>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Lega Tidak Impor dan Lega di Godean

Senin, 30 Desember 2013
Manufacturing Hope 109

Inilah berita yang paling menggembirakan bagi bangsa Indonesia di akhir 2013 ini: Indonesia berhasil tidak impor beras lagi. Ini karena pengadaan beras oleh Bulog mencapai angka tertinggi dalam sejarah Bulog. Sampai 25 Desember kemarin Bulog berhasil membeli 3,5 juta ton beras petani.

Inilah berita yang paling menggembirakan seluruh petani Desa Godean, Sleman, Jogjakarta: tanaman padi mereka berhasil mencapai masa panen dengan selamat. Tanggal 3 Januari minggu depan mereka mengundang saya untuk ikut panen raya.

Sudah empat tahun lamanya para petani itu hanya bisa menanam padi, tapi tidak pernah bisa memanen. Setiap kali padi yang mereka tanam memasuki masa hamil, serbuan tikus merajalela. Ludes. Tumpes. Ngenes. Petani tidak berdaya melawan tikus.

Rupanya, ada seorang petani Godean yang mendengar bahwa saya lagi gencar-gencarnya melakukan penataan sistem distribusi pupuk. Saya memang keliling desa-desa untuk mengecek apakah sistem baru rayonisasi distribusi pupuk sudah berjalan sampai ke tingkat yang paling bawah. Ke tingkat kios pupuk di desa-desa.

Dengan rayonisasi itu tidak akan ada lagi “perang pupuk” antarlima pabrik pupuk raksasa milik BUMN. “Perang” yang hanya mengakibatkan seringnya terjadi kelangkaan pupuk di satu daerah dan penimbunan pupuk di daerah lain. Saya dukung penuh konsep rayonisasi dari Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Ir Arifin Tasrif ini.

Seorang petani Godean, rupanya, tidak tertarik dengan langkah penting yang mendasar itu. “Yang kami perlukan sederhana saja. Bagaimana kami bisa dibantu memberantas hama tikus,” tulis Pak Suroyo, petani itu, dalam SMS-nya kepada saya. Pak Suroyo lantas menceritakan duka nestapa para petani Godean selama empat tahun terakhir.

Segera saja saya ke Godean. Mengecek kebenaran pengaduan itu. Ternyata benar. Saya pun mengajak Arifin dan tim PIHC untuk rapat. Apalagi, PIHC memang sudah memiliki unit baru bernama “brigade hama”. Inilah ujian pertama brigade itu.

Rapat dengan kelompok tani pun dilakukan berkali-kali. Mereka merumuskan kesepakatan metode baru “gropyokan tikus”. Agar efektif. Hampir 13.000 ekor tikus ditangkap: hidup atau mati. Setelah itu petani bersemangat lagi menanam padi. Berhasil. Minggu depan panen. Semoga tidak ada gangguan mendadak apa pun dalam lima hari mendatang ini.

Gabungan antara pupuk yang tepat, produksi yang meningkat, pemberantasan hama yang konsisten, dan pengadaan beras yang all-out benar-benar membukukan prestasi yang nyata. Sudah bertahun-tahun kita diejek di kampus-kampus, di talk show televisi, di warung-warung, dan di mana saja. Mengapa negara agraris Indonesia sampai impor beras.

Kita malu. Kita terhina. Tapi, kita tidak boleh menyerah. Tidak boleh hanya diam.

Tidak bisa hanya ngomel-ngomel. Hanya rapat-rapat. Hanya berwacana. Kita harus berbuat sesuatu. Dan, ternyata bisa. Kita tidak perlu lagi impor beras. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menegaskan, stok beras di gudang Bulog akhir tahun ini lebih dari dua juta ton.

Pak Tarto termasuk sedikit generasi tua di BUMN yang tidak mau kalah dengan generasi lebih muda. Dia masih kuat seperti kitiran: muter terus ke gudang-gudang Bulog di seluruh sentra produksi beras. Dengan sepatu ketsnya, Pak Tarto sering harus bermalam minggu di gudang beras.

Dengan stok beras nasional yang berlebih seperti itu memang ada juga negatifnya: kalau lama tidak disalurkan, kualitas berasnya menurun. Untuk itu saya menerima usul menarik dari seorang petani di sebuah desa di Bantul. Tahun depan sebaiknya sebagian pengadaan beras Bulog berupa gabah sehingga bisa disimpan lebih lama.

Ide yang bagus dan aplikatif dari seorang petani kecil. Tahun depan ide itu benar-benar akan dilaksanakan oleh Bulog. Sekitar 20 persen pengadaan Bulog akan berupa gabah. Ini lebih realistis dan hemat daripada membangun silo-silo vakum yang amat mahal.

Begitu lega rasanya tutup tahun ini ditandai dengan keberhasilan tidak impor beras selama 2013 dan keberhasilan panen di Godean. Tapi, kelegaan itu tidak boleh lama-lama. Tahun 2014 harus bisa bertahan tidak impor beras lagi. Artinya: tetap harus segera kerja, kerja, kerja.

Manufacturing Hope penutup tahun ini saya tulis di dalam pesawat kecil menuju Meulaboh, di tengah hujan lebat selama penerbangan, dan masih hujan dalam pendaratan menjelang malam. Selamat tahun baru!

  Dahlan Iskan
 Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

92 thoughts on “Lega Tidak Impor dan Lega di Godean

  1. Menyambut thn baru

    Posted by yuni | 30 Desember 2013, 4:56 am
    • LANJUT SGP SENIN : 30-12-2013

      A-I : 0~3~6~9
      C-B : 0~6

      http://www.ramalantogelsgp47.webs.com

      Posted by ibuyasmin | 30 Desember 2013, 8:10 am
      • Ayo kita semakin bergerak ditempat kita masing-masing untuk mendukung Pak Dahlan Iskan Demi Indonesia.

        Tag Line kita :

        Dahlan Iskan : Demi Indonesia
        Dahlan Iskan : Sahabatku Pemimpinku
        Dahlan Iskan : Kerja.. Kerja.. Kerja..

        Semoga ALLAH meridho’i.

        =============================================================================
        Teman-teman yuk kita gabung dan kumpul-kumpul di http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
        Terbuka untuk siapapun kita.

        Salam hormat,
        Bonzo – Jakarta Barat

        Posted by bonzo | 30 Desember 2013, 9:15 am
      • AYO DUKUNG TERUS KAWAN..
        2014 SAATNYA SOSIALISASI DAHLAN ISKAN KE MASYARAKAT…
        KITA WUJUDKAN DI FOR RI-1

        Posted by PUTU | 30 Desember 2013, 9:40 am
    • alhamdulillah. terima kasih petani indonesia dan bulog jg pupuk indonesia. semoga pak dis, pak alimoeso, pak tasrif tetep sehat dan bugar.
      hola bu yuni. selamat menyongsong tahun 2014. barakallah selalu. salam dr sidoarjo

      Posted by fia | 30 Desember 2013, 9:11 am
    • Manufacturing Hope ditahun baru ini !!

      Posted by Majalah Pegawai Kantoran | 5 Januari 2014, 11:04 am
    • Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
      Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
      tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
      dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
      yang ingin merubah
      nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

      WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

      Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
      IBU yuly tki.
      MAKASIH OM ROOMNYA

      Posted by Angka Toto | 7 Maret 2014, 10:25 am
  2. Radar Bogor Menuai Fitnah – Mohon Keadilan
    Antara tanggal 6 atau 7 November 2013, istri saya sebagai wali kelas di kelas dua SDIT al-yasmin 2 Kotamadya Bogor melakukan tugas rutin tahunan melaksanakan salah satu program edukasi yaitu kunjungan ke kantor harian Radar Bogor. Dengan dipandu oleh staff Radar Bogor selesailah acara kunjungan dengan tertib Dan lancar. Sebagai mana diceritakan istri saya.
    Sebagai hasil kunjungan tersebut di sampaikan secara ringkas manfaat Dari kunjungan ke harian Radar Bogor dan menyarankan ke pada anak murid yang di bina istri saya agar membeli Koran radar Bogor sebagai oleh-oleh dan bahan pelajaran untuk nanti setelah sampai pulang me rumah masing-masing.
    Ternyata anak-anak antusias dan semuanya dengan Serta merta mengeluarkan uang jajan mereka, kemudian dikumpulkan uang tersebut untuk membeli Koran dengan oplah terbesar di Kota Bogor yang memiliki motto Besar Karena Tersebar. Sampai disini kisahnya menyenangkan Dan menenangkan hati saya. Betapa istri saya mempunyai kekuatan besar untuk mengikat hati seriap orang, bukan hanya orang tua dan remaja, bahkan anak-anak pun begitu senang ketika di bimbing oleh isteri saya yang memang menyenangkan bagi setiap orang.
    Kisah bahagia ini ternyata berujung pahit. Kenyataan ini dilihat oleh Mata jeli salah satu marketing Harian Koran terbesar di Kota Bogor yang bermuara kepada Bapak Dahlan Iskan yang sekarang menjabat sebagai mentri BUMN dimana tulisan beliau bacaan yang Pertama Kali saya buka serial senin pagi di web blog ini.
    Sebagaimana di tuturkan oleh istri saya, seminggu kemudian seseorang Dari pihak Radar Bogor menelpon istri saya ke nomor pribadinya 083819385595 dengan sedikit memaksa agar bisa menjual titip kan Koran Radar Bogor yang memiliki motto Besar Karena Tersebar di sekolahan tempat istri saya berbakti melakukan kegiatan belajar mengajar.
    Beberapa hari saya mendengar keluhan istri saya : `Orang radar Bogor rese banget nih nelponin terus, ga tau orang lagi sibuk apa`. Andra namanya seorang marketing radar Bogor, yang sudah beberapa Kali nelpon Dan tidak ditanggapi, ternyata Sudah ada disekolah Dan menemui kepala yayasan tanpa konfirmasi kepada istri saya. Menuai FITNAH Dan berdampak saaaangat buruk. Dengan Tanpa beban pihak Radar Bogor, diwakili oleh Andra menyampaikan kepada ketua yayasan dalam hal ini Ibu Marfah, bahwa istri saya telah menerima Upah sebesar 20% supaya bisa menyimpan, menitip jual Koran di warung sekolah. Fitnah besar INI berujung pada pemecatan. Berakhir sudah terhitung hari senin tgl 23 Desember 2013, setelah pembagian rapot murid-muridnya dengan resmi dan sah dikeluarkan sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.
    Musibah Ini bagi saya terlalu beruntun, pekerjaan saya sebagai design grafis disebuah percetakan di Bogor baru 1 minggu yang lalu berakhir Karena pengurangan karyawan. Sekarang istri saya habis di makan fitnah. Pada dasarnya saya tidak sampai hati menulis sedikit curhat di forum ini, namun saya memiliki 3 orang yang masih kecil kecil yang harus saya pertanggung jawabkan. Kepada Bapak Dahlan Iskan yang terhormat, saya mohon keadilan. Minimal Bantu bersihkan nama istri saya di sekolah tersebut, kami yakin Allah maha tahu Dan selalu memberikan rizkinya kepada kami. Amiin

    Posted by Deen M Fawz | 30 Desember 2013, 4:59 am
    • Ikut berduka untuk musibah yang bapak dan istri terima, Koran Radar itu kalau gak salah masuk dalam Jawa Pos Group ya..Nah, bapak bisa komunikasikan ke pemilik Jawa Pos yang kini dipegang oleh putra sulung pak Dahlan. Bisa dicari kok di google, Semoga keluhan bapak di sini juga bisa terbaca oleh Pak DI juga.. Sekarang memang banyak fitnah menyebar di mana-mana

      Posted by nutami | 30 Desember 2013, 7:52 am
    • Mas DEEN M FAWZ,

      Jika anda di fitnah, anda harus melawan, tidak peduli mau Radar Bogor, atau Kompas, atau Tempo, atau Tivi Oon, atau Metro Tivi anda harus lawan fitnah tersebut.
      Bisa jadi itu kejahatan orang per orang, bukan kejahatan fitnah dari perusahaan.
      Datangi dan minta klarifikasi dan persoalkan itu terus, jangan takut bahwa anda benar.

      Salam hormat,
      Bonzo

      Posted by bonzo | 30 Desember 2013, 9:27 am
  3. pertamax kah saya ? Setelah tahunan usaha…tulisan DI kali ini jelas membungkam janji2 para pencari/pencuri tahta negara ini. Kerja kerja kerja,

    Posted by daya setiawan | 30 Desember 2013, 5:02 am
  4. Abah Dahlan Iskan Presiden RI 2014

    Posted by Djoko Sawolo | 30 Desember 2013, 5:14 am
  5. bukan terllu bnyak berwacana tapi kerja nyata. kerja,kerja,kerja …

    Posted by aan | 30 Desember 2013, 5:14 am
  6. Pimpinan Radar Bogor. Harus diselesaikan dg baik kasus di atas.

    Posted by Djoko Sawolo | 30 Desember 2013, 5:17 am
  7. Terus terang saya amat iri di godean bisa panen padi. Di daerah saya desa bulung cankring kec. Jekulo. Kab. Kudus bukan hama yg jd kendala tidak bisa ikut menyukseskan swasembada beras, tapi banjir yg sering melanda, diakibatkan irigasi yg buruk. Lebih menyakitkan lagi pemkab kudus malah bikin proyek tugu selamat datang yg habisin dana em em an. Ya Allah tolonglah ketuk hati pimpinan kami, khususnya pak bupati untuk lebih perduli kami. Aamiin

    Posted by jokoespe | 30 Desember 2013, 5:25 am
  8. Selamat tahun baru abah dan seluruh Redi,ini MH yg sgt mencerahkan dan membuat kita mkn bersemangat menghadpi tahun2 ke depan dan mudhn abah mkn byk mmbawa perubhn positip di negeri kt tercinta…terima kasih Abah Dahlan

    Posted by abby.r | 30 Desember 2013, 5:25 am
  9. Alhamdulillah

    Posted by Indra Wijaya | 30 Desember 2013, 5:37 am
  10. Ternyata kita bisa!!! Visi ketahanan pangan pada sektor perberasan ini sudah mulai tetwujud dengan nyata. memang semua membutuhkan waktu. Memerlukan kerja ketas dan kesabaran. Di sini terlihat begitu pentingnya peran seorang leader yg amanah dan dapat memberi teladan. Gelombang perubahan telah dan terus bergulir, berjalan semakin dahsyat. Tidak ada yg tidak mungkin. Pak Dahlan Iskan telah membuktikannya dengan hasil yg gemilang. Mari kita kawal bersama agar tetap pada rel yang benar.
    Btw, ttg beras bulog. Kenapa kualitas beras raskin begitu jeleknya? warna kusam kekuningan dan bau apek. Apa ini terjadi karena terlalu lama tetsimpan di gudang? Bisakah dihilang citra bahwa beras dolog adalah beras apek dan kualitas buruk? Apakah penyimpanan dalam bentuk gabah itu dapat menjadi solusi? Saya yakin ini adalah salah satu masalah kecil. Yang akan lebih terlihat ketika masalah yg lebih besar sudah bisa diatasi: masalah kekurangan beras dan impor. Saya yakin cara mengatsinya tidaklah terlalu sulit. Seperti yg selalu Pak Dahlan ajarkan, pilihannya bukan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tida mau. Memanglah demikian. Masalah selalu ada untuk diatasi. Seperti apa yg dikatakan oleh pepatah Arab: idzaa taammal amru badaa naqshuhuu. Bila suatu perkara telah selesai, maka akan terlihat kekurangannya… Semoga ke depan akan semakin baik lagi…

    Posted by lutfihelmi | 30 Desember 2013, 5:42 am
  11. Alhamdulillah… Pagi yang berseri, senin yang indah…

    Posted by aditam@putra | 30 Desember 2013, 5:46 am
  12. Terima kasih pak DiS setelah hama tikus teratasi semoga agenda berikutnya adalah peningkatan produktifitas tanaman Padi agar dapat ditingkatkan dari rata rata national 4,9 ton GKG. Per ha. kalau Taiwan bisa 10 ton per ha mudah Mudahan kita juga bisa. Peningkatan produksi akan membantu melestarikan lingkungan karena tak perlu bukasawah baru guna antisipasi penambahan kebutuhan pangan karena pertambahan penduduk. Juga man perhatian Kebun rakyatkelapa sawit beru lebih 25 tahun yaitu Di proogram PIR Berbantuan, Dan PIRSUS sd sekarang belum dapat freshman.

    Posted by purwanto sardjono wirutomo | 30 Desember 2013, 5:51 am
  13. RUARRR BIASAAAAA, ayo media !!! kami tantang anda ??? Beritakan kabar baik ini !! Anda bernyali ??

    Posted by relawandemiindonesia | 30 Desember 2013, 6:02 am
    • Harus diingat, seperti kewajarannya, tidak mungkin media memberitakan hal-hal baik, itu tidak laku.
      Karena dokrinnya : Semakin buruk, itu semakin baik, itu semakin laku dan menjual.

      Tantangan kamu tidak akan ditanggapi oleh pemilik media.

      Salam hormat,
      Bonzo

      Posted by bonzo | 30 Desember 2013, 9:34 am
  14. Semangat pagi Indonesia!!
    Vote DIS for 2014 president

    Posted by HWAHYU | 30 Desember 2013, 6:02 am
  15. Alhamdulillah,,,semoga panjang umur dan sukses selalu pak Dahlan Iskan.

    Posted by M. Hamdun | 30 Desember 2013, 6:12 am
  16. hal-hal seperti ini yang diperlukan untuk menyemangati Indonesia… selamat pagi….!

    Posted by mahmudarifien | 30 Desember 2013, 6:28 am
  17. Sebetulnya ini pekerjaan yg sudah bisa dilaku-tuntaskan sejak bertahun-tahun lalu . . . dan Bulog sejak Pak Dis memimpin BUMN tiba2 saja memiliki ‘integritas’ & kinerja tinggi, . . . syukurlah, mudah2an terus begitu. Cuma soal GABAH itu tadi, seluruh pimpinan dan karyawan Bulog kalah dari petani kecil . . . sepertinya perlu pengadaan Cerebrovit di Bulog nih . . .

    Posted by ariel | 30 Desember 2013, 6:30 am
  18. alhamdulilah pa dahlan iskan sy mendoakan agar bp sehat dan membela kepentingan rakyat alhamdulilah masih ada pemimpin yg seperti bp walau saya bukan petani ….tp dengernya udah seneng….bangkit indonesia

    Posted by Vsi | 30 Desember 2013, 6:32 am
  19. perlu di buat brigade burung hantu nih, pemburu tikus yg sangat efektif, nggak usah susah gropyokan !

    Posted by andimustafa | 30 Desember 2013, 6:51 am
    • Ttg burung hantu udh pernah dibahas di MH juga deh, lupa nomor berapa. Burung hantu bagus, memang predator utama. Tp dia punya keterbatasan. Makan tikusnnya sedikit. 1 aja udah kenyang. Padahal tikus sebulan bisa beranak berapa kali, anaknya banyak pula.
      Jadi ga kekejar jumlahnya.

      Posted by MTSP | 30 Desember 2013, 10:23 pm
  20. Bangkit Indonesia!!!
    Rembang BANGKIT

    Posted by Kuntop | 30 Desember 2013, 6:52 am
  21. pgi all …sy di sulawesi tenggara turut bahagia baca mh penutup th ini, selamat tinggal impor beras, kerja keras pak DIS untuk rakyat indonesia .. SELAMAT TAHUN BARU 2014 semoga indonesia tetap jaya…

    Posted by ACHMAD DJUNAIDI | 30 Desember 2013, 7:05 am
  22. masyarakat badui dan ciptagelar sudah dari jaman nenek moyangnya sampai saat ini menyimpan gabah di lumbung2 kecilnya untuk dikonsumsi dimasa paceklik … ilmu lokal yang baru didapat bulog, alamakkkk

    seneng baca MH kali ini, Indonesia bisa bangga tidak impor beras. Semoga bisa terus swasembada

    Posted by andri | 30 Desember 2013, 7:25 am
  23. semangat pagi …………………

    Posted by msyatno | 30 Desember 2013, 7:31 am
  24. maju indonesia,ayo dukung DI jd RI l

    Posted by abdillah | 30 Desember 2013, 7:41 am
  25. Wah, pak dis ke meulaboh, dekat kampung saya tuh. ada agenda apa ya di Melbourne? :-)

    Posted by Ceudah | 30 Desember 2013, 7:42 am
  26. Wih baru tau,
    keren2,
    ga ngimpor lagi kita :D

    Posted by kaprilyanto | 30 Desember 2013, 8:07 am
  27. Mamang sekarang petani Godean sedang bersuka cita panen raya, tidak ada keluh kesah habisnya panen oleh tikus lagi dalam obrolan2 warga, tapi hama wereng mengintai, beberapa lokasi persawahan terkena wereng walau tidak terlalu banyak. Saya rasa petani di Godean perlu diberikan edukasi mengenai cara untuk menanggulangi hama wereng, selama ini mereka mengandalkan pestisida. Menurut penuturan mereka pestisida wereng sudah tidak seampuh dulu lagi, sehingga mereka terlalu banyak memberikan pestisida. Akibatnya pohon padi yang masih hijau berubah menjadi kekuning-kuningan. Kalau tidak segera dipanen tentu akan mati akibat kepanasan pestisida, dipanen lebih awal juga hasilnya tidak sebaik kalau dipanen pas tiba saatnya. Mungkin ada yang lebih baik untuk menghilangkan wereng selain menggunakan pestisida, diberikan jeda waktu untuk masa tanam berikutnya atau diselingi dengan palawija. Agar wereng benar-benar mati dan tidak berkembang biak saat masa panen selanjutnya. Karena saya perhatikan sawah di Godean terus-menerus ditanami padi, tanpa ada jeda atau selingan palawija. Sehingga hamanya terus-menerus ada, penggunaan pestisida yang berlebihan juga tentunya tidak baik untuk kesehatan. Moggo pak, pas kunjungan ke Godean besok mohon agar petani di Godean diberikan solusi setelah tikus hilang, semoga wereng juga lenyap. Saya tunggu di Godean, karena saya juga warga Godean…

    Posted by Arif Nurjaya | 30 Desember 2013, 8:40 am
    • terima kasih pak arif nurjaya utk laporan lgsg dr tkp. smoga petani indonesia makin berilmu makin pandai pula, tmasuk jg petani godean.

      Posted by fia | 30 Desember 2013, 12:26 pm
    • betul pendapat anda. pd dasarnya semua hama dan penyakit itu ada predator alaminya, karena siklus mata rantai makanan yg tidak seimbang membuat predator alami itu berkurang/hilang sehingga hama penyakit merajalela. hal itu bisa disebabkan ulah manusia dan bencana alam. untuk mengontrol hama dan penyakit bisa dengan memotong siklus perkembangannya dengan cara menanam padi bergilir dengan palawija. khusus mengatasi hama tikus sebenarnya bisa lbh mudah karena terlihat kasat mata. selama ini tikus sulit diberantas karena petani tidak melihat nilai guna dari tangkapan tikus itu. kalaulah ada yg memanfaatkan, misalnya untuk diolah sbg pakan ternak, maka naluri predator manusia akan muncul karena menganggap tikus itu ada nilai gunanya. terbukti ketika diadakan sayembara menangkap tikus, para petani sangat antusias dan berhasil mengatasi perkembangan hama tikus. mungkin ide ini bisa diterapkan.

      Posted by G.Hariyanto | 1 Januari 2014, 9:53 am
  28. selamat buat abah dan jajarannya yg sudah bekerja keras sehingga sudah menuai hasil yg membanggakan…kecewa gak bisa jumpa abah waktu kemelaboh karena lagi cuti….

    Posted by fays | 30 Desember 2013, 8:41 am
  29. Sekarang sdh saatnya mengekspor beras…

    Posted by nurkolis | 30 Desember 2013, 8:48 am
  30. Alhamdulillah.. Tahun 2013 ini ditutup dengan berita baik dan semoga makin membahagiakan lagi jika stop impor ini terus berlanjut di tahun tahun mendatang. Soal beras sudah tertangani, sosok Pak Arifin Tasrif dan Pak Sutarto Alimoeso berada di belakang Pak Dis yang bisa menjalankan gaya kerja Pak Dis. Salam hormat untuk bapak-bapak, karena bukan pekerjaan yang mudah. Semoga energi dan iklim positif ini dapat terus bertahan di Indonesia tercinta ini di sepanjang 2014 dan tahun-tahun erikutnya, semakin banyak kerja, karya dan cipta yang bisa diwujudkan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga di akhir 2013 ini kita bisa introspeksi dan berkontemplasi mengevaluasi kehidupan kita masing-masing seraya berdoa semoga di 2014 nanti kita semua, Pak Dis dan orang-orang yang sejalan berkarya bersamanya diberikan kesehatan, keselamatan dan bimbingan untuk melalui semua tantangan dan cobaan. Salam DahlanIs dan Selamat Menyambut Tahun yang beru. Semangaaattt!!! :)

    Posted by akadarisman | 30 Desember 2013, 8:51 am
    • Numpang seneng ya Bro… saya idem dito sama dikau…ada tambahan

      Seandainya Abah tidak masuk RI 1 atau RI 2 puuun, saya berharap beliau masih bisa jadi menteri BUMN…atau (jika) beliau jadi RI 1 or RI 2, semoga menteri BUMN nya Ignatius Jonan yang sekarang BERHASIL memperbaiki KAI…perkembangannya baik dari segi manajemen, mutu pelayanan dan keuntungannya…wonderfullll( bisa jadi contoh BUMN yang lain )

      Mohon doa dan dukungannya ya… selamat tahun baru 2014,semoga Tuhan memberi berkah dan rahmad pada Abah dan kita semua…. kerja kerja kerja.

      Salam ACI ( Aku Cinta Indonesia). GBU all…

      Posted by wning | 30 Desember 2013, 7:05 pm
  31. Alhamdulillah akhirnya memang kita harus bebas dari Import Beras yaaa. !!, puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi dan tentu saja kekaguman dan angkat topi saya sampaikan kepada Yth. Bapak Menteri BUMN Dahlan Iskan – semoga 2014 nanti jadi Bpk Presiden kita Aamiin – yang atas kerja -keras dan kebersamaan tim yang beliau pimpinlah semua ini dapat berhasil.

    Bpk Sutarto Alimusa dan segenap jajaran Bulog, bukan hanya Manihot yang berterima kasih untuk kerja keras dan hasil yang dicapai ini, seluruh Bangsa Indonesia sudah seharusnya ikut berterima kasih.
    Bravo untuk Dahlan Iskan dan Bulog..

    Posted by Manihot Ultissima | 30 Desember 2013, 9:49 am
  32. DI for RI-1, you my leader, BLITZKRIEG

    Posted by TiMN | 30 Desember 2013, 10:07 am
  33. beras nggak import kenapa harganya ngak turun ya..?

    Posted by Randi | 30 Desember 2013, 10:08 am
    • Dalam makanan pokok, misalnya beras, hukum supply and demand tidak berlaku (bukan persaingan sempurna).

      Artinya, ketika supply melimpah, katakanlah begitu, harga masih cenderung stabil (karena permintaan ttp banyak).

      Sedangkan kalo supply berkurang, harga malah mungkin naik.

      Aneh memang, tp begitulah hukum ekonomi untuk bahan pokok. Ga imbang

      Posted by MTSP | 30 Desember 2013, 10:32 pm
      • beras adalah komoditas politik. artinya jika supplay terganggu akan berdampak pada rezim politik yg berkuasa. tahukah anda jatuhnya rezim sukarno, suharto dan gus dur diawali dengan tidak stabilnya supplay dan harga beras. makanya pemerintah sangat berkepentingan untuk menjaga supplay dan harga beras dengan cara membentuk bulog sebagai badan penyangga. untuk menstabilkan persediaan beras bulog bisa mengambil dari kelebihan panen petani dan importasi. sedangkan untuk mendtabilkan harga, bulog biasanya melakukan operasi pasar.

        Posted by G.Hariyanto | 1 Januari 2014, 10:05 am
  34. Akhirnya setelah 27 tahun semenjak Presiden Soeharto menerima penghargaan Swasembada beras dari FAO, tahun ini berhasil mewujudkannya lagi dengan tidak mengimpor beras. Harapannya tentu tidak hanya tahun ini saja tetapi berlanjut di tahun tahun berikutnya hingga seterusnnya selamanya. Bahkan kita berharap Indonesia bisa mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan. Indonesia bisa menjadi negara produsen beras untuk dikonsumsi sendiri dan kelebihannya untuk ekspor. Memberi sumbangan kepada dunia akan kebutuhan pangan dan misi-misi kemanusiaan kepada negara-negara yang masih dilanda kekurangan pangan dan kelaparan. Dalam hal ini Bulog dituntut untuk menjadi yang terdepan, menerapkan prinsip-prinsip ketahanan pangan dalam negeri, prinsip-prinsip kemanusiaan dan prinsip-prinsip kewirausahaan. Dengan pengalamannya yang sudah berpuluh-puluh tahun Bulog mestinya bisa mewujudkannya. Kami percaya itu. Ayo… Indonesia bisa…

    Posted by sutrisno.rakito | 30 Desember 2013, 10:27 am
  35. good jobs ……..!!!! semoga hal yang BAIK bisa diLANJUTkan………
    Hidup Petani Indonesia……kuatkan Kelembagaannya sehingga semakin menyebar Virus KEBERSAMAAN ini…

    Posted by gus rhon | 30 Desember 2013, 10:47 am
  36. Setuju 20-40 % pengadaan dalam bentuk gabah. Namun perlu hati hati jangan sampai butir kuningnya tinggi.Perlu diperbaiki sistemnya agar penanganan gabah dipetani lebih baik sehingga gabah yang dibeli Bulog bersih,kering dan mentes.Salam untuk Bulog dan Pak DIS.

    Posted by suroso | 30 Desember 2013, 11:14 am
  37. Trio macan berulah lagi…barusan republika online…

    Posted by wahid | 30 Desember 2013, 12:58 pm
  38. Dalam dunia bisnis/usaha ada 3 hal yg dicari dan diburu para pelakunya,3 hal ini merupakan jalan menuju kesuksesan dalam usaha karena dia bisa melenggang dengan bebas dalam usahanya tanpa takut bersaing dengan yg lain karena kompetitornya sedikit sekali bahkan mungkin tidak ada,dan 3 hal ini berupa jenjang/tingkatan menurut saya dan…menurut saya pak Dis masih berada pada tingkatan pertama dari 3 hal itu,menguasai tingkat pertama saja sdh spt itu apalagi semua tingkatan bisa dikuasai..wow…
    3 hal itu adalah: 1. Blue ocean strategy 2. Blue ocean industry dan 3 adalah Blue ocean technology.

    Blue ocean strategy adalah suatu strategi baru dalam suatu bisnis yg sdh ada dan umum sehingga bisa lbh menguasai pasar dr pd kompetitornya,contohnya Jawa Pos, dia dalam menyajikan berita,tampilan maupun format korannya semuanya menggunakan strategi khusus untuk lbh menguasai pasar,itu pernah dan masih dilakukan hingga dia bisa bertahan bahkan berkembang sampai saat ini,dan itu pula yang dilakukan oleh pak Dis saat ini dalam menjalankan BUMN maupun PLN seperti memanfaatkan potensi lain selain bisnis intinya bahkan bisa melebihinya.

    Blue ocean industry adalah suatu industry/pengusahaaan yg blm ada atau sedikit sekali pelakunya saat ini/nanti sehingga pelaku bisnis ini bisa lenggang kangkung dalam menguasai pasar dan dia tdk perlu strategi khusus dalam pemasarannya,umumnya industry ini memanfaatkan suatu potensi yg tidak/kurang diperhatikan orang lain padahal bila jeli bisa menjadi suatu produk yg sangat dibutuhkan banyak orang, contohnya di China ada seorang warga yg beternak kecoa dimana kecoa merupakan hewan yg paling dijauhi orang ternyata bisa di olah/digunakan untuk obat2an penyakit yg khusus konon AID salah satunya. Di Indonesia banyak sebetulnya kalau mau mencari,mengamati dan menguji.

    Blue ocean technology ini lebih khusus lg tdk semua orang bisa mendapatkannya karena bkn saja peluang yg dicari tapi kemampuan teknik yg mumpuni jg harus dimiliki karena pengandalannya adalah dengan teknologi baru/khusus untuk menguasai pasar,contohnya BATANTEK yg bisa memproduksi radioisotope dengan pengayaan rendah yg umum untuk kebutuhan medis jika mau lebih maksimal, peluruhannya diperpajang waktunya sehingga bisa lbh lama waktu pengiriman dan penyimpanannya, juga ada pak habibie yg dulu dengan pesawat fly by wire dan sekarang turbopropnya untuk menguasai pasar karena beberapa kelebihannya salah satunya hemat BBM dan bisa untuk landasan pacu pendek.

    Itulah sekelumit informasi (atau ilusi kali) dari saya supaya para Dismania/Dislovers bisa lebih memahami/mendalami dalam melihat peluang2 dalam persaingan usaha saat ini yg sangat kompetitif dan ekstrim (krn dlm bisnis beberapa pelaku menerapkan hukum rimba siapa pemangsa siapa yg dimangsa) dan kita seharusnya jgn selalu mengagungkan seseorang tanpa bisa mencotoh apalagi syukur2 bisa melebihinya, menurut pengamatan saya hal2 spt inilah yg selalu diutarakan pak Dis dalam kuliah2nya tentang kepengusahaan,kadang yg menghambat adalah diri kita sendiri seperti “apalah saya yg hanya buruh/pegawai/pengasong/tukang/dll. Apa bisa saya? Hasil saya cuma cukup untuk kebutuhan pokok saja,dan pendidikan saya cuma gini2 aja” dan lain seterusnya…mau contoh nyata yg bisa kita beda dari yg lain dalam berbisnis? Yg tiap hari kita lihat dan umumnya sering dinikmati..mau???…

    JAYALAH BANGSAKU JAYALAH NEGERIKU JAYALAH INDONESIA.

    Posted by pakde | 30 Desember 2013, 2:32 pm
    • alhamdulillah……..,
      akhire pakde turun gunung
      yok apa kabare, pakde?

      Posted by pakpuh | 1 Januari 2014, 8:26 am
      • Alhamdulillah baik2 saja pakpuh,cuman saya yakin yg ditanyakan kabare sebenere pasti ada 2, orangnya apa projectnya iya kan pakpuh?…mungkin bukan hanya pakpuh tapi byk Dahlanis disini yg ingin tau jg hasil project trsbt.

        Posted by pakde | 2 Januari 2014, 4:55 am
        • Saya mohon maaf pd para dahlanis di blog ini khususnya mas saeful yg sangat mensuport saya atas project itu jg pd bu w.ning atas pesanan utk baterai laptopnya dulu, Alhamdulillah project tsbt berhasil tapi…belum bisa diaplikasikan secara umum!!! Bukan masalah teknis tapi menurut saya masalah dampak sosialnya yg sangat mengkhawatirkan, secara logikanya begini, alat tersebut bisa diaplikasikan untuk baterainya bu w.ning, pengganti kompor gas tukang bakso dan tukang2 makanan lainnya,para pendaki dan penjelajah,penerangan dan energi di pelosok2 terpencil dll. Tentunya ini sangat membantu sekali karena tanpa BBM (non fuel) dan berkelanjutan (sustainable), tetapi ternyata secara ekonomi (keuntungan/rupiah) akan terjadi kesenjangan yang sangat dalam (ekstrim),dihitung secara rupiah mereka semua akan menghemat puluhan mungkin ratusan ribu rupiah/bulan,tetapi para kapitalis contoh pemilik pabrik baja,tekstil,manufacturing,dll. Akan menghemat (untung) milyaran bahkan trilyunan/bulan!!! Karena mereka kuat dimodal apa susahnya membuat dengan daya lebih besar sesukanya apalagi alat ini praktis sekali (karena untuk yang sekala kecil saja (dibawah 200watt) bisa portable cuma seukuran (minimal) 20x10x10 cm) ,apakah dijamin hasil produk2 mereka akan turun harganya? Sesaat iya tapi dasar sifat manusia tidak akan pernah cukup selalu ada alasan untuk kurang,kurang dan kurang kecuali kalau nyawa sudah lepas. Itulah kegalauan saya,belum lagi pengusaha2 energi dan bahannya (minyak,gas,batubara) yang pasti akan sangat2 dirugikan, tentu akan memburu siapa kira2???…jadi menurut saya belum saatnya alat tersebut diekspose ke khalayak umum ini seharusnya jadi rahasia negara termasuk pengaplikasiannya,seperti negara2 maju masak pernah mereka mengekspose teknologi strategis terbarunya? bisa2 puluhan tahun kemudian baru ketahuan, apakah harus negara2 barat dan Amerika saja yang mampu?! So I’m sorry guys. Dan sebetulnya saat itu saya juga tidak sengaja menemukan sumber listrik (seperti baterai lah) untuk pengganti aki (accu) yang bisa di charge (diisi kembali) hanya dlm waktu kurang dari 5 menit bahkan bisa ekstrim kurang dari 1menit berapapun ukurannya,ini bisa jadi solusi untuk mobil listrik sebetulnya,dan saya sempat singgung ke pak Dis dengan es me es“alangkah beruntungnya Ricky elson mendapat dana riset dari gaji pak Dis (sebagai menteri BUMN) tiap bulan”, tapi masih kincir angin hasilnya! Maaf bung Ricky.

          JAYALAH BANGSAKU JAYALAH NEGERIKU INDONESIA

          Posted by pakde | 3 Januari 2014, 6:38 am
  39. Joss….. Makin Semangat!

    Posted by msodikvip | 30 Desember 2013, 3:17 pm
  40. Selamat Tahun Baru…. semoga semakin sukses ditahun yg akan datang….

    Posted by Ludmartin | 30 Desember 2013, 7:59 pm
  41. anda lupa bersyukur pd Allah bhw th ini petani dikaruniai cuaca yg baik. musim kemarau lbh pendek shg lahan cukup air. suhu udara relatif stabil shg tanaman mdh tumbuh dan sehat . makanya bnyk petani yg menanam padi shg hasil panen melimpah. sedangkan yg menanam palawija semacam jagung dan kedelai sedikit shg pasokan kurang dan harganya mahal. ini menunjukaan n pencitraan sepihak atas pincangnya sistem pertanian kita.

    Posted by G.Hariyanto | 30 Desember 2013, 8:30 pm
    • Cara ngambil kesimpulan yang aneh?

      Apa hubungannya?
      Justru Abah menceritakan ini dalam bentuk syukur, akhirnya bisa panen raya.

      Apa hubungannya ama pencitraan? Haha
      Perasaan ga ada deh, kata2 “semua gara-gara saya”.

      Klo ada kata2 itu, baru pencitraan bos.
      Bacanya jangan make emosi buta makanya.

      Okesip bos?

      Posted by MTSP | 30 Desember 2013, 10:39 pm
    • sistem pertanian kita kebanyakan masih tradisional yg sangat tergantung pada cuaca dan iklim. untuk iklim tahun ini sangat baik untuk menanam padi.petani bisa menanam 2-3 kali setahun dari yg biasanya hanya 1-2 kali. otomatis hasil panen melimpah sehingga bulog dengan mudah memenuhi target stok berasnya. kalau masih tergantung pada iklim yg bagus apakah pada tahun berikutnya bulog bisa menjamin pengadaan beras dari petani? ingat peningkatan hasil panen padi tahun ini berasal dari penambahan waktu tanam bukan penambahan lahan, sehingga jika suatu ketika waktu tanam tidak sebagus tahun ini, produksi bisa merosot lagi. terbukti dengan luasan lahan pertanian yg tetap/cenderung berkurang efek negatifnya berimbas pd penanaman palawija. yg biasanya bisa 2-3 kali setahun kini hanya 1-2 kali. produksi palawija semacam jagung, kedelai dan kacang2an menjadi merosot. karena dipasaran langka, menjadikan harga komoditas itu mahal. dampaknya sangat dirasakan oleh industri tahu tempe rakyat dan industri pakan ternak beserta peternaknya.

      ada juga komoditas pertanian lain yang terkena imbas dari musim kemarau yang lebih singkat, seperti tebu, tembakau dan garam. jika menBUMN bisa mewujudkan swasembada komoditas tsb ditahun ini akan saya acungi jempol

      Posted by G.Hariyanto | 31 Desember 2013, 7:15 pm
      • Setuju pak G. Hariyanto …. tahun ini dari bulan Maret s/d Juli di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, curah hujan cukup tinggi sehingga lahan-lahan yang tadinya dipersiapkan petani untuk menanam palawija, khususnya kedelai, beralih menjadi menanam padi. Hal tersebut berdampak terhadap tidak tercapainya target luas tanam kedelai yang berujung dengan rendahnya produksi kedelai. Sementara, meskipun luas tanam padi meningkat, namun produktivitas belum optimal karena terkait dengan cuaca yg sering mendung sehingga lama penyinaran matahari (proses fotosintesa) berkurang yg berdampak terhadap proses pengisian bulir padi menjadi tidak sempurna. Hal tersebut tentunya juga perlu mendapat perhatian yg serius. Bagaimanapun juga, saya mengucapkan selamat kepada pak Sutarto yg telah berhasil melaksanakan pengadaan melebihi target. Bravo.

        Posted by JAHUDIN | 2 Januari 2014, 7:44 am
  42. dengar2 dari media online, ktanya bapak termasuk menteri yang di resuffel…, kalau bisa terus jadi mentri BUMN saja P. Dahlan

    Posted by sugarajoss | 31 Desember 2013, 10:06 am
  43. Melihat dan mendengar di televisi, bahwa popularitas Jokowi tetap diatas capres lain.
    Pertanyaannya, mampukah Jokowi melakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh abah Dahlan..?

    Posted by mpm | 31 Desember 2013, 5:20 pm
    • Ini serunya, Pak Jokowi penting ga penting kegiatanannya di beritakan. Seakan2 Gubernur hanya ada di Jakarta. Kelihatannya para konsultan team sukses pak Jokowi sama dengan paradigma umumnya capres lain menguatkan ketokohan dan simbolis-me (penyimbolan) seseorang. Ini efektif untuk menarik perhatian orang, tp tidak efektif ukt memperbaiki keadaan. Jadi kalau tujuannya elektabilitas, langkah pak Jokowi (team suksesnya) sudah tepat.

      Pak Dahlan semangatnya distribusi kerjaan, mengangkat dan mengenalkan orang-orang yang menyukseskan kerja-nya. Semangat kerjanya adalah memperbaiki sistem. Kementrian dan perusahaan dibawahnya ditata sistemnya. Buktinya jelas nyata, PLN meski ditinggal sistem tetap berjalan dan terus bergerak semakin bagus.
      Karena fokusnya menata sistem, tentu tidak akan populer (setidaknya sulit). Karena menata sistem/manajemen tak boleh ‘gaduh’, sebab kalau gaduh kapan kerjanya? Kalau tiap hari berita muncul dikoran, kapan ada waktu fokus utk kerjaan tanpa gimana nanti ditulis dikoran.

      Pilihan ada dikita semua, mencari simbol atau mencari pemimpin yg bisa meng-orkestrasi kemajuan bangsa. Pemimpin Indonesia dari Soekarno sampai SBY dibangun dengan penyimbolan diri masing2. tentunya dengan tema yg aktual pada masanya. Hasilnya bisa dibaca sendiri, kepemimpinan yg untuk menurunkannya perlu upaya paksa.

      Posted by bowo | 1 Januari 2014, 1:24 pm
      • Duapakat dengan mas Bowo…

        Kalau kita ingin ekonomi tumbuh pesat dan menyebar ke Nusantara yang efek dominonya membuka lapangan kerja kemudian meningkatkan kesejahteraan dan akhirnya mengurangi kemiskinan, maka Bapak Dahlan Iskan lah menurut saya yang tepat orangnya.
        Kalau kita sudah sejahtera, maka kita mampu membeli rumah sendiri, berobat kerumah sakit tanpa KJS, menyekolahkan anak kita ke sekolah yang berkualitas walaupun harus bayar dan tidak akan pusing dengan kenaikan BBM, listrik dan 9 bahan pokok lainnya. Pendapatan negara dari pajak juga meningkat karena banyak orang sejahtera dan dananya kembali untuk membiayai sekolah dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia.

        Kalau kita ingin selalu dilayani dan mendapat kemudahan dari pemimpin seperti berharap disediakan rumah/rusun gratis, pendidikan gratis, berobat gratis, angkutan lancar, dll, maka Jokowi lah yang tepat, karena itu yang sedang dia kerjakan sekarang.
        Kehidupan kita menjadi lebih mudah karena harapan untuk selalu mendapat bantuan pemimpinnya, walaupun bantuan yang diberikan tidak akan membuat kita menjadi lebih sejahtera…

        Itu menurut pikiran saya….:)

        Posted by Ardian | 3 Januari 2014, 11:38 am
  44. Dapat kabar sangat menggembirakan sekali, Nenek saya di Godean bahagia bisa panen sempurna. Katanya sebelum tandur mereka bikin semacam tolak bala, tapi menurut saya itu karena kata nenek saya sekarang pada melihara burung biar burung itu makan ulat yang merusak padi. Alhamdulillah kternyata pern petani itu berpengaruh.

    Posted by audhina | 31 Desember 2013, 9:23 pm
    • ada kearifan budaya pertanian lokal yg sebenarnya bagus tapi mulai ditinggalkan. budaya pertanian lokal itu bukan sekedar ritual spiritual tapi bisa dijelaskan secara ilmiah. di jawa ada tradisi memberi sesajen di sawah bertujuan mengundang semut yg menjadi predator alami hama dan penyakit padi. begitu juga dengan larangan memburu burung, ular dan katak. di bali ada tradisi subak atau sistem pertanian organik yang tdk menggunakan pupuk dan pestisida kimia. sebagai gantinya mereka memelihara sapi untuk diambil kotorannya sbg pupuk kandang dan membuat pestisida nabati. usaha itu bentuk kemandirian dan tidak tergantung pd pupuk kimia yg sering kali menghambat usaha tani. untuk mengatasi kelangkaan bibit padi, dulu petani sering menyimpan sebagian padinya dengan cara digantung diatap rumah. tujuannya agar awet untuk digunakan musim berikutnya. untuk mengatasi kelebihan panen dulu di desa2 banyak sekali terdapat lumbung padi. padi disimpan dalam bentuk gabah dan ditumbuk jika akan digunakan. kalau pemerintah jeli, semua kearifan tradisi pertanian lokal itu bisa diterapkan dalam bentuk yg lebih modern sesuai perkembangan jaman. tapi masalahnya apakah pemerintah sudah peduli pada nasib petani?

      Posted by G.Hariyanto | 1 Januari 2014, 9:09 am
  45. @ariel #17, sebenarnya orang bulog uda tau bro, cuman yaa ngapain membahayakan daripada proyek pengadaan sylo daripada vakum hehehehe

    Posted by Indra Wijaya | 1 Januari 2014, 12:48 pm
  46. Dahlan Iskan for presiden

    Posted by Ikin Muslikin | 1 Januari 2014, 7:23 pm
  47. Pak coba pakai burung hantu untuk memberantas tikus, jadinya alami.
    Kalo terpaksa pake racun tikus bahan aktif brodifacoum saja. Kerjanya lambat jadi tikus ga kapok makan umpannya. Kalo udah pake racun tikus jangan pake burung hantu lagi, ntar ikut mati sehabis makan bangkai tikus.

    Posted by kkim77 | 3 Januari 2014, 1:29 am
  48. Sepengetahuan sy, cara paling efektif memberantas tikus dgn jalan gropyokan. Dlm sehari bs menangkap ribuan tikus dan sangat mengurangi populasinya. Cara memagari sawah dgn plastik & membuat parit hny melindungi sebagian kecil area sawah dr serangan tikus, tdk secara keseluruhan. Cara meracun & menjebak tikus jg tdk efektif karena tikus binatang cerdas tdk akan terjebak/teracuni ditempat yg sama. Cara melepas predator alami spt burung hantu & ular efektif kalau populasi tikus blm banyak. Jadi sebaiknya predator itu dilepas setelah dilakukan gropyokan tikus.

    Posted by G. Hariyanto | 3 Januari 2014, 4:37 am
  49. Saat ‘Tsunami’ Hama Wereng Dianggap Hal Sepele (http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/saat-tsunami-hama-wereng-dianggap-hal-sepele-093447738.html)

    Oleh Isyana Artharini | Newsroom Blog – Sel, 24 Des 2013

    Sebuah krisis besar diprediksi akan datang dan mengancam sawah-sawah serta produksi beras di Indonesia. Tanda-tandanya sudah ada, namun yang mengkhawatirkan adalah tidak adanya persiapan dalam menghadapi bencana besar itu. Bencana yang dimaksud adalah ancaman ledakan hama wereng yang diramalkan terjadi saat panen pada 2014 nanti.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh dosen dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Hermanu Tri Widodo, spot ledakan populasi wereng sudah terjadi merata di 15 kabupaten yang menjadi sentra produksi padi di sepanjang Pulau Jawa. Penelitian ini dilakukan sepanjang Agustus-Desember 2013.

    Wereng juga muncul karena hujan, dan hampir seluruh desa sentra produksi mengalami hujan tinggi. Bahkan 40%-nya dari wilayah-wilayah tersebut mengalami hujan di atas curah normal. Selain itu, wereng muncul sebagai akibat dari penggunaan pestisida, dan sayangnya terjadi penggunaan pestisida berlebihan oleh petani di sentra-sentra produksi tersebut. “Ibaratnya seperti mau memadamkan api, tapi yang disiramkan malah minyak,” kata Hermanu, di Jakarta, Selasa (24/12).

    Ledakan hama wereng bukanlah hal baru di Indonesia. Peristiwa ini pernah terjadi pada 2011, 1986, sampai 1974, namun yang membedakan kini adalah minimnya penanganan atas kejadian yang seharusnya dianggap sebagai kondisi darurat dalam menjaga stok pangan nasional itu.

    Hermanu berharap prediksinya meleset, namun ia sudah menghitung akibat dan besarnya kerugian jika ledakan hama wereng terbukti di 2014. Dengan prediksi minimal saja, ada sekitar 1,1 juta ton beras yang hilang. Nilai kerugiannya cukup fantastis, yaitu Rp6 triliun. Dan ada sekitar 1,5 juta keluarga tani yang merugi akibat hama wereng ini.

    “Saya tidak mau berpikir ramalan saya benar. Berat membayangkan saudara-saudara petani yang hanya punya lahan 0,2 hektar dan rugi karena wereng,” ujar Hermanu lagi.

    Sebagai anggota komisi perlindungan di Kementerian Pertanian, Hermanu sudah bolak-balik mengingatkan tentang adanya ancaman ledakan hama wereng yang akan terjadi. Namun peringatan itu dianggap sebagai hal yang biasa terjadi. Bahwa tidak ada yang luar biasa dalam kejadian ini.

    Suryo Wiyono dari Direktorat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian IPB menambahkan, “Kalau ada tsunami datang, tapi rakitnya dari batang pisang, ya akan hilang. Respons harus sesuai dengan bencana yang akan muncul. Nah ini bahkan rakit dan batang pisang saja tidak ada.”

    Sebenarnya, informasi akan serangan wereng sudah cepat terdeteksi. Setidaknya dari awal Oktober lalu, di Semarang, petugas sudah melihat ada 12 hektar dari 759 hektar sawah yang terkena serangan. Namun, Dinas Pertanian setempat malah memberikan pestisida. Pada akhir November, malah ada 40% lahan sawah yang terkena serangan.

    Saat ledakan hama wereng terjadi pada 1986, hanya dalam 2 hari, pemerintah di masa itu mengeluarkan Inpres yang melarang 57 jenis pestisida yang bisa memperparah penyebaran wereng.

    Di Thailand saja yang saat ini mengalami ledakan hama wereng, sudah ada pelarangan jenis pestisida untuk mencegah hama semakin meluas. “Di Indonesia, pemerintah malah bilang, ‘Datanya belum ada, itu kan di Thailand. Padahal terbukti ada sebaran wereng yang semakin meluas di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur,” kata Hermanu. Ketidaktegasan dalam melarang penggunaan beberapa jenis pestisida ini, menurutnya, menunjukkan beratnya keberpihakan pemerintah pada pengusaha daripada ke petani.

    Saking putus asanya para petani, Hermanu menemukan bahwa mereka banyak menggunakan pestisida yang seharusnya tak boleh dipakai untuk padi atau malah peruntukannya sama sekali bukan untuk pestisida. Temuannya di lapangan mendapati dari cairan antinyamuk yang sering diiklankan di televisi sampai lavender, kapur ajaib, dan bahan Decis (yang terbukti justru memicu wereng) dipakai juga.

    Pemakaian yang tak terkendali ini disinyalir karena proses pemasaran, distribusi, dan penjualan membuat pestisida menjadi seperti produk konsumen biasa. Ada iklan dan bonus yang diterima oleh agen. Selain itu, 67% petani memakai pestisida yang mereka beli dari kios, bukan petugas. Kios pun menyarankan penggunaan pestisida bukan atas dasar pengetahuan, tapi bonus, dari naik haji sampai motor.

    Sebenarnya penggunaan pestisida yang ilegal termasuk pelanggaran hukum, namun Hermanu tak mau menyalahkan petani. “Suasananya membuat petani jadi putus asa,” kata Hermanu.

    Suryo menambahkan bahwa sebenarnya, dari sisi teknologi yang tersedia di dalam negeri, tak ada masalah untuk mengatasi wereng. Yang dibutuhkan sekarang adalah komando dalam tindakan masif untuk penanganannya. Jika tidak, bisa dipastikan, stok beras 2014 tak akan aman.

    Sawah semakin habis
    Dalam pidatonya pada 21 Desember 2013 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pembangunan pertanian adalah kunci untuk mengatasi kemiskinan. Namun pembangunan tidak boleh merusak alam, seperti pada masa silam.

    Kenyataannya, menurut manajer advokasi dan jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan Said Abdullah, pembangunan di sisi pertanian itu tidak terjadi. Meski jumlah penduduk miskin di perkotaan dan perdesaan menunjukkan penurunan, namun indeks keparahan kemiskinan dan kedalaman kemiskinan menunjukkan adanya peningkatan dalam dua hal tersebut bagi penduduk yang tinggal di perdesaan. Ada 63,2% penduduk miskin yang tinggal di desa, dan sebagian besar dari mereka bergantung pada sektor pertanian.

    Dari sisi anggaran saja, dari 2012-2014 menunjukkan anggaran Kementerian Pertanian yang semakin menurun. Dari Rp17,09 triliun pada 2012, jadi Rp19,04 triliun pada 2013, dan malah jadi Rp15,4 triliun pada 2014. Said menunjukkan perbandingan dengan Kementarian Agama, yang anggarannya di 2014 nanti akan menjadi Rp49,5 triliun dari Rp41,7 triliun pada 2013.

    Belum lagi rencana besar pemerintah lewat Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang bisa mengancam keberadaan sawah-sawah di Pulau Jawa.

    Lewat rencana besar itu, Pulau Jawa rencananya akan menjadi koridor utama untuk industri dan jasa nasional. Dalam rangka rencana besar ini juga, ada areal persawahan di empat desa yang akan dilalui proyek pembangunan jalan dan perluasan pelabuhan di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Menurut Said, setidaknya ada 60 hektar lahan sawah produktif yang hilang atau setara dengan 300 ton produksi gabah yang hilang.

    Badan Pertanahan Nasional sudah menyebut bahwa ada 110 ribu hektar lahan sawah yang berubah fungsi setiap tahunnya. Namun, bukannya diatasi, MP3EI malah seolah jadi pelegalan yang mempercepat terjadinya perubahan lahan sawah itu. Sedangkan, pencetakan lahan sawah baru yang terjadi di luar Jawa saat ini tak mampu mengejar area produksi pertanian yang berubah fungsi.

    Tak hanya masalah konversi lahan saja, dari sisi infrastruktur irigasi pun, sudah terjadi defisit sebesar 83 juta m3 air pada 2010, dan akan menjadi defisit 92 juta m3 pada 2015.

    Bukti-bukti ini menunjukkan baru sekelumit dari macam-macam kesulitan yang dihadapi petani di Indonesia. Bahkan, menurut Hermanu, kerugian yang ditanggung petani di Indonesia adalah sebuah bentuk subsidi bagi pemenuhan kebutuhan mereka yang tinggal di perkotaan.

    Posted by dwi | 3 Januari 2014, 8:23 am
    • Prediksi-prediksi semacam ini tetap harus dihargai, karena dengan itu maka kita semua menjadi lebih hati-hati dan waspada. Bisa: Sedia payung sebelum hujan.
      Dan Mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya kita bisa mandiri di ketahanan pangan.
      Amin…YRA

      Posted by aditam@putra | 4 Januari 2014, 10:59 am
  50. Sy akn plih Dahlan iskan sbg presiden RI 2014

    Posted by Siti Maesaroh Azzahra | 3 Januari 2014, 9:59 am
  51. terimakasih pa dahlan iskan aku banyak terinpirasi rasanya aku ingin bertemu …bisakah bertemmu di sentra beras cianjur pandan wangi……pa dahlan smoga sehat selalu ..dan selalu sukses

    Posted by beykhan | 3 Januari 2014, 4:56 pm
  52. mantap di semoga trus dpt ditingkatkan dan pekerjaan sbg petani kedepan jadi terhormat,asalkan harganya tetap untungkan petani,yg jadi heran pertamina saat ini naikkan harga gas yg tdk wajar,ada apa gas dgn harga lama?pemerintah seslalu teriak gas sangat banyak,murah dan tdk perlu subsidi seperti bbm lainnya dan dianjurkan pindah ke gas,sementara harganya naik trus,semoga di dapat menertibkannya dengan melihat kebutuhan pokok rakyat pertamina/pemerintah sebaiknya tdk ambil untung dan menyampaikan biaya pokok/keekonomian berdasarkan harga dalam negri.bravo di

    Posted by Toga Torop | 3 Januari 2014, 8:38 pm
  53. Joss….. Makin Semangat!! Jangan ketinggalan utk baca ini juga “Majalah Pegawai Kantoran” setiap seninnya >> http://www.mediatamamag.com/

    Posted by Praja Penulis Buku | 5 Januari 2014, 8:37 am
  54. Alhamdullillah. Smg negeri tercinta ini bisa mandiri. Dimulai dari titik(pupuk) lama lama menjadi beres. Maju terus indonesia. Maju terus pak dahlan perbaiki negeri ini

    Posted by andhika prabowo | 5 Januari 2014, 10:21 pm
  55. Maaf pak, kalau diperbolehkan saya sampaikan uneg-uneg saya. Mungkin dari sekarang sampai 10 tahun yang akan datang dengan kerja keras kita dapat mempertahankan produksi beras kita tetapi apakah dengan kerja keras kita tanpa disertai dengan regenerasi petani hasil ini dapat dipertahankan??????……..masalahnya dari sekian juta pemuda dan pemudi Indonesia berapa persen yang bersedia untuk menjadi petani?????…….Siapa yang akan menggantikan tugas petani sekarang?????….apakah bertani meiliki prospek yang cerah bagi para generasi muda????….mohon ini dijadikan satu masukan yang nantinya dapat dijadikan landasan membuat kebijakan pak, maturnuwun

    Posted by Widi | 7 Januari 2014, 11:40 am
  56. Sy merasakan sendiri betapa susahnya mencari tenaga penggarap sawah. Para pemuda sekarang lbh suka bekerja dikota, yg tinggal di desa kebanyakan orang tua, itupun kaum ibu2. Perlu dicari solusi agar para pemuda mau bergelut di bidang pertanian yg sebenarnya sangat padat karya.

    Posted by G. Hariyanto | 8 Januari 2014, 6:44 pm
  57. Kalau bisa pak. Target kita untuk 2014 ke atas bukan hanya ketahanan pasngan saja’ tapi juga ekport beras’ i
    Selama ii kita selalu di sibukkan dengan bagaimana meningstkan produksi beras untuk ketahanan pangan sehingga terobosan yang di lakukan masih bersifst terbatas,,,, sudah saatnya bangsa indinesia melakukan TEROBOSAN LUAR BIASA TANPA BATAS utuk meningkatakn produksi beras selhingga bisa BISA EKSPOR BERAS DI SAMPING KETAHANAN PANGN JUGA TERJAGA, rugi tidak memanfaatkan peluang bisnis kekurangann pangan dunia yang sangat tinggi , baru terpenuhi 10 %,
    Kami punya usul, bagaimans kalau bulog tidak hanya sebagai penyimpan beras, tapi juga sebagai pengesport beras dengan cara membeli beras kepada petani kemudian mengespor ke luar negeri setelah ketahanan pangan terpenuhi, sehingga menghssilksn devisa untuk negara , disamping untuk meningkstkan kesejshteraan petani…….. Ini bisa di lakukan ole anak usaha bulok atau bulog sendiri…. Akan banyak efek positif di timbukannya yaitu disamping keuntungan di atas. …. Juga progrsm percetakan sawwa tetap terus di lakukan… Program transmigrss

    Posted by riko | 8 Januari 2014, 10:03 pm
  58. Alhamdulillah & selamat atas keberhasilan ini.
    Tetapi, di beberapa daerah masih terjadi kelangkaan pupuk.
    Orang tua saya petani di Jetis, Ponorogo, Jatim. Saat ini waktunya pemupukan pasca penanaman padi ttp mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk dan hal ini sudah sering terjadi.
    Mohon perbaikan distribusi pupuk di Ponorogo. Tks

    Posted by Wresti | 19 Januari 2014, 7:18 pm
  59. sebenarnya ini sudah ada solusinya di al qur’an..seperti di surrah al baqarah ayat 267 sudah disuruh Allloh keluarkan infaknya untuk semua usaha yang mengambil hasil dari bumi..malah dibeberapa ayat lainnya secara jelas disebutkan bahwa 2.5% infak dari sawah beririgasi dan 5% untuk sawah tadah hujan..ini sdh dipraktekkan pafa beberapa petani didaerah gudoatau megaluh di jombang dengan menyisakan beberapa larik/ petak sawahnya tdk dipanen..aman2 aja dari serangan tikus..sedang sekitarnya ludes dimakan hama tikus. subbanalloh

    Posted by putu abu jabbar | 25 Januari 2014, 8:36 am
  60. ciyus ? lha pa Gita resign katanya karena lepas bertanggung-jawab impor beras 2014….

    Posted by ken39 | 3 Februari 2014, 2:03 pm
  61. Yang pengen padinya ndak tedas dimakan wereng silakan hubungi saya 03517062670

    Posted by saptanabratawaspada | 26 April 2014, 9:36 am
  62. alhamdulilah atas keberhasilan ini semoga kedepannya berlanjut, pemikiran itu seperti ini, tidak hanya protes kenapa padi terus impor, tapi tiak ada action, action untuk petani kok di jalan raya, ya mana bisa, action itu ikut mengawasi dan memberi informasi ke petani bagaimana melihat sesuatu yang benar

    Posted by tofan bali | 30 Mei 2014, 5:20 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.640 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: