>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Anak Muda

Gardu 6
19 Juni 2015

“Gus, saya minta maaf kok nasib Anda jadi begini,” ujar saya begitu mendapat SMS bahwa dirinya baru saja ditetapkan sebagai tersangka mobil listrik BUMN oleh kejaksaan agung.

Agus Suherman adalah anak muda. Umur 30 tahun Agus sudah meraih gelar doktor. Ia alumni Universitas Diponegoro Semarang. Jabatannya sebagai staff di bagian CSR kementerian BUMN membuatnya berhubungan dengan program-program pemberdayaan di segala bidang. Dia tidak punya wewenang memutuskan atau memerintahkan apa pun. Hanya seorang staf pelaksana.

Latar belakangnya sebagai doktor perikanan, integritas dan antusiasnya yang tinggi serta usianya yang begitu muda membuat saya menilai dia akan mampu diberi tugas berat: menjadi direktur utama perusahaan umum Perikanan Indonesia. Umurnya 36 tahun saat itu. Misi utamanya: membenahi perusahaan perikanan yang keadaannya sangat memprihatinkan. Agar bisa menjadi perusahaan perikanan yang maju di negara maritim ini.

Prestasinya luar biasa. Perusahaan perikanan itu tahun lalu berubah total. Ratingnya AAA (tertinggi dalam nilai kesehatan perusahaan). Labanya naik 500%. Program-programnya spektakuler. Tambak-tambak perusahaan itu di Krawang hidup lagi. Kawasan perikanan di Muara Baru menjadi bergairah.

Kini dia jadi tersangka. Dia harus mundur dari jabatan itu.

“Saya akan mundur pak. Tidak etis seorang dirut dalam status tersangka,” katanya. “Saya akan kembali ke Semarang, kembali menjadi dosen biasa,” tambahnya.

Saya tertegun. Lama. Maka saya bertekad untuk dibolehkan mengganti semua pengeluaran proyek mobil listrik yang dananya berasal dari beberapa BUMN tersebut. Saya hanya berharap masa depan anak muda yang begitu cemerlang itu tidak cures.

Kalau uang saya tidak cukup saya akan berusaha minta bantuan kepada orang-orang yang peduli kemajuan teknologi untuk membeli mobil-mobil tersebut.

http://www.gardudahlan.com

Diskusi

17 thoughts on “Anak Muda

  1. Hebat..maju terus..rawe2 rantas malang2 putung Powered by Smartfren

    Posted by P.jhon Mujiyanto | 22 Juni 2015, 10:35 am
  2. tumben sepi ya..
    mestinya program mobil lisrik berjudul kerjasama riset mobil listrik antara BUMN dan swasta..
    karena judulnya pengadaan mobil listrik “mungkin” jadi begini ujungnya.. waallahu alam..
    moga dilancarkan dalam cobaan ini
    cmiiw

    Posted by agribisnis profesional | 22 Juni 2015, 10:44 am
  3. Saya kasihan sama negeri ini. Banyak dari kita belum bisa membedakan antara emas dan gulma.

    Posted by keong mas | 22 Juni 2015, 10:59 am
  4. Saya sebenernya sekarang sudah bosan baca tulisan yang di poskan ini. tahu kenapa? Jengkel saja. Kenapa orang yang berbuat baik pada negeri ini selalu dijegal. Anak muda yang punya dedikasi tinggi selalu dijegal dengan sangkaan yang belum tentu benar. Tapi kadangkala juga saya ingin sekali membaca tulisan yang mengalir dari DI ini agar saya mendapatkan informasi berimbang atas kasus yang meninpanya. Akhirnya….ya sudahlah saya tetap membacanya dengan harapan ada titik terang bahwa memang beliau (DI) tidak benar benar korupsi. Saya pikir DI dengan segala kekayaanya tidak mungkin korupsi cuma hanya angka segitu, karena kekayaanya masih lebih banyak dibanding dengan uang korupsi yang disangkakannya.

    semoga tabah menjalani cobaan ini. salam Dede Solehudin

    Posted by jangdede@gmail.com | 22 Juni 2015, 11:05 am
  5. ketika membaca tulisan ini, ada dua ketakutan luar biasa dalam diri saya.
    ketakutan pertama adalah, ketakutan kalau bersentuhan dengan birokrasi negeri ini. saya takut ketika berbuat sesuatu kebaikan malah menjadi bomerang bagi diri sendiri.
    Dan, ketakutan kedua adalah ketakutan kalau saya hanya diam, saya tidak bisa berbuat sesuatu untuk negeri ini.
    walaupun tidak mungkin saya merubah negeri ini sendiri, namun saya berharap,
    negeri ini bisa lebih baik ketika generasi kami yang memimpin,
    keyakinan itu muncul karena melihat orang-orang di sekeliling saya saat ini. lingkungan dimana ada banyak orang dengan semangat luar biasa sedang mempersiapkan diri untuk berperan dan berbuat lebih banyak, ikhlas untuk kemajuan negeri tercinta ini.Amin…
    Pak, tolong doakan kami.

    Posted by iank | 22 Juni 2015, 2:26 pm
  6. Oalah, pantesan negeri ku tercinta takkan pernah bisa maju kalo semua riset dan usaha untuk memajukan Indonesia dijegal terus.

    Tadinya mau pulang untuk membantu membangun negeri tercinta setelah melihat kenyataan akhir akhir ini, lebih baik membangun negeri orang dari pada negeri sendiri.

    Paling tidak membangun negeri orang setidaknya masih dapat ucapan terimakasih dari pada membangun negeri sendiri ujung ujungnya masuk penjara.

    Posted by Eko Suharto | 23 Juni 2015, 9:52 am
  7. bagaimana nasib anak muda jika mental aparat negara kita seperti ini, membuat trobosan yang baik pasti perlu pengorbanan agar nanti bisa menjadi negara maju dan berkembang. kalau tidak mau berkorban untuk kemajuan negara ini, kembali aja ke jaman kerajaan….. kasihan anak muda yang kreatif ujung-ujungnya menjadi incaran penegak hukum. Apakah menjerat tersangka menjadi target penegak hukum ? kalau begitu mindset nya, kacaulah negara ini…

    Posted by Ketut Mariatmaja | 23 Juni 2015, 12:46 pm
  8. ini semua gara2 aparat yg pakai kacamata kuda dan tidak mau keluar dari prosedur2 lama yg menghambat birokrasi dan pembangunan,cukup banyak oknum pejabat di negri ini tidak ingin NKRI maju, bersih dari koruptor birokrasi dan keuangan dan bisa berdiri diatas kaki sendiri demi kepentingan kelompok dan negara asing yg ingin trus mendikte NKRI, semoga tabah DI perbuatan baik akan menghasilkan kebaikan.

    Posted by toga | 24 Juni 2015, 10:35 am
  9. saya sangat geraaaaaaam dengan pemerintahan dan aparat yang keparat saat ini. harusnya si H.M prasetyo yang penjilat dan pencari muka itu sadar diri jangan main2 dengan cita2 kemajuan bangsa ini. tapi saya sangat yakin Pak Dahlan akan melalui masalah ini dengan kemenangan. tunggu saja nnt si H.M Prasetyo pada saatnya. Jaksa Agung yang memalukan

    Posted by wawan iswandi S | 25 Juni 2015, 12:39 am
  10. bapak, saya berdoa semoga bapak kuat menjalani cobaan ini
    dan semoga putra putri indonesia tetap bertahan memajukan negaranya walaupun harus bertentangan dengan birokrasi yang rumit.

    Posted by bety | 28 Juni 2015, 11:04 am
  11. tetap semangat pak dahlan.. kami semua percaya dengan bapak

    Posted by Zafa | 28 Juni 2015, 2:56 pm
  12. Kesalahan Abah cuma satu, menjadikan BUMN menjadi lebih baik dibandingkan menteri2 sebelumnya.
    Jadi gak ada alasan lagi buat Klan Megatron termasuk Jokodok untuk menjual BUMN sekarang, jadi dia bingung bagaimana cara ngejualnya.

    Posted by Irwan Syahbidin | 29 Juni 2015, 4:16 pm
    • Pak dahlan. Saya dewi pekerja bri cabang jambi. Saya minta bantuan bapak agar mama saya bisa berobat steam cell dan dapat rekomendasi dr bapak unk menggunakan bantuan askes. Krn sejak feb 2015 kondisi ginjalnya terus memburuk dan saya ud berobat di rs jambi. Tp tidak ada perubahan.

      Posted by yuliana dewi | 9 Juli 2015, 8:59 pm
  13. masalahnya adalah pejabat akan kehilangan tip dari perusahan perusahaan importir.
    masalahnya mentalnya pejabat masih ingin rakyat ini bodoh.
    masalahnya negara tidak maju tidak apa yg penting depositonya mereka terus maju.
    masalahnya apa yg harus dilakukan? saya punya ide, kita angkat Pak DI jadi direkturnya, dananya kita galang. sy bisa presentasikan idenya dengan Pak DI, demi Indonesia maju. kita butuh Pak DI apalagi saat saat seperti ini. sy bis email kemana idenya ?

    Posted by Katon | 14 Agustus 2015, 1:14 pm
  14. bisa kumpulkan dana Rp 1 T/bulan. perbandingan dana untuk pembangung kereta Jkt ke Soeta hanya Rp 2 T. jika sebulan bisa Rp 1 T maka setahun Rp 12 T.

    Posted by Katon | 14 Agustus 2015, 1:17 pm
  15. Sabar dan tawakal…Insya Allah semua akan terungkap pada waktunya…

    Posted by Mukhtar | 19 Agustus 2015, 9:01 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: