>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Kembali Hidup, Jangan Sampai Mati Lagi

Senin, 08 September 2014
Manufacturing Hope 143

“Lihat mata ikan ini, Pak: warnanya putih!” ujar awak kapal itu sebelum menjatuhkan ikan beku sebesar bayi tersebut ke meja di depan saya. “Ini pertanda pembekuannya sempurna,” tambahnya.

Dia menjatuhkan ikan itu dari ketinggian yang cukup untuk menguji tanda kesempurnaan berikutnya: benturan ikan dengan meja tersebut menimbulkan suara “cling” yang keras. Setelah dibekukan sampai -60 derajat Celsius, ikan itu memang keras sekali. Tidak usah khawatir turun kualitasnya, apalagi membusuk.

Nelayan di Bacan, satu pulau di Maluku Utara, menonton adegan tersebut dengan antusias. Itulah untuk pertama kalinya BUMN menempatkan kapal ikan di sana. Kapal ikan modern yang dilengkapi cold storage minus 60 derajat dengan kapasitas 150 ton.

Jumat minggu lalu, setelah ke Aceh Timur dan Arun, saya memang keliling ke Ternate, Pulau Bacan, dan ke Buli, ibu kota Halmahera Timur. Inilah kunjungan untuk menyaksikan hidupnya kembali usaha perikanan BUMN di “ibu kota ikan” Indonesia itu.

BUMN pernah punya pusat perikanan di Bacan, tapi sudah lama sekali mati. Namanya PT Usaha Mina. Dia ibarat kucing yang mati di pasar ikan.

Lokasi almarhum tersebut masih ada: 5 hektare. Ditumbuhi semak. Bangunannya masih ada: kusam dan berantakan. Tulisan PT Usaha Mina masih terbaca: samar-samar. Artinya, dia sudah mati, tapi mayatnya masih utuh.

Upacara besar untuk menandai hidupnya kembali si almarhum dilakukan di Bacan. Gubernur baru Maluku Utara yang juga seorang ulama terkemuka Abdul Gani Kasuba ikut hadir. Beliau datang dari Ternate dengan speedboat yang mengarungi laut selama tiga jam. Bupati setempat yang juga ulama dan seorang doktor sastra Arab lulusan Islamabad, Pakistan, tampak selalu tersenyum.

Ini memang hari istimewa: BUMN perikanan hadir kembali di Bacan. Namanya: PT Perikanan Nusantara (Perinus). Kehadiran Perinus di kuburan PT Usaha Mina itu ditandai dengan beroperasinya pabrik es baru dan beroperasinya kapal ikan yang dilengkapi cold storage 150 ton tadi.

Gubernur dan bupati ini kebetulan memang kakak beradik. Dua-duanya lulusan Pesantren Al Khairat Bacan. Karena itu, keduanya ingat betul kejayaan Usaha Mina di Bacan sampai kematiannya yang diratapi seluruh penduduk Bacan.

“Pernah kami mencoba membantu menghidupkannya. Kami bantu dengan APBD Rp 5 miliar, tapi mati lagi,” ujar Bupati Muhammad Kasuba yang sekarang sudah menjalani periode kedua di tahun keempat masa jabatannya.

Kepada ribuan masyarakat yang hadir di upacara itu, saya minta maaf: baru sekarang bisa menghidupkan kembali BUMN perikanan di Bacan. PT Perinus memang baru saja sehat kembali setelah bertahun-tahun seperti dalam keadaan pingsan.

Waktu saya diangkat sebagai menteri tiga tahun lalu, Perinus secara teknis sudah bangkrut. Utangnya dan akumulasi kerugiannya lebih besar daripada asetnya. Maka, saya minta direksi Perinus segera mengurangi utang dan menyelesaikan akumulasi kerugian dengan melakukan kuasi reorganisasi.

Direksi Perinus lantas bekerja keras dan membersihkan semua unit usahanya dari tikus-tikus berkaki dua. Abdussalam Konstituanto, Dirut Perinus yang baru, mulai menghidupkan unit usaha perikanan yang sudah mati di Bitung (Sulut). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Ambon. Berhasil. Menghidupkan yang di Benoa (Bali). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Sorong (Papua Barat). Juga berhasil.

Maka, kalau baru sekarang bisa menghidupkan yang di Bacan, memang Perinus tidak bisa melakukan semua itu sekaligus. Ibarat orang yang baru keluar dari opname di rumah sakit, Perinus tidak bisa langsung disuruh lari ke Bacan. Nanti jatuh lagi.

Dia juga belum bisa dibebani benda yang berat di pundaknya. Nanti opname lagi. Apalagi, dia harus menanggung sendiri semua biaya penyehatan itu tanpa dana APBN.

Selama berada di Bacan, semula saya ingin bermalam di kapal ikan yang baru. Ini karena semua hotel penuh: ada pemilihan ulang anggota DPR di seluruh TPS di sana. Ketika kita semua sudah lupa pemilu, di sana masih ada pileg untuk menentukan siapa-siapa tiga anggota DPR yang mewakili Maluku Utara nanti. PDIP sudah pasti dapat satu kursi. Golkar juga dapat satu kursi. Pileg ulangan ini menentukan untuk siapa sisa satu kursi lagi: PKS atau PAN.

Malam itu gelombang sangat besar. Saya batalkan tidur di kapal. “Pak Dahlan, pemda punya guest house. Tolong jangan di kapal,” pinta Pak Bupati setelah menjamu kami makan malam dengan menu ikan bakar yang betul-betul fresh from the sea. Ditambah makanan pokok setempat: papeda (bubur sagu), singkong rebus, dan pisang mulubebe sebagai pengganti nasi.

Pagi-pagi, setelah senam masal Dahlan Style dan peresmian Senam Nusantara (senam resmi Maluku Utara), saya pun ke Buli, ibu kota Halmahera Timur. Semula saya hanya ingin meninjau investasi PT Antam sebesar Rp 25 triliun di sini. Tapi, Bupati Halmahera Timur Drs H Rudi Irawan, yang ikut menyambut saya, curhat soal perikanan juga.

Maka, kami buatlah rencana baru: perikanan koridor Halmahera Timur-Sorong. Jarak dua wilayah ini tidak jauh. Hanya dipisahkan Kabupaten Raja Ampat. Seorang manajer Perinus langsung tidak boleh pulang hari itu. Untuk merumuskan model bisnis perikanan koridor baru Sorong-Halmahera Timur.

Hiduplah Perikanan Nusantara. Tentu jangan sampai mati lagi.(*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

34 thoughts on “Kembali Hidup, Jangan Sampai Mati Lagi

  1. salam

    Posted by MChoir | 8 September 2014, 1:24 pm
  2. jangan sampe hidup kembali tapi tak berarti karena rugi.. seperti garuda

    Posted by Setyo | 8 September 2014, 1:24 pm
  3. Oh, kemana teman – teman yg sering memberi komentar? Apa karena DI tdk jadi Presiden? Sayang kalau itu cara kita melihat DI krn sesungguhnya dia sama berartinya dng seorang Presiden, beda jalan saja. Bacalah sekali lagi semua seri MH. Kenyataan baru di lingkungan BUMN kita yg memberi optimisme akan masa depan. Tidakkah harapan ini yg habis di Negri ini?

    “Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.

    Aku tdk tahu apakah nanti DI masih di pemerintahan atau tidak. itu tdk penting, karena dimanapun DI berada, sepanjang hayatnya akan membuat kenyataan – kenyataan baru yg sangat bermanfaat bagi negri ini. DI, adalah anak manusia yg terus berkembang.

    Posted by Tarsono Jati | 8 September 2014, 1:44 pm
  4. Teng pundi konco – konco niki, kok pun mboten wonten kabaripun ??? I love DI

    Posted by kang chip's | 8 September 2014, 2:09 pm
  5. membangun negeri ini memang perlu stamina dan kesabaran.Ayo kawan jangan patah semangat.Sebagai manusia biasa Pak DI memerlukan dukungan kita bersama.Menyongsong ahir tugas beliau tetap antusias dan setia menyemai manufacturing hope.Terima kasih atas infonya yang segar,inspiratif yang selalu saya tunggu setiap hari senen.Semoga Allah tetap memberi kesehatan dan panjang umur,amin

    Posted by suroso | 8 September 2014, 2:28 pm
  6. Mendukung 100% Abah Dahlan Iskan

    Posted by Djoko Sawolo | 8 September 2014, 6:35 pm
  7. Semoga di sisa waktu periode ini, masih BANYAAAK yang bisa dilakukan Abah untuk negeri ini.
    YOK KITA DOAKAN agar Abah bisa dipercaya jadi Menteri lagi…untuk membangun negeri
    Potensi, keikhlasan, inovasi dan pengabdian Abah terlalu sayang kalau untuk pribadi…

    Salam ACI (Aku Cinta Indonesia). GBU all

    Posted by wning | 8 September 2014, 7:47 pm
  8. Pak DI, tolong dong RNI, mengapa semakin merugi dari tahun ke tahun…. pergantian pimpinan bukan membawa perbaikan justru menambah keterpurukan. mohon bapak cek kondisi rill lapangan tidak hanya berdasarkan laporan yang dibuat2…. sekarang jamannya cari muka sehingga bapak bisa terkecoh… lihat saja project atau ide2 baru di RNI, apakah menghasilkan profit? atau justru sebaliknya….. sangat memprihatinkan kondisi karyawan akar rumput, kalo karyawan organik sih tetap tenang krn bisa dapat tambahan dari project2 yg merugi itu… Please di Cek Pak DI

    Posted by Wahyu | 8 September 2014, 11:01 pm
  9. Masak sih negara yang 2/3 wilayahnya air industri perikanannya MATI. Saya dukung Pak,

    Posted by Karyawan Sejati | 9 September 2014, 7:45 am
  10. jayalah indonesiaku……jayalah hasil lautku…..maju terus pak…pantang mundur….

    Posted by hardi | 9 September 2014, 12:06 pm
  11. Adminnya kesiangan posting MH sih. Semua sudah pada berangkat kerja hari senin. Jadi komentarnya jadi tambah minim. Dulu tiap MH koment bisa sampai 300. Mungkin karena semakin banyak yg posing MH…

    Posted by Wonokairun | 9 September 2014, 1:17 pm
  12. hiduplah indonesia raya… jreng jreng.. jreng jreng!!!!

    Posted by Sony | 9 September 2014, 4:37 pm
  13. Tetap setia mengikuti 143 mh🙂

    Posted by ibenk | 9 September 2014, 8:15 pm
  14. Dengan kembalinya bumn mayat menjadi hidup, smg menjadi penopang ekonomi indonesia timur

    Posted by rental mobil di bali | 10 September 2014, 8:05 am
  15. Senang ada bahasan masalah perikanan laut. Seharusnya ada kurikulum tentang kelautan di pendidikan kita mulai SMA, terutama untuk daerah2 yang mempunyai wilayah laut

    Posted by cukupaja | 10 September 2014, 1:02 pm
  16. Mantap lankutkan DI,semoga sukses selalu.

    Posted by toga | 10 September 2014, 1:23 pm
  17. Pengawetan ikan selama melaut merupakan salah satu problem nelayan tradisional, Pak. Jika menggunakan kapal dengan cold storage (milik negara lain) biaya sewanya mahal, dan harus setor hasil ikan juga. Semoga kapal dengan cold storage milik kita sendiri ini bisa diperbanyak ya, Pak. Jadi para nelayan tradisional bisa terbantu. Semoga sukses. Salam.

    Posted by annisapriyono | 11 September 2014, 11:11 am
  18. Reblogged this on A Journey and commented:
    Jadi makin semangat mengembangkan teknologi nanokitosan buat pengawet ikan. Biar hasilnya bisa dipake untuk membantu nelayan tradisional, jadi nggak perlu nunggu bantuan kapal dengan cold storage dari pemerintah🙂 Kamu bisa jadi poros negara maritim dunia, wahai Indonesia tercinta. I love you!

    Posted by annisapriyono | 11 September 2014, 11:16 am
  19. mantap… indonesia negara maritim

    Posted by tiban jaya rotan | 11 September 2014, 6:58 pm
  20. serial MH pak DI tinggal menghitung hari hiks

    Posted by fia | 14 September 2014, 7:32 pm
  21. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan pembangunan bandara baru dalam proyek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Bandara baru ini merupakan penunjang Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng.
    baca selengkapnya di http://bit.do/utm-weather-station

    Posted by taufiq | 15 September 2014, 2:03 pm
  22. Sekilas tentang kuasi reorganisasi di ambil dari http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/selamatkan-perusahaan-dengan-kuasi-reorganisasi

    Kuasi-reorganisasi (quasi reorganisation) dibedakan dengan true-reorganisation, atau yang lazim disebut corporate restructuring, dalam hal keberadaan arus dana secara nyata. Dalam true-reorganisation ada kemungkinan untuk mengubah kewajiban menjadi ekuitas, mengubah tanggal jatuh tempo dan tingkat bunga kewajiban, mengurangi tunggakan bunga atau menunda pembayarannya, mengubah golongan saham, atau menyuntikkan dana segar dalam wujud modal saham dan atau kewajiban.

    Dalam kuasi-reorganisasi, arus dana yang nyata seperti itu tidak ada; yang ada adalah penilaian kembali seluruh aktiva dan kewajiban pada nilai wajarnya dan penghapusan defisit ke tambahan modal disetor dan modal saham. Karena itu, reorganisasi semacam ini disebut kuasi-reorganisasi atau reorganisasi semu. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan defisit dan menampilkan aktiva dan kewajiban pada nilai sekarang.

    Penilaian kembali aktiva bisa diilustrasikan sebagai berikut. Misalnya perusahaan PT X membeli aset berupa 1 hektare tanah lima tahun lalu, dengan nilai perolehan Rp1 miliar. Dalam pembukuan, nilai aktiva berupa tanah tadi dicatat sesuai nilai perolehan yakni Rp1 miliar. Padahal jika dinilai berdasarkan harga saat ini, nilai tanah tadi seharusnya sudah menjadi Rp5 miliar.

    Nah, dengan melakukan penilaian kembali terhadap aktiva berdasarkan nilai sekarang, tampak terjadi perbedaan nilai aktiva yang sangat material. Kita tahu bahwa aset sebuah perusahaan tidak hanya terdiri atas satu jenis, tetapi variasi cukup banyak, sehingga bisa dipahami bahwa dengan melakukan kuasi reorganisasi mampu menyulap performa sebuah perusahaan dari yang tampak lusuh menjadi berkilau.

    Posted by sidamar | 15 September 2014, 9:26 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: