>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Hope di Soekarno-Hatta dan Hope di Madura

Manufacturing Hope 5
Senin, 19 Desember 2011

Banyaknya ide baru tentu ikut menentukan keberhasilan manufacturing hope. Ide PT Angkasapura 2 menambah high speed taxi way exit yang sedang dikerjakan di Bandara Soekarno-Hatta sekarang ini, misalnya, adalah ide yang konkret.

Mudah dilaksanakan, murah biayanya, dan langsung terasa manfaatnya. Terutama dalam ikut mengatasi kepadatan frekuensi naik-turunnya pesawat. Pesawat yang baru mendarat tidak lagi terlalu lama berada di landasan. Landasan pun bisa segera digunakan pesawat berikutnya.

Apalagi jika taxi way east cross juga bisa segera dibangun. Dua landasan yang dimiliki Bandara Cengkareng itu bisa terhubung dengan lebih fleksibel. Dari atas tower ATC (air traffic control) minggu lalu saya melihat begitu banyak pesawat yang antre terbang dari landasan kiri. Sampai enam pesawat. Itu berarti penumpang harus bersabar menunggu terbang hingga 20 menit.

Sebaliknya, landasan kanan hanya dipakai sesekali. Tidak seimbangnya beban dua landasan tersebut, antara lain, terjadi karena belum dibangunnya?east cross tersebut. Kalau ada jalan pesawat yang menghubungkan dua ujung timur landasan tersebut, tentu pembebanan dua landasan itu bisa lebih seimbang.

Tentu harus dicek secara teknis. Saya bukanlah ahli bandara. Belum tentu yang saya kemukakan benar. Yang jelas, di dalam desain awal pembangunan bandara tersebut memang dimungkinkan pembangunan east cross itu “kelak”, di kemudian hari.

Ternyata ekonomi kita maju lebih cepat daripada yang diperhitungkan. Kata “kelak” yang digambarkan baru akan terjadi pada 2020 itu sudah tiba tiga tahun lalu. Sulitkah membangun east cross itu” PT Angkasapura 2 pasti mampu melakukannya segera. Hanya, lokasi untuk east cross tersebut telanjur dipakai oleh Hotel Sheraton, lapangan golf, dan pergudangan Soewarna.

Saya belum memperoleh informasi mengapa begitu. Mengapa dulu tidak dibangun di lokasi lain sehingga dalam keadaan bandara kelewat padat seperti sekarang ada kemudahan mencari terobosan.

Memang ada kemungkinan membangun east cross tanpa menggusur hotel dan lapangan golf. Namun, biayanya sedikit lebih besar. Rasanya direksi Angkasapura akan bisa mengalkulasi mana yang terbaik.

Yang paling ideal adalah langsung membangun landasan ketiga. Tapi, mengingat tanah yang perlu dibebaskan mencapai ratusan hektare, rasanya tidak mungkin pembangunan landasan ketiga itu bisa selesai dalam tiga tahun.

Sedangkan peningkatan jumlah penerbangan tidak akan bisa dibendung lagi. Apalagi, keadaan ekonomi akan terus membaik setelah dua hari lalu peringkat Indonesia dinaikkan menjadi negara investment grade.

Jalan lain lagi? Ada. Segera memperbesar terminal III yang masih baru itu. Dengan demikian, terminal III bisa menampung lebih banyak penerbangan. Sekaligus berarti bisa memanfaatkan landasan kanan lebih seimbang. Tanpa harus membangun east cross terlebih dahulu.

Ide-ide untuk mengurangi kepadatan Bandara Cengkareng sudah begitu banyak. Ide yang mana yang lebih baik saya serahkan sepenuhnya kepada direksi Angkasapura 2. Ditambah ide Dirjen Perhubungan Udara untuk mengatur ulang jadwal penerbangan agar tidak terlalu banyak pesawat yang menumpuk di jam-jam tetentu. Misalnya, jam 06.00. Padahal, mana mungkin delapan pesawat sama-sama menjanjikan berangkat jam yang sama?

Saya juga sangat menghargai ide baru Angkasapura 2 membuat tower ATC “berwajah dua”. Selama ini seluruh operator ATC yang bekerja di puncak tower tersebut hanya bisa menghadap ke satu arah: landasan kiri. Kalau ada pergerakan pesawat di landasan kanan, operator tidak bisa melihat secara langsung. Kalau proyek dua wajah itu selesai dua bulan lagi, tower ATC itu sudah lebih fleksibel.

Ada lagi hope yang lebih besar. Saat saya berkunjung ke ruang kontrol Bandara Soekarno-Hatta pekan lalu, ada kesibukan baru di sana: memasang peralatan baru. Itulah peralatan yang akan memperkuat ruang kontrol yang lama yang dihebohkan di lalu lintas SMS beberapa waktu lalu.

Menurut SMS yang beredar luas itu, ruang kontrol yang ada sekarang ini sangat membahayakan penerbangan. Kapasitas kontrolnya hanya untuk 460 pergerakan pesawat. Padahal, yang harus dikontrol saat ini adalah 1.200 pergerakan.

Kemampuan peralatan kontrol yang baru dipasang tersebut berlipat-lipat. Begitu juga, kecanggihannya. Peralatan itu bisa memonitor hingga 4.600 pergerakan pesawat. Jauh lebih besar daripada angka pergerakan saat ini. Proyek Kementerian Perhubungan itu semoga sudah bisa digunakan tiga-empat bulan lagi.

Memang, masih ada problem lain: simulator control room itu harus disediakan dalam keadaan baik. Tenaga operatornya juga sangat kurang. Pengadaan SDM itu tidak bisa dilakukan cepat karena kualifikasinya yang sangat khusus. Belum ada sekolah operator ATC. Itu sungguh merupakan peluang yang besar bagi lembaga pendidikan.

Di Soekarno-Hatta saja kita perlu lebih dari 200 operator lagi. Belum bandara-bandara lainnya. Belum lagi begitu banyak bandara baru akan dibangun atau diperbesar.

Direksi Angkasapura 2 sudah memutuskan untuk membuka pendidikan khusus bagi lulusan S-1 yang ingin bekerja di ATC. Sambil menunggu hasilnya, operator senior yang seharusnya pensiun diminta bekerja kembali.

Bagian itu memang memerlukan banyak tenaga lantaran sifat pekerjaannya. Seorang operator ATC hanya boleh bekerja dua jam. Setelah itu, dia wajib istirahat. Bisa tiduran, senam, main-main, atau duduk-duduk di luar ruang. Itulah sebabnya di sebelah ruang yang penuh peralatan canggih tersebut harus disediakan kasur, bantal, alat-alat permainan, dan kursi-kursi untuk bersantai.

Tentu ada cara lain untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pesawat di Cengkareng: memperbanyak pesawat besar. Penumpang dua pesawat kecil bisa ditampung di satu pesawat besar. Dengan demikian, lalu lintas pesawatnya bisa turun 50 persen. Tapi, ada hambatan teknis. Bandara lain yang akan menerima pesawat besar dari Jakarta itu belum tentu memenuhi syarat.

Ada lagi cara lain: memperbanyak pesawat yang menginap di luar Jakarta. Sekaligus untuk pemerataan ekonomi. Tentu ada pula hambatan teknisnya. Ide cukup banyak. Tidak harus satu ide yang diterima. Bisa saja gabungan ide atau kombinasi ide. Yang jelas, masih banyak hope di depan kita.

***

Ide baru juga datang dari Madura. Selama ini produktivitas garam kita sangat rendahnya. Kualitasnya pun kurang bagus. Padahal, BUMN garam kita memiliki 5.700 hektare lahan penggaraman di Madura. Padahal, kita ini perlu dua juta ton garam setiap tahun. Padahal, kita ini masih terus saja impor garam.

Ide baru ini datang dari Dirut PT Garam S.U. Irredenta. Tidak usah ditanya mengapa orang asli Madura itu namanya mirip orang Italia. Ayahnya, seorang guru SMP di Surabaya, memang pernah bersekolah di Italia. Toh, nama depannya tetap sangat Madura: Slamet Untung. Sudah slamet untung pula.

Mulai tahun depan dia akan bikin gebrakan: melapisi seluruh lahan penggaramannya dengan menggunakan membran. Tentu akan memerlukan berpuluh-puluh hektare membran. Rencana tersebut perlu saya “bocorkan” sekarang agar pabrik-pabrik plastik di dalam negeri segera berpikir untuk memproduksi membran. Tentu yang memenuhi persyaratan untuk lahan garam. Jangan sampai untuk urusan membran saja kita harus impor. Mumpung masih ada waktu. Mumpung masih musim hujan.

Dengan begitu, air laut yang akan dijadikan garam akan menggenangi lahan yang sudah dilapisi membran. Keuntungannya ada tiga. Pertama, pembentukan garamnya bisa beberapa hari lebih cepat karena suhu udaranya lebih panas. Kedua, tidak perlu lagi ada satu lapisan garam paling bawah yang tercampur lumpur. Ketiga, kualitas garam kita menjadi kelas satu semuanya.

Selama ini lapisan garam yang paling bawah tidak bisa dijual sama sekali karena bercampur lumpur. Lapisan atasnya masih bisa dibersihkan dari lumpur, tapi perlu biaya. Itu pun hanya akan menghasilkan garam kelas III.

Dengan idenya itu, Slamet Untung akan bisa menyelamatkan industri garam sekaligus membuat BUMN untung. Benar-benar sebuah hope yang sangat besar. Apalagi kalau kelak petani garam kita juga bisa mengikuti jejak Slamet ini. Pemda pun (gubernur maupun bupati) rasanya tidak akan sia-sia kalau membantu pengadaan membran untuk petani garam kita. Dari Madura akan kita mulai revolusi ladang garam bermembran.

Slamet Untung masih punya ide lain. Yakni, menjadikan lahan 5.700 hektare itu tetap produktif di luar musim garam yang hanya 4,5 bulan setiap tahunnya. Jangan sampai selama musim hujan, ketika tidak bisa memproduksi garam, lahan itu dibiarkan menganggur.

Untuk apa? Slamet akan memanfaatkannya untuk budi daya bandeng! Bahkan, di lahan yang bukan untuk penggaraman, dia akan bertanam rumput laut. Saya pun langsung menyetujuinya. Bahkan, saya akan mendukungnya dengan pabrik pengolahan rumput laut sekalian

Dua tahun lagi, setelah garam Madura kembali berjaya, pola yang sama harus bisa diterapkan di NTT. Di sana ada lahan luas yang cocok untuk pembuatan garam. Dalam dua tahun ini, sambil menunggu selesainya proyek membranisasi di Madura, di NTT bisa mulai dilakukan pengurusan dan penyiapan lahannya.

BUMN Garam Madura sudah siap ekspansi ke NTT. Bahkan, hasilnya bisa saja lebih besar daripada yang di Madura. Mengapa? Di NTT bisa memproduksi garam selama 7 bulan dalam setahun!

Setelah Madura dan NTT beres, barulah kita bicarakan apakah masih perlu atau tidak impor garam. Memperdebatkannya sekarang hanya akan sia-sia. Saat ini masih begitu jauh jarak antara keperluan garam kita yang dua juta ton dan produksi garam nasional kita yang belum sampai 400 ton!

Setidaknya sudah ada hope yang bisa di-manufacture di sini. (*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Diskusi

127 thoughts on “Hope di Soekarno-Hatta dan Hope di Madura

  1. Jadi tahu masalah-masalah di bandara yang masih jarang dieskpos media. Terima kasih pak DIS😀

    Posted by Pandu Aji Wirawan | 19 Desember 2011, 6:32 am
    • Ya, sepakat mas Pandu. Sbaiknya Bung DIS mEWAJIBKAN DIRI uNTUK mENULIS tENTAN bumn DIMEDIA, SEBULAN 2X LAH KURANG LEBIHNYA, SPY MASYARAKAT TAHU APA YG TERJADI DISANA, sIAPA TAU ADA YG BISA BANTU MEREALISASIKAN HOPE tERSEBUT, sEPERTI pABRIK pLASIK sIAP2 BANYAK bERPRODUKSI TRUS LANGSUNG kONTAK kE pt gARAM, SELAIN ITU TENTU UNTK MEMBERI moTIFASI kARYAWAN bumn ITU sENDIRI, SY sELALU iKUT sMANGAT JIKA MEMBACA tULISAN bUNG dIS. SAYA MOHON BUNG DIS mASIH SEMPAT MENGAWASI DAN MEMOTIFASI SELALU PLN, kARNA PENGGERAK UTAMA sEKTOR INDUSTRI dAN KEGITAAN MASYARAKAT aDALAH pln, LISTRIK GA bERES EKONOMI IKUTAN GAK BERES JUGA, bUKTINYA rUMAH kONTRAKANKU SAMPE SEKARANG BELUM BISA pASANG LISTRIK DAN JUGA PARA TETANGGA JUGA GITU, SY PUN bISNIS PROPERTY kECIL2AN, kALO MAU PASAN LISTRIK MASIH SUSAH LO BUNG dIS. TAPI sy mASIH pUNYA hARAPAN sELAMA bUNG DIS MASIH dI BUMN mAKA LISTRIK bISA BERES, BUNG DIS KAN mASIH aTASANYA PLN. SARAN BUAT MEDIA YG ADA DI BUMN SBAIKNYA ANDA JUGA MENYEBARKAN TULISAN BUNG DIS, ANDA SEHARUSNYA MALU KALO TIDAK MENYEBARKANYA, LHA WONK MASYARAKAT AJA TAHU, MALAH DIDAPURNYA BUMN SENDIRI ADA YG GAK TAHU…….SUNGGUH TERLALU. jANGAN oON…oON AMAT SIH. tAU GAK BEDANYA tULISAN BERmutu SAMA gak mutu. JANGANLAH MEMBUTAKAN DIRI, NANTI BUTA BENERAN LOH. sALAM BUNG DIS, MOGA SEHAT SELALU, DAN SABAR(sEMANGAT,aMANAH,bERSIH,aDIL, rOFIK). KAMI SELALU MENDOAKAN BUNG DIS.
      SALAM SEJAHTERA DAYAKINDO

      Posted by Dayakindo | 22 Desember 2011, 5:28 am
  2. Alhamdulillah banyak hope yang baik

    Posted by vicky | 19 Desember 2011, 7:07 am
  3. administrator mantap, terimakasih

    Posted by winjava | 19 Desember 2011, 7:19 am
  4. luar biasa. bisa sejeli itu melihat permasalhan dan memberikan solusinya

    Posted by denzemadenzema | 19 Desember 2011, 7:40 am
  5. jika setiap hari ada berita positif, solutif dan memberikan harapan seperti ini, maka bangsa Indonesia pasti akan segera bangkit dari keterpurukan dan berjaya sejajar dengan negara maju lainnya.

    Posted by Maulana MS | 19 Desember 2011, 8:15 am
  6. Alhamdulillah ….. maju terus Pak…..

    Posted by Muhammad Naufal | 19 Desember 2011, 8:16 am
  7. sebenar breakthrough para petinggi bumn dah ada dikepala masing2, krn sdm mereka sangat handal. Akan tetapi mrk selama ini terjebak satanic circle birokrasi. Maka pak dis mampu memecah lingk setan itu semua. Selamat pak dis semoga tetap untung.

    Posted by alief | 19 Desember 2011, 8:38 am
  8. saya suka ide dan solusi kongkrit dari permasalahan2 bumn di blog bapak, maju teruss ^^

    Posted by hamka | 19 Desember 2011, 8:43 am
  9. Kabar seperti ini harus segera digalakkan misalnya dibuat JURNAL BUMN yang berisi press release dari masing masing bumn , karena kalau sepotong-sepotong semua masalah gak akan terurai dengan gamblang. agar semua jajaran pemerintahan bisa terkumpul ide dan solusinya. Apalagi kalau cuma pak DI yang berani ‘membocorkannya’.

    Semua BUMN harus berani dan wajib untuk mentransparankan diri untuk mencegah intervensi.
    Investment grade kita masih jauh ketinggalan dari Malaysia, Thailand apalagi Singapura.

    Keep on the track Mr Dahlan Iskan

    Posted by Zulkifli Iskandar | 19 Desember 2011, 8:43 am
  10. Saya baca HOPE ini pas baru masuk kantor pagi ini, di koran lokal di Palangka Raya dan langsung memutuskan untuk cari tahu cara comment akhirnya sampai di sini.
    Pak Dahlan, one swallow does not make summer kata pepatah londo tetapi tetapi kepakan sayap garuda dapat membuat perbedaan kata pepatah baru saya. Reinventing government sudah lama, banyak yang bahkan dikirim ke USA tetapi tidak pernah diimplementasikan. Mungkin saatnya pendekatan bapak dijadikan bentuk manajemen (maaf kalau sudah berjalan) misalnya ada pola brainstorming mind map atau apalah secara ajeg di setiap jenjang manajerial, well recorded, mungkin cukup 15 mnit tidak lebih per minggu, kalau perlu di train dulu atau di retreat dulu, ada pola recognisi dan reward dunia akhirat. Saya sedih campur ketawa ketika dengar isue bahwa Jepang menciptakan alat kabel coiling di kamar mandi yang sekarang banyak di hotel hotel bintang adalah hasil dari ala HOPE bapak, pertemuan tukang bersih, kamar dll berjenjang di Jepang yang menemukan orang Indonesia hobi cuci pakaian dalam sendiri di kamar mandi. Contoh nyata: masalah garam di atas, membran MUNGKIN SEKALI bukan solusi optimal dari segi biaya, hasil dan teknik tetapi itu something. Karena berdasarkan sistem alamiah, perbedaan suhu, penguapan, dll parameter maka opsi lain terbuka seperti memakai bantuan reflector, beda warna, tenaga surya kombinasi angin, sistim drip atau lapis legit hingga cepat tercipta hablur/kristal ala penyulingan nilam, you named it, guru-guru fisika SMP bahkan mungkin punya opsi lebih logic, efisien dan praktis bila dibuatkan lomba Garam Idol berhadiah jalan-jalan keliling pulau Madura all covered. Selamat ber HOPE

    Posted by Humala Pontas Pangaribuan | 19 Desember 2011, 9:14 am
  11. benar – benar penuh solusi

    Posted by MULYADI | 19 Desember 2011, 10:05 am
  12. membran itu bukannya mahal bgt ya pak….mau invest brp bwt membran? …but sy dukung ide2nya pak…moga berhasil…

    Posted by fajar eka setiawan | 19 Desember 2011, 10:17 am
  13. ide memang belum tentu berhasil dlm pelaksanaanya.tetapi yg terpenting adalah niat,bila niatnya baik ( bertujuan utk kepentingan umum ) tentu tuhan juga akan membantu.Selama ini kita jarang mendengar ide yang bertujuan 100 % demi kepentingan umum.Kalaupun toh ada, ujung ujungnya juga korupsi dalam pelaksanaan proyeknya atau mark up dalam pengadaan barangnya.Akhirnya, rakyat juga yang dikorbankan.

    Posted by antok | 19 Desember 2011, 11:20 am
  14. Pak Dahlan yang terhormat, selalu ada saja solusi-solusi yang implementatif dan kongkrit yang diinspirasikan oleh Bapak kepada para BUMN Biz Leaders untuk dapat bergerak progresif memajukan institusi yang diamanahkan kepadanya. Kembali, pendekatan beliau yang tidak birokratis melainkan sebagai CEO korporasi Indonesia untuk menjalankan amanah besar bangsa (Pak DIS tidak terkena belenggu budaya birokrasi hirarkis-struktural yang banyak membelenggu institusi dan BUMN negeri ini) menjadi sikap dasar beliau dalam mengambil langkah-langkah. Dan langkah2 tsb kental diawali dengan analisa komprehensif, tajam dan juga sangat kuat melihat dimensi SDM-nya. Analisa yang digali Pak DIS banyak sekali melalui proses interaksi, komunikasi, diskusi, penggalian, kunjungan, pengamatan. Lalu dengan suara hati yang jernih maka Pak DIS menjadi sangat produktif dan menimbulkan optimisme-HOPE. Masih banyak paradox2 di negeri kita yang diharapkan dapat diterobos oleh Pak Dahlan; negara kita yang tropis dengan potensi besar penghasil garam tapi masih impor sudah didorong terobosannya, negeri subur penghasil pangan tapi masih impor beras juga sudah dicetuskan gagasan sinerji antar BUMN yang terkait dengan industri pangan. Paradox lain yang membuat banyak orang miris, termasuk saya; negara kepulauan tetapi justru industri maritim Indonesia, utamanya industri perkapalan antar pulau, masih lemah. Masih banyak paradox lainnya yang menjadi PR bangsa kita yang sesungguhnya adalah PR untuk kita bisa mensyukuri karunia yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada bangsa Indonesia.
    Setuju sekali Pak DIS, kita memang punya banyak HOPE, kan semuanya tergantung dari cara pandang kita, apakah semata mengeluhkan kendala-kendala atau melihatnya sebagai tantangan untuk diatasi yang membangkitkan adrenalin.
    Salam hormat – Tini Moeis

    Posted by Tini Moeis | 19 Desember 2011, 11:56 am
    • bravo ibu… suer tulisannya juga gak kalah ma pak Dis heeehe. bijak sekali. saya sebagai anak muda jujur jadi berani bermimpi kembali tentang indonesia……

      Posted by syaif | 19 Desember 2011, 3:43 pm
      • Pak Saif, terimakasih atas komentarnya. Terlepas dari berbagai terpaan yang menimpa bangsa kita, saya percaya harus bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua untuk terus berkontribusi positif, menjadi trigger untuk bertanya pada diri sendiri apakah kita tergolong pemain di negeri ini yang positif, apakah penonton yang positif tetap pasif melihat keadaan, atau malah kita tergolong kontributor negatif. Tidak cukup menjadi penonton positif tapi pasif. Kita semua punya potensi menjadi pemain di negeri tercinta ini. Kalau banyak yang tidak peduli, jangan-jangan kepemimpinan negeri ini terpaksa di-outsource ke bangsa lain seperti yang sudah terjadi pada dunia sepakbola profesional. Kita tidak mau demikian bukan?
        Hope-Optimis-Produktif!

        Posted by Tini Moeis | 20 Desember 2011, 2:11 pm
    • menarik dan sangat bagus ulasannya ibu Tini…harapan saya semoga seluruh perusahaan plat merah bisa bekerja sama dengan sebaik baiknya termasuk kementrian terkait yg mempunyai wewenang memberikan keputusan tanpa birokrasi yg berbelit.

      Posted by erust | 20 Desember 2011, 3:40 am
      • Pak Erust, terimakasih untuk komentarnya. Pokoknya kita semua terus Hope-Optimis-Produktif yang pastinya dapat menghasilkan enerji positif untuk menghasilkan terobosan yang bermanfaat luas bagi bangsa. Kudos!!!

        Posted by Tini Moeis | 20 Desember 2011, 2:14 pm
  15. semangat pak dahlan…!!!
    semga benar-benar bisa direalisasikan.
    Tindakan bapak menginspirasi banyak orang untuk tetap menyalakan “HOPE” bagi Indonesia

    Posted by tikateacool | 19 Desember 2011, 12:05 pm
  16. Teruslah share ide dari manapun karena disitulah “Hope” itu ada..tetap semangat DIS

    Posted by @D3D1_A | 19 Desember 2011, 1:18 pm
  17. Wow ! Begitu banyak pembaruan hanya dalam beberapa bulan pak Dahlan menjabat ! Anda benar-benar punya sentuhan Midas, Pak!🙂

    Posted by Berlin Sianipar | 19 Desember 2011, 1:22 pm
  18. Dahlan: 3 proyek pelabuhan harus siap 2,5 tahun
    Ekonomi & Bisnis
    WASPADA ONLINE

    MEDAN – Menanggapi naiknya peringkat Indonesia menjadi investment grade, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk mempercepat proyek infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan pelabuhan. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan kenaikan peringkat Indonesia harus dimanfaatkan momentumnya oleh BUMN.

    Dia meminta proyek 3 pelabuhan yang dibangun BUMN harus selesai dalam 2,5 tahun. Pelabuhan yang dibangun oleh BUMN adalah Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan di Kuala Tanjung yakni pelabuhan sawit, dan Pelabuhan Sorong.

    Dahlan mengatakan, salah satu proyek yang paling mendesak diselesaikan dalam 2,5 tahun adalah Pelabuhaan Sorong, karena berkaitan erat dengan pembangunan khusus di Sorong dan Papua. Dahlan menegaskan kenaikan peringkat menjadi investment grade tidak boleh diabaikan. Selain kesempatan bagi Indonesia, BUMN memiliki peran utama.

    “Dengan naiknya peringkat investasi Indonesia, BUMN memiliki peranan utama, pasalnya hampir semua proyek infrastruktur ada di tangan BUMN, jadi BUMN harus siap dan semua proyeknya harus dikebut pengerjaannya,” tandasnya.

    Dahlan mengatakan, kenaikan peringkat itu akan membuat investasi asing banyak masuk, karena itu perusahaan BUMN harus siap bersaing. “Investment grade membuat BUMN harus berlomba dengan swasta, namun yang menjadi fokus BUMN adalah membantu negara agar arus modal dan investasi yang masuk tidak kecewa,” ujarnya.

    Dijelaskannya, pada intinya ada dua fungsi utama BUMN, yakni membantu negara untuk mengurusi arus modal yang masuk, kedua mengurusi dirinya sendiri agar tetap mampu bersaing dengan swasta.
    (dat15/okezone)

    sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=227409:dahlan-3-proyek-pelabuhan-harus-siap-25-tahun&catid=18:bisnis&Itemid=95

    Posted by administrator | 19 Desember 2011, 3:25 pm
    • seperti biasa, tulisan pak di emang top markotop,. inspiratif dan membangun bgd.. saya pikir membranisme garam di Madura akan memberikan satu keuntungan lain pak, hasil saringannya selain menghasilkan garam sy pikir juga dapat menghasilkan air bersih. Air bersih yang sudah bersih dari garam ini dapat digunakan untuk pengairan pertanian (yg selama ini masih kurang di Madura) atau juga untuk air minum,

      Posted by pasarpetani.com | 24 Desember 2011, 8:13 am
  19. Terima kasih share “HOPE” dari Bapak Dahlana menjadikan sumber inspirasi bagi kami ……..

    Posted by Erna Anastasia | 19 Desember 2011, 3:55 pm
  20. Hanya ada satu kata hebat !..cerdas,cermat,mendidik,komunikatif..tanpa menggurui…maju terus Pak DI

    Posted by King wuru | 19 Desember 2011, 5:44 pm
  21. Ini dia, nih! Betul, garam, pak. Ini terkesan ‘enteng’, tapi apabila yang ‘enteng’ ini bisa diselesaikan, akan membawa pengaruh psikologis yang luar biasa, tidak hanya bagi hal ‘enteng’ lain (seperti gula), tapi juga yang ‘berat’ seperti minyak

    Maju terus HOPE Indonesia!

    Posted by Arif Haliman | 19 Desember 2011, 8:30 pm
  22. terima kasih pak dahlan…sampeyan bikin saya punya harapan bagi bangsa ini

    Posted by hendi siswoyo | 19 Desember 2011, 8:44 pm
  23. pak dis, tolong gebrak BUMN di sektor migas yg produksinya mulai melorot….Kedaulatan energi saat dulu mulai hilang saat ini….Salut pak dis dgn style managementnya….jurnalis management….heheee

    Posted by indah | 19 Desember 2011, 9:25 pm
  24. Pelan tapi pasti, satu per satu problem di BUMN mulai dapat diatasi. Saya sangat kagum akan semangat pak Dis, terus berjuang pak, insya Allah dimudahkan jalannya oleh-Nya. Solusi yg ditawarkan benar” aplikatif.

    Posted by Areks | 19 Desember 2011, 10:58 pm
  25. izin share

    Posted by skizzo | 19 Desember 2011, 11:12 pm
  26. Berarti produksi garam kita hanya 400 ribu ton sementara keperluan 2 jt ton, pantas marie eka p dan fadel muhammad berselisih paham.

    Posted by Amran | 20 Desember 2011, 12:33 am
  27. saya cuma bisa berdoa aja pak, semoga berhasil dan berjalan dgn lancar…
    saya cuma kawatir dgn orang2 di sekitar bpk yg tdk setuju dgn langkah2 ini, karena kwtr income mereka jd berkurang gara2 bpk yg selalu bertindak demi kebaikan
    saya baca kolom rhenald kasali pagi tadi, yg membahas bahwa orang2 yg nothing to lose dan bekerja benar umur jabatannya cuma dua tahun, stlh itu di depak oleh mafioso2 negara yg merasa dirugikan…..
    semoga pak dis selalu dlm lindungan ALLAH SWT….AAAMMMIIINNNN….!!!!!

    Posted by RYAN | 20 Desember 2011, 5:00 am
  28. Banyak BUMN yg sebenarnya mengetahui dan bisa mencari solusi masalahnya sendiri atau ide pengembangan bisnis secara mandiri. Namun entah kenapa banyak konsep yg seolah sulit dan tidak bisa jalan. Apakah krn birokrasi di lembaga pemegang saham (kemeneg BUMN) yg rumit atau manajemen BUMN-nya sendiri yg mempersulit dirinya sendiri, entah knp.. Dengan ide2 inovatif yg dilandasi niat yg tulus utk kemajuan BUMN, bangsa & negara, saya kira akan banyak ide dahsyat yg memberikan hasil yg maksimal.

    Posted by Aris Kadarisman | 20 Desember 2011, 5:35 am
  29. Andaikan ada 3 menteri lagi seperti pak DIS(menteri perdagangan,ESDM,pertanian,)bangsa kita pasti sejahttera,,smoga bapak slalu sehat slalu,,aamiin

    Posted by johan | 20 Desember 2011, 9:42 am
  30. Semoga ide2 yg hebat ini bsa menambah semangat kerja bapak2 peg bumn utk menjadikannya nyata.
    Amiin..
    Pak DI mmg hebat menulisnya. Sy spt mendengar ibu saya mendongeng. Sungguh mengasyikkan.
    Makasih pak.
    Ayo bekerja, bekerja dan bekerja!!!

    Posted by mt ardiyanto | 20 Desember 2011, 9:50 am
  31. dengan harapan, hidup ini terasa indah…semoga terus istiqomah…

    Posted by akhmad masbukhin | 20 Desember 2011, 10:15 am
  32. masih ada harapan di negeri tercinta ini..asal semua fihak menyadari atas kesalahan dan kekurangan masing masing,setidaknya dibuktikan pak Dahlan Iskan sewaktu di PLN,seharusnya kita semua melihat sisi positif dari semua ini,sangat tidak bijak apabila para pemimpin atau yang merasa dirinya jadi pimpinan entah ormas,LSM atau yang lain selalu mengeluarkan statement yang provocatif dan selalu negatif thinking terhadap semua hal tanpa memberikan solusi..masih banyak HOPE ,WE are on the right track walaupun masih ada masalah2 besar dinegeri ini..mari bersama ber positive thinking..jauhi NATO(not action talk only).dan kerja..kerja..kerja…keep on going pak DIS

    Posted by Atekhan | 20 Desember 2011, 10:55 am
  33. Ass Pak DIS, dengan tulisan2 bapak yg ditulis dengan menarik dan enak dibaca … kami pegawai BUMN menjadi paham atas apa yang telah dan sedang bapak laksanakan… tulisan2 bapak merupakan langkah jitu untuk berkomunikasi efektif … terima kasih pak … saya harpkan tulisan bapak agak lebih sering tidak setiap hari senin saja… wasss

    Posted by dewi poedjiastuti | 20 Desember 2011, 11:05 am
  34. “Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui”. “Bandara” merupakan kebutuhan orang-orang kaya perlu dilayani, karena penggunanya para pimpinan dan pengusaha yang memiliki anak buah, pegawai dan produk yang dibutuhkan banyak orang juga. Sementara “Garam” merupakan kebutuhan orang-orang bawah yang juga menyangkut lidah dan perut-orang-orang atas. Tidak ada makanan enak tanpa garam walau hanya sedikit, walau hanya sedikit itu harus / wajib ada, apalagi kebutuhannya besar.
    Ditangan pak DIS semua terbaca dan terperhatikan, fokus dan esensial. jika semua pejabat seperti pap DIS bangsa ini akan segera bangkit ! (http://teguhsunaryo.wordpress.com) Tks

    Posted by Teguh Sunaryo | 20 Desember 2011, 1:00 pm
  35. saya jadi teringat ungkapan pak DIS sewaktu menjabat Dirut PLN, bahwa orang PLN itu cerdas-cerdas, pintar-pintar. yang diperlukan hanyalah penyaluran ide-ide solusi kreatif dari orang-orang cerdas itu. pak DIS sendiri memang bukanlah ahli di bidang listrik (atau bidang kerja BUMN-BUMN yang sekarang dipimpinnya) tetapi beliau adalah katalisator yang begitu mumpuni. bagaimana beliau dengan decisive mengambil kebijakan-kebijakan yang sederhana dan tepat sasaran sembari merapihkan birokrasi negeri kita yang terkenal kusut minta ampun. selain itu, kemampuan beliau dalam memotivasi orang-orang di sekitarnya patut diacungi empat jempol. jangankah jajaran direksi (yang beliau sebut sebagai Dream Team), warga biasa seperti saya pun mendadak menjadi begitu optimis dengan PLN di bawah kepemimpinan beliau. bagaimana beliau mengajak kita menyelami seluk beluk PLN, permasalahan yang ada (dan sering kita, konsumen, abaikan) serta solusi-solusi yang ditawarkan. lugas, jelas.

    kisah di atas adalah langkah awal perjalanan panjang beliau mereformasi dan menghidupkan kembali BUMN-BUMN kita yang mati suri. menumbuhkan kepercayaan. mampukah beliau? parameter nya cukup mudah, seberapa banyak peningkatan profit seluruh BUMN yang ditangani Pak DIS, sang CEO, pada tahun 2014 nanti. mari kita dukung bersama.

    Posted by viczhoel | 20 Desember 2011, 1:51 pm
  36. ternyata ekonomi kita lebih cepat dari yang diperhitungkan, salah satu indikatornya adalah kesibukan bandara soekarno hatta, tapi yang yang membuat sy tersadarkan dari tulisan bapak ini ternyata garam yg sy konsumsi setiap hari ini impor ya ????????
    bagi sy orang awam ekonomi semoga di perjalanannya nanti kemajuan percepatan ekonomi negara kita tidak meninggalkan ironi sebuah negri……,

    Posted by Akris_Reska | 20 Desember 2011, 2:37 pm
  37. wah sungguh menarik pembahasannya detail, sungguh pratical gaya dunia bisnis dalam pengambilan keputusan.
    Semoga semakin banyak pemimpin bangsa ini yang taktis, dapat bertindak cepat dan efektif, selalu perpikiran positif dan berintegritas.

    Pertumbuhan negeri ini sekitar 70% ditopang konsumsi dalam negeri, artinya porsi BUMN, pemerintah, ekspor, investasi, masih tertidur. baru sektor konsumsi yang bergerak saja pertumbuhan ekonominya sekitar 6%, apalagi semua potensi tersebut turut bergerak, Sungguh dahsyat tentunya.
    Bukan hal yang sulit bagi negeri ini untuk menyamai negara-negara maju lainnya dengan berbagai kekayaan yang kita miliki.

    ayo yang memberikan komentar di sini: terus bersemangat, berkarya dan sebarkan energi positif untuk kemajuan bangsa ini, kita ambil bagian juga, jangan mau kalah sama Pak DIS ^^v

    Posted by Teguh Maulana | 20 Desember 2011, 3:17 pm
  38. wah sungguh menarik pembahasannya detail, sungguh pratical gaya dunia bisnis dalam pengambilan keputusan.
    Semoga semakin banyak pemimpin bangsa ini yang taktis, dapat bertindak cepat dan efektif, selalu perpikiran positif dan berintegritas.

    Pertumbuhan negeri ini sekitar 70% ditopang konsumsi dalam negeri, artinya porsi BUMN, pemerintah, ekspor, investasi, masih tertidur. baru sektor konsumsi yang bergerak saja pertumbuhan ekonominya sekitar 6%, apalagi semua potensi tersebut turut bergerak, Sungguh dahsyat tentunya.
    Bukan hal yang sulit bagi negeri ini untuk menyamai negara-negara maju lainnya dengan berbagai kekayaan yang kita miliki.

    ayo yang memberikan komentar di sini: terus bersemangat, berkarya dan sebarkan energi positif untuk kemajuan bangsa ini, kita ambil bagian juga, jangan mau kalah sama Pak DIS ^^v

    Posted by teguh iman maulana (@teguhxh) | 20 Desember 2011, 3:25 pm
  39. Semoga hope-hope yg disampaikan pak DIS pada instansi terkait bisa terlaksana dengan tepat dan sempurna, karena biasanya pejabat terkait dengan hope project tsb terbentur masalah pendanaan atau biaya untuk pelaksanaannya??? Kalaupun dana udah terealisasi dalam hope project tsb yang diterima Tim Project sudah berkurang dari proposal anggaran yg diajukan… kiranya perlu ada tim monitoring….. salam,

    Posted by Leo Hendroyono | 20 Desember 2011, 4:30 pm
  40. Bravo buat pak DIS ,
    saya setuju kalau ada pemilihan dirut BUMN terbaik disetiap tahunnya , sehingga semua BUMN mau berlompa untuk menjadi yang terbaik..

    Posted by yadisakti | 20 Desember 2011, 4:36 pm
  41. tadi ada yg nulis membran mahal padahal istilah membran itu hanya lapisan aja, atau bodohnya kita bisa pakai lembaran plastik klau di pasaran 1m2 nya sekita Rp.500,,,,,,, gituuuuuu bosssssssssssssssssss

    Posted by marthadikrama | 20 Desember 2011, 5:38 pm
  42. p.dis prnh bilg 10%sdm baik+cerdas 10%sdm bobrok &80%sdm yg diam/ikut2an
    Dream team d bumn dg katalisator p.dis yg mgkomunikasikn scr sderhana runut btutur dg ide2 cemerlang&solutif atas prmasalahn2 yg ada sdh tentu mampu memberi hope bg bangsa&negara indonesia trcinta
    Smoga p.dis tetap sehat&slalu dlm lindungn Allah SWT

    Posted by Fia | 20 Desember 2011, 10:12 pm
  43. Teman-teman,
    kita tunggu catatan Pak DIS sbg Presiden RI 2014..alfatihah.

    yuk kita bareng-bareng dukung beliau maju di 2014
    bila pasrah sama parpol, niscaya tak akan ada perubahan…..

    Hope 2014: Pak DIS jadi Presiden RI

    Posted by syafiihkamilsyafiih kamil | 21 Desember 2011, 3:28 am
  44. Tanpa Beking Politik, Doyan Sepatu Kets, Dahlan Iskan Cocok Jadi RI-1
    Selasa, 20 Desember 2011 17:22 WIB

    LENSAINDONESIA.COM: Dahlan Iskan alias DIS –inisialnya sewaktu jadi wartawan Jawa Pos– dalam beberapa bulan ini namanya tengah menjadi bahan perbincangan publik. DIS tiba-tiba meroket pasca lengser turun dari jabatan Dirut PLN, menyusul ditarik Presiden SBY menjadi Menteri BUMN.

    Wajar, jabatan ini dianggap sangat dekat dengan ring istana negara. Kalau saja ia mau, tinggal selangkah lagi niscaya menjadi orang nomor satu di negeri ini. Tapi, ia terlanjur dikenal bukan seorang politikus.

    Ia tidak dekat-dekat dengan para petinggi partai politik mana pun. Latar belakangnya murni seorang pengusaha. Lebih tepatnya pengusaha media massa. Di bisnis media ini kariernya benar-benar dimulai dari titik minus, bukan nol lagi. Awal mulanya, ia hanya jurnalis dari bawah. Seorang reporter surat kabar lokal kampungan, yang wira-wiri mencari kabar.

    Menurut budayawan Ainun Nadjib, siapa yang menyangka, kini DIS menjadi tangan terkanan Presiden SBY. Langkah politis si penghobi sepatu kets itu semakin “kinclong” dengan berbagai manuver “politik”. Kendati itu bukan manuver politiknya.

    Gaya kerjanya memang nyentrik, lugu, radikal, dan melompat-lompat. Seperti yang dilakukannya tempo hari, naik kereta api kelas ekonomi, misalnya. Ia antre beli tiket sepur sendiri, tanpa pengawalan dan protokoler sebagaimana para pejabat negara yang suka dikawal dan diiringi mobil polisi, bahkan tentara lengkap dengan sirine “khasnya”.

    “Ketika menjadi pentolan di PLN, DIS terkenal melalui gebrakannya yang tampak revolusioner. Seperti program sejuta sambungan baru, yang dinilai tidak rasional. Meski pun dalam praktiknya, program tersebut benar-benar terealisir dengan mulus,” kata Ainun Nadjib di sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (20/12/2011).

    Rupanya, cukup menarik memang, budayawan yang pernah ikut sibuk saat lengsernya rezim Soeharto ini, setelah namanya agak lama meredup, kali ini tiba-tiba muncul mengunjing soal Dahlan Iskan cocok jadi Presiden RI. Tentu, yang bisa menjawab alasan sebenar-benarnya adalah Cak Nun sendiri.

    Mengapresiasi DIS selama menjabat Dirut PLN dan kini Menteri BUMN, lebih jauh Ainun mengatakan, DIS berhasil menghidupkan suasana terang di daerah-daerah tertinggal dan terisolir sebagaimana yang dialami di daerah perbatasan. “Bukan hanya itu, melalui garis komandonya, ia berhasil memaksimalkan fungsi kebirokrasian BUMN yang memiliki sekitar 100 ribu karyawan tersebut,” kata Ainun, yang akrab dipanggil Cak Nun.

    “Melihat kiprah DI (DIS, red) yang sukses besar dalam mengarsiteki PLN, kemudian diharapkan juga mampu menjadikan BUMN sebagai “tambang emas” bagi negara. DI (DIS, red) diyakini bakal dilirik berbagai partai politik besar menjadi calon presiden. Tetapi itu tidak mungkin terjadi, kalau DI (DIS,red) tidak merapat ke dunia partai politik,” ujarnya.

    “Soeharto empunya ormas Golongan Karya (Golkar). Habibie, idem dengan Soeharto. Sedangkan, Gus Dur ber-maqam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Megawati Soekarnoputri berkiprah melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang kemudian mereinkarnasikan diri menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P). SBY mendeklarasikan dan memiliki Partai Demokrat. Sedangkan komitmen politik DIS (DI, red) hingga kini belum terbaca oleh siapa pun. Termasuk, para intelejen. Ia lebih condong kepada warna politik yang mana,” kata Ainun.

    Secara kalkulasi politik, DIS sudah memiliki modal pencitraan di mana-mana. DIS adalah pengusaha media massa, yang menaungi lebih dari seratus media cetak dan elektronik kaliber nasional dan lokal. Jika DIS mau, bisa diam-diam (subversif) atau secara terskenario (sistemik) menjadikan seratus lebih media massa “miliknya” yang tersebar dari Sabang sampai Merauke tersebut sebagai “corong politiknya”.

    “Kita kerap kali melihat artikel milik DI (DIS, red) terpampang di halaman satu berbagai media massa Jawa Pos Group. Artinya, dengan sendirinya popularitasnya di mata publik, sudah tidak diragukan lagi. Apalagi didukung dengan kinerjanya, yang memuaskan dan revolusioner. Gajinya sebagai Dirut PLN, dan Menteri BUMN tidak pernah diambilnya. DI (DIS,red) lebih memilih memasukkan gajinya tersebut dalam kas negara,” lanjut Ainun Nadjib.

    Langkah Dahlan Isan, dianggap Ainun Nadjib, setara negarawan. Dari segi finansial, DIS tidak masuk menjadi orang terkaya di Indonesia, apalagi dunia. Tetapi, ia memiliki akses langsung dengan orang-orang terkaya sedunia, apalagi di Indonesia. Langkah politik Surya Paloh, yang notabene taipan media massa, bos Media Indonesia Group yang kini juga diyakini mengincar jabatan RI-1, dengan tandem Partai Nasdem dan Ormas Nasdem, menguatkan sinyalemen bahwa peluang DI masuk dalam bursa kandidat Presiden RI 2014 masih sangat terbuka lebar.

    Satu-satunya kelemahan DIS, terletak pada usianya. DIS sudah berkepala enam. Sebuah rentang usia yang boleh dibilang tidak muda lagi. Namun, harapan masyarakat tidak boleh pupus. DIS pada usianya yang ke-60 tahun, masih tampak enerjik. “Tenaganya luar biasa,” pungkas Ainun. dody/LI-06

    sumber : http://www.lensaindonesia.com/2011/12/20/tanpa-beking-politik-doyan-sepatu-kets-dahlan-iskan-cocok-jadi-ri-1.html

    Posted by administrator | 21 Desember 2011, 8:13 am
  45. Sudah lama saya tidak mengikuti blog Pak Dahlan Iskan. Dan hari ini saya bingung membaca blog-nya: Kenapa topiknya sudah tidak berbau PLN? Baru saya tahu Pak Dahlan sudah diangkat menjadi Menteri BUMN.

    Pantas saja rumah saya sekarang sering mati lampu. Dalam dua bulan ini saja sudah ada empat kali mati lampu. Parahnya, kalau mati lampu bisa sampai lebih dari 2 jam!

    Saya sedih sekaligus senang Pak Dahlan menjadi Menteri BUMN. Senang karena ada orang yang berpotensi memperbaiki BUMN, tapi sedih karena PLN tidak lagi diurusi.

    Posted by Hengky | 21 Desember 2011, 8:32 am
  46. Banyaknya ide baru tentu ikut menentukan keberhasilan manufacturing hope. tfs

    Posted by renorain22 | 21 Desember 2011, 3:05 pm
  47. wowwwwwwwwwww

    Posted by uungferi | 21 Desember 2011, 3:49 pm
  48. jadi semriwing ne ngebacanya…..optimistis dan kegairahan yang tadinya tidur mulai menggeliat-….semangat pak…semoga ini bisa jadi inspirasi boat saya pribadi

    Posted by caderabdul | 21 Desember 2011, 5:48 pm
  49. Konsep manufactoring hope bagi transportasi ini adalah terobosan yang menginspirasi. Untuk maju kita harus memiliki visi dan kita perlu harapan untuk mencapai mimpi atau visi tersebut. Saya dukung dan tunggu realisasi dari setiap hope yang anda telah berikan.

    salam

    Posted by danny | 21 Desember 2011, 8:35 pm
  50. Begitu ada peluang lalu datang inovasi, cara berpikir ini out the box. Sangat jarang terjadi pada … BUMN. Tapi dengan ‘kenakalan’ atasan yang membiarkan perubahan terjadi pada pemikiran bawahanya dan malah mendorong dan juga tidak ‘meledek’ atau ‘tersinggung’ atas pemikiran inovasi tersebut, maka atasan tersebut adalah “GILA”. Coba gaya ini sudah ada sejak dulu, Garuda di Angkasaku, Merpati terbang mondar-mandir bergantian tanpa kelelahan kepak sayapnya.

    Pak Dahlan, saya sangat terkesan dengan ide memanfaatkan permukaan lahan yang luas secara ‘efektif’ dalam artian lebih menghasilkan ‘sesuatu’ yang lebih bermutu baik dan atau menghasilkan ‘sesuatu’ pada saat tidak digunakan dalam musimnya.

    Namun saat Pak Dahlan ada di PLN, saya sempat bertanya dalam hati. Ketika kita melewati jalan tol di Jakarta, ketika kita melihat hamparan lahan disekitar Bandar Udaradi seluruh Indonesia. Ketika musim kemarau datang, kita sangat memanfaatkan mesin pendingin (AC). Kalau kita sedang mengendarai atau menumpang mobil pasti perlu AC yang ada di mobil dengan sumber energi dari mesin mobil yang disuplai dari BBM. Kalau sedang di Bandara AC akan menggunakan listrik yang disuplai dari energi BBM. Sama, jadi kita sedang menguras perut bumi kita dengan mengambil BBM nya. Seberapa lama nanti kita akan menularkan kebiasaan ini ke adik-adik, anak-anak atau cucu-cucu kita ?

    Saya cuma berpikir bagaimana kalau disepanjang jalan tol terpasang instalasi sollar sel ? Bagaimana kalao atap ruang tunggu bandara dan lahan yang ada asal tidak menggannggu penerbangan dipasang sollar sel?

    Mahal.

    Mahal dalam mengakui bahwa nanti kita akan kesulitan dalam memberi tahu ke generasi bangsa ini bahwa kita dulu kaya BBM tapi nanti kita memang akan BBM (Betul-Betul Miskin). Dalam mata anggaran, pos BBM sebelumnya ada pada sisi Pendapatan karena kita adalah penjual, mungkin kapan-kapan akan berpindah menjadi di sisi Biaya karena kita sudah menjadi Pembeli,

    Dengan pemasangan sollar sel, setidaknya sudah masuk dalam “tataran edukasi” pada masyarakat bangsa ini, Ini adalah alternatif sumber energi listrik kita yang berlimpah gunakan seefektif mungkin, dan berhematlah untuk energi dari perut bumi ini.

    Dan paling asyik kalau dilingkungan kantor pemerintahan sudah terpasang.

    Posted by hohohoho | 22 Desember 2011, 4:50 am
  51. pab SBY harus sering nulis Hope kaya pak DIS..termasuk semua jajaran kabinetnya..biar masyarakat juga turut memberikan hopenya ke pemerintah..
    gak saatnya lgi sekarang teori,teori,dan teori…
    Hope..hope kita masih berserakan,sudah saatnya hope kita dikumpulkan oleh pemimpin kita yg bermuara pd hope and real…

    Posted by azuto | 22 Desember 2011, 3:25 pm
  52. pak dis,selamat dan sy acungi 2 jempol atas terobosan bapak. pak dis kalo perlu souvenir bisa hubungi saya pak.

    Posted by deden hapsari | 22 Desember 2011, 7:05 pm
  53. saya sebgai pengguna pesawat terbang *yang promo sih* sering mengalami delay, entah ini kesalahan darimana? tapi stidaknya kita bisa terus menerus mempernaiki ke depannya agar penerbangan indonesia bisa tepat waktu…

    selamat dan semangat pak dis…we are always support you. Ganbatte🙂

    Posted by adiekeputran | 22 Desember 2011, 10:21 pm
  54. bisa tukar link ga ama blog ini? mksh

    Posted by Ferry Roen | 23 Desember 2011, 7:25 am
  55. Naik Commuter Line, Dahlan Tebar Senyum ke Penumpang
    Suci Dian Firani – detikNews

    akarta – Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan tidak ingin membuang waktu sia-sia hanya duduk diam saat berada di atas kereta commuter line yang membawanya dari Manggarai menuju Stasiun Bogor. Dengan sepatu kets yang menjadi ciri khasnya, Dahlan menapaki setiap gerbong sampai ke ruang masinis.

    Dahlan memang tidak banyak berinteraksi dengan penumpang. Dia hanya melemparkan senyum dan memberikan sapaan singkat pada penumpang.

    “Pagi Mbak,” sapa Dahlan saat memasuki gerbong khusus wanita. Seraya melintasi gerbong itu menuju ke ruang masinis, Dahlan terus melemparkan senyumannya.

    Seperti biasa, gerbong wanita pagi ini juga terlihat ramai. Meski begitu, gerbong ini tidak berdesak-desakan. Penumpang yang melihat sosok Dahlan pun tidak menunjukkan respons berlebihan. Mereka hanya membalas dengan senyum sambil mengucapkan selamat pagi kembali untuk Dahlan.

    Setibanya di ruangan masinis, Dahlan bertanya banyak hal yang tidak ia ketahui. Namun sebelum memulai pertanyaannya, menyempatkan diri memuji area sekitar rel yang terlihat bersih.

    “Itu sudah mulai bersih ya (jalurnya),” kata Dahlan.

    “Pagi tadi mulai tugas jam berapa Pak?” tanya Dahlan kepada masinis.

    “Baru mulai tadi di Depok,” jawab masinis tersebut.

    “Ini kecepatan keretanya berapa?” tanyanya mantan Dirut PLN ini.

    “40 km/jam,” jelas si masinis.

    “Lalu kalau membunyikan klakson itu alasannya apa?” tanya Dahlan kembali.

    “Biasanya karena ada tikungan,” paparnya.

    “Nah, kalau biasanya penumpang naik di atas itu dari stasiun mana?”

    “Kadang dari Citayam, Cilebeut dan Bojong,” katanya.

    Kurang lebih 15 menit perbicangan itu terjadi, Dahlan pun lantas meninggalkan ruang masinis. Ia tidak ingin mengganggu masinis yang sedang bekerja. Ia lantas masuk kembali gerbong campuran dan mengobrol dengan wartawan.

    (lia/vit)

    sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/12/23/085604/1798164/10/naik-commuter-line-dahlan-tebar-senyum-ke-penumpang?9911012

    Tiba di Stasiun Bogor, Dahlan Iskan Racik Soto untuk Sarapan
    Suci Dian Firani – detikNews

    Jakarta – Kereta Commuter Line bertarif Rp 6.000 yang membawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tiba di Stasiun Bogor pukul 08.25 WIB. Begitu keluar dari perlintasan peron, Dahlan langsung menjajaki warung-warung untuk mencari sarapan.

    “Kita makan dulu, kita sarapan,” ajak Dahlan kepada wartawan yang mengikuti perjalanannya sejak dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2011).

    Dari berbagai warung yang ada di stasiun, dia memilih warung yang menyajikan menu soto kuning. Dahlan mengaku sangat gemar soto ini.

    “Iya saya suka. Kalau tiap ke Bogor saya selalu makan soto kuning,” katanya.

    Begitu masuk ke warung dia langsung duduk dan memesan soto kuning kesukaannya. Apa yang terjadi setelah itu, tiba-tiba saja Dahlan menawarkan diri untuk membantu si pedagang memotong-motong daging untuk soto yang akan disajikan pada Dahlan dan beberapa rekan wartawan.

    “Sini Pak, biar saya bantu, Bapak kerjain yang lain aja,” kata Dahlan kepada pria pemilik Kantin Sederhana.

    Saat itu warung memang dalam keadaan sepi. Hanya ada satu ibu yang begitu cerianya melihat sosok Dahlan. Wanita paruh baya itu bersalaman dan meminta foto bersama.

    Dahlan tak canggung saat memegang pisau. Karena menurutnya dia sudah terbiasa memasak sejak ditinggal ibunya pada usia 6 tahun.

    “Ibu saya meninggal umur 6 tahun, jadi saya terbiasa masak sejak kecil,” cerita mantan Dirut PLN ini sambil melanjutkan kegiatan memotong daging.

    Tak hanya memotong daging-daging itu, Dahlan juga meracik sendiri soto yang akan dinikmatinya. Setelah racikan soto jadi, Dahlan menyantapnya dengan lahap sambil sesekali meneguk air mineral.

    “Sotonya enak, Pak!” seru Dahlan kepada si pedagang.

    “Terima kasih, Pak,” jawab pedagang.

    Meski hanya memesan nasi setengah, Dahlan ternyata sangat ketagihan dengan soto kuning itu. Dia sampai nambah dua kali.

    “Karena saya ambil sendiri, harganya nanti dibedakan saja ya,” canda Dahlan.

    “Oh iya Pak,” sahut pria setengah baya itu sembari tersenyum.

    Sekitar pukul 08.50 WIB Dahlan selesai menikmati soto karyanya sendiri. Dia pun bergegas menuju Istana Bogor untuk mengikuti rapat kabinet yang dipimpin Presiden SBY.

    (lia/nrl)

    sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/12/23/094938/1798215/10/tiba-di-stasiun-bogor-dahlan-iskan-racik-soto-untuk-sarapan?9911012

    Takut Terlambat, Dahlan Iskan Naik Ojek ke Istana Bogor
    Suci Dian Firani – detikNews

    Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bergegas menuju Istana Bogor dengan naik ojek. Dahlan memilih ojek karena takut terlambat menghadiri rapat kabinet.

    Jarum jam saat itu menunjukan pukul 08.50 WIB, Dahlan masih asyik menyantap soto kuning di Stasiun Bogor. Padahal rapat di Istana Bogor dijadwalkan pukul 09.00 WIB, Jumat (23/12/2011).

    “Jam berapa ini?” tanya Dahlan sambil melirik jam dinding. Dahlan lantas buru-buru menuntaskan sarapannya. Setelah itu dia berjalan menuju pangkalan ojek tak jauh dari warung soto dan langsung nangkring di jok motor seorang pengojek.

    Jarak tempuh dari stasiun menuju Istana Bogor memang tidak terlalu jauh, butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai di tujuan.

    Perjalanan naik kereta, angkutan massal bertarif Rp 6.000 ini, dimulai dengan kedatangan Dahlan pada pukul 06.45 WIB di Stasiun Manggarai. Pada pukul 07.15 WIB, kereta yang ditunggu tiba. Dengan mengenakan kemeja putih, celana panjang hitam serta sepatu kets favoritnya, Dahlan berinteraksi dengan penumpang lainnya. Dahlan tiba di Stasiun Bogor pukul 08.25 WIB.

    (did/nrl)

    sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/12/23/095930/1798225/10/takut-terlambat-dahlan-iskan-naik-ojek-ke-istana-bogor?9911012

    Posted by administrator | 23 Desember 2011, 11:22 am
  56. suka banget sama ini: “Toh, nama depannya tetap sangat Madura: Slamet Untung. Sudah slamet untung pula.”

    Posted by shirotekno.com | 23 Desember 2011, 12:48 pm
  57. Semangat pak…..
    selamat dan sukses terusss
    jangan lupa sama saya pak,,, heeeee

    mahasiswa ngaanggur

    Posted by Ade Irawan | 23 Desember 2011, 3:32 pm
  58. Bravo Pak DIS…Anda sangat menginspirasi orang-orang (termasuk saya) yang sudah sangat pesimis dengan masa depan negeri ini…Saya selalu terharu dan bangga setiap membaca kolom tentang Bapak.

    Posted by dimasrobert | 23 Desember 2011, 5:03 pm
  59. Pak Dahlan,

    InsyaAlloh semangatnya menyebar!
    Maju terus!

    Salam,

    Posted by rendysatya | 23 Desember 2011, 6:30 pm
  60. Semangat dan gagasan kayak gini nih yang bikin Indonesia optimis, bukan semangat politis. Salute, Pak DI.

    Posted by Arjuna | 23 Desember 2011, 7:48 pm
  61. salam dari keluarga madiun

    Posted by Bonsai Biker | 24 Desember 2011, 12:37 pm
  62. Ide cemerlang dan menyegarkan. Sungguh Pak DI menjadi darah baru dalam kabinet

    Posted by Rahmad Purwanto | 24 Desember 2011, 5:42 pm
  63. moga tetap ada ide brilian untuk membangun bangsa ini

    Posted by sangilalang | 25 Desember 2011, 6:56 am
  64. Pak Dahlan, jaga kesehatan. Terus fokus………..tanpa reserve.

    Posted by optimis_indah | 25 Desember 2011, 8:01 am
  65. Hope…..Selangkah lagi tuk jadi kenyataan…

    Posted by mantanburuh | 25 Desember 2011, 9:34 am
  66. saya lebih suka pak DIS seperti ini , orang biasa namun mempunyai pikiran luar biasa..sederhana , santun dan inspiratif ,dan tentunya tidak berpolitik…
    Banyak PR yang mesti di garap di BUMN , agar bisa menjadi tambang emas bagi negara ini..
    bila pada masanya nanti ada panggilan untuk jadi RI-1 saya siap mendukung pa DIS

    Posted by yadisakti | 25 Desember 2011, 9:56 am
  67. Tulisan beliau selalu inspiratif, informatif, edukatif, inovatif, motivatif serta pekerja keras. Pantas saja banyak yang mengaguminya termasuk saya.

    Hidup Pak DIS…!!!

    Hidup Pak DIS…!!!

    Hidup Pak DIS…!!!

    Posted by Haris Al Khawaris | 25 Desember 2011, 1:01 pm
  68. Pak Dis segera ajak seluruh CEO BUMN lari kencang, sekencang lari anda untuk membuat BUMN sehat dan rakyat menjadi sejahtera….!

    Posted by Rudy | 25 Desember 2011, 6:58 pm
  69. Saya setuju dengan ide garam di madura.. Saya sendiri orang madura, saya tahu kualitas sda di sana. Tapi saya mohon, garamnya dimanfaatkan, jangan dieksploitasi. Madura sekarang masih alami, jangan sampai gara” obsesi yang salah madura jadi rusak kealamiannya. Terima kasih pak DIS, saya dukung terobosan dari bapak

    Posted by Katerina Karrie Tedja | 25 Desember 2011, 7:22 pm
  70. 🙂 Dahlan Iskan cool…

    Posted by Nico | 26 Desember 2011, 1:00 am
  71. Catatan akhir tahun – Menanti sentuhan Dahlan Iskan benahi BUMN
    Sabtu, 24 Desember 2011
    Roike Sinaga

    Jakarta (ANTARA News) – Malam itu, Rabu (18/10) sekitar pukul 20:00 WIB Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengumumkan nama-nama menteri hasil “reshuffle” Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Dahlan Iskan ditunjuk menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan menteri sebelumnya Mustafa Abubakar.

    Saat Kepala Negara mengumumkan nama-nama para pembantunya itu, Dahlan memilih melakukan nonton bareng melalui layar tv plasma di ruang kantornya di Kantor Pusat PLN didampingi sang istri Ny Nafsiah Sabri, sejumlah karyawan PLN dan belasan wartawan media cetak dan elekronik.

    Ketika Presiden menyebutkan nama Dahlan menjadi orang nomor satu di Kementerian BUMN, Dahlan tidak memberikan respon apa-apa. Dahlan yang duduk santai berselonjor di bawah sofa coklat terlihat biasa saja dan tanpa ekspresi apapun.

    Detik itu pula para jurnalis langsung memberondong Dahlan dengan sejumlah pertanyaan seputar bagaimana langkah yang akan ditempuhnya untuk membenahi dan merevitalisasi BUMN ke depan.

    Pernyataan pertama yang keluar dari mulutnya yang perlu dilakukan segera adalah rapat di BUMN harus dikurangi hingga 50 persen. “Terlalu sering mengikuti rapat, pejabat BUMN itu justru semakin tidak fokus pada pekerjaannya,” kata Dahlan.

    Demikian juga dengan lalu lintas surat menyurat di BUMN, menurutnya harus dikurangi secara drastis sebagai bagian dari efisiensi perusahaan.

    Keesokan harinya, Kamis 19 Oktober 2011 di Kantor Kepresidenan, Dahlan pun resmi dilantik menjadi Menteri BUMN yang tugasnya membenahi dan menjadi Pembina sebanyak 141 BUMN.

    Sosok Dahlan di setiap kesempatan sepertinya telah menjadi perhatian publik. Dahlan dengan penampilannya yang khas mampu mencuri perhatian publik.

    Usai dilantik di Istana Kepresidenan, Dahlan langsung mendatangi Kantor Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan Jakarta untuk acara serah terima jabatan dengan Mustafa Abubakar.

    Tidak seperti para direksi BUMN dan pejabat Kementerian BUMN yang umumnya menggunakan stelan jas lengkap, Dahlan justru hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang dan sepatu kets.

    Suasana acara pisah sambut tersebut cukup mencair karena Dahlan berkali-kali menyampaikan pernyataan dan pengakuannya bagaimana awalnya “dipaksa” menjadi Menteri BUMN… yang mengundang tawa para hadirin.

    Dahlan berpidato tanpa teks. Tidak berlama-lama, namun didalamnya tertuang pemikiran besar bagaimana kiatnya membenahi BUMN ke depan.

    Terpilihnya Dahlan menjadi menteri BUMN sepertinya sudah banyak diduga banyak kalangan dengan respon positif.

    Pengamat BUMN Muhammad Said Didu menilai penempatan Dahlan Iskan memimpin Kementerian BUMN merupakan keputusan yang tepat.

    Memiliki kapasitas, gaya kepemimpinannya yang elegan, cepat mengambil keputusan, integritas tinggi dan berbekal pengetahuan korporasi yang sangat cukup.

    “Di bawah kepemimpinan Dahlan penanganan BUMN bisa lebih baik lagi. Beliau memiliki segalanya baik dari sisi integritas maupun pengalaman dia di bidang bisnis,” kata Said yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini.

    Selain itu Dahlan juga mewajibkan dirinya dan pejabat di Kementerian BUMN untuk mengikuti rapat pimpinan pada hari Selasa setiap minggu. Saat yang sama direksi dan komisaris BUMN juga harus rapat direksi di masing-masing perusahaan, sehingga tidak ada pejabat yang “berkeliaran”.

    Dahlan bergerak cepat dan tidak ingin sedikit pun memperlambat ritme kerjanya dalam membenahi BUMN.

    Dalam sepekan memimpin Kementerian BUMN, Dahlan yang merupakan mantan CEO Jawa Pos Group ini langsung secara maraton tidak kenal hari Sabtu, Minggu ataupun hari libur meninjau sejumlah BUMN.

    Sederet perusahaan yang langsung mendapat sentuhan Dahlan meliputi PT Angkasa Pura I, PT Jasa Marga Tbk, PT Kereta Api Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Industri Kapal Indonesia, PT Kerta Leces, PT Perkebunan Nusantara, PT Pal Indonesia, termasuk PLN.

    Tiada hari tanpa kerja, mengunjungi BUMN untuk mencari tahu permasalahan setiap BUMN termasuk memberikan solusi jangka pendek, menengah dan panjang menjadi “trade mark” Dahlan.

    Lantas apa saja yang menjadi buah pikiran Dahlan untuk menyelesaikan berbagai keruwetan yang dialami sebagian besar BUMN itu?

    Langkah awal untuk membenahi perusahaan milik negara, yaitu pertama menyelesaikan penanganan aset bermasalah pada 142 BUMN.

    “Ini sejalan dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa aset BUMN yang berjumlah sekitar Rp2.500 triliun itu harus diverifikasi ulang. Dalam aset tersebut banyak yang tidak produktif dan membebani perusahaan,” ujarnya.

    Kedua, membentuk “The Dream Team” pada susunan direksi dan komisaris BUMN. Direktur Utama pada setiap BUMN dibolehkan untuk mencari sendiri siapa yang cocok menjadi direksi.

    Ibarat sepak bola, Dahlan ingin membentuk tim manajemen yang lebih profesional, tidak asal-asalan sehingga menjadi sekumpulan direksi yang utuh dalam meningkatkan kinerja usaha ke depan.

    Dream Team ini selain meningkatkan kerja sama yang lebih solid juga untuk menghindari intervensi dari dalam perusahaan maupun intervensi dari luar.

    BUMN menurutnya masih terbebani besarnya intervensi baik dari luar perusahaan maupun intervensi yang diundang sendiri oleh orang dalam perusahaan.

    “Jika terbukti ada direksi yang jelas-jelas mengundang intervensi kepada perusahaan, maka saya akan pecat,” tegas Dahlan.

    Adapun langkah ke tiga yaitu pengurangan jumlah (right sizing) BUMN dari saat ini sebanyak 141 BUMN menjadi sekitar 78 BUMN pada 2014, dan hanya menyisakan 25 BUMN pada 2025 agar lebih fokus dan sesuai dengan sektor yang benar-benar mendukung perekonomian nasional.

    Mantan Direktur Utama PT PLN ini juga memberi catatan khusus bagi BUMN yang dalam kondisi merugi.

    Melalui program restrukturisasi, Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi terhadap 15 perusahaan melalui pola akuisisi maupun pelepasan kepemilikan saham secara terbatas.

    Terdapat 15 BUMN mengalami kerugian pada 2010 meliputi PT Pal Indonesia, Industri Sandang, Jakarta Llyoid, PT Garam, PT Iglas, PT Boma Bisma Indra, PT Primissima, PT Industri Kapal Indonesia, PT Pradnya Paramita, PT Balai Pustaka, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Kraft Aceh.

    “Ada dua hal dua yang menyebabkan BUMN rugi bahkan bangkrut, pertama adalah industri tersebut sudah habis ditelan zaman, kedua kesalahan karena ‘human error’ atau salah kelola. Kalau karena salah manajemen, ya ‘manajemennya diperbaiki,'” katanya.

    Tidak cukup sampai di situ. Secara mengejutkan Dahlan juga membeberkan sejumlah mimpinya membawa BUMN tidak saja memiliki kinerja yang makin kinclong, namun juga mampu menjadi perusahaan berskala dunia (“world class company”).

    Tiga sektor akan “diraksasakan”, yaitu BUMN pangan, BUMN properti, dan BUMN transportasi. BUMN ini harus lebih kuat dan bahkan mampu mengalahkan swasta.

    Alasan membentuk BUMN Pangan demi menjaga ketahanan pangan dari ancaman terjadinya krisis pangan. Program ini pada tahap awal akan mencetak lahan seluas 100.000 ha pada 2012, dan mencapai 1 juta hektar pada 2014.

    Sementara dari sisi infrastruktur saat ini yang harus dilakukan adalah pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Minyak Sawit Kuala Tanjung, di Sumatera Utara, karena sangat strategis menjadi lalu lintas kapal dan arus komoditi.

    Pada transportasi darat akan mempercepat menyelesaikan pembangunan “double track” jalan kereta api Jakarta-Surabaya, serta menyelesaikan jalan tol terutama trans Jawa.

    “Pengembangan infrastruktur dan transportasi karena selama ini sistem logistik dan distribusi di Indonesia sangat belum memadai yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi,” ujarnya.

    Pada sektor properti nantinya akan mengelola secara korporasi asset tidak produktif BUMN yang nilainya diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp500 triliun, yang akan ditangani Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia yang berkoordinasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset.

    Ide pembentukan BUMN Properti disambut positif pengamat properti Ali Tranghanda. Manajemen aset “idle” (aset yang belum dimanfaatkan) milik BUMN harus diperbaiki sehingga pengelolaan serta pemanfaatan aset BUMN bisa lebih baik dan optimal.

    Secara keseluruhan diutarakan Dahlan, jika mimpi-mimpi tersebut tidak direalisasikan sekarang juga maka Indonesia akan diserbu asing dan tidak bisa memanfaatkan pertumbuhan ekonomi.

    Direksi Jangan Cengeng

    Sebagai seorang yang berpengalaman menangani perusahaan, Dahlan sepertinya mengerti betul bagaimana menjadi seorang pemimpin perusahaan korporasi.

    Ia berpandangan bahwa BUMN berbeda dengan instansi yang penuh birokrasi sehingga direksinya tidak berperilaku cengeng, tapi sebaliknya harus tangguh pekerja keras agar dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Tidak ada waktu bagi para direksi untuk mengeluh, sebentar-sebentar minta petunjuk, sedikit-sedikit minta arahan, minta selalu dibuatkan keputusan.

    Untuk itu, Kementerian BUMN saat ini pun sudah mengeluarkan kebijakan pelimpahan sebanyak 18 kewenangan kementerian kepada korporasi.

    “Pelimpahan wewenang tersebut riil dan konkrit, sehingga tidak ada lagi intervensi dari luar perusahaan dalam pengambilan keputusan yang sifatnya korporasi,” katanya.

    Pelimpahan wewenang juga diserahkan kepada dewan komisaris agar bersikap tegas dalam pengambilan keputusan.

    “Komisaris harus mampu menyatakan tidak atau ya. Komisaris jangan memberikan pernyataan atau keputusan yang `banci. Ibarat ibu-ibu…kalau hamil ya hamil. Tidak ada setengah hamil atau agak hamil,” katanya.

    Selain pandai menyampaikan buah pemikiran dan pandangan, ternyata Dahlan juga pandai memberi contoh bagaimana menempat kan diri sebagai seorang pemimpin tidak saja kepada direksi BUMN tetapi juga bagi pejabat di negeri ini. Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951, pada Jumat, 23 Agustus 2011 menumpang KRL Commuter Line Jabodetabek menuju Stasiun Bogor selanjutnya menumpang ojek untuk mengikuti Rapat Kerja Pemerintah di Istana Bogor.

    Tidak seperti pada umumnya pejabat, Dahlan juga tidak segan-segan makan di kantin berbaur dengan karyawan maupun dengan para jurnalis.

    Cegah Perampokan BUMN

    BUMN di hampir semua kalangan masih identik dengan sapi perahan, alat politik, dan sarang korupsi.

    Stigma negatif terhadap BUMN masih melekat. Perusahaan besar seperti Pertamina, PLN dan perusahaan sektor lainnya menjadi sasaran empuk untuk mengambil keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

    Untuk itu Dahlan menyatakan siap perang. Berbekal laporan dari Jasa Marga bahwa saat ini ada oknum tertentu yang ingin menguasai aset BUMN berupa jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) S ruas Pondok Pinang-Taman Mini sepanjang 14 km.

    Oknum tersebut dinilai akan berupaya “merampok” aset BUMN untuk yang ketiga kalinya.

    Tanpa rasa takut, Dahlan membocorkan kepada media massa identitas oknum yang dimaksud yaitu seorang pengusaha yang malang melintang dalam proyek pembangunan jalan tol.

    Oknum tersebut melakukan aksi kejahatan merampok aset BUMN sebanyak dua kali dengan modus melakukan pinjaman perbankan dan menerbitkan surat utang (commercial paper) yang menimbulkan kerugian Negara triliuan rupiah.

    Untuk mencegah praktik praktik kejahatan tersebut, Dahlan menggandeng Kejaksaan Agung.

    Keberanian Dahlan mendapat dukungan dari Ketua DPR-RI Marzuki Alie. “Dahlan akan menghadapi rampok-rampok BUMN, ya? Ini sudah terjadi sejak lama,” kata Marzuki.

    Untuk itu ujar politisi dari Demokrat ini, masyarakat harus mendukung langkah yang ditempuh Menteri BUMN tersebut apalagi upaya perampok aset BUMN sudah semakin terbuka.

    Di tengah kondisi ekonomi dunia dan domestik yang dinamis, capaian kinerja BUMN pada semester I 2011 dinilai cukup menggemberakan. Laba bersih meningkat hingga 39 persen dibanding realisasi pada periode yang sama tahun 2010.

    Sinyal kinerja menggembirakan itu tergambar dari sejumlah indikator keuangan pokok. Total aset BUMN tumbuh 15,69 persen, dari Rp 2,296,22 triliun pada Semester I 2010 menjadi Rp 2.656,38 triliun pada semester I 2011.

    Peran BUMN juga semakin besar dalam rangka program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dari total komitmen investasi sebesar Rp835,6 trilun hingga tahun 2014.

    Sementara pada semester I 2011 total investasi BUMN yang telah terlealisasi mencapai sekitar Rp53,87 triliun, 1 miliar dolar AS, dan 35 miliar yen Jepang.

    Secara keseluruhan dalam fungsinya BUMN merupakan salah satu pelaku kegiatan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan penyelenggaraan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa, memberikan sumbangan kepada penerimaan negara, dan meningkatkan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional.

    Namun pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana sepak terjang seorang Dahlan yang dipercaya membenahi BUMN mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Sehingga langkah kuda yang sudah dilakoni Dahlan efektif mendorong BUMN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi serta dapat meningkatkan lapangan kerja. (R017)

    Editor: B Kunto Wibisono

    sumber : http://www.antaranews.com/berita/290079/catatan-akhir-tahun–menanti-sentuhan-dahlan-iskan-benahi-bumn

    Posted by administrator | 26 Desember 2011, 7:19 am
  72. HEBAT, Pak. Saya dukung. Benar2 Hope yang berpihak bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Moga tercapai. Amin.

    Posted by mei | 26 Desember 2011, 1:38 pm
  73. Kami sebagai bangsa indonesia sangat berharap sekali indonesia bisa lebih maju, menjadi bangsa yang hebat dan bersih.. Kapan ya hal ini akan terjadi?

    Posted by Info Kamera Digital | 26 Desember 2011, 3:03 pm
  74. Pak dahlan pro rakyat kecil ga nih ? sejauh ini sudah sampai mana kontribusinya untuk rakyat kecil… negara maju tp kl rakyat sengsara jg percuma .

    Posted by djiesaka | 26 Desember 2011, 5:39 pm
  75. semoga tidak hanya menjadi “hope” tapi bisa terealisasi……

    Posted by bani | 27 Desember 2011, 8:43 am
  76. Selamat pagi pak Dahlan……semoga bapak sll dalam lindungan-Nya
    sedikit saran aja pak,gimana kl di terminal khusus TKI lebih “dimanusiakan” dulu,kl bisa benar2 dibuat sebagai area yg bebas pungli,kasian para pahlawan devisa itu,dah kerja susah di perantauan,begitu pulang ke negara sendiri malah jd sapi perahan oknum2 yg ga bertanggung jawab. Dari dulu sih sudah sering terdengar wacana kl terminal khusus TKI bebas pungli,tapi kok nyatanya memble,tetap aja para TKI itu untuk bisa keluar dr bandara sampe rumahnya masih harus bayar berbagai macam pungli yang jumlahnya cukup besar,semoga dibawah pak dahlan kinerja angkasa pura bisa makin bagus.

    Posted by bambang | 27 Desember 2011, 10:07 am
  77. ide pemberian membrane adalah langkah yg tepat. hal ini sdh dilakukan oleh orang2 Afrika(jajahan Perancis.?) di tambak tradisional mereka.
    “Keuntungannya ada tiga. Pertama, pembentukan garamnya bisa beberapa hari lebih cepat karena suhu udaranya lebih panas. Kedua, tidak perlu lagi ada satu lapisan garam paling bawah yang tercampur lumpur. Ketiga, kualitas garam kita menjadi kelas satu semuanya.”
    saya tambahkan lagi, proses penghalusan dan pemadatan tanah dibawahnya tidak perlu terlalu lama karena yg penting rata saja.

    Posted by aburachman | 28 Desember 2011, 7:58 pm
  78. Plastik + Panas bisa menimbulkan racun dioxin yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
    Mohon dipertimbangkan lagi solusi dengan membran plastik. Semoga ada alternatif lain.

    http://suksessejati.net/index.php?option=com_content&view=article&id=221:kanker-dan-plastik&catid=22:harta-tubuh&Itemid=131

    Posted by Bagus P | 29 Desember 2011, 5:57 pm
  79. salam kenal Pak Dahlan
    bangsa ini butuh pikiran, gagasan, berita yg semua positif agar tumbuh jiwa optimis untuk memajukkan bangsa
    saya bangga dan kagum dengan sosok Pak Dhlan sebagai menteri yg selalu terbuka dan memberi solusi terlebih lagi sosok yg selalu mendengar keluhan rakyat

    Posted by anang | 29 Desember 2011, 7:18 pm
  80. Pak Dahlan, Sebenarnya BUMN di Indonesia bisa profitable yang selama ini identik dengan selalu merugi, menurut saya kunci untuk perbaikan BUMN secara umum hanya ada 2 yaitu :

    1. Berantas korupsi
    2. Perbaiki etos kerja demi efisiensi

    Terimakasih dan Indonesia memiliki harapan besar bahwa Pak Dahlan bisa mewujudkannya…..
    Hiks

    Posted by HikMAH | 30 Desember 2011, 12:01 pm
  81. semoga niat baik pak dahlan untuk memperbaiki negeri ini didukung oleh semua pihak. mudah-mudahan beliau tidak diganti jabatannya, seperti pak fadel muhammad. biasanya orang yang punya kemampuan baik tetapi tidak disenangi oleh “sebagian orang” langsung didepak. padahal beliau prorakyat. semoga!!!

    Posted by rahmat saleh | 30 Desember 2011, 7:16 pm
  82. Hope itu sbenarnya masih ada dimana2, ayo kita bangkitkan juga hope dalam diri kt masing2.

    Posted by Uminaufal | 30 Desember 2011, 9:16 pm
  83. pak DIS. semangat bapak sudah memberi pencerahan dan Harapan kepada sebagian rakyat yang mengenal bapak dan mungkin juga yang belum, semoga Bapak diberi waktu yang cukup dan kesehatan yang baik, karena semangat dan langkah bapak pasti akan menghadapi banyak tantangan baik dari birokrasi maupun pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan atas ketidak beresan BUMN ( alias KKN ).

    Semoga kolom ini bisa menjadi tempat masukan bagi bapak dari kami masyarakat.

    Posted by Budi Darmawan | 9 Januari 2012, 2:18 pm
  84. Pergantian masa adalah siklus yang biasa dan pasti ada, dan pergantian masa pasti diikuti pergantian pemimpinya
    Kalau pada masa lalu pergantian pemimpin tidaklah nyata, semua masih abu2 bahkan kelabu.
    Tetapi dimasa yang datang, langit sudah terasa cerah dari sekarang, karena sudah terang benderang, CALON
    PEMIMPIN BARU SUDAH DATANG.
    Pak Dis sekarang tidak boleh mengelak, apalagi menolak, siklus langit telah bertolak dan bergerak semuanya mengarah dan menuju ke bapak.
    Bersiaplah………karena 2014 nanti rakyak Indonesia sudah siap.

    Salam
    Adjipar

    Posted by suwadji mahadi haris parayungan | 9 Januari 2012, 2:32 pm
  85. Pak Dahlan sangat tepat menjadi RI 1. Beliau memiliki latar belakang sama dengan dua pemimpin Indonesia yang berhasil, yaitu bung Karno dan pak Harto (walau akhirnya pak Harto diturunkan). Cirinya sesuai dengan “satrio piningit” , yaitu memiliki latar belakang yang agak gelap. Gelap bukan dalam arti negatif, melainkan tidak diketahui orang. Namanya juga satrio piningit, seperti dalam cerita Panji Klaras yang ibunya diusir dari istana.
    1. Ibu bung Karno adalah bangsawan Bali yang diusir karena menikah dengan orang Jawa. Tempat lahirnya bung Karno juga tidak jelas, apakah di Blitar atau di Surabaya.
    2. Ayah kandung pak Harto tidak jelas, ada yang mengatakan bahwa ayahnya bangsawan keraton yang “mengusir” ibunya. Sejak kecil pak Harto diasuh oleh ayah tiri.
    3. Ibu pak Dahlan Iskan adalah keturunan panglima pangeran Diponegoro yang mengungsi ke daerah Magetan setelah kalah perang, sedang ayah beliau adalah abdi (pembantu) di keluarga besar ibunya. Karena menikah dengan seorang abdi, keduanya diusir dan tinggal 6 km dari desa tersebut. Catatan tanggal lahir pak Dahlan tertulis di belakang almari yang kemudian dijual. Tanggal 17 Agustus 1951 adalah karangan beliau untuk memudahkan mengingat.

    Posted by Sigit | 10 Januari 2012, 11:44 pm
  86. Wah…intinya adalah instansi di Indonesia yang terpuruk perlu disambangi dan diberi bantuan, orang kalo udah terpuruk dan dikasih suport (tidak hanya motivasi) akan tergerak untuk sembuh…
    semoga bisa export garam …

    Posted by bangfaris.com | 12 Januari 2012, 8:27 am
  87. bravo p mentri…
    sekedar usul….untuk kantor keshatan pelabuhan juga tolong u diperhatikan….soalnya pt angkasa pura kurang care tuh…..

    Posted by adang | 20 Januari 2012, 9:41 pm
  88. Selamat bekerja keras pa DIS di Kementerian BUMN !

    Ijin comments soal Hope di CGK (Bandara Soetta) pa,

    Yang pertama: sebutan bpk terhadap ATC disebutkan sebagai operator, they are not operator pa ! but they are controller ! bedanya sangat jauh antara operator dan controller, operator just to operates, tp controller need a skill, training and experiences ! semoga bpk tidak lagi menggunakan kata operator untuk ATC.

    Yang kedua: soal kepadatan bandara CGK,
    1. Kepadatan penerbangan: sedang diupayakan untuk mendistribusikan slot time ke tiap jam-jam yang masih longgar, misalnya ada peak hours isinya 80 movements, tp ada juga jam-jam yang isinya 40-50 movements, itu yg sedang diupayakan oleh kementerian perhubungan.
    2. Kepadatan kendaraan (mobil) di darat: ya ini masalah design bandara: di bandara CGK terlalu banyak instansi yg tidak berhubungan dgn operasional bandara ada disitu, akibatnya jam-jam sekitar 17.00 WIB sangat padat saat pulang kantor. jadi yg perlu dikeluarkan dari areal bandara adalah kantor2 yg tdk ada hubungannya dengan operasional (kata kuncinya adalah pesawat tidak bisa berangkat kalau kantor itu tidak di CGK). Jadi yg tdk masuk dalam key words ini adalah: kantor pusat AP-II, kantor pusat GIA, kantor otorita bandara, kantor imigrasi, polres CGK, ATC bagian approach dan area (hanya ATC bagian Tower yg harus dalam bandara), dan banyak lagi kantor2 yg semestinya tidak dalam areal bandara, kecuali usaha2 bidang komersil yang memberikan pendapatan (penghasilan bagi AP-II).

    Ini kesempatan baik pa Menteri untuk melihat dan mengatur ulang kantor2 yg harus ada dalam area bandara CGK mumpung sedang dalam proses “Grand Design”, kita harus bisa belajar dari negara2 maju seperti singapore, semua kantor2 yg tidak ada hubungannya dengan operasional bandara tidak diperkenankan untuk berada dalam areal bandara.

    Mohon dibahas serius pa menteri soal kepadatan kendaraan di CGK ini karena ini adalah cermin bangsa kita. Terimakasih dan hormat saya specially ke pa DIS, semoga saja pa menteri sempat memikirkan hal ini.

    Wassalam,
    Bahar Ilyas
    at CGK

    Posted by Bahar Ilyas | 25 Januari 2012, 5:06 pm
  89. Pak DI, terkait dengan hope di Madura, dimana PT. Garam akan melakukan membranisasi, perlu saya selaku petani garam memberikan sedikit info yang sedikit berbeda. Tahukah Pak DI bahwa dengan tehnis produksi biasa dilakukan PT. Garam (tanpa membran) lapisan dasar dari garam yang bersentuhan dengan lumpur justru menjadi mutiara hitam. Garam tersebut disebut dengan tipe M, dengan harga paling murah dari tipe garam yang diproduksi PT. Garam yaitu tertinggi PS, P dan terkahir M. Tapi tahukah bahwa garam tipe M tersebut bisa masuk ke segmen Industri dengan kualitas setara garam australia. benar-benar mutiara hitam.
    Ketika PT. Garam mau menerapkan membranisasi, saya tanya darimana tehnologi ini, sudah terujikah?, bagaimana dengan efek karsinogen yang dihasilkan oleh plastiknya?. pertayaan intinya adalah apakah garam yang dihasilkan untuk garam industri atau konsumsi?, jika tetap untuk konsumsi maka bukan hope yang diharapkan .
    Demikian, terima kasih Salam dari APGI

    Posted by Gada Rahmatullah | 31 Januari 2012, 8:08 am
  90. gagasan yg Dahsyat,, salut buat p. Dahlan
    jangan cuman beberapa tahun jadi mentri..

    kami yg apathis pada bangsa
    mulai sedikit bergairah, Antusias kembali
    ide ide kawan kawan pegawai bawahan yg d mandulkan
    terpaksa prematuer atau mandeg dengan sendirinya

    sudah saatnya birokrasi konyol negri ini berhenti

    Posted by Abu nawas | 7 Februari 2012, 1:29 pm
  91. Mulai tahun depan dia akan bikin gebrakan: melapisi seluruh lahan penggaramannya dengan menggunakan membran. Tentu akan memerlukan berpuluh-puluh hektare membran. Rencana tersebut perlu saya “bocorkan” sekarang agar pabrik-pabrik plastik di dalam negeri segera berpikir untuk memproduksi membran. Tentu yang memenuhi persyaratan untuk lahan garam. Jangan sampai untuk urusan membran saja kita harus impor. Mumpung masih ada waktu. Mumpung masih musim hujan.
    Dengan begitu, air laut yang akan dijadikan garam akan menggenangi lahan yang sudah dilapisi membran. Keuntungannya ada tiga. Pertama, pembentukan garamnya bisa beberapa hari lebih cepat karena suhu udaranya lebih panas. Kedua, tidak perlu lagi ada satu lapisan garam paling bawah yang tercampur lumpur. Ketiga, kualitas garam kita menjadi kelas satu semuanya.

    Posted by Henry Nosih Saturwa | 19 Februari 2012, 9:58 pm
  92. Pak DIS, baru kemarin saya mengalami hal tidak mengenakan di Bandara Soetta. Hal kecil, tapi ini penting untuk membangun hope di bandara kita. Saya naik Lion dari Padang, landing sekitar pukul 17.30. Menunggu bagasi cukup lama, hampir 1 jam. Bukan soal menunggu bagasi yang saya permasalahkan, tapi tidak ada 1 pun security bandara yang saya lihat di terminal kedatangan 1A tersebut di saat jumlah penumpang sangat banyak menunggu bagasi. Ada kejadian yang miris buat saya, saat menunggu, 2 orang bapak2 di samping saya merokok dengan santainya (saya juga perokok). Saya berusaha mencari petugas keamanan bandara untuk memperingati orang tersebut, tapi saya tidak melihat satupun petugas security, selain petugas Lion yang menunggu di pintu keluar untuk memeriksa nomor bagasi penumpang. Akhirnya, saya menegur sendiri mereka yang merokok di area no smoking area itu. Yang terjadi mereka marah kepada saya, dan mengajak ribut. Yang saya masalahkan, di bandara internasional terbesar di Indonesia dengan jumlah penumpang sampai 60 juta setahun, kita kesulitan menemukan petugas security bandara. Bagaimana kita membangun hope kalau hal kecil ini saja tidak diperhatikan. Mohon catatan kecil ini jadi masukan bapak untuk menjadi perhatian pihak Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.

    Posted by cipta panca laksana | 22 Maret 2012, 4:05 pm
    • hal seperti ini musti langsung di emailkan ke angkasapura atau pengelola bandara soetta. pengelola bandara segede itu pasti punya customer service ataupun pelaksana tugasnya, sekalian kirim surel ke kementerian BUMN. dan di surel (email) tersebut disebutkan juga kalau permasalahan ini juga ditebuskan ke kementerian BUMN.
      kalupun masih pengen diperluas, dapat juga dikirimkan keluhan tersebut ke YLKI (kan kita sebagai konsumen), dan juga ke komite Ombudsman (kan merupakan komplain terhadap pelayanan umum). Bandara tuh tidak termasuk private loh, tapi public sector.

      Posted by Cukat | 24 April 2012, 11:40 am
  93. Reblogged this on serulingsakti.

    Posted by ssmamaze | 22 April 2012, 7:08 am
  94. Am pemberi pinjaman uang, saya menawarkan pinjaman sepanjang hari, saya menawarkan baik pinjaman pribadi dan
    bisnis kredit, dan saya menawarkan pinjaman jangka pendek dan jangka lond jadi jika Anda
    tertarik, tidak ada masalah, saya ingin Anda untuk hanya menghubungi saya melalui email saya sekarang
    Alamat (georgeanderson.loanfirm255@gmail.com)

    Posted by Mr Anderson | 9 November 2012, 6:14 am
  95. Mudah2 an infrastruktur bandara semakin baik. Sekarang maskapai semakin padat, ngeri kan kalo senggolan di udara.

    Posted by Glutera | 9 Desember 2013, 1:16 pm
  96. sekarang, makanan indonesia,,, terasa benar-benar indonesia. karena garam asli indonesia

    hope!!
    work!!!

    Posted by marjanfuadi | 6 Mei 2014, 7:37 pm
  97. pak, terus indonesiakan bumbu indonesia,,,
    hope!!
    work!!!

    Posted by marjanfuadi | 6 Mei 2014, 7:39 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Hope di Soekarno-Hatta dan Hope di Madura | Pointer - 30 Desember 2011

  2. Ping-balik: Rumah Inspirasi » Manajemen Harapan ala Dahlan Iskan - 2 Januari 2012

  3. Ping-balik: Sekilas ATC Soekarno Hatta | Notes of Stephen Kurnia - 19 Mei 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: