>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Dari sakit hati ke proklamasi harga diri

Senin, 13 Agustus 2012
Manufacturing Hope 39

Sakit hati, ada kalanya sangat penting. Banyak orang sukses bermula karena sakit hati: kepada saudara, tetangga, teman, mantan pacar, mantan kongsi, atau kepada pesaing yang pernah mengalahkannya.

Sakit hati kadang juga menyangkut harga diri. Banyak orang sukses bukan karena ingin kaya, tapi karena tidak ingin harga dirinya diremehkan. Mereka ini golongan yang, setelah sukses, tidak kelihatan menikmati kekayaannya untuk kemewahan hidupnya.

Sakit hati juga biasa datang dari orang pandai yang merasa kepandaiannya tidak dimanfaatkan. Bisa juga datang dari orang yang merasa terjajah, yang kemudian ingin mengalahkan bekas penjajahnya.

Bisakah sakit hati dilakukan secara berjamaah? Oleh satu kelompok? Agar kelompok itu sukses secara bersama-sama? Bisakah sakit hati dilakukan secara nasional? Sehingga bangsa itu secara keseluruhan bisa sukses?

Sebagai orang yang pernah sakit hati, saya mencoba mengumpulkan banyak orang yang sudah lama sakit hati. Yakni para engineer yang selama ini bekerja di perusahaan-perusahaan BUMN. Mereka inilah yang merasa sakit hati setiap kali melihat kemampuan mereka diremehkan.

Salah satu puncaknya adalah saat mereka melihat proyek pembangkit listrik 10.000 MW. Mereka mempertanyakan: mengapa untuk pembangkit yang sekecil 2×7 MW pun harus mentah-mentah didatangkan dari Tiongkok? Apalagi ketika pada akhirnya proyek itu sama sekali tidak bisa dikatakan murah -oleh berbagai sebab, termasuk penyebab dari dalam negeri.

Rabu pagi tanggal 8 Agustus 2012 lalu, mereka berkumpul di aula kantor pusat Pertamina. Selama ini mereka benar-benar sakit hati.

Hanya saja mereka cuma berani mengeluhkannya secara diam-diam dan sendiri-sendiri. Mereka adalah kelompok sakit hati yang meskipun tidak destruktif tapi juga tidak aktif. Mereka pada dasarnya “sakit hati, tapi setengah tidak berdaya”.

Padahal kemampuan mereka luar biasa. Asal ada yang mempersatukan dan mengkoordinasikan.

Selama ini mereka kurang diberi kesempatan sehingga kapasitas itu tercerai-berai di berbagai BUMN. Mereka bukan saja tidak bersinergi, bahkan sering saling jegal!

Lihatlah pabrik di Pasuruan ini. Siapa yang menyangka bahwa BUMN yang kelihatan setengah sekarat itu –PT Boma Bisma Indra (BBI)- mampu membuat kondensor. Alat yang menjadi bagian sangat penting dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Waktu saya berkunjung ke PT BBI Pasuruan tiga minggu lalu tiga kondensor sudah terlihat jadi. Siap diekspor ke Eropa. Kondensor itu memang dipesan oleh pabrikan besar di Eropa. Untuk dipasang di PLTU di seluruh dunia.

Tapi PT BBI sedang kelimpungan. Ini akibat buruknya manajemen di masa-masa yang lalu. Utangnya ke Bank Mandiri sudah macet selama 10 tahun! Bunga dan dendanya terus menggunung. Assetnya banyak tersandera sebagai jaminan bank yang tidak bisa diapa-apakan. Perusahaan ini di-blacklist oleh bank mana pun.

PT BBI juga masih punya utang dagang pada PT Krakatau Steel (KS) yang sangat besar. Juga sudah macet lebih 10 tahun. Sebagian asset PT BBI juga ditahan oleh KS sebagai jaminan sehingga tidak bisa digerakkan.

Akibatnya, kemampuan yang tinggi yang dimiliki para ahli dan karyawan PT BBI tersandera oleh keadaan perusahaan yang ‘termehek-mehek’. Mereka sakit hati dan frustrasi. Ahli tapi tidak berdaya.

Mereka ahli membuat kondensor, boiler, pabrik kelapa sawit, dan pekerjaan engineering lainnya, tapi mereka tidak ahli dalam menyelesaikan problem utang macet yang membelit perusahaannya.

Maka saya bersyukur ketika Dirut PT BBI yang sekarang, Dr Ir Lalak Indiyono, punya ide brilian untuk menguraikan benang kusut itu. Dengan skema yang cerdas, akhir tahun ini saya targetkan benang kusut tersebut sudah harus selesai. Agar tahun depan sudah bisa berlari, mengubah sakit hati menjadi ‘balas dendam’ untuk kemajuan bersama.

Dalam forum rapat akbar engineering BUMN Rabu lalu itu, Dirut PLN, Ir Nur Pamudji, juga menawarkan pembangunan 30 unit PLTU di seluruh Indonesia. Terutama yang ukurannya 20 MW ke bawah. PLTU-PLTU ini harus dibangun sepenuhnya oleh putra-putra bangsa sendiri. Baik BUMN maupun BUMN dan swasta nasional.

Inilah “Proyek 30 PLTU Merah Putih”, yang kami proklamasikan menjelang perayaan 17 Agustus 2012 untuk segera dikerjakan.

Pembagian tugas pun diputuskan: turbin dibuat PT NTP Bandung, anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia. Dengan membuat 30 turbin sekaligus, para engineer di PT NTP akan sibuk dan bisa mencapai skill yang tangguh.

Generatornya dibuat oleh PT Pindad Bandung. Membuat 30 generator sekaligus bisa sangat efisien. Boilernya dibuat PT Barata Surabaya. PT BBI membuat kondensornya. Dan PT Wika membangun sipilnya. Secara teknik, perusahaan-perusahaan BUMN tersebut benar-benar mampu mengerjakannya.

Selama ini mereka terserak, tidak terkoordinasi, dan bahkan saling menjatuhkan.

Dalam forum itu para engineer BUMN juga memproklamasikan “Pabrik Gula Merah Putih”. BUMN memang akan membangun pabrik gula baru di Glenmore, Banyuwangi. Pabrik baru yang akan menjadi yang terbesar di Jawa itu, 100 persen akan made in Indonesia!

Kalau proyek ini sukses (dan harus sukses) maka revitalisasi pabrik-pabrik gula tua di seluruh Indonesia akan dikerjakan sendiri oleh putra-putra bangsa.

Alangkah akan sibuknya para engineer kita. Alangkah hidupnya pabrik-pabrik rekayasa permesinan kita. Alangkah berkembangnya kemampuan insinyur-insinyur kita.

Belum lagi proyek monorail Jakarta yg mangkrak sejak lebih 10 tahun lalu itu. Kalau Gubernur Jakarta mengeluarkan izinnya, satu BUMN yang selama ini banyak dosanya, PT Adhi Karya, akan menebus dosanya itu dengan pengabdian nyata.

Monorail Jakarta itu akan selesai dalam 26 bulan. Adhi Karya akan didukung dua BUMN lainnya, PT LEN untuk sistem elektroniknya dan PT INKA untuk keretanya. Maka begitu pilkada selesai izin akan diajukan.

Yang masih akan dirumuskan adalah: bagaimana agar putra-putra bangsa juga bisa segera memiliki kemampuan mengerjakan proyek petrochemical dan oleochemical. Sedang untuk teknologi hidrogen dan fuel cell yang kelak akan jadi alternatif sumber tenaga untuk mobil listrik juga sedang dirancang.

Kita sudah punya ahli fuel cell yang kini bekerja di BPPT dan di LIPI. Mereka sudah setuju untuk membuat prototipe fuel cell pertama di Indonesia, dengan biaya BUMN PT Batantek pimpinan Dr Ir Yudiutomo Imardjoko. Dua ilmuwan hebat akan berkolaborasi untuk energi masa depan Indonesia.

Maka dalam enam bulan, kita akan bisa melihat apakah Dr Ir Ennya Lestyani Dewi yang sekolah S1 sampai S3-nya di Jepang (atas biaya BJ Habibie) itu bisa melahirkan teknologi fuel cell Indonesia.

Tentu ilmuwan-ilmuwan energi masa depan lainnya yang belum saya ketahui dimohon bergabung ke sini.

Seperti yang sudah dibuktikan minggu lalu, salah satu putra bangsa kita juga sudah berhasil membuat prototipe permanent magnetic motor pertama di Indonesia. PMM 25 kv itu sdh terbukti berhasil dipasang di mobil listrik buatan Pindad dan berfungsi dengan sempurna.

Untuk teknologi fuel cell pun, saya melihat di balik jilbab Dr Ennya Lestyani Dewi, putri Secang, Magelang, ini menyinarkan otak encernya.

Saat ini, dari Makkah saya berdoa untuk Dr Ennya yang lagi merancang teknologi fuel cell-nya.

Sakit hati, kelihatannya memang perlu sering-sering terjadi. Asal terbuka penyalurannya.

(*) Menteri BUMN

Diskusi

455 thoughts on “Dari sakit hati ke proklamasi harga diri

    • Maju terus bangsa Indonesia. Kejayaan sudah di depan mata.

      Kita harus percaya pada diri kita sendiri.

      Posted by Darko Rahman | 13 Agustus 2012, 4:49 am
    • Hebaaaaaat….
      Sungguh saya tidak menyangka, kalau sakit hati bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk terus maju kedepan, bahkan menurut saya tidak sekedar maju berjalan, tetapi berlari untuk maju. Terimakasih Pak Dahlan, Saya jadi mendapatkan ilmu baru dalam manajemen. Semoga dari rasa sakit hati terhadap pemimpin BUMN yang dulu-dulu, bisa terobati lewat kepemimpinan Bapak. Semoga Indonesia semakin maju, mandiri dan banyak Anak Muda Bangsa ini yang sakit hati, bisa bersatu menciptakan sesuatu yang baru,
      Saya terkagum dengan Bapak, Alangkah senang dan bersyukurnya saya bisa kenal dengan bapak. saya juga berharap, kedepan saya bisa menyamai bapak, ngobrol dengan bapak, dan berbagi pengalaman dengan bapak. itu janji kecil diri hati saya untuk bangsa.

      Posted by myangelkiss | 13 Agustus 2012, 6:09 am
    • siapolah gawean jadike BUMN sumber hutang tu, ayo kita yang bisa mendengar dan melihat segera ambil wudhu, berdoa semoga semangat proklamasi bisa membakar jiwa..membangun negeri…merah putih..indonesiaku…

      Posted by kriswidiatmoko | 13 Agustus 2012, 7:36 am
      • aaamiin.. berjamaah berdoa buat para putra terbaik bangsa , semoga ini menjadi titik awal bangsa ini menghargai kemampuan putra putri negeri ini… Bantu kami ya Allah untuk negeri… mari kibarkan semangat membangun bukan semangat mencaci maki.. jayalah indonesiaku

        Posted by Sri hartati | 1 September 2012, 6:37 am
    • Sedikit share profil dari Eniya Listiani Dewi, semoga menginspirasi.🙂

      ==================================

      Eniya Listiani Dewi: Ahli Rekayasa Teknologi Sel Bahan Bakar & Hidrogen
      Peraih Mizuno Award, Koukenkai Award & Habibie Award 2010

      Satu di antara empat penerima Habibie Award yang menerima penghargaannya di hari ulang tahun The Habibie Center, pada 30 November 2010 adalah Eniya Listiani Dewi, peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia merupakan penerima Habibie award termuda sepanjang sejarah Habibie award.

      Penghargaan ini dikantunginya bersama dengan 19 penghargaan lain, baik dari Indonesia maupun dari Jepang, karena keberhasilannya menemukan katalis baru untuk sel bahan bakar. Eniya mendapatkan penghargaan Habibie 2010 di bidang ilmu rekayasa.

      Karya perempuan kelahiran 14 Juni 1974 ini berkisar pada lingkup elektrokimia, suatu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan potensi listrik dan energi. Penelitiannya adalah tentang sel bahan bakar berbasis hidrogen yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan.

      Salah satu karya yang mengawali kiprahnya di bidang sel bahan bakar adalah penemuan katalis baru untuk sel bahan bakar. Penemuan tersebut menurutnya adalah sebuah inovasi yang ditemukan secara kebetulan.

      “Saya kan kalau sedang eksperimen suka saya tinggal waktu makan siang. Saya pikir kan tidak masalah. Nah, waktu itu ketika saya melihat hasil eksperimen setelah saya tinggal, kok jadinya berbeda, ternyata perbedaan malah jadi inovasi,” terang Eniya. Polimer yang terbentuk menjadi terdiri dari 10 penyusun, padahal harusnya ada 2 penyusun.

      Dari hasil karya yang kebetulan tersebut, perempuan yang menyelesaikan gelar doktor dari Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis dan Sel Bahan Bakar Waseda University, Jepang ini meraih beragam penghargaan, termasuk Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003.

      Karya terbarunya adalah ThamriON, sebuah membran sel bahan bakar temuannya yang baru saja mendapatkan penghargaan Inovasi Paten dari Ditjen HKI 2010. “Prinsipnya, ThamriON tersebut adalah membran sel bahan bakar yang terbuat dari plastik yang direaksikan dengan asam sulfat. Karena telah direaksikan, maka plastik bisa menghantarkan listrik,” ungkapnya.

      Nama ThamriON sendiri punya sejarah tersendiri. “Saya kan bekerja di Jalan MH Thamrin Jakarta jadi nama itu saya ambil untuk nama karya saya. Kalau ON sendiri berasal dari kata ion, karena plastiknya bisa jadi menghasilkan ion,” terangnya sambil tertawa mengenang penamaan hasil karyanya.

      Teknologi sel bahan bakar dan bahan pendukung lain hasil risetnya di kembangkan 80 persen dari material lokal, sehingga biayanya lebih murah. Dengan proses manufaktur secara mandiri, sel bahan bakar yang tersebut telah diterapkan untuk menyalakan perangkat elektronik dan sepeda motor dengan kapasitas 500 Watt.

      Untuk mengembangkan proses produksi dan penyimpanan bahan bakar, Eniya bekerja sama dengan berbagai pihak. “Ada Teknik Kimia UGM, Pusat Teknologi Bioindustri, industri polimer dan baterai,” ungkap Kepala Perekayasaan Sel Bahan Bakar di BPPT ini.

      Eniya adalah putri pertama dari pasangan Hariyono (alm) dan Sri Ningsih, berasal dari kota Magelang, Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia teknologi dan lingkungan sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Magelang.

      “Sejak saya SMA, saya sudah tertarik pada hal-hal yang berbau sains dan ramah lingkungan. Waktu itu, kalau mengarang, saya selalu menulis tema-tema teknologi dan isu ramah lingkungan,” ujarnya yang sebenarnya lebih menyukai ilmu fisika daripada kimia.

      Setelah lulus SMA, ia beruntung dapat memperoleh beasiswa lewat program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-1 ke Waseda University.

      Pendidikan strata dua dan tiga ia lanjutkan dengan beasiswa dari lembaga lain. Total masa pendidikan yang ia butuhkan untuk mencapai gelar doktor adalah 10 tahun, berawal dari tahun 1993 hingga tahun 2003.

      Salah satu ambisi terbesarnya adalah mewujudkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dari bahan hidrogen. “Bahan hidrogen ini sangat berpotensi, bisa diproduksi dari berbagai macam sumber, termasuk biomassa,” terangnya. Ambisi tersebut diperoleh setelah melihat pengembangan kota Fukuoka, Jepang yang mengaplikasikan hidrogen sebagai sumber energi.

      Hidrogen bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik, bahan bakar kendaraan dan lainnya.“Dengan bahan bakar hidrogen, motor tidak mengeluarkan asap, tapi air murni,” jelas Eniya.

      Ide Eniya dalam pemakaian hidrogen sebagai sumber bahan bakar juga dipresentasikan dalam 7th Biomass Asia Workshop yang berlangsung di gedung BPPT, 29 November 2010.

      sumber : indonesiaproud.wordpress.com

      Wanita di antara katoda dan anoda

      Pekan lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar seminar teknologi fuel cell yang didukung beberapa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas serta agen tunggal pemegang merek (ATPM).

      Fuel cell atau sel bahan bakar bukan hal yang baru karena sudah ditemukan ilmuwan Inggris, Francis Bacon, pada 1930. Secara sederhana, cara kerjanya mirip aki. Pada fuel cell terdapat dua lapis elektroda dan elektrolit (zat) yang akan membiarkan ion lewat, namun menahan elektron.

      Pada anoda dialirkan H2 (hidrogen) kemudian logam platina (Pt) pada anoda bekerja sebagai katalis, ‘mengambil’ elektron dari atom hidrogen. Ion H+ yang terbentuk akan melewati elektrolit, sedangkan elektron tetap tertinggal di anoda.

      Sementara itu, di katoda, oksigen dialirkan. Kemudian, ion H+ yang melewati elektrolit akan berikatan dengan oksigen menghasilkan air dengan bantuan platina yang terkandung pada katoda sebagai katalis.

      Reaksi ini akan berlangsung jika ada elektron. Pada anoda, elektron tertinggal, sedang di katoda elektron dibutuhkan. Sehingga, jika anoda dan katoda dihubungkan, elektron akan mengalir. Limbah reaksi ini berupa air (H20) yang aman untuk langsung diteguk.

      Sepintas sederhana, tapi untuk membuatnya butuh pengetahuan material mumpuni. Salah satunya adalah Eniya Listiani Dewi. Perempuan alumnus Departemen Kimia Terapan Universitas Waseda, Tokyo, yang mengepalai tim pengembangan fuel cell BPPT.

      Dari tangannya lahir fuel cell dengan kandungan lokal 80% yang sudah mampu menghasilkan 20 Watt. Hingga akhir tahun ini dia menargetkan fuel cell ciptaannya bisa menghasilkan 50 Watt dengan ukuran makin kompak.

      Sepintas memang masih jauh untuk berbicara soal produksi massal dari fuel cell itu. Misalnya untuk catu daya telepon genggam, komputer jinjing, apalagi mimpi memiliki mobil listrik dalam negeri secanggih mobil-mobil fuel cell luar negeri.

      Namun, dari bisik-bisik tamu yang hadir, isi di dalam kotak sel bahan bakar itu sudah menerbitkan kekhawatiran dari negara lain. Sebab teknologi membran electrode assembly (MEA), yang merupakan kunci dalam proses konversi energi dari energi kimia menjadi energi listrik itu asli Indonesia dan sudah selangkah lebih maju dibandingkan teknologi negara lain.

      Lebih murah

      Kekhawatiran itu muncul sebab membran hidrokarbon bermaterial lokal itu itu dapat menurunkan biaya produksi hingga 85% dibandingkan membran komersial yang kini beredar di pasaran. Sekotak fuel cell ciptaan Eniya itu hanya berharga Rp25 juta.

      “Kalau nanti bisa diproduksi secara massal, bisa ditekan hingga 80%-85% dari harga saat ini. Sekarang masih mahal tapi kita sudah menemukan sistemnya. Jadi bisa terus dipermurah,” tutur ibu empat anak ini.

      Satu tantangan yang masih harus dicari solusi perempuan penerima grant dari Japan Society of Promotion of Science 2000-2003 ini adalah meningkatkan ketahanan membran polimer ciptaannya itu yang kini baru bisa dipakai seumur lampu pijar biasa atau 4.000 jam.

      Menurut dia, mengetahui sistem jauh lebih penting daripada produksinya. Hal itu merujuk kasus sistem sel matahari (photovoltaic) yang sudah 25 tahun diterapkan di Tanah Air tapi tak dikuasai teknologinya. Hasilnya Indonesia hanya bisa terus menerus mengimpor.

      Sayangnya, meski fuel cell berpotensi besar, pemerintah tak kunjung mengucurkan dana penelitian yang mencukupi. Dari dana ideal sebesar Rp50 miliar, tahun ini pemerintah hanya mengucurkan dana Rp1 miliar dan tahun depan Rp3 miliar.

      Meski diberi modal seadanya dan cibiran peneliti BPPT lain, Eniyati tetap optimistis. Apalagi kini teknologi nano di Indonesia makin pesat sehingga perkakas fuel cell yang dihasilkannya bisa makin imut dan perkasa.

      Menurut dia, pengembangan sel bahan bakar hidrogen dalam satu dekade ke depan sangat penting. Ini bisa dilihat dari keseriusan banyak industri otomotif dan generator yang makin terkonsentrasi pada teknologi ini.

      Salah satu contohnya adalah perlombaan produsen kendaraan untuk mengaplikasikannya secara hibrid dengan mesin bakar atau bahkan 100% berbahan bakar hidrogen.

      Eropa bahkan sudah berencana mengaplikasikannya untuk sarana transportasi massal mereka sementara Jepang pada kendaraan-kendaraan pribadi di perkotaan.

      Malaysia pantas diberi tanda tebal. Jiran kita adalah satu negara Asean yang bernafsu mempercepat alih teknologi ini. Mereka bahkan sampai harus menggandeng raksasa Jerman Mercedes Benz yang melakukan riset dan penerapan fuel cell pada produk kendaraan masa depan mereka.

      Meski kini Malaysia tertinggal namun Eniya mengingatkan semua pihak terkait kasus sel surya. Indonesia lebih dulu menggunakan tapi tertinggal dalam teknologi pembuatan. Hasilnya kini Malaysia sejajar dengan negara lain dan mengekspor sel matahari tersebut.

      Rasanya kekhawatiran Eniya patut dicermati. Dulu Malaysia belajar perminyakan ke Indonesia, kini mereka mengekspornya pada mantan gurunya. Mereka juga tertinggal dalam urusan teknologi mobil, belakangan justru Proton yang melenggang di Tanah Air.

      Bagaimana kemajuan rekayasa Indonesia? Setelah PT DI yang membuat Malaysia terperangah dipreteli, faktanya kini tinggal ‘teknologi’ pembantu rumah tangga murah saja yang masih bisa dibanggakan Indonesia pada Malaysia. Ironis!

      sumber : *Bisnis Indonesia Edisi: 19/09/2007

      Adapun Eniya Lestiyani Dewi, yang lahir di Magelang pada 1974, kini terus menyempurnakan motor fuel cell. Perangkat energi ini mampu menghasilkan 500 watt listrik dan dapat membawa lari sebuah sepeda motor hingga 60 kilometer per jam. Bahan bakarnya cuma 28 liter hidrogen dari tabung berukuran 20 sentimeter dengan diameter 10 cm, yang memadatkan hidrogen hingga 740 liter.

      Eniya adalah perekayasa pada Pusat Teknologi Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dia memimpin 40 ahli BPPT untuk proyek motor fuel cell. Pada 2003, dia masuk ke lembaga riset ini setelah 10 tahun kuliah di Departemen Kimia Terapan, Universitas Waseda, Jepang. Sebenarnya bisa saja dia menjadi pengusaha atau bekerja di perusahaan swasta. “Ketika itu BPPT membuat proyek fuel cell yang sesuai studi dan menarik perhatian saya,” kata penerima penghargaan The Japan Polymer Society 2009 dan ASEAN Outstanding Achievement Award 2006 ini.

      Awalnya Eniya cuma mendapatkan dana Rp 80 juta untuk proyek tersebut. Proyek ini berhasil sehingga dana yang lebih besar mulai mengalir. Motor fuel cell yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar utamanya itu telah terkandung muatan lokal hingga 80 persen. Eniya berupaya mematenkannya. Namun, dia menilai pemerintah belum serius mengembangkan energi alternatif.

      “Di Jepang, pemerintah memberikan subsidi bagi warga yang memakai energi ini,” katanya

      sumber : ppijepang.org

      http://kickdahlan.wordpress.com/2012/08/13/eniya-listiani-dewi-ahli-rekayasa-teknologi-sel-bahan-bakar-hidrogen/

      Posted by Marshall D.Teach | 13 Agustus 2012, 8:59 am
      • Mantaff… Rakyat Indonesia itu emang pinter2… Tapi Pemerintah melalui DPR/MPR ga bisa liat orang pinter, karena mereka itu G*BL*K2 semua…
        harus tunggu musnah 1 generasi Tua dulu baru maju nih indonesia…
        #Kalo Generasi Tuanya seaktif pa DI, malaysia ngintip aja udah malu duluan…

        Posted by PUTU | 13 Agustus 2012, 12:21 pm
        • Mengapa malaysia maju…
          Salah satunya adalah…tidak mau kalah dengan Indonesia, mengapa?
          Karena dendam kesumat…Indonesia akan mengganyang Malaysia. (ingat peristiwa tahun enampuluhan)
          Fakta sejarah itu dijadikan penyemangat, guru-guru di Malaysia selalu bercerita kelakuan Indonesia itu kepada murid-muridnya.
          Pemuda di Malaysia jadi terbangun nasionalismenya, mereka punya musuh yang harus dikalahkan.
          cuma kadang sangat berlebihan..
          Cermati saja bagaimana orang Malayisa bersikap dan berperilaku terhadap saudara-saudara kita yang kebetulan melakukan kesalahan, bahkan terhadap teritorial wilayah Indonesia. Arogan sekali

          Orang Indonesia memang baik hati, gampang melupakan, suka memaafkan, dan mudah bosan,
          oleh karena itu nyaman-nyaman saja seperti ini selama bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun
          Karena tidak ada yang perlu dikalahkan…
          Ironisnya naluri kekuasaannya digunakan untuk menghancurkan bangsa sendiri,
          siapa saja yang mengganggu kenyamannya akan dikalahkan dan dihancurkan
          cermati saja sikap dan perilaku para politikus kita

          Perlukah kita bermusuhan dengan negara lain?
          untuk membangkitkan semangat nasionalisme,
          saya kira tidak perlu,
          karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia
          Cara Pak DIS ini sangat tepat, menang tanpa ngasorake (menang tanpa mengalahkan/merendahkan/menghina)
          Cara ini lebih demokratis dan bermartabat

          Semoga bangsa Indonesia bisa bersama menangkap momen ini
          Secara bersama-sama saling menyemangati
          Demi kesejahteraan, harga diri dan martabat bangsa Indonesia
          Amiin

          *muhari
          pernah kuliah di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia

          Posted by Muhari Kumis | 13 Agustus 2012, 4:46 pm
          • i like this comment

            Posted by risqi | 14 Agustus 2012, 10:58 am
          • Banyak contoh negara lain, misalnya Korea Selatan sakit hati kepada Jepang, hingga saat ini pun mereka masih sakit hati, cuma sebagai orang modern yang beradab mereka tidak kelihatan bermusuhan. Hasil positifnya, coba lihat ada berapa banyak mobil Jepang di jalan raya di Korsel?

            Posted by Hasan | 15 Agustus 2012, 3:19 am
        • betul, betul, apalagi dulu ada presiden yang senenganya jual BUMN, melalui mentrinya, siapa ya

          Posted by edhi | 13 Agustus 2012, 5:05 pm
        • Bli Putu aya’ aya’ wae’ … he.. he..

          Posted by Djoko Sawolo | 13 Agustus 2012, 11:43 pm
        • Mari berdoa semoga pak DI panjang umur, dan muncul pak DI DI lainnya, sehingga benang kusut di semua lini bisa di urai.. dan bangkitkan semangat membangun, mendukung untuk semua putra putri terbaik bangsa ini.. jayalah Indonesiaku

          Posted by Sri hartati | 1 September 2012, 6:44 am
      • Benar! Pemerintah dan para pejabat harus mendukung”all out” putra-putri bangsa ini, dari pada uang menguap tidak jelas. Mari dukung gagasan Pak Dis negatif menjadi positif. Kumpulkan putra-putri bangsa yang terbaik bersinergi untuk breakthrough kemajuan bangsa

        Posted by Heri Miarto | 13 Agustus 2012, 12:37 pm
    • sakit hati difitnah di twittwer juga pak ya?

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 12:26 pm
    • Mengenai PLTU dan BOP sudah ada ide sejak tahun 1994, lihat saja link dibawah ini :http://www.elektroindonesia.com/elektro/no2b.html
      semoga banyak pihak tidak gontok2an rebutan rejeki….idenya sudah lamaaaaaaaa……

      Posted by umberto Echp | 13 Agustus 2012, 7:43 pm
    • Share video dari Youtube, semoga menginspirasi🙂

      =======================

      @ Marshall D.Teach : Terima kasih atas kiriman komentarnya yang berupa video youtube, akan tetapi mohon maaf, agar terlihat rapi, maka untuk komentar anda berupa video youtube tersebut, kami pindah tempatkan ke Page Dahlan @ Youtube. Terima kasih juga atas konstribusi anda untuk share berita / link terkait dengan Dahlan Iskan.

      Bagi rekan2 yang ini melihat video youtube Pak Dahlan Iskan, dapat dilihat di Page Dahlan @ Youtube : https://dahlaniskan.wordpress.com/dahlan-iskan-youtube/

      terima kasih

      salam

      Posted by Marshall D.Teach | 14 Agustus 2012, 10:04 am
    • ayoo Pak DIS ….. semua yang masih punya akal sehat pasti ada dibelakangmu

      Posted by akiro | 14 Agustus 2012, 9:48 pm
    • maju terus Indonesiaq

      Posted by KYA | 15 Agustus 2012, 2:56 pm
    • Tuh kan terbukti bahwa bangsa kita memang punya putra putri yang hebat2…..knapa…knapa….kanapa….kok dak dari dulu2 diperdayakan alangkah sayangnya…..mudah2an belum terlambat, yang paling Hebat memang Pak Dahlan Iskan yang mampu mengakomodir ilmuan2 hebat anak bangsa ini, jayalah Indonesia. Merdeka.

      Posted by agus s | 15 Agustus 2012, 4:51 pm
    • P Dis, selamat ulang tahun, semoga diberi kebahagiaan, kesehatan & umur panjang agar cita cita pak berbakti pada negri ini dapat berjalan dengan lancar.

      Posted by eryersad | 20 Agustus 2012, 9:13 am
    • Pak Dahlan yang terhormat, perlu juga di perhatikan lokasi pengembangan kegiatan usaha BUMN – BUMN tersebut supaya tidak hanya terkonsentrasi di pulau jawa saja. hal ini akan ikut membantu penyebaran teknologi, pemerataan petumbuhan ekonomi, serapan tenaga kerja dan manfaat lebih banyak bagi masyarakat di daerah. terutama di daerah yang selama ini jauh tertinggal. terima kasih…

      Posted by Tafaul Rijal | 27 Agustus 2012, 3:49 pm
    • merinding dan darah bergejolak penuh semangat….itu yang terjadi pada diri saya ketika membaca tulisan ‘kandidat terbaik presiden RI tahun 2014’ ini…hidup pak dahlan!!!!

      Posted by kahar | 30 Agustus 2012, 9:59 am
    • semaaaangaaat….!

      Posted by umi ghina | 14 September 2012, 11:58 am
    • kalo pak DIs sakit hatinya dobel: :”sakit hati” dan “sakit hatinya beneran alis ganti hati” . semoga bapak dikaruniai Allah sehat wal afiat selalu..Amien…

      Posted by Cak Yudi | 12 Januari 2013, 7:23 am
  1. Sakit hati nih yee?

    Posted by Disfans | 13 Agustus 2012, 3:29 am
  2. ijin nyimak gan

    Posted by yanto | 13 Agustus 2012, 3:30 am
  3. Setiap Senin selalu semangat … Indonesia pasti bisa !

    Posted by suhartonoutama | 13 Agustus 2012, 3:34 am
  4. Jayalah terus negeriku..berkibarlah merah putihku..

    Posted by yuni | 13 Agustus 2012, 3:37 am
  5. baca dulu…

    Posted by adhi | 13 Agustus 2012, 3:37 am
  6. orkes sakit hati negeriku

    Posted by daniez | 13 Agustus 2012, 3:41 am
  7. Sudah masanya para engineer kita hargai di negeri sendiri

    Posted by Fajar | 13 Agustus 2012, 3:43 am
  8. Alhamdulillah…sahurnya Mantab!!!

    Posted by aburachman | 13 Agustus 2012, 3:45 am
  9. Merdeka!!

    Posted by Yudi | 13 Agustus 2012, 3:46 am
  10. Para ahli teknologi silahkan bergabung
    barisan sakit hati ke lauutt aja..he.he..

    Posted by Disfans | 13 Agustus 2012, 3:48 am
  11. Perlukah aku sakit hati dahulu. Biar sukses ?

    Posted by Widi | 13 Agustus 2012, 3:50 am
  12. Alhamdulillah… sakit hati yang berbuah prestasi untuk pembuktian jati diri bangsa kalau kita itu bisa… slm 350 thn + plus jepang…sakit hati pendiri bangsa melahirkan ” Indonesia Merdeka “…sekarang sakit hati putra-putra bangsa yang tersisih karena nepotisme, terserak dinegara2 lain untuk kembali membuktikan karya baktinya….menjadikan negara Indonesia yang optimis, percaya diri, jujur dan iklas….. jayalah indonesiaku

    Posted by ep sard | 13 Agustus 2012, 3:50 am
  13. Ayooo buru-buru tanya mbah gugel, minta penjelasan satu demi satu mengenai apa-apa saja yang dibahas Pak Dahlan di MH 39 ini.

    Mengaku penggemar Pak Dahlan?
    Harus mau berusaha pintar seperti Pak Dahlan!

    Semangat Pagi Indonesia!!!

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 13 Agustus 2012, 3:50 am
  14. Semoga terlaksana sebagai mana yg di rencanakan …amin and sekaligus membuktikan bahwa negera ini bukan negara gagal.

    Posted by AmanS | 13 Agustus 2012, 3:52 am
  15. gak sabar menunggu Senin………

    Posted by akbar | 13 Agustus 2012, 3:52 am
  16. Semakin lama hidup Pak DIS semakin berarti bagi Republik yang hampir karam ini. Semoga Pak DIS diberi umur panjang dan tetap sehat..karena kami butuh pemimpin seperti Bapak

    Posted by Jalu Tohpati | 13 Agustus 2012, 3:54 am
  17. 100% Benul….. Bagi yg pernah bersinggungan langsung pasti pernah merasakan yg dikatakan pak DIS.
    POLITIK memang membuat bangsa ini terpuruk…..tinggalkan politik kejar harga diri bangsa.
    Untuk para politikus dan yg punya pikiran spt politikus, saatnya anda membuktikan bahwa politik jg bisa membangun negri ini bukan menciptakan pribadi yg korup dan sok kuasa…..

    Posted by surachwanto | 13 Agustus 2012, 3:55 am
  18. ada 2 jenis ‘sakit hati’, umumnya kiasan. tapi kalo pak DIS emang beneran ‘sakit hati’ bahkan sampai ganti hati.

    Posted by adhi | 13 Agustus 2012, 3:55 am
  19. alhamdulillah banyak ilmu dan pelajaran yg dpt kita ambil dari bpk DI di hr senin ini

    Posted by muh ridhoi | 13 Agustus 2012, 3:56 am
  20. gini hari sdh 14 balasan, ga apa2 yang penting tetep semangat di senin pagi

    Posted by Royyan | 13 Agustus 2012, 3:57 am
  21. Saatnya Indonesia bangkit…saya yakin insinyur Indonesia diluar negeri akan terpanggil untuk membangun negeri ini…ayooo pak dahlan jalankan propaganda membangun negeri…

    Posted by Ilham Prayogi | 13 Agustus 2012, 3:58 am
  22. Jejak dulu

    Posted by Dahlanis sekayu | 13 Agustus 2012, 4:02 am
  23. Penyempurna sahur kita…

    Posted by affan | 13 Agustus 2012, 4:02 am
  24. semoga dengan adanya pak DIS kejayaan indonesia masa gajah mada kembali lagi.semangat senin…….

    Posted by anita | 13 Agustus 2012, 4:04 am
  25. Subhanallah, saya yakin putra-putri terbaik bangsa lainnya baik di dalam maupun di luar negeri pasti terpanggil untuk ikut berkontribusi membangun negerinya. Darah mereka yg mendidih karena selama ini diremehkan dan tak pernah diberi kesempatan, mendapatkan saluran untuk menggerakkan turbin dan generator pembangunan. Terimakasih pak Dis, anda menjadi contoh pemimpin yg percaya kemampuan bangsanya dan memberi kesempatan yg lebar untuk membuktikannya. Lewat batantek (sudah terbukti) , lewat pabrik gula merah putih, lewat monorail, lewat 30 PLTU, lewat Fuel cell dsb. Berarti selama ini masalahnya adalah koordinasi, kepercayaan dan keberpihakan. Di bulan yg baik ini saya doakan anda dan teman-teman terbaik bangsa sukses membalas dendam dan merebut kembali harga diri sbg bangsa. Amiin.

    Posted by akal sehat | 13 Agustus 2012, 4:05 am
    • itu baru koordinasi yg dilakukan oleh seorang menteri… andaikan presiden kita dari dulu-dulu pinter bikin koordinasi macam itu… akan lebih dahsyat negeri ini…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 14 Agustus 2012, 9:58 pm
  26. Manufacturing hope yang dikirim dr mekkah or madinah ne…kirain wis ngk ada…eh ternyata..hope tidak akan pernah libur…

    Posted by caderabdul | 13 Agustus 2012, 4:08 am
  27. Semoga pak dahlan nggak sakit lagi hatinya

    Posted by Dahlanis sekayu | 13 Agustus 2012, 4:13 am
  28. Kami rakyat kecil lagi sakit hati melihat para Pemimpin negeri ini pada hatinya yg sakit ,Ya Tuhanku negeriku yg indah ini karuniakan Pemimpin yg Amanah ,yg sekarang lagi di Makkah , jagalah dri marabahaya ,singkirkan dri ulah jahat musuh negeriku Ya Rabb.Karuniakan Umur panjang yg barokah ,hingga mampu memimpin kami menuju kemuliaan dan harga diri kami sebagai bangsa .

    Posted by setro utomo | 13 Agustus 2012, 4:13 am
  29. maju terus abah…. bangkitkan para engineer indonesia untuk berkarya berkarya berkarya Demi Indonesia….!!!

    Merdeka…..!!!

    Posted by Mukh. Saiful | 13 Agustus 2012, 4:16 am
  30. Subhanalloh, alhamdulillah, astaghfirulloh….. Energi dan kemampuan para ahli kta yang selama ini berserakan, akhirnya mendapat penampungan untuk berkarya lebih nyata sesuai bidangnya. Ya Alloh…berkahi mereka agar ilmu yang Engkau berikan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara Indonesia. Jauhkan mereka dari bencana, khususnya dari kejamnya politik yang sedang melanda negeri ini. Amin ya Robbal alamin.

    Posted by mito | 13 Agustus 2012, 4:19 am
  31. Hidup Sakit Hati.. Hehee

    Posted by 2nrae | 13 Agustus 2012, 4:19 am
  32. Waduh-waduh, dengan adanya tulisan ini. Anggota DPR jadi kelihatan dodolnya. Kapan hari sebelum ada pak dis ngapain aja. Katanya wakil rakyat. Kok ada orang hebat sakit hati ga pernah diwakili suaranya?
    Kemana aja bung DPR? Anda mewakili siapa sebenarnya? Apakah anda juga akan bilang klo insinyur kita kurang mantab dalam mengerjakan pekerjaan berteknologi tinggi?

    Posted by Prasetyo Wijaya | 13 Agustus 2012, 4:20 am
  33. inilah the real indonesia satu di 2014…dahlan iskan!

    Posted by warijan satria hadi | 13 Agustus 2012, 4:21 am
  34. Raih Merdesa bersama,setelah Merdeka!
    Maju terus pak Dis!

    Posted by elfataruqani | 13 Agustus 2012, 4:22 am
  35. tak pernah menyangka … (pada awalnya sy percaya org2 indonesia memang hebat), terlalu banyak org yg tersisih karena ‘sistim’. Sungguh rusak negara kita, selama 10 th terakir ini.. ‘saling jegal’ menjadi kebiasaan yg ‘lumrah’,akibatnya….

    alhamdulilah ada ‘super lem’ bernama Dis. Perekat komponen ‘yg terbuang’.. Nyaris seperti apa yg terjadi pada film2 india, ‘anak mudanya’, termehek2 terus sampai mau mati.. Trus berjaya dalam revange! Tapi,apesnya..kadangkala sutradaranya lupa,dibiarkanlah si tokoh utama sampai mati beneran.
    Alhamdulillah, sutradara,produser dan editor skrg di pegang pak dis. Betapa beruntung negara kita.

    Posted by wawan | 13 Agustus 2012, 4:22 am
  36. The symphony from engineer dedicated to indonesia by dahlan iskan

    Posted by Saeful | 13 Agustus 2012, 4:24 am
  37. Ibaratnya seperti filosofi sebatang lidi, kalau hanya satu batang mungkin kurang berarti, tetapi ketika dikumpulkan menjadi satu hingga menjadi sapu lidi akan menjadi lebih berdaya guna. Demikian juga para engginer kita. Insyaallah dengan bersatu padu seperti ini akan lebih power full dan membawa kebanggaan buat bangsa ini. Merdeka !!! Jayalah indonesiaku.

    Posted by risqi | 13 Agustus 2012, 4:25 am
  38. Sudah saatnya PAKDHE untuk bergabung dalam barisan sakit hatinya Pak DIS. Ayo tunjukkan bahwa Anda adalah Dahlanis yang siap berkarya.

    Posted by mito | 13 Agustus 2012, 4:28 am
  39. AkuCintaIndonesia
    Skian puluh tahun lalu (bdasar sjarah yg sy baca) malaysia pernah berguru k indonesia lalu berkali2 maling budaya indonesia
    Skrg sy makin yakin k depan (sbentar lagi gak pake lama) malaysia akan termehek-mehek dg putra-putri indonesia (sy bagian dr yg sakit hati utk hal ini)
    Hidup para insinyur (habibie-nya) indonesia
    Hidup Dr. Ennya kartini indonesia
    Bangkitlah bangsaku
    Jayalah indonesiaku
    MERDEKA (smangat45)

    Posted by Fia | 13 Agustus 2012, 4:32 am
  40. “Padahal kemampuan mereka luar biasa. Asal ada yang mempersatukan dan mengkoordinasikan”. Udahlah Pak Dahlan saya parah bongkoan untuk pimpin bangsa ini, saya berdoa Allah SWT campurtangan menjadikan pak DIS Presiden Indonesia. Amin.

    Posted by cap mangga | 13 Agustus 2012, 4:34 am
  41. semoga semua dalam keridloanNYA dan hanya menjadi kebaikan semata…….aaaammmmiiiiiinnnnn……

    Posted by aisyah | 13 Agustus 2012, 4:36 am
  42. Like DIS.. Jempol…

    Posted by Karnadi | 13 Agustus 2012, 4:36 am
  43. Pak Dahlan memang (ibarat) seorang pelatih unggulan, yang mampu mengsinergikan kehebatan masing-masing striker.

    Posted by Djoko Sawolo | 13 Agustus 2012, 4:38 am
  44. heem…
    ternyata sakit hati itu bisa membawa aura positif bagi kemajuan bangsa
    btw setelah pandawa putra petir abah sudah srikandinya untuk untuk mensukseskan mobnas listriknya.
    Slamat pagi INDONESIAKU….

    Posted by 1_peace | 13 Agustus 2012, 4:42 am
  45. Orkes Sakit Hati..trnyta sakit hati kl tepat pnyaluranya bs jd energi yg DIShyaaaat (pnjm istilah P.Erick).Kl sering mmbaca buku2 DI rata2 beliau mmg sering sakit hati,bahkan smp dendam tp dlm hal yg positif..yg dibutuhkn adlh kesempatan & pnghargaan dr pemimpin2 kt agr potensi bangsa yg luar biasa ini trs treksplorasi,jgn biarkn generasi kt smakin manja minim solusi+kreatif !!

    Posted by koreksidiri | 13 Agustus 2012, 4:42 am
  46. heem…
    ternyata sakit hati itu bisa membawa aura positif bagi kemajuan bangsa
    btw setelah pandawa putra petir abah sudah menemukan srikandi untuk untuk mensukseskanmobnas listriknya.
    Slamat pagi INDONESIAKU….
    sukses slalu menyertaimu

    Posted by 1_peace | 13 Agustus 2012, 4:43 am
  47. Subhanalloh….Allahu Akbar…..,semakin bangga jadi orang Indonesia,,ditengah berita korupsi,
    Masalah hukum yg amburadul, Pak Dis memberi kita energi luar biasa.
    Kita bisa selama berusaha!
    Terima kasih Pak….

    Posted by ktgno | 13 Agustus 2012, 4:47 am
  48. Subhanalloh . . . Gak ada henti2nya Anda membuat terobosan untuk bangsa ini, untuk negeri ini Bapak DIS . . . Bahkan ditengah kekhusukan akhir Ramadhan dari tanah sucipun, Anda masih sempat menyebarkan HOPE untuk Kami, untuk bangsa ini.

    Semoga Alloh senantiasa melindungi Anda, Bapak . . . Untuk kemaslahatan dan kejayaan Bangsa Kita!!! Amiinn Amiinn Yaa Mujibas Saa-illin!!

    Posted by azrc | 13 Agustus 2012, 4:57 am
  49. semoga yg berserakan dirumah tetangga segera pulang dan bahu membahu membawa indonesia bangkit………………

    Posted by 4lee | 13 Agustus 2012, 5:10 am
  50. Mari bangkit bersama … keluarkan kemampuan masing-masing

    Posted by Erick | 13 Agustus 2012, 5:14 am
  51. ninggal jejak disik
    mari ngono moco MH

    SUGENG INJING SEDOYO…

    Posted by dityo | 13 Agustus 2012, 5:15 am
    • Waaahh… MH edisi 39 kali ini mantab banget
      membakar semangat setiap insan yang berpikir jernih untuk kemajuan bangsa

      “Sakit hati, kelihatannya memang perlu sering-sering terjadi. Asal terbuka penyalurannya.”
      kalimat penutup yang satu ini, sekilas, berkonotasi negatif.
      tapi, meledakkan energi “sakit hati” yang positif.
      tampaknya kita juga harus “sakit hati”

      MARI KITA BERSAMA-SAMA ‘SAKIT HATI’
      UNTUK MEMAJUKAN INDONESIA TERCINTA
      JAYALAH NEGERIKU…

      Posted by dityo | 13 Agustus 2012, 5:30 am
  52. Mungkin msh ada yg beranggapan negatif pd. Pak Dis,, ada yg mengatakan pencitraan, menarik simpati dsb. Menurut saya mereka ini jg termasuk golongan yg sakit hati“ pd Pak. Dis. Entah apapun motiFnya
    Saran saya buat mereka2 tsb, lbh baik jadikan Saja ‘energi sakit hati’ yg ada utk jd sarana pembuktian kalau Anda jg bisa memberikan seSuatu yg bermanfaat bg bangsa ini. Dan jika itu terjadi, kamipun akan menaruh hormat pd Anda..
    Terima kasih kpd P. DiS yg tlh menularkan virus hope kpd bangsa ini. Semoga dikaruniai hati yg semakin bening stlh kembali dr tanah suci. Bangsa ini msh memerlukan ‘hatimu’ Pak Dis. ^_^
    Saran saya lbh baik

    Posted by dwinoer | 13 Agustus 2012, 5:21 am
    • Di BUMN sih pasti banyak yang sakit hati dengan pak DIS. Bukankah di mana mana selalu ada 10% pihak yg jelek dan mementingkan diri sendiri, 10% pihak baik yang punya dedikasi memajukan perusahaan dan 80% masa mengambang. Kalau yang 10% orang jelek menjadi pemimpinnya, maka semua kompak menjadi jelek dan yang 10% itu frustrasi. Hal yang sebaliknya akan terjadi. Sekarang, tentu ada 10% orang golongan jelek yang merasa kepentingannya terganggu oleh kiprah pak Dis. Mereka tentunya masuk golongan sakit hati.

      Posted by Sigit | 13 Agustus 2012, 1:16 pm
    • Inisial DWINDER ini adalah Dina RNI ya????

      Posted by Djoko Sawolo | 13 Agustus 2012, 11:51 pm
  53. senin pagi yg selalu ditunggu dan bikin semangat…

    Posted by Khoerul Anam | 13 Agustus 2012, 5:22 am
  54. Pak, untuk memulai proyek2 baru tersebut dananya dari mana?

    Posted by Evi | 13 Agustus 2012, 5:24 am
    • dananya dr “efisiensi+sinergi” antar BUMN Mbak..PLN udh bnyk pmbangkit BBM nya yg di”bunuh” scr terencana,Bank2 BUMN diutamakn mmbiayai proyek2 BUMN jg,dll.

      Posted by koreksidiri | 13 Agustus 2012, 5:47 am
    • Bagi proyek-proyek yang sudah ketauan duitnya (yang pasti menguntungkan hasilnya) seperti program-program yang diusung Pak Dahlan, sangat mudah mencari sumber pembiayaannya. Semua program Pak Dahlan sangat sexy bagi kalangan pemodal dan perbankan. Selain jelas, efektif, terukur, program-program Pak Dahlan dikenal minim pemborosan dan anti kebocoran pengeluaran siluman.
      Saat ini saja sudah ada pemodal dari gurun pasir yang siap memberikan pinjaman super lunak dengan bunga sangat rendah yang selalu merongrong saya untuk minta dipertemukan dengan Pak Dahlan
      .
      Tapi lebih baik menggunakan sistim uang dari kantung kiri masuk ke kantung kanan antar sesama BUMN. Pokoknya asal jangan membebani APBN.

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 13 Agustus 2012, 6:17 am
      • woow, pak erik begini saja, jika DPR tidak nngasih restu dan BUMN sudah cekak baru dipake tuh duidnya, karena orang timteng biasanya membeli klub sepakbola, apartemen di eropa, sekarang sudah banyak yang ketipu dan duidnya hilang mermilyard milyard dolar, atau bikin seltmer

        Posted by saeful | 13 Agustus 2012, 7:42 am
      • he he.. lagi-lagi M. Erick Antariksa membuat pencerahan di bagian2 yang masih gelap gulita buat orang seperti saya dan EVI.🙂 makasih Om

        Posted by Tedi KP | 13 Agustus 2012, 9:02 am
      • Kalo pemodal dari Gurun Gobi, apkh sudah ada yang nawarin Bang Erick.??

        Posted by Djoko Sawolo | 13 Agustus 2012, 11:53 pm
      • Tentu saja Pak M Erick..Saya percaya itu..Masalahnya kalau bikin hutang baru lagi, umpama nih Pak Dahlan tak bertugas lagi sebagai komandan BUMN, apakah ada jaminan proyek tersebut diteruskan? Selama ini sih ganti menteri ganti kebijakan. Nah hutang kan jelas dan pasti harus di bayar..Jika proyek2 tersebut tak diteruskan hutang tersebut kan harus tetap di bayarkan. Jadi kalau bisa mending gak usah ngutang.Ngutang akan semakin mencekik negara..

        Posted by Evi | 14 Agustus 2012, 11:03 am
  55. Ohya satu lagi Pak, pemanfaatan lahan bumn untuk tanam kedele apakah sudah berjalan dan tetap Bapak pantau?

    Posted by Evi | 13 Agustus 2012, 5:27 am
    • Semua itu baru akan dimulai realisasinya tahun depan Mbak/Ibu, meski sudah mulai dipikirkan dari sekarang! . . . Tahun ini BUMN masih fokus dengan ketahan pangan Beras, Gula dan Sapi(sumber: MH terdahulu dan berbagai konfirmasi Pak DIS diberbagai Media). Salam🙂

      Posted by azrc | 13 Agustus 2012, 5:50 am
  56. luar biasa, semoga pak Presiden, para menterinya, angg DPR para cendekiawan baik yg berada di dalam negeri, terkhusus yg berada atau bekerja di luar negeri, pelajar dan mahasiswa, baca MH ini. yg punya email, acc facebook BBM
    dll, mari kita link kan MH ini ke rekan rekan kita agar menjadi virus yg hebat lagi.

    Posted by satoto | 13 Agustus 2012, 5:31 am
  57. Banyak bangsa di Dunia ini yang menjadi besar karena dibakar oleh rasa sakit hati…
    Ingat Amerika, yang sedemikian sakit hatinya kepada Inggris dan sekian ratus tahun kemudian akhirnya bisa sukses menundukan Inggris.
    Ada juga Jepang, yang sangat sakit hati setelah diluluh lantakan Amerika sampai-sampai mereka bersumpah akan menjajah Amerika lewat perindustriannya. Kini, berbagai produk elektronik dan otomotif Jepang sudah merajai kue market Amerika.
    Adolf Hitler, mampu menyatukan rasa sakit hati Bangsa Jerman setelah dipermalukan dan dihinakan akibat kalah perang. Dalam beberapa tahun saja Adolf Hitler sudah mampu menguasai Eropa yang dulu menghina Bangsanya.
    Contoh termutakhir adalah pesatnya kemajuan Bangsa Korea Selatan yang memiliki dendam kesumat terhadap Jepang. Lihat saja, di bidang apapun yang dikuasai Jepang, Korea Selatan hadir menyodok dan menggoyang. Industri elektronik? Samsung dan LG bersama-sama mengeroyok Sony. Industri otomotif? KIA dan Hyundai sudah jauh lebih menarik ketimbang Toyota. Lihat saja design dan spesifikasi mobil-mobil terbaru keluaran KIA. Sungguh luar biasa!
    Sampai bidang seni pun tidak luput dari amukan Korea Selatan. Kalau dulu sempat terdengar J-Pop maka kini K-Pop seperti menggila tak terbendung lagi. Sampai di Indonesia pun “permusuhan” itu dibawa oleh para ekspatriat Korea. Untuk memilih tempat tinggal pun mereka pilih-pilih, orang Korea sangat ogah tinggal di tower apartemen yang sama dengan orang Jepang.
    Yang terbaru, Pemerintah Korea Selatan menggalakan pembukaan restaurant Korea di Manhattan New York City karena marah melihat jomplangnya perbandingan angka jumlah restaurant Korea Selatan dan restaurant Jepang. Saking marahnya, pemerintah Korea Selatan sampai-sampai mengerahkan beberapa mobil penjaja makanan yang berkeliling Manhattan untuk membagi-bagikan berbagai hidangan khas Korea Selatan secara gratis setiap harinya kepada orang-orang di Manhattan. Kantin sekolah-sekolah pun tidak luput dari program Korean Food Day dimana para pelajar bisa menikmati makan siang a’la Korea secara GRATIS.
    Sungguh asyik memperhatikan bagaimana Bangsa Korea menggunakan sakit hati yang kemudian dibungkus menjadi dendam kesumat terarah untuk menaklukan musuhnya, Jepang, di bidang apapun yang Jepang kuasai.

    Di negeri sendiri, Bung Karno pun sepertinya dulu selalu berapi-api dibakar bara sakit hati terhadap penjajahan. Baik penjajahan fisik, penjajahan ideologi, juga penjajahan ekonomi.

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 13 Agustus 2012, 5:32 am
    • Bagaimana para engineer indonesia. hanyo balas sakit hati kalin , mumpung ada yg mengkoordinasi sakit hati kalian(DIS)

      Posted by satoto | 13 Agustus 2012, 5:44 am
    • Pssst…
      Memangnya Pak Dahlan tidak sakit hati juga?
      Dicaci maki, dicemooh, difitnah, dijegal, dipermalukan serta digoyang oleh para politikus kotor yang berkolaborasi bersama para koruptor.

      Pak Dahlan juga sakit hati!
      Dan sakit hatinya tersebut dijadikan dopping penambah semangat untuk semakin cerdas dan semakin keras menghajar balik para politikus kotor juga para koruptor.

      Tunggu tanggal mainnya!

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 13 Agustus 2012, 5:46 am
      • Iya Pak Erick . . . Beliau itu komplikasi . . . Sakit hati dan “sakit hati”🙂

        Posted by azrc | 13 Agustus 2012, 6:01 am
        • Sangat logis sekali sakit hati bisa menjadi energi besar. Terbukti dengan Pak DIS yang sakit hati konotatif sakaligus denotatif…energi idenya berlipat-lipat. Cemungut pak…dan tetap sehat. Kita kebawa semangat.

          Posted by eros | 13 Agustus 2012, 11:10 am
      • Mantab Pak Erick…semoga para perusak mental bangsa tsb segera bisa dibungkam dg makin banyaknya keberhasilan program pak DIS…aamiin

        Posted by Jowi | 13 Agustus 2012, 6:57 am
      • Ini yang juga ingin saya katakan. Saya yakin bukan hal yang kebetulan kalau Pak DIS menggunakan istilah sakit hati untuk menjelaskan rencana BUMN-BUMN membuat terobosan. Pak DIS menyelipkan istilah sakit hati baik yang denotatif (hepatisis dan sirosis yang beliau derita), maupun konotatif (sakit hati karena diperlakukan tidak sewajarnya), untuk menggambarkan juga suasana seputar beliau saat ini.
        1. Pak DIS sering sakit hati, berbuat banyak tapi dicemooh, difitnah, dan dicaci-maki banyak orang yang tidak suka dengan beliau. Ini kemudian beliau jadikan modal untuk membuktikan.
        2. Beliau tidak dapat memungkiri akan banyak orang yang sakit hati karena langkah-langkah beliau, yang dipecat lah, yang dilangkahi lah, intinya yang terlalu birokratis dan lambat untuk mengikuti cara kerja beliau. Secara tidak langsung beliau menyarankan mereka untuk jangan tidak berdaya, tapi gunakan sakit hatinya bukan untuk menyerang, tapi buktikanlah bahwa dari sakit hati itu bisa berbuat lebih baik lagi.
        Apapun maksudnya, selalu ada inspirasi dan harapan di balik tulisan Pak DIS. Bahwa seberat apapun kondisi yang kita hadapi, sementara di sisi lain kita juga memiliki kemampuan, yang perlu kita lakukan adalah berkoordinasi dan memperbaiki manajemen.

        Posted by apasaja | 13 Agustus 2012, 8:55 am
      • Nabi Muhammad juga sakit hati gara2 dihajar habis2an oleh abu jahal dkk…..
        Menghajar baliknya bukan dg kebencian, namun dg cinta……

        Posted by Syafiihkamil | 13 Agustus 2012, 10:11 am
    • Wah cepet banget googling nya Pak Erick . . . Terima kasih telah membaginya untuk Kami . . .Ruaaarrbiasaa . . . Salam kenal n salam Dissyyaaaatt🙂

      Posted by azrc | 13 Agustus 2012, 5:53 am
    • Dari negri jiran mau nambahin pak Erick.
      Sakit hatinya mantan PM Mahathir Muhamad sama Singapura juga disalurkan positif. Sakit hati itu terasa banget auranya dikalangan rakyat Malaysia. Rasa sakit hati itu ditularkan kerakyatnya sehingga gagasannya bs dilaksanakan bersama. Dia bikin tagline “Malaysia Boleh”.

      Bikin KLIA utk mengalahkan Changi, bikin PTP (Pelabuhan Tanjung Pelepas) di Johor yg berdekatan dgn pelabuhan Singapura, buat Stadium Bukit Jalil, buat Petronas Twin Tower, bikin F1 Circuit.

      Itu semua dendam kesumat PM yang gak rela Singapura yg ex wilayah Malaysia berkembang lebih maju.

      Semoga tangan dingin pak Dis bs menghasilkan Indonesia Jaya

      Posted by wakmus | 13 Agustus 2012, 9:12 am
    • wah…tumben liat pengacara melek iptek n pengetahuan umum kayak pak eric, gak cuman hafal pasal2 jadul kayak lawyer di tv tu

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 12:52 pm
      • Kan Dahlanis…
        Dahlanis, apa pun dan siapapun dia, harus selalu melek dengan cerdas. Melek teknologi, politik, sosial, budaya, sosial, ideologi, hukum, pertahanan, dll.
        Semakin banyak rakyat Indonesia yang melek dengan cerdas, semakin banyaklah pintu terbuka bagi bangsa ini untuk menuju kejayaannya.
        …masa kita kalah sama kakek-kakek dekil dan kucel lulusan madrasah

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 13 Agustus 2012, 9:10 pm
    • sayang semangat bung karno tidak menurun ke putra putrinya

      Posted by edhi | 13 Agustus 2012, 5:11 pm
  58. Alhamdulillah impian anak negeri berbakti..segera akan terbukti, satukan hati, jadikan Indonesia negeri loh jinawi segera jadi nyata bukan mimpi, semangat , inspirasi memulai niat, i like Dis day…

    Posted by Thebest Assifa | 13 Agustus 2012, 5:33 am
  59. alhamdulillah ada lampu hijau dari p.Dis buat kami, insya allah akan saya percepat alat pembangkit energinya mudah2an hasil akhirnya seperti yg saya harapkan karena akan sangat2 mengurangi biaya pembuatan suatu pembangkit listrik terutama di insfrastrukturnya baik itu PLTA,PLTPB, apalagi PLTU yg masih perlu batu bara atau gas utk menjalankannya, belum lagi penghematan di distribusinya karena akan mengurangi pembangunan tower.
    diharapkan pembangkit energi ini bisa dipasang sistim cluster sehingga bisa dibangun dimanapun karena bentuknya relatif kecil tapi berdaya besar atau istilahnya “MINI REAKTOR MAKSIMUM POWER”.dan bila prototype ini berhasil insya allah kedepannya bisa diaplikasikan utk keperluan umum contohnya dengan seukuran kotak 17cmx5cmx5cm bisa menghasilkan daya 100 watt cocok utk laptop,penerangan,atau keperluan lain selama bertahun2 tanpa di charge spt baterai pd umumnya tentunya akan sangat membantu bg yg suka traveling,BISMILLAH.

    Posted by pakde | 13 Agustus 2012, 5:42 am
    • Ini baru oke.
      Semoga sukses pakde.

      Posted by Yudi | 13 Agustus 2012, 5:51 am
    • Wiiiihhh kereeennn . . . Cepatt PAKDE, segera dan gak pake lama . . . Cemuunnguuuttt!!!🙂

      Posted by azrc | 13 Agustus 2012, 5:57 am
    • salut utk Pakdhe (panjang,kuat & gedhe he he he..just kidding guys ! ) ..mngikuti pemikiran2 beliau slama ini sgt trbuka utk menerima kreasi/inovasi,mngalahkn ego menegakkan akal sehat,mmbiarkn anak buahnya bebas brkreasi kalaupun toh trnyta “salah” biar smp tau dimn letak salahnya agr tdk diulangi lg.

      Posted by koreksidiri | 13 Agustus 2012, 6:03 am
      • Oh my God…naughty, naughty, naughty

        Posted by Ricky | 13 Agustus 2012, 8:47 am
      • Apa betul PAKDE seperti kiasan itu ???? hebat dong …

        Posted by Djoko Sawolo | 14 Agustus 2012, 12:02 am
        • insya allah mas djoko karena secara teori sangat bisa makanya mau saya buktikan dulu apa bener bisa karena kadang2 dalam teori ada hal2 yg terlewatkan bila dibandingkan dengan prakteknya, makanya di MH kemarin saya sempat mengungkapkan kegalauan saya bila alat ini bekerja dengan pertanyaan yg saya lontarkan “apakah kita sudah siap menerimanya?” karena efeknya akan besar sekali disemua sektor (poleksosbudhankam),secara umum dengan adanya alat ini tidak ada lagi batasan/kesenjangan untuk mengakses energi utamanya listrik karena ini merupakan kebutuhan primer saat ini dan semua orang siapapun dan dimanapun berhak menikmatinya, karena ada jawaban dari rekan dahlanis yg meyakinkan ya saya lanjutkan.gitu mas..

          Posted by pakde | 14 Agustus 2012, 4:15 am
    • alhamdulillah..mantap pakde….smg teman2 pakde yg engineering baik yang sipil,teknik maupun bio teknologi saling berjamaah menularkan sakit hati selama ini dengan menularkan ide2 yg benilai manfaat tinggi untuk kesejahteraan bangsa dan bernilai jual tentunya…he..he..he……

      Posted by ep sard | 13 Agustus 2012, 6:30 am
    • awas jangan didekati, pakdhe ini orang gila, orang yang sudah terkena VIRUS MH , virus yang paling mudah menyebar dan terkontaminasi sehingga setiap hari senin berkunjung ke blog ini dengan membawa berita mencerahkan, jangan sampai pakdhe ketemu sama pak dahlan bisa makin gila, kalau pakdhe gila gaya baru, nantinya gilanya akan dipatenkan, ditunggu orang gila selanjutnya

      Posted by saeful | 13 Agustus 2012, 8:14 am
    • Alat pembangkit energi yang Pakde sebutkan ini termasuk species apa ya:)?

      Posted by apasaja | 13 Agustus 2012, 9:05 am
    • biografi ato identitas asli pakde dong…

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 1:02 pm
    • Sippp, ayooo PAKDE cepetannnn harus ada target waktu klo kerjo sama Pak DIS yg biasa ngejar Deadline di JP,

      Posted by erust | 13 Agustus 2012, 10:09 pm
    • manthab’s…semoga sukses besar!!! siap dukung 24 jam.

      Posted by c'Bob | 14 Agustus 2012, 3:24 am
    • Suatu inovasi yang luarbiasa Pakde…
      Mengenai pembangkit listrik fuelcell ini, apakah tehniknya sama dengan yang ditemukan di Amerika, BLOOMBOX energy? Penemu dan pendiri Bloomenergy Dr. K.R. Sridhar. Alamat site mereka, http://www.bloomenergy.com/
      Salam kenal dan salam Dissyyaaaatt ..

      Posted by Michael | 15 Agustus 2012, 11:14 pm
      • saya tdk menggunakan fuelcell mas michael krn gak mungkin saat ini fuelcell secara mandiri dari reaksinya bisa menghasilkan energi listrik sampe mega watt kan…butuh berapa banyak cellnya? dan berapa besar reaktornya logikanya kan gitu, beda..beda sekali pembangkit ini dengan fuelcell.

        Posted by pakde | 16 Agustus 2012, 4:16 am
        • kalo melihat spesifikasinya di salah satu produknya yg menghasilkan daya 210kw dimensinya 26′ 5″ x 8′ 7″ x 6′ 9″ foot = 8 x 2,6 x 2,1 meter,wowww besar sekali beratnya 19,4 ton! belum lagi dia juga perlu gas alam utk reaktornya walau bkn sbg bahan bakar tp media utk katalisator yg lumayan banyak juga.
          bila punya kita dengan daya segitu insya allah cukup ukuran 2 x 1,2 x 1,5 meter berat <1ton bahkan mungkin lbh kecil lagi dan mobile sedangkan dia permanen dan yg pasti kita gak pake BBM,batu bara ataupun gas alam, sedangkan noise (keberisikan suara)saya rasa bisa sama <70dB dlm jarak 6 feet= 1,8m tergantung bahan & peralatan penunjangnya.gitu kira2 analisa saya mas michael.

          Posted by pakde | 16 Agustus 2012, 5:56 am
          • Trimakasih Pakde atas pencerahannya… Saya juga sudah membaca semua comment Pakde di artikel2 sebelumnya. Semoga Pakde mendahulukan kepentingan dalam negri seperti di Bloomenergy dan selalu dalam lindunganNya.

            Posted by Michael | 21 Agustus 2012, 10:49 pm
  60. senin yang mencerahkan

    Posted by bapak tho | 13 Agustus 2012, 5:47 am
  61. Semangat yang sangat ditunggu oleh Manufacturer, agar bisa mengaplikasikan ilimu yang diperoleh. Layaknya mengumpulkan puzzle yang berserak, kepuasan yang ter-realisasi dengan semurna saat puzzle tertata rapi dan jadi bernilai.

    Posted by widodo | 13 Agustus 2012, 5:47 am
  62. kedele ini program thn dpn..mgkn bs tny google aj biar lbh jls,ketik nama beliau akn lgsg muncul jwbn2 dr unek2 anda.Dahlanis hrs mau bljr & trs bljr..salam kenal..

    Posted by koreksidiri | 13 Agustus 2012, 5:52 am
  63. Tentang tokoh dlm MH 39 ini:

    Satu di antara empat penerima Habibie Award yang menerima penghargaannya di hari ulang tahun The Habibie Center, pada 30 November 2010 adalah Eniya Listiani Dewi, peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia merupakan penerima Habibie award termuda sepanjang sejarah Habibie award.

    Penghargaan ini dikantunginya bersama dengan 19 penghargaan lain, baik dari Indonesia maupun dari Jepang, karena keberhasilannya menemukan katalis baru untuk sel bahan bakar. Eniya mendapatkan penghargaan Habibie 2010 di bidang ilmu rekayasa.

    Karya perempuan kelahiran 14 Juni 1974 ini berkisar pada lingkup elektrokimia, suatu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan potensi listrik dan energi. Penelitiannya adalah tentang sel bahan bakar berbasis hidrogen yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan.

    Salah satu karya yang mengawali kiprahnya di bidang sel bahan bakar adalah penemuan katalis baru untuk sel bahan bakar. Penemuan tersebut menurutnya adalah sebuah inovasi yang ditemukan secara kebetulan.

    “Saya kan kalau sedang eksperimen suka saya tinggal waktu makan siang. Saya pikir kan tidak masalah. Nah, waktu itu ketika saya melihat hasil eksperimen setelah saya tinggal, kok jadinya berbeda, ternyata perbedaan malah jadi inovasi,” terang Eniya. Polimer yang terbentuk menjadi terdiri dari 10 penyusun, padahal harusnya ada 2 penyusun.

    Dari hasil karya yang kebetulan tersebut, perempuan yang menyelesaikan gelar doktor dari Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis dan Sel Bahan Bakar Waseda University, Jepang ini meraih beragam penghargaan, termasuk Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003.

    Karya terbarunya adalah ThamriON, sebuah membran sel bahan bakar temuannya yang baru saja mendapatkan penghargaan Inovasi Paten dari Ditjen HKI 2010. “Prinsipnya, ThamriON tersebut adalah membran sel bahan bakar yang terbuat dari plastik yang direaksikan dengan asam sulfat. Karena telah direaksikan, maka plastik bisa menghantarkan listrik,” ungkapnya.

    Nama ThamriON sendiri punya sejarah tersendiri. “Saya kan bekerja di Jalan MH Thamrin Jakarta jadi nama itu saya ambil untuk nama karya saya. Kalau ON sendiri berasal dari kata ion, karena plastiknya bisa jadi menghasilkan ion,” terangnya sambil tertawa mengenang penamaan hasil karyanya.

    Teknologi sel bahan bakar dan bahan pendukung lain hasil risetnya di kembangkan 80 persen dari material lokal, sehingga biayanya lebih murah. Dengan proses manufaktur secara mandiri, sel bahan bakar yang tersebut telah diterapkan untuk menyalakan perangkat elektronik dan sepeda motor dengan kapasitas 500 Watt.

    Untuk mengembangkan proses produksi dan penyimpanan bahan bakar, Eniya bekerja sama dengan berbagai pihak. “Ada Teknik Kimia UGM, Pusat Teknologi Bioindustri, industri polimer dan baterai,” ungkap Kepala Perekayasaan Sel Bahan Bakar di BPPT ini.

    Eniya adalah putri pertama dari pasangan Hariyono (alm) dan Sri Ningsih, berasal dari kota Magelang, Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia teknologi dan lingkungan sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Magelang.

    “Sejak saya SMA, saya sudah tertarik pada hal-hal yang berbau sains dan ramah lingkungan. Waktu itu, kalau mengarang, saya selalu menulis tema-tema teknologi dan isu ramah lingkungan,” ujarnya yang sebenarnya lebih menyukai ilmu fisika daripada kimia.

    Setelah lulus SMA, ia beruntung dapat memperoleh beasiswa lewat program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-1 ke Waseda University.

    Pendidikan strata dua dan tiga ia lanjutkan dengan beasiswa dari lembaga lain. Total masa pendidikan yang ia butuhkan untuk mencapai gelar doktor adalah 10 tahun, berawal dari tahun 1993 hingga tahun 2003.

    Salah satu ambisi terbesarnya adalah mewujudkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dari bahan hidrogen. “Bahan hidrogen ini sangat berpotensi, bisa diproduksi dari berbagai macam sumber, termasuk biomassa,” terangnya. Ambisi tersebut diperoleh setelah melihat pengembangan kota Fukuoka, Jepang yang mengaplikasikan hidrogen sebagai sumber energi.

    Hidrogen bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik, bahan bakar kendaraan dan lainnya. “Dengan bahan bakar hidrogen, motor tidak mengeluarkan asap, tapi air murni,” jelas Eniya.

    Ide Eniya dalam pemakaian hidrogen sebagai sumber bahan bakar juga dipresentasikan dalam 7th Biomass Asia Workshop yang berlangsung di gedung BPPT, 29 November 2010.

    Sumber: Kompas, Republika

    Sumber: indonesiaproud.wordpress.com/2010/11/30/eniya-listiani-dewi-ahli-rekayasa-teknologi-sel-bahan-bakar-hidrogen-peraih-mizuno-award-koukenkai-award-habibie-award-2010/

    Posted by Yudi | 13 Agustus 2012, 6:10 am
  64. Setiap masa melahirkan tokohnya, semoga Allah juga menjadikan Bpk. Dahlan menjadi motor & motivator kebangkitan negeri ini.

    Posted by Satrio Hatmoko | 13 Agustus 2012, 6:11 am
  65. yuk bikin barisan “sakit hati”..sakit hati mengapa TKW kt msh bnyk yg dibrlakukan scr biadab dinegeri seberang,sakit hati mengapa “tetangga sblh” seakan2 trs mnginjak2 kedaulatan+harga diri kt,ada yg mau menambahkn?

    Posted by koreksidiri | 13 Agustus 2012, 6:14 am
    • Sakit hati jika rakyat Indonesia mengalami masalah selalu “akan diupayakan bantuan” tanpa pelaksanaan.
      Tolah toleh liat presiden Filipina yg sigap bertindak ketika rakyatnya jadi salah satu sandra perang di timteng, bagaimana TKWnya dibebaskan dari hukuman di Singapura.
      Sakit hatiku liat omdo nya pemimpin negri ini.

      Posted by wakmus | 13 Agustus 2012, 10:03 am
    • kata TKW… perlakuan ketika sampe di negeri sendiri (mulai terminal 3 sukarno hatta) jauh lebih biadab daripada perlakuan yg mereka dapat di luar negeri. di luar negeri mereka dihormati oleh petugas asal dokumen lengkap lo di negeri sendiri semua petugas mau menerkam mereka termasuk polisi…

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 2:06 pm
      • betul pak. bandara luar negeri lebih aman daripada bandara dinegeri sendiri. saya heran dan sering marah selalu ditanyain pas keluar dari bandara, banyak yg nanyain “TKI pak?”. Emang kalo TKI kenapa?, kalo turis kenapa? kalo expat kenapa? kalo pelajar kenapa? “Kalo TKI harus melapor dulu pak!” dan semua sdh tahu kalo melapor akan diterkam habis-habisan.

        Posted by wakmus | 14 Agustus 2012, 8:05 am
  66. bangsa yang besar ini, hanya perlu pemimpin yang mampu berpikir besar dan mengonsolidasikan potensi-potensi bangsa yang tercecer … orangnya sudah kelihatan …

    Posted by Bonnie Eko Bani | 13 Agustus 2012, 6:15 am
  67. Serasa gimanaaa.. gitu baca MH kali ini, merinding, semriwing.. seabrek. Sebagai seorang engineer, meskipun di bidang yg lain, merasakan sekali “sakit hati” para engineer di Indonesia. (ilmuwan atawa peneliti pasti juga sakit hati banget). Kalo kadang main ke batam, ngobrol sama teman disana, ternyata para engineer dari negeri tetangga alias Filipina dihargai lebih daripada engineer Indonesia. Apalagi bule! Padahal saya yakin seyakin yakinnya kalo dari segi kemampuan kita gak kalah bahkan banyak yg lebih hebat dari mereka. Di Singapore sndiri kita dihargai setara, sesuai kualifikasi masing2. Jadi bukan dari asal kita darimana (ada sihbedasedikit tapi gak mencolok). Makanya setelahmembaca MH kali ini banyak sekali harapanmuncul. Terutama pengen pulang kampung, meski belum melihat ada peluang kerja yg sesuai bidang kerja sekarang. Tp apapun, rasa ingin pulang kampung sudah demikian besar, terutama mau anak2 sekolah di Indonesia ajah, biar belajar budaya Indonesia. (kok malah curhat yah)..

    Posted by Budhi | 13 Agustus 2012, 6:16 am
  68. Semangat pagi Ramadhan,pengen gabung krn ketularan virus MH,dan telah pula menularkan pd lebiih sepuluh rekan2,ini sama dgn “iri dengki yg baik”knapa org bs kita tidak?smg ada sesuatu yg mencerahkan spulang pakdis umrah,I love Dis Day.

    Posted by abdillah | 13 Agustus 2012, 6:23 am
  69. Alhamdulillah.. Luar biasa dan fantastis langkah awal yang dilakukan pak Dis ini. Ide sinergi ini sudah lama bergaung sayup-sayup di kalangan insan BUMN. Namun hanya nyaring sesaat dan kemudian redup dengan cepat. Kenapa? Karena iklim kepemimpinan dan organisasi BUMN yang lebih hiruk pikuk soal politik dan kekuasaan daripada berpikir kinerja dan kontribusi. Ide sinergi ini pula yang beberapa kali saya pernah tulis dan saya yakin pak Dis pun sudah punya ide besar tentang itu. Setelah Enginer BUMN, tidak menutup kemungkinan ahli-ahli di bidang lain yang ada di BUMN yang juga sakit hati akan difasilitasi dan diwadahi dalam sebuah misi besar yang tidak terkotak-kotak oleh nama BUMN tertentu, Sinergi. Selamat menunaikan ibadah umroh pak Dis, doakan Indonesia, doakan rakyat Indonesia yang ingin Kemerdekaan yang sesungguhnya. Semoga bapak sehat selalu, dalam lindungan Allah SWT dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal afiat. Aamiin ya rabbal ‘alamiin..

    *) ngomong2 sakit hati koq saya jadi teringat sama cekricek yg tampaknya begitu sakit hati namun sayang penyalurannya tidak seperti para Enginer BUMN, saya doakan pak cekricek kembali ke jalan yang benar. Aamiin yra..

    Posted by akadarisman | 13 Agustus 2012, 6:26 am
    • hahahaaa… salah kaprah pak, saya masih barengan Dahlan Iskan, bener lho… mau bukti ? nih komen saya sebelum ini :

      bung IBANEZholic tolong dong elaborasi bagus mana ?

      Electric car with battery OR Electric car with hydrogen fuel cell

      POSTED BY CEKRICEK | 24 JULI 2012, 2:29 PM

      nah sekarang fuel cell dibahas kan ?… udah ah cekricek jangan dilacak terus, saya orang baik koq, yang masih terus berpikir pintar dan bekerja pintar demi kemajuan Indonesia tercinta.

      Posted by cekricek | 13 Agustus 2012, 3:41 pm
      • jg cekricek yg sama yg skeptis dan menganggap dahlan iskan gombal kan? :p saya masih ingat lho hehe

        jg cekricek yg suka tidak sabar dan mengadili dahlan terlalu dini, cekricek jarang cek dan ricek sih :p sejak awal dahlan iskan memang sudah memikirkan segala cara menghabisi bbm dr segala arah. Sayangnya cekricek pikir dahlan iskan cuma ambisi di mobil listrik, padahal beliau sdh ketemu tim ugm tentang konverter bbg (lng/lpg), jg mendukung langkah mereka mengembangkan hybrid gas, jg langkah pemanfaatan tenaga surya dan penyiapan industri sel surya, jg memesan mobil listrik dg berbagai tipe dan teknologi baterei, menyiapkan kemampuan industri pendukungnya.

        Kalo cekricek menganganggap komentar darinya yg membuat MH kali ini membahas fuel cell, dia telah underestimate dahlan iskan dan MH-nya!

        Posted by suka cek takpernah rice | 13 Agustus 2012, 7:37 pm
  70. Info tambahan:
    Dr. Eniya bersama BPPT telah menguji hydrogen fuel cell 500 watt pada sepeda motor dan hasilnya adalah dibutuhkan 1 liter untuk setiap kilometernya. Jika dirupiahkan biayanya Rp 114 per kilometer menggunakan fuel cell, dan Rp 154 per kilometer menggunakan bensin bebas timbal. Angka itu didasarkan harga hidrogen saat itu. Penghematan akan makin besar jika hidrogen bisa lebih murah.
    Penerapan fuel cell pada motor bakar juga akan meningkatkan efisiensi dan power dibandingkan menggunakan bensin atau solar.
    Masalah utama dari teknologi ini adalah kebutuhan akan ruang yang cukup besar untuk penyimpanannya. Meskipun begitu, kata Dr. Eniya, perusahaan telekomunikasi telah menggunakan teknologi fuel cell untuk sumber tenaga stasiun pemancar dengan fuel cell yang mampu menyediakan DC power secara instant. Berbeda dengan teknologi biasa yang harus melakukan konversi listrik dari AC ke DC.
    Sampai tahun 2010, Dr. Eniya telah menghasilkan 160 tulisan ilmiah yang 8 di antaranya tentang fuel cell dimuat di jurnal internasional dan mengantarkannya meraih penghargaan Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003. Dia juga memiliki 6 paten atas namanya sendiri dan 4 paten lainnya dalam proses (pending).

    Sumber: http://www.thejakartaglobe.com/home/indonesian-scientist-sees-fuels-future/409959

    Posted by Yudi | 13 Agustus 2012, 6:44 am
    • salam hormat pak yudi, terima kasih atas infonya, sekaranglah para engineer berkumpul dan berkolaborasi, para engineer yang masih tercerai berai mohon segera proklamirkan diri mumpun ada yang menyalurkan

      Posted by saeful | 13 Agustus 2012, 7:37 am
  71. Masya allah.. merinding ketika membacanya. bos dahlan ini terbuat dari apa sih. pak esbeye menemukan mutiara d dalam tumpukan jerami.

    Posted by @yama | 13 Agustus 2012, 6:47 am
    • dari mutiara dah…

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 2:11 pm
    • saya gak terlalu percaya ramalan, tp hasil browsing kok nemu ulasan satrio pinanditho sinisihan wahyu kok mirip dgn karakter pak DIS ya. disitu juga dijelaskan hasil terjemahan ramalan ronggowarsito adalah presiden berikutnya lahir di timur kaki gunung lawu, dan Masyaallah, Magetan itu. Esbeye yg jd Satrio pambukaning gapura yg menemukan mutiara DIS kan kayak pas banget dengan alur cerita ramalan jayabaya tsb. Sinisihan wahyu krn pak DIS sdh nothing to loose, hanya mau mengabdikan bonus hidup utk jalan Allah.
      Hadeh kok jd ngomongin ramalan ya… Kerja.kerja kerja dulu ah…

      Posted by wakmus | 14 Agustus 2012, 8:25 am
  72. Saya sangat kagum dengan terobosan-terobosan Pak Dahlan dalam hal kemandirian teknologi bangsa Indonesia. Namun saya sangat mengharapkan Pak Dahlan untuk melakukan satu hal lagi, yaitu melirik para dedengkot IT Indonesia. IT merupakan salah satu bidang yang sangat memungkinkan bagi bangsa Indonesia untuk menang dalam bersaing dengan negara-negara maju sekalipun. Biaya relatif murah, SDM berlimpah, dan sumber ilmunya banyak yang tersedia di Internet. Dan kalau kita betul-betul mau menelusurinya, sangat banyak orang Indonesia yang sudah berkecimpung dalam riset/pengembangan produk level dunia.

    Posted by Tomy Handaka | 13 Agustus 2012, 7:17 am
  73. hidup engineer!

    Posted by hisa | 13 Agustus 2012, 7:18 am
  74. Jayalah Indonesia. Ayo trus smgat dlm bekerja.

    Posted by Nads | 13 Agustus 2012, 7:35 am
  75. saya punya kesimpulan kecil yg sederhana :
    omelan2 kecil yg pesimistis + nyeleneh dan yg kebanyakan juga gak jelas juntrungnya + nyinyir itu memang lebih sering bikin kita sakit hati. tapi DI malah bilang : karena sakit hati, banyak orang bisa berprestasi !!
    Jadi, … Teruslah para penyinyir bernyanyi, supaya makin banyak orang2 optimis yg berhasil, dan meninggalkan para penyinyir jauh dibelakang, sehingga membuat para penyinyir harus berteriak lebih keras lagi, lalu semakin tertinggal jauhlah mereka, karena orang2 optimis akan berlari jauh lebih kencang lagi. Maka berterimakasihlah kepada para pesimis yg tidak pernah bertambah bijak dan cerdas. Terimakasih.

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 7:38 am
  76. Pak DIS, kakak yg baru saya kenal, saya mengikuti jejakmu di MA Takeran tapi itu 21 tahun setelah Bapak, Almarhum Kyai Hamim Tafsir juga guru saya, kini saya mengabdi di BUMN luar negri 12 tahun lamanya, di negri miskin sumberdaya alam hanya punya satu sumberdaya alam berupa -MIGAS, namun pandainya pengelolaan aset negara serta keadilan pemimpinnya telah menjadikan Uni Emirate Arab yg baru merdeka 1971 kini bisa kita lihat sendiri kemajuannya ( Abu Dhabi, DUBAI) rakyatnya makmur, saya bekerja di petrochemical BUMN-nya negri Gurun pasir, mari dirikan lebih banyak Industri hulu petrokimia di Indonesia, sebagai bahan dasar industri, jangan cuma punya satu PT.Chandra Asri.
    salam hangat.

    Posted by Wijaya | 13 Agustus 2012, 7:41 am
  77. Mas admin. saya adalah dahlanis yang ingin menyebarkan spirit dan inspirasi pada orang-orang di sekitar saya.. ( kemarin anak saya yang lulus dari Pondok Gontor saya ajak ke Gramedia beli 2 bukunya Pak Dis…dan dia suka ! ) saya minta ijin untuk share MH dan berita tentang sepak terjang Pak Dahlan ke FB saya ya…

    Semoga ini bisa diikuti oleh SEMUA dahlanis…yaitu share MH ke FB masing-masing. Insya Allah bisa menjadi amalan kita…Salam Dahlanis… GBU All.

    Posted by W. Ning | 13 Agustus 2012, 7:42 am
  78. Berkibarlah Merah Putih dan Jayalah bangsaku.
    Pak DIS, selamat beribadah semoga beroleh lindungan dan barokahNYA, aamiiiin.

    Salam

    Posted by MLMenon | 13 Agustus 2012, 7:43 am
  79. barakallah, semoga dipanjangkan usia dan diberi kesehatan yang prima…

    Posted by isepmalik | 13 Agustus 2012, 7:49 am
  80. Subhanallah…..luar biasa energi MH kali ini…..langsung dari tempat yg di insya allah pasti di ijabah doa-2nya

    Posted by Gen Dwi Prayitno | 13 Agustus 2012, 7:53 am
  81. jayalah negeri ku, sejahterahlah bangsaku…
    semoga pak DIS selalu di berikan kesahatan, amienn….

    terima kasih pak,atas hope nya yang selalu memberikan semangat di senin pagi ini..

    Posted by mas janto | 13 Agustus 2012, 7:55 am
  82. Terharu dan makin bersemangat menyongsong pagi senin yg biasanya hari paling membosankan menjadi hari yang ditungu-tunggu

    Posted by Ari Abuzulfa | 13 Agustus 2012, 8:06 am
  83. Sungguh pandai Pak DI menulis untaian kata
    Sehingga setiap Senin menjadikan saya tambah semangat
    Dan berkaca2………….

    Sungguh…….
    Sumber Daya Manusia Indonesia tidak kalah dari bangsa lain
    Hanya saja kurang ada perhatian dari para pemimpin, di sebagian besar level dan bidang
    Mungkin…….
    Kita harus mulai mendoakan para pemimpin kita itu agar dapat seperti Pak DI
    Mungkin…….
    Kalau kita hanya menghujat mereka, sebenarnya yang terhujat adalah juga kita sendiri
    Karena kalau mereka semakin tersesat, akan membawa kesesatan di kita juga

    Maaf…….
    Hanya beropini

    Semangat pagi
    Salam

    Posted by doetsz | 13 Agustus 2012, 8:09 am
  84. Alhamdulillah, semoga asa ini bisa dijaga dan dipelihara selamanya, sehingga para mahasiswa kita punya harapan untuk menyalurkan bakat dan keilmuannya, terima kasih Pak DI, semoga sehat dan diberkati Allah SWT. amin

    Posted by Lukman | 13 Agustus 2012, 8:15 am
  85. Saya jadi optimis melihat kemajuan ini semua.

    Posted by Tri | 13 Agustus 2012, 8:19 am
  86. Alhamdulillah Ya Allah.. Luar biasa dan fantastis langkah awal yang dilakukan pak Dis ini. Ide sinergi ini sudah lama bergaung sayup-sayup di kalangan insan BUMN. Namun hanya nyaring sesaat dan kemudian redup dengan cepat. Kenapa? Karena iklim kepemimpinan dan organisasi BUMN yang lebih hiruk pikuk soal politik dan kekuasaan daripada berpikir kinerja dan kontribusi. Ide sinergi ini pula yang beberapa kali saya pernah tulis dan saya yakin pak Dis pun sudah punya ide besar tentang itu. Setelah Enginer BUMN, tidak menutup kemungkinan ahli-ahli di bidang lain yang ada di BUMN yang juga sakit hati akan difasilitasi dan diwadahi dalam sebuah misi besar yang tidak terkotak-kotak oleh nama BUMN tertentu, Sinergi. Selamat menunaikan ibadah umroh pak Dis, doakan Indonesia, doakan rakyat Indonesia yang ingin Kemerdekaan yang sesungguhnya. Semoga bapak sehat selalu, dalam lindungan Allah SWT dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal afiat. Aamiin ya rabbal ‘alamiin..

    *) ngomong2 sakit hati koq saya jadi teringat sama cekricek yg tampaknya begitu sakit hati namun sayang penyalurannya tidak seperti para Enginer BUMN, saya doakan pak cekricek kembali ke jalan yang benar. Aamiin yra..

    Posted by akadarisman | 13 Agustus 2012, 8:19 am
    • hahahaaa… salah kaprah pak, saya masih barengan Dahlan Iskan, bener lho… mau bukti ? nih komen saya sebelum ini :

      bung IBANEZholic tolong dong elaborasi bagus mana ?

      Electric car with battery OR Electric car with hydrogen fuel cell

      POSTED BY CEKRICEK | 24 JULI 2012, 2:29 PM

      nah sekarang fuel cell dibahas kan ?… udah ah cekricek jangan dilacak terus, saya orang baik koq, yang masih terus berpikir pintar dan bekerja pintar demi kemajuan Indonesia tercinta.

      Posted by cekricek | 13 Agustus 2012, 12:14 pm
      • jg cekricek yg sama yg skeptis dan menganggap dahlan iskan gombal kan? :p saya masih ingat lho hehe

        jg cekricek yg suka tidaksabar dan mengadili dahlan terlalu dini, cekricek jarang cek dan ricek sih :p sejak awal dahlan iskan memang sudah memikirkan segala cara menghabisi bbm dr segala arah. Sayangnya cekricek pikir dahlan
        iskan cuma ambisi di mobil listrik, padahal
        beliau sdh ketemu tim ugm tentang konverter bbg (lng/lpg), jg mendukung langkah mereka mengembangkan hybrid
        gas, jg langkah pemanfaatan tenaga
        surya dan penyiapan industri sel surya, jg
        memesan mobil listrik dg berbagai tipe dan teknologi baterei (termasuk rancangan danet yg memakai f-cell),menyiapkan kemampuan industri pendukungnya.

        Kalo cekricek menganggap komentar darinya yg membuat MH kali ini membahas fuel cell, dia telah underestimate dahlan iskan dan MH-nya!

        Bedakan bualan, janji, angan-angan, mimpi dg rencana aksi, program kerja dan target pencapaian. MH boleh saja berbahasa cerita yg asyik bak dongeng, tapi jika membacanya sejak MH 01 s.d MH 39, maka kita yg berpikir jernih pasti sadar ini sama sekali bukan cerita bualan atau sarana pencitraan!

        Posted by suka cek jarang ricek | 13 Agustus 2012, 8:10 pm
        • sudut pandang ‘su uzdzon’ buat cekricek, saya terima saja. saya pencari hikmah walau dari yahudi sekalipun…

          Posted by cekricek | 14 Agustus 2012, 4:39 am
          • apa mau dikumpulin komen-komen ente di MH? :p

            memang ada beberapa akun anonim yang mirip, ada CEK RICEK, CEKRICEK, cek ricek dan hanya satu dg nama cekricek.

            Posted by suka cek jarang ricek | 14 Agustus 2012, 5:45 pm
  87. Luar biasa negri ini……keyakinan saya untuk selalu cinta Indonesia terbukti dengan ulasan ini….kita mampu tp tak berdaya….
    Pak Dahlan, jika nanti sudah terbukti semua berhasil pasti berhasil) , jgn lupakan take home pay teman2 engineer, sebab dalam hal ini kita masih kalah dengan Malaysia!!! bukan 2x lipat bahkan Malaysia mampu \”memberi\” berlipat lipat di posisi yg sama untuk sebuah engineer.
    Saya miris melihat rekan2 engineer mengejar ringgit, tapi masih banyak juga yg sebenarnya punya kesempatan dpt berlipat lipat di negeri tetangga, namun hatinya masih cinta negri ini.
    inilah sakit hati yg lain…..salam merdeka, jayalah negri ku….

    Posted by kresno | 13 Agustus 2012, 8:27 am
  88. monggo pak de jika kapasitas kecil saya dibutuhkan juga, aku yo pingin cawe2 dalam kebaikan & kebajikan. timbang ditahan2 jadi bisul dibbrp bagian tubuh, yo ra kepenak toh.

    ditunggu.

    Posted by dzuraganmahir | 13 Agustus 2012, 8:27 am
  89. Live report from mecca…..awesome!!!
    Keep up the good work, Sir!

    Posted by Ricky | 13 Agustus 2012, 8:29 am
  90. biasanya “sakit hati” berdampak negatif, tapi oleh pak DIS, para “sakit hati”-er ini dirangkul dan ditantang untuk melawan energi negatifnya dan mengeluarkan energi-energi positifnya untuk kemajuan bangsa…. Thanks pak DIS telah mengabdi u/ Indonesia.
    Semoga Allah SWT tetap menjaga kesehatan dan keselamatannya… Aamiin….

    Posted by hanief | 13 Agustus 2012, 8:31 am
  91. Subhanallah, luar biasa. Saya merasa terharu namun sangat bersemangat. Sudah lama ditunggu para peneliti indonesia yang selama ini lebih dihargai negeri luar dibanding negeri sendiri. Kembalilah peneliti indonesia, negerimu memanggilmu dan insyaAllah jasamu akan sangat dihargai. semoga indonesia bisa maju pesat…..amin.

    Posted by andimustafa | 13 Agustus 2012, 8:32 am
  92. merdeka ….!!!!!

    Posted by ms yatno | 13 Agustus 2012, 8:36 am
  93. subhanallloh….dlm itikafnya di masjidil haram saat ini, bpk kita ini msh sempat memberikan semangat….membakar semangat kita disini….semoga doa’2 bpk diijabah oleh Alloh SWT…..aaamiiin…insyaAlloh
    tambah sehat dengan puasanya & aktivitas qiyamul lailnya pak, semoga malam lailatul qodar dapat diraih….aamiin

    Posted by bewe+em | 13 Agustus 2012, 8:36 am
  94. merdeka ….!!!!

    Posted by ms yatno | 13 Agustus 2012, 8:37 am
  95. Merdeka… Merdeka… Merdeka…!!! Kita perlu ‘organisator’ kaya pa DIS ‘PEMBANGKIT MANAGEMENT’ Sakit hati ala Indonesia… Maju terus INDONESIA…!!!

    Posted by G&G | 13 Agustus 2012, 8:53 am
  96. ayooo…yg pinter2 jgn ragu utk berkarya sebaik2nya….AMAL SHOLEH itu kata pengajian Nuzulul Qur’an di istana kemaren artinya adalah profesional… jd kerjakan sesuatu secara ilmu dan kompetensinya (wallahu a’lam bishawab)

    Posted by bandung bondowoso | 13 Agustus 2012, 8:57 am
  97. Semoga Alloh SWT melindungi para Pemimpin Bangsa ini amanah, dan jauhkan mereka dari setan – setan politik,
    dan berikan teguran kepada pemimpin bangsa ini yang lalai dan korup

    Posted by H. Abdul Syukur | 13 Agustus 2012, 9:01 am
  98. semoga ALLOH SWT memberkahi. AAMIIN.

    Posted by optimis_indah | 13 Agustus 2012, 9:02 am
  99. mrinding maaaannnn

    yang dibutuhkan sebuah orkestra adalah konductor…

    DI salah satunya…
    sesuatu yang bahkan Presidenpun bahkan tidak bisa memainkannya.

    Posted by Cukat | 13 Agustus 2012, 9:05 am
  100. kolaborasi insan cerdas Indonesia yg telah dinanti….
    “lebih baik terlambat drpd tidak !”
    Pak Dahlan, boleh saatnya kita bermimpi, tdk lama lagi – Indonesia jadi pusat proyek2 prestisius dunia bertanya dan mencari ahlinya….
    Tidak spt sekarang ini, asal proyek yg dananya M-M an selalu cari dan berasal dari negara2 sono ! hanya krn lisensi mereka miliki, sedangkan sepervisornya pun sering ‘telmi’ jg dibanding engineer kita.
    Saya tdk hanya suka, tp puas membacanya. Tks Pak DI🙂

    Posted by suharyanto | 13 Agustus 2012, 9:05 am
  101. Berita tentang Dahlan Iskan terkait permasalahan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis dengan warga sekitar, semogga permasalahan tersebut segerah terurai. Dan kunjungan ke lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, sebelum berangkat ibadah umrah.

    ===================
    Temukan Konsep Matang

    MENTERI Negara BUMN, Dahlan Iskan belum mau berkomentar banyak mengenai permasalahan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis dengan warga sekitar. Hanya, kata pria dengan ciri khas sepatu kets itu, dirinya sudah meninjau lokasi perkebunan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Sudah juga bertemu dengan warga,” kata Dahlan tersenyum saat ditemui wartawan koran ini, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kemarin.
    Menurut Dahlan, setelah meninjau lokasi ia telah mendapatkan konsep yang matang untuk menuntaskan permasalahan yang muncul. Dalam artian, tinggal penerapan.

    Hanya, untuk detailnya, Dahlan belum mau mengungkapkan. ”Konsep sudah matang. Tapi, implementasinya setelah Lebaran nanti.”
    Menyinggung soal proses pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) yang terkesan lamban, kata Dahlan, itu bukan kesalahan dari pihaknya. Justru, persoalan terletak pada yang mengeluarkan HGU.
    ”Soal aparat yang berjaga di lapangan, prinsipnya kita ikut pemerintah saja. Sedangkan kita hanya merencanakan program,” kata Dahlan lagi.
    Dahlan tiba di Bandara SMB II, pukul 13.00 WIB, dengan naik Alphard berwarna putih nomor polisi BG 170 R. Ia disambut General Manager PT Angkasa Pura II Amran Alinuddin dan jajaran PT AP II.

    Turun dari mobil, Dahlan langsung masuk pintu utama bandara. Nah, saat memasuki pintu pemeriksaan (x-ray), langkah Dahlan sempat terhenti, ketika melihat sampah yang berserakan. GM PT AP II, Amran pun sigap membersihkannya. Begitu juga Rubianto, personel and GA Junior Manager PT AP II. Dalam perjalanan menuju ke pesawat, Dahlan dan Amran sempat berbincang membahas area bandara.(cj4/ce1)

    http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1534%3Atemukan-konsep-matang&catid=61%3Aslide-news&Itemid=70

    ============

    Sebelum ke Mekah Kunjungi Sribandung

    ADA pemandangan berbeda di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, kemarin pagi (10/8). Mereka mendadak kedatangan tamu istimewa, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan.

    Kedatangan sang menteri yang tidak dijadwalkan sebelumnya itu membuat warga seputar pesantren, terutama ibu-ibu dan anak, heboh. Mereka rebutan untuk salaman dan foto bersama.

    Dahlan pun melayani permintaan warga. Bahkan, beberapa kali Dahlan menggendong anak-anak yang turut mengerubutinya. “Saya datang atas nama warga sesama pesantren, bukan sebagai menteri. Saya ini alumni aliyah,” kata Dahlan di hadapan warga.

    Pernyataan itu juga dikemukakan Dahlan saat diterima Pimpinan Pondok, KH Sazili, di kediamannya. Dalam pertemuan berlangsung sekitar 30 menit itu terungkap kalau Dahlan ternyata memiliki beberapa pondok pesantren di Jawa. Juga usai berkunjung ke Pesantren Nurul Islam, Dahlan akan langsung berangkat melakukan umrah ke tanah suci.

    Sudah menjadi tradisi Dahlan, dalam 10 tahun terakhir, dirinya selalu merayakan Idulfitri di tanah suci Mekah.
    Dalam pertemuan itu, Dahlan ditemani guru besar Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr H Fachrurrozi Syarkowi dan Dirut PTPN VII Drs Boike Budiono.

    Dahlan antusias menanyakan perkembangan pesantren tertua di Sumsel itu. Nah, saat dikerumuni warga itu, Dahlan spontan berkeinginan mengeluarkan zakat pribadinya untuk warga, setelah izin dengan pimpinan pondok. “Ayo semua berbaris, biar saya yang keliling,” kata Dahlan. Dia pun akhirnya keliling membagikan zakat. Semua anak dan ibu yang hadir saat itu kebagian.

    “Ya Allah, ini Pak Menteri yang biaso kami liat di teve itu,” kata Ibrohati, ibu rumah tangga yang kelihatan matanya pun berkaca-kaca. Dia tinggal di lingkungan ponpes yang ngetop di era-70-an itu.

    Wanita yang sudah sepuh ini menuturkan bahwa warga desanya tidak mengetahui jika yang datang ke ponpes adalah Dahlan Iskan. Namun warga memperhatikan dengan seksama dan melihat ciri khas Dahlan yang selalu memakai sepatu kets. “Jangan-jangan ini Pak Dahlan yang sering tampil di televisi,” imbuhnya.

    Dia salut dengan kebersahajaan Dahlan Iskan yang jauh dari kesan formal. Terlebih saat bertemu dan berdialog dengan masyarakat. “Pejabat daerah dan pejabat negara lainnya harusnya mencontoh kepribadian Pak Dahlan,” cetusnya.

    Mudir Ponpes Nurul Islam H Syazali Anwar menyatakan bahwa sosok Dahlan Iskan adalah pejabat yang bersahaja dan jauh dari kesan keformalan. Selama ini dirinya hanya melihat di televisi.

    “Saya tidak tahu jika Pak Dahlan akan berkunjung ke pondok. Beliau sudah lama menunggu saya untuk bertemu. Setelah saya keluar, beliau langsung naik ke rumah dan menyapa,” jelas Syazali.

    Dia berharap kehadiran Dahlan Iskan ke Desa Sribandung akan menyejukkan hati warga desanya yang saat ini sedang konflik dengan PTPN VII Cinta Manis. Ketidaksepahaman warga dengan Cinta Manis akan cair dengan kehadiran Dahlan ke Cinta Manis dan Sribandung. “Mudah-mudahan ada solusi dari Pak Dahlan dalam masalah Cinta Manis,” cetusnya.

    Sebelum bagikan sendiri zakatnya dan bercengkerama dengan warga, dengan ditemani pimpinan pondok, Prof Syarkowi, serta Dirut PTPN VII, Dahlan menyempatkan diri ziarah ke makam KH Anwar, pendiri pondok yang lokasinya masih di lingkungan pondok. Juga melihat dari dekat tempat penginapan santri, terutama pondokan berupa rumah panggung.

    “Saya mohon restu, insya Allah setelah dari pesantren ini, hari ini juga, saya akan melakukan umrah ke tanah suci,” kata Dahlan. (dom/ce1)

    http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1535:sebelum-ke-mekah-kunjungi-sribandung&catid=43:berita-utama&Itemid=70

    Posted by Marshall D.Teach | 13 Agustus 2012, 9:09 am
    • luar biasa strategi pak DI mencari solusi penyelesaian konflik BUMN dengan masyarakat

      Posted by lukman bin saleh | 13 Agustus 2012, 2:25 pm
      • bagi2 zakat yg terima tinggal antri berdiri saja, beliau yg jalan keliling ngasih zakatnya. kayaknya belum ada orang kaya berzakat model begini deh. adanya yg terima bawa kupon berdesak desakan sampe ada yg pingsan bahkan meninggal.

        Posted by wakmus | 14 Agustus 2012, 8:32 am
  102. semangat pagi!!!
    berkaca2 mata saya saat melihat topik pagi ini yang telah mempersatukan para enginer dalam negeri. hal yang sama juga saya rasakan 10 agustus lalu dimana prof.BJ.Habibie juga menyatakan dirinya akan kembali ingin berkecimpung di dunia Dirgantara nasional dimana hal ini digagasnya bersama enginer2 dirgantara Indonesia eks IPTN/PT.DI yang berserakan di Eropa, kanada, amerika, dll. saya melihat besarnya potensi para enginer kita dalam mengawal negri ini ke status berikutnya yaitu negara maju. semangat mereka serta kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara ini tidak bisa dibendung meski mereka sudah hidup mapan di negeri orang.
    meskipun saya bukan di bidang enginering, tp saya mengakui dan berharap semua SDM dibidang ini menyadari potensi dan kesempatan yang ada untuk memajukan industri dalam negeri.bila perlu bentuklah suatu wadah yang dapat mempersatukan enginer indonesia.Ingat, Ir.Soekarno juga merupakan salah satu putra terbaik Indonesia yang berasal dari bidang ini.
    saya harap, selain mempersatukan enginer Indonesia, berikutnya pak DIs bisa mempersatukan bidang lainnya yang memang telah terpisah-pisah oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
    lupakan politik sejenak, kita kejar harga diri bangasa dengan KERJA KERJA KERJA!!!!
    semangat pagi!!!

    Posted by m0ojojojo | 13 Agustus 2012, 9:16 am
  103. goood job

    Posted by partono | 13 Agustus 2012, 9:21 am
  104. Jadi pengin kenal sama Dr. Ennya Lestyani Dewi….he..he..he…
    Bismillah sukses sukses sukses!

    Posted by Syafiihkamil | 13 Agustus 2012, 9:40 am
  105. Great Work!
    Carry on…

    Posted by Zaini Akhmad | 13 Agustus 2012, 9:49 am
  106. sakit hati : abstrak….. bisa berdampak positif bisa juga negatif….bung dis telah menginspirasi utk penyaluran yang positif, kalo hati sakit : nyata/fisik… bisa dioperasi/ganti hati kayak bung dis… moga bung dis selalu dalam lindungaNnya terus berkarya …..

    Posted by Ade Kusnindar | 13 Agustus 2012, 9:54 am
  107. Selalu tulisan pak DIS ini membakar semangat dan membangun harapan. Mudah2an pak DIS selalu diberi kesehatan dan kemampuan untuk terus membangun harapan dan menjadikan kenyataan atas terobosan dan ide2 briliant untuk bangsa ini.

    Mohon juga pak DIS untuk melirik juga ke bidang IT, karena geliat IT sudah mendominasi setiap kehidupan manusia. Bidang IT ini juga sebagai perekat untuk hampir semua bidang2 yang ada.

    maju terus indonesiaku.

    Posted by faren | 13 Agustus 2012, 9:58 am
  108. Setiap membaca tulisannya pak Dahlan, saya selalu optimis memandang Indonesia (tapi begitu membaca berita, jadi pesimis melihat Indonesia… jadi memang seharisnya Presiden mempunya pengaruh positif kepada rakyatnya).

    Posted by Mochamad Yusuf | 13 Agustus 2012, 10:12 am
  109. Alhamdulillah, bangsa Indonesia masih punya sumber daya yang tidak hanya dari alam, tetapi juga dari manusianya. Tinggal bagaimana SDM yg berserakan ini disatukan dalam satu gebyokan sapu lidi yang tak terpatahkan. terima kasih pak DIS yg mau dan sudi jadi penali gebyokan sapu lidi bangsa Indonesia ini. Dan tugas kita semua tidak hanya menunggu pak DIS melakukan gerakan menali lidi yang lain, tetapi kita semua lah yang harus segera men-tali-kan diri kita sendiri. segera dan jangan nunggu ditalikan oleh pak DIS pak DIS yang lain. maju terus Indonesia-ku……….

    Posted by done | 13 Agustus 2012, 10:13 am
  110. pendukung DI gak cuma omdo, buktikan pakde…

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 10:23 am
  111. The Best untuk Pak Dis,semoga Indonesia bisa berdiri di kaki Sendiri berkat Pak Did.Selamat.

    Posted by toga | 13 Agustus 2012, 10:34 am
  112. Memang pak, menurut saya revitalisasi juga diperlukan pada “sistem” pendidikan kita, banyak sekali ilmuwan, insinyur yang sangat berbakat, eh malah dibiarin begitu saja di negara kita, jadinya mereka migrasi ke negeri seberang, semoga suara “sakit hati” saya ini dibaca oleh bapak pembuat kebijakan🙂.

    Posted by imamvvip | 13 Agustus 2012, 10:42 am
  113. Semoga Pak DIS umur panjang untuk memperjuang nasib bangsa ini..

    Posted by aprianto | 13 Agustus 2012, 10:43 am
  114. Benar Bung Dis, saya sangat percaya bahwa kita ini memang Bangsa yg hebat, ASAL ADA YANG MEMPERSATUKAN DAN MENGKOORDINASIKAN !!!

    Selamat menunaikan ibadah umroh, semoga umrohnya mabrur dan semoga Allah memberikan sisa umur yang penuh barokah bagi Bung Dis, kan bentar lagi Bung Dis berkurang 1 th lagi masa hidup di alam yang fana ini😉

    Minal Aidzin wal Faizin semua warga blog ini. Selamat bermudik ria. Semoga Allah memberikan kita keselamatan dalam perjalanan pergi dan balik dari kampung halaman tercinta kita😉

    Salam Merah Putih !!!

    Posted by Jend. Naga Bonar | 13 Agustus 2012, 10:52 am
  115. Kalau dibaca sejarahnya, semua hal yang dilakukan oleh Pak Dahlan BUKAN HASIL KERJA Beliau SENDIRIAN.
    Beliau justru hanya melakukan koordinasi dan motivasi.

    Tentunya, pihak yang bergabung dalam koordinator beliau adalah pihak yang mau kerja, kerja, kerja ….. bukan fitnah, fitnah, fitnah ….

    MAJULAH INDONESIA dengan kerja, kerja, kerja …………….
    Dari diri saya sendiri, tidak boleh males menghadapi customer dan pelanggan yang rewel bin bawel ……. 🙂

    Posted by Andi | 13 Agustus 2012, 10:53 am
  116. Copas dari milist, ceramah Prof Habibie pada Hakteknas 10 Agustus 2012 kemarin. Isi kuliah beliau Insya Allah sejalan dengan MH kali ini. Smoga makin menginspirasi kita dan menyemangati kita untuk terus berkarya buat kejayaan bangsa. (maaf agak panjang tulisannya)

    Presidential – Innovation Lecture
    Bacharudin Jusuf Habibie
    Pada Acara HARI KEBANGKITAN TEKNOLOGI NASIONAL 2012
    Bandung, 10 Agustus 2012

    Reaktualisasi
    Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    dalam Membangun Kemandirian Bangsa

    Ysh. Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jawa Barat,

    Ysh. Para Pejabat Kementerian Riset Dan Teknologi,

    Ysh. Muspida dan Pejabat tingkat Propinsi Jawa Barat,

    Bapak‐bapak dan Ibu‐ibu para peneliti, penggiat dan pemerhati Iptek

    yang saya cintai,

    Hadirin yang terhormat,

    Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Salam sejahtera untuk kita semua.

    HAKTEKNAS DAN N‐250

    Hari ini tanggal 10 Agustus 2012, 17 tahun lalu, tepatnya 10 Agustus 1995, dalam rangka peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, bangsa kita telah menggoreskan pena sejarahnya dengan terbang perdana pesawat terbang canggih N‐250. Pesawat turboprop tercanggih hasil disain dan rancang bangun putra‐putri bangsa sendiri mengudara di atas kota Bandung dalam cuaca yang amat cerah, seolah melambangkan cerahnya masa depan bangsa karena telah mampu menunjukkan kepada dunia kemampuannya dalam penguasaan sain dan teknologi secanggih apapun oleh generasi penerus bangsa. Bandung memang mempunyai arti dan peran yang khusus bagi bangsa Indonesia. Bukan saja sebagai kota pendidikan, kota pariwisata atau kota perjuangan, namun Bandung juga kota yang menampung dan membina pusat‐pusat keunggulan Iptek, sebagai penggerak utama proses nilai tambah industri yang memanfaatkan teknologi tinggi (high tech).

    Kita mengenang peristiwa terbang perdana pesawat N250 itu sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang dalam pandangan saya merupakan salah satu dari lima “Tonggak Sejarah” bangsa Indonesia, yaitu:

    Pertama : Berdirinya Budi Utomo, 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional – 20 Mei);
    Kedua : Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 (Hari Sumpah Pemuda – 28 Oktober);
    Ketiga : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 (Hari Proklamasi Kemerdekaan ‐ 17 Agustus);
    Keempat: Terbang perdananya pesawat paling canggih Turboprop N250 (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional – 10 Agustus);
    Kelima : Diperolehnya “Kebebasan”, dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada tanggal 21 Mei 1998.

    Pada tahun 1985, sepuluh tahun sebelum terbang perdananya, telah dimulai riset dan pengembangan pesawat N250. Semua hasil penelitian dari pusat‐pusat keunggulan penelitian di Eropa dan Amerika Utara dalam bidang ilmu dirgantara, ilmu aerodinamik, ilmu aeroelastik, ilmu konstruksi ringan, ilmu rekayasa, ilmu propulsi, ilmu elektronik, ilmu avionik, ilmu produksi, ilmu pengendalian mutu (quality control) dsb, telah dikembangkan dan diterapkan di industri IPTN, di Puspitek, di BPPT dan di ITB.

    Dengan terbangnya N250 pada kecepatan tinggi dalam daerah “subsonik” dan stabiltas terbang dikendalikan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi “fly by wire”, adalah prestasi nyata bangsa Indonesia dalam teknologi dirgantara. Dalam sejarah dunia penerbangan sipil, pesawat N250 adalah pesawat turboprop yang pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire.

    Dalam sejarah dunia dirgantara sipil, pesawat Jet AIRBUS A300 adalah yang pertama kali menggunakan teknologi fly by wire, namun AIRBUS 300 ini terbang dalam daerah “transsonic” dengan kecepatan tinggi,
    sebagaimana kemudian juga Boeing‐777.

    Fakta sejarah mencatat bahwa urutan pesawat penumpang sipil yang menerapkan teknologi canggih untuk pengendalian dan pengawasan terbang dengan “fly by wire” adalah sebagai berikut:

    1. A‐300 hasil rekayasa dan produksi Airbus Industri (Eropa)
    2. N‐250 hasil rekayasa dan produksi Industrie Pesawat Terbang Nusantara IPTN, sekarang bernama PT. Dirgantara Indonesia (Indonesia)
    3. BOEING 777 hasil rekayasa dan produksi BOEING (USA)

    Fakta sejarah dunia dirgantara juga mencatat bahwa 9 bulan sebelum N250 melaksanakan terbang perdananya, pada hari Rabu tanggal 7 December 1994 di Montreal Canada, kepada tokoh yang dianggap paling berjasa dalam industri dirgantara sipil dunia diberikan medali emas “Edward Warner Award ‐ 50 Tahun ICAO”. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya “International Civil Aviation Organisation atau ICAO”, yang didirikan pada hari Kamis tanggal 7 Desember 1944 di Chicago – USA oleh Edward Warner bersama beberapa tokoh industri dirgantara yang lain. ICAO didirikan dengan tujuan membina perkembangan Industri dirgantara sipil di dunia. Upacara penghargaan tersebut dihadiri oleh para Menteri Perhubungan Negara yang anggota Perserikatan Bangsa Bangsa.

    Dalam upacara yang sangat meriah, khidmat dan mengesankan tersebut, Sekretaris Jenderal ICAO Philippe Rochat yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PBB Boutros Boutros‐Ghali, menyerahkan medali emas “Edward Warner Award 50 Tahun ICAO” oleh kepada putra indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.

    Bukankah kedua Fakta Sejarah Dirgantara ini telah membuktikan bahwa kualitas SDM Indonesia sama dengan
    kualitas SDM di Amerika, Eropa, Jepang dan China?

    Dengan peristiwa tersebut kita dapat membuktikan kepada generasi penerus Indonesia serta masyarakat dunia, bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan dan kualitas yang sama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) secanggih apapun yang sekaligus dilengkapi dengan kokohnya iman dan taqwa (Imtaq). Peningkatan jumlah dan kualitas manusia Indonesia yang terdidik tersebut juga melahirkan kesadaran akan peran dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan generasi
    muda.

    Para hadirin yang berbahagia
    Bukan hanya Pesawat Terbang N250 yang dipersembahkan oleh Generasi Penerus sebagai hadiah Ulang Tahun Kemerdekaan ke‐50 kepada Bangsa Indonesia 17 tahun yang lalu, tetapi mereka juga menyerahkan Kapal untuk 500 Penumpang dan Kereta Api Cepat, yang semuanya dirancang bangun oleh Generasi Penerus.

    Hal yang sekarang patut kita tanyakan adalah:
    Hadiah HUT Kemerdekaan ke 67 apa yang dapat kita persembahkan pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, 17 Tahun setelah prestasi yang membanggakan itu?

    Bagaimana keadaan Industri Strategis yang telah menghasilkan produk andalan yang membanggakan 17 Tahun yang lalu?

    Bagaimanakah keadaan industri Dirgantara dan Industri penunjangnya sekarang?

    Bagaimana perkembangan pusat keunggulan Ilmu Aerodinamik, Gadynamik, Getaran (LAGG), Ilmu Konstruksi Ringan (LUK), Elektronik (LEN) dsb. yang telah dimulai puluhan tahun yang lalu?

    Bagaimana keadaan pendidikan SDM yang mampu menguasai teknologi secanggih apapun?

    Masih banyak pertanyaan yang patut kita berikan dan jawab!

    Pertanyaan tersebut di atas dapat dijawab dengan mengkaji fakta dan kecenderungan sebagai berikut:

    Produk pesawat terbang, produk kapal laut dan produk kerata api ‐‐ yang pernah kita rancang‐bangun ‐‐ dalam “eufori reformasi” telah kita hentikan pembinaannya atau bahkan sedang dalam “proses penutupan”. Misalnya PT. DI yang dahulu memiliki sekitar 16.000 karyawan, sekarang tinggal kurang‐lebih 3.000 karyawan, yang dalam 3 sampai 4 tahun mendatang dipensiun karena tidak ada kaderisasi dalam segala tingkat.

    Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang mengkoordinir 10 Perusahaan yang pada tahun 1998 memiliki kinerja turn‐over sekitar 10 Milliard US$ dengan 48.000 orang karyawan, kemudian dalam “eufori reformasi” dibubarkan! Pembinaan Industri Dirgantara, Industri Kapal, Industri Kereta Api, Industri Mesin, Industri
    Elektronik‐Komunikasi dan Industri Senjata, dsb. tidak lagi mendapat perhatian dan pembinaan!

    KEPPRES No. 1 tahun 1980 tentang ketentuan penggunaan produk pesawat buatan dalam negeri dihapus dan PT DI tidak lagi didukung secara finansial maupun kebijakan industri pendukung lain.

    PTDI berupaya untuk tetap bertahan hidup (survive) dengan berkonsentrasi kepada penjualan produk yang ada a.l. CN235 dan pesawat lisensi NC212 dan helikopter.

    Di lain pihak, biaya pengembangan pesawat – termasuk pendidikan SDM terampil ‐‐ dianggap hutang kepada Pemerintah, yang mengakibatkan pembukuan PTDI buruk di mata perbankan sehingga menyulitkan industri untuk dapat beroperasi dan tidak memungkinkan industri berinvestasi.

    PTDI melakukan diversifikasi usaha di berbagai bidang a.l., jasa aerostructure, engineering service dan maintenance‐ repair ‐overhaul dan tidak lagi menitikberatkan pada rancang bangun dan produksi.

    Dengan terpuruknya program pengembangan dalam negeri, banyak design engineers yang memilih pergi ke luar negeri (a.l. Amerika, Eropa) untuk bekerja di industri pesawat terbang lain.

    Sebagian besar dalam beberapa tahun pulang, setelah negara setempat mendahulukan pekerja lokal dibandingkan dengan pekerja asing (kasus: Embraer).

    Dengan berjalannya waktu, tanpa program pengembangan PTDI tidak dapat melakukan pergantian/regenerasi karyawan engineering, yang pada gilirannya mengancam kapabilitas dan kompetensi PTDI sebagai produsen pesawat.

    Apa yang dialami oleh PT. Dirgantara, dialami pula oleh semua perusahaan yang dahulu dikoordinir oleh Badan Pengelolah Industri Strategis, BPIS.

    Segala investasi yang dilaksanakan pada perkembangan dan pendidikan SDM yang trampil tanpa kita sadari telah “dihancurkan” secara sistimatik dan statusnya kembali seperti kemampuan bangsa Indonesia 60 tahun yang lalu!

    Prasarana dan sarana pengembangan SDM di Industri, di PUSPITEK, di Perguruan Tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dsb.) serta di pusat‐pusat keunggulan yang dikoordinasikan oleh Menteri Riset dan Teknologi dialihkan ke bidang lain atau dihentikan, sehingga teknologi untuk meningkatkan “nilai tambah” suatu produk secanggih apapun yang dibutuhkan oleh pasar domestik dikurangi dan bahkan dihentikan pembinaannya dan diserahkan kepada karya SDM bangsa lain dengan membuka pintu selebar‐lebarnya untuk impor!

    Pasar Domestik yang begitu besar di bidang transportasi, komunikasi, kesehatan dsb. “diserahkan” kepada produk dimpor yang mengandung jutaan “jam kerja” untuk penelitian,pengembangan dan produksi produk yang kita butuhkan.

    Produk yang dibutuhkan itu harus kita biayai dengan pendapatan hasil ekspor sumber daya alam terbaharukan dan tidak terbaharukan, energi, agro industri, pariwisata, dsb. Ternyata potensi ekspor kita ini tidak dapat menyediakan jam kerja yang dibutuhkan sehingga SDM di desa harus ke kota untuk mencari lapangan kerja atau ke luar negeri sebagai TKI dan TKW. Akibatnya, proses pembudayaan dalam rumah tangga terganggu dsb. dsb.

    Proses pembudayaan (“Opvoeding, Erszeihung, Upbringing”) harus disempurnakan dengan proses pendidikan dan sebaliknya, karena hanya dengan demikian sajalah produktivitas SDM dapat terusditingkatkan melalui pendidikan dan pembudayaan sesuai kebutuhan pasar.

    Pertumbuhan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi seharusnya dipelihara setinggi mungkin untuk dapat meningkatan “pendapatan bruto masyarakat” atau peningkatan “kekayaan national” atau “national wealth”. Namun pemerataan pemberian kesempatan berkembang, pemerataan pendidikan‐pembudaaan dan pemerataan pendapatanlah yang pada akhirnya menentukan kualitas kehidupan, kualitas kesejahteraan dan kualitas ketentraman yang menjadi sasaran tiap masyarakat.

    Bukankah jam kerja yang terselubung pada tiap produk yang kita beli itu pada akhirnya menentukan tersedianya lapangan kerja atau mekanisme proses pemerataan dalam arti yang luas itu?

    Kita harus pandai memproduksi barang apa saja yang dibutuhkan di pasar nasional dan memberi insentip kepada siapa saja, yang memproduksi di dalam negeri, menyediakan jam kerja dan akhirnya lapangan kerja.

    Potensi pasar nasional domestik kita sangat besar. Misalnya, pertumbuhan penumpang pesawat terbang sejak 10 tahun meningkat sangat tinggi, sekitar 10% ‐ 20% rata2 tiap tahun. Produksi pesawat terbang turboprop N250 untuk 70 penumpang ‐‐yang sesuai rencana pada tahun 2000 sudah mendapat sertifikasi

    FAA ‐‐ dan Pesawat Jet N2130 untuk 130 penumpang – yang sesuai rencana akan mendapat sertfikasi FAA pada tahun 2004 – adalah jawaban kita untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kedua produk yang dirancang bangun oleh putra‐putri generasi penerus ini yang mengandung jutaan jam kerja, bahkan harus dihentikan.

    MENGAPA? ? ?

    Demikian pula dengan produksi kapal Caraka Jaya, Palwobuwonodan kapal Container yang harus dihentikan. Produksi kerata api harus pula dihentikan.

    Walaupun pasar domestik nasional begitu besar, namun sepedamotor, telpon genggam dsb. ‐‐ yang semuanya mengandung jam kerja yang sangat dibutuhkan ‐‐ nyatanya barang‐barang tersebut tidak diproduksi di dalam negeri. MENGAPA? MENGAPA?

    MENGAPA?

    Memang kesejahteraan meningkat, golongan menegah meningkat dan pertumbuhan meningkat pula, namun proses pemerataan belum berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan kita.

    Ini hanya mungkin jikalau jam kerja yang terkandung dalam semua produk yang dibutuhkan itu secara nyata diberikan kepada masyarakat madani Indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan untuk berbicara di hadapan para peserta Sidang Paripurna MPR tanggal 1 Juni Tahun 2011, saya garis bawahi pentingnya kita menjadikan NERACA JAM KERJA sebagai Indikator Makro Ekonomi disamping NERACA PERDAGANGAN dan NERACA PEMBAYARAN.

    Para hadirin yang berbahagia

    Pada peringaran HAKTEKNAS tahun 2012 saat ini, saya ingin Menggaris bawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi peran Iptek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional, serta untuk menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks, baik dalam skala nasional, regional maupun global, dan hal tersebut akan mensyaratkan
    solusi yang tepat, terencana dan terarah.

    Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi, misalnya, adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi, kemudian menjual produk‐produk ke Negara asal, sedemikian rupa sehingga rakyat harus “membeli jam kerja” bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo‐colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu “VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru”. (Hal tersebut telah saya sampaikan pada Pidato Peringatan Kelahiran Pancasila di hadapan Sidang Pleno MPR RI tanggal 1 Juni 2011 yang lalu).

    Dalam forum yang terhormat ini, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus kampus serta di lembaga‐lembaga kajian dan penelitian lain untuk secara serius merumuskan implementasi peran iptek dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan.

    Terkait dengan hal tersebut, saya sangat menghargai upaya Pemerintah dalam membentuk Komite Inovasi Nasional (yang dikenal dengan KIN) dan Komite Ekonomi Nasional (yang dikenal dengan KEN) dengan tugas sebagai advisory council untuk mendorong inovasi di segala bidang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

    Saya mengetahui bahwa KIN maupun KEN telah merumuskan berbagai strategi dan kebijakan dan agenda aksi, khususnya yang menyangkut perbaikan ekosistem inovasi dan pengembangan wahana transformasi industri. Apa yang ingin saya ingatkan ialah, jangan sampai berbagai konsep yang dirumuskan oleh KIN maupun KEN tersebut hanya berhenti ditingkat masukan kepada Presiden saja, ataupun di tingkat rencana pembangunan saja, namun perlu direalisasikan dalam kegiatan pembangunan nyata. Jangan kita merasa puas dengan wacana maupun berencana, namun ketahuilah bahwa rakyat menunggu aksi nyata dari kita semua, baik para penggiat teknologi, penggiat ekonomi, pemerintah maupun lembaga legislatif.

    Saya juga menyarankan agar Pemerintah maupun Legislatif perlu lebih proaktip peduli dan bersungguh‐sungguh dalam pemanfaatan produk dalam negeri dan “perebutan jam kerja”. Kerjasama Pemerintah Daerah dan Pusat bersama dengan wakil rakyat di lembaga Legeslatif Daerah dan Pusat perlu ditingkatkan konvergensinya ke arah lebih pro rakyat, lebih pro pertumbuhan dan lebih pro pemerataan.

    Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan pesan dan himbauan, hendaknya kita pandai‐pandai belajar dari sejarah. Janganlah kita berpendapat bahwa tiap pergantian kepemimpinan harus dengan serta‐merta disertai pergantian kebijakan, khususnya yang terkait dengan program penguasaan dan pernerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita mengetahui bahwa dalam penguasaan, pengembangan dan penerapan teknologi diperlukan keberlanjutan (continuity). Jangan sampai pengalaman pahit yang menimpa industri dirgantara dan industri strategis pada umumnya ‐‐ sebagaimana saya sampaikan di atas ‐‐ terulang lagi di masa depan!

    Jangan sampai karena eufori reformasi atau karena pertimbangan politis sesaat kita tega “menghabisi” karya nyata anak bangsa yang dengan penuh ketekunan dan semangat patriotisme tinggi yang didedikasikan bagi kejayaan masa depan Indonesia.

    Para hadirin yang berbahagia

    Kita dapat bersyukur bahwa bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang multi etnik dan sangat peka terhadap keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, Allah subhana wata’alla. Oleh karena itu PANCASILA adalah falsafah hidup nyata bangsa ini yang dari masa ke masa selalu disesuaikan dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dan peradaban yang dikembangkan dan diterapkan oleh kita bersama. Dapat kita catat, bahwa saat ini bangsa kita sudah keluar dari “eufori kebebasan” dan mulai kembali ke “kehidupan nyata” antara bangsa bangsa dalam era globalisasi. Persaingan menjadi lebih ketat dan berat.

    Peran SDM lebih menentukan dan informasi sangat cepat mengalir. Kita menyadari bahwa tidak semua informasi menguntungkan peningkatan produktivitas dan daya saing SDM Indonesia. Budaya masyarakat lain dapat memasuki ruang hidup keluarga. Kita harus meningkatkan “Ketahanan Budaya” sendiri untuk mengamankan kualitas iman dan taqwa (Imtak) yang melengkapi pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang diberikan dalam sistem pendidikan dan pembudayaan kita, yang menentukan perilaku, produktivitas dan daya saing Generasi Penerus.

    Kita sudah Merdeka 67 Tahun, sudah Melek Teknologi 17 Tahun, sudah Bebas 14 Tahun. Kita sadar akan keunggulan masyarakat madani yang pluralistik, sadar akan kekuatan lembaga penegak hukum (Yudikatif)
    dan informasi yang mengacu pada nilai‐nilai PANCASILA dan UUD‐45 yang terus disesuaikan dengan perkembangan pembangunan nasional, regional dan global.

    Saya akhiri sambutan ini dengan ucapan:

    REBUT KEMBALI JAM KERJA!

    WUJUDKAN KEMBALI KARYA NYATA YANG PERNAH KITA MILIKI UNTUK PEMBANGUNAN PERADABAN INDONESIA!

    BANGKITLAH, SADARLAH ATAS KEMAMPUANMU!

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

    Bandung, 10 Augustus 2012

    Bacharuddin Jusuf Habibie

    Posted by LuQi | 13 Agustus 2012, 11:07 am
    • Alhamdulillah, pak BJ Habibie mau turun gunung lagi. N-250 karya yang harus dilanjutkan, kami juga menunggu N-2130 menjadi kenyataan, go engineer indonesia….

      Posted by Fris | 13 Agustus 2012, 11:28 am
    • REBUT KEMBALI JAM KERJA! ….. ayo kerja, kerja, kerja

      Posted by santosa hw | 13 Agustus 2012, 12:14 pm
    • ini pakai teks apa tidak ya, seperti biasanya itu hehe

      Posted by Gen Dwi Prayitno | 13 Agustus 2012, 12:15 pm
    • pak Habibie you are RIGHT !
      malu dong… dan diluar nalar BUMN Garuda malah pesan BOMBARDIER ?

      tiga kata : OPO ORA EDHAN ?

      Posted by cekricek | 13 Agustus 2012, 12:19 pm
    • Sepertinya perlu di teliti ya, siapa pemrakarsa untuk menghentikan semua karya anak bangsa itu. Jangan-jangan ada agen asing yang sengaja menghentikan karya karya itu. Kasusnya mungkin sama seperti dihentikannya produksi mobil Kijang karena hampir mendekati 100% local content, hasil evolusi karya anak bangsa mulai dari kijang kotak. Kemampuan itu sangat mengkhawatirkan “saudara tua” kita, yang takut kalau Indonesia bisa memproduksi mobil nasional. Maka Astra dipaksa untuk menghentikan produksinya, dan di datangkanlah Kijang Innova dari luar yang tidak ada hubungannya dengan evolusi Kijang sebelumnya.

      Posted by Sigit | 13 Agustus 2012, 2:01 pm
    • Alhamdulillah…Bu Kek Sian Su (Pendekar Tanpa Tanding, serial Kho Ping Ho), turun gunung …

      Posted by Djoko Sawolo | 14 Agustus 2012, 12:28 am
    • Selasa, 14 Agustus 2012 04:33:07
      Perlukah Dahlan bertemu Habibie bahas PT DI?

      Reporter: Alwan Ridha Ramdani

      Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menyampaikan rencananya merombak direksi perusahaan BUMN strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Salah satu alasannya karena direksi perusahaan tersebut tidak kompak satu dengan yang lain.

      Hingga saat ini, rencana untuk merombak jajaran direksi di perusahaan yang digagas oleh mantan Presiden B.J Habibie itu belum direalisasikan. Menurut Dahlan, perombakan direksi diperlukan untuk memacu kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Sejak awal pembentukannya, BJ Habibie juga memiliki pandangan yang sama seperti Dahlan saat ini, yakni melihat industri penerbangan nasional maju dan mampu bersaing.

      Habibie sempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi PT DI saat ini. Dia juga berjanji membantu membangun kembali PT DI yang pernah dibesarkannya dulu saat masih bernama IPTN. Perlukah Dahlan dan Habibie bertemu untuk sama-sama membesarkan PT DI?

      Anggota Komisi V DPR Ecki Awal Muharam menuturkan, persoalan yang dihadapi PT DI bukan terletak pada sisi manajemen perusahaan. Perombakan direksi bukan satu-satunya upaya menyelesaikan persoalan.

      “Masalahnya bukan pada direksi, tapi kemauan pemerintah untuk menyelamatkan industri strategis nasional. Masalah saat ini adalah keuangan PT DI yang habis untuk membayar cicilan gaji karyawan yang di PHK beberapa waktu lalu, dan operasional,” ungkap Ecki kepada merdeka.com, Senin (13/8) malam.

      Pada dasarnya, PT DI sudah sangat memimpin dalam industri penerbangan saat ini. Dengan kondisi tersebut, Ecki melihat figur BJ Habibie belum perlu turun secara langsung untuk kembali menggugah dan membangkitkan kembali PT DI. Pemerintah adalah pihak yang seharusnya lebih bertanggungjawab untuk mendorong bangkitnya industri strategis.

      “Beliau (Habibie) itu tidak perlu secara langsung turun tangan, dia sudah banyak tim atau orang-orang yang ahli di dalam. Tinggal diberikan kepercayaan untuk mengembangkan yang sudah ada,” jelasnya.

      Ungkapan Habibie yang ingin menghidupkan kembali pesawat CN 235 Gatot Kaca hendaknya dipandang sebagai sentilan bagi pemerintah untuk segera menyelamatkan industri ini. “Jadi sekali lagi bukan pada pasar, teknologi, atau direksi tapi kemauan pemerintah,” tegasnya.

      Sebelumnya, direktur utama PT DI Budi Santoso mengaku, pihaknya belum menerima surat resmi dari Kementerian BUMN terkait pergantian direksi. Padahal, masa jabatan direksi PT DI telah purna sejak 7 Juli 2012. “Sejauh ini belum ada keterangan tertulis. Semua masih bisa berubah,” ujar Budi.

      Disinggung mengenai direksi yang tidak kompak, Budi memiliki pandangan berbeda dengan Dahlan. Menurutnya, di internal perusahaan tidak ada istilah tidak kompak, yang ada adalah dinamika di mana satu orang memiliki pandangan dan cara sendiri untuk berupaya membesarkan perusahaan. Menurutnya, perbedaan cara pandang itu wajar selama pada akhirnya jajaran direksi dan karyawan masih patuh pada keputusan bersama.

      [rin]

      http://www.merdeka.com/uang/perlukah-dahlan-bertemu-habibie-bahas-pt-di.html

      Posted by Marshall D.Teach | 14 Agustus 2012, 9:26 am
      • semoga pak Dahlan cukup ‘rendah hati’ utk sowan dulu ke prof. Habibie… dan semoga prof. Habibie kembali tergugah utk all-out kembali di dunia dirgantara Indonesia… jaman sdh berubah, bukan lagi seperti jaman orde baru… peluang sekarang jauh lebih baik dibandingkan dgn dulu yg ke pergi ke luar negeri jual pesawat, eh pulangnya bawa beras dan ketan…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 14 Agustus 2012, 10:19 pm
        • Emang seharusnya bicara PT. DI juga harus bicara dgn Habibi cuma pembicaraanya kan TIDAK HARUS berkoar ditulis DIMEDIA, tuh si Ecki AM (DPR/Dewan Pengkianat Rakyat) sok ngerti, BEGO LU! ya kamu tuh yg seharus nya kasih APBN yg pas dari dulu, HAMPIR SEMUA BUMN pada sekarat, banyak utang dst. Mulut si Ecki bikin busuk SELURUH INDO, sy sangat sakit hati dengan DPR, KAPAN YA DPR DIBUBARKAB SEPERTI JAMAN SUKARNO??? SAYA MENUNGGU SAAT SEPERTI ITU, daripada rakyat yg mengadakan revolusi, yg pasti kalo revolusi, negerini tambah ancur, PKI meraja lela, Jendral korup tetep berkuasa. YG BISA MELAKUKAN PEMBUBARAN DPR HANYA PRESIDEN YG KUAT&BERKARAKTER….AKU MENANTI…….DGN SAKIT HATI…KAPAN DPR DIBUBARKAN?????

          Posted by Aba Musa | 15 Agustus 2012, 7:39 am
  117. Saya sempatkan berdoa ketika umrah kemarin,semoga pak Dahlan Iskan bisa memegang amanah menjadi pemimpin negeri yang hampir kolaps ini pada tahun 2014…آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

    Posted by neneng | 13 Agustus 2012, 11:17 am
  118. alhamdulillah hebat
    dirigen nya juga hebat
    mudah2an Allah selalu memberi kemudahan & kesehatan pada pak DIs se klg

    Posted by yud | 13 Agustus 2012, 11:21 am
  119. lebih baik bikin sendiri, daripada beli. klo sanggupnya bikin ya sudah, sekalian saja bikin yang banyak baru jualan😀

    inspiratif, pak dahlan🙂

    Posted by ikhwanalim | 13 Agustus 2012, 11:36 am
  120. MANTAP………….ATO SEMANGAT ENGINER2 INDONESIA……………………!!!!!!!!

    Posted by SANTORO | 13 Agustus 2012, 11:47 am
  121. seperti biasa, belajar dan belajar lagi dari postingannya pak Dahlan, sukses dan sehat terus ya Pak🙂

    Posted by cutmaharatu | 13 Agustus 2012, 11:48 am
  122. Alhamdulilah, semoga dengan leadership yang kuat, pak DI bisa memandu dan mendaya gunakan potensi insinyur2 indonesia berkarya, jangan selalu mengandalkan import dari luar negeri

    Posted by david sumirat | 13 Agustus 2012, 11:59 am
  123. salam super semangat buat pak dahlan iskan, dorong terus pak BUMN untuk terus maju, kalo bisa bikin mesing kloning manusia sekalian, jadi bangsa indonesia bisa meng kloning dahlan iskan-dahlan iskan baru yang sampai kapanpun terus menularkan semangat dan kerja keras untuk bangsa indonesia tercinta ini, tanpa korupsi dan tanpa pamrih….jaya terus indonesiaku

    Posted by respati putra | 13 Agustus 2012, 12:12 pm
  124. Ilmuwan Indonesia Mendunia ‘Lebih Terkenal di Negeri Orang’
    http://sosok.kompasiana.com/2011/08/21/ilmuwan-indonesia-mendunia-lebih-terkenal-di-negeri-orang/

    Posted by ARI S. | 13 Agustus 2012, 12:15 pm
  125. Plokk..plokk..plokk…membanggakan..membanggakan..Kelak dengan bangga’nya…akan saya ceritakan kepada anak cucu saya dan generasi-generasi setelah saya..bahwa saya hidup dan menjadi saksi DAHLAN ISKAN berjuang,berusaha,bekerja,bekerja dan bekerja untuk mengembalikan kejayaan Harga diri Bangsa’nya…

    Posted by wongcilik | 13 Agustus 2012, 12:17 pm
  126. Pemikiran2nya Pak DIS yg seperti inilah yg saya kagumi… Dan ini yg tidak dimiliki oleh kebanyakan pejabat2 di Indonesia dl dan saat ini. Monggo dibaca & disebarkan supaya banyak pakar yg baca dan mereka yg sakit hati bisa didayagunakan utk kemajuan Indonesia….

    Posted by Mbah Saimo | 13 Agustus 2012, 12:30 pm
  127. like a BRIDGE OVER TROUBLED WATER
    sail on silver man, sail on by
    i am on your side…

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 12:48 pm
  128. suka sekali, siapa lagi mau nyusul

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 12:53 pm
  129. 2 X mlorot, pro pakdhe…

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 12:55 pm
  130. Mari dirikan partai DIS karena jd presiden ri g bs independen,kalo pak dis udah jd presiden lgsg bubarin aja partainya

    Posted by Dahlanis sekayu | 13 Agustus 2012, 1:26 pm
  131. Reblogged this on Kusumakomputer Blog and commented:
    Inovasi, Motivator

    Posted by kusumakomp | 13 Agustus 2012, 1:28 pm
  132. Bisa dibayangkan nggak, kalau kita punya presiden yang mampu berkomunikasi langsung dg rakyatnya ? memotivasi dan menjelaskan visinya. pasti mantab deh. Salah satu paranormal yang juga politikus pernah mengatakan begini di Jakarta Lawyer Club beberapa tahun lalu, jauh sebelum pak Dis masuk pemerintahan :” Pemimpin Indonesia yang berhasil, selalu ada sesuatu yang tersembunyi dalam riwayat hidupnya. Bung Karno, masih di ragukan lahir di Blitar atau di Surabaya. Ibunya terusir dari tanah kelahirannya karena perkawinannya tidak di setujui (Ida Bagus dapat orang Jawa). Pak Harto, belum jelas siapa ayah kandungnya. Ibunya juga terusir dari lingkungannya semula. Pak Dahlan, tidak jelas kapan lahirnya, ibunya juga terusir dari keluarga besarnya karena menikah dengan ayah pak Dis yang miskin dan bekas pembantu di keluarga besar ibunya.
    Apakah itu kebetulan ? Pasti bukan. Saya haqqul Yakin pak DIS akan jadi Indonesia 1 kelak. Amin.

    Posted by Sigit | 13 Agustus 2012, 1:29 pm
  133. saia juga agak sakit hati pak, karena selama ini baru saya sadari bahwa skill saya digunakan untuk cari duit di tempat yang kurang proporsional… dan saat ini saya lagi merancang algoritma baru, yang insyaalloh jika berhasil, akan revolusioner, dan pastinya akan saya gunakan seutuhnya untuk bangsa ini… aamiien…🙂
    ayo kawan2, saudara2 setanah air! lets rise together!

    Posted by Tri Sunarso | 13 Agustus 2012, 1:43 pm
  134. hehhhehhe… lucu judul.y,,, tapi baca.y semangat……

    Posted by mutahana | 13 Agustus 2012, 1:51 pm
  135. Saya sebagai warga indonesia sangat dan akan selalu bangga bada bangsa ini, Ayo maju bangsa Indonesia. Kami CINTA INDONESIA, Mari mulai bebenah dari diri sendiri, baru kita berusaha mempengaruhi orang lain

    Posted by slamet asruhi | 13 Agustus 2012, 2:40 pm
  136. Belajar sakit hati untuk mengejar ketertinggalan emang perlu, terutama pada saat ini, manakala bangsa yang besar ini butuh sumberdaya yang bisa digerakan dengan sedikit pemicu, byaaaar …………17 Agustus jadi ledakan dahsyat perkembangan Teknologi bangsa.
    ( MH yang menginspirasi, semoga rasa sakit hati dan dendam dalam hati hambamu ini Ya Alloh dapat menjadi bahan bakar kemajuan diri. amiin ).
    Buat Pak DIs, Saluuuuut

    Posted by sofyan Usamah | 13 Agustus 2012, 2:49 pm
  137. setelah Addie MS dan Erwin Gutawa, telah muncul satu lagi, konduktor dan orchestra yang maha dasyat…
    hentakan-hentakan simponinya akan menggerakan dan menyatukan seluruh kemampuan dan kompetensi para enginer Indonesia demi harga diri bangsa.

    hadirin, kita sambuuuuuutt…………………..
    Dahlan Iskan & The Sakit Hati Orchestra……………….

    Posted by qohar69 | 13 Agustus 2012, 2:59 pm
  138. Merinding baca MH dan komentar – komentar dari rekan rekan sekalian …. Amin

    Posted by Agandri | 13 Agustus 2012, 3:21 pm
  139. maaf telat absen…..
    boleh sakit hati tapi……. jangan nyakitin yang lain ya……..

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 13 Agustus 2012, 3:29 pm
  140. ini sakit bukan sekedar sakit tapi
    ingin mengobarkan semangat juang untuk kemajuan negeri ini…
    Alloohu akbar…..Alloohu akbar……Alloohu akbar……
    merdeka…!!! merdeka….!!!merdeka…!!!!

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 13 Agustus 2012, 3:32 pm
  141. alhamdulillah … dengan inspire dan motivasi dari Pak DIS… semua orang terbangun… dan ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia…
    Semoga Allah selalu melindungi Pak DIS… agar Indonesia dapat kembali meraih kedigjayaan… MERDEKA

    Posted by dewi syahrul | 13 Agustus 2012, 3:56 pm
  142. Sakit Hati dan Harga Diri? sesuatu yang kadang dihindari,😉

    Posted by salatiga2012 | 13 Agustus 2012, 4:28 pm
  143. pembangkit listrik MERAH PUTIH…pabrik gula MERAH PUTIH…pabrik kelapa sawit MERAH PUTIH…dan proyek” MERAH PUTIH lainnya….pada akhirnya ada secerah harapan alan kebanggaan kepada MERAH PUTIH…..yng selama ini MERAH PUTIH lebih banyak dilecehkan……berkibarlah MERAH PUTIH ku….diangkasa ciptaan ALLAH swt…..
    semoga pak dis dan kelg yg sdg menjalani 10 hari terakhir ramadhan di tanah suci diberikan kesehatan dan kekuatan utk membawa sang MERAH PUTIH mempunyai harga dirinya kembali……aamiin

    Posted by tonie | 13 Agustus 2012, 4:58 pm
  144. subhanallah, wahai apra anggota DPR yang sering ngrecoki DIS, bacalah dan diamlah, anda akan dihargai kalau diam, karena suara anda sangat menyakiti yang mendengarkan

    Posted by edhi | 13 Agustus 2012, 5:28 pm
  145. Akhirnya BBI disinggung juga. Met kerja Om Lalak..😀 Makasih Om Dahlan..

    Posted by Tukang Sapu Kya-kya | 13 Agustus 2012, 5:40 pm
  146. ajarin kita mas, apa itu algoritma? bedanya yg baru sama yg lama ? manfaatnya apa ? biar tambah pinter kita2 ini.

    Posted by daya setiawan | 13 Agustus 2012, 5:40 pm
  147. like monday,

    Posted by afif | 13 Agustus 2012, 6:13 pm
  148. Baru satu hari sdh ada 240 tanggapan….’SUPER.!!!’

    Posted by aburachman | 13 Agustus 2012, 7:12 pm
  149. Ayooo….mana Dahlan Iskan-Dahlan Iskan yg lain??? Mari merapat…Indonesia membutuhkan kalian…

    Posted by Lusi Feriyani | 13 Agustus 2012, 8:00 pm
  150. yg patut di garis bawahi adalah PT.Adhi Karya banyak dosanya…,
    harus segera Tobat ini. Kalau nggak nanti malah semakin banyak Dosanya

    Posted by Topa Must | 13 Agustus 2012, 8:13 pm
    • Iya pak TOPA MUST, Salam kenal, mangkanya pak DIS minta PT Adhi Karya menebus dosa dengan mengerjakan monorail jakarta dengan modal dari koorporasi tanpa ada tambahan dari negara,…

      Posted by Sopyan Thamrin | 14 Agustus 2012, 8:07 am
  151. Pak Dahlan…..anda benar-benar seorang Provokator sejati…..sungguh pak..untuk yg salah menafsir’kan Provokator sejati biar mencap-mencep sendiri…..Selalu CeeMunguutt pak Diz….we Love you.

    Posted by wongcilik | 13 Agustus 2012, 10:05 pm
  152. Pak Dahlan…..anda benar-benar seorang Provokator sejati…..sungguh pak..untuk yg salah menafsir’kan Provokator sejati biar mencaaap-menceeepp sendiri…..Selalu CeeMunguutt pak Diz….we Love you.

    Posted by wongcilik | 13 Agustus 2012, 10:06 pm
  153. Hebaat………..super heebbaat, ternyata sakit hati bisa menguncangkan dunia yaa mungkin merubah indonesia. kalo sakit hati dilakukan secara berjamaah dan disalurkan pada jalan yang benar. Abah dis memang salah satu putra indonesia yang punya milyaran bahkan triliyunan (kalo bisa dihitung) ide cemerlang untuk kemajuan indonesia. terus ciptakan karya-karyamu abah…..amien…

    Posted by Didik mulyadi | 13 Agustus 2012, 10:20 pm
  154. super sekali pak DIS… emosi yang diarahkan pada hal yang positif hasil akan luar biasa…

    Posted by Hamdanovic Nafichensko | 13 Agustus 2012, 10:50 pm
  155. td pagi pas aku liat baru 90 coment… sekarang dah 252??? makin lama makin menggigit nih MH nya! semangat pak dis!!

    Posted by Gie | 13 Agustus 2012, 10:51 pm
  156. kembali semangat,
    setelah satu minggu dijejali berita yang bikin patah semangat

    Posted by Beyond Steel | 13 Agustus 2012, 11:19 pm
  157. Belum lagi proyek monorail Jakarta yg mangkrak sejak lebih 10 tahun lalu itu. Kalau Gubernur Jakarta mengeluarkan izinnya,. Wah ini bisa dituduh Blackcampaign,Berarti Foke selama 5thn terakhir tidak memberikan izin,tidak punya solusi macet padahal kan tinggal ketok,Buat pendukung JOkowi tinggal sebarin aja mh kali ini,dijamin maknyussss

    Posted by imgempol | 14 Agustus 2012, 4:44 am
  158. MH “dari Sakit Hati ke Proklamasi Harga diri” dan “Plok Plok Plok (Putra petir yg di Jogja) ” menurut saya adalah MH yang paling Luar Biasa membangkitkan semangat Kita!!

    kita spt baru tersadarkan bahwa sebenarnya pun kita bisa! mungkin krn terpencar dan tidak terkoordinasi, tidak terkoneksi dan tidak terwadahi, semuanya menjadi kurang trlihat nyata adanya (Kemampuan Kita Bisaaa!!)

    mumpung Pak DIs mewadahi, ada baiknya Kegiatan2 Ilmiah Remaja yg ada di sekolah2, Kampus2 dan Swadaya. mari kita gaungkan atau kita satukan Komunikasi dalam satu Tempat (milis, Fb,Twitter dll, sub forum dr Kickdahlan, Dahlanis, FesbukerDahlanGroup) sehingga smua itu bs atau dapat di akses oleh tmn2 yg lain utk dikembangkan,disempurnakan atau bahkan kita ajukan ke Pak Dis sbh bukti nyata kita sbagai Agen Putra Terbaik yang Kreatif.

    satu yg terlupakan, utk divisi pengembangan Teknologi Informatika spt blm dibahas ni di MH. diatas sdh ada yg mencetus ttg inovator kita yg kurang mndapat tmpt utk penyebarluasan dari penemuan2 yg beliau kembangkan spt openbts, Voip, dll (kbanyakan di lingkungan Kampus-GrassRoot), entah kurang dukungan dari pemerintah atau memang Vendor2 Telekomnikasi kita yg kurang mendukung krn bs berakibat menggerus Revenue Komersial mereka??

    Indonesia BIsaaa!! Kerja Kerja Kerja

    Posted by GondoAtmodjo | 14 Agustus 2012, 5:25 am
  159. Update:

    Bpk Onno w Purbo, Inovator bid. Teknologi Informasi..

    hhehehe…

    Posted by GondoAtmodjo | 14 Agustus 2012, 5:28 am
    • setuju 1000% pak ono w purbo jadi, super leader IT. Abah Dis dan pak ono (dan ahli IT lain), dimohon segeralah saling bersilaturahim.. Saya menengarai, jika BUMN IT ada, hampir spt Batantek. Kecil2 caberawit.. Bisa langsung menggigit, melejit dan melangitkan merah putih!
      SDM IT kita tidak kalah dari org asing…
      oh alangkah indahnya jika itu terjadi.

      tapi ehm.. Kalo pakar yg konsennya meneliti keaslian foto+vidio p*r*o(mirip artis/pejabat),ga usah diajak ya pak…

      Posted by wawan | 14 Agustus 2012, 6:15 am
      • pak onno sekarang sudah masuk de jajaran tvri, basuk group teknis, tapi pas saya pancing bagaimana tvri bisa lari kuenceng nggak? jawabannya mentalnya sudah tidak bisa diajak lari, harus di innstall ulang , hemat saya jika mau pak onno di injeksi ke PT. INTI agar langsung action membuat product consuper seperti HP , plus basis android atau bikin OS merah putih untuk HP , pasti makjossss, Lha wong samsyul juga bisa knock down APPle , apalagi ada bumbu nasionalisme, foxconn + PT. INTI + ONNO W Purbo + Nasionalisme = MERAH PUTIH

        Posted by saeful | 14 Agustus 2012, 8:12 am
        • konfigurasi yang mnatap tuh pak SAEFUL….setuju…

          Posted by Sopyan Thamrin | 14 Agustus 2012, 8:19 am
        • btw mas saeful ada link langsung ke pak Onno yah?
          mksd nya divisi teknik tuh spt apa ya mas? soale klo dliat skrg TVRI siaran konten nya dah lumayan ( Kaki Langit- with Sandrina malakiano) , iklan nya dah mulai iklan Komersial ( trakhir aku liat iklan Bank Man*iri … -hehehe jgn2 dsuruh pak DIs kali yaa..), tampilan panggung & tata lampu nya dah modern.. tinggal Presenter nya Dunia dlm Berita aja yg msh stok lama heheh…

          utk ide pak Saeful sy setuju. pak Onno hrs diberi kesempatan secara Nyata dalam menghasilkan produk yg langsung dirasakan manfaatnya bagi org banyak semisal Hp Lokal (Ponsel MP-MerahPutih) BTS yg ‘mandiri’ dan Ekonomis , Meningkatkan akses penetrasi Internet ke penjuru tanah air berbiaya murah dan berantai.. dll..dan ini bs dilakukan di wadah yg tepat – PT INTI..

          TVRI jg baik hanya saja itu adalah lembaga penyiaran publik ( akses informasi penyeimbang Media Swasta) – nilai ekonomis dan manfaat secara luas bagi masyarakat luas msh kurang terasa. Masih ada ANtaraNews yg sdh lumayan baik penyajian beritanya meski versi AntaraTV nya blm lama muncul.

          klo saja pak Onno diberi ‘mainan’ dan ‘tool’ yg tepat ( spt Pak DIs yg pny banyak Tool : Telekmnikasi-Telkom, PT INTI; Infrastruktr-SemenGresik, WIKA; Transprtasi-PT.KA, Jasamarga, Garuda, Pangan; PTPN,SHS,Perhutani; Perbankan-Mandiri,BRI,BNI, Industri: DI,Pindad dan msh banyak lagi…..) pasti lebih bisa menumpahkan ide2 kreatif dan orisinal serta mewujudkan nya menjadi PRoduk Nyata bagi kemaslahatan masyarakat…

          semoga pak Dis bs melihat dan mengangkat Mutiara2 Bangsa ini…
          Amiin.

          Posted by GondoAtmodjo | 14 Agustus 2012, 11:25 pm
  160. apa pun yg ada dipikiran kita & bisa
    membantu negeri ini untuk maju share diblog ini
    sekedar doa jug bisa krn doa adalah salah satu senjata
    Maju….maju….Indonesia ku

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 14 Agustus 2012, 7:27 am
  161. ada referensi :

    kelebihan dan kekurangan fuel cell

    A. Kelebihan

    A.1. Tidak Mengeluarkan Emisi Berbahaya (Zero Emission)

    Sebuah sistem fuel cell hanya akan mengeluarkan uap air apabila memakai hidrogen murni. Tetapi ketika memakai hidrogen hasil dari reforming hidrokarbon/fosil (misal: batu bara, gas alam, dll) maka harus dilakukan uji emisi untuk menentukan apakah sistem tersebut masih dapat dikategorikan zero emission. Menurut standar yang dikeluarkan United Technologies Corporation (UTC) pada tahun 2002, maka sebuah sistem fuel cell dapat dikategorikan zero emission ketika mengeluarkan emisi pencemar udara yang sangat rendah, dengan kriteria sbb: NOx =< 1 ppm, SO2 =< 1 ppm, CO2 =< 2 ppm.

    Tabel 1. Emisi Pencemar Udara dari Jenis-Jenis Fuel Cell (Bluestein, 2002)

    t006.jpg

    Catatan: PEM (Polimer Electrolyte Membrane), PAFC (Posporic Acid Fuel Cell), SOFC (Solid Oxide Fuel Cell), MCFC (Molten Carbonate Fuel Cell), 1 lb (pon) = 0,45 kg). Selain itu, sistem ini juga tidak mengeluarkan suara (tidak berisik), kecuali suara dari beberapa peralatan pendukung seperti pompa, kipas, kompresor, dll.

    A.2. Efisiensi Tinggi (High efficiency)

    Oleh sebab fuel cell tidak menggunakan proses pembakaran dalam konversi energi, maka efisiensinya tidak dibatasi oleh batas maksimum temperatur operasional (tidak dibatasi oleh efisiensi siklus Carnot). Hasilnya, efisiensi konversi energi pada fuel cell melalui reaksi elektrokimia lebih tinggi dibandingkan efisiensi konversi energi pada mesin kalor (konvensional) yang melalui reaksi pembakaran.

    fc008.jpg

    Gambar 1. Perbandingan Efisiensi Fuel Cell dengan Mesin Konvensional (micro-vett.it, 09/10/2006)

    A.3. Cepat Mengikuti Perubahan Pembebanan (Rapid load following)

    Fuel cell memperlihatkan karakteristik yang baik dalam mengikuti perubahan beban. Sistem Fuel cell yang menggunakan hidrogen murni dan digunakan pada sebagian besar peralatan mekanik (misal: motor listrik) memiliki kemampuan untuk merespon perubahan pembebanan dengan cepat.

    A.4. Temperatur Operasional Rendah

    Sistem fuel cell sangat baik diaplikasikan pada industri otomotif yang beroperasi pada temperatur rendah. Keuntungannya adalah fuel cell hanya memerlukan sedikit waktu pemanasan (warmup time), resiko operasional pada temperatur tinggi dikurangi, dan efisiensi termodinamik dari reaksi elektrokimia lebih baik.

    A.5. Reduksi Transformasi Energi

    Ketika fuel cell digunakan untuk menghasilkan energi listrik maka fuel cell hanya membutuhkan sedikit transformasi energi, yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik. Bandingkan dengan mesin kalor yang harus mengubah energi kimia menjadi energi panas kemudian menjadi energi mekanik yang akan memutar generator untuk menghasilkan energi listrik. Fuel cell yang diaplikasikan untuk menggerakkan motor listrik memiliki jumlah transformasi energi yang sama dengan mesin kalor, tetapi transformasi energi pada fuel cell memiliki efisiensi yang lebih tinggi.

    fc009.jpg

    Gambar 2. Transformasi Energi Untuk Keluaran Energi Mekanik (micro-vett.it, 09/10/2006)

    A.6. Waktu Pengisian Hidrogen Singkat

    Sistem fuel cell tidak perlu penyetruman (recharge) layaknya baterai. Tetapi sistem fuel cell harus diisi ulang dengan hidrogen, dimana prosesnya lebih cepat dibandingkan penyetruman baterai. Selain itu, baterai tidak dapat dipasang dalam jumlah besar pada mesin otomotif untuk meningkatkan performance karena akan semakin menambah beban pada kendaraan tersebut.

    B. Kekurangan

    B.1. Hidrogen

    Hidrogen sulit untuk diproduksi dan disimpan. Saat ini proses produksi hidrogen masih sangat mahal dan membutuhkan input energi yang besar (artinya: efisiensi produksi hidrogen masih rendah). Untuk mengatasi kesulitan ini, banyak negara menggunakan teknologi reforming hidrokarbon/fosil untuk memperoleh hidrogen. Tetapi cara ini hanya digunakan dalam masa transisi untuk menuju produksi hidrogen dari air yang efisien.

    B.2. Sensitif pada Kontaminasi Zat-asing

    Fuel cell membutuhkan hidrogen murni, bebas dari kontaminasi zat-asing. Zat-asing yang meliputi sulfur, campuran senyawa karbon, dll dapat menonaktifkan katalisator dalam fuel cell dan secara efektif akan menghancurkannya. Pada mesin kalor pembakaran dalam (internal combustion engine), masuknya zat-asing tersebut tidak menghalangi konversi energi melalui proses pembakaran.

    B.3. Harga Katalisator Platinum Mahal

    Fuel cell yang diaplikasikan pada industri otomotif memerlukan katalisator yang berupa Platinum untuk membantu reaksi pembangkitan listrik. Platinum adalah logam yang jarang ditemui dan sangat mahal. Berdasarkan survei geologis ahli USA, total cadangan logam platinum di dunia hanya sekitar 100 juta kg (Bruce Tonn and Das Sujit, 2001). Dan pada saat ini, diperkirakan teknologi fuel cell berkapasitas 50 kW memerlukan 100 gram platinum sebagai katalisator (DEO, 2000). Misalkan penerapan teknologi fuel cell berjalan baik (meliputi: penghematan pemakaian platinum pada fuel cell, pertumbuhan pasar fuel cell rendah, dan permintaan platinum rendah) maka sebelum tahun 2030 diperkirakan sudah tidak ada lagi logam platinum (Anna Monis Shipley and R. Neal Elliott, 2004). Untuk itulah diperlukan penelitian untuk menemukan jenis katalisator alternatif yang memiliki kemampuan mirip katalisator dari platinum.

    B.4. Pembekuan

    Selama beroperasi, sistem fuel cell menghasilkan panas yang dapat berguna untuk mencegah pembekuan pada temperatur normal lingkungan. Tetapi jika temperatur lingkungan terlampau sangat dingin (-10 s/d -20 C) maka air murni yang dihasilkan akan membeku di dalam fuel cell dan kondisi ini akan dapat merusak membran fuel cell (David Keenan, 10/01/2004). Untuk itu harus didesain sebuah sistem yang dapat menjaga fuel cell tetap berada dalam kondisi temperatur normal operasi.

    fc011.jpg

    Gambar-011 Tes Mobil Bermesin Fuel Cell pada Kondisi Bersalju

    B.5. Teknologi Tinggi & Baru

    Perlu dikembangkan beberapa material alternatif dan metode konstruksi yang baru sehingga dapat mereduksi biaya pembuatan sistem fuel cell (harga komersial saat ini untuk pembangkit listrik dengan fuel cell ~$4000/kW) (Javit Drake, 29/03/2005).
    t007.jpg

    Tabel-007 Biaya Investasi, Operasional, Pemeliharaan Jenis Jenis Fuel Cell (Anna Monis Shipley and R. Neal Elliott, 2004)

    t006.jpg

    Diharapkan dimasa depan dapat dihasilkan sebuah sistem fuel cell yang lebih kompetitif dibandingkan mesin bakar/otomotif konvensional (harga saat ini: $20/kW) dan sistem pembangkit listrik konvensional (harga saat ini: $1000/kW) (Matthew M. Mench, 24/05/2001). Teknologi baru tersebut akan mampu menghasilkan reduksi biaya, reduksi berat dan ukuran, sejalan dengan meningkatnya kehandalan dan umur operasi (lifetime) sistem fuel cell. Penggunaan sistem fuel cell dalam industri otomotif minimal harus memiliki umur operasi 4.000 jam (ekivalen 100.000 mil pada kecepatan 25 mil per jam) dan dalam industri pembangkit listrik minimal harus memiliki umur operasi 40.000 jam (Matthew M. Mench, 24/05/2001).

    B.6. Ketiadaan Infrastruktur

    Infrastruktur produksi hidrogen yang efektif belum tersedia. Tersedianya teknologi manufaktur dan produksi massal yang handal merupakan kunci penting usaha komersialisasi sistem fuel cell.

    sumber :

    http://klipingut.wordpress.com/2008/11/30/kelebihan-dan-kekurangan-teknologi-fuel-cell/

    Posted by saeful | 14 Agustus 2012, 8:18 am
    • ada 2 pilihan: 1. menyimpan Hidrogen dlm bentuk aslinya yaitu gas, yg ini super duper bahaya dan makan tempat utk tabung gas… 2. mengekstrak Hidrogen dari senyawa lain yg lebih mudah disimpan, dibawa, dan aman, biasanya dari senyawa gugus alkohol (yg umum dipakai adalah methanol), jadi gak perlu menyimpan Hidrogen dlm fase gas…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 14 Agustus 2012, 10:28 pm
  162. coment 277…wah aku telat…..masuknya…..SAKIIIIT ATII tenan.,….

    Posted by Mas Syamsudin Kota Banjar | 14 Agustus 2012, 8:36 am
  163. lah… sebelum pak DIS datang apa yang dilakukan para Menteri sebenarnya. apa beliau itu cuma duduk ” ongkang ongkang” cuma nunggu laporan, tidak pernah ada info yang akurat tentang aktivitas yang dilakukan para menteri tersebut… dengan membaca ini.. terbuka mata kita.. bahwa selama Indonesia Merdeka tidak ada salah satu pejabat satu pun yang hendak merubah BUMN menjadi sinergis yang berangkat dari kemauan tehnologi yang dimiliki oleh negara ini..
    semoga keikhlasan dan kesederhanan pak Dis, diberi kekuatan oleh Allah Swt, karena rasanya kita sudah begitu lelah dan capai.. berdebat berdebat berdebat memperebutkan.. komisi dan koin..
    maju terus pak Dis.. bekerja… bekerja dan bekerja
    salam

    Posted by sigit | 14 Agustus 2012, 8:56 am
    • Ada baiknya kita berbaik sangka, saya rasa para mentri sebelumnya tentu bekerja dengan caranya masing2 akan tetapi mungkin karena kurang pemberitaan / sharing info kepada masyarakat sehingga kinerja dari para mentri tersebut “kurang” terlihat. Sebagai contoh apa yang telah dikerjakan oleh Fadel Muhammad di https://dahlaniskan.wordpress.com/2009/12/29/hadiah-tahun-baru-dari-fadel-muhammad/ jika tidak diberitakan / ditulis oleh Pak Dis, tentu tidak ada yang tahu (termasuk saya).

      Apabila kita baca dengan teliti tulisan Pak Dis dalam Manufacturing Hope ini sebenarnya beliau menginfokan apa yang sedang beliau kerjakan, beliau rencanakan, halangan2 yang perlu dihadapi, serta solusi2 yang bisa digunakan untuk menghadapi halangan2 tersebut di BUMN2 dibawah naungan Kementrian BUMN. Selain itu beliau sebenarnya tidak “one man show”, beliau juga bersinergi antara Kementrian BUMN dengan Kementrian lain, contohnya dengan Kementrian PU https://dahlaniskan.wordpress.com/2012/02/26/terobosan-dua-penyandang-cacat-organ/

      cmiiw🙂

      Posted by Marshall D.Teach | 14 Agustus 2012, 9:52 am
    • Jgn lupakan Sri Mulyani Indrawati, selain satu2nya menteri yg berani malakukan reformasi birokrasi, SMI jg satu2nya menteri pd saat itu yg berani menolak kompromi dlm kebijakannya….dibentuknya pansus century merupakan sejarah kelam bentuk perlawanan koruptor terhadap gerakan antikorupsi…yg lucunya pansus century itu diprakarsai o/ barisan sakit hati yg kalah pemilu th 09…

      Posted by Ricky | 15 Agustus 2012, 7:29 pm
  164. Reblogged this on nrfaa.

    Posted by nrfaa | 14 Agustus 2012, 10:10 am
  165. sekarang sudah waktunya memikirkan kendaraan” p Dahlan menuju istana……Kesempatan hanya di 2014. dari pada menyesal seumurhidup

    Posted by Ba Suki | 14 Agustus 2012, 10:17 am
    • Loh bukannya Pak Dis kalo ke istana, buat rapat kabinet dll biasanya naik Mercy L 1 JP ?
      Pak Dis dengar2 juga punya Alphard.
      Beberapa hari kemaren juga sudah mengendarai Mobil Listrik Pak Dasep Ahmadi (sambil test drive), kurang kendaraan apa lagi kalo mau ke istana ?

      Posted by Marshall D.Teach | 14 Agustus 2012, 11:06 am
      • Sirik ya ga punya Mercy dan Alphard. Helicopter juga punya. KERJA KERJA KERJA.

        Posted by REVOLUSI | 15 Agustus 2012, 1:04 am
        • Kalau gak salah, maksud Mas Ba Suki dari kata “kendaraan” bukanlah seperti yang dimaksud oleh Mas Marshall D.Teach & Mas REVOLUSI.
          “Kendaraan” disini bisa berarti partai/partai2 yang memungkinkan menjadikan Beliau Capres di 2014 (menuju istana)

          Salam

          Posted by doetsz | 15 Agustus 2012, 8:05 am
          • @REVOLUSI dan @DOETSZ Zehahahahaha!!, Kalem … Kalem , Bro

            Apa yang dimaksud saudara @BA SUKI sebenarnya saya ngerti kok.

            Menurut pendapat saya, kalo masalah “kendaraan” ke istana, biarlah Tuhan yang mengatur, insyaallah jika Tuhan berkehendak, maka kehendak-Nya lah yang terjadi … dan biarkan Pak Dis bekerja dengan baik, sehingga niat iklash dari Pak Dis untuk Kerja,Kerja,Kerja untuk Indonesia ini tidak “terusik”.

            Sedang kita ???

            Kita gak boleh kalah !!!

            Masa kita yang muda-muda, ganteng-ganteng, cantik-cantik, yang kuliahnya lulusan S1, S2 bahkan S3. Malah kalah sama kakek-kakek item, dekil, lulusan Madrasah Aliyah yang umurnya tanggal 17 Agustus besok berumur 61 Tahun ? Mari kita teladani semangat Kerja, Kerja, Kerja dari beliau, kita bekerja lebih keras, bekerja lebih cerdas sesuai bidang kerja kita masing2.

            Posted by Marshall D.Teach | 15 Agustus 2012, 9:22 am
        • Selalu copypaste. Mencontek hak intelektual orang lain.

          Posted by REVOLUSI | 15 Agustus 2012, 4:33 pm
      • MARSHALL D. TEACH = Bang Erick Antariksawan…

        Posted by Djoko Sawolo | 21 Agustus 2012, 8:53 am
    • U/ kendaraan menuju RI 1 2014 sdh tdk mungkin membentuk parpol baru…berarti harus diusung parpol yg ada sekarang…permasalahannya parpol2 tsb sdh punya capres fanatik masing2…kemungkinan partai demokrat yg blm punya capres kuat

      Posted by Ricky | 15 Agustus 2012, 7:08 pm
      • Saya koq malah berpikir, dikarenakan sikap politik yang netral, Bung Dis akan menjadi rebutan parpol2 di 2014 nanti. Karena parpol mana yg mengusung Bung Dis sebagai Capres nya maka parpol itulah yg akan menjadi jawara di 2014.

        Jadi teringat cerita Rosulullah dengan hajar aswad. Saat hajar aswad menggelinding dari singgasanya, para kepala suku dari kabilah2 Quraisy saling berebut untuk mengembalikannya ketempat semula, bahkan sampai akan saling menumpahkan darah. Tapi pada akhirnya pertumpahan darah antar suku Quraisy tidak terjadi dikarenakan takdir Allah melalui Rosulullah memberikan solusi yg adil bagi semua. Hajar Aswad diletakkan disebilah kain sehingga bisa diangkat secara bebarengan oleh masing2 kepala suku untuk diletakkan ditempat semula.

        Akankah garis hidup Bung Dis akan seperti ini? Akankah Bung Dis akan menjadi Raja Adil (memodifikasi istilah Ratu Adil) ?

        Akankah ini akan terjadi di masa hidup kita?

        Hanya waktu yang akan bisa menjawab.

        Posted by Jend. Naga Bonar | 16 Agustus 2012, 8:02 am
        • Om Jendral,
          sepakat…perkembangan politik terakhir yg tergambarkan dari pilkada gubernur DKI jakarta, terlihat mesin politik partai sdh tdk efektif lg krn rakyat sdh pintar memilih berdasarkan track record sang calon…tp saya melihat golkar, pdip & pks msh blm rela capres mereka berasal dari luar partai…

          Posted by Ricky | 17 Agustus 2012, 12:54 pm
      • eitt tunggu dulu pak Ricky
        kata tetangga istri sayaaaaaa, calon demokrat itu GW malah dah dapat dukungan dari mbahe yg di sebrang lautan juga

        Posted by yud | 16 Agustus 2012, 8:12 am
        • Mas Yud,
          demokrat sekarang ini sdg diambang kehancuran krn serangan bertubi2 dari luar & internal partai…lawan2 politiknya yg diperkuat jaringan media tv nasional membuat kasus2 korupsi kadernya mjd sasaran strategis dan mematikan…kalo ingin selamat partai demokrat harus mengusung pak Dis…kalao benar akhirnya GW yg jd capres, yah kita ucapkan selamat tinggal di 2014…tinggal berharap dari PPP, PKB, PAN, gerindra atao hanura u/ mengusung pak Dis…itulah politik!!

          Posted by Ricky | 17 Agustus 2012, 1:39 pm
  166. Mari kita doakan Pak DIs semoga beliau selalu dalam lidunganNya. Amin

    Posted by bagus | 14 Agustus 2012, 10:17 am
  167. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mengantarkan P DIS ke RI1. Di momen yang bersejarah, Agustus + Romadlon kali ini, seperti halnya Agustus 45 + Romadlon, mari kita berikrar. Mari kita satukan tekad. Bahwa di 2014 nanti, kita akan memberikan mandat penuh Kapal besar Indonesia-Raya-Merdeka ini untu dinahkodai oleh Sang Provokator Kita…. Sang Dirigen Ulung… Sang Pemersatu Ulung… Sang Pembakar Semangat…. Dialah Dahlan Iskan…

    Posted by lutfi helmi | 14 Agustus 2012, 11:21 am
    • kompooooorrrr…. he he
      abah itu manusia, mari kita pikirkan kelanjutan ide dan semangat nya “kerja.. kerja.. kerja!” sehingga apabila [bukan mendoakan] satu saat abah “tidak ada”, isme ini tidak lantas ikut ‘layu’. Ayo INDONESIA, tampillah di pentas dunia.

      Posted by tedi priatna | 14 Agustus 2012, 12:42 pm
    • Setuju!! Dahlan Iskan RI-1 2014 untuk Indonesia Bermartabat….

      Posted by Ricky | 15 Agustus 2012, 1:42 am
  168. Energi sakit hati… Good job Pak DIS..

    Posted by tatatitik | 14 Agustus 2012, 11:25 am
  169. Reblogged this on pelangipagihari.

    Posted by tatatitik | 14 Agustus 2012, 11:31 am
  170. merdeka…setuju

    Posted by boker | 14 Agustus 2012, 12:29 pm
  171. Pak DIS adalah Sebuah perpaduan dan reinkarnasi pemimpin besar bangsa ini….pengobar semangat nasionalisme dan pantang menyerah ( bung Karno )….Masterplaner pembangunan Indonesia yang visioner dan terencana ( Pak Harto )…..Pembangkit motivasi para cendikiawan untuk maju bersama teknologi Indonesia yang mandiri ( BJ Habibie )……Ulama zuhud dengan hati yang ikhlas penebar harapan, pemersatu tanpa sekat, dan….mobile tanpa lelah memperbaiki kerusakan bangsa ini ( Gus Dur )…..Saatnya INDONESIA BISA !!!! Ayo….Bangkit !!!! bersama maestro kita !!!!!

    Posted by Pak Ugenx | 14 Agustus 2012, 12:30 pm
  172. saya sakit hati bacanya…sakit hati belum bisa apa – apa. kerja.kerja.kerja

    Posted by hasan | 14 Agustus 2012, 2:25 pm
  173. Sukses dan Maju terus Pak. Dis..

    Posted by hamzah | 14 Agustus 2012, 3:03 pm
  174. alhamdulillah

    Posted by ahmadnurqomari | 14 Agustus 2012, 3:03 pm
  175. Saya sangat sangat sangat mendukung pak DIS membawa negara ini menjadi negara yang kuat dari segala sisi.
    Lanjutkan perjuangan ini !

    Posted by ibnukh | 14 Agustus 2012, 3:10 pm
    • Orang kuat dan hebat dari Korea versi Dahlan Iskan:
      ……
      “Orang inilah yang saat ini menjadi Presiden Korea dan membuat Negeri Ginseng itu maju dan hebat,” jelas Dahlan. Karena itu, lanjut dia, kalau ada program kerakyatan yang sering ditolak warga, karena perbedaan kepentingan, kisah Lee Myung-bak itu sering dia jadikan contoh. “Kalau ada bupati dan walikota angkat tangan, dalam sebuah proyek, saya sering tanya, berapa kali sudah merapatkan.

      Kalau belum 3.000 kali rapat, jangan pernah menyerah!” ungkapnya. Kini, Korea Selatan tumbuh menjadi negeri yang kuat secara ekonomi maupun teknologi. Korea sangat ingin menyaingi Jepang, tetangganya yang sudah terlebih dahulu maju. “Sampai-sampai, ketika terjadi bencana nuklir Jepang, Korea menawarkan diri menjadi konsultan nuklir.
      ……..
      Click http://www.jpnn.com/read/2012/07/27/135022/Dahlan-Iskan-Pun-Bicara-Soal-Titik-dan-Koma

      Posted by ARI S. | 14 Agustus 2012, 4:34 pm
      • Presiden Korea saat ini adalah pimpinan proyek pembangunan jalan tol jagorawi. Demikian diutarakan oleh P Dis. Yang waktu jadi walikota sampai rapat sebanyak 3000 kali untuk menata kota menjadi lebih baik

        Posted by EKo B | 14 Agustus 2012, 8:32 pm
  176. Diaspora Indonesia adl wni/wna yg tinggal di luar negeri yg msh mempunyai ikatan secara keturunan, etnis, budaya, & emosi dgn Indonesia. Mereka terdiri atas tenaga kerja, ilmuwan, pelajar, & warga asing yg berjumlah jutaan yg tersebar diseluruh dunia.
    Sayang pemerintah belum mempunyai data rinci ttng keberadaan mereka. Pemerintah belum menganggap mereka sbg aset potensial yg bisa digerakkan untuk kemajuan Indonesia.
    Kita bisa mencontoh negara cina, india & israel dalam ‘mengelola’ diasporanya. Cina & israel memfokuskan dlm bidang ekonomi dgn memanfaatkan jaringan diasporanya untk berinvestasi, menggerakkan perekonomian & akhirnya menjadikan negaranya maju. Sementara diaspora india lebih bnyk berinvestasi di bidang IT yg membuat india maju di bidang IT.
    Untuk diaspora Indonesia lebih banyak pilihan unt berkotribusi. Bisa bidang teknologi, ekonomi, atau budaya. Banyak teknolog, ekonom, & budayawan diaspora kita yg tlh diakui dunia. Tinggal usaha pemerintah utk menyatukan yg berserakan menjadi kekuatan besar yg diakui dunia.
    Spt kata pak Dis: padahal kemampuan mereka luar biasa. Asal ada yg mempersatukan & mengkoordinasikan.
    Kita pasti bisa! Mari diaspora Indonesia kalahkankan negara2 lain!
    Jangan cuma sakit hati…

    Posted by Disfans | 14 Agustus 2012, 5:24 pm
  177. 325 coment for two days…..woowww…highh speed…

    Posted by wongcilik | 14 Agustus 2012, 9:52 pm
  178. ampun, paaak… minggu ini aku telat kuliah MH…

    pak Dahlan, kalo para engineer sdh mulai diberdayakan optimal hingga jarang pulang ke rumah krn saking sibuknya banyak garapan, mohon segera perhatikan juga penelitian di bidang ilmu-ilmu sains murni… tanpa penelitian ilmu sains murni tak akan tercipta terobosan dan inovasi teknologi baru… tahukah anda kalo dari 260an juta penduduk Indonesia kita hanya 15-an pakar fisika teori dan mungkin hanya 5 jari utk menghitung mereka yg bergelar Doctor of Science (yg lain umumnya Ph.D, Doctor of Philosophy), dan semuanya dikuyo-kuyo oleh sistem kepegawaian di negeri ini, naik pangkat susah… publikasi ilmiah mereka di luar negeri bejibun, tapi di dalam negeri mereka dikalahkan oleh publikasi abal-abal oleh oknum dosen yg otaknya proyekan dan bisanya hanya contekan…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 14 Agustus 2012, 10:36 pm
  179. Mantapsss..bos..!

    Posted by Yunasa | 15 Agustus 2012, 1:20 am
  180. Pak Menteri YTH:
    Saya mewakili Masyarakat Kepulauan Karimunjawa, Kab. Jepara, Jateng, Kepulauan kami berada kurang lebih 45 mil laut utara Jepara, Jumlah penduduk di KArimunjawa kurang lebih berjumlah 12000 jiwa,Karimunjawa sebagai Taman Nasional, dan jugaDestinasi Pariwisata Nasional,perkembangan Pariwisata pesat.
    Pembangkit Listrik di daerah kami saat ini hanya didukungdengan Diesel yangberkekuatan 350KVA,dengan islitah PLTD yang dikelola masyarakat sendiri, artinya kami masyarakat pengguna listrik iuran untuk beli solar, untuk menghidupkan listrk, kaadaan ini sudah berlangsung puluhan tahun, sehingga tarif listrik di daerah kami ini mencapai Rp. 2500 / KWh, sunguh ini mahal luar biasa, listrik kami pun hanya bisa hidup 12jam yaitu jam 18.00 s.d 06.00.wib.bahkan dengan Perpres baru tentang tataniaga BBM, sekarang kami diwajibkan beli BBM industri yang mahal luar biasa untuk menghidupkan Disel ini,sehingga kalau dihitung karene BBM industri mahalnya dua kali lipat dr BBM subsidi tarif listrik kami harus naik 2 kali lipat, yaitu Rp. 5000/KWh, Masyarkat tidak mampu, SEHINGGA LISTRIK KAMI TERANCAM PADAMM, Kepulauan Karimunjawa terancam padam, GELAPP tanpa listrik….
    Oleh karena itu kami mohon kepada Bapak Menteri untuk:
    1. Memberikan Listrik yang layak di Kepulauan Karimunjawa, yangpengelolaanya oleh PLN.
    2. Jarak Kepulauan Karimunjawa dari PLTU Tanjung Jati Jepara, Jateng hanya kurang lebih 70 KM, sehingga sangat mungkin untu ditarik Sambungan Kabel Listrik Bawah Laut..
    3. Kami adalah Warga Negara Indonesia, yang berhak juga menikmati Listrik secara Layak, Murah, dan listrik hidup 24 jam, sehinggakami juga bisa merasakan subsidi PLN yg Triliunan Rupiah…
    Demikian atas Perhatian Bapak menteri kepada kami,kami sampaikan terimakasihh…
    Muslikhan.
    Jl.Pemuda no. 10 Karimunjawa, Jepara 599455.
    Jateng.

    Posted by Muslikhan Dewa | 15 Agustus 2012, 5:27 am
    • insya Allah akan terbaca oleh pak DIs
      mudah2an setelah umrah lebaran ini pak DIs bawa oleh2 listrik untuk karimunjawa
      aminnn

      Posted by yud | 15 Agustus 2012, 8:02 am
    • seperti saudara-saudara kita dikarimun jawa inilah sasaran utama saya dan juga tempat2 terpencil lainnya di indonesia, karena dengan listrik mereka tidak akan terkucilkan lagi dari informasi maupun teknologi karena energi listrik bisa di ubah jadi energi mekanik maupun panas dimana energi panas bisa untuk mendestilasi air laut jd air minum dan energi mekanik untuk kegiatan industri, mudah-mudahan..mudah-mudahan usaha ini berhasil,amin…,jadi tidak sabar mengerjakannya maklum semua bengkel dan pemasok bahan dan peralatannya pada tutup semua rata2 selama 1-2 minggu karena lebaran.

      Posted by pakde | 15 Agustus 2012, 8:52 am
      • saya sangat berharap apa yang di buat oleh PAKDE, karena harapan saya itu bisa membantu untuk diimplematasikan di pertanian yang jauh dari aliran listrik PLN. PAKDE apa itu untuk sekala perumahan atau kampung/ desa, Trim’s

        Posted by Naufal | 15 Agustus 2012, 9:33 am
        • insya allah untuk semua skala mas naufal, mulai yang berdaya dibawah 100 watt sampai yang mega watt jadi mulai dari peralatan mainan sampai yg industri, yg sedang saya buat berdaya diatas 1000 watt saya usahakan bila mampu dibawah 20.000 watt dulu bisa 1 phase (220v) atau 3 phase (380v), saya usahakan seringan mungkin bobotnya tergantung peralatan dan bahan yg saya dapat supaya bisa portable/mobile mudah dibawa/dipindah. makin besar otomatis makin berat biasanya kan gitu.

          Posted by pakde | 15 Agustus 2012, 9:48 am
          • Saya doakan PAKDE bisa segera sukses akan programnya, btw dimana saya bisa lihat spesifikasi dan model serta pemanfaatannya. Terimakasih. Salam DIS yo.

            Posted by Nur Muhis | 15 Agustus 2012, 1:24 pm
          • makasih mas muhis..sabar mas insya allah setelah liburan lebaran baru bisa saya mulai mengerjakannya (pada libur semua) bisa cepat bisa lambat krn tergantung bahannya klo stoknya habis katanya ada yg harus import dulu, klo model & aplikasi rencananya mau saya up load aja disini videonya sdgkan utk spesifikasi nanti dicantumkan skalian.

            Posted by pakde | 15 Agustus 2012, 9:22 pm
          • pakde ini sepertinya anggota PBB ya …. Pakde Bikin Benasaran hehehe
            tulis dong dikit2 bocoran nya
            mudah2an sukses, aminnnn

            Posted by yud | 16 Agustus 2012, 8:22 am
      • amiin amiiin amiiin, dari jauh saya ikut ‘urun’ doa buat kemajuan negeri, Bravo Pakdhe🙂

        Posted by Sofyan Faizin | 15 Agustus 2012, 12:04 pm
  181. maju terus barisan pasukan sakit hati!!!!!

    Posted by muh mundir | 15 Agustus 2012, 8:10 am
  182. luar biasa Pak Dahlan, sangat produktif, saat ini pak dahlan sedang umroh kapan ya beliau menulis ini semua…

    Posted by fajar ali | 15 Agustus 2012, 10:33 am
  183. yang penting maju, pak boss
    nggak usah mikirin senayan
    yag penting maju
    persetan sama senayan

    Posted by BayuAjaDeh | 15 Agustus 2012, 11:29 am
  184. Mumpung jam istirahat, mau share Catatan Dahlan Iskan, yang berisi pengalaman Dahlan Iskan menjalankan puasa di atas pesawat dalam perjalanan ke Luar Negeri, tulisan ini dipublish tanggal 20 Desember 1999.
    Selamat menikmati.

    ========================
    BERPUASA Di LINTASAN HARI
    Pengalaman Dahlan Iskan menjalankan puasa di atas pesawat dalam perjalanan ke Luar Negeri
    20 Desember 1999.

    Puasa saya agak kacau kemarin. Saya ke Amerika lewat Hongkong. Berangkat dari Jakarta pukul empat sore sehingga saya memperkirakan akan berbuka puasa di atas Vietnam. Tentu, tidak bisa tepat waktu seperti di darat. Matahari yang mestinya sudah tenggelam dilihat dari bumi masih terang benderang ketika saya berada di atas ketinggian 12.000 meter. Karena itu saya mengatakan kepada pramugari agar melayani saya nanti saja. Yakni, setelah matahari tenggelam. “ mengapa?” Tanya pramugari yang kelihatannya dari Jepang. “ saya berpuasa, “ jawab saya. Ternyata dari atas ketinggian seperti itu matahari tenggelam pukul 19.00 WIB. Dari monitor yang ada ditempat duduk saya terlihat bahwa saya sedang diatas kota Danang, Vietnam. Maka, saya pencet tombol untuk memanggil pramugari. “ Sudah waktunya saya makan. Tapi saya minta minum dulu, “ kata saya.
    “ Anda mau minum apa? Juice, sampanye, atau bir? Tanya pramugari. “ Air putih hangat saja, “ jawab saya. Tentu saya tidak perlu menjelaskan mengapa bukan minta sampanye atau bir.Juga tidak perlu menjelaskan kepadanya bahwa minuman jenis itu tidak seharusnya saya minum.

    Mungkin hanya untuk menunjukkan keramahan, ia bertanya puasa itu mulai pukul berapa? Saya bilang, mulai pukul empat pagi sampai pukul enam sore. “ Wow ! “ tukasnya seprti kaget. Dia masih bertanya lagi : berapa hari sekali menjalani puasa seperti itu? “ selama satu bulan penuh, “ jawab saya. “ Waaaauuuuuwwwww! “ ujarnya sambil menutupkan telapak tangannya ke mulut. Sebagian mungkin terkejut , tapi sebagian mungkin untuk memberikan apresiasi bahwa saya sedang menjalani kehidupan yang sangat berat. Tentu, amat berat di mata dia.

    Bahwa semua orang tahu apa itu puasa, terlihat dari reaksi pramugari yang langsung memberikan makanan apa pun kepada saya. Tapi, juga harus disadari bahwa miliaran orang di dunia ini yang tidak tau puasa itu mulai pukul berapa? Termasuk tidak tau berapa lama dan tidak tau harus ada beberapa jenis makanan atau minuman yang harus dihindari. Mungkin, ada empat miliar orang di dunia yang seperti itu.

    Karena itu, kalau ada bingkisan Lebaran yang didalamnya ada minuman keras, sebenarnya, tidak lebih dari gambaran seperti itu. Tidak ada maksud apa pun di baliknya. Termasuk, maksud melecehkan ataupun menghina.
    Pukul 21.00 saya mendarat di lapangan terbang baru yang megah di Hongkong. Yakni, lapangan terbang yang dibangun dengan biaya USD 40 miliar. Cukup untuk membangun Surabaya selama 100 tahun ( APBD Surabaya tidak sampai Rp 1 triliun setahun) . Bambang Sujiyono, seniman Surabaya yang bersama saya, lantas bertanya nanti sahur pukul berapa.

    Saya agak sulit menjawabnya. Kami akan berangkat dari Hongkong ke San Fransisco pukul 11 malam. Empat jam kemudian, normalnya, tiba waktu sahur. Tapi karena kami terbang melintasi Samudera Pasifik kea rah timur, waktu menjadi kacau kalau harus di hubungkan dengan siklus matahari. Baru empat jam diatas pesawat – yang mestinya baru waktu sahur—matahari sudah terbit.

    Sulitnya lagi, lima jam berikutnya, matahari sudah tenggelam lagi. Apalagi dalam penerbangan itu, angin datang dari arah buritan. Saya lihat di monitor yang ada di kursi saya, pesawat yang kami tumpangi mendapat dorongan angin dari belakang sampai 200 km/jam. Dengan demikian, pesawat bisa terbang sama dengan kecepatan suara. Saya lihat di monitor, pesawat kami terbang 1.100 km/jam. Berarti kian cepat menyongsong matahari.

    Maka kalau mau puasa juga, hari itu kami hanya akan berpuasa sekitar enam jam saja. Tapi bukan tidak ada problem lagi. Enam jam setelah meninggalkan Hongkong, kami harus melewati batas dunia yang disebut DEADLINE. Tepat saat melintasi garis itulah hari yang mestinya berganti, dinyatakan mundur satu hari. Karena itu, mesti berangkat dari Indonesia tanggal 17 Desember, kami tiba di Amerika tetap masih tanggal 17 Desember. Maka kalau hari itu kami berpuasa, ada pertanyaan puasa untuk tanggal berapa ????

    Tentu, pertanyaan seperti itu sebenarnya juga tidak perlu. Sebab, yang dihitung bukan tanggalnya, tetapi hari puasanya . Bahkan, harus diingat pula kalau kami kembali ke Indonesia minggu depan, toh harinya meloncat sehari ketika kami kembali melewati batas waktu dunia tadi. Kalau kami berangkat dari AS tanggal 26 Desenber, maka tiba di Indonesia tanggal 28 Desember——-bukan 27 Desember.

    Maka, kami puasa pada hari itu. Dan hanya enam jam. Bambang saya lihat belum mau berbuka puasa mesti matahari sudah tenggelam. Mungkin merasa belum pantas. Saya buka puasa lebih dulu. Ini saya anggap BONUS. Toh, sering saya harus berpuasa lebih dari 16 jam. Yakni, ketika bulan April – Juni saya berada di Eropa. Yakni, ketika matahari baru tenggelam pukul sembilan malam ! Juga kalau minggu depan kami harus terbang menuju barat kembali ke Indonesia. Apalagi kalau saat itu nanti harus melawan angin. *

    Posted by Marshall D.Teach | 15 Agustus 2012, 12:41 pm
  185. Teman-teman, sejak Pak DIS melakukan umroh ke Makkah, tiba-tiba juga berita mengenai Pak DIS menghilang dari media cetak, online dan elektronik. Saya cuma berhasil menemukan satu berita dari Radar Cirebon yang kebetulan wartawannya juga sama-sama menjalankan ibadah umroh dan berhasil menemui Pak DIS.
    ————————————————————————————————————–
    Ngejar Khatam Quran, sambil Terima Aduan

    Melayani bisa kapan dan di mana saja. Ini yang dilakukan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Di sela menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, Makkah, ia tetap merespons aduan masyarakat terkait kinerja perusahaan milik BUMN, melalui Blackberry-nya.

    KEINGINAN untuk bertemu dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan muncul begitu mengetahui dari BBM Grup Pemred se-Jawa Pos, bahwa beliau menuju Kota Madinah. Sayangnya, saat beliau baru masuk Madinah, Radar Cirebon baru saja keluar dari kota Madinah menuju Makkah untuk melakukan umrah. Langsung saja, saya membuat janji dengan Budi Rahman Hakim, orang yang mendampingi Dahlan Iskan di perjalanan umrah, untuk bisa bertemu di Makkah.

    Di Kota Makkah lah akhirnya bisa bertemu Dahlan Iskan, setelah menunggu kurang lebih satu jam di depan lift keluar Hotel Hilton. Senyum khasnya langsung mengembang. Lalu dia mengajak untuk duduk di salah satu sofa lobi hotel sambil menunggu waktu salat duhur. Saat bertemu Dahlan Iskan, Radar ditemani Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Cabang Cirebon, H Sofyan, dan Direktur Salam Tour Cirebon, H Dede Muharam Lc. “Maaf ya, saya sambil menerima aduan masyarakat (dari Indonesia, red),” kata Dahlan saat baru duduk sambil terus memencet keypad BB-nya.

    Seperti kebiasaannya di Indonesia, saat menjalankan ibadah umrah pun dia masih merespons cepat aduan-aduan yang masuk dari masyarakat, baik melalui SMS maupun BBM. Sementara untuk akun twitternya @iskan_dahlan yang selama ini juga rajin menjawab aduan, pada bulan puasa ini “diliburkan”.

    “Saya harus tetap meneruskan keluhan-keluhan masyarakat ini ke para direksi BUMN. Ada yang ke Garuda, PLN dan lainnya,” katanya sambil terus memandangi HP-nya. Tak lama kemudian, Dahlan mengajak menuju musala hotel, di lantai 4 untuk bersiap melaksanakan salat duhur. Saat hendak naik eskalator, istrinya Hj Nafsiah Dahlan dan putrinya ikut bergabung menuju musala.

    Di dalam musala, selain salat duhur, Dahlan cukup lama mengaji, katanya agar dia bisa khatam Quran selama perjalanan umrah. Rencananya dari Makkah, Dahlan akan melanjutkan perjalanan ke Masjid Aqsa di Palestina, lalu ke Irak, dan setelah itu pulang ke Indonesia melalui Dubai.

    Setelah salat, obrolan berlanjut lagi di lobi hotel. Sebelum memulai obrolan, Radar Cirebon memberitahukan soal adanya Posko Demi Indonesia untuk para pemudik yang berdiri di jalan Pantura Cirebon. Bahkan, dia sempat membaca beritanya dari Radar Cirebon online. “Wah bagus juga nih, bisa langsung melayani masyarakat,” katanya sambil tersenyum.

    Obrolan lalu dilanjutkan pada rasa penasarannya akan isi Alquran yang cukup banyak “menyudutkan” bangsa Israel atau Yahudi. “Itu berapa banyak ya, ayat yang ‘menyudutkan’ Israel,” tanya Dahlan kepada Ust Dede Muharam.

    Dahlan juga meminta Ust Dede Muharam untuk menulis di Radar Cirebon secara bersambung tentang kajian terhadap ayat-ayat Alquran yang menyebut bangsa Israel. “Kalau dalam Alquran, Israel disebutkan bangsa yang mengkufuri nikmat, tolong dirinci nikmat apa saja. Sehingga nanti kita akan paham betul apa yang diinginkan Alquran terhadap bangsa Israel,” pintanya.

    Ikut dalam obrolan itu juga praktisi ESQ Ary Ginanjar, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak, Sudirman dan putra mantan ketua MUI KH Ali Yafie, Ust Tamam.

    Setelah hampir satu jam terlibat obrolan, Dahlan pamit mengambil air wudhu dan kembali memasuki musala untuk meneruskan membaca Alquran. “Oke ya semuanya, sampai ketemu lagi, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya. (*)

    Posted by Fendeavor | 15 Agustus 2012, 2:47 pm
  186. saya termasuk sakit hati …kenapa Pak Dahlan Iskan yang saya hormati…tidak dari dulu jadi menteri BUMN…..

    Posted by ardi | 15 Agustus 2012, 5:36 pm
  187. sebenarnya memang bangsa ini dan semua yang dimilikinya adalah hebat, yang dibutuhkan adalah pemimpin dengan semangat bekerja dan kerja terus seperti Pak DIS.. jadi bisa menjadi penutan dan teladan. siapa yang mengira bahwa BUMN kita sebenarnya sangat bisa membereskan kebutuhan nasional bahkan lebih. jika semua yang diuraikan pak DIS diatas terwujud, saya membayangkaan akan makin percaya diri seluruh BUMN dan nilai kepercayaan terhadap BUMN akan semakin tinggi. jika sudah begini betapa makmurnya Indonesia ini. semoga HOPE ini akan terus terbangun dan terus kearah yang baik.

    Posted by hendrikusendrianto | 15 Agustus 2012, 6:33 pm
  188. komenya ramai dan beragam, pantas untuk sebuah post yang menarik…..

    Posted by ceritaminimagazine | 15 Agustus 2012, 6:53 pm
  189. Spertinya MH40 nungulnya slasa21agust. Japos cetak pas lebaran 19-20agust tdk terbit normal tp terbit berdasarkn pesanan. Siap2 terserang malarindu dg MH

    Posted by Fia | 15 Agustus 2012, 7:24 pm
  190. Sepertinya Pak Dis, benar2 telah mewakafkan dirinya buat agama, bangsa dan masyarakat banyak…kalo sdh begini, tdk akan ada yg bisa menghentikan pak Dis…

    Posted by Ricky | 15 Agustus 2012, 9:52 pm
    • Tepat…istilah mewakafkan diri …itu pertama kali saya kenal dari Pondok Gontor… mungkin beliau karena dari pondok juga, jadi mengambil “jalan Hidup” mewakafkan diri… maju terus, nothing to lose…Insya Allah berkah.

      Posted by W. Ning | 16 Agustus 2012, 4:17 pm
  191. Ya tuhan kami tunjukillah selalu jalan lurus untuk orang2 muhklis seprti pak DI

    Posted by Ary Nano | 16 Agustus 2012, 5:49 am
  192. Maaf…
    Abis baca MH kali ini, aye jadi sakit ati nih.
    Maaf, katanye kite disuruh pake produk sendiri. Eh.. Ternyate, atinye pak Dis sendiri masih impor dari cine.
    Maaf yee pak Dis…
    Maaf…

    Posted by Mpok Minah | 16 Agustus 2012, 6:00 am
  193. Merdeka!..

    Hidup para engineer Indonesia…
    Hidup para engineer Merah Putih…

    Buktikan bahwa selama ini, anda semua bisa…
    Kita semua memang harus bisa…

    Waktunya untuk membuktikan bahwa Merah Putih bukan sekedar warna bendera kita…
    Merah Putih berarti kita berani untuk maju dengan kemampuan sendiri dan ikhlas untuk kemajuan serta harga diri bangsa…

    Kita semua harus yakin…
    Saat ini kita telah mampu merencanakan dan insyaallah mewujudkan Pabrik Gula Merah Putih…
    Suatu saat nanti pasti akan muncul,
    Pabrik KA Merah Putih…
    Pabrik Pesawat Merah Putih…
    Pabrik Kapal Merah Putih…
    Pabrik Mobil Merah Putih…
    Pabrik Motor Merah Putih…
    Pabrik Senjata Merah Putih…
    Pabrik Teknologi Merah Putih…
    Pabrik Listrik Merah Putih…
    Pabrik Semen Merah Putih…
    Pabrik Kertas Merah Putih…
    Pabrik Minyak Merah Putih…
    Pabrik Baja Merah Putih…
    Pabrik Timah Merah Putih…
    Pabrik Jalan Merah Putih…
    Pabrik Hewan Merah Putih…
    Pabrik Bubuk Merah Putih…
    Pabrik Perikanan Merah Putih…
    Pabrik Pertanian Merah Putih…
    PABRIK MERAH PUTIH…

    Merdeka!…

    Posted by Hibatillah's SH | 16 Agustus 2012, 7:25 am
  194. Luar biasa, kekayaan bangsa ini luar biasa, tidak hanya kaya akan sumber daya alamnya, tapi juga kaya dengan SDM yang ahli dalam bidang teknologi inovatif. Tolong di ingat juga Pak DI, negara kita di tahun 80-an merupakan salah satu penghasil kayu tropis terbesar di dunia, tetapi sekarang BUMN yg bergerak dibidang kehutanan seperti mati suri. Pengelolaan hutan sudah tidak tertata, banyak cukong2 kayu yg hanya mementingkan isi kantongnya sendiri. Penebangan liar/ ilegal logging terjadi dimana mana, di SUmatra, Kalimantan, apalagi Papua. Betapa kayanya negara kita apabila sumberdaya alam tersebut dikelola dengan benar…. Pak DI, mohon diatur kembali tata kelola hutan yang sekarang dikelola oleh BUMN Kehutanan, termasuk ijin2 yang dikeluarkan oleh instansi terkait untuk penerbitan ijin HPH. Saya percaya, Pak DI mampu menyelamatkan asset2 bangsa ini sehingga nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

    Salam perjuangan….Merdeka…!!!,!

    Posted by Ketut | 16 Agustus 2012, 8:29 am
  195. alhamdulillah target jarak dekat sukses
    waktu di BBM tempo hari, pak DIs ditanya sama pak Efendi Gozali

    kereta ac ekonomi, saltu tempat duduk satu karcis, tidak berdesakan
    http://nasional.kompas.com/read/2012/08/16/09480928/Kerta.Api.AC.Ekonomi.Memanusiakan.Pemudik

    Posted by yud | 16 Agustus 2012, 11:33 am
  196. untuk kasus di ogan ilir, siapa menyangka bapak dahlan iskan langsung menemui warga di ogan ilir,tidak ada satupun media nasional yang memberitakannya..yang memberitakannya cuma sumatera express (Sumeks).. karna pak DIS,datang tanpa di jadwal… berikut beritanya:

    Sebelum ke Mekah Kunjungi Sribandung

    ADA pemandangan berbeda di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, kemarin pagi (10/8). Mereka mendadak kedatangan tamu istimewa, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan.
    Kedatangan sang menteri yang tidak dijadwalkan sebelumnya itu membuat warga seputar pesantren, terutama ibu-ibu dan anak, heboh. Mereka rebutan untuk salaman dan foto bersama.
    Dahlan pun melayani permintaan warga. Bahkan, beberapa kali Dahlan menggendong anak-anak yang turut mengerubutinya. “Saya datang atas nama warga sesama pesantren, bukan sebagai menteri. Saya ini alumni aliyah,” kata Dahlan di hadapan warga.
    Pernyataan itu juga dikemukakan Dahlan saat diterima Pimpinan Pondok, KH Sazili, di kediamannya. Dalam pertemuan berlangsung sekitar 30 menit itu terungkap kalau Dahlan ternyata memiliki beberapa pondok pesantren di Jawa. Juga usai berkunjung ke Pesantren Nurul Islam, Dahlan akan langsung berangkat melakukan umrah ke tanah suci.
    Sudah menjadi tradisi Dahlan, dalam 10 tahun terakhir, dirinya selalu merayakan Idulfitri di tanah suci Mekah.
    Dalam pertemuan itu, Dahlan ditemani guru besar Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr H Fachrurrozi Syarkowi dan Dirut PTPN VII Drs Boike Budiono.
    Dahlan antusias menanyakan perkembangan pesantren tertua di Sumsel itu. Nah, saat dikerumuni warga itu, Dahlan spontan berkeinginan mengeluarkan zakat pribadinya untuk warga, setelah izin dengan pimpinan pondok. “Ayo semua berbaris, biar saya yang keliling,” kata Dahlan. Dia pun akhirnya keliling membagikan zakat. Semua anak dan ibu yang hadir saat itu kebagian.
    “Ya Allah, ini Pak Menteri yang biaso kami liat di teve itu,” kata Ibrohati, ibu rumah tangga yang kelihatan matanya pun berkaca-kaca. Dia tinggal di lingkungan ponpes yang ngetop di era-70-an itu.
    Wanita yang sudah sepuh ini menuturkan bahwa warga desanya tidak mengetahui jika yang datang ke ponpes adalah Dahlan Iskan. Namun warga memperhatikan dengan seksama dan melihat ciri khas Dahlan yang selalu memakai sepatu kets. “Jangan-jangan ini Pak Dahlan yang sering tampil di televisi,” imbuhnya.
    Dia salut dengan kebersahajaan Dahlan Iskan yang jauh dari kesan formal. Terlebih saat bertemu dan berdialog dengan masyarakat. “Pejabat daerah dan pejabat negara lainnya harusnya mencontoh kepribadian Pak Dahlan,” cetusnya.
    Mudir Ponpes Nurul Islam H Syazali Anwar menyatakan bahwa sosok Dahlan Iskan adalah pejabat yang bersahaja dan jauh dari kesan keformalan. Selama ini dirinya hanya melihat di televisi.
    “Saya tidak tahu jika Pak Dahlan akan berkunjung ke pondok. Beliau sudah lama menunggu saya untuk bertemu. Setelah saya keluar, beliau langsung naik ke rumah dan menyapa,” jelas Syazali.
    Dia berharap kehadiran Dahlan Iskan ke Desa Sribandung akan menyejukkan hati warga desanya yang saat ini sedang konflik dengan PTPN VII Cinta Manis. Ketidaksepahaman warga dengan Cinta Manis akan cair dengan kehadiran Dahlan ke Cinta Manis dan Sribandung. “Mudah-mudahan ada solusi dari Pak Dahlan dalam masalah Cinta Manis,” cetusnya.
    Sebelum bagikan sendiri zakatnya dan bercengkerama dengan warga, dengan ditemani pimpinan pondok, Prof Syarkowi, serta Dirut PTPN VII, Dahlan menyempatkan diri ziarah ke makam KH Anwar, pendiri pondok yang lokasinya masih di lingkungan pondok. Juga melihat dari dekat tempat penginapan santri, terutama pondokan berupa rumah panggung.
    “Saya mohon restu, insya Allah setelah dari pesantren ini, hari ini juga, saya akan melakukan umrah ke tanah suci,” kata Dahlan. (dom/ce1)

    Temukan Konsep Matang

    MENTERI Negara BUMN, Dahlan Iskan belum mau berkomentar banyak mengenai permasalahan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis dengan warga sekitar. Hanya, kata pria dengan ciri khas sepatu kets itu, dirinya sudah meninjau lokasi perkebunan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Sudah juga bertemu dengan warga,” kata Dahlan tersenyum saat ditemui wartawan koran ini, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kemarin.
    Menurut Dahlan, setelah meninjau lokasi ia telah mendapatkan konsep yang matang untuk menuntaskan permasalahan yang muncul. Dalam artian, tinggal penerapan.
    Hanya, untuk detailnya, Dahlan belum mau mengungkapkan. ”Konsep sudah matang. Tapi, implementasinya setelah Lebaran nanti.”
    Menyinggung soal proses pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) yang terkesan lamban, kata Dahlan, itu bukan kesalahan dari pihaknya. Justru, persoalan terletak pada yang mengeluarkan HGU.
    ”Soal aparat yang berjaga di lapangan, prinsipnya kita ikut pemerintah saja. Sedangkan kita hanya merencanakan program,” kata Dahlan lagi.
    Dahlan tiba di Bandara SMB II, pukul 13.00 WIB, dengan naik Alphard berwarna putih nomor polisi BG 170 R. Ia disambut General Manager PT Angkasa Pura II Amran Alinuddin dan jajaran PT AP II.
    Turun dari mobil, Dahlan langsung masuk pintu utama bandara. Nah, saat memasuki pintu pemeriksaan (x-ray), langkah Dahlan sempat terhenti, ketika melihat sampah yang berserakan. GM PT AP II, Amran pun sigap membersihkannya. Begitu juga Rubianto, personel and GA Junior Manager PT AP II. Dalam perjalanan menuju ke pesawat, Dahlan dan Amran sempat berbincang membahas area bandara.(cj4/ce1)

    Kalo udah kayak gini apa ada yang mo coment, dahlan tidak memikirkan kasus ogan ilir…….????????

    Posted by zainal | 17 Agustus 2012, 2:06 am
  197. karena nunggu senin (MH baru) masih lama, ane ucapin sekarang aja😀

    ﻢُﻜْﻨِﻣ َﻭ َّﻦِﻣ ُﻪّﻠﻟﺍ َﻞَّﺒَﻘَﺗ

    selamat merayakan hari kemenangan

    mohon maaf atas segala kesalahan

    dan kerja kerja kerja demi indonesia yang lebih baik

    Posted by akal sehat | 17 Agustus 2012, 6:43 am
    • maksud hati mau pake font arab saja, tapi setelah di copy-paste dan di post disini kok jadi berantakan ya? Maafkan.

      maksud saya diatas,

      “taqabalallahu minna wa minkum”

      Posted by akal sehat | 17 Agustus 2012, 7:36 am
  198. M E R D E K A

    Posted by daya setiawan | 17 Agustus 2012, 6:52 am
  199. selamat milad wahai pencerah hati penggugah semangat. tetaplah rendah hati, santun, bijak dan berani. semoga Allah memberi semua yg terbaik untukmu. InsyaAllah.

    Posted by daya setiawan | 17 Agustus 2012, 6:59 am
  200. Dirgahayu Indonesia !
    Dirgahayu pak Dahlan Iskan !
    Selamat iedul fitri
    Mohon maaf atas segala kekurangan
    Salam hangat untuk keluarga besar MH

    Posted by Disfans | 17 Agustus 2012, 9:01 am
  201. Selamat “Ulang tahun” untuk P DIS…. Semoga diberikan umur yang barokah… (tanda kutip saya berikan karena beliau sendiri tidak pasti dengan tanggal lahirnya)

    Posted by lutfi helmi | 17 Agustus 2012, 10:36 am
  202. Marhaban Ya Ramadhan. Berbahagialah wahai saudaraku Sebangsa dan Setanah air. Waktunya kita bersyukur dan berbangga Indonesia masih punya Seorang Pencerah Bagi bangsanya tanpa mau dibayar sepeserpun. Tetapi mau dan mampu utk membawa kejayaan negeri ini. Ini adalah anugrah yg tak terkira bagi kita semua. Coba lihat sekeliling… Apakah ada orang yg seperti ini? Kita selayaknya berseru Alhamdulillah….

    Posted by Wahyu Sugiharto | 17 Agustus 2012, 1:32 pm
  203. Bismillah…….
    MERRRRRRDDDDEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEKKKKKKKKKKKKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
    Dirgahayau Negriku tercinta INDONESIAAAAAAAA…………. Selamat Milad Bapak DAHLAN ISKAN senantisa berkah atas umur dan kesehatannya Aamiin……….

    Posted by erust | 17 Agustus 2012, 5:34 pm
  204. Selamat Ulang Tahun untuk Bapak Menteri Dahlan Iskan, Semoga sisa umur kita ini, masih bisa memberikan yang terbaik bagi Rakyat Indonesia…. Amien.

    Posted by ali sadikin | 17 Agustus 2012, 8:55 pm
  205. 17 agustus 1945 : merdeka merdeka merdeka..hidup atau mati
    17 agusttus 2012 : merdeka merdeka merdeka..mandiri atau mati
    P DIS terimakasih… semoga diberi kesehatan dan panjang umur… amiin

    Posted by atef ridwan | 17 Agustus 2012, 10:49 pm
  206. Selamat ulang tahun Pak DI, mudah mudahan Bapak diberikan panjang umur dan bisa membawa kejayaan bagi bangsa Indonesia.
    Salam utk Pak DI

    Posted by daryo | 18 Agustus 2012, 3:23 am
  207. Pak Dahlan punya tabiat yang baik, salah satunya sering memuji orang lain dan tidak mau mengungkap aib orang lain. Saya memuji beliau, sekedarnya.
    BAROKALLOH.

    Posted by optimis_indah | 18 Agustus 2012, 5:56 am
  208. Peringatan HUT RI ke 67 kali ini sungguh sangat berbeda.
    Pada Peringatan RI ke 66 tahun kemarin, kita masih hopeless terhadap masa depan Indonesia.

    HUT RI tahun ini, oleh Allah SWT bangsa Indonesia diberi secercah harapan baru…
    Tak lain sebuah berkah dengan munculnya Sosok Pak Dahlan Iskan

    Dirgahayu Bangsaku dan Selamat Ultah Pak Dis.
    Mari kita raih kemerdekaan yang sejati bersama Pemimpin yang Sejati.

    Posted by Radiya | 18 Agustus 2012, 8:40 am
  209. semoga umur pak dahlan barokah. teruslah berkarya untuk bangsa

    Posted by harsia | 18 Agustus 2012, 11:55 am
  210. hari ini saya baru tahu ternyata anak2 bangsa mampu

    Posted by sudirman | 18 Agustus 2012, 12:02 pm
  211. Alangkah senangnya Rakyat Indonesia bila punya Presiden yang ulang tahun-nya sama dengan HUT kemerdekaan RI…
    Alangkah meriahnya ya…
    ( jadi berangan-angan nih gue…hehe )

    Posted by Topa Must | 18 Agustus 2012, 7:03 pm
  212. Hari ini sama sekali tidak ada tambahan komentar baru, (kecuali saya). Di forum ini saya ingin mengucapkan MinaL ‘Aaidiin waL Faaiziin. TaqobbalaLlohu Minnaa wa minkum. Taqobbal Yaa Kariim. Selamat Hari Raya IduL Fitri 1433 H. Mohon maaf lahir batin.
    Merdeka!!!

    Posted by lutfi helmi | 19 Agustus 2012, 6:58 pm
  213. 20-08-12 04:20 pagi…belum ada tanda2…?

    Posted by daya setiawan | 20 Agustus 2012, 4:23 am
  214. saya kecewa…. udah beli pulsa…. yang ditunggu tidak ada. pa dahlan satu minggu tidak ada kabar dari mu. aku rindu…….

    Posted by tatang | 20 Agustus 2012, 6:38 am
  215. Tetap semangat sambil nunggu mh 40…minal aidzin wal faidzin buat semua penghuni blog ini..

    Posted by Dahlanis sekayu | 20 Agustus 2012, 8:01 am
  216. Hope 40 kayaknya besok dech mas.,
    Slmt Hr Raya idul Fitri semua…
    Salam….

    Posted by Topa Must | 20 Agustus 2012, 5:26 pm
  217. Allahu akbar allahu akbar allahuakbar,Merdeka.kita siap menyonsong masa depan lebih baik ayo bangkit bangsaku negriku tanah airku utk kemakmuran kita semua!!!!

    Posted by abdillah | 20 Agustus 2012, 5:29 pm
  218. MH edisi 39 kok blm keluar yaa??pak Dahlan belum mudik apa yaaa…..hadeuuuuuuuuuuhhh

    Posted by wongcilik | 20 Agustus 2012, 11:12 pm
  219. Beneran nih, pd sakawwwww…Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin…

    Posted by Ricky | 21 Agustus 2012, 2:54 am
  220. silence is golden…jurus terbaru DI… Ada saat untuk perenungan dan pendalaman…dalam taraf nyandu kita dibuat tafakur merubah kondisi sakaw menjadi energi murni.. menjadi kesadaran yg fitri sehingga kita kembali mampu secara jernih memilah dan memilih, terhindar dari pujian berlebihan yg menyesatkan dan pemujaan yg menjerumuskan kita ke sirik…. JURUS DIAM membuat kita waspada… Alhamdulillah, Bismillah…

    Posted by daya setiawan | 21 Agustus 2012, 4:43 am
  221. Dalam setahun,, ada masa kita berhenti makan. Karena puasa. Dalam setahun ada masanya tidak bekerja, karena mudik. Dalam setahun ada masanya MH tidak terbit. Tidak ada dosa Dahlan Iskan karena tidak mau menulis. Meskipun aku dan banyak yang lainnya menjadi kecewa. Sungguh, mengecewakan orang lain itu berdosa. Dan, sungguh Dahlan Iskan telah berdosa padaku dan yang lainnya. Sungguh aku tidak mengampuninya jika tidak segera menerbitkan MH seri terbaru sesegera mungkin. Jika tidak, hal itu hutang besar yang harus dibayar. Jika tidak sesegera mungkin menerbitkan, sungguh malaikat akan menagih janji saat kiamat.

    Posted by Widi | 21 Agustus 2012, 10:31 am
    • Sampek sgitunya rek pak/mas widi kalo ‘ngancam’

      Posted by Fia | 21 Agustus 2012, 2:06 pm
      • mBak Fia. aku pernah bekerja di Radar tiga tahun. Dalam mengolah bahasa tentu mirip dengan juragannya. Aku dulu jagoan menulis feature. itu yang dihalaman satu bawah. Aku selalu punya cadangan foto dan beritu. Karena aku di kabupaten kecil tiga berita plus satu feature harus terkirim sebelum jam lima. tahun 2001 semua masih agak sulit. Yang menasehati aku langsung soal nulis itu bosnya JTV. Katanya kalau nulis itu satu paragraf lima kalimat saja. satu kalimat cukup subyek, predikat,obyek dan sedikit katerangan. Bukan kalimat yang banyak, tapi informasinya yang banyak. Dengan nasehat itu aku bisa menulis.
        Sekarang aku tidak di Radar lagi. Bikin usaha kecil-kecilan.

        Posted by Widi | 22 Agustus 2012, 12:41 pm
        • Kbr baiknya MH40 sdh mecungul rabu pagi tadi. Kbr kurang baiknya tulisannya cuma sauprit cuma sak ndulit. Yg komen jg baru sedikit. Mgkn dikira MH cuti lebaran kaleeee. Monggo sgera mluncur

          Posted by Fia | 22 Agustus 2012, 7:55 pm
  222. Reblogged this on retnoagustini70.

    Posted by retnoagustini | 21 Agustus 2012, 2:39 pm
  223. Karena minggu ini MH libur dan suasana lebaran saya mengucapkan Taqabballahu minna wa minkum,minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Sekaligus share cerita lebaran Pak Dis di Negeri 1001 Malam.

    Minggu, 19/08/2012 20:35 WIB
    Ini Cerita Lebaran Dahlan Iskan di Negeri 1001 Malam
    Ahmad Toriq – detikramadan

    Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan merayakan hari raya Idul Fitri di luar Indonesia. Dia dan keluarganya merayakan Lebaran di Irak. Lalu bagaimana kisahnya?

    Dahlan mengunjungi Irak dalam rangkaian perjalanan umroh bersama keluarga. Ternyata perbedaan waktu Lebaran tak hanya terjadi di Indonesia.

    Berkebalikan dengan Indonesia, hari pertama bulan Ramadan di Irak berlangsung serempak. Di Irak, terdapat perbedaan waktu perayaan waktu Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah kali ini.
    “Separuh Baghdad lebaran hari ini, separuh lagi besok Perbedaan hari Lebaran juga terjadi di Irak,” kata Dahlan Iskan kepada detikRamadan, Minggu (19/8/2012).

    Dahlan menjelaskan, kelompok Islam Sunni merayakan Lebaran hari ini. Sedangkan kelompok Islam Syiah baru akan merayakan Lebaran besok. “Kelompok Sunni lebaran hari ini, kelompok Syiah (baik aliran Sistani maupun Sadr) baru lebaran besok,” papar Dahlan.

    Dahlan Iskan sendiri merayakan Lebaran pada hari ini mengikuti waktu perayaan Lebaran di Indonesia. “Salat Id saya lakukan di masjid tokoh sufi dunia masa lalu, Syekh Abdul Qadir Jailani di pusat kota Baghdad,” tuturnya.

    Usai Salat Id, Dahlan dan keluarganya makan pagi bersama dengan ulama utama kelompok Suni. Ulama itu adalah keturunan ke-17 dari Syek Abdul Qadir Jailani. Usai makan bersama, Dahlan kemudian mengunjungi Kantor Kedubes RI.
    “Saya didampingi Syafzen Noerdin, Dubes RI di Irak dan staf. Usai makan pagi ala Arab di masjid Abdul Qadir Jailani kami makan lontong sayur di rumah kantor kedubes RI,” tutupnya.

    m.detik.com/read/2012/08/19/203533/1995126/631/ini-cerita-lebaran-dahlan-iskan-di-negeri-1001-malam?992204cbr

    Posted by Marshall D. Teach | 21 Agustus 2012, 3:19 pm
    • coba pak Dis mau belajar Alquran dan hadist disertai pemahaman para salafussalih generasi terbaik Islam, generasi yg belajar lgsg dari Nabi Muhammad SAW, alangkah indahnya, tidak hanya sekedar rutinitas ibadah dan simbol-simbol yg terkadang jauh dr yg dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. Saya hanya berdoa agar pak Dis yg sejak kecil dibesarkan dan hidup dilingkungan sufiyyah, mendapatkan hidayah dan orang-orang disekitar beliau yg memahami sunnah mau menasehati beliau dg cara yg hikmah. Maka insyaallah pemimpin yg mengerti Alquran dan sunnah serta mengamalkannya dlm kehidupan, jauh dari sifat zalim. Amiin.

      Posted by abu hanifa | 21 Agustus 2012, 6:01 pm
  224. Ayo pak DI teruskan rencana2 cemerlangmu.masyarakat mendukung mu,,,,,

    Posted by Suprapto | 21 Agustus 2012, 10:46 pm
  225. maju tak gentar membela yang benar,
    saya 100% dukung pak DIS,
    Semangat Merah Putih…

    Posted by Wahyu Fajar S | 24 Agustus 2012, 12:55 pm
  226. Sudah telat!😀

    Tak apalah. Saya tertarik soal fuel cell. Pertama, saya salut dan mengucapkan selamat berjuang kepada D. Ennya untuk fuel cellnya. Itu betul, dunia bakal tercengang kalau komponen platina bisa digantikan maka, Indonesia akan memiliki satu orang yang akan dikenang dunia sepanjang masa.

    Kedua soal penggunaan fuel cell.
    Di atas sudah copas kelebihan dan kekurangan fuel cell. Saya rasa cukup jelas. Yang perlu di garis-bawahi adalah, produksi hidrogen memang tidak murah. Tetapi ada keuntungan lain yaitu pure green, mesin fuel cell hanya memproduksi uap air saja, tanpa polusi.

    Soal produksi hidrogen ini, bila kita punya fuel cell-nya sendiri, maka harus komplit dengan produksi hidrogennya. Bahan baku termurah ya jelas air. Tetapi perlu ditingkatkan lagi nilai efisiensi agar daya yang digunakan untuk memecah air menjadi lebih efisien. Ke depan mau tidak mau, untuk go green dan karena alasan masa depan bangsa ini, mau tidak mau kita harus menerima PLTN sebagai pemasok daya untuk pabrik hidrogen.

    Sampai sini, saya melihat visi energi masa depan bangsa ini.
    Jika kita memulai roadmap sekarang, (fuel cell + nuklir), kita bisa lebih cepat melesak meninggalkan bangsa-bangsa lain untuk terbebas dari krisis energi dan jauh dari hiruk-pikuk krisis BBM. Inilah sebenar-benarnya inovasi bangsa untuk energi.

    Salam,
    ibanezholic

    Posted by Ibanezholic | 25 Agustus 2012, 4:12 pm
  227. Mari Bangkiiiittttttt,,,,,,, Bismillaaaah!

    Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 5:34 am
  228. Reblogged this on yusufsroomz and commented:
    Dari Sakit Hati Ke Proklamasi Harga Diri

    Posted by niceyusuf | 20 September 2012, 1:48 pm
  229. Sangat suka dengan tulisan Babe Dahlan Iskan.Sangat inspiratif dan mudah dicerna bahasanya.benar2 seorang jurnalistik, yg sangat mencintai pekerjaannya karena memang disinilah passionnya.menulis dan menulis dan terus menulis untuk berbagi pengalaman.Tulisannya memotivasi kita untuk terus belajar , bekerja tak kenal lelah, pantang menyerah.

    Posted by puji nurhidayati | 18 Oktober 2012, 11:20 pm
  230. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    Sakit hati yang berdampak positif, yah, Pak ^^
    Siip..Harapan itu masih ada ^^

    Posted by An Maharani Bluepen | 22 November 2012, 9:51 am
  231. It has made a significant contribution to our pv cell materials profitability, generating
    $9.

    Posted by Roger | 22 Mei 2013, 9:36 pm
  232. You can’t get rid of skin facts so you can control your insulin level. This kind of unabashed display of non-photoshopped beauty is what young girls and some more mature ladies, too need to fully embrace. No one chooses acting for a career and says,” I hope I never get noticed or photographed. The patient goes in and within just a week of use! Can you imagine how cosmetology salons can pamper you with their wide range of excessive-performance computer elements, however chief amongst these is the processor.

    Posted by cellulite natural remedies | 22 Mei 2013, 9:42 pm
  233. Merinding saya baca artikel ini, begitu nikmat membacanya. dan semoga menginspirasi dan mengubah keadaan jadi lebih baik.

    Posted by asep ginanjar | 7 Maret 2016, 7:14 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: