>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Lawan-Lawan Obama yang Mulai Tumbuh

Tuduh Liberal Turunkan Keunggulan Amerika

Jum’at, 13 Maret 2009

Dahlan Iskan : Lawan-Lawan Obama yang Mulai Tumbuh (5-Habis)

Tuduh Liberal Turunkan Keunggulan Amerika

Penyebab kekalahan golongan konservatif atas golongan liberal di Amerika Serikat dalam pemilu lalu, menurut Rush Limbaugh, penyiar radio yang kalau ke mana-mana menggunakan pesawat pribadi itu, sederhana saja. “Kita telanjur mengira semua orang tahu konservatifisme itu apa. Ternyata tidak,” katanya. “Ternyata banyak orang yang salah mengerti mengenai konservatifisme. Konservatifisme dikira seperti yang dikesankan secara klise selama ini: antiras berwarna, fanatik, antiaborsi, anti perkawinan sejenis, dan seterusnya itu,” katanya dalam pidato satu jam di depan konferensi golongan konservatif pekan lalu (lihat seri tulisan ini kemarin).

“Ini karena media-media tertentu sengaja membuat citra begitu. Juga karena golongan liberal di Partai Demokrat selalu mengampanyekan hal-hal seperti itu,” katanya. Media-media yang dia golongkan pro-liberal tersebut misalnya New York Times, Washington Post, CNN, dan hampir semua koran besar di AS pada umumnya.

Lalu siapakah sebenarnya golongan konservatif itu?

Kata Limbaugh, “golongan konservatif adalah mereka yang mencintai manusia sebagai perorangan dengan cara melihat dari aspek potensi perorangannya. Bukan manusia sebagai kumpulan orang yang berkelas-kelas. Ini rasanya hanya lawan dari apa yang biasanya dijadikan jargon kalangan komunis yang selalu memandang manusia sebagai lapisan-lapisan masyarakat: lapisan kaya, lapisan miskin, lapisan buruh, lapisan tani, atau lapisan juragan.

Konservatifisme, kata musuh nomor satu Obama ini, lebih menghargai orang per orang lengkap dengan potensi, keinginan, dan ambisinya. Penghargaan inilah yang menjadi dasar perlunya diberikan kemerdekaan dan kebebasan yang penuh kepada warga Amerika orang per orang. Yakni, kebebasan mewujudkan keinginan dan ambisinya sesuai dengan potensi yang ada padanya. Tidak boleh ada peraturan dari mana pun, termasuk dari pemerintah, yang membatasi terwujudnya keinginan dan ambisi orang per orang itu.

Penganut konservatif percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia itu customized -setiap orang dibuat tidak ada yang sama. Karena itu, terjadinya perbedaan nasib orang per orang tidak perlu dipersoalkan. “Harus diberikan kebebasan sepenuhnya kepada siapa pun untuk menjadi apa saja yang terbaik yang diinginkannya. Termasuk kalau dia ingin hidup miskin,” katanya. Memang, tidak ada orang yang ingin hidup miskin, tapi orang yang tidak mau berusaha keras untuk mewujudkan potensi dan ambisinya adalah orang yang pada dasarnya memang ingin hidup miskin.

Pengenaan pajak tinggi kepada orang kaya seperti yang diprogramkan Presiden Obama dalam rancangan APBN-nya, menurut prinsip liberalisme konservatif ini, sama artinya dengan pengekangan terhadap orang yang punya potensi untuk maju dan kaya. Mereka percaya kalau semua orang terus diberi kemerdekaan dan kebebasan, negara akan maju. Sebab, kemajuan negara pada dasarnya disumbangkan oleh orang-orang yang potensi majunya dipergunakan sebesar-besarnya tanpa dihambat sedikit pun. “Prinsip seperti inilah yang sudah terbukti membuat Amerika maju,” kata Limbaugh.

Dia lantas mengemukakan mengapa Amerika sebagai negara yang baru berumur 300 tahun sudah bisa menjadi superpower tunggal dunia. Mengalahkan negara-negara yang umurnya sudah ribuan tahun. Katanya, ini karena sejak sebelum merdeka dulu Amerika sudah menganut paham konservatifisme. Tanpa memberikan penghargaan dan kemerdekaan yang penuh atas potensi orang per orang, kata Limbaugh, tidak mungkin Amerika menjadi superpower. “Keunggulan Amerika inilah yang kini diusahakan untuk dihancurkan oleh Obama dan golongan liberal yang lagi berkuasa,” katanya. “Itulah sebabnya, mengapa saya mengharapkan Obama gagal,” tambahnya.

Padahal, katanya, negara akan sukses kalau warga negaranya secara perorangan semuanya sukses. Karena itu, setiap orang harus mewujudkan ambisi dengan sekuat-kuatnya, tanpa dihambat oleh peraturan apa pun. Terlalu banyaknya peraturan pemerintah, katanya, akan membuat pemerintah sangat berkuasa. Termasuk berkuasa menentukan nasib orang per orang. Akibatnya, lama-lama, tanpa disadari, mematikan potensi orang karena akan membuat orang terlalu menggantungkan nasibnya kepada pemerintah. Tanpa merasa harus berusaha keras merealisasikan potensinya secara sungguh-sungguh.

Upaya mengentas kemiskinan dengan cara memberikan bantuan seperti yang akan dilakukan Obama (meniru negara-negara lain yang menganut prinsip negara ksejahteraan), kata Limbaugh, pasti gagal. Kemiskinan tidak bisa diberantas dengan cara yang kelihatannya memberi bantuan, tapi sebenarnya mematikan potensi orang untuk bangkit. Yang dilakukan pemerintah seperti itu, katanya, sebenarnya hanya memanfaatkan orang miskin untuk kekuasaannya sendiri.

Bahkan, Limbaugh menyamakan pemungutan pajak kepada orang kaya itu pada dasarnya sama saja dengan pencuri harta orang lain. “Kalau saja itu dilakukan perorangan, hukumnya sudah kriminal,” katanya.

Bagi kita yang di luar Amerika, kadang memang sulit memahami perbedaan antara ideologi liberalisme dan kapitalisme seperti itu. Kita memang sudah dibiasakan menganggap kedua-duanya musuh Pancasila. Kita sudah telanjur biasa mengira liberalisme dan kapitalisme itu satu “binatang”. Jangankan belajar membedakannya, memikirkannya pun dianggap tidak perlu.

Baiknya, pertentangan itu di sana dibicarakan secara terbuka. Bahkan, dibicarakan sambil tertawa-tawa. Buktinya, pidato Limbaugh itu tidak ubahnya hiburan: penuh tepuk tangan dan tawa ger-geran. Kalau toh ada yang emosional, tetap saja terbatas pada kata-kata. Atau maksimum unjuk rasa. Itu pun unjuk rasa yang tidak destruktif. Dengan demikian, masyarakat yang pada umumnya sebenarnya tidak peduli, tidak terpancing ke mana-mana. Di AS, yang tidak tergolong dua golongan itu kira-kira mencapai 30 persen. Sisanya, condong ke liberalisme atau kapitalisme dengan jumlah yang hampir sama, naik turun.

Di kita, dengan demokrasi yang baru berumur 10 tahun, juga mulai terbiasa melihat banyak golongan yang masing-masing memidatokan prinsip-prinsip dan keinginan masing-masing. Atau yang saling mencela prinsip golongan lain. Kita, pada umumnya, juga sudah tidak terlalu peduli dengan semua itu. Bahkan, banyak juga yang kangen melihat seringnya iklan partai tertentu muncul di televisi -hanya karena gambarnya menarik tanpa mengubah pandangan pribadinya.

Kita juga sudah terbiasa melihat beberapa orang yang digolongkan ekstrem melakukan pidato di sana-sini. Tidak ada yang merasa takut lalu lari. Seorang teman yang dalam Salat Id lalu ternyata harus mendengarkan khotbah Al Ustad Abubakar Ba’asyir yang sangat keras di dekat rumahnya, ya tetap saja salat sampai akhir meski dia kemudian menceritakan isi khotbah itu kepada teman-temannya dengan cara sambil tertawa-tawa. Kata-kata ekstrem pun kini sudah dianggap sebagai hiburan. (habis)

Iklan

Diskusi

9 thoughts on “Tuduh Liberal Turunkan Keunggulan Amerika

  1. Kalau melihat apa yang dilakukan oleh Limbaugh…, Amerika sangat hebat ya Bung….

    Untung kita bukan Amerika…

    Bagi anda (bukan kita) mungkin memang sulit memahami perbedaan antara ideologi liberalisme dan kapitalisme

    Paparan Soekarno di Sidang Umum PBB tentang apa itu Kapitalisme, Komunisme dan Neo Kolonialisme Imperialisme sudah sangat jelas menggambarkan binatang apa itu..

    Itu sebabnya Soekarno menawarkan Pancasila sebagai ideologi dunia.

    Mungkin sebelum anda membedakan apa itu liberalisme dan kapitalisme, sebaiknya anda beljar lagi tentang Pancasila sehingga memahami kenapa kedua-duanya adalah musuh Pancasila.

    Tabik…

    Posted by Mahendra Uttunggadewa | 19 Maret 2009, 7:21 pm
  2. SAYA PERCAYA, ORANG SEKELAS PAK DAHLAN ISKAN BUKANNYA TIDAK TAHU APA ITU KAPITALISME DAN LIBERALISME. BAHKAN, MUNGKIN LEBIH PAHAM PERBEDAAN (DAN KESAMAANNYA) ITU DARI PADA SAYA.
    DAN TENTU SAJA, JUGA SANGAT PAHAM BAHAYA KEDUA FAHAM/IDEOLOGI ITU BAGI UMAT MANUSIA.
    KARENA, KEDUA FAHAM ITU MEMPUNYAI “INDUK” YANG SAMA, BUKAN ???

    Posted by arfathah | 24 Maret 2009, 4:14 pm
  3. Politik isinya saling tuduh.

    Posted by sewa mobil jakarta | 11 November 2013, 3:45 pm
  4. Never stop believing in yourself because the most powerful force in your heart is the belief in yourself

    Posted by MAHENDRA ASKP | 7 Juli 2014, 9:59 am
  5. Tidak ada orang yang bisa mengubah masa lalu, namun semua orang bisa mengubah masa depan.

    Posted by NENI AGUSTIAWATI | 30 Agustus 2014, 7:50 am
  6. Wasir saat hamil memang bukan kasus yang jarang terjadi begitu banyak ibu yang sedang hamil atau mengandung sering mengalami penyakit mengganggu yang satu ini. Untuk itu cara mengatasi wasir saat hamil cukup mudah Anda harus memperhatikan beberapa hal yang tepat dalam mengatasi wasir tersebut.

    Posted by NENI AGUSTIAWATI | 11 Februari 2015, 8:37 am
  7. Thanks bah atas infonya , sukses terus ya 🙂

    Posted by Citra Indah | 17 Juni 2015, 1:12 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Serang Presiden Sejam, 51 Kali Tepuk Tangan | kickdahlan - 12 April 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: