>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Kecelakaan dengan Emosi Diaduk

Senin, 16 Desember 2013

Manufacturing Hope 107

Menarik sekali kesaksian seorang ibu ini: dia melihat masinis masuk ke gerbong paling depan untuk memberi tahu bahwa kereta segera menabrak mobil tangki, dan karena itu penumpang diminta segera pindah ke gerbong di belakangnya. Ruang masinis memang menjadi satu dengan gerbong paling depan yang dikhususkan untuk penumpang wanita.

Setelah memberi tahu adanya bahaya itu, sang masinis bergegas kembali ke ruang kemudi. Sesaat kemudian terjadilah musibah itu. Sang masinis sendiri meninggal dunia, bersama dua rekan kerjanya di ruang itu.

Mungkin yang memberitahukan bahaya tadi bukan masinis, tapi asisten masinis. Penumpang tentu tidak bisa membedakan mana masinis dan mana asistennya. Itu tidak penting. Yang penting kita catat adalah jiwa pengorbanannya itu. Dia begitu memikirkan keselamatan penumpang melebihi keselamatannya sendiri. Dia meninggal hanya sesaat setelah berusaha menyelamatkan para penumpang.

Sang masinis tidak kalah patriotik. Bisa jadi dialah yang memerintahkan asistennya untuk memberi tahu penumpang. Dia sendiri harus melakukan apa yang harus dia kerjakan: mengerem secara normal dan tidak mengerem secara darurat. Kalau saja sang masinis panik dan melakukan pengereman darurat, bisa saja yang terjadi akan lebih tragis: gerbong-gerbong kereta terguling berantakan. Tindih-menindih. Korban akan lebih banyak.

Saya setuju dengan Dirut KAI Ignasius Jonan bahwa masinis dan asistennya adalah patriot-patriot penyelamat penumpang! Saya memuji kepekaan Jonan yang menangani sang patriot dengan sebaik-baiknya: anggota keluarga terdekat akan diangkat menjadi karyawan KAI, anak-anaknya akan dibiayai sekolahnya sampai lulus perguruan tinggi.

Sejak peristiwa itu saya memang tidak henti-hentinya berkomunikasi dengan Jonan mengenai apa yang harus dilakukan. Dari kesaksian ibu itu satu kesimpulan sementara bisa diambil. Sang masinis, dari jarak yang masih jauh, sudah melihat ada mobil tangki dalam posisi berhenti melintang di atas rel.

Mobil tangki itu tidak bergerak maju. Berarti ada tiga kemungkinan: mogok di tengah rel (rasanya tidak), tidak bisa maju karena ada kendaraan padat di depannya, atau dari arah berlawanan penuh juga dengan kendaraan.

Kita sama-sama memiliki pengalaman serupa. Di saat akan ada kereta lewat, banyak kendaraan mengambil posisi sangat kanan. Dengan harapan, begitu kereta lewat, mereka bisa tancap gas dulu.

Jadi, bisa saja saat mobil tangki akan menyeberangi rel itu palangnya memang belum menutup. Tapi, begitu truk tangki berada di atas rel, terjadilah situasi lalu lintas yang ruwet tersebut.

Jalan yang dilalui mobil tangki itu bukanlah jalan lebar. Dua arah pula. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mobil yang mengangkut BBM 24.000 liter itu melakukan manuver di jalan yang begitu sempit, dua arah pula!

Ini juga menyisakan pertanyaan: mengapa mobil tangki segede gajah itu boleh melewati jalan sekecil itu! Apakah memang tidak ada rambu yang melarangnya? Apakah dapat izin khusus?

Tentu semua pertanyaan akan terjawab setelah polisi memperoleh pengakuan dari sopir dan kernetnya. Dua orang itu kini masih dirawat karena luka bakar yang parah. Bahkan, tubuh si kernet terbakar 80 persen karena saat kejadian sepatunya dilepas.

Dengan cerita seperti itu tidak relevan lagi mempersoalkan palang pintu sudah menutup atau belum. Apalagi, seperti kata Jonan, fungsi palang pintu KA tidak untuk mencegak mobil. “Palang pintu itu menurut UU untuk memperlancar perjalanan kereta,” ujar Jonan.

Kalau itu betul, berarti selama ini banyak yang salah sangka. Termasuk saya. Dikira fungsi palang itu untuk mencegah mobil lewat.

Untuk pengendara kendaraan bermotor, penyelamatnya bukan palang pintu, tapi rambu lalu lintas. Menurut aturan, begitu pengendara melihat ada rambu rel kereta di daerah itu, dia harus hati-hati: berhenti, tengok kanan, tengok kiri, baru memutuskan untuk menyeberangi rel.

Ini identik dengan contoh berikut: ketika Anda tidak boleh memasuki satu jalan, di mulut jalan itu tidak perlu dipasangi palang pintu, melainkan cukup rambu ferboden. Seharusnya semua hal itu cukup dengan rambu. Begitulah aturan yang berlaku.

Saya juga minta agar anak perusahaan Pertamina melakukan reedukasi untuk para sopir mobil tangki minyak, gas, dan elpiji. Harus ada latihan khusus, pendidikan khusus, dan tes kejiwaan khusus. Kepatuhan pada rambu lalu lintas harus seperti disiplinnya orang-orang Jepang.

Barang yang mereka angkut sangat sensitif. Bukan roti atau ice cream! Mobil Pertamina harus jadi teladan: begitu ada rambu rel kereta, tidak boleh lagi beralasan palang pintu belum ditutup.

Pertamina sudah akan melakukan itu. Juga sudah melakukan langkah penyantunan yang maksimal: menanggung biaya pengobatan, biaya sekolah anak-anak mereka, dan seterusnya.

Pertamina juga tengah mencari alamat seorang gadis asal Palembang yang menderita luka bakar di kedua tangannya. Gadis ini datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia keliling Jakarta untuk mencari lowongan. Karena itu, Pertamina akan mengangkatnya menjadi karyawan. Apalagi, ternyata, gadis itu memiliki kemampuan khusus: menguasai lima bahasa asing.

Saya sangat merasakan guncangan jiwa Jonan sehingga saya memakluminya ketika dia agak emosional. Bayangkan, di saat lagi gencar-gencarnya memperbaiki kinerja KAI, di saat banyak penghargaan yang dia terima, di saat semangatnya lagi membubung setinggi-tingginya, terjadilah kecelakaan itu.

Jonan, begitulah kehidupan ini. Kadang ada orang tiba-tiba terkena stroke justru ketika sedang jaya-jayanya. Kadang orang ditinggal mati calon suami ketika undangan perkawinan sudah diedarkan.

Itulah kehidupan. Kadang seorang yang bertahun-tahun mimpi punya mobil, begitu bisa membeli mobil baru yang diidamkannya dengan cara mencicil, sebuah truk menabraknya dari belakang pada hari pertama dicoba di jalan raya. Ada kalanya orang sudah berbuat baik pun masih akan dicela. Orang jahat pun kadang bisa jadi pahlawan.

Tuhan, alhamdulillah lautku pasang
Tuhan, alhamdulillah lautku surut
Tuhan, alhamdulillah badanku sehat
Tuhan, alhamdulillah badanku meriang
Tuhan, alhamdulillah lautku tenang
Tuhan, alhamdulillah lautku bergelombang
Tuhan, alhamdulillah.

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

75 thoughts on “Kecelakaan dengan Emosi Diaduk

  1. Tetep semangat

    Posted by yuni | 16 Desember 2013, 6:07 am
    • hallo bu yuni. msh setia utk slalu PERTAMAX dan SEMANGAT PAGI INDONESIA
      msh setia sbg pengguna jasa KAI kah?

      Posted by fia | 16 Desember 2013, 6:22 am
      • hehehe…… Mbak Fia…. jadi mo malu nih…

        Posted by yuni | 16 Desember 2013, 12:32 pm
        • Sudahkah Anda gabung mendaftar jadi relawan Dahlan Iskan?
          Caranya siapkan nomor telepon yang valid, lakukan 3 hal berikut dan ikuti langkahnya/konfirmasi by phone:
          1. Daftar dan dapatkan ID relawan di http://www.dicommunicationcenter.com
          2. Daftar dengan ketik SMS :
          – Format: Daftar*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat
          – Contoh: Daftar*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat
          – Dikirim ke: 0896 500 600 81 atau 0896 500 600 82
          3. Undang teman untuk daftar (berpeluang mendapat hadiah) dengan ketik SMS :
          – Format: Undang*Nama*Umur*JenisKelamin(L/P)*Alamat*No.HPTeman
          – Contoh: Undang*Eko Putra*29*L*Jakarta Pusat*0812xxxxxxxx
          – Dikirim ke: 0896 500 600 81

          Posisi sementara (Propinsi, jumlah relawan)

          Sumatera Utara 1781
          Jawa Timur 416
          Jawa Tengah 254
          Jawa Barat 152
          Sumatera Selatan 69
          DKI Jakarta 64
          Jambi 50
          Kalimantan Tengah 42
          Kalimantan Timur 34
          DI Yogyakarta 31
          Banten 30
          (blank) 25
          Riau 24
          Nusa Tenggara Barat 19
          Nanggroe Aceh Darussalam 16
          Lampung 16
          Kepulauan Riau 14
          Sulawesi Selatan 11
          Kalimantan Selatan 11
          Kalimantan Barat 10
          Sumatera Barat 9
          Bali 7
          Sulawesi Tengah 7
          Kalimantan Utara 6
          Sulawesi Utara 6
          Bengkulu 4
          Nusa Tenggara Timur 4
          – 3
          Republik Rakyat China 3
          Saudi Arabia 3
          Maluku 3
          Bangka Belitung 3
          Maluku Utara 2
          Papua 1
          Sulawesi Barat 1
          Sulawesi Tenggara 1
          Yaman 1
          Korea Selatan 1
          Qatar 1

          10 besar berdasarkan kota/kabupaten

          Kota Medan 1517
          Brebes 159
          Kota Surabaya 79
          Kota Palembang 56
          Malang 52
          Tapanuli Utara 44
          Sidoarjo 40
          Kota Jambi 40
          Dairi 32
          Kota Administrasi Jakarta Pusat 30
          Kota Palangka Raya 30
          Jember 30

          Posted by Apa Saja | 18 Desember 2013, 8:31 am
    • Īiap hari saya lewat rel itu mengantar anak saya yang autis sekolah di Kryakon. Tiap hari 2 hari sekali saya selalu deg2-an lewat rel itu, betapa tidak saya suka takut kalau mau menyebrang jalan di depan masih padat. Ramadhan kemarin sekitar jam 5 sore saat orang2 bersiap2 utk buka puasa, jalan di situ macet sekali, hampir 1 jam bersabar agar bisa melewati rel itu. Saking padatnya walau sirine sudah berbunyi dengan pengeras suara petugas menginstruksikan agar mobil tetap jalan, sampai diperkirakan waktunya cukup oleh petugas. Saya sempai bingung dan ragu2 untuk tetap menyebrang karena sirine sudah berbunyi, tapi petugas dengan pengeras suaranya tetap memerintahkan mobil jalan. Saya diam saja, tapi akhirnya dari samping kaca petugas pak Ogah, mengedor jendela mobil sembari berseru “ibu budeg ya!!!!” sambil bingung dan takut akhirnya saya pun menyebrang rel yang sedang bersirine itu…..dan sampai sekarang saya suka parno kalau dengan sirine kereta di lintasan jalan kereta

      Posted by Gunarti | 16 Desember 2013, 7:58 am
    • Bagus pak…..setiap kendaraan dari BUMN harus Ada nomornya….no.kendaraan yang bisa diliat oleh masyarakat pemakai jalan….serta no.tlp untuk melaporkan ke supervisornya jika saja mereka tidak tertib berkendara sehingga bisa dipakai sebagai alat kontrol….supir yang tidak tertib bisa diretrain lagi….

      Posted by Ari | 19 Desember 2013, 11:17 pm
    • Pak DI adalah inspirasi saya untuk terus melangkah & bekerja…

      Posted by Majalah Pegawai Kantoran | 5 Januari 2014, 11:09 am
  2. Pertamax gan… Horeeee!!!!

    Posted by Irfan Bachdim | 16 Desember 2013, 6:08 am
    • Turut berduka. Kepada semua korban, semoga diberi kesabaran dan kekuatan. Semoga Allah memudahkan semua urusan.

      Tetap semangat kawan.

      ==============================================================================
      Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

      Tag Line kita :

      Dahlan Iskan : Demi Indonesia
      Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
      Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

      Semoga ALLAH meridho’i.

      =============================================================================
      Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
      Terbuka untuk siapapun kita.

      Salam hormat,
      Bonzo – Jakarta Barat

      Posted by bonzo | 16 Desember 2013, 9:00 am
  3. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014. Respect kepada Abah Dahlan Iskan.

    Posted by Djoko Sawolo | 16 Desember 2013, 6:10 am
  4. Seribu kebaikan yg telah dibuat orang tetap mencari kesalahan

    Posted by nurkolis | 16 Desember 2013, 6:13 am
  5. premium

    Posted by Mrx | 16 Desember 2013, 6:13 am
  6. Mengucapkan Alhamdulillah dg sepenuh jiwa, menjadikan jiwa, hati dan pikiran menjadi RINGAN.

    Posted by Djoko Sawolo | 16 Desember 2013, 6:19 am
  7. semakin salut dan hormat pd pak dahlan iskan. ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tutwuri handayani
    utk mbak berkemampuan polyglot dr palembang smoga lekas pulih dan sgera bertemu dg pihak pertamina/ibu karen

    Posted by fia | 16 Desember 2013, 6:20 am
  8. Itulah kehidupan. Jangan mencintai berlebihan. Jangan merasa memiliki berlebihan. Saat itu juga Allah segera mencabutnya, mengambil milikNYA. Dan … kita … menjadi sangat kecewa, sedih; karenanya. Salam.

    Posted by Djoko Sawolo | 16 Desember 2013, 6:26 am
  9. Inti dari perjalanan hidup adalah suka -duka apapun rencana kita hasil ahirnya di tentukan oleh yg Kuasa,,Tuhan terima kasih atas nikmat yg kau berikan kepada kami,,Semoga korban yg meninggal dalam tragedi kereta vs bbm mendapat tempat yg layak,,dan yang sakit semoga lekas sembuh….Amin..

    Posted by Putu EW | 16 Desember 2013, 6:28 am
  10. Alhamdulillah, bisa dapat pencerahan dr abah

    Posted by jokoespe | 16 Desember 2013, 6:29 am
  11. Alhamdulillah!!! Terima kasih Pak DI.
    Semangat pagi….!

    Posted by Wahid | 16 Desember 2013, 6:41 am
  12. Alhamdulillah dapat kisah keteladanan dengan tokoh Pak Masinis/Asisten (Alm), Pak Dis, Pak Jonan dan PT KAI. Mengharu biru membacanya: ada pengorbanan, ada kepemimpinan, ada keikhlasan, ada pembelajaran yang harus kita petik agar musibah seperti ini tidak terulang. Terus lah bertransformasi KAI dan Pertamina, tetap menjadi kebanggaan Indonesia. Semoga cobaan ini semakin membuat BUMN kuat dan maju serta membuka mata siapapun yang masih ragu tentang BUMN. Semoga seluruh korban musibah mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, semua pihak yang berjuang dalam penanganan masalah ini tetap tabah dan sabar serta kita semua yang iut berjuang untuk kejayaan Indonesia selalu diberi kekuatan. Semoga Pak Dis, seluruh pemimpin pejuang untuk Indonesia yang lebih baik serta kita semua selalu diberikan kesehatan, perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT. Salam DahlanIs dan Semangat Pagi.

    Posted by akadarisman | 16 Desember 2013, 6:44 am
  13. Tuhan, alhamdulillah air mataku bercucuran

    Posted by aditam@putra | 16 Desember 2013, 6:52 am
  14. Seorang pemimpin yang baik, bisa menjadi tauladan bagi anak buahnya…jika mereka sudah meninggalpuuun…jejak kepahlawanan mereka masih ada. DISIPLIN, PENGORBANAN, KESADARAN DIRI DAN MENGHORMATI HAK ORANG LAIN adalah jejak kepahlawanan yang harus kita warisi dan amalkan.

    Kita mengambil hikmah dari kejadian itu, semoga hikmah yang didapat bisa menjadi petunjuk untuk perbaikan dimasa datang.

    Semoga Semua korban yang masih dirawat segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sedia kala…dan bagi yang telah meninggal, diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan, ketabahan, berkah dan rejeki yang banyak…

    Salam ACI, Aku Cinta Indonesia. GBU All.

    Posted by wning | 16 Desember 2013, 7:14 am
  15. Di aduk2 juga rasanya setelah membaca. Tidak ada waktu dan tempat, TANPA SYUKUR.

    Posted by Wanto Kdr | 16 Desember 2013, 7:15 am
  16. Apa yang telah kita perbuat untuk kemulian diri sendiri, kemuliaan keluarga kita, dan kemuliaan sebagai anak negeri ?? Apakah kita sudah bangga dengan rapor kita bila tiba masanya kita dipanggil oleh-Nya ?? Alhamdulillah yaa Allah, telah Engkau anugerahi kami pemimpin yang mencerahkan…….
    Ditulis dengan berlinang air mata, karena masih merasa malu belum bisa memberi yang terbaik untuk semuanya….

    Posted by kang chip's | 16 Desember 2013, 7:29 am
  17. Reblogged this on halimah's Blog.

    Posted by menujutitik | 16 Desember 2013, 7:39 am
  18. sekali lagi peranan media sangatlah menentukan…faktanya satu tapi perspektif cara pandangnya bisa bermacam-macam…sangat ironis jika berita-berita seperti ini dijadikan oleh orang-orang yang oprtunis…jika saja semua media memiliki sudut pandang yang sama dengan abah…tidak saling menghujat, saling menjatuhkan…bisa saling menguatkan…pasti Indonesia akan lebih cepat bangkitnya…smoga kejadian ini memberikan banyak pelajaran buat kita…Amiiin

    Posted by Saiful Islam | 16 Desember 2013, 7:56 am
  19. Alhamdulillah punya pemimpin2 yang amanah, untuk 2014 meski pak DI nda bisa RI1, kita harap tetap bisa jadi salah satu “assisten” RI1.

    Posted by ADI | 16 Desember 2013, 8:05 am
  20. Īiap hari saya lewat rel itu mengantar anak saya yang autis sekolah di Kryakon. Tiap hari 2 x sehari siang dan sore saya selalu deg2-an lewat rel itu, betapa tidak saya suka takut kalau mau menyebrang jalan di depan masih padat. Ramadhan kemarin sekitar jam 5 sore saat orang2 bersiap2 utk buka puasa, jalan di situ macet sekali, hampir 1 jam bersabar agar bisa melewati rel itu. Saking padatnya walau sirine sudah berbunyi dengan pengeras suara petugas menginstruksikan agar mobil tetap jalan, sampai diperkirakan waktunya cukup oleh petugas. Saya sempai bingung dan ragu2 untuk tetap menyebrang karena sirine sudah berbunyi, tapi petugas dengan pengeras suaranya tetap memerintahkan mobil jalan. Saya diam saja, tapi akhirnya dari samping kaca petugas pak Ogah, mengedor jendela mobil sembari berseru “ibu budeg ya!!!!” sambil bingung dan takut akhirnya saya pun menyebrang rel yang sedang bersirine itu…..dan sampai sekarang saya suka parno kalau dengan sirine kereta di lintasan jalan kereta

    Posted by Gunarti | 16 Desember 2013, 8:16 am
  21. Benar-benar matang jiwa pak dahlan sudah tidak mudah terbakar emosi..dan sedang memberi wejangan kepada sang murid yang masih mudah terbakar emosi

    Posted by munduf | 16 Desember 2013, 8:32 am
  22. Alhamdulillah itulah ungkapan terbaik atas segala peristiwa karena Ada hikmah yang dapat kita petik,Terima kasih pak Di

    Posted by suroso | 16 Desember 2013, 8:44 am
  23. Segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita adalah pelajaran yang harus disikapi dengan bijaksana agar kita bisa mengambil hikmahnya.
    Tetap Semangat…

    Posted by msodikvip | 16 Desember 2013, 8:55 am
  24. Tuhan, alhamdulillah. kerja kerja kerja ………………..

    Posted by msyatno | 16 Desember 2013, 9:05 am
  25. Kali ini ttg kecelakaan KRL, 2 minggu lalu ttg Jonan. Yah, tdk disangkal Jonan melakukan byk perubahan buat KAI scra keseluruhan… Namun masih ditunggu gebrakan berikutnya utk KRL… Kita bljr bhwa KRL tdk dilengkapi sarana darurat (palu pemecah kaca spt transjakarta).. Kalau masalah kenyamanan tdk perlu dibahas lagi lah yaa… Semua orang sdh tahu. Disaat tuntutan sdh ke arah kenyamanan, keamanan ternyata blm tersedia… Yah… Itulah… Sukurlah laut bergelombang.. Artinya kerja Jonan dan semua kru3nya jauh dr kata selesai… Semoga berlanjut ke arah yg sangat jauh lebih baik…

    Posted by sutan sjah | 16 Desember 2013, 9:10 am
  26. Pak Ko Manufacturing Hope akhir-akhir ini aga kurang bagus yah? Tidak seperti tulisan-tulisan bapak sebelumnya! Masih Bapak kah yg nulis? atau ada tim yg menulis MH ini?

    Posted by rxb10 | 16 Desember 2013, 10:20 am
  27. mau nitip komentar dalam bentuk link, silahken dikunjungi, barangkali saja ada manfaatnya.

    http://politik.kompasiana.com/2013/12/14/satria-piningit-itu-teryata-dahlan-iskan-616436.html

    Posted by Manihot Ultissima | 16 Desember 2013, 11:21 am
  28. ini satu lagi

    Fenomena Bully Pendukung Jokowi
    OPINI | 15 December 2013 | 19:36 Dibaca: 179 Komentar: 27 11

    Ada yang salah dengan kondisi politik di negeri ini, demikianlah topik obrolan kami di warung kopi pagi itu, dengan dua pihak yang berseberangan pemikiran, diskusi pinggir jalan berlangsung cukup seru.

    Masing-masing pihak tentu saja tetap berpegang teguh pada keyakinan dan argumennya, satu mengangap bahwa politik negri ini wajar dan biasa-biasa saja, yang salah adalah yang menganggapnya lagi bermasalah, satu pihak lainnya keukeuh menganggap bahwa politik tanah air lagi demam, entah karena infeksi entah karena konvensi.

    Terinspirasi dari obrolan di warung kopi itulah pada akhirnya Penulis tertarik untuk mencoba membedah kondisi perpolitikan di negeri kita tercinta saat ini, sekaligus untuk mencoba menguraikan penjelasan pihak yang menganggap politik di negeri ini memang dalam kondisi sakit demam.

    Alasan pihak ini dikarenakan munculnya Jokowi sang Gubernur DKI yang cukup Fenomenal di ranah hampir seluruh media, berikut dampak sampingnya ditengah masyarakat kita dan efeknya terhadap politik tanah air.

    Tidak dapat disangkal lagi bahwa terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI semenjak setahun yang lalu telah melahirkan sebuah gerakan baru dalam jagat kosa-kata kepemimpinan negeri kita. Kata “ Blusukan “, sekarang menjadi jorgon penting yang menjadi alat propaganda sekaligus pencitraan para politisi, birokrat dan pejabat untuk mendulang suara pemilih sebanyak-banyaknya, terutama menjelang peluit tanda mulai perhelatan dibunyikan.

    Keterkenalan sang Gubernur yang didukung penuh jaringan media membuatnya nyaris menjadi raja dan nabi dimata pendukungnya, seringkali saran, masukan apalagi kritik terhadap kepemimpinan Jokowi dijadikan amunisi oleh para pendukungnya untuk menyerang, mem-bully, bahkan nyaris menistakan siapapun orang yang dianggap berseberangan dengan Jokowi.

    Bahkan Pemimpin tertinggi Negeri ini saja seperti SBY misalnya, ketika SBY menyoal kemacetan di DKI yang merupakan kewenangan daerah, tak ayal beliau-pun rame-rame di- bully pendukung Jokowi, tidak cukup hanya dengan sindiran dan cercaan, hujatan dan fitnahan-pun mengalir deras kepadanya, aneh memang tapi apa daya beginilah Indonesia.

    Apalagi tokoh-tokoh yang level-nya jauh dibawah SBY yang presiden, seperti Sutan Batoeghana, Ruhut Sitompul, Anggota DPRD DKI Salim Allydrus bahkan budayawan sekelas Ridwan Saidi dan Politikus gaek macam Amin Rais pernah mendapat sempritan bully yang tak kalah menistakan.

    Fenomena Jokowi sebagai Untouchableman dikalangan politikus tentu saja menjadi bahan penelitian bagi para ahli sosiologi dan pemerhati budaya. Apa sebenarnya yang melatar belakangi kondisi seperti ini??. apakah kondisi seperti ini menunjukan perpolitikan kita sedang sakit ataukah menunjukan kedewasaan ?.

    Saking gencarnya praktik bully membully di media Nasional, sampai-sampai timbul anehdot baru di kalangan politikus kita yaitu ; “tiga hal yang tidak boleh di kritisi di Negeri ini, pertama Tuhan, kedua Nabi dan ketiga Jokowi “.

    Bahkan boleh jadi penulis-pun sudah harus bersiap-siap menerima Bullian Jokower, asal sebatas pribadi saya tak akan melawan.

    Posted by Manihot Ultissima | 16 Desember 2013, 11:22 am
    • bejane sing eling mas………mari kita tingkatkan tauhid kita …itulah ajakan sesungguhnya abah dahlan……

      Posted by abdulkarim | 16 Desember 2013, 12:45 pm
    • setuju tuliasan anda… apalagi yg bagian ini “tiga hal yang tidak boleh di kritisi di Negeri ini, pertama Tuhan, kedua Nabi dan ketiga Jokowi “.

      Posted by yuni | 16 Desember 2013, 12:49 pm
    • Benar mas manihot….orang Indonesia senang sekali membandingkan antara yang satu dengan yang lain…..seperti lebih penak jamanku to le…….semua butuh proses…..bagi pendukung jokowi…….klo ada yang mengkritik dia ….maka siap siap untuk diserang balik…ini yang harusnya diputuskan rantai itu…klo benar ok diperhatikan kritik itu…klo fitnah ya tanggung sendiri…

      Posted by suhardi | 16 Desember 2013, 1:46 pm
    • Om sampeuuu… sayah dibelakang Om #bariNyurung2 (sambil ngejorokin)
      Sayang disini tidak ada obral jempol, jadi saya bagi empat jempol buat Pak Dahlan, dan empat jempol buat Om sampeu (kelebihan jempol? ya siapa tau jempol tante WNing atau tante Fia atau bahkan Om Djoko Sawolo bisa saya pinjem)

      Posted by tedi kp | 16 Desember 2013, 4:14 pm
      • Jempol sim Uing mangga bilih bade ditambut mah, 2 tangan 2 kaki.

        Posted by Apa Saja | 18 Desember 2013, 7:43 am
        • Tuhan, Alhamdulillah dapet pinjeman jempol.

          Jempol “naon wae” pokona mah jempol
          (bagi yang tidak mengerti, “naon wae” dalam bahasa Sunda bisa berarti “apa saja”. ditulis untuk menghindari terjadinya salah faham,😀 )

          Posted by tedi kp | 18 Desember 2013, 11:26 am
          • Ah, Kang Tedi kayanya jempol “naon wae” teh takut disalahfahamkan untuk pantun :

            Nasi uduk ikan tongkol
            Sambil duduk pegang jempol ya …

            Jempol deui jempol deui …:)

            Kang Manihot, Abah ka Garut teh jadina hari ini apa besok sih?
            Yang di Garut mangga dipapag kasumpinganana.

            Posted by Apa Saja | 19 Desember 2013, 8:21 am
          • Dasar kang “Apa Saja”, ada-ada aja.
            Anda pantas dapat… dapat apa yaa? halah.. dapat RANTANG aja lah.
            Ahaha..

            Posted by tedi kp | 20 Desember 2013, 2:57 pm
          • Hadiah hiburan ya … kirain dapet Fortuner🙂

            Posted by Apa Saja | 21 Desember 2013, 1:07 pm
    • Sangat menarik sekali mas Manihot ulasannya, di tunggu tulisan berikutnya.

      Posted by Ikin Muslikin | 17 Desember 2013, 7:23 am
  29. maturnuwun gusti …..kulo diparingi sehat lan keluarga sehat.semoga yg baca dan komen disi sehat semua ya.amin

    Posted by mas panjol | 16 Desember 2013, 12:05 pm
  30. “Gelar Mujahid fi sabilillah” pantas diberikan kpd Almarhum Sang Masinis dan dua org asistennya

    Posted by Syarif Usman | 16 Desember 2013, 1:38 pm
  31. “Mujahid Fi Sabilillah” untuk Al-Marhum Masinis dan kedua Asistennya

    Posted by Syarif Usman | 16 Desember 2013, 1:50 pm
  32. Akhir tahun yg Berat untuk BUMN…Sabaaaar Dan Tetap Semangaat Abaah…

    Posted by sekarpamungkas1 | 16 Desember 2013, 2:20 pm
  33. Tidak ada sesuatu yang dihadirkan demi kesia-siaan, baik dan buruk itu hanya persepsi emosional seketika. Dalam jangka panjang semua dihadirkan demi kemaslahatan. Tidak ada yang jelek bagi mereka yang bisa menarik pelajaran dari hal jelek. Kecuali kerugian bagi mereka yang tidak bisa menarik kesimpulan/ maanfaat dari tiap kejadian.

    Posted by Eko Setiabudi | 16 Desember 2013, 3:42 pm
  34. Alhamdullillah telah mendapatkan pencerahan dari Pak Dahlan tentang kehidupan, kadang kita berada di atas kadang dibawah, kadang kita sehat kadang kita sakit, kadang kita sukses kadang kita bangkrut. Hanya selalu ingat kepada Alloh lah kita bisa mamahami makna dari kehidupan ini.

    Posted by Ikin Muslikin | 17 Desember 2013, 7:34 am
  35. Cara Alloh SWT menjalankan makhluk-makhluk-Nya

    Posted by Nur Muhis | 17 Desember 2013, 7:36 am
  36. Alhamdulillah tercerahkan dengan tulisan pak Dahlan, kita tidak boleh merasa sombong dengan usaha dan pencapaian kita, semua itu bukan semata-mata karena usaha kita tapi juga Ridho Allah🙂

    Posted by Solusi Antrian | 17 Desember 2013, 10:40 am
  37. Sesungguhnya, ujianlah yang bisa membuktikan apakah benar2 “emas” atau hanya “sepuhan”

    Posted by Ummi | 17 Desember 2013, 10:45 am
  38. Turut berduka cita untuk para korban kecelakaan.
    /B PAK DAHLAN SAYA MOHON BAPAK BERUSAHA UNTUK MENGAMBIL ALIH ASSET KEKAYAAN INDONESIA DI BUMI PAPUA YANG SELAMA INI DIKUASAI FREEPORT-McMORAN…../B

    Posted by DWi S. Harsono | 17 Desember 2013, 1:13 pm
  39. pegawai KAI kerja sesuai SOP, PERTAMINA ngerti SOP aja nda

    Posted by andri | 17 Desember 2013, 6:49 pm
  40. Yth. Pak Dahlan Iskan.
    Tertarik dengan pengakuan bapak, bahwa bapak sendiri sebelumnya tidak mengetahui tentang fungsi pintu perlintasan kereta api. Bapak sebagai pejabat negara, juga bapak2 lainnya apakah itu pejabat Kepolisian, para pengamat dan para pemangku kepentingan lainnya yang saya simak pada saat berkomentar di media masa, kelihatannya ketidaktahuannya ttg fungsi perlintasan itu sama halnya seperti Bapak.
    Dapat dibayangkan bagaimana ketidaktahuannya pada Masyarakat secara umum. Untuk orang2 di Kemenhub terutama Ditjen Hubdar dan teman2 PT KAI, pengetahuan ini sesuatu yang sangat mereka pahami, tetapi tidak demikian pada orang awam.

    Saya mengusulkan pada Bapak, kiranya hal ini patut disampaikan dalam rapat Kabinet, bagaimana mensosialisasikan hal2 seperti ini. Ada baiknya diusulkan kepada Mendiknas untuk dimasukan kedalam kurikulum tentang Etika, kalau jaman dulu ada matapelajaran Budi Pekerti, matapelajaran tersebut perlu diberikan lagi dalam proses belajar-mengajar mulai dari tingkatan SD, dimana didalamnya selain pelajaran ttg Etika juga mencakup pelajaran tentang peraturan lalulintas dan peraturan2 lainnya yang berkaitan dengan Etika kehidupan.
    Demikian usulan saya, terima kasih atas perhatiannya.

    Posted by Tedy AM | 18 Desember 2013, 6:57 am
  41. ternyata saya baru tau juga dari tulisan ini tentang fungsi palang pintu… alamak…

    Posted by Caderabdulpacker.com | 18 Desember 2013, 12:06 pm
  42. berkaca dari kasus diatas Pak DI sudah seharusnya segera dibangun rel layang khususnya dikota2 besar seperti gagasan BAPENAS,sebelum kasus diatas terjadi bapenas menanggapi rencana jokowi bangun jalan layang/underpas di perlintasan KA,sehingga meminimalkan KA bersinggungan dengan kendaraan lainnya,juga mengurangi kemacetan,sisi rel yg kumuh dan pemampaatan bawah rel layang utk hunian rusunawa/kp.deret agar tdk mubajir/kumuh menampung penghuni liar pinggir erel dan kali.pembangunan rel layang juga direncanakan untuk angkutan massal yg dapat mengangkut semua penumpang dari seluruh wilayah dgn rel layang ganda yg mengitasi seluruh jkt/jabodetabek seperti spiral rooler coster.bravo DI.

    Posted by toga | 18 Desember 2013, 4:46 pm
  43. Dengan kejadian kecelakaan tersebut, kita berharap secepatnya dibangun jalan underpass atau flyover, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi

    Posted by Ikin Muslikin | 18 Desember 2013, 6:35 pm
  44. Luar biasa pengorbanannya,,,

    semoga Allah membelasnya dengan balasan yg lebih baik di sisiNya.

    Posted by Ibunda | 21 Desember 2013, 7:31 pm
  45. Joss….. Makin Semangat!! Jangan ketinggalan utk baca ini juga “Majalah Pegawai Kantoran” setiap seninnya >> http://www.mediatamamag.com/

    Posted by Praja Penulis Buku | 5 Januari 2014, 8:40 am
  46. terus bergerak utk Indonesia yg Lebih Baik !!!

    Posted by @budi_kurnia | 16 Januari 2014, 10:06 am
  47. Kali ini Pak DI mengajarkan kekuatan mental, yang pada ujungnya adalah ikhlas dan berpasrah pada Tuhan. Makasih pak..

    Posted by Batik Novita | 19 Januari 2014, 1:19 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: