>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Kerinduan dengan Luka di Kaki

Kamis, 23 Agustus 2012
Makkah-Aqsa-Baghdad (2)‬‬

’’Dari Indonesia,’’ jawab saya.‬‬
’’Muslim?’’ tanya tentara Israel bersenjata itu.
’’Yes,’’ jawab saya.‬‬

Kami pun bisa dengan mudah melewati gerbang tua dengan tembok yang tebal dan kukuh itu. Gerbang yang dijaga tentara Israel bersenjata. Itulah gerbang masuk ke kawasan yang luasnya sekitar 10 lapangan sepak bola. Yang di dalamnya terdapat taman dan pepohonan.‬‬

Di tengah taman itu terdapat masjid besar berkubah kuning. Itulah Masjid Kubah Batu. Tidak jauh dari situ, terlihat satu masjid besar lagi: itulah Masjid Al Aqsa.‬‬ Tembok yang mengelilingi kawasan itu terlihat tinggi, tebal, dan terkesan sangat kuno. Dari luar, tembok tersebut tidak terlihat karena tertutup perkampungan yang padat, yang sampai menempel ke tembok.

Dari arah Kota Jerusalem, untuk mencapai gerbang itu, harus jalan kaki melewati gang-gang kecil yang sambung-menyambung. Juga naik turun dan berliku-liku.‬‬ Itulah perkampungan yang hampir 100 persen penduduknya merupakan warga Palestina.‬‬ ‪‪Tukang cukur, penjual makanan dan mainan anak-anak, serta toko kelontong terlihat di sepanjang gang itu.

Melewati gang-gang menuju gerbang Baitul Maqdis, saya teringat bagaimana masuk ke Masjid Ampel Surabaya yang harus melewati kampung Arab yang padat. Ya mirip itulah.‬‬

Bagi penduduk kampung itu, tidak ada larangan apa pun untuk melewati gerbang tersebut. Mereka memiliki KTP berwarna biru. Mereka bisa salat di Baitul Maqdis (baik di Masjid Kubah Batu maupun di Masjid Al Aqsa) kapan saja.‬‬

Tapi, bagi warga di luar kampung tua tersebut, ada peraturan khusus: yang berumur kurang dari 40 tahun tidak boleh masuk. Otomatis juga dilarang salat di sana. Untuk mengontrol mereka, warna KTP-nya dibedakan: hijau. Itu merupakan dalih Israel untuk mencegah berkumpulnya pejuang Palestina dari berbagai penjuru di Masjid Al Aqsa.‬‬

Ada tujuh gerbang masuk ke kawasan Baitul Maqdis tersebut. Semua terhubung dengan gang-gang kecil perkampungan padat Palestina. Semua dijaga tentara Israel bersenjata.‬‬ Kalau saja lebih terurus, kawasan di dalam tembok tua tersebut akan sangat indah. Taman-tamannya yang luas dipisahkan jalan-jalan kecil yang terbuat dari batu. Hanya, kurang rapi dan kurang bersih.‬‬

Hari itu, hari ke-28 bulan puasa, saya tiba di sana langsung dari perbatasan Israel-Jordania. Saya tidak mampir hotel dengan maksud mengejar salat Duhur berjamaah. Tapi telat.

Tapi, ada hikmahnya. Saya bisa salat Duhur bersama keluarga di Masjid Kubah Batu. Laki-laki memang hanya diizinkan memasuki Masjid Kubah Batu di antara waktu duhur dan asar.‬‬ ‪‪Masjid Kubah Batu itu istimewa karena ada bukit batu di tengah-tengahnya. Bukit batu tersebut dikelilingi tembok setinggi 3 meter, sehingga jamaah di sana seperti berjajar melingkarinya.

Dari atas bukit batu itulah Nabi Muhammad SAW ’’naik’’ ke Sidratul Muntaha, menghadap Allah SWT. Yakni, untuk menerima perintah kewajiban menjalankan salat lima kali sehari. Peristiwa itu terjadi pada malam tanggal 27 Rajab, yang kemudian tiap tahun diperingati sebagai Isra Mikraj.‬‬

Waktu peristiwa Isra Mikraj itu terjadi, tentu belum ada bangunan apa pun di situ. Masjid Kubah Batu tersebut baru dibangun belakangan. Di bawah bukit batu tersebut terdapat pula gua yang besarnya cukup untuk bersembunyi 10 orang. Konon, Nabi Ibrahim yang menggalinya.‬‬

Kini masjid Kubah Batu hanya untuk perempuan. Imamnya ikut imam Masjid Al Aqsa dengan pengeras suara yang dialirkan ke masjid itu. Jarak Masjid Kubah Batu dengan Masjid Al Aqsa memang hanya sekitar 300 meter. Al Aqsa lebih di bawah.

Tiga Risiko

Seusai salat Duhur di Masjid Kubah Batu, kami jalan-jalan melihat sisi luar tembok kuno yang mengelilingi kawasan tersebut. Ada satu kawasan di luar tembok yang bisa dibebaskan dari perumahan Palestina. Itulah bagian luar tembok yang kemudian dijadikan tempat ibadah orang Yahudi. Mereka antre menuju tembok itu, menangis dan meratap di situ.‬‬

Sore itu kami salat Asar di Masjid Al Aqsa. Waktu magrib kami ke masjid itu lagi. Disambung salat Isya dan Tarawih.‬‬ Tarawih di sana sama dengan di Makkah, yakni 20 rakaat. Bacaan suratnya pun sangat panjang. Tapi lebih cepat. Bedanya, di setiap habis dua rakaat diselingi salawat Nabi.

Jamaah Tarawih malam itu sekitar 1.500 orang. Hanya, setiap selesai dua rakaat, ada saja yang meninggalkan masjid. Selesai rakaat ke-10, tinggal separo masjid terisi.‬‬
‪‪Di Al Aqsa, mayoritas jamaah mengenakan celana biasa (banyak bercelana jins atau celana anak muda setengah kaki). Hanya beberapa orang yang mengenakan penutup kepala.‬‬ Menjelang subuh, saya ke Masjid Al Aqsa lagi. Genaplah saya salat lima waktu di Al Aqsa.‬‬

Menjelang matahari terbit, saya duduk-duduk di pelataran masjid. Demikian juga puluhan anak muda. Udaranya sejuk. Pepohonan besar terasa seperti mengeluarkan oksigen lebih banyak.‬‬

Saat duduk-duduk itulah saya tahu, ternyata cukup banyak anak muda yang ber-KTP hijau. Kok bisa masuk ke sini?‬‬ ’’Loncat pagar kawat berduri,’’ ujar pemuda 27 tahun tersebut.

’’Saya melewati lubang yang saya buat di bawah pagar,’’ ujar pemuda di sebelahnya.

’’Kalau saya memanfaatkan jarak kawat yang agak renggang yang cukup untuk badan saya,’’ kata seorang pemuda yang ternyata dokter.

Mereka itu adalah pemuda-pemuda Palestina yang sangat merindukan salat di Masjid Al Aqsa. ’’Sejak adanya larangan anak muda datang ke sini, baru sekali ini saya ke Masjid Al Aqsa,’’ ungkapnya.

Al Aqsa tentu sangat istimewa. Itulah infrastruktur pertama yang pernah dibangun di muka bumi. Yakni, 40 tahun setelah pembangunan Kakbah yang pertama. Al Aqsa maupun Kakbah sama-sama sudah mengalami berkali-kali pembangunan kembali. Setelah rusak oleh gempa maupun banjir. Dua-duanya dipercaya dibangun malaikat sebelum Nabi Adam turun ke bumi.‬‬

Keistimewaan Al Aqsa itulah yang membuat para pemuda Palestina tersebut mengambil risiko yang berat untuk bisa salat malam tanggal 27 Ramadan di dalamnya. Al Aqsa adalah tempat suci mereka dan ibu kota negara mereka.‬‬ Sejak Israel membangun perumahan Yahudi di tanah Palestina, perkampungan orang Palestina dipagari kawat berduri. Itu dilakukan untuk memisahkan mereka dari kampung Yahudi.

UUD Israel memang menyebutkan: orang Yahudi dari mana pun yang mau datang ke tanah Palestina disediakan rumah, mobil, dan keperluan hidupnya. Sejak itu, perkampungan Yahudi terus dibangun di tanah Palestina. Orang-orang Palestina sendiri untuk bisa keluar dari kampungnya harus lewat pos penjagaan ketat. Atau meloncati pagar.‬‬

Untuk datang ke Masjid Al Aqsa, misalnya, mereka menempuh tiga risiko. Pertama, bagaimana bisa keluar kampung dengan meloncat pagar. Kedua, bagaimana bisa berjalan kaki jauh, naik turun bukit, untuk mencapai Al Aqsa. Bisa saja di tengah jalan mereka ditangkap. Ketiga, bagaimana dengan KTP hijau mereka bisa melewati penjagaan tentara bersenjata di gerbang masuk Baitul Maqdis.

Israel menduduki tanah Palestina sejak 1947/1948. Waktu itu, kawasan tersebut menjadi jajahan Inggris. Ketika orang Yahudi dimusuhi di mana-mana (terutama di Jerman dan Rusia), pemerintah Inggris memutuskan untuk memberikan negara kepada orang Yahudi. Pilihannya dua. Dua-duanya di wilayah jajahan Inggris: Uganda atau Palestina.‬‬

Semula Inggris menentukan Uganda di Afrika. Tapi, Yahudi menolak. Mereka memilih tanah Palestina. Yahudi percaya Jerusalem adalah tanah leluhur mereka. Sejak itulah tidak pernah ada ketenteraman di Timur Tengah.‬‬

Pemuda yang loncat pagar itu lantas menyingsingkan celananya. ’’Lihat ini,’’ katanya. Terlihat luka-luka baru masih menyisakan darah yang mulai mengering. Bekas goresan pagar kawat berduri itu terlihat memanjang sampai dekat lututnya. (bersambung…) (*)

Diskusi

64 thoughts on “Kerinduan dengan Luka di Kaki

  1. Masya Allah…

    Posted by Sofyan Faizin | 23 Agustus 2012, 6:52 am
    • berarti sumber masalahnya ternyata inggris,,,bayangkan klo di kasih uganda saja,damai sudah bumi ini…tinggal berantas pejabat korup aja..

      Posted by duke | 23 Agustus 2012, 7:39 pm
      • ane heran,,,tiap hari berita tentang palestina vs israel,setelah baca artikel ini, ane ngerasa jelas situasinya kek gimana…
        Subhanallah,terima kasih Pak Is…semoga Allah merahmati bangsa ini berkat Pak Is…

        Posted by duke | 23 Agustus 2012, 7:43 pm
      • He…he..he…ada2 aj cerita bung Dis, jadi tau sikon Aqso sa’at ini,Memang yg dianjurkan/sunah untuk dikunjungi/ ziarah ada 3 tempat (Ka’bah, Nabawi, Aqso),itu yg kutahu dihadist. di Yahudi itu perang terus sampe Qiamat, pokoknya ada aja persoalan(berdasarkan pengetahuanku dihadist). Jumlahnya yahudi juga banyak cabang dan modelnya. ya semacam perang suku di Irian kalo mereka lagi perang, BEDANYA selukbeluknya diliput media masa Jangan2 orang indonesia ini banyakyg KETULARAN SIKAP dgn org Yahudi, yah…seperti sikap NGEYEL (tidak patuh pada aturan/pimpinan) merasa pinter dewe dstttt…….kalo org Yahudi pantesan soale disono ada 4.000 Nabi org Yahudi dari 8.000 Nabi, umumnya org indo kenalnya sama 25 Rosul itupun gak apal namanya, apalagi sejarah nya kecuali org pesantren ya apal. semoga sukses selalu bung Dis

        Posted by Aba Musa | 24 Agustus 2012, 9:57 am
  2. insya Allah saya share di http://www.muthawif.com sala kenal dari muthawif online

    Posted by Sofyan Faizin | 23 Agustus 2012, 6:53 am
  3. Energi cinta mengalahkan segalanya, pak Dis?

    Posted by asyrof | 23 Agustus 2012, 6:53 am
  4. Serasa ikut ke Masjidil Aqsa….

    Posted by yuni | 23 Agustus 2012, 7:10 am
  5. subhanallah, serasa ikut pak DIS ke palestina.

    Posted by muh ridhoi | 23 Agustus 2012, 7:37 am
  6. googling al Aqsa lagi…ah..

    Posted by Seno | 23 Agustus 2012, 7:40 am
  7. Terharu membaca cerita anak muda Palestina itu. Perjuangan iman memang tak mudah ya Pak…

    Posted by Evi | 23 Agustus 2012, 7:41 am
  8. cara yahudi menyuruh warganya menduduki tanah palestine dg memberi rumah & mobil ternyata hampir mirip sama malaysia yg menawarkan warga indonesia jd penduduknya

    Posted by yudhy | 23 Agustus 2012, 8:01 am
  9. Absen hadir dulu, baru baca.

    Posted by Eddy Hartanto | 23 Agustus 2012, 8:38 am
  10. jadi tahu realitas sebenarnnya…

    Posted by shinju2 | 23 Agustus 2012, 8:39 am
  11. Ya Allah smoga saya juga Engkau beri kesempatan untuk menziarahi masjid Al Aqsa ……amin
    Un

    Posted by zainal abidin | 23 Agustus 2012, 8:52 am
  12. Masak di detik.com ada yang komentar begini :

    rakyat cape baca cerita pencitraan anda oom dahlan, rakyat ga mau tertipu 2 x di pilpres 2014 nanti….penuhi janjimu dulu benahi IPO 8 BUMN yang anda janjikan….kemacetan pelabuhan merak dll dll….

    Masak yang begini dibilang pencitraan???? PAYAH…!!!

    Posted by Gondez | 23 Agustus 2012, 8:56 am
    • mas gondez…. mungkin itu rakyat yg bapaknya orang DPR, atau rakyat yg mendukung capres Ical,prabowo,mega,surya paloh dll… hehehe…

      Posted by NU sejati | 23 Agustus 2012, 9:49 am
    • Di PLN juga dibilang labanya menurun sejak dipegang DI karena mengatasi byar pet at all cost. Padahal ya gapapa menurun dulu, karena yang terpenting masyarakat terpenuhi dulu listriknya melalui sejuta sambungan per hari, dan bebas byar pet. Kebutuhan masyarakat seperti itu lebih penting walaupun haru sbangkitkan listrik pake tenaga kuda sekalipun. Baru setelah semua dapet, efisiensi dengan alih jenis pembangkit. Soal IPO 8 BUMN dan kemacetan pelabuhan Merak, kayaknya sedang proses diatasi deh.

      Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 1:28 pm
  13. orang yahhudi sebenarnya takut kemunculan Imam Mahdi dari Masjid Palestina.
    di krangkeng seperti apapun. non-sen!, tunggu kedatangan kami.

    Posted by salikin af. | 23 Agustus 2012, 9:05 am
  14. Masya Allah, begitu membaca cerita Bapak, serasa membuncah impian dan kerinduan ingiiiinnn sekali ke Masjidil Aqsa. Apalagi di suasana lebaran begini, sampai menitikkan air mata mengahayati penderitaan rakyat Palestina sejak Israel mencaplok tanah air mereka di-backing oleh Amerika dan Inggris. Saya teringat pernah membaca laporan utusan PBB tentang kejahatan Israel di Gaza, Palestina (kalau ga salah UNFFMGC report/Goldstone report). Miris… Doaku untuk rakyat Palestina, jangan takut dan jangan bersedih wahai saudaraku, Allah SWT selalu melindungi dan menolong kalian semua dan membalas segala penderitaan kalian di dunia dengan surga-Nya. Amiiin….

    Posted by mira | 23 Agustus 2012, 9:12 am
  15. MasyaAllah perbuatan israel . . . . . ..

    Posted by KEMEJA PUTIH | 23 Agustus 2012, 9:53 am
  16. Rupanya minggu ini MH nya libur. sebagai gantinya pak DIS menceritakan perjalanan spiritualnya ke tanah suci. Ceritanya sampai disajikan dalam beberapa seri agar sebanding dgn MH. Kita tunggu besok ut seri BAGHDAD. Pasti seru. siap2 upgrade semangat ukhuwah ut saudara muslim di penjuru dunia. smg Alloh senantiasa memberi perlindungan dan keselamatan dimanapun mereka berada. Amiin.

    Posted by Ali M. Fauzi | 23 Agustus 2012, 10:11 am
  17. Wah ceritanya banyak juga yg tidak qketahui…ma kasih pak dahlan…

    Posted by caderabdul | 23 Agustus 2012, 10:29 am
  18. bismillaah,
    hikmah dari cerita ini adalah agar kita:
    1. memperjuangkan kemerdekaan kaum muslimin Palestine dr penjajahan yahudi. nasib mrk sdh lama menderita spot yg tjd di rohingya.

    2. melakukn safar Jauh hanya ke 3masjid makkah, madinah & Palestine yg dibolehkn nabi, jgn spt satu jamaah yg safar Jauh ke slain masjid 3tsb yg mrk sdh menyalahi sunnah.

    3. mengkhbrkan keadaan kaum muslimin Palestine & empati thd keadaan buruk yg tjd pd mrk bhkn ibadah pun smpi spt itu sulitnya di kmpg hal mrk sendiri.

    Posted by san | 23 Agustus 2012, 11:10 am
    • Ah ….males males kenPa ceritanya berseri ….ikh bikin penasaran aja .

      Posted by setro utomo | 23 Agustus 2012, 11:38 am
      • Kepanjangan kali kalo dibikin full mah Om. Yang ketiga mungkin udah di Baghdad ya …
        Perbandingan kota yang didatangi :
        – Makkah, kota di negara aman yang terus mengembangkan teknologi
        – Aqsa, kota konflik yang penuh penjagaan bersenjata, membuat orang yang bertekad akan berjuang walaupun harus terluka
        – Baghdad, sebelum demokrasi dan reformasi begitu indah, setelah masuknya Amerika menjadi begitu miskin, kumuh dan tidak teratur. Inspirasi apa gerangan yang akan disajikan Pak DI untuk kita?

        Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 12:05 pm
  19. Kemarin komentator ke-18, sekarang ke-20. Tidak ada ekspektasi kalo hari ini ada catatan Pak DI. Eh nyatanya ada … Komen dulu baru baca🙂 … Semalam nonton beliau di Metro TV:
    – Punya keinginan jangan tinggi-tinggi, itu syarat mendekati kebahagiaan. Karena kebahagiaan adalah saat keinginan mendekati kenyataan.
    – Sederhanakan sesuatu yang rumit, urutkan berdasarkan prioritas. Cara kerja wartawan sih, tapi bagus untuk manajemen apapun.
    Selamat berhari kamis, dan malam jum’at bagi yang mau beribadah

    Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 11:42 am
    • Sudah baca.
      Pemikiran seseorang bisa dilihat dari tulisannya. Jika Pak DI menceritakan Al Aqsha dengan segala bentuk perjuangan rakyat Palestinanya, sangat jauh dan sulit untuk mengatakan bahwa Pak DI adalah seseorang yang dikatakan sebagai antek Yahudi melalui Lions Club. Jikapun iya Lions Club kepanjangan tangan Yahudi, dan Pak DI pernah jadi presidennya, rasanya tidak mungkin jika itu disengaja, atau berangkat dari kecenderungan hati. Semoga Pak DI benar-benar selalu menjadi inspirasi luar dalam, untuk segala hal termasuk spiritual bagi kita semua.
      Hidup ini jadi aneh, sebelumnya tidak pernah ada tokoh yang jadi idola. Sekarang kenapa jadi mengidolakan Pak DIS.
      Tidak pernah ada catatan siapapun yang begitu ditunggu, kenapa jangankan tulisannya, beritanya aja tentang Pak DIS ini selalu saya tunggu.
      Semoga dan semoga, keanehan hidup saya ini adalah keanehan yang benar.

      Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 11:59 am
      • MenBUMN Dahlan Iskan menjawab isu – isu mengenai keberadaan dirinya dalam Lions Club, dan adanya pendapat bahwa beliau agen Isreal yang notabene dianggap nantinya sebagai Calon Presiden Murtad, dalam Dialog Blak-Blakan Antara Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan Komunitas Dahlanis (2)Minggu, 29 Juli 2012, kediamannya, Sakura Regency – Surabaya.)

        =>> “Orang mempersoalkan masalah saya menjadi Presiden Lions Club tahun 1982 itu karena terlebih dalam diri saya sudah tidak ada yang bisa dipersoalkan lagi, sehingga orang mencari-cari bagaimana cara menjatuhkan saya” begitu kesimpulan pertanyaan tentang Lions Club.

        Lebih lanjut Dahlan Iskan menjelaskan soal keberadaan beliau di Lions Club “Saya tidak tahu, Lions Club itu apa, yang saya tahu bahwa Lions Club itu adalah kumpulan orang-orang kaya yang pekerjaannya adalah menyumbang untuk orang miskin, dan saya diminta untuk jadi ketua orang-orang kaya yang pekerjaannya menyumbang orang miskin, jadi enak, kurang enak apa? Tapi apa dia itu Yahudi? Menurut saya tidak. Dan hubungan dengan Israel atau Yahudi saya juga tidak tahu.”

        Semoga bisa menjawab penasaran anda ya Mas/Mbak APASAJA🙂

        Salam.

        Posted by azrc | 23 Agustus 2012, 1:02 pm
        • 🙂 Mas/Mbak Azrc thank you, Saya Aa. Bukan Mbak,🙂 Betul sudah dijawab melalui dialog dengan Komunitas Dahlanis, dan cerita dari Al Aqsha ini semakin meyakinkan saya mengenai ke mana kecenderungan Pak DI dalam perihal Israel.

          Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 1:18 pm
          • yang pasti, mas dahlan itu kader PII (pelajar islam indonesia) tulen…dia pernah jd ketum PW PII Kaltim…dan pernah jd calon ketum PB PII…tp gagal…

            Posted by cak fata | 24 Agustus 2012, 2:56 pm
  20. Setidak-tidak nya kita lebih ber syukur hak untuk hidup ditanah air masih belum terganggu

    Posted by Seno | 23 Agustus 2012, 12:10 pm
  21. terima kasih Pak DIS yg telah memberikan ilmu baru… shg saya yang belum pernah ke Al Aqsha bisa membayangkan situasi dan kondisi di Al Aqsha… Pak DIS kami masih membutuhkan inspire bapak dari berbagai ilmu… terima kasih pak..semua tulisan Pak DIS adalah motivasi dan inspire ….

    Posted by dewi syahrul | 23 Agustus 2012, 12:27 pm
  22. subhanallah perjuangan rakyat palestina merdeka dari penjajahan. semoga mereka selalu diberi kekuatan dan kesabaran untuk tetap istiqomah menegakkan agama Allah. Ini juga pelajaran berharga untuk kita, bagaimana mereka yang tidak bisa bebas melakukan ibadah di negerinya sendiri tetap bersemangat untuk sholat berjamaah di masjid. Kita di negeri indonesia yang hidup dalam kebebasan pantas untuk malu karena sering lalai, terutama saya pribadi sering lalai menegakkan sholat berjamaah di masjid. Hiks…hiks…hiks.

    Posted by akal sehat | 23 Agustus 2012, 12:29 pm
  23. Undang-undang tentang garis keturunan bagi bangsa Israel adalah matrilineal atau garis keturunan ibu. Jika di Indonesia seperti suku Minang. Betapa kaum yahudi sangat menghormati kaum perempuan.
    Selain itu usia pensiun tentara Israel adalah 40 thn. Setelah itu menyebar ke berbagai perusahaan multinasional. Mirip dengan dwifungsi ABRI yang digagas Jend. Nasution. Apakah mungkin PNS pensiun di usia 40 tahun ?

    Posted by REVOLUSI | 23 Agustus 2012, 12:55 pm
    • mgkn maksud jend.nasution baik. karena jendral yg miskin akan menjadi sasaran empuk para koruptor.

      saya setuju ajaran yahudi tidak semua salah. karena ia titisan taurat.
      saya setuju utk tidak membabi membenci yahudi. ishak, yaqub, musa adalah bangsa yahudi.

      ketika yahudi membabi buta membenci arab, maka tuhan mengangkat nabi dari bangsa arab. dan ia ingkar. saya hawatir ketika kita membabi buta membenci yahudi, maka tuhan bisa saja berkehendak mengankat amirul mukminin dari bangsa yahudi, dan kita rame-rame mengingkari.

      saya setuju bahwa pns yg miskin harus pensiun umur 40 dan dialihkan ke perusahaan yg lebih kompetitif dg gaji lebih baik. bila tidak ia akan menjadi sasaran para pemilik modal.

      pns bagiku kumpulan manusia-manusia terbaik yg siap 24 jam melayani manusia lainnya yg kurang baik.
      pns adalah manusia-manusia mapan (jiwanya) yg hidupnya sudah selesai dg materi.

      Posted by syafiihkamil | 24 Agustus 2012, 11:05 pm
      • yg dibenci bukan orangnya/bangsanya tetapi tabiat buruknya…. contoh Yusuf Qordhowi adalah keturunan dari Yahudi bani Quraidhah tapi beliau adalah ulama islam terkenal ikhwanul muslim di Mesir. Bencilah tabiat buruknya agar kita tidak ketularan bejat.. personny perlu dikasihani agar dia dapat hidayah untuk mendapatkan pencerahan

        Posted by eyang kakung | 27 Agustus 2012, 12:35 pm
  24. Kemarin baca catatan Pak DI, lalu semalam nonton Pak DI di Metro TV, eh tidur-tidur mimpi ketemu DI membahas soal wajibnya membuat selokan di setiap pinggir jalan (yang sering terabaikan). Hehe, di mimpi aja begitu enak ngobrol dengan Pak Mentri ini. Kapan ya bisa ketemu🙂 Hidup yang jadi aneh

    Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 1:21 pm
  25. Reblogged this on Semangat !!!.

    Posted by Johar Manik | 23 Agustus 2012, 1:55 pm
  26. sebenarnya sdh jelas posisi Israel di mata Internasional, illegal!!! tinggal kapan induknya (dulu inggris) Amerika rontok…dan sekarang sdh mulai runtuh.

    Posted by muhammad syafi'i | 23 Agustus 2012, 2:26 pm
  27. mesjid kubah batu itu sama dengan kubah emas kah..? kan yg disamping al-aqsa cuman kubah emas itu kan..?

    bukan kah kubah emas itu yg dibuat oleh israel untuk mengelabui umat islam tentang al-aqsa..?

    supaya orang menganggap kubah emas itulah al-aqsa, sehingga klo mesjid al-aqsa yg sebernnya diruntuhkan, umat islam sudah tidak marah lagi..

    begitukan..?

    Posted by doni | 23 Agustus 2012, 2:49 pm
    • iya, kubah batu itu yg kubah emas..bukan israel yg buat, tapi umat muslim ketika jaman khalifah Abdul Malik bin Marwan tahun 685 M. di tengahnya masjid memang ada batu besar. kalau masjid al aqsa itu kubahnya hitam dan bangunannya terlihat tua dan rapuh. googling aja gambar2nya..

      Posted by mbah jambrong | 23 Agustus 2012, 8:10 pm
  28. selalu menginspirasi jika membaca tulisan2 pak Dahlan Iskan…^_^

    Posted by ceritaminimagazine | 23 Agustus 2012, 10:41 pm
  29. masih hadir, ustadz!

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Agustus 2012, 5:49 pm
  30. Ah ane gak habis pikis sebagai rakyat biasa. Boro2 mikirin pak dahlan jd capres lah, IPO 8 lah, korupsi di PLN lah, terserah aja, ane tetap akan berusaha menghidupi keluarga, kalo perlu mempertahankan NKRI. Tp kalo PLN sdh sering matiin listrik saban hari, rasanya pala ane mau meledak saking emosinya. Ane benar2 kagak tahan dgn ulah amatiran PLN yg suka matiin listrik seenaknya. 1001 alasan bisa kalian buat bahlol. Kira2 siapa yg mau duluan ane maki2 ya? SBY kah? Dahlan Iskan kah? Direktur PLN kah? GM PLN WIL RIAU KAH? Pimpinan PLN Cab. Dumai kah? Ah, kurang ajar dah PLN. Buka matamu pak Dahlah iskan. Ini indonesia, ini Riau, ini Dumai yg berteriak pak, bukan palestina. Mikir dan berkomentarlah atas tindakan PLN DUMAI pak. Miris hati kami. Kami menderita karna ulah PLN DUMAI. Ngurus listrik saja gak becus, apalagi ngurus negara sendiri, apalagi ngurus negara org laen. Mikir lah yg laen. Mikir lah PLN yg monopoli listrik dan makan gaji rakyat tp yg gak becus kerjanya.

    Posted by Agus | 25 Agustus 2012, 1:03 am
    • He.he.pilah pilah donk..kalau ngomong dinginkan dulu hati lu..emang lu siapa tukang maki macam abu lahab aja..jangan cengeng deh apalagi hanya nurutin nafsumu aja..ambil khikmah ya..choi..bangun terangkan mata hati..ah. .tp percuma aja..jangan2 sdh mati tuh hati.

      Posted by moh.bisri | 6 September 2012, 3:28 pm
  31. Alloh selalu bersama-sama orang yg sabar!

    Posted by muh mundir | 25 Agustus 2012, 7:43 am
  32. @agus : kocak baca komentarmu mas. Tapi saya ikut merasakan. Yg sabar ya mas agus, hahahaha. @muh mundir : Alloh selalu bersama-sama orang yang sabar. Itu betul mas, tapi bagaimana dgn Sby, dahlan iskan, dan segudang pemimpin lainnya di negeri ini, apa bisa setidaknya mengerti akan penderitaan dan kesabaran mas agus dan rakyat indonesia lainnya yg menjerit? dan bagaimana pula dgn anda dan komentator lainnya? Hmmm…seperti yg disampaikan oleh mas agus (maaf saya kutip ya mas) “1001 alasan bisa kalian buat…..” @pak dahlan iskan : sangat menarik pak baca tulisan pak is juga komentar-komentarnya, jgn ditanggapi smua ya pak, hahahaha. Dan seperti judul catatan pak dahlan iskan diatas “Kerinduan dengan luka di HATI (eh maaf…di KAKI) para komentator anda pak is. ^_^ Wassallam.

    Posted by Anita | 25 Agustus 2012, 9:20 am
  33. Tanda tangan dulu buat absensi. Hadir.

    Posted by sofyan Usamah | 25 Agustus 2012, 12:40 pm
  34. mudah-mudahan kita tidak terjebak dengan mengkultuskan pak dahlan

    Posted by firdaus | 26 Agustus 2012, 10:16 am
  35. Hadir dulu..

    Posted by Royyan | 27 Agustus 2012, 12:48 am
  36. Silahakan lihat di http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200901/al-haram/tour.htm untuk melihat kawasan Baitul Maqdis melalui sudut pandang 360 derajat

    Posted by Adhi | 28 Agustus 2012, 3:20 pm
  37. shubahanalloh wal hamdulillah walaila ila ha ilalloh hu alloh hu akbar

    Posted by H. Abdul Syukur | 29 Agustus 2012, 8:08 am
  38. semangat semoga sukses

    Posted by sriawani | 3 September 2012, 3:21 pm
  39. Dari awal saya percaya pak DIS itu org konsisten Sbg pelaku sufi level advance..hanya yg jeli aja bisa nangkap yg terkadang hanya tersisip bbrp kata dalam tulisan beliau. Beliau lbh senang menampilkan dirinya sbgmana orang kebanyakan bertindak dan berperilaku dlm kesehariannya…sungguh nikmat hidup sejati..begitu indah dan anggun..Ya..Allah..terimakasih..

    Posted by moh.bisri | 6 September 2012, 3:10 pm
  40. Meski kurang sehat, Dahlan Iskan tetap bekerja

    JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hampir sepekan ini terserang influenza. Meski begitu, mantan Direktur Utama PLN itu tetap bekerja seperti biasanya.

    Sahidin, sopir pribadi Dahlan menyebutkan, walaupun kondisi Dahlan menderita influenza tetapi dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. “Bapak (Dahlan) hingga kini masih diserang flu,” katanya kepada KONTAN melalui BlackBerry Messenger, Kamis (6/9).

    “Beliau tetap bekerja seperti biasa. Hari ini dia hadiri acara di PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung,” katanya. Untuk menuju Bandung, Dahlan memakai mobil pribadinya yakni Mercedes Benz hitam dengan nomor plat L 1 JP.

    Tadinya, Dahlan berniat memakai mobil listrik. Namun, untuk mengejar waktu yang lebih cepat, akhirnya mobil Mercy itu yang dipakai ke Bandung. Pantauan KONTAN, sejak hari Senin (3/9) lalu, kondisi pemilik Jawa Pos Grup itu tampak kurang sehat.

    Saat menghadiri beberapa acara seperti Rapat Pimpinan di Perusahaan Gas Negara (PGN) dan acara rapat GP3K tentang pertanian, Dahlan selalu mengenakan jaket. “Saya sedang flu,” katanya ketika ditanya KONTAN seusai Rapim di PGN, Selasa (4/9).

    Posted by saeful | 6 September 2012, 4:59 pm
    • Pak jangan lupa utk jg selalu recharge your spirit power, saya yakin Pak Dahlan ngerti maksud saya. Kalian umat wahabi, salafi, HTI,PKS kalau mau tahu boleh, biar kalian mengenal keindahan islam, nggak norak sok tahu..

      Posted by moh.bisri | 7 September 2012, 8:23 am
  41. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    *Menitik air mata saya :’)

    Posted by fauziahamalia | 12 September 2012, 2:53 pm
  42. Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.

    Posted by WIDYA FADILLA | 10 Februari 2015, 5:20 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: