>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Untung Tiba-Tiba Ingat Petrofish

Senin, 03 Februari 2014
Manufacturing Hope 114

Saya hampir saja malu di Campurdarat: tidak bisa menjawab pertanyaan bagaimana mengatasi kesulitan seluruh petani ikan di seluruh Tulungagung. Terutama akibat kenaikan harga pakan setelah terjadinya kenaikan kurs dolar.

Pagi itu sebenarnya tidak ada jadwal ke Kantor Kecamatan Campurdarat. Tapi karena ada sedikit waktu luang, saya minta dimampirkan. Sekalian ingin ganti celana. Pagi itu saya memang masih mengenakan celana sawah setelah acara tanam padi sistem baru Jajar Legowo yang lagi digalakkan dalam program “yarnen”-nya BUMN.

Dari ruang kerja Pak Camat, sambil ganti celana, saya mendengar riuhnya kelas di ruang sebelah.
“Suara apa itu?” tanya saya.
“Suara peserta pelatihan PNPM petani ikan,” jawab Pak Camat.

Saya pun mencoba melongok ruang rapat yang penuh petani ikan se-Kecamatan Campurdarat. Mayoritas perempuan. Ibu-ibu muda. Rupanya mengenal saya. Teriakan dan tepuk tangan mendaulat saya untuk menjadi penceramah dadakan.

“Oke. Tapi, saya tidak akan ceramah,” kata saya. “Pidato sudah tidak penting lagi,” kata saya lagi. Lalu, saya minta peserta saja yang bicara: ada persoalan apa.

Ternyata saya tidak siap dengan persoalan dadakan yang mereka ajukan. Seorang ibu bicara soal harga pakan yang naik drastis. Peserta yang lain serentak mendukung ibu muda itu. Saya hanya bisa tertegun.

Ini lele masuk bubu, kata saya dalam hati. Siapa suruh melongok ruang ini.

Saya tidak tahu harus menjawab apa. Saya tidak biasa menjawab pertanyaan dengan bla-bla-bla. Saya sudah terbiasa mengucapkan sesuatu yang harus bisa dikerjakan. Harus bisa dibuatkan road map bagaimana melaksanakannya.

Saya tidak bisa mengucapkan kata-kata yang kelihatannya menyenangkan, tapi tidak bisa dilaksanakan. Saya juga sudah terbiasa untuk mengatakan “tidak tahu” untuk pertanyaan yang saya memang tidak tahu jawabannya. Saya tidak malu.

Pagi itu pun saya mengatakan “saya benar-benar tidak tahu” bagaimana mengatasi persoalan tersebut. Akal sehat saya mengatakan, sepanjang pakan itu masih impor ya harganya pasti naik.

Maka, saya lemparkan kembali persoalan itu kepada floor. Siapa tahu ada peserta yang cerdik dan mau membagi kiat. Di situ juga ada pejabat daerah yang lagi memberikan ceramah.

Tapi, tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jalan keluar. Saya pancing dengan hadiah uang pun ide itu tidak keluar. Seorang polisi yang di rumahnya juga beternak gurami malah menceritakan parahnya keadaan.

Dia punya lima kolam ikan masing-masing 7 x 7 meter persegi. Kolam itu dibuat di atas tanah dengan menggunakan batu bata. Di seluruh Tulungagung bertani ikan memang sudah menjadi andalan sumber kehidupan. Penghasil ikan budi daya terbesar di Jatim. Ikannya banyak dikirim ke Jakarta.

“Yang bisa dilakukan sekarang ini hanya memberi pakan dari kangkung, Pak,” kata polisi itu kepada saya. “Tapi, itu sekadar membuat ikan bertahan hidup. Tidak bisa membesarkan,” tambahnya.

Saya menyerah. Sambil menahan rasa malu saya hanya mengatakan: saya akan sampaikan persoalan ini kepada yang berwenang. Saya pun pamit meninggalkan kelas. Saya tahu mereka tidak bahagia.

Mereka adalah penerima dana PNPM pemerintah untuk mendorong rakyat agar mau mulai berusaha kecil-kecilan. Program tersebut sebenarnya sukses. Tapi, khusus di bidang usaha ikan kini menghadapi masalah harga pakan.

Tentu persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Campurdarat, tapi juga di seluruh Indonesia. Ini sangat serius.

Sambil berjalan meninggalkan ruangan saya terus merenung: jadi pengusaha memang tidak semudah jadi politisi. Persoalan demi persoalan harus dihadapi. Pengusaha besar harus menghadapi persoalan besar. Dan pengusaha kecil harus menghadapi persoalan besar juga.

Saya terus merenung, menenangkan diri: tentu persoalan seperti harga pakan itu pada saatnya akan hilang dengan sendirinya. Yakni, setelah pelan-pelan harga jual ikan bisa disesuaikan, eh, bisa dinaikkan. Ini yang disebut keseimbangan baru.

Tapi, ada satu periode tertentu untuk menuju keseimbangan baru itu. Ada kurun waktu yang harus dilewati. Ada satu masa yang sangat sakit untuk sampai ke sana. Seperti saat ini. Harga pakan sudah naik, harga ikan belum bisa dinaikkan.

Di sinilah terjadi seleksi alam. Siapa yang tangguh akan tegak dan siapa yang mudah menyerah akan terkulai.

Kenaikan harga pakan (dan harga apa pun) bukan baru kali ini terjadi. Tapi, seorang pengusaha harus selalu survive dalam setiap gejolak itu. Buktinya, kenaikan apa saja sudah begitu sering terjadi. Tapi, jumlah pengusaha terus bertambah.

Di tengah-tengah renungan itu tiba-tiba saya ingat sesuatu: bukankah dulu saya sudah minta PT Petrokimia Gresik, anak perusahaan BUMN Pupuk Indonesia Holding, memproduksi pakan ternak dan pakan ikan? Bukankah sudah berhasil? Bukankah saya sudah melihat hasilnya? Mengapa saya lupa?

Maka, meskipun saya sudah sampai di halaman kantor kecamatan itu, saya mendadak balik kanan: bergegas menuju ruangan yang penuh ibu-ibu muda tadi. Banyak yang kaget dikira ada barang saya yang ketinggalan. Pejabat daerah sedang meneruskan ceramahnya ketika saya tiba kembali di ruangan itu.

Saya minta waktu bicara. Ceramah dihentikan.
“Ibu-ibu,” ” kata saya agak bergegas, “Ada jalan keluar!”

Serentak mereka bersorak. “Saya lupa, BUMN sudah memproduksi pakan ikan. Namanya, Petrofish,” kata saya. Yang untuk sapi namanya: Petrobeef.

Lantas, saya ceritakan kunjungan saya ke desa-desa di Jember dua tahun lalu. Waktu itu para petani tembakau curhat harga pupuk yang mahal. Maklum, pupuk impor dari Eropa. Indonesia belum bisa bikin pupuk khusus untuk tembakau. Maka, saya minta Petrokimia Gresik memproduksinya.

Berhasil. Kini petani tembakau Jember sudah menggunakan produk dalam negeri yang khasiatnya sama. Waktu itu Petrokimia juga sekalian bikin pupuk untuk kebun sawit, pestisida, serta makanan ternak dan ikan. Tapi, marketing-nya masih kalah dengan makanan ikan impor.

Petani ikan di Tulungagung tahunya pakan impor “yang itu”. Belum tahu Petrofish. Maklum, marketing “yang itu” amat agresif.

Saya langsung minta Dirut Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman menugaskan manajer Petrofish terjun ke Tulungagung. Marketing Petrofish tidak boleh kalah agresif.

Hari itu juga manajer Petrofish datang ke acara ibu-ibu itu. Semua dijelaskan dengan baik. Untung ada Petrofish! Saya tidak jadi malu. Petani ikan pun dapat pakan yang lebih murah dengan mutu yang tidak kalah dengan “yang itu”. (***)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

68 thoughts on “Untung Tiba-Tiba Ingat Petrofish

  1. Tetep semangat dunk…

    Posted by yuni | 3 Februari 2014, 5:16 am
  2. Semangat yg sama ,mbak yuni…slmt pagiii

    Posted by abby.r | 3 Februari 2014, 5:24 am
  3. biyuh biyuh. bener bener abah ini mentri yang memang bener bener memberi jalan keluar dan terobosan baru

    Posted by cah wonogiri | 3 Februari 2014, 5:50 am
  4. Abah DI memang beruntung, tidak jadi malu krn prestasi yg lalu membantu munculnya prestasi baru. Semoga beruntung smp jadi RI 1. Amin.

    Posted by DI factor | 3 Februari 2014, 5:51 am
  5. Bahan baku makanan ikan berlimpah, mengapa musti impor ? juga makanan ternak yg lainnya. saya berharap dg naiknya kurs dolar malah dapat memicu produsen lokal. sudah saatnya kebutuhan dalam negeri dipenuhi lokal, dan malah seharusnya ekspor !

    Posted by andimustafa | 3 Februari 2014, 6:23 am
  6. Andaikan di setiap kementrian ada orang seperti dia,…..

    Posted by fath | 3 Februari 2014, 6:29 am
  7. Saya tidak bisa mengucapkan kata-kata yang kelihatannya menyenangkan, tapi tidak bisa dilaksanakan. Saya juga sudah terbiasa untuk mengatakan “tidak tahu” untuk pertanyaan yang saya memang tidak tahu jawabannya. Saya tidak malu.

    contoh pernyataan pemimpin yg tidak malu mengakui kl beliau tidak dan blm mempunyai solusi ! Mari pilih DI utk Indonesia Maju 🙂

    Posted by relawandemiindonesia | 3 Februari 2014, 6:38 am
    • Mas @RELAWANDEMIINDONESIA bukti nyata pejabat yang sederhana,Jujur dan amanah………apa adanya tidak dibuat- buat sesuai karakternya ( lain dengan politisi )
      vote Dahlan Iskan for presiden 2014

      Posted by Mustahil | 3 Februari 2014, 7:08 am
  8. Siip…..katakan tidak mampu jika memang tidak mampu, tidak pakai janji yang muluk-muluk dan tidak bisa dilaksanakan, bagi kami anekdot seperti sangat-sangat jujur….bukankah mencari orang jujur itu sulit. Dan sekarang kita sudah tau dan bagaimana seorang DI….mari kita dukung sekuat2nya, tidak bisa lewat tulisan yah…lewat omongan dan saya percaya sekalipun mutiara didasar laut adalah tetap mutiara yang bernilai jika dibawa kepermukaan. Salam buat orang2 yang kerja,kerja dan kerja……..

    Posted by Yus | 3 Februari 2014, 7:06 am
  9. Selalu pada akar permasalahan. selalu optimis. Selalu mengandalkan kemampuan bangsa Indonesia. Kerja Kerja Kerja.

    Posted by Alex Mur | 3 Februari 2014, 7:12 am
  10. Jujur saja, sosok pemimpin yang seperti ini langka di Bumi Indonesia, selain stok-nya amat-amat sedikit, juga sering di singkirkan dengan berbagai cara jahat.

    Insyaallah Dahlan Iskan akan berhasil menjemput takdirnya, tentu dengan dukungan semua rakyat Indonesia.

    Posted by Manihot Ultissima | 3 Februari 2014, 7:14 am
  11. Terima kasih pak admin, saya dapat merasakan tulisan Pak Dahlan Iskan yang sangat mumpuni menulis dan menjaga tension dalam alur pikiran kepenulisan.

    Posted by Happi Andri | 3 Februari 2014, 7:18 am
  12. 7 HAL YANG DAPAT ANDA LAKUKAN SETELAH MENJADI MEMBER VSI

    1. Bisnis Loket All-Payment VERITRA-PAY dapat melakukan pembayaran Online Tanpa ke Loket atau Bank.

    2. Mengisi Pulsa Elektrik Sendiri Kapan Saja, Dimana Saja Langsung dari HP Anda… BAYANGKAN Hidup TANPA Perlu Lagi ke Counter!

    3. Mengisi Pulsa TOKEN Listrik PLN di Rumah Anda ataupun Rumah Tetangga Anda… BAYANGKAN Anda Bisa Dengan Mudah Kapan Saja Mengisi Pulsa TOKEN Listrik PLN Rumah Anda!

    4. Membayar TAGIHAN Listrik PLN Rumah Anda ataupun Rumah Tetangga Anda… BAYANGKAN Anda Tidak Perlu Lagi ANTRI untuk Membayar Tagihan Listrik PLN Rumah Anda!

    5. Membayar TAGIHAN Telepon TELKOM Rumah Anda… MENYENANGKAN Bukan, Anda Bisa Membayar Tagihan Hanya dari HP Anda ?

    6. Membayar Tagihan SPEEDY INTERNET dan SEGERA yang Lainnya… ALL PAYMENT…!!

    7. Mengajak semua orang yang anda kenal untuk IKUT MENGALIHKAN pembayaran mereka ke VSI….! dan Nikmati bonus dan komisi dari VSI SEUMUR HIDUP..!
    Gabung bersama bisnis VSI Ustadz Yusuf Mansur yuk di http://www.bisnisvsi.biz

    Posted by mei | 3 Februari 2014, 7:46 am
  13. bisa aja si abah ^^, paling suka sama, “Oke. Tapi, saya tidak akan ceramah,” kata saya. “Pidato sudah tidak penting lagi,” kata saya lagi. Lalu, saya minta peserta saja yang bicara: ada persoalan apa.

    Posted by dikisepterian | 3 Februari 2014, 8:06 am
  14. pemimpin sejati….. semoga beruntung di tahun ini…

    Posted by bandung bondowoso | 3 Februari 2014, 8:17 am
  15. petrofish belum terkenal dikalangan peternak ikan, kalau petrodish tidak bisa memanfaatkan peluang tulisan ini, sangat sayang sekali ini tulisan brand marketing yang harus direspon cepat

    Posted by shayun | 3 Februari 2014, 8:54 am
  16. ada usaha ada jalan……sehat terus pak D1S……..

    Posted by muh mundir | 3 Februari 2014, 9:16 am
  17. Sambil berjalan meninggalkan
    ruangan saya terus merenung: jadi
    pengusaha memang tidak semudah
    jadi politisi. Persoalan demi
    persoalan harus dihadapi.
    Pengusaha besar harus menghadapi
    persoalan besar. Dan pengusaha
    kecil harus menghadapi persoalan
    besar juga.
    Peernyataan yg sangat menohok.!
    sangat Jleb.!!!

    Posted by aburachman | 3 Februari 2014, 9:31 am
  18. itulah kenapa saya ngefans sama beliau…Pak DIS tak malu bilang “tidak tahu” untuk sesuatu yang beliau betul-betul tidak tahu…keren kan???!!!

    Posted by Ririn Agustin | 3 Februari 2014, 10:06 am
  19. Memang program2 pemerintah yg untuk rakyat kecil jarang dikomunikasikan ke bawah pak. Thanks MH

    Posted by checklist magazine | 3 Februari 2014, 10:24 am
  20. silent readaer yang tetep dukung abah, walau saya tidak biasa nulis. saya akan usahakan minimal bawa 500 suara untuk abah, karena saya sudah promosi kesemua family dan teman. Kerja kerja kerja…

    Posted by Boes | 3 Februari 2014, 10:27 am
  21. jarang ada tokoh yang tidak malu mengatakan “saya tidak tahu” seperti pak dahlan

    Posted by didin | 3 Februari 2014, 10:43 am
  22. wah, kenapa orang hebat spt ini koq masih susah utk memperoleh simpati umum ya ? apa orang-orang (+keluarganya) karena sudah terlanjur masuk partai lawan ya ?

    Posted by sugiharto | 3 Februari 2014, 10:44 am
  23. Ada yang tahu lokasi penjual pakan ikan dan ayam produksi BUMN petro kimia yaa … share dunk, kebetulan lokasi kolam di Tulung Agung dan harga pakan naik nih.
    Terima kasih banyak

    Posted by Yoyok Suswoyo | 3 Februari 2014, 11:05 am
  24. sebenarnya ada juga sich produsen pakan ternak yg lokal kayak matahari sakti, produknya emang bersaing ketat sm punya CP… tp kl harga sich lebih murah dech kayaknya…

    Posted by sang juara | 3 Februari 2014, 12:12 pm
  25. jujur. tulus. ikhas. logis. efisien. bermanfaat. bermartabat. baik. entah….. apalagi yg bs dgambarkan. doa kami bersamamu Abah…. semoga jalan yg terbaik dari Allah mengiringimu. dan senantiasa sehat. amien….

    Posted by tonybastian | 3 Februari 2014, 12:23 pm
  26. Dari tulisan pak Dahlan ini yang paling menarik untuk diulas adalah : pakan ikan import, karena kurs dollar menguat terhadap rupiah maka harga pakan ikan tentu naik. Harga pakan naik tetapi harga ikan tidak naik jadi petani ikan resah. Kalau harga ikan naik ya tidak terasa tetapi proses menuju keseimbangan itu yang sulit.
    Nah sebenarnya yang mendasar bukan membuat harga ikan segera naik sehingga seimbang dengan pembelian harga pakan yang naik akibat kurs dollar menguat terhadap rupiah. Persoalan mendasarnya adalah bagaimana petani ikan Indonesia tidak tergantung dengan pakan ikan import. BUMN sudah mempunyai Petrofish, tetapi mengapa juga pelaksana perusahaan ini juga tidak peka terhadap kebutuhan petani ikan nunggu di instruksi Menteri BUMN, seharusnya kan pro aktif bukan sekedar menawarkan produknya ke petani tetapi juga mendata seberapa besar si, kebutuhan petani ikan Indoneisa akan pakan ikan ini. Setelah tahu kan berapa yang harus diproduksi Petrofish yang sanggup untuk pemenuhan kebutuhan akan pakan ikan ini. Jika saja tidak mampu sendiri dengan siapa harus berpartner untuk dapat memenuhi kebutuhan pakan ikan dalam negeri agar tidak tergantung import. Ini Pekerjaan Rumah baru yang segera dijawab agar tidak tergantung import, jadi tidak terpengaruh kurs dollar naik atau melemah bahkan dapat mendongkrak menguatnya rupiah terhadap dollar.

    Posted by Ari Sunarijati | 3 Februari 2014, 12:31 pm
  27. Hari Senin selalu ku rindu
    Karena selalu ada haru
    Harapan Indonesiaku
    Demi setapak pasti maju

    Posted by pakdhe edhi | 3 Februari 2014, 12:47 pm
  28. Mengapa bapak ga nyalahin warga…. sudah mahal kok masih pelihara…
    Apalagi itu domain pertanian … tinggal lempar statemen nyalain yg lain trus goreng beritanya bahwa bpk lebih bisa menyerap langsung keluhan warga nun jauh dari Jakarta

    Posted by setyo | 3 Februari 2014, 1:35 pm
  29. contoh pejabat yang punya pribadi yang baik.

    Posted by tatang suryadin | 3 Februari 2014, 1:47 pm
  30. Mengatakan tidak tahu karena memang tidak tahu, adalah hal yang bagus.

    Tapi, akan ada situasi dan kondisi yang mengharuskan kita “seolah-olah tahu” sehingga anak buah tidak tercecer kebingungan. Khususnya bila dalam situasi dan kondisi genting yang butuh respon cepat.

    Untunglah, situasi dalam cerita diatas bukan termasuk kondisi genting.

    Posted by Tukang sapu Kya-kya | 3 Februari 2014, 2:01 pm
  31. terimakasih pak DI ulasan tentang Petrofish, akan coba sy sampekan jg info petrofish ini ke rekan-rekan petani ikan di daerah saya (kendal-jateng) nudah-mudahan bermanfaat.

    Posted by lingga bayu | 3 Februari 2014, 2:03 pm
  32. Heheh..tak luput dari alfa, tp selalu ingin berbagi dan bermanfaat..

    Posted by munduf | 3 Februari 2014, 2:38 pm
  33. InsyaAllah klw abah DI lolos jadi capres kami satu kelurga akan memilih abah,semoga Allah mentakdirkan abah jadipeminpon negeri yg sedang sakit ini

    Posted by uzank | 3 Februari 2014, 3:01 pm
  34. tidak terjadwal, hanya ingin ganti celana mala bisa memberikan jalan keluar atas persoalan pakan ikan. awalnya tidak tahu tp tetap mjd pikiran akhirnya voila teringat petrofish dan lalu balik badan kembali menemui forum. pak dahlan memang cepat tanggap. kenapa tdk EGP sj??? benar2 pribadi yg mumpuni. vote dahlan iskan for the president RI 1 2014

    Posted by fia | 3 Februari 2014, 6:03 pm
  35. kalau nyapres tak dukung pak…kerja kerja kerja…..

    Posted by Habibie Arif | 3 Februari 2014, 8:33 pm
  36. Menjadi pengusaha memang benar-benar lebih sulit daripada menjadi politisi. Namun kalau semua politisi memiliki sikap dan pemikiran serta etos kerja seperti Pak Dis, insya Allah kemandirian bangsa Indonesia akan secepatnya terwujud.
    Terima kasih Pak Dis

    Posted by ariel | 4 Februari 2014, 9:08 am
  37. Tahun ini juga harus sudah ada PRESIDEN NOTES..ah indahnya kedepan bangsa ini

    Posted by offick | 4 Februari 2014, 9:32 am
  38. Mohon info petrofish itu pakan ternak atau probiotik yang digunakan untuk kesehatan ikan dan udang ? kalau ada produk petrofish yang berupa pakan ternak yang haraganya lebih murah dari pakan ternak yg ada di pasaran sekarang mohon info distributornya ya pak , terima kasih .

    Posted by Alex dovinio | 4 Februari 2014, 10:38 am
  39. bagus pak… semangat walau cuaca galau terus..🙂

    Posted by sinaga17 | 4 Februari 2014, 12:38 pm
  40. Untuk Mr. Turnaround (http://www.jpnn.com/read/2014/02/04/214768/Sentuhan-Ajaib-Dahlan-Iskan-Diulas-di-The-Strait-Times-), cepatlah jadi pemimpin bangsa ini Pak. Jika 2 tahun ini Bapak sudah memanufacture hope, maka berikutnya tinggal menggemakan Indonesia dengan semua realisasi buncah-buncah harapan itu. Make it Sir, where our dreams come true.

    Posted by Apa Saja | 4 Februari 2014, 1:51 pm
  41. Pak Menteri, semoga Alloh swt selalu menjaga kesehatan, saat saya lihat tanggapan berkaitan dengan penggabungan perusahaan gas. Sepertinya wajah Bapak sangat kelelahan. semoga selalu sehat.

    Posted by datun | 4 Februari 2014, 2:55 pm
  42. pak tolong petrofish juga masuk ke lampung dong, utamanya lampung timur, harga pakan ikan gurame mahal sekali dan harga ikan masih stagnan

    Posted by ansorizulfika | 4 Februari 2014, 3:30 pm
  43. Hi hi pak Dahlan “nyenggol” Petrofish … halo2 buktikan presentasimu waktu itu, mana pakan hasil karyamu kok tidak nongol di pasaran

    Posted by bowo | 4 Februari 2014, 7:40 pm
  44. Bismillah Aslm. Pak dahlan pengalamannya sangat inspiratif. Daya ingin sekali jd muridnya pak dahlan kalau boleh🙂

    Posted by mailtoagi1 | 5 Februari 2014, 7:43 am
  45. Sorry OOT: bagi relawan Demi Indonesia dimanapun berada. Tolonglah pantau juga kondisi pelayanan commuter line Jabodetabek. Memang Jonan sudah kerja keras (saya juga baca tulisan DI di MH ini) tp faktanya di lapangan ini masih jauh. 2 minggu terakhir pelayanan KAI/KCJ sangat sangat sangat parah…. Pengguna kRL bukan cmn rakyat kecil loh, tp kalanhan menengah perkotaan yg akses ke sosial medianya luas… Pertimbangkan kekacauan ini kalau DI mau RI 1. Mau tak mau orang akan melihat kaitan antara KRL dgn BUMN, dan DI akan jadi sasaran tembak… Semoga Relawan Demi Indonesia baca tulisan ini (sudah berkali2 saya menulis ini sih).. Dan kami (bukan saya sendiri loh ini) menunggu statemen ksatria dari Jonan atau minimal Dirut KCJ ttg pelayanan buruk 2 minggu ini. Kami tdk puas hnya dgn humas yg bilang “iya ada gangguan, karena bla bla bla bla”…. Statemen DI yg “tanggung jawab” ttg kisruh LPG lalu sangat ksatria. Kami tunggu juga komen DI dan Jonan ttg hal ini…. Dan kami tunggu perbaikannya…. Sblm kami paksa pegawai2 mereka tiarap di rel kereta… (Spt insiden dijemurkan pegawai PLN dulu sebelum DI karena pelayanan PLN tdk beres)

    Posted by sutan_sjach | 5 Februari 2014, 9:16 am
  46. Salam sukses pak DI,

    Saya seorang tokoh masyarakat di Tebing Tinggi Sumatera UTara ,saya ada melihat pembangkit listrik yang sudah dibangun di pabrik sawit yang ada di kota ini. Namun sampai saat ini pembangkit listrik tersebut belum beroperasi setiap hari. Saya pernah mendengar cerita-cerita para pegawai disana bahwasanya masalahnya yalah sertifikasi layak operasi yang belum dikeluarkan oleh PLN jasa sertifikasi. listrik ini sangat penting untuk kami..kenapa kok listrik itu untuk PLN kok lama dikeluarkan oleh PLN sendiri..saya sangat bingung padahal kan PTP itu membangun untuk membantu PLN spy listrik kami tidak padam padam. mohon bantuannya bapak DI..supaya anak kami bisa belajar malam tidak mati lampu lagi..Terima kasih bapak, salam sukses untuk bapak.

    Posted by Mustapha | 6 Februari 2014, 5:27 pm
  47. Met malen pak DI.

    Sudah hampir 2 minggu ini diwilayah kami perum. Mutiara gading timur – mustika jaya dan sekitarnya bekasi -jabar listriknya hampir setiap hari mati hidup dan tidak ada pemberitauan terlebih dahulu.
    Terima kasih

    Posted by yans008 | 6 Februari 2014, 7:25 pm
  48. Pemimpin yang selalu memberikan solusi dimanapun dia berada..saat ke daerah Di sik sempet-sempetnya mendengarkan masalah mereka n memberikan solusi mereka

    Posted by Caderabdulpacker.com | 8 Februari 2014, 5:38 am
  49. kalau mau fair dan punya etika seharusnya dahlan iskan mundur jadi menteri BUMN !
    ikut konvensi khan ?
    mosok ngelendot terus sih di BUMN… malu dong !

    Posted by sejatinyabonek | 8 Februari 2014, 5:42 am
  50. sore Pak Dahlan,

    maaf diluar topik tulisan Bapak. tolong soroti kinerja PLN Balikpapan. 1 minggu ini hampir setiap hari padam. yang terparah padam kamis malam(6 Feb 2014) dari pukul 20.00-Jumat pukul 14.30. sabtu ini padam kembali pagi pukul 08.00 dan padam sekitar 2 jam, sore harinya kembali padam sampai sekarang masih padam. mohon disoroti Pak kinerjanya, mosok kinerja PLN seperti ini. malu melihat kinerja perusahaan asset negara seperti perusahaan yang belum berpengalaman. tolong dibantu Pak. terima kasih.

    salam,
    yosua

    Posted by yosua simorangkir | 8 Februari 2014, 4:31 pm
  51. itulah pemikir dan pemimpin sejati dia tidak akan meninggalkan rakyatnya dalam kebingungan dan ketidakpastian, tidak malu untuk mengakui ketidak tahuannya dan mau melangkah kembali menemui rakyatnya untuk memberi jalan keluar dan pertolongan yang dibutuhkan rakyatnya…….

    Posted by teddy dwi hartoto | 8 Februari 2014, 8:35 pm
  52. Salut dengan pak dahlan. Dapat salam dari Ayah saya. Beliau salah satu dari orang yang kagum pada pak Dahlan Iskan.

    Posted by mnirurushadi | 8 Februari 2014, 8:56 pm
  53. semoga pak dahlan selalu diberi kesehatan dan diberi kesempatan untuk memimpin bangsa ini…..

    Posted by amirudin wonosoboekspres | 10 Februari 2014, 10:09 am
  54. makanan ikan dr petrofish sudah bisa didapat dmn sja kan Bah? sya dan suami sdg merintis budidaya ikan…

    Posted by primasuci | 25 Maret 2014, 9:33 am
  55. Wah kebetulan hari ini saya beli bibit lele, lumayan tanah kosong belakang rumah bisa jadi kolam buat bbrp kolam lele. Setelah diskusi yang lama dengan peternak bibit lele beliau merekomendasikan Petrofish ini, awalnya saya pikir produk import jg, eh pas liat di botolnya ternyata produksi PT. Petrokimia Gresik. Thanks Pak Dahlan kita memang butuh pemimpin dengan aksi nyata seperti ini untuk menstimulus BUMN mengahasilkan produk2 dalam negri

    Posted by Fajrin M. Natsir | 31 Maret 2014, 12:55 am
  56. Andai SMS pejabat kayak dahlan

    Posted by pembatas ruangan | 9 April 2014, 7:54 am
  57. sifat seperti inilah yang di butuhkan oleh bangsa indonesia, tidak mengada ada, kalaupun inget langsung memberi tahu dan tidak gengsi, karena manusia mempunyai keterbatasan

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 5:31 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: