>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Senin, 13 Januari 2014
Manufacturing Hope 111

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda, kita baru tahu siapa dia. Tiap tahun Bank Mandiri memang mengadakan lomba wirausaha untuk anak muda. Juaranya selalu hebat.

“Saya juara tahun lalu, Pak,” ujar Adi Widjaja saat menyalami saya di sebuah desa di Purwodadi, Jateng. Saya memang ke Desa Krangganrejo untuk bertemu warga di situ.

Desa ini dekat stasiun yang akan dirancang untuk disinggahi KA kelak. Saat ini stasiun yang dulu tidak disinggahi KA itu sedang dibangun dan sudah terlihat gagahnya.

Adi Widjaja datang ke Krangganrejo dengan membawa dua bungkus plastik kedelai. Satu bungkus berisi kedelai impor dari Amerika Serikat. Satunya lagi berisi kedelai hasil tanamannya sendiri yang dibiayai dari hadiah Rp 1 miliar yang dia dapat dari Bank Mandiri.

Adi ingin agar saya melihat sendiri bahwa kedelai hasil tanamannya lebih bagus daripada kedelai Amerika.

Waktu ikut lomba di Bank Mandiri dulu Adi memang mengajukan proposal bisnis kedelai yang menguntungkan. Proposal ini menarik perhatian, terutama ketika Indonesia kekurangan kedelai. Kita harus impor kedelai besar-besaran karena produksi kedelai kita sangat kecil.

Itu karena petani tidak mau menanam kedelai yang hasilnya kalah dari tanam padi atau palawija. Produktivitas tanaman kedelai kita hanya sekitar 1,5 ton/hektare. Kalau harga kedelai hanya Rp 7.000/kg, berarti satu hektare sawah hanya menghasilkan uang sekitar Rp 11 juta.

Adi Widjaja mengajukan proposal mengejutkan: bisa 3 ton/hektare. Bahkan, bisa 3,4 ton/hektare. Kalau ini benar, berarti satu hektare sawah bisa menghasilkan Rp 21 juta lebih. Cukup bersaing dengan tanaman padi. Apalagi, kedelai Adi ini sudah bisa dipanen dalam 75 hari.

Adi yang lulusan S-1 Biologi Universitas Satya Wacana Salatiga dan S-2 di Victoria University Melbourne, Australia, itu mengaku hanya mengembangkan penemuan bapaknya. Sang ayah, drh Tjandramukti yang lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), meninggal dunia tiga tahun lalu dalam usia 75 tahun.

Kalau penemuan Adi ini dikembangkan, gugurlah tesis selama ini bahwa kedelai tidak cocok ditanam di negara tropis seperti Indonesia. Selama ini text book mengatakan bahwa kedelai hanya cocok ditanam di negara subtropik yang mataharinya bersinar lebih panjang.

Dari logika “sinar yang lebih panjang” itulah Tjandramukti berangkat melakukan penelitian. Sang ayah ingin membuktikan bagaimana sinar yang pendek bisa ditangkap secara maksimal sehingga hasilnya sama dengan sinar yang panjang.

Tjandramukti fokus membuat daun kedelai yang mampu menangkap sinar dalam waktu yang lebih pendek, tapi daya serapnya lebih besar. Dalam kasus singkong, para penemu membuat daun singkongnya lebih banyak dan tidak cepat rontok.

Dalam hal kedelai ini, ayah Adi tidak ingin membuat daun kedelai yang lebar dan banyak. Ini karena daun yang lebar cenderung melengkung kalau terkena terik matahari yang sangat panas. Kalau daun itu melengkung, daya serapnya terhadap sinar berkurang.

Tjandramukti justru ingin menciptakan daun kedelai yang tebal. Dengan demikian, posisi daun tidak mudah melengkung saat ditimpa terik matahari. Lalu, ruas-ruas batang kedelai dia buat pendek untuk efektivitas sistem transportasi. Untuk menciptakan dua hal itu (daun tebal dan ruas pendek) diperlukan pupuk khusus.

Walhasil, pupuk khusus inilah yang ditemukan Tjandramukti. Jenis pupuk yang bisa mengubah tanah dan mengubah tanaman.

Adi yang meneruskan penelitian sepeninggal ayahanda merahasiakan formula pupuknya. Tapi, dia mau menjelaskan bahwa semua itu berbasis kotoran sapi. “Hanya, makanan sapinya kami atur secara khusus,” kata Adi. “Tetap ada unsur serat, protein, dan karbohidrat, tapi kami campur dengan ramuan khusus,” tambahnya.

Begitu mendapat hadiah Rp 1 miliar dari Bank Mandiri, Adi langsung bergerilya mencari petani yang mau sawahnya ditanami kedelai dengan benih dan pupuk khusus. Dia mendapat sawah seluas 950 hektare. Minggu lalu kedelai hampir 1.000 hektare itu panen. Hasilnya 3,4 ton/hektare. Sama dengan produktivitas kedelai Amerika.

Hebatnya, kedelai Adi ini bukan teknologi transgenik. Ini kedelai organik. Butirannya lebih seksi dan sedikit lebih besar daripada kedelai Amerika.

Mengapa hanya menanam 950 hektare” “Itulah maksimum volume pupuk yang bisa kami buat. Kami hanya punya 50 sapi,” ujar Adi. “Kami perlu membeli sapi tambahan untuk bisa bikin pupuk khusus yang lebih banyak.”

Sambil meninggalkan Purwodadi kemarin, saya merasa bersyukur karena Bank Mandiri bisa “menemukan” Adi Widjaja. Tantangan berikutnya tinggal mengembangkannya. Kita sudah mendapat kendaraan untuk swasembada kedelai. Kita tinggal menyediakan jalannya. Kita bisa!

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Iklan

Diskusi

85 thoughts on “Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

  1. Jd ingat dl pas jd TP ikut gropyok tikus

    Posted by yuni | 13 Januari 2014, 5:30 am
    • mbonceng bu yuni. ilmu yg bermanfaat adalah warisan yg tak ternilai. terima kasih pak tjandramukti dan pak adi widjaja. stlh stop impor beras skrg giliran utk stop impor kedelai. tahu tempe ancen enak rasane. jaya dan makmurlah petani indonesia

      Posted by fia | 13 Januari 2014, 5:38 am
      • Meskipun jakarta diguyur hujan seharian…
        Tetap Semangat Indonesia….
        http://www.mediatamamag.com

        Posted by Majalah Pegawai Kantoran | 13 Januari 2014, 7:11 am
        • Ya betul sekali… I Love Monday..

          Posted by Praja Penulis Buku | 13 Januari 2014, 7:13 am
          • Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

            Tag Line kita :

            Dahlan Iskan : Demi Indonesia
            Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
            Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

            Semoga ALLAH meridho’i.

            =============================================================================
            Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
            Terbuka untuk siapapun kita.

            Salam hormat,
            Bonzo – Jakarta Barat

            Posted by bonzo | 13 Januari 2014, 10:41 am
          • Tak hentinya promosi. Sudahkah Anda gabung mendaftar jadi relawan Dahlan Iskan?
            Caranya siapkan nomor telepon yang valid, lakukan 3 hal berikut dan ikuti langkahnya/konfirmasi by phone:
            1. Daftar dan dapatkan ID relawan di http://www.dicommunicationcenter.com
            2. Daftar dengan ketik SMS :
            – Format: Daftar*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat
            – Contoh: Daftar*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat
            – Dikirim ke: 0896 500 600 81 atau 0896 500 600 82
            3. Undang teman untuk daftar (berpeluang mendapat hadiah) dengan ketik SMS :
            – Format: Undang*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat*No.HPTeman
            – Contoh: Undang*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat*0812xxxxxxxx
            – Dikirim ke: 0896 500 600 81

            Posisi sementara (10 besar Propinsi, jumlah relawan)

            Propinsi Total
            Sumatera Utara 1790
            Jawa Timur 442
            Jawa Tengah 258
            Jawa Barat 166
            Jambi 136
            Sumatera Selatan 73
            DKI Jakarta 72
            Kalimantan Tengah 52
            DI Yogyakarta 41
            Kalimantan Timur 36

            10 besar berdasarkan kota/kabupaten

            Wilayah Total
            Kota Medan 1522
            Brebes 159
            Kota Jambi 103
            Kota Surabaya 84
            Kota Palembang 58
            Malang 52
            Tapanuli Utara 44
            Sidoarjo 41
            Kota Palangka Raya 40
            Jember 35

            Posted by Apa Saja | 13 Januari 2014, 1:56 pm
    • Kita tahu temuan – temuan itu belum sempurna dan tidak akan pernah sempurna karena itulah dialektika ilmu pengetahuan & teknologi. Tetapi, pada fase tertentu temuan – temuan itu tetap memberi manfaat yg sangat besar bagi kemanusiaan.

      Adalah tugas Negara dan masyarakat untuk terus memfasilitasi temuan – temuan yg awalnya sangat sederhana tsb menjadi sesuatu yg besar dan bermanfaat. Tidakkah steam engine (mesin uap) yg begitu luar biasa melintas di pikiran James Wat ketika merebus air di musim dingin? Tidakkah hukum tentang gaya dari Newton yg menjadi dasar semua teknologi bangunan maupun benda2 bergerak melintas ketika menyaksikan jatuhnya buah apel?

      Dan DI, harus bertanggung jawab untuk itu, karena Beliau yg mempromosikan. Dan, kita harus bertanggung jawab menjadikan DI memiliki otoritas yg memadai untuk menjalankan tanggung jawab tsb. Kemungkinan, kalau hanya sebagai Mentri BUMN, pasti tidak cukup otoritasnya untuk menjadikan banyak temuan – temuan awal ini, menjadi sesuatu yg kelak, setelah terus dikembangkan bermanfaat bagi kemanusiaan. Oleh karenanya, adalah tugas kita dan tekad kita semua untuk menjadikan DI memiliki otoritas yg lebih tinggi lagi daripada “sekedar” Mentri BUMN.

      Posted by Minke | 13 Januari 2014, 8:50 am
      • Sangat-sangat setuju sekali!!!
        Tetep jaga semangat!

        Posted by aditam@pytra | 13 Januari 2014, 9:03 am
      • Yang lebih tinggi dari Men BUMN apa ya? 🙂

        Posted by Apa Saja | 13 Januari 2014, 1:40 pm
      • Ya, menarik sekali temuan Sdr. Adi dari temuan ini sesungguhnya juga memberi pikiran baru seperti pemenuhan akan pupuk dari kotoran sapi, jika pemeliharaan sapi dapat dilakukan oleh petani khusus memelihara sapi seorang peternak sapi dengan memelihara 15 sapi saja akan memberi kehidupan yang layak bagi peternak, kebutuhan pupuk terpenuhi pemenuhan kebutuhan daging juga lama terpenuhi sehingga tidak lagi impor daging dari Australia. Dengan demikian tidak ada lagi penyelenggara negara berikut partainya tidak perlu mempunyai kapling impor daging sapiiii………… namun perlu dilindungi temuan Adi baik bibik, pupuk jangan samapi seperti petani Krawang yang menemukan bibit di sawahnya sendiri di jerat hukum pidana karena di dakwa melanggar lisensi perusahaan bibit milik Amerikaaaa.

        Sayasetuju saja kalau DI menjadi RI I, tentu jangan mau didekte Cikeas. Masyarakat sebenar kuwatir kalau didekte Cikeas yang sedang membangun DINASTI.

        Posted by Ari Sunarijati | 14 Januari 2014, 10:07 am
    • Sebagai warga asli grobogan saya turut bangga terhadap prestasi mas Adi Widjaja, terimakasih Pak DI sudah mengangkat prestasi wilayah grobogan, semoga menjadi pemicu untuk meledaknya ide brilian baru dari adi widjaja adi widjaja yang lainnya

      Posted by Endra cah purwodadi | 13 Januari 2014, 1:28 pm
    • Alhamdulillah… sejak dari dulu Indonesia Bisa bahkan disegala bidang, hanya salah urus!!!, olehnya itu semoga Allah SWT menganugerahi Fikiran Cerdas buat Rakyat Indonesia 2014, ntuk memilih Wakil dan Pemimpinnya, yg betul-betul wakil Rakyat dan Betul-betul Pemimpin!!!. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

      Posted by Hariyadi Ibrahim (@hariyadi5wija) | 15 Januari 2014, 9:07 am
    • Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
      Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
      tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
      dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
      yang ingin merubah
      nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

      WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

      Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
      IBU yuly tki.
      MAKASIH OM ROOMNYA

      Posted by Angka Toto | 7 Maret 2014, 10:23 am
  2. Perlu diteliti lebih lanjut, uji tanamnya jg masih sekali msh belum bisa jd patokan.

    Namun ini langkah awal yg baik utk di tindak lanjuti oleh Menteri Pertanian

    Posted by setyo | 13 Januari 2014, 5:39 am
  3. Dapat digabungkan dengan BUMN yang bergerak di peternakan sapi
    Pupuk organiknya bisa diproduksi dalam jumlah yang besar
    Swasembada pangan akan berkelanjutan

    Posted by Muhari Kumis | 13 Januari 2014, 6:00 am
  4. Alhamdulillah. Satu per satu swasembada akan tercapai. Semoga generasi emas segera lahir.

    Sukses P. DIS, Sukses BUMN, Sukses INDONESIA.

    Posted by Wanto Kdr | 13 Januari 2014, 6:08 am
  5. Setuju dengan pak Setyo, terus terang saya merasa optimis bercampur pesimis. Dari tulisan pak DI kali ini, terbayang “aroma” agak mistis, bagaimana sebuah pupuk organik bisa mengubah fisik tanaman kedelai secara “instan”. Apakah itu mungkin untuk semua varitas kedelai? Pastinya perubahan fisik tanaman menjadi unggul harus melalui seleksi yang butuh waktu lama. Kalau benar formula makanan sapi akan menghasilkan formula pupuk organik “ajaib” dan dapat berfungsi untuk semua varietas kedelai, secara “instan”, tentu akan menjadi temuan besar. Apapun, rasanya tetap harus salut dan menghargai upaya pak Adi Widjaya..

    Posted by Beka | 13 Januari 2014, 6:12 am
    • Jangan lupa: “Hanya, makanan sapinya kami atur secara khusus,” kata Adi. “Tetap ada unsur serat, protein, dan karbohidrat, tapi kami campur dengan ramuan khusus,”

      “Ramuan khusus” inilah yang sepertinya menghasilkan formula pupuk organik “ajaib” itu.
      Jadi sangat rasional, tidak ada sedikitpun aroma mistisnya.

      Posted by aditam@putra | 13 Januari 2014, 9:24 am
      • dari penjelasan faktor peningkat produksi kedelai diatas berasal dari pupuk tertentu bukan berasal dari varietas unggul tertentu dapat dipastikan bahwa pupuk itu mengandung zat pengatur tumbuh (zpt) yang fungsinya bisa mempercepat pertumbuhan, memperbanyak dan meningkatkan hasil pertanian. karena berasal dari kotoran sapi, berarti bersifat organik. zpt organik mempunyai keunggulan murah dan mudah dibuat. tapi kelemahannya sulit terstandarisasi dan terkontrol kualitasnya. sehingga untuk membuktikan keunggulan pupuk diatas masih perlu diuji berbagai lokasi dan musim tanam.

        Posted by G.Hariyanto | 14 Januari 2014, 9:31 pm
    • Saya kira, gak ada aroma mistis. Pupuk yang dipakai oleh Mas Adi, sudah melalul penelitian panjang, yang dilakukan oleh ayahnya yang sdh almarhum
      Tidak ada yang instan. Pupuk yang dipakai, juga akan mempengaruhi bentuk fisik tanaman.
      Komposisi pupuk yang dirahasiakan itu adalah hak paten Mas Adi dan ayahnya..
      Ini penemuan yang bagus, tinggal diuji apakah produktivitasnya bisa konstan.

      Posted by Weni | 13 Januari 2014, 2:04 pm
    • Hemat saya begini, katakanlah temuan Mas Adi ini “by accident”, tetapi karena secara empiris terbukti, maka tugas para ilmuwan untuk membuktikan semua proses kimia yg terjadi di dalam pencernaan sapi setelah distimulasi dng ramuan khusus tadi. Tidakkah pencernaan Luwak bisa melakukan fermentasi kopi yg sangat sempurna? sehingga kadar acid dan protein kopi turun sehingga rasa kopi lebih nikmat dan lebih bersahabat dng perut manusia.

      Adalah tugas Negara mengamankan temuan Mas Adi sebelum penelitian yg lebih mendalam sampai ketemu rangkaian kimiawinya sehingga secara metodologi ilmiah temuan ini menjadi shakih. Atau mungkin Mas Adi sudah menyelesaikan semua ini hanya saja takut mengumumkan?

      Sy menemukan banyak hal semacam ini. Banyak temuan yg akhirnya layu sebelum berkembang karena penghargaan atas kekayaan intelectual di Negri ini tidak pernah menjadi prioritas. Padahal temuan – temuan semacam inilah yg akan menjadikan bangsa kita maju dan akhirnya sejahtera.

      Berapa banyak temuan – temuan yg kemudian sangat bermanfaat bagi kehidupan kita di Negara – Negara makmur?

      Kita perlu Presiden yg tahu bagaimana melindungi dan mengembangan produk dari anugrah Tuhan dlm diri manusia yg sangat berharga, yaitu akal – pikiran !!!

      Posted by Minke | 13 Januari 2014, 9:23 pm
    • terbayang “aroma” agak mistis ……
      kayak uji nyali, dunia lain, sisi dunia lain, rumah pocong, suster ngesot, hantu jeruk purut …..

      Posted by pemerhati | 14 Januari 2014, 9:21 pm
  6. pak, tolong di share berita ini ke bojonegoro… disanalah lede;ai jatim diproduksi. disana juga banyak sapi yang dibesdarkan. ayo ayo ayo… bojonegoro bisa melewan tembakau dengan kedelai. semangat kerja kerja kerja

    Posted by cak wafiq | 13 Januari 2014, 6:31 am
  7. Ayo Pak. InsyaAllah kita bisa. Untuk Aceh kami siap jadi fasilitatornya. Lewat Universitas Syiah Kuala melalui program KKN Tematik atau lewat lembaga kami: Cendekia Peduli Nanggroe. Kalau Bapak perlu kami dapat dihubungi di: 085277224606 atau BB: 2804CF40. FB: http://www.facebook.com/muslim.amiren.3

    Posted by musaceh | 13 Januari 2014, 6:42 am
  8. Rasa-rasanya, rasa tempe akan semakin uenak!

    Posted by Arif Haliman | 13 Januari 2014, 6:52 am
  9. Selalu menambah semangat…. trimakasih Pak DIS.

    Posted by Kemeja Putih | 13 Januari 2014, 7:04 am
  10. perlu di tingkatkan kembali untuk di tanam di daerah-dearah lain

    Posted by rahmat | 13 Januari 2014, 7:12 am
  11. Tumben jam segini masih sedikit yang nongol…. lagi HARPITNAS kali yaa
    Alahmdulillah yaa Allah, engkau temukan kami dengan Senin yang indah
    Mimpi makan tempe akan tetap menjadi mimpi indah rasanya

    Posted by kang chip's | 13 Januari 2014, 7:17 am
  12. i luv u pul pak DIS

    Posted by ed | 13 Januari 2014, 7:18 am
  13. …”Semoga temuan ini makin memperkuat ketahanan daya pangan bangsa dan semoga pula ”Adi Wijaya” tidak di bajak negara tetangga yang menghargai temuannya dan kita hanya bisa tersenyum masygul kehilangan Potensi yang ada.Sukses Pak DI,terimakasih bank Mandiri,selamat berjuang Mas Adi.”…

    Posted by membrat | 13 Januari 2014, 7:30 am
  14. ayo ramai-ramai belajar ke Mas Adi di Grobogan..jangan pelit ilmu mas Adi..sukses..

    Posted by dwi | 13 Januari 2014, 7:45 am
  15. semangat senin pagi, tempe, tahu semoga semakin mengIndonesia

    Posted by endro | 13 Januari 2014, 7:50 am
  16. Betul, temuan-2 seperti ini kalo bisa dipatenkan. Dan mudah-2an semakin banyak lagi Adi Wijaya-2 yang lain yang mempunyai semangat untuk memajukan bangsa.
    Ayo kita bahu-mambahu berprestasi di bidang masing-2, sekecil apapun kontribusi kita insya Allah ada pahalanya.
    Terima kasih Abah dan bank Mandiri……

    Posted by HWAHYU | 13 Januari 2014, 7:58 am
  17. KIIITTTAAAA BIIISSSSAAAA !!!!!!

    Posted by rahmat | 13 Januari 2014, 8:17 am
  18. Senin pagi berjumpa denga Mas Adi, sungguh sangat membesarkan harapan. semoga ilmu yang dimiliki Mas Adi dapat segera ditularkan kepada sebanyak mungkin orang untuk mengejar proses swasembada Kedelai.

    Posted by Manihot Ultiiskan | 13 Januari 2014, 8:23 am
  19. luar biasa….. salut untuk pak Adi…. mudah-mudahan model pak adi bisa dikembangkan ke daerah lain dengan dipatenkan dulu tentu sebagai pemilik penemuannya. Salut untuk pak DI yangtidak pernah berhenti menggali potensi putra bangsa. KITA BISA….. .

    Posted by safrina | 13 Januari 2014, 8:24 am
  20. semakin optimis…
    memang Indonesia gudangnya orang2 pintar…!!
    good job..!!

    Posted by aburachman | 13 Januari 2014, 8:53 am
  21. Salut buat pak Adi…. 3,4 t/ha itu kadar air berapa dan kototrannya brp persen ya pak. kami juga pernah pake produk bapak di luar Grobogan, tapi gak ada efek. saya juga pernah penelitian di Grobogan dengan var Grobogan dan menggunakan pupuk anorganik biasa tetapi dengan budidaya yang baik.. hasilnya bisa 3,6 t/ha bersih dan dengan kadar air biji 12%.

    Posted by abdullah taufiq | 13 Januari 2014, 9:15 am
  22. Ingat yaa,,, kalau mau Foto mau di klik bilang saja ” TEMPEEEEEE” biar kelihatan tersenyum, jangan Tahu ntar kelihatan Monyong, hehehhe Njiplak.com

    Posted by Didin | 13 Januari 2014, 9:26 am
  23. Alhamdulillah…

    Posted by aditam@putra | 13 Januari 2014, 9:30 am
  24. Semoga bisa terfasilitasi dengan baik, kita punya banyak potensi namun dimatikan oleh para politisi opurtunis dan trader. Hanya pak Dahlan yang sanggup mengatasinya

    Posted by munduf | 13 Januari 2014, 9:34 am
  25. menteri Pertanian baca ne artikel g’ya..?? hoyy.. jngan ngorok terus oii.. bangun!! Pak DI udah bergerak itu lho.. dasar menteri goblok..!!

    Posted by ago okia | 13 Januari 2014, 9:51 am
  26. Kapan ya Mandiri mengadakan lomba lagi?
    saya punya pemikiran yang sama untuk memajukan kualitas pangan indonesia, hanya saja pendukungnya belum ada..

    Posted by Tina Latief | 13 Januari 2014, 10:09 am
  27. “… Tantangan berikutnya tinggal mengembangkannya. Kita sudah mendapat kendaraan untuk swasembada kedelai. Kita tinggal menyediakan jalannya. Kita bisa!”

    Subhanallah….sungguh menginspirasi.
    smoga kedepan Indonesia makin maju, masyarakatnya, teknologinya,ekonominya,kesejahteraannya,…
    kerja kerja kerja !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by msyatno | 13 Januari 2014, 10:44 am
  28. semoga indonesia bisa swa sembada pangan
    sehingga berjaya dan menjadi tuan rumah di negara sendiri
    Amin
    Maju terus indonesia ku tercinta

    Posted by alfi hasibuan | 13 Januari 2014, 10:59 am
  29. Alhamdulillah . . . jalan menuju swasembada kedelai sudah terbuka. Metode ini sangat cocok digabungkan dengan dg upaya swasembada daging sapi seperti yg ada di Makassar. saya harap formula pembuatan pupuk “Tjandramukti” dapat segera dipatenkan di Indonesia. Bagaimana dg mutu produk olahan kedelai ini ? Apakah metode ini dapat di praktikkan utk lahan relatif kering, misalnya di NTB/NTT ??
    Mohon melalui Kemen BUMN dapat menginisiasi penerapannya di daerah2/pulau2 lainnya di Indonesia.
    Pak Dis memang OYE ! Terus manfaatkan hasil penemuan2 bangsa sendiri karena pemerintah hingga saat ini masih kurang sekali dlm menindaklanjuti hasil2 penemuan tsb karena hal2 spt itu biasanya ‘tenggelam dalam birokrasi’.

    Posted by ariel | 13 Januari 2014, 12:16 pm
  30. Dulu padi, kemudian sorgum dan sekarang Kedelai tidak salah kalau koes plus dalam syair lagunya menyebut “tanah kita tanah surga” bangkitlah negeriku dan tetap optimis.

    Posted by Mangdit | 13 Januari 2014, 12:26 pm
  31. Ada yg kelupaan, saya mendukung Pak Dis maju tahun ini menjadi RI-1 . . . . tapi melalui dukungan partai selain yg saat ini Pak Dis berada . . . he he he (hasil analisis dari sudden efect “El-Pi-Ji” kemarin . . . )

    Posted by ariel | 13 Januari 2014, 12:34 pm
  32. Sepertinya pas dengan MH kali ini juga atas permintaanya kang apa saja beberapa waktu lalu mengenai berbagi ilmu cara berpikir yang beda/tdk umum/out of the box (menurut saya).
    Secara dasar semua orang rata-rata sama kemampuan berpikirnya tetapi keadaan sekelilingnyalah (lingkungan/alam,keluarga,sekolah dan teman) yang sangat mempengaruhinya,tetapi yang dominan menurut saya adalah keluarga dan sekolah. Karena disitulah blue print awal cara berpikir kita selanjutnya, seringkali anak dipaksa harus nuruti apa kata orangtua/guru dan orang tua/guru menganggap mereka lebih tua,pengalaman dan berilmu (malu kalau kalah sama anak) dan sebetulnya orang tua/guru melakukan hal ini juga karena dulunya begitu lalu menganggap wajar bila hal itu juga dilakukan pada anaknya, sebetulnya tanpa sadar orang tua/guru malah menghambat kemajuan dan kreativitas anak dalam berpikir,kok bisa?!…saat anak mempunyai pendapat/cara lain kebanyakan akan disalahkan karena hal itu tdk sesuai tradisi/aturan atau dibuku hal itu tdk ada, bila hal ini terus menerus dialami si anak maka ia akan jadi generasi on the box dan menganggap sesuatu yang baru hanya bisa dilakukan oleh orang2 yg lebih pintar/tinggi ilmunya saja, bukannkah hal ini juga sering kita rasakan?…
    Padahal mereka yang merasa sudah pintar/tinggi ilmunya kadang bingung dengan keadaan yang dihasilkan oleh ilmunya karena tidak mengalami perubahan yang seperti yang diharapkannya,parahnya lagi orang2 yang dibawah mereka menganggap hal itu wajar!!!…jadilah banyak keadaan/kejadian yang sudah begitu lama mungkin sampai turun menurun tetap saja tdk ada perubahan seperti; BANJIR,MACET,KEMISKINAN,PENGANGGURAN,TIDAK SWASEMBADA dibidang ini dan itu dan lain2, kadang yang menjengkelkan mereka2 yang merasa sdh tinggi ilmunya itu (ditempeli gelar gelagar) bila ada orang menggunakan cara baru selalu mencemooh karena merasa hal itu tdk lumrah/biasa dan menyalahi pedoman2 yang sudah ada,seharusnya mereka juga berpikir sudah tau hal itu gitu2 saja mengapa masih dilakukan pedoman2 itu bukankah itu artinya ilmu dan pedoman2 mereka yang salah, menurut saya mereka malu “seperti” dengan dalam hati berkata “mengapa bukan saya yang melakukan/punya ide itu,mengapa si “DAHLAN” yang gak sekolah itu” (ilustrasi aja bro), pesan saya untuk para orang tua dan guru pada anak/muridnya jujurlah bila mereka benar secara nalar bila salah berilah contoh yang sederhana saja untuk menjelaskannya sesuai kemampuan mereka,kadang bisa jadi cara/ide anak lebih baik karena itu merupakan hidayah dariNYA pada anak tersebut.

    Seperti janji saya beberapa waktu lalu ini adalah contoh sederhana (menurut saya) yang kita lihat sehari-hari tetapi kita bisa membuatnya menjadi beda. “Warung nasi bebek” inilah yang saya jadikan contohnya, begitu banyak orang usaha dibidang ini hampir di tiap jalan selalu ada, bila usaha ini begitu banyak pelakunya artinya ini adalah red ocean industry betul seperti yang “kang apa saja” katakan,karena pasti terjadi persaingan yang sengit sekali antar pengusaha/penjual bahkan tidak jarang timbul saling fitnah untuk menjatuhkan pesaing, ini artinya sudah menjurus persaingan tdk sehat dan bisnis yang sempit sekali peluangnya untuk berhasil/maju, untuk mengubah peluang sempit itu menjadi lebar kita (yang mau terjun di usaha ini) harus pakai cara lain yang tidak umum/biasa, cara pertama bengan blue ocean strategy yaitu suatu strategi/cara yang beda dalam usaha dengan yang lain contoh gratiskan nasinya atau sayurannya (lalapan) bagi pembeli karena kita tau tidak semua orang sama kemampuan makan dan minatnya dalam mengkonsumsi nasi maupun sayurannya (lalapan) hal ini tentu akan memberi kepuasan tersendiri bagi pembeli, dengan cara ini tentu akan lebih banyak pembeli tapi jangan dilupakan juga soal rasa!..bila banyak pembeli tentu akan jadi pertanyaan bagi yang lainnya dan pasti mereka akan mencontoh,bila sdh demikian tentu harus ada cadangan ide lain bila mulai banyak yang meniru seperti promo minuman dll sampai mungkin juga harus merubah cara penyajian maupun tata letak/dekorasi ,inilah blue ocean strategy,dengan strategi baru kita bisa lebih maju dari yang lain (dibidang yang sama). Biasanya bila sudah jenuh di strategi ini,inilah saatnya lompat ke blue ocean industry tentunya dengan tdk meninggalkan usaha yang sdh ada contohnya apa?..saat pelaku dibidang ini makin banyak juga pembelinya bukan disini peluang terbesar selanjutnya tetapi jadilah pemasok “bebeknya”, selain untuk usaha sendiri kita juga bisa mensupplay warung yang lain sehingga kita bisa mendapat 2 pemasukan sekaligus dari jual nasi bebek juga dari jual bebeknya,bila sdh banyak yang meniru lompat lagi jadilah peternaknya,selain untuk kebutuhan trading kita sendiri bisa juga untuk memasok pesaing kita tambah lagi pemasukan dari beternak,bila masih ada yang meniru lompat lagi jadilah penyuplai pakan bebeknya tambah lagikan pemasukan dan usaha kita,inilah yang namanya blue ocean industry kita selalu yang terdepan saat yang lain bingung dengan persaingan, kita malah melenggang bebas sendiri dan selalu terdepan, bila sudah jenuh di sini saatnya menuju blue ocean industry, disini bukan hanya peluang yang dikuasai tetapi spt yang saya katakan kmrn harus punya kemampuan di bidang teknik/teknologi contohnya manfaatkanlah bulu bebek yang jadi limbah usaha ini menjadi sesuatu yang berguna misal jadikan tepung,serat/benang atau unsur dominannya yang terkandung di bulu bebek diekstrakkan kalau tidak salah bisa jadi bahan pengawet dan bahan2 kebutuhan industri kimia dan farmasi untuk hal ini tentu kemampuan di bidang teknik sangat berperan,apalagi bulu ini adalah limbah tentu mudah sekali mendapatkannya bahkan dari pesaing kita sendiri, sebetulnya banyak sekali kalau kita mau mengeksplor potensi di bebek ini selain bulu tersebut.

    Itulah contoh sederhana sekali (menurut saya) merubah cara berpikir kita untuk selalu lebih maju dari yang lain, sama halnya menanggapi permasalahan yang lagi hangat saat ini seperti kemacetan dan banjir!
    Sebetulnya saya sangat kecewa sekali dengan pengelola blog ini karena meniadakan (menghapus) edisi MH 17 (kalau tdk salah) beserta komentar2nya karena disitu saya membuat ulasan mengenai menangani, menanggulangi dan mencegah banjir dan kemacetan,apa yang saya ulas itu adalah menggunakan cara berpikir yang saya contohkan seperti diatas, (mohon mas pram pemilik blog ini bisa memberi penjelasan secara terbuka mengenai penghapusan tersebut karena hal ini seperti mengulang kejadian saya saat mensosialisasikan konsep count down timer untuk traffic light yang sudah mendunia saat ini), sebetulnya penanganan banjir yang saya konsepkan itu bisa menangani banjir walau banjirnya setinggi monas sekalipun tapi sayang salah penerapannya oleh mereka2 yang saat ini membuatnya,tidak percaya???…karena konsep saya ternyata sesuai dengan cara tuhan saya menyelesaikan banjir yang maha dasyat yang pernah terjadi di jagad ini, disitu tuhan tidak menyuruh banjir untuk pergi ke selokan,sungai ataupun laut tetapi dengan cara…….(lihat surat HUD ayat 44), disitulah saat saya merasa bangga dengan temuan itu eh… ternyata sudah di informasikan ribuan tahun yang lalu,malu deh jadinya. Sama saat saya menemukan pembangkit energi listrik baru tersebut ternyata juga sudah di informasikan ribuan tahun yang lalu oleh tuhan saya (lupa surat dan ayatnya tapi betul ada mengenai tergantungnya planet2 pada sesuatu yang tak tampak dan tdk terjadi benturan dst.)

    Contoh sederhana lain dalam menjawab suatu pertanyaan/masalah adalah coba lihat contoh sederhana ini lagi,mengapa daun/pohon bergoyang sendiri?… jawaban anak tk atau sd tentu karena ada angin,bila di Tanya lagi mengapa ada angin maka anak smp atau sma yang mampu karena adanya perbedaan tekanan dan suhu udara, bila ditanya lagi kenapa ada perbedaan tekanan dan suhu udara tentu mahasiswa yang mampu karena adanya muatan atom molekul udara yang tidak seimbang antara proton dan elaktron dst.,bila ditanya lagi mengapa begitu tentu professor yang mampu karena terjadi perubahan energi di dalam inti intinya atom (quark) dst.,bila ditanya lagi mengapa demikian….(bila saya lanjutkan tidak ada yang percaya karena tidak sesuai pedoman/buku yang ada dan tiap jawaban itu adalah yang paling sederhana tanpa penjabaran lebih lanjut ). Coba dilihat dan disimak dari pertanyaan sepele ternyata jawabannya bisa sejauh dan setinggi itu,ini adalah analisa kebelakang yaitu sebab musababnya bila kedepan apa yang akan terjadi pada pohon/daun itu tentu juga sama urutannya sesuai ilmu yang dimilikinya minimal anak tk dan sd pasti bilang akan jatuh bila kencang anginnya,bila di Tanya lagi kenapa…silahkan dipikir sendiri, sama kalau kita mencari penyelesaian suatu masalah hasilnya tentu sesuai dgn tingkat keilmuan kita masing-masing. Untuk itu selalu kosongkan cawan pikiran kita bila mempelajari sesuatu yang baru agar mudah terisi dan memahami,tanggalkan dulu ilmu yang kita miliki bukan dibuang supaya kita bisa memahami sesuatu yang baru dengan ikhlas dan kerendahan hati, bila tidak seperti cerita kotak sabun itu, yaitu cara dua pabrik sabun untuk mendeteksi sdh terisi tidaknya kotak sabun di ban berjalan/konveyor , karena di pabrik sabun yang pertama orang2 berpendidikan tinggi semua digunakanlah x-ray untuk melihat menembus kotak sabun tersebut lalu ada alat pendorong untuk membuangnya bila kosong supaya tdk masuk mesin pengemasan,sementara pabrik satunya orangnya tdk seberapa tinggi ilmunya tetapi cerdas-cerdas berpikirnya mereka hanya menggunakan blower (kipas angin) untuk mendeteksinya, murah mana,cepat mana?…mudah2an berguna ulasan ini,(untuk kang apa saja sudah lunas ya..hutang saya) SALAM.

    Posted by pakde | 13 Januari 2014, 2:25 pm
    • hebat Pakde…..terima kasih informasi dan ilmunya….semmoga bermanfaat bagi siap saja yang mengamalkannya…

      Posted by suhardi | 15 Januari 2014, 6:56 am
    • Assaalamu alaikum wr.wb.

      Salam kenal Pakde.. Membaca uraian Pakde di atas, saya pingin kenalan lebih jauh dengan Pakde dan menimba ilmu dan cara berpikir Pakde yg sangat runtut dan merujuk ke asal dan dasar kejadian/ penciptaan dan telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an sebagai induk segala ilmu. Tolong balas ke email saya nggih Pakde. Matur nuwun.

      Wassalamau alaikum wr.wb.

      Posted by Judo Adriantoko | 15 Januari 2014, 9:55 am
      • Awalnya sedih dan malu,…sedih karena merasa terabaikan dan tidak berguna dengan menulis ini… jangankan dari pengunjung blog ini dari yang minta saja tdk ada respon,….malu karena seperti seorang stand up comedy yang didiamkan penonton saat selesai beraksi,saya jadi berpikir alangkah bodohnya saya dengan menulis hal ini disini bukankah pengunjung blog ini kebanyakan cendikiawan semua pasti saya malah jadi tertawaan dan di anggap lelucon yang tak lucu,…padahal niat saya ikhlas memberi/membagi ilmu pada sesama selama saya anggap layak untuk dibagi.

        Tetapi Alhamdulillah sekarang jadi senang dan terharu…ternyata ada yang mengapresiasi juga malah berlebihan menurut saya, makasih mas Suhardi semoga ini jadi amal jariyah untuk saya bila ada yang menerapkan (mengamalkan), waa alaikum salam mas Judo,jadi malu saya dengan apresiasinya…ilmu saya masih cetek mas masih harus nimba lagi yang banyak,memang ternyata banyak ayat2nya yang membuat saya tercengang dan kagum dengan Al-Qur’an,saya tidak bisa mengaji jadi saya baca saja artinya sampai qatam berulang-ulang,Insya Allah nanti kalau sempat akan saya beri contoh lagi yang mengejutkan dari ayat2nya yang membuat saya merinding dan menangis begitu banyaknya ilmu2 ilmiah yang terkandung,emailnya hanya bisa dibaca bung admin saja mas Judo.

        Posted by pakde | 15 Januari 2014, 5:58 pm
        • Pakde, jangan pernah berpikir tulisan Bapak ini tidak berguna, tidak ada respon atau bahkan dianggap sesuatu yang bodoh. Tukang monitor blog ini tetap banyak walaupun yang komentar sedikit, karena mementingkan kerja walau tetap menyerap ilmu dari isi blog ini. Justru disinilah Bapak mendapatkan amal jariyah tanpa Bapak ketahui karena pasti ada (salah satunya saya) yang menerapkan temuan Bapak yang brilian tapi simple namun berpengaruh secara masif, terutama kalau diaplikasikan di bisnis.
          Tadinya saya gak akan komentar, tapi karena Bapak menjadi pesimis, maka saya harus ikut membangkitkan semangat bapak lagi sesuai dengan misi MH ini.
          Salam dari saya,

          Posted by Aldizy | 16 Januari 2014, 10:30 pm
          • Ada yang terlupakan, kalau Pakde sudah bisa menelurkan ide cemerlang hanya dari membaca terjemahan Al-Qur’an saja, tentu akan lebih dahsyat lagi kalau Bapak bisa membaca lafadz arabnya. Ayo pak semangat belajar baca Al-Qur-an. Buat siapa saja yang masih kesulitan baca, dapat reward dari Allah 2x setiap huruf yang dibaca dibandingkan dengan yang sudah bisa baca.

            Posted by Aldizy | 16 Januari 2014, 10:38 pm
          • Terima kasiha atas supportnya mas Aldizy, merespon bukan hanya mendukung/setuju saja kan..bila setuju itu untuk anda tapi bila tdk tentu untuk saya, sebetulnya masih ada tambahan ilmu yang di jualan nasi bebek itu yaitu biasanya ada hambatan di lapangan/pasar sebagai penyuplai/pemasok barang …dimana tdk semua orang mau membeli barang kita karena ber macam2 alasan dan saya punya tip/strategi khusus yang membuat orang tdk berkutik untuk akhirnya membeli barang kita tsbt dlm contoh jualan nasi bebek dan tahapan2nya (makanan umumnya),tapi karena tdk ada pertanyaan/respon saya anggap anda semua sudah mampu/tau.

            Sebetulnya saya juga mau berbagi penerapan ilmu tersebut (berpikir beberapa langkah di depan dari yang lain) yang diterapkan di bidang iptek tapi masih mencari bahasa yang mudah dipahami semua kalangan,terus terang tdk mudah bagi saya menulis seperti ini (jauh dari kemampuanya bu W,ning dlm menulis) karena bila sdh terbiasa berpikir spt itu anda memang cepat sekali dalam merespon masalah set..set..set..tiba2 kita sdh berada jauh didepan dengan jawaban dan solusi2nya, tetapi kita (mungkin saya saja) akan sulit mengungkapkan dalam bentuk kata2 (berbicara khususnya) sering saya keseleo dlm bicara seperti mau mengucapkan sesuatu tapi sulit sekali ngomongnya seperti ter buru2 karena otak kita lebih cepat dari mulut kita sendiri (mudah2an hanya saya saja). Dalam iptek tdk semudah spt contoh nasi bebek menjabarkannya karena kadang harus memunculkan rumus2 ilmu pasti juga untuk menjabarkannya padahal tdk semua paham kan…seperti rumus E=mC² yang terkenal itu (sampai dicantumkan dikemasan susu formula dll.) menurut saya salah besar bila “E” yang di maksud adalah energi secara umum! bila “E” itu untuk satuan Einstein ya silahkan sah2 saja tapi kenyataanya “E” itu satuannya adalah erg/joule/watt sungguh sombong pembuatnya,coba masukkan rumus itu untuk energi kinetic/gerak,listrik, proses kimia dan fisika atau energi apa saja..apa bisa???…. Alhamdulillah saya punya rumus energi secara universal yang Insya Allah semua rumus energi apapun bisa dijadikan satu rumus saja termasuk rumus yang diatas itu tapi ngeri juga kalau disalah gunakan aplikasinya, nah…untuk menjabarkan hal2 spt ini secara sederhana yang saya masih kesulitan,mudah2an segera terwujud.

            Mengenai terjemahan Al-Qur’an ada cerita cukup menarik dari pengalaman saya beberapa waktu lalu yaitu saat membaca suatu komunitas forum di internet saya lupa kompasiana atau yahoo karena tdk sengaja menemukannya,disitu ada perdebatan sengit yang akhirnya ada salah satu pengomentar men jelek2an Al-Qur’an dengan mengatakan kitab aneh karena ada ayat yang menyatakan “tuhan dua timur dan tuhan dua barat” mana ada dua timur dan dua barat dst..dst..(tdk masuk akalah katanya), saya jadi penasaran apa iya “sebodoh” itu tuhan saya?!.. memang secara logika mana ada 2 timur 2 barat,lalu saya cari ayat itu di Al-Qur’an dan Alhamdulillah ketemu yaitu di surat Ar-Rahman ayat 17 betul memang seperti itu kata2nya,lalu saya lihat di tafsirnya disitu dikatakan terbit dan tenggelamnya matahari pd musim panas dan musim dingin,kok kurang pas ya..penjelasanya akhirnya saya baca semua surat itu…Alhamdulillah baru ketemu maksud sebenarnya (maaf ini versi saya saja,maaf bila salah) ayat itu ada kaitannya dengan ayat 7 dari surat tersebut yaitu “langit telah ditinggikanNYA dan DIA ciptakan keseimbangan” maksudnya bila dilihat dari bumi memang benar kita mengenal 1 timur dan 1 barat tapi bila dilihat dari sisi TUHAN yang menciptanya bumi memang benar ada 2 timur dan 2 barat kalau cuma 1 timur dan 1 barat maka bumi tidak berotasi (berputar) alias diam/ngajedog kata orang sunda,kok bisa?…saat kita di timur itu artinya kita berada di belahan bumi yang terkena sinar matahari (terang) dan saat kita di barat kebalikannya.. kita tdk terkena sinar matahari (gelap) dan pada saat yang bersamaan orang2 yang berada di sisi bumi yang lain akan mengalami kebalikan dari kita saat itu,maksudnya saat kita berada ditimur maka saudara2 kita dibelahan bumi yang lain berada di barat dan saat kita di barat saudara2 kita itu ada di timur makanya ada 2 timur dan 2 barat atau saat disini kita magrib maka disana subuh dan sebaliknya, semua sujud pada sang pencipta dan DIA ada dibelahan bumi manapun.kenapa tdk disebutkan 2 utara dan 2 selatan sekalian? Kurang afdol/pas Menurut saya bila disebutkan karena utara dan selatan perubahanya tdk sebesar barat dan timur karena bumi berotasinya horizontal bukan vertical,setelah saya jelaskan demikian si pengomentar itu kebingungan menjawabnya bla…bla..bla…yang malah saya tidak mengerti maknanya malah dia bilang di kitabnya juga ada,wah…saya tdk mau berpolemik akhirnya saya akhiri saja malah follower saya yang melanjutkan,ya..sudahlah yang penting saya bisa menjelaskan menurut versi saya saja..titik. ya itulah ceritanya,semoga berguna juga bagi yang meyakiniNYA,SALAM.

            Posted by pakde | 18 Januari 2014, 6:41 am
          • Wah, saya malah jadi penasaran dan iri dengan Pakde yang punya kemampuan seperti ini. Mohon Pakde bisa memberitahukan jurus pamungkas warung bebek itu (yang bisa membuat orang tidak berkutik akhirnya membeli) ke email saya: aldio dot judy at yahoo dot com. Ditunggu ya pak
            Kalau boleh juga diskusi dengan Pakde, saya penggemar bahasan sains dan manajemen bisnis di Al-Qur’an walaupun tidak menutup kemungkinan juga bidang lainnya.

            Posted by Aldizy | 22 Januari 2014, 8:25 pm
          • Sudah saya email jurus pamungkasnya mas Aldizy,mohon sebelum digunakan jurus ini hadap timur dulu sambil sebut nama saya 7 kali sambil hentakkan kaki di tanah lalu jongkok tangan dipinggang sambil lidah dijulurkan mata melotot,pasti……………………..!mas aldi…mas aldi… aya aya wae sampean ini pake jurus pamungkas segala,ada yang ikutan???….ntar tak daftarkan dulu ya….biasanya sdh penuh ruangannya he he he,SALAM.

            Posted by pakde | 24 Januari 2014, 3:05 pm
        • Terus terang saya masih heran… Kenapa harus Pakde yang getol ngurusi agraris (kemana mentan)? Kenapa Pakde getol mengorbitkan selo,tucuxi, dan gendhis (kemana menristek)? Apa mungkin karena alasan “out of the box” sehingga mereka lebih sibuk approve impor daripada memacu dan men-stimulasi produksi dalam negeri?
          ~semoga pertanyaan anak kecil (saya) ini tidak mengusik siapapun.

          Salam

          Posted by iqbal | 13 April 2014, 3:29 am
  33. KUTIPAN TWIT ust.@Yusuf_Mansur

    #vsi Kalo dah 10jt member nih, beli hotel bintang 5 di jkt per orang cuma 1200perak/bl patungannya, slm 7th.

    @Yusuf_Mansur 1h #vsi kalo dah 10jt komunitas, beli pesawat 737-500, harga patungannya per ornag cuma: 625 perak/bl selama 1th, atau 312/bl slm 2th.

    @Yusuf_Mansur 1h #vsi kalo dah 10jt komunitas, 10jt member, beli bank senilai 1T, sahamnya cuma 8300 perak/bl slm 1 th. Atau 4100/bl slm 2th.

    @Yusuf_Mansur 1h #vsi Saya share impian saya ttg 10jt komunitas. Kalo dah 10jt, malah bisa beli bank sendiri. SingleBank dah tuh all transaksi. bank sendiri.

    Yuk wujudkan impian ini dengan gabung di bisnis VSI Ustadz Yusuf Mansur. Klik http://www.bisnisvsi.biz

    Posted by mei | 13 Januari 2014, 4:49 pm
  34. Alhamdulillah

    Posted by Indra Wijaya | 13 Januari 2014, 7:23 pm
  35. Abah Dahlan Iskan Presiden RI 2014

    Posted by Djoko Sawolo | 13 Januari 2014, 8:52 pm
  36. sebuah berita gembira sebagai penggemar temte…

    Jangan berkata ” pelit” ilmu pada Mas Adi…mereka meriset dalam waktu yang cukup lama dan dengan tenaga dan waktu yang HARUS kita hargai…saran saya, segera dipatenkan, kemudian mencari mitra peternak sebanyak banyaknya agar produknya bisa dikembangkan secara nyata di seluruh Indonesia…

    Semoga kita bisa kembali menjadi negara yang mendiri, dan berharga diri…karena sudah swa sembada dan mengurangi ketergantungan ( apalagi pangan) kepada luar negera…dampaknya bisa menghemat devisa dan insya Allah dollar bisa turun sehingga rupiah naik nilanya…

    Semoga Tuhan memberkahi, dan mari kita dukung…. Salam ACI.Gbu all.

    Posted by wning | 13 Januari 2014, 9:20 pm
  37. Wah keren…

    Posted by touringrider | 14 Januari 2014, 11:15 am
  38. KEDELAI: MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH

    patut dihargai segala bentuk inovasi dan kreatifitas yg merupakan wujud ide, usaha, dan kerja keras dalam mencari solusi dari berbagai permasalahan untuk terwujudnya kehidupan yg lebih baik. begitupun dalam penemuan pupuk diatas yg bisa meningkatkan hasil produksi kedelai melebihi rata2 nasional. namun perlu diungkap lebih banyak masalah produksi kedelai yang lainnya, yg mungkin lebih mendasar, agar kita bisa menilai dan mencari solusinya secara menyeluruh.

    sangat tidak adil jika membandingkan hasil kedelai rata2 perhektar nasional kita dengan hasil produksi kedelai amerika. itu sama saja jika dibalik membandingkan hasil produksi padi kita dengan amerika. di amerika tersedia lahan pertanian yg sangat luas sehingga memungkinkan membuka usaha skala besar dan didukung dengan berbagai alat pertanian yg canggih membuat biaya produksi sangat efisien. sementara di indonesia kedelai hanyalah tanaman sampingan setelah tanaman pokok padi. kedelai akan ditanam jika padi sudah tidak memungkinkan ditanam karena keterbatasan pengairan. sehingga penanaman kedelai sangat tergantung dari lahan penanaman padi yg tak terpakai. dengan produksi kedelai perhektar yg rendah kenapa petani masih menanam kedelai? produksi kedelai rendah bukan berarti petani merugi. petani menanam kedelai setelah tanam padi tanpa olah tanah sehingga biaya produksi sangat rendah. dengan hasil sedikit pun terkadang masih untung.

    ketertinggalan produksi kedelai kita tidak hanya disebabkan kurangnya varietas unggul dan faktor geografis saja, tapi lebih besar lagi soal spesifikasi lahan dan kultur budidaya kedelai kita. terbukti ketika di demplot2 uji coba berbagai varietas kedelai yg dilakukan baik swasta maupun pemerintah, rata2 hasil perhektarnya sebanding dengan produksi amerika. produksi kedelai kita rendah karena memang tidak ada budaya menanam kedelai secara intensif. dengan kondisi itu kebutuhan kedelai nasional kita selamanya tidak akan terpenuhi jika lahan penanaman kedelai tidak diperluas.akan sangat riskan jika kita hanya mencari solusi meningkatkan hasil kedelai dengan intensifikasi pertanian tanpa memperluas lahan pertaniannya (ekstensifikasi). bayangkan jika teknologi diatas berhasil diterapkan. menanam kedelai akan lebih menguntungkan daripada menanam padi. petani akan berbondong2 menanam kedelai dan meninggalkan padi. akibatnya produksi padi akan merosot. itu bahkan lebih berbahaya jika kekurangan produksi beras secara nasional daripada kekurangan kedelai.

    para ahli ipb dan jajaran pertanian telah mengetahui persoalan2 kedelai itu. oleh karena itu mereka tidak hanya fokus mencari varietas yg unggul secara produksi tetapi lebih spesifik dapat ditanam di lahan2 marginal, sehingga tidak mengganggu lahan pertanian padi. varietas2 itu mempunyai keunggulan seperti tahan kekeringan, tanah masam dan naungan. dengan keunggulan itu, kedelai dapat ditanam di lahan tadah hujan atau disela2 tanaman tahunan. penggunaan varietas itu masih terkendala oleh budaya tanam kedelai kita yg masih tradisional, selain itu belum ada yg membudidayakan skala luas. dengan menggandeng bumn bisa saja produksi kedelai nasional kita bisa meningkat.

    Posted by G.Hariyanto | 14 Januari 2014, 11:29 pm
  39. Salam sukses untuk Admin

    Posted by Mesin Pengumpul Rupiah | 15 Januari 2014, 4:44 pm
  40. apik nannnnn…………….salam sukses semua…….

    Posted by keitaro | 15 Januari 2014, 5:13 pm
  41. Semangat.. bisa.

    Posted by nandito silaen | 16 Januari 2014, 11:29 am
  42. sesuai dengan judul
    mari kita berwirausaha
    untuk membangun negri ini
    cara mudah menjadi pengusaha

    http://www.klikvsi.com/?ref=VP4856557

    Posted by awie | 16 Januari 2014, 3:58 pm
  43. sebuah hasil kreatifitas dari masalah perkedelai-an indonesia. terlepas dari apakah sudah permanent hasilnya ataukah pakek dedemit.. yg perlu kita beri ‘jempol’ adalah dukungan dan tulisan ini adalah ternyata ada pejabat yg mulai mikir lagi akan kekayaan kita yg terlupakan, yaitu sektor pertanian. hal yg tidak masuk akal adalah kita yg mempunya lahan luas, tenaga berlebih, tapi masih import beras, gula, kedelai dll… kalau kita kalah dalam bikin pesawat wajar, kalah dalam bikin mobil wajar… lah ini import sembako.. kemana aja pemerintah selama ini…?

    Posted by Miftahul Arifin | 18 Januari 2014, 10:55 am
  44. harus dikembangkan penelitian2 sejenis agar bangsa ini maju pesat

    Posted by batiknovita.com | 18 Januari 2014, 11:49 pm
  45. Hebat, idenya sederhana, tapi kunci utamanya adalah ketekunan mengembangkan. Jika hanya berhenti di ide, seperti khayalan saja.

    Posted by JogjaDomain | 19 Januari 2014, 9:26 am
  46. idenya simple tapi powerfull

    Posted by Airoz | 19 Januari 2014, 9:30 pm
  47. Subhanallah… Ayo, bebaskan Indonesia dari serangan mematikan dari bahan pangan GMO dengan kembali beralih ke bahan pangan organik. Berikut ini adl link ttg Genitically Modified Organism (GMO) yg trnyta (mnrt kesimpulan saya) sangat berbahaya, monggo di buka bagi yg kpengen tau, but linknya cm bisa dibuka sama yg pny twitter aja >> “New World Order” ~> BAHAYA ‪#‎GMO‬ (Genetically Modified Organism) from the most EVIL Company in the word BY: @CumiCola http://t.co/pGJooddePc

    Posted by Ummu Hana | 20 Januari 2014, 9:21 am
  48. Pak, situs anda benar-benar memberikan motivasi perbaikan bangsa ini. Pak, saya ingin cerita sedikit, terkait permalasahan kantor saya. Saya bekerja di Bappeda Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Saya diberi kepercayaan oleh pimpinan sebagai petugas yg bertanggungjawab atas telpon n speedy. Saat ini speedy kami sudah lebih 2 minggu tidak aktif, telp kantor kami mungkin sudah berbulan2 tidak aktif. Sementara hubungan kami dengan lembaga / instansi lain hanyalah melalui telp/fax dan email. Pembayaran sudah kami lakukan, seandainya terlambat kami kenan denda oleh telkom. Namun apabila kesalahan dr telkom mengapa tidak ada dispensasi bagi kami. Bukankah ini bisa termasuk dlm kategori kerugian negara ? Semoga Bapak sebagai Menteri BUMN bisa menindaklanjuti permasalahan kami ini.

    Posted by ibnu syakir | 20 Januari 2014, 11:40 am
  49. Pak….ketika saya kuliah dosen saya pernah memaparkan bahwa kualitas daging sapi madura lebih baik di bandingkan daging sapi impor.
    Namun,dalam pengembangan sapi madura ini kita kesulitan untuk menggemukkan sapi madura dan membuat sapi madura berkembangbiak lebih banyak.
    Hal tersebut terjadi karena sapi madura hanya makan rumput dengan tingkat protein yg rendah jika dibandingkan dengan daging sapi australi yg memakan kedelei dengan protein lebih tinggi.
    Jika kita mampu membuat kedelei lebih baik, maka kita juga mampu membuat daging sapi lebih baik.
    Semoga sedikit ide saya bermanfaat pak. Untuk Madura saya yg lebih baik.
    Aamiin.

    Posted by nur alfisyah juliani | 23 Januari 2014, 7:57 am
  50. Http;//sketselrotan.WordPress.com

    Beginilah kalo dahlan bertindak…. satu suara says sumbangkan until bapak

    Posted by sketsel rotan | 8 April 2014, 4:28 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: