>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Kalau rapat tidak perlu lagi makanan kecil

Minggu, 19 Februari 2012
Manufacturing Hope 14

Sudahkah terbukti jumlah rapat-rapat di Kementerian BUMN turun 50 persen seperti yang saya inginkan? Angka pastinya masih dikumpulkan. Tapi dari penjelasan para direktur utama BUMN, terasa sekali jumlah rapat itu menurun drastis.

“Rasanya turun 60 persen,” ujar Nur Pamudji, Dirut Perusahaan Listrik Negara. “Selama tiga bulan ini saya baru rapat dua kali di kementerian. Kira-kira menurun 75 persen,” ujar Karen Agustiawan, Dirut Pertamina.

Rapat memang harus dikurangi. Kerja yang harus ditambah. Kerja, kerja, dan kerja. Di birokrasi, kesibukan rapat itu memang luar biasa. Jadi salah anggapan masyarakat selama ini kalau birokrasi itu malas. Birokrasi itu rajinnya bukan main. Kalau sudah rapat bisa panjang sekali. Bahkan untuk satu topik saja bisa dilakukan  berkali-kali.

Tentu ada dampak negatifnya. Penghasilan sejumlah staf menurun. Dampak lainnya: banyak ruang rapat yang kosong. Saya suka turun-naik dari lantai ke lantai. Terasa benar ruang yang mahal itu terlalu boros penggunaannya. Padahal ruang rapat itu banyak yang ukurannya besar. Maka beberapa staf di Kementerian BUMN mengusulkan agar segera dilakukan penataan ulang seluruh ruang kerja.

Tentu saya menghargai usul seperti itu dan harus segera dilaksanakan. Pepatah hemat pangkal kaya rupanya sudah banyak dilupakan di zaman yang serba ada ini. Digantikan adagium: boros itu meningkatkan pertumbuhan ekonomi! Kalau semua orang berhemat, siapa yang belanja? Bagaimana nasib pabrik-pabrik?

Boros ruangan tentu memberikan contoh yang kurang baik. Secara kasar bisa dihitung paling sedikit akan ada dua lantai dari gedung 22 lantai di dekat Monas itu yang bisa dihemat. Beberapa BUMN yang selama ini masih sewa kantor (ada satu BUMN yang untuk salah satu bagiannya harus sewa kantor Rp 50 miliar selama lima tahun!) bisa pindah ke gedung ini.

Apakah penurunan jumlah rapat di Kementerian BUMN itu sudah membuktikan otomatis BUMN-BUMN kini lebih banyak kerja, kerja, kerja? Tentu belum bisa dibuktikan seketika. Bukti yang terbaik adalah hasil tutup buku akhir tahun nanti. Benarkah kinerja BUMN meningkat? Ataukah berkurangnya panggilan rapat dari kementerian itu justru melonggarkan kontrol dan membuat BUMN kian malas?

Berkurangnya jumlah rapat secara drastis di Kementerian BUMN itu sebenarnya bukan berarti menurunnya intensitas komunikasi. Sejumlah rapat itu kini sudah digantikan oleh terbentuknya grup BlackBerry Messenger.

Misalnya ada satu grup BBM yang semua anggotanya eselon satu. Maka meski Rapim Kementerian BUMN hanya dilakukan satu minggu satu kali (tiap Selasa jam 07.00), pada dasarnya rapat itu berlangsung bisa beberapa kali sehari. Hanya forumnya tidak di ruang rapat dengan sebuah meja rapat, tapi di forum BBM. Peserta bisa di mana saja dan sedang melakukan apa saja. Yang jelas tidak ada hidangan makanan kecil dalam rapat seperti ini.

Ada juga grup BBM yang anggotanya menteri, wakil menteri, seorang deputi, dan semua direktur utama BUMN yang bergerak di bidang pangan. Maka masalah-masalah peningkatan produksi beras di BUMN dibicarakan di “ruang rapat tanpa hidangan” ini.

Demikian juga ada grup BBM bidang gula. Anggotanya menteri, wakil menteri, deputi bersangkutan, dan semua direktur utama yang membawahi urusan gula. Ada grup BBM energi. Dan sebentar lagi, setelah holding perkebunan terbentuk akan diadakan grup BBM perkebunan.

Rapat melalui grup BBM seperti itu intensifnya bukan main. Juga hemat sekali waktu. Bahkan “rapat itu” berlangsung tidak mengenal hari dan jam. Bisa saja pada hari Minggu ada topik yang harus dibahas. Bahkan ada yang sampai jam 23.00 waktu setempat masih mengajukan pendapat.

Isi dan kualitas pembicaraan tidak kalah dengan rapat yang dilaksanakan di ruang rapat sungguhan. Meski menggunakan BBM, jangan khawatir dimanfaatkan untuk yang bukan-bukan. Tidak akan ada pembicaraan mengenai apel malang atau apel washington di situ.

Sesekali ada yang memasukkan humor, tapi biasanya kalau lagi akhir pekan. Arifin Tasrif, Dirut Pusri Holding yang tergabung dalam grup BBM pangan, termasuk yang suka kirim humor. Hanya kadang saya sulit mengenali nama asli mereka karena banyak yang pakai nama maya. Arifin Tasrif, misalnya, di BBM menggunakan nama Kapal Selam. Rupanya dia sekalian jualan pempek Palembang.

Tentu saya sangat menganjurkan agar semua BUMN membentuk grup-grup BBM seperti itu. Intensifnya luar biasa. Ini saya rasakan sewaktu masih di PLN. Waktu itu saya memiliki tujuh grup: grup khusus yang anggotanya semua direksi plus sekretaris perusahaan, grup saya dengan para general manajer se-Jawa-Bali, grup saya dengan para general manajer se-Indonesia barat, grup saya dengan semua general manajer se-Indonesia Timur.

Juga grup saya dengan para manajer perencanaan, grup saya dengan para manajer keuangan, grup saya dengan para manajer SDM, dan seterusnya. Keluhan masyarakat, info soal korupsi, pengaduan tender yang main-main dan segala persoalan yang berkembang bisa langsung dikomunikasikan melalui grup BBM.

Model komunikasi manajemen seperti ini, sekaligus bisa menerabas batas-batas hirarkhi dan birokrasi. Juga bisa lebih terbuka. Kekurangan di satu tempat langsung diketahui siapa pun di tempat lain. Kalau tidak terbiasa memang seperti membuka aib dan kelemahan, tapi itulah cara yang efektif untuk melakukan perbaikan.

Kalau niatnya sudah untuk melayani masyarakat, soal kelemahan yang dibuka di depan sesama manajer seperti itu tidak akan terasa sebagai aib lagi. Justru dengan cara itu tanggungjawab bisa muncul.

Apalagi bukan hanya soal kekurangan yang dibeber di grup BBM. Tapi juga soal prestasi. Dulu sering saya memasukkan pujian dari pelanggan listrik yang dikirimkan via SMS ke handphone saya. SMS itu langsung saya masukkan ke dalam grup BBM. Sebagai pendorong bahwa hasil kerja keras mereka diapresiasi oleh masyarakat luas.

Salah satu contoh ketika Peter Gontha memuji PLN via SMS; yang merasa kaget petugas PLN begitu cepat datang ke rumahnya yang listriknya lagi bermasalah dan petugas itu tidak mau diberi uang tip. SMS itu saya masukkan ke grup BBM dan dalam waktu singkat menyebar luas ke jajaran PLN.

Sungguh sangat banyak rapat yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang tidak perlu harus membuang waktu sampai lima jam (satu jam perjalanan, tiga jam rapat, satu jam perjalanan kembali). Kecuali kalau rapatnya benar-benar harus dan bisa mengambil keputusan saat itu.

Tentang rapat pimpinan Kementerian BUMN sendiri, kini tidak lagi dilakukan di kantor kementerian BUMN. Tiap Selasa lokasi rapat itu berpindah dari BUMN satu ke BUMN lainnya. Sekaligus agar seluruh eselon satu Kementerian BUMN mengetahui dengan mata kepala sendiri markas BUMN yang selama ini sering mereka panggil.

Sekalian untuk mengecek apakah di BUMN tersebut juga sudah dilakukan rapat pimpinan setiap Selasa jam 07.00 waktu setempat. Rapat paling jauh dilakukan di BUMN Angkasa Pura II Selasa lalu. Sekalian untuk mengecek persiapan perbaikan Bandara Soekarno-Hatta.

Perubahan memang sedang dilakukan. Ruang ATC/tower sudah lebih disiplin dan bersih. Tidak ada lagi yang merokok di ruang kontrol lalu-lintas pesawat. Peningkatan kapasitas tower menjadi dua sisi juga sudah hampir selesai.

Satu sodetan express taxy sudah selesai, tinggal membuat satu lagi. Bagian-bagian jalan yang sempit yang menjadi sumber kemacetan di sekitar bandara sudah dipagari seng, pertanda proyek pelebaran jalan sedang dilakukan.

Yang tahun ini mulai dikerjakan adalah: pembuatan gedung parkir empat tingkat di tengah-tengah antara terminal satu dan dua. Di tengah-tengah itu tahun ini mulai dibangun juga stasiun kereta api. Gedung parkir dan stasiun itu harus selesai akhir tahun depan.

Sementara menunggu gedung parkir, segera dilakukan pengaturan darurat: banyaknya mobil yang menginap di bandara akan disediakan lokasi khusus. Kendaraan karyawan bandara dan karyawan toko-toko di bandara akan dialihkan juga di lokasi lain. Ini agar lokasi parkir bandara lebih diperuntukkan melayani penumpang.

Terminal 3, yang sekarang ini hanya seperti huruf  I, akan dikerjakan menjadi huruf U lebar. Berikut apron-nya sekalian. Dari terminal tiga akan dihubungkan dengan kereta tanpa supir menuju Terminal 1 dan 2. Pembangunan Terminal 3 ini juga harus sudah selesai akhir tahun depan. Kalau semua pekerjaaan itu selesai maka daya tampung Bandara Soekarno Hatta meningkat menjadi 60 juta pemakai jasa. Sekarang ini sudah 50 juta pemakai jasa per tahun yang memadati bandara yang mestinya hanya untuk 22 juta pemakai jasa itu.

Memang masih ada proyek besar lainnya: membangun landasan nomor 3 dan membangun Terminal 4. Tapi proyek ini memerlukan waktu lebih panjang. Masih harus membebaskan tanah 730 Ha yang tentu tidak akan mudah.

Dengan mengurangi kesibukan rutin berupa rapat-rapat yang kurang efektif, pemikiran memang bisa lebih dicurahkan untuk hal-hal yang lebih mendasar.

Rapat, tentu saja penting. Tapi kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting! (ANT)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

301 pemikiran pada “Kalau rapat tidak perlu lagi makanan kecil

  1. senin yg KUTUNGGU

    Posted by yud | 20 Februari 2012, 8:34 am
    • Dear all… jadwal mingguan sy setiap senin PASTI baca inspirasi2 dari pak DIS + humor2 nya di akhir tulisan.. Seandainya birokrat kita bs smart… minimal belajar smart lah… gak feodal-feodal banget spt skrg ini… aku yakin kemajuan Indonesia akan lebih cepat…

      Bravo pak DIS.

      Kulo saking Nganjuk Pak DIS.

      Posted by dwi | 20 Februari 2012, 9:14 am
      • monggo pak dwi ikut bergabung dengan gerakan rakyat dan facebooker mendukung dahlan iskan jadi presiden
        http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

        Posted by tiknoking | 20 Februari 2012, 1:25 pm
      • Saya lihat di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/ kok baru 1600an yaa anggotanya…
        Yuk gabung rame-rame.

        Saya ga gitu ngerti blog, dan ga punya blog.
        Kalau dilihat secara statiskik, dibanding blog+blog lain pada umumnya, apakah blog tulisan2 pak Dahlan ini termasuk kategori blog yang banyak dilihat dan dikomentari?

        Posted by M. Erick Antariksa | 20 Februari 2012, 8:07 pm
      • @M. Erick Antariksa : Kalau dilihat secara statiskik, blog tulisan2 pak Dahlan ini termasuk kategori blog yang banyak dilihat dan dikomentari. Bahkan pernah menjadi no.1 di Top blogs di wordpress indonesia, untuk hari ini saya lihat blog ini ranking 8 di Top blogs di wordpress indonesia. Untuk tiap harinya, blog ini dikunjungi kurang lebih 7000-8000 pengunjung, sedang untuk hari senin bisa dikunjungi 14000 pengunjung.

        Posted by BlackBeard | 21 Februari 2012, 8:33 am
      • mau ikutan nich …mendukung pak DI jadi president 2014 di
        http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

        Posted by bp_toro | 21 Februari 2012, 9:24 am
      • tambahan @ Bpk. M. Erick A … per tgl 21/2 info alexa rank blog ini menempati rank ke 137.667 … blog dng alexa rank di bwh 1 juta brarti blog yg bagus n banyak pengunjung …
        selain itu jk Bpk liat di hal depan ada banner yg menandakan bhw blog ini mendapat predikat “silver blog” dr komunitas internet sehat … blog ini bukan blog ecek-ecek …. :D
        demikian
        salam …

        Posted by Teddy | 21 Februari 2012, 5:02 pm
      • Terima Kasih banyak BlackBeard untuk penjelasannya…
        Wah, ternyata banyak juga yang membaca blog tulisan Pak Dahlan ini yaa…
        Mudah2an banyak yang tertular Virus Hope dan langsung merasakan gejala-gejala Dahlanisme.

        Mudah2an semakin banyak penganut Dahlanisme, semakin banyak pula perubahan perubahan positif di Indonesia.

        …rame-rame promosiin blog ini yuuk
        Biar makin banyak yang baca, makin banyak yang tertular Virus Hope, makin banyak pengidap Dahlanisme, makin banyak perubahan positif di negeri kita ini.

        (Mau bikin cutting sticker [dahlaniskan.wordpress.com] aaah, trus tempel di kaca mobil… hihihihihi)

        Posted by M. Erick Antariksa | 21 Februari 2012, 5:23 pm
      • @Bung Erick A :
        Gw suka istilah ini : menyebarkan Virus Hope & Dahlanisme :)
        Btw, soal stiker itu, gw & temen lagi desain buat ditaruh di media sosial & kendaraan
        Pak Dis emang sangat Inspiratif & problem solver

        Posted by Andi Jack | 21 Februari 2012, 5:49 pm
      • Bismillahirrahmanirrahim,

        Temen-temen dan sahabat-sahabatku yang mencintai perubahan,

        Mendukung kebaikan itu ada 3 cara, dg perbuatan (1), ucapan (2) dan hati (3). perbuatan adalah langkah yang paling baik. dukungan dg hati saya kira sebagian besar rakyat indonesia mendukung upaya perbaikan, namun yang bersedia mendukung dg ucapan (termasuk komentar2 disini) lebih sedikit jumlahnya, dan yg paling terkahir adalah dg perbuatan tentu lebih terseleksi orangnya.

        upaya menyebarkan berita gembira, ide-ide besar yang memberi harapan dan membakar optimisme (dg blog, stiker dll) adalah termasuk tingkatan yg ke-(1).

        Namun yang perlu kita fahami lebih dalam ttg ucapan “dahlanisme”, walaupun saya tahu bahwa ucapan ini tidak serius. hanya sekedar terminologi untuk mengingatkan kepada nilai2 yang dilkukan oleh dahlan iskan (mis: integritas dan antusias dalam bekerja, dll).

        Tingkat pemahaman tentu bisa bermacam2 sesuai level makrifatnya masing-masing. contoh yang konkrit misalnya dalam aliran agama. banyak sekali golongan beragama yang seolah2 mendukung sebuah nilai2 luhur agama, namun kelakuannya sama sekali tak menandakan kerpibadian yang baik.

        maka dari itu upaya dukungan kepada sesuatu harus berdasarkan pada nilai (akhlaq), bukan kepada sosok pribadi ataupun kepada golongan atau faham atau lebih jelasnya kepada substansi nilai.

        maka dari itu ketika saya membaca komen-komen disini yang banyak terinpirasi dan bahkan optimismenya terbakar untuk bekerja dengan antusias dan integritas adalah sebuah berita gembira. dan inilah saya kira sebenar-benarnya cara mendukung gerakan moral dahlan iskan, menjadi pribadi yang baik dan disenangi oleh sekitar dan bukan sebaliknya.

        apa yang dilakukan dahlan iskan adalah membumikan kembali nilai luhur manusia yang telah hilang dari bumi indonesia dan bahkan dunia, dan saya kira upaya ini terus berjalan dan dilakukan oleh manusia-manusia terpilih dengan kapasitasnya masing-masing.

        ketika kita berpegang kepada nilai, maka sesungguhnya kita sedang mendukung pemilik nilai tersebut, tiada lain adalah Tuhan semesta alam.

        yuk kita menjadi hamba (manusia) yang baik dengan bekerja sekeras-kerasnya untuk kemaslahatan orang banyak, dan dahlan iskan telah mencontohkan itu.

        saya yakin temen-temen semua bisa menjadi agen perubahan di tempat kerja masing-masing, lebih-lebih dalam klg.

        selamat bekerja dg dasar cipta (pikiran jernih), rasa (tulus) dan karsa (tekad bulat).

        salam integritas,

        syafiih kamil

        Posted by syafiihkamil | 21 Februari 2012, 9:06 pm
      • Terima Kasih banyak tambahan infonya Mas Teddy, wah ga sabar nunggu blog ini dapat peringkat Gold atau Platinum (kalau sekarang peringkat silver, naik kelasnya menjadi Gold atau Platinum kan ya?, saya tidak bisa lihat bannernya karena saya selalu buka blog ini di BB, sambil nyupir pula, makanya banyak salah ketik hehehe)…

        Ga sabar juga pengen liat stickernya Bung Andi Jack dan rekan…

        Saya yakin, kalau anak-anak muda kreatif yang karya graffitinya banyak menghiasi tembok-tembok kota membaca blog ini, pasti mereka akan ikut menyebarkan VIRUS HOPE dengan graffitinya sehingga semakin mewabahlah DAHLANISME di mana-mana…

        Posted by M. Erick Antariksa | 21 Februari 2012, 9:33 pm
      • 1. Keluarnya UU Migas No. 22 Tahun 2001 sangat menyedihkan dikala Harga minyak dan gas bumi tinggi dan produksi minyak nasional turun. Terjadi pecah belah pengelola migas nasional : (1) Yang bertugas membuat kontrak migas nasional – Kementerian ESDM ; (2) yang melaksanakan kontrak migas nasional – BPMIGAS & BPHILIR ; Pelaku Perusahaan Migs Nasional – Pertamina. Akhirnya mereka tidak senada, seringkali konflik, tidak mempunyai kepentingan bersama. Kerugian tangible yang sangat material diantaranya : Kontrak PSC yang habis dan kemudian dikelola oleh Perusahaan Nasional (Pertamina) dan Perusahaan Daerah (Pemda Riau) hanya satu Kontrak Migas di Blok CPP (ex Chevron). Setelah UU Migas No. 22 Tahun 2001 keluar, Kontrak migas yang terminate tidak ke Perusahaan Indonesia. Untuk rebutan perusahaan asing dan perusahaan swasta yang berpengaruh di negeri ini. Contohnya pada waktu terminasi Blok PSC-WMO (West Madura Offshore).

        2. Salah satu yang fatal lagi adalah : Valuation atau penilaian crude Indonesia, Dalam membagi minyak pada kontrak PSC, Pemerintah menggunakan formula ICP (Indonesia Crude Price) yang cenderung under value. Berdasarkan penetapan harga crude ini, Kontraktor PSC mendapat bagian minyak (entitlement) sebagai pengganti cost recovery, FTP dan profit Split. dan disisi lain, Indonesia melalui Pertamina harus membeli minyak Kontraktor KKS tersebut dengan harga ICP + Premium (dikarenakan kalau dihargai ICP Kontraktor KKS tidak bersedia, dikarenakan ICP mostly under value)

        Semoga Bapak Dahlan mengetahui hal ini dan cepat dirubah, apalagi pak Dahlan jadi presiden

        Amin

        Posted by Sambo Paijo | 9 Maret 2012, 7:04 am
    • sebelum setiap apel pagi senin,, dahulu ku buka internet,, goretan tangan pak DI yg ku tunggu,, agar menjadi bahan bakar pelecut semangat untuk seminggu ke depan,, ^_^ selamt berkarya sobat-sobat.

      Posted by edwar | 20 Februari 2012, 9:39 am
      • Saya sebagai orang yg berasal dari Jawa Timur, merasa bangga dengan bapak yang satu ini dengan keputusan serta kebijakan yang diambil begitu cepat dan efisien. Meski banyak pemimpin berasal dari Jatim termasuk RI 1, tapi respect saya hanya untuk Pak Dahlan. Semua itu karena apa yg telah dan sedang dilakukannya selama ini.
        Tapi saya juga siap mengkritik Pak Dahlan apabila ada kebijakan yang melenceng. Teruskan ide-ide dan karya-karyamu brilianmu, Pak Dahlan..

        Posted by Agung | 21 Februari 2012, 1:58 pm
    • ckckck……Bung Dis nakal juga ya tulisannya kali ini. Klo diperhatikan tulisan kali ini banyak nyindir para hedonis di Senayan. Dimulai dari judul yang menyatakan tidak diperlukannya snack dalam rapat (kan baru2 ini ada wacana heboh u/ meningkatkan anggaran snack u/ rapat kaum hedonis), terus rapat itu esensinya sebenarnya bisa dimana saja dan kapan saja jadi tidak diperlukan tempat (baca: ruang) khusus, apalagi yang tergolong super mewah (yang memakan dana sampai puluhan milyar) bahkan sampai ada ruangan khusus yang anti penyadapan, dan akhirnya ditutup oleh Bung Dis dengan “kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting!”.

      Jaga kesehatan untuk semua dan kerja, kerja, kerja !!!

      Posted by Jend. Naga Bonar | 20 Februari 2012, 10:16 am
    • Dengan diubahnya kebiasaan rapat rutin menjadi grup-grup Blackberry Messenger. kalau misalkan pak dahlan ikut di gurp-grup tersebut. Dibandingkan dengan banyaknya perusahaan yg dibawahinya. KIra-kira Pak Dis punya Blacberry berapa buah ya? hehehe

      Posted by Andi | 20 Februari 2012, 10:52 am
    • mestinya menteri sekalian semua pejabat negara dan presidennya mengerti dan sadar bahwa mereka itu boros..birokrat hanya nggembosi apbn..60% apbn untuk operasional birokrat..dari sekarang harus berhemat..siapa yang berhemat diberi reward..menpan hanya bisa bicara reformasi birokrasi hasilnya tidak ada..hayo pak DIS rakyat mendukung anda..terus membuat terobosan- terobosan..menteri yang lain akan ditinggalkan oleh rakyat sekarang rakyat sudah cerdas

      Posted by budiarto | 21 Februari 2012, 11:04 am
    • lheb godeg.., top markotop.., gut marsogut.., like this, yo…

      Posted by namakuhariraharjohari | 22 Februari 2012, 9:21 am
    • Oh jadwal postingnya tiap hari senin ya?

      Posted by Roni Yusron | 24 Februari 2012, 2:59 pm
    • saya suka dgn cara pikir pak dahlan,cuma klo pak dahlan nyalon presiden,,,sbnrnya sosok yg tidak perlu dipertanyakan,tp saya takutnya nanti pak dis kena hujat klo misalnya gagal di suatu bidang…klo pun nnt jd presiden…semoga semakin baik indonesia…selalu perbaiki negeri ini pak dis….semoga pak dis jg tdk punya musuh…he2x…

      Posted by rinnieku | 25 Februari 2012, 9:21 am
    • Kegiatan rapat memang identik dengan pemborosan, misalnya sebuah kantor sudah punya ruang rapat tapi malah mereka sering mengadakan rapat di Hotel-hotel yang menghabiskan biaya yang cukup besar. kadang saya tidak habis pikir mestinya kan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dan ini kenyataan. Trobosan yang Pak DI lakukan memang sangat tepat, mudah-mudahan bisa ditiru oleh yang lainya.

      Posted by Agus Supriyono | 7 Maret 2012, 8:24 am
    • Pak Dahlan,

      Memang benar apa yang bapak lakukan, dengan ‘memindahkan’ rapat dari fisik menjadi lewat BBM itu.
      Namun, ada satu yang perlu dicermati, yakni masalah KEAMANAN DATA pak, terutama jika dikaitkan dengan rahasia negara. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa US dan Canada pasti dengan mudahnya memanen data2 pembicaraan dan rapat-rapat lewat BBM ini.

      Bukannya menjadi paranoid karena keseringan menonton film2 intelijen, namun ada baiknya komunikasi yang bersifat strategis tersebut dilindungi, jangan terbuka sedemikian rupa.
      Karena, informasi sekecil apapun akan sangat berguna bagi pihak2 yang bisa mengambil manfaatnya.

      TErimakasih, from my 5 cents taught..

      Posted by azwir (@azwir2000) | 18 Maret 2012, 8:40 pm
    • Pak Dahlan yang baik,

      Memang benar apa yang bapak lakukan, dengan ‘memindahkan’ rapat dari fisik menjadi lewat BBM itu.
      Namun, ada satu yang perlu dicermati, yakni masalah KEAMANAN DATA pak, terutama jika dikaitkan dengan rahasia negara. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa US dan Canada pasti dengan mudahnya memanen data2 pembicaraan dan rapat-rapat lewat BBM ini.

      Bukannya menjadi paranoid karena keseringan menonton film2 intelijen, namun ada baiknya komunikasi yang bersifat strategis tersebut dilindungi, jangan terbuka sedemikian rupa.
      Karena, informasi sekecil apapun akan sangat berguna bagi pihak2 yang bisa mengambil manfaatnya.

      TErimakasih, from my 5 cents taught..

      Posted by azwir (@azwir2000) | 18 Maret 2012, 8:51 pm
    • Membaca tulisan Pak Dahlan membuat saya legaaa luar biasa. At least ada pimpinan di atas yang mau berubah dengan melakukan tindakan segera dan tidak takut akan kesalahan apabila dilaksanakan dengan sungguh2 dan niat tulus. Mungkin yg di bawah yg masih lurus orangnya bisa bernapas lega juga karena kerjanya sekarang benar2 kerja profesional dan bukan yang menambah dosa mudah2an. Perubahan itu mesti dilakukan dari atas karena kalau dilakukan dari bawah memakan waktu lama kadang malah hilang sama sekali.

      Posted by Dita | 12 Juni 2012, 4:42 pm
    • Kalau rapatnya ngomong soal yg sensitif, apa aman ? jangan2 di sadap sama operator BBM…

      Posted by wonokairun | 12 Desember 2012, 2:55 pm
  2. As usual, monday morning is busy with full spritTT!

    Posted by Riemann | 20 Februari 2012, 8:36 am
  3. Mantap..

    Tetap semangat pak DI..
    Semoga pak DI diberi kesehatan sehingga dapat terus membenahi perusahan-perusahaan BUMN negeri ini..
    Amiin..

    Posted by ade | 20 Februari 2012, 8:43 am
  4. kayaknya ada pesan implisit dari pak DI terkait dengan penulisan BBM berkali2…pak DI seperti memberi tahu ini lho fungsi BB yang sebenarnya dimana di luar negeri itu BB terkenal di kalangan eksekutif, dan dari tulisan diatas dapat kita ketahui efektifitas dan efisiensinya dalam manajemen…bukan sebagai alat untuk gaya2an doang :D

    Posted by waw | 20 Februari 2012, 8:45 am
    • bener itu sy jg berfikir spt itu…pak Dis spt mencontohkan..bgm seharusnya BB itu dpt di manfaatkan..bukan malah sebaliknya manusia yang di perbudak oleh BB!

      Posted by inne | 20 Februari 2012, 10:07 am
    • memanfaatkan teknologi dgn bijak ternyata banyak sekali manfaatnya bukan u gaya ato latah2an. P. Dis inilah contoh birokrat sejati yg efisien waktu, biaya dan afdol hasilnya, tdk banyak lg rapat2 yg high cost. LOW PROFIL & HIGH PRODUCT . Tetap semangat dan jaga kesehatan slalu. I love you full

      Posted by andhika pratama | 20 Februari 2012, 4:41 pm
  5. Wah, tulisan ini pasti disukai petinggi RIM. Karena bisa digunakan sebagai promosi BB. Hehehe.

    Posted by Mochamad Yusuf | 20 Februari 2012, 8:46 am
  6. Very Good Change , Pak Dahlan. Memang Seharusnya Fungsi Rapat Konvensional Digantikan Oleh Rapat Via Teknologi.

    Posted by Darko Rahman | 20 Februari 2012, 8:48 am
  7. he3 hari senin… i like mondays sebab arikel2 dari Pak Dis yang penuh inspirasi, syukron jazilla

    Posted by Muthawif Online | 20 Februari 2012, 8:53 am
  8. salut…, salu, salut.. inilah pemimpin masa depan indonesia. Saya berdoa semoga bapak diberi kesahatan, untuk terus meberikan terobosan-terobosan untuk memajukan bumn kususnya dan indonesia pada umumnya.

    Posted by wondo | 20 Februari 2012, 8:54 am
  9. penyebaran informasi melalui phone message memang lebih efektif ketimbang kirim via email, methode seperti itulah yang sudah dilakukan sejak 1 tahun yang lalu di perusahaan kecil kami..

    Posted by smt yamaha | 20 Februari 2012, 8:55 am
  10. Mantaf. . .
    Sekalian aja proyek2 di BUMN dikasih CCTV agar real dimonitor. Jadi selain BBMan juga bisa tau apa yg dirapatkan.
    Waktu,kecepatan,kualitas dan ketepatan untuk sekelas BUMN harusnya bisa menjadi contoh swasta.
    Saatnya berdiri dengan kekuatan sendiri maju terus. . .

    Posted by Posag | 20 Februari 2012, 8:55 am
  11. Arifin Tasrif jualan pempem Palembang, kalau pak DI jualan BlackBerry :D

    Posted by kangkungan | 20 Februari 2012, 8:58 am
  12. “Rapat, tentu saja penting. Tapi kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting!”
    Hahahah….mirip nyindir wakil “rakyat” di Senayan.

    Posted by Frangky Pramono | 20 Februari 2012, 9:00 am
  13. inilah orang yg memanfaatkan kemajuan teknologi buat peningkatan kinerja, bukan kemajuan teknolgi yang memanfaatkan kita (diperbudak), terobosan menarik pak, lebih efisien, dari segi waktu tenaga dan tentu saja BIAYA, karena TANPA HARUS ADA SNACK, seperti yang diributin anggota DPR yang katanya WAKIL RAKYAT YANG TERHORMAT, padahal pemikiran, sikap dan tingkahnya ga lebih dari anak TK NOL KECIL! (yang selalu merengek minta dibelikan jajanan), pantesan aja banyak yang suka MOLOR waktu rapat paripurna, mungkin KEKENYANGAN SNACK kali!

    kalo bisa request, mohon dibedah tema soal KORUPSI di BUMN pak, tolong sesekali bapak sidak ke PERTAMINA masih banyak terjadi korupsi, baik dilevel pekerja, sampai Manajer!, ini penting karena hal ini yang membuat harga BBM kita tinggi, karena kebanyakan itu terjadi dibagian PURCHASING sehingga tentu saja membuat BIAYA PRODUKSI seolah TINGGI!

    Posted by Nanang SLamet | 20 Februari 2012, 9:02 am
  14. Sip.

    Posted by Alex | 20 Februari 2012, 9:04 am
  15. Sekarang hari senin menjadi hari yang ditunggu.

    Posted by Latri | 20 Februari 2012, 9:06 am
  16. Saya sangat mendukung program yang Bapak jalankan saat ini. Mengurangi rapat dan memperbanyak kerja. Rapat tidak perlu lagi makanan kecil.
    Tapi ada juga karena makanan kecil ini …… ributnya sampai di ketahui rakyat Indonesia. Saya hanya mengelus dada dengan cara pikir Dewan yang terhormat kita. Apa lagi di tambah mengenai apel malang atau apel washington di situ. Makin tambah lengkap saja citra jelek yang melekat saat ini.
    Semoga Bpk tetep amanah dan diberi kesehatan oleh Allah SWT. Amiinn

    Posted by Hadi S | 20 Februari 2012, 9:08 am
  17. Akhirnya muncul juga catatannya, waduh!! saya sudah tunggu tuh dari subuh tadi .

    .kami dukung pak! semua ide ide Pak Dis..

    Untuk Om Admin tolong lebih cepat ya,, biarpun saya sudah baca di Kantor berita kita, http://www.antaranews.com/berita/297966/kalau-rapat-tidak-perlu-lagi-makanan-kecil. tapi senin pagi kurang lengkap kalu tidak membaca catatan Pak Dis.. melalui Blog ini dan yang yang pasti tanggapannya. Izin share ya OM

    Posted by Royani Royan | 20 Februari 2012, 9:12 am
  18. Rapat via group bbm atau email cc memang bisa efektif karena ga perlu notulen dan fokus pada topik yang dibahas.

    Posted by Agung jember | 20 Februari 2012, 9:24 am
  19. subcribe penuh motivasi. terima kasih pak DIS

    Posted by ndundupan | 20 Februari 2012, 9:30 am
  20. Saya ingat betul bahwa penguranga rapat merupakan salah satu program dari pak Dis dan hal ini betul-betul diwujudkan. Hampir semua karyawan tahu bahwa pimpinannya sering sekali diundang rapat di Kementerian BUMN dan bahwa menjelang RUPS banyak sekali rapat bertingkat yang dilakukan. Rapat merupakan salah satu cerminan kultur dan perilaku pengelolaan. Dari situ dapat diukur kapasitas manajerial dan leadership pimpinan dalam mengelola BUMN. Rapat juga mencerminkan sejauh mana budaya dan iklim organisasi sebuah BUMN dalam memberikan delegasi/power terhadap jajaran manajemen yang lebih rendah sentralisasi atau desentralisasi. Pak Dis sudah memberikan contoh nyata, mengurangi rapat mungkin bisa dianggap hal sepele, tapi dari action pengurangan rapat ini kita bisa belajar bagaimana menjalankan organisasi dengan manajemenm dan kepemimpinan yang dicontohkan oleh pak Dis. Terus membuat gebrakan pak, dan saya selalu berdoa untuk kesehatan dan keteladanan bapak.

    Posted by Aris Kadarisman | 20 Februari 2012, 9:34 am
  21. slalu nunggu-nunggu hari senin… maksudnya tulisan ini..

    Posted by yuni | 20 Februari 2012, 9:50 am
  22. yang lebih repot lagi, merapatkan hasil rapat. bravo pak DIS!

    Posted by SholehMuhammad (@colemuhammad) | 20 Februari 2012, 9:50 am
  23. hahaha,, bner kata Pak Dis. trlalu banyak rapat emnk bikin sinting,, saya salah satu saksi nya,, apalagi kalau uda rapat dengar pndapat antara birokrat dengan anggota DPRD di kota saya,, uda bertele2, banyak kebohongan yg dibahsa, jamuan makanan kecil yg hrsnya lebih pantas dikasih pada pengemis.. dan kalau pulangnya sang TERHORMAT hrs diberi ongkos,,, kalau tidak begitu jangan harap Instansi sang birokrat dapat Porsi KUE yg lebih besar,,,,, lingkaran setan mas bro.. MUUUUAAAAKKKK.. aku melihatnya.. tanpa bisa mengubah apa2,,
    yang akhirnya hanya bisa berdoa,, Yaaa ALLAH,, beri pak DIS kesehatan dan umur panjang, lalu dudukan dia pada posisi yg kuat untuk membangun INDONESIA YANG LEBIH BAIK.. Aamiin..

    Posted by edwar | 20 Februari 2012, 9:53 am
  24. Ada yg tau alamat email DPR ga ? Tiap senin saya mau forward tulisan pak Dis ke mereka.. Biar ga kebanyakan rapat/studi banding/ngoceh di tv tapi NATO !!!!!!

    Posted by yoejr | 20 Februari 2012, 10:01 am
  25. hahaha,, bner kata Pak Dis. trlalu banyak rapat emnk bikin sinting,, saya salah satu saksi nya,, apalagi kalau uda rapat dengar pndapat antara birokrat dengan anggota DPRD di kota saya,, uda bertele2, banyak kebohongan yg dibahas, jamuan makanan kecil yg hrsnya lebih pantas dikasih pada pengemis.. dan kalau pulangnya sang TERHORMAT hrs diberi ongkos,,, kalau tidak begitu jangan harap Instansi sang birokrat dapat Porsi KUE yg lebih besar,,,,, lingkaran setan mas bro.. MUUUUAAAAKKKK.. aku melihatnya.. tanpa bisa mengubah apa2,,
    yang akhirnya hanya bisa berdoa,, Yaaa ALLAH,, beri pak DIS kesehatan dan umur panjang, lalu dudukan dia pada posisi yg kuat untuk membangun INDONESIA YANG LEBIH BAIK.. Aamiin..

    Posted by edwar | 20 Februari 2012, 10:02 am
  26. Bravo Pak DIS…semoga tujuan Pak Dis buat “menulari” kerja cepat, kerja tepat dan kerja cerdas ke semua birokrat dapat cepat terwujud….jadi buat pejabat yang gaptek bisa meltek alias melek teknologi….semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan dan keberkahan buat Pak Dis..amin..

    Posted by arum | 20 Februari 2012, 10:04 am
  27. setip senin selalu menunggu tulisan pak DI,,…. Selamat Pak DI, semoga selalu menjalankan amanah dengan baik…

    Posted by Sn | 20 Februari 2012, 10:12 am
  28. semoga pak dis selalu diberi kesehtan.. supaya bisa ngasih tulisan yg inspiratif trus buat kita smua..aminnn

    Posted by dedy irawan | 20 Februari 2012, 10:32 am
  29. Mmanstab tulisannya pak DIS!!. Kalau para petinggi bumn sudah mulai mengurangi intensitas rapat, semoga yg di mid level berikutnya mengikuti jejaknya….termasuk di BUMN tempat saya hehehe….(trims pa Dis. Bagi yg minat utk membuat tulisan bertema efisiensi, hilangnya makanan kecil di forum rapat bumn bisa dijadikan bahan tulisan yg menarik. Mana tau anggaran makanan kecil tsb bisa lebih bermanfaat buat hal lain yg lbh produktif seperti nambahin dana perluasan bandara CGK mungkin…hehehe)

    o ya, pak Dis, saya usul, bikin bandara satu lagi khusus domestik di Bekasi Utara atau Karawang yang canggih…tolong ya pak dipertimbangkan dan direalisasikan , , ,(maksa.com)

    Posted by im yunus | 20 Februari 2012, 10:36 am
  30. THE REAL CHANGE….sy merasa banyak yg menunggu tulisan Pak Dahlan bukan hanya karena fanatisme semata, tapi lebih karena seorang pribadi Dahlan Iskhan yang sanggup menularkan spirit perubahan…bahkan perubahan yang ga wajar menurut kebanyakan orang. Tapi dengan ketulusan, keikhlasan dan kemampuan seorang Dahlan Iskan semua itu tampak begitu nyata dan bermanfaat. Selamat bekerja, semoga Pak Dahlan selalu dalam lindunganNya, amien

    Posted by inne | 20 Februari 2012, 10:38 am
    • yup.. saya gak fanatik buta dahlan iskan, tpi spirit perubahan, efesiensi, pola pikirnya bisa ditiru.. sayang klo sharing pak dis cuma jdi bacaan doang, atau kerinduan akan sosok pemimpin.. tanpa sekalipun diinternalkan :D

      Posted by deni | 20 Februari 2012, 4:07 pm
  31. aku suka alinea ini:
    ———————————————————————————————————————————————
    Tentang rapat pimpinan Kementerian BUMN sendiri, kini tidak lagi dilakukan di kantor kementerian BUMN. Tiap Selasa, lokasi rapat berpindah dari BUMN satu ke BUMN lain. Sekaligus agar seluruh eselon satu Kementerian BUMN mengetahui dengan mata kepala sendiri markas BUMN yang selama ini sering mereka panggil. Sekalian untuk mencek apakah di BUMN itu ada rapat pimpinan setiap Selasa jam 07.00

    ———————————————————————————————————————————————

    ini pelajaran baik, bila kita menjadi atasan maka jangan pernah menganggap diri lebih penting dari lainnya.
    saya membayangkan mempunyai seorang presiden yang juga berkeliling ke seluruh kantor kementrian, dan berhenti hanya memanggil-manggil menteri ke istana (baca: selalu sok paling penting), padahal guuuooooblok he..he…he…

    selamat bekerja, berkarya, dan berkarsa untuk menjadi manusia lebih baik.

    Posted by syafiihkamil | 20 Februari 2012, 10:41 am
  32. like it.. i love monday as well..

    Posted by donni | 20 Februari 2012, 10:49 am
  33. mantap articleny PAK DIS…terasa lama klo nunggu hari senin cm bwt nunggu tulisan ini,,hha
    dan slogan KERJA KERJA KERJA semoga istiqomah bwt PAK DIS, aamiinn

    Posted by rifky | 20 Februari 2012, 10:52 am
  34. Tidak hanya tulisannya pak Dis yg saya tunggu,komennya pun sangat saya tunggu,tak kalah inspiratif, meski seminggu ini ada 1000 komen akan saya baca semua,prediksi untuk artikel ini dalam seminggu tembus 300 komentar,

    Posted by imgreload | 20 Februari 2012, 10:58 am
  35. hebat sekali pak . . . .

    akan lebih hebat kalau media yang digunakan untuk rapat, hasil karya anak bangsa. masa telkom/telkomsel/indosat ga bisa menyediakan layanan seperti BBM ini.

    atau akuisisi sekalia RIMnya pak, biar jadi BUMN juga

    bravo pak DIS

    Posted by Untung | 20 Februari 2012, 11:02 am
  36. Subhanallah…jika seluruh birokrat kita punya pemikiran spt Pak DIS, Insya Allah negara kita akan lbh maju dan lbh bersih…Bravo Pak DIS

    Posted by Vivi | 20 Februari 2012, 11:04 am
  37. Suka terharu kalau baca tulisannya pak DIS….

    Posted by narti | 20 Februari 2012, 11:07 am
  38. hahahaha… BUMN tempat saya kerja udah gak main pake snack, tapi udah pake nasi bungkus/sate

    Posted by rama | 20 Februari 2012, 11:33 am
  39. Hebat Pak, semoga Allah senantiasa memberi kesehatan agar bpk tetap bisa istiqomah & amanah membangun bangsa ini, bangsa yg hampir bangkrut karena kebohongan & keserakahan pemimpin2nya..Amin

    Posted by tyas | 20 Februari 2012, 11:40 am
  40. hem……….hem. dech….artikel..dan coment2nya…membuat .. mata berkaca-kaca..terus…., mulai hope 1..sampe hope yg sekarang………..Bravo Pak dis & semua commment..

    Posted by Didik Asyhari - Bu Kek Siansu | 20 Februari 2012, 11:42 am
  41. Temen-temen,

    sy lihat di website BUMN waktu itu catatan pak Dis gak di muat, terus saya email admin-nya, alhamdulillah ada balasan dan saat ini catatan beliau udah dimuat di website BUMN berikut link-nya.

    http://www.bumn.go.id/ptpn12/publikasi/manufacturing-hope-14-kalau-rapat-tidak-perlu-lagi-makanan-kecil/#comment-437

    Yuk bantu pak Dis meramaikan website BUMN dg sumbang saran, ide, masukan yg konstruktif.
    ini website resmi pemerintah (bumn), sarana yg baik untuk media interaktif pemerintah dan masyarakat luas.

    salam dan jabat erat untuk indonesia tinggal landas 2014 dan indonesia emas 2020

    syafiih kamil

    Posted by syafiihkamil | 20 Februari 2012, 11:44 am
    • Hmmmm… Jangan-jangan Virus Hope Pak Menteri BUMN lebih banyak tersebar ke kita-kita masyarakat awam ketimbang para insan BUMN.

      Lha ya kok ndak tau kalo CEOnya seminggu sekali bikin tulisan

      Posted by M. Erick Antariksa | 21 Februari 2012, 3:38 pm
      • Insan BUMN banyak juga yg memantau koq, pak Erick, seperti saya. Hanya saja sebagian besar belum begitu terang-terangan ikut komentar, lebih pada memantau dan mengikuti tulisan pak Dis + komentar kawan-kawan disini. Ada yang komen pun sebagian pakai nick name. Saya pun jadi tahu hal tersebut karena banyak kawan-kawan di kantor yang menyebut saya Dismania yang berarti mereka tahu kalau saya sering komentar disini… Hehehehe… Salam kenal pak Erick, saya sangat senang baca komen dan ide2 bapak. Salam sukses.

        Posted by Aris Kadarisman | 21 Februari 2012, 11:12 pm
      • Insan BUMN banyak juga yg memantau blog ini koq, pak Erick, seperti saya. Hanya saja sebagian besar belum begitu terang-terangan ikut komentar, lebih pada memantau dan mengikuti tulisan pak Dis + komentar kawan-kawan disini. Ada yang komen pun sebagian pakai nick name. Saya pun jadi tahu hal tersebut karena banyak kawan-kawan di kantor yang menyebut saya Dismania yang berarti mereka tahu kalau saya sering komentar disini… Hehehehe… Salam kenal pak Erick, saya sangat senang baca komen dan ide2 bapak. Salam sukses. 

        Posted by Aris Kadarisman | 21 Februari 2012, 11:51 pm
      • Salam hormat Mas Adarisman…
        Sebarkan Virus Hope dan jangkiti sebanyak-banyaknya rekan kerja dengan wabah Dahlasime

        BUMN Bisa, Bisa, dan Bisa !!!

        Posted by M. Erick Antariksa | 22 Februari 2012, 2:52 am
    • website nya ada fasilitas untuk kasih komen tapi koq ga ada komentar yang di publish ya? karena kemaren saya komen juga ternyata koq dimuncul2in tu.

      Posted by Jend. Naga Bonar | 21 Februari 2012, 4:20 pm
  42. Pemanfaatan teknologi untuk prestasi, sederhana tapi dampaknya luar biasa, meski teknologi dapat mengurangi rapat rutin, evaluasi kinerja musti dilakukan dan pak Dahlan tahu apa yang harus dilakukan. Semangat terus Pak, Bapak telah menularkan virus inspiratif pada banyak orang.

    Posted by eko legstyanto | 20 Februari 2012, 11:49 am
  43. Pak DIS emang top……
    rapat emang bikin sinting, instruksi atasan tidak mau intervensi keluar ruang rapat dipanggil lagi untuk menjalankan perintah yang tidak sesuai hasil rapat, emang bikin…..sinting…………………….

    Posted by unegunegblog | 20 Februari 2012, 11:50 am
  44. Mantaap, demikian pula yg sering kami lakukan utk usaha kecil kami.
    Dg via BBM, lebih efisien.

    Salut utk DIS, semuanya terbuka, semoga tdk ada lg apel washington

    Posted by danangrahadi | 20 Februari 2012, 12:02 pm
  45. dari paparan cerita diatas dapat diambil hikmahnya bahwa Kerja yang efektif+smart itu banyak sekali manfaatnya…..

    Posted by beckhem | 20 Februari 2012, 12:16 pm
  46. Hari Senin yang ditunggu… Motivasi terbangun di hari senin… Motivasi tanpa mengeluarkan biaya… thanks pak DIS semoga amal ilmu yang bpk berikan bermanfaat dan barokah… amin….

    Posted by edi siswanto | 20 Februari 2012, 12:22 pm
  47. selalu menyentuh…I like monday

    Posted by bp_toro | 20 Februari 2012, 12:40 pm
  48. Sangat inspiratif dan memotivasi,,,Luar biasa,,semoga Pak DIS tetap amanah dan menjadi pemimpin yg baik,,amin

    Posted by danur | 20 Februari 2012, 12:55 pm
  49. Sekarang SENIN saya tidak lagi hectic tpi full spirit. Tetap menulis

    Posted by Enceps | 20 Februari 2012, 1:16 pm
  50. Apa lagikah yang dilakukan Pak DIS seminggu lalu?
    Sebuah pertanyaan yang selalu dinanti2kan jawabannya setiap senin pagi…
    Karena semua yakin bahwa yg dilakukan Pak DIS seminggu lalu sangat berguna dan inspiring.

    Suatu saat nanti, ingin sekali setiap setiap pagi senin, tak sabar untuk mengetahui
    “Apa lagikah yg dilakukan presiden seminggu yang lalu untuk kemakmuran kita?”

    ….hmmmm…. bahagianya menjadi rakyat Indonesia, berada di Indonesia dan bekerja untuk Indonesia

    Posted by Ian | 20 Februari 2012, 1:42 pm
  51. I like this.

    Posted by Long | 20 Februari 2012, 1:57 pm
  52. Berkurangnya jumlah rapat secara drastis di Kementerian BUMN itu sebenarnya bukan berarti menurunnya intensitas komunikasi. Sejumlah rapat itu kini sudah digantikan oleh terbentuknya grup BlackBerry Messenger.
    Kalau diikuti olek Kementerian/Pemda lainnya, saya membayangkan bertapa efisiensi dan efektifnya semua Kementerian/ Pemda dalam menyelesaikan masyalah dan menghemat biaya triliunan rupiah diorganisasinya.

    Posted by Fajar | 20 Februari 2012, 2:02 pm
  53. intinya pak DI ngasih petunjuk, gini loh manfaat BBM itu..? bukan cuman FB doank..percuma pake HP canggih klo cuman sms sama telpon doank, fungsi yg lain tidak dimanffatkan percuama ..

    hari gini, sudah jaman digital, apa2 bisa di pertemukan diseluruh dunia, tanpa harus berkumpul disuatu tempat, liat film2 luar negrikan..? klo mau beli BOM atau bahan2 berbahayaa yg dijual terosis cukup meeeting pake video streaming donk.hehe..

    pemanfaatan teknologi namanya..teknologi itu ibarat pisau bermata dua, bisa di bawa kearah yg benar bisa juga di pakai untuk yg tidak benar, tergantung siapa yg memakai

    salam

    Posted by bacrut | 20 Februari 2012, 2:05 pm
  54. kalo gini enak juga para istri ga ditinggal terus sama suami untuk rapat, rapat, dan rapat.. he he he
    ijin share ya..

    Posted by Dyah | 20 Februari 2012, 2:17 pm
  55. pak Dis sebetul sedang manufacturing hope klta semua, bukan cuma BUMN. pak Dis juga kasih wawasan penting mengenai potensi sisi baik & niat baik manusia, yang insyaAllah terasa geloranya didada pembaca & penyumbang komentar yang cerdas dan paham komunikasi elektronik dengan berbagai latar belakang keahlian dan daerah asal. Rasanya tidak cukup kalau hanya pujian dan tumpahan unek2 yang bisa kita sampaikan. Contoh sudah banyak dituang pak Dis (al. orang & niat baik,kerja-kerja-kerja dan manfaat teknologi), semoga sahabat2 setia pak Dis di blog ini tidak tertinggal dari teman2 di BUMN, kita bisa (atau sudah) berbuat dimulai dengan membuat chatgroup (banyak jenis yg murah meriah) berdasar kompetensi atau wilayah. Kita bisa pakai untuk kejayaan bangsa atau pemenangan orang benar & baik di 2014. Jangan sampai malah negara jiran yg bisa implemen dan kita cuma bisa bilang ‘itu kan dulu aslinya dari indonesia’ wah celaka !! AYO MARI BERLOMBA BUAT HARKAT BANGSA & HARGA DIRI MANUSIA !!

    Posted by daya setiawan | 20 Februari 2012, 2:56 pm
  56. inilah hari senin yg ku nanti, dg semangat membaca hopenya pak Dis yg memotivasi dlm perjalanan hidup saya khususnya dan masyarakat Indonesia pd umumnya…….Wassalam

    Posted by ahmad | 20 Februari 2012, 3:03 pm
  57. “Membuka mata, mengasah logika, berpikir jernih, memecahkan masalah” ciri khas Pak Dis ….

    Tetap sehat dan semangat Pak Dis …. Mantaps !!!!

    Posted by Agandri | 20 Februari 2012, 3:05 pm
  58. “Masih harus membebaskan tanah 730 Ha yang tentu tidak akan mudah.”
    Bagaimana kalau BUMN mempunyai “Departemen Advokesma” tersendiri, Pak Dis?

    Posted by Farayunanda | 20 Februari 2012, 3:53 pm
  59. “khoirunnas anfau linnas” bapak bener2 belajar meng aplikasikan itu.

    Posted by Ahmad Mushollin | 20 Februari 2012, 4:05 pm
  60. Dear Pak Dahlan Iskan, Saya pribadi sebagai orang Sumatera mengucapkan banyak terima kasih karena Bapak telah menggagas jalan tol untuk Sumatera. Bapak telah membuat saya kembali merasa memiliki Indonesia.

    http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=44057

    Terima Kasih.

    Posted by Darko Rahman | 20 Februari 2012, 4:22 pm
    • Hebat. Begini ni tipikal Pemimpin yang bisa membawa kemajuan. Klo sudah rapat, ya harus segera diimplementasikan hasil rapatnya, ga cuma omong doank. Dengan adanya tol dari Aceh sampai Lampung dan tidak lupa dengan Jembatan yang akan dibangun untuk menghubungkan Sumatera-Jawa (Jembatan Selat Sunda), ga bisa kebayang gimana pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ntar.

      Hebat, segera wujudkan Bung Dis, ga usah sungkan meng-overlap kerja Kementerian Pekerjaan Umum, toh ini juga untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

      Salam sehat dan kerja, kerja, kerja !!!

      Posted by Jend. Naga Bonar | 20 Februari 2012, 5:55 pm
    • setuju, dari dulu saya berfikir kenapa tidak ada jalan tol di sumatra, coba klo lintas sumatra itu jalan tol, dari lampung ke b. aceh, nggak kebayang majunya pulau sumatra..:)

      mudah2an cepat terwujud

      amiinn

      Posted by bacrut | 20 Februari 2012, 6:59 pm
    • Tampaknya saya sudah bisa pulang kampung.
      Tidak perlu hidup di rantau hanya untuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.
      Terima kasih Pak Dis

      Posted by uyung | 22 Februari 2012, 5:07 am
  61. semoga banyak muncul pemimpin2 yang seperti pak DI, apa yang dikatakan dilakukan, dibuktikan dan dimulai dari diri sendiri. Jadi antara apa yg dipikir, dikatakan dan dilakukan “nyambung”. Semoga semakin tumbuh rasa malu bagi para pemimpin yang hanya bisa ngomong, tanpa memberi contoh nyata / teladan. Semoga pak DI selalu diberi kekuatan dan kesehatan. Amin

    Posted by Roberts Suryatno | 20 Februari 2012, 4:28 pm
  62. semoga birokrasi didaerah juga pada baca, sehingga dapat dihemat sekian banyak duit rakyat.
    Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan umur panjang buat pak Dis, sehingga para penguasa bangsa ini tertular semangat beliau.

    Posted by abi ihya' | 20 Februari 2012, 4:36 pm
  63. mestinya p.DIs bikin 1 grup lg dng DPR dr komisi terkait …… tp ada yg mau gak ya …. soalnya grup tanpa snack … :D

    Posted by Teddy | 20 Februari 2012, 4:42 pm
  64. saya banyak belajar efisiensi kinerja organisasi, dari tulisan-tulisan pak Dahlan Iskan.. :)

    Posted by ikhwanalim | 20 Februari 2012, 5:07 pm
  65. ..terobosan pemakaian BB ala pak DI sudah sebegitu jauh dan menjadi budaya baru yang efektif, tapi koq ada anggota Dewan kita yang ( katanya ) baru punya BB belum lama.. gaptek atau ‘ngegaptek’ atau sok gaptek.. harusnya malu ya.

    Posted by ferry | 20 Februari 2012, 6:01 pm
  66. Dengan waktu 2 tahun sampai rejim SBY Diganti, kita tunggu kinerja pak DAHLAN Apakah bisa menurunkan entropi di BUMN Sampe 10 persen. Insyaalloh.

    Posted by Jafar sodiq | 20 Februari 2012, 6:52 pm
  67. kacang rebus, gmna gan ? mau ???

    Posted by Anna Chan | 20 Februari 2012, 6:53 pm
  68. rapat diminimalisasi . . . kerja kerja kerja . . . setuju pak mentri

    Posted by Taufik | 20 Februari 2012, 6:59 pm
  69. Saya kecele..dugaan saya tulisan pak DIs minggu ini tentang perjalanannya ke Singapore Air Show nggak tahunya nembak para hedonis DPR yang merengek minta jajanan waktu rapat. wakakakak

    Posted by rachmad | 20 Februari 2012, 7:00 pm
  70. Mohon maaf sebelumnya Bapak.
    saya sebagai anggota satpam di Pln dist jatim(OS)sejak 2007-sekarang..yang mau saya tanyakan..
    Kenapa untuk PKWT(kontrak baru)2012 untuk gaji satpam kok turun Rp 200.000,- padahal untuk admin(OS)itu malah naik…mahon penjelasanya?terima kasih wassalam…

    Posted by EVANZ | 20 Februari 2012, 7:03 pm
  71. Allah khalliek pak menteri yg baik hati……..!

    Posted by musthofa moesawy | 20 Februari 2012, 7:37 pm
  72. Luar basa sekali, topik yang menarik, kami mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Surabaya juga sudah sering rapat tanpa makanan kecil alias Online . . kemajuan teknologi yang pesat sudah sepatutnya dimanfaatkan . .

    kebetulan saya di BEM, dan kami punya visi tentang teknologi “high touch with hith tech”
    :)

    jadi tanpa camilan

    Posted by jafarpermana | 20 Februari 2012, 8:05 pm
  73. Setuju dengan pak DIS… memang kecil tapi besar Dampaknya… Tks Pak DIS inspirasinya…

    Posted by Muji Subagiyanto | 20 Februari 2012, 8:31 pm
  74. kalu rapat di kementrian biasanya di hotel berbintang seklian tempat menginapnya, yang kemahalan bukan snacknya tapi sewa kamar dan ruang rapatnya.

    Posted by imran | 20 Februari 2012, 10:33 pm
  75. Seberapa sering anda bercengkrama dengan orang pantry ob dan satpam? Mereka itu contoh rakyat kecil yang dekat dengan bapak. Mungkin dari mereka anda menemukan inspirasi

    Posted by apriyono | 20 Februari 2012, 10:34 pm
  76. Hemmm….bener2 mantaf…buetulll pak Dizzz…jng kebanyakan rapat kaya anggota2 dewan pak..rapat trs tpi gag ada hasil’ny..ehh mlah ada yg tdur,ngbrol,sms’an/bbm’an,ehh ada jg yg asyik nnton film parno.sebuah ironi dri contoh ahklak anggota dewan kita yg kata’ny terhormat dan pantas mewakili rakyat.tpi klo di lihat dri tolok ukur kerja’ny 0 nolll besar kaya anak Tk.pantas saja kalo idola saya Gus Dur mengibarat’kan anggota2 dpr sperti itu…hehehe.kebanyakan rapat malah bkin pantat jdi gag nyaman ya pak Dizz?apalgi klo isi’ny bnyak debat kusir mempertahan’kan pendapat’nya masing2 yg mereka anggap sebagai ide paling sempurna yg datang dri langit.pokok’eee maju terus pak dizz..slalu update laporan kerja mingguan pak.biar bnyak anggota2 dewan yg kata’nya terhormat,pejabat2 negara malu dengan kelakuan meraka sendiri.itu’pun kalo mereka masih punya malu dan sdikit akal waras mempertahan’kan harga diri mereka.salam Dizzz’mania.

    Posted by wahyu | 20 Februari 2012, 10:39 pm
  77. IBU PERTIWI MENJERIT ” WOII….PLEASE….BURUAN JADIKAN DAHLAN ISKAN RI 1…JANGAN BIARKAN KERBAU GEMUK, BABI, SETAN KEPALA HITAM, TIKUS BERDASI KORUP TERLALU LAMA MENGANGKANGI TANAH AIR YANG KITA CINTAI”….

    KALTIM….PENGHASIL MIGAS NO 1..TAPI MASIH BANYAK RAKYATNYA MISKIN…KARENA DIPAKSA MENYUAPI TERLALU BANYAK PEMERINTAH PUSAT YANG TERLAMPAU AROGAN “

    Posted by JUSTEGUH | 20 Februari 2012, 11:29 pm
  78. Bener.,., keren postingannya.,., :D

    Posted by Andi Aryatno | 21 Februari 2012, 3:13 am
  79. Mantab pak dis…selalu meMberikan inspirasi tiap minggu…selalu ada ide u memecahkan masalah..4emoga kita juga bs meNeladaninya

    Posted by caderkeren | 21 Februari 2012, 6:10 am
  80. Hari ini saya browsing lg diinternet ….. Wow, ternyata Beliau lagi punya rencana bikin Jalan Tol dari Lampung ke Aceh ……

    SEANDAINYA IDE YG BESAR INI TERWUJUD ALANGKAH HEBATNYA SUMATERA … ALANGKAH MAKMURNYA INDONESIA ….. ALANGKAH BANGGGANYA SAYA ….

    He He he he …. Jadi kebiasaan sekarang setiap hari seach di “Google” cari berita “24 Jam terakhir” dari Pak Dis …

    Ogah kalo ketinggalan berita Pak Dis every day ….. Mantapssss

    Posted by Agandri | 21 Februari 2012, 7:12 am
    • Wa ka ka ka, saya kira cuma saya doang yang seperti anda. Senasib Kita…..

      Posted by Darko Rahman | 21 Februari 2012, 8:19 am
    • ternyata banyak temennya aku..he..he..he….

      Posted by arief | 21 Februari 2012, 11:28 am
    • sama bung… tiap hari maunya up date melulu kabar dari pak DIS ini… habis nyandu kali ya…

      Posted by bp_toro | 21 Februari 2012, 2:04 pm
      • sama . aku juga……….setiap buka.. google pasti yg pertama tu catatan dan berita updaete pak dahlan iskan.,, kalau gk ada berita… males… lah….. baca yg lain

        Posted by bu kek siansu | 21 Februari 2012, 5:14 pm
      • saya baca tentang rencana jalan tol di sumatera itu…..gimana kalau dipinggir jalan tol itu sekalian di planning untuk jalur kereta api? mahal kali ya……tapi dengan pak Dahlan dan kemauan semua….pasti bisa……

        Posted by Imron | 21 Februari 2012, 5:48 pm
      • setuju untuk bung imron…..bagaimana seandainya wacana pembangunan jalan tol aceh lampungnya dibarengi dengan pembangunan jalur kereta api lampung aceh…insaaalloh itu akan sangat membantu perkembangan sumatra..kalopun belum ada dana untuk yang kereta..setidaknya sudah dipersiapkan lahan dan pembebasannya n masten plannya sehingga suatu saat nanti bisa dibangun saat dananya sudah ada…

        Posted by caderkeren | 22 Februari 2012, 5:38 am
  81. selalu luar biasa. Bravo Pak Dis……..!

    Posted by syaif | 21 Februari 2012, 7:13 am
  82. kalo mau lebih ngirit pakek whatsupnya android lebih murah lho pak daripada BBM ;p

    Posted by ummu azkia | 21 Februari 2012, 7:34 am
  83. Apakah rapat via grup BBM itu efektif ???

    Posted by blognyamitra | 21 Februari 2012, 8:09 am
    • efektif atau tidaknya via grup BBM itu tergantung pemakainya, bisa saja itu hanya sekedar diskusi/koordinasi, setelah itu di rapat offline tinggal bikin finishing nya.

      Posted by BlackBeard | 21 Februari 2012, 8:25 am
    • Mbok, kalo baca sampai tuntas dan direnungkan!
      Rapat via grup BBM itu maksudnya membangun komunikasi manajerial yang efektif. Dengan komunikasi efektif lebih banyak permasalahan, keluhan, pujian dan kelemahan manajemen sudah terkomunikasikan lebih cepat kepihak-pihak yang terkait. Dampaknya akan lebih cepat pula upaya penyelesain dan perbaikannya dari pihak terkait itu dan tidak perlu nunggu “ngumpul” rapat. Sehingga jika melaksankan rapat beneran betul-betul membahas permasalahan dan pengambilan keputusan tingkat tinggi.

      Posted by bcaradw | 21 Februari 2012, 8:42 am
      • He3x iyalah pasti ampe tuntas. Tapi saya menangkapnya lain. Pengalaman saya yah diskusi via BBM apalagi kalo topiknya berat malah susah ketemunya. Belum lagi kalo ada gangguan jam pasir khas BB bener2 biqin sebal. Lain cerita kalo sifatnya hanya pelaporan dari bawahan ke atasan, itu sih gak masalah pake group BB. Meskipun begitu saja setuju dengan pendapat bapak Dahlan Iskan kalo frekuensi rapat dikurangi (hemat anggaran mulai dari konsumsi makan, uang perjalanan dinas, nginap di hotel dsb).

        Posted by blognyamitra | 22 Februari 2012, 9:08 am
    • kalau baca tuntas… om., ne..orang baru.. pasti gini dech.. harap dimaklumi.. ketidak taunnya.. , andaikan udah lama. tau. ya.. biarin aja…

      Posted by bu kek siansu | 21 Februari 2012, 6:33 pm
  84. ¤ Admin perlu menemui Dahlan Iskan ketika olahraga pagi di Monas. Sampaikan bahwa ribuan orang selalu mengintip blog ini dan ratusan orang selalu mengomentari tulisannya yang dicomot di blog ini setiap hari Senin. Jangan-jangan Dahlan Iskan tidak tahu bahwa semakin banyak rakyat yang mengaguminya. Kalau perlu lagi, sekali-kali ajak beliau nongol di sini. Setuju?

    Posted by agusmadjidi | 21 Februari 2012, 9:01 am
    • jangan khawatir bang.. pakbos selalu datang kesini untuk membeca komentar-komentar kita. tapi secara diam-diam, hehe.. jadi kalo abang punya ide atau apapun yang ingin disampaikan pada beliau, tulis aja disini. -kalo gak percaya silahkan baca komennya pak Erick Antariksa ditulisan yang kemarin.-

      Posted by yudex | 21 Februari 2012, 10:58 am
  85. siip dah

    Posted by new world | 21 Februari 2012, 9:12 am
  86. orang yang setuju dengan kebijakan2 pak mentri, coba main2 kesini

    http://ferizalramli.wordpress.com/2012/02/20/katakan-tidak-terhadap-kebijakan-privatisasi-dahlan-iskan/

    ada yg tidak setuju, mohon ditanggapi dan diskusi secara santun sebagai orang2 terpelajar di blogg dia

    monggo..:)

    Posted by bacrut | 21 Februari 2012, 9:35 am
    • setelah sy baca-2 …. smua yg koment di blog dia, tak satu pun yg ia tanggapi …. males deh nulis d sana :(

      Posted by Teddy | 21 Februari 2012, 11:20 am
    • Opini mas ferizal ini juga dipasang di fb, sy sempat mengirimkan komentar untuk membandingkan bagaimana negeri eropa mengelola usahanya (bumn) khusus nya jerman, namun sayang postingan tsb dihapus di fb-nya.

      memang ada 2 mazab besar bagaimana mengelola bumn, 1) privatisasi (dan ini banyak sekali bentuknya), 2) dikelola penuh oleh negara (seperti temaseknya singapore).

      seperti halnya mazab2 dalam agama pasti setiap mazab ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. sama juga dg sistem pemerintahan mazab liberal dan mazab komunis, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. namun indonesia tak memilih keduanya dan mencentuskan demokrasi pancasila (walaupun dalam pelaksanaan gagal total).
      sesuai pernyataan pak dahlan bahwa privatisasi saat ini berbeda sekali dg privatisasi masa lalu yang menjual bumn keseluruhan dan bahkan kepada asing. tentu kita akan melihat dan menilai bersama implementasi kebijkan privatisasi tsb.

      saya setuju dg opini bung ferizal tsb, bahwa untuk perbaikan manajemen, tak berpengaruh siapa pemiliknya (baik pemerintah atau swasta/privatisasi). saya melihat dua contoh yang sangat kontras. di negeri2 eropa saya melihat bahwa banyak sekali usaha negaranya yang diserahkan kepada swasta dan berhasil, sebaliknya di singapore usaha negara dikelola sendiri oleh negara dan juga sama-sama sukses.

      saya sebetulnya melihat sistem demokrasi pancasila adalah sebaik-baik sistem. namun sebaik apapun sistem-nya, kalau manusia-nya bermental penipu, maka jangan harap ada perbaikan. jadi faktor utamanya adalah manusia, bukan sistem. manusia lebih besar dari sistem. dari manusia baik akan lahir sistem yang baik.

      saya berkeyakinan bahwa dengan integritas seorang dahlan iskan sesuatu yang mustahil kalau dia ada maksud ingin menipu rakyat sbg pemilik bumn. kekayaan bumn adalah 40% dari seluruh kekayaan rakyat indonesia (yg saat ini masih dirampok terus menerus oleh sebagian besar penguasa nkri).

      Bagiku sbg rakyat itu hanya satu yaitu “kepercayaan”. bila sebuah amanah dipegang oleh orang yg bisa dipercaya (bukan penipu), maka hasilnya akan bisa dirasakan. Terlalu rumit dan bertele-tele untuk diskusi sebuah sistem ekonomi yang sengaja dibikin rumit untuk bisa menipu orang banyak. dan saya melihat pak dahlan tidak suka yang rumit-rumit, dia fokus dan jelas kebijkannya dan bisa dimengerti oleh orang banyak. karena saya tahu ia seorang yang amanah, dan bukan mau menipu.

      salam hangat dan jabat erat.

      syafiih kamil

      Posted by syafiihkamil | 21 Februari 2012, 10:12 pm
      • tambahan:

        Fakta tak terbantahkan:
        Manusia (termasuk ahli hukum, ekonomi dll) membikin terminologi dan sistem yang tak bisa dimengerti oleh orang banyak. dan bahkan seringkali mereka tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

        banyak sekali contohnya kebijakan2 ekonomi dan hukum yang membumi, dan mereka tak pernah belajar sistem ekonomi dan hukum yang begitu dibikin jelimet. padahal begitu gamblang.

        untuk memahami keadilan dalam ekonomi, hukum dll, tak perlu sekolah tinggi-tinggi. cukup hidupkan mata hati. niscaya akan terbuka tabir untuk membedakan yang banar dan bohong.

        salam hangat dan jabat erat

        syafiih kamil

        Posted by syafiihkamil | 21 Februari 2012, 10:23 pm
      • like this..:)

        intinya mental manusianya, secanggih apapun system klo mental korup, tetep ngak bakalan maju tuch negara..:)

        Posted by bacrut | 22 Februari 2012, 11:21 am
  87. bagus pak ide menggunakan bbm sebagai cara berkomunikasi, namun jangan ada kesan meneg bumn menguntungkan RIM…karena sekarang banyak cara untuk bikin grup komunikasi semacam itu misalnya dengan aplikasi whatsapp yang lintas handphone

    Posted by bambangs | 21 Februari 2012, 9:59 am
  88. luar biasa pak DIS bisa menginspirasi banyak orang untuk membangun menajemen yg baik dan teratur,,,,smga menjadi RI 1 tuk 2014 amien………………..
    tapi jangan lupa jalan tol lintas sulawesi dan kalimantan pak DIS biar pulau2 besar lain selain jawa bisa bergeliat dan pembangunan indonesia bisa merata……terus dukung pak DIS tuk wujudkan indonesia sejahtera karena saya yakin beliau akan mampu untuk itu
    “Psikologi kematian” karena beliau hampir meninggal sesuai vonis dokter sekaligus penghambaan yg tulus hanya kepada Allah membuat waktu beliau diwakafkan tuk kebaikan sesamanya…..smga sehat selalu idolaku………

    Posted by Dedy Sulaiman | 21 Februari 2012, 10:06 am
    • Ya setuju pak dedy sulaiman jalan tool pulau-pulau lain selain Jawa dan Sumatra perlu dibuat. Di Kalimantan Timur Gubernurnya sendirian membuat jalan tool sehingga banyak menemui hambatan. Bagaimana pembangunan jalan tool di Kalimantan Timur sahamnya melibatkan Provinsi+Kab/Kota yang dilalui serta BUMN seperti yang terjadi di Bali, saya kira dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat. Amin

      Posted by Fajar | 26 Februari 2012, 4:56 pm
  89. Xixix….mantap///
    BY the way ..pak Dis ada gak direksi/direktur BUMN yg gak bisa BBMan , klo ada pasti nenek moyangnya dulu pejabat,,,,wes pecat aja.

    Posted by gethey1980 | 21 Februari 2012, 10:56 am
  90. tulisan yg mampu memompa semngat untuk terus bekerja, bekerja, dan bekerja..tanpa harus saling semporot sana-semprot sini untuk mempertahankan opini dlam rapat..salut pak DIS…o iya,,baca juga bukux pak DIS yg DUA TANGIS DAN RIBUAN TAWA…keren tu buku…berisi tulisan pak DIS selama menjadi DIRUT PLN…smoga tuhan selalu memberikan kesehatan pak DIS..maju pak DIS

    Posted by Agoes | 21 Februari 2012, 10:58 am
  91. Postingan Blog yang sangat menarik Pak.
    Idenya bagus sekali. Rapat bisa dilakukan dimana saja, menghemat biaya.
    Semoga Indonesia semakin sejahtera.

    Posted by Udin W | 21 Februari 2012, 11:26 am
  92. kecanggihan teknologi di padu keinginan untuk maju = efektifitas tingkat tinggi. Maju terus Pak DIS !!!

    Posted by romi | 21 Februari 2012, 12:09 pm
  93. Pak Menteri YTH….ayoo pak revolusi Bandara SOETTA segera…, Pintu Gerbang Negara kok isinya Calo-calo dan mafia aja ya pak. Kebetulan saya bkerja sebagai Tour Leader/Tour Guide…setiap saya urus tourist untuk pergi dari bandara selalu aja petugas security xray minta jatah pak …ampunnnnn pak…..malah pernah ada yang bener2 keterlaluan..koper2 tamu saya dalam satu mesin xray gak mau dijalanin kalo belum bayar PAJAK MAFIA……Saya doakan Bapak tetap Kuat menjalani tugas yang berat ini

    Posted by berry oroh | 21 Februari 2012, 12:22 pm
  94. Pak Dahlan,

    Usul pak, untuk mengurangi kemacetan yang semakin menggila, BUMN bidang konstruksi suruh bantu PT. KAI untuk membangun rel kereta. Sekarang kereta api lebih lambat dari jalan tol karena jalurnya cuma 1, sehingga harus bergantian.

    Begitu juga kemacetan di sekitar kawasan industri, penyebabnya adalah banyaknya truk dan kontainer yang besar2 lewat jalan raya campur aduk dengan sepeda motor, mobil, bis, dan pedagang asongan. Kalau ada rel kereta api khusus barang yang langsung menuju pelabuhan, wah itu jalan raya langsung melompong…

    Posted by marga | 21 Februari 2012, 12:31 pm
  95. Salut buat pak DIS…
    taktis dan efisien

    andai presiden kita gaya nya jg spt ini
    bukan jaim dan SileBaY

    Posted by Java Steel Pipe | 21 Februari 2012, 12:32 pm
  96. Masih banyak PR yang menunggu di depan, pak menteri

    Posted by beyond | 21 Februari 2012, 12:35 pm
  97. dengan membaca tulisan Pak DI, saya jd tambah semangat kerja dan berniat u berubah menjadi lebih baik! trimakasih pak DI atas Spirit nya!

    Posted by lela | 21 Februari 2012, 12:37 pm
  98. wah-wah promosi banget ya Pak hehehehe dengan mennyebut BBM kan sudah mengarah ke satu produk, jadi setiap staf dan pejabat di Kementerian BUMN wajib punya BB dong, jadi yang beli BB tambah banyak, walau itu sudah jadi trend sih, tapi dengan banyaknya group yang ada pasti gak mungkin hanya dengan satu hanphone BB saja dong, itu tanggapan saya, kenapa gak kementerian BUMN bikin forum kayak Kaskus aja jadi semua bisa Bapak kontrol san semua staf tidak harus beli BB bisa juga HP yang menggunakan os Android, iOS, dll lah, bagaimana tanggapa Bapak?

    Posted by celekitcelekit | 21 Februari 2012, 1:31 pm
    • setuju… ga punya BB nih… :D

      Posted by oky ahmad | 21 Februari 2012, 2:25 pm
    • memangnya group BBM untuk satu handset Blackberry ada batasnya ya?

      Posted by Tunjung | 21 Februari 2012, 2:59 pm
    • :) saya rasa salah satu kontek dari tulisan ini ada pemanfaatan teknologi untuk efektifitas rapat dan komunikasi (sekaligus sebagai kritik bagi para wakil rakyat terkait isu makanan ringan)

      Di sini Pak Dis hanya mencontohkan saja dengan Bl*ckb*rry, yang kebetulan beliau gunakan untuk aktifitas sehari-hari. Selain menggunakan Bl*ckb*rry, kita juga menggunakan HP yang menggunakan os Android, iOS seperti yang disampaikan @Celekitcelekit,

      Sebagai informasi (bukan promosi) sekarang sudah ada aplikasi WhatApps yang memungkinkan untuk berkomunikasi seperti BBM dan juga menggunakan group. Selain itu ada juga aplikasi LINE ( https://market.android.com/details?id=jp.naver.line.android&hl=en ) yang memungkinkan chat serta dibuat group yang kapasitas pergroupnya lebih dari 30 user (Bl*ckb*rry setahu saya hanya sampai 30 user)

      Posted by BlackBeard | 21 Februari 2012, 8:16 pm
  99. dahlan iskan best of the best

    Posted by sudirman | 21 Februari 2012, 3:18 pm
  100. Ini baru pengguna BBM yg cerdik, gak kayak yg di senayan sono bagi bagi BBM cuma buat ngurusin “Snack, Fee and Apple” hahahaaaa….Pak Tasrif Pempeknya bungkus yang pedes karetnya merah.
    lain kali jangan Uang tip dikasih ke petugas PLN pak Peter gontha…sebaiknya ticket Java Jazz hahahahaaaa…Meeting memang penting Cak DI, tapi jangan berlanjut mijit yg penting penting biar gak membuat orang sinting! apalagi istri si rumah…..

    Posted by erust | 21 Februari 2012, 3:20 pm
  101. Komentar saya ttg Kartu e-Toll Pass
    e-Toll Pas merupakan salah satu solusi kemacetan di Jakarta, membuat transaksi di tol lebih praktis, juga bisa jadi pemasukan besar bagi Bank Mandiri. Saya melihat upaya dari Bank Mandiri utk meningkatkan penjualan e-Toll Pass ini sudah lumayan baik namun tidak efisien dan juga tidak berhasil.
    Masyarakat kita masih belum siap, masih ragu dan juga takut menggunakan e-Toll Pass krn memang banyak yg belum tau tata cara pemakaiannya. Mulai dari pembelian, pengisian dan penggunaannya.
    Saran saya utk meningkatkan penjualan e-Toll Pass ini cukup di pasang spanduk di tiap gerbang tol yang berbunyi :

    “Mulai tanggal 1 April 2012, setengah gerbang tol ini hanya melayani pembayaran dengan e-Toll Pass”

    Masyarakat kita tipe masyarakat yg harus agak sedikit dipaksa.
    tentunya dibarengi dengan iklan via Televisi ttg tata cara penggunaan e-Toll Pass (memang butuh modal besar tapi hasil yang maksimal.
    Mudah2han tulisan ini sampai ke Dirut Bank Mandiri.

    Posted by Putra Pratama | 21 Februari 2012, 3:33 pm
    • Kita semuakan gila diskon, akan lebih baik lagi apabila pengguna e-toll card Mandiri mendapat diskon tarif tol lebih murah (dalam masa tertentu)… Mungkin bisa menggenjot penjualan kartu ybs.

      Win-Win-Win solution bagi para pihak, Bank penerbit kartu bisa mendapat banyak pengguna baru, Pengelola Tol terbantu karena antrian lebih lancar (antrian lancar = jumlah pengguna tol lebih banyak = pemasukan lebih besar, kan?), dan biaya lebih murah bagi masyarakat pengguna kartu.

      BCA Flazz saja (kalau tidak salah) memberi diskon Rp. 1 perjam parkir bagi pengendara mobil yg parkir.

      Nah, kenapa namanya e-toll card yaa?
      Kok tidak sekalian e-car card… Bisa buat bayar tol, parkir, bensin (non subsidi)… Juga ERP jika diberlakukan nanti

      Posted by M. Erick Antariksa | 21 Februari 2012, 4:21 pm
  102. itu namanya rapat outdoor biasanya kan hanya outdoor training sekarang Pak Dis memprakarsai rapat Outdoor gak melanggar undang-undang kan pak ?

    Posted by dairobi | 21 Februari 2012, 3:39 pm
  103. komentar yang kita tulis ini dibaca lho sama pak menteri
    lha buktinya komentar saya di tulisan sebelumnya hilang
    mungkin karena bicara soal partai
    sori ya, pak…

    Posted by sudirman | 21 Februari 2012, 3:44 pm
    • Yup… betul bro
      Gw mulai yakin krn :
      1. Koment bung Erick Antariksa di tulisan MH 13 sblumnya
      2. Gw ingat jawaban pak Dis waktu ditanya oleh anchor TV Oon ,, eh TV O*e (Alfito D), soal keberadaan blog ini
      Kata beliau, gak apa-apa kok, coz blognya ngomongin hal-hal yg baik ttg beliau

      Posted by Andi Jack | 21 Februari 2012, 5:02 pm
  104. kalau rapatnya sebentar sih gak apa2…tapi kalau lama laper dooonk…hehehehe…:P

    Posted by baju fashion | 21 Februari 2012, 4:18 pm
  105. group bbm ? wah, tidak takut keputusan keputusan penting dan strategi yang akan diambil di mata matai pihak luar ? karena secara logika, apa yg menjadi pembicaraan di bbm pasti langsung bisa di telusuri oleh pihak bb , termasuk pihak barat/amerika/eropa, kayaknya kurang bijaksana

    Posted by wicaksana | 21 Februari 2012, 5:15 pm
    • Jangankan BUMN RI… Kabinet Amerika Serikat saja berkomunikasi dengan BB, kan presidennya tergila2 BB.
      Tapi sekarang BB Presiden Amerika dimodifikasi sehingga dimana lokasinya tidak bisa diketahui.

      Kalau sampai data komunikasi BBM sampai bisa diotak-atik seenaknya, habislah nasib RIM, harga sahamnya pasti akan hancur, kepercayaan akan hilang.

      Posted by M. Erick Antariksa | 21 Februari 2012, 5:37 pm
  106. senang sekali baca komentar sahabat2 semua….MH ini sekarang juga dimuat di Tempo.co, Antara dan Viva (setau saya) mungkin juga ada yang lainnya, gimana kalau kita semua juga membantu menyebarkan virus hope ini melalui jaringan kita masing2 (BBM, Facebook dll) agar semakin banyak orang yang membaca dan tertular virus kerja…kerja…kerja, atau sahabat2 sekalian punya ide lain untuk menyebarluaskannya…..salam

    Posted by Imron | 21 Februari 2012, 5:34 pm
  107. KIB jilid II ada 10 aja seperti Pak DIS , Indonesia bisa berubah. Moga sehat selalau Pak DIS

    Posted by Cak Doel | 21 Februari 2012, 7:29 pm
  108. SubhanaAllah.. Tulisan pak DI super.. Komentarnya pun Alhamdulillah positif semua. Terus sebarkan nilai-nilai positif pak..

    Posted by faradilaanjani | 21 Februari 2012, 9:23 pm
  109. Rapat tanpa snack,hanya menggunakan fasilitas BBM,tapi tidak ada membahas harga apel malang & apel Washington saya suka istilah ini,
    Harga sewa gedung BUMN 50 MILYARD setahun sudah tiga minggu ini selalu diangkat mungkinkah pak menteri marah,

    Posted by Putu EW | 21 Februari 2012, 10:22 pm
  110. Saya yakin, ketika membaca seluruh tulisan Pak Dis, banyak dari kita berkata dalam hati “Ini seperti gue banget”. Karena apa yang di tuliskan oleh Pak Dis hanyalah sesuatu yang berasal dari runtutan logika, sebab akibat. Sehingga banyak orang pun akan bisa berfikir sama.
    Tapi mengapa kita kagum dengan tulisan-tulisan Pak Dis? Saya kira itu disebabkan oleh perbedaan kecil saja, yaitu saya hanya sampai berpikir (NATO) tapi Pak Dis SUDAH melakukan.

    Posted by uyung | 22 Februari 2012, 5:33 am
  111. Saya selalu tersenyum setiap membaca akhir dari tulisan pak Dis.
    Terus berjuang pak, semoga Allah SWT selalu menjaga & melindungi bapak. Amiin.

    Posted by Areks | 22 Februari 2012, 5:44 am
  112. Hooh betul, jangan sampai cuma jadi “meeting company”.. meeting gak penting terus, nol hasil, zero terapan…

    Posted by chandrapzm | 22 Februari 2012, 8:13 am
  113. Salut banget buat menteri kita yang satu ini, Pak Dis sungguh luar biasa. Impian tentang kejayaan BUMN yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional tidak akan lama pasti akan terwujud. Kesejahteraan masyarakat bukan cuma mimpi kosong. Spirit dan Passion Pak Dis sungguh luar biasa dan sangat inspiratif. Semoga langkah maju ini dapat diikuti oleh para pemimpin dan birokrat di negeri yang hebat ini.
    Salam hangat kami untuk Pak Dis dan semua jajarannya. Sukses selalu untuk bangsa ini.

    Posted by Bambang Supriyanto | 22 Februari 2012, 8:52 am
  114. saya sangat kagum dengan Pak Dahlan,pekerja keras,penuh dedikasi,pantang menyerah…dan msh banyak lagi yg saya kagumi dari bpk yg satu ini..

    Dan saya sangat mendukung jika bapak menjadi Indonesia 1

    Posted by ari pradiptya | 22 Februari 2012, 10:18 am
  115. mantap……. bravo pak !

    Posted by anak bangsa | 22 Februari 2012, 11:14 am
  116. saya merinding Pak, membaca tulisan Bapak serta komentar yang ada di blog ini…
    tetap semangat Pak.. dalam membangun negeri…

    Posted by bakti darmawan | 22 Februari 2012, 11:36 am
  117. penggemar pak Dis di komentar blog ini semakin punya ikatan, semakin kompak juga. mudah2an semakin banyak. hingga 2 tahun mendatang saya mau ajak kalian kopdar, trus menjadi tim sukses. tentu saja: saya mau nyalonin RI 2.. hahahahh

    Posted by yudex | 22 Februari 2012, 12:14 pm
  118. orang yang baru kenal pak Dis akan mengira, apa yang dilakukan pak Dis adalah pencitraan. Lha pencitraan apaan? Wong jauh jauh hari sebelum menjadi mentri dan sebelum menjadi dirut PLN, beliau sudah seperti itu dan sampai sekarang tidak berubah, emang udah dari sononya. Berulang ulang beliau katakan dan saya pikir sudah merupakan suatu nazar bahwa bonus usia yang diberikan Tuhan kepadanya akan dipergunakan untuk kemaslahatan orang banyak.Orang yang berfikir praktis biasanya cepat mengambil kesimpulan. Termasuk kesimpulan jalan hidup. Sepertinya Pak Dis sudah mengambil kesimpulan akhir mengenai perjalanan hidup. Yakni : berhenti mencari materi. Muncul pertanyaan : kenapa pak Dis masih mau bekerja, dan mau menerima jabatan, yang tantangannya sungguh berat ? Jawabnya adalah : 1. sudah merupakan nazar beliau. 2. Beliau sudah terbiasa kerja keras sejak kecil dan sudah mendarah daging hingga sekarang.Kesimpulan saya mengenai beliau adalah : TIDAK PERLU DIRAGUKAN KOMITMENNYA UNTUK MEMBANGUN NEGERI INI, TIDAK PERLU DIRAGUKAN KEMAMPUANNYA UNTUK MEMBANGUN NEGERI INI. Untuk itu saya siap berkorban untuk menjadikan beliau menjadi PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA..

    Posted by ronifaslahsitakar | 22 Februari 2012, 2:58 pm
    • Absolutely saya setuju dengan pendapat bung Roni, bagi manusia yang sudah hampir pernah mencapai titik kematian seperti Pak DIS saat di meja operasi untuk cangkok hati, saya rasa kesempatan kedua yang diberikan Tuhan kepadanya pasti akan dipakai untuk mencapai titik hidup lainnya yang tidak mengejar hal2 materi dan duniawi lagi. Siapapun manusianya, pasti akan mencapai pemahaman seperti itu jika sudah di ujung nyawa, materi dan duniawi sudah tidak ada artinya lagi bagi yang bersangkutan.

      Posted by Steven Richard | 2 Maret 2012, 10:21 am
  119. BBM Group…adalah sebuah terobosan yang bagus
    cuman kalau lihat dari sisi keamanan, apakah aman dengan melakukan diskusi strategis yang menyangkut negara
    diperbincangkan di BBM Group…
    Karena mau tidak mau BBM itu under RIM yang notabene perusahaan asing
    yang bisa saja (dengan tdk berprasangka buruk) menyalahgunakan data tsb..

    Di Indonesia tenaga Ahli IT sudah tidak bisa dihitung jumlahnya
    Kenapa Indonesia tidak coba develop semacam BBM Group, LIne, Whatsapp…or whateverlah…
    Dengan berkerjama sama dengan semua operator Telco
    maka akan banyak efek positive nya…

    1. Keamanan data …karena didevelope dan dikelola sendiri
    2. Hemat BW ke luar negeri yang artinya hemat cost…
    3. Mengurangi ketergantungan ke RIM, yang “memeras” operator…dengan menjadi dump pipenya..

    Posted by muh.arsyad | 22 Februari 2012, 3:50 pm
    • terlau jauh tidak efffisien

      Posted by Royee Jhone | 23 Februari 2012, 8:27 am
    • konsep pemikiran seperti ini pernah dibahas oleh beliau. apa bedanya akademisi dengan praktisi. yang beliau lakukan adalah apa yang bisa dilakukan sekarang dengan kondisi yang ada sekarang. pemikiran untuk kedepan jelas ada, tp kalau nunggu semua terwujud apa juga mesti nunggu dan tidak berbuat apa2. karena akademisi banyak bicara tataran potensi dan apa yg bisa dilakukan nanti, iya nanti bukan sekarang ternasuk penelitian adalah untuk masa yg akan datang. mohon maaf kalau salah.

      Posted by syaif | 28 Februari 2012, 8:57 am
  120. Saya suka gaya pak Dahlan Iskan dengan mental entrepreneurnya lah yang membentuknya sebagai orang yang memiliki jiwa problem solver, terutama bagaiaman elia membangun kerajaan bisnis medianya dll. Pertemuan saya dengan beliau di pesta wirausaha TDA 2012 bersama Chairul Tanjung, Jokowi, Mery Riana dll. mereka adalah orang-orang yang punya pengaruh positif bagi lingkunganya dan membawa perubahan positif. Pak Dahlan iskan berujar bedanya politikus/pejabat dengan Entrepereneur adalah politikus kalau ketemu dan ngobrol dengan teman-temanya adalah bagaimana cara menjatuhkan dan menjegal lawan politiknya.selam 24/7 hari dan bagaimana caranya mengkorupsi uang negara.

    Sedangkan Entrepreneur kalau ketemu atau ngobrol dengan koleganya adalah bagaimana memajukan bisnisnya, bagaimana menghadapi hambatan bisnisnya dan bagaimana mencari solusi yang tepat, efisien dan murah bagi bisnisnya.

    Posted by hendra | 22 Februari 2012, 5:29 pm
  121. Saya selalu senang baca komentar di blog ini. Alhamdulillah kebanyakan positif.. Semoga pak dahlan selalu diberi kesehatan sama Allah..

    Posted by faradilaanjani | 22 Februari 2012, 7:15 pm
  122. Mantap Pa….
    akhirnya ada juga yang memaksimalkan fitur BBM bukan sekedar obrolan dan broadcast isu isu.

    Sukses terus buat Bapak

    Posted by Hadya | 22 Februari 2012, 10:01 pm
  123. Rapat hemat yg ma’rifat
    Tetep sehat tetep berkarya tetep&slalu menginspirasi indonesia

    Posted by Fia | 22 Februari 2012, 10:45 pm
  124. Betul sekali, Pak! Kalau rapat sungguhan tentu saja tidak apa-apa, tapi kalau hanya sebagai sarana tidur dan nonton, yah tentu saja sinting…

    Posted by elisa beth | 23 Februari 2012, 12:18 am
  125. Pak Dahlan, menurut bocoran seorang teman di instansi pemerintahan, rapat2 di instansi pemerintahan selain banyak makanan kecilnya; banyak uang rapat dan uang transportnya; :( beda dengan saya di lingkungan swasta, rapat-rapat sampai menahan lapar, di meja meeting hanya ada bahan meeting, notes & pena ….

    Posted by Lia Mutia | 23 Februari 2012, 4:25 am
  126. mantap idenya apalagi kalo jadi presiden dan diterapkan kalo rapat pake bbm man pasti dpr juga ikut-ikut kalo rapat pake bbm man jadi bisa tiduran santai tapi kinerjanya dapat mantapkan pa…..n nga usah sibuk nyiapin ruangan rapat pake data m m man lagi hehehe payah pemimpin negri kita ini pemikirannya belum maju kasihan rakyatnya masih pada nganggur termasuk saya ini nih……. pusing cari kerjaaannnnn

    Posted by catur | 23 Februari 2012, 8:15 am
  127. Lagi menunggu di bandara Ngurah Rai Bali, daripada ke starbuck ato acak2 kulkasnya circle K, mending lgs mojok baca artikel pak dis berikut komen2nya :) Asyik…!

    Posted by Busana Muslim Bali | 23 Februari 2012, 8:20 am
  128. smoga pak dais tetep sehat n selalu dilindungi Alloh……………amien ya robbal alamien!

    Posted by muh mundir | 23 Februari 2012, 8:52 am
  129. Sekedar sharing, mayan buat nambah pengetahuan,,hehehehe.. http://dahlaniskan.blogspot.com/2006/06/dahlan-iskan.html (buat yg punya blog, permisi yee..)

    Posted by ABud | 23 Februari 2012, 10:38 am
  130. Sejarah mencatat bahwa setiap lembaga yg pernah pak DI pimpin pasti ada perubahan secara signifikan, mungkin benar yg dikatakan beberapa teman, pak DI seharusnya menjadi RI 1 setelah pemerintahan skrg berakhir, kebijakan bapak jelas terasa langsung untuk rakyat, bpk membuat keputusan tidak ragu-ragu (tidak terlalu banyak minta pendapat sono sisi),,,berikan karya terbaik buat bangsa pak-manusia indonesia sangat mengharapkan terobosan2 nyata dari bapak..
    Terkait Konsumsi rapat….
    Memang benar pak DI,,,jangankan meniadakan makanan kecil untuk rapat pak, menyediakan makanan kecil yg tidak sesuai keinginan para bos2 aja ada yg malah marah pak,,,,pye iki,,,mau rapat malah ngarep makanan kecil, belum lagi masalah makannya…
    Harapan kami, semoga bapak tetap konsisten dengan terobosan2 bpk,,,jangan kendor oleh intrest dari pihak2 yg merasa terusik pak,,,,semoga ini semu menjadi ladang amal buat pak DI,,,amin.

    Posted by Hamyen | 23 Februari 2012, 10:56 am
  131. Pokoke.. Laik DIS lah Pak.. O iya Pak, rapat selain dengan BBM mungkin juga dimaksimalkan untuk tele conference aja Pak, jadi penghematan bisa mengurangi biaya ke daerah – daerah, sekaligus menguji layanan tele conference Indonesia. Saya rasa ga kalah sama luar negeri kok Pak..

    Posted by Wiwit Arif | 23 Februari 2012, 11:59 am
  132. salam pak Dis…
    luar biasa….saya tidak punya kata lain…selain luuuuuuaaaaaarrrrrr bbbbiiiiiiiaaaaasaaaaa…..
    Tapi p Dis…nih usulan, kalau bandara sukarno-hatta beranda depan indonesia emang harus di tata sebaik mungkin, tolong ditengok juga KKP (kantor kesehatan pelabuhan) yg merupakan garda terdepan dalam mencegah masuk dan keluarnya penyakit-penyakit yang punya potensi menjadi wabah…..seperti flu burung, atau sekarang lagi in flu singapura. Saya lihat fasilitasnya sangat minim…apalagi kalau liat balai pengobatan (padahal ini untuk kedaruratan kalau ada masalah kesehatan di bandara)…ko ada di pojokan sulit untuk mobilisasi pasien dlm kondisi darurat. Saya tanya orang sana katanya di kasih tempat sama angkasa pura seperti ini, kalau mau strategis yang di depan harus sewa (mahal lagi). Kalau p Dis berkenan kasihlah / tempatkan KKP di tempat strategis yang bisa dijangkau dengan mudah dari berbagai tempat di sekitar bandara. Tolong gebrak juga Kemenkes yg ngga pernah perhatiin….suruh BBM an tuh mentri apa eselon 1 nya…atau tolong ajarin cara kerja yang baik ya pak Dis…
    bravo deh…….

    Posted by yana | 23 Februari 2012, 12:33 pm
  133. Alhamdulillah…setiap minggu…satu demi satu simpul diuraikan….Bravo pak Dis…benar2 sisa umur yg dibaraqahi Allah

    Posted by renata nertiana | 23 Februari 2012, 12:58 pm
  134. bravo pak DIS tuk RI 1…ide brilian tuk efektifitas dan efisiensi kerja benar2 sangat inspiratif…sy baca tulisan pak DIS tidak cukup sekali…selalu berulang2 pada saat yang sama saya menemukan wisdom dari tulisan2 tersebut tuk perkembangan kita ke depan…trims pak DIS smga Allah slalu memberkahi hidup bapak..amien

    Posted by Dedy Sulaiman | 23 Februari 2012, 2:30 pm
  135. hebat, inspiratif dan inspirator untuk tulisanya pak. semua orang ribut membahas apel malang dan apel washinton, bapak telah berpikir solutif untuk meningkatkan ekonomi bangsa dengan membangun infrastuktur jalan dan listrik yang baik untuk di luar jawa mumpung calo tanah juga belum marak seperti jawa. Pak DI kalo bisa manfaatkan tanah-tanah yang ngganggur bekas ilegal loging atau apapun, jgn ada yang terlantar sejengkalpun. masih jutaan hektar tanah disumatera dan kalimantan yang takterurus manfaatkan utk perkebunan sawait dan membuka sawah-sawah baru untuk mengurangi komoditi impor. aku yakin pak DI mampu jgn sampai kalah dgn negeri jiran yang lahannya nggak ada yang ngganggur ditanami dgn kelapa sawit

    Posted by yanto | 23 Februari 2012, 2:56 pm
  136. sudah lama nunggu tulisan Pak Dis, akirnya keluar juga, jangan bosan menulis Pak Dis.., Ini amal Ibadah bapak yang sangat berguna bagi orang banyak..!!

    Posted by Romy | 23 Februari 2012, 8:00 pm
  137. tidak perlu susah-susah bikin aplikasi buat group messenger.

    mending bikin mail server khusus untuk pemerintahan, servernya di indonesia. rapat bisa dilakukan melalui mailing list, it’s very simple. dan bisa dimonitor dengan mudah dan mensupport semua jenis hape (yang bisa email)

    tapi kalau mau bikin aplikasi messenger sendiri ya gak papa, asalkan dananya gak terlalu melembung seperti pengadaan IT untuk KPU yang saya rasa terlalu lebay.

    saya pribadi sering ngobrol dengan teman – teman alumni dari angkatan muda dan yang tua cukup dengan google groups, tapi untuk urusan negara ya bikin server sendiri saja lah. gak perlu pake BBM segala. sebelum ketergantungan rapat menggunakan BBM semakin mendarah daging. apalagi BBM mau diblok karena melaggar UU ITE.

    Posted by fajar | 23 Februari 2012, 8:11 pm
  138. bagaimana cara yang benar mengerjakan dan membuktikannya..?

    Yasman Har

    Posted by Yasman Har | 23 Februari 2012, 9:00 pm
  139. dahlaniskan dan azrul ananda keteladanan yang mengalir sampai jauh
    sang dahlan pernah gagal bangun bisnis real estate, perhotelan dan property

    lebih lengkapnya baca link dibawah ini

    http://www.dcradio.undip.ac.id/2011/04/26/dahlan-iskan-dan-azrul-ananda-keteladanan-yang-mengalir-sampai-jauh/

    Posted by caderkeren | 23 Februari 2012, 9:31 pm
  140. Ok, tancap gas terus. Yang lambat tinggalkan saja. Demi untuk kemajuan negeri ini. Manpaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan speed. Kami akan dukung pak menteri.

    Posted by kino ws | 23 Februari 2012, 10:53 pm
  141. saya punya boss kalo rapat pake makanan kecil , dan setelah rapat di kasih anak buahnya…

    Posted by kawanlama95 | 24 Februari 2012, 7:54 am
  142. Pak, saya PNS, usul saya, agar saya memiliki rumah, Perum Perumnas diberdayakan dengan bekerja sama dengan Bapetarum PNS dengan mengembangkan bisnis property atau dengan mengeluarkan skema pembiayaan perumahan khusus untuk PNS/TNI/Polri, untuk kepemilikan rumah second hand di Jakarta. Bapak bisa bayangkan saya bekerja di Jakarta Pusat, jika saya memiliki rumah di luar Jakarta, saya berangkat setelah subuh, pun belum menjamin saya tepat waktu sampai di Kantor, itu terjadi jika perumnas mengembangkan perumahan di luar Jakarta. Saya kira perumnas tidak akan merugi jika mengembangkan unit usaha pembiayaan perumahan PNS/TNI/Polri. Trim’s atas perhatiannya, pak

    Posted by syahrulbayuadi | 24 Februari 2012, 9:00 am
  143. Saya hanya ingin mengatakan: INSPIRATIF, UPTODATE, SIMPLE DAN CERDAS……………….
    I LIKE MONDAY….FULLL… :)

    Posted by Den Mas Karyo... | 24 Februari 2012, 1:50 pm
  144. Setiap kali membaca tulisan pak Dis, ada sesuatu yang menghujam deras. Menghujam kedalam jantung agar lebih kencang berdenyut, menghujam ke otak agar lebih cepat berfikir, menghujam ke kaki agar lebih cepat berlari, menghujam ke hati agar lebih tulus dan arif. Sesuatu iti bernama SPIRIT. Sungguh spirit tulisan pak Dis lebih dahsyat daripada Hipnotisnya Romy Rafael.

    Posted by ronifaslahsitakar | 24 Februari 2012, 2:40 pm
  145. Sudah Bosan Ya, Maunya Enak ‘Gak Ada Wawasan Asal Tetap di Istana, atau Asli Bandar Uang Rente, Ijon yg ZALim (definisinya kapitalis, tanya aja ke wimar witoelar atau sri mulyani), sekalian juga yang TIap FAgi TULisannya di twit SEMpat BIkin meRINGis, tolong minggir, kasih jalan buat yang mau PDI-P (Pilih Dahlan Iskan jadi Presiden), maap ya, terima kasih.

    Posted by daya setiawan | 24 Februari 2012, 4:28 pm
  146. Kolaborasi SLANK dan Pak Dahlan mengatasi Atapers…
    http://m.inilah.com/read/detail/1833541/dahlan-iskan-ajak-slank-atasi-atapers-kereta-api

    Rame-rame bantu yaa menyebarkan Dahlanisme kepada para Atapers… Pak Dahlan segera menyiapkan tambahan gerbong kok, sehingga jumlah kursi otomatis bertambah.

    Posted by M. Erick Antariksa | 24 Februari 2012, 5:06 pm
  147. Kolaborasi Pak Dahlan dan SLANK mengatasi Atapers…

    http://www.google.com/search?client=ms-rim&hl=en&q=dahlan+iskan+slank&ie=UTF-8&oe=UTF-8&channel=browser

    Mohon bantuannya yaa… Sudah terlalu banyak nyawa anak bangsa melayang sia-sia karena hal sepele ini… Dari januari tahun ini saja sudah 12 nyawa melayang karena jatuh dari atap kereta api. Bayangkan belum 2 bulan sudah sedemikian banyak nyawa melayang.
    Lagipula, Pak Dahlan akan menambah jumlah gerbong sehingga otomatis jumlah tempat duduk akan bertambah.
    Ayo tularkan Dahlanisme seluas-luasnya sebagai solusi permasalahan bangsa !!!

    Posted by M. Erick Antariksa | 24 Februari 2012, 6:07 pm
    • Akhirnya sukses juga rayuan Pak Erick….slamat ya Pak

      salam sukses

      Posted by erust | 24 Februari 2012, 10:35 pm
      • Yang ini idenya datang dari beliau sendiri…
        Beliau bahkan sampai mencari komunitas Atapers di Jabodetabek, ga heran Pak Dahlan sering mblusukan naik kereta api… Mungkin salah satu alasannya ingin mempelajari para Atapers.

        Awalnya Atapers ini menimbulkan rasa malu bagi bangsa, tapi setelah dipelajari ternyata korban jiwa yang jatuh sudah demikian banyak.

        Mohon bantuan dan dukungannya yaa

        Posted by M. Erick Antariksa | 25 Februari 2012, 12:21 am
      • Yang ini ide dari beliau sendiri…
        Mohon dukungannya yaa

        Posted by M. Erick Antariksa | 25 Februari 2012, 10:14 am
  148. Mudah2an Pak Dahlan Iskan tetap istiqomah. Amin.

    Posted by optimis_indah | 24 Februari 2012, 8:57 pm
  149. Reblogged this on ngalor ngidul ketemu kiblat and commented:
    Kerja berbanding terbalik dengan rapat (?)

    Posted by Siluman Harimau | 24 Februari 2012, 9:49 pm
  150. Pas MH bahas tentang BBM… Kok PD ngeluarin pernyataan Capresnya adalah Capres BBM… Hehehehe
    http://m.inilah.com/read/detail/1833973/capres-demokrat-capres-bbm

    Posted by M. Erick Antariksa | 24 Februari 2012, 11:44 pm
  151. Aneh…
    Saat Pak Dahlan mengungkapkan BBM sebagai solusi… Kok tiba-tiba ada sebuah partai yang memberikan pernyataan kalau Capresnya di 2014 nanti adalah “Capres BBM”

    Posted by M. Erick Antariksa | 25 Februari 2012, 12:06 am
  152. Yg Bilang pak Isekan hanya melakukan pencitraan…adalah orang yg gak kenal beliau…ato gak pernah baca tulisan2 beliau sejak belasan tahun silam….atau juga orang tersebut udah paranoid pd yg namanya manusia…bisa2 ia paranoid pd dirinya sendiri….maju terus pak Isekan…tetap luruskan niat hanya untuk mencari ridho Allah SWT..

    Posted by iqbal | 25 Februari 2012, 8:43 am
  153. Trima kasih pak mentri atas catatan blognya, harapan kami semoga para pimpinan – pimpinan BUMN nantinya juga meniru apa yang diperbuat oleh Bapak Mentrinya.
    yakni ” Efisiensi/penghematan Biaya ” demi kesejahteraan karyawannya.

    Jaya Pak Dahlan Iskan, Amiiin.

    Posted by sudarto | 25 Februari 2012, 9:05 am
  154. Pak DI, dah hr minggu nih, buruan dong keluarin tulisannya, buat “bahan bakar” penyemangat besok hr senin.

    Posted by Alfi | 26 Februari 2012, 8:02 am
  155. Tulisan pak dahlan seperti mantra aja! Begitu dibaca langsung menyentuh hati, seperti ilmu pengasihan, banyak yang tergila-gila, dan ketagihan, seperti saya!:-D

    Posted by Rheimont | 26 Februari 2012, 12:16 pm
  156. semoga bapak senantiasa diberikan kesehatan dan pertolongan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas…

    Bapak dahlan iskan naik kereta ekonomi…nih….

    Posted by Mas Syamsudin Kota Banjar | 26 Februari 2012, 8:11 pm
  157. setuju sama komen pak Syafiih Kamil, mari meneladani akhlak dan semangat pak Dahlan, tanpa harus “mengultuskan” sosoknya :)
    tambahan, terbayang sibuknya ya, dengan grup BB seabreg begitu pasti banyak sekali info yang mesti ditampung dan dibaca,, benar2 perlu kesungguhan dan keikhlasan untuk terus bekerja dan bekerja :)
    salam semangat!

    Posted by intenratna | 26 Februari 2012, 10:46 pm
  158. minggu 00:24 waiting tulisan terbaru search google : dahlan iskan (24 jam terakhir) hiks…hiks…hiks… tapi koq belum keluar ya.

    Posted by syaif | 27 Februari 2012, 12:19 am
    • Sudah nongol di ANTARANEWS tuh pak
      Spertinya sdh diposting sore tadi jam18an
      Guglingnya pake “manufacturing hope” ntar muncul MH15 silahkan dicoba
      MH15 mbahas ttg jalan tol jateng&sumatera, beras&gula
      Yg belum komentar2 sodara sebangsa setanah air hehehehehe

      Posted by Fia | 27 Februari 2012, 12:50 am
      • Yang punya blog ini masih manusia normal, masih butuh tidur…
        Kalo ini blog pribadi Pak Dahlan, pasti sudah diinput langsung. Lha dia ga pernah tidur kok kayaknya.

        Posted by M. Erick Antariksa | 27 Februari 2012, 2:33 am
    • hehhehe iya makasih. akhirnya kemarin ketemu di Antara News jam 03 pagi. kecanduan berat soalnya. semangaat…..

      Posted by syaif | 28 Februari 2012, 8:37 am
  159. moga bisa menginspirasi di tempat birokrat yang lain….

    Posted by Sang Nanang | 27 Februari 2012, 9:20 am
  160. MH kali ini bener2 rekor. baru 2 hari dah 254. semoga hope ini cepet mnyebar lebih cepat dripada virus sekalipun. Semangaaat……

    Posted by syaif | 28 Februari 2012, 8:34 am
  161. effesien and affective…great job pak dahlan

    Posted by yusaffandi | 28 Februari 2012, 11:56 am
  162. Saya iri, andai saja birokrasi di dinas pendidikan seperti di BUMN?

    Posted by Supriyadi | 28 Februari 2012, 10:50 pm
  163. Sangat setuju… Apalagi dalam rapat resmi ada saja yg pingin tampil menonjol bisa bikin rapat jadi ruwet. Mari sama2 mendekat dan mencari solusi tanpa memaksakan copy darat.. Sukses BUMN….

    Posted by Arifin | 29 Februari 2012, 9:24 pm
  164. saya selalu berdoa smoga pak dahlan sehat selalu

    Posted by agung nugroho | 29 Februari 2012, 10:55 pm
  165. luar biasa

    Posted by agung nugroho | 29 Februari 2012, 10:57 pm
  166. Yth. Pak Dahlan,

    Semua terobosan dan sepak terjang sampai hari ini,sampai sebelum saya membaca tulisan ini, begitu mengagumkan dan inspiring. Akan tetapi mohon maaf ketika saya membaca tulisan di atas, saya merasa tulisan ini menjadi “kontra-produktif” dengan statement Pak Gita.

    Dalam tulisan ini Pak Dahlan, dalam versi dan sudut pandang saya, sangat banyak/terlalu banyak menyebutkan media sosial BBM. Dengan segala keterbatasan saya, penyebutan BBM yang terlalu banyak oleh Pak Dahlan berpotensi membentuk opini yang ambigu, bahwa untuk membuat rapat menjadi efektif, kinerja organisasi menjadi meningkat pesat solusinya adalah menggunakan BB atau BBM.

    Di sisi lain dalam pandangan saya, peningkatan kinerja organisasi bisa dipercepat dengan mengadopsi TIK yang salah satunya bisa pada penggunaan virtual social networking. Jadi tidak terbatas pada salah satu merk mobile device saja. Lebih-lebih merk tersebut sedang ramai dibicarakan di Indonesia. Dalam kenyataannya produk/layanan yang bapak sebutkan mulai banyak mendapat tekanan dari teknologi informasi dan komunikasi lain yang lebih canggih dan reliabel.

    Saya hanya khawatir statement bapak bahwa BBM membantu rapat menjadi sangat intens secara virtual nantinya dengan cepat dapat dimentahkan mengingat saat ini sudah sangat banyak produk non BB yang sudah sangat canggih dan lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku bisnis dan birokrat di Indonesia.

    Demikian sedikit komentar dari saya, semoga Pak Dahlan berkenan menerima opini saya ini. Mohon maaf jika ada yang membuat tidak berkenan.

    Hormat saya,

    Dede

    Posted by dede djatikusumo | 1 Maret 2012, 5:34 pm
  167. Pak DIS,terobosannya bagus.tapi apakah face to face itu tdk mempengaruhi keputusan? Sebab katanya mba angie itu dari face nya sj sdh bohong,artinya keputusan seseorang bs di lihat benar atau tdk nya dari face nya juga.

    Posted by luga | 2 Maret 2012, 9:46 am
  168. DAHLAN ISKAN , Nyata dalam Bekerja, Inovativ dalam berpikir, Kreative dalam mengambil keputusan, Gentleman ,Rendah hati, Sederhana Memang Dahlan Iskan Agen Pembaharu, Siapapun pendengar dan pembaca tentang dirinya Mari….kita ikuti langkahnya menjadi Agen Pembaharu Untuk Negri kita INDONESIA ;JAYA

    Posted by Heru Karbudiasto | 2 Maret 2012, 11:50 am
  169. pak, anak buahnya ada yang pake nama-nama aneh dan icon-icon unyu itu pasti sering ganti ganti name display nya?
    hehe pejabat serasa ABG :D

    Posted by snydez | 3 Maret 2012, 6:14 am
  170. Betul sekali pak, terobosan untuk mengurangi rapat, apalagi tentang makan untuk rapat.

    saya pegawai kecil di Kementerian Keuangan saja melihat anggaran negara untuk membeli konsumsi rapat, jadi geleng-geleng kepala.
    itu apa mereka gak pada mikir, kalau uang yang untuk konsumsi rapat dari uang rakyat? apa iya, ujung dari rapat itu sangat berpengaruh untuk rakyat nantinya.

    makanan untuk Menteri saja, sungguh begitu mewah (itu terlihat, karena harus d bayar rakyat) kalau masing-masing individu itu mau bayar sendiri silahkan, tapi ini yg bayar rakyat!!!!

    saat jadi pejabat bermewah-mewah, saat pensiun, sakit d bagian perut dan otak!!!

    Posted by satriayudhafibianto | 5 Maret 2012, 10:57 am
  171. really like this

    Posted by ghani | 8 Maret 2012, 4:13 pm
  172. Assalamu’alaikum dan Salam sejahtera wahai semua saudaraku..
    Saya pernah merasa sangat frustasi dan tidak percaya pada pemimpin di Republik ini…tapi dengan saya temukan saya pelajari sosok pak Dahlan Iskan ….saya percaya sekarang…belialah Pemimpin untuk republik ini..Insya Allah

    Posted by Irzal | 13 Maret 2012, 1:59 pm
  173. Pak, mohon.
    Jangan jadi Presiden ya Pak.
    Tetaplah menjadi pemimpin yang bisa menjadi tempat kami bergantung, menjadi seorang pemimpin yang bisa dipercaya akan membangun Indonesia tercinta ini.

    Posted by maknyonyah | 14 Maret 2012, 1:18 pm
  174. Assalamu’alaikum wr wb,
    Sungguh tulisan ini seharusnya menjadi cermin untuk para pimpinan, khususnya di BUMN. Sementara ini masih ada pimpinan BUMN yang lebih senang memperbanyak rapat dengan topik yang seharusnya tidak untuk konsumsi tingkat Pimpinan BUMN, cukup di unit kerja teknis.
    Saya melihat terlalu banyak rapat, berarti :
    - Pemborosan (waktu, energi listrik, dana)
    - Memperpanjang birokrasi
    - Tidak fokus dalam pekerjaan
    - Kelemahan kewenangan manajemen dalam mengambil keputusan, takut salah dan alasan untuk beralibi berjamaah

    Semoga Pak DI terus menyuarakan hati nurani, menjadi alternatif pilihan pemikiran untuk para pimpinan BUMN

    Posted by sugeng martono | 17 Maret 2012, 12:13 pm
  175. Rapat Online sepertinya lebih efektif, efesien, fokus pada inti masalah sehingga terhindar dari seremonial dan basa basi, kita bisa tetap bekerja dan bekerja ……

    Posted by WAWAN DARMAWAN | 19 Maret 2012, 9:15 pm
  176. Setuju, Indonesia sangat membutuhkan pemikiran seperti Bapak…teruskan Pak…saya doakan semoga Bapak sehat selalu sehingga dapat memberikan terobosan2 baru…kita butuh bukti kerja bukan janji semata…

    Posted by Prasti Agustia | 20 Maret 2012, 3:35 pm
  177. Saya dukung, Pak. Memang seharusnya para birokrat itu ngirit

    Posted by Sholehan | 21 Maret 2012, 9:10 am
  178. walah programe apik tenan kuwi, jan iso ngirit baanget pak.

    Posted by sugeng hariyadi | 21 Maret 2012, 2:45 pm
  179. sosok pak Dahlan benar2 menginspirasi kehidupan saya, sikap dan sifatnya yang low profile, namun pola pikir ya yang cerdas dan cepat, patut dicontoh oleh semua orang. Saya baru tertarik membaca berita tentang beliau disaat beliau diangkat menjadi dirut PLN, semua sepak terjangnya yang saya baca melalui media sangatlah membuat saya berdecak kagum. Ada saja kelakuannya yang tidak umum tapi itu justru menjadi kekuatan dia untuk merubah dan menggerakkan sebuah organisasi besar sebesar PLN! salut dengan pak Dahlan!

    Posted by Parfum Original | 22 Maret 2012, 10:07 am
  180. mantap pk DIS secara gk langsung sudah banyak action yg selama ni hanya talk only not action

    Posted by Adi Setiwan | 23 Maret 2012, 10:48 am
  181. Mantap pak. Coba semua menteri seperti ini Indonesia bisa cepat majunya.

    Posted by Muchamad Haerudin | 23 Maret 2012, 1:39 pm
  182. bravo pak DIS

    Posted by agung s | 19 April 2012, 9:47 pm
  183. Mantap sekali pak, semoga diakhir tahun nanti BUMN semakin baik dari tahun sebelumnya.

    Posted by Iskandar | 21 April 2012, 12:06 pm
  184. Reblogged this on serulingsakti.

    Posted by ssmamaze | 22 April 2012, 7:21 am
  185. Saya birokrat juga Abah. Saya tahu persis kebenaran ungkapan Abah ‘kebanyakan rapat orang bisa sinting’. Saya sering mendotong kolega untuk, gak usah rapat. Kita komunikasi via GTalk saja. Dan ternyata pekerjaan juag sama2 selesai. Bravo Abah.

    Posted by Tombo Ati | 26 April 2012, 10:38 am
  186. salut sama pa menteri, semoga bisa diikuti oleh menteri-menteri lain, langkah kecil tapi bisa berdampak besar

    Posted by Sahabat Hendy | 13 Juni 2012, 6:27 pm
  187. bener banget..rapat via internet menghemat waktu, bisa sambil berebahan menyandarka punggung, bisa santai dan bisa melakukan pekerjaan yang lain yang lebih penting. Ide yang mantep dari pak dahlan. Ayo dukung pak dahlan jadi presiden..dan doakan beliau di beri kesehatan.Aminnnnnnnnnnnnnnn

    Posted by aplikasi blackberry | 11 Juli 2012, 1:56 pm
  188. kami para pemuda indonesia berterimakasih pada pak DI yang telah berani dan bisa merubah keadaan menjadi lebih baik….bapak adalah salah satu orang yang bisa kami jadikan panutan

    Catatan Dhlan Iskan

    Posted by Dahlan Iskan Blog (@DahlanIskanBlog) | 29 September 2013, 8:17 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Rangkuman Blog Dahlan Iskan « HAIDI D'GLOW - 15 Maret 2012

  2. Ping-balik: Dahlan Iskan1…. « kakyoy - 15 Maret 2012

  3. Ping-balik: Makanan Kecil, BBM, Budaya dan Efisiensi | Manajemen Proyek Indonesia - 1 April 2012

  4. Ping-balik: Kalau rapat tidak perlu lagi makanan kecil « Catatan Dahlan Iskan « papadelaabil - 2 April 2012

  5. Ping-balik: Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope, Minister’s Notes « waktu kosong - 14 Juni 2012

  6. Ping-balik: Kalau rapat tidak perlu lagi makanan kecil « ALIENAZIMI.WORDPRESS.COM - 19 Juli 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.184 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: