>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Era Tawaf dengan Kendaraan Listrik

Rabu, 22 Agustus 2012
Makkah-Aqsa-Baghdad (1)

Ibadah memutari Kakbah tujuh kali (tawaf) dengan kendaraan listrik sudah jadi kenyataan. Tidak lagi harus berjalan kaki, digendong, atau ditandu. Inilah oleh-oleh perjalanan umrah akhir Ramadan saya tahun ini bersama istri, anak, menantu, dan cucu.

Hari itu, 14 Agustus 2012, saya berada di lantai empat Masjid Al Haram. Pada pukul delapan pagi matahari musim panas sudah terasa menyengat di lantai yang menghadap ke langit itu. Sejak subuh saya memang berada di situ. Menyelesaikan bacaan tiga juz terakhir Alquran yang 30 juz itu.

Legisan Sugimin, manajer ESQ yang menyertai umrah saya, lantas membacakan doa khataman. Dengan perasaan lega, kami pun segera turun dengan eskalator di dekat Zamzam. Begitu banyak eskalator di dalam masjid itu sehingga kalau salah pilih bisa kesasar jauh.

Dari eskalator itulah saya melihat di pelataran kecil di lantai tiga banyak orang seperti berlatih naik kendaraan listrik. Mundur-maju-memutar. Bentuknya mirip kursi roda bermotor. Saya tertarik berhenti untuk melihatnya. Ternyata, itulah kendaraan listrik untuk tawaf bagi orang yang tidak kuat berdesakan jalan kaki mengelilingi Kakbah.

Kendaraan model baru itu rupanya laris. Saya hitung, ada tujuh orang yang sedang antre di loket. Ada yang sudah bisa langsung mengendarainya, ada yang masih harus berlatih.

Itu tentu satu kemajuan. Dulu, orang tua atau orang yang tidak mampu tawaf harus menyewa orang untuk menggendongnya atau memikulnya. Pemandangan seperti itu tidak terlihat lagi sejak lebih lima tahun lalu.

Mereka dibikinkan jalur khusus seperti sosoran, menjorok dari lantai dua. Di jalur khusus itu mereka dinaikkan kursi roda yang didorong oleh keluarga atau petugas yang dibayar.

Dan sekarang kendaraan listrik menggantikannya. Kalau tidak terkait dengan fikih (hukum acara ibadah), sebenarnya membahas itu tidak menarik.

Tapi, fikih kendaraan listrik rupanya harus diterima di zaman modern ini. Termasuk penentuan lokasi memutar yang sudah agak di atas Kakbah.

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, pernah tawaf di lantai empat yang menghadap langit itu. Tentu posisinya juga sudah sangat tinggi. Dari lantai itu Kakbah terlihat agak di bawah sana. Meski terhindar dari berdesakan, tawaf di lantai empat tersebut ternyata justru sangat lama. Satu putaran ternyata hampir 1 km.

Tekanan kian banyaknya jamaah haji (dan umrah) rupanya membuat fasilitas yang ada harus selalu dilipatgandakan. Tempat lempar batu (jumrah) dibikin bersusun. Tempat lari dari Bukit Safa ke Bukit Marwa (sai) juga dibuat bersusun. Yang di lantai empat sebenarnya sudah tidak bisa merasakan jerih payah Siti Hajar saat mencarikan air bagi bayi Ismail dengan cara lari bolak-balik menaiki dua bukit itu.

Tahun depan ada lagi yang dibuat bersusun: pelataran tawaf! Kelak memutari Kakbah bisa dilakukan di lantai baru. Saya sudah melihat video perencanaannya. Hebat dan indah. Hebatnya, pelataran tawaf susun itu dibuat knock down. Bisa dibongkar pasang dengan cepat. Mungkin hanya akan dipasang waktu musim haji atau umrah akhir Ramadan.

Untuk memasangnya, hanya diperlukan waktu tiga hari. Tanpa mengganggu ibadah di sekitar Kakbah. Tenaga bongkar pasangnya tidak banyak. Sudah lebih banyak menggunakan robot (untuk melihat videonya, klik http://s1520.vuclip.com/e6/6c/e66cfdcba46de7da55415c03c41cf768/ba123207/e66c_w_2.3gp?c=392452078&u=1639071217&s=BNirq3).

Tanpa usaha baru seperti itu, lautan manusia yang bertawaf akan tidak tertampung. Pada musim haji atau umrah akhir Ramadan luapan manusia memang luar biasa. Pada hari ke-27 bulan puasa (dipercaya sebagai hari turunnya Lailatul Qadar, siapa beribadah di hari itu mendapat pahala sebanyak ibadah selama seribu bulan) orang Tarawih meluber ke mana-mana. Jalan-jalan raya terpakai untuk Tarawih sampai sejauh 2 km dari masjid.

Masjid yang sudah dibuat empat tingkat, yang halamannya terus diperluas, yang hotel-hotel di sekitarnya sudah menyisihkan lantainya untuk salat, masih juga belum cukup. Semua jalan menuju masjid menjadi masjid itu sendiri.

Saya lihat Masjid Al Haram kini juga sedang diperluas (lagi). Ada tambahan dua menara baru. Tapi, kalau ekonomi negara-negara seperti Indonesia, India, dan Afrika terus berkembang, semua perluasan itu tidak akan cukup juga.

Kelak tidak ada jalan lain, kecuali membatasi jumlah orang umrah seperti membatasi orang berhaji sekarang ini. Belum lagi ekonomi negara-negara seperti Uzbekistan, Kazakstan, Turki, dan Tiongkok juga kian maju. Jangan lupa, jumlah umat Islam Tiongkok lima kali lipat lebih banyak daripada umat Islam se-Malaysia. (bersambung…) (*)

Diskusi

108 thoughts on “Era Tawaf dengan Kendaraan Listrik

  1. Lapor gan

    Posted by caderabdul | 22 Agustus 2012, 6:03 am
    • semoga saya bisa segera menyusul ke tanah suci, bukan hanya umrah tapi haji, insyaallah.

      Posted by akalsehat | 22 Agustus 2012, 3:44 pm
      • amiiin Ya Rabb

        Posted by Sofyan Faizin | 22 Agustus 2012, 10:22 pm
        • Yth Para Dis-mania, Dis-fans, Dahlanisti ………….
          Bagi yang merayakannya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
          Taqobbalallahu minna waminkum, siamanna wasiamakum, taqobbal ya karim
          Bila selama ini ada hal2 yang kurang berkenan di hati teman2 semua, dengan segala kerendahan hati, saya sampaikan Mohon Maaf Lahir dan Batin
          Semoga amal ibadah Ramadhan kita di terima Allah SWT dan mendikan kita insan yang muttaqiin
          Aaamiin……………..

          Posted by doetsz | 23 Agustus 2012, 8:56 am
      • itulah kelebihan orang kaya dari yg belum kaya..:D, bisa umrah tiap tahun bareng sama cucu2nya..

        makanya tidak ada kata miskin dalam kamus islam…semua amalan orang miskin bisa dikerjakan oleh orang kaya, tapi tidak sebaliknya

        kerja..kerja..kerja…nyari uang buat umrah, haji, beinfaq, zakat…

        amiinnnnn…

        Posted by doni | 23 Agustus 2012, 2:20 pm
    • Mudah-mudahan nanti tidak “berkembang” manjadi Taman Hiburan (AMUSEMENT PARK) jadi sasaran turis diisi dengan variasi Merry Go Round:

      dan Bumper Cars:

      Posted by Sjamsir Sjarif | 25 Agustus 2012, 6:15 pm
  2. Senengnya…seandainya aku mampu…

    Posted by yuni | 22 Agustus 2012, 6:05 am
    • Yeah, lebih menarik lagi, Dahlan Iskan seorang Menteri Indonesia yang tampaknya
      suka menulis ini, tergelincir menulis laporan dalam paragraf pertamanya;
      memberikan impresi seolah-olah dia dan anak-anak cucunya yang mendapat rahmat
      nikmat “oleh-oleh” plesiran naik kendaraan listrik itu:

      “Catatan Dahlan Iskan
      Era Tawaf dengan Kendaraan Listrik
      Posted by administrator â‹… 22 Agustus 2012 â‹… 91 Komentar

      Rabu, 22 Agustus 2012
      Makkah-Aqsa-Baghdad (1)

      Ibadah memutari Kakbah tujuh kali (tawaf) dengan kendaraan listrik sudah jadi
      kenyataan. Tidak lagi harus berjalan kaki, digendong, atau ditandu. Inilah
      oleh-oleh perjalanan umrah akhir Ramadan saya tahun ini bersama istri, anak,
      menantu, dan cucu.”

      Posted by Sjamsir Sjarif | 26 Agustus 2012, 6:25 pm
      • coba anda lanjutkan membacanya!
        “Dari eskalator itulah saya melihat di pelataran kecil di lantai tiga banyak orang seperti berlatih naik kendaraan listrik. Mundur-maju-memutar. Bentuknya mirip kursi roda bermotor. Saya tertarik berhenti untuk melihatnya. Ternyata, itulah kendaraan listrik untuk tawaf bagi orang yang tidak kuat berdesakan jalan kaki mengelilingi Kakbah.”
        Jangan baru membaca di awal anda sudah keburu nafsu untuk berpikir negatif, sejak awal sy menilai bukan dia dan keluarganya yang menaiki kendaraan listrik itu, tetapi sekedar mengamati dari eskalator dan melihat orang lain yang mengendarai kendaraa listrik tersebut…!
        Benci boleh bung, tetapi jangan terlalu bikin malu…

        Posted by jawara | 28 Agustus 2012, 10:20 am
        • Sebaiknya bung JAWARA coba baca dan pahami kalimat saya lebih jelimet! Lebih penting lagi bung JAWARA jangan enak-enak menyebarkan kebencian dalam media yang respectful ini…
          Best Wishes

          Posted by Sjamsir Sjarif | 28 Agustus 2012, 11:29 am
  3. hmmm…. tawafpun sudah pakai kendaraan listrik..

    Posted by 2nrae | 22 Agustus 2012, 6:11 am
  4. Mudah2an bisa dapat rezki yang cukup, shg bisa berkunjung kerumah Allah.Bangunan Ka”bah itulah bukti yang nyata tentang kebenaran agama Islam.

    Posted by agus s | 22 Agustus 2012, 6:15 am
  5. He..he..akhirnya muncul juga oleh2 cerita dari ka’bah, Bung Dis kapan nih kita punya hotel/asrama haji di makah madinah, pada gak ada pejabat mikir ksitu, gak tau ya apa yg mereka pikiri, apalagi dept agama…korupsi mulu. TIAP TAHUN BANGSA KITA HAJI&UMRAH. Kadang saya mikir alangkah baiknya KALO TOWAF/7x mutari ka’bah, BISA SATU JALUR, jalurnya bisa dibikin seperti LINGKARAN OBAT NYAMUK. bisa tertib dan gak desakan,sampe bikin celaka terinjak2. PERUMNAS GAK BISA YA BIKIN HOTEL DISANA. JENGKEL RASANYA KALO KITA DENGAR SELALU RIBUT MASALAH PONDOKAN HAJI TIAP TAHUN. salam sukses dahlanisty

    Posted by Aba Musa | 22 Agustus 2012, 6:16 am
    • konsep obat nyamuk….good idea…semua jamaah memungkinkan menyentuh hajar aswad….

      Posted by santosa | 23 Agustus 2012, 8:57 am
      • Betul, good idea. Obat nyamuk berlajur parallel yang melingkar sebanyak 7 lapis. Berpusat di hajar aswad, lalu ada lorong bawah tanah atau ke atas untuk keluar dari lajur itu. Mungkin ini bid’ah, menghilangkan perjuangan, tapi sepertinya baik diterapkan untuk kemaslahatan jamaah dan umat

        Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 12:11 pm
  6. Itu termasuk wujud syukur, mengembangkan dan membuka jalan untuk sesuatu yang bermanfaat. Kalau menurut M Quraish Shihab sesuai tujuan baik penciptaannya.

    Posted by Yudi | 22 Agustus 2012, 6:17 am
  7. mendingan lah, awal dapetnya…

    Posted by daya setiawan | 22 Agustus 2012, 6:18 am
  8. sangat menarik, begitu ringan, begitu cair menyampaikannya… Bagaimana islam sangat terbuka tapi juga teliti dalam mengamati, mendalami dan mengimplementasi perubahan/penyesuaian tataruang dan teknologi…apakah kiranya yang akan jadi subtopik2 bahasan teman2 mengenai artikel ini, saya yang awam siap menyimak dengan takzim…

    Posted by daya setiawan | 22 Agustus 2012, 6:35 am
  9. Akhirnya…

    Posted by Ktgno | 22 Agustus 2012, 6:35 am
  10. Alhamdulillah berkesempatan meninggalkan jejak pada/tahap awal.
    Semoga ide & wawasan P. DIS bs kita wujudkan bersama seluruh komponen bangsa ini. Amiin

    Posted by maroebeni | 22 Agustus 2012, 6:44 am
  11. Akhirnya nungul jg
    Umrahnya pak dis emg membawa pencerahan bg bnyk org. Umrah yg sblumnya bercerita (seingatku) ttg kereta api beroprasi cm 3hr dg biaya 1Milyar. Cmiiw

    Posted by Fia | 22 Agustus 2012, 6:57 am
  12. Akhirnya datang juga artikelnya. Kapan ya pak Dahlan mulai nge-tweet lagi setelah Ramadhan?

    Posted by Nur Arif Prihutomo | 22 Agustus 2012, 7:26 am
  13. Alhamdulillah….

    Posted by Sopyan Thamrin | 22 Agustus 2012, 7:32 am
  14. Alhamdulillah sedikit demi sedikit dapet gambaran mengenai ibadah umroh.Mudah-mudahan bisa menghabiskan malam terakhir di Masjidil Haram seperti kluarga Pak Dis

    Posted by Titik | 22 Agustus 2012, 7:34 am
  15. alhamdullilah amin

    Posted by sentotakur | 22 Agustus 2012, 7:37 am
  16. alhamdullilah ibu mertua saya juga baru pulang dari umroh kemarin….katanya umroh lebih baik dilaksanakan berbarengan dengan ramadhan…Insya Allah saya secepatnya mengikuti jejak ibu…..

    Posted by Made Nurbawa | 22 Agustus 2012, 8:15 am
  17. Unsur moderen ternyata tak mau berhenti ya Pak. Bahkan sarana ibadahpun perlu di masukinya..Tapi ini sebuah solusi menurut saya..Perkembangan umat yang meningkat dan kemampuan untuk berangkat ke Mekah memang perlu diakomodasi..

    Posted by Evi | 22 Agustus 2012, 8:19 am
  18. Ternyata masih ada tulisannya nih. Ditunggu dari 2 hari yang lalu … Nulis dulu ah, baru baca

    Posted by apasaja | 22 Agustus 2012, 9:49 am
  19. Akhirnya nongol juga setelah capek ,ngecek terus kok nggak ada MH …..kurang puas ceritanya pendek banget , tapi nggak papa sebagai pelipur rindu ……sakit kalo nggak baca Tilisan Pak Dis .

    Posted by setro utomo | 22 Agustus 2012, 9:51 am
  20. wah, wah, ternyata populasi manusia sudah sebegitu banyaknya ya? hehehe

    Posted by adima | 22 Agustus 2012, 9:53 am
  21. Allahuakbar….walau telat tetap memberikan hope ditengah hiruk pikuk Kemacetan Lebaran. Karena pertumbuhan ekonomi yg bagus insyallah yang umroh lebih banyak Dan kemacetan akan makin parah. I Like Dis lah.

    Posted by wiwied | 22 Agustus 2012, 9:56 am
  22. Angle tawaf yang sebenarnya Pak Dis karena selama ini status teman-teman Tawaf-nya di Mal jelang Hari Kemenangan kemarin. Salam,

    Posted by Doms | 22 Agustus 2012, 10:35 am
  23. Link Videonya error. Mohon diupdate.

    Posted by Sopyan | 22 Agustus 2012, 11:13 am
  24. Kalau tidak takut dosa karena mengecewakan orang yang sudah kedanan MH, Dahlan Iskan akan libur menulis MH. Apalagi Senin libur nasional dan libur koran. Sungguh aku bercita-cita ke Mekah.

    Posted by Widi | 22 Agustus 2012, 12:30 pm
  25. Alhamdulilah muncul juga kirain minggu ini tdk ada catatan pak Dis.

    Posted by Royyan | 22 Agustus 2012, 1:10 pm
  26. kayaknya Pak Dahlan nulis diatas pesawat, saya denger hari ini beliau kembali ke tanah air.
    jangan lupa lihat di Metro ada Pak Dahlan hari ini jam 20.30.

    Posted by erust | 22 Agustus 2012, 1:30 pm
  27. ada apa dgn malaysia???
    Pak dhe keliatanx sering membandingkan dg malesia klo bicara target kerja.. Listrik, bumn, pertumbuhan ekonomi.. Sampai2 islam d china pun di bandingkan dg malesia..

    Posted by yudhy | 22 Agustus 2012, 2:11 pm
    • masa Indonesia diinjek2 malaysia?dari dulu indonesia itu macan asia, cuma akhir2 ini macannya lagi sakit gigi jadi ga bisa gigit… 2th terakhir ini mulai dibenerin lagi oleh Bang DI… kedepan BUMN Garuda akan Mencaplok Negara2 lain… Lihat saja..

      Posted by PUTU | 22 Agustus 2012, 2:39 pm
  28. Alhamdulillah akhirnya suasana Iiiiiedul fitri dapat oleh-oleh dari ka’bah.Salam

    Posted by sofyan Usamah | 22 Agustus 2012, 2:51 pm
  29. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Selamat datang Bung Dis.

    Posted by bagus | 22 Agustus 2012, 3:01 pm
  30. coba pak Dis mau belajar
    Alquran dan hadist disertai pemahaman para salafussalih generasi terbaik Islam, generasi yg belajar lgsg dari Nabi Muhammad SAW, generasi yg menghindari hawa nafsu dan menjauhi ahlul ahwa dlm memahami alquran dan hadist dan dlm mengambil hukum dari keduanya, alangkah indahnya, tidak hanya sekedar rutinitas ibadah dan simbol-simbol yg terkadang jauh dr yg
    dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. Saya hanya berdoa agar pak Dis yg sejak kecil dibesarkan dan hidup dilingkungan sufiyyah, mendapatkan hidayah dan
    orang-orang disekitar beliau yg memahami sunnah mau menasehati beliau dg cara yg hikmah. Maka insyaallah pemimpin yg mengerti Alquran
    dan sunnah serta mengamalkannya dlm
    kehidupan, jauh dari sifat zalim. Amiin.

    Posted by abu hanifa | 22 Agustus 2012, 4:02 pm
    • Maunya apa ini Hanifa, maksud anda sufiyyah itu salah, bid’ah. Ah, anda ini jangan2 salafi – wahabi ala FPI, FUI, MMI, dan sebangsanya. Tuh liat PKS yg mengusung ideologi wahabi, malah korupsi terus menerus. Agama cm dijual utk dapet suara, habis itu, elit2 nya memperkaya diri sendiri.

      Posted by ANTI_ABU | 22 Agustus 2012, 9:12 pm
      • WATAWASAUBILHAQ, WATAWASAUBISSOBR.

        Menyayangi sesama muslim itu termasuk melindungi mengingatkan dan menasehati dg cara yg hikmah dan dg sabar. Termasuk melindungi dr praktek ajaran yg jauh dr yg pernah nabi Muhammad SAW ajarkan. Bagaimana agar kita tidak jauh? Hanya dg mendekatkan diri kepada Alquran dan sunnah. Bagaimana supaya dekat? Hanya dg ilmu.

        Posted by abu hanifa | 22 Agustus 2012, 10:02 pm
        • Maksudnya gimana neh ajaran nabi? gak nonton tipi? kalo kekantor naik onta?
          Gak pake barangnya orang kapir seperti HP, Laptop dan Fax?
          Maaf-maafan di hari lebaran juga gak sesuai sunah?
          Mikir nya ngook banget..
          Pak Dahlan memang gak dekat Qur’an dan Hadits.
          Beliau mempraktekkannya!

          Posted by Take The Power back | 23 Agustus 2012, 11:01 am
    • Saya kurang mengerti maksud Sobat Abu Hanifa. Sekiranya berkenan mohono untuk diperjelas maksudnya. saya rasa kita sebagai Dahnalisty juga bisa terima kok kalau memang ada yang kurang dari Bung DI, apalagi beliau !! tentu akan dengan senang hati kalau ada kritik buat beliau. Masak dibilang Zhalim ?!! Masya Allah !!!!. Baginikah cara muslim memberikan koreksi (menasehati) sesama muslim. saya rasa kok tidak seperi itu. semoga menjadikan bahan renungan. Salam Hormat buat Sobat Abu Hanifa.

      Posted by zaenal arifin | 22 Agustus 2012, 10:00 pm
    • wahai abu hanifa pengikut FPI dan sebagainya… ketahuilah bahwa ideologi seperti kalian tdk akan pernah berhasil di negara ini sampai hari kiamat..!! Ingat lah itu..!!!! yg bisa berhasil di negara ini hanyalah ideologi sufi (para wali songo)… tanpa kekerasan….lemah lembut…dengan hati tdk dgn otot…

      Posted by NU sejati | 22 Agustus 2012, 10:16 pm
    • kadang yang berkedok quran dan sunnah muamalahnya jauh dari 2 warisan Nabi tsb. Mereka mengatakan haram bagi orang lain namun bagi dirinya, malah halal? Dan saya sudah mengalami kehidupan itu di Saudi Arabia selama hampir 5 thn. Jadi prinsip Quran dan Hadis juga harus dipelajari dan harus diamalkan, dan saya melihat itu dalam diri Dahlan Iskan🙂

      Posted by Sofyan Faizin | 22 Agustus 2012, 10:21 pm
  31. @Abu Hanifa : maaf, bisa dijelaskan maksud dari komentar saudara? apakah sikap atau perbuatan Pak Dis yang kurang berkenan bagi anda?

    Bagi saya, Pak Dis adalah salah satu orang yang saya kagumi, beberapa hal (baik) dari pak dis bagi saya adalah hal yang bagi saya patut saya teladani, tapi saya juga sadar bahwa pak Dis juga manusia biasa yang kadang kala khilaf berbuat salah, dan tidak semua pemikiran dari Pak Dis saya sepenuhnya setuju.

    Posted by Marshall D. Teach | 22 Agustus 2012, 5:08 pm
  32. tawaf dg kendaraan listrik?… asiiik juga kayanya. jangan2 kedepannya kabahnya diputar jamaah diam.

    Posted by sulaemanmartasuganda | 22 Agustus 2012, 5:59 pm
  33. Minal aidin wal Faidzin pak Dahlan….parkir dulu baru baca…mayan masih 40besar…

    Posted by wongcilik | 22 Agustus 2012, 6:14 pm
  34. di sebalik tulisan ini sebenarnya pak DI pengen kasih tau…,di sono tuh kendaraan listrik udah mulai di gunakan,jadi bangsa Indonesia jangan sampai ketinggalan sama bangsa lain dlm hal memanfaatkan teknologi kendaraan listrik…
    Mungkin kira-kira begitu kali…,
    Salam….

    Posted by Topa Must | 22 Agustus 2012, 6:27 pm
  35. “rahmatan lil aalamiin”..mdh2n kt smkin arif mnsikapi prbedaan cara pandang..

    Posted by koreksidiri | 22 Agustus 2012, 7:06 pm
  36. Pak Dis itu sy kira mau bilang kalau proyek mobil listriknya berhasil,kendaraan yang dibuat thawaf bisa dibuat di Indonesia. sebagai jamaah terbesar haji, dan boleh jadi jamaahnya juga banyak yang sdh sepuh, perlu ‘kaki beroda listrik’ juga banyak. Ini hanya bagian kecil dari industri mobilistrik nasional. bahagia rasanya jika yang sepuh itu berthowaf di atas kendaraan made in Indonesia. Malaysia boleh bikin Proton. tapi disaat thawaf, suatu ketika sesepuh mereka ‘berterimakasih’ kpd Indonesia.

    Posted by Ompi | 22 Agustus 2012, 9:28 pm
  37. @zaenal arifin, tidak ada maksud saya menuduh pak Dis zalim. Maksud saya adalah jika pemimpin memahami alquran dan sunnah lalu mengamalkan dlm kesehariannya, maka insyaallah akan dijauhkan dr sifat zhalim.

    Sebenarnya saya ingin menyampaikan nasehat ini secara pribadi, karena sebaik-baik nasehat adalah yg disampaikan langsung dan tidak didepan umum. Tetapi karena keterbatasan akses saya kepada beliau maka saya sampaikan disini, dg harapan ada orang yg dekat dg beliau dapat menyampaikannya.

    Diantara nasehat saya kepada pak Dis, adalah tentang menyingkat lafadz la ilaha illallah menjadi hanya ‘Hu’ saja(baca. Ganti hati). Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukannya. Jika seandainya mengatakan Hu itu lebih baik, maka rosulullah dan para sahabatlah yg akan melakukannya pertama kali, tapi ternyata tidak ada satu sumberpun yg mengatakan demikian. Dan jika kita melakukan ibadah yg tdk pernah dilakukan nabi maupun para sahabat, berarti kita telah membuat ibadah baru? Bukankah agama ini telah sempurna? Bukankah tidak ada satu ibadahpun yg tidak nabi ajarkan kepada kita? Tidakkah dg ibadah baru tadi kita seolah-olah menuduh nabi lalai, bohong atau menyembunyikan ilmu karena tidak menyampaikan semuanya? Tidakkah perkataan Allah SWT tentang telah sempurna agama ini cukup?

    Sebenarnya masih banyak nasehat kpd beliau berkaitan dg tarekat shatariyah, sufiyyah dsb. Tapi sebaiknya memang disampaikan lgsg kpd beliau dan tidak di forum ini.

    Posted by abu hanifa | 22 Agustus 2012, 10:46 pm
    • saya sampaikan satu saja nasehat saya, untuk menghindari fitnah dan kecurigaan-kecurigaan yg berkembang.

      Nasehat saya kepada beliau adalah bentuk kasih sayang saya sbg sesama muslim, dan tidaklah ada maksud tersembunyi didalamnya. Karena agama ini adalah nasehat. Saya jg sering mengambil nasehat dan manfaat dr tulisan-tulisan beliau. Jg mengagumi kepandaian beliau merangkai kata dan membangkitkan semangat. Dan saya jg tidak akan ragu untuk saling nasehat menasehati.

      Posted by abu hanifa | 22 Agustus 2012, 11:01 pm
      • ya abu hanifa, saya setuju dengan anda….sebaiknya anda menyampaikan langsung ke beliau karena ini sudah menyangkut hal yang sensitif dan mungkin akan menimbulkan tanggapan yang kurang baik apabila disampaikan diforum terbuka seperti ini…terimakasih…

        Posted by ardian | 22 Agustus 2012, 11:38 pm
      • Orang sholeh itu PASTI DI FITNAH.
        Emang nabi gak difitnah?
        Pernah baca Qur’an gak om?

        Posted by Take The Power back | 23 Agustus 2012, 11:29 am
  38. @abu hanifa… setelah saya baca komentar anda, memang bagus yaitu saling menasehati, tetapi ingatlah… bung DIS itu telah sedikit banyak belajar tentang Islam secara syari’at, tarekat, hakikat, dan ma’rifat (tingkatan ilmu dalam Islam).. ideologi wahabi dan sbg nya (seperti anda) hanya mempelajari syariat saja (bagian luar saja) jd tdk akan pernah nyambung sampai kapanpun… golongan seperti kalian ini disebut tasrik (kalau tdk lupa) di dalam kitab imam ghazali ( ulama yg mengumpulkan ratusan hadist sahih dan tdk shahih) yg tdk akan pernah bisa menerima ilmu tarekat,hakikat dan makrifat… (ingat persepsi satu hadist / arti Al quran, orang satu dgn yg lain pasti beda) semua mengaku ahli (guru ilmu) tapi yg tahu yg mana yg benar hanya Allah SWT saja… Wallahu a’lam…

    Posted by NU sejati | 22 Agustus 2012, 11:27 pm
    • bukankah tingkatan-tingkatan yg anda sebut sbg tingkatan dlm islam itu sama halnya dg ‘Hu’ tadi, yg tidak pernah diajarkan rosulullah?

      Posted by abu hanifa | 23 Agustus 2012, 12:32 am
      • @abu hanifa…pak Dis berarti selama ini salah ya?..dengan usianya,pengalaman hidupnya, ilmunya, pemahamannya, perenungannya, juga semua amalan dan amalnya yg selama ini di jalaninya sia-sia dong?..(kan bisa tdk diterima oleh yg maha pencipta)kasihan ya..pak Dis.

        Posted by pakde | 23 Agustus 2012, 5:46 am
      • @abu hanifa…. gini lo mas abu… yg saya tahu golongan anda selalu berkata ” itu tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, kemudian tdk ada sumbernya “… pertanyaan saya apakah kalian sdh hafal hadist yg ratusan ribu jumlahnya mulai yg sahih dan yg tdk sahih ?? kemudian ada hadist qudsi (al quran yg tdk tertulis), apakah kalian hafal semua?? jika masih hafal puluhan hadist… jangan terlalu mudah memvonis org lain HARAM,DOSA,MURTAD,KAFIR.!!! jika anda sdh hafal 300 ribu hadist saja, saya akan berguru pada anda…. masih banyak hal2 yg dilakukan Nabi Muhammmad SAW yg kalian blm tahu… ingat itu… sekarang jelaskan peristiwa Isro’ Mi’roj secara syariat, secara detail… jangan nyontek buku pelajaran sekolah dasar ya…!!

        Posted by NU sejati | 23 Agustus 2012, 7:07 am
      • @bu,ilmu islam ane masih cetek tp menurut ane sebaiknya krn kita punya kyai sendiri2,wis kita ikuti kyai kita sendiri2 dg istiqomah,gak usah nyalahne liyane.gitu aja kok repot!!!

        Posted by muh mundir | 23 Agustus 2012, 7:56 am
      • Emang di Qur’an gak ada “Hu”. “LA ILAHA ILLA HU”
        Pernah baca Qur’an gak ni orang?

        Posted by Take The Power back | 23 Agustus 2012, 11:34 am
  39. @abu hanifa…ya tebakan ku benar,
    ujung-ujungnya anda dan golongan anda merasa paling benar.
    Golongan selain anda salah!,
    kemudian anda berdebat tiada akhir. Mengeluarkan banyak hadist,
    berputar tanpa ada ujung…tanpa tindakan.
    Inilah yg membuat kaum muslim selalu tertinggal…..

    Posted by Ktgno | 23 Agustus 2012, 12:29 am
  40. impian semua muslim,insyaAllah kita juga bisa ke baitullah…amien

    Posted by muh mundir | 23 Agustus 2012, 7:46 am
  41. Hadir..

    Posted by Eddy Hartanto | 23 Agustus 2012, 8:44 am
  42. Maaf beribu maaf, kalo debat kusir diteruskan hanya akan menguras energi.
    kalo dipake buat kerja kerja kerja, jauh lebih baik, ada yg dihasilkan.
    Salam damai

    Posted by budhi | 23 Agustus 2012, 9:48 am
  43. @Abu Hanifa : Ya elo sendiri pake komputer, komputer kan bikinan orang non muslim. Kekantor naik mobil gak? Bikinan orang yg nyembah matahari tuh.

    Lo gak usah ngomentari ajaran tarekat yg dilakukan orang lain dgn alasan gak ada sunahnya.
    Karena ajaran itu diajarkan orang yg ingin mendekatkan diri kepada Allah dgn cara memotong tingkatan2 nafsu. Yg mengerti ini adalah seorang guru yg sangan “mengerti”. Dengan menyuruh seorang muridnya ini dan itu. Dan itu gak sama perintahnya untuk murid lain, karena penyakit hatinya/nafsunya lain.

    Gue nanya kalo lo sakit darah tinggi, kolesterol terus dokter kamu melarang kamu makan daging kambing apa lo gak bilang ke dokter lo itu kafir, orang daging kambing itu halal.

    Posted by Take The Power back | 23 Agustus 2012, 11:15 am
  44. sayang sekali bila DIS mania menjadi tidak santun…. Pak DIS adalah sosok yang bisa menerima kritik.. beliau sangat wise.. semoga para DIS Mania bisa bersikap santun… kerja kerja kerja… kerja keras dan kerja cerdas serta bersikap santun…

    Posted by dewi syahrul | 23 Agustus 2012, 12:15 pm
  45. Kalo boleh menduga. Abu Hanifa itu Salafi. Pak DI itu tarekat Satariyah, malah sudah diangkat jadi pemimpinnya di Wonosobo atau di mana ya? Jelas ga bakalan ketemu. Yang satu anti bid’ah, yang satu dikatakan banyak bid’ahnya. Yang satu anti syirik at all, yang satu melalui hadoroh-hadoroh dan jampi-jampinya bisa dijudge syirik.
    Kalo Abu mau mengatakan nasehatnya ke Pak DI, ya monggo aja langsung. Barangkali Pak DI memang belum tahu. Tapi kalo sudah tahu, lalu menjatuhkan pilihannya ke tarekat, ya jangan dipaksa.
    Saya sendiri pernah di NU, pernah belajar Muhammadiyah dan Persis, lalu pernah ikut salafi. Dan lalu ketika sedang ikut-ikutnya salafi tuh, saya ingin sekali mengingatkan atau bahkan berdebat dengan guru-guru saya di pesantren dulu, yang punya ilmu-ilmu kebatinan tingkat tinggi, sampai diceritakan bisa berdiri di ujung pucuk pisang, katanya.
    Tapi sampai sekarang debat itu tidak dilakukan, dan saya lalu memandang bahwa perjalanan hidup seseorang bisa menentukan ke mana pilihan jatuh. Apalagi informasi begitu luas. Jika saya meyakini hal ini dan itu adalah syirik, tapi jika kyai-kyai itu tidak meyakini itu sebagai syirik, sementara dia juga taat beribadah dan berbuat kebaikan, ya biarkan dan serahkan saja kepada Allah.
    Yang perlu diingat, salafi memandang yang terbenar adalah cara salafusshalih. Tapi di lapangan, reaksi penafian terhadap selain itu malah sangat memunculkan konflik dan reaksi negatif. Jadi, jika dirasa bahwa kebenaran harus ditegakkan, perlulah juga dipertimbangkan bahwa sesuatu yang kontraproduktif kadang perlu dihindari. Kalau anti wahabi dan anti salafi itu sedemikian keras penolakannya, ya baiknya kita persatukan hal-hal yang sama saja dalam perjuangan kita. Persamakan bahwa DI adalah inspirator dalam mengatasi masa sulit, dalam mengurai masalah, yang bisa kita adopsi pola pemikirannya, Tentang aliran spiritual, rasanya lebih bijak membiarkan dan berdo’a daripada menyuruh beliau keluar dari tarekat dan mengikuti cara salafi berpemikiran. Kalau mau ngobrol dulu, ya saya do’akan bisa ketemu.
    Wallahu ‘alam

    Posted by apasaja | 23 Agustus 2012, 1:10 pm
  46. pendapat pribadi saya, mas abu atau yang lainnya silahkan dan monggo-monggo saja menyampaikan pendapat, pandangan serta nasehatnya. saran saya sih sebaiknya disampaikan secara langsung kepada pak dahlan. sejak dulu dakwah suffiyah dan dakwah ahlussunnah memang bagaikan air dan minyak, memang dibutuhkan kesabaran dan sikap lemah lembut dalam menyampaikannya.

    Posted by akal sehat | 23 Agustus 2012, 5:59 pm
  47. yang Lain udah pada Nengokin Planet Mars,, Kita Masih aja Ngeributin Hadist…

    Posted by Rizki Ariyanto Gumilar | 23 Agustus 2012, 7:28 pm
  48. Iya mas…kita masih ribut menentukan doa ke planet mars drpd mempersiapkan teknologinya.

    Jika melihat perbedaan sbg pertentangan, maka yg terjadi adalah permusuhan.
    Jika melihat perbedaan sbg keragaman, maka yg terjadi adalah perdamaian.

    Posted by Disfans | 23 Agustus 2012, 8:38 pm
  49. agak melenceng dari perbincangan seputar BUMN….

    Posted by Beyond Steel | 23 Agustus 2012, 9:13 pm
  50. coment yang dasyat skali.. Sipp bro.. ane stuju coment ente.. inilah salah satu esensi dari MH.. mencari rizki halal biar bisa ibadah spt orang kaya..

    Posted by yudhy | 24 Agustus 2012, 10:21 am
  51. hadir, ustadz!

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Agustus 2012, 5:43 pm
  52. Temen2,
    wahabi, salafi dan atau apapun namanya (yg selalu merasa paling benar alias SOMBONG) tetap harus disayang. fenomena wahabi salafi ini memang menarik. saya pernah baca bahwa aliran ini disetting oleh yahudi.

    saya tidak bilang nu muhammadiyah lebih baik dari mereka. siapapun yg jiwanya lemah dan kosong akan mudah terdoktrin ttg sebuah ajaran atau pemahaman tertentu. bukan hanya dalam “agama” namun dunia ilmu pengetahuan akademis juga lebih dahsyat dalam meracuni akal sehat.

    Api bisa kelihatan air, dan air bisa kelihatan api, tergantung ketajaman pandang masing-masing. masalahnya bukan diluar, namun dalam diri masing-masing. termasuk dahlanis yg kadang begitu lebayy…he..he..he….

    Posted by syafiihkamil | 24 Agustus 2012, 10:38 pm
  53. sy bergabung disini, bukan ingin menjadi pengikut (follower) pak dahlan, namun saya ingin 1000x lebih hebat dari pak dahlan he..he..he…

    jangan pernah menjadi follower siapapun, kecuali dirimu sendiri (baca: ruh tiupan Tuhan-mu)

    kerja…kerja…kerja….🙂

    Posted by syafiihkamil | 24 Agustus 2012, 10:44 pm
  54. saya beserta keluarga mengucapkan minal aidin walfaidzin kepada adm MH & keluarga besar Dahlanis dmn pun berada

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 25 Agustus 2012, 8:25 pm
  55. jangan fitnah loh mas syafiih kamil, disetting yahudi? merasa paling benar? Tidak ada perkataan yg paling benar kecuali perkataan Allah dan Rosulnya. Orang mendekatkan diri pada sunnah anda malah mendekatkan diri pada fitnah.

    Posted by achmad dahlan | 26 Agustus 2012, 7:24 am
  56. Gak peduli siapa yg menyeting, mau yahudi atau yaudeh, walaupun apa yg disampaikan itu bener tp kalo bikin ribut itu sesat, kecuali situ ibadah terus diganggu, itu lain hukumnya.
    Tp klo ngomong ibadah baca qur’an jam 1 malam dgn speaker 10.000 watt ya cari masalah itu.

    Umat rusak jika yg tua/pemimpinnya tidak bisa memberi contoh lewat akhlaknya kpd yg lebih muda.
    Itu intinya.

    Kiai sekarang suka ngomong bener tp akhlaknya gak bener (mudah2an tidak).
    Kiai sekarang suka ngelawak dan jadi artis (mudah2an tidak).
    Kiai sekarang bisanya nuntut tidak nuntun (mudah2an tidak).
    Kiai sekarang kalo malam tidurnya pules (mudah2an tidak).
    Kiai dulu tengah malam bangun untuk menangisi umatnya untuk memohonkan ampun dan diberi petuntuk oleh Allah.
    Kalo cuma ngomong bener, maling pun bisa. Iblis lebih jago lagi.

    Contohlah pak DI, dakwah lewat kerja keras, cerdas, jujur, dan yg lebih penting, pengabdian kepada rakyat Indonesia!

    Posted by Take The Power back | 28 Agustus 2012, 3:27 pm
  57. Penerapan teknologi tsb tentu ditujukan untuk kebaikan bersama agar bisa mengakomodasi kebutuhan semua jamaah. Dengan jumlah jamaah yg terus bertambah tentu saja harus diupayakan perbaikan dan fasilitas yg memudahkan terutama mengingat jamaah lansia. Dan kita bebas memilih, ingin kebaikan yg banyak atau sebaliknya. Sebagai contoh, apa yang dituliskan pak dis berikut:

    “Yang di lantai empat sebenarnya sudah tidak bisa merasakan jerih payah Siti Hajar saat mencarikan air bagi bayi Ismail dengan cara lari bolak-balik menaiki dua bukit itu”

    Bagi siapa saja yg sehat dan tanpa uzur maka harus mengukur diri dan malu hati bila harus sa’ di lantai empat, misalnya.
    Sekali lagi, pilihan ada pada kita. Allah akan mengganjar sesuai kesungguhan kita. Meski kita sama2 bertawaf, kita sama2 bersa’i namun ganjarannya adalah sesuai dengan niat dan kesungguhan kita dalam pandangan Allah. Dan kesungguhan tsb tergambar lewat pilihan kita.

    Posted by fatma | 29 Agustus 2012, 9:31 am
  58. Ya..apapun ritual ibadah itu yg penting yaa..hakekatnya..nilainya..tersentuhnya rasa batin..terpencarnya nurullah..dsb…

    Posted by moh.bisri | 6 September 2012, 1:42 pm
  59. Smoga saya segera bisa menyusul pergi ke tanah suci baik dalam ibadah umroh maupun haji..
    amin ^^

    Posted by Rika Kusumaning | 20 September 2012, 12:06 pm
  60. KRISIS LISTRIK !!!!!!

    Posted by anti PLN | 27 Agustus 2013, 10:36 am
  61. artikel yang menarik, mohon do’anya, semoga saya bisa segera untuk Umroh dan haji ke baitullah… i like umroh murah.

    Posted by umrohmudahdanmurah | 14 Februari 2014, 2:59 pm
  62. Hidup itu seperti drama dan kamu bisa memilih untuk menjadi penontonnya atau pemainnya.

    Posted by MUHAMMAD AYUB | 8 Juli 2014, 10:46 am
  63. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang.

    Posted by MAFELLA EFFANTY | 10 Februari 2015, 4:11 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: