>>
Berita Dahlan Iskan

Bagi rekan-rekan pembaca yang ingin sharing berita tentang Dahlan Iskan dapat dilakukan di halaman ini. Adapun ketentuan untuk sharing berita adalah sebagai berikut :

  1. Berita yang di sharing mohon untuk dicantumkan sumber berita / link berita.
  2. Bagi rekan-rekan yang ingin memberi komentar untuk berita tertentu dapat dengan menggunakan “Reply to this comment“.
  3. Komentar diberikan dengan kata-kata sopan dan santun..

salam

Administrator

Diskusi

150 thoughts on “Berita Dahlan Iskan

  1. Kiat Menulis Enak ala Dahlan Iskan

    Oleh LAMBERTUS HUREK
    Penggemar tulisan Dahlan Iskan

    Di GRAHA PENA Surabaya, markas Grup JAWA POS, DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.

    Yang menarik, berbeda dengan bos-bos media lainnya, Dahlan Iskan ini tetap menulis. Bikin reportase, kolom, analisis berita… pokoknya menulis. Menulis kapan saja dia suka. Menulis dan membaca sudah menjadi darah daging tokoh pers nasional itu. Kalau sudah ada ide, di mana pun, kapan pun… Dahlan Iskan menulis.

    Belum lama ini, Pak Bos jalan-jalan di Singapura. Jalan kaki di Orchard Road dengan trotoar yang rindang. Nah, di trotoar itu muncul ide untuk menulis masalah kota, sekadar masukan untuk Kota Surabaya. Maka, ayah dua anak ini menulis di trotoar itu. Besoknya, tulisan itu dimuat di JAWA POS, dan beberapa koran anak perusahaan JAWA POS.

    “Dahlan Iskan itu penulis dan wartawan yang belum ada duanya di Jawa Timur, bahkan Indonesia,” k`ta BAMBANG SUJIYONO, seniman teater, pentolan BENGKEL MUDA SURABAYA, kepada saya.

    “Harusnya kita punya banyak wartawan kayak dia. Sekarang ini wartawan buanyaaaaak sekali, media berlimpah, tapi hampir nggak ada wartawan yang punya tulisan bagus. Kayaknya wartawan-wartawan sekarang ini nggak bakat menulis deh. Makanya, tulisannya nggak karuan,” kata Bambang, bekas anggota DPRD Jawa Timur, juga bekas pemimpin redaksi beberapa media cetak di Surabaya.

    Bambang Sujiyono, juga sejumlah seniman, mahasiswa, pengamat, serta kalangan terdidik di Jawa Timur, memang sejak lama ‘kecanduan’ tulisan Dahlan Iskan. Kalau Pak Bos lama tak menulis karena sibuk (maklum, urusan dan jabatannya banyak), orang-orang macam Bambang ini telepon atau titip pesan lewat redaksi agar Pak Bos segera menulis lagi.

    “Ada teman saya yang hanya mau baca tulisan Dahlan Iskan. Tulisan-tulisan lain dianggap nggak ada. Hehehe…,” kata Bambang Sujiyono lalu tertawa khas. Saya hanya mengangguk mendengar komentar Bambang. Lalu tertawa.

    Bu Yuli, pemimpin sebuah kelenteng besar di Surabaya, juga berkali-kali ‘titip pesan’ lewat saya agar Pak Dahlan Iskan sering-sering menulis. Katanya, tulisan-tulisan Dahlan Iskan sangat kinclong, hidup, menarik, dan bikin pembaca ketagihan. Dia baca berkali-kali tulisan Pak Dahlan, tapi tidak pernah bosan.

    “Hurek, kalau bisa kalian wartawan yang masih muda-muda ini belajar dari Pak Dahlan Iskan. Orang itu memang luar biasa. Ciamik soro, kata orang Tionghoa,” kata Bu Yuli yang kebetulan sangat dekat dengan saya. Tiap kali ada hajatan besar di kelentengnya, entah itu Sincia, Cap Go Meh, sejit, hari jadi Kongco… saya pasti diundang.

    Pendapat sama sebetulnya juga disampaikan pembaca JAWA POS dan RADAR SURABAYA, khususnya mereka yang punya ‘rasa bahasa’. Mereka menilai karya Dahlan Iskan itu unik, sulit ditiru, mengandung kejutan, jenaka, jelas, menghibur.

    “Wislah, bilang bosmu itu (maksudnya Dahlan Iskan) supaya menulis terus. Sibuk ya sibuk, tapi ojo lali menulis. Penggemare akeh,” papar Bambang Sujiyono (sekarang sudah almarhum).

    Saya pun sepakat dengan penilaian pembaca-pembaca kritis ala Bambang Sujiyono. Selain enak dan menghibur, Dahlan Iskan mampu mendudukkan persoalan secara terang dan jernih. Apa-apa yang tadinya gelap, remang-remang, jadi jernih setelah saya membaca tulisan Pak Bos.

    Ambil contoh kasus haji (2007). Soal muasasih di Makkah yang menyediakan katering jemaah haji. Saya sering baca tulisan teman-teman wartawan, baca artikel di banyak media, dengar penjelasan dari wartawan senior yang sudah naik haji. Tapi penjelasan tentang seluk-beluk katering dan pengaturan makan jemaah haji tak pernah jelas. Tulisan wartawan-wartawan muda di koran malah bikin bingung. “Mbulet,” kata orang Jawa Timur.

    Sabtu, 20 Januari 2007, Dahlan Iskan menulis di halaman satu JAWA POS. Dia bahas masalah katering, muasasah, kebijakan Menteri Agama MUHAMMAD MAFTUH BASYUNI. Begitu membaca tulisan Pak Bos, saya langsung paham apa yang menimpa sekitar 200 ribu jemaah haji kita di Arab Saudi akhir Desember 2006.

    Pak Bos menulis pendek, sederhana, logis, cespleng. Cukup satu artikel pendek, Dahlan Iskan berhasil memberi gambaran seputar persoalan haji. “Kalau bisa disederhanakan, kenapa harus rumit-rumit?” begitu kira-kira salah satu jurus menulis Pak Bos.

    Senada dengan Bambang Sujiyono, saya sepakat bahwa Pak Bos ini punya talenta lebih. Dus, sulit ditiru wartawan lain, termasuk saya, meskipun dulu beliau sering memberikan bengkel atau latihan menulis kepada wartawan JAWA POS dan beberapa koran anak perusahaan. Karena tulisannya enak, selalu ditunggu, redaktur selalu menempatkannya di halaman muka.

    “Daya tarik tulisan Dahlan Iskan memang luar biasa,” kata LUTFI SUBAGYO, bekas pemimpin redaksi SUARA INDONESIA (Grup JAWA POS). Karena itu, dulu, saban Sabtu Lutfi menempatkan ‘catatan ringan’ Dahlan Iskan di halaman satu. Oplah hari itu pun naik, karena banyak warga Surabaya yang beli koran hanya untuk menikmati tulisan Pak Bos.

    Nah, sebagai wartawan di Graha Pena, saya beruntung pernah mendapat gemblengan langsung dari Pak Bos meski tidak secara khusus. Learning by doing, itulah yang dilakoni Pak Bos. Saya pernah mencoba meniru gayanya, tapi gagal.

    Berikut sedikit KIAT MENULIS ALA DAHLAN ISKAN hasil interpretasi saya sendiri:

    LEAD HARUS SANGAT MENARIK

    Ketika Dahlan Iskan belum sesibuk sekarang, dia selalu berjalan keliling ke meja wartawan. Membaca sekilas berita wartawan di laya komputer. Sasaran pertama adalah LEAD alias TERAS alias INTRO alias PEMBUKA alias ALINEA PERTAMA tulisan.

    “Lead-mu 6. Cepat diperbaiki sampai 8. Kalau belum 8, nggak bisa dimuat. Lead harus sembilan,” kata Dahlan Iskan usai membaca beberapa baris berita salah satu reporter. Teman saya itu cepat-cepat memperbaiki lead-nya. “Coba saya lihat. Hmm.. lumayan, sudah 7, belum 8. Coba lagi,” kata Dahlan, bekas wartawan majalah TEMPO, itu.

    “Bagaimana kalau kalimat di bawah ini Anda angkat ke atas. Dibuat lebih bagus agar enak dibaca?” usulnya.

    Kursus menulis berita macam ini dilakukan Dahlan Iskan, dulu, terus-menerus di newsroom kami. Sambil kasih kursus, tak lupa Dahlan Iskan membagi-bagi permen atau kacang goreng: tiap-tiap wartawan satu atau dua biji. Sedikit tapi merata.
    Dahlan suka lead yang spontan, unik, tidak klise. Pembaca sejak awal harus dibuat tertarik membaca sampai selesai. Dan itu ada teknik tersendiri.

    HUMOR CERDAS

    Sebagai orang Jawa Timur, Pak Bos punya koleksi humor berlimpah. Kebanyakan didengar dari teman-teman, wong cilik, obrolan di warung kopi. Humor cerdas kerap jadi pembuka (lead) tulisannya.

    Contoh: “Di dunia ini ternyata ada empat hal yang tidak bisa diduga: lahir, kawin, meninggal, dan … Gus Dur!”

    Selain di lead, humor kerap dipasang Pak Bos di akhir tulisannya. Bacalah terus karya dahlan, niscaya di akhir atau menjelang akhir ada kejutan. “Benar-benar mengagetkan,” kata ROHMAN BUDIANTO, redaktur senior JAWA POS, kini pemimpin redaksi RADAR MALANG.

    KALIMAT-KALIMAT PENDEK

    Dahlan Iskan suka kalimat-kalimat pendek. Antikalimat panjang, apalagi yang beranak-pinak alias kalimat majemuk bertingkat.

    “Bagaimana kalau kalimatmu dipotong? Dibagi dua atau tiga,” ujar Pak Bos kepada seorang pemimpin redaksi (kini bekas).

    “Enak mana: kalimat panjang atau pendek?” tanya Pak Bos. “Enak pendek, Pak Bos,” jawab si pemred yang sebelumnya suka pakai kalimat majemuk.

    Kalimat-kalimat pendek kerap ‘melawan’ aturan tata bahasa Indonesia. Sebab, kalimat dipotong sebelum waktunya. “Anak kalimat kan tidak bisa berdiri sendiri?” protes editor bahasa.

    Tidak apa-apa, kata Pak Bos. Alasannya, tulisan di koran harus mudah ditangkap pembaca. Kalau kalimat-kalimat si wartawan terlalu panjang, pembaca akan capek. Dan dia tidak mau baca koran lagi. Toh, koran bukan kitab tata bahasa.

    Petikan tulisan Dahlan Iskan di JAWA POS, 21 September 2007:

    “Saya sering mengajarkan kepada wartawan kami agar jangan mengabaikan diskripsi. Yakni menceritakan hal-hal detil yang dianggap sepele, tapi sebenarnya penting.

    Sebuah tulisan yang deskripsinya kuat, begitu saya mengajarkan, bisa membawa pembaca seolah-olah menyaksikan sendiri suatu kejadian. Deskripsi yang kuat bisa membuat pembaca seolah-olah merasakan sendiri kejadian itu. Deskripsi yang kuat bahkan bisa menghidupkan imajinasi pembaca. Imajinasi pembaca kadang lebih hidup daripada sebuah foto.

    Inilah salah satu kunci kalau jurnalistik tulis masih diharapkan bisa bertahan di tengah arus jurnalistik audio visual.

    Saya juga selalu mengajarkan agar dalam menulis kalimat-kalimatnya harus pendek. Kalimat pendek, begitu saya mengajar, akan membuat tulisan menjadi lincah.

    Kalimat-kalimat yang panjang membuat dada pembaca sesak. Semakin pendek sebuah kalimat, semakin membuat tulisan itu seperti kucing yang banal. Apalagi kalau di sana-sini diselipkan kutipan omongan orang. Kutipan itu — direct quotation — juga harus pendek-pendek.

    Mengutip kata seorang sumber berita dalam sebuah kalimat panjang sama saja dengan mengajak pembaca mendengarkan khotbah. Tapi, dengan selingan kutipan-kutipan pendek, tulisan itu bisa membuat pembaca seolah-olah bercakap-cakap sendiri dengan sumber berita.”

    MENULIS SEPERTI BERBICARA

    Gaya bicara Pak Bos hampir sama dengan gayanya menulis. Ini membuat beliau tidak susah mengalihkan wacana di kepala ke dalam tulisan.

    Spontanitas, humor cerdas, cerita-cerita menarik, keluar begitu saja.

    KALIMAT SEDERHANA, NARATIF

    Kalimat-kalimat sederhana memang jadi ciri khas Dahlan Iskan. Tulisannya selalu bertutur alias naratif.

    Sebelum ada gembar-gembor jurnalisme naratif, jurnalisme baru, jurnalisme sastrawi, Dahlan Iskan sudah melakukannya sejak 1980-an. Berbeda dengan GOENAWAN MOHAMAD yang puitis, berusaha menemukan kata yang benar-benar pas, kalimat-kalimat Dahlan Iskan mengalir begitu saja.

    “Tulisannya gampang diikuti, enak pokoknya,” ujar AAN ANDRIYANI, staf sebuah dealer sepeda motor di Surabaya, kepada saya.

    Bahasa Pak Bos tidak ‘ndakik-ndakik’, penuh kata asing, sok ilmiah, mbulet… karena dia ingin pembaca koran, ya, semua warga, menangkap apa yang ditulisnya. Buat apa menulis kalau tidak dibaca karena kalimat-kalimatnya mbulet gak karuan?

    MEMORI YANG SANGAT KUAT

    Kalau wartawan-wartawan lain sibuk mencatat, merekam, jemprat-jepret… Dahlan Iskan tenang-tenang saja saat wawancara. Dahlan Iskan tidak pernah mencatat kata-kata sumber atau data-data.

    Dia menyimak penjelasan sumber dengan serius. Sekali-sekali ia menukas atau ‘memancing’ agar si sumber mengeluarkan pernyataan atau kata-kata yang ‘hidup’. Inilah bedanya dengan wartawan biasa!

    Saya sendiri terkejut melihat Dahlan Iskan tidak mencatat atau merekam wawancaranya dengan pejabat atau sumber mana pun. Mencatatnya, ya, di otak saja. Tapi besok, silakan baca koran-koran. Dijamin tulisan Dahlan Iskan jauh lebih bagus, hidup, enak, lengkap, dibandingkan wartawan-wartawan lain yang supersibuk. Tulisannya bisa tiga bagian panjang, sementara reporter lain hanya mampu membuat tulisan pendek.

    Data-data Dahlan lengkap. Interpretasi dan ramuannya yang khas membuat tulisannya lebih bernas. “Itu bakat Pak Bos, nggak ada sekolahnya,” kata SLAMET URIP, bekas wartawan senior JAWA POS, yang juga ‘suhu’ para wartawan muda di Grup Jawa Pos.

    BANYAK MEMBACA

    Dahlan Iskan pembaca yang rakus. Buku tebal ia habiskan hanya dalam beberapa jam saja. Kalau perlu, dia melekan (bergadang) demi menamatkan bacaannya.

    Novel AROK DEDES (Pramoedya Ananta Tour), misalnya, diselesaikan Dahlan Iskan hanya dalam tempo beberapa jam saja. Lalu, dia buat catatan tentang novel itu. Dahlan juga bikin catatan tentang novel SUPERNOVA (Dee) setelah melahap novel itu dalam hitungan beberapa jam saja.

    Mengapa Dahlan suka baca buku-buku tebal di ruang redaksi, disaksikan wartawan? Saya pikir, secara tidak langsung Pak Bos mau mengajarkan bahwa wartawan/redaktur harus banyak baca. Tulisan yang bagus hanya lahir dari tangan mereka-mereka yang rakus baca. Kenapa tulisan wartawan sekarang umumnya jelek, kering, datar-datar? Salah satunya, ya, karena kurang baca.

    TURUN KE LAPANGAN, KERJA KERAS

    Tulisan Dahlan Iskan hidup karena berangkat dari pengalaman sendiri. Based on his own experiences! Apa yang dilihat, didengar, dihidu, diraba, dikecap… itulah yang ditulis.

    Dahlan sangat mobil. Pagi di Surabaya, siang Jakarta, sore, makassar, malam mungkin di Singapura. Besoknya Tiongkok, luas Amerika… dan seterusnya. Ini membuat Pak Bos sangat kaya pengalaman, kaya penglihatan, kaya wawasan. Dia tinggal ‘memanggil’ memorinya dan jadilah tulisan yang hidup.

    Dahlan Iskan pernah membuat tulisan menarik tentang pengalaman naik pesawat supersonik CONCORDE yang kini sudah almarhum itu. Dia bikin pembaca seakan-akan ikut menikmati pesawat supercepat, supercanggih, supermewah, buatan Prancis itu.

    KUASAILAH BANYAK BAHASA

    Di balik penampilan yang sederhana–sepatu kets, kemeja tidak dimasukkan, tak pakai ponsel–Dahlan Iskan pribadi yang dahsyat. Sangat cepat belajar! Bahasa Tionghoa yang sulit, aksara hanzhi yang aneh dan ribuan jumlahnya, ditaklukkan Dahlan dengan modal tekad baja. “Saya harus bisa,” katanya.

    Maka, dia panggil guru privat, les di Graha Pena. Tak puas di Surabaya, Dahlan pindah domisili di Tiongkok selama beberapa bulan agar bisa berbahasa Tiongkok. Beberapa saat kemudian, Dahlan Iskan sudah kirim CATATAN DARI TIONGKOK secara bersambung. Sangat menarik. Respons pembaca luar biasa.

    CINTAILAH SASTRA

    Ingat, Dahlan Iskan ini bekas wartawan TEMPO. Majalah yang dibuat oleh tangan-tangan trampil berlatar sastrawan. Goenawan Mohamad, Bur Rasianto, Syubah Asa, Putu Wijaya, Isma Sawitri, dan nama-nama besar lainnya.

    Mereka-mereka ini praktisi sastra Indonesia. Mereka peminat kata. Terbiasa membuat kalimat yang indah, yang tidak klise. Dahlan Iskan, meski jarang menulis puisi atau novel, jelas seorang sastrawan. Dia bersastra lewat reportase atau kolom-kolomnya di koran.

    Pak Bos pun budayawan. Tak heran, di Surabaya dia giat sekali dalam komunitas dan kebudayaan Tionghoa. Dia pun ketua umum persatuan olahraga barongsai yang akhir 2006 silam sukses menggelar kejuaraan dunia di Surabaya. Kiprah semacam ini menambah ‘basah’ tulisan-tulisannya.

    MENULIS LANGSUNG JADI (PRESSKLAAR)

    Dahlan Iskan tidak butuh waktu lama untuk menulis. Tak sampai satu jam Pak Bos sudah menyelesaikan tulisan panjang untuk halaman satu JAWA POS.

    “Sudah, silakan dilihat, silakan diedit. Jangan lupa kasih judul,” begitu kata-kata khas Dahlan Iskan usai membuat tulisan.

    Dahlan tidak pernah membaca ulang, apalagi mengubah kalimat-kalimatnya. Sekali menulis, selesai, dan selanjutnya urusan redaktur untuk mengecek salah ketik dan sebagainya. Dimuat atau tidak, urusan redaksi.

    Posted by administrator | 18 Maret 2012, 8:26 pm
      • Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
        Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
        tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
        dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
        yang ingin merubah
        nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

        WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

        Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
        IBU yuly tki.
        MAKASIH OM ROOMNYA

        Posted by Angka Toto | 7 Maret 2014, 9:59 am
    • Dear Sir

      We would like to invite Mr Dahlan Iskan on the Indonesia Islamic Forum which organize by IFN and where CIMB Group one of the sponsor. We hope Mr DI can give his key note speach either on April 16th or 17th 2012, on this regard please advice us how to arrange it.
      We look forward to hear from you soon and thanks for your cooperation
      Rgds

      Posted by Rusdi Dahardin | 20 Maret 2012, 4:45 pm
    • saya salut kemauan beliau dan dia pernah merasakan susat jd orang gah punya, makanya dia akan merubah nasib-nasib orang miskin jd sejahtera. maju terus jangan mundur

      Posted by supriyadi | 5 Mei 2012, 5:06 pm
    • Terobosan Dahlan Iskan di PLN

      Ibarat meteor Dahlan Iskan melesatkan Jawa Pos (JP). Begawan media Jakob Utama pun mengamini. JP mengingatkannya pada tamsil, “Matahari selalu terbit dari timur.” Jawa Pos menjadi Koran Nasional dari Jawa Timur.

      Tak berpuas diri pada pangsa pasar Jawa Timur, JP pun merambah wilayah Indonesia Timur. Bahkan “menyerbu” pula ke Ibu Kota. Jawa Pos berhadapan langsung dengan barisan media raksasa yang terlebih dahulu menasional dari Jakarta. JP menelikung balik, menjadi nasional dari yang lokal.

      Jujur saya tertarik membaca buku setebal 202 halaman ini karena terpikat gambar sampulnya. Sungguh artistik. Ternyata, lukisan rona wajah Dahlan Iskan tersebut hanya dibuat dalam 3 hari. Pelukis ulung asal Bandung, Basuki Bawono kilat menggoreskan kuasnya.

      Semula buku ini sebuah proyek rahasia. Menurut Ishadi S.K, tak ada yang tahu kalau mereka hendak menerbitkan buku “Si Raja Koran dari Surabaya” itu. Bahkan dari lingkungan intern Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya beberapa direksi yang diberi kabar.

      Kalau Ishadi mewawancarai sang konseptor pengalihan pemakaian BBM ke BBG dan tenaga surya (solar cell) di PLN ini, ia berdalih sekadar mau belajar bisnis model apa yang dikembangkan Dahlan Iskan. “Ya, sebagai bahan mengajar Ilmu Managemen di Program Pascasarjana UI,” ungkap Ishadi (hal ix).

      Inisiator awal penggarapan buku “Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang. Kisah Inspiratif Dahlan Iskan, Gaya Wartawan Mengelola Kelistrikan” memang Ishadi S.K. Namun kemudian, komisaris Trans TV dan Trans7 tersebut melibatkan darah-darah muda. Semua berusia di bawah 30 tahun.

      Punggawanya ialah Willy Sakareza, jebolan teknik telekomunikasi (Elektro) ITB. Dalam waktu seminggu, mereka tuntas merampungkan konsep, daftar isi, para penulis, format, ukuran, jumlah buku yang akan dicetak, launching, marketing, budget, lengkap dengan nama percetakan dan penerbit bukunya.

      Semua pihak yang diminta menulis ihwal man of action – yang notabene mampu mengatasi kemacetan listrik selama 65 tahun hanya dalam 1 tahun kepemimpinan di PLN – langsung menyatakan kesanggupan. Total ada 21 orang yang buah penanya termaktub dalam buku ini.

      Para penulis berasal dari lintas strata sosial, ekonomi, dan profesi. Mulai dari pakar komunikasi politik, Effendi Gazali; aktivis/politikus, Budiman Sudjamiko; teknisi kelistrikan di pelosok Kaimana dan Manokwari Papua, Alvin Edison Woisiri; pengusaha muda, Sandiaga Uno, sampai “seteru” Dahlan Iskan yang sempat berpolemik keras ihwal capping (tarif listrik khusus untuk industri), Sofyan Wanandi. Pun tak ketinggalan dari kalangan media; Sabam P. Siagian, Proyambodo R.H turut menyumbang perspektif mereka.

      “Kalau rapat jangan lama-lama, jangan lebih dari satu jam. Kalau terlalu lama, kita nanti susah mengerjakannya. Lebih baik lama bekerja daripada berlama-lama rapatnya,” inilah semboyan hidup Dahlan Iskan. Sudah menjadi kebiasaannya sejak masih menjadi reporter muda di Samarinda.

      Tatkala pejabat di pusat ramai-ramai menghimbau ihwal pola hidup hemat untuk mengurangi pengeluaran negara. Sosok nyeleneh – yang memiliki 190 koran daerah (Radar) dan 34 televisi lokal; percetakan; bisnis listrik, dan perkebunan ini – enggan sekalipun mengambil gaji selaku Direktur Utama (Dirut) PLN.

      Buku ini juga mengungkap secuil masa lalu Dahlan Iskan. Ia tak tiba-tiba turun dari langit. Lika-liku hidupnya sungguh membumi. Ia berasal dari keluargan miskin. Sang ayah hanya seorang buruh tani dan tukang kayu di Magetan, Jawa Timur. Sampai SMA keinginan pria kelahiran 17 Agustus 1951 tersebut untuk punya sepeda tak kesampaian. Ia biasa pergi-pulang sekolah dengan berjalan kaki sejauh 12 kilometer.

      Kesederhanaan itu tetap terpancar hingga kini. Walau ia bos bisnis properti, punya mobil mewah, dan bahkan helikopter, alumnus Pesantren Sabili Muttaqien ini lebih suka berpenampilan wartawan lapangan. Baju lengan panjang digulung separuh, celana jin, dan sepatu keds. Pak Dahlan juga biasa menyelipkan sebotol air mineral di balik baju. Katanya dengan tetap ditempelkan di dada (hasil cangkokan di Tiongkok, Ganti Hati, 2008), air dalam botol tetap hangat.

      Terobosan

      Satu dari segudang prestasi Dahlan Iskan di PLN sebelum naik pangkat menjadi Mentri BUMN ialah sistem listrik prabayar. Ia tak latah ikut-ikutan operator telekomunikasi telepon genggam. Tapi memang karena kondisi obyektif di lapangan menuntut demikian.

      Selama ini, banyak pelanggan yang menunggak angsuran. Terobosan tersebut “memaksa” konsumen agar mampu mengontrol pemakaian listrik mereka. Kalau tidak berhemat, otomatis “pulsa” listik di rumah cepat ludes. Secara tidak langsung, Dahlan mendidik rakyat untuk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

      Di sisi lain, PLN juga banyak berbenah. Sehingga bisa menghapus sterotipe sebagai Perusahaan Lilin Negara. Kenapa? karena sering terjadi byar-pet alias pemadaman listrik. Selain itu, Dahlan juga mencanangkan program GRASS (Gerakan Sehari Sejuta Sambungan).

      Menurut Marthen Entama, sebelum GRASS diluncurkan, ribuan masyarakat di daerahnya harus masuk daftar tunggu (waiting list). Junior Officer Administrasi PT PLN (Persero) Cabang Manokwari ini merasa bersyukur. Kini calon pelanggan nasional yang mencapai 2,5 juta termasuk di wilayah “kekuasaan”nya bisa menikmati energi listrik (hal 87).

      Selain itu, pada masa kepemimpinan singkat Dahlan Iskan di PLN semboyan “3459” begitu terkenal. Artinya, 3 jam padam dalam setahun, 45 menit waktu respon, dan 9 kali padam dalam setahun per pelanggan.

      Ia memang biasa memasang target yang jelas. Sehingga ibarat memanah, bisa tepat sasaran dan terukur akurasinya. Sungguh brilian bukan? Namun Dahlan selalu mengatakan bahwa angka-angka itu bukan idenya. Tapi dari salah satu pegawai PLN yang hebat.

      Untuk menularkan passion-nya, Dahlan mencanangkan program pembinaan dan pengembangan diri bagi para karwayan di PLN. Pada April 2011, tak kurang 20.000 karyawan diikutsertakan dalam uji kompetensi. Dalam lembaran sejarah PLN, baru kali pertama hal semacam itu dilakukan. Sehingga anggota direksi dapat menempatkan setiap karyawan sesuai posisi the right man on the right place. Mulai dari jajaran manajemen sampai teknisi di daerah terpencil (hal 34).

      Yang paling menonjol dari gaya kepemimimpinan ayah 2 anak ini ialah sisi manusiawinya. Menurut Sofjan Wanandi, mungkin karena ia orang media, jadi banyak baca. Sehingga enak diajak bicara, luas pengetahuannya, dan joke-joke-nya juga ada-ada saja (halaman 136).

      Salah satu humor yang acap kali disiarkan di beberapa stasiun televisi swasta sbb, “PLN ialah tempat berkumpul orang-orang hebat! Karyawannya lulusan SMA jurusan terhebat, Fisika! Jurusan yang dianggap paling pintar! Lalu, masuk Fakultas Teknik Elektro ITB, yang terhebat! Lulus ITB, diseleksi lagi masuk PLN oleh senior-senior yang hebat! Tidak diragukan lagi, PLN adalah kumpulan orang-orang terhebat dan terpintar di negeri ini! Jadi dibutuhkan manusia bodoh seperti saya…”

      Lelucon tersebut dapat mencairkan suasana. Sekaligus sebuah sindirin bagi kaum birokrat. Secara jeli, Don Kardono melihat jurus jurnalistik Dahlan di ranah jurnalist(r)ik. Ia memang otentik, lugas tanpa basa-basi, mendasar, dan mendalam. Spiritnya membuat semua hal menjadi lebih baik.

      Kendati demikian, petuah Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) layak menjadi umpan balik. Tak hanya bagi Dahlan tapi siapa pun penerusnya di PLN. Agar menjawab persolan utama mayoritas BUMN di Indonesia. Bagaimana membalik neraca keuangan dari defisit menjadi untung. Sehingga tak perlu lagi disubsidi negara. Pun bahkan justru (ber)gantian dapat menyumbang dana APBN.

      Buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi sidang pembaca. Ternyata, melakukan sesuatu dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien itu mungkin. Sepakat dengan pendapat Ishadi S.K, “Asal kita menemukan seorang pemimpin yang tepat.” Semoga bermunculan sosok pemimpin sekaliber Dahlan Iskan yang notabene berhasil memangkas kerugian sampai Rp2,7 triliun selama masa pengabdian singkatnya di PLN. Selamat membaca!

      __________________________________

      Peresensi: T. Nugroho Angkasa S.Pd, Guru Bahasa Inggris di PKBM Angon (Sekolah Alam) dan Ektrakurikuler English Club di SMP Kanisius, Sleman, Yogyakarta.

      Judul: Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang. Kisah Inspiratif Dahlan Iskan, Gaya Wartawan Mengelola Kelistrikan
      Penulis: Kumpulan Tulisan
      Editor: Ishadi S.K
      Penerbit: Bentang Pustaka Yogyakarta
      Cetakan: IV/Februari 2012
      Tebal: xviii + 202 halaman
      Harga: Rp39.500
      ISBN: 9786028864442

      Sumber: http://www.rimanews.com/read/20120529/64158/terobosan-dahlan-iskan-di-pln

      Posted by T. Nugroho Angkasa S.Pd | 29 Mei 2012, 9:26 pm
    • Waaaah kereen, Semoga Q bisa menjadi sperti pak DIS serta menjadi diri q sendiri. Amiin

      Posted by Rusmin | 29 Juli 2012, 7:32 am
    • dari dulu saya ingin selalu menulis dan menulis, tapi sering mandeg di tengah penulisan sepertinya kehabisan ide, :D
      dengan membaca ini, saya jadi semangat lagi untuk mengasah semangat menulis saya….

      Posted by mochsoim | 25 Mei 2013, 5:41 pm
  2. Senin, 12 Maret 2012
    Dialog Trotoar Dahlan Iskan dengan Demonstran
    “Saya Dahlan…”

    Catatan: Hazairin Sitepu

    “Anda demo ya?,” tanya Dahlan Iskan.

    “Iya Pak, kami lagi demo,” jawab beberapa mahasiswa.

    “Demo soal apa?” tanya Dahlan lagi.

    “Demo Pilkada, Pak,” jawab mereka.

    “Pilkada di mana?,” Dahlan melanjutkan pertanyaan.

    “Pemilihan gubernur DKI, Pak,” jawab Dadan Gundara, salah satu demonstran.

    “Mengapa Anda demo Pilkada DKI?,” Dahlan terus bertanya.

    “Supaya gubernur DKI yang akan datang lebih bagus Pak,” jawab mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang tergabung dalam BEM Jakarta Raya itu.

    “Bagus..bagus,” kata Dahlan.

    “Ini Pak Dahlan ya. Benar ini Pak Dahlan Iskan ya,” tanya Dadan.

    “Iya, saya Dahlan. Kenapa?” Jawab Dahlan.

    “Alhamdulillah, saya bisa bertemu langsung dengan Bapak. Selama ini saya hanya baca di online. Kita sering mendiskusikan berita tentang Bapak,” kata mahasiswa asal Padalarang, Bandung Barat, tersebut.

    “Bapak baru habis olahraga ya?” tanya Dadan.

    “Tidak, saya baru habis kasih kuliah di situ,” kata Dahlan sambil

    menunjuk kantor Lembaga Pertahanan Nasional. “Di Lemhannas,” Dahlan menambahkan.

    “Kok, pake sepatu kets, Pak,” Dadan menimpali. “Jadi berita-berita Pak Dahlan pake sepatu kets itu benar donk,” ia melanjutkan pertanyannya.

    “Demonya sudah selesai?” Dahlan memotong pertanyaan soal sepatu kets..

    “Sekarang istirahat dulu Pak, mau salat dhuhur. Boleh pinjam tempat salat di sini, Pak,” kata Dadan kepada Dahlan.

    “Salat di kantor saya saja. Ayo,” jawab Dahlan sambil berjalan agak cepat ke arah kantornya yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat mereka berdialog.

    “Kantor Bapak di mana” Jauh tidak dari sini,” tanya Dadan.

    “Itu, dekat,” kata Dahlan sambil menunjuk kantor Kementerian BUMN.

    “Anda makan dulu yah baru salat. Biar teriakannya kencang. Kita makan sama-sama di kantin,” kata Dahlan.

    “Kita sudah makan, Pak. Terima kasih,” kata Dadan.

    “Benar sudah makan,” kata Dahlan lagi.

    “Sudah Pak. Kita semua sudah makan,” jawab Dadan.

    “Teriakan kami kencang, Pak. Kalau tidak percaya boleh dicoba Pak,” timpal Yusuf Fauzi, salah satu demonstran dari BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

    “Kalau begitu kita salat saja ya. Mau di musalah atau di ruangan saya. Mana teman-temanmu yang lain,” kata Dahlan sambil berhenti sejenak.

    “Sebentar Pak, saya panggil mereka,” kata Dadan, lalu berjalan ke arah teman-temannya yang masih bertahan di depan kantor gubernur DKI.

    Dahlan menunggu di depan kantor Kementerian BUMN.

    “Mereka salat di sana, Pak,” katanya setelah kembali.

    “Ayo, salat di ruangan saya saja,” kata Dahlan sambil berjalan menuju lobi kantornya.

    Dua mahasiswa demonstran itu pun masuk ke lift bersama Dahlan, ke lantai 19. Dahlan mengajak keduanya ke ruang kerjanya. “Ini kamar mandi, Anda wudhu di situ,” kata Dahlan kepada keduanya.

    Ketika Dadan dan Fauzi sedang berwudhu, Dahlan menyiapkan dan menggelar sejadah di sisi selatan ruang kerjanya.

    Setelah dua mahasiswa tersebut keluar dari kamar mandi, gantian Dahlan yang masuk untuk berwudhu. Sehabis wudhu, Dahlan langsung qomat dan mempersilakan Dadan menjadi imam.

    Usai salat, Dadan dan Fauzi turun bersama Dahlan ke lobi kantor. Keduanya kemudian kembali menemui teman-temannya di depan kantor gubernur DKI dan Dahlan menuju Hotel Borobudur untuk ceramah di depan ratusan direktur utama perusahaan Badan Usaha Milik Daerah.

    Itulah dialog antara Dahlan Iskan dengan dua demonstran Kamis lalu. Mereka bertemu secara kebetulan di trotoar depan Kantor Gubernur DKI di Merdeka Selatan. Waktu itu Dahlan Iskan baru saja selesai memberi kuliah kepada mahasiswa Lemhannas dan hendak menuju kantornya di Kementerian BUMN dengan jalan kaki. Sementara Dadan dan teman-temannya (tampak sekitar 20 orang) sedang berdemo di depan Kantor Gubernur DKI.

    Dahlan memang sering jalan kaki kalau hendak dan dari kantor-kantor di sekitar Merdeka Selatan. Kalau ke Istana Wapres ia beberapa kali jalan kaki pergi-pulang. Begitu pula ke kantor Kementerian ESDM. Dalam lift Dadan, yang cerewet itu, juga bertanya tentang rencana pemerintah menaikkan tarif BBM. Dahlan yang wartawan, menjawab dengan sangat tangkas. “Presidan pasti memikirkan yang terbaik untuk rakyat,” begitu salah satu jawaban Dahlan atas pertanyaan Dadan.

    Hal yang paling penting dari bertemunya Dahlan Iskan dengan mahasiswa demonstran ini adalah sikapnya dia melayani dialog mahasiswa demonstran itu. Juga sikap Dadan dan Fauzi yang begitu berbudaya bertutur sapa dengan Dahlan yang seorang menteri.

    Kedua mahasiswa tersebut malah salut dengan Dahlan yang mau melayani mereka sepenuh hati. Saya memang sempat khawatir akan terjadi caci-maki atau keluar kata-kata tidak sopan para demonstran itu kepada pemerintah. Sebab mereka sedang berhadapan dengan seorang menteri, di arena demonstrasi pula.

    Sebaliknya , mereka begitu sopan bertutur sapa, dan Dahlan pun melayani sepenuh hati. Dialognya begitu cair, saling menghargai, dan Dahlan pun memposisikan para demonstran itu sejajar dengannya pada saat terjadi dialog. Mereka bahkan memuji Dahlan yang meskipun sudah menjadi menteri tetap bersikap apa adanya. (*/sil)

    sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120312005846-saya-dahlan

    Posted by administrator | 18 Maret 2012, 8:37 pm
  3. Sebuah Cerita dari STUDIUM GENERALE @ITB
    oleh : Anugerah D. Wicaksana / http://www.facebook.com/profile.php?id=100002737015063
    17 Maret 2012 Pkl.14.00-15.30 WIB

    Pada saat datang, beliau terkejut dg tema kuliah umum di kampus ITB yg bertajuk “Menuju BUMN sbg Perusahaan Kelas Dunia”. Beliau berkata “seandainya saya tahu judulnya adalah ini, saya tentu tidak akan datang.” Seraya tertawa di depan mhsw. Beliau melanjutkan bahwa visi misi di PLN dulu juga begitu, menjd perusahaan listrik negara kelas dunia. Padahal rakyat tidak mau tahu apakah PLN itu kelas kerecek, kelas nasional atau kelas dunia, yg diinginkan adalah tidak mati lampu. Oleh karena itu di Pak DIs mengubah visi misi PLN menjd “Jangan Byar Pet, Kalo “Pet” ya Cepet (maksudnya jangan sering mati lampu, kalo mati lampu, ya cepet nyala kembali”. Sehingga saat menjabat awal sbg menteri BUMN pak DIs juga kaget dgn visi misi ini. karena keadaan sesunguhnya tdk sesuai dari kenyataan dan msh jauh utk mewujudkan itu. Karena rakyat tdk mau tahu apakah perusahaan BUMN sdh kelas dunia atau belum, mereka ingin perusahan BUMN dpt mensejahterakan rakyatnya. Sehingga td beliau menyatakan visi misinya dirubah saja “menuju BUMN yg plg diinginkan rakyatnya, yaitu mensejahterakan rakyat”.

    2 Poin beliau: Jangan kelas dunia dulu, tapi yg dpt mensejahterakan rakyat, lalu penuhi apa yg plg dbutuhkan utk rakyat agar negara ini maju (hal2 yg bersifat fundamental)yaitu ketahanan pangan (cetak sawah 100rb ha, grakan pro beras dan GP3K-Yarmen), energi (mendukung kenaikan BBM agar konversi energi alternatif dpt berkembang, beliau pro gas dan kendaran listrik), air, Jalan tol (istaka karya, pembentukan bbrp jasa marga di sumatera). Banyak sekali pemaparan beliau ttg ide2 yg ingin segera dilakukanya. Termasuk ttg sinergi antara peternakan sapi dg kebun kelapa sawit dan pembentukan jajaran DREAM TEAM (seperti yg dulu pernah didiskusikan oleh sodara AR Fauzi kpd saya. Maaf ya sahabatku sy lupa memberitahumu, :-).. InsyAllah ada kesempatan lain).

    Secara keseluruhan beliau bercerita mengenai kinerja beliau saat menjabat sbg Dirut PLN dan di BUMN sekarang. Penyampaian sangat lugas, jelas dan mudah dicerna. Cepat mengambil keputusan termasuk ketika menjawab pertanyaan tman2 mahasiswa. Termasuk saat mengajak kerjasama mhsw teknik mesin utk merancang mesin2 yg dibutuhkan oleh petani (percepatan alih teknologi bg petani, yg selama ini dikeluhkan para petani). Kerjasama dilakukan saat itu jg. MANTAP.. :-). termasuk juga ketika beliau yg ingin segera ke Bandara karena hrus mengejar wkt, dan mengiyakan ajakan teman mhsw utk berkendara naik motor bersama stelah selesai acara ini. INI JUGA MANTAB..

    (Ada beritanya di KOMPAS http://regional.kompas.com/read/2012/03/17/19011340/Dahlan.Iskan.ke.Bandara.Membonceng.Motor.Mahasiswa)

    Testimoni dari Saya:
    Pemimpin itu hrs tegas, jelas dan cepat-tepat mengambil keputusan. Karakter ini ada pada diri pak DIs, ditambah beliau adalah orang yg sederhana dan bersahaja kpd siapa saja. Sangat layak jd org no.1 di negeri ini.

    Semoga bermanfaat. Salam kenal bwt semuanya. :-)

    sumber : http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/permalink/381684508516630/

    Posted by BlackBeard | 18 Maret 2012, 8:48 pm
  4. Kalau saja ada pemimpin 10 orang seperti pak DI di negeri ini……….., tapi biasanya orang baik itu banyak musuhnya………. Semoga Allah SWT selalu melindungi orang orang yang bermanfaat untuk rakyat

    Posted by mirhan | 21 Maret 2012, 5:58 am
  5. Dahlan Iskan, The Next Indonesian President!

    Posted by Hariasda RM | 21 Maret 2012, 7:02 am
  6. dakwah yang paling utama itu dengan perbuatan atau mmberi suri tauladan, satu hati dengan perbuatan,mulai dari diri sendiri. pak DI “Talk less do more” ! semoga qta pun bisa mencontoh apa yang dilakukan. berbuat banyak kemaslahatan dan kemanfaatan untuk orang-orang di sekitar kita dan selalu rendah hati serta lakukan semuannya dengan niat ibadah ikhlas Lillahi ta’ala!

    Posted by lela | 21 Maret 2012, 7:17 am
  7. Saya bangga sekali dengan bapak, kerja keras bapak selama ini terhadap setiap tugas bapak terlihat hasilnya, ☀ Ş♍ɑªʼnĞaɑªŁŁŁŁ ☀ ({}) bapak membuat saya yang masih muda ini iri melihatnya, berjuang teruS Ɣªª pak,, smga bapak selalu sehat dan diberi kemudahan dan keberkahan dlm setiap langkah bapak,,

    Posted by ella | 21 Maret 2012, 7:28 am
  8. DON KARDONO
    Rabu, 21 Maret 2012 , 08:20:00
    Mending, Cuma Lempar Kursi

    MENEG BUMN Dahlan Iskan ngamuk! Lempar kursi di pintu tol Semanggi! Lalu membebaskan mobil masuk tol tanpa bayar! Alias gratis. Musababnya, terlalu panjang antre di depan pintu tol hingga 30 mobil” Terlalu lama pelayanan pembayaran di gerbang tol. Dari 4 gerbang, hanya satu yang berfungsi dengan petugas manual, dan satu GTO – gerbang tol otomatis. Dua loket lainnya kosong, tanpa petugas, tidak dibuka.

    Kebetulan, pagi itu, Mercedes Benz L-1-JP S-500 hitam lewat. Pasti, dia juga merasakan dampak buntut panjang antrean itu. Saya bisa membayangkan, bagaimana Dahlan Iskan keluar mobil. Dengan kets dan baju putih lengan panjangnya. Lalu ngomel-ngomel pada petugas tol. Terus, tidak ada yang berani menjawab. Lalu, mengecek sendiri ke loket pembayaran tol, tidak ditemukan petugas.

    Wow, intonasinya pasti tambah kencang! Kursi di loket pun “dideportasi”. Dianggap tidak berguna! Lalu dia atur lalu lintas sendiri, sambil memastikan antrean tidak boleh lebih dari lima mobil di semua pintu tol, seperti pesan dia kepada jajaran direksi PT Jasa Marga yang baru.

    Pasti serem, gaduh, tegang suasana pagi itu. Di BBM Group, Facebook, Twitter, dan berita news up date di beberapa dot.com juga ikut heboh. Yang saya heran, ini ada “orang ngamuk” kok malah pada senang? Itu kan sama halnya dengan, menari di atas penderitaan orang lain? “Marah” kok malah dijadikan tema diskusi publik yang tak habis-habis sampai sore. “Marah” kok jadi bahan canda dan tawa? Puluhan kawan yang foreward pesan itu ke HP saya.

    “Ngamuknya” Dahlan Iskan keren! “Ngamuknya” kreatif! Hah? Coba, darimana rumus logika yang bisa menyambungkan makna kata “mengamuk” dan “keren”” Darimana cara menjelaskan koneksitas antara “ngamuk” dan “kreatif”? Dua kata yang nyaris bersifat resiprokal dan paradoks. Mengamuk itu identik dengan sikap emosional, kata-kata pedas, bahkan menjurus kasar, bernada tinggi dan meledak-ledak. Sedang “keren” itu hal yang positif, bagus, menarik, menyenangkan. Mana ada kata-kata ketus yang menyenangkan” Yang pedas dan nikmat, itu hanya rujak uleg atau rawon setan saja.

    Ada juga yang bilang: “Biar kapok loe, Direksi Jasa Marga! Ganti saja kalau malas bekerja dan tidak serius!” Waduh, kali ini sudah satu level lebih tinggi dalam memaknai “ngamuk”nya Dahlan Iskan. Rupanya “ngamuk” itu bisa menyetrom orang lain, bahkan bisa memprovokasi mereka untuk ikut-ikutan bersikap “ngamuk”. Rupanya, “ngamuk” itu semacam virus berbahaya yang bisa mewabah dan menular dengan cepat melalui BBM.

    Kekagetan publik melihat ngambek, ngomel dan ngamuk ala Dahlan Iskan itu, bisa saya dimengerti. Banyak orang awam yang tidak yakin, bahkan seperti bermimpi saja, seorang menteri secara vulgar melempar kursi ke luar gardu, lalu mengatur lalulintas sendiri. Kurang kerjaan banget. Cara marah dengan melempar kursi itu sebenarnya hanya satu level terbawah yang biasa dilakukan mantan Dirut PLN ini. Orang bisa saja mengira, marah kok punya gaya.

    Bagi saya yang sudah hampir 20 tahun bekerja di Group Jawa Pos, dan juga kawan-kawan yang sudah lama mengenal Dahlan, tentu sudah kenyang dengan cara ngamuknya yang amat khas. Pernah, di ruang redaksi Jawa Pos Graha Pena Surabaya, di lantai empat, di toilet pria dia temukan putung rokok. Bukan main marahnya! Sampai satu minggu penuh, toilet pria dia segel! Artinya, kalau kru redaksi hendak ke toilet harus numpang di ruangan yang berbeda.

    Dia tulis sendiri, dia segel sendiri, dia lem sendiri di pintu. “Toilet Disegel!” sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kru redaksi pun saling melempar kesalahan, meskipun tidak ada yang berani mengakui siapa “biang kerok”-nya yang merokok di toilet. Sejak itu, toilet tidak lagi dipakai untuk merokok. Apalagi membuang putungnya.

    Masalah putung rokok, juga pernah merepotkan seluruh awak redaksi di kantor Karah Agung, Surabaya. Kala itu, ada smoking area di antara masjid dan ruang pra cetak Jawa Pos. Orang biasa menghisap tembakau bakar di situ. Dia tidak anti, tidak melarang merokok, tapi juga tidak pro rokok. Tetapi, gara-gara ada yang buang putung sembarangan, maka semua orang yang ada di situ, —tidak peduli yang merokok maupun yang tidak—, diwajibkan kerja bakti memunguti putung, bekas korek api, dan bungkus rokok yang berserakan di seluruh lingkungan.

    Mengapa yang bukan perokok juga dikenai sanksi? “Karena membiarkan temannya berbuat buruk dan merusak kesehatannya!” jawab Dahlan, saat ditanya. Membiarkan orang lain “terjerumus” itu termasuk dosa! Termasuk pelanggaran, dan harus turut menanggung risikonya!

    Dia juga pernah melempar komputer di lantai yang sama. Gara-garanya kesalahan editing, kesalahan redaksi. Dia banting komputer di depan orang yang membuat kesalahan yang dinilai fatal itu. Tentu, sebelumnya diawali dengan suara keras, intonasi keras, dan tatapan mata yang tajam.

    Itu masih belum seberapa! Saat berkantor di Karah Agung Surabaya, pintu masuk kantor kami ada deretan telepon umum. Sekitar tahun, 1995, Dahlan masih mengendarai Isuzu Panther putih bernopol L-10-NE. Hobinya memang menyetir, ngebut, cepat sampai tujuan, dan zero accident. Banyak orang umum yang telepon di situ, dan memarkirkan kendaraanya sembarangan. Terkadang menutup akses masuk, yang amat merepotkan.

    Padahal, lokasi telepon umum itu bersebelahan dengan jalan masuk ke kantor dan ruang satpam. Dan, berkali-kali satpam sudah diingatkan, agar posisi parkir sepeda motor yang hendak telepon itu diatur yang rapi! Ibarat penyakit kambuhan, masih saja parkirnya asal dan menutup akses. Suatu ketika, Dahlan sengaja menyerempetkan mobilnya itu ke kerumunan sepeda motor sampai terjatuh. Berapa pun biaya perbaikannya dijamin, tetapi message-nya adalah jaga kerapian, jaga kedisiplinan, tegakkan aturan dan tegur yang salah. Jangan dibiarkan, karena mereka akan bertambah liar.

    Ah, masih ada 1001 macam cara marah Dahlan Iskan. Di berbagai kasus, di berbagai daerah, di berbagai level manajemen yang berbeda, reaksi marahnya juga berbeda. Kontekstual dan spontan. Karena itu, Ary Ginanjar Agustian, yang kemarin siang berkunjung ke redaksi INDOPOS menyebut, sosok Dahlan Iskan itu sebagai authentic leadership!

    “Ciri seseorang memiliki Authentic Leadership adalah spontanitas dan berkecepatan tinggi. Konsep decision making dalam leadership model ini sangat cepat, karena dia bukan saja dituntun oleh pikirannya, tetapi juga oleh intuisinya. Dan, intuisi atau mata hati mampu melihat 70 kali lebih cepat dibandingkan dengan mata kepala. Seorang authentic leader percaya dengan hatinya,” komentar Presdir ESQ 165 yang sudah eksis sejak 2001 ini.

    Nah loe! Masih mending hanya melempar kursi di gerbang tol Semanggi. Masih untung, bukan mengganti kursi direksi! (*)

    (*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi-Direktur INDOPOS, Wadir Jawa Pos.

    sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/03/21/121369/Mending,-Cuma-Lempar-Kursi-

    Posted by BlackBeard | 21 Maret 2012, 9:12 am
  9. Salut untuk pak Dahlan, kedisiplinan dan profesionalisme memang sangatlah penting di negeri ini. Banyak pejabat / aparat yang seenak udelnya mengelola negeri ini. Setuju kalau pak Dahlan diangkat menjadi PANGKOMKABTIB kaya eranya Pak Harto dulu pasti banyak pejabat yang keder dan ngeri. Pejabat sekarang udah nggak takut KPK atau kepolisian, kalau gaya Pak Dahlan seperti itu saya percaya negeri ini akan menemukan kembali kejayaan Indonesia (GEMAH RIPAH LOH JINAWE, MURAH SANDANG PANGAN, TATA TENTREM KERTA RAHARJA, NEGARA KANG ADIL DAN BERADAB)

    Posted by Untung Sungkono | 21 Maret 2012, 12:26 pm
  10. Kamis, 22 Maret 2012 , 11:45:00
    Surat Dahlan Iskan dari Tianjin

    JAKARTA–Usai aksi mengamuk di gerbang tol karena pelayanan Jasa Marga yang buruk, Selasa (20/3) lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan, langsung bertolak ke China. Selain mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk acara kerjasama BUMN dengan perusahaan negara China, Dahlan menyempatkan waktu untuk melakukan medical check up.

    Dahlan Iskan memang sukses menjalani cangkok hati tahun 2007 lalu di China. Namun demikian, bukan berarti mantan Dirut PLN tersebut, bisa berlega hati. Karena fase kritis harus tetap dilaluinya dari operasi besar yang dilakukannya 5 tahun lalu itu di China.

    Kamis (22/3), JPNN menerima surat elektrik dari Dahlan, yang sedang berada di Tianjin. Berikut suratnya:

    Alhamdulillah hasil check up saya di RS Transplant Center di Tianjin, sudah keluar tadi malam dan dinyatakan sangat-sangat baik. Tekanan darah 90/120, kolesterol 4,6 (normal 2,4-5,7), sgot 21, sgpt 17 (tidak boleh melebihi 42), gula darah 4,5 (normal 3,9-6,1), semua itu menunjukkan standar kesehatan yang prima.

    Demikian juga indikator lainnya seperti jantung, prostat dan ginjal. Semuanya normal. Dan yang paling penting adalah Tacrolimus saya 4. Ini menandakan bahwa sama sekali tidak terjadi penolakan tubuh saya atas kehadiran hati baru saya.

    Dengan kata lain, hati baru yang kini berumur 25 tahun itu (saat dipasang di tubuh saya lima tahun lalu hati anak muda tersebut berumur 20 tahun) sudah semakin menyatu dengan tubuh saya dan hati tersebut berfungsi dengan sangat baik.

    Selama hampir lima tahun ini, setiap kali check up, angka-angka hasilnya hampir sama di sekitar itu. Itulah sebabnya saya berani menunda-nunda check up sampai 8 bulan karena memang tidak merasakan suatu masalah. Namun tidak baik menunda lebih lama lagi sehingga mumpung ada kesempatan ke Tiongkok saya perlukan untuk check up.

    Prof Shen Zhongyang (pendiri, dirut dan scientist tranplantasi liver di rumah sakit Di Yi Zhongxin Yiyuan Tianjin) yang dulu memimpin operasi ganti hati saya, sambil geleng-geleng kepala melihat hasil check-up kemarin dan mengatakan “ini lebih sehat dari saya sendiri”.

    Tentu saya bersyukur atas hasil check up yang baik ini. Dan saya akan selalu ingat pendapat intelektual Muslim Dr Nurcholish Madjid (alm) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan. Pendapat yg sama juga datang dari KH Said Aqil Siraj, Ketua umum PB NU dan KH Syukri, pimpinan pondok modern Gontor ponorogo. “Puasa, kerja lebih keras dan menolong orang lain adalah tiga bentuk bersyukur yang paling tinggi,” kata KH Syukri.

    Menurut Dahlan, masa lima tahun setelah ganti hati justru merupakan fase-fase kritis. 6 Agustus 2012 mendatang, genap sudah 5 tahun, Dahlan memiliki organ tubuh vital milik orang lain didalam tubuhnya.

    ”Kalau saya bisa melewati lima tahun ini, Agustus nanti, Insyaallah pertanda hati baru saya sudah benar-benar menyatu dengan tubuh saya. Mohon doanya,” pinta Dahlan.(afz/jpnn)

    sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/03/22/121563/Surat-Dahlan-Iskan-dari-Tianjin-

    Posted by BlackBeard | 22 Maret 2012, 12:22 pm
    • Alhamdulillah jika pak DIS sehat..kalau masih ada hati-hati lain di china yang bisa ditransplantasi di pejabat lain di Indonesia, boleh juga otuh..Soalnya banyak pejabat di negeri ini yang tidak punya hati nurani lagi

      Posted by Taufik/Tanjungpinang Pos (Riau Pos Group/Jawa Pos Group) | 21 April 2012, 11:31 am
    • kami semua mencintaimu Pak DI, semoga sehat-sehat selalu melewati masa 5 tahun cangkok hati….

      Posted by bobon | 3 Mei 2012, 4:12 pm
    • Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
      Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
      tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
      dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
      yang ingin merubah
      nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

      WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

      Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
      IBU yuly tki.
      MAKASIH OM ROOMNYA

      Posted by Angka Toto | 7 Maret 2014, 10:04 am
  11. Layak di jadikan Inspirasi untuk kaum muda saat ini…satu pesan beliau yang sampai saat ini masih kencang tergiang”Bahwa anak muda sekarang cukup satu kali saja di kasih tau, setelah itu biarkan mereka berpikir dan berinovasi sesuai dengan kemampuannya”..

    Posted by sapta yunardi | 22 Maret 2012, 1:48 pm
  12. Setengah Jam Bersama Pak Dahlan Iskan
    by Lukito Edi Nugroho (http://www.facebook.com/lukito.nugroho) on Friday, March 2, 2012 at 8:04pm ·

    Saya banyak membaca cerita tentang pak Dahlan Iskan. Tentang penampilannya, tentang gaya memimpinnya, dan tentang sepak terjangnya. Dan saya beruntung pagi tadi bisa menyaksikan sendiri tiga ciri khas pak DIS (begitulah beliau sering dipanggil).

    Ceritanya dua hari kemarin saya ikut rombongan Fakultas Teknik yang ke Jakarta untuk sounding tentang pemikiran-pemikiran dan karya-karya yang telah dihasilkan untuk menyelesaikan sebagian persoalan energi di negara kita yang sedang ruwet ini. Salah satu agendanya adalah beraudiensi dengan Menteri BUMN di kantornya.

    Singkat kata, rombongan 12 orang yang dipimpin pak Dekan berkunjung ke Kantor Kementrian BUMN. Setelah menunggu beberapa waktu di ruang transit, muncullah sesosok pria setengah baya, memakai baju lengan panjang putih yang digulung tangannya, dan bersepatu kets. Oh, ini dia pak DIS, batin saya. Saya tidak kaget karena sudah sering membaca cerita tentang penampilan pak DIS, tapi bagi orang yang belum pernah melihat, mungkin tidak percaya bahwa seorang menteri berpakaian seperti halnya staf biasa, tanpa formalitas apapun.

    Setelah dipersilakan duduk, kamipun mulai bertukar pembicaraan. Pak DIS mulai bercerita tentang ide-idenya yang terkait dengan penghematan energi dan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya. Pak Dekanpun membalas dengan bercerita tentang apa yang sudah dikerjakan oleh Fakultas Teknik UGM. Banyak yang saling diceritakan, sampai pada topik tentang konverter BBM ke BBG. Kebetulan Fakultas Teknik telah melakukan pengembangan konverter semacam itu, dan pak Jayan (dosen Jurusan Teknik Mesin & Industri) langsung bercerita panjang lebar tentang isu-isu penting dari konverter semacam itu. Pak DIS tertarik, lalu langsung menantang pak Jayan, beranikah mencoba mengembangkan konverter itu sampai pada skala industri. Kebetulan pak Jayan ini orangnya suka tantangan dan suka spontanitas. Dia menjawab,”Sanggup pak, asal didukung oleh fasilitas injection mold”. Nah di sini saya mulai memahami kenapa banyak orang kagum dengan pak DIS: kecepatannya bereaksi dan menanggapi secara nyata. Beliau langsung tanya ke Sekprinya: siapa BUMN yang kira-kira bisa diassign tugas untuk bikin injection mold. Dijawab: PT INTI. Langsung saat itu pula pak DIS menelpon Dirut PT INTI dan menyampaikan keinginannya. Saat ditanya oleh Dirut PT INTI tentang detilnya, pak DIS agak bingung, lalu langsung bilang,”Ini ada dosen UGM yang ngerti detilnya, silakan ngomong langsung dengan dia..”, lalu hp beliau langsung diberikan ke pak Jayan. Kami semua tertawa melihat situasi itu…mana pernah ada menteri berkomunikasi dengan dosen muda dengan gaya seperti itu… Dan diakhir pembicaraan antara pak DIS dan Dirut PT INTI, pak DIS bilang,”Tolong segera disiapkan. Kalau misalkan pak Irfan kesulitan, tolong kabari saya secepatnya. Saya akan cari orang lain kalau anda tidak bisa.” Jelas sekali messagenya: PT INTI harus bisa, dan ini perintah menteri, bukan permintaan dosen UGM.

    Sebuah keputusan penting telah dibuat hanya dalam waktu kira-kira 5 menit saja.

    Lalu pembicaraanpun berkembang ke penggunaan konverter untuk keperluan lain, misalnya untuk kapal. Waktu ditanya kemungkinannya apakah bisa dipasang ke kapal, pak Jayan bilang, intinya bisa, tetapi harus dilihat spec mesinnya dulu. Saat itu juga pak DIS bilang,”Oke mas, anda pergi ke galangan kapal PT IKI di Makassar, lalu anda lihat sendiri di sana.” Lalu beliau bilang ke Sekprinya,”Tolong belikan tiket ke Makassar untuk mas dosen ini.”

    Kami semua agak tergagap mengikuti proses yang begitu cepat ini. Belum pernah saya menjumpai proses-proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara cepat tanpa basa-basi dan melalui proses berpikir yang berkepanjangan (apalagi berwacana).

    Cepat dan tegas dalam memutuskan. Itu hal penting yang saya pelajari dari pak DIS tadi pagi. Banyak di antara kita yang dalam memutuskan sesuatu sering dihadapkan pada keraguan. Keraguan itu muncul utamanya karena kita takut salah. Memang resiko kesalahan itu selalu ada, dan itu akan membawa efek negatif. Tetapi menunda keputusan juga pasti ada efek negatifnya. Dan pak DIS lebih memilih untuk mengambil keputusan dengan cepat. Saya tidak tahu pertimbangannya, tetapi mungkin beliau berpikir, lebih baik cepat, karena kalaupun salah, masih ada waktu untuk mengoreksinya, dan jika benar, waktu yang tersedia bisa digunakan untuk mengerjakan hal-hal lain.

    Hal lain yang saya temukan dari pak DIS adalah penguasaannya terhadap bidang kerja yang luar biasa. Pak DIS seolah tahu tiap detil dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi tiap BUMN yang dinaungi kementriannya. Meski demikian, saya tidak heran karena hobby beliau adalah turun langsung ke lapangan dan menginvestigasi kondisi riil yang ada.

    Dengan pengetahuan lapangan yang sangat baik, maka beliau tidak mudah untuk dibodohi oleh siapapun. Yang lebih penting lagi, beliau bisa memainkan peran “synchronizer” dan “resource allocator” secara harmonis. Kelemahan di satu sektor bisa dilengkapi oleh sektor yang lain. Atau satu persoalan yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu BUMN sendirian, menjadi mudah jika dikeroyok oleh 2-3 BUMN (baca tulisan beliau tentang strategi kaset seribu tiga). Pak DIS tadi mencontohkan, misalnya pembangunan jaringan pipa gas trans-Jawa yang bisa diakselerasi dengan memanfaatkan lahan PT KAI (jadi tidak perlu melakukan pembebasan tanah).

    Yang terakhir ini yang menurut saya kurang dipraktekkan oleh banyak pemimpin kita. Seorang pemimpin punya kewenangan, termasuk untuk mengatur semua komponen yang dipimpinnya, agar secara harmonis bersinkronisasi mengatasi problem-problem yang ada. Peran sebagai synchronizer ini memerlukan dua syarat penting: 1) pemahaman dan pengetahuan riil tentang kondisi dan problem, dan 2) kemampuan untuk mengkomposisi/mengorkestrasi potensi berbagai komponen tadi untuk menghasilkan sebuah solusi yang efektif. Butir pertama berguna membangun perspektif yang komprehensif terhadap situasi yang dihadapi, yang kemudian menjadi landasan untuk melakukan butir kedua. Intinya: sebuah solusi yang baik tidak akan muncul jika pemimpin hanya duduk menunggu di belakang meja. Sebuah solusi tidak akan lengkap kalau pemimpin tidak bisa mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan segenap komponen yang dipimpinnya.

    Terus terang saya belum melihat secara nyata hasil karya dari pak DIS. Mungkin memang perlu waktu yang cukup panjang untuk bisa menikmati hasilnya. Tapi saat ini pak DIS telah menunjukkan kepada kita semua, apa yang seharusnya dikerjakan. Kata kuncinya: pemahaman/pengetahuan riil yang lengkap, orkestrasi resource/potensi untuk membangun solusi, dan diakhiri dengan kecepatan dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

    Sebagai catatan akhir, meskipun banyak orang mengharapkan pak DIS bisa jadi Presiden RI kelak, tapi secara pribadi saya kurang setuju. Untuk saat ini, dalam keadaan bangsa yang memerlukan kerja-kerja yang nyata, pak DIS masih sangat diperlukan pada level strategis-taktis, agar sektor-sektor riil benar-benar dapat bergerak. Presiden adalah posisi yang sangat politis. Belum tentu gaya pak DIS cocok. Politik itu kejam, dan saya tidak ingin pak DIS menjadi korban kekejamannya…

    sumber : http://www.facebook.com/notes/lukito-edi-nugroho/setengah-jam-bersama-pak-dahlan-iskan/10150639837523934

    Posted by BlackBeard | 22 Maret 2012, 4:17 pm
    • Benar, mas. Sebaiknya tidak(jangan dulu) jadi presiden. Dan betul juga, saya mempunyai pemikiran yang sama dengan anda. Presiden lebih politis dan protokoler. Mungkin hal-hal riil yang bisa beliau lakukan sekarang akan otomatis terbatas andai beliau jadi presiden. Sebaiknya presiden orang lain dulu, pak Dahlan jadi menteri BUMN lagi di kabinet baru. Kecuali rakyat meminta dan beliau sanggup. Satu lagi yang keren, pak anies baswedan. :)

      Posted by soluqa | 27 Maret 2012, 1:01 pm
      • anies baswedan sementara ini masih berkutat di akademisi,, namun hasil analisisnya dalam beberapa topik yg mencuat di permukaan patut dihargai, dengan usia yg muda dan pembawaan yg kalem dia pantas diacungi jempol. namun jangan samapai pak dahlan dan pak anies ini jadi korban politik. sementara ini biar pak dahlan siapkan birokrasi ygb handal di bawah (kementerian dan jajarannya), karena tidak menutup kemungkinan beliau akan dipindah2 instansi mengingat kinerjanya yg bagus shg dilirik untuk menempti posisi lain yg strategis. dan pak anies mempersiapkan para akademisi (mahsisw) yg handal dan ga suka demo.
        secara utuh saya setuju dengan pendapat anda. trims

        Posted by krsna | 27 Maret 2012, 10:08 pm
      • Kolaborasi yg bagus kalau Jusuf Kala didampingi Dl, seperti jokowi dan ahok. Saya yakin dua orang ini sangat amanah….

        Posted by kristanti | 10 Februari 2013, 10:37 am
    • Setelah dipikir2 benar juga kata sampeyan mas! Awalnya saya sangat berharap jika pak DIS mau mencalonkan diri jd presiden. Tp kok setelah baca peryataan sampeyan saya jadi berpikir lebih keras. Kalau pak DIS pindah jd presiden, takutnya program2 ciamik yang dicetuskan dan baru saja berjalan di tubuh BUMN jd morat-marit.

      Betapa menyenangkan dan menggiurkannya bayangan saya atas kelanjutan program2 itu. Jika nanti sudah benar2 terpenuhi dan berhasil. Saya yakin waktu beberapa tahun saja diposisi menteri BUMN masih kurang untuk menata ulang tubuh BUMN terlebih untuk menyukseskan programnya. Karena saya yakin tidak cukup campur tangan pak DIS dalam penataan dan perencanaan. Pengawasannya pun rasanya masih membutuhkan peranan beliau.

      Posted by djgirlie | 27 Maret 2012, 11:25 pm
    • Pak DIS memang luar biasa. Semoga banyak pemimpin dan banyak orang bisa meneladan beliau. Indonesia pasti maju dan cepat mengalahkan Malaysia + Singapura. Buat mas Lukito dan siapa saja penggemar Dahlan Iskan, ayo kita rame-rame memikirkan serius cara menghemat BBM. Mungkin ga sih, bis kota diganti trem listrik yang cukup jumlahnya (termasuk tempat pemberhentiannya tidak berjauhan), sehingga masyarakat tidak harus antri lamaaa menunggu bis berikutnya? Kalau trem listrik murah, aman, nyaman, tepat jadwal, dan kontinyus, masyarakat tak perlu naik mobil dan motor. Tidak seperti sekarang, bis kota saling mendahului berebut penumpang, penumpang bisa berhenti di mana saja, termasuk di tikungan jalan, jumlahnya sedikit sehingga berjejal dan banyak copet. Selain itu bis kota juga mengkonsumsi BBM dan menebar polusi di jalan-jalan.

      Posted by Mustika | 29 April 2012, 10:57 pm
      • Industri otomotif berharap orang lebih banyak membeli kendaraan pribadi, dengan jaminan kenyamanan berkendaraan, gengsi dan prestise. ini juga merupakan kendala dalam mengajak masyarakat menggunakan kendaraan umum

        Posted by muhari | 27 Mei 2012, 6:34 am
    • saya setuju agar P.DIS jangan jadi RI-1, banyak lahan dilevel2 tertentu yg butuh sentuhan beliau untuk menggerakkan roda berpikir posif, kerja,kerja,kerja untuk mengangkat kebanggaan bangsa, beliau sngat tdk cocok berpolitik otak jd tumpul krn kerjanya hanya duduk-dengar-duit

      Posted by sulistiono | 21 Juli 2012, 8:13 pm
  13. Ya Allah berilah kesehatan untuk Pak Dahlan, bangsa ini membutuhkan darma baktinya. DIs is The Next President

    Posted by ASEP SAEPUL HAMDANI | 23 Maret 2012, 9:18 am
  14. Mr, dis Kau inspirasi dan motivasiku…..

    Posted by prasmaun | 23 Maret 2012, 4:24 pm
  15. Pak Dahlan memang layak jadi contoh….

    ijin share ya….

    bagi temen-temen yang ingin ikut gathering BEA dengan pembicara Bpk Dahlan Iskan, daftar disini ya…..

    http://bea-indonesia.org/index.php?option=com_ckforms&view=ckforms&id=1&Itemid=147&lang=en

    Gratis kok.

    Sumber: http://bea-indonesia.org/index.php?option=com_content&view=article&id=787%3Aindonesian-engineers-gathering-with-dahlan-iskan&catid=41%3Aevent&Itemid=134&lang=en

    Posted by agung | 23 Maret 2012, 5:43 pm
  16. Pak dahlan memang idol a saya dari dulu hidup arek surabaya

    Posted by anton gading | 23 Maret 2012, 7:36 pm
  17. Alhamdulillah, sangat lugas, tegas dan penuh inspirasi.

    Posted by Achmad Makmuri | 24 Maret 2012, 6:59 am
  18. Bagaimana cara menjaga Dahlan Iskan adalah dengan mengusung beliau jadi presiden. Di posisi itulah Dahlan Iskan bisa mengajak mutiara-mutiara negeri ini untuk bersama-sama menjaga Indonesia untuk rakyat Indonesia.

    Posted by dhekol Mohamad Kolbi | 24 Maret 2012, 4:56 pm
  19. Alhamdulillah, kita punya menteri seperti pak Dahlan Iskan. Sangat patut sebagai idola. Doa saya untuk pak Dis, semoga selalu sehat, selalu sukses untuk Indonesia tercinta.

    Posted by Djoko Susilo | 24 Maret 2012, 7:49 pm
  20. saya mahasiswa umur 21 tahun, sekali saya membaca tulisan pak DIS dan tentang pak DIS, saya ingin sekali menjadi seperti pribadi seorang pak DIS. dan saya ingin sekali bertemu dan berbincang-bincang dengan pak DIS berbagi pengalaman dan ilmunya.

    Posted by Aliph Jegh | 25 Maret 2012, 2:05 am
  21. assalamu’alaikum…
    pak,kami dari kmnu ipb berencana mengadakan tabligh akbar yang insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 20 mei,bertepatan dengan hari kebangkitan nasional.Tema acara tersebut adalah “orasi kepemudaan dan kontempelasi budaya”.
    Kami bemaksud mengundang bapak untuk menjadi pembicara pada acara tersebut.Kami pun berharap dan akan senang jikalau bapak berkenan menerima undangan kami.Jika bapak berkenan,bapak bisa menghubungi ke http://kmnuipb.co.cc/
    wassalamu’alaikum…

    Posted by hikmatul uyun | 25 Maret 2012, 12:12 pm
  22. Pak Dis adalah orang yg sangat dibutuhkan rakyat Indonesia skrg tuk jadi pemimpinnya, skrg tipe pemimpin lain dia ucapkan, lain dia perbuat. Semoga pak Dis panjang umur dan sehat selalu.

    Posted by ardi yunus | 25 Maret 2012, 3:56 pm
  23. Semoga selalu sehat dan di beri umur panjang pak DIS.

    Posted by Dean | 25 Maret 2012, 9:18 pm
  24. Catatan Dahlan Iskan tanggal 14 Mei 2008 (4 tahun lalu) sebelum menjadi Dirut PLN dan Meneg BUMN

    Naikkan BBM, Pemerintah Perlu Koreksi Diri Lebih Keras
    Posted by administrator ⋅ 14 Mei 2008 ⋅ 5 Komentar
    Filed Under Dahlan Iskan

    Rabu, 14 Mei 2008,
    Naikkan BBM, Pemerintah Perlu Koreksi Diri Lebih Keras

    Oleh: Dahlan Iskan
    TIAP kelompok punya logika berpikir sendiri dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Rakyat kecil (dan yang mengatasnamakan rakyat kecil) sangat khawatir, kenaikan harga BBM akan lebih menyengsarakan mereka. Kelompok ini menggunakan logika bahwa kenaikan harga BBM ujung-ujungnya menaikkan harga bahan kebutuhan lain yang kian tidak terjangkau oleh mereka.

    Mereka tidak tahu dan tidak perlu tahu bahwa tanpa kenaikan harga BBM, ekonomi nasional bisa bangkrut. Bagi mereka, sekarang pun mereka sudah bangkrut. Kalau nanti ekonomi bangkrut, apa bedanya dengan yang sudah mereka alami sekarang. Logika ini sangat kuat di benak mereka yang kadang tidak bisa dirasakan oleh kelompok yang di atas.

    Bagi kelompok ini, tugas para pemimpinlah untuk mencari jalan keluar. Kalau untuk menghindari kebangkrutan itu para pemimpin hanya bisa mencari jalan yang paling mudah, yakni dengan menaikkan harga BBM, apa bedanya para pemimpin yang mendapatkan fasilitas mewah itu dengan orang biasa. Logika mereka, kalau harga BBM dinaikkan dan ekonomi terhindar dari kebangkrutan, pada dasarnya hanya para pemimpinlah yang ingin menghindarkan diri dari kebangkrutan. Para pemimpinlah yang ternyata tidak mau bersusah payah dan takut menderita.
    ***
    Kelompok pemikir nonpemerintah melihat bahwa tanpa kenaikan harga BBM, ekonomi negara bisa bangkrut. Penyebabnya, dana APBN habis untuk membayar subsidi BBM. Kalau APBN jebol, kepanikan akan terjadi. Kalau sudah panik, ekonomi bisa lebih bangkrut lagi. Bahkan, kepanikan yang bercampur kebangkrutan itu bisa membuat kekacauan.

    Subsidi BBM itu harus dicabut atau dikurangi untuk menghindarkan kebangkrutan itu, dan kepanikan itu, dan kekacauan itu. Toh yang menikmati subsidi BBM pada dasarnya bukan orang kecil. Para pemilik mobil, terutama mobil mewah, yang boros BBM-lah yang menikmati paling banyak. Kelompok ini berpikir kenaikan harga BBM memang akan menyulitkan masyarakat, tapi tidak menaikkan BBM akan lebih menyulitkan lagi.
    ***
    Kalangan pengusaha besar punya pikiran sendiri. Dinaikkan atau tidak harga BBM itu, yang penting harus ada kepastian. Kalau mau naik, ya naiklah. Cari angka kenaikan yang terbaik. Kalau sudah ada keputusan seperti itu, pengusaha akan menghitung ulang bisnis mereka. Apa saja yang harus disesuaikan.

    Pengusaha sudah biasa berada dalam situasi yang sulit begitu. Ini bukanlah kenaikan harga BBM yang pertama. Sejak dulu-dulu harga BBM sudah sering naik. Setiap harga BBM naik juga selalu sama: didahului dengan pendapat-pendapat yang menentang, lalu demo, lalu menjadi biasa lagi. Bagi pengusaha, usaha tetap hidup dan berkembang adalah fokus perhatiannya. Ketika orang lagi demo, pengusaha terus berhitung harus berbuat apa.

    Setiap kenaikan harga BBM pengusaha selalu sulit. Tapi setiap itu pula pengusaha selalu mendapatkan jalan keluarnya. Tentu, ada satu dua yang benar-benar harus tutup. Misalnya, pabrik genting dan keramik dalam skala kecil.

    Bagaimana kalau tidak ada kenaikan harga BBM?
    Pengusaha besar juga akan berhitung. Kalau harga BBM tidak naik, pemerintah hanya akan bisa bertahan sampai bulan apa. Masing-masing punya hitungan sendiri. Ada yang memperkirakan pemerintah hanya akan bisa bertahan sampai Desember. Ada juga yang menghitung mungkin masih kuat sampai April tahun depan. Desember atau April, itu hanya hitungan bulan.

    Setelah menghitung seperti itu, pengusaha lalu berpikir begini: saat ekonomi bangkrut itu nanti, berbagai macam kejadian bisa meledak. Mereka pun lantas mengambil tindakan: daripada berada harus menghadapi ledakan yang akan terjadi, lebih baik mulai sekarang menarik uang dari bank dan mengirimkan ke luar negeri. Dan, kalau sudah ada satu orang yang melakukan itu, yang lain akan menyusul. Dalam waktu sekejap, kepanikan akan terjadi. Kepanikan ini tidak dirasakan masyarakat umum karena hanya terjadi di kalangan pengusaha.

    Tapi, dalam waktu beberapa minggu, kepanikan akan menjalar ke perbankan dan dalam hitungan hari bakal menjalar ke masyarakat luas.

    Kalau hal ini terjadi, pemerintah yang diperkirakan baru akan bangkrut pada April tiba-tiba akan bangkrut dalam waktu lebih cepat. Dan, kalau saat itu baru diputuskan harga BBM naik, terlambatlah sudah. Tidak tertolong lagi.

    Bagi pengusaha, kenaikan harga BBM memang akan menyulitkan, tapi risiko-risikonya bisa dihitung. Antisipasi-antisipasinya juga bisa direncanakan.

    Kalau harga BBM tidak naik, dalam waktu pendek (lima bulan) memang akan menyenangkan. Setelah itu, segala macam risikonya sulit diperhitungkan. Pengendaliannya juga akan sulit direncanakan. Yang akan terjadi, terjadilah.
    ***
    Yang paling sulit adalah pemerintah. Apalagi, pemerintah yang masih ingin lagi dipilih untuk menjadi pemerintah dalam pemilu yang akan datang. Pilihannya tidak ada yang enak. Pilihannya bukan pahit dan manis, atau pahit dan hambar. Pilihannya adalah pahit dan pahit. Sulitnya, pemerintah tidak bisa untuk tidak memilih.

    Saya bisa merasakan kesulitan itu. Karena itu, ketika pekan lalu saya diminta untuk memberikan pandangan di hadapan presiden, Wapres, beberapa menteri, dan pimpinan media massa di Istana Negara Jakarta, saya kemukakan risiko-risiko pilihan itu.
    ***
    Meski belum memformalkan, pemerintah sudah memberikan kepastian akan menaikkan harga BBM. Angkanya masih disimulasikan dan apa saja akibat yang akan ditanggulangi juga sedang dirumuskan. Salah satu di antaranya adalah bantuan langsung untuk orang miskin dan pegawai negeri, TNI-Polri, dan buruh.

    Langkah ini pernah dinilai berhasil dalam mengatasi kenaikan harga BBM yang lalu. Harus dihitung ulang apakah kali ini juga akan berhasil. Terutama dengan menambah lapisan yang menerima bantuan langsung seperti buruh dan pegawai negeri.

    Kalau hasil hitungan itu ternyata menyatakan bahwa rakyat masih belum puas, pemerintah harus menunjukkan kesungguhannya untuk mengoreksi dirinya lebih keras. Ini sebagai bentuk “penebusan dosa” kepada rakyat.

    Di Istana Negara, saya mengatakan kurang lebih begini: kalau pejabat yang korupsi Rp 1 miliar ditindak, mestinya pejabat yang gagal memasukkan uang ke negara yang nilainya triliunan rupiah juga harus ditindak. Misalnya, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kemerosotan produksi minyak Indonesia. Mengapa tujuh tahun terakhir produksi minyak turun terus di bawah pejabat yang sama. Padahal, kalau saja produksi minyak mentah kita bisa naik terus, mestinya Indonesia justru bersuka ria dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai USD 120 per barel seperti sekarang ini.

    Meski saya tidak menyebut nama, saya kira presiden dan Wapres tahu benar siapa yang saya maksud hari itu. Kalaupun tidak, dua hari lalu tajuk Media Indonesia menuding langsung: Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.***

    sumber : Jawa Pos, 14 Mei 2008

    http://dahlaniskan.wordpress.com/2008/05/14/naikkan-bbm-pemerintah-perlu-koreksi-diri-lebih-keras/

    Posted by BlackBeard | 28 Maret 2012, 8:34 am
  25. Andai saja..Pak Yusuf kala dan Pak Dahlan menjadi R1 dan R2 untuk tahun depan ?

    Posted by Djoko | 28 Maret 2012, 10:46 am
  26. Assalamu’alaikum
    Apakah saya bisa mendapatkan contact person untuk bisa berhubungan dengan manager atau Bpk Dahlan Iskan nya, karena, insya allah saya akan menjadikan Bapak Dahlan Iskan sebagai Pembicara pada Seminar kami.. :)
    Terima Kasih yaa..

    Posted by Ade Kurniawan | 28 Maret 2012, 2:55 pm
  27. Saya pribadi tidak rela apabila orang-orang seperti Pak Dahlan dan Anies Baswedan menjadi korban politik, birokrat dan protokoler jika beliau-beliau berdua jadi pemimpin negeri ini.
    Demikian juga dengan Pak Mahfud MD
    Pertanyaan dan permasalahannya, 2014 nanti, siapakh yang layak jadi presiden negeri ini?

    Saya dukung Pak DIS membangkitkan BUMN yang ada, bahkan kalo bisa meng-akuisisi freeport dan perusahaan asing sejenis untuk dijadikan BUMN, sehingga BUMN benar-benar untuk kesejahteraan rakyat
    Saya dukung Pak Anies untuk membina generasi muda (mahasiswa) untuk menjadi kader-kader calon pemimpin masa depan, yang ga hobi demo tanpa solusi

    Salam,
    Satria

    Posted by Tes Potensi Akademik | 29 Maret 2012, 1:56 pm
  28. kaau seandainya saya punya anak lagi, akan saya namakan” Dahlan”

    Posted by hendro | 30 Maret 2012, 3:01 pm
  29. Sangat inspiratif dan konstruktif

    Posted by Hasan Fauzi | 1 April 2012, 10:37 am
  30. Berita Dahlan Iskan 23 APRIL 2012

    SENIN, 23 APRIL 2012 | 13:05 WIB
    Dahlan Tetap Kirim E-mail ke Almarhum Widjajono

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan berjanji akan mengirimkan surat elektronik kepada Profesor Widjajono Partowidagdo (kini almarhum). Dahlan memiliki “utang” kepada mendiang Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut soal pembahasan proyek mobil nasional.

    “Saya juga berjanji akan mengirimkan foto-foto mobil listrik nasional itu nanti ke alamat e-mail Anda,” kata Dahlan seperti dikutip blog dahlaniskan.wordpress.com, Senin, 23 April 2012.

    Wakil Menteri ESDM Widjajono meninggal ketika melakukan pendakian ke Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 21 April 2012. Dahlan mengatakan dia sering diskusi dengan Widjajono terkait bahan bakar minyak dan solusinya.

    Menurut Dahlan, almarhum merasa perdebatan soal BBM yang riuh-rendah selama ini sangat tidak mendasar dan tidak menyelesaikan akar persoalan. Perdebatan tersebut hanya menimbulkan huru-hara politik. Dahlan setuju dengan konsep Widjajono untuk memaksimalkan pemakaian bahan bakar gas.

    Menurut Dahlan, almarhum sangat setuju mobil listrik nasional diperjuangkan. Bahkan, ujar Dahlan, almarhum mengatakan BBM harus dikeroyok ramai-ramai dari segala jurusan, terutama dari jurusan gas dan dari jurusan listrik.

    Dahlan sudah mengadakan pertemuan dengan empat orang yang memiliki konsep, desain, serta siap memasarkan mobil listrik. Mantan Direktur Utama PLN ini menyebut mereka sebagai empat putra petir. (lihat: Dahlan Iskan dan Empat Putera Petir).

    Dahlan berniat menghadirkan Prof Widjajono dalam pertemuan dengan empat putra petir itu dalam waktu dekat. “Tapi, Prof Widjajono lebih dulu meninggalkan kita,” kata Dahlan. “Meskipun begitu Prof, saya berjanji kepada Profesor akan tetap mengirimkan hasil pertemuan dengan empat putra petir itu ke alamat e-mail Anda yang pernah Anda berikan kepada saya. Saya juga berjanji akan mengirimkan foto-foto mobil listrik nasional itu nanti ke alamat e-mail Anda.”

    YMR

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/23/090399010/Dahlan-Tetap-Kirim-E-mail-ke-Almarhum-Widjajono

    SENIN, 23 APRIL 2012 | 18:51 WIB
    Dahlan Iskan Beri Santunan Pak Raden Rp 10 Juta

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mempertimbangkan memberi santunan bagi Pak Raden sebesar Rp 10 juta per bulan. Tunjangan ini rencananya diberikan melalui Perum Produksi Film Nasional.

    “Etis enggak ya, besarannya Rp 10 juta per bulan,” kata Dahlan sebelum mengikuti rapat koordinasi BBM di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin, 23 April 2012. Dahlan sempat enggan menyebutkan besaran dana yang diterima per bulan oleh Pak Raden.

    Santunan dari PFN rencananya bakal diberikan setiap bulan sebagai hasil hak cipta Pak Raden. “Untuk itu kami putuskan ada penghasilan yang cukup buat beliau,” katanya.

    Dahlan Iskan pernah menyambangi kediaman Suyadi–nama asli Pak Raden–di Petamburan, Jakarta, pada Jumat, 20 April 2012 lalu. Kedatangan Dahlan ini setelah mendengar polemik hak cipta boneka Unyil dan lagu-lagunya. Dahlan mengatakan tidak akan mencampuri masalah hukum Pak Raden dengan Perusahaan Film Negara (PFN) perihal hak cipta si Unyil. Namun ia berjanji akan membantu Pak Raden agar memperoleh penghasilan.

    Karakter si Unyil pertama kali diproduksi Perum PFN pada 1979. Si Unyil merupakan ide Direktur PFN saat itu, G. Dwipayana. Untuk memfilmkannya, G. Dwipayana menggandeng Pak Raden dan Kurnain Suhardiman untuk menggarap boneka dan naskah si Unyil. Saat itu status Pak Raden dan Kurnain bukan sebagai pegawai PFN.

    Pada Desember 1995, Pak Raden menandatangani perjanjian dengan PFN untuk menyerahkan pengurusan hak cipta atas boneka Unyil kepada PFN. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Menurut Pak Raden, beberapa hari kemudian, perjanjian serupa muncul dengan tanggal yang sama: 14 Desember 1995, tapi tidak mencantumkan masa berlakunya.

    Tiga tahun kemudian, Pak Raden menandatangani surat penyerahan hak cipta atas sebelas lukisan boneka, termasuk si Unyil, Pak Raden, Pak Ogah, dan lain-lain. Pada 15 Januari 1999, PFN mendapat surat penerimaan permohonan pendaftaran hak cipta dari Direktorat Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Departemen Kehakiman atas sebelas tokoh itu. Namun, hingga saat ini, Pak Raden belum menerima sepeser pun dari hak cipta boneka yang diciptakannya. (Baca: Temui Pak Raden, PFN Keukeuh Soal Hak Cipta Unyil)

    ANTARA | NIEKE INDRIETTA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/23/090399132/Dahlan-Iskan-Beri-Santunan-Pak-Raden-Rp-10-Juta

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 2 April 2012, 4:20 pm
  31. HANYA 1 ORG PENTING YG INGIN SAYA JABAT TANGAN NYA?? DAHLAN ISKAN
    NAMUN BLM DPT KESEMPATAN!!

    Posted by Sandy Rosandy Harimurti | 3 April 2012, 1:11 pm
  32. Dahlan Iskan Jadi Idola Baru Masyarakat?
    Polhukam / Selasa, 3 April 2012 14:49 WIB

    Metrotvnewscom, Jakarta: Berbagai gebrakan menjadikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai idola baru di masyarakat. Bahkan, banyak pihak yang menganggap kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat bisa menjadi contoh bagi pejabat-pejabat lain.

    Baru-baru ini, Dahlan mengejutkan media dengan menginap di rumah susun Perumnas Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Saat itu, ia memantau kinerja PT Perumnas memberikan pelayanan pada masyarakat. Bersama Direktur Utama Perum perumnas Himawan Arief Sugoto, ia meninjau lantai demi lantai rumah susun itu. Setelah berdialog dengan penghuni, ia pun memutuskan menginap di lantai 7 kamar 722.

    Sejak menjabat Menteri BUMN, Dahkan kerap membuat gebrakan yang jarang dilakukan pejabat lain. Pada 20 Maret 2012, ia mengamuk di pintu tol Senayan arah Slipi, Jakarta Pusat. Ia geram lantaran pintu tol tak dibuka sehingga antrean panjang pun terjadi.

    Ia pun tak sungkan naik kereta rel listrik kelas ekonomi. Sikapnya itu sekaligus meninjau pelayanan angkutan umum yang biasa digunakan masyarakat. Tak hanya itu, pada Desember 2011, ia menumpang tukang ojek untuk menghadiri rapat di Istana Bogor. Apakah kesederhanaan Dahlan Iskan bisa menginspirasi pejabat lain? (RRN)

    sumber : http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/04/03/148385/Dahlan-Iskan-Jadi-Idola-Baru-Masyarakat?/1

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 3:48 pm
  33. Dahlan Iskan: Memang Apa yang Salah?
    Susi Fatimah – Okezone
    Selasa, 3 April 2012

    JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan ogah menanggapi soal penunjukan langsung direktur utama (dirut) BUMN yang dilakukannya. Dahlan pun mempertanyakan bagaimana prosedur yang sebenarnya berlaku?

    “Prosedurnya itu seperti apa? Kok tahu itu melanggar? Anda cari tahu dulu,” kata Dahlan Iskan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Selasa (3/4/2012)

    “Kalau benar saya lakukan itu nanti Anda cari saya lagi. Anda cari tahu dulu yang mana yang tidak sesuai (prosedur) nanti Anda tanya saya. Sebelum Anda menunjukan bukti ada yang tidak sesuai seperti itu, aku enggak mau jawab,” lanjut Dahlan.

    Sebelumnya, langkah Dahlan Iskan yang mengangkat direktur utama PT Pelni dengan cara menunjuk langsung dinilai melanggar aturan, prosedur, peraturan dan perundang-undangan. Pengangakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN No 236.

    ”Yang sudah kami persoalkan adalah pengangkatan Dirut PT Pelni. Sekarang muncul reaksi terkait pengangkatan dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Kasusnya sama, melanggar prosedur dan UU,” kata Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto belum lama ini.

    Selain dinilai melanggar Undang-Undang BUMN, pengangkatan Megananda juga melanggar Inpres Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Anggota Direksi/dan atau Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

    Pada ketentuan pasal ketiga Inpres Nomor 8 Tahun 2005 ditegaskan, meneg BUMN berkewajiban melaporkan dan menyampaikan hasil penyaringan calon direksi dan/atau komisaris/dewan pengawas BUMN serta hasil uji kelayakan dan kepatutan kepada tim penilai akhir (TPA) yang terdiri dari presiden (sebagai ketua), wapres (wakil ketua), menkeu, menteri BUMN, dan sekretaris kabinet untuk mendapat penilaian.

    Reaksi muncul, karena penetapan Megananda Daryono sebagai dirut PTPN III dan holding BUMN Perkebunan diketahui tidak melalui jalur TPA. (wdi)

    sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/04/03/320/604813/dahlan-iskan-memang-apa-yang-salah

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 3:49 pm
  34. Selasa, 03/04/2012 11:12 WIB
    Dahlan Iskan Beraksi Jual e-Toll Card di Pintu Tol
    Feby Dwi Sutianto

    Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan bakal beraksi menjual e-toll card di pintu-pintu tol sehingga penggunaan sistem pembayaran otomatis bakal meluas dan mengurangi kemacetan di pintu tol.

    “Nanti tanggal 16 April saya jualan e-toll, di pintu tol di mana-mana,” jelas Dahlan di kantor PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Kuningan, Jakarta, Selatan, Selasa (3/4/2012).

    Dahlan mengatakan penjualan e-toll card ini hanya naik tipis. Selama 2 bulan terakhir, penjualan e-toll card ini naik 2%.

    Sebelumnya, Direktur Micro & Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan siap menepati janjinya untuk membagi-bagikan hadiah dari iPad sampai BlackBerry.

    Syaratnya, jika beruntung masyarakat yang ingin mendapatkan iPad maupun BlackBerry harus membeli terlebih dahulu e-Toll Card Bank Mandiri. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendongkrak penggunaan kartu prabayar untuk akses masuk tol.

    Dahlan pernah berjanji akan memberikan hadiah langsung berupa BlackBerry atau iPad untuk setiap pembelian e-Toll Card. Ini akan dilakukan saat dia langsung turun ke jalan menjual produk Bank Mandiri tersebut.

    Di Indonesia sistem e-Toll baru diperkenalkan pada 2007 dengan sistem kartu (card) dengan cara ditempel. Bank Mandiri selaku penyedia layanan ini mengklaim jumlah pemegang e-Toll card di 2009 mencapai 99.454 dan terus bertambah hingga mencapai 634.889 hingga Februari 2012.
    (dnl/dru)

    sumber : http://detikfinance.com/read/2012/04/03/111226/1883660/4/dahlan-iskan-beraksi-jual-e-toll-card-di-pintu-tol?f990101mainnews

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 3:50 pm
  35. Jum’at, 16 Maret 2012 | 08:43 WIB
    Dahlan Iskan Nginap di Rumah Reyot Buruh Tani

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan melakukan kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 16 Maret 2012. Tiba di Sragen, Kamis, 15 Maret 2012 malam, mantan Direktur Utama PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Camat Ngrampal Rina Wijaya mengatakan Dahlan menginap di rumah Marto Paino, seorang buruh tani. “Pak Dahlan menginap di rumah yang reyot,” ujarnya kepada Tempo, Jumat pagi, 16 Maret 2012.

    Jumat pagi, sekitar pukul 06.15, Dahlan sudah keluar dari rumah Marto Paino. Lalu Dahlan menjalankan aktivitas rutinnya yaitu jalan cepat.

    Tak hanya jalan cepat, Dahlan ikut menanam benih padi di sawah milik warga. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya buruh nandur (menanam),” katanya.

    Selesai menanam padi, Dahlan lantas sarapan dengan menu ala kadarnya. Hanya nasi putih dengan sayur daun pepaya. “Beliau bilang tidak apa-apa. Bahkan makannya nambah,” tuturnya.

    Selesai sarapan, Dahlan bertemu dengan para distributor pupuk di Sragen.

    UKKY PRIMARTANTYO

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/219390598/Dahlan-Iskan-Nginap-di-Rumah-Reyot-Buruh-Tani

    Jum’at, 16 Maret 2012 | 08:47 WIB
    Yang Dilakukan Dahlan di Rumah Reyot Buruh Tani

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan melakukan kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 16 Maret 2012. Tiba di Sragen, Kamis, 15 Maret 2012 malam, mantan Direktur Utama PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Camat Ngrampal Rina Wijaya mengatakan, Dahlan menginap di rumah Marto Paino, seorang buruh tani. “Pak Dahlan menginap di rumah yang reyot,” ujarnya kepada Tempo, Jumat pagi, 16 Maret 2012.

    Selama di rumah warga, Dahlan menyempatkan berdialog seputar kehidupan buruh tani. Dahlan juga melihat kandang sapi dan mengambil telur ayam.

    Jumat pagi, sekitar pukul 06.15, Dahlan sudah keluar dari rumah Marto Paino. Kemudian Dahlan menjalankan aktivitas rutinnya, yaitu jalan cepat.

    Tak hanya jalan cepat, Dahlan ikut menanam benih padi di sawah milik warga. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya buruh nandur (menanam),” katanya.

    Selesai menanam padi, Dahlan lantas sarapan dengan menu ala kadarnya. Hanya nasi putih dengan sayur daun pepaya. “Beliau bilang tidak apa-apa. Bahkan, makannya nambah,” tuturnya.

    Selesai sarapan, Dahlan bertemu dengan para distributor pupuk di Sragen.

    UKKY PRIMARTANTYO

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/219390600/Yang-Dilakukan-Dahlan-di-Rumah-Reyot-Buruh-Tani

    Jum’at, 16 Maret 2012 | 10:51 WIB
    Hadiahi Petani, Dahlan Saweran dengan Dirut BUMN

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengadakan pertemuan dengan petani GP3K, distributor, investor, dan penangkar benih di Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 16 Maret 2012.

    Saat berdialog dengan petani, ada pertanyaan dari salah seorang peserta tentang cara memupuk yang benar. Sadar tidak menguasai teknis pemupukan, Dahlan mengundang peserta lain untuk maju dan menjelaskan ke hadirin.

    Ada empat orang yang maju. Masing-masing berusaha menjelaskan tentang cara pemupukan yang baik dan benar. Mereka bersemangat menjelaskan setelah Dahlan menjanjikan uang Rp 500 ribu bagi yang paling bagus penjelasannya. “Yang paling jelas penjelasannya akan dapat Rp 500 ribu,” kata Dahlan di Sragen, Jumat.

    Hampir semuanya menjelaskan bahwa pemupukan dimulai dari menyebar 5 kuintal pupuk organik per hektare sebelum tanam. Lima hari setelah tanam, lahan diberi 1 kuintal urea dan 1,5 kuintal phonska. Lalu, 15-20 hari kemudian, kembali diberi 1 kuintal urea dan 1,5 kuintal phonska.

    Bingung mana yang paling bagus penjelasannya, Dahlan lantas memutuskan semuanya mendapat Rp 500 ribu sehingga total hadiah yang diberikan adalah Rp 2 juta.

    Dia lantas mengeluarkan uang dari dompet dan berkeliling ke tempat direktur utama dari badan usaha milik negara yang turut dalam pertemuan. Mereka diminta ikut iuran untuk menggenapi uang yang akan diberikan.

    Ada tiga dirut, yaitu Dirut PT Pupuk Sriwijaya Arifin Tasrif, Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, dan Dirut Badan Urusan Logistik Sutarto Alimoeso yang dimintai saweran.

    Setelah terkumpul, uang tersebut dibagikan kepada peserta yang sudah menjelaskan tentang tata cara pemupukan yang benar.

    UKKY PRIMARTANTYO

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/058390626/Hadiahi-Petani-Dahlan-Saweran-dengan-Dirut-BUMN

    Jum’at, 16 Maret 2012 | 14:27 WIB
    Dahlan Jamin Harga Produk BUMN Tidak Naik

    TEMPO.CO, Sragen – Menghadapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi April ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memastikan tidak akan ada kenaikan harga barang-barang yang diproduksi BUMN.

    “Misalnya pupuk atau obat. Saya pastikan tidak ada yang naik,” katanya kepada wartawan di Sragen, Jumat, 16 Maret 2012.

    Begitu pula barang lain yang diproduksi BUMN, seperti pestisida. Dia mengatakan kebijakan untuk tidak menaikkan harga barang produksi BUMN disebabkan tidak ingin menambah beban masyarakat.

    “Kasihan masyarakat. Sebab sudah mengalami kenaikan harga BBM bersubsidi,” ujarnya. Dahlan mengaku kebijakan di atas sudah disampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Dia berharap kebijakan di atas dapat diikuti oleh BUMN yang menghasilkan produk.

    UKKY PRIMARTANTYO

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/090390660/Dahlan-Jamin-Harga-Produk-BUMN-Tidak-Naik

    Jum’at, 16 Maret 2012 | 15:44 WIB
    Dahlan Iskan Berguru ‘Hidup’ pada Mbah Marto

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya cara unik untuk belajar tentang kehidupan seorang petani. Saat melakukan kunjungan kerja ke Sragen pada Jumat, 16 Maret 2012, dia menyempatkan menginap di rumah seorang buruh tani di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Tiba di Sragen pada 15 Maret 2012 pukul 22.45 WIB, Dahlan langsung meminta untuk diinapkan di rumah salah seorang warga. Akhirnya, dia diinapkan di rumah Marto Paimin, seorang buruh tani di Dusun Karang Rejo. “Rumahnya jelek. Sudah reyot,” ujar Camat Ngrampal Rina Wijaya, Jumat, 16 Maret 2012. Rina turut menyambut Dahlan dan menemani hingga tiba waktu Dahlan beristirahat.

    Selama di rumah Marto, Dahlan, kata Rina, sempat berdialog soal kehidupan sang tuan rumah. Dahlan juga menyempatkan melihat kandang sapi dan mengambil telur ayam.

    Pada Jumat, 16 Maret 2012 pagi, dia menemani Dahlan olahraga jalan cepat. Pukul 06.15 WIB, Dahlan sudah bersiap untuk jalan cepat. Selesai jalan cepat, mantan Direktur Utama PLN ini menyempatkan membantu menanam benih padi di sawah milik warga sekitar. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi Pak Dahlan tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya dia buruh nandur (menanam),” ujar Rina.

    Saat pertemuan dengan petani GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi), distributor, investor, dan penangkar benih di Sragen, Jawa Tengah, Dahlan mengatakan dia sengaja menginap di rumah reyot Marto Paimin demi belajar tentang kehidupan seorang buruh tani.

    “Meskipun hanya buruh tani, terbukti Mbah Marto paham manajemen,” kata Dahlan. Dia mengatakan saat harga beras turun seperti sekarang ini, Mbah Marto sengaja menyimpan padinya dan akan menjual saat harga naik.

    Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Mbah Marto sudah menyisihkan enam karung besar beras untuk persediaan tiga bulan. Lalu untuk menambah penghasilan, dia memelihara sapi untuk dijual bakalan-nya dan memelihara ayam untuk dijual telurnya.

    “Saya belajar banyak dari Mbah Marto. Semalam saya seperti sekolah,” ujar Dahlan. Dia memuji Mbah Marto sebagai petani yang utun, yaitu petani yang tekun dan tidak neko-neko. “Itu betul-betul menjadi contoh bagi petani lainnya,” katanya.

    UKKY PRIMARTANTYO

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/219390685/Dahlan-Iskan-Berguru-Hidup-pada-Mbah-Marto

    Jum’at, 16 Maret 2012 | 16:34 WIB
    ‘Jika Aku Menjadi’ Ala Dahlan Iskan

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya cara unik untuk belajar tentang kehidupan seorang petani. Mirip konsep acara Jika Aku Menjadi di sebuah stasiun televisi swasta, Dahlan menyempatkan menginap di rumah seorang buruh tani di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Jika Aku Menjadi adalah program yang menampilkan kehidupan kalangan kelas bawah seperti pemulung, nelayan, buruh panggul pasar, petani dan lain-lain. Dalam acara ini, seorang selebritas yang menjadi tamu akan tinggal bersama masyarakat kelas bawah.

    Hal itu pula yang dilakukan Dahlan saat melakukan kunjungan kerja ke Sragen. Tiba di Sragen pada Kamis, 15 Maret 2012, pukul 22.45 WIB, Dahlan langsung meminta diinapkan di rumah salah seorang warga. Akhirnya, dia diinapkan di rumah Marto Paimin, seorang buruh tani di Dusun Karang Rejo.

    “Rumahnya jelek. Sudah reyot,” ujar Camat Ngrampal Rina Wijaya kepada Tempo, Jumat, 16 Maret 2012. Dia turut menyambut Dahlan dan menemani hingga tiba waktu Dahlan beristirahat. “Kami pulang ketika Pak Dahlan mengatakan harus segera tidur,” katanya.

    Selama di rumah Marto, Dahlan sempat berdialog soal kehidupan tuan rumah. Dahlan juga menyempatkan melihat kandang sapi dan mengambil telur ayam.

    Pada Jumat pagi, 16 Maret 2012, Rina menemani Dahlan olahraga jalan cepat. Pukul 06.15, Dahlan sudah bersiap untuk jalan cepat. Selesai jalan cepat, mantan Direktur Utama PLN ini menyempatkan membantu menanam benih padi di sawah milik warga sekitar. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi Pak Dahlan tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya dia buruh nandur (menanam),” ujar Rina.

    Selesai menanam padi, Dahlan lantas sarapan dengan menu ala kadarnya. Hanya nasi putih dengan sayur daun pepaya. “Beliau bilang tidak apa-apa. Bahkan makannya nambah,” tuturnya.

    Dahlan sendiri saat pertemuan dengan petani GP3K, distributor, investor, dan penangkar benih di Sragen, Jawa Tengah, mengatakan dia sengaja menginap di rumah reyot Marto Paimin demi belajar tentang kehidupan seorang buruh tani.

    “Meskipun hanya buruh tani, terbukti Mbah Marto paham manajemen,” katanya. Dia mengatakan saat harga beras turun seperti sekarang ini, Mbah Marto sengaja menyimpan padinya dan akan menjual saat harga naik.

    Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Mbah Marto dikatakannya sudah menyisihkan enam karung besar beras untuk persediaan 3 bulan. Lalu untuk menambah penghasilan, dia memelihara sapi untuk dijual bakalannya dan memelihara ayam untuk dijual telurnya.

    “Saya belajar banyak dari Mbah Marto. Semalam saya seperti sekolah,” ujar Dahlan. Dia memuji Mbah Marto sebagai petani yang utuh. Yaitu petani apa adanya dan tidak neko-neko. “Itu betul-betul menjadi contoh bagi petani lainnya,” katanya.

    Mirip komentar-komentar artis yang selesai mengikuti acara Jika Aku Menjadi?

    UKKY PRIMARTANTYO| TSE

    sumber : http://www.tempo.co/read/fokus/2012/03/16/2307/Jika-Aku-Menjadi-Ala-Dahlan-Iskan

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 4:06 pm
  36. BERITA DAHLAN ISKAN 28 Maret 2012

    Rabu, 28 Maret 2012 | 06:34 WIB
    Dahlan: Banyak Barang Indonesia Masuk Cina Via Pasar Gelap

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mencemaskan adanya

    barang-barang Indonesia yang masuk Cina melalui pasar gelap. “Saya khawatir barang

    Indonesia banyak yang diselundupkan atau tidak melalui pelabuhan resmi” kata Dahlan di

    Jakarta, Selasa 27 Maret 2012.

    Menurut Dahlan, kecemasannya itu beralasan karena selisih nilai perdagangan antara

    Indonesia dan China yang mencapai sekitar US $ 10 miliar atau mencapai sekitar Rp 90

    triliun. “Ini sangat besar, harus dicarikan permasalahannya. Bagaimana mungkin terjadi

    selisih sebesar itu,” kata Dahlan.

    Sebelumnya pada 23 Maret 2012, Dahlan bersama sejumlah menteri turut mendampingi Presiden

    Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing, China.

    Selain meningkatkan kerja sama ekonomi, dalam kunjungan itu disepakati enam nota

    kesepahaman meliputi kerja sama bidang maritim, bidang rencana perjalanan warga negara

    China ke Indonesia, pengembangan pusat kelautan dan iklim, pemberantasan narkotika, bahan

    terlarang, dan psikotropika.

    Khusus di bidang ekonomi, China mencatat nilai perdagangan dengan Indonesia mencapai US $

    60 miliar sedangkan Indonesia mencatat sekitar US $ 50 miliar.

    Melihat adanya perbedaan nilai tersebut, Presiden SBY meminta Kementerian Perdagangan

    Indonesia dan instansi terkait untuk menertibkan arus perdagangan antara Indonesia dan

    China.

    Dahlan Iskan menambahkan, dalam posisi defisit tersebut Indonesia harus mampu menyelesaikan

    berbagai kendala terkait arus ekspor ke negeri tirai bambu itu.”Ekspor ke China kalau

    melalui negara ke tiga saya pikir masih lumayan. Tapi kalau ekspor melalui pelabuhan

    “gelap” ini yang harus diselesaikan,” katanya.

    Ia menambahkan, untuk membenahi masalah tersebut selain melakukan pemantauan langsung jalur

    ekspor barang-barang Indonesia, juga diperlukan kerja sama intensif untuk saling bertukar

    data dan statistik kedua pihak.

    WDA | ANT

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/090392969/Dahlan-Banyak-Barang-Indonesia-Masuk-Cin

    a-Via-Pasar-Gelap

    Rabu, 28 Maret 2012 | 07:38 WIB
    Kata Dahlan, Jangan Emosional Tanggapi BBM Naik

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menilai, kenaikan harga

    bahan bakar minyak bersubsidi tak mungkin dihindari lagi. Pemerintah juga tak bisa mundur

    dalam menetapkan kebijakan itu.

    Diakui Dahlan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi memang menuai banyak

    kontroversi. Gelombang unjuk rasa di berbagai daerah hingga Ibu Kota dinilai bentuk

    aspirasi masyarakat yang memang menolak kenaikan.

    Meski begitu, Dahlan menyayangkan tindakan brutal yang dilayangkan berbagai level

    masyarakat dalam merespon kenaikan itu. Karenanya, Dahlan meminta masalah yang ada di

    Indonesia dari tahun ke tahun ini tak usah ditanggapi emosional. “Nggak usah menanggapinya

    dengan emosional,” kata Dahlan di Jakarta, Selasa 27 Maret 2012.

    Dahlan bahkan menyarankan pemerintah tak boleh mundur dan harus tetap kuat. Masyarakat

    diminta percaya bahwa segala keputusan pasti ada konsekuensinya. Kementerian BUMN, kata

    Dahlan, tetap membantu meringankan dampak dari rencana kenaikan harga BBM semaksimal

    mungkin.

    Seperti diketahui, Kementerian BUMN menyediakan anggaran di atas Rp 300 miliar untuk 400

    pasar murah. Pasar murah perdana akan digelar Rabu 28 Maret di Kelurahan Tanah Tinggi,

    Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Pasar murah tersebut akan digelar selama sebulan

    penuh. Setidaknya, pasar murah dapat menjual kebutuhan rumah tangga masyarakat lebih rendah

    30 persen dari harga normal di pasar pada umumnya.

    Bensin Premium dan Solar direncanakan naik menjadi Rp 6.000/liter. Rencananya akan

    dilakukan pada 1 April 2012 setelah DPR menyetujui rencana pemerintah melalui rapat

    paripurna.

    WDA | ANT

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/087392977/Kata-Dahlan-Jangan-Emosional-Tanggapi-BB

    M-Naik

    Rabu, 28 Maret 2012 | 10:09 WIB
    Dahlan Iskan Jual Mie dan Beras di KUA Johar Baru

    TEMPO.CO, Jakarta – Bagi Dahlan Iskan, menjual barang murah tak harus di pasar tradisional.

    Tidak tanggung-tanggung, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara ini memilih Kantor Urusan

    Agama sebagai lokasi untuk menjajakan bahan pangan dan kebutuhan masyarakat lainnya dengan

    harga murah

    Rabu, 28 Maret 2012, Dahlan menggelar pasar murah di muka Kantor Urusan Agama Kecamatan

    Johar Baru, Jalan Tanah Tinggi XII, Johar Baru, Jakarta Pusat. Pasar murah yang disumbang

    beberapa perusahaan pelat merah ini diberi judul “Untuk Indonesia”. “Pasar murah ini

    diperuntukkan terutama bagi warga kelurahan Tanah Tinggi,” kata ketua panitia, Irman,

    kepada Tempo.

    Kementerian BUMN, menurut Irman, menyiapkan 10 ribu paket kebutuhan pokok. Setiap paket

    berisi 5 kilogram beras dan 20 bungkus mie instan. “Warga cukup membayar Rp 15 ribu per

    paket,” katanya.

    Irman mengatakan bakti sosial BUMN ini tidak dilakukan melalui pasar murah. Selanjutnya,

    pihaknya akan mendistribusikan paket-paket yang sama untuk beberapa warga tak mampu di

    Kelurahan Tanah Tinggi. “Ada 14 RW, setiap RW kebagian 700 bungkus,” tuturnya.

    Dahlan Iskan direncanakan bakal meninjau langsung pasar murah ini. Selain dilaksanakan di

    Jakarta, mantan wartawan Majalah Tempo ini juga akan mennyelenggarakan pasar murah di

    daerah lain, seperti Yogyakarta.

    SUNDARI

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/093392999/Dahlan-Iskan-Jual-Mie-dan-Beras-di-KUA-J

    ohar-Baru

    Rabu, 28 Maret 2012 | 10:25 WIB
    Dahlan Iskan dan Caping Biru di KUA

    TEMPO.CO, Jakarta – Ada-ada saja ulah Dahlan Iskan. Meskipun sudah menjadi pejabat negara,

    ia masih saja nyeleneh. Seperti saat datang ke acara pasar murah di Kecamatan Johar Baru,

    Jakarta Pusat, Menteri Badan Usaha Milik Negara ini mengenakan topi khas petani alias

    caping berwarna biru. “Cuaca cukup panas,” kata dia kepada Tempo, Rabu, 28 Maret 2012.

    Selain caping, Dahlan juga mengenakan seragam khasnya, yakni celana hitam dan kemeja putih

    dengan lengan digulung sampai ujung siku. Mantan wartawan Majalah Tempo ini juga memakai

    sepatu kets hitam. Ia pun menggelar “dagangan” di muka Kantor Urusan Agama Kecamatan Johar

    Baru, Jalan Tanah Tinggi XII, Johar Baru, Jakarta Pusat.

    Pasar murah berjudul “Untuk Indonesiaku” ini merupakan bakti sosial beberapa perusahaan

    BUMN. Perusahaan pelat merah itu menyediakan 10 ribu paket bahan pokok berisi 5 kilogram

    beras dan 20 bungkus mie instan. Warga cukup membayar Rp. 15 ribu per paket.

    Tak hanya itu, panitia juga berencana membagi-bagikan paket-paket itu secara gratis untuk

    warga miskin 14 rukun warga di Kelurahan Tanah Tinggi. Setiap RW mendapat 700 bungkus.

    Selain di Jakarta, Dahlan juga rencananya menggelar pasar murah di daerah lain. Besok pasar

    murah ini rencananya dibuka di Yogyakarta.

    SUNDARI

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/093393006/Dahlan-Iskan-dan-Caping-Biru-di-KUA

    Rabu, 28 Maret 2012 | 10:41 WIB
    Keliling Kampung, Dahlan Iskan Emoh Dikuntit Media

    TEMPO.CO, Jakarta – Ada kalanya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, jengah

    dengan keberadaan wartawan. Saat hendak berkeliling kampung Tanah Tinggi Jakarta Pusat,

    mantan Wartawan Majalah Tempo ini tak mau diikuti awak media.

    “Saya mau ngobrol dengan warga, minta izin jangan diikuti. Cukup satu dua orang saja ya,”

    kata dia usai membuka pasar murah di Kelurahan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret

    2012.

    Dahlan Iskan memang tenar. Saat “berjualan” paket beras dan mie instan, ia dikerubuti

    puluhan warga. Pun saat hendak berkeliling kampung, warga pun mengerumuninya sembari

    menjepretkan kamera.

    Rencananya, bos Jawa Pos Grup ini keliling kampung untuk berdialog dan mendengar pendapat

    warga sekitar serta bertanya tentang keseharian mereka, termasuk meminta tanggapan atas

    rencana kenaikan harga bahan bakar. “Saya ingin privat, jadi tolong jangan ikut,” tuturnya

    kepada beberapa awak media.

    Dahlan datang ke Tanah Tinggi untuk menggelar pasar murah. Kementerian Badan Usaha Milik

    Negara yang dipimpinnya menyiapkan 10 ribu paket berisi 5 kilogram beras dan 20 bungkus mie

    instan. Warga cukup membayar Rp. 15 ribu per paket.

    Selain berjualan, Kementerian BUMN juga membagikan paket gratis pada warga miskin di 14

    Rukun Warga Kelurahan Tanah Tinggi. Setiap RW mendapat 700 bungkus. Setelah di Jakarta,

    acara serupa juga akan digelar Dahlan Iskan di daerah lain. Kamis, 29 Maret 2012, pasar

    murah ini akan digelar Yogyakarta.

    SUNDARI

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/093393011/Keliling-Kampung-Dahlan-Iskan-Emoh-Dikun

    tit-Media

    Rabu, 28 Maret 2012 | 14:10 WIB
    Dahlan: Tak Naik, BBM Cuma Sampai Agustus

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan dana subsidi

    bahan bakar minyak yang ada cuma cukup digunakan hingga bulan Agustus. Oleh karena itu,

    pemerintah berkukuh mengusulkan penyesuaian harga kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

    Dahlan menjelaskan, bila Dewan menolak usulan kenaikan harga, maka pemerintah harus kembali

    pada aturan yang ada. Di dalam UU APBN 2012 Pasal 7 ayat 6 disebutkan, “harga jual eceran

    bahan bakar minyak bersubsidi tidak mengalami kenaikan”. Sebagai alternatif, pemerintah

    melemparkan opsi pembatasan konsumsi.

    Soal pembatasan, diatur dalam Pasal 7 ayat 4 beleid itu bahwa pengendalian anggaran subsidi

    BBM tahun ini yang akan dilakukan melalui pengalokasian tepat sasaran dan kebijakan

    pengendalian konsumsi. Jadi, “silakan masyarakat memilih, BBM naik atau dibatasi,” kata

    Dahlan di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2012.

    Dahlan mengatakan, secara pribadi dia pun tidak setuju harga BBM dinaikan. Namun sebagai

    pejabat negara, ia merasa perlu menyelamatkan anggaran negara. “Siapa sih yang mau naik,”

    ujarnya.

    Dahlan bercerita, ia pernah berdialog dengan warga ketika berkunjung ke Jawa Tengah. Saat

    itu, warga mengeluh tidak mendapatkan premium. Dahlan menjawab, BBM langka karena subsidi

    tidak mencukupi. Eh, warga itu menimpali, “Naikkan sajalah Pak, daripada tidak ada,” kata

    Dahlan mengutip pernyataan warga. Artinya, menurut mantan Direktur Utama PLN ini, kenaikan

    BBM lebih baik daripada pembatasan.

    SUNDARI

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/28/090393089/Dahlan-Tak-Naik-BBM-Cuma-Sampai-Agustus

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 4:50 pm
  37. BERITA DAHLAN ISKAN 29 Maret 2012

    Kamis, 29 Maret 2012 | 10:13 WIB
    Dahlan Tawarkan BUMN Bisa Kelola Sawah Petani

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan prihatin dengan

    keberadaan petani saat ini. Sebab, sudah banyak yang berumur tua, tidak produktif, dan

    anak-anak mereka sudah di kota dan kaya. Kalau produktivitas sawah lahan padi menurun juga

    tidak peduli karena anaknya bisa menyokong uang.

    “Serahkan sawah ke BUMN, kami akan kelola,” kata Dahlan saat talkshow masalah kepemimpinan

    di Universitas Gadjah Mada, Kamis, 29 Maret 2012.

    Sebab, kalau dibiarkan, lahan sawah total secara nasional 1,2 juta hektar tidak dikelola

    dengan baik, maka akan mengancam ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, jika ada

    petani yang tidak bisa optimal mengelola sawah, maka akan dibantu oleh BUMN.

    Jika petani sudah tidak produktif, lalu menyerahkan sawahnya ke BUMN, maka pihaknya hanya

    mengambil 5 ton hasil panen. Sisanya diambil oleh petani. Petani itu juga masih menggarap

    sawah yang diserahkan.

    Menurut dia, BUMN akan memasok benih, pupuk, dan pembasmi hama dan memberi bimbingan kepada

    petani. Saat ini jika dsawah dikelola dengan baik, hasil panen padi mencapai 7 ton lebih.

    Jika BUMN hanya mengambil 5 ton hasil panen, maka petani pemilik sawah bisa mengambil

    kelebihannya. “Kalau ada kelebihan, 1, 2, atau 3 ton ambil semua (untuk petani),” kata dia.

    MUH SYAIFULLAH

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/29/090393266/Dahlan-Tawarkan-BUMN-Bisa-Kelola-Sawah-P

    etani

    Kamis, 29 Maret 2012 | 10:33 WIB
    Dahlan Iskan Resah oleh Impor Sapi

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Impor sapi yang mencapai sekitar 350 ribu ekor per tahun menjadi

    keresahan tersendiri bagi Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal,

    kata dia, potensi peternakan di Indonesia sangat besar. Maka perkebunan sawit yang

    mayoritas milik pemerintah akan diberdayakan untuk memelihara sapi.

    “Tahun ini targetnya 100 ribu sapi, tahun berikutnya bisa 350 ribu sapi,” kata Dahlan Iskan

    saat ditemui di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis, 29 Maret 2012.

    Menurut Dahlan, setiap PTPN (perusahaan terbatas perkebunan negara) yang mengelola pohon

    sawit diharuskan memelihara sapi. Misalnya, PTPN IV di Jambi bisa memelihara 10 ribu sapi,

    di PTPN lain 15 ribu sapi, dan seterusnya.

    Ketersediaan pakan sapi bisa terpenuhi oleh pohon sawit itu. Sebab, setiap pohon sawit

    harus dikurangi pelepahnya 20 buah setiap tahun untuk perawatan. Menurut Dahlan, pelepah

    pohon sawit yang biasanya hanya dibuang, bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Yaitu

    dengan cara dihaluskan sehingga bisa menjadi pakan ternak.

    “Pakan ternak biasanya menjadi kendala, maka (dengan pemanfaatan pelepah sawit) tidak perlu

    beli pakan,” kata Dahlan Iskan.

    MUH SYAIFULLAH

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/29/090393271/Dahlan-Iskan-Resah-oleh-Impor-Sapi

    Kamis, 29 Maret 2012 | 12:45 WIB
    Mengapa Dahlan Lebih Suka Cina Ketimbang Amerika?

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dalam beberapa tahun

    terakhir suka pergi ke Cina. Selain berobat, Dahlan ternyata punya alasan lain, yaitu

    mencari ide atau semangat.

    Apa yang dilakukannya belakangan ini bertolak belakang dengan yang pernah dilakukan Dahlan,

    enam atau sepuluh tahun sebelumnya. Kata Dahlan, dalam hal mencari ide atau mencerahkan

    pikiran, dulunya lebih sering pergi ke Amerika. “Tapi sekarang saya pilih Cina,” kata

    Dahlan yang ditemui di kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis, 29 Maret 2012.

    Dahlan punya alasan. Sepuluh tahun terakhir ini, peta kekuatan dunia sudah berubah dan

    beralih ke Asia, terutama Cina. Selain kekuatan ekonomi baru Cina yang kini menjadi pesaing

    Amerika dan Eropa, juga banyak ide perubahan baru ditemukan dengan segar di Negeri Tirai

    Bambu itu.

    Semua ide-ide itu tak hanya ditemukan di kota-kota Cina yang sering disambangi, tapi juga

    ke sebuah desa terpencil di Cina. “Sering, kalau sudah mentok tak punya ide, saya pergi ke

    sebuah desa di Cina,” kata Dahlan. Di sana, sering muncul ide segar, motivasi yang patah

    terobati, semangatnya terpompa kembali. “Melihat orang-orang Tiongkok semangat bekerja,

    saya termotivasi bersemangat kerja,” ujarnya.

    Dahlan menuturkan kisah perjalanannya di Desa Shio Kang, satu jam dengan pesawat dari Guang

    Zhou. Di kampung itu, Dahlan mengaku belajar tentang manajemen pertanian. Di desa itu, kata

    Dahlan, semua sawah milik negara. Petani hanya sebagai penggarap sawah. Hasil panen diambil

    semuanya oleh pemerintah. Petani hanya dicukupi untuk makan, pendidikan, dan kesehatan.

    “Hasil panen yang berlebih tidak disetorkan semuanya ke pemerintah, tetapi yang disetorkan

    sama dengan tahun lalu, sisanya disimpan,” kata dia. Karena ada persediaan beras, saat

    paceklik, banyak desa yang penduduknya kelaparan. Tetapi di desa itu aman dan tidak ada

    yang kelaparan.

    Itu yang terjadi di desa. Di Cina, kata Dahlan, begitu semangat dan totalitasnya bekerja,

    pembangunan jalan tol pun bisa dilakukan dengan terencana dan singkat.

    MUH SYAIFULLAH

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/29/093393301/Mengapa-Dahlan-Lebih-Suka-Cina-Ketimbang

    -Amerika

    Kamis, 29 Maret 2012 | 13:53 WIB
    Dahlan: BBM Tak Naik Jika Obama-Ahmadinejad Cipika-cipiki

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya cara sendiri

    bicara soal kenaikan bahan bakar minyak. Menjadi pembicara di sebuah acara talkshow

    “Pemimpin Muda, Belajar Merawat Indonesia” di Universitas Gadjah Muda, Yogyakarta, Kamis,

    29 Maret 2012, Dahlan bicara penyebab kenaikan harga bahan bakar minyak.

    Kata Dahlan, semua gara-gara Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan Presiden Iran

    Ahmadinejad bertengkar. Akibat pertengkaran pemimpin dua negara itu, harga bahan bakar

    minyak (BBM) dunia melonjak. “Coba kalau Obama dan Ahmadinejad cipika-cipiki, cium pipi

    kanan dan cium pipi kiri, pasti akan lain,” kata Dahlan Iskan.

    Akibatnya, harga minyak dunia melonjak karena kedua pemimpin itu berseteru. Dirinya tidak

    akan membayangkan hanya hari ini saja yang terjadi, namun juga apa yang terjadi di waktu

    yang akan datang tentang bahan bakar itu.

    Menurut Dahlan, jika BBM tidak jadi naik, pemerintah sudah memutuskan subsidi sebesar Rp

    130 triliun. Padahal pemerintah sudah terikat dengan undang-undang yang mengharuskan adanya

    pemberian subsidi untuk masyarakat. “Uang subsidi sebesar Rp 130 triliun itu akan habis

    pada bulan Agustus 2012,” kata dia.

    Jika dana subsidi itu habis, maka akan terjadi pembatasan BBM besar-besaran pada

    masyarakat. Yang ujung-ujungnya jelas akan ada protes dari masyarakat.

    Ia melanjutkan, seorang pemimpin saat ini dihadapkan pada dua keputusan yang sama-sama

    tidak enak. Maka harus dipilih satu keputusan yang paling enak di antara keputusan yang

    memang tidak enak semua.

    Dua keputusan itu adalah menaikkan harga BBM tanpa harus ada pembatasan dan tidak naik

    tetapi ada pembatasan BBM saat dana subsidi habis.

    MUH SYAIFULLAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/29/090393323/Dahlan-BBM-Tak-Naik-Jika-Obama-Ahmadinej

    ad-Cipika-cipiki

    Kamis, 29 Maret 2012 | 15:47 WIB
    Alasan Dahlan Tidur di Lantai Rumah Mbah Hadi

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Tindakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menginap di

    rumah petani tidak hanya sekali. Terakhir, ia menginap di rumah Hadi Sumarto, petani di

    Dusun Seworan, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Rabu, 28 Maret 2012.

    Bahkan ia tidur di atas lantai bersama-sama.

    “Saya ingin tahu betul sesungguhnya petani. Ini dalam rangka program pro-beras. Nanti saat

    panen ke sini (Kulon Progo) lagi,” kata Dahlan di Universitas Gadjah Mada, Kamis, 29 Maret

    2012.

    Sebelumnya, Dahlan juga pernah menginap di rumah petani di Dusun Karangrejo, Desa Bener,

    Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, pertengahan Maret lalu, dalam rangka meninjau

    program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang dikelola

    sejumlah BUMN.

    Dahlan mengatakan program pro-beras bertujuan meningkatkan produktivitas petani dalam

    menanam padi. “Negara harus pro-beras, pro-demokrasi. Tanpa beras, tidak jalan,” ujarnya.

    Ia mengisahkan petani yang ia datangi itu hanya mempunyai seperlima hektare sawah. Petani

    itu mau mengikuti program yang dicanangkannya, yaitu sawah petani diserahkan ke BUMN untuk

    dikelola. Mulai dari bibit, pupuk, hingga perawatan dari hama.

    Hitungannya, BUMN hanya mengambil 5 ton hasil panen per hektare. Sisanya untuk petani.

    Petani tetap menggarap sawah itu. Jika ada lebihnya karena dioptimalkan, maka sisanya

    semuanya untuk petani.

    “Saya tidak mau bicara sekarang, tetapi lihat hasilnya dulu. Kenyataan yang akan bilang

    atau sing dadi nyatane,” kata dia.

    Menurut Bambang Tri Budi, Kepala Dinas Pertanian Kulon Progo, Dahlan menginap di rumah Hadi

    Sumarto, seorang petani. Lalu, pada keesokan harinya, diawali salat subuh bersama

    masyarakat, Dahlan berjalan di sawah memantau aktivitas petani dan mewawancarai petani.

    “Sekaligus sosialisasi dan memberi motivasi gerakan peningkatan produksi padi berbasis

    korporasi atau Pak Dahlan sebut pro-beras,” kata dia.

    Setelah itu, Dahlan memantau gudang Badan Urusan Logistik. Dalam program pro-beras ini,

    petani dapat pinjaman uang untuk membeli bibit, pupuk, dan obat dengan pola yarnen (bayar

    setelah panen).

    Bambang mengatakan, di Kulon Progo, Dahlan mengawali pada kelompok tani Sidodadi dan Ngudi

    Makmur Seworan Triharjo seluas 20 hektare. Lahan ini menjadi pilot percontohan pro-beras

    dan akan dikembangkan lebih luas lagi ke depan.

    BUMN yang menangani pro-beras adalah PT Sang Hyang Seri. Tujuan akhirnya adalah untuk

    meningkatkan ketersediaan dan ketahanan pangan. Dahlan berpesan petani harus selalu

    melaksanakan usaha tani dengan tekun, menggunakan teknologi yang baik, bibit unggul, pupuk

    berimbang, dan pengendalian hama.

    “Paket pinjaman per hektare Rp 12 juta untuk benih, pupuk, obat, dan tenaga kerja,” kata

    Bambang.

    MUH SYAIFULLAH

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/29/058393368/Alasan-Dahlan-Tidur-di-Lantai-Rumah-Mbah

    -Hadi

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 4:51 pm
  38. BERITA DAHLAN ISKAN 30 Maret 2012

    Jum’at, 30 Maret 2012 | 08:52 WIB
    Apa Kata Dahlan Jika Dicalonkan Jadi Capres?
    Besar Kecil Normal

    TEMPO.CO, Jakarta – Apa pendapat Dahlan Iskan ketika ditanya sikapnya kalau ada yang

    meminangnya sebagai calon presiden pada Pemilu 2014? Pertanyaan itu mengemuka ketika Dahlan

    menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,

    Kamis, 29 Maret 2012.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara ini memberi pernyataan mengejutkan. Kata Dahlan, partai

    politik yang mengajukan dia sebagai calon presiden adalah partai bodoh. “Saya kan tidak

    punya partai. Partai politik akan mengajukan orang dari kalangan partainya,” kata Dahlan.

    “Jadi hanya partai bodoh yang mencalonkan saya jadi presiden.”

    Menurut Dahlan, para pengurus partai, aktivis partai politik, disebut akan mencalonkan

    orang dari kalangan partai itu untuk menuju puncak pemimpin Indonesia itu. Dahlan mengaku

    belum atau tak memikirkan jabatan presiden. “Saya hanya ingin fokus mengurusi Kementerian

    BUMN,” kata Dahlan lagi. Saat ditanya tindakannya yang mengundang sensasi seperti menginap

    di rumah petani, aksi “koboi” di gerbang tol, dan lainnya dianggap pencitraan, ia menjawab

    “Ah, gitu-gitu aja kok, yang penting action,” ujarnya.

    Di Kampus UGM, Yogyakarta, Dahlan Iskan hadir sebagai pembicara dalam talkshow “Pemimpin

    Muda, Belajar Merawat Indonesia”. Dalam talkshow tersebut dibahas peran pemimpin muda dalam

    mengatasi permasahan bangsa yang semakin kompleks.

    MUH SYAIFULLAH

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/30/219393543/Apa-Kata-Dahlan-Jika-Dicalonkan-Jadi-Cap

    res

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 4:52 pm
  39. BERITA DAHLAN ISKAN 31 Maret 2012

    Sabtu, 31 Maret 2012 | 22:57 WIB
    Dahlan: Agustus, BBM Subsidi Bakal Terbatas
    Besar Kecil Normal

    TEMPO.CO, SURABAYA – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, memprediksi akan

    terjadi keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) pada Agustus mendatang. Penyebabnya karena

    batalnya rencana kenaikkan harga BBM bersubsidi.

    Menurut Dahlan, batalnya kenaikan harga BBM pada 1 April membuat terbatasnya jumlah BBM

    bersubsidi bakal. “Pembatasan itu terjadi dan saya kira akan habis pada Agustus” kata

    Dahlan Iskan di hadapan ratusan mahasiswa dalam kuliah pembuka di Gedung Robotika ITS,

    Surabaya, 31 Maret 2012.

    Menurut Dahlan, anggaran subsidi BBM yang hanya Rp 132 triliun itu akan habis hingga

    Agustus mendatang. Sehingga, selama September hingga Desember masyarakat bakal kesulitan

    mendapatkan BBM bersubsidi. “Akibat pembatasan itu dan masyarakat sendiri akan mengalami

    kesulitan dengan adanya pembatasan itu” ujarnya

    Diakui Dahlan, urusan BBM terkait urusan politik. “Ada yang bilang terkait 2014,” ucapnya.

    Namun mantan Direktur Umum PT PLN itu menyebut dia emoh mikirin urusan politik.

    Sebaliknya, Dahlan meminta mahasiswa ITS untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami

    kesulitan. “Waktunya tidak sampai Agustus, kalian harus bisa menciptakan alat mirip ‘smart

    card’ yang terhubung dengan reader dan berisi database pemiliknya, nomor kendaraannya, dan

    jatah BBM bersubsidi untuknya,” kata Dahlan.

    WDA | ANT

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/31/087393861/Dahlan-Agustus-BBM-Subsidi-Bakal-Terbata

    s

    Posted by BlackBeard | 3 April 2012, 4:52 pm
  40. BERITA DAHLAN ISKAN 01-02 April 2012

    Minggu, 01 April 2012 | 05:05 WIB
    Pimpin Rapat, Dahlan Iskan Manfaatkan 12 Group BBM

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan sudah

    terbiasa memimpin rapat melalui BlackBerry Messenger. Mantan Direktur Utama PT PLN itu,

    rapat dengan BBM lebih efektif ketimbang rapat bertemu muka. Alasannya, bisa menghemat

    banyak biaya dan waktu. Ia mengaku memiliki 12 grup BBM.

    “Grup BBM itu untuk menghemat rapat, ada 12 grup eselon 3 di BlackBerry saya,” kata Dahlan

    ketika mengisi talk show bertema “Pemimpin Muda, Belajar Merawat Indonesia” di Universitas

    Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis 29 Maret lalu.

    Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara positif, menurutnya, bisa sangat membantu

    pekerjaannya. “Rapat-rapat internal perusahaan di bawah BUMN sering dilakukan dengan hanya

    melalui pesan melalui smartphone itu,” ujar Dahlan.

    Jadi, menurut dia, tidak ada alasan untuk mengadakan rapat setiap hari. Alasannya, adanya

    grup BBM bisa mengefektifkan dan memangkas dana untuk rapat. “Bayangkan, sudah berapa

    rupiah yang terpangkas untuk anggaran rapat.”

    Terobosan Dahlan soal rapat melalui BBM bukan hal baru baginya. Dalam bukunya berjudul Dua

    Tangis dan Ribuan Tawa, Dahlan banyak membuat gebrakan-gebrakan di PT PLN ketika ia masih

    menjabat di sana. Pada buku terbitan PT Gramedia tahun 2011 Dahlan pernah mengeluarkan

    aturan baru, yaitu menghapus penggunaan baju seragam karena sebagian banyak karyawan PLN

    yang hampir 50 ribu itu mempersoalkan pengadaan baju seragam.

    Tak hanya itu, Dahlan juga menghapus upacara tiap tanggal 17 Agustus karena banyak

    perdebatan mulai dari wajib atau tidaknya pakai kopiah hingga inspektur upacaranya. Mantan

    wartawan itu juga menghapus perjalanan dinas selama sebulan penuh karena banyak perdebatan

    soal itu. Total ada 28 ribu perjalanan saat itu yang dibatalkan.

    MUH SYAIFULLAH | RINA W

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/01/090393887/Pimpin-Rapat-Dahlan-Iskan-Manfaatkan-12-

    Group-BBM

    Senin, 02 April 2012 | 08:05 WIB
    Apa Kata Dahlan Iskan Soal Kontrak Ulang Migas?

    TEMPO.CO, Jakarta – Ada yang menarik dalam kuliah umum Dahlan Iskan di kampus Institut

    Teknologi Surabaya, 30 Maret 2012 lalu. Menteri Badan Usaha Milik Negara itu dicecar

    pertanyaan oleh dosen dan mahasiswa soal perlunya kontrak ulang minyak dan gas dengan asing

    yang merugikan Indonesia.

    “Apa tidak mungkin kita meminta migas milik kita sendiri yang sudah kita kontrakkan kepada

    Singapura, Amerika, dan sebagainya karena alasan kita sendiri kekurangan,” ucap guru besar

    ITS Prof. Ir. Soegiono.

    Pertanyaan serupa juga dilontarkan sejumlah mahasiswa yang mengikuti “Kuliah Bung Karno

    untuk Kebangsaan dan Teknologi” di Gedung Robotika ITS Surabaya itu. Menteri Dahlan Iskan

    menyodorkan optimisme yang justru mengundang aplaus ratusan peserta kuliah kebangsaan itu.

    “Kami sudah sepakat menjadi negara demokrasi. Oleh karena itu, kami tidak boleh bersikap

    totaliter. Ciri negara demokrasi adalah menghormati kontrak atau komitmen yang sudah ada

    pada masa lalu yang saat itu mungkin tidak rugi,” ucapnya.

    Bahkan, kata mantan Direktur Utama PT PLN itu, jika Indonesia tidak menghormati kontrak

    atau komitmen yang sudah terlanjur ada, Indonesia akan justru tidak dipercaya negara lain.

    “Tapi, bukan berarti tidak solusi, ya, solusi yang mungkin justru harus dilakukan secara

    demokratis pula, yakni merayu negara lain untuk melakukan negosiasi harga untuk

    menyesuaikan dengan harga saat ini,” katanya.

    Ia mencontohkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah dua kali melakukan

    renegosiasi dengan RRC terkait dengan kontrak gas. “Kalau kami jual sekarang, kami memang

    bisa hemat ratusan triliun rupiah,” paparnya.

    Namun, ungkap jurnalis senior itu, pemerintah tidak bisa bersikap mundur lagi, kecuali

    renegosiasi itu. “Alhamdulillah, ketika saya mengikuti kunjungan kerja Presiden ke Cina

    pada akhir Maret lalu, pemerintah RRC menyanggupi,” kilahnya.

    Lebih dari itu, ujarnya, pola kontrak yang sudah terlanjur ada pada masa lalu hendaknya

    menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi kontrak baru dengan cara serupa yang merugikan,

    melainkan harga harus mengikuti harga yang berkembang atau mempertimbangkan kebutuhan di

    dalam negeri.

    Mendengar komentar Dahlan Iskan itu, seorang mahasiswa justru mengkritik media massa yang

    kini banyak menyajikan informasi yang seolah-olah Indonesia “hancur-hancuran” tetapi

    pemerintah tidak menyerang balik.

    “Itu sudah risiko pemerintah, apalagi pemerintah sekarang sudah tidak boleh memiliki media

    massa lagi. Bahkan TVRI sekarang juga bukan milik pemerintah, tetapi publik. Justru, Anda

    harus berpikir untuk 10 tahun ke depan, jangan berpikir untuk saat ini saja,” kata Dahlan.

    WDA | ANT

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/02/090394036/Apa-Kata-Dahlan-Iskan-Soal-Kontrak-Ulang

    -Migas

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 3 April 2012, 4:53 pm
  41. BERITA DAHLAN ISKAN 03 April 2012

    Selasa, 03 April 2012 | 06:11 WIB
    Dahlan Iskan Menginap di Rumah Susun Cakung

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dikabarkan menginap di rumah susun semalam, 2 April 2012. Informasi yang tersebar menyebutkan Dahlan menginap di rumah susun Pulo Gebang Seruni, Jalan Raya Cakung, Jakarta Timur.

    “Iya, Pak Dahlan menginap di rusun Cakung,” kata asisten pribadi Dahlan Iskan, Abdul Azis, Senin malam, 2 April 2012. “Dia menginap untuk mengurus pekerjaannya.”

    Di Jalan Raya Cakung, Azis melanjutkan, ada lahan perumnas seluas 40 hektare. Rencananya tanah itu akan dibebaskan dari pemilik rumah ke negara. Sebab pemerintah akan mendirikan pusat belanja dan perkantoran di wilayah itu. “Sebagian sudah melewati proses pembebasan,” ujarnya.

    Untuk mengetahui wilayah yang akan dikembangkan itu, Dahlan akan melakukan perjalanan dari rumah susun ke Stasiun Cakung pada Selasa pagi, 3 April 2012. Tapi Dahlan tidak naik mobil atau motor. Dia memilih berjalan kaki ke terminal kereta itu.

    Alasannya, Dahlan ingin melihat lingkungan sekitar rumah susun dan berbincang dengan masyarakat sekitar. “Kalau naik mobil, harus berhenti-berhenti,” ujarnya.

    Bekerja dengan cara langsung terjun ke lapangan seperti ini bukan kali pertama dilakukan Dahlan. Sebelumnya dia pernah menumpang kereta ekonomi untuk mengetahui fasilitas angkutan umum itu. Dia juga sempat mengamuk di pintu tol Semanggi karena antrean mobil yang membuntut panjang.

    CORNILA DESYANA

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/219394294/Dahlan-Iskan-Menginap-di-Rumah-Susun-Cakung

    Selasa, 03 April 2012 | 06:29 WIB
    Alasan Dahlan Menginap di Rumah Susun Cakung

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya alasan sendiri mengapa dia menginap di rumah susun Pulo Gebang Seruni, Cakung, Jakarta Timur. Kata asisten pribadi Dahlan Iskan, Abdul Azis, atasannya itu ingin mengetahui kondisi dan situasi pemukiman di perumnas Jalan Raya Cakung Timur itu. “Bapak (Dahlan) mau melihat lingkungan di sana,” kata Azis, Senin 2 April 2012.

    Kawasan sekitar rumah susun Pulo Gebang Seruni rencananya akan dikembangkan menjadi pusat perkantoran dan belanja. Dari 40 hektar luas tanah perumnas, Azis melanjutkan, sebagian lahan sudah dibebaskan kepemilikannya dari warga setempat. Sedangkan sisanya masih dalam proses pembebasan.”Kalau datang langsung ke sana, jadi bisa melihat prospek bisnis ke depannya,” ujar dia.

    Wilayah Cakung Timur akan diubah layaknya Sudirman Central Business District (SCBD). Tapi pangsa pasarnya tidak sama persis dengan perkantoran elit itu. Melainkan menyasar masyarakat dari kalangan menengah ke bawah. “Master plan dan pengembangnya sudah ada, sekarang masih proses pembebasan,” ujarnya.

    Untuk mengetahui lingkungan di sana, Dahlan akan berjalan kaki dari rumah susun tempatnya menginap ke Stasiun Cakung. Tujuannya untuk memudahkan dia mengobrol dengan masyarakat sekitar. “Kalau naik mobil, harus berhenti-berhenti. Susah,” ujarnya.

    Bekerja dengan cara langsung terjun ke lapangan seperti ini bukan kali pertama dilakukan Dahlan. Sebelumnya dia pernah menumpang kereta ekonomi untuk mengetahui fasilitas angkutan umum itu, dan mengamuk di pintu tol Semanggi karena antrean mobil yang membuntut panjang.

    CORNILA DESYANA

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/093394300/Alasan-Dahlan-Menginap-di-Rumah-Susun-Cakung

    Selasa, 03 April 2012 | 07:32 WIB
    Dari Cakung Pagi Ini, Dahlan Gelantungan di KRL

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan ikut berdesak-desak dengan para penumpang kereta api ekonomi jurusan Tanah Abang, Selasa 3 April 2012 pagi ini. Berangkat dari stasiun Cakung, Dahlan kembali ke kantornya setelah semalam menginap di Rumah Susun Cakung, Perumnas Sentra Timur.(Baca: Dahlan Iskan Menginap di Rumah Susun Cakung)

    Kata asisten pribadi Dahlan Iskan, Abdul Azis, atasannya itu ingin mengetahui kondisi dan situasi pemukiman di perumnas Jalan Raya Cakung Timur itu. “Bapak (Dahlan) mau melihat lingkungan di sana,” kata Azis, Senin 2 April 2012.

    Kawasan sekitar rumah susun Pulo Gebang Seruni rencananya akan dikembangkan menjadi pusat perkantoran dan belanja. Dari 40 hektar luas tanah perumnas, Azis melanjutkan, sebagian lahan sudah dibebaskan kepemilikannya dari warga setempat. Sedangkan sisanya masih dalam proses pembebasan.”Kalau datang langsung ke sana, jadi bisa melihat prospek bisnis ke depannya,” ujar dia.

    Wilayah Cakung Timur akan diubah layaknya Sudirman Central Business District (SCBD). Tapi pangsa pasarnya tidak sama persis dengan perkantoran elit itu. Melainkan menyasar masyarakat dari kalangan menengah ke bawah. “Master plan dan pengembangnya sudah ada, sekarang masih proses pembebasan,” ujarnya.

    Untuk mengetahui lingkungan di sana, Dahlan akan berjalan kaki dari rumah susun tempatnya menginap ke Stasiun Cakung. Tujuannya untuk memudahkan dia mengobrol dengan masyarakat sekitar. “Kalau naik mobil, harus berhenti-berhenti. Susah,” ujarnya.

    Menurut Aziz, untuk mencapai Perumnas tersebut, Dahlan menumpang KRL Jabodetabek Commuter Line dari Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat sekitar pukul 20:30 WIB.

    Naik sekitar 5 menit, Dahlan kemudian turun untuk transit di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan dan selanjutnya menumpangi KRL Ekonomi tujuan Bekasi.

    Dahlan turun di Stasiun Klender, Jakarta Timur, dan menyempatkan diri meninjau sejenak tingkat kebersihan stasiun itu. Sejurus kemudian Dahlan langsung menuju pintu keluar Stasiun untuk selanjutnya menumpang ojek menuju Perumnas Sentra Timur.

    Di sana, Dahlan ditemani Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto langsung meninjau ke lantai demi lantai. Ia juga disambut antusias penghuni rumah susun tersebut yang dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan sang menteri terkait kondisi dan fasilitas rumah susun.

    Sesuai jadwal, pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini pada Selasa pagi ini Dahlan jalan kaki sekitar pukul 06:00 WIB. “Pak Dahlan, akan berjalan kaki dari Perumnas ke Stasiun Cakung untuk kembali melakukan aktivitas di Kantor Kementerian BUMN,” ujar Aziz.

    MITRA TARIGAN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/090394311/Dari-Cakung-Pagi-Ini-Dahlan-Gelantungan-di-KRL

    Selasa, 03 April 2012 | 07:42 WIB
    Mimpi Dahlan Iskan tentang Subsidi BBM

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengusulkan agar pemerintah menggunakan opsi pembatasan BBM. BUMN mengusulkan setiap mobil yang layak disubsidi dipasangi peralatan elektronik untuk kartu e-BBM.

    “Para pemilik mobil meminta peralatan tersebut dengan cara menunjukkan BPKB dan kartu tanda penduduk (KTP). Data pokok dimasukkan dalam e-BBM,” kata Dahlan menjelaskan.

    Misalnya berapa cc mobil itu, tahun berapa, dan siapa pemiliknya. Paling penting, kartu itu akan memuat data berapa jatah BBM bersubsidi yang pantas diberikan kepadanya. Misalnya 300 liter per bulan untuk mobil kelas 1.300 cc.

    Peralatan ini idealnya ditaruh di dashboard mobil untuk memudahkan nanti kalau mau mengisi bensin. Di setiap SPBU akan dilengkapi mesin reader yang bisa membaca kartu e-BBM. Kalau ingin membeli bensin bersubsidi, tinggal menyerahkan kartu e-BBM. Petugas SPBU memasukkan e-BBM ke reader.

    “Saat itulah diketahui apakah Anda layak menerima subsidi dan jatah BBM bersubsidi Anda bulan ini masih berapa liter,” kata Dahlan. Yang tidak memiliki kartu ini, dan yang jatah subsidi bulanannya sudah habis, harus membayar BBM dengan harga lebih tinggi. Masih disubsidi juga, tapi subsidinya lebih kecil.

    Selama ini, ide pembatasan BBM sulit dilaksanakan karena caranya dirancang sangat tradisional yang sulit dikontrol. Misalnya menggunakan stiker. Mobil-mobil yang layak disubsidi ditempeli stiker.

    ANT | NI

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/090394314/Mimpi-Dahlan-Iskan-tentang-Subsidi-BBM

    Selasa, 03 April 2012 | 07:53 WIB
    ‘Nama Saya Dahlan Iskan, Bukan ‘Menteri”

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak ingin dipanggil ‘Menteri’ oleh para penumpang kereta api ekonomi jurusan Tanah Abang. “Nama saya Dahlan, bukan ‘Menteri’,” katanya sambil bercanda dengan para penumpang di kereta saat menuju Stasiun Sudirman pada 3 April 2012.

    Ia mengatakannya karena ada beberapa penumpang yang memanggil-manggilnya dengan sebutan ‘Pak Menteri’ di kereta penuh sesak itu.

    Setelah meminta penumpang untuk memanggilnya dengan sebutan nama, penumpang pun sontak tertawa mendengar permintaan orang nomor satu di Kementerian BUMN ini. Kemudian mereka meralat panggilannya dengan sebutan ‘Pak Dahlan’.

    Menteri Dahlan menggunakan angktan kereta api ekonomi menuju kantornya. Setelah semalam, mantan Direktur Utama PLN ini menginap di Perumnas Sentra Timur. Ia sudah merencanakan untuk menginap di rumah susun yang identik dengan rumah bagi kalangan sederhana itu.

    Staf Khusus Menteri BUMN, Abdul Aziz mengatakan, peninjauan secara tersebut untuk memberikan dorongan kepada seluruh jajaran staf Perumnas agar bekerja lebih keras lagi membangun perumahan untuk rakyat.

    Aziz menambahkan keputusan. Menteri Dahlan untuk menginap di Perumnas tersebut dilakukan setelah hari Minggu lalu, Dahlan berdialog dengan seluruh pejabat Perumnas se- Indonesia.

    MITRA TARIGAN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/219394317/Nama-Saya-Dahlan-Iskan-Bukan–Menteri

    Selasa, 03 April 2012 | 11:40 WIB
    Sebelum Tidur, Dahlan Makan Bakso di Rumah Susun

    TEMPO.CO, Jakarta – Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Abdul Aziz,

    mengatakan bahwa Menteri BUMN Dahlan Iskan hanya memakan bakso sebelum tidur. “Hanya untuk

    menghangatkan perut, bapak makan bakso,” katanya di Stasiun Cakung pada 3 April 2012.

    Sebelumnya, Dahlan dan dua asistennya menggunakan ojek dari Stasiun Cakung hingga rumah

    susun Perumnas Sentra Timur. Karena takut masuk angin dan untuk mengisi perut, Dahlan makan

    bakso pukul 22.00 yang dibeli di sekitar rumah susun.

    Dahlan tidak memakan nasi karena sekitar pukul 20.00 WIB, dia sudah makan malam bersama

    para kolega. Setelah makan bakso bersama kedua stafnya, ia mengobrol sebentar dan langsung

    istirahat di kamar kosong rumah susun itu.

    Sebelum berjalan menuju Stasiun Cakung, mantan wartawan Tempo ini tidak memakan apapun.

    Setelah bangun pagi pukul 04.30 WIB, Ia hanya mengkonsumsi obat pada pukul 05.00 WIB.

    Dahlan dijadwalkan sarapan pukul 07.00 WIB di kantornya. “Memang aturannya bapak makan obat

    dua jam sebelum makan pagi,” kata Azis.

    Semalam, mantan Direktur Utama PLN ini menginap di Perumnas Sentra Timur. Ia sudah

    merencanakan untuk menginap di rumah susun yang identik dengan rumah bagi kalangan

    sederhana itu.

    Staf Khusus Menteri BUMN, Abdul Aziz, mengatakan peninjauan tersebut untuk memberikan

    dorongan kepada seluruh jajaran staf Perumnas agar bekerja lebih keras lagi membangun

    perumahan untuk rakyat.

    Aziz menambahkan keputusan. Menteri Dahlan untuk menginap di Perumnas tersebut dilakukan

    setelah hari Minggu lalu Dahlan berdialog dengan seluruh pejabat Perumnas se- Indonesia.

    MITRA TARIGAN

    sumber :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/219394369/Sebelum-Tidur-Dahlan-Makan-Bakso-di-Rumah-Susun

    Selasa, 03 April 2012 | 21:45 WIB
    Dahlan Persilakan Mobil Mewah Pakai Premium

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejak Minggu 1 April 2012 lalu, harga pertamax plus naik

    menjadi Rp 10.350 per liter dari Rp 9.550 per liter pada 15 Maret 2012.

    Selisihnya semakin jauh antara harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis

    premium yang masih Rp 4.500 per liter. Karenanya, semakin banyak pengemudi

    atau pemilik mobil mewah yang cenderung memilih BBM bersubsidi.

    Realita ini, menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tak bisa

    disangkal. Pemerintah tak memiliki dasar hukum untuk melarang mereka. ” Itu

    hak mereka, dan tidak ada larangan” kata Dahlan yang ditemui di Kantor

    Presiden, Selasa 3 April 2012.

    Memang, kata Dahlan, dalam pembatasan pemakaian premium, pemerintah harus

    sesuai aturan. Penindakan kendaraan mewah yang memakai bahan bakar minyak

    bersubsidi,tak bisa dilakukan karena tidak memiliki dasar hukum. ” Pemerintah

    kan harus sesuai aturan. Kemarin saat menaikkan harga BBM, tidak boleh

    dilakukan pembatasan. Nanti itu dianggap melanggar peraturan” ujar Dahlan.”

    Jadi hak asasi manusialah. Kalau kayak begitu yang bisa dilakukan ya..

    dihimbau, dimohon. Kalau dengan tindakan tidak bisa, dasar hukumnya apa?”

    Dahlan Iskan sendiri mengaku, sudah mengusulkan sejumlah cara. Diantaranya

    penggunaan kartu elektronik supaya tidak ada penyimpangan pemakaian premium.

    Namun hal itu belum tentu dikabulkan. ” Baru diusulkan, dan tetap jangan

    dikatakan itu yang terbaik” kata Dahlan.

    Dahlan sendiri masih belum mau memaparkan lebih detil mengenai usulannya ini.

    Ia berjanji akan memberikan penjelasan ketika Presiden sudah memutuskan

    usulannya ini.

    Konsep kartu elektronik sendiri sebelumnya dikabarkan dipasangkan pada setiap

    mobil yang layak disubsidi dengan kartu e-BBM. Para pemilik mobil meminta

    peralatan tersebut dengan cara menunjukkan BPKB dan kartu tanda penduduk

    (KTP) dan data pokoknya dimasukkan dalam e-BBM. Kartu ini akan memuat data

    berapa jatah BBM bersubsidi yang pantas diberikan kepadanya.

    Peralatan ini idealnya ditaruh di dashboard mobil untuk memudahkan nanti

    kalau mau mengisi bensin. Di setiap SPBU akan dilengkapi mesin reader yang

    bisa membaca kartu e-BBM. Kalau ingin membeli bensin bersubsidi, tinggal

    menyerahkan kartu e-BBM. Petugas SPBU memasukkan e-BBM ke reader. Mobil yang

    tidak memiliki kartu dan yang jatah subsidi bulanannya sudah habis, harus membayar BBM dengan harga lebih tinggi.

    FRANSISCO ROSARIANS | PRIHANDOKO

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/03/090394555/Dahlan-Persilakan-Mobil-Mewah-Pakai-Premium

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 3 April 2012, 4:54 pm
  42. BERITA DAHLAN ISKAN 04 April 2012

    Rabu, 04 April 2012 | 05:19 WIB
    Kata Dahlan Soal Menginap di Rusun

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merasa nyaman bermalam di rumah susun. “Enak kok, nyaman rumah susun itu,” katanya sambil bergelantungan di kereta api menuju Manggarai, Selasa, 3 April 2012.

    Pada Senin malam, Dahlan menginap di Rumah Susun Cakung, Perumnas Sentra Timur untuk mengetahui kondisi dan situasi pemukiman di perumnas Jalan Raya Cakung Timur.

    Menurut mantan Pemimpin Umum Jawa Pos ini, karena ia sudah pernah menginap di tempat yang lebih sederhana, maka tinggal di rumah susun justru lebih baik kondisinya. Dulu ia pernah tidur beralaskan tikar, namun di rumah susun ia tidur di tempat tidur. “Justru lebih enak kan?” katanya.

    Saat berganti kereta di Stasiun Manggarai menuju Stasiun Sudirman, ada penumpang laki-laki yang menanyakan kesan menginap Dahlan kembali. “Gimana pak, tidur di tempat kumuh? Banyak nyamuk?” kata penumpang itu.

    Menteri Dahlan justru terheran. “Loh kok tahu? Saya kan tidak bilang siapa-siapa,” katanya sambil bercanda. Namun ia langsung menjawab, “Tidak ada nyamuk, enak kok.”

    Mantan Direktur PLN ini menginap di sebuah kamar kosong rumah susun itu bersama dua asistennya. Bekerja dengan cara langsung terjun ke lapangan seperti ini bukan kali pertama dilakukan Dahlan. Sebelumnya dia pernah menumpang kereta ekonomi untuk mengetahui fasilitas angkutan umum itu. Dia juga sempat mengamuk di pintu tol Semanggi karena antrean mobil yang membuntut panjang.

    MITRA TARIGAN

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/04/219394596/Kata-Dahlan-Soal-Menginap-di-Rusun

    Rabu, 04 April 2012 | 05:32 WIB
    Detik-detik Dahlan Iskan Berdesakan di Kereta

    TEMPO.CO , Jakarta: Hampir setiap hari kerja, kereta menuju Jakarta sangat penuh antara pukul lima hingga tujuh pagi. Keadaan itu pasti terlihat baik di Commuter Line apalagi kereta ekonomi. Karena pada waktu itu, ribuan pekerja yang tinggal di pinggiran kota Jakarta, seperti di Bekasi mulai aktivitasnya menuju kantornya di Jakarta.

    Keadaan kereta yang penuh sesak tidak menyurutkan niat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk merasakan sensasi itu pada Selasa, 3 April 2012. Dahlan sampai di Stasiun Cakung pukul 05.50 setelah berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah susun Perumnas Sentra Timur. Hanya menunggu sepuluh menit saja, kereta dari Bekasi yang akan dinaiki Dahlan sudah datang.

    Bersama penumpang lain, ia menunggu di ujung peron. Detik-detik kereta sampai di peron Dahlan berpamitan dengan rombongan olah raga yang ikut mengantarnya ke Stasiun Cakung. Kereta jurusan Jakarta Kota itu pun berhenti.

    Dahlan berdiri paling dekat dengan gerbong pertama kereta itu. Tanpa bantuan para ajudannya, Dahlan yang memakai kemeja putih dan celana bahan hitam serta sepatu kets itu ikut terdorong-dorong layaknya penumpang lain.

    Dari pantauan Tempo, biasanya kereta paling penuh di gerbong pertama dan gerbong terakhir. Pada gerbong yang digunakan Dahlan hari ini pun terdapat ratusan penumpang. Jadi terlihat bagaimana penuhnya kereta itu. Di dalam kereta pun sudah tidak ada ruang lagi untuk berpindah tempat.

    Dengan bersimbah keringat, Dahlan terus tersenyum kepada penumpang yang berada di dalamnya. Para penumpang yang berjarak dua meter dari menteri pun ikut antusias melambai kepada Dahlan dan dibalas lambaiannya. Seorang penumpang yang terhalang satu orang dari Dahlan berusaha menjabat tangan mantan Direktur PLN ini. Dahlan melayaninya walau si penumpang harus melingkari tangannya ke leher penumpang lain demi berjabat tangan dengan sang menteri.

    Dalam keadaan penuh itu, para ajudan menteri berdiri sekitar satu meter dari atasannya. Dua orang itu membiarkan bosnya bercengkerama dengan penumpang yang mendengarkan keluh kesah dan saran dari para penumpang.

    Kira-kira belasan penumpang yang berkeluh kesah mengenai layanan kereta api kepada Dahlan. Dahlan menanggapi semua saran dan kritik mereka. Ia juga terkadang meminta maaf kepada beberapa orang yang sarannya tidak mungkin direalisasikan.

    Dari kereta Bekasi, Dahlan turun di Stasiun Manggarai. Setelah turun, ia langsung berlari ke jalur lain untuk mengejar kereta jurusan Tanah Abang meninggalkan para ajudannya. Dahlan menaiki kereta dengan dibantu penumpang karena gerbong yang ia naiki tidak sampai ke peron. Dua orang asistennya menyusul di belakang.

    Di kereta jurusan Tanah Abang Dahlan juga tetap mendengarkan aspirasi penumpang. Di stasiun Sudirman, ia bersama ribuan penumpang lainnya turun dan melanjutkan perjalanan ke kantor masing-masing. Dahlan pun menaiki eskalator ke arah jalan raya dan dijemput oleh mobil Mercedes hitam bernomor polisi L1 JP. Setelah bersalaman dan berpamitan dengan para penumpang lain, Dahlan menaiki mobil dan meninggalkan lokasi.

    MITRA TARIGAN

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/04/111394598/Detik-detik-Dahlan-Iskan-Berdesakan-di-Kereta

    Rabu, 04 April 2012 | 06:46 WIB
    Kata Dahlan, Proyeksi Penjualan 11 BUMN Rp 847 Triliun

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan, setidaknya ada 11 Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan fungsi “public services obligation (PSO). Belasan perusahaan pelat merah itu menargetkan penjuakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2012 sebesar Rp 847,65 triliun. ” Mereka wajib mencatatkan pertumbuhan penjualan kendati menjalankan tugas PSO” kata Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa 3 April 2102.

    Berdasarkan data Kementerian BUMN, 11 BUMN PSO ini adalah empat BUMN bidang sarana perhubungan. Keempat BUMN itu adalah PT KAI Persero dengan target penjualan Rp 8,009 triliun, PT PELNI Persero dengan target penjualan Rp 2,635 triliun, PT Pos Indonesia Persero sebesar Rp 3,365 triliun dan Perum LKBN Antara sebesar Rp 202,27 miliar.

    Lalu dua BUMN energi yaitu PT Pertamina Persero dengan target penjualan Rp 527,130 triliun dan PT PLN Persero sekitar Rp 214,187 triliun. Kemudian masih ada 5 BUMN bidang pangan yaitu PT Pusri Holding dengan target penjualan Rp 49,248 triliun, PT Sang Hyang Seri sebesar Rp 3,246 triliun, PT Pertani sekitar Rp 3,656 triliun, Perum Bulog mencapai Rp 34,945 triliun, serta PT Berdikari sebesar Rp 1,030 triliun.

    Selain itu, pada APBN Tahun 2012, terdapat alokasi dana untuk tambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN sebesar Rp 3 triliun (di luar Rp2 triliun kepada PT Askrindo dan Perum Jamkrindo) yang diperuntukkan bagi PT Dirgantara Indonesia Persero sebesar Rp1 triliun dan BUMN strategis mencapai Rp2 triliun.

    BUMN Strategis yang akan menerima PMN tahun 2012 antara lain PT PAl sekitar Rp600 miliar, PT Pindad Rp300 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp400 miliar, PT IKI Rp200 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Rp200 miliar, PT Garam Rp100 miliar, PT Kertas Leces Rp200 miliar dan Perum LKBN Antara. “Keseluruhan BUMN ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan,” ujar Dahlan.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/04/090394615/Kata-Dahlan-Proyeksi-Penjualan-11-BUMN-Rp-847-Triliun

    Rabu, 04 April 2012 | 09:49 WIB
    Dahlan Iskan Jualan Sembako di GOR Ciracas

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan pagi ini, Rabu, 4 April 2012, tampak di pasar murah di Gedung Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Penyelenggara pasar murah kali ini adalah tiga perusahaan pelat merah, yakni Jasa Raharja, Bank Mandiri, dan Jamsostek.

    Dahlan Iskan, didampingi Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dan Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto, melayani penjualan pertama. “Murah tidak, Bu?” tanya Dahlan kepada pembeli pertama. Perempuan berkerudung itu pun mengangguk sambil tersenyum.

    Sayangnya, Dahlan tidak sempat bicara banyak saat ditemui di lokasi. Seusai menjadi pedagang, ia segera beralih ke lokasi pasar murah lainnya. “Maaf, saya buru-buru,” ujarnya.

    Pasar murah yang diadakan Badan Usaha Milik Negara hari ini serentak dilakukan di 20 lokasi di Provinsi DKI Jakarta. “Acara ini merupakan bentuk CSR BUMN,” kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini.

    Zulkifli yang juga ketua panitia pasar murah di GOR Ciracas itu menyebutkan anggaran yang dikeluarkan untuk acara pasar murah ini mencapai Rp 1,1 miliar.

    Setiap paket sembako yang dijual berisi 10 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula hanya dibanderol Rp 30 ribu.

    Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto mengucapkan terima kasih kepada tiga perusahaan milik negara yang mengadakan pasar murah di wilayahnya. “Semoga kerja sama ini terjalin dengan baik dan penuh keikhlasan,” kata Kris. Warga Jakarta Timur yang membeli paket murah itu berasal dari Kecamatan Ciracas, Cipayung, dan Cimanggis.

    SUNDARI

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/04/090394636/Dahlan-Iskan-Jualan-Sembako-di-GOR-Ciracas

    Rabu, 04 April 2012 | 11:53 WIB
    Terima Uang dari Pembeli, Dahlan Iskan Bingung

    TEMPO.CO, Jakarta — Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kebingungan ketika terima pembayaran dari warga yang membeli paket sembako murah. “Ini uangnya bagaimana, kalau hilang bisa bahaya,” kata Dahlan Iskan kepada panitia pasar murah di Gedung Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 4 April 2012.

    Pagi itu, Dahlan berperan menjadi pedagang dadakan di Pasar Murah yang digelar tiga perusahaan pelat merah itu, yaitu Jasa Raharja, Bank Mandiri, dan Jamsostek. Dahlan bertugas menerima uang, sedangkan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini bertugas mengemas beras, gula, dan minyak ke kardus dan menyerahkannya ke warga. (lihat: Dahlan Iskan Jualan Sembako di GOR Ciracas).

    Setelah menerima uang dari warga Jakarta Timur, Menteri BUMN ini bertanya tentang murah atau mahalnya paket kepada warga. Semua warga yang ditanya menjawab murah. “Hati-hati berat, Bu,” ujar bekas Direktur Utama PLN ini.

    Ketika lima warga dilayani, Dahlan berhenti menjual karena akan segera bertolak ke Pademangan untuk menjual barang dagangan di Pasar Murah. Dahlan kembali bingung menyerahkan tiga lembar uang lima puluh ribuan. Akhirnya, ada salah seorang panitia yang mengambil alih.

    Pasar Murah ini menghabiskan Rp 1,1 miliar yang terbagi dalam 11 ribu paket senilai Rp 100 ribu. Setiap paket berisi 10 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula, yang semuanya dijual seharga Rp 30 ribu. Pembeli berasal dari Kecamatan Ciracas, Cipayung, dan Cimanggis. Pasar Murah BUMN serentak dilakukan di 20 lokasi di Provinsi DKI Jakarta hari ini.

    SUNDARI

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/04/090394653/Terima-Uang-dari-Pembeli-Dahlan-Iskan-Bingung

    Posted by BlackBeard | 5 April 2012, 4:37 pm
  43. Dari berita yang disampaikan ini, benar-benar pak Dahlan memberikan inspirasi ke kita tentang keteladanan seorang pemimpin.

    Posted by ak sembiring | 5 April 2012, 5:36 pm
  44. BERITA DAHLAN ISKAN 05 April 2012

    Kamis, 05 April 2012 | 05:08 WIB
    Dahlan Iskan: Pasar Modal Indonesia Sakti

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyebut Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup perkasa di tengah lesunya pasar global saat ini. “Sakti sekali pasar modal kita itu, ada demo saja, sahamnya naik,” kata dia di Gedung BEI, Rabu 4 April 2012.

    Menurutnya, pasar modal Indonesia terus menunjukan tren positif di tengah lesunya perdagangan global. Meskipun aksi demo dan situasi politik cukup ‘panas’ akibat pecahnya partai koalisi pendukung pemerintah terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), hal itu tidak menggoyahkan respon investor terhadap pasar modal Indonesia.

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menembus rekor dalam sejarah bursa. Ditutup dalam perdagangan sesi pertama, Selasa, 3 April 2012, IHSG melonjak naik 51,544 poin (1,24 persen) ke level 4.217,616. Rencana pembelian saham Danamon oleh grup DBS salah satu penyebabnya.

    Sedangkan tahun lalu, BEI termasuk lima lembaga pasar modal dunia yang tetap menunjukan pertumbuhan positif di tengah hantaman krisis global yang mewabah di Eropa dan lesunya perdagangan Amerika.

    Bahkan untuk Regional Asia Tanggara, Indonesia menjadi juaranya sebagai bursa yang tetap menunjukan pertumbuhan positif, jauh meninggalkan Singapura, Malaysia dan Thailand, tiga barometer ekonomi Asean yang menunjukan pertumbuhan negatif.

    JAYADI SUPRIADIN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/092394876/Dahlan-Iskan-Pasar-Modal-Indonesia-Sakti

    Kamis, 05 April 2012 | 06:05 WIB
    Tol Banjir, Dahlan Iskan Bilang Malu

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengaku malu dengan musibah banjir di beberapa ruas jalan tol. “Soal tol tergenang, saya malu. Saya langsung telepon Dirut Jasa Marga, dia bilang itu tol itu bukan milik kami pak,” kata Dahlan tertawa saat meninggalkan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 April 2012.

    Dahlan mengatakan, saat pertama kali mendapati informasi itu, ia langsung menghubungi direksi PT Jasa Marga Tbk sebagai perusahaan BUMN pengelola jalan tol. Namun, dalam penjelasannya jalan tol yang tergenang pagi tadi diluar tanggung jawab Jasa Marga.

    Pintu tol Bintaro-Serpong milik emiten PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) ditutup sementara akibat banjir yang mengenangi jalan bebas hambatan itu pada Selasa, 3 April 2012. Banjir kembali terjadi di kawasan Tangerang Selatan setelah hujan deras turun sejak sore kemarin.

    Curah hujan intensitas tinggi sejak Senin hingga Selasa malam tadi menyebabkan banjir di sebagian wilayah Jakarta dan Tangerang, termasuk di jalur tol Bandara Soekarno Hatta arah Jakarta.

    Traffic Management Center Polda Metro Jaya mengumumkan di situs resminya, genangan air di tol Bandara tepatnya di KM 24 tersendat karena air mencapai setinggi 30 cm akibatnya dari tiga lajur hanya dua lajur yang dapat dilalui.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta secara keseluruhan ditemukan sedikitnya 62 kawasan berpotensi banjir di Jakarta. Kawasan-kawasan tersebut berpotensi karena tanggul yang ada rawan bocor.

    JAYADI SUPRIADIN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/083394885/Tol-Banjir-Dahlan-Iskan-Bilang-Malu

    Kamis, 05 April 2012 | 09:24 WIB
    Dahlan: Rakyat Butuh Beras, Bukan Pidato

    TEMPO.CO, Jakarta – Ada yang menarik ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tiba-tiba hadir di tengah pasar murah BUMN Peduli yang digelar Perusahaan Gas Negara (PGN) di Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu, 4 April 2012. Dahlan muncul secara mengejutkan.

    Panitia pun terkejut. Soalnya mereka nyaris tak berharap Dahlan bakal hadir di Pademangan. Maklum, satu jam sebelumnya, Dahlan terlibat acara serupa di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Namun Dahlan justru muncul mengejutkan.

    Mengenakan caping, Dahlan tiba-tiba muncul berjalan kaki melalui lorong sempit pemukiman padat di belakang lokasi pasar murah di Pademangan Barat ini. Warga yang mengantre sembako tiba-tiba berebut menyalami dan mengajaknya bicara.

    Panitia mendaulatnya naik ke panggung sederhana. Dahlan diminta memberikan pidato sambutan. Namun mantan Direktur Utama PLN ini malah menolak. “Sudah,enggak usah pidato,” kata Dahlan sambil menggelengkan kepala. “Lanjutkan saja penjualan sembako murahnya. Rakyat butuh beras, bukan pidato.”

    Pasar murah di Pademangan digelar pada Rabu dan hari ini, Kamis, 5 April 2012. Pademangan Barat yang jadi wilayah pasar murah ini dikenal sebagai konsentrasi masyarakat kurang mampu di Jakarta Utara, sedangkan Kelurahan Jembatan Besi menjadi salah satu wilayah paling padat di Jakarta Barat.

    Satu paket sembako yang dijual berisi 10 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, serta 1 liter minyak goreng. Satu paket sembako tersebut dibanderol dengan harga Rp 30.000, jauh lebih murah dari harga pasar. “Bagaimana, murah enggak, Bu, paketnya?” kata Dahlan sambil menyalami warga yang antre.

    “Alhamdulillah.”

    Sebelumnya, di Ciracas, Dahlan juga ikut sigap membantu menjual sembako murah. Ia sempat kebingungan ketika menerima pembayaran dari warga atas paket

    murah yang ia jual. “Ini uangnya bagaimana, kalau hilang bisa bahaya,” kata Dahlan Iskan.

    Pada program Pasar Murah BUMN ini dialokasikan dana sebesar Rp1,1 miliar yang didapat dari Bank Mandiri sebesar Rp 500 juta, Jamsostek Rp 400 juta, dan Jasa Raharja Rp 200 juta. Dana sebesar itu untuk menyediakan sebanyak 11.000 paket yang disebar di wilayah Ciracas, Cipayung, dan Cimanggis, Jakarta Timur.

    WDA | SUNDARI | ANT

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/093394918/p-Dahlan-Rakyat-Butuh-Beras-Bukan-Pidato

    Kamis, 05 April 2012 | 10:32 WIB
    Dahlan Pasang Badan demi Bukit Asam

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan siap melawan jika lahan bersengketa milik PT Bukit Asam jadi dieksekusi pihak lain. “Kalau nantinya akan dieksekusi, ya, kita lawan,” ujarnya di Jakarta tadi malam.

    Sebelumnya, Mahkamah Agung gagal memenangkan gugatan PT BA atas PT Adaro di Mahkamah Agung. Kekalahan itu membuat dirinya prihatin sekaligus heran sebab lahan tersebut merupakan milik negara. “Kita itu selalu kalah, kenapa ya?” tanya Dahlan.

    Menurut Dahlan pemerintah dalam kasus ini sudah menurunkan kuasa hukum cukup handal. “Apa karena BUMN ini kan tidak bisa memiliki dana siluman,” kata dia. “Kita siap mempertahankan sekuat tenaga agar aset itu tidak lepas.”

    Saat ini ada 26 ribu hektar lahan milik PT BA di Sumatera Selatan yang bersengketa. Hal ini sebagai akibat izin tambang yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat. Padahal jelas lahan itu sah milik perusahan batubara pelat merah tersebut.

    Belakangan diketahui, Bupati Tanjung Enim terdahulu diduga membagikan Kuasa Pertambangan (KP) milik PTBA seluas 26 ribu hektare kepada 34 perusahaan swasta. Bahkan, sekitar 2.700 hektar senilai USD 230 juta dibeli oleh anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, yakni PT Mustika Indah Permai.

    JAYADI SUPRIADIN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/090394926/Dahlan-Pasang-Badan-demi-Bukit-Asam

    Kamis, 05 April 2012 | 11:12 WIB
    Bocoran Dahlan Iskan Soal IPO BUMN

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan sedikitnya lima BUMN siap melakukan penawaran umum saham perdana tahun ini. Empat di antaranya merupakan anak usaha BUMN.

    “Semen Baturaja sudah dipersiapkan, ditambah empat anak perusahaan, artinya keluarga BUMN juga,” ujar dia di Bursa Efek Indonesia, Rabu malam 4 April 2012.

    Ia menyatakan upaya mendorong perusahaan BUMN, berikut anak usahanya, melakukan go public dimaksudkan untuk mengurangi intervensi pemerintah. Jadi, mereka lebih profesional dan terbuka ketika menjadi perusahaan publik.

    “Anak perusahaan itu cenderung semakin jauh dari pemerintah. Kalau dia go public, kontrol akan menjadi semakin lebih terbuka,” kata dia lagi.

    Selain itu, dengan sistem keterbukaan yang biasa dijalankan perusahaan publik, memudahkan perusahaan dari BUMN itu mudah dikontrol masyarakat, sementara peran pemerintah mulai dikurangi. “BUMN tidak bisa dikontrol oleh DPR, pemerintah, Menteri Keuangan. Seandainya pun begitu, manajemennya bisa dikontrol oleh pasar modal,” katanya.

    Dahlan sedikit memberikan bocoran, empat anak usaha BUMN yang bakal melakukan IPO salah satunya bergerak di sektor energi seperti Pertagas, Pertamina Drilling, dan PLN Engineering. “Anak usaha BUMN itu sampai saat ini masih dilihat terus, tapi tahun ini jalan,” kata dia.

    JAYADI SUPRIYADIN

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/090394941/Bocoran-Dahlan-Iskan-Soal-IPO-BUMN

    Kamis, 05 April 2012 | 14:07 WIB
    Dahlan Tantang Mahasiswa IPB Ciptakan Mesin Padi

    TEMPO.CO, Bogor – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menantang mahasiswa Institut Pertanian Bogor untuk membuat mesin bagi petani. Dahlan berjanji akan memberi hadiah mobil bagi mahasiswa yang mampu menciptakan mesin pengering padi yang efisien.

    “Saya menantang mahasiswa jika mampu menciptakan mesin ini secara pribadi saya akan hadiahi mobil,” kata Dahlan saat berbicara dalam acara pameran yang digelar Institut Pertanian Bogor di Bogor, Kamis 5 April 2012.

    Dahlan mengatakan ketersediaan alat pertanian sangat penting untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. “Ada alat pengering gabah saat ini yang digunakan petani, tapi kurang produktif,” katanya.

    Karena itu Dahlan menantang mahasiswa pertanian untuk menciptakan alat produksi pertanian, termasuk alat pengering padi, yang efisien dan tidak menggunakan bahan bakar minyak.

    Rektor IPB Prof. Herry Suhardyanto menyambut baik pemikiran yang menurut dia dapat merangsang mahasiswa menghasilkan inovasi untuk menciptakan mesin/alat pertanian yang efisien. “Kami siap, kami bisa kembangkan di dalam negeri. Ini bukan teknologi yang tinggi sekali,” katanya.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/090394985/Dahlan-Tantang-Mahasiswa-IPB-Ciptakan-Mesin-Padi

    Posted by BlackBeard | 5 April 2012, 10:20 pm
  45. Selamat berjuang pak…
    Semoga Indonesia khususnya BUMN menjadi lebih baik di tangan anda. Semoga nama anda tercantum sebagai tinta emas sejarah Indonesia… Amin

    Regard,

    gtm

    Posted by gtm113 | 6 April 2012, 9:53 pm
  46. Kamis, 29/03/2012 12:18 WIB

    Ini Gaya Tidur Dahlan Iskan di Rumah Petani Miskin Kulon Progo.

    http://finance.detik.com/read/2012/03/29/120936/1879878/4/ini-gaya-tidur-dahlan-iskan-di-rumah-petani-miskin-kulon-progo

    Salam hormat untuk Dis Mania seluruh Indonesia
    Bonzo – Jakarta

    Posted by bonzo | 7 April 2012, 1:46 pm
  47. Senin, 26/03/2012 11:26 WIB

    Di China, Dahlan Iskan Lebih Ngetop Ketimbang SBY

    http://finance.detik.com/read/2012/03/26/112523/1876201/68/di-china-dahlan-iskan-lebih-ngetop-ketimbang-sby

    Salam hormat untuk Dis Mania seluruh Indonesia
    Bonzo – Jakarta

    Posted by bonzo | 7 April 2012, 2:03 pm
  48. ‘Spirit of Life’ Menteri Ganti Hati (1)
    Tindakan “Aneh-aneh” Dahlan Itu Bukan Cari Muka ke Rakyat

    Rabu, 04 April 2012

    Catatan: Sholihin Hidayat (mantan Pemred Jawa Pos, kini komisaris sebuah perusahaan, pakar redaksi lensaindonesia.com)

    Selasa (3/03/12), menjelang tengah malam. Menteri BUMN mendadak muncul di Rumah Susun (Rusun) Perumnas Pulau Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Penghuni Rusun, tentu tercengang campur gembira. Maklum, sang Menteri Dahlan Iskan yang dikenal berlatar belakangan wartawan, ternyata berniat ‘numpang’ tidur di rumah hunian masyarakat berpenghasilan rendah ini. (klik: Tinggalkan Apartemen…)

    Nah, bukan Dahlan Iskan kalau tidak jadi berita atau membuat berita. Hampir setiap hari ada saja berita tentang Meneg BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini. Dia selalu jadi news maker (pembuat berita) paling menarik indra penciuman wartawan.

    Memang, ada saja ulah “aneh” Dahlan sehingga layak jadi berita. Naik ojek menuju bandara, misalnya. Naik KRL ke Bogor untuk mengikuti sidang kabinet di Istana Bogor, Jawa Barat. Tidur dengan hanya menggunakan alas tikar di rumah seorang petani. Kemudian mengajak petani menanam padi padi bersama-sama di sawah. Juga membuang kursi di gardu tol dan membuka paksa dua pintu tol dengan menggratiskan setiap mobil yang lewat. Makan di kaki lima atau Warteg. Jalan kaki dari apartemennnya ke Kantor Kemeneg BUMN yang berjarak 1 km. Dan, sampai tidur di rumah susun campur warga DKI berpenghasilan rendah itu.

    Semua itu memang berita menarik bagi wartawan. Terlepas suka atau tidak suka, apakah tindakan Dahlan bertujuan mendongkrak popularitas atau memang ikhlas, atau sekadar pencitraan? Yang pasti, diskenario atau spontanitas, tetap saja layak dan memenuhi ‘rukun iman’ berita.

    Bagaimana pun seorang menteri naik ojek, jadi petugas di pintu tol, maupun tidur di rumah susun bersama warga, adalah peristiwa langka. Mungkin, juga sesuatu yang mustahil di era pasca-reformasi ini dilakukan seorang pejabat tinggi negara.

    Bagi saya yang pernah bekerja bersama-sama Dahlan, sejak masih jadi wartawan Jawa Pos di Surabaya dan Jakarta sampai ketika melanjutkan menjadi Pemimpin Redaksi Jawa Pos, tindakan seperti itu adalah hal biasa.

    Saat memimpin Jawa Pos, Dahlan memang sudah tidak asing lagi tidur di kantor. Apa itu tidur di lantai beralaskan koran maupun mendengkur di atas kursi. Tidak cukup itu. Mengadakan rapat staf tengah malam atau pagi-pagi setelah subuh, hal yang lumrah.

    Malahan, Dahlan juga tak jarang tiba-tiba ‘nunut’ (membonceng) sepeda motor wartawan. Apa itu diantar pulang ke rumahnya, atau diantar di tempat-tempat resmi seperti Gedung Grahadi –kediaman dinas Gubernur Jatim– di Jalan Pemuda Surabaya.

    Datang di kantor saat karyawan belum satu pun muncul sebelum jam 07.00, atau pulang kantor menjelang subuh, itulah kebiasaan Dahlan. Soal kebiasaan tidur di kantor sampai-sampai tidak sedikit wartawan Jawa Pos yang juga tertulari virus ini. Seolah tak bisa membedakan antara nyaman tidur di kantor sampai pagi dengan tidur di rumah bersama isteri. Salah satunya, yang bisa diminta kesaksiannya, saya ingat betul Joko Irianto Hamid. Saat dia masih menjadi wartawan Jawa Pos dan pemimpin redaksi Tabloid Nyata –di Surabaya maupun di Jakarta– sampai-sampai semua Satpam kantor maupun cleaning service hapal kebiasaannya juga yang lain, selalu bergegas bangun manakala kantor mulai dibersihkan pagi.

    Saya pun ikut tertulari virus Dahlan senang tidur di kantor selesai dead line dini hari. Bahkan, saya juga berkali-kali sempat diajak tidur di rumah Dahlan di kawasan Tenggilis-Kendangsari Surabaya usai dead line, tengah malam. Ketika itu tahun-tahun awal Jawa Pos berjuang -–awal tahun 80an– dan masih berkantor di Jalan Kembang Jepun (dekat Jembatan Merah). Dari kantor ke rumah Dahlan di Kendangsari naik bemo ke Terminal Bratang. Nah, persoalan baru muncul di sini. Dinihari tidak ada lagi bemo yang melayani rute Bratang-Rungkut atau Bratang-Jemursari, menuju rumah Dahlan.

    Ketika sering diajak jalan kaki itu, saya pun akhirnya berpikir kenapa tengah malam seperti itu seorang Dahlan yang pemimpin redaksi Jawa Pos harus jalan kaki dari Terminal Bratang ke rumahnya di Tenggilis-Kendangsari. Jaraknya tidak terlalu jauh, memang, hanya sekitar 5 kilometer. Tapi, dinihari, saat kondisi badan berada di puncak

    Kelelahan akibat tenaga dan pikiran sudah diperas selama seharian, toh masih dipaksa harus jalan kaki lagi. Rupanya, Dahlan bukan sekadar menularkan kesederhanaan. Sebagai pemred Jawa Pos, sebenarnya mengeluarkan uang untuk naik becak baginya tak ada arti. Lebih dari itu, agaknya Dahlan ingin menularkan “spirit of life”; tidak terukur waktu, fisik, dan mindset “selesai”.

    Saya jadi teringat puisi ‘Aku’ penyair Chairil Anwar; …Kalau sudah sampai waktuku tak seorang pun kan merayu…/ Aku ingin hidup seribu tahun lagi…

    Semoga Dahlan Iskan seperti sajak Chairil itu. Semoga pula tidak meleset keyakinan saya; prilaku-prilaku ‘genuine’ Dahlan sebagai menteri bukan identik latah tebar pesona. Atau, ambisi membangun pencitraan layaknya kebiasaan pejabat tinggi negara dan para politisi pada umumnya. Sebaliknya, lebih bernilai penularan virus substansi “spirit of life”. Seperti -–termasuk— yang ditunjukkan saat dia menjalani operasi ganti hati.

    Kegairahan Dahlan bekerja siang malam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar sebagai Menteri BUMN hingga membuatnya lupa check up 8 bulan kondisi pasca operasi ganti hati, barangkali bisa jadi fakta. Tentu, bukti bukan untuk cari muka ke rakyat, atau ke siapa pun.

    Apa yang dilakukan Dahlan itulah Dahlan. Seorang anak desa di Pacitan, Jawa Timur yang jadi wartawan Tempo, lantas Pemred Jawa Pos kemudian sukses mengembangkan jadi lebih 100 media di Indonesia. Mirip sebuah partai besar di negeri ini. Dan, kini menjalankan pekerjaan menteri. Dulu, sewaktu sering diajak jalan kaki pulang ke rumahnya, saya tak pernah membayangkan kalau Dahlan bisa jadi menteri seperti saat ini.

    Lebih dari itu, Dahlan harus bisa membuktikan kebiasaan-kebiasaan langka-nya tidak sekadar menghibur rakyat, yang kini diliputi harap-harap cemas menanti datangnya kenaikan BBM. Tapi, seorang Dahlan –bagian dari pemerintahan– bisa membuktikan sebagai menteri yang menghadiahkan “spirit of life” ganti hati-nya untuk rakyat Indonesia. Semoga…(bersambung-02)

    http://www.lensaindonesia.com/2012/04/04/tindakan-aneh-aneh-dahlan-itu-bukan-cari-muka-ke-rakyat.html

    Spirit of Life Menteri Ganti Hati (2)
    Indonesia Butuh Pejabat Negara yang Bukan Bervisi Sepatu Pantofel

    Kamis, 05 April 2012

    Catatan: Sholihin Hidayat (mantan Pemred Jawa Pos, kini komisaris sebuah perusahaan, dewan pakar redaksi lensaindonesia.com)

    LENSAINDONESIA.COM: “Tindakan ‘Aneh-aneh’ Dahlan Bukan Cari Muka ke Rakyat” (klik: Tindakan “Aneh-aneh…”) . Kalimat ini, tentu bukan pembenaran attitude seorang menteri BUMN Dahlan Iskan. Tapi, tidak lebih dari sejumput apresiasi terhadap sikap menteri yang berenerji inspiratif. Sebuah daya empati terhadap jutaan rakyat Indonesia yang kesehariannya tinggal di rumah kumuh, berangkat kerja berdesakan di gerbong KRL, bahkan di ujung kota pun masih ada yang makan nasi aking.

    Sebagai wartawan yang pernah bekerja dengan Dahlan –saat masih menjadi Pemred Jawa Pos— saya pun positive thinking. Berharap tingkah laku Menteri BUMN ini tidur rumah susun, naik ojek, dan ikut berdesakan dengan penumpang KRL Jabodetabek, merupakan ekspresi sebuah kesadaran mendalam dari seorang pejabat Negara. Tidak sebaliknya, yang dalam mindset megapolitan bisa dipersepsi ‘aneh-aneh’ dan sensasi.

    Bagi yang pernah bekerja dengan Dahlan di waktu masih susah -–awal merintis Jawa Pos—- tentu, apa yang dilakukan Dahlan sekarang ini bukan sesuatu yang aneh. Malahan, akan sangat aneh bila seorang Menteri Dahlan Iskan berubah penampilan lengkap dengan dasi dan sepatu pantofel, atau ke kantor naik mobil Jaguar XKR –yang biasa dipakai petinggi Jawa Pos.

    Kebiasaannya bersepatu kets dan kemeja dengan lengan digulung masuk Istana Negara, ya itulah Dahlan. Masuk kantor BUMN pagi-pagi ketika semua pejabat, staff dan karyawan belum muncul, begitulah Dahlan. Etos berkarya yang menjungkirbalikkan mindset dan disiplin konvensional, ini kunci Dahlan sukses menjadikan Jawa Pos sebagai media di tanah air yang beranak pinak sampai 100 media.

    Saya ingat betul bagaimana saya kali pertama tergagap-gagap menyaksikan ‘super kegilaan’-nya dalam bekerja. Ketika itu, tahun 80-an – saat dia menjadi pemred di Jawa Pos— saya jadi redaktur. Saya kebetulan –selesai dead line– diajak tidur di rumahnya di Jalan Tenggilis, Surabaya. Esoknya, saya bangun agak telat. Maklum, saya dan dia tidur menjelang pagi. Ternyata, Dahlan sudah tidak ada. Kata Bu Dahlan, suaminya sudah bangun selepas Subuh dan ikut mengantar koran ke para langganan, kemudian langsung ke kantor Jawa Pos Kembang Jepun, Surabaya.

    Untuk memajukan koran Jawa Pos, Pak Bos –begitu panggilan karyawan Jawa Pos terhadap Dahlan– tidak hanya memerintakan karyawan jadi penyalur atau pengecer, yang sekaligus solusi menambah penghasilan keluarga. Tapi, dia sendiri bersama sang isteri di rumah juga jadi penyalur koran. Malahan, omzetnya paling tinggi dibanding penyalur koran semua keluarga karyawan Jawa Pos.

    Itulah Dahlan. Kerja keras dan kerja keras. Kerja bukan sekadar hobi. Tapi seperti menjadi daya hidupnya. Saya tahu persis, dia seperti tak punya hobi lain, kecuali kerja. Bagi saya maupun teman-teman wartawan lain, selesai dead line koran, merasakan puas dengan kongkow atau istirahat bersama anak dan isteri, jadi kebutuhan rutin. Tapi, Dahlan tidak. Dia justru seperti merasakan puncak kepuasaan, saat setelah dead line kerja bisa kerja lagi. Jika tidak bekerja keras, dia malah sakit dan tidak kreatif.

    Nah, untuk bisa ’’menyaingi’’ Dahlan, satu-satunya cara adalah dengan tidur di kantor. Saya dan Margiono (sekarang Ketua Umum PWI Pusat dan CEO Rakyat Merdeka Group) –tahun 80-an sempat bisa menyaingi Dahlan, dengan tidur di kantor.

    Belum satu pun orang datang di kantor, saya dan Margino sudah di kantor. Ketika semua orang sudah pulang ke rumah, kami masih bertahan di kantor. Kantor Jawa Pos Kembang Jepun benar-benar kami kuasai. Termasuk, beberapa makhluk halus penghuni Kembang Jepun, sudah sangat bersahabat dengan kami.

    Kini, saat seorang wartawan Dahlan setelah menjabat Dirut PLN menjadi pejabat publik, dia masih tetap pekerja keras, nyeleneh, dan nyentrik, wajar.

    Bahkan, masih banyak lagi kenyelenehan Dahlan yang tersembunyi. Dia nyaris tidak pernah bawa duit, misalnya. Datang di kantor naik taksi minta dibayari anak buah, juga hal biasa. Kalau pun dia sekarang tidak mau terima gaji menteri, tidak menempati rumah dinas, tidak menggunakan mobil dinas, tidak memakai pin menteri kabinet, tentu ini bukan aneh lagi untuk seorang Dahlan.

    Selama Indonesia merdeka, tak pernah ada menteri atau pejabat yang tidak mau terima gaji dan sebagainya. Semua itu, bagi pejabat publik mana pun, adalah sebuah gengsi, pride (kebanggaan). Bahkan, dengan menggunakan pakaian dinas safari atau stelan jas, ditambah pin di dada kiri, lengkaplah kebaggaan seorang pejabat. Naik-turun mobil pintunya dibukakan. Ajudan kemudian menunjukkan jempolnya sebagai tanda sang pejabat harus jalan ke arah mana. Semua itu simbol pejabat tinggi Negara. Lumrah.

    Tapi, menjadi tidak lumrah setelah dinafikan seorang Dahlan. Formalitas itu ditempatkan pada proporsinya; semu. Seorang yang berkualitas dan berpengaruh, tidak ditentukan baju seragam. Dahlan menjungkirbalikkan makna simbol Pin di dada kiri hanya hiasan, asesoris belaka.

    Pengabdian seorang pejabat tidak ditentukan atribut. Apakah Dahlan mampu membuktikan dengan karyanya sebagai Menteri BUMN di tengah masyarakat Indonesia yang kini dihantui kecemasan kerentanan ekonomi global? Jawabannya, jelas tidak cukup dengan sikap nyentrik seorang Menteri Dahlan yang suka membuka pintu mobil sendiri –saat naik maupun turun—- meski ada sopir dinas. Juga bukan dengan cara menyetir mobil sendiri dalam menjalankan tugas menteri. Apalagi, dengan keanehan dan kenyentrikannya yang lain sebgai seorang menteri.

    Saya berharap bahwa Dahlan bukan sekadar ambisi politik otopia. Perjalanannya dari awal menjadi wartawan Tempo, membangun media Jawa Pos Group yang tak ubahnya sebuah partai besar lengkap dengan DPD seluruh provinsi, hingga operasi ganti hati, setidaknya menjadi sebuah enerji nyata dan inspirasi mematahkan euforia politik reformasi.

    Saya jadi teringat saat Dahlan pertama punya mobil baru, Jaguar. Dia tak jarang mengajak anak buah yang belum pernah merasakan bagaimana duduk di jok mobil Eropa itu, meluncur ke pabrik kertas grup Jawa Pos, atau tempat-tempat Jawa Pos yang lain. Dan, yang jadi sopir Dahlan sendiri. Bahkan, seorang wartawan juga pernah cerita sempat diajak Dahlan berdua keluar kota, lantas disuruh mengemudikan mobil Mercedes S500-nya (L 1 JP) yang ketika itu baru dibeli Jawa Pos. Wartawan itu deg-degan dan menolak dengan alasan takut karena tak pernah mengemudikan kendaraan metic. Tapi, Dahlan memaksanya. Dasar wartawan, dia pun tanya sambil canda, kalau menabrak apakah gaji dipotong kantor seumur hidup. “Pak Bos tertawa ngakak,” cerita wartawan itu.

    Rupanya, Dahlan memang terbiasa memberi contoh anak buahnya bahwa kerja keras tidak cukup. Harus kerja cerdas, harus punya “spirit of life’, tidak boleh takut resiko gagal. Barangkali itulah yang ingin ditularkan Dahlan seperti cerita wartawan dipaksa menyopiri mobil baru Mercedess S5500 itu.

    Masa-masa krusial Indonesia dewasa ini, apalagi menghadapi dilemma BBM dunia belakangan, kehadiran sosok pejabat Negara, menteri maupun politisi yang tak sekadar bervisi sepatu ‘pantofel’, atau ambisi kekuasaan, bisa jadi jauh lebih berarti. (bersambung-3)

    http://www.lensaindonesia.com/2012/04/05/indonesia-butuh-pejabat-negara-yang-bukan-bervisi-sepatu-pantofel.html


    Spirit of Life Menteri Ganti Hati (3)
    Oase Melegakan Presiden SBY, Dahlan Dituding “Akrobat Politik”

    Senin, 09 April 2012

    Catatan: Sholihin Hidayat (mantan Pemred Jawa Pos, komisaris sebuah perusahaan, dan dewan pakar redaksi lensaindonesia.com).

    LENSAINDONESIA.COM: Setengah periode kepemerintahan dua dekade Presiden RI ke-6, SBY belakangan ini, benar-benar menghadapi ujian semakin keras. Berbagai persoalan pelik tak kunjung menemukan solusi ‘clear’ and ‘clean”. Masalah BBM (bahan bakar minyak), misalnya, menggelinding jadi
    komoditas politik bagi semua parpol. SBY terpojok, dan akan terus dipojokkan. Partai Demokrat pun ‘klepek-klepek’ menghadapi partai koalisi atau Setgab yang ternyata hanya sebuah komoditas politik ‘abal-abal’.

    Saya amat yakin Presiden SBY tidak cukup –re review strategi– perlu
    figur-figur pembantu di kabinet maupun di luar Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, yang tidak sekadar berdaya profesionalisme tangguh, akuntabel, maupun akseptabel. Lebih krusial, republik ini sekarang butuh figur-figur pelaksana negara yang memiliki daya integritas, berkomitmen dan amanah. Selebihnya, punya nyali ‘negarawan’, menegakkan akal sehat, produktif ide-ide kreatif besar, genuine, lateral, dan visioner.

    Mafhum, persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini, bukan cuma dinamika politik dalam negeri, yang semakin keras dan ‘miris’. Gonjang-ganjing politik ekonomi global dan perang ‘urat syaraf’ politik dunia, bahkan sepertinya jauh lebih ‘miris’ dalam menguji nyali tangguh atau tidaknya pengelolaan negeri tercinta ini.

    Kalau pun seorang wartawan Dahlan Iskan –baru 6 bulan menjabat Menteri BUMN– menggenjot kreatifitas ‘masuk jalan tol’ mengejar gerak para menteri KIB yang lebih dulu meninggalkan start, barangkali itu sah-sah saja. Cuma, konsekuensi yang harus disiapkan seorang Dahlan, tentu ketangguhan nyali menghadapi serangan-serangan kekuatan resistensial.

    Modal pengalaman empirik seorang Dahlan Iskan, bisa jadi tidak meragukan untuk bisa lolos kriteria figur para menteri yang dibutuhkan SBY. Sebagai sosok profesional di dunia business, dia sudah membuktikan mampu membangun ‘kerajaan’ media –memiliki hampir 200-an media cetak dan televisi lokal– di negeri ini. Sebagai insan jurnalis, dia juga berhasil melahirkan ribuan wartawan yang tersebar di seluruh tanah air.

    Seorang kawan di elite Partai Demokrat mengakui bahwa kehadiran Dahlan sebagai anggota kabinet cukup melegakan di sisa pemerintahan Presiden SBY. Setidaknya, Dahlan menjadi ‘’hiburan’’ dan sekaligus oase bagi kegersangan hidup bernegara dan berbangsa.

    Barangkali itu, sejak Dahlan menjabat menteri, kalau pun senantiasa menjadi news maker, wajar. Sebagai ‘maha guru’-nya wartawan –khususnya di jaringan Jawa Pos Group– dia tahu persis karakter sebuah peristiwa yang akan menjadi berita mulai ‘headline news’ sampai ‘spot news’, misalnya. Bisa jadi ini, sehingga sikap-sikap nyeleneh, aneh-aneh, maupun eksentrik seorang Menteri BUMN Dahlan Iskan, ada yang me-justifikasi “bermain akrobat politik” atau “dagelan politik”.

    Bisa saja penilaian itu sah, lantaran belum paham jati diri Dahlan sebenarnya. Atau, karena curiga jangan-jangan Dahlan sekadar bermanuver menyiapkan amunisi masuk bursa Capres atau Cawapres 2014. Apalagi, di media jejaring sosial fesbuk belakangan marak status “Gerakan Rakyat dan Facebooker Mendukung Dahlan Iskan Jadi Presiden”. Sebaliknya, mereka yang tahu persis karakter Dahlan, pasti ngakak menyaksikan Dahlan mengulang lagi kebiasaan lama –kali ini, menjabat menteri– menyebarkan virus naik ojek, naik angkutan umum, menyetir mobil sendiri, berangkat kerja pagi-pagi buta, dan pulang menjelang pagi.

    Diakui atau tidak, Dahlan adalah seorang wartawan sejati, yang tetap menulis dan menulis. Jangankan saat menjadi Dirut PLN maupun Menteri BUMN seperti sekarang, malah ketika menjalani prosesi ganti hati di Tiongkok,
    dan banyak orang mengkhawatirkan ‘gagal’ hingga berujung akhir dari hidupnya, toh Dahlan tetap rajin menulis layaknya seorang wartawan yang melaporkan hasil liputannya kepada publik.

    Rupanya, kini, Dahlan beruntung. Sejak menjadi pejabat tinggi negara,
    keeksentrikan dan kenyelenehan prilakunya sebagai menteri bisa mengobati sikap apriori publik –khususnya masyarakat marjinal– yang seperti nyaris tidak percaya lagi atau hilang harapan terhadap figur pejabat tinggi negara yang bisa gayeng bersama rakyat. Mau dan bisa bicara dari hati ke hati. Dekat dan melekat di hati mereka yang hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah.

    Politik seringkali sangat transaksional. Tidak memosisikan rakyat sebagai
    subyek demokrasi, melainkan hanya sebagai obyek. Politik malah memarjinalkan para pemegang hak suara.

    Dalam kondisi masyarakat Indonesia dihadapkan krisis multi dimensi seperti sekarang, memang layak petinggi-petinggi negeri ini meniru Umar Ibnul Khattab RA, khulafaur rasyidin kedua, sebagai salah satu teladan yang
    sangat baik bagi figur pemimpin. Hampir tiap hari, dia keliling keluar masuk kampung untuk melihat keadaan rakyat yang dipimpinnya. Apakah rakyat sudah hidup layak dan bisa makan setiap hari. Itu yang terus dipantau secara langsung. Apakah rakyat merasa aman dan nyaman dalam kepemimpinan Umar?

    Suatu malam, saat keliling di sebuah kampung, khalifah mendengar tangisan anak. Sementara, di sudut dapur tampak sinar api terus menyala dengan sebuah tungku di atasnya. Umar mendekat dan bertanya pada seorang ibu di rumah itu. Ternyata, si ibu sengaja menanak batu dengan tujuan menenangkan hati anaknya, agar berhenti menangis. Tapi, si anak yang lapar tak kunjung menghentikan tangisnya.

    Masyaallah! Umar bergegas kembali ke Makkah dan membuka baitul mal untuk mengambil sekarung gandum. Salah seorang sahabat yang mengiringi Umar bermaksud mengangkatnya. Umar tidak mau dan memanggul sendiri karung gandum itu di pundaknya. Ia bergegas kembali ke rumah ibu tadi, dan menyerahkan sekarung gandum itu.

    Berbahagialah si ibu dan berucap terima kasih kepada pria yang dianggapnya asing. “Kenapa khalifah kami sampai tidak tahu jika ada warganya kelaparan?” curhat si ibu. “Silakan ibu besok datang ke istana khalifah dan tolong sampaikan apa yang menjadi aspirasi ibu,” pesan Umar.

    Esoknya, si ibu saat mendatangi istana, terkejut. Ternyata, pria yang memberinya sekarung gandum semalam adalah Khalifah Umar bin Khattab. Kontan, perempuan itu bertekuk lutut minta maaf. Ketauladanan Umar, jauh dari politik kekinian. Pasti. Semoga para pemimpin dan politisi negera ini masih ada yang mau ikhlas mengikuti kepemimpinan Umar. * (selesai)

    Editor: joko

    http://www.lensaindonesia.com/2012/04/09/oase-melegakan-presiden-sby-dahlan-dituding-akrobat-politik.html

    Posted by BlackBeard | 9 April 2012, 12:08 pm
  49. Langkah Dahlan Iskan *)
    Rabu, 11 April 2012 | 09:17 WIB

    TEMPO.CO, Ketika Susilo Bambang Yudhoyono belakangan banyak mengeluh soal menteri yang kinerjanya buruk dan tidak loyal, figur Dahlan Iskan menonjol sebagai menteri yang unik. Beberapa terobosannya yang tidak biasa menjadi trending topic. Gebrakannya yang kontroversial belum lama ini, seperti membuka paksa pintu tol atau tidur di atas tikar semalaman di rumah petani Kulon Progo, ternyata menuai simpati publik.

    Ia hadir memecah kebekuan manajemen pemerintahan yang dianggap kaku dan lamban. Gaya proaktif dan provokatif Dahlan Iskan memang fenomenal. Langgam kepemimpinannya bersifat menggerakkan. Dahlan juga dipandang memiliki gaya kepemimpinan yang tegas tapi luwes. Sosok Dahlan bertindak penuh antusias, bergairah untuk maju, dan induktif, menyelami segala persoalan dari bawah dan langsung dipecahkan di tempat saat itu pula.

    Dengan spirit antusias itu, Dahlan bertindak cepat: berusaha memecahkan masalah secara utuh berbasis kepentingan publik. Dalam konteks inilah, simpati masyarakat secara spontan kerap muncul. Pelbagai kebiasaan dan terobosannya yang khas–sejak menjadi Direktur Utama PLN hingga kini Menteri Badan Usaha Milik Negara–acap kali menghiasi ruang publik.

    Apakah seorang Dahlan Iskan sedang memainkan jurus politik yang berbasis pencitraan? Saya cenderung menjawab: tidak. Dahlan pernah mengatakan tuduhan yang paling menyakitkan hatinya adalah bahwa dia dikatakan melakukan ini semua demi ambisinya menjadi calon presiden 2014. Menurut saya, Dahlan Iskan hadir secara otentik, bukan dalam cengkeraman ontologi citra atau simulacrum. Menjadi pribadi otentik, bagi Dahlan, hanya dengan cara tampil apa adanya, tanpa basa-basi, dan tanpa beban.

    Pribadi otentik harus menjadi diri sendiri, tidak menjadi orang lain. Tidak mengidentifikasi diri dengan the other, tidak hidup dalam dunia seolah-olah, atau tidak menjadi dunia mereka (the they). Nah, ketika masyarakat memandang banyak menteri yang kurang cakap dan partai politik yang gagal mengutamakan kepentingan rakyat, bagaimana fenomena Dahlan Iskan ini sebaiknya kita baca?

    Sosok Dahlan Iskan mungkin lebih tepat dikategorikan sebagai man of action murni (par excellence). Di benaknya hanya ada satu kata: bekerja. Dahlan tak suka pada teori-teori atau berteori. Setiap langkah dan gerakannya cepat dan fokusnya adalah solusi serta tantangan ke depan. Semua pihak–termasuk bawahan–yang terkait dengan persoalan diajak berpikir dan bertindak solutif-kreatif. Dialog terbuka dan terjun langsung ke bawah merupakan metode andalannya. Virus antusias dan berpikir positif–keyakinan atas kemampuan bawahan dalam memecahkan persoalan–adalah senjata pamungkasnya. Uniknya, paradigma bekerja semacam itu bisa dilakukannya di mana pun dan kapan pun. Maka tak aneh jika kita menyaksikan rapat-rapat penting digelar, misalnya, di ruang terbuka atau bandar udara pada pukul 6 atau 7 pagi.

    Dahlan juga tampaknya bekerja tanpa orientasi materi. Barangkali dialah contoh sosok pemimpin yang sudah “selesai” dengan urusan pribadi dan materialnya. Bukan rahasia umum lagi, Dahlan Iskan adalah “Si Raja Koran”, yang kekayaannya mungkin tak mengharuskannya mencari nafkah di tempat lain. Apalagi setelah ia merasa dikaruniai tambahan umur pasca-transplantasi ginjal. Baginya bekerja adalah ekspresi rasa syukur. Dengan kata lain, mengutip kata-kata Dahlan Iskan sendiri, “Bekerja adalah bentuk syukur yang paling asasi: berbuat baik sebanyak-banyaknya bagi kepentingan manusia.” Maka tidak mengherankan bila, konon, gajinya selama menjadi Direktur Utama PLN dan kini Menteri BUMN tak pernah diambil. Bahkan dia tidak pernah sedikit pun menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

    Seperti almarhum Gus Dur, Dahlan bisa juga disebut sebagai simbol desakralisasi jabatan. Bagi Dahlan Iskan–yang sejak kecil hidup miskin di Magetan dan baru memakai sepatu ketika kelas II madrasah aliyah (sekolah menengah atas)–jabatan itu bersifat profan. Jabatan tak pantas dipuja-puja atau didewa-dewakan. Baginya jabatan bukan segala-galanya. Tampaknya seorang Dahlan Iskan begitu enteng dan rileks memaknai kedudukannya itu. Tak muncul sedikit pun di wajahnya tipologi orang yang takut kehilangan jabatan atau mencari-cari jabatan. Bila besok dia diberhentikan oleh Yudhoyono, tak akan menjadi soal baginya. Bahkan, dalam rapat-rapat tertentu di lingkungan BUMN, jika ada pejabat yang acap kali memanggil dirinya dengan sebutan Pak Menteri, dengan tangkas dia segera meralat, maaf, nama saya bukan Pak Menteri, tapi Dahlan. Dengan sikap semacam itu, Dahlan Iskan ingin menjauhkan kedudukannya dari basa-basi birokrasi, sehingga dia bisa bekerja lebih bebas, tanpa ragu, dan tanpa beban.

    Di tengah-tengah kondisi pemerintah yang sering terjebak dalam imperium citra serta kiprah anggota legislatif dan yudikatif yang beraroma koruptif, Dahlan Iskan hadir bagaikan oasis yang muncul di gurun pasir. Dahlan bisa jadi merupakan iklan terbaik pemerintah saat ini. Gebrakan, terobosan, dan langkah-langkah segarnya dalam memimpin PLN dan Kementerian BUMN bertolak belakang dengan kecenderungan pemerintah yang sering lamban dalam menyikapi pelbagai persoalan bangsa. Maka tak berlebihan bila Dahlan Iskan disebut sebagai suara positif pemerintah di ruang publik.

    Terakhir, Dahlan mencoba menggunakan pendekatan corporate untuk membangun Indonesia. Baginya, ada dua pilar penting yang bisa digunakan untuk membangun Indonesia ke depan: birokrasi dan korporasi. Sudah kita ketahui, karakter birokrasi sangatlah kaku dan lamban. Memperbaikinya tentu bukan perkara mudah. Karena itu, bagi Dahlan, pendekatan korporasi bisa menjadi pelengkap bagi proses pembangunan Indonesia. Korporasi mutlak harus bersifat profesional dan rasional. Tindakan rasional adalah tindakan yang membawa kita lebih dekat pada tujuan kita. Dan tujuan BUMN yang milik rakyat itu adalah mengembalikan keuntungan sebanyak-banyaknya kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik yang optimal ataupun pemasukan yang memadai bagi pemerintah.

    Tentu saja tidak semua pihak menyukai dan menyetujui gaya manajemen Dahlan Iskan. Ada yang mengatakan gaya Dahlan itu norak dan mengabaikan hierarki manajemen. Negara tidak bisa dikelola dengan insting belaka. Harus ada pertimbangan hati-hati dan mendalam sebelum keputusan diambil. Yang tertabrak aksi-aksi Dahlan mungkin saja berharap Dahlan gagal.

    Bagi kita, konsumen pelayanan publik, eksperimen Dahlan kita harapkan akan berlanjut mendatangkan manfaat. Mungkin terlalu dini saat ini untuk memuja-muji Dahlan Iskan. Sebuah kajian baru perlu ditulis kembali nanti pada akhir masa jabatannya di kabinet ini. Semoga.

    *) Abdillah Toha, Chairman Grup Mizan

    Sumber:

    http://www.tempo.co/hg/kolom/2012/04/11/kol,20120411-561,id.html

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 11 April 2012, 9:24 pm
  50. Semula saya tidak percaya kalau orang bilang, baca tulisan Dahlan Iskan pasti ketagihan ingin baca lagi tulisan lainnya…..masa iya sih? apa seperti buku Karl May yang kalau menceritakan suatu tempat seakan-akan kita ada disana? Ternyata benar….sangat menarik membaca tulisan-tulisan Pak Dahlan Iskan (emang dasarnya penulis, wajarlah), tapi memang menarik…terima kasih Pak, membaca itu jendela dunia…Bapak kaya sekali dalam segala hal….semoga Allah swt selalu menjaga Bapak dari sifat takabur….tidak keluar dari niat semula menjadikan sisa hidup Bapak dapat bermanfaat buat orang banyak, itu yang akan di bawa bekal menghadap Allah swt….Amiin.

    Posted by siti Sofiyani | 12 April 2012, 11:45 am
  51. Senin, 09 April 2012 , 19:42:00
    Bedanya ’’Tidur’’ dan ’’Makan”

    Malam itu, kami sedang asyik bersimulasi mempersiapkan ’’Pasrah’’ alias Pasar Murah yang diinisiasi Bank Mandiri-Jasa Raharja-Jamsostek bersama Indopos di GOR Ciracas, Jaktim. Tiba-tiba diskusi bergeser soal Meneg BUMN Dahlan Iskan yang malam itu juga menginap di Rusun Perumnas Pulau Gebang, Cakung, di wilayah Jaktim. Yang menjadi ’’tanda tanya besar’’, ngapain bersusah–payah tidur di rumah yang didesain dengan harga dan fasilitas ’’merakyat’’ itu? Ngapain?

    Poin pertanyaan itu mirip dengan beberapa kejadian sebelumnya. Seperti saat Dahlan bermalam di kampung terpencil, beralas tikar, berlantai tanah, berdinding gedhek (anyaman bambu, red) milik petani miskin Hadi Sumarto, 60, tahun di Desa Bulak Seworan, RT19/RW8, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo, DI Jogjakarta. Kata-kata yang membuat galau di kepala publik pun sama, ’’ngapain?’’

    Di rumah buruh tani berukuran 7×10 meter itu, Dahlan sama sekali tidak merasa canggung, tidak ada kesan risih, dan tetap home. Dia juga lahap menyantap tempe benguk, ubi rebus, geblek –bahan makanan ringan dari sari pati ketela, red), dan wedang secang hangat berwarna merah bening, yang di Jakarta dikenal dengan sebutan bir pletok itu. Lagi-lagi, ’’ngapain’’ menghabiskan waktu dengan cara itu?

    Sama dengan kekagetan publik di medio Maret 2012 lalu, ketika Dahlan Iskan tidur berkasur tikar pandan, di samping tumpukan gabah di rumah petani kecil di Dusun Karangrejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah. ’’Ngapain’’ aja? Apa nggak takut sedang demam tomcat? Predator wereng yang saat ini menjadi monster kecil dan ditakuti penduduk di Republik ini? ’’Ngapain’’ bertaruh dengan risiko kesehatan dirinya?

    Bagi kawan-kawan di Jawa Pos Group, gaya ’’ngapain’’ itu bukan trik baru. Dua puluh lima tahun silam juga sudah begitu! Dia menyebut bahwa seorang pimpinan itu harus bisa ’’ngeloni’’ (baca: meniduri dengan memeluk erat selayaknya guling, red) perusahaannya. Didalami, dihayati, dijiwai, ditunggui, sampai-sampai, –kalau perlu–, harus ditiduri untuk men-scanning segala problematika perusahaan. Sampai hal-hal yang paling mendasar, lalu ditemukan solusi kreatifnya.

    Cek saja pasca bermalam itu, pasti akan ada ’’gempa susulan’’ berupa kebijakan-kebijakan baru. Bisa penajaman kebijakan lama, bisa pula perubahan yang akrobatik. Semua bisa terjadi. Mata, telinga, dan rasa Dahlan pada saat turun lapangan seperti itu seperti alat recording dengan daya rekam super. PT Jasa Marga dengan tragedi lempar kursi di pintu tol Semanggi itu hanyalah contoh kecil di antara ribuan spontanitas lain.

    Di Kulonprogo misalnya, dia mencatat produktivitas lahan yang menurun, dari 1.800 meter persegi, hanya menghasilkan 10 kwintal? Belum dipotong sewa traktor untuk pengolahan tanah pra tanam, membeli pupuk, membeli pestisida untuk membasmi sundep, keuntungan petani hanya 1 kwintal gabah kering. Kalau per kilogram hanya untung Rp 3.000, maka tiga bulan bercocok tanam padi, hanya menghasilkan Rp 300.000.

    Bagaimana mungkin petani bisa melepaskan diri dari jeratan kemiskinan? Tidak ada pintu? Pertanian menjadi tidak popular buat anak-anak muda. Konsep Negara Agraris, yang berbasis pada pertanian, tak lama lagi harus direvisi. BUMN yang bergerak di sektor pertanian, pasti dipaksa berpikir untuk mencari solusinya. PT PUSRI, PT Sang Hyang Seri, Perum Bulog, dan yang terkait gerakan Pro-Beras, pasti sedang galau saat ini.

    Sama juga dengan pimpinan Perum Perumnas, ketika Dahlan Iskan merasakan atmosfer semalam di Rusun Pulau Gebang itu. Jakarta adalah cermin dari wajah negeri, ibu kota negeri, yang harus cantik luar dalam. Tidak hanya indah di Sudirman-Thamrin, tetapi juga cantik di Cakung, Cilincing, kawasan-kawasan pemukiman kumuh di Utara dan pinggiran sungai. Perumnas bisa berbuat apa?

    Pasti yang menjadi pertanyaan banyak orang, bagaimana bisa tidur di tempat-tempat seperti itu? Padahal, Dahlan sekarang kan berbeda dengan 25 tahun lalu. Uang banyak. Tidur di mana saja mampu. Tidak sulit. Pulang ke apartemennya di kawasan SCBD juga tidak jauh. Tetapi mobil L-1-JP pukul 00.30 malam itu sudah parkir di Graha Pena Jakarta. Berarti, dia memang sedang ’’ngeloni’’ Perumnas.

    Saya bertanya, apa makna dan filosofi tidur buat seorang Dahlan, kemarin? Apa jawabnya? ’’Tidur sangat penting untuk recovery dan peremajaan sel-sel tubuh. Waktu remaja tidur sedikit, karena jam 3 selalu dibangunkan untuk salat malam, lalu salat subuh, menyapu halaman, menyapu rumah, mandi terus berangkat sekolah,’’ jawabnya.

    Lalu? ’’Waktu muda jadi wartawan terbalik, baru tidur jam 3. Itu dari umur 24 tahun sampai 45 tahun. Sudah biasa tidur sedikit kira-kira 4 sampai 5 jam sehari. Tapi saya mudah tidur. Kapan saja dan di mana saja, di lantai masjid tanpa lapisan tikar, (waktu kecil sampai remaja, red), di amben, di atas meja, di kursi stasiun, di terminal bus (saat jadi wartawan, red), di tumpukan kertas (waktu jadi direktur percetakan dan pabrik kertas, red), dan di ranjang empuk atau keras sama saja,’’ jelas Dahlan.

    ’’Saya juga bisa tidur dengan mudah di mobil, di kereta, di bus, di ruang tunggu, di kursi kantor, di pesawat. Sering saya tidak tahu pesawat take off karena begitu masuk pesawat dan duduk langsung tidur. Saya sering berpesan kepada pramugari agar jangan dibangunkan hanya untuk ditawari makan atau minum. Saya mudah tidur. Kalau mau tidur, dalam lima menit pasti sudah lelap,’’ kata mantan Dirut PLN ini.

    Bagaimana kalau sedang diterpa badai persoalan besar? ’’Tidak peduli lagi senang atau lagi banyak persoalan. Mau tidur, ya tidur aja. Saya tidur biasanya telungkup. Atau miring. Tidur lama itu penting. Tapi kualitas tidur lebih penting. Saya selalu merasakan kualitas tidur saya sangat baik. Hampir selalu merasa lelap,’’ ujarnya.

    Ya, itulah Dahlan Iskan. Tidak terjebak batas ideal tidur sehat harus 7-8 jam sehari. Tidak penting tidur di spring bad atau di tikar. Yang penting, berkualitas. Mirip dengan prinsip: makanlah selagi lapar, berhentilah sebelum kenyang! Tidurlah selagi ngantuk, dan bangunlah sebelum disiram air. (*)

    (*) Penulis adalah Pemred-Direktur Indopos, Wadir Jawa Pos.

    http://www.jpnn.com/read/2012/04/09/123661/Bedanya-%E2%80%99%E2%80%99Tidur%E2%80%99%E2%80%99-dan-%E2%80%99%E2%80%99Makan-

    Posted by BlackBeard | 13 April 2012, 5:36 pm
  52. Berita Dahlan Iskan 11 April 2012

    Rabu, 11 April 2012 | 09:20 WIB
    Dahlan Beri Kuliah Umum di STIE Nobel Makassar

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan hari ini, Rabu, 11 April 2012 dijadwalkan memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Makassar.

    Juru bicara dan protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi menuturkan, dalam jadwal Dahlan akan hadir di pukul 11.00 Wita di Kampus STIE Nobel, di Ballroom Lantai 2 Kampus STIE Nobel, Jalan Sultan Alauddin 212, Makassar. “Semoga tidak berubah,” kata Faisal ketika dihubungi, Rabu, 11 April 2012.

    Dahlan Iskan dijadwalkan memberi mata kuliah umum terkait roadmap pengembangan dan manajemen masa depan Indonesia melalui potensi yang dikelola BUMN.

    Sebelumnya, menurut Faisal, Dahlan Iskan juga melakukan kunjungan kerja ke Jeneponto, Bulukumba melihat hasil budidaya rumput laut.

    WDA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/090396230/Dahlan-Beri-Kuliah-Umum-di-STIE-Nobel-Makassar

    Rabu, 11 April 2012 | 10:25 WIB
    Dahlan ke Makassar, Panitia pun Kelabakan

    TEMPO.CO, Jakarta – Bukan Dahlan Iskan kalau aksinya tidak mengejutkan. Seperti dengan kunjungannya di Makassar, Rabu, 11 April 2012 hari ini. Menteri Badan Usaha Milik Negara itu sejatinya dijadwalkan hadir pukul 11.00 Wita untuk memberi kuliah umum di STIE Nobel, Makassar.

    Dalam undangan kuliah umum bertajuk “Membangun Wirausaha Muda untuk Kesejahteraan Bangsa” itu, jadwal dicantumkan pukul 11.00 Wita. Namun, Dahlan datang lebih awal, yaitu pukul 09.00 Wita.

    Apa boleh buat, panitia pun dibuat kelabakan. Apalagi ruangan yang dipakai memberi kuliah umum masih kosong dari mahasiswa. “Gaya Pak Menteri ini benar-benar mengejutkan dan sepertinya baru pertama kali ini saya melihat menteri seperti ini,” ujar Sultan Makkasau, Humas Multi Niaga Group.

    Dahlan tiba di Makassar sejak Selasa, 10 April 2012 sore. Rabu pagi-pagi sekali, ia sudah berkunjung ke Site PLTU Jeneponto. Padahal, sebelumnya pihak Bosowa Energy menerima jadwal kunjungan pukul 14.00 Wita. “Kami kelabakan, padahal kami ingin mengundang wartawan untuk meliput kunjungan beliau. Ternyata beliau datang jauh lebih awal,” ujar Erma, sekretaris PT Bosowa.

    Sebelumnya, Dahlan juga mengunjungi rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, pada pagi-pagi buta, yaitu pukul 05.30 Wita. “Pak Gubernur masih bersantai di rumah, tiba-tiba Pak Dahlan datang mengagetkan,” ujar salah seorang ajudan gubernur. “Tapi Pak Gubernur senang dengan kejutan kedatangan Pak Dahlan”.

    Kehadiran Dahlan di Makassar diisi dengan jadwal sangat padat. Kunjungan juga dilakukan di kegiatan Bakti Sosial BRI, Pasar Murah BUMN Peduli, untuk warga yang berada di sekitar wilayah PLTU Jeneponto. Pasar murah ini merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan Dahlan Iskan ke beberapa badan usaha milik negara di Sulawesi Selatan, di antaranya yang berada di Kabupaten Bulukumba.

    Selain itu, Dahlan juga mengunjungi Kabupaten Bantaeng untuk melihat pengelolaan rumput laut, serta panen raya di Kabupaten Maros. Dahlan melakukan kegiatan tanpa protokoler yang ketat. Gaya berpakaiannya pun sangat sederhana, yakni dengan setelan kemeja polos serta sepatu kets. “Mana ada menteri mau berpakaian seperti ini,” kata Sultan. Usai dari STIE Nobel, saat ini Dahlan tengah berkunjung di Universitas Fajar.

    “Pertumbuhan ekonomi dulu tinggi, tapi yang kebagian orang-orang tertentu. Sekarang perekonomian tinggi bisa direbut untuk dinikmati oleh siapa pun, salah satunya dengan cara berwirausaha,” kata Dahlan, saat di STIE Nobel.

    SUKMAWATI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/219396246/Dahlan-ke-Makassar-Panitia-pun-Kelabakan

    Rabu, 11 April 2012 | 10:41 WIB
    Naik Kapal Laut, Dahlan Iskan Nangis

    TEMPO.CO, Makassar – Kenangan masa lalu rupanya amat menyentuh hati Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Mantan wartawan Tempo ini menangis saat melihat KM Pratiwi, kapal laut yang biasa beroperasi di kawasan timur Indonesia, tengah tergolek menjadi pasien galangan.

    “Kapal ini saya naiki 40 tahun lalu,” kata Dahlan Iskan sambil terisak seperti ditirukan Staf Humas Kementerian BUMN, Rabu, 11 April 2012.

    Wajar jika Dahlan sedih. Ia melihat KM Pratiwi menjadi pasien lama PT. Industri Kapal Indonesia (IKI), perusahaan galangan kapal milik pemerintah, lantaran kerusakan kronis. Kapal yang melayani rute Perairan Sulawesi hingga Manokwari Papua ini terbakar pada 2009 dan belum pulih hingga kini.

    Dahlan pun ingat, kapal ini ia tumpangi saat mengadu nasib dari Surabaya ke Samarinda, Kalimantan Timur, pada awal dekade 1970-an. Waktu itu, ia menjadi reporter surat kabar kecil di Samarinda. Dahlan yang saat itu berusia 20 tahun bertahan hidup dengan makanan yang minim di atas KM Pratiwi. “Tiga hari tiga malam saya naik kapal ini,” tuturnya.

    Kini, sisa-sisa jilatan api masih nampak di bagian lambung belakang KM Pratiwih. Ruang kemudi kapal milik swasta ini pun hancur dilalap api. Entah kapan KM Pratiwi bisa berlayar lagi.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/093396253/Naik-Kapal-Laut-Dahlan-Iskan-Nangis

    Rabu, 11 April 2012 | 12:52 WIB
    Garuda Beli 11 Airbus Seharga US$ 2,5 Miliar

    TEMPO.CO, Jakarta – Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia akan meneken perjanjian pembelian 11 pesawat A330-300 senilai US$ 2,5 miliar dengan perusahaan pesawat Airbus. Ihwal pembelian pesawat ini dibenarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. “Itu sudah diumumkan dari dulu,” kata Dahlan, Rabu, 11 April 2012.

    Penandatanganan kontrak pembelian pesawat ini rencananya dilakukan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Istana Negara nanti sore. Kesebelas pesawat itu akan tiba di Tanah Air antara tahun 2013 hingga 2017.

    Staf khusus Presiden bidang hubungan internasional, Teuku Faizasyah, menyatakan Perdana Menteri Cameron akan diterima Presiden pukul 15.00 sore. Pertemuan kedua kepala pemerintahan ini berfokus pada investasi, perdagangan, dan pendidikan. Namun tak menutup kemungkinan akan ada pembahasan isu politik regional dan global serta bidang lain.

    Faizasyah menuturkan pertemuan itu juga diikuti sekitar 30 orang delegasi ekonomi dari Inggris dan delegasi pebisnis dari Indonesia. Seusai mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata esok siang, Cameron pulang ke negaranya.

    ARYANI KRISTANTI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/090396289/Garuda-Beli-11-Airbus-Seharga-US-25-Miliar

    Rabu, 11 April 2012 | 14:20 WIB
    Dahlan Iskan Kritik Pelabuhan di Indonesia Timur

    TEMPO.CO, Makassar- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan pelabuhan-pelabuhan yang ada di kawasan Indonesia timur masih jauh dari standar pelabuhan internasional. Karena itu masih perlu dilakukan banyak pembenahan.

    “Pembenahan perlu dilakukan pelabuhan di seluruh Indonesia timur yang dibawahkan PT Pelindo IV. Karena logistik se-Indonesia timur tuh mahal sekali, antara lain karena pelabuhan-pelabuhannya belum efisien. Yang jelas masih jauh dari standar internasional,” ujar Dahlan di sela-sela kunjungannya di Pelabuhan Makassar dan kantor Pelindo IV, Rabu 10 April 2012 malam tadi.

    Dia menuturkan Kementerian tengah merencanakan bagaimana membuat pelabuhan lebih efisien. “Salah satu tanda efisien itu lamanya kapal berada di pelabuhan. Nah, saya mau cek ini di pelabuhan mana kapal itu berada lama, sehingga nanti misalnya yang seminggu bisa dibuat menjadi tiga hari, yang tiga hari bisa dibuat menjadi dua hari,” ujar Dahlan.

    Standar internasional keberadaan kapal di pelabuhan berkisar setengah hingga sehari lamanya. Direktur Utama Pelindo IV, Harry Sutanto, mengatakan saat ini lama kapal di pelabuhan-pelabuhan yang dibawahkan Pelindo IV rata-rata 2-3 hari. Waktu tersebut dihabiskan untuk proses bongkar muat barang.

    Menurut Dahlan, kendala keterlambatan pergerakan kapal di pelabuhan disebabkan oleh keterbatasan peralatan. Seperti distribusi barang berupa beras dan pupuk yang masih menggunakan karung akan membutuhkan pengerjaan pengangkutan yang lebih memakan waktu. “Coba kalau bisa beralih menggunakan kontainer. Tapi ini harus dilihat juga bagaimana kesiapan pelabuhannya,” kata dia.

    Hal lainnya yang perlu diperhatikan, menurut Dahlan, adalah distribusi menuju kota. “Itu kalau perjalanan menuju kota bagaimana meluncurnya. Sebab kalau jalan hancur itu kan truk yang mestinya segera kembali ke pelabuhan menerima muatan lagi, nggak bisa segera balik, itu kan merugikan. Kapal harusnya segera berangkat karena menunggu truk terlalu lama tentu menghambat pergerakan kapal lagi,” katanya.

    Pemantauan juga akan dilakukan pada gudang pelabuhan. Secepatnya akan diumumkan agar gudang beroperasi selama 24 jam. “Banyak juga pembongkaran barang yang terhambat karena gudang penerimaannya tidak buka 24 jam. Jadi kami akan umumkan gudang-gudang penerima itu bekerja 24 jam,” ujar Dahlan. Kendala tersebut terjadi di Pelabuhan Sorong serta Kendari.

    Sementara untuk Pelabuhan Makassar sendiri pembenahan saat ini berfokus pada modernisasi pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Sementara untuk pembangunan teminal baru, menurut Dahlan, saat ini belum diperlukan. Begitu pula dengan pembangunan Makassar New Port, menurutnya belum menjadi prioritas utama. Pelindo menyiapkan dana Rp 700 miliar untuk pengembangan Pelabuhan Makassar.

    SUKMAWATI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/058396329/Dahlan-Iskan-Kritik-Pelabuhan-di-Indonesia-Timur

    Posted by BlackBeard | 13 April 2012, 5:53 pm
  53. Berita Dahlan Iskan 12 April 2012

    Kamis, 12 April 2012 | 05:58 WIB
    Interpelasi Dahlan, DPR Kumpulkan 12 Tanda Tangan

    EMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Komisi Badan Usaha Milik Negara DPR RI Aria Bima menggulirkan usulan hak interpelasi (mengajukan pertanyaan) kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

    Pengajuan hak tersebut dilakukan untuk mempertanyakan perihal Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor 236/MBU/2011 yang diteken Dahlan Iskan.

    “Keputusan itu mengenai pendelegasian wewenang Menteri BUMN kepada para deputi Kementerian BUMN, direksi, dan komisaris,” tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini ketika dihubungi Tempo Rabu 11 April 2012.

    Aria menilai keputusan menteri itu secara substansial dan legal formal melanggar dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan BUMN.

    Akibat keputusan menteri ini, pemilihan Direktur PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni, PT RNI, dan PT Perkebunan III dilakukan tanpa melalui rapat umum pemegang saham.

    Ia mengatakan keputusan menteri itu juga menyebabkan direksi BUMN mempunyai kewenangan untuk menjual aset tanpa melalui prosedur. Padahal penjualan aset harus sesuai dengan perundang-undangan.

    “Komisi VI sudah berulang kali mendesak Menteri BUMN mencabut atau membatalkan Keputusan Menteri 236,” tutur alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut. Namun Dahlan tidak pernah memberi tanggapan.

    Anggota Komisi BUMN dari Partai Keadilan Sejahtera, Refrizal, mengaku telah menandatangani hak interpelasi kepada Dahlan. “Sudah ada sekitar 12 tanda tangan,” kata dia.

    Refrizal berucap, keputusan menteri tentang pendelegasian wewenang menyalahi undang-undang. Ditegaskan Refrizal, hak interpelasi ini bukan berarti anggota Dewan tidak suka kepada Dahlan.

    “Dahlan itu orang baik dan kinerjanya juga baik,” tutur dia. Tapi hak ini perlu digulirkan untuk mengingatkan menteri bahwa keputusannya berlawanan dengan Undang-Undang BUMN.

    Berbeda dengan Refrizal, anggota Komisi BUMN dari Partai Golkar Jony Buyung Saragih mengaku belum menandatangani hak interpelasi. Dia beralasan belum membaca rancangan hak interpelasi yang beredar.

    Aria menjelaskan Keputusan Menteri 236 berisi tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan atau pemberian kuasa Menteri BUMN selaku pemegang saham kepada BUMN.

    Tidak hanya itu, Dahlan juga memberikan beberapa wewenang kepada direksi, dewan komisaris, atau dewan pengawas dan pejabat eselon I di Kementerian BUMN. Wewenang itu dikeluarkan dengan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas pengurusan BUMN.

    Ada 22 jenis kewenangan Menteri BUMN yang didelegasikan ke pejabat eselon I, seperti Sekretaris Kementerian BUMN, deputi teknis, dan deputi bidang restrukturisasi dan perencanaan strategis. Sedangkan 14 kewenangan Menteri BUMN didelegasikan ke Dewan Komisaris BUMN. Adapun direksi BUMN diberi dua jenis kewenangan. Menteri Dahlan sendiri ingin lebih berfokus pada hal-hal strategis, seperti revitalisasi BUMN yang berkinerja sangat buruk dan aset-aset BUMN yang tidak produktif.

    SUNDARI | EFRI R

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/090396469/Interpelasi-Dahlan-DPR-Kumpulkan-12-Tanda-Tangan

    Kamis, 12 April 2012 | 06:47 WIB
    Dahlan Iskan, Daftar Kehebohan sang Menteri ‘Koboi’

    TEMPO.CO, Jakarta -Semasa menjadi Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan sukses menekan pemadaman listrik dengan memperbaiki mesin-mesin pembangkit. Ia juga mencanangkan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan Listrik.

    Diangkat menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Oktober 2011, gebrakan Dahlan semakin menjadi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memujinya sebagai menteri yang cekatan dan responsif.

    “Kalau ia berjanji akan melepas tiga BUMN untuk go public, biasanya nanti prakteknya bisa lima,” kata Presiden saat membuka perdagangan pertama Bursa Efek Indonesia.

    1. Hanya memanggil Direktur Utama BUMN untuk rapat. Ia juga mengurangi frekuensi rapat tatap muka dan mengintensifkan komunikasi melalui BlackBerry Messenger.

    2. Inspeksi mendadak dengan menumpang kereta commuter line PT Kereta Api Indonesia ketika menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor.

    3. Rapat pimpinan Kementerian BUMN setiap pekan tak lagi dilakukan di kantor kementerian, melainkan bergantian di kantor-kantor BUMN.

    4. Mengganti direksi BUMN yang dianggap tak sukses, di antaranya direksi PT Industri Kapal Indonesia dan PT PAL Indonesia.

    5. Menawarkan sisa saham PT Garuda Indonesia Tbk ke lima pengusaha nasional lewat pesan pendek (SMS).

    6. Mengusulkan penutupan Petral, anak usaha PT Pertamina yang kerap disebut-sebut sebagai sarang korupsi.

    7. Membuat gudang data calon direktur BUMN. Dengan sistem baru ini, gonjang-ganjing di tubuh manajemen bisa dihindari.

    8. Menolak menggunakan mobil dinas kementerian dan lebih memilih menggunakan mobil pribadinya, Mercedes Benz bernomor polisi L-1-JP.

    9. Mencanangkan program antrean pintu tol maksimal lima mobil.

    10. Mengusulkan BUMN yang masih menyewa gedung untuk pindah ke gedung Kementerian BUMN agar lebih hemat.

    11. Membuka paksa dua pintu tol Senayan milik PT Jasa Marga Tbk.

    12. Salah membuka paksa pintu tol Ancol milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

    ANGGRITA DESYANI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/090396477/Dahlan-Iskan-Daftar-Kehebohan-sang-Menteri-Koboi

    Kamis, 12 April 2012 | 10:10 WIB
    Olahraga Baru Dahlan, Naik Tangga Gedung BUMN

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mempunyai hobi baru naik tangga gedung-gedung BUMN. “Kalau hujan, tidak bisa jogging. Olahraganya naik tangga gedung,” kata Dahlan ketika ditemui di “National Launching BUMN Marketeers” di Gedung BNI, Jakarta, Kamis, 12 April 2012.

    Menurut Dahlan, ia lebih suka naik tangga dibandingmenggunakan lift. Alasannya, untuk kesehatan. Hari ini, mantan wartawan Tempo ini berhasil naik tangga sampai lantai 32 Gedung BNI dalam waktu 16 menit. Sebelumnya, ia pernah menaiki tangga gedung Pertamina, BTN, Mandiri, BRI dan beberapa gedung BUMN lain.

    “Cita-cita menaiki gedung BNI sebelah,” tutur Dahlan. Karena gedung BNI satunya ada 46 lantai, Dahlan menargetkan baru melakukannya 6 bulan lagi. Ia juga memuji tangga BNI yang nyaman untuk dijadikan ajang berolahraga.

    Dahlan Iskan sempat melakukan cangkok hati di Cina, 6 Agustus 2007. Alasan inilah yang menyebabkan ia harus mempunyai pola hidup sehat. Dahlan rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/219396529/Olahraga-Baru-Dahlan-Naik-Tangga-Gedung-BUMN

    Kamis, 12 April 2012 | 10:56 WIB
    Dahlan Iskan Persilakan DPR Interpelasi

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat mengajukan hak interpelasi tentang Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No 236/MBU/2011. Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mempersilakan Komisi VI untuk mengajukan hak tersebut.

    “Silahkan saja, itu kan hak mereka,” kata Dahlan ketika ditemui di “National Launching BUMN Marketers” di Gedung BNI, Jakarta, Kamis, 12 April 2012. Menurut dia, tidak ada yang boleh menentang hak anggota Dewan mengajukan interpelasi karena sudah diatur dalam undang-undang.

    Dahlan mengatakan bahwa ia tidak melakukan persiapan menghadapi hak interpelasi itu. Bahkan, ia belum tahu pasti kebenaran Komisi VI mengenai keputusan menteri tentang pendelegasian wewenang menteri BUMN kepada para deputi, direksim dan komisaris di Kementerian BUMN.

    Kasus bermula ketika Dahlan Iskan mengeluarkan Keputusan Menneg BUMN No. KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan atau pemberian kuasa Menteri Negara BUMN sebagai wakil pemerintah selaku pemegang saham RUPS kepada perusahaan perseroan (persero) dan perseroan terbatas.

    Tidak hanya itu, menteri juga memberikan wewenang kepada jajaran perusahaan, yakni direksi, dewan komisaris atau dewan pengawas dan pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian BUMN. Kepmen itu dikeluarkan dengan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas pengurusan BUMN.

    Ada 22 jenis kewenangan Menteri BUMN yang didelegasikan ke pejabat eselon 1 Kementerian BUMN (Sekretaris Kementerian BUMN, Deputi Teknis dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis). Di sisi lain, 14 kewenangan menteri negara BUMN didelegasikan/dikuasakan ke dewan komisaris. Sebanyak dua jenis kewenangan didelegasikan ke direksi BUMN. Kementerian BUMN akan lebih fokus pada hal-hal yang lebih strategis, seperti revitalisasi BUMN dengan kinerja sangat buruk dan aset-aset BUMN yang tidak produktif dan idle.

    Kemudian Komisi VI akan mengajukan hak interpelasi karena Kepmen tersebut dianggap akan subtaansial dan legal formal melanggar, bahkan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan mengenai BUMN. Akibat dari keputusan menteri yang dianggap anggota Dewan dari PDIP ini adalah Direksi PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni, PT RNI, dan PT Perkebunan III (Holding).

    Pemilihan direksi itu tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Keputusan menteri itu juga dianggap menyebabkan direksi BUMN mempunyai kewenangan untuk menjual aset BUMN tanpa melalui prosedur. Padahal, penjualan aset harus sesuai dengan perundang-undangan.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/090396540/Dahlan-Iskan-Persilahkan-DPR-Interpelasi

    Kamis, 12 April 2012 | 20:56 WIB
    PKB Anggap Interpelasi Dahlan Iskan Berlebihan

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jaffar mengatakan fraksinya tak akan ikut mendorong hak interpelasi yang diajukan kepada pemerintah terkait kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Ia pun berjanji akan memerintahkan semua anggotanya untuk tidak menandatangani dukungan terhadap hak interpelasi itu.

    “Kami melihat tidak perlu ada interpelasi. Saya akan perintahkan supaya anggota saya tidak ada yang tanda tangan usulan itu,” ujarnya kepada Tempo, Kamis 12 April 2012.

    Pengajuan hak interpelasi dilakukan DPR untuk mempertanyakan keputusan Dahlan terkait pendelegasian wewenang Menteri BUMN kepada para deputi Kementerian BUMN, direksi, dan komisaris.

    Wakil Ketua Komisi BUMN Aria Bima mengatakan, akibat keputusan ini, pemilihan Direktur PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni, PT RNI, dan PT Perkebunan III dilakukan tanpa melalui rapat umum pemegang saham.

    Ia juga mengatakan keputusan itu menyebabkan direksi BUMN mempunyai kewenangan untuk menjual aset tanpa melalui prosedur. Padahal penjualan aset harus sesuai dengan perundang-undangan.

    Menanggapi usulan ini, Marwan menilai hak interpelasi terlalu berlebihan. Padahal, lanjutnya, masih banyak cara yang bisa dilakukan DPR untuk menyelesaikan masalah ini. “Jangan terlalu cepat interpelasi. Dibuat panja saja dulu. Di sana nanti bisa dimintai keterangan, digali lagi permasalahan yang ada dan dikeluarkan rekomendasi seperti apa,” ujarnya.

    Ia mengatakan hak interpelasi lebih terlihat menonjolkan sisi politis ketimbang penyelesaian masalah yang ada. Karena itu, ia menilai hak interpelasi tidak diperlukan untuk saat ini. “Jangan rakyat itu dipertontonkan politik terus. Kasihan, capek rakyat dipertontonkan seperti itu,” ujarnya.

    Soal motif politik apa yang melatari hak interpelasi ini, Marwan mengaku tak tahu menahu. “Saya tidak tahu. Tanya saja sama yang mengajukan interpelasi,” ujarnya.

    FEBRIYAN

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/090396725/PKB-Anggap-Interpelasi-Dahlan-Iskan-Berlebihan

    Posted by BlackBeard | 13 April 2012, 5:54 pm
  54. Berita Dahlan Iskan 13 April 2012

    Jum’at, 13 April 2012 | 05:53 WIB
    DPR Recoki Dahlan Iskan

    TEMPO.CO , Jakarta: – Gebrakan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, memangkas birokrasi pada perusahaan negara mendapat penentangan dari beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka mengajukan hak interpelasi kepada Dahlan atas berbagai kebijakannya.

    Menurut Wakil Ketua Komisi BUMN DPR, Aria Bima, interpelasi itu untuk mempertanyakan Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2011 tentang pendelegasian wewenang. “Keputusan itu memberikan wewenang untuk mengangkat direksi badan usaha milik negara tanpa melalui rapat umum pemegang saham,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. Kebijakan ini dinilai melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

    Alasan lain mengajukan interpelasi, kata Aria lebih lanjut, karena Keputusan Menteri tersebut memberi peluang kepada direksi BUMN untuk menjual aset. Padahal, pelepasan aset perusahaan negara harus mendapat persetujuan Dewan, Presiden dan atau Menteri Keuangan.

    Sebelumnya, Dahlan melakukan terobosan kebijakan memangkas birokrasi dengan mendelegasikan 22 jenis kewenangan Menteri BUMN kepada pejabat eselon satu Kementerian. Selain itu, dia juga melimpahkan 14 kewenangan Menteri untuk dikuasakan kepada dewan komisaris dan dua kewenangan kepada direksi BUMN. Kementerian hanya fokus pada hal-hal yang lebih strategis, seperti revitalisasi perusahaan negara yang dengan kinerja sangat buruk dan aset-aset tidak produktif.

    Mendapat perlawanan dari anggota Dewan, Dahlan hanya menyatakan, “Silahkan saja, itu kan hak mereka.” Menurut dia, tidak ada yang boleh menentang hak anggota Dewan mengajukan interpelasi.

    Namun, langkah Dewan dinilai ahli politik Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, salah alamat. “Seorang menteri tidak bisa dikenai interpelasi,” ujarnya. Interpelasi seharusnya ditanyakan kepada kebijakan Presiden.

    ALI NUR YASIN | SUNDARI | MUNAWWAROH | ISTMAN MP

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/078396766/DPR-Recoki-Dahlan-Iskan

    Jum’at, 13 April 2012 | 05:59 WIB
    Dosa Dahlan Iskan di Mata DPR

    TEMPO.CO , Jakarta:- Banyak gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, dari membuka pintu tol, ikut berdesak-desakan naik kereta rel listrik, sampai menginap di rumah petani.

    Dia ingin membongkar kebobrokan di lingkungan BUMN. Tapi tak semua upayanya dipuji. Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat malah menjuluki tindakannya aksi koboi. Mereka mengajukan penggunaan hak interpelasi soal Keputusan Menteri BUMN Nomor 236 Tahun 2011, yang diteken Dahlan Iskan pada 15 November 2011. Tindakan itu melanggar tiga undang-undang sekaligus.

    1. Penunjukan direksi BUMN tanpa mekanisme rapat umum pemegang saham, sehingga melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

    2. Penunjukan direksi BUMN tanpa melalui Tim Penilai Akhir. Penunjukan ini mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang diamanatkan dalam Pasal 16 Undang-Undang BUMN.

    3. Pengangkatan kembali direksi BUMN yang memiliki rekam jejak negatif melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang BUMN.

    4. Pengangkatan kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya melanggar Pasal 16 ayat 4 Undang-Undang BUMN. Pasal tersebut menyebutkan, masa jabatan direksi BUMN ditetapkan 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan.

    5. Dahlan juga melimpahkan wewenang kepada direksi BUMN untuk menjual aset. Akibatnya, diduga kuat, telah terjadi penjualan aset BUMN oleh direksi BUMN.

    Jika dugaan itu benar, Dahlan telah melanggar Pasal 24 ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, serta Pasal 45 dan 46 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

    Kedua regulasi itu mengatur bahwa penjualan aset BUMN harus melalui persetujuan DPR, presiden, dan atau Menteri Keuangan, sesuai dengan tingkat kewenangan masing-masing.

    EFRI R

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/090396767/Dosa-Dahlan-Iskan-di-Mata-DPR

    Jum’at, 13 April 2012 | 10:31 WIB
    Interpelasi Dahlan, Ini Daftar Anggota DPR yang Usul

    TEMPO.CO, Jakarta – Gebrakan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, memangkas birokrasi pada perusahaan negara mendapat pertentangan dari beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka mengajukan hak interpelasi kepada Dahlan atas berbagai kebijakannya.

    Interpelasi itu telah disetujui 38 anggota DPR. Siapa saja yang menyetujui interpelasi?

    1. DR. Ir. H. LILI ASDJUDIREDJA, SE, Ph.D (Fraksi Partai Golkar)
    2. PROF. DR. HENDRAWAN SUPRATIKNO (Fraksi PDI Perjuangan)
    3. H CHAIRUMAN HARAHAP SH, MH (Fraksi Partai Golkar)
    4. EDHY PRABOWO, MM, MBA (Fraksi Partai Gerindra)
    5. Ir. H.M. IDRIS LAENA (Fraksi Partai Golkar)
    6. H. NASRIL BAHAR, SE (Fraksi PAN)
    7. Ir. H. EDDY KUNTADI (Fraksi Partai Golkar)
    8. LUKMAN HAKIM (Fraksi Partai Gerindra)
    9. MARZUKI DAUD (Fraksi Partai Golkar)
    10. KH ISKANDAR SYAICHU (Fraksi PPP)
    11. ERIK SATRYA WARDHANA (Fraksi Partai Hanura)
    12. SUKUR NABABAN (Fraksi PDI Perjuangan)
    13. ADISATRYA SURYO SULISTO (Fraksi PDI Perjuangan)
    14. DANIEL LUMBAN TOBING (Fraksi PDI Perjuangan)
    15. ABDUL AZIZ S. (Fraksi Partai PKS)
    16. ARIA BIMA (Fraksi Partai PDI Perjuangan)
    17. H. REFRIZAL (Fraksi PKS)
    18. ERIKO SUTARDUGA (Fraksi PDI Perjuangan)
    19. HAYANI ISMAN (Fraksi Partai Golkar)
    20. DODI REZA ALEX (Fraksi Partai Golkar)
    21. ADI PUTRA TAHIR (Fraksi Partai Golkar)
    22. BOBBY RIZALDI (Fraksi Partai Golkar)
    23. IR. MARKUS NARI, M.SI (Fraksi Partai Golkar)
    24. MUHIDIN SAID (Fraksi Partai Golkar)
    25. A. RIO IDRIS (Fraksi Partai Golkar)
    26. ADI SUKEMI, ST, MM (Fraksi Partai Golkar)
    27. H. DITO GANINDUTO, MBA (Fraksi Partai Golkar)
    28. IR. SATYA WIDYA YUDHA, ME, M.SC (Fraksi Partai Golkar)
    29. BUDI SUPRIYANTO, SH, MH (Fraksi Partai Golkar)
    30. BAMBANG SUTRISNO (Fraksi Partai Golkar)
    31. H.M. NASRUDIN, SH (Fraksi Partai Golkar)
    32. ENDANG AGUSTINI SYARWAN H. SIP (Fraksi Partai Golkar)
    33. H. HARDISOESILO (Fraksi Partai Golkar)
    34. EMIL ABENG (Fraksi Partai Golkar)
    35. HM. MAHFUDH, MSI (Fraksi Partai Golkar)
    36. H. NANANG SULAIMAN, SE (Fraksi PPP)
    37. H. ABDUL WACHID (Fraksi Partai Gerindra)
    38. AGUNG JELANTIK (Fraksi Partai Gerindra)

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/078396812/p-Anggota-DPR-Pengusul-Interpelasi-Dahlan

    Jum’at, 13 April 2012 | 10:57 WIB
    Demam Dahlan di Twitter, dari Endog sampai Korupsi

    TEMPO.CO, Jakarta – Bukan Dahlan Iskan namanya kalau tak bikin gebrakan yang mengundang simpati. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara itu sudah membuat kejutan sejak pertama kali diangkat menjadi menteri. Dia membuka gerbang pintu tol, menginap di gubuk reyot petani di Sukoharjo, makan bakso di rumah susun Jakarta, sampai memangkas kewenangan birokrasi di kantornya. Untuk soal yang terakhir itu, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat berencana mengusung hak interpelasi.

    Di ranah maya, Kamis, 12 April 2012, Dahlan Iskan kembali membikin kejutan. Untuk pertama kalinya membuat akun Twitter, Twitter pertamanya langsung melahirkan histeria di ranah Twitterland. Hanya sehari, akun Twitter Dahlan Iskan ini sudah diikuti lebih dari 28 ribu orang. Wow!

    “Hari ini bersejarah bagi sy karena hari ini mulai punya account twitter. Horeeeeeeeee!,” begitu Dahlan menulis. Ini adalah akun resmi lelaki kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu.

    Beberapa selebriti di Twitter langsung menyambutnya dengan hangat. Presenter Najwa Shihab (@najwashihab) menulis, “Selamat datang di twitter pak @iskan_dahlan dijamin asli 100 persen! :).”

    Kehadiran Dahlan Iskan di Twitter langsung membuat penggemarnya berebut curhat. Dari soal yang remeh sampai soal serius. Yang remeh, misalnya, ada yang bergembira karena Kamis, 13 April adalah hari pertama mereka menulis pesan tweet seperti halnya Dahlan.

    @laatahzan1988: @iskan_dahlan me too pak, baru buat.. g janjian kan? Hehe..

    @wahyu_jmko: @iskan_dahlan pak, ko belum ada potonya :D

    @papi_bruce: @gunzhang kong … Follow nih twitternya idolaku Bpk Dahlan Iskan @iskan_dahlan (^v^)/

    @iunmarsupilami: @iskan_dahlan pak, maju RI 1 donk, negara ini butuh sosok nasionalisme yg sprti anda…

    Tweet-tweet serius pun mulai menghujani mantan wartawan Tempo yang menjadi bos Grup Jawa Pos itu. Dari soal korupsi sampai interpelasi.

    @TrioMacan2000: Jika @iskan_dahlan mau benahi soekarno hatta mulai saja audit konsesi ruang bandara dan penggunaan airport tax. Triliunan dikorupsi tuh

    @andysubagio: @iskan_dahlan Ayo Pak, pangkas trs birokrasi krn slm ini mmng birokrat yg mhambat! Think & do out of the box for our better country & nation

    @gasnar: Aneh klo @iskan_dahlan sampai di interpelasi DPR

    Dalam dua hari, Dahlan hanya menulis dua pesan di Twitter. Pesan keduanya menjawab pertanyaan penggemarnya, mengapa dia belum memasang foto profil di Twitter-nya. Dengan enteng, dia menjawab, “@ijoelitikum he he harga endog lagi murah. Nanti kalau harga endog sdh naik, baru kupasang foto ayam goreng ha ha.”

    Tweet itu juga langsung disambut penggemarnya. Bahkan ada yang rela menyumbangkan akun Twitter @dahlan_iskan kepada Dahlan.

    @Ariev_RachmanH: Selamat buat Pak menteri @iskan_dahlan atas twit baruny. Moga endog ke netes cepet. Hehe

    @romunass: RT @Dahlan_Iskan: akun ini siap di berikan cuma2 kepada @iskan_dahlan. krn kami adl pendukung DI, bukan pemalsunya.

    @dipramadya: @iskan_dahlan bagi2 pak ayam gorengnya yaaa II?•II?•II? °?°

    Begitulah “demam” Dahlan Iskan telah menyerbu dunia Twitter di Indonesia.

    BS

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/072396818/Demam-Dahlan-di-Twitter-dari-Endog-sampai-Korupsi\

    Jum’at, 13 April 2012 | 11:04 WIB
    Sehari, Akun Dahlan Diikuti Hampir 30 Ribu Orang

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, baru saja membuat akun Twitter @iskan_dahlan, pada Kamis, 12 April 2012. Baru sehari akun itu muncul, sudah diikuti hampir 30 ribu follower. Padahal, Dahlan baru berkicau dua kali. Bahkan, avatarnya pun masih berupa “endog”. (Baca: Demam Dahlan di Twitter, dari Endog sampai Korupsi)

    Kepada Tempo, Dahlan membenarkan akun @iskan_dahlan adalah miliknya. “Resmi mulai hari ini,” kata dia. (Lihat: @iskan_dahlan, Akun Resmi Dahlan Iskan).

    Inilah kicauan pertama Dahlan: “Hari ini bersejarah bagi sy karena hari ini mulai punya account twitter. Horeeeeeeeee!.” Hingga Jumat, 13 April 2012 pukul 11.30, akun ini sudah memiliki 29.328 follower.

    Akun Dahlan pertama dikabarkan presenter Najwa Shihab. “Selamat datang di twitter Pak @iskan_dahlan dijamin asli 100 persen!”

    Menurut Najwa, Dahlan membuat akun resmi itu saat liputan acara Mata Najwa. “Iya asli, tadi buat akunnya bareng saya waktu sedang liputan Mata Najwa,” kata Najwa kepada Tempo dalam pesan pendeknya.

    Dahlan Iskan kerap menjadi pembicaraan di Twitter. Aksi “koboi” sang menteri di pintu tol Semanggi, Selasa, 20 Maret 2012 lalu menjadi topik terhangat atau trending topic di linimasa.

    Selama ini, Dahlan enggan membuat akun Twitter. Di media sosial Twitter, terdapat beberapa akun yang memakai nama Dahlan Iskan seperti @DahlanIskan_ dan akun @Dahlan_Iskan. Namun, Dahlan membantah mengelola dan memiliki kedua akun Twitter itu.

    YANDI | NIEKE

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/072396819/Sehari-Akun-Dahlan-Diikuti-Hampir-30-Ribu-Orang

    Jum’at, 13 April 2012 | 13:13 WIB
    PDIP: DPR Interpelasi Pemerintah, Bukan Dahlan Iskan

    TEMPO.CO, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Aria Bima, memberi klarifikasi kepada Tempo bahwa interpelasi terhadap SK Menteri BUMN No. 236/2011 ditujukan kepada pemerintah. “Bukan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan,” ujarnya, Jumat, 13 April 2012.

    Aria yang merupakan Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat mengatakan interpelasi ini mirip dengan apa yang dilakukan politikus Senayan pada kasus hak angket Bank Century. “Pembuat kebijakan ketika itu adalah Menteri Keuangan, tapi hak angket diajukan pada pemerintah,” ujarnya. Dengan klarifikasi ini, ia juga menangkis serangan para pengamat yang menyatakan bahwa hak interpelasi tak bisa ditujukan pada seorang menteri.

    Keputusan Menteri BUMN No. 236/MBU/2011 dianggap menyalahi beberapa aturan karena dianggap bisa memberikan wewenang direksi BUMN untuk melakukan penjualan aset tanpa mekanisme yang benar.

    Hak interpelasi diajukan karena SK Menteri BUMN No. 236/MBU/2011 dinilai melanggar sejumlah undang-undang. Yakni UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 19/2003 tentang BUMN, UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU No. 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan, dan UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

    “Tidak masalah jika materi interpelasi yang terfokus kepada SK Menteri BUMN,” ujarnya. Ia menganggap menteri, sebagai pembantu Presiden, adalah pejabat negara juga pelaksana kebijakan pemerintah.

    Pengajuan interpelasi ini disebut Aria sebagai pelaksanaan fungsi DPR sebagai pengawas pelaksanaan undang-undang. “Diajukan sesuai Pasal 20A UUD 1945 ayat (1) dan lebih lanjut dalam Pasal 69 ayat (1) UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD,” ujarnya.

    Naskah usul hak interpelasi telah disampaikan kemarin malam kepada pimpinan DPR melalui rapat paripurna. Usul interpelasi telah didukung 38 anggota Dewan dari 7 fraksi. “(Usulan interpelasi) memenuhi syarat dukungan minimal 25 anggota DPR, seperti diatur UU No. 27/2009,” ujarnya.

    M. ANDI PERDANA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/078396838/PDIP–DPR-Interpelasi-Pemerintah-Bukan-Dahlan-Iskan

    Jum’at, 13 April 2012 | 13:55 WIB
    Dahlan Diinterpelasi Setelah Ngeyel di Tiga Rapat

    TEMPO.CO, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Aria Bima Trihastoto menjelaskan alasan sejumlah anggota DPR mengajukan usul hak interpelasi terhadap pemerintah, dalam hal ini Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

    Interpelasi itu diajukan terhadap SK Menteri BUMN No. 236/2011 karena Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dianggap ngeyel dalam tiga kali rapat dengan Komisi BUMN DPR. “Dalam rapat kami meminta agar Menteri merevisi SK tersebut,” ujar politikus PDI-Perjuangan Aria Bima, Jumat, 13 April 2012.

    Permintaan revisi disampaikan oleh Komisi VI karena SK tersebut karena dianggap melanggar sejumlah undang-undang. Utamanya, SK ini dianggap melanggar Pasal 24 ayat (5) UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 45 dan 46 UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara.

    Pasal-pasal itu mengatur penjualan aset BUMN harus melalui persetujuan DPR, Presiden, dan atau Menteri Keuangan, sesuai tingkat kewenangan masing-masing. Sementara dalam SK, kata Bima, wewenang itu bisa dilimpahkan kepada direksi BUMN. “Aset negara bisa dijual tanpa melalui mekanisme yang seharusnya,” ujar ia.

    Selain itu ada beberapa poin dalam SK tersebut yang juga dianggap melanggar sejumlah Undang-Undang. Poin pertama, penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dianggap melanggar Pasal 15 UU No. 19/2003 tentang BUMN. Penunjukkan direksi BUMN tanpa melalui Tim Penilai Akhir (TPA) pun dianggap melanggar Pasal 16 UU No.19/2003 tentang BUMN karena mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

    Poin kedua, Pengangkatan kembali direksi BUMN yang memiliki rekam jejak negatif sebagaimana Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyalahi Pasal 5 ayat (3) UU No. 19/2003 tentang BUMN karena melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

    Poin ketiga, pengangkatan kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya dianggap melanggar Pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tentang BUMN. Pasal itu mengatur bahwa direksi BUMN hanya dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan (lima tahun).

    Bima mengatakan atas masukan itu usai rapat kedua Dahlan meminta waktu untuk mempelajarinya. Namun dalam pertemuan ketiga, bukannya merevisi, Dahlan malah mengatakan telah membawa SK tersebut ke Mahkamah Agung untuk dimintakan fatwa.

    Atas tindakan tersebut, Bima menginisiasi hak interpelasi terhadap pemerintah atas penerbitan SK oleh Menteri BUMN itu. Interpelasi telah didukung oleh 38 anggota Dewan dari tujuh fraksi. Dua fraksi yang tidak ikut campur adalah Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

    Meskipun demikian, sesuai aturan, interpelasi itu sudah layak diajukan karena memenuhi syarat dukungan minimal 25 anggota DPR, seperti diatur UU No. 27/2009. Usulan itu telah disampaikan kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna tadi malam.

    M. ANDI PERDANA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/090396845/Dahlan-Diinterpelasi-Setelah-Ngeyel-di-Tiga-Rapat

    Jum’at, 13 April 2012 | 14:11 WIB
    Ketua DPR Restui Interpelasi Dahlan Iskan

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak mempersoalkan rencana sejumlah anggota DPR yang akan mengajukan interpelasi untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. “Saya melihatnya sebagai pemikiran yang rasional,” ujar Marzuki Alie di gedung DPR, Jumat, 13 April 2012.

    Marzuki menilai, rencana interpelasi adalah murni untuk meluruskan kebijakan yang dibuat menteri BUMN. “Ini tidak untuk mengganggu Pak Dahlan.” Sebagai bentuk pengawasan, kata Marzuki, DPR bisa saja melakukan interpelasi. “Yang penting niatnya tidak mau mendongkel, alat DPR untuk mengawasi itu interpelasi.”

    Pengajuan interpelasi oleh DPR bermula dari keluarnya surat keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan/atau pemberian kuasa kepada beberapa direksi perusahaan pelat merah.

    Menurut Marzuki, surat keputusan ini memang berpotensi disalahgunakan dan menyebabkan kerugian negara akibat pelepasan aset negara tanpa persetujuan Menteri Keuangan. “Adalah tidak pada tempatnya kewenangan yang seharusnya negara dan diserahkan ke yang bukan negara. Itu berbahaya.”

    Gebrakan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, memangkas birokrasi pada perusahaan negara mendapat penentangan dari beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka mengajukan hak interpelasi kepada Dahlan atas berbagai kebijakannya.

    Menurut Wakil Ketua Komisi BUMN DPR, Aria Bima, interpelasi itu untuk mempertanyakan Keputusan Menteri BUMN tentang pendelegasian wewenang. Keputusan itu memberikan wewenang untuk mengangkat direksi badan usaha milik negara tanpa melalui rapat umum pemegang saham,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. Kebijakan ini dinilai melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

    Alasan lain mengajukan interpelasi, kata Aria, karena keputusan menteri tersebut memberi peluang kepada direksi BUMN untuk menjual aset. Padahal, pelepasan aset perusahaan negara harus mendapat persetujuan Dewan, Presiden dan atau Menteri Keuangan.

    IRA GUSLINA SUFA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/078396850/Ketua-DPR-Restui-Interpelasi-Dahlan-Iskan

    Jum’at, 13 April 2012 | 14:17 WIB
    Hak Interpelasi Dahlan Bisa Jadi Ada Unsur Politik

    TEMPO.CO, Jakarta – Hak interpelasi Komisi Enam Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Keputusan Menteri No KEP-236/MBU/2011 ada kemungkinan berkaitan dengan unsur politik untuk menjatuhkan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan. “Saya tidak mengatakan kalau ada unsur politik, tapi kemungkinan mengarah ke situ bisa saja,” kata anggota Komisi IV, Ferari Romawi, ketika dihubungi Tempo, Kamis, 12 Maret 2012.

    Menurut Ferari, nama Dahlan Iskan saat ini mulai santer terdengar dan mendapatkan simpati publik. Menggulingkan Dahlan secara kedudukan, menurut anggota Dewan dari Partai Demokrat ini, tidak mungkin dilakukan karena Dewan hanya bisa menurunkan presiden, bukan menteri.

    Ferari mengatakan DPR merupakan institusi politik yang menghasilkan keputusan berbau politik. Namun, ia tidak mau berpikir negatif terhadap rekan-rekannya yang menandatangani hak interpelasi. “Jangan suudzon, tidak baik itu,” kata Ferari yang tidak ikut menandatangani hak jawab.

    Kasus interpelasi bermula ketika Dahlan Iskan mengeluarkan Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan atau pemberian kuasa Menteri Negara BUMN sebagai wakil pemerintah–selaku pemegang saham RUPS–kepada perusahaan perseroan (persero) dan perseroan terbatas.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/078396851/Hak-Interpelasi-Dahlan-Bisa-Jadi-Ada-Unsur-Politik

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 13 April 2012, 6:05 pm
  55. Mr D / Pak D Is Khan / Pak Bos “catatanmu” memang inspiring buat kita semua!!!

    Posted by ramzkesrawan | 14 April 2012, 7:31 pm
  56. Berita Dahlan Iskan 16 APRIL 2012

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 06:14 WIB
    Aksi Dahlan Gelisahkan Politisi untuk Pemilu 2014

    TEMPO.CO , Jakarta:- Manuver dan kiprah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Ishkan menggelisahkan sebagian politisi, terutama untuk persaingan di Pemilihan Umum 2014. Dahlan yang banyak mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat dianggap sebagai saingan potensial dalam pemilu tersebut.

    “Dahlan Ishkan dianggap saingan atau rival 2014, entah sebagai calon Presiden atau calon Wakil Presiden,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, Minggu 15 April 2012.

    Ia menyatakan, ada beberapa politisi yang merasa tidak nyaman dengan Dahlan. Rasa tidak nyaman ini muncul, menurut dia, karena kiprah Dahlan selalu membuat heboh di kalangan masyarakat kelas menengah. Masyarakat dinilai memberikan respon positif kepada mantan Direktur Utama PLN ini. “Simpati dan dukungan publik tinggi padanya,” kata Ramadhan.

    Ia menyebut salah satu aksi Dahlan yang cukup menyita perhatian publik adalah insiden macet di pintu toll Semanggi. Ia memaparkan, masyarakat menilai Dahlan sebagai sosok yang memiliki gaya hidup sebagai pekerja, jauh dari gaya birokrat, dan sangat berkarakter populis. “Ini justru menggelisahkan bagi sebagian politisi,” katanya.

    Terkait dengan interpelasi yang diajukan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ramadhan menyatakan, ada indikasi upaya sistematis untuk menghentikan kiprah Dahlan. Ia juga menyatakan, DPR silakan saja menyampaikan interpelasi. Akan tetapi, bila argumentasinya lemah maka interpelasi hanya tinggal sensasi. ”Kali ini ada upaya interpelasi, besok lusa mungkin asasinasi karakter,” kata Ramadhan.

    Sebelumnya, sejumlah anggota DPR mengajukan hak interpelasi terhadap Dahlan terkait Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor 236 Tahun 2011. Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical menyampaikan, anggota Golkar adalah yang mengusung interpelasi ini.

    Sebanyak 38 anggota DPR dipimpin Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, telah mengajukan hak interpelasi ke pimpinan DPR untuk mendapat penjelasan dari pemerintah atas kebijakan Dahlan menerbitkan Keputusan Menteri tersebut. Permasalahannya adalah Dahlan mendelegasikan sebagian wewenang Menteri BUMN kepada pejabat eselon I, dewan komisaris, dan direksi BUMN.

    FRANSISCO ROSARIANS

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/078397290/Aksi-Dahlan-Gelisahkan-Politisi-untuk-Pemilu-2014

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 06:22 WIB
    Dahlan Tergoda Bikin Kebun Karet di Cipularang

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku tengah menimbang pengalihan fungsi perkebunan teh di Jawa Barat yang dilintasi jalan tol Cipularang. “Kebun teh itu, sejak ada jalan tol Cipularang, iklimnya berubah sehingga tidak cocok lagi untuk kebun teh. Tehnya menjadi rusak,” kata dia di Bandung, Minggu 15 April 2012.

    Dahlan mengatakan luas lahan perkebunan teh itu menembus hampir 1.000 hektare. “Kebun teh yang dibelah jalan tol, kanan-kirinya dibelah jalan tol, dulunya kebun teh semua,” kata dia.

    Dia menuturkan tengah mencari jalan keluar dari kondisi itu. “Begitu ada jalan tol yang membelah kebun teh, udaranya itu berubah di sekitar kebun teh itu sehingga kita lagi berpikir ini mau diapakan ya karena, kalau terus mau dipertahankan dengan bentuk teh seperti itu, itu perusahaan akan rugi terus,” kata Dahlan.

    Dua hal yang sedang dipertimbangkan Dahlan. Pertama, kata dia, mengubah kebun teh itu menjadi usaha lain. “Atau kita cari bibit teh yang penemuan baru, yang cocok dengan iklim yang sudah berubah akibat jalan tol itu,” kata dia, “Karena teh itu memerlukan satu udara yang fresh, yang dingin, dan sejuk.”

    Dahlan mengatakan sedang mencari kemungkinan bibit yang cocok untuk situasi iklim semacam itu. Dia mengaku sudah meminta Balai Pembibitan Teh untuk menemukan varietas baru yang cocok untuk iklim kebun teh yang rusak akibat keberadaan jalan tol.

    “Kalau nggak bisa ditemukan, terpaksa harus diganti dengan kebun lain, apakah kebun karet,” kata Dahlan.

    Tak hanya kebun teh, Dahlan juga mengaku sudah menyarankan kepada direksi PT Inti untuk memindahkan fasilitas perakitan mereka dari Bandung. “Saya pernah meninjau ke sana, di sana dipakai untuk merangkai rangkaian elektronik. Menurut saya, merangkai seperti itu bisa di Purwakarta, bisa di Sukabumi, di mana-mana yang lahannya masih murah,” kata dia.

    AHMAD FIKRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/058397291/Dahlan-Tergoda-Bikin-Kebun-Karet-di-Cipularang

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 09:56 WIB
    Golkar: Interpelasi karena Kami Sayang Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta – Partai Golkar ternyata tidak khawatir dengan meningkatnya popularitas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menjelang Pemilihan Umum 2014. Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Muhidin Mohamad Said mengatakan pengajuan hak interpelasi oleh sejumlah anggota Fraksi Golkar murni didasarkan tugas mengawasi kebijakan pemerintah.

    “Bukan karena senang dan tidak senang. Kami mengajukan semata-mata karena ada mekanisme yang tidak berjalan dan dilakukan pejabat publik,” ujar Muhidin saat dihubungi, Senin, 16 April 2012.

    Menurut Muhidin, kebijakan yang dilakukan Dahlan dengan penunjukan langsung beberapa direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi merugikan negara. Selain menabrak Undang-Undang Perseroan Terbatas dan UU BUMN, penunjukan langsung juga berpotensi menimbulkan konflik di internal BUMN. “Akan muncul sentimen suka dan tidak suka dalam manajemen sehingga menurunkan kinerja BUMN,” ujarnya.

    Sebagai pejabat publik, kata Muhidin, Dahlan harus menuruti mekanisme dan aturan yang ada. Dalam menunjuk direksi, harus ada tahapan dan mekanisme internal yang dilalui. “Tidak bisa main tunjuk karena itu bukan milik pribadi.” Jabatan Menteri BUMN pun, kata Muhidin, harus digunakan sesuai dengan mekanisme yang ada.

    Hingga berakhirnya masa sidang pertama pada 2012, Kamis pekan lalu, rencana interpelasi untuk Dahlan sudah diusung 38 anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sebagian besar, 22 orang berasal dari Fraksi Golkar. Muhidin termasuk salah satu yang ikut menandatangani.

    Menurut Muhidin, pengajuan interpelasi sejumlah politikus Golkar ini sudah diketahui fraksi bahkan ketua umum partai. Namun tidak ada instruksi resmi dari fraksi. Ia membantah kebijakan Dahlan ini menghalangi beberapa orang dekat Partai Golkar untuk maju sebagai direksi di BUMN. “Ini bukan karena Golkar atau tidak, kami ajukan interpelasi justru karena kami sayang Pak Dahlan.”

    Golkar, kata Muhidin, berharap pencapaian positif yang sudah dilakukan Dahlan tidak rusak karena pola kepemimpinan yang semena-mena. Dia berharap interpelasi yang diajukan akan membuat kebijakan yang dibuat Dahlan lebih tepat dan sesuai mekanisme.

    Pengajuan interpelasi DPR bermula dari keluarnya Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan/atau pemberian kuasa kepada beberapa direksi perusahaan pelat merah. Lewat keputusan ini, direksi dan komisaris BUMN bisa mengambil keputusan dengan cepat.

    IRA GUSLINA SUFA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/078397327/Golkar-Interpelasi-karena-Kami-Sayang-Dahlan

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 11:17 WIB
    Dahlan Berduet dengan Artika Sari Jualan e-Toll di Cililitan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan turun ke gerbang tol Cililitan, Jakarta Timur, Senin 16 April 2012. Tak hendak mengamuk dan menggratiskan pintu tol lagi, Dahlan ikut berpartisipasi menjual e-toll card di Gerbang Tol Cililitan.

    Kali ini Dahlan ditemani mantan Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi. “E-toll-nya, Pak. Ini tidak usah pakai karcis,” kata Dahlan menawarkan e-toll card yang berharga Rp 50 ribu itu kepada pengendara mobil.

    Artika pun turut membantu Dahlan. Dia ikut mengundi hadiah yang dijanjikan sebelumnya, seperti iPad, dan BlackBerry. Selain Dahlan dan Artika, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini dan Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman juga ikut berjualan. Mereka ditemani Happy Salma dan Dik Doang.

    Dahlan mengatakan partisipasi ini dilakukannya tak hanya pada Bank Mandiri, tapi juga perusahaan milik negara lain. “Bukan hanya Mandiri, ini juga saya lakukan untuk BUMN lain seperti Garuda dan Perumnas beberapa waktu lalu,” katanya. Hal itu, kata dia, dilakukan untuk memajukan perusahaan milik negara.

    Sehari sebelumnya Senior Vice President Elecronic Banking Group dri PT Mandiri Tbk Rico Usthavia Frans mengatakan pihaknya berencana menaikkan penetrasi penggunaan pembayaran jalan tol secara elektronik atau e-Toll di Jakarta. Saat ini penetrasi e-Toll baru 11 persen. “Kami akan tingkatkan menjadi 20 persen pada Juni 2012,” kata Rico di Solo, Ahad, 15 April 2012.

    Kartu e-Toll akan dijual mulai Senin 16 April 2012, seperti gerbang tol. Cara ini diharapkan bisa meningkatkan target penetrasi kartu tersebut.

    Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan pihaknya sudah menambah gardu tol otomatis dari semula 10 gardu menjadi 47 gardu. Diskon khusus sebesar 10 persen diberlakukan bagi pengguna e-Toll. Rico mengatakan diskon 10 persen berlaku selama 3 bulan ke depan. Harapannya, masyarakat mau beralih memakai e-Toll.

    Jika penetrasi e-Toll mencapai 20 persen, berarti satu dari lima mobil yang melintas sudah membayar secara elektronik. “Kalau sekarang baru satu per sepuluh mobil,” katanya.

    NUR ALFIYAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/219397343/Dahlan-Berduet-dengan-Artika-Sari-Jualan-e-Toll-di-Cililitan

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 11:51 WIB
    Dahlan Minta Pegawai BUMN Berpikir Ulang untuk Jadi PNS

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berharap pegawai di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) mengurungkan niatnya untuk jadi pegawai negeri sipil di lingkungan BUMN.

    “Anjurannya, pertimbangkan apakah tetap jadi pegawai negeri atau tidak, berhenti dan cari pekerjaan di tempat lain dengan karier yang lebih bagus,” ujarnya di Kementerian BUMN dalam acara perayaan ulang tahun BUMN ke-14, Senin, 16 April 2012.

    Jawaban ini terlontar dari Dahlan terkait adanya permintaan kenaikan kesejahteraan dan kenaikan gaji karyawan BUMN. Ia berharap pegawai BUMN mempertimbangkan tidak menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

    Menurut dia, jenjang karier di BUMN tidak hanya diatur oleh Kementerian BUMN, tetapi juga Kementerian Keuangan dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara.

    Dahlan mengakui pegawai BUMN mengemban tugas cukup berat. Penyebabnya, pegawai BUMN harus mampu membina BUMN dengan memakai sistem korporasi serta gaji dan bonus ala korporasi. Namun, dari satu sisi, pegawai negeri BUMN tidak diperbolehkan menerima gratifikasi.

    Dalam kesempatan itu, Dahlan berharap BUMN Indonesia dapat mengalahkan BUMN milik pemerintah Malaysia. “Tidak usah belajar ke Malaysia. Tetapi kita harus mengalahkan BUMN Malaysia dalam dua tahun, dan harus bisa,” harap dia.

    JAYADI SUPRIYADI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/090397355/Dahlan-Minta-Pegawai-BUMN-Berpikir-Ulang-untuk-Jadi-PNS

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 13:35 WIB
    Dahlan: Pendapatan BUMN Rp 2.000 Triliun

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memprediksi total pendapatan BUMN tahun ini bakal menembus angka Rp 2.000 triliun. “Kisarannya sekitar Rp 1.600-Rp 2.000 triliun pada 2012,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan seusai peringatan hari jadi Kementerian BUMN di Jakarta, Senin, 16 April 2012.

    Untuk menggenjot pendapatan, mereka akan memaksimalkan potensi di seluruh perusahaan milik pemerintah. Tahun ini, BUMN memperkirakan laba bersih bakal meningkat 15 persen dibanding tahun lalu.

    Tahun lalu, dari 141 perusahaan, hanya 118 BUMN yang berhasil menyumbangkan laba. Sementara sisanya, sekitar 29 BUMN, masih mencatatkan kinerja yang merugi. “Waktu itu, yang bisa dipunggut dividennya sekitar 60-70 BUMN karena banyak BUMN yang belum bisa,” ujarnya.

    Untuk itu, pemerintah berencana terus memacu BUMN yang masih merugi agar berkinerja baik, sehingga mampu menyumbangkan dividen kepada negara.

    Tahun lalu, Kementerian BUMN berhasil mencatatkan laba bersih 118 BUMN, yang mencapai Rp 123,5 triliun, atau naik dari 2010, yang sekitar Rp 93 triliun.

    JAYADI SUPRIADIN

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/090397394/Dahlan-Pendapatan-BUMN-Rp-2000-Triliun

    SENIN, 16 APRIL 2012 | 13:54 WIB
    Dahlan Iskan Persilakan Keputusannya Diubah

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mempersilakan Keputusan Menteri Nomor 236 Tahun 2011 yang dikeluarkannya untuk diubah. Dia juga memperbolehkan jika ada yang ingin mengubah keputusan itu karena ingin menjadi menteri.

    “Kalau ada yang ingin mengubah itu dengan motif ingin menjadi menteri, ya ubah aja,” kata Dahlan, Senin, 16 April 2012.

    Terkait rencana interpelasi yang diusulkan oleh sebagian anggota Komisi Perindustrian dan Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat, Dahlan tak mau membahasnya. “Kalau itu, saya no comment,” katanya.

    Dahlan mengatakan interpelasi merupakan hak DPR. Dia pun menyerahkan semuanya kepada mereka. “Saya serahkan pada DPR. Terserah maunya DPR apa. Yang menganggap itu melanggar undang-undang, silakan,” ujar dia.

    Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian anggota Komisi VI DPR menggulirkan hak interpelasi terkait keputusan yang dikeluarkan Dahlan. Anggota Komisi VI Fraksi Golkar, Lili Asdjudiredja, mengatakan keputusan Menteri BUMN Nomor 236 Tahun 2011 itu melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003. “Keputusan menteri itu melanggar undang-undang, kami ingin bertanya kepada pemerintah,” katanya pekan lalu.

    Beleid itu salah satunya menyoal pendelegasian sebagian kewenangan dan atau pemberian kuasa Menteri Negara BUMN sebagai wakil pemerintah selaku pemegang saham RUPS kepada perusahaan perseroan (persero) dan perseroan terbatas.

    Tidak hanya itu, menteri juga memberikan wewenang kepada jajaran perusahaan, yakni direksi, dewan komisaris atau dewan pengawas, dan pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian BUMN. Keputusan Menteri itu dikeluarkan dengan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas pengurusan BUMN.

    Sedikitnya ada 22 jenis kewenangan Menteri BUMN yang didelegasikan ke pejabat eselon 1 Kementerian BUMN (sekretaris Kementerian BUMN, deputi teknis, dan deputi bidang restrukturisasi dan perencanaan strategis). Sementara 14 kewenangan Menteri Negara BUMN didelegasikan/dikuasakan ke dewan komisaris.

    Sebanyak dua jenis kewenangan didelegasikan ke direksi BUMN. Kementerian BUMN akan lebih fokus pada hal-hal yang lebih strategis, seperti revitalisasi BUMN dengan kinerja sangat buruk serta aset-aset BUMN yang tidak produktif dan idle.

    NUR ALFIYAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/16/090397400/Dahlan-Iskan-Persilakan-Keputusannya-Diubah

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 16 April 2012, 10:17 am
    • Berita Dahlan Iskan 17 APRIL 2012

      SELASA, 17 APRIL 2012 | 09:37 WIB
      Demokrat: Dahlan Dianggap Saingan di 2014

      TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menganggap usulan interpelasi kepada pemerintah soal kebijakan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai sikap gerah politikus Senayan. Menurut dia, para politikus dari partai pengusung interpelasi sadar bahwa Dahlan bisa membahayakan calon presiden yang akan mereka usung.

      “Ada yang enggak nyaman dengan Dahlan,” kata Ramadhan kepada Tempo, Senin 16 April 2012. “Manuver dan kiprah Dahlan Iskan selalu heboh di kalangan kelas menengah. Positif. Simpati dan dukungan publik tinggi padanya.”

      Usulan interpelasi bermula ketika Dahlan Iskan mengeluarkan Keputusan Menneg BUMN No. KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan atau pemberian kuasa Menteri Negara BUMN sebagai wakil pemerintah selaku pemegang saham RUPS kepada perusahaan perseroan (persero) dan perseroan terbatas.

      Tidak hanya itu, Menteri juga memberikan wewenang kepada jajaran perusahaan, yakni direksi, dewan komisaris atau dewan pengawas, dan pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian BUMN. Keputusan menteri itu dikeluarkan dengan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas pengurusan BUMN.

      Ramadhan mengatakan sepak terjang Dahlan Iskan sebagai menteri sangat meresahkan para politikus Senayan. Karakter Dahlan yang populis dan berani menerobos sekat birokrasi menjadi ancaman bagi partai politik pada 2014.

      “Misalnya soal ‘insiden macet di tol’, gaya hidupnya yang pekerja dan jauh dari gaya birokrat, karakter populis. Itu menggelisahkan sebagian politikus. Soalnya Dahlan dianggap mereka saingan, rival 2014. Entah sebagai capres atau cawapres,” ujarnya.

      Menurut dia, pengajuan hak interpelasi ini bagian dari upaya sistematis untuk menghentikan sepak terjang Dahlan yang mulai mendapat simpati dari masyarakat, khususnya kelas menengah. Dahlan, diakui Ramadhan, menawarkan karakter yang banyak dicari kalangan kelas menengah dengan terobosan-terobosannya.

      “Kali ini upaya interpelasi, besok lusa mungkin pembunuhan karakter. Intinya, “Dahlan itu middle class darling’,” kata Ramadhan.

      Publik dan kelas menengah, menurut Ramadhan, suka gaya, karakter, dan pola Dahlan. “Sebab ia lugas, apa adanya, enggak bertele-tele, anti-birokrasi panjang, result oriented, anti-mewah, sedikit bicara, banyak kerja,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

      Ia menambahkan, partainya sendiri merasa nyaman dengan sepak terjang Dahlan Iskan. Demokrat pun mempersilakan pengajuan hak interpelasi. Namun, menurut dia, pengajuan hak interpelasi harus disertai dasar yang kuat.

      “Kalau lemah argumentasinya, interpelasi hanya tinggal sensasi. Kami di Demokrat nyaman saja, apalagi beliau kan membantu Presiden, tentu kami dukung. Tapi para politikus di parpol lain banyak yang gerah. Ya, kami maklum sajalah,” kata Ramadhan.

      FEBRIYAN

      http://www.tempo.co/read/news/2012/04/17/078397599/Demokrat-Dahlan-Dianggap-Saingan-di-2014

      SELASA, 17 APRIL 2012 | 10:40 WIB
      PPP: Interpelasi Dahlan Jangan Didramatisasi

      TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Sifuddin menyatakan rencana penggunaan hak interpelasi oleh Dewan perwakilan Rakyat atas kebijakan Menteri BUMN adalah hal yang lumrah. “Tidak perlu didramatisasi seakan-akan DPR berlebihan,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 April 2012.

      Menurut dia, hak interpelasi merupakan hak DPR merupakan perwujudan fungsi pengawasan yang dimiliki terhadap pemerintah. Hak interpelasi, menurut dia, adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai suatu kebijakan yang dinilai penting dan strategis serta berdampak luas kepada kehidupan masyarakat.

      Ia mengatakan bila DPR merasa perlu klarifikasi atas suatu kebijakan pemerintah, baik kebijakan yang dibuat oleh presiden, wakil presiden, menteri, Kepala Kepolisian, panglima TNI, maupun Kejaksaan Agung, DPR dapat meminta keterangan dan pemerintah wajib menjelaskannya. “Jadi bukan untuk menginterupsi keberlangsungan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono,” kata dia.

      Lukman menuturkan jika DPR menilai Surat Keputusan Menteri BUMN melanggar Undang-Undang Pembendaharaan Negara dan Undang-Undang BUMN, pemerintah dapat memberikan penjelasannya. Baik dengan hadir sendiri maupun dengan menugaskan menterinya untuk memberikan penjelasan tertulis.

      “Melalui hak interpelasi pemerintah mendapat forum terhormat untuk menjelaskan kebijakan publiknya secara gamblang,” ucapnya. Jadi masyarakat dapat menilai landasan konstutisonal mengenai kebijakan pemerintah tersebut.

      Pengajuan interpelasi oleh DPR bermula dari keluarnya surat keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan/atau pemberian kuasa kepada beberapa direksi perusahaan pelat merah. Lewat keputusan ini direksi dan komisaris BUMN bisa mengambil keputusan dengan cepat.

      RAFIKA AULIA

      http://www.tempo.co/read/news/2012/04/17/078397612/PPP-Interpelasi-Dahlan-Jangan-Didramatisasi

      SELASA, 17 APRIL 2012 | 10:57 WIB
      Dahlan Iskan, Berteman Terik dan Wanita Cantik

      TEMPO.CO, Jakarta -Bagaimana aksi Dahlan Iskan berjualan di jalanan? Rasanya tak kalah dengan pengasong tulen. Ini terbukti di gerbang tol Cililitan, Jakarta Timur, Senin siang, 16 April 2012. Saat itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tidak mengulang aksi amuk seperti di gerbang tol Semanggi beberapa waktu lalu. Kali ini Dahlan turun gunung menjual kartu tol elektronik (e-toll card).

      Pada salah satu gerbang tol Dahlan tampak total menjalankan aksinya: bertopi putih dan berompi oranye, berdiri menjajakan kartu. Dengan senyum semringah dan wajah cerah, dia berusaha memikat para pengendara. “E-toll-nya, Pak, cuma Rp 50 ribu,” katanya sambil menyodorkan kartu ke seorang pengemudi mobil. Bukannya membeli, beberapa pengendara justru kaget. Meski aksi “gokil” Dahlan ini sudah beredar di media sosial pagi sebelumnya, tentu tak semua mengetahui.

      Dahlan tidak sendiri. Dia ditemani tiga selebritas: Artika Sari Devi, Dewi Sandra, dan Happy Salma. Direktur Utama Mandiri Zulkifli Zaini dan Dirut Jasa Marga Adityawarman juga turut berjualan. Tak cukup ditemani artis, mereka mengiming-imingi para pengendara dengan beberapa hadiah, seperti iPad dan BlackBerry. Selain itu, Mandiri-Jasa Marga menawarkan diskon 10 persen bagi pengguna kartu e-toll yang bertransaksi pada Senin-Jumat.

      E-toll adalah kartu prabayar yang digunakan untuk transaksi pembayaran tol. Kartu ini diterbitkan oleh Bank Mandiri, bekerja sama dengan operator tol, yaitu Jasa Marga, Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti, dan jalan tol lingkar luar Jakarta (JLJ). Menurut Dahlan, kartu ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di gerbang tol.

      Dia mengatakan, jika masyarakat menggunakan kartu itu, pelayanan di jalan tol dapat dilakukan secara cepat. Sebab, dengan kartu elektronik tersebut pelayanan pembayaran tol dapat dihemat menjadi 2-3 detik dibanding penjualan secara manual selama 6-10 detik.

      Sayangnya, belum semua pengendara mau membeli. Banyak dari mereka menolak meski diiming-imingi hadiah. Dahlan tak patah arang. “Oh, ya,” katanya sembari tersenyum setelah ditolak pengendara.

      Terik kian menggigit, Dahlan tetap bersemangat. Dia bahkan sesekali menjemput bola dengan berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya. Bagaimana hasilnya? Dalam kurun sekitar 40 menit, penghasilan Pak Menteri paling banyak dibanding “pedagang” dadakan lainnya. “Saya dapat Rp 2.050.000,” katanya sambil tertawa puas.

      NUR ALFIYAH

      http://www.tempo.co/read/news/2012/04/17/090397616/Dahlan-Iskan-Berteman-Terik-dan-Wanita-Cantik

      SELASA, 17 APRIL 2012 | 18:11 WIB
      Anas Larang Kader Demokrat Interpelasi Dahlan

      TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum melarang seluruh anggota Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ikut menandatangani interpelasi terhadap kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. “Rencana interpelasi itu tidak tepat dan jauh dari asas manfaat,” ujar Anas melalui pesan singkat, Selasa, 17 April 2012.

      Menurut Anas, sebagai hak konstitusional, interpelasi harus digunakan dengan bijak dan tepat. Dia meminta semua anggota Fraksi Demokrat membantu Menteri BUMN menjelaskan konteks kebijakan yang diambilnya pada sesama anggota parlemen dan masyarakat.

      Anas mengingatkan anggota fraksi demokrat di DPR untuk membendung lolosnya hak interpelasi ini. Alasannya interpelasi terhadap Dahlan akan memanaskan cuaca politik. “Ini kurang menguntungkan bagi ketenangan dan konsentrasi kerja pemerintah,” ujar Anas.

      Interpelasi kata Anas bukanlah satu-satunya jalan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. DPR dinilai masih bisa menempuh cara lain untuk menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan konstruktif. Namun Anas tak memerinci cara lain yang dimaksud itu.

      Hingga berakhirnya masa sidang pertama 2012, Kamis pekan lalu, rencana interpelasi untuk Dahlan sudah diusung 38 anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Interpelasi DPR bermula dari keluarnya Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian sebagian kewenangan dan/atau pemberian kuasa kepada beberapa direksi perusahaan pelat merah. Lewat keputusan ini, direksi dan komisaris BUMN bisa mengambil keputusan dengan cepat.

      Pimpinan DPR Marzuki Alie mengatakan usulan interpelasi ini akan dibahas dalam rapat pimpinan usai reses yang akan berakhir 13 Mei mendatang. Pimpinan akan meminta klarifikasi dan penjelasan ihwal pengajuan interpelasi ini.

      IRA GUSLINA SUFA

      http://www.tempo.co/read/news/2012/04/17/078397731/Anas-Larang-Kader-Demokrat-Interpelasi-Dahlan

      SELASA, 17 APRIL 2012 | 20:05 WIB
      PKS Batal Interpelasi Dahlan Iskan

      TEMPO.CO, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera menarik dukungan interpelasi terhadap kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Anggota Komisi BUMN Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Refrizal, mengatakan penarikan ini karena Dahlan sudah memperbarui kebijakannya.

      “Secara substansi, usulan pengajuan interpelasi sudah tidak relevan,” ujar Refrizal, Selasa, 17 April 2012.

      Komisi BUMN awalnya mengusulkan interpelasi terhadap kebijakan Dahlan yang menyerahkan sejumlah kewenangan kepada bawahan seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 236 Tahun 2012. DPR menganggap beleid itu bertentangan dengan Undang-Undang BUMN dan Undang-Undang Keuangan Negara.

      Dahlan dituduh sewenang-wenang karena bisa menunjuk langsung orang untuk mengisi kursi pejabat perusahaan negara. Komisi BUMN juga menilai kebijakan Dahlan bisa menyebabkan penjualan aset perusahaan pelat merah tanpa persetujuan pemegang saham.

      Menurut Refrizal, Dahlan akhirnya mengeluarkan tiga keputusan menteri yang menganulir kebijakan itu. “Saya mengapresiasi Dahlan Iskan,” ujarnya. Tiga keputusan menteri yang dimaksud adalah Keputusan Menteri Nomor 164/MBU/2012, Keputusan Menteri Nomor 165/MBU/2012, dan Keputusan Menteri Nomor 166/MBU/2012.

      Sebagai salah satu pengusung hak interpelasi Refrizal menyatakan bahwa tujuan interpelasi bukan untuk menghambat pekerjaan Dahlan Iskan. “DPR bertugas mengingatkan kalau ada kebijakan yang melaggar undang-undang,” ujar Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR ini.

      FEBRIYAN

      http://www.tempo.co/read/news/2012/04/17/078397763/PKS-Batal-Interpelasi-Dahlan-Iskan

      Posted by Berita Dahlan Iskan | 17 April 2012, 10:18 am
      • DAHLAN ISKAN: Siapa Di Belakang Sepak Terjang Dia…?

        Oleh Sutan Eries Adlin
        Selasa, 17 April 2012 | 14:55 WIB

        Tidak ada pejabat yang begi­tu menarik perhatian pub­lik sekarang ini, kecuali sosok Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

        Indikatornya gampang. Berita menyangkut mantan CEO Jawa Pos Group hampir pasti menjadi trend­ing topic, most popular, most vie­wed, atau yang terheboh di media online.

        Jejaring sosial pun memberi bukti. Hanya dalam hitungan hari—dia tercatat menjadi pen­duduk twitter per 12 April 2012 dengan akun @iskan_dahlan— pengikut (followers) Dahlan sudah tercatat 51.311 orang.

        Jumlah yang masih puluhan ribu itu memang jauh di bawah Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring yang sudah memiliki umat 358.505 orang. Namun, saya kok yakin, dalam hitungan hari, followers Dahlan mampu melewati rekor Tifatul.

        Pertanyaannya, kenapa sih lelaki kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 itu begitu menjadi perhatian publik?

        Jawabannya tentu beragam, bergantung pada sudut pandang mana orang menilai. Namun, kenyataan bahwa publik rindu akan pejabat yang mampu bertindak cepat, to the point, dan memberikan solusi agaknya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi alam bawah sadar masyarakat.

        Atraksi terakhir Dahlan adalah ketika kemarin dia berpanas-panas turun langsung menjual e­Toll Card, kartu prabayar Bank Mandiri dan bisa digunakan untuk bayar tol, di pintu tol Cililitan, Jakarta Timur.

        Tak tanggung-­tanggung, dalam aksinya sebagai sales itu, Dahlan ditemani oleh jajaran direksi PT Bank Mandiri Tbk, a.l. Direktur Utama Zulkifli Zaini, Wakil Direktur Utama Riswinandi, dan Direktur Budi Gunadi Sadikin.

        Terlihat juga Direktur Utama Jasa Marga Tbk, BUMN pengelola jalan tol, Adityawarman.

        Jalan tol saat ini memang kerap dikait­kaitkan dengan Dahlan.

        Aksinya melempar kursi petugas dan menggratiskan tol di pintu Semanggi pada 20 Maret langsung menjadi topik pembicaraan.

        Para penduduk jejaring sosial pun memberikan applaus berkepanjang­an terhadap atraksi Dahlan itu.

        Sekitar 3 pekan kemudian, Dahlan lagi-­lagi berurusan dengan pintu tol. Dengan alasan yang sama ketika beraksi di Semanggi yaitu macet, Dahlan menggratiskan ken­daraan di pintu tol Ancol Barat.

        Namun, apa lacur, pintu Ancol Barat itu bukanlah ruas yang dikelola oleh PT Jasa Marga Tbk.
        Pengelola ruas tol tersebut adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk. Memang, Jasa Marga memiliki saham di CMNP tetapi jumlahnya tidak lebih dari 5%.

        Dengan begitu, Dahlan tidak memiliki wewenang untuk `memarahi’ CMNP seperti ketika dia melempar kursi di pintu tol Semanggi yang memang dikelola oleh Jasa Marga pada awal Maret.

        Kali itu Dahlan `salah kamar’. Dahlan pun secara resmi meminta maaf kepada CMNP sebagai pengelola ruas tol tersebut atas aksinya itu.

        Mantan wartawan itu memang orang yang to the point baik dari sisi lantang bicara maupun tindakan. Singkatnya, dia tak suka bertele-tele apalagi terjebak pada rantai birokrasi.

        Pada 21 Februari, Dahlan bersuara keras tentang rencana pembubaran Pertamina Energy Trading Ltd karena dianggap telah mengganggu citra perusahaan induknya, PT Pertamina, karena muncul tudingan penyelewengan tender.

        Namun, tidak sampai 2 pekan, Dahlan seperti berbalik arah. Dia justru menyetujui usulan Pertamina untuk tidak membubarkan Petral.

        Terobosan Dahlan yang juga mendapatkan perhatian adalah ketika dia menunjuk Megananda, mantan Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN, sebagai direktur utama induk usaha (holding) BUMN sektor perkebunan.

        Langkah cepat Dahlan tidak selamanya mendapat dukungan. Justru sebaliknya. Dia seperti menjadi ancaman ­dengan berbagai interpretasi­ bagi orang atau kelompok tertentu.

        Potong kompas

        Sempat beredar kabar bahwa langkah Dahlan potong kompas menunjuk Megananda memunculkan kekurangsenangan di lingkungan Istana RI-2.

        Hal itu itu pula yang mendasari munculnya hak interpelasi yang ditandatangani oleh 38 anggota DPR kepada pimpinan parlemen.

        Para legislator mempermasalahkan policy Dahlan dalam mengelola kementeriannya antara lain menyangkut pendelegasian sebagian wewenangnya kepada pejabat eselon I, komisaris, dan direksi BUMN.

        Dahlan menerbitkan Keputusan Menteri KEP-236/MBU/2011 tentang pendelegasian wewenang itu yang bertujuan agar direksi dan komisaris bisa cepat mengambil keputusan. Dari jumlah penandatangan interpelasi, 22 anggota parlemen itu di antaranya berasal dari Partai Golkar.

        Menurut Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima, SK tersebut membolehkan Menteri BUMN menunjuk langsung direksi perusahaan pelat merah tanpa rapat umum pemegang saham atau Tim Penilai Akhir.

        Direksi yang terpilih langsung adalah direksi PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni (Persero), PT RNI (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara (holding).

        Ketika ditanya tentang hak interpelasi dari Senayan, Dahlan Iskan dengan intonasi yang santai berkata, “Saya terserah DPR, terserah rakyat, saya ikut saja.“

        Di twitter muncul juga pertanyaan terkait dengan hal itu, “Pak, diinterpelasi DPR jadi gimana pak?“ Dahlan hanya menjawab dengan terkekeh, “hehehehehehe…“

        Sebagai sosok, Dahlan Iskan memang pantas `dilihat’. Bahkan lelaki dengan hati cangkok ini disebut-sebut sebagai orang yang layak menjadi calon presiden 2014.

        Terkait dengan hal itu, muncul pertanyaan bernada curiga, adakah kiprah Menteri BUMN itu terkait dengan Pemilihan Presiden 2014?

        Dahlan pun berulang kali menanggapi dengan gamblang sindiran itu.

        “Jangan tanya saya dengan pertanyaan seperti itu, karena itu akan mengganggu kerja saya saat ini,“ begitu Dahlan sering menjelaskan.

        Melihat keberanian seorang Dahlan `menabrak’ sana-sini, wajar muncul pertanyaan kok Pak Dis, panggilannya ketika masih menakhodai Jawa Pos Group dari singkatan dari Dahlan Iskan, begitu berani ya?

        Padahal, Dahlan nihil cantolan politik sehingga jabatannya rentan untuk dicopot atau dipaksa mundur. Namun saya ingat Dahlan pernah berbicara tentang syukur.

        “Saya akan selalu ingat pendapat intelektual muslim Nurcholish Madjid [alm] bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan,“ kata Dahlan memaknai anugerah kehidupan keduanya setelah cangkok hati.

        Mudah-mudahan teruslah seperti itu ya Pak Dis. Kalau ternyata ada kepentingan lain selain kepentingan rakyat di balik sepak terjang Anda, hmmm, maaf kalau akhirnya saya berkesimpulan, “Dahlan Iskan gak ada bedanya sama yang laen.“ (sut/eries.adlin@bisnis.co.id)

        http://www.bisnis.com/articles/dahlan-iskan-siapa-di-belakang-sepak-terjang-dia-dot-dot-dot

        Posted by Berita Dahlan Iskan | 18 April 2012, 10:47 am
    • Pegawai BUMN “Tuntut” Dahlan Iskan
      Didik Purwanto | Erlangga Djumena | Senin, 16 April 2012 | 15:20 WIB

      JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri BUMN Dahlan Iskan mendapat kado tuntutan dari pegawainya di Kementerian BUMN. Kado tuntutan tersebut disampaikan saat perayaan ulang tahun Kementerian BUMN ke-14. Tyas, salah satu pegawai Kementerian BUMN menuntut Dahlan Iskan agar menyelesaikan masalah pola karir yang jelas di kantor tersebut. Selama ini, sistem karir di Kementerian BUMN dinilai tidak jelas dan tidak berdasarkan kemampuan pegawai. “Selama ini performa pegawai tidak diukur secara fair. Sehingga sistem karir juga tidak jelas. Kami juga menuntut remunerasi,” kata Tyas saat perayaan ulang tahun Kementerian BUMN ke-14 di kantornya, Jakarta, Senin (16/4/2012).

      Dia juga menuntut agar Kementerian BUMN melakukan reformasi birokrasi secara besar-besaran. Selama ini reformasi hanya ditujukan kepada pegawai baru, sementara pegawai lama masih menggunakan birokrasi lama. Padahal untuk mewujudkan reformasi birokrasi secara menyeluruh, kata Tyas, harus dimulai dari jajaran pimpinan baru diikuti oleh bawahan.

      Erwin, salah satu pegawai Kementerian BUMN bagian Humas justru mengaku galau di kantornya. Selama bekerja di BUMN, dia belum mendapatkan fasilitas yang layak. “Kami ingin dipermudah mendapat akses membeli rumah. Selama ini kami justru dipersulit,” kata Erwin. Bahkan untuk menyekolahkan anak, melakukan khitan anak, pegawai BUMN sampai ada yang meminjam uang ke teman-temannya.

      Menanggapi tuntutan pegawainya, Dahlan Iskan dengan tenang menjawab. Bahkan sesekali dengan kelakar menjawab setiap tuntutan tersebut. “Saya mencatat dengan baik tuntutan saudara. Saya terima, tapi saya belum tentu melaksanakan semua tuntutan itu,” kata Dahlan.

      Untuk remunerasi dan sistem karir di Kementerian BUMN, Dahlan mengaku lepas tangan. Hal itu disebabkan kewenangan remunerasi dan sistem karir ini bukan kewenangannya, melainkan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Kementerian Keuangan. “Saya juga bingung kenapa sampai sekarang ada pegawai BUMN yang belum punya rumah. Kalau di swasta, saya bisa cari jalan keluarnya,” tambahnya.

      Dahlan mengaku saat belum menjabat sebagai Direktur Utama PLN dan Meneg BUMN, dirinya selalu melakukan survei ke setiap karyawannya, siapa saja yang belum memiliki rumah. Dari survei kecil-kecilan tersebut, ternyata ada empat orang karyawan yang belum memiliki rumah. Setelah ditelisik, tiga orang karyawannya tersebut memiliki menantu anak tunggal yang kaya, sehingga mereka akan langsung tinggal di pondok menantu indah. “Satunya lagi lebih ke soal prinsip. Dia merasa selalu ingin meninggal, sehingga tidak ada gunanya membeli rumah,” jelasnya.

      http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/16/15203156/Pegawai.BUMN.Tuntut.Dahlan.Iskan

      Posted by Berita Dahlan Iskan | 18 April 2012, 10:48 am
  57. Untuk P Dahlan Iskan………..!!!! Smoga ucapan, tindakan, kebijakkannya serta sikap luhur budi akan selalu manfaati yang positif bagi seluruh Masyarakat Indonesia. Tapi sesuatu keputusan selalu diikuti konsekuensi politis.., ingat peribahasa Indonesia ” ADA GULA ADA SEMUT ” peribahasa Politik ” ADA UANG DIBUAT/PASTI RIBUT ” Bismillah…Mari kita kenali segala Kebaikan agar dapat Menumbuh&Menambah Rasa Syukur Kita pd Yang Memberi Kehidupan ….Allah SWT….

    Posted by naharussurur | 17 April 2012, 7:27 am
  58. Dahlan Iskan & Terobosan Hukum Moralitas
    Tuesday, 17 April 2012

    Dua minggu ini kata “tampar” tiba-tiba menjadi lekat dalam keseharian saya.Banyak orang bertanya tentang kejadian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

    Bahkan, ketika saya menjelaskan kenapa serangan balik begitu kencang, seorang wartawan senior harian ternama bertanya,“ Saya dengar, sebelumnya Pak Denny juga pernah menampar staf di kantor ya?”Kali lain, staf saya ditanya seorang jurnalis media online, “Pak Denny saya dengar kalau marah sering main tampar ya?”Semua pertanyaan itu kami jawab dengan tersenyum dan ungkapan,“ Tidak ada penamparan sama sekali. Kisah itu tidak benar.

    ” Di antara banyak yang menanyakan, pekan lalu Meneg BUMN Dahlan Iskan tiba-tiba menelepon dan bertanya hal yang sama. “Pak Denny, soal carter pesawat operasi di Pekanbaru dengan BNN itu apa masalahnya? Kalau soal pembayarannya, memangnya berapa? Saya akan ganti semuanya.” Gaya dan pola pikir khas Dahlan Iskan.Ketika saya jelaskan pencarteran pesawat sama sekali tidak ada masalah dan menggunakan anggaran yang sah dari BNN, Pak Dahlan kemudian menanyakan hal serupa,“ Ngomong-ngomong apa benar Pak Denny menampar? Kalau saya jadi Pak Denny,memang akan saya tampar.”

    Pikiran saya sempat melayang, kira-kira jika Pak Dahlan memang menampar, apakah beritanya akan seheboh ke-marin? Sejauh ini, saya perhatikan, langkah-langkah terobosan yang dilakukan Pak Dahlan justru direspons sangat positif oleh media massa dan publik di Tanah Air. Padahal jika yang melakukan adalah tokoh lain, maka kerja populis yang dilakukan akan dengan segera dicap “pencitraan”.

    Tapi di tangan seorang Dahlan Iskan, nyaris semua langkah populis itu justru mendapatkan label positif: terobosan, ketegasan, dan lain-lain. Saya teringat pesan seseorang, “Pak Denny,lain kali kalau sidak ke lapas, coba ajak Pak Dahlan, pasti semua dilihat baik-baik saja. Pasti semua dinilai positif.

    ” Pak Dahlan sekarang sedang menjadi media darling. Ketulusan dan kerja keras beliau memang menjadi modal,di samping tentu saja jaringan media Jawa Pos Group yang beliau miliki dan tersebar di antero Tanah Air yang pasti sangat membantu kerja “kehumasan” dan komunikasinya ke hadapan publik. Memang, belum tentu langkah terobosan ala Dahlan Iskan akan moncer pula jika diterapkan dalam dunia hukum.

    Terlebih jika berhadapan dengan gerombolan mafia hukum. Dalam salah satu forum diskusi di Kantor Wakil Presiden, dengan Pak Dahlan Iskan selaku pembicaranya, saya bertanya. “Pak Dahlan, tadi Bapak menjelaskan banyak hal terkait breakthrough.Pada dasarnya itu adalah terobosan.Tidak ajek pada satu pakem, tidak kaku pada satu langgam.Pertanyaannya, bagaimana breakthrough semacam itu bisa dilakukan dalam dunia hukum?

    Karena dunia hukum justru ajek dengan kepastian hukum, dengan pakem, dengan langgam, dengan aturan main.Suatu terobosan dalam dunia hukum bisa dengan mudah dimaknai sebagai melanggar kepastian hukum.” Lalu saya jelaskan bahwa dalam mengeluarkan kebijakan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat kepada terpidana korupsi, teroris, dan bandar narkoba, saya bahkan sebenarnya hanya melakukan terobosan pemaknaan.

    Dari awalnya aturan perundangan dimaknai obral remisi, diubah menjadi pemaknaan yang lebih memperketat remisi. Terobosan pemaknaan semacam itu saja sudah mendapatkan tentangan luar biasa. Bahkan, beberapa kalangan yang awalnya mengkritik keras pemerintah karena terlalu obral remisi berubah haluan dan menjadi pihak yang menolak kebijakan pengetatan remisi, khususnya kepada koruptor. Menjawab pertanyaan saya tersebut, Pak Dahlan merespons santai.

    “Pak Denny,kalau di dunia hukum memang berbeda. Kalau saya di posisi Pak Denny,saya juga tidak tahu bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang ada.” Pak Dahlan memang menjawab singkat, di samping mengatakan persoalan hukum memang jauh lebih rumit.Tapi, bagi saya, di situlah letak kekuatan jawaban beliau. Pada kejujuran.Pak Dahlan dengan jujur mengatakan tidak punya jawaban.

    Beliau tidak kemudian berusaha membuat-buat jawaban, yang justru menjauh dari kejujuran. Moralitas dan integritas kejujuran itulah yang menjadi modal kuat dan kunci sukses Pak Dahlan ketika mendorong terobosan yang beliau lakukan. Moralitas serta integritas itu pula yang menjadi kunci suatu terobosan hukum bisa dibenarkan— di samping tentu saja soal kapasitas pembuat kebijakan itu sendiri.

    Soal etika moralitas itulah yang mencuat dalam interaksi saya yang lain dengan Pak Dahlan Iskan.Pada 7 Maret 2012,saya tiba-tiba saja menerima surat keputusan Meneg BUMN menjadi Komisaris PT Askes.Saya menelepon Pak Menteri dan menanyakan kenapa keputusan itu diambil. Pak Dahlan menjelaskan alasannya dan menyerahkan keputusan untuk menerima atau menolak tawaran posisi komisaris tersebut kepada saya. Dua hari kemudian, saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran terhormat tersebut.

    Bukan karena persoalan hukum semata.Dari sisi hukum tidak ada aturan hukum yang dilanggar. Tidak ada aturan hukum yang melarang seorang wakil menteri duduk pula selaku komisaris suatu BUMN. Tapi, setelah bertukar pikiran dengan istri,rekan kerja di kantor, dan Menkumham, saya tidak hanya mendasarkan keputusan pada aturan hukum positif semata, tetapi juga pada sisi nonhukum. Ronald D Dworkin mengatakan,“Moral principle is the foundation of law.”

    Hukum itu harus berpijak pada moralitas.Hukum harus bertitik tolak pada integritas. Maka, suatu keputusan hukum tidak hanya berpijak pada kepastian hukum, tetapi juga berpihak pada keadilan dan—ini salah satu yang terpenting— berpijak pada kemanfaatan. Itulah sebabnya,ketika mengeluarkan kebijakan pengetatan pemberian remisi kepada terpidana koruptor, teroris, dan narkoba,

    Menkumham dan saya tidak hanya berpijak pada UU Pemasyarakatan, tetapi juga pada PP No 28 Tahun 2006 yang dengan tegas mengatur pemberian pembebasan bersyarat harus juga memperhatikan “rasa keadilan masyarakat”. Lebih jauh, selain memperhatikan aturan dan kepastian hukum serta rasa keadilan masyarakat, kami berpendapat bahwa kebijakan pengetatan tersebut sangat sesuai dengan “asas kemanfaatan” untuk memberikan pesan penjeraan kepada para pelaku kejahatan luar biasa—tidak terkecuali penjeraan kepada para koruptor.

    Bagi saya dan Menkumham, kebijakan pengetatan remisi memberikan lebih banyak kemanfaatan dibandingkan dengan obral remisi yang lebih banyak membawa kemudaratan bagi agenda pemberantasan korupsi. Kembali ke soal Pak Dahlan Iskan,yang beliau lakukan adalah kerja keras berkualitas yang berpijak pada integritasmoralitas. Hal yang sama diperlukan dalam penegakan hukum.

    Tidak cukup hanya bermodal pada kapasitas intelektual, terobosan hukum progresif harus juga berpijak pada integritas moral. Itulah modal perjuangan melawan mafia hukum, mafia pajak,mafia korupsi, dan mafia narkoba—tugas yang selama ini coba kami jalankan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.Maka, berbagai fitnah tidak akan pernah menyurutkan langkah kami untuk terus menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari mafia. Doa and do the best. Keep on fighting for the better Indonesia. 

    DENNY INDRAYANA
    Wakil Menteri Hukum dan
    Hak Asasi Manusia
    Guru Besar Hukum
    Tata Negara UGM

    http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/487028/

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 17 April 2012, 9:20 pm
  59. Berita Dahlan Iskan 14 APRIL 2012

    SABTU, 14 APRIL 2012 | 07:28 WIB
    DPR: Dahlan Boleh Koboi Tapi Jangan Bentrok UU

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso mengingatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan agar memperhatikan aturan. Dalam membuat gebrakan, Priyo berharap dia tetap mengikuti aturan. “Boleh saja (seperti) koboi, tapi jangan bentrok dengan undang-undang,” katanya kepada Tempo, Jumat, 13 April 2012.

    Sebagai salah seorang pemimpin DPR, dia mengaku akan mempelajari usul interpelasi sejumlah anggota Dewan atas kebijakan Dahlan. Lantaran saat ini DPR memasuki masa reses, usul itu akan diproses pada masa persidangan berikutnya. “Mungkin nanti akan ada yang menambah atau sebaliknya, mengurungkan niat (interpelasi),” kata Priyo sembari menambahkan bahwa interpelasi tidak untuk menjatuhkan Dahlan. “Terlalu jauh itu.”

    Naskah usulan hak interpelasi telah disampaikan Kamis malam lalu ke pimpinan DPR melalui rapat paripurna. Usulan itu telah didukung 38 anggota Dewan dari tujuh fraksi, alias telah memenuhi syarat dukungan minimal 25 anggota Dewan. Penggalangan ini minus Fraksi Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

    Alasan penggunaan hak interpelasi terhadap Dahlan adalah soal Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2011 tentang Pendelegasian Wewenang. Kebijakan ini dinilai melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Alasan lain, keputusan Menteri tersebut memberi peluang bagi direksi BUMN untuk menjual aset. Padahal pelepasan aset perusahaan negara harus dengan persetujuan Dewan, Presiden, dan atau Menteri Keuangan.

    Penggagas interpelasi, Aria Bima, mengklarifikasi pemberitaan Tempo sebelumnya bahwa hak bertanya itu ditujukan kepada pemerintah, bukan Menteri BUMN. Langkah ini, kata dia, mirip kasus hak angket Bank Century. “Pembuat kebijakan ketika itu adalah Menteri Keuangan, tapi hak angket diajukan kepada pemerintah,” ujar politikus PDI Perjuangan yang menjadi Wakil Ketua Komisi BUMN DPR itu.

    Menurut dia, interpelasi diambil karena Dahlan dianggap ngeyel dalam tiga kali rapat dengan Komisi BUMN. “Dalam rapat, kami sudah meminta agar SK tersebut direvisi,” kata Ari. Permintaan itu, kata dia, dijawab Dahlan dengan mengatakan telah membawa SK tersebut ke Mahkamah Agung untuk dimintakan fatwa.

    Dimintai konfirmasi oleh Tempo, Dahlan menjawab, “Itu hak konstitusional anggota DPR, tidak boleh dihambat. Selama ini, saya sangat menghormati DPR karena memang DPR punya hak konstitusi.”

    Ia antara lain memangkas birokrasi dengan mendelegasikan 22 jenis kewenangan Menteri BUMN kepada pejabat eselon satu. Dia juga melimpahkan 14 kewenangan kepada dewan komisaris dan dua kewenangan kepada direksi BUMN.

    ANANDA PUTRI | IRA GUSLINA SUFA | M. ANDI PERDANA | BERNADETTE CHRISTINA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/14/078396993/DPR-Dahlan-Boleh-Koboi-Tapi-Jangan-Bentrok-UU

    SABTU, 14 APRIL 2012 | 07:37 WIB
    Dahlan Jawab Interpelasi dengan 6 Huruf

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menganggap hak interpelasi yang hendak diajukan politikus Senayan kepadanya sebagai hal wajar. Hak interpelasi atas Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2011 perlu dihormati sebagai hak konstitusional anggota DPR.

    Dahlan mengatakan hak anggota Dewan itu tidak boleh dihambat. Selama ini, Dahlan mengaku sangat menghormati DPR karena mereka memang punya hak konstitusional. Lalu, apakah Dahlan akan mengubah gaya kepemimpinannya setelah gonjang-ganjing ini? Dahlan menjawab singkat pada Jumat, 13 April 2012, “He..he..he.”

    Dahlan, yang saat dihubungi berada di Sumatera Utara, tak mau menanggapi tuduhan DPR bahwa dirinya melanggar undang-undang. DPR menuduh mantan Direktur Utama PLN ini melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN karena menunjuk direksi BUMN tanpa mekanisme rapat umum pemegang saham.

    BERNADETTE CHRISTINA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/14/090396995/Dahlan-Jawab-Interpelasi-dengan-6-Huruf

    SABTU, 14 APRIL 2012 | 16:45 WIB
    Interpelasi Dahlan, Marzuki Belum Terima Usulannya

    TEMPO.CO, Jakarta – Para pengusul interpelasi untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan belum menyerahkan usulannya ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. “(Usulan) belum (masuk),” kata Ketua DPR Marzuki Alie melalui pesan pendeknya di Jakarta, Sabtu, 14 April 2012.

    Sejumlah anggota DPR hendak mengajukan usulan interpelasi terhadap keputusan Dahlan Iskan yang merombak sejumlah pejabat kementeriannya. Mereka beranggapan perombakan itu tak sesuai dengan undang-undang. Gagasan menggunakan interpelasi ini berasal dari sejumlah politikus Partai Golkar.

    Usulan hak interpelasi dari anggota DPR telah diparaf 38 pengusul, yang mayoritas dari Golkar. Wakil Ketua DPR sekaligus politikus Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menganggap terlalu jauh menghubungkan interpelasi dan upaya menjatuhkan Menteri BUMN. “Terlalu Jauh,” kata dia.

    Menurut Priyo, usulan atas kebijakan Dahlan merupakan bentuk pelaksanaan tugas pengawasan Dewan. “DPR punya hak melakukan interpelasi, termasuk terhadap Presiden,” kata dia.

    Dahlan sendiri sudah menyatakan menghormati usulan interpelasi dari anggota Dewan sebagai bagian hak konstitusional lembaga legislatif. Namun apakah upayanya merombak birokrasi BUMN akan berubah? Dahlan menjawab, “He..he..he.”

    Sesuai ketentuan, interpelasi bisa diputuskan setelah para pengusul menyusun secara singkat dan jelas secara tertulis kepada pimpinan DPR. Usulan itu menyertakan daftar nama dan tanda tangan pengusul serta nama fraksi mereka. Setelah itu, baru usulan tersebut bisa diproses ke Rapat Paripurna DPR. DPR sendiri saat ini masih reses masa persidangan pertama tahun ini.

    WANTO

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/14/090397070/Interpelasi-Dahlan-Marzuki-Belum-Terima-Usulannya

    SABTU, 14 APRIL 2012 | 16:52 WIB
    Dirut Garuda Dukung Dahlan Iskan

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar enggan menanggapi legalitas jabatannya sebagai direktur utama di perusahaan penerbangan pelat merah tersebut. “Mengenai urusan pengangkatan direksi, sebaiknya ditanyakan ke pemegang saham. Apa yang dilakukan pemegang saham tentunya sesuai aturan,” kata Emirsyah melalui pesan pendek, Sabtu, 14 April 2012.

    DPR semula hendak mengusulkan penggunaan hak interpelasi kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait Surat Keputusan Menteri BUMN No. 236/2011. DPR meminta surat keputusan tersebut direvisi lantaran dianggap melanggar sejumlah pasal dalam undang-undang, salah satunya terkait pengangkatan direksi BUMN. Menteri Dahlan memutuskan penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme rapat umum pemegang saham dan tim penilai akhir. DPR menganggap hal ini bertentangan dengan Pasal 15 dan 16 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

    Menteri Dahlan juga dianggap menyalahi Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN karena telah mengangkat kembali direksi BUMN dengan rekam jejak negatif sebagaimana laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keputusannya dianggap melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

    Sejumlah anggota DPR mempermasalahkan keputusan Menteri Dahlan mengangkat kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya. Ini dianggap melanggar Pasal 16 ayat 4 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Pasal itu mengatur direksi BUMN hanya dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan (lima tahun).

    Emirsyah membantah masa jabatannya merupakan periode ketiga di Garuda. “Tidak, ini jabatan kedua,” ujarnya.

    Karier Emirsyah di Garuda bermula pada tahun 2003. Wakil Direktur Utama PT Danamon Indonesia itu menggantikan posisi Indra Setiawan sebagai direktur keuangan. Pada 2005, ia diangkat menjadi Direktur Utama Garuda. Jabatan itu kemudian diperpanjang pada 2011 lalu.

    MARTHA THERTINA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/14/090397071/Dirut-Garuda-Dukung-Dahlan-Iskan

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 18 April 2012, 10:15 am
  60. Berita Dahlan Iskan 15 APRIL 2012

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 05:37 WIB
    Sepatu Dahlan Iskan Terbit Medio Mei

    TEMPO.CO , Jakarta: Penulis Khrisna Pabichara tak sabar menunggu novel berjudul “Sepatu Dahlan” terbit. Novel yang terinspirasi sosok Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan itu rencananya terbit pertengahan Mei.

    “Pertengahan Mei sekitar tanggal 14, kemungkinan selesai cetak,” kata Khrisna saat dihubungi Sabtu 14 April 2012.

    Dahlan bukan satu-satunya sumber. Khrisna telah mewawancarai sejumlah teman Dahlan di waktu masih sekolah. “Saya juga mewawancarai saudaranya yang tinggal di Madiun dan Samarinda,” ujarnya.

    Tak puas sampai di situ, Khrisna juga sengaja menyusuri jalanan sepanjang enam kilometer yang pernah dilewati Dahlan ketika masih SD.

    Khrisna menjelaskan antara fakta dan fiksi yang tertuang dalam novelnya itu hampir imbang. Latar tempat dan waktunya, fakta. Tetapi unsur ceritanya, lanjutnya, fiksi. Unsur fakta dan fiksinya imbang. “Saya menyebutnya sebagai novel yang terinspirasi hidup Dahlan,” katanya.

    Dahlan dikenal sebagai menteri yang banyak melakukan gebrakan. Dari membuka pintu tol, ikut berdesak-desakan naik kereta rel listrik, sampai menginap di rumah petani telah dilakoninya.

    RINA WIDIASTUTI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/219397126/Sepatu-Dahlan-Iskan-Terbit-Medio-Mei

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 05:44 WIB
    Cerita di Balik Penulisan Sepatu Dahlan

    TEMPO.CO , Jakarta: Penulis Khrisna Pabichara menyiapkan novel yang terinspirasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Novel yang akan terbit pertengahan Mei itu diberi judul Sepatu Dahlan.

    Selama proses penyusunan Sepatu Dahlan, Khrisna mengatakan sempat menginap di rumah pribadi Dahlan selama tiga hari dua malam. “Untuk wawancara masa kecil sampai remaja, mulai SD sampai SMA,” kata Khrisna saat dihubungi Sabtu 14 April 2012.

    Dahlan bukan satu-satunya sumber. Khrisna mengaku telah mewawancarai sejumlah teman Dahlan di waktu masih sekolah. “Saya juga mewawancarai saudaranya yang tinggal di Madiun dan Samarinda,” ujarnya.

    Tak puas sampai di situ, Khrisna juga sengaja menyusuri jalanan sepanjang enam kilometer yang pernah dilewati Dahlan ketika masih SD.

    Khrisna menjelaskan antara fakta dan fiksi yang tertuang dalam novelnya itu hampir imbang. Latar tempat dan waktunya, fakta. Tetapi unsur ceritanya, lanjutnya, fiksi. Unsur fakta dan fiksinya imbang. “Saya menyebutnya sebagai novel yang terinspirasi hidup Dahlan,” katanya.

    Dahlan dikenal sebagai menteri yang banyak melakukan gebrakan. Dari membuka pintu tol, ikut berdesak-desakan naik kereta rel listrik, sampai menginap di rumah petani telah dilakoninya.

    RINA WIDIASTUTI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/219397127/Cerita-di-Balik-Penulisan-Sepatu-Dahlan

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 09:37 WIB
    Aburizal Bakrie Dukung Interpelasi Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie mengakui fraksinya di parlemen turut mengusung pengajuan interpelasi terhadap kebijakan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Tapi bukan berarti partainya menyetujui permintaan interpelasi. “Yang bilang menyetujui siapa? Kalau mengusung, benar,” kata dia di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin.

    Namun saat ditanya kebijakan apa yang hendak dipertanyakan, pengusaha yang akrab dipanggil Ical ini menyatakan tidak tahu detail usul interpelasi tersebut. “Saya belum mendapat laporan khusus soal itu,” kata dia.

    Usul interpelasi itu telah diajukan ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat melalui rapat paripurna, Kamis malam lalu. Dari 38 anggota Dewan yang menandatangani pernyataan sebagai inisiator interpelasi, mayoritas, yakni 22 orang, berasal dari Partai Golkar.

    Mereka mempermasalahkan kebijakan Menteri mendelegasikan sebagian wewenangnya ke pejabat eselon I, komisaris, dan direksi BUMN. Kebijakan itu diatur dalam Keputusan Menteri KEP-236/MBU/2011. Lewat keputusan ini, direksi dan komisaris BUMN bisa mengambil keputusan dengan cepat.

    Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto mengatakan dirinya menginstruksikan anggota fraksi agar mendorong interpelasi. Menurut dia, pengajuan hak bertanya itu cukup beralasan sebagai media evaluasi pemerintahan secara menyeluruh. “Menjadi tanggung jawab mereka (para menteri) untuk menjelaskan,” kata Setya.

    Setya juga menjelaskan bahwa usul interpelasi tidak hanya diusung oleh Fraksi Golkar. Beberapa fraksi lain di parlemen juga turut mengusungnya. “Bukan hanya Golkar, tapi semua fraksi,” kata dia.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan melihat usul interpelasi terhadap kebijakan Dahlan Iskan sebagai upaya sistematis untuk menjegal langkah sang Menteri. Menurut dia, Dahlan mendapat simpati masyarakat sekaligus membuat gelisah para elite politik.

    “Dahlan Iskan dianggap pesaing atau rival 2014, entah sebagai calon presiden atau calon wakil presiden,” kata Ramadhan kemarin. ”Kali ini ada upaya interpelasi, besok lusa mungkin asasinasi (pembunuhan) karakter.”

    Ramadhan mempersilakan DPR menggunakan hak politik mereka. Namun, bila argumentasinya lemah, interpelasi hanya tinggal sensasi. Ia memastikan Demokrat akan tetap mendukung Dahlan.

    Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso membantah tudingan bahwa interpelasi yang diajukan sejumlah kader partainya merupakan upaya menjatuhkan Dahlan Iskan. “Terlalu jauh (tudingan itu),” katanya.

    Menurut dia, interpelasi merupakan upaya DPR melaksanakan tugas pengawasan. “DPR punya hak untuk melakukan interpelasi, termasuk menginterpelasi presiden,” kata Priyo.

    Menteri Dahlan menghormati rencana interpelasi Dewan. “Itu hak konstitusional anggota DPR, tidak boleh dihambat,” kata Dahlan.

    ARYANI KRISTANTI | FRANSISCO R | ANANDA PUTRI | BHERNADET | AGUSSUP

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/078397152/Aburizal-Bakrie-Dukung-Interpelasi-Dahlan

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 11:45 WIB
    Senin, Dahlan Iskan Bakal Jualan Kartu e-Toll Lagi

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berencana menaikkan penetrasi penggunaan pembayaran jalan tol secara elektronik atau e-Toll di Jakarta. Senior Vice President Electronic Banking Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Rico Usthavia Frans, mengatakan saat ini penetrasi e-Toll baru 11 persen.

    “Kami akan tingkatkan menjadi 20 persen pada Juni 2012,” kata Rico di sela peluncuran pembayaran elektronik Batik Solo Trans di Surakarta, Ahad, 15 April 2012.

    Dia mengatakan Bank Mandiri akan mulai menjual kartu e-Toll ke masyarakat di titik-titik strategis mulai Senin 16 April 2012, seperti gerbang tol. Cara ini diharapkan bisa meningkatkan target penetrasi kartu tersebut. “Kami menggandeng Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dahlan Iskan untuk menjualkan e-Toll,” ujarnya.

    Dahlan, kata dia, bersedia menjualkan kartu e-Toll di gerbang tol Cililitan. “Pak Dahlan akan ikut jualan kartu pada Senin, 16 April.”

    Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan pihaknya sudah menambah gardu tol otomatis dari semula 10 gardu menjadi 47 gardu. Diskon khusus sebesar 10 persen diberlakukan bagi pengguna e-Toll. Rico mengatakan diskon 10 persen berlaku selama 3 bulan ke depan. Harapannya masyarakat mau beralih memakai e-Toll.

    Jika penetrasi e-Toll mencapai 20 persen, berarti satu dari lima mobil yang melintas sudah membayar secara elektronik. “Kalau sekarang baru satu per sepuluh mobil,” katanya.

    Dia menyatakan dengan semakin banyaknya kendaraan pengguna e-Toll akan mengurangi antrean pembayaran tol. E-Toll sudah melayani pembayaran tol di 12 ruas jalan tol termasuk di luar Jakarta seperti Surabaya, Semarang, Cirebon, dan Medan.

    Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Regional Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Regional VII Semarang Anton Zulkarnain mengatakan e-Toll sudah bisa digunakan di ruas tol Banyumanik-Jrakah. “Kemudian paling lambat Juni 2012 layanan e-Toll bisa digunakan di ruas tol Banyumanik-Ungaran,” kata dia lagi.

    Dia mengatakan penetrasi e-Toll di Semarang sudah mencapai 15 persen dengan 4.000 pemilik kartu. Meski dari segi kepadatan lalu lintas tidak seperti Jakarta, pihaknya tetap menggenjot penggunaan e-Toll di masyarakat.

    UKKY PRIMARTANTYO

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/090397161/Senin-Dahlan-Iskan-Bakal-Jualan-Kartu-e-Toll-Lagi

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 11:54 WIB
    Novel Sepatu Dahlan, Begini Proses Penulisannya

    TEMPO.CO, Jakarta – Novel Sepatu Dahlan mulai digodok sejak pertengahan Januari 2012 lalu. Penulisnya, Khrisna Pabichara, menuturkan proses penggarapannya mulai dari diskusi di tingkat tim kreatif hingga meminta izin pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

    Ide pembuatan Sepatu Dahlan menurut Khrisna berawal dari sosok Dahlan yang menarik. Alasan itulah yang membuatnya diundang oleh tim kreatif penerbit Noura. “Mereka melihat sosok Dahlan menarik dinovelkan,” katanya saat dihubungi pada Sabtu malam, 14 April 2012.

    Perbincangan di tataran ide itu berlangsung pada pertengahan Januari 2012. Setelah matang, Khrisna bersama tim penerbit menghubungi mantan Direktur Utama PT PLN itu sekitar akhir bulan Januari lalu. “Kami bertemu Pak Dahlan saat olahraga di Monas pada subuh. Ngobrol berlanjut di kantornya,” dia menuturkan. Dahlan setuju dengan rencana pembuatan novel itu.

    Awal Februari 2012 lalu Khrisna mendapat kesempatan wawancara dengan Dahlan, di rumahnya di Surabaya. “Saya menginap tiga hari dua malam untuk wawancara sejak masa kecil hingga remaja,” ujar Khrisna.

    Untuk menghidupkan cerita masa kecil CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network itu, Khrisna juga mewawancarai adik kandung Dahlan, Ahmad Zainuddin, serta teman sekolahnya dulu. Tak hanya mengandalkan wawancara, Khrisna juga menapaki jalan yang dulu selalu dilewati Dahlan kecil dari rumah menuju sekolahnya sepanjang 6 kilometer.

    Khrisna mengatakan tidak menemui banyak kesulitan selama menyusun novel Sepatu Dahlan. Kendala yang ada, kata dia, hanyalah saat bertemu dengan salah satu teman SD Dahlan yang sudah tua, sehingga tidak lancar saat diwawancarai dan kondisi tempat sudah tidak lagi sama, misalnya daerah sekitar sumur Soco sudah berubah. “Kalau kondisi tempat tidak lagi sama, saya wawancara orang di sekitar tempat itu,” ujarnya.

    Novel yang diprediksi sekitar 350 sampai 360 halaman itu nantinya akan dibagi dalam 32 subjudul. Fokus cerita pada sepatu dan sepeda. “Pak Dahlan nanti akan memberi catatan kecil setengah halaman di novel itu,” kata Khrisna.

    Menurut Khrisna, novel Sepatu Dahlan bukanlah novel biografis karena unsur fiksinya juga kuat. Latar tempat dan waktu, nyata. Tapi, ada cerita yang difiksikan. “Menurut saya ini novel yang terinspirasi kisah hidup Dahlan,” ujarnya.

    RINA WIDIASTUTI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/219397163/Novel-Sepatu-Dahlan-Begini-Proses-Penulisannya

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 13:48 WIB
    Dahlan Iskan Kumpulkan UKM Korban Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengumpulkan sejumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang pernah kena tipu untuk memotivasi wirausaha Bandung agar bangkit dan berkembang.

    “Ada sembilan contoh pengusaha yang kena tipu, tapi jangan takut kena tipu karena itu modal untuk maju dan untuk tahu karakter rekanan usaha. Lebih baik kena tipu saat usaha masih kecil daripada kena tipu sudah maju,” kata Dahlan Iskan pada UKM Gathering 2012 yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Graha Tirta Siliwangi Kota Bandung, Minggu 15 April 2012.

    Tidak seperti motivator lainnya, Dahlan tidak memberikan uraian tema pidato, tapi melakukannya dengan memanggil pelaku UKM yang pernah kena tipu dan mendengarkan pengalaman mereka di hadapan hadirin.

    Sebelumnya ia mengumpulkan pelaku usaha yang hadir dengan membawa anak di bawah setahun, dan memberikan apresiasi kepada mereka sebagai bentuk perhatiannya.

    “Saya berdoa agar Anda semua kena tipu, maksud saya kena tipu saat usaha masih kecil. Kalau kena tipu saat usaha sudah besar kan kerugiannya bisa lebih besar. Yakinilah setelah itu Anda bisa bangkit dan jangan patah arang,” katanya.

    Dengan mendengarkan pengalaman sembilan pelaku usaha yang terkena tipu, para pelaku UKM tersebut mendengarkan kiat dan upaya pelaku usaha itu untuk bangkit dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

    Terungkap bahwa rata-rata penipuan dilakukan oleh orang dekat dan sudah dikenal, bukan oleh orang yang baru dikenal.

    Dahlan juga mengaku kaget saat seorang pelaku usaha kaus menyampaikan pengalaman tertipu rekananya. Tapi belakangan sang penipu mengembalikan uang itu dengan mencicil meski sang pelaku UKM tidak tahu di mana alamatnya.

    “Setelah beberapa tahun, ia mengembalikan uang yang dibawanya itu. Saya tak lapor polisi, hanya berdoa agar uang saya bisa kembali,” kata Ny Sri, pelaku usaha.

    Pengalaman Sri membuat Dahlan Iskan terheran-heran karena ada penipu yang berbalik pikir untuk mengembalikan uang korbannya.

    “Ada juga ya penipu yang baik hati, tapi yang jelas dari pengalaman-pengalaman mereka bisa diambil hikmahnya, yakni membuat kita semakin waspada dan tahu apa yang harus dilakukan di kemudian hari,” katanya.

    Dahlan Iskan hadir memberikan motivasi dalam kegiatan itu. Selain itu hadir pula Wakil Gubernur Jabar H. Dede Yusuf, Dirut PT PNM (Persero) Parman Nataatmadja. dan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/090397176/Dahlan-Iskan-Kumpulkan-UKM-Korban-Penipuan

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 14:04 WIB
    Cara Dahlan Tunjuk Direksi BUMN Dikecam

    TEMPO.CO, Jakarta- Masih berhubungan dengan interpelasi DPR terhadap Keputusan Menteri BUMN No.236/mbu/2011 tentang pendelegasian wewenang, Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima keukeuh interpelasi itu dibutuhkan. Sebab, kata dia, penunjukan langsung direksi BUMN oleh menteri rawan intervensi.

    “Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.236/MBU/2011, seorang deputi menteri BUMN sekarang ini dapat menunjuk langsung siapa pun calon direksi BUMN tanpa melibatkan tim penilai akhir yang diketuai presiden,” ujar Aria Bima dalam siaran persnya, Minggu, 15 April 2012.

    Ia mengatakan tanpa melalui prosedur tim penilai akhir, deputi menteri BUMN akan leluasa menunjuk calon direksi BUMN sesuka hatinya atau berdasarkan titipan dari luar. Nah, pada titik inilah, menurut Aria, kepentingan pribadi deputi atau intervensi dari luar akan masuk.

    Aria Bima mencontohkan Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin, mengangkat kembali Direktur Utama PT Pelni, Jussabella Sahea, untuk jabatan yang sama. Padahal, menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan, Jussabella memiliki rekam jejak buruk selama memimpin Pelni.

    Penunjukan langsung direksi BUMN tanpa melalui TPA, kata Aria Bima, juga mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan Pasal 16 UU No.19/2003 tentang BUMN. Hal itu juga melanggar Inpres No. 8 dan No. 9 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Anggota Direksi dan/atau Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

    “Pasal 3 Inpres No. 8/2005 menegaskan bahwa Menteri BUMN wajib melaporkan dan menyampaikan hasil penyaringan calon direksi, komisaris, dewan pengawas BUMN, serta hasil uji kelayakan dan kepatutan kepada TPA,” ujar Aria. Ia mengatakan TPA terdiri atas presiden (ketua), wapres (wakil ketua), menteri keuangan, menteri BUMN, dan sekretaris kabinet.

    ISTMAN M.P.

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/090397179/Cara-Dahlan-Tunjuk-Direksi-BUMN-Dikecam

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 15:03 WIB
    Dahlan Iskan: Pengusaha Sukses Harus Pernah Ditipu Orang

    TEMPO.CO, Bandung – Menurut Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, pengusaha yang sukses apabila pernah mengalami banyak ujian, termasuk ditipu orang.

    ”Karena jadi pengusaha yang baik itu adalah pengusaha yang pernah ditipu orang,” kata Dahlan Iskan di hadapan ribuan pengusaha mikro di Graha Tirta Siliwangi, Bandung, Ahad, 15 April 2012.

    Dalam acara yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) itu Dahlan didapuk menjadi motivator bagi para pengusaha kecil binaan PT Permodalan Nasional Madani yang bergerak di sektor pembiayaan dan jasa manajemen bagi kelompok usaha mikro kecil dan menengah.

    Sebelum membagi tip itu, Dahlan sempat meminta peserta yang membawa balita untuk naik di atas panggung. Puluhan orang yang hadir mendukung anak kecil ramai-ramai naik pangung.

    ”Saya lihat tadi kira-kira 80 persen yang hadir di sini usianya masih muda-muda, berarti ada beberapa kemungkinan. Ada yang mungkin baru belajar berusaha, ada yang mungkin baru dapat peluang berusaha, ada yang mungkin sudah pernah berusaha (lalu) gagal (dan) terus berusaha lagi,” kata Dahlan.

    Selepas itu, Dahlan baru membagi tipnya. Pertama, kata dia, berusaha atau berdagang itu tidak bisa diajarkan. ”Itu prinsip yang saya yakini, berusaha itu hanya bisa ditularkan, tidak bisa diajarkan, kalau Anda bergaul tiap hari dengan orang yang berusaha, Anda akan ketularan berusaha. Kalau tiap hari bergaul dengan orang politik akan jadi politikus, dan seterusnya,” kata dia.

    Untuk tip kedua, Dahlan punya cara unik membaginya. Pertama, dia meminta semua pengusaha yang pernah tertipu untuk maju ke atas panggung. Ada delapan peserta ”gathering” yang maju naik panggung berdiri bersama Dahlan. ”Bapak sekalian inilah contoh pengusaha yang pernah ditipu orang, saya memuji mereka yang pernah ditipu ini karena tidak putus asa,” kata dia.

    Para pengusaha yang pernah tertipu itu lalu diminta Dahlan menceritakan pengalamannya. Macam-macam kisahnya. Ada penjual lotek yang tertipu Rp 400 ribu karena dijanjikan mendapat kulkas jika bersedia membeli 4 bungkus permen, hingga ada yang kehilangan semua omzet yang dikumpulkan selama bertahun-tahun jadi pengusaha karena barang jualan yang dikirim tidak dibayar.

    Satu hal yang sama dari cerita mereka, rata-rata usahanya kini berkembang lebih maju. ”Ini yang hebat dari teman-teman ini, mereka tidak putus berusaha meskipun sudah pernah ditipu, tapi tetap jadi pengusaha,” kata Dahlan. ”Karena inti berusaha itu ulet, tidak putus asa, dan tidak mengenal lelah.”

    Karena itu, dengan nada guyon, agar semua perserta gathering usahanya tambah maju, Dahlan mendoakan semuanya secepatnya ditipu orang. Sontak, ucapan Dahlan ini memancing ger-geran. ”Jangan, Pak,” teriak peserta menimpali doa itu.

    Dahlan tetap kukuh pada pendapatnya. Dia beralasan, bagi pengusaha, ditipu merupakan salah satu perjalanan hidup yang harus dilaluinya. ”Lebih baik Anda saya doakan ditipu sekarang, ketika Anda masih kecil, daripada ditipu orang ketika sudah jadi pengusaha besar,” kata dia. ”Yang saya pengin orang itu harus belajar agar tidak ditipu orang, tapi ditipu itu penting,” kata pemilik usaha kelompok Jawa Pos ini.

    Menurut Dahlan, ada pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman itu. Di antaranya, mengetahui jenis orang seperti apa yang bisa dipercaya, dan mana yang sama sekali tidak bisa dipercaya. ”Pengusaha itu istimewa. Kalau semua orang gampang putus asa, nggak ada yang bisa jadi pengusaha,” kata dia.

    Selepas itu, Dahlan mengatakan Indonesia membutuhkan 18 juta orang pengusaha mikro kecil dan menengah. ”Kita perlu 18 juta orang yang kira-kira seperti yang hadir sekarang ini untuk Indonesia ini bisa maju, jangan diperkirakan Indonesia itu maju kalau ada pengusaha-pengusaha besar, itu penting juga,” kata dia. ”Negara kita akan masuk golongan negara yang kelas menengahnya tumbuh dengan pesat.”

    AHMAD FIKRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/090397193/Dahlan-Iskan-Pengusaha-Sukses-Harus-Pernah-Ditipu-Orang

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 15:08 WIB
    Serikat Pekerja BUMN Dukung Interpelasi Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta – Federasi Serikat Pekerja mendukung upaya sejumlah politikus di Dewan Perwakilan Rakyat mengajukan hak interpelasi terhadap kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

    Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN, Abdul Latif, menilai kebijakan Dahlan yang mengabaikan mekanisme tim penilai akhir dalam pemilihan direksi BUMN adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Pasalnya, hal tersebut memungkinkan adanya konflik kepentingan dalam pemilihan direksi BUMN.

    “Itu pelanggaran hukum. Dan, kalau sudah bicara hukum, presiden pun terikat pada ketentuan yang tidak bisa dilanggar,” ujar Abdul Latif dalam siaran pers yang diterima Tempo, Ahad, 15 April 2012.

    Selanjutnya Latif menyarankan Dahlan Iskan untuk memperkuat timnya di kementerian yang mengerti hukum dan regulasi BUMN. Alasannya, agar kebijakan-kebijakan strategis yang ia buat tidak menabrak aturan. “Pak Dahlan kan orang dari luar. Dia harus didukung tim yang paham aturan,” kata Latif.

    Sebelumnya, sebanyak 38 anggota parlemen mengajukan hak interpelasi. Mereka mempertanyakan kebijakan Menteri Dahlan menerbitkan Keputusan Menteri yang mendelegasikan sebagian wewenangnya ke pejabat eselon I, komisaris, dan direksi BUMN. Kebijakan itu diatur dalam Keputusan Menteri KEP-236/MBU/2011.

    ISTMAN MP

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/078397196/Serikat-Pekerja-BUMN-Dukung-Interpelasi-Dahlan

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 15:14 WIB
    Dahlan Pikirkan Alihfungsi Lahan Teh di Cipularang

    TEMPO.CO, Bandung -Perkebunan teh yang dilintasi jalan tol Cipularang menuju Bandung dipertimbangkan untuk dialihfungsikan. ”Kebun teh itu, sejak ada jalan tol Cipularang, iklimnya berubah. Jadi tidak cocok lagi untuk kebun teh. Tehnya menjadi rusak,” kata Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Bandung, Ahad 15 April 2012.

    Dahlan mengatakan luas lahan perkebunan teh yang lokasinya dilintasi jalan tol itu menembus hampir 1.000 hektare. ”Kebun teh yang dibelah jalan tol, kanan-kirinya dibelah jalan tol, dulunya kebun teh semua,” kata dia.

    Dia menuturkan tengah mencari jalan keluar dari kondisi itu. ”Begitu ada jalan tol yang membelah kebun teh, udara di sekitar kebun teh itu berubah, sehingga kami lagi berpikir, ini mau diapakan, ya. Sebab, kalau terus mau dipertahankan dengan bentuk teh seperti itu, itu perusahaan akan rugi terus,” kata Dahlan.

    Dua hal tengah ditimbangnya. Pertama, kata dia, mengubah kebun teh itu untuk usaha lain. ”Atau kita cari bibit teh yang penemuan baru, yang cocok dengan iklim yang sudah berubah akibat jalan tol itu,” kata dia. ”Karena teh itu memerlukan satu udara yang fresh, yang dingin dan sejuk.”

    Dahlan mengatakan tengah mencari kemungkinan bibit yang cocok untuk situasi iklim semacam itu. Dia mengaku sudah meminta Balai Pembibitan Teh untuk menemukan varietas baru yang cocok untuk iklim kebun teh yang rusak akibat keberadaan jalan tol itu.

    ”Kalau nggak bisa ditemukan, terpaksa harus diganti dengan kebun lain, apakah kebun karet,” kata Dahlan. ”Bahkan diubah peruntukannya menjadi hal yang lain sama sekali, apakah tempat wisata atau bagaimana, saya minta masukan pada teman-teman tadi, bagaimana menghadapi situasi seperti itu.”

    Tak hanya kebun teh, Dahlan juga mengaku sudah menyarankan pada direksi PT Inti untuk memindahkan fasilitas perakitan mereka di Bandung. ”Saya pernah meninjau ke sana, di sana dipakai untuk merangkai rangkaian elektronik, misalnya. Menurut saya, merangkai seperti itu bisa di Purwakarta, bisa di Sukabumi, di mana-mana yang lahannya masih murah,” kata dia.

    Dahlan beralasan lahan yang dijadikan fasilitas perakitan di pusat Kota Bandung itu, dengan harga jual yang tinggi, sayang jika dimanfaatkan seperti itu. ”Menurut orang bisnis seperti saya, lahan seperti itu tidak boleh dipakai untuk usaha seperti itu karena kurang produktif,” kata dia.

    ”Apa nggak perlu dipikirkan lahan itu untuk apa, yang bagi Kota Bandung dan perusahan lebih memberi nilai tambah. Kalau pabrik itu sebaiknya di luar kota. Karena itu tadi, itu lahan mahal banget, sayang kalau hanya dipakai seperti itu,” kata Dahlan.

    AHMAD FIKRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/090397198/Dahlan-Pikirkan-Alihfungsi-Lahan-Teh-di-Cipularang

    MINGGU, 15 APRIL 2012 | 15:29 WIB
    Dahlan Iskan: Interpelasi Hak Konstitusi DPR

    TEMPO.CO, Bandung – Tidak banyak yang dikatakan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan saat ditanya wartawan soal pengggunaan hak interpelasi DPR yang ditujukan kepadanya. ”Ini hak sepenuhnya anggota DPR, hak konstitusi anggota DPR yang dijamin oleh konstitusi,” kata Dahlan di Bandung, Ahad, 15 April 2012.

    Menurut Dahlan, tidak boleh ada pihak yang menghalangi penggunaan hak itu oleh DPR. ”Tidak boleh satu orang pun menghalang-halangi, tidak boleh satu orang pun menghambat pelaksanaan hak-hak DPR untuk interpelasi itu,” kata dia.

    Saat ditanya apakah akan mengubah kebijakannya yang jadi alasan sejumlah anggota DPR mengajukan hak interpelasi, Dahlan mengatakan memilih menunggu. ”Kita lihat dululah,” kata Dahlan.

    Saat ditanya soal penunjukan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Dahlan menilai tidak ada hubungannya dengan hak interpelasi itu. ”Saya kira nggak ada hubungannya,” kata dia.

    AHMAD FIKRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/078397203/Dahlan-Iskan-Interpelasi-Hak-Konstitusi-DPR

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 18 April 2012, 10:16 am
  61. Berita Dahlan Iskan 18 APRIL 2012

    RABU, 18 APRIL 2012 | 05:44 WIB
    Dukungan Interpelasi Dahlan Iskan Rontok

    TEMPO.CO , Jakarta:Dukungan politik terhadap usulan hak interpelasi atas kebijakan Menteri Badan usaha Milik Negara Dahlan Iskan berguguran. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera, yang sejumlah kadernya menjadi inisiator, menyatakan menolak interpelasi.

    “Jadi kami tak akan mendukung adanya interpelasi,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di sela-sela peresmian kantor baru PDI Perjuangan Provinsi Bali di Denpasar Selasa 17 April 2012. “Siapa pun boleh berkomentar, termasuk anggota DPR. Tapi tak usah sampai interpelasi,” ujarnya lagi.

    PKS berpendapat dukungan terhadap usulan interpelasi ditarik lantaran Dahlan sudah merevisi kebijakannya. “Maka, secara substansi, usulan interpelasi sudah tak relevan,” ucap anggota Komisi Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, Refrizal.

    Tjahjo menjelaskan interpelasi hanya layak untuk mengoreksi kebijakan presiden. “Kalau menteri itu kecil sekali, apalagi hanya menyangkut gaya,” ucapnya. Ia menilai setiap menteri berhak mengembangkan gaya kepemimpinannya masing-masing. Ia justru menyetujui gebrakan Dahlan memotong jalur birokrasi yang tak sehat.

    Refrizal menuturkan, Dahlan mengeluarkan tiga keputusan untuk menganulir Keputusan Menteri BUMN Nomor 236 Tahun 2012 yang dipersoalkan anggota Komisi BUMN. Keputusan Menteri BUMN yang baru itu Nomor 164/MBU/2012, Nomor 165/MBU/2012, dan Nomor 166/MBU/2012. Tapi komisinya akan memeriksa apakah tiga keputusan itu tak melanggar Undang-Undang BUMN dan UU Keuangan Negara.

    Para anggota Komisi BUMN DPR menginisiasi usulan hak interpelasi karena Dahlan menyerahkan sejumlah kewenangan kepada bawahannya sehingga bertentangan dengan UU BUMN dan UU Keuangan Negara. Kewenangan yang dilimpahkan itu antara lain penjualan aset tanpa persetujuan pemegang saham. Dahlan pun dianggap menyimpang karena menunjuk langsung Direktur Utama BUMN. Usulan telah disampaikan kepada pemimpin DPR pekan lalu. Mayoritas pengusul dari Fraksi Partai Golkar.

    Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum melarang kadernya meneken usulan interpelasi itu. Ia bahkan memerintahkan mereka membendung usulan itu. “Ini kurang menguntungkan bagi ketenangan dan konsentrasi kerja pemerintah,” katanya Selasa kemarin.

    FEBRIYAN | ROFIQI H | IRA GS

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/18/078397845/Dukungan-Interpelasi-Dahlan-Iskan-Rontok

    Rabu, 18 April 2012 | 10:04 WIB
    Hadiah Dahlan Iskan bagi Tiga Mahasiswa IPB

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kagum dengan kemampuan Institut Pertanian Bogor yang menciptakan ‘beras analog’. Karena kekagumannya terhadap prestasi itu, ia mengajak tiga mahasiswa IPB ke luar negeri.

    “Tiga mahasiswa ini akan saya berikan hadiah karena sudah menciptakan beras analog ini. Kami kirim ketiganya ke luar negeri,” kata Dahlan dalam kuliah umum memperingati 60 tahun Pendidikan Pertanian Indonesia di Gedung Graha Widya Wisuda IPB Dramga, Bogor, Selasa, 17 April 2012 malam.

    Salah seorang mahasiswa penerima hadiah dari Dahlan itu adalah Annisa Karunia. Annisa, yang diberi mandat Direktur F Tecnopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB, menyampaikan temuan baru beras analog oleh timnya. Ia mendapat kesempatan menjelaskan temuannya dalam sesi dialog seusai kuliah umum Menteri Negara BUMN ini.

    “Dengan temuan ini, menurut Pak Menteri, apalagi yang harus kami lakukan?” tanya Annisa. “Kami sudah menciptakan produk pangan alternatif ini, bagaimana caranya agar produk ini dapat dioptimalkan?”

    Ketika hendak menjawab pertanyaan Annisa, rupanya seribu lebih mahasiswa di dalam gedung meneriakkan ‘mobil’ sebagai janji Dahlan kepada mahasiswa penemu teknologi pangan baru. Ketika itulah, mantan Direktur Utama PLN ini meminta izin rektor untuk mengajak Anissa dan dua mahasiswa IPB lainnya ke luar negeri. Ribuan mahasiswa itu pun bertepuk tangan.

    Dahlan kemudian mengatakan akan mencoba memasak beras analog pemberian mahasiswa ini. “Apakah ini sudah menyerupai beras atau belum,” kata dia.

    WANTO | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/18/061397877/Hadiah-Dahlan-Iskan-bagi-Tiga-Mahasiwa-IPB

    Rabu, 18 April 2012 | 10:19 WIB
    Woro-woro Dahlan Iskan bagi Penemu IPB

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan membuat ‘woro-woro’ baru bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Bagi mereka yang bisa melakukannya, Dahlan akan memberikan hadiah kepada mahasiswa perorangan ataupun kelompok. “Saya hadiahi mobil,” kata Dahlan di hadapan seribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Sabtu, 17 April 2012 malam.

    Woro-woro itu berlaku bagi siapa pun mahasiswa perorangan ataupun kelompok. Penerima hadiah itu adalah mereka yang bisa merancang pabrik pengelola rumput laut paling efisien dan berteknologi tinggi. “Jika ada yang bisa merancang pendirian pabrik pengelola rumput laut efisien dan berteknologi tinggi di Bulukumba, saya hadiahi mobil,” katanya.

    Pengumuman Dahlan ini sesuai dengan rencana mantan Direktur Utama PLN ini. Dahlan menyatakan hendak membangun pabrik pengelolaan rumput laut terbesar di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

    Dahlan tadi malam hadir dalam kuliah umum memperingati 60 tahun peletakan batu pertama pembangunan gedung IPB Baranangsiang. Tiga ribuan mahasiswa menghadiri acara tersebut. Pada kesempatan ini, ia menyatakan akan menghadiahi tiga mahasiswa IPB penemu ‘beras analog’. Mereka akan diajak ke luar negeri. (Baca: Hadiah Dahlan Iskan bagi Tiga Mahasiwa IPB)

    WANTO | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/18/061397880/Woro-woro-Dahlan-Iskan-bagi-Penemu-IPB

    Rabu, 18 April 2012 | 11:18 WIB
    Dahlan Tolak Cendera Mata dari Antam

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memang pandai membikin sensasi. Kali ini, ia menolak kenang-kenangan yang akan diberikan Direktur Utama PT Aneka Tambang Alwin Syah Lubis. “Saya keluarga kalian, tidak perlu diberi,” kata Dahlan ketika menghadiri BUMN Executive Club di gedung Antam, Jakarta, Rabu, 18 April 2012.

    Dahlan mengatakan Kementerian dan perusahaan BUMN merupakan satu keluarga. Dalam hal ini, Menteri adalah atasan atau ayah dari perusahaan pelat merah yang ada. “Orang seperti Hari Tanoe atau pihak swasta lain, baru boleh diberi tanda mata.”

    Perhelatan BUMN Executive Club di gedung Antam ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Sebelumnya, digelar di gedung BRI Jakarta, 25 Januari 2012. BUMN Executive Club sebagai ajang pertemuan Menteri BUMN, dewan komisaris, dan direksi perusahaan pelat merah untuk membicarakan permasalahan perusahaan negara dan mencari solusinya.

    Dahlan, sebagai pembicara utama, didapuk memberikan pengarahan. Tapi, ia membalik agenda, langsung menuju sesi tanya-jawab. “Langsung saja, siapa yang punya persoalan?” Beberapa direktur langsung mengacungkan tangan. Namun Dahlan telah mewanti-wanti tak perlu ‘salam’ pembuka. Tujuannya supaya lebih banyak unek-unek pimpinan perusahaan negara yang bisa disampaikan dan dijawab.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/18/090397892/Dahlan-Tolak-Cendera-Mata-dari-Antam

    Rabu, 18 April 2012 | 22:51 WIB
    PAN: DPR Murahan Jika Interpelasi Dahlan Iskan

    TEMPO.CO, Jakarta- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi, menyayangkan sikap beberapa anggota DPR yang mengajukan hak interpelasi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

    “Penggunaan interpelasi harus berdasarkan pada prinsip yang dianggap urgen dan membawa dampak yang luas buat bangsa dan negara,” kata Viva, Rabu, 18 April 2012.

    Menurut Viva, DPR memang mempunyai hak interpelasi, Namun hak tersebut harus melihat kebijakan yang dilakukan Dahlan sebagai bagian dari upaya melakukan reformasi di BUMN, agar perusahaan negara itu bisa menguntungkan sehingga tidak membebani keuangan negara dan memberikan manfaat bagi kemajuan ekonomi nasional.

    “Saya melihat upaya menteri BUMN diarahkan untuk reformasi. Tapi, masalahnya proses reformasi harus juga berdasarkan konstitusi dan peraturan Undang-Undang. Usaha menteri BUMN itu hanya menyentuh persoalan prosedur dan administrasi, tidak dalam wilayah melanggar UUD 1945,” katanya.

    Viva menilai terlalu berlebihan jika interpelasi digunakan hanya karena terjadi kesalahan prosedur dan administrasi yang dilakukan oleh Menteri BUMN. DPR, kata Viva, cukup melakukan Rapat Kerja untuk meminta penjelasan kepada Dahlan. “Terlalu besar bobotnya bila interpelasi,” kata Viva.

    Para anggota Komisi BUMN DPR menginisiasi usulan hak interpelasi karena Dahlan menyerahkan sejumlah kewenangan kepada bawahannya sehingga bertentangan dengan UU BUMN dan UU Keuangan Negara. Kewenangan yang dilimpahkan itu antara lain penjualan aset tanpa persetujuan pemegang saham.

    Dahlan pun dianggap menyimpang karena menunjuk langsung Direktur Utama BUMN. Usulan telah disampaikan kepada pemimpin DPR pekan lalu. Mayoritas pengusul dari Fraksi Partai Golkar.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/18/078398092/PAN-DPR-Murahan-Jika-Interpelasi-Dahlan-Iskan

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 18 April 2012, 10:18 am
  62. Berita Dahlan Iskan 19 April 2012

    Kamis, 19 April 2012 | 06:04 WIB
    Dahlan Iskan Tutup BUMN Beraset Kecil

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan menyingkirkan sejumlah perusahaan pelat merah yang mempunyai aset kecil. “Misalnya saja PT EMI (Energy Management Indonesia). Itu usahanya lebih kecil daripada perusahaan Blok S,” katanya kemarin.

    Ia dan jajarannya sudah merumuskan, 140 perusahaan milik negara akan dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama, BUMN yang mengurusi pertahanan nasional, dari pangan, energi, hingga persenjataan, masing-masing seperti Bulog, Pertamina, dan Pindad.

    BUMN kedua adalah yang bersifat sebagai motor ekonomi, yaitu infrastruktur dan perbankan, seperti Pelindo dan PT KA. Adapun BUMN ketiga adalah yang sanggup menjadi pemimpin, minimal se-Asia Tenggara.

    Selain EMI, Dahlan menyatakan PT Damri, PT Perusahaan Pengangkutan Jakarta, dan sejumlah BUMN lain akan bergabung dengan perusahaan yang lebih besar. Kelak, 140 BUMN itu akan dirampingkan menjadi hanya 95 perusahaan. Dengan begitu, kinerja perusahaan makin optimal dan memberi keuntungan bagi negara.

    Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Badan Usaha Milik Negara, Pandu Djajanto, menyatakan program perampingan BUMN bukan rencana baru karena sudah dibahas sejak 2005.

    Rancangan akuisisi perusahaan-perusahaan yang dimiliki BUMN itu pun sudah dibahas Kementerian dengan perseroan terkait. “Prosesnya itu mulai dari pembahasan, penggabungan, pembuatan peraturan pemerintah. Semuanya proses legal,” kata Pandu.

    Sementara itu, Direktur Utama Perum Damri Agus Suherman Subrata khawatir bisnis perusahaan bakal menurun bila diakuisisi oleh perusahaan beraset besar, misalnya PT Kereta Api. “Meski pernah mengalami masalah keuangan, tujuh tahun terakhir kami dinyatakan sehat. Sebaliknya, apa PT KA sehat?” ucapnya.

    Adapun ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Erani Yustika, menilai Menteri Dahlan terlalu ambisius untuk merampingkan ratusan BUMN dalam sisa dua tahun jabatannya. “Ia perlu membuat prioritas yang bisa dilakukan tahun ini. Misalnya, menargetkan 20-30 perusahaan dari 45 yang berencana diakuisisi,” ujarnya ketika dihubungi.

    Sebab, dalam perampingan perusahaan itu, pasti akan ada perlawanan dari sejumlah pihak perusahaan yang akan diakuisisi karena dirugikan setelah kehilangan jabatan. Selain itu, ada tekanan partai politik yang menempatkan sejumlah anggotanya di berbagai posisi direksi dan komisaris perusahaan. Ia pun khawatir berlarut-larutnya proses akuisisi bisa membuat negara kehilangan peluang memperoleh keuntungan yang lebih besar.

    SUNDARI | MARTHA THERTINA | RR ARIYANI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/19/090398131/Dahlan-Iskan-Tutup-BUMN-Beraset-Kecil

    Kamis, 19 April 2012 | 06:51 WIB
    Dahlan Iskan Sarankan DPR ke Mahkamah Agung

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyarankan Komisi BUMN Dewan Perwakilan Rakyat meminta fatwa hukum ke Mahkamah Agung mengenai Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2011 tentang Pendelegasian Wewenang.

    “Tidak bisa satu pihak pun memvonis SK itu melanggar hukum,” kata Dahlan melalui rilis Kementerian BUMN Rabu 18 April 2012. Menurut dia, langkah itu adalah jalan paling adil untuk mengatasi polemik pendelegasian SK 236.

    Dahlan mengaku tidak paham dengan rencana interpelasi sejumlah anggota Dewan. Pada rapat kerja antara kementerian dengan Komisi BUMN, Maret lalu, kata dia, sudah disepakati jalan tengah memperbaiki keputusan menteri tersebut. Namun kesepakatan itu tidak tercapai. “Kami ngotot sama sekali tidak melanggar hukum,” katanya.

    Sejumlah anggota Dewan mengajukan penggunaan hak interpelasi terhadap Dahlan. Tujuannya, mempertanyakan Keputusan Menteri BUMN tentang Pendelegasian Wewenang yang dinilai melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Alasan lain, keputusan menteri tersebut memberi peluang bagi direksi BUMN untuk menjual aset yang seharusnya mendapat persetujuan Dewan, presiden, atau Menteri Keuangan.

    Sebelumnya Dahlan melakukan terobosan kebijakan memangkas birokrasi dengan mendelegasikan 22 jenis kewenangan Menteri BUMN kepada pejabat eselon satu kementerian. Selain itu, dia melimpahkan 14 kewenangan menteri kepada dewan komisaris dan dua kewenangan kepada direksi BUMN. Kementerian hanya berfokus pada hal-hal yang lebih strategis.

    Dahlan menegaskan tidak menganulir keputusan pendelegasian wewenang setelah reaksi DPR. Tiga keputusan yang baru diterbitkan bersifat melengkapi. “Tidak berbeda, itu hanya pedoman 263,” katanya.

    Ketiga Keputusan Menteri tersebut memerinci pendelegasian wewenang menteri kepada jajaran di bawahnya. SK-164/MBU/2012 berisi pedoman penetapan kewenangan menteri kepada dewan komisaris dan direksi. SK-165/MBU/2012 berisi tentang pedoman penetapan kewenangan menteri kepada dewan pengawas dan direksi. Dan SK-166/MBU/2012 berisi tentang penetapan kewenangan menteri kepada pejabat BUMN eselon I.

    Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menarik dukungan interpelasi tersebut. Sebab, Dahlan dinilai sudah memperbarui kebijakannya dengan menerbitkan tiga keputusan tersebut. “Secara substansi, usulan pengajuan interpelasi sudah tidak relevan,” kata anggota Komisi BUMN dari Fraksi PKS, Refrizal.

    Direktur Utama Kimia Farma Sjamsul Arifin khawatir “konflik” DPR dengan Dahlan akan mengganggu rencana pembentukan induk usaha (holding) Kimia Farma dan Indofarma. Proses holding membutuhkan persetujuan DPR. “Kementerian BUMN dan DPR sedang ada masalah,” katanya. Rencana pembentukan holding pun diperkirakan mundur dari target, yaitu Juni 2012.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/19/090398136/Dahlan-Iskan-Sarankan-DPR-ke-Mahkamah-Agung

    Kamis, 19 April 2012 | 12:18 WIB
    Upaya Interpelasi terhadap Dahlan Jalan Terus

    TEMPO.CO, Jakarta – Aria Bima, pengusung hak interpelasi terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, mengatakan upaya pengajuan hak tanya tidak akan mundur. Meski dukungan dari beberapa fraksi mulai rontok, dia yakin tak akan berpengaruh. “Usul interpelasi jalan terus,” kata Aria melalui siaran persnya, Kamis, 19 April 2012.

    Wakil Ketua Komisi VI ini mengaku kecewa dengan sikap Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera yang mulai menarik dukungan. Menurut Aria, mundurnya dukungan dari sejumlah fraksi justru didasarkan ketidakpahaman terhadap tiga keputusan menteri yang baru dikeluarkan Dahlan Iskan. “Mereka mengira Menteri BUMN telah merevisi atau mencabut Kepmen No. 236/2011 dengan menerbitkan tiga kepmen baru,” ujarnya.

    Setelah adanya usul interpelasi dari 38 anggota DPR, pada 13 April lalu Dahlan Iskan mengeluarkan tiga keputusan menteri baru, yaitu Kepmen Nomor 164 Tahun 2012, Kepmen Nomor 165 Tahun 2012, dan Kepmen Nomor 166 Tahun 2012. Menurut Aria Bima, tiga keputusan yang baru dikeluarkan Menteri BUMN justru meneguhkan Kepmen Nomor 236 tahun 2011 yang dinilai melanggar undang-undang.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai tiga keputusan menteri BUMN yang baru diteken itu isinya bukan merevisi atau mencabut Kepmen No. 236/2011 yang dipermasalahkan DPR. Tiga kepmen baru itu hanya memerinci kepmen yang memicu usul hak interpelasi DPR tersebut, yaitu tentang pendelegasian wewenang Menteri BUMN ke eselon satu di perusahaan BUMN. “Menteri Dahlan Iskan sendiri kepada wartawan mengatakan begitu,” dalihnya.

    Kepmen 164 berisi pedoman penetapan kewenangan menteri kepada dewan komisaris dan direksi. Kepmen 165 berisi pedoman penetapan kewenangan menteri kepada Dewan Pengawas dan Direksi. Sedangkan Kepmen 166 mengenai penetapan kewenangan menteri kepada pejabat BUMN eselon I.

    IRA GUSLINA SUFA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/19/078398181/Upaya-Interpelasi-terhadap-Dahlan-Jalan-Terus

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 19 April 2012, 4:20 pm
  63. DPR tae ANJING!!! bisanya cma krtik ama STUDI BANDING ke L N aza,ga malu ngaku wakil RAKYAT!!!!! BARGAGES!!!!!

    Posted by johny | 20 April 2012, 5:47 am
  64. Berita Dahlan Iskan 20 APRIL 2012

    JUM’AT, 20 APRIL 2012 | 16:30 WIB
    Dahlan Iskan Janji Bantu Kebutuhan Pak Raden

    TEMPO.CO, Jakarta – Seusai salat Jumat, bertempat di Masjid Jami’ Al Islam Petamburan, tadi siang, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengunjungi rumah Suyadi alias Pak Raden yang hanya berjarak tiga gang dari masjid tersebut. “Saya usahakan penghasilan bulanannya,” kata Dahlan Iskan seperti yang dituturkan seorang staf Humas BUMN, Jumat, 20 April 2012.

    Dahlan mengutarakan maksud kedatangannya untuk silaturahim setelah banyak muncul cerita tentang hak cipta boneka Si Unyil beserta lagu-lagu yg mengiringi adegan film boneka itu. Dahlan mengatakan tidak akan mencampuri masalah hukum yg terjadi di sekitar hak cipta itu. Seperti diketahui, Pak Raden sedang bersengketa dengan Perusahaan Film Negara (PFN) perihal hak cipta Si Unyil.

    Dahlan merasa perlu menemui Pak Raden secara pribadi. Tujuannya untuk mengetahui apa yang bisa ia bantu untuk hari tua pak Raden sekarang ini. Pak Raden hidup membujang tidak punya istri dan tidak punya anak. “Jadi yang diperlukan mestinya tidak terlalu besar,” ujar Dahlan. Misalnya biaya pengobatan, biaya untuk pembantunya, makan-minum, dan mungkin keperluan kecil lainnya. Dahlan akan mengkalkulasikan kebutuhan pencipta Si Unyil ini.

    Pak Raden tinggal di rumah petak di Jalan Petamburan III Nomor 27, Slipi, Jakarta Barat. Ia kini menyambung hidup dengan menjadi pendongeng dan pelukis. Kegiatan mendongeng untuk acara televisi itu masih dilakoninya hingga pertengahan tahun lalu. Pak Raden sekarang lebih fokus membuat lukisan menyambut Hari Anak Nasional yang akan digelar Juli mendatang.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/20/219398521/Dahlan-Iskan-Janji-Bantu-Kebutuhan-Pak-Raden

    JUM’AT, 20 APRIL 2012 | 16:39 WIB
    Tak Terbukti Bersalah, Dahlan Angkat Chrisna

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan direksi Pertamina yang baru bersih dari masalah hukum, termasuk Deputi Direktur Pengolahan Bidang Operasi Kilang Chrisna Damayanto. Chrisna yang pernah tersandung dugaan korupsi pengadaan minyak mentah jenis Zatapi sudah dinyatakan tak bersalah.

    “Yang bersangkutan sudah terbukti tidak bersalah,” kata Dahlan Iskan melalui pesan pendek, Jumat, 20 April 2012.

    Dahlan juga menyebutkan, langkah perombakan direksi Pertamina yang dilakukannya beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari pengamat perminyakan Kurtubi. “Pergantian direksi Pertamina merupakan langkah tepat,” kata Dahlan menyampaikan pesan yang diterimanya dari Kurtubi.

    Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan perombakan memutuskan mengangkat lima orang direksi baru PT Pertamina. Keputusan tersebut dikeluarkan lewat surat keputusan No. SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Persoran (Persero) PT Pertamina.

    Salah satu direksi yang baru, Chrisna Damayanto, pernah disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah jenis Zatapi di PT Pertamina pada 2008 silam. Chrisna yang saat itu menjabat sebagai VC Bagian Perencanaan dan Pengadaan bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka.

    NUR ALFIYAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/20/090398525/Tak-Terbukti-Bersalah-Dahlan-Angkat-Chrisna

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 20 April 2012, 4:17 pm
  65. Berita Dahlan Iskan 21 APRIL 2012

    SABTU, 21 APRIL 2012 | 04:53 WIB
    Dahlan Ingin si Unyil Jadi Milik Publik

    TEMPO.CO , Jakarta-Perusahaan Umum Produksi Film Nasional akan direstrukturasi setelah kekayaan budayanya diserahkan ke lembaga publik yang mampu menyimpan secara abadi. “Misalnya diserahkan ke arsip nasional, perpustakaan nasional atau museum nasional,” kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan seperti yang dituturkan humas Kementrian BUMN, Jumat, 20 April 2012.

    Tapi Dahlan cenderung menyerahkannya ke Arsip Nasional. Dengan diserahkan ke lembaga publik, warisan budaya seperti film boneka si Unyil bisa jadi milik publik dan bisa terawat abadi.

    Film-film lama milik PFN, menurut Dahlan, harus diselamatkan dulu. Sejumlah film itu akan dijadikan satu dengan film-film lama yang tersimpan di Arsip Nasional. “Kalau film2 itu berada di bawah perusahaan BUMN nanti bisa kurang baik.” tutur mantan wartawan TEMPO ini.

    Tentang PFN sendiri, Dahlan mengatakan, akan direstrukturisasi setelah warisan budaya tersebut diserahkan ke lembaga publik. Perusahaan plat merah ini terlilit hutang hingga miliyaran rupiah.

    PFN adalah BUMN yang memfokuskan diri pada pembuatan film cerita dan dokumenter. Perjalanan PFN dimulai dengan pendirian perusahaan perfilman oleh Albert Ballink pada 1934. Perusahaan ini bernama Java Pasific Film, namun pada 1936 berubah menjadi Algemeene Nederlands Indiesche Film (ANIF). Setelah berulang kali berganti nama dan status, Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1988 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Mei 1988 mengesahkan produsen film itu berganti nama menjadi Perusahaan Umum Produksi Film Negara.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/21/219398596/Dahlan-Ingin-si-Unyil-Jadi-Milik-Publik

    SABTU, 21 APRIL 2012 | 05:32 WIB
    Interpelasi Dahlan, DPR Jangan Sembarangan

    TEMPO.CO, Bandung—Ketua DPD Irman Gusman meinta anggota DPR tidak sembarangan menggunakan hak interpelasi. “Interpelasi itu hak Dewan yang ada dalam Undang-Undang Dasar, hak konstitusi itu gak boleh (digunakan) sembarang,” kata dia di Bandung, Jumat, 20 April 2012.

    Dia mengatakan itu menanggapi soal penggalangan dukungan penggunaan hak interpelasi yang ditujukan pada Menteri BUMN Dahlan Iskan. “Kalau interpelasi bukan (ditujukan pada) menteri, menteri itu kan pembantu presiden, interpelasi itu ke bosnya menteri dong,” kata Irman.

    Menurut Irman, jika ditujukan pada pejabat negara setingkat menteri, cukup dalam rapat kerja atau rapat dengar pendapat. ”Gak perlu sejauh itu (interpelasi), terlampau mudah menggunakan hak konstitusional itu,” kata dia. “Hak interpelasi itu, hak Dewan yang ada di konstitusi.”

    Irman mengibaratkan hak interpelasi itu bak senjata pusaka. “Jangan sering-sering diliatin, masak ke menteri pake gituan, gak usahlah, panggil aja tuh menteri,” kata dia.

    AHMAD FIKRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/21/090398602/Interpelasi-Dahlan-DPR-Jangan-Sembarangan

    SABTU, 21 APRIL 2012 | 23:05 WIB
    Dahlan dan Pertemuan Terakhir Wamen Widjajono

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengenang kepergian koleganya, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo. Widjajono masih terlihat sehat ketika ditemui Dahlan seusai sidang kabinet terbatas di Istana Negara, Kamis lalu. “Ia sehat dan bicara banyak soal rencananya mendaki gunung,” kata Dahlan di Jakarta, Sabtu 21 April 2012. “Kami bertemu usai sidang kabinet terbatas membahas pelaksanaan APBN-P yang dipimpin Presiden SBY.”

    Saat itu Widjajono hadir mewakili Menteri ESDM yang berhalangan hadir. Sebelum sidang, menurut Dahlan, Widjajono sempat berdiskusi serius dengan Wapres Boediono. “Ia lalu mendatangi saya dan menjelaskan hal serupa,” kata Dahlan Iskan. “Mendiang minta dukungan untuk idenya mengenai BBM.”

    Menurut Dahlan, Widjajono menjelaskan bahwa BBM yang diimpor sekarang ini sudah bukan Premium lagi sehingga sebenarnya wajar harganya sedikit lebih tinggi. “Yang diimpor sekarang ini sudah lebih tinggi mutunya dibanding Premium yang lalu. Ini karena Premium model lama sudah tidak diproduksi lagi,” kata Dahlan menirukan penjelasan Widjajono.

    Widjajono tak lama menjelaskan soal Premiun model lama karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat memasuki ruangan. Pembicaraan lagi-lagi terputus karena jeda makan siang untuk rapat kabinet, Widjajono tak satu meja dengan Dahlan lagi.

    Dahlan mengapresiasi sosok Widjajono. Sang Wamen disebutnya sebagai sosok yang memiliki pribadi kuat dan teguh memegang prinsip, terutama soal pekerjaan. “Beliau itu jengkel kalau ada orang yang sok tahu soal perminyakan,” kata Dahlan. “Padahal orang yang dimaksud itu tak pernah mendalami soal minyak.”

    Sebagai guru besar perminyakan, kata Dahlan, Widjajono adalah penulis buku tentang minyak dan ahli yang selalu dipercaya perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia. Karena itu, wajar jika Widjajono merasa ilmunya dilecehkan orang-orang yang tiba-tiba saja seperti ahli minyak di layar televisi.

    Widjajono, kata Dahlan, juga kukuh menjaga sikap. Misalnya soal mobil dinas, mendiang menuntut karena haknya. Namun dia menolak menerima honor tertentu karena merasa bukan haknya. Terkait hobi almarhum Partowidagdo mendaki gunung, dia mengatakan Widjajono sering cerita sudah mendaki beberapa gunung di Indonesia, termasuk di luar negeri.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/21/090398729/Dahlan-dan-Pertemuan-Terakhir-Wamen-Widjajono

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 21 April 2012, 4:18 pm
  66. Berita Dahlan Iskan 22 APRIL 2012

    MINGGU, 22 APRIL 2012 | 06:03 WIB
    Dahlan: Satu Lagi Perempuan Jadi Dirut BUMN

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri BUMN Dahlan Iskan memaknai Hari Kartini yang jatuh pada Sabtu ini dengan rencana menghadirkan satu lagi wanita untuk menduduki posisi direktur utama di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam waktu dekat ini.

    “Sebentar lagi insya Allah ada satu wanita lagi jadi Dirut BUMN,” kata Dahlan dalam surat elektroniknya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 21 April 2012

    Saat ini BUMN sudah memiliki sosok Kartini yang menduduki posisi puncak, yakni Karen Agustiawan, yang menjadi dirut Pertamina Persero dan Intan Abdams Katoppo sebagai dirut PT HIN Persero.

    Ia menginginkan wanita dapat tampil untuk memimpin BUMN. Pada tiga bulan lalu, Dahlan mengangkat wanita, yakni Dwiyanti Cahyaningsih, sebagai Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis.

    “Banyak program yang ditangani oleh wanita lebih sukses, terlebih program pengentasan kemiskinan yang dapat dibantu oleh ibu-ibu,” tuturnya.

    Dahlan bersama istri, Nafsiah, tengah mengunjungi acara puncak Hari Kartini yang dilaksanakan oleh DWP-IIP dan PKBL BUMN di Denpasar, Bali, Sabtu.

    Pada kesempatan tersebut, Dahlan menekankan bahwa kesulitan yang ada dapat dihadapi asal dengan kerja keras dan sungguh-sungguh, talenta dan dengan hati.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Nafsiah. Ia mengakui perempuan harus bisa merawat suami hingga mendukung suami untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/22/090398766/Dahlan-Satu-Lagi-Perempuan-Jadi-Dirut-BUMN

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 22 April 2012, 4:19 pm
  67. Menikmati sekali membaca di bloq ini…sangat menginspirasi…

    Posted by rio aditya | 23 April 2012, 9:39 am
  68. Berita Dahlan Iskan 25 APRIL 2012

    RABU, 25 APRIL 2012 | 05:50 WIB
    Dahlan Akui Gerah dengan Pejabat BUMN Korupsi Proyek

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku gerah oleh pejabat -pejabat BUMN yang terlibat korupsi proyek, termasuk Hambalang. Karenanya, ia mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa dan menuntaskan kasus-kasus itu. “Tangkap saja, tangkap. Saya sudah kesal,” kata Dahlan saat ditemui Tempo di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Selasa, 24 April 2012.

    Komentar itu keluar menyangkut dugaan kolusi dua BUMN-nya, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya, dalam proyek Pusat Olah Raga Hambalang di Bogor dengan terpidana kasus Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Proyek senilai Rp 1,5 triliun ini dimenangkan dua BUMN ini sebagai sebuah konsorsium. Dalam pengerjaannya, Hambalang disubkontrakkan kepada Dutasari dan PT Global Daya Manunggal. Sementara itu, satu BUMN lain, PT Pembangunan Perumahan diduga menggarap banyak proyek dengan Dutasari.

    Dahlan mengaku belum berencana untuk mengganti direksi ketiga BUMN tersebut. Namun katanya, jika KPK menemukan indikasi kuat keterlibatan pejabat di tiga perusahaan itu, penegak hukum wajib mengusutnya secara hukum. “Kalau salah tangkap, kalau sudah ditangkap kan pasti diganti (Direksinya),” ujarnya.

    PT Dutasari diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 1,5 triliun itu. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. belum mendetilkan keterlibatan perusahaan yang pernah dipimpin istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila Attabik itu.

    Nama Athiyyah tertera dalam dua akta perubahan Dutasari. Pertama, akta Nomor 70 tertanggal 30 Januari 2008 menyebut dia pemegang 1.650 lembar saham senilai Rp 1,6 miliar; kedua, pada akta Nomor 11 tertanggal 10 Maret 2008 sebagai pemilik 1.100 saham.

    Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kunardi Gularso, menolak memberikan penjelasan. “Untuk pemeriksaan, tolong ditanyakan ke KPK langsung,” ujarnya kemarin.

    M. ANDI PERDANA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/25/063399520/Dahlan-Akui-Gerah-dengan-Pejabat-BUMN-Korupsi-Proyek

    RABU, 25 APRIL 2012 | 06:09 WIB
    Dahlan Iskan Belum Tahu Nasib Saham Garuda

    TEMPO.CO , Jakarta:Meski telah menawarkan sisa saham PT Garuda Indonesia pada lima pengusaha nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku belum tahu nasib penjualannya. “Siapa saja yang memberi tawaran terbaik, (namun)sampai saat ini saya tidak tahu,” ujarnya saat ditemui Tempo di kantor Majelis Ulama Indonesia, Selasa, 24 April 2012.

    Lima pengusaha nasional yang ditawari saham Garuda oleh Dahlan itu adalah Anthony Salim (Salim Group), Chairul Tandjung (CT Corp), Nirwan Bakrie (Bakrie Group), Rachmat Gobel (Gobel Group), dan Sandiaga Uno (Saratoga Group).

    Penawaran dilakukan karena dia tak ingin sisa saham Garuda jatuh ke tangan asing. Ia mengaku, tugasnya hanya sampai penawaran. “Sisanya silakan tanya ke koorporasi,” kata dia. Ia mempersilakan manajemen Garuda mempertimbangkan tawaran terbaik. “Saya tak ikut campur (intervensi),” ujarnya.

    Dahlan menyebut penjualan sisa saham Garuda merupakan urusan korporasi, penjamin emisi saat Garuda melakukan initial public offering (IPO), dan Morgan Stanley, penasihat finansial yang ditunjuk untuk menangani itu. Tiga penjamin emisi yang menjaga sisa saham Garuda sebesar 10,88 persen adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Saham tersebut setara dengan 2,46 miliar lembar saham.

    Dahlan mengatakan sisa saham tersebut akan dilepas dengan harga pasar. Saham GIAA pagi ini naik 10 poin atau 1,59 persen menjadi ke level Rp 640 per saham.

    M. ANDI PERDANA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/25/088399524/Dahlan-Iskan-Belum-Tahu-Nasib-Saham-Garuda

    RABU, 25 APRIL 2012 | 07:10 WIB
    Dahlan Serahkan Soal Hambalang ke Dirut Adhi Karya

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan akan menyerahkan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang oleh PT Adhi Karya Tbk kepada Kiswodarmawan, Direktur Utama Adhi Karya. Dahlan yakin Kiswodarmawan bisa mengambil langkah yang jernih dan tepat untuk perusahaan.

    “Dirutnya kan tidak terkait dengan soal ini karena baru menjabat tahun lalu,” kata Dahlan, Selasa, 24 April 2012.

    Kiswodarmawan mulai menduduki kursi Direktur Utama Adhi Karya sejak Juni 2011. Sebelumnya dia menjabat Direktur Operasi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk pada 2008 hingga 2011.

    Proyek sport center Hambalang, Bogor, sendiri sudah mulai berjalan pada 2010. Ketika itu posisi Direktur Utama Adhi Karya dipegang oleh Bambang Triwibowo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi tengah memeriksa petinggi perusahaan konstruksi pelat merah itu karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang, Bogor.

    Sebelumnya M. Nazaruddin mengatakan pihak PT Adhi Karya memberikan uang Rp 100 miliar untuk Anas Urbaningrum. Pemberian uang itu diduga terkait kemenangan Adhi Karya atas tender proyek Hambalang yang bernilai Rp 1,52 triliun.

    BERNADETTA CHRISTINA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/25/063399533/Dahlan-Serahkan-Soal-Hambalang-ke-Dirut-Adhi-Karya

    RABU, 25 APRIL 2012 | 20:18 WIB
    Aria Bima Tetap Interpelasi Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta – Politikus PDIP Aria Bima mengaku tidak terpengaruh dengan tuduhan isu pelaku video porno yang menerpanya. Menurut dia tudingan keterlibatannya dalam video porno mirip anggota DPR itu hanyalah tuduhan tak berdasar.

    Menurut Aria, tuduhan asusila yang ditujukan padanya tidak akan menyurutkan niatnya mengusung interpelasi untuk keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. “Interpelasi itu tetap berlanjut, saya tidak akan surut,” ujar Aria Bima dalam konferensi pers di Komplek Parlemen Senayan, Rabu, 25 April 2012.

    Menurut Aria hingga kini interpelasi terhadap Dahlan masih solid. Sebanyak tiga puluh delapan anggota DPR pengusung interpelasi belum menarik dukungannya. “Jadi biarkan interpelasi berjalan dan diproses kedewanan melalui rapat kerja.”

    Rencananya, awal masa sidang yang dimulai 13 Mei mendatang, komisi BUMN akan memanggil Dahlan Iskan untuk menjelaskan keputusan nomor 236 tahun 2011 yang berisi pemangkasan birokrasi dalam penunjukan direktur BUMN. Pengusung interpelasi juga akan meminta keterangan dari Dahlan mengenai tiga keputusan menteri pengganti yang dinilai justru memperkuat Kepmen lama.

    Mengenai berkurangnya dukungan terhadap interpelasi, Aria mengatakan tidak khawatir. Menurut dia setelah fraksi lain membaca keputusan Dahlan yang baru, dukungan akan kembali menguat. “Tiga Kepmen yang merupakan revisi itu setelah dilihat itu adalah penegasan yang menurut kami bertentangan dengan undang-undang BUMN,” ujar dia.

    Setelah adanya usul interpelasi dari 38 anggota DPR, pada 13 April lalu Dahlan Iskan mengeluarkan tiga keputusan menteri baru, yaitu Kepmen Nomor 164 Tahun 2012, Kepmen Nomor 165 Tahun 2012, dan Kepmen Nomor 166 Tahun 2012. Menurut Aria tiga keputusan menteri BUMN yang baru diteken itu isinya bukan merevisi atau mencabut Kepmen No. 236/2011 yang dipermasalahkan DPR.

    Tiga kepmen baru itu hanya memerinci kepmen yang memicu usul hak interpelasi DPR tersebut, yaitu tentang pendelegasian wewenang Menteri BUMN ke eselon satu di perusahaan BUMN. Kepmen 164 berisi pedoman penetapan kewenangan menteri kepada dewan komisaris dan direksi. Kepmen 165 berisi pedoman penetapan kewenangan menteri kepada Dewan Pengawas dan Direksi. Sedangkan Kepmen 166 mengenai penetapan kewenangan menteri kepada pejabat BUMN eselon I.

    IRA GUSLINA SUFA

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/25/078399738/Aria-Bima-Tetap-Interpelasi-Dahlan

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 25 April 2012, 4:22 pm
  69. Berita Dahlan Iskan 26 APRIL 2012

    KAMIS, 26 APRIL 2012 | 21:06 WIB
    Dahlan Iskan Malu Baru Satu BUMN IPO

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku dirinya malu hanya meloloskan satu BUMN untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini, yakni PT Semen Baturaja Persero. “Saya malu nih, hanya bisa satu saja yang IPO,” kata Dahlan di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2012, Jakarta, Kamis 26 April 2012.

    Dahlan mengakui hingga saat ini, belum ada BUMN yang mengajukan untuk menawarkan sahamnya ke publik.

    Saat disinggung rencana anak perusahaan PT Pertamina Persero dan PT PLN, ia mengakui pembahasannya tidak di Komite Privatisasi dan Restrukturisasi.”Kalau anak perusahaan itu kan tidak di kita. Tapi di perusahaan masing-masing,” katanya.

    Sebelumnya, Dahlan optimistis ada lima BUMN yang dapat mencatatkan saham di lantai Bursa Efek Indonesia.Kelima BUMN itu adalah Semen Baturaja, PT Waskita Karya, PT Pertagas, PT Pertamina Drilling Services dan PT GMF AeroAsia.

    Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin menambahkan saat ini pemerintah mengusulkan Semen Baturaja yang akan menggelar penawaran saham perdana.Sementara itu, untuk IPO anak-anak perusahaan BUMN, menurut Yasin, tidak dibahas di Kementerian BUMN.”Tidak ada lagi yang mengajukan ke kita. Kalau anak BUMN tidak di Kementerian,” kata Yasin dalam kesempatan yang sama.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/26/090400028/Dahlan-Iskan-Malu-Baru-Satu-BUMN-IPO

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 26 April 2012, 4:24 pm
  70. Berita Dahlan Iskan 29 APRIL 2012

    MINGGU, 29 APRIL 2012 | 15:37 WIB
    Dahlan Kritik Hilangnya Kreativitas Bangsa

    TEMPO.CO, Cirebon – Bangsa Indonesia dinilai sudah kehilangan kreativitas dan rasa gotong-royong. Padahal kreavitas justru bisa membuat maju bangsa Indonesia.

    Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kunjungan ke Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Sabtu malam, 28 April 2012, yang dilanjutkan ke Stadiun Generale di Cirebon, Ahad 29 April 2012. “Kreativitas masyarakat kita saat ini sudah hilang,” katanya.

    Dahlan memberikan contoh saat ia berkunjung ke satu sekolah di suatu daerah. “Saya melihat ada bolong kecil di atap,” katanya.

    Kerusakan kecil seperti itu seharusnya bisa diperbaiki sendiri. “Kepala sekolah, penjaga sekolah, kan bisa bergotong-royong mendandani sendiri,” katanya. Namun yang terjadi justru meminta bantuan ke Disdik. “Iya kalau langsung direalisasikan,” katanya. Kalau tidak, yang terjadi justru kerusakan itu semakin besar dan parah.

    Mental meminta-minta bantuan pun, kata Dahlan, seharusnya tidak dimiliki bangsa ini. “Apa-apa minta bantuan, kapan Indonesia bisa maju,” katanya.

    Selain itu, dengan kreativitasnya, anak bangsa bisa menghasilkan karya. “Karya inilah yang nantinya bisa menghasilkan uang,” katanya berapi-api.

    IVANSYAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/29/058400481/Dahlan-Kritik-Hilangnya-Kreativitas-Bangsa

    MINGGU, 29 APRIL 2012 | 16:34 WIB
    Jadi Pengimpor Pangan, Dahlan Malu

    TEMPO.CO, Cirebon – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku malu dengan kondisi negeri yang selalu mengimpor pangan. “Anda yang muda saja malu, apalagi saya yang sudah tua,” katanya saat seorang mahasiswa mempertanyakan kebiasaan Indonesia yang selalu impor.

    Hal tersebut diungkapkan Dahlan Iskan saat memberikan materi dalam Stadium Generale di Cirebon, Ahad 29 April 2012. Dahlan mengatakan tahun lalu impor beras Indonesia mencapai 2,7 juta ton, impor gula sebanyak 1 juta ton, juga impor sapi. “Tapi malu saja tidak cukup,” katanya. “Harus diambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut.”

    Karena itu, kata Dahlan, ke depan pihaknya akan memperbesar BUMN yang bergerak di sektor pangan, sehingga nantinya tidak terjadi ketergantungan di sektor pangan dengan negara lain.

    Saat ini Dahlan mengklaim penyerapan Bulog sudah cukup baik, yaitu sudah mencapai 1,4 juta ton. “Dibandingkan tahun kemarin dalam periode yang sama hanya 500 ribu ton,” katanya. Penyerapan ini pun akan terus berlanjut dan belum berakhir hingga akhir tahun.

    Selain itu, untuk meningkatkan produksi beras, Kementerian yang dipimpinnya pun memiliki sejumlah program, di antaranya petani yang tidak mampu diberi bantuan berupa pinjaman, baik untuk membeli bibit, pupuk, maupun lainnya. “Juga kita akan membuka sawah baru di luar Jawa dengan target 100 ribu hektare,” kata Dahlan.

    IVANSYAH

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/29/058400494/Jadi-Pengimpor-Pangan-Dahlan-Malu

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 29 April 2012, 4:24 pm
  71. Assalamualaikum wr wb, saya hanyalah seorang warga yang tidak punya maksud apa-apa dalam berkomentar ini kecuali demi kemaslahatan negara ini saja. Jikalau pak dahlan iskan berkenan membaca komentar ini, saya mohon bapak bersedia menerima amanah yang lebih besar yang mungkin akan diberikan negara ini ke depannya, saya mempercayai bapak sepenuhnya & siap mendukung dengan segala apapun yg bapak lakukan & kebijakan2 yang akan bapak buat, saya kira bapak juga telah mengalami kaderisasi dari kepemimpinan pada periode ini, saya mohon dengan sangat, mohon lanjutkan tahapan menuju indonesia yang maju baik dalam akhlak & ikhtiarnya, amin. Mohon maaf apabila ada kata-kata dari komentar ini yang tidak berkenan. Wassalamualaikum wr wb.

    Posted by Putra | 30 April 2012, 10:03 am
  72. Berita Dahlan Iskan 30 APRIL 2012

    SENIN, 30 APRIL 2012 | 04:46 WIB
    Dahlan Senang Bos Trans Corp Beli Saham Garuda

    TEMPO.CO , Jakarta:– Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyambut positif pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk oleh pemilik kelompok usaha Trans Corp Chairul Tanjung. “Dia tipe pengusaha serius,” kata Menteri Dahlan ketika dihubungi Tempo, Ahad 29 April 2012.

    Menurut ia, Chairul Tanjung membeli saham kerena memang ingin perusahaan penerbangan plat merah itu berkembang. Chairul Tanjung bukan tipe pebinis yang menggunakan metode hit and run atau membeli dan menjual saham dalam waktu singkat.

    Hit and run biasanya digunakan oleh trader dalam kondisi bursa yang kurang bagus. Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan koreksi harga saham dan segera menjualnya kembali meskipun hanya naik tipis. Bos media itu dirasa Dahlan tidak akan menjual lagi saham Garuda ketika harganya naik.

    “Dia bukan pemain yang sekedar mengejar gain,” tuturnya. Dahlan yakin Chairul Tanjung bukan pemain saham yang mudah ‘lari-lari’ atau kejar keuntungan sesaat. “Chairul membeli dengan tujuan untuk investasi jangka panjang.”

    Sebelumnya, bos Trans Corp ini membeli saham Garuda Indonesia dari tiga penjamin emisi, yakni PT Bahana Securities, PT Danaraksa Securities dan Mandiri Sekuritas. Pembelian dilakukan melalui anak perusahaan Trans Corp yaitu Trans Airways dengan harga saham Rp 620 per lembar. Saham yang dibeli 2.321 miliar lembar saham atau senilai Rp 1.439 triliun.

    Pada penawaran saham perdana Garuda, 11 Februari 2012 lalu, BUMN ini melepas 6,35 miliar lembar atau 26.67 persen. Harga yang ditawarkan saat itu senilai Rp 750 per lembar. Namun harga tersebut terus turun hingga pernah mencapai level terendah Rp 390 per saham.

    Sementara itu Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan Trans Airways belum terdaftar di Kemenhub. “Belum mempunyai Surat Ijin Angkutan Udara,” katanya ketika dihubungi Tempo, Ahad.

    Menurut ia, perusahaan swasta itu belum terdaftar di Kemenhub, baik sebagai perusahaan penerbangan atau maskapai yang bergerak di jasa penyewaan maupun angkutan atau kargo. Anak perusahaan Trans Corp ini juga belum mempunyai ijin rute.

    Sebelumnya, analisis PT Batavia Prosperindo Sekuritas, Julio Parningotan menduga, pembelian saham Garuda merupakan upaya untuk mensinergikan Garuda dengan perusahaan yang dimiliki Chairul Tanjung itu. Pertimbangan Chairul, perkiraan Julio, karena Garuda telah berpengalaman di sektor penerbangan.

    Bambang mengatakan, wajar jika Trans Airways membeli saham Garuda karena memang telah melantai di bursa. Namun perihal kerjasama antara dua maskapi, dia belum bisa memprediksi. “Strategi ke depan yang tahu Trans Airways,” tutur Bambang. Jika bekerjsama untuk sinergi yang berkaitan dengan penerbangan , itu tidak dibolehkan karena belum mempunyai ijin terbang.

    Hingga saat ini, Chairul Tanjung belum bisa dihubungi untuk konfirmasi mengenai rencana ke depan antara Garuda dengan Trans Airways. Sebaliknya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar belum mengetahui rencana ke depan antara perusahaan plat merah dan swasta itu.

    Emir mengatakan, dirinya bahkan belum tahu bidang usaha Trans airways. “Saya cuma tahu itu punyanya pak Chairul Tanjung,” kata Dirut yang baru terpilih lagi ini ketika dihubungi, Ahad.

    Sebelumnya, Chairul Tanjung membeli saham garuda Indonesia dari tiga penjamin emisi, yakni PT Bahana Securities, PT Danaraksa Securities dan Mandiri Sekuritas. Pembelian dilakukan melalui anak perusahaan Trans Corp yaitu Trans Airways dengan harga saham Rp 620 per lembar. Saham yang dibeli 2.321 miliar lembar saham atau senilai Rp 1.439 triliun. Pada penawaran saham perdana Garuda, 11 Februari 2012 lalu, BUMN ini melepas 6,35 miliar lembar atau 26.67 persen. Harga yang ditawarkan saat itu senilai Rp 750 per lembar. Namun harga tersebut terus turun hingga pernah mencapai level terendah Rp 390 per saham.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/30/088400551/Dahlan-Senang-Bos-Trans-Corp-Beli-Saham-Garuda

    SENIN, 30 APRIL 2012 | 06:15 WIB
    Dahlan Sungkan dengan SBY untuk Jadi Capres

    TEMPO.CO, Jakarta- Pemilihan presiden dua tahun lagi akan menjadi ajang persaingan bebas. Menjadi presiden dua periode, Susilo Bambang Yudhoyono tak lagi mencalonkan diri. Sejumlah calon digadang-gadang untuk maju pada panggung menuju 2014, di antaranya adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

    Popularitas nama Dahlan Iskan, 61 tahun. Namanya dalam berbagai riset lembaga survei ada di deretan sepuluh besar. Meski belum terang-terangan mencalonkan diri, mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara itu terus melakukan gerakan untuk mendekati rakyat

    Dahlan, misalnya, dia memakai jaringan intelektual dengan berceramah di kampus-kampus. Dua pekan lalu, ia disambut meriah saat berceramah di Institut Pertanian Bogor. Sejak jadi Menteri Badan Usaha Milik Negara, bos Jawa Pos ini kerap beraksi nyeleneh yang dibicarakan publik.

    Dahlan tiba-tiba naik kereta ekonomi dari Jakarta ke Bogor, naik ojek untuk rapat kabinet, mengamuk di jalan tol yang macet, atau membawa listrik ke desa di pelosok pulau. Semua kemudian dikabarkan ke para wartawan, yang segera menyergap berita segar ini. Meski tak resmi, tiga orang dekatnya selalu mengawal Dahlan ke mana pun ia pergi dan mengatur apa yang perlu dan tak perlu didatangi Dahlan.

    Sejauh ini, Dahlan belum terlalu agresif “berkampanye” seperti rival-rivalnya dari partai, Aburizal Bakrie atau Prabowo Subianto. Hazairin Sitepu, bos Radar Bogor dan orang kepercayaan Dahlan, mengatakan Dahlan masih sungkan kepada SBY yang telah memberinya panggung sebagai menteri. Tapi, “Pak Dahlan itu bukan orang yang sulit dipoles dan dijual,” katanya seperti dikutip laporan utama majalah Tempo, edidi 30 April 2012 (Baca: Panggung Kecil Menuju 2014 melalui iPad).

    Dahlan pernah menampik usahanya selama ini adalah mendongkrak popularitasnya menjadi calon presiden. “Kalau saya sebut-sebut itu akan jadi capres, nanti dikira kerja keras saya selama ini ada maksudnya.” kata mantan wartawan Tempo dan bos Jawa Pos itu, Februari 2012.

    BAGJA HIDAYAT | KARTIKA CANDRA | PRAMONO |ANGGA WIJAYA | ANANDA PUTRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/30/078400566/Dahlan-Sungkan-dengan-SBY-untuk-Jadi-Capres

    SENIN, 30 APRIL 2012 | 13:35 WIB
    Dahlan Iskan Klaim Sambal Buatan Istrinya Terbaik

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memuji masakan istrinya, Nafsiah Sabri, ketika spontan menjamu wartawan makan siang di kantor Kementerian BUMN. “Masakan istri saya top,” kata Dahlan, Senin, 30 April 2012.

    Mantan Direktur Utama PLN ini mengatakan istrinya bisa memasak berbagai jenis makanan mulai Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan daerah lain di Indonesia. Ia sesumbar, sambal buatan istrinya paling enak.

    “Saya ngajak makan Anda-anda ini bukan karena saya baik, tapi untuk bantu menghabiskan makanan,” kata dia. Dahlan saat itu hanya makan nasi dengan kuah gulai, sedangkan daging kambing, tempe, dan ikan, ia bagi-bagikan ke rekan-rekan media.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/30/219400640/Dahlan-Iskan-Klaim-Sambal-Buatan-Istrinya-Terbaik

    SENIN, 30 APRIL 2012 | 20:15 WIB
    Dahlan dan Gulai Kambing Kalimantan untuk Wartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengajak wartawan makan siang untuk mencicipi masakan istrinya. Tidak hanya mengajak, Dahlan bahkan melayani rekan media mulai dari menata piring sampai mengambilkan lauk.

    “Saya mengajak makan Anda-Anda ini bukan karena saya baik, tapi untuk bantuin menghabiskan makanan,” kata Dahlan dengan nada bercanda ketika menjamu wartawan di ruangannya, Kantor Kementrian BUMN di lantai 19, Senin 30 April 2012.

    Makanan itu harusnya menjadi menu sarapan, tetapi berhubung mantan wartawan itu sudah makan bersama tamunya yang datang dari Cina, masakan itu sama sekali belum disentuh.

    Masakan istrinya, Nafsiah Sabri, yang menjadi menu sarapan hari itu adalah gulai kambing Kalimantan, babyfish goreng dan tempe goreng serta sambal.

    Dahlan mengambilkan nasi dan lauk pauk. Karena daging kambing hanya tiga potong, sedangkan orang yang di dalam ruangan berjumlah lima orang wartawan beserta Dahlan, ia rela tidak mendapatkan jatah daging. Tempe goreng juga diserahkan ke salah satu reporter salah satu media yang tidak mendapatkan daging.

    Dahlan mengatakan, daging kambing memang tidak baik untuk kesehatannya. Namun, ia sesekali menikmati daging yang mempunyai kolesterol tinggi asal tidak berlebihan.

    Peristiwa ini bermula ketika beberapa wartawan berniat melakukan wawancara secara spontan setelah melihat Dahlan Iskan mengantarkan tamunya sampai halaman gedung kementrian.

    Tapi kemudian, Dahlan malah mengajak para reporter itu untuk naik ke atas, menuju ruangannya. Bapak dua anak ini melayani wawancara di ruangannya seusai makan siang.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/hg/selebritas/2012/04/30/brk,20120430-400756,id.html

    SENIN, 30 APRIL 2012 | 21:23 WIB
    Dahlan Iskan: PFN Sudah Mati Tapi Belum Dikubur

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, menganggap Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PFN) sudah mati sejak dulu. “Bukan koma, sudah mati tapi belum dikubur,” kata Dahlan ketika ditemui di Kantor Kementrian BUMN, Senin 30 April 2012.

    Dahlan mengatakan perusahaan film itu sudah bangkrut sejak lama. PFN dinilai tidak bisa bersaing dengan perusahaan film swasta. Jadi, BUMN yang pernah memproduksi film-film dokumenter itu memang seharusnya sudah ditutup atau ‘dikubur’.

    Sedangkan film-film nasional yang pernah diproduksi PFN akan diarsipkan dan menjadi milik publik. Pilihanya ada tiga, yakni arsip nasional, perpustakaan nasional atau museum nasional. “Tapi saya cenderung ke arsip nasional,” kata mantan Direktur Utama PLN ini.

    Saat ini, film-film nasional itu sudah ada di Arsip Nasional. “Kebetulan sekarang barang-barangnya sudah ada disana di arsip nasional, cuma sifatnya baru dititipkan disana nah nanti akan kita serahkan sepenuhnya disana,,” tutur Dahlan. Setelah dititipkan, artinya PFN tidak mempunya kekayaan kebudayaan lagi.

    PFN adalah BUMN yang memfokuskan diri pada pembuatan film cerita dan dokumenter. Perjalanan PFN dimulai dengan pendirian perusahaan perfilman oleh Albert Ballink pada 1934. Perusahaan ini bernama Java Pasific Film, namun pada 1936 berubah menjadi Algemeene Nederlands Indiesche Film (ANIF). Setelah berulang kali berganti nama dan status, Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1988 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Mei 1988 mengesahkan produsen film itu berganti nama menjadi Perusahaan Umum Produksi Film Negara. Saat ini, PFN terancam ditutup dan mempunyai hutang hingga miliyaran rupiah.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/04/30/092400761/Dahlan-Iskan-PFN-Sudah-Mati-tapi-Belum-Dikubur

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 30 April 2012, 4:26 pm
  73. Berita Dahlan Iskan 1 Mei 2012

    SELASA, 01 MEI 2012 | 08:11 WIB
    Alasan Dahlan Sebut Produsen Film ‘Si Unyil’ Sudah Mati

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku punya alasan khusus menyebut Perum Produksi Film Negara (PFN), BUMN yang memproduksi film Si Unyil, itu sudah “mati”. Dahlan juga tidak ingin perusahaan BUMN yang sehat mengakusisi PFN.” Itu sudah mati, tapi belum dikubur” kata Dahlan, Senin, 30 April 2012.

    Menurut Dahlan, setidaknya ada tiga alasan mengapa ia menyebut PFN sudah mati. Pertama, industri film itu menuntut kreativitas dan perlu kompetensi tinggi. Jika masuk ke BUMN tidak bisa.” kata Dahlan. “Di BUMN, semua bisa terkungkung.”

    Kedua, industri film harus bebas, tak mungkin terkungkung dalam sistem negara yang ada di dalam BUMN. Adapun yang ketiga, industri film harus independen, jadi tak mungkin diambil alih ke perusahaan BUMN hanya untuk menyelamatkan PFN.

    Apalagi, kata Dahlan, kondisi PFN sesungguhnya sudah bangkrut sejak lama. PFN dinilai tidak bisa bersaing dengan perusahaan film swasta. Kalau negara tetap mengelola industri ini, artinya bisa saja karena negara tersebut menganut sistem komunis.”Kalau di komunis, dimana semua sistem diatur dan dikuasi negara itu baru bisa. Nah, di sistem kita, ketiga hal kreatif, bebas, dan independen tidak akan bisa dimiliki kalau industri film ada di dalam BUMN,” ujarnya. .

    Saat ini, semua film nasional yang pernah diproduksi PFN akan diarsipkan dan menjadi milik publik. Pilihanya ada tiga, yakni Arsip Nasional, Perpustakaan Nasional atau Museum Nasional. “Tapi saya cenderung ke Arsip Nasional,” kata mantan Direktur Utama PLN ini. “Kebetulan sekarang barang-barangnya sudah ada di sana, di Arsip Nasional, cuma sifatnya baru dititipkan di sana. Nah, nanti akan kita serahkan sepenuhnya di sana.” Setelah dititipkan, artinya PFN tidak mempunya kekayaan kebudayaan lagi.

    PFN adalah BUMN yang memfokuskan diri pada pembuatan film cerita dan dokumenter. Perjalanan PFN dimulai dengan pendirian perusahaan perfilman oleh Albert Ballink pada 1934. Perusahaan ini bernama Java Pasific Film, tetapi pada 1936 berubah menjadi Algemeene Nederlands Indiesche Film (ANIF). Setelah berulang kali berganti nama dan status, Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1988 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Mei 1988 mengesahkan produsen film itu berganti nama menjadi Perusahaan Umum Produksi Film Negara. Saat ini, PFN terancam ditutup dan mempunyai hutang hingga milyaran rupiah.

    RINA WIDIASTUTI | SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/090400822/Alasan-Dahlan-Sebut-Produsen-Film-Si-Unyil-Sudah-Mati

    SELASA, 01 MEI 2012 | 06:25 WIB
    Dahlan: Belum Ada Izin Terbang, Trans Airways Berhak Beli Saham

    TEMPO.CO , Jakarta:– Meskipun belum mendapatkan izin penerbangan, Trans Airways, perusahaan penerbangan milik Chairul Tanjung berhak membeli saham PT Garuda Indonesia Tbk. “Memangnya untuk membeli saham Garuda perlu izin (terbang),” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara, dahlan Iskan ketika ditemui di kantor Kementrian BUMN, Senin, 30 April 2012.

    Menurut Dahlan, saham Garuda sudah melantai di bursa. Jadi, siapapun dapat membeli saham tersebut tanpa harus memiliki izin usaha penerbangan. Dahlan mengatakan, persoalan yang lebih utama adalah bagaimana saham itu bisa terjual aagar tidak merugikan tiga sekuritas plat merah itu, PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities dan Mandiri Sekuritas.

    Dahlan menilai harga saham Rp 620 per lembar yang dibeli bos Trans Corp itu tidak terlalu rendah. Ia menyangkal pandangan bahwa harga itu terlalu murah. Memang harga saham perusahaan penarbangan plat merah itu sempat melonjak menjadi Rp 650 bahkan Rp 720 per lembar di bursa efek. Namun jika tawaran Chairul Tanjung ditolak, Dahlan mengatakan tidak ada kepastian harga tetap tinggi. “Setelah ditolak kemudian harganya tiba-tiba jatuh, bagaimana?” tutur bapak dua anak ini.

    Sebelumnya, Garuda melakukan penawaran saham perdana pada 11 Februari 2012 lalu, BUMN ini melepas 6,35 miliar lembar atau 26.67 persen. Dari yang ditawarkan tersebut, bersisa 10,88 persen tidak terserap dan berada di tangan tiga sekuritas. Harga yang ditawarkan saat itu senilai Rp 750 per lembar. Namun harga tersebut terus turun hingga pernah mencapai level terendah Rp 390 per saham.

    Kemudian Dahlan menawarkan kepada lima pengusaha dalam negeri, yakni Sandiaga Uno, Nirwaan Bakrie, Chairul Tanjung, Rahmat Gobel dan Anthony Salim. Dari lima pengusaha itu, Chairul Tanjung yang menanggapi dengan melakukan pembelian saham. Pemilik media nasional itu memborong 2.321 miliar lembar saham atau senilai Rp 1.439 triliun.

    SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/088400814/Dahlan-Belum-Ada-Izin-Terbang-Trans-Airways-Berhak-Beli-Saham

    SELASA, 01 MEI 2012 | 08:51 WIB
    Dahlan: CT Bukan Pengusaha Hit and Run

    TEMPO.CO, Jakarta — Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menanggapi positif pembelian 10 persen saham PT. Garuda Indonesia Tbk oleh Chairul Tanjung. Di mata Dahlan, pemilik kelompok usaha Trans Corp itu adalah pengusaha serius yang menginginkan perusahaan itu maju.

    “Ia bukan pengusaha yang hit and run, bukan pengusaha yang sekedar cari gain (keuntungan,” kata Dahlan usai menjadi pembicara dalam pertemuan alumni Prasetya Mulya Ikaprama “Inspiring Talks With Dahlan Iskan, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin malam, 30 April 2012.

    Chairul, menurut Dahlan, membeli saham perusahaan penerbangan pelat merah itu karena ingin memajukannya. “Tidak beli untuk dijual,” kata mantan Direktur PT PLN itu. Ia yakin Chairul melakukan investasi itu dalam jangka panjang bukan pemain saham yang mudah lari-lari.

    Selain pada Chairul, Dahlan sempat menawarkan saham Garuda itu pada empat pengusaha nasional lain, yaitu Sandiaga Uno (Saratoga Group), Rachmat Gobel (Gobel Group), Nirwan Bakrie (Bakrie Group), dan Anthony Salim (Salim Group).

    Sebelumnya, bos Trans Corp itu membeli saham Garuda Indonesia dari tiga penjamin emisi, yaitu PT Bahasa Securities, PT Danareksa Securities, dan Mandiri Sekuritas. Pembelian dilakukannya melalui anak perusahaannya, Trans Airways, dengan harga saham Rp 620 per lembar. Saham yang dibeli 2.321 miliah lembar saham atau senilai Rp 1,4 triliun.

    Pada penawaran saham perdana Garuda, 11 Februari 2012 lalu, BUMN ini melepas 6,35 miliar lembar atau 26.67 persen. Harga yang ditawarkan saat itu senilai Rp 750 per lembar. Namun, harga tersebut terus turun hingga pernah mencapai level terendah Rp 390 per saham.

    Menurut Dahlan, Chairul dengan kepemilihan saham 10 persen di PT Garuda Indonesia tidak akan bisa melakukan monopoli. “Sepuluh persen itu jauh dari monologi,” ujarnya.

    RINA WIDIASTUTI| SUNDARI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/090400827/Dahlan-CT-Bukan-Pengusaha-Hit-and-Run

    SELASA, 01 MEI 2012 | 17:34 WIB
    Dahlan Iskan Nonton Slank di Gelora Bung Karno

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan turut meramaikan peringatan Hari Buruh di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Berkemeja putih dan setengah berlari, Dahlan berkeringat saat menuju sektor enam Stadion GBK.

    “Mau lihat Slank,” kata Dahlan, Selasa, 1 Mei 2012. Sesekali langkah Dahlan terhenti saat beberapa buruh memintanya untuk berfoto. Di sektor enam, Dahlan disambut lagu yang dibawakan Slank.

    Dahlan juga sabar memberikan tanda tangannya kepada beberapa buruh yang memintanya. Saat ditanya lebih lanjut tentang maksud kedatangannya, Dahlan hanya menjawab, “Saya ke sini cuma mau menikmati Slank. Saya Menteri BUMN, bukan Menteri Tenaga Kerja.”

    Lebih dari 50 ribu buruh dari Jakarta dan sekitarnya memperingati Hari Buruh. Mereka unjuk rasa di depan Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, dan di Stadion Gelora Bung Karno.

    Galih, 32 tahun, salah seorang buruh asal Cibitung, senang dengan kedatangan Dahlan. Pegawai di pabrik Nusahadi, yang bergerak di bidang otomotif, itu berharap pemerintah bisa menaikkan gaji buruh. “Kami mau gaji Rp 4 juta,” ujarnya.

    ADITYA BUDIMAN

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/083401011/Dahlan-Iskan-Nonton-Slank-di-Gelora-Bung-Karno

    SELASA, 01 MEI 2012 | 19:15 WIB
    Dahlan: Outsourcing Bisa Picu Pegawai BUMN Malas

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui keberadaan sistem kerja outsourcing (alih daya) di perusahaan BUMN membuat karyawan BUMN kian malas. Ini karena pekerjaan mereka banyak diserahkan kepada karyawan kontrak.

    “Pekerjaan utama yang seharusnya dikerjakan oleh pegawai BUMN jadi diserahkan kepada pekerja outsource. Ini kan keterlaluan,” kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Selasa, 1 Mei 2012.

    Outsourcing menjadi salah satu topik yang diperjuangkan buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia.

    Menurut Dahlan, BUMN yang memiliki karyawan dengan jumlah besar ternyata masih mempekerjakan karyawan kontrak dengan pengalihan tugas-tugas penting kepada karyawan kontrak tersebut. “Pekerjaan karyawan kontrak juga biasanya lebih berat dibandingkan dengan pegawai BUMN,” tuturnya. “Akibatnya, ada rasa ketidakadilan.”

    Dahlan mengakui kondisi ini akhirnya menjadi isu ketidakadilan karena banyak karyawan tetap BUMN dan karyawan kontrak dengan tugas yang sama, namun penghasilan yang berbeda.

    “Sehingga, kalau saya mempekerjakan karyawan kontrak, maka tugas utama tidak boleh diserahkan kepada tenaga outsource,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sepakat untuk menghapuskan ataupun membatasi penggunaan tenaga outsource di Indonesia.

    Menurut Muhaimin, sistem outsourcing di Indonesia terbukti telah menyengsarakan para pekerja atau buruh.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/090401038/Dahlan-Outsourcing-Bisa-Picu-Pegawai-BUMN-Malas

    SELASA, 01 MEI 2012 | 20:58 WIB
    Dahlan Iskan Jenguk Menteri Endang

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menjenguk Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2012. Akan tetapi, Dahlan enggan menjelaskan secara detail keadaan Menteri Endang.

    Dahlan menjelaskan kedatangannya hanya menjenguk Endang dan memberinya semangat sebagai sesama penderita kanker. “Dia kanker paru, saya dulu lever (hati). Dia berusaha keras (sembuh). Kanker dia sudah hilang tapi telanjur menyebar,” katanya.

    “Ada beberapa keluarga membaca al-Quran, membaca tahlil,” kata Dahlan.

    Menteri Endang menderita kanker paru-paru yang terindikasi sejak 2010. Karena kondisi kesehatannya itulah, ia sampai mengajukan surat pengunduran diri dari kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

    Endang baru mengetahui ia mengidap penyakit kanker paru-paru saat melakukan pemeriksaan rutin pejabat negara pada 22 Oktober 2010

    Antara Oktober hingga November 2010, Endang berobat ke RSPAD Gatot Subroto dan RS Gading Pluit. Ia sempat berobat ke Guangzhou, Cina.

    ANANDA PUTRI

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/01/078401057/Dahlan-Iskan-Jenguk-Menteri-Endang

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 1 Mei 2012, 4:27 pm
  74. Berita Dahlan Iskan 02 MEI 2012

    RABU, 02 MEI 2012 | 06:34 WIB
    Dahlan Yakin 5 BUMN Bisa IPO 2012

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri BUMN Dahlan Iskan optimistis lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini, karena sudah masuk dalam rencana program deputi Kementerian BUMN.

    “Saya optimistis bisa lima BUMN (menggelar IPO) karena sudah jadi program di deputi,” kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 1 Mei 2012.

    Dahlan memastikan deputi Kementerian BUMN sudah menelaah perusahaan pelat merah maupun anak perusahaannya yang berencana melakukan IPO pada 2012. “Mereka (deputi Kementerian BUMN) sudah janji ke saya bisa. Tapi, kalau mereka tidak bisa biar aku saja yang kerjakan,” tuturnya.

    Ia merasa malu bila hanya ada satu BUMN yang dapat melangsungkan IPO tahun ini. Untuk itu, ia terus mendorong deputi Kementerian BUMN untuk mengkaji perusahaan BUMN yang dapat menawarkan saham perdananya. “Saya juga malu kalau BUMN hanya satu saja yang IPO. Mereka harus berusaha lebih keras lagi,” tuturnya.

    Adapun BUMN yang direncanakan IPO pada tahun ini antara lain PT Semen Baturaja Persero, yang direncanakan menawarkan 30 persen saham dengan perolehan dana Rp1 triliun, PT Pertamina Gas (Pertagas), PT Pertaminal Drilling Services, PT GMF AeroAsia, serta PT PLN Enjiniring.

    Untuk diketahui, Semen Baturaja telah membuka pendaftaran (prakualifikasi) lembaga penunjang untuk IPO pada periode 9–12 April 2012. Dengan demikian, diharapkan IPO dapat dilakukan pada akhir Agustus atau awal September 2012. Dalam dokumen pendaftaran IPO, perseroan akan menggunakan laporan keuangan akhir Maret 2012 dan target perolehan dana IPO sebesar Rp1 triliun.

    WDA | ANT

    http://www.tempo.co/read/news/2012/05/02/092401106/Dahlan-Yakin-5-BUMN-Bisa-IPO-2012

    Posted by Berita Dahlan Iskan | 2 Mei 2012, 4:28 pm
  75. salam Like dis>>>>
    kenapa karyawan BUMN sulit pindah ikut suami
    alasan kurangnya karyawan …kenapa tidak ditambah,apakah direksi sama direktur anaknya belum tamat sekolah
    BUMN PT. jasa raharja
    mohon perhatian bossss……

    Posted by gede | 7 Mei 2012, 3:29 pm
  76. Kepada Yth Bpk Dahlan Iskan.

    Bersama ini saya ingin memberikan informasi tentang pengadaan panel PLC di PLN untuk jaringan Jawa-Bali ditahun 2012 ini. Sudah bertahun-tahun saya sebagai produsen panel yang dipercaya untuk memproduksi/membuat panel produk lokal dan bekerjasama dengan ABB untuk komponennya.
    Ditahun anggaran 2012 ini oleh PLN Pusat ( KJB Gandul ) telah ditetapkan produk panelnya diimport dari Jerman, sebagai produsen panel lokal keputusan ini sangat menyakitkan, karena besar harapan saya memperoleh pesanan lagi mengingat sulitnya ekonomi saat ini terutama sebagai rakyat Indonesia.
    Alasan pihak PLN menggunakan produk Jerman karena anggaran yang dimiliki oleh PLN saat ini cukup banyak, untuk itu perlu membeli produk yang lebih bagus sesuai anggaran. Dan selama ini saya sebagai produsen panel lokal tidak pernah mengecewakan pihak PLN baik segi kwualitas panelnya, delivery maupun harganya.
    Betul-betul sangat kecewa dengan keputusan tsb sebagai bangsa Indonesia yang telah menghilangkan rasa nasionalismenya, selama 3 tahun saya menunggu proyek-proyek PLN tidak kunjung datang dan setelah Bapak tinggalkan keputusan akhir seperti diatas.
    Demikian informasi ini saya kirim buat Bapak, dengan harapan Bapak bisa membantu kami-kami ini sebagai produsen lokal bisa tetap hidup.

    Wassalam.

    Posted by PRADHANA | 8 Mei 2012, 2:23 pm
  77. inspirasiku,,

    Salam sejahtera untuk semua,,,
    Benar benar Pak DIS ini,,membuat saya menjadi kagum makin menjadi jadi.Ada ungkapan dari wartawan salah satu media “mengupas PLN menarik tapi mengupas DAHLAN ISKAN jauh lebih menarik” Atas dari itu saya selalu mencari segala sesuatu tentang beliau, Cuklipan video beliau saya unggah, catatanya saya baca, dan biografinya pun saya baca juga.
    Dan kesimpulannya saya mau menjelaskan bahwa orang ini benar benar LUAR BIASA, gayanya yang original, tutur bahasanya sopan dan ramah tamah. dan juga beliau ini smart poeple.
    Pak dahlan ini telah menjadi inspirator saya, ketika saya sedang down, saya ingat cerita beliau atau menonton video beliau saya menjadi survive lagi.. seperti ada semangat yang telah merasuk, bahwa hey…dan cobaan ini belum seberapa dibanding dahlan iskan, bangkitlah,,,,
    Dan kerja kerasnya itu yang harus saya tiru, kesederhanaanya dan sifat leadershipnya yang baik juga harus kita tiru.andai saya dapat bertatap muka langsung dengan beliau rasanya saya akan memeluknya dengan erat ( kalau diijinkan memeuk itu juga) sebagai ungkapan kagum akan sosok beliau. ( mimpi kali y) hahahah,, ya tapi berandai tak apa apa kan.
    Terimakasih talah menginspirasikan saya…. semoga Pak dahlan diberi kekutan untuk memberikan yang terbaik untuk kemajuan negeri.. wasalamualaikum

    Posted by ramadani | 9 Mei 2012, 12:30 pm
  78. YTH. BPK MENTERI BUMN
    KAMI MERASA SENANG SAAT INI ANGKUTAN KERETA API SDH MULAI TERATUR YAITU MEMAKAI NOMOR BANGKU BAIK DARI KELAS EKONOMI MAUPUN KELAS EXECUTIVE, NAMUN DEMIKIAN MSH ADA KEKECEWAAN DI HATI SAYA YG INGIN SAYA TANYAKAN KPD BPK MENTERI SELAKU PEJABAT YG MEMBAWAHI PERHUBUNGAN, YAITU :
    1. UTK PEMESANAN TIKET KA EKONOMI MSH BLUM JELAS APAKAH JANGKA 1 BULAN ATAU 1 MINGGU SBLM KEBERANGKATAN.
    2. SAAT KAMI PESAN TIKET (KA.EKONOMI MATARMAJA JUR :JKT-KEDIRI) DI BILANG HABIS PADAHAL WAKTU PEMESANAN KURANG DARI 5 HARI SEBELUM KEBERANGKATAN YG JADI PERTANYAAN ADALAH APAKAH MEMANG BENAR2 HABIS DIPESAN ORANG ATAU HANYA AKAL-AKALAN SAJA KRN ADA CALO YG NAWARKAN TIKET YG HARGANYA 3X LIPAT, TOLONG PAK MENTERI PRAKTEK BUSUK SEPERTI HARUS DIHAPUSKAN “DIBUMI INDONESIA “. KARENA KAKAK SAYA MENGALAMI, DIBILANG PETUGAS LOKET STASIUN SENEN TIKET HABIS TERUS DIA BELI DARI CALO TERNYATA DI GERBONG MASIH ADA BEBERAPA BANGKU YG KOSONG INI JELAS PRAKTEK DARI OKNUM PETUGAS TIKET YG DPT MERUGIKAN PERUSAHAAN KERETA API.
    SAYA MOHON KEPADA BPK DAHLAN ISKAN UNTUK MEMECAT OKNUM2 PETUGAS STASIUN KERETA YG NAKAL JIKA PERLU GANTI KEPALA STASIUN SENEN DAN JUGA KEPALA STA TANAH ABANG KARENA SAYA MENGALAMI DI DUA STASIUN TERSEBUT, TERIMA KASIH.

    NOTE : SARAN SEBAIKNYA KERETA API KELAS BISNIS DIHAPUS/DILEBUR SAJA MENJADI KELAS EKONOMI KARENA FASILITAS TDK BEDA DGN YG KELAS EKONOMI TETAPI HARGA TIKET 7 X LIPAT DARI TIKET EKONOMI.

    Posted by irland | 13 Mei 2012, 7:39 am
  79. Dahlan Iskan RI-1….Wajib hukumnya!!!!! …. Yusup kalla..??? Enggak deh…….

    Posted by gtm113 | 13 Mei 2012, 2:59 pm
  80. Pak DIS Yth, Tolong dong ditangani juga kemacetan dan kesemrawutan yang sering terjadi di Pelabuhan Merak. Antrian dan kesemarutan ini telah terjadi sejak lama. Sampai detik ini masih sering terjadi antrian truk yang akan menyeberang, bahkan mencapai 3 km. Betapa besarnya kerugian akibat kejadian ini. Pengusaha dan masyarakat begitu dirugikan. Lebih jauh, dapat memilukan dan memalukan kita sebagai bangsa dan negara. Home base saya sendiri jauh dari Merak , tetapi ketika berita seperti itu terdengar lagi, miris hati ini.
    Bravo 4 Pak DIS
    Bravo 4 MH

    Posted by kickaryo | 28 Mei 2012, 9:29 am
  81. Saya sangat terinspirasi oleh Pak DIS,,,, bangga sekali kalau bisa jadi bawahan langsung beliau.. :)

    Posted by Dini Andriani | 2 Juni 2012, 1:53 pm
  82. Pak DIS di tempat tinggal saya ada BTS milik telkom sel yang telah habis masa berlakunya dan ditolak oleh warga untuk diperpanjang, apakah bapak dapat memfasilitasi utk menyelesaikannya pak , lokasi kami di Jl. Jombang raya Rt. 02/Rw 03 kelurahan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren Tangerang selatan, terima kasih atas perhatian bapak

    Posted by kadi fiqri | 22 Juni 2012, 1:49 pm
  83. Jogjakarta, 25 Juni 2012

    Kepada Yth.
    Dahlan Iskan
    Jawa Pos Group (JP Books)

    Salam,
    Sejujurnya saya salut dengan prestasi, reputasi, kehebatan dan kehebohan anda sebagai sosok pribadi luarbiasa. Namun sebagai petinggi di Jawa Pos group (termasuk JP Books di dalamnya) apakah anda juga telah memotivasi anakbuah anda demikian luarbiasa? Sehingga Penerbit JP Books bisa dengan arogan menyepelekan penulis sedemikian rupa dan bisa atau biasa (?)menerbitkan buku tanpa ijin, MoU, ataupun konfirmasi dengan penulisnya (bahkan selama tiga tahun 2009-2011/12) seperti yang saya alami. Itupun baru saya ketahui melalui internet, tanggal 3 Mei 2012. Dan saat itu juga, saya berusaha meminta penjelasan dari pihak yang berkompeten di JP Books Surabaya mengenai masalah itu. Barangkali masalah ini terlalu kecil bagi anda, tetapi hal itu berkaitan dengan nafkah penghidupan saya dan keluarga selama ini.
    Hari-hari ini kami memang sedang dalam proses penyelesaian secara musyawarah, win-win solution, tetapi persoalannya menjadi bertele-tele (tidak sesuai dengan pendirian anda sendiri: harus serba tegas dan cepat!). Sejak tanggal 23 Mei 2012, pertemuan I (dilakukan di Jakarta), saya diwakili oleh Papang Sapari & Partner’s dan JP Book diwakili oleh Kadiv Redaksi, Marketing Manager, dan Legal Dept Head Temprina/JP Books, sampai hari ini tgl. 25 Juni 2012, belum berhasil diselesaikan.
    Bertele-telenya penyelesaian masalah tersebut semula disebabkan alasan-alasan sistem birokrasi (yang saya yakin anda kurang suka), harus menunggu surat kuasa dari direksi dll., termasuk alasan yang bagi saya tidak relevan, yakni pengunduran diri Marketing Manager di tengah berlangsungnya proses penyelesaian masalah.
    Bahkan pada pertemuan II di kantor JP Books Surabaya, tanggal 18 Juni 2012 (waktu dan tempat yang telah disepakati bersama 2-3 hari sebelumnya) kami tidak bisa bertemu dengan Kadiv Redaksi karena tidak masuk dengan alasan sakit. Dan kami hanya bisa kenalan sebentar dengan Direktur JP Books (?) karena dia hari itu harus terbang ke Jakarta dipanggil Dahlan Iskan. Sehingga kami hanya ditemui oleh Legal Dept. Head, M. Arief Mujiono SH.MH. yang nampaknya tidak faham betul substansi permasalahan yang terjadi antara saya sebagai penulis dan JP Books sebagai penerbit, karena mungkin lebih banyak bertugas menangani hal-hal berkaitan dengan hukum sebagai konsultan dan mediator di Temprina Media Grafika, Jawa Pos Group.
    Alhasil, pertemuan II itupun jadi mengambang, padahal dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa waktu yang kami berikan 1 minggu (sampai tanggal 25 Juni 2012) dan sekaligus kami meminta agar hasil keputusan yang nantinya disepakati, bisa dieksekusi atau direalisasikan tanggal itu juga. Nampaknya anda masih perlu turun ke bawah di “kandang” anda sendiri, bung! Terimakasih. Salam.
    Joko Sulistyo Kahhar – Jogjakarta. E-mail: Joko_kahhar@yahoo.com. Telp. 085743635740.

    Posted by Joko_kahhar (@Joko_kahhar) | 26 Juni 2012, 7:52 am
  84. Pak Dahlan merupakan panutan saya :)

    Posted by Kata Motivasi | 10 Juli 2012, 11:14 pm
  85. Saya lahir dan besar di JATIM. Mulai baca tulisan pak Dahlan dari Jawa Pos format lama(lebar) dan format baru. Scr tdk lngsung saya mengenal pribadi beliau dari tulisannya. Awal beliau jd dirut PLN saya kaget dan kecewa, krn pak Dis masuk wil politik. Terseret jd bangsat politik atau disingkirkan, itu opsinya. Tp ternyata saya salah. Beliau tdk terpengaruh parpol dan bs membawa perubahan. Dis dan Anies sama2 memilih u/ tidak jd korban parpol. :)

    Posted by saluqa | 16 Juli 2012, 9:43 am
  86. Terima Kasih mas atas artikelnya. mantap… sekali… Thank You

    Posted by pulsa murah | 23 Juli 2012, 9:29 pm
  87. saya salut dg mobol listrik dari BUMN. Saya punya solusi untuk Mobil Listrik tapi saya tidak tahu kemana saya harus memberikan solusi saya, mobil listrik yang sekarang sedang di godok oleh BUMN masih perlu di carg, saya menawarkan Mobil listirk tanpa perlu di carg saya sangat brharap ada yang menghubungi saya demi masa depan indonesia….

    Posted by solihin | 24 Juli 2012, 3:30 pm
  88. Maju terus pak DIS dgn niat tulus dan ikhlas

    Posted by Abdul Kadir | 12 Agustus 2012, 3:29 pm
  89. Pak, mau tanya apa benar bapak belum pernah membahas persoalan yang berhubungan dengan indra karya?.
    mengapa saya menanyakan itu!
    karena saya sebagai karyawan kontrak indra karya yang sudah berjalan 7 tahun 1 bulan
    zero growth emang benar adanya
    perlukah setiap kita “dijual” mengetahui kontraknya
    hukum lembur itu wajib, kompensasi dari itu kita dapat ganti 2 ribu per jam
    masuk golongan skill atau non skill

    mohon masukan-nya pak.

    Posted by M Luqmanul Khakim | 20 Agustus 2012, 4:51 pm
  90. Baru kali ini ada sosok yang dpt dicontoh, utk indonesia. Oke banget !!

    Posted by moch. ichsan | 25 Agustus 2012, 8:43 pm
  91. assalamualaikum.wr.wb ,
    pak dahlan itu memang “BEST of THE BEST” deh
    pemimpin2 seperti ini yang akan merubah TANAH AIR GARUDA
    bijaksana,adil,ramah,jujur,& msh byk lg
    klu blh ngusulin ya,mau g’ pak dahlan jd presiden Republik Indonesia
    saya yakin banyak jg rakyat indonesia yg akan mendukung pendapat saya ini
    klu bs wakilx yg sejalan dengan pak dahlan.
    THANK YOU FOR YOUR ATTENTION. Wassalam….

    Posted by rakyat INDONESIA | 29 Agustus 2012, 6:19 pm
  92. Pak Tolong pertimbangkan soal siapa saja yang ingin mencalonkan sebagai komisaris di PT.Semen Tonasa nantinya,…….beberapa orang yang mencalonkan merupakan relasi bisnis di PT.Semen Tonasa bukan untuk kepentingan secara langsung membantu masyarakat kabuapten pangkep.

    Posted by warga pangkep | 22 September 2012, 12:44 pm
  93. Dari manufacturing hope cerita kambing saya rasakan betapa pak Dis memihak dan berusaha membantu kaum miskin.patut jadi contoh

    Posted by sim idrus munandar | 26 September 2012, 2:48 pm
  94. Banyak sudah orang-orang yang punya Niat (Heart), Pikiran (Head) dan Tindakan (Hand) dengan Semangat Perubahan yang tinggi. Saat ini tokoh yang punya semangat perubahan itu diantaranya adalah Joko Widodo, Dicky Chandra, Anies Baswedan, Dahlan Iskan dan masih banyak lagi……Mereka melakukan perubahan tanpa memikirkan pamrih atau hasil yang dicapai namun selalu berusaha meberikan yang terbaik pada diri untuk mencapai hasil optimal dan memberi manfaat bagi banyak orang

    http://sardjana.web.id/wordpress/renungan-hari-pahlawan-bersatunya-semangat-perubahan-apapun-hasil-yang-didapatkan/

    Posted by djadja | 11 November 2012, 7:44 pm
  95. Pak Dahlan, dulu saat masih menjabat sebagai direktur Jawa Pos, Anda pernah menulis tentang daerah yang unik di Sulawesi, dimana masyarakatnya membuat system pertanian, pengairan, peternakan sendiri, dilarang merokok jika memasuki kawasan tersebut, masyarakatnya tidak boleh kawin dengan selain di des tersebut, saya ingin tahu dimana daerah itu berada karena saya akan menuju kesana, bisa dibantu Pak, terima kasih

    Posted by Noni | 22 November 2012, 2:08 pm
  96. Good Luck Terus bekerja dengan pikiran yang smart dan hati yang baik …..

    Posted by Candra | 23 November 2012, 9:06 am
  97. Kalau bisa jangan hanya mobil listrik saja Pak, tapi juga sepeda motor listrik. Apalagi kalau sepeda motor listriknya pakai tenaga surya dan harganya murah…. WOW!

    Posted by guru matematika | 26 November 2012, 3:16 pm
  98. tak ada yg jadi kejutan, tapi kalau ada motor/mobil bisa digerakan dengan bbm diganti dengan bba ini kejutan baru haha

    Posted by ismail | 7 Desember 2012, 10:05 am
  99. Sabtu, 3 Desember 2011
    Analisis The Straits Times
    Harapan dari Dahlan Iskan
    Koran terbesar dan berpengaruh di Singapura The Straits Times (TST), Jumat (2/12) kemarin memberitakan satu analisis menarik tentang Menteri BUMN Dahlan Iskan.

    “Untuk kalangan yang mengharapkan Indonesia menjadi baik, sosok Menteri Dahlan (Iskan, red) menawarkan harapan, bahwa sesuatu yang lebih baik akan datang,” tulis Bruce Gale, penulis senior TST dalam penutup analisis satu halamannya itu.

    Bruce memulai tulisannya dengan situasi berlarut-larut menjelang perombakan kabinet akhir Oktober lalu. Pengamat menilai perombakan itu lebih banyak memenuhi kepentingan koalisi partai pendukung Presiden Susilo Bambang Yudoyono, ketimbang perubahan nyata yang memperbaiki kinerja para menteri.

    Di luar dugaan, tulis Bruce, perombakan itu membawa satu hal yang menarik, yaitu penggantian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Mustafa Abubakar kepada Dahlan Iskan. Menteri Mustafa menuai banyak kritik ketika tahun lalu mengeluarkan kebijaksanaan yang tak mulus dalam penjualan saham Krakatau Steel, salah satu BUMN milik Indonesia.

    Dahlan Iskan, kata Bruce, dikenal berhasil membawa reformasi besar-besaran di tubuh PT PLN, sejak dipercaya menjadi direktur utamanya, tahun 2009. “Di situ Dahlan menunjukkan kemampuan manajerialnya,” kata Bruce.

    Tapi, bukan hanya itu kelebihan Dahlan. Pria 60-tahun ini berani tegas karena sudah cukup kaya dan sama sekali tak menunjukkan ambisi politik apa-apa. Alhasil, selama memimpin PLN Dahlan sama sekali tak bisa dipengaruhi oleh pengusaha dan politisi korup.

    “Dahlan juga nyaman bekerja karena didukung oleh kekuatan potensial yaitu jaringan surat-kabar terbesar di Indonesia, yang ternyata ampuh mengatasi kendala ketika upaya reformasinya menghadapi kendala,” kata Bruce.

    Pengetahuan dan pengalamannya dalam bisnis media membuat Dahlan sangat akrab dengan media. Media melaporkan Dahlan menangis ketika ia mengumumkan penunjukannya sebagai Menteri BUMN. Bruce mengutip kata-kata Dahlan saat itu, “Saya katakan kepada Presiden bahwa saya sedih meninggalkan PLN karena kawan-kawan di sana saya tahu sudah bekerja sangat keras.”

    Komentar Dahlan itu, kata Bruce, bukanlah pernyataan normal jika dibandingkan para menteri baru lainnya yang diangkat presiden saat itu. Dahlan usai pelantikan menyetir sendiri mobil pribadi bersama istrinya dan ditumpangi oleh wakil menteri dan istrinya. Kebiasaan Dahlan berangkat ke kantor berjalan kaki saat menjadi Dirut PLN, kegemarannya memakai sepatu sneaker ketimbang pantofel kulit hitam (meskipun di perhelatan resmi), juga ditandai oleh Bruce.

    “Itu di luar kelaziman figur nasional di Indonesia lainnya,” kata Bruce.

    Dalam analisisnya yang berjudul “Minister a Reformer Who Walk the Talk” mengutip analisis Agung Wicaksono, peneliti BUMN dari ITB. Agung mencatat keputusasaan orang melihat gaya hidup politisi di pusat kekuasaan Indonesia.

    “Dahlan orang yang mampu mendukung perkataannya dengan tindakan,” katanya.

    Bruce menilai langkah awal Menteri Dahlan tepat, yaitu memangkas birorasi, memangkas rapat hingga 50 persen hingga akhir tahun ini. “Apa yang ingin saya lakukan pertama-tama adalah mengurangi campur tangan pemerintah di BUMN untuk memberi kebebasan dan otoritas kepada para direktur utamanya melakukan aksi-aksi korporasi,” kata Dahlan.

    BUMN di Indonesia sudah lama dibebani oleh reputasi tak bagus: manajemen yang buruk dan kerap kali menjadi sapi perah politisi korup, dan selama bertahun-tahun sangat resisten terhadap perubahan ke arah yang lebih baik.

    Bruce mencatat, ada sejumlah hal yang bisa menjadi kendala langkah Dahlan Iskan. Pertama, tak seperti saat di PLN, di mana ia punya otoritas yang luas, saat menjadi menteri ia harus berkoordinasi dengan menteri lain untuk mencapai tujuannya. Penjualan aset, masuk ke bursa saham, misalnya, harus dengan persetujuan menteri keuangan. Mengutip sumber tertentu, Bruce mengatakan selama di PLN, Dahlan sering mengambil keputusan dengan sangat cepat, dan langkah tersebut kadang tak didukung oleh institusi negara lainnya.

    Secara umum, Bruce mencatat, di bawah Presiden Yudoyono, Indonesia menjadi negara yang stabil kondisi makroekonominya, bisa menegakkan disiplin fiskal, dan pertumbuhan GDP yang kuat. Tetapi, untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, Indonesia memerlukan menteri yang mampu mewujudkan janji-janji reformasi, meningkatkan efektivitas birokrasi dan melenyapkan korupsi. Harapan seperti itu, kata Bruce, bisa diharapkan dari sosok Menteri Dahlan Iskan. (hah)

    http://www.equator-news.com/utama/20111203/harapan-dari-dahlan-iskan

    Posted by V. Bala | 19 Desember 2012, 12:27 am
  100. “Kayak mimpiiii…” cuma itu yang terucap ketika bertemu dengan pak Dahlan Iskan salah satu tokoh idola saya. Yes !! dream come true. Selain bertatap muka saya berkesempatan untuk bertanya bagaimana beliau bisa menjadi sosok yang begitu luar biasa, from nothing to something, from zero to hero. Dengan rendah hati beliau menyampaikan “saya hanya melakukan apa yang semestinya dilakukan, bukan karena penilaian orang”. Saya tertegun mendengar jawaban beliau. Sangat jauh dari sombong, simple dan bersahaja. Makin membuat kagum bapak yang satu ini….!!!.

    Banyak hal yang saya pelajari dari pak Dais tentang bagaimana menjalani kehidupan, kepemimpinan, membangun usaha bahkan saat beliau mendapat ujian sakit kanker hati. Dari semua kisah beliau tersebut, satu hal yang berkesan adalah beliau selalu yakin atas apapun yang dilakukannya. Beliau tidak pernah berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu yang diyakini benar. Selain itu, beliau pantang menyerah dan putus asa untuk setiap kendala yang menghalangi jalannya. Dengan cara itulah rasanya beliau mampu menemukan kunci kesuksesannya.
    Menurut saya, pak Dais menjadi sosok pemimpin yang dikagumi karena semangat dan kerendahan hatinya.

    Beliau bukanlah pemimpin yang menepuk dadanya jika berhasil, namun justru menepuk pundak team-nya untuk menyampaikan penghargaannya. “Lead by example” itulah yang beliau selalu perlihatkan dalam memimpin. Tidak perlu teriak sampai lelah untuk meminta team menyelesaikan tugasnya, tapi beliau ikut terjun langsung dalam menyelesaikannya agar selanjutnya apa yang beliau lakukan bisa diteladani.

    Pak Dais kerap mencatat setiap peristiwa penting yang dialami dan membagikannya kepada yang lain. Hal ini merupakan salah satu caranya berkomunikasi ke berbagai kalangan, mulai dari level atas hingga bawah tanpa berkesan menggurui atau “sok pintar”. Siapapun yang membaca tulisannya akan ikut merasakan berada di dalam cerita, karena banyak hal detil yang menjadi pengamatan beliau. Tidak jarang pula beliau merogoh koceknya sendiri untuk memotivasi team-nya untuk bisa memberikan ide-ide segar yang mampu membawa pembaharuan.

    Saya mencoba mencermati dari berbagai media yang memuat kisah atau terkait dengan pak Dais, antara lain dari buku, televisi, koran, majalah, talk show, ataupun seminar untuk bisa mempelajari apa saja yang bisa membuatnya sukses seperti sekarang ini.
    Ada 10 hal yang saya catat dalam upaya mencari “kunci rahasia” kesuksesan seorang Dahlan Iskan. Catatan tersebut saya beri istilah “Road to Success ala Dahlan Iskan”, karena memang dalam menuju kesuksesannya Pak Dais menempuh jalan yang berliku dan penuh tantangan.
    Berikut ini, 10 kunci “Road to Success ala Dahlan Iskan” :
    1.Tuhan dan agama menjadi pondasi dasar pembentukan karakter.
    2.Kepahitan hidup menjadi cambuk dalam mencapai kesuksesan dengan tetap berlandaskan pada rasa syukur.
    3.Melakukan apa yang diyakini benar, tak peduli penilaian orang lain yang meragukannya.
    4.“Fact Finding” menjadi dasar pengambilan keputusan, bersedia belajar dari siapapun tanpa “pandang bulu”.
    5.Memiliki visi yang jelas dan actual, namun tak berhenti untuk punya mimpi.
    6.Tegas, konsisten dan berdedikasi terhadap setiap aturan yang dilakukan.
    7.Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai secepatnya.
    8.Selalu melihat peluang keberhasilan bahkan disituasi tersulit sekalipun.
    9.Memiliki jiwa seorang “entrepreneur”, berani mengambil resiko dengan semboyan “kita tidak akan pernah berhasil jika tidak pernah gagal”.
    10.Mengamalkan prinsip “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri Handayani” (Sebagai pemimpin yang memberi contoh, sebagai partner yang bisa bekerja sama dan sebagai pemberi dukungan dan semangat bagi para team-nya).

    Bukan kebetulan rasanya ketika saya membandingkan kunci kesuksesan pak Dais dengan orang sukses lainnya, ternyata mreka memiliki banyak kemiripan. Rata-rata mereka memiliki ke-10 kunci tersebut dan benar-benar melakukannya. Saya mungkin saja salah, namun tidak ada salahnya jika kita mencoba menjalankan ke-10 kunci kesuksesan tersebut dalam kehidupan kita.

    Apakah kita juga mau sukses? pilihan ada di tangan kita…..

    Posted by Murni Hernawati | 28 Desember 2012, 5:32 pm
  101. seseorang yang luar biasa, wartwan yang hebat, CEO yang cerdas. Mentri yang berani. Salut kepada bapak saya yang satu ini. Salah satu orang luar biasa yang berusaha mengubah wajah Indonesia agar menjadi lebih baik lagi. Semangat Pak Dahlan !

    Posted by Farah Dini | 2 Januari 2013, 2:12 pm
  102. benerkah.buku dikejar kejar uang .karya dasik achmad baiquni mwmbuat dahlan iskan terkaget-kaget…..

    Posted by online 24 jam | 4 Maret 2013, 2:55 pm
  103. selamat pagi .
    saya yosi mahasiswi Univ Islam Indonesia jogjakarta, di kampus saya akan mengadakan acara entrepreneurial parade . dan saya bermaksud mengundang pak dahlan iskhan sebagai pembicara . saya sudan mencari informasi contact person beliau tapi belum juga saya dapat . jika rekan-rekan sekalian mempunyai CP beliau . boleh saya tau? atau email pribadi pak dahlan mungkin . terimakasih sebelumnya :)

    Posted by yosi cesar | 22 Maret 2013, 9:21 am
  104. selamat siang bapak..
    bapak dahlan, apakah saya bisa mengetahui CP atau email bapak untuk mengirim proposal dan mengundang bapak dalam acara pagelaran hukum yang di adakan oleh lembaga otonom Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang…
    mohon tanggapanya dan terimakasih..

    Posted by anggi yuliawan (@anggiyuliawan) | 3 September 2013, 1:50 pm
  105. My spouse and I absolutely love your blog and find a lot of your post’s to be exactly what I’m looking for.
    Do you offer guest writers to write content in your case?

    I wouldn’t mind producing a post or elaborating on some of the subjects you write regarding here.
    Again, awesome weblog!

    Posted by Pinjaman Bank Jaminan BPKB Mobil di Cirebon | 2 Oktober 2013, 8:23 am
  106. It’s an amazing piece of writing in favor of all the web viewers; they will take benefit from it I am
    sure.

    Posted by Bunga Pinjaman Jaminan BPKB Mobil di Medan | 2 Oktober 2013, 1:06 pm
  107. These are in fact fantastic ideas in regarding blogging.

    You have touched some pleasant factors here. Any way keep up wrinting.

    Posted by Dana Cepat Jaminan BPKB Motor Jakarta Selatan | 3 Oktober 2013, 2:13 am
  108. salam sukses dan sejahtera…

    http://tinyurl.com/ohpenn6

    Posted by vthreesavthree1 | 24 Oktober 2013, 1:31 pm
  109. terimakasih atas informasinya..semoga bermanfaat

    http://tinyurl.com/kqdja84

    Posted by vthreesavthree | 31 Oktober 2013, 1:09 pm
  110. wah senangnya bisa mampir kesini. Salam Sukses ya Pak
    from : http://kotacimahi.com

    Posted by admin | 20 Maret 2014, 2:15 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: hope « mascholilblog - 6 November 2012

  2. Ping-balik: annisa bahar ngamuk kasus sandy tumiwa macet 2 tahunKumpulan Berita Seleb Indonesia | Kumpulan Berita Seleb Indonesia - 30 Januari 2014

  3. Ping-balik: Berita Bali Post 27 Agustus 2012 | Berita Terbaru Dari .Com - 23 Juli 2014

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.762 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: