>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja, Sedikit Drama sebelum Kerja

Selasa, 28 Oktober 2014

Selalu saja ada drama dalam penyusunan kabinet baru. Dulu ada “drama Nila Moeloek” yang batal jadi menteri kesehatan di detik-detik akhir. Kini ada “drama Ara” yang batal jadi menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo). Kalau Nila Moeloek dikaitkan dengan isu tes psikologi, Ara (sapaan akrab Maruarar Sirait) dikaitkan dengan restu Megawati. Atau restu Puan Maharani. Kalau Nila Moeloek kini akhirnya diangkat Presiden Jokowi jadi menteri kesehatan, Ara tentu tinggal tunggu takdir berikutnya. Ini karena kedekatan Ara dengan Presiden Jokowi tidak diragukan lagi.

Semua itu disebut “drama” karena Nila sudah telanjur masuk siaran langsung berbagai televisi saat dipanggil ke kediaman Presiden SBY di Cikeas. Dan yang sekarang ini juga disebut drama karena Ara sudah dipanggil, sudah dikirimi baju putih, bahkan sudah dikenakannya pula dan sudah siap-siap menuju istana pula. Drama Ara jauh lebih seru daripada drama Nila karena kalau hanya dipanggil, kali ini pun Prof Komaruddin Hidayat juga dipanggil dan Prof Saldi Isra juga sudah telanjur dipanggil.

Maka, bagi yang sudah masuk daftar lalu namanya hilang, itu belum termasuk drama. Tidak perlu gusar. Tarik-menarik, tekan-menekan, timbul-tenggelam pasti mewarnai proses penyusunan kabinet. Sampai detik terakhir. Presiden baru siapa pun akan mengalaminya.

Itulah sebabnya, ketika hari Minggu pagi lalu running text TV menyebutkan susunan kabinet sudah 100 persen, saya tidak percaya. Pasti masih akan ada perubahan. Ada siapa lagi yang tergeser ke mana lagi di detik-detik terakhirnya.

Wiranto harus keluar daftar. Akibatnya, harus ada tokoh Hanura lainnya yang masuk. Tentu bukan untuk pos yang ditinggalkan Wiranto. Masuklah ke pos yang masih agak layak: perindustrian. Akibatnya, Rachmat Gobel yang sudah sangat pas di situ harus bergeser ke perdagangan. Mahendra Siregar pun harus terhapus dari daftar. Maka, dua Batak yang sudah hampir pasti, dua-duanya hilang.

Memang begitu banyak nama yang harus ditampung. Padahal, kursinya terbatas. Aspek etnis, aspek timur-barat, Islam-Kristen-Hindu-Buddha, pria-wanita, tua-muda, profesional-politisi, dan banyak lagi harus ditampung semua. Takdirlah yang ikut bicara. Padahal, masih banyak yang belum “kebagian”. Suku Batak, misalnya, belum terwakili.

Jadi, Ara gak usah khawatir. Pasti akan dipikirkan yang terbaik. Dia mampu. Dia muda. Dia berjasa. Dia Batak. Dan jangan lupa, Jokowi menang 70 persen di tanah Batak. Bahkan di beberapa kabupaten mendekati 80 persen. Minang saja yang di Sumbar Jokowi kalah paling telak dapat jatah beberapa kursi. Intinya, bagi yang belum kebagian kursi, jangan sedih. Apalagi bagi yang seperti saya, yang masuk daftar pun tidak. Sama sekali tidak boleh masygul. ”

Sejak dulu saya sangat percaya takdir. Siapa tahu Komaruddin pun, yang sudah dipanggil kemarin, bisa seperti Nila yang cantik itu, jadi menteri lima tahun lagi. Tentu saya bangga tiga CEO BUMN jadi menteri: Ignasius Jonan, Arif Yahya, dan Sudirman Said. Tiga-tiganya memiliki kemampuan manajerial yang tangguh. Sebenarnya, kalau tidak harus mengakomodasi berbagai hal tadi, masih banyak CEO BUMN yang “layak menteri”. Kalau mau 15 lagi pun masih ada.

Saya sendiri besok sudah berangkat ke Lombok, Bima, lalu jalan darat ke Dompu, Tambora, dan Sumbawa Besar. Saya juga harus langsung kerja, kerja, kerja. Seperti moto lama saya. (*)

Diskusi

170 thoughts on “Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja, Sedikit Drama sebelum Kerja

  1. Sedih sekali abah tidak masuk kabinet. dan bahkan penggantinya di Kemen BUMN adalah Rini “Hapus Surat Utang Kesayangan Megawati” Soemarmo.
    Awan gelap melingkupi BUMN yang selama ini telah direformasi dengan bersih oleh abah.
    Sediiiiiihhh…

    Posted by irwan ari w | 28 Oktober 2014, 9:37 am
  2. Ternyata pindah ke Selasa..Sekamat berjuang DH..kami selalu doakan semoga Bapak selalu diberi kesehatan..kekuatan..aamiin yra..hati2 diperjalanan jauh itu Pak..

    Posted by dwi | 28 Oktober 2014, 9:43 am
    • HORE>>>akhirnya keluar juga tulisan ABAH…(bisa aja si Abah bikin kita ketar ketir ya…) gak masalah dimanapun Abah berada…yang penting tetap berkarya untuk Bangsa daaaaan TETAP MENULISSS…

      I like TUESDAY…( gantinya I like Monday he he he)

      Posted by wning | 29 Oktober 2014, 2:01 pm
  3. Akhirnya baca tulisan pak dahlan versi lain hehe..

    Posted by Caderabdulpacker.com | 28 Oktober 2014, 9:44 am
  4. Aseekkk….
    masih ada manufacturing hope..

    Posted by sasmito | 28 Oktober 2014, 9:45 am
  5. tetap KERJA….KERJA…KERJA walaupun slogannya d ambil orang tapi tetap smangat Abah Dahlan, rakyat Indonesia mendukung smua langkahmu demi Indonesia yg lebih baik….. KERJA,KERJA,KERJA- HU….HU…..HU…..SO SAD

    Posted by damar@rangkas | 28 Oktober 2014, 9:47 am
  6. wah ini sisi lain dari kabinet kerja…😀

    Posted by Yudakusuma | 28 Oktober 2014, 10:00 am
  7. ganti hari selasa ya abah MHnya?sedih banget abah ga masuk kabinet padahal apalagi gantinya…😦

    Posted by yesi | 28 Oktober 2014, 10:02 am
  8. Kemarin sempat kuatir Pak Dahlan sudah tidak nulis lagi. Ternyata sudah ada tulisan pak Dahlan yang selalu menularkan positivisme untuk bangsa.

    Terima Kasih Pak Dahlan.
    Saya Kunto Pak. Suatu hari saya akan bertemu Bapak dan membuat Bapak bangga.

    Posted by maskuntop | 28 Oktober 2014, 10:02 am
  9. KERJA KERJA KERJA… Terimakasih Pak Dahlan…

    Posted by ardymoklet | 28 Oktober 2014, 10:02 am
  10. Alhamdulillah… MH rasa “Merdeka” datang juga hari Selasa, setelah kemarin kita sedih Senin pagi ga dapat sarapan MH….

    Kabinet kerja selamat Bekerja, meski masih ada terasa sebagai Kabinet petugas parpol, Semoga janji Presiden yang hanya akan tunduk pada Konstitusi dan kehendak Rakyat dapat diwujudkan oleh Pak Jokowi, bila mendengar janji kampanye, tekad serta gaya penampilannya, sepertinya tidak asing bagi kita penikmat MH, buat saya seperti ‘Copy paste’ dari MH dan gaya Pak Dais… Semoga Indonesia semakin maju dan Rakyatnya sejahtera….

    Selamat menikmati ‘Kemerdekaan’ Pak Dahlan… Selamat kembali menikmati kebersamaan dengan keluarga, Semoga Bapak senantiasa sehat… kami tetap menunggu tulisan Bapak selanjutnya sebagai Rakyat Merdeka… dimulai dari perjalanan Bapak setelah pulang dari Lombok, Bima, Dompu, Tambora dan Sumbawa Besar…

    Posted by Rika | 28 Oktober 2014, 10:04 am
  11. …saya pribadi merasa agak kecewa tidak masuknya Pak Di dlm kabinet Jokowi….tp saya jg yakin meski tdk jd menteri lg..Pak DI akan tetap mendarmabaktikan “bonus” hidupnya (sbgmn beliau katakan sendiri) utk bangsa dan negri ini……tetap kerja..kerja…kerja… (utk bangsa)….meski tdk dlm kabinet kerja…..jaga kesehatan jasmani rohani pak….GBU

    Posted by Prihartanto | 28 Oktober 2014, 10:13 am
  12. kerja kerja kerja …. dilarang masygul apalagi post power syndrome

    Posted by desianugrah | 28 Oktober 2014, 10:16 am
  13. Tetap semangat pak

    Posted by touringrider | 28 Oktober 2014, 10:16 am
  14. Tetap semangat Pak, Kami yang terbakar semangat atas tulisan-tulisan Bapak selalu mendoakan Bapak. Wah, benar2 ke Bima ya Pak? Ditunggu ya Pak oleh2 tulisan dari kampung halaman saya. Sudah lama tidak ada pejabat yang menyambangi Kami di Bima dan sekitarnya.

    Posted by rahmathidayatullah43 | 28 Oktober 2014, 10:19 am
  15. Kalau aku jadi Dahlan Iskan
    Mungkin aku tak kuat menulis lagi
    Menahan kecewa yang dalam.
    Sebab siapapun tahu perjuangan
    Yang begitu habis habisan
    Ketika membela calon presiden
    Yang diyakini baik untuk Rakyat Indonesia
    Tapi aku bukanlah Dahlan Iskan
    Yang memang tulus membantu
    Dan masih terus menyemangati
    Agar kita jangan larut dalam kecewa
    Dan mari memulai kerja.kerja.kerja..
    Begitu banyak kepentingan
    Yang harus diakomodir demi perdamaian
    Begitu banyak sahabat terpaksa kecewa
    Demi terselenggaranya keseimbangan
    Dahlan Iskan dan para sahabat
    Sekali lagi memperlihatkan
    Kebesaran hatinya mengalah
    Demi terwujudnya kedamaian.
    Semoga kekecewaan ini segera luruh
    Dengan kinerja yang baik
    Dari yang telah terpilih memegang amanah
    Sebaik kinerja seorang Dahlan Iskan
    Yang selalu menggerakkan roda semangat
    Dengan manufacturing hope nya
    Kerja..kerja..kerja..
    We love you Sir.

    Posted by Borneo | 28 Oktober 2014, 10:33 am
  16. semoga keikhlasan Bapak dalam bekerja terus terjaga..Aamiin.Semangat terus ya pak. jangan lupa jaga kesehatan….

    Posted by astralarasati | 28 Oktober 2014, 10:45 am
  17. kerja…kerja…kerja…jauhi politik, jargon DI yang otentik

    Posted by Abu Syauqi | 28 Oktober 2014, 10:56 am
  18. Reblogged this on myhandcraftt and commented:
    padahal sy pilih presiden terpilih karena bapak mendukung pak presiden looh…..tpi kesininya bapak gk masuk kabinet….its ok paak..live is goes on…. semoga presiden terpilih bisa bekerja sesuai dg harapan rakyat dan harus memihak rakyat…karena klo itu tidak terlakssana saya akan merasa bersalah sekali telah memilih pak presiden… hayukk tetap semangtt pak dimanapun posisi kita….

    Posted by anita1002 | 28 Oktober 2014, 11:08 am
  19. Senangnya.. bisa baca tulisan Pak DIS lagi🙂
    yang sudah ditunggu2 dari kemarin.

    tapi sedih juga,, Pak DIS ga’ ada di kabinet lagi😦

    tapi.. hidup harus terus berjalan,
    saya yakin.. Pak DIS akan terus berkarya.

    Kerja.. Kerja.. Kerja..
    semangat Pak DIS,,untuk memberikan terobosan baru & menginspirasi kita semua

    Posted by Winda S-v | 28 Oktober 2014, 11:15 am
  20. Selamat bekerja Pak. Inshallah kerja keras Anda akan menghasilkan buah yang sangat manis nantinya. Misal, menjadi menteri 5 tahun lagi? Be healthy ya Pak!

    Posted by Eny Faridah | 28 Oktober 2014, 11:16 am
  21. Selamat “Merdeka” Abah….
    Jaga kesehatannya. Tetap menyemangati kami untuk terus kerja…kerja…kerja… membangun bangsa sesuai posisi masing-masing. Abah adalah panutan kami, tauladan kami untuk tetap semangat, pantang menyerah dan ikhlas dengan apa yang diterima.
    Dimanapun posisi kita, melakukan yang terbaik adalah yang utama. Jabatan sebagai amanah adalah sampiran dari profesionalisme dalam bekerja.
    Jangan lupa mobil listrik tetap dikembangkan Abah.
    Kami di Univ. Muhammdiyah Yogyakarta sedang mengembangkan Exoskeleton bagi penyandang cacat tubuh (tuna daksa) sehingga mereka dapat beraktifitas tanpa kursi roda maupun kruk penyangga tubuh. Semoga dapat segera diproduksi untuk membantu saudara-saudara yang diberikan kelebihan tersebut. Mohon doa dan dukungannya Abah.

    Posted by Muh. Budi Nur Rahman | 28 Oktober 2014, 11:18 am
  22. Selamat bekerja Abah…
    Tali duk tali layangan…awak siji ilang – ilangan slogannya BONEK utk Abah DI

    Posted by Irwan | 28 Oktober 2014, 11:54 am
  23. Abah DI hal yang selalu ingin saya baca kalau browsing dan nonton tv adalah berita mengenai Abah tentang apapun juga.. mungkin saya terlalu berharap Abah jadi RI 1 dulu. tp itu sudah lewat. dan Abah mutuskan mendukung untuk kerja kerja lagi, saya jd optimis jg. Skrg kecewa lg tp untuk menghibur diri, saya yakin Abah DI dan Pk JKW punya kesepakatan spesial!! mungkin Pk JKW kerja di sisi dalam dan Abah di luar,y sehingga seimbang karena level,y sama bukan level menteri hanya satu bidang. apapun itu kami tunggu gebrakan dan terobosan2 serta keberhasilannya indonesia kerja. kami juga selalu bekerja. semoga Abah selalu begitu dan sehat selalu. amin. salam dari kami wagra pedalaman kalbar yang jalan,y belum merdeka!!

    Posted by joni | 28 Oktober 2014, 12:02 pm
  24. kita pantau perkembangan kerja2 menteri klo tidak ada kemajuan beri masukan JKW untuk diperbaiki atau diganti menteri,y kita butuh kerja nyata hasil nyata terlanjur kita semangat kerja kerja kerja… kerja pasti ada hasil. rakyat pedalaman juga butuh keadilan sehingga mereka merasa merdeka jg walaupun baru sekarang belum terlambat yang penting bukti nyata dari pemerintahan sekarang ditunggu!!!

    Posted by joni | 28 Oktober 2014, 12:17 pm
  25. Saat Abah DI menyatakan dukungan ke Jokowi saya sempat coment di salah satu MH bahwa Abah DI kali ini salah, bahkan TS Prabowo sempat mengingatkan hal sama…mungkin Abah DI saat itu ikut terpengaruh dengan begitu gencarnya liputan Jokowi blusukan, abah DI mungkin lupa kalau Jokowi itu tegas Megawati menyatakan adalah petuga partai sehingga bersedia mengkhianati :
    1. Warga Solo (tidak menyelesaikan tugas wali kota Solo utk periode 5 tahun)
    2. Warga DKI (tidak menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI untuk periode 5 tahun), sy yakin warga DKI saat itu gak milih Ahok & skrg dengan terpaksa harus menerima Ahok sebagai gubernurnya.
    yah begitulah namanya petugas partai yg tidak punya idealisme dan integritas terhadap janji janji saat kampanye, belum selesai tugas yg satu ada kesempatan yg lebih baik ya diambil…So jangan menyesal Abah tetap semangat dan kerja kerja kerja, oiya kerja apa ya sekarang….Semoga mau berbagi di MH minggu depan.

    Posted by mukhtar yusuf | 28 Oktober 2014, 12:28 pm
  26. Meski tidak masuk kabinet, slogan kerja, kerja, kerja dan baju putih terpakai. Termasuk beberapa dirut BUMN dan Susi yang penah dinilai positif dan ditulis disini. Sungguh beliau adalah pemimpin yang berhasil mengulurkan estafet kepemimpinan

    Posted by bowo | 28 Oktober 2014, 12:30 pm
    • Kerja kerja kerja dan baju putih itu sudah simbol, bahwa Abah tidak dipakai orangnya, tapi semangatnya sudah menular. Ada DahlanIs yang sudah jadi presiden .. Jadi hidup Abah

      Posted by Apa Saja | 29 Oktober 2014, 10:07 am
  27. lupakan no 1 no 2 skrg no 3. jokowi bkn tingglkn solo atau jkt skrg menjadi presiden bkn hnya solo dan jkt yg di urus tapi indonesia. positif lh kawan…………..kerja

    Posted by joni | 28 Oktober 2014, 12:50 pm
    • misal dikasih makanan bernama solo. Baru habis setengah sudah ambil makanan bernama jakarta. jakarta belum habis sudah ambil makanan bernama indonesia. jadi sisa makanan solo dan jakarta, mubaziiirrrrr…….

      Posted by pemerhati | 29 Oktober 2014, 5:48 pm
  28. akhirnya….

    Posted by msodik | 28 Oktober 2014, 12:58 pm
  29. Reblogged this on JNY's Link.

    Posted by JNYnita | 28 Oktober 2014, 1:05 pm
  30. bergeser ke hari selasa. ditunggu “laporan” blusukan dan kerja kerja kerja di ntt-ntb.
    #gakdadimenterigakpatheken
    sing penting tulisane pak dahlan rutin mecungul seminggu pisan (y)

    Posted by fia | 28 Oktober 2014, 1:10 pm
  31. Alhamdulillah masih baca tulisan pak dahlan, walaupun bukan di senin pagi🙂. Satu lagi, moto kerja, kerja, kerja itukan punyanya pak dahlan ya….???

    Posted by Dewi Mulyani | 28 Oktober 2014, 1:52 pm
  32. jokowi bukan nabi…
    g boleh terlalu brharap dn mendewakan dia,seolah tanpa cela..selalu benar..
    dn yg terpenting jokowi tdk da bedanya dgn politikus lainnya
    jokowi hanya seorang kader partai

    Posted by andi saman | 28 Oktober 2014, 2:32 pm
  33. Wah begitu banyak drama ya. Tapi bener kalo soal pak maruar gak perlu khawatir, beliau masih muda, orang yg dekat dgn pak presiden, pasti bakal jadi staf khusus lah..😀

    Posted by erickparamata | 28 Oktober 2014, 3:27 pm
  34. …”Gitu yaa jalan ceritanya,baru ngeh kalo si Ara tidak mendapat RESTU padahal orangnya dinamis,energik dan jujur.Sebenarnya dari dulu yg namanya lawan berat bukanlah yg berhadapan tapi justru yg berada dalam lingkaran dan ada di belakang.Untuk Pak Dahlan tetaplah menulis dan berkarya karena bapak sebenarnya adalah Inspirasi bagi masyarakat Indonesia.Bekerja dengan ikhlas dan tanpa pamrih sekaligus pendobrak tradisi.Maju terus Pak Dahlan dan sehat selalu”…:-)

    Posted by Membrat Pakutopan | 28 Oktober 2014, 4:19 pm
  35. Di saat semangat2nya orang BUMN berkerja keras seperti menterinya, kini harus menerima kenyataan untuk menjadi anak buah seorang menteri yang ibarat bumi dan langit dengan meneteri pendahulunya. Saya kira Jokowo ingin DI tetap menjadi menteri BUMN tapi apa daya dia harus taat pada mbok de…

    Posted by Wonokairun | 28 Oktober 2014, 4:42 pm
  36. Pasti petualangan kali ini akan lebih seru. Tidak terfokus lagi hanya pada masalah BUMN. Cihuiiiii….

    Posted by Lukman bi Saleh | 28 Oktober 2014, 4:48 pm
  37. Pejuang tak pernah kehilangan medan tempur…. kerja…kerja…kerja

    Posted by Daryono | 28 Oktober 2014, 5:09 pm
  38. Saya sama sekali tidak kecewa dan terkejut Abah DI gak masuk kabinetnya Jokowi karena saya sudah memprediksikan demikian makanya saya bersebrangan dengan Abah saat mendukung Jokowi (ABJ = Asal Bukan Jokowi) saat itu…begitu juga saat disuruh ikutan DI yes Demokrat Yes, saya tetap DI yes dan Demokrat No, dan dua2nya terbukti hanya sekedar memanfaatkan Abah dan ReDI demi kepentingan masing2…saat itu saya bilang Abah terlalu lurus dalam berpolitik, mereka tidak mau memakai Abah karena takut kalah PAMOR nantinya…tapi syukur juga ide2 dan selogan2 abah dipakai…semoga ini bisa dipertanggung jawabkan dengan kerja nyata bukan hanya sebatas lip service saja, karena berbeda dengan Abah duluan kerja nyata baru lahir selogannya…kalau sekarang kan selogan dulu kalo kerjanya belum tau…
    Adanya bagusnya juga Abah tidak lagi berada dalam kabinet…jadi kalaupun terjadi kemunduran gak ikut disalahkan dan dijadikan kambing hitam karena tantangan kedepan akan semakin berat.

    Posted by Faisal Mu | 28 Oktober 2014, 5:12 pm
  39. Sent from Samsung Mobile

    Posted by frans.rosita | 28 Oktober 2014, 5:24 pm
  40. Sedih……sakitnya tuh disini……

    Posted by Elisabeth | 28 Oktober 2014, 5:45 pm
  41. Abah besok jadi gubernur jawa timur aja…. biar jatim bisa makmur…🙂

    Posted by Ron | 28 Oktober 2014, 6:23 pm
    • nggak aahh. Saya ingin abah memajukan papua. Cukup menginspirasi papua 3 tahun saja, seperti menangani PLN dan BUMN. Syukur2 kalau bisa mentog 5 tahun. Pasti ibukotanya pengin pindah ke papua.

      Setelah itu, saya pengin abah memajukan aceh. Setelah itu mengurai benang kusutnya DKI. Wahhh…. pasti rakyat indonesia pengin abah jadi presiden se umur hidup.

      Posted by pemerhati | 29 Oktober 2014, 6:02 pm
  42. ikan Anda sakit? ini obatnya. alamiah, bukan buatan pabrik. mudah dan murah, bisa dibuat sendiri
    http://tipslele.wordpress.com/2014/10/14/81/

    Posted by ahlilele | 28 Oktober 2014, 6:25 pm
  43. terima kasih DI,anda memang inspirator tangguh

    Posted by suroso | 28 Oktober 2014, 7:10 pm
  44. perbedaan pengganti abah bagaikan langit dengan sumur… apa sudah tidak ada orang lagi selain rini itu… payah

    Posted by indranovi | 28 Oktober 2014, 11:09 pm
  45. Selamat berkarya di luar pemerintahan, pak DIS…..Kami yakin, pak DIS senantiasa akan mengawal jalannya pemerintahan dengan tulisan-tulisan yang membangun…..demi bangsa & negara……Sehat selalu pak DIS…..Terima kasih untuk semangatnya….kerja….kerja….kerja……:)

    Posted by mimosa priadi | 28 Oktober 2014, 11:34 pm
  46. Ditunggu tulisannya ya, pak DIS…..:)

    Posted by Mimosa Priadi | 28 Oktober 2014, 11:40 pm
  47. Pak Dahlan..engkau tetap idolaku.

    Posted by Prima | 29 Oktober 2014, 4:40 am
    • Pak Dis…saya sangat kecewa ketika Bapak memilih bergabung dgn Pak Jokowi…saya juga sangat kecewa ketika Pak Prabowo memilih Hatta Rajasa sebagai Calon Wapresnya. Seandainya beliau memilih Bapak sebagai Calon Wapresnya saya yakin beliau menang dan kondisi tidak seperti sekarang. Pak Jokowi dikendalikan Bu Megawati

      Posted by Dimas Anom Wicaksono (@denbagusdimas) | 29 Oktober 2014, 5:43 am
  48. ini kok ngece pak Dahlan sedih nggak jadi menteri. Jauh sebelum jadi menteri beliaupun sdh menyumbangkan seluruh kemampuannya untuk negeri ini. Beliau sekarang malah lebih leluasa membangun Indonesia sebagai seorang rakyat Indonesia yg independen.

    Posted by h8 | 29 Oktober 2014, 6:55 am
  49. usul abah…:
    MH diganti “Indonesia Hope”….yg berisi “curahan hati” abah dahlan yg ditemui selama keliling indonesia+manca negara…+ hopenya Demi Indonesia!!!….plus motivasinya +gagasannya….tmsuk “sentilan” bagi presiden sekarang….

    Posted by gusrhon | 29 Oktober 2014, 7:01 am
  50. Sedih mengetahui pak DI tidak jadi menteri. Tapi itu memang takdir. Dan saya yakin pak DI ditakdirkan menjadi bapak bangsa, bapak negara, bapak pembangungan, bapak kemerdekaan, dan bapak lainnya. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kekuatan kepada Bapak. Saya yakin dengan kerja kerja kerja dan ketulus-ikhlasan Bapak dalam medharmabaktikan hidup, gaji, tenaga dan waktu untuk pembangunan bangsa akan dibalas oleh Allah dengan sesuatu yang LUAR BIASA nanti. Aamiin.

    Zubaidi

    Posted by Zubaidi | 29 Oktober 2014, 7:06 am
  51. Politik.. Begitu lah.. Hal yg paling menakutkan saya ketika Pak Dis “harus” terjun ke politik adalah hilangnya kesempatan mjd wakil profesional yg duduk di Pemerintahan. Dari masa ke masa posisi Menteri BUMN memang sangat sexi. Tp semoga BUMN tetap berjalan di rel yg sdh dibangun Pak Dis dan Pak Dis tetap bisa berkiprah maksimal demi Indonesia.

    Posted by akadarisman | 29 Oktober 2014, 7:26 am
  52. Ojo ngomori wong Batak Mas. Mengko kobong sisan. good Luck

    Posted by Rudy Marodjahan Saragi | 29 Oktober 2014, 7:44 am
  53. saya hanya ingin bilang satu ekor serigala lebih baik dari seribu domba. jauh lebih baik!!!

    Posted by brama | 29 Oktober 2014, 8:10 am
  54. Kalau comment disini masih mencela orang lain, masih berfikir negatif , berarti mungkin anda baru bergabung atau anda punya maksud tertentu. Ayolah mulai berfikir positif buang jauh-jauh pikiran negatif. Negara ini hanya bisa maju kalau semua berfikir positif. Anda adalah orang yang suka negara ini maju kan?

    Posted by Alphonsus Agus | 29 Oktober 2014, 8:17 am
  55. Semangat Pagi Pak.. Kerja kerja no drama..!!

    Posted by jehan idroes (@jehan_idroes) | 29 Oktober 2014, 8:25 am
  56. Alhamdulillah…… presiden 2019 akhirnya nulis lagi…

    Posted by gusdurian | 29 Oktober 2014, 9:45 am
  57. Bekerja untuk kemaslahatan tidak mesti berada dalam lingkar kekuasaan,dapat dilakukan dimana saja dan dengan cara apa saja. Bapak ini diyakini tidak akan pernah berhenti ..Kerja,ikhlash dan bersyukur.

    Saya ingin sekali ketemu dengan bapak ini, Mungkin sekarang beliau punya banyak waktu untuk berbagi cerita secara langsung dengan orang-orang yang hanya kenal beliau lewat tulisan….Mudah-mudahan diberi kesempatan..Amiin

    Posted by Alfi | 29 Oktober 2014, 10:00 am
  58. pak di, kita selalu mendukungmu, karena kita tahu ada atau tidak jabatan itu tidak akan mempengaruhi kinerja bapak mengabdi pada rakyat bangsa dan negara ini… apapun langkah yg bapak ambil pasti positif, saya yakin sekali bapak sekarang pasti jauh lebih leluasa independen mengambil langkah apapun ;p ;p ;p selamat berkumpul bersama bersama keluarga ya pak, saya sangat mendoakan bapak tetap sehat dan sejahtera selalu… jangan bosan menulis untuk kita2 semua yg butuh suntikan semangat positif dari tulisan2 bapak… kalau perlu seminggu 2 kali tulisannya hehehe ;p terima kasih ya pak… hidup DI!!!!

    Posted by lina | 29 Oktober 2014, 10:19 am
  59. Dukungan saya beralih ke Jokowi adalah karena Dahlan Iskan dan Anis Baswedan, karena saya melihat ada harapan besar dengan orang-orang seperti ini. Saya sungguh berharap kabinet yang ada sekarang bekerja dengan baik meskipun ada sedikit keraguan di beberapa pos. Termasuk BUMN. Sebelum Pak DIS menjadi Menteri BUMN, saya sama sekali tidak paham dengan “makhluk” yang bernama BUMN. Tapi kini saya paham dan bahkan merasa wajib mengikuti perkembangan BUMN. As a matter of fact, BUMN membuat kecintaan saya pada Indonesia semakin besar. Saya sekarang naik pesawat maunya cuma Garuda. Terima kasih Pak Dahlan. Teruslah berkarya dan biarlah waktu yang akan mengganjar karya dan pemikiran futuristikmu.

    Posted by Sonny | 29 Oktober 2014, 11:56 am
  60. Reblogged this on mazzdyan's Blog.

    Posted by mazzdyan | 29 Oktober 2014, 12:55 pm
  61. saya yakin…..2019 abah bs kembali. tetap semangat kerja…kerja…kerja

    Posted by adi item | 29 Oktober 2014, 3:37 pm
  62. Kerja..kerja..Lg cari Pashmina ceruti motif cantik-cantik harga OK…Yuk mampir di sini http://nuansaethnique.blogspot.com

    Posted by meilany (@meizyty) | 29 Oktober 2014, 5:38 pm
  63. saya galau mikirin pak DI tak da d kabinet kerja tp saya bangga slogannya d pakai jokowi pokoke kerja x3 walaupun d mana Abah berada aku ttp mendukungmu

    Posted by ahmad | 29 Oktober 2014, 8:50 pm
  64. Kecewa juga rasanya DI tdk masuk kabinet,semoga kekwatiran saya dibawah Rini.S BUMN tdk kembali ke jaman orba,dimana DI sdh susah payah bangkitkan mayat2 BUMN.Salam buat DI semoga sehat selalu dan tetap memantau/mengkritisi mentri yg ada bila arahnya terlihat tdk sesuai kepentingan bangsa/rakyat.

    Posted by toga | 30 Oktober 2014, 8:41 am
  65. hahaha pkde dahlan itu sebenarnya kerjanya kualitasny di atas jokowi,, jd kalo jd jadi menteri,, kalah kualitas tuh jokowi,, jd ntar pk presiden minder sm menterinya. akhirnya gk dijadiin menteri lg

    Posted by choirul umam | 30 Oktober 2014, 8:42 am
  66. semoga pak dhe dahlan sehat selalu, dan berkontribusi bagi negara bagaimanapun bentuknya

    Posted by definisi goodwill akuntansi | 30 Oktober 2014, 8:50 am
  67. share pak

    Posted by riku18 | 30 Oktober 2014, 9:34 am
  68. ketika kabinet diumumkan.. yg sy liat pertama kali , siapa yang mengisi posisi menteri BUMN, ketika tahu dan ternyata atas rekomendasi alias titipan, sedih dan kecewa banget saya..dan menunggu tulisan bapak.. lamaa sekali ndak muncul.. akhirnya buka suara juga..hehe.. tetap bersama kami ya pak.. selamat berjuang dengan cara yang mungkin lebih hebat dari sebelumnya.. saya dan rekan2 disini akan selalu mendukung Bapak… terimakasih Pak atas waktu, tenaga, keringat yang selama ini telah tercurahkan di kementerian BUMN selama ini.

    Posted by alfi | 30 Oktober 2014, 11:01 am
  69. skrg ga zaman kkn,tp zaman nkk (nulung konco konco) …

    Posted by muh mundir | 30 Oktober 2014, 11:15 am
  70. http://www.jpnn.com/read/2014/10/26/265919/Dahlan-Iskan-Ajak-Siswa-SMK-Bikin-Mesin-Pelet-

    Minggu, 26 Oktober 2014 , 01:08:00
    Dahlan Iskan Ajak Siswa SMK Bikin Mesin Pelet
    Untuk Kembangkan Kaliandra Merah

    MADIUN – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan terus menggalakkan pengelolaan pohon kaliandra merah sebagai bahan baku energi alternatif.

    Kemarin siang (25/10) Dahlan mengajak pelajar dan pembina SMK Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) 2 Takeran dan PSM 1 Kawedanan Magetan menggarap proyek mesin pembuat pelet kaliandra merah.

    Dahlan meminta kepada tim terkait untuk membentuk struktur kelompok dan menyepakati sejumlah target yang bakal dilakukan.

    Antara lain, mesin pelet dibuat untuk kapasitas 1 ton per jam. Untuk mewujudkannya, Dahlan membelikan alat-alat pendukung dalam waktu sepekan..

    Dahlan menegaskan, keinginannya untuk mengelola pohon kaliandra merah kian menguat setelah kini dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri BUMN. Hal itu juga sebagai bentuk komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan di daerah.

    ‘’Nanti saya akan turun sendiri di seluruh daerah agar orang-orang miskin di pulau-pulau luar jawa menanam kaliandra. Sebab, pohon ini merupakan pohon energi sehingga umur setahun sudah bisa ditebang. Kayunya bisa diubah menjadi pelet, seperti arang, tetapi daya bakarnya luar biasa bagus,’’ tegasnya.

    Menurut Dahlan, daerah-daerah di luar pulau Jawa yang ekonomi masyarakatnya masih lemah juga disebabkan karena faktor tanah yang tidak subur. Namun, kondisi tanah seperti apa pun tidak akan menjadi soal untuk menanam pohon kaliandra.

    ‘’Proses perawatannya pun relatif mudah karena pohon kaliandra bisa tumbuh sendiri setelah ditebang. ‘’Jadi sampai 20 tahun tidak perlu menanamnya lagi, setahun setelah ditebang akan tumbuh sendiri,’’ imbuhnya.

    Dengan menggalakkan penanaman pohon kaliandra tersebut, secara otomatis bakal mengangkat taraf ekonomi masyarakat yang masih lemah tersebut.

    ‘’Seperti di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu masyarakatnya banyak yang miskin karena tanahnya tidak subur. Tetapi nanti setelah kayu kaliandra dijadikan pelet mereka bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

    Jika nanti penanaman pohon kaliandra di berbagai daerah sudah meluas hingga ratusan hektare, tentu diperlukan alat khusus untuk mengolahnya menjadi pelet. Karena itulah, Dahlan mengajak anak-anak SMK PSM 2 Takeran PSM 1 Kawedanan untuk membuat mesin produksi pelet tersebut.

    ‘’Mestinya itu tidak sulit, karena itu saya minta agar siswa SMK di PSM ini bisa memproduksi mesin pembuat kaliandra. Jika sudah selesai dibuat, nanti saya yang akan membeli mesinnya dan kita memerlukan dalam jumlah ratusan,’’ katanya.

    Sebab selama ini, mesin pembuatan pelet masih impor dari Tiongkok. Padahal jika mau bersungguh-sungguh, mesin buatan dalam negeri tentu tidak kalah kualitasnya. (fin/JPNN/sof)

    BERITA TERKAIT

    ——————————————————————————–

    Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja, Sedikit Drama sebelum Kerja
    Dahlan: Masih Banyak Dirut BUMN yang Layak Diangkat jadi Menteri
    Dahlan Iskan Antar Pria Buta Operasi di RS
    Putusan MK Kuatkan Posisi BUMN
    Dahlan Iskan di Mata Para Direksi BUMN
    Dahlan Minta Direksi BUMN tak Segan Menyapanya
    Dahlan Sumbangkan Ribuan Buku ke Sekolah di Cianjur Selatan
    Abadikan Perpisahan, Dahlan Ajak Pasang Senyum Tempe
    Jarang Beri Bonus, Dahlan Minta Maaf
    Tiga Tahun Jabat Menteri, Dahlan: Saya tidak Pernah Menduduki Kursi Menteri

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:15 am
  71. http://www.jpnn.com/read/2014/10/20/264847/Dahlan-Iskan-di-Mata-Para-Direksi-BUMN-

    Senin, 20 Oktober 2014 , 21:26:00
    Dahlan Iskan di Mata Para Direksi BUMN
    Hadirkan Semangat Baru, Selalu Beri Kesempatan Anak Muda Memimpin

    Dahlan Iskan saat menggelar perpisahan dengan para direksi BUMN di Kementerian BUMN, Senin (20/10). Foto: Yessy A/JPNN.Com

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini resmi melepas jabatannya. Setelah Jumat (17/10) lalu menggelar perpisahan dengan karyawan BUMN, hari ini giliran Dahlan mengadakan acara serupa dengan dengan ratusan direksi BUMN.

    Yessy Artada, Jakarta

    JARUM jam baru menunjukkan pukul 06.50 WIB. Namun, ratusan direksi BUMN sudah mulai memadati parkiran masjid BUMN yang baru, tempat acara perpisahan dengan Dahlan digelar. Tepat pukul 07.00 WIB, Dahlan membuka acara perpisahan itu.

    Namun, Dahlan tak banyak memberikan wejangan ataupun sambutan. Sesekali pria asal Magetan, Jawa Timur itu mengingatkan para direksi BUMN untuk tak segan-segan menyapanya bila bertemu meski sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri.

    “Tidak ada yang lebih penting selain saya pamit. Saya akan lebih banyak di Surabaya, tetapi kalau ketemu saya ditegur yah,” pintanya.

    Di mata para direksi BUMN, sosok Dahlan dinilai tidak hanya tampil bersahaja. Saat memimpin Kementerian BUMN, Dahlan juga dianggap telah menorehkan prestasi.

    Adalah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim yang mencatat torehan positif Dahlan selama memimpin Kementerian BUMN. Menurut Hendrisman, saat perusahaan yang dipimpinnya dililit utang Rp 6,7 triliun, Dahlan selalu memantau kondisi perusahaan BUMN di bidang asuransi itu.

    “Pak Dahlan terus mengarahkan kita, kalau ada permasalahan diselesaikan dengan cara sendiri. Artinya, beliau sudah coba cari cara lain yang dimulai dengan PMN (Penyertaan Modal Negara). Tapi karena mentok, Pak Dahlan minta pada kita untuk try yourself. Ini contoh kebebasan korporasi,” ungkap Hendri.

    Dahlan juga dinilai sebagai sosok pemimpin yang patut diapresiasi kinerjanya. Seperti disampaikan Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, kiprah Dahlan telah membawa banyak perubahan pada wajah perusahaan pelat merah. Dwi juga menilai Dahlan telah menghadirkan semangat para direksi BUMN untuk terus bekerja.

    “Saya kira Pak Dahlan patut kita apresiasi, karena kepemimpinan beliau yang selalu mendorong masing-masing dirut untuk bertanggungjawab dan menginspirasi untuk maju. Kita lihat Pak Dahlan sukses membangun budaya korporasi, itu kesan saya. Untuk menyelesaikan masalah, beliau menghadapi supaya BUMN ini lebih mandiri. Saya kira saya terkesan gesitnya dan semangat kerja kerja kerja Pak Dahlan,” ulas Dwi.

    Sementara, di mata Direktur PT Dahana, F Harry Sampurno, sosok Dahlan merupakan pemimpin yang tak segan-segan memberikan kepercayaan pada anak-anak muda untuk memimpin perusahaan BUMN. Salah satu kesan itu pula yang ditangkap Harry saat menghadiri rapat pimpinan (rapim) direksi BUMN di PT Industri Kapal Indonesia (IKI), yang keadaannya tengah sekarat.

    Saat ritu, Harry diberi kesempatan memimpin rapat. “Kita ingat beliau banyak lakukan terobosan. Artinya dia berpikir out of the box. Contohnya saat saya jadi dirut di IKI. Beliau (Dahlan, red) mengunjungi (IKI,red) hingga empat kali. Kunjungan malam hari, subuh dan sekarang perusahaan itu (IKI, red) sudah hidup. Padahal dulu IKI nggak bisa gajian, perusahaan setiap hari Jumat didemo karyawan, tapi sekarang menjadi perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia Timur,” kenangnya.

    Selain itu, Dahlan juga dinilai sebagai sosok yang nyaman untuk diajak diskusi. Sedangkan untuk urusan laporan, Dahlan tak mau terbelit dengan formalitas.

    “Pak Dahlan kalau punya keinginan diikuti sampai itu terwujud. Saat saya diperintahkan memimpin Dahana, kita dibebaskan, yang penting aturan diikuti. Untuk laporan saya cukup SMS, apa yang dibereskan tinggal go. Mudah, nggak meski rapat langsung, cukup telepon atau SMS. Saya pernah rapat dari perjalanan di Halim naik mobil sampai HI,” kisahnya. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:26 am
  72. http://www.jpnn.com/read/2014/10/27/266108/Dahlan:-Masih-Banyak-Dirut-BUMN-yang-Layak-Diangkat-jadi-Menteri-

    Senin, 27 Oktober 2014 , 02:23:00
    Dahlan: Masih Banyak Dirut BUMN yang Layak Diangkat jadi Menteri

    JAKARTA – Tiga Direktur Utama perusahaan pelat merah dipercaya menjadi pembantu Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi menteri periode 2014-2019. Tiga dirut tersebut yakni Dirut PT KAI Ignasius Jonan, Dirut Telkom Arif Yahya dan Dirut PT Pindad Sudirman Said.

    Jonan dipercaya sebagai Menteri Perhubungan, Arif diangkat sebagai Menteri Pariwisata sedangkan Sudirman Said ditunjuk sebagai Menteri ESDM.

    Beberapa pihak menyebut bahwa kesuksesan tiga dirut tersebut tak lepas dari peran mantan Dirut BUMN Dahlan Iskan yang sebelumnya menjadi bos dari ketiganya. Saat ditanya mengenai diangkatnya bekas anak buahnya menjadi menteri, Dahlan mengumbar senyum. “Ya baguslah,” ucap Dahlan singkat usai menghadiri sebuah acara, di XXI Djakarta Theater, Minggu (26/10).

    Menurut pria asal Magetan, Jawa Timur ini, saat menjabat sebagai BUMN di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ia menilai sebenarnya masih banyak dirut yang layak diangkat menjadi menteri. Selain berkinerja baik, hal itu bisa terlihat dari keberhasilan para dirut memimpin dan memajukan perseroan.

    “Tiga orang dirut BUMN yang terpilih menjadi menteri, bagus semua. Tapi masih ada banyak lagi yang bagus. Di antaranya Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), Sofyan Basir (Dirut BRI), Budi Sadikin (Dirut Mandiri), dan RJ Lino (Dirut Pelindo II),” ungkap mantan Dirut PLN ini. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:30 am
  73. http://www.jpnn.com/read/2014/10/22/265202/Dahlan-Iskan-Antar-Pria-Buta-Operasi-di-RS-

    Rabu, 22 Oktober 2014 , 12:22:00
    Dahlan Iskan Antar Pria Buta Operasi di RS

    JAKARTA – Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memulai aktivitasnya Rabu (22/10) dengan kegiatan sosial.

    Pagi tadi pukul 08.00 WIB, ia bergegas menuju ke RS Klinik Nusantara Kemayoran, Jakarta untuk mengantarkan Mawi, yang tak lain adalah ayah kandung supir pribadinya, Sahidin.

    Mawi sudah delapan tahun tidak bisa melihat lantaran penyakit katarak yang dideritanya. Karenanya Dahlan langsung memboyong Mawi berserta istrinya, Mamar, ke Jakarta untuk berobat.

    “Betul ini bapakku lagi dibawa ke RS di Kemayoran oleh Pak Dahlan. Bapakku sejak 2006 tidak bisa melihat. Jadi dari Cianjur kemarin langsung diajak ke Jakarta sama bapak (Dahlan, red),” ungkap Sahidin pada JPNN, Rabu (22/10).

    Saat mengetahui penyakit Mawi, pria asal Magetan, Jawa Timur itu yakin bahwa ayahnya Sahidin itu bisa disembuhkan bila dioperasi.

    Karenanya, saat ini Dahlan membawa Mawi berobat untuk mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan. Untuk biaya, mantan Dirut PLN itu bakal menanggung seluruhnya.

    “Kata Pak Dahlan, “ini mah sakit bisa diobatin ayo ikut saya ke Jakarta dan tadi pagi langsung dibawa ke Rumah Sakit”,” terang Sahidin menirukan Dahlan. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:34 am
  74. http://www.jpnn.com/read/2014/10/21/264871/Putusan-MK-Kuatkan-Posisi-BUMN-

    Selasa, 21 Oktober 2014 , 03:47:00
    Putusan MK Kuatkan Posisi BUMN

    JAKARTA – Dahlan Iskan menyatakan, direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak perlu resah meski Mahkamah Konstitusi menolak judicial review atas Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menurut Menteri BUMN yang baru saja lengser dari jabatannya ini, putusan MK sebetulnya menguatkan posisi BUMN.

    Dahlan menjelaskan, inti dari penolakan atas pengujian undang-undang tersebut adalah untuk menegaskan bahwa instansi penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) punya wewenang mengawasi keuangan perusahaan negara.

    Tetapi dalam putusan itu juga dinyatakan bahwa pengawasan terhadap keuangan perusahaan negara tidak boleh disamakan seperti pengawasan terhadap keuangan kementerian atau lembaga negara.

    ”Pemeriksaan terhadap keuangan BUMN harus berdasarkan judge rule bisnis, bukan judge rule government,” kata Dahlan pada acara perpisahan dengan direksi perusahaan plat merah di Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin (20/10).

    Dia memberi contoh, suatu perusahaan yang bergerak di bidang investasi punya tiga lini bisnis. Satu bisnisnya merugi, sementara dua lini bisnis yang lain untung. Ketika dihitung secara keseluruhan, perusahaan tersebut masih untung.

    ”Tentu rugi yang dialami satu lini bisnis ini tidak bisa dikategorikan kerugian negara,” katanya.

    Dahlan mengakui, putusan MK yang menolak judicial review ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan direksi BUMN. Dikhawatirkan aksi korporasi perusahaan plat merah akan terhambat, karena takut perusahaan rugi sehingga akan dikenai pasal merugikan keuangan negara.

    Di hari-hari menjelang lengser, Dahlan bersama jajaran pimpinan Kementerian BUMN terus melakukan diskusi dan komunikasi intensif dengan MK guna memahami secara tepat putusan yang dikeluarkan MK. Dia pun lega setelah memahami bahwa putusan MK tersebut ternyata baik untuk BUMN.

    ”Tafsiran atas putusan MK ini akan dibagikan kepada direksi BUMN dalam bentuk surat edaran. Dengan begitu BUMN punya pegangan yang tepat dalam mengatur keuangan perusahaan. Karena saya sudah pensiun, nanti Sekretaris Kementerian BUMN yang akan tandatangani,” jelas Dahlan.

    Kepala Biro Hukum Kementerian BUMN Hamra Samal menjelaskan MK telah membuat garis khusus bahwa standar pemeriksaan BUMN berbeda dengan instansi pemerintah.

    Ketika terjadi kejanggalan dalam keuangan negara yang dikelola oleh BUMN, maka kasus tersebut dikembalikan kepada pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

    ”Kalau tindakannya belum ada persetujuan RUPS, bisa langsung dipidanakan. Tapi kalau ada dalam persetujuan RUPS, lalu ada tindakan melanggar maka harus dikembalikan kepada RUPS,” jelasnya. (dri)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:37 am
  75. http://www.jpnn.com/read/2014/10/20/264720/Dahlan-Minta-Direksi-BUMN-tak-Segan-Menyapanya-

    Senin, 20 Oktober 2014 , 09:44:00
    Dahlan Minta Direksi BUMN tak Segan Menyapanya

    Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berfoto bersama dengan Deputi BUMN sebagai kenang-kenangan. Foto: Yessy Artada/JPNN.com

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak banyak memberikan kata sambutan dalam acara perpisahan dengan ratusan direksi BUMN yang digelar pagi tadi, Senin (20/10). Mantan Dirut PLN ini paham bahwa hari ini tujuan utamanya untuk berpamitan pada ratusan direksi bukan untuk menceramahi.

    “Tidak ada yang lebih penting selain saya pamit,” ucap Dahlan di parkiran masjid BUMN yang baru.

    Setelah lepas jabatan dari menteri, pria asal Magetan ini berujar akan lebih banyak menghabiskan waktunya di Surabaya. Meski nantinya tidak menjabat menjadi Menteri BUMN lagi, ia mengingatkan para direksi untuk tak segan menegur bila suatu saat bertemu dengannya.

    “Saya akan lebih banyak di Surabaya, tetapi kalau ketemu saya ditegur ya,” pintanya.

    Ke depan, mantan Ketua PWI Surabaya ini berkeinginan untuk memproduksi dan mengembangkan buah Kaliandra yang nantinya bisa digunakan sebagai alternatif energi pengganti batu bara.

    “Saya bercita-cita tiga tahun ke depan akan menanam buah merah (Kaliandra) terbesar di Indonesia yang diperuntukkan sebagai energi,” tukas Dahlan. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:40 am
  76. http://www.jpnn.com/read/2014/10/18/264399/Dahlan-Sumbangkan-Ribuan-Buku-ke-Sekolah-di-Cianjur-Selatan-

    Sabtu, 18 Oktober 2014 , 17:53:00
    Dahlan Sumbangkan Ribuan Buku ke Sekolah di Cianjur Selatan

    JAKARTA – Jelang berakhirnya Kabinet Indonesia bersatu (KIB) II, Dahlan Iskan sudah mengangkut seluruh barangnya yang sebelumnya tersimpan di ruangan kerja menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lantai 19 Kementerian BUMN. Menurut Dahlan tak ada barang-barang khusus yang harus diboyongnya pulang.

    Barang milik Dahlan yang tersimpan di ruangan kerja menteri BUMN didominasi buku. Ada ribuan buku yang tak dibawa pulang. Sebab, Dahlan menyumbangan buku-buku koleksinya ke sekolah dan madrasah yang membutuhkan.

    Salah satu sekolah yang menerima buku dari Dahlan ada di Cianjur Selatan. Kebetulan, sopir pribadi Dahlan yang bernama Sahidin memang berasal dari Cianjur.

    “Saya tanya ke dia (Sahiding, red), ‘di daerahmu ada sekolahan nggak?’. Kata Sahidin ada. Terus saya tanya lagi, ‘butuh buku-buku nggak?’. Dia bilang butuh, jadi ya sudah saya kasih ke dia. Sudah dikasihkan kemarin,” ujar Dahlan di Jakarta, Sabtu (19/10).

    Ribuan buku koleksi milik Dahlan tersebut berisi berbagai macam topik. Namun, kebanyakan adalah buku-buku agama.

    “Kebanyakan buku soal agama. Makanya saya mau kasihkan ke madrasah,” seru mantan Dirut PLN ini.(chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:43 am
  77. http://www.jpnn.com/read/2014/10/17/264169/Abadikan-Perpisahan,-Dahlan-Ajak-Pasang-Senyum-Tempe-

    Jumat, 17 Oktober 2014 , 13:17:00
    Abadikan Perpisahan, Dahlan Ajak Pasang Senyum Tempe

    Menteri BUMN Dahlan Iskan (baju putih memegang mikrofon) saat acara perpisahan dengan pegawai Kementerian BUMN, Jumat (17/10). Foto: Yessy Astrada/JPNN.Com

    JAKARTA – Perpisahan Dahlan Iskan dengan anak buahnya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digelar hari ini diwarnai keceriaan. Usai memberikan sambutan serta kesan selama tiga tahun menjabat sebagai menteri BUMN, Dahlan mengajak para karyawan serta deputi Kementerian BUMN untuk berfoto bersama.

    Tak lupa, Dahlan mengajak anak buahnya tersenyum sembari mengucapkan kata ‘tempe’ saat dijepret kamera. Tujuannya agar foto yang dihasilkan lebih bagus dan semua terlihat ceria.

    Terlebih, beberapa karyawan BUMN ada yang terlihat berwajah serius saat hendak foto bersama Dahlan. Karenanya untuk mencairkan suasana itu, Dahlan menularkan “senyum tempe” saat diabadikan kamera.

    Dahlan pun cekatan mengambil mikrofon agar aba-abanya terdengar oleh seluruh karyawan yang ikut foto bareng. “Ayo semuanya teriak ‘tempe’ ya, biar bagus nanti hasilnya,” seru Dahlan.

    Sesekali sesi foto bersama ini juga diwarnai dengan candaan. Hal itu terlihat ketika seluruh karyawan BUMN belum kompak menyerukan kata ‘tempe’ saat akan difoto lantaran masih sibuk mencari posisi yang pas. Padahal, Dahlan sudah mengucapkan aba-aba agar semua teriak ‘tempe’.

    “Masa perintah menteri tidak didengar? Ini baru pertama kali begini, perintah menteri nggak didengar saat perpisahan,” ujar Dahlan yang langsung mengundang tawa karyawan BUMN.

    Mendengar candaan Dahlan itu, salah seorang karyawan Kementerian BUMN lantas menimpali dengan celetukan. “Kan sudah habis pak masanya,” sautnya diiringi tawa seluruh karyawan.

    Dahlan tak hanya karyawan Kementerian BUMN untuk foto bareng. Pria asal Magetan ini juga mengajak para wartawan yang hari ini datang meliputnya untuk foto bersama bergaya ‘tempe’. “Ayo teriak ‘tempe’ bareng-bareng,” ajaknya.(chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:46 am
  78. http://www.jpnn.com/read/2014/10/17/264152/Jarang-Beri-Bonus,-Dahlan-Minta-Maaf-

    Jumat, 17 Oktober 2014 , 11:43:00
    Jarang Beri Bonus, Dahlan Minta Maaf

    Dahlan Iskan. Foto: dok/JPNN.com

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta maaf pada seluruh karyawan BUMN bila selama menjabat tiga tahun terakhir ada perilaku atau keputusannya yang kurang berkenan di hati. Pria asal Magetan ini menyadarai dirinya bukan manusia sempurna yang luput dari kesalahan.

    Terlebih, praktis selama menjabat sebagai menteri, Dahlan lebih sering menghabiskan waktunya di luar kementerian untuk memantau langsung ratusan perusahaan pelat merah, maupun mengunjungi perseroan yang berada di pelosok.

    “Saya sering meninggalkan kantor, saya minta maaf,” ucap Dahlan saat menggelar acara perpisahan dengan karyawan BUMN di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/10).

    Mantan Dirut PLN ini juga meminta maaf bila selama menjabat sebagai menteri jarang mengadakan acara untuk para istri karyawan BUMN. Selain untuk menghemat anggaran, Dahlan juga tidak mau membebankan tugas para istri deputi maupun karyawan BUMN dengan adanya pertemuan tersebut. Mengingat, tugas utama seorang istri adalah berada di rumah dan menggurus rumah tangga.

    “Saya juga minta maaf kalau mungkin selama jadi menteri banyak para istri yang tidak happy karena tidak banyak kegiatan untuk ibu-ibu. Istri saya tidak memiliki banyak kegiatan ibu-ibu, karena ibu menteri itu bukan wakil menteri. Tugas ibu menteri itu kegiatan ya di rumah, masak dan sebagainya. Kalau banyak kegiatan nanti juga merepotkan para suaminya, karena kan sumber dananya dari suami,” beber dia.

    Terakhir, pria berkacamata ini meminta maaf bila selama menjabat sebagai menteri, jarang memberikan tunjangan maupun bonus-bonus pada karyawan BUMN, seperti di kementerian ataupun perusahaan lainnya. Karenanya, atas ketidaknyamanan yang ia timbulkan baik sengaja ataupun tidak sengaja, Dahlan menyampaikan permohonan maaf.

    “Saya minta maaf kalau saya jarang ngasih bonus atau bingkisan, biasanya kan ada uang awal puasa, uang pertengahan puasa, atau bingkisan saat mau lebaran, uang imlek yang gitu-gitu. Maaf kalau ada salah-salah, itu kewajiban saya untuk minta maaf,” singkat mantan Ketua PWI Surabaya ini. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:54 am
  79. J/read/2014/10/17/264139/Tiga-Tahun-Jabat-Menteri,-Dahlan:-Saya-tidak-Pernah-Menduduki-Kursi-Menteri-

    Jumat, 17 Oktober 2014 , 10:09:00
    Tiga Tahun Jabat Menteri, Dahlan: Saya tidak Pernah Menduduki Kursi Menteri

    Menteri BUMN Dahlan Iskan didampingi istri, Nafsiah Sabri menceritakan perjalanannya ketika ditunjuk sebagai menteri BUMN tiga tahun lalu di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/10). Foto Yessy Artada/JPNN.com

    JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (17/10) ini menggelar acara perpisahan dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Perpisahan ini digelar khusus untuk karyawan BUMN. Dalam sambutannya Dahlan tak sendiri, ia mengajak istri tercinta, Nafisah Sabri untuk ke depan menemaninya.

    Pria asal Magetan ini menceritakan awal mula perjalanannya meninggalkan Istana menuju Kementerian BUMN setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi menteri.

    “Tiga tahun lalu, saya meninggalkan Istana, saya nyetir menuju kantor BUMN sekaligus membicarakan hubungan menteri sama wamen akan seperti apa,” ungkap Dahlan.

    Meski sudah ditunjuk menjadi menteri, Dahlan mengatakan bahwa ia enggan menjadi menteri bila kerjaannya hanya duduk-duduk di kursi saja setiap hari, pria berkacamata ini lebih suka disebut dirinya sebagai non eksekutif chairman. Karenanya ia meminta Wamen BUMN, Mahmuddin Yasin yang bertindak sebagai menteri dan menduduki kursi yang diperuntukkan untuknya.

    “Nanti saya tidak menempatkan diri sebagai menteri, tetapi Pak Yasin yang menjadi menterinya, karena BUMN ini yang diurus korporasi berbeda dengan kementerian yang lain, makanya saya menempatkan diri sebagai non eksekutif chairman. Selama tiga tahun ini saya memerankan itu dengan tidak menduduki kursi menteri itu, satu kali pun tidak pernah saya,” bebernya.

    “Saya belum bisa menerima kalau rohani saya sebagai pejabat, kalau duduk di sana (kursi menteri) itu rasanya risih, karena saya merasa belum menjadi seorang pejabat,” tandas dia. (chi/jpnn)

    Posted by pemerhati | 31 Oktober 2014, 1:59 am
  80. Hari akan terus berganti pada putaran waktu, demikian juga kehidupan.. harus mengikutinya. Hanya orang kerja…..yang dapat berputar sambil menorehkan sejarah. Abah Dahlan akan terus melahirkan harapan… untuk kebaikan dan kehidupan…. Terima kasih Abah……. dan akan saya ucapkan lagi dimasa yad….

    Posted by Dahlanis - Siborong-borong | 31 Oktober 2014, 7:55 am
  81. meskipun saya sangat sedih abah tidak menjabat lagi namun saya juga senang berarti abah mempunyai waktu lebih untuk mengembangkan sektor renewable energi khususnya hydropower (karena kita sudah bisa membuat sendiri turbin air, generator (PT. Pindad) maupun sistem kontrolnya) …amiiiin

    Posted by Desainas - Hydronesia | 31 Oktober 2014, 9:12 am
  82. mohon maaf, boleh minta info email bapak dahlan iskan?nuhun

    Posted by Desainas - Hydronesia | 31 Oktober 2014, 10:11 am
  83. Apakah Pak DI kena coret stabilo??😦

    Cuma itu satu2nya alasan yg masuk di akalku knp Pak Jokowi tdk memilih Pak DI di kabinetnya…

    Posted by dante | 31 Oktober 2014, 6:49 pm
    • Stabilonya pasti warna emas sehingga bingung mau ditempatkan dimana ???

      Posted by Borneo | 31 Oktober 2014, 11:26 pm
      • Kena stabilo bukan berarti pak DI bermasalah korupsi. Kebijakan beliau yang sering melabrak prosedur birokrasi yg berbelit justru bisa menempatkan beliau pada posisi yg ‘berbahaya’. Salah satu kasus yg berpotensi adl lelang pembangunan pembangkit listrik di Medan.. Pak DI sendiri pernah menuliskan di salah satu edisi MH.

        Posted by Dante | 20 November 2014, 9:38 pm
  84. akhirnya keluar juga tulisan ini
    slogan kerja kerja kerja , di copy juga
    yg penting positif lahh
    semangat abah

    Posted by sewa mobil di bali | 1 November 2014, 6:44 am
  85. dang adong halak batak di kabinet…bohanamai ate…asini rohai…

    Posted by arios | 2 November 2014, 12:07 am
  86. alhamdulillah, akhirnya sang ” Man-Hope” muncul kembali. Terimakasih Pak Dahlan, kami akan dukung sepak terjangmu, saya juga sangat yakin gerakan Siciopreneur Pak Dahlan pasti akan terasa manfaatnya. dulu saya sangat mengidolakan Bung Karno, karena saya menganggap beliau adalah tokoh terhebat bangsa Indonesia bahkan berkelas internasional, tapi sekarang saya menyadari bahwa Pak Dahlan Jauh lebih baik (pengetahuan, cara berpikir, bersikap, menjaga hubungan, cara berkonfrontasi dan hasil karya yg nyata), tapi unutk suara n berpidato saya merasa bung karno masih lebih baik, hehee,,,,,,,,,,,,,Pak Dahlan Iskan adalah manusia terbaik sepanjang masa dalam hidup saya ( dalam segala segi)

    Posted by wawan iswandi | 2 November 2014, 2:34 am
  87. mantap tulisannya pak dis

    Posted by perolehan aset tetap | 2 November 2014, 9:39 am
  88. Ya, yang bekerja selamat bekerja, semoga bisa lebih baik, aamiin.

    Posted by Dini | 3 November 2014, 6:24 am
  89. Pagi pak Dahlan,

    Sekarang apa yang menjadi FOKUS bapak…?

    Posted by Haryono | 3 November 2014, 8:59 am
  90. Ciluuuk ba…!!Kok nggak ada Manufacturing Hope-nya?

    Posted by ernald | 4 November 2014, 12:08 pm
  91. Assalamu’alaikum pak DIS…..Indonesia Hope-nya mana?……..:'(

    Posted by Mimosa Priadi | 5 November 2014, 12:41 am
  92. hanya satu saya pengen komentar…
    semua badan usaha milik negara…klo di jawa dan sekitarnya sudah sangat baik dalam sisi manajemen dan bahkan sangat stabil…

    namun sangat disayangkan diluar jawa sangatlah berbeda sekali…
    contohnya saya yang tinggal di sulawesi utara…dimulai yang standart saja. PLN…padahal Listrik jaman sekarang ini sudah merupakan energi utama yang tak tergantikan. Namun dari sisi kualitas di daerah saya, sangat tidak baik manajemennya sehingga publik mendapatkan pelayanan yang sangat tidak baik. Contoh kecil listrik sering padam. hari ini saya mengetik komentar ini sudah terjadi pemadaman 5x hingga malam ini pun sudah 5 jam belum dinyalakan. Saya hanya dapat info dari call center bahwa sedang penggurangan beban katanya. Memang sih di Sulawesi Utara suda sering terjadi pemadaman. Minimal satu minggu ada 3x dan tidak hanya di kota kecil Bitung, Tomohon bahkan kota Manado pun sering. Ini sangat menganggu aktifitas secara pribadi. Pada saat mau kerja tidak bisa kerja karena listrik padam, pada saat istirahat, tidak bisa istirahat karena butuh listrik buat AC. Kadang juga, listrik yang diberikan tidak sampai pada tegangan yang sewajarnya.

    Sekarang yang kedua, PERTAMINA sering terjadi kelangkaan BBM. dari solar hingga premium padahal, saya pernah tinggal di Surabaya selama 10 tahun dan tidak pernah sekalipun mengalami kelangkaan BBM. Solar lah yang paling sering langka, hampir setiap hari. Terlambat mengisi solar pada sore hari tidak akan mendapat solar lagi sampai besok pagi. Bisa dibayangkan apabila di daerah kami sangat lambat pertumbuhannya, kendaraan kendaraan besar yang membutuhkan solar pun harus berhenti satu hari nuntuk bekerja karena BBM tidak ada. Dan masih banyak lagi Perusahaan negara lainnya yg buruk sekali pelayanannya.(Telkom, Telkomsel,dll) sangat sangatlah buruk di dalam negeri yang profitnya sangat besar ini.

    Dari contoh di atas, dampak tersendat sendatnya Sumber daya yang semestinya paling vital untuk pembangunan di daerah daerah malah di tangani secara tidak serius sangat salah menurut saya pribadi. Jadi menurut saya apabila Indonesia ingin maju. Mulailah membetulkan dari faktor perusahaan negara yang mengurus energi utama dari sisi dalam terutama di daerah Indonesia timur yang sangat buruk.

    Posted by Andi Theys | 5 November 2014, 2:19 am
  93. Abah DI sekarang ini fokus jadi petani kaliandra ya? Ko tidak lagi menulis?

    Posted by Pengagum DI | 5 November 2014, 5:35 am
  94. Artikelnya menarik, jangan lupa berkunjung ke http://moblog.esy.es
    ada berita, artikel dan lain-lain

    Posted by Naufal | 5 November 2014, 6:35 am
  95. Kembali masuk era HOPELESS….. welcome hopeless…. males liat brita ttg kabinet skrg… gak ada yg menarik… adanya niru2 gaya abah… semakin sakit hati ak….

    Posted by gusdurian | 5 November 2014, 10:24 am
  96. Bagaimana kalo Rini Sumarmo suruh terusin nulis Manufacturing Hope ??? iso tah ??!!!

    Posted by Wonokairun | 5 November 2014, 11:11 am
    • Kangen tulisan abah, menteri2 sekarang sibuk blusukan tapi ga jelas plan/roadmapnya apa yang bisa kita monitor😦

      Blusukan abah lain, tidak hanya untuk menemukan masalah tp selalu menelorkan solusi, roadmap untuk dikerjakan dan cara monitoring dst …

      Posted by bowo | 6 November 2014, 11:02 am
  97. Hari senin terasa hambar tanpa membaca tulisan abah DI, apa kabar Bah?

    Posted by Daryono | 6 November 2014, 12:33 pm
  98. ayo pak… nulis lagi doooongnnngggg…..

    Posted by DARTO SALIM | 6 November 2014, 6:41 pm
  99. Ya Ampun mana nih tulisannya Pak DI yang bergizi? RIP MH sedih…

    Posted by imtaza.com | 8 November 2014, 7:31 pm
  100. senin yang galau…ga da lagi MH yg bikin kangen n semangat.abah bikin kolom di JP dong…

    Posted by muh mundir | 10 November 2014, 9:22 am
  101. nulis tentang hari pahlawan kekkkk…

    Posted by Rahmat | 10 November 2014, 1:49 pm
  102. Desperately seeking abah.

    Posted by rovy | 11 November 2014, 5:50 am
  103. Ayo Abah tulisan reportase perjalanan ke lombok,Bima,Dompu dan Sumbawa Besar

    Posted by Asniah | 11 November 2014, 7:16 am
  104. tiap pagi nyampe tempat krj lgsg buka laptop. cari mh. hasilny nol…. hiks…. sakaw rasany. please abah…. suram rasanya hari…..

    Posted by tonybastian | 11 November 2014, 12:28 pm
  105. Saya sedih abah ga msk dlm Kabinet..saya tau abah masih mau bekerja dan terus bekerja dengan tulus untuk kemajuan negeri indonesia ini..saya sedikit membaca dr tulisan yang abah buat adanya kekecewaan ats tdk terpilihnya abah kedalam kabinet jokowi. padahal yg sya tau abah itu sangat berjasa ats terpilihnya jokowi menjadi presiden karena semua pendukung abah mendukung jokowi. jujur sekali saya masih sangat sangat sangat sekali berharap abah masih diberikan kesempatan untuk menjadi menteri di kabinet yang baru ini dan berjuang bersama menteri2 yang baru sekarang ini demi menuju indonesia yang makmur dan disegani oleh dunia internasional..hidup ABAH!!!

    Posted by Aulia Hafizar Essad | 13 November 2014, 11:16 am
  106. kangen tulisan DI …

    Posted by h@nif | 14 November 2014, 8:13 am
  107. sedih juga kalo pak DI tak lagi menulis, mungkin juga karena kesibukan beliau. Mungkin juga di usia yang mulai tidak muda lagi ini, beliau ingin lebih fokus untuk membantu sesama (“tanpa ada tanda jasa”) yang tidak menjabat sebagai orang pemerintahan. Kalau dilihat dari komitmen beliau yang dulu, yaitu ingin mengabdikan kehidupan yang ke II ini untuk membantu sesama..
    kita tunggu tulisan2nya pak DI, untuk memotivasi kita, untuk kebaikan kinerja kita dan yang terpenting untuk bangsa kita…

    Posted by bareboy | 14 November 2014, 1:10 pm
  108. senin yg hambar (lagi) ….

    Posted by muh mundir | 17 November 2014, 7:35 am
  109. Ternyata Dahlan Iskan hanyalah seorang Bajingan.
    Setelah sekian lama Ia merayuku dengan tulisan yang indah
    Setelah Ia merampok hatiku ..
    Sekarang Ia pergi tanpa kata
    Sekarang hari -hariku dipenuhi rindu padamu ..Tuan..
    Aku tau Engkau sedang dalam perang
    Dan mungkin sedang bersimbah luka
    Tapi berilah aku sedikit berita ..Tuan..
    Jangan tularkan lukamu padaku
    Karena aku belum sekuat dirimu
    Aku butuh semangat juang
    Yang dulu setiap senin Engkau lantunkan.
    Aku rindu padamu Tuan..
    Rindu yang akan melukai hatiku.
    Semoga Engkau sehat walafiat
    Dan mau menulis sepatah dua patah kata
    Mengobati kerinduan ini.
    Salam kerja..kerja..kerja..

    Posted by Borneo | 17 November 2014, 8:27 am
  110. Kemana saya harus mencari tulisan-tulisan pak DIS?…..:'(

    Posted by Mimosa Priadi | 17 November 2014, 9:28 am
  111. Karena sudah tidak ada lagi tulisan manufacturing hope, blog ini ditutup saja …..

    Posted by Wonokairun | 17 November 2014, 10:12 am
  112. Masih menunggu…
    tulisan terbaru

    Posted by Winda S-v | 18 November 2014, 2:04 pm
  113. Semoga minggu depan ada lagi Harapan ku….! Salam kangen Pak DI.

    Posted by wahid | 20 November 2014, 10:37 pm
  114. ha..ha.. hahaha .. hauhauhau… hancur sudah kau.. a hahahaha….

    Posted by bleubebeh | 21 November 2014, 9:23 am
  115. PAK DAHLAN,
    PLN DI SAMARINDA SUDAH MULAI KAMBUH LAGI SAKITNYA…
    TIAP HARI ADA PEMADAMAN LISTRIK…
    KAMI YANG PUNYA USAHA WARNET JADI BINGUNG NGADU KEMANA….
    TOLONG PAK DAHLAN…

    Posted by Dwi | 21 November 2014, 2:29 pm
  116. siap pak…. kerja kerja kerja

    Posted by mawar | 22 November 2014, 1:54 am
  117. Pak Dis
    kenapa sejak bapak tidak dikabinet kok tdk muncul lagi catatan bapak yang baru
    semoga bapak selalu dalam lindungan ALLAH SWT, kami tunggu tulisan bapak… manufacturing hope…

    Posted by ABAZ | 22 November 2014, 9:03 am
  118. masih menunggu,,,,,,,semangat menanti tulisan pak Dahlan…

    Posted by heru salatiga | 24 November 2014, 7:42 am
  119. mantap abah… moga sehat selalu cafe kursi

    Posted by kursi cafe | 26 November 2014, 4:51 pm
  120. mana tulisan terbaru abah, kq ga muncul2 ya….

    Posted by ms yatno | 27 November 2014, 8:22 am
  121. knpa pak bos ga nulis lg?ditunggu..

    Posted by edy | 28 November 2014, 4:46 am
  122. still waiting MH edisi 151

    Posted by iChal Zen | 1 Desember 2014, 5:21 am
  123. mas azrul…abah kon nulis maneh to…

    Posted by muh mundir | 1 Desember 2014, 8:41 am
  124. Setidaknya sebelum sampai 100 hari masa pemerintahan pak Jokowi tidak akan ada tulisan abah. Kerja masih baru dimulai, belum kelihatan apa-apa selain kebisingan di media.

    Celakanya media/sosmed yang disorot hanya kehebohannya, bukan roadmap dari para menteri yang terukur/bisa diukur.

    Posted by bowo | 1 Desember 2014, 9:02 am
  125. lha memang tulisan ini hanya pencitraan saja kok… klo sduah tidak perlu pencitraan yo wis ra perlu nulis…

    Posted by genggong | 9 Desember 2014, 3:13 pm
  126. kangen tulisan Abah……

    Posted by Rika | 10 Desember 2014, 11:24 am
  127. Makin nyata aja prediksi p DI ttg mobil listrik, akankah kita jadi obyek “mereka” lagi nantinya? :

    Australia Tambah Jaringan Pengisian Baterai Mobil Listrik
    Penulis: Febri Ardani Saragih | Kompas On-Line , Kamis, 11 Desember 2014 | 12:50 WIB

    Melbourne, KompasOtomotif – Australia bakal punya jaringan pengisian ulang baterai mobil listrik lebih banyak seiring dengan ekspansi masif merek Tesla Model S. Rencananya, jaringan stasiun pengisian listrik super cepat (stasiun supercharger) akan disebar di Melbourne, Canberra, Sydney, dan Brisbane mulai akhir 2016.

    Saat ini Australia hanya punya dua fasilitas itu di Sydney. Satu terletak di kawasan perbelanjaan St Leonards yang punya lima jalur pengisian dan The Star casino di pelabuhan Darling dengan empat jalur pengisian.

    Keinginan Tesla diumumkan saat peluncuran resmi Model S. Nantinya setiap stasiun memungkinkan pengemudi Model S mengisi ulang tenaga mobil dengan cepat dan gratis. Tesla mengklaim stasiun Supercharger mampu mengisi baterai hingga setengah kapasitas hanya dalam 20 menit, lalu mencapai 80 persen dalam 40 menit, dan penuh sekitar 75 menit.

    Tesla ingin membuat jarak antara stasiun Supercharger paling jauh 200 km. Dengan begitu, pemilik Model S atau pun unit Tesla lainnya bisa menempuh perjalanan jarak jauh.

    Namun media otomotif asal Australia Car Advice menyatakan, dari hasil ulasan mereka ketika mengendarai Model S dari Seattle ke Los Angeles, stasiun Supercharger belum mendukung perjalanan jarak jauh, atau masih kalah efektif dibanding perjalanan yang sama menggunakan mobil bermesin bensin atau diesel.

    Editor : Donny Apriliananda

    Posted by Burhan | 11 Desember 2014, 1:31 pm
  128. Pak DIS, mana lagi tulisannya? Semoga sehat ya Pak. Walaupun kecewa Bapak tidak masuk kabinet, tapi jagoan lain saya pada masuk, Pak. Bu Susi P., Mas Anies B, dan menag Lukman Hakim S. Setiap ada orang bilang kerja, kerja, kerja, saya selalu ingat Bapak. Salam

    Posted by Penggemar kerja | 12 Desember 2014, 3:23 pm
  129. Sebenarnya pada saat Pak DIS mencanangkan mobil listrik, kita sudah tertinggal. Jadi bukan prediksi2an, tapi fakta. Semangat Pak DIS adalah agar kita mampu memproduksi sendiri, dan kita pakai sendiri.

    Posted by Penggemar kerja | 12 Desember 2014, 3:36 pm
  130. Iya mas, tapi sayang nya pemerintah kita nggak (belum kali ya) melihat ini sbg proyek yg mesti kita mulai sekarang

    Posted by Burhan | 12 Desember 2014, 5:40 pm
  131. wah ko tidak ada tulisan terbaru lagi…..

    Posted by AntenaTV Bagus Wajanbolic | 26 Desember 2014, 5:15 pm
  132. ayo mana itu para penjilat atau para cecunguk ?
    dahlan iskan juga kemane ente ?
    yang gentle dong ?
    hebat itu bukan pada saat berkuasa saja, lebih hebat lagi pada saat tidak berkuasa tetap tegar dan konsisten memberi masukan positif ataupun kritik pedas (boleh juga sekali kali memberi keripik pedas) hahahaaa…
    tetapi yang paling ‘DODOL’ sih…tetap saja para penjilat atau para cecunguk yang dulu sering asal kasih komen dan tidak sekalipun pernah mengkritisi tulisan dahlan iskan (itupun kalau benar dahlan iskan yang nulis)…

    dasar manusia KARDUS !

    Posted by cekricek | 28 Desember 2014, 4:55 pm
  133. we hope there is NEW HOPE

    Posted by G.Hariyanto | 5 Januari 2015, 8:52 am
  134. New Hope tidak sabar menunggunya

    Posted by Nur Muhis | 5 Januari 2015, 3:29 pm
  135. well come back,new hope…

    Posted by muh mundir | 6 Januari 2015, 10:36 am
  136. Sedih dan sangat kecewa, mendengar berita TV hari ini Jumat 05-06-2015, bahwa Pak DI ditetapkan sebagai tersangka salah satu kasus korupsi, mungkinkah Pak DI yg dulu dipuja akan segera dimaki maki….

    Posted by ariq firdausi | 5 Juni 2015, 10:53 pm
  137. Semoga bapak Dahlan Iskan tetap sabar dan menghormati proses hukum yang sedang menderanya.

    Posted by saifur | 8 Juni 2015, 10:10 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: