>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Langkah Pertama: Manufacturing Hope!

Manufacturing Hope 1
Senin, 21 November 2011

Industri apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini, saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan.

Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagai seorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Kepada jajaran Kementerian BUMN, saya sering” bergurau “lebih baik saya seperti chairman saja dan biarlah wakil menteri BUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”.

Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya akan lebih fleksible, tidak terlalu kaku, dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok-tembok birokrasi. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan mempunyai daya paksa kepada jajaran korporasi di lingkungan BUMN.

Meski begitu, saya akan tetap ingat batas-batas: seorang chairman/CEO bukanlah seorang president director/CEO. Ia bisa mempunyai daya paksa, tapi tidak akan ikut melaksanakan. Tetaplah penanggung jawab pelaksanaannya adalah president director/CEO di masing-masing korporasi BUMN.

Dengan peran sebagai chairman/CEO, saya tidak akan sungkan dan tidak akan segan-segan ikut mencarikan terobosan korporasi. Ini sesuai saja dengan arahan Presiden SBY bahwa menteri yang sekarang harus bisa berlari kencang. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan bisa memenuhi harapan tersebut.

Tengoklah, misalnya, bagaimana kita harus menghadapi persoalan hotel-hotel BUMN kita yang berada di Bali. Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Sanur. Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu. Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk.

Padahal, pada zaman dulu, hotel-hotel ini tergolong yang terbaik di kelasnya. Kini, di arena bisnis perhotelan di Bali, hotel-hotel BUMN telah menjadi lambang kemunduran, keruwetan, dan kekumuhan.

Memang pernah ada upaya untuk bangkit. Direksi kelompok hotel ini (Grup PT Hotel Indonesia Natour) pernah diperbarui. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Jajaran direksinya diambilkan dari para profesional dari luar BUMN.

Dengan semangat profesionalisme, grup ini?ingin mulai merombak dua hotelnya: di Padang dan di Kuta. Tapi, dua-duanya mengalami kesulitan. Yang di Padang over investasi. Yang di Kuta sudah enam bulan mengalami slow-down. Yang di Padang itu bisa disebut over investasi karena?jumlah kamarnya jauh lebih besar daripada pasarnya. Ini akan sangat sulit mengembalikan investasinya. Sedangkan yang di Kuta ada persoalan desain yang cukup serius.

Mengapa yang di Padang bisa terjadi over investasi” Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi. Begitu ada perintah untuk membangun hotel dengan skala yang sangat besar, direksinya tidak mampu meyakinkan bahwa skala itu kebesaran. Terutama dilihat dari kemampuan perusahaan. Permasalahan yang di Kuta lebih rumit lagi karena ketambahan masalah birokrasi.

Dua proyek ini kemudian menjadi isu yang ruwet. Ujung-ujungnya, direktur utama yang didatangkan dari luar BUMN itu tidak tahan lagi dan mengundurkan diri. Dalam suasana ruwet seperti itu, tidak mungkin perusahaan bisa maju. Bahkan, moral manajemen dan karyawannya pun bisa rusak, down, dan lalu putus harapan.

Maka, dalam kesempatan tiga hari menghadiri KTT ASEAN di Bali pekan lalu, saya manfaatkan waktu untuk manufacturing hope. Selama di Bali, saya tidak tidur di hotel bintang lima di kompleks KTT berlangsung, tapi memilih tidur di Inna Hotel Kuta yang katanya terjelek itu. Saya ingin ikut merasakan kesulitan manajemen dan karyawan di hotel tersebut. Saya ingin mendalami persoalan yang menghadang mereka. Pagi-pagi saya turun naik di proyek setengah jadi itu.

Menjelang senja kembali turun naik lagi entah sampai berapa kali. Saya ingin, kalau bisa, menerobos hambatannya. Setidaknya saya ingin mereka tidak merasa sendirian dalam kesulitannya. Bahkan, pada malam kedua, saya tidur di kamar mock-up di tengah-tengah proyek yang lagi slow-down itu. Saya melakukan ini tidak lain untuk manufacturing hope.

Hasilnya, insya Allah, cukup baik. Pada hari kedua, semua persoalan bisa teruraikan. Proyek hotel yang sangat grand ini bisa dan harus berjalan kembali. Bahkan, tahun depan harus sudah jadi. Diputuskanlah hari itu: sebuah hotel baru dengan nama baru (Grand Inna Kuta) akan lahir dan menjadi sangat iconic. Apalagi, letaknya hanya di seberang Hard Rock Hotel dengan posisi yang jauh lebih baik karena langsung punya akses ke Pantai Kuta.

Pun, selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru, Yingluck Sinawatra) saya copot jas, ganti sepatu kets, dan langsung meninjau luar dalam Hotel Inna Putri Bali. Lokasinya tidak jauh dari gedung megah untuk KTT ASEAN di Nusa Dua itu.

Saya perhatikan mulai dapurnya, ruang cucinya, kamarnya, kebunnya, pantainya, hingga cottage-cottage-nya. Ternyata benar. Bukan hanya telah menjadi yang terjelek di Nusa Dua, tapi juga sudah mau ambruk. Di sini saya juga harus manufacturing hope. Tahun depan hotel yang sangat luas ini harus sudah mulai dibangun ulang.

Setelah membuat keputusan soal Nusa Dua, malam ketiga saya memilih tidur di Sanur. Hotel seluas (duile!) 41 hektare ini juga perlu dibangkitkan. Inilah hotel berbintang yang pertama di Bali. Inilah warisan Bung Karno. Kondisinya sudah kalah dengan tetangga-tetangganya. Hotel ini memiliki garis pantai matahari terbit sejauh 1 km! Alangkah hebatnya. Mestinya.

Saya tentu menginginkan tahun depan hotel besar ini juga ikut bangkit. Mengapa? Sebab, tiga-tiganya berada di Bali. Sebuah kawasan wisata yang pertumbuhannya sangat tinggi. Memang Grup Inna Hotel masih punya puluhan hotel lainnya di seluruh Indonesia (dan umumnya juga dalam keadaan termehek-mehek), namun sebaiknya fokus dulu di tiga hotel ini. Dari sinilah kelak hope akan ditularkan ke seluruh Indonesia.

Tiga hotel besar inilah yang lebih dulu akan menjadi titik tolak kebangkitan entah berapa banyak hotel BUMN ke depan. Saya sebut “entah berapa banyak” karena banyak BUMN yang kini juga memiliki hotel. Grup Inna punya banyak hotel. Garuda Indonesia punya banyak hotel.

Pertamina punya banyak hotel. Kontraktor seperti Perusahaan Perumahan punya banyak hotel. Bahkan, Jasa Marga, konon, juga sedang menyiapkan banyak hotel. Karena itu, keberhasilan tiga pioner di Bali tadi akan besar artinya bagi BUMN.

Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi, kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!

Dahlan Iskan
Menteri Negara BUMN

About these ads

Diskusi

122 pemikiran pada “Langkah Pertama: Manufacturing Hope!

  1. Pun, selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru, Yingluck Sinawatra)
    pak dahlan bisa aja,,
    habis ini buat tulisan tentang ratu asean yang satu ini pak ya
    haha,,,

    Posted by fhadiningrat | 21 November 2011, 8:58 am
    • yA IYALAH YINGLUCK eMANG cANTIK cUMA GAK nGARUH ma BUNG dAHLAN. iYA KAN? wELEH…wELEH… gADIS yANG dISURGA LEBIH cANTIK DRPD yINGLUK.. yAKIN aJA YANG ITU bUNG dis
      Yo’I Trims. BETUL GITU BUNG DIS kami pun punya HARAPan agar negeri ini bisa baik bila ditangani orang yg berkarakter sperti anda, KERJA KERAS, CERDAS, IKHLAS. Sayapun berterima kasih Bung DIS punya kader2 yg berkarakter mirip anda meskipun BELUM SERUPA yg jadi walikota, Cuma sayang dikotaku blm
      Trims buat Pramudya Putra Utama pemilik blog ini,para comentATOR nya pada GA’TAU kalo ini blog anda, kirai blog DAHLAN ISKAN LOH. Tapi gak apa Bung Pramud berjasa jadi penyambung lidah, emang lidahnya brp KILOMETER sih bisa nyambung BEGINI? Hii…………hi..
      Trims lagi buat Bung Pramud, SAYA BISA BACA catatan DAHLAN ISKAN 2008,2009,2010 kalo di CLIK kolom bulan dan tahunya dikanan atas baris ke 3 ya SAAT BUKA BLOG INI. Para penganut DAHLANISME barangkali juga ada yg belum tau tuh, NDESO juga kaya aku ni.
      Tolong nih DISAMBUNGKAN LIDAHNYA, kmana ya kalo cari BUKU buatan Bung DIS, susah tuh nyari, di gramed kayaknya gak ready stok TOLONG donk kasi tau. Palagi sy jarang2 ke gramed tambah gak kebagian kalo baru datang, NI JUGA SBAGAI EAVALUASI PENERBITNYA, promo dong biar tau dimana nyari’i. ok thanks very much. Have a nice day 4 DAHLANISME. jAZA KOULLOHU kHOIRO yA bUNG dAHLAN
      SALAM SEJAHTERA DAYAKINDO

      Posted by Dayakindo | 22 November 2011, 5:00 am
    • jadi menteri yang dulu-dulu-dulu ngapain..makan gaji buta atau tidak mampu…saya kuatir kejadian ini juga berlangsung di kementerian yang lain..banyak masalah tidak bisa diselesaikan karena tidak mampu..atasan tidak memberikan arahan yang benar

      Posted by budiarto | 22 November 2011, 10:22 am
    • alhamdulillah…Allahu Akbar…sungguh saya sangat terharu, ternyata di Indonesia ini masih ada orang jujur dan sederhana yang mau mengorbankan kepentingan pribadi untuk benar-benar mengabdi untuk kepentingan rakyat, Allahu Akbar…lihatlah wahai para koruptor walupun hidup sederhana tidak akan jadi hina, kalian yang hidup bermewah-mewahan dari uang rakyat sejatinya adalah orang yang menjijikkan dan hina, kalain sekarang tertawa besok diakirat kalian akan nangis darah bagai sampah yang menjijikkan, lihatlah contoh pak DI jadi tauladan, selamat berjuang Pak Dahlan Iskan.

      Posted by Agus Supriyono | 24 November 2011, 10:11 am
      • Tidak perlu nunggu akhirat mas Agus. Mereka sudah akan mendapat balasannya di dunia ini. Itulah hukum alam memberi dan menerima. Mereka yang mau mencuri, menipu, korupsi dsb, karena tidak tahu adanya hukum alam ini. Hukum ini mengikat semua orang, berjalan otomatis. Prercaya atau tidak percaya kita semua akan terkena hukum ini. Orang Jawa bilang “becik ketitik, olo ketoro”.

        Posted by Sigit Setyawadi | 18 Januari 2012, 6:56 pm
    • Pak, PT Kereta Api diprioritaskan ken juga pembenahannya……terutama jabotabek.
      tremakasih.

      Posted by adi | 24 November 2011, 4:08 pm
    • yuk kita sebarkan virus “manufactury hope” 10000000 facebookers, saya yakin efek inspiartif akan menjalar ke semua anak bangsa yg mau maju……long life for DI

      Posted by budi | 6 Desember 2011, 2:32 pm
    • Luar biasa kalau membaca tulisan pak Dahlan Iskan ini saya jadi bisa merasakan rasanya jadi seorang menteri hehehehe….yang selama ini tak pernah terbayang di benak saya……ternyata permasalahannya rumitdan bisa bikin kepala botak kayaknya….minimal rambut rontok….hehehe…tetap semangat ya pak…saya hanya bisa mendoakan agar orang seperti bapak bisa bertambah, biar bangsa ini semakin maju dan perlahan dapat keluar dari permasalahan yang ada…..Salam sukses selalu….

      Posted by Andika Kusuma Putera | 15 Februari 2012, 6:45 pm
    • Wanita tulen atau waria ya…soalnya thiland punya gudang waria lho ha….ha

      Posted by SUKAMTO | 6 Maret 2012, 11:22 pm
  2. wah mantab pak….semoga Hotel milik BUMN semakin bergairah..

    Posted by caderabdul | 21 November 2011, 8:59 am
  3. doa kami untuk kesehatan Bapak :)

    Posted by silentreader | 21 November 2011, 9:02 am
  4. inilah cara berpikir yang rasional dan tindakan yang nyata.. saluut!

    salam,
    Chandra

    Posted by cckclomo | 21 November 2011, 9:05 am
  5. Jujur kagum dan bangga dg Bapak.. dimana masih byk pejabat dinegeri ini yg hanya bisa “ngemeng doank + menikmati fasilitas rakyat” tp bapak sudah berani buktikan dan terjun sendiri.. lanjutkan Pak, doa kami senantiasa utk bapak dan bangsa indonesia yg lebih baik. salam sukses

    Posted by Fer | 21 November 2011, 10:10 am
  6. Semoga jadi kenyataan pak :D

    Harapan tanpa adanya tindakan tidak akan pernah berhasil dan terwujud.

    Posted by Berry Meranda | 21 November 2011, 10:14 am
  7. pertanyaannya adalah apa yang selama ini dikerjakan oleh MenBUMN2 sebelumnya. apa tindakan mereka melihat BUMN sebagai usaha untuk memenuhi APBN yang begitu parah itu.

    Posted by andre007 | 21 November 2011, 10:39 am
  8. sangat membumi dan terukur, mengubah yang selama ini sangat pelik menjadi sederhana. memang semuanya seharusnya bisa dibuat sederhana, bukan sebaliknya. Saya optimist ini bisa berhasil, hotel BUMN bisa “Hidup” dibawah tangan dingin Pak DI.
    Semoga demikian juga dengan Garuda, saya ikut bermimpi garuda menjadi SQ, Jakarta menjadi Hub penerbangan seperti Singapore, KL dan Hongkong, wong memang letak Indonesia diantara 2 benua dan 2 samudra.
    salam mimpi,
    swg

    Posted by swg | 21 November 2011, 10:52 am
  9. seandainya bangsa indonesia dipimpin orang seperti bapak mungkin bangsa ini lebih maju dan kehidupan rakyat ini bisa lebih sejahtera.
    Salut atas etos kerja nyata bapak,, jangan seperti para anggota dewan yang “terhormat” ( perlu dipertanyakan kata “terhormat” ) yang lebih banyak “ngoceh” daripada kerja, lebih suka bermewah-mewahan ( wajar bila banyak anggapan mereka kaum hedon ).

    Posted by koko komarudin | 21 November 2011, 11:15 am
  10. Hanya dalam waktu 2 hari, (2hari !!!!), semua persoalan dapat teruraikan! Dan keputusan penting itu diambil. Gileeee, umumnya mah pak utk hal spt itu mah butuh 6 12 bulan, itupun dengan campur doa.
    Dahlan Iskan = Hebat.

    Posted by thisisfito | 21 November 2011, 11:52 am
  11. Salut se salut salutnya buat bapak.
    Semoga tuhan selalu memberi anda kesehatan yang prima pak.
    Rakyat indonesia sangat membutuhkan figur2 seperti bapak. Semoga juga bisa menulari para pejabat yang lain, amin.

    Posted by Roy pyjoe | 21 November 2011, 12:27 pm
  12. Rakyat indonesia sangat mendambakan figur seperti bapak.
    Semoga tuhan selalu memberi anda kesehatan, amin.

    Posted by Roy pyjoe | 21 November 2011, 12:29 pm
  13. Terima kasih pak Dahlan, yang telah mencoba membantu menyelesaikan masalah bangsa ini semoga ini dapat terus berlanjut. Tantangannya adalah membuat pelaksanaan perubahan ini dapat dilakukan dalam waktu dekat ini selain menularkan semangat perubahan yang disertai aksi yang mendukung perubahan ini kepada bidang yang lain. Semoga niat baik ini dapat selalu tercapai, dukungan kami untuk bapak…

    Posted by Henky Moriska | 21 November 2011, 12:43 pm
  14. Dari lubuk hati yang paling dalam, jujur kami bangga dan kagum pada Bpk. Dahlan Iskan sebagai pejabat Negara dalam hal ini Menteri BUMN membuktikan langsung terjun atau SIDAK ke perusahaan BUMN yg berada dibawah kendalinya tanpa protokoler dan tidak menggunakan fasilitas negara dengan menyetir mobil K. Innova sendiri tanpa pendampingan untuk melihat atau meninjau secara langsung kegiatan usaha di perusahaan kami salah satu BUMN di Surabaya yg bergerak di bidang Peralatan Industri dan manajemen Proyek. Kami berbincang atau diskusi dengan beliau secara santai dan pasti untuk mencari solusi terbaik terhadap permasalahan yg terjadi di perusahaan kami… Semoga Pak Dahlan senantiasa diberika barokah umur dan kesehatan oleh Allah SWT… Amin Amin Ya Robbalallamin.

    Posted by Leo Hendroyono | 21 November 2011, 2:45 pm
  15. Mantap cekali.

    Posted by mr.gendru | 21 November 2011, 2:48 pm
  16. Ternyata Pak Dis hanya berbuat dan bertindak sesuai akal sehat, lha sebelumnya apa pakai ********* ya! Hehehehe….., Bravo Pak Dis…….!

    Posted by syaif | 21 November 2011, 2:54 pm
  17. Kamis, 17 November 2011 , 09:09:00
    Sidak Hotel, Dahlan Iskan Disebut Menteri Aneh

    KUTA–Dahlan Iskan tidak langsung masuk ke kamarnya begitu ia tiba di hotel ketika waktu di Bali sudah pukul 18.30. Mandi dan pergi makan malam ke sebuah restoran pun ditundanya karena harus menginspeksi beberapa tempat di Hotel Inna Kuta. Ini inspeksi sangat mendadak.

    Karyawan yang sedang bekerja di beberapa bagian yang diinspeksi menyatakan kaget melihat menterinya tiba-tiba ada di antara mereka. Beberapa karyawan yang diajak bicara pun bahkan baru tahu bahwa lawan bicaranya tadi adalah menteri setelah Dahlan Iskan meninggalkan ruang kerja mereka.

    Menteri yang penampilannya selalu tidak formal itu masuk ke dapur, ke tempat parkir sepeda motor dan beberapa ruangan lain. “Aneh. Ini menteri aneh. Dia masuk sampai ke dapur. Dirut kami saja belum tentu sampai ke sini,” ujar seorang karyawan rendah di Hotel Inna Kuta, Bali, Kamis malam.

    Dahlan memilih menginap di Inna Kuta selama ia di Bali sampai 18 November nanti, sebagai salah satu menteri yang diperintahkan nongkrongin KTT ASEAN. Beberapa stafnya pernah menyarankan supaya Dahlan menginap di hotel lain saja yang lebih bagus karena Inna Kuta masih dalam proses pengembangan dan pengerjaannya belum selesai.

    “Gak, saya mau nginap di Inna Kuta. Jelek gak apa-apa, biar sekalian saya tahu apa yang menyebabkan proyek itu tidak selesai-selesai,” kata Dahlan, menolak.

    Dahlan adalah menteri pertama yang menginap di Inna Kuta setelah Susilo Sudarman, salah satu menteri pariwisata di zaman pemerintahan Orde Baru. Menteri-menteri lain kalau ke Bali menginap di hotel-hotel esklusif.

    “Sekarang Pak Menteri BUMN nginap di sini, kami sangat senang. Apalagi tadi Beliau langsung memutuskan nasib proyek ini. Semuanya selesai, kami jadi jelas, jadi lebih percaya diri mengembangkan bisnis hotel ini,” ujar seorang pejabat Inna Kuta, kemarin.

    Yang bikin pusing pejabat-pejabat Hotel Indonesia Natour (HIN) dan Inna Kuta adalah keinginan Dahlan untuk menginap di sebuah kamar yang kamar mandinya belum selesai, masih proses finishing. “Saya nanti malam nginap di sini,” kata Dahlan ketika menginspeksi proyek hotel Inna Kuta yang nantinya berganti nama menjadi Grand Inna Kuta itu, pagi kemarin. “Ampun..ampuuun. Bapak ini luarbiasa,” kata Plt Dirut HIN, Agus Suharyono.

    Dahlan memang manusia ‘aneh’. Sudah sejak lama dia aneh, bukan setelah menjadi menteri. Keanehan manusia satu ini antara lain: penampilan selalu apa adanya, tidak suka yang formal-formal, selalu pakai sepatu kets, kaos, jaket dan tidak mau menggunakan fasilitas jabatan negara, tidak mau dikawal. Keanehan yang paling wajib adalah pakai sepatu kets.

    Suatu waktu ketika HM Jusuf Kalla (JK) baru beberapa bulan menjadi wakil presiden, bos Jawa Pos dan Jawa Pos grup ini meminta waktu untuk bertemu. “Hazairin saya sudah di Bandara, nanti langsung ke kediaman. Boleh tidak ya saya pake jaket, pake sepatu kets,” katanya kepada saya (melalui telepon) waktu itu. “‘Khusus buat Pak Dahlan, bisa,” jawab saya.

    Mulanya ada staf di kantor Wapres tidak mengizinkan ada tamu yang pake sepatu kets bertemu wakil presiden. “Rasanya tidak pas,” kata staf tersebut. “Pak Dahlan pake sepatu kets bukan karena dia tidak punya uang atau tidak menghormati. Dia itu orang kaya, dan pake sepatu kets itu sudah karakter dia,” kata saya ketika menjelaskan kepada staf yang kemudian begitu mengagumi Dahlan Iskan itu.

    “Saya kalau bertemu Saudara Dahlan, yang pertama saya liat kakinya dulu. Apakah dia pake sepatu kets atau tidak. Begitu saya liat dia pake sepatu kets baru saya yakin ini benar Dahlan Iskan,” kata JK waktu itu.

    Dahlan dengan JK memang sudah sangat lama saling mengenal. Dua tokoh ini memiliki karakter yang mirip, terutama dalam hal common sense dan kecepatan mengambil keputusan. Keanehan yang terbaru dari Dahlan Iskan adalah dia tidak ingin disebut sebagai menteri.

    “Saya bukan menteri. Jangan panggil saya menteri. Menteri yang sebenarnya adalah wakil menteri. Karena itu saya tidak pakai tanda jabatan menteri,” katanya kepada peserta rapat di Inna Kuta kemarin.

    Saya ingin jadi CEO atau chairman saja di BUMN. Kalau menteri tidak sampai ngurusin yang teknis seperti ini,” ia melanjutkan.(*)

    sumber : http://www.jpnn.com/read/2011/11/17/108319/Sidak-Hotel,-Dahlan-Iskan-Disebut-Menteri-Aneh-

    Posted by administrator | 21 November 2011, 3:42 pm
  18. Loh jadi selama ini menteri BUMN yg terdahulu ngapain aja terus sekjen dan dirjen di kementrian BUMN tidur, wah wah wah.. pasti pada kkn, ngobjek.. dan dapat gaji buta… faktanya banyak BUMN yg hancur… hidup pak Dah sehat selalu…

    Posted by mengurai | 21 November 2011, 3:50 pm
  19. Ini lah profile pemimpin jelmaan syaidina umar. Pemimpin harus sering turun kebawah untuk tahu permasalahan di masyarakat. betapa sering kita baca sepak terjang pak DIS yg sering turba, melihat masalah nyata di masyarakat dan sekaligus sering kali memecahkannya saat itu juga.. Saya selalu berdoa, semoga Allah senantiasa terus memberikan kekuatan lahir dan bathin buat bapak dan keluarga. Dalam kondisi negeri seperti ini, bersyukur kepadamu ya Allah, engkau kirimkan kepada kami seorang hamba dengan segala kesederhaannya, mempu memberikan harapan akan esok yang llebih baik..

    Posted by agusbudi | 21 November 2011, 4:37 pm
  20. Assalamu’alaikum Wr,wb.

    Terima kasih atas kunjungannya pada hari Jum’at Sore tanggal 18 Nopember 2011 menurut informasi Bapak Rawuh Jam 15.30… Mohon ma’af saya sedang Cuti, njenguk putri kami yang mondok di Gontor Putri 1, Ngawi.
    Ini menambah keyakinan saya potret P.Iskan yang meneladani Kepemimpinan Nabi dan Sahabat-sahabat beliau.
    Memang yang dicetuskan Bapak adalah sangat tepat yaitu ” Membangun Harapan ” sebab sekarang ini banyak insan di BUMN yang sudah banyak kehilangan Harapan…. yang disebabkan salah satunya adalah adanya kemampuan leadership dari BOD yang terdahulu dengan budaya yang bukan profit orientet.” Budaya memilki dari pelaku di BUMN masih rentan. dan kenyataa Bapak sudah dapat menerapkan di PLN. Semoga Bapak dapat memberikan saran solusi yang terbaik bagi BUMN kami khususnya dan dapat bangkit kembali seperti dulu. Saran saya perlu Tim Pelaksana yang mampu menangkap dan menerjemahkan Pemikiran Bapak secara Matang sehingga dapat diimplementasikan dengan baik dan digembala secara baik pula. sebab budaya kita sering ma’af” anget-anget tahi ayam. Saya siap mendukung PAK. Dan Benar bahwa semua kerja harus di dasari atas niat ibadah, iklas yang benar, istikhomah, serius. Terima kasih. Wass. mohon bila terlalu panjang.

    Posted by BUDI ANTA | 21 November 2011, 4:45 pm
  21. Untuk para direksi BUMN dimanapun berada,,anda tidak bisa lagi sekedar masuk kantor dan pulang,,tapi harus ikut berlari mengejar menteri Anda,,saatnya BUMN dapat memberikan sumbangsih yang positif untuk negeri bukan untuk partai,,BUMN yang merugi segera targetkan untuk untung,,yang sudah untung segera go internasional,,

    Posted by M. furqon | 21 November 2011, 5:07 pm
  22. Saya doakan, pak DI sehat selalu sehingga bisa membawa BUMN semakin sehat juga. Amin.

    Posted by Prihadi Eko Wiratmo | 21 November 2011, 5:49 pm
  23. Alhamdulillah, akhirnya ada juga menteri yang dapat kita banggakan. Setelah Pak Jusuf Kalla baru Pak Dahlan Iskan inilah yang membuat saya optimis, ada pejabat tinggi yang mau bekerja keras. Kuncinya memang kerja keras, sederhana, apa adanya namun mengambil keputusan dengan cepat, menemukan solusi dari carut marutnya persoalan negeri. Saya salut dan berdoa semoga Pak Dahlan Iskan sehat selalu, tetap sederhana tak mengharap sanjung puja. Cukuplah sudah pemimpin yang lain yang membuat rakyat tak simpati karena hanya mengejar kekuasaan, jabatan dan mencuri uang rakyat, menyalahgunakan amanah dengan tingkah laku yang parah tak punya malu.
    Sungguh Pak Dahlan ini bagai oase di padang pasir gersangnya menteri yang mau mengabdi untuk negeri…..Saya salut dan bangga. Semoga bapak sehat dan selalu mendapat lindungan Allah SWT.

    Semoga membangun harapan inilah titik balik dari BUMN, dari rugi menjadi untung. Dari kumuh menjadi bersinar, bagus, dan membanggakan. Karyawannya bangga, rakyat pun bangga punya BUMN yang hotelnya berkelas dan patut dijadikan pilihan. Yang terpenting mampu berkontribusi bagi kemakmuran negeri ini….Salam.

    Posted by jendelakatatiti | 21 November 2011, 6:33 pm
  24. Yaa Rabb, limpahkan kemudahan kepada Pak Dahlan Iskan dalam membenahi dan memajukan setiap sektor di Republik ini.. amin..

    Posted by Imam Mahdi | 21 November 2011, 6:57 pm
  25. Inna Hotel memang terus terang JELEK pak, Jadi saya senang kalau hotel ini ingin dibangun menjadi hotel Internasional yang lebih baik, bintang tujuh kalau bisa ******* Teruskan program Bapak. Saya dan saya yakin banyak orang lain akan mendukung Bapak 100%.

    Sekarang saya ingin Googling dulu, pengen lihat seperti apa sih cantiknya Yingluck Sinawatra. Jadi penasaran :D

    Posted by Leo Ari Wibowo | 21 November 2011, 8:00 pm
  26. memang luar biasa manusia satu ini

    Posted by hadi nugroho | 21 November 2011, 8:59 pm
  27. ridho Allah sebagai finishing touch-nya…

    Posted by Mohammad Arief Febriadi | 21 November 2011, 10:31 pm
  28. manufacturing hope, sepertinya juga perlu ditularkan ke bagian-bagian lain ;D

    Posted by Pandu Aji Wirawan | 22 November 2011, 12:02 am
  29. bangga rasanya sekarang saya menyebut diri sebagai rakyat Indonesia, karena ternyata ada juga pemimpin yang tdk silau dengan jabatan, salut Pak Dis, semoga Alloh senantiasa melimpahkan kesehatan dan akal sehat kepada bapak….

    Posted by arfan | 22 November 2011, 12:09 am
  30. RESEP SUKSES Dahlan Iskan

    Sebuah kebetulan bisa pergi bersama raja media di Tanah Air, mantan bos PT PLN, dan kini Menteri BUMN, Dahlan Iskan, meninjau pembangkit listrik dan sowan ke Gontor, beberapa waktu lalu. Apalagi, sambutan hangat KH Abdullah Syukri Zarkasih begitu menyejukkan hati, plus nasihat-nasihatnya tentang kehidupan.

    Saat itu jelang buka puasa bersama. Di hadapan ribuan santri Gontor dan ribuan masyarakat sekitar Gontor, Dahlan bercerita tentang rahasia suksesnya. Sebelum diminta Presiden SBY menjadi Menteri BUMN dan Dirut PLN, Dahlan memimpin puluhan BUMD Jawa Timur dan sejumlah perusahaan nonmedia miliknya.

    ”Ada dua modal besar yang harus kita punya agar menjadi sukses,” kata Dahlan, yang disimak seluruh peserta secara khusyu.

    Pertama, dia melanjutkan, kerja keras. ”Tanpa kerja keras, kita tidak mungkin mendapat apa yang kita inginkan. Kerja keras dan tidak pernah putus asa.”

    Kedua, Dahlan mengatakan kita harus fokus pada apa yang sedang kita kerjakan. Kerja keras tanpa dibarengi sikap fokus tersebut, sama saja bohong.

    ”Fokus memaksa kita untuk terus mencari celah jalan keluar terhadap banyak masalah. Fokus membuat kita merumuskan strategi untuk memajukan apa yang kita kerjakan. Dengan fokus, kita bisa membuat gebrakan-gebrakan dan inovasi. Dan dengan fokus ini, kita akan merasa selalu tertantang untuk memberikan yang terbaik di bidang kita.”

    Dahlan menyebut, sejak resmi menjadi Dirut PLN, dia sudah tidak memikirkan Jawa Pos lagi. ”Saya fokus di PLN. Saya kerja keras untuk PLN dan masalah listrik. Urusan Jawa Pos, saya serahkan sama tim saa dan anak saya.”

    Apa indikasi bahwa kita sudah fokus dan kerja keras?

    ”Simpel saja,” kata Dahlan mantap.

    Satu ciri orang yang bekerja keras dan fokus, ia menjawab bahkan dalam tidurnya, dia bermimpi soal pekerjaannya. ”Ngigaunya juga menyebut-nyebut pekerjaannya,” kata Dahlan, yang disambut tawa dan tepuk tangan seluruh santri dan masyarakat. KH Zarkasih juga ikut tertawa dan bertepuk tangan.

    Dahlan bercerita, ada pemuda yang curhat kepadanya gara-gara pekerjaannya tidak beres-beres. Dahlan bertanya, ”Sampean kalo mimpi, isinya apa? Soal pekerjaan sampean?”

    ”Bukan!” jawab pemuda itu.

    Dahlan menasihati, kalau mau sukses ya mimpinya harus pekerjaan dia. ”Jangan ngigaunya malah minta istri kedua…..”

    Lagi-lagi para hadirin tertawa mendengar celoteh Dahlan yang fasih berbahasa Cina dan Inggris itu.

    Saat makan malam di sebuah restoran di Ponorogo, Dahlan bercerita soal arti penting ”jangan menyerah”.

    (Saya waktu itu tiba-tiba teringat lagunya d’Masiv yang sempat dinyanyikan Ryan cs secara akapela dan sangat indah di lantai IV kantor Republika).

    ”Kita harus pantang menyerah,” tutur Dahlan. ”Kita gak boleh lembek dan sebentar-sebentar mengeluh.”

    Dengan pantang menyerah, Dahlan percaya, jalan keluar selalu terbuka. Dia mencontohkan, ketika PLN tak dapat pasokan gas, dia beserta jajaran PLN tidak pernah mengeluh. Mereka malah mencari jalan keluar yang ternyata begitu strategis.

    Begitulah pesan seorang Dahlan Iskan yang sederhana, selalu bersepatu ket, kemeja dan celana katun yang harganya tidak lebih dari Rp 200 ribu, dengan HP Nokia lama nan kucel, dan hobi makan di warung-warung pinggir jalan –padahal penghasilan dan asetnya, luar biasa besarnya.

    Semoga bermanfaat

    Posted by rdimas | 22 November 2011, 4:03 am
    • For President

      Semoga kerja keras beliau dilandasi dengan selalu semangat keikhlasan untuk kesejahteraan untuk bangsa ini.

      Semoga semua partai besar membuka mata hatinya, dan mengusung Pak DI “for presidentk” di 2014.

      Oh……………Tuhan , betapa senangnya hatiku.

      Posted by rayhan | 22 November 2011, 7:21 am
  31. Selasa, 22 November 2011 , 03:03:00
    Dahlan Iskan : Tender BUMN Belum Bersih

    JAKARTA – Tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) rupanya masih menjadi titik lemah di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ini tercermin dari proses tender yang masih tercemar kolusi atau kongkalikong.

    Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, berdasar kuesioner yang disebar kepada manajemen 14 BUMN karya (sektor konstruksi), mereka mengakui bahwa proses tender proyek belum bersih. “50 persen mengaku (tender) masih pakai cara diatur (kongkalikong, Red),” ujarnya di Jakarta, Senin (21/11).

    Menurut Dahlan, dalam hal kongkalikong tender tersebut, BUMN karya sebagai peserta tender tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Sebab, permainan dalam proses tender lebih dipengaruhi oleh pemilik proyek. Dahlan menyebut, selain proyek-proyek Kementerian, BUMN karya juga menggarap proyek-proyek BUMN lain, seperti PT PLN, PT Jasa Marga, PT Pertamina Persero, PT Pelindo, dan sebagainya.

    Khusus untuk proyek-proyek di Kementerian, Dahlan memberi catatan tersendiri. Sebab, manajemen BUMN karya mengakui ada beberapa Kementerian yang relatif belum bersih dalam proses tender. “Hasilnya tidak bisa saya sebutkan, saya harus bicara dengan menteri yang bersangkutan untuk mencari jalan keluar supaya tender-tender ke depan bisa lebih baik dan bersih,” terangnya.

    Dahlan mengatakan, kenyataan belum bersihnya tender tersebut akan menjadi bahan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh. “Kita kan tidak sekadar menegur. Sebab, kalau menegur saja tak cukup. Kita akan dicari jalan keluarnya. Misalnya, bagaimana menyusun dokumen tender, bagaimana menghitung rumusan di dalam tender. Pokoknya, kita bantu mereka untuk mencari solusinya,” paparnya.

    Sementara itu, dari sisi bisnis, pangsa pasar BUMN karya dalam bisnis konstruksi nasional masih minim. Saat ini, proyek-proyek konstruksi di tanah air masih dikuasai kontraktor asing dengan pangsa pasar 70 persen, disusul kontraktor swasta nasional 20 persen. Sedangkan porsi BUMN hanya 10 persen. “Ini memprihatinkan sekali,” ujar Dahlan.

    Komposisi pangsa pasar BUMN di sektor konstruksi adalah PT Adhi Karya sekitar 3 persen, lalu PT Wijaya Karya 2,75 persen, dan PT Pembangunan Perumahan sekitar 2,5 persen. “Karena itu, kita akan terus dorong agar BUMN karya bisa merebut kue proyek nasional,” katanya. (owi/iro)

    sumber : http://www.jpnn.com/read/2011/11/22/108751/Dahlan-Iskan-:-Tender-BUMN-Belum-Bersih-

    Posted by administrator | 22 November 2011, 9:36 am
  32. inilah satiro piningit untuk indonesia

    Posted by pur | 22 November 2011, 11:18 am
  33. Kliatanya setelah pak dahlan jadi MenBUMN, makin tambah rame aja nie blog :-)

    Posted by Oala Tole | 22 November 2011, 12:11 pm
  34. Jika ditanyakan kepada saya siapa salah satu pemimpin (atau manusia) yang mampu membikin saya terharu, jawabannya adalah Dahlan Iskan. Alhamdulillah, kini Indonesia masih bisa berharap untuk menjadi lebih baik.

    Ya Allah…jagalah Bapakku Dahlan Iskan..Panjangkan umurnya..amiin.

    *rasanya, ingin deh bersalaman dengan Pak Dahlan Iskan, merasakan semangat hidup dari tangannya.

    Posted by ahmadi | 22 November 2011, 12:51 pm
  35. 2014 masih lama ya? Kayaknya nggak lama lagi ya? :) Go go go, Pak Dahlan Iskan !

    Posted by Berlin Sianipar | 22 November 2011, 1:24 pm
  36. Tentang Presiden RI 2014 coba liat situs ini : http://www.presiden-ri.com diposisi ke tiga ada nama pak DI disebut

    Posted by rdimas | 22 November 2011, 2:29 pm
  37. Sekedar info, anda juga bisa baca tentang Dahlan Iskan dan MenBUMN di situs http://www.bumnbreakthrough.com/

    Posted by rdimas | 22 November 2011, 2:47 pm
  38. mantab..saya bangga punya menteri seperti pak Dahlan. saya sudah baca buka dua tangis seribu tawa. banyak inspirasi yang saya dapatkan…siap dukung pak Dahlan jadi RI-1

    Posted by muchlis_bandar Lampung | 22 November 2011, 3:53 pm
  39. Indonesia memang sangat butuh banyak pemimpin-pemimpin sejati seperti Pak Dahlan Iskan ! Negeri kita benar-benar krisis suri tauladan Pimpinan !

    Posted by agus widodo | 22 November 2011, 5:39 pm
  40. aku gak bisa berkata apa=apa,hanya ada satu kata yang dapat terucap “DAHLAN ISKAN PEMIMPIN BANGSA”

    Posted by bambang puji susilo | 22 November 2011, 5:57 pm
  41. Tadi pagi dosen saya dikampus membahas tentang Pak Dahlan Iskan dan saya jadi tertarik untuk membaca biografinya. Semoga selalu berjaya Pak

    Posted by ryan saputra | 22 November 2011, 7:25 pm
  42. udah pak… dengan Mahfud MD anda layak memimpin RI ke depan…. MAHFUD MD & DAHLAN ISKAN for President

    Posted by 123 | 23 November 2011, 7:59 am
  43. MUDAH-MUDAHAN INI AWAL BAIK DARI CHARACTER PARA PEJABAT DENGAN MEREFERENSI BUNG DIS, MESKIPUN MASING-MASING SUDAH DIBERIKAN CHARACTER DASAR OLEH ALLAH SWT, SANG PENCIPTA. TAPI ALLAH SWT MEMBERIKAN TUNTUNAN BERUPA AL QUR’AN DAN NABI MUHAMMAD MEMBERI TELADAN DALAM HADITS YANG DAPAT DIPAKAI PEDOMAN DALAM MENJALANI HIDUP INI. KITA AMALKAN TUNTUNAN INI SEDIKIT DEMI SEDIKIT SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SECARA IKHLAS, DEMI KEMASLAHATAN SESAMA UMAT.
    TITIP PESAN BUAT BUNG DIS, AGAR SEGERA MEMBANGUNAN KEPERCAYAAN DIRI BUMN STRATEGIS UNTUK MENOPANG KEMANDIRIAN INDUSTRI BANGSA DENGAN SALING BERSYNERGY SECARA IKHLAS TANPA CONFLICT OF INTEREST. SEMUA MODAL BUMN ADALAH MILIK RAKYAT, SEHINGGA BENEFITNYA HARUS DIRASAKAN OLEH RAKYAT.

    SELAMAT BERJUANG, KAMI DUKUNG LANGKAH BUNG DIS DALAM PEMBENAHAN BUMN KHUSUSNYA DAN NEGARA UMUMNYA. SEMOGA KELAK ALLAH SWT MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA SEMUA ORANG YANG MEMBUNYAI CHARACTER DAN VISI SEPERTI BUNG DIS, SEHINGGA RAKYAT INDONESIA DAPAT MERASAKAN KESEJAHTERAAN SEJATI

    Posted by SUGENG RIYADI | 23 November 2011, 9:00 am
  44. bapak Dahlan..setiap baca tulisan bapak..air mata saya berlinang..saya Berharap Allah selalu memberi bapak kesehatan lahir dan batin…Alhamdulillah akhirnya kami punya pemimpin seperti Bapak…Amin..

    Posted by Vivi | 23 November 2011, 9:51 am
  45. tipe pemimpin yang diperlukan indonesia untuk menyejahterakan rakyatnya

    Posted by barman pawirosukarto | 23 November 2011, 10:30 am
  46. Mudah2an ditangan pak Dahlan,hotel hotel BUMN yg mau ambruk itu bs bangkit kembali dan menjadi sumber inspirasi bagi jajaran manajemen BUMN lain utk lebih maju

    Posted by Java Steel Pipe | 23 November 2011, 3:25 pm
  47. Mudah2an ditangan pak Dahlan,hotel hotel BUMN kita bisa bangkit kembali dan menjadi sumber inspirasi bagi jajaran manajemen BUMN lain utk lebih maju

    Posted by Java Steel Pipe | 23 November 2011, 3:28 pm
  48. Saya mau menangis bacanya pak.
    manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!

    Posted by Nico Amon | 23 November 2011, 10:11 pm
  49. ijin repost pak admin..semoga lebih banyak orang yang terinspirasi dengan pak dahlan iskan

    Posted by NuMif | 24 November 2011, 12:42 am
  50. saya sangagt kagum denga profil bapak Dahlan iskan.
    Semoga anda bisa memberi contoh kepada petinggi-petinggi yang lain tentang bagaimana cara menggunakan kekuasaan dengan baik. Dan harapan saya semoga setiap orang yang memegang tampuk pimpinan tidak pernah lupa terhadap tujuan awal mereka.

    Posted by steve-satriani | 24 November 2011, 6:24 am
  51. Dahlan Sindir Kemewahan Bos BUMN
    Rabu, 23 November 2011

    JAKARTA – Fasilitas direksi BUMN dinilai masih jauh lebih mewah dari pelayanan publik yang ada. Karenannya, fasilitas tersebut diharapkan dapat dialihkan pada pelayanan publik.

    Hal tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kala melakukan kunjungan ke kantor PT Angkasa Pura (AP) II.

    “Kantornya bagus, tapi alangkah lebih bagusnya kalau ruang tunggu di bandaranya lebih bagus daripada kantornya,” kata Dahlan kala ditemui dalam acara Tranformasi BUMN Menuju Pentas Global di Hotel Kempinsky, Jakarta, Selasa (22/11/2011) malam.

    Menurut Dahlan, pihak BUMN terkait harus memberikan perhatian lebih. Pasalnya, fasilitas yang disajikan ke publik ini nantinya menimbulkan suatu kepercayaan dan persepsi dari publik.

    “Maka dari itu, jika bisa menampilkan suatu faslitas yang baik kepada publik maka bukan tidak mungkin kepercayaan dan persepsi yang baik akan diperoleh dari masyarakat,” jelas dia.

    Karenannya, Dahlan menklaim telah berbicara dengan pihak PT AP II untuk memperbaiki hal tersebut.

    Selain PT AP II, mantan dirut PT PLN tersebut menyentil kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero). Menurut Dahlan, kantor ang dimiliki oleh PT KAI keadaanya bertolak belakang dengan stasiun kereta api. “KAI juga, stasiunnya harus lebih bagus daripada kantornya,”paparnya.

    Diberitakan sebelumnya, Dahlan akan menurunkan kemewahan di jajaran pimpinan BUMN dalam waktu tiga bulan jika kinerjanya negatif. “Yang penting saya mau kontrol dulu yang presiden bilang bahwa bagaimana mengurangi kemewahan di BUMN, Insya Allah targetnya dalam tiga bulan,” ungkapnya kala ditemui bbeberapa waktu lalu.

    Adapun langkah kongkrit untuk melakukan hal ini diantaranya jika seorang direksi BUMN tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada publik, maka ruangan daripada direksinya pun kemungkinan akan diturunkan kemewahannya.

    “Kita akan turunkan kemewahannya namun bukan berarti ruang kerja dibikin lebih jelek. Tetapi fasilitas yang untuk publik harus lebih baik dari ruang direksinya. Tetapi, kalau direksinya tidak mampu membuat fasilitas publik lebih baik dari ruang direksi ya ruang direksinya yang harus diturunkan (kemewahannya),” pungkasnya. (mrt) (rhs)

    Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/11/23/320/532988/dahlan-sindir-kemewahan-bos-bumn

    Posted by administrator | 24 November 2011, 9:40 am
  52. Ya Allah … Ya Rachman Ya Rochim Ya Aziiz ya Jabbar … berilah kekuatan dan kesehatan kepada Bapak Dahlan Iskan yang begitu luhur cita citanya untuk memejukan BUMN

    Posted by titin nurjanah | 24 November 2011, 10:10 am
  53. Dahlan: Direksi BUMN Harus “Dream Team”
    Dahlan memimpikan direktur utama BUMN diberi wewenang menyusun direksi sendiri.
    Selasa, 22 November 2011,

    VIVAnews – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan mempersilakan direktur utama BUMN membentuk direksi dan komisaris “dream team” agar program perusahaan dapat berjalan.

    “Saya mimpikan setiap BUMN membentuk “dream team”, direktur utama diberikan wewenang menyusun direksi sendiri, dengan janji jika ada direksi yang menghambat harus diganti,” kata Dahlan Iskan dalam diskusi panel sekaligus peluncuran buku Transformasi BUMN Menuju Pentas Global di Jakarta, Selasa malam, 22 November 2011.

    Dahlan menjelaskan saat ini Kementerian BUMN sedang memetakan perusahaan BUMN mana saja yang telah mempunyai direktur utama bagus. Nantinya dirut tersebut akan diberitahu bagaimana cara membentuk direksi “dream team”.

    Ia berjanji akan melindungi direktur utama BUMN dari campur tangan pihak lain atau orang yang ingin menitipkan nama untuk menjadi direksi. “Saya membentengi jika ada pihak lain yang melakukan itu,” katanya dalam acara yang dihadiri para direksi BUMN tersebut. “Tentu kalau direkturnya sudah bagus, akan mengajukan direksi “dream team” baru akan kami lihat, kalau ada 1-2 orang yang kami rasa titipan, harus dievaluasi.”

    Dahlan mengatakan, untuk membangun direksi “dream team” belum tentu semua dewan direksi harus hebat. Bila semua direksi hebat, saat dikumpulkan menjadi satu belum tentu jalan. “Orang Surabaya punya istilah soto enak dicampur rawon enak belum tentu jadi enak. Jadi walaupun sama-sama enak kalau dicampur belum tentu enak,” katanya.

    Membangun direksi “dream team”, lanjut Dahlan, tidak mesti mencopot direksi baru tapi bisa saja merombak susunan direksi dengan menempatkan orang yang tepat.

    Ke depan, Kementerian BUMN juga akan mempersingkat waktu penggantian direktur utama BUMN maksimum satu bulan. Kementerian BUMN sudah menetapkan bobot direktur utama BUMN 80 persen dinilai dari integritas dan kapabilitas. Penetapan maksimal satu bulan penggantian dirut BUMN ini untuk mengecilkan bahaya perpecahan dalam tubuh direksi.

    “Kalau berlarut-larut bahaya sekali dan bisa menghancurkan. Karena tidak ada kejelasan, maka dirut yang lama masih merasa berkuasa dan calon dirut yang baru sudah merasa jadi dirut dan menggalang kekuatan internal,” katanya. (umi)

    sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/266538-dahlan–direksi-bumn-harus–dream-team-

    Posted by administrator | 24 November 2011, 10:10 am
  54. Dahlan Iskan Berani Kerja Tanpa Digaji
    WEDNESDAY, 23 NOVEMBER 2011

    Seorang pemimpin sejati, perbuatannya bersuara lebih keras dari perkataannya. Hal inilah yang dilakukan Dahlan Iskan yang saat ini dipercayakan menjabat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam acara diskusi panel sekaligus peluncuran buku Transformasi BUMN Menuju Pentas Global yang dihadiri para CEO BUMN, Dahlan meminta seluruh direktur BUMN harus mau berkorban demi merebut kepercayaan masyarakat kembali.

    Dahlan bukan hanya meminta saja, namun ia sudah melakukan apa yang ia minta tersebut saat menjabat sebagai direktur utama PT. PLN (Persero).

    “Saya mengorbankan diri, saya tidak mengambil gaji selama jadi dirut, tidak mau pakai mobil dinas, tidak mengambil rumah dinas,” demikian ungkap Dahlan yang juga menjelaskan bahwa kekayaannya yang ia dapat dari usahanya yaitu Jawa Pos sudah mencukupi kebutuhannya.

    Ia pun mengharapkan bahwa ruangan para direksi tidak boleh lebih mewah dari ruang pelayanan masyarakat.

    “Sewaktu saya datang ke kantor direksi Angkasa Pura II saya lihat ruang direksi bagus sekali, saya bilang andaikan ruang tunggu bandara bisa sebagus ruang direksi,” demikian ungkap pria yang selalu tampil sederhana tersebut.

    Bersyukur disindir seperti itu, direktur Angkasa Pura II menanggapinya secara positif dan langsung melakukan perbaikan ruang tunggu bandara. Dahlan mengharapkan direksi BUMN bisa mencontoh ruangan direksi di bidang perhotelan dimana lobi dan kamar yang lebih mewah. Sedangkan ruang direksi biasanya berada di pojok yang tidak laku dijual. Artinya para direksi harus memprioritaskan layanan kepada masyarakat bukan malah menggunakan fasilitas BUMN untuk bermewah-mewah.

    http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/91/news/111123113408/limit/0/

    Posted by lek ARIS | 24 November 2011, 11:30 am
  55. Pak Dahlan Ysh,
    Pertama tama kami ucapkan selamat atas pengangkatan Bapak sebagai Menteri BUMN . saya mengagumi bapak sejak dulu ( bukan karena kebetulan kita berasal dari kota yang sama lho pak….!!) tapi semata mata karena dedikasi, pengabdian, ketulusan, kejujuran dan visi, misi bapak yang membuat saya kagum .

    Setiap ada tugas yang harus bapak emban, bapak selalu berusaha untuk ” do the best , to get the best result ” . yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah sejak bapak mengemban sebagai Dirut PLN. Banyak sekali perubahan dan reformasi kedalam maupun keluar .

    Sekarang bapak mendapat amanah untuk tugas yang lebih berat lagi . saya yakin bapak akan berhasil dalam mengembang tugas ini . Karena niat yang tulus dan ikhlas serta semangat yang jujur dari bapak. Mudah-mudahan bapak diberikan kesehatan dan senantiasa amanah . Amin….

    Posted by archi | 24 November 2011, 12:51 pm
  56. Alhamdulillah, negara kita masih punya orang-orang berdedikasi seperti Pak DI, Pak JK dan Pak Jokowi. Semoga Alloh memberikan rizki dan umur yang barokah kepada pak Dahlan dan selalu diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat. Aamiin>>>

    Posted by Wahyu AW | 24 November 2011, 3:31 pm
  57. hidup p iskan, for RI 1

    Posted by adi | 24 November 2011, 4:16 pm
  58. Pak Dahlan sebaiknya memprioritaskan pembenahan BUMN yg langsung bersentuhan dengan rakyat kecil. Hotel dibangun bagus2 toh orang seperti saya tdk akan sanggup menginap disana. Garuda kebanggaan Indonesia? Haaalah… tiketnya mahal nian… PLN sudah lumayan setelah Bapak pegang. Nah …. yg langsung bersentuhan dengan rakyat kecil ya seperti PT. KAI itu…Minimal WC nya lah dibenahi… Hahaha

    Posted by Cut Ayu | 24 November 2011, 6:12 pm
  59. ” Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi.”
    Pak Dahlan, Kejadian seperti ini boleh jadi karena BUMN tersebut masih terikat (istilah orang palembang klo menyebutnya : “dikebet idak betali” ) sama yang namanya “POLITIK BALAS JASA”. Jadi terkadang kebijakan – kebijakan yang diambil masih saja bisa diobok – obok oleh orang – orang yang punya kepentingan pribadi maupun golongan tanpa melihat kepentingan perusahaan terutama kepentingan karyawan – karyawannya. Walaupun memang dahulunya orang tersebut pernah menjabat di sebuah BUMN lalu dia keluar dan menduduki jabatan lebih tinggi dan tidak lagi mengurusi secara langsung BUMN yang ia tinggali namun tetap saja ia bisa menancapkan kukunya kuat – kuat di BUMN tersebut .

    Posted by waklek plembang | 24 November 2011, 8:38 pm
  60. Pak Dahlan Iskan dan Pak Jusuf Kalla harapan masyarakat Indonesia. Mari kita dukung dan berupaya majukan ke dua tokoh ini menjadi pemimpin kita lewat jalur idependent aja,,karena kalau lewat partai takutnya pak DI tidak mau karena bertentangan dengan jiwanya,,,ntah juga kalau pimpinan partai punya hati nurani untuk kedepannya. Saya yakin kalau kedua pemimpin ini jadi R1 & R2 kita akan menonton dan terbengoong dengan terrobosan dua orang ini. Tapi kita mesti waspada juga sama petrus,,,,so pasti oknum mantan pejabat akan tidak senang dengan kelakuan mereka berdua terutama pada penegakan hukumnya. Kebayang dech penjara penuh dengan mantan orang kaya nanti hehee,,,,dan bukan mustahil 5 tahun setelah mereka pimpin Indonesia bisa sama makmurnya dengan Malasyia. Mmmmm,,,semoga dech,,,amin!!! Semoga Allah memberikan jalan dan ketetapan hati pada pemimpin kita yang bener-bener mau mengabdi.

    Posted by Mando Panton | 24 November 2011, 9:08 pm
  61. bagi teman2 yang ingin agar p Dis bisa maju ke RI 1 2014 cobalah menggalang dukungan melalui jejaring sosial untuk membentuk opini masyarakat luas dan untuk mengetahui sejauh mana akseptebelitas beliau. ayooooo dukung pak Dis for RI 1 2014.

    Posted by andre007 | 25 November 2011, 7:14 am
  62. Bapak bener2 sosok yg luar biasa, mkin bpklah kesatria yg ditunggu negara ini,,maju terus pak kami masyarakat lombok mendkungmu,.

    Posted by arya sutha | 25 November 2011, 7:36 am
  63. Luar biasa manusia satu ini yang sy kagumi pak Dahlan Iskan
    Saya punya usul Bagaimana kalo pak DIS ini dikloning saja (maaf pak) sejumlah kementrian.
    Sy jamin Indonesia jadi negara paling maju di Asia.
    Cuma kasihan menteri sebelumnya jadi malu keliatan gak kerja sungguh2 (kalo masih punya kemaluan).

    Posted by edi hartok | 25 November 2011, 10:41 am
  64. Alhamdulillah hirabbil’alamin… semoga Allah SWT, menyegerakan do’a Bapak.. Alhamdulillah, Amin.

    Posted by iisborneo | 25 November 2011, 3:36 pm
  65. Saya harap menteri-menteri lainnya ikut mencontoh Pak DI lari lebih cepat dalam membuat keputusan jangan jadi penonton saja.

    Posted by Fajar | 25 November 2011, 8:03 pm
  66. tiap hari saya buka berita di internet…pasti ada berita tentang pak DI,
    mudah2an Allah selau menjaga bapak yaa..Amien

    Posted by hedidasuki | 25 November 2011, 10:53 pm
  67. Selamat bekerja pak sukses selalu

    Posted by Nurfadillah | 25 November 2011, 11:06 pm
  68. banyak harapan rakyat untuk bapak..
    semoga bapak selalu d beri kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan amanah ini..

    Posted by syifa | 27 November 2011, 10:30 am
  69. semoga menteri-menteri yang lain juga bisa berlari cepat membenahi kementeriannya masing”. alangkah indahnya indonesiaku. hidup pak dis.

    Posted by Areks | 27 November 2011, 11:46 am
  70. Cocok sekali masuk dalam mata kuliah…Manufacturing Hope jadi bahan kuliah..

    Posted by Sam.budisampurno (@Sambudisampurno) | 27 November 2011, 1:17 pm
  71. manufacturing hope, assembling dengan visi dan kerja keras
    dengan ridho allah semua bisa tercapai.

    Posted by Dion | 27 November 2011, 11:06 pm
  72. Talk Less do More. . . . Salut Buat Bpk. Tetap SeMangat !

    Posted by a-hendri | 28 November 2011, 10:55 pm
  73. Selama saya bekerja di perusahaan BUMN belum pernah ada Menteri yang berkunjung ke kantor saya bahkan Bapak2 Direksi sekalipun pun, tapi orang “Aneh” yang satu ini datang dan ngobrol tanpa ada protokoler.. Luar Biasa!!! sering2 aja Sidak pak.. masuk parkiranpun ga ada yang tau kalau dia Menteri…. SALUUUUTTTT….KERJA!!KERJA!!KERJA!!

    Posted by Wawan | 29 November 2011, 1:01 pm
  74. ini baru namanya mentri.. !

    Posted by wao | 30 November 2011, 1:33 pm
  75. saya sangat salut kepada bapak..
    sy seorang pegawai BUMN di bidang Jasa Pengaturan Lalu lintas Udara pak, nama kerennya Air Traffic Controller.. Mohon jika bapak berkenan kunjungi kami di JAATS Soeta dan MATSC Makasar pak.. terutama Soeta, sudah over capacity.. selain itu kondisi peralatan dan system di pusat pengendalian ruang udara jakarta sering down, begitu juga di MATSC makasar.. padahal 2 center tersebut mengendalikan seluruh pergerakan pesawat di selurauh wilayah RUANG UDARA di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Coba bapak bayangkan seandainya salah satu dr 2 CENTER tersebut systemnya DOWN.. sangat beresiko sekali pak.. Lumpuh penerbangan di Indonesia, mohon sekirannya Bapak bisa memberikan sedikit perhatian khusus kepada ATC, karna tugasnya yg sangat vital dan tanggung jawabnya yg sangat berat, sekarang ini masyarakat hanya tahu pilot saja pada saat mereka terbang naik pesawat udara, padahal di balik itu ada suatu proses yg sangat luar biasa sibuknya dan PILOT pun sangat bergantung kepada kami, sekedar informasi saja, ruang udara di Indonesia sudah over capacity, dan jakarta merupakan BOM WAKTU bagi penerbangan di Indonesia. sewaktu2 bisa down dan efeknya sangat luar biasa.
    Mohon sekirannya bapak bisa berinteraksi langsung dengan kami2 para PEMANDU LALU LINTAS UDARA, karena kami yg selama ini mengalami byk kendala dalam pengaturan LALU LINTAS UDARA, entah di systemnya, fasilitas navigasi nya dan lain2 pak.. kepada siapa lagi kami mengadu kalau tidak dgn bapak.. terima kasih

    “SKY is a VAST place, but THERE IS NO ROOM FOR ERROR”

    Posted by kusuma | 30 November 2011, 5:33 pm
  76. Menghilang dari Bandara

    Oleh Hazairin Sitepu

    Dahlan Iskan menegur beberapa pejabat yang menjemputnya di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 15 November 2011 sore: “Mengapa saya diarahkan ke sini. Lain kali biarkan saya turun di jalur biasa saja. Perlakukan saya sama dengan penumpang lain.” Ia pun menolak masuk ke ruang VIP yang sudah disediakan untuknya. “Ayo, langsung saja ke tempat acara,” katanya lalu naik ke mobil kemudian menuju Hotel Grand Inna Bali Beach untuk menghadiri suatu pertemuan di sana.

    Selama sebulan lebih ini Dahlan memang menolak diperlakukan seperti seorang menteri benaran, seperti pada umumnya menteri-menteri di Indonesia, yang serba protokoler dan protektif. Ia ingin bekerja apa adanya dengan penampilan ala Dahlan Iskan yang juga apa adanya. Baju, celana, sepatu, yang ia kenakan sampai kemarin masih apa adanya. Masih sama dengan sebelum ia menjadi menteri.

    Rabu lalu, Dahlan Iskan melakukan kunjungan kerja di Medan dan sekitarnya. Di sana ia rapat dengan direksi PT Perkebunan (PTP) 2, PTP 3 dan PTP 4, mengunjungi Pelabuhan Belawan dan rapat dengan direksi PT Pelabuhan I, rapat dengan managemen Hotel Inna Deli dan mengunjungi beberapa tempat di hotel itu, dengan managemen PT Angkasa Pura I, semuanya di kantor mereka masing-masing, dan mengunjungi rumah sakit milik PTP 2 di Medan.

    Ia melakukan ini hanya dalam tempo empat jam, karena harus segera ke Jakarta pukul 13:50 untuk menghadiri rapat dengan presiden di Cipanas Rabu malam. “Saya baru liat ada menteri yang rapatnya hanya 20 menit tapi mengambil banyak keputusan,” ujar seorang pengusaha perkebunan yang ikut dalam beberapa rapat Dahlan selama di Medan Rabu itu.
    Yang menarik dari kunjungan ke Medan ini adalah menghilangnya dia dari bandara yang bikin pusing beberapa stafnya. Begitu turun dari pesawat, Dahlan tiba-tiba menghilang. Sementara beberapa pejabat penting lain yang dijemput ke anjungan VIP tampak transit di ruang VIP. Staf yang datang bersama dia dari Jakarta dan beberapa penjemput berusaha mencari ke semua ruangan VIP yang ada di anjungan VIP Bandara Polonia, termasuk sampai ke toilet, tetapi tidak menemukan menteri BUMN itu.

    Setelah berkali-kali ditelepon, baru dapat kabar bahwa Dahlan sudah di rumah sakit milik PTP2. “Aduh, sudah di rumah sakit. Ayo kita langsung saja ke kantor PTP. Nanti beliau ada rapat di sana,” kata seorang stafnya. Baru beberapa menit rombongan stafnya itu tiba di kantor PTP 2, Dahlan sudah tiba setelah mengunjungi Rumah Sakit Tembakau Deli. Ia memang akan mengambil keputusan tentang status rumahsakit itu, apakah tetap di bawah PTP 2 atau diserahkan ke pihak lain.

    Tidak ada yang tahu apakah dari pesawat Dahlan mengikuti penumpang umum ke terminal kedatangan kemudian naik taksi, atau tetap melalui anjungan VIP dan tidak mau transit di ruang VIP. Atau dia marah karena diperlakukan sama seperti di Denpasar. “Saya baru sebulan bersama beliau. Tapi dengan dua pengalaman, di Denpasar dan di Medan ini, kita harus selalu mepet beliau pada saat turun dari pesawat,” kata seorang staf Kementerian BUMN.

    Apa adanya Dahlan Iskan ini memang sudah sejak ia memimpin di Jawa Pos dan hampir 200 perusahaan Jawa Pos Grup. Tidur di atas kertas koran di percetakan, di ruang redaksi, makan di warung pinggir jalan, jalan kaki, sudah menjadi kebiasaan rutin lelaki asal Magetan ini. Berbeda dengan banyak orang yang pada mulanya miskin atau biasa-biasa saja mengubah gaya hidupnya setelah kaya atau menjadi orang penting, Dahlan masih belum berubah.

    Dahlan sekarang memang tidak lagi tidur di atas kertas koran atau di ruang redaksi karena ia tidak lagi sedang bekerja di bidang itu. Ia sudah menjadi menteri, tetapi ia tidak ingin duduk di atas kursi menterinya yang ada di kantornya.“Biarkan saya seperti ini saja. Jangan bikin saya stres (dengan segala pengaturan dan protokoleran),” kata Dahlan kepada seorang stafnya, Senin 21 November, sebelum ia ke Stadion Bung Karno untuk nonton final sepakbola Indonesia melawan Malaysia.
    Sikap dan gaya hidup Dahlan Iskan ini apakah akan terus dia pertahankan sampai selama-lamanya, atau dia akan tergoda untuk berubah dan bersikap seperti layaknya seorang menteri? Ini baru sebulan ia menjadi menteri, siapa tahu ia berubah pada bulan-bulan yang akan dating. Jika nantinya berubah, akan seperti apa penampilannya? ****

    Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=25549

    Posted by administrator | 5 Desember 2011, 4:04 pm
  77. Akhirnya, Masyarakat Ulumbu, Manggarai, NTT Bisa Menikmati Listrik

    Bupati: Terima Kasih Tuhan Telah Mengirim Pak Dahlan

    Untuk yang pertama, masyarakat Ulumbu, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa menikmati listrik. Tidak heran bila mereka begitu mengelu-elukan menteri BUMN dan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan yang kemarin datang meresmikan beroperasinya proyek tersebut.

    Hazairin Sitepu, Manggarai

    Ribuan orang berdiri di sepanjang jalan sambil melambaikan tangan dan mengucapkan, “Selamat datang Bapa.” Beberapa undangan menitikkan air mata. Para pemuka adat pun menangis di tengah hujan yang terus turun.

    Itulah suasana menyambut kehadiran Dahlan Iskan, menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Desa Ulumbu, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kemarin (11/11).

    Dahlan disambut bagai seorang pahlawan. Dia kemarin datang ke Ulumbu untuk membuktikan sumpahnya setahun yang
    lalu, ketika menjadi direktur utama (Dirut) dan CEO PLN.

    “Saya bersumpah bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu harus selesai sebelum Natal 2011 dan akan menjadi hadiah Natal terbaik bagi masyarakat Manggarai,” tulisnya dalam buku tamu PLN Kabupaten Manggarai ketika itu.

    PLTP Ulumbu sebenarnya sudah dibangun sejak 1994, tetapi tidak pernah selesai alias terbengkalai. Setelah Dahlan meninjau PLTP tersebut tahun lalu, baru dimulai lagi pembangunannya. Lantas, tidak sampai setahun, pembangunan selesai. Kemarin Dahlan meresmikan proyek itu. PLTP Ulumbu tahap pertama berkapasitas 2 x 2,5 megawatt akan benar-benar selesai sebelum Natal 25 Desember nanti. Setelah ini, akan dibangun 2 x 2,5 megawatt berikutnya sehingga semua menjadi 10 megawatt. Kalau ini selesai semua, seluruh kebutuhan listrik di Flores akan tercukupi.

    Di depan Gubenur NTT Frans Leburaya, para bupati, pejabat penting, dan sekitar 300-an undangan, Dahlan mengatakan bahwa dia datang untuk memenuhi sumpahnya. “Saya bersumpah rakyat di sini harus menikmati listrik dari proyek ini sebelum hari Natal. Dan ini sebagai hadiah Natal terbaik,” katanya.

    Banyak yang terharu sampai menitikkan air mata sambil menatap Dahlan yang lagi bicara di podium. “Pak Dahlan kasih kami listrik. Rumah kami sudah terang pake listrik. Kami sudah puluhan tahun menunggu dan hari ini listrik sudah manyala,” kata seorang pemuka adat Ulumbu.

    Bupati Manggarai Cristian Rotok pun terharu. “Tuhan, mengapa Engkau terlambat mengirim seorang lelaki yang bernama Dahlan Iskan ke sini. Kami sudah terlalu lama merindukan orang seperti ini,” kata Rotok ketika memberikan sambutan pada acara makan malam di kantornya tadi malam. “Tapi, tadi sore saya berdoa, saya mengatakan begini: Terima kasih Tuhan atas kebaikan-Mu mengirim Pak Dahlan ke sini.”

    Dahlan kemarin memang disambut luar biasa oleh masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Manggarai. Sambutan terjadi sejak pagi ketika mendarat di Bandara Franssaleslega sampai tadi malam. Empat upacara adat di empat lokasi terpisah khusus dipersembahkan kepada mantan CEO Jawa Pos dan Jawa Pos Group ini.

    Di sepanjang jalan pada setiap desa mulai dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, sampai dengan Desa Ulumbu, masyarakat dan siswa, mulai dari SD sampai SMA, berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan kepada Dahlan Iskan dan rombongan. “Selamat datang Bapa,” kata beberapa siswa sambil melambaikan tangannya.

    Beberapa pemuka adat pada uapacara adat mengatakan, “Kami sudah kehabisan kata-kata untuk menyampaikan terima kasih dan rasa syukur kepada Pak Dahlan yang begitu ikhlas membantu kami.?

    Oleh para tokoh adat, Dahlan dianggap sebagai orang Jakarta yang paling berpihak kepada rakyat kecil di Manggarai. Dahlan dinilai pejabat yang paling memegang teguh janjinya. Dahlan dinilai tidak pilih kasih dalam memberikan pelayanan kepada rakyat.

    Mereka menganggap banyak pejabat di negara ini sering mengobral janji, tetapi sangat sedikit yang bisa memenuhinya. Apalagi janji-janji pada musim pemilu, banyak yang tidak bisa diwujudkan. (c1/nw)

    Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=23854

    Posted by administrator | 5 Desember 2011, 4:08 pm
  78. Catatan Sholihin Hidayat
    Jacob Oetama dan Kompas Grup Siap Kawal Dahlan Iskan
    Selasa, 01 November 2011 21:49 WIB

    GAYA bicara dan style kepemimpinan Dahlan Iskan, sama sekali tak berubah. Hampir sama saat dia menjadi CEO Jawa Pos Grup atau Dirut PLN. Padahal, kini dia menduduki jabatan yang sangat strategis di negeri ini, yakni Meneg BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Kemeneg BUMN adalah gudangnya duit dan aset. Karena itu, seringkali jadi rebutan dan sapi perah.

    Memimpin seperti Dahlan memang sesuatu yang baru di jajaran kabinet. Terbuka dengan siapa saja, termasuk soal kiat-kiat dan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan di BUMN. Apalagi, Dahlan juga menyatakan tidak mau terima gaji sebagai menteri, tidak menempati rumah dinas, tidak menggunakan mobil dinas, dan fasilitas-fasilitas lain.

    Yang luar biasa, menurut saya, Dahlan tidak mau mengenakan pakaian dinas dan pin menteri. Kenapa luar biasa. Umumnya, kita ini amat bangga dengan pakaian kebesaran. Apa itu pakaian safari, jas, batik, atau bahkan pakaian sebagai identitas seorang agamawan, semisal kopyah puytih dan serban. Pakaian dinas atau pakaian kebesaran melambangkan status seseorang. Apalagi, kalau itu dilengkapi dengan pin Garuda atau bintang-bintang lainnya di pundak dan bahu.

    Bagi Dahlan, formalitas dan pakaian adalah semu. Pakaian bisa terdiri dari apa saja dan bisa dikenakan oleh siapa saja. Bagi dia, kehebatan seseorang tidak dilihat dari baju. Baju atau pakaian hanya sebuah alat atau upaya untuk menutupi badan. Lantas, kenapa harus diistimewakan atau diagungkan? Dahlan memilih biasa-biasa saja, meski dia orang yang luar biasa. Itu pilihan dia, yang tidak semua orang setuju atau bisa enjoy.

    Mengenakan hem panjang polos dan sepatu kets. Itu kebiasaan Dahlan yang juga tak berubah. Gaya bicaranya ceplas-ceplos, terbuka, dan mau diwancarai wartawan di mana saja. Bisa di ruang kerja, lift kantor Kemeneg BUMN, bahkan di jalan saat dia berolahraga atau berangkat kerja dengan jalan kaki.

    Kemarin pagi, sekitar pukul 10.00, Dahlan menelepon saya setelah saya SMS. Dia minta saya untuk meluncur ke kantor Kompas-Gramedia Jl Palmerah, sekaligus menemani Dahlan untuk menemui Jacob Oetama, CEO Kompas-Gramedia Grup. Saya pun bergegas menuju kantor Kompas I. Ternyata Jacob berada di kantor Kompas tahap II. Segera saja saya berjalan menuju kantor II yang letaknya di belakang Kompas tahap I.

    Baru beberapa langkah berjalan, Dahlan menelepon, ‘’Anda di mana Hin,’’ tanya sang menteri. Saya bilang sudah sampai di kantor Kompas. Dia bilang juga sudah sampai. Ternyata Dahlan dan saya sama-sama keliru.

    Nah, di sinilah keaslian Dahlan kian tampak. Dia jalan dari Kompas I ke Kompas II, yang jaraknya sekitar 600 meter. Berarti dia berada di belakang saya. Benar, Dahlan berjalan kaki diiringi Budi, wartawan Indo Pos Jakarta, yang dijadikan ajudan.

    Saya melihat penampilan Dahlan yang sangat sederhana, untuk ukuran seorang menteri. Apalagi, itu menteri BUMN, yang omzet per tahunnya mencapai Rp 2000 triliun. Jumlah itu di atas APBN, yang ’’hanya’’ Rp 1500 triliun. Tetap baju polos dipadu celana gelap dan sepatu kets. Tangannya dibiarkan kosong tanpa mengenakan arloji.

    Tentu saja pertamuan dua bos grup media terbesar di Indonesia itu sangat menarik dan gayeng. Saya pun diperkenalkan oleh Dahlan kepada Jacob. ’’Ini Sholihin Hidayat, mantan pemimpin redaksi Jawa Pos, pengganti saya,’’ jelas Dahlan. Jacob mengulurkan tangan menjabat hangat.

    Pertemuan di lantai 6 itu juga diikuti jajaran elite Kompas dan para redaktur. Tanpa basa-basi, Dahlan langsung menyatakan bahwa dirinya sengaja datang menemui Jacob, yang dianggap sebagai sesepuh wartawan Indonesia. ’’Sudah seharusnya saya datang ke Pak Jacob, setelah sebelumnya saya menemui Goenawan Mohamad (pendiri majalah TEMPO dan mantan Pemred TEMPO) dan Fikri Jufri (juga mantan Pemred TEMPO,’’ ujarnya.

    Jacob dengan antusias memuji Dahlan. ’’Luas biasa Pak Dahlan. Saya bangga dia jadi menteri BUMN. Gaya wartawan Pak Dahlan juga tetap dipertahankan,’’ ujar Jacob. Ketika Jacob memanggil Dahlan dengan Pak Menteri, Dahlan menyahut, ’’Saya Dahlan, pak. Nama saya memang Dahlan. Jabatan menteri BUMN ini kan hanya tiga tahun, sedangkan nama Dahlan akan saya bawa sampai mati. Jadi, tetap panggil saya dengan Dahlan,’’ jawabnya.

    Pertemuan berlangsung hangat dan diwarnai canda ria. Dua-duanya wartawan senior yang amat terkenal, meski punya gaya dan style berbeda. Jacob menceritakan bahwa tuga Meneg BUMN sangatlah berat. Banyak intervensi dari kalangan mana pun, terutama partai politik. Sebab, BUMN gudangnya duit dan layak dijadikan sapi perah.

    Karena itu, Jacob dengan tegas menyatakan bahwa dia dan Kompas Grup akan mengawal Dahlan sampai selesai memimpin Kementerian BUMN. ’’Saya siap mengawal Pak Dahlan selama menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN. Tugas Pak Dahlan sangat berat. Akan terjadi banyak intervensi dan perebutan jabatan strategis di BUMN. Mudah-mudahan Pak Dahlan kuat dan sukses mengemban amanat,’’ tegas Jacob.

    Tentu ini amat luar biasa. Dukungan serta semangat Jacob dan Kompas Grup untuk mem-back-up Dahlan akan sangat berarti bagi kesuksesan dalam memimpin BUMN, yang terdiri dari 141 perusahaan berskala besar-kecil. Ada PLN, Bank BRI, Bank Mandiri, Telkom, Garuda, Semen Gresik, Petrokimia, PT DI Bandung, dan puluhan BUMN perkebunan yang rata-rata merugi.

    Dahlan pun kian optimistis memimpin BUMN dengan adanya pengawalan dari Jacob dan Kompas-Gramedia Grup. Karena itu, Dahlan juga menyatakan akan curhat kepada wartawan jika ada persoalan terkait dengan BUMN atau adanya intervensi dan tekanan.

    Menurut dia, pers tetap akan menjadi alat social control yang efentif dalam pelaksanaan demokrasi dan penyelenggaraan negara. Karena itu, Dahlan sangat yakin, dengan latar belakang dia sebagai wartawan, tugas-tugas dia sebagai meneteri BUMN akan sukses. Semoga! Selamat bertugas Pak Dahlan! *penulis adalah mantan pimred Jawa Pos, dewan pakar redaksi Lensaindonesia.com

    sumber : http://www.lensaindonesia.com/2011/11/01/jacob-oetama-dan-kompas-grup-siap-kawal-dahlan-iskan.html

    Posted by administrator | 5 Desember 2011, 4:33 pm
  79. Saya cuma berharap 1 saja sama Bapak, jagalah kesehatan dengan baik, kami rakyat INDONESIA sudah MUAK dengan kondisi PEMERINTAH saat ini.

    Kami mohon dengan segenap doa, harapan dari lubuk hati rakyat Indonesia, majulah menjadi RI 1,

    We need you! We thrush you

    Posted by ilovedelphi | 6 Desember 2011, 10:22 am
  80. maju terus pemimpin yang zuhud dibutuhkan republik Ini yang tengah sekarat pemimpin jgn sekedar omdo tapi memberiteladan hidup sederhana dan DI selama ini istiqomah di jalanNya mudah2an tidak berubah

    Posted by awani | 8 Desember 2011, 8:41 am
  81. setiap hari selalu ad berita ttg bpk ,semua berita & tulisaan Bpk Dahlan iskan!.. Allahuakbar mahasuciallah.. sungguh bpk DI adalah suri tauladan bangsa.. kami rkyat kecil ini bener2 butuh pemimpin spt BPK, smoga pemimpin2 bangsa ini mau bercermin pada BPK..
    semoga BPK DI selalu dberi kesehatan untuk RI SATU Amiin…

    Posted by m fuad misbakhul ulum | 18 Desember 2011, 11:03 am
  82. saya mendoakan, semoga bapak selalu sehat dan terhindar dari segala macam bahaya.
    saya berharap Allahu Ta’ala mengirimkan bapak kepada bangsa Indonesia bukan cuma sebagai menteri, melainkan juga sebagai Presiden, yang akan membawa bangsa ini keluar dari berbagai masalah dan keterpurukan.
    amin, ya Rabb al ‘alamin.

    Posted by boyke w triestiyanto | 24 Desember 2011, 1:07 pm
  83. Pak Dis…saya menyampaikan selamat dan Salut kepada pak Dahlan. Memang Era kepemimpinan spt yg dilakukan pak Dahlan lama di tunggu…terutama dlm mengelola BUMN/PTPN dng Clean Government,GCG bukan kata bagus tanpa makna..Saatnya diperlukan Peminmpin2 yg Visioner.,punya konsep..membumi dan .Berani bersikap, turun lapang mengambil putusan..Bukan seremonial2 belaka dan rapat2 melulu tanpa hasil nyata..Jangan terkecoh pak dng Pemimpin2 yg track. Recordnya tdk jelas dan flamboyan…Salah Pilih berarti ngajak bangkrut PTPN..lihat saja indikatornya kalo dia mimpin Kinerja .inimal 5 th, tambah baik atau buruk….sebaiknya NO WAY…Bravo pak.(Dr Mantan peg.PTPN)

    Posted by Drs.Ary Widarto.Ak. | 28 Desember 2011, 7:09 am
  84. Manufacturing Hope….. mudah-mudahan menjadi Hope baru dari BUMN kita….Nice Location and infrastructure, unlimited Budget to support, but “Suck” in services and maintenance….(and embedded into “suck” reputation)… I hope bapak bisa menjadi Hope buat bangsa ini, setidaknya mulai dari BUMN. Thank you for your effort.

    Posted by jono effendy | 28 Desember 2011, 9:33 am
  85. DAHLAN ISKAN FOR BETTER PRESIDEN !!

    Posted by tukang komen | 1 Januari 2012, 2:56 pm
  86. Dan kerusakannya jauh lebih besar daripada kerusakan akibat penjajahan musuh dari kalangan orang orang yang kafir yang mesti diperangi.

    Posted by William Pulesandero | 1 Januari 2012, 3:30 pm
  87. Jujur, sederhana, merakyat, wajah ikhlas dan sangat santun buktinya sering naik kereta KRL. Beda dengan menteri-menteri yang lain atau Anggota Dewan “Yang Terhormat” yang perlu fasilitas mewah dan pengawalan ketat. Rakyat melihatnya jadi mules dan mual. Tanpa kerja nyata mereka meminta jatah dan fasilitas.
    Pak DI lain daripada yang lain, penampilannya juga sangat sederhana.
    “Sukses kami do’kan pak DI”. Mudah-mudahan 2014 rakyat negeri ini memilih anda untuk memimpin negeri ini yang sudah hancur dan porak poranda.

    Saya salut…salut…

    Posted by abahtasik | 6 Januari 2012, 2:51 pm
  88. Pergantian masa adalah siklus yang biasa dan pasti ada, dan pergantian masa pasti diikuti pergantian pemimpinya
    Kalau pada masa lalu pergantian pemimpin tidaklah nyata, semua masih abu2 bahkan kelabu.
    Tetapi dimasa yang datang, langit sudah terasa cerah dari sekarang, karena sudah terang benderang, CALON
    PEMIMPIN BARU SUDAH DATANG.
    Pak Dis sekarang tidak boleh mengelak, apalagi menolak, siklus langit telah bertolak dan bergerak semuanya mengarah dan menuju ke bapak.
    Bersiaplah………karena 2014 nanti rakyak Indonesia sudah siap.

    Salam
    Adjipar

    Posted by suwadji mahadi haris parayungan | 9 Januari 2012, 2:28 pm
  89. Manufacturing Hope memberikan saya motivasi semangat bekerja dalam skala kecil saya pribadi. Semangat Indonesia KERJA KERJA KERJA ! Terimakasih Pak Dis.

    Posted by endra datta | 17 Januari 2012, 4:29 am
  90. artikel tulisan bapak sangat inspiratif, terima kasih pak

    Posted by rizal | 25 Februari 2012, 7:25 pm
  91. I really like it!, menyenangkan sekali membaca artikel ini, sangat membuka wawasan yang menarik. Terima kasih sudah posting ini dan mengizinkan saya untuk memberikan commentar. Sy Bookmark ya!

    Posted by voucher hotel murah | 3 Maret 2012, 9:37 pm
  92. Reblogged this on serulingsakti.

    Posted by ssmamaze | 22 April 2012, 7:02 am
  93. Attractive component to content. I simply stumbled upon your
    weblog and in accession capital to claim that I get
    in fact enjoyed account your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing in your augment or even I fulfillment you get right of entry to consistently quickly.

    Posted by Bali Hotels Indonesia Packages | 3 Mei 2013, 1:34 am
  94. Reblogged this on My Family & any others thing and commented:
    Mengingatkan kembali awal Seri Manufacturing Hope

    Posted by priyosucipto | 20 September 2013, 3:22 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: RESEP SUKSES Dahlan Iskan | Andhika Mahardika's Blog - 22 November 2011

  2. Ping-balik: Neraka dari “Manajemen Musyrik” « Catatan Dahlan Iskan - 27 November 2011

  3. Ping-balik: Neraka dari “Manajemen Musyrik” | CATATAN DAHLAN ISKAN - 4 Desember 2011

  4. Ping-balik: NERAKA DARI MANAJEMEN MUSRYIK | pabrikgulasemboro - 1 Februari 2012

  5. Ping-balik: Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope, Minister’s Notes « waktu kosong - 14 Juni 2012

  6. Ping-balik: Neraka dari “Manajemen Musyrik” « GREATER BOGOR - 12 Desember 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.184 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: