>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Mengukur Kerumitan Pangkalan Susu

Senin, 18 November 2013
Manufacturing Hope 103

Sudah pukul 20.30, perjalanan darat dari Medan ke Pangkalan Susu baru dapat setengahnya. Manufacturing Hope ke-103 ini belum ditulis. Redaktur media sudah menunggu. Jam segitu tulisan ini biasanya sudah terkirim.

Tadi malam saya harus ke Pangkalan Susu, tiga jam perjalanan darat dari Medan. Di Pangkalan Susu ini sedang dibangun proyek pembangkit listrik paling besar di Sumatera: PLTU 2×200 MW. Saya harus bermalam di proyek ini. Mengapa?

Seharusnya proyek ini sudah jadi. Dan Sumatera Utara tidak kekurangan listrik. Tapi nyatanya tidak demikian. Bangunan dan mesin-mesinnya sendiri sudah selesai dipasang tapi belum bisa dites. Perlu listrik 6 MW untuk tes satu per satu peralatan yang sudah dipasang itu. Sumber listrik yang ada tidak sampai segitu. Hanya bisa untuk tes bagian-bagian mesin yang kecil.

Maka sebelum tiba di proyek, saya harus menulis naskah ini di dalam mobil. Sambil terguncang-guncang. Kadang kepala agak pusing. Saya harap begitu tiba di lokasi proyek tulisan ini sudah jadi. Begitu tiba di proyek bisa langsung rapat sampai tengah malam.

Nasib kelistrikan Sumut memang tidak sebaik daerah lain. Proyek Asahan 3 (PLTA) dulu terhambat izin Pemprov. Proyek PLTP di Sarulla sempat terhambat perjanjian dengan Jepang. Dan PLTU besar di Pangkalan Susu ini terhambat macam-macam. Termasuk sulitnya mendapat persetujuan untuk mendirikan transmisi.

Padahal sebuah pembangkit listrik membutuhkan transmisi. Kalau tidak, listrik yang dihasilkan tidak bisa dikirim ke kota Medan.

Tanpa transmisi itu PLTU Pangkalan Susu tidak dapat listrik untuk tes dan menjalankannya. Sampai tadi malam masih 17 tiang menuju Medan yang belum bisa didirikan. Belum dapat izin pemilik tanah. Akibatnya PLTU ini tidak bisa segera dites. Padahal tanpa tes alat-alatnya yang sudah dipasang, PLTU itu tidak akan mungkin bisa dicoba untuk dijalankan.

Tadi malam saya ke Pangkalan Susu untu merapatkan semua hambatan itu. Sebuah koran di Medan menulis besar-besar: Dahlan Iskan Ingkar Janji. Saya harus menerima kritik itu dengan hati yang lapang. Saya harus penuhi komitmen untuk membereskan listrik Sumut, meskipun saya ini Menteri BUMN. Saya memang sudah menduga persoalan listrik di Medan amat sulit tapi tidak menyangka kalau serumit ini.

Soal-soal hambatan seperti itu memang umum terjadi di daeran lain, tapi karena listrik adalah kebutuhan bersama maka hambatan biasanya diselesaikan cepat. Pernah Bupati Indramayu waktu itu Irianto MS Syaifuddin (Biasa dipanggil Yance, kini digantikan istri beliau) mempertaruhkan jabatan agar tiang-tiang listrik di daerahnya cepat berdiri.

Saya juga pernah menemui kasus yang sama di Tangerang. PLTU di Teluk Naga hampir jadi tapi transmisinya terhambat. Saya tantang kepala proyeknya: kalau bisa diselesaikan sebelum PLTU jadi akan saya beri hadiah mobil Avanza. Saya tahu tidak ada anggaran untuk itu. Tapi kalau transmisi itu beres, negara menghemat Rp 2 triliun setiap tahun. Akhirnya jadi. Saya belikan dia Avanza dari dana pribadi.

Saya belum tahu apakah saya harus melakukan hal yang sama di Pangkalan Susu ini. Saat menulis ini saya belum rapat. Saya baru akan tahu tingkat kerumitan persoalannya setelah rapat.

Saya juga sudah rapat dengan direksi PT Inalum dua hari lalu. Saya minta inalum menyumbangkan listrik lebih banyak untuk Sumut. Pak Sijabat, Plt Dirut Inalum sudah menyanggupi. Tapi tunggu awal Desember nanti. Setelah perbaikan satu generatornya selesai.

Selama ini Inalum sudah rutin menyumbang PLN Sumut sebanyak 50 MW. Yakni sejak saya menjabat Dirut PLN dulu. Nanti, mulai bulan depan akan bertambah. “Bisa tambah 30 MW lagi,” ujar Sijabat.

Tidak hanya itu, saya akan izinkan Inalum membangun PLTU besar di Kuala Tanjung. Untuk meningkatkan kapasitas pabrik alumunium sekalian menjual listriknya ke PLN Sumut.

Proyek listrik Inalum itu pasti lebih cepat: uang ada, lokasi ada, pelabuhan sudah punya. Tinggal membangun di lokasi yang sudah matang.

Jam 21.00, ketika saya selesai menulis Manufacturing Hope ke-103 ini, saya tiba di lokasi proyek. Tulisan ini harus saya akhiri dulu. Peserta rapat sudah berkumpul. Saya juga sudah minta disediakan kamar darurat untuk tidur di proyek ini.(*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

93 thoughts on “Mengukur Kerumitan Pangkalan Susu

  1. Halo warga Sumatra Utara..Bantu Pak Dahlan Iskan dong, jangan hanya menghujat saja….

    Posted by SDWI | 18 November 2013, 5:08 am
  2. Selamat pagi, Barkallah

    Posted by MChoir | 18 November 2013, 5:12 am
  3. Semangat pagi Indonesia. Senin yang indah. Kerja kerja kerja. Salam tuk DahlanIS.www

    Posted by aditam@putra | 18 November 2013, 5:16 am
  4. pak nur pamuji (dirut pln sekarang) mohon lebih sigap pak …. bersih-berih nya dah ok . kini giliran yang lain ….

    Posted by zauhar | 18 November 2013, 5:19 am
  5. wah membangkitkan listrik ternyata tidak semudah yang tinggal memakainya ya ternyata, semoga Allah melancarkan pekerjaan Abah Dahlan Iskan yang satu ini, Amin…

    Posted by ajipungkasan | 18 November 2013, 5:22 am
  6. Tentu tanah penduduk/petani yg dilewati tiang2 transimisi itu…

    Posted by Wonokairun | 18 November 2013, 5:26 am
  7. Atau penduduk/petaninya sdh beres, birokrasinya yg mbulet ….

    Posted by Wonokairun | 18 November 2013, 5:27 am
  8. Seringkali Pak Dahlan bagi-bagi hadiah, tidak tanggung-tanggung mobil Avanza pun sering diberikan agar proyek cpt selesai demi negara. Sungguh pengorbanan yg mulia. Namun acap kali dipandang sebelah mata pengorbanan yg begitu besar oleh sbgian masyarakat yg blm mengenalnya atau bahkan membencinya. Semoga mereka mendapa hidaya dariNya dan pak Dahlan sll mndapat rahmat dan lindungan dariNya. Amin… INDONESIA TANAH AIRKU, DAHLAN ISKAN PRESIDENKU….

    Posted by H@ris | 18 November 2013, 5:55 am
  9. jempol,

    Posted by ed | 18 November 2013, 6:03 am
  10. Arah yang jelas sudah terlihat dari tulisan ini, menyalanya listrik di Pangkalan Susu. Begitu sulit membuat arah yang jelas itu, semoga jalan lapang dan hilangnya rintangan segera terbentuk, tahap demi tahap test comm dari Pangakalan Susu bisa terlewati, listirk segera mengalir dan menjadi penerang yang bernilai manfaat bagi warga sumut.
    Berkuranganya daerah gelap di Indonesiaku, munculnya potensi kemajuan …Selamat Pak Dahlan 103 minggu terbitnya MH ini, mewakili GBHN. Dahlan Iskan = Produk Bermutu Indonesia

    Posted by widodo | 18 November 2013, 6:06 am
  11. Bersihkan hati dan pikiran dari suudhon
    Berpikir positif untuk tetap berkarya
    Tetap semangat dan bekerja keras
    Banyak persoalan yang ada karena ketidaktahuan / kebodohan SDM
    Kerja… Kerja … Kerja

    Posted by budi | 18 November 2013, 6:07 am
  12. Artinya tidak ada komitmen pejabat setempat untuk membantu masyarakatnya. Mereka cuma cari untung.. Jangan harap pln mau ngasih duit bisa dipentung sama mentri bumn

    Posted by awan | 18 November 2013, 6:40 am
    • betul pak, atau pejabatnya menganggap surat pendirian transmisi kurang banyak uangnya, karena kepala daerah sering kali mencari uang ceperan dari penjualan suratt proyek negara.

      Posted by cak wafiq | 19 November 2013, 7:49 am
  13. Info buat semua, MH itu ternyata muncul duluan di http://www.jpnn.com sekitar 1 atau 2 jam lebih awal. Setelah itu baru di blog ini. Jadi baca dulu di jpnn, baru kalau mau komen tungguin keluar di blog ini.

    Posted by DI manajer top | 18 November 2013, 7:02 am
  14. selamat pagi. semangat pagi. Demi Indonesia DI667

    Posted by supriyadi | 18 November 2013, 7:05 am
  15. rasanya tidak bisa berkomentar aku membayangkan betapa beratnya beban yang harus di tanggung seorang menteri BUMN saat ini demi listrik SUMUT, terutama beban di hujat dan fitnah, sementara penghujat tdk mengetahui persoalan yang sebenarnya. vote dahlan iskan for RI-1

    Posted by Mohammad supriyadi | 18 November 2013, 7:06 am
  16. maju terus bah smoga dipermudah sgala urusan oleh Nya amin…

    Posted by Buyut Ronggojumeno | 18 November 2013, 7:10 am
  17. Semangat pagi Indonesia

    Posted by msodikvip | 18 November 2013, 7:20 am
  18. Maaf OOT
    Menyikapi kemacetan kota jakarta yg semakin tak terkendali
    Mungkinkah menggunakan jalur tengah jalan toll sbg jalur busway shg muncul koridor cawang-grogol cawang-tjpriok cawang-bekasi cawang-bogor dan tomang- tangerang
    Insya Allah kemacetan akan banyak berkurang krn warga sekitar jakarta akan lebih memilih busway dari pada mobil pribadi
    Program ini murah tdk perlu membangun infrastruktur yg mahal cukup pembatas jalan yg cukup tinggi saja dan halte baru
    Tapi tergantung kemauan dan keberanian pemerintah pusat/daerah/jasamarga aja utk melaksanakannya

    Kami berharap pak DI, ikut membantu mengatasi keruwetan dan kemacetan laulintas di jakarta.

    Salam DI for RI-1

    Posted by dbagus | 18 November 2013, 7:25 am
  19. Janganka Pak DI, Rosulullah Muhammad SAW manusia ter-agung saja dihujat dan dihina oleh ummat-nya. Smoga semua caci maki, hujatan, dan cemooh dari manusia menambah kemuliaan, kesabaran, dan kebaikan bagi Pak DI. Kami bangga pada anda, dan ingin mengikuti jejak anda. Cukuplah Allah tujuan kita, dan cukuplah Allah yang membayar semua pengorbanan kita.
    Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

    Posted by kang chip's | 18 November 2013, 7:30 am
  20. Lagi.. oknum warga sumut sendiri yg membuat krisis listrik sumut tidak teratasi.. krisis listrik teriak2, tp solusi trs dihambat.. capek deh..

    Posted by Munoe | 18 November 2013, 7:31 am
  21. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014. Jadi siapa penghambat nyala listrik di medan?? Pemilik lahankah???

    Posted by Djoko Sawolo | 18 November 2013, 7:35 am
  22. Begitu pedulinya Pak Dahlan Iskan terhadap Sumatera Utara agar krisis listrik ini segera teratasi….walau bukan lagi sebagai Dirut PLN , tapi beliau tetep berusaha keras untuk mengatasi krisis listrik ini. Sebuah bentuk pengorbanan yang sangat besar. Namun justru disana pengorbanan itu dibalas oleh Sebuah koran di Medan menulis besar-besar: Dahlan Iskan Ingkar Janji.
    Benar – benar tak menghargai sebuah kerja keras seseorang……..

    Posted by Sinchan | 18 November 2013, 7:44 am
  23. Hadir….Semangat pagi…… mudah-mudahan urusan listrik di Sumut segera kelar. Kerja kerja kerja…!!!!!!!!!!!!

    Posted by msyatno | 18 November 2013, 8:07 am
  24. Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

    Posted by msyatno | 18 November 2013, 8:08 am
  25. DI lihat,datang solusi hambatan/kendala selesai,semoga sehat trus Pak agar NKRI mandiri dan jadi Indonesia Baru.Bravo DI

    Posted by toga | 18 November 2013, 8:14 am
  26. Saya juga pernah menemui kasus yang sama di Tangerang. PLTU di Teluk Naga hampir jadi tapi transmisinya terhambat. Saya tantang kepala proyeknya: kalau bisa diselesaikan sebelum PLTU jadi akan saya beri hadiah mobil Avanza

    Salut untuk kinerja Pak DI. Saya menjadi saksi hidup proyek ini, yang waktu itu Ka Pro nya Pak Mayaruddin.

    Posted by sunardi | 18 November 2013, 8:33 am
  27. Dengan membaca isi Manufacturing Hope ini, maka pembaca yang masih mengedepankan akal sehat akan menghargai usaha dan pengorbanan Mentri BUMN Dahlan Iskan, akan tetapi bagi sebagian lainnya, apapun dan bagaimanapun kerasnya perjuangan Beliau tetaplah takkan membuka mata hati mereka.
    Tak Perlu heran dan tak perlu bersedih, Kang Chip’s dalam komentarnya diatas menuliskan ; Hujatan dan fitnah juga mendera manusia teragung dimuka bumi ini Rasulallah Muhamad SAW, akan tetapi tidak berkurang secuil-pun kemuliaan dan kegungan Beliau. Apatah lagi terhadap Dahlan Iskan.
    2014 tidak lama lagi, akan banyak sekali pihak yang sengaja memelintir sebuah kebenaran menjadi hujatan, sebuah perjuangan menjadi hinaan, tinggal bagaimana sekarang kita menyikapi semuanya.
    Tetaplah berjuang Pak Dahlan Iskan, tetaplah Ikhlas dan Tawwadhu, tetaplah istiqamah dengan semua perjuangan Bapak, banyak sekali orang yang mendapatkan manfaat atas hasil jerih payah perjuangan Bapak, dan hanya Allah SWT yang akan membalas semuanya. Amiiiin Ya Rabbal Alamin

    Posted by Manihot Ultissima | 18 November 2013, 8:33 am
  28. gitu kok gubernur sama dprd-nya terial-teriaknya paling keras di media ya, pasti ndak dapat jatah amplopan kaya tempo-tempo dulu ya. dasar maling teriak maling, paling lantang lagi bunyinya. memalukan, terus mana ya warga sumut ada ndak yang beriktikad untuk membantu problem listrik itu dengan mendemo pemda-pemda mereka yang lebih lamban dari kura-kura, cuman suaranya aja yang lantang doang, apa mereka juga ikut teriak-teriak saja, dan ndak mau tau kalo problemnya di mereka sendiri bukan di orang lain.

    Posted by yanto | 18 November 2013, 8:52 am
  29. ada yang mo ngatasi masalah listrik dihujat….listrik gak diatasi dihujat juga….maunya apa sih? mana warga yg teriak teriak klo listriknya byar pet? begitu ada kesulitan dan kesulitan itu mo diatasi ….teriak teriak lagi….tolong bantu lah PLN agar bisa mengatasi kesulitan anda semua…. jangan menjadi orang yang hanya pandai MENGHUJAT….ingatlah apa yang bisa aku lakukan untuk negaraku….jangan apa yang bisa negaraku lakukan untuk aku….

    Posted by suhardi | 18 November 2013, 9:29 am
  30. Pak nanti hasil rapat di share lagi ya. Biar kita tahu seberapa parah sih kerumitannya.,

    Posted by Evi | 18 November 2013, 9:35 am
  31. maaf biasanya otak saya ngeres kalau mendengar pangkalan susu qiqiqi
    tapi baru sekarang saya mendengar pangkalan susu jadi miris,
    ini ada bocoran sedikit rapat malamnya

    “Jangan sampai masyarakat yang lahannya atau tanamannya kena itu merugi ya, saya juga kurang setuju. Tetapi jika memang ada kebijakan yang mungkin tim rasakan perlu dilakukan, ya silakan saja karena ini juga untuk kepentingan banyak orang,” tegas Dahlan.

    http://www.kabar24.com/tokoh/read/20131118/20/204743/dahlan-iskan-nginep-gratis-di-pangkalan-susu?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter&dlvrit=1131845

    Posted by shayun | 18 November 2013, 9:36 am
  32. Salut ama Pak DI. Sesibuk apapun tetap berkomitmen untuk menyelesaikan Manufacturing Hope setiap minggu (setahu saya belum pernah bolong ni MH, CMIIW). Padahal gampang banget buat alasan untuk absen tulis, lha wong kegiatan Menteri yang satu ini banyak amat setiap harinya. Sekali lagi salut!

    Posted by Irfan | 18 November 2013, 9:49 am
  33. Pejabat daerah setempat yang bikin kerja pln makin susah. bukannya bantu malah minta jatah. akhirnya rakyat yg kena getahnya.Vote dahlan iskan for president , biar bisa selesaikan masalah-masalah bangsa.

    Posted by arifianto | 18 November 2013, 10:06 am
  34. Hmmmm rumit sekali rupanya

    Posted by Moersalijn | 18 November 2013, 10:14 am
  35. diumumin aja scr terbuka hambatan2nya,pst mafia2 tanah jg ikut bermain..biar warga+pemda pro aktif ikut membantu.Maju trs P.Dahlan,do’a kami sll menyertai..smg sll diberi kemudahan & dlm lindungan Allah swt,aamiin.DEMI INDONESIA..kerja kerja kerja !!

    Posted by koreksi diri | 18 November 2013, 10:37 am
  36. banyak partai politik mencegah agar DI tidak bisa berbuat lebih banyak bagi bangsanya, seperti jalan tol sumatra tdk disetujui anggarannya oleh dpr, ini juga mungkin orang partai bermain di bawah agar prokyek listyrik ini tdk cepat terlaksana.

    Posted by sanusi | 18 November 2013, 10:43 am
  37. Bisa saya bayangkan ketika rapat berlangsung tidak ada yang rumit, solusi mudah ditemukan, dan kesimpulan rapat adalah si A mengerjakan apa, si B beserta jajarannya mengerjakan ini dan si C mengerjakan itu. Target waktu ditetapkan anggaran disediakan. Semua pihak mendukung, PLN, Pemda, DPRD, Mayarakat dan juga Wartawan. Seperti biasa jika Pak Dahlan datang semua masalah akan selesai. Tahu kenapa? Karena Pak Dahlan dalam memimpin rapat sangat piawai. Tidak monolog tapi dialog. Semua diajak bicara. Masing-masing mengemukakan kesulitannya sekaligus gagasannya sekaligus juga langkah kerjanya. Pak Dahlan tinggal mensinergikan semuanya. Beres dan selesai. Pasti ada yang mengganjal dari pembaca kenapa Pemda, DPRD dan masyarakat mendukung. Karena mereka tidak ingin disalahkan dalam kasus krisis listrik di Sumut tentunya.

    Posted by sutrisno rakito | 18 November 2013, 10:57 am
  38. Sasaran empuk dahlan hater,Janji Dahlan tidak terealisasi,Lha Genzetnya kemarin yang dibawa ke sumut apa tidak berfungsi?

    Posted by DIDIK SUSANTO | 18 November 2013, 12:07 pm
    • di cek aja bro, genset yang kemarin untuk pltd di belawan, paya pasir, meulaboh, sibolga, dll untuk langsung dijadiin listrik. nggak ada tuh yang untuk pangkalan susu. kalau yang ini emang direncanakan tidak perlu genset tapi akhirnya gagal karena 17 tiang listrik transmisi tidak bisa dibangun karena tidak dpat ijin pemiliknya… croscek dulu lah sebelum komentar…

      Posted by ciung | 18 November 2013, 6:24 pm
  39. marwan…mana marwan…ditunggu ngebacotnya di sini! !!!

    Posted by afauziri | 18 November 2013, 4:16 pm
  40. Kerja besar Dan mulia memang banyak hambatannya,tapi aku yakin pk Di bisa menyelesaikan dg Baik.selamat

    Posted by suroso | 18 November 2013, 5:11 pm
  41. http://www.beritasatu.com/nasional/150794-menara-listrik-pangkalan-susu-digergaji-negara-rugi-rp-2-triliun.html

    mana nih orang sumut ? mereka sendiri yg bikin kisruh, tp teriak-teriak minta diberesin ?

    Posted by Nopi | 19 November 2013, 7:20 am
    • bung nopi, maaf….. meskipun saya bukan orang sumut, tapi rasanya kok kurang bijak ya komentar anda…maaf banget. mungkin sodar sodara kita di sumut tidak tahu masalahnya apa, nah sekarang dijelasin bahwa masalahnya bukan di pln tetapi di ijin yang berarti ada pihak luar yang pegang peranan, dengan demikian mari kita dorong bersama agar sodara sodara kita juga aktif mendorong pemegang kepentingan disana bekerja cepat dan effisien….. okay….maju terus bung…..

      Posted by haeny | 19 November 2013, 10:10 am
      • Sudah banyak artikel dan berita bahwa listrik Sumut itu sudah dibikin susah sejak jaman gubernur lama. Maunya listrik pada nyala, tapi tidak ada yang mau berkorban. Nyalahin aja PLN, nyalahin aja Dahlan Iskan. Teriaknya pada paling keras. Di twitter berulangkali saya harus berantem menghadapi pencaci maki kaya itu. So, memang tidak harus generalisir orang Sumut gitu semua, tapi mbok ya walaupun sudah bayar, walaupun yang ngurus itu PLN, ya bisa mencari tahu harus mengalamatkan makian itu pada siapa. Masa menara listrik digergaji? Saya bilang go*lok banget. Saya sumpahin kesetrum, biar nyaho.

        Posted by Apa Saja | 20 November 2013, 4:15 pm
  42. Jaga kesehatannya abah

    Posted by ali wahyudi | 19 November 2013, 8:34 am
  43. Kalau di jaman Orba, si makelar tanah sudah diculik dan dikubur dibawah tiang listrik transmisi. Kalau sama pak Bos, kayaknya bisa nego deh, Avanza-silakan buat dia asal tanahnya dilepas dg harga wajar. Wkkkk…

    Posted by Pak Bos hebat | 19 November 2013, 10:13 am
  44. l love dis way

    Posted by abdillah | 19 November 2013, 11:27 am
  45. Met siang Pak Dahlan, menanggapi penyelesaian yang bapak lakukan di PLTU Pangkalan Susu. Kami masyarakat Bangka Belitung PUN menginginkan bapak bisa melakukan hal yang sama untuk masalah kelistrikan di Bangka Belitung. Td siang, sy sudah menghubungi Ibu Purdi (sespri bapak) dan terima kasih atas kesediaan beliau untuk menerima telpon dr saya. Saat ini ketersediaan listrik di bangka bermasalah, tiap hari tiap malam byar preeeeeet dan bisa seharian atau semaleman ngak nyala”. PLTD Baturusa sudah overload sedangkan PLTU air anyir ndak kelar”….mohon bantuan bapak untuk trouble shooting nya krn sangat menganggu aktifitas warga. Terimah Kasih…Ivan N.Usman

    Posted by Ivan N.Usman | 19 November 2013, 12:40 pm
    • waduhh bangka belitung juga krisis?

      Posted by shayun | 19 November 2013, 12:56 pm
      • Betul kang budi, utk di Kecamatan Belinyu tempat tinggal kami sj sudah hampir bbrp bulan ini listrik hampir tiap hari mati. Belum diperparah tegangan listrik yang rendah sekali. Dl kt pernah memiliki PLTU terbesar di Asia Tenggara (pada zamannya) milik PT.Timah tp skrg tinggal jd kenangan. PLTU air anyir yang baru udh selesai dibangun, running test ngak kelar”. Katanya Des 2010 yl sudah bisa produksi listrik tp sampai sekarang “mangkrak” spt besi tua. Padahal tidak sedikit anggaran yagn dikeluarkan utk membangun PLTU Air Anyir (info ktnya 600 M).

        Posted by Ivan N.Usman | 20 November 2013, 10:48 am
        • maaf bukan saya promosi nih tetapi kali saja bisa membantu , ada yang jual genset berbahan bakar lpg, mayoritas pakai lpg 3 kg, cukup untuk 8 jam /3 kg, harganya sekitar 3,5 jutaan, cari saja di google dengan kata kunci greenpower genset lpg,

          Posted by shayun | 20 November 2013, 11:25 am
  46. …orang byk biaaarrrr mau ngomong apa aja…boleh2 aja..wong sama Tuhan dikasih mulut sendiri2…yg penting Pak DI tetep terus bekerja..bekerja dan bekerja…dan diberi kesehatan…..yg tukang omong…biar besok mempertanggungjwbkan mulutnya pd yg ngasihhh….

    Posted by Prihartanto | 19 November 2013, 1:39 pm
  47. I Love Dahlan Iskan

    Posted by Nur Muhis Syafi'i | 19 November 2013, 2:13 pm
  48. Ayo, gabung di bisnis VSI Yusuf Mansur. Ubah Pengeluaran Anda menjadi Income melalui teknologi V-pay untuk semua pembayaran Anda, seperti pulsa, listrik, dll. Gabung dan daftar di http://www.bisnisjituvsi.com

    Posted by mei | 19 November 2013, 5:22 pm
  49. Sekarang seorang dahlan iskan yang saya banggakan telah kehilangan roh dalam tiap tulisannya.
    Waktu yang berkejaran bukan alasan untuk seorang petani seperti saya biarkan padi terhinggapi sundep, dan berharap itu pula yang disajikan wartawan senior jawa pos satu ini.

    Posted by Anam petani dusun | 20 November 2013, 10:29 am
  50. Dahlan Iskan : Ketika Kita Mentertawakan Kami
    OPINI | 19 November 2013 | 20:30 Dibaca: 701 Komentar: 24 16
    Terlalu lama berada dalam kemiskinan, membuat bangsa ini merasa miskin itu adalah biasa, kalau engga miskin terasa aneh, selanjutnya kita akan berusaha melanggengkan kemiskinan itu sendiri. Suatu ketika melihat bahwa bangsa kita bisa kaya, kita justru tidak percaya.

    Terlalu lama berada dalam kebodohan, menganggap “kebodohan” adalah hal yang biasa, bahkan terasa aneh kalau kita engga bodoh, lama lama kita betul betul yakin bahwa kita itu bodoh, suatu ketika melihat bahwa kita ternyata pintar….malah kita tidak percaya.

    Terlalu lama dijajah, membuat kita merasa “kecil”, kita tidak percaya kalau manusia dianugrahi kemampuan yang sama oleh Tuhan, kalau ada sesuatu yang hebat pasti dari orang lain, pasti bangsa lain, kita tak mungkin bisa melakukan hal yang hebat, kehebatan adalah milik bangsa lain, sedangkan bangsa kita tidak mungkin bisa.

    Bangsa kita terpuruk pada anggapan bahwa kita perlu di kasihani, perlu di bantu, perlu di hutangi, kalau tidak maka bangsa ini mati. Hanya sedikit putra putra bangsa ini yang percaya bahwa bangsa ini pintar, bangsa ini kaya, bangsa ini bisa.

    salah satunya adalah : Dahlan Iskan.

    Ide ide Dahlan Iskan mengalir seperti banjir bandang, menerjang bangsa pesimis ini, menggugah bangsa yang tengah terlena dengan hutang luar negri, membangunkan bangsa ini dari buaian Negara Negara penjamin hutang, angin segar Negara rentenir itu membuat bangsa ini lupa bahwa bangsa ini adalah sebuah bangsa yang seharusnya mandiri dan berdaulat…

    Ketika Dahlan Iskan dengan brigade pertamina berusaha untuk mengatasi krisis minyak dengan cara mengoptimalkan lagi kilang kilang minyak yang ada, agar menambah pasokan minyak buat Negara. Disaat yang sama pemimpin kita justru menawarkan agar pengelolaan Blok Mahakam, yang konon salah satu yang terbesar di dunia, agar di kelola oleh negara asing, hasilnya tentu saja sebagian untuk Negara asing.

    Para pemimpin bangsa ini tidak percaya bahwa kita bisa mengelolanya. Paradigma bahwa kita “pasti tidak bisa” melekat kuat di alam pikiran pemimpin pemimpin kita. Ketidak percayaan bangsa ini pada diri sendiri memang sudah mendarah daging.

    Ketika Dahlan Iskan memperkenalkan BUS buatan Anak Negeri, maka serentak semuanya tidak percaya, Indonesia bisa bikin bus..? ahhh mustahil, kalau bisa itu pasti akal akalan saja. Sejak kapan Negara yang nenek moyangnya pelaut ini bisa bikin bus…? Kalau bikin perahu phinisi mungkin bisa.

    Ketika kita butuh bus untuk penambahan armada trans Jakarta, justru pemimpin kita berpaling ke China. Kalau China, jangan di ragukan lagi, nenek moyangnya adalah Jengis-khan, pahlawannya adalah Sam Kok, banyak sekali jagoan kungfu disana, perguruan Siaw Liem Sie sudah terkenal ratusan tahun, secara historis china lebih meyakinkan, maka memang sebaiknya kita beli Bus dari China. Di jamin pasti bagus.

    Pertanyaan sederhana adalah : Kapan bangsa ini mampu kalau tidak pernah di beri kesempatan, bukankah pengalaman adalah guru yang paling baik..? lagi pula apa sih susahnya bikin bus, kalau pesawat aja kita punya ahlinya..?

    Perjuangan mengembalikan kepercayaan diri bangsa memang tidak mudah, landasan berpikir yang salah kaprah sudah terlanjur berurat berakar di benak pemimpin pemimpin negeri ini. Cara berpikir instant dan tidak adanya upaya kemandirian membuat bangsa ini selalu ingin membeli dan membeli, berhutang dan berhutang, karena membeli memang gampang, berhutang lebih gampang lagi. Lebih cepat dan lebih enak.

    Jadilah Negara kita sebagai Negara konsumen, yang membeli semua kebutuhan pokoknya dari luar negeri. Dan berhutang hampir seluruh kebutuhan hidupnya juga dari luar negri.

    Pada tahun 90 an kita mengenal kelompok negera Negara pemberi hutang pada kita yaitu :IGGI. Yang kemudian berubah nama dan berubah nama lagi, akan tetapi substansinya sama yaitu Negara pemberi hutang, sekaligus Negara pen”dikte” karena memang tidak ada makan siang yang gratis.

    Rendah diri yang berlebihan, merasa diri sangat bodoh, terlalu memandang tinggi Negara Negara lain, berujung pada hilangnya kepercayaan pada bangsa sendiri. Tidak percaya akan kemampuan diri menimbulkan rasa frustasi dan lama lama malah mencibir dan mentertawakan bangsa sendiri. Persis seperti judul tulisan ini “ketika kita menertawakan kami”

    Dahlan iskan adalah salah satu yang masih percaya, bahwa bangsa ini bisa berdiri sama tinggi dengan bangsa bangsa lainnya. Cara pandang bangsa ini yang salah memang harus di DOBRAK. Kepercayaan diri harus di pulihkan. Dahlan Iskan tak pernah menyerah walaupun di hina, dilecehkan, dan tidak di beri kesempatan. Tekatnya sudah bulat, menularkan optimisme kepemimpin pemimpin negri ini, dan memberikan bukti bukti bahwa “INDONESIA BISA”.

    Memang tidak mudah, memang tidak gampang, akan tetapi itulah arti dari makna kata “DAHLAN” yang di ambil dari bahasa arab yang artinya “PENDOBRAK”

    Laporkan
    Tanggapi

    Posted by nasbud | 20 November 2013, 1:12 pm
  51. Sudahkan Anda daftar jadi Relawan Dahlan Iskan dan mendapat nomor ID relawan DIxxxx?
    Jika sudah, selamat ya.
    Jika belum, bergabunglah bersama rekan-rekan yang lain.
    Caranya?
    1. Klik dan ikuti petunjuk di
    http://dicommunicationcenter.com/
    Akan ada kode verifikasi ke nomor ponsel Anda
    Atau
    2. Menggunakan HP,
    Ketik :
    Daftar*Nama*Usia*Jenis_Kelamin(L/P)*Alamat
    Contoh: Daftar*Dahlan Iskan*62*L* Jakarta Pusat
    Kirim ke 0896 500 600 81 / 82
    Ayoooo, bangga lho punya nomor ID relawan.

    Posted by Apa Saja | 20 November 2013, 4:41 pm
  52. Ayo perbanyaklah relawan di wilayahmu.!!!!! Ajak sodara-sodara, rekan dan handai taulan mendaftar🙂
    5 besar by province:
    1. Jawa Timur 193
    2. Jawa Tengah 182
    3. Sumatera Utara 84
    4. Jawa Barat 81
    5. DKI Jakarta 28
    5 besar by kota/kabupaten:
    1. Brebes 132
    2. Medan 71
    3. Surabaya 33
    4. Malang 26
    5. Sidoarjo 17

    Posted by Apa Saja | 20 November 2013, 4:45 pm
  53. semoga abah dalam lindunganNya

    Posted by harsia | 21 November 2013, 8:02 pm
  54. DAHLAN ISKAN MEMANG TOP!

    Posted by Kausar ali | 22 November 2013, 2:46 pm
  55. Saya sangat berharap Pak Dahlan bisa memutuskan kontrak Indonesia dengan Freeport di Papua….
    Agar kekayaan tambang Indonesia bisa dirasakan oleh Rakyat Indonesia, bukan dinikmati AS dan Australia…

    Posted by DWi S. Harsono | 23 November 2013, 10:31 am
  56. Selamat pagi pak, tolong disampaikan ke PLN, kami tinggal di wilayah jakarta selatan, tetapi dalam bulan nopember ini sudah mati listrik puluhan kali. Setiap mati kami telpon ke pengaduan layanan PLN di 123. Tetapi selalu berulang mati lampu. Kami sebagai pelanggan sangat merasa dirugikan selain mengganu aktivitas juga merusak peralatan elektronik. Terima kasih atas perhatiannya. #Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

    Posted by angga | 1 Desember 2013, 6:28 am
  57. akhirnya pangkalan susu masuk berita juga. dulu waktu SMK 1 berita pangkalan susus di koran aja udah heboh banget. hmmmmmmm

    Posted by cut fitriani | 8 Desember 2013, 8:30 pm
  58. Anger resentment and hatred are the destroyer of your fortune today

    Posted by DEWI KURNIAWATI | 11 Februari 2015, 4:46 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: