>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Seberapa Luaskah Wilayah Gaza Itu?

Rabu, 07 Januari 2009

Dahlan Iskan : Seberapa Luaskah Wilayah Gaza Itu?

Tidak lebih dari 500 kilometer persegi. Lebarnya hanya sekitar 10 kilometer dan panjangnya 50 kilometer. Kalau di Jatim, kira-kira hanya sama dengan dari Bangil ke Probolinggo. Lebarnya hanya sama dengan Probolinggo-Leces dan Bangil-Beji. Atau sama dengan dari Tanjung Kodok ke Tuban.

Wilayah itu berbukit, tapi tidak bergunung. Dataran paling tinggi hanya 150 meter. Meski punya pesisir sepanjang 45 kilometer, seluruh akses ke Laut Tengah itu dikuasai Israel. Bandaranya juga dikuasai Israel. Satu-satunya batas yang bukan Israel adalah bagian selatannya sepanjang 12 kilometer: berbatasan dengan Mesir.

Meski Gaza ini bagian dari wilayah negara Palestina, kalau mau ke ibu kota harus melalui daratan Israel sejauh kira-kira 40 kilometer. Ini berarti orang Palestina di wilayah Gaza kalau mau ke wilayah Palestina yang lain di Tepi Barat harus mengantongi paspor dan harus mendapat izin Israel. Luas wilayah Palestina yang di timur (disebut Tepi Barat, karena letaknya di tepi barat Sungai Jordan) itu sekitar lima kali lebih besar dari Gaza. Di wilayah Tepi Barat ini penduduknya sekitar 2,5 juta orang. Dengan demikian, kalau Gaza dan Tepi Barat dijumlah, penduduk Palestina 4 juta orang (wilayah Gaza berpenduduk 1,5 juta).

Israel memang berjanji menyerahkan wilayah Palestina kepada orang Palestina secara bertahap. Mula-mula hanya Jericho, satu kota sebesar Kecamatan Tulangan (Sidoarjo, Jatim) di timur Jerusalem. Lalu sebagian lagi wilayah di utara Jerusalem. Lalu bagian lain Tepi Barat. Tiga tahun lalu barulah wilayah Gaza yang diserahkan. Masih banyak lagi yang mestinya diserahkan, tapi diragukan apakah Israel masih mau menyerahkan sisanya. Termasuk Dataran Tinggi Golan yang harus dikembalikan ke Syiria.

Sejak diserahkan ke Palestina tiga tahun lalu, status Gaza tidak jelas. Bukan provinsi, bukan juga negara bagian. Bahkan, antara Gaza dan Tepi Barat hampir tidak ada hubungan sama sekali. Baik hubungan transportasi maupun hubungan politik. Gaza seperti tidak ada hubungan apa-apa dengan pemerintah pusat di wilayah Tepi Barat.

Di wilayah Gaza hampir 100 persen penduduknya pengikut Hamas. Yakni, aliran yang tidak mau menggunakan jalan diplomasi dalam merebut semua wilayah Palestina. Hamas tidak percaya Israel mau secara suka rela mengembalikan wilayah Palestina, termasuk Jerusalem. Hamas pernah minta agar seluruh wilayah Palestina dan Israel itu jadi satu negara saja: Negara Palestina. Bahwa sebagian besar penduduk negara “baru” itu beragama Yahudi, tidak apa-apa. Demokrasi yang akan mengatasi hubungan mayoritas-minoritas itu (Yahudi 7 juta, Palestina 4 juta). Israel menolak, karena khawatir lama-lama penduduk Arab (Palestina) akan mayoritas.

Kalau di Gaza penduduknya adalah pengikut Hamas, di Palestina wilayah timur (Tepi Barat) penduduknya mayoritas pengikut kelompok Fatah. Yakni, kelompok yang juga berjuang mengembalikan seluruh wilayah Palestina, tapi melalui jalan perundingan. Dua kelompok ini sering terlibat dalam perang bersenjata secara terbuka dan menelan banyak korban. Dengan demikian, meski Negara Palestina itu satu, pemerintahannya sebenarnya ada dua. Pemerintahan di Tepi Barat dipegang Fatah dan pemerintahan di Gaza dipegang Hamas.

Israel memang kelihatan tidak mau kehilangan kontrol. Wilayah timur (Tepi Barat) itu diserahkan ke Palestina tidak secara utuh. Wilayah Jericho, ibarat satu pulau kecil di tengah-tengah Israel. Wilayah utara juga seperti pulau besar di tengah-tengah Israel. Wilayah selatan juga berada di tengah-tengah wilayah Israel. Wilayah utara yang agak luas pun, bentuknya lucu karena banyak wilayah Israel yang menjorok ke wilayah Palestina di sana-sini.

Jadi, Palestina yang sekarang sebenarnya bukan terbagi dua wilayah (Gaza dan Tepi Barat), tapi terbagi empat atau lima wilayah yang tersebar di tengah-tengah negara Yahudi. (dis)

Iklan

Diskusi

23 thoughts on “Seberapa Luaskah Wilayah Gaza Itu?

  1. terima kasih infonya pak

    Posted by mudha | 7 Januari 2009, 5:09 pm
  2. hmm, negara kecil yang malang…

    jadi rebutan terus”an…

    Posted by Treante | 8 Januari 2009, 6:17 pm
  3. Info yang mengalir dengan runtut dan lugas. Penting niy bagi siapapun yang belum tahu tentang Palestina, apa itu jalur Gaza, apa itu Hamas dan FATAH, dll. Jangan2 kita koar-koar memperjuangkan tentang Palestina tapi belum tahu tentang Palestina itu sendiri.. Matur nuwun atas infonya ya Pak..

    Posted by NGP | 12 Januari 2009, 2:12 am
  4. infonya pak dahlan enak dibaca, bahasanya sederhan dan mudah dimengerti

    Posted by Yusuf | 13 Januari 2009, 11:54 am
  5. langgam dan gaya tulisan seperti yang ditulis mas dahlan model begini, yang saya suka. khas tulisan-tulisan jebolan tempo. informatif, bernas dan mencerahkan langit pikiran.

    semoga sukses selalu mas dahlan. walaupun mas dahlan tak kenal saya, setidaknya catatan-catatan yang dimuat di blog ini maupun harian jawa pos senantiasa tidak saya lewatkan.

    oya, saya pernah aktif di pb hmi era anas urbaningrum. beberapa catatan saat saya di pb hmi sebagian sudah saya posting di blog http://dwikisetiyawan.wordpress.com.

    bila sempat mohon tengok dan memberi masukan demi perbaikan blog yang baru berdiri oktober 2008 lalu, mas dahlan.

    salam buat keluarga… dari kesayupan.

    Posted by Dwiki Setiyawan | 17 Januari 2009, 11:43 pm
  6. bagus dan informatif. sayang belum ada gambar petanya, biar lebih jelas. bagaimanapun…..trima kasih Pak !

    Posted by da'an | 24 Januari 2009, 8:36 pm
  7. thanks

    Posted by da'an | 24 Januari 2009, 8:39 pm
  8. saya baru tau gambaran geografis negara palestina yg sebenarnya, meskipun saya sering membaca masalah2 palestina…..
    matur suwun pak Dahlan…salam kami warga PSM

    Posted by syamsul azhari | 4 Juni 2010, 9:00 pm
  9. wah di gaza ternyata pndudukna cuman segitu. Ama semarang aja masi bnyak pnduduk smarang. Kasian bgt negara kecil jd rebutan.

    Posted by shane | 11 Juni 2010, 8:24 pm
  10. apa yang bisa pak Dahlan lakukan untuk palestina?

    Posted by heru | 31 Mei 2012, 8:50 am
  11. Saya tidak akan mengomentari bagus atau tidaknya tulisan Pak Dahlan, tapi saya hanya ingin menanyakan satu hal pada anda Pak Dahlan.
    Apa yang bisa anda lakukan untuk Palestina sebagai salah satu orang yang memiliki kekuasaan dan kekuatan di Indonesia?

    Posted by heru | 31 Mei 2012, 8:59 am
  12. The 1948 Israeli War of Independence was between the neighboring Arab countries and the newly formed state of Israel. The Arab countries did not send troops to help the people that are today known as “Palestinians” but rather they sent troops to drive the Jews into the sea. Most of the “Palestinian Arabs” fled to avoid the fighting. Remember, in 1948 they were not referred to as “Palestinians”. This name was was created by the Soviet disinformation masters in 1964 when they created the Palestinian Liberation Organization (PLO). The term “Palestinian People” as a description of Arabs in Palestine appeared for the first time in the preamble of the 1964 PLO Charter, drafted in Moscow. The Charter was affirmed by the first 422 members of the Palestinian National Council, handpicked by the KGB. This term was formally used by newspapers around the world after 1967.

    United Nations Resolution 181 partitioned the territory from the British Mandate for Palestine into two states – one for Jews and one for Palestinian Arabs. All of the Arab countries objected to the creation of the Jewish state and fought a war against its creation. This was Israel’s War of Independence in 1948. Despite their superior numbers, the Arab countries lost the war and the Palestinian state never materialized because of this loss. In the war that was waged, the territory allotted to be the Palestinian state by the UN partition resolution was divided between Israel and Jordan. The “Palestinian Arabs” were rejected by every single Arab country, with the exception of the small percentage that ended up in refugee camps in Jordan where they remain to this day.

    Posted by historical fact | 21 November 2012, 9:03 pm
  13. Ternyata lebih luas lho! dari pulau Sipadan dan Ligitan yang telah dikuasai oleh Malingsia!

    Posted by Denny Lora | 22 November 2012, 11:20 am
  14. cocok banget jadi menteri BUMN disana

    Posted by rifal | 23 Juli 2013, 4:02 am
  15. Mari pak perjuangankan keamanan warga di palestina.

    Posted by Anto | 13 Juli 2014, 10:30 pm
  16. Israel negara yang tak punya tanah cuma bisa merampok. Mari kita rebut kembali tanah ini ke pangkuan rakyat Palestina

    http://www.alatuji.com

    Posted by Fiq | 15 Juli 2014, 2:10 pm
  17. ya.. baru tahu gua

    Posted by PL | 19 Juli 2014, 8:49 am
  18. saya suka sekali dengan cerita ringkas yang ditulis oleh bapak..lumayan informasi yang saya dapat…

    Posted by Ahmad Fajarisma | 21 Juli 2014, 9:06 am
  19. wowww, baru tau aku….

    Posted by download idm | 1 Agustus 2014, 9:30 am
  20. apakah gaza akan dikuasai israel ??

    Posted by harga laptop | 1 Agustus 2014, 9:41 am
  21. gaza oh gaza… 😦

    Posted by profesi akuntansi | 6 Agustus 2014, 10:52 pm
  22. Penyebaran utama penyakit ini disebabkan oleh hubungan seksual dan probabilitas peningkatan infeksi berkaitan dengan jumlah pasangan seksual.

    Posted by NILA PURNAMA SARI | 11 Februari 2015, 3:02 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: