>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Kemandirian Cuci Darah dan Infus dari Madura

Senin, 28 April 2014
Manufacturing Hope 125

Kemandirian bangsa juga segera terwujud di bidang ini: garam kesehatan dan garam minuman. Selama ini kebutuhan garam untuk kesehatan 100 persen harus diimpor. Ini baru saya ketahui ketika awal-awal menjabat menteri BUMN. Waktu itu saya bertanya kepada direksi PT Kimia Farma, obat apa saja yang kita belum bisa buat.

Jawabnya ternyata: semua belum bisa bikin. Bahan baku obat kita semuanya masih harus diimpor. Memang beberapa obat sudah dibuat di dalam negeri, termasuk obat lamivudin untuk HIV, tapi bahan bakunya impor. Demikian juga obat-obat generik, semuanya menggunakan bahan baku dari luar negeri.

Dengan semangat kebangkitan industri dalam negeri, saya minta direksi Kimia Farma menyusun daftar obat apa saja yang mungkin akan bisa kita buat bahan bakunya. Saya minta dimulai dari yang paling mudah.

Ternyata, ada 12 obat yang mungkin bisa kita buat sendiri. Asal ahli-ahli dari perguruan tinggi dan lembaga-lembaga riset bekerja sama dengan BUMN. Dari 12 jenis obat itu, ada yang bisa diwujudkan dalam satu tahun, tapi ada juga yang baru akan terwujud dalam tiga atau empat tahun. Tidak mengapa. Yang penting masing-masing ada road map untuk mewujudkannya.

Maka, mulailah kita buat road map untuk yang paling mudah mewujudkannya: garam kesehatan dan garam minuman. Kita punya garam. Teknologi untuk mengubah garam biasa menjadi garam kesehatan dan garam minuman juga tidak terlalu rumit.

Bahkan, ternyata anak-anak bangsa sendiri sudah berhasil menemukan caranya. Mereka adalah ahli-ahli yang masih muda (waktu itu) dari BPPT: Imam Paryanto, Bambang Marwoto, Bambang Sriyanto, dan Wahono sebagai koordinator.

Mereka melakukan penelitian di pusat garam Madura. Bekerja sama dengan PT Garam (Persero). Mereka saya sebut “masih muda” (waktu itu) karena penelitian itu dilakukan 16 tahun yang lalu. Hasilnya langsung mereka patenkan atas nama BPPT.

Berdasar informasi tersebut, kami mengundang pimpinan BPPT untuk membicarakannya. Bolehkah penemuan anak bangsa itu diimplementasikan? “Itu yang sudah lama kami tunggu-tunggu,” ujar Dr Listyani Wijayanti, deputi kepala BPPT yang memimpin tim BPPT ke BUMN.

Ketika mengucapkan kata “sudah lamaaaaa”, terasa bunyi huruf “a”-nya mungkin lebih dari 25 buah.

Mengapa selama ini hasil penelitian itu tidak diwujudkan agar kita tidak perlu impor garam farmasi?” Tidak ada yang membuat keputusan,” ujar Dr Listyani yang alumnus Saitama University Jepang. “Sudah dua buku laporan yang kami terbitkan, tapi ya hanya sampai buku itu,” tambahnya.

Hari itu rapat lantas tidak hanya membicarakan penemuan garam farmasi dan minuman. Tapi melebar ke penemuan apa lagi yang sudah dihasilkan BPPT dan akan dihasilkan lembaga tersebut. Dari situlah kami sepakati ada 12 penemuan bahan baku obat yang akan bisa diproduksi di dalam negeri.

Khusus untuk garam farmasi, waktu itu kami sepakati harus terwujud paling lambat akhir 2014. Tahun ini. Dirut Kimia Farma Rusdi Rosman menyanggupi. Juga menganggarkan investasi Rp 25 miliar pada 2014. Kimia Farma sangat mampu menyediakannya.

Rasanya target itu akan terpenuhi. Kalaupun meleset hanya dua-tiga bulan. Apalagi, hasil riset BPPT itu memang sudah sangat detail. Badan POM sudah langsung memprosesnya dan mengizinkannya.

Selasa lalu penandatanganan kerja sama dua BUMN dilakukan di depan saya. PT Kimia Farma dan PT Garam. Maka, Kimia Farma segera membangun pabrik bahan baku garam kesehatan itu.

Pabrik tersebut akan dibangun di Watudakon, Mojokerto, Jawa Timur. Di sebelah pabrik yodium milik Kimia Farma. Di situ memang ada sumber yodium. Pembangunan pabrik garam farmasi dan garam minuman ini bisa cepat karena tanahnya sudah siap, sudah matang, uangnya sudah siap, dan pabriknya sederhana.

Kalau toh tidak bisa tepat akhir tahun ini, paling lambat awal tahun depan. Kita segera mandiri untuk bahan baku garam farmasi dan minuman. Kita bisa stop impor 100 persen. “Bahkan, kami merencanakan ekspor,” ujar Rusdi.

Pabrik itu tahap pertamanya akan berkapasitas 3.000 ton, tapi dengan mudah bisa ditingkatkan menjadi 6.000 ton. Garam farmasi ini paling banyak untuk cairan infus, oralit, dialisat (cairan untuk cuci darah bagi pasien gagal ginjal), dan banyak lagi. Demikian juga untuk membuat sabun dan sampo, memerlukan garam farmasi. Betapa luasnya kegunaannya. Kedelai edamame yang jadi makanan pembuka di restoran Jepang juga menggunakan garam farmasi.

Pabrik infus dari Jepang seperti Otsuka sudah berminat membeli produksi Kimia Farma. Demikian juga pabrik-pabrik minuman seperti Pocari Sweat dan Coca-Cola.

Tahun depan, kalau Anda lagi diinfus, jangan terus mengira bahan bakunya masih impor. Itu sudah dari Madura. Tapi, lebih baik kalau Anda tetap sehat dan tidak memerlukan infus sama sekali. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

91 thoughts on “Kemandirian Cuci Darah dan Infus dari Madura

  1. Alhamdulillah, kemandirian bangsa insyaalloh akan segera terwujud……

    Posted by MChoirm | 28 April 2014, 5:27 am
  2. selamat pagi…., semangat…..semangat…., satu lagi kemandirian bangsa…., dari Madura & Mojokerto

    Posted by IsmailYacob | 28 April 2014, 5:40 am
  3. yang penting perhitungannya matang dan kemudian berani mencobanya
    http://tipslele.wordpress.com/2014/04/23/tips-wirausahawan-sukses-jangan-takut-gagal/

    Posted by ahlilele | 28 April 2014, 5:44 am
  4. Memang betul sekali keresahan ini, kenapa bahan baku farmasi harus selalu impor dan berlarut-larut lama sekali kenapa tidak ada solusi dan keinginan untuk mandiri selama ini. Sepertinya ada pihak-pihak yang memang lebih suka proyek impor dan membuat situasi seolah-olah anak bangsa ini tak punya kemampuan untuk mandiri dan harus tergantung pada bangsa ini. Yuk kita dorong Indonesia yang mandiri, minimal dimulai dari rajin membaca dan menyimak keberhasilan-keberhasilan dan upaya membangun harapan (manufacturing hope) yang diupayakan banyak anak bangsa. Kita dukung dan dorong mereka untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan harapan untuk negeri ini. Salam Dahlan Iskan. Tetap kerja kerja kerja.🙂

    Posted by Aris Kadatisman | 28 April 2014, 5:47 am
    • mungkin, ini baru mungkin lho ya, yang sebelumnya tidak pernah ada yang berani memulai atau mungkin pemerintahan sebelumnya tidak yang tahu permasalahan teknis seperti ini. ini baru mungkin lho ya

      Posted by Heiruddin | 28 April 2014, 6:34 am
      • kemungkinannya :
        1. lembaga pemerintah, legislatif, dan elemen bangsa lainnya malas/ tidak mau mikir, atau tidak mau repot
        2. tidak ada yang mengkoordinasikan
        3. importir menghalang2i, karena akan terhenti aliran mesin fulusnya.
        4. peninggalan budaya “londo”, jadi ndoro saja atau ambtenaar
        5. luar negeri/ import minded. Mindsetnya, kalau import dari luar negeri, so pasti “berkualitas”
        6. kemungkinan lain, apalagi yaaa ……..?

        Posted by pemerhati | 28 April 2014, 12:22 pm
  5. Mantap! Yang lain masih sibuk ngurus pemilu & nyari mitra koalisi, pak DIS sibuk kerja. Lanjutkan abah!

    Posted by inungyasni | 28 April 2014, 5:55 am
    • Sip ! orang seperti P. DIS inilah sebenarnya yang kita cari….
      Sementara banyak orang yang jadi mati semangat kalo memikirkan kans nya jadi presiden menurun sehingga jadi loyo dalam bekerja, atau sebaliknya jadi menggebu-gebu luar biasa kalo kans nya jadi presiden meningkat sehingga mengabaikan pekerjaan utamanya…. Tapi P. DIS ini beda, semangat kerja, kerja, kerja terus berkobar…. konvensi terus jalan…. Bahkan saat tadi pagi diwawancara TV ketika ditanya, siapkan jika hanya menjadi cawapres ? bliau bilang… “Saya siap menjadi Capres, saya siap menjadi Cawapres, bahkan saya siap tidak menjadi apa-apa “. LUAR BIASA BUKAN…..

      Posted by Susy | 28 April 2014, 8:02 am
      • Betul, luar biasa … Makanya yu pada daftar di dicommunicationcenter.com …. Lhooo?

        Posted by Apa Saja | 28 April 2014, 10:57 am
      • subhanalloh. cita2 abah totalitas bakti kepada negeri, walau tidak dibayar sepeserpun. saya do’akan cita-cita luhurnya dibalas mati meninggalkan nama yang harum, mati yang khusnul khotimah, mati yang masuk surga, ilmu dan manfaatnya terus menjadi jariyah yang mengalir tiada henti.

        Posted by pemerhati | 28 April 2014, 12:25 pm
  6. Mengapa selama ini hasil penelitian itu tidak diwujudkan agar kita tidak perlu impor garam farmasi?” Tidak ada yang membuat keputusan,” ujar Dr Listyani yang alumnus Saitama University Jepang. “Sudah dua buku laporan yang kami terbitkan, tapi ya hanya sampai buku itu,” tambahnya.

    sekali lagi ” Tidak ada yang membuat keputusan,”
    disinilah kita perlukan Abah DI sebagai RI-1 supaya ADA keputusan-keputusan strategis buat kemajuan bangsa

    ayo kita perjuangkan
    Jayalah Bangsaku ……

    Posted by pakpuh | 28 April 2014, 5:56 am
    • Kalau Abah DIS tidak jadi RI 1, RI 2, Menteri, Indonesia akan kehilangan inspirasi/ ide yang brilliant dalam semua bidang, idenya Abah DIS adalah Konkrit Nyata, tidak tergantung sama impor, Kalau Abah DIS tidak jadi Calon Presiden dan Wakil Presiden Pilihan jadi Gelap

      Posted by CAK ADI | 28 April 2014, 7:21 am
      • Tenang ae Cak…
        Pak DI tidak harus menjadi RI-1, RI-2 atau menteri untuk berbagi inspirasi/de yang konkrit. Pada saat beliau sebagai wartawan atau pimpinan Jawa Pos, beliau sudah menyampaikan banyak inspirasi…Sampai saat ini, pada saat beliau menjadi Menteri BUMN, sudah banyak yang beliau “sebarkan”….Semuanya penuh inspirasi bagi yang selalu berpikir positif…Satu lagi Cak,beliau ga pernah mikir jadi apa,yang penting yang beliau lakukan bermanfaat bagi banyak orang…Seperti yang beliau katakan beberapa hari yang lalu: “Saya siap menjadi Capres, saya siap menjadi Cawapres, bahkan saya siap tidak menjadi apa-apa“…
        Ngono Cak…

        Posted by HIBATILLAH'S | 30 April 2014, 2:04 pm
  7. Sungguh menyesakkan, “kebodohan” pejabat2 kita telah merasuk ke segala bidang. Asal ada duitnya, kepentingan bangsa tergadai. Entah masih ada gk pejabat yg waras di negeri ini… semoga oerubahan segera datang. Dahlan- mahfud kita doakan muncul di pilpres dan menang!

    Posted by imtaza.com | 28 April 2014, 5:57 am
  8. Inilah pemimpin yg kita cari…punya semangat utk kemajuan bangsa.

    Posted by agus | 28 April 2014, 6:09 am
  9. Semoga dahlan – mahfud terwujud, sudah tdk sabar melihat negara ini segera berlari…

    Posted by dono | 28 April 2014, 6:16 am
  10. Ternyata untuk membuat keputusan itu tdk mudah ! yang pertama harus diketahui : apa yg harus dibuat keputusan ?

    Posted by andimustafa | 28 April 2014, 6:19 am
  11. Tahun depan, kalau Anda lagi diinfus, jangan terus mengira bahan bakunya masih impor. Itu sudah dari Madura. Tapi, lebih baik kalau Anda tetap sehat dan tidak memerlukan infus sama sekali. (*)

    Posted by yuni | 28 April 2014, 6:26 am
    • Kalo dulu tulisan di botol infus itu dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, InsyaAllah tahun depan tulisan di botol infus dalam bahasa Indonesia dan bahasa Madura he.he.he…. Jadi dalam tulisan nanti :
      ” Garam = Buje ” he.he.he

      Posted by Susy | 28 April 2014, 8:24 am
  12. sudah lamaaaa???!!!! masya allah, apa selama ini kerja pemerintah yang tinggal ketok palu? hingga baru pak dis yang menemukan???

    saya sungguh bersyukur.. meski lamaaaa akirnya ada road map yg jelas. alhamdulillah

    Posted by jannotama | 28 April 2014, 6:30 am
  13. Sangat berharap ada pasangan untuk DI yang muncul dalam bursa pilpres.
    Meski mungkin kalah dengan pasangan sebelah, setidaknya saya sudah memilih dengan benar. Memang resiko demokrasi, tidak selalu yang terbaik yang terpilih.

    Posted by sunardi | 28 April 2014, 6:34 am
  14. Aku yakin. Ke depan lebih baik
    Seamat pagi

    Posted by Widi | 28 April 2014, 6:37 am
  15. Baru tahu ada istilah garam kesehatan dan garam minuman.

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 28 April 2014, 7:13 am
    • selama ini yang kita kenal : garam iodium, garam oralit, garam dapur, garam meja, dan satu lagi …… gudang garam. he..he..hee….
      Agaknya abah DIS cocok disegala lini/ posisi. Gimana kalau kita tunjuk Abah DIS memegang semua posisi/ jabatan strategis. Men Hankam, supaya semua persenjataan dibuat di dalam negeri, dan berani membela kepentingan nasional.
      Men Ekonomi, terbukti yahuud. Men ristek, terbukti mampu mengkoordinasikan penelitian2. Men perdag, sudah terbukti. Men Keu, idem. Men Kes, nggak masalah, Men pertaniana, Men Hut, Men ESDM, Men kum, Men … men …. Men….., kok semua kayaknya nggak masalah ya, dipegang Abah Dis. Semua oke dah. Pres wapres, so pasti.

      Posted by pemerhati | 28 April 2014, 12:35 pm
  16. Saya usul tagline untuk Pak DI untuk pencapresan diganti dengan MENUJU INDONESIA MANDIRI! karena sasaran sudah jelas. Silahkan perhatikan setiap MH, contentnya pasti selalu mengekspose potensi bangsa dan negara kita yang belum dieksploitasi.Bagaimana pendapat anda?

    Posted by mito | 28 April 2014, 7:24 am
  17. Bersama P. Dis, Insya Allah kemandirian dan kejayaan bangsa sgr tercapai.
    Btw, ada gak ya temen2, yg merangkum tokoh2 dan prestasinya mulai dari MH 01?

    Posted by Wanto KDR | 28 April 2014, 7:26 am
    • Kalo MH yg awal-awal kan sudah dibukukan…. beli aja buku ” Mahufacturing Hope, BISA !”, mungkin kekurangannya/edisi setelah itu, baru cari dinteman-teman, Mas Wanto…

      Posted by Susy | 28 April 2014, 8:45 am
  18. alhamdulillah,baca tulisan pak dahlan di pagi hari bisa bikin positif thinking dan lebih semangat bekerja.mari bekerja demi rakyat indonesia

    Posted by mydamayanti | 28 April 2014, 7:51 am
  19. Kalaupun jika takdir tidak menjadikan pak DI menjadi presiden 2014, semoga presiden terpilih nanti bisa menjadikan tulisan2 dan langkah2 beliau baik di MH maupun lainnya sebagai roadmap untuk pembangunan bangsa ini 5 tahun kedepan…., rasanya semua bidang pembangunan secara langsung/tidak langsung sudah disentuh pak DI jadi pemerintahan kedepan tinggal follow up…., kalaupun pak Jokowi yg ditakdirkan jadi presiden berarti pak joko tidak usah susah-susah membuatnya lagi, sama seperti situasi dia mau memimpin jakarta..semua planning dan roadmap sudah tersedia tinggal keberanian untuk action…sungguh BEJO nasib pak “raisopopo”..semua sudah tinggal makannya… Dan siapapun nanti yang jadi menteri BUMN hanya tinggal eksekusi roadmap yg sudah ada. ….

    Posted by cak kadir | 28 April 2014, 7:54 am
  20. Makin optimis. Tetap semangat.

    Posted by msodik | 28 April 2014, 7:54 am
  21. Keberanian mengambil keputusan……Sudah lamaaaaaaaaa..wah memang bangsa INI perlu pemimpin yg berani cepat mengambil keputusan.gak ngambang terus…Mobil listrik aka mbulet. Kalo pak dahlan jadi president past I cepat terwujud Mobil listrik nasional….sip
    Jadi Indonesia tidak dijajah bbm lagi…gimana kawan. Setuju

    Posted by afandi | 28 April 2014, 8:01 am
  22. roadmap yg jelaa, bener bener bagus, kemana saja pembuat keputusan dahulu yaa, wes nasib raisoopopo mujur

    Posted by lintang seo | 28 April 2014, 8:26 am
  23. Tiada hari, tiada bulan dan tiada tahun, jam dan detik. Abah selalu memikirkan nasip bangsa ini, ALLAHUAKBAR, FABIAYYIALA IROBBIKUMA TAKADDZIBA, Nikmatku yang mana lagi yang engkau dustakan.

    Posted by santosomt | 28 April 2014, 8:27 am
  24. ternyata yang benar baner rasa ala indonesia itu salah satunya sidomuncul yang menggunakan kearifan dan kekayaan alam indonesia sebagai bahan baku obat obatan,

    seharusnya BUMN juga sama seperti sidomuncul mengolah kekayaan alam menjadi luar biasa jangan jadi ikut ikutan latah, tapi kalaupun sudah mulai diolah dan di produksi di indonesia itu berita yang bagus

    Posted by shayun | 28 April 2014, 8:28 am
  25. biasa, ninggalin jejak doang.. biar mudah baca komen2nya
    monday=money day=dis day, and I looooo..(25 ya “o”-nya)ove dis day

    Posted by tedi kp | 28 April 2014, 8:28 am
  26. sudah terlalu lama para pemimpin di negeri ini hanya memamerkan kegiatan seremonial yang membutuhkan biaya tidak sedikit tetapi mereka tidak berani mengambil keputusan untuk sebuah kebijakan yang menguntungkan… melalui ketelatenan pak DIS satu per satu kelemahan yang selama ini terjadi dapat di urai dan di mentahkan… semoga Pak DIS masih diberi kesempatan lagi untuk memperpanjang masa baktinya buat negeri ini baik sebagai pemimpin tertinggi di negeri ini maupun dilanjutkan sebagai menteri yang penting dapat mengabdi untuk kebaikan negeri….

    Posted by s qosim | 28 April 2014, 8:29 am
  27. Jujur saja ..yang merusak itu para oknum politisi..mereka lebih opurtunis dari maling..pak DI membuka itu semua…

    Posted by munduf | 28 April 2014, 8:36 am
  28. ayo jd bangsa mandiri kita mampu kita bisa

    Posted by abdillah | 28 April 2014, 8:36 am
  29. Harapan yang sangat tinggi bertumpu pada Abah DIS untuk mengubah kemandirian bangsa ini…..Mari kita dukung Abah DIS jadi R1 ato R2 supaya Indonesia Lebih Cepat Maju dan Mandiri……. Kerja kerja kerja

    Posted by IaL | 28 April 2014, 8:43 am
  30. Betapa sulit mengimplementasikan suatu ide. Alhamdulillah tak sampai tertunda seperti rencana akuisi BTN.

    Posted by bitriksulaiman | 28 April 2014, 8:57 am
  31. Setaip saya baca… darah saya mendidih… KEnapa negara ini Bobrok… dan kenapa seorang Abah Dahlan tidak bisa memimpin Negara ini…. DUnia terbalik…… KENAPA…. KENAPA…. KENAPA……????? Ayo dahlanis… sevarkan VIRUS kebaikan ini kepada DUNIA……

    Posted by cecep | 28 April 2014, 9:22 am
  32. ILMU mantiq yang dimiliki pak dahlan yang saat ini belum keliatan dari pemimpin lain..mudah2an beliau bisa mendapatkan amanah untuk RI 1,..Indonesia perlu pemimpin yang memiliki kapasitas bukan pemimpin yang memiliki popularitas…

    Posted by Gusti Dindi | 28 April 2014, 9:25 am
  33. Puisi Untuk Bapak Dahlan Iskan
    By Manihot Ultissima (MU)

    Kami Titipkan Bangsa dan Negara kepadamu

    Dahlan Iskan, Demi kemajuan Indonesiaku

    Telah kami simpan beribu asa di pundakmu
    Lewat Sorgum di Belu, lewat Gula di Glenmoore Banyuwangi
    Telah kami titipkan berjuta harapan ditanganmu
    Lewat tol Bali Mandara, lewat Kulanamu Airport di Deli Serdang
    Telah kami serahkan bermilyar mimpi di bahumu
    Lewat revolusi buah di Subang, lewat Mobil listrik di Tanggerang
    Untuk kau nyatakan, untuk kau buktikan
    Bukan sekedar angin surga ataupun sepotong wacana
    Bukan pula serangkaian rencana diatas angkasa

    Dahlan Iskan, Demi kesejahteraan Bangsaku

    Kami harap, teruslah bergerak seperti angin topan
    Yang menyapu habis ketidakadilan dan semua ketimpangan
    Mulai dari titik nol Sabang di barat hingga titik nol Merauke di timur
    Mulai dari zarah di pulau We sampai debu di pulau Rote
    Kami harap, berjuanglah sampai nafas penghabisan
    Sampai dapat kami lihat Tol Sumatera
    Membentang dari Bandar lampung hingga Banda Aceh
    Sampai dapat kami nikmati monorel merah putih
    Membelah Jakarta dari Bandara Soetta ke Bekasi
    Sampai dapat kami saksikan Tol atas laut Jakarta Surabaya
    Menghapus kumuh jalur Pantura

    Dahlan Iskan, Demi Kemerdekaan Tanah Airku

    Kami yakin dan Percaya
    Di Tanganmu, arah pembangunan yang diletakan Pemimpin terdahulu
    Takkan lagi berbelok ke kekiri dan kekanan, sekehendak angin berhembus
    Di Visimu, Prestasi yang telah torehkan Pemimpin terdahulu
    Akan makin cepat menemui kenyataannya
    Di Kerja kerja kerjamu, semua rencana dan rintisan pemimpin terdahulu
    Akan selalu berada dijalurnya, dipercepat dan disempurnakan
    Di Ketegasanmu, semua penyimpangan yang berusah diberantas pemimpin terdahulu
    Akan menemui penyelesaiannya secara adil dan setimpal

    Dahlan Iskan, Demi Kejayaan Negeriku

    Konvensi hamper berakhir, tinggal sejengkal saja
    Berbekal keyakinan diri dan dukungan seluruh anak bangsa
    Jadilah pemenangnya !, Jadilah yang terbaik dan terpopuler !!
    Agar Partai Demokrat pastikan kaulah Calon Presiden pilihannya
    Agar Koalisi besar kebangsaan tentukan Kaulah Calon Presiden Usungannya
    Agar Relawan Demi Indonesia semakin yakin pada perjuangannya
    Agar kami Rakyat Indonesia seluruhnya, tak perlu khawatir akan masa depannya
    Kami percaya, para petinggi Partai Demokrat takkan menciderai janjinya
    Kami percaya, para petinggi Partai Demokrat akan memilihmu
    Karena kaulah satu yang terbaik, yang terpopuler dan yang dirindukan rakyat

    Dahlan Iskan, Demi Kehebatan Garudaku

    Kami telah lama berjanji, lamaaa.. sekali, sejak Negara ini lahir
    Menjadi penggawal semua langkah jujur dan adil para pemimpin
    Sekaligus musuh besar penyimpangan dan ketimpangan
    Menjadi pandu kemerdekaan dan kemandirian para pahlawan
    Sekaligus musuh besar kolonialisme dan penghambaan terhadap asing
    Menjadi ksatria pembela bagi tegaknya harga diri dan kebesaran Nusantara
    Sekaligus musuh besar penghianat dan kamerad penjual bangsa

    Kami telah memilihmu, berdiri dibelakang ide besarmu,
    Mendukung gagasan brilyanmu, memuji keikhlasanmu
    Sampai kapanpun kami tak sudi mundur
    Perjuangan ini bagi kami terlalu berarti
    Daripada mati jadi bangkai tanpa nama

    Posted by Manihot Iskan Ultissima | 28 April 2014, 9:40 am
  34. Sip….bau omong apa lagi….orang2 politik, sudah jelaslah betapa bodoh dan lambannya mereka dalam mengambil keputusan apabila tidak ada uangnya maka akan dibiarkan sampai mati suri. Akhirnya pejabat berusaha mencarikan uangnya dari negeriantah berantah dan ujung-ujungnya diseret KPK…..bedebah alias tolol betul.

    Posted by Yus | 28 April 2014, 10:05 am
  35. banyak sekali orang pandai cerdas dan ilmuwan dgn berbagai penelitian serta temuannya. hanya diperlukan satu “org bodoh” bernama dahlan iskan sbg pembuat KEPUTUSAN dan pengemban amanah TANGGUNGJAWAB shg sgera dpt diimplementasikan diproduksi dimanfaatkan utk kemaslahatan umat dan kemandirian bangsa. dan ndak pake lama set set das des wuet. vote dahlan iskan n mahfud md for president RI election 2014

    Posted by fia | 28 April 2014, 10:53 am
  36. Sayang rakyat Indonesia belum pandai mencari pemimpin yang benar-benar dibutuhkan bangsa ini. Orang yang populer lebih dipilih daripada orang yang punya banyak ide dan mau bersusah payah untuk negeri ini.

    Posted by slamet | 28 April 2014, 10:57 am
  37. Beli saham kaef ah….🙂

    Posted by ADIT | 28 April 2014, 1:13 pm
  38. Pemimpin sejati mengabdi dengan bukti bukan janji-janji terus berjuang dan menyebarkan virus kemandirian bangsa. Ingat para pejuang pendahulu kita telah rela mengorbankan jiwa raga demi terwujudnya Indonesia yang gemah ripah lohjinawe. Kita kikis rasa ketidakpercayaan pada bangsa sendiri DI turun menyentak warga bangsa yang sedang menderita sakit TIDAK PD. Siapapun presidennya kalau memang berjuang demi Indonesia pasti akan memberi tempat pada DI untuk BERKARYA. Mari kita pekikkan slogan DI kerja…….kerja….kerja demi Indonesiaaaaaaaa.

    Posted by W.U | 28 April 2014, 1:45 pm
  39. Luar Biasa, semoga kemandirian bangsa segera terwujud

    Posted by muhamad nanang Suprayogi | 28 April 2014, 4:36 pm
  40. Mumpung lagi ngomongin KF, harga obat di apotik Kimia Farma itu selalu lebih mahal dari apotik-apotik lainnya. Harusnya apotik KF sebagai BUMN dengan modal besar, bisa menjual obat dengan harga standar bahkan lebih murah.

    Posted by Aldizy | 28 April 2014, 7:20 pm
  41. Alhamdulillah, senang membaca berita baik🙂

    Posted by layalli | 28 April 2014, 8:23 pm
  42. wah… dari dulu nunggu keputusan…
    dari mana aje pejabat2 dulu itu

    pemimpin cepat macam dahlan ini yang dibutuhkan indonesia

    dukung dahlan mahfud 2014-2019

    Posted by kursi pantai | 28 April 2014, 9:46 pm
  43. ayo dukung Dahlan Mahfud…

    Posted by pembatas ruangan | 28 April 2014, 11:01 pm
  44. Salut dan Kagum buat DI,semoga sukses trus,klo mungkin bergabung dgn jokowi/PDIP utk cawapres indonesia baru/hebat kalaupun tdk koalisi dgn PD atau tetap masuk kabinet di pemerintahan baru nanti,harapan rakyat ada 10 mentri/pemimpin seperti DI,Jkw indonesia akan sejahtera dan makmur,semoga sehat selalu Pak.

    Posted by toga | 29 April 2014, 7:04 am
  45. Tumben MH akhir2 ini ga dikomen sama pembenci abah DI, apa skr malas baca ato sdh tersentuh shg skr jd fans-nya abah DI…ato memang ga ada yg bisa dikomen,karena inilah kenyataan dilapangan bahwa abah DI satu2nya kandidat presiden yang memang layak memimpin Indonesia ke arah lebih baik (kerja..kerja..kerja…bukan jual..jual..impor..impor..)

    Posted by agusteub | 29 April 2014, 9:11 am
  46. Dahlan – Mahfud
    Ya Allah berikanlah pemimpin yang terbaik untuk negara yang kami cintai ini, jangan sampai jatuh ke tangan orang orang yang hanya mencari kekuasaan

    Posted by Bayu Santoso | 29 April 2014, 7:12 pm
    • kalau USULAN ngajukan pasangan Dahlan – Mahfud ini kita BLOW-UP di SOS-MED ………..
      kira-2 bisa ndongkrak elektabilitas (survei) bliau berdua apa nggak yaaa …….??

      ada efeknya apa nggak, kita tdk akan tahu, kalau tidak dicoba………. ??
      nggih napa mboten …. ???
      monggoooo … kita coba …… kita IKHTIAR-i …

      ato kita tanya dulu pendapat mas Bonzo …. ?? (yg lama nggak kliatan)

      ..

      Posted by pakpuh | 30 April 2014, 1:27 pm
  47. Top markotop pak Dahlan……tapi masih bisa nggak sih jadi RI 1…..? Semoga Allah berkenan pak Dahlan menjadi RI 1….

    Posted by Narti | 30 April 2014, 4:55 am
  48. Indonesia memang sangat membutuhkan Pak Dahlan TOP banget

    Posted by kkgsatubojonegoro | 30 April 2014, 12:40 pm
  49. Pemimpin kayak Abah DI ini yang dibutuhkan Indonesia, Semoga ada mukjizat Abah DI bisa jadi RI 1. Kalau masih ada orang yang menganggap apa yang dilakukan Abah DI ini sebagai pencitraan aku tidak habis pikir. Abah DI Doaku koyo banyu mili semoga bisa jadi RI1. Amin

    Posted by wong manis | 1 Mei 2014, 3:44 pm
  50. semoga pak DI semakin amanah dan terus memberikan terobosan positif untuk bangsa ini..

    Posted by mohammadhamdani | 2 Mei 2014, 6:41 pm
  51. Salam Kangen buat semua DahlanIS
    Semua sudah bergerak wess wess wess …
    Sayang sekali PD seperti SIPUT ssew ssew ssew

    Apa karena seperempat hati, ya, mengajak bung DI?

    Posted by aditam@putra | 3 Mei 2014, 6:23 am
  52. pak Daan Iskan ,saya seorang ibu yg sangat mengidolakan bapak. saat ini sedang galau karena sakit yg diderita sy termasuk sakit tdk umum dan maut mengancam.bisakah saya minta bantuan bagaimana mencari dan mendapatkan info dokter yg tepat yg sangat mahir dibidang penyakit saya, seperti waktu bapak menentukan dokter yg jam terbangnya sangat tinggi untuk operasi hati bapak bbrp tahun yll.. terima kasih sebelumnya , semoga terus berkarya bagi Indonesia tercinta ….

    Posted by ibu bingung | 4 Mei 2014, 11:27 pm
  53. insyaAllah pak. salam sukses untuk kita para rakyat Indonesia.

    Posted by shreewhynie | 5 Mei 2014, 9:05 pm
  54. Perlu dipertanyakan pula hasil penelitian BPPT yang lain. apakah semua penelitian itu hanya sampai ke buku laporan saja….. sehingga Indonesia bisa lebih maju lebh mandiri. Devisa bisa dihemat atau malah bisa memberi pemasukan ke negara. dan Peneliti Indonesia bisa lebih bergairah menelurkan karya karyanya

    Posted by realis | 7 Mei 2014, 5:23 pm
  55. Indonesia bisa!!

    Posted by Kursus Gitar Pekanbaru | 7 Mei 2014, 7:00 pm
  56. Seneng dengernya, awalnya garam,besok yg lain lagi..yg lain lagi…buat apa harus impor kalau kita punya segala sumber dayanya (alam, manusia,modal) yg penting support pemerintah harus terus Pak..kita bisa jadi negara hebat…

    Posted by Kisia | 9 Mei 2014, 8:07 am
  57. wah……wah…….wah
    kalo penggedhe BUMN besuk ga DI jangan2 yang dieksport gak hasilnya
    tapi ……………………
    pabriknya!!!!!
    semoga Dahlan Iskan Dahlan Iskan yg lain segera lahir
    amin

    Posted by M. Suparno | 12 Mei 2014, 8:13 am
  58. kemana peran pemeintah memberdayakan pemudanya/ ilmuannya selama ini, ternyata betul kata orang malysia bangsa indon kerjanya hanya gosip. sukur bapak di membeberkan secara detil betapa beliau mau melihat indonesia kuat dan berdaya.sy sebagai petani di celebes merindukan selalu sosoknya
    mudah2han diberi umur panjang dan kesehatan lebih

    Posted by andi | 25 Mei 2014, 11:38 pm
  59. pengajuan atau istilahnya penerbitan buku, sebenarnya banyak numpuk, tapi karena hiruk pikuk para pejabat pemerintah yang berwenang disitu, sibuk dengan dirinya sendiri (memperkaya diri sendiri) sehingga sering kali mengabaikan proposal dari karya anak bangsa

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 5:17 am
  60. Lelah rasanya Pak DIS … kalau melulu selalu mendengar berita tentang anak-anak negeri berprestasi hanya ditulis dalam sebuah buku, sementara berita korupsi melulu selalu menghiasi media negeri ini, Salut Pak DIS rakyat Indonesia menunggu hal-hal baru untuk menghiasi berita tentang prestasi negeri ini. Salam …

    Posted by Gampang Setiawan | 24 Juni 2014, 9:30 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: