>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Kembali Berlebaran di Makkah

Kereta Rp 15 Triliun Setahun Hanya Jalan Tiga Hari

Catatan Dahlan Iskan yang Kembali Berlebaran di Makkah (4-Habis)

Salah satu yang ingin saya lihat di Makkah –di luar ritual umrah– adalah proyek kereta listriknya. Terutama tahap 1 jurusan Makkah–Arafah yang sedang dibangun dengan rugi yang sangat besar oleh Tiongkok itu.

Karena itu, setelah salat Asar, menunggu terik matahari musim panas mereda, saya ke Mina, Mudzdalifah, dan Padang Arafah. Di luar musim haji seperti sekarang ini, tempat-tempat itu tidak berpenghuni sama sekali. Hanya hamparan padang yang bergunung-gunung batu yang cadas. Tapi, ketika musim haji, jutaan jamaah bergerak serentak melakukan perjalanan suci ke lokasi-lokasi itu. Padat, merambat, dan bahkan macet total. Sering kemacetan itu begitu parahnya membuat sebagian jamaah tiba di luar jam yang disyaratkan. Dulu, ketika naik haji, saya memilih jalan kaki pulang pergi untuk rute yang sekali jalan sekitar 25 km itu (bukan 40 km seperti dalam seri pertama tulisan ini).

Problem itulah yang akan dipecahkan pemerintah Arab Saudi dengan pembangunan jaringan kereta cepatnya. Kalau kereta tersebut berfungsi penuh pada musim haji dua bulan lagi, kendaraan yang menuju Arafah bisa berkurang setidaknya 53.000 mobil. Tinggal bus-bus besar yang minimal berisi 25 orang yang diizinkan menuju Padang Arafah. Uji coba sudah dilakukan pada musim haji tahun lalu, namun baru 30 persen dari kapasitas sesungguhnya.

Sekarang pun, saat saya menyusuri rute kereta itu, belum benar-benar selesai. Saya mampir ke stasiun Mudzdalifah yang masih belum tertata. Saya lihat hanya dua pekerja yang memasang tegel di tangga. Halamannya juga masih belum dikerjakan. Saya tentu ngobrol dengan pekerja asal Tiongkok yang tidak punya agama itu mengenai suka-duka bekerja di sebuah negara yang sangat ketat dalam menerapkan ajaran agama. Mereka heran melihat saya bisa berbahasa Mandarin.

Uji coba kereta terus dilakukan tanpa menunggu semua fasilitas selesai. Kereta warna dominan hijau muda dan kuning muda tersebut terus datang dan pergi. Itulah stasiun pertengahan antara Mina dan Arafah. Setiap rangkaian berisi 12 gerbong. Setiap gerbong bisa memuat 250 orang (70 persen berdiri) sehingga satu rangkaian bisa mengangkut 3.000 orang.

Menggunakan listrik 1.500 vdc, 3.000 ampere, dan dengan lebar rel 1,435 meter, kereta itu berkecepatan 120 km/jam sehingga direncanakan setiap jam bisa mengangkut 73.000 orang.

Inilah investasi kereta sepanjang 18 km dengan biaya Rp 15 triliun yang hanya akan digunakan intensif tiga hari saja dalam setahun. Desainnya pun harus dibuat khusus yang harus cocok untuk keperluan haji.

Misalnya, bagaimana rel kereta itu saat harus melewati tempat lempar jumrah (setiap jamaah haji harus melempar batu ke satu tembok yang menyimbolkan setan). Karena tempat melempar jumrah itu kini berupa bangunan empat lantai, sebelum memasuki lokasi tersebut, relnya memecah jadi empat. Ada kereta yang berhenti di lantai 4, ada juga yang berhenti di lantai bawahnya. Lalu, setelah melewati lokasi jumrah, relnya menyatu kembali. Demikian juga ketika kereta sampai Padang Arafah yang luas itu. Di sini, relnya memecah jadi empat, juga dengan jurusan yang berbeda-beda, menyebar ke empat penjuru Padang Arafah.

Di stasiun Mudzdalifah itu pula saya untuk kali pertama tahu diberi nama apakah kereta tersebut. Monorelkah seperti yang selama ini disebut-sebut? Ternyata tidak disebut monorel karena saya lihat relnya memang ganda. Di display layar komputer di stasiun itu, jelaslah namanya: Makkah Metro. Ditulis dalam bahasa Arab bergantian dengan bahasa Inggris. Pengumuman yang dikumandangkan di dalamnya juga dalam dua bahasa itu, tapi sedikit unik: meski rel kereta ini di ketinggian 8 meter dari tanah, istilah yang digunakan adalah istilah kereta bawah tanah London yang disebut tube itu. Misalnya, kalau di kereta bawah tanah di Singapura atau Tiongkok menggunakan kalimat ’’mind your step’’, di sini menggunakan term tube London ’’mind your gap’’.

Tentu jamaah haji dari Indonesia jangan punya mimpi naik kereta itu pada musim haji mendatang. Kereta itu khusus untuk jamaah haji Arab Saudi dan yang datang dari negara-negara Arab di jazirah Arab anggota GCC, seperti ASEAN kita. Orang Arab dari Mesir, Libya, Maroko (Maghribi), dan lain-lain tidak boleh. Ini ada juga masuk akalnya. Mengapa?

Di satu pihak, tentu Arab Saudi ingin mengistimewakan tetangga-tetangga terdekatnya seperti Yaman, Oman, Emirat, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Di lain pihak, jamaah haji dari tetangga itulah yang banyak datang secara perorangan dengan jalan darat menggunakan mobil kecil. Sedangkan yang dari jauh biasanya berombongan yang terorganisasi, termasuk sudah disiapkan bus-bus besarnya. Tentu akan sulit mengatur karcis perorangan untuk rombongan seperti itu. Hehee… tidak jadi iri kan?

Bahkan, kereta itu tidak berkarcis sehingga tidak ada loket penjualan karcisnya. Kalaupun Anda ngotot ingin naik, waktu Anda akan habis untuk mencari tempat di mana karcis dijual. Sedangkan jamaah dari GCC, untuk naik kereta itu, cukup hanya dengan menunjukkan KTP mereka.

Tentu, jamaah non-GCC seperti dari Indonesia tidak boleh kehabisan rasa bersyukur. Dengan adanya kereta itu, kepadatan jalan jalur ke Padang Arafah toh sangat berkurang. Berarti, perjalanan suci Anda juga bertambah lancar.

Maka, anggap saja kereta itu boneka dari China: boleh dipandang tak boleh dipegang.

Diskusi

25 thoughts on “Kereta Rp 15 Triliun Setahun Hanya Jalan Tiga Hari

  1. ga jadi tersinggung, karna dijelaskan secara gamblang dan runtut, khas Dahlan Iskan

    Posted by iqbal | 7 September 2011, 1:55 pm
  2. kira kira BEP nya kapan ya…
    benefitnya pasti sdh dihitung arab saudi.

    Posted by heru ss | 9 September 2011, 4:08 pm
    • HITUNGNYA YO DIAKHERAT SONO, LHA SY 2006 KESONO JALAN KAKI MAKAH AROFAH SEPANJANG JALAN DISEDIAKAN MAKANAN PAKE KONTENER SEKALI LAGI SEPANJANG JALAN TUH, MASYA ALLOH SMOGA PAHALA MEREKA BERLIPAT GANDA, ADALAH KONGLOMERAT MUSLIM INDO YG SODAQOH KAYAK GITU DI SONO, YAH BORO2 NYUMBANG, MREKA MALAH GIMANA MENGKORUP BIAYA HAJI MASUK KANTONGNYA CAPE’ DEH, ORG INDO DIKENAL MASYARAKAT SONO SBAGAI MAYORITAS SEBAGI MASYARAKAT ISLAM YG MUNAFEQ, (al munafiqu : yakruju “ani to”ah) ORG YG TAK PATUH PD ATURAN, SAKENAKE UDELE DEWE, TAPI KALO DI ARAB SONO YA GAK BRANI SAKENAKE DEWE MESKIPUN OLEH ALLAH TETAP DINAMPAKAN, SMOGA BIAYA HAJI TIDAK DIKORUP LAGI

      Posted by Dayakindo | 27 Oktober 2011, 9:04 pm
  3. Rp 15triliyun utk 3hari sj = proyek akhirat No reken BEP hehehehehehe

    Posted by Fia | 13 September 2011, 10:45 pm
  4. sebetulnya peraturannya untuk sementara kereta tsb di khususkan untuk haji domistic
    artinya tdk hy org2 Arab saja, kita2 para TKI asal Indonesia diperbolehkan.
    Thn kemarin sy sdh mencoba kereta tsb

    Posted by Ahmad | 16 September 2011, 11:19 pm
  5. start quote:

    “…Saya tentu ngobrol dengan pekerja asal Tiongkok yang tidak punya agama itu mengenai suka-duka bekerja di sebuah negara yang sangat ketat dalam menerapkan ajaran agama. Mereka heran melihat saya bisa berbahasa Mandarin.

    end quote

    Apa benar Saudi membiarkan pekerja tanpa agama masuk tanah haram?

    Posted by Razi | 8 Oktober 2011, 1:06 pm
    • MAKSUDNYA MAYORITAS ORG CINO GAK BERAGAMA, CINO YG MUSLIM JUGA BANYAK LOH, SANGKA BAIK AJA YG DIKIRIM KSONO TUH YG MUSLIM. SKEDAR TAU AJA SGALA TETEK BENGEK SUVENIR YG DIBAWA PARA HAJI INDO HAMPIR 70% MADE IN CHINO SEPERTI TOPI HAJI TOSBIH DST, SKALI2 JADI TKI AJA YAH KALO GAK BISA HAJI. ORG INDO MAYORITAS MUSLIM TAPI GAK BISA KIRIM PERAWAT YG BANYAK, MALAH YG BANYAK DARI PHILIPHINA MANILA eh mas razi MANILA TUH KONON SBELUMNYA DARI KATA FI AMANILAH (didalam keamanan Allah) kemudian tinggal dikenal MANILA SEPERTI CORDOBA ESPANYOLA yg generasi mudanya tidak mengenal islam dgn baik trus PUNAH GITU LOH, mas razi KONON DI EROPA SONO SKARANG TEMPAT PENDIDKAN PENDETA/ SMACAM PESANTREN PADA BANYAK YG KOSONG, SKARANG YG JADI TUHAN TUH DUIT. KALO DI INDO YG NGETREN ISLAM MODEL NGEBOM, JIHAD BOM BUNUH DIRI, YA AMPUN, MEREKA SALAH MEMAHAMI AGAMA, kita bekerja cari nafkah buat anak istri,cari ilmu juga jihad lho. masa harus gitu. jgn kaget, sudah tertera dlm kitab suci/hadist; dunia ini makin kaya, unggul2an bangunan, bunuh2an sudah biasa, zina sudah biasa, agama makin hilang (maksudnya agama yg murni), makin individualis dst, YG KUALAMI DAN KULIAT GITU KALO YOU LIATNYA LAIN YA UP 2 U.

      Posted by Dayakindo | 27 Oktober 2011, 9:34 pm
      • setau saya yang ga boleh itu masuk ke Masjidil Haram. tapi kalau ke Mekkah masih diizinkan (QS. At-Taubah: 28).
        Bukankah di Zaman Nabi S.A.W juga banyak orang non-muslim yang datang ke Mekkah untuk berdagang, dan Nabi juga menjamin kehidupan dan hak mereka.
        Orang Indonesia memang banyak yang bodoh, mereka tidak memahami Al-Quran, tidak pernah memahami Hadist, makanya banyak yang terjerumus jadi teroris, padahal jadi teroris itu hukumnya haram. Haram hukumnya menyakiti atau membunuh kafir zimmi, kafir mu’ ahad maupun kafir musta’man. yang boleh diperangi hanya kafir harby. sayang ini ga pernah diajarkan di pesantren2 di indonesia.
        yang kedua Islam melarang keras bunuh diri, apapun alasannya.

        Posted by jack | 2 Januari 2012, 8:47 am
  6. semoga saya bisa naik kereta itu🙂

    Posted by riski | 17 Oktober 2011, 9:45 pm
  7. @ razi, tanah “haram” kan sebidang kecil di arab saudi yang segede gaban itu, yang berposisi di kota Makah, di seputaran ka’bah. Jadi diluar itu jelas2 leluasa, lha di Makah saja ada orang nasrani.

    Pak Dahlan, kira-kira kalo jadi mentri, bisa bikin bener-bener Indonesia jadi lebih baik dari malingsia ndak ya, paling ndak, jakarta bisa lebih baik dari kuala lumpur.

    Posted by afit | 18 Oktober 2011, 1:28 am
    • @ Afit, berdasarkan batas-batas yg diketahui umum, Muzdalifah termasuk bagian tanah haram. sementara arafah bukan. Baik sangka saja mungkin Pak DI ketemu pekerja non muslim diluar batas tanah haram itu.

      betul pak Afit saya mengerti sekali Saudi itu luas, alhamdulillah saya berdomisili di timur tengah kok.

      salam,
      Razi

      Posted by Razi | 26 Oktober 2011, 10:40 am
  8. kiyai haji dahlan iskan..kapan ceramah plus iktikaf di pedalaman urang lom (suku terpencil) babel?..

    Posted by farhan habib | 20 Oktober 2011, 4:09 pm
  9. Pesen keretanya di INKA saja…

    Posted by andy | 21 Oktober 2011, 9:04 pm
  10. Ternyata kalau niat bisa ya mengatasi kemacetan,,,terlepas dari investasi mahal,

    Posted by Ardo | 26 Oktober 2011, 10:27 am
  11. Operator KA haji utk tahun lalu dan tahun ini ternyata bekerja sama dan banyak ngambil orang2 dari KTM/Kereta Tanah Melayu(PTKAI-nya Malaysia). Koq ga dari PTKAI aja ya, hehehe…Pak Dahlan kan skrg udh jd Meneg BUMN, moga2 bisa bikin PTKAI tambah maju tanpa harus meninggalkan fungsi sosial KA utk rakyat kecil. Aamiiin.

    Posted by cahyohh | 26 Oktober 2011, 3:15 pm
  12. Apapun niat n rencananya perlu dikerjakan dengan biaya yg sesuai dengan kapasitas keperluan alat transaportasinya..
    semoga di negara qta bisa mmbangun sistem transportasi yg bisa bikin qta nyaman dan aman..
    Sukses buat Pa Dahlan Iskan… smoga bapak mampu istiqomah mnjalankn amanahnya…
    Bangsa Indonesia mmbutuhkn pemimpin yg seperti bapak…
    Smoga ALLOH meridhoi Indonesia dipimpin oleh Pemimpin yg Bijaksana n Sederhana mnuju Bangsa bermartabat..
    Amin..

    Posted by Dody Lazwardi | 26 Oktober 2011, 9:00 pm
    • Indonesia kira-kira bisa lebih baik dari sekarang atau tidak, walaupun tidak secanggih yang di arab saudi paling tidak penumpang merasa nyaman, saya pernah naik kereta eksekutif bayangan saya keretanya bagus, tempat dudunya bagus, ruangannya bagus kaya kereta cepat yang seperti di film2, ternyata……..jauh……..tidak seperti yang ku bayangkan, tak uabahnya kereta ekonomi cuma bedanya ada Ac yang dak dingin2 banget, semoga kedepan kereta api kita bagus-bagus dan cepat kaya di Jepang.

      Posted by Agus Supriyono | 23 November 2011, 1:32 pm
  13. alhamdulillah ketika saya naik haji nanti fasilitasnya akan jadi serba mudah n lancar🙂

    Posted by intenratna | 26 November 2011, 7:04 pm
  14. Alhamdulillah, semoga pelaksanaan ibadah haji selanjutnya semakin nyaman dan khusyu’…
    semoga selalu sehat pak DIS

    Posted by m_romi | 13 Desember 2011, 1:37 pm
  15. Boneka dari cina, suatu istilah yg bagi saya punya arti yg berbeda.

    Posted by pakdejack | 13 Desember 2011, 1:54 pm
  16. Pasti bisa kesana dan pingin nyoba itu kereta. Semoga saya bisa berhaji, Amiin. Thank’s infonya pak.

    Posted by lintanghati | 30 Desember 2011, 11:01 pm
  17. yang pasti kita ingin indonesia bisa menguasai teknologi dan membuat kereta api cepat, jangan meniru yang di arab hanya karena kaya minyak cuma bisa membeli dan memakai teknologi negara lain🙂

    Posted by arif | 31 Desember 2011, 2:10 am
  18. Pekerja proyek yg tidak beragama seperti bp sebut mungkin lebih berguna dari Ulama Mataduitan (panitia haji)

    Posted by Sylvia | 22 Januari 2012, 1:46 pm
  19. Lebih dulu mana? kereta api ada di Java atau Japan?
    java bro..

    tapi sekarang, bedanya bumi langit …..

    cape deh….

    Posted by muslim nusantara | 5 Februari 2012, 11:25 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: