat mengambil tindakan nyata untuk membantu petani, but nothing,, kalau hanya mangikuti apa yang ada walaupun misalnya tanpa korupsi di kementerian bapak, jangan berharap banyak… petani tidak memandang apakah dikementan korupsi atau tidak ? namun mereka butuh kebijakan yang memihak petani.Perlu improvisasi, perlu langkah2 yang out of box seperti Pah Dahlan dengan berbagai resiko demi kesejahteraan rakyat. Itulah pemimpin, Kalau hanya mengikuti juklak, UU dsb nggak perlu gelar untuk jabatan tsb. Semoga Bapak dapat mengikuti langkah nyata Pak DIS yang membantu petani yang seyogyanya merupakan TANGGUNGJAWAB Bapak. Sungguh petani didaerah dipusingkan oleh harga pupuk yang tinggi, sedangkan pupuk subsidi tak tau rimbanya…

    Posted by junaidi | 12 November 2012, 9:59 am
    • bapak jarang lihat tvri ya, di tvri iklan menteri pertanian buanyak banget, seperti sorgum , menanam padi sesuai kalender tanam, cinta buah lokal , pokoknya banyak deh, setahu saya mentan kan tugasnya menghimbau dan mengajak saja , hehehe

      Posted by shayun | 12 November 2012, 10:06 am
      • wah betul tuh skrg lg tren ya menghimbau dan mengajak. lha yg kerja nyata malah di pandang sebelah mata, soalnya mata satunya lg merem.

        Posted by Rini Syauqi (@RiniSyauqi) | 12 November 2012, 10:49 am
      • ngomong-ngomong, pasang iklan begitu meski di TVRI tetep pakai duit, kan??? apa dpt fasilitas iklan grratis utk pemerintah??? tapi produksinya tetap pakai ongkos dong… kenapa ongkos bikin iklannya tdk dibuat program nyata saja, misalnya buatkan video pembelajaran utk para petani dan peternak, daripada menterinya yg narsis gak jelas gitu…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 12 November 2012, 4:33 pm
    • Saya yakin Pak Mentri Pertanian tidak pernah bertani… cuma baca2 doang dan ngemeng doang mana bisa menghasilkan. Coba Mentri Pertanian dipilih dari orang yg paling sukses bertani di Negri ini, saya yakin masalah sekecil apapun pasti ada kerja nyata.

      Posted by PUTU | 12 November 2012, 7:10 pm
    • Assalamualaikum wr wb
      Sebetulnya Kementerian Pertanian sudah banyak melakukan tindakan berupa program-program yang bertujuan untuk mencapai swasembada pangan, khususnya beras, jagung, kedelai, daging dan gula. Hanya saja karena yang diurusin itu rakyat banyak yang nota bene merupakan petani kecil dengan luas lahan yang rata-rata kecil tentunya berbeda dengan apa yang sudah dilakukan Pak DI dengan BUMNnya (bandingkan dengan lahan PTPN atau PT Berdikari !), sehingga Kementerian Pertanian mengalami kesulitan yang jauh lebih sulit ketimbang Kemen BUMN terkait dengan pihak-pihak yang melaksanakan program. Mungkin Biro Humas Kemen Pertanian harus mengadopsi cara-cara yang dilakukan Pak DI sehingga gaung kerja Kementerian Pertanian dapat lebih dikenal dan diketahui masyarakat “non petani”, contohnya Pak Junaidi yang tidak mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Kementerian Pertanian, coba bapak turun ke desa-desa kemudian tanya apa saja yang sudah Kementerian Pertanian lakukan !! Kalo Bapak mempersoalkan pupuk, maka anda salah alamat, bukan kepada Menteri Pertanian tetapi kepada KemenPerindustrian dan Kemen BUMN sebagai produsen dan Kemen Perdagangan yang mengatur distribusi dan harganya, sementara Kementerian Pertanian cuma sebagai pengguna (end user)… dan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Bapak sudah sejak lama kami pertanyakan ke Kementerian-Kementerian tersebut …. he he he.
      Memang dalam pelaksanaan kegiatan dan program Kementerian Pertanian tidak semuanya berjalan dengan mulus karena pihak-pihak yang terlibat sangat banyak, terutama sasaran utamanya : petani kecil. Tapi, Insya Allah kita semua akan berupaya maksimal dan bersinergi dengan kegiatan Pak DI melalui Kemen BUMNnya, guna mencapai Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang jaya, dengan kerja – kerja – kerja.
      Wassalam

      Posted by Jahudin | 13 November 2012, 10:13 pm
  87. MENUJU INDONESIA NEGARA MAJU……….Mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai bangsa pelaut, negeri agraris swasembada pangan, negeri bhinneka tunggal ika tanpa emosi sosial, negeri rujukan para ilmuwan dunia

    Posted by Desi Anugrah | 12 November 2012, 10:21 am
  88. Part I. Inspirasi saat sakit
    5 hari sakit akibat kecelakaan motor dekat Diknas, setelah saya mengambil ijasah anak-anak putus sekolah binaan yayasan kami, ternyata memberikan banyak makna bagi saya, baik yang positif maupun negatif… sisi negatif yaitu saya sakit, 3 hari pertama praktis hanya banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Sisi positifnya saya jadi
    punya banyak hal yang bisa ditulis, Saya bagi menjadi 3 bagian. Semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk teman Dahlanis.

    Alhamdulillah dengan ijin Allah, usaha keras dan doa dari teman-teman serta teman Dahlanis baik yang spontan menulis di blog maupun yang ikut mendoakan namun tidak sempat menulis di blog ( yang saya yakin itu ada ) saya sekarang sudah mulai bisa jalan…walau beberapa luka masih perlu perawatan.

    Terharu, bahagia dan bangga membaca respon dari SAUDARAKU Dahlanis di blog ini. Hingga ada yang merespon “ belajar agama kok di Google…” well, setahu saya kita bukan hanya bisa, namun dianjurkan menuntut ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur, bahkan sampai ke negeri China (karena kertas pertama kali ditemukan di China ), apalagi dengan Google…

    Hikmah positif lainnya, saya jadi LEBIH TAHU betapa besarnya nikmat Tuhan yang berupa KESEHATAN & KESELAMATAN… Kalau ada pilihan SEHAT atau KAYA ? jangan berpikir 2 x , jawablah SEHAT… Orang kaya sekalipun kalau sakit tidak bisa merasakan kekayaannya ( apa lagi saya belum kaya he he he ). Walaupun anda bisa membayar pengobatan, dokter atau RS kelas Wahid, tapi anda kan harus merasakan sakit bukan …?

    Sebenarnya dari hari ke 3 saya sudah bisa buka laptop…tapi belum bisa berpikir jernih, karena beberapa bagian tubuh yang lebam-lebam kalau digerakkan masih terasa sakit….. saya buka blog ini, melihat komen Dahlanis dan baca file-file tentang Abah Dis tentunya…
    Saat malam hari, kadang nyeri itu jadi LEBIH terasa… saya lantas membuka blog Abah saat Abah Transplantasi… yang ternyata bisa memberi saya inspirasi untuk lebih ikhlas menahan sakit, mengurangi keluhan dan tetap optimis…

    “Tahan Tak Bergerak 24 Jam di ICU karena Terbiasa 12 Jam di Jawa Pos”
    Posted by administrator ⋅ 1 September 2007 ⋅ 1 Komentar
    Filed Under Dahlan Iskan
    1 September 2007
    Oleh:
    Dahlan Iskan
    iskan@jawapos.co.id
    SATU jam setelah sadar, saya melihat anak lelaki dan istri saya mendekat. Oh, ini jam besuk ke ICU. Memang hanya dua orang dari pihak keluarga yang boleh masuk ICU. Kecuali orang asing yang memerlukan penerjemah, maka ditambah satu penerjemah.

    Saya segera melambaikan tangan ke arah istri dan anak saya. Saya berusaha untuk tersenyum sebagai ganti kata-kata bahwa saya baik-baik saja. Saya memang tidak bisa omong jelas karena banyaknya selang di tenggorokan. Kalau saya paksakan omong, bisa jadi tenggorokan saya akan terluka dan itu akan menyulitkan diri saya sendiri akhirnya.
    Anak saya menceritakan apa yang sedang terjadi dan apa yang mereka lakukan malam sebelumnya. Juga menyampaikan daftar nama yang mengirim salam dan memberikan dukungan batin lewat SMS. Misalnya, informasi bahwa malam itu santri Pondok Langitan berdoa bersama dipimpin langsung oleh Gus Dulloh dan Gus Maksum, putra Kiai Faqih. Juga dari Panti Asuhan Yatim Piatu Zainudin, Baluran, Sepanjang.
    Istri saya diam saja seperti tertegun melihat ruwetnya jaringan kabel dan selang di sekitar badan saya. Setelah memotret-motret secukupnya, mereka pamit. Tinggal saya sendiri lagi menghadapi ketidaknyamanan keadaan.
    Tapi, saya sadar sepenuhnya memang begitulah pascaoperasi. Saya tidak mengeluh. Bagian ini juga harus saya jalani dan saya lewati sebagaimana saya harus menjalani dan melewati proses pembiusan, pembukaan rongga dada, pembuangan liver lama, dan pemasangan liver baru. Ini bukan operasi kecil. Ini operasi besaaar! Kalau setelah operasi ada rasa sakit, pastilah demikian. Maka, saya nikmati saja proses ini. Mengeluh hanya akan menambah penderitaan.
    Yang berat adalah menahan diri untuk tidak menggerakkan badan sama sekali. Apalagi harus selama 24 jam. Ini agar luka-luka akibat operasi dan penyambungan pembuluh darah di liver tidak terganggu. Saya sudah bertekad bagian ini pun harus bisa saya lewati dengan baik. Bahwa akan amat penat, ya itu sudah risikonya. Saya anggap saja sebagai yoga yang panjang. Atau sebagai bagian dari zikir-pidak di tarekat Sathariyah. Kalau saya bergerak untuk tujuan mengenakkan badan sesaat, akibatnya bisa berupa penderitaan yang panjang.
    Saya pernah menjalani dua operasi sebelumnya. Dua-duanya mengharuskan saya, kalau bisa, tidak bergerak selama delapan jam. Saya berhasil menjalani itu dulu. Maka, kalau kali ini saya harus tidak bergerak selama 24 jam pun, saya merasa akan mampu melakukannya. Dan, ternyata memang bisa. Penatnya bukan main, tapi itulah bagian yang harus dijalani untuk sukses. Saat mulai membangun Jawa Pos dulu, tiap malam saya harus berdiri di ruang layout lebih dari 12 jam. Tiap malam. Tujuh hari seminggu. 30 hari sebulan. 360 hari setahun. Kali ini saya juga harus mampu memenuhi persyaratan untuk tidak bergerak selama 24 jam!
    Sejak kecil pun, saya sudah belajar tahan menderita. Bukan saja oleh kemiskinan, tapi juga oleh kerasnya sikap bapak saya. Misalnya, bapak melarang saya untuk belajar naik sepeda. Mengapa?
    “Kalau sepeda itu rusak, bagaimana kita bisa menggantinya?” katanya.
    Karena itu, sampai kelas tiga SMA (aliyah), saya belum bisa naik sepeda. Saya harus sekolah sejauh 6 km dengan jalan kaki. Satu jam berangkat dan satu jam pulang. Kadang, kalau lagi ada pelajaran bahasa Inggris hari itu, saya tetap berangkat dari rumah, namun belok ke sungai di tengah jalan. Saya cari ikan karena takut dengan guru bahasa Inggris. Lama-lama, tiap pelajaran bahasa Inggris, saya berada di sungai.
    Akibatnya, saya tidak naik dari kelas 1 ke kelas 2. Rapor saya merah semua, kecuali ilmu bumi yang mendapat angka enam. Bapak marah besar. Saya juga merasa bersalah kepada kakak saya yang telah meninggalkan gajinya untuk saya dan adik saya. Sejak itu, saya kelihatan agak pinter di kelas. Bahkan, kemudian sering jadi ketua berbagai kegiatan. Juga sering ditunjuk sebagai inspektur upacara pada tiap Senin.
    Tapi, cita-cita saya bukan itu. Cita-cita saya adalah “bagaimana agar punya sepatu”. Sampai kelas 2 SMA, saya belum punya sepatu. Tiap hari ke sekolah dengan telanjang kaki. Maka, ketika kelas 3 SMA, saya bisa beli sepatu (sepatu kets bekas yang ujung jempolnya sudah bolong dan bagian tumitnya sudah berserabut), saya hemat benar pemakaiannya. Hanya tiap Senin sepatu itu saya pakai. Maka, jadilah saya inspektur upacara dengan sepatu di kaki. Banggakah saya? Ternyata tidak. Karena dalam hati saya tersiksa. Sepatu itu menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat, bahkan menimbulkan luka.
    Karena itu, saya hanya tersenyum ketika melihat anak saya mempunyai sepatu sampai lebih dari 300 dan semuanya branded alias bermerek. Dia memang hobi mengoleksi sepatu. Kalau beli sepatu, dia tidak ingin kotak dan labelnya dibuang. Dia juga tidak pakai sepatu itu. Hanya dia jejer di lantai rumah, untuk dipandang setiap hari. Begitu penuhnya sehingga istrinya suatu saat bilang kepada saya, “Sampai jalan masuk ke kamar tinggal satu galengan (pematang).”
    Saya juga pernah dipukuli bapak dengan sapu. Mula-mula, saya menangis. Tapi, saya pikir tidak ada gunanya. Saya diam dan menikmati pukulan itu. Sambil merasa memang saya bersalah. Ternyata, bapak malah menghentikan pukulannya. Ini gara-gara saya sering menggunakan alat-alat pertukangannya untuk ndalang. Bapak sangat sayang pada alat pertukangannya. Kalau tidak lagi ada orang yang minta memperbaiki rumahnya, ayah menggosok-gosok alat-alat itu sampai tajam.
    Namun, suatu hari, anak-anak pasah itu (alat untuk menghaluskan kayu) saya gandeng-gandeng, dalam posisi menumpuk. Kalau disentuh, akan timbul bunyi “crek-crek”. Satu bunyi yang penting dalam memainkan wayang. Kecrek itulah, yang saya pasang di kotak kayu. Saya duduk mendalang di sebelahnya. Kaki saya dalam posisi akan sering menyentuh kecrek tersebut sehingga bisa menimbulkan bunyi “crek-crek”. Begitulah, kelirnya terbuat dari sarung saya. Gamelannya adalah mulut beberapa teman sepermainan. Wayangnya terbuat dari rumput. Dan, kecreknya dari alat pertukangan ayah.
    Ayah bukan hanya marah karena alat-alat cari uangnya dipakai secara salah, tapi juga karena di kotak itu ternyata ayah menyimpan uang. Dan, uang itu ikut saya ambil untuk saya belikan dawet. Padahal, meski hanya cukup untuk beli dawet (minuman khas di desa), tapi itulah satu-satunya tabungan ayah.
    Puluhan tahun saya menderita, kata saya dalam hati, kalau hanya akan ditambah 24 jam di ICU ini, apalah beratnya.
    Perawat ICU memuji ketahanan saya. Karena itu, tangan saya tidak perlu diikat. Banyak pasien yang tangan dan badannya harus diikat karena selalu berusaha untuk bergerak. Bahkan, ada yang mungkin tidak sadar, tangannya berusaha mencabut selang-selang yang memenuhi tenggorokannya. Saya pilih menjalani proses tidak bergerak dengan kesadaran sendiri daripada harus diikat seperti itu.
    ***
    Sebenarnya, masih ada tiga selang lagi yang juga amat mengganggu. Selain karena ukurannya yang cukup besar, juga lantaran ujung dua dari tiga selang-selang itu dimasukkan ke dalam rongga perut saya melalui pinggang kanan dan kiri. Ujung selang yang satunya dimasukkan ke kandung kemih melalui lubang kemaluan. Ujung lain dari masing-masing selang itu masuk ke kantong plastik penampung cairan yang digantungkan di pinggir ranjang pasien.
    Dengan adanya selang yang di lubang kemaluan itu, selama di ICU, saya tak perlu lagi merasa akan kencing. Sebab, begitu kandung kemih saya penuh, air kencing saya keluar dengan sendirinya melalui selang, masuk ke kantong penampungnya. Secara teratur, air kencing di kantong itu diukur dan dianalisis. Jumlah dan warnanya menunjukkan normal tidaknya ginjal dan berfungsi atau tidaknya organ penting itu.
    Sama dengan yang di ujung kemaluan, selang yang di pinggang juga untuk mengeluarkan cairan-cairan yang tidak dibutuhkan tubuh saya. Semua cairan itu juga ditampung di kantong plastik, lalu secara teratur diukur dan dianalisis.
    Bedanya, selang yang di pinggang kanan berfungsi untuk mengeluarkan sisa darah yang mungkin masih menetes dari luka bekas sayatan operasi di liver dan kantong empedu baru saya. Karena itu, posisi ujung selangnya ada di dekat kedua organ yang baru ditransplantasikan itu.
    Selama saya di ICU, selang di pinggang kanan mengeluarkan cairan pekat berwarna merah. Makin hari, cairan itu makin sedikit keluarnya. Dan akhirnya berhenti karena luka-luka bekas sayatan operasi itu sudah “kering”. Tak lagi berdarah.
    Bersamaan dengan keluarnya sisa darah dari pinggang kanan, selang di pinggang kiri juga mengeluarkan cairan kuning kemerahan. Cairan itu merupakan kelebihan cairan di rongga perut yang bercampur dengan sisa darah operasi yang tercecer dan berkeliaran.
    Rongga perut memang harus bersih dari “barang asing”. Jika ada sesuatu yang tidak terdaftar sebagai “penghuni rongga perut”, seperti ceceran darah, sel tumor atau kanker, maka selaput dinding rongga perut -yang dalam istilah kedokteran disebut dengan peritonium- akan bereaksi, protes, dengan cara mengeluarkan lebih banyak cairan. Makin banyak cairan yang keluar, makin berbahaya karena peritonium bisa pecah dan orangnya meninggal.
    Liver dan empedu baru saya tidak termasuk dalam kategori “barang asing” yang ditolak karena kedua organ itu kan sebenarnya penghuni rongga perut juga.
    Sama dengan yang di pinggang kanan, cairan yang keluar dari pinggang kiri saya pun makin hari makin berkurang warna merahnya. Ini berarti semua ceceran darah sisa operasi sudah didorong keluar dari rongga perut.
    Jumlahnya pun makin hari juga semakin sedikit. Ini pertanda tak ada lagi kelebihan cairan di rongga perut saya. Sehingga selangnya pun bisa dicabut.
    Hari-hari pertama di ICU itu memang harus saya lalui dengan amat menderita, tapi saya berusaha tabah menjalaninya. Saya tidak mengeluh kepada siapa pun. Saat dokter bertanya apakah ada masalah, saya bilang tidak ada. Bahwa sebenarnya badan tidak enak, ya mesti saja. Tapi, bukankah memang harus demikian? Bukankah ini operasi yang sangat besar? Yang tidak mungkin tidak sakit?
    Tapi, sepanjang sakitnya masih masuk akal, saya bertekad untuk tidak mengeluh. Kalau saya merasa kesakitan, saya tahu paling-paling hanya akan diberi obat penghilang rasa sakit, painkiller. Itu berarti satu racun lagi akan dimasukkan dalam tubuh saya. Saya gak mau itu. Apalagi seminggu sebelumnya saya baru saja baca bahwa Australia melarang penggunaan painkiller tertentu karena terbukti membuat pasien yang baru menjalani transplantasi liver meninggal dunia.
    Sakit ini, meski sakit sekali, masih bisa saya rasakan. Yakni sakit akibat luka. Yakni luka yang sengaja dibuat dengan pisau bedah di sepanjang dada dan perut saya untuk mengeluarkan liver yang lama dan memasukkan liver yang baru. Tidak mungkin setelah perut ditutup tidak menimbulkan rasa sakit.
    Tapi, sakitnya, sekali lagi, bisa dirasakan. Dan, ketika kecil, saya sudah sering mengalami rasa sakit seperti itu. Yakni ketika telapak kaki terkena cangkul. Waktu kecil saya memang sering ikut jadi buruh tani, mencangkul di sawah, yang disiapkan untuk menanam padi. Kadang, cangkul meleset dan mengenai telapak kaki. Lukanya lebar, memutih, dan berdarah-darah. Tentu tidak ada obat. Biasanya hanya kami siram dengan minyak tanah, lalu kami bebat dengan kain sobekan dari kaus atau sarung. Kain yang tidak pernah dipertimbangkan bersih atau tidak karena ya baru disobek saat itu juga. Kadang masih bercampur lumpur juga. Sakitnya saat habis operasi ya kurang lebih seperti itu

    Posted by W. Ning | 12 November 2012, 10:27 am
  89. @cekricek: MH sekarang dong di kritisi, jangan balik lg k dpr, udah basi, atau emang gak celah utk dikritisi ya hehehe saluut abah

    Posted by daus | 12 November 2012, 10:28 am
  90. diurut mundur supaya mudah membayangkannya :

    Kita semua suka makanan2 selingan yg enak dan mengenyangkan (roti, mie, gorengan, kue2 basah sejenis).

    Lebih senang lagi kalau mengetahui manfaat/nilai kesehatannya tinggi. (mie instant vs bubur kacang ijo)

    Idealnya makanan2 tsb harganya terjangkau dan tersedia di-mana2 (warung kecil, angkringan, gerobak dorong).

    Kecuali murah dan enak, variasi jenis makanan layaknya beragam.

    Kalau sudah dikenal enak citarasanya, sorgum kelak bisa punya penggemar fanatik dan pangsa pasar permanen yg cenderung meluas (fenomena bubur kacang ijo, bubur ayam, gorengan, dan mie baso).

    Sehingga kualitas dan ketersediaan sorgum (termasuk jaringan distribusi) dan ‘promosi’/ajakan diversifikasi pangan jadi penting untuk dipikirkan di hulu rantai produk pangan ini.

    Sedangkan di hilir akan ada banyak kesibukan dan gairah menyiapkan menu2 olahan khas/baru, membuka pasar dan menghitung harga yg terjangkau masyarakat

    Dari satu inovasi pangan saja akan terjadi hiruk-pikuk yg luar biasa, ekonomi pasar (formal dan informal) menggeliat, lapangan kerja mandiri terbuka lebar (lagi2 fenomena bubur ayam, mie baso dan gorengan akan berulang).

    Belum lagi produk sampingan lainnya dari sorgum (gula cair, pakan ternak dlsb).

    Begitu banyak aktivitas ekonomi yg muncul hanya dari satu produk pangan baru.

    Begitu banyak kebutuhan baru yg muncul: ladang tanam, pabrik pengolah, jaringan distribusi, transportasi (tol baru ?), dan lapangan kerja.

    Baru dari satu produk pangan
    dari sebuah BUMN kecil yg masih akan menghadirkan produk2 lain dengan skala yg lebih besar.

    Baru satu BUMN, padahal masih seratus lebih BUMN lain. raksasa2 itu sudah dan sedang bangkit, sedang merenggut lepas dan mencampakkan lintah2 yg ber-tahun2 menghisap darahnya.

    sepotong bakwan sorgum ternyata hanya pucuk kecil dari sebuah gunung es. alangkah besarnya gunung tersebut….

    Posted by daya setiawan | 12 November 2012, 10:28 am
  91. Part II. Inspirasi saat miskin
    Selain inspirasi saat sakit, saya juga terinspirasi saat beliau miskin di waktu kecil. HANYA saja ada perbedaan dalam penyebab kemiskinan tersebut… Apakah kemiskinan Abah atau saya yang lebih menderita saya tidak tahu, mungkin pembaca bisa lebih bijak dalam menilai…

    Abah sering menyebutnya sebagai kemiskinan struktural, alias sekampung miskin semua… Sedangkan saya sewaktu kecil “jatuh “miskin karena keluarga kami mendapatkan ujian ( saya lebih suka menyebutnya ujian daripada musibah, karena itu sudah di firmankan oleh Tuhan “Dan Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa serta buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah: 155) yaitu rumah saya terbakar …

    Beruntung saat itu semua orang sedang tidak dirumah ( orang yang bersyukur akan selalu melihat sisi keberutungan , dalam bencana sekalipun) .Bapak dan Ibu saya di tempat kerja, kakak-kakak saya sekolah . Sayalah satu-satunya yang sempat melihat kobaran api rumah saya, karena saat itu saya sekolah di TK ISLAMIYAH yang letaknya hanya seberang jalan dari rumah saya…

    Masih teringat bagaimana ibu guru saya memeluk saya dari belakang, sambil mendekap saya beliau bilang supaya saya tetap tenang…( mungkin beliau kawatir saya akan panik dan berlari pulang…) . Jangan berpikir tentang mobil Damkar.. saat itu 1972 rumah kami di Dusun, jauh dari kota dan saat itu disana tidak ada telepon. Jadilah warga bergotong-royong untuk memadamkan rumah kami dengan peralatan seadanya.

    Saat saya diantarkan ke rumah, saya diserahkan kepada ibu saya yang saat itu sudah di ungsikan ke rumah Pak Dhe saya. Ibu memangku, memeluk saya erat dengan berurai air mata sambil bertanya kepada orang yang lalu –lalang “ Genine wis mati pa rung…?” ( Apakah apinya sudah padam ? ) Berkali-kali. Ketika api padam, rumahkami sudah tidak bisa diselamatkan.

    Kami ditampung sementara di rumah nenek yang sudah kosong sekian lama, karena nenek sudah meninggal. Tidak ada barang-barang di situ kecuali kursi kayu dan satu dipan ( tempat tidur dari kayu ) yang besar… Kami tidur berjajar di dipan itu sekeluarga.

    Bantuanpun berdatangan, dari tetangga, saudara sampai sekolah kakak saya. Ada yang berupa baju, uang maupun makanan. Karena kami tidak punya furniture jadi semua barang hanya digantungkan di cagak ( tiang rumah ) atau ditaruh di kursi.

    Ternyata Ujian belum selesai, 3 hari sesudah kami kebakaran sesuatu terjadi. Pagi hari katika kami bangun kami tidak menjumpai sandal kami di bawah dipan, juga baju-baju serta benda-benda bantuan yang kami taruh di kursi maupun di cagak… Ibu kemudian melihat ke pintu belakang , tepat dibawahnya ada lobang… nyatalah rumah saya telah digangsir maling. (gangsir, membuat lobang dibawah pintu, karena alasnya masih berupa tanah jadi bisa dibuat lobang dengan mudah)

    Ibu membuka pintu dan di belakang masih tercecer satu dua hanger yang ditinggalkan oleh maling. Lemaslah seluruh keluarga kami, bahkan rasanya air mata kami sudah kering…

    Namun Ayah saya bertekad untuk tetap bertanggung jawab, dan beliau menuntut apapun yang terjadi semua anaknya harus tetap kumpul dan bisa sekolah. Beliau mendidik kami dengan disiplin, menanamkan prinsip hidup, kekeluargaan dan tanggung jawab. Istilah Abah yang mengatakan bahwa “ KAYA BERMANFAAT, MISKIN BERMARTABAT” benar-benar diterapkan pada kami. kami tetap harus berakhlak terpuji, jangan berbuat yang menjatuhkan martabat kami;
    1. Jangan menggantungkan pada harta, karena harta itu hanya titipan, dan ketika Tuhan berkehendak mengambil kembali, semuanya bisa hilang dalam sekejab.
    2. Hiduplah selalu dengan jujur, apa adanya, tanggung jawab dan rendah hati ( tidak bohong dan sombong )
    3. Walau kita miskin harus tetap menjaga martabat, yaitu jangan meminta-minta namun bila diberi, terimalah… karena itu adalah rejeki dari Tuhan yang diberikan lewat orang tersebut, jangan berhutang dan hiduplah sesuai dengan kemampuan.

    Jadilah kami sekolah tanpa seragam , tanpa sepatu dan hanya memakai buku tulis… ( sampai lulus D III saya hampir tidak pernah beli buku bacaan / text book, karena tidak mampu). Ketika ada tugas yang harus memakai buku, saya harus pergi ke teman saya yang punya buku. Saya harus fight hanya dengan buku catatan saya, sehingga saya lulus D III hanya dengan IPK yang biasa saja.

    Keinginan untuk sekolah dengan memiliki text book ternyata sangat membekas di alam bawah sadar saya. Bertahun-tahun saya sering bermimpi dalam tidur saya , seolah-olah saya kuliah dengan buku bacaan… dan katika saya terbangun saya sadar bahwa saya tadi barusan bermimpi…

    Akhirnya saya bertekad bahwa saya harus kerja keras dan menabung untuk mewujudkan mimpi saya. Ketika akhirnya saya pindah dari Jatim ke Jakarta saya berhasil mewujudkan mimpi saya kuliah di FE UNJ ( IKIP JKT ) dengan buku bacaan yang lengkap ( walaupun belinya di kwitang…). Hasilnya saya bisa lulus dengan Cum Laude.

    4. Kami dilarang berhutang dan harus hidup apa adanya sesuai dengan kemampuan. Artinya ketika kami tidak mampu makan nasi , maka yang kami makan adalah nasi campur jagung dst. Jadilah saya pernah mangalami makan nasi campur jagung, gaplek ( ketela yang diawetkan ), bahkan makan bulgur ( Gandum kasar, kalau di luar negeri untuk makanan hewan ternak ) walaupun tetangga saya makan nasi semuanya.

    Ada tetangga yang sempat menghina dengan nada sumir “ Anak sekeranjang sekolah kabeh, apa arep dipangani suket ? “ ( anak banyak, kok sekolah semua, apa mau di kasih makan rumput ? ). Namun semua itu tidak mengubah tekad orang tua saya untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya.
    Prinsipnya, kalau harta bisa habis, tapi kalau ilmu akan melekat, jadi akan tetap ada. Bahkan makin diamalkan makin berkembang. Dengan ilmu dan kerja keras kami bisa meraih cita-cita kami serta kehidupan yang layak… ( minimal seperti dulu ). Mungkin Prinsip itulah yang membuat mayoritas keluarga kami akhirnya banyak menjadi guru, termasuk saya.

    5. Kami dilarang mengambil HAK ORANG LAIN , apa lagi MENCURI. Suatu saat Ibu saya ingin mengambil pisang dari lumbung yang sudah diimbon 2-3 hari sebelumnya ( diimbu/imbon ditunggu biar masaknya merata. Biasanya bila 1-2 pisang sudah menguning, sudah ditebang takut kedahuluan burung / codot, sehingga harus diimbu dulu sebelum di goreng atau dijual). Namun apa yang terjadi, pisang-pisang yang dari jauh masih terlihat utuh itu ternyata isinya sudah tidak ada. Bila diraba dengan tangan, kempes…

    Rupanya salah satu kakak laki-laki saya tidak bisa menahan lapar , memakan isi pisang-pisang itu, namun tetap meninggalkan kulitnya , hingga dari jauh tidak katahuan kalau sudah kosong.

    Ayah saya marah bukan main, kakak saya dipanggil, sesudah mangaku dia dipukul dengan ikat pinggang… saya yang melihatnya saat itu tidak tega. sampai ikut menangis…

    6. Orang tua saya tidak membedakan anak laki-laki dan perempuan dalam bertanggung jawab dan bekerja keras. NO PAIN NO GAIN…itu benar benar di pakai, sampai-sampai ibu saya mengatakan “ kalau tidak pegang sapu, tidak boleh pegang piring “ artinya kalau tidak membantu pekerjaan rumah tangga, tidak boleh makan. Itu berlaku untuk semua anaknya, tak terkecuali saya, anak bungsungnya.

    7. Kami sekeluarga ibarat 1 tubuh, jadi harus tolong menolong, ibaratnya kalau ada 1 yang sakit, semua harus merasa sakit. Itu terbawa hingga kini, hubungan keeratan keluarga saya sangat solid.

    Namun semua pendidikan yang keras itutidak sia-sia, membuahkan hasil yang manis. Alhamdulillah dengan akhlak yang ditanamkan dari kecil, walau kami sudah bisa hidup layak , kami terbiasa kerja keras, optimis dan tetap rendah hati.

    Suatu hari anak saya berkata “ Enak ya kayak pak Dhe…” . saya Tanya apanya yang enak…? Anak saya menjawab “ mobilnya banyak, rumahnya banyak, suami istri sudah haji dan anaknya sarjana semua…” kemudian saya jawab “ tahukah kamu nak, bahwa Pak Dhe dulu prihatin, untuk bisa hidup di Jakarta sambil menyekolahkan adiknya , dia hanya makan sehari 2 x , yaitu jam 10 pagi dan jam 4 sore .. “

    Posted by W. Ning | 12 November 2012, 10:40 am
    • Mengharukan Mbak. Setiap orang pernah mengalami masa sulit, dan saya salut dengan prinsip-prinsipnya dalam menghadapi masa sulit ini. Semoga saya bisa meneladani prinsip Pak DIS dan Mbak Ning dalam menghadapi masa sulit ini. Terima kasih sudah berbagi

      Posted by apasaja | 12 November 2012, 1:02 pm
    • Alhamdulillah Mbak W Ning, tulisan Mbak membuat semakin yakin hati. Jazakallohu Khairan Katsiraan, semoga menjadi berkah buat saya.

      Posted by Sofyan Usamah | 12 November 2012, 4:55 pm
    • Subhanallah ……

      Posted by Jahudin | 14 November 2012, 7:33 am
    • Sungguh sangat mengharukan, menginspirasi sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi saya pribadi atas apa yang sudah saya perbuat selama ini…Terimakasih mbak atas sharenya…

      Posted by Ardian | 14 November 2012, 11:22 am
    • CEKRICEK kayaknya ga mau komentarin yang kayak gini ya bu ning, apa karena dia ga pernah mampu bertahan klo di kondisi kayak gini

      Posted by Fris | 14 November 2012, 11:39 am
      • Bukan tidak suka, tapi saya secara personal ” bukan siap-siapa” di negeri ini. Dia spesialis komentator MANUSIA KELAS HAHID sekelasnya Abah DIS.

        (ssst, jangan mancing di sini…. mancing keributan, nanti jala saya isinya sendal jepit. Pssst)

        Posted by W. Ning | 14 November 2012, 1:51 pm
        • Hehehehe.. Minatnya hanya sebatas cari kesalahan dan mengomentari dengan “bijak” mbak Ning, tulisan/komen untuk pencerahan bersama sih ga dibaca apalagi dikomentari.. Apalagi om(do) cekricek ini kan udah bilang kalo yang dibelakang pak Dis/pendukungnya adalah para oportunis, hehehe.. Ga mau dia baca tulisan/komen dari (yang dianggapnya) oportunis mbak.. Andaikan komentar disini bisa bersuara dan ada temen yang membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, mungkin sodara cekricek ini bisa kepanasan trus terbakar.. :)

          Posted by akadarisman | 14 November 2012, 2:11 pm
  92. sungguh blog ini selalu membuat rindu diriku untuk membaca MH dan komentarnya. Semoga MH dan komen yang positif dapat membawa kita semua dalam suatu gerakan Indonesia Mandiri

    Posted by habib | 12 November 2012, 10:59 am
  93. Part III. Inspirasi saat pengabdian.

    Sesudah terinspirasi saat sakit dan miskin, saya juga terinspirasi oleh Abah DIS saat pengabdian. Orang tua menolong anak karena wajib dan tanggung jawab, kakak menolong adik Karena persaudaraan. karena saya tidak punya adik, orang tua saya mengajari saya untuk menolong keponakan dan orang lain…

    Karena itulah saya mudah “ bersaudara” dengan orang lain. Peristiwa demi peristiwa yang saya alami , juga pendidikan akhlak yang ditanamkan oleh orang tua saya serta bukti riel yang saya contoh dari orang tua dan saudara saya membuat jiwa saya menjadi peka, kadang agak sensitif dan cengeng ( gampang tersentuh dan meneteskan air mata)

    Sewaktu saya ABG, saya mengagumi sosok Kartini, Ibu Theresia , Gandhi dan belakangan Lady Diana. Mereka adalah figur-figur spesial yang mau memberikan sebagian hidupnya untuk orang lain ( kartini membuka sekolah wanita dan menjadi guru di rumahnya, Ibu Theresia melayani kaum papa ,Gandhi dengan AHIMSA dan Lady Diana menolong anak-anak yang sakit, hingga ke penderita kusta).

    Saya bahkan sempat berfikir “ Enak ya jadi biarawati… bisa memberikan hidupnya untuk orang banyak”. Tapi seiring waktu dengan berkembangnya ilmu agama yang saya miliki saya tahu bahwa menikah itu wajib hukumnya bagi yang sudah mampu. Apalagi menjadi seorang ibu, hamil, melahirkan, menyusui,dan membesarkan anak-anak yang akan menjadi Tunas Bangsa adalah tugas yang tak kalah mulia…

    Ketika saya akan berangkat haji, Guru spiritual ( guru agama) saya bertanya “ apakah saya sudah ikhlas berhaji, dengan meninggalkan duniawi dan siap beribadah untuk akhirat ? bahkan bila dalam ibadah haji saya meninggal ? “ saya jawab Insya Allah saya ikhlas… Kemudian beliau berpesan, kalau saya sudah IKHLAS meninggalkan duniawi , siap untuk mati,maka apabila nanti ternyata saya masih diijinkan Tuhan untuk kembali ka tanah air dalam kondisi sehat wal afiat, maka hidupmu sesudah itu adalah BONUS / HADIAH…

    Secara hakikat, bonus dan hadiah biasanya diberikan untuk orang lain bukan ? maka seperti itulah harapan beliau kapada saya. Berikanlah hidupmu untuk sebanyak mungkin bermanfaat bagi orang lain….

    Maka sepulang dari haji,saya mulailah belajar berzuhud ( bersikap dan menganggap bahwa semua harta benda, kekuasaan yang kita miliki ini adalah titipan Tuhan, jadi dimanfaatkan di jalan Tuhan…) dus jangan hanya dipakai untuk keperluan pribadi saja. Ketika “ TSUNAMI “ itu datang dan memaksa saya harus kehilangan pendamping saya, saya fight sebagai single parent dan single fighter….Sekolah yang tadinya hanya berada di rumah kontrakan sebelah ,saya gandeng dengan rumah yang saya tinggali, sedangkan saya sendiri menjadi KONTRAKTOR ALIAS NGONTRAK…Mobil saya “ lipat” menjadi kecil, sekecil amplop….( saya jual).

    Saya ingin berjuang untuk membesarkan anak semata wayang saya , mengelola yayasan pendidikan sosial yang sudah saya rintis sambil menunggu Tuhan memberikan saya jodoh lagi.
    Saya ingin yayasan ini memiliki sekolah pelatihan yang bisa memberi ketrampilan pada anak lulusan SLTA untuk bisa segera mendapat pekerjaan, semacam D I yang siap pakai, begitulah harapan saya. Saya juga ingin mengembangkan sekolah yang mencetak tunas bangsa dari mulai TK, SD, SMP, SMA dan Universitas dengan konsep yang Universal, mengajarkan Akhlak yang terpuji, pribadi yang sopan santun serta unggul dalam ilmu.

    Saya membayangkan sekolah ini akan seperti komplek yang didalamnya ada gegung sekolah, Masjid besar dengan 2 lantai, atasnya untuk ibadah, bawahnya senin – jumat untuk sport hall murid, sabtu-minggu untuk hajatan. Disitu juga ada kantin yang menyatu dengan koperasi. Ada koperasi simpan pinjam yang bisa memberikan pinjaman modal tanpa agunan kepada orang-oarang yang mau memulai usaha kecil .

    Namun keinginan yang tinggi, semangat yang menggebu, jiwa sosial dan mandiri yang tertanam dalam diri saya harus menghadapi kenyataan yang tak terduga….
    Perubahan status membuat beberapa tetangga menjadi “ lain” mereka mulai ada yang berbeda… fitnah , gunjingan mulai berdatangan, yang membuat saya terpaksa menggantikan karyawan laki-laki saya yang mengundurkan diri / keluar menjadi karyawan wanita, hingga keseluruhan karyawan menjadi semuanya wanita…
    Celakanya tidak semua karyawan wanita saya bisa naik motor, bahkan ada periode dimana hanya saya saja yang bisa naik motor. Sehingga seluruh pekerjaan lapangan jatuh ke saya… ibarat kaki jadi kepala, kapala jadi kaki… Saya mulai lebih berhati-hati dalam memunculkan diri, menjadi lebih tertutup dan otomatis berpengaruh kepada perkembangan cita-cita saya.

    Pandangan yang menganggap janda itu seperti berkasta PARIA… Pernah dalam suatu kesalah pahaman antara saya dengan tetangga, yang disebabkan oleh kasalahan pihak lain namun masih di wilayah tanggung jawab saya.Tetangga saya marah bukan main, lewat sms saya tidak hanya disalahkan, tapi juga diserang sisi pribadi saya, dihina, dimaki-maki, bahkan saya dikatakan lebih rendah daripada binatang…

    Butuh waktu 3 hari 3 malam bagi saya untuk manjadi netral kembali. Siang hari saya berusaha bekerja seperti biasa, namun malam hari sesudah maghrib saya tersungkur di atas sajadah….mengadu kepadaNYA…
    Ingin rasanya saya mengikuti hawa nafsu saya untuk ganti membalas hinaan dan makiannya serta mendoakan fitnahnya sebagai doa untuknya, karena saya tahu dalam agama saya doa orang yang teraniaya adalah manjur…
    NAMUN di sisi lain saya juga diingatkan bahwa saya ini seorang Ibu, Ibu Guru, Hajjah dan pengelola Yayasan Sosial Pendidikan, APA PANTAS berlaku dan berdoa yang demikian ?

    Sungguh pertentangan itu sangat berat bagi saya, lebih berat daripada sidang di Pengadilan Agama . Bila malam tiba, pertentangan menjadi kian sengit, badan dan dahi saya sampai panas…Benar apa kata Nabi, peperangan yang terbesar adalah peperangan melawan hawa nafsu. Ketika akhirnya ada saksi yang bisa membela saya dan saya memberikan penjelasan panjang lebar, tetangga tersebut hanya ber sms demikian “ sudahlah mbak, forget it yang sudah terjadi…waktu itu sms saya keterlaluan karena saya spontan, maafkan saya ya…”
    Saya memang sudah membalas sms untuk memaafkan, namun kadangkala peristiwa itu melintas, dan saat itu seperti masih ada perih di dada. Saya tidak tahu bagaimana hukumnya pemberian maaf saya menurut agama dalam kondisi yang seperti itu, namun yang saya tahu pasti bahwa KEIKHLASAN ITU MEMBUTUHKAN PROSES…
    Saya jatuh bangun dalam hidup dan menjalankan usaha, pernah ditipu karyawan sampau puluhan juta, namun lebih sering saya ditipu oleh laki-laki ( maaf buat para bro…) yang tidak bertanggung jawab. Saya menjadi agak trauma, hingga saat ini adalah tahun ke 7 saya single parent. Pernah ada seorang ustadz yang ingin memperistri saya sebagai istri kedua, namun dengan halus saya tolak….

    Menemukan blog DALAN ISKAN bagaikan mendapatkan OASE bagi saya…. Saya bisa berekspresi, memberikan apresiasi, nasihat, semangat dan care tanpa orang harus tahu siapa saya. Banyaknya Dahlanis yang komen saat “ Sumpah Ulumbu” juga yang mendoakan saya sakit, sungguh telah membangkitkan semangat hidup saya…

    Saya mendapatkan bro AKADARISMAN yang sudah seperti adik bagi saya ( walau kami belum pernah ketemu, baru sebatas sms an saja ), bro DJOKO SAWOLO, R AWAL PRIYONO, FIA, HERIC, R I MOLE, BIRUHITAM, SEMOGA CEPAT SEMBUH, SYEH WADDDEFAKK NEO,bahkanMBAKKU ikut mendoakan saya agar cepat sembuh. ( adalagi yang saya tidak bisa sebut satu persatu) Terima kasih yang tulus dari hati saya, semoga Allah menjadikan perhatian anda sebagai amal ibadah. Subhanallah…

    Namun katika saya membaca MH senin ini yang berisi tentang keberhasilan dan semangat, saya menjadi ragu untuk mengeposkan ke dalam blog…
    Saya merenung cukup lama… karena banyak pertimbangan;
    1. Blog ini BUKAN milik saya
    2. Isi MH yang lagi indah dan semangat, tidak searah dengan curhat saya selama sakit ( saya takut “ merusak” suasana hati para Dahlanis )
    3. Tidak semua pembaca adalah pro Dahlanis, beberapa dari mereka adalan komentator miring yang kadang kata-katanya sinis… Kalau Pak DAHLAN dikoment negative, maka para Dahlanis akan segera mengeroyok untuk membela, sedangkan saya…? Kalau nanti ada yang sinis dengan tulisan saya siapa yang mau membela…? Apakah saya masih kuat untuk menerimanya…? ( Ketika saya mengetik ini, airmata saya spontan mengalir…)

    4. Namun salah satu seminar motivasi yang saya ikuti, dikatakan bahwa “ apabila anda memiliki cita-cita besar yang baik, maka langkah yang harus anda laksanakan adalah; a. Canangkan dalam hati dan pikiran anda hinga anda fokus. b. Tulislah serta bacalah berulang-ulang agar tidak lupa dan makin kuat tertanam di hati. C. Katakanlah pada orang yang anda kenal…karena Tuhan menolong anda sebagian lewat orang-orang yang anda kenal…”

    Rupanya motivasi itulah yang memenangkan hati saya. Saya anggap blog ini adalah lautan dan tulisan saya adalah jaring/ jala. Saya telah menebarkan jala ke laut… saya tahu akan ada berbagai kemungkinan. Bisa saat saya tarik jalanya kosong, bisa juga jalanya berisi ikan, udang, kepiting atau bahkan sandal jepit.
    Salam Dahlanis. Gbu all

    Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan, bila ada yang ingin menanggapi secara personal, saya sudah menyiapkan email khusus kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 12 November 2012, 11:00 am
    • Asswrwb mbak Ning : makasih infonya …. numpang copy paste yo… matursuwun .. Wassallamwrwb.

      Posted by R I Molle | 12 November 2012, 11:12 am
      • kisah hidup yang menarik w.ning. pasti banyak yg memberi komen. pasti ada yg kasih ulasan komen. pasti ada edisi khususnya. hehehe… sdh setingkat mh. btw hidup itu indah. bagaikan film, yg bagus itu ya yg alurnya menarik, yg konfliknya tajam dan karakternya kuat. kalo film bagus pasti dapat penghargaan. bisa saja dalam kehidupan yg menarik juga dapat ganjaran yg baik. tergantung happy endingnya. tapi yg jelas hidup itu perjuangan. keep fight aja !

        Posted by G. Hariyanto | 13 November 2012, 11:11 am
    • izin share yah mbak ning… ke catatan inspirasi di FB saya,, terus terang saya terharu membaca perjalanan hidup mbak ning… ternyata saya yang laki-laki kadang tak kuat menghadapi godaan dan cobaan dunia ini, padahal yang terjadi sama saya tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan yang dihadapi mbak Ning.. tetap tegar, tetap ceria & tetap berbagi inspirasi dengan kami, yah Mbak Ning,,, karena TAK ADA PELAUT ULUNG YANG LAHIR DARI LAUTAN YANG TENANG,, dan apabila Cobaan itu datang,, jangan katakan “WAHAI ALLAH MASALAH KU SANGAT BESAR,, ” tapi mari kita katakan ” WAHAI MASALAH, SESUNGGUHNYA ALLAH SWT ITU MAHA BESAR””” maaf mbak ning bila kesannya sedikit menggurui,,, salam dari edwar wasrika – Sukabumi, west java

      Posted by edward | 12 November 2012, 11:41 am
    • Alhamdulillah mbak Ning sudah dikaruniai rasa Ridlo/Ikhlas atas apapun yg ditimpakan Allah SWT, tawakal saat susah dan bersyukur saat bahagia.
      Semoga Allah SWT dihari hisab kelak akan Ridlo atas semua amal ibadah mbak Ning..aamiin.

      Posted by JOWI | 12 November 2012, 12:14 pm
    • Nice story Mbak… dan yg Mbak W.Ning…. hidup harus terus berjalan…. tidak mungkin kita akan menderita terus…seperti halnya tidak mungkin juga akan bahagia terus…. pasti demikian….kita harus tetap menjalani…. tetep semangat…. smg cepat sembuh…..

      Posted by yuni | 12 November 2012, 12:52 pm
      • Jangan sungkan-sungkan Mbak. Terima kasih telah berbagi. Dahlanis, dengan atau tanpa kata, tetap merasakan adanya ikatan persaudaraan. Semoga segera diberikan kebaikan untuk segala hal, dalam hal kesehatan maupun pendamping hidup. Semoga lebih baik dari sebelumnya.

        Posted by apasaja | 12 November 2012, 1:11 pm
    • Subhanallah. Komentar saya hanya satu, “Tidak Semua Laki-laki”.

      Posted by Djoko Sawolo | 12 November 2012, 2:52 pm
    • hemmmmm uda menangis… baca MH kali ini….. , ne mala…, di tambah lagi oleh tulisan Bu Ning………duh…….. , indahnya hidup ini…………., para Pendekar Pulau es…, dan para santri di Angkring Pesantren Kwagen KEdiri.. mengucapkan……….salut salut…., n maju terus pak dahlan………………..

      Posted by Bukeksiansu | 12 November 2012, 3:44 pm
    • Ga terasa air mata saya terus mengalir membaca tulisan mbak Ning, ga tau mo ngomong apa..sungguh menginspirasi mbak..

      Posted by Ike | 14 November 2012, 8:59 am
  94. 1. Waktu begitu cepat berlalu,Pantaslah orang yang TIDAK BIASA KERJA CEPAT,, Begitu mudah DI GILAS WAKTU.
    2. Kita yang miskin terus menghidupi petani negara maju seperti Amerika dalam hal import gandum.
    Angka import itu akan naik terus seiring kegemaran kita makan mie dan roti yang terus meningkat
    3. Import daging bisa saja akan berakhir kalau kita mau meningkatkan produksi ternak dan NEGARA KITA sangat
    cocok untuk peternakan , tinggal KITA MAU ATAU TIDAK MAU .
    4. Demikian juga kita bisa mengakhiri import beras kalau kita mau meningkatkan produksi beras kita .

    hmmmm…pemikiran= cak DIS sangat sederhana dan simple . semoga pengabdian Cak DIS menjadikan moment
    bagi seluruh rakyat Indonesia tuk tergerak dan bergerak bersama-sama menuju masyarakat yang makmur dan
    tenteram .
    Mari teman=…. Kita semua bersama-sama dan bersatu tuk mewujudkan impian para pendiri bangsa Indonesia
    tuk IBU PERTIWI TERCINTA…..

    Posted by R I Molle | 12 November 2012, 11:02 am
  95. sorgum hasil mutasi gen, kira2 aman gak nih buat kesehatan?

    Posted by Eko Putranto | 12 November 2012, 11:07 am
  96. waduh, membaca kisah Dahlan Iskan dan Bu, W. Ning koq setali tiga uang ya : sukses membuat saya berkaca-kaca..

    Posted by sarwoko | 12 November 2012, 11:13 am
  97. aku ini hanya seorang PNS Daerah,,, memperhatikan Sorgum yang ciamik hasil penelitian para Ahli Anak Negeri ini,, jadi pengen jadi Petani,,, kebetulan Calon Mertua Punya Tanah yang cukup Luas,,, tapi sayang belum jadi mertua Beneran….. hihihihi

    Posted by edward | 12 November 2012, 11:22 am
  98. Saya sangat bangga dengan BUMN sekarang bersama komandannya Pak DIS.
    Saya sangat senang menjadi saksi sejarah mulai terjadinya perubahan: …tahap awal menuju penghentian import gandum!!!
    Semoga Pak DIS selalu sehat dan bisa menaklukkan sang waktu.

    Posted by eros | 12 November 2012, 11:26 am
  99. segera dilamar saja pak edward. :D

    jangan lupakan sapi-nya, batang sorgum kan pakan ternak yang seksi.

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 11:37 am
    • cekricek palsu! komen sorgum cuma sorakan dan gumaman..l wakakakaaaakkkk

      Posted by cekricek | 12 November 2012, 11:50 am
      • lagi-lagi klaim o’on

        sejak MH 01 (pertama) komentar dengan nama
        cek ricek ada banyak sekali, ada Cek Ricek, CEKRICEK, CEK RICEK, cek ricek, cekricek
        (biru), cekricek (hitam), dan
        hanya satu yang terlalu o’on
        untuk mengklaim diri sebagai
        yang asli. wkwkwkwk… :D

        si o’on ini baru muncul setelah MH tentang garuda. Anonim gengges xixixixi… :D

        Posted by cekricek | 12 November 2012, 12:11 pm
        • sekali lagi..sesama cekricek dilarang saling mendahului

          Posted by cak-mat | 12 November 2012, 5:01 pm
          • hahahaha… ga pedulilah yg mana asli atau palsu, tapi ini bener2 lucu….
            btw buat cekricek yg merasa asli duluan ganti namalah yg lain… nama anda byk fansnya.

            Posted by PUTU | 12 November 2012, 7:32 pm
          • gak perlulah mas putu… ketahuan koq mana yang asli dan palsu ! yang palsu kan cuma ikutan komen yang asli ! paling banter ngomong oan oon oan oon dan copas komen cekricek asli. apalagi si palsu tidak pernah atau bahkan tidak akan pernah mengkritisi dahlan iskan. hohohohooo…

            Posted by cekricek | 13 November 2012, 8:19 am
          • Kepada para Cekricek,

            Hehehe… sumpah bang lo pada lucu-lucu ya, Cekricek yang asli yang mana, yang palsu yang mana, supaya kita penonton nggak bingung, kasih tanda dong. Gue pribadi merasa terhibur oleh tingkah laku Cekricek asli dan palsu, kayak kopaja ama metromini. Ya ampun bang, cuma ID aja dipalsuin. Mendingan pake ID Cekricek+ dan Cekricek- aja bang biar beda dikit :)

            Salam hormat gue untuk Dahlaner sedunia,
            Bonzo – Jakarta Barat

            Posted by Bonzo | 15 November 2012, 1:47 am
  100. Bantul perluas lahan sorgum hingga 100 hektare
    Sabtu, 20 Oktober 2012 13:36 WIB
    Bantul (ANTARA Jogja) – Balai Penyuluh Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memperluas lahan untuk ditanami sorgum di daerah ini hingga mencapai 100 hektare pada 2013.

    “Saat ini sudah ada 50 hektare lahan sorgum di Srandakan, dan hingga pertengahan 2013 akan diperluas sampai 100 hektare,” kata Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bantul Sugeng Prayitno di Bantul, Sabtu.

    Menurut dia, tanaman sorgum tergolong mudah dikembangkan, baik di lahan kurang produktif sekalipun, seperti saat ini dari seluas 50 hektare, 20 hektare di bantaran sungai, dan 30 hektare di lahan pasir.

    “Tanaman sorgum tidak memilih tempat untuk pengembangannya, karena bisa di lahan pasir maupun lahan tandus. Jika dibanding merawat tanaman jagung, sorgum lebih mudah,” katanya.

    Ia mengatakan perluasan lahan sorgum hingga 100 hektare di Bantul nanti akan memilih lahan kurang produktif di Kecamatan Dlingo dan Pajangan.”Untuk lahan yang produktif karena untuk tanaman padi,” katanya.

    Koordinator BPP Kecamatan Srandakan Muslih Sawiji mengatakan pengembangan sorgum di Bantul di mulai pada Juni lalu dengan lokasi di lahan pasir pantai Pandansimo, bahkan dari lahan demplot beberapa hektare hasil panennya membanggakan.

    “Penanaman sorgum cukup murah, tiap satu hektare lahan membutuhkan modal sebesar Rp300.000 untuk bibit sorgum dan pupuk, dan dalam sekali tanam, sorgum bisa dipanen sebanyak tiga kali, selama 100 hari,” katanya.

    Ia menyebutkan, untuk produktivitas sorgum yang usai dipanen di lahan pasir Pandansimo, rata-rata sekitar empat hingga lima ton sorgum, yang dijual dengan harga sebesar Rp1.000 per kilogram.

    “Itu masih tahap awal, kemungkinan nanti bisa ditingkatkan, apalagi potensi gagal panen untuk sorgum sangat kecil, selama beberapa bulan ini kita juga belum mengalami,” katanya.

    Ia mengatakan, sebagian panen sorgum dibeli Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul untuk diolah menjadi bibit dan sebagian akan diolah menjadi tepung dan sebagian lagi digunakan untuk bibit.

    (KR-HRI)
    ________….. koordinator balai penyuluh pertanian sebuah daerah kecil sudah lebih banyak berbuat ! salut !

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 11:37 am
  101. Way to go Pak Dahlan! Bravo!

    Posted by Helena | 12 November 2012, 11:43 am
  102. Taqlid buta ya? Saya malah pernah menyampaikan kritik dan nasehat saya secara langsung. Sebaik-baik nasehat adalah yang disampaikan langsung. Pernah juga berdiskusi secara hangat. Teman-teman di berbagai kampus juga sama, dosen, mahasiswa. Perangnya adalah perang ide.

    Teman-teman di blog ini pun sudah cerdas. Mana yang kritis dan mana yang membabibuta. Kalau anda bilang ada yang taqlid buta. Saya tanpa ragu akan bilang ada juga yang ‘benci buta’. Hehehe

    Posted by abdullah | 12 November 2012, 11:57 am
    • Sebetulnya bukan “benci buta” pak Abdullah, cuman belum yakin dengan kekuatan do’a, belum yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’anya. Coba kalau dia yakin dg do’anya, tentu dia akan mendo’akan Pak Dahlan agar Allah membimbingnya selalu dijalan yg lurus untuk bangsa dan negaranya. Dan mendo’akan semoga para dahlanis tidak mengkultuskan Dahlan Iskan. Saya yakin dg bersedekah do’a seperti itu Allah akan memberikan kebaikan pada kehidupannya…semoga dia segera yakin dengan do’anya..aamiin.

      Posted by JOWI | 12 November 2012, 12:29 pm
  103. buat mas shayun with all respect : (buat yang lain juga yang merasa tau di tidaktaunya)… hmmm

    Pada suatu hari Rasulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika sedang ngobrol dan temu kangen dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui bergaya preman dan langsung mencela Abu Bakar. Makian kotor serta umpatan-umpatan kasar keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tdk menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah memberikan senyum terindahnya kepada Abu Bakar.
    .
    Merasa tidak berhasil dan dicuekin, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, kembali Abu Bakar  tidak menghiraukannya dan tetap membiarkan orang tersebut memaki. Rasulullah kembali memberikan senyum terindahnya.‎ Merasa makin dikacangin, maka semakin menjadi-jadi lah kemarahan orang Arab Badui ini.
    .
    Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yg memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui itu dengan makian pula. Terjadilah perang mulut, seketika juga nama-nama satu isi kebun binatang keluar semua, dari mulai kucing, kelinci sampai onta. Seketika itu juga, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam. ‎

    Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar sadar dengan kesalahannya dan langsung berlari mengejar Rasulullah yg sudah sampai halaman rumah. Kemudian, Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, jika aku berbuat kesalahan, mohon jelaskan dan maafkan kesalahanku. Jangan biarkan aku dalam kebingungan.” Rasulullah lalu menjawab, “Sewaktu orang Arab Badui itu datang lalu mencelamu dan kamu tidak mnanggapinya, aku tersenyum karena banyak malaikat di sekelilingmu yang akan membelamu di hadapan Allah.”

    .Beliau melanjutkan, “Begitu pun yang ke-dua kali ketika ia terus menghinamu dan kamu tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya di sisimu. Oleh sebab itu, aku semakin tersenyum. Namun, ketika yang ke-tiga kali ia menghinamu dan kamu menanggapinya serta kamu membalas makiannya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu, dan hadirlah iblis di sisimu untuk semakin memanasimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepada kamu.”

    wassalam._ (izin kembali ke pabrik nih… ciaooo)

    Posted by cekricek | 12 November 2012, 12:57 pm
    • Ini cekricek apa?

      Posted by apasaja | 12 November 2012, 1:15 pm
      • jelas yang asli bos ! yang palsu kan cuma ngomong oan oon oan oon gak jelas blas !

        Posted by cekricek | 12 November 2012, 1:32 pm
        • hem. ….. cek ricek…….. .., bagus … terimakasih.. telah menyampaikan haidts..yg sejuk… n membuat pencerahan hati………., buat pak dahlan……….insya allah uda tau hadits.. ini.., maju terus pakk dahlan..kami para pendekar pulau es…. selalu membantu………….

          Posted by Bukeksiansu | 12 November 2012, 3:30 pm
        • hadist yg sangat baik untuk mengingatkan saya yang badui ini dan bodoh dalam ilmu agama.

          Semoga juga bisa membuat yang merasa asli, merasa berilmu dan merasa lebih tahu, merasa lebih benar, menjadi lebih tawadhu.

          semoga jadi pelalaran berharga buat kita semua:

          …kalau ada yang merasa memfitnah mbok ya cepat minta maaf ? yang gentle dong ! sekalian biar pencitraan tambah bagus, gitu lho ! wkakakakakakakaaa glundhang glundheng glundhung dung dunk..

          …gampang koq membedakannya,
          teutama dari qua tehnis penulisan dan tentunya cekricek palsu alay buanget !!!hahahahahaaaaa…

          Ksatria dan bertaqwa ? huuu… tantangan luar biasa ? pencitraan boleh di buat buat, akan tetapi sifat satria dan taqwa harus siap diuji dan ditempa ! WALAU HARUS KEHILANGAN MUKA ! nah kalau sudah kehilangan muka, baru deh cari topeng kemana mana… tak gendong kemana mana…hahahahaaa

          …kebanyakan disini cuma ngefans
          ideologis bukan ngefans kritis. jadi seperti taqlid buta, begitu !

          …komen sorgum cuma sorakan dan gumaman..wakakakaaaakkkk

          …buat yang lain juga yang merasa tau di tidaktaunya)…

          Posted by cekricek | 13 November 2012, 5:35 am
          • buat cekricek palsu, terima kasih atas copas comment comment saya. terima kasih… Insya Allah beribu malaikat mengelilingi anda….

            Posted by cekricek | 13 November 2012, 6:00 am
          • cekricek …. Tulisan hambar

            Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 9:20 am
    • JazakAllahu khoiron mas Cek, telah berbagi sebuah hadist yg sangat mulia. Orang yg sabar dg celaan akan didampingi para malaikat kelak dihari hisab, sebaliknya tentu orang yg mencela akan dihinakan kelak.
      Kritik membangun kearah yg lebih baik tentunya akan selalu diharapkan, tetapi kritik pedas yg bertujuan menjelek-jelekan seseorang disertai prasangka sepertinya kok kurang sesuai lagi.

      Posted by JOWI | 12 November 2012, 2:05 pm
    • kyknya saya mulai bisa mengerucutkan CEKRICEK ini siapa,in person :).sepertinya beliaunya sedang menuntut ilmu di sebuah kota Industri di benua biru sana.salah?ya wajar,kan nebak :)

      Posted by Tunjung Trafizap Utomo | 13 November 2012, 12:10 pm
    • Om cekricek, KATANYA badui ini sama nabi suka dilembutin karena mereka itu kebanyakan (maaf pilihan katanya) naif, agak polos2 gitu, mungkin kalo bahasa kita sekarang, (kebanyakan) agak2 cupet gitu pikirannya, mungkin kurang data karena waktu buat cari info nya terbatas ya
      Tapi (ini yang keren nih) gairah keagamaannya (KATANYA lagi) tinggi. Sehingga bisa mengkafirkan orang gara2 tidak sama dengan apa yang dia dapat.
      (yaaahh… itu juga, KATANYA)
      hmmm… baiklah, saya berusaha deh Om, mengexpand batas kesabaran. makasih ya Om udah ngajarin saya.
      (Om Akadarisman, Om Djoko Sawolo, Om Novrian dan Om-om sama Tante-tante lain, seneng saya baca counter2nya, serasa dicerahkan, khusus Tante W.Ning… hiks.. saya bantu do’a aja ya Tante)
      Kesimpulannya..
      Penduduk blog ini wajib seperti abu bakar session 1 dan 2 gitu ya Om cekricek?
      lalu Om cekricek itu badui-nya gitu kan???
      (maaf kalo saya salah menyimpulkan, maklum biasanya cuma baca dan bilang ‘setuju’ doang)

      Posted by tedi kp | 14 November 2012, 9:55 am
  104. Pak Dis selalu menginspirasi kita semua. woww….dengan koprol

    Posted by afandi | 12 November 2012, 1:05 pm
    • Setiap kali baca tulisan Pak DIS rasanya bulu kuduku berdiri, merinding. Merasakan betapa hebatnya bangsa kita, tidak seperti yg banyak diberitakan di TV yang banyak memuat korupsi, pembunuhan, perampokan, terorisme, seolah-olah bobrok sekali negeri ini.

      Posted by ahmadas | 12 November 2012, 2:15 pm
  105. memang seharusnya seperti ini pemimpin, jadi ‘pembantu’ rakyat… bukan menjadi ‘tuan’ rakyat, yang nguras jatah rayatnya sendiri…

    Posted by Karida | 12 November 2012, 2:29 pm
  106. sakit hatiku baca komentar sinis tentang pak DI di sebuah portal berita..sungguh miris tenan yo, orang2 menjelek2kan pak dahlan udah kyk orang ngemil. Gak ada berhentinya… Semoga saya dianugerahi ilmu ikhlas seperti pak DI, karena logikaku dan hati sudah bener2 nyambung dan sadar dengan pemikirannya pak Dahlan. Saya cuma bisa berdoa ya pak..semoga sukses dan sehat :)

    Posted by IRWAN ARI WIBOWO | 12 November 2012, 2:42 pm
  107. tujuan budidaya sorgum sebagai pengganti atau usaha mengurangi impor terigu, secara ide memang memungkinkan. namun dalam aplikasinya masih banyak kendala yang harus diatasi. budidaya sorgum adalah sektor hulu. sementara industri terigu adalah sektor hilir, sehingga dari hulu ke hilir akan menemui lebih banyak kendala daripada satu sektor saja. ada beberapa kendala yang bisa saya petakan:

    1. budidaya sorgum adalah hal baru bagi masyarakat kita. petani belum terbiasa menanamnya, sehingga dikhawatirkan jika panen sorgum tidak sesuai harapan, membuat petani pesimis akan potensinya. toh yang dipikirkan petani cuma memperoleh keuntungan dari usahanya. petani tidak akan berpikir terigu masih impor dan harganya melambung. belum lagi kendala budidaya seperti teknik budidaya, bibit, pupuk, hama dsb.

    2. jalur distribusi sorgum seperti petani-pengepul- pedagang-konsumen belum terbentuk, sehingga jika petani membudidayakan sorgum dikhawatirkan tidak ada yang menerimanya, kecuali hewan ruminansia. perlu diawali dari konsumen sudah bisa menerimakah jika produk makanan dari terigu diganti dengan tepung sorgum?

    3. tujuan mengganti/ mensubtitusi tepung terigu sebenarnya tidak hanya dengan sorgum. ada produk lain yang sudah bisa diterima masyarakat seperti tepung tapioka dan tepung mocaf (modification casava flour)

    4. pemakai tepung terigu terbesar adalah sektor industri. namun sudahkah sektor industri tertarik menggunakan tepung sorgum? jika tidak dijamin tanaman sorgum tidak akan menjadi produk turunan.

    dari permasalahan diatas perlu dikaji tentang visi dan misi dari program budidaya sorgum. jangan sampai program yang bagus hanya untuk jangka pendek. masih perlu kajian mendalam terutama tentang analisis usaha budidaya sorgum. apakah menguntungkan bagi petani atau hanya menguntungkan bagi industri saja. atau apakah ini hanya program perorangan atau BUMN saja sehingga petani apalagi deptan tidak dilibatkan

    Posted by G. Hariyanto | 12 November 2012, 3:56 pm
    • Saya yakin P.DIS sudah memikirkan & menjalankan program sorgum tersebut. Karena P.DIS bilang import terigu terbesar untuk mie & roti (kan yang main perusahaan besar). Ditambah P.DIS mempunyai pengalaman dalam membangun korporasi Jawa Pos Group dan menjadi dirut BUMD & BUMN.

      Saya senang dengan komentar P.Hariyanto yang membangun. Bener-bener “missing piece” yang tidak terpikirkan oleh saya (mungkin juga sebagian teman-teman yang lain).

      Namun saya tetap bersedih, karena hanya do’a yang dapat saya sumbangkan.
      Bismillah, Al-fatihah…

      Posted by Adit(pun) Bisa | 13 November 2012, 11:45 am
  108. always like monday

    Posted by azham kkhairan | 12 November 2012, 5:06 pm
  109. hadist yg mulia diatas tentu tidak menjadi pembenaran anda mencaci dan menghardik pak dahlan kan cek?

    Posted by andar | 12 November 2012, 5:21 pm
    • bung andar, very good morning. saya kasih contoh ya, kalau ada tulisan dilarang (maaf) kencing disini, bukan berarti anda boleh melakukannya disebelahnya. Semua tentu harus terukur mengikuti nilai kesabaran seseorang yang berbeda beda tingkatnya.
      dan ingat, orang yang paling sabar adalah orang yang memaafkan orang lain, padahal dia berkuasa untuk membalasnya !
      wassalam… kita orang mo pi olahraga dulu ya…

      Posted by cekricek | 13 November 2012, 6:20 am
      • Kabura ma’tan indallahu an taqulu mala tafaluun… (Al ayah)
        “……………. yang hanya berkata tetapi tidak mengamalkan apa yang dikatakannya..(QS. 61:3)

        Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 2:12 pm
  110. hebat pak Dahlan..
    lanjutkan perjuangan ini pak..

    Posted by Riki | 12 November 2012, 5:25 pm
  111. salam kenal

    Posted by elhijrah83 | 12 November 2012, 5:35 pm
  112. terigu impor amerika
    daging impor australia
    beras impor thailand
    gula impor thailand
    itu semua kebutuhan dasar/pokok manusia. kalau untuk kebutuhan pokok saja impor berapa duit dihabiskan untuk beli itu semua. ujung2nya mafia impor yang tak lepas dari kongkalikong dengan DPR. ya pasti DPR kecipratan laaahh.
    Bravo DIs. buat Indonesia tidak menjadi ketergantungan dengan negara lain, buat indonesia menjadi negara maju.

    Posted by ayahlawe | 12 November 2012, 5:45 pm
  113. Untuk mencapai tujuan di butuhkan ayunan langkah pertama ……………………….. maju terus Abah

    Posted by narto | 12 November 2012, 5:48 pm
  114. Reblogged this on selalucintaindonesia and commented:
    sangat bagus infonya

    Posted by yantoawaludin | 12 November 2012, 6:54 pm
  115. mas Hariyanto gak prlu khawatir yg brlbihan, pk DIS klo brpikir dan brtindak tuh sprt brmain catur, sudah tau langkah k-2, k-3, k-4 dst, mknya BUMN dulu yg jd pionir, nti stlah betul2 diraskan manfaatnya pasti akan ada MH khusus masyarakat petani. Mudah2n kelak Sorgum menjdi tanaman SORGa Untuk Masyarakat. Insyaallah

    Posted by tyan | 12 November 2012, 7:04 pm
  116. pak dahlan lanjutkan, bernatas korup sampai ke akar

    Posted by obatherbal99 | 12 November 2012, 7:52 pm
  117. Setuju, jika BUMN hanya dijadikan pioner dalam pengembangan produk alternatif pertanian, karena usaha ini beresiko tinggi mengalami kegagalan. Jika uji coba ini berhasil, yg tentu memerlukan waktu & usaha yg tdk sedikit. Langkah selanjutnya adl menyerahkan pemenuhan kebutuhan terigu 7 jt ton/th kepada petani. BUMN hanya sbg penyokong saja dgn menyediakan bibit, pupuk, pembiayaan & pendampingan. Hal ini sesuai dgn core bisnis BUMN.

    Satu lagi usaha yg tdk sesuai dgn bisnis utama BUMN pertanian yaitu budidaya sapi oleh PTPN sawit. Seharusnya usaha itu dilakukan oleh pt. Berdikari dgn hanya memfokuskan produksi anakan sapi unggul. Sedangkan untuk penggemukkannya serahkan saja pd petani. Karena hanya petani yg bisa mewujudkan swasembada daging, tentu dgn dgn dukungan BUMN. Sementara PTPN sawit dpt mendirikan anak perusahaan pakan ternak untuk mengelola limbah sawitnya.

    Posted by G.Hariyanto | 12 November 2012, 8:07 pm
  118. Pak DI memang menginspirasi saya… sudah berGiga2 video Youtube yg saya streaming, mulai dari Kuliah Umum berjam2 sampai Berita2 beliau di metro dsb…
    1). Tak Ada pertanyaan yg tidak terjawab, semua ada solusinya.
    2). quote beliau (sama dgn tulisan w.ning) “Miskin Bermartabat, Kaya Bermanfaat” sangat mengena.
    3). Segala Pekerjaan harus dikerjakan dengan sungguh2, maka baru akan menghasilkan.
    4). Sekarang Ekonomi Indonesia sudah mengalahkan Belanda, tahun depan harus lebih baik lagi.
    5). Kebanggaan itu harus dipupuk, PESIMISME adalah SEPARUH dari KEGAGALAN.
    Sudah saatnya kita bangkit, biarkan saja DPR asik dengan ceritanya. Cerita buat NKRI adalah menjadi Negara Maju 10~15th Mendatang. Mulai dari BUMN yg bersinergi sebagai Ketahanan Pangan, Penggerak Perekonomian dan Kebanggaan bangsa, MIMPI ini harus KITA RAIH PASTI…

    Posted by PUTU | 12 November 2012, 8:11 pm
  119. klo pk DIs jd RI-1 kira2 masih mw gak za blusukan k sawah, kebun, tambak dll? Trus pk DIs kn sring bilang klo tempat2 pelayan publik kudu lbih bagus drpd ruang derekturnya, apa nanti klo DIs jd RI-1 brarti jalan2 rakyat akan lebih mulus drpd jalan menuju istana? (gmn pk DIs?)

    Posted by tyan | 12 November 2012, 9:30 pm
  120. menikmati hasil panen pertama, dari kerja cerdas, kerja keras, kerja ikhlas.

    Posted by maspurwo | 12 November 2012, 10:16 pm
  121. Ada yang masih ingat apa judul tulisan DI yang di dalamnya dia menyatakan siap masuk penjara karena beli jenset tanpa tender? butuh jadi referensi neh..

    Posted by lukman bin saleh | 13 November 2012, 2:50 am
    • Info itu ada di wawancara dengan metro TV. Bisa lihat youtube.

      Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 9:17 am
    • http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/31/22255460/Dahlan.Iskan.Saya.Siap.Dipenjara

      Inefisiensi PLN
      Dahlan Iskan: Saya Siap Dipenjara

      Penulis : Didik Purwanto | Rabu, 31 Oktober 2012 | 22:25 WIB
      Dibaca: 38266
      Komentar: 87
      |
      Share:
      KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Ilustrasi

      TERKAIT:

      Inefisiensi PLN Rp 37,6 Triliun, DPR Harus Ikut Tanggung Jawab
      Rugikan Negara Rp 37,6 Triliun, Ini Penjelasan Bos PLN
      BPK: Perjanjian Gas Tanpa Sanksi
      Hatta Tak Komentari Inefisiensi PLN di Zaman Dahlan
      Dahlan Bongkar Rahasia Kerugian PLN

      JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku siap dipenjara. Namun, hal itu akan terjadi bila dia terbukti melakukan inefisiensi dalam laporan keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

      “Saya siap dipenjara. Bahkan, saya lebih pilih masuk penjara daripada listrik Jakarta mati berbulan-bulan,” kata Dahlan saat konferensi pers di Warung Berkah Melawai, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

      Menurut Dahlan, keinginan itu bukan tanpa alasan. Dahlan menganggap bahwa apa yang sudah dilakukan saat menjadi Direktur Utama PLN waktu itu adalah tepat. Dahlan menilai, saat pasokan gas berkurang pihaknya harus segera berinisiatif untuk mengambil pasokan bahan bakar lain agar tetap dapat membangkitkan tenaga listrik.

      Saat itu pembangkit listrik yang ada hanya bisa digunakan dengan bahan bakar gas dan bahan bakar minyak (BBM). Namun, karena pasokan gas berkurang, pihaknya memutuskan untuk memakai BBM dengan konsekuensi biaya operasional membengkak karena harga BBM lebih mahal dibandingkan harga gas.

      “Itu sudah sesuai perencanaan semula. Karena pasokan gas dikurangi dan tidak ada jatah untuk PLN, sebagai Dirut saya harus sigap untuk segera mengganti dengan BBM,” tambahnya. Imbasnya, biaya operasional untuk pengadaan energi primer untuk membangkitkan tenaga listrik itu membengkak hingga Rp 37,6 triliun.

      “Bahkan, kalau hitungan saya, lebih dari Rp 100 triliun,” jelasnya.

      Sekadar catatan, Dahlan Iskan saat menjadi Dirut PLN telah menjelaskan ke Komisi VII terkait kesulitan perusahaan memperoleh pasokan gas untuk pembangkit listrik. Saat itu kesulitan PLN dijelaskan secara gamblang ke Komisi VII DPR.

      “Karena ada keanehan, rekomendasi DPR adalah BPK harus melakukan audit ke PLN pada 2009,” tambahnya. Hasilnya, temuan BPK menyebut bahwa PLN dianggap merugikan negara Rp 36,7 triliun karena adanya inefisiensi biaya operasional.

      Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
      Dahlan Iskan Versus DPR
      Editor :
      Hindra

      Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 12:46 pm
      • Asswrwb cak djoko sawolo : sangat jelas bagi kita seluruh rakyat bahwa yang dilakukan cak DIS itu memang buat Indonesia tp wong dpr itu pura = ndak tahu dan ndak mau tahu dng yang cak DIS lakukan … semoga Allah mengampuni dosa = mereka ( dpr ).

        Posted by R I Molle | 14 November 2012, 1:00 pm
  122. Dahlan Iskan Memberikan Barang Haram?

    LukmanBin Saleh
    Guru SDN 1 Bayan, Lombok Utara
    0inShare.Dahlan Iskan Memberikan Barang Haram ? Tambah KoleksiBaca NantiHL | 12 November 2012 | 05:28 Dibaca: 2976 Komentar: 51 Nihil

    Dahlan Iskan, mantan Dirut PLN yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN ( KOMPAS/HERU SRI KUMORO)
    Besok Dahlan Iskan akan menghadap Komisi VII DPR membahas inevisiensi PLN. Inevisiensi akibat menggunakan BBM dan menyewa ribuan jenset. Entah bagaimana hasil pertemuan tersebut. Tapi di sini saya mencoba memberikan sedikit kesaksian tentang jenset yang disewa itu.

    ***

    Sejak tahun 1982 sembilan kecamatan di Lombok Timur menggunakan listrik dari Koperasi Listrik Pedesaan (KLP) Sinar Rinjani. PLN belum masuk ke daerah ini. Pada bulan Januari tahun 2006 terjadilah demo besar-besaran. Menuntut KLP Sinar Rinjani dibubarkan dan anggotanya menjadi pelanggan PLN. Penjarahan, pembakaran, dan perusakan aset KLP Sinar Rinjani memaksa koperasi ini bubar.

    Bubarnya KLP Sinar Rinjani tidak otomatis membuat masalah selesai. PLN saat itu tidak bisa menjadikan eks anggota KLP Sinar Rinjani menjadi pelanggan. PLN sendiri sedang mengalami krisis listrik. Jangankan menambah pelanggan, mengaliri pelanggan yang sudah adapun PLN tidak sanggup. Pemadaman bergilir sedang marak dilakukan. Selama 2 tahun daerah ini tidak mendapatkan aliran listrik.

    Pada tahun 2008 eks anggota KLP Sinar Rinjani diambil alih oleh Pemda Lombok Timur. Pemda Lombok Timur membeli listrik kepada PLN dan dijual lagi kepada warga. Karena pada dasarnya listrik tidak mencukupi maka eks anggota KLP Sinar Rinjani hanya mendapat listrik jika ada sisa dari pelanggan PLN yang sah. Listrik menyala hanya pada tengah malam, atau 1 kali seminggu bahkan listrik menyala 1 kali dalam 6 bulan. Warga kadang sampai lupa kalau di dalam rumahnya ada lampu listrik.

    Pemadaman yang sedemikian parah itu bukan saja karena PLN kekurangan daya. Setiap tengah malam daya PLN pasti surplus. Tapi pemadaman yang berbulan-bulan itu juga akibat ketidakmampuan Pemda Lombok Timur memelihara jaringan listrik peninggalan KLP Sinar Rinjani. Jaringan KLP Sinar Rinjani juga sangat parah, umurnya sudah 30 tahun. PLN tidak berani mengambil alih langsung. Kalau sudah diambil alih otomatis eks anggota KLP Sinar Rinjani menuntut perlakuan sama seperti pelanggan lainnya di Lombok. Alangkah hancurnya pelayanan PLN di pulau Lombok kalau tuntutan ini dikabulkan.

    Masyarakat sudah putus asa karena pada saat bersamaan berita-berita di media menyebutkan krisis listrik terjadi di mana-mana. Bahkan Jakarta-pun ada pemadaman bergilirnya. Krisis listrik pada saat itu sedang menjadi masalah nasional, bukan saja masalah Lombok Timur. Akhirnya masyarakat hanya bisa berharap akan menjadi pelanggan PLN jika PLTU Jeranjang Lombok Barat sudah jadi. Entah 5 tahun, 10 tahun atau lebih dari itu. Lombok Timur merana, kerugian masyarakat sudah tidak terhitung lagi.

    Pada tanggal 23 Desember 2009 diangkatlah Dahlan Iskan menjadi Dirut PLN. Dahlan langsung tancap gas mengatasi krisis listrik Indonesia. Langkah jangka pendek adalah mendatangkan ribuan jenset dengan cara disewa. Karena hanya dengan jenset krisis listrik Indonesia bisa dengan cepat teratasi. Sedangkan langkah jangka panjang Dahlan adalah mempercepat pembangunan PLTU, PLTG, PLTP, PLTA, PLTS dan sumber energi listrik lainnya.

    Lombok sendiri mendapat penanganan khusus dari Dahlan. Jenset didatangkan, sementara menunggu selesainya pembangunan PLTU Jeranjang. Pada tahun 2010 semua eks anggota KLP Sinar Rinjani bisa bernafas lega. Mereka sudah bisa menikmati listrik yang lebih baik. Jaringan Listrik KLP Sinar Rinjani dirombak total. Anggota eks KLP Sinar Rinjani dimigrasi menjadi pelanggan listrik prabayar PLN. Jadilah Lombok pemecah rekor, mendapat kuota penyambungan listrik terbanyak se-Indonesia. Tidak berhenti sampai di situ, bukan saja eks anggota KLP Sinar Rinjani yang boleh menjadi pelanggan PLN tapi masyarakat seluruh Lombok yang belum mendapat sambungan listrik PLN.

    Masyarakat yang selama puluhan tahun menghiasi daftar tunggu PLN tiba-tiba sirna. Biaya sambung yang semula puluhan juta karena permainan calo tiba-tiba hanya menjadi 750 ribu rupiah (diluar biaya instalasi di dalam rumah oleh kontraktor listrik, kurang lebih biayanya 1 juta). Bukan lagi masyarakat yang berebut mendapatkan sambungan listrik PLN tapi kontraktor-kontraktor listrik bergentayangan mencari calon pelanggan. Bahkan PLN sendiri menggratiskan masyarakat yang mau menambah daya KWH-nya. Keadaan benar-benar berubah 180 derajat.

    Kabarnya perubahan ini bukan saja dialami oleh masyarakat Lombok, tapi ratusan daerah di Indonesia. Bukan saja dengan Jenset Dahlan mengatasi krisis listrik, tapi berbagai sumber energi listrik lainnya. Misalnya di Kabupaten manggarai NTT. Proyek PLTP yang mangkrak sejak tahun 1994 dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun. Dijadikan sebagai hadiah Natal kepada masyarakat Kabupaten Manggarai. Konon Dahlan sampai disambut layaknya pahlawan oleh masyarakat. Anak-anak sekolah dari SD sampai SMA berjajar melambaikan tangan di sepanjang jalan yang dilalui Dahlan. Saat Dahlan berdiri di podium masyarakat menatapnya dengan haru sampai meneteskan air mata. Bubati Manggarai ikut menangis saat memberi sambutan. Tokoh adat tidak mau ketinggalan, empat acara adat secara terpisah digelar untuk Dahlan. http://www.jpnn.com/read/2011/11/12/107887/Akhirnya,-Masyarakat-Ulumbu,-Manggarai,-NTT-Bisa-Menikmati-Listrik-

    Singkatnya dari Pegunungan Bukit Barisan Sumatera sampai Lembah Baliem Papua tidak luput dari sentuhan Dahlan. Dahlan begitu gigih memperjuangkan agar masyarakat Indonesia secara merata dapat menikmati listrik. Lengkapnya dapat kita baca pada catatan-catatan kecilnya yaitu seri Ceo Notes di http://dahlaniskan.wordpress.com/category/pln/ceo-notes/

    Tapi akhir-akhir ini perjuangan yang pernah dilakukan Dahlan dipersoalkan, kenikmatan yang diberikan Dahlan digugat. DPR menyatakan jenset-jenset yang disewa Dahlan itu mengakibatkan pemborosan uang negara. BBM untuk menghidupkan jenset-jenset tersebut membutuhkan subsidi yang tidak sedikit. Dahlan dituduh melakukan inefisiensi, negara dirugikan. Orang yang merugikan negara adalah koruptor. Berarti uang yang dipakai untuk menyewa jenset dan membeli BBM selama ini tidak sah alias haram karena dianggap hasil korupsi Dahlan.

    Oh…sedemikian tegakah DPR mengharamkan masyarakat menikmati listrik PLN? Hanya masyarakat Jawa dan kota-kota besarkah yang berhak menikmati subsidi listrik? Kami masyarakat Lombok dan wilayah-wilayah pelosok lainnya tidak berhak? Apakah seharusnya masyarakat Lombok menunggu bertahun-tahun untuk menikmati listrik sampai PLTU Jeranjang itu jadi? Masyarakat di kota besar saja meributkan pemadaman listrik yang hanya beberapa menit, kenapa kami harus menerima pemadaman selama bertahun-tahun? Kalau memang efisiensi anggaran jadi alasan kenapa subsidi listrik tidak dicabut sekalian? Jangan hanya kami yang dikorbankan. Jangan buat kami hanya jadi penonton di negara ini.

    Kalau DPR benar-benar’tidak merelakan APBN yang dipakai Dahlan untuk menyewa jenset dan membeli BBM, berarti keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia benar-benar hanyalah pepesan kosong. Tidak heran kalau daerah-daerah pinggiran sejak dulu ingin memisahkan diri dari Indonesia. Ternyata begini rasanya dipandang sebelah mata oleh orang-orang pusat. Dulu daerah-daerah tersebut merasa terzolimi oleh pemerintah, sekarang kami merasa dinista oleh dewan yang terhormat.

    ***

    Posted by lukman bin saleh | 13 November 2012, 2:55 am
    • Tulisan bagus sekali, menyampaikan pesan bahwa jangan Jakarta saja yang terang benderang. Pulau lain adalah bagian dari NKRI yang memperoleh hak sama untuk memperoleh listrik negara.
      Menjadi semakin tahu, bahwa oknum DPR ybs nyata-nyata tidak membela wong cilik?? Meskipun jargon partainya adalah “membela wong cilik”. Artinya adalah Omong Besar.

      Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 9:13 am
    • Saya 1000% setuju dengan komentar anda Pak Lukman. Daerah saya di Balikpapan juga mengalami hal yg sama. Sekali lagi, menurut saya, Ineffisiensi bukanlah merupakan kerugian. Definisinya saja tidak sama.
      Saya pernah membaca berita beberapa tahun yang lalu, sebelum Dahlan Iskan menjabat sebagai DIrut PLN. Ketika itu Indonesia masih mengalami krisis listrik. Saya ingat ketika itu Alim Markus, CEO Maspion group, dengan garangnya menyatakan bahwa jika PLN terus2an seperti ini, maka dunia Industri bisa menggugat PLN dengan alasan wanprestasi karena mengakibatkan kerugian kepada dunia usaha akibat tidak dapat beroperasi dengan lancar.
      Seandainya, gugatan tersebut benar-benar terjadi dan dimenangkan oleh dunia Industri. Sehingga PLN harus membayar ganti rugi kepada dunia usaha sejumlah uang, bukankah hal tersebut juga merupakan kerugian bagi PLN, yang ujung-ujungnya juga merupakan kerugian negara.
      Apakah DPR tidak pernah menyadari, berapa kerugian yang diderita dunia usaha akbiat adanya krisis listrik? Mengapa ineffiensi Rp 37 T harus diributkan, toh uang negara tersebut juga digunakan untuk kepentingan rakyat. Mengapa partai pak Effendi Simbolon, yg katanya partai wong cilik, mempeributkan ketika tahun lalu subsidi BBM mau dicabut, tetapi mempermasalahkan ineffisiensi ini. Partai Effendi Simbolon tidak mempermasalahkan Subsidi BBM yang jumlahnya berkali-kali lipat besarnya yg begitu membebani negara, namun begitu gigihnya mempermasalahkan ineffiesiensi ini.
      Rapat Dengar Pendapat DPR hari ini benar-benar membuka mata saya. Sekarang saya sudah tahu mindset dari DPR: “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”
      Satu hal lagi. Kalau saya cermati partai pak Effendi Simbloon ini, yaitu Partai PDIP, benar2 sudah tidak menggunakan hati nuraninya. Semua program pemerintah semuanya ditentang. Apa iya, semua program dan kebijaksanaan pemerintah itu sedemikian jahatnya sehingga harus ditentang habis-habisan?
      Politik yg dijalankan oleh PDIP benar-benar terinsipirasi oleh dendam ketua Partai nya. Sehingga pemerintahan Pak SBY selalu dianggap musuh.
      Say NO to PDIP!!!!

      Posted by EKA | 13 November 2012, 2:43 pm
      • Sifat mbokde sejak dulu memang begitu. Mau menang sendiri. Nafsu besar tenaga kurang. Kemampuan berlari saja susah, tetapi mau menang.

        Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 4:43 pm
      • AKU STUJU BUANGETT, MULAI DETIK INI JGN PERCAYA LAGI MA PDIP CAPEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK AKU DENGER SELENTINGAN PDIP DAN PKS SELALU MINTA UPETI PALING BBUUEEESAAAARRRR DGN CALON GUB/WALIKOTA…………..OOOAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLLAAAAAH GITU KOK KATANYA MBELA WONG CILIK.PARTAI WONG CILIKK…………UDELMU..DASAR efendi MBLO’ON mbak yu megaWATi piyetoo…kokngeyel kabeh koyoo jare wong pki sakkarepe dewe. aku kecewa pernah mendukungmu

        Posted by Nova Scotia | 13 November 2012, 9:48 pm
    • asswrwb cak Lukman bin saleh ; alangkah lucunya pemikiran dpr ?? yang memandang action cak DIS sebagai bentuk korupsi dan pencitraan ???? sangat sederhana sekali ini adalah bentuk rupa politik yang sangat buruk bagi negara ini ….. hmmmm ????

      Posted by R I Molle | 14 November 2012, 1:19 pm
    • Terimakasih Pak Lukman, semoga Allah SWT membalas amal ibadah Bapak, semoga kesaksian Bapak dapat membalikkan fitnahan DPR dan media masa yang menghujat Pak Dis. Amiin

      Posted by mira | 14 November 2012, 4:35 pm
  123. Senang bacanya..kita bisa mengurangi ketergantungan akan impor…:)

    Posted by jujubandung | 13 November 2012, 5:48 am
  124. bagi yg belum tahu alasan pemborosan baca disini….http://www.tribunnews.com/2012/11/13/dahlan-iskan-pastikan-penuhi-panggilan-dpr

    Posted by merry | 13 November 2012, 6:39 am
  125. super sekali mas, merinding aku membacanya, hai simbolon cs, bacalah, renungkanlah, jangan hanya menuruti sahwat politikmu yang kampungan itu

    Posted by edhi | 13 November 2012, 7:02 am
  126. kirimkan ke DPR mas , utamanya komisi VII

    Posted by edhi | 13 November 2012, 7:02 am
  127. ngeri membayangkan hari ini tgl 13 november..pak DI dicecar habis2an oleh anggota DPR, yg sy khawatirkan mereka tdk lg rasional dan berpikir jernih karena dipenuhi nafsu untuk menjatuhkah pak DI saja

    Posted by merry | 13 November 2012, 7:14 am
  128. taruhan, mesti simbolon cs akan berusaha menjatuhkan pak DIS, bukan menmcari solusi, kampungan

    Posted by edhi | 13 November 2012, 7:20 am
    • DPR – pak Dis ibarat realitas menghadapi harapan (Hope)m.. Sudah umum kita liat dan ketahui “kompetensi”/kepintaran anggota dewan dalam bersilat lidah, mengolah kata-kata, ketika membuat pernyataan atau komentar.. Mereka kadang membawa-bawa ayat atau hadist (kadang sepenggal-sepenggal) untuk memperkuat argumentasi mereka dengan dalih “kebenaran” yang sebenarnya hanya sebatas kepentingan semata, bisa karena takut, sakit hati, tidak suka dlsb. Rasanya belum ada hasil kerja anggota dean yang memuaskan rakyat/pemilihnya karena bisa mengungkap kebenaran yang sesungguhnya secara tuntas. Mereka berhenti ketika kepentingannya terpenuhi, bukan kepentingan rakyat tapi parpol.. Semoga Allah SWT melindungi dan memberi petunjuk kepada Pak Dis. Aamiin YRA.

      Posted by akadarisman | 13 November 2012, 7:55 am
      • istilah ‘manufacturing hope’ itu juga sdh mulai jadi bahan olok-olok oknum anggota DPR, mereka bilang pak Dahlan menjual mimpi… kalo aku sih, masih mending baca tulisan atau dengar omongan pak Dahlan yg masih ‘hopeful’ daripada melihat kelakuan anggota DPR yg bikin ‘hopeless’… coba tanya pakar-pakar motivasi, apalagi yg bisa jadi modal utk memulai segalanya kalo bukan ‘hope’ yg baik… semoga semangat ‘manufacturing hope’ ini bisa ditiru oleh para pemimpin yg baik, jgn cuma mandeg di pak Dahlan…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 13 November 2012, 2:40 pm
  129. lucky 13. Semoga hari ini menjadi hari yang berpihak untuk pak DI, meski arah angin sudah dibikin tak menentu.

    Posted by Ferry Setyawan | 13 November 2012, 7:48 am
  130. Selalu ada ide segar yg berbasis pd kemaslahatan dg mensinergikan potensi yg dimiliki bumn disertai dg pemberdayaannya. Semoga pak DIS selalu diberikan kesehatan. Urun saran jk sorgum jg bisa ditanam disekeliling lahan kosong bandara yg umumnya luas. Pemberdayaan masyarakat sekitar bandara dg modal dr pkbl, semoga jg bisa membantu peningkatan ekonomi masy sekitar bandara, have a nice day

    Posted by dekawe | 13 November 2012, 8:21 am
    • dulu aku juga berpikir begitu, bahkan di tepi jalan tol apa tdk sebaiknya ditanami saja… ternyata ada pertimbangan masalah safety yaitu daerah tsb adalah ‘run-off area’ sbg utk kecelakaan, memang hrs clear dari segala aktifitas manusia… mungkin ada teman yg paham masalah manajemen keselamatan bandara bisa melengkapi…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 13 November 2012, 2:36 pm
  131. Jangan sampai pepatah ” Tikus mati dilumbung ” menerpa bangsa kita. Kerena jika terjadi kita yang hidup sekarang akan dikutuk anak cucu kita. Negara kita adalah negara agraris dimana masyarakatnya sangat paham tentang pertanian ditambah dengan pemberian alam yang subur, sungguh karunia Allah yang patut kita syukuri dan kelola sebaik-baiknya dengan jalan kerja, kerja dan kerja adalah jawabannya. dengan demikian kita masih punya harapan untuk kemakmuran bangsa. Kuncinya sebenarnya hanya kemauan untuk menghilangkan ego masing-masing saja. ditambah jangan sampai ada pikiran aku dapat apa ? karena ini yang paling banyak terjadi pada para pejabat kita saat ini, maka integritas sangatlah penting, disamping koorninasi antar lembaga yang saat ini secara perlahan sudah mulai dapat dipecahkan oleh Pak Dis. Bravo untuk pak Dis semoga Allah senantiasa melinpahkan kemudahan baginya.

    Posted by KOKO | 13 November 2012, 8:54 am
  132. Yakin dech….Pak Dahlan bisa jawab semua cercaan DPR. Wong semuanya sudah jelas kok. Bravo Pak Dahlan…Maju terus …Kami dukung Bapak

    Posted by afandi | 13 November 2012, 9:34 am
  133. Klo bisa secepatnya dihentikan impor kita tananm surgum seluas-luasnya demi Indonesia

    Posted by hari santoso jember | 13 November 2012, 9:40 am
  134. ayo nonton rame-rame RDP Pakde DIS dengan DPR Koplak dan beri dudkungan untuk Pak DIS

    Posted by sammy | 13 November 2012, 10:47 am
  135. akarta – Bukan Dahlan Iskan jika tidak melakukan hal yang unik. Saat memberi penjelasan pada anggota Komisi VII DPR tentang dugaan pemborosan dana PLN Rp 37 triliun saat dirinya menjadi dirut, Menteri BUMN itu memasukkan botol air mineral ke dalam bajunya. Nyentrik!

    Aksi memasukkan botol plastik itu terjadi tak lama setelah dia duduk di meja bertuliskan “Mantan Dirut PLN”. Dahlan lalu membuka botol air mineral yang tersedia di atas meja. Setelah meneguknya, Dahlan menutup botol, lalu dengan santai memasukkan botol itu lewat kerah bajunya dan menyimpan di kehangatan dadanya.

    “Biasa, kalau rapat seperti ini biar anget,” kata Dahlan sambil tersenyum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2012).

    Hawa di ruang DPR memang cukup dingin karena AC. Bila air dibiarkan di ruangan, air akan ikut dingin. Agar airnya tidak ikut dingin, Dahlan memilih memasukkan botol airnya ke dalam bajunya.

    Rapat dengan DPR lantas dimulai. Setelah membantah tudingan pemborosan dengan singkat pada anggota Komisi VII, Dahlan mengeluarkan air mineral botol dari balik bajunya. Lalu Dahlan meneguk air mineral tersebut dan memasukkan kembali air tersebut ke balik kemejanya yang berwarna putih dengan lengan digulung ini.

    Tindakan Dahlan ini berbeda dengan Menteri ESDM Jero Wacik yang meletakkan air mineral botol di depannya. Begitu juga dengan pejabat ESDM dan BUMN lainnya.

    Kehadiran Dahlan ke Senayan untuk memberi klarifikasi atas tudingan pemborosan dana PLN Rp 37 triliun, hasil temuan BPK. Saat itu, Dahlan menjabat Dirut PLN.

    ————————Skalian waspada abah….ntar ada yg masukin “sesuatu” k dlm botol abah, bisa berabe, soalnya pendekar korupsi banyak yg berakir tragis, seperti munir, baharudin lopa etc

    Posted by daus | 13 November 2012, 12:20 pm
  136. Salam Salut buat seluruh Dahlanis, Dahlanisti dan Dismania, saat ini TV One dan Metro lagi menyiarkan rapat dengar pendapat di DPR antara ” Pak Dahlan ” dan komisi VII. ( kenapa saya tulis Pak Dahlan, bukakkah disana juga hadir mentri ESDM, Ketu BP MIgas dsb?. karena hampir seluruh pertanyaan dan cercaan dialamtkan peda beliau).
    Sungguh saya kecewa dengan kulitas DPR kita hari ini. pertanyaan mereka sangat mengindikasikan kelemahan wawasan dan kekurang pengetahuan mengenai hasil laporan BPK mengenai Inefesiensi PLN. pertanyaan mereka justru melebar kemana-mana. heran…. ketahuan banget aura jegal menjegalnya…. heran heran.

    Posted by Manihot Ultissima | 13 November 2012, 12:48 pm
    • kang sampeu, hahahaha yaa begitulah visinya balas dendam, santai saja lah wong komisi VII bentar lagi mau ngantri masuk bui, sudah ada yang ngeong ngeong tuh bagiin duid 1,5 M ke komisi VII belum lagi jika BPH migas yang sudah mau dibubarkan MK , makin banyak tuh yang ngeong ngeong,

      Posted by shayun | 13 November 2012, 12:57 pm
    • dgn aroma menjegal yg begitu kuat, sayangnya pak Dahlan sendiri juga tampil terlalu ‘polos-polos saja, apa adanya’… bahkan ketika dicecar salah satu anggota DPR cantik, “apakah pak Dahlan baca semua isi laporan BPK, yg tebal ini lho, pak???” pak Dahlan dgn lugunya bilang cuma baca summary doang… andaikan aku yg anggota DPR, pasti juga gregetan dgn jawaban-jawaban singkat dari beliau… mestinya pak Dahlan bisa lebih menohok dgn memaparkan detil segala yg menjadi pertanyaan dan isu-isu yg beredar liar…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 13 November 2012, 2:23 pm
  137. pas jam 13.30 akhirnya ada kata maaf terlontar ! begitu dong bung Dahlan Iskan ! anda gentle ! ( masih dengan huruf kecil)

    Posted by cekricek | 13 November 2012, 1:32 pm
  138. berikutnya banyak kata kata maaf… hmmm benar ungkapan MULUTMU HARIMAU KAMU ! tapi sudahlah, next time semua pihak hendaknya lebih arif dan berakhlaq mulia, termasuk saya ! ciaooo…mau boarding lagi neh…

    Posted by cekricek | 13 November 2012, 1:59 pm
    • minta maaf itu bagian dari akhlak mulia dan kerendahan hati, boss… minta maaf itu juga bagian dari strategi komunikasi, terutama utk meredakan suasana yg panas, agar tdk bertambah runyam dan menjadi debat kusir… ada baiknya kita tiru di berbagai kesempatan… Anda kan berusaha mengajari kami utk menjadi fans yg kritis… ada baiknya setelah kita mengkritisi setiap tulisan pak Dahlan dgn argumen logis dan fakta aktual, ujungnya kita bubuhkan kalimat maaf sbg bukti niat kita memang utk kebaikan bersama… aku minta maaf kpd Anda krn sering terpancing emosi membaca paparan komentar Anda, terima kasih sdh mengajari aku utk bersikap kritis meski kpd idola sekalipun…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 13 November 2012, 2:28 pm
  139. Sementara itu, Ketua Panitia Kerja Hulu Listrik Komisi VII DPR Effendi Simbolon sempat mengkritik jawaban yang diberikan Dahlan. Menteri BUMN itu menggunakan kertas.

    “Tidak juga benar bahwa audit BPK menyimpulkan. Kami saja belum bisa menyimpulkan. Apalagi yang terperiksa,” sindir politikus PDI Perjuangan ini.(Andhini).

    Sinis sekali ES terhadap Abah!!

    Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 2:02 pm
  140. sementara menunggu teman yang mau nebeng… saran saya bung Dahlan Iskan sebaiknya jadi Guru Bangsa saja… tinggalkan panggung politik, mari sama sama kita bangun bangsa dan negara ini lewat jalan yang sudah dirintis dan eksis, tentunya berbasis akhlaq yang mulia. suwun.

    Posted by cekricek | 13 November 2012, 2:22 pm
  141. DI harus dijatuhkan, itu harus. Karena bisa2 DPR gak punya saweran untuk Tahun 2014. Dana begitu besar yg dibutuhkan apalagi yg nyalon (presiden) gak punya kredibilitas sama sekali. So bagi2 duit harus digalakkan. Selama DI masih menjabat mana bisa minta jatah-jatah an. Apalagi ARB habis jual TOLL ke Nasdem dana tetep kurang ……. he he h eheh he

    Posted by sip | 13 November 2012, 2:38 pm
  142. Sudah bukan rahasia lagi, maraknya aksi rente ekonomi
    Berkeliaran di tubuh birokrasi, di rapat komisi para politisi
    Kasak-kusuk mencari selisih, dengan tekanan dan intervensi
    Doyan menagih upeti, percaloan seolah harga mati

    Mereka yang mencoba melawan, dicemooh pahlawan kegenitan
    Kesalahannya dicari-cari, karakternya hendak dibunuh mati

    Permisi Tuan dan Puan di Senayan
    kami sudah mahfum manuver dan muslihat kalian
    Meminta jatah setoran, sampai permainan di Badan Anggaran
    Negara dicekik lintah, yang menghisap uang rakyat dan menganggapnya hadiah

    Posted by sip | 13 November 2012, 2:45 pm
  143. mata najwa metro tv lupa nyantumin

    Posted by sip | 13 November 2012, 2:46 pm
  144. seumur hidup saya tidak pernah menggunakan hak pilih di pemilu, karena saya pikir anggota dewan yang disediakan parpol buruk, SAYA SALAH, ternyata lebih buruk dari yang saya bayangkan. Komisi VII DPR tadi cukup merepresentasikan kualitas rapat dan kompetensi disetiap komisi di DPR.

    Posted by andar | 13 November 2012, 2:53 pm
    • mungkin oknum DPR bilang salah siapa membangunkan macan yang sedang bobo,
      pas bangun mau minum susu hadeuuuuh yang ada bukan susu sapi malah susu kuda liar wkwkwkwkwk,
      jelaslah sapi yang gemuk yang banyak susunya dan sudah siap peras mendadak menjadi kuda liar dan tidak bisa di peras mendekat sedikit kena tendang,

      oyaaa ya nasiiiib , terus bagaimana modal pemilu selanjutnya?
      jika tidak ada modal mendingan numpang tenar sama pak dahlan, itulah solusi paling tepat

      Posted by shayun | 13 November 2012, 3:06 pm
  145. Sejak Pak Dis digaung2kan sebagai calon RI 1 pada 2014, bermulalah posisi Pak Dis sebagai sasaran tembak.
    Waktu makin pendek, April 2014 Pemilihan DPR RI. Oktober 2014 pelantikannya. Dilanjutkan dengan Pemilihan Presiden. Saya tidak peduli siapa Presiden di 2014, sepanjang kapabel. Dan saat ini bagi saya baru Pak Dis yg bisa diharapkan, Jokowi u/ 2019 saja. Menyedihkan ternyata terlalu sedikit orang baik di Indonesia.
    Sebarkan semangat kerja Pak Dis, agar semakin banyak orang kapabel.
    Dan bukan sebarkan semangat Dis for RI 1. Kalau ini sebagaimana Pak Dis bilang, biar takdir yang berbicara.

    Posted by uyung | 13 November 2012, 3:25 pm
  146. Sudah bukan rahasia lagi, maraknya aksi rente ekonomi
    Berkeliaran di tubuh birokrasi, di rapat komisi para politisi
    Kasak-kusuk mencari selisih, dengan tekanan dan intervensi
    Doyan menagih upeti, percaloan seolah harga mati

    Mereka yang mencoba melawan, dicemooh pahlawan kegenitan
    Kesalahannya dicari-cari, karakternya hendak dibunuh mati

    Permisi Tuan dan Puan di Senayan
    kami sudah mahfum manuver dan muslihat kalian
    Meminta jatah setoran, sampai permainan di Badan Anggaran
    Negara dicekik lintah, yang menghisap uang rakyat dan menganggapnya hadiah

    Posted by CEKRICEK | 13 November 2012, 3:44 pm
  147. absen aja, mau langganan

    Posted by tedi kp | 13 November 2012, 4:52 pm
  148. Inefisiensi PLN 2009 = Rp. 17,90 Triliun
    Inefisiensi PLN 2012 = Rp. 19,6 Triliun

    Dahlan jadi dirut PLN pada Desember 2009, seharusnya inefisiensi di tahun 2009 itu dibebankan ke Dirut PLN sebelumnya, yaitu yang bernama Fahmi Mochtar alias Mr-X. Ibarat pesta, Dahlan tidak ikut makan tapi kebagian mencuci piringnya Fahmi Mochtar. BPK buang uang negara Rp. 2 Milyar untuk investigasi, tapi tidak bisa membedakan masa tugas dirut PLN di kurun waktu 2009-2010. Lalu jumlahnya ditotal dan ketemu Rp. 37,6 Triliun, yang semuanya dibebankan ke Dahlan Iskan. Orang-orang BPK perlu diaudit juga tuh, terima saweran dari mana saja itu auditornya?

    Posted by DPR GOBLOK | 13 November 2012, 6:00 pm
    • Setuju Bang DPR, ada apa dengan BPK ya, tapi saya senang menyaksikan tayangan RDP DPR-Pak Dahlan, kali ini bener bener sukses Pak Dahlan menanggapi kelucuan tingkah polah dHewan yg terhormat itu, pokoke omongannya DPR gak ada mutunya BabarBlasssss…

      Posted by erust | 13 November 2012, 10:01 pm
  149. BK DPR: Dahlan Iskan Revisi Laporan Nama Pemeras
    Zulhefi Sikumbang
    13 Nov 2012 15:20:47

    Ketua Badan Kehormatan DPR RI M Prakosa (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)
    “Kami telah terima surat Dahlan Iskan dan sudah buka yang isinya. Isi dari surat Dahlan itu adalah revisi terhadap nama-nama yang dilaporkan pada laporan kedua Dahlan”
    Jakarta, Aktual.co —  Ketua Badan Kehormatan DPR RI, M Prakosa mengatakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan merevisi nama-nama anggota DPR RI yang diduga melakukan pemerasan kepada BUMN.

    “Kami telah terima surat Dahlan Iskan dan sudah buka yang isinya. Isi dari surat Dahlan itu adalah revisi terhadap nama-nama yang dilaporkan pada laporan kedua Dahlan,” kata M. Prakosa di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/11).

    Namun, Prakosa tidak mau menyebutkan isi dari revisi yang diserahkan Dahlan tersebut.

    “Saya tidak mau menyebut bertambah atau berkurang dari 5 nama yang dilaporkan. Hanya ada revisi, perubahan,” kata Prakosa.

    Karena mengalami perubahan, maka BK DPR RI akan memanggil Dahlan Iskan pekan depan.

    “Terkait perubahan ini, kami akan panggil Dahlan untuk berikan penjelasan soal perubahan nama-nama tersebut. Kita akan panggil Pak Dahlan tanggal 19 November 2012,” kata Prakosa.

    Prakosa menyebutkan, dalam revisi itu tentu ada penjelasan sekaligus permintaan maaf.

    “Alasannya, ada informasi yang tidak tepat, ada permintaan maaf,” kata Prakosa.
    _________________________________________________________________

    duh, koq mencla mencle ? minta maaf lagi… enak banget ? malah dipanggil lagi kan buang waktu buang energi… makanya percaya deh sama cekricek, TINGGALKAN panggung politik ! biar saja yang suka memuji muji itu yang main politik.
    bung dahlan itu sudah bagus jadi entrepreneur ! coba deh bagus mana steve job atau obama ?

    Posted by cekricek | 13 November 2012, 6:11 pm
  150. lagi lagi bung dahlan, kalau mau hangat pake jacket lebih keren ! jangan pake botol air mineral ! selanjutnya jangan cuma membaca doa tetapi berdoalah dengan khusyu’ ! suwun

    Posted by cekricek | 13 November 2012, 6:27 pm
    • hahaha ….
      bacanya jangan buru-buru mas Cek, bukan mau hangatkan badan, tapi biar air mineralnya jangan dingin.

      Posted by Aldizy | 13 November 2012, 6:52 pm
      • tetap saja mas aldzy, rapat terbuka ini… ada faisal ada azis ada dahlanis… bawa termos selesai ! daripada aneh begitu. saya gak bisa bayangkan kalau beliau RI1 lagi rapat di PBB berlaku seperti itu ? setuju ya.. atau mungkin beliau sedang melaksanakan ‘lelaku’ yang disarankan oleh…. ntahlah !

        Posted by cekricek | 13 November 2012, 7:08 pm
        • – atau mungkin beliau sedang melaksanakan ‘lelaku’ yang disarankan oleh… ntahlah ! —

          komentar keji semacam ini mencerminkan diri anda dalam kehidupan sehari-hari.

          Posted by cekricek | 14 November 2012, 3:01 am
        • negatif-negatif aja yang ada dipikiran loe tu. Ngak habis pikir…. seperti loe bilang… mulutmu harimau mu…… mantap…. selamat deh ya…

          Posted by sopyan thamrin | 14 November 2012, 7:25 am
          • Begitulah “kualitas” komentar dari komentator yang mengklaim dirinya kritis, punya sudut pandang lain, penyeimbang, tidak taklid buta dll (mirip kelakukan anggota dari gank senayan), mengomentari pendapat orang lain, ribut dengan ID asli-palsu, bawa-bawa hadits yang dianggap bisa mendukung persepsi dan komentar-nya.. Sayang nyalinya hanya sampai koar-koar dengan ID anonim. Suka banyak alasan.. Hhehehehehe..

            Posted by akadarisman | 14 November 2012, 8:22 am
        • Wah kacau ni cekricek palsu, komer pake congor kambing,, asbun
          semua pak dis dinilai jelek, kebijakan pak dis jelek, pakai baju pak dis jelek, bahkan kelakuan pak dis pun jelek

          kalo masukin botol ke baju dinilai melanggar, ya tinggal laporkan saja ke polisi
          sekalian aja kamu cek ke wc kementrian bumn, jangan2 pak dis jongkok di kloset duduk,, ini kan ga lumrah juga
          tinggal laporkan saja cek..

          btw, idolamu si prabowo itu kalo di wc, milih jongkok atau duduk cek ?

          Posted by CEKRICEK | 14 November 2012, 8:18 am
        • bung cekricek, kenapa hal kecil seperti itu mengganggu anda? terlebih lagi kenapa anda tanggapi dengan begitu sinis dan negatif? dis mau menyimpan airnya di dalam baju, di dalam tas, atau dimanapun suka2 dia kan? toh hal itu tidak mengganggu kinerjanya? tidak merugikan orang lain? tidak merugikan negara?
          di mata saya, pilihan dis menyimpan air minumnya sendiri di dalam baju adalah menunjukkan kalau beliau orang yang :
          sangat efisien (lihatnya dia bisa mencapai tujuannya-menghangatkan air minum- cukup dengan panas tubuhnya sendiri, tanpa biaya tanpa alat tambahan),

          straight pada tujuan, percaya diri, tidak khawatir image (saya pribadi akan malu, tidka pede, dan khawatir pendapat orang lain jika melakukan hal itu, namun lihatlah dis tidak membiarkan pertimbangan2 pribadi itu menghambatnya mencapai tujuan, yg penting tidka merugikan orang lain),

          tidak suka dilayani, spontan (dialah dis yang apa adanya, yang polos2 saja. kalo pejabat kebanyakan niscaya akan memilih cara yang anda sarankan: meminta stafnya untuk membawakan termos penghangat dan tak ragu lagi pasti meminta stafnya tersebut mengambilkan bila dia ingin minum. dan tak ragu lagi pasti pejabat model seperti itulah yang anda harapkan, sehingga anda terkejut bulan kepalang ketika dis melakukan hal tak biasa dengan menghangatkan sendiri minumannya)

          wake up bro, cepatlah sadar!
          kedepannya (semoga) akan makin banyak model pemimpin yang abirokratis seperti dis.

          buat pak Dis, maju terus pak, rakyat di belakangmu!

          Posted by may | 14 November 2012, 11:22 am
          • may yth, bagaimana mungkin sesuatu hal yang anda sendiri malu dan tidak pede melakukannya… tetapi untuk orang lain melakukan hal tersebut anda bela mati matian ? sangat tipikal opportunist !
            nah, satu lagi sering ada klaim atas nama ‘rakyat’… rakyat yang mana ? jangan lebay lah… cukupkan alay saja ?
            buat bung Dis, maju terus bung, opportunist dibelakangmu!

            Posted by cekricek | 14 November 2012, 1:25 pm
    • Yang cuma membaca doa itu siapa

      Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 10:46 pm
      • karena hal tersebut tidka salah bung! sangat tidak salah. makanya saya tidak mengerti kenapa hal tersebut dibesar2kan dan dipandang negatif.
        saya sebutkan hal itu untuk menunjukkan bahwa (menurut saya) pak dis itu straight pada tujuan, percaya diri, tidak khawatir image. tidak seperti kebanyakan orang (seperti saya) yang malu, tidka pede, mencemaskan pendapat orang dan entah apalagi alasannya.

        semoga anda mengerti walaupun sepertinya anda susah mengerti argumen saya :). tapi jangan cemas, kemarin ada anggota dpr yang pendapatnya juga mirip2 anda kok melihat cara dis menyimpan air minumnya (beritanya ada di detikcom). bahkan anda patut bangga barangkali, karena pendapat anda sudah setingkat pendapat anggota dpr ;)

        sudah ya, silakan berpendapat semaunya, tidak ada yang dirugikan kecuali anda sendiri, semakin berkubang dalam lubang kebencian dan tanpa harapan. saya memilih untuk meyongsong harapan, seperti dahlanis yang lain.
        salam dahlanis

        Posted by may | 14 November 2012, 2:44 pm
        • ngawur !!! apa hubungannya tingkah nyeleneh dengan straight pada tujuan ? jadi ingat pengendara ‘vespa gembel mad max’ klontangan bawa kaleng bekas diikat tali rafia butut… straight pada tujuan… trangtongtang tong tang… oh opportunist !

          Posted by cekricek | 14 November 2012, 3:16 pm
          • ngomong jeung ente mah cek, lieur, teu nyambung… lieur…. lieur siga ngomong jeung sendal capit…. heheheheh selamat lieur weh cek…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

            Posted by Manihot Ultissima | 14 November 2012, 7:27 pm
        • Dear saudaraku Dahlanis MAY…. sampai kapan anda MAU DIKENDALIKAN oleh CRC ?
          selama anda masih mau menanggapi dia, selama itu pula anda dibawah kendali dia…( bukankah anda selalu merespon APAPUN kata-kata dia …?)

          Kalau anda mau hemat energi, perasaan , wakti dan pikiran …saran saya STOP merespon dia alias ” mengikuti” dia.
          karena anda pasti akan exhausted… ( kelelahan… )

          YAKINLAH, ribuan Dahlanis yang membaca blog ini TIDAK AKAN menyalahkan anda atau SIAPAPUN yang dihina oleh CRC/MTM atau yang lainnya…

          Kembalilah ke barisan yang lurus, kita para Dahlanis sedang berjalan bersama dalam BARISAN pembangunan….
          Pembangunan Ukhuwah (persatuan), cinta tanah air (ACI), dan memberikan semangat diri dengan mengambil inspirasi dari MH… kalau ada 1 yang KELUAR dari barisan, kenapa anda MENGIKUTI dia KELUAR barisan….?

          Salam Dahlanis. Gbu

          Posted by W. Ning | 15 November 2012, 6:08 am
          • hehe…siap mba W.Ning, salam kenal.
            gemes bin kasian saya liat orang komen kok cethek, dangkal banget. tapi mau gimana lagi dikasih masukan malah menjadi2, kayaknya sudah ngga tertolong lagi dia, yo wis lah saya tak nolong diri sendiri saja.

            salam dahlanis

            Posted by may | 26 November 2012, 10:10 am
  151. Kepada teman-teman militan pencinta Dahlan Iskan,

    Satu hati satu jiwa untuk harapan dan perubahan Indonesia yang lebih baik. Akal sehat akan menunjukkan yang mana keburukan dan yang mana kebaikan. Mari kita sebarkan kebaikan, jangan takut pada musuh yang menghadang.
    Ingatlah pareto yang mengatakan bahwa hanya ada 10% orang jahat dan 10% orang baik, sedangkan 80% sisanya hanya ikut-ikutan.
    Saya kampanye kepada teman-teman di rumah dan teman-teman di tempat kerja untuk menperkenalkan Pak Dahlan Iskan beserta tulisan-tulisan beliau. Saya berharap Takdir ALLAH menetapkan beliau Pak Dahlan Iskan sebagai pemimpin Indonesia yang akan datang.

    Salam hormat kepada Dahlaner seluruh Indonesia,
    Bonzo – Jakarta Barat

    Posted by Bonzo | 13 November 2012, 7:16 pm
    • bung bonzo yth, pareto itu kan merupakan hasil perhitungan statistik. kalau boleh tau sample nya berapa dan mewakili apa saja ? berikutnya pada saat dikalkulasi menggunakan standard deviasi ataupun significance level berapa ?
      pertanyaan diatas perlu agar khalayak tidak tersesat dengan klaim 10% jahat, 10% baik dan 80% ikutikutan ?
      karena dapat diartikan pareto dahlanis adalah hanya 10% yang baik, dan hanya 10% yang jahat, serta 80% cuma ikutikutan… benarkah ?

      Posted by cekricek | 13 November 2012, 7:32 pm
      • Pendapat Abah tentang 10%, 10%, 80% saya jadikan sebagai salah satu referensi. Karena diucapkan oleh orang yang memiliki pengalaman berbisnis sejak tahun 1982 (selama 30 tahun).

        Posted by Djoko Sawolo | 13 November 2012, 10:43 pm
        • djoko sawolo = bonzo ? = aldzy ?

          Posted by cekricek | 14 November 2012, 9:05 am
          • = akadarisman = w.ning = koreksidiri= erickantariksa = sopyan = sofyan = lukman = manihot = kawulo alit pjka = jowi = novrian = DahlanIs-DahlanIs penghuni blog ini, itu sama semua om, sehati.. Di blog ini isinya cuma DahlanIs dan cekricek aja.. Ahahahahaha..

            Posted by akadarisman | 14 November 2012, 9:25 am
          • tx udah di absen Bro Akadarisman. Gbu

            Posted by W. Ning | 14 November 2012, 1:44 pm
          • Mulai saat ini yang komen pake ID cekricek gak usah ditanggepin aja, cuekin aja, mau ngaku asli kek palsu kek.. Yang jelas mental dia adalah sama dengan mental Oknum DPR semisal simbloon dkk yang cuma kerjanya nyacatin orang yang sedang membangun hope.. Karena cekricek adalah orang yang dah gak punya hope lagi persis simbloon dkk yang hopeless!!! Hidup Dahlanis!!!..

            Posted by Gitris | 14 November 2012, 2:05 pm
          • panic attack ? wakakakakakaaaaa

            Posted by cekricek | 14 November 2012, 3:02 pm
          • Bang cekricek,

            Itulah kenapa dinamakan PARETO, bukan dinamakan STATISTIK hasil survey.
            Jadi hal tersebut didapatkan secara empiris, berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan kecendrungan (tren) yang ada. Kira-kira sama seperti dulu saat kita praktikum di lab dan memperoleh rumus empiris dari suatu pengujian. CMIIW (Correct Me If I’m Wrong).

            Kita sering mendengar tentang Pareto 20% 80%, dimana 20% penduduk bumi ini menguasai 80% kekayaan di bumi ini, dsb, dst. Dan Pak Dahlan Iskan mengatakan Pareto 10% 10% 80% dimana hanya ada 10% orang jahat dan 10% orang baik, sedangkan 80% sisanya hanya ikut-ikutan. Berikut ini gue googling :

            http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_Pareto

            Demikian bang cekricek, banyak belajar lagi ye, semangat, agar kemampuan komen juga meningkat.
            Dari dulu gue perhatikan memang tidak semua orang cerdas bisa menulis dengan baik. Tetap belajar lah.

            nb. Tentang banyak ID yang di gunakan oleh satu orang : Kalo menurut gue itu katro, membohongi diri sendiri, dikondisikan supaya kelihatan yang seposisi sama dia itu ada banyak, ngapain juga coy, kagak ngaruh, ketahuan. Pake AKAL SEHAT aja lah, jangan pake AKAL SAKIT.

            Salam hormat kepada sedulur-sedulur Dahlaner dan masyarakat blog ini.
            Gue bonzo asli jakarta, kuliah jogja, kerja kontraktor O&G kumpeni jakarta.
            Dari tahun lalu ID gue di blog ini tetap bonzo, its my nick name.

            Posted by Bonzo | 14 November 2012, 3:03 pm
      • Proporsi 10% 10% 80 % itu tidak datang dengan sendirinya. Sebagai orang yang telah berbisnis 30 tahun, Pak Dahlan mengukurnya dari sample para karyawannya yang saya yakin jumlahnya telah memenuhi syarat secara statistik (berdistribusi normal). Atau mungkin dia ukur bukan dari sample, melainkan seluruh populasi (seluruh karyawannya)!
        Tingkat kepercayaan/Confidence Interval (anda menyebutnya significance level, dan itu beda jauh dengan standard deviasi) yang biasa digunakan adalah 95% atau 99%.
        Kalau di tempat saya, proporsinya beda, 70% baik, 20% ikut-ikutan, 10% omdo.
        Nah anda Cek, kan sudah memberi komen disini, masuk di kategori yang mana? Kalau saya baca komen2 anda, saya bisa simpulkan …. jawab sendiri aja, jangan di jawab disini, nanti anda malu sendiri.

        Posted by Aldizy | 14 November 2012, 12:42 am
        • lha koq mencla mencle jadi 70%, 20% dan 10% ? kayak laporan dis ke BK DPR ? dari jawaban anda saya tahu anda ‘kurang’ paham statistik !
          note: buat cekricek palsu jangan ikutan ya ? ntar tambah salah lagi… huuuuu…

          Posted by cekricek | 14 November 2012, 9:02 am
          • Maaf tidak kasih komen karena kerja dulu. Terimakasih bung Bonzo, salam kenal, terimakasih atas jawabannya yang telah menjawab sanggahan cekricek ini yang baru baca sedikit tapi sudah mau … ah sudahlah, seperti kata Gitris gak usah ditanggapi.
            Cek, FYI, I learnt statistics 2,5 years, math 5 years, and work by applying statistics for 15 years until now. How about you??

            Posted by Aldizy | 14 November 2012, 4:02 pm
          • wah pantes ! only two and half years for statistics (short course ya?) and 5 years for math ? mungkin maksudnya calculus based statistics… atau jangan jangan anda pernah jadi mahasiswa saya ?

            Posted by cekricek | 14 November 2012, 4:49 pm
          • Inalillahi.. Amit-amit.. Amit-amit.. Ada dosen kaya gini.. Bencana banget buat masa depan dan sistem pendidikan bangsa. Ya Allah semoga anak cucu kami tidak ketemu dosen/guru macam orang yang pake id cekricek ini.. :(

            Posted by akadarisman | 14 November 2012, 4:56 pm
          • salah tuh! nulis InnaliLLahi… aduuuh.. bikin malu ! artinya jadi gak jelas!… Ina itu artinya apa ? kalau Inna ada artinya !

            Posted by cekricek | 14 November 2012, 6:00 pm
          • Aahahahaha.. Syukur lah om dosen (omdo) ini tahu penulisan “Inna” yang benar berarti sebenarnya tahu juga isi makna kome saya. OmDosen ini suka mempermasalahkan hal-hal yang salah dalam komentar orang, walaupun hal-hal kecil. Dalam hal komentar saya, OmDosen cekricek hanya meralat penulisan Inna, tapi tidak mempermasalahkan konten dari komen saya bahwa doi itu omdosen yang amit-amit.. Padahal Innalillahi itu hanya bentuk ekspresi/respon atas keterkejutan koq.. Jadi Pak Hariyanto, komentar saya hanya salah di penulisan (kurang 1 hurup), kontennya tidak dipersalahkan oleh ybs.. Hehehehe..

            Posted by akadarisman | 15 November 2012, 6:03 am
          • bener2 tipe ID yg suka cari2 kesalahan ID orang. sampe salah ketik saja dipermasalahkan. padahal kita semua tahu apa maksudnya mas aris. lupa ngaca lagi yaa? tulisannmu malah banyak yg gak nyambung. kayaknya terobsesi sama si macan, tapi tujuannya gak jelas…..salam dahlanis aja deh!

            Posted by G.Hariyanto | 14 November 2012, 6:43 pm
          • To Bang ALDIZY & GITRIS

            Menurut gue gapapa ada abang CEKRICEK atau manusia-manusia sejenis lainnya di blog ini, dengan tulisan negative dan tendensius mereka, ada impact positive yang terjadi di blog ini antara lain :

            1. Blog ini rame komen bersahut-sahutan.
            2. Memancing adrenalin untuk saling counter dengan komen/tulisan.
            3. Belajar membuat komen/tulisan yang berisi.
            4. Dengan membaca komen tersebut akan terlihat isi kepala masing-masing kita disini.

            Gue pribadi kagum pada Pak Dahlan Iskan, gue baca semua tulisan-tulisan beliau, orang bisa dinilai isi kepalanya dari tulisan-tulisannya. Memang tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk menulis bagus seperti itu walau orang tersebut cerdas sekalipun.

            Teman-teman di komunitas ini yang aktif komen atau yang sekedar pembaca setia, memang terdiri dari beragam latar belakang, ayo jangan sungkan memberikan komentar-komentar disini, apapun itu, hitung-hitung latihan berpendapat dan berkomentar.

            Salam hormat kepada Dismania seluruh Indonesia,
            Bonzo – Jakarta Barat

            Posted by bonzo | 14 November 2012, 7:32 pm
          • g.hariyanto… g nya bukan gil* atau gobl** kan ? yang komen siapa yang jawab siapa ? koq anda yang panas… xixixiiii… nah perkara komen saya dibilang gak nyambung…secara head to head tolong tunjukkan yang mana ? atau kadang kala ada saatnya saya mencoba menggunakan lateral thinking dan anda gak nangkap atau gak nyampe, lantas serta merta bilang gak nyambung…. ya sudah! memang kita lain level…. halaaahh…
            btw tau gak lateral thinking ? selancar sono gih…

            Posted by cekricek | 14 November 2012, 8:00 pm
        • Dear Dahlanis…anggap saja kalau kita yang datang ke blog ini untuk berbagi inspirasi, mempererat persaudaraan, memupuk cinta tanah air dan tentu saja mendapatkan ilmu dari Abah Dis…

          SEMUANYA = kan…. ( seperti yg ditulis bro Akadarisman). Dus , kalau tiba-tiba ada SATU yang CAPER mengapa harus ditanggapi….?

          kalau ada 1 kelas orang-orang yang membangun ke-BAIK-an, kemudian datang 1 Id PERUSAK, masak yang baik kok pada ikutan perusak….? nggak salah tuh… ( menghabiskan energi, emosi dan pasti rugi…).

          LIHAT SAJA, siapa yang MAU DIKENDALIKAN OLEH PERUSAK akan EXHAUSTED/ kelelahan….
          dengan menanggapi dia, artinya anda MAU DIKENDALIKAN oleh PERUSAK…( bukankah anda selalu menanggapi apapun kata-katanya dia bukan ?)

          CEKRICEK, MALINGTERIAKMALING atau siapapun id mereka pasti akan ada… ( mungkin juga orangnya itu-itu juga) atau yg baru masuk TRIOMACAN2000… they are all the same….

          kalau perlu pakai kacamata kuda, pandangan luruuus aja ke MH atau Abah…ok?
          Salam Dahlanis. Gbu all

          Posted by W. Ning | 14 November 2012, 9:48 pm
          • Setuju mbk Ning, mulai besok saya tidak akan mengkomentari apa pun yang ditulis inisial tersebut.

            Posted by Djoko Sawolo | 14 November 2012, 10:15 pm
          • setuju cak. berarti sampean waras. lha wong komentator fashion ngomong politik.seperti jakasembung naik ojek, gak nyambung cek!

            Posted by G.Hariyanto | 14 November 2012, 10:35 pm
          • Seperti yang saya bilang, ID cekricek ga sah diatanggepin,, kl toh mau nanggepin pake model abah ngadepin komisi VII aja. santaaaaiyyyyyy…. krna abah tau bhwa yg dihadapi adlh org yg dah tau masalah dan jawabnnya tp masih aja terus dibahas karena dah gak ada ide selain nyari2 masalah…

            Posted by Gitris | 16 November 2012, 9:49 am
  152. Yang nge-Fans segunung, yang kontra juga cukup banyak. gak aneh lah. wong di dunia yang nyata-pun ada syaitan ada malaikat, tinggal kita yang pintar-pintar membedakan mana pengaruh syaitan mana pengaruh Malaikat.
    Jika hasil yang kita dapat akibat pengaruh itu jelek dan mendatangkan madharat yang banyak maka jangan syak lagi itu pasti datang dari syaitan, tapi jika pengaruh yang kita dapatkan itu penuh kebaikan dan penuh manfaat tak usah sungkan untuk mengikuti karena itu berasal dari Malaikat.
    Rakyat sekarang dah pada pinter membedakan mana emas mana loyang, mana pengaruh syaitan mana pengaruh Malaikat, gak perlu galau dengan komentar miring tokh kita insyaalloh akan melihat ” tangan Tuhan ” bekerja dengan sempurna…
    Buat Fans berat, fans sedang dan fans ringan Pak Dahlan Iskan simpan niat kita di hati yang paling dalam agar kelak di 2014 dapat memberikan sumbangsih bagi kebangkitan bangsa ini, sembari berdo’a mari tularkan Hope minimal buat keluarga terdekat dan sahabat2 kita agar mereka memiliki hope yang sama dengan kita. 2014 tidak lama lagi tokh ?????

    Posted by Manihot Ultissima | 13 November 2012, 7:43 pm
  153. 327 komen terbaca tuntas selama otw Pati Jateng – Babat Jatim. Untuk Bu Ning: tetap tabah dan semanga.

    Posted by mito | 13 November 2012, 8:14 pm
  154. Mantappp……segala permasalahn diambil positifny saja, tetap semangat utk indonesia..

    Posted by Laila ayu sari | 13 November 2012, 9:04 pm
  155. kalo biaya audit sampai 2 milyar, ya jelas hasilnya harus sesuai dengan kemauan yang minta ngaudit. tapi BPK kan instansi negara, yang sudah digaji oleh negara, kok biaya sampai sebesar itu y? mending bikin jembatan atau sekolah yang lebih bermanfaat. memang dasar *ewan….

    Posted by misba | 13 November 2012, 10:16 pm
  156. Dulu sewaktu bukan pejabat publik, 30 tahun tidak ada yang mempermasalahkan tentang sepatu kets, kaus kerah, pungut sampah, naik ojek, dsb.

    Saat jadi pejabat publik semua disorot seolah yang dilakukan tidak wajar. Tidak umum dan aneh untuk seorang pejabat publik.

    Pertanyaannya apa mental feodal begitu mengakar kuat dihati. Apa bayangan tentang pejabat publik yang baik menurut kita berpakaian jas mahal, klimis, sepatu berkilau, pin pejabat yang selalu tersemat, mobil berplat khusus, voorijder selalu mengawal, dll. Lalu meluncurlah tuduhan pencitraan, nyeleneh, aneh, cari sensasi.

    Kita lupa akan esensi sebenarnya tentang pejabat publik. Bukan soal mahalnya jas dan berkilaunya sepatu. Juga bukan soal botol yang dihangatkan dengan badan. Tapi soal amanah, soal bersih dan berani melawan korupsi.

    “Ya kalo menghangatkan botol dibadan dianggap tidak sopan dan tidak standar pejabat, saya minta maaf. Dan jika dianggap kejahatan silakan dilaporkan saja.” mungkin itu yang akan keluar dari seorang Dahlan seandainya hal yang bukan esensi ini juga dipermasalahkan.

    Posted by Agung Baskoro | 14 November 2012, 3:59 am
  157. Logika berfikir Dahlan itu susah dinalar masyarakat Indonesia yg masih banyak bebal. Jangankan rakyat, menteri dan DPR aja bebal. Dahlan itu punya jalan keluar yg kita sendiri ga kepikiran. Ane sih ga pusing heboh DPR, PLN, sapu monas, dll. Yg penting negeri maju. Simple aja

    Posted by Afif | 14 November 2012, 6:07 am
  158. Tetep smangat…tetep tauhid….gusti ora sare pak dis

    Posted by dasant | 14 November 2012, 7:27 am
  159. setelah saya baca beberapa koment di blog ini, ada yang merasa ngefans kritis, dan menganggap yang lain ngefans idiologis. sayangnya yang ngefans kritis tidak memakai nama asli artinya tidak berani menunjukkan jati dirinya. Entah apa tujuannya yang jelas menurut saya suatu kebenaran harus di mulai dari yang hal yang benar. Jadi tolong yang merasa ngefans kritis tunjukkan jati diri anda, klo memang tujuan anda untuk kebaikan alangkah baiknya klo orang lain dapat mengenal diri anda yang sebenarnya.

    Posted by AHMAD AFANDI | 14 November 2012, 7:56 am
    • Kami juga ngefans kritis, namun bersifat wait and see. Jika Asrul Ananda ikut dalam pengadaan jenset maka berkurang kepercayaan kami kepada Abah. Kami anggap miwon = sami mawon atau sasa = sama saja.
      Namun sampai detik ini Abah selalu memberikan keteladanan dan mengelola BUMN sesuai cita-cita reformasi 1998. Tidak korup, kolusi dan nepotis. Abah tidak banyak omong namun beliau adalah Reformis.
      Bagaimana dengan partai yang menamakan pembela wong cilik atau mengaku pembela reformasi saat itu, 1998??? Kita lihat pada babak/episod berikutnya.

      Posted by Djoko Sawolo | 14 November 2012, 10:50 pm
  160. Mangan jangan asem
    Ambe’ lambene gincuan

    Wah kurang asem iki Pak DI
    Aku koq kalah lucu ambe’ sampeyan Pak.

    Pancen bener ana’e Pak DI jualan genset ke PLN
    Jawaban Pak DI di Komisi VII: “Iyo bener nak, bisnis kaos thok sing gambare genset”

    Wakakkkkkkkkkkkkkk………….

    http://finance.detik.com/read/2012/11/13/141302/2090391/1034/dahlan-anak-saya-cuma-bisnis-kaos-tapi-ada-gambar-gensetnya?991104topnews

    Posted by Kartolo | 14 November 2012, 8:15 am
  161. ini lho motif sebenernya :

    http://www.tribunnews.com/2012/11/14/hari-ini-deklarasi-effendi-simbolon-sebagai-cagub-sumut

    yahh,,, dia teriak2 selama ini, ujungnya cuman pencitraan aja, seolah2 pro rakyat
    padahal maunya nyalon gubernur.
    oalah gomballllll gombaallllll…….

    Posted by CEKRICEK | 14 November 2012, 8:28 am
  162. Salut dan bangga terhadap ide gagasan Pak DI,semoga hasil2 penelitian anak negri ini yg hanya ditumpuk di perpustakaan/lipi/bppt dll dapat dikembangkan agar bermamfaat untuk rakyat,satu saran untuk rakyat/pejabat agar kita membiasakan makanan produk/hasil negri ini seperti makanan/snack rapat lebih baik yg dihidangkan kacang,singkong,pisang dll yg tdk kalah gizinya daripada roti yg produk luar.Salam Pak DI tetap tabah/senyum menghadapi gempuran DPR agar sehat selalu.

    Posted by toga | 14 November 2012, 8:32 am
  163. BP Migas Bela Dahlan Iskan Soal Pemborosan PLN Rp 37 Triliun
    Zulfi Suhendra – detikfinance
    Senin, 05/11/2012 18:52 WIB

    Jakarta – Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) membenarkan adanya inefisiensi anggaran PLN 2009/2010 karena tidak adanya pasokan gas. Beberapa pembangkit milik PLN pada waktu itu berada di lokasi yang tidak terdapat infrastruktur penyalur gas.

    “Di tempat-tempat tertentu kan nggak ada gas, di tempat yang lain ada gas tapi mereka nggak bisa ambil,” kata Deputi Perencanaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Widhyawan Prawiraatmadjakepada detikFinance, di Jakarta, Senin (5/11/12).

    Widhyawan mengatakan, dalam hal ini tidak ada yang dapat disalahkan. Di satu sisi, Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Dirut PLN berusaha mencegah adanya pemadaman listrik. Sehingga harus menggunakan BBM sebagai sumber energi pembangkit PLN, yang harganya lebih mahal dari gas.

    “Mau gimana, mereka punya pembangkit yang harus jalan. Jalannya pake gas atau BBM. Kalau gasnya nggak ada, ya dia harus pake BBM, lebih mahal. Disitu inefisiensinya,” tegasnya.

    Menurutnya kondisi ini merupakan sesuatu yang tidak bisa disalahkan karena tak ada pilihan lain bagi Dahlan Iskan pada waktu itu.

    “Nggak ada yang salah, Pak Dahlan memang pengen supaya nggak ada pemadaman. Kalau gas nggak ada mau diapain, kalau ada sih pasti dikasih,” imbuhnya.

    Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendy Simbolon sebelumnya mengatakan, Komisi VII hanya ingin meminta verifikasi dari Dahlan terkait hasil audit BPK soal temua pemborosan PLN Rp 37 triliun di 2009/2010. Saat itu Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN.

    Menurut Effendy yang juga anggota Fraksi PDIP atau partai yang dipimpin Megawati ini, laporan BPK bukanlah perkara enteng, ia mengatakan hasil audit BPK merupakan perkara besar yang menyangkut kerugian negara.

    “Ini perkara besar, tulisannya saja PLN kehilangan kesempatan untuk berhemat sebenarnya itu artinya kerugian negara, jadi kalau sudah kerugian negara ini sudah tindak pidana, jadi jangan main-main,” tegasnya.
    ________________________________________________________________________________

    membela ? glundhang glundhung glundhang glundhung… BUBARRR !!!

    Posted by cekricek | 14 November 2012, 9:21 am
  164. Mengapa Dahlan Merevisi Nama Pemeras BUMN?
    Penulis : Sandro Gatra | Rabu, 14 November 2012 | 07:05 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sikap Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan terkait dugaan pemerasan BUMN oleh sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipertanyakan. Langkah Dahlan yang merevisi nama-nama pemeras BUMN dinilai tidak benar.

    “Masa seorang menteri yang telah melontarkan skandal ke publik dengan melibatkan nama-nama dan institusi DPR serta berimplikasi hukum tiba-tiba merevisi pernyataannya,” kata anggota Komisi III DPR Indra ketika dihubungi, Rabu (14/11/2012).

    Sebelumnya, Dahlan menyerahkan kembali surat keduanya kepada Badan Kehormatan DPR. Surat itu berisi revisi nama-nama anggota Dewan yang sebelumnya dilaporkan atas kasus dugaan pemerasan terhadap Direksi PT Merpati Nusantara Airlines.

    Indra menduga, ada beberapa alasan yang kemungkinan mendasari revisi nama, misalnya, Dahlan teledor, memang tidak memiliki bukti, atau telah terjadi kongkalikong baru antara Dahlan dan anggota Dewan.

    “Apa pun kemungkinan itu, sikap Dahlan itu tidak benar,” kata Indra.

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mempertanyakan integritas dan komitmen Dahlan dalam memberantas korupsi. Pasalnya, sampai sekarang permasalahan pemerasan itu tidak dibawa ke aparat penegak hukum.

    “Akhir dari hiruk-pikuk ini akan memunculkan sosok Dahlan sebagai pahlawan dan pemberani atau sosok pecundang dan penebar fitnah. Pilihan sikap Dahlan juga akan menjawab apakah hiruk-pikuk ini hanya sekadar mencari popularitas dan pengalihan isu atau kebenaran untuk perbaikan bangsa,” paparnya.

    Seperti diberitakan, saat dipanggil BK DPR pada Senin (5/11/2012), Dahlan Iskan menyebutkan dua nama anggota Dewan yang diduga memeras tiga BUMN terkait penyertaan modal negara. Kedua nama itu adalah Idris Laena dari Fraksi Partai Golkar dan Sumaryoto dari Fraksi PDI- Perjuangan.

    Idris disebut meminta jatah ke PT PAL dan PT Garam. Adapun Sumaryoto disebut meminta jatah ke PT Merpati Nusantara Airlines. Kedua politisi itu telah membantah.

    Selang dua hari kemudian, secara tertulis, Dahlan kembali menyerahkan lima nama anggota Dewan lain yang disebut terlibat dalam pemerasan Direksi Merpati. Seluruh penjelasan Dahlan itu tanpa disertai bukti. Dahlan hanya mengutip keterangan dari jajaran Direksi BUMN.

    BK akan memanggil para Direksi BUMN yang disebut Dahlan untuk mencari alat bukti. Jika cukup bukti, BK akan memanggil anggota Dewan yang disebut memeras.

    Baca juga:
    SBY Harus Tertibkan Pembantunya yang Hobi “Gaduh.
    ____________________________________________

    TELEDOR ? TANPA BUKTI ? atau KONG X KONG ?… cuiiiihhh !

    Posted by cekricek | 14 November 2012, 9:45 am
    • ealaaah pak dahlaaan, sudahlah berhenti saja , daripada bapak capek bekerja sendirian, lagian bapak berbuat baik juga masih banyak yang menghujat dan membenci, masalah kongkalikong mah sudah budaya indonesia paaak,
      kalo nggak begitu bukan orang indonesia, sudahlah paaaak bapak ini nggak sadar bahwa indonesia kan negara bedebah …. , kalo mau benar bukan temmpatnya birokrasi negeri ini

      mungkin maksud cekricek seperti itu kali ya?

      Posted by shayun | 14 November 2012, 10:15 am
    • revisi nama itu ganti/beda orang atau kurang beberapa huruf aja ya? media nyampeinnya ga lengkap nih…

      ———————–
      selamat tahun baru…….

      Posted by wota | 14 November 2012, 3:32 pm
    • SABAR DITUNGGU SAJA. CEKRICEK KESANNYA SAMA DENGAN BARIS TERAKHIR. HOBI BIKIN GADUH. EALA BEGINI ORANGNYA. SAYANG SEKALI. GAK SUMBUT

      Posted by Djoko Sawolo | 14 November 2012, 10:05 pm
  165. MAJU TERUS PAK DI

    Posted by biruvst | 14 November 2012, 10:16 am
  166. Maju terus om dis, jangan berhenti please…. Buktikan mobil mr.bean Akan jadi model masa datang, n air mineral yg d simpan dalam baju Akan menghangatkan bangsa kita dari kebekuan tingkah laku moral para angota dewan yg merasa terhormat…

    Posted by Jemmy | 14 November 2012, 10:38 am
  167. hanya ada 2 pilihan untuk pak Dis: hidup (bangsa) mulia atau pak Dis mati syahid!

    Posted by butahar | 14 November 2012, 11:22 am
  168. “Effendi Simbolon Tegur Dahlan Iskan karena Tidak Mencatat”: http://id.berita.yahoo.com/effendi-simbolon-tegur-dahlan-iskan-karena-tidak-mencatat-052344819.html

    Boikot Effendi Simbloon! Boikot PDIP! Partai wong cilik tapi paling bobrok!
    Makin hari makin belagu!

    Posted by Hengky | 14 November 2012, 11:24 am
  169. pokoknya 2014 gak ada Dahlan iskan di list RI 1 kagak bakalan lagi percaya parpol deh… mendingan golput.lah wong dah dikasi kepercayaan juga kaya geneee, memble…….
    mendingan adem ayem aje sendirian. tok kagak ada yang bakaln dirugiin….. hihihi…. knafa ya kok jadi aptis nieee? tanya knafa?.
    GO Dahlan for RI 1 2014
    GO for the next future Indonesia, w’ll follow U mr. DIs.

    Posted by Manihot Ultissima | 14 November 2012, 11:38 am
  170. ya pak DI udah semakin tahu seluk beluk anggota dewan, dan DI harus bertahan, cemooh dan cibiran mungkin membuat hati mendendam, tetapi dendam diperlukan kata DI untuk membuat segalanya menjadi motivasi.Dendam dengan tidak menjadikan BUMN menjadi sapi perahan, dendam dengan tidak menjadikan Dirut BUMN sebgai anggota parpol, dengan memproteksi dengan kebijakan yang menjauhi politik. Politik tidak menganggap benar salah tetapi suka dan tidak suka.
    Walaupun dikasih tau enggak akan bergerak BK sebagai tulang punggung pembersihan anggota Dewan terkesan diam… kenapa Dia juga butuh dana , dia juga tidak suka DI memprotek BUMN karena BK juga butuh uang untuk 2014

    Posted by jie | 14 November 2012, 11:46 am
  171. Mantabs….. Maju terus…… demi kejayaan bangsa, jangan hiraukan anggota Hewan

    Posted by halim | 14 November 2012, 12:21 pm
  172. Turut mendukung Pak Dahlan dalam memajukan BUMN, bersih dari segala KKN.. Anggota DPR memang kelakuannya kurang baik, Pak.. Yang sabar ya, Pak.. Maju terus pantang mundur.. :D

    Posted by masarkandas | 14 November 2012, 12:41 pm
  173. “Pak Dahlan enggak nyatet ya? Dari tadi rapat Pak Dahlan nggak nulis ya,” ujar Effendi di Komisi VII, Gedung DPR, Selasa (13/11/2012). “Tolong saling menghargai saja, rekaman ini kita untuk evaluasi, walaupun cuma akting enggak apa-apa,” ucapnya….astagfirullah ..ya ampun anggota DPR kita ini..berarti baynyak rapat2 yg abis milyaran itu isinya acting doang..ckckck…tanya kenafa..!?

    Posted by merry | 14 November 2012, 12:46 pm
  174. berbuat sesuatu yang memang seharusnya dilakukan ternyata sebegitu sulitnya di negeri ini …. banyak penghalang yang datang justru dari “wakil rakyat ” sendiri….ironis!!
    tetap tabah pak DIS…. maju terus demi bangsa Indonesia

    Posted by ronald | 14 November 2012, 1:43 pm
  175. Mundur satu langkah kafir.
    maju terus bang DI, buktikan merah mu.

    Posted by Bang Bir One | 14 November 2012, 2:27 pm
  176. Intermezo :
    (di kampungku sorgum ini lazim disebut CANTHEL, sejak dahulu sering diolah menjadi jadah. lha jadah lzimnya terbuat dr beras ketan).

    Pliket(lengket) mana jadah ketan ama jadah canthel : PLIKETCANTHEL.

    Posted by Satrio Hatmoko | 14 November 2012, 3:26 pm
  177. “He who knows how to flatter also knows how to slander.”
     Napoleon Bonaparte quotes (French General, Politician and Emperor (1804-14). 1769-1821).

    Posted by semoga cepat sembuh | 14 November 2012, 5:02 pm
    • SETUJU !!! bung Semoga Cepat Sembuh.
      betapa bahayanya penjilat dan tukang fitnah ! ada berapa sekarang orang dituduh pemeras, masuk tv, semua keluarga dan sanak family serta tetangganya mencibir…. eeeee gak taunya di ‘revisi’…
      huuuhh ! do you really have a heart ?

      Posted by cekricek | 14 November 2012, 8:09 pm
      • Oknum BK DPR gak tau tata krama. Salah sendiri mengeksposnya. Tuan makan senjata.

        Posted by Djoko Sawolo | 14 November 2012, 9:57 pm
        • manusiakah anda ? kemana logika ? bk dpr telah menyelamatkan seluruh anggota dpr dari fitnah tanpa bukti konkrit! … coba jika dis tidak menjelaskannya ke bk dpr, tentu khalayak akan menduga duga setiap anggota dpr yang ditemuinya… jangan jangan ini pemeras ataupun pemalak yang dimaksud ? huuuhh..!!!

          Posted by cekricek | 15 November 2012, 5:09 am
          • Sabar Mas Cek…hardikan anda diawal kalimat belum mencerminkan seorang yg beriman, tolong jangan kasar.
            Sebenarnya kalau laporan Pak Dahlan disebut kurang bukti ya nggak juga, ada saksi direktur lebih dari satu, ada sms, ada recod telepon masuk, kalao semuanya sareh, tidak marah2 dan legowo tentunya bisa ditelusuri kebenarannya. Kemaren ada berita jelek, maling motor di bekasi yg ketauan pemiliknya SEORANG diri aja bisa di hakimi masa apalagi saksi lebih dari seorang.
            Apakah kalau ada berita oknum polisi tersangkut kasus kita juga berprasangka semua polisi bejat, apakah laporan Dipo alam ke kpk bahwa ada 3 kementrian ada main kong kalikong dg dpr kita akan berprasangka semua kementrian dan dpr bejat….hanya orang yg suka bersu’udzon yg lupa untuk takut pengadilan ahirat yg akan seperti itu. Lha karena mengedepankan azas tidak bersalah makanya nama seharusnya tidak disebut, itu dah baku, seperti dulu kalao baca koran adanya cuman initial.

            Posted by JOWI | 16 November 2012, 7:10 am
        • semua di rencanakan si bolon untuk popularitas jadi cagub…

          Posted by lukman bin saleh | 16 November 2012, 5:11 am
  178. Seharian baca MH ini gak ada bosannya, Senin depan MHnya pasti istimewa karena itu MH ke – 52 yang artinya MH usia MH ini sudah setahun… semoga tetap dapat memberikan inspirasi bagi dahlanis dan dahlanmania….

    Posted by aricsmlg | 14 November 2012, 8:20 pm
  179. Baru tahu kalau ES triak2 cuma buat pencitraan jadi GUBSU…… tapi kenapa ya DIS tidak menyerang balik atau bilang ke media bahwa sikap kritis tsb sbg pencitraan….

    Posted by dodoi | 14 November 2012, 11:11 pm
  180. Lapor KPK Dahlan Bunuh Diri
    Sebelum heboh kasus permintaan upeti yang dilaporkan Dahlan ke BK DPR, sebenarnya sudah banyak Dirut BUMN yang melapor ke KPK. Lalu siapa saja yang mendesak Dahlan melapor ke KPK mengikuti langkah para Dirut BUMN itu, dan apa motifnya?

    http://politik.kompasiana.com/2012/11/15/lapor-kpk-dahlan-bunuh-diri-509158.html

    Posted by lukman bin saleh | 15 November 2012, 5:59 am
  181. Sebenernya DPR itu bukan mencari solusi dalam temuan BPK tentang ineffisiensi PLN sebesar 37 T. Motif nya hanya menjegal Pak Dahlan dalam pilpres 2014. Kalo dilihat pak Dahlan menjalankan UU yang di buat DPR , terus setelah dijalankan , kenapa di permasalahkan??? DPR memang dipenuhi manusia setengah Setan……

    http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/2097/kungfu-hustle-ala-dahlan-iskan.html

    Posted by Hadi S | 15 November 2012, 10:13 am
    • pada alinea ke 6/7 artikel dimaksud ditulis :

      ….. Saya tidak pernah melihat, apalagi membaca laporan BPK itu. Tapi, setidaknya saya pernah membaca Undang Undang Kelistrikan yang disusun dan disahkan oleh DPR.

      Dasar !!! lihat saja gak pernah, apalagi baca, koq bisa bisanya nulis artikel ?
      banyak rupanya manusia seperti ini? persis kayak menteri yang aneh itu ataupun siapa saja yang cuma baca summary lantas bereaksi dan berkoar koar kesana kemari, menebar FITNAH keji tanpa henti !

      makan tuh politik !

      Posted by disfans | 15 November 2012, 11:34 am
      • IKUT BERDUKA CITA kepada Bro DISFANS… atas dibajaknya id Disfans dan sesudah itu dijadikan tameng….

        saya membayangkan seperti adegan pembajakan, dimana si pembajak yang KECEWA karena KEINGINANNYA TIDAK TERCAPAI , lantas mengambil salah satu sandera untuk dijadikan bemper bagi dia supaya dia bisa bergerak, tetap bisa menembak namun nanti yang jadi sasaran tembak balesannya adalah si sandera itu…

        Sungguh ini bukanlah sifat yang saya lihat pada Abah DIS maupun Dahlanis DISFANS ( sebelum dia mengatakan id nya telah DIBAJAK …)

        Disfans…memang nama id yang bagus, dan mempunyai arti yang dalam, saking bagusnya hingga ada yang ingin membajaknya. Jangan putus asa Bro Disfans yang asli, bangkit lagi TAPI pakailah nama anda saja. Kami tunggu kehadirannya kembali di blog ini.

        Salam Dahlanis.Gbu

        Posted by W. Ning | 15 November 2012, 12:18 pm
  182. Kalo tahu gini aku gak jadi fansnya pak Dis. Kuganti nama dishater aja deh !

    Posted by Disfans | 15 November 2012, 12:23 pm
  183. Ternyata jadi anggota DPR RI tidaklah sulit,
    Tahun depan Aku Mau Jadi anggota DPR RI

    sebelum jadi dirut, soal inefisiensi PLN kan udah gamblang ditulis P DIS.
    Pas jadi Dirut juga sering diomongin di Komisi.

    Kmd dengan tiba2 seperti pahlawan, seakan ini orisinil, penting, dan megaskandal.
    Komisi merekom BPK memeriksa inefisiensi PLN setelah Pak DI nggak di PLN, kenapa?.

    MMMMM hati hati niat busuk Dhewan.
    Rakyat mencium busuknya modusmu.
    Seperti sinetron, mudah di tebak langkahmu
    fungsi pengawasan?…………………..Ah nggak rasanya

    Pokoknya tahun depan ganti aku yang jadi DPR RI!!!!

    aku juga butuh uang, prestise, dan pekerjaan!!!!!

    Posted by novisaja | 15 November 2012, 4:19 pm
  184. Mabtab. Segera realisasikan penanaman massal Sorgum. Semua yg baik2 dan cerdas dari DI akan selalu didukung rakyat.

    Posted by Alex Ramses | 15 November 2012, 5:11 pm
  185. Slogan pribadi gue : Menjunjung tinggi AKAL SEHAT*

    Teman-teman masyarakat penghuni blog ini, berikut ini terlampir Kuliah Umum Menteri BUMN RI di ITB.
    Kita bisa melihat gambaran kapasitas seseorang dari omongannya.

    Gapapa lah ya di show disini. Gue yakin banyak temen-temen yang udah pada nonton dan sering hunting di youtube, kalo gue kayaknya udah semua gue tonton. Betewe silahkan di tonton ye. Tengkiu.

    Salam hormat MILITAN Dis Mania seluruh Indonesia,
    Bonzo – Jakarta Barat

    * note : Dulu ada ID AKAL SEHAT, tapi gak tau kemana sekarang beliau. Ungkapan itu menurut gue keren banget yang mana mengedepankan logic berpikir rasional.

    Posted by Bonzo | 15 November 2012, 10:58 pm
  186. Menjunjung AKAL SEHAT,

    Hahahaha… :) gak sengaja gue nemu komen dari tetangga sebelah, kreatif : gue edit namanya_red.

    HANYA MALING DAN SYAITON YANG BENCI PAK DAHLAN. no hurt feeling ye.

    Salam hormat pasukan DI Mania seluruh Indonesia,
    Bonzo – Jakarta Barat

    Posted by Bonzo | 16 November 2012, 12:41 am
  187. Lapor KPK Dahlan Bunuh Diri

    OPINI | 15 November 2012 | 06:05Dibaca: 831 Komentar: 9 Nihil
    Sebelum heboh kasus permintaan upeti yang dilaporkan Dahlan ke BK DPR, sebenarnya sudah banyak Dirut BUMN yang melapor ke KPK. Lalu siapa saja yang mendesak Dahlan melapor ke KPK mengikuti langkah para Dirut BUMN itu, dan apa motifnya?

    ***

    Banyak kalangan mendorong agar laporan Dahlan tentang anggota DPR peminta upeti jangan hanya sampai ke BK DPR tapi harus ke penegak hukum seperti KPK. Laporan Dahlan ke BK dinilai upaya setengah-hati dalam memberantas korupsi. Malah ada yang mengatakan Dahlan hanya mencari sensasi membawa kasus pidana ke ranah politik. Lalu apa pertimbangan Dahlan hanya melapor ke BK DPR bukan ke KPK? Benarkah tuduhan banyak kalangan yang menyatakan Dahlan hanya setengah hati dalam membersihkan BUMN?

    Sebagaimana yang kita ketahui sebenarnya Dahlan tidak melaporkan kasus pemerasan. Melainkan percobaan pemerasan (permintaan upeti). Sesuai dengan Undang-undang Tipikor, delik korupsi dibagi menjadi 2 yaitu Penyuapan dan Pemerasan. Dalam kasus yang dilaporkan Dahlan jelas bukan delik penyuapan karena bukan direksi BUMN yang berinisiatif. Di sini direksi BUMN malah menolak memberikan jatah ke anggota DPR.

    Delik pemerasan juga tidak terpenuhi. Karena kalau merujuk kepada Undang-undang Tipikor delik pemerasan baru bisa dikenakan bila orang yang diperas sudah menerima uangnya. Di sini jelas kasus yang dilaporkan Dahlan belum ada serah terima uang.

    Kita ambil contoh kasus percobaan pemerasan oleh anggota DPR kepada Hotbonar Sinaga, Dirut PT Jamsostek pada tahun 20010. Upaya pemerasan terjadi di sebuah ruangan setelah selesai RDP. Saat itu anggota dewan Erwin Tunggul Setiawan dari Fraksi PDIP, M Nasir (saudara M Nazarudin) dari Fraksi Demokrat dan satu anggota DPR yang dia lupa namanya. Erwin meminta uang hingga 2 miliar untuk dibagi-bagi kepada 40 anggota Komisi IX. Tujuannya agar pansus tidak dibentuk untuk mempersoalkan penurunan saham Jamsostek di Bank Persyarikatan Indonesia. Hotbonar tidak mengabulkannya justru menawarkan uang 100 juta dari kantong pribadinya. Anggota dewan menertawakan uang yang hanya 100 juta itu, tidak mau menerimanya. 100 : 40 = 2,5. Terlalu sedikit, untuk apa? Mereka lalu bertanya sebelumnya pak Hotbonar bekerja dimana? Di KPK jawab Hotbonar. Ketiga anggota dewan itu kemudian mundur teratur, keluar ruangan pura-pura menerima telpon atau pura-pura menelpon.

    Hotbonar mengadukan kelakuan anggota dewan ini ke pimpinan KPK, Erry Riyana Hardjapamekas. Waktu itu Pimpinan KPK hanya menyarankan Hotbonar tidak memenuhi permintaan anggota dewan. Malah Erry mengaku bukan saja Dirut Jamsostek yang sudah mengadu ke KPK tapi banyak dirut BUMN lainnya. Tidak ada proses hukum karena ketentuan Undang-undang Tipikor memang begitu. Tidak ada pidana sebelum ada serah terima uang. Belakangan Erwin dikenakan sanksi oleh partainya, dia dipecat. Tapi bukan karena percobaan pemerasan melainkan kasus penggelembungan suara di dapilnya. Sedangkan M Nasir sampai sekarang masih menjadi anggota dewan yang terhormat. Lalu kenapa sekarang banyak kalangan yang mendesak Dahlan melapor percobaan permintaan upeti ke KPK? Untuk apa?

    Dari analisa dan contoh di atas jelaslah kalau langkah yang diambil Dahlan sudah pas. Upaya permintaan upeti jangan dilaporkan ke KPK tapi cukup ke BK DPR saja. Karena jika BK DPR serius dengan laporan Dahlan maka anggota DPR peminta jatah dapat dikatakan melanggar kode etik. Anggota DPR yang melanggar kode etik dapat diberhentikan dengan Pergantian Antar Waktu (PAW). Bukti untuk menjatuhkan sangsi pelanggaran kode etik saya rasa sudah lebih dari cukup. Karena permintaan dilakukan dengan terbuka dan terang-terangan.

    Ada banyak saksi dan ada puluhan SMS permintaan upeti. Selain para direksi BUMN dari intern anggota DPR-pun ada yang mau bersaksi. Kalau BK DPR nantinya benar-benar menjatuhkan sangsi maka tujuan Dahlan untuk membersihkan BUMN dari peraktik kongkalikong sudah bisa dikatakan sukses besar. Selain bersih-bersih di rumahnya sendiri dengan memecat beberapa direksi BUMN yang terindikasi bermain mata, Dahlan juga telah memberikan shok terapi kepada anggota dewan agar jangan coba-coba bermain-main lagi di BUMN. Kalau orang yang memberi sogok sudah di singkirkan dan orang yang meminta sogok sudah jera saya rasa ruang kongkalikong di BUMN sudah tertutup rapat.

    Bagaimana dengan kalangan yang mendesak agar Dahlan melaporkan kasus ini ke KPK? Menurut analisa saya mereka terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, mereka yang tidak tau secara detail duduk perkara laporan Dahlan. Mereka hanya tau sepintas dari media. Sedangkan media sering kali memelintir pemberitaan dan terkesan dilebih-lebihkan. Berita menjadi rancu dan tidak jelas, perlu upaya keras untuk membaca referensi sebanyak mungkin. Sedangkan tidak semua orang memiliki waktu yang cukup untuk menganalisa berita media. Yang termasuk golongan pertama ini saya rasa Mahfud MD dan Ketua KPK. Mereka menyarankan agar Dahlan melapor ke KPK. Mungkin mereka menganggap sudah ada serah terima uang upeti.

    Kedua adalah golongan orang-orang yang kurang mengerti hukum. Mereka kurang memahami seluk-beluk Undang-undang Tipikor. Mereka tidak mengerti bagaimana syarat suatu kasus hingga bisa dikategorikan delik pemerasan. Yang termasuk golongan ini adalah masyarakat kebanyakan, yang berkomentar di warung-warung kopi atau di berbagai media online dan jejaring sosial. Saya rasa aktifis mahasiswa juga banyak yang termasuk dalam golongan ini.

    Ketiga adalah golongan yang ingin menjebak Dahlan. Laporan tertutup Dahlan ke BK tentu sulit dituntut balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Di sisi lain mereka mengerti bagaimana mustahilnya membuktikan upaya pemerasan kalau uangnya belum diterima. Oleh sebab itu golongan ini mendorong Dahlan melapor ke KPK atau Polisi. Dengan harapan kelak kalau Dahlan tidak bisa membuktikan tuduhannya, ada celah untuk menuntut balik. Mereka tau betul Dahlan tidak akan mampu membuktikan tuduhannya. Yang termasuk golongan ketiga ini adalah para anggota dewan itu sendiri dan para pengacaranya.

    Jika Dahlan terpancing melaporkan kasus ini ke penegak hukum saya rasa Dahlan akan tamat. Mungkin tidak setragis peristiwa yang menimpa Munir atau Baharudin Lopa. Tapi mirip-mirip dengan nasip Antasari. Petualangannya yang selama ini banyak diagung-agungkan berakhir di pintu penjara.

    ***

    Posted by lukman bin saleh | 16 November 2012, 5:14 am
    • Terima kasih Pak Lukman Saleh salam kenal dari saya

      Posted by mbak Dian | 16 November 2012, 8:50 am
    • Itu si Mahfud MD kok ngotot suruh dahlan lapor ke penegak hukum ya. Dia termasuk golongan yang mana? Kyknya bukan yg pertama ato yang kedua. Apa mungkin masuk golongan ke-3??
      Jadi bingung siapa yg bener nih….

      Posted by RWB | 16 November 2012, 9:18 am
      • Itu si Dahlan Iskan yang gak fair, gak mau lapor. cuma bekoar doang nebar fitnah, masuk golongan yahudi kali ?

        Posted by rvb | 16 November 2012, 11:02 am
        • Itu si Dahlan Iskan yang gak fair, gak mau lapor. cuma bekoar doang nebar fitnah, masuk golongan yahudi kali ? <– kan udah diceritain, kalo lapor artinya bunuh diri, karena ini kan baru upaya percobaan pemerasan. Kalo baru percobaan ini saja sudah ada undang-undang yang bisa membawa ke ranah hukum, ya barulah lapor. Kalo ternyata UU tipikor menyaratkan ada bukti serah terima uang, ya ga bisa dong. Tapi intinya kan keliatan, upaya itu ada, bukti tentang percobaan pemerasan itu ada. Ya sudah yang pas ya ke BK DPR. BK terserah aja, mau diapain kek oknumnya. Menurut saya DI malah pinter, tujuannya tercapai kok. BUMN ga diperas lagi. Yang merasa di DPR pada kebakaran jenggot, biarkan ribut sendiri. Dan ada yang buat diributin RVB juga.

          Posted by apasaja | 17 November 2012, 9:39 am
        • hei !!!!! RVB JAGA TUH BACOT LOE….. SEMBARANGAN NGECAP ORANG LAEN YAHUDI. jelas2 pa dis muslim dasar tolol

          Posted by atef | 17 November 2012, 11:34 pm
        • Hari minggu mari bersih bersih rumah dan halaman sendiri,,, jangan bersih2 rumah orang lain, ntar yg punya rumah marah2 karena ada yg dirahasiain ketahuan..

          Posted by Gitris | 18 November 2012, 10:02 am
  188. Ayo man-teman, bantu beri laporan perkembangan MH diberbagai daerah, sapi, food estate, sorgum, merak, tol atas laut, kai, dsb.

    Posted by Agung Baskoro | 16 November 2012, 5:41 am
  189. Begitulah besarnya keuntungan suatu negara jika memanfaatkan saintis-saintis mereka, memanfaatkan orang-orang pintar mereka, jepang korea amerika dan negara-negara maju mana yang tidak menghargai saintis mereka? tidak ada!!, selama ini cuma indonesia aja yang gaji saintisnya kayak gaji pegawai biasa, tidak dihargai, terbuang…

    Tapi coba aja liat kerjanya, baru melakukan beberapa penelitian aja udah bisa menguntungkan negara dengan skala nasional bahkan internasional!

    Posted by Horas Science | 16 November 2012, 8:05 am
  190. Negeri ini aneh banget, ada orang mau berniat baik memberantas praktik penyelewengan dana kok malah dimusuhi, emang kepingin ya ngelihat negeri ini hancur. Kalau emang gak suka dengan yang dilakukan pak Dahlan mending ke laut aja dech………………… salam dahlanis

    Posted by mbak Dian | 16 November 2012, 9:14 am
  191. Tidak perlu bingung tidak perlu heran
    coba sahabat Dahlanis dan Dismania baca ini
    Dahlan Iskan vs DPR

    Oleh Ida Pitalokasari
    Selasa, 6 Nopember 2012

    “semakin gencar anggota DPR membela diri, justru semakin memunculkan praduga, kenapa para wakil rakyat ini begitu ngotot membela diri, sampai kebakaran jenggot segala?”

    Ketegangan antara Menteri Badan Uaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dengan DPR yang semakin ramai di media massa sedikit mereda begitu Dahlan Iskan datang memenuhi undangan DPR. Para wakil rakyat di parlemen seperti tidak sabar mendengar langsung keterangan mantaan Dirut PLN ini soal nama-nama anggota parlemen yang disebutnya suka kongkalikong atau sering minta jatah ke perusahaan-perusahaan BUMN selama ini.

    Dahlan pun tak gentar, dia datang sendiri ke DPR dan sangat siap untuk menyampaikan hal tersebut. Dahlan Iskan memenuhi janjinya setelah diundang dia datang ke DPR. Soal “upeti” ini, Dahlan bahkan tidak hanya berani pasang badan, di penjara sekalipun katanya menyatakan siap.

    Tipikal seorang Dahlan Iskan memang sudah dikenal luas oleh publik. Gaya kepemimpinannya yang tegas tapi terukur, terencana dan punya tujuan serta hasil yang sangat jelas, bahkan dia tidak segan-segan untuk turun tangan langsung bekerja menyelesaikan masalah, termasuk juga sosok pribadinya yang sangat low profile membuat Dahlan Iskan selalu dikenang.

    Selama menjabat sebagai Dirut PLN misalnya, begitu banyak hasil kerja yang bisa dinikmati rakyat. Walau ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), muncul inefisiensi anggaran Rp 37 triliun di PLN, tetapi Dahlan Iskan sangat tahu itu, dan sangat siap memberi keterangan mengenai masalah tersebut. Bahkan dia menyebutkan, sebenarnya inefisiensi itu lebih besar dari temuan BPK dimaksud tetapi kenapa bisa terlewatkan. Nilainya lebih dari Rp 37 triliun. Begitulah seorang Dahlan Iskan, keterbukaan, blak-blakan dan selalu menyatakan berbuat dengan penuh rasa tanggung jawab.

    Tindakan dan keputusan yang diambilnya sudah sangat siap dipertanggujawabkannya. Karena, apa yang dilakukannya sama sekali bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga atau kroni-kroninya, tetapi semata-mata untuk rakyat dan untuk menjalankan amanah kerja yang dibebankan kepadanya.

    Lalu kita bertanya, bagaimana dengan para pemimpin dengan kiprahnya sendiri-sendiri yang mau bertindak membela kepentingan umum seperti dilakukan Dahlan Iskan? Termasuk soal pernyataan bernada perintah yang disampaikannya kepada seluruh jajaran direksi BUMN yang memunculkan ketegangan di DPR untuk menolak segala bentuk praktik kongkalikong, yang selama ini sudah menjadi rahasia umum. Bahwa, perusahaan-perusahaan BUMN menjadi sapi perah dan “ATM” banyak pihak, termasuk oknum anggota DPR.

    Anehnya, kalangan di DPR tidak terima dengan pernyataannya. Ada yang minta Dahlan Iskan membuka saja nama-nama oknum yang disebutnya suka meminta jatah ke BUMN itu supaya tidak menimbulkan fitnah. Ada juga yang ingin memanggil paksa Dahlan Iskan ke parlemen untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya itu.

    Namun begitu, semakin gencar anggota DPR membela diri, justru semakin memunculkan praduga, kenapa para wakil rakyat ini begitu ngotot membela diri, sampai kebakaran jenggot segala? Bukankah yang disampaikan Dahlan Iskan itu semata-mata untuk jajaran Kementerian BUMN yang dipimpinnya, dan bertujuan untuk memperbaiki tatanan demi menjaga kebocoran-kebocoran keuangan negara yang sudah masif terjadi selama ini?
    Terlebih lagi, seorang Dahlan Iskan, yang sudah dikenal dengan gaya bicara dan kepemimpinannya memang selalu ingin perbaikan dan hasil yang lebih baik. Lantas, apa salahnya dengan pernyataan Dahlan Iskan ini? Bukankah semestinya kalangan DPR yang harus lebih dewasa dan melakukan introspeksi secara menyeluruh.

    Kalau Dahlan Iskan benar-benar datang ke DPR dan saat itu juga dia membeberkan semua bukti-bukti serta disebutkannya nama-nama anggota DPR yang berprilaku tidak baik ini, seperti apalagi wajah lembaga legislatif di mata rakyat? Bukankah itu akan mencoreng wajah DPR sendiri?

    Setelah sekian lama praktik kolusi dan korupsi di negeri ini, baru Dahlan Iskan yang berani terang-terangan mengatakan bahwa institusi yang dipimpinnya kerap dimintai “upeti” oleh para politisi di Senayan. Dulu, ini adalah hal yang jamak terjadi. Kalau mau dapat proyek, ya harus bayar “jatah” dulu. Kini modus operandinya kian canggih. Para anggota dewan tidak lagi minta uang tunai secara tersirat ataupun terang-terangan. Sogokan itu bisa terselubung dalam berbagai topeng.

    Bentuknya mulai dari biaya hotel, transportasi dan honor anggota “Dewan Pemerasan Rakyat” hingga berkedok dana corporate social responsibility di perusahaan-perusahaan yang tak lain juga milik para legislator. Memeras, sama saja dengan korupsi bahkan lebih kasar.

    Fenomena di atas ironis sekali. DPR yang merupakan wakil rakyat, namun berperilaku seperti preman yang suka memeras, menodong, memalak orang. Itu, tentu prilaku sangat memalukan. Apalagi, saat ini kepercayaan masyarakat kepada anggota DPR semakin menurun. Masyarakat sudah bosan dengan janji wakil rakyat, apalagi perilaku mereka justru seperti preman.

    Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya anggota dewan terlibat korupsi. Ditambah kasus pemeran terhadap BUMN dan pertarungan dengan Dahlan Iskan. Jika demikian, kapan masalah ini akan bisa dituntaskan pemerintah? Oleh karena itu, pemerintah harus menyelamatkan BUMN, menindak tegas DPR yang berprilaku pemalak.

    Masalah itu harus dibuka lebar-lebar agar menjadi pelanjaran bagi semua pihak, agar ke depan BUMN bersih dan DPR juga bersih. Jika tidak, dapat dipastikan pemerasan akan terus terjadi bahkan meluas di mana-mana dan tidak pernah akan berhenti sebaliknya berulang terus dalam berbagai kasus lain. ***

    * Penulis adsalah sekretaris HI study centre
    IAIN Walisongo Semarang.

    sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=314895

    Posted by Sofyan Usamah | 16 November 2012, 10:45 am
  192. Say hello…Apa kabar neh teman2 semua? semoga sehat selalu dan diberi kelimpahan rejeki yang barokah…..

    Topiknya masih seperti yang dulu ya ? muter2 mlulu gak bikin pinter hehehhe

    Posted by mbakku | 16 November 2012, 10:51 am
  193. Dipo Alam layak kita support juga lho…….

    pokoknya yang tanpa pamrih
    OK??????

    Posted by novi | 16 November 2012, 11:27 am
  194. @kusnanto
    cara menanam sorgum hampir sama dgn jagung. Kelebihannya sorgum cuma 1x tanam dpt panen 3x /th. Sebaiknya ditanam ditanah marginal karena lbh tahan kekeringan. Jika ditanam ditanah subur lbh menguntungkan menanam jagung.

    Batang sorgum sebaiknya untuk pakan ternak ruminansia saja (sapi,kambing), karena sulit dicerna hewan berlambung satu. Untuk pakan kelinci yg paling menguntungkan sy sarankan meramu pakan dari bahan yg mudah didpt, murah, & bergizi tinggi. Spt dedak, ampas tahu, sampah pasar dsb. Untuk komposisinya silahkan bereksperimen sendiri.
    Salam pertanian.
    Semoga sukses.
    *dana pkbl nya apa sdh cair?

    Posted by G.Hariyanto | 16 November 2012, 11:29 am
  195. Alhamdulillah.

    Posted by akal sehat | 16 November 2012, 1:10 pm
  196. Cara pandang seseorang terhadap sebuah permasalahan, tentu dipengaruhi banyak faktor, diantaranya :
    1. wawasan
    2. ilmu pengetahuan
    3. Like and dislike
    4. pengaruh budaya
    5. Pengaruh lingkungan
    6. Tingkat pengaruh masalah terhadap kedudukan dan jabatan pribadi
    7. Uang
    8. Dsb
    Nah Sahabat semua, dari faktor yang mempengaruhi cara pandang kita terhadap ” sosok Pak DIs “, hanya kita sendiri yang tahu mana yang mempengaruhi kita.
    Dari cara kita berkomentar, berbagi tautan berita dan sebagainya, maka setidaknya orang dapat menduga, kira kira faktor mana yang mempengaruhi komentator tersebut.
    Saya tidak akan menuduh siapapun dan motif dibelakangnya, karena sekali lagi hanya praduga saja, maaf sahabat semua sekali lagi hanya diri kita sendiri yang tau persis apa latar belakang dan faktor yang mempengaruhi cara pandang kita. orang lain hanya menduga…… bukan begitu sahabat Dismania dan Dahlanis??

    Posted by Sofyan Usamah | 16 November 2012, 1:29 pm
  197. Seharusnya RDP minggu depan juga hadirkan megawati sebab pemborosan PLN Rp 37 Triliun karena Kebijakan Pemerintahan Megawati http://finance.detik.com/read/2012/10/29/145017/2075165/1034/pemborosan-pln-rp-37-triliun-karena-kebijakan-pemerintahan-megawati

    Posted by Fajar | 16 November 2012, 2:19 pm
    • DI diserang ES, ES maju Pilgub Sumut direstui MSP, MSP sewaktu jadi Presiden jual gas ke China dengan harga murah, bikin ga ada gas untuk dalam negeri sehingga PLN yang dipimpin DI ga dapet gas, DI dianggap inefisiensi 37T ~ 100T oleh ES, padahal waktu 2009-2010 kan udah RDP, ES ketemu dengan DI dan BP Migas, PGN, PLN dll … Pertanyaannya apa hubungannya CR dengan PS?

      Posted by apasaja | 17 November 2012, 9:19 am
  198. hahahaaa…. setelah gaduh nabrak nubruk gak karuan sekarang kasak kusuk nyuruh temennya minta damai ? siapa itu ya ? makanya kalau baru anak kemaren sore di dunia politik kudu ati ati dan ngadem aja dulu…

    Posted by semoga cepat sembuh | 16 November 2012, 3:16 pm
  199. copas dr kompasiana

    HUKUMAN PUBLIK BUAT EFFENDI SIMBLOON
    ————————————————————

    Masih segar dalam ingatan, rasanya baru kemarin, kasus Dahlan Iskan VS DPR menyeruak. Asal muasal permasalahannya adalah laporan BPK tentang ketidakefiesienan PLN 37 T sewaktu dipimpin DI. DI dikeroyok anggota dewan. Tapi DI punya senjata penangkis, berupa kartu trup, nama-nama anggota dewan pemeras BUMN. Permasalahan semakin runcing, publik semakin heboh, memandang keberanian seorang Dahlan Iskan, yang akan mengungkap kebobrokan anggota DPR.

    Ada satu nama anggota DPR yang kelihatannya sangat angkuh. Sok benar sendiri dan merasa paling suci. Dia adalah Effendi Simbolon. Komentar-komentar dan gayanya sangat arogan, belagu dan sok. Dia sangat benci, menyerang dan memojokkan Dahlan Iskan. Kelakuannya sungguh menjauhkan kemartabatan anggota dewan yang terhormat, sungguh sebuah kebodohan dan kekerdilan cara berfikir dari seorang Effendi Simbolon, dalam menanggapi sebuah permasalahan. Kebencianlah yang dikedapankan. Padahal publik bisa melihat, merasakan dan menilai.

    Publik tidak melihat DI sebagai individu, melainkan ada permasalahan yang jauh lebih besar dari itu, yaitu keberanian mengungkap kebobrokan/kongkalingkong anggota dewan dengan BUMN. Selama ini sering terdengar, namun sulit untuk dibuktikan. Persisi seperti kentut; tercium bau tapi tidak kelihatan. Maka tanpa keberanian seorang DI, nyaris kebobrokan anggota dewan tidak akan terbongkar, dan reformasi birokrasi BUMN akan menjadi sia-sia.

    Efendi Simbolon, tanpa tedeng aling-aling melontarkan komentar-komentar yang ektrapedasnya kepada DI. Komentarnya sangat menyudutkan, menghakimi, menhina bahkan menyakitkan. Diantara komentar-komentar ektrapedasnya yaitu;

    1. Effendi Simbolon: Dahlan Iskan heboh seperti cacing (Detikcom, 13/11/2012)

    2. Effendi Simbolon Hendak Usir Dahlan Iskan dari DPR (Detikcom, 13/11/2012)

    3. Simbolon: PLN nombok, Sapa suruh PLN kejar Elektrifikasi (tingkat nyala)

    (Panpage; catatan Dahlan iskan)

    4. Effendi Simbolon, menyindir Dahlan Iskan yang dinilainya kerap berakting.

    “Pak Dahlan nyatet nggak apa yang disampaikan teman-teman? Ini verifikasi lho pak.

    Kalaupun akting, akting juga catet-catetlah (Detikcom, 13/11/2012)

    5. Effendi Simbolon, Dahlan mengalihkan isu pemborosan PLN Rp 37 triliun (Detikcom, 08/11/2012)

    Kini, efisode Dahlan Iskan VS DPR, sedikit mereda. Berakhir, dengan laporan nama-nama anggota DPR pemeras BUMN. Namun DPR ngotot minta bukti dari Dahlan Iskan. Padahal, orang bodoh pun bisa menilai “mana ada tukang palak mau dikasih kwintansi???” Keberanian seorang DI, bak bola liar. Muncul pengakuan Hotbonar Siunaga (mantan dirut Jamsostek) yang pernah dipalak, ada pengakuan dirul RNi, Hasan Putro, dan ada pula pembenaran dari menteri BUMN sebelumnya, Laksamana Sukardi dan Sofyan Djalil. Wahai anggota DPR, apakah itu semua bukan bukti? Bola liar itu terus mengelinding, menggilas para pelaku white colar chrime. Seskab, Dipo Alam melaporkan tiga kementerian dan oknum anggota DPR ke KPK, terkait adanya dugaan kongkalikong anggaran.

    Kini berita heboh kembali terjadi. Objek beritanya masih orang yang sama; Effendi Simbolon. Namun topiknya berbeda. Lain dulu, lain sekarang. Kini orang yang menyerang Dahlan Iskan itu, mendaftar menjadi calon gubernur Sumut. Adakah yang salah? Jelas tidak! Namun ingatan publik dapat mengingat dengan jelas tentang siapa figur tersebut dan bagaimana track recordnya. Sehingga tidak salah kalau setiap berita tentang Effendi Simbolon, komentar-komentarnya kebanyakan sumir, miring dan balas dendam. Banyak yang menilai, action Effendi Simbolon menyerang Dahlan Iskan, hanya untuk menaikan rating, mengejar popularitas, dan menjadikan terkenal. Karena tujuan yang sebenarnya adalah biar terkenal dan terpilih menjadi gubernur Sumut.

    Inilah sebuah fenomena baru, dimana publik bisa melihat dan menilai. Logika politisi tidak bisa membohongi logika publik. Maka bersiaplah siapa yang melukai hati publik, suatu saat, publik akan menjadi hakim. Siapa yang menanam, dia memanen. Siapa yang membenci kebenaran, maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kebenaran adalah milik Tuhan, maka tiadalah yang bisa mengalahkan.

    Masih segar dalam ingatan, rasanya baru kemarin, kasus Dahlan Iskan VS DPR menyeruak. Asal muasal permasalahannya adalah laporan BPK tentang ketidakefiesienan PLN 37 T sewaktu dipimpin DI. DI dikeroyok anggota dewan. Tapi DI punya senjata penangkis, berupa kartu trup, nama-nama anggota dewan pemeras BUMN. Permasalahan semakin runcing, publik semakin heboh, memandang keberanian seorang Dahlan Iskan, yang akan mengungkap kebobrokan anggota DPR.

    Ada satu nama anggota DPR yang kelihatannya sangat angkuh. Sok benar sendiri dan merasa paling suci. Dia adalah Effendi Simbolon. Komentar-komentar dan gayanya sangat arogan, belagu dan sok. Dia sangat benci, menyerang dan memojokkan Dahlan Iskan. Kelakuannya sungguh menjauhkan kemartabatan anggota dewan yang terhormat, sungguh sebuah kebodohan dan kekerdilan cara berfikir dari seorang Effendi Simbolon, dalam menanggapi sebuah permasalahan. Kebencianlah yang dikedapankan. Padahal publik bisa melihat, merasakan dan menilai.

    Publik tidak melihat DI sebagai individu, melainkan ada permasalahan yang jauh lebih besar dari itu, yaitu keberanian mengungkap kebobrokan/kongkalingkong anggota dewan dengan BUMN. Selama ini sering terdengar, namun sulit untuk dibuktikan. Persisi seperti kentut; tercium bau tapi tidak kelihatan. Maka tanpa keberanian seorang DI, nyaris kebobrokan anggota dewan tidak akan terbongkar, dan reformasi birokrasi BUMN akan menjadi sia-sia.

    Efendi Simbolon, tanpa tedeng aling-aling melontarkan komentar-komentar yang ektrapedasnya kepada DI. Komentarnya sangat menyudutkan, menghakimi, menhina bahkan menyakitkan. Diantara komentar-komentar ektrapedasnya yaitu;

    1. Effendi Simbolon: Dahlan Iskan heboh seperti cacing (Detikcom, 13/11/2012)

    2. Effendi Simbolon Hendak Usir Dahlan Iskan dari DPR (Detikcom, 13/11/2012)

    3. Simbolon: PLN nombok, Sapa suruh PLN kejar Elektrifikasi (tingkat nyala)

    (Panpage; catatan Dahlan iskan)

    4. Effendi Simbolon, menyindir Dahlan Iskan yang dinilainya kerap berakting.

    “Pak Dahlan nyatet nggak apa yang disampaikan teman-teman? Ini verifikasi lho pak.

    Kalaupun akting, akting juga catet-catetlah (Detikcom, 13/11/2012)

    5. Effendi Simbolon, Dahlan mengalihkan isu pemborosan PLN Rp 37 triliun (Detikcom, 08/11/2012)

    Kini, efisode Dahlan Iskan VS DPR, sedikit mereda. Berakhir, dengan laporan nama-nama anggota DPR pemeras BUMN. Namun DPR ngotot minta bukti dari Dahlan Iskan. Padahal, orang bodoh pun bisa menilai “mana ada tukang palak mau dikasih kwintansi???” Keberanian seorang DI, bak bola liar. Muncul pengakuan Hotbonar Siunaga (mantan dirut Jamsostek) yang pernah dipalak, ada pengakuan dirul RNi, Hasan Putro, dan ada pula pembenaran dari menteri BUMN sebelumnya, Laksamana Sukardi dan Sofyan Djalil. Wahai anggota DPR, apakah itu semua bukan bukti? Bola liar itu terus mengelinding, menggilas para pelaku white colar chrime. Seskab, Dipo Alam melaporkan tiga kementerian dan oknum anggota DPR ke KPK, terkait adanya dugaan kongkalikong anggaran.

    Kini berita heboh kembali terjadi. Objek beritanya masih orang yang sama; Effendi Simbolon. Namun topiknya berbeda. Lain dulu, lain sekarang. Kini orang yang menyerang Dahlan Iskan itu, mendaftar menjadi calon gubernur Sumut. Adakah yang salah? Jelas tidak! Namun ingatan publik dapat mengingat dengan jelas tentang siapa figur tersebut dan bagaimana track recordnya. Sehingga tidak salah kalau setiap berita tentang Effendi Simbolon, komentar-komentarnya kebanyakan sumir, miring dan balas dendam. Banyak yang menilai, action Effendi Simbolon menyerang Dahlan Iskan, hanya untuk menaikan rating, mengejar popularitas, dan menjadikan terkenal. Karena tujuan yang sebenarnya adalah biar terkenal dan terpilih menjadi gubernur Sumut.

    Inilah sebuah fenomena baru, dimana publik bisa melihat dan menilai. Logika politisi tidak bisa membohongi logika publik. Maka bersiaplah siapa yang melukai hati publik, suatu saat, publik akan menjadi hakim. Siapa yang menanam, dia memanen. Siapa yang membenci kebenaran, maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kebenaran adalah milik Tuhan, maka tiadalah yang bisa mengalahkan.

    Posted by ALIF | 16 November 2012, 3:52 pm
    • Jadi maksud lu, ES ini numpang beken lewat pak DIS gitu ? yayaya..

      emang mending kualitasnya Prabowo jauuuuh
      Prabowo for RI 1, no compromies

      just info, saya dosen part time, my main job still at Factory
      jadi, mohon jangan bawa2 ke-dosen-an saya, saya tetap buruh pabrik saja

      Posted by CEKRICEK | 16 November 2012, 4:35 pm
      • hahahahahahahahh kelaut aje…

        Posted by sopyan thamrin | 16 November 2012, 4:45 pm
        • GAK USAH DITANGGAPI DGN EMOSI………BIARIN EFENDI BLO’ON DAFTAR JADI CAGUB….DUKUNG AJA..CUMA JADI CAGUB AJA KOG REPOT…KBETULAN TOH REZEKI NOMPLOK…..KURAS AJ KANTONGNYA…..SAMPE KANDAS….BAGI2 ANGPAO TRIMA AJA TRUS JGN COBLOS ORANGNYA…..KALO DIDAERAH KAMI TUH KESEMPATAN UNTUK NJEBLOSIN SAMPE KUBANGAN PALING DALEM. KESEMPATAN MENIPU DIA LOH… KESEMPATAN MOROTI DUITNYA LOH…..HE..HE..HE… TUH PARTAINYA EFENDI BLO.ON KALO BAYAR MAHAR JADI CAGUB/CAWALI SELANGIT DEH…MINTA AMPUN…SAMA PARTAINYA PSK TUH IDEM DITO…MENURUT KABAR BURUNG…GAT TAU BURUNGNYA SIAPA YA…YG JELAS EMANG KAMI PERCAYA GITU ADANYA……. BAGI ORANG SUMUT…KESEMPATAN TUH NGERJAI EFENDI BLO’ON…..KALO AK DISONO ITUTAN LOH…. BAGI DAHLANIS SALAM AJA. GAK USAH DITANGGAPI OMONGAN CEKRICEK.KALO OMONGAN ORANG GILA KITA IKUTI..YA JADI GILA…YG GILA MERAJA LELAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..CAPE DEH.

          Posted by Aba Musa | 18 November 2012, 7:40 pm
      • cekricek palsu ! GUOBLOK !

        Posted by cekricek | 16 November 2012, 7:18 pm
        • Alhamdulillah, cekricek sudah bercermin, berbicara dan memaki dirinya sendiri.. Hehehehe.. Sifat anehnya mulai bergeser jadi parno.. Monggo mas cekricek, di pakem DIY ada sebuah tempat yang pas buat ente sebagai dosen dan guru besar disana.. Happy Long Week End.. Enjoy the trip.. Salam DahlanIs..

          Posted by akadarisman | 16 November 2012, 8:18 pm
          • RSJ yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

            Posted by apasaja | 17 November 2012, 8:29 am
          • iya iya …yang masukin botol air mineral kedalam baju kita bawa ke grogol dulu baru ke pakem…. xixixixi… dibuat satu kamar dengan cekricek palsu bersebelahan kamar dengan anak kambing dari sleman (akadarisleman) wkakakakaaaaaa

            Posted by cekricek | 17 November 2012, 3:09 pm
          • Hadeuh istilah “masukin botol air mineral kedalam baju” itu ritual-nya disitu ya om?? Mohon maaf kalo saya ga tahu.. Anda yang paham soal itu. :D

            Gaya tulisan CR yang seolah-olah galak, ketus, “kritis”, sotoy dengan (kadang-kadang) dilengkapi info atau data copas ala mbah google bisa jadi gejala “sakit”. Dan yang jelas, separo dari komen CR di blog ini isinya cuma: “cekricek palsu” hehehe.. *parno_melanda. Hati-hati om.. Selamat Malam Minggu !!! :)

            Posted by akadarisman | 17 November 2012, 7:43 pm
          • cempe dari sleman bisa komen juga ya ? xaxaxaxaxaaa…

            Posted by cekricek | 17 November 2012, 11:13 pm
          • Dahlan: Pegawai BUMN Rentan Sakit Jiwa

            Penulis : Didik Purwanto | Senin, 16 April 2012 | 15:10 WIB

            JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengaku pegawainya saat ini rentan terkena sakit jiwa. Hal itu disebabkan karena pegawai BUMN dituntut memiliki kepribadian ganda. Kepribadian ganda yang dimaksud Dahlan adalah di satu sisi pegawai BUMN akan mengelola korporasi. Di korporasi tersebut, pegawai akan mengetahui cara korporasi menggaji karyawannya, memberikan bonus, insentif hingga jenjang karir yang jelas.

            Sementara saat menjadi pegawai BUMN, pegawai tersebut disumpah tidak akan menerima gratifikasi atau hal-hal tertentu yang dianggap bisa menguntungkan orang-orang tertentu. “Dengan kondisi tersebut, jiwa mereka akan terbelah sehingga akan rentan terkena sakit jiwa,” kata Dahlan saat perayaan ulang tahun Kementerian BUMN ke-14 di Jakarta, Senin (16/4/2012).

            Sehingga Dahlan menyarankan kepada semua pegawainya agar sering-sering berkonsultasi dengan psikolog. Hal itu untuk menghindari kecenderungan sakit jiwa di saat pegawai harus menghadapi dua hal yang saling berlainan.

            Kerentanan sakit jiwa itu juga bisa muncul karena urusan kesejahteraan, remunerasi hingga sistem jenjang kerja yang dianggap tidak jelas di lingkungan Kementerian BUMN. Padahal untuk mengurusi hal tersebut, Dahlan mengaku menyerahkan urusan itu ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Kementerian Keuangan.

            Editor :Erlangga Djumena
            _____________________

            Kalau pegawainya rentan sakit jiwa, GIMANA BOSS NYA ?…. hahahahahaaaaa… menepuk air didulang terpercik muka sendiri !

            Posted by cekricek | 17 November 2012, 11:20 pm
          • Hehehe.. Tanda-tanda cekricek ini “sakit” makin jelas saj. Dia bela-belain googling buat cari-cari link berita/info buat menjawab komen orang, trus merasa menang dan puas banget setelah dapat (pake pantun pula).. Really Sick.. X_X

            Ane sih santai aja om, nama ane jelas, pic ada, profile bisa ditelusuri.. Sementara ente? Udah omdo, ngaku ini itu, menghujat orang, belagak ketus, sok garang, kalimat kotor (cerminan otak dan hati) dan yang jelas banget ga punya nyali.. Untuk komen yang ini saya sih ga perlu repot-repot cari link berita atau berpantun ria.. :D

            Posted by akadarisman | 17 November 2012, 11:49 pm
          • santai gimana om ? wakakakaaa… gondok kale… wong diladeni terus…

            Posted by dian (silent readers) | 18 November 2012, 1:28 pm
          • emang ente punya nyali ? cuma bikin avatar gak jelas, siapa juga bisa ? bener mas/mbak bro Dian… ENTE GONDOK ya ? namanya juga berbalas komen koq GONDOK ? makasiiih…

            Posted by cekricek | 18 November 2012, 1:37 pm
          • Hehehehe.. Jujur aja awalnya saya memang gondok baca komennya CR (duluuuuu), yang kalau dijawab serius dengan argumentasi dia muter-muter, kalo dinasehati malah melunjak, kalo didoakan malah membalas keluarin ayat-ayat/hadist dst.. Tapi sekarang sih saya me-reply-nya sebagai hiburan aja, udah bosan nanggapi serius..:) Dari jawaban-jawaban cekricek dan “temen-temennya” jadi semakin ketahuan “kualitas” dan “kesehatan mental”-nya. Yang jelas saya ga takut ama ID-ID anonim yang buat tampilin namanya sendiri aja ga bernyali dengan berbagai dalih. Dan yang datang ke blog ini dengan komen-komen ga jelas rata-rata ya anonim dengan nyali tipis itu tadi.. Saya makin bisa menunjukkan kepada DahlanIs yang lain bahwa cekricek dan ID anonim yang membela-nya hanya (seorang) manusia (smoga masih manusia) yang sakit.. :)

            Posted by akadarisman | 19 November 2012, 8:25 am
          • hahahaaa…anak kambing dari sleman…mancing mancing… namanya juga lawan mafia masak mau tunjukin jati diri, BEGO amat… ente sendiri complete profilenya gak jelas blas ! BENCES kali ya ? ah udah ah… yang GONDOK berarti GILA!… udah pernah gondok kan ? berarti paling gak pernah SEDHENG ! xaxaxaxaaa…

            Posted by cekricek | 19 November 2012, 1:56 pm
          • Hehehe.. Alasan lagi pake bawa-bawa mafia.. Mafia apaan yang kaya ginian :D. Kalo pengen kenal ane boleh lho bos.. Udah banyak DahlanIs yang kenal ane bahkan udh ketemu koq.. Biar pasti aja daripada cuma berbalas komen.. ;) :D

            Posted by akadarisman | 19 November 2012, 6:38 pm
          • ngebet ya ? geli neh ada bences ngebet… ngapain ketemu anak kambing dari sleman… lha gua ketemu jurkamnya alias juragan kambingnya tiap hari ! xaxaxaaaa…

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 3:36 am
          • Hehehehehe.. Banyak alasan lagi kan, berkilah kesana kemari, pakai bawa-bawa mafia lah, bawa-bawa juragan lah, mengaku ini itu lah, nyalahin tulisan orang lah.. Hehehehe.. Saya sih ga perlu pakai kata/kalimat negatif untuk mengomentari anda. Karena kata-kata itu lah cerminan diri seseorang.. Satu jemari kau tunjuk ke pihak lain 4 jari menunjuk ke diri sendiri.. Sebaiknya konsultasi ke psikolog ya om, saya bersedia koq men-konseling anda. Salam DahlanIs. :)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 6:22 am
          • makin gondok ya… ? gampang nih …

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 7:09 am
          • Hehhehehehe.. Enggak juga sih, masih pagi.. Soalnya makin banyak balasan makin banyak info yang bisa diketahui DahlanIs tentang CR.. Dan yang jelas jumlah komen di MH51 ini jadi tambah banyak.. Gimana, mau terima tawaran saya?? ;)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 7:20 am
          • eeeee…cempe lagi makan rumput ya…pagi pagi udah korupsi jam kerja ! ntar dipecat lho…

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 7:49 am
          • Hehehehehe.. Tenang saja om, waktu kerja saya fleksibel dan sudah all in. Saya biasa bekerja didalam/diluar jam kerja resmi, didalam/diluar tempat kerja resmi, tatap muka langsung atau jarak jauh. Pokoknya selama ada karyawan/orang bermasalah yang perlu bimbingan, saya akan siap 24 jam koq. For free sampai kembali stabil om.. :)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 8:18 am
          • nah… bener kan ! gampang banget ngangon kambing…

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 8:22 am
          • Hehehehe.. Dalam profesi saya, sudah terbiasa dikata-katai, dibentak, dicaci, dimaki, diintimidasi, diteror om, secara langsung atau tak langsung.. Yang membuat tetap istiqomah adalah keinginan menjadikan orang lain lebih baik dan sadar kembali. Alhamdulillah atas semua yang diberikan oleh Allah memlaui ID cekricek ini. Tawaran saya untuk konseling serius lho bro.. :)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 8:32 am
          • gondok lageee…

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 10:12 am
          • Hehehehe.. Insya allah tidak om.. Tugas dan harapan saya untuk selalu menawarkan kebaikan kepada pihak yang membutuhkan. Sesuai bidang ilmu dan profesi saya koq. :)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 10:34 am
          • terus ? kebaikan koq ditawarkan ? kasih ! tapi gak biasa memberi ya ? biasanya terima bayaran… xaxaxaxaaaaa

            Posted by cekricek | 20 November 2012, 11:18 am
          • Hehehehe.. Ya beda tipis lah ditawarkan dan dikasih, tinggal yang diberi menyikapinya bagaimana. Yang penting kita sudah berusaha dengan cara-cara dan kalimat yang baik. Soal tanggapan negatif dan jawaban dengan bahasa yang buruk adalah cerminan orang itu sendiri yang jika tidak mau berubah akan sampai mati hidup dalam gelimangan buruk sangka dan kenegatifannya. :)

            Posted by akadarisman | 20 November 2012, 11:26 am
      • cekricek palsu !

        Posted by cekricek | 19 November 2012, 1:59 pm
  200. terus terang saya kehilangan pakde yang sedang mengembangkan Electric Power seperti mbah mbing, jika pakdhe masih disini mohon kabari ke saya 085210470003

    Posted by saeful | 16 November 2012, 5:24 pm
  201. komennya udah panjang banget :)

    Posted by anotherorion | 16 November 2012, 5:41 pm
  202. Kalau pendaftaran Gubernur dan calon Gubernur Sumut udah ditutup, maka saatnya kita membuka fakta tentang ES kepada rakyat SUMUT…

    Cari MH Dahlan Iskan yang paling bagus, foto copy yang banyak, sebelahnya ambil dari media semua kata-kata yang mengejek/menghina dan sikap Arogans ES terhadap DIS…. jangan lupa cantumkan nama medianya, agar gak dituntut mencemarkan nama baik/balck campaign. Kalimat akhirnya adalah

    Orang yang seperti ini TIDAK PANTAS DIPILIH jadi pemimpin….

    Hayooo,hayooo Dahlanis yang ada di Sumut, waktunya bergerak…

    Posted by knight | 17 November 2012, 5:26 am
    • Seperti saya tulis di bawah, ga usah balas dendam lah Pak Knight. Kita ini Dahlanis, bukan ES hater. Kalau DI diserang ya kita lawan, kalo penyerangnya di saat lain mau ngapain kek terserah dia. Doain aja ga jadi pemimpin

      Posted by apasaja | 17 November 2012, 9:04 am
  203. Uhmmm, kalo saya pribadi kurang setuju, kalau diserang ya lawan. Kalau sudah selesai cerita di satu sisi, ya jangan menyimpan dendam untuk kemudian menjelek-jelekkan di saat lain. Memang tidak rela jika DI diserang, tidak rela juga mungkin jika penyerang seperti itu kemudian menjadi pimpinan tertinggi propinsi. Tapi menurut saya aktivitas Dahlanis jangan membalas dendam seperti ini. Yang harus kita lakukan adalah menjaga DI, melawan penyerangnya, tapi jika ada kebijakan DI yang salah ya kita kritisi. Biarkan ES begitu, toh akhirnya banyak masyarakat yang tahu belangnya. Jadi, jangan Dahlanis yang melakukan penyerangan ke ES. Selebihnya, berdoa aja ES ga jadi pemimpin.

    Posted by apasaja | 17 November 2012, 9:01 am
  204. modusnya……

    1. Perkarakan hal yg berbau uang.
    2. Kriminalisasikan secara membabi buta.
    3. Rajin koar2 : ini masalah besar, padahal batin nya tahu ini masalah udh basi
    4. Bahu membahu ajukan interpelasi

    Klo pada Gus Dur dan Sri Mulyani mereka sukses melakukannya. Semua Rakyat tahu.
    …Tidak pada Pak Dis.

    Mulai sekarang salam kita: Bubarkan Parlemen!!!!

    karena mereka tidak pro kemajuan, tidak pro rakyat !!

    Bubarkan parlemen!!!

    Posted by novi | 17 November 2012, 9:48 am
  205. Powered by Telkomsel BlackBerry®

    Posted by dewi_dumai@yahoo.com | 17 November 2012, 10:27 am
  206. Aku sangat setuju dengan komentar saudaraku di Kaltim. Listrik adalah infra struktur. Tidak bisa harus untung rugi sebagaimana perusahaan. Patokannya adalah tercukupi dan tidaknya masyarakat.
    Ayo Efendy Simbolon maju terus. Biar nungsepmu semakin hebat. Biar partaimu semakin hancur. Aku mendukungmu selalu untuk melawan Dahlan Iskan.

    Posted by Widi | 17 November 2012, 11:00 am
  207. Pagi tadi saya lihat di TV indosiar, pak Dahlan di wawancarai, sungguh dalam hati saya sangat mengagumi sosok Dahlan Iskan, baru kali ini saya punya idola yang bisa menginspirasi saya……. salam Dahlanis….doa saya semoga pak Dahlan selalu dilindungi oleh Alloh SWT, dan selalu ditunjukkan jalan yang lurus, memang tidak mudah merubah dari zaman jahiliyah menuju zaman modern. Nabi Muhammad saw, dalam melakukan dakwah saja banyak rintangannya, cacian dari orang-orang kafir, apalagi pak Dahlan yang bukan nabi, maka saya harap para Dahlanis mendoakan pak Dahlan agar mampu melewati semua ini, karena doa kita sebanyak 40 orang sama dengan doa 1 wali Alloh SWT, jika para dahlanis yang melebihi 40 orang mendoakan pak Dahlan maka insya Alloh, akan dikabulkan oleh Alloh SWT amin ya robbal alamin!

    Posted by mbak Dian | 17 November 2012, 12:03 pm
    • Amiiiiiin Mbak Dian, salam kenal.
      Saya juga sama seperti Mbak, baru sekarang – di usia hampir 40 tahun- merasa memiliki idola hidup.
      sosok DIs emang jempooooool abiz. semoga suatu saat bisa ketemu beliau.

      Posted by Sofyan Usamah | 17 November 2012, 12:58 pm
  208. Kebatilan akan hancur lebur ,percayalah ………Tuhan sungguh mengasihi hamba-hambanya yg soleh .Setiap perbuatan akan di nilai dari niatnya .Doa saya teriring selalu buat Pak Dahlan semoga sabar .Rahasia takdir Allah untuk Indonesia semoga yg terbaik untuk semua.Sukses selalu saudaraku para Dahlanis .

    Posted by setro utomo | 17 November 2012, 1:03 pm
  209. Gedhang godhok mreteli
    DPR g*bl*k jegorno kali

    Posted by Irwan syahbidin | 17 November 2012, 4:05 pm
  210. Susah lihat orang berhasil, senang lihat orang terjatuh . Berantas koruptor berjamaah,sepertinya KPK kewalahan juga dengan pelemahan dari segala penjuru…rakyat selalu (hanya bisa)mendukung.

    Posted by har subur | 18 November 2012, 12:53 am
  211. Dahlan Dipidana Semua Pejabat Masuk Penjara
    Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa hari yang lalu, Komisi VII menuding kebijakan Dahlan-lah penyebab inefisiensi PLN. Dahlan mengganti bahan bakas gas dengan BBM untuk menghidupkan PLTU. Dahlan memberikan klarifikasi atas tuduhan ini. Selain diklarifikasi Dahlan, Menteri ESDM dan BP Migas juga membela Dahlan. Pilihan BBM adalah terpaksa dan satu-satunya karena tidak ada pasokan gas. Kalau tidak maka di Jakarta akan terjadi pemadaman besar-besaran dan berbulan-bulan. Tidak pas menyalahkan PLN dalam hal ini, yang berwenang menentukan kuota gas untuk PLN adalan Kementerian ESDM. Tidak ada kuasa PLN sama sekali menentukan kuotanya sendiri. Kalau Kementerian ESDM dan BP Migas tidak memberi gas, PLN bisa apa? Itulah sebabnya kenapa rekomendasi BPK yang 18 itu hanya 1 untuk PLN. Karena BPK tau inefisiensi PLN bukan disebabkan oleh PLN sendiri.

    Selanjutnya Komisi VII mempertanyakan ribuan jenset yang disewa Dahlan. Dahlan menjawab jenset-jenset itu untuk daerah luar jawa yang belum memiliki pembangkit listrik atau pembangkitnya sedang dikerjakan. Tidak bisa hanya menunggu pembangunan pembangkit-pembangkit listrik selesai, terlalu lama. Bisa 2 atau 3 tahun, bahkan kebanyakan lebih. Indonesia bukan Jawa saja, daerah lain juga menuntut hak yang sama. Daerah luar Jawa berhak juga sesegera mungkin mendapatkan listrik.

    Untuk daerah luar Jawa Dahlan tidak hanya mengandalkan jenset, untuk pulau-pulau kecil dibuat program pembangunan 1000 PLTS (Tenaga surya). Percobaan sudah sukses dilakukan di pedalaman Sumba Barat Daya dan pulau-pulau lainnya seperti Bunaken. Sekarang program 1000 PLTS ini sudah siap dimasalkan. PLTA (Tenaga air) juga dibangun, malah Dahlan membuat PLTA terbesar di Papua yaitu disungai Baliem. PLTP (Panas bumi) tidak ketinggalan dikembangkan oleh Dahlan. PLTP Ulumbu di kabupaten Manggarai-NTT dapat diselesaikan Dahlan dalam waktu satu tahun. Padahal proyek itu mangkarak sejak tahun 1994.

    Mengenai keterlibatan istri dan anak Dahlan dalam pengadaan jenset, Dahlan menantang Komisi VII untuk mengundang istrinya ikut RDP. Biar Komisi VII bertanya sendiri, karena istri Dahlan adalah murni 100% ibu rumah tangga bukan pembisnis. Isna Fitriana anak bungsu Dahlan hanya berbisnis baju yang mungkin ada gambar jensetnya kata Dahlan melucu. Anak yang satunya lagi Azrul Ananda bekerja di Jawa Post, menjadi Dirut di sana. Jangankan bekerja sama dengan PLN untuk pengadaan jenset, menyentuh lantai kantor PLN saja Azrul tidak sudi. Sebelumnya Azrul tidak setuju Dahlan menjadi Dirut PLN. Karena Dahlan nekat bekerja tanpa persetujuannya maka dia bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di kantor-kantor PLN selama bapaknya masih menjadi Dirut. Sumpah itu dapat dipenuhi oleh Azrul. Yang lebih penting lagi bukan Dahlan yang mengurus pengadaan jenset itu langsung tapi direktur PLN lainnya. Tuduhan ini benar-benar tidak mendasar. Mendapat jawaban dan tantangan Dahlan seperti ini Komisi VII mundur teratur tidak mempertajam pertanyaan seputar jenset itu lagi.

    Gagal dengan dua amunisi di atas Komisi VII menyerang dengan keterlambatan proyek pengadaan listrik 10 ribu megawatt tahap pertama. Nah kalu masalah ini saya rasa masuk akal jika Komisi VII menyalahkan Dahlan. Karena sesuai dengan rekomendasi BPK untuk PLN. Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi PLN dalam menuntaskan proyek tersebut.

    Tapi amunisi ketiga ini jadi tidak masuk akal tatkala yang disalahkan hanya Dahlan semata. Dirut PLN sebelum Dahlan dan sesudah Dahlan juga berada dalam tenggang waktu proyek tersebut. Kenapa tidak dipanggil juga, kenapa hanya fokus ke Dahlan seorang?

    Amunisi ini juga menjadi tidak masuk akal kalau Dahlan mau dipidanakan seperti yang digembar-gemborkan Effendy Simbolon. Kalau sekedar menyalahkan untuk jadi bahan koreksi mungkin ya dan memang seharusnya begitu tugas DPR. Kalau Dahlan mau dipidanakan gara-gara keterlambatan proyek, itu jelas mengada-ada. Tidak ada satupun pejabat di negera ini yang tidak akan masuk penjara termasuk juga semua anggota DPR. Instansi mana sih di negara ini yang tidak pernah terlambat mengerjakan proyek?

    Salah satu contoh misalnya proyek konversi minyak tanah ke gas. Berapa inefisiensi yang disebabkan oleh keterlambatan proyek ini? Sampai sekarang banyak daerah yang belum terkonversi sesuai jadwal. Di NTB misalnya pulau Sumbawa. Subsidi minyak tanah terus mengalir ke daerah ini entah berapa miliar perbulan. Seharusnya subsidi itu tidak perlu ada kalau proyek konversi minyak tanah dapat diselesaikan Kementerian ESDM dan Pertamina sesuai jadwal.

    Atau proyek suasembada beras, daging, garam, kedelai dan lain sebagainya. Proyek-proyek ini tidak pernah sesuai target. Berapa inefisiensi yang ditimbulkannya? Devisa negara tergerus setiap tahun untuk mengimpor komuditas tersebut.

    DPR juga saya rasa dapat diperkarakan karena keterlambatan menyelesaikan Undang-undang. Rata-rata DPR hanya mampu menyelesaikan 15 persen pertahun. Tahun 2011 target Undang-undang yang dirampungkan 68 tapi selesai hanya 16. Tahun 2011 target 94 tapi selesai hanya 24. Tahun 2012 sampai bulan September hanya 11 yang diselesaikan dari 64 target. Ini jelas-jelas inefisiensi. Bukankah tidak sedikit anggaran untuk DPR? Tahun 2012 anggaran untuk DPR 2,94 triliun. Karena DPR hanya menyelesaikan 15 persen pekerjaannya berarti telah terjadi inefisiensi pada tahun 2012 sebesar 85 persen dari dana 2,94 triliun itu.

    Parahnya lagi, selain produktifitas rendah kualitas Undang-undang yang dihasilkan DPR juga rendah. Buktinya banyak gugatan masyarakat yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK). Sudah dibiayai mahal-mahal digugurkan MK lagi. Siapa yang menyanggah kalau ini bukan termasuk inefisiensi? Alangkah efisiennya negara ini jika DPR dibubarkan. Selanjutnya yang berhak membuat Undang-undang adalah pemerintah, tapi rakyat bisa menggugatnya lewat MK.

    Dari analisa data dan fakta di atas saya befikir silahkan DPR memenjarakan Dahlan. Tapi sebagaimana pernyataan Dahlan yang siap dan ikhlas masuk penjara kalau kebijakannya disalahkan, DPR juga harus menyatakan siap dan ikhlas ikut masuk di sana kalau kinerjanya dipermasalahkan. Lebih per lagi kalau semua pejabat yang terlambat menyelesaikan proyek dipenjarakan juga.

    Selanjutnya harapan saya untuk Komisi VII hendaknya segera meluruskan persepsi masyarakat yang terlanjur dibengkokkan. Secara hukum inevisiensi tidak sama artinya dengan kerugian negara. Negara tidak pernah dirugikan oleh PLN, bukankah memang kewajiban negara menyediakan infrastruktur? Dan listrik itu termasuk kategori infrastruktur sebagaimana jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan lain-lain. Berapapun uang yang dihabiskan negara untuk infrastruktur asal tidak ada penyimpangan tidak bisa dikatakan rugi? Walau uang pembangunan itu tidak akan kembali untuk selama-lamanya.

    Harapan yang kedua adalah, DPR jangan hanya melihat inefisiensi PLN. Tapi lihat juga efisiensi-nya. Bukankah berkat kinerja Dahlan, sekarang pembangkit listrik di pulau Jawa sudah 100% bebas BBM? Pemakaian BBM untuk pembangkit listrik se-Indonesia juga sudah berhasil dia tekan hingga tinggal 5%. Sisanya 51% menggunakan batu bara, 24% gas, 9% air, dan lain-lain. Disaat darurat bolehlah PLN melakukan inefisiensi 37 triliun tapi tapi disaat bersamaan PLN telah berhasil melakukan efisiensi ratusan triliun. Tidakkah DPR memiliki akal sehat dan nurani untuk menghargai keberhasilan itu?
    ***

    http://politik.kompasiana.com/2012/11/18/dahlan-dipidana-semua-pejabat-masuk-penjara-509875.html

    Posted by lukman bin saleh | 18 November 2012, 5:32 am
  212. Inspiratif. Semoga berguna bagi kita semua

    Posted by nurns | 18 November 2012, 6:30 am
  213. Wahh saya tidak tahu klo pak DI ke Banyuwangi,padahal saya hidup di Banyuwangi..hehe. Perlu sedikit tambahan Pak DI klo di banyuwangi itu sektor pertanian ,peternakan,perikanan dan perkembunan suddah seddemikian majunya, Dg bentang wilayah yg sangat subur dan didukung oleh cuuaca yg bagus disertai. Dg masyrakat yg. berpotensi tinggi membuat semua sektor bisa dikembangkan dg makssimal. Knp saya tau,bkn dr media massa atau cetak tp saya mengetahui kr saya sebagai seorang AO bank BUMN yg berkecimpung dlm. Urusan ini. Jika berkenang banyuwangi bisa ddijadikan percontohan nasional ttg perikanan,peternakan,pertanian dan perkebunan kr selama ini sektor2 ini berkembang biak dg baik. Cuman kekuranganya adalah pengolahan yg masih “ndeso” sehingga hasil nya kurang makksimal. Perluu banyak penelitian yg bertujuuan meninggkatkan hasil dr semua sektor ini.. Tks Mr DI

    Posted by Danial | 18 November 2012, 8:57 am
  214. Linda Megawati: Apa Salah Saya, Kenapa Difitnah Dahlan Iskan
    Vicky Anggriawan
    18 Nov 2012 15:55:56

    Linda Megawati (Foto:dpr/go.id)
    Linda menyatakan, memang sempat ada pertemuan anggota DPR dari Komisi XI bersama Dirut PT Merpati Rudy Setyo Purnomo. Pertemuan itu dilaksanakan di ruang kerja Ketua Komisi XI. Namun ia terlambat hadir, rapat sudah selesai, sehingga dia tidak mengatahui apa-apa soal pembicaraan di pertemuan tersebut.
    Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Linda Megawati, merasa terpukul namanya dilaporkan Dahlan Iskan ke BK DPR terkait pemerasan BUMN.

     “Saya sangat terpukul dengan laporan itu, keluarga saya juga merasa tertekan dan banyak konstituen saya di Dapil merasa terkejut,” ujar Linda Megawati ketika duhubungi. Jakarta, Minggu (18/11).

    Berbeda dengan Achsanul Qosasi, Anggota DPR RI Komisi XI, yang terlebih dahulu gencar menyuarakan bantahan di media, Linda Megawati memilih menahan diri hingga usai tugas resesnya.

    Kendati BK DPR RI belum menyatakan secara formal, tetapi menurut pemberitaan hampir pasti inisial LM salah seorang yang disebut berarti Linda Megawati.

    Linda menyatakan, memang sempat ada pertemuan anggota DPR dari Komisi XI bersama Dirut PT Merpati Rudy Setyo Purnomo. Pertemuan itu dilaksanakan di ruang kerja Ketua Komisi XI. Namun Linda mengatakan bahwa disaat adanya pertemuan dia terlambat hadir, rapat sudah selesai, sehingga dia tidak mengatahui apa-apa soal pembicaraan di pertemuan tersebut.

    “Waktu itu saya datang ke ruang komisi XI hendak mengikuti rapat, tetapi ternyata ruangan sudah kosong. Lalu saya menengok ke ruangan pimpinan, di sana ada Ketua Panja Merpati Zulkieflimansyah, Achsanul Qosasi, dan Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo, serta beberapa orang lainnya. Kemudian Pak Zulkieflimansyah dan Achsanul Qosasi mengatakan kepada saya bahwa rapat sudah selesai dan untuk membantu negara kita sudah setujui PMN Merpati. Lantas, saya pun pulang,” kata Linda.

    Pencantuman inisial LM dalam laporan Dahlan Iskan ke BK DPR, membuat Linda Megawati merasa difitnah. 

    “Apa salah saya, kenapa difitnah demikian?” Tuduhan kejam yang menimpa Linda, juga merugikan keluarganya. “Jujur saja, setelah mendengar berita itu Bapak saya langsung shock, keluarga dan rekan-rekan merasa tidak percaya dengan tuduhan,”tutupnya.
    ____________________________

    MH yang baru Manufacturing Hate ? FITNAH oh FITNAH ?

    Posted by Disfans(discontinued fans) | 18 November 2012, 11:34 pm
  215. semoga pak Dahlan diberi kesehatan dan kemudahan dalam segala urusan oleh Allah SWT.Amiin..
    Terima kasih pak Dahlan telah memberikan semangat dan harapan pada saya, sebagai enterpreneur muda saya mendapat semangat untuk menjalankan dan mengembangkan usaha saya. sekali lagi terima kasih,salam akhir yang bahagia….

    Posted by dian | 18 November 2012, 11:49 pm
  216. alhamdulillah

    Posted by MChoir | 19 November 2012, 4:53 am
  217. Alhamdulillah, saya Orang seberang yg suka tulisan – tulisan Pak. Dahlan Iskan yg bukan sekedar ide tapi disertai dengan langkah nyata. Apa yg bisa membuat Indonesia Jaya pada masa akan datang ada pada Itikat Baik seseorang yg mempunyai kepintaran dan keberanian, negeri ini mempunyai banyak orang pintar tapi kebanyakan berada di “Menara Gading”. dimata saya Pak. Dahlan Iskan mempunyai kelebihan komplit yg dianugerahkan Allah SWT kepadanya yaitu Pintar, Jujur, Berani dan Pekerja Keras. Ciri Khas itulah menurut saya yg membuat Pak SBY jatuh cinta dan memintanya bergabung di kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Semoga keselamatan senantiasa menyertai Beliau dan sehat Wal Afiat dalam mengemban Amanah.

    Posted by Hariyadi Ibrahim | 19 November 2012, 9:03 am
  218. tulisan pak DIS ini menjadi semangat bagi yang ingin berinovasi : “BUMN bertekad akan mewujudkan keyakinan bahwa kita ini mampu melakukan apa saja asal kita mau. Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau !!!…
    salam,

    Posted by Leo Hendroyono | 19 November 2012, 9:55 am
  219. Pak Dahlan, ayo maju terus. Saya merasa beruntung nggak pernah nusuk, waktu Pemilihan anggota DPR, Saya percaya niat tulus pak Dahlan. Pak Dahlan, Pak Joko (Gub DKI), Ketua GRANAT, Abraham Samad, Pak Mahfudz, Ichlas Noersi (tapi buktikan doong kritiknya) semoga menjadi pemimpin Indonesia masa depan! Ada yang setuju?

    Posted by Ridwan Sani | 22 November 2012, 1:35 pm
    • Salam hormat dan salam kenal tu Kakak Ridwan Sani dari beta..

      Hasil kerja DAHLAN ISKAN su : Nyata, berjubel tidak tertandingi..
      Untuk jelasnya, silahkan Kakak Ridwan Sani pelajari dari MH.01 sampai yg terkini..
      Insya Allah,Kakak Ridwan akan dapat menyimpulkan sendiri,
      bagaimana DAHLAN ISKAN dalam bekerja…

      Menurut beta, DAHLAN ISKAN bekerja Kreative,bertindak cepat,amanah,istiqomah,
      semua dilakukan hanya demi Kesejahteraan Masyarakat atau DEMI INDONESIA..

      Dalam kesempatan ini ;
      Alangkah “merugi”-nya, bila Kita tidak mendukung DAHLAN ISKAN..

      Selamat mempelajari : MH.01 sampai yang terkini…

      Salam Dahlanis..

      Posted by N. SORRI.. | 15 April 2013, 5:32 pm
  220. Right :D semangat we always do too

    Posted by 3yuwono | 30 November 2012, 8:11 pm
  221. salam semua,
    kalo uda panen, bisa ndak dibuat bubur bayi instan dari sorgum ?

    Posted by irwan | 15 Februari 2013, 10:50 am
  222. Salam semua

    ada yang punya referensi penjual/penyedia benih sorgum yang berkualitas

    Posted by yahya | 15 April 2013, 2:02 pm
  223. Hmmm…. Mulai panen Augustus ini…… Dahlan Iskan siapkan Siswa NTT untuk garap pasca panen.

    http://dahlaniskan.net/dengan-sorgum-atambua-disiapkan-produksi-etanol/

    Posted by sopyan Thamrin | 6 Juli 2013, 7:35 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.629 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: