>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ

Senin, 27 Februari 2012
Manufacturing Hope 15

Bukan karena merasa sama-sama sebagai “penderita cacat organ” kalau saya dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sering membuat kesepakatan. Berbagai terobosan memang harus kami buat berdua. Terutama untuk mengatasi banyak masalah infrastruktur.

Saya memang sesekali bertanya soal operasi jantung kepadanya. Beliau juga sesekali bertanya mengenai operasi ganti hati kepada saya. Tapi, kami lebih sering berbicara mengenai bagaimana bisa mewujudkan jalan tol dengan cepat. Beliau adalah pemegang regulasi jalan tol, sedangkan BUMN memiliki perusahaan jalan tol seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Untuk mewujudkan jalan tol dari Semarang ke Solo, misalnya. Kami berdua membuat terobosan yang belum pernah terjadi. Ruas tol Semarang-Ungaran memang sudah selesai dikerjakan. Lalu Jasa Marga kini juga mengerjakan ruas Ungaran-Bawen yang akan selesai awal tahun depan.

Tapi, bagaimana dengan ruas Bawen-Solo?

Menurut perhitungan bisnis, ruas Bawen-Solo belum menguntungkan. Perlu subsidi negara sampai Rp 1,9 triliun. Tapi, sungguh sulit mendapatkan suntikan uang dari pemerintah sebesar itu. Bahkan, mendekati mustahil. Menteri Keuangan sangat keras dalam mendisiplinkan fiskal.

Melihat gelagat itu saya memilih mencari jalan memutar. Saya minta Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin menemukan jalan keluar, meski harus agak memutar.

Akhirnya jalan memutar itu ditemukan. Syaratnya, saya harus membicarakannya dengan Menteri PU. Intinya adalah: Jasa Marga bisa mengerjakan jalan tol Bawen-Solo kalau bisa mendapat izin dua jalan tol lainnya. Yakni, jalan tol sepanjang 3 km dari Daan Mogot ke Cengkareng dan jalan tol dari Kawasan Berikat Nusantara ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Kalau izin itu bisa diberikan, keuntungannya banyak sekali. Jalan tol Semarang-Solo langsung bisa dikerjakan dan kemacetan ruas Daan Mogot ke Cengkareng serta keruwetan kawasan industri sekitar Bekasi ke Tanjung Priok juga terurai.

Menteri PU langsung merespons dengan cepat. Bahkan, kini deputi saya yang dikejar-kejar untuk segera memproses persyaratannya. Di depan Presiden SBY saya mengemukakan (dan didengar oleh Menteri PU serta menteri lain) bahwa bottle neck pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa diselesaikan dengan pola “CD bajakan sepuluh ribu tiga”. Dua ruas yang “gemuk” dipaketkan dengan satu ruas yang “kurus”.

Pola “CD bajakan sepuluh ribu tiga” ini merupakan kesepakatan kedua saya dengan Menteri PU. Yang pertama adalah pembangunan jalan tol di Bali. Yakni, jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai yang baru ke kawasan wisata Nusa Dua melalui atas laut. Jalan tol di Bali itu akan menjadi jalan tol di atas laut yang pertama di Indonesia.

Di tengah laut nanti ada interchange-nya yang meliuk-liuk. Kini jalan tol Bali itu dikerjakan dengan kecepatan tinggi. Dua belas bulan lagi akan bisa dinikmati. Proyek ini tidak bisa berjalan kalau tidak ada terobosan yang kuat antara Menteri PU, Gubernur Bali, dan Kementerian BUMN.

Kemarin malam saya dan Pak Djoko Kirmanto membuat kesepakatan baru lagi. Kali ini untuk menerobos Sumatera. Sudah lebih 10 tahun para gubernur di Sumatera menuntut segera dimulainya pembangunan jalan tol sepanjang pulau itu. Sumatera akan menjadi pulau yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa kalau listrik tercukupi dan jalan tol dibangun besar-besaran.

Minggu lalu saya bertemu gubernur seluruh Sumatera. Tuan rumahnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Kami kemukakan bahwa beberapa terobosan sedang dilakukan di Jateng dan Bali. Mestinya terobosan yang sama bisa dilakukan di Sumatera.

Para gubernur di Sumatera memang memiliki kemampuan keuangan lebih besar daripada provinsi lain. Mereka juga ngebet ingin membangun konektivitas di antara provinsi di Sumatera. Maka, kami tawarkan untuk bersama-sama mulai membangun jalan tol di seluruh Sumatera. Tentu banyak ruas di Sumatera yang secara bisnis masih kurang menguntungkan. Tapi, tidak boleh perhitungan bisnis tersebut menghambat pembangunan.

Yang kami tawarkan adalah membangun perusahaan patungan antara Jasa Marga dan setiap pemda di Sumatera. Akhirnya dalam rapat yang hanya tiga jam itu disepakati banyak hal. Misalnya, kesamaan pandangan bahwa pembangunan jalan tol belum bisa menguntungkan pihak Jasa Marga, tapi sangat menguntungkan wilayah provinsi yang dilewati.

Karena itu, beban berat tersebut harus dipikul bersama antara Jasa Marga dan pemda. Caranya, pemda membebaskan tanah dan mencadangkan sejumlah kawasan di sepanjang jalan tol. Kawasan itulah yang kelak dikelola bersama untuk sebuah proyek bisnis di masa depan.

Hari itu juga kami sepakati pembentukan PT Jasa Marga Lampung, PT Jasa Marga Sumsel, PT Jasa Marga Jambi, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Sumbar, PT Jasa Marga Sumut, dan PT Jasa Marga Bengkulu. Jasa Marga memegang saham mayoritas di setiap perusahaan itu. Sedangkan pemda memegang sejumlah saham yang besar kecilnya ditentukan oleh kemampuan daerah.

Terobosan ini segera saya komunikasikan kepada Menteri PU. Beliau pun segera mengamini. Tinggal urusan administrasi yang harus dipersiapkan. Dalam kesempatan menghadap Presiden SBY Jumat siang lalu, terobosan di Sumatera ini juga saya sampaikan. Tentu presiden sangat menghargai kerja sama antara BUMN dan Kementerian PU seperti ini. Secara bergurau presiden menambahkan: kapan dibangun PT Jasa Marga Pacitan?

Di bagian akhir kesepakatan Palembang itu dikonkretkan pula jalan tol mana saja yang akan dibangun. Di Lampung akan dibangun mulai Bakauheni sampai Bandar Lampung ditambah tol di dalam kota. Lalu tol yang menuju Sumsel. Di Sumsel sendiri ditentukan jalur dari Palembang ke Prabumulih, Palembang?Siapi-api, dan Palembang ke perbatasan Jambi.

Di Jambi dibangun jalan tol dari perbatasan Sumsel ke Kota Jambi. Juga dari Kota Jambi ke Tanjung Jabung. Di Riau jalan tol dibangun dari Pekanbaru ke Dumai dan Pekanbaru ke Palalawan. Di Sumbar dibangun jalan tol dari Padang ke Padang Panjang dan langsung ke Bukittinggi terus sambung ke perbatasan Riau. Di Sumut jalan tol dibangun dari Medan ke Tebing Tinggi dan terus ke Kuala Tanjung. Juga dari Medan ke Binjai.

Jumat sore lalu saya langsung ke Semarang. Di perkebunan kopi Banaran, kami mengumpulkan para manajer dari 10 pabrik gula yang paling sulit di Indonesia. Ini sebagai kelanjutan dari acara bahtsul masail kubro di Surabaya sebulan sebelumnya. Sampai menjelang tengah malam kami bahas bagaimana 10 pabrik tersulit itu bisa keluar dari “asfalas safilin”!

Problem pokok pabrik gula adalah di pertanyaan yang mendasar ini: di manakah gula itu dibuat? Orang awam tentu menjawab: gula dibuat di pabrik gula!

Itu salah! Yang benar, gula itu dibuat di sawah!

Tanaman tebu yang semula kecil tumbuh menjadi besar lalu berisi gula. Ada tebu yang gulanya sedikit, ada tebu yang gulanya banyak. Bergantung pada bibit, cara tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan seterusnya. Di sinilah ditentukan banyak sedikitnya gula akan diproduksi. Walhasil, pabrik-pabrik gula harus kembali memperhatikan tata cara penanaman tebu yang benar.

Pabrik gula bukanlah pembuat gula. Pabrik gula justru hanya membuang gula. Kadar gula dari sebatang tebu yang, katakanlah 1 kg, setelah digiling hanya keluar gula 0,6 kg. Bukankah ini berarti tugas pabrik gula justru hanya mengurangi gula?

Malam itu, di Banaran, para manajer 10 pabrik gula “asfalas safilin” menyepakati untuk back to basic. Tanaman tebu diperhatikan dan efisiensi pabrik ditingkatkan.

Paginya, setelah ke Universitas Negeri 11 Maret Solo dan Universitas Muhammadiyah Solo, saya menuju Bantul dan Gunung Kidul. Saya diajak melihat program peningkatan produksi beras yang dilakukan dengan model korporasi. Pelaksananya PT Sang Hyang Seri, salah satu BUMN pangan kita.

Di sawah di Bantul inilah untuk kali pertama saya mengemudikan mesin panen padi. Begitu cepat panen padi dengan menggunakan mesin. Rasanya seperti di Amerika Serikat saja. Sore itu kami berdiskusi dengan para petani. Ternyata sudah begitu berubah cara berpikir petani kita. Mereka serba menginginkan modernisasi. Mereka minta traktor, mesin panen, mesin perontok gabah, mesin blower untuk menghilangkan gabuk, dan mesin pengering gabah.

Berbeda sekali dengan ketika saya sering kerja di sawah saat masih remaja dulu. Saya biasa ndaud benih, mencangkul di sawah, nggaruk, dan memegang ani-ani untuk panen. Kembali ke sawah di Bantul kali ini saya melihat kita semua, para pelayan petani, harus berubah pikiran secara total: petani kita sudah menghendaki modernisasi yang paripurna.

Kini BUMN memang memiliki tiga program besar di bidang pangan: Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), Proberas, dan Food Estate. GP3K adalah program bantuan untuk petani agar bisa mendapatkan benih unggul, pupuk yang cukup, dan obat hama yang diperlukan. Bantuan itu dikembalikan pada saat panen. Istilahnya yarnen (bayar saat panen).

Proberas adalah program untuk menampung sawah-sawah petani yang kurang produktif. Kini banyak petani yang hanya mengusahakan sawahnya dengan hasil 5,1 ton/ha. Daripada seperti itu lebih baik sawahnya diserahkan ke BUMN. Targetnya, BUMN akan mengerjakannya secara intensif dan akan menghasilkan sekitar 6,7 ton/ha. Petaninya untung, negara pun memiliki produksi beras yang cukup. Sedang program Food Estate adalah pembukaan sawah baru 100.000 ha di Kaltim, yang kini dalam tahap persiapan pengadaan lahan.

Terobosan memang harus banyak dibuat. Di jalan tol maupun di sawah-sawah. (*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

396 thoughts on “Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ

  1. alhamdulillah pertamaxxxx hari senin yang kutunggu, artikel penuh inspirasi, I Love U Full Indonesia🙂

    Posted by Muthawif Online | 27 Februari 2012, 7:09 am
    • setuju pak mutawif….
      hari senin pagi kegiatan rutinnya habis subuh(tapi sekarang mas pram sering telat, jadinya pas mau berangkat kerja baru ada postingan) baca ini blog.

      oh ya pak muthawif ayo join grup http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/ untuk berdiskusi banyak hal….tentang gerakan dahlan iskan…

      Posted by tiknoking | 27 Februari 2012, 7:12 am
    • setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………………………………………….

      Posted by unegunegblog | 27 Februari 2012, 7:56 am
    • idem…………………………………

      Posted by ndriet GSK | 27 Februari 2012, 8:53 am
    • terobosan-terobosan, kerja keras kerja keras memang harus dimulai dan digalakkan, kurang apa Indonesia ini tanah subur gemah ripah loh jinawi kok bisa-bisanya impor beras, impor gula bahkan impor garam sungguh terlalu……semoga pak DI mau jadi presiden biar rakyat Indonesia ini benar-benar makmur tidak ada lagi ngirim TKI keluar negeri sungguh memalukan….

      Posted by Agus Supriyono | 7 Maret 2012, 8:48 am
    • Pak Dahlan, jangan lupa BUMN Perkebunan yang memiliki tanaman coklat. Coklat Indonesia termasuk yang terbaik di dunia, jika dikelola dengan baik. Masak kita harus dijejali permen dari Swiss, Indonesia seharusnya bisa memiliki kemampuan ekspor bukan hanya raw material biji cacao tapi juga permennya. Grüße aus Berlin. Dahlan Isekan für den nächsten Präsidenten abstimmen! Gott segne Sie!

      Posted by Chayanku di Berlin | 18 Maret 2012, 1:59 am
    • SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA MBAH ROWO,NOMOR YANG MBAH KASI 4D[2591],TERNYATA BENAR2 TEMBUS 100%,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG MBAH BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA DAN SIONYA, PERHIASAN YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU GARA2 MAIN TOGEL SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,BAGI ANDA YANG INGIN MERUBAH NASIB SEPERTI SAYA HBG MBAH ROWO KIDUL DINO:081350666097 ,ANGKA GHOIP YANG DI BERIKAN MBAH ROWO TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 2X BERTURUT2 MENANG.

      Posted by PAK,SOLEH NIAS | 26 Mei 2012, 7:31 am
    • Assalamualaikum wr.wb saya sangat bertimahkasih banyak kepada KI.RORO KIDUL atas bantuan AKI saya sekaran sudah bisa sukses dan apa yang saya impikan kini semuanya sudah bisa jadi kenyataan,ini rasanya cuma kaya mimpi karna dulunya berbagai macam pekerjaan yang saya lakukan tapi pendapatan saya tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya..tidak seperti sekaran ini alhamdulillah saya sangat brsyukur melihat kehidupan kami jauh lebih baik dari sebelumnya,nomor “GHOIB” hasil ritual KI,RORO KIDUL meman selalu tepat & terbukti 100% tembus,bagi anda yang ingin seperti saya siahkan hubungi KI,RORO KIDUL di : 085-298-168-017.;

      Posted by PAK.SULTAN PALEMBANG | 22 November 2012, 7:19 pm
  2. Terobosan terobosan seperti inlah yang memang diperlukan oleh bangsa indonesia saat ini…
    Mari pak Tularkan Virus kerja Iklas pada Menteri (anggota kabinet lainnya), jajaran pemerintahan lainnya. biar semua bisa bekerja untuk rakyat. Kami pun merasa tertular bekerja menjadi lebih semangat dan ikhlas…terus maju pak Dis…

    Semua pembaca blog ini mari bergabung dengan:
    Gerakan mencari pemimpin Indonesia yang tidak haus kekuasaan, tidak haus harta karena semua sudah ada. Pekerja keras amanah dan memegang janji. Sehingga bisa fokus mengurus rakyat. Dahlan iskan tidak punya partai, inilah gerakan mendukung Dahlan Iskan untuk Presiden, setidaknya ada calon alternatif yang bisa membawa Indonesia kedepan dan lebih baik.

    http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

    Posted by tiknoking | 27 Februari 2012, 7:09 am
    • righ …..

      Posted by Ahmad | 27 Februari 2012, 7:19 am
      • TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA MBAH AGUNG SAMUDRO,NOMOR YANG MBAH KASI 3D[553]sio[5],TERNYATA BENAR2 TEMBUS 100%,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG MBAH BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA 3D DAN SIONYA, PERHIASAN YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU GARA2 MAIN TOGEL SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,BAGI ANDA YANG INGIN MERUBAH NASIB SEPERTI SAYA HBG MBAH AGUNG SAMUDRO DINO:085286381555 ,ANGKA GHOIP YANG DI BERIKAN MBAH AGUNG SAMUDRO TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 2X BERTURUT2 MENANG.

        Posted by PAK,ARIF MANADO | 28 Februari 2012, 9:17 pm
    • settuuujuuu gan,…..(sambil membawa bendera perubahan)

      Posted by lapakmaia | 25 April 2012, 12:12 am
  3. by the way, kunjungi blognya aq di http://www.muthawif.com semoga bermanfaat, amiin

    Posted by Muthawif Online | 27 Februari 2012, 7:10 am
  4. ….breakthrough…pak dahlan….membaca tulisan beliau selalu memberikan semangat-semangat perubahan……….meski perubahan tdk selalu menjanjikan perbaikan…tetapi untuk menjadi lebih baik maka kita harus melakukan perubahan…intinya Momentum….momentum perubahan.. thanks atas tulisan pagi harinya…pengganti kopi…

    Posted by upik | 27 Februari 2012, 7:18 am
  5. Mantap pak terobosannya.. Dahlan Iskan for the next President..!

    Posted by ABud | 27 Februari 2012, 7:19 am
  6. Liat MetroTV pagi2 mlah dpat horor, lagi dibahas negeri preman..
    Mending pindah ngadem disini cari hope/spirit/inspirasi minggu ini😀

    Posted by Mathew | 27 Februari 2012, 7:20 am
  7. selangkah lagi…. the next Alloh swt tepat sekali mengirim insan-insan yg sdh dijanjikan

    Posted by Ahmad | 27 Februari 2012, 7:21 am
  8. Tulisan senin pagi yang memberi semangat.
    Semoga menjadikan pekan ini lebih baik dari pekan sebelumnya.
    Semoga semangat dan terobosan-terobosan beliau menjadi inspirasi bagi terobosan-terobosan yang mestinya dilakukan di semua BUMN-BUMN yang ada. Juga menjadi inspirasi bagi perusahaan2 lain di Indonesia.
    Untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia.

    Posted by musumar | 27 Februari 2012, 7:22 am
  9. Kerja kerja kerja.. Kalau virus Dis ini terus disebar ke menteri-meteri lain maka Indonesia pasti akan cepat mengalami perbaikan. Kebetulan Menteri PU-pun relatif bersih dengan background non-partai. Luar biasa pak, semoga bukan karena persamaan nasib (cacat hehehe) saja yang membuat ide-ide bersama terbangun, tapi kesadaran untuk membangun bangsa yang makin tumbuh berkembang di kalangan pengelola negara. Setelah ide-ide “gila” pembangunan infrastruktur, kami menunggu pak Dis meracuni bidang-bidang lain. Ini lah hebatnya kalo pak Dis memegang Kementerian BUMN, dia akan fleksibel untuk masuk ke bidang-bidang lain untuk ikut berbenah. Top markotop pak.
    Khusus untuk perbaikan kinerja pabrik gula, semoga komitmen dan dukungan Pak Dis ini mampu membuat insan gula jauh lebih semangat dan berlipat ganda energinya untuk berbenah diri. Tapi tentu saja hal tersebut juga harus ditunjang gaya pengelolaan dan kepemimpinan yang progresif (integirtas & antusias) seperti yang disyaratkan pak Dis. Ayo pabrik gula cepat-cepat lah keluar dari kondisi asfalasafilin, bangsa ini menunggu kiprah anda menjadikan Indonesia swasembada gula. Selalu antusias dan sehat ya pak Dis.🙂

    Posted by Aris Kadarisman | 27 Februari 2012, 7:25 am
    • Tapi ada juga menteri yang malah bilang kalau Indonesia jadi negara dengan penderita diabetes nomor 4 di dunia gara-gara rakyatnya suka makan dan minum yang manis-manis… Jadi untuk apa kita swasembada gula, cuma bikin penyakit saja. Masyarakat modern sudah meninggalkan gula. Gitu katanya, mas A. Kadarisman.
      Kalo sam menteri yang satu ini, kira2 cocok ga ya Pak Dahlan?

      Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 12:10 am
      • Hehehe.. Fyi, australia adalah salah satu produsen besar gula, namun rakyatnya bukanlah pengkonumsi gula yg berlebihan dan krnnya mereka ekspor krn jml produksi lbh besar dr konsumsi.. Konsumsi itu soal perilaku, mau buat sendiri atau beli tetap saja masyarakat kita suka yg manis2. Swasembada utk menghidupi diri sendiri tetap perlu drpd harus beli kan pak? Krn sungguh ironis jika negara agraris ini hrs mengimpor produk2 agro dr luar.. Salam hormat pak Erick.

        Posted by Aris Kadarisman | 29 Februari 2012, 7:23 am
      • Wah menteri siapa tuh pak?? Hehehehe.. Kalo pak Dis sih fine2 aja sama siapapun yg open mind and positive thinking, tp ga tau deh kalo menteri yg pak Erick maksud itu apakah sosok profesional atau birokrat feodal.. Hehehehe..

        Posted by Aris Kadarisman | 29 Februari 2012, 7:35 am
      • Pssst…
        Gossipnya menteri tersebut mengincar jabatan Menteri BUMN. Syukur Alhamdulillaah dia tidak ditempatkan sebagai Menteri BUMN, karena pola pikirnya cuma jual, jual, dan jual BUMN…

        Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 1:03 am
  10. Semoga tidak hanya Jawa yang semakin maju, saya kira semua Propinsi akan semakin maju jika birokrasi yang njlimet segera dipangkas.

    Posted by Zakie | 27 Februari 2012, 7:25 am
  11. Super Skali… sesama mentri kolaborasi demi kemajuan bersama…. sukses selalu pak dahlan…..

    Posted by arif | 27 Februari 2012, 7:28 am
  12. Sangat menginspirasi dalam berpikir ” out of the box” dan selalu “turba” dalam setiap kesempatan. Kebiasaan dalam bekerja yg ” as a usual ” sepertinya harus diubah dengan melihat pola berpikir dan mencari solusi konkrit ala Bung Dahlan.

    Posted by iwan | 27 Februari 2012, 7:32 am
  13. semoga selalu berkah dan sehat Pak. Amiin.

    Posted by syaif | 27 Februari 2012, 7:33 am
  14. smoga pak dais selalu diberi kesehatan,keselamatan,kemudahan,dan perlindungan serta istiqomah…..amiem ya robbal alamien

    Posted by muh mundir | 27 Februari 2012, 7:36 am
  15. nyandu pooollll

    Posted by taufikwb | 27 Februari 2012, 7:46 am
  16. Semoga pak DIS selalu diberi kesehatan dan semoga pembangunan di Indonesia maju pesat dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Aaaamiiin…

    Posted by alicenona | 27 Februari 2012, 7:50 am
  17. Sarapan di awal minggu..bikin kerja semangat…gak mikir macem-macem lagi..he hee..kerja-kerja kerja….rejeki datang sendiri…Terimakasih Pak DIS..saya doakan bapak senantiasa sehat walfiat….kami yang sudah kecanduan tulisan-tulisan bapak sangat mencintai bapak.

    Posted by nutami | 27 Februari 2012, 7:51 am
  18. kalau denger TV One dan Metro TV..kesannya pemerintah itu gak punya gawe…wellehh…untuk punya Pak DIS yg pinter nulis dan tulus dalam bekerja…ademmm dehh rasanya

    Posted by nutami | 27 Februari 2012, 8:04 am
  19. huebat…huebat..huebat…om dis n crew atas terobosan, ditunggu realisisasinya ya…aminnnn..teruslah ubah metode bisnis birokrasi jadi bisnis korporat…

    Posted by kriswidiatmoko | 27 Februari 2012, 8:05 am
  20. Alhamdullilah, satu per satu masalah negeri ini terpecahkan. Semoga Pak Dahlan Iskan lebih banyak menemukan patner yang seirama dan jajaran staff-staffnya mampu memback up dan menindaklanjuti ide-ide solutif beliau.

    Posted by bcaradw | 27 Februari 2012, 8:06 am
  21. Ha..ha..ha.,.,., setiap hari senin dahlan maniak ketawa.,.,.,
    ayo.,., para pendukung the best leader “dahlan iskan” membuat kegiatan yang lebih kongkrit.

    Posted by azazil | 27 Februari 2012, 8:07 am
  22. Selalu ada yang baru dihari senin🙂 like this

    Posted by Prasetyo Wijaya | 27 Februari 2012, 8:08 am
  23. Dua mentri akur, sudah 8 gebrakan dibuat, kalu 3,4,5 mentri akur ….? Ruarr biasa ….!!!! Indonesia memerlukan orang yang berfikir sederhana namun jernih. Mudah2an Pak Dis gagal dibajak oleh politikus, biar sarapan senin pagi kita tetap bergizi ….

    Posted by Prasetyo | 27 Februari 2012, 8:11 am
  24. Sampai merinding sy membacanya, semua dapat terpikirkan secara bersama oleh bapak kita ini, rasanya dalam satu minggu ada buanyak persoalan yang bisa diurai dan dicari pemecahannya, kalolah pemimpin kita banyak yg seperti ini niscaya kita mampu jadi negara yg sanat maju, gemah ripah loh jinawi, jaga kesehatan pak, kami dukung bapank jadi RI 1 di tahun 2014.

    Posted by eko legstyanto | 27 Februari 2012, 8:19 am
  25. Alhamdulillah… Benar kata pak Mentri BUMN, gula dibuat dari sawah, begitupun Karet & Kelapa Sawit juga tumbuh di sawah….
    Terobosan memang harus dibuat & dimulai dari sekarang juga pada lingkup BUMN perkebunan, yakni dalam memberikan perawatan & makanan terhadap tanaman Karet & Kelapa Sawit…..
    Trima kasih Bapak Mentri….
    Semoga Bapak terus aktif di dalam memajukan BUMN ini. Amiin.

    Posted by sudarto | 27 Februari 2012, 8:24 am
  26. Mantap om Dis dan om Djoko,,,meskipun sama2 “cacat” organ,,namun masih memiliki pemikiran2 yang brilian,.
    Semoga program2nya terealisasi dan membawa manfaat bagi rakyat Indonesia…
    I Love you pull pak…Lanjutkan kerjanya…kami selalu mendoakanmu..

    Posted by Ridho Alfarisi | 27 Februari 2012, 8:24 am
  27. ya mari kita semangat kerja terus di bidang kerjaan kita masing masing tanpa kenal lelah maju terus pak DIS kami selalu mendoakanmu semoga bapak selalu sehat tak kurang suatu apa dan lancar menjalankan tugas negara

    Posted by prestho | 27 Februari 2012, 8:31 am
  28. sangat kagum pd p’dahlan, smoga selalu dberi kesehatan shg dpt brbuat lebih byk utk bangsa ini

    Posted by asmaul | 27 Februari 2012, 8:33 am
  29. Jasa Marga Aceh mana pak?

    Posted by andesconet | 27 Februari 2012, 8:39 am
    • komentar anda singkat tapi buat saya dalam sekali, karena sesungguhnya sejak awal aceh adalah patriot indonesia sejati (ingat seulawah, pesawat indonesia pertama). Jangan sakiti aceh, jangan tinggalkan dan jangan lupakan aceh, aceh juga tahu pemimpin yang layak diteladani dan dihormati, hidup aceh!! Hidup NKRI.

      Posted by daya setiawan | 28 Februari 2012, 8:08 am
      • Aceh gak perlu jalan tol. Aceh cukup punya jalan lebar yang gratis!
        Ngapain bayar?
        Pajak dari hasil bumi dan dalam perut buminya lah yang membayar pembangunan infrastruktur itu.
        Alhamdulillah jalan-jalan beberapa wilayah di propinsi NAD sudah bagus dan lebar…

        Posted by Maulana | 19 Maret 2012, 3:02 pm
    • msh sibuk pilkada bos….

      Posted by Ahmad Zuhri | 29 Februari 2012, 3:22 pm
  30. alhamdulillah selalu ada spirit baru di hari senin, thanks pak Is. kalo saja semua birokrat bisa bekerja dengan Ihklas untuk kemajuan bangsa dan kesehjateraan rakyat bukan tuk mencari keuntungan pribadi insyaAllah bangsa ini akan lepas dari keterpurukan! pokoknya maju terus pak Kami selalu mendukung dan mendoakan semoga Pak Dis Selalu ada dlm ridho Allah SWT. Oh ya pak Jangan lupa Indonesia Bag. Timur juga harus segera di bangun infrastukturnya biar sama2 maju dan tidak ada kecemburuan. semangat dan kerja…kerja…kerja I like Monday

    Posted by lela | 27 Februari 2012, 8:43 am
  31. Akhirnya senin dateng..dengan segudang masalah plus 2 gudang solusi untuk mecahkan masalah segudang itu td..senin ini selalu ad semangat, hope, inspirasi bagi saya pribadi…

    Posted by caderkeren | 27 Februari 2012, 8:49 am
  32. yuk bantu pak Dis, dengan cara kita masing masing…
    biar pak Dis gak capek sendirian…bukan suatu yang mustahil untuk mengakui bahwa Indonesia bia menjadi gemah ripah loh jinawi.

    Posted by Nien Mitano | 27 Februari 2012, 8:51 am
  33. Bangung tidur lihat tv One & Metro TV beritanya negatip melulu … MUAK habis !!!!
    Senin pagi baca tulisan Pak Dis, adem penuh inspiratif jadi tambah yakin kalo Indonesia akan BERJAYA .. !!!
    MAJU TERUS PAK DIS, SMOGA ALLAH SELALU MEMUDAHKAN LANGKAH BAPAK ..

    Posted by n0egrah | 27 Februari 2012, 8:51 am
  34. Setiap senin pagi tulisan pak DIS ini di rajin kirim oleh staff saya dan juga di share ke teman2 lainnya dan isinya selalu menginspirasi saya untuk bekerja lebih baik dan lebih baik, semoga juga menginspirasi teman2 lain menjadi team yang solid, kerja kerja dan kerja dan bermanfaat bagi banyak orang…. vote pak DIS for president 2014..!!!

    Posted by andre | 27 Februari 2012, 8:52 am
  35. Semangat senin pagi….!!!
    Selalu nunggu tulisannya pak DIS di sini buat liat komentar-komentar penggemar pak DIS. Klo buat kirimn via email ke temen-temen saya copy dari JPNN.com (biasanya d upload sekitar jam 2 ato jam 3 pagi sama redaksi).
    Btw jangan lupakan pak SBY yg udah pilih beliau jadi dirut PLN trus sekarang jadi menteri,sayangnya baru bukan dari KIB 1 jadi menterinya. Semoga pak DIS sehat selalu & tetep nulis (pengennya 2x seminggu biar semangatnya kenceng terus)

    Posted by Fris | 27 Februari 2012, 8:52 am
  36. Bapak memang benar benar orang Kuat.

    Posted by Dedy | 27 Februari 2012, 8:56 am
  37. Smangatttt, mulai minggu ini dgn semangat bersama…!!!

    Jadi ingat, dulu Pak DIS pernah nulis “kalau dua gajah bersaing, listrik yang mati”…ini kayaknya “kalau dua gajah bekerja sama, yang jadi tuh jembatan, jalan tol,irigasi, dan infrastruktur lainnya”,,..hehehe…
    Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan keberkahan kepada para Pemimpin yang ikhlas dan amanah di Bumi Indonesia ini. Amin!!!

    Posted by NURDIANSYAH | 27 Februari 2012, 9:01 am
  38. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga beliau dan semoga DISMANIA senantiasa mengawal proses DAHLANISASI negeri ini.

    Posted by wanto | 27 Februari 2012, 9:02 am
  39. Saya bingung dengan beliau, tidak mengambil gaji tetapi mampu bekerja lebih baik daripada menteri-menteri lain yang digaji negara. Pak DIS berbeda dengan menteri lain yg punya parpol jadinya beliau tidak punya beban politik. Mari wujudkan kabinet 100% profesional dengan Pak DIS sebagai RI-1 di 2014. Lebih baik tiru kebijakan Cina dgn 1 parpol daripada kebanyakan parpol bikin mumet.

    Posted by Enzo | 27 Februari 2012, 9:03 am
    • Sistem politik banyak partai ditujukan sebagai langkah preventif seandainya terjadi kekurangajaran dari oknum dari partai (asumsi cuma ada 1 partai) yang menginginkan pemerintahan totaliter, presiden seumur hidup, dan bahkan cenderung pemerintahan dengan sistem kerajaan, klo dia mati pemerintahan akan diturunkan kepada keluarganya.

      Tapi saya sejutu buanget klo harus ada celah untuk pencalonan presiden dari kalangan non partai, sebagai alternatif bila terjadi multi partai yang koruptif seperti yang sekarang sedang merongrong Bumi Pertiwi tercinta !!!

      Posted by Jend. Naga Bonar | 27 Februari 2012, 10:21 am
      • bener juga mas bro,
        pak DI kayaknya jadi antitesis dari sistem demokrasi yang sekarang lagi jalan di negeri ini. antitesis dari wakil rakyat di senayan yang kerjanya ngomongin fasilitas, Gaji dan jajanan rapat.
        juga antitesis dari mentri2 parpol lain yang kelihatan lebih suka kejar setoran dari pada bikin terobosan.

        Posted by siel-x | 27 Februari 2012, 10:43 am
  40. …semangat…semangat…semangat………

    Posted by yuni | 27 Februari 2012, 9:03 am
  41. skenario terbaik adalah kerjasama, terkadang harus membiasakan diri mendapat asupan yang baik dan optimisme tentang negara ini, bukan saling jegal saling menjatuhkan apalagi seolah ” mencela negara sendiri” demi popularitas, pak DIS mudah mudahan bapak tidak punya rasa sakit hati ketika politis ada yang nyentil bapak, santai pak, bukan nyuruh bapak nyalonkan jadi presiden, atau melarang bapak jadi presiden RI, tapi saya takut bapak jadi tumbal proses transisi indonesia jaman baheula ke jaman demokrasi kebablasan, tuh kasian pak beye juga , dulu dipuja sekarang dihina ntar nih kalo bapak jadi presiden, kagak jauh jauh beda…, menurut saya cukup di bumn saja dah….

    Posted by saeful | 27 Februari 2012, 9:31 am
  42. alhamdulillah, senin yg cerah.. KERJA KERJA KERJA !!!!!!!!!!

    Posted by ms yatno | 27 Februari 2012, 9:43 am
  43. mantap pak DIS!
    semoga Allah SWT selalu senantiasa menjaga kesehatan beliau!
    amin amin amin

    Posted by aldi | 27 Februari 2012, 9:43 am
  44. kebijakan import beras ditentang petani2 tebu dijawa..gmn Pak dis menanggapinya..?

    Posted by bacrut | 27 Februari 2012, 9:46 am
  45. Di Kalimantan Timur pembuatan jalan tool diprakarsai oleh Gubernurnya sendiri dan bisa diterka banyak menghadapi hambatan. Nah dengan pola yang diterapkan oleh BUMN+Kemen PU+Pemda, Provinsi Kalimantan Timur tidak kalah dengan Provinsi Riau.
    Bagaimana pola ini diterapkan di Pulau Kalimantan yang mempunyai sumber daya alam seperti perkebunan, tambang, perikanan dan lain-lain yang perlu jalan tool,saya kira bisa terlaksana dengan cepat. Amin

    Posted by Fajar | 27 Februari 2012, 9:47 am
  46. Duh… kesiangan bacanya..
    I like Monday… I like Pak DIS dengan “laporan-laporan” nya yang inspirative dengan motivasi tinggi..
    Lha pak Menteri lain mana…..? pada sibuk “mengahdapi dan cari cara menghindar” KPK ya……

    Kayaknya menteri menteri lain harus pak Dis ketok pintu kantornya dan diajak keliling nusantara.., suruh liat permasalahan dan suruh mikir solusinya. Sekarang dengan kementrian PU.., kapan kapan pintu kementrian lain diketok juga ya pak Dis.., tapi jangan dulu ke kementrian Pemuda dan Olah Raga.., pintunya lagi “digembok” KPK, didalamnya lagi ada pertandingan para atlet berebut apel malang dan apel washington.

    Salute buat pa DIS, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan phisik dan psikis untuk pak DIS dan keluarga. amien…

    Posted by AgusBH.. | 27 Februari 2012, 9:52 am
  47. Terus terang membaca MH 15 ini membuat saya bingung. Bingung dengan kapasitas pemikiran Pak Dahlan .Pemikiran beliau seperti air laut yang tiada habis – habisnya bila di pakai untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
    7 hari setiap minggu sepertinya terasa kurang bagi Pak Dahlan untuk membawa perubahan besar Bagi Indonesia.
    Hanya doa saya selalu mengiringi langkah Beliau , semoga Bpk Dahlan di beri kesehatan , keselamatan , dan selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan amanah ini . Amiiiinnnnnnn!!!!!!!

    Posted by Hadi S | 27 Februari 2012, 9:57 am
  48. Pengen sekali liat suasana sidang kabinet ketika Pak DI memaparkan program – program besar BUMN plus progresnya hingga saat ini didepan Presiden dan kabinet. Kira – kira gimana ya..ekspresi para menteri lainya….!!!!

    Posted by Radiya | 27 Februari 2012, 10:08 am
    • hehehe …. laik this yo …… paling pada mlongo, bro ……😆

      Posted by Teddy | 27 Februari 2012, 12:39 pm
      • atau kayak gubernur yang sengak dan sengit sama anakbuahnya yang lagi semangatin produk dalam negeri (esemka) ???…. Apa benar beliau sekarang kena penyakit bengong & gagu ?

        Posted by daya setiawan | 28 Februari 2012, 8:22 am
    • Yoi maunya setiap rapat Pak DI ada siaran langsungnya ya…hehehe

      Posted by aa | 27 Februari 2012, 12:58 pm
    • menurut info di istana….pak DIS kalau hadir di rapat kabinet…5-10 menit sebelum sidang dimulai…otomatis semua mentri2 sdh dtg kecuali presiden…nah para menteri kabinet kalau pak DIS datang rasan2 nya bilang begini….”DEWA” nya datang….hahahahahaha….knp begitu,,,krn pak DIS kalau rapat…berani sekali…usulan presiden pun kalau menurut beliau kurang pas….tentu ditanggapi oleh pak DIS…kalau menteri2 yang lain…paling2 hanya siap…siap…gitu ajaa.

      Ayo kita bantu pak DIS membenahi republik ini dengan membuat terobosan2 yang ujung2 nya semuanya demi negara dan rakyat ini. Semoga pak DIS selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT,,,Aamiin YRA

      Posted by immstso | 27 Februari 2012, 2:30 pm
      • hehehe …. p.DIs khan pernah bilang k SBY, “kalo Bpk tdk berkenan dng kerja sy, copot saja saya” …
        artinya p.DIs nothing to lose … gak jd menteri gak patheken …. lbh baik ngurus madrasah d kampung …

        Posted by Teddy | 28 Februari 2012, 6:44 am
    • Para menteri lainnya pada ngiri… ekspresinya kayak pemeran perempuan antagonis di sinetron-sinetron Indonesia itu, mulutnya pada mlethat-mlethot gak karuan sambil mendengus-dengus gitu… setelah rapat selesai mereka akan berusaha mendekati SBY dan berusaha untuk menghasut SBY dengan intrik-intrik politik yang cerdik. Dalam hati mereka mendesah, “Huh, aku akan dapatkan perhatian SBY. Aku tidak akan biarkan dirimu jadi anak emas SBY. Warisan SBY harus jatuh ke tanganku. Huh….”

      Dahlan Iskan für Präsidenten der Republik Indonesien Stimmen Sie ab. Gott segne Sie, Mr. Dahlan.

      Posted by Chayanku di Berlin | 18 Maret 2012, 2:16 am
  49. baru kesampaianog baca blog ini di senin pagi. dan hasilnya memuaskan… ruar biasa inspiratif…. LIKE DIS..! Tetap semangat, tetap sehat Pak DIS…

    Posted by Mugi Gombong | 27 Februari 2012, 10:14 am
  50. Pak Dahlan,

    Saya harap Bapak segera membuat kesepakatan juga dengan Kementrian Pendidikan dan Kementrian Kesehatan untuk membuat terobosan biaya pendidikan dan biaya kesehatan. Masa tak ada ide sedikiti pun dari orang-orang pintar di kedua kementrian itu untuk membuat sekolah dan berobat gratis di negeri ini? Begiu saktikah persoalan itu? Nampaknya, Andalah yang ditunggu-tunggu selama ini.

    Posted by Jufran Helmi | 27 Februari 2012, 10:16 am
    • Saya setuju dengan ide ini Pak. Bapak membawahi BUMN kesehatan : Kimia Farma dan Indo Farma. Mungkin Bisa Digabungkan Dengan Askes Pak. Saran Saya Channel Kimia Farma Dilengkapi Juga Dengan Klinik Kesehatan. Dokter- Dokternya bisa saja calon dokter universitas negeri yang terpercaya. Pasien Askes diterima dengan baik di sini. Daripada harus bangun rumah sakit baru, lebih baik membangun sinergi antara BUMN Farmasi, BUMN Asuransi dan Universitas Negeri. Klop Deh….

      Posted by Darko Rahman | 27 Februari 2012, 5:25 pm
      • Bagus idenya…
        Channel Kimia Farma itu maksudnya apotik2 Kimia Farma?

        Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 12:25 am
      • Yes, Pak Erick. Daripada Buat Puskesmas Mending Dimanfaatkan Apotik Kimia Farma. Biar saling menguntungkan pasien askes hanya diperbolehkan pada saat pagi hari dan pada saat sore pasien umum. Mahasiswa kedokteran bisa mengambil izin praktek di sini dengan memeriksa pasien askes. Kewajiban mereka memberikan data kepada pihak apotik mengenai penyakit yg paling banyak diderita. Kimia Farma nantinya mampu mendapatkan data sebagai bahan riset pasar jadinya mereka bisa selangkah lebih unggul daripada kompetitor. Orang miskin mendapatkan keuntungan dengan sembuh. Sebuah hubungan timbal balik yg bernilai bisnis.

        Posted by Enzo | 29 Februari 2012, 12:37 am
      • Copy… Paste… Send

        Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 1:23 am
    • “…ini bukan sekedar ide, tapi sdh lengkap dg cara melaksanakannya, tujuannya, benefit apa saja dan seterusnya. Ide yg lengkap dg operasionalisasinya. Ide yg workable dan realistis. Terima kasih!”
      (dari siapa hayooo…)

      Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 8:32 am
  51. 100% GERPOLEK INDONESIA karya Tan Malaka. Itu yang sedang dilakukan Pak DIS.
    100% Gerilya Indonesia
    100% Politik Indonesia
    100% Ekonomi Indonesia

    Posted by akarbadai | 27 Februari 2012, 10:22 am
  52. baru jam 10:15 yg coment dah 72 orang…telat lagi telat lagi…????muantaf tenan pemikiran dan ide bisnis pak diz….TOP markotop..ide cemerlang dari seorang pebisnis sejati…..lanjut’kan saja pak Diz semua ide2 anda itu…kalo ada intervensi dari elit2 polotik di senayan anggap saja seperti mendengar gonggongan anjing di padang pasir……salam Diz’mania……..

    Posted by wahyu | 27 Februari 2012, 10:23 am
  53. Senin penuh semangat…
    Senin yang selalu ku tunggu
    dengan membaca tulisan Pak Dis membuat diri ini terserang virus untuk selalu semangat dan berpikir apa yang akan kita lalukakan untuk hari ini dan hari-hari selanjutnya… Mudah2an tulisan ini membuat diri saya dan orang lainy yang membacanya menjadi berubah dan selalu semangat untuk melakukan yang terbaik di bidangnya masing2.. saya yakin itu akan dapat menjadi awal perubahan bagi bangsa Indonesia. Seperti kata Aaa Gym mulai dari diri sendiri… Mudah2an pak Dis selalu diberi kesehatan oleh Alloh…

    Posted by Dyah | 27 Februari 2012, 10:26 am
  54. Dari dulu saya bukan golput, karena ada yang bilang… DI ANTARA PILIHAN YANG BURUK, CARILAH YANG KEBURUKANNYA PALING SEDIKIT…
    Ada penyesalan ketika melihat kepemimpinan SBY yang ke-2 ini … sambil selalu berdoa semoga pilihan saya di 2009 tidaklah salah… Meski agak terlambat.. setidaknya Bung DIS adalah jawabannya…
    Semoga di 2014 bisa memilih yang terbaik di antara yang baik-baik

    Posted by rahmat | 27 Februari 2012, 10:27 am
  55. Ayo tebak2an minggu depan kira2 Pak DIS bahas apa?

    Posted by wongkangkung | 27 Februari 2012, 10:28 am
  56. Ini dia artikel yg ditunggu, sudah menjadi sarapan pagi di hari Senin!
    Mohon izin mau share di situs boleh?

    Posted by Arief Dihan | 27 Februari 2012, 10:32 am
  57. jadi ikut semangat untuk bekerja…..

    Posted by arief | 27 Februari 2012, 10:41 am
  58. Pak Dis, jalan tol-nya gak sampe ke Aceh ya?

    Posted by Don Juan | 27 Februari 2012, 10:44 am
  59. gimana ya pak expresi Sby ketika pak Dis nyampaikan ide2 brilian, apa dia mangguk2 aja atau merenung,berpikir'”(ide yg belum terlintas d otak saya sama sekali,hebat bener orang ini)””??

    Posted by ahmad | 27 Februari 2012, 10:44 am
  60. Memang kalu ber217an tidak akan sulit apalagi sampe ber5 atau ber10 akan lebih mudah lagi mencapai tujuan,apalagi memang sudah satu fisi dan satu komitmen demi kemajuan/kesejahteraan sehingga rapat yg biasanya berlarut-larut,cuma diperlukan 3jam itupun sudah pinal sampai pengambilan keputusan.Hebat skali bpk kita ini yg tidak boros waktu, dan menyiakan hidupnya utk kepentingan pribadinya.
    Brapo untuk p.Dis.
    Baru tahu skarang sebelum jual bb ternyata beliau jg pernah jualan vcd bajakan. He…He…
    Salam kenal juga buat fans dahlan,komen nggak kalah mantapnya dg p.Dis.Saya juga penggemar p.Dis tapi hanya tukang ngintip aja, ternyata disini ‘catatan dahlan’ komplet dari Dahlan yg jadul sampe Dahlan menteri.
    Tanks to admin

    Posted by Wakmin | 27 Februari 2012, 10:50 am
    • sayangnya mentri yang laen yg mau diajak ber5 atau ber10 gak ada bro. kalo 2 mentri yg “cacat” ini bisa memjadikan perubahan kedepan yg lbh baek. lah… mentri yg laen cacat pikiran sih… mikirin apa yg bs menguntungkan utk partainya. hehehe…..
      Lebih parah lagi tuh anggota dewan yg konon mewakili rakyat, banyakan yg “cacat jiwa”. gila nggarong harta negara.

      eniwei, selalu ada kosakata baru jika baca MH pak Dahlan. top markotop…

      Posted by wakmus | 27 Februari 2012, 11:34 am
  61. “Terobosan memang harus banyak dibuat. Di jalan tol maupun di sawah-sawah”

    kalimat penutup yang membuat saya ingin membuat banyak terobosan, dimanapun dan kapanpun …
    Like this Pak DIS !!!

    Posted by rom1 | 27 Februari 2012, 11:06 am
    • Dahsyaaaat…
      Korban Virus Hope yang sudah terjangkit Wabah Dahlanisme.

      Kalau seorang tua yang cacat bisa membuat terobosan, maka kita yang sehat dan muda juga pasti dan harus bisa !!

      Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 12:12 pm
  62. tol ciawi-sukabumi brp bulan lagi bisa diresmikan?

    Posted by hal-hal | 27 Februari 2012, 11:07 am
  63. pt jasa marga aceh mana ya? apa karena aceh termasuk otonomi khusus, emang knapa klo otsus ya?
    semoga nanti dibuat juga pt jasa marga aceh. aminnn.

    Posted by recht | 27 Februari 2012, 11:16 am
  64. Santri baget………!, KH. Dahlan Iskan Sesepuh Pondok Pesantren Indonesia, Pimpinan Pondok Pasantren Indonesia.
    Insya Allah kami undang buat salah satu acara PHBI di kampung kami, ya seperti kiayi-kiayi / penceramah yang lain, dalam ploting (POS) yang sama:
    (1) -kalo perlu- diantar jemput ;
    (2) Ceramah/tausiyah 1-2 jam ;
    (3) Makan bersama jamaah ;
    (3) Oleh-oleh di bagasi mobil serta ;
    dan Amplop sekedarnya sesuai anggaraan dari masyarakat (rt/rw dan donatur).

    Posted by hal-hal | 27 Februari 2012, 11:20 am
    • yang No.1 Ati ati jangan jangan sampai telat aja klo ngejemput, bakalan dah ilang nih orang
      no.2 mo 4 jam juga kuat asal gak ada jadwal di tempat lain
      no.3 okelah klo yg ini
      no.4 jangan tersinggung klo sampai di kembalikan amplop dan oleh²nya

      Posted by erust | 27 Februari 2012, 3:18 pm
  65. Alhamdulillah , kita diberi hadiah oleh Allah seorang pemimpin yang bijak dan memikirkan rakyat serta ikhlas, Pinginnya sih Pak Dis jadi RI-1, tapi…saya khawatir jika Beliau jadi Presiden , beliau tidak akan bisa lagi jalan2 sendirian naik ojeg atau naik kereta ekonomi atau nyetir sendiri untuk melihat rakyat dari dekat karena terikat protokoler Paspampres. Dan ini yang menjadi paling mengkhawatirkan, beliau akan diracuni oleh parpol. Tau kan kebanyakan parpol hanya mementingkan pribadi dan partainya sendiri dan targetnya bisa dapat duduk di DPR/DPRD dan dapat gaji dari rakyat. Saya heran sebagai orang awam kenapa negara kita ini partainya buanyak banget..?! Kok gampang sekali bikin partai baru ya, seorang yang punya modal ,ditambah segelintir pendukungnya bisa bikin partai. Masih mending jaman dulu Partai cuma 3, pemerintah bisa lebih konsentrasi ngurus rakyat dan negara. Bubarkan sajalah partai yang gak jelas, sama halnya dengan menjamurnya ormas, ujung-ujungnya jadi preman juga. Sebagai seorang pemikir dan pekerja (gak betah duduk dikantor) Pak Dis memang lebih cocok dilapangan, banyak hal yang dapat diperbuat dan diperbaiki oleh pak Dis. Kalau jadi RI – 1 wah sulit, semua serba teratur dan diatur. Kecuali Pak Dis berani mendobrak aturan protokoler Kepresidenan seperti halnya Presiden Iran Ahmadinejad yang sering mengemudikan mobilnya sendiri kekantor Presiden dari kediaman pribadinya.

    Posted by adamara | 27 Februari 2012, 11:21 am
    • 2014, DI 63 tahun, tadinya yang seperti DI itu ana harusnya, 2014 U-40. Tapi bila U-40 ternyata malah jadi “xxx muda gendut rek” = corrupt), …………….. tarik mang……….
      gimana kalo DI jadi “singel juri ajang pencarian bakat”?, syarat utama :U-40, kriteria?, silahkan p DI yang buat, ana juru tulis / juru panggil……….

      Posted by hal-hal | 27 Februari 2012, 11:46 am
    • pak DIS pernah bilang dan invetarisir masalah2 yang dialami indonesia dari berbagai bidang….seperti kebiasaan beliau selalu membuat rangking masalah berdasarkan urgensinya…..dan beliau sudah menyiapkan kiat2 mengatasinya….nah andai kata pak DIS terpilih jadi RI-1 nt di 2014..semoga nanti semuanya diuraikan dan dijalankan….kalau melihat rangking yang telah dibuat….hampir semua departemen dan DPR/MA/KA pun akan diajak lari mengatasi dengan segera…krn pak DIS sdh melihat apa yang segera harus di buat oleh lembaga2 negara….UUD yg segera hrs diselesaikan misalnya, puluhan ribu kasus di MA yg kalau dikerjakan perlu 7-8 thn kedepan br selesai, dan banyak lagi…..

      Nah gimana teman2 disini….untuk ikut mendukung merealisasikan pak DIS bisa jadi RI1 di 2014 nt…Salam

      Posted by immstso | 27 Februari 2012, 2:49 pm
  66. PAK DISS.. I LOVE U FULLL…

    Posted by iwan | 27 Februari 2012, 11:24 am
  67. Pak DI ini seperti api di tumpukan jerami ……..sekali sulut langsung wush…………….keep rock’n

    Posted by MõĦamad Ali | 27 Februari 2012, 11:28 am
  68. H E B A T … hari senin ini jadi hari yang paling semangat setelah baca artikel ini … go a head pak Dis

    Posted by Joko Rahmanto | 27 Februari 2012, 11:33 am
  69. sudah baca n nungguin dari jam 00:00 hehehee. sekarang baca komen yang luar biasa dari teman2 semua. semangaaat……!

    Posted by syaif | 27 Februari 2012, 11:37 am
  70. kalo ga ada yang daftar, ana daftar pertama
    kalo masih ga ada yang daftar, padahal ana yang ngetik apa yang p DI diktekan, ana panggil ana sendiri,
    lulus castingnya……….ana ambil tiketnya………..road to: istana negara, istana merdeka, istana bogor, istana cipanas, gedung agung dan istana tampak siring…….selain tentunya kediaman ana di cikeas, ehhh cianjur

    Posted by hal-hal | 27 Februari 2012, 11:52 am
  71. Luar biasa inspiratif sekali, di luar pikiran kita..maju trus pak Dis..

    Posted by Royan | 27 Februari 2012, 11:54 am
  72. Pemimpin Sejati.. Tidak pernah mengajukan diri untuk dipilih…Melainkan dipilih oleh Rakyatnya melalui keputusan & kesepakatan bersama Suatu majelis Musyawarah…sebagaimana Para KulafahuRasyidin.. Untuk mengantar DI sebagai RI 1…maka rakyat harus bersatu dan istiqomah mendukung beliau sampai 2014…Karena sprtinya beliau secara pribadi berat untuk mencalonkan diri…

    Posted by Arief | 27 Februari 2012, 12:15 pm
  73. Bung Dis ni kira kira pulang kerumahnya berapa hari sekali ya!!! Untuk bu Dis mohon sabar dan mengalah ya…Demi bansa dan negara

    Posted by imgreload | 27 Februari 2012, 12:22 pm
  74. Seiap kali saya membaca tulisan Pa Dahlan Iskan, atau membaca berita dan menonton televisi tentang kegiatan beliau, dalam benak saya seringkali bergumam : “Ya Allah, berikan kepada Pa Dahlan Iskan umur yang panjang sepanjang beliau konsisten dengan pemikiran dan karyanya untuk bangsa ini. Lindungi Pa Dahlan Iskan dari segala marabahaya yang mungkin bisa mencelakakan beliau dalam mengemban tugas yang mulia. Semoga terjaga stamina dan kesehatannya, serta selalu diberi olehNYA jalan keluar bila mendapat kesulitan. Amiiin…”.

    Posted by Kang Encep | 27 Februari 2012, 12:30 pm
  75. Jadi gak sabaran nungguin Senin pagi …. terpaksa “ngelembur” sampe jam 00.00 nungguin Artikelnya …. ada di “antaranews.com” ……… Saking Gak Sabarannya !!! … Emang udah jadi Addict nungguin tulisannya Pak Dis ….
    He he he he he

    INSPIRATIF …. PROBLEM SOLVER ….. I love u full ….

    Mari kita aktualkan semangat Pak Dis …ke lingkungan terdekat kita …….

    Posted by Agandri | 27 Februari 2012, 12:37 pm
  76. gandeng pak JK cocok nih kyknya
    sama2 maniak kerja dan kdg idenya nyeleneh tp cespleng

    Posted by thom's | 27 Februari 2012, 1:15 pm
  77. kapan metrotv dan tvone, yang tiap hari menebar teror, berganti meliput keberhasilan Pak Dahlan Iskan…

    Posted by agus | 27 Februari 2012, 1:18 pm
    • sampe kiamat pun ga bakal pernah, mau tau alesannya, karena itu sama aja dengan membuat Pak Dis semakin Populer dan artinya = ANCAMAN buat BOS mereka, yang Syhawat politiknya tinggi n ngarep banget buat jadi RI-1 tau kan siapa mereka?!, liat kesusahan yang ditimbulkan LUMPUR LAPINDO, apa kabarnya ya sekarang????
      BANGSAT (Bambang Sussatyo, ngomong donk soal LAPINDO) usut tuh berapa duit yang digerojokan pemerintah bwt bayar kesalahan yang jelas2 dibuat oleh perusahaan BOS ENTE!, jangan hanya soal century!

      Posted by Nanang Slamet | 27 Februari 2012, 3:03 pm
  78. Ide yang solutif, namun kenapa tidak membangun jalur rel kereta lintas Sumatera aja dulu ya pak DI… Menurut saya manfaatnya akan jadi lebih besar dan mungkin biayanya juga lebih sedikit… Arus barang dan orang lewat kereta api lebih efisien daripada lewat jalan tol. Selain itu, masyarakat kelas bawah juga akan lebih menikmati…
    Sekedar saran saja….

    Posted by pipolondo | 27 Februari 2012, 1:18 pm
    • maaf mungkin jawabannya ada ditulisan beliau yang terdahulu. atau baca buku beliau “belajar dari negeri tiongkok” kalo gak salah hehehe. beliau pernah bahas ini. silahkan searching…… salam!

      Posted by syaif | 27 Februari 2012, 1:36 pm
      • Saya memang belum membaca itu. Saya juga tidak menentang rencana pembangunan jalan tol lintas Sumatera ini. Rencana yang sangat bagus tapi akan lebih bagus lagi jika membangun jalur rel kereta lintas Sumatera terlebih dahulu. Mungkin bapak bisa membantu menjelaskan kepada saya.
        Sepanjang pengetahuan saya, rel kereta lebih murah dan cepat penyelesaiannya.
        Di samping itu, pengalaman di Tiongkok, India, AS dan negara maju lain dimulai dengan pembangunan jalur rel kereta.

        Posted by pipolondo | 27 Februari 2012, 2:01 pm
      • Baidewei…
        Kenapa tidak gabungkan saja dua ide dahsyat ini…? Kereta api dan Jalan Tol !
        Kalau kita lihat film-film hollywood yang bersetting kota San Fransisco, kita pasti akan melihat banyak trem berjalan hilir mudik di jalanan SF yang sangat gila kontur perbukitannya.
        Melihat trem yang berjalan di jalanan, nalar awam saya berpikir, kenapa tidak bisa jalan tol bersinergi dengan rel kereta api? Di Jakarta saja dulu pernah ada.
        Coba bayangkan tol cipularang berdampingan dengan rel kereta api, kenapa tidak?

        Kalau susah njelimet dan mustahil, ada satu ide lagi…

        Menggunakan prinsip kereta api di jalan tol…
        Idenya saya dapat dari film Fast n Furious, itu yang adegan geng Vin Diesel mau mencuri truk tanki bensin.

        Di situ digambarkan sebuah truk menarik beberapa rangkaian tanki bensin. Saya belum pernah lihat hal seperti itu di Indonesia. Di sini maksimal hanya dua rangkaian (truk gandeng), di film itu kalau tidak salah sampai ada 5 rangkaian gandengan ditarik oleh satu truk.

        Nah, bagus juga kan. Sebuah truk dengan mesin berpower dan tourque melimpah dipakai untuk menarik banyak rangkaian gandengan.
        Possible kan??
        Pengemudian truk rangkaian gandengan yang sulit untuk bermanuver tidak jadi masalah, kan diciptakan spesial untuk jalan tol sumetera ini saja, jalan tol kan tidak pakai tikungan aneh2. Sampai di kota tujuan, tinggal lepas rangkaian, lalu masing2 akan digandeng oleh truk biasa.

        Mesin truknya dari mana??
        Lha di film itu ada !!
        Itu kan cuma film, bohongan tuuh…
        Ya sudah buat sendiri saja !!!
        Yeee siapa yang mau buaat?!!
        …BUMN PT INKA ajaa !!! Bikin lokomotif saja bisa, masa bikin lokomotruk tidak bisa
        (Hehehehe nemu nama buat truk bertenaga raksasa, LOKOMOTRUK).

        Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 2:07 am
      • BUMN Kereta Api mengakuisisi BUMN Bus…
        http://us.wap.vivanews.com/news/read/292993-ptka-ambil-alih-ppd-dan-damri

        Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 11:25 pm
      • Aamiin…
        Dan semoga ada bis gandeng-gandeng panjang seperti kereta api… Hihihihihihi

        Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 12:04 am
    • Sepanjang jalan yang dilalui kereta api biasanya tidak produktif, kalau jalan tool bisa dibuat jalan masuk dan keluar serta belokan-belokan sehingga sepanjang jalan lebih produktif.

      Posted by Fajar | 27 Februari 2012, 5:35 pm
      • Kalau alasannya seperti itu saya kurang setuju. Jalan yang dilalui Kereta Api (KA) juga dapat berkembang. Coba kita tengok pengalaman di negara lain. Adanya stasiun KA juga bisa menyebabkan kota2 di sepanjang jalurnya tumbuh/berkembang, contoh seperti Petersborough (Australia), Langå (Denmark), Bebra (Jerman), Ōmiya (Jepang), Zbąszynek (Polandia), Novosibirsk (Rusia), Hat Yai (Thailand), York (Inggris), Chicago (AS), Corupá (Brasil), dll. Kalau di Indonesia bisa lihat Kota Malang, kota itu bertumbuh pesat setelah pembukaan jalur KA di wilayahnya, mengapa? Karakteristik stasiun KA adalah bisa dibangun tepat di jantung kota. Bandingkan dengan jalan tol. Ingat kasus Purwakarta dll. yang jadi kota mati setelah pembangunan Tol Cipularang karena mobil tidak lewat kota itu lagi, ditambah dengan matinya sejumlah rumah makan di jalur tersebut.
        Sekali lagi saya bukannya tidak mendukung ide yang “Luar Biasa” dari pak DI ini. Saya cuma ingin mengemukakan bahwa masih ada alternatif lain yang mungkin lebih baik.

        Posted by pipolondo | 28 Februari 2012, 9:12 am
      • Untuk bung pipolondo,
        sebenarnya tentang ketertarikan DI terhadap tol daripada Rel itu pernah diulasnya diblog ini….silahkan dicari ke belakang. Itu ngambil contohnya jangan jauh2, takutnya bung pipo nggak tau kalo di kota2 tersebut juga ada jalan tolnya. Jadi maju karena adanya rel KA apa karena jalan tol susah dipilah. Yang jelas, desaku itu terlewati rel kereta api semenjak 1923, terbukti sampai sekarang masih terisolir. Karena karakteristik KA itu sangat kaku: hanya berhenti di stasiun; hanya efektif untuk pengangkutan massal, dan kurang cepat dalam membuka keterisolasian suatu daerah. Terus perlu diketahui juga, jaman emasnya KA itu ketika tahun 1800-1900(kira2), intinya pada abad lalu lah. waktu itu sangat efekti untuk membuka isolasi cicago yang ada di pedalaman amerika. Tapi itu terjadi abad lalu ketika pesawat terbang belum ada, mobil belum ada, dan jaringan jalan belum terbentuk. So, kalau disuruh milih mana yang lebih cepat untuk membuka keterisoliran dan mengerek pertumbuhan ekonomi suatu daerah, saya lebih memilih jalan tol.

        Posted by Maspay | 29 Februari 2012, 11:53 am
      • Untuk Bung Maspay,
        Maaf apabila saya tidak setuju dengan argumen saudara. Saya juga pernah membaca ulasan pak DI tentang rel kereta dan jalan tol ini, kalau tidak salah satu judulnya bahkan cukup radikal “Ubah Rel KA menjadi Jalan Tol”. Argumen Saudara bahwa KA itu sangat kaku menurut saya kurang tepat. Kondisi daerah saudara yang masih terisolir walaupun sudah dilewati rel KA berpuluh tahun yang lalu, lebih disebabkan karena manajemen perkeretaapian kita yang salah. Pemerintah tidak mempunyai komitmen kuat untuk memajukan perkeretaapian. Ini terbukti dengan kondisi panjang rel kereta di Indonesia yang bahkan menurun jika dibandingkan pada waktu jaman Belanda dulu. Pada tahun 1939, tercatat panjang rel KA di Indonesia adalah 6.811 km namun pada tahun 2008 hanya 4.813 km. Kondisi lokomotif, gerbong dan stasiun-stasiun juga banyak yang memprihatinkan, kalah jauh dibanding negara lain.
        Jalan tol mungkin bisa secara cepat membuka keterisoliran, namun jangan lupa waktu proses pembangunannya juga lebih lama, khususnya menyangkut masalah pembebasan lahan. Jangan lupakan juga kontur lahan di Sumatera yang cenderung bergunung dan berbukit pasti akan membuat konstruksi jalan tol jauh lebih kompleks dibandingkan di Pulau Jawa.
        Sementara itu, untuk membangun rel KA membutuhkan biaya dan lahan yang lebih sedikit. Biaya investasi rata-rata untuk membangun jalan tol adalah sekitar Rp100 miliar per km sedangkan rel kereta hanya sekitar 30%nya (Rp30 miliar per km). Dari segi lahan yang perlu dibebaskan lebih kecil, sekitar separuhnya. Untuk rel trek ganda hanya perlu lahan setara dengan 2 lajur jalan tol.
        Secara jangka panjang, menurut saya rel KA juga lebih baik, khususnya dari sisi penghematan BBM dan dampak polusi yang dihasilkan. Bagi masyarakat kecil, biaya transportasi akan lebih murah dan terjangkau.
        Namun sekali lagi, ini cuma pendapat saya dan bukan dalam rangka menentang ide “Luar Biasa” pak DI. Apapun idenya, asal demi kemajuan bangsa harus didukung penuh.

        Posted by pipolondo | 29 Februari 2012, 5:50 pm
      • Bung Pipolondo dan Bung Maspay,

        Mantap sekali diskusi yang berlangsung mengenai masalah Jalan Tol vs KA ini.
        Saya tidak ikut campur dalam masalahnya perdebatan diatas. Yang jadi ketertarikan saya adalah bagaimana komentar di blog ini sudah berkembang dari hanya sekedar sarana pujian terhadap Pak DIS (walaupun ini tetap diperlukan untuk mengapresiasi kinerja Pak Dis) sudah menjadi sarana memberikan masukan ( dengan diskusi yang sehat, argumen, data dan kesopanan) kepada Pak Dis.
        Pak Dis tetap manusia, beliau pasti punya nafsu dan kekurangan. Tidak semua yg di pegang beliau sukses. Ada beberapa aktivitas bisnisnya yang gagal. Tetapi Pak Dis mau belajar dan terus bekerja sehingga kegagalan tadi bisa tertutupi oleh keberhasilannya. Begitu juga Pak Dis bukanlah orang yang tau jawaban dari semua masalah, tapi Pak Dis memberikan kondisi sehingga permasalah dapat di selesaikan. Ini bisa kita lihat misalnya tentang KAI vs Pelindo/ASDP di Merak. Saya jadi ingat ketika awal memerintah Pak Harto begitu tekun mendengar dan mencatat masukan dari para ekonom seperti Pak Emil Salim dls.
        Pujian yang berlebih dapat mencelakakan beliau. Ada hadits yang maksudnya : kalau ada orang yg memberikan. pujian yang berlebihan, lemparkan pasir ke wajahnya.
        Semoga berbagai diskusi akan semakin banyak di sini, sehingga dapat menjadi salah satu sumber masukan untuk Pak Dis.

        Untuk Indonesia Jaya

        Posted by uyung | 1 Maret 2012, 7:08 am
      • Saya sering membaca argumen2 itu juga dari para railfun. Sebenarnya kalau tujuan pembangunan itu dalam rangka membuka keterisolasian dan mempercepat peningkatan perekonomian daerah (dan inilah tujuan utamanya), mungkin kita udah sepakat bahwa jalan tol lah solusinya. Sebagai contoh (konkret, tidak di awang2), salah satu komentator di sini adalah pengusaha mebeler di sidoarjo. Dia mengalami kesulitan mengirimkan jualannya ke konsumen karena belum adanya jalan tol baru disitu. Dan orang2 seperti itu mungkin banyak, yang cuma mau mengirim produknya barang sepickup dua pickup. Anda jangan bilang bahwa barang dagangannya itu bisa dialihkan ke KA. dalam prakteknya akan sangat sulit mengirim barang cuma sebanyak itu dan dalam jarak 50-100 KM dengan KA. sangat sulit dan tidak efisien. Soal pembebasan tanah dan kontur tanah berbukit di sumatera, hal ini bukan suatu keunggulan KA. Hal yg sama akan dialami KA, karena yang diributkan itu soal harga ganti rugi kok. Apakah warga yang tadinya tidak mau digusur untuk pembangunan tol dengan harga X menjadi mau kalau untuk pembangunan Rel KA dengan harga yg sama? Dan soal tanah yang berbukit dan bergunung, bukannya tempat2 ini bukan habitat yang nyaman buat jalan tol maupun kereta karena sama2 tidak boleh terlalu menanjak?Soal harga pembangunan yang lebih mahal, itu benar adanya bahwa jalan tol lebih mahal dari rel KA. Namun, jalan tol jauh lebih laku dibeli konsensinya oleh investor daripada KA, Jalan tol jauh lebih cepat balik modal drpd pembangunan KA. sebagai gambaran, Kalau pemerintah berniat membangun rel KA di sumetara, taruhlan membutuhkan 60 T, dan Tol 100 T, maka kalau yang dipilih membangun Rel KA, pemerintah akan benar2 mengeluarkan seluruh biaya tsb 60T. Itu berbeda kalau yg dibangun jalan tol, biarpun biaya totalnya 100T, mgkn pemerintah cukup mengeluarkan 30T, karena selebihnya ditanggung investor. Dan perlu diingat, biaya pembangunan KA api belum berhenti, karena pemerintah juga perlu menyiapkan armada untuk melewati rel tsb, itu berbeda dengan pembangunan TOL, pemerintah cukup menyediakan jalan sedangkan isinya diisi oleh masyarakat. Kalau soal penghematan BBM, betul satu rangakaian KA lebih ngirit BBM daripda bahkan dengan sebuah sepeda motor pun, apalgi dengan mobil (per penumpang/KM/ltr). Tetapi sebenarnya yang mau kita bandingkan adalah REL KA dengan Jalan TOL, bukan KA dengan MOBIL. Penggunaan Jalan Tol jauh lebih masiv dan setiap orang bisa langsung mengakses jalan tol (termasuk pengusaha mebeler tadi) kapanpun. Karena itulah jalan tol cepat membangkitkan perekonomian daerah yang dilewatinya drpd KA. Dan Indonesia belum tepat untuk bersusah payah bicara tentang penghematan BBM/energi. Lah wong indeks emisi/kapita indonesia masih sangat rendah kok bicara tentang penghematan. Mari kita bahas tentang komponen2 indeks emisi tersebut: Elektrifikasi Indonesia masih sangat rendah (mungkin 60%). untuk meningkatkan elektrifikasi tersebut tentu akan menambah penggunaan BBM/batubara/gas via PLN. Penjualan mobil juga masih rendah, 900 rb-an. memang mgkn itu tertinggi di ASEAN, tapi Thailand yg penduduknya cuma 50jtan, penduduknya bisa membeli sampai 800rb-an, Penyalipan itu pun terjadi baru tahun kemaren karena 20an provinsi di Thailand mengalami banjir selama 4 bln. Malaysia dengan penduduk cuma 28 juta penjulan mobilnya diangka 600rb-an. Bagaimana kalau pembandingnya yang penduduknya mirip yaitu brazil (180juta penduduk)? brazil 3jutaan. Jadi, kemacetan yang terjadi saat ini lebih disebabkan karena ‘SELANG YANG KEKECILAN bukan karena AIR YANG KEBANYAKAN’. Jadi sekali lagi, kita belum saatnya berbicara tentang penghematan energi/BBM, mungkin yang harus kita bicarakan adalah bagaimana agar penduduk indonesia mempunyai akses yang luas terhadap energi dan memakainya agar lebih produktif.

        Posted by Maspay | 1 Maret 2012, 10:35 am
      • Untuk Bung Maspay
        Sungguh menarik diskusi kita ini. Tadinya saya tidak ingin memperpanjang dan segera menyudahi diskusi ini karena seperti sudah berulangkali saya ungkapkan bahwa saya tidak menentang ide “Luar Biasa” pak DI ini. Saya hanya ingin mewacanakan suatu alternatif lain. Namun karena Saudara menanggapi kembali dengan beberapa argumen, maka saya tergelitik untuk menanggapi kembali. Kali ini saya tidak menulis mana yang lebih unggul dengan merendahkan yang lain, karena keduanya merupakan hal yang bagus.
        Pertama, bahwa membawa barang melalui KA (Saudara mencontohkan produk pengusaha mebeler), dinyatakan sangat sulit dan tidak efisien. Menurut saya tidak logis. Letak sangat sulit dan tidak efisiennya dimana? Apa Saudara tidak mengetahui bahwa jasa expedisi pengiriman barang (TIKI, Pos, dll) banyak yang menggunakan jasa kereta api? Coba saudara tanyakan ke mereka berapa biayanya jika dibandingkan dengan kirim dengan mobil/truk. Walaupun rel KA cenderung lebih kaku namun apabila peletakan posisi stasiun dan manajemennya dilakukan dengan baik maka akan transportasi akan lebih mudah dan efisien.
        Kedua, soal pembebasan lahan dan kontur tanah Sumatera yang berbukit dan bergunung. Memang benar bahwa keduanya (jalan tol dan rel KA) akan sama-sama disulitkan dalam proses pembangunannya. Namun Saudara jangan lupakan juga bahwa jumlah lahan yang dibutuhkan rel KA juga lebih sedikit. Pembebasan lahan selebar 4 meter tentu akan lebih mudah dibandingkan pembebasan lahan selebar 10 meter. Meratakan bukit atau membuat terowongan selebar 4 meter tentu akan lebih mudah dan cepat dibandingkan untuk yang selebar 10 meter.
        Ketiga, soal penghematan BBM dan dampak emisi. Saya kira tidak ada kaitan yang kuat antara hal ini dengan rasio elektrifikasi. Rasio elektrifikasi adalah ukuran tingkat ketersediaan listrik di suatu wilayah/negara. Saudara mungkin juga tahu bahwa tidak semua pembangkit listrik menggunakan BBM, bisa dari gas, batubara, air, panas bumi, dll. Kalau Saudara lebih jeli, sebenarnya yang saya utarakan pada tulisan saya sebelumnya adalah langsung spesifik BBM, bukan energi secara keseluruhan. Jalan tol dilalui oleh mobil dan truk dan semuanya menggunakan BBM. Terkait dengan penghematan BBM dan dampak polusi ini sebenarnya lebih untuk kepentingan jangka panjang. Kita harus memiliki strategi untuk mengantisipasi hal ini mengingat harga BBM yang semakin tinggi dan kita harus impor untuk barang ini. Kualitas lingkungan hidup (udara) semakin hari juga semakin menurun. Soal penjualan mobil juga kurang ada relevansinya dengan hal ini. Tulisan saya sebelumnya tidak pernah menyinggung soal efek kemacetan yang diakibatkan oleh jalan tol. Saya hanya menulis tentang sisi penghematan BBM dan dampak polusi yang dihasilkan oleh kereta api yang lebih kecil.
        Selanjutnya saya juga ingin menkritisi pendapat Saudara bahwa belum saatnya Indonesia bicara soal penghematan energi/BBM. Itu salah besar… Justru kita harus lebih hemat menggunakan energi agar rakyat Indonesia yang belum mempunyai akses bisa ikut menikmati. Listrik & BBM masih disubsidi oleh Pemerintah dan angkanya semakin besar dari tahun ke tahun, pada tahun 2011 sendiri tercatat sebesar Rp137 triliun. Coba dibayangkan jika dari jumlah tersebut bisa dihemat 5%-nya dan dialihkan untuk program pengentasan kemiskinan atau membangun infrastruktur.
        Untuk bung Uyung, saya sepakat dengan anda. Terima kasih atas komentarnya.

        Posted by pipolondo | 1 Maret 2012, 2:16 pm
      • Solusi terbaik adalah, hapus subsidi BBM. Alihkan dananya untuk pembangunan jalan tol dan juga rel KA. Masyarakat akan diuntungkan karena punya banyak pilihan. Tinggal kita liat, mana yang lebih dipilih oleh masyarakat.
        Pengalaman selama ini, jalur rel KA yang paling menguntungkan adalah jalur babaranjang di sumatera, sedangkan jalur di Jawa boleh dikatakan tak ada untung. KA penumpang yang menguntungkan hny yg bisnis dan eksekutif, untungny ini dibuat subsidi silang untuk KA ekonomi, jadi impass deh.
        Tolong dipisahkan antara angkutan antar kota dan angkutan dalam kota
        Jika kita melihat transportasi rel antar kota di USA, lebih banyak digunakan untuk keperluan pengangkutan barang, dibandingkan dengan manusia. Ini memang sesuai dgn sifat KA, yang bisa menarik beban berat sekali jalan. Sedangkan manusiany lbh byk menggunakan angkutan udara ato jalan raya, karena lebih cepat. Kenapa sprt itu?? Mungkin ada regulasi disana tipe barang apa saja yang boleh lewat jalan raya/ jalan tol, jadi tipe barang tertentu memang mau ga mau harus diangkut KA. Mungkin Indonesia bisa membuat regulasi sprt ini juga.
        Jika untuk angkutan dalam kota, saya setuju bahwa angkutan rel lah yang paling tepat (subway, monorel, dll). Sudah tidak ada tempat lagi untuk pembangunan jalan tol.

        Posted by RWB | 1 Maret 2012, 3:42 pm
      • Ckckck…bagi saya Pipolondo & Maspay (penyebutan nama sesuai dengan urutan kemunculan) adalah bintangnya dalam komentar tulisan Bung Dis kali ini. Seperti inilah yang saya harapkan, kita saling beradu argumentasi. Bung Dis tidak hanya di puja-puji secara membabi buta (bahkan secara sangat berlebih, karena pujian berlebih ibarat minuman yang memabukkan, tidak membawa manfaat kecuali celaka karena terlalu terlenakan) tapi juga klo memang ada alternatif solusi ya harus diutarakan, tentu dengan argumentasi yang konstruktif.

        Ini semua demi satu tujuan, UNTUK KEJAYAAN TANAH AIR BETA !!!

        Posted by Jend. Naga Bonar | 2 Maret 2012, 3:28 pm
      • Buat bung PIPOLONDO yang idenya sangat kostruktif….
        Tapi ulasan bung pipo lebih ke keadaan yang diharapkan dan sangat ideal (utopia), bukan dengan contoh yang sudah ada:
        1. Keefesienan KA. Kenapa pengusaha mebeler tadi gak pake KA?kan di sidoarjo ada relnya?ada TIKI, JNE, Herona express dan POSINDO? Karena pengusaha tadi mungkin hanya mau ngirim sepickup dua pickp dan jarak tempuh 50-100KM. pada keadaan seperti ini sangat tidak efektif dan efisien. Kereta api hanya efektif untuk pengangkutan massal, karena itu sangat cocok sebagai moda MRT di metropolitan,yang dalam sehari penglajunya bisa mencapai ratusan ribu-jutaan orang, dan untuk yang wilayahnya berupa kontinental, sangat efektif untuk pengangkutan barang yang berhari2. Tapi sekali lagi untuk tujuan membuka isolasi wilayah dan meningkatkan ekonomi, jalan tol lah solusinya.
        2. Tentang Purwakarta kota mati (cirebon juga). Ini sangat konyol. Hanya gara2 kota tersebut tidak macet, penjaja aqua menjadi tidak ada, warung makan (termasuk warung remang2) pinggir jalan jadi tidak ada, terus kota tersebut dikatakan mati?justru purwakarta menjadi kota yang sangat kompetitif. Jarak purwakarta-jakarta menjadi bukan masalah. Industri2 besar di purwakarta mulai bermunculan sebagai luberan dari wilayah jabotabek. “Kematian” itu sebenarnya hanya dikarenakan kendaraan2 yang tidak bertujuan ke purwakarta tidak perlu masuk ke dalam kota. Apakah kendaraan yang tujuannya ke purwakarta menjadi batal dan bablas lurus ke bandung hanya gara2 ada tol cipularang?tentu saja tidak. Kalau begitu kenapa jakarta (tmsk sby,smrg) tetep rame dengan kendaraan2 dari luar kota padahal kota tersebut juga ada Tol? Kan kendaraan2 tadi bisa langsung mem-bypass bablas tanpa “menginjakan kaki’ di jakarta. Tentu saja tidak, karena memang kendaraan2 tsb tujuannya jakarta. Justru ‘kematian’ kota seperti purwakarta (dan cirebon) sebagaimana yang bung pipo maksud akan benar2 mati(tanpa tanda petik) bila yang melewati itu adalah Rel KA. Wilayah2 yang cuma dilewati rel KA tidak mempunyai nilai tambah apapun. Menutu pak DI, tanah yang kepotong jalur kereta api akan jatuh nilainya, beda dengan kepotong jalan tol, dinilainya langsung akan naik drastis.
        3. Soal pembebasan tanah dan konstruksi: Saya setuju dengan pendapat bung pipo: tanah yang sempit pasti lebih gampang daripada tanah yang lebih luas. biarpun masalah sesungguhnya bukan disitu. Sekali lagi: ini soal ganti rugi. Bayangkan saja, tol yang jauh lebih bankable, laku investor, cepat balik modal, cuma kuat mengganti rugi senilai NJOP yang akhirnya ditolak oleh warga. Bagaimana kalau proyek Rel KA.Bisa2 mungkin kuat separoh NJOP. Sayang kita belum punya contoh proses penggusuran tanah massal terkait pembanguran rel KA. Bisa jadi kalau benar2 nanti ada pembangunan rel KA, proses pembebasan lahannya akan jauh lebih susah karena investornya pasti lebih ‘pelit’.
        4. Soal elektrifikasi dan penjualan mobil memang agak jauh relevansinya. Dan soal kemacetan, ternyata saya membaca komentar lain takpikir komentarnya bung Pipo.
        5. Sebenarnya diskusi ini lebih tepat bila mendiskusikan rencana pembangunan REL KA di Kalimantan. Semua argumen saya dan bung pipo diterapkan di kalimantan (kebetulan jaringan jalan masih sangat minim dan Rel KA sama sekali tidak ada, benar2 polos). Karena sempat dengar juga kalau di kalimantan mau dibikin Rel KA. Menurut saya, sekali lagi. Kalimantan akan cepat berkembang bila yang dibangun jalan Tol. Kalau yang dipilih adalah Rel KA (sebagaimana rencana pemerintah), yang ada SDA cepat habis tanpa meninggalkan Kota2 Baru yang mandiri dan maju.

        Posted by Maspay | 2 Maret 2012, 6:10 pm
  79. wah mantap Pak program-programnya sip saya sih mendukung saja, semoga semua programnya akan terlaksana dengan baik

    Posted by Link Vacancy | 27 Februari 2012, 1:33 pm
  80. Ah..telat..aku….udah jam 13.40 baru baca…Manufacturing Hope 15….salut..buat Bung Dahlan Iskan…aku berdoa semoga belia diberikan kesehatan dan kepada semua orang yang berjuang untuk kemajuan bangsa Indonesia, dengan ikhlas…amiin…

    Posted by Mas Syamsudin Kota Banjar | 27 Februari 2012, 1:43 pm
  81. pak dahlan ini betul2 muhsin yg sejati sekaligus bos yg mursyid agaknya. Laksana kendaraan yg dikirim oleh Tuhan untuk menjenguk bangsa zamrud khatulistiwa ini yg sedang sakit ini, untuk menyelesaikan ‘kiamat2’ akibat ulah manusianya sendiri,termasuk saya ..hehe. semoga pak dahlan dan semuanya disini senantiasa terpelihara dlm limpahan kurnia-Nya, n mdh2an bangsa ini maju semajumajunya, lahir batin

    Posted by icalacul | 27 Februari 2012, 1:54 pm
  82. semoga pelaksanaannya lancar-lancar bae pak, rakyat sudah gak sabar pingin cepat ada perubahan gak rapat-rapat bae truss menghabiskan sppd….. bravo duo mentri yang cacat organ namun jiwanya tidak cacat….semoga duo mentri sehat selalu ya pak……amiiiin 1 jt kali..

    frostwire, descargar ares, ares

    Posted by dairobi | 27 Februari 2012, 1:59 pm
  83. Sepertinya pak Dahlan ini bekerja lebih dari 8 jam sehari. Lihat saja malam2 pun masing miting & kunjungan.
    Sebetulnya parpol itu untuk apa sih? Kualitas para pejabat lain dgn parpolnya ga lebih baik drpd pak Dahlan yg tanpa parpol.
    Kalau pak Dahlan mencalonkan diri jadi presiden 2014, kita dukung. Sebetulnya pembuktian diri & hasil kerja seperti ini lebih baik drpd kampanye pemilu.

    Posted by david | 27 Februari 2012, 2:07 pm
  84. Hampir semuanya, tanggapan bagus mensuport pak dahlan..
    Bagaimana tindak Lanjut Selanjutnya ???
    Perjalanan masih panjang.
    Birokrasi masih mblibett..
    Smg ada jalan terang

    Posted by abu ilham | 27 Februari 2012, 2:31 pm
    • Mas Abu Ilham…
      Selanjutnya terserah kita.
      Apakah kita terinspirasi dan tercambuk membaca bagaimana ada orang uzur usia cacat organ tidak ambil gaji pula tapi masih bisa menelurkan pemikiran-pemikiran yang berguna bagi bangsa…?

      Tapi jujur, susah banget mau jadi seperti Pak Dahlan

      Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 5:18 pm
      • Mas Erick.. sy sependapat utk ambil inspirasi dari seorang Dahlan Iskan..
        Bahkan berharap smg tetap dpt Petunjuk jalan yg benar dan Kekuatan utk jalaninya.
        Namun sbg manusia, tetap perlu waspada.. tdk semua yg memberi masukan-“Pembisik” adalah benar.
        wassalam

        Posted by abu ilham | 28 Februari 2012, 6:05 pm
      • kl sering mengikuti tulisan DI dr awal,InsyAllh beliau bkn tipe org yg gampang dibisiki Bos….idealismenya msh terjaga mnrtq..

        Posted by Ahmad Zuhri | 29 Februari 2012, 3:40 pm
  85. setiap hari senin selalu ga sabar nungguin tulisan pak DI.. nyandu banget. inspiratif n penuh motivasi… pulau kalimantan perlu sentuhan pak DI agar lebih maju lg..mengingat SDA alam yg ckp melimpah namun kenyataanya msh byk masyarakat yg msh menderita…

    Posted by dedy irawan | 27 Februari 2012, 2:32 pm
  86. Pak Dis anggota MENSA ya ?(organisasi orang2 ber IQ tinggi)…
    Stiap yg bpk lakukan tertata dg rapi dan sistematis…
    Maju trus Pak…!
    Utk indonesia jaya…
    Aku optimis dg adanya bpk…
    Smoga berhasil dan jaga kesehatan…

    Posted by Kholil Generasi IX | 27 Februari 2012, 2:34 pm
  87. semangat….-semangat….-semangat…., kerja…..-kerja…..-kerja…..
    Alhamdulillah

    Posted by MChoir | 27 Februari 2012, 2:49 pm
  88. Disaat Indonesia memerlukan tokoh baru yg penuh terobosan, inspiratif, semangat dan pekerja keras. Allah SWT ternyata mengirimkan seorang Dahlan Iskan. Semoga Bapak selalu diberikan kemudahan dan kelancaran serta selalu dalam lindunganNya. Amin

    Posted by suga | 27 Februari 2012, 3:02 pm
  89. Pak Dahlan boleh menyampaikan terobos sana-terobos sini. Tapi Pak mohon kasih tahu kami kapan Toll pengganti toll porong yang ditimbun lumpur lapindo selesai. Sering saya baca kalau target penggantinya dulu akan dibangun dalam setahun, kita masih ingat bencana lumpur itu mulai tahun 2005. Di bulan July’2011 kementrian P.U. Optimis kalau jalan tsb akan bisa dilalui H-10 sebelum lebaran 1432 atau Mid Agustus’2011, bahkan Bapak Agus Wijanarko, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum/PU, usai acara The 2nd International Conference on Earthquake Engineering and Disaster Mitigation (ICEEDM-II 2011) Institut Teknologi Sepuluh
    November/ITS, di Surabaya, Selasa (19/7), menyatakan bahwa “Targetnya selesai September. Sekarang tinggal finishing. Total pengerjaannya sudah mencapai 75 persen. Bulan puasa sudah bisa dilewati, tinggal menepikan alat-alat berat pembuatan jalan yang ada di sana saja,” (dikutip dari Jurnal Nasional 20 July’2011, page 16). Lho apakah menepikan alat berat itu masih telat 6 bulan lebih. Sampai sekarang jalur tersebut belum bisa dilewati.
    Bapak Dirjen kok estimasinya jauh meleset.

    Pak Dahlan, saya yakin Bapak lebih tahu berapa potensi ekonomi yang hilang akibat belum selesainya jalan tersebut. Saya ini home industri mebel di Pasuruan, kalau mau kirim ke jalur yang melewati toll tersebut harus berangkat sebelum subuh sekarang, nah itupun tak menjamin alat transport tidak kepater di macetnya ruas jalan porong-gempol, yang kadang bisa berjam-jam. Kalau saja ongkos kirim sewa kendaraan Rp200 ribu, kalau kepater seharian transporter minta berbagi kerugian, walhasil penjualan itu tak menguntungkan lagi. Nah kalau ini sudah berlalu semenjak 2006 maka kaum asfala safilin bisa bertambah terus Pak kalau tak cepat selesai.

    Saya mengadu ke Bapak karena saya melihat Bapak adalah golongan kaum Ahsani Taqwim sehingga saya yakin akan ada hasilnya, tidak janji-janji melulu.

    Salam sehat, aman dan nyaman selalu.

    Posted by Achmad Saifullah | 27 Februari 2012, 3:06 pm
  90. Berharap menteri-menteri yang lain menulis laporan kerjanya seperti pak DIS ini jadi kita sebagai rakyat tahu kerja mereka dan apa saja yang telah mereka capai.

    Semoga Pak Dis selalu dalam lindungan Allah.

    Posted by faradilaanjani | 27 Februari 2012, 3:43 pm
  91. mengapa tak digalakkan program beras organik sehingga petani bisa menghasilkan pupuk sendiri? Kan bisa lebih murah dan bantuan BUMN bisa dialokasikan untuk program lain

    Posted by intenratna | 27 Februari 2012, 4:28 pm
  92. Hidup….. Dahlan untuk rakyat….INDONESIA……

    Posted by anak bangsa | 27 Februari 2012, 5:26 pm
  93. Membaca tulisannya sangat inspiratif, koran yang dipimpin dulu jg sangat laris…

    Posted by Sampurno74 | 27 Februari 2012, 5:28 pm
  94. Mulai dari sekarang mari kita mengucapkan :

    Saya masih muda……( belum tua )
    Saya masih sehat …… ( belum sakit )
    Saya masih ringan …… ( belum punya beban )
    Saya tergolong beruntung ….. ( lahir dari orang yang tidak miskin )

    Masa saya kalah sama orang yang bisa dibilang tua, cacat ( sakit ), bebannya banyak dan lahir dari keluarga petani.

    Malu-maluin banget deh gw. Saya harus bisa lebih baik. Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil , mulai dari diri sendiri.

    Posted by Darko Rahman | 27 Februari 2012, 5:34 pm
  95. Pak Dis semoga sehat selalu!

    Posted by Joki | 27 Februari 2012, 5:42 pm
  96. sukses Cak DI, ayooooo mentri mentri yg lainnya silahkan sms atau bbm Cak DI ajak kerja sama pasti akan lahir Negeri Indonesia yg gemahripahlohjinawitototemtremkertoraharjo dan seterusnya dan seterunya…..

    Cak DI, yak opo pendapat Peno lek Jeng Sri Mulyani sido dadi Presiden Bank Dunia? pollingnya dah 81% lo Cak, bukannya hati kecil Peno buat jeng Sri? senin depan di jawab yo Cak hehehe

    Posted by erust | 27 Februari 2012, 5:56 pm
  97. Insya Allah bukan lipservice

    Posted by Herizal | 27 Februari 2012, 6:12 pm
    • Untuk mas Herizal silahkan membaca pemikiran-pemikiran pak DI yg sudah banyak terdapat di jaringan ini, lalu silahkan di analisa sendiri apakah pak DI lipservice ato memang begitu lah pak DI…monggo di hayati

      Posted by bp_toro | 27 Februari 2012, 8:08 pm
  98. semoga program dan canangan nya bisa membawa manfaat kepada banyak pihak..salam kenal ya.

    salam dari ayu mustika

    Posted by Ayu mustika | 27 Februari 2012, 6:25 pm
  99. ..andai dari dulu etos kerja yang seperti ini dilakukan, tentu raport pemerintah kita bisa lebih biru dan tak mengundang kritik sana sini.. Mungkin lebih baik terlambat daripada tidak samasekali. Tapi ibarat orang tidur, pemerintah kita sudah bangun kesiangan. Tapi secara bijak, tentu sebagai warga masyarakat kita tetap senang meski baru dibangunkan siang siang…masih ada sepenggalah waktu untuk berbuat. Saya hanya heran, kenapa menteri menteri kita yang sehat sehat koq ndak ada yang punya gagasan macam gini yah…. apa harus nunggu ganti hati dan invalid dulu ya?

    Posted by ferry | 27 Februari 2012, 7:22 pm
  100. Bapak Dahlan Iskan memang sosok yang luar biasa, pribadinya yang saya tahu luwes, profesional, “gak butuh dut”/haus kekuasaan, pekerja keras..religius(Islam Sathariyah), jujur ga dibuat-buat..

    tetep istiqomah dan selalu jaga kesehatan ya Bapak, obatnya tlong jangan lupa diminum,

    saya keturunan Arek Magetan Desa Belotan Samarinda, saya Guru di Perbatasan Sebatik Kal-Tim merasa bangga memiliki pejabat publik seperti Bapak Dahlan Iskan….

    oiya pak, tlong didukung ya pak, Judicial Review Pemprov Kaltim Di MK, soal pembagian “kue” APBN yang masih sedikit diberikan Pemerintah Pusat ke Kaltim, padahal nota bene KAltim adalah salah satu provinsi “penyumbang APBN terbesar kepusat>>>please ya pak…Wassalam

    Posted by JUSTEGUH | 27 Februari 2012, 7:31 pm
    • Oh iya… Mau nanya buat yang paham masalah kesehatan atau kedokteran.
      Pak Dahlan itukan sakit ginjal sehingga harus diganti ginjalnya, nah, setelah mendapat ginjal baru, apakah berarti sudah sembuh seperti sediakala, atau masih harus menjalani perawatan rutin?

      Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 9:27 pm
      • Maaf pak Eric ralat, Pak DI bukan transplan ginjal tapi LEVER (hati).

        Posted by erust | 27 Februari 2012, 9:58 pm
      • Eh beda yaa..?
        Maa’aaaf… Duh ketauan deh kalo saya nilai ulangan biologinya jelek dulu

        Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 10:13 pm
      • Pak Dahlan masih harus minum obat secara rutin untuk mensinkronkan hati cangkokan itu agar tidak ditolak oleh sistem tubuhnya. Trus juga masih harus kontrol rutin ke Tiongkok tiap 3 bulan sekali. Itu yang pernah saya baca. Mohon koreksinya

        Posted by Eko B | 28 Februari 2012, 8:59 am
      • sekedar bagi info….pak dahlan transplantasi HATI di RS taijin di Cina,,,beliau mendapatkan hati pemuda berumur 21 th…sejak itu diharuskan minum obat setiap pagi jam 5 untuk mensikronkan hati barunya…supaya tubuh tidak menolak…kita doa kan saja smg di tahun2 berikutnya bisa lepas dr obat itu…meskipun kata beliau harus minum tiap hari ga boleh tidak……

        Setelah transplan hati, beliau menjadi bener2 sehat….kulit gelap berangsur menjadi normal (coklat),,semua uban menjadi hitam…tiap pagi jalan sehat…dan beliau sdh kuat sampai naik turun gunung (waktu di papua sewaktu msh di PLN)….smg beliau makin sehat

        Nah sekarang beliau berumur 61th…tapi usia itu apa benar jika hatinya 21 th? bisa juga umur beliau sekarang ini 61+25 = 86 /2 = 43 tahun….nah kalau benar begitu….alangkah ar’rahman dan ar’rahim Allah SWT terhadap beliau…semoga saja…andai usia nya benar 43 th….maka beliau masih layak dicalonkan apa saja demi kemakmuran negeri ini,,,,seperti yang beliau janjikan….bahwa sisa usia beliau untuk mengabdi….

        Posted by immstso | 28 Februari 2012, 8:27 pm
      • Terima Kasih banyak info nya….
        wah, ternyata sakit bisa juga membawa berkah

        Semoga beliau dan kita semua tetap dalam kesehatan…

        Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 1:37 am
      • wah…P.Erik ini trnyta blm maniak DI sejati????? he he he….beliau akn minum obat itu trs seumur hidup,kecuali kl beliau udh nyoba stem cell…lha kmrn br mo brngkt nyoba stem cell eh keburu ditlp sm P.SBY diminta jd mentri BUMN,jd stem cell nya msh tertunda dl…demikian yg saya ketahui.Slm kenal Pak…

        Posted by Ahmad Zuhri | 29 Februari 2012, 4:26 pm
      • Iyaa hihihihi…
        dengan penuh rasa malu mengakui belum baca buku-bukunya Pak Dahlan
        …nunggu dikirim gratiannya dari Pak Dahlan saja wakakaka

        Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 5:20 pm
      • he he he…kan tinggal order via BBM bs?????

        Posted by Ahmad Zuhri | 1 Maret 2012, 4:04 pm
  101. Knp sy stiap baca tulisan ttg pk dis ht sy trhru,smgat n bhagia. Ya Allh, dg tulus km berdoa semoga pk dis sll sht n istiqomah srta sll dilindungi Allah SWT

    Posted by efan | 27 Februari 2012, 7:57 pm
  102. Wah luar biasa terobosan bapak satu ini. Semoga bisa menginspirasi kita semua. Selamat bekerja terus Pak.

    Posted by Bayu | 27 Februari 2012, 8:11 pm
  103. Yang membuat saya selalu mengikuti tulisan pak DIS adalah selalu inspiratif, menggandeng semua pihak untuk bekerjasama, dan kreatif!

    Posted by SyamSyah | 27 Februari 2012, 9:12 pm
  104. haduh jadi gergetan, kepingin ada 100.000 Pak Dahlan .Satu orang aja dahsyat banget kerjanya.Yang bikin 200 juta rakyat Indonesia pasti merasa plong dengan merasakan hasil kerjasama seluruh instansi pemerintah bersatu dalam semangat membangun INDONESIA BERSAMA PAK DAHLAN.

    Posted by purnamawati | 27 Februari 2012, 9:13 pm
  105. Sambil sahur buat puasa senin. Manufacturing hope sudah nongol. Jadi sekaliah sahur makan pil MH.

    Posted by Widi | 27 Februari 2012, 9:17 pm
  106. Sungguh sulit dipercaya. Begitu banyak orang yang mencintai lelaki ini.

    Posted by Musayaffa Ryan, Koja | 27 Februari 2012, 9:42 pm
  107. hari senin yang penuh semangat dan akan terus tambah semangat tiap baca tulisan pak dis, teruslah menulis pak, tulisanmu slalu di tunggu oleh kami rakyat kecil yang butuh pemimpin yang berdedikasi, slalu punya terobosan yg kadang tak pernah terpikirkan sebelumnya. bravo pak dis

    Posted by alan | 27 Februari 2012, 10:00 pm
  108. lanjutkan pak,,perjuangannya,,,,

    Posted by lobertus | 27 Februari 2012, 11:12 pm
  109. Jadi teringat,dulu nun tahun 2005 ketika menjadi relawan mahasiswa tanggap darurat tsunami Aceh bahkan di tengah-tengah bencana potensi pulau Sumatera pun masih saja sulit dipungkiri.Kami mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi asal Jawa pun pulang dengan satu suara : seandainya infrastruktur di Sumatera sama bagusnya dengan Jawa,tidak akan sulit melewati kemakmurannya.Semoga rencana ini segera terwujud.Semoga Pak DI sehat selalu.

    Tak lupa saya menitipkan pesan melalui Pak DI kepada Pak Djoko Kirmanto untuk segera mewujudkan tol pengganti Tol Porong,hitung-hitungan sederhana saya kerugian per tahun yang diakibatkan hilangnya ruas tol ini sekitar Rp.2 Trilyun,jika dihitung sejak peristiwa semburan lumpur Lapindo,maka total kerugian sampai akhir tahun 2012 akan ekivalen dengan 14 Trilyun,sementara menurut data yang dikemukakan Pak Djoko Kirmanto pada tahun 2008 di koran Jawa Pos,biaya pembangunan ruas tol ini sendiri antara 9-12 Trilyun,dengan masa pakai ekonomis sampai 25 tahun. Sudah jelas ruas tol Porong adalah salah satu agenda PU yang paling mendesak.Sebagai informasi,sebagai pria Surabaya beristri wanita asal Malang,saya sempat mengalami sendiri bagaimana sengsaranya (dan rugi) perjalanan pulang-pergi Malang-Surabaya hampir tiap hari,sampai akhirnya kami bisa pindah rumah ke pinggiran Surabaya.

    Posted by wayoftunjungTunjung | 27 Februari 2012, 11:28 pm
  110. Ingat pengacara yg namanya Johnson Panjaitan?
    Yang mobilnya dicoret-coret “Diam atau Mati”

    Baca berita ini… http://m.inilah.com/read/detail/1834718/pertamina-digoyang-petral-melawan-1

    Bantu doakan Pak Dahlan… Semoga semua baik-baik saja

    Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 11:49 pm
  111. Ngerti aja pak dahlan kalau gula dibuat disawah. kalau sebagai petani tahu persis pembuatan gula terjadi disawah.
    Pabrik gula itu ditipu habis habisan sama yang ngerjakan sawah. pekerja disawah (bukan hanya petani lho yang kerja disawah)
    cara penipuannya dengan cara menanam dgn biaya semurah murahnya dan menghasilakan tebu seberatberatnya.walaupun rendemen jelek.
    Pertanyanya kenapa itu bisa terjadi?
    karena pekerja sawah adalah kelompok yang paling dikalahkan dan paling tidak berdaya dalam politik gula. maka hanya dengan jalan menanam dgn biaya semurah murahnya dan menghasilakan tebu seberat-beratnya adalah jalan satu2nya agar bisa hidup sebagai pekerja sawah. kalau hal ini dibiarkan sampai kapanpun gak akan pernah pabrik2 gula itu menghasilkan gula yang banyak.
    Dari tulisan pak dahlan ini saya sebagai pekerja sawah mulai bisa berharap banyak akan adanya perubahan. karena yakin pak dahlan sudah tahu persis persoalan di politik gula di indonesia. hanya saja karena kesantunan beliau menulis masalah sebenarnya dari persoalan ini hanya dituliskan secara tersirat. terima kasih pak dahlan semoga sehat dan selalu mendapat lindunganNya amin.
    Maaf temen2 komennya panjang, soalnya besar sekali harapan saya sebagai buruh disawah untuk segera berubahnya politik gula di Indonesia.
    suwun

    Posted by mangun | 28 Februari 2012, 2:30 am
  112. Mendukung sebuah kebenaran (amar makruf nahi mungkar) adalah harus. namun bagaimana menverifikasi sebuah kebenaran itu? setiap manusia mempunyai persepsi masing-masing thdp sebuah kebenaran sesuai level ilmu ke-makrifatan-nya.

    Membedakan gelap dan terang (cahaya) amat mudah, kecuali bagi temen-temen penderita “tuna netra”. Cahaya sendiri mempunyai spektrum dari gelombang panjang s.d gelombang pendek, namun mereka tetap dalam “kesatuan” cahaya untuk menerangi.

    Ilmu cahaya tidak hanya bisa dipelajari disekolahan, kampus, ponpes, mesjid, geraja, vihara dll, namun ia bisa ditangkap dimana saja dan oleh siapa saja yang mencari-nya.

    Kemerdekaan sesungguhnya adalah ketika menemukan ilmu cahaya itu sendiri, tidak penting siapa presidennya, menterinya, ketua kpk-nya dll. Posisi presiden, menteri, ketua kpk dst adalah hanya efek saja, bukan tujuan.

    Bila ingin berkontribusi mengubah indonesia dan seluruh penjuru bumi, rubahlah diri sendiri menjadi bagian dari cahaya dan bukan sebaliknya.

    kerja..kerja..kerja adalah sebuah model tarikat menemukan cahaya sekaligus kontribusi untuk menuju indonesia dan dunia yang mulia.

    Posted by syafiihkamil | 28 Februari 2012, 3:18 am
  113. Bener bener terobosan yang luar biasa…terobosan mulai infrastruktur dijawa tengah dan bali disertai gebrakan di sumatera, masalah pabrik gula, food estate dll…semoga itu cepet dieksekusi…amin..kalo boleh pak saya berharap agar bapak bersama menteri PU bekerja sama lagi untuk cepet merealisasikan jalan tol daerah porong karena tol porong sangat berguna tidak hanya u pribadi tp yg lebih penting adalah menguntungkan iklim bisnis di jawa timur.. Mohon ya pak…

    Posted by caderkeren | 28 Februari 2012, 4:59 am
  114. Pak Dis kapan ke LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Yogyakarta, disinilah Akabrinya perkebunan tempat menggembleng para insan praktisi perkebunan yang sangat perlu mendapat perhatian., khususnya pendidikan gula.

    Posted by bekti | 28 Februari 2012, 5:21 am
  115. sebaiknya pak dis jangan jadi ri 1 ,seperti gus dur yang heroik itu ,berakir.akan lebih baik seperti ini saja .akan lebih banyak yang dikerjakan ,dari pada harus selalu berantem dengan poli TIKUs yang kotor.sia sia saja+————

    Posted by ben vito | 28 Februari 2012, 6:24 am
  116. maaf bro,… saya pun pendukung beliau ,tetapi ,politik butuh orang politik ,tidak cukup dengan harapan saja…

    Posted by ben vito | 28 Februari 2012, 6:26 am
  117. pembebasan tanah dan pmbukaan lahan untu tol di Sumatera, smoga tetap menjaga kearifan lingk hdp. Krn sdh barang tentu, dspanjang tol tsb nantinya akan tumbuh industri2 baru.
    salam

    Posted by dimas | 28 Februari 2012, 7:21 am
  118. cool……🙂

    solutif abis, pak dahlan iskan… maju terus pak!🙂

    Posted by ikhwanalim | 28 Februari 2012, 10:17 am
  119. Pengin baca terus….

    Posted by Mugi Gombong | 28 Februari 2012, 10:43 am
  120. Assalamualikum.

    Saya kemarin malam baru sempat baca postingan 2 yang terdahulu, dan banyak kejadian yg tidak bisa di ungkapkan. saya begitu terhanyut mengikuti irama tulisan beliau Pak DI. Tulisan beliau mampu memompa semangat (tau sendiri kan, jiwa kita ini banyak yg tidak stabil semangatnya) dan dengan membaca kembali tulisan 2 beliau yang dulu 2 insyaalooh, semangat yg kadang suka hilang muncul kembali.

    Wassalam

    Posted by thoni thok | 28 Februari 2012, 11:19 am
  121. Setuju dengan rekan2 diatas…

    Dahlan Iskan for President 2014

    tidak perlu partai untuk mengusungnya

    dukungan dari blog,sosial media dll udh cukup utk membawa DIS calon presiden berikutnya

    maju terus pak DiS

    Posted by nabal7thElec | 28 Februari 2012, 11:58 am
    • saya juga setuju Beliu capres kita 2014..
      Tapi berpikir cukup dukungan hanya dari blog,sosmed..dunia maya seperti ini ndak cukup Bung…di pelosok2…desa2 (Saudara2 kita yang BUTA AKSARA bejibun jumlahnya), dan mereka masih berpikir pada sebatas urusan perut kebawah (maaf!). Jangan berharap kayak Obama dah…lain karakteristik masyarakat sini sama sono Bung…
      lebih membumi untuk itu…kenali betul masyarakat kita…isilah blog aja mungkin baru 10% dari kita punya saudara

      Posted by jpu | 29 Februari 2012, 4:28 pm
  122. at Ben Vito….

    saya tidak begitu setuju dengan usulan anda

    saya setuju dengan usulan nabal7thelec:

    negeri ini perlu kekuatan politis untuk mengubah para politikus2 kotor
    yang selama ini berkuasa

    Posted by Java's | 28 Februari 2012, 12:03 pm
  123. muncul pesaing baru nih utk 2014

    Posted by catalo | 28 Februari 2012, 12:06 pm
  124. Setuju sekali dengan wacana modernisasi pertanian, supaya sarjana pertanian yang muda2 mau kembali ke daerah masing2 dan mengembangkan pertanian serta industri pertanian secara modern (kalo guyonnya, “masa sarjana suruh macul”) , selain itu menggalakkan kembali Koperasi di daerah (dulu KUD) yang ternyata membawa manfaat bagi petani dan nelayan kita.
    Saran saya juga agar pemerintah daerah tidak terlalu mudah untuk memberikan ijin perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian (untuk proyek real estate, ruko, mal dan lain-lain).
    Sukses buat Pak Dahlan….. Tuhan memberkati.. Amin.

    Posted by Bangun Utama | 28 Februari 2012, 2:54 pm
  125. lagi salah satu Think out of the box
    dari pak Dahlan Iskan
    very inspiring

    Posted by martuasilaban | 28 Februari 2012, 3:08 pm
  126. Setiap Senin, masuk kantor, yang dibuka langsung web ini untuk semangat pagi dan semangat Senin🙂

    Tapi penasaran juga nih.. kalau tiba-tiba (jangan sampai) Pak DI disandungkan orang dengan kasus yang menghancurkan nama dan karirnya, seperti contohnya Bapak Antasari, Sri Mulyani, Budiono, dll.. yang kita ga tau benar salah atau nggak karena begitu meyakinkan🙂

    Apakah pendukung Pak DI akan tetap mendukung atau berbalik mencibir bahkan mencemooh? akan tetap percaya Pak DI atau tidak yaaaa.. bisa jadi saingan untuk menjadi Presiden mungkin merasa kalah pamor sehingga bisa melakukan apa saja untuk menjatuhkan saingannya.. *suka kepikiran*

    Naudzubillah min dzalik..

    Posted by quiny | 28 Februari 2012, 4:12 pm
    • Kalau Pak Dahlan sampai tersandung, yang perlu dipelajari adalah godaan/tipuan/jebakan iblis macam gimana yang sampai bisa menggoda seorang seperti Pak Dahlan. Itu kalau beliau benar-benar bersalah. Yaah sesekali juga jenguk beliau di LP Cipinang sambil membawa soto…

      Tapi kalau beliau tidak bersalah tapi dijegal, difitnah, ya saya akan bantu melawan atau setidaknya membela, secara hukum, sesuai profesi saya.

      Yang saya kagumi dari beliau bukanlah orangnya, tapi apa yang ada di dalam orang itu (pemikirannya, karakternya, sifatnya) dan apa yang keluar dari orang itu (perbuatannya, perkataannya, amal shalehnya).

      Tadinya saya ga kenal kok dengan yang namanya Dahlan Iskan.

      Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 2:26 am
      • makanya dulu berharap supaya pak Dahlan Iskan/klg mulai memikirkan pengawalan dari sisi fisik & non fisik
        nah yg non fisik ini khan termasuk yg fitnah, black campaign dll. juga serangan dari mahluk non fisik dll

        Posted by yud | 2 Maret 2012, 9:19 am
      • Brafooo Pak Erick, turut mendukung ajak kita yg di blog ini klo ada sesuatu dng Cak DI

        Posted by erust | 2 Maret 2012, 6:10 pm
    • Walaupun kedengarannya konyol dan melankolis… tapi saya yakin doa tulus penuh keyakinan dari kita bisa sangat membantu Pak Dahlan…

      Apalagi bila kata-kata, pemikiran, perbuatan, serta ketauladanan Pak Dahlan bisa memotivasi kita untuk membuat terobosan-terobosan positif dalam hidup kita, maka dengan sendirinya semakin bertambah lah amal ibadah Pak Dahlan, dengan begitu, semakin berlimpah lah kasih sayang dan perlindungan Sang Maha Kuat untuk Pak Dahlan.

      Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 2:35 am
  127. jadi ga ya Pak Dahlan ini nyalon Presiden?

    Posted by Fajar Zaki | 28 Februari 2012, 4:33 pm
  128. pak, kalau sumatera juga dikembangkan jalan tol, apa ga takut jadinya kalau pulau jawa pak ?? ruwet dan kemacetan ada dimana2. Walau bagaimana pun, penambahan ruas jalan selalu merangsang orang untuk memiliki kendaraan baru…

    kenapa untuk sumatera, tidak dicoba kebijakan yang berbasis jalan rel ?? dimana jalan rel adalah jalan yang ideal untuk mengangkut penumpang juga barang2 perkebunan yang menjadi komoditas khas pulau sumatera…

    Posted by taufiqsuryo | 28 Februari 2012, 6:05 pm
    • Tadinya saya punya pemikiran yang sama, kenapa bukan kereta api?
      Tapi ternyata jawabannya sangat simpel, lha kan saya tidak tinggal di sumatera, jadi saya tidak tahu apa yang terbaik bagi warga sumatera…
      Yang memutuskan minta jalan tol kan adalah para gubernur se-sumatera yang dipilih oleh warga sumatera… Jadi pasti lebih tau apa kebutuhan sumatera. Pak Dahlan hanya ingin membantu menggali geliat potensi sumatera.

      Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 12:57 am
      • hehe, dalam permasalahan transportasi tidak bisa hanya berbasis pandangan “siapa yang mau siapa yang engga”,

        pembangunan dan keputusan terkait transportasi harus dibangun sistem yang terencana dari awal dan mempunyai visi jangka panjang…

        kalau terkait jalan tol yang didukung oleh pemerintah, mungkin terkait uang ya pak, setahu saya pembangunan jalan tol selalu menguntungkan (dalam jangka pendek, dan dalam artian uang), yang ujung2 nya kembali ke pemda setempat…

        Tetapi dalam jangka panjang, sebenarnya jalan tol bukan pilihan yang terbaik…. (ini menurut saya)

        Posted by taufiqsuryo | 1 Maret 2012, 7:29 pm
        • Di indonesia ini sdh terlalu banyak orang berpolitik dan berteori muluk2, ideal2 tp jalan.. Negara ini lbh butuh orang yg bs membuktikan.. Dan pak Dahlan Iskan adalah jawabannya. Mohon maaf jika krg berkenan. CWIIM.

          Posted by ardian | 1 Maret 2012, 8:01 pm
      • …sebenarnya, kemacetan Jakarta itu (menurut pengamatan saya) by design… Jadi memang “disengaja” supaya macet.

        Walaupun tidak mudah, tapi sangat mungkin mengurangi secara maksimal kemacetan jalan di Jakarta, tanpa kebijakan pembatasan kendaraan.

        Menurut saya, pembatasan kendaraan di Jakarta untuk menanggulangi kemacetan adalah ide yang sangat tidak cerdas. Itu sama bodohnya dengan, misalnya, melarang penjualan emas sebagai jalan keluar dari banyaknya pencurian emas… Hehehe

        Tapi benar, kemacetan Jakarta sangat bisa diselesaikan…
        Kalau Pak Dahlan jadi RI 1, saya share di blog ini deh cara mengurai kemacetan Jakarta… wakakakakakaka

        Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 2:50 am
    • Untuk bung taufik,
      sebenarnya tentang ketertarikan DI terhadap tol daripada Rel itu pernah diulasnya di blog ini….silahkan dicari ke belakang. Penjelasannya sangat logis:
      1. Jalan tol bikin macet dan ruwet (tidak logis), justru jalan tol dibikin untu mengurangi kemacetan. contoh pantura yang mulai macet, sekarang sedang dibangun jalan tol, ya dalam rangka mengurai kemacetan.
      2. Jalan tol merangsang orang memiliki mobil. kelihatannya logis tetapi sebenarnya tidak logis. Yang membuat orang terangsang punya mobil adalah karena dia mempunyai duit yang cukup. Mungkin kalau argumennya begini menjadi sangat logis: gara-gara dibangun jalan tol, perekonomian pendududuk menjadi lebih berkembang sehingga menyebabkan banyak orang kaya baru. karena itu menjadi banyak yang membeli mobil. Kalau itu sangat logis.

      Posted by Maspay | 29 Februari 2012, 12:45 pm
      • hehe, coba ditanya ke ahli transportasi pak… setahu saya, menambah ruas jalan tidak akan pernah mengatasi kemacetan… karena bertambahnya ruas jalan hanya akan memancing pertumbuhan kendaraan… lihatlah jakarta !!

        di negara manapun di dunia, transportasi darat yang terpadu selalu berbasis rel !! jalan raya tidak akan efisien untuk menempuh perjalanan yang jauh !! banyak energi terbuang, apalagi jika okupansi kendaraan pribadinya kecil…

        CMIIW

        Posted by taufiqsuryo | 1 Maret 2012, 7:25 pm
  129. Yang penting eksekusinya juga dikawal pak…biar nggak jadi omdo..

    Posted by fahrurozi | 28 Februari 2012, 6:06 pm
  130. blog yg bagu

    mohon berkunjung ke aufaone.wordpress.com ya kakak

    ditunggu komen dan kedatangannya,,,,
    🙂

    Posted by aufaone | 28 Februari 2012, 7:15 pm
  131. bisa dibayangkan kalau kegiatan bumn berhasil maka keuntungannya akan dinikmati sampai rumah di gang-gang

    Posted by keripikpisangmrmonkeysurabaya | 28 Februari 2012, 7:25 pm
  132. 10 tahun lebih orang-orang sumatera gemas, kapan dibangun jalan tol kami? Udah capek ngarep-arep terus ! Lalu datanglah pak Dis. Dengan sekali gebrak semua masalah tuntas. CUMA TIGA JAM MASALAH 10 TAHUN TUNTAS!!!! Sampek detil, untung ruginya ditanggung sama-sama, untung belakangan yg penting rakyat sejahtera. Bikin terobosan yang tak pernah terpikirkan oleh menteri-menteri sebelumnya, yaitu sinergi BUMN Jasa Marga dengan Pemda setempat! Presiden pun ngiri “kapan jasa marga pacitan?” aku jadi geleng-geleng kepala, benar-benar keputusan keluar pakem, tapi hebat! Seribu jempol buat pak Dahlan!!

    Posted by Rheimont | 28 Februari 2012, 7:30 pm
  133. Semoga selalu istiqomah. Amin.

    Posted by optimis_indah | 29 Februari 2012, 7:40 am
  134. Indonesia pasti bisa. Virus catatan pak dis smakin hr smakin menyebar. Antara (kantor berita resmi NKRI) mlalui antaranews mjd partisipan memuat tulisan2 pak dis yg ditunggu2 bnyk sodara2 sebangsa setanah air tiap pekannya. Tapi tetep kalo (baca) komen di blog ini
    HIDUPLAH INDONESIA RAYA

    Posted by Fia | 29 Februari 2012, 9:14 am
  135. ¤ Salam kenal juga, Wakmin. Ngintip itu dosa lho. Terjun sekalian jika simpati dengan Dahlan Iskan. Cuma harus siap-siap kecewa dan patah hati. Sebab menurut ramalan cuaca, Dahlan Iskan tidak berkenan dicalonkan sebagai calon Presiden RI tahun 2014.

    Posted by Fans Dahlan | 29 Februari 2012, 9:46 am
  136. mudah2n jalan tol tembusaan sumatera cepat terealisasi,, tp bagaimana ni dengan rencana jalan tol Bogor-SUkabumi,, dari sejak SMA saya hanya mendengar baru sebatas wacana dan rencana saja,, konon katanya saat pembebasan lahan terlalu banyak campur tangan pihak lain jadinya harga lahan melonjak tinggi,, mudah2n pak Dis dapat melihat ini dan menyelesaikan nya dengan problem solving nya yang sederhana..

    Posted by edwar | 29 Februari 2012, 11:34 am
  137. Pak Dahlan Iskan Yth..
    Saya sampaikan ke bapak bahwa kenapa kinerja merpati tak juga bisa tumbuh karna sistemnya sudah tertinggal jauh..hari ini sy buktikan telpon ke call centernya utk reservasi tiket tanggal 8 maret saja blom ad jadwal keberangkatannya..sangat berbeda sekali dibandingkan maskapai Lion atau garuda..utk reservasi aja susahnya minta ampun bagaimana mau dapat pelanggan?sungguh merpati harus di benahi sampai ke akar2nya..sitem informasi manajemennnya harus di rubah,websitenya juga harus profesional..mohon bapak mengganti pejabat di merpati dengan orang yg berkompeten…jika masih seperti sekarang sy yakin tahun 2013 merpati akan bangkrut..
    Trimakasih

    Posted by hendrinr | 29 Februari 2012, 12:46 pm
    • gak usah nunggu 2013.. sekarang aja udah bangkrut.. utangnya banyak… mudah2an pak dis bisa menyelesaikan masalah yg ada di merpati

      Posted by afiq esha | 29 Februari 2012, 12:56 pm
    • lagu lama itu Pak Hendrin, heran masak hare gene masih aja pelanggan disuruh ngerengek klo mau BELI ticket, ngak sadar sadar klo dah buanyakkkk saingan. Merpati yang selalu ingkar janji…

      Posted by erust | 29 Februari 2012, 3:22 pm
    • haha….ganti pejabat pun ga ngaruh, lha wong armada aja ga punya buat cover schedule. ganti sistem dr luar planet ya tetep aja. Akar permasalahan nya ya pemerintah…kelamaan jadi sapi perah, lha wong pejabat kalo mo ke daerah ato luar minta sangunya ke BUMN hehehe. Pemerintah sekarang nanggung beban brengseknya pemerintahan sebelumnya. makanya eneg jg ngeliat yg koar2 pemerintah jelek tanpa ngeliat sebelumnya. Ga Fair itu…..bukan nge bela SBY. SBY jg punya kelemahan kok. Apalagi yg caci maki tanpa ngasih solusi…ngawur tenan itu…mending baca hope nya DI dah…trus kerja…kerja..kerja.

      Peace ya…..

      Posted by budi | 29 Februari 2012, 3:59 pm
  138. Hebat, hebat, hebat tenan…..

    Posted by Areks | 29 Februari 2012, 2:15 pm
  139. Buku beliau yang berjudul ‘Dua Tangis Ribuan Tawa’ pun laris manis bak kacang goreng…
    cepat miliki segera, keburu habis..

    Posted by aburachman | 29 Februari 2012, 2:31 pm
  140. Andaikata semua pemimpin bangsa ini bisa nulis kayak Pak DIS, maka SEMANGAT untuk KERJA…KERJA..KERJA dan KETENTRAMAN di masyarakat akan terjaga…sayang Bangsa ini angka BUTA AKSARA-nya masih tinggi!!!!
    Diperlukan tranformasi informasi ini ke bumi yang benar-benar membumi…tidak hanya di dunia maya..Pak DIS dan pikiran-pikirannya harus dikenalkan sampai ke pelosok2 tanah air

    Posted by jpu | 29 Februari 2012, 4:15 pm
  141. Pak Dis….mohon agar pembangunan infrastruktur pelabuhan di berbagai daerah, agar dikawal perkembangannya. Supaya transportasi dan logistik Indonesia jadi efisien dan efektif. Saya menjerit dalam hati, ketika masuk ke toko buah-buahan segar. Harga “jeruk medan” Rp 15.000 / Kg , sedangkan harga “jeruk ponkam ex. China ” Rp 10.000 / Kg. Kata para ahli logistik, komponen biaya transportasi Dalam Negeri membebani dengan prosentasi yang sangat besar, sedangkan transportasi Impor jauh lebih hemat. Makanya tolong dikawal pembangunan pelabuhan dan efisiensi operasional pelabuhan. ( Entah kenapa …saya beli yang jeruk medan.., mungkin karena teringat kisah Ibundanya pak Jhon Purba, mantan atasan yg Ibundanya budidaya Jeruk di Pematang Siantar…., sehingga bisa menyekolahkan pak Jhon Purba sampai jadi Akuntan di USU).

    Posted by Fajar Sumirat | 29 Februari 2012, 5:00 pm
  142. semoga Pak Dis yang akan menjadi presiden RI berikutnya amin

    Posted by prestho | 29 Februari 2012, 6:14 pm
    • “Pa, dik Dahlan gimana?”
      “Tenang dulu, Ma?”
      “Aku kuatir dia digaet orang”
      “Tapi apa mau dia di PD?”
      “Ya itu yang aku takutkan, Pa”

      Posted by Fans Dahlan | 29 Februari 2012, 9:14 pm
    • pak erik…tapi coba liatin komentar2nya pak…hampir sebagian besar menjelek2an pak DI..saya takut mereka ngak tau sehingga mereka menjelek2an pak DI atau mungkin karena itu suruhan orang2 yang punya kepentingan politis terhadap kepopuleran pak DI

      Posted by caderkeren | 1 Maret 2012, 7:20 am
      • Semakin banyak yang jelek-jelekin, semakin baguuusss….
        Kalau ga ada yang jelek-jelekin malah kita harus was-was.

        Karena sepanjang sejarah, semua tokoh baik, khususnya pemimpin baik, pasti akan menemui perlawanan dari orang-orang yang tidak baik…

        Jadi, semakin banyak yang jelek-jelekin, semakin banyak yang menjegal, berarti semakin hebat kualitas si orang baik.

        Baru saja Pak Dahlan mengumumkan kesepakatan dengan SLANK untuk mengatasi penumpang kereta api di atap (atapers), eh tiba-tiba semalam gencar sekali beredar isyu kalau pentolan Slank, mas Bimbim meninggal… Bagi saya, selaku tim kuasa hukum Slank, ini adalah salah satu terror…. Ini adalah sebuah usaha untuk menakut-nakuti para pendukung perubahan dan terobosan positif yang dilakukan Pak Dahlan…
        Tapi kita tidak boleh takut, kita justru harus makin yakin, kalau kita mendukung kebenaran.

        Posted by M. Erick Antariksa | 1 Maret 2012, 11:50 am
  143. seperti biasa, semoga pak Dahlan Iskan selalu sehat segar dan bahagia, agar nantinya bisa menjadi presiden RI ditahun 2014. Semoga demikian terjadi adanya….

    Posted by Jul | 29 Februari 2012, 8:25 pm
  144. Kapankah semangat ini bisa dihayati para punggawa BUMN kita ? Semoga pak Dahlan senantiasa dilindungi dan diberikan kesehatan oleh Allah SWT, amiiin…

    Posted by Arifin | 29 Februari 2012, 9:13 pm
  145. Dahlan Iskan meraih penghargaan Charta Politika Award 2011 untuk kategori pimpinan kementerian paling berpengaruh » » » http://m.yahoo.com/w/news_asia/charta-politika-dahlan-iskan-menteri-paling-berpengaruh-195226063.html?orig_host_hdr=id.berita.yahoo.com&.intl=id&.lang=id-id

    Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 9:16 pm
    • Padahal baru sebentaaaar banget jadi menteri…

      Posted by M. Erick Antariksa | 29 Februari 2012, 9:42 pm
    • seorang Dahlan Iskan mungkin tidak butuh/peduli dengan penghargaan seperti ini, bagi beliau dapat penghargaan atau tidak yang penting kerja.. kerja… dan kerja!!!

      Tapi penghargaan ini SANGAT PERLU diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahwa bangsa Indonesia masih punya sosok/tokoh yang perduli,
      peduli kepentingan bangsa
      peduli rakyat jelata
      semoga…

      Posted by ms yatno | 1 Maret 2012, 10:19 am
      • Jujur, agak terharu nih baca komentar Ms Yatno…

        Dahlan Iskan harus dikenal warga Indonesia.
        …bukan untuk kepentingan Dahlan Iskan
        …tapi bagi warga Indonesia itu sendiri

        Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 3:02 am
  146. kira2 siapa yg bisa design kaos murmer tapi ada tulisan mengenai pak DIs (untuk bisa menularkan virus hope nya) ?

    mungkin ide2 tulisan di kaos bisa ditulis di forum ini ato di FB
    tulisan praktis ringkas tapi bisa menularkan virus hope (biar dibaca oleh orang2 yg tidak/blum baca blog ini)
    minimal ada tulisan untuk merujuk ke wordpress disini

    misal :
    anda punya ide ?
    pak Dahlan Iskan mo nukar dng avanza dari kantong pribadi

    Posted by yud | 1 Maret 2012, 8:04 am
    • Iya…
      Kalo ada yg bikin kaos, sticker, Insya Allaah laku… Paling tidak laku sama pembaca blog ini…
      Kemarin saya bikin cutting sticker DAHLANISKAN.WORDPRESS.COM tapi kayaknya kekecilan hurufnya.. Hehehehehe

      Posted by M. Erick Antariksa | 1 Maret 2012, 4:09 pm
  147. Gara-gara avanza di sebut-sebut pak DIS sekarang avanza jadi laris manis ha ha ha

    Posted by prestho | 1 Maret 2012, 9:17 am
  148. Mengispirasi saya untuk memantapkan langkah melanjutkan Study.

    Posted by tri tukang ketik | 1 Maret 2012, 12:35 pm
  149. Viusnya mulai mewabah

    Posted by Nur Muhis | 1 Maret 2012, 12:53 pm
  150. mo comment da telat.tapi,ibarat kata pepatah “lebih baik telat dari pada tidak sama sekali”.batam kapan pak di bangun tol lintas kepri?

    Posted by bahtiar umar | 1 Maret 2012, 1:18 pm
  151. Pak bolehkah saya jadi ajudan Pak Dis
    Gak usah digaji gpp pak

    Posted by Putra Pratama | 1 Maret 2012, 1:21 pm
  152. kami tunggu implemapanentasinya……..?…………………………………….k

    Posted by hakim | 1 Maret 2012, 1:23 pm
  153. membaca kata “ndaud”, saya jadi semakin sepakat, bahwa pejabat itu sebaiknya adalah orang2 yang pernah merasakan perjuangan hidup, bagaimana nasi itu awalnya adalah benih padi yang harus disiapkan penanamannya melalui rangkaian proses yang tidak gampang, harus ditunggu hingga menghasilkan, hasrus dirawat dan dijaga dari hama2 tanaman…

    terimakasih pak Dahlan…kebaikan yang Bapak sebarkan insyaAllah akan selalu diteruskan..
    aamiin…

    Posted by kinomotohiragizawa | 1 Maret 2012, 3:02 pm
  154. sejak semalam di twitter….banyak kelompok mengetwit menjelekkan dan mulai tidak percaya ke pak DIS,,,hal ini gara2 pak DIS mengangkat Megananda sebagai Dirut Holding Perkebunan….krn orang2 pada tau bahwa Megananda telah dipecat dari deputy krn sering menerima sogokan….eh ternyata dia sekarang jadi dirut Holding perkebunan…katanya sih Megananda itu orangnya Golkar….dan alasan pak DIS mengangkat Megananda krn telah berani menolak orang2 semacam Nasarudin dll.

    Gimana pendapat anda2 sebagai fans dari pak DIS ?

    Yang paling gembar-gembor di twitter adalah orang yang mengaku bernama Ade Ayu Sasmita dengan id @TrioMacan2000

    ini situs/blog yang digembar-gemborkan itu http://chirpstory.com/li/4652

    Posted by immstso | 1 Maret 2012, 3:48 pm
  155. kira-kira satu bulan lalu, sekitar pk 01.00, di Jl kembar Injoko, Surabaya, saya melihat orang melintas sendirian dengan sepeda motor mengenakan kaus bertulisan MANUFACTURING HOPE di punggung. Barangkali, itu baik juga sebagai sarana menyebarkan spirit Pak Dis.

    Posted by guno | 1 Maret 2012, 9:07 pm
    • sangat setuju bro,semoga bnyak produsen kaos yng mau memasyarakatkan manufacturing hope,klo ada pasti saya beli,atau sibro aja yg koordinasi buat kaosnya,saya akan pesan yg pertama kali

      Posted by didiksusanto | 1 Maret 2012, 10:52 pm
      • Manufacturing Hope sdh ada logo-nya gak ya?? Ato ada temen2 desainer yg bs membuat berbagai desain grafis dr tulisan Manufacturing Hope yg asik2.. Biar tambah rame penyebaran virus Dis dan Manufacturing Hope. Mau banget deh ikutan bikin kaos Manufacturing Hope dg desain yg oke punya. Biar bs bagi2 ke sodara n temen2 yg msh punya hope utk perbaikan bangsa ini.. 🙂

        Posted by Aris Kadarisman | 2 Maret 2012, 12:17 am
      • Pak Dahlan ini kan secara wajah bisa dimirip2in sama OBAMA, nah pakai design kaos kampanye Obama aja…
        Fotonya ganti foto Pak Dahlan dengan pose yg mirip,
        copy/kata HOPE-nya tinggal ditambahin MANUFACTURING

        Nanti pasti laku keras kalau dijual di kantornya Mas Aris…
        Hehehehe

        Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 2:40 am
      • aku pesan yang kedua kali

        Posted by prestho | 2 Maret 2012, 9:39 am
      • Tolong mas, saya pesan selusin kaos manufacturing hope ya, saya mau bagi2 ke keluarga. Dan saya pesan stiker https://dahlaniskan.wordpress.com 1000 buah ya. Terimakasih mas kalo ada yg bisa bantu saya.

        Posted by bonzo | 2 Maret 2012, 10:04 am
      • wah obama jangan ahhhhh

        Posted by yud | 2 Maret 2012, 1:41 pm
      • ayo bikin rame2 kaos MH..sapa yang mau kordinir ya…yang di akun facebook mungkin bisa memanfaatkan…kan disana bisa di tempelkan desain2 kaosnya….kita2 tinggal beli aja….gmn? ya diberi logo MH trs dibuat kata2 diambil dari edisi MH yang ada selama ini, slogan2 membumi dari pak DIS yang Out of the box…jadi kayak joger gitu looh

        Posted by immstso | 2 Maret 2012, 2:22 pm
      • Pencapaian komentar 300+ telah terlampaui. Bahkan Pak Eric menargetkan 1000 komentar tiap edisi MH. Langkah2 untuk itu sepertinya sudah disusun, baju, stiker dll sebagai sarana menyebarkan virus Dahlanisme mudah mudahan bisa berjalan.
        Saya juga niat pesen yaa
        Tetapi bagaimana dengan perjalanan Manufacturing Hope ini di BUMN2, terutama yang sudah disebut-sebut selama 15 edisi ini. Perhotelan, Angkasa Pura, PTDI, PAL, IKI, PINDAD, Perkebunan, Merpati, Garam, KAI dll.
        Saya memahami perubahan bukanlah semudah membalik tangan. Butuh usaha yg besar dan waktu yang cukup. Tetapi saya sebagai orang luar BUMN tidak bisa mengikuti suasana didalam sana.
        Tampaknya (semoga saya salah) yang terbaca oleh saya hanya pada “Bisakah Merpati Hidup Lagi” para orang dalam (Merpati) banyak memberikan komentar. Itupun memberikan usulan sebagaimana isi sayembara. Tetapi bagaimana pergulatan Merpati dalam perjalananya melawan sakaratul maut tidak terbaca. Hanya pembelian pesawat dari China yg ada di pemberitaan.
        Jangan biarkan Pak Dis berjalan sendiri.

        Jadi yang mau bikin baju dan stiker tolong di percepat. Sehingga bisa saya kasih juga kepada kenalan/saudara yang beraktivitas di BUMN. Siapa tau abis pake baju itu pada mau kasih komen.

        Posted by uyung | 2 Maret 2012, 6:19 pm
  156. komentar ke 300,prediksi koment d MH 14 meleset dlam seminggu g nympek 300,yg MH15 sukses

    Posted by didiksusanto | 1 Maret 2012, 10:56 pm
  157. Mantaf sih PaK daHlan, apa yang dikemukan baik dan bagus. tetapi tetap apa yang pernah sebelumnya direncanakan dan disampaikan dalam manufacturing hope.. harus direalisasi… bagaimana dengan modernisasi pembuatan garam… sudah ada realisasinya belum pak..

    oh ya.. by the way……. gimana kabarnya PLN yang bapak tinggalkan.. denger denger baru kelihatan banyak boroknya… kayak pembelian solar dari kepolisian di timika itu …. gimana pak… ?

    love you Indonesia

    Posted by santi | 1 Maret 2012, 11:37 pm
    • Ini pendapat saya pribadi lho yaa…
      Bener-bener pendapat saya sendiri.
      Untuk moderenisasi garam, walaupun idenya sudah ada, semangatnya sudah ada, tapi kalau dana untuk beli plastinya belum ada? Kalaupun dananya sudah ada, susah lho mencari plastik dengan quantitas mega banyak seperti itu.
      Menurut saya, yang penting idenya sudah ada, semangatnya sudah ada… Itu sudah jauh lebih baik.

      Mengenai solar timika itu bagaimana ya kasusnya? Ceritain dong

      Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 3:15 am
    • Saya yakin bukan hanya di timika saja , banyak issue ini terjadi di wilayah indonesia timur .
      Sejak PLN menyewa genset dari pihak ketiga , praktek pembelian solar seperti ini merebak dimana-mana .

      Posted by trisnoadhy | 3 Maret 2012, 9:18 am
  158. Tolong mas, saya pesan selusin kaos manufacturing hope ya, saya mau bagi2 ke keluarga. Dan saya pesan stiker https://dahlaniskan.wordpress.com 1000 buah ya. Terimakasih mas kalo ada yg bisa bantu saya..

    Posted by bonzo | 2 Maret 2012, 10:09 am
  159. Menanggapi diskusi panjang Maspay dan Pipolondo,….
    Mungkin tulisan ini bisa menjadi wakil suara orang sumatera, yang dibutuhkan sumatera saat ini adalah adanya akses jalan yang lancar sehingga roda ekonomi lebih giat,semua orang bisa mengaksesnya baik untuk keperluan perjalanan pribadi,bisnis maupun transit antar kota dan tidak terganggu oleh adanya kemacetan seperti dikota-kota besar, dimana kemacetan ini bisa berdampak pada borosnya pemakaian BBM, biaya akomodasi supir karena lamanya waktu yg dibutuhkan serta macetnya roda ekonomi dari satu daerah ke daerah lain.
    Jika mengandalkan kereta api itu terbatas pada jarak/tempat2 tertentu point to point, bagaimana untuk supir antar kota yang membawa barang2, apakah mereka terbantu dengan adanya kereta api? sedangkan secara ekonomi mereka adalah penggeraknya, memindahkan barang dari satu daerah ke daerah lainnya.
    Jadi kereta api hanya berfungsi sebagai MRT (mass rapid transit).
    Solusi jalan TOL yang ditawarkan Pak DIS sangat lah menarik khususnya di sumatera dimana lahan yang dibutuhkan sangatlah mudah untuk didapatkan tergantung dari kebijakan pemerintah.Untuk itu kami sangat mendukung upaya ini agar sumatera bisa lebih maju mengingat sumber daya alam sangat melimpah.
    Bahkan saat ini listrik sudah mulai dikirim ke pulau jawa dan kedepan listrik bisa di export ke negara tetangga.
    Ayo Pak DIS wujudkan impian mu, kami semua mendukungmu.

    Posted by Ari Abu Zulfa | 2 Maret 2012, 10:39 am
  160. 316 Tanggapan to VIRUS MH15 “Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ” coy…

    Posted by MS YATNO | 2 Maret 2012, 11:46 am
  161. Dengan BBM, Bangun Jalan Tol
    Posted by administrator ⋅ 2 Februari 2011 ⋅ 14 Komentar

    Sesekali DPR Perlu Kunker ke Kalkuta

    Rabu, 02 Februari 2011

    Memang tidak ada doktrin “belajarlah sampai ke India”, tapi tetap saja ada pelajaran menarik dari sana. Terutama bagaimana negara miskin dengan penduduk besar yang dengan demokrasinya yang liberal itu akhirnya menemukan juga jalan keluar untuk bangkit.

    Cara bangkitnya pun unik. Terutama dalam membangun infrastruktur dasar seperti jalan tol dan jalan raya nasional. Karena itu, di sela-sela kunjungan Presiden SBY ke India, saya memerlukan tinggal lebih lama di India. Untuk melihat perkembangan pembangunan India dan manajemen distribusi listrik di sana.

    Semula, bukan main juga sulitnya membebaskan tanah untuk jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jalan negara lainnya di India. Sampai kemudian, dibentuklah satu lembaga independen khusus untuk mengurus pembangunan, pemeliharaan, pengelolaan, dan pengoperasian jalan raya. Disingkat National Highway Authority of India (NHAI). Inilah lembaga yang kemudian terbukti menjadi terobosan dalam mempercepat pembangunan jalan raya di India.

    Lembaga independen tersebut terdiri atas ahli konstruksi, ahli lalu lintas, ahli hukum, dan tokoh-tokoh tepercaya masyarakat. Kehadiran tokoh tepercaya masyarakat itu diperlukan agar penentuan harga tanah tidak hanya memihak investor. Lembaga tersebut bertanggung jawab atas terbangunnya jalan raya sepanjang 60.000 km, termasuk ribuan kilometer jalan tol.

    Bahkan, bertanggung jawab juga menentukan aturan investasi, pedoman harga tanah, sampai ke soal perhitungan keuangan dan bisnisnya. Lembaga NHIA itulah yang terbukti menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi India yang begitu cepat lima tahun terakhir ini.

    Dari mana India mendapat dana untuk pembangunan jalan tol yang begitu cepat? Ini juga bisa ditiru di Indonesia: dari pajak khusus BBM. Setiap mobil yang membeli BBM dibebani tambahan setara Rp 200/liter. Itu dinilai sangat adil. Yang memerlukan jalan raya adalah pemilik mobil.

    Yang mengeluh kalau jalan rayanya macet juga pemilik mobil. Apa salahnya kalau keluhan mereka diselesaikan dengan cara membebankan biayanya kepada mereka juga. Berkat jalan-jalan yang lancar itu, ekonomi menjadi sangat baik. Setelah ekonomi baik, rakyat kecil ikut menikmati. Tidak pelak kalau pertumbuhan ekonomi India mencapai 9 persen tahun lalu. Hanya kalah sedikit oleh Tiongkok.

    Semula, memang banyak yang menentang pengenaan pajak khusus BBM itu. Namun, setelah dijalankan dengan tegas, akhirnya diterima juga tanpa keributan. Bahkan akhirnya disyukuri karena India mampu bangkit dan menjadi buah bibir dunia.

    Sistem tersebut juga membebaskan pemerintah dari sikap pro-kontra masyarakat. Soal ganti rugi tanah, misalnya, boleh saja pemilik tanah berkeberatan. Tapi, karena penentuan harga tanah sudah sangat adil, keberatan itu diselesaikan dengan jalan hukum. NHAI menitipkan sejumlah uang sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan ke pengadilan. Sambil menunggu pengadilan, proyek jalan terus.

    NHAI juga yang menetapkan paket-paket proyeknya. Setiap paket pembangunan jalan tol atau jalan raya maksimum 50 km. Dengan demikian, kalau yang akan dibangun 1.000 km, berarti ada 20 paket tender. Ketentuan tender masing-masing ruas tidak sama. Di ruas yang arus mobilnya sedikit, yang ditenderkan adalah berapa rupee si investor memerlukan subsidi dari NHAI. Perusahaan yang mengajukan penawaran subsidi paling rendah, dialah yang memenangkan tender itu.

    Sebaliknya, untuk ruas yang sangat ramai, tendernya terbalik. Investor yang bisa membayar kepada NHAI paling tinggi, dialah yang menang tender. Itulah yang dimaksud dengan private public partnership di India. Dengan sistem tersebut, pembangunan jalan tol Golden Quadrilateral sepanjang lebih 1.000 km bisa selesai dalam waktu kurang dari lima tahun. Karena itu, ibu kota New Delhi yang di utara kini sudah bisa dihubungkan dengan jalan tol ke Mumbay di barat, Chennai di selatan, dan Kalkuta di timur kini sudah terhubung dengan jalan tol.

    Tanpa terobosan seperti itu, bisa dibayangkan alangkah sulitnya ekonomi India dengan beban penduduk 1,1 miliar sekarang ini. Karena sistem baru tersebut sudah berjalan lebih dari delapan tahun dan sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang cepat sekarang ini tidak akan tertahankan lagi.

    Meski begitu, India tetap memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar bisa menjadi negara modern seperti Tiongkok. Negara itu telanjur terlalu miskin dengan beban penduduk yang begitu besar. Kebangkitan ekonominya tentu terjadi tidak sekaligus. Kota seperti New Delhi, Mumbai, dan Bangalore sudah terlihat menggeliat. Tapi, kota besar seperti Kalkuta, masih sulit diceritakan.

    Saya memang perlu ke Kalkuta setelah mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke New Delhi pekan lalu. Sekaligus ingin melihat pedesaannya. Saya ingin membandingkan apakah geliat kebangkitan pembangunan India itu bisa seperti Tiongkok, merata sampai ke pedesaannya. Saya masuk sampai ke sebuah desa perbatasan dengan Bangladesh.

    Gerakan bosan miskin itu seperti belum sampai di Kalkuta. Kota Kalkuta jauh lebih parah dari yang saya bayangkan. Kepadatan penduduknya, kemiskinan, kekumuhan, kesemrawutan, bau busuk, kaki lima, bangunan reyot, dan sampah berhamburan di mana-mana seperti tidak ada batas akhirnya.

    Kota besar berpenduduk 12 juta orang itu (sebesar Jakarta atau empat kali Surabaya) praktis seperti lautan slump. Bangunan-bangunan kuno peninggalan Inggris tidak terasa lagi keanggunannya. Kalah oleh kekumuhan dan debu yang melingkupinya. Sesekali semestinya para pimpinan negara, pejabat daerah, dan anggota DPR kita perlu kunker ke Kalkuta. Setidaknya untuk menjaga agar kota-kota di Indonesia jangan sampai mundur seperti Kalkuta.

    Malam itu, setiba di sebuah hotel bintang lima di Kalkuta, kami (saya dan dua staf PLN) ingin langsung melihat-lihat kota. Petugas keamanan hotel terlihat heran, pada pukul 22.00 seperti itu kami ngotot mau jalan-jalan. Tapi, belum lagi 200 langkah perjalanan kami, petugas tersebut mengejar kami. “Sebaiknya jangan diteruskan. Tidak aman,” katanya.

    Kami sendiri sudah mulai merasakan itu. Baru beberapa meter dari gerbang hotel, bulu kuduk mulai berdiri. Tidak ada lampu penerangan di trotoar itu. Begitu banyak orang yang duduk-duduk atau tiduran di trotoar. Bangkelan-bangkelan besar terlihat terikat di trotoar tersebut pertanda trotoar itu menjadi arena pedagang kaki lima saat siang. Padahal hotel tersebut berada di sebelah taman nasional, seperti Taman Monas kalau di Jakarta.

    Taman terbuka itu sebenarnya cukup luas. Desain awalnya juga terlihat bagus dan elite. Tapi, jantungnya Kota Kalkuta itu sangat tidak terurus.

    Kami akhirnya pilih mempercepat tidur. Agar pagi-pagi bisa bangun untuk jalan pagi sambil melihat sudut kota yang lebih banyak. Ketika matahari belum terbit, jalan-jalan sudah ramai dengan lalu lintas orang serta kendaraan. Hari itu hari kemerdekaan India. Akan ada parade militer. Tapi, tidak terlihat sama sekali suasana pesta.

    Tidak ada bendera nasional, umbul-umbul, atau hiasan. Tidak ada juga keinginan, misalnya agar paling tidak sehari itu, kotanya lebih bersih. Bahkan, barikade-barikade untuk mengatur lalu lintas hari itu terlihat lebih semrawut karena terbuat dari bambu-bambu tua yang dibelah.

    Maka, pagi itu, selama sejam berjalan kaki, saya hanya bisa melihat kesemrawutan dan kekumuhan di sepanjang jalan. Di salah satu jalan di pusat kota, saya melihat begitu banyak orang mandi di trotoar. Hanya mengenakan celana dalam. Rupanya, ada air PDAM yang sudah lama bocor di situ. Bisa untuk mandi gratis beramai-ramai.

    Saya menghitung ada berapa orang yang lagi mandi pagi di trotoar itu: 14 orang. Di sepanjang trotoar yang saya lalui, tidak henti-hentinya pemandangan ini: orang berdiri di atas trotoar sambil menggosok gigi. Ada yang pakai sikat gigi, banyak juga yang pakai sepotong kayu, sebesar jeruji jendela yang kecil. Sesekali saya lihat mereka mematahkan kayu itu, lalu memasukkan kembali ke mulut.

    Masih ada lagi fungsi lain trotoar di sana: untuk tempat memasak. Begitu banyak ibu-ibu yang memasak di pinggiran jalan. Demikian juga toilet umum, rupanya kurang diperlukan. Saya melihat di mana-mana orang bisa kencing sambil berdiri begitu saja di pinggir jalan.

    Setelah lelah berjalan kaki, kami meloncat ke dalam trem listrik. Biar bisa menjangkau kota lebih jauh. Juga, siapa tahu bisa melihat satu bagian kota yang lain yang agak berbeda. Tapi, ternyata sama. Di mana-mana kami melihat pemandangan yang itu-itu juga. Praktis, hanya di dalam lingkungan hotel yang terlihat terawat indah.

    Tidak adakah sisi positifnya” Tentu ada. Semiskin-miskinnya mereka dan sesemrawut-semrawutnya Kalkuta, penduduknya masih ingat melakukan sikat gigi. Itu pertanda bahwa penduduknya berpendidikan. Di India, pendidikan memang utama, yang kelak bisa dipakai modal sosial untuk kemajuan India. Sisi positif lainnya adalah: semua kendaraan umum sudah menggunakan gas atau elpiji. Itu membuat kepadatan dan kesemrawutan lalu lintasnya tidak bertambah pengap oleh polusi. Dari sudut ini, Jakarta pun kalah.

    Tentu tidak perlu diceritakan lagi perjalanan saya ke pedalaman. Termasuk bagaimana pengalaman kami naik kereta rakyat yang horornya sudah sering terlihat di televisi itu. Saya harus berdiri di sela-sela bungkusan sayur selama dua jam. Duduk di lantai pun dimarahi penumpang lain karena bisa untuk menambah satu lagi penumpang berdiri. Positifnya: rel di sana double-track sehingga perjalanan bisa lebih cepat. Meski harus berhenti di kira-kira 30 stasiun, tapi tidak membosankan karena setiap berhenti tidak lebih dari 1 menit.

    Melihat Kalkuta hari ini, saya jadi memahami mengapa Inggris memindahkan ibu kota India ke New Delhi pada zaman dulu.

    Tidak ada harapankah Kalkuta?

    Ternyata ada. Di sebelah Kota Kalkuta ternyata kini sedang dibangun kota baru: Jyothibasu. Kota itu masih jauh dari jadi, tapi mulai terlihat menggeliat. Jaringan jalan-jalannya dan beberapa gedung tinggi yang modern mulai terlihat di sana. Rupanya, Kalkuta memilih lebih dulu membangun sesuatu yang baru sama sekali daripada merenovasi kota lama yang begitu beratnya.

    Saya jadi ingin melihat lagi Kalkuta lima tahun mendatang. (*)

    Andaikan bisa diterapkan di Indonesia… Alangkah maju nya kita 5 tahun lagi…

    Posted by ABud | 2 Maret 2012, 3:17 pm
  162. Kalimantan kapan dibuat jalan yang bisa nembus antar propinsi…nggak usah jalan tol……jalan antar kota antar propinsi…aja dulu….sumatra dari timur-kebarat; dari utara-keselatan, jawa apalagi…, sulawesi juga sudah selesai….kalimantan..kapaaaaaan………

    Posted by Seno | 2 Maret 2012, 3:52 pm
  163. The SPIRIT called Manufacturing Hope

    Posted by Wahyu Prasetyo | 2 Maret 2012, 5:01 pm
  164. Lihat acara ulang tahun tvOne deh…
    Iklannya BUMN semuaa…

    Posted by M. Erick Antariksa | 2 Maret 2012, 7:25 pm
  165. mungkin ini tidak nyambung dengan kegiatan KEMENTERIAN BUMN (www.tribunnews.com/2012/02/12/alumni-itb-tolak-kehadiran-dahlan-iskan)
    ybs (pada berita) bisa melakukan pertimbangan jernih, atau seperti itulah anggapannya😉

    Posted by wawan | 2 Maret 2012, 8:51 pm
  166. obrolan dua wartawan senior..dahlan iskan vs jacoeb oetama

    http://www.lensaindonesia.com/2011/11/01/jacob-oetama-dan-kompas-grup-siap-kawal-dahlan-iskan.html

    patut disimak

    Posted by caderkeren | 3 Maret 2012, 1:03 am
  167. anda betul, bung erik juga betul, saya sesungguhnya ingin coba memilah para komentator blog ini, siapa yg tulus dan siapa yg nakal, siapa yg pengen benar2 dukung dan siapa yg orderan, siapa yg inspired (plus coba implemen) dengan siapa yg ‘gak nyambung dst. Semata2 ingin tau apa kita sungguh2 menghendaki perubahan yg sangat besar dan mendasar dalam budaya kerja dan pola pikir bangsa kita ini atau cita2 itu masih fatamorgana? Jangan terulang lagi begitu banyak kesalahan2 yg sama, buang waktu, buang uang, buang tenaga, hilang kepercayaan, hilang harga diri, hilang kehormatan. Bismillah, teladani DIS dan kerjakan !

    Posted by daya setiawan | 3 Maret 2012, 7:53 am
  168. busyet blog ini makin hari makin rame aja dan komentarnya pada menarik dan inspiratif bravo semuanya dan sukses selalu buat pak DIS jaga kesehatan ya pak jangan lupa diminum obatnya

    Posted by prestho | 3 Maret 2012, 9:21 am
  169. “netes eluh nang pipiku…” setiap membaca MH membuat hatiku bergetar..

    Posted by SMT Yamaha | 3 Maret 2012, 9:31 am
  170. Membaca tulisan Pak Dahlan ibarat melihat masa depan Indonesia yang maju…lanjutkan pak…indonesia jaya dan maju…

    Posted by muchlis_bandar Lampung | 3 Maret 2012, 12:09 pm
  171. Sudah hari sabtu nih. MH 16 sebentar lagi, kira2 33 jam lagi.
    Rasa ngak sabar, persis seperti nunggu wakuncar dulu

    Tapi…………
    Bagaimana jika MH 16 tidak pernah terbit, karena Pak Dis dipanggil oleh Yang Maha Berkehendak? Seperti apa kita mengisi hari-hari kita?
    Yang biasa nongkrong nunggu di Antaranews.com sampai tengah malam. Yang I like Monday.
    Akankah kemudian kita kembali hilang harapan akan Indonesia. Tidak ada semangat kerja.? Atau sibuk mencari siapa pengganti Pak Dis?
    Bagaimana nasib dahlaniskan.wordpress.com. sepi, tak ada yang menenggok!!
    Bagaimana dengan PLN sekarang ini. Byar prêt 3x sehari 1 kapsul?

    Entahlah…..
    Masing-masing kita yang menjawab.

    Semoga Pak Dis, sehat selalu. Dikuatkan dalam melaksanakaan tugasnya, dimudahkan dalam mendidik penerus2nya. Dipanjangkan umurnya. Amiin

    Posted by uyung | 3 Maret 2012, 2:47 pm
    • Please positive thinking lah terkait hal tersebut.

      Satu hal , perkataan anda memang ada benarnya. Daripada bilang “pilih Pak DIS utk RI-1 2014″, bukankah sebaiknya bilang mumpung Pak DIS jadi menteri BUMN, mari kita lakukan perubahan. setitik cahaya perubahan mungkin sebuah anugrah dari Allah untuk negara kita”

      Posted by Darko Rahman | 3 Maret 2012, 4:52 pm
      • Komentar “Pilih Pak Dis for RI 1” bukanlah suatu masalah jika dalam porsi yang wajar. Berapa porsi yang wajarnya? Menurut saya bukan masalah angka, seperti jangan lebih dari, misalnya, 20 dalam satu edisi. Tapi kita lihat daripada perbandingan jumlah komentar yang berupa diskusi, saran bahkan kritik (membangun loh) dibandingkan dengan pujian2.

        Terus apa yang mau dibahas dan didiskusikan? Berbagai sisi dapat dibahas, misalnya diskusi Bung Maspay dan Bung Pipolondo ttg TOL vs KA. Akan tetapi jikalau orang dalam (BUMN) mau ikut berkomentar dalam proses pelaksanaan keputusan, saya yakin kita akan belajar berbagai studi kasus yang jauh lebih menantang daripada studi kasus di Harvard. Hal ini sudah pernah diceritakan oleh Pak Dis dalam https://dahlaniskan.wordpress.com/2010/09/20/soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/.
        Betapa pergulatan didalam PLN ikut kita rasakan bukan hanya dalam perspektif Pak Dis, tetapi karyawan. Hal2 bersifat rahasia ya jangan di bocorkanlah.

        Saya pikir Pak Aris Kadarisman ( dr BUMN kan?) mungkin punya usul tentang bagaimana agar orang orang BUMN mau sharing tentang berbagai perubahan suasana yang sedang terjadi di dalamnya.

        Mari kita kembangkan https://dahlaniskan.wordpress.com/ menjadi saksi sejarah perubahan Indonesia.
        Mohon maaf jika ada kata2 yang menyinggung.

        Posted by uyung | 4 Maret 2012, 7:46 am
    • Orang seperti Pak Dahlan tidak usah sibuk-sibuk dicari.
      Orang seperti Pak Dahlan pasti akan muncul sendiri.

      Tidak jadi masalah bila Pak Dahlan harus pergi, kan ada kita, ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang yang terisnpirasi oleh pemikiran, perkataan, tindakan, dan ketauladanan Pak Dahlan.

      Hidup kan Dahlan Iskan dalam keseharian kita masing-masing.

      Posted by M. Erick Antariksa | 3 Maret 2012, 5:03 pm
  172. Tadi siang jam 12an kita kumpul di rumah P.DIS di surabaya, acaranya kataman Quran dalam rangka syukuran 5th operasi transplan hati…banyak yang hadir…terutama tentu temen2 dr jawapos.

    Semoga doa2 tadi yang di unjukkan diberkahi Allah SWT dan pak DIS semakin sehat sehingga bisa selalu bersama sama kita….Aamiin YRA

    Posted by immstso | 3 Maret 2012, 4:54 pm
  173. Mana manufacturing hope 16 yaaa

    Posted by caderkeren | 4 Maret 2012, 5:33 am
  174. Menurut (tafsir) Cak Nun, manusia bisa dibagi menjadi 5 macam sbb: (5 matrix hukum)

    1. Manusia wajib : keberadaannya mutlak diperlukan (memberi manfaat banyak orang)
    2. Manusia sunnah : gak ada gpp, namun bila ada itu lebih baik.
    3. Manusia mubah : ada atau tidak ada gak masalah
    4. Manusia makruh : ada gpp, namun tidak ada lebih baik
    5. Manusia haram : keberadaannya mutlak tak diperlukan (membuat celaka banyak orang)

    Dahlan Iskan sy kira termasuk manusia wajib, sangat diperlukan keberadaanya, walaupun gak mesti jadi presiden.

    Capres seperti abdul rizal bakri, prabowo, hatta rajasa sy kira temen-temen bisa dengan mudah menilai apakah termasuk manusia wajib, sunnah, mubah, makruh atau manusia haram.

    hal ini saya kira menarik dibikin poling, shg rakyat gak salah pilih.
    2014 Indonesia wajib dipimpin oleh manusia wajib.

    Posted by syafiihkamil | 4 Maret 2012, 6:05 am
  175. Today is Saturday ….. ngak sabaran nunggu ntar malam jam 00.00 untuk MH 16. …….
    Antusias … deg deg deg an .,…. kira kira topiknya apaan ya ?

    MAJU TERUS PAK DIS

    Posted by Agandri | 4 Maret 2012, 9:57 am
    • Coba saja gugling “manufacturing hope” biasanya MH pak dis sdh diposting di antaranews. Besok senin baru nulis+baca komentar2 sodara2 sebangsa setanah air di blog ini
      Selamat mencoba pak hehehehe permisi

      Posted by Fia | 4 Maret 2012, 6:42 pm
  176. He he he …salah ketik harusnya Sunday ……

    Posted by Agandri | 4 Maret 2012, 9:58 am
  177. Minggu penuh pengharapan….

    Posted by aburachman | 4 Maret 2012, 10:13 am
  178. semoga doa baik seluruh hafiz yg belum pernah ke Makkah yang akan diberangkatkan oleh Pak Dis, sebagaimana dikemukakan dalam acara syukuran/khataman Quran itu, dikabulkan. Harapannya, kesehatan dan keselamatan beliau terjaga agar dapat menunaikan tugas dari negara dan bangsa ini.

    Posted by guno | 4 Maret 2012, 7:42 pm
  179. terlepas dari jelek atau menjelek jelekan seseorang termasuk pak Dahlan Iskan, kita tetap harus objektif terhadap ide ide yang disampaikan oleh Pak Dahlan Iskan. seperti ide

    “Jasa Marga bisa mengerjakan jalan tol Bawen-Solo kalau bisa mendapat izin dua jalan tol lainnya. Yakni, jalan tol sepanjang 3 km dari Daan Mogot ke Cengkareng dan jalan tol dari Kawasan Berikat Nusantara ke Pelabuhan Tanjung Priok.”

    pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa diselesaikan dengan pola “CD bajakan sepuluh ribu tiga”. Dua ruas yang “gemuk” dipaketkan dengan satu ruas yang “kurus”.

    sekilas nampak bahwa ide yang disampaikan itu adalah sebuah ide yang cemerlang, jawabannya memang betul. tetapi tentu ada konsekwensinya, yaitu dengan disatukan menjadi satu paket 3 proyek jalan tol ini, artinya nilai investasi dari ketiga proyek itu akan dihitung dengan memperhitungkan income yang akan dihasilkan oleh ketiga ruas jalan tol tersebut. artinya, konsumen yang menggunakan jalan tol daan mogot ke cengkaren dan dari kawasan berikat nusantara ke pelabuhan tanjung priok harus membayar lebih mahal dari yang seharusnya, karena harus mensubsidi biaya pembangunan jalan tol semarang solo.

    hal hal seperti ini harus disampaikan secara transparan, dan kita harus pahami juga sebelum mendukung atau tidak mendukung gagasan tersebut.

    Jadi kesimpulan, tetap kristis dan bukan menjelek jelekan. agar bangsa ini tidak terpuruk ke jalan yang salah,,,

    Posted by santi melani | 5 Maret 2012, 11:43 am
    • Ya, meskipun nantiny menjadi agak kemahalan, tetap saja ini merupakan ide yang bagus. Klo memang ad msyarakat yang merasa kemahalan, ya tidak usah menggunakan tol, pakai jalan biasa saja. Mau lewat jalan tol ato biasa kan pilihan pengguna jalan, tidak ada yang memaksa.
      Secara objektif dapat saya katakan bahwa pembangunan infrastruktur di negara kita adalah sangat-sangat lambat sekali. Maka, terobosan2 seperti yang dilakukan Menteri BUMN dan Menteri PU ini patut didukung.

      Posted by RWB | 5 Maret 2012, 2:24 pm
    • mungkin artinya bukan begitu. yang saya tangkap:
      Karena jalan Tol Bandara-daan mogot dan cilinicing-pelabuhan itu sangat menguntungkan (gemuk) jadi disatupaketkan dengan tol bawen-solo yang merugikan (kurus). Kalau artinya begitu berarti gak akan ada penambahan tarif karena kompensasi. Jadi tanpa menaikan tarif, ketiga tol dalam satu paket tersebut tetap menguntungkan.

      Posted by Maspay | 5 Maret 2012, 3:14 pm
  180. Ketika Pak Dis … naik sepeda motor dan pake sendal jepit ….. baca liputan Sdr. Arif Kunaifi berikut ini :

    http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/05/ketika-dahlan-iskan-terjebak-kemacetan-menuju-langitan

    Ketika Dahlan Iskan Terjebak Kemacetan menuju Langitan

    Tadi malam, Dahlan Iskan Ziarah ke pusara KH. Abdullah Faqih di Langitan, Widang Tuban. Dia terjebak kemacetan di daerah Gresik selama satu jam. Hal itu terjadi karena dia tidak menggunakan pengawalan secara khusus sebagaimana di lakukan menteri yang lain.

    Ketika sampai di Langitan dia lantas masuk di area pesantren, namun letak maqbarah Kiai Faqih ternyata agak jauh dari pesantren sehingga dia dibonceng sepeda motor oleh cucu kiai Faqih ke tempat yang dituju.

    Saya sendiri sejak kecil sering ke pesantren Langitan karena semua keluarga belajar di pesantren ini kecuali saya. Selain masih berada di satu kabupaten, Kiai Faqih yang tawadlu’ itu sering datang ke desa saya. Bahkan, beliau datang ketika salah santrinya yang masih ada hubungan keluarga dengan saya meninggal dunia. Terakhir kali saya bertemu beliau, saat sowan hari raya idul fitri lalu.

    Dalam momen ini dia juga tidak membawa wartawan Jawa Pos miliknya. Saya mengetahui kedatangannya di Langitan justru dari foto teman Face Boook saya yang kebetulan cucu kiai Faqih. Para santri hanya mengabadikan momen ini dengan kamera HP. Mungkin dia tidak ingin lagi dikatakan sebagai pencintraan di media massa yang sering ‘dituduhkan’ padanya.

    Dimakam, dia berbaur dengan peziarah lain tanpa meminta tempat. Dia tetap berada di belakang peziarah lain, sehingga di antara peziarah tidak menyangka jika ada seorang menteri berada di belakang mereka. Apalagi dia hanya berpakaian sederhana dengan sandal jepit.

    Saya hanya berharap, kepada menteri yang lain agar tidak jadi kaum penikmat di atas penderitaan rakyat. Jika rakyat mengalami kemacetan, seharusnya dia juga mendapatkan hal yang sama. Jika rakyat masih banyak yang hidup di bawah kelayakan, saharusnya dia juga hidup sederhana.

    COBA LIAT FOTO DI ARTIKEL TSB … PAK DIS PAKE SANDAL JEPIT DAN NAIK SEPEDA MOTOR … WOWW KERENNNNN !!!

    Posted by Agandri | 5 Maret 2012, 9:34 pm
  181. ternyata sebagian politisi juga mengikuti Manufacturing hope nya pak dahlan ne buktinya liat link berikut ini

    “Sebaiknya gaya Dahlan ini ditiru SBY dalam memilih menteri dan timnya,” kata Ma’mur. lengkapnya baca di

    http://us.finance.detik.com/read/2012/03/05/163843/1858359/4/anggota-dpr-sby-harus-tiru-gaya-dahlan-iskan

    Posted by caderkeren | 5 Maret 2012, 10:13 pm
  182. Ini Alasan Dahlan Iskan Minta KAI ‘Caplok’ Damri dan PPD
    -“Alasannya, pertama keduanya sama-sama perusahaan transportasi,”
    -sudah seharusnya dan selayaknya BUMN tidak langsung mengurus angkutan bus seperti Perum Damri dan Perum PPD
    http://us.finance.detik.com/read/2012/03/05/145248/1858191/4/ini-alasan-dahlan-iskan-minta-kai-caplok-damri-dan-ppd

    Posted by caderkeren | 5 Maret 2012, 10:15 pm
  183. entah kenapa setiap saya membaca artikel artikel beliau dan buku2 beliau utamanya tentang #CEO Notes saya selalu merasakan semangat menggelora untuk berteman dengan yang namanya “antusias” . . .

    Posted by prayogi adhiatma | 6 Maret 2012, 9:02 am
  184. saya sangat terinspirasi oleh pemikiran bapak, apalagi tentang jalan tol….bagi sya punya daya tarik tersendiri, namun ada pertanyaan yang mengganjal,kapan tol ciawi sukabumi selesai dibuat ??? kami berharap ekonomi masyarakat bisa tumbuh cepat diantaranya melalui pembangunan jalan tol,,,,

    Saat ini kabupaten sukabumi telah dicanangkan sebagai kawasan pengembangan minapolitan, namun jalan dari kota sukabumi ke palabuhanratu juga belum memadai meski saat ini PLTU yang akan menerangi jawa dan bali telah berdiri tegak….

    Help… me
    Yana chefiana – Bappeda Kab. Sukabumi

    Posted by yana chefiana | 11 Maret 2012, 9:54 pm
  185. pak dahlan dan pak joko yang terhormat…
    adakah pembicaraan masalah insentif dan desinsentif ?misalnya jika ada perorangan/badan usaha/korporasi/ormas yang berhasil menambah ruang terbuka hijau kemudian diberi insentif keringanan listrik?terimakasih

    Posted by sylvia rachmawati | 12 Maret 2012, 10:46 am
  186. Ya, senang sekali membacanya. Semoga terwujud. Dan setuju usulan SBY utk buka Jasa Marga Pacitan, tapi bikin jalan tol di sisi selatan tembus ke Banyuwangi dari Jogja.

    Posted by Mochamad Yusuf | 12 Maret 2012, 3:07 pm
  187. Panjang umur pak Dahlan, ide, gagasan, tenaga dan fikiran bapak sangat dibutuhkan negeri ini. Seandaunaya ada 10 menteri yg seperti bapak………, atau haruskah beberapa orang diganti hati biar bisa seperti bapak….????!!!!

    Posted by Bambang | 12 Maret 2012, 7:36 pm
  188. setuju pak Dahlan,
    Sudah waktunya petani mulai memoderenisasikan diri. Sewa saja semua lahan petani. kerjakan secara profesional. Bibit yang bagus, pola tanam yang baik dan pemupukan yang berimbang.
    sawah kita seharusnya dapat menghasilkan 20 ton gabah kering per hektar per panen.
    sudah waktunya generasi muda kembali turun ke sawah, menggantikan bapak-bapak kita yang sudah tua.
    bravo pak Dahlan…

    Posted by aries sb | 20 Maret 2012, 12:43 am
  189. Assalamualaikum wr.wb maaf sebelumnya bpk.dahlan iskan sy sgt bangga pny seorg menteri yg sgt prihatin dan mau melihat lgsg kendl yg ada dilapangan bahkan menyetir mbl sendiri dan tnp ajudan… bkn main…brgkl hny sdkt yg sprt bpk yg mau memperhtkn dan menindak tgs pelggrn yg ada, walaupun sy hny ibu rmh tgg biasa sy sgt ingin bertm dgn bpk dan menjabat tangan bpk sbg tanda hormat dan kagum serta bangga sy kpd bpk tp itu tdk mgkn krn sy hny masy.kecil yg tdk mgkn ktm dgn menteri yg sgt hebat dan bersahaja spt bpk…saya ucapkan terima kasih pak…

    Posted by Nany arniwaty | 23 Maret 2012, 3:52 pm
  190. Reblogged this on hiraniblog.

    Posted by harisirani | 29 Maret 2012, 12:18 pm
  191. mungkin karena saya berasal dari daerah Banyumas Jawa Tegah
    saya merasa iri dengan adanya tol semarang solo yang akan dan sedang di bangun saya hanya mengusulkan kepada pak Dahlan agar membangun juga untuk tol lintas selatan jawa mungkin bisa dari Bandung jawa tengah menuju Yogyakarta karena selain lintas utara Jawa yang sama2 kita ketahui sebagai lintas jaluir vital perekonomian di jawa lintas selatan akhir2 ini juga sudah mulai di lirik oleh para pengusaha untuk menggunakannya di karenakan faktor lintas utara yang semakin padat dan macet (apa lagi pas mudik dan balik lebaran), di hitung secara ekonomi pembangunan tol lintas selatan mungkin akan banyak hambatan di karenakan letak dan bentuk geologis dari bagian selatan jawa yang lebih bergunung2 dan ber bukit2 berbeda dengan daerah utara yang lebih datar dan rata tetapi manfaat yang di dapat dari pembangunan tol lintas selatan jawa adalah
    1. penguraian kemacetan pada saat lebaran. tidak monoton konsentrasi pada jalur utara
    2. alternatif jalan bagi para pelaku usaha
    3. pertumbuhan ekonomi jawa bagian selatan yang akan lebih pesat dengan adanya dukungan dari sektor infrastruktur (tol)

    terimakasih

    Posted by Marino | 30 Maret 2012, 3:52 pm
  192. Banyak masalah bangsa ini sebenarnya dapat diselesaikan tidak dengan tim yang banyak, asal ada niat untuk melaksanakannya. Bravo pak Dis, sukses buat anda

    Posted by Andang ilato | 10 Mei 2012, 5:28 pm
  193. SALUT, BUAT PAK DAHLAN ISKAN, SAYA MENGANGUMI ANDA PAK.

    Posted by NELSON IDRIS | 23 Juli 2012, 1:27 pm
  194. Assalamualaikum wr.wb saya sangat bertimahkasih banyak kepada KI.RORO KIDUL atas bantuan AKI saya sekaran sudah bisa sukses dan apa yang saya impikan kini semuanya sudah bisa jadi kenyataan,ini rasanya cuma kaya mimpi karna dulunya berbagai macam pekerjaan yang saya lakukan tapi pendapatan saya tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya..tidak seperti sekaran ini alhamdulillah saya sangat brsyukur melihat kehidupan kami jauh lebih baik dari sebelumnya,nomor “GHOIB” hasil ritual KI,RORO KIDUL meman selalu tepat & terbukti 100% tembus,bagi anda yang ingin seperti saya siahkan hubungi KI,RORO KIDUL di : 085-298-168-017.

    Posted by PAK.SULTAN PALEMBANG | 22 November 2012, 7:18 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ « Hendra Gunawan - 28 Februari 2012

  2. Ping-balik: Dahlan Iskan, Menteri BUMN, Tulisan Manufacturing Hope 15 ‹ sentradaya group | pusat grosir murah penjualan peralatan pembangkit listrik tenaga surya ( panel surya atau solar cell) (PLTS) UPS dan berbagai alat penerangan jalan lampu led juga berbag - 5 Maret 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: