>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Jangan Cepat Puas, Tataplah Dunia, Evan!

Saya kali pertama mendengar kehebatan Evan Dimas pada Agustus 2012. Ketika itu pemain binaan sekolah sepak bola Mitra Surabaya tersebut terpilih untuk berlatih sepak bola di klub terbaik dunia FC Barcelona di Spanyol.
 
Tentu saja saya ikut bangga dengan prestasi Evan ketika itu. Kini saya makin kagum kepada dia. Minggu pekan lalu (22/9) Evan memimpin skuad timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF.
 
Setiap mendengar prestasi Evan, saya langsung teringat karyawan Jawa Pos yang bernama Eko Prajogo. Dia adalah mantan pemain klub sepak bola yang saya dirikan, Mitra Surabaya.
 
Eko, pemain andal kala itu, saya dorong agar menjadi karyawan Jawa Pos karena sepak bola “era itu” belum bisa dijadikan penopang kebutuhan dapur agar terus mengebul. Eko akhirnya bekerja di bagian dokumentasi dan olah foto di Jawa Pos. Di sela waktunya ternyata dia tetap aktif di dunia yang dicintainya: sepak bola. Setelah usia tidak memungkinkan lagi menjadi pemain, dia lalu meminta izin untuk mengelola sekolah sepak bola Mitra Surabaya dengan menggandeng Radar Surabaya.
 
Tentu saya mengizinkan. Hanya sesekali saya memberikan dukungan dana. Selebihnya Eko sendiri yang berjuang mati-matian menjaga kelangsungan hidup sekolah sepak bola tersebut.
 
Saya bangga kepada orang yang sangat mencintai sepak bola seperti Eko. Namanya tidak pernah muncul karena sering berbeda sikap dengan pengurus PSSI. Namun, karyanya bagi kemajuan sepak bola tanah air sangat nyata.
 
Dia tipe orang yang mengabdi kepada sepak bola. Dengan gajinya sebagai karyawan yang tidak besar, dia mampu berbuat melebihi kapasitasnya.
 
Dia juga tidak hirau dengan silang sengkarut kepengurusan PSSI. Dalam benaknya hanya bagaimana para siswa sekolah sepak bola Mitra Surabaya bisa terus belajar dengan baik. Dia terus membina, membina, dan membina.
 
Kesuksesan Evan memimpin skuad Garuda Jaya menjadi juara Piala AFF U-19 adalah pencapaian selanjutnya dari kecintaan dan ketekunan Eko di dunia sepak bola. Nilai kesuksesan tersebut lebih besar daripada kesuksesan pertama ketika Evan terpilih untuk berlatih di FC Barcelona.
 
Prestasi yang lebih besar karena Eko mampu mengarahkan agar Evan tetap pada jalur yang benar. Sepulang dari Barcelona, Evan tidak lantas besar kepala. Sebaliknya, pelajaran yang dia dapatkan di sana mampu dimaksimalkan untuk mengakhiri dahaga gelar juara Indonesia selama 22 tahun.
 
Sukses menjuarai Piala AFF U-19 tentu saja bukan puncak karir Evan. Jalannya masih sangat panjang. Jalan itu pun bisa menuju pentas sepak bola dunia.
 
Ketika pindah ke level profesional, dan mungkin itu tidak lama lagi, Evan akan lepas dari bimbingan Eko. Semoga Evan bisa terus menjaga diri dengan baik. Sebelum Evan, sejatinya talenta hebat pernah dimiliki Indonesia. Kita pernah punya pemain seperti Kurniawan Dwi Julianto yang pernah berkesempatan mengembangkan diri di Erupt. Kita juga tahu Kurniawan menjadi sangat hebat dan terkenal. Tapi, ada saja hambatan yang membuat dia tidak mampu menjadi pemain kelas dunia.
 
Salah satu hambatan terbesar adalah kematangan jiwanya. Kurniawan memilih pulang ke Indonesia sebelum tempaan di Eropa menjadikan dirinya pemain kelas dunia.
 
Ya, di Eropa, Kurniawan memang bukan apa-apa. Di Indonesia, dia superstar. Banyak orang yang berharap dia tetap belajar di Eropa demi menjadi superstar yang lebih besar. Namun, orang boleh berharap, Kurniawan yang memilih.
 
Saya yakin, Evan akan lebih matang. Menjelang Piala AFF U-19, setahun setelah kepergiannya ke Barcelona, dia tetap menjadi arek Suroboyo yang sederhana. Saya berharap dia terus bersikap seperti itu meski beberapa hari terakhir sering muncul di koran dan televisi setelah menjuarai Piala AFF U-19.
 
Saya juga mendengar Evan rajin belajar bahasa Inggris. Dalam pergelaran Piala AFF U-19 lalu, dia terlihat bisa berkomunikasi dengan baik dengan wasit asing.
 
Bakat dan semua upayanya itu, kita harap bakal menjadi bekal bagi dirinya dalam menempuh  perjalanan panjang karirnya. Jangan cepat puas, tataplah dunia, Evan! (Dahlan Iskan, Menteri BUMN,Pendiri Mitra Surabaya)

Iklan

Diskusi

40 thoughts on “Jangan Cepat Puas, Tataplah Dunia, Evan!

  1. Datang lbh awal… الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Posted by yuni | 29 September 2013, 10:10 am
  2. Rendah hati itu tantangan diri, stelah mndapat sbuah kelebihan. Dan sy rasa evan melaluinya dgn benar, maka tdk salah dia bisa memimpin U-19 juara. Bravo sepakbola, pak !

    Posted by Reza | 29 September 2013, 10:44 am
  3. kok minggu…..???

    Posted by seno | 29 September 2013, 10:54 am
  4. Repost and REeTweet – Thanks

    Posted by Dahlan Iskan Blog (@DahlanIskanBlog) | 29 September 2013, 10:54 am
  5. Selamat Evan, semoga masa depanmu tidak dirusak para pengurus PSSI koplak. Salut untuk Abah Dis yang menyediakan ladang subur untuk tumbuh dan berkembangnya bibit2 unggulan

    Posted by yulharmaen | 29 September 2013, 12:45 pm
  6. tumben mingguuuuu….., hadir dl deh baeu baca.
    Vote Dahlan Iskan for RI-1 2014

    Posted by @ndokaja | 29 September 2013, 1:00 pm
  7. Bukan MH kayaknya, ntar moga MH tetap Senin pagiiiiii

    Posted by Pemgagum | 29 September 2013, 5:51 pm
  8. Baca MH terbaru di http://www.dahlaniskan.net

    Posted by noeng | 30 September 2013, 12:07 am
  9. Ayo, kamu bisa…Evan dan tim U-19. Jaga diri dari sikap jumawa/ berbangga diri berlebihan. Semoga bisa jadi kebanggan bangsa

    Posted by habib | 30 September 2013, 3:01 am
  10. Jangan Cepat Puas, Tataplah Dunia, Evan!

    Posted by aburachman | 30 September 2013, 4:26 am
  11. Lha…ga mengira khan…malah membahas bola….lanjut..

    Posted by offick | 30 September 2013, 4:56 am
  12. saya ingin juga dibina jd pengusaha kelas dunia oleh abahDIS

    Posted by abdillah | 30 September 2013, 8:43 am
  13. VOTE GANYANG SI DAHLAN ISKAN ANJING ITU DAN KRONI2NYA DAN PARA PENJILAT BOKONG DAHLAN ISKAN LAINNYA….!!!! MUKA KAYA BABI GITU GIMANA MAU JELAS LIHATNYA, WONG PEMADAMAN LISTRIK SETIAP HARI LEBIH DARI 6 JAM DI SEANTERO RIAU TIDAK DIPERDULIKAN SAMA SI DAHLAN ISKAN PANTEK ITU. SIBUK NGAPAIN KAU WOASUUUU!!!! SIBUK MAEN SINETRON??? SIBUK BIKIN CATATAN??? SIBUK PENCITRAAN DIRI??? SIBUK MAU NYAPRES???? MUNDUR SAJALAH KAU WOASUUU DARI KURSI MENTERI BUMN KALO KERJAMU HANYA MAKAN GAJI BUTA SAJA !!!! KAMI RAKYAT RIAU SUDAH JENGAH LIHAT PEMADAMAN LISTRIK DI PROVINSI KAMI INI DAHLAN PANTEKKKK!!!! NAK JADI PRESIDEN KAU, BISA GELAP GULITA DI SEANTERO NEGERI INI DAHLAN ANJENGGGG!!! CEPAT ATASIIIIIIIII DAHLAN BABIIIII!!!!

    Posted by marwan | 30 September 2013, 1:43 pm
    • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

      http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

      ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
      http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

      Posted by Farid | 30 September 2013, 3:38 pm
    • Apakah tidak bisa bicara dengan cara yang santun ?

      Posted by fath | 2 Oktober 2013, 11:14 am
    • brow …..kau ini kasar sekali komentar kau.Kalau listrik mati ke PLN setempat atau ke Dirutnya PLN namanya .. Pamuji protes memang perlu tp tepat ke alamatnya…..rupanya kau ini kurang entelek kali……hihihi

      Posted by Abdul Mu'in | 3 Oktober 2013, 10:15 pm
    • ….kecuali ijin PLTA Asahan yg ruwet….pemadaman listrik jg krn biaya oprasional yg besar apabila hrs pake genset…ini juga sbg akibat dr pembangkit PLN yg seharusnya dah pake gas tp krn gas-nya mlh dijual ke LN (dgn murah), PLN jd kesulitan cari gas…dmkn juga pembangkit PLN yg pake batubara…PLN mesti hrs ngemis2 utk mdptkannya (dah tjd bertahun-thn)…dan semua itu dah dilaporkan Pak Dahlan ke ESDM dan DPR utk mdpt dukungan dan solusi krn jika tdk ada solusi akan berdampak pd inefisiensi anggaran atau pmadaman listrik scr luas….tp nyatanya boro2 dukungan..yg tjd dikemudian hr Pak DI disalahkan krn inefisiensi yg dr awal dah dilaporkan dan dimintakan dukungan dr DPR……

      Posted by Prihartanto | 9 Oktober 2013, 8:50 am
    • Si Marwan… Contoh orang stress yang bikin bangsa hancur… cepatlah berobat bang…!!! Sebelum keduluan stoke..

      Posted by mpm | 17 Oktober 2013, 12:46 pm
  14. woi para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, saya tegaskan SAYA ORANG BAIK2 yang hidup di negeri ini dengan baik2 tepatnya di provinsi riau kota pekanbaru. saya tidak peduli jika si dahlan naik dari Dirut PLN ke menteri BUMN. saya tidak peduli kalo si dahlan naek jadi presiden, saya hanya peduli saya dan keluarga saya tidak menderita. tapi saya mau katakan bahwa saya dan keluarga saya dan seluruh rakyat riau saat ini telah menderita karna ulah pemadaman listrik lebih dari 6 jam setiap hari oleh PLN (Perusahaan Lilin Negara) milik BUMN yg diketuai oleh si dahlan iskan, seandainya si jokowi yg jadi menteri BUMN, saya juga akan anjing-anjingin itu si jokowi !!!! oey para dahlanis sesat penjilat bokong dahlan iskan lainnya, karna kalian tidak seperti kami yg menderita tiap malam hidup dengan diterangin lilin dan lampu minyak, sebaiknya diam saja…!!! urusan saya hanya sama si Dirut PLN dan menteri BUMN negara kalian ini !!! kasih tau sama tuan kalian, agar cepat atasi krisis listrik di provinsi kami ini !!!! jangan hanya makan gaji buta saja dan sibuk maen sinetron bilang !!!! anak2 kami nangis2 karna gelap, menderita kepanasan dan digigiti nyamuk tiap malam, kami pun susah tidur, pembayaran listrik kami bukannya berkurang malah membengkak, sektor perekonomian kami banyak yg tergantung dengan listrik akhirnya kolaps, barang2 elektronik kami pada rusak, harga lilin makin mahal di provinsi riau ini. 1 biji harganya 1500 rupiah, si pengusaha ngeruk untung dengan adanya krisis listrik PLN ini. anak sekolah belajar dengan diterangin lilin di seantero riau ini…kami provinsi kaya SDA alam seperti minyak !!!! kemana hasilnya hah??? apa hasilnya kami dibuat gelap gulita ini hah para anjing2 dahlanis sesat kaya kalian yg sudah enak menjilati bokong si dahlan hah??! lalu apa saja kerja si dahlan menteri BUMN yg dipilih si SBY itu hah?? apa mau tau dia soal penderitaan kami hah? jadi bilangin sama tuanmu itu SEGERA ATASI KRISIS LISTRIK DI PROVINSI RIAU ATAU MUNDUR SAJA DARI KURSI BUMN DAN BERIKAN PADA YANG MAMPU NGATASI KRISIS LISTRIK PLN !!! ATAU SAYA DAN RAKYAT RIAU LAINNYA SIAP UNTUK MEMAKI2 si DAHLAN yg cuek itu !!! mau tau info lebih jelasnya silahkan search saja di internet tentang kondisi listrik kami, atau baca saja koran Riau Pos (group jawa pos milik si dahlan pantek itu) Hari sabtu tertanggal 28 September 2013 dan koran MX Pekanbaru hari Senin tertanggal 30 September 2013 biar terbuka mata kalian para dahlanis penjilat bokong dahlan iskan !!! GANYANG Dirut PLN !!! GANYANG menteri BUMN !!!

    Posted by marwan | 30 September 2013, 2:02 pm
    • “Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau,” kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

      http://news.detik.com/read/2013/08/30/140738/2345248/10/geram-listrik-byarpet-wagub-riau-marah-marah-di-rapat

      Posted by Farid | 30 September 2013, 3:21 pm
    • ’’Perlu saya ingatkan, dahulu, 2004-2012, pemerintah Sumatera Utara tak mau memberi izin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan 3. Padahal, pemerintah pusat dan PLN sudah punya dana untuk membangun itu. Kalau saja PLTA Asahan diberi izin pada 2007, Sumatera Utara akan cukup listrik,” ungkap Direktur Utama PT PLN Nur Pamudj lewat pesan singkat kemarin (10/9).
      http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/62130-pln-tangani-krisis-listrik-sumatera

      Posted by Farid | 30 September 2013, 3:37 pm
    • Masé, orang baik, konsisten dan amanah di bumi Indonesia ini gak banyak, janganlah di adu domba. Lha wong dah dikit jumlahnya, mbok ya diuri-uri biar makin banyak orang baik yg bermunculan di Indonesia ini, kan bagus tho kalo semua yg pegang kuasa itu orang yg amanah semua. Bukannya saling membunuhi karakternya. Saya yaqin seyaqin2nya .. kalo Jokowi bukan orang yang suka ngomong kasaran kayak sampeyan gitu. .. Saya ini juga pengagum Jokowi lho, tapi juga seneng sama kiprah DI dan juga JK.

      Posted by Akmila | 30 September 2013, 4:09 pm
    • Kasar amat.
      Pilih gubenur yg pinter dong pak. Yg mikirin rakyat.
      ikut prihatin pak.

      Posted by alex | 1 Oktober 2013, 12:16 am
    • Saya prihatin dengan daerah anda, tapi saya lebih prihatin dengan gaya bicara anda.

      Posted by fath | 2 Oktober 2013, 11:17 am
    • mungkin mas sudah sangat menderita sehingga mengeluarkan kata2 sekasar ini
      kalau boleh tau apa penyebab pemadaman listriknya? sd sampai dimana pekerjaan PLN mengatasinya? kdg kita memang cuma mau tau hasil akhir tanpa mau tau proses yg sedang berlangsung.
      mungkin saya juga akan kesal dan marah kalau rumah saya listriknya padam terus, tp apakah memaki pak Dahlan dan PLN akan mengalirkan listrik ke rumah mas lg? saya yakin pak Dahlan dan karyawan PLN juga merasa malu akan kejadian ini dan sedang berusaha keras mengatasinya. Yang penting jangan sampai kita terbawa emosi dan menghinakan orang yg sebenarnya telah berbuat banyak untuk negara kita.
      mudah2an mas diberikan kesabaran dan masalahnya cepat teratasi

      Posted by kirana | 2 Oktober 2013, 4:42 pm
    • susah buanget ngomong sm org pukrul alias skeptis…..yo sy do’akan sgr bs nyala terang benderang.Akan sngt membantu kalau bs tahu detail permasalahannya……iya kan!mis daya tdk cukup,travo rusak,jaringan kurang dll

      Posted by Abdul Mu'in | 3 Oktober 2013, 10:23 pm
    • Si MARWAN…. Contoh orang stress penghambat kemajuan bangsa…. cepatlah berobat bang…!!!

      Posted by mpm | 17 Oktober 2013, 12:49 pm
  15. Admin, Mohon menghapus komentar yang bahasaya kurang santun.

    – Terimakasih

    Posted by belajar forex privat | 6 Oktober 2013, 11:38 am
  16. selamat buat evan dimas, baru tau ada pak dahlan dari semua ini, keren, Vote Dahlanis presiden

    Posted by @bima_kurniawan | 20 Oktober 2013, 4:21 pm
  17. Go Indonesia!!

    Posted by Dramas | 27 November 2013, 12:57 am
  18. Marilah kita membaikkan diri sebelum menyesal pun tidak ada gunanya.

    Posted by AUFAR REZA ZULMAR | 8 Juli 2014, 2:41 am
  19. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita. penderita Kandidiasis vulvovagina tidak menunjukkan gejala apapun (asimptomatis).

    Posted by NURHAYATI | 10 Februari 2015, 1:24 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: