>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Dari Mitsui Menjadi Milik Anak Negeri

Senin, 12 Mei 2014
Manufacturing Hope 127

Satu lagi perusahaan BUMN yang membeli perusahaan asing. Mulai 1 April lalu PT Kaltim Pasifik Alkalinitas, perusahaan amoniak terbesar di Indonesia yang selama ini dimiliki Mitsui dan Tomen Jepang, sudah 100 persen menjadi milik Indonesia!

Perusahaan tersebut berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Berada satu kompleks dengan PT Pupuk Kaltim, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Amoniak ini sangat penting untuk memperkuat pabrik pupuk kita. Selama ini kita membeli amoniak dari pabriknya Mitsui itu.

Pupuk Kaltim sendiri kini membangun pabrik baru di Bontang. Itulah pabrik ke-5 dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun. Akhir tahun ini pabrik baru tersebut sudah berproduksi.

Bersamaan dengan itu pabrik pertama yang dibangun pada 1974 dimatikan. Pabrik ini sudah sangat tua.  Kapasitasnya juga hanya 660.000 ton. Dan, lagi sangat boros. Untuk memproduksi 1 ton urea diperlukan gas 35 mmbtu. Padahal, di pabrik baru nanti, 1 ton pupuk cukup menggunakan gas 23 mmbtu.

Saat ini di PT Pupuk Sriwijaya Palembang juga dibangun pabrik baru. PT Pupuk Kujang juga siap-siap berekspansi. Demikian juga PT Petrokimia Gresik. Dengan ekspansi anak-anak perusahaan itu, tiga tahun lagi PIHC sudah menjadi pabrik pupuk terbesar ke-5 di dunia.

Ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan disatukan dalam satu holding sebuah BUMN mengalami perkembangan yang pesat. Anak-anak perusahaan PT PIHC yang dulu BUMN bisa bersaksi bahwa mereka terus mengalami kemajuan. Aset mereka saat disatukan dulu sebesar Rp 34 triliun. Kini, hanya dua tahun kemudian, sudah menjadi Rp 62 triliun!

Saat ini tinggal satu pabrik pupuk yang masih sulit berkembang: PT Pupuk Iskandar Muda di Aceh. Padahal, itulah satu-satunya industri besar yang ada di Aceh. Karena itu, saya menugasi PIHC untuk mencari jalan keluar agar pabrik pupuk Iskandar Muda jangan sampai tutup. Jangan sampai menyusul tetangganya di situ: PT ASEAN Aceh Fertilizer yang tutup lebih dari 10 tahun yang lalu.

Persoalannya memang berat: tidak ada lagi kecukupan gas di sana. Sudah habis. Sudah 30 tahun lebih gas dikirim ke Jepang dalam bentuk LNG. Bagaimana caranya agar Iskandar Muda tetap bertahan? Bahkan dikembangkan?

Saya minta Arifin Tasrif, Dirut PIHC, melakukan studi pembangunan pipa gas dari Riau ke Medan. Mengapa? Saat ini Pertagas (anak perusahaan Pertamina) membangun pipa gas dari Medan ke Lhokseumawe. Sejauh 330 km. Hampir selesai.

Di pihak lain saat ini sudah ada pipa gas dari Riau ke Sumsel dan Jawa. Tinggal Riau-Medan yang belum nyambung. Jaraknya sejauh kira-kira 500 km.

Kalau pipa gas Riau-Medan bisa dibangun, infrastruktur gas kita sangat kuat. Iskandar Muda juga bisa mendapat gas murah dari selatan. Perbedaan harga gas di Sumsel dan Aceh sudah mencukupi untuk membangun pipa gas tersebut.

Pipa tersebut juga akan terus nyambung ke Jawa Timur. Sekarang ini juga ada kesepakatan baru bahwa pemasangan pipa Cirebon-Semarang segera dimulai. PT Rekayasa Industri, anak perusahaan PIHC yang lain, sudah setuju bekerja sama dengan PGN untuk segera memulai pembangunannya. Akhir bulan ini.

Kalau ini berhasil, infrastruktur gas kita sudah sangat kuat. Apalagi, sebentar lagi LNG Arun sudah berhasil diubah menjadi receiving LNG terminal. Stasiun penerima LNG terapung di utara Jakarta juga sudah beberapa bulan beroperasi. Stasiun yang sama di Lampung, yang dibangun PGN, juga hampir jadi.

Memang, besarnya kapasitas pabrik pupuk kita belum otomatis menyelesaikan masalah di lapangan. Seperti sekarang ini: beberapa daerah melapor kekurangan pupuk. Bisa dipastikan yang kurang itu adalah pupuk bersubsidi.

Rupanya ada masalah saat menentukan besarnya pupuk bersubsidi. Waktu itu pemerintah dan DPR menyepakati jumlah pupuk bersubsidi 7,8 juta ton. Ternyata ini tidak cukup. Kebutuhan pupuk bersubsidi mencapai 9,2 juta ton.

Jadi, pupuknya sendiri ada. Tersedia. Banyak. Barang itu juga sudah siap di gudang-gudang di setiap daerah. Masalahnya pupuk itu tidak boleh disalurkan. Sebelum angka tersebut diperbarui. Kementerian Pertanian harus bertemu DPR dulu. Begitu keputusan itu dibuat, pupuk bisa langsung disalurkan.

Bagi PIHC, membeli pabrik milik Jepang barulah langkah awal. Masih begitu banyak rencana nyata ke depan.(***)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

86 thoughts on “Dari Mitsui Menjadi Milik Anak Negeri

  1. semangat pagi…….
    semoga orang2 di dpr dan di kementrian pertanian tdk terlalu sibuk berkemas2. jadi masih bisa bertemu dan menentukan harga pupuk subsidi tsb.

    Posted by Ende Perdian | 12 Mei 2014, 6:00 am
    • salam hormat buat abah DI, diakhir periode menteri, masih begitu semangatnya bekerja. kerja…kerja…kerja. semoga di kabinet mendatang, abah DI masih dipakai. Entahlah mungkin RI 1, RI1, atau 01 di kementerian BUMN.

      Posted by Heiruddin | 12 Mei 2014, 6:49 am
      • Siap jadi capres, siap jadi cawapres, siap tidak jadi apa-apa … Tidak jadi apa-apanya beliau pasti bukan pengangguran, tapi tetap bekerja. Tidak #nggamikir, tapi sudah mikirin mau bikin PLN baru berbasis biomassa. Hidupnya tidak untuk mikirin saat ini saja, tidak membanggakan kesuksesan saat dulu saja, tapi sudah berfikir jauh ke depan. Jadi, pendobrak kebuntuan iya, visioner iya, jadi dirigen yang baik untuk orkestrasi sumberdaya yang ada iya, jadi jenderal perang yang siap bertempur dan siap memikul tanggung jawab iya, Indonesia nyari yang gimana lagi sih?

        Posted by Apa Saja | 12 Mei 2014, 7:03 am
        • sing penting kerja kerja kerja . . .

          Posted by muh mundir | 12 Mei 2014, 8:31 am
        • Rakyat Indonesia nyari yg ” raisopopo” mas…, aneh ya… , saya juga menyayangkan strategi demokrat yang kelihatannya “nggak niat” dan “selalu telat” untuk menentukan sesuatu… contohnya : partai2 lain sudah hampir final berkoalisi tapi demokrat masih do nothing.. keburu kehilangan momentum dan gak kebagian partner cak BEYE !. .. atau jangan jangan ini memang strategi sby untuk mengebiri partainya sendiri supaya gak ada kandidat dari partainya yg bisa maju ke pilpres?,,, Kata sby: ” EGP … lha wong saya sdh harus lengser kok, lagian jago di keluarga saya blm ada yg mumpuni”….
          Semoga pendapat saya salah…

          Posted by cak kadir | 12 Mei 2014, 8:54 am
          • Mau tak mau jdnya berpikiri bgtu Cak.. Atau lbh parah lagi, krn DI yg merajai survey, bukan sang putera mahkota, makanya jadi ogah2an… Yah semoga salah pikiran ini…

            Posted by sutan_sjach | 12 Mei 2014, 9:26 am
          • Jangan lupa factor x yang tidak ada yg bisa membantah, termasuk DI, yaitu garis tuhan, Kalau tuhan sudah menghendaki DI jadi Presiden, strategy benar atau strategy salah dari Demokrat tetap saja akan memenangkan Abah. Sekarang lebih baik semua berdoa agar Abah bisa menjemput takdir ( bila perlu adakan istigosah bersama ).

            Posted by Rahmat Sobirin | 12 Mei 2014, 12:10 pm
          • saya yang tadinya H2C…harap harap cemas…sekarang jadi agak hambar…melihat reaksi SBY yang tak kunjung ber aksi… duh sabaaaaar…kalau Abah yg ” menang” di survei, tapi karena bukan putera mahkota , sehingga tak di orbitkan…( apakah ini termasuk dizolimi apa nggak ya…piss pak beye…)

            Posted by wning | 12 Mei 2014, 4:14 pm
          • Saya memilih partai ini karena ini ada Abah Dahlan Iskan.
            Tetapi kalu Abah tidak dicalonkan kecewa sekali, dan terlalu lama dan lambat, yang lain sudah sampai ke bulan, ini masih duduk2, santai, padahal rakyat menunggu sekali.
            Ulama madura dan ulama di Bandung, menginginkan calon Presiden Dahlan Iskan dan wakil Presiden Mahfud MD dua pendekar Bangsa yang kita harapkan

            Posted by CAK ADI | 13 Mei 2014, 7:30 am
          • Demokrat memang ga niat menjadikan DI Capres…hanya akal2an sebagai jurkam yaitu menarik massa agar memilih demokrat..buktinya ada, demokrat berdasarkan polling kemungkinan hanya 6% tapi ternyata sampe 10%…pengamat saja heran…harusnya kita bisa menuntut demokrat krn telah melakukan kebohongan publik

            Posted by agusteub | 21 Mei 2014, 4:44 pm
    • Raja2, presiden, bahkan semua di duniaini takdir NYA, Kita semua tahu jelas Pak DIS sangat mumpuni dan sangat2 kita harapkan bisa memimpin negeri. Tapi Takdir-Nya pastilah yang terbaik, dan sebaik2 kita adalah yang pandai bersyukur

      Posted by NUR | 16 Mei 2014, 6:10 am
  2. Semangat pagi, tetap bekerja & berkarya. Proses politik tinggal menunggu takdir, tentu setelah sebelumnya menjemputnya. Jika memang ketetapanNya maka jadilah beliau pemimpin kita, jikapun takdir berkata lain beliau sudah menunjukkan bagaimana kita harus bersikap untuk kemajuan bangsa sesuai kemampuan dan kewenangan kita. Keep positive & optimist

    Posted by Fris | 12 Mei 2014, 6:16 am
  3. maju terus BUMN…..!

    Posted by andimustafa | 12 Mei 2014, 6:16 am
  4. Woww..
    Enak president berikutnya tinggal diwarisi enaknya aja…..

    Posted by harga kursi rotan | 12 Mei 2014, 6:23 am
    • Itupun kalo pada bisa meneruskan. Susah menjadi orang sekaliber Dahlan Iskan

      Posted by Apa Saja | 12 Mei 2014, 7:04 am
    • gak kebayang kalau DI tidak jadi RI1 dan BUMN nanti di pegang orang lain ..kaya apa ya jadinya ???,,,, kalau itu terjadi saya yakin banyak dirut bumn yg frustasi (bagi yg niat kerja)….atau banyak yg gembira ya?,, bagi yg gembira..mungkin selama ini memendam “niat” untuk berkorupsi. ta raaaaaaa! ..” my moment is back !” , kata mereka.

      Posted by cak kadir | 12 Mei 2014, 9:01 am
      • Takutnya lagi ntar malah jual jual jual,. Terutama partainya raisopopo yg suka jual

        Posted by harga kursi rotan | 14 Mei 2014, 6:44 am
      • Nanti BUMN duafa akan disubsidi DPR lagi, trus bancakan. yg saat ini rawat jalan tiba2 sakit lagi, dapat modal pemerintah lagi…bancakan lagi seperti yg sudah-sudah

        Posted by emboh | 14 Mei 2014, 8:14 am
        • Mas/mbak Emboh…
          Kekuatiran sampean pasti banyak dirasakan oleh teman-teman di forum ini (yang insyaallah selalu berpikir positif)…Sebenarnya sangat naif, kalau kita selalu curiga dengan kemungkinan-kemungkinan para “penikmmat” kondisi BUMN yang tidak sehat. Beberapa kali Pak DI telah membeberkan BUMN yang sakit, sekarat atau bahkan sebenarnya sudah mati. Kalau dipikir secara jernih, pada saat kondisi BUMN tidak layak untuk “dipublikasikan”, Pak DI ga peduli, sepanjang beliau yakin bahwa “publikasi” kondisi riil BUMN pada dasarnya untuk kepentingan BUMN itu sendiri…
          Sedih rasanya apabila kondisi BUMN yang selalu mengandalkan subsidi akhirnya menjadi “bancaan” beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Situasi yang (katanya) serba transaksional seperti saat ini, kekuatiran tersebut seolah-olah terjawab… Mudah-mudahan tidak.
          Beberapa tahun yang lalu, pernah tersebar isu di suatu BUMN, kesejahteraan karyawannya “tersunat” gara-gara Dirut-nya dari partai tertentu dan Ybs dijadikan “ATM” partai dimaksud…Mudah-mudahan isu tersebut hanya sekedar isu…
          Mohon maaf…Wasalam…

          Posted by HIBATILLAH'S | 14 Mei 2014, 9:07 am
  5. Alhamdulillah…! Berkarya terus Pak DI….!

    Posted by wahid | 12 Mei 2014, 6:47 am
  6. Wow…beli beli beli, eh kerja kerja kerja…salut ama pak dis, walau mau jd capres, tp gk sibuk kampanye, tetap istiqamah dgn tugasnya.

    Posted by Moersalin | 12 Mei 2014, 6:49 am
    • Keputusannya profitable semua deh. Ada yang herus dibeli, ada yang harus diakuisisi, ada yang harus dijadikan holding, ada yang (mungkin) baiknya dimatikan. Tidak banyak orang yang berfikir strategis seperti ini.Biasanya sih banyakan yang lembam, nyaman dan pro status quo.

      Posted by Apa Saja | 12 Mei 2014, 7:06 am
      • Semoga perjalanan hidup P Dis di PLN dan kementrian BUMN selama ini telah menimbulkan pejabat2 yg mewarisi budaya kerja dr P Dis. Indonesia butuh banyak P Dis baru. Semoga saya bisa menyontoh semangat dan perilaku P Dis. Indonesia hancur seperti sekarang, karena banyak orang yg seperti saya. Jauh dr kriteria seperti P Dis. Tapi adanya: sedikit kerja tapi banyak maunya.

        Posted by uyung | 14 Mei 2014, 7:19 am
  7. Wow…beli beli beli, eh kerja kerja kerja…salut ama pak dis, walau mau jd capres, tp gk sibuk kampanye, tetap istiqamah dgn tugasnya…

    Posted by Moersalin | 12 Mei 2014, 6:49 am
  8. Barokalloh

    Posted by MChoir | 12 Mei 2014, 6:55 am
  9. Semangat pagi Indonesia

    Posted by msodik | 12 Mei 2014, 7:01 am
  10. Bentuk subsidinya perlu diubah, agar petani dapat memperoleh puppuk setiap saat, tidak lagi menjadi barang langka, dan setiap tahun tidak menjadi persoalan bagi petani.

    Posted by mito | 12 Mei 2014, 7:07 am
  11. Saat partai-partai sangat sibuk menentukan capres dan cawapresnya. Mereka gencar sengaja membuat berita atau diberitakan. Sementara itu masyarakat menjadi semakin tahu bahwa mereka hidup hanya untuk mencari jabatan dan kejayaan tanpa peduli siapa yang memikirkan rakyat. Rakyat menjadi semakin muak dengan mereka. JADI, kalau ada partai (koalisi) yang mau mengusung pak DI dan siapa saja (kalau bisa sih DAMAI = dahlan iskan dan mahmud md) maka justru rakyat akan memilih pasangan ini. Rakyat mencari alternatif yang justru lain dari yang lain. Saya kira Demokrat atau partai lain harus menggapai momentum ini. Jangan sampai terlewat. SEMOGA. Aamiin.

    Posted by D-I FAN | 12 Mei 2014, 7:26 am
  12. heran mengapa demi kemajuan bangsa yg besar seperti ini seperti dijauhi oleh media-media kita…mgkn mereka berharap indonesia terpuruk kali ya agar bisa mencari berita yg gampang namun sampai ke internasional…mana nih dewan pers?ga ada tajinya,payah…seandainya keberhasilan2 pak dahlan dlm membenahi PLN dan BUMN diliput dan dikemas sebaik mungkin tentunya akan mendatangkan simpati yg lebih besar..jauh sekali jika dibandingkan pencapaian seseorang yg dulu hanya melempar wacana mobil “buatan” anak bangsa

    Posted by agusteub | 12 Mei 2014, 7:29 am
    • Pada awalnya saya respek dengan media tertentu,baik cetak maupun eletronik…Sayangnya,sekarang respek saya agak berkurang karena media yang saya anggap dapat menyebarluaskan “aura positif”, justru sudah terjangkiti “virus” kepentingan sesaat guna mencapai tujuan tertentu akibat “ditunggangi” kepentingan individu atau golongan tertentu…
      Media seolah-olah tidak mempunyai tanggung jawab moral kepada negara,apalagi rakyat untuk menyebarkan “aura positif” untuk kepentingan masyarakat luas…Kalau memang ada kekurangan dalam kehidupan bernegara,masak tidak ada sama sekali kemajuan negara ini yang dapat “dipamerkan kepada masyarakat luas maupun dunia internasional…
      Alhamdulillah,Pak DI yang mempunyai jaringan luas berkat media “yang dikuasainya”,tidak terjangkiti “virus” sebagaimana yang terjadi pada media tertentu….

      Posted by HIBATILLAH'S | 13 Mei 2014, 12:57 pm
  13. siiip Pak, ……..
    kalo cuma njual aku juga pinter. tp ……….
    orang spt DI mbok yo ada lagi
    semoga………

    Posted by M. Suparno | 12 Mei 2014, 7:55 am
  14. semoga allah swt, memberikan kesehatan dan keselamatan buat Pak DIS ,,,,, Amin

    Posted by Pascal_dasyat | 12 Mei 2014, 7:58 am
  15. merah putih semakin berkibar. kemandirian bangsa wajib diwujudkan. kebanggaan dan kejayaan negeri niscaya didapatkan. kerja kerja kerja Demi Indonesia das des set set wuettttt
    Stopppp PHP

    Posted by fia | 12 Mei 2014, 8:06 am
  16. apakah itu secara bisnis menguntungkan??
    ya jelas dong sangat menguntungkan,
    blok siak juga yang biasa dioperasikan chevron akan segera dioperasikan pertamina karena tidak diperpanjang kontraknya,

    seperti inilah mungkin nasionalisasi yang cool calm tapi berhasil

    Posted by shayun | 12 Mei 2014, 8:15 am
  17. aha …. ada tulisan pakdahlan iskan revolusi mental tahap ke 2, ayoo siapa yang belu mbaca https://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/20/perlu-revolusi-mental-tahap-kedua/

    Posted by shayun | 12 Mei 2014, 8:26 am
  18. PT Asean Aceh Fertilizer tolong di beli dan dihidupkan juga pak, dan juga PT Kertas Kraft Aceh. Untuk kemakmuran orang-orang Aceh Utara dan sekitar’a..

    Terima kasih…

    Posted by Ilham Maulana | 12 Mei 2014, 8:39 am
    • Orang Aceh terkenal dengan semangatnya. Daerah yg paling terakhir bisa di kuasai oleh Belanda, ketika penjajahan dulu. Daerah yg berani melawan Suharto, PPP menang terus di jaman ORBA, walaupun dengan akibat tdk ada pembangunan di Aceh. Rakyat Aceh menyumbang harta untuk membeli pesawat Seulawah bagi Indonesia. Kabar2nya emas Monas jg sumbangan dr orang Aceh. Mengapa sekarang tergantung dgn P Dis? Cetaklah sebanyak2nya P Dis baru.

      Posted by uyung | 14 Mei 2014, 7:27 am
  19. Nah, kabar gembira BUMN yang beberapa tahun lalu sebelum di pegang Bung DI, selalu merugi eee….sekarang bisa membeli pabrik milik Jepang. Ini sungguh2 kabar… Nah sekarang tinggal memikirkan bagaimana semangat petani padi Indonesia tumbuh kembali karena mereka sudah frustasi selain pupuk sulit di dapat juga petani tidak bisa untung besar sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka terutama pada saat anak-2 mereka kuliah.

    Bagaimana juga kedepan kita punya menteri pertanian yang paham karakter petani dan pertanian Indonesia jangan jatah partai tertentu dan selalu berorientasi import pangan tanpa peduli nasib petani karena dari import itulah banyak macam-2 yang mereka nikmati dengan merugikan rakyat Indonesia.

    Pemikiran lain bagaimana juga supaya kesuburan tanah tetap terjaga meski dengan menggunakan pupuk kimia. Tentunya kita butuh ahli pertanian untuk dapat membuat formulasi baru dan bekerja untuk Indonesia dihargai oleh pemerintah, jangan sampai bangsa-2 lain yang mempekerjakan.

    Sudah saatnya Indonesia mandiri dalam pangan, negara berbasis agraris kok import pangan IRONIS kan. Saya setuju dengan pendapat teman diatas bahwa hasil karya Bung DI ini belum ter expose secara merata oleh media hingga masyarakat akar rumput. Kalau blog seperti ini kan kalangan tertentu saja yang mengakses. Saya beberapa Senin tidak bisa gabung karena keluar Jawa disana contoh di Pangkal Pinang saja susah Telkom konek, saya pikir kok gak ada email masuk, SMS juga tidak masuk rupanya memang susah jaringan telkom di sana. Juga di daerah lain di Sumatra, hanya di Medan mudah.

    Bung DI ini yang mengusung partai yang petingginya sibuk membangun dinasti dan menumpuk upeti, ini tantangan yang berat untuk menjadi orang nomor satu di RI. Yah saya yakin Bung DI akan bisa melakukan apa yang terbaik untuk negeri ini, setidaknya di Kabinetlah MENDAGRI gitu atau Menteri Perindustrian, membangun industri-2 berbasis agraris sesuai potensi lokal agar tidak usah pada bermigrasi. Saat ini masih ada 280 orang yang hendak di pancung di ARAB.

    Salam Perjoeangan,
    Ari s.

    Posted by Ari Sunarijati | 12 Mei 2014, 8:54 am
  20. Tuntunan memilih pemimpin dalam islam : Sidiq, (kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap), Amanah (kepercayaan yang menjadikan dia memelihara dan menjaga sebaik-baiknya apa yang diamanahkan), Tabliqh (penyampaian secara jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang diambilnya), Fathonah, (kecerdasan, cakap, dan handal yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan). Yang utama carilah pemimpin yang ahli ibadah dan tidak memiliki nafsu untuk menjadi pemimpin. Semoga Allah SWT menuntun bangsa dan Rakyat Indonesia dalam memilih pemimpinnya. Amien…………….

    Posted by Ganesa | 12 Mei 2014, 9:00 am
    • dalam hal ini shidiq berarti jujur, jujur berarti berkata dan menulis apa yang telah di perbuat, baik dalam bentuk tulisan maupun perkataan

      amanah = terpercaya dalam arti apa yang diemban selalu dilaporkan kepada pemberi mandat, dalam hal ini rakyat indonesia

      tabligh = pembawa berita tentang optimisme kepada siapapun yang membaca dan mendengar, jika membawa berita tentang perimisme itu tidak tabligh

      fathanah = pintar, visioner dan cerdik dalam strategi, jika berusaha biasanya selalu untung, jika bekerja bisa dengan team, jika memcahkan masalah tidak perlu lama lama das das swettt

      Posted by shayun | 12 Mei 2014, 9:09 am
  21. mengindonesiakan Nusantara, me-merah putih-kan Indonesia, memajukan negara sekaligus mensejahterakan rakyatnya. coba calon pemimpin yang sekarang sibuk kasak-kusuk itu sudah berbuat apa untuk Bangsa ini ??.. #gakmikir

    Posted by Manihot Ultissima | 12 Mei 2014, 9:04 am
  22. Subhanallah,beliau ini yang difikirkan hanya rakyat Indonesia yang sejahtera.Selamat Pak

    Posted by suroso | 12 Mei 2014, 9:59 am
  23. Hebat. Selalu membaca tulisannya pak Dahlan selalu ada keoptimisan pada kemajuan bangsa Indonesia.

    Posted by Mochamad Yusuf | 12 Mei 2014, 10:19 am
  24. Hanya bisa bilang: Siapa lagi yang terbaik mimpin negeri ini kalau bukan Dahlan Iskan

    Posted by Dedy Armayadi | 12 Mei 2014, 10:29 am
  25. semoga DI-MD bisa maju amiean, selain itu, maag sepertiya saya tidak akan menggunakan hak pilih saya

    Posted by rendi | 12 Mei 2014, 12:13 pm
  26. wa, setahun yang lalu saya kerja praktek di situ. Tapi seingat saya, namanya PT. Kaltim Pasifik Amoniak, Pak.

    Posted by RAN (@ranrani2) | 12 Mei 2014, 1:18 pm
  27. Semoga ada mukjizat untuk pak DI menjadi RI1. Amien

    Posted by wong manis | 13 Mei 2014, 12:14 am
  28. Abah DI udah jelas…rakyat kecil termasuk saya, beliaulah yg kami cari, beliaulah yang kami harapkan memimpin negeri ini. Mari kita sama-sama berdoa Kepada Yang Maha Kuasa, agar beliau selalu diberi kesehatan. semoga beliau terpilih jdi Pemimpin negeri ini. Amiiin

    Posted by hadinur nes | 13 Mei 2014, 12:25 am
  29. Duh gimana ini, tinggal golkar dan Demokrat yang masih jomblo, semua dah pd koalisi???
    Sby sby….

    Posted by aditam@putra | 13 Mei 2014, 7:30 am
  30. Saya memilih partai ini karena ini ada Abah Dahlan Iskan.
    Tetapi kalu Abah tidak dicalonkan kecewa sekali, dan terlalu lama dan lambat, yang lain sudah sampai ke bulan, ini masih duduk2, santai, padahal rakyat menunggu sekali.
    Ulama madura dan ulama di Bandung, menginginkan calon Presiden Dahlan Iskan dan wakil Presiden Mahfud MD dua pendekar Bangsa yang kita harapkan

    Posted by CAK ADI | 13 Mei 2014, 7:31 am
  31. Ada gak ya orang seperti Abah Dahlan Iskan, tidak memikirkan diri sendiri, memikirkan bangsanya dan uang gaji tidak diambil, sayang sekali kalau Abah DIS tidak jadi apa2, bangsa ini yang rugi besar sayang

    Posted by CAK ADI | 13 Mei 2014, 7:39 am
  32. Hari ini Pak Dahlan Iskan dan Pak Mahfud MD rencana ketemu, Calon Presiden dan Wakil Presiden yang kita harapkan

    Posted by CAK ADI | 14 Mei 2014, 7:08 am
  33. Hebat2, mudah2an Freeport, Newmont menjadi target berikutnya. Amien2 YRA.

    Posted by eddy setiohardono | 14 Mei 2014, 7:27 am
  34. Siapkan Hati & Mental untuk tidak jadi apa-apa.
    SBY tidak bergerak utk koalisi supaya ada alasan elegan untuk mengatakan, “sebenarnya ingin mengajukan pemenang konvensi menjadi Capres akan tetapi kondisi tidak memungkinkan karena perolehan suara tidak cukup utk mengusung capres”.

    Posted by emboh | 14 Mei 2014, 8:18 am
  35. sby kelihatannya mau coling down dulu, tahun 2014 – 2019, Demokrat kelihatanya ingin di luar sistem, mungkin ingin perbaikan internal partai dulu. apapun yang terjadi DI tetap idolaku, tetap berkiprah DEMI INDONESIA

    Posted by jatmiko | 14 Mei 2014, 1:25 pm
  36. BIG SALE dari ARB …… gagal total
    ga laku di gerindra maupun di pdip

    kalo ARB mau banting harga dengan tidak minta apa-apa, dan menjadi pintu masuknya pasangan DI-MD ke dalam bursa capres, maka tidak mustahil ARB bersama SBY akan benar-benar menjadi PASANGAN KING MAKER

    hanya pasangan Abah DI – Abah Mahfud inilah yang menurut feeling saya akan dapat mengimbangi 2 capres yang lain, bahkan rasanya bisa meng-ungguli. Sendainya toh ternyata kalah, akan kalah tipis
    Tapi kalo dia, si ARB minta pasangan yang lain, selain kedua pendekar bangsa ini, rasanya akan kalah ngisin-isin-i, ‘gak mbanyu blas’

    Ayolah ARB, putihkan hatimu untuk meninggalkan egomu dan ego partaimu –> “dadiyo priyayi kang isa noleh githoke dhewe”
    Ayolah ARB, merahkan hatimu untuk untuk menjadikan Indonesia BISA Mandiri demi rakyat dan bangsamu dan kehormatan tanah tumpah darahmu

    Klo Abah DI-MD ditakdir jadi RI-1 / RI-2, saya pribadi akan menganugerahkan kepadamu ARB, bintang jasa abadi untuk merahnya dan putihnya hatimu, didalam hati sanubariku

    ..

    Posted by pakpuh | 14 Mei 2014, 5:48 pm
    • Wes telat mas, Pejabat negara yg tidak dipilih melalui Pemilu (Gubernur, bupati) harus mengundurkan diri selambat-lambatnya 7 hari sebelum pendaftaran.

      Hari ini pak Dahlan belum mundur, berarti secara undang-undang sudah fix tidak bisa maju Capres.

      Posted by emboh | 14 Mei 2014, 6:41 pm
      • Hatta mundur dr menko perekonomian, KATANYA demi pendidikan politik
        jadi ga wajib mundur
        Jokowi hanya cuti, gak mundur, nanti klo ga jadi balik lagi jadi gubernur dki
        SBY dulu nyapres juga ga meletakkan jabatan presiden

        masih ada setitik cahaya harapan, sejumput HOPE

        ..

        Posted by pakpuh | 15 Mei 2014, 6:34 am
        • yaaaaaaaaaaaaa ………………. iya lah

          kalau dasarnya Pasal 29 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2013, emang udah fix, ga ada kesempatan buat abah DI, bukan sekedar “kemungkinan saya kecil maju jadi capres,”

          emang PD usung abah DI hanya butuh vote getter
          nasib yang sama dengan bang haji dan abah MD, vote getternya PKB

          mestinya masih ada kesempatan untuk abah MD ……….
          tapi rasanya nggak ngangkat klo abah MD tanpa abah DI
          gak tahu lagi jika jadi wapresnya pdip
          ga jadi dech bliau sekedar vote getter

          tapi…………….. apa iya ????????

          Allah swt memang ………… “sak karepe dhewe” (yaf ‘alu maa yuriid – QS. 2:253)
          kita tunggu saja ……………. “opo karepe” Allah swt

          ..

          Posted by pakpuh | 15 Mei 2014, 7:11 am
  37. Masalah surat pengunduran diri bung DI itu perkara yang sangat mudah. SBY tinggal bilang:
    DI sudah membuat surat pengunduran diri sejak tanggal 1 Mei 2014. Ini bukti suratnya!
    Sudah beres kan? Soal administrasi itu mudah diakali. Hehehe

    Posted by aditam@putra | 15 Mei 2014, 8:53 am
  38. ya Allah sungguh aku butuh pemimpin yang baik , tapi kalau engkau belum memberi ya aku harus sabar . Sebagaimana sabarnya Dahlanis2 lain

    Posted by nanang p | 16 Mei 2014, 12:23 pm
  39. Sadarlah, pak Dahlan itu di ‘kotak’ sama pak SBY atau pembisik pak SBY. Di ajukan capres tidak (tidak sungguh2 diusahakan), tapi dilepas juga tidak. Lihat saja setelah memundurkan pengumuman, kemudian keputusan langkah selanjutnya-pun masih diundur.

    pak SBY lebih aman jika yang jadi Jokowi / Prabowo. Jokowi bisa disandera dengan kasus bus Trans Jkt (dengan sekenario mirip LHI, sangat mudah masuk ke KPK). Prabowo dengan kasus HAM, plus ada pak Hatta disana.

    Siapkan hati, siapkan jiwa untuk tidak jadi apa-apa.

    Salam

    Posted by emboh | 16 Mei 2014, 6:55 pm
  40. hahahaaa… mana nih pendukung dahlan iskan koq keok ?
    masa cuma segitu aja elektabilitasnya ?
    makanya bos dahlan harus banyak belajar soal politik dan pendukung para opportunist kampungan… sabar ya sabarrr atau sudahlah nyantri aja jauh lebih baik !

    Posted by cekricekbarupulangdaristate | 16 Mei 2014, 7:02 pm
    • kami para pengagum DI hanya meninginkan Indonesia bisa jadi lebih baik, lebih maju dan lebih bermartabat BUKAN sekedar cari KEKUASAAN kalau toh akhirnya DI gagal maju menjadi CAPRES berarti mayoritas masyarakat kita memang tidak mau atau belum bisa diajak MAJU. merreka masih tertarik pada CAPRES yang akan HANYA PEMBERI JANJI PALSU. kita harus ingat DI adala pemimpin yang sudah TERUJI (desss…desss set…set…wet) , yang lain masih PHP.

      Posted by jatmiko | 17 Mei 2014, 7:00 am
  41. Semangat terus Pak DI..
    Kerja kerja kerja!!

    Posted by Penitipan Anak Pekanbaru | 17 Mei 2014, 8:28 am
  42. Indonesia butuh banyak tokoh seperti abah DI..
    Sangat inspiraitif..

    Posted by Les Gitar Pekanbaru | 17 Mei 2014, 8:31 am
  43. BUMN Indonesia!! Semoga semakin Jaya!! Jangan kalah sama yg swasta!!

    Posted by Robby Cahyadi | 17 Mei 2014, 8:33 am
  44. DI ga jadi capress y?

    Posted by kursi tamu rotan | 17 Mei 2014, 2:11 pm
  45. Abah Dahlan Iskan sudah jadi pemenang, akhirnya terserah mau kemana

    Posted by CAK ADI | 17 Mei 2014, 4:37 pm
  46. Inilah ciri para opportunist kampungan, begitu jagoannya kalah langsung menuduh orang macam macam, tidak mau maju lah, senang janji janjilah, apa ini ? mana otak jernihmu kawan ? Dahlan Iskan sekarang ini butuh anda untuk tetap berjuang membangun Indonesia BARU dan MAJU! BARU didalam inisiatif dan perencanaan, MAJU didalam berfikir, berproses, menatap kedepan bersama sama dengan SIAPA pun untuk INDONESIA !
    Apakah siapapun yang jadi presiden bisa seenaknya terhadap hidup dan kehidupan BANGSA yang BESAR ini ?
    Rakyat Indonesia Sejati, tidak pernah akan tertipu atau mau ditipu mentah mentah oleh SIAPA pun ! Rakyat Indonesia Sejati adalah pribadi pribadi yang terjaga dan selalu dijaga oleh Khaliqnya, untuk tidak dipecundangi, selalu menjaga diri dan fikirannya dari hanya sekedar mengejar ngejar atau mendekat dekat kekuasaan.
    Kekuasaan di negeri ini bukankah sudah menunjukkan kelemahannya ? kapan kekuasaan dinegeri ini yang berakhir dengan kejayaan ? Repot amat sih ? AYO BANGUN NEGERI, JADI PINTAR, JADI ENTREPRENEUR ! hindari politicking, politisi, opportunist kampungan, ojo gumunen, ojo kagetan, ojo ngoyo… sing smeleh DAB !

    Posted by cekricekbarupulangdaristate | 18 Mei 2014, 9:53 pm
  47. Indonesia bisa!!
    Support terus utk abah DI..

    Posted by Robby Cahyadi | 19 Mei 2014, 10:06 am
  48. Pak Dahlan, semoga diberi umur panjang dan selalu sehat dalam lindungan Alloh SWT. sehingga bisa berbuat lebih banyak untuk negeri ini..

    Posted by suwadi ap | 19 Mei 2014, 4:51 pm
  49. TETAP RAPATKAN BARISAN KAWAN-KAWAN..!!
    PARTAI DAHLAN ISKAN HARUS LAHIR UNTUK DI 2019…
    AYO WUJUDKAN BERSAMA-SAMA…

    NUSANTARA JAYA…!!!

    Posted by gautama | 20 Mei 2014, 12:11 pm
  50. Bapak Jokowi, dengarkan!!!!, pertankan aset bangsa ini kalo bukan menteri BUMN ya Dirut Pertamina, ato PLN dan sejenisnyalah yang penting jangan buang MBah peruba masa depan indonesia ini, sy minta dari hati supaya kami bisa merajut generasi yang lebih baik. toooolong bapak JK

    Posted by andi | 25 Mei 2014, 10:52 pm
  51. Kalau soal pupuk maaf Om Dahlan ternyata BUMN produsen pupuk sendirilah yang menjadi rampoknya bekerjasama dengan pembuat kebijakan di KEMENTAN yang kebetulan adalah Komisaris BUMN produsen pupuk.. Om gak percaya ? saya punya bukti bukan janji.. thank Om dahlan.

    Posted by iskandarsium | 15 Oktober 2014, 9:16 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: