>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Sashimi Prinus setelah Lama Mampus

Senin, 30 September 2013
Manufacturing Hope 96

Inilah mayat hidup berikutnya di BUMN: PT Perikanan Nusantara (Prinus). Perusahaan ini sebenarnya praktis sudah mati. Tidak ada aktivitas berarti di dalamnya. Karyawannya pun sudah tiga tahun tidak bergaji.

Ini sangat ironis. Di negara yang luas lautnya 2/3 dan daratnya hanya 1/3, perusahaan negara yang bergerak di bidang kelautan malah tidak bisa berkembang. Membuatnya hidup kembali juga tidak mudah. Kepercayaan dari stakeholder sudah hilang. Bahkan, kepercayaan kepada diri sendiri pun sudah lenyap. Utangnya menumpuk. Sampai lebih Rp 50 miliar. Termasuk utang pajak Rp 12 miliar.
 
Ibarat orang mau merangkak, dia harus bisa keluar dulu dari lubang yang dalam.

Tidak masuk akal perusahaan perikanan mati di kolam ikan. “Tidak ada modal.” Begitu selalu kilah yang terucapkan. “Minta PMN.” Itu ujung-ujungnya. Minta penambahan modal negara.
 
Saya tidak mau dua-duanya. Modal hanya bisa diberikan kepada yang biasa kerja, kerja, kerja. Modal tidak boleh diberikan kepada yang tidak mau bekerja. Yang biasanya juga tidak mau berpikir. Yang biasanya juga mudah mengeluh. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain.
 
Karena itu, saya tidak mau menjanjikan modal. Saya minta mereka bekerja dulu. Kerja. Kerja. Kerja. Apa yang bisa dikerjakan” “Apa saja,” jawab saya. Maka dicarilah apa yang bisa dikerjakan.
 
Muncullah gagasan ini. Datangnya dari Direktur Keuangan (waktu itu) Abdussalam Konstituanto. Cari upah dari memperbaiki kapal orang lain. Menjual jasa. Tanpa modal. Kecuali tenaga.
 
Toh, PT Prinus punya galangan kapal. Bahkan di lima lokasi: Pekalongan, Surabaya, Bitung, Ambon, dan Sorong. Kelimanya berada di pusat-pusat kekayaan perikanan Indonesia.
 
Dulunya, zaman dulu, galangan kapal itu dimaksudkan untuk dipakai sendiri. Ketika PT Prinus masih jaya. Masih memiliki banyak kapal. Kalau ada kapal yang rusak, tinggal diperbaiki di galangan sendiri.
 
Belakangan lima perusahaan perikanan di lima kota itu bermasalah. Semuanya.  Mismanagement. Secara berjamaah. Sakit. Sempoyongan. Semaput. Sekarat.
 
Tahun 2004 muncul ide menyehatkannya: digabung menjadi satu perusahaan dengan nama PT Perikanan Nusantara (Persero). Menyatukan lima perusahaan sekarat ternyata ibarat orang lumpuh menggendong orang pingsan. Tidak jalan.

Sampai tiga tahun kemudian tidak bergerak. Penyatuan itu ibarat hanya mengumpulkan lima orang sekarat dalam satu kamar pengap. Tidak ada obat dan tidak ada dokter.
 
Baru pada 2007 statusnya diperjelas: diberi direksi dan diberi injeksi. Bayangkan apa yang bisa diperbuat gabungan lima perusahaan lumpuh itu. Lima perusahaan yang secara spiritual sudah rusak bertahun-tahun.
 
Tentu, saat diangkat sebagai menteri, saya tidak bisa membiarkannya. Mayat itu harus diurus. Dikubur. Atau dihidupkan. Saya mencoba memilih yang kedua. Rasanya tidak akan sesulit pabrik kertas Leces. Dunia kian tidak memerlukan kertas. Dunia kian memerlukan ikan.
 
Untuk langkah pertama, saya minta utang-utang PT Prinus diselesaikan. Beres. Lalu muncul ide dari Abdussalam untuk mendayagunakan galangan kapal itu. Kerjakan. Kerja. Jalan. Bernapas.
 
Tahun berikutnya Abdussalam saya naikkan jadi direktur utama. Berkibar. Lima galangan kapal di lima kota itu kian sibuk. Uang mengalir masuk. Tidak ada lagi yang bocor. Dulu galangannya sibuk, tapi uangnya entah ke mana.
 
Jumat lalu saya ke Ambon. Meninjau PT Prinus Cabang Ambon. Tanda-tanda kehidupan tampak dengan nyata di situ. Galangan kapalnya sibuk. “Sampai Desember nanti sudah penuh. Kami sudah menolak-nolak order,” ujar Ferdinand Wenno, kepala PT Prinus Cabang Ambon.
 
“Banyak sekali kapal ikan yang antre perbaikan,” tambahnya. “Bahkan, kapal ikan Taiwan pun diperbaiki di sini,” ungkap dia. Terlihat ada kebanggaan di sorot matanya.
 
Demikian juga di Surabaya, Bitung, dan Sorong. Semua sibuk bekerja. Bangga.

Hope itu cepat menjalar. Merambat. Menular. Mewabah. Setelah galangan kapalnya bergairah, Abdussalam mengayunkan langkah baru. Menghidupkan pabrik es di lima kota.
 
Kapal ikan perlu es. Dalam jumlah besar. Nelayan mulai mendatangi PT Prinus. Untuk mendapatkan es.
 
Abdussalam pandai memanfaatkan hope dan optimisme. Dia jadikan itu mesiu untuk melesatkan cita-cita. Galangan dan pabrik es bukanlah cita-cita yang sebenarnya. PT Prinus bukan perusahaan es. Dia perusahaan perikanan. Galangan dan es hanyalah sasaran antara. Jembatan.
 
Awal 2013 Abdussalam menyeberangi jembatan itu. Masuk ke jantung perusahaan: membangun pusat pengolahan ikan. Di lima kota.
 
Di Ambon saya kaget. Ada tiga orang Korea dan satu orang Amerika. Pagi itu mereka lagi menyeleksi hasil pengolahan ikan Prinus. Agar layak diekspor. Tidak ditolak di negara tujuan. Tidak diklaim.
 
Itu langkah yang cerdas sekaligus prudent. Perusahaan yang baru hidup seperti Prinus masih menghadapi banyak kerawanan. Belum memiliki keahlian. Kalau ekspor ikannya sampai ditolak, Prinus akan kembali mampus.
 
Saya sungguh bangga dengan Prinus. Mayat itu kini sudah hidup. Bahkan sudah mampu berjalan. Cukup jauh. Hanya perlu waktu dua tahun. Tanpa suntikan modal sama sekali.
 
Sorenya saya ke Sorong, Papua Barat. Di sini tanda-tanda kehidupan itu lebih nyata. Galangannya, pabrik esnya, dan pengolahan ikannya sangat istimewa. Tentu semua itu baru awal kebangkitan. Abdussalam masih menyimpan dendam yang sangat dalam: menjadikan Prinus benar-benar perusahaan perikanan kelas dunia.
 
Dia lahir di Bangkalan, Madura. Dia alumnus Akuntansi Unair. Dia doktor ekonomi IPB. Dia mencintai laut dan isinya.
 
Sore itu dia sudah menyiapkan sashimi fresh untuk saya. Tapi, heli yang akan membawa saya ke Kais tidak bisa menunggu. Di Kais, pedalaman Sorong Selatan itu, Perum Perhutani sudah siap membangun pabrik sagu pertama.
 
Saat menuju Kais, saya minta heli terbang rendah di 80 km selatan Kota Sorong. Di sinilah konsorsium PT Pelindo akan membangun pelabuhan laut internasional sebesar yang di Makassar.
 
Dua proyek itu lebih menggiurkan untuk dilihat. Saya tinggalkan sashimi. Saya telan kembali liur yang sudah telanjur mengucur. (*)

 Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Diskusi

324 thoughts on “Sashimi Prinus setelah Lama Mampus

  1. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 30 September 2013, 4:58 am
    • Kemarin sore ttg sepakbola masuk di MH juga yaaa

      Posted by @ndokaja | 30 September 2013, 5:03 am
      • Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

        Posted by @ndokaja | 30 September 2013, 5:17 am
        • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA DAHLANIS SESAT PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

          Posted by marwan | 30 September 2013, 1:43 pm
          • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

            Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:15 pm
          • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

            http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

            ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
            http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

            Posted by Farid | 30 September 2013, 3:39 pm
          • anjing menggonggong dahlan iskan tetap melaju. dibayar berapa ya?

            Posted by harsia | 30 September 2013, 4:44 pm
          • Hanya orang yang dak punya martabat yang bisa ngomomg begini kasar.

            Posted by hopeituindah | 30 September 2013, 6:14 pm
          • Ya ampun Marwan, kelihatan banget bodoh, tolol, dan tak bermoral. Dahlan Iskan TIDAK MAKAN GAJI BUTA, bahkan dia tidak mau digaji sejak menjabat Dirut PLN sampaimenjadi menteri BUMN. Soal pemadaman listrik Riau, Dahlan itu kurang apa? Dia sudah mendesak Dirut PLN utk sewa genset, bahkan dia bersedia pasang badan kalau terobosan berupa sewa genset itu mengakibatkan inefisiensi dan menyebabkan DPR marah besar ! Maju terus Pak Dahlan, biar saja anjing menggonggong…

            Posted by Hendy | 30 September 2013, 11:29 pm
          • Kami yang di SUMUT pun merasakan yang sama bang! Bahkan 2 minggu lalu kami di MEDAN (Ibukota Propinsi) merasakan mati listrik sampai 3 kali sehari (setiap mati antara 2-3 jam). Setiap orang punya bebannya sendiri. Janganlah marah sampai seolah lupa tata krama. Hormatilah orang lain supaya dirimu dihormati.

            Posted by FAJAR | 30 September 2013, 11:52 pm
          • Sdr. Marwan… anda sebagai orang yg mungkin beradab tidak anda merasa ternyata dengan kata kata (tulisan ) yg anda tulis menampakkan bahwa anda adalah orang yg TIDAK BERPENDIDIKAN sama sekali yg mudah terhasut oleh orang yg tidak senang/suka dengan yg perubahan (yg lebih baik) ? kenapa anda tidak marah kepada yg tidak MEMBERI IJIN untuk pembangunan PLTA ASAHAN 3? jangan picik… jangan suka menyalahkan….

            Posted by suhardi | 1 Oktober 2013, 6:44 am
          • siapa anda marwan? apa tdk pernah makan sekolah eh salah maksudnya pelajaran sekolah? kok yg dihapal hanya biologi seksi kebinatangan aja, mungkin saat diajar Pancasila tdk pernah masuk. jk saja ada sedikit penerus bangsa yg model begini maka akan dikemanakan masa depan bangsa ini? saudaraku marwan, memahami suatu masalah itu tdk mudah kalo hanya diambil kulit luarnya aja trus komentar yg timbul akan seperti itu. akan sangat arif dan bijaksana jika anda mulai untuk memahami masalah dari akarnya. selamat mencari informasi yg benar, baik dari media ato internet saudaraku terkasih !!!

            Posted by theo | 1 Oktober 2013, 11:26 pm
          • Kalau kata Aa Gym, teko tidak akan mengeluarkan yg berbeda dg yg ada di dalamnya.
            Jadi bisa simpulkan sendiri apa yg ada di perut saudara Marwan……

            Posted by noeng | 2 Oktober 2013, 10:13 pm
          • Untuk Marwan, sedikit penjelasan kronologis, permasalahan listrik di Sumatera, khusunya SUMUT dan RIAU, semoga bisa lebih obyektif.

            TIMELINE ASAHAN III

            Tahun 1995
            PLN Kantongi AMDAL pembangunan Asahan III

            Tahun 2004
            PLN mulai mengurus ijin lokasi untuk memulai pembanguna Asahan III

            MARET 2010
            Dahan Kaget Ijin Lokasi diberikan ke pihak swasta yang tidak mengantong AMDAL Asahan III.

            Dahlan telah beberapa kali “merayu” Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, untuk mencabut izin lokasi yang diberikan kepada perusahaan swasta itu. “Sudah tiga kali saya bertemu pak Gubernur Sumut (Syamsul Arifin),” katanya.

            Jika tidak dicabut segera, maka PLN harus menunggu tiga tahun lagi jika ingin membangun PLTA Asahan III tersebut.

            http://www.waspada.co.id/index.php

            APRIL 2010
            Dahlan yang waktu itu dirut PLN, menunjukkan kegemasannyaa akan sikap Gubernur Sumut yang masih belum tegas soal ijin lokasi Asahan III

            “Kini tinggal Asahan III yang masih menunggu takdir Tuhan! Saya dengar Gubernur Sumut Syamsul Arifin baru pulang umroh. Saya yakin di Makkah, di dekat ka’bah, beliau sudah sempat minta petunjuk Tuhan mengenai apa yang terbaik yang harus dia lakukan untuk Asahan III. Terutama setelah beliau tahu bahwa PLN sudah mengajukan permohonan ijin lokasi Asahan III sejak tahun 2004. Dan sudah diulangi sampai 12 kali. Apalagi setelah beliau, sebagai gubernur baru, akhirnya tahu bahwa PLN sudah sangat siap membangun Asahan III “melebihi siapa pun di dunia ini. Gubernur tentu bisa mengadu secara fair di antara para peminat Asahan III itu. Kalau toh PLN harus kalah, saya akan menerimanya sepenuh hati. Asal Asahan III bisa segera dibangun. Demi rakyat Sumut!”

            https://dahlaniskan.wordpress.com/…/

            MEI 2012
            Dahlan peringatkan semua pihak bahwa Sumut terncam Krisis Listrik Tahun 2013-2014 Kalau Asahan III tidak segera dibangun.

            “Bisa saja kita sabar menunggu izin dari Gubernur dan tidak membangun PLTA ini sekarang, asalkan masyarakat Sumut bisa terima pada tahun 2013 -2014 Sumut akan alami krisis listrik lagi,” kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (13/5/2010).

            http://finance.detik.com/

            Februari 2012
            Akhirnya PLN peroleh izin Asahan III

            PLN dipastikan akan memperoleh ijin lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dalam bulan ini. Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

            http://www.waspada.co.id/index.php

            Agustus 2013
            Proyek PLTA Asahan III Terganjal Korupsi Hutan Lindung

            Lepas dari ”sandera” Birokrat Pemprov Sumut selama tujuh tahun, proyek yang semula diharapkan jadi satu solusi listrik Sumut, kini disandera perkara korupsi ganti rugi base camp dan access road, yang ternyata hutan lindung.

            Penyidik Polda Sumut menetapkan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak sebagai satu tersangka dalam kasus ini.

            Akibatnya, Dari target awal 2014, bakal molor jadi 2018 nanti. Dampaknya Sumut harus rela lebih lama byarpet.

            http://www.tribunnews.com/

            Agustus 2013
            Untuk mengatasi krisis listrik Sumut, sebelum pembangkit-pembangkit selsai di bangun, Dahlan perintahkan PLN menyewa genset besar-besaran. Dan siap bertanggung jawab kalau masalah ini dikemudian hari dipermasalahkan DPR.

            http://www.jpnn.com/…-

            Dirut PLN ‘kaget’ swasta bangun Asahan III
            http://www.waspada.co.id
            Pusat Berita & Informasi Medan Sumut Aceh

            Posted by gobed | 3 Oktober 2013, 9:06 pm
          • Dari bahasanya, Marwan ini orang Jawa Timur yang merantau di Riau. Pendidikannya maksimal SMA. Wiraswasta menengah. Biasa lewat jalan belakang, nyogok.

            Posted by mujib | 4 Oktober 2013, 10:04 am
          • Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

            Posted by @ndokaja | 6 Oktober 2013, 3:40 pm
          • MARWAN KAMU AJA YG GANTIIN P DIS YA …..

            Posted by Maryudi Yudi | 14 Oktober 2013, 11:28 am
        • @MARWAN: Hey bung, hati2 dengan mulutmu! Bau busuk ucapanmu berasal dari otak yang bahannya sama dengan caci makimu! Jangan malu-maluin Riau! Tak ada nenek moyang yang mengajarimu berucap sekasar dan sehina itu!

          Posted by riau rantau | 1 Oktober 2013, 4:15 pm
          • Yo I, Marwan keterlaluan!! Riau memang krisis listrik udah dari dulu, beruntunglah sudah mulai bangun PLTU 2x100MW tenayan. coba kayak SUMUT yang baru mau dibangun. Lagian pak Dahlan pernah minta maaf lgsg kok via twittter soal listrik meski dia sdh bukan dirut PLN. Hargailah Pak Dahlan.

            Posted by Henri Salim | 18 Oktober 2013, 2:19 pm
      • Senang sekali baca hope ini. Bahkan minggu lalu di Antara tv nayangin Prinus bintuni mengolah ikan dan melatih nelayan kalimantan dan sulawesi. Menyebar manfaat buat sekitar.

        Posted by jowi | 30 September 2013, 5:53 am
        • virus hope n kerja kerja kerja terus menyebar. bisa dibayangkan hebatnya indonesia.
          Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

          Posted by @ndokaja | 30 September 2013, 7:29 am
          • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA DAHLANIS SESAT PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

            Posted by marwan | 30 September 2013, 1:42 pm
      • tangan dingin beliau sungguh mujarab, bisa menghidupkan mayat, menyembuhkan yang sakit parah apalagi yg ringan (flu). 2014 beliau harus dapat posisi no.1 agar yang sakit dan sdh menjadi mayat bs kerja kerja dan kerja. trus semak belukar yg menghambat pertumbuhan dan kemajuan dibabat dan dibakar habis, biar dalam periode kepemimpinan beliau akan tumbuh subur semua tanamannya. Ya Tuhan, berikan beliau kekuatan dalam menjalankan amanah yang diemban demi kejayaan Indonesia menuju KEMERDEKAAN YANG SEBENARNYA (bebas dari penjajahan asing dan korupsi). Selamat u bp. Addusalam sukses selalu bawa PRIMUS eh keliru PRINUS MENJADI PERUSAHAAN YANG MENDUANIA. SALAM dAHLANIS KERJA KERJA KERJA u Bangsa

        Posted by theo | 30 September 2013, 6:55 am
    • TERHARU PERJUANGAN BAPAK PRESIDEN DAHLAN ISKAN, MANTAP…….INILAH PEMIMPIN SEJATI. KALAU SEMUANYA JUJUR HAL YANG SULIT BISA DISELESAIKAN DALAM WAKTU SINGKAT.

      Posted by AGUS | 30 September 2013, 9:49 am
      • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA DAHLANIS SESAT PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

        Posted by marwan | 30 September 2013, 1:42 pm
      • Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

        Posted by @ndokaja | 6 Oktober 2013, 3:41 pm
    • bagus…

      Posted by keitaro | 30 September 2013, 11:09 am
    • Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

      Tag Line kita :

      Dahlan Iskan : Demi Indonesia
      Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
      Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

      Semoga ALLAH meridho’i.

      =============================================================================
      Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
      Terbuka untuk siapapun kita.

      Salam hormat,
      Bonzo – Jakarta Barat

      Posted by bonzo | 1 Oktober 2013, 4:38 pm
    • Perusahaan Prikanan Nusantara setelah lama dimatikan oleh mereka yg mau enaknya ditambah sifat tegaan kepada negerinya, Alhamdulillah Hidup kembali berkat tangan dingin Pak Dahlan beserta jajarannya. Belajar dari berbagai tulisan Pak DIS mengenai keadaan BUMN sebelum beliu masuk. Sungguh kita patut bersyukur kepada yg maha kuasa atas ditempatkannya Beliau di BUMN, semoga Penempatan Beliau berikutnya, akan menyehatkan dari ujung Timur Indonesia sampai ujung barat, begitu pula dari ujung selatan sampai dg utara. Aamiin

      Posted by Hariyadi Ibrahim | 9 Oktober 2013, 8:33 pm
  2. Hadir lagiiiiii

    Posted by @ndokaja | 30 September 2013, 5:02 am
  3. Ikan sarden maluku😀

    Posted by Teguh | 30 September 2013, 5:12 am
  4. Dahlan is The Next My President….

    Posted by Abu Arum | 30 September 2013, 5:12 am
  5. Ayo bangkitlah perikanan Indonesia, jangan sampai dikuasai orang yang hanya mementingkan keuntungan sendiri. Semoga ikan segar di Bitung, bisa lancar sampai Jakarta.

    Posted by Paran Purwani | 30 September 2013, 5:15 am
  6. tak tau apa harus ku ucap,…………benar2 bertangan dingin……., ayo rakyat Indonesia jangan buang kesempatan untuk menjadikan Bapak Dahlan Iskan sebagai RI 1 Berikutnya

    Posted by MChoir | 30 September 2013, 5:19 am
  7. Sampai tiga tahun kemudian tidak bergerak. Penyatuan itu ibarat hanya mengumpulkan lima orang sekarat dalam satu kamar pengap. Tidak ada obat dan tidak ada dokter.

    Posted by yuni | 30 September 2013, 5:19 am
  8. Dua proyek itu lebih menggiurkan untuk dilihat. Saya tinggalkan sashimi. Saya telan kembali liur yang sudah telanjur mengucur

    Posted by yuni | 30 September 2013, 5:21 am
  9. Saya tidak sabar menunggu Pak Dahlan menjadi presiden RI.

    Posted by Fajar Samarinda | 30 September 2013, 5:33 am
  10. Membangun satu saja susah, apalagi menghidupkan yang sudah mati,…mau deh “mesantren” untuk yang satu ini..

    Posted by santosa | 30 September 2013, 5:35 am
  11. kerja kerja kerja dg baik dan jujur…!

    Posted by Zuhri MT | 30 September 2013, 5:48 am
  12. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014

    Posted by Djoko Sawolo | 30 September 2013, 5:50 am
  13. Kita tunggu beliau mimpin indonesia 2014

    Posted by MOXER | 30 September 2013, 5:56 am
  14. salam kerja.kerja.kerja. Demi Indonesia

    Posted by supriyadi | 30 September 2013, 6:01 am
  15. muaaaaaaaaaaaaaaaantaaaaaaaaaappppppp

    Posted by budidaya | 30 September 2013, 6:02 am
  16. mobil listrik ? kutunggu jandamu…lhooo…

    Posted by astra | 30 September 2013, 6:04 am
  17. Woooow, hidup lagi

    Posted by Ridwan Rahmawan | 30 September 2013, 6:31 am
  18. Berikutnya: Semua produk Ikan, Made in Indonesia! Mantap.

    Posted by Arif Haliman | 30 September 2013, 6:33 am
  19. saya pernah makan KAKI NAGA IKAN merek PRUNUS oleh2 kakak saya dari surabaya
    eh… ternyata itu produk PT perikanan nusantara
    produk itulah yang uga di ekspor kata kakak saya, benar2 ennnnaaak

    Posted by cak wafiq | 30 September 2013, 6:37 am
  20. Semoga semakin banyak BUMN-BUMN yg berkibar. Good luck pak DI

    Posted by bagus | 30 September 2013, 6:47 am
  21. Satu lagi mayat hidup yang berhasil diselamatkan internalnya, semangat pagi semua…

    Posted by fris | 30 September 2013, 6:53 am
  22. maju terus pak dahlan

    Posted by Maman | 30 September 2013, 6:57 am
  23. Benar-benar pemimpin harapan bangsa, tapi banyak orang yang tidak mengetahui apa yang telah Dahlan Iskan lakukan untuk Indonesia. Apalagi banyak yang tidak mau popularitas Pak DI akan menghambat elektabilitas capres lain…., Semoga terwujud Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden Indonesia tahun 2014….. semoga

    Posted by Fauzi | 30 September 2013, 6:57 am
    • tidak tahu atau tidak mau tahu…………..itulah para tokoh yg sekarang masih banyak tampil di media, mereka orang-orang yg buta informasi tetapi kenapa media masih mempublikasikan ucapan-ucapan-nya

      Posted by MChoir | 30 September 2013, 7:39 am
  24. Mau dong Sashiminya….

    Posted by Ary Batubara | 30 September 2013, 6:57 am
  25. Pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati dan niat yg benar.. ternyata menghasilkan manfaat yang hebat.

    Posted by mamazey | 30 September 2013, 7:01 am
  26. Mantap,,,siapa yg bisa jamin klu jokowi bisa melakukan hal seperti ini,,? Jokowi hanya bisa belusukan,.sampai hari ini belum ada hasil nyata dri kebijakannya, dia hanya menang karena selalu disorot media,itupun profaganda utk menjatuhkan demokrat tpi sayang sekarang semua terancam,karena ternyata jokowi hanya taat pada mbok yu nya (megawati) prabowo dan yg lainnya terancam,inilah saat nya relawan DI bangkit karena sebentar lgi akan ada perang antar saudara (PDIP Vs Gerindra),(hanura Vs Nasdem),,DI pun diharapkan memanfaatkan group medianya utk menyongsong 2014 karena hanya medialah yg bisa menaikkan elektabilitasnya..”DI Presiden RI 2014″

    Posted by Arya Sutha | 30 September 2013, 7:02 am
    • belum perlu mas nglibatin media pak di,…dulu waktu mega masih moncer ,…toh yg menang sby,…pakar ,media ,dan lain lain kadang cuma penggembira…apalagi org sekarang dah beda,jk takdir hendak keamana.

      Posted by ben | 30 September 2013, 10:48 am
  27. Kalau baca tulisan Pak DIS serasaa ikut mengalami,apalagi kalau terjun ke pelosok,ceritanya sangat detail sekali,bersama bapak majulah Indonesiaku.

    Posted by Nur fadillah | 30 September 2013, 7:05 am
  28. ikut ngiler pengen makan sashimi bareng abah.
    semoga tuhan berkenan abah dahlan jadi presiden kita 2014..

    Posted by CAK KADIR | 30 September 2013, 7:05 am
  29. keren euy tulisannya pak Dahlan

    Posted by AnomSaksana | 30 September 2013, 7:08 am
  30. …….Karena itu, saya tidak mau
    menjanjikan modal. Saya minta
    mereka bekerja dulu. Kerja. Kerja.
    Kerja. Apa yang bisa dikerjakan”
    “Apa saja,” jawab saya. Maka
    dicarilah apa yang bisa dikerjakan….

    I like dis way.
    Semangat pagi Indonesia

    Posted by msodikvip | 30 September 2013, 7:12 am
  31. Ini Berita yang saya tunggu2. Akhirnya masalah perikanan mendapatkan porsinya untuk maju bersama DI. Tapi saya belum puas, potensi laut kita masih sangat banyak. Berapa potensi ikan kita ? berapa yang sudah dimanfaatkan ? saya yakin masih perlu untuk membangun puluhan perusahaan perikanan seperti Prinus. Kalau ditanya berapa penghasilan nelayan kita, tentu juga masih sangat rendah. Maju terus maritim Indonesia. Berbuat untuk kemajuan bangsa. Terima Kasih DI, Kau membuatku bangga !

    Posted by andimustafa | 30 September 2013, 7:20 am
    • Sepakat.. memang seringkali kita kehilangan kesabaran, hal yang wajar dan manusiawi.. tetapi yang paling penting, kita tidak boleh kehilangan harapan bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini..

      Posted by cak-mat | 30 September 2013, 8:09 am
    • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA DAHLANIS PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:41 pm
  32. Dia lahir di Bangkalan, Madura. Dia alumnus Akuntansi Unair. Dia doktor ekonomi IPB. Dia mencintai laut dan isinya. Dia yang menghidupkan perusahaan yang mati suri

    Posted by Cader Abdul | 30 September 2013, 7:21 am
  33. Sabar ya Pak Abdussalam, walaupun sashimi simbol kebangkitan Prinus setelah sekian lama jadi mayat hidup. Saya sangat suka sekaligus haru setiap membaca cerita dibalik kebangkitan BUMN-BUMN yang selama ini terlantar dan mismanagement. Belum lagi bahwa itu semua berjalan dan terwujud secara simultan tanpa ada salah satu harus saling menunggu, semua menjadi jelas apakah tetap bisa hadup atau harus dimatikan sekalian daripada membebani negara. Terbangunnya HOPE ini menjadi inspirasi untuk tidak sekedar bisa diwujudkan dalam cakupan pengelolaan BUMN saja tapi juga untuk HOPE Bangsa Indonesia.

    Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, lindungan dan bimbingan kepada Pak Dis dan seluruh DahlanIs. Semangat pagi & salam DahlanIs.🙂

    Posted by akadarisman | 30 September 2013, 7:23 am
  34. Bila manusia mati, terputus seluruh amalnya kecuali 3 perkara :
    Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak yg mau mendoakannya.
    Smoga hope yang abah sebarkan bagian dr Ilmu yang bermanfaat dan shadaqah jariyah untuk seluruh anak bangsa ini.
    Vote DI for RI-1 2014

    Posted by kang chip's | 30 September 2013, 7:25 am
  35. Vote Dahlan Iskan for President 2014.

    Posted by Arifianto Inada | 30 September 2013, 7:29 am
    • setuju, Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

      Posted by @ndokaja | 30 September 2013, 8:24 am
      • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

        Posted by marwan | 30 September 2013, 1:39 pm
  36. mantappppppppppppppp
    makin bangga jd wni

    Posted by masnawie | 30 September 2013, 7:29 am
  37. Saya tidak mau dua-duanya. Modal hanya bisa diberikan kepada yang biasa kerja, kerja, kerja. Modal tidak boleh diberikan kepada yang tidak mau bekerja. Yang biasanya juga tidak mau berpikir. Yang biasanya juga mudah mengeluh. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain…..

    inilah intisari HOPE yang sebenarnya.. bermodal semangat untuk hidup.. HIDUP PAK DAHLAN HIDUP INDONESIA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Pada tanggal 30/09/13, Catatan Dahlan Iskan

    Posted by supriyo zidan | 30 September 2013, 7:40 am
    • …Yang biasanya juga mudah mengeluh. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … setelah baca ini kok gimana gitu lihat ada yg meng’goreng’ isu mobil murah utk popularitas padahal tdk ada terlontar tokohnya konsep tuntas dg actionnya yg sudaah berjalan. Hanya sepotong2 pernyataan ketidak setujuan.

      Posted by susanto | 30 September 2013, 9:24 am
      • Betul sekali Pak Susanto.. goreng.. goreng terus mumpung minyak lagi anget – angetnya.. Sayangnya banyak yang lebih suka akan bau gorengan itu daripada inin tahu apa yang digoreng..

        Posted by anang | 1 Oktober 2013, 3:39 pm
  38. hope yang kayak begini mana mau media kompas, tv oon n katrok tv menyiarkan…mereka lebih silau pada pemberitaan gak mutu si kurus…

    Posted by wong ndueso | 30 September 2013, 7:41 am
    • Betul mas..saya amat amati kompas n the gangnya hanya mempublikasi besar besar bila ada bahan berita negatif untuk DI, bila positif gak akan muncul, klo pun muncul hanya tulisan biasa saja dan di buat di pojok yg gak kan terbaca orang. Mereka sangat meminimalisir nama DI masuk ke media mereka bila bernilai +. Tapi klo negatif akan diulang ulang berhari hari…

      Posted by yeri | 30 September 2013, 8:22 am
      • Itu karena sentiman antar media (saya kira begitu).. well pak.dis sudah menjadi icon jawapos… sekalipun dah mundur.. tetap saja beliau.adalah representasi media jawa pos

        Posted by mamazey | 30 September 2013, 11:03 am
        • Sayang sekali ya…Kalau ada sentimen antar media…
          Padahal kekuatan media kalau dipakai untuk kemajuan bangsa pasti akan bermanfaat bagi rakyat…Dewan pers mungkin bisa menjadi mediator dalam hal ini. Tidak hanya mengurusi hal-hal yang teknis, seperti pemberitaan yang tidak sopan/pantas saja…Banyak hal yang bisa dilakukan media untuk kemajuan bangsa…
          Bahagia rasanya membayangkan “bersatunya” media menyebarkan aura positif dan meminimalkan aura negatif yang kadang provokatif…
          Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, Tempo, Detik, semuanya, bergandengan tanganlah, demi bangsa, demi hope kita semua…
          Mohon maaf, salam…

          Posted by HIBATILLAH'S | 1 Oktober 2013, 11:06 am
  39. Pak Dahlan memang sudah teruji soal bagaimana mengelola perusahaan, managemen yang beliau terapkan adalah memberikan contoh dan memberikan jalan keluar. Saya tidak ragu lagi untuk memilih beliau sebagai presiden RI untuk pemilu 2014. Namun untuk itu perlu gerakan yang nyata dari para DISmania, bukan hanya gerakan di social media, tapi juga gerakan nyata di dunia nyata. Saat membaca MH kali ini di dalam kereta Bogor-Jakarta, saya berpikir bagaimana caranya agar orang-orang sekereta ini ikut merasakan semangat yang saya rasakan ketika membaca MH ini. Terpikir bagaimana kalau saya membuat seleberan subuh2 dan saya bagian pagi-pagi di pintu keluar stasiun. Tapi kalau sendiri gak asik, kalo rame baru kerasa banget perjuangannya. Bagi yg mau ikut ane tungguin.🙂 klo bisa minggu depan udah bisa jalan kita.🙂

    Posted by rahmathidayatullah43 | 30 September 2013, 7:46 am
    • Ide bagus pak. Ayo ikutan! Sayang saya di USA, cuma bisa bantu nyebarin di fesbuk dan tuiter.

      Posted by mujib | 30 September 2013, 8:00 am
    • Mas Rahmat, saya merinding baca ide sederhana sampean…
      Sudah lama saya melakukan hal tersebut…Nyetak MH tiap edisi dan menyerahkannya ke orang-orang terdekat saya… Tapi sekarang sudah jarang, soalnya orang terdekat saya sudah langganan Jawa Pos dan browsing MH tiap minggu. Kadang ke toko buku nyari buku apa saja yang berbau Dahlan Iskan…
      Mohon maaf, salam…

      Posted by HIBATILLAH'S | 1 Oktober 2013, 11:12 am
  40. bung rahmathidayatullah spt nya sudah mulai menghayati peran MH. saya ngiri pada sampeyan (ngiri positip lho). saran saya, lakukan saja sendiri dulu. rame2 lebih asyik, tapi mulai dari diri sendiri kebanggaannya berbeda. anda pasti bisa. ingat kata pak dahlan iskan “masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau”. maju terus warga Indonesia-ku

    Posted by done | 30 September 2013, 8:03 am
  41. “Tidak ada modal.” Begitu selalu kilah yang terucapkan. “Minta PMN.” Itu ujung-ujungnya. Minta penambahan modal negara

    Saya tidak mau dua-duanya. Modal hanya bisa diberikan kepada yang biasa kerja, kerja, kerja. Modal tidak boleh diberikan kepada yang tidak mau bekerja. Yang biasanya juga tidak mau berpikir. Yang biasanya juga mudah mengeluh. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain

    Inilah inti permasalahan yang dialami oleh hampir seluruh BUMN yg saat ini sedang sekarat, kemanjaan dan kemudahan menerima bantuan tanpa kewajiban untuk mengembalikan dan mengembangkan bantuan tsb (dg kata lain biasa diberi ikan daripada kailnya)

    Posted by denbagus | 30 September 2013, 8:07 am
  42. Menurut saya.. ini salah satu MH terbaik

    Posted by cak-mat | 30 September 2013, 8:10 am
  43. Sumpahh.. Kereenn…!! Orang madura tohh.. Bangga rasanya orang madura bs brprestasi.. Tdk melulu d’beritakan anarkis.. Maju teruss Pak Abdus.. Majukan Indonesia.. Demi Indonesia..

    Posted by ago okia | 30 September 2013, 8:14 am
  44. Bapak satu ini termasuk orang yang bertangan dingin,apapun yang disentuhnya akan menjadi emasss..

    Semoga bapak diberikan umur yang panjang dan sehat selalu..

    Posted by Gusti Dindi | 30 September 2013, 8:24 am
  45. Cerita yang mengesankan. “…kuteguk lagi liur yang sudah mengucur”. Jorok tapi realistis. Shasimi Prinus Yang Sudah Lama Mampus. Kasar tapi atraktif dan seksi, menggoda untuk dibaca. Enaknya Pak DI jadi RI atau pengajar penulisan atau motivator? atau tiga-tiganya sekalian.
    Pagi yang optimis…berangkat!!semangat!!

    Posted by ernal rosa | 30 September 2013, 8:30 am
  46. Tahun berikutnya Abdussalam saya naikkan jadi direktur utama. Berkibar. Lima galangan kapal di lima kota itu kian sibuk. Uang mengalir masuk. Tidak ada lagi yang bocor. Dulu galangannya sibuk, tapi uangnya entah ke mana.

    Ini yang menggelitik, dulu galangannya sibuk, tapi uangnya entah kemana…..

    Posted by Riful Setyobudi | 30 September 2013, 8:31 am
  47. semoga Alloh melindungi Abah Dis. Sudah sangat langka orang mempunyai jiwa seperti itu.

    Posted by harsia | 30 September 2013, 8:35 am
  48. gunakan media untuk memberitahukan harapan-harapan Abah. Kompas mengapa tidak independen sekarang. Kekagumanku pada kompas berkurang. Dulu kukagumi karena independensinya. sekarang ………..????

    Posted by harsia | 30 September 2013, 8:38 am
    • waah sandainya kompas membuat mH, hahahahahahahaha, apa kata dunia?

      Posted by saeful | 30 September 2013, 8:46 am
    • Dulunya sih pernah, beberapa kali, saat Dahlan menjabat Meneg BUMN di awal-awal. Namun, karena Kompas begitu bernafsu mengusung Jokowi jadi presiden, sehingga siapapun calonnya akan “jelek” di mata Kompas. Sederhana saja. Jadi, memang jangan terlalu berharap Kompas akan independen sekarang. Yang ada justru dibenturkan. Prihatin!!

      Posted by Pengamat media | 1 Oktober 2013, 12:13 am
  49. untuk masuk menjadi MH mingguan tidak gampang ya?
    untuk mencari simpatis pak dahlan itu tidak gampang ya, harus extra kerja keras ,
    salam hormat saya kepada pak Abdussalam dan pasukan perikanan indonesia,
    kami salalu bertanya kenapa pak dahlan tidak pernah memperhatikan perikanan di indonesia terutama laut yang demikian luasnya,

    ternyata sedang diuji dan sedang dibangkitkan dari kuburnya,
    ternyata bukan hanya sakit tapi sudah mati,

    biasanya ketika sudah bisa lari pak dahlan pasti akan menyuruh percepatan,

    saya yakin kampus IPB bangga , ada alumnus yang bisa setangguh pak Abdussalam,

    saya bangga kepada mereka yang ingin masju dan ingin bekerja keras se keras kerasnya

    semga indonesia bisa menjadi negara yang Manikmati kekayaan alamnya sendiri amiin

    Posted by saeful | 30 September 2013, 8:42 am
    • di desa saya ada ‘gerombolan’ anak muda yg pergi ke korea. jadi nelayan mereka
      menjelajah lautan dunia
      termasuk adik saya
      kemana ya…ikan2 kita?
      atau ada kapal kita yg berbendera asing?
      ah….
      bagaimanapun, tetap ada penjaga gawang.
      indahnya kalau lautan tetap terjaga.
      apalagi banyak perusahaan atau instansi negeri yg sudah memasang iso 14001
      semoga pak DI tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya.

      Posted by datun | 30 September 2013, 1:14 pm
      • ISO 14001 TAIK ITU !!!!! DASAR ANJING2 PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN KALIAN SEMUA PANTEK !!!!! KRISIS LISTRIK DI SEANTERO NEGERI INI SOK2 MAU ISO 14001 !!! DASAR PENIPU SAMPAH KAYA SEPERTI HALNYA SI DAHLAN PENIPU RAKYAT DENGAN SENYUM PALSUNYA ITU !!!! PT. PLN (PERUSAHAAN LILIN NEGARA) HARUSNYA KALIAN DIBAKAR SAJA SAMA kertas taik ISO 14001 itu !!! CEPAT ATASI KRISIS LISTRIK DI RIAU DAHLAN MENTERI BUMN BABIIII !!!!!

        Posted by marwan | 30 September 2013, 1:38 pm
  50. Modal hanya bisa diberikan kepada yang biasa KERJA.. KERJA.. KERJA…. Modal tidak boleh diberikan kepada yang tidak mau bekerja. Yang biasanya juga tidak mau berpikir. Yang biasanya juga mudah mengeluh. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain.

    Posted by msyatno | 30 September 2013, 8:43 am
    • MANA ADA KERJAMU DAHLAN ISKAN PANTEK,, ITU KAN SLOGAN PALSUMU YANG KAU LONTARKAN SEBAGAIMANA SENYUM PALSU MENJIJIKKANMU ITU KAU LONTARKAN UNTUK MENYENANGKAN PARA PENJILAT BOKONGMU DAHLAN ISKAN PANTEK !!! KALO BENAR ETOS KERJAMU KERJA….KERJA….KERJA….,SEBAGAI MENTERI BUMN SUDAH SEHARUSNYA KAU PECAT ITU DIRUT PLN DAN GM PLN WILAYAH RIAU KEPRI yang TELAH MENGGELAP GULITAKAN LISTRIK DI SEANTERO RIAU !!!! TAPI KAN TIDAK, KAU SIBUK NGURUS PT. PT. YG KECIL2 AGAR TERLIHAT ‘SUKSES’ DAN LALU PARA ANJING2MU MULAI MENJILATI BOKONGMU YANG BUSUK DAN PALSU KAYA PENCITRAAN DIRIMU ITU !!!! DAN TIDAK AKAN SAYA SALAHKAN DIRIMU JIKA KAU ATASI KRISIS PEMADAMAN LISTRIK LEBIH DARI 6 JAM di PROVNSI KAMI INI ANJING !!! DAN TIDAK SAYA SALAHKAN JIKA KAU MUNDUR DARI MENTERI BUMN YANG MENAUNGI PT.PLN INI ANJINGGG !!!! SIAP2 SAJA KAU DIRUT PLN BUSUK !!!! SIAP2 SAJA KAU MENTERI BUMN GOBLOKKK !!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:36 pm
  51. satu lagi pendendam yg mampu menghidupkan mayat bumn. smoga cita2 utama menjadikan prinus perusahaan kelas dunia segera terwujud. jayalah negeri bahari indonesia. terima kasih pak abdulsalam konsituanto. sehat selalu utk pak dahlan iskan

    Posted by sweetfiasweet | 30 September 2013, 8:47 am
    • jangan kan satu pendendam kaya si dahlan iskan babi ngepet itu !!!! seluruh rakyat RIAU PENDENDAM SAMA SI DAHLAN PANTEK ITU KARNA PEMBIARAN KRISIS LISTRIK DI SEANTERO PROVINSI RIAU !!!! MAJU KALIA ANJING2 PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN, MARI KITA BERPERANG DI RIAU YANG TENGAH GELAP GULITA INI ANJINGGG !!! KAMI PASTI MENANG KARNA KAMI RAKYAT RIAU SUDAH TERBIASA HIDUP DALAM GELAP GULITA KARNA SI PANTEK DAHLAN ISKAN DAN PLNnya!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:31 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:25 pm
      • Kami yang di SUMUT pun merasakan yang sama bang! Bahkan 2 minggu lalu kami di MEDAN (Ibukota Propinsi) merasakan mati listrik sampai 3 kali sehari. Janganlah marah sampai seolah lupa tata krama. Hormatilah orang lain supaya dirimu dihormati.

        Posted by FAJAR | 30 September 2013, 11:50 pm
      • marwan si kunyuk.. kalo ga suka pak dahlan jangan kau salahkan orang2 yang suka sama dia.. kau kritik saja beliau jangan kau hina2 orang yang setuju dengannya.. apa salah mereka?? kalo masih begitu kau datang aja deh ke ragunan, kau masuk kandangmu sana!!!

        Posted by syam | 2 Oktober 2013, 3:32 pm
      • bung, aku anak riau bung!!!!!!! riau ngga punya boedak kaya kau itu. jangan sok engkau mengatasnamakan orang Riau untuk maki maki orang. kalo riau gelap, salahkan pemerintah pusat yang ngga mau kasih izin buat power plant di riau. kau masih enak tinggal di pekan, bayar listrik ngga nyampe 100 ribu/bln, dibanding kami 1,5 jt / bulan. itupun cuma hidup malam hari. aku udah lama ikutin jalan hidup Bapak satu ini, sebelum dia jadi pejabat publik. kalo ngga kenal betul jangan bagak sok maki orang lah. ingat bung, yang keluar dari mulutmu jangan sampai sama seperti yang kau keluarkan dari anus mu.

        Posted by bambang irawan | 3 Oktober 2013, 10:16 pm
  52. hidup INDONESIA>>>>>>>>>>>>!!!!!!!!!

    Posted by @sure_rip | 30 September 2013, 8:47 am
  53. ndak tahu gebrakan proses menghidupkan pt prinus yg sdh koma, kok tahu2 sdh bisa jalan ya, kayaknya luput dr pemberitaan. saking banyaknya solusi dan jalan keluar menuju perbaikan bumn sampe kelupaan memunculkan prinus yg sekarat… huebatt tenan. lanjutkan perjuanganya p dahlan iskan. saya siap coblos anda di pemilu presiden thn 2014

    Posted by darrentt | 30 September 2013, 8:50 am
    • luput dari pemberitaan?? hah matamu buta apa??? kau baca berita di koran riau pos dan koran MX Pekanbaru hari ini anjenggg !!! biar tau kau harus ngapain s dahlan meteri BUMN GOBLOK ITU !!!!! tak peduli saya sama pt. prinus babi itu !!! tidak menyangkut hajat hidup orang banyak itu !!! tapi kalo PT. PLN itu baru menyangkut HAJAT HIDUP ORANG BANYAK….sayangnya si dahlan guoblok itu tidak tau mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu !!!! PLN DULU DAHLAN GUOBLOK !!!! MASA HARUS SAYA AJARIN HAL ITU DAHLAN GUOBLOK !!!!! CEPAT KAU ATASI KRISIS LISTRIK DI RIAU KAMI MUENTERI BUMN TOLOLLLL!!!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:28 pm
  54. semoga Bpk terpilih jd RI 1. u memperbaiki bangsa dan etos kerja aparat pemerintah yg duit…duit…duit…mlulu😉

    Posted by Arti | 30 September 2013, 9:06 am
    • AH TAE KAU PANTEK !!!! DASAR ANJING-ANJING PARA PENJILAT BOKONG SI DAHLAN ISKAN, MATAMU SUDAH BUTA KALI YA… KAU BACA BERITA DI RIAU POS HARI INI DAN KORAN MX PEKANBARU HARI INI BIAR TAU KAU CARA KERJA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU!!!!! RIAU GELAP GULITA SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM KARNA SI DAHLAN SEBAGAI MENTERI BUMN KERJANYA GAK BECUS, JADI DIRUT PLN SAJA LISTRIK DI RIAU SUDAH KRISIS, EH NAEK JADI MENTERI BUMN, KONDISI LISTRIK MAKIN PARAH, NTAR JADI PRESIDEN, BISA GELAP GULITA NIH RIAU !!!! CEPAT KAU ATASI KRISIS LISTRIK DI RIAU INI MENTERI BUMN GUOBLOKKKKK!!!!!! BANGSAT KAU DAHLAN MENTANG2 LISTRIK GAK MATI DI RUMAH MU BABI, APA KAU PIKIR KAMI DI RIAU INI BODOH APA KAYAK ANJING2 PENJILAT BOKONGMU ITU HAH???? CEPAT PERBAIKI DAHLAN BABI !!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:24 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:29 pm
      • Biarin saja orang ini menggonggong, mengeluarkan kata2 kasar dan menghina, Dosa abah Dahlan biar berkurang

        Posted by CAK YADI | 30 September 2013, 3:38 pm
      • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

        http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

        ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
        http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

        Posted by Farid | 30 September 2013, 3:42 pm
      • Biarkan saja mas orang kayak gini ngak usah dikomentari,……entar juga pusing sendiri

        Posted by gunawan | 30 September 2013, 8:04 pm
      • Marwan, Setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan

        Setiap perkataan hakikatnya adalah tanggung jawab. Hinaan kita terhadap orang lain adalah salah satunya.
        Selain salah satu batu sandungan dalam komunikasi, menghina juga secara pribadi justru membuatku tidak nyaman. Mungkin puas awalnya, tapi biasanya setelahnya langsung merasa tidak enak.

        Na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal tersebut. Dimulai dari kita menjaga perkataan kita dengan tidak menghina orang yang berbuat dosa apalagi tidak berdosa seperti Abah Dahlan Iskan

        Posted by CAK YADI | 3 Oktober 2013, 8:30 am
  55. Ayo pak DI pacu semua BUMN menjadi BUMN mandiri dan bergengsi….BUMN yang bisa menjadi kebanggaan bangsa dan disegani dunia …..kerja…kerja…kerja… dan tidak usah banyak omong seperti anggota DPR…yang banyak dan pinter ngomong dan kalau gak lagi ngomong tidur diruangan meski sedang sidang….. BUMN…go…go….go……!!!!!

    Posted by Bambang R | 30 September 2013, 9:20 am
    • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:20 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:30 pm
      • Biarin saja orang ini menghina mengeluarkan kata2 kasar, ya Allah Lindungi Abah dahlan Iskan, semoga Beliau bisa menjadi Presiden RI 2013-2014 Amin3 YRA, Biarkan MARWAN menghina sampai 100 X lebih, Abah DIS tambah berkurang dosanya

        Posted by CAK YADI | 30 September 2013, 3:45 pm
  56. terimakasih admin / editor MH info sashiminya, semoga harga ikan laut sampai di P.Jawa bisa bersaing sehingga dampaknya kita bisa jualan makanan sehat “101 Sushi – Sushi” dgn bahan baku ikan laut… dengan harga yg bersaing pula demi utk menyehatkan Generasi Penerus Bangsa Indonesia… salam.

    Posted by Leo Hendroyono | 30 September 2013, 9:28 am
  57. Tak kiro mbahas Selo soalnya sedang hangat-hangatnya pro- kontra mobil murah. Abah memang beda, selalu mengalirkan energi sesuai prioritas. Buat apa berpolemik panjang lebar yg ujung2nya lebih banyak sakit hati daripada aksi nyata yg bisa dirasakan.

    Posted by susanto | 30 September 2013, 9:30 am
  58. Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

    Posted by udin | 30 September 2013, 9:49 am
    • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:19 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:31 pm
  59. vote DI for RI-1

    Posted by afauziri | 30 September 2013, 9:54 am
    • VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:18 pm
      • mas anda akan harusnya berfikir untuk comentar seperti itu, jika tidak suka lebih baik diam, jangan menyebarkan kebencian sesama anak negeri. apakah anda puas kalau terjadi caci maki sesama pembaca? jika tidak setuju diamlah…………., bantu dahlan membenahi itu lebih satriya, daripada hanya mencaci. anak saya umur 8 tahun tidak bisa mencaci dengan alasan, kasihan ma…..orang yang kita caci…….. dan dosa ma…. itu katanya….. saya yakin anda cukup dewasa untuk berfikir arif.

        Posted by haeny | 30 September 2013, 1:31 pm
        • bu Haeny…..jangan diladeni ….percuma ….wong orangnya tidak berAGAMA…..mana ada orang beragama ngomongnya kayak gitu?….dia persis anggota dHEWAN yg sok tahu semua urusan…

          Posted by suhardi | 1 Oktober 2013, 6:56 am
      • Kepada Seluruh Dahlanis mania. hati2 menjelang 2014 banyak PASUKAN BERANI TIDAK TAHAN LAPAR alias orang2 bayaran yang ingin tidak Dahlan iskan jadi presiden. jadi Mentri aja banyak para penjahat-penjahat yang kepentingannya terganggu. apalagi jadi president. waspadalah…waspadalah

        Posted by tatang suryadin | 30 September 2013, 2:56 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:32 pm
      • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

        http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

        ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
        http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

        Posted by Farid | 30 September 2013, 3:42 pm
  60. Pak DI, ayo gandengan dng Jokowi menyebarkan Hope di lantai nusantara

    Posted by Evi | 30 September 2013, 10:00 am
    • najis si jokowi mau gandengan sama si tolol dahlan iskan itu !!! jadi menteri BUMN saja kerjanya gak becus, makan gaji buta saja kau dahlan iskan pantekkkkkk!!!! CEPAT KAU ATASI KRISIS PEMADAMAN LISTRIK YG LEBIH DARI 6 JAM SETIAP HARI DI RIAU INI DAHLAN PANTEKKKKKK!!!!!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:14 pm
  61. Sy dukunng pak dalam membangkitkan dunia perikanan indonesia.. Sy seorang petugas perikanan yg bertugas di papua paham betul “kelesuan” industri perikanan milik org Indonesia ASLI yg adanya sama dengan tiada.. Lebih banyak perusahaan indonesiA yg dimiliki oleh asing.. Gampangnya itu perusahaan milik orang asing cm diatas kertas itu milik dalam negeri.. Dg bangkitnya PRINUS sy berharap lbh banyak usahawan. ASLI indonesia yg berani terjun ke bisnis jutaan dolar ini pak.. Kata orang asing “air laut indonesia rasanya manis” karena saking kayanya laut kita.. Jayalah Indonesia Jayalah Perikananku.. Jalesveva Jayamahe.. Nusantara Lestari Jaya!!!”

    Posted by syam | 30 September 2013, 10:27 am
    • saya dukung di pecat saja si dahlan iskan itu dari MENTERI BUMN, guobloknya gak ketulungan !!!! di riau kami sedang krisis listrik yang menguasai hajat hidup orang banyak, si dahlan pantek itu bisanya cuma nyari pencitraan busuk saja. !!! anjeng kau dahlan cepat kau atasi krisis listrik di Riau ini, dahlan iskan anjenggg !!!! mau sampai berapa lama lagi kau biarkan kami hidup dalam kegelapan hah??? menteri BUMN BABIIII KAU !!!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:13 pm
  62. Woow Prinus, blm pernah denger akunya. Satu lagi brarti nih yg bangkit dri kubur. Smoga sukses BUMN yg ini (y) . Semangat juga bwt Pak Dahlan Iskan smoga dipermudah jalannya, amin

    Posted by reza | 30 September 2013, 11:04 am
    • Benar-benar seorang CEO….,

      Posted by yutuh | 30 September 2013, 11:11 am
      • benar2 seorang yg dungu lagi gobloknya minta ampun !!!! menteri BUMN kaya gitu masih dipelihara sama Negara Kegelapan Republik Indonesia (NKRI) ini. Ngurus PLN (Perusahaan Lilin negara) saja gak becus, sok mau ngomong manufaktur hope taik….!!! rakyat riau menderita pemadaman listrik setiap hari,si dahlan pantek itu bisanya cuma maen sinetron sama pencitraan diri busuknya itu….cuih….mukamu kaya muka babi saya lihat dahlan pantek !!! cepat kau bereskan krisis listrik di provinsi riau kami ini dahlan pantek !!!!! jgn cuma makan gaji buta saja kau setan !!! jika jadi presiden kau kelak, bisa gelap gulita di seantero negeri ini. menteri BUMN GUOBLOKKKK!!!!!

        Posted by marwan | 30 September 2013, 1:10 pm
  63. Sahabat satu lagi maha karya Bapak Dahlan Iskan demi indonesia,Manufacturing Hope 96. Bapak Dahlan Iskan buatkan trobosan trobosan baru agar indonesia terwujud negara maju, libatkan institusi pendidikan kita, beserta profesor profesor kita . Saat nya indonesia menjadi negara maju… insyaallah …amin.

    Posted by eri | 30 September 2013, 11:11 am
    • Dasar si dahlan gila hormat !!! kerja gak becus, cuma makan gaji buta, sok mau nyapres lagi…., woi dahlan pantekkkkk….., kanapa gak singgah kau ke riau ini anjengggg, biar kau lihat dengan matamu yg juling itu kalo kondisi listrik di riau sedang parah2nya ini…..ngapain saja kerja kau dahlan iskan anjenggg….!!! kau baca itu berita di koran riau pos, koran MX pekanbaru, dan koran lainnya di riau, biar tau kau kondisi listrik di riau ini babiiiii…..mau sampai kapan kau biarkan riau gelap gulita dahlan pantekkkk!!!!! menteri BUMN guoblokkkkk kau sepanjang sejarah di Indonesia ini !!!!!! mukamu kaya babi saya lihat….!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:07 pm
  64. Ada cerita dinosaurus telah punah.
    Tapi taukah anda?
    Ada DInosaurus yg terus mendorong semangat Indonesia untuk menjadi bangsa yg besar. Yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Yang gemah ripah loh jinawi, thotho tentrem karto raharjo.
    WELCOME
    THE NEXT RI1

    Posted by yudharifai | 30 September 2013, 11:37 am
  65. Twist di ending nya itu lhoo…Keren. Vote DI for RI 1 2014

    Posted by Fortuna | 30 September 2013, 11:55 am
    • Dasar si dahlan gila hormat !!! kerja gak becus, cuma makan gaji buta, sok mau nyapres lagi…., woi dahlan pantekkkkk….., kanapa gak singgah kau ke riau ini anjengggg, biar kau lihat dengan matamu yg juling itu kalo kondisi listrik di riau sedang parah2nya ini…..ngapain saja kerja kau dahlan iskan anjenggg….!!! kau baca itu berita di koran riau pos, koran MX pekanbaru, dan koran lainnya di riau, biar tau kau kondisi listrik di riau ini babiiiii…..mau sampai kapan kau biarkan riau gelap gulita dahlan pantekkkk!!!!! menteri BUMN guoblokkkkk kau sepanjang sejarah di Indonesia ini !!!!!! mukamu kaya babi saya lihat….!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 1:05 pm
      • Inilah…Yang biasanya juga mudah mengeluh.Yang biasanya juga mudah mencela. Yang biasanya juga mudah menyerah. Yang biasanya juga mudah menyalahkan orang lain … Tanpa mau kerja,tanpa ada HOPE sama sekali dan anti Kemapanan.

        Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:39 pm
      • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

        http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

        ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
        http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

        Posted by Farid | 30 September 2013, 3:44 pm
      • Orang ini kok menyebarkan kebencian yang luar biasa, sampai harus berulang-ulang memberikan komentar. Semoga Anda bisa ditempatkan ke neraka jahanam…..Buat Dahlanis, kita memang nggak perlu terpancing dengan manusia satu ini. Ehh…Entahlah, apakah yang komentar ini manusia atau hewan. Karena inilah cara-cara politikus koruptor yang ingin hidup subur di Indonesia. Mereka khawatir bila abah jadi Presiden, tak ada lagi celah untuk merampok uang negara….Vote Dahlan Iskan for President……

        Posted by Anto | 30 September 2013, 6:12 pm
  66. Dasar si dahlan gila hormat !!! kerja gak becus, cuma makan gaji buta, sok mau nyapres lagi…., woi dahlan pantekkkkk….., kanapa gak singgah kau ke riau ini anjengggg, biar kau lihat dengan matamu yg juling itu kalo kondisi listrik di riau sedang parah2nya ini…..ngapain saja kerja kau dahlan iskan anjenggg….!!! kau baca itu berita di koran riau pos, koran MX pekanbaru, dan koran lainnya di riau, biar tau kau kondisi listrik di riau ini babiiiii…..mau sampai kapan kau biarkan riau gelap gulita dahlan pantekkkk!!!!! menteri BUMN guoblokkkkk kau sepanjang sejarah di Indonesia ini !!!!!! mukamu kaya babi saya lihat….!!!

    Posted by marwan | 30 September 2013, 1:05 pm
    • suruh Efendi Sibloon aja masbro… kan hebat dianya tuh dari partai ente…

      Posted by PUTU | 30 September 2013, 1:15 pm
    • Astagfirullaah, MARWAN anda kok kasar sekali sama Abah Dahlan Iskan, ada apa dengan anda, apa pernah disakiti, kata2 kamu jorok dan kasar

      Posted by CAK YADI | 30 September 2013, 1:22 pm
      • woi cak yadi dan para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, saya tegaskan SAYA ORANG BAIK2 yang hidup di negeri ini dengan baik2 tepatnya di provinsi riau kota pekanbaru. saya tidak peduli jika si dahlan naik dari Dirut PLN ke menteri BUMN. saya tidak peduli kalo si dahlan naek jadi presiden, saya hanya peduli saya dan keluarga saya tidak menderita. tapi saya mau katakan bahwa saya dan keluarga saya dan seluruh rakyat riau saat ini telah menderita karna ulah pemadaman listrik lebih dari 6 jam setiap hari oleh PLN (Perusahaan Lilin Negara) milik BUMN yg diketuai oleh si dahlan iskan, seandainya si jokowi yg jadi menteri BUMN, saya juga akan anjing-anjingin itu si jokowi !!!! oey Cak Yadi dan para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, karna kalian tidak seperti kami yg menderita tiap malam hidup dengan diterangin lilin dan lampu minyak, sebaiknya diam saja…!!! urusan saya hanya sama si Dirut PLN dan menteri BUMN negara kalian ini !!! kasih tau sama tuan kalian, agar cepat atasi krisis listrik di provinsi kami ini !!!! jangan hanya makan gaji buta saja dan sibuk maen sinetron bilang !!!! anak2 kami nangis2 karna gelap, menderita kepanasan dan digigiti nyamuk tiap malam, kami pun susah tidur, pembayaran listrik kami bukannya berkurang malah membengkak, sektor perekonomian kami banyak yg tergantung dengan listrik akhirnya kolaps, barang2 elektronik kami pada rusak, harga lilin makin mahal di provinsi riau ini. 1 biji harganya 1500 rupiah, si pengusaha ngeruk untung dengan adanya krisis listrik PLN ini. anak sekolah belajar dengan diterangin lilin di seantero riau ini…kami provinsi kaya SDA alam seperti minyak !!!! kemana hasilnya hah??? apa hasilnya kami dibuat gelap gulita ini hah para anjing2 dahlanis sesat kaya kalian yg sudah enak menjilati bokong si dahlan hah??! lalu apa saja kerja si dahlan menteri BUMN yg dipilih si SBY itu hah?? apa mau tau dia soal penderitaan kami hah? jadi bilangin sama tuanmu itu SEGERA ATASI KRISIS LISTRIK DI PROVINSI RIAU ATAU MUNDUR SAJA DARI KURSI BUMN DAN BERIKAN PADA YANG MAMPU NGATASI KRISIS LISTRIK PLN !!! ATAU SAYA DAN RAKYAT RIAU LAINNYA SIAP UNTUK MEMAKI2 si DAHLAN yg cuek itu !!! mau tau info lebih jelasnya silahkan search saja di internet tentang kondisi listrik kami, atau baca saja koran Riau Pos (group jawa pos milik si dahlan pantek itu) Hari sabtu tertanggal 28 September 2013 dan koran MX Pekanbaru hari Senin tertanggal 30 September 2013 biar terbuka mata kalian para dahlanis penjilat bokong dahlan iskan !!! GANYANG Dirut PLN !!! GANYANG menteri BUMN !!!

        Posted by marwan | 30 September 2013, 1:59 pm
        • nnt marahnya sampe mati lo

          Posted by syam | 30 September 2013, 2:34 pm
        • hehe…sabar ya pak marwan

          Posted by Reza Amas Muntaqo | 30 September 2013, 3:43 pm
        • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

          http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

          ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
          http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

          Posted by Farid | 30 September 2013, 3:44 pm
        • Dahlan Iskan: Masak Rakyat harus Jadi Korban
          PLN Sewa Genset, Krisis Listrik Sumut Ditarget November Berakhir

          JAKARTA – Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta jajaran direksi Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar lebih berani mengambil risiko untuk mengatasi krisis listrik. Khususnya, yang kini masih terjadi di Sumatera Utara.

          Salah satu langkah darurat yang diminta Dahlan adalah, agar PLN menyewa genset. Tujuannya, menambah pasokan daya listrik. ”Saya sudah instruksikan sejak tiga bulan lalu,” katanya, di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (24/9).

          Namun, lanjut dia, direksi PLN tidak langsung berani menjalankan instruksinya itu. ”Mereka takut dianggap melakukan inefisiensi. Krisisnya kan sudah berat, masak rakyat harus jadi korban,” katanya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/9).

          Setelah didesak terus, PLN menurut pria kelahiran Magetan ini akhirnya berani menyewa genset. ”Saya minta (PLN-red) sewa genset 150 Megawatt ditambah 150 Megawatt lagi. Dua minggu lagi tiba barangnya” jelasnya.

          Mantan Direktur Utama PLN ini menjelaskan, krisis listrik yang terjadi di Sumatera karena ada satu pembangkit listrik yang terpaksa dihentikan operasionalnya, untuk keperluan pemeliharaan rutin. Yakni, pembangkit di Belawan, dengan kapasitas 160 megawatt.

          “Kenapa diberhentikan? karena akan dipelihara, kalau tidak dipelihara bisa meledak. Ini sebenarnya sudah beberapa tahun lalu seharusnya dibongkar untuk dipelihara,” jelas dia. (sari/medcen)
          http://dahlaniskan.net/jangan-rakyat-jadi-korban/

          Posted by Mustahil | 30 September 2013, 4:00 pm
        • Bang Marwan Yang Terhormat. Yang sedang krisis listrik bukan hanya daerah anda saja. Dua minggu lalu kami di Medan (ibukota SUMUT) juga mengalami pemadaman bergilir sampai 3 kali sehari, setiap pemadaman 2-3 jam. Memang kesal dan jengkel bukan main. Sampai ada juga tindakan anarkis saudara-saudara kami di beberapa daerah dengan membakar kantor PLN.
          Tapi pada akhirnya kami sadar, itu tidak menyelesaikan masalah. Masalah sebenarnya adalah masalah teknis. Pembangkit yang ada sedang diistirahatkan, pembangkit baru sedang dalam proses pengerjaan dan perijinan. Akhirnya kami cuma bisa pasrah dan memanfaatkan yang ada dengan sebaik-baiknya. Percuma marah-marah, memaki, toh tidak akan ada perbaikan kalo pembangkit yang ada memang terbatas kapasitasnya.
          Kalau memang mau bertindak, silahkan sampaikan aspirasi anda ke kantor PLN (tentu dengan kepala dingin dan hati yang tentram). Setiap orang punya bebannya masing-masing, jadi tolong pahami kesulitan yang tengah kita hadapi agar ada solusi yang memuaskan semuanya.

          Posted by FAJAR | 1 Oktober 2013, 12:09 am
        • Ha ha si Marwan ini memang udah merasa orang paling sengsara didunia, sampai semua komentar dibaca, rajin juga dia sebenarnya, diberi coment untuk memberikan simpati atas penderitaanya, tapi nampaknya justru orang merasa ini orang sebenarnya sedang menggali penderetiaanya lebih dalam lagi dengan menghimpun doa jelek kepada dirinya sendiri..dia ga tau bahwa sebagian saudara2 kita di Kalimantan bahkan sebagian besar di Papua listrik itu nyala dalam sehari paling banyak 6 jam, dari jam 18 sampai jam 00 dan kami yang tinggal di Papua ya menyesuaikan diri aja. memang kenyataannya seperti itu. kalau mau nyala terus kami beli genset, dengan harga solar biasanya diatas sepuluh ribu. bahkan pernah sampai 25 ribu rupiah, (saat kenaikan BBM dulu mana ada berita unuk rasa menentang kenaikan itu di Papua? tidak ada, karena hari hari normal BBM di daerah kami memang sudah jauh diatas harga di Pulau Jawa, yang penting ada barang buat kami). Memang dengan memaki maki gitu selesai masalah anda. tapi kalau anda merasa puas dan mengurangi penderitaan anda ya teruskan aja memaki maki ke semua orang yang anda anggap bertanggung jawab kepada penderitaan anda. Semoga anda di maafkan dan diberkahi oleh Allah

          Posted by Sujatmoko | 22 Oktober 2013, 9:29 am
    • gak usah ditanggapi

      Posted by jatmiko | 1 Oktober 2013, 12:28 pm
  67. Rasanya Pengen Nangis, Negara ini sudah begitu rapuhnya… Bahkan Perusahaan Ikan dilaut yg kaya raya saja nasibnya MAMPUS… Untuk Cepat Dikasi P3K jadi bisa cepat membaik.
    Saya bayangkan sebelum dahlan Iskan menjabat ada 141 Induk Perusahaan dan 600anak usaha yg kocar kaci ga jelas… hmmm…syukurlah sudah ada malaikat penyelamat NKRI ini.
    GANJARANNYA SUDAH JELAS. VOTE DIS FOR RI-1.

    Posted by PUTU | 30 September 2013, 1:14 pm
  68. Pemujaan yg berlebihan itu memabukkan…Semoga bapak tetap arif dan istiqomah…

    Posted by sekarpamungkas1 | 30 September 2013, 1:15 pm
  69. woi cak yadi dan para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, saya tegaskan SAYA ORANG BAIK2 yang hidup di negeri ini dengan baik2 tepatnya di provinsi riau kota pekanbaru. saya tidak peduli jika si dahlan naik dari Dirut PLN ke menteri BUMN. saya tidak peduli kalo si dahlan naek jadi presiden, saya hanya peduli saya dan keluarga saya tidak menderita. tapi saya mau katakan bahwa saya dan keluarga saya dan seluruh rakyat riau saat ini telah menderita karna ulah pemadaman listrik lebih dari 6 jam setiap hari oleh PLN (Perusahaan Lilin Negara) milik BUMN yg diketuai oleh si dahlan iskan, seandainya si jokowi yg jadi menteri BUMN, saya juga akan anjing-anjingin itu si jokowi !!!! oey Cak Yadi dan para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, karna kalian tidak seperti kami yg menderita tiap malam hidup dengan diterangin lilin dan lampu minyak, sebaiknya diam saja…!!! urusan saya hanya sama si Dirut PLN dan menteri BUMN negara kalian ini !!! kasih tau sama tuan kalian, agar cepat atasi krisis listrik di provinsi kami ini !!!! jangan hanya makan gaji buta saja dan sibuk maen sinetron bilang !!!! anak2 kami nangis2 karna gelap, menderita kepanasan dan digigiti nyamuk tiap malam, kami pun susah tidur, pembayaran listrik kami bukannya berkurang malah membengkak, sektor perekonomian kami banyak yg tergantung dengan listrik akhirnya kolaps, barang2 elektronik kami pada rusak, harga lilin makin mahal di provinsi riau ini. 1 biji harganya 1500 rupiah, si pengusaha ngeruk untung dengan adanya krisis listrik PLN ini. anak sekolah belajar dengan diterangin lilin di seantero riau ini…kami provinsi kaya SDA alam seperti minyak !!!! kemana hasilnya hah??? apa hasilnya kami dibuat gelap gulita ini hah para anjing2 dahlanis sesat kaya kalian yg sudah enak menjilati bokong si dahlan hah??! lalu apa saja kerja si dahlan menteri BUMN yg dipilih si SBY itu hah?? apa mau tau dia soal penderitaan kami hah? jadi bilangin sama tuanmu itu SEGERA ATASI KRISIS LISTRIK DI PROVINSI RIAU ATAU MUNDUR SAJA DARI KURSI BUMN DAN BERIKAN PADA YANG MAMPU NGATASI KRISIS LISTRIK PLN !!! ATAU SAYA DAN RAKYAT RIAU LAINNYA SIAP UNTUK MEMAKI2 si DAHLAN yg cuek itu !!! mau tau info lebih jelasnya silahkan search saja di internet tentang kondisi listrik kami, atau baca saja koran Riau Pos (group jawa pos milik si dahlan pantek itu) Hari sabtu tertanggal 28 September 2013 dan koran MX Pekanbaru hari Senin tertanggal 30 September 2013 biar terbuka mata kalian para dahlanis penjilat bokong dahlan iskan !!! GANYANG Dirut PLN !!! GANYANG menteri BUMN !!!

    Posted by marwan | 30 September 2013, 1:59 pm
    • pak admin, mohon dihapus komentar yang membawa nama binatang ini, jelas ini bukan orang waras,
      jika mau mengeluh silahkan saja tapi jangan membawa nama nama binatang, kecuali anda binatang

      Posted by saeful | 30 September 2013, 2:45 pm
    • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

      http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

      ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
      http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

      Posted by Farid | 30 September 2013, 3:45 pm
    • Dahlan Iskan: Masak Rakyat harus Jadi Korban

      PLN Sewa Genset, Krisis Listrik Sumut Ditarget November Berakhir

      JAKARTA – Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta jajaran direksi Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar lebih berani mengambil risiko untuk mengatasi krisis listrik. Khususnya, yang kini masih terjadi di Sumatera Utara.

      Salah satu langkah darurat yang diminta Dahlan adalah, agar PLN menyewa genset. Tujuannya, menambah pasokan daya listrik. ”Saya sudah instruksikan sejak tiga bulan lalu,” katanya, di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (24/9).

      Namun, lanjut dia, direksi PLN tidak langsung berani menjalankan instruksinya itu. ”Mereka takut dianggap melakukan inefisiensi. Krisisnya kan sudah berat, masak rakyat harus jadi korban,” katanya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/9)

      Posted by Mustahil | 30 September 2013, 3:55 pm
  70. saya salah satu pendukung Bpk Dahlan iskan yang tinggal di riau juga. memang listrik di sini sedang parah-parahnya akan tetapi seharusnya kita percayakan saja permasalahan ini kepada bapak-bapak di PLN bung marwan. saya juga terkena dampaknya kok. saya juga mohon agar Pak DIS bisa bantu krisis listrik di riau ya pak. Semoga bapak tambah sukses. Vote DI for RI 1 2014.

    Posted by ricky | 30 September 2013, 2:33 pm
    • semoga teriakan kita rakyat riau masih bisa dicerna sama usus si dahlan itu bung ricky, kasih tau sekalian sama para penjilat2 bokong si dahlan lainnya yang sudah buta untuk bisa memahami kondisi parahnya pemadaman listrik di riau yang hampir melumpuhkan sektor perekonomian di riau, kecuali para pengusaha penjual lilin dan lampu emergency, nangguk untung itu.

      Posted by marwan | 30 September 2013, 5:02 pm
      • CENGENG luh marwan!!! kalo semua rakyat riau kaya elu maka gue bilang semua berarti CENGENG!!!… tp org Riau yg gue kenal orgnya sopan2 jangan2 elu bukan org riau asli kaliiii.. elu pendatang riau ya yang kebetulan tinggal di RIAU!!.. kita di Papua (Kaimana) 12 JAm Wan!! tp ga cengeng kaya luh… masih punya sopan santun… ga kaya ELU!!! CENGENG!!!

        Posted by syam | 2 Oktober 2013, 6:35 pm
  71. Diatas sepertinya ada pasien lepas dari RSJ awas nyampah disini xixixi… Maju terus pak Dahlan Iskan Presidenku tahun 2014.

    Posted by Andree | 30 September 2013, 2:44 pm
    • saya tidak peduli dengan jilatan bokongmu ke dahlan iskan andree….bilang sama tuanmu itu segera atasi krisis listrik di riau kalo tidak mending mundur saja dia dan minta maaflah kepada rakyat riau……oke lanjutkan jilatanmu sama si dahlan kawan….

      Posted by marwan | 30 September 2013, 4:59 pm
  72. Kepada Bpk. Dahlan Iskan (Menteri BUMN)

    Maaf kalau Komentar saya ini diluar Materi diatas, Namun terpaksa karena saya tidak punya alamat e-mail Bapak Dahlan Iskan..
    Permasalahannya adalah : Pada saat Bapak menjadi Direktur PLN banyak kebijakan Bapak yang berpihak kepada Konsumen Listrik PLN dan itu 1000 Jempol untuk Bapak, salah satunya Menghilangkan Uang Jaminan Pelanggan (Biasa disingkat UJL), namun setelah era Berganti Direktur PLN yang baru Bpk. Nur Pamudi per bulan Juli 2013 UJL pelanggan yang baru maupun Pelanggan Tambah Daya diberlakukan kembali dan tidak itu saja Pelanggan lama yang di era Tahun 2011 s/d juni 2013 termasuk dimasa kepemimpinan Bapak yang tidak dipungut UJL harus membayar secara diangsur mulai Januari 2014 s/d Desember 2014.
    Bahkan Pelanggan Lama yang bermasukd melakukan tambah daya harus membayar total VA yang baru x Rp. UJL yang baru – Deposit UJL yang lama. Nah disinipun terjadi ketidakadilan; artinya Pelanggan lama yang tidak melakukan proses tambah daya UJLnya masih tarif UJL yang lama.
    Pertanyaan kami berikutnya : UANG JAMINAN PELANGGAN PLN YANG TERSIMPAN DI REKENING PLN ITU MUNGKIN TRILIUNAN, NAH SIAPA YANG MENIKMATI BUNGA BANKNYA???
    Jadi karena PLN masih dibawah kepemimpinan Bapak tolong dihapus lagi UJL Pelanggan PLN. dan dasar hukum yang digunakan untuk UJL ini adalah PERMEN ESDM NO.07 TAHUN 2010, Jadi tolong PERMEN Ini ditinjau kembali, karena kebijakan Bapak waktu menjadi Direktur PLN yang tidak memungut UJL tidak sekaligus mencabut Regulasinya.
    Mohon sahabat-sahabtku kalau ada yang punya alamat E-MAIL Bpk. DAHLAN ISKAN (MENTERI BUMN) BISA D SHAREKAN. Terima kasih.

    Posted by Djoni Kaunang | 30 September 2013, 2:49 pm
  73. Sebenarnya tuh orang lagi minta tolong, tapi jadinya marah2. Semoga krisis listrik riau segera teratasi dan ingat ya, kalo ntar udah beres mampir kesini lagi buat ngucapin trima kasih. harus di inget juga apa yg keluar dari mulut anda menggambarkan seperti apa sikap anda.

    Posted by rahmathidayatullah43 | 30 September 2013, 2:52 pm
    • Iya betuuul pak..bpk Marwan ini sedang minta tolong..Menyuarakan suara masyarakat Riau pada umumnya…cuman mungkin beliau sedang emosi,..insyaallahh Bpk Dis akan membaca dan membantu mencari solusi nya…Sabaaaaar Pak,kami ikut berdoa,Semoga pln di riau dan sekitar bisa sgr diatasi…

      Posted by sekarpamungkas1 | 30 September 2013, 4:09 pm
    • saya baru akan minta maaf mewakili rakyat yang sudah duluan mencaci maki karna telah menderita akibat krisis listrik ini kepada pak dahlan iskan JIKA si dahlan sudah berhasil mengatasi krisis listrik di Riau. tapi kalo tidak juga berhasil si dahlan dan para penjilat bokongnya yg harus minta maaf kepada rakyat riau yg sudah menderita karna hidup dalam gelap gulita…..

      Posted by marwan | 30 September 2013, 4:57 pm
      • Halooo…sobat Dahlanis yg punya kases ke Dahlan langsung, tolong dibantu nih Pak Marwan menyampaikan aspirasinya…

        Posted by Hendy | 1 Oktober 2013, 12:11 am
      • Ya itu terserah mas Marwan, tapi yang saya tau, caci maki tidak menghasilkan apa2. Saya sangat tidak terima dikatakan penjilat karena kami saja tidak mendapatkan apa2 dari pak dahlan atas apa yang kami lakukan. Kalau dengan pak dahlan itu urusan anda, tapi dengan saya dan teman2 disini yang sama sekali tidak pernah dan terbersit mengambil keuntungan dari pak dahlan anda punya hutang maaf. Saya akan tuntut anda di akhirat kelak atas apa yang anda lakukan.

        Posted by rahmathidayatullah43 | 1 Oktober 2013, 2:02 pm
  74. TOLONG ADMIN TANGGAP SECEPATNYA INI ADA YANG MENGOTORI BLOG KITA TERCINTA, SEMOGA ALLAH MENINGGIKAN DERAJAT PAK DAHLAN ISKAN DARI HINAAN ORANG2 SEPERTI ITU, SEMAKIN DIHINA SEMAKIN MULIA, ALLAH SENANTIASA BERSAMA ORANG2 YG SABAR.

    Posted by Zaskia | 30 September 2013, 2:58 pm
    • kalo mau minta tolong jangan sama admin zaskia….minta tolong saja sama para pemimpinmu di negara ini untuk mengatasi berbagai persoalan rakyat….dijamin blog yang kau jilatin ini akan semakin mulia di matamu….!!!! 1 hal lagi, yang sabar itu bukan si dahlan, tapi rakyat riau selain saya yg tidak mencaci maki si dahlan tapi tetap mencoba bertahan hidup dalam kegelapan yg hanya diterangi lilin saja seperti ibu dan anak dalam pemberitaan Koran MX Pekanbaru Edisi 30 September 2013. ALLAH senantiasa bersama2 org2 yg seperti itu. sementara kalian hanya senantiasa bersama si dahlan si senyum palsu itu….selamat menjilat…!!!

      Posted by marwan | 30 September 2013, 4:55 pm
      • Tidak usah sok religius tp mulut tidak dijaga, inget apapun yg kau ucapkan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat, jd please stop kata kata kasar itu , kalau mau kritik boleh saja tapi dengan bahasa yang benar..

        Posted by Marbun | 30 September 2013, 5:43 pm
      • Semoga kata2 anda menjadi penghapus dosa2 kami, jika tidak mencukupi semoga semua amal ibadah anda menjadi milik kami dan maaf….jika masih tidak mencukupi semoga dosa2 kami menjadi milik marwan
        Amin

        Posted by noeng | 2 Oktober 2013, 10:59 pm
      • Jiaahhh…mulutnya bau comberan tapi bawa2 Tuhan….ckckckckc…Sepertinya bung marwan ngga pernah belajar agama ya???

        Posted by Ardian | 3 Oktober 2013, 10:13 am
  75. Kasian si Marwan lagi nyari temen suruh musuhin Pak Dahlan Iskan gak ada yang peduli.

    Posted by homer | 30 September 2013, 3:08 pm
    • saya tidak peduli ada yang musuhi tuanmu atau tidak bahlol, saya hanya peduli si dahlan menteri BUMN di Negara Kegelapan Republik Indonesia ini segera mengatasi krisis listrik berkepanjangan…..titik !!! silahkan kau lanjutkan menjilati pantatnya si dahlan iskan bung homer….

      Posted by marwan | 30 September 2013, 4:52 pm
      • Sorry bung marwan, kagum bkn berarti sy hrus menjilat pantat orang, sy yakin krsis listrik ini juga menjadi prioritas beliau, apakah dengan mengganti dirut PLN masalah akan lgsg hilang saya rasa tidak, siapa menjamin kalau menteri BUMN nya diganti krisis listrik langsung selesai sy pikir juga tidak kecuali pakai Jin Ifrit.. namun hal tersebut tidak akan mengubah kekaguman saya terhadap beliau, beliau juga manusia biasa pasti kekurangan dan kelebihanya itu ada, tp kita juga harus lihat kelebihan dan kekuranganya lebih banyak mana? dan ingat sy tidak akan menjilat pantat orang lain selain pantat istri saya hehehe

        Posted by homer | 30 September 2013, 5:07 pm
      • kenapa klo dah puluhan tahun gak ngeluarin kebun binatang ke menteri BUMN yang dulu sebelum pak DI? yg jual minyak propinsimu ya partai nya wong cilik….. apa KOWE buta? atao KOWE tuli? dasar KOWE ….. tahu gak kamu apa KOWE itu????????……..artinya kamu MONYET…

        Posted by suhardi | 1 Oktober 2013, 2:57 pm
      • Pendukung Jokowi sudah menghalalkan segala cara ternyata bung….. lihat saja di KASKUS bagaimana pendukung jokowi sudah panik,…..

        Posted by baladus | 28 Desember 2013, 8:03 pm
  76. Pak Marwan, mungkin masalah diriau itu sudah masuk palling dari BUMN..sabar ya..tunggu realisasinya
    Tapi kata2 kebun binatangnya di hilangkan dong..Jika kita membenci pribadi dan mencaci kepada pribadi
    Ntar pertanggung jawaban di akhirat susah lho..apalagi kita nggak sempat minta maaf sama orang yang kita caci..

    Saya yakin jika pak dahlan baca coment itu beliau akan memperhatikan dan mempercepat menyelesaikan masalah di riau

    Posted by Gusti Dindi | 30 September 2013, 3:13 pm
    • saya baru akan minta maaf mewakili rakyat yang sudah duluan mencaci maki karna telah menderita akibat krisis listrik ini kepada pak dahlan iskan JIKA si dahlan sudah berhasil mengatasi krisis listrik di Riau. tapi kalo tidak juga berhasil si dahlan dan para penjilat bokongnya yg harus minta maaf kepada rakyat riau yg sudah menderita karna hidup dalam gelap gulita…..

      Posted by marwan | 30 September 2013, 4:50 pm
  77. BIsmillah..kerja kerja kerja….
    semoga pak dahlan iskan sehat selalu

    Posted by Reza Amas Muntaqo | 30 September 2013, 3:40 pm
  78. Kasian si marwan obatnya dah abis nyerocosnya disini. Buat DIS mania semoga tidak terpancing oleh orang dungu macam si marwan.

    Posted by Jhon Jakun | 30 September 2013, 4:32 pm
  79. akhirnya ada tanggapan juga…..kalo gak saya begitukan si dahlan, saya rasa gak kan ada perubahan di tubuh PLN milik BUMN itu….wajar saya dan rakyat riau lainnya emosi, datang dan tanya langsung saja sama rakyat riau di sini, bagaimana tanggapan mereka atas krisis listrik di riau ini, jawaban mereka pasti mencaci maki dan begitu emosional karna masalah hidup gelap2an setiap hari itu bukan masalah gampang bahlol !!! coba saja rasakan sendiri, baru tau, kalo gak tau mending diam saja dan jilatin saja tuh idola dan tuan kalian….saya sudah bilang saya tidak peduli dengan kalian punya urusan jilat menjilat, tapi jika sudah berdampak penderitaan pada kami warga biasa ini, jelas kami akan bereaksi apalagi jika sanjungan kalian berlebihan kaya si dahlan itu malaikat yg turun dari langit saja…buka mata kalian dan lihat dan tanya di sekitar kalian, biar kalian tahu permasalahan yg terjadi itu apa, bukannya cuap2 menjilat gak jelas kaya kalian…..saya orang yang pake logika…..kerja tentu harus bertanggungjawab….!!! selesaikan dengan benar baru beri pujian yg sewajarnya, jgn dengan membabi buta memuja seseorang tapi yang kalian tahu cuma kulitnya saja….!!!! si dahlan harusnya sebagai Menteri BUMN dengan kekuasaan yang sebesar itu seharusnya tidak tinggal diam dan cuma berkata ‘sudah saya instruksikan sejak tiga bulan lalu….” lha kalo sudah diinstruksikan knapa dibiarkan dahlan? takutkah ente? pecat saja! ganti yg lebih berkompeten untuk menyelesaikan krisis listrik jgn sampai bertahun2, sampean kan menteri BUMN dan eks Dirut PLN, ngerti listrik dong harusnya, bukannya ngerti ngeblog atau ngerti wartawan atao ngerti sinetron, tp BISA ngatasin listrik pak !!! jgn sampai bertahun2 krisis listrik di riau ini dibiarkan….!!! capekkk kami pak, kami sudah cukup menderita jgn sampai ditambah lagi dengan masalah pemadaman listrik lebih dari 6 jam setiap harinya…!!!! tolonglah diatasi krisis listrik di riau ini bapak BUMN yang terhormat baru saya minta maaf!!!! kalo tidak lebih baik mundur sajalah lah pak secara gentleman dan minta maaflah pada rakyat yang sudah menderita karna PLNnya BUMN bapak….wassalam…..

    Posted by marwan | 30 September 2013, 4:39 pm
    • wassalam…??

      Posted by Najib | 30 September 2013, 5:17 pm
    • Anak kecil lagi nangis nih woy orang2 cepet cario permen…🙂
      Norak luh wan..kayaknya cm lu doang org riau yg ga bisa bhs santun melayu..
      Kita di papua bukan lagi 6 jam bung tp 12 jam..
      Cb cek ke kaimana papua barat itu.. 12 jam bung!! 12 jam/ 36 jam mati lampu!!! Kau bayangkan itu!! Nasib kita sama sejak dahlan jd menteri bumn PLN kembali k zaman jahiliyah..
      Ente jgn ikut2 jahil, norak kayak anal kecil.. Cerdas dikit laah.. Org2 melayu -sejauh aku kenal- adalah org yg paling tinggi akhlaknya, paling santun bahasanya.. Jgn2 lu bukan org riau asli luh ya? Cm kebetulan tggal di riau trus ada masalah disana koar2 kayak dendam masa kecil tak terbalas..
      Kl elu pinter beli aja genset patungan.. Bensin patungan.. Solutif kan?
      Apa perlu gua beliin permen dulu biar ga nangis???

      Posted by syam | 1 Oktober 2013, 7:03 pm
    • Untuk yg begini cukup dengan ketawa aja. Yg sudah baca CEO note (3 tahun yg lalu) jaman pak Dahlan sudah tahu dan mempredisksi problem ini.

      Masalahnya tidak semua solusi ada dalam jangkauan/domain PLN, seperti perijinan pembuatan pembangkit di Daerah, jatah suplai gas untuk pembangkit dsb.

      Solusi jangka pendek saat ini sewa Genset, yg dari Singapura sudah dikapalkan. Kemungkinan instalasi memakan waktu 1 bulan. Solusi ini pun bukan tanpa resiko, penggunaan BBM genset & proses sewa nantinya saya yakin akan dipermasalahkan terutama jelang2 pemilu…. dan yg mempermasalahkan lupa seberapa parah krisis listrik Sumatera Utara saat ini.

      Posted by susanto | 1 Oktober 2013, 10:46 pm
      • Sepakat bung Susanto…Sah kalau saya bilang yang mempermasalahkan penggunaan BBM utk genset dan sewanya nanti adalah golongan orang MUNAFIKUN dan pantas kita cela dan kita maki-maki nanti…Kalaupun ada oknum yang melakukan korupsi didalamnya (pantas dihukum mati), tidak menghilangkan makna kondisi darurat dalam usaha membantu meringankan kesulitan rakyat sumatera.

        Posted by Ardian | 3 Oktober 2013, 10:25 am
    • Ini Medan Bung…!

      Oleh : Ngurah Adnyana-Direktur (Operasi Jawa-Bali-Sumatera)
      Dalam dua bulan terakhir ini saya berkali-kali berkunjung ke Sumatera Utara khususnya Medan. Agustus 2013 saya ke Medan untuk melihat kesiapan lokasi sewa genset di Paya Pasir. Berikutnya ke Medan lagi dan bersama Pak Nur Pamudji ke Sibolga melihat PLTU Labuhan Angin, PLTA Sipansihaporas, Area Sibolga, dan lain-lain.
      Perjalanan saya ke Medan di minggu keempat September 2013 ini, merupakan perjalanan yang ketiga dalam tiga minggu terakhir. Jadi setiap minggu saya ke Medan sehingga saya sudah hafal lika-liku Bandara Kualanamu yang baru beberapa bulan diresmikan termasuk kebiasaan penduduk yang menjadikan bandara sebagai tempat rekreasi sekalian menonton pesawat terbang naik-turun. Tentunya juga hafal dimana lokasi gardu PLN dan gardu pelanggan Bandara Kualanamu.
      Minggu kedua September saya ke Medan dalam perjalanan ke Nias melihat kelistrikan Nias yang bebannya 24 MW tetapi sewa gensetnya 15 MW. Genset sewa ini sering trip 2-3 kali sehari akibat penyulang 20 KV trip karena jaringannya panjang dari kota Gunungsitoli sampai ke Teluk Dalam dan banyak pohon. Saya sudah minta kepada Pak Tumpal – Manajer Area Nias, agar penyulang tidak boleh sering trip. Pohon-pohon harus ditebang, penyulang harus bebas dari gangguan.
      Di Nias saya juga berkunjung ke Kab. Nias Utara untuk menyaksikan penandatanganan kerjasama (MOU) jual beli tenaga listrik dari biomassa antara Pemda Kab. Nias Utara – Investor – PLN Wilayah Sumut. Pemda menyediakan tanah dan menjamin pasokan biomasanya, investor menyediakan pembangkitnya dan kalau sudah menghasilkan listrik, listriknya dibeli oleh PLN. Kapasitas pembangkitnya direncanakan sampai dengan 30 MW dengan tahap pertama 10 MW yang direncanakan siap beroperasi dalam 16 bulan. Kalau rencana ini berhasil pada Januari 2015 sudah bisa dinikmati listrik dari biomassa di Nias menggantikan sebagian pembangkit berbahan bakar minyak (HSD).
      Minggu ketiga September saya berkunjung ke kota Tanjung Pinang, Ibu Kota Propinsi Kepulauan Riau, yang berlokasi di Pulau Bintan tetangganya Pulau Batam. Pagi berangkat dari Jakarta langsung mendarat di Tanjung Pinang melihat beberapa instalasi listrik PLN. Kelistrikan Bintan dipasok oleh PLTD yang sebagian besar sewa dan PLTU Galang Batang 2 x 15 MW. PLTU IPP ini satu-satunya PLTU yang ada di Bintan dan satu-satunya PLTU yang memiliki satu turbin dengan 2 boiler. Menurut yang punya ide, jika satu boiler gangguan turbin masih bisa bekerja dengan satu boiler yang lain dan menghasikan 50% listrik. Tapi waktu saya berkunjung pasokannya hanya bisa 10 MW karena satu unit lainnya masih padam.
      Setelah melihat Tanjung Pinang kami meneruskan perjalanan 1,5 jam ke Tanjung Uban, sisi terdekat dari Batam. Tanjung Uban yang sekarang dipasok dari diesel sewa ,tahun depan akan dipasok dari kabel laut Batam-Bintan 150 KV dan GI Tanjung Uban yang direncanakan beroperasi Juni 2014. Dari Tanjung Uban saya menyeberang ke Batam.
      Setelah menginap semalam, dari Batam saya terbang ke Medan untuk memberi penjelasan tentang kelistrikan Sumatera Utara yang mengalami defisit pasokan terbesar 400 MW kepada para wartawan.
      Minggu keempat September ini saya kembali ke Medan untuk memberi semangat dalam proses pemulihan kelistrikan khususnya proses pemeliharaan mesin GT 2.2 di Belawan yang sudah lama tidak dipelihara untuk mengurangi defisit daya di Sumatera Utara.
      Kenapa Medan defisit pasokan ?
      Banyak yang bertanya kenapa sih Medan itu setiap kali mengalami defisit listrik ? Dulu 2007 juga terjadi defisit. Sekarang defisit lagi. Apakah sistem kelistrikan Medan ini tidak direncanakan dengan baik ? Banyak pertanyaan muncul di masyarakat.
      Sebetulnya PLN sudah punya rencana pengembangan kelistrikan untuk Medan. Di sisi penjualan, Sumatera Utara termasuk Medan direncanakan tumbuh 9%. Untuk melayani pertumbuhan itu, sudah direncanakan menambah pasokan dari PLTU Nagan Raya 2 x 110 MW di Meulaboh dan PLTU Pangkalan Susu 2 x 200 MW. Lalu apa yang terjadi ?
      Kenyataannya pertumbuhan konsumsi listrik di Medan tumbuh 11% dan beban puncaknya tumbuh 14%. Ini di sisi beban. Sayangnya di sisi pasokan kebalikannya. PLTU yang direncanakan beroperasi 2012-2013 ternyata menghadapi banyak kendala sehingga belum bisa beroperasi sampai dengan pertengahan 2013. Kendalanya macam-macam. Ada kendala dari sisi keuangan kontraktor, kendala pembebasan lahan sehingga transmisi belum siap dan tidak bisa back-feeding untuk mengalirkan listrik ke proyek PLTU agar bisa melakukan testing di bagian-bagian pembangkit dan lain-lain. Jadi defisit Medan ini disebabkan bebannya tumbuh melebihi rencana, pasokannya ketinggalan dari rencana. Jadilah Medan mengalami defisit.
      Lalu muncul lagi pertanyaan, apakah keterlambatan pasokan ini tidak diantisipasi ? Apa langkah mitigasi yang sudah diambil PLN ?
      Tentu saja kondisi ini sudah diantisipasi. Makanya PLN pun menyewa PLTG berbahan bakar gas 40 MW, direncanakan bisa beroperasi Juni 2013. PLTG sewa ini memang siap beroperasi pada Juni 2013, tapi gas yang sebelumnya tersedia, tiba-tiba hilang. Sumber gas katanya habis! Walah……!
      Upaya lainnya PLN sudah menandatangani kontrak sewa diesel 120 MW berbahan bakar MFO bulan Maret 2012, direncanakan beroperasi awal Januari 2013. Tapi PLTD MFO ini pun tidak siap beroperasi. Mesin diesel ex China yang dipasang di Belawan, ternyata banyak masalah. Akhirnya ditambahkan diesel baru dari Jerman dan baru akan beroperasi awal Desember 2013.
      Karena kondisi-kondisi ini, PLN memutuskan untuk sewa genset 150 MW untuk bisa beroperasi secepatnya. Genset ini baru akan beroperasi awal November 2013. Dan untuk memberikan kesempatan pembangkit existing dipelihara, PLN menambah sewa genset 160 MW yang diharapkan bisa beroperasi akhir November 2013. Upaya yang lebih cepat, dengan memindahkan sewa genset 20 MW dari Teluk Lembu ke Glugur dan sudah beroperasi tanggal 20 September lalu.
      Kondisi itulah yang membuat saya bolak balik ke Medan menemani Pak Dyananto – GM PLN Wilayah Sumut dan Pak Bernadus – GM PLN Pembangkitan SBU mengatasi pemadaman ini. Pak Dyananto pun sempat perlu istirahat karena kecapaian. Tapi saya ledekin, bukan kecapaian, tapi kurang olahraga…! Saya pun diledekin, “Wah Pak Adnyana sekarang ngantornya di dua tempat, Jakarta dan Medan….!” Teman-teman di Jawa Bali pun meledek saya: “Wah Pak Adnyana sekarang lebih memperhatikan istri muda, kami istri tuanya tidak diperhatikan lagi…”
      Rupanya memang susah ya punya istri dua. Tapi kok banyak orang yang berpoligami ya ? Mungkin harus ditanyakan jawabannya pada rumput yang bergoyang……..!
      Ada keuntungan juga saya sering ke Medan. Saya jadi lebih banyak tahu instalasi dan teman-teman di lapangan. Saya kenal dengan Leonardus Sitinjak – Manajer Sektor Belawan dan stafnya. Pak Leo ini harus mengoperasikan pembangkit yang sudah banyak deratingnya karena lama tidak distop untuk dipelihara. Pembangkit-pembangkit di Belawan ini sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi defisit Medan. Pak Leo yang sangat bersemangat ini juga harus melayani petugas Kejaksaan Agung yang menyita GT 21 dan GT 22 yang akhirnya dititipkan lagi ke PLN.
      Saya jadi kenal dengan Pak Anggiat Purba – Manajer Rayon Tamora – singkatan dari Tanjung Morawa, yang sudah kebal dengan demo karena saking seringnya di demo. Teman-temannya mengatakan Pak Purba yang badannya besar ini bisa diangkat jadi komandan resimen anti demo.
      Sore-sore setelah selesai dari PLTGU Belawan, saya mampir – kalau istilah Pak Jokowi, “blusukan” – ke Rayon Belawan hanya ditemani Pak Bernadus. Saya lihat Pak Hiro Pardede – Manajer Rayon Belawan sedang menyiapkan pasukannya yang akan memutus listrik pelanggan industri untuk mengurangi pemadaman pada pelanggan umum. Saya bilang ke Pak Hiro: “Aku mau lihat ruanganmu.” Pak Hiro pun mengantar saya. Begitu dibuka, ruangan Pak Hiro gelap dan panas! Pak Hiro kemudian bergegas mau menyalakan lampu dan menghidupkan AC, tapi buru-buru saya cegah karena saya hanya ingin tahu, namanya juga blusukan. Ternyata Rayon Belawan sudah menjalankan instruksi GM nya untuk mematikan lampu dan AC yang tidak perlu. Bagus!
      Pagi-pagi sebelum ke airport Kualanamu untuk kembali ke Jakarta, saya juga berkunjung ke GI Tamora dan GI Kualanamu untuk melihat rencana penempatan sebagian genset sewa 150 MW yang akan segera dipasang. Saya melihat kedua GI terawat dengan baik. Pak Sutarto – Supervisor Tragi Seirotan yang membawahi 5 GI ternyata merawat GI dengan baik. Orang Solo yang kalau berbicara sudah dipengaruhi dialek Medan ini sudah menerapkan OPI dan 5S di GI-nya. Gedung GI dicat bersih dengan lantai yang dijaga kebersihannya. Taman-tamannya juga tertata rapi, walaupun sebentar lagi akan dibongkar untuk dipakai lokasi genset sewa. Sayang memang, tapi ini langkah darurat. Toh taman nantinya bisa dibuat lagi.
      Itulah cerita dari Medan. Dari bincang-bincang saya dengan Pak Murtaqi Syamsudin yang pernah bertugas di Medan, kelihatannya Medan ini tidak berkah. Istilah “Ini Medan Bung” yang terkenal itu dan lebih banyak beraura negatif harus direposisi agar lebih beraura positif. Saya berharap teman-teman PLN di Medanlah yang mulai membangun aura positif ini. Mengimplementasikan PLN Bersih, No Suap secara konsisten. Membangun budaya trust dilandasi keikhlasan dalam bekerja. Pak Sutarto sudah menunjukkan pengelolaan GI di Medan tidak kalah dengan GI di Jawa dalam hal kebersihan dan keindahan tamannya. Jadi suatu saat saya ingin mendengar teriakan “Ini PLN Medan Bung” dalam aura positif dengan beberapa prestasi ! Yang lain pun pasti bisa. Bagaimana ?

      Posted by Mustahil | 5 Oktober 2013, 1:13 pm
  80. kasihan ada orang sakit jiwa

    Posted by harsia | 30 September 2013, 5:11 pm
  81. http://www.goriau.com/berita/riau/mahasiswa-berdemonstrasi-sambil-kumpulkan-sejuta-koin-beli-genset-atas-krisis-listrik-riau.html

    mana aksimu dahlan iskan? apa cuma bisa ngomong sajakah? si sule jauh lebih bagus ngomongnya, knapa gak si sule saja jadi menteri BUMN?

    Posted by marwan_riau | 30 September 2013, 5:41 pm
  82. http://www.goriau.com/berita/peristiwa/dicaci-dan-maki-bahkan-diancam-mulutnya-akan-disobek-gm-pln-riau-menangis.html

    apa mau dibegitukan jugakah dahlan iskan? atao mau sembunyi di belakang para penjilat bokongmu kah? mau sampai kapan kau biarkan riau gelap gulita menteri BUMN yg terhormat?

    Posted by marwan_riau | 30 September 2013, 5:42 pm
  83. Maju terus Pak Dahlan Iskan sy mendukung anda menjadi RI1 2014

    Posted by Jono | 30 September 2013, 5:57 pm
  84. Salut. Terus berkarya bagi Indonesia. Satu pintahku, jangan jadi calon Presiden melalui Demokrat.

    Posted by uranoncu | 30 September 2013, 6:09 pm
  85. Reblogged this on ILEBURA.

    Posted by uranoncu | 30 September 2013, 6:09 pm
  86. Walah, Katanya Uang untuk Beli Genset, Tapi Malah Dibawa Pulang

    Namun lain pihak, baik itu kalangan wartawan maupun staf PLN WRKR justru memandang aksi pengambilan kembali uang hasil pengumpulan dari masyarakat itu justru di bawa kembali.

    “Demo mau beli genset, uangnya malah di bawa pulang, lucu,” kata seorang warga yang menyaksikan aksi massa mahasiswa itu.

    Wakakakakakakk

    Posted by Marwan Gelo | 30 September 2013, 6:31 pm
    • He kamprett…
      Riau jadi gelap itu karena gubernur lo kebanyakan korupsi..
      Lo maki2 orang tanpa ngelihat persoalannya lebih dalam… Sama kayak lo ngomel ama anak lo karena kagak sopan.,.masalahnya lo gak jadi contoh yg baik.
      1 jari lo nunjuk ke orang lain,4 jari lo nunjuk ke muka lo sendiri..
      Sekolah yg bener dulu lu kampret..

      Posted by Irwan syahbidin | 30 September 2013, 9:52 pm
      • woi kampret jika kau nak jilatin pantat si dahlan iskan silahkan saja kampret tapi ntar pas kau jilatin pantat si dahlan suruh dia lepas jabatan sebagai menteri BUMN kalo gak bisa ngatasi PLN yang korup itu

        Posted by marwan | 9 Oktober 2013, 12:21 am
    • nah ini dia orang yg bisanya cuman mengeluh dan menuntut tapi tidak tahu akar permasalahan yg ada bisanya cuman “GACOR” aja mulutnya tapi gak mikir pake otak bikin malu Indonesia banget’s… komplain ke PEMDA Setempat tuk carikan jalan keluar lantas baru Pimpinan PemDa setempat lapor ke Pemerintah Pusat tuk cari Solusinya…ini dampak dari Otoda dimana Pimpinan PemDa tidak tanggap terhadap kondisi daerahnya…

      Posted by Leo Hendroyono | 2 Oktober 2013, 10:42 am
  87. Kalau ga ada Dahlan Iskan, RIAU dan JAKARTA sudah GElap Gulita dari 3th Lalu… Bersyukurlah itu bisa ditahan sampai skr…

    Kalaupun skr Jebol itu karena PLN sebelumnya begitu bobroknya. Mesin2nya sudah hancur. Ibarat Mobil, dahlan Iskan dikasi mobil bekas yg sudah tua… 3th dipakai lsg batuk2…

    Disisi lain masalah perijinan dari GUBSU sebelumnya masalah ditahan2…sehingga ASAHAN3 Telat pembangunannya. dan juga kondisi alam yg lagi kering, sehingga PLTA menurun kapasitasnya…

    Itu Kan bisa diprediksi sebelumnya??? ya betul, tapi untuk kasus PLN tidak bisa instan, membuat PLTA/PLTG atau yg lainbutuh waktu 3~5TH paling cepat. ada yg 20th juga ga jadi2…

    SAYA MAUNYA YG CEPAT??? itu bisa, SEWA GENSET, tapi ini juga dilema,kemaren2 DIS diserang DPR Dgn tuduhan INEFISIENSI karena menyewa byk genset untuk mengatasi byar-pet sembari memperbaiki PLN yg rusak. SIAPA YG BERANI PASANG BADAN DGN RESIKO PENJARA??? Ente berani???DEMO TUH DPR, jgn Koar2 ga jelas…

    Yg pasang Badan skr DAHLAN ISKAN, beliau sewa Genset 150MW x 2 untuk antisipasi, dgn resiko dikasuskan oleh DPR…

    Kenapa anda berpikir dari sisi yg sebaliknya. Menurut saya kalau anda memang benar orang RIAU, seharusnya anda berterima kasih dan mendoakan Dahlan Iskan.
    Kalaupun anda hanya orang bayaran dgn tujuan menjelek2an DIS, percuma…
    Seribu orang ngomong Jelek tentang DIS saya akan tetap PILIH DIS. INI HARGA MATI…

    Posted by PUTU | 30 September 2013, 9:38 pm
  88. Kasian…si marwan KEHABISAN OBAT

    Posted by Djoko Sawolo | 30 September 2013, 9:55 pm
  89. sahabat ,mencela mmg mudah,apalgi menghina,biasanya scara alamiah dilakukan org tak mampu atau sirik.hidup putus asa mati menderita,aku lihat ada pd dirimu,waktu msh ada
    utk bertobat

    Posted by abdillah | 30 September 2013, 10:06 pm
  90. Alhamdulillah, mudah-2an perikanan Indonesia bisa semakin maju dan kembali menjadi harapan bagi sebagian rakyat.
    Satu persatu masalah dihadapi dan ditangani dengan berkat rahmat Yang maha Kuasa. Kalo ada masalah yg belum tertangani mudah-2an Allah berkenan untuk memberi jalan keluar. Bagaimanapun Abah adalah juga manusia biasa yg ada kelebihan dan kekurangan.

    Teruskan karya-2 anda Abah DIS, tularkan kepada sesama anak bangsa, semoga kita semua selalu dalam bimbingan Allah, amiin.

    Posted by HWAHYU | 30 September 2013, 11:16 pm
  91. Khas tulisan Dahlan, inspiring dan hope, dan tidak segan mengakui serta memuji dg tukus dan jujur utk anak buahnya yg berprestasi. Maju terus Pak Dahlan !!

    Posted by Hendy | 1 Oktober 2013, 12:13 am
  92. TIDAK ADA YANG ISTIMEWA….karena Abah SUDAH BIASA berbuat yang istimewa…
    Ini sudah merupakan ZOMBI yang keberapa…BUMN yang habis dikorup, kemudian mati suri…Abah tahu mereka ini seperti SUMUR TANPA DASAR…mau disuntik modal berapapun gak bakal sembuh…

    Tapi pengalaman Abah sebagai Pengusaha dan menteri BUMN yang membuat Abah TAHU BAGAIMANA CARANYA MEMBANGKITKAN MAYAT HIDUP…

    Mereka masih bisa jalan, punya tenaga, badannya masih utuh… tapi tanpa arah ( tahu zombi kan…). Makanya Abah hanya memperbaiki mental dan manajemennya saja… TERBUKTI…. ” it works !”

    Jadi jangan kaget kalau nanti akan ada lagi mayat hidup yang jadi waras lagi….( BUMN kan buanyaaak). Itu TIDAK ISTIMEWA untuk Abah yang BIASA ISTIMEWA…( dengan ide, semangat, ke-rajin-an, kecerdasan dan ke -IHLASAN Abah untuk mewakafkan dirinya bagi Tanah Air…)

    Saya yakin, Abah mencalonkan diri jadi R1 juga dalam rangka pembenahan dan pengabdian negara yang lebih besar lagi….

    Doa dan harapan kita untuk Abah… Salam ACI. Bless U all.

    Posted by wning | 1 Oktober 2013, 5:57 am
  93. Subhanallah..
    Saya benar2 terharu dan kagum untuk Bapak Dahlan Iskan, ribuan do’a untuk keselamatan, kesehatan dan selalu dirahmati dan dilindungi oleh Allah SWT.
    Memimpin manusia Indonesia itu benar2 tdk mudah krn terlalu yg bnyak maunya, bnyak yg egois, tdk pernah logis dan realistis.
    Ditengah kacaunya negeri ini muncullah secercah cahaya dari Allah SWT, benar2 rahmat yang luar biasa, terlalu bnyak rasa kagumku untukmu Bapak Dahlan Iskan..
    Dahulu kala Rosulullah juga begitu, sangat sempurna pribadi Rosulullah sehingga tertulis dalam Al-Quran, tetapi tetap saja banyak yg mencaci beliau, teringat betul sejarah Rosulullah saat dihujat, dicaci, dilempari batu di suatu kota, hingga membuat Allah murka dan mendatangkan malaikat untuk mengazabnya, tetapi apa yang dikatakan Rosulullah kdp malaikat tsb: “aku tidak mengingnkan yang seperti itu, aku hanya ingin semoga keturunan mereka diberi hidayah dan mampu bersujud kepada Allah SWT..”
    Tetaplah tabah dan sabar Abah, Allah SWT selalu bersama hambaNya yang sabar dan tawakkal..
    Demi Maha Suci Allah, selama itu sesuai dg jalan Maha Suci Allah, saya siap berjuang dan memdukung Abah sampai kapanpun..

    Posted by rezkyansyah | 1 Oktober 2013, 6:58 am
  94. Nah lohh… Saya baru baca nih. Baca komen marwan juga. Saya Judah bilang bbrpa edisi lalu. Hal yg perlu diselesaikan pak dahlan adalah krisis listrik di Sumatra Dan mslah krl jabodetabek. Keduanya terkait dgn mslh listrik. Listrik mnyangkut hajat hidup orang byk. Dan pln serta pt kai bersinggungan dgn rakyat byk. Ayo dismania, dorong pak dis habis2an di dual sektor INI. Jayaa Indonesia…

    Posted by sutan | 1 Oktober 2013, 9:41 am
  95. Semoga P dis sehat selalu,
    Semoga saudara marwan /keluarganya bisa Diterima kerja di pln kalau nanti bisa lulus kuliah.. jangan kebanyakan main game ya biar hemat listrik.

    Posted by awan | 1 Oktober 2013, 10:17 am
  96. Saya salut dg sodara marwan.. disaat krisis listrik masih rajin baca blog ini.. tapi saya berharap p admin bisa mensensor kata2 kasar, karena pembaca disini masih ada yg sd/smp

    Posted by awan | 1 Oktober 2013, 10:20 am
    • Setuju Mas Awan…
      Boleh memberi kritik tapi tidak harus dengan kata-kata atau kalimat yang kasar dan dituangkan dalam tulisan. Bahasa tulisan dan bahasa lisan jelas sangat berbeda. Bagaimanapun ketidaksukaan kita pada seseorang tidak harus disampaikan secara kasar yang menjurus kepada penghinaan personal.
      Mohon maaf, salam…

      Posted by HIBATILLAH'S | 1 Oktober 2013, 11:18 am
  97. Ini Dia Modus Mark Up Subsidi BUMN Versi BPK
    Berikut ini BUMN yang diduga melakukan kecurangan penyaluran PSO selama semester I-2013.
    1. PT PLN (Persero) senilai Rp 6,77 triliun
    2. PT Pertamina (Persero) senilai Rp 999,38 miliar
    3. Perum Bulog senilai Rp 707,66 miliar
    4. PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) senilai Rp 270,95 miliar
    5. PT Pupuk Kaltim (Persero) senilai Rp 51,67 miliar
    6. PT Pupuk Kujang (Persero) senilai Rp 25,33 miliar
    7. PT Petrokimia Gresik (Persero) senilai Rp 134,12 miliar
    8. PT Pupuk Iskandar Muda (Persero) senilai Rp 16,37 miliar
    9. PT Pelni (Persero) senilai Rp 48,05 miliar.

    Gemana ini pak DI ??
    BPK loh.. Bukan subsidi kek kemaren.. tapi Markup..

    http://finance.detik.com/read/2013/10/01/142658/2374376/4/2/ini-dia-modus-mark-up-subsidi-bumn-versi-bpk

    Posted by Widarta Ketut | 1 Oktober 2013, 2:44 pm
    • klo mark up di DPR berapa???????

      Posted by suhardi | 1 Oktober 2013, 3:18 pm
      • oh.. brakti sama sama yach pak @Suhardi… BUMN ternyata tetap sama saja kek DPR..
        maklum.. Mentrinya sibuk Nyapres.. peace.😉

        Posted by Widarta Ketut | 1 Oktober 2013, 3:38 pm
        • apa gak keliru pak??? tolong dibaca lagi …… PAK DI tidak MENCALONKAN …….buat apa…. pak DI sudah MENINGGAL sejak GANTI HATI…..hidupnya sekarang untuk diWAKAFKAN bagi NEGARA INDONESIA…..dia tidak perlu GAJI….FASILITAS….dia UDAH KAYA……anaknya pak DI, mas AZRUL aja HARAM menginjakkan kakinya waktu bapaknya jadi DIRUT PLN….

          Posted by suhardi | 2 Oktober 2013, 6:58 am
          • woi anjing penjilat dahlan iskan kalo memang tuanmu itu banyak duit dan mewakafkan dirinya untuk indonesia knapa tidak beli genset yg 450 KVA untuk masing2 keluarga di riau yang terkena imbas pemadaman listrik agar jangan kami umpat2 itu menteri BUMN INDONESIA yg tak tau kerjanya apa dan gobloknya minta ampun dalam mengatasi krisis listrik di riau ini pantekkk !!! apa susahnya sih dengan jabatan superpower menteri BUMN dan uang selangit kaya gitu kalo dari kami rakyat riau banyak menderita hah pantek? kurang puaskah duit banyak dan jabatan menteri BUMN hah? mau jadi presiden hah?? gampang…., ambisimu bisa saya dukung dahlan pantek !!! kuncinya cuma satu, atasi krisis listrik diriau dan jangan kau biarkan rakyat di provinsi kami ini hidup dalam kegelapan !!! dan SAYA DAN KELUARGA SAYA DAN KOLEGA SAYA DI RIAU akan mendukung kau sewajarnya dahlan iskan, bukan mendukung ala anjing2 penjilat pantatmu yang gak punya otak ini….!!! gak punya mata!!! dan gak punya hati !!! taunya hanya menjilati pantatmu saja pak dahlan iskan !!!! TOLONG ATASI KRISIS LISTRIK DI RIAU INI !!! KAMI SUDAH MENDERITA KEGELAPAN CUKUP LAMA!!!

            Posted by marwan | 12 Oktober 2013, 2:47 pm
    • mas, Sudah ditanggapi…..Ngak perlu tanya di sini. Tolong kalau baca berita yang komplit. Terutama dari detik.com. karena beritanya dipotong-potong.
      http://finance.detik.com/read/2013/10/01/130538/2374250/4/bpk-temukan-mark-up-subsidi-di-bumn-dahlan-iskan-diusut-sajalah

      Posted by Hack | 1 Oktober 2013, 3:37 pm
      • “Jangan ada anggapan perusahaan yang mengemban tugas PSO kesenangan. Ini tugas.”

        PSO ( Public Service Obligation) -> http://en.wikipedia.org/wiki/Public_service_obligation
        PSO seperti subsidi.. masak Pak DIS mau cabut subsidi kereta api, PLN dll.
        Apa di forum ini juga setuju.. listrik tanpa subsidi itu kurang lebih 1300/ KWH.. yakin semua mau ???

        Emang subsidi bisa dikorup… Hehehehe..
        BUMN ga seneng dapat tugas nyalurin subsidi yach..
        Mungkin karena ga seneng itu dah jadinya di markup…

        Ya elah.. pas ketauan aja.. ngancam cabut cabut..
        emang sagampang itu cabut subsidi..
        Pak DIS masak ga tau… atau pura pura ga tau..
        Biar keliahatan BUMN yang dipimpinya itu bukan seneng korupsi, cuman karena ga seneg aja dapat tugas PSO.
        makanya di markup..
        heheheheh

        tadi saya kira komentarnya begini
        “waduh, saya udah 2 tahun jadi mentri kok ga tau ya markupnya segitu besar,
        ini brarti saya dibohongi kalau para direksi itu udah udah sudah bersih.
        mau gimana lagi.. sekarnag saya masih sibuk nyapres…
        Kemaren aja baru pulang dari papua makan singkong.

        Posted by Widarta Ketut | 1 Oktober 2013, 3:50 pm
        • soal subsidi mungkin bisa milih Mau ikut Singapore atau China?

          kalau masalah markup bisa dibaca MH edisi2 terdahulu.. program bersih2 itu panjang.. saya tidak tau masalah markup ini terkait dengan ini http://finance.detik.com/read/2013/09/25/115400/2368823/4/dahlan-iskan-bikin-gerakan-bumn-bersih atau tidak.

          ada yg bisa menjelaskan alur pengajuan dana PSO? dan bagaimana penyaluran PSO dimasing2 BUMN

          Mohon pencerahannya

          Posted by awan | 1 Oktober 2013, 6:59 pm
          • bisa dijelaskan subsidi gaya singapure atau gaya china itu pak @awan?
            setau saya dulu Pak DIS pernah ngomong masalah gaya subsidi listrik di korsel..
            coba baca2 MH edisi terdahulu..
            jangan2 banyak yang disini baru baca satu atau dua MH saja..
            saya sudah baca semua…

            terus gemana..
            pak DIS minta PSO itu dicabut logh..

            “Kalau PSO mau dicabut, dicabut saja”
            Heran yah.. seperti ga ada semangat..
            kok ga ada nada perjuangannya..

            Posted by Widarta Ketut | 1 Oktober 2013, 9:03 pm
          • Mark up PSO di sini bukan korupsi meskipun perhitungan BPK akan besarnya subsidi melalui BUMN lebih rendah daripada perhitungan BUMN itu sendiri. Kenapa? Karena pencairan dana PSO oleh pemerintah adalah setelah audit BPK (Baca: sebelum penyaluran). Pada akhirnya besaran subsidi yang dicairkan mengikuti hasil perhitungan BPK. Berarti BUMN sengaja meninggikan asumsi PSO? Lebih tepat jika pertanyaannya adalah mengapa terjadi beda perhitungan dalam mengasumsikan besaran subsidi. Ketidaksamaan ini yang harus ditelusuri lebih lanjut sehingga orang tidak dengan gampang membahasakan beda perhitungan dengan korupsi.

            Posted by yudi | 2 Oktober 2013, 8:31 am
    • Sebenarnya temuan ini bagus dan sejalan dengan gerakan BUMN bersih pak Dahlan. Tinggal minta data BPK, kemudian lanjutkan temuan ini ke KPK. Sapu bersih dah direksi BUMN. Pakta yg sudah ditanda-tangani direktur2 BUMN bisa dimafaatkan secara efektif disini.

      Posted by susanto | 1 Oktober 2013, 10:33 pm
      • Saya setuju. Kemungkinan ini juga manuver utk memojokkan Pak Dahlan, maklum pencapresan semakin dekat. Makanya pak Dahlan bilang “silahkan diusut saja” dan “kalau PSO mau dicabut, cabut saja”, bukan krn gak ada semangat tapi supaya BPK bisa membuktikan semua itu. Dan kalo mmg benar ada penyelewengan, alhamdulillah BUMN mjd lebih bersih kedepannya, Insya Allah.

        Posted by HWAHYU | 1 Oktober 2013, 11:20 pm
  98. Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

    Tag Line kita :

    Dahlan Iskan : Demi Indonesia
    Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
    Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

    Semoga ALLAH meridho’i.

    =============================================================================
    Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
    Terbuka untuk siapapun kita.

    Salam hormat,
    Bonzo – Jakarta Barat

    Posted by bonzo | 1 Oktober 2013, 4:39 pm
  99. Hayo PSO jalan terus selama peraturannya belum dicabut. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014

    Posted by Djoko Sawolo | 1 Oktober 2013, 8:42 pm
  100. nice week, seru uey

    Posted by azham kkhairan | 2 Oktober 2013, 3:53 pm
  101. kerja kerja kerja, dukung abah DIS for RI 1 2014, tetap semangat !!!!!!!!

    Posted by msyatno | 2 Oktober 2013, 5:25 pm
  102. dear All!! saya ingin menyampaikan bahwa yang disampaikan oleh marwan sebenarnya adalah fakta bahwa sejak pak DI jadi menteri banyak terjadi lagi pemadaman listrik.. PLN kembali ke zaman kegelapan.. yang sy alami juga di papua Barat tepatnya kota kaimana listrik mati selama 12 jam tiap 36 jam itu terjadi sejak berbulan-bulan lalu. walaupu sekarang PLN sudah membeli Genset baru tetapi pemadaman masih berlangsung..

    ketika sy pulang ke rumah orang tua diCiampea Kab. Bogor. juga terjadi pemadaman yang intensitasnya sering walaupun hanya beberapa jam, tapi terjadi hampir setiap hari…

    sy kira memang pak DI harus lebih tegas menekan dirut PLN kl ga mau fight melawan PR2 lama PLN yang sebenernya sudah selesai zaman pak dahlan. ya lebih baik beri kesempatan orang yang sanggup fight!!

    saya kira masalahnya orang2 PLN belum bener2 berubah mentalnya lewat ‘didikan’ pak DI. sehingga walaupun pak DI sudah kasih road map yang jelas tetapi kalau ketemu masalah maka kembali ke mental lama “bermain di zona aman!!” walaupun mengorbankan rakyat..

    tp masalahnya dengan kawan satu dari Riau itu, dia terlalu CENGENG dan bersikap BANCI cuma bisa buang kotoran lewat tulisan…seolah2 dia paling menderita SEDUNIA!!!

    sy kira lebih bermartabat kalo kita menyampaikan dengan santun lah.. saya juga pernah tinggal di Riau saya tau orang Riau apalagi pekan baru itu tanah melayu.. kalo bicara halus sopan dan akhlaknya tinggi.. kl yang sebaliknya berarti cuma pendatang.

    aku inget pesen orang2 alim: hakikat miskin ataupun kaya itu di hati bukan tergantung fasilitasnya.. kalo orang merasa paling menderita sedunia berarti dia memang hatinya penuh derita ada masalah sedikit berkoar2 paling menderita…

    yah tapi sudahlah yang penting sobat2 lainnya tidak terlalu terpengaruh.. kita setuju2 aja pak DI melanjutkan program2nya tp jangan lupa tetap dikritik (dengan santun)kalau ada kesalahan biar gak taklid buta.

    wasalam all!!

    Posted by syam | 2 Oktober 2013, 7:04 pm
    • Setujuuuuuu…..

      Posted by noeng | 2 Oktober 2013, 11:18 pm
    • Waktu itu memang pak Dahlan sudah berhitung butuh 2 tahun penuh utk mengubah mental karyawan PLN. Apa daya kepentingan lebih besar (BUMN) harus ditangani, efek sampingnya ya begini. PLN ‘baru’ yg masih prematur sering masuk angin yg menyusahkan rakyat biasa.

      Posted by susanto | 4 Oktober 2013, 1:47 pm
    • hai anjing penjilat pantat si dahlan iskan…..apa kau pikir kami di riau ini cengeng? kami justru marah dan gerah bangsat !!! apa kau pikir kami bisa berpikir normal jika setiap hari listrik mati 8 jam lebih dan terus berlangsung berhari2 dab berbulan2 goblok !!! sok bawa2 nama papua kau pantek !!! di bayar berapa kau sama tuanmu itu hah? saya orang riau yang tidak peduli kalo si dahlan ataupun orang lain yg naik jadi presiden. saya tidak peduli itu !!! saya saya peduli jika rumah saya saban hari mati dan tiap malam kami kegelapan 1 rumah smua bahkan 1 provinsi !!! anjing itu si pamudji dirut PLN anjing penjilat si dahlan iskan !!! anjing itu si dahlan iskan pantek menteri BUMN goblok yang makan gaji buta !!! makan uang rakyat kau setan !!! makan nih sumpah serapah kami se riau !!!

      Posted by marwan | 12 Oktober 2013, 2:39 pm
  103. Terima kasih Mas Saeful yang sudah berbagi email Pak Dahlan Iskan,
    Sesuai Posting saya tanggal 30 Sept 2013 jam 2:40 PM, mengenai pemberlakuan kembali Uang Jaminan Pelanggan / UJL PLN, sudah ditanggapi oleh Pak DI demikian : PLN di bawahi 2 kementrian yakni ESDM dan BUMN jadi masalah tarif, dll bukan domain Kementrian saya BUMN.
    Lah jadi binggung saya sekelas Pak DI hanya memberi jawaban seperti itu tanpa ada Solusi terhadap seluruh Pelanggan PLN di indonesia terutama. Berapa banyak uang UJL pelanggan yang masuk ke Rekening PLN? Pengusaha aja pinjam dana di Bank harus membayar bunga bank, terus BUNGA BANK ATAS UJL PELANGGAN PLN pada kemana? padahal kalau pelanggan PLN mau tambah daya aja harus membayar lagi UJL yang baru.
    Wahai Pak Dahlan Iskan yang kami banggakan berikanlah solusi atas UJL Pelanggan PLN, sehingga beban Pelanggan tidak ikut bertambah dengan adanya kenaikan TDL di Bulan Oktober 2013 ini jangan Bapak Pasrah dengan keadaan ini, dulu Bapak menjadi Dirut PLN menghapus UJL Pelanggan, sekarang ganti Direktur PLN yang baru meminta kembali UJL yang tidak dipungut dijaman Bapak jadi Direktur PLN untuk dibayar kembali per bulan Januari 2014 s/d Desember 2014.

    Posted by Djoni Kaunang | 3 Oktober 2013, 9:34 am
  104. Ayo Marwan, wong edan uchul! Gonggong terus Wan! Sampe kita ketemu IP addressmu!

    Posted by Intelnet | 4 Oktober 2013, 10:25 am
  105. Ruar….. biasa !

    Posted by Rudy M. Saragi | 4 Oktober 2013, 12:27 pm
  106. Marwan emang penjilat pantat anjing

    Posted by Dedy Armayadi | 5 Oktober 2013, 1:02 pm
  107. pemikiran dahlan iskan memang solutif

    Posted by Mustahil | 7 Oktober 2013, 6:16 am
  108. slamat pagi pak…. moga bapak sehat selalu….
    kini sudah ada optimisme bagi bangsa kita dengan indutri perikanan kita yang mati suri tersebut,,, (prinus).. mudah-mudahan bisa menjadi perusahaan kelas dunia,,,,,,
    kita sangat miris dengan tahun-tahun dahulu dimana, banyak kapal-kapal jepang yang berteknologi tibggi datang ke perairan inodesia, mencuri ikan-ikan indonesia dalam sakala banyak, dalam waktu singkat, ikan tersebut di tangkan dan langsung di masukkan ke dalam kaleng, setelah itu dibawa ke jepang dan setelah diba di pelabuhannya, langsung di ekspor ke indonesia, artinya proses pengolahan, pembungkusan, pengadmnitrasian, dan penjualan , negosiasi harga telah di lakukan di atas kapal, bahkan ketika masih dalam perairan indonesai sehingga setelah merapat ke dermaganya, langusng kalengan ikan tersebut di eksopr ke indonesia,,,,,, dan ikan yang ada di dalam kaleng tersebut sama dengan ikan yang kita makan di rumah, tapi lebih murah, lebih bermutu dan bergengsi di mata kita…….

    kami punya impian untuk Prinus,,,,, penangkapan ikan dengan kapal-kapal besar di seluruh perairan indonesai, dengan teknologi tinggi, dikemas, dikalengkan/diproses di atas kapal dan di tas perairan ondonesia, setelah menyandar di dermaga, langsung di ekspor ke luar negeri terutama jepang dan negara lainnya , dengan harga lebih murah, lebih enak, lebih bermutu, lebih bersaing, dan tentunya kebutuhan akan ikan di dalam negeri telah terpenuhi terlebih dahulu….
    mari dukung PT PRINUS menjadi Perusahaan berskala internasional yang dapat di banggakan…….

    Posted by riko putra | 7 Oktober 2013, 11:40 am
  109. salut dan kagum buat DI yg selalu berfikir tdk ada kematian bagi orang yg selalu kerja dan kerja, klolah ada 4 saja mentri KIB 2 yg bekerja dan berprisip seperti DI negara ini akan adil dan makmur.selamat dan sehat selalu pak.

    Posted by toga | 12 Oktober 2013, 8:54 am
  110. ah si tae dahlan iskan menteri BUMN goblok, woi pantek cepat kau atasi krisis listrik di riau kami ini setan…..!!! mukamu sudah kaya babi saya lihat, tiap malam listrik mati di rumah kami di riau ini….ngapain saja kerjamu dahlan taik !!! kau pecat itu dirut PLN si pamudji yang jilatin bokongmu itu dahlan pantekkkk….!!!
    http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/02/marzuki-alie-tagih-janji-dahlan-iskan
    GANYANG DIRUT PLN SI PAMUDJI PANTEK ITU !!!! GANYANG SI GOBLOK DAHLAN MENTERI BUMN ITU!!!!
    MERDEKAKAN RIAU DARI PEMADAMAN LISTRIK !!!!

    Posted by marwan | 12 Oktober 2013, 2:23 pm
  111. woi anjing penjilat dahlan iskan kalo memang tuanmu itu banyak duit dan mewakafkan dirinya untuk indonesia knapa tidak beli genset yg 450 KVA untuk disumbangkan ke masing2 keluarga di riau yang terkena imbas pemadaman listrik 8 jam setiap hari agar jangan kami umpat2 itu menteri BUMN INDONESIA yg tak tau kerjanya apa dan gobloknya minta ampun dalam mengatasi krisis listrik di riau ini pantekkk !!! apa susahnya sih dengan jabatan superpower menteri BUMN dan uang selangit kaya gitu kalo TOH kami rakyat riau banyak menderita kegelapan dan kepanasan dan gak bisa ngapa2in tiap malam hah pantek? coba kau lihat harga lilin disini makin mahal pantek !!!!! kurang puaskah duitmu yg banyak itu dan jabatan menteri BUMN mu itu hah? mau jadi presiden juga kah ambisimu hah?? gampang…., ambisimu bisa saya dukung dahlan pantek !!! kuncinya cuma satu, atasi krisis listrik diriau dan jangan kau biarkan rakyat di provinsi kami ini hidup dalam kegelapan dan stress karna kepanasan dan digigiti nyamuk tiap malam, pas masak nasi listrik mati !!! pas mandi listrik mati !!! pas istirahat listrik mati !!! pas makan listrik mati !!! pas mau belajar listrik mati !!! pas mau nidurin anak listrik mati !!! pas mau boker listrik mati!!! pas mau nonton listrik mati !!! pas mau balas serangan kalian para anjing2 penjilat pantat si dahlan iskan pun pernah mati!!!! saya akan mendukung kau secara sewajarnya dahlan iskan, bukan mendukung ala anjing2 penjilat pantatmu yang gak punya otak ini….!!! gak punya mata!!! dan gak punya hati !!! taunya hanya menjilati pantatmu saja pak dahlan iskan !!!! TOLONG ATASI KRISIS LISTRIK DI RIAU INI !!! KAMI SUDAH MENDERITA KEGELAPAN CUKUP LAMA!!!

    Posted by marwan | 12 Oktober 2013, 2:59 pm
  112. http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/02/marzuki-alie-tagih-janji-dahlan-iskan

    saya hanya dukung ucapannya bukan orangnya !!! saya hanya dukung bukti kerjanya dalam mengatasi listrik bukan senyum dan janji2 palsunya !!! saya hanya dukung kepeduliannya terhadap masyarakat yang menderita bukan ambisinya yang dibungkus dalam cantiknya pencitraan oleh para anjing2 penjilat pantatnya dahlan iskan !!!
    GANYANG si PAMUDJI dirut PLN goblok itu dan GANYANG DAHLAN ISKAN MENTERI BUMN TOLOL NAN AMBISIUS itu !!! kembalikan MARWAH kami selaku orang merdeka di republik ini yang bebas menikmati listrik seperti halnya di provinsi lain. GANYANG PARA ANJING2 PENJILAT PANTAT yang bisanya hanya menjilati pantat tuannya dan berharap dapat sedikit remah2 dari makanan tuannya !!!

    Posted by marwan | 12 Oktober 2013, 3:06 pm
  113. ayoo bangkit….

    Posted by abdullah | 9 November 2013, 9:15 am
  114. sebenernya Pak DI ini jadi medium yang hebat dari orang-orang yg hebat, ide-ide ini sudah ada sejak dulu dari Pak Abdusalam, cuma tidak pernah direalisasikan, begitu di denger Pak DI, langsung di realisasikan, jadilah Pak DI adalah medium yg hebat, mungkin Indonesia memang butuh medium yg hebat agar orang-orang yg hebat ini bermunculan demi Indonesia

    Posted by SESAR SEHAT SANTOSO | 14 November 2013, 2:46 pm
  115. Seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi tentunya akan terkena penyakit ini juga. Tapi perlu disadari bahwa gejala yang paling jelas dari infeksi HPV adalah kutil kelamin.

    Posted by TIARA INDAH FATRIN | 11 Februari 2015, 5:52 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: