>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Senin, 18 Mei 2009

Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah….. gan pei!

Iklan

Diskusi

23 thoughts on “Susu Sapi Bukan untuk Manusia

  1. lho kok ujung2 nya gan pei, nanti berontak lho lambung nya ? ๐Ÿ™‚
    terima kasih sharringnya tentang kesehatan dan juga ulasan bukunya.

    Posted by orlando | 21 Juni 2009, 7:56 am
  2. Kunjungan perdana
    Salaammmm

    Posted by abifasya | 19 Juli 2009, 1:10 am
  3. Entah hadits ato kata sahabat nabi muhammad, bahwa sepertiga penyakit berasal dr lambung

    Posted by Iyus | 21 Juli 2009, 8:43 am
  4. Untung Minum susu gak perlu…soalnya harga susu mahal…..

    Posted by Kurnia Agung Yuliadi | 23 Juli 2009, 10:21 am
  5. Pak Dahlan,

    Benarkah “Susu Buruk Bagi Manusia?”

    Silakan temukan jawabannya di Sini

    Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

    Salam

    Posted by Muhibbin | 6 Agustus 2009, 2:29 pm
  6. Tetapi menjalankan pola hidup sehat seperti itu sangat susah sekali ๐Ÿ™‚

    Posted by Metropolis | 23 Agustus 2009, 9:51 pm
  7. beberapa komentar saya:
    1.pendapat Prof. Hiromi bahwa susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia jelas tidak bisa dipedomani oleh umat muslim.

    Allah berfirman di dalam QS An Nahl 66:
    “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”

    selain itu dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas, bahwa Rasulullah bersabda :
    “Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah โ€œYa Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagiโ€, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah โ€œYa Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susuโ€œ

    2.Pendapat Prof. Hiromi pada alinea ke-13 tulisan di atas (cmiiw): โ€œYang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-indukโ€ฆ.dstโ€

    Pendapat tsb terang-terangan menafikkan keberadaan Allah sebagai Yang Maha Menciptakan. Seolah-olah yang memberikan enzim pada tubuh manusia adalah alam, bukan Allah. Dari sini bisa terlihat perbedaan sudut pandang yang sangat mendasar antara penyembah Allah dan penyembah alam. Pandangan mana yang akan anda ikuti, terserah anda.

    3.Pada alinea terakhir, โ€œYang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambahโ€

    Islam memerintahkan umatnya untuk memakan makanan yang baik dan halal, tidak hanya berdasarkan enak semata. Dan untuk menciptakan perasaan hati yang senang, tidaklah dari makanan yang enak, tetapi dengan mengingat Allah. Karena dengan mengingat Allah (dzikrullah) akan membuat hati menjadi tenang.

    Posted by Faiz Yunshar | 28 Desember 2009, 9:14 am
    • Makanan dan minuman yang baik adalah buah2an dan air putih, tuh nabi kalo buka puasa makan kurma dan minum air putih to. Kemudian ibu menyusui anaknya minimal 2 th tuh dalam hadist jelas, efeknya bagi ibu dan anak puuuaanjanggg, bukan susu sapi, Kalo nyusui lebih 2 th itu malah bagus. Anda tau selain air putih baru susu, di arab sono mahal air? dah ksono blm? skali2 ksono biar tau rasanya. Susu lebih murah dari air, bensin lebih murah dari air, 2006 tuh pisang sebiji 2 real,bensin seliter ga sampe sereal, kalo air aqua sebotol lupa aku harganya soalnya jarang beli, (yg kuminum terus2san air zam zam) yang jelas jauh lebih dari 2 real. Waktu disono sy paling suka makan kurma dan anggur, gak banyak makan nasi…..cepet lapar..tau. Enzim itu dari yg maha kuasa…..situ aja yg bilang bukan. Kalo belum hatam bukhori dan qur’an jangan menjadi juru hukum orang lain, maksud hatam tuh tau asbabu nuzul, makna, keterangan, bukan skedar baca. Bukhori tuh 8 Juz atau 4 jilid, bukhori tuh nama kampung sekitar kazaktan sofiet sono loh, nama sbenarnya tuh abdurahman, ak sndiri belum hatam bukhori, apalagi hadist muslim, gak brani aku bicara banyak…..masih cetek tuh. Orang yg belum beragama samawi kewajiban kita untuk memberi penjelasan toh…..belum diberi penjelasan kok dijustifikasi. Positive thinking please! husnudzon bilah. ma fii khois kalam katsir. Aljanatulati uristumuha bima kuntum takmalum. MA FII TAK LAMUN. OK. HAVE A NICE DAY 4 DAHLANISME
      Salam sejahtera dayakindo

      Posted by Dayakindo | 24 November 2011, 7:54 pm
  8. ajiiib..

    jayid jiddan syaikh…

    Posted by Angga Pratama | 5 Januari 2010, 1:02 pm
  9. NAMBAH seperti mesin yang dalam jangka waktu tertentu harus di istirahatkan di servis/overhoul. perut kita juga demikian pada bulan rhamadan harus diistirazahankan dengan berpuasa heee,,, kira2 begitu kli ya,,

    Posted by shoni eka puswandono | 26 April 2010, 12:41 pm
  10. NAMBAH seperti mesin yang dalam jangka waktu tertentu harus di istirahatkan di servis/overhoul. perut kita juga demikian pada bulan rhamadan harus diistirahatkan dengan berpuasa heee,,, kira2 begitu kli ya,, klo minum susu hari ini sebaiknya jangan makan daging hari ini.. menurut diet rosullah saw.

    Posted by shoni eka puswandono | 26 April 2010, 12:45 pm
  11. Duch pak.. Keren abissss

    Posted by nia agustine | 22 Januari 2012, 9:11 am
  12. masak sih pak, susu tidak bagus bagi manusia? kalau untuk bayi sih iya, soalnya yang terbaik adalah ASI…

    tapi kalau untuk orang dewasa bukannya malah baik??

    Baby Wrap

    Posted by Baby Wrap | 23 Januari 2012, 8:34 am
    • kok masih nanya, udah dibaca blm artikelnya pak dahlan? di situ kan udah dijelaskan alasannya. orang mau percaya ato gak, itu tergantung masing2.

      Posted by ibnu arabi | 29 Juni 2012, 1:28 pm
  13. Reblogged this on mgmppaikablamongan.

    Posted by mahfudzspdi | 4 Maret 2012, 7:16 am
  14. rame banget pendapatnya,saya setuju prof,dan juga faiz,mungkin bianatang atau manusia sekalipun kalau dak hamil dak produksi susu,kalau manusia semua minum susu binatang ini bisa punah,karena gak kebagian susu dari induknya…
    kalau dalam ayat itu,maaf apa gak menunjukkan kekuasaan alloh mas,
    smg semakin cerah

    Posted by ahmad | 2 Juli 2012, 10:26 am
  15. wah, jadi kontroversi gini ya, jadi bingung kalo banyak pendapat seperti ini. nice artikel.

    GPS Tracker Mobil

    Posted by duber | 31 Januari 2013, 5:15 pm
  16. Yulian Purnama
    โ€Ž## Anjuran Minum Susu ##

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
    ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ุฒูู„ู’ ุฏูŽุงุกู‹ ุฅูู„ุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูููŽุงุกู‹ ุฅูู„ุง ุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ูŽ ุŒ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู„ู’ุจูŽุงู†ู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุชูŽุฑูู…ูู‘ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู
    “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia terkumpul dari berbagai macam tumbuhan” (HR. At Thayalisi 368, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 518)

    ุงู„ู„ุจู† ููŠ ุงู„ู…ู†ุงู… ูุทุฑุฉ
    “Minum susu sebelum tidur itu fitrah” (HR. Al Haitsami dalam At Ta’bir 2008, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2207)

    ุซู„ุงุซ ู„ุง ุชุฑุฏ: ุงู„ูˆุณุงุฆุฏ ูˆุงู„ุฏู‡ู† ูˆุงู„ู„ุจู†
    “Tiga hal yang tidak boleh ditolak jika diberi: bantal, minyak wangi dan susu” (HR. At Tirmidzi 2734, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 619)

    ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ : ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู‡ู , ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู , ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู‚ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุจูŽู†ู‹ุง , ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ : ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู‡ู , ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู , ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ูŠูุฌู’ุฒูุฆู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุนูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽุงุจู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ุจูŽู†ู
    “Barangsiapa yang memakan suatu makanan yang dikaruniai oleh Allah, hendaknya ia berdoa: ‘Allahumma baarik lana fiihi (ya Allah, limpahkan keberkahan pada kami dalam makanan ini). Dan barangsiapa yang minum susu yang dikaruniai oleh Allah, hendaknya ia berdoa: Allahumma baarik lana fiihi, wa zidna minhu (ya Allah berilah keberkahan kepada kami dalam susu ini dan karuniakan kami lebih banyak dari susu ini) karena aku tidak tahu satupun yang bisa menggantikan makanan dan minuman melebihi susu” (HR. Abu Daud 3245, Ibnu Majah 3321, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

    Posted by bukorih | 12 Februari 2013, 10:32 pm
  17. kalau sudah baca buku tsb, informasinya tentu akan jelas semua.

    bahwa yg dimaksud dahlan adalah susu olahan yg sudah mengalami proses-proses kimia seperti homogenisasi. yaitu meratakan kadar lemak dalam susu dengan cara mengaduknya. teknik ini menyebabkan udara ikut tercampur dan menyebabkan lemak dalam susu jadi ter-oksidasi. susu homogen, menghasilkan radikal bebas dan memberikan pengaruh yang buruk bagi tubuh (hal. 104)

    sedang yg dimaksud hadis diatas adalah susu segar.

    Posted by kuplit | 10 Maret 2013, 4:00 pm
  18. Reblogged this on Sekedar Berbagi.

    Posted by bagasprakarso | 28 Januari 2015, 4:22 pm
  19. Artikel yang memiliki banyak sekali claim tetapi kurang dalam bukti yang saintifik. Semua yang disebutkan di dalam artikel ini adalah hypothesis semata karna tidak memiliki riset yang memadai untuk tuntutannya yang sangat besar.

    untuk lebih memahami tentangnya saya sarankan untuk membaca :
    1. http://www.livestrong.com/article/315364-hiromi-shinya-diet/
    2. https://en.wikipedia.org/wiki/Hiromi_Shinya

    Posted by Danezar Nurhandinata | 26 Juni 2015, 3:33 pm
  20. Kaget juga susu sapi dibilang tidak baik. Tapi mungkin juga ya, soalnya kalau orang yang baru minum susu lagi, bisa sakit perut tuh. Dan memang dalam bologi, mencerna susu itu ada enzym khususnya. Waduh, bagaimana caranya mengetahui apakah usus saya bagus tidak ya?

    Posted by Mujib | 4 April 2016, 5:32 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Antara Dahlan Iskan, Prof. Hiromi Shinya, Susu Sapi, Susu Formula dan Realita Ekonomi | andri nawawi - 10 Februari 2013

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: