>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Manajemen dengan Tiga Musuh Baru

Senin, 02 Desember 2013
Manufacturing Hope 105

Para direksi BUMN kini menghadapi ujian alam: menghadapi gejolak ekonomi. Terutama ketika dolar mencapai Rp 12.000 seperti yang terjadi sejak pekan lalu. Semangat untuk maju yang sudah dibangun menggebu-gebu, kini harus berhadapan dengan jurang.

Risiko-risiko perusahaan kini menganga di depan mata. Dalam menghadapi situasi seperti ini, semangat saja tidak lagi cukup. Antusias dan integritas saja tidak memadai. Harus ada plus plusnya.

Kini fokus direksi tidak hanya bagaimana maju, tapi juga bagaimana tidak berhenti di tempat, tidak mundur, dan lebih-lebih tidak hancur. Kalau fokus di masa normal adalah bagaimana bisa maju, di masa gejolak ekonomi seperti sekarang ini fokusnya bercabang-cabang: efisiensi, kreatif, inovatif, dan siap-siap memotong kegiatan, memotong anggaran, dan memotong perencanaan.

Tugas direksi BUMN lebih berat daripada direksi perusahaan swasta. BUMN mengemban misi untuk ikut menjadi benteng ketahanan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan martabat bangsa. Direksi BUMN tidak boleh hanya memikirkan keselamatan perusahaan, tapi juga keselamatan ekonomi secara keseluruhan.

Lebih-lebih lagi gejolak ekonomi ini terjadi pada tahun politik. Tugas direksi menghindari tekanan politik juga harus dikedepankan.

Saya ingat waktu saya masih menjadi CEO perusahaan swasta. Tiga kali saya mengalami krisis. Tapi, saya berprinsip bahwa kita tidak boleh kalah oleh krisis. Tidak boleh menyerah kepada krisis.

Para direksi BUMN yang ada sekarang umumnya belum pernah memimpin perusahaan di masa krisis. Kecuali yang pernah menjadi direksi pada 2008. Maka, saya minta direksi BUMN segera mendiskusikan kondisi perusahaan masing-masing dalam kaitannya dengan gejolak ekonomi sekarang ini. Saya akan mengikuti dari dekat bagaimana setiap direksi menyikapi gejolak ini.

Saya akan memberikan penghargaan khusus kepada direksi yang secara gemilang berhasil mengemudikan perusahaan masing-masing di jalan yang bergelombang ini. Tidak akan ada lagi pelampung bagi kapal yang terbawa gelombang. Tidak akan ada injeksi modal dari negara dengan alasan krisis.

Musuh pertama untuk bisa selamat adalah ketidakkompakan. Dalam suasana seperti sekarang ini direksi harus merupakan satu tim yang solid. Tidak boleh ada direksi yang melobi sana-sini untuk bisa jadi Dirut, misalnya.

Musuh kedua adalah rakus. Direksi tidak boleh menambah-nambah fasilitas untuk diri sendiri. Kalau bisa, justru mengurangi fasilitas. Pada rapat-rapat direksi tidak perlu makanan. Bukan untuk penghematan (tidak seberapa), tapi untuk menciptakan solidaritas kepada seluruh lapisan di perusahaan. Solidaritas diperlukan untuk membina kekompakan.

Musuh ketiga adalah tidak peduli pada detail. Direksi tidak boleh lagi hanya tahu yang besar-besar. Mereka harus tahu persoalan detail hingga tetek bengeknya. Dengan demikian, titik-titik yang menyimpan dan menyembunyikan bahaya bisa segera diketahui. Lebih baik tahu tetek daripada tiba-tiba terkena bengeknya.

Tentu masih banyak musuh lainnya. Tapi, saya percaya direksi BUMN sudah ahli teori manajemen krisis. Krisis ini bukan tidak bisa dilewati dengan gagah. Percayalah, “mendung tidak akan berada di satu tempat terus-menerus”.

Mungkin, dengan gejolak ini ekonomi hanya akan tumbuh 5,6 persen. Tapi, itu jangan diartikan bahwa kita hanya bisa tumbuh 5,6 persen. Ingat: angka 5,6 persen adalah angka rata-rata. Berarti, ada yang tumbuh di atas itu dan ada yang tumbuh di bawah itu. Pasti ada yang minus dan ada yang plus.

Kalau begitu, tinggal tekad kita: pilih tumbuh yang di bawah itu atau yang di atas itu!

Tentu saya tidak bisa menerima sikap direksi yang memilih angka rata-rata, apalagi yang di bawah rata-rata. Lebih lagi yang harus minus. Di tengah krisis pun kita tetap punya kesempatan untuk tumbuh tinggi. Itu yang akan membedakan mana jagoan dan mana pecundang.

Gejolak ekonomi ini sungguh ujian seleksi yang nyata bagi siapa saja. Siapa yang hebat dan siapa yang ternyata biasa-biasa saja. Dalam keadaan normal sering kita tidak bisa membedakan orang-orang yang hebat-hebat itu dari orang-orang yang biasa-biasa saja.

Kini kita akan bisa melihat siapa yang benar-benar hebat!

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

67 thoughts on “Manajemen dengan Tiga Musuh Baru

  1. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 2 Desember 2013, 5:18 am
  2. susah untuk komentar, ……yang pasti tetap semangat

    Posted by MChoir | 2 Desember 2013, 5:19 am
  3. semangat terus. kerja,kerja,kerja

    Posted by @ndokaja | 2 Desember 2013, 5:21 am
  4. merinding bacanya……………………….. GO TO SEMANGAT, KREATIF, INOVATIF DAN EFEKTIV

    Posted by cak wafiq | 2 Desember 2013, 5:25 am
  5. ayo bos bos di BUMN !! tunjukkan tantangan itu !!! bukrikan anda memang jagoan !!!#
    SELAMAT BUNG DISK !!! SAYA PILIH DIKAU UNTUK JADI PRESIDEN 2014 !!! Semoga barokah. Amin.

    Posted by zauhar | 2 Desember 2013, 5:27 am
  6. Direksi bumn jgn kalah sama pengusaha kecil macam kita, gak peduli krisis maju terus pantang mundur, karna kalo gak kerja berarti dapur gak ngebul.

    Posted by sapto | 2 Desember 2013, 5:30 am
  7. Semoga para PNS, anggota DPR, pengusaha dan penguasa juga membaca Manufacturing hope ini agar dapat meneladaninya, semoga……

    Posted by Abu Arum | 2 Desember 2013, 5:38 am
  8. Abah Dahlan Iskan memang hebat. Bahkan jauh lebih hebat dari gubernur bank indonesia, agus sastro wardoyo. Si agus hanya bilang : “kenaikan nilai dollar mrpkn siklus (rutin) akhir tahun”. KALO HANYA BILANG ITU, ANAK KECIL AJA BISA. Harusnya spt Abah Dahlan Iskan. Si agus memberikan arahan agar bank indonesia bisa meghajar si dollar.

    Posted by Djoko Sawolo | 2 Desember 2013, 5:41 am
  9. ” Gejolak ekonomi ini sungguh ujian
    seleksi yang nyata bagi siapa saja.
    Siapa yang hebat dan siapa yang
    ternyata biasa-biasa saja. Dalam
    keadaan normal sering kita tidak
    bisa membedakan orang-orang yang
    hebat-hebat itu dari orang-orang
    yang biasa-biasa saja.
    Kini kita akan bisa melihat siapa
    yang benar-benar hebat!”
    Top Banget..!!!

    Posted by aburachman | 2 Desember 2013, 5:44 am
  10. Semoga krisisnya gak lama-lama. Hasil kerja, kerja, kerja setahun bisa teranccam krisis di akhir tahun.

    Posted by mito hardjo | 2 Desember 2013, 5:45 am
  11. Semangat pagi.. Dismania.
    Ilmu padi, padi/gabah baru akan menjadi beras kalau sudah digesek2an. Semoga dengan GESEKAN KRISIS, Dirut BUMN menjadi BERAS/SUKSES semua.

    Posted by Wanto Kdr | 2 Desember 2013, 7:05 am
  12. bersama kesulitan ada jalan kemudahan ayoo maju terus sukses full

    Posted by ki ageng Ronggojumeno | 2 Desember 2013, 7:12 am
  13. Kapan ya, dunia pake kurs RUPIAH?!

    Posted by SAKINULWADI | 2 Desember 2013, 7:18 am
    • saat Indonesia dengan gagah berkata tidak atas pelecehan oleh bangsa dan negara lain, saat warga Indonesia dengan suka rela menciptakan kenyamanan bersama, saat pemuda Indonesia sadar dan bergegas berjuang demi Ibu Pertiwi, saat kita semua sadar kita bukanlah inlander yang harus minder. Jayalah Indonesia

      Posted by FAJAR | 3 Desember 2013, 1:10 am
  14. inilah pemimpin sejati, yang tidak pernah lari dari kenyataan. seringkali di saat pahit orang lari tunggang langgang, dan di saat badai tenang dan berhasil dilalui dengan gagahnya berkata ” itu kan karena hasil kerja keras kita bersama “. Kerja keras yang mana dan kita yang mana, semuanya menjadi tidak jelas kalau semuanya serba dipelintir, dipolitisasi dan digunakan untuk kepentingan sesaat. Gusti Allah, mboten sare pak DI, perjuangan anda akan berbuah manis. Insyaallah yang penting ikhlas hanya untuk Guati Allah semata. Amin.

    Posted by mardiyono | 2 Desember 2013, 7:18 am
  15. “Musuh ketiga adalah tidak peduli pada detail. Direksi tidak boleh lagi hanya tahu yang besar-besar. Mereka harus tahu persoalan detail hingga tetek bengeknya. Dengan demikian, titik-titik yang menyimpan dan menyembunyikan bahaya bisa segera diketahui. Lebih baik tahu tetek daripada tiba-tiba terkena bengeknya.” Ini musuh yang paling sering saya lihat sekarang, pemimpin level divisi saja sudah tidak mau mengetahui hal-hal detail langsung dengan turun ke bwah, namun hanya percaya saja dengan laporan wakil yang selalu asal bapak senang. Bom waktu yang tersimpan pada level detail akan diketahui pada saat detik-detik terakhir dan mungkin sudah terlalu terlambat untuk dihentikan. Semoga para pemimpin kita menyadari 3 musuh utama ini.

    Posted by bimajagad | 2 Desember 2013, 7:52 am
  16. Bismillah. Ayo kerja, kerja, kerja, pantang menyerah!

    Posted by Kerja dan doa | 2 Desember 2013, 8:11 am
  17. ayooo jangan mau kenea bengeknya doang, pemimpin harus tahu tektek bengek perusahaan masing masing

    Posted by shayun | 2 Desember 2013, 8:24 am
  18. Musuh ketiga adalah tidak peduli pada detail, …..saya sangat setuju pak tetang detail tersebut, masalahnya apa para elit direksi tersebut tahu yg dimaksud detail tsb ? he he lain halnya dg bpk karena sebelum menjadi CEO harus mengatatasi dan melewati detail2.

    Posted by aniq abdullah | 2 Desember 2013, 8:24 am
  19. semangat pagi Indonesia …………!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by msyatno | 2 Desember 2013, 8:25 am
  20. Percayalah, “mendung tidak akan berada di satu tempat terus-menerus”.

    Di tengah krisis pun kita tetap punya kesempatan untuk tumbuh tinggi. Itu yang akan membedakan mana jagoan dan mana pecundang.

    sangat inspiratif …., kerja kerja kerja.

    Posted by msyatno | 2 Desember 2013, 8:31 am
  21. Tulisan yg memotivasi dengan sedikit memprovokasi…salut pak Dis

    Posted by iqbal | 2 Desember 2013, 8:43 am
  22. Sikap kehati-hatian itu perlu, walaupun tidak sapai menghilangkan semangat utk maju. Semoga Allah berkenan melepaskan krisis multi dimensi di Indonesia dan mentadirkan Abah menjadi Presiden RI tahun depan, amiin yra.

    Posted by HWAHYU | 2 Desember 2013, 8:59 am
  23. semangat …. ini waktunya anda memperlihatkan kepada kita semua siapa anda sebenarnya … ada punya kesempatan, punya waktu, punya kemampuan, punya dahlan iskan … show to all of us who you are … kita ikut berdoa

    Posted by bram | 2 Desember 2013, 9:21 am
  24. tetap semangat memperjuangkan indonesia Pak…!

    Posted by Habibie Arif | 2 Desember 2013, 9:22 am
  25. Saya suka paragrap ini,

    “Tugas direksi BUMN lebih berat daripada direksi perusahaan swasta. BUMN mengemban misi untuk ikut menjadi benteng ketahanan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan martabat bangsa. Direksi BUMN tidak boleh hanya memikirkan keselamatan perusahaan, tapi juga keselamatan ekonomi secara keseluruhan.”

    BUMN adalah aset yang sangat penting untuk keberlanjutan hidup negara kita, selamatkan dari politisasi, selamatkan dari tangan tangan korupsi.. marii !!

    Posted by Manihot Ultissima | 2 Desember 2013, 9:29 am
  26. Lebih baik tahu tetek daripada tiba-tiba terkena bengeknya.. hehehehe cara penyampaian yang ringan dan lucu tapi sangat penuh makna.. bravo abah kami selalu mendukungmu!

    Posted by Fadhly Martiyus Rahman | 2 Desember 2013, 9:43 am
  27. Anti pemanfaatan BUMN untuk keperluan politik ..
    Siapkan pencegahan dan peringatan untuk para bos BUMN mulai dini, agar tidak ada penyalahgunaan untuk kepentingan pemilihan 2014 .

    BUMN untuk kesejahteraan rakyat dan negara !!

    Posted by Ramon | 2 Desember 2013, 9:53 am
  28. ancaman krisis ekonomi ini adalah kondisi nyata yg sedang kita hadapi, sayang sekali capres lainnya tidak sigap tanggap dan lebih sibuk meng-ulang2 janji muluk masa depan, tanpa ada tindakan. sayang…

    TIDAK ADA KEMULIAAN TANPA PENGORBANAN

    YANG PAHAM MASALAH, TIDAK AKAN KALAH

    PECUNDANG TAK PERNAH MENANG

    APA YANG SUDAH KITA DIMULAI, HARUS SELESAI

    Posted by daya setiawan | 2 Desember 2013, 10:20 am
  29. Favorit saya…”Percayalah, “mendung tidak akan berada di satu tempat terus-menerus”.

    Di tengah krisis pun kita tetap punya kesempatan untuk tumbuh tinggi. Itu yang akan membedakan mana jagoan dan mana pecundang…..Kita tunggu Pak Mentri..siapa yg akan jd “Jagoan”

    Posted by sekarpamungkas1 | 2 Desember 2013, 10:37 am
  30. Tulisan yg inspiratif dan provokatif
    Lanjut…..

    Posted by Noeng | 2 Desember 2013, 10:59 am
  31. siapa?? kita buktikan…🙂

    Posted by lukisan milieArt | 2 Desember 2013, 12:29 pm
  32. Indonesia sudah lebih maju ya… ternyata ya… Ternyata Indonesia bisa ya… Banyak orang-orang Indonesia yang pintar-pintar. Tetapi masih kekurangan orang yang pintar mengkoordinasikannya. Yang piawai. Pak Dahlan Iskan pintar dan piawai menjadi dirigen. Inilah kelebihannya. Menteri-menteri BUMN terdahulu jauh lebih pintar tetapi kurang piawai dalam hal menjadi dirigen. Sekarang Pak Dahlan menjadi menteri BUMN, BUMN kita perannya lebih menonjol. Lebih berprestasi. Tidak dipungkiri apabila BUMN tumbuh lebih pesat, sedikit banyak akan membantu pertumbuhan ekonomi secara nasional. Ayo Pak Dahlan bersama-sama swasta kita memacu pertumbuhan ekonomi. Saya sebagai karyawan swasta akan bekerja sebaik-baiknya sehingga berperan dalam memajukan perusahaan saya. Kalau semua maju baik BUMN maupun perusahaan swasta, maka Indonesia terpaksa maju. Majulah Indonesia…

    Posted by sutrisno.rakito | 2 Desember 2013, 12:53 pm
  33. Pemimpin yang bagus memotivasi anak buah yang sedang dalam masalah atau akan menghadapi masalah

    Posted by munduf | 2 Desember 2013, 1:07 pm
  34. ujian seleksi yg nyata. masuk sbg track record. jejak proses. bukan sekedar fit and proper test. semoga pak dahlan iskan tetap sehat dan terus memotivasi memprovokasi anak2 bangsa utk menjadi jagoan

    Posted by fia | 2 Desember 2013, 1:36 pm
  35. saya hampir bangkrut krn krisis,tapi tetap semangat,kreatif inovatif,smg mendapat jln trbaik.

    Posted by abdillah | 2 Desember 2013, 2:17 pm
  36. Calon pemimpin yg mudah-mudahan sesuai dengan harapan seluruh rakyat indonesia….

    DI for RI #1

    Posted by masnawie | 2 Desember 2013, 2:18 pm
  37. BUMN rugi akibat rupiah anjlok ? deviden untuk APBN jatuh ?Tentu akan menjadi bulan-bulanan di tahun politik.. Cambuk untuk direksi BUMN..

    Posted by himawan | 2 Desember 2013, 2:52 pm
  38. Mengetahui “tetek” itu harus turba atau istilah keren jaman sekarang blusukan ke bawah ….. berarti pak Dahlan Iskan telah berhasil menemukan bakal pemimpin yang blusukan …… hebat….!!!

    Posted by alee | 2 Desember 2013, 3:32 pm
  39. Tak banyak calon pemimpin RI yang mempunyai wawasan begitu komplet. Kerakyatan, Internationalism, Ekonomi, Sejarah …josss

    Posted by bowo | 2 Desember 2013, 3:35 pm
  40. mantaf like dis

    Posted by abd afif | 2 Desember 2013, 7:19 pm
  41. Bersama pak Dahlan Iskan kita bisa ! kerja kerja kerja

    Posted by Ikin | 3 Desember 2013, 7:51 am
  42. Saya yakin tulisan ini dibaca oleh CEO bumn;ayo tunjukkan bahwa anda memang orang pilihan,bukan kebetulan.selamat berjuang.

    Posted by suroso | 3 Desember 2013, 8:27 am
  43. Semoga pak dahlan bisa meniru china dalam menghadapi krisis dan mengubahnya jadi peluang..

    Hasilkan karya terbaik bangsa dan siap bersaing demi indonesia..

    Posted by j. riska | 3 Desember 2013, 12:43 pm
  44. “Gejolak ekonomi ini sungguh ujian seleksi yang nyata bagi siapa saja. Siapa yang hebat dan siapa yang ternyata biasa-biasa saja. Dalam keadaan normal sering kita tidak bisa membedakan orang-orang yang hebat-hebat itu dari orang-orang yang biasa-biasa saja” sungguh sebuah kalimat yang menantang para direksi BUMN untuk membuktikan diri sebagai PEMENANG ataukah sebagai PECUNDANG…..ayo para direksi BUMN ….. buktikan bahwa anda semua memang pilihan yang tepat….

    Posted by suhardi | 3 Desember 2013, 2:16 pm
  45. Tetap semangat, maju terus pantang mundur …. http://jualdompetkulitbuaya.wordpress.com/

    Posted by jualdompetkulitbuaya | 3 Desember 2013, 5:37 pm
  46. inilah pemimpin yang benar-benar pengetahuannya komplit, Pak Dahlan Iskan tidak hanya mengetahui tentang semua masalah yang dihadapi bangsa ini secara keseluruhan, tetapi dia juga bisa tahu bagaimana caranya membawa semua anak buahnya agar bisa tetap menjaga perusahaan-perusahaan BUMN tetap berkembang walaupun bangsa ini terkena imbas krisis global, dan dia mengharapkan anak buahnya harus bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata. Jangan sampai turun di bawanya. Siiip

    Posted by Ikin | 4 Desember 2013, 6:25 am
  47. Lebih baik tahu tetek daripada tiba-tiba terkena bengeknya. OK Pak… bikin tambah semangat..

    Posted by NANA | 5 Desember 2013, 3:43 am
  48. Gejolak ekonomi ini sungguh ujian seleksi yang nyata bagi siapa saja. Siapa yang hebat dan siapa yang ternyata biasa-biasa saja. Dalam keadaan normal sering kita tidak bisa membedakan orang-orang yang hebat-hebat itu dari orang-orang yang biasa-biasa saja.Top bangeeet !!!. Semoga tulisan Pak dis ini di eksekusi oleh semua para direksi BUMN, hingga mereka pada berlomba-lomba untuk menjadi yang terhebat sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing. Agar BUMN bisa cepat maju, Kalau BUMN-nya maju maka perekonomian indonesia kan kebal terhadap krisis.

    Posted by Ikin | 5 Desember 2013, 9:08 am
  49. Pak Dahlan, knp harga bandwidh telkom sangat mahal. Coba bandingin ama fastnet.

    Posted by Jangan Ada Dusta | 5 Desember 2013, 9:56 am
  50. Krisis? Perasaa aq baik baik aj tuh. Masyarakat di kampung-kampung juga biasa-biasa aj. Apa karena kami orang kecil yaaa?

    Posted by aditam@putra | 6 Desember 2013, 4:59 am
  51. Negeri ini akan cepat maju apabila semua warga negara mau kerja kerja kerja dan meninggalkan sifat malas. Karena hanya dengan kesungguhanlah kita bisa mencapai kesuksesan…

    Posted by Ikin | 6 Desember 2013, 8:26 am
  52. JURUS MAUT DAHLAN ISKAN MENANGKIS SERANGAN FITNAH DAN BERITA BUSUK

    Manufacturing Hope 106
    Kekalahan Kebaikan oleh Fitnah
    Oleh Dahlan Iskan
    Menteri BUMN
    Saya punya kebiasaan yang mungkin bisa membahayakan diri saya sendiri, yaitu selalu meneruskan (forward) SMS, BBM atau e-mail kepada direksi-direksi BUMN yang terkait. SMS, BBM atau e-mail itu datang dari mana-mana, baik perorangan atau lembaga.
    Banyak sekali SMS, BBM atau e-mail yang saya terima setiap harinya. Ada yang menghujat, ada yang memuji, ada juga yang memberi saran. Misalnya saya baru saja mengemukakan sebuah ide, tidak lama kemudian masuklah berbagai tanggapan, masukan dan kritik atas ide tersebut.
    Ide membeli peternakan di Australia, misalnya, termasuk yang banyak mendapat tanggapan. Bahkan banyak juga e-mail yang menawarkan kerjasama. E-mail seperti itu langsung saya forward ke direksi yang terkait. Ada yang saya beri komentar, ada juga yang tidak. Akan diapakan masukan-masukan itu terserah direksi yang bersangkutan.
    Demikian juga ketika saya minta Pertamina meningkatkan produksi minyak. Saya sebagai Menteri BUMN malu kalau produksi minyak Pertamina tidak bisa meningkat. Bukan hanya malu. Tapi juga prihatin. Impor minyak kita terlalu besar.
    Salah satu yang saya dorong adalah ditingkatkannya produksi minyak dari sumur-sumur tua milik Pertamina. Lantas masuklah ide dari berbagai kalangan. Semua saya forward ke direksi Pertamina, atau saya print untuk diserahlan ke direksi Pertamina.
    Tentu sepenuhnya terserah direksi. Apakah masukan itu akan diperhatikan, ditanggapi atau diabaikan. Direksi bumn memiliki aturannya sendiri. Rupanya dalam hal ini ada yang ditanggapi oleh direksi Pertamina. Lalu Pertamina melakukan proses tertentu yang sesuai dengan prosedur mereka. Yang seperti ini bisa membahayakan saya: bisa saja pesan forward dari saya tadi dianggap memo atau rekomendasi atau disposisi yang dianggap bagian dari KKN.
    Saya sendiri tidak akan pernah merasa begitu. Saya percaya direksi Pertamina memiliki aturan dan disiplin sendiri unruk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.
    Usaha meningkatkan produksi sumur tua itu mulai memberi hasil. Sudah ada sumur tua yang dulunya hanya menghasilkan minyak 80 barel perhari sudah bisa menjadi 400 barel perhari. Padahal Pertamina memiliki sekitar 5.000 sumur tua. Tentu tidak semua bisa direvitalisasi. Tapi kalau bisa separonya saja, sangat berarti bagi negara yang masih besar impor minyaknya.
    Apakah dengan sorotan dari majalah TEMPO terbaru itu saya akan menghentikan kebiasaan meneruskan e-mail, SMS dan BBM dari masyarakat ke para direksi BUMN? Sama sekali tidak! Saya tidak takut sama sekali. Kebiasaan itu tetap akan saya teruskan, dengan segala resikonya. Semua SMS, BBM dan e-mail dari siapa pun tetap akan saya kirim (forward) ke direksi terkait.
    Mungkin memang ada di antara masukan itu yang kemudian diperhatikan direksi dan lantas menjadi bisnis. Saya tidak keberatan. Asal diproses dengan benar. Apakah yang di Pertamina itu sudah di proses dengan benar? Salah satu e-mail itu memang datang dari orang yang sudah saya kenal baik. Isinya sebuah ide jitu untuk merevitalisasi sumur tua. Rupanya ide itu dipakai oleh Pertamina.
    Ketika selentingan “Disposisi Dahlan” itu mulai dipersoalkan sebagian serikat pekerja, saya perlu menelepon direksi Pertamina. Saya tanyakan: apakah sudah diproses secara benar? Jawabnya tegas: SUDAH. Apakah itu karena disposisi saya? Jawabnya tegas: TIDAK.
    Masukan itu, untuk bisa sampai diterapkan di lapangan ternyata sudah diuji dengan benar. Bahkan kasus keberhasilan merevitalisasi sumur tua itu jadi bahasan utama dalam konferensi insinyur perminyakan se-Dunia di Dubai tahun ini.
    Tentu menarik juga kalau dalam proses itu ditemukan kasus korupsinya. Bongkar saja! Siapa menerima apa. Tunai maupun fasilitas. Bongkar!!! Kenapa tidak?! Tapi kalau ternyata tidak ada korupsinya, tidak ada aliran uangnya, tidak ada gratifikasinya, pemanfaatkan teknologi untuk merevitalisasi sumur tua itu harus dipuji!
    Kita memang sulit melakukan terobosan di negeri ini. TAPI TIDAK BOLEH NIAT BAIK KALAH OLEH FITNAH.

    Posted by @ndokaja | 8 Desember 2013, 9:06 pm
  53. Bongkar!!! Ayo semangat Demi Indonesia. Vote Dahlan Iskan for RI 1 2014

    Posted by msyatno | 8 Desember 2013, 10:44 pm
  54. Musuh ke dua tadi bagus bagi pejabat.

    Posted by nandito silaen | 10 Desember 2013, 7:14 am
  55. Pak Ko Manufacturing Hope akhir-akhir ini aga kurang bagus yah. Tidak seperti tulisan-tulisan bapak sebelumnya!

    Posted by rxb10 | 10 Desember 2013, 11:11 am
  56. buat sebagian kalangan yang aktifitas usahanya berorientasi eksport, ketika dolar mencapai diatas Rp. 11.000 itu adalah anugrah yang sangat besar.

    Posted by neov | 4 Januari 2014, 6:26 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: