>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, CEO Notes, PLN

Mengatasi Punggung Sumatera yang Mahal

Menyusuri punggung pegunungan Bukit Barisan di pantai barat Sumatera pada Minggu dan Senin lalu (2 dan 3 Oktober 2011), saya terus terpikir betapa akan mahalnya menyediakan listrik untuk wilayah itu. Dari satu kota kecil ke kota kecil lain, jaraknya seperti dari Belanda ke Luxemburg. Bahkan, lebih berat daripada itu. Harus melewati hutan dan gunung. Pilihannya serbasimalakama. Dilayani dengan jaringan kecil, tegangan listriknya rendah. Dilayani dengan transmisi besar, biayanya akan bertriliun-triliun.

Membayangkan semua kesulitan itu, saya bermimpi betapa mudahnya menyiapkan listrik untuk negara seperti Singapura: Wilayahnya kecil, tidak ada hutan dan gunung, kampung-kampungnya berdekatan, bahkan jarak antarrumah seperti amplop dan prangko: Semua rumah saling menempel karena berbentuk rumah susun yang tinggi.

Sedangkan untuk melistriki punggung Sumatera yang panjang itu, otak benar-benar harus diputar. Maka, biarpun perjalanan kali ini berkelok-kelok, naik dan turun, rasanya tidak akan sempat mabuk. Pikiran terjepit di antara pilihan-pilihan yang serbasulit. Apalagi, banyak hutan lindung yang tidak bisa disentuh.

Kota-kota yang saya lalui ini (Pringsewu, Ulubelu, Kota Agung, Wonosobo, Banjarnegoro, Krui, Manna, Binahun, dan berakhir di Bengkulu) memang sudah berlistrik. Tapi, kualitasnya masih jelek. Jarak antarkota itu lebih jauh daripada Zurich di Swiss ke Paris di Prancis.

Kualitas listrik yang jelek itu pun diproduksi dengan cara yang amat mahal. Menggunakan diesel. Sudah biayanya mencapai Rp 2.500/kwh, masih sering mati-mati pula. Padahal, harga jualnya ke masyarakat hanya Rp 650/kwh.

Perjalanan tersebut harus menemukan jalan keluarnya. Sepanjang jalan, kami, saya dan beberapa pimpinan PLN setempat, terus mendiskusikannya. Kota kecil seperti Muko-Muko dan Ipoh benar-benar sulit dipecahkan. Sangat jauh. Untuk membangun transmisi ke sana, diperlukan biaya Rp 2 triliun. Padahal, penduduknya hanya sedikit.

Mahalnya itu disebabkan Muko-Muko dan Ipoh terletak di pertengahan antara gardu induk Padang dan gardu induk Bengkulu. Transmisinya harus ditarik dari Padang, yang berjarak hampir 500 km. Sama dengan menarik transmisi dari Jakarta ke Semarang. Padahal, ada gardu induk lain yang jaraknya hanya 70 km. Namun, gardu induk itu berada di balik hutan lindung yang tidak bisa dilewati transmisi. Bagaimana dengan kota-kota lain?

Untunglah, proyek geotermal (panas bumi) Ulubelu di Kabupaten Tanggamus berjalan lancar. Proyek yang kontraknya saya tanda tangani 1,5 tahun lalu dengan Sumitomo itu hampir selesai. Bulan April nanti sudah akan memproduksi listrik 110 mw. Ketika meninjau proyek tersebut, kemudian menelusuri kota-kota kecil di wilayah itu, terpikir ide baru.

Untuk Pringsewu, Kota Agung, dan Wonosobo, diambilkan saja listriknya langsung dari Ulubelu. Caranya, cukup dengan membangun jaringan 20 kv sepanjang sekitar 40 km dari Ulubelu ke Wonosobo dan Kota Agung. Mesin diesel 10 mw yang boros di Wonosobo bisa diakhiri riwayatnya. Alhamdulillah, tiga kota itu bisa menemukan masa depan yang cerah untuk kelistrikan masing-masing.

Saya membayangkan industri kopinya akan maju karena wilayah itu penghasil kopi yang sudah terkenal sejak zaman Belanda. Tambang emasnya juga bisa digarap. Saya terkesan dengan kampung-kampung di Kabupaten Tanggamus tersebut. Begitu banyak rumah panggung tua yang sangat khas masa lalu. Bangunan-bangunan permanennya pun menunjukkan masa lalu yang jaya wilayah itu. Rencana membangun proyek transmisi yang mahal dari Pringsewu ke Kota Agung pun bisa dibatalkan.

Semula, kami bermaksud bermalam di Manna. Setelah dikalkulasi, kira-kira baru pukul 01.00 kami akan tiba di kota itu. Maka, kami pun menyerah di Kota Krui. Di sebuah losmen yang tidak menyediakan handuk dan sikat gigi. Tapi, kami gembira karena bisa bermalam di Krui. Sebuah kota dengan masa lalu yang membuat bangga. Itulah kota yang dulu, di masa jaya kopi dan cengkih, menjadi pusat niaga.

Keesokan harinya, setelah olahraga jalan kaki di Pantai Krui bersama teman-teman PLN setempat, kami berangkat ke Manna. Teman-teman dari Lampung kembali ke Lampung. Diskusi mengenai kelistrikan Lampung sudah selesai. Ganti teman-teman dari PLN Bengkulu yang masuk ke mobil saya. Siap berdiskusi sepanjang jalan mengenai persoalan yang dihadapi Bengkulu.

Sudah lama kota-kota kecil di Bengkulu Selatan itu menderita. Bahkan, masyarakat Kota Binahun pernah sangat marah. Membakar kantor PLN setempat berikut pembangkit listriknya. Sambil singgah untuk menyaksikan puing-puing akibat pembakaran itu, saya mendengarkan kisah pilu petugas PLN setempat. Terutama mengenai seorang istri petugas PLN yang sedang hamil delapan bulan yang harus bersembunyi di kolong tempat tidur untuk menghindari hujan batu. Dia sendirian di rumah itu karena suaminya sedang mencari bantuan ke kantor polisi.

Enam bulan lagi kota tersebut akan mendapat listrik dengan kualitas yang cukup baik. Sebab, proyek transmisi dari Pagar Alam di Sumsel ke Kota Manna sudah hampir selesai. Memang ada dua kendala yang berat, tapi dalam diskusi di perjalanan itu ditemukan cara mengatasinya. Yusuf Miran yang memimpin pembangunan tersebut punya usul yang jitu, yang langsung saya setujui untuk dilaksanakan. Maka, akhir Desember nanti proyek itu selesai.

Mendengar kabar baik tersebut, bupati Bengkulu Selatan yang mencegat saya di pinggir jalan sebelum masuk Kota Manna langsung mengumpulkan pemuka masyarakat di pendapa kabupaten. Saya diminta menyampaikan kabar tersebut langsung kepada tokoh-tokoh setempat.

Bupati itu memang harus bekerja keras. Terpilih jadi bupatinya saja dengan susah payah. Itulah pilkada kabupaten kecil yang diikuti oleh sembilan pasang calon. Pilkadanya pun sampai tiga kali, bahkan nyaris empat kali. (*)

Diskusi

52 thoughts on “Mengatasi Punggung Sumatera yang Mahal

  1. Bpk. Dahlan Iskan yang saya hormati, saya cintai, saya kagumi.

    dengan hormat,
    Indonesia memerlukan orang-orang seperti bpk. Kalau saja ada 50 orang indonesia sekaliber bpk dan masing-masing menjabat pada jabatan strategis, saya yakin Indonesia negara tercinta ini akan lebih baik.
    saat menulis ini, air mata saya bercucuran penuh haru, sembari memohon kepada ALLAH SWT semoga bapak tidak diberi sakit dan segera meninggal dunia karena manfaat hidup bpk masih saya butuhkan dan indonesia butuhkan. Semoga kelak saya adalah salah satu dari 50 orang indonesia yang berkualitas itu setelah saya banyak mengadopsi kerangka logika paparan/tulisan bpk.
    Saya juga ingin bermanfaat untuk Indonesia walau dengan bidang dan cara yang berbeda dengan bpk.
    Semoga suatu saat saya diberi kesempatan bertemu bpk. amin

    Posted by sandang ediono | 6 Oktober 2011, 1:14 pm
  2. ayo pak dahlan.. majukan terus listrik indonesia.. semoga wilayah indonesia bisa dialiri listrik semua.. dan listrik pun harganya bisa murah.

    Posted by wibisono | 6 Oktober 2011, 1:16 pm
  3. denagan kualitas seperti bapak, layak jadi menteri bumn, ayo benahi bumn, pak sby, ayo pilih saudaraku dahlan iskan

    Posted by edhi | 6 Oktober 2011, 1:49 pm
  4. Assalamualaikum Wr Wb
    Ada kata “Sumatra” membuat sy makin tertarik unt membaca tulisan ini🙂
    Sy berasal dr bengkulu Pak, tepatnya Argamakmur, Bengkulu Utara.
    Membaca tulisan ini membuat sy “mengangguk2” setuju meski kebanyakan yg Bapak bicarakan adalah Manna.
    Sudah dr dulu selagi sy kecil sekitar 15 tahun yg lalu, keluhan listrik.
    Listrik seringkali padam dan waktu padam ga nanggung2, lama sekali Pak.
    Dulu saat sekolah, kami yg harus membuat PR untuk besok harinya hanya berbekal lampu teplok (bukan petromak, Pak).
    Karena bosan, akhirnya kami tertidur dan saat bangun besok pagi nya semua “isi” hidung hitam.🙂
    Saat padam, PLN susah sekali dihubungi Pak, kalopun diangkat hanya bilang ada gangguan dan akan segera nyala. Padahal tidak begitu nantinya..

    Moga Bapak bisa mendukung kami menuju provinsi yg sedang merangkak maju.

    Wassalam,
    *sedikit curhat dr sy, semoga Bapak berkenan.

    Posted by Bana | 6 Oktober 2011, 3:38 pm
  5. tak terasa hampir menetes air mata pak,luar biasa pak dahlan,kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit

    Posted by jumari prasetyo | 6 Oktober 2011, 10:23 pm
  6. bangun terus listrik di indonesia pak.karena dengan listrik roda kehidupan dan perekonomian dapat berjalan.
    manfatkan sumberdaya alam yang di sekitar untuk dikonfersi menjadi listrik.

    semoga bp bisa memimpin negara yg kita cintai ini,amin

    Posted by Bauy | 7 Oktober 2011, 12:05 am
  7. Sungguh luar biasa pak iskan dalam bekerja. Meski usia tak lagi muda, namun semangatnya melebihi anak muda. Saya sungguh terkesan apa yang dilakukan pak iskan selama ini, untuk Indonesia agar semakin maju dan berkembang. Saya jadi ingat tulisan pak iskan dalam buku ganti hati mengenai ayat yang bermakna “Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur kepada-Ku”. Bekerja sebagai tanda syukur kepada-Nya semoga menjadi motivasi dan inspirasi generasi muda Indonesia.

    Salam IFC (Iskan Fans Club)🙂

    Posted by harisvaganza | 7 Oktober 2011, 1:16 am
  8. pak dahlan emang hebat pln sejak dipegang pak dahlan jarang mati lampu skrg…http://nasrulbintang.wordpress.com/2011/10/05/tes-mata-anda-dengan-ilusi-mata-gambar-ambiguitas/

    Posted by nasrulbintang | 7 Oktober 2011, 1:45 am
  9. Semua program & sistem yang Bapak terapkan sudah baik. Hanya ada satu sistem yang menurut saya tidak efektif & efesien. Yakni cara orang daftar listrik kok harus call center 123, selain harus sedia pulsa banyak juga waktu berjam-jam menunggu jawaban dari customer service officer. bisa stress nunggunya pak…?!

    Posted by Wanto | 7 Oktober 2011, 8:48 pm
  10. “kabupaten kecil dgn 9pasang calon. pilkada dilakukan smp 3x dan nyaris 4x”
    welewele brp duit utk ongkosin tu agenda. blum ongkos sosial ongkos politik ekonomi de el el d es be
    eniwe smoga bupati terpilih termasuk golgn “boloné” pak dahlan

    Posted by Fia | 7 Oktober 2011, 11:12 pm
  11. Kalau liat jadwal kunjungan pak dahlan ke bengkulu kemarin berarti lewat darat karena dari talang padang krui bintuhan ipuh muko muko saya biasa trip ini hampir sebulan sekali dan sangat melelahkan salut sya buat bapak semoga di berikan kesehatan dan di lindungi selalu pak

    Posted by Putu Ekawirawan | 8 Oktober 2011, 11:44 pm
  12. barangkali bapak juga harus singgah dipulau rupat, kabupaten bengkalis riau pak..masih banyak wilayah yang belum ada listrik di pulau tsb dan sekitarnya.

    Posted by Erwin Wijaya | 10 Oktober 2011, 12:24 am
  13. klo bisa sih kita ini bangun PLTN aja pak, tapi reaktor nuklirnya buat di pulau2 terpencil saja, biar gak bikin ketakutan masyarakat kita yg awam dan mudah ditakut-takuti para provokator itu.

    Posted by Mulyadi | 11 Oktober 2011, 9:11 am
  14. smoga jadi inspire bagi para pemimpin yg bervisi indonesia RAYA

    Posted by muh. dasuki | 15 Oktober 2011, 9:04 am
  15. solusinya menurut saya sedikit sulit tapi harus banyak percaya akan jadi mudah.
    potensi punggung sumatra adalah kunci yang harus diselesaikan dengan arif dan bijaksana,
    punggung sumatra dan hasil bumi nya merupakan potensi energi yang tidur yang harus kita bangunkan agar bisa mencukupi. alasan saya mengatakan ini adalah saya mengkaca negara yang mempunyai sumber daya alam yg cukup tapi bisa dioptimalkan. contoh nyata dikawasan amerika selatan mungkin kondisi hampir mirip kawasan sumatra yang daerah banyak gunung, tapi mereka memanfaatkan potensi tersebut dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga biomassa. biomassa mudah didapatkan didaerah pegunungan mulai dari penggunakan limbah yang ada dipemanfaatan hasil hutan sampai limbah usaha mikro dan rumah tangga juga bisa pertanian setempat. dengan penerapan teknologi harga permwh sekitar 55 US atau setara Rp 500/kwh.(modifikasi dari seabra 2008).lebih murah dari patokan PLN.

    ayo kita kembangkan..mungkin saya nanti bisa memberikan informasi lebih detail.

    Posted by nico | 17 Oktober 2011, 9:57 pm
  16. Selamat dan salut pak….

    Baru kali ini saya membaca kisah perjalanan salah satu pemegang dan pengambil keputusan yang mau berjalan menyusuri beratnya medan di bumi tercinta ini… untuk melihat langsung proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
    Terkadang, pengambilan keputusan akan lebih baik dan jitu bila melihat langsung dilokasi, bukan hanya melihat laporan dari bawahan yang belum tentu sedetail di lokasi. Apalagi mengenai harkat hidup dan kemajuan orang banyak.

    Semoga tidak berhenti di proyek ini saja pak. Harapan saya, para pemegang keputusan yang lain di atas sana akan mencotoh “makna” salah satu perjalanan istimewa ini.

    Untuk pak Dahlan…. Kalau nanti malam benar kabar pengangkatan bapak menjadi Menteri ESDM baru, tetaplah berjuang untuk negeri tercinta ini dengan dasar rasa sayang atas amanah yang diberikan oleh-Nya, yang punya segala rahmat seisinya dan yang terkandung didalamnya.

    Doa dari pojok kota Bogor.

    Posted by Fredi Wahyu Wasana | 18 Oktober 2011, 12:22 pm
  17. Luar biasa hebat!

    Posted by embun | 18 Oktober 2011, 7:47 pm
  18. di Kampung Mertua saya, di desa Pagar Alam, di punggung bukit barisan sisi timur, yang terletak di Kec Pulau Beringin (PLN sudah masuk pula) OKU Selatan. Masyarakat desa-nya lumayan kreatif dengan membangun PLTA Swadaya, meski hanya menyala mulai pukul 17.00 – 08.00 WIB saja (kebetulan aktivitas siang lebih banyak dikebun). Saya mengagumi kemauan mereka untuk memanfaatkan sumber air yang mengalir yang sebenarnya tidak terlalu besar. Cuman kendala jika musim kemarau seperti sekarang ini pak, setiap sore takmir masjid selalu menyeru “ibu-ibu jangan pakai magic com untuk tanak nasi, ayo semua berhemat listrik, debit air kita sedang kecik.

    Menjadi tanda tanya bagi saya, mungkinkah PLTS dikembangkan didaerah disekitar punggung sumatera pak lik Dahlan? dan untuk “rumah tangga” apakah ini efisien seperti itung2an bapak waktu Pekanbaru black out?
    terimakasih

    Posted by ayonaikbis | 19 Oktober 2011, 10:59 am
  19. semoga PLN tetap maju, walaupun Pak Dahlan Iskan pindah Jabatan Menteri BUMN.. aminn…

    Posted by Arif | 19 Oktober 2011, 12:03 pm
  20. Bang, selamat telah terpilih jadi men BUMN. komentarku hanya abang satu satunya pilihan SBY yang cocok untuk reshufle kali ini..

    selanjutnya…Indonesia akan maju kalau dipimpin orang gila…apakah abang termasuk “orang gila”..kalau iya sebaiknya abang yang pimpin Indonesia selanjutnya

    Posted by hendi siswoyo | 19 Oktober 2011, 3:14 pm
  21. Selamat bekerja P’Dahlan … saya jd inget perkataan seseorang, yang saya juga lupa: Bahwa Pulau Jawa adalah sekarang, Pulau Sumatera adalah masa depan … maksudnya bahwa Pulau Sumatera adalah wilayah Indonesia yang akan sangat pesat perkembangannya, akan sangat menjanjikan untuk kemakmuran bangsa ini secara keseluruhan, asal ditangani benar2. Dengan terbangunnya Jembatan Selat Sunda, itu akan menjadi pemicu amat dahsyat kemajuan Pulau Sumatera di masa datang … Pulau Sumatera adalah Masa Depan … dimasa depan, sudah tidak ada lagi Orang Awak merantau ke Jawa, yang ada adalah Orang Jawa hijrah ke Sumatera … Pulau Sumatera adalah Masa Depan ….

    Posted by Detriman | 20 Oktober 2011, 1:50 pm
  22. Sukses Pak Dahlan, Saya sangat mengagumi Bapak. Sederhana dan Jenius.

    Posted by Undang Sumbaga | 20 Oktober 2011, 6:20 pm
  23. PT. Kereta Api Indonesia yg dikomandani ole Pak Jonan, tampaknya perlu belajar banyak dengan Pak Iskan, karena belum banyak yg berubah……..

    Posted by Siswandi | 22 Oktober 2011, 3:48 pm
  24. Assalammualaikum wwb. Pak Dis yang saya Hormati, saya kagumi, dan banggakan…
    saya bangga dan sangat bersyukur dengan perubahan yang bapak lakukan pada PLN. tapi masih ada yang mengganjal bagi kami masyarakat Kab. Pesisir Selatan Sumatera Barat. yang masih mengalami krisis listrik. Kami masih mengalami pemadaman listrik hampir setiap hari, bahkan dalam satu hari terjadi 2 sampai 3kali pemadaman. tegagangan listrik yang rendah membuat kami tidak dapat menikmati listrik sebagai mana mestinya, peralatan listik hampir tidak bisa dipergunakan bahkan kalau bisa menjadi cepat rusak. Oleh karena itu walaupun sekarang bapak telah menjadi mentri BUMN sekiranya hal ini dapat menjadi perhatian bapak, agar kami juga bisa menikmati listik sebagai mana layaknya. Wasalam.

    Posted by Hendria Utama ST | 24 Oktober 2011, 8:50 pm
  25. Salut buat pak Dahlan, tetap bekerja pak.

    Posted by eka | 2 November 2011, 9:36 pm
  26. slmat to P. Dis mnjdi mntri bumn smga bumn Indonesia dpt bersaing dng bumn neg tetagga n sy mau jadi supporters P. Dis di 2014 ….

    Posted by achmad junaidi | 19 November 2011, 8:39 pm
  27. Brovo buat buat PLN indonesia khususnya Ulubelu,,,saya sangat bangga dan senang sekali, setelah membaca cerita dari bapak Iskandar iskan yang ter cinta… mudah mudahan impian itu segera terwujud, ,Kami sebagai warga masayarakat Ulubelu, Tanggamus, Lampung berharap bapak memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam sekitar…..Maju bapak ku tercinta..

    Posted by Badar Tri Wahyudi | 21 November 2011, 9:48 am
  28. Walaupun yang bapak lakukan ibarat setetes air di gurun tandus, tapi cukup memuaskan dahaga.
    Listrik bukan sekedar urusan gelap-terang -tapi merupakan refleksi daya saing ekonomi dan harga diri sebuah bangsa.
    Kami sebagai rakyat berharap jajaran menteri yang lain memiliki visi dan kompetensi yang sama dgn bapak. Kondisi infrakstruktur yang amburadul membuat negara ini tidak produktif.
    Sudah terlalu lama ayam-ayam ini sekarat di lumbungnya.. tapi kami tidak pernah putus berharap !

    Posted by wao | 30 November 2011, 2:37 pm
  29. entah pak dahlan sudah meninjau kaltim atau belum…yg jelas ditunggu kebijakannya yg super u/ mengatasi listrik dan kelangkaan BBM, terutama di kab kubar, kutim, berau, paser, ppu. katanya BPS kaltim itu propinsi dgn pendapatan terbesar se-indonesia, tp kondisinya kok kayak zaman majapahit…

    kwh meter di rumah sy sejak dr instalasi awal bulan agustus 2011 rusak….sampe komen ini ditulis kok belum ada gantinya ya???tolong dibantu ya pak…sampe kapan sy harus nge-los listrik? (tp enak sih gak usah bayar???)

    Posted by manikarum | 3 Januari 2012, 11:25 pm
  30. Binahun itu salah nama daerahnya yang benar BINTUHAN

    Posted by etekwin | 4 Januari 2012, 10:23 am
  31. Belum juga selsai pembangunan tranmisi Pagar alam Manna….

    Posted by etekwin | 4 Januari 2012, 10:30 am
  32. koreksi pak, Jarak Mukomuko-padang hanya sekitar 270 KM, bukan 500 KM. salah satu daerah di Bengkulu selatan adalah Bintuhan bukan Binahun. Terimakasih atas perjuangan Bapak. Bapak Layak dapat Bintang !!!

    Posted by andi | 4 Januari 2012, 5:39 pm
  33. Kalo di cari kemiripan kondisi geografisnya mungkin Pulau Sumatera mirip dengan Jepang yang tengah2nya di hiasi punggung pegunungan. Untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut jepang memfokuskan membangun kotanya di daerah yang tak jauh dari pantai terutama pantai yang menghadap ke induk benua asia (alasannya krn pasar ada di benua ini). Yang kedua jepang membangun sistem transportasinya dengan mengandalkan jaringan kereta api sebagai angkutan masal yang murah cepat dan bebas macet.

    Karena itu, pengembangan pulau sumatera bisa mengadaptasi pola tersebut, khususnya pengembangan transportasi kreta apai. Bicara soal kreta api di Sumatera, sebenarnya penjajah belanda sudah membangun jalur2 kreta api khususnya di Sumbar dan Sumut. Selain itu di Lampung setahu saya juga sudah eksis jalur kreta api. Alangkah baiknya jika jalur kreta yang telah ada di fungsikan kembali (tentunya dengan berdasarkan analisa geo ekonomi yang kuat) agar tercipta pola transportasi yang murah antar wilayah di Pulau Sumatera.

    Keuntungan kreta api jika dibandingkan dengan pengembangan jalan raya adalah selain kreta api lebih murah (karena bisa mengangkut lebih banyak orang sekali jalan), jalur kreta api tidak akan menimbulkan kerusakan yang parah terhadap kawasan hutan lindung di Sumatera.

    Selama ini kendala pembangunan jaringan jalan raya di Pulau Sumatera adalah konflik dengan kepentingan kawasan hutan lindung. Jika dibangun jaringan jalan raya yang menembus hutankawasan hutan lindung, niscaya di kanan kiri jalan raya akan timbul pusat-pusat pertumbuhan baru yang pesat dan tidak terkontrol, dan ini akan mempercepat kerusakan kawasan hutan lindung. Berbeda jika yang dibangun adalah jaringan kreta api. Munculnya pusat-pusat pertumbuhan dapat lebih dikontrol, yaitu di daerah dekat dengan stasiun kreta api tentunya. Dengan demikian dua kepentingan akan dapat berjalan seimbang, kepentingan ekonomi di satu sisi dan kepentingan konservasi di sisi lain.

    Selain itu, meniru pola di Jepang, kreta api dapat dijadikan alat pariwisata sebab pesona di kanan kiri jalur kreta api dapat di jual kepada wisatawan. Apalagi jika jalur kreta api menembus kawasan hutan lindung, dapat dibayangkan kita duduk di dalam kabin kreta api sambil menikmati pesona hutan lindung, wow… mungkin rasanya seperti tour di Jurrasic Park😀.

    Posted by Moch. Yusuf Ma`arif | 11 Januari 2012, 2:05 pm
  34. Kalau Pak Mario Teguh bilang “SUPER”, untuk Pak Dahlan Iskan saya harus akui “SANGAT SUPER”

    Anda sumber inspirasi kami, semoga kami bisa seperti anda.

    Tks

    Posted by Salira Sitepu | 11 Februari 2012, 8:19 pm
  35. pak Dahlan saya salut sama niat dan usaha bapak utk memajukan indonesia yang kita cintai ini, saya berdoa smg tuhan memberikan kesehatan dan umur panjang buat bapak dan semoga menjadi amal saleh segala usaha yang bapak laksanakan disisiNya, amin

    Posted by gun | 15 Februari 2012, 11:06 am
  36. Memang benar yang dikatan pak Dahlan Iskan, listrik merupakan salah satu sumber kehidupan. Jika tidak ada atau hidup mati2 listrik akan mengganggu kerja dikantor (semua pake listrik), ibu2 memasak dirumah jg pake listrik. Semoga upaya Pak Dahlan Iskan tidak dihambat oleh orang- orang yang merasa terancam dengan tindakan nyata Pak Menteri ini,,,,karena ada pepatah tua mengatkan bahwa…sebanyak2 org yg suka dengan kita bisa jadi sebanyak itu pula yg tidak suka dengan kebijakan-kebijakan yg kita buat..semoga ini tidak terjadi sama pak dahan iskan. amin..

    Posted by hamyen | 23 Februari 2012, 10:33 am
  37. saya sebagai putra mukomuko sebelumnya berterimakasih atas perhatian bapak pada daerah kami. sekarang alhamdulillah listrik ditempat saya sudah mulai membaik, walaupun kadang-kadang tetap padam juga pada malam harinya, kami menyebutnya dengan istilah “Giliran”. satu malam hidup malam besoknya mati. pak didaerah saya(mukomuko) ada sebuah air terjun, kalau menurut saya itu bisa dikembangkan menjadi Pembangkit listrik tenaga air(hidrotermal). dan saya juga pernah mendengarkan wacana tersebut dari pemerintah daerah setempat. tapi sepertinya sekarang sudah tidak terdengar lagi gaungnya. saya harap pemimpin pengganti bapak bisa ke daerah-daerah seperti yang bapak lakukan sebelumnya, terkhususnya ke sumatra. karena listrik disini(sumatra) sangat minim. terima kasih atas perhatiannya.

    Posted by dodoneka (@dodoneka) | 5 Maret 2012, 3:55 pm
  38. Reblogged this on tu7uh Creative Design and commented:
    dari rakyat untuk rakyat

    Posted by akultu7uh | 6 Maret 2012, 2:40 pm
  39. Assalamu’alaikum

    Kami dari aceh, waktu bapak menjadi dirut PLN terasa sekali jarang padam lampu, namun sekarang setelah bapak menjadi menteri, pln menjadi agak sering padam.

    semoga Bapak selalu dalam Lindungan Alloh.

    Posted by soekarno | 8 Maret 2012, 10:46 am
  40. Kepada Yth:
    Bapak Dahlan Iskan
    Menteri BUMN Republik Indonesia.

    Salam Hormat,

    Semoga kesehatan, kekuatan serta keselamatan selalu menyertai diri Bapak. Saya adalah seorang pedagang keliling yang kebetulan pada tanggal, 22 November 2011 sedang keliling di wilayah Sumatera Utara tepatnya di Desa Piasa Ulu, Tinggi Raja, Kisaran.

    Pada saat berada di daerah tersebut saya bertemu dengan penduduk setempat. Salah satu warga disana yang bernama Bapak Sumadi seorang peternak domba. Beliau berkeluh kesah tentang dirinya serta peternak lain di lingkungan sekitar mengenai kesulitan menggembala ternak domba-dombanya. Kesulitan yang dirasakan bukan dikarenakan tidak adanya lahan, namun karena lahan tempat mengembala di perkebunan sawit milik PTPN IV yang selama ini dilakukan mulai tidak boleh lagi dimanfaatkan untuk menggembala.

    Bapak Sumadi dan warga sekitar memulai berternak sejak tahun 2008 dan kini populasi ternak yang ada di Desa Piasa Ulu mencapai lebih dari 1.000 ekor. Sebuah gambaran kehidupan peternakan yang sangat baik untuk bisa membantu penghasilan para warga di sana yang mayoritas adalah karyawan harian dari PTPN IV Wilayah Air Batu tepatnya Afdeling VII.

    Sampai surat ini saya buat karena mencoba membantu warga peternak agar kembali bisa menggembala domba mereka di lahan perkebunan milik PTPN IV Wilayah Air Batu Afdeling VII tanpa harus di usir oleh pejabat berpangkat Asisten. Saat berada di sana saya sempat mengunjungi perumahan dinas tempat tinggal Asisten untuk bertemu namun kebetulan beliau tidak ada di tempat. Harapan kunjungan saya adalah untuk mengetahui dasar pemikiran serta aturan sebenarnya terhadap larangan mengembala domba yang dia terapkan. Sehingga tidak timbul konflik karena kurangnya pengetahuan warga peternak terhadap lokasi penggembalaan yang selama ini dilakukan.

    Warga peternak merasa senang saat bapak menjabat sebagai Menteri BUMN dan menciptakankan program peternakan di perkebunan sawit milik PTPN. Namun warga yang sebelumnya telah melakukan peternakan malahan menjadi kesulitan untuk menggembala domba-domba mereka. Saat ini warga masih tetap saja menggembala meskipun harus kucing-kucingan dengan rasa was-was. Semakin kontradiksi di mana para peternak adalah karyawan PTPN IV meskipun hanya karyawan harian yang butuh tambahan penghasilan di luar gaji yang diterimanya setiap bulannya.

    Bapak Dahlan Iskan yang terhormat. Saya tahu Bapak sangatlah sibuk namun selalu konsen terhadap kemaslahatan masyarakat terutama yang ada kaitannya dengan Kementerian BUMN. Bapak begitu bersemangat saat mengurusi peternakan sapi yang sekarang sedang bapak kembangkan di perkebunan sawit di wilayah Jambi. Warga berharap Bapak tertarik memperhatikan kesulitan warga tersebut untuk diperbolehkan lagi menggembala domba mereka dan jika memungkinkan mereka sangat ingin menjadi peternak binaan PTPN IV Wilayah Air Batu.

    Dalam surat ini saya ikut mencoba memberikan pendapat bahwa aktivitas peternakan di sana sangat berpotensi terhadap :
    1. Peningkatan kesejahteraan warga
    2. Membantu program Bapak Dahlan Iskan untuk pengembangan peternakan di luar sapi di perkebunan sawit.
    3. Mendukung terwujudnya swasembada daging pada tahun 2014 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian.
    4. Terciptanya keharmonisan antara masyarakat dengan PTPN sehingga terciptalah sebuah keterikatan emosional yang akhirnya akan berujung kepada keuntungan buat PTPN IV. Seperti terbentuknya pengamanan swakarya oleh warga yang selalu ikut mengawasi keamanan buah-buah sawit ditempat warga menggembala.

    Saya hanya mencoba membantu sebatas kemampuan sedikit saya dalam menulis dengan harapan warga bisa terbantu dalam berjuang mewujudkan cita-cita mereka agar dapat bertenak dan berkembang dengan baik dan dapat hidup lebih baik di masa depan.

    Semoga surat ini berkenan buat Bapak Dahlan Iskan dan warga ingin ikut mewujudkan keberhasilan di bidang pertenakan di PTPN. Mohon maklum adanya dan saya ucapkan maaf jika apa yang saya sampaikan salah dan terima kasih.

    Hormat saya,

    Iwieng

    Posted by sunset iwieng | 11 Januari 2013, 4:12 am
  41. Wah pernah ke KRUI ya pak Dis..bangga bgt akhirnya tertoreh juga di tulisan Bpk.. sampe sekarang listrik di kota krui msh sangat sangat mengecewakan kadang byar pet sampe 8 kali dlm sehari… sekarang sdh jd Kabupaten Pesisir Barat …

    Posted by rita | 12 Januari 2013, 4:49 pm
  42. Pemikiran yang hebat pak DIS, semoga sehat selalu ya pak, amin.

    Posted by john | 8 Mei 2014, 11:44 am
  43. Wahai Yang Maha Cinta sandingkanlah aku dengan jiwa pilihan-Mu yang karena kebaikanku – baikkanlah ia tapi jika ia lebih baik – baikkanlah aku.

    Posted by INDAH FOURINA PRAHASTI | 8 Juli 2014, 4:27 am
  44. Alhamdulilah, baru tahu saya ternyata abah sudah pernah ke kampungku, Krui, tepatnya, Pugung, antaraa Krui dan Bintuhan, mkn waktu abah ke sana listrik di kampungku masih pakai mesin desel milik pribadi masing2. tapi skrang Alahamdulillah sudah teraliri terangnya listrik PLN siang malam, walaupun banyak padamnya dari hidupnya. inipun baru dua kali lebaran ini merasakan saat pulang kampung. Terima kasih abah dari sang pengagummu. sekarang sudah jarang melihat abah di tv, mudah2 ALLAH SWT, slalu memberimu kesehtan. amin

    Posted by Sunandar | 11 November 2014, 4:33 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: