>>
arsip

Dahlan Iskan

This tag is associated with 71 posts

Naikkan BBM, Pemerintah Perlu Koreksi Diri Lebih Keras

Rabu, 14 Mei 2008, Naikkan BBM, Pemerintah Perlu Koreksi Diri Lebih Keras Oleh: Dahlan Iskan TIAP kelompok punya logika berpikir sendiri dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Rakyat kecil (dan yang mengatasnamakan rakyat kecil) sangat khawatir, kenaikan harga BBM akan lebih menyengsarakan mereka. Kelompok ini menggunakan logika bahwa kenaikan harga BBM ujung-ujungnya menaikkan harga bahan … Baca lebih lanjut

Berebut Kursi Emas dari Kalimantan

Sabtu, 03 Mei 2008, Berebut Kursi Emas dari Kalimantan Oleh Dahlan Iskan Inilah perkembangan terbaru politik Malaysia yang akan ikut menentukan nasib Pulau Kalimantan. Posisi politik bagian utara Pulau Kalimantan itu kini lagi berubah. Ya, kita lagi bicara Sabah dan Sarawak dalam kaitannya dengan hasil Pemilu Malaysia. Tetangga Kaltim dan Kalbar itu kini lagi jadi … Baca lebih lanjut

Haru di Shanghai, Biasa di Jakarta

23 April 2008, Haru di Shanghai, Biasa di Jakarta Catatan Dahlan Iskan Adegan ini mestinya mengharukan. Ketua Senat Prancis Christian Poncelet sampai terbang jauh-jauh ke Shanghai untuk meredakan kemarahan rakyat Tiongkok seminggu terakhir ini. Cara yang dilakukan Prancis juga sangat elegan: menemui Jin Jing, gadis cacat berumur 26 tahun yang kini menjadi pahlawan Olimpiade Beijing. … Baca lebih lanjut

Prancis dan Pahlawan Obor Olimpiade

21 April 2008, Prancis dan Pahlawan Obor Olimpiade Oleh Dahlan Iskan Gangguan terhadap obor olimpiade oleh aktivis kemerdekaan Tibet telah membuat rasa nasionalisme rakyat Tiongkok terbakar. Terutama sejak “peristiwa Paris” pekan lalu. Di ibu kota Prancis itu, api yang lagi dikelilingkan dunia tersebut diserang untuk direbut dari tangan gadis cacat yang membawanya di atas kursi … Baca lebih lanjut

Menghitung Masa Depan Persebaya (2-Habis)

10 Maret 2008 Menghitung Masa Depan Persebaya (2-Habis) Catatan Dahlan Iskan Mengapa di Persebaya ini “yang memiliki tidak mampu dan yang mampu tidak memiliki”? Penyebabnya sangat mendasar. Dan, celakanya, hal itu hanya akan bisa dipahami oleh orang yang selalu peka terhadap adanya perubahan zaman.

Menghitung Masa Depan Persebaya (1)

09 Mar 2008 Menghitung Masa Depan Persebaya (1) Catatan Dahlan Iskan Inti dari seluruh persoalan Persebaya adalah ini: Yang memiliki tidak mampu Yang mampu tidak memiliki Siapakah yang memiliki Persebaya? Semua sudah tahu. Pemilik Persebaya adalah klub-klub anggota Persebaya (IM, Sakti, Gelora, Asyabaab, dan seterusnya itu).

Mungkinkah Persebaya Jadi PT?

23 Febebruari 2008 Mungkinkah Persebaya Jadi PT? Catatan Dahlan Iskan Karena gonjang-ganjing di Persebaya sudah berakhir dengan baik, saatnya kini sama-sama berpikir jernih. Tapi, sebelum saya menguraikan topik mungkinkah Persebaya jadi perseroan terbatas (PT), akan saya klarifikasi dulu satu ini: bahwa saya dulu berhenti dari ketua umum Persebaya bukan karena diturunkan atau diminta turun oleh … Baca lebih lanjut

Tahun 2008, Tahun Seksi

07 Februari 2008 Catatan Dahlan Iskan Shio Tikus, Saat Cerdas Mencari Uang Shio Tikus adalah shio yang terhebat di antara 12 shio yang ada. Tikus juga melambangkan binatang yang paling cerdas. Khususnya cerdas dalam mencari uang. Karena itu, belakangan ini banyak ibu yang lagi hamil tua pada bingung: mau cepat-cepat melahirkn agar anaknya bershio babi … Baca lebih lanjut

Tunggu Tanda Tangan

22 Januari 2008 Tunggu Tanda Tangan Catatan Dahlan Iskan “KAPAN Pak Harto meninggal dunia?,” tanya teman saya yang sebenarnya amat dekat dengan keluarga mantan presiden Indonesia itu. “Tunggu Pak SBY menandatangani surat pengampunan,” jawab saya sekenanya, karena memang tidak tahu sikap sebenarnya Presiden Indonesia yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kini Ada Simbol Mercy di Perut Saya (Sebuah Penutup)

September 26, 2007 Kini Ada Simbol Mercy di Perut Saya (Sebuah Penutup) Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (32-Habis) Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id ADA kesan yang mendalam bahwa sakit saya yang parah kemarin-kemarin itu karena saya kerja terlalu keras. Seorang ibu sampai menasihati anaknya begini: Jangan kerja terus seperti itu. Nanti seperti Pak Dahlan Iskan! Setelah … Baca lebih lanjut