>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, CEO Notes, PLN

Selamat Datang GIMIN, Banyak Daerah Menantimu

Sebenarnya, hanya ada lima keinginan rakyat yang utama di bidang listrik: (1) jangan ada krisis listrik, (2) jangan ada daftar tunggu, (3) jangan sering-sering mati, (4) tegangannya jangan turun-naik, dan (5) daerah-daerah yang belum berlistrik segeralah berlistrik.

Karena itulah, kalau bulan-bulan pertama saya di PLN lebih sering mengunjungi daerah yang krisis listriknya hebat, sekarang saya lebih sering ke daerah yang tegangan listriknya tidak stabil.

Di Jawa, tinggal Banten Selatan, Cianjur Selatan, dan Sukabumi Selatan yang tegangan listriknya masih kacau. Karena itu, pekan lalu, saya menjelajahi kawasan tersebut. Dua hari kemudian, saya ke daerah-daerah pinggiran Sumatera, tepatnya ke Dumai dan Bagan Siapi-api.

Secara konvensional, mengatasi tegangan yang rendah bisa dilakukan dengan membangun gardu induk (GI). Tapi, membangun GI memerlukan waktu dua tahun. Terlalu lama. Itu pun karena bupati Lebak yang mantan pengusaha yang agresif tersebut, Mulyadi Jayabaya, mau menyediakan tanah 2 hektare untuk GI di Kota Malingping. Perlu terobosan untuk mengatasi tegangan itu dengan cepat.

Saya langsung teringat pada GIMIN. Rasanya, GIMIN-lah bisa diandalkan untuk mengatasi tegangan listrik dengan murah dan cepat. Dengan GIMIN (gardu induk minimalis), tegangan bisa normal. Membangun GIMIN tidak seruwet membangun GI: cukup ada tanah dan trafo besar. Tidak perlu membangun gedung. Peralatan elektroniknya bisa ditempatkan di sebuah kontainer. Hanya, seperti yang dipesankan Nur Pamudji, direktur energi primer PLN yang dulunya selalu mengurus GI, proteksinya harus baik.

Direktorat Perencanaan dan Teknologi PLN langsung merumuskan standar GIMIN yang memenuhi persyaratan. Baik secara teknologi maupun kriteria wilayah. Ada wilayah yang harus diselesaikan dengan GI, tapi banyak juga wilayah yang cukup dengan GIMIN.

Di Sumatera, GIMIN bisa dipakai untuk mempercepat elektrifikasi. Kelistrikan di Sumatera masih jauh tertinggal oleh Jawa. Banyak kota besar yang hanya dilayani dengan satu atau dua GI. Kota Bengkulu, misalnya, hanya punya satu GI. Kalau ada persoalan di GI tersebut, seluruh Kota Bengkulu padam total. Pekanbaru yang begitu pesat hanya dilayani dua GI. Sumatera masih memerlukan ratusan GI baru.

Di Kota Bagan Siapi-api, saya mendapati kenyataan lebih parah: kota ini tidak punya GI sama sekali. Mungkin karena dianggap hanya kota nelayan yang kecil yang amat jauh. Padahal, saya benar-benar dibuat terkejut oleh perkembangan kota tua ini. Bagan Siapi-api ternyata lagi membangun diri secara besar-besaran. Bupati Dumai H Annas Maamun, yang meski sudah berumur 74 tahun terpilih kembali, kini sedang membenahi kota lama sekaligus membangun kota baru. Kota baru itu sangat dibanggakan penduduk setempat dengan menyebutnya “Putra Jaya Junior”. Putra Jaya adalah kota baru di Kuala Lumpur yang sekarang menjadi pusat pemerintahan Malaysia. Kota baru Bagan Siapi-api dibuat seperti Putra Jaya dalam ukuran kecil.

Jalan rayanya kembar, masing-masing tiga jalur. Bangunan-bangunan kantornya dibuat cukup jauh dari jalan raya. Dan yang membuatnya berpredikat “Putra Jaya Junior” adalah arsitekturnya. Seluruh bangunan di kota baru itu menggunakan model dua kubah. Bangunan kecil berkubah kecil. Yang besar berkubah besar.

Hampir semua gedung dinas, kejaksaan, dan pengadilan sudah jadi. Demikian juga, tiga gedung museumnya sudah berwujud: museum Tionghoa, museum Melayu, dan museum ikan. Sangat mengesankan. Baru kali inilah saya melihat ada kota baru yang dibuat di Indonesia dengan karakter yang kuat. Saya sudah sering melihat kota baru seperti ini di Tiongkok atau Malaysia, tapi baru di Bagan Siapi-api ini saya menemukannya dilakukan di Indonesia.

Di Jawa, tentu sudah banyak kota baru yang berkarakter. Tapi semuanya dibangun swasta. Seperti Citraland di Surabaya, BSD di Jakarta, Karawaci di Tangerang dan seterusnya. Tapi yang di Bagan Siapi-api ini yang membangun adalah pemerintah. Pemerintah daerah. Kabupaten kecil pula.

Karena saya tiba di Bagan Siapi-api sudah pukul 19.00, maka saya langsung tahu kelemahan terbesar kota baru ini: gelap gulita!

Malam itu juga, setelah sembahyang Isya yang agak telat di masjid baru yang cantik, kami membuka peta kabupaten Rokan Hilir yang beribukota di Bagan Siapi-api ini. Sambil duduk di karpet masjid yang masih harum itu wakil bupati H. Suyatno dan pimpinan wilayah PLN Riau Joko Abunaman menjelaskan pilihan-pilihan langkah yang harus diambil untuk mengatasi kegelapan itu.

Kabupaten ini punya ambisi besar untuk tidak kalah dengan kota-kota kecil di depan sana. Maksudnya kota-kota kecil di Malaysia yang jaraknya hanya 1,5 jam naik speedboat dari Bagan Siapi-api. Kota pantai Port Dickson di Malaysia, misalnya, adalah tetangga terdekat Bagan Siapi-api.

Di samping membangun kota baru bupati Maanan juga sedang membangun dua jembatan besar. Panjang totalnya hampir 1,5 km! Rasanya seperti mustahil sebuah kabupaten yang namanya jarang disebut di level nasional bisa mempunyai ide dan mampu membangun jembatan sebesar ini. Arsitekturnya sangat modern pula. Malam itu juga saya minta diantar untuk melihat proyek jembatan itu. Jam 4 subuh saya sudah harus meninggalkan Bagan Siapi-api.

Jembatan ini ternyata sudah setengah jadi. Lagi dikebut. Akhir tahun depan sudah harus berfungsi. Inilah jembatan kembar yang menghubungkan kota baru dengan wilayah terisolasi yang dikenal sebagai wilayah suku Kubu yang dulu disebut suku terasing itu. Jembatan ini untuk meloncati muara sungai Rokan yang lebar. Dibuat kembar karena di tengah-tengah sungai itu ada pulau seluas 3.000 ha. Pulau inilah yang dirancang untuk dijadikan tempat rekreasi. Termasuk lapangan golf. Pemain golf dari Singapura dan Malaysia akan dirangsang datang ke sini.

Begitu jembatan selesai, bupati tua tapi sangat gesit ini akan langsung membangun lapangan terbang. Lokasinya di kecamatan Kubu, kira-kira 3 km dari ujung jembatan. Tanahnya sudah disiapkan dan ijin-ijin ke pusat sudah diurus. Tanpa bandara, tidak akan ada orang yang mau datang ke Ba Yen, sebutan Bagan Siapi-api dalam bahasa Mandarin. Mana ada orang yang mau jalan darat selama 7 jam dari Pekanbaru ke kota ini.

Ada tujuan lain dibangunnya jembatan itu. Membuka isolasi kecamatan Kubu yang menjadi konsentrasi penduduk termiskin di propinsi Riau yang kaya-raya. Bupati Maanan ingin ada jalan raya dari Bagan Siapi-api sampai ke wilayah Sumatra Utara.

Melihat semangat bupati yang begitu menggebu-gebu dalam membangun negeri saya pun malu. Listrik harus segera baik di sini. Saya berjanji akan ke sini lagi untuk meresmikan gardu induk pertama di kota yang klentengnya saja lebih dari 25 buah. Rencana menambah mesin diesel di situ saya batalkan. Rencana membangun pembangkit listrik gas batubara juga saya urungkan. Semua itu tidak akan menyelesaikan masalah. Harus ada gardu induk di sini, seminimal apa pun! (*)

Diskusi

30 thoughts on “Selamat Datang GIMIN, Banyak Daerah Menantimu

  1. Semangat pak, selain daerah perbatasan, Indonesia Timurnya juga jangan dilupakan..
    Salut selalu buat Bapak..🙂

    Kalo bisa Bali dan daerah2 wisata lainnya dijadikan daerah percontohan perkembangan energi terbarukan.

    Krisis listrik bisa diatasi PLN juga bisa sekalian pamer ke bule2 yang dateng ke Indonesia.. 🙂

    Posted by Indone5ia | 5 Oktober 2011, 4:12 pm
  2. Terima kasih saya ucapkan pada Pak Dahlan yang telah mau berjalan kesana kemari, pertama demi PLN, kedua demi rakyat Indonesia yang mendambakan rumah dan kotanya terang benderang, ketiga demi rakyat Indonesia yang tidak sempat jalan jalan keliling Indonesia, krn dgn catatan nya ini, kami jadi tahu seluk beluk dan permasalahan yang ada..walaupun baru tahap tahu dan belum bisa membantu memecahkan masalah. Paling tidak kami bisa berdoa kepada Allah, semoga usaha pak Dahlan dan tim timnya di PLN bisa berhasil memecahkan masalah itu, tentu dengan dibantu Allah yang Maha Perkasa. Tetap semangat ya Pak…semoga Allah memberikan kesehatan badan dan pikiran dan panjang umur yang bermanfaat buat Bapak.

    Posted by Ajenar Bk | 7 Oktober 2011, 2:06 am
  3. seandainya separuh bupati di indonesia seperti bupati Rokan Hilir…

    Posted by lukman | 7 Oktober 2011, 1:29 pm
  4. Tu kan indonesia msh punya bnyk anak bangsa yg bnr2 niat tulus ikhlas mbangun negeri ini
    Horeeeeeeee Boloé pak dahlan tambah neh ^_^

    Posted by Fia | 7 Oktober 2011, 10:20 pm
  5. mengesankan membaca semangat kota kecil diIndonesia yg mempuyai keinginaan untuk maju.dukung terus pak untuk listrikmya,tampa listrik perkembanggan tidak akan maju

    Posted by Bauy | 8 Oktober 2011, 12:04 am
  6. Indonesia bisa maju,sejajar dengan negara tetangga asal kita punya komitmen yang kuat hanya untuk kemajuan rakyat.Pejabatnya jangan pernah berpikir untuk kepentingan diri sendiri,golongan atau kelompok.Yakinlah,kita bisa lebih baik dari keadaan saat ini.Membaca tulisan Pak Dahlan, saya jadi bertanya tanya kemana gerangan hasil yang ditinggalkan oleh petinggi PLN terdahulu.Kenapa semua menjadi sangat terlambat untuk dilakukan.Seandainya upaya ini dilakukan dari dulu tentunya kemajuan yang dicapai oleh masyarakat daerah tersebut bisa dirasakan dari dulu.

    Posted by antok | 9 Oktober 2011, 2:15 pm
  7. Pak Isekan, lombok belakangan ini makin rajin mati lampuu,gimana nih?tq

    Posted by iqbal | 10 Oktober 2011, 8:31 am
  8. Pak PLN, itu Indonesia 2, jadi kalau Target Bpk tercapai, Indonesia Pasti jadi negara maju……Insya Allah, selamat Jalan Pak, saya yakin BUMN akan semakin baik ditangan bapak

    Posted by fajar | 17 Oktober 2011, 3:36 pm
  9. Sebenarnya pembangunan itu mudah disegerakan untuk tujuan kesejahteraan rakyat…, ber-tahun2 yg mempersulit pemabangunan hanyalah segerombolan oknum2 pejabat2 berjiwa kriminal yg tidak punya integritas dan dedikasi untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia…
    Luar biasa pak Bupati Dumai dkk juga pak Dahlan dan timnya

    Posted by embun | 18 Oktober 2011, 8:17 pm
  10. Pak Joko R Abumanan dulu pernah menjabat Manager Area di APJ Bojonegoro, selama kepemimpinan beliau saya banyak belajar hal-hal baru dan inovatif terutama bidang TI yang Beliau rintis, hingga diadopsi oleh seluruh Distribusi Jawa Timur. Saat ini menjadi GM Riau dengan perencanaan-perencanaan dan inovasi yang saya yakin akan memperbaiki elektrifikasi disana..
    Pak Dahlan beruntung mendapat dukungan-dukungan dari orang-orang yang inovatif dan kreatif..

    Selamat atas DIpilihnya Pak Dahlan MEnjadi Menteri BUMN, dan untuk Pak Joko Abumanan Selamat Bekerja dan Semoga Sukses atas Program-program yang dicanangkanya-nya ..
    Amien.

    Posted by Ruri | 19 Oktober 2011, 7:29 am
  11. Bang, selamat telah terpilih jadi men BUMN. komentarku hanya abang satu satunya pilihan SBY yang cocok untuk reshufle kali ini..

    selanjutnya…Indonesia akan maju kalau dipimpin orang gila…apakah abang termasuk “orang gila”..kalau iya sebaiknya abang yang pimpin Indonesia selanjutnya

    Posted by hendi siswoyo | 19 Oktober 2011, 3:45 pm
  12. Pak Dahlan yang terhormat…nitip daerah perbatasan tempat istri saya berasal…daerah Krayan, kec. Long Bawan Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia…sudah ada PLTA disana yang dibuat swadaya oleh masyarakat kalo tidak salah mohon diupgrade sejalan dengan upgradenya bapak menjadi menteri BUMN sekarang…terima kasih…God Bless U

    Posted by Dandy Brassinga | 20 Oktober 2011, 12:37 pm
  13. membaca tulisan bp, serasa ada harapan baru bagi kami rakyat yag ada di pedesaan. terus maju pak. semoga bp diberi umur panjang dan diberi kesehatan agar bp bisa terus berjuang memajukan bangsa dan negara kita. amiien.

    Posted by dening herdianingsih | 21 Oktober 2011, 9:44 am
  14. Andaikan Pejabat2 pemerintah pusat maupun daerah seperti Pak Dahlan, saya yakin Indonesia akan semakin cepat menjadi Macan Asia di berbagai bidang. Terima kasih Pak Dahlan atas “pembelajaran” terhadap crew2 PLN baik dari posisi petugas kebersihan sampai jajaran Top Management PLN. Semoga Beliau2 bisa mengikuti semangat dan profesionalisme Bapak. Tidak malah sebaliknya, setelah ditinggal Bapak “pergi” jadi carut marut kembali. Selamat “berjuang” Pak Dahlan dalam pembenahan BUMN2 di Negeri ini. Tolong bikin BUMN2, semakin bersih dan bermartabat, demi kemakmuran rakyat, BUKAN KEMAKMURAN PEJABAT. Hanya do’a kepada Allah Swt yg bisa saya panjatkan buat kesehatan dan kesuksesan Pak Dahlan. Dan saya yakin, berjuta2 rakyat pun berdoa demikian. Semoga ini bisa sebagai “energi” yg bisa membuat Bapak lebih kuat untuk membangun negeri ini dan memakmurkan rakyat . Amin YRA.

    Posted by Retno Priyonggo | 22 Oktober 2011, 6:27 pm
  15. perlu orang2 seperti P Dahlan dan Bupati Rokan Hilir bekerja tanpa pamrih

    Posted by awani | 25 Oktober 2011, 9:18 am
  16. SELAMAT BEKERJA PAK,SMOGA PANJANG UMUR.DAN UNTUK FOR PRESIDENT 2014 APAKAH BAPAK MAU MAJU,KM PASTI MNDUKUNGMU.ROMBAK DIRUT2 BUMN YG HANYA MENGERUK UANG RAKYAT

    Posted by SYACHRONY | 1 November 2011, 11:12 am
  17. Terharu dan bangga membaca tulisan2 pak Dis. Semoga masih banyak di negeri ini pribadi2 yang seperti bapak, terutama untuk pejabat2nya. Dan bagi pejabat yang bertindak tidak bermartabat semoga terinspirasi dan segera berubah dengan membaca tulisan bapa.
    Semoga bapak selalu sehat jasmani selalu dikaruniai pikiran yang lurus dan panjang umur sehingga akan memberi manfaat bagi rakyat banyak. amin.

    Posted by ida | 2 November 2011, 3:08 pm
    • Mungkin saran saya ini terlalu berlebihan, tapi Cak Dahlan Iskan saya sarankan tetap waspada dan berhati-hati di manapun berada, karena tidak menutup kemungkinan akibat prestasi kerja Anda akan banyak oknum yang iri dan dengki serta mengancam keselamatan Anda. Mudah2an Allah selalu melindungi panjenengan dari segala mara bahaya. Allahuma sehat panjang umur.

      Posted by M.A. Madjidi | 5 November 2011, 11:11 am
  18. di saat kita pesimis dengan kinerja dan mental pejabat2 kt,ada secercah harapan bahwa msh ada seseorang yang peduli terhadap bangsa ini…smg Allah melindungi dan memudahkan sgl urusan pak dahlan…smg beliau mjd RI 1…amin

    Posted by hadi nugroho | 21 November 2011, 9:19 pm
  19. Ya Allah, panjangkanlah umur dari pempimpin2 kami yang mengikuti petunjukMu. Lindungilah mereka, agar kami menjadi bangsa yang maju, bukan jalan ditempat apalagi mundur. Amin

    Posted by Mulyono | 8 Desember 2011, 1:17 pm
  20. sebenarnya saya sdh biasakan dalam keseharian saya untuk cuek dengan kehidupan berbangsa di negara Indonesia, tapi masih adanya putra bangsa seperti P. Dahlan pikiran saya terusik lagi, benarkah masih ada putra bangsa yg masih peduli, ternyata ada ! salut salut

    Posted by Hasyim Asari | 17 Desember 2011, 10:01 am
  21. Negeri ini tidak kekurangan orang yang cakap dan rendah hati macam pak Dahlan tapi sayang hanya sedikit diantara mereka yang dipilih untuk mengurus bangsa yang besar ini. Sisanya lebih banyak yang ingin memperkaya diri sendiri dengan berbagai macam cara tanpa memperdulikan nasib rakyat kebanyakan. Semoga pak Dahlan diberi kesehatan dan kekuatan dan kelak bila Allah mengijinkan dapat memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang maju, kuat dan berkarakter. Amin Ya Allah.

    Posted by Tiga Surya | 24 Desember 2011, 3:48 pm
  22. semoga sehat selalu pak….
    cita-cita bapak mash panjang….

    Posted by fahmi | 12 Februari 2012, 8:52 am
  23. Yup mulai sekarang , siapkan data base untuk mengumpulkan nama calon calon
    Pemimpin masa depan sekaliber Pak Dahlan Iskan. Kita pilih nanti saat Pemilu.Calon-calon itu
    bisa Calon Menteri, calon anggota DPR, Calon Gubernur, calon Bupati, Calon anggota DPR propinsi. juga DPR kota/kabupaten.Waspadai jangan calonkan tikus…..

    Posted by grandpa2 | 6 Maret 2012, 8:38 pm
  24. klo hanya jalan2 n liat2 serta solusinya hanya sebatas teori anak SD pun bisa pak,,bukankah dulu bapak Dirut PLN,,kok baru tau sekarang klo PLN pelayanannya kurang!! dulu ngapain aja???,,lihat lampung khususnya TUba dan mesuji baru sebagian kecil yg menikmati PLN,,itupun tiap hari mati,,buat langkah yg konkrit..jgn ngurusi jalan tol dan wc di terminal,,jgn cuma cari sensasi,,tapi kami butuh bukti !! Klo tidak mampu mundur!!

    Posted by putra aji | 2 Juni 2013, 8:52 am
  25. Menangis mungkin bukan solusi tapi terkadang dapat menjadi obat penenang.

    Posted by TIARA INDAH FATRIN | 10 Februari 2015, 10:52 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: