>>
arsip

Catatan Dahlan Iskan

This category contains 425 posts

Tahun Lalu Berkunjung, Sekarang Melayat

Minggu, 12 Juni 2016 Untuk menghadiri pemakaman jenazah Muhammad Ali di Louisville, kota terbesar di Negara Bagian Kentucky, saya harus mengendarai mobil ke arah timur selama 2,5 jam dari tempat tinggal sementara saya di kota kecil Evansville. Saya berangkat pukul 08.30 karena salat jenazah dilaksanakan pukul 12.00 tepat. Perjalanan lancar karena selama 2,5 jam itu, … Baca lebih lanjut

Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun

Senin, 6 Jun 2016 Presiden Obama kembali jadi pelawak. Di depan forum tahunan wartawan Washington bulan lalu, gelak tawa tidak habis-habisnya. Seperti setahun sebelumnya: setengah jam pidato tepuk tangannya lebih dari 70 kali. Salah satu sasaran humornya tentu para calon presiden. Setelah lama ngelawak dan ngerjain dua capres dari partainya sendiri, Bernie Sanders dan Hillary … Baca lebih lanjut

Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan

Senin, 30 Mei 2016 Kini ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya. Dan yang pasti banyak repotnya. Dan sering low batt-nya. Hampir tiap minggu saya di-invite. Untuk dimasukkan satu … Baca lebih lanjut

Alat Vital Baru dengan Harga Bermiliar

Senin, 23 Mei 2016 Sukses ini begitu penting di Amerika. Sukses uji coba transplan penis. Jadi salah satu berita terpenting. Sebab, begitu banyak tentara yang rusak kemaluannya di medan perang. Utamanya di Afghanistan, Iraq, dan sekitarnya. Mereka adalah orang-orang perkasa. Masih muda. Belia. Banyak yang baru 20 tahun. Kuat-kuatnya. Meski tidak mati, tanpa penis bisa … Baca lebih lanjut

Trump Sasaran Anak Kandung Konservatif Sendiri

Senin, 16 Mei 2016 Sebenarnya ada “partai” baru di Amerika: kebangkitan rakyat bersatu. Lahir sejak sebelum pemilu yang lalu. Masih terbilang baru. Untuk ukuran penataan demokrasi di Amerika. Yang sudah berumur hampir 200 tahun. Mengapa disebut kebangkitan rakyat bersatu? Karena orang yang tidak ikut partai pun kini bisa ikut menentukan politik. Termasuk menentukan siapa yang … Baca lebih lanjut

Debat Ide Gambar Wayang yang Belum Sudah

Antara Kwetiau Ipoh dan Mi Tarik Lanzhou (3-Habis) Minggu, 15 Mei 2016 Carilah mi sampai ke Lanzhou. Dan carilah kwetiau sampai Ipoh. Alhamdulillah, dalam satu minggu saya dapat dua-duanya. Ke Ipoh 18 April lalu. Ke Lanzhou seminggu kemudian. Oleh: Dahlan Iskan Saya memang harus ke dekat-dekat Ipoh, tepatnya ke Universiti Utara Malaysia (UUM), di Negara … Baca lebih lanjut

Lanzhou Lamian tanpa Perlu Bertanya

Antara Kwetiau dan Mi Tarik Lanzhou (2) Sabtu, 14 Mei 2016 Mi tarik Lanzhou: Saya selalu mencarinya. Di kota mana pun di Tiongkok. Pasti ada. Cocok untuk lidah Indonesia. Dan pasti halal. Mencarinya mudah. Hanya, kadang agak jauh. Tanyalah di mana letak masjid di kota itu. Di dekat-dekat situ pasti ada Lanzhou lamian. Mi tarik … Baca lebih lanjut

Kesabaran Sembahyang 2.000 Kilometer

Dari Amerika Dahlan Iskan sempat ”pulang” seminggu ke Kedah dan Qinghai. Lalu balik ke Amerika. Inilah kisah tiga serinya. Antara Kwetiau Ipoh dan Mi Tarik Lanzhou (1) Jumat, 13 May 2016 Saya akhirnya ke Gansu dan Qinghai. Dari 34 provinsi di Tiongkok, tinggal dua itulah yang belum saya jelajahi. Eh, masih satu lagi: Tibet. Tapi, … Baca lebih lanjut

Bukan Lagi Sekadar Trump Lawan Hillary

Senin, 09 Mei 2016 Dia tidak diperhitungkan saat mendaftarkan diri jadi calon presiden. Dianggap bukan calon yang serius. Ketika mulai tampak serius, dia dicibir. Bahkan, dijadikan bahan lawakan. Ejekan terus mengalir. Sepanjang proses menuju konvensi Partai Republik. Saat dia mulai memikat, ejekan ditingkatkan jadi serangan. Keburukan demi keburukan ditembakkan ke dia. Dianggap bodoh. Konyol. Brutal. … Baca lebih lanjut

Sistem Profesor untuk Sekolah Baru

Senin, 02 Mei 2016 Inilah jenis sekolah yang tumbuh pesat di Amerika Serikat: charter school. Bukan negeri. Bukan pula swasta. Pendiri sekolah jenis ini umumnya guru. Yang punya jiwa keguruan 24 karat. Yang prihatin terhadap mutu pendidikan. Maksudnya: pendidikan di sekolah negeri. Terutama di lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya Tyler Bastian ini. Awalnya dia guru SMA. … Baca lebih lanjut