>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Energi untuk Negeri

Pidato Visi Misi pada sesi temu media di depan panitia konvensi Capres Partai Demokrat tanggal 6 Januari 2014

Dalam kesempatan ini saya memilih mengemukakan satu bidang saja dari puluhan bidang yang sudah saya siapkan. Yakni bidang energi. Sedang bidang-bidang penting lainnya seperti pertanian, industri, infrastruktur, hukum, korupsi, birokrasi, pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan masih banyak bidang lain akan saya kemukakan pada kesempatan lain.

Energi bagi sebuah negara ibarat bensin untuk sebuah kendaraan bermotor. Tanpa bensin kendaraan tidak akan bisa bergerak dan berlari kencang. Karena itu banyak negara melakukan kebijakan energi yang sangat mendasar, termasuk di dalamnya melakukan pengamanan energi untuk keperluan sampai 100 tahun ke depan. Bahkan banyak negara yang melakukan pembelian minyak mentah hanya untuk disimpan di dalam tanah dan baru akan dipergunakan kelak kalau-kalau situasi darurat. Mereka melakukan pemikiran penyetokan energi melebihi pemikiran penyetokan akan pangan, antara lain karena pangan tidak bisa disimpan dalam waktu yang panjang.

Di masa lalu kita belum mampu melakukan itu. Antara lain karena prioritas kita memang masih pada tahap memenuhi kebutuhan dasar penduduk Indonesia sepeti pangan, sandang dan papan. Di masa lalu kita belum memiliki kemampuan untuk memikirkan dan melakukan langkah lebih jauh.

Tapi dengan kemajuan ekonomi yang secara konsisten terjadi 10 tahun terakhir, sudah saatnya Indonesia melangkah kepada tahapan baru. Kita sudah hampir bisa memenhi kebutuhan “hari ini”. Kita bukan lagi negara yang masih disibukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan “hari ini”. Kita sudah tiba pada tahap untuk mengatasi persoalan hari esok.

Di bidang sosial, kepekaan terhadap problem kemiskinan, terhadap penegakan hukum, terhadap pemberantasan korupsi dan hal-hal lainnya, saya merasa beruntung pernah bertahun-tahun menjadi wartawan. Mulai dari jenjang yang paling bawah sebagai reporter pembantu sampai menjadi wartawan tetap dan kemudian menjadi redaktur dan bahkan pemimpin redaksi. Di bidang ekonomi saya merasa beruntung karena pernah terjun menjadi pengusaha sejak dari pengusaha kecil hingga menjadi pengusaha besar. Dengan demikian saya tidak hanya memahami ekonomi dari teori-teori di permukaan tapi juga memahami persoalan ekonomi riel di lapangan.

Tapi di bidang energi saya merasa sangat beruntung pernah dipercaya oleh bapak Presiden SBY untuk menjadi direktur utama perusahaan listrik negara yang bergitu raksasa. Selama dua tahun saya belajar energi secara all out. Bukan hanya kulit-kulitnya tapi sampai ke persoalan yang sangat mendasar dan sangat dalam. Bahkan sampai ke soal praktek-prakteknya di lapangan. Sampai juga ke soal hulu dan hilirnya. Bukan saja yang terkait dengan listrik seperti massa, solar cell sampai ke geothermal, tapi jga sampai ke persoalan pasok gas, BBM dan seterusnya.

Kita praktis menghadapi persoalan besar di semua sektor energi. Semua harus kita atasi dan kita bangun. Kalau tidak, maka kendaraan kita tidak akan jalan. Maka dalam kesempatan konvensi calon presiden Partai Demokrat hari ini, saya akan mengemukakan persoalan-persoalan kita di berbagai sektor energi dan bagaimana pemecahannya:

1. Bahan Bakar Minyak (BBM):
Impor BBM kita bukan saja luar biasa besar, tapi juga sudah mulai mengganggu perekonomian nasional kita. Sudah sampai mengganggu neraca perdagangan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gejolak ekonomi sekarang ini.

Keterlambatan kita membangun kilang minyak telah menimbulkan bencana bagi keuangan negara. Kita tidak berhasil membangun kilang minyak karena kita tidak ingin kehilangan pemasukan uang ke kas negara. Para investor kilang menginginkan insentive berupa pembebasan pajak dan insentive fiskal lainnya. Ini karena bisnis kilang minyak memang merupakan bisnis yang moalnya luar biasa besar tapi dengan keuntungan yang amat tipis.

Untuk membangun satu kilang minyak yang lengkap sebesar 300.000 barel per hari, diperlukan sekitar USD 7 miliar. Dengan nilai kurs sekarang, ini mencapai sekitar Rp 80 triliun. IRR bisnis kilang sudah diketahui secara universal hanya sekitar 9. Dengan margin yang begitu tipis mustahil ada investor yang tertarik tanpa insentive pemerintah.

Memang kalau insentive itu diberikan pemerintah akan kehilangan potensi pemasukan sebesar Rp 14 triliun. Ini asumsi untuk dua kilang dengan ukuran tersebut di atas. Karena itu seolah-olah bisa dimaklumi kalau kita tidak mau memberikan insentive tersebut. Pemasukan Rp 14 triliun sangat besar.

Namun gara-gara kita “eman” atau “sayang” terhadap nilai Rp 14 triliun tersebut, kita terus-menerus gigit jari. Setiap tahun. Menyesal lagi dan menyesal lagi. Kalau saja kilang tersebut sudah beroperasi 4 tahun lalu, maka negara, selama 4 tahun itu bisa menghemat uang Rp 140 triliun! Inginnya menghemat Rp 14 triliun tapi kehilangan Rp 140 triliun. Dan masih akan terus kehilangan seperti itu. Birokrasi memang tidak diajari ilmu dagang, tapi hitungan seperti itu terlalu nyata untuk dibiarkan begitu saja.

Maka kilang itu wajib dibangun dan akan saya bangun!

2. Blok Migas
Pembangunan kilang tersebut memang belum menjadi solusi yang tuntas. Masih ada persoalan hulu: dari mana pasokan minyak mentahnya. Tentu untuk sementara kita masih impor minyak mentah, tapi kerjasama-kerjasama antar negara bisa dilakukan. Seperti yang sudah mulai dirintis oleh Pertamina dengan Iraq dan Aljazair. Sambil kita terus menggali ladang minyak kita sendiri. Tentu harus dengan perbaikan yang nyata dalam prosesnya yang bisa membuat semua investor tertarik untuk menggalakkan pencarian sumber minyak baru. Saya juga akan terus mendorong kemampuan perusahaan dan ahli-ahli dalam negeri untuk membuktikan bahwa anak-anak bangsa mampu mengusahakan dan mengelola sumber-sumber energi, khususnya dalam menangani blok-blok migas yang ada.

3. Gas Hulu dan Hilir
Kita menyadari sepenuhnya bahwa ke depan potensi gas kita lebih besar dari minyak mentah. Karena itu kebijakan untuk gas kita harus disinkronkan dengan pengamanan energi masa depan bangsa. Jangan sampai kita punya gas, tapi infrastruktur gas tidak tersedia. Padahal di lain pihak kita tidak memiliki sumber minyak yang cukup. Maka tidak menyiapkan gas menjadi lumbung energi masa depan adalah ibarat meninggalkan bom waktu yang sangat berbahaya bagi bangsa ini.

Semua hal yang memerlukan BBM harus diproyeksikan untuk bisa beralih ke gas. Bencana BBM sekarang ini harus menjadi pendorong yang sangat kuat untuk memperkuat infrastruktur gas kita. Mulai dari LNG, mini LNG, CNG laut, CNG darat, pipa trans Indonesia termasuk trans Jawa Sumatera, jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah dan industri harus menjadi bidang pokok kebijakan energi ke depan. Kita sudah terbelengguoleh BBM selama bertahun-tehun dan kita tidak mau lagi tetap terbelenggu oleh penjajahan BBM. Sudah cukup kita dijajah BBM dan kita harus membebaskan diri penjajahan BBM itu.

4. Listrik
PLN saat ini sudah menjadi perusahaan raksasa yang terlalu besar untk sebuah team manajemen. Sebuah team manajemen memiliki keterbatasan dalam menghandle sebuah organisasi. Organisasi PLN saat ini sudah berada di luar kemampuan sebuah manajemen yang selama ini ada. Terutama karena PLN bukanlah perusahaan yang bisa menjalankan prinsip-prinsip korporasi normal.

Karena itu kalau tidak diadakan perusahan yang mendasar maka tugas melistriki wilayah Indonesia secara keseluruhan tidak akan mungkin bisa dilaksanakan. Listrik hanya akan terus mementingkan wilayah-wilayah yang secara ekonomi sudah maju. Daerah-daerah terisolasi, pulau-pulau kecil dan wilayah-wilayah jauh akan terus tertinggal.

Karena itu saya akan mendirikan “PLN Baru”. Khusus untuk menangani wilayah-wilayah terisolasi. Juga untuk menerima sebagian pelimpahan dari wilayah PLN yang berada di daerah-daerah terisolasi. Saya akan mengembangkan bio masa secara besar-besaran dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Mengapa bio masa? Bukan solar cell? Bukan batubara? Bukan yang lain-lain? Ini karena saya akan memadukan program melistriki wilayah-wilayah terisolasi tersebut sekalian dengan program pengentasan kemiskinan. Penduduk kita rangsang untuk menanam tanaman cepat tumbuh untuk dijual ke “PLN Baru”. Itu akan digunakan untuk bahan bakar. Bahan bakarnya tidak perlu didatangkan dari wilayah lain. Listriknya untuk penduduk setempat. Ini program terpadu yang akan berbeda kalau kita membangun solar cell yang serba impor, atau batubara yang memeiliki kelemahan skala ekonominya.

Saya juga akan mempertimbangkan kembali usul yang pernah saya sampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR ketika saya masih menjabat Dirut PLN. Yakni menggratiskan listrik untuk penduduk miskin yang menggunakan listriknya hanya 200 watt.

5. Batubara
Sebagai konsekwensi terhadap kebijakanketahanan energi jangka panjang, maka saya akan mencadangkan sejumlah wilayah batubara kita untuk kepentingan energi dalam negeri. Kita tidak bisa lagi melepaskan batubara sebagai komoditi yang sangat merugikan ketahanan energi daam negeri. Harus ada pencadangan wilayah batu bara untuk kepentingan 100 tahun energi kita terutama energi listrik.

Kita sudah terlalu lama malu mendengar omongan di masyarakat bahwa batubara kita berhasil membuat kota-kota besar di luar negeri terang-benderang tapi di dalam negeri terjadi kegelapan yang kelam.

6. Geothermal
Kita memiliki potensi geothermal 25.000 MW. Tapi setiap tahun kita hanya terus berbicara potensi itu. Sampai hari ini kita baru punya geothermal sekitar 1.500 MW. Begitu kita sia-siakan potensi green energi tersebut.

Terobosan yang mendasar harus dilakukan. Pertamina harus melakukan retsrukturisasi internalnya untuk lebih mencurahkan potensinya untuk mewujudkan cita-cita menjadi produsen green energi geothermal terbesar di dunia.

Aturan-aturan geothermal juga harus diubah.
Tapi yang sangat penting adalah negara harus turun tangan untuk menjadi penentu pemecahannya. Caranya tidak sulit. Negara menyediakan APBN Rp 500 miliar untuk melakukan penggalian pertama geothermal di seluruh Indonesia. Uang itu tidak akan hilang. Setelah pemerintah berhasil melakukan pengeboran, barulah sumur geothermal tersebut dijual kepada investor. BUMN atau swasta. Begitulah terus menerus bergulir.

Dengan modal yang hanya Rp 500 miliar, itu pun uangnya tidak hilang, Indonsia akan menjadi negara terbesar di dunia dalam green energi geothermal. Dan lagi kita bisa menghemat uang negara raturan triliun rupiah karena kita bisa mendapatkan sumber lustrik yang green, murah dan stabil untuk jangka yang panjang.

Itulah tujuh hal penting yang perlu saya sampaikan. tentu masih banyak bidang energi lainnya yang harus saya kerjakan, tapi mengingat waktu penyampaian ini terbatas, akan saya sampaikan dalam kesempatan lain. ***

Dahlan Iskan
Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat

Diskusi

86 thoughts on “Energi untuk Negeri

  1. DI untuk Indonesia

    Posted by yuni | 7 Januari 2014, 6:32 am
    • huuuuu…
      huuuuu..
      huu..

      norak2 bergembira..

      Posted by Ny. Nyengir | 7 Januari 2014, 7:11 am
    • Untuk membuat Indonesia Jaya menurut saya hanya butuh Manusia atau Team yg Beritikat Baik, Tapi alangkah lebih baiknya jika Itikat Baik punya, Ilmu ada, pengalaman lengkap, jam terbang apalagi. jadi sebagai warga yang yg sudah teramat lama menunggu kapan Pemerintahan Indonesia Bisa Membuat bangga Rakyatnya. maka saya Aminkan Pak Dahlan Iskanlah Orangnya. Semoga ~

      Posted by Hariyadi Ibrahim (@hariyadi5wija) | 7 Januari 2014, 11:14 am
    • Sangat setuju…
      Semoga bisa terlaksana

      Posted by Hilmy Yusuf (@yusuf_hilmy12) | 8 Januari 2014, 4:58 pm
    • Pak DAHLAN ISKAN tolong ambil kembali kekayaan Papua dari Freeport, putuskan kontrak yang merugikan bangsa Indonesia…

      Posted by dwi s harsono | 8 Januari 2014, 7:07 pm
    • Setuju Sekali !!!

      Di negara yg demokrasinya ssdh mapan, sebut saja US, campaign programs semacam ini biasanya sudah disiapkan juga draft RUU atau regulasi lainnya sehingga begitu Presiden dilantik langsung masuk proses persetujuan DPR dll.

      Mungkin team Pak DI belum sampai di tahap ini, namun demikian tetap saja campaign seperti yg dilakukan Pak DI di Meet The Press kemarin menjadi suatu lompatan yg luar biasa bagi demokrasi Ind. Pak SBY-pun dulu, dlm dua kali pilihan tidak melakukan kampanye program semacam ini. Top rank President Polling saat ini, misal Pak Jokowi, Pak Prabowo & Pak ABR juga masih sangat normatif, misal menjanjikan BBM murah, pangan murah, rakyat sejahtera dll. Tapi bagaimana mencapai hal tsb sama sekali belum ada program yg disampaikan.

      Yg sy sedih adalah pengamat (politik, sosial maupun ekonomi) tidak ada yg mengangkat Energi Untuk Negri menjadi public discussion, padahal jelas sekali salah satu masalah terbesar kita dan menurut sy sdh sangat kritis adalah ketersediaan energi bagi Ind ke depan. Semua econom tahu bahwa ekonomi Ind tdk akan pernah tumbuh di atas 6% (lagi) karena APBN langsung defisit dibebani subsidi energi. Disisi lain, komoditas utama energi kita, yaitu produksi minyak sdh sangat terbatas. Dng remaining recoverable reserve sekitar 3.5 BSTB (Billion Standard Tank Barrel) dan tingkat produksi 800 KBOPD maka cadangan tsb akan habis dlm 11.9 tahun. Ini sdh termasuk cadangan dari Lapangan Banyuurip (Block Cepu). Kecuali, dlm waktu 5 tahun mendatang, bangsa Ind menemukan teknologi Enhanced Oil Recovery yg economis untuk lapangan2 migas Ind sehingga sisa sekitar 70% minyak (dari cadangan asli) bisa diangkat / diproduksi 15% – 25%-nya lagi. Ada tambahan napas sedikit.

      Gas memang masih berumur panjang, bisa mencapai 50 tahun tetapi infrastruktur yg tdk memadai akhirnya gas tdk bisa mendukung pertumbuhan ekonomi secara langsung. Gas dijual dlm bentuk LNG dan menjadi pemasukan migas dlm APBN.

      Capres – Capres yg mengkampanyekan programnya seperti yg dilakukan Pak DI harus kita dorong sehingga The Next President benar – benar terarah dlm menyelesaikan masalah yg dihadapi bangsa ini.

      Karenanya, sy setuju (sekali) Pak DI kita kampanyekan untuk The Next Ind’s President.

      Salam.

      Posted by Minke | 12 Januari 2014, 1:58 pm
    • Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
      Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
      tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
      dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
      yang ingin merubah
      nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

      WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

      Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
      IBU yuly tki.
      MAKASIH OM ROOMNYA

      Posted by Angka Toto | 7 Maret 2014, 10:23 am
  2. DI Presidenku..

    Posted by Ruli | 7 Januari 2014, 6:55 am
  3. Semoga Allah SWT meridhoi langkah Pak DI menjadi presiden RI, dan program2 diatas bisa terlaksana….
    Semoga amanah…..
    Aamiin

    Posted by masiwan32 | 7 Januari 2014, 6:56 am
  4. Bernarlah adanya “KONVENSI PARTAI DEMOKRAT”
    Cara memilih orang-orang terbaik di negeri ini
    Untuk menjadi pemimpin negara yang besar ini

    Semoga kebaikan usaha ini
    Mendapat dukungan semua lapisan masyarakat
    Warga negara yang menginginkan kemajuan
    Kedamaian, kesejahteraan dan keadilan

    Tidak hanya sekedar keinginan berubah
    Yang tidak direncanakan
    Yang tidak difikirkan akibat setelahnya.

    Posted by Muhari Kumis | 7 Januari 2014, 7:08 am
  5. Mungkin akan ada serial baru”Konvensi PD” selain MH.

    Posted by lumpiarivai | 7 Januari 2014, 7:09 am
  6. 100% percaya dan sejalan dengan harapan dan keinginan saya dan orang2 yang peduli terhadap bangsa ini…..kalaupun pak dahlan membaca comment saya hari ini….yang sangat mendasar untuk di ajukan PERUBAHAN ke Mahkamah Konstitusi adalah SANGAT PERLU DILAKUKAN REVISI UNDANG-UNDANG AGRARIA, sehingga pemerintah menguasai tanah secara benar bukan seperti saat sekarang ini yang merupakan produk Kolonial berupa sertifikat yang dikuasai turun temurun sehingga sangat menghambat perkembangan dan kemajuan pembangunan infrastruktur dan lainnya. Niscaya jika ada pembatasan waktu kepemilikan sertifikat akan SANGAT-SANGAT membantu kemajuan bangsa ini dengan cepat, ilustrasinya seperti berjalan kaki dengan naik mobil kecepatan 100 kilometer perjam. Saat ini diseluruh wilayah Indonesia…..SERTIFIKAT menjadi MOMOK penghambat pembangunan untuk kemajuan bangsa…….sebaiknya kita cukup belajar ke Malaysia dimana disana sertifakat hanya berlaku 99 Tahun. Sehingga jelas negara menguasai secara baik atas tanah yang bisa bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak seseuai yang diamanatkan dalam pasal 33 UUD 1945 kita.

    Posted by Yus | 7 Januari 2014, 7:19 am
  7. maju terus Pak DIS…
    Insya Allah presiden😉

    Posted by arti | 7 Januari 2014, 7:42 am
  8. bgs2….maju trus p. dis

    Posted by rokim | 7 Januari 2014, 7:50 am
  9. Ga percaya juga ga papa. Ini adalah optimisme yg dibangun. Yg tidak mau optimis juga ga papa. Ini adalah ajakan untuk bangsa yg harus terus bergerak mencari solusi tidak hanya wacana, karena sesungguhnya kita bisa. Lha wong pak Dahlan Iskan ga ngotot kok jadi presiden. Bahwa kita sesungguhnya bisa dan mampu mengelola bangsa jika kita mau. Ini masalah mau, bukan masalah mampu.
    Jikapun bangsa ini lebih percaya pada yg tak punya misi visi, lha terus siapa lagi yg mesti dipercaya?

    Posted by Pengagum | 7 Januari 2014, 7:51 am
  10. Menarik akan ada serial Konvensi PD, tapi saya lebih menantikan nantinya ada serial Catatan Abdi Rakyat atau Catatan Presiden….membangun optimisme secara terus menerus selama 5 tahun ke depan sejak pak Dahlan Iskan memimpin sampai berakhirnya nanti tahun 2019. Saya membayangkan rakyat Indonesia tertulari optimisme ini dan kemudian ikut bergerak maju, tidak lagi saling mencaci maki, saling tidak percaya. Saya membayangkan……

    Posted by Pengagum | 7 Januari 2014, 7:56 am
  11. Mantap Pak DI, membaca tulisan diatas kapan negri ini mandiri energi tanpa campur tangan asing/neoliberal,besar harapan saya berkat upaya DI negri ini akan adil dan makmur.(cukupkan dulu negri sendiri baru negri lain)

    Posted by toga | 7 Januari 2014, 8:05 am
  12. Udah lah… Ini orang pasangin ama jokowi aja dah…Maju Pilpres 2014.. Masalah partai pikir belakangan..!!!!

    Posted by Didit | 7 Januari 2014, 8:10 am
    • jokowi enggak menggigit !!

      Posted by brastawi | 8 Januari 2014, 8:28 am
      • Jokowi baik tapi bakal di manfaatin pengusaha besar, kebijakannya akan lebih di arahkan oleh pengusaha besar, media di bayar besar bukan dari Jokowi, jokowi hanya di menangkan oleh media, masyarakat di bodohin, memang rakyat rindu pemimpin yg merakyat tapi ingat negara nggak bisa di kendalikan dengan senyum-2, blusukan, dll perlu kerja, kerja dan kerja.

        Posted by brastawi | 8 Januari 2014, 8:33 am
        • Saya pribadi mengagumi dan mendukung Jokowi sebagai Gubernur yang merakyat dan bekerja untuk kebaikan kota DKI Jakarta tetapi saya belum mempunyai alasan untuk mendukung dia menjadi Capres 2014. Saat ini saya hanya mempunyai alasan untuk mendukung pak Dahlan Iskan sebagai Capres dan Pres 2014.
          Selain itu saya kurang suka dengan media dan pendukung Jokowi yang menurut saya kurang beretika dan suka mengangkat kejelekan dan kekurangan capres lainnya walaupun itu tidak substantif dan cenderung fitnah (terutama kepada pak Dahlan Iskan).

          Dengan membaca dan memahami visi/ misi pak Dahlan di bidang ketahanan energy ini (dan gambaran yang saya pahami mengenai ketahanan pangan dan pertahanan melalui beberapa tulisan beliau) maka tidak ada alasan untuk tidak mendukung pak Dahlan Iskan sebagai Capres 2014 dan Presiden 2014 – 2024.

          Semoga harapan dan doa saya dan teman-teman lainnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi titik awal kebangkitan rakyat dan negara Republik Indonesia ini. Amiinn.

          Posted by Ardian | 8 Januari 2014, 11:10 am
  13. Abah Iskan presidenku

    Posted by abby.r | 7 Januari 2014, 8:27 am
  14. Sebagai wartawan / penulis kampiun , sebagai pengusaha sukses, sebagai menteri berhasil …tinggal sebagai Presiden yang ditunggu-tunggu…

    Sebagai hamba Allah tentunya dimanapun kita berada, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat…Gbu all

    Posted by wning | 7 Januari 2014, 8:28 am
  15. berita seperti ini seharusnya yang disantap rakyat…. bukan hanya menjadi terang bagi orang awam tetapi juga memicu semangat bahwa kita harus bisa…. dan Indonesia pasti BISA. Ayo pak DI……. aku terus dukung anda. maju terus dengan kerja kerja kerja….. rakyat harus cerdas dan sejahtera.

    Posted by safrina | 7 Januari 2014, 8:53 am
  16. hanya orang yang punya pemikiran, visi dan misi yg jelas serta niat tulus dalam bekerja bekerja bekerja yg akan berhasil membawa negeri ini menjadi maju dan makmur…dan bukan hanya berorasi dan berkoar2 karena mau pemilu saja…waktu telah membuktikan mana yang benar dan mana yg hanya lips service…semoga mandapat berkah amin….

    Posted by fays | 7 Januari 2014, 9:00 am
  17. Setuju banget Pak… semoga aspirasi ini dpt terwujud…. setidaknya siapapun leader Ind memahaminya. Hai DPR dengerin dong….

    Posted by suharyanto | 7 Januari 2014, 9:34 am
  18. Super sekali Abah Dahlan Iskan!

    Posted by mira | 7 Januari 2014, 9:36 am
  19. asskum pakde…..

    syukurlah proyeknya sudah berhasil, alhamdulillah…..
    mestinya tetap dikembangkan bukan?
    nti klo hasil proyek njenengan secara ekonomi sudah mencapai tahap bisa komersiil, K I T A, orang-orang yang sependirian, yang se-visi-misi, yang se-ia se-kata membangkitkan harga diri bangsa, bisa rame-rame urunan untuk memproduksinya secara massal. ……….. siapa takuuuut ???

    btw pakde, ini yang terpenting : apa hasil riset njenengan ini sudah njenengan patenkan?

    Posted by pakpuh | 7 Januari 2014, 10:14 am
    • wkumsalam pakpuh….

      Insaya Allah sudah siap komersil pakpuh,melihat programnya pak Dis di atas sepertinya sudah maching dengan saya malah bisa bersaing nanti dari segi ekonomis,teknologi,dan efisiensi. ekonomis karena biayanya bisa jadi cuma 1/100 dari biaya buat power plant pada umumnya (pltu),teknologinya pun betul2 baru dan beda dari yang sudah ada pada umumnya bukan pltu,plta,pltb,plts maupun fuel cell yang pasti non bbm dan bisa untuk daya watt kecil sampai mega watt,efisien karena tidak perlu penyulang maupun gardu induk karena bisa dibangun dimanapun spt di pelosok dan daerah terpencil di tiap kecamatan maupun lokasi industri bahkan di pemukiman padat penduduk sekalipun karena tanpa ada polusi udara,suara apalagi radiasi.

      hak paten?!…kalau di patenkan artinya diekspose keluar pakpuh walau cuma figur dan garis besar cara kerjanya tapi bagi seorang pakar cukup ide saja sudah bisa buat apalagi ada figur dan cara kerjanya malah gampang banget nyontonya walau tdk sama betul konstruksinya yang penting hasilnya sama iya kan?!.. karena dalam paten wajib ada figur (semacam gambar denah) dan cara kerja secara garis besar walau tidak detail sekali. Negara2 maju lebih unggul di sdm dan modal (kapital) jadi bisa2 mereka bisa buat dan mengembangkan yang lebih baik,bagus dan cepat akhirnya kita ketinggalan lagi. Apakah teknologi nuklir (+ bom nuklir) ada patennya? kan hanya negara2 tertentu saja yg bisa dan gak sembarang negara boleh punya/bikin! karena itu adalah teknologi strategis dan harus jadi rahasia negara/pemerintah….inilah moment sebetulnya untuk lebih unggul dari yang lain, kita bisa 10 langkah di depan negara2 lain dari sisi teknologi energi karena energi adalah kebutuhan dasar kehidupan,makan adalah adalah energi untuk hidup dan untuk membuat makanan itu sendiri dari awal (menanam/beternak) sampai siap saji/makan apakah tidak perlu energi juga???…

      Posted by pakde | 8 Januari 2014, 5:10 am
      • pakde,
        yang belum njenengan sebut, plt disel (bbm), plt panas bumi /geotermal, plt angin, plt arus laut, plt gas alam, plt nuklir, dan plt fusi dingin
        karena sifatnya yang “portable”, rasa-rasanya kesimpulan saya gak meleset
        atau….. mungkin juga tetap meleset, wallohu a’lam, Alloh yang lebih mngetahui
        karena pakde ga ingin mematenkan teknologi ini, rasa-rasanya pakde gak akan memproduksinya secara “pribadi” untuk komersial/dijual, tetapi akan menjadikan produk ini (kalau bisa) sebagai milik dan monopoli negara. kalau juga tidak begitu, teknologi ini hanya jadi koleksi njenengan pribadi, gak akan punya manfaat bagi umat manusia

        barangkali pakde ingin lanjutkan obrolan ini secara lebih privat, silahkan kirim CP (email/ym/sms/) ke 0858.1552.8573

        wassalam

        Posted by pakpuh | 11 Januari 2014, 6:01 am
        • pakpuh,
          yang saya maksud pltu (pembangkit listrik tenaga uap) adalah semua pembangkit yg menggunakan uap sebagai penggerak generator listrik, geotermal,gas alam,dan nuklir semuanya ujung2nya uap (steam) juga hasil akhirnya,pltb itu tenaga bayu (angin) dan saya sebut jg non bbm artinya bukan tenaga bahan bakar minyak (diesel,bensin,etanol dll) kalau fusi terlalu jauh pakpuh walau saya mengincar juga karena biaya risetnya besar sekali dan ilmunya jg masih langka,sayakan bilang ini beda.

          saya pilih negara pakpuh biar merata yg menikmatinya dari yang miskin sampai perusahaan besar seperti sekarang ada kelas2nya kan..tapi tentu dengan harga yang sangat murah sekali nantinya (bahkan mungkin ada yg di gratiskan), supaya bangsa ini menikmati dulu hasilnya dan mengejar ketinggalan dari negara2 lain dengan mengandalkan keunggulan dibidang energi,semoga saja nanti tidak ada kendala.

          Insaya Allah untuk silaturahim ya pakpuh.

          Posted by pakde | 11 Januari 2014, 5:50 pm
  20. Itu yang ku mau… Seseorang yang mengetahui secara detail permasalahan sehingga sangat aplikatif apabila diterapkan. Yang lain-lain cuma retorika dan konsep-konsep doang. Sementara yang ini benar-benar bisa dijalankan. Bisa diterapkan dan dijalankan itulah yang penting. Indonesia butuh orang seperti ini. Lebih-lebih untuk menjadi presiden. Dengan Dia jadi presiden, maka menteri-menteri yang terpilih adalah orang-orang yang aplikatif juga. Selanjutnya seluruh kementrian akan bergerak maju secara cepat. Program-program pemerintahan dan program program negara akan berjalan sinergi. Penyerapan anggaran bisa mencapai 100%. BUMN dan swasta akan aktif bergerak maju mengikuti irama pemerintah. DPR akan kewalahan membahas rancangan rancangan Undang-undang yang dibuat pemerintah (jangan harap DPR bikin rancangan UU sendiri, nggak bakalan). Semua akan aktif, termasuk para pengamat dan media. Apabila seluruh elemen negeri giat bergerak dan bekerja, maka Indonesia terpaksa maju. Majulah Indonesia… Dahlan Iskan presidennya…

    Posted by sutrisno.rakito | 7 Januari 2014, 10:26 am
  21. pak dahlan orang baik visioner cuma salah naik perahu ,di demokrat orang sebaik apapun bahkan jokowi kalau lewat demokrat tidak akan mampu bersaing karena ketularan bobrok demokrat ,sebaiknya pilih perahu yang lain pak .

    Posted by Ridwan Lancong | 7 Januari 2014, 10:36 am
    • Menurut Anda, partai apa yg bersih, yg patut dinaiki oleh pak Dahlan? Waktu itu ada 3 partai yg mengajukan diri melamar pak Dahlan namun hanya demokrat yg menerima syarat pak dahlan (yg tidak pake mahar). Yg lain minta mahar. Bukannya pak Dahlan ga mampu, hanya pak Dahlan ndak mau. Pertimbangannnya saat ini adalah apa ada partai yg bersih…tolong sebutkan 1 saja. Bahkan PKS pun tersandung kasus korupsi. PDIP? Ada juga tuh yg korup. Golkar? Ratu Atut dan yg lain sudah menghiasi media massa saat ini. PPP? Idem dito. PKB? Ga ada tuh mengajukan untuk mengundang pak Dahlan. Pake jalur independen? Inskonstitusional bos, krn ga ada calon presiden dari jalur independen…harus dari parpol….tolong sebutka satuuuuuuuu saja lewat mana nih enaknya

      Posted by Pengagum | 7 Januari 2014, 7:38 pm
      • Kalau dibandingkan perahunya antara Partai Demokrat dengan PDIP misalnya dan kalau “harus” memilih mana yang lebik baik diantara keduanya, maka saya akan memilih Partai Demokrat (PD). Ada 2 alasan saya :

        1. Setelah PD babak belur tersandung kasus korupsi, maka dengan sendirinya parasit dan benalu2nya sudah berkurang jauh sehingga PD mempunyai harapan lebih tinggi untuk bangkit dan menjadi partai yang bersih dan visioner (apalagi dibawah presiden Dahlan Iskan).
        2. PDIP sebagai partai wong cilik, tetapi menjadi 2 partai terbesar dimana kader2nya tersandung kasus korupsi (sangat munafik menurut saya). Juga kata “Demokrasi” dalam kepanjangan P”D”IP tidak sesuai dengan kenyataannya dimana sang Ketum seperti diangkat menjadi Ketum seumur hidup dan harus dari satu garis keturunan (sudah mengingkari namanya sendiri).

        Jadi jelas kalau pak Dahlan Iskan ditakdirkan menjadi Presiden di 2014 maka akan menjadi momentum terbaik Partai Demokrat (PD) untuk bersih2, berbenah dan bangkit menjadi partai yang bersih, visioner dan modern.

        Posted by Ardian | 8 Januari 2014, 12:07 pm
    • Mas Ridwan, Mas Pengagum dan Mas Ardian…

      Saya ijin mengomentari pendapat sampean semua…

      Menurut saya, dari awal sebenarnya Pak DI sudah tidak respek dengan parpol. Baik parpol “pemerintah” maupun parpol “oposisi”… Kenapa Pak DI pada suatu kesempatan bersedia menjadi Diryt PLN dan kemudian menjadi menteri BUMN? Saya yakin, sebenarnya Pak DI pada awalnya sudah berusaha menolak jabatan-jabatan tersebut, namun karena “takdir”, akhirnya beliau menerima kedua jabatan tersebut. Alasan detailnya beberapa kali beliau kemukakan pada beberapa kesempatan. Kalau sampean mengikuti perjalanan “karir” beliau mulai dari jadi guru, wartawan, pimpinan koran, sampai dengan pada saat beliau bersedia “mengorbankan diri” menjadi pimpinan BUMD Jawa Timur, saya yakin, sampean semua pasti bisa memahami mengapa Pak DI bersedia mejadi Dirut PLN, Menteri BUMN dan sekarang mengikuti konvensi Capres melalui Partai Demokrat,

      Menurut saya, sebenarnya Pak DI tidak peduli dengan partai yang mengusungnya. Beliau hanya berpikir, partai apa saja yang menginginkan beliau utk menjadi Capres, silakan saja. Namun, bisa jadi benar (menurut beberapa sumber), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh beliau, namun beliau tidak berkenan utk memenuhinya dengan pertimbangan, syarat yang diajukan partai, suatu saat akan “membelenggunya”. Kita semua paham bahwa Pak DI bukan orang yang mau dibelenggu dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Kita bisa memahami karakter beliau lewat tulisan-tulisannya maupun tindakan-tindakannya. Tulisan beliau tentang sumber energi ini membuka mata kita semua, betapa sederhananya permasalahan yang ada dan betapa sederhananya jalan keluar yang bisa diambil, sepanjang kita mau dan tidak terbelenggu dengan kepentingan dan/atau kenikmatan sesaat…

      Pada saat beliau menjadi Dirut PLN, kemudian menjadi Menteri BUMN, saya malah mengira-ngira, jangan-jangan sebelum beliau diangkat, justru beliau mengajukan syarat kepada Bapak SBY apabila mau mengangkatnya menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN…

      Demikian, mohon maaf, salam…

      Posted by HIBATILLAH'S | 13 Januari 2014, 9:29 am
  22. yang terpenting sekarang adalah tindakan secepatnya pak, jangan biarkan negara kita terperosok lebih dalam lagi ke jurang kesengsaraan, kita berjuang dengan menggunakan kemampuan kita masing-masing. Kita siap mendukung dan mendoakan utk konvensi besok pak dahlan bisa maju, syukur mendapatkan pasangan yang pas, kalau saya inginnya berpasangan dengan mas anies baswedan…….siap jadi pasangan yang fenomenal

    Posted by Widi | 7 Januari 2014, 11:28 am
  23. saya minta bantuannya untuk bekerja sama untuk pembelian tiket pesawat, kereta, dll, hubungi saya di 085741256320 atau 27BBADE1 terima kasih

    Posted by ester | 7 Januari 2014, 12:21 pm
  24. Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

    Tag Line kita :

    Dahlan Iskan : Demi Indonesia
    Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
    Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

    Semoga ALLAH meridho’i.

    =============================================================================
    Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
    Terbuka untuk siapapun kita.

    Salam hormat,
    Bonzo – Jakarta Barat

    Posted by bonzo | 7 Januari 2014, 12:40 pm
  25. Begini lah pemimpin yang punya misi dan visi yang jelas

    Posted by Rian yanto | 7 Januari 2014, 12:47 pm
  26. Nuklir nggak masuk nih, Pak Dahlan?
    Kapan mau saingan sama Jepang, Korea, dan China kalo gt?

    Posted by Nuke | 7 Januari 2014, 1:43 pm
    • Banyak permasalahan-permasalahan negara yang belum bisa terselesaikan. Salah satunya adalah sumber daya alam dan energi ini. Siapapun yang memimpin Indonesia nanti, semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

      Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 7 Januari 2014, 7:44 pm
    • nuklir?masih ingat fukushima,chernobil?mereka aja sekarang sdh action buat mengurangi ketergantungan thdp energi nuklir,kok kita malah mau mulai.?aneh brur…..lagian potensi bahayanya lebih besar dari manfaatnya.sekarang saatnya green and safe energy.Kebetulan saya tinggal di Jepang,dan hampir semua orang trauma dgn nuklir.dampak merusaknya memang sangat kejam,jadi bukan sebuah pilihan yg bijak menggantungkan harapan pemenuhan energi dgn membangun pembangkit nuklir,walau dibangun dengan teknologi yg paling mutakhir pun,akan tetap menjadi momok yg menakutkan untuk kelansungan hidup umat manusia dan alam sekitarnya.

      Posted by helmi zanni | 13 Januari 2014, 8:18 am
  27. Sukses pak Dahlan jadi presiden

    Posted by sukoco | 7 Januari 2014, 4:24 pm
  28. Kalau saya jadi presiden
    1. Pemilihan Mentri melalui kompetensi terbuka disiarkan life media yang akan dinilai oleh juri yg kompeten dan rakyat melalui pooling sms…kayak kaya AFI, Indonesian Idol, dan lain-lain lah…yang terpilih di suruh tanda tangan KKSP (Kontrak Kinarja & Surat Pernyataan)…3 tiga bulan tidak bisa on track dikasi SP I, 6 bulan masih gak on track juga SP II, dan 9 bulan masih memble juga PHK.
    Note :
    Kompetensi terbuka terus dilanjutkan untuk masing-masing departemen untuk terus mencari kandidat mentri terbaik untuk masing-masing departemen.

    2. Buat Goal masing-masing departemen secara tertulis, jelas, dan detail agar masing-masing mentri tau yg mau dicapai.
    3. Buat tanggungjawab project suatu kementrian bila tidak dilaksanakan dengan benar, dikorupsi menjadi tanggungjawab pribadi mentri tersebut, misal mentri PU jika ada project jalan raya atau gedung yg rusak sebelum waktunya dia disuruh ganti biaya perbaikannya.
    3. Apalagi ya….ah pusing aku.. gak mampulah aku jadi presiden…

    Posted by Agam Medan | 7 Januari 2014, 4:56 pm
    • Menteri adalah pembantu presiden, artinya yg bisa bekerjasama dg presiden. Yg sudah dikenal baik oleh presiden, bukan orang baru yg tidak tahu sebelumnya track record dalam bekerjasama dg yg dibantu. Tentu saja hak prerogatif presiden krn yg bekerja presiden. Coba anda bayangkan bila dalam institusi kecil anda dimana anda dituntut bekerja secara cepat dan tepat…dilingkungan anda sendiri, apa bisa pilihan pembantu anda dilihkan orang lain? Dan langsung bekerja cepat? Karena kabinet ini perlu kerjasama, bukan kerja bersama sama. By the way, usulan anda menarik juga sih

      Posted by Pengagum | 7 Januari 2014, 7:42 pm
      • Sepakat, poin bisa bekerja-sama dg Presiden itu penting. Biar tidak seperti sekarang menteri saling tuding, padahal harus saling dukung dan segaris dengan kebijakan Presidennya.

        Pintar & kompeten kalao tidak bisa kerja-sama malah jadi masalah

        Posted by bowo | 8 Januari 2014, 6:43 pm
  29. i like dis way…..

    Posted by msodikvip | 7 Januari 2014, 8:19 pm
  30. LAHJUT SGP REBOO
    AI = 2457
    CB = 5/3
    AK = 45891
    http://www.ramalantogelsgp47.webs.com

    Posted by pakiskandar | 7 Januari 2014, 8:54 pm
  31. Tidak mudah memang merubah
    seorang pesimistis menjadi orang yg
    optimistis, apalagi kreatif. Mungkin
    kita semua tau, dengan sedikit kreatif
    saja biogas yang renewable bisa
    didapat hampir di seluruh negeri,
    tapi subsidi bbm menjadikan kita
    (termasuk saya) tidak mau kreatif.
    Belum lagi bio energi yg lainnya yg
    menunggu sedikit kreatifitas. “Saya yg
    salah” itu mungkin perlu juga saya
    ucapkan. “Saya harus kreatif” itu
    mungkin lebih perlu saya ucapkan
    dan saya kerjakan demi saya, anak
    cucu saya, sodara saya, teman saya,
    tetangga saya, kampung saya, negara saya bahkan dunia saya

    Posted by Rudi | 7 Januari 2014, 8:56 pm
  32. Bismillah Semoga Alloh SWT meridhoinya. Amin.

    Posted by Nur Muhis | 8 Januari 2014, 7:17 am
  33. Pak Dahlan Iskan calon Presiden Republik Indonesia Th 2014- 2019.. Amin- Amin YRA,

    1. Yang pertama masalah energi( Energi untuk Negeri) bisa diterapkan , tidak Retorika

    2. Sedang bidang-bidang penting lainnya seperti pertanian, industri, infrastruktur, hukum, korupsi, birokrasi, pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan masih banyak bidang lain akan saya kemukakan pada kesempatan lain.

    Mantap kalau Abah DIS jadi Presiden Indonesia bisa jadi negara maju dan Pendapatan Rakyat meningkat , Korupsi diberantas, Industri maju termasuk Persenjataan, Persenjataan Kuat Tentara Kuat , Indonesia ditakuti negara lain, Infrastruktur seperti jalan Tol dan Non tol digenjot, Hukum harus adil tidak ada yang kebal Hukum, sama abah DIS sudah disiapkan semua solusinya.

    Posted by CAK YADI | 8 Januari 2014, 8:25 am
  34. Dahlan Iskan Demi Indonesia. jujur saya menonton Livestreaming Dahlan Iskan saat Meet the Press. yang berada dalam benak saya adalah Dahlan Iskan sang Orator sekaligus Eksekutor, Sang Problem Solver Indonesia. Beliau sangat tahu tentang permasalahan Indonesia di Bidang Energi. beliau menjelaskan segala permasalah, solusi, dan tantangan Indonesia ke depan. dan semua penjelasan itu dipaparkan tanpa menggunakan Teks sama sekali. Itulah Dahlan Iskan sang Orator sekaligus Problem Solver. Hidup Dahlan Iskan, Hidup Demi Indonesia

    Posted by Caderabdulpacker.com | 8 Januari 2014, 10:29 am
    • Pak Iskan Dahlan Calon Presiden Indonesia Tahun 2014-2019, adalah betul orator yang Ulung dan sebagai eksekutor.

      1. Pidato di Konvensi Demokrat tanpa Teks bahasa Indonesia
      2. Pidato di Universitas di Philipina tanpa teks memakai bahasa Inggris dengan Fasih
      3. Pintar Bahasa Mandarin
      4. Bisa bahasa Arab

      Pak Dahlan Kemana saja (partai apa saja), Opo Jare Abah DIS kalau kita dukung

      Posted by CAK YADI | 10 Januari 2014, 8:00 am
  35. Semoga Negara Kita menjadi Negara yang lebih baik dari sekarang. Amin

    Posted by Pinjaman Dana 1 Jam Cair | 8 Januari 2014, 12:03 pm
  36. saya mengenal pak dahlan lewat buku ganti hatinya tahun 2007, entah kenapa saat baca buku tersebut saya merasa beliau minimal akan menjadi menteri. Setelah baca tulisan MH dari periode ke periode saya merasa sosok pak dahlan akan dapat membawa kepada masyarakat yang makmur dan sejahtera. skg bagaimana caranya saja masyarakat luas mengetahui sepak terjang beliau yang positif tersebut, itu tugas bersama bagi orang – orang yang merasa beliau cocok sebagai presiden RI yang akan datang…

    Posted by lingga bayu | 8 Januari 2014, 2:45 pm
  37. Ya Allah..anugrahkan kami pemimpin yg memimpin karena Engkau. Lindungi pemimpin kami yg baik. Amiin

    Posted by Khoirul Anwar | 8 Januari 2014, 4:12 pm
  38. semakin di depan…… buat teman2 reDI. dahlanis. ada g yg bkn spanduk. bendera. baju. kaus DI? ayo kita kampanyekan DI for president secara terbuka d lingkungan kita. ku tunggu infony….

    Posted by tonybastian | 8 Januari 2014, 4:24 pm
    • Saya kira nge-“gas”nya ga perlu kencang2, cukup untuk memenangkan konvensi dulu aja. Biar tidak kehabisan energi dan yang lebih penting gunakan lebih banyak energi untuk bekerja, bekerja, bekerja. Buat portofolio kerja sebanyak-banyak-nya. nanti saatnya kampanye tinggal tampilkan daftar ga perlu pake imajinasi & bumbu2 penyedap berlebihan yg bisa membuat “stroke” rakyat dikemudian hari karena dikasih makan mimpi😉

      Posted by bowo | 8 Januari 2014, 6:47 pm
  39. Saya dukung pak DI pimpin RI untuk wujudkan indonesia yg makmur dan sejahtera

    Posted by effendi | 8 Januari 2014, 8:14 pm
  40. kulo mboten ngertos politik pak, mung kulo yakin insa ALLAH panjenengan saget ngentas kawulo alit ten seantero indonesia.kulo mung saget ndungo damel kesehatan lan semangat juang e panjenengan
    salam.

    Posted by Fahmy Firdaus | 8 Januari 2014, 8:15 pm
  41. Pada akhir Oktober 2011 pak DI berkunjung ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan. Beliau sudah menyaksikan penemuan dan hasil riset pengembangan buah Kemiri Sunan yang diproses menjadi biodiesel berstandar DIN bersama ITS, oleh Tim Litbang PP Sunan Drajat, Titie dan teman lama p DI, Budi Santosa. Setelah menyaksikan traktor mesin dijalankan dengan minyak diesel Kemiri Sunan tersebut pak DI menggali info selama 1 jam. Akhirnya beliau memerintahkan kami untuk mencari lahan marginal seluas 1000 HA untuk ditanami pohon Kemiri Sunan. Awal November kami sudah mendapatkan lahan sangat marginal di Nusa Tenggara Timur, kami ingin menyerahkan data tersebut melalui Ibu Willa, akan tetapi sampai saat ini tidak ada respond. Apakah p DI masih ingat hal tersebut? Bagaimana kami bisa menyerahkan berkas data tersebut langsung kepada bp?

    Sejak pertengahan tahun 2012, Pemerintah (Litbang ESDM n terakhir Kantor Menkokeu) sudah mempublikasikan Kemiri Sunan sebagai sumber bahan bakar nabati, akan tetapi Kami sebagai pemrakarsa dan pemberi nama yg diresmikan dengan SK Menteri Pertanian th 2008 tidak diikutsertakan, dan pihak Balai Penelitian Kementrian Pertanian mempublikasikan penemuan minyak kemiri sunan dan melepaskan bibit rekayasa yg belum dibuktikan kebenarannya dan kemampuannya untuk tumbuh memberi buah dengan mempublikasikan berdasarkan property pohon induknya.

    Litbang Pondok Pesantren Sunan Drajat

    Posted by Titie Prapti Utami | 8 Januari 2014, 10:14 pm
  42. Urutan presiden yang paling tepat: Dahlan Iskan dulu, lalu periode berikutnya Jokowi. Indonesia pasti akan betul-betul tinggal landas setelah itu.

    Posted by Arif Haliman | 9 Januari 2014, 7:58 am
  43. Abah Dahlan Iskan Presiden RI 2014d

    Posted by Djoko Sawolo | 9 Januari 2014, 11:15 am
  44. Sukses selalu untuk admin

    Posted by Pinjaman Dana 1 Jam Cair | 9 Januari 2014, 1:38 pm
  45. kasiaan yg pada komen…tinggal menunggu wkt apa yg terjadi. : (

    Posted by partoanto | 9 Januari 2014, 8:22 pm
  46. Ketika petani menanam padi, maka tidak hanya tanaman padi yang tumbuh, tapi rumput/gulma yang tidak diharapkan juga ikut tumbuh (Buku mission ini possible- misbahul huda), jadi kalau disela-sela jutaan pengagum pak DIS ada yang berkomentar sisnis, biarkan sajalah, mungkin dia belum paham dengan pak DIS. Maju terus pak!

    Posted by bambang sukra | 11 Januari 2014, 8:52 pm
  47. Betull sekali, saya setuju kalo segala sesuatunya segera dikerjakan bukan hanya retorika wacana belaka kaya sekarang ini. Saya percaya Pak Dahlan bisa dengan analogi menengok keberhasilan beliau berangkat dari orang miskin yang mampu memanage dirinya hingga menjadi sekarang ini…bukan isapan jempol belaka…

    Posted by Didik Bowo Endarjo (@Endarjo_Didik) | 12 Januari 2014, 11:57 am
  48. Pak DI. Kami tidak meragukan sedikitpun kemampuan bpk. Yang perlu ditambah mungkin kampanye ide2 bapak sebanyak2nya oleh team bpk. Karena masih banyak masyrakat yg belum tahu ide2 cemerlang bpk. Saya sendiri selalu anjurkan teman dan org yg sy kenal untuk beli japos senin. Atau lihat web manufacturing hope dahlan tiap senin. Mudah2an niat baik bpk akhirnya dimudahkan olehNya

    Posted by Nur p | 13 Januari 2014, 5:55 am
  49. Gagasan pak Dis yg menjadikan NKRI swasembada trhadap smua potensi alam akan mnjdi isu luar biasa bagi Investor luar ngeri dan birokrat yg dimuliakan hidupnya dari pola penjajahan ekonomi yg selama ini hanya qita rasakan dampaknya tpi tak pernah sanggup seorang individu utk melakukan simsalabim demi dan atas kepentingan ekonomi rakyat kita seluruhnya.. Hati2 pak cepat ato lambat anda akan dimatikan oleh mereka2 yg saya sebut diatas.. Jangan sampai salah langkah

    Posted by m rukmana | 13 Januari 2014, 9:52 am
  50. WOWWW AMAZING……. VOTE DAHLAN ISKAN FOR RI 1 2014.

    Posted by msyatno | 13 Januari 2014, 11:19 am
  51. Ikut Nyimak, sukses selalu untuk admin

    Posted by Mesin Pengumpul Rupiah | 15 Januari 2014, 4:48 pm
  52. Kerja, kerja, kerja….!!! Masih ada penderitaan yang dialami masyarakat sehubungan dengan proyek BUMN khususnya PLN. Hal ini dialami oleh para ahli waris pemilik lahan PLTGU Muara Tawar, sejak pembebasan lahan sampai saat ini mereka (ahli waris) belum mendapatkan haknya. Usaha untuk itu sudah dilakukan, akan tetapi usaha ini selalu dimentahkan oleh pihak2 terkait termasuk Pimpro nya pd waktu itu Bpk.Jurlius Sitanggang Sewaktu awal masalah ini baru timbul, perwakilan ahli waris pernah menemui Bpk. Suherman selaku juru bayar proyek tersebut dan saat itu beliau menyampaikan untuk melengkapi dokumen yg diperlukan selain surat tanah, spt Fatwa Waris agar tdk ada orang2 yg mengaku sebagai ahli waris sebagai gantinya beliau menawarkan dana kompensasi, tetapi ditolak oleh perwakilan ahli waris. Setelah dokumen yg dimaksud sudah dipenuhi, perwakilan ahli waris kembali menemui Bpk. Suherman, saat ini beliau bertugas di kantor PLN Gandul. Sewaktu ditemui awalnya beliau menyangkal dan berkata bahwa tanah tsb sudah diselesaikan. akan tetapi setelah kami buka2an data beliau menyadari bahwa tanah yang di maksud memang belum di bayar dan waris belum menerima dana sepeserpun dan PLN tidak dapat membuktikan bukti kepemilikan tanah tersebut. Pihak BPN pun menyangkal bila ada surat pernyataan apapun yg dikeluarkan BPN setempat menyangkut tanah tsb apabila tanah tersebut sudah dijual belikan. Menurut data PLN yg ada , tanah yg sdh di bayarkan adalah lahan/tanah yg bersebrangan dgn lahan/tanah waris yg dimaksud. Karena itulah Bpk. Suherman berjanji akan memfasilitasi utk mempertemukan kami dgn pihak PLN yg terkait agar masalah ini diselesaikan. Kami juga sudah bertemu dgn HUMAS PJB Muara Tawar (Bpk. Kunto) , beliau sdh mendengar kabar tsb dan sdh dilaporkan atau disampaikan kpd pimpinan PJB, karena laporan kami Pak Kunto menyampaikan bahwa PJB tdk akan melakukan serah terima dari Pelaksana Proyek dalam hal ini PLN, sebelum urusan ini diselesaikan. Beliaupun menyarankan bila kami mempunyai link atau jaringan ke petinggi PLN kemungkinan hal ini dapat diselesaikan. Bagaimana bila para ahli waris tidak punya link atau jaringan pak ??? kami hanya masyarakat kecil..? menjadi dilema pak, karena di negri ini bergerak secara hukum sangat rumit dan perlu biaya yg sangat besar, kami hanya punya data dan bukti yg bs dipertanggung jawabkan. Tolong kami pak,kami di zolimi dan kami tdk mampu berbuat banyak walupun hampir 3/4 warga Muara Tawar ini adalah keluarga para ahli waris. saat ini ahli waris hanya berharap pd bapak karena kami tdk punya link ataupun jaringan. Kami tidak punya apa2 lg pak, harapan kami pada warisan leluhur kami yg bs membuat kami sejahtera. Kami percaya , bahwa dimana ada proyek pemerintahan disitu masyarakatnya akan disejahterakan. Semoga kelak bapak dapat menjadi Pemimpin Bangsa yg Amanah, Amin Ya Robbiallamin.

    Posted by Abdul Rojak | 20 Januari 2014, 10:19 pm
  53. kita semua berharap semoga Indonesia bisa memilih Pak DI untuk membawa bangsa ini mencapai tujuannya subur makmur gemah ripah loh jinawi murah sandang murah pangan sayeg saeko kapti bahagia mulya dunia akhirat smoga begitu ayo berusaha dan berdoa terus bersama2

    Posted by marsiman | 21 Januari 2014, 1:18 pm
  54. Kita membutuhkan pemimpin yg visioner dan kreatif untuk indonesia masa depan. Dan Pak Dahlan Iskan lah orangnya. Bravo

    Posted by Doel | 22 Februari 2014, 9:25 am
  55. Pak DI,
    Sekedar pemikiran dangkal dari saya. Kilang BBM kita yang terakhir dibangun adalah Balongan th 1998 dan sampai saat ini belum ada pembangunan kilang lagi. Kebutuhan BBM memang makin nak, sementara pasokan akan makin turun. Insya Alloh. Saat ini di Cilacap sedang ada project RFCC yang diperkirakan rampung sekitar 2015 atau 2016.

    Di Aceh, kita punya LNG Arun, namun sayang pak, industri yang mememrlukan pasokan gas seperti AAF sampai saat ini masih mati suri, pun pasokan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik PLTGU Belawan juga masing “senin kemis”. Selentingan yang saya dengar, kabarnya lapangan gas Arun akan di jadikan receiving facility untuk pasokan gas dari lapangan tangguh. Semoga benar, jadi pasokan gas di sumatera bagian utara akan ada perbaikan sehingga listrik tidak byar pet dan AAF bisa di hidupkan lagi demikian juga PIM bisa makin hidup.

    Kalau boleh usul pak, perlu dikaji ulang lagi mengenai pengembangan kawsan industri Selama ini kawasan industri sebagian dipusatkan di Pulau Jawa, padahal kita masih ada pulau2 lain yang berpotensi, seperti Kalimantan. Semua orang tahu batubara dihasilkan dari Kalimantan. Industri perlu energi, dan batubara dari Kalimantan belum lagi apabila program CBM berhasil, maka Kalimantan akan jadi lumbung energi. Apabila pembangkit listrik bisa dibangun di Kalimantan, fasilitas pelabuhan internasional, bandara internasional, terminal peti kemas dan fasilitas jalan raya bisa diwujudkan, maka akan ada pertumbuhan ekonomi yang significant di pulau tsb. Dan untuk Pulau Jawa & Sumatra bisa lebih difokuskan untuk industri pertanian demi peningkatan ketahanan pangan bangsa ini. Apa gunanya kita jadi negara superpower tapi tidak bisa memproduksi pangan sendiri.

    Kita semua tahu, diujung timur Indonesia ada kilang LNG yang cukup besar dan masih baru, LNG Tangguh. Dulu pak JK pernah menyampaikan apabila LNG Tangguh sudah berjalan, maka di Papua Barat bisa dibangun pabrik pupuk, kilang LPG atau industri lainnya. Apabila terealisasi nanti, Tangguh Tr 3, 40% akan digunakan untuk keperluan domestik, mudah2an cita2 pak JK untuk mendirikan pabrik pupuk & LPG plant di Papua Barat bisa terwujud. “2 sendok” LNG sdah terrealisasikan, 4 MW listrik sudah menerangi Bintuni pak, saya harap Papua Barat & Papua akan makin terang. Bisa kita bayangkan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi di Papua & Papua Barat nantinya.

    Saya berharap semoga UU Minerba segera di berlakukan, dan pelarangan eksport tambang mentah segera diwujudkan agar ada proses pengayaan terhadap hasil tambang sebelum di jual yang artinya pengayaan bagi negara ini.

    Untuk pengembangan geothermal semoga juga makin lancar kedepannya. Saya dengan Kamojang unit 5 saat ini sedang dalam proses konstruksi, kemudian beberapa lapangan geothermal lainnya seperti di Patuha, lampung dan Sumatera Utara juga dalam tahap pengembangan. Dari sisi Geothermal kita masih kalah dengan Philippina, di sana potensi geothermal di manfaatkan dengan sangat optimal.

    Demikian dari saya, maaf kalau ada yg kurang berkenan

    Posted by Langgono | 9 Maret 2014, 8:59 pm
  56. saya sangat setuju pak dahlan, Indonesia memang kaya raya tp sayang pemimpinnya suka gosok sana gosok sini hingga lupa dgn potensi yang melimpah pada rakyatnya. Pak ada potensi BBM murah yang ter lupakan oleh bapak yaitu BBM dari plastik pak, di china sudah hal yg biasa menggunakan BBM dari plastik. saya sudah melakukan Pembuatan mesin penyulingan plastik menjadi BBM dengan sistem kontinyu, dan sudah menghasilkan dengan modal cuma 100 jt. Masak pemerintah nggak bisa. padahal sampah plastik LUAR BIASA melimpah dan nggak perlu menggali.

    Posted by Mashudi Susanto | 6 April 2014, 9:36 pm
  57. Ide brillian,,
    Salah satu bentuk rasa ikhlas mengabdi utk negara dan bkn hanya kata nyata tp kerja nyata,,murni tanpa pencitraan..saya sgt mendoakan dan mendukung Pak DIS the next PRESIDENT INDONESIA,,

    Posted by Hendra Ginanjar | 15 April 2014, 2:26 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: