>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Oleh-Oleh dari London untuk Hemat Investasi

Senin, 06 Januari 2014
Manufacturing Hope 110

Semua penumpang pesawat mengeluh: bukan main lamanya antre terbang di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Teman saya harus berada di dalam pesawat lebih satu jam hanya untuk mendapat giliran take off. Saya sendiri mengalami hal yang sama. Terbang ke Lampung hanya 45 menit, tapi antre terbangnya lebih lama dari itu.

Sehari-harinya pun SHIA (Soekarno-Hatta International Airport) sudah padat. Di hari-hari sekitar Natal dan tahun baru lebih parah. Ini karena adanya penerbangan ekstra. Bayangkan, selama sepuluh hari ini, tiap hari ada 12 penerbangan ekstra. Betapa berimpitannya jadwal pesawat.

Ke depan sistem penerbangan ekstra harus diubah. Bukan diadakan penambahan jadwal, tapi perusahaan penerbangan diharuskan menggunakan pesawat yang lebih besar.

Dengan penambahan penerbangan, jadwal pesawat benar-benar kacau balau. Penumpang sangat dirugikan. Demikian juga perusahaan penerbangan. Reputasi Indonesia juga tercoreng. Mumpung Lebaran masih jauh, sistem penerbangan ekstra ini bisa diatur lebih dini.

Dunia penerbangan yang mestinya lebih modern daripada kereta api atau penyeberangan feri justru kalah jauh. Sudah dua tahun ini pengangkutan Lebaran kereta api dan feri sangat memuaskan.

Untuk bandara yang sudah padat, kelihatannya sistem penerbangan ekstra sudah tidak cocok lagi. Lebih baik menggunakan jadwal yang sama, tapi dengan memakai pesawat yang lebih besar. Kalau kita putuskan sekarang, perusahaan penerbangan juga masih punya waktu. Mereka harus menyiapkan diri untuk mengatur pesawat-pesawat besar mengisi jadwal domestik yang gemuk di Hari Lebaran.

Untuk saat ini, jangankan menambah penerbangan, jadwal yang ada pun harus dikurangi. Untuk apa Jakarta-Surabaya harus 42 kali. Lebih baik 35 kali, tapi tepat waktunya lebih terjamin. Demikian juga Jakarta-Medan. Dan yang lain-lain.

Kalau memang jumlah penumpang terlalu banyak, kita dorong perusahaan penerbangan menggunakan pesawat yang lebih besar. Seperti Singapore Airlines, untuk Jakarta-Singapura yang hanya berjarak 1,5 jam menggunakan pesawat besar Boeing 777.

Langkah untuk mengurangi jadwal di SHIA sudah disiapkan: memindahkan sebagian penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Belakangan ini rapat-rapat koordinasi antara TNI-AU sebagai pemilik bandara, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura II, dan Perum Airnav terus dilakukan. Putusan sudah diambil. Setiap hari sekitar 60 penerbangan bisa dipindahkan ke Halim.

Jumat lalu giliran Angkasa Pura II yang melakukan rapat koordinasi dengan perusahaan-perusahaan penerbangan. Untuk mengecek kesiapan mereka. Ternyata, mereka belum siap untuk merealisasikannya Januari ini. Mereka minta pemindahan itu dilakukan akhir Februari.

Kecuali Citilink. Hanya anak perusahaan Garuda Indonesia ini yang siap memindahkan sebagian jadwalnya ke Halim 10 Januari nanti. “Baik juga Citilink memulai dulu sekalian untuk uji coba,” ujar Dirut Angkasa Pura II Tri Sunoko.

Menurut Tri Sunoko, pembenahan ruang tunggu dan fasilitas lainnya sudah selesai. Ruang tunggunya cukup untuk tiga penerbangan setiap jam. Pas dengan izin yang diberikan pihak TNI-AU untuk pemanfaatan Halim yang tidak mengganggu kesibukan TNI-AU di situ. Perusahaan penerbangan di luar Citilink minta waktu sampai akhir Februari karena harus memindahkan sebagian kantor masing-masing ke Halim.

Bagaimana masa depan SHIA sendiri? Selama ini berkembang pemikiran untuk membangun landasan nomor 3. Tapi, kendalanya luar biasa. Terutama karena harus membebaskan tanah 800 hektare. Tanah itu sekarang sudah berupa kampung. Lokasi itu meliputi 13 desa di tiga kecamatan.

Bisakah membebaskannya dengan cepat? Dari pengalaman selama ini, saya realistis saja: sulit. Dan lama. Dan mahal. Bisa-bisa lima tahun ke depan pun belum terbebaskan semua. Itu pun memerlukan dana pembelian tanah yang mencapai Rp 12 triliun. Total biaya bisa mencapai Rp 40 triliun.

Maka, saya memuji langkah Tri Sunoko mengirim staf inti belajar manajemen ke bandara besar. Mereka pergi ke London. Belajar di Bandara Heathrow. Itulah bandara nomor tiga tersibuk di dunia. SHIA sendiri tersibuk nomor sepuluh di dunia.

Bandara Heathrow ini ternyata juga hanya memiliki dua landasan. Sama dengan SHIA. Tapi bisa menampung kesibukan 74 juta penumpang per tahun. Lebih banyak daripada SHIA yang menuju 60 juta penumpang. Hasil belajar ke London ini sangat baik: dengan hanya dua landasan, Bandara Heathrow ternyata bisa melayani seratus pergerakan pesawat setiap jam.

Kita di SHIA dengan dua landasan baru bisa melayani 60 pergerakan setiap jam. Bahkan dua tahun lalu hanya bisa melayani 54 pergerakan. Dua tahun terakhir ini, dengan perbaikan-perbaikan manajemen dan sistem, bisa meningkat enam pergerakan.

Belajar dari London tersebut, kita juga akan bisa mencapai 74 pergerakan Juni tahun depan. Dengan investasi sekitar Rp 2 triliun di Angkasa Pura II dan Rp 1 triliun di Perum Airnav. Ini akan lebih rasional daripada membangun landasan nomor 3 yang memerlukan dana di atas Rp 30 triliun, itu pun kalau bisa melakukan pembebasan lahan.

Cara mirip ini juga pernah dilakukan R.J. Lino, Dirut Pelindo II, di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Waktu itu, dua tahun lalu, Teluk Bayur tidak mampu lagi melayani kapal yang datang. Kapal harus antre tiga minggu untuk bisa merapat. Semua pihak melihat harus ada pembangunan pelabuhan baru. Investasinya Rp 5 triliun. Pemda sudah sanggup ikut membantu dana.

Tapi, Lino memilih melakukan perbaikan manajemen dan modernisasi peralatan pelabuhan. Biayanya hanya Rp 0,8 triliun. Hasilnya ibarat bumi dan langit. Kini kapal yang datang ke Teluk Bayur tidak perlu lagi ngantre!

Pola inilah yang sebaiknya dilakukan di SHIA. Dengan mempercanggih manajemen dan peralatan, bisa menghemat uang puluhan triliun.(*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

60 thoughts on “Oleh-Oleh dari London untuk Hemat Investasi

  1. Deg-degan…kufikir mbahas LPG..

    Posted by yuni | 6 Januari 2014, 7:01 am
    • Mbonceng pertamax mbak Yuni

      Posted by aldizy | 6 Januari 2014, 7:13 am
      • Sudahkah Anda gabung mendaftar jadi relawan Dahlan Iskan?
        Caranya siapkan nomor telepon yang valid, lakukan 3 hal berikut dan ikuti langkahnya/konfirmasi by phone:
        1. Daftar dan dapatkan ID relawan di http://www.dicommunicationcenter.com
        2. Daftar dengan ketik SMS :
        – Format: Daftar*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat
        – Contoh: Daftar*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat
        – Dikirim ke: 0896 500 600 81 atau 0896 500 600 82
        3. Undang teman untuk daftar (berpeluang mendapat hadiah) dengan ketik SMS :
        – Format: Undang*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat*No.HPTeman
        – Contoh: Undang*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat*0812xxxxxxxx
        – Dikirim ke: 0896 500 600 81

        Posisi sementara (1 besar Propinsi, jumlah relawan)

        Propinsi Total
        Sumatera Utara 1787
        Jawa Timur 441
        Jawa Tengah 257
        Jawa Barat 165
        Jambi 129
        Sumatera Selatan 73
        DKI Jakarta 70
        Kalimantan Tengah 52
        Kalimantan Timur 36
        Banten 32
        DI Yogyakarta 32

        10 besar berdasarkan kota/kabupaten

        Wilayah Total
        Kota Medan 1519
        Brebes 159
        Kota Jambi 96
        Kota Surabaya 84
        Kota Palembang 58
        Malang 52
        Tapanuli Utara 44
        Sidoarjo 41
        Kota Palangka Raya 40
        Jember 35

        Posted by Apa Saja | 6 Januari 2014, 3:13 pm
  2. Hore, ternyata masih ada harapan.
    Kirain masih libur,….
    Hehehehe

    Posted by Yanto ( Lurah Sastro ) | 6 Januari 2014, 7:03 am
  3. Tumben jam segini masih 2 penumpang. Apa lagi “sumlengeren” ngerasain harga LPG atau masih memperlama libur akhir (awal) tahun yaa ? Paling enak : ojo gampang kaget (jangan mudah terkejut), apa yang sudah terjadi itulah yang terbaik dari Allah untuk kita…… Smoga lebih enjoy semuanya….

    Posted by kang chip's | 6 Januari 2014, 7:12 am
    • cuma kasihan krn kok di salahkan terus, heran aza menteri yg lain kok gak ngaku kl sudah di koordinasikan, presidennya jg begitu, ngaku kl blm dapat laporan, aku yakin pasti semua sdh dikoordinasikan, Kok yg di salahkan hanya pak DI, semoga slalu diberi kesabaran bekerja dengan orang-orang yg aneh.

      Posted by yuni | 6 Januari 2014, 1:52 pm
  4. TENTANG ELPIJINYA KAPAN BAAH,,,,,,,,,,,,

    Posted by Warung Imafa | 6 Januari 2014, 7:14 am
  5. wah di tv kelihatan marah2..saampe ditenangin pak hatta rajasa..seperti apa sih sebenernya?

    Posted by dwi | 6 Januari 2014, 7:16 am
  6. LPG bahas secepatnya mbahhh

    Posted by dandy | 6 Januari 2014, 7:22 am
  7. MH 110 bangun kesiangan nih..😀
    Semangat Indonesia…!
    http://www.mediatamamag.com

    Posted by Majalah Pegawai Kantoran | 6 Januari 2014, 7:32 am
  8. semangat pagi …………………….

    Posted by msyatno | 6 Januari 2014, 7:34 am
  9. PR terbesar adalah memperbaiki manajemen anggaran negara ini, dengan 1800 TRILIUN harusnya bisa menghasilkan negara yang jauh lebih berkualitas

    Posted by indra | 6 Januari 2014, 7:38 am
  10. Horeee penonton kecewaaaa, LPG,,,??? Kopi tu mas kalau sdh lama jangan di aduk lagi ntar pelanggannya pada lari mending mbuat kopi baru dgn resep dari London, dan mengaku salah dengan alasan politik itu lebih Gentle. Lari terus saja Bozz Kerja 3. biarkan kafilah menggonggong sampai PUAS. Biarkan anggota dHewan yg mengobok2 kubangan. Salah siapa gak ngasih subsidi 12 Kg,,,

    Posted by Miftahuddin | 6 Januari 2014, 7:38 am
  11. aku pikir bahas lpg naik boooooooooooooooooooooooooooooooooz wes panasaran pooooul

    Posted by cak wafiq | 6 Januari 2014, 7:38 am
  12. semangat kerja, kerja dan kerja

    Posted by boyeh | 6 Januari 2014, 7:41 am
  13. Terakhir naik pesawat (dan untuk yg pertama kalinya) empat tahun yg lalu. Waktu itu saya hanya menunggu kira-kira setengah jam sebelum akhirnya pesawat benar-benar lepas landas. Semoga ke depannya pelayanan SHIA bisa semakin baik.

    Posted by Muhammad Lutfi Hakim | 6 Januari 2014, 7:43 am
  14. Pada saat sulit seperti ini akan semakin kelihatan, siapa yang komitmen membantu dan siapa yang tidak. Yakin kedepannya hantaman akan lebih keras menerjang dan menghantam. Sebagai partisipan seharusnya dapat membantu saling mengingatkan dan lebih2ikut dalam gerakan peru ahan.

    Posted by aras | 6 Januari 2014, 7:53 am
  15. blm pernah naik pesawat he he he . . .

    Posted by muh mundir | 6 Januari 2014, 7:55 am
  16. ini cerita ortu sy. klo jaman dl, bila dikasih kerjaan, langsung dikerjakan, trus tanya uangnya. klo sekarang, minta uang dulu baru dikerjakan. makanya bnyk kerjaan yg tidak selesai krn uangnya dah habis. untuk Abah Dis, tetap semangat.

    Posted by yanto | 6 Januari 2014, 8:05 am
  17. Pak DI belum mau menulis tentang LPG yaa..

    Posted by nutami | 6 Januari 2014, 8:14 am
  18. Abah Dahlan Iskan Presiden RI 2014

    Posted by Djoko Sawolo | 6 Januari 2014, 8:15 am
    • Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

      Tag Line kita :

      Dahlan Iskan : Demi Indonesia
      Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
      Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

      Semoga ALLAH meridho’i.

      =============================================================================
      Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
      Terbuka untuk siapapun kita.

      Salam hormat,
      Bonzo – Jakarta Barat

      Posted by bonzo | 7 Januari 2014, 11:24 am
  19. Wah… Kok baru sedikit komen nih? Masih pd libur? Atau gara2 “stress” urusan LPG?… Tp bbrpa edisi terakhir MH ini jauh lbh sedikit komennya… Pada kmna nih militan2 DIS?…
    Semoga harga LPG turun yaaaa….. Bravo DIS

    Posted by sutan_sjach | 6 Januari 2014, 8:42 am
    • Sedih,…maksud hati mau memberi motifasi dan cara berpikir beda seperti pak Dis pada para dahlanis di blog ini tapi sayang umpan saya di MH kemarin tidak ada yang menyambar,entah apa yang jadi pemikiran anda semua terhadap ulasan saya itu yaitu tentang Blue ocean strategy,industry dan technology,padahal disitu saya akan memberi ilmu dengan suatu contoh sederhana sekali yang mudah di cerna dan dipahami semua kalangan bagaimana melihat,menilai dan menganalisa suatu masalah beberapa langkah ke depan,juga bisa jadi kebelakang sehingga anda para dahlanis bisa lebih unggul dari yang lain pada umumnya dalam membuat suatu solusi terhadap suatu masalah, anda bisa saja 10 langkah/tahap lebih maju dari orang2 pada umumnya yang biasanya hanya 1 sampai 2,3 tahap saja dalam memberi solusi atau menjawab pada suatu masalah,dengan demikian anda bisa menilai orang ini/itu masih berapa level kemampuannya dari anda dan anda selalu yang terdepan/unggul dalam hal apapun sesuai bidang keahlian anda semua,bisa jadi seorang buruh,guru,teknisi,seniman dll. apalagi untuk seorang usahawan dan praktisi hal ini akan sangat membantu.

      Orang yang baik dalam menuntut ilmu adalah yang selalu mengosongkan cawan pikirannya dengan ikhlas dan selalu rendah hati. Memang out of topic apa yang saya ulas itu karena apa yang di bahas di MH biasanya adalah hanya berupa informasi dan sedikit mengenai ulasan permasalahan dan solusinya secara garis besar saja bukan bagaimana cara mereka berpikir bisa menemukan masalah dan solusinya,biasanya pembaca hanya bisa “oh..iya ya kenapa tidak kepikiran cara itu ya..” padahal dengan cara baru ini (menurut saya) kita bisa melihat kelemahan dari solusi yang sudah ada dan bisa memberikan solusi selanjutnya yang bisa jadi lebih hebat,dan hal ini tentu akan menambah ramai blog ini karena akan terjadi diskusi dan adu argumentasi bukan hanya menyanjung-nyanjung abah Dis,buat apa mengagumi bila kita sendiri tidak bisa seperti beliau walau cuma secuil saja dan bila kita lihat coment2 yang ada disini gitu2 aja kan seperti kurang greget kecuali ada penyusup wah..baru rame2 menyerang balik padahal abah (hampir) gak pernah “ngereken” orang2 yang mencela,mencibir bahkan menghinanya. So.. buatlah perubahan minimal pada diri sendiri,SALAM.

      Posted by pakde | 6 Januari 2014, 11:08 am
      • Yg penting April besok pilih Demokrat ya Pakde.
        Kalau soal bagaimana pemikiran kita cerah itu urusan belakangan.
        Satu-satunya jalan u/ kemajuan Indonesia adalah Pak Dis for RI1 dan tidak ada jalan lain.
        kerja kerja kerja

        Posted by uyung | 6 Januari 2014, 3:16 pm
        • Setuju. Kalo versi Meyci, al Qiyadah wal Jundiyah … Pemimpinnya ke Demokrat, kita juga ke Demokrat. Minimal pemilu 2014 aja kali deh ya

          Posted by Apa Saja | 6 Januari 2014, 3:37 pm
        • Yg penting April besok pilih Demokrat ya Pakde.—-> Ini sindiran. Bagaimana politik ternyata menguasai diri kita. Sehingga semua hal kita arahkan ke politik.

          Kalau soal bagaimana pemikiran kita cerah itu urusan belakangan. —> Sangat tidak sesuai dengan cara Pak Dis yg mengajak kita untuk berpikir logis. Dan siapa yg menjamin kita masih hidup dikemudian hari untuk memperbaiki ketika saat ini akal kita binasakan dan mendahulukan nafsu???

          Satu-satunya jalan u/ kemajuan Indonesia adalah Pak Dis for RI1 dan tidak ada jalan lain.—–> SYIRIK BESAR

          kerja kerja kerja —> Pemaknaan yg berbeda antar para dahlanis dengan Pak Dis ( menurut saya loh, atau jgn2 Pak Dis setuju dengan pola pikir Dahlanis disini?) Yg saya tangkap kerja kerja kerja dahlanis adalah yg diatas tadi, apapun juga halal, demi kursi RI-1

          Saya yg ngomong, saya juga yg komentarin.
          Maaf ya, mohon dimaklumin karena saya lg stress.

          Posted by uyung | 6 Januari 2014, 4:09 pm
        • Kecuali menang konvensi dan diumumkan sebelum coblosan. Jadi DI dicalonkan presiden oleh partai apa, sepanjang sebelum coblosan ya dicoblos. Kana begitu.

          Posted by Widi | 10 Januari 2014, 2:05 pm
      • Maaf kalo kurang responsif karena minggu yang lalu masih liburan Pak De. Maaf juga sih karena kita sekarang terlalu fokusnya untuk berusaha menjadikan Pak Dahlan Iskan jadi presiden. Jadi untuk diskusi-diskusi seperti dulu mungkin agak berkurang. Tapi bolehlah kalau mau digiatkan lagi. Jika Pak De ingin berbagi ilmu, berbagi saja Pak De, insya Allah tetap dibaca dan dihayati penghuni blog ini kok. Apalagi kalau Pak De membagi ilmunya utuh gitu, ngga yang bikin penasaran aja🙂
        Soal blue ocean, terima kasih telah berbagi bahwa blue ocean itu ada strategy, industry dan technologi. Selama ini saya juga hanya tau bahwa blue ocean itu hanya istilah untuk sesuatu yang lain dari red ocean. Ketimbang berkompetisi di pasar yang sudah penuh, kita harus menciptakan pasar baru. Jikalau mau berbagi bagaimana memulainya, terima kasih. Sok atuh lah ditunggu bagaimana caranya 10 langkah ke depan teh. Hatur nuhun Pak De

        Posted by Apa Saja | 6 Januari 2014, 3:32 pm
  20. Tetap Semangat…

    Posted by msodikvip | 6 Januari 2014, 8:54 am
  21. urusan elpiji jangan lupa boss, ente kan bos nya bos pertamina.
    Ente kan sudah bilang merasa bersalah (dari tipi). Kl tetep naik juga, ya monggo silahkan mundur saja.

    Posted by adi | 6 Januari 2014, 8:58 am
    • kenaikan LPG diledakan dahlan iskan, kenaikan BBM diledakan dahlan iskan, para calon presiden yang lain tepuk tangan tugasnya sudah sedikit ringan tidak terbebani, pion pionnya disuruh nyerang, padahal mereka ketawa ketiwi sambil berucap ciluuuuuk baaaa, dan dahlan iskan pun dijadikan bulan bulanan, untung sudah biasa ya bos,

      Posted by shayun | 6 Januari 2014, 9:06 am
  22. LPG, kalau mmg ada landasan hukumnya, (plus sudah terlanjur …he he he), ya naik bolehlah. Tapi kompensasinya, bikin program utk menolong warga yg terkena dampaknya. Uangnya ya dari hasil kenaikan LPG itu.

    Posted by LPG non subsidi | 6 Januari 2014, 9:45 am
  23. Hebat….. jalan terus dengan terobosan-terobosan baru…. semoga hasil belajar bisa segera diterapkan…. waktu adalah uang. Semangat pagi.

    Posted by safrina | 6 Januari 2014, 9:51 am
  24. LPG NAIK YA GAK USAH DIRIBUTKAN MMG DAH BEGITU KETENTUANYA

    Posted by RIDHO | 6 Januari 2014, 10:06 am
    • Ketentuan darimana bos ?
      ane sebagai rakyat kecil, taunya ya ketentuan di UUD 45,
      kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
      Boleh mengidolakan seseorang, tp jangan buta, tetap kritis.

      Posted by adi | 6 Januari 2014, 1:27 pm
      • Kalo ngak siap beli yg 12kg kan ada tuh yg 3 kg.
        Anda masuk kategori tingkat ekonomi yg mana sih? Tinggal pindah ke 3 kg aja kok susah amat.
        Atau maunya punya mobil banyak tapi bensinnya premium, ngak boleh pajak progresif, parkir jgn mahal2 dan Jalanan ngak boleh macet.
        Kok sama ya dengan saya. Peace Mas Adi.

        Posted by uyung | 6 Januari 2014, 3:22 pm
      • klo emang loe orang kecil..jangan beli yg 12 kg tapi yg 3 kg…gitu aja repot…emang gini sifat yg maunya pingin gratis terus..selamat para pemimpin yg hanya suka meributkan masalah yg sebetulnya tidak ada masalah…ingat lho BPK yg mengatakan ada kerugian…nanti pertamina bangkrut saat ini yg disalahkan bu karen dan pak dahlan…klo bisa menekan kerugian….rebutan bilang karena saya…yg bela rakyat kecil…

        Posted by suhardi | 6 Januari 2014, 6:32 pm
  25. LPG naik, tetap kerja, kerja, kerja…!

    Posted by Praja Penulis Buku | 6 Januari 2014, 11:19 am
  26. harapan indonesia jaya masih ada.
    Demi Indonesia

    Posted by fia | 6 Januari 2014, 12:08 pm
  27. BPK kayanya pernah audit kinerja bandara di indonesia deh, cuma nggak tau gimana hasilnya. Masalahnya, kemenhub gada punishment untuk maskapai yang suka molor dan tetep ngasih ijin brapapun jumlah psawat yang dibeli maskapai tanpa mikirin penambahan/pengembang bandara yang ada. Udah gitu, atc nya juga nggak brani nolak penerbangan yang molor, tetep aja diijinkan brangkat ketika maskapainya siap, jadinya ngrecokin jadwal penerbangan yang sudah fix.

    Posted by all | 6 Januari 2014, 12:23 pm
  28. Sabtu lalu, saya naik garuda ke Batam dari rencana pkl 4.20 menjadi pkl 6 lewat. Masuk pesawat hanya telat 30 menit tapi menunggu untuk terbang dengan udara panas dalam pesawat lebih 1 jam. Kasihan yang bawa anak-anak kecil, yang menangis banyak sekali.

    Kita menunggu terobosan menggunakan pesawat besar dan meningkatkan menjadi 74x penerbangan per jam. Pasti ini sangat membantu

    Posted by Idaman | 6 Januari 2014, 1:27 pm
  29. CGK sudah over crowded, saya sangat setuju investasi bandara dialihkan di karawang untuk melayani orang bekasi, karawang purwakarta, saya yakin ini adil dan logis,

    dipaksakan juga akan mengurangi pelayanan dan tidak bisa maksimal, belum lagi transportasi pendukungnya pasti belum siap , jadinya macet mengular dimana mana,

    sekaligus pemerataan pembangunan pelayanan publik agar tidak terpusat disatu wilayah saja,

    Posted by shayun | 6 Januari 2014, 1:44 pm
  30. Jdi Bemfer lgi,, susah nya jdi orang baik, jdi culas aja yuuuuk, kayak si Abu rijal bakri dan simegawati,lgian salahnya Pak DI juga sich,? Punya media dianggurin, manfaatkan dong, ini sudah saatnya, udahlah tdk usah terlalu baik,tdak usah terlalu demokrasi,tdak usah terlalu jujur,yg lain sudah jelas2 menyerang, jelas2 sudah main curang, nunggu apa lgi,,!!!???, ayooo dong kita balas serangannya.

    Posted by Arya Sutha | 6 Januari 2014, 2:59 pm
    • mas arya….tenang aja mas…itu bukan sifat dan watak pak dahlan iskan…beliau orang tak disangka sangka…santun dan pemaaf..apa adanya..semua tergantung takdir…

      Posted by suhardi | 6 Januari 2014, 6:35 pm
  31. Banyak betul disini yang bertanya soal LPG?
    Soal harga LPG, sebenarnya bukan hal yang krusial. Tapi metode pengambilan keputusan, beserta regulasinya itu yang jauh lebih krusial. Sialnya, kita tak tahu dengan pasti bagaimana metode pengambilan keputusannya secara detail.
    Moga Pak Bos berkenan membukanya ke publik.

    Posted by Integra Solusi Dinamika | 6 Januari 2014, 4:50 pm
  32. Mantab…!

    Posted by Mochamad Yusuf | 6 Januari 2014, 5:22 pm
  33. Apakah Anda PASTI isi pulsa/bayar listirk dll?
    Apakah Anda PASTI belanja?
    Apakah Anda INGIN semua itu GRATIS setiap bulannya?
    SELAMAT
    Anda berpotensi mendapat penghasilan Rp11 juta s.d. Rp800juta/bln hanya dari kebiasaan pembayaran rutin Anda.
    BAGAIMANA CARANYA?
    Gabung sekarang juga di bisnis VSI Ustadz Yusuf Mansur di http://www.bisnisvsi.biz dan bertransaksilah menggunakan V-pay yang terpasang pada HP Anda.
    Ajak teman-teman Anda menggunakan Vpay.
    Nikmati cashback dan rewardnya. Jadilah Miliarder Baru Indonesia.

    Posted by mei | 6 Januari 2014, 8:35 pm
  34. Dahlan Iskan yes Demokrat yes

    Posted by Ikin Muslikin | 7 Januari 2014, 2:45 am
  35. Pak DI,Keamanan jauh lebih penting daripada mengejar pertumbuhan ekonomi,penambahan jadwal penerbangan dari perusahaan airlines sebaiknya disetop sesuai kemampuan bandara,lebih baik membangun bandara baru di daerah krawang untuk antisipasi peningkatan penerbangan dan peningkatan bandara lainnya dengan terintegrasi dgn angkutan massal/KA.bravo DI

    Posted by toga | 7 Januari 2014, 8:23 am
  36. PaK DI SALUT DAN HORMAT AKAN KEJUJURANNYA MEMINTA MAAF,WALAUPUN SAYA MELIHAT BUKAN BAPAK YG PALING BERTANGGUNG JAWAB, TERKAIT ELPIJI,AGAR TIDAK JADI KERESAHAN TRUS SEBAIKNYA DIBANGUN SISITIM PEMIPAAN KE RUMAH2/KANTOR/MALL,JUGA HARGA SEBAIKNYA HARUS SAMA DAN MERATA SELURUH INDONESIA AGAR TDK TERJADI DISKRIMINASI,HARGA YG DITENTUKAN PEMERINTAH (KEBUTUHAN POKOK)SEBAIKNYA SDH HARGA KONSUMEN/BANDROL JADI TDK ADA LAGI PERMAINAN HARGA,VOLUME/ISI DAN SEGEL YG ADA DIPASAR SANGAT BERAGAM DAN TDK SESUAI,JADI SEPERTI JAMAN DULU BARANG YG SDH DITENTUKAN(HARGA) PEMERINTAH TDK DAPAT DIJUAL MELEBIHI HARGA YG SDH DITETAPKAN BAGI YG MELANGGAR DAPAT DIPIDANA/HUKUM.SEMENTARA MARGIN/KEUNTUNGAN PENJUAL/DISTRIBUTOR/AGEN SDH DIBERIKAN PEMERINTAH/DILUAR HARGA KONSUMEN.BRAVO DI.

    Posted by toga | 7 Januari 2014, 8:39 am
  37. Masalah LPG memang sangat sensitif sekali pak, tetapi akan tidak menjadi sensitif apabila rakyat sudah memiliki kemampuan finansial yang mencukupi. Kita negara kaya pak dahlan, cuma pemanfaatan kekayaan kita jauh dari efektif dan efisien. Saya setuju waktu itu pak dahlan membuat terobosan dengan mengembangkan sorgum, tetapi untuk daerah yang tidak memiliki lahan yang mencukupi saya usulkan adanya sosialisasi dan budaya untuk menanam pisang pak, karena jelas di hitung dari segi apapun menanam pisang memiliki keuntungan yang berlipat2 terutama untuk lahan kering yang tidak bisa kita tanami padi. Tanaman pisang bisa kita tumpangsari dengan empon2 ataupun cabe, terutama untuk pisang kepok ternyata memiliki kemampuan menyimpan air yang tinggi sehingga kita tidak perlu adanya irigasi. Pisang cukup sekali tanam berbuah berkali-kali, tidak memakai musim, mudah menjualnya, semua bagian pohon memiliki nilai ekonomis. Cuma kita masih belum banyak mengerti tentang pisang yang memiliki nilai jual tinggi misalnya untuk jenis pisang yang dipergunakan untuk campuran susu dan bubur bayi. Dengan lahan yang banyak tersedia di sekitar rumah kita bukan hal yang tidak mungkin pak kita menjadi pengekspor pisang terbesar di dunia.

    Posted by Widi | 7 Januari 2014, 12:07 pm
  38. Sukses selalu untuk Admin

    Posted by Pinjaman Dana 1 Jam Cair | 8 Januari 2014, 12:05 pm
  39. bos…dua pihak (otoritas penerbangan dan AP) sih kebangetan, wong peningkatan jumlah penumpang kan krn adanya penerbangan murah, yang ngijinin siapa ? … kenapa mereka baru pikir sekarang ? … kenapa semua ijin terbang pd slot jam sibuk juga terus diijinkan ?… kenapa tidak digeser ke jam longgar?…
    Untuk ASDP menurut kami belum sukses bos, untuk Merak Bakauheni atau sebaliknya sekarang ini antrinya di laut bos, masa untuk 30 km ditempuh 3 atau 4 jam

    Posted by wpudyantoro (@wpudyantoro69) | 8 Januari 2014, 5:38 pm
  40. Betul pak, mesti banyak belajar dg negara2 eropa, agar bisa cepet maju negri ini..

    Posted by batiknovita.com | 19 Januari 2014, 12:13 am
  41. memang pak, kita musti belajar banyak dari negara maju agar semua kebrobrokan di negeri ini tuntas

    Posted by investasi | 22 Mei 2014, 6:26 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: