>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Senin, 07 Desember 2009
Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Hati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat. Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara. Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada yang tiba-tiba mengatakan: kesimpulan BPK itu diperoleh dengan cara kerja yang kurang benar. Maka kita tidak akan kehilangan menteri keuangan yang pandainya bukan main itu. Pandai dalam ilmunya, pandai dalam menjelaskan pikirannya, dan pintar bersilat kata. Saya melihat kecepatan berpikirnya sama dengan kecepatan bicaranya. Kalau lagi melihat cara dia mengemukakan pikiran, seolah-olah otak dan bibirnya berada di tempat yang sama.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang tiba-tiba menemukan data bahwa BPK telah salah ketik. Maka, kita tidak akan kehilangan menteri yang mampu rapat dua hari dua malam nonstop untuk menyelamatkan keuangan negara. Rapat itu tidak boleh berhenti karena lengah sedikit berakibat pada kebangkrutan ekonomi nasional. Rapat itu tentu melelahkan karena angka-angkalah yang akan terus berseliweran. Angka-angka yang rumit: kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya. Angak-angka itu saling bertentangan, tapi menteri tidak boleh memilih salah satunya. Dia harus membuat keputusan yang harus memenangkan semua angka yang saling merugikan itu. Padahal, dia baru saja tiba dari Washington, AS, untuk berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Di Washington dia tahu bahayanya ekonomi dunia. Tapi, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang sama di belahan dunia yang berbeda. Dia harus menghadiri KTT G-20 di Washington saat itu (kebetulan saya ikut di rombongan situ) saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi Rp 12.000 per dolar AS. Dia harus tampil cool di forum dunia yang Singapura pun tidak boleh ikut di dalamnya itu sambil tegang bagaimana harus mengendalikan rupiah yang sudah membuat warga negara Indonesia panik semuanya.

Dialah menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang mengatakan bukan dia yang harus bertanggung jawab. Tapi, ada pihak lainlah yang harus mendapat hukuman. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang menteri yang di saat ibu kandungnya, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, sedang sakit keras menjelang ajalnya, dia tidak bisa menengok sekejap pun. Dia memilih mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan emosinya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Dia tidak bisa menjenguk ibu kandungnya yang jaraknya hanya 45 menit penerbangan di Semarang sana. Dia harus mencucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus: kesedihan karena ibundanya berada di detik-detik akhir hidupnya dan kesedihan melihat negara dalam bibir kehancuran ekonomi. Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetik pun. Rupiah lagi terus bergerak hancur dan detak jatung ibunya juga lagi terus melemah. Dan, Sri Mulyani memilih menunggui rupiah demi nyawa jutaan orang Indonesia.

Maka hati kecil saya masih berharap ada data di kemudian hari bahwa kebijaksanaan itu sendiri tidak salah. Sebab, sebuah kebijaksanaan bisa diperdebatkan salah benarnya. Saya masih berharap yang salah itu dalam pelaksanaan kebijaksanaannya. Yakni, saat mendistribusikan uangnya yang Rp 6,7 triliun itu. Dan saya sangat-sangat yakin dia tidak mendapatkan bagian serupiah pun.

Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah. Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru. Semua masih mengatakan, hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa dia bersalah dalam mengambil keputusan. Dan hukum harus ditegakkan. (*)

About these ads

Diskusi

372 pemikiran pada “Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

  1. saya tidak bisa membayangkan perekonomian Indonesia jika saat ini kehilangan figur Sri Mulyani…
    Kami percaya pada integritas Sri Mulyani….

    Posted by Boy Ambroska | 8 Desember 2009, 10:33 am
    • Saya juga kagum dan percaya pada integritas Sri Mulyani lho. Tapi, ketika trilyunan mengucur lalu Pak JK mengatakan perampokkan oleh pemilik Bank. Apakah seorang Menkeu tidak bisa melihat juga seperti sudut pandang yang dilakukan oleh JK. Semua pembelaan Menkeu benar-benar sebuah kebusukan yang sangat memprihatinkan karena pembanding yang begitu nyata. Keputusan yang dibuat oleh Menkeu menunjukkan integritasnya sebagai pakar telah hilang. Sungguh menyedihkan menghilangkan uang negara trilyunan rupiah dan kita masih harus mempercayai integritasnya. Kalau JK dalam waktu singkat menyimpulkan itu perampokkan, apakah seorang Sri Mulyani tidak mampu melihat dari sisi yang sama?. Pastilah ada tekanan yang seharusnya mampu diatasi oleh seorang Sri Mulyani. Sungguh, dari cara pandang saya, Sri Mulyani sudah kehilangan integritasnya. Dan ini benar-benar terasa menyakikan untuk saya yang mengaguminya….

      Posted by agorsiloku | 9 Desember 2009, 6:33 pm
      • Saya rasa apa yang ibu SMI tahu kebobrokan2 Bank Century, namun kondisi saat itu membuat langkah penyelamatan dibutuhkan untuk mencegah efek domino yang (sangat) mungkin terjadi apabila Bank Century ditutup. Kebijakan yang diambil adalah untuk kebaikan yang lebih besar. Apabila anda cermati kondisi satu tahun lalu, saya yakin anda akan sependapat dengan saya.

        Tentu saja, transparansi tentang dana bailout yang sudah dikucurkan harus ada. Dan apabila ada penyelewengan, saya percaya ibu SMI tidak ada hubungannya dengan itu. Pihak2 lainnya yang menyelewengkan dana tsb lah yang harus diusut.

        Apabila dipikir2, dengan kapasitasnya, ibu SMI bisa saja memilih bekerja di LN yang jauh lebih besar memberikan pemasukan finansial. Untuk apa beliau jadi menteri apabila tidak memiliki niat murni untuk mengurusi negara ini?

        Posted by anazief | 10 Desember 2009, 1:27 pm
      • dana yg dikucurkan untuk bailout century belum menyentuh kas negara, dana yang digunakan adalah dana yg dikumpulkan berupa premi dan bank2 di indonesia, mengenai pendapat JK yg mengatakan bahwa ‘ini’ tak membawa pengaruh sistemik sy kira itu hanya instiusi beliau yg blm tentu mempunyai landasan apapun, pemahaman pengaruh sistemik itu keluar dr ahli2 ekonomi indonesia yg mempunyai latar belakang pengetahuan tentang itu, mungkin kesalahan Ibu Sri pd wkt itu beliau tidak mengkonsolidasikan dg JK dahulu, yg wkt itu memegang kekuasaan negara.

        Posted by Clear | 18 Januari 2010, 3:31 pm
      • Berarti JK lebih credible daripada Sri Mulyani?

        Posted by budhana | 30 Januari 2010, 7:09 pm
      • Kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja mas, ok katakanlah itu perampokan namun kalo hasilnya sama berdampak sistemik masa ga di selamatkan. lagian di selamatkan atau tidak diselamatkan negata juga megalami kerugian.

        Posted by agus | 31 Januari 2010, 12:33 am
      • Perampokan Bank itu dilakukan sebelum LPS menyuntikkan dananya. Bukan sebaliknya. Karena bank itu dirampok pemiliknyalah maka LPS perlu mengambil alih bank itu supaya nasabahnya tidak dirugikan dan pelaku ekonomi lain tidak ikut ikut panik. Uang yang dirampok Robert Tantular itu bukan milik pribadinya, tapi uang yang dititipkan nasabah bank itu dalam bentuk tabungan, deposito, uang kiriman. Yang diselamatkan lewat bail out yang 6.7 trilyun itu bukan si pemilik yang sudah merampok banknya, tapi nasabah bank tersebut yang sudah terlanjur percaya pada bank itu sebelumnya, menyimpan uang di bank tersebut. Dengan memenjarakan Robert Tantular dan menjadikan pemilik lain sebagai buronan, pemerintah bertekad untuk mengambil kembali uang yang sudah dirampok oleh Robert Tantular dan kawan kawan. Heran inisiator Pansus bank Century ( Mahfudz Siddik, dan Bambang Susatyo) justeru mengkritik pemerintah c.q Kejaksaan Agung atas usaha mengejar dana yang dilarikan dan disimpan di bank bank luar negeri. Inisiatior itu mengatakan supaya pemerintah seharusnya memusatkan pengejaran dana didalam negeri. Maksudnya dana yang ada dimana? di Bank Mutiara kah? Atau yang ada ditangan Misbakhun? Kok, inisiator Pansus Century, malah mencoba menyelamatkan Robert Tantular?

        Kalau lah ayat 9.Bab 1 Pasal 1 UU No 24 Tahun 2004 Tentang LPS itu tidak berbunyi : “Komite Koordinasi adalah komite yang beranggotakan Menteri Keuangan, LPP, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan yang memutuskan kebijakan penyelesaian dan penanganan suatu Bank Gagal yang ditengarai berdampak sistemik.”

        tapi berbunyi : “Komite Koordinasi adalah komite yang beranggotakan Departemen Keuangan, LPP, Bank Indonesia,……………” dapatlah Sri Mulyani mendelegasikan masalah Bank Century kepada bawahannya. Sayangnya tidak. Kalaulah jabatan “Menteri Keuangan” tidak ada dalam ayat 9 Bab 1 pasal 1 UU LPS itu tidak ada, tentu Sri Mulyani bisa berlepas tangan soal Bank Century itu. Seandainya Komite Koordinasi ini tidak harus memutuskan kebijakan penyelesaian……….berdampak sistemik. Tentu Banki Century bukan urusannya. Sayang UU LPS ini mengharuskan Sri Mulyani mengurusi. Tentu masih banyak seandainya yang bisa dibuat. Seandainya waktu itu tidak terjadi krisis global tentu Bank Century dibiarkan pemerintah bangkrut tanpa banyak pengaruhnya untuk ekonomi Indonesia.

        Undang undang ini ditanda tangani bulan September 2004, hanya sebulan sebelum SBY dilantik jadi Presiden menggantikan Megawati. Apakah karena ada pergantian presiden, redaksi ayat 9 pasal 1 Bab 1 diubah dari Departemen Keuangan menjadi Menteri Keuangan? Banyak sekali hal yang misteri sekitar pembuatan undang undang LPS ini.

        Posted by Roy Indrasyah | 25 Desember 2012, 9:15 am
      • Saat ibu Sri Mulyani akan mengambil keputusan itu bapak JK sdh diberi tahu.sangat mudah saat itu untuk semua lepas tanggung jawab dan mengkambing hitamkan seorang MenKeu.politik itu kejam sodara2,dan untuk seseorang yg tidak berpolitik seperti ibu Sri Mulyani dunia menjadi sangat2 kejam:)

        Posted by Mimien | 6 September 2013, 8:20 pm
    • Terlepas dari benar atau tidak tindakan beliau yang jelas tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Memang semua kita mengakui Ibu satu ini seorang yang pintar dan percaya diri, sampai sampai ia pernah membandingkan Umar juoro ahli Ekonomi Cides dengan anaknya. Itu dikemukakannya dalam acara talk show di salah satu TV.Dan saat YBS belum jadi Menteri.

      Posted by grupnabilah | 11 Desember 2009, 4:52 pm
    • Commentary: What’s at stake from losing reform icon Mulyani
      Riyadi Suparno , The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 12/07/2009 11:20 AM | Headlines
      An alliance of mysterious forces is aligning its power to unseat Vice President Boediono and/or Finance Minister Sri Mulyani Indrawati. At the very least, they want Mulyani out. Their chances are 50-50.
      For them, Boediono is less of a threat. Mulyani, however, is ruthless toward corrupt officials and fraudulent businesspeople. For them, Boediono is hard to topple as he is an elected public official, but Mulyani is a lot easier target to unseat.
      Who are these forces who want Mulyani out? They include political parties in the opposition, as well as parties in the ruling coalition trying to increase their bargaining power, businesspeople whose interests are threatened by Mulyani’s position at the Finance Ministry, and even crooked bureaucrats and public officials close to crooked businesspeople who are uncomfortable with Mulyani.
      They have successfully built up public opinion that Mulyani and Boediono were wrong to bail out the trouble-ridden Bank Century (now Bank Mutiara), which cost the government (or the Deposit Insurance Corporation) Rp 6.76 trillion (US$716 million).
      For those in the banking sector who followed closely the development of the crisis last year, Mulyani and Boediono’s decision to bail out Bank Century was the right decision in a time of crisis to save the banking sector from collapse.
      It’s hard to imagine now how bad the situation was at that time. Just as an illustration, during October and November last year, liquidity was draining out of the domestic market and money was flying out of Indonesia in big numbers, while the rupiah was under heavy attack.
      During this period, foreign exchange reserves dropped by $10 billion to $50 billion. On top of that, the central bank had spent $18 billion to intervene in the market to arrest the rupiah’s free fall.
      Because of the dire situation, the central bank decided not to let any banks fold during the crisis, to prevent any panic. That was the basis of the central bank’s insistence that Bank Century had to be bailed out, to which Finance Minister Sri Mulyani reluctantly agreed.
      In fact, it wasn’t just Bank Century that needed help at that time. Even three state-owned banks also suffered liquidity crunches and needed the government’s bridging finance, totaling Rp 15 trillion.
      It’s true that Bank Century went bust because of various crimes committed by shareholders, bank managers and affiliated parties. There are also possibilities that some people might have illegally gained financial benefits after the bailout.
      But those are criminal acts that must be separated from the decision to bail out the bank. Instead of running after Boediono and Mulyani, who gained no financial benefits from their decision, politicians and law enforcers must run after those criminals who made off with a huge sum of money from Bank Century.
      Now that the Corruption Eradication Commission (KPK) has launched its investigation into the Bank Century scandal, we hope it will uncover the truth of the matter, all the crimes committed to defraud the bank and the crimes following the bailout decision.
      We also hope the political process at the House of Representatives will not be used to criminalize a decision-making process to save the economy, or to kick Mulyani out of her seat.
      What’s at stake if these politicians, with the helps of businesspeople unhappy with Mulyani and corrupt public officials, are successful in removing her from the post of finance minister?
      For many of us, Mulyani is a reform icon in the government. She successfully reformed the tax office and the customs office – two institutions previously considered among the country’s most corrupt.
      Her move to clean the customs and tax offices had apparently affected some influential businesspeople used to colluding with customs and tax officials to get big tax breaks, including import taxes.
      She cleaned the Finance Ministry from corrupt officials, although some eventually landed in more powerful positions. Now they are collaborating with the forces to remove Mulyani.
      She is the iron lady who does not bend, even when her boss Yudhoyono reportedly sought her favor to help then coordinating economic minister Aburizal Bakrie, whose family business took a battering on the stock market last year. Reports have it that Mulyani even threatened to resign, but Yudhoyono eventually stood behind her.
      Thus if these forces are successful in unseating Mulyani from the Finance Ministry, they would be joyous, but the rest of us would be on the losing side.
      Many of us who invest in the market, including foreign investors, would also lose out. Mulyani has helped the credibility of the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) in its duty to better protect the interests of public investors.
      For many foreign investors, Mulyani is an icon of clean bureaucracy, and therefore removing Mulyani would remove one important element of foreign confidence in the country.
      And it wouldn’t just be us: Yudhoyono, who won the election on his anticorruption pledge, would also lose out, by losing one of his most credible and capable ministers.
      Yudhoyono must also realize that some of those joining the fray to force Mulyani out of his Cabinet are using Mulyani just as a bridging target. Their eventual target is the President himself.
      Thus, even for Yudhoyono, the iron lady would be his best defense to face down those wanting to unseat him through an impeachment process. So better keep Mulyani, and start the fight clean.
      Comments (3) | Post comment
      A | A | A | | | | | | |
      Metal (not verified), jkt — Tue, 12/08/2009 – 9:29am
      Hi, I’m a foreigner who lives in Indonesia since 2001, so the economy and the politics do affect my existing too. Her Exellency Sri Muliani, in my opinion is one of the most respected person in the cabinet. I sincerely ask the media and politicians to thread carefully in this situation as the consequences could be far reaching for ordinary Indonesians. Look at the facts and measure them carefully. THIS FORMIDABLE FINANCE MINISTER IS THE MOST PRAGMATIC, TACTICAL, INTELLIGENT, DECISIVE, COURAGEOUS AND ANTI-CORUPT PERSON Indonesia has witnessed for a long time. Her track record speaks for itself, if one wants to ridicule her, he/she better look in the mirror and measure him/herself. She has and continues to crackdown on corupt officials, corporations, tax-evaders and also setting new standards of business practices in Indonesia. Of course powerful and influential people or cronies would like to get rid of her. She has my respect and deserve to be respected by all ordinary Indonesians. Elect her a few terms and see what happens to this country in 10-15 years. She is an example the new generation should follow
      John W (not verified), jakarta — Tue, 12/08/2009 – 7:56am
      Great article and a long time coming but why not name these mysterious forces. Its about time those with the best interests of indonesia and the indonesian people (especially journalists)confronted those who continue to rape this country head on. Splash their names and actions across the national newspapers and television networks they do not control before HONEST people like Boediono and Sri Mulyani and institutions like KPK are destroved.
      S Widjaja (not verified), Jakarta — Mon, 12/07/2009 – 8:19pm
      This is the only article I found to publicly tell the story based on facts. Most other reports in writing or in talk shows accused or at least implied there were corrupt motives both in the decision and in the execution of bailing out Century. None so far can give any evidences of corruptions on the part of the decision makers. Even more strange these baseless accusitions, which are so wide spread, are directed at Budiono and Sri Mulyani, who have very clean reputation. Why is this the case? Are these parties mentioned in the article behind the media or are the medias feeding the public stories to sell their papers and viewer shares?

      Posted by SINDRA | 11 Desember 2009, 7:30 pm
    • Bagi saya kalau dia pinter dia seharusnya tidak melakukan hal itu. Dia seharusnya tahu bagaimana orang-orang mempermainkan uang rakyat, bagaimana kasus BLBI bisa terjadi lagi dan dia pelakunya, dia seharusnya tahu apakah uang 6.7 T bisa mempengaruhi indonesia. Suatu asumsi yang bodoh bila hanya 6.7 mempengagruhi indonesia. Sebelum menjadi menteri saya pernah bertanya kepada dia dalam satu talkshow tentang modelling yang selalu salah. Dia bilang rupiah menguat tapi melemah.Bagi saya dia hanya terlalu over confident dan tak tahu dimanfaatkan oleh cina2 licik.

      Posted by ibnu | 13 Desember 2009, 4:20 pm
      • Sebenarnya yang bodoh itu siapa sih ya??? Yang jelas Sri Mulyani sudah dapat pengakuan di tingkat dunia lho…

        Posted by Koesdianto | 15 Desember 2009, 10:30 am
      • jangan sara loh..mencerminkan tingkat inteligensia rendah

        Posted by mus | 18 Desember 2009, 10:03 am
      • Masalah ini lebih memasuki ranah politik jadi menurut saya Sri Mulyani hanya diombang ambingkan karena dia tidak mempunyai perahu politik, pernyataan anda yang membuat kalimat yang menjurus sara, hanya menunjukkan kepicikan otak anda.

        Posted by Imran Lubis | 21 Desember 2009, 10:11 pm
      • dan mudah2an anda juga bukan kawan cina-cina licik itu ya…
        dan bagi saya setiap tindakan pasti ada berjuta pemikiran dan pertimbangan…
        mungkin anda lebih pintar dari Bu Sri,
        tapi sayangnya kapasitas anda belum diakui…
        atau kalau anda pintar, kenapa tidak lakukan sesuatu
        sehingga saya yang bodoh ini bisa bekerja dan cari uang dengan tenang
        terus terang saya tidak mengidolai bu sri dan tidak mengerti apa itu bail out, dimana itu bank century, 6,7 trilyun itu berapa banyaknya
        karena dapat jualan sehari 200.000 saja saya sudah sangat bersyukur.
        tapi saya ga perlu menghujat siapa pun kan?
        karena pasti selalu ada motif dibalik setiap tindakan
        jadi mari kita duduk manis dan saksikan bagaimana akhirnya…

        Posted by kiul | 25 Desember 2009, 5:37 pm
      • Anda terlalu dangkal untuk mengatakan seorang bu Anik dimanfaatkan oleh Cina2 licik. bukankah di era bu Ani lah reformasi dilakukan. kasus Bank Century kan blm selesai, jadi tidak ada orang yg bisa menyimpulkan kalau dia itu bersalah atau tidak. orang sekaliber ibu Sri Mulyani pasti sudah mempertimbangkan kebijakan yang diambilnya masak2 sebelum penggelontoran bailout. saya percaya pada integritasnya, karena dia orang bersih dan antikorupsi. tidak ada alasan untuk men-judge dia telah menguntungkan pihak tertentu. wong ibundanya sakit keras aja, dia memilih untuk mencurahkan perhatiannya demi keberlangsungan ekonomi di negara ini.

        Posted by yudi | 26 Januari 2010, 4:05 am
      • terang saja negriku yang indah ini tidak maju2..
        Karena,, dipenuhi oleh SAMPAH-SAMPAH BUSUK SEPERTI DIRIMU INI yang hanya bisa bicara tanpa melakukan apa2 …

        Posted by bojan94 | 5 Mei 2010, 3:49 pm
        • Yap betul saya setuju dengan anda..
          Banyak orang yang hanya bisa bicara dan menghujat seperti para politisi dan pengamat, pengamat itu ya memang tugasnya mengamati tapi ngak pernah bisa berbuat seperti bu mulyani..
          Tuhan tahulah siapa yang benar.. tuhan juga tidak tidur.. Jika itu benar maka akan terungkap kebenaran..

          Posted by Gusto | 11 September 2013, 10:45 am
          • ya,jelas aja kita kan hanya bisa bicara tanpa bertindak karena level kita hanya masyarakat biasa bukan pengambil kebijakan ..

            Posted by kalbarudin | 8 Maret 2014, 11:13 am
      • dari pemikiran anda saya sdh tau anda ini bukanlah orang yang pintar apalagi sukses.orang yg berpikiran picik mencerminkan keterbelakangan dan kebodohan orang itu.semoga bisa berubah supaya tidak menjadi beban negara terus.

        Posted by denis | 9 Mei 2010, 4:29 pm
      • ini yang bodoh yang menulis, masalahnya itu masa krisis om?? jadi bisa berdampak sistemik…

        Posted by ruli | 10 Maret 2011, 6:13 pm
      • Memang mudah mengatakan orang lain bodoh dll, Tuhan maha adil selang waktu yg tidak lama kebijakan pemberian dana talangan Century ada persamaannya yaitu kasus negara Yunani kalau dilihat kapasitas ekonominya Yunani kecil dibandingkan keseluruhan Eropa, tetapi Inggris dan Jerman buru – buru melakukan injeksi dana talangan ke Yunani, sebelumnya diperkirakan membutuhkan dana US$ 150 juta dollar berdasarkan hitung-hitungan ahli ekonomi Eropa, ternyata biaya membengkak menjadi US$ 300 juta ternyata belum aman, minta bantuan Amerika mendapat suntikan total biaya menjadi US$ 900 juta. Inilah krisis keuangan sangat mudah menyebar dan apabila trush mulai turun keadaan menjadi semakin kacau.Krisi ekonomi 1998 tidak ditangani oleh ahlinya sehingga gejolak tidak dapat diredam sehingga merembet ke Bank – Bank besar akibatnya negara untuk memulihkan ekonomi mengalami kerugian 600 Triliun ( kasus BLBI) dan itu dari uang negara langsung, sedangkan dana talangan untuk meredam gejolak ekonomi dengan memberikan dana talangan ke Bank Century sebesar 6.7 Triliun dana dari premi yg dibayarkan perbangkan dalam lembaga LPS bukan uang negara secara langsung.Alangkah naifnya bangsa ini kalau ada anank bangsa yg mampu menyelamatkan bangsanya dengan biaya yg lebih murah tanpa mengganggu APBN malah dihujat dan dihina melebihi kolomgmerat yg merampok negara melalui Mafia Anggran, Mafia Tambang Kasus KPC,Lapindo, Freeport ( Bakri punya saham 10 % ini yg orang awam tidak paham),pengambilan Newmont Nusa tenggara. Jadi kalau menghakimi orang berdasarkan opini media dan para politisi DPR yang bejat ( buktinya anggota Pansus terlibat LC fiktif bank Century).

        Posted by adhirobertus | 4 Agustus 2011, 8:27 am
      • Sri Mulyani pintar, pintar menjajah bangsa sendiri! Dia diakui dunia, iya…karena jadi kaki tangannya!! Kalau memang pintar dan punya komitmen bikin rakyat negeri ini sejahtera, semestinya kebijakan2nya selama menjadi menteri, benar-benar memihak rakyat kebanyakan!!!

        Posted by heripras | 30 Januari 2012, 8:33 am
    • itulah bedanya pintar dengan cerdas.Sri Mulyani memang pintar tapi tidak cerdas.Dia pintar karena bertindak sesuai prosedur,dia hapal aturan. Tapi dia tidak cerdas karena menjerumuskan Indonesia jatuh di lubang yang sama sampe berkali-kali. Dia tidak ingat kasus BLBI jilid I dan II?belum lagi bank Bali. Pemilik2 bank yang bangrut itu memang dasarnya gak baik makanya bangrut. ibaratnya menolong anjing kejepit. Semakin besar dana talangan yg dikucurkan pemerintah semakin besar kemungkinan mereka ngacir ke luar negeri. Hidup poya2 di Singapura dengan uang ratusan triliyun selama 7 tururunan…

      Posted by Lukman | 11 Januari 2012, 12:49 pm
    • Before I read the “Hati Kecil Saya Untuk Sri Mulyani” I know that Madam Sri Mulyani is really something who could sacrify her beloved one for the country. I know with this comment is sounds nonesense, but could we do something like what she did to the country which was very excellent. And could all the publics and university students understanding the situation first, before doing or acting the stupid movement by hearing inaccurate statements or some negative issues. Luckily we have this genius lady to covered up the lost of the economy and now she has gone and has been sitting for the World Bank.
      Even she wont read what i said in here, so i am hoping she find and could accomplish her task in US and bringing the name of Indonesia more globally.

      Posted by P Effendy Lie | 15 April 2012, 10:08 pm
    • Sunguh anda bodoh, karna bilang orang kehilangan integritas, anda seperti tuhan saja yang tahu isi hati orang, dan andalah orang satu-satunya yang waras paling bodoh di muka bumi ini.

      Posted by dodi | 6 September 2013, 9:43 pm
  2. nggak rela gw kalo sampe menteri yang hebat ini di jatuhin ama barisan sakit hati…

    asli nggak rela

    Posted by fierman | 8 Desember 2009, 10:37 am
    • dan rela negara (alias rakyat) kehilangan 6,7 T. Apakah kami tidak boleh merasa sakit karenanya?.

      Posted by agorsiloku | 9 Desember 2009, 6:35 pm
      • ibu SMI hebat
        bisa jadi untuk kasus yang sekarang dia dalam tekanan atau lagi kepleset :)

        Posted by Admin | 12 Desember 2009, 3:43 pm
      • saya juga GAK RELA sekali kalo negara kehilangan duit 6,7 Triliun kalo dana itu untuk korupsi,tapi saya rela kalo duit itu dipake buat menyelamatkan sistem perbankan Indonesia yg notabene juga akan menyelamatkan perekonomian Indonesia :p

        Posted by Arif R | 18 Desember 2009, 5:37 am
      • bagaimana jika ga dilakukan bail-out dgn dana 6,7T, maka uang anda (baca: rakyat) aman….hanya utk sesaat, kemudian trnyata beneran terjadi market panic, rush dan akhirnya bahaya sistemik terjadi, maka uang rakyat akan hilang 67 T bahkan mungkin 670 T.

        Posted by sabarulet | 18 Desember 2009, 10:56 am
      • tunggu dulu, kan uang 6,7 T itu bukan dari APBN tetapi justru punya LPS, jadi pada dasarnya tdk merugikan rakyat.

        Posted by aries | 23 Desember 2009, 11:09 am
      • Menurut saya kalo nggak melakukan itu negara akan rugi jauh lebih besar. Kondisi saat itu dia harus memilih antara rugi 6,7 T atau 1.800 T seperti BLBI. Saya yakin dia nggak dapet 1 sen pun. Kalo mau duit dia sudah dapat waktu kerja di Amerika. Fia punya integritas yang tidak perlu diragukan terhadap negara ini.

        Posted by Anto | 25 Desember 2009, 8:22 pm
      • BElum tentu juga negara akan kehilangan segitu. Kan Century belum tutup masih bisa diperbaiki lalu dijual. Lagian kalau ditutup khan kasian nasabah yang nabung diatas 2 M. Coba kalau anda nabung diatas 2 M kemudian tiba-tiba uang tesebut hilang, apa nggak jadi stress.

        Posted by Kusbudiono | 14 Januari 2010, 10:35 am
      • 6,7 T ga hilang mas…. masih ada di bank century/sekarang jd bank mutiara.

        Posted by rimba | 30 Januari 2010, 6:25 pm
      • lebih rela klo perekonomian Indonesia runtuh dan rakyat menderita klo benar bank itu gagal dan berdampak sistemik??

        tahun itu rupiah bener2 jatuh dan pasar modal juga merasakan akibatnya loh..
        lihat sekarang keadaan ekonomi kita..
        investor asing menilai negara kita sehat dan perekonomian kita bagus..
        ada menkeu lain yang lebih sukses dari SMI?? saya rasa dia yang terbaik yang kita miliki sekarang ini..

        Posted by aloy | 26 April 2010, 9:05 am
      • Kok gak faham sih? Uang 6.7 T itu gak hilang tau.

        Posted by lies | 7 Mei 2010, 11:25 pm
      • 6,7T itu tidak menyentuh sama sekali APBN, melainkan saweran premi yang dibayar bank2 peserta penjaminan per semester..

        Posted by dika | 25 Desember 2012, 7:28 pm
    • Srimulyani pintar tapi gak cerdas, pintar karena tindakannya sesuai prosedur, gak cerdas karena gak belajar dari pengalaman. Dia gak ingat kasus BLBI jilid I dan II? belum lagi bank Bali. Menolong konglomerat pemilik bank itu sama saja dengan menolong anjing kejepit…

      Posted by Lukman | 11 Januari 2012, 12:53 pm
  3. Saya jg percaya kalau Ibu Ani adalah manusia yang mempunyai integritas, cerdas, dan jujur. semenjak bu Ani menjadi Menkeu, sudah banyak perubahan positif di sektor ekonomi dan keuangan negara kita. sayanganya masalah Century ini tidak lagi menjadi permasalahan ekonoi tapi mulai digiring ke arah politik.

    semoga Tuhan YME bisa memberi keadialan di saat kondisi Hukum di negara kita ini semakin tak menentu dan semoga Indonesia bisa bangkit kearah yg lebih baik lagi

    Posted by Pemuda Indonesia | 8 Desember 2009, 10:39 am
  4. Tampaknya Indonesia masih jauh dari keadilan.
    Turut berduka buat matinya keadilan di negeri Indonesia.

    Posted by jodie | 8 Desember 2009, 10:48 am
  5. Bismillah. saya mendukung Sri Mulyani. Mudah”an benar adanya episode sinetron ini dan ibu Sri Mulyani hanya menjadi seorang pemain figuran untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari pemain utama yang sedang liburan.

    Posted by Nuzul Fajri | 8 Desember 2009, 10:57 am
    • Setuju. Saya yakin Sri Mulyani hanya menjadi sebuah wayang golek yang dimainkan oleh seorang dalang yang memakai topeng. Kalaulah kita ada diposisi beliau, pasti bingung bagaimana melawan sang dalang yang berkuasa.

      Posted by Riza | 10 Desember 2009, 11:32 am
      • Jangan terlalu breprasangka buruk dulu. Lihat aja waktu rapat untuk memutuskan bail out kan jelas disitu semua boleh memberikan masukan. Lagian waktu itu memang ada tekanan yaitu krisis yang udah di depan mata.

        Posted by Kusbudiono | 14 Januari 2010, 10:39 am
  6. pasti susah banget kalo urusannya bawa2 menteri (ato wakil presiden, ato presiden heuheuheu)yg salah ngomong bakal dipenjara!!

    Posted by kilodash | 8 Desember 2009, 10:58 am
  7. saya juga yakin kalau bu sri m mempunyai integritas dan tentunya aman…..kalau mencermati berita….sepertinya bad news memang bener2 good news….tidak ada informasi yg sebanding…dan kalau sudah menjadi ranah politik…sepertinya “harus” ada yang disalahkan….harus ada yang menjadi “domba”….lagi….lagi…Bank Indonesia yang harus bersiap-siap menjadi “domba-domba”….mari kita tunggu bersama….

    Posted by farhan | 8 Desember 2009, 11:17 am
  8. untuk sebagian alumni kampus Nagara Dana Rakca pasti mati2an membela Ibu Sri, tapi mereka harus mengetahui esensi dari pembelaan itu, bukan hanya karena jabatan Ibu Sri sebagai Menkeu sekarang ini.

    Punten Pak, postingannya mau saya copas di blog saya.
    Saya lampirkan feeder ke postingan ini pastinya
    Mohon izinnya

    Posted by alyudha | 8 Desember 2009, 11:28 am
  9. Doa dan harapan saya semoga Tuhan menunjukkan kebenaran dan keadilan melalui cara yang bisa dilihat sejelas-jelasnya oleh semua orang. Karena bila hukum negeri ini yang melakukannya, saya masih sangsi, ragu, kualitas aparat penegak hukum yang ada saat ini apakah mampu menjalankan fungsi dan menegakkan hukum setegak-tegaknya dan seadil-adilnya tanpa intervensi dan bebas dari kepentingan lain..

    She is one of best Indonesian woman and I proud of her!

    Posted by hlasmana | 8 Desember 2009, 11:31 am
  10. Kinerja Bu Sri memang yahudd, saya bangga dengan beliau.
    Temen saya yang kerja sebagai patroli bea cukai kepri.
    pernah cerita sebagai seorang menteri Bu Sri rela ikut kapal patroli Bea Cukai di wilayah kepri untuk cek langsung ke lapangan kinerja anak buahnya , dia bilang sampai 2x Bu Sri ikut patroli.

    kasus kali ini tampaknya semakin hari semakin ramai aja
    sampai bosen liat berita isinya century terus..
    Bu Sri kok belum bersuara ya.
    kita liat aja ntar kerja Hak Angket gimana.
    Semoga Bu Sri bisa menjelaskan kepada rakyat tentang kebijakannya saat itu.

    Kalo memang itu salah semoga bu Sri bisa bangkit lagi dan terus mengabdi demi bangsa Indonesia.

    Posted by toko buku taro | 8 Desember 2009, 11:33 am
  11. Apakah perlu dibentuk tim independent baru untuk mengungkap kasus ini? Kalau temuan BPK sudah valid, yaa ditindak lanjuti saja…hukum harus ditegakkan

    Posted by small garden designs | 8 Desember 2009, 11:33 am
  12. Semua orang berkedudukan sama dalam hukum…

    Posted by Ari | 8 Desember 2009, 11:34 am
  13. komen ini adalah harapan saya.. semoga kebenaran terungkap..

    Posted by Erikson | 8 Desember 2009, 11:39 am
  14. Meskipun dalam banyak hal saya sering sependapat dengan dahlan Iskan, terutama karena ketajaman pengamatan beliau dalam berbagai hal, tapi dalam hal ini saya berada pada kubu yang berbeda. Pada saat Bu Sri Mulyani masih menjabat kepala Bappenas dan mengeluarkan kebijakan BLT 300 ribuan saja saya sudah menengarai ada ketidak beresan -atau paling tidak kesembronoan- dalam pengambilan keputusan itu.

    apalagi dengan kondisi data base sosial kemasyarakatan yang carut marut belum lagi ditambah dengan perilaku aparat yang doyan ngenthit, kebijakan BLT hanya akan menambah “catatan dosa” pemerintah kita.

    wee…….lhadalah, lha kok malah bu Sri diangkat jadi Menkeu, langsung beliau menggebrak (baca:membeli kesetiaaan anak buah) dengan cara memberi remunerasi gila-gilaan pada pegawai DEPKEU, sebagai seorang ekonom, seharusnya beliau sadar betul bahwa langkah yang diambil akan membebani APBN, belum lagi efek domino yang ditimbulkan. PNS pada Departemen yang lain, TNI/POLRI segera mempertanyakan apa hebatnya pegawai depkeu? Kalo dibilang untuk profesionalisme tentu saja nonsense, apa tolok ukurnya? yang lain juga profesional kok

    catatan Pak dahlan juga menceritakan bahwa seakan-akan beliau adalah seorang dewi yang single handed menyelamatkan bangsa ini. Pak Dahlan yang terhormat, permasalahan bangsa ini bukan cuma ekonomi, selain itu Bu Sri Mulyani juga dibantu dengan tim ahli ekonomi yang mem-back up tugas beliau, kalau bapak ada dalam rombongan yang sama tentu bapak tahu dong….

    Kemudian yang terakhir Pak Dahlan, tolong jangan membiaskan masalah, prestasi dan dosa adalah 2 masalah yang berbeda, seorang Sri Mulyani memang punya prestasi yang luar biasa, namun beliau juga punya dosa, kasus BLT dan century misalnya

    Posted by andika | 8 Desember 2009, 11:44 am
    • bener, program remunerasi itu memberikan efek gila2an, yaitu efek bahwa duit yang didapat hanya dari kerja saja, single salary, bukan dari honor rapat, anggota tim, proyek sana sini dll.
      bisa diitung kok, gaji dari remunerasi dengan yang bukan masih gedean yang bukan.
      ikutan rakornas pan ga kemarin mas di hotel sahid?

      Posted by lordsanjay | 8 Desember 2009, 1:32 pm
    • Nah kan, itu mengakui, bukan berarti karena melakukan satu kesalahan yang menurut saya manusiawi (orang kerja ya mungkin aja ambil keputusan yang salah) kemudian kita melupakan segudang prestasinya. Ini bukan membiaskan bung, tapi mengimbangkan. It’s fair

      Posted by kani | 8 Desember 2009, 1:55 pm
      • Seseorang akan efektif dalam kepemimpinannya saat seluruh integritasnya dipercaya. Dan integritas dari orang-orang dari yg dipimpinnya turut mempengaruhi hasil kerjanya. Setelah keputusan, perintah dan sebagainya, maka masih ada DOA, semoga semua berjalan seperti seharusnya. Apakah doa yg sama ada pada seluruh pribadi yg dipimpinnya?

        Posted by ikan | 11 Desember 2009, 3:11 pm
    • maaf mas…kalau tidak ada remunerasi semacam itu…Pajak dan Bea Cukai yang dihimpun ga bakal sebesar sekarang ini…remunerasi iya..tetapi itu dibarengi dengan disiplin dan aturan yang ketat…
      kalau ga ada remunerasi di Depkeu..ga bakal ada itu Debt Ratio per GDP akan turun sedrastis itu…
      masalahnya Depkeu butuh orang-orang terbaik..dan itu perlu duit…

      Posted by Putu Eka Sudiartha | 8 Desember 2009, 3:53 pm
    • Saya kurang setuju dengan Bapak Andika.
      Untuk PNS dengan kualitas seperti Ibu Sri Mulyani harga yang dibayar bangsa ini bisa terlalu mahal melebihi harga dari kasus Bank Century. Coba bayangkan seberapa besar kontribusi dari Beliau untuk menyelamatkan bangsa sendiri dari lubang keterpurukan yang besar.

      Untuk renumerasi itu suatu hal yang bisa dikategorikan WAJAR. Kenapa saya berpendapat WAJAR? hal ini karena departemen yang dipimpin Ibu Sri Mulyani adalah departemen yang menghasilkan pemasukan pendapatan negara. Dimana pendapatan yang telah diperoleh dari departemen ini justru dibagi-bagikan ke departemen lainya untuk dana oprasionalnya dalam APBN.

      Sebelum Bapak Andika menge-”cap” dosa Ibu Sri Mulyani, Coba bandingkan terlebih dahulu dengan tokoh2 lokal yang melakukan korupsi besar2an dan dananya entah kemana tidak kembali padahal dana itu adalah dana hutang dari luar negeri, bandingkan dengan tokoh yang punya andil hilangnya sebagain wilayah dari wilayah NKRI, atau dengan tokoh yang seenaknya meperjualbelikan perusahaan BUMN ke asing. Bapak Andikan seharusnya lebih cerdas untuk menghargai seseorang yang mencoba membangkitan bangsa ini secara nyata dari keterpurukan dan lebih memandirikan bangsa ini.

      Sekarang, Bapak Andika bisa menghitung seberapa banyak mental seorang PNS seperti Ibu Sri Mulyani??? Thanks

      ps: [Tambahan] Kisah tentang ibu Sri Mulyani (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2896067)

      - TERIMA KASIH DAN MAJULAH TERUS IBU SRI MULYANI -

      Posted by Nunug | 8 Desember 2009, 9:20 pm
      • hmm…sudah saya kira, pasti jawabannya kaya gini semua. Berani taruhan yang posting pasti pegawai Depkeu semua, notabene PNS semua yang secara finansial aman.
        I’ll tell you one thing guys, you’re all are being bought and blinded.
        jadi karena Ibu Sri Mulyani telah memberikan remunerasi kepada sebagian kecil warga Indonesia yang terdaftar di Departemen Keuangan beliau boleh mendapatkan pengecualian di mata hukum gitu?
        Pantesan Pak Harto nggak masuk penjara, cara mikirnya gitu sih…
        Sekalian aja beddu amang sama miranda goeltom kalian bela,bagi pegawai Bulog dan BI mereka superhero lho…and they’ve also done something for this beloved country..

        Posted by andika | 9 Desember 2009, 12:01 pm
      • Untuk menilai sesuatu rasanya kita harus melihat darimana penilaian itu.Kalau yg ngomong seorang PNS Depkeu , tentu pantas. Tapi gimana kalau yang menilai itu seorang prajurit TNI, Nun jauh disana di perbatasan Indonesia Singapura tepatnya di Pulau Nipah. Minum aja mengharapkan Air hujan, gaji tak seberapa. Tanggung jawab jangan ditanya. Silap sedikit Pulau tu habis disikat negara lain. Pasir dicuri ikan dirampok. Jadi kalau alasannya SM telah menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan saya rasa berlebihan………

        Posted by grupnabilah | 11 Desember 2009, 10:04 pm
    • hati-hati bung kalo ngomong itu dosa, ini dosa. Anda anggap BLT itu dosa ? dosa bagi Anda, karunia bagi penerima BLT. jadi ingat Ibu salah satu ketua partai menentang keras kebijakan BLT :) yg akhirnya melunak dan malah ikut pengawasan pembagian BLT.

      memang benar banyak staf ahli ekonomi, tp itu juga sangat tergantung siapa yg meracik dan membuat keputusan. Ibarat warung gado2, semua bahan dan bumbu sama, tp tentunya ada yg terkenal dan enak bukan ? jadi tergantung siapa yang nguleg-nya.

      Posted by Raka | 9 Desember 2009, 2:38 pm
      • ada pepatah orang tua kita dahulu ” lebih baik kasih pancing daripada kasih ikan” artinya lebih baik uang itu untuk dipakai membuka lapangan pekerjaan daripada habis untuk dipakai konsumsi dsb. Jadi sebenarnya BLT itu untuk menyenagkan sesaat, selanjutnya mereka akan menunggu kapan BLT dibagikan lagi.

        Posted by grupnabilah | 13 Desember 2009, 9:58 am
      • untuk paham bahwa BLT bukan “sekedar ikan”, kita harus tahu ekonomi makro dan rumusan2 terkait investasi, konsumsi dan variabel2 pertumbuhan ekonomi lainnya. Scr garis besar, dengan BLT, maka konsumsi akan meningkat dan efeknya, melalui rumusan2 tadi, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Demikian, mohon dikoreksi kalau salah, atau ditambahkan biar lbh paham sodara2 kita yg anggap BLT itu cuma sekedar ikan dan bukan pancing.

        Posted by sabarulet | 18 Desember 2009, 11:06 am
    • semuanya sok pintar, sok suci. cepat memuja juga cepat menghujat. ttp kalau sudah diatas, sama saja…. lupa daratan.
      Kenapa tdk fokus u menelusuri uang 6,7 t siapa yg pake, malah hanya mundar mandir ke masalah sistemik dan tidak sistemik.

      Posted by joko | 24 Desember 2009, 9:49 am
  15. Tulisan yang jujur menyentuh nurani saya, namun dalam kasus ini saya ingin bersikap senetral mungkin tanpa ingin membela pihak manapun. Kepada Om Dahlan dan Kawan2 sekalian, saya Fajar Dewantara, biasa dipanggil dewakarba saat ini sedang mencoba menulis tesis yang berkaitan dengan kasus Bank Century, tesis yang ingin saya wujudkan demi eksistensi keadilan dinegara hukum tercinta ini, dan demi sehatnya perbankan, demi mewujudkan cita2 kesejahtraan berbangsa dan bernegara.
    Dengan hormat yang tulus, bagi teman2 yang punya pendapat teoritik maupun bahan/data real yang bisa menjadi masukan bagi tesis saya dimohon sharing-nya.
    Sharing bs dilakukan dengan berbagai media, bahkan bertemu langsung jika memungkinkan akan saya lakukan.
    demikian tulisan saya.

    salam kenal salam hormat,
    dewakarba, jogja
    0817161543

    Posted by Fajar Dewantara | 8 Desember 2009, 1:11 pm
  16. saya dukung ibu sri mulyani

    Posted by gozen | 8 Desember 2009, 1:56 pm
  17. Saya percaya dengan kinerja Ibu Sri Mulyani…

    Posted by Rizki | 8 Desember 2009, 3:01 pm
  18. THE RIGHT LADY ON THE WRONG PALACE

    Posted by faatih | 8 Desember 2009, 3:02 pm
  19. Permisi semuanya…
    ok lah kita mungkin percaya bahwa bu Ani dan pak Boediono TIDAK merasakan (tidak ikut menikmati)sepeser pun uang “haram” itu.
    tapi sepertinya, jabatanlah yang bikin mereka jadi harus berurusan dengan hukum…(sulit rasanya mengelakkan mereka dari ranah hukum.

    ambil contoh:
    Syaril sabirin, beliau di pengadilan tidak pernah terbukti menikmati uang haram dari BI, tapi toh tetep dipenjara…karena katanya ada kebijakan yang salah disitu…pun demikian dengan pak Burhanudin Abdullah yang setau saya juga (malah) gara2 menjalankan peraturan BI sendiri dia justru dipenjara…(sekali lagi perlu diingat pak bur juga ga ikut menikmati sepeser uang pun), apalagi ini….pak boed dan bu Ani unsurnya bisa dikatakan memenuhi untuk disangka melakukan perbuatan against the law…

    Sekali lagi saya (dari dalam hati ini) masih berharap masalah ini hanya masalah kriminal murni yang pelakunya adalah (pasti) bukan bu Ani atau pak Boed…tapi saya juga menyesal harus mengatakan bahwa…”akibat kekurangbijakannya, kebijakan yang mereka buat harus membuat mereka lengser” (gapapa pak boed, bu Ani, kampus masih menerima anda dengan sangat terbuka).

    untuk bangsa Indonesia…tenang, jika pun Bu Ani/Pak Boed lengser, (ternyata) kita masih punya kok stok orang2 mumpuni di bidang ini…Di acara kick andy kemarin ditampilkan orang2 pinter Indonesia yang saya yakin kalibernya ga kalah (atau malah lebih hebat) dari bu Ani dan pak Boed, yang juga berjaya di dunia internasional.

    Bicara tentang “masalah ekonomi” dan seseorang yang bergelar “begawan ekonomi” atau “ekonom”(yang kesannya berat, puiinnnnter bgt dan most wanted lah), guru saya dulu bercerita:

    di surga, Einstein nyari temen ngobrol, dia pengen pengen ngobrol ama orang yang kira2 bakal nyambung. Eintsten menghampiri orang pertama, lalu bertanya “dulu anda di dunia kerja apa?” dijawablah “aku ahli sastra dan filsafat”…Einsten tidak jadi ngobrol…dia merasa takut tidak match apa yang akan diobrolkan…

    Einsten ke orang kedua, ketiga dan ke seterusnya…yang ternyata mereka adalah Ahli bumi, geologi, Dokter, dan beragam profesi lainnya…Dia masih mencari orang lain lagi yang dirasa bakal ngerti apa yang akan dia obrolkan…karena terlihat sibuk maka malaikat penjaga surgapun menawarkan: “hei Einstein, sombong sekali kamu ga mau ngobrol ama mereka, tuh ada satu orang lagi yang tersisa..kenapa kamu ga ajak dia aja untuk ngborol…” einstein menjawab: “aku kenal dia di dunia, dia (cuma) ekonom”

    Mohon maaf, ini bukan untuk menganggap rendah profesi apapun, ini cuma untuk kontemplasi bahwa yang dibutuhkan itu sebenarnya lebih dari sekedar orang2 pinter, tapi +brani, +tegas, +IMAN.

    Percayalah zerro defect adalah konsep mimpi, tapi jika ada effort untuk melakukan sesuatu sesuai TQM, negara ini bakal lebih baik InsyaAllah, Amien.

    Posted by Deis | 8 Desember 2009, 3:24 pm
    • Tak ada gading yg tak retak, dunia ini fana, kita tunggu kedepan apa hikmahnya. sistim ekonomi yg kita anut sudah salah, saya bukan ahli ekonomi atau ahli politik, yg saya yakini “syariah” adalah jalan keluarnya, agar bisa dipertanggung jawabkan didunia & akhirat.
      Saya gak kenal, saya kagum pada sosok Ibu SMI tp jgn sampai taraf Kultus Individu.
      Jgn terpecah krn saling merasa benar, proporsional saja, benar menurut manusia belum tentu benar menurut Allah. Salut utk Parjurit Depkeu, salut juga utk para ‘pengontrol’. Dan …Salut utk pak Dahlan Iskan.

      Posted by Arif | 15 Desember 2009, 10:05 pm
  20. Saya sangat bangga dan kagum dengan sosok wanita dengan kepribadian seperti ibu Sri Mulyani…. saya yakin Indonesia juga bangga padanya.. tapi dedikasi dan integrasi terkadang harus berhadapan dengan loyalitas…. apapun yang terjadi ke depan Indonesia harus yakin bahwa akan banyak Sri Mulyani-Sri Mulyani lain yang punya kemampuan sama…. Sejarah sudah membuktikan bila kepemimpinan Indonesia berdasar figur…maka tunggulah kehancurannya… semoga jadi renungan dan pelajaran buat calon-calon Sri Mulyani masa depan…

    Posted by ella | 8 Desember 2009, 3:42 pm
  21. sementara sampai dengan saat ini saya salut dengan Ibu Sri Mulyani…
    saya salah satu bawahannya di jajaran paling bawah…
    dan saya sangat salut atas prestasi dia mereformasi Depkeu…

    banyak prestasi dia…
    banyak jasa dia dalam penyelamatan ekonomi…
    dia berani melawan atasannya sendiri saat dirasa kebijakan atasannya itu akan memperburuk ekonomi Indonesia.. (ingat saja ketika dia minta mundur saat SBY keukeuh ingin menyelamatkan BUMI (punyanya Aburizal))..

    jadi…
    marilah kita tunggu penyelidikan Hak Angket ini..
    janganlah selalu Bilang 6,7 Trilyun…soalnya sebagian uang ini pasti akan dikucurkan oleh LPS untuk para nasabah yang punya tabungan 2 Milyar…bukankan UU-nya bilang…kalau kita nabung di bawah 2 M..itu akan ditanggung Negara…

    makanya itu…yang koar2 di jalanan…sebelum buat spanduk…hendaknya baca dulu kronologisnya dengan benar…

    mari..mudah2an kebenaran ditegakkan…sehingga siapapun yang tidak berhak menerima 6,7 Trilyun dana LPS ke Century (ingat ini bukan bail out…!!) dapat dihukum….

    JANGAN ADA LAGI KORUPTOR YANG LARI KE SINGAPUR….

    Posted by Putu Eka Sudiartha | 8 Desember 2009, 3:49 pm
  22. Reformasi Birokrasi sudah dirintis jauh sebelum Sri Mulyani jadi menteri, cuma kebetulan saja proyek itu goal sewaktu dia menjabat. Sebaiknya jangan abaikan jasa-jasa penggagas reformasi birokrasi sebelumnya di Indonesia. Sri Mulyani bukan dewa, dua cukup sukses secara makro tapi tak ada pengaruhnya terhadap ekonomi mikro. Pedagang kecil masih cengep-cengep tertekan arus jaman. Biarkan Badan Pemeriksa Keuangan melaksanakan tugasnya tanpa intervensi pihak lain, persetan dengan semua prestasinya setiap orang, yang bersalah harus tetap menerima sanksi sesuai kesalahannya.

    Satu lagi mengenai sepak terjangnya dalam pemberantasan korupsi di Depkeu, dia cukup sukses untuk meyakinkan masyarakat bahwa Depkeu sudah tidak korup lagi. Tapi dilapangan, segala tindakannya sangat mudah untuk dikecoh, pencegahan korupsi yang dia terapkan sangat mudah untuk dikibuli. Dan jangan tanya, “Kalo memang ada yang memeras, tunjukan siapa orangnya!” karena semua juga tahu baik yang memeras maupun yang diperas sebenarnya sama-sama diuntungkan. Mari kita dukung angket DPR meskipun saat ini pimpinan Hak Angket juga sudah disetir.

    Seandainya benar seperti itu, mungkin harapanku kali ini tetep seperti hari-hari kemarin. “Semoga besok anak istriku masih bisa makan, dan sehat sehingga tidak perlu biaya rumah sakit yang tidak terjangkau, meskipun ada toleransi buat rakyat kecil nyatanya pelayanannya sangat jauh berbeda.”

    Posted by Polah Nakal Artis Indonesia | 8 Desember 2009, 4:11 pm
  23. aminyarobbalalamin..
    semoga kebenaran ditegakkan…
    semoga kebenaran terungkap dan semua masyarakat dapat berpikir dengan jernih dan sehat….
    dan semoga hukum dapat ditegakkan..
    saya pengagum ibu ani,,semoga beliau bisa bertahan…

    CINTA INDONESIA….

    Posted by baiq desi dwi arianti | 8 Desember 2009, 4:19 pm
  24. Yang dibela itu yang benar.
    Jangan terperangkap fanatisme ketokohan.
    Jangan silau terhadap prestasi sesaat, apalagi sampai buta terhadap noda yang ada.
    Siapapun yang bersalah layak mendapatkan ganjaran, terlebih jika merugikan banyak orang (negara).

    Beliau bukan satu-satunya orang cerdas di negara ini.

    Posted by Gubs | 8 Desember 2009, 4:23 pm
  25. Ibu pasti baik-baik saja.. She is The Iron Lady..

    Posted by agek kaliyuga nagirat | 8 Desember 2009, 5:22 pm
  26. saya sedih banget bacanya … :(

    Posted by nengratna | 8 Desember 2009, 6:17 pm
  27. saya pun heran membaca tulisan Pak Dahlan Iskan ini …. sepertinya terlalu mendewikan Ibu Sri Mulyani. Sehebat apapun dia, bila ada kebijakan yg nyata2 salah, ya harus dipertanggungjawabkan juga …

    Posted by sotx-sg | 8 Desember 2009, 6:55 pm
  28. satu kebijakan untuk hal yg lebih besar, tapi beberapa orang malah menunjuk hidung langsung…, apa sih yg ada dalam peikiran para penunjuk itu, biar dibilang hebat, mana yg lebih hebat urusan bangsa yg berganntung pada urusan ekonomi, atau urusan tunjuk hidung.. picik sekali orang2 itu..
    ibu Ani… semoga Ibu tetap kuat, tabah, semangat dan semua cita2 ibu dapat tercapai dan turut bersedih, dan berdoa untuk Ibundanya semoga dikuatkan dan diberi ketabahan atas tugas mulia anaknya…. Amin

    Posted by dhannydenno | 8 Desember 2009, 7:03 pm
  29. Saya pribadi kecewa dg keputusan penyelamatan bank century, semenjak akhir tahun 2008 itu. Kecewa karena mulyani yg terakhir meng “go” kan nya. Kecewa karena sy merasa dia harusnya tahu bank itu bank yang “too small to help”. Kecewa karena dia berasal dari sekolah yg sama dg saya waktu di us dulu. Kecewa karena dia, menurut saya, bukan orang finance tapi lebih cenderung ke economist (oleh karena itu dia gagal disini, kalo saja dia mengerti segi etika di keuangan yang super jauh lebih susah dari akuntansi, ekonomi, finance, combined), namun ditaruh sbg menkeu.

    Sesuatu yg berat buat sy mengetahui dia harus bertanggung jawab. Tapi perasaan memang harus dikesampingkan. Saya berharap dia bisa lolos dg “negligence” atau paling parah “gross negligence”. Bila kita berharap dia tetap diposisinya, hanya “negligence” yg bisa menyelamatkannya.

    Dan bagi orang2 korup yg susah banget elo elo mati… FU and I dig u all better dead!!!

    Posted by barnard leonardo | 8 Desember 2009, 7:22 pm
    • barnard yg pernah di US, sekarang SMI dipinang washington, back to US, bukan pelarian gagal disini tapi DIMINTA oleh IMF karena skillnya, koment loe gimana…

      Posted by rico | 7 Mei 2010, 1:23 am
  30. Semoga kbenaran t’ungkap, diikuti k’adilan.

    Posted by Ren2 | 8 Desember 2009, 7:41 pm
  31. be netral……….. ada pengadilan yg maha tinggi…
    ga perlu kita ribut2 membela disini…

    sy yakin beliau yg salahpun akan merenungkan perbuatanny jika msh punya tuhan……

    jng sampai kita yg di adili gara2 ngomong tanpa fakta disini (hindari ghibah)……

    Posted by tri satria putra | 8 Desember 2009, 7:53 pm
  32. “character assasination” terhadap ibu Ani dan pak Budiono sepertinya berhasil dilakukan oleh mereka yg tidak suka dan Opini yg sudah terlanjur terbentuk di masyarakat adalah 6,7 T dikorupsi !! saya yakin mayoritas rakyat Indonesia belom mengetahui persoalan yang sebenarnya – semua yg terbukti bersalah tentu harus dihukum tentunya setelah melalui proses hukum yg jujur, adil serta proportional. Bagi sy Ibu Ani tetap yg terbaik dari sebelum2nya apalagi yg bisanya hanya berkoar-koar dan menjual aset negara.

    Posted by Ikhlasul | 8 Desember 2009, 9:00 pm
  33. di Indonesia bahkan dunia sebenarnya banyak orang yang baik, yang penuh integritas, yang dengan moral dan nurani memperjuangkan yang kebenaran. namun yang jahat, yang buruk selalu saja mencuri perhatian kita meski jumlah nya sedikit. nah..orang2 seperti sri mulyani, boediono dan mungkin juga sby adalah orang2 yang jumlahnya sedikit itu.

    Posted by ardiansyah | 8 Desember 2009, 9:01 pm
  34. ahh, kasus century kan cuma candaan intern depkeu. dulu Jeng Sri “nyenggol” dirjen pajak sampai lengser, sekarang eks dirjen pajak tsb jadi ketua BPK. Lalu gantian, sekarang giliran eks dirjen pajak (yang sekarang jadi ketua BPK) yg “nyenggol” Jeng Sri. Roda berputar..
    terlepas dari candaan itu, kesalahan Jeng Sri dan Pak Boed adalah karena mereka bukan politikus, sehingga memutuskan penyelamatan Century lebih berdasar pada pertimbangan teoritis ekonomi dengan agak mengabaikan konsekwensi politis yang mungkin timbul.
    analogi: seorang dokter dihadapkan pada situasi dimana ada seorang psikopat pembunuh yg terluka parah, yang memasang remote control bom pada jantungnya sehingga jika jantungnya berhenti berdetak maka bom akan meledak dan menghancurkan sebuah pasar yang ramai. doker itu harus memilih apakah akan menyelamatkan psikopat tersebut atau membiarkannya mati bersama ribuan orang lain di suatu pasar. akhirnya dokter itu memilih untuk menyelamatkan psikopat itu. namun yang terjadi adalah, bahwa begitu kondisinya membaik, psikopat itu melarikan diri. Lalu seseorang yang menyaksikan penyelamatan sang dokter menceritakan hal itu kepada orang-orang di pasar. lantas beramai-ramailah orang-orang di pasar itu (yang tidak tahu tentang adanya bom) menyalahkan sang dokter dan bukannya berusaha menangkap psikopat yang lari tersebut…

    Posted by syahnas | 8 Desember 2009, 9:04 pm
  35. Kebenaran pasti terungkap bos.

    Posted by ihsanrama | 8 Desember 2009, 9:44 pm
  36. kalopun bu sri mulyani memang bersalah hati kecil saya berdoa semoga masih banyak orang indonesia yang bisa menggantikannya

    Posted by unggul yudha | 8 Desember 2009, 9:46 pm
  37. Pak Dahlan mengatakan bahwa belum ada pihak yang menyatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK salah.

    Sebagai catatan, penjelasan Bank Indonesia terkait hal-hal yang mendasari keputusan utk membailout Bank Century di saat krisis keuangan global mencapai puncak nya di bulan Nov 08, guna menghindari “meltdown” sistem perbankan di Indonesia, telah diberikan minggu lalu.

    Penjelasan ini bisa diakses di website Bank Indonesia (www.bi.go.id)

    Posted by Andri M | 8 Desember 2009, 10:54 pm
    • Setuju dengan Andri. Saya kira banyak ekonom dan pakar perbankan (Mirza Adityawarman, misalnya) juga sudah menunjukkan kenapa cara berhitung BPK itu sepihak, dan terkesan melupakan banyak biaya yang harus dibayar seandainya waktu itu Bank Century tidak diselamatkan (seperti 5,5T yang LPS harus bayarkan ke nasabah dengan uang di bawah 2M).

      Posted by Arya | 9 Desember 2009, 8:16 am
  38. Dengan banyaknya alasan, bu Sri Mulyani is the best untuk Indonesia sekarang ini :)

    Posted by riffa4inspiration | 9 Desember 2009, 2:39 am
  39. saya yakin isu ini yg melibatkan sri mulyani hanya kerjaan para oposisi. kasian bu ani, jadi korban oposisi. orang yang tangguh memang cobaanya bakal lebih berat.

    Posted by mazyayan | 9 Desember 2009, 6:39 am
  40. Saya juga menyesalkan banyak pihak yg kurang tahu duduk persoalannya sehingga minta MenKeu untuk non aktif. Jangan sampai orang yg sudah berkorban dan berkontribusi untuk negara malah di dzolimi. Negara apa ini??

    Posted by arya | 9 Desember 2009, 7:14 am
  41. Saya hanya awam dalam hal politik, namun lihat saja profil pak Boed dan Ibu Sri, mereka sederhana dan bersahaja…..saya yakin 100% mereka CLEAN !!

    Posted by universitashidup | 9 Desember 2009, 7:45 am
  42. Inilah kenyataan hidup di negeri kita dimana orang sangat senang menghukumi orang dengan sangat tergesa-gesa, dimana orang lebih senang membicarakan kesalahan orang yang belum tentu kebenarannya dibandingkan meneladani kebaikan yang telah diperbuat. inilah bukti keburukan demokrasi yang selama ini diagung agungkan…hmm, sampai kapan kita mau mulai belajar?

    Seringkali orang baik justru akan menemui banyak orang membencinya, banyak orang yang iri daripada nsekedar meneladani atau menghargainya. Ibarat pohon, semakin tinggi maka semakin kencang angin menerjang.

    Sebaik-baik saudara adalah yang mau mendoakan saudaranya. Mari kita doakan Ibu mentri ini dari pada saling melontarkan komentar yang belum tentu benar. Karena perkataanpun akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan terlebih karena kita belum mampu menandingi prestasi beliau..

    Posted by hendy-ITS Surabaya | 9 Desember 2009, 8:25 am
  43. mudah2an cerita kasus yang sebenarnya bisa gamblang terungkap..

    Posted by Husna | 9 Desember 2009, 10:11 am
    • Sangat disayangkan dalam kasus ini BPK seolah-olah auditor super yg pasti bener temuannya. Jangankan yg masih belom jelas, yg sudah jelas-jelas bener dan nggak bersalah aja kalo diaudit oleh orang2 yg punya kepentingan dan maksud tertentu untuk menjatuhkan tetep aja bakal banyak salahnya.

      Posted by Ikhlasul | 9 Desember 2009, 11:19 am
  44. mau bagaimanapun jalan ceritanya..seharusnya kita sebagai rakyat indonesia tidak mengemukakan pikiran yang provokatif biarkan saja semua berjalan sesuai aturannya..masih ada hukum di atas segalannya biarkan semua menjalannkan perannya dengan baik dan benar toh..kalaupun ibu srimulyani tidak bersalah dia wajib membela diri demi negara dan rakyat yang di cintainnya…

    Posted by andi syahputra | 9 Desember 2009, 11:27 am
  45. jangan sampai praduga…pikiran yang belum terbukti mempengaruhi..investigasi yang sedang di jalannkan..ujungnya hukum yang akan di pertaruhkan..sampai kapan hukum di negara ini tidak bisa kita andalkan kasihan rakyat kecil yang tidak tau apa2..orang indonesia yang di atas itu pinter2 kalau mereka mau membuat indonesia ini maju n makmur menurut saya gampang saja…tapi apakah mereka mau…dan siap untuk berbenturan dengan kepentingan pribadi mereka

    Posted by andi syahputra | 9 Desember 2009, 11:40 am
  46. Salah satu tanda-tanda kehancuran adalah jika suatu urusan dipasrahkan pada orang yang bukan ahlinya. Akhir-akhir ini banyak orang komentar tentang Bank Century, sekan Bu Sri Mulyani sudah dipastikan salah. Padahal mereka yang komentar itu lebih banyak bukan ahlinya, bukan ekonom yang independen, bukan orang yang paham perbankan atau ekonomi makro. melainkan para aktivis yang partisan, komentator politik yang tidak netral, bahkan banyak yang dulunya tim sukses capres yang tidak sukses, termasuk pemuka agama yang jelas-jelas barisan sakit hati karena kalah dalam pilpres. Maka untuk menilai kebenaran Bank Century, kita lebih bijak kalau membaca tulisan para ahli ekonomi seperti Faisal Basri, Tony A presentiantono, Apriliani dll. Bukan orang seperti Fajruel Rahman, Efendi Gazali, Ali Muhtar Ngabalin, Ray Rangkuti, Bony Hagens dll mereka ini bukan ahlinya, mereka sudah berpihak sejak Pemilu. Ibarat kalau dijadikan Hakim mereka ikut terlibat atau punya kepentingan dengan kasusnya. Sehingga sebenarnya para aktivis yang partisan itu tidajk boleh mengatas namakan publik. Harusnya mereka fair bilang atas nama capres tertentu yang kalah, atau kepentingan politik tertentu, bukan atas nama rakyat. Jangan jadi Wasit saat dirimu juga jadi pemain. Karena itu mana yang lebih dipercaya, Bu Srimulyani dan pak Budiono, atau orang-orang partisan yang selalu teriak di Media Massa(terutama Metro TV yang juga partisan). Kalau menurut saya dengarkanlah mereka yang ahli. Biarkan Kasus ini ditangani oleh ahlinya, dianalisis ahlinya, yaitu mereka yang tahu ekonomi makro. Bu Sri dan Bank Century itu bukan persoalan hukum semata, tetapi ini adalah persoalan kebijakan ekonomi yang benar, karena itu harus dilihat secara adil. Dan saya masih percaya bahwa Bu Sri Mulyani masih merupakan menteri ekonomin terbaik, sebagaimana penilaian dunia internasional. Bukan penilaian orang-orang yang haus kekuasaan, atau orang-orang yang tidak tahu tetapi di kepalanya hanya penuh dengan prasangka buruk.

    Posted by Henry | 9 Desember 2009, 12:14 pm
    • Sepertinya ada indikasi Metro TV memanfaatkan dan menyesatkan publik yang kurang mengerti untuk tujuan2 tertentu.

      Posted by SINDRA | 15 Desember 2009, 2:31 pm
    • saya kurang setuju jika Metro TV dianggap sebagai media masa partisan, dalam sejarah media di Indonesia, diketahui bahwa metro TV mendapatkan prestasi di ting internasional, bisa disetarakan dengan siaran BBC,selain metro TV, TV One, TVRI belum ada acara yang dapat memberi pengetahuan baik ke masyarakat< semua acara TV hanya sebatas hiburan saja….malah kadang membuat moral masyarakat menjadi buruk…tontonan yang kurang mendidik….
      Percaya saja kebenaran pasti akan terungkap….

      Posted by triasmara Budaya | 21 Januari 2010, 10:08 pm
  47. ya jika berpikir rasional Sri Mulyadi hanyalah Pion dalam sebuah biduk permainan catur mungkins etingkat menteri tetep ada yang pantas bertanggungjawab.

    semoga aja nanti bisa membuktikan dan menguakan mana yang benar dan salah karena masalah utamanya adalah tuntutan para nasabah yang uangnya telah hilang dan inilah kunci dari kasus itu (menurut hemat saya)

    siapapun akan menuntut haknya untuk kembali.

    Posted by omiyan | 9 Desember 2009, 12:28 pm
  48. hmm, memang membingungkan ya mas. ini disebabkan karena peraturan perundangan dkk, banyak yang kurang jelas dan bertumpuk2. salh satunya adalah peraturan yang masih bisa di tafsirkan. sehausnya sebuah peraturan tehnis itu final. jangan sampai ada multitafsir. jadinya begini deh, BPK begitu, Menkeu dkk, begitu. ah, kasihan rakyat setiap hari di suguhi sesuatu kejadian di negeri ini yang tidak membuat mereka cerdas. malah bingung.

    salam.

    Posted by badruz zaman | 9 Desember 2009, 12:30 pm
  49. Banyak peraturan dan per (hukuman) di Indonesia ini yang tidak adil. anu gede menang kerahe. yang besar biasanya lebih mudah memainkan yang kecil mas. pemerintah lagi2 nggak jelas membela rakyatnya. yang menjadi jargon adalah rakyat itu ya b anyak. bukan satu persatu orang. padahal yang namanya kasus ya satu persatu. dan dari kasus itulah, semua dapat di perbaiki.

    Prihatin melihat keadilan di negeri ini mas.
    salam.

    Posted by badruz zaman | 9 Desember 2009, 12:35 pm
  50. Bung Dahlan..bilamana Anda perlu dukungan atas keragu-raguan Anda terhadap hasil audit BPK, kami kebetulan memiliki kajian yang mendukung keyakinan Anda. Kami melakukan kajian dengan dasar kompetensi memadai dan argumentasi ilmiah serta menggunakan dokumen hasil pemeriksaan BPK murni tanpa ada tendensi selain untuk melihat permasalahan Century secara jernih tanpa maksud dan tendensi tertentu..Anda bisa meng-email saya bila berminat.

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 12:53 pm
  51. Terlepas benar dan salahnya Ibu Sri Mulyadi dan Bpk Budiono, disekitar beliau dan termasuk stafnya adalah orang² yang cerdik pandai, yang membantu beliau mengambil keputusan. sebagai manusia biasa beliau dapat juga salah dalam mengambil keputusan / kebijakan. biarlan proses audit dan hukum berjalan sesuai dengan harapan, nanti akan ketahuan siapa yang sebenarnya salah dan siapa pula yang harus mempertanggung-jawabkan. terima kasih atas ulasannya semoga dapat menambah wawasan pembacanya.

    Posted by Umar Mnd | 9 Desember 2009, 1:34 pm
  52. Ukuran menilai salah benarnya keputusan Pejabat Publik adalah : 1) Apakah keputusannya merugikan negara atau perekenomian negara 2) Apakah keputusannya disengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.3) Apakah pelanggaran atas peraturan yang telah ada dimaksudkan untuk merugikan negera atau menguntungkan diri sendiri/orang lain. FAKTA : 1) Keputusan Pemerintah dibuat pada saat situasi krisis (kondisi tidak normal) maka keputusan tersebut menjadi sebuah KEBIJAKAN untuk mengatasi situasi abnormal. Menurut pendapat AHLI, suatu kebijakan Pemerintah tidak dapat dihakimi.2)Indonesia setelah krisis mampu mencatat pertumbuhan positif lebih bagus dibanding negara-negara lain di Asia. 2) BPK tidak mencantumkan di laporan audit adanya kerugian negara dalam penanganan Century. Penyertaan Modal Sementara sebesar 6,7 T bukan merupakan kerugian melainkan bentuk investasi sementara. Kecuali nanti Century bankrut dan tidak ada investor yang mau beli dengan harga lebih tinggi dari penyertaan pemerintah tersebut. Nilai uang negara di LPS hanya 4 Trilyun dari total dana 13 Trilyun. Yang tertanam di Century hanya 6,7 Trilyun atau masih ada dana 6,3 Trilyun dana LPS (tmsk uang negara 4 Trilyun) 3) BPK tidak menemukan adanya bukti awal bahwa si pembuat kebijakan terindikasi menerima manfaat dari keputusannya, atau bahwa si penerima dana talangan memiliki hubungan istimewa dengan si pembuat kebijakan. 4) Permasalahan yang mengakibatkan kebangkrutan Century sudah dibuktikan pengadilan dilakukan oleh Pemegang Saham Pengendali, dan salah satunya sudah divonis perbuatan pidananya. Tiga yang lain dalam status buronan (DPO). Dalam pengadilan pemilik Century, si Pejabat Pembuat Keputusan tidak ada yang dijadikan saksi, sehingga dapat dipandang Pemerintah hanya menjadi “tukang cuci piring” untuk menghindari dampak sistemik akibat tingkah polah para pemegang saham pengendali Century.

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 2:03 pm
  53. Aturan hukum kita memang “tidak adil” dan terkadang multi tafsir. Kita memang benci dan memusuhi korupsi. Tapi dalam praktek banyak kurban dijerat korupsi padahal masih dalam kontroversi. Sebagai contoh kasus Burhanudin Harahap (mantan Gubernur BI). beliau dihukum karena dianggap merugikan negara 100 miliar. Betul dia memang melanggar aturan, karena memberi DPR untuk melancarkan UU Perbankan, agar bisa segera disahkan. Sekilas dia salah karena mengeluarkan duit negara 100 miliar. Tapi kalau kita kaji, saat itu ekonomi Indonesia sedang penuh ketidak pastian, kepercayaan pada perbankan amat lemah, LC kita di luar negeri banyak ditolak. Kenapa karena belum ada kepastian hukum, UU Perbankan masih digodok di DPR. Dan sejak dulu DPR biasanya lambat membahas UU jika tidak diberi “pelicin”. Maka atas dasar untuk melindungi kepentingan ekonomi Indonesia, Gubernur BI berusaha mempercepat pembahasan UU itu, disitulah kemudian terjadi pelanggaran hukum. Kalau pengesahan UU terlambat, ekonomi negara mengalami ketidak pastian dan berbahaya. Tapi kalau ingin cepat, jalan satu satunya saat itu adalah “meloby” DPR. Maka terjeratlah Burhanudin Abdullah pada kasus korupsi oleh KPK. Sebenarnya dia orang jujur, terkenal bersih, bahkan dana negara yang “hilang” tadi bukan untuk pribadi beliau. Dana itu “untuk menyelamatkan negara” tetapi karena melanggar aturan, maka dia terbukti korupsi. Definisi Korupsi saat ini adalah orang yang sengaja atau tidak sengaja telah merugikan uang negara, baik untuk keuntungan dirinya sendiri maupun orang lain. Karena aturan hukum nya luas, maka diapun terbukti, yaitu merugikan uang negara bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain. Hal seperti ini banyak terjadi, dan secara sah orang seperti itu termasuk korupsi. Persis seperti kalo kita ibratkan, orang yang ingin menolong anaknya yang sedang sakit keras, dengan membawa anaknya ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi. Maka saat tergesa-gesa, ternyata dia selalu terkena lampu merah, karena pertimbangan ingin menyelamatkan nyawa, dia langgar lampu lalu lintas itu, namun kemudian dia ditangkap polisi, dan tiada ampun karena terbukti telah melanggar aturan hukum. Itulah hukum kita, terkadang belum sejalan dengan keadilan. Kita tidak tahu seandinya UU BI itu tidak jadi atau terlambat, berapa yang dirugikan oleh ketidak pastian ekonomi. Atau berapa kerugian Indonesia jika ekonomi kita hancur karena krisis global, sebagaimana terjadi di berbagai negara pada akhir 2008 dan awal tahun 2009. Tapi kita justru bertahan dari krisis, namun salah satunya adalah adanya kebijakan Menkeu Sri Mulyani yang mem-bill out Bank Century. Kalau tidak mungkin kita tidak sebaik ini, karena saat itu keadaan ekonomi dunia juga sedang krisis. Banyak pemodal panik, ketidak pastian tinggi. Maka kebijakan yang diambil Bu Sri dan pak Budiono adalah membuat kebijakan yang memunculkan kepercayaan pada perbankan. Walau ternyata kemudian ada aliran-aliran yang “mencuri gakan” dari dana Bank Century itu di luar kebijakan makro para ekonom tersebut. Nah disinilah kita perlu lebih kritis, biarlah para ekonom yang bicara. Bukan para makelar politik he he. Di balik itu, nanti kalau sebuah kebijakan selalu dianggap korupsi tatkala menggunakan dana negara yang banyak, maka di masa depan para pengambil keputusan akan jerih dan tidak berani melakukan big through, terobosan. Karena milih yang selamat gak usah beresiko. Tapi semuanya bisa terlambat, dan tentu itu jauh bisa lebih parah dibanding apa yang sudah dilakukan Bu Sri ataupun pak Burhanudin Abdullah.

    Posted by Henry | 9 Desember 2009, 2:15 pm
  54. Azas yang seharusnya dipakai adalah Praduga tak bersalah, seseorang bisa saja dianggap salah sampai kemudian dipaparkan fakta siapa yang sebenarnya salah, tetapi dinegeri yang keadilan dan supremasi hukumnya sudah mati, yang hukumnya mampu dibeli dengan uang, yang semua koruptornya bebas melenggang, masih adakah harapan untuk MENJADI BAIK.

    Posted by imron46 | 9 Desember 2009, 2:19 pm
  55. Mengapa Laporan Audit BPK (terkesan) berlawanan dengan kebijakan Pemerintah? Karena BPK mengambil kerangka berpikir bahwa PERPU JPSK yang mendasari segala keputusan pemerintah (telah) DITOLAK DPR, sehingga klaim pemerintah bahwa penanganan bank entury merupakan “KEBIJAKAN EKONOMI” dianggap BPK gugur. Faktanya PERPU JPSK tidak pernah secara eksplisit DITOLAK oleh DPR. Menurut AHLI TATANEGARA sepanjang tidak ada eksplisit penolakkan dari DPR dalam sidang paripurna maka PERPU JPSK Pemerintah tetap memiliki dasar hukum. Dalam hal ini BPK “lalai” untuk mengkonfirmasi status PERPU ini ke AHLI.Dengan kerangka berpikir seperti itu BPK TIDAK akan pernah menganggap segala keputusan pemerintah sebagai bentuk kebijakan, dan akan dibandingkan dengan aturan yang sudah ada. Perbedaan keputusan untuk Bank Century dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya dianggap BPK sebagai bentuk penyimpangan. Upaya pembuatan keputusan yang menyimpang dianggap BPK sebagai rekayasa. BPK pun seperti menafikkan kondisi krisis ekonomi global saat keputusan diambil alih karena menurut BPK faktor kualitas (psikologis pasar) sulit dibuktikan. BPK “keukeuh” bahwa Century hanyalah Bank kecil yang ga akan berdampak sistemik ibarat bintik merah di kulit. BPK lupa bahwa bintik merah tadi bukan gatal biasa melainkan gejala demam berdarah yang bisa bikin meninggal kalau tidak segera diobati. Kualifikasi seorang Prof. Dr. Boediono dan Dr.Sri Mulyani dan diamini Dr. Darmin Nasution dalam mendeteksi “bintik merah” diadu dengan kualifikasi Hadi Poernomo. Silakan dinilai sendiri mana yang lebih dipercaya deteksinya. Yg jelas ketiga orang Pejabat Pemerintah tadi bukan partisan partai seperti halnya Unsur Pimpinan BPK yang memang dipilih oleh DPR.

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 2:26 pm
  56. Sebagian masyarakat, termasuk Auditor BPK, menganggap bahwa situasi Century tidak akan terjadi kalau sedari awal ketiga bank bentukkan awal Century ditutup. Auditor BPK (lagi-lagi) menafikkan bahwa merger CIC, Pikko, Danpac menjadi Century merupakan solusi alternatif BI menghindari penutupan bank. BI-pun sebelum menyetujui merger juga sudah minta komitmen Investor (Chinkara) untuk menyelesaikan “penyakit bawaan” bank peserta merger. Adanya komitmen juga mendasari BI untuk tidak menerpakan aturan yang ketat bagi Century karena penyelesaian “penyakit bawaan” perlu waktu dan tidak semudah membalik tangan. Sampai dengan menjelang krisis perkembangan Century termasuk CAR-nya, sesuai data yang juga dimiliki BPK, so far so good on the right track. Ibarat habis sakit jangan kena cuaca ekstrem dulu. Tiba-tiba dunia terimbas krisis Lehman. Semua juga merasakan imbasnya, termasuk pegawai sektor manufaktur dan jasa keuangan, kecuali PNS BPK. Maka wajar-lah Century yang belum pulih benar (apalagi si Investor tidak kunjung juga memenuhi komitmennya, malah nambah ulah di bank-nya) lebih hebat terpaan krisisnya. Kalau pilihannya ditutup, ini sama halnya buang-buang waktu kenapa tidak dari tahun 2002 saja? Faktanya dia kalau ga kena cuaca ekstrim sehat koq. Apalagi kalau mau ditutup ga cuman nasabah yang “teriak-teriak”, tapi pemegang sahamnya di bursa pun bakal (makin) kabur. Apa mau tetap disuntik mati, sedangkan diinfus sebentar saja kalau sudah normal lagi, bisa makin sehat seperti rencana sedia kala. Faktanya saat itu perbankan lagi sulit likuiditas dan IHSG drop ke titik nadir. Kalau akhirnya Pemerintah (setuju) minta LPS kasih infus ke Century toh akhirnya terbukti sekarang Bank Mutiara (eks Century) bisa cetak laba ratusan milyar dan IHSG rebound ke posisi sebelum krisis…Apakah ada yang bisa membantah fakta ini?

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 2:45 pm
  57. Sayang banyak di antara mahasiswa kita tidak mau berpikir jernih, belajar dari ahlinya. Terutama di wilayah Sulawesi kemarahan itu amat terasa dibanding pemikiran yang kritis. Jadinya mana mahasiwa mana kelompok Bendera hampir sama. Menyedihkan. Diskusi sajalah di forum public sphere ini jauh lebih baik dan sehat daripada marah di jalanan.

    Posted by Henry | 9 Desember 2009, 3:02 pm
  58. setuju pak dahlan
    saya sangat mengagumi beliau
    jangan sampai terjungkal oleh sistem
    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

    Posted by purwatiwidiastuti | 9 Desember 2009, 3:12 pm
  59. Saya ambil satu contoh “kenaifan” Auditor BPK. Di laporan auditnya BPK “menuduh” BI melakukan rekayasa Peraturan BI (PBI) soal JPSK untuk memuluskan jalan (Pemilik) Century dapat talangan. Faktanya dalam situasi krisis, setelah alarm sistem cegah dininya “berbunyi”, BI antisipasi dampak ke Perbankan nasional dengan nerbitin PBI (30/10/08) bahwa bank nasional bisa ngajuin FPJP dengan syarat CAR positif 8%. Tanggal 31/10/08 Century ngajuin pinjaman likuiditas ke BI. Kendala yang dihadapi BI CAR Century posisi 30/09/08 meski positif ga sampai 8%. Kalau BI mau tutup mata “zakleg” dengan aturan seperti maunya BPK mestinya tidak usah dikasih pinjaman saja…lah ini kan namanya nyuruh BI saat itu) untuk nyuntik mati. Karena kalau ga dikasih pasti Nasabah Century langsung “teriak-teriak” duitnya ga bisa ditarik. Kalau Century ga ingin mati ya pasti konsekuensi-nya BI musti merubah aturan soal syarat CAR. Makanya pas 14/11/08 BI merubah syarat CAR dari positif 8% hanya jadi positif saja..Dari sudut pandang situasi yang melatarbelakanginya mestinya PBI-FPJP soal CAR positif adalah bentuk KEBIJAKAN penyelamatan perbankan lebih dari sekedar bentuk keputusan semata. Tapi BPK tetap saja menganggap bahwa BI memang sengaja merekayasa aturannya sendiri untuk meluluskan permintaan Pemilik Century..Lah kalau saat itu Ketua BPK yang jadi Pejabat BI-nya apa dia akan berbuat seperti yang ditulis di Laporannya itu? Apa dia siap, secara sederhananya, dikejar-kejar ribuan Nasabah Century? Apa dia tidak akan diprotes pemilik bank lain yang nasabahnya ikut-ikutan panik lihat kantor cabang Century dimana-dimana dikerumuni Nasabah? Apa dia tidak akan dituduh “sentimen” dan “tega” membiarkan ribuan nasabah Century mati? Kalau ada capital outflow dari perbankan nasional ke Bank Asing or bank di Singapura, karena jaminan simpanannya sampai 100%,apa dia tidak akan dituduh berkonspirasi? Kalau komentar menyalahkan kebijakan BI di masa itu di kondisi sudah normal seperti sekarang sih siapa saja bisa..

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 3:34 pm
  60. Contoh lain kesimpuan di Laporan BPK yang sangat menggelikan adalah soal BI menentukan BC sebagai “Bank Gagal Berdampak Sistemik” tidak didasarkan pada data dan informasi yang lengkap dan mutakhir. Mohon maaf dengan segala hormat saya harus katakan “is’s a stupid conclusion”. Bagaimana tidak? Yang dimaksud lengkap dan mutakhir oleh BPK adalah seperti perhitungan LPS…hehehe..lah LPS sendiri setelah dapat pelimpahan dari KSSK kan mesti ngetung kebutuhan dana untuk penyelesaian secara detil dan rinci. Sedangkan BI kan cuman perlu paramater umumnya (makro) meliputi dampak terhadap institusi keuangan;pasar keuangan;sistem pembayaran;sektor riil;psikologi pasar. Bagi BI dalam paparannya ke KSSK cukup bilang Century bisa hidup atau tidak alias menyandang status bank gagal. Kalau jadi bank gagal dampaknya bagaimana dilihat dari kelima aspek di atas. Tapi ga fair lah hanya karena BI dalam paparannya salah kasih “cuplik” CAR lantas BPK bisa menyimpulkan dasar penetapan bak gagal ga akurat. Oke-lah pendapat BPK kalau akibat BI salah etung CAR putusan KSSK bisa berbeda.Tapi kalau BI saat paparan bilang CAR Century negatif 3,15% ternyata menurut BPK harus-nya CAR-nya negatif lebih dari 100% di mana letak masalahnya? so what gitu loh.. Toh menurut BPK sendiri CAR Century saat ditetapkan jadi bank gagal lebih parah minusnya dibanding etungan BI…ga ngaruh kan dengan keputusan BI menetapkan Century jadi bank gagal…Masak dengan CAR minus parah begitu BPK tetap ga nganggep bisa timbul dampak sistemik…Kacaunya lagi angka CAR BPK dicuplik dari perhitungan LPS..alias hitungan “bawahan” dipake menngcounter etungan “atasan”..weleh-weleh boss..

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 4:05 pm
  61. Cukup dua hal itu saja lah yang perlu jadi catatan masyarakat terkait laporan BPK. Selebihnya kesimpulan temuan BPK lebih tepat dianggap sebagai cerita “nostalgia” masa lalu seperti halnya saat kondisi di zaman SBY sulit BBM lantas kita “menyalahkan” gerakan Mahasiswa yang melengserkan P Harto dulu..Kan harusnya fair juga dinilai apa kalau masih di jaman P Harto kita bisa bebas berpendapat seperti sekarang ini. Soal penyimpangan penggunaan dana talangan kan tanpa diungkap BPK-pun pihak Penegak Hukum sudah bergerak cepat termasuk memblokir rekening milik Pemegang Saham Pengendali Century yang isinya diduga hasil jarahan. Pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa sisi politis SENAYAN-lah yang bermain di Century ini. Sangat terasa aroma bahwa SENAYANE-ers hanya “mencatut” laporan BPK untuk “berangket ria”. Padahal ada patut diwaspai agenda lain tersembunyi untuk “melengserkan” penjaga pertahanan ekonomi SBY. Ibarat maen bola kesebelasan SBY sulit dikalahkan kalau back-nya masih Mrs. SRI dan Mr. Boed. Satu-satunya jalan bisa menang ya tinggal maen keras untuk memancing emosi penjaga pertahanan biar dikartu merah atau sampai ekstrim dibuat cedera sehingga harus digotong keluar lapangan…Salam Damai.

    Posted by Kamira Sanjaya | 9 Desember 2009, 4:30 pm
  62. ga rela gue menteri kebanggan bangsa indonesia jadi sasaran oknum salah sasaran ‘tembak’..
    ibu, gue slalu mendukungmu…

    semangat…… ;)

    Posted by muslimshare | 9 Desember 2009, 5:40 pm
  63. Ibu Sri Mulyani sangat berintegritas, tak perlu diragukan lagi kemampuan beliau. Tapi kalo BPK dijadikan “harapan” bahwa salah dalam mengambil kesimpulan, saya kok kurang sependapat. BPK sudah melalui prosedur yang profesional, I think.

    Posted by dinoyudha | 9 Desember 2009, 5:53 pm
  64. pa dahlan yang saya hormati,

    saya tahu kapabilitas bapak sebagai orang pintar tidak diragukan lagi,karenanya ketika bapak mencurahkan isi hati di blog ini,jujur ikut terhanyut hati saya…
    seperti kita tahu bersama,bagaimana rekam jejak menteri keuangan kita yang selama ini kita banggakan,beliau adalah orang yang cerdas,cerdik,dan pandai dibidangnya….
    saya berharap bahwa hasil pemeriksaan yang ada,apabila sampai diketemukan kesalahan yang ada,hanyalah kesalahan pelaksanaan dilapangan,karena saya yakin kebijakan yang beliau keluarkan sebenarnya adalah kebijakan yang terbaik buat kita semua diantara pilihan yang sulit ini….

    saya juga berharap lewat pak dahlan semoga disampakaikan kepada beliau agar tetap berkarya buat negeri kita tercinta ini,indonesia masih membutuhkan orang – orang seperti pak dahlan dan ibu sri mulyani,yang berpikir , bekerja tanpa tendensi materi untuk negeri ini…

    jaya terus untuk pak dahlan,semoga sukses dengan fit and propertest nya

    Posted by fanyrock | 9 Desember 2009, 6:24 pm
  65. Saya sejak tahun 2003 tinggal di Dusun Perawang, 60 Km dari arah Pekanbaru, menjadi langganan tetap membaca koran Riau Pos. Dari Koran Riau Pos inilah saya “berkenalan” dengan tulisan Bapak Dahlan Iskan, yang wajib saya baca. Tulisan Bapak adalah tulisan yang bersahabat, sederhana, lugas & mudah dimengerti oleh orang awam & jelas enak dibaca. Saya salut dengan gaya tulisan Pak Dahlan Iskan yg sangat luarbiasa. Analisis yg mendalam & tidak terkesan bahwa tulisan ini untuk kalangan tertentu yang berkutat dengan angka-angka. Tulisan Bapak untuk semua kalangan. Menegnai kasus Bank Century yang “menyeret” nama besar Menkeu Ibu Sri Mulyani & Wapres Bapak Boediono,sejak awal saya sudah menyatakan di Facebook di wall saya, bahwa saya kasihan dengan kedua pejabat penting ini. Beliau beliau ini sebenarnya dalam keadaan serba salah, mengenai kasus bank century, nggak ditolong, ada rasa nggak enak, ditolong juga nggak enak juga, bagaikan buah simalakama. Saya melihat kedua pejabat penting ini ditinjau dari sisi kemanusiaan, bahwa beliau beliau ini terlalu cepat kasihan kepada temannya Pak Robert Tantular. Nah setelah beliau beliau ini menolong Bos Robert Tantular dengan uang talangan dari Lembaga Penjamin Simpanan senilai Rp.6,7 Trilyun, membuat rakyat marah besar, karena kedua pejabat penting ini lupa bahwa kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)sampai saat ini belum tuntas betul, kok dengan gampangnya mengeluarkan duit Rp.6,7 Trilyun? Ini menyangkut rasa keadilan rakyat Indonesia & belum lagi ada rasa “iri hati” dari Bank-bank umum Nasional yang minta diperhatikan oleh kedua pejabat penting tsb, malahan tidak dibantu.Saat ini kedua pejabat penting tsb tidak bisa tidur nyenyak karena “keris tantular” tiap malam mengganggu tidur beliau beliau. Doa saya semoga kasus century ini cepat berlalu & Bapak Boediono & Ibu Sri Mulyani dinyatakan tidak bersalah & uang Rp.6,7 Trilyun dapat dikebalikan ke kas negara. Semoga kedua tokoh pejabat penting ini dapat belajar dari “kesalahannya” terlalu baik hati menolong teman, akibatnya jabatan beliau beliau dipertaruhkan. Doa saya Ibu Sri Mulyani & Bapak Boediono bisa bebas.

    Posted by Sjahril Mahdar | 9 Desember 2009, 6:40 pm
  66. SBY kayaknya tahu semuanya nih..dan bisa memberi yang benar..tapi mau gak ya beliau?

    Posted by romailprincipe | 9 Desember 2009, 6:50 pm
  67. Oh ya ada sedikit tambahan dari saya, saya baru tahu ada blog Bapak Dahlan Iskan dari sobat saya dari Facebook, Ibu Catila Winarno, alumni Universitas Brawijaya Malang. Beliau mengirimkan tulisan Pak Dahlan kedalam tautan Facebook beliau. Terima kasih untuk Ibu Catila Winarno yg telah mengirimkan tautan tulisan Bapak Dahlan. Saya sungguh sangat diberkati.Kepada Bapak Dahlan Iskan, semoga maju terus Kerajaan bisnis Jawa Pos Group & bisa menjadi market leader dibidangnya, semoga Bapak dalam keadaan sehat2 walaufiat, karena tulisan Pak Dahlan banyak mengubah hidup orang banyak.Semoga Tuhan memberikan Bapak inspirasi2 dahsyat didalam menulis. Salam dari Kota industri Perawang, Dari Sjahril Mahdar, penggemar tulisan Bung Dahlan Iskan.

    Posted by Sjahril Mahdar | 9 Desember 2009, 8:58 pm
  68. Ruarr biasa…!!!

    Posted by arwind | 9 Desember 2009, 9:04 pm
  69. Nice post …

    Ditunggu kunjungan baliknya + komen yau…

    Posted by Tips Trik Komputer | 9 Desember 2009, 9:31 pm
  70. Saya setuju dg Pak Dahlan…..kondisi ini di perparah dengan media kita baik media cetak dan elektronik yg menganut……bad news is good news…..mengesampingkan semua nalar….kata hati nurani….ikut menggiring opini publik menghakimi orang yg belum tentu bersalah….menjadi orang yg bersalah…..

    Saya kira Bapak bisa berbuat sesuatu….melalui jaringan media yg Bapak pimpin….membuat berita yg jujur….bersih dari kepentingan…baik kepengtingan oplah maupun partisan, mencari nara sumber yang netral dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmu pengetahuan dan nurani dalam setiap tutur katanya….jangan yg provokatifsehingga masyarakat kita di didik utk menganalisa….merenung….sebelum menghujat dan menghakimi…. Pemimpin atau orang yg belum tentu bersalah….AMIN.

    Ayo Pak Dhlan sampeyan bisa jadi pelopor sbg penggerak media yg santun, berimbang,tidak provokatif dalam menyajikan berita…..jangan hanya lewat Blog…yang aksesnya sangat terbatas.

    Posted by errik rozas | 9 Desember 2009, 10:05 pm
  71. Sepanjang masih hidup, manusia bisa berubah. Berubah bisa ke arah lebih baik atau sebaliknya – terserah pilihannya, dan pengaruh lingkungannya. Rasanya semua manusia akan begitu.

    Posted by ophoeng | 9 Desember 2009, 10:39 pm
  72. yakinlah bahwa kebenaran akan segera terkuak, semoga…..

    Posted by chachanpesulaphandal | 10 Desember 2009, 1:57 am
  73. Ekh mas, ini tulisan pak Dahlan Iskan ya?

    Posted by Bodrox | 10 Desember 2009, 4:53 am
  74. Apakah semua yang kasih komentar sudah mengerti betul masalah Century????
    (Komentar ini bukan tentang kasus Century karena saya tidak tahu persis apa yang terjadi.)

    Posted by Igloo | 10 Desember 2009, 6:32 am
  75. Bung Igloo..saya pribadi hanya bisa memahami tehnis audit dan data&fakta yang ada terkait Century untuk dishare di forum ini. Kalau soal “kebatinan” yang melingkupi para pengambil keputusan Century ya hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Salam

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 8:27 am
  76. Kpd YTH Bu SRI MULYANI, yang saya banggakan. Saya berharap Bu Sri Mulyani bersabar dan tidak gusar dan tidak kecil hati terhadap semua kritik ini. Karena cobaan besar hanya datang kepada orang2 pilihan dan orang2 besar. Bersabar selalu karena pasti ada hikmah besar menunggu buat Bu Sri Mulyani. Hati kecil dan hati besar saya berharap bahwa ini akan segera lewat agar Bu Sri Mulyani bisa bekerja kembali dengan fokus membawa perekonomian yang lebih baik kepada negara ini. Insya Allah. Amin.

    Posted by indarmawan | 10 Desember 2009, 9:45 am
  77. Benar bahwa Sri Mulyani memiliki integritas…
    Tapi kita melihat kenyataan yang ada sekarang, kenyataan yang kata pak dahlan ‘mudah-mudahan BPK salah’…
    Kenyataan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh menkeu sebagai kebijakan yang telah mengorbankan rakyat (karena itu uang negara yang inputnya dari rakyat). Jelas – jelas kejadian ini merupakan PERAMPOKAN yang telah dilegalkan.
    Perlu diingat!!! bahwa Indonesia akan tetap survive bukan karena pasar keuangan yang makro. Tapi selama ini Indonesia masih tetap survive karena semangat untuk bertahan hidup dari masyarakat kecil (pedagang kaki lima, SOGO jongkok dan perekonomian pinggir jalan), yakinkah pasar makro itu bisa menghidupi ratusan juta rakyat Indonesia?

    Mari pak dahlan dan seluruh rakyat Indonesia untuk bisa berfikir jernih mendukung pengusutan setuntas-tuntasnya…
    Sehebat apapun Sri Mulyani maupun Boediono sekalipun jika memang dia telah salah arah (salah membuat kebijakan) maka Indonesia sudah tidak membutuhkan lagi.

    Posted by Andrie-SekolahVirtual | 10 Desember 2009, 10:03 am
  78. Bung Andrie..jangan terbawa emosi..karena ini forum ilmiah bukan ajang demo…pls deh ! Anda bilang Uang Century itu uang rakyat darimana argumennya? Uang Century itu dari fee yang dipungut dari (pemilik) bank sebagai jaminan (insurance) seandainya nanti di situasi terburuk sampai Bank bankrut si pemilik tidak perlu mikir penggantian untuk uang nasabah (maksimal 2 milyar)…jadi LPS mirip perusahaan asuransi-lah. Kalau mobil kita penyok tinggal klaim. Tidak perlu kita urusin perusahaan asuransi nanggung mobil siapa, atau ada kong kalingkong antara bengkel, pemilik, dan oknum orang suransi, sepanjang kalau kita klaim ditanggung juga. Urusan “penyimpangan klaim” itu ulah oknum bukan manajemen perusahaan asuransi. Uang rakyat (baca dana APBN) di LPS hanya untuk modal awal sebesar Rp4 Trilyun masih aman koq di brankas LPS..Perkara pada “makan” dana talangan itu ulah oknum nasabah dan manajemen Century. Dan itu sudah diproses di pengadilan. Sisanya masih diproses di kejaksaan. Kecuali Anda punya bukti Menkeu dan Gubernur BI dapat aliran juga.

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 10:18 am
  79. ya kalo emang terbukti bersalah ……mao gimana lageeee???

    Posted by jasadh | 10 Desember 2009, 10:48 am
  80. Press yg dibeli … Dahlan Iskan dicalonin jd dirut pln .. jd melankolis ginih tulisannya ..

    Posted by kopral cepot | 10 Desember 2009, 11:01 am
  81. sejujurnya saya sependapat dengan tulisan di atas.
    maka kalau kemudian ada asumsi mengatakan ‘ada kekuatan besar dibalik itu’, saya katakan sebagai ‘boleh jadi’.
    terlepas dari itu semua, kalau memang terbukti mengambil keputusan yang tidak benar memang sang ibu harus bertanggung jawab terhadap blunder ini. atau boleh jadi menunjukkan ‘kekuatan besar dibalik itu’, kalau memang ada!

    Posted by gedong.damai | 10 Desember 2009, 11:03 am
  82. Saya sangat setuju dengan Opini di atas… meski hrapan bahwa BPK salah juga masih mengganjal di benak saya…

    yang baik menurut saya adalah.
    1. Meskipun Penyelamatan Century bermasalah, tapi yang di salahkan jangan si pengambil kebijakan, karena efek yang mengikutinya cukup besar antara lain seperti yang tertera di atas, dan lebih parahnya, kedepan akan membuat banyak pejabat tidak berani mengambil langkah2 extrim untuk kemajuan bangsa, mereka hanya mau main aman… akibatnya akselerasi kemajuan bangsa yang kita harapkan menjadi tidak tercapai.
    2. Yang perlu di kejar sekarang adalah perampokan Bank Century seperti yang di maksud Yusuf Kalla, itu yang harus di usut, sampai kemana aliran dananya, sekali lagi bukan kebijakannya, karena setiap kebijakan pasti ada yang pro dan kontra..

    Posted by suklowor | 10 Desember 2009, 11:49 am
  83. Kalau berharap Menkeu dan Gub BI “diadili” apalagi “terbukti salah” ibarat berharap hadiah Genyar BCA tapi ga punya Tabungan di BCA. Lha proses hukum yang berjalan di Kejagung, POLRI, KPK tuh semuanya soal penggunaan dana talangan alias urusan tehnis di LPS n Century..masih jauh banget kalaupun dipaksa ditarik-tarik ke Menkeu dan Gub BI. Kalau sebatas ditanya2 doang (SAKSI) sih biasa karena memang sdh jadi kewajiban setiap warga negara..Let’s say KPK mau pakai Laporan BPK, kalau bukan urusan di atas palingan urusan tehnis pengawasan bank di BI. Beda banget dengan kasus P Burhanuddin & P Aulia. Karena bukti & saksi adanya perbuatan tindak pidana materiil berupa penyuapan anggota dewan ada dan didukung Laporan BPK soal itu. Makanya KPK bisa sukses menghukum pelaku termasuk besan presiden. Karena jalur tehnis utk memperkarakan Menkeu dan Gub BI sudah ga keuber makanya DPR pakai jalur politis (baca ANGKET).Kalau putusan Pansus Angket sih ga ada urusan dengan HUKUM FORMAL. Paling mentok rekomendasi ke presiden doang. Nah tolong dong dengan argumen-nya di jakur mana “hasutan PERAMPOKAN” oleh kedua pejabat tadi bisa terbukti nyata. Jadi jangan asal koar-koar menuduh Penegak Hukum, n Pemerintah ga tegas n bilang melindungi Menkeu n Gub BI, padahal yang bilang begitu ga paham aturan. Jadinya kan mirip kasus dukun santet di sampang. Suruh mbuktiin santet ga bisa tapi ramai-ramai membantai orang yang dituduh dukun santet yang ngerti santet-pun tidak. Apa masyarakat kita mau di bawa model begini? Lebih realistis ketakutan P Dahlan karena faktor tekanan Politis secara ekstrem Presiden “dipaksa” melengserkan Menkeu-nya..meski untuk itu sangat kecil peluangnya. Makanya perlu didorong-dorong pakai kekuatan massa..

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 12:03 pm
  84. Perang modern bukan lagi dengan bedil,namun selembar kertas dan angka2… Ingatkah kita ketika alm. Soeharto pusing kepala saja harganya milyaran rupiah untuk meredam terpuruknya rupiah.1 orang berteriak “rush”,pemerintah kalang kabut mencegah sentimen negatif.Ketika usaha pemerintah berhasil,apakah Menkeu dan Gubernur BI diberi persenan komisi? Dan ketika gagal haruskah mereka di beri peti mati? Mari kita gunakah hati dalam berbicara,saya tidak membela Sri Mulyani secara membabi buta, namun sungguh sakit hati ini jika ada yang menuduh beliau berdosa dan disejajarkan dengan koruptor atas kebijakan beliau dalam pengabdiannya.

    Posted by mrpsycho | 10 Desember 2009, 12:40 pm
  85. Kalau boleh lebih menggamblangkan hasil audit BPK mungkin lebih enak dianalogikan begini. Akibat gempa di satu propinsi, menurut perhitungan tehnis geologis AHLI, daerah tanggul/situ di atas pemukiman warga di propinsi yang lain terancam jebol sehingga membahayakan jiwa dan penghidupan masyarakat di bawahnya. Padahal daerah itu termasuk lumbung padi propinsi. Akhirnya si Gubernur yang juga insinyur itu dengan melanggar keppress melakukan tunjuk langsung tanpa tender untuk membangun dinding beton pengaman. Dalam pelaksanaanya karena mengejar waktu soal harga dan jumlah material tidak terawasi seksama. Warga di luar daerah tanggul/situ tersebut mengetahui adanya mark up dan material fiktif yang dilakukan Kontraktor. Apalagi mereka sebelumnya pernah ngajuin dana perbaikan irigasi yang dikerjakan gotong royong ternyata malah ditolak.Akibatnya mereka beramai-ramai mempersoalkan keputusan si Gubernur termasuk alasan bangun pengaman. Karena menurut mereka pengaruh gempa di propinsi sebelah tidak akan sampai merobohkan dinding tanggul. Mereka menuduh itu hanya alasan yang direkayasa si Gubernur untuk bisa tunjuk langsung (melanggar keppres) dan dapat bagian dari kelakuan Kontraktor, sekaligus dapat simpati masyarakat utk kepilih lagi. Karena memang masyarakat di bawah bendungan sangat berterima kasih atas keputusan si Gubernur. Coba Anda bayangkan situasi konflik yang dihadapi si Gubernur saat dia memutuskan untuk membangun bendungan. Dia bisa saja memilih untuk pura-pura/mengabaikan ancaman penduduk di bawah bendungan karena untuk pembangungan mesti melalui jalur birokratis. Toh kalau benar-benar longsor/banjir bandang dan banyak warganya mati dia bisa bilang itu bencana alam akibat ulah penebang liar dan bersembunyi di balik aturan formal. Dia juga bisa bilang urusan pembangunan adalah urusan pemerintah pusat. DPRD mau bilang apa? Kalau Anda jadi Auditor BPK dan memahami pola pikiran si Gubernur maka tidak akan ada masalah. Masalah timbul kalau pikiran masyarakat yang tidak puas tadi menjadi acuan Auditor dalam melakukan audit. Sudah pasti si GUBERNUR salah !

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 12:42 pm
  86. Temuan awal KPK bahwa kasus Bank Century belum ada indikasi korupsi(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/09/14451322/kpk.masih.belum.temukan.indikasi.korupsi.century).

    Menurut berita di Kompas ini, KPK selanjutnya akan minta keterangan langsung dari BPK dan pihak terkait.

    Posted by Andri M | 10 Desember 2009, 12:47 pm
  87. Saya juga percaya dengan integritas bu Sri. Semoga yang salah bukan keputusannya, tapi pengaliran uangnya. Saya berharap demikian.

    Posted by alisyah | 10 Desember 2009, 1:53 pm
  88. Pak sanjaya pinter bgt ya…
    mmm, tp forum netral ini sptny mesti berimbang dunk y komennya…sptny ragu bgt ama hsl audit BPK, tp gamasalah toh namanya cm hsl audit. Kan boleh diinterpretasikan macem2, lha auditorkan SOPny cm mmbandingkan antara kondisi dgn kriteria, auditor cm motret, kalo objek potretnya gtu ya gtu, justru auditor harus seminimal mungkin pake ‘hati’ biar ga bias.
    Nah, hsl jepretan poto itu memang u/ konsumsi publik. Yg berhak nentuin ini masuk ranah tipikor apa tidak kan KPK/POLISI/JAKSA.
    jd ada baiknya bgi kita semua gausah terlalu tendensius maksain kehendak bhw audit BPK salah. (lagian, klo mau dcari2 kesalahan ya pasti adalah..) tp apa mau berkutat disitu aja…?

    Posted by Deis | 10 Desember 2009, 1:54 pm
  89. Wanita Indonesia terhebat sepanjang masa.. mudah2n besok kalo punya anak cewek bisa mengikuti jejak Beliau…aamiiin

    Posted by Dave | 10 Desember 2009, 2:06 pm
  90. Mohon maaf sebelumnya kalau saya seperti terkesan “memaksa”..bukan kenapa-kenapa.Justru karena terusik hati saya membaca curhat-nya P Dahlan maka saya beranikan diri memberi penguatan ke beliau dan orang-orang yang sepikiran dengan beliau. Kalau BPK kemarin benar-benar profesional tentu tidak perlu P Dahlan bercurhat di blog-nya. Tidak perlu P Boed n Bu Sri diganggu konsentrasinya. KPK/Polisi/Kejagung tidak perlu repot-repot nganalisa kebijakan ekonomi utk cari-cari penyimpangan hukumnya. Karena proses tersulit dari pengungkapan Tipikor ada di Penetapan Kerugian Negaranya ketimbang unsur melanggar hukumnya. Dan itu ranah tugas Auditor termasuk BPK. Konyol bagi Penegak Hukum untuk tetap berani memproses TIPIKOR yang BPK (selaku Auditor Tertinggi di Negara ini) tidak melihat ada unsur kerugian negaranya. Karena sekali Auditor BPK bilang tidak ada kerugian negara itu sudah final. Tidak pernah ada kejadian pernyataan tidak ada kerugian dari BPK dibantah. Tapi sayangnya jarang (tidak pernah) BPK secara tegas bernai menyatakan demikian. Selalu saja aspek politis yang dipertimbangkan. Termasuk di Century ini. Seperti yang saya bilang di posting sebelumnya kesalahan BPK ada di pengambilan kerangka berpikir. Padahal krangka berpikir ibarat “processor” yang menentukan tehnis dan prosedur audit untuk mendukung kesimpulan. Salam Damai.

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 2:42 pm
  91. saya hanya berandai2 kalo uang 6,7 trilyun untuk membayar gaji guru honorer Ibu Sri Mulyani mau ga ya…karena kesejahteraan guru juga berdampak sistemik bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia…tapi apalah jasa dan jerih payah pengabdian ribuan guru honorer buat negeri ini…apalah artinya…..

    Posted by Abdul Aziz | 10 Desember 2009, 3:29 pm
  92. coba ad alat yg bisa mendeteksi niat baik dan niat buruk…
    pasti ketahuan niat awal kebijakan itu diambil..
    bu sri kan bkn mama lorent yg bisa melihat akibat di masa datang, beliau berperan antisipasi dan prediksi..
    jgn terlalu ekstrim lah menyudutkan orang, bwt yg menyudutkan org depkeu, biar saja dy belum tahu org depkeu tuh kerjanya kaya ap, ngomong sama org g paham tuh malah jd debat kusir,

    semoga keadilan dan kebenaran tetep terjaga..

    Posted by entong | 10 Desember 2009, 4:13 pm
  93. Komentar-Komentar dari Sdr. Kamira Sanjaya memang cukup canggih……ciamik sekali caranya dalam “berselancar” dengan menggunakan “papapn” hitungan angka-angka ekonometrik dengan dibantu oleh “ombak” peraturan-peraturan dan regulasi hukum yang berlaku.
    Cuma sayangnya, dia lupa bahwa Ilmu Ekonomi itu tetaplah berada dalam “ranah” ilmu sosial, yang pada akhirnya akan selalu menyangkut Manusia dengan segala tindakannya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Atas dasar itu, motif-motif ekonomi tidaklah bisa serta merta dinilai dengan menggunakan hitungan ekonometrik semata……Jangan lupa, bahwa idealisme dalam pemikiran ekonomi yang mendasar (Disini saya ingin pakai mazhab ekonomi Liberal Klasik dari Adam SMith) adalah untuk menciptakan individu-individu yang tangguh dan memiliki integritas yang tinggi, yang mampu untuk menggerakkah dan memanfaatkan sumber-sumber ekonomi, demi menggerakkan perputaran ekonomi didalam sebuah pasar persaingan sempurna dimana baik Produsen maupun konsumen sama-sama memiliki akses yang terbuka untuk masuk dan keluar dari pasar tersebut.
    Maksud saya adalah, bahwa dalam ilmu ekonomi juga, ada unsur humanisme yang amat lekat….dan Adam Smith melalui Buku kanoniknya, The Wealth of Nations dengan tegas menentang segala bentuk ketidakadilan yang terjadi dalam sebuah pasar, makanya dia kemudian menentang terjadinya monopoli, baik dari pihak konsumen maupun dari sisi produsen. Artinya, hal yang patut dipertanyakan adalah, mengapa Ibu Sri dan Pak Boed yang terhormat, memutuskan untuk mem-bail out Bank Century, sedangkan banyak ahli ekonomi yang menyatakan bahwa Bank itu sebenarnya “too smaLL to be helped”? Mohon maaf, tapi bagaimana misalnya kalau yang mengalami krisis likuiditas itu adalah Bank sebesar BCA, Bank Niaga, atau Bank Bukopin lah misalnya ??? Bagaimana kira-kira Menkeu dan Gubernur BI akan menyikapinya ? Saya salut dengan pendapat JK yang menyatakan bahwa Bank Century itu sebenarnya merupakan bank yang dirampok oleh pemiliknya sendiri……lebih salut lagi karena JK telah menyatakan hal itu jauh sebelum digelarnya Pilpres…..oleh karena itu, dapatlah kita “sedikit” percaya bahwa tidak ada “motif-motif strategis” dari JK pada saat itu…

    Dengan demikian, namnpaknya sulit buat saya pribadi, dan mungkin bagi banyak pihak lainnya di negeri ini, untuk menelan begitu saya pernyataan Menkeu dan Gubernur BI bahwa penyertaan modal pemerintah di Bank Century itu adalah semata-mata murni karena alasan ekonomis demi mencegah terjadinya efek domino pada perekonomian secara keseluruhan……akan tetapi, saya harus sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa memang mungkin saja Bu Sri dan Pak Boed hanyalah “Puppets” yang sedang dimainkan oleh seorang “dalang” yang amat handal…..

    lalu siapakah dalang itu ??? akh,tulisan ini sudah terlalu panjang…..mungkin lain kali saja saya lanjutkan…..hehehehehhe

    Salam Hangat….
    Semoga damai bersemayam di hati kita….

    Amien

    Posted by Galih Imaduddin | 10 Desember 2009, 4:26 pm
  94. Semua manusia pernah khilaf, begitu juga dengan Ibu Sri Mulyeni :) sungguh tak ada manusia sempurna.

    Posted by Rindu | 10 Desember 2009, 4:54 pm
  95. P Galih..thanks for your response. Kita memang harus membedakan aspek policy (BI & Depkeu) dan aspek tehnis (LPS & Century). Kalau aspek tehnis saya bisa juga tunjukkan financial engineering and fraudelent investment banking yang dilakukan Manajemen Century sebelum diambilalih LPS. Diskusi saya terdahulu hanya menyangkut masalah policy oleh Menkeu dan Gub BI. Saya tidak menyangkal bahwa bobroknya BI karena lemahnya pengawasan. Tapi anda perlu tahu soal pengawasan sudah diatur regulasinya oleh BI jauh sebelum P Boed jadi Gubernur. Makanya secara gentlement saat rapat di KSSK/KK BI menyatakan siap bertanggungjawab terhadap “masalah-masalah”, kalau mau dibilang demikian, yang terjadi sampai dengan Century diambil alih LPS, tentu saja secara proprosional. Pemegang Saham Century (Chinkara) sendiri tidak pernah mengatakan pernah berhubungan dengan P Boed. Hubungan Chinkara dengan BI intensif pada saat dulu mengurus izin akuisisi )(P Anwar & P Aulia)…Saya pun tidak membantah kebrengsekan para pemegang saham pengendali Century. Tapi kenapa mereka-mereka yang enak-enakan ongkang-ongkang di negeri orang..pejabat kita sendiri mau “digebukin”..Kan semestinya gotong royong ringkus orang-orang itu dulu..diadili..kalau mereka-mereka itu bisa membuktikan ada peran dari pejabat-pejabat pengambil keputusan barulah kita ambil sikap.

    Posted by Kamira Sanjaya | 10 Desember 2009, 5:08 pm
  96. so hopeless… hiks..hiks..hiks..

    Posted by Coky Fauzi Alfi | 10 Desember 2009, 5:44 pm
  97. Maju terus bu Sri… :)

    Posted by Raharjo | 10 Desember 2009, 6:18 pm
  98. Mana yang penting ? Integritas keilmuan saja atau integritas menyeluruh? Semoga semua bisa terungkap transparan dan diselesaikan secara adil. Kami sendiri masih berpendapat SMI maupun Pak Boed bukan aktor, tetapi orang pintar yang “ditekan” tidak menggunakan “kepintarannya”
    Akar banyaknya keresahan masyarakat ya hanya PERASAAN KETERPURUKAN YANG BERKELANJUTAN INI, MENGAPA TERASA MASIH TERUS BERLANGSUNG. Perasaan rakyat mencari uang masih sulit tetapi semua indikator dikatakan fine-fine saja. Perasaan rakyat ketimpangan ekonomi-sosial yang makin melebar dan lain sebagainya.
    Bukan hanya 6,7 Trilyun saja masalahnya tetapi UNTUK APA UANG UANG ITU DIPAKAI…
    Maju terus keadilan dan Transparansi proses pencariannya !

    Posted by korantarget | 10 Desember 2009, 9:05 pm
  99. maaf saya nongol lagi…
    terus caranya gimana ya pak/bu untuk ringkus penjahat sebenernya dari masalah century ini…?? (yang sekali lagi kita sepakat pasti bukan bu Ani dan pak Boed, mereka cuma pas ditempat yang salah saja, dus menjadi WAJIB ikut bertanggung jawab)

    seorang awam tanpa gelar CFE dibelakang namanya pun pada hakekatnya bisa dan tau caranya mendeteksi fraud pada suatu skandal keuangan (bedanya cuma di skematis dan runtutan cara pikir dan cara ungkap).

    Standar pertama yang harus diacu saat mencerna masalah keuangan ini adalah “professional sceptisism” (anda semua yang dari accounting pasti lekat dengan konsep ini). Berangkat dari konsep inilah maka rerangka berfikir para “pemotret” century ini bekerja. Tanpa bermaksud mbela2in para auditor BPK, yang saya mau ungkap adalah semua akuntan yang budiman tidak akan mungkin (kalaupun ada yaaa jaraaaaaang bgt)menggunakan perspektif yang sama yang digunakan dengan auditee-nya, naif sekali kalau itu dilakukan, jadi hilang dunk fungsi kontrolnya??? (kalo gitu BPK di bubarin aja…nah lho?!) berangkat dari rerangka berfikir ini maka sekali lagi saya bilang: kalaupun ada perbedaan cara pandang antara BPK dengan BI dan Depkeu dan DPR ya mbo ya jangan dimaknai sebagai “ketidakprofessionalan”. oiya…lagipula untuk menentukan suatu masalah mengandung unsur krugian negara atau tidak, setau saya (dan maaf saya taunya cuma dikit) bukan BPK sendirian lho yang menyatakan, ada institusi lain juga lho yang harus diajak diskusi.

    para auditor dimana2 kerjanya sama, cuma bilang ada Indikasi..bukan menentukan besaran absolut kerugiannya. kalau dianalogi: anda pergi ke Dr. anda ditanya sakitnya dimana? seperti apa rasa sakitnya? sudah berapa lama? dan pola makan anda gimana? trus anda jawab dan diperiksa ditempat. Kalo si Dr ga yakin ama hasil pemeriksaan dan jawaban si pasien pastinya dia akan cuma bisa menyimpulkan “anda terindikasi demam berdarah, atau demam bernanah atau darah berdemam, silakan periksa Lab.” Maknanya, akan sangat culun sekali jika anda lantas menghakimi bahwa Dr tersebut tidak professional.

    balik lagi ke masalah century, mmm…rumit sih tapi akan jadi tidak rumit kalo kita percaya saja sama proses yang sedang dikerjakan…sekali-sekali kita berpikir pragmatis lah, biarin aja Bu Ani pak Boed kalo emang perlu diproses yang diproses aja toh Negara ini tetep gak bakal tutup, rakyat sebagai stakeholder juga ga akan mendivest Indonesia tercinta ini tho (lagian apa kita mau merger ama tetangga sebelah?).

    InsyaAllah, DR. Ani dan Prof. Boed kuat dan legowo ngadepin ini semua…dan Indonesia,mari sama-sama kita berdoa saja semoga perampok sejatinya (yang saat ini lagi cengengesan)cepat masuk neraka aja…Amiiieeeeen.

    Posted by Deis | 10 Desember 2009, 9:37 pm
  100. Saya percaya dengan integritas pak Dahlan iskan apabila membahas sesuatu, jadi apa yang beliau risaukan tentang ibu Sri Mulyani adalah kerisauan saya juga.Saya nggak tahu bagaimana ending dari episode kehidupan ini.Saya hanya berharap bahwa semua orang berangkat dari rasa kasih dan sayang, prasangka sih boleh tapi tidak perlu dengan menghujat segala, seolah kita yang paling benar dan orang lain pasti salah.

    Posted by bambang sukra | 10 Desember 2009, 10:06 pm
  101. waduh saya cuma bisa berharap, sangat disayangkan apabila kenyataan benar seorang sri mulyani….. mmmmmmm…

    http://arisdjakimo.wordpress.com/

    Posted by arisdjakimo | 11 Desember 2009, 6:28 am
  102. yang salah harus bertangggung jawab!!! semoga tidak ada kongkalikong dalam proses penyelidikannya.. AMinn..

    Posted by sailormoon | 11 Desember 2009, 9:12 am
  103. yeah…
    lanjutgan !!!

    Posted by erickningrat | 11 Desember 2009, 9:24 am
  104. Sampai seberapa sering lagi sih Media Massa mau mberitain Angket Century? Mau berapa lama lagi sih Demonstrasi soal Century..kalau sudah ga ada cover up berita soal Century, karena sudah bikin jenuh pembaca/pemirsa, artinya ga ada ajang/panggung lagi buat “nampang” mereka-mereka yang ingin (tetap) tenar, pasti juga “bubar” sendiri..Kalau mau tetap diliput Media ya mesti nyari issue lain..Samahalnya Sinetron..kalau masih tinggi rating-nya ya dibuat lagi serinya. Kalau drop ya tamat. Ngapain TV nayangin sinetron yang udah ga laku. Mau koran..lihat KOMPAS yang oplah Nasionalnya terbesar..nyaris tiap hari di Rubrik Bisnis&Keuangan ada photo Menkeu. Mau Angket..kemarin pas P Idrus nikah pasti tidak lupa siapa Saksi Nikahnya. Pak Aburizal..masak tidak ingat peranan TIm Sukses P Akbar Tanjung yang nota bene dukung JK “join” lagi dengan SBY. PKS, PKB, PPP..ingatlah boss Anda Anggota kabinet. O, iya yang nitip P Hatta Rajasa ke SBY seingat saya P Amien Rais…PDIP..hehehehe..dik Maruarar apa tidak inget kalau Eyang Taufik tidak teken Angket…P Din Syamsudin..mohon maaf sebesar-besarnya kalau dulu Bank milik organisasi Anda tidak kami bantu..CASE CLOSED !(THIS IS NON TECHNICAL EXPLANATION)

    Posted by Kamira Sanjaya | 11 Desember 2009, 10:26 am
  105. Saya juga tidak terlalu percaya dengan kasus century itu. Seperti halnya saya tidak percaya kasus Antasari. Setahu saya orang pandai pasti memikirkan semua keputusannya (walau sebagai manusia bisa salah). Tapi mikirnya elit, jarang berkoar-koar ketika diserang (tidak bisa menguasai media). Maka hasilnya karena rakyat lebih dikuasai media, maka orang pandai ini akan selalu jadi kambing hitam. Manipulator tidak takut hukum Tuhan, dan menganggap Tuhan tidur kali. Kacau.

    Posted by rosa | 11 Desember 2009, 12:37 pm
  106. Hari ini Menkeu mengeluarkan pernyataan tidak membantah (tafsiran) statement “kontroversialnya” kemarin di Wall Stree Journal. Ehmm a nice fight back, Madame! Sangat berani dan mestinya dengan penuh perhitungan. Artinya Pansus akan dibumper-kan ke ARB. Suka tidak suka, mau tidak mau, ARB ditarik-tarik ke arena. Kalau dukungan yang pro ke Menkeu lebih besar, maka opini publik akan terkondisi bahwa benar ada agenda tersembunyi dari “seseorang” yang tidak suka dengan dia. Pasti..kalau disuruh milih antara 2 pilihan SMI or ARB sebagian besar akan lebih milih SMI. What’s next..masyarakat akan cenderung skeptis dengan kerja Panitia Angket. Kalau tidak ada pernyataan kontroversial dari Menkeu, praktis panggung politik hanya akan dikuasai orang-orang pro Angket. Dengan adanya statement tsb panggung politik mulai bergerak ke arah setimbang antara ya pro dan kontra. Setelah kemarin-kemarin secara kasat mata publik yang kontra dengan SMI tanpa malu-malu bersikap “Lengserkan SMI”, kalau sekarang dengan mengatasnamakan JANGAN SAMPAI ANGKET DIJADIKAN AJANG BALAS DENDAM..Anda sudah tidak perlu malu-malu lagi kalau mau terang-terangan bilang “KAMI KEBERATAN ADANYA PANITIA ANGKET CENTURY”. Who’s panic? Pansus Angket or SMI?

    Posted by Kamira Sanjaya | 11 Desember 2009, 12:58 pm
  107. Akal sehatnya dimana? hilang bersama triliunan rupiah?

    Posted by Arik | 11 Desember 2009, 1:40 pm
  108. Hmmm…..Only God Knows… ^_^

    Posted by Zaldy Ogawa | 11 Desember 2009, 2:16 pm
  109. sayapun jadi bingung mau komen gimana ?????, @Arik, I Agree with u…hanya Sri Mulyani yang tau, Tuhan beserta iblis-iblis yang ada di sekitarnya…

    DOWNLOAD E-BOOK AKHIR ZAMAN GRATIS
    http://www.penuai.wordpress.com

    Posted by penuai | 11 Desember 2009, 3:02 pm
  110. Saya percaya bahwa beliau itu menteri keuangan yang hebat.
    Tapi bila laporan BPK itu betul, maka perlu dipertanyakan apa yang menyebabkan dia bikin kecerobohan yang luar biasa.

    Posted by M.M.Amir | 11 Desember 2009, 5:39 pm
  111. NOTHING AT ALL……..!!!!!!
    NO COMMENT…!!!

    Posted by Goda-Gado | 11 Desember 2009, 7:39 pm
  112. Saya hanya seorang rakyat jelata, tidak paham betul tentang teori ekonomi dan segala tetek bengeknya….tapi biasanya saya dan mungkin sama dengan rakyat yang lain hanya melihat GOAL dari sebuah kebijakan…saya juga tidak paham mengapa mungkin sebagian orang mengatakan bahwa beliau SM penganut neo liberal, agen IMF atau apapun istilahnya….tapi yang jelas negei ini masih bertahan meskipun pada waktu itu dollar terapresiasi 12.000,…sehingga dunia perbankan juga tidak terjadi rush seperti tahun 1998..tapi apakah bank century juga cukup representatip untuk dikatakan perlu diselamatkan..demi supaya tidak terjadi kegagalan sistemik spt ambruknya bank2 kita pada tahun 1998….yang jelas kami sebagai rakyat hanya tahu…apa GOAL dari semua ini…apakah dana 6,7 trilyun bisa kembali..? Apakah perlu dicari kambing hitam lagi untuk semua ini, hanya semua menjadi samar-samar dan PENUH RETORIKA ketika ranah politik sebagai pemicunya…..Mengapa negeri ini tidak pernah tuntas mengusut sesuatu…kami sudah bosan dengan retorika, tapi kami hanya melihat GOALnya…duit kembali…anggaran ditata lagi…barangkali mungkin semoga mbok menowo kita makmur…saya dapat kerjaan lagi…amien….

    Posted by Ir. Pengangguran | 11 Desember 2009, 7:55 pm
  113. Mas aku pendukung bu Sri Mulyani. aku yakin bu Sri mulyani ikhlas membuat keputusan itu tanpa mau mengambil keuntungan, aku yakin beliau bersih. namanya juga ijtihad kan klo benar 2 klo salah ya 1. oya ijin saya sebar d FB karena saya setuju banget. klo boleh comment balik, klo nggak ya nggak apa2. lam knal. makasih mas

    Posted by sugeng prayitno | 11 Desember 2009, 11:19 pm
  114. SMI telah melakukan pekerjaannya dengan unjuk kerja yang baik.
    Mengadili kebijakan masa lalu dengan kacamata masa kini adalah tidak fair.Sejarah mencatat, pengorbanan 1 batalion dilakukan untuk menyelamatkan puluhan devisi.

    Posted by Mohamad Ridwan Surono | 12 Desember 2009, 9:06 am
  115. Bu Sri Mulyani mungkin takkan membuat keputusan seperti itu tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan baik dan buruknya bagi negara dan bangsa.Tapi negara dan bangsa yang sperti apa dulu? Apakah negara dan bangsa yang pro neoliberalisme? Wallahu’alam.

    Posted by Admin | 12 Desember 2009, 1:22 pm
  116. Anda dan yang ada disini terlalu sentimentil.. dengan sosok sri mulyani. banyak hal yang telah saya dapatkan dari hasil dokumentasi perjalanan periode lalu hingga hingga hari di DALAM NEGERI (kategori Ekonomi Pembangunan diblog saya). NEO-LIB diwilayah publik bagaimanapun hantu yang menakutkan bagi kita. Menyoal Kasus Bank Century adalah salah satu satu dari sekian banyak kasuss Mbak ani harus diganti. Ok http://www.teguhimanprasetya.wordpress.com

    Posted by Teguh Iman Prasetya | 12 Desember 2009, 1:25 pm
    • hukum memang harus ditegakkan. tapi hukum yang seperti apa. berdasarkan benar dan salah. mana yang disebut keadilan. sedangkan beliau (SMI) telah mengorbankan segalanya untuk kita bisa tidur nyenyak. untuk kita bisa melihat bangsa ini masih diakui di mata dunia. jangan dilihat dari sisi buruknya aja dong, apa yang telah dilakukan beliau selama ini. beliau tidak diam saja melihat semakin hancurnya keuangan negara ini karena ulah orang2 tidak bertanggung jawab. APA INI YANG DISEBUT KEADILAN…!!!

      Posted by calon arang | 19 Desember 2009, 9:25 pm
  117. Kalau ditengok ke belakang, SRI MULYANI Dijadikan komoditi kampanye pilpres SBY, dengan gembar gembor keberhasilan penanggulangan krisis yang tepat..Rakyat percaya itu dan memilih SBY kembali..
    Sekarang sri mulyani ada di posisi yang kritis.. harusnya Presiden SBY Ikut bertanggungjawab dan mengklaim apa yang menjadi kebijakan orang kepercayaannya seperti saat beliau mengklaim penanggulangan krisis keuangan .
    Jangan Sri mulyani yang dijadikan kambing hitam..
    anda harus berani pak SBY..salah atau benar.
    kami tunggu ketegasan anda..

    Posted by hello bali | 12 Desember 2009, 3:19 pm
  118. Ibu Sri Mulyani adalah seorang akademis yang berdedikasi tinggi kepada nusa dan bangsa, kami percaya semua keputusan yang diambil dalam menjalankan tugas negara sudah sesuai hati nurani serta harkat dan martabat keluarganya, namun ibu Sri Mulyani bukan seorang politisi, sebagai mana kita ketahui politik itu sangatlah kejam, yang putih bisa jadi hitam, kami sebagai masyarakat biasa hanya bisa doa semoga itu Sri Mulyani diberi kekuatan oleh Nya untuk menghadapi cobaan ini. Ibu Sri maju terus demi nusa dan bangsa.

    Posted by Burhan Wongso | 12 Desember 2009, 6:56 pm
  119. “Becik ketitik olo ketoro” Mudah-mudahan siapa yang bersalah segera terungkap. Saya turut berdoa mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar dan bukan Ibu Sri Mulyani yang bersalah. Mudah-mudahan.

    Posted by jokostt | 12 Desember 2009, 9:46 pm
  120. Berikut isi pernyataan BPK terkait Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kasus Bank Century

    1.Info yang dipakai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak cukup lengkap dan memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
    2.Bank Indonesia (BI) dan KSSK tidak memiliki kriteria terukur dalam menetapkan dampak sistemik Bank Century, tetapi penetapannya lebih didasarkan pada judgement.
    3.Komite Koordinasi (KK) yang beranggota menteri keuangan, gubernur BI, dan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) belum pernah dibentuk berdasar Undang Undang
    4.Keputusan KSSK tidak menyebutkan biaya penanganan oleh LPS. Hal ini melanggar ketentuan Peraturan LPS No. 5/PLPS/2006 pasal 6.
    5.LPS tidak meminta persetujuan Komite Koordinasi (KK) saat menyalurkan dana talangan tahap kedua Rp. 2,2 trilyun. Hal ini bertentangan dengan peraturan LPS No. 5/PLPS/2006 pasal 33

    Jadi temuan BPK baru sampai pada indikasi pelanggaran prosedural. Tetapi opini publik yg dibuat se olah2 terjadi penyelewengan dana sebesar Rp6.7T untuk penyelamatan B Century. Kalau kita baca Notulen rapat KSSK re. penyelamatan BC(yg isinya juga sudah beredar), terlihat rapat berlangsung teratur dan sistimatis. Tetapi juga terlihat keterbatasan waktu yg sangat mendesak karena Century sudah kalah kliring.
    Mengenai aliran dana kelihatannya BPK belum menemukan apa2 setidaknya pada layer pertama. Yang bisa diartikan tidak ada dana yang mengalir ke pihak yg bukan nasabah Century. Jadi kalaupun ada yg mau dicurigakan adalah sbb: apakah nasabah sesudah menarik dana miliknya dari Century mengalirkannya ke pihak yg berjasa dalam memutuskan bail out Century? Kelihatannya hal ini tidak dijelaskan ke publik oleh politisi pendukung angket bank Century. Mereka lebih menekankan bahwa Sri M dan Budiono bertanggung jawab atas hilangnya uang negara sebesar Rp6.7T (yg lebih akurat dananya dari LPS yg berasal dari iuran bank2 peserta). Tambahan lagi kalau B Century ditutup LPS tetap bertanggung jawab atas semua deposan di bawah Rp2 milyar dan perhitungan klaim atas asset B Century yg bisa diselamatkan jadi lebih kompleks lagi karena deposan besar juga bakal ikut klaim. Tapi alasan yg utama utk menyelamatkan adalah karena takut berdampak pada kepercayaan masyarakat ke perbankan dan bisa menyebabkan bank rush.

    Posted by SINDRA | 12 Desember 2009, 11:07 pm
  121. Nurani dan akal sehat menunjukkan kalau langkah Ibu Ani benar adanya……

    Posted by Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen | 13 Desember 2009, 11:41 am
  122. saya berharap bahwa apa yang ditemukan oleh BPK tidak benar.semoga Allah menunjukkan kebenaran yang hakiki dan yang salah itu salah. amin

    Posted by bluemild | 13 Desember 2009, 3:16 pm
  123. Hati kecil saya untuk Sandra Dewi.

    Posted by Edwin Dianto | 13 Desember 2009, 5:24 pm
  124. Saya lebih kagum sama penulisnya,dengan menulis begini beliau langsung di-creat jadi Dirut PLN…

    Posted by sontoloyo | 13 Desember 2009, 8:12 pm
  125. saya mahasiswa STAN, mendukung bu SRi Mulyani!

    Posted by yudho asmoro | 13 Desember 2009, 9:54 pm
  126. Pertanyaannya : Apakah mbak Ani nuraninya bersama trilyunan itu ?

    Posted by Latief | 13 Desember 2009, 11:50 pm
  127. kalau pendapat aku pribadi sih mendingan..kita semua ga usa berpihak ke kiri atau ke kanan…masalahnya informasi yang kita dapat selama ini..juga masih banyak yang belum bisa di yakini kebenarannya ,kecuali mata kepala sendiri yang mennyaksikan ,mau menyakut masalah ekonomi,politik atau hukum terlalu ribet lah pusing…yang sederhana saja pokoknya kita sebagai rakyat harus menuntut keadilan…titik jika semua di jalankan dengan benar aku yakin seyakin-yakinnya semua masalah bisa terselesaikan…

    Posted by andi syahputra | 14 Desember 2009, 2:51 am
  128. mereka yang bermain..berspekulas di pasar dapat untung ya makan sendiri…ketika gagal kok minta kita2 yang bayar itu kan uda jelas gak adil lagian pemerintah ngeluarkan kredit buat ukm aja masih belum maksimal bisa2ya nalangin bank gagal bayar itu baru namanya ga adil pokoknya kita harus tuntut siapa2 saja si pemegang tanggung jawab cari sampai dapat

    Posted by andi syahputra | 14 Desember 2009, 3:03 am
  129. Rakyat menuntuk keadilan..ehm rakyat yang mana dan keadilan yang mana ya? Apa hubungannya rakyat dengan bank century? keadilan seperti apa yang diharapkan? uang rakyat di century tidak ada “seupil-pun”– yang ngomong ada uang rakyat di Century itu mungkin perlu belajar aturan dulu sebelum ngomong– duait rakyata (APBN) yang 4 trilyun masih tersimpan di brankas LPS.Keadilan telah diberikan kepada para nasabah. Tapi bukan ke nasabah Antaboga yang masih “teriak” dimana-mana dan sekarang minta bantuan oknum DPR (mgk termasuk yang Pangket) untuk bisa dibantu dikasih dana talangan juga. Antaboga adalah produk “rekayasa” pemilik/pemegang saham pengendali dan bukan produk Bank Century yang WAJIB dijamin oleh LPS. Century hanya dijadikan kendaraan oleh pemilik untuk “mengelabui” dan “menilep dana peserta Antaboga. Mirip skandal “MADDOG” di US dgn trik ponzy-nya. Apa pemerintah US membailout korban penipuan di Maddog? Di Lehman-pun Pemerintah US hanya membail out dana investasi milik penduduk US yang diinvestasikan di Lehman. Apa artinya Pemerintah US tidak adil ke investor milik warga non US? Pembentukkan Century sampai akhirnya di-bail out jelas beda dengan IFI maupun global. Century merupakan pilihan penyelamatan BI tahun 2001 atas CIC, Danpac, Pikko plus ada investor yang mau mendanai kelangsungan hidupnya. IFI n Global adalah pilihan “suntik” mati karena ga ada investor yang mau ambil alih. Kalau Anda setuju dana “rakyat” investor Antaboga harus di bail out Pemerintah, maka segeralah bergabung di belakang barisan Pro Angket Century. “JANGAN JADI ORG DUNGU dan DZALIM HANYA KARENA ANDA TIDAK SETUJU DENGAN KEBENARAN YANG TIDAK SEJALAN DENGAN KEMAUAN & PIKIRAN ANDA. KARENA TUHAN MENGKARUNIA MANUSIA DENGAN OTAK dan AKAL UNTUK BERPIKIR DAN MENCERNA KEBENARAN”. Salam

    Posted by Kamira Sanjaya | 14 Desember 2009, 9:33 am
  130. Memang reputasi Sri Mulyani tak perlu diragukan lagi dalam mengelola keuangan negara. Tapi, apakah negeri ini akan hancur seketika bila beliau berhasil diruntuhkan oleh lawan-lawannya? Negara ini terlalu besar dan kuat untuk dihancurkan karena ulah para politikus.

    Sebelum dihancurkan lawan-lawannya saya rasa beliau mempunyai data dan fakta yang dapat membentengi diri dari lawan-lawannya.

    Kebenaran dan keadilan mungkin tidak dapat ditemukan di dunia, tapi dia benar-benar ada.

    Posted by Gunarto | 14 Desember 2009, 1:26 pm
  131. Mau tahu kelanjutan nasib “Mr. Bangsat” (Bambang Soestayo)Anggota DPR yang kemarin menuduh Menkeu terlibat percakapan dengan Robert Tantula..ke depan terkait bisnis usaha Mr BS akan dilakukan audit atas kewajiban pajak dan bea masuk-nya..audit pengadaan yang melibatkan perusahaannya di BUMN dan Departemen, keabsahan perusahaannya, kewajiban perbankan dengan bank-bank BUMN, kewajiban LHKPN de el el..(pokoknya sampai ke liang semut-pun akan dikejar). Tidak sulit untuk mengenakan SKP plus sanksi denda, pelanggaran restitusi n bea masuk, pengaturan tender dan subkontrakting tanpa izin, nangkep kontraktor cuman modal perusahaan bendera, dokumen kredit yang direkayasa, kewajiban kredit yang tertunda-tunda plus belum kasih LHKPN ke KPK. Kalau usaha dia limbung darimana dia kasih dukungan ke partai…kalau bisnisnya kollaps karena kesulitan keuangan karena kewajiban ke negara plus usahanya bermasalah..kan ga usah repot-repot memperkarakan n memproses hukum dia..Kalau Pansus Angket or Pejabat-pejabat negeri ini berani nyerang Menkeu..maju sendiri…jangan keroyokan bersembunyi di balik lembaga..Apa kalian sudah yakin usahanya selama ini, sampai ada kelebihan dana untuk duduk di DPR or BPK tidak “ngemis” dari BUMN dan Departemen yang nota bene pemegang saham dan juru bayarnya adalah Menteri Keuangan..BERSIH SENDIRI DULU SEBELUM NUNTUT ORANG LAIN BERSIH !

    Posted by Kamira Sanjaya | 14 Desember 2009, 1:39 pm
  132. pada akhirnya tidak ada manusia yang sempurna. saat ini kita seolah kehilangan sosok cerdas Ibu Sri Mulyani.

    Posted by BaNi MusTajaB | 14 Desember 2009, 2:37 pm
  133. Sri Mulyani juga manusia

    Posted by Imam Uong | 14 Desember 2009, 6:19 pm
  134. @Kamira Sanjaya – penjelasan-2 anda dalam kasus ini lugas, mudah dimengerti, data akurat dan ilmiah , mohon izin untuk diteruskan kepada komunitas lain yg ingin mengetahui permasalahan ini secara jelas, tidak sepotong-sepotong seperti iklan 6,7 T di metro TV.

    Posted by Ikhlasul | 14 Desember 2009, 7:38 pm
  135. Berita2 di Metro TV memang luar biasa. Reporternya dan sebagian besar pembicara yg diundang membuat pernyataan2, pertanyaan2 yg mengarahkan, dan mencampur adukkan kejahatan perbankan dengan bailout sehingga membangun opini yg publik yg menyesatkan. Masalah financial krisis, systemic, contagion, bailout banks, sangat pelik bagi ekonom sekalipun. Jadi bakal banyak yg berbeda pendapat. Seperti di Amrik dana bailout yg dikeluarkan besarnya 600 kali BC (utk AIG saja 200XBC), jadi banyak juga yg kritik disana, bedanya pembuat kebijaksanaannya tidak ada yang dituduh korupsi.

    Posted by SINDRA | 14 Desember 2009, 8:51 pm
  136. Terima kasih ke para Neters yang akhirnya bisa jernih melihat kasus Century setelah membaca tulisan saya. Tidak ada kezhaliman yang lebih dzalim ketimbang membiarkan kedzaliman dan fitnah di depan kita tanpa ada ikhtiar untuk menghentikannya. Lebih bijak untuk mau membaca pengetahuan ketimbang melihat TV. Karena bagi TV “bad news is a good news”. Jangan pula serta merta mempercayai (ucapan) politikus Senayan..karena pepatah bilang “jangan percaya politikus kecuali dia mambantah”. Selain itu menjadi Anggota DPR adalah satu-satunya jabatan pejabat negara yang tidak perlu kerja keras ujian (fit & proper) untuk membuktikan kompetensinya. Bagi pejabat publik (baca pejabat pemerintahan) berpikir dulu matang-matang adalah keharusan, cek dan klarifikasi data/info adalah pembawaan, dipertimbangkan dulu untung ruginya bagi masyarakat baru kasih pernyataan adalah kewajiban. Bagi mereka kinerja terbaik yang dihasilkan merupakan penghargaan atas kepercayaan rakyat melalui Presiden. Kalau Anda anggota Dewan..yang penting nampang dulu (syukur-syukur jadi tenar)..diliput media massa sehingga masyarakat (senantiasa) kenal. Bagi mereka ketenaran adalah jaminan/modal utama untuk kepilih lagi. Paling tidak gampang minta proyek pemerintah or syukur-syukur diangkat Menteri. Penghargaan ke rakyat..ya wujudnya kaos dan sedikit ganti transport kampanye. Sekarang silakan pilih sendiri mana yang layak Anda percaya sebagai yang memperjuangkan nasib rakyat.

    Posted by Kamira Sanjaya | 14 Desember 2009, 11:59 pm
  137. Jangan juga terlampau menelah analisis pengamat yang sangat sering muncul di TV..karena bisa jadi dia orang bayaran untuk peran antagaonis buat Pemeritah. Kalau peran antagonis yang penting ngeyelin mlulu pert=nyataan Pemerintah. Sama seperti tukang kompos. Saya sangat geli dengan analogi “Profesor Kodok” versi Kwik Kian Gie. Dia berkisah ada profesor dan anak kecil di pinggir sungai. Mereka sedang adu hitung berapa kali kodok melompat dari ujung sungai yang satu ke ujung sungai yang lain. Sang profesor mengkalkulasi secara teliti kemampuan lompatan si kodok sampai ke ujung sungai. Kata si Kwik, si Profesor kalah “pintar” sama anak kecil, hanya karena anak kecil bilang kodok hanya perlu lompat sekali habis itu berenang sampai ujung sungai. Kwik mengumpamakan “Pengamat” sebagai anak kecil dan “Profesor” sebagai Menkeu/Gub BI. Tapi Kwik lupa bahwa pada saat itu sungai sedang deras arusnya karena ada banjir di hulu sungai. Kalau ikut omongan anak kecil sudah pasti si kodok kena terjangan arus dan mati tenggelam. Sedangkan si professor setelah mengkalkukasi kemampuan kodok, segera mengambil bebebapa batu besar dan meletakannya di sungai. Dengan begitu kodok tidak akan jatuh ke air dan sampai dengan selamat ke ujung sungai. Akhirnya si kodok selamat sampai di pinggir sungai karena “keahlian si Profesor”. Setelah itu si profesor gantian bilang ke Kwik “Hey Kwik kalau air tenang sih ngapain gua capek-capek nongkrong sampai pagi di pinggir sungai…kalau kau dan kawan-kawanmu tadi masih percaya sama caranya si Anak kecil siap-siap aja kamu dikeroyok bangsa kodok”. Si Kwik ngeles..”maklumlah aku kan bukan profesor”..hehehe…

    Posted by Kamira Sanjaya | 15 Desember 2009, 12:19 am
  138. ▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★

    (Payudara Gede) SARA LOUISA Gan, Presenter Bisik-bisik TPI saingannya Yeyen
    http://gede2.notlong.com/

    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★
    ■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓

    Posted by iantonbuso | 15 Desember 2009, 6:51 am
  139. Saya ingin menghibur Cak Dahlan: Bahwa Tuhan telah berjanji akan mengurangi secara bertahap jumlah orang-orang baik di dunia ini …. Maka jangan bersedih …

    Posted by Pak Wie | 15 Desember 2009, 12:55 pm
  140. Penyelamatan Century Menyelamatkan Industri
    http://www.infobanknews.com/index.php?mib=news.detail&id=15840

    Posted by Andri M | 15 Desember 2009, 1:16 pm
  141. Kepintarannya tidak digunakan sebagaimana mestinya…

    Posted by ejajufri | 15 Desember 2009, 1:24 pm
  142. tuh akibatnya kalau kebanyakan dialog di TV
    gak jelas ujungnya
    cuman cari dulut melulu

    Posted by dreamfrog | 15 Desember 2009, 1:54 pm
  143. ..saya juga salah satu pemerhati kasus bank century ini…ibu sri mulyani tidak salah…harusnya kita seluaruh warga negara melihat dari sudut pandang rasional janganlah dalam sudut pandang sepihak ato politik…menkeu mengambil sikap itu demi negara yg tercinta ini,,bayangkan saja seorang sri mulyani membiarkan ibunda tercinta nya menhembuskan napas terakhir,,,dia tidak bersamanya tapi memilih untuk negara ini….jadi klo menkeu tidak bersalah jangan lah di buat salah,,upaya penyelematan B C itu pasti menkeu uda pikirkan masak2,,,salut buat ibu sri,,,saya dukung perjuangan mu…GBU

    Posted by ema wati | 15 Desember 2009, 6:54 pm
  144. Terlepas dari siapa yang didukung dan dihujat..
    KUBERDO’A AGAR NEGARA TERCINTA INI TERHINDAR DARI TIKUS-TIKUS BERDASI ITU…AGAR WONG CILIK ISO NIKMATIN HIDUPNYA DENGAN TENANG… AGAR TIDAK ADA LAGI ISTILAH : ‘YANG KAYA MAKIN KAYA DAN YANG MISKIN SEMAKIN MISKIN’..

    Posted by badjangsasak | 15 Desember 2009, 7:02 pm
  145. MAJU KEADILAN..!!!

    Posted by badjangsasak | 15 Desember 2009, 7:03 pm
  146. Yang ingin mendukung SMI di facebook bisa gabung di:
    http://www.facebook.com/group.php?v=wall&gid=186403684861

    Posted by Andri M | 15 Desember 2009, 7:25 pm
  147. Bagaimana kalau semua yang dituduh, termasuk Bu Menteri ini, di hipnotis saja? Sehingga pada ketahuan siapa yang salah!

    Posted by ngongangi | 16 Desember 2009, 9:08 am
  148. Hari ini di depan Pangket Century DPR, Ketua BPK menyebut dana LPS adalah Uang Negara karena menurut UU LPS Laporan Keuangannya diaudit oleh BPK…wuakakakakak..sorry Sir,..your conclusion is very stupid. Auditor BPK itu punya 2 fungsi sebagai Auditor Negara dan Auditor Pelaksanaan Tanggung Jawab Pengelolaan Keuangan Negara. Fungsi Auditor Negara setelah UU BPK memang otomatis “dimonopoli” BPK. Dulunya BPKP juga dianggap Auditor Negara, makanya seluruh kontrak-kontrak migas Pemerintah (dulu) diaudit oleh BPKP. Contoh lain BPK digunakan perannya sebagai Auditor Negara saat mengaudit dana pelaksanaan ibadah haji. Padahal dana ibadah haji jelas bukan uang negara. Artinya, suatu lembaga yang menjalankan fungsi negara (pemerintahan), seperti halnya LPS, BPIH, BPMIGAS wajib menggunakan Auditor Negara terlepas sumber dana seluruhnya dari negara atau dihimpun dari masyarakat. Lembaga-lembaga tadi mengelola dua sumber dana, yakni dana untuk operasional lembaganya sendiri (yg otomatis diperiksan tanggung jawab dan pengelolaannya oleh BPK) dan dana yang dihimpun dari pihak ketiga (masyrakat)yang untuk itu dipercayakan auditnya ke Auditor Negara, yakni BPK.

    Posted by Kamira Sanjaya | 16 Desember 2009, 2:04 pm
  149. Sri Mulyani Indrawati ……salah satu putri Indonesia yg cerdas,pemberani………salut untukmu!!!!!! mbak sri…..he…he

    Posted by heru p | 16 Desember 2009, 3:13 pm
  150. Menurut Jakarta Post hari ini SBY will leave SM alone to face the wolves. What is her chance?

    Posted by SINDRA | 16 Desember 2009, 6:29 pm
  151. Terkadang memang sulit utk membuat suatu keputusan yang tepat dan akurat, namun ada satu hal yang harus kita cermati, teman, atasan, kolega terkadang sering membuat kita lemah, ini yang terjadi pada Sri Mulyani, dia memang smart dan tangguh, namun dia juga punya kelemahan.

    Posted by achmad faisal | 16 Desember 2009, 8:58 pm
  152. SMI tidak perlu dikasihani..justru musuh-musuh politiknya yang perlu dikasihani. Seorang Anwar Nasution (mantan Ketua BPK) saja yang nota bene guru besarnya dibuat “mati kutu” dengan pernyataan SMI soal Auditor BPK yang tidak profesional, jauh sebelum masalah Century mengemuka. Dalam rapat dengar pendapat di DPR selalu komentar Anggota Dewan dibabat habis sampai tak berkutik. Tidak ada nyali dari mereka kalau mau sekedar nanya hal yang ecek-ecek..karena so pasti bakal dicuekin. Ga ada cengengesan..full serius, sampai-sampai bikin otak DPR overheated. Abu Rizal dibuat “menangis-nangis” takut didatangin debt collector karena BEI diminta suspend saham BUMI. Para pengamat dan analis ekonomi ga banyak komentar takut ga dapat order dari donor asing/institusi keuangan asing/media ekonomi asing karena mereka jelas ga rela reputasi sang “pendulum ekonomi makro” Indonesia diremehkan kemampuannya. Mahasiswa ekonomi ngeper takut ditanya bacaan buku ekonominya. Organisasi profesi ga usah disuruh sujud sembah kalau ga mau hilang order. Polisi/Jaksa pura-pura ga dengar takut diminta NPWP-nya. Yang tiap hari “menggonggong” kan golongan pengusaha benalu departemen/BUMN, mahasiswa yg ga lulus-lulus,males ke perpustakaan tapi seneng mejeng koar-koar di atas metromini, pengamat sepi order (semisal Ikhsan Noersy), mantan pejabat ekonomi yang ga didengerin di pertemuan ekonomi dunia (semisal Kwi Kian Gie), dan pejabat Pemerintahan yang tidak bisa kasih hasil kerja padahal sudah dapat anggaran memadai. Orang-orang inilah yang akhirnya bersatu padu melawan SMI. Tanpa dikomando-pun setiap profesi (apalagi terkait bidang keuangan) yang memang benar-benar profesional di bidangnya so pasti akan membela SMI. Sekarang tergantung masyarakatnya..lebih percaya omongan orang berotak atau yang berotot..

    Posted by Kamira Sanjaya | 16 Desember 2009, 9:04 pm
  153. K K Gie, Drajad Wibowo termasuk yg dipanggil utk saksi ahli oleh Pansus. Mereka kan udah jelas ngga independen. Dari jaman sebelum masalah Century paling getol kritik B dan SM. Ada persekongkolan?

    Posted by SINDRA | 16 Desember 2009, 11:27 pm
  154. Kwik Kian Gie “cuman” S-1 Ekonomi Perusahaan yang ilmunya sebatas mikirin gaji karyawan perusahaan. Sedangkan SMI/BO Doktor bahkan Profesor Ilmu Makro Ekonomi yang ilmunya memang untuk mikirin makan orang se republik ini. Drajad Wibowo, jadi Komisaris BNI yang cuman ngurusin kerjaan satu bank saja sudah pusing milih kabur jadi Anggota DPR..apalagi suruh mikir ratusan bank/BPR seperti halnya Gub BI. Doctornya juga hanya di University of Queenland yang tidak punya major andalan di bidang ekonomi. Pergaulan di masyarakat ekonomi dunia nyaris tidak ada..speechless lah. Susah ngomongnya kalau saling bicara tapi dengan tingkatan ilmu yang berbeda. Kalau ga percaya lihat diskusi Profesor Gayuus (yang ahli hukum tapi cepet terpancing emosi) dengan Eggy Sudjana lulusan Universitas J*ya*ya yang brani jadi Pengacara modal baca buku semalam tapi nekatnya selangit..hasilnya pasti nyaris adu fisik. Memang sepertinya Pangket Century sengaja nyari orang-orang yang “tidak mungkin” nyambung dengan omongannya SMI/BO. Sehingga karena ga nyambung si AHLI merasa pendapatnya benar terus dan bisa tetap koar-koar di Media..Di belakang Anggota Pangket terus-terusan nyalain kompor provokasi ke masyarakat..ibarat “lempar issue sembunyi mulut”.

    Posted by Kamira Sanjaya | 17 Desember 2009, 1:43 am
  155. saya baca habis tulisah p.dahlan.
    tapi yang lebih menarik, tulisan Kamira Sanjaya…
    saya melihat sisi lain century dari Fauzi Ikhsan (ekonom), dan tulisan/analisa data anda menjadi pencerahan saya dari opini TV “badnews is good news” …
    thx a lot Kamira Sanjaya…

    Posted by mybenjeng | 17 Desember 2009, 9:58 am
  156. kunjungan perdana
    salam hangat selalu

    Posted by bluethunderheart | 19 Desember 2009, 5:49 pm
  157. ..Saia percaya dengan apa yang dilakukan oleh bu Sri Mulyani atas tindakannya tersebut, terutama dengan mengingat kecakapan dan kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan di negeri ini..

    Posted by AriefDJ™ | 20 Desember 2009, 4:06 pm
  158. Sebuah artikel Kompas tgl 3 Dec 08 saat krisis ekonomi mencapai puncaknya. Judulnya “DPR Cecar Menkeu soal Krisis”. Cukup ironis memang.
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/02/14321398/dpr.cecar.menkeu.soal.krisis

    Posted by Andri M | 21 Desember 2009, 10:35 pm
  159. DPR CECAR MENKEU SOAL KRISIS
    KOMPAS/PRIYOMBODO

    Selasa, 2 Desember 2008 | 14:32 WIB

    JAKARTA, SELASA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dicecar pertanyaan mengenai dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian Indonesia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (2/11).

    “Kita terkejut dengan dampak krisis global terhadap Indonesia. Ini tidak main-main akan ada kebangkrutan industri dalam jumlah besar dan pasti ada PHK massal. Yang kami sampaikan adalah hasil rapat dengan Kadin Indonesia semalam, riil terjadi di lapangan,” kata Anggota Komisi XI Ramson Siagian memulai pertanyaannya.

    Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan harus ada langkah serius yang konkret dari pemerintah guna mengatasi krisis yang dampaknya diperkirakan mulai terasa semester pertama tahun depan. “Apa yang dikemukakan pemerintah tidak ada yang potensial untuk selesaikan masalah. Kalau ada demo besar-besaran pekerja tekstil yang PHK pemerintah jangan kaget,” katanya.

    Anggota Komisi XI lainnya Melchias Mekeng mengatakan perekonomian Indonesia sekarang ibarat menyimpan api dalam sekam. Bila tidak diselesaikan dengan cepat akan berdampak sistemik terhadap berbagai sektor. “Terutama perbankan masalah yang terjadi dengan Bank Century bisa saja terjadi dengan bank-bank lain. Jangan diremehkan. Harus ada antisipasi dari pemerintah dan Bank Indonesia,” paparnya.

    Posted by SINDRA | 22 Desember 2009, 1:14 am
  160. Apa sih yang masyarakat dapat dari perjalanan Pangket Century sampai hari ini? BPK hanya mengulangi keterangan soal laporan auditnya yang mmiskin pemahaman soal dampak krisis keuangan. PPATK praktis tidak memberikan informasi baru selain soal 61 transaksi yang masih dipelototin. Burhanuddin Abdullah sudah pasti berpikir tidak ada untungnya dia membela kebijakan penggantinya. Kalau setuju Angket siapa tahu malah bisa dapat teman di penjara. Dimana-mana seorang Narapidana tidak layak memberi kesaksian atas suatu perbuatan yang dia tidak terlibat di dalamnya (bail out Century)- invalid personality. Anwar Nasution demikian halnya..dia dalam posisi ambivalen. Satu posisi dia yang menyetujui merger, tapi tidak cermat dalam membuat pertimbangan..di sisi lain akibat dari keputusannya itu (krisis Century) dia tidak memang terlibat dan malah terkesan menghindar (tutup mata). Dia menafikkan bahwa dampak ditimbulkan dari keputusannya di kemudian hari ternyata menuai masalah yang memaksa pejabat pengganti harus mengambil keputusan. Miranda Goeltom memilih setengah hati karena dalam kepungurusan KSSK dia tidak duduk di dalamnya, meski secara faktual dia turut hadir dalam rapat bersama memutuskan “dampak sistemik” dari Bank Century. Dia tidak cukup gentle mengatakan setuju dengan keputusan Menkeu/Gub BI saat itu, dan cenderung khawatir terjerumus ke persoalan hukum dimana saat ini-pun dia juga tengah menjalani proses hukum di KPK terkait pemilihannya sebagai Deputi Senior. Baik Anwar maupun Miranda mengutamakan menyelamatkan dirinya sendiri dulu dengan berlindung dibalik kemauan Pangket Century. Mereka berpikir bahwa proses selanjutnya dari Century sangat tergantung (rekomendasi) Pangket, dan jika mereka “mengikuti” kemauan Pangket Century paling tidak bisa berharap insentif “keringanan” keterlibatan…ibarat hitungan-hitungan “Anda mau apa, saya dapat apa”..Mungkin mereka bertiga perlu belajar dari seorang Bob Hasan yang sampai dengan dikirim ke Nusakambanganpun tak pernah sepatah kata dia menyebut keterlibatan dan melempar kesalahan ke Soeharto dalam setiap tindakan pelanggaran yang didakwakan kepadanya. Kalau memang dia dianggap salah ya sudah diterima saja. Tapi kalau P Harto dianggap salah, padahal dia tahu dan yakin tidak demikian kondisinya, maka habis-habisan dia memberikan pembelaan.Di Nusakambangan dia dianggap sebagai “tokoh karismatik” bagi Napi-Napi lain. Di mata sipir dia menjadi “informal leader” sekaligus “pengayom” para Napi binaan. Selesai di Nusakambangan dia tetap bisa “dipandang” dan tidak menjadi seorang “pecundang”.

    Posted by Kamira Sanjaya | 22 Desember 2009, 7:57 am
  161. Akhirnya bibit-bibit fakta kebenaran telah tersemai dengan penjelasan P Boediono di depan Pangket Century hari ini. Paling tidak cara penyampaian beliau yang teduh, santun, dan runtut nyaris tanpa letupan emosi telah mampu mencairkan kebekuan berpikir para Anggota Pangket setelah dicekoki Laporan Audit BPK n riak-riak demo bayaran. Mudah-mudahan situasi yang kondusif ini mampu memberikan pencerahan ke Anggota Pangket Century dalam mendudukan persoalan di balik kisruh Century. Salam damai

    Posted by Kamira Sanjaya | 22 Desember 2009, 12:25 pm
  162. prihatin untuk ibu Sri yang terjerat kasus ini…entah salah siapa BI nya atau siapa…yg jelas sejak beliau memimpin di depatemen basah ini sdh mulai terlihat reformasi….temen suami saya saja mengakui kok, dibawah beliau susah mau “ngapa-ngapain” kyk dulu bentar-bentar di audit dll….orang idealis dan reformis itu memang masih jadi musuh bersama ya di negeri ini ?

    Posted by susi | 22 Desember 2009, 4:03 pm
  163. saya kira ibu Sri Mulyani dapat menjadi panutan kita semua, walaupun dalam hal-hal yg bersifat kebijakan,seseorang dapat menjadi khilaf

    Posted by Andri | 22 Desember 2009, 10:02 pm
  164. ya Alloh SWT lepaskanlah mrs Sri Mulyani dari segala fitnah, lindungi dia n berkahilah karirnya tuk negeri, amin

    Posted by Jiggo | 23 Desember 2009, 9:03 am
  165. Sekiranya. Ya sekiranya.

    Posted by 'nBASIS | 23 Desember 2009, 9:53 am
  166. yupz,, mencoba menganalisis tapi lama2 pusing juga,, ya berharap saja kepada semua media, semoga lebih jeli dan tidak terburu2 dalam mengambil argumen dari berbagai pihak karena rakyat semakin kritis tapi belum di sertai kemampuan menganalisis dengan jeli,, “,,aktual kan belum tentu akurat,,”

    Posted by Nurul Azhar | 23 Desember 2009, 4:45 pm
  167. saya bukan orang depkeu, juga bukan orang yg bekerja di pemerintahan..
    tapi yang saya perhatikan dari kasus century ini, kenapa sejak awal dibentuknya pansus sudah muncul wacana untuk menon aktifkan pak boediono dan bu sri.. dari sini saja sudah terlihat bahwa seolah olah mereka berdua sudah dihakimi terlebih dahulu…
    dimana ya asas praduga tak bersalah yg seharusnya digunakan dalam mencari kebenaran..
    saya salut sama ibu sri karena dia berani merombak birokrasi di departemennya sendiri..

    saya cuma bisa berdoa, semoga kebenaran akan kasus ini segera terungkap.

    Posted by aldi | 24 Desember 2009, 10:36 am
  168. Beberapa kali saya mendapatkan link catatan ini, tapi tidak pernah saya baca. Baru di Malam Natal ini saya tergerak membukanya.

    Perih hati saya mengetahui begitu besar perhatian beliau terhadap negaranya, tapi apa yang beliau dapatkan saat ini? Hanya fitnah, caci maki dan tuduhan yang tidak pada tempatnya.

    Tapi Ibu Sri, tabahlah. Maju terus mewujudkan cita-cita Ibu membawa negara dan bangsa ini menuju Indonesia yang bersih dan berwibawa. Tuhan meberkati.

    Malam Natal ini adalah salah satu Malam Natal yang terindah buat saya. Bisa mengetahui ada seseorang yang begitu peduli terhadap bangsanya, sampai waktu untuk mendampingi Ibu nya pun diabaikan.
    Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.

    Posted by Susy Rizky | 24 Desember 2009, 9:40 pm
  169. Saya adalah salah satu orang yang sangat mengagumi Ibu Sri Mulyani, setiap ada pembicaraan yang menempatkan Ibu Sri mulyani dalam posisi yanga salah, saya selalu “nyahut” dengan membeberkan prestasi2 Ibu Sri kepada mereka. karena itu saya sangat berharap sekali Ibu yang saya banggakan itu Berada dalam posisi yang benar. Saya hanya pegawai swasta tamatan SLTA yang tidak mengerti sepenuh nya Hukum Atau masalah keuangan negara.. Tapi saya berharap ibu Sri mulyani ada pada posisi yang benar dalam kasus Century ini..

    Posted by Bee | 25 Desember 2009, 4:29 pm
  170. Hati kecil saya berharap Bung Dahlan menolak menjadi Dirut PLN. Alasannya anda bukan seorang profesional di kelistrikan

    Posted by abdul | 28 Desember 2009, 6:45 pm
  171. Saya percaya dan amat yakin, kalau ibu menteri kita yang satu ini pasti mempunyai alasan yang kuat untuk mengambil keputusannya. Beliau tidak mungkin mempunyai pikiran untuk memperkaya diri dengan cara – cara yang kurang terpuji. Yakinlah pada apa yang kita pilih selama itu benar dan tidak menyalahi aturan2 yang beerlaku. Bersabarlah bu menteri..

    Posted by Frans Wisnubroto | 28 Desember 2009, 9:29 pm
  172. Bail out Century adalah hal yang harus, ada banyak alasan. salah satunya yang paling sederhana, karena apabila tidak Bank bank sekelas century akan mengalami rush semua, karena menurunnya / ketidak percayaan masyarakat akan perbankan Indonesia. Apabila Rush,masyarakat akan merasa lebih aman menginvestasikan ke mata uang asing ataupun tanah daripada simpan di bank pemerintah sekalipun. Atau lebih parah lagi, akan menyimpan uang di luar negeri. Kalau sudah begini ratusan triliun pun akan habis untuk menalangi bank bank yang tidak punya likuiditas!!!
    Kasus ekonomi begini sudah di politisir , oleh politikus2 busuk yang hanya tau sebagian2 tentang ekonomi makro tapi haus dengan kekuasaan.
    Boediono dan Sri Mulyani adalah orang independen yang tidak punya kepentingan bisnis, dan tidak ada partai politik yang membela. Beliau konsisten dan berintegritas dan sudah di tunjukkan selama ini. Indonesia perlu orang orang yang berkompeten di bidangnya seperti mereka ini, bukan ahli ekonomi atau pengusaha opportunis yang ber politik ria untuk mengamankan/memperbesar bisnisnya, karena bisa mempengaruhi UU untuk kepentingan kroninya dan menggunakan perusahaan Media nya untuk mengambil simpati publik yang notabene tidak mengerti apa – apa alias di brainwash!!!
    Saya percaya beliau berdua, dan pelaku pasar investasi ( riil dan saham )pun demikian. Sangat disayangkan apabila mereka berdua harus diadili oleh publik dan media seperti sekarang.
    Kebenaran membela dirinya sendiri.
    Salam Salut dan Semangat untuk Boediono dan Sri Mulyani.

    Posted by Made Agus Mawira | 30 Desember 2009, 7:50 am
  173. Saya bukan fans SMI. Tp yang membuat saya heran cuma satu.

    Dulu ketika SMI dan timnya sedang bingung,stress, membutuhkan bantuan saran dan solusi untuk menghadapi krisis yg terjadi kala itu, orang2 yang sekarang mencelanya itu dimana?

    Lagian solusi yang dilakukan SMI dan timnya terbukti berhasil.Apalagi kalo g berhasil.Pasti lebih dari dicela.

    Menurut saya yg penting itu budaya solutif.Bukan saling mencela.Kalau memang diindikasikan bersalah, ya udah dibuktikan melalui jalur hukum yg adil.

    Posted by Rahmat Al Qodri | 2 Januari 2010, 1:41 pm
  174. Saya juga turut prihatin,
    orang indonesia biasanya telat untuk menghargai orang.
    semoga saja ibu mentri tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik
    sampai kabinet yang sekarang habis masa tugasnya.

    Posted by tito | 5 Januari 2010, 10:07 am
  175. Akhirnya Ketua BPK memberi sinyal akan melakukan audit ulang atas bail out Century….Hal ini memberi indikasi kepada masyarakat bahwa apa yang telah ditulis BPK dalam Laporannya memiliki banyak kelemahan dan ketidakuratan informasi & analisa. Paling tidak apa yang menjadi keresahan Netters di blog ini memang nyata terjadi di Laporan Audit BPK dan bukan sekedar rasa tidak percaya semata. Semoga akan menjadi lebih baik. Salam

    Posted by Kamira Sanjaya | 5 Januari 2010, 4:37 pm
  176. ah cuman 6,7 T aja ribut nian…
    Tahun 98 brp ratus T aja adem2 aja n gk pernah tuntas sampe skr..
    As aj pas tahun 2009 brp puluh ribu Triliun yg dibailout utk bank2nya disana aj gk ada ribut2.
    Di indonesia 6,7 T aj dah ributnya kyk org mau kiamat aj.
    6,7 T jika dibagi 200jt penduduk indonesia cuman 33500 rupiah doank..
    Jadi kita cuman kehilangan pajak kita 33500 rupiah aj, gitu aja kok ribut…
    Hrsnya ada lembaga survey yg melakukan survey brp byk rakyat yg peduli dgn kasus century ini??
    Kurasa palink gk sampe 10% dari penduduk kita aj yg ribut soal duit 33500 rupiahnya…

    Tau gk brp puluh T yg hrs dibayar indonesia utk bunga utang2nya??
    Kok gk ada yg ribut soal puluhan T uang bunga utang indonesia??
    Jd org tuh jgn bego nian mau2nya ditipu sama politikus2 yg mencari sensasi biar terkenal.
    Pansus century apa hebatnya??
    Jika dikumpulkan orgnya, emang mereka terpilih jd anggota DPR dpt brp ratus ribu suara rakyat sih??
    Emang pantas mereka menjatuhkan wapres yg dipilih oleh 62% suara rakyat??
    Ketua BPK emangnya sepintar apa sih dia?
    Apa benar penyelidikan dia tuh?
    Makanya kita sebagai rakyat hrs pintar menilainya jgn mau jd rakyat bodoh yg gampang diperalat, disrh demo dengan iming2 duit 20 ribu aj mau….
    Dunia tuh luas…
    Apalah arti duit 33500 dari pajak kita yg ilang dr kasus itu dibandingkan kestabilan ekonomi kita?
    Suatu perjuangan memang membutuhkan pengorbanan.Dengan uang 6,7T dgn kestabilan ekonomi kurasa sangatlah jauh lbh penting kestabilan ekonomi.

    Posted by Temujin | 11 Januari 2010, 12:41 am
  177. saya orang awam yang ga tahu apa-apa tentang dunia politik dan pemerintahan,,,cuman bisa berharap Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang jujur dan adil

    Posted by Cari Uang Lagi | 13 Januari 2010, 9:15 pm
  178. Kok cara bicara Dewan Pansusnya pada kurang sopan, sering memotong jawaban Bu Sri dan seakan akan sedang menginterogasi seorang narapidana ??

    Posted by Vivi | 14 Januari 2010, 6:44 am
  179. Saya sangat setuju dengan apa yang Bapak tulis.Ibu SMI adalah salah satu kebanggaan Indonesia, beliau cerdas, pintar, teliti. Semua keputusan penting yang beliau buat pasti sudah dipertimbangkan dengan matang. Semoga Allah SWT masih melindungi beliau dan seluruh rakyat Indonesia yang ingin bangsanya semakin maju.

    Posted by Retno | 14 Januari 2010, 7:56 am
  180. Saya salut buat Ibu SMI stlh melihat penjelasan beliau di TV tgl 13 Jan..sangat menguasai bidangnya, teliti, paham Detil Proses dan logis..bahkan thp Peraturan sangat luar biasa..Visioner utk Perbaikan Ekonomi Indonesia..Ibaratnya Ujian Komprehensif Ibu SMII melebihi kapasitas pengujinya..A buat Ibu jk sy boleh menilai.

    dan hari ini 14 Jan 2010…Saya tertarik paragraf Awal pak Dahlan…”Hati kecil saya masih berharap ..tidak seluruhnya benar….” dan paragraf Akhir….”Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah.Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru….”

    hehehe…semoga saya bisa “read the smell” yg bapak cium..dan berharap ada yg mau melihat Track Record Performance seseorang…mirip WHOIS dan Akses-Log kalau di dunia IT.

    Posted by Ferryanto Situmorang | 14 Januari 2010, 10:27 am
  181. Hanya TUHAN yang tahu.. Tapi dari lubuk hati paling dalam saya sepenuhnya mendukung kebijakan Bu Ani dan Pak Boed.. Kebenaran pasti akan terungkap.. Setiap kebijakan pasti ada pihak yang merasa diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan, yang harus kita lihat di sini apakah pihak yang diuntungkan yang benar atau pihak yang dirugikan yang benar??? Apakah dengan bailout itu berarti negara akan kehilangan dana tersebut? Kita belum tahu kan.. Kan uang yang di pakai untuk menyelamatkan bank tersebut pasti akan kembali ke negara lagi tetapi secara bertahap ketika bank tersebut sudah sehat.. Just let’s wait and see.. Semangat, Bu Ani dan Pak Boed.. Two thumbs up for you.. Merdeka..

    Posted by Jery | 14 Januari 2010, 12:56 pm
  182. Saya setuju sekali dan merasakan dengan persis apa yg hati kecil Bapak rasakan. Sayang benar bila kita kehilangan seorang Sri Mulyan. Yg selain berdedikasi tinggi juga berkemampuan belum tertandingi…
    Temuan BPK? I dont think so. Sudah bukan hal yang aneh bila seorang yg berkualitas sering tidak diterima di negara ini. Yang saya sedihkan adalah sekali lagi idealisme dikalahkan oleh belantara birokrasi dan politik…

    Posted by Calista Aurelia | 15 Januari 2010, 4:14 am
  183. Banyak yang tidak suka dengan cara dan gaya Pansus bertanya pada saksi, tapi mungkin yg paling penting orang yg satu ini:
    http://www.detiknews.com/read/2010/01/14/200226/1278797/10/presiden-sby-kecewa-dengan-etika-pansus-century

    Posted by SINDRA | 15 Januari 2010, 10:02 am
  184. Bu Sir Mulyani

    Selama data data ibu valid,saya berharap ,mari kita berpikiran jernih. Tetap pegang teguh prinsip ya Bu Sri

    Posted by Fais | 17 Januari 2010, 5:53 am
  185. semoga para petinggi di indonesia, baik dari eksekutif mau legislatif menyadari bahwa sebaiknya mereka bersatu, bukan saling menyerang seperti sekarang ini…
    buka mata dengan ilmu… wahai para petinggi…

    Posted by nitz | 17 Januari 2010, 7:50 am
  186. saya setuju dg pandangan pak dahlan iskan. ibu Sri Mulyani merupakan kebanggaan Bangsa Indonesia. saya juga heran kenapa org asing menjempolkan ibu sri berjuang untuk bangsa indonesia malah ada sekelompok org indonesia ingin menjatuhkan beliau. jangan karna politik lalu menjatuhkan bangsa indonesia bukan ibu Sri Mulyani.

    Posted by hardy | 19 Januari 2010, 5:11 pm
  187. yang jelas bu sri mulyani telah menghindarkan kita dari krisis….untuk masalah 6.7 T…..saya rasa itu ada pihak yang mengambil keuntungan dari kesempitan yang ada….dan Bu Sri Mulyani tdk terlibat di dalam…….Chayooo buat Ibu Sri Mulyani

    Posted by Ar | 19 Januari 2010, 11:42 pm
  188. Sri Mulyani adalah salah satu Kartini Reformasi Indonesia jadi mari kitra dukung dan doakan agar semua masalah yang menimpa beliau dapat segera diatasi agar beliau dapat berperan dalan menata Keuangan negara demi Kemakmuran Bangsa dan Negara Indonesia, Amin…

    Posted by Junaidi Koto | 22 Januari 2010, 11:10 am
  189. Selama ini kita berdebat, serasa sudah ada yang mau tujuan digapai. Idealnya mana yang benar, mana yang salah dan lalu mana yang menguntungkan dan mana yang tidak menguntungkan. Alangkah luasnya pembicaraan saat ini. Tapi ada kesan yang sangat riskan untuk digapai, pokoknya kamu salah, pokoknya kamu mundur atau jatuh.
    Ketika kita membicarakan kalau mau bicara mana yang benar dan mana yang salah, ada tolok ukur atau standard yang dipakai. Tapi itu adalah area kebijakan.
    Ketika kita membicarakan menguntungkan atau merugikan, kadang kita lupa menghitung perbandingannya. Semisal kalau bail out dikeluarkan ongkos yang dikeluarkan adalah 6,7 T tapi ketika tidak dikucurkan berapa ? Dan apa implikasinya ?
    Tapi kenapa sang pemilik bank hanya disenggol ? Kenapa ada reksadana sebegitu banyak di bank dan ternyata produk itu ‘menjebak’ para nasabah tidak digali lebih dalam lagi ?
    Seorang Sri Mulyani mungkin akan ‘lebih’ tersinggung, ketika ingat kealpaannya mendampingi bundanya, padahal kata-kata bunda adalah doa. Tapi waktu itu diikhlaskan untuk begadang karena negara. Apakah mungkin seorang Sri Mulyani lebih berguna untuk negara lain, bila dinegeri sendiri serasa panas ?
    Kemana hati kita ?! Lebih baik semua terbuka, siapa yang pingin menjatuhkan, siapa yang pingin kebenaran dan mohon ibu Sri Mulyani juga terbuka. Apakah jawabannya, ya saya salah saya mundur – saya akan mengabdi bagi negara ini tapi dari jabatan saya dinegara lain. Apakah jawabannya, saya tidak salah – mari buktikan sampai pengadilan terakhir, tapi waktu akan terbuang karena ini.
    Guliran masalah ini seperti entah kemana arahnya.
    Karena masalah ini semoga negara ini menjadi kuat, bukan membuat kuat bagi hanya satu kelompok.

    Posted by fanu | 25 Januari 2010, 8:25 pm
  190. Saya percaya, bahwa ibu Sri Mulyani adalah orang yang bersih, mempunyai integritas yang tinggi dan professional. duniapun suah mengakuinya. semoga saja kasus bank century dapat dilihat secara objective, seperti apa kondisi perekonomian negara saat itu
    Semangat bu Sri Mulyani… kami selalu mendukung anda

    Posted by yudi | 26 Januari 2010, 4:10 am
  191. dalam hal perekonomian bagi saya orang -orang di ‘atas’ sri mulyani adalah generalist..dan sri mulyani adalah specialist..seharusnya para generalist mempercayakan kepada specialist..vote for sri mulyani!

    Posted by andrij | 31 Januari 2010, 10:22 pm
  192. Sejak SBY memilih Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, saya melihant kesanggupan dan ketegaran dibalik sosok wanita ini….dan secara keyakinan saya pun meyakini bahwa SBY tidak memilih orang yang salah. Sri Mulyani adalah mewakili perempuan yang tegar tegas dan kuat… Saya salut mengikuti langkahkarir dia sebagai ibu menteri.. Semoga akan ada jalan yang terbaik untuk SBY dan Ibu Menteri juga kepada yang senang menghujat…melihat keburukan orang lain yang selalu melihat hasil kerja orang secara PICIK…akan ditunjukan mana yang benar itu benar…ALLAHUMMA ARINAL HAQQOHAQQO WARZUKNA TIBAÁ WAARINAL BATHILA BATHILA WARZUQNA TIBAÁ…Amiin biarlah yang hak akan terlihat yang bathil akan terlihat…

    Posted by irmague | 5 Februari 2010, 7:54 pm
  193. Tuntutan pada SMI sangat tidak nyambung.Yang ngotot BC dibailout adalah BI,jadi Budionolah yang bertanggung jawab.Tapi,di BI,ibu Miranda lah yang ngotot, yang lain malah menolak bailout BC.Ada apa ini?Di media ada kasak kusuk bahwa BC berjasa pada naiknya ibu Miranda menjadi dewan gubernur BI melalui fraksi PDI-P.Ingat kasus pemberian suap yang dilaporkan Agus Condro?Bila SMI harus mundur,sungguh Indonesia akan rugi sendiri.Bagi SMI mungkin malah berkah,karena bisa menjadi kesempatan berkarier di dunia internasional,dimana lingkungannya lebih masuk akal.

    Posted by robert | 6 Februari 2010, 1:57 am
  194. Pak, jangan salah, hasil audit BPK hanya dapat direview oleh BPK negara lain lho, itu amanat UU.

    jadi jangan campur adukkan perkataan pribadi dan Undang-undang, nanti kasihan anak-anak yang masih belajar dibangku sekolah, melihat tambah carut2nya kebebasan berpendapat, seperti http://www.inilah.com/komentar/ekonomi/2009/12/01/197111/erman-rajagukguk-dana-rp67-t-ke-century-milik-lps/
    makasih.

    Posted by Djuned | 7 Februari 2010, 12:00 pm
  195. Ini kunjungan pertama saya ke suatu blog, pemicunya seorang rekan yang mengirim linknya . Topiknya yang mendorong saya membuka dan membaca. Memberi komentar sebenarnya menyimpang dari kebiasaan saya untuk “tidak mencampuri urusan dimana masukan saya tidak akan memberi dampak” Tapi membaca sedemikian banyak komentar dari berbagai ragam individu bikin saya gatal tangan untuk mengetik sekedar response untuk semua sesama warga republik ini.
    Saya sangat berbesar hati melihat tingkat keperdulian masyarakat tentang apa yang terjadi seputar kasus “bail-out” Bank Century yang sedang ramai dibicarakan. Semakin besar keyakinan saya bahwa “rakyat” negara masih mau menyuarakan pendapatnya dan diiringi rasa “bersalah” atas sikap saya sendiri selama ini. Ingin saya sampaikan “kudos” untuk Sdr Kamira Sanjaya untuk tulisannya yang “concise” dan bertujuan agar mudah dipahami, analogi a.l sangat membantu. Ada saat dimana anda teregang kesabarannya..it goes with the territory, diskursus setara tidak selalu mungkin dengan populasi yang sedemikian heterogen. Tapi benang merahnya kan ada dan itu motivasi kita. Bahwa seluruh lakon yang kita ikuti adalah suatu ajang politis semua juga (sebenarnya harus) tahu.
    Sdr Temujin memberi komentar dari sudut pandang “the man on the street” dan dia tidak jauh dari sasarannya (not far from the mark). Ngomong seadanya dan gamblang-gamblangan adakalanya menembus BS 9bull-shit) dengan effektif. Politikus dan diplomat memiliki kemampuan untuk ngomong banyak tapi yang disampaikan minim. Saya juga melihat adanya takaran tertentu “myopia” atau “mata dekat” yang membuat kita hanya bisa melihat yang didekat mata. Secara tak langsung ini dicerminkan oleh komentar rekan-rekan yang mengeluhkan bahwa “orang yang “mampu” dan jujur sepertinya tidak dihargai dan dihormati di negara kita ini.
    Para komentator di blog ini kelihatannya menghargai dan menghormati, jadi mungkin yang dimaksud adalah perlakuan yang orang-orang tersebut (Pak Boed dan Bu Sri Mulyani) alami sekarang.
    Jadi diantaranya anggota-anggota Pansus. Tapi mereka orang yang mewakili rakyat, jadi kita-kita ini. Yang pilih siapa?
    Kwalitasnya bisa diketahui kalau kita ikuti satu sessi saja, yang ditayangkan secara nasional. Apa diskursusnya setara? Atau apa ngomongnya se-level? Bisa dilihat sendiri kan?
    Segi teknisnya tidak semua orang bisa memahami, maka sumbangan Sdr K Sanjaya dan Sdr Sindra sangat membantu. Tapi kalau maunya nyari siapa salah dan siapa benar enggak ada habisnya kalau motivasi orang yang nyari berbeda-beda. Mau pakai angka, tergantung bagaimana angka disusun dan disajikan. Kalau gaji Pres Dir Pertamina dijumlahkan dengan gaji seorang satpam, maka apa gaji rata-rata di Pertamina adalah jumlah itu dibagi dua?
    Laporan keuanganpun kalau dibaca harus ditinjau dari berbagai segi..makanya muncul kesimpulan dan kesimpulan itu didukung oleh pengamatan dan data-data lain yg relevan baru diolah berdasarkan pengalaman, expertise dan penilaian “decision maker”nya.
    Kan untuk kita juga gitu, kalau mau menilai Pak Boed dan Bu Sri kita lakukan proses yang sama dengan data yang pasti berbeda, yaitu dari media, dari pengetahuan kita tentang prestasi nyata mereka dan dari kegagalan kegagalan mereka (sebelumnya) dan…akhirnya dari akal sehat kita. Kaum “cynics” mengatakan akal sehat itu stoknya banyak dimana-mana…..karena jarang dipakai. Jadi yang dipakai apa? Bisa aja emosi, prasangka…sesuatu yang manusiawi, tapi ada yang menyadari ada yang tidak. Ada pertanyaan yang bisa (dan seyogyanya) kita tanya pada diri sendiri. Berapa cadangan devisa kita sebelum Bu Sri jadi MenKEU? Berapa setelah? Kalau meningkat drastis itu hasil kerja dia, nah berapa besar kemungkinan dia bisa buat kesalahan dalam mengambil keputusan ttg Bank Century. Pada kasus Bank kecil versus Kas Negara. Pak Boed dan Bu Sri tidak ada afiliasi dengan Parpol (beda dengan dulu), kok sekarang dibidik begitu sedangkan kasus BLBI yg jauh lebih besar duitnya enggak sampai gini hebohnya? Bisa aja kalau orang curi ayam divonis 5 tahun tapi orang korupsi milyaran cuma 2 atau 3. Kalau kita lihat itu, intelegensia siapa yang terhina? Orang ramai membicarakan peserta demo direkrut dengan janji nasi bungkus dan uang 25-50 ribu, kenapa tak ada reality show (yang sedang ramai, sampai aib orangpun dibeber didepan umum) yang mewawancarai mereka…tentang tujuan demo, apa yang dituntut, kenapa..dan apa mereka dibayar atau mereka ikut karena keyakinannya, apa sih yang jadi keyakinan mereka? Pasti jawabannya menarik. Saya pernah lihat tayangan wawancara dengan pengendara motor oleh salah satu stasiun TV tentang kenapa dia melanggar larangan memutar. Jawabannya ada yang”karena tak ada yg jaga” hingga “semua juga gitu”.
    Apa yang terjadi kalau proses berpikir dan kadar ahlak seperti itu ada pada pengendara Mercedes Benz 600? Atau BMW seri 7?
    Mana yang lebih berdampak terhadap kesejahteraan rakyat..urusan Bank Century atau kemiskian diantara petani dan nelayan yang akarnya mereka tidak dapat menikmati hasil keringat mereka karena faktor-faktor yang dapat berobah dengan bermakna kalau (sebagaimana layaknya) dibantu pemerintah ? Kelangkaan pupuk, benih, jalur penjualan yang merugikan mereka….
    Memimpin negara bukanlah hal yang mudah, tapi mengenal dan bertindak sesuai suatu skala prioritas itu mutlak. Tanya aja Ibu Rumah tangga, dia aja mempraktekkan walau kata “anggaran, prioritas, defisit dll mungkin tak dikenal maknanya.
    Bisakah kita lihat kasus Century dan keadaan yang dialami Pak Boed dan Bu Sri ini sebagai “wake-up call”? Bunyi lonceng alarm yang membangunkan kita dari tidur untuk pergi ke pekerjaan masing-masing? Atau tidakkah ada baiknya kita memilih dengan seksama wakil kita? Ada rekan yang menghitung “bagian” yg bisa jadi tanggungan rakyat 6,7 triliun dibagi 225 juta. “The numbers game”
    Apa saja yang tak bisa dicapai kalau jumlah itu sepakat? Mengumpulkan coin menghasilkan 800 juta.
    Mari kita berpikir dengan “common sense” atau akal sehat.
    Mohon maaf kalau omongan seorang “novice” di blog ini menjadi berkepanjangan. Salam

    Posted by Fransiskus | 9 Februari 2010, 4:33 pm
    • Tulisan dan komentar sdr Fransiskus cukup menarik. Saya juga pertama kali menulis di blog, ya blog ini. Sebabnya saya heran kenapa penjabat2 yg berdedikasi dan kompeten seperti Sri Mulyani dan Boediono diserang. Kebetulan sebab saya bekerja di bidang financial saya tahu sedikit mengenai bail out Bank Century November 2008. Saya juga menyaksikan banyaknya imbauan dan harapan dari pelaku ekonomi dan politik utk Menkeu dan BI utk melakukan tindakan2 yg tegas utk menghindari krisis ekonomi akibat masalah di bank Century (kata2 mereka waktu itu masih bisa dijumpai di internet). Sayangnya beberapa dari orang2 ini sekarang berbalik menyerang SMI dan Boediono.
      Yg menarik lagi dari tulisan pak Fransiskus adalah bahwa banyak dari orang2 tsb adalah wakil2 kita di DPR. Saya adalah salah satu yg tdk pernah peduli siapa wakil2 kita di DPR tsb. Mungkin ini peninggalan jaman Suharto dulu dimana DPR cuma tukang stempel pemerintah saja. Kita mungkin kurang menyadari betapa penting dan kuatnya DPR tsb. Ini mereka tunjukkan dengan memanggil orang2 yg terpenting dipemerintahan ini dan memperlakukan mereka bak tertuduh di pengadilan.
      Setelah menulis di blog ini saya juga coba menulis di grup yg aktif mendiskusikan kasus Century ini. Saya temukan polarisasinya sangat besar. Ada yg sependapat dengan saya, tapi kelihatannya lebih banyak lagi yang tidak sependapat dan menganggap bail out Century salah dan SMI harus dihukum (ada juga yg berpendapat bail out Century salah tapi SMI boleh diampuni).
      Dibawah ini contoh tulisan saya dan contoh responsnya:

      Sindra on February 11, 2010 at 10:48pm wrote: Sebaiknya kita jangan cepat terpengaruh. Kalau ada serangan atau kritik ke pemerintah jangan langsung percaya. Sekarang jamannya beda dengan jaman Suharto yg tdk ada oposisinya. Partai oposisi atau orang2 yg merasa kepentingannya terganggu pasti mencari jalan utk menyerang balik. Kenapa kasus Century efektif sekali dipakai utk menyerang? Ya, sebab sebenarnya tidak ada yg suka bail out. Sperti kata Paulson: ” Nobody like bail out, I don’t like, Tim (Geithner) doesn’t like, but sometimes the alternatives are worsed”. Padahal waktu dia jadi menkeu AS terjadi bail out yg terbanyak dan terbesar di sepanjang sejarah dunia. Jadi bisa saja dia dibilang raja bail out yg tidak suka bail out. Tapi bagi penyerang SMI dan Boediono di buat seakan-akan mereka memang suka melakukan bail out bank. Malah ada yg sengaja pakai kata2: “Itu kan rampok, menyelamatkan bank perampok sama saja dengan membantu perampok”.
      Jadi seperti pemadam kebakaran, pemerintah kota juga tdk suka pemadam kebakarannya banyak kerja. Tapi kalau ada rumah atau gudang kebakaran, kan apinya harus dipadamkan dulu supaya tdk menjalar ke rumah lain, tdk peduli apa rumah yg terbakar tsb milik perampok (apalagi org yg tinggal di rumah tsb sebagian besar tdk bersalah).

      BZ on February 12, 2010 at 12:05am: Dulu namanya Sin Wijaya…Skr udah ganti Sindra Wijaya….Mau ganti apa nich kalau udah terpojok ??? Gua kasih tahu nich, Sri Mulyani ama Boediono bakal habis…Dulu lu nggak percaya aliran Bank Century mengalir ke simpatisan atau pendukung Partai Demokrat ???? Skr bukti udah ditemukan kalau lu baca berita…Hipotesis ini udah kubuat 30 Juni 2009 sebelum semua orang ribut….Dirut Bank Century aja, penasaran mau ketemu sama aku ????

      AF: on February 12, 2010 at 9:17am
      @Sindra Wijaya : Analogi yang cerdas!!!

      Mungkin tulisan2 saya tdk memberi dampak apa2, tapi mungkin ada juga dampaknya sedikit (moga2 positif). Tak apa2 sebab pemilu dampak satu suara juga kecil, tapi orang2 tetap saja semangat utk ikut.

      Salam

      Posted by Sindra | 14 Februari 2010, 11:48 pm
  196. Iseng-iseng saya retrieve lagi komentar-komentar tulisan di blog ini. Ternyata masih ada riak-riak dinamika diskusi. Termasuk penilaian atas komentar-komentar yg pernah saya posting di sini. Sedikit banyak memang apa yang saya bayangkan mengenai perkembangan arah Pansus, tmsk soal “fight back” kasus pajak, tampak mulai mengemuka di permukaan. Anyway, Thanks for all ! (salam kasih buat bung Franciscus). Selepas menorehkan celotehan di forum ini beberapa kali saya masih menyempatkan diri bertulis pendapat, termasuk perkembangan “CENURY”, lewat forum KOMPASIANA..www.kompasiana.com/digipolek. Salam hangat penuh damai.

    Posted by Kamira Sanjaya | 16 Februari 2010, 11:06 am
  197. Ibu Any kan bukan orang partai, dan hanya orang partai yang mengatakan ibu any bersalah, biasalah di Republik ini, partai yang tidak menang atau tidak mendapat jatah menteri yang empuk berteriak-teriak. Saya yakin orang seperti ibu Any tidak akan akan mengambil kepeutusan yanmg merugikan negara, sekiranya kebijakan tidakl diambil dan terjadi krisis ekonomi yang benar-benar sistemik, pastilah ibu ani disalahkan dan diminta mundur, … jadi ibu Any jalan terus, Tuhan menyertai orang-orang yang berjalan diatas kebenaran, … Amin.

    Posted by pongsapan | 22 Februari 2010, 10:29 pm
  198. kebenaran selalau menang
    kita lihat saja nanti…hanya wakru yang bisa membuktikan
    kalau seandai nya Ibu Srimulyani tidak terbukti bersalah..saya sangat bangga
    kepada hya….dan apabila dia bersalah….huh saya kecewa dan malu sekali
    orng yang di katakan dapat penghargaan dua tahun berturut-turut.
    ternyata perampok uang rakyat…..!!

    Posted by Salmah | 24 Februari 2010, 2:32 pm
  199. Kebanggaan anda sayangnya tidak akan cukup untuk memulihkan nama baik yg sudah terlanjur dihancurkan. Cap koruptor, drakula, perampok uang rakyat terlanjut lekat di masyarakat awam. Karena saya juga tidak yakin mereka para pencela akan berlapang dada meminta maaf (jika bu sri terbukti tak bersalah) secara terbuka di media besar-besaran sebagaimana mereka mencela/melecehkan secara terbuka besar-besaran di media/TV

    Posted by ujangr | 24 Februari 2010, 4:09 pm
  200. jeritan seorang marketing…
    sulit rasanya menebak apa jadinya
    bila waktu itu century ditutup…
    pasti saya sudah dipecat
    sekarang aja saya kesulitan mencari nasabah
    untuk bank kecil tercinta saya yang sejak dulu menghidupi keluarga saya
    sulit rasanya menebak apa jadinya
    bila waktu itu century ditutup…
    jangankan dapat nasabah, mempertahankan aja susah…
    gaji yang kecil ini tiap bulan dipotong tip untuk nasabah
    agar tetap yakin dan seolah-olah bank saya eksis dengan bunga besar
    padahal uang saya sendiri, 30% gaji saya tiap bulan untuk mereka…
    jika tidak, mereka berpindah-pindah sesuai kehendak hati ke bank negeri…
    dulu fee dari noa cukup menutupi hutang-hutang listrik, kos, uang jalan, dll
    sekarang jangankan fee, insentif atau apalah namanya… gaji juga pas, gak naik-naik…
    jeritan marketing ini untuk semua…
    tolong teman-teman yang merasa marketing sharing di tempat ini…
    sekarang kebutuhan keluarga lagi mepet, makin mepet,
    please… jangan ribut melulu ya pansus…

    Posted by abraham | 3 Maret 2010, 2:32 pm
  201. maju terus ibu.. kesalahan yang dituduhkan kepada ibu bukanlah kesalahan yang seharusnya diintegralkan keseluruh jasa ibu…
    kami yakin kok kalo semua ini demi bangsa bukan demi kepentingan perorangan…

    Posted by phitik | 4 Maret 2010, 8:04 am
  202. Hatikecil saya juga bertanya, seandainya keputusan yg diambil oleh SMI pada saat itu adalah keputusan yg bertolak-belakang (seperti keinginan mereka yg kontra), yaitu menutup B. Century, apakah dia akan lolos dari jerat Pansus angket DPR (dan juga penilain bersalah audit BPK) seperti yg terjadi saat ini???
    Pak Dahlan,hati kecil saya berkata bahwa Pansus angket kok tetap akan dibentuk (dan BPK tetap akan memberikan penilaian melanggar Undang2 dan merugikan keuangan negara).
    Hati kecil saya berkata, justru pansus akan dengan mudah dan tidak memerlukan waktu yg terlalu lama untuk sampai pada vonis rekomendasi yg sama dengan hasil Pansus saat ini.
    Hati kecil saya membayangkan bila SMI menutup B. Century, seandainyapun tidak terjadi dampak sistemik thd perekonomian nasional, toh tetap saja pemerintah (LPS) harus keluar uang sekitar 5 T (atas dasar data BI), yang nota-bene merupakan uang hilang,karena Bank sudah mati (berbeda dg B. Mutiara yg dlm tahun pertama menghasilkan laba/reward 250 M.).
    Hati kecil saya bertanya apakah devinisi merugikan keuangan negara tidak lebih mudah dibuktikan dalam keputusan menutup B. Century??? Apakah penyimpangan2 aliran dana juga tidak lebih mudah terjadi dalam kondisi ini??? Apakah konsekuensi hilangnya kekayaan nasabah2 besar (di atas 2M) tidak akan kontra produktif bagi perekonomian negara secara umum (contoh: bagaimana nasib para karyawan Amirudin Rustam sekarang?)???
    Hati kesil saya juga bertanya apakah seandainya pemerintah menjalankan rekomendasi anggota Pansus untuk membayar uang nasabah “Antaboga” (Sri Gayatri Cs.) maka devinisi merugikan keuangan negara menjadi tidak berlaku karena yg memerintahkan adalah DPR yg mempunyai hak imunitas???
    Hati kecil saya juga bertanya, seandainya SMI menuruti pendapat Kwik Kian Gie dengan menyerahkan B. Century untuk dikelola B. Mandiri (yang nota-bene Bank milik Pemerintah), itu berarti tidak ada kerugian keuangan negara???
    Pak Dahlan Iskan yg bijak, hati kecil saya bertanya: seandainya Bapak yang menjadi Ketua KSSK saat itu, keputusan seperti apakah yang akan Bapak ambil???
    Akhirnya hati kecil saya berkata: seandainya saya boleh menggantikan posisi SMI pada saat itu, dan saya sudah tahu konsekuensi tentang apa yg terjadi saat ini, maka keputusan yang akan saya ambil adalah: B A I L O U T B. CENTURY.

    Posted by eko harijanto | 4 Maret 2010, 5:49 pm
  203. saya sangat sangat berharap sekali ibu sri cepet lewat dari masalah ini deh..jujur baru kali ini saya kagum ama ..yang namanya mentri . saya Ngak perlu omong banyak masalah kualitas pokoknya TOP HABIS…yang jelas setiap keputusan apapun ada konsekuensinya . cuma orang orang yang punya kepentingan aja membuat hal ini jadi runyam. PENDUKUNG FANATIK IBU SRI ..kami percaya ibu sudah berbuat yang terbaik buat negara kita.

    Posted by ida bagus alit kamayana | 9 Maret 2010, 9:29 pm
  204. Saya orang awam…soal ekonomi dan politik, saya hanya ingin menambahkan sedikit…” Apabila sebuah bangsa berpijak dab berkiblat pada hukum dan Undang-undang hasil karya manusia…” dan juga apabila seorang insan berpegang pada sesuatu aturan dan hukum hasil karya manusia, dan meninggalkan kebenaran Al-Qur’an dan Alhadist..serta tatanan kehidupan yang dianjurkan didalam Al-Qur’an dan Al-hadits…., niscaya…mereka….benar-benar dalam kesesatan yang nyata…

    Posted by Endang Faisol Darwin | 11 Maret 2010, 4:15 pm
  205. Tidak ada yang salah, yang tidak diketahui hal layak umum adalah asal mula ibu menteri , kaitannya dalam perjalanan hidup beliau, terhadap para sahabat pelaku ekonomi lainnya, hubungan terhadap
    1. bapak budiono
    2. ibu miranda
    3. ibu Marie Elka Pagestu

    dan hubungannya dengan para pejabat lainnya, saya yakin, ibu sri M , mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab, masalahnya apakah tega memasukkan orang yang telah berjasa dengan dia sampai menjadi seperti sekarang ???,

    Posted by max | 12 Maret 2010, 7:02 pm
  206. yang jelas saya bener bener sumpek lihatin TV orang demo masaslah century , demo obama …apa yang salah dengan orang-orang. kenapa mereka ribut di negara sendiri, menghancurkan fasilitas umum , nyetop mobil pake orasi …kenapa orang orang ini apa nggak punya kerjaan lain. mau jadi pahlawan kok kesiangan mas …pengen ngetop tapi nggak punya modal..jadi bikin onar biar Keliatan nonjol dan maanfaatin situasi ikut -ikutan nyalahin orang padahal nggak ngerti blas ..blas…mas mas. ana’e siopo
    koe ..
    saya percaya Ibu Sri .maaf bu ..pendukung ibu disini pada sibuk kerjaan masing -masing untuk nyambung hidup jadi nggak bisa demo kayak orang- orang …he..he.
    keep going..the show must go on. we belive in you.

    Posted by ida bagus alit kamayana | 14 Maret 2010, 6:32 pm
  207. Kalau saya sih berpikir, mungkin saja Ibu SMI membuat kekeliruan pada saat menalangi Bank Century. Tapi saya juga percaya bahwa keputusan itu adalah yg terbaik di antara yang terburuk.

    Dan apakah cukup kerikil itu untuk menjatuhkan SMI? Oh tidak. Saya berdoa agar Ibu SMI tetap pada posisinya dalam membela kepentingan bangsa. Semangat!!!

    Posted by Ambon Kaart | 16 Maret 2010, 12:29 pm
  208. Persoalan sebenarnya bukan terletak pada Hati Kecil anda, tetapi Hati Kecil Sri Mulyani (SM). Maksudnya?

    Sadarkah SM tentang bobot PERPU no.4/2008? Pada Pasal 10 dinyatakan Mentri Keuangan (Ketua KSSK) bisa tetap memutuskan walaupun tidak ada mufakat dalam Rapat KSSK. Apa iya seorang Mentri bisa ‘mendikte’ Gubernur BI, yang notabenenya dilindungi Undang-Undang sebagai lembaga yang mandiri dan tidak dapat dicampuri oleh SIAPAPUN.

    Sadarkah SM bahwa PERPU itu dibuat dengan latar belakang ‘memaksa’ daripada ‘terpaksa’. PERPU dibuat tetap harus mendasarkan pada suatu perundangan (Pasal 22 UUD ’45), dimana perundangan mengalami ‘ketidaklengkapan’ untuk mengantisipasi keadaan KRISIS. Tetapi PERPU ini telah ‘meraup’ hampir semua perundangan bidang keuangan, tanpa menunjuk bagaian manakah dari perundangan terkait yang tidak punya dasar hukum yang mendukung keadaan KRISIS.

    Contoh: UU PEMILU mensyaratkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi sampai dengan akhir tahun 2008, KPU tidak mampu menyelenggarakan DPT dengan baik, dan partai politik banyak mengeluhkan DPT yang carut marut (tidak lengkap, salah nama, dll). Dalam keadaan ini sebenarnya sudah sama dengan KRISIS / MENDESAK / GENTING, maka sepatutnya Presiden dapat mengeluarkan PERPU yang mengkonversi DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada) milik DEPDAGRI sebagai DPT. Tapi ini tidak pernah dilaksanakan. Sengajakah?

    Jika Hati Kecil SM tidak menyadari, sebenarnya dia sudah diberikan ‘uncertified gun’ bermerek PERPU no.4/2008, dengan perintah, “fire at will, shoot on site, shoot anyone who gets in your way, do it blindfolded if you have to, and you are still untouchable” (Pasal 29 PERPU 4/2008).

    Jika Hati Kecil SM tidak menyadari bahwa dia telah ‘diplot’ menjadi ‘wild west cowboy’ yang imunitasnya melebihi Presiden (Pasal 29 PERPU 4/2008). Maka sebaiknya SM menyadari untuk tidak lama-lama ‘PASANG BADAN’.

    Jika Hati Kecil SM menyadari ‘bahayanya’ PERPU ini, dan tetap menerima dan melaksanakannya. Maka saya cuma bisa bilang, “sedari awal Ibu sepatutnya sudah mengancam Yudhoyono dengan pengunduran diri sebagai Mentri.”

    Kalaupun mau mundur sekarang, sudah terlambat Ibu. Resikonya dihujat lari dari tanggung jawab. Tapi Ibu bisa memilih untuk tidak selamanya jadi ‘wild west cowboy’ dan beralih peran menjadi ‘penyanyi bersuara bening’.

    Hati Kecil saya mengatakan SM bukan berhati jahat. Karena bagi saya orang yang Hati Kecil-nya jahat lebih menjijikkan daripada penjahat. Tidak perduli dia seorang pemimpin negara, jika dia ber-Hati Kecil jahat, maka dia lebih menjijikkan daripada penjahat.

    Tapi memang, Hati Kecil hanya bisa bersembunyi dari setiap orang kecuali Tuhan.

    Posted by Das Sollen | 24 Maret 2010, 4:26 pm
  209. ———ZAMAN PENUH ORANG “MUNAFIK”

    KAU TAHU ORANG-ORANG MUNAFIK
    YAITU ORANG-ORANG YANG BERHIANAT DENGAN TUHANNYA
    MEREKA SHOLAT TAPI CUMA MAIN-MAIN
    MEREKA MENYEPELEKAN ARTI SHOLAT
    SHOLAT ADALAH PERMOHONAN KEPADA TUHAN
    SHOLAT ADALAH JANJI KEPADA TUHAN
    SHOLAT ADALAH SUMPAH KEPADA TUHAN

    TETAPI KENAPA………….
    MEREKA SUDAH MEMOHON, SUDAH BERJANJI
    DAN SUDAH BERSUMPAH KEPADA TUHANNYA
    MALAH MEREKA MEMPEROLOK-OLOK PERMOHONANNYA SENDIRI,
    DAN MENYEPELEKAN JANJI DAN SUMPAH KEPADA TUHANNYA SENDIRI.

    ITULAH ORANG-ORANG MUNAFIK
    PENGHIANAT TUHAN
    MENYEPELEKAN TUHANNYA
    MERENDAHKAN TUHANNYA.

    ORANG-ORANG MUNAFIK.LEBIH TUNDUK
    KEPADA TUHAN HARTA
    KEPADA TUHAN UANG
    KEPADA TUHAN JABATAN
    KEPADA TUHAN KEKUASAAN
    KEPADA TUHAN PENGUASA

    ORANG-ORANG MUNAFIK MENGHALALKAN SEGALA CARA
    DENGAN KEBOHONGAN
    DENGAN ALAT KEKUASAAN
    DENGAN PENINDASAN
    DENGAN PENIPUAN
    DENGAN MENJILAT KEPADA KEKUASAAN

    ORANG-ORANG MUNAFIK BERBICARA DAN BERBUAT
    KATANYA MENYAMPAIKAN KEBENARAN
    KATANYA BERJUANG UNTUK KEBENARAN
    KATANYA MENEGAKKAN UNTUK KEBENARAN
    KATANYA BERTINDAK ATAS DASAR KEBENARAN

    TETAPI….
    KEBENARAN YANG ADA DIHANCURKAN
    MALAH KEBOHONGAN DIJADIKAN KEBENARAN
    MEMILUKAN SEKALI HIDUP DI ZAMAN PENUH ORANG MUNAFIK.

    HAI…..ORANG-ORANG MUNAFIK
    SADARLAH…..SADARLAH….SADARLAH……
    LIHATLAH ……
    ALAM INI PUN MULAI MARAH
    MELIHAT ORANG-ORANG MUNAFIK
    BENCANA SILIH BERGANTI DAN TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI
    SERTA AKAN MAKIN DASYAT TERJADI
    SAMPAI ORANG-ORANG MUNAFIK
    PADA MUSNAH SEMUANYA NANTI

    KIAMAT……
    TERJADI BAGI ORANG-ORANG MUNAFIK
    ORANG-ORANG YANG BELUM BENAR
    ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG
    DARI KETENTUHAN TUHAN

    ——————————-TTD
    —————————SAHRUDIN

    http://www.kiblatdunia.blogspot.com

    Posted by sahrudin | 13 April 2010, 3:52 am
  210. Keadaan ekonomi yang terjadi di negara kita juga merupakan salah satu efek domino dari sistem keuangan yang dianut oleh negara kita. Secara teori di UUD 45 kita menganut ekonomi kerakyatan, tetapi pada kenyataannnya kita masih berkiblat kepada ekonomi liberal Amerika. Ironis memang, rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim belum bisa menerapkan ekonomi syariah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, tapi masih harus diperbudak oleh sistem ekonomi liberal yang terbukti lemah ketika diguncang krisis. Krisis itu pun salah satunya juga disebabkan karena krisis di Amerika yang kehabisan dana karena digunakan untuk dana perang membantai saudara2 muslim kita di belahan dunia lain. Sehingga ekonomi kita masih harus terpengaruh kurs dolar AS, suku bunga, dan seterusnya. :D Tengoklah bank-bank syariah yang masih tetap berdiri tegak tak terpengaruh badai krisis.

    Posted by prima | 27 April 2010, 8:50 am
  211. SELAMAT BUAT IBU SRI MULYANI ATAS TERPILIHNYA MENJADI MANAGING DIRECTOR BANK DUNIA. POSISI TERTINGGI KEDUA SETELAH PRESIDEN BANK DUNIA. DAN BARU KALI INI PUTRA TERBAIK BANGSA BISA MASUK DI BANK DUNIA UNTUK POSISI SETINGGI ITU. BU SRI MULYANI………. ANDA MEMANG PANTAS MENDAPATKANNYA. SAYA IKUT BANGGA LHO…

    Posted by LIA LILLYANTINA | 5 Mei 2010, 12:40 pm
  212. tak ada gading yang tak retak….

    Posted by diky | 5 Mei 2010, 1:38 pm
  213. Selamat atas terpilihnya Ibu Sri Mulyani sebagai Managing World Bank… posisi itu lebih pantas untuk Ibu daripada menjadi Menteri Keuangan di negara sarang para koruptor yang ingin menjatuhkan Ibu dan penuh dengan politisi busuk yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya… saya percaya sepenuhnya pada integritas Ibu, dan semoga Allah SWT senantiasa menyertai langkah Ibu dimanapun Ibu berada…

    Posted by Dian | 5 Mei 2010, 3:58 pm
  214. I CAN’T BELIEVE IT TILL I SEE IT A REAL !
    THIS COUNTRY IS JUST SUCH A LIL FUCKIN RIDICULOUS CROOKED THING THAT HOLLYWOOD USUALLY WRAPPED IT IN A FILM..!!!

    UNFORTUNATELY! WE’RE LOSING THE HERO.. SHAME ON THEM!

    Posted by YOGA | 5 Mei 2010, 7:05 pm
  215. “selamat & sukses bunda SM, saya rakyat ndeso ” gemuruh rakyat negeri ini mendo’a-kan mu. berlarilah sekencangmu bahwa kejujuran itu menghantarkan kejernihan fikirmu”.

    Posted by bam' sn | 5 Mei 2010, 8:27 pm
  216. “selamat & sukses bunda SM, saya rakyat ndeso dr bumi sby” gemuruh rakyat negeri ini mendo’a-kan mu. berlarilah sekencangmu bahwa kejujuran itu menghantarkan kejernihan fikirmu”.

    Posted by bam' sn | 5 Mei 2010, 8:42 pm
  217. itulah lucunya elit politik negeri ini….bukannya jadi negarawan, malah jadi poli-tikus! santai saja bu sri…nurani saya berkata pilihan anda disuatu ketika adalah yang paling tepat…..pak dahlan lanjutkan disektor kelistrikan yaaa!

    Posted by uda | 6 Mei 2010, 6:02 am
  218. i think sri mulyani is one of american mafia bastard people , who will destroyed indonesia, off course for wealthy american citizen. beware with her and watch her closely.

    Posted by boy tokuro | 6 Mei 2010, 11:02 am
    • repot, cocoknya di DPR pemikiran spt ini… gmn ya koq bisa vonis SMI like this comment, saya harap anda dan yang lain yg punya pikiran negatif, please kalian keliling dunia, lihat kebudayaan orang lain, disiplin, etos kerja dan komitmen mereka…. lalu bandingkan dgn kita, dan anda dengan mudah bisa menjawab kenapa kita masih dikategorikan negara berkembang dan negara terkorupsi..

      Posted by rico | 7 Mei 2010, 1:33 am
    • I think you are the one or the only one the fucking guy, you`re so stupid with your damn commnet…damnt..it…Why Indonesia so poor and corrupt because there`re still a lot of peope like you…people think like you…may your soul burn in hell….boy tokuro…

      Posted by gendheng | 8 Mei 2010, 4:29 pm
  219. Wahai Bu Sri, Saat nya Ibu Bicara dgn Sejujurnya apa yg sebenarnya terjadi dengan Kasus Bank Century.saya sangat Bangga Ibu terpilih sebagai Managing World Bank,jangan sampai Ibu meninggalkan Indonesia tapi Status Ibu dlm Kasus Century tidak Jelas.Dan Saya sangat yakin Ibu akan ” Berbicara Dengan Jujur ” sebelum meninggalkan Indonesia.Aminnn Semoga Ibu Sri benar-benar menjadi Seorang Ibu yang pantas kita Banggakan.

    Posted by read-0ne | 6 Mei 2010, 8:25 pm
  220. saya tahunya cari uang buat sambung hidup keluarga, tapi knp ya saat ini ada rasa yg belum pernah saya alami… sama dgn sdr. ida bagus alit kamayana… yaitu, perasaan bangga terhadap seorang menteri kabinet negara ini, sama rasanya waktu saya bangga saat dulu sekolah dasar disuruh menghapal nama2 pahlawan nasional.
    ibu SMI, dalam skala kecil, sy merasakan betapa sulitnya kita mengambil suatu keputusan. TIDAK PERNAH ADA keputusan yg diambil dapat menyenangkan semua pihak… tapi keputusan tetap harus diambil, agar perusahaan/organisasi bisa melangkah maju, tidak stagnan dan selamat tetap survive..
    bisnis dan kehidupan di dunia nyata mengajarkan, keputusan harus diambil cepat dan tegas, penuh komitmen dengan segala resikonya. dalam hal ini saya kagum dan yakin, ibu sudah sangat tepat mengambil keputusan itu, yg pasti didasari semangat utk membuat bangsa ini lebih baik.
    terimakasih banyak ibu, atas keputusan yg ibu ambil membuat saya, keluarga, karyawan saya dan anak istri/suami mereka bisa lebih terjaga kesejahteraannya, bisa makan dan menabung akibat ekonomi kita yg relatif stabil, mereka jauh lebih baik saat ini dibanding beberapa tahun lalu.
    ibu SMI, apa anda sudah tahu khabar bahwa mereka yg mempersalahkan uang 6,7 trilyun itu saat ini minta uang 1,8 trilyun utk bangun gedung baru… hahahaha dengan alasan yg dicari-cari. seharusnya mereka studi banding ke s’pore atawa hongkong, london, tokyo, swiss or kemana aja negara yg ekonominya jauh lebih maju, mereka pasti bingung koq bisa ya dgn ruang bangunan yg kecil menyumbang pemikiran maksimal utk bangsanya…. duh mbok ya sadarrrrr. tapi rupanya Tuhan punya cara tersendiri utk menunjukkan siapa yang salah, dengan sangat gamblangnya..
    ibu SMI yg saya hormati dan kagumi, semoga ‘big drama’ ini bisa menginspirasikan untuk orang-orang positif dinegeri ini, keberanian, nilai-nilai luhur, semangat utk maju, harga diri, visi dan tentunya rasa malu.
    cerita dan spirit ttg ibu akan terus bergulir ke generasi dibawah saya, setidaknya akan saya inspirasikan ke keluarga dan karyawan saya…
    terimakasih ibu SMI dan tetaplah menjadi orang baik.

    Posted by rico | 7 Mei 2010, 2:13 am
  221. Saya benar-benar terpukul dengan kemunduran Ibu Sri Mulyani. Di lain sisi, saya bangga beliau terpilih menjadi World Bank Managing Director, tapi di lain sisi, saya sedih karena bangsa ini kehilangan sosok tangguh penopang ekonomi bangsa.
    Yang saya bisa katakan adalah semoga pihak-pihak yang dengan “pantang menyerah” mendukung pengunduran diri beliau sadar apa yang telah mereka lakukan.
    Wahai pihak oposisi, republik ini bukan dibangun dari sikap pesimis dan kritik, melainkan dari sikap berani dan optimis.
    Dan anda baru saja menyingkirkan salah satu Putri terbaik bangsa ini.

    Posted by Candra | 7 Mei 2010, 7:49 am
  222. harusnya OOM Bernard ya yg jd menkeu ?…Ngk banget deh… Sirik tanda tak mampu dan tak laku om….

    Posted by Taufan | 7 Mei 2010, 8:37 am
  223. dana bailout juga diambil dari dana2 jaminan perbankan kok Bank2 yg punya duit aja nggak ribut…kok ada yg ngomong seolah-olah duitnya dirampok..mengatasnamakan uang rakyat lagi..NGEDABRUS!!

    Posted by doel | 7 Mei 2010, 9:31 am
  224. semuanya ini cuma permainan politik, sebenarnya ini permainan orang2 tertentu yang ingin menjatuhkan karir dari ibu SMI,,

    seperti kasus antasari, dikatakan klu antasari membunuh nasrudin dengan membayar pembunuh bayaran. kenyataan ny org yg membunuh nasrudin aja ngaku klu dy disuruh oleh orang lain bukan antasari.

    politik-politik-politik,,,

    Posted by chika | 7 Mei 2010, 10:13 am
  225. saya tidak tau apa – apa soal politik, ekonomi,,,,….
    tapi dari dulu yang saya tau,,politik itu kotor,,,,,
    mungkin bu SMI kurang beruntung karena bukan orang politik….
    gitu aja kok repot…..
    dari dulu kita semua tau itu kan???

    Posted by yanti | 7 Mei 2010, 1:21 pm
  226. kepada ibu Sri Mulyani,..saya ucapkan selamat,..
    terus berjuang bu,..mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,..
    orang-orang yang buta hatinya biarlah tetap begitu,..
    tak usah ibu pikirkan,..
    suatu saat nanti,..nama ibu akan ditulis dengan tinta emas,..
    biografi ibu akan dibaca jutaan orang di seluruh dunia,.
    sebagai seorang perempuan besar dari sebuah bangsa bermental tikus,..
    bagai mutiara dalam kubangan lumpur,..
    ibu tetap sesuatu yang sangat berharga,..
    selamat berjuang bu,..
    doa saya dan jutaan orang akan terus bersama ibu,..
    terimakasih telah menghindarkan bangsa ini, dari krisis ekonomi global bu,..

    Posted by Mix_1 | 7 Mei 2010, 2:56 pm
  227. Ibu Sri Mulyani teruslah berkarya dimanapun anda berada, cuekin saja anjing menggonggong tanda tak mampu. Kami yang tak biasa menggonggong…hanya mampu berdoa Semoga berkah Alloh melingkupi kemanapun anda melangkah…amien

    Posted by yani prawiro | 7 Mei 2010, 9:35 pm
  228. Ibu Sri….

    Ibu mungkin tidak mengenal saya…tapi saya mengenal Ibu…saya hanyalah salah seorang bawahan Ibu….yang sering melihat ibu masuk atau pulang kantor dari kejauhan….
    Ibu tidak perlu risau….hukum sejarah akan selalu berlaku…semakin dalam kepedihan dan keterhinaan Ibu saat ini, maka akan semakin tinggi tempat yang akan disediakan Tuhan untuk Ibu di suatu masa nanti…
    Ibu…kesempatan yang diberikan oleh Tuhan ke World Bank “mungkin” hanyalah salah satu cara Tuhan meminta “sejarah” untuk mempersiapkan Ibu menjadi Pemimpin yang lebih tinggi lagi di Indonesia, bukankah Ibu masih ingat bagaimana presiden pertama kita Soekarno harus dipenjara dan diasingkan dulu sebelum berada di atas tampuk kepresidenan atau Ibu mungkin hafal betul bagaimana seorang pria empat belas abada yang lampau harus dihina, difitnah, disiksa, diusir oleh masyarakatnya selama 13 tahun sebelum kembali menjadi Pemimpin menjadi Nabi yang dimuliakan sepanjang zaman…ah Ibu….saya merasa apa yang Ibu alami adalah salah satu cara Tuhan hendak menempatkan Ibu ke tempat yang lebih mulia lagi…oleh karena itu tetap sabar, rendah hati dan selalulah berprasangka baik kepada Tuhan yang telah penguasa lima benua tujuh samudera ini Ibu…..

    Posted by gendheng | 8 Mei 2010, 4:42 pm
  229. ibu Sri sebelumnya saya mengucapkan selamat atas terpilihnya ibu sebagai managing director world bank semoga lebih mengharumkan nama bangsa indonesia
    tapi ibu jangan lupa kembalilah keindonesia pada tahun 2014 kami siap mendukung ibu menjadi presiden RI selanjutnya. AMIEN

    Posted by ebeb | 9 Mei 2010, 1:56 am
  230. saya bukan politikus, saya bukan birokrat, saya bukan penguasa atau apalah namanya yang dipersamakan dengan itu… saya hanya rakyat jelata… tetapi saya punya hati… hati kecil saya u ibu sama dengan hati kecil pak dahlan… saya salut dengan keberanian ibu… tunjukkan pada dunia siapa ibu sebenarnya, agar pada politikus tahu bahwa mereka sama dengan POLIGAMI dan POLIANDRI… yang hanya bisa mendukung siapa yang memberikan kasih sayang kepada mereka dan tentunya yang lebih manis dan menarik… ibuku yang terhormat… belum pernah ada di negeriku ini orang yang merelakan kepergian ibundanya tercinta tanpa mendampingi semenjak sakit hingga ajal menjemput demi bangsaku indonesia, kecuali ibu SMI… terima kasih atas baktimu… kami siap membangun negeri ini bersamammu kelak di kemudian hari, dan tentunya setelah tikus2 yang sekarang mati dilaknat Allah… Aminnn… Berikanlah Ibundanya tempat yang layak disisiMu ya Allah… dan ibu sri rahmat dan perlindunganmu sampai kapanpun dalam perjuangan ini…

    Posted by eka | 9 Mei 2010, 11:31 am
  231. gimana idonesia mau maju. lha wong seng pinter-pinter pada diusir keluar negeri semua. yang goblok2 malah rebutan jabatan.

    Hidup bu Sri Mulyani.

    Ingat Bu untuk kembali tahun 2014, saya siap dukung ibu

    Posted by aroels | 9 Mei 2010, 7:25 pm
  232. sebagai anak bangsa sy bangga memiliki seorang menteri keuangan seperti IBU SRI MULYANI,saya mau tanya,sejak negeri ini berdiri adakah menteri keuangan yg bisa menghindari kita dari krisis dimana negara2 maju justru terkena dampak krisis,tapi pertumbuhan ekonomi kita justru meningkat sementara negara maju justru tdk berdaya menghadapi krisis.kapan kita punya menteri yg keahliannya diakui oleh dunia internasional.kapan kita punya pejabat negara yg lbh mementingkan bangsa ini dari pada keluarganya?saya miris melihat bangsa ini,seorang yg di perebutkan oleh negara di dunia karena keahliannya tapi di negeri sendiri justru di hujat,seorang yg telah menyelamatkan bangsa ini dari krisis justru disalahkan.jgn mementingkan kepentingan politik diatas kepentingan bangsa ini.sukses buat IBU SRI MULYANI teruslah mengharumkan nama BANGSA INDONESIA di dunia INTERNASIONAL.Dan JAYALAH NEGERIKU tercinta.

    Posted by denis | 9 Mei 2010, 8:44 pm
  233. Saya benar-benar kecewa. Pantas saja negara kita tidak maju-maju. Karena negara kita tidak bisa menghargai orang pintar.
    Coba lihat negara maju seperti Amerika Serikat, mereka memiliki Alan Greesnpan, yg walaupun pucuk kepemimpinan berganti-ganti, tidak ada satupun presiden yg berani menggantikannya. Dia benar-benar dihargai.
    Lebih jauh lagi sebelum itu, Amerika Serikat juga pernah memiliki Edgar. J. Hoover, yg dengan tangan dinginnya mendirikan dan membesarkan FBI. Kasusnya juga sama seperti Alan Greenspan, walaupun berganti-ganti Presiden, tidak ada satupun yg berani menggantikannya, karena reputasinya benar-benar diakui, menjadikan FBI sebagai lembaga yg begitu disegani dalam penegakan hukum di negeri Paman Sam.
    Ah, kapan Indonesia bisa seperti itu ya?
    Selamat jalan Ibu Sri Mulyani. Kalau negara ini tidak menghargai jasamu, tetaplah berkarya mengharumkan nama bangsamu di dunia.

    Posted by Candra | 9 Mei 2010, 9:06 pm
  234. Ketua BPK nya eks dirjen pajak yg dimutasi oleh smi karena bermasalah , dendam trus kerja sama dengan partai2 .

    Posted by iqra | 10 Mei 2010, 12:53 pm
  235. Mungkin ibu SMI “kualat”, lebih mementingkan urusan negara daripada Ibunda-nya yg sedang bersiap menghadap sang Khalik di Semarang, sampai dikebumikan di Makam Bergota-pun ibu SMI tidak bisa menghadirinya…..wallahualam !!!!

    Posted by d. agus budiarto | 11 Mei 2010, 10:58 am
  236. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada BPK, saya kok merasa agak ragu-ragu terhadap kebenaran laporan BPK.Keraguan saya dilandasi oleh sosok ketua BPK-nya yang mantan Dirjen Pajak itu. Jangan-jangan ketua BPK tersangkut pula kasus pajak, sehingga untuk menyelamatkan dirinya harus menyingkirkan SMI dari Menkeu.

    Posted by Sufyan | 12 Mei 2010, 7:54 pm
  237. Terima Kasih Ibu SMI. Kita sekarang lebih tahu seberapa “BIJAKSANA” negara kita.

    Posted by peduli indonesia | 13 Mei 2010, 3:36 am
  238. ibu sri mulyani,
    dengan integritas dan keprofesionalan yang anda miliki, saya yakin anda sebenarnya bisa melakukan lebih daripada apa yang anda telah lakukan selama ini.
    Hal yang anda kurang miliki, sama seperti yang ada pada kasus ilmuwan besar kita sebelumnya, profesor Habibie adalah karena tidak adanya background politik dalam tubuh anda.
    Anda seorang yang profesional dan berpikiran lurus.Berpikir jalan terbaik untuk negeri yang merupakan tanggungan yang sangat besar menurut saya untuk dibebankan pada wanita, tapi sekali lagi anda bisa menaklukannya dengan baik. Tapi anda lupa tentang Indonesia kita tercinta ini,
    banyak hal-hal didalamnya yang tak kasat mata ikut berperan besar dalam jalannya roda pemerintahan Indonesia.
    Sekali lagi anda mungkin mengetahuinya, tapi tetap profesional dan mencoba untuk menghiraukannya demi “INDONESIA”..
    Ibu, dimana pun nanti ibu berada, ibu akan terus bersinar dan menjadi primadona dalam dunia perekonomian.
    Karena dunia pun mengetahui itu.
    Selamat Jalan ibu untuk kembali..
    Mungkin hanya air mata sesal yang saya punya serta doa agar ibu lebih baik disana..

    Posted by wega | 14 Mei 2010, 8:49 pm
  239. Saya bangga akan Sri Mulyani.
    Beliau memiliki banyak prestasi walau kita tidak mengenal secara langsung siapakah Beliau. Tapi saya lihat Beliau mampu membuat Indonesia menanjak keatas pada saat krisis dunia kali ini. Dan lagi dari sisi keluarga
    Sekalipun berada diatas dan sangat bersinar saya belum pernah dengar Sri Mulyani melalaikan tugasnya sebagai Ibu atau Mama bagi keluarganya, benar-benar mengagumkan.

    Posted by Luckman Raharja | 19 Mei 2010, 12:31 pm
  240. Saya bangga akan Sri Mulyani.
    Beliau memiliki banyak prestasi walau kita tidak mengenal secara langsung siapakah Beliau. Tapi saya lihat Beliau mampu membuat Indonesia menanjak keatas pada saat krisis dunia kali ini. Dan lagi dari sisi keluarga
    Sekalipun berada diatas dan sangat bersinar saya belum pernah dengar Sri Mulyani melalaikan tugasnya sebagai Ibu atau Mama bagi keluarganya, benar-benar mengagumkan.

    Siapa tahu suatu saat saya pernah bisa memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan Beliau.
    Salah satu tokoh nasional yang luar biasa yang harus direlakan pergi keluar.
    Tidak ada yang sempurna tapi yang ini sangat membanggakan.

    Salut buat Ibu Sri Mulyani di Bangsa dan di Keluarganya.

    Posted by Luckman Raharja | 19 Mei 2010, 12:33 pm
  241. ini situs propaganda sri mulyani ya? ko sepertinya ngotot sekali membela sri mulyani?

    Posted by ecoholic | 19 Mei 2010, 12:39 pm
  242. Berlian tetaplah Berlian, walaupun dimasukkan ke dalam kubangan lumpur yang paling dalam sekalipun.
    Saya yakin seiring waktu, seiring kedewasaan bangsa Indonesia, sejarah akan mencatat; Siapa yang bekerja hanya untuk kepentingan pribadi/golongan/partai, siapa yang benar-benar bekerja untuk Republik.

    Selamat jalan Bu Sri…

    Posted by andhik | 19 Mei 2010, 2:07 pm
  243. Kulanuwun..waladalah…hiaha.ha..ha..sebenar-benarnya secara pribadi saya bersyukur karena selain dik Sri, banyak juga lo orang pinter, bahkan ekonom di Indonesia, contohnya para komentataor ini (bukan termasuk saya dong..kan narsis jadinya kalau begitu).
    Hanya sayang ruang publik ini kan secara moral mus(pas)tinya muncul dengan kesepakatan moral sebagai media sharing – berbagi, wacana, pemikiran, mengusut permasalahan seobyektif mungkin untuk dicari inti sarinya dan ancang-anvang gagasan untuk tindakan yang paling tepat di kemudian. Bukan soal bela-belaan secara personal, kemudian melibatkan emosi terlalu mendalam, sampai merasa sah memaki-maki atau menghina yang lain. (kendati emosi adalah juga elemen manusia yang tergolong bernilai mulia). Mestinya saat orang berkomentar atau membaca atau yang memulai tulisan ini pasti dong berharap pemikirannya memperoleh dukungan atau bahkan cermatan lebih lanjut, terlengkapi dari segala sudut pandang siapapun, toh itulah harkat interaksi nilai sosok manusiawi kita. Ana rembug dirembug ana nalar dinalar (semuanya bisa didialogkan) secara sehat dan kondusif dan jernih). Yang merasa lebih pinter ya jangan menghardik-menghina (karena sungguh anda tidak punya hak sama sekali), berilah yang anda anggap bodoh tuntunan dengan kapasitas penguraian pemikiran anda dengan sehat dan jernih serta komparaif multi perspektif tidak linear. Saya hanya menyarankan untuk merefresh nurani dan sistem berpikir cobalah anda Klik : utube- Mas Toniblankshow. Semoga menambah perenungan anda. Terimakasih. Insya Allah solusinya ada juga.

    Posted by Oriepikulutju | 20 Mei 2010, 9:24 am
  244. ulanuwun..waladalah…hiaha.ha..ha..sebenar-benarnya secara pribadi saya bersyukur karena selain dik Sri, banyak juga lo orang pinter, bahkan ekonom di Indonesia, contohnya para komentataor ini (bukan termasuk saya dong..kan narsis jadinya kalau begitu).
    Hanya sayang ruang publik ini kan secara moral mus(pas)tinya muncul dengan kesepakatan moral sebagai media sharing – berbagi, wacana, pemikiran, mengusut permasalahan seobyektif mungkin untuk dicari inti sarinya dan ancang-ancang gagasan untuk tindakan yang paling tepat di kemudian. Bukan soal bela-belaan secara personal, kemudian melibatkan emosi terlalu mendalam, sampai merasa sah memaki-maki atau menghina yang lain. (kendati emosi adalah juga elemen manusia yang tergolong bernilai mulia). Mestinya saat orang berkomentar atau membaca atau yang memulai tulisan ini pasti dong berharap pemikirannya memperoleh dukungan atau bahkan cermatan lebih lanjut, terlengkapi dari segala sudut pandang siapapun, toh itulah harkat interaksi nilai sosok manusiawi kita. Ana rembug dirembug ana nalar dinalar (semuanya bisa didialogkan secara sehat dan kondusif dan jernih). Yang merasa lebih pinter ya jangan menghardik-menghina (karena sungguh anda tidak punya hak sama sekali), berilah yang anda anggap bodoh tuntunan dengan kapasitas penguraian pemikiran anda dengan sehat dan jernih serta komparaif multi perspektif -tidak linear. Saya hanya menyarankan untuk merefresh nurani dan sistem berpikir cobalah anda Klik : utube- Mas Toniblank.Semoga menambah perenungan anda. Terimakasih. Insya Allah solusinya ada di sana juga.

    Posted by Oriepikulutju | 20 Mei 2010, 9:27 am
  245. Kulanuwun..waladalah…hiaha.ha..ha..sebenar-benarnya secara pribadi saya bersyukur karena selain dik Sri, banyak juga lo orang pinter, bahkan ekonom di Indonesia, contohnya para komentataor ini (bukan termasuk saya dong..kan narsis jadinya kalau begitu).
    Hanya sayang ruang publik ini kan secara moral mus(pas)tinya muncul dengan kesepakatan moral sebagai media sharing – berbagi, wacana, pemikiran, mengusut permasalahan seobyektif mungkin untuk dicari inti sarinya dan ancang-ancang gagasan untuk tindakan yang paling tepat di kemudian. Bukan soal bela-belaan secara personal, kemudian melibatkan emosi terlalu mendalam, sampai merasa sah memaki-maki atau menghina yang lain. (kendati emosi adalah juga elemen manusia yang tergolong bernilai mulia). Mestinya saat orang berkomentar atau membaca atau yang memulai tulisan ini pasti dong berharap pemikirannya memperoleh dukungan atau bahkan cermatan lebih lanjut, terlengkapi dari segala sudut pandang siapapun, toh itulah harkat interaksi nilai sosok manusiawi kita. Ana rembug dirembug ana nalar dinalar (semuanya bisa didialogkan secara sehat dan kondusif dan jernih). Yang merasa lebih pinter ya jangan menghardik-menghina (karena sungguh anda tidak punya hak sama sekali), berilah yang anda anggap bodoh tuntunan dengan kapasitas penguraian pemikiran anda dengan sehat dan jernih serta komparaif multi perspektif -tidak linear. Saya hanya menyarankan untuk merefresh nurani dan sistem berpikir cobalah anda Klik : utube- Mas Toniblank.Semoga menambah perenungan anda. Terimakasih. Insya Allah solusinya ada di sana juga.

    Posted by Oriepikulutju | 20 Mei 2010, 9:28 am
    • ehmm dari kacamata org bodoh spt saya, sptnya tulisan ini secara halus mau menunjukkan penulis orang yg pinter jg tapi muter2 dulu… spt politik, matursuwuuun

      Posted by rico | 23 Mei 2010, 2:37 am
  246. DPR penuh dengan orang2 frustasi. Mereka tidak suka melihat kaum profesional terlalu berperan dinegeri terbelakang ing ini. Sepak terjang politisi makin jauh dari rasa kebangsaan yg bermartabat.

    Posted by CAHYO BASKORO | 20 Mei 2010, 8:28 pm
  247. Dajal EKonomi kok disanjung2….????
    Kini Sri Mulyani siap disambut dengan kalungan bunga, di kantor Bank Dunia sana. Tapi yakinlah, semua itu hanya basa-basi saja. Alam semesta, langit-bumi, beserta benda-benda langit yang demikian banyak, beserta hewan-hewan di daratan dan lautan, mereka mengutuk orang-orang zhalim yang menyengsarakan kehidupan jutaan kaum Muslimin, sehingga mereka hidup menderita lahir-bathin, dunia Akhirat.

    Posted by Iwan | 21 Mei 2010, 9:44 am
  248. @iwan : situ Tuhan ? kok bisa seenak2nya ngejudge orang “Dajal” ? di agama anda saya yakin dan saya juga pernah mendengarnya, bahwa mereka yang memfitnah sesamanya akan dimasukkan ke neraka jahanam dengan kematian yang tidak lazim. Penghakiman itu milik Tuhan. Klo mau marah, marahlah yang elegan, jangan seperti orang tidak sekolah seperti ini.

    Posted by Breaker | 22 Mei 2010, 12:12 pm
  249. –yaahhhh,,,,,, foolitik tetap saja foolitic……. yang pintar pintar malah jadi TKI,,, yg bodoh bodoh,,,,, masih di senayan…… semua tertipu pARTAI uSANG yg berpengalaman di orde baru,,,, kasihan pks pdip hanura gerindra,,,,,, tertipu semua !!!,,,,,, partai century ….. yg menang tetap saja partai kuno… hahahahaha…. lumpur terusssssss..

    Posted by radnanum | 22 Mei 2010, 8:48 pm
  250. Kutipan dari pidato Gunawan Mohammad tentang Sri Mulyani: “ia meninggalkan jabatannya dengan tak meninggalkan cacat. Bahkan, seperti diucapkannya dalam kuliah umumnya tadi malam, ia merasa menang, dan ia berhasil. Ia merasa menang dan berhasil karena ia tetap “tak bisa didikte” hingga meninggalkan prinsip hidupnya, hati nuraninya, dan kehormatan dirinya.”

    Posted by Sindra | 23 Mei 2010, 10:23 pm
  251. IQ nya 157 loh..
    orang pinter tuh
    cuma beda 3 sama Albert Enstein (160)

    Posted by Arif Rahmawan | 29 Mei 2010, 11:06 pm
  252. NKRI maju apabila :
    Presiden : SBY feat ical
    Wapres : Susno feat Anggodo ( budiono saya turunkan karena g pantes disini red)
    Menko : rizal ramli feat anggoro
    Memperindag : fahri hamzah feat misbakhun
    menhut : bob hasan feat kaban
    mensesneg : ruhut feat maruar sirait
    menkominfo : idrus marham feat faisal akbar
    Dirjen pajak : gayus feat heru purnomo
    menkeu : kwik kian gie feat kwak kwik kwek
    kejakgung : cyrus sinaga feat tri urip
    Dirut BI : R. tantular feat Edi tansil
    kapolri : susno feat anggodo
    ketua MPR : taufik kemas feat melkias mekeng
    ketua DPR : marzuki ali feat panda nababan
    ketua PSSI ; nurdin halid feat nirwan bakrie
    ANCURRRRRRR

    Posted by mavira | 6 Juni 2010, 5:01 pm
  253. Sy sebetulnya menghargai dan menghormati kepandaian dan kepintaran Sri Mulyani, me. Tapi untuk kasus Century, maaf, tanpa menghilangkan kegigihannya untuk menyelematkan bangsa Indonesia dr kemelut ekonomi, tindakan SM dalam balout Century yang kebablasan adalah sangat tidak tepat. Itu kebijakan yang salah.. Soal di WB, sy ga respek, kayak ga tahu Worl Bank itu siapa, WB is new Kolonialis. Sy juga sangat menyayangkan Gunawan Muhammad dan Dahlan Iskan menyanjung Sm terlalu berlebihan.. seolah2 sdh kehilangan kiblat dan akal sehat!!

    Posted by Bagus | 26 Juli 2010, 2:40 pm
    • bagus….mana hasilnya dari kasus bailout century sampai sekarang blom ada penyelesaian?

      Anda masih ingat kan pepatah ” Fitnah lebih kejam dari pembunuhan” tapi saya dengan sosok yang coba dibunuh karakternya dengan kasus century tersebut akan kembali lagi untuk berperang!

      Saya dukung Sri Mulyani untuk presiden 2014

      Posted by bejo | 10 Desember 2010, 1:00 am
  254. figur Sri Mulyani adalah figur hebat yang tersia-siakan

    Posted by Edo_Yakuzai | 21 Agustus 2010, 12:07 am
  255. kasus Bank Century kan blm selesai, jadi tidak ada orang yg bisa menyimpulkan kalau dia itu bersalah atau tidak

    Posted by Faizal | Akselera | 23 Agustus 2010, 9:57 am
  256. Entah kenapa saya yakin, Ibu Sri Orang punya integritas dan Profesional. Dia Pantas menjadi salah satu pimpin bangsa 2014 mendatang. Apalagi klu di duetkan dengan pak Dis. Dengan beliau2 ini, Kemajuan Cina bisa kita lampui. knp ? menurut pandangan saya beliau2 inilah yang memiliki knowledge dan cita2 yang tinggi, bukan cita2 yang rendah seperti keinginan untuk memperkaya diri. beliau2 ini cerminan seorang Profesional. Isya Allah…Dan Saya merasakan pribadi2 beliau ini.

    Posted by tarkan | 2 Oktober 2010, 5:30 pm
  257. Pak Dahlan, mohon izin share esai anda ini di blog saya. Tulisan ini sangat kuat dan akan sangat bermanfaat bila menyebar ke mana-mana. Sebab kita semua menginginkan figur seperti Sri Mulyani ini terus mengabdi untuk negeri ini dan berbuat yangterbaik untuk Indonesia di masa depan. Salam.
    Topan Jaya
    http://mahfudsrimulyani.wordpress.com/

    Posted by MAHMUD MD - SRI MULYANI FOR 2014 | 16 Desember 2010, 1:09 am
  258. Bu Ani, Trimakasih yaa, atas keikhlasan anda, ibu bekerja semaksimal mungkin, mengorbankan kepentingan keluarga, dan segalanya, saya yakin, orang baik2 pasti akan memahaminya, kami selalu berdoa semoga sabar dan tawakal menjadi pegangan ibu, sukses slalu

    Posted by edi tarwoto | 9 Januari 2011, 5:17 am
  259. indonesia semakin lama memang semakin aneh,yg baik dibuang,yg jelek dipelihara.apa tdk kepingin kt bs sama dg negara maju

    Posted by anne | 14 Maret 2011, 3:20 pm
  260. terima kasih buat ibu, semoga tetap semangat!

    Posted by sewaapartemen | 14 April 2011, 12:58 pm
  261. Terima kasih Bung Dahlan Iskan utk tulisan yg sangat simpatik dan empatik ini. Ini tulisan yang akan selalu dibaca tiada henti. Anda satu di antara sekian banyak rakyat Indonesia yang mampu memandang jernih carut-marut persoalan Century, tdk dalam bingkai para PoliTikus, tetapi berdasar nurani Anda sendiri. Salam dari kami yg bersemangat untuk memajukan Sri Mulyani menjadi capres 2014.
    Topan Tj
    http://smipresidenku.wordpress.com/

    Posted by smipresidenku | 28 April 2011, 5:27 am
  262. beberapa orang yang tidak setuju dgn langkah smi,kebanyakan mencela,kita proses utk itu menjadi menteri tidaklah mudah ,dan dia sudah lolos,pak dahlan iskan sudah memulai usaha dari nol dan kecil,dan sekarang sdh begitu besar dgn jawa pos nya,utk menjadi besar dan bertahan tdklah mudah,penilainya tentuklah kelas wahit,..
    jika teman 2 merasa pintar,kadang sebenarnya tidaklah pintar,sebab,apa yg sdh dicapai?kebaikan,kekayaan,keberhasilan?semua bisa diperdebatkan,kecuali kekayaan yg bisa dihitung nilainya.dan selebihnya hanyalah omong kosong yg kebenaranya sesuai selera,..
    smi,di dia belum ada bukti untuk materi lebih pada diri sendiri orientasinya,semua demi kebersamaan dan kejujuran,baik dan buruk penilaian hanyalah selera,yg jelas dunia sdh mengakui,dan itu sangat netral,tdk seperti hukum kita yg terdengar sumbang dan kadang malah membingun gkan,.,,

    Posted by benvito | 2 Mei 2011, 10:56 am
  263. menyedihkan memang jika ,kita memberi penilaian dgn informasi kurang,
    atau alasan yg tidak jelas ,saya se7 dgn SMI danPAK Dahlan,thx

    Posted by benvito | 2 Mei 2011, 10:59 am
  264. hati kecil saya untuk para pejabat di negeri ini termasuk pejabat PLN ada disini http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html

    Posted by samudra | 7 Juni 2011, 2:37 pm
  265. I love to read this type of stuff. Good and attractive information I take from it..Thank you for posting such a nice article.

    Posted by Chanel Shopping Bags | 23 Juni 2011, 3:54 pm
  266. sy termasuk yg kagum dg ibu sri.. ada prpaduan antara kepintaran, keberanian, bhkan religiusitas pd dirinya.. itu pun jg sy rasakan trhadap anda pak.. teruslah berkarya pak. semoga menambah keberkahan hidup bpk.

    Posted by Makalah Pendidikan | 31 Oktober 2011, 8:51 pm
  267. Yang saya tahu 6,7 trilyun itu tidak hilang, yang saya yakini SMI itu tidak akan menerima duit haram itu, yang saya kagumi SMI itu orang yang pintar, professional, mencintai dan berkontribusi terhadap negaranya. Yang saya tahu anggota DPR itu tidak jujur, yang saya yakini anggota DPR itu Munafik, dan yang saya yakini anggota DPR itu pintar berpolitik kotor (semoga BPK benar2 tidak menerima order dari DPR). Oleh karena itu saya lebih percaya INTEGRITAS seorang SMI daripada anngota DPR itu. Thanks

    Posted by Wiro 212 | 23 Desember 2011, 5:32 pm
  268. artikel yg menarik, good joob…di tunggu artikel2 selanjut nya gan

    distributor Sparepart Laptop Notebook http://virgokomputer.com

    Posted by virgokomputer | 29 Desember 2011, 4:03 am
  269. Sudah terbukti isi kitab joyoboyo
    yang jujur akan hancur,
    yang jahat naik pangkat,
    yang curang berkuasa,
    yang mulia dipenjara
    yang benar dikucilkan.
    sangat miris dengan negeri ini orang2 seperti Ibu SMI akhirnya memilih berkarir ke luar negeri karena lebih dihargai dan mendapat apresiasi daripada disini, sudah terbukti orang2 hebat dunia banyak yang berasal dari Indonesia karena disana mereka difasilitasi dan tidak didholimi. Tinggalah kami golongan mayoritas rakyat jelata negeri ini yang hanya menjadi wayang permainan dalang (politisi negeri ini) dengan dalil dalil mewakili suara hati kami, ….

    Posted by sumi | 11 Januari 2012, 3:04 pm
  270. setuju
    Sudah terbukti isi kitab joyoboyo
    yang jujur akan hancur,
    yang jahat naik pangkat,
    yang curang berkuasa,
    yang mulia dipenjara
    yang benar dikucilkan.
    sangat miris dengan negeri ini orang2 seperti Ibu SMI akhirnya memilih berkarir ke luar negeri karena lebih dihargai dan mendapat apresiasi daripada disini, sudah terbukti orang2 hebat dunia banyak yang berasal dari Indonesia karena disana mereka difasilitasi dan tidak didholimi. Tinggalah kami golongan mayoritas rakyat jelata negeri ini yang hanya menjadi wayang permainan dalang (politisi negeri ini) dengan dalil dalil mewakili suara hati kami, …

    Posted by pulauseributreveling | 15 Mei 2012, 1:43 am
  271. memang hebat sri mulyani saya bngga sama dia ,tapi saya berharap kalau memang dia jebol jadi presiden 2014 saya harap dia berpsangan dengan bapak dahlan iskan mereka tu cocok memimpin bgsa ini untuk tahun selanjutya mereka jujr dan teladan klaw tidak dengan bapak dahlan dengan ketua kpk karang abraham samad

    Posted by alex | 30 Desember 2012, 2:33 pm
  272. Hidup Sri Mulyani…. Good or bad decision, who knows? Banyak hal yg kita tidak tahu yg dipertimbangkan oleh beliau. Mungkinkan menteri sepintar dia, melakukan sesuatu yg merugikan negara tanpa alasan? no way. Everything she does, I believe in her. Siapa yang tidak pernah salah dlm mengambil keputusan ? Apakah Presiden pun selalu mengambil keputusan yg benar ? Kita pun apakah selalu benar keputusannya? Bila tidak, maka patutlah kita menghukum diri sendiri pula ,atas keputusan kita yg salah.

    Posted by Jen | 18 Januari 2013, 4:26 pm
  273. Sesame Seed Oil is quite popular in Asian countries
    which it is well known for its healing properties, as well as controlling high blood pressure.
    It also contains 22 percent of plant proteins and between 5 and 8 percent of mineral salts, among which stands out the presence of iron and calcium (the highest value percentage wise to be found in nature, about
    780 milligrams per hundred grams, and excellent absorption for the body).
    They can turn to the oil for help if their vocal cords feel dry and pain.

    Posted by sesame seed oil | 1 Mei 2013, 3:45 pm
  274. harus instrokpeksi diri dulu nihh

    Posted by Toko Sepatu Grosir | 5 Mei 2013, 10:52 pm
  275. Sekarang di krisis 2013 negara ini butuh beliau, sungguh naif para anggota pansus yang mencari popularitas dengan masih mengejar-ngejar beliau. Sungguh tidak manusiawi media yang menjudge beliau banyak hal tapi apa yang akan terjadi kalau beliau dibuktikan tidak bersalah. Apakah anggota DPR yang berkoar salah mau meminta maaf. Saya mungkin hanya mahasiswa yg masih 20 thn, tapi saya prihatin dengan trend politik dan paradigma pemimpin negeri ini yang hanya memikirkan citra di depan rakyat ketimbang memberikan bukti cinta kepada rakyat. Kita lihat 2014 apakah Indonesia bisa selamat dari badai krisis ini atau lupa dan bereforia dengan pesta politik yang penuh citra tanpa bukti.

    Posted by Feri Pamuji | 8 September 2013, 12:01 am
  276. Dear admin..izin share ya..tulisan yg inspiratif..thx

    Posted by Budi setiawa | 10 September 2013, 9:49 pm
  277. Anda membutuhkan bantuan Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau pinjaman termasuk Natal ya hubungi kami melalui email: kasaprekoloanhome@live.com

    Posted by mrs daniel white | 28 November 2013, 11:59 am
  278. Wow, wonderful weblog layout! How long have you ever been blogging for?
    you made blogging glance easy. The total look of your website
    is wonderful, let alone the content material!

    Posted by criminal case hack tool 2013 keygen criminal case hack tool 2013 serial key | 29 Januari 2014, 11:33 pm
  279. Reblogged this on FRISKA MANAN' SITE.

    Posted by friskam | 31 Maret 2014, 11:50 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani « Maz Poetz Personal Blog - 8 Desember 2009

  2. Ping-balik: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani « Rona2001's Blog - 9 Desember 2009

  3. Ping-balik: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani « JEJAK LANGKAH HIDUPKU - 13 Desember 2009

  4. Ping-balik: … hati kecil saya untuk sri mulyani « … tentang aku dan orang-orang disekitarku - 26 Januari 2010

  5. Ping-balik: Ibuku Sayang … « Gunawan eMDe - 8 Maret 2010

  6. Ping-balik: Sri Mulyani Indrawati, di mata saya.. « Planet SUPERDUPER - 18 Mei 2010

  7. Ping-balik: Catatan Dahlan Iskan: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani | SMI Presidenku - 25 April 2011

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.162 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: