>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Mesin Harapan Petani Made in Mlilir

Senin, 19 Mei 2014
Manufacturing Hope 128

Saya sampai harus belajar dari buaya. Itu kata Agus Zamroni, pengusaha kecil dari Desa Mlilir, Ponorogo. Dia seorang sarjana hukum. Bukan sarjana teknik. Juga bukan sarjana pertanian. Tapi, kegigihannya menciptakan mesin pemanen padi tidak ada duanya.

Sebagai orang desa, Agus hidup dari pertanian. Khususnya padi. Sebagai petani besar, Agus merasakan sulitnya mencari tenaga untuk panen. Kian tahun kian sangat sulitnya. Kesulitan yang sama sebenarnya juga dialami petani tebu: kian sulit cari tenaga penebang tebu.

Sebagai generasi muda, Agus terus mempelajari mesin-mesin panen buatan Jepang dan Tiongkok. “Masak bikin begini saja tidak bisa,” pikirnya.

Agus terus mencoba dan mencoba. Saya menyemangatinya dengan iming-iming bahwa mesinnya itu, kalau sudah jadi, akan dibeli BUMN. Saya yakin dia sangat serius. Usaha taninya serius.

Usahanya sebagai penyalur pupuk juga serius. Orang yang sudah membuktikan bisa serius dalam menangani satu bidang juga akan serius di bidang berikutnya. Karena itu, saya percaya dia tidak main-main.

Dan ternyata benar. Agus berhasil. Lahirlah mesin panen generasi pertama. Dia beri merek Zaaga (diambil dari namanya).

Mesin itu benar-benar bisa digunakan. Tentu masih banyak kekurangan. Masih banyak gabah yang berceceran di luar karung penampung.

Tapi, Agus tidak menyerah. Penyempurnaan terus dilakukan. Saya terus menjanjikan bahwa BUMN akan membeli hasilnya. Lahirlah generasi kedua. Sudah bisa dibilang sangat baik. BUMN membelinya. Dihadiahkan kepada kelompok tani.

Hasilnya bagus. Banyak yang tertarik. Agus sendiri kian percaya diri. Agus berani mengundang saya untuk melihat penggunaan mesin Zaaga generasi kedua itu.

Maka, pada musim panen yang lalu saya memenuhi permintaannya untuk pergi ke Mlilir. Saya berdebar-debar. Ngeri-ngeri sedap, istilah politisinya. Benarkah mesin panen ciptaan anak bangsa itu bisa berfungsi di lapangan.

Ternyata benar-benar berhasil!

Tentu saya sangat senang. Kelompok-kelompok tani juga mulai percaya. Mesin itu terjual laris. Sehari Agus bisa memproduksi dua unit. Luar biasa. Pabriknya yang berada di Mlilir menjadi sangat sibuk.

Sampailah pada suatu pagi yang mengagetkan Agus kedatangan tamu yang membawa beking. Tamu itu marah-marah berat. Agus akan dihajar. Agus dianggap menipu. Mesin panen itu, katanya, tidak bisa digunakan.

Setelah terjadi dialog, diketahuilah bahwa panen itu dilakukan di sawah yang berlumpur dalam. Mesinnya tidak bisa jalan. Rodanya ambles.

Agus merasa kiamat. Setiap menceritakan itu, Agus berlinang air mata. Dia merasa terpukul. Dia sanggupi mengganti uang sang tamu.

Tapi, kegalauannya bukan di soal ganti rugi. Melainkan di kegagalannya itu sendiri. Saat berlinang air mata itulah pikirannya tiba-tiba melayang ke buaya. Kok tangan buaya tidak tenggelam saat merayap di medan berlumpur.

Agus lantas pergi ke berbagai tempat yang ada buayanya. Dia amati. Sebagai orang yang bukan berlatar teknik mesin (tapi dia pernah kursus teknik di bengkel Mercedes-Benz), Agus mendapat ide dari buaya itu.

Maka, dia rancang roda yang berbeda. Yang jarak antargigi lebih lebar. Berhasil. Inilah mesin panen generasi ketiga made in Mlilir.

Minggu lalu saya pergi ke sana lagi. Melihat pabriknya. Juga melihat roda untuk Zaaga generasi baru itu. Teknologi panen sudah bisa dikuasai anak negeri sendiri. Tentu saya juga berharap produsen lainnya, seperti Futata, terus mengembangkan diri.

Saya masih titip satu misi lagi untuk Agus: ciptakan mesin tanam padi. Pesan yang sama juga saya sampaikan saat berdialog dengan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang Sabtu lalu.

“Siapa yang berkeinginan menciptakan mesin tanam?” tanya saya di depan sekitar seribu mahasiswa.

Mesin tanam sangat penting karena saat ini mencari buruh tanam juga amat sulit. Jadwal tanam bisa mundur sampai satu minggu gara-gara belum mendapat buruh tanam. Itu sangat mengganggu produksi beras.

Lima mahasiswa angkat tangan. Cukup banyak. Satu per satu saya minta untuk menceritakan gagasan masing-masing.

Seorang mahasiswi menceritakannya sambil menahan tangis. “Saya sangat ingin menciptakannya demi bapak saya,” katanya.

“Bapak saya tiap hari dihina nenek saya karena bapak saya hanya bisa bertani,” katanya. Air matanya tak terbendung lagi. Satu ruangan besar ikut terharu.

Tentu mereka akan bisa. Agus yang pendidikan dasarnya madrasah ibtidaiyah dan pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun saja bisa. Asal mau, kita bisa! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

93 thoughts on “Mesin Harapan Petani Made in Mlilir

  1. Barokalloh, semoga selalu sehat lahir dan bathin, saya selalu merindu dengan petuah bapak … Dahlan Iskan

    Posted by MChoir | 19 Mei 2014, 5:39 am
    • Whatever happened, Dahlan Iskan presiden hatiku

      Posted by Apa Saja | 19 Mei 2014, 7:49 am
      • usul Bro..bikin partai aja namanya PANDEMI, Partai Nasional Demi Indonesia…krn MH seperti virus yg menyebar perlahan dan meluas namun sekali kena ga ada obatnya hingga abah menjadi presiden tahun 2019. Justru dengan partai baru yg intelektualnya berasal dari penemu2 yg dihargai jasanya, menterinya dari petinggi BUMN yg bersih dan bekerja keras sedangkan calegnya dari dosen2 yg biasanya dikunjungi abah… semangat 2019

        Posted by agusteub | 21 Mei 2014, 5:13 pm
  2. Adal ada kemauan pasti bisa

    Posted by kursi tamu rotan | 19 Mei 2014, 5:41 am
  3. jadi wirausahawan, yang penting kreatif dan gigih berjuang
    http://tipslele.wordpress.com/2014/05/05/kendala-pembesaran-lele-di-musim-kemarau/

    Posted by ahlilele | 19 Mei 2014, 5:41 am
  4. Slalu berdo’a yg terbaik untukmu dan utk Indonesia, mau jd presiden atau tdk jadi apa2… Bapak tetep di hatiku… Selamat menjalankan tugas dimanapun Bapak berada… #pengen nangis kl liat carut marutnya Indonesiaku

    Posted by yuni | 19 Mei 2014, 5:49 am
  5. Entah kenapa , saya sedih membaca manufacturing hope ini…. Terutama karena takut tidak membacanya lagi… Semoga abah masih dipilih jadi menteri BUMN sama presiden yg baru….

    Posted by josa | 19 Mei 2014, 5:50 am
    • Nikmati saja, masih setidaknya 5 bulan masa kerja menteri BUMN, berarti setidaknya masih ada 20 MH lagi.

      Kita telah melepaskan pak Habibie untuk tidak jadi apa-apa, berikutnya mungkin pak Dahlan dan mungkin masih akan anak sederet anak negeri yg baik yg masih akan kalah dengan ‘artis’ politik yg sangat masif di cover media untuk jualan. Tapi saya, suatu hari nanti kesadaran masyarakat akan tumbuh dengan sangat kuat krn pengalaman ini

      Posted by cukupaja | 19 Mei 2014, 7:51 am
  6. Asal mau, kita bisa!.

    Posted by Didin | 19 Mei 2014, 5:57 am
  7. saya senang ini, Buat sendiri ! lihat, pikir, buat. jangan hanya beli. Mantap….!

    Posted by andimustafa | 19 Mei 2014, 6:00 am
  8. Saya dukung abah dis, tapi ndak dukung demokrat sama sekali. Makanya ketika abah dis putuskan ikut konvensi demokrat dan baca mh tentang masuk ke kolam oli tapi tidak keciprat oli, dalam hati saya berkata gak mungkin. Ikut konvensi pasti nyungsep. Bener terbukti.

    Posted by dismania | 19 Mei 2014, 6:33 am
  9. Salut dg semangat bapak. Biar takdir yg menentukan yg terbaik untuk Bapak dan bangsa indonesia.

    Posted by imtaza.com | 19 Mei 2014, 6:35 am
  10. Untuk membangun negeri. Tidak harus jadi presiden.
    Jayalah selalu DI.

    Posted by Widi | 19 Mei 2014, 6:36 am
  11. Saya berharap DI tetap punya rumah besar…untuk indonesia yg lebih baik.

    Posted by anigabede | 19 Mei 2014, 6:38 am
  12. mbrebes mili bacanya …begitu besar jiwa abah ini, ditengah-tengah hiruk pikuk politik yang melibatkan (baca:mendzolimi) abah tak pernah sedikitpun beliau membuat tulisan yang sekedar untuk membela dirinya, beliau tetap profesional dan sangat – sangat bijak. semoga Alloh mendengarkan doa orang-orang yang masih sangat peduli dengan keberlangsungan bangsa ini, aamiiin

    Posted by ahmad rifai | 19 Mei 2014, 6:40 am
  13. Semoga Hope itu masih ada…

    Posted by sutan | 19 Mei 2014, 6:51 am
  14. luar biasa abah dahlan ni. seseorang yang berhati mulia berjiwa besar dan sungguh sungguh ingin berbakti bagi nusa dan bangsanya. abah bisa aja menulis keluh kesahnya mengenai kemenangannya di konvensi tapi di kalahkan sang anak emas. tapi abah tak ambil pusing dengan itu. maju terus abah ada banyak jalan dan cara untuk berbakti bagi bangsamu. tuhan slalu bersama orang orang yang berusaha dan bersungguh sungguh . amin

    Posted by cah wonogiri | 19 Mei 2014, 6:52 am
  15. Pak Agus hebat. Mudah2an bentar lagi lahir berbagai mesin pertanisn, seperti mesin gula semut skala pabrikan.

    Posted by Evi | 19 Mei 2014, 7:00 am
  16. jika seandainya… kandang banteng menerima capres anggota klub mercy..ini… jayalah indonesia.. namun sekat sekat dari sang bunda belum pernah cair.. atas masa lalunya.. wanita memang lebih emosionil..

    Posted by jonjack | 19 Mei 2014, 7:01 am
  17. saya justru melihat sisi lain dari MH kali ini. sebenrnya topik paling hangat adalah ketidak tegasan Partai terhadap peserta KOnvensi. tetapi Pak DI tidak membahas, karena beliau termasuk peserta yang “ditelantarkan”. Ini adalah pelajaran demokrasi yang luar biasa, ketika “pertarungan ” selesai, kembali ke habitat semula dengan tetap kerja, tidak sakit hati, (kecewa yakin pasti ada). sungguh proses yang luar biasa.

    Posted by mamik | 19 Mei 2014, 7:48 am
  18. Saya setuju dengan komentator terdahulu, bahwa pejabat negeri yang benar-2 menghargai karya anak negeri hanya Bung DI. Sampai-2 hasil karya anak Mlilir pun tak luput dari perhatian Anda mulai proses mesin panen yang pertama hingga yang bergerigi buaya. Semoga langkah Anda membeli mesin-2 ini dan dihadiahkan kepada petani lain dapat meng-inspirasi pemuda-pemudi yang lain untuk lebih kreatif.

    Mengenai Bung DI sebagai pemenang Konvensi partai Demokrat tetapi tidak diusung sebagai Capres atau Cawapres itu sudah bisa di tebak terlebih dahulu. Sesungguhnya yang akan diangkat kan Pramono Edhi Wibowo. Kalau SBY selaku KETUA UMUM dan IBAS selaku SEKJEN Partai Demokrat (Bapak dan anak) itu serius dan Ksatria pasti mengusung pemenang Konvensi dong. Sejak hasil PIlleg ketahuan bahwa Partai Demokrat hanya memperoleh 10 % segera ambil langkah cepat ajak koalisi partai lain dengan Hanura, dengan Golkar dan PAN (kan besan) masih bisa itu. tetapi kan KETUM seperti biasa dengan lagu sentimentil dan hanya berduka jalan di tempat hingga ketinggalan dari partai lain.Selain juga tidak rela karena Bung DI bukan keluarga jadi bangunan DINaSTI-nya runtuuuuhhhhh.

    Hikmahnya ALLAH sesungguhnya menyelamatkan bung DI dari kotorrr nya partai Demokrat. Anda di selamatkan Allah tidak boleh nanggung dosa-dosa Partai Demokrat. Semoga Allah menggantikan dan menghadiahkan Anda dengan sesuatu yang BERSIIHHH. Bahkan usul saya Bung tolong pertimbangkan baik-baik untuk segera keluar dari anggota Partai Demokrat mumpung belum lama dilantik. Orang yang di-zolimi biasa akan diberi hadiah oleh Allah sebagai imbalan.

    Rakyat makin cerdas terbukti Sutan Batugana, Ruhut dan Marzuki Ali saja tidak bisa dapat suara untuk kembali ke DPR RI. artinya mereka tidak patut dipercaya. Itu bukti pemilih sudah cerdas.

    Salam perjuangan.
    Ari S.

    Posted by Ari Sunarijati | 19 Mei 2014, 7:50 am
  19. satu persatu malasah sepele yang harusnya di atasi dari dulu terpecahkan, Sepele dalam hal artian, dari dulu harusnya bisa, kenapa sekarang bisa, untuk abah Dis Semoga lanjut dengan Elegei Poros Tengah

    Posted by rendi | 19 Mei 2014, 7:52 am
  20. Tak ada waktu untuk menoleh kebelakang, tak ada waktu untuk berkeluhkesah kalau kita kerja, kerja, kerja !.

    Posted by Anitta Maxwell | 19 Mei 2014, 8:08 am
  21. Reblogged this on iaridlo's Journal.

    Posted by iaridlo | 19 Mei 2014, 8:29 am
  22. kalau DI hanya wapres mending g di ajukan. kalau cuma wapres , apapun gebrakan yg beliau lakukan justru ri1 yg akan dapat nama.
    DI 4 RI1 atau nunggu dinamika 2019 nanti.
    Masalahnya DI harapan PD satu satunya. Kalau ngajak koalisi, DI RI1 atau tidak sama sekali.

    Posted by yudha | 19 Mei 2014, 8:42 am
  23. asal mau. kita bisa.
    terima kasih utk para petani indonesia. kemandirian dan ketahanan pangan: ngeri ngeri sedap.

    Posted by fia | 19 Mei 2014, 8:44 am
  24. semoga Indonesia semakin membaik pak !

    Posted by shreewhynie | 19 Mei 2014, 8:59 am
  25. Sungguh sangat luar biasa ketika qt mendapatkan pemimpin yg luar biasa. Pak DI salah satu pemimpin yg luar biasa. ” Saya siap jd preside, wakil presiden, jawabatn lain, tp saya siap tidak jadi apa2″. Itu pemimpin yg tangguh tidak takut kalah, smoga للّهُ memberi jalan yg terbaik buat pak DI. Aminnnn,

    Posted by slametasruhi | 19 Mei 2014, 9:22 am
  26. Abah Dahlan Iskan telah memberi banyak untuk bangsa ini, sangat banyak malah, bahkan jika dibanding dengan pencapaian Bapak Presiden yang selama 10 tahun mempin bangsa ini, saya berani mengatakan bahwa Abah lebih berhasil memimpin, lebih berhasil membangun, lebih berhasil menyiapkan strategi.

    prestasi yang menurut saya paling hebat dari Bapak Presiden kita adalah berhasil menempatkan Abah berada diposisi yang sangat tepat. banyak sekali yg buntu dapat lancar dengan ketegasan dan keberanian Abah.

    Siiip.. Abah jadi Presiden saya dukung, jadi Wakil Presiden saya tetep usung, gak jadi apa-apapun saya akan selalu gandrung.

    Posted by Manihot Ultissima | 19 Mei 2014, 9:23 am
  27. Jadi presiden atau tidak, pak Dahlan tetaplah orang besar. Yang jarang dimiliki negeri ini. Sayang rakyatnya belum pandai memilih pemimpin. Apapun yang terjadi, pilihan Allah pastilah yang terbaik buat PAK DAHLAN. Santai aja pak.

    Posted by salmet | 19 Mei 2014, 9:28 am
  28. Saya mengusulkan Pak Dahlan Iskan untuk membuat satu perusahaan yg mensponsori baik modal maupun upaya lain atas prestasi anak bangsa berupa penelitian yg berguna bagi Indonesia. Dapat diupayakan antara lain mempertemukan dunia industri dg penemuan tersebut atau bila tdk bisa jalan juga mensponsori untuk memproduksinya sendiri. Saya yakin banyak produk yang bisa diterima pasar.

    Posted by andimustafa | 19 Mei 2014, 9:49 am
  29. Perih rasanya, kalau melihat realita Indonesia spt ini.
    Anak bangsa yang berkualitas dari sisi pikiran dan nuraninya, kok bisa-bisanya diterlantarkan, difitnah, dicermarkan, dan diuthal-uthik kelemahannya, hanya untuk mencegah ybs menjadi pemimpin bangsa.
    MIris kalau memikirkan kelakuan politisi busuk yang menelantarkan, melakukan fitnah dan melakukan “nyinyiran” ke Pak Dahlan Iskan ini.
    Pengin rasanya jadi teroris saja, untuk “menghukum” politikus busuk, dan manusia busuk di Indonesia ini.

    Posted by tion sulistyono | 19 Mei 2014, 9:49 am
  30. Bapak Dahlan Iskan tetap Presiden di hati saya, apapun keputusan politik saat ini dan mendatang

    Posted by Setyo | 19 Mei 2014, 9:54 am
  31. Menjadi orang yang mencerahkan dunia, menumbuhkan harapan baru, memberi semangat untuk terus berjuang dan berkarya..Terimakasih banyak, semoga amal bakti yang telah Pak DI lakukan bisa menjadi inspirasi kita semua.

    Menjadi orang yang bermanfaat pasti akan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Robbnya dan manusia..Amin.

    Posted by Alfi | 19 Mei 2014, 9:59 am
  32. my real president what ever happen….

    Posted by abdillah | 19 Mei 2014, 10:02 am
  33. Kisah yang sangat menginspirasi..
    Harus di-share nih..
    Kalo perlu dibuat film..
    Hehe..

    Posted by Robby Cahyadi | 19 Mei 2014, 10:03 am
  34. sumpah! demi ALLAH aku g rela pileg kmrn sdh bntu partai demokrat. semoga kursi parlemen g berkah. sby king over.

    Posted by tonybastian | 19 Mei 2014, 10:33 am
  35. Salut

    Posted by fath | 19 Mei 2014, 10:39 am
  36. semoga mesin tanam padinya ga mahal-mahal amat trus user friendly

    Posted by mydamayanti | 19 Mei 2014, 10:44 am
  37. berbakti untuk negeri melalui karya sendiri.

    Posted by putricisompet | 19 Mei 2014, 10:59 am
  38. Terus bekerja untuk indonesia pak boss, setidaknya ada kemajuan tentang indonesia yang selalu bisa di nikmati masyarakat

    Posted by bhagonk | 19 Mei 2014, 11:13 am
  39. semoga tidak menjadi detik-detik terakhir abah nuslis MH.. sedih euy..

    Posted by agribisnis profesional | 19 Mei 2014, 11:21 am
  40. Maju terus pak Dahlan. Buat para petani kita makmur, bantu mereka bikin alat modern untuk bertani sehingga dapat berjaya kembali sebagai lumbung beras Asia Tenggara.

    Posted by Herman | 19 Mei 2014, 4:37 pm
  41. Abah….we love you so much…..God will always bless you…..

    Posted by Samsul | 19 Mei 2014, 5:14 pm
  42. Demokrat adalah Partai paling aneh diunia. Pemenang konvensi malah dimasukkan karung dan dibungkus dengan rapat. Terus apa gunanya konvensi? Meskipun masa kerja abah DI tinggal 5 bulan lagi, Abah tetap kerja kerja kerja dan sudah melupakan konvensi yang menyakitkan hati. Salut dan bangga dengan abah Dahlan Iskan.

    Posted by wong manis | 19 Mei 2014, 6:02 pm
  43. “THIS IS IT”….Inilah dia saatnya!

    Terinspirasi film fiksi “THE REAL STEEL” Dahlan iskan itu memang seorang “THE REAL STEEL” sejati karena dia adalah The Winner Of People Choice bukan Political Choice walau dia dibohongi, diejek, dicemooh, disukurin dll. Tetap tabah dan menerima plus tetap bekerja apa adanya sepenuh hati,tenaga dan pikiran untuk negeri, untuk itu harus dibuktikan! Karena Political Choice (pilihan politik) itu penuh intrik/awu awu/ngapusi/pencitraan dll. Beda dengan People Choice (pilihan masyarakat) yang ikhlas/tanpa pamrih/apa adanya/kekaguman/bangga bahkan haru dll. Itu terbukti dengan adanya para relawan yang mendukungnya secara ikhlas, mereka tidak di suruh,tidak dibayar dan tidak di iming imingi sesuatu tapi mereka berbuat itu karena melihat bukti nyata dari tindakan dan perilaku Dahlan iskan selama ini menjadi pejabat Negara.

    “This is it”…mengapa tidak dilanjutkan saja potensi yang ada dan mengharukan itu mumpung belum basi?….saya yang selalu mencoba untuk melihat sesuatu beberapa langkah ke depan terhadap sesuatu melihat peluang emas ini jangan sampai terlewatkan begitu saja,apakah itu?……Kenapa tidak dibuat saja organisasi non politik yang di pimpin oleh yang terhormat Bpk.Dahlan iskan untuk menampung para relawan yang selama ini berjuang mendukung dan mengusungnya jadi calon presiden. Buat organisasi non politik seperti nasdem dulu yang kedepannya tidak menutup kemungkinan menjadi organisasi politik tetapi saya kurang suka kalau jadi organisasi politik karena bisa lebih bebas dan independent untuk mendukung,menyumbang,membantu bahkan bisa juga mengawasi dan mengkritisi pemerintah dan organisasi politik yang berkuasa.

    Organisasi ini sungguh hebat karena anggotanya adalah para relawan dan fans beratnya Dahlan iskan dari semua lapisan masyarakat dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, tidak menutup kemungkinan kedepan organisasi ini bisa sebesar NU maupun muhamadiyah. Saya melihat dengan pak Dahlan sebagai leadernya (bisa jadi pak Mahfud Md jadi wakilnya he he he..) dan para ahli juga para penemu yang menjadi tim think thank nya maka akan menjadi suatu organisasi yang beda dari yang pernah ada karena bisa berupa organisasi sosial/masyarakat yang berbasis intrepreneur yaitu organisasi yang mewadahi para penemu,penggagas,pengide dan pemikir untuk menjadi trouble solving (pemecah masalah) berbagai masalah disegala bidang di negeri ini dan dengan berbasis intrepreneur/kewirausahaan maka peluang menciptakan karya usaha dan menyediakan lowongan kerja akan besar sekali otomatis akan ikut pula meningkatkan kwalitas sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal. Kemarin pak Dahlan bilang akan menjemput takdir maka nanti berubah menjadi menjemput anak-anak negeri yang berprestasi untuk ditampung,dibina dan diarahkan untuk membantu memajukan negeri ini.

    Para relawan Dahlan iskan sudah tersebar di seluruh negeri dikenal dengan sebutan RElawan Demi Indonesia (REDI) dan telah mempunyai atribut dan baju seragam bahkan tempat berkumpul/rembuk/posko juga sudah ada, apa salahnya organisasi itu menggunakan nama yang sudah ada itu dan alangkah akan mudahnya membuat cabang-cabang di tiap daerah karena mereka para relawan telah tersebar pula dimana-mana tinggal dibentuk,disusun dan dikelola saja secara professional,gimana para Dahlanis,Dahlanisti,Dahlan mania apakah mungkin gagasan ini????????……………………….dari pada menangis,sedih,menggerutu,mendongkol,marah-marah…lebih baik dibuktikan saja bahwa pilihan dan kekaguman anda tidak sia-sia dan benar-benar seorang “THE REAL STEEL” sejati tahan banting.

    Posted by pakde | 20 Mei 2014, 6:03 am
    • Betul Pakde … energi relawan dan forum Dahlan Iskan harus ditampung. Ada 2 opsi menurut saya
      (1) Untuk majukan capres buat DI 2019 .. silakan bagi yang suka berorganisasi politik, menyongsong DI19 (sepatu Abah) …
      (2) Untuk organisasi kemasyarakatan, sosial, enterpreneurship, dan sejenisnya … silakan juga.

      Di 2019 nanti keduanya bisa membentuk irisan apakah mau sama-sama mendukung kembali jadi presiden, atau tidak … Tapi REDI, REDI Nusa, TRenDI, ForDIS, JADI, DahlanIs, DISMania, Dahlanisti, DahlanMania, ARDI, RDI, SopoREDI, dan semua REDI/RDI turunan per wilayah, semuanya terlalu besar untuk tidak diapa-apakan, tidak diwadahi. Kita mau jadi Apa Saja itu sebenarnya bisa.

      Posted by Apa Saja | 20 Mei 2014, 2:39 pm
    • Sangat menarik. Kayaknya bisa di-bumi-kan nih…..

      Posted by HWAHYU | 21 Mei 2014, 8:07 am
  44. Setuju. Kerja kerja kerja lupakan politik

    Posted by Saeful Jamil | 20 Mei 2014, 7:31 am
  45. saya sudah kirim komtar 2 x…kemarin sore…kenapa gak bisa ya…

    Posted by wning | 20 Mei 2014, 8:33 am
  46. Semoga ada cukup umur hingga 2019 hingga DI nyapres…

    Saya bakal tinggalkan budaya golput

    Posted by kursi teras rotan | 20 Mei 2014, 8:38 am
  47. BAGAIMANA NASIB DAHLANIS 5 BULAN LAGI ?

    Sedih, sesak di dada melihat Abah didzolimi….tapi dari sini kita bisa melihat KUALITAS DAHLAN ISKAN…bagaimana kebesaran jiwa, kesabaran, ketekunan dan keikhlasan beliau…KITA BISA MENTAULADANI…

    Para dahlanis yang saya anggap seperti saudara, meski belum bersua…
    Kalau sudah tidak ada MH, APA YANG AKAN MENGIKAT KITA ?

    Ingatkah ketika ada ” tamu tak diundang” datang, kita membully mereka rame-rame ?

    Ingatkah ketika tertawa , mesem, bahkan ngakak membaca tulisan Abah yang inspiratif, menggelitik kadang kocak ?

    Ingatkah kitika seperti mendapatkan siraman semangat sesudah membaca MH ?

    Ingatkah ketika kita bersama-sama merajut mimpi untuk bangsa ini ?

    Sesudah 5 bulan, tak ada lagi MH…terus bagaimana ?
    Apakah kita mau kehilangan hal yang manis, kemudian hilang dengan perasaan miris…

    Tolong beri saya saran, masukan atau ide untuk DAHLANIS memniliki WADAH / KEGIATAN / MEDIA yang tetap akan mempertemukan kita…( Dahlanis yang turun gunung plus silent reader jumlahnya bisa ribuan…)

    Saya tunggu emailnya di kontakwning@yahoo.co.id mumpung masih ada waktu…jangan sampai lelet akhirnya ketinggalan kereta dan kesempatan seperti itu tuuuuuh…( sedih deh…)

    Salam ACI, Aku Cinta Indonesia. GBU all…

    Posted by wning | 20 Mei 2014, 8:48 am
    • saya yakin, setelah selesai menjabat Menteri, Dahlan Iskan akan tetap rutin menulis.. Dahlan Iskan nggak jadi capres/cawapres nggak pusing.. tapi kalo seminggu nggak nulis, beliau akan pusing kepalanya.. hehehe

      Posted by cak-mat | 20 Mei 2014, 1:56 pm
    • Di facebook banyak grup yang bertalian dengan Abah yang tidak akan ditutup walaupun Abah DI tidak nyapres. Jika facebook tidak tutup, masih banyak opsi untuk berinteraksi. Semoga lepas MH, Abah masih menulis, misalnya tentang energi terbarukan … Saya akan tetap suka.

      Posted by Apa Saja | 20 Mei 2014, 2:43 pm
    • Hiks..
      Beneran mbak, aku inget banget kita pernah saling dukung membully ‘tamu kurang ajar’, sering saling menyumbang ide, saling menguatkan semangat, dan pastinya kadang mesem bahkan sampe ngakak guling-guling dengan tulisan pak Dis. Tulisan yang sering menyentil dengan cerdas.
      Komentar2 yang tak kalah menginspirasi
      Komentar2 yang tak kalah menggelitik syaraf ketawa
      Salut buat semua, semoga tak ada yang berubah
      Secara pribadi, sejak awal MH memang ada yang berubah di dalam sini. Salah satunya ditandai dengan bergantinya “I Hate Monday” menjadi “I Love Dis Day”
      Suntikan semangat
      Loncatan adrenalin
      hmm..

      SEMANGAAAAATTTT..!!!
      — I will never give up —

      Posted by Tedi KP | 22 Mei 2014, 10:29 am
  48. Allahu Akbarrrrr!!
    Gimana kl abah bikin partai sendiri? Drpada di kibulin.
    Misal nama partainya PDI : Partai Dahlan Iskan…..
    Hehehee

    Posted by kang san | 20 Mei 2014, 11:10 am
  49. TETAP RAPATKAN BARISKAN KAWAN-KAWAN..!!
    PARTAI DAHLAN ISKAN HARUS LAHIR UNTUK DI 2019…
    AYO WUJUDKAN BERSAMA-SAMA…

    NUSANTARA JAYA…!!!

    Posted by gautama | 20 Mei 2014, 12:09 pm
  50. Lha wong brand nya DI19, insya Allah jadinya ya tahun 2019 bukan 2014 ….

    Posted by Wonokairun | 20 Mei 2014, 3:41 pm
  51. Pak DI insya Allah masih dipakai di kabinet depan ya.
    Mudah2an..
    sosok mirip DI di pasangan cawapres juga ada.
    Sangat mirip, cekatan, out of the box dan sangat kreatif.

    Mudah2an beliau bisa melihat dan menjaga Pak DI tetap di kabinet mendatang.

    Salam

    Posted by indah | 20 Mei 2014, 6:51 pm
  52. Semoga yang terBaik utk Abah Dis

    Posted by sekarpamungkas1 | 20 Mei 2014, 8:39 pm
  53. DAHLAN ISKAN, saya kehabisan kata2 untuk menggambarkan betapa bangganya kami padamu.

    Posted by Bayu_Toyota | 20 Mei 2014, 11:20 pm
  54. JPnn tidak ada rencana memodali sendiri mobil listrik ya pak?

    kalau udah ga pegang BUMN lagi, bakal suram,

    Posted by kursi tamu rotan | 21 Mei 2014, 8:49 am
  55. Postingan yang luar biasa spiritnya…🙂
    jangan lupa kunjungi juga yaa blog kami yaa dan follow kembali
    http://flashcomindonesia.wordpress.com/

    Thank u and keep posting

    Posted by Flashcom Indonesia | 21 Mei 2014, 10:49 am
  56. Mantap DI,semoga tetap semangat dan sehat, di pemerintahan baru nanti semoga tetap jadi Meneg BUMN

    Posted by toga | 21 Mei 2014, 11:02 am
  57. Semoga BUMN tidak jadi lahan korupsi/bancakan pejabat kembali bila pak DI tidak jadi mentrinya.

    Posted by toga | 21 Mei 2014, 11:06 am
  58. Saya sangat sedih bapak dahlan gagal jadi capres ataupun cawapres,karena partai yg bapak pilih itu pengecut,sebaiknya bapak pindah haluan dan bergabung dengan jokowi JK ,semja program2 bapak akan nyambung dengan keduanya

    Posted by desta | 21 Mei 2014, 11:11 am
  59. DI

    Posted by Apa Saja | 21 Mei 2014, 3:17 pm
  60. Tetaplah moto ” Kerja..kerja..kerja ” akan selalu ada dalam gengaman kita walau realita dan kenyataan tidak menghantarkan harapan kita mendudukan Pak DI sebagai salah seorang pemuncak di negeri ini tapi beliau telah memberikan keyakinan dan harapan lain bahwa kita bisa…. terimakasih pak Dahlan atas semua harapan yang telah ditulis selama ini dan semoga akan tetap ada HOPE – Hope yang akan bermunculan dari anak2 muda yang sudah tertular semangat perubahan… Majulah Indonesia-Ku..

    Posted by surel | 21 Mei 2014, 3:27 pm
  61. Saya selalu mengikuti Manufacturing Hope nya pak DI. Saya sungguh kagum atas realita pak DI yang secara konsisten memberikan Hope nya kepada semua masyarakat kecil diseluruh pelosok tanah air. Ponorogo adalah kampung halaman saya, salut kepada pak Agus yang pantang menyerah mengembangkan inovasinya. Maju terus pantang mundur …. salam buat pak Agus.

    Posted by M. Heru Riza Ch. | 22 Mei 2014, 1:42 pm
  62. Reblogged this on Catatan Ute and commented:
    mlilir? wah cedhak

    Posted by utewae | 23 Mei 2014, 11:49 am
  63. ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn ntp amanah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    proses cepat tepat terpercaya
    hanya bagi yang serius
    TERIMA KASIH WASSALAM

    Posted by SUGIHARTO | 23 Mei 2014, 8:29 pm
  64. بارك الله فيك

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 24 Mei 2014, 2:37 am
  65. mohon maaf..
    bisa kah saya mendapatkan No.Telp nya bapak Dahlan Iskan…?
    atau surel yang bisa berkomunikasi langsung dengan Bapak…
    trim’s

    Posted by Kurnia | 24 Mei 2014, 6:35 am
  66. Indonesia BISA!!

    Posted by Robby Cahyadi | 25 Mei 2014, 3:45 pm
  67. sebagai petani, sy berterimah kasih pd bapak meski bapak tidak jadi presiden muda2han kelak menjadi inspirasi bagi anak2 saya yang akan terus sy ceritakan sosok DI. sosok sederhana dan menginspirasi.

    Posted by andi | 25 Mei 2014, 10:38 pm
  68. membuat alat alat pertanian, para ilmuwan dan orang yang berkecimpung di dunia itu di indonesia pasti bisa, tinggal dukungan dari pemerintah yang benar benar konsistenlah yang bisa membuat itu terus berlangsung, semoga BUMN tetap di pegang abah dis

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 4:51 am
  69. maaf Bapak Dahlan Iskan, saya sebagai warga asli Madiun ingin sedikit mengoreksi kalau Desa Mlilir itu masih masuk wilayah Kab. Madiun dan belum masuk wil Ponorogo bapak🙂
    Terimakasiii

    Posted by asli madiun | 14 Desember 2014, 8:04 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: