>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Cum Laude Melalui Clearing House Model Ketut

Senin, 01 Juli 2013
Manufacturing Hope 83

Inilah salah satu BUMN yang membuat saya selalu waswas: PT Pos Indonesia. Sebuah perusahaan yang praktis kehilangan seluruh basis bisnisnya: pengiriman surat dan pengiriman uang.

Surat sudah digantikan e-mail atau handphone. Kartu Lebaran sudah digantikan SMS. Pengiriman uang sudah tidak lagi dengan wesel. Sudah digantikan dengan hanya satu klik di jasa perbankan atau satu sentuhan di handphone.

Bisakah Pos Indonesia mentransformasikan dirinya dari ancaman kematian? Berhasilkah direktur utamanya, I Ketut Mardjana, mengomandani perubahan arah yang begitu drastis? Bisakah karyawan yang sudah telanjur mencapai 25.000 orang itu memahami kenyataan baru? Ataukah kapal induk Pos Indonesia itu harus kehilangan arah di lautan luas untuk kemudian tenggelam ke dasarnya? Sungguh misi yang beratnya tak tepermanaikan.

Dan hasilnya adalah: Ketut Mardjana lulus dengan predikat summa cum laude!

Mungkin saya berlebihan, tapi saya memang suka terharu melihat orang yang berhasil keluar dari kesulitan. Apalagi dalam suasana lingkungan birokrasi yang tidak bisa fleksibel seperti BUMN.

Di swasta sering terjadi perusahaan berhasil keluar dari krisis dengan melakukan perubahan yang drastis. Perubahan itu bisa dilakukan dengan lebih mudah karena fleksibilitas swasta yang hampir tak terbatas.

Sedangkan di BUMN kungkungan peraturannya sering menakutkan. Sungguh tidak mudah melakukan transformasi besar di sebuah BUMN.

Kini masa-masa kritis transformasi itu sudah lewat. Badai yang menerpa Pos Indonesia sudah berlalu. Gelombang laut sudah reda. Hujan pun tinggal rintik-rintik. Sesekali saya masih menerima SMS dari lingkungan dalam Pos Indonesia. Tapi, isinya sudah lebih memberikan harapan.

Tentu saya kagum dengan anak buah yang tabah, teguh, dan ngotot seperti Ketut Mardjana itu. Saya melihat kian lama kian banyak Dirut BUMN yang memiliki keteguhan, ketabahan, dan kengototan seperti itu. Praktis kini saya hanya lebih banyak memuji secara terang-terangan daripada memaki di dalam hati.

Kunci utamanya, saat mulai menakhodai kapal bocor Pos Indonesia yang lagi oleng itu, Ketut tidak ikut mabuk. Dia tetap bisa berpikir jernih bagian mana yang harus ditangani dulu. “Modernisasi sistem komunikasi,” ujar Ketut yang aslinya orang dengan darah keuangan tersebut.

“Semua kantor pos serentak saya hubungkan dengan satelit. Yang tidak bisa ditangani sistem telekomunikasi biasa saya pasangi visat,” tambahnya.

Memang “awak kapal” Pos Indonesia sempat “berontak”. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Jakarta yang meraih doktor ekonomi dari Monash University Melbourne ini dianggap melakukan pemborosan besar-besaran. Langkahnya dinilai bisa menguras keuangan perusahaan yang sudah mulai mengering. Tapi, Ketut tidak mundur. Dia sudah telanjur basah.

Ketut sudah telanjur memutuskan pensiun dini dari statusnya sebagai pegawai negeri dengan jabatan yang sudah sempat mencapai setingkat direktur di Kemenkeu. “Saya harus berhasil,” katanya. “Bayangkan,” kisah Ketut kepada saya, “dulunya untuk membayar gaji saja harus jualan aset,” ungkapnya. “Orang mau menguangkan wesel tidak ada uangnya,” tambahnya.

Tentu saya bisa membayangkannya. Untung hal itu tidak terjadi di zaman awal-awal saya menjadi wartawan. Ketika saya masih menggantungkan hidup dari penghasilan saya menulis berita di koran-koran. Waktu itu, setiap minggu, saya menerima wesel dari Jakarta. Kadang dari Tempo, kadang dari Kompas. Atau dari media lain.

Setiap kali menerima wesel pos, saya langsung naik bemo ke kantor pos di Kebon Rojo, Surabaya, untuk menguangkannya. Kadang berboncengan dengan istri karena uangnya akan langsung dipakai membeli beras.

Waktu itu kantor pos masih jaya. Selalu ada uang untuk membayar kiriman wesel untuk saya. Alhamdulillah, Pos Indonesia kembali jaya. Tidak saja sudah menemukan jalan yang benar, tapi juga sudah menemukan jalan tol yang lebar.

Yang membuat Ketut mendapatkan summa cum laude adalah ini: berhasil mengidentifikasi kekuatan Pos Indonesia yang paling kuat. Apakah itu? “Trust!” katanya. Kepercayaan. Saya menyetujuinya 100 persen.

Tidak saja menemukan, Ketut juga akan menggunakan kekuatan utamanya itu untuk landasan bisnisnya di masa depan. Memang Pos Indonesia juga memiliki kekuatan utama lainnya: network yang luas. Tapi, network saja tidak cukup. Gabungan network dan trust itulah yang akan digunakan Ketut untuk masa depan cerah Pos Indonesia.

Bagi saya kombinasi network dan trust tersebut sekaligus merupakan sumbangan besar untuk Indonesia sebagai negara. Itu akan bisa menutupi salah satu kelemahan republik ini di bidang ekonomi: tidak adanya lembaga yang berfungsi sebagai clearing house. Akibatnya, bisnis e-commerce tidak begitu berjalan di Indonesia.

Orang masih takut membeli barang melalui internet. Takut nomor kartu kreditnya disalahgunakan orang lain. Takut penjualnya tidak benar-benar mengirim barang yang dibelinya. Takut uangnya hilang begitu saja.

Ketut akan mengatasi tiga ketakutan tersebut sekaligus. Pos Indonesia akan membangun mal secara besar-besaran: Plaza Pos Indonesia. Lokasinya di langit internet.

Orang bisa membeli barang di Plaza Pos Indonesia. Melakukan pembayaran secara online. Uangnya ditahan di Pos Indonesia sampai penjualnya benar-benar kirim barangnya. Kalau barang tidak dikirim, pembeli bisa mengambil kembali uangnya di kantor pos atau via rekening bank.

Sebaliknya, penjual juga merasa aman karena dijamin Pos Indonesia. Inilah bisnis kepercayaan. Pembeli percaya ke kantor pos, penjual percaya ke kantor pos. Ketut tidak akan mengambil jasa di transaksi keuangannya. Pos Indonesia hanya mengharapkan dari jasa pengiriman barangnya.

Kalau program Ketut ini berjalan, inilah momentum besar bagi pengusaha kecil yang serius. Yang mampu membuat produk yang bermutu dengan harga bersaing. Tidak perlu sewa mal dan tidak perlu takut tertipu pembayarannya!

Bangkitlah Plaza Pos Indonesia! Bangkitlah UKM kita! (*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

About these ads

Diskusi

103 thoughts on “Cum Laude Melalui Clearing House Model Ketut

  1. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 1 Juli 2013, 7:23 am
    • Hadir….

      Posted by @ndokaja | 1 Juli 2013, 7:29 am
      • Eh masih ada kursi kosong di kendaraannya pertamax…boleh nunut yo Mbak Yuni..

        Posted by JOWI | 1 Juli 2013, 11:29 am
        • Itu khan REKBER di Kaskus. Ide Rekber tersebut emang top.

          Tidak apa-apa kita contek dan modifikasi. Dalam bisnis contek-mencontek dan modifikasi memang diharuskan untuk kesempurnaan.

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          Posted by bonzo | 1 Juli 2013, 11:41 am
        • Kalaulah program Ketut ini berjalan, inilah momentum besar …”

          Ternyata dahlan sendiri belum yakin program ini bisa berjalan, tapi sudah koar2 ke sana kemari. Maka sang kompetitor dari swasta pun lebih cepat meniru dan mengadopsi ide ini. bagus sekali!

          Posted by coolbreeze | 1 Juli 2013, 4:28 pm
          • Hai cool, memang ada perusahaan yang punya network seperti pt.pos? monggo silahkan meniru dan bersaing kita lht siapa yang menang hahaha

            Posted by alfata | 4 Juli 2013, 10:41 am
          • Maaf baru absen … semangat malam All. Menjelang MH84

            Posted by apasaja | 7 Juli 2013, 7:13 pm
        • Teman-teman yang terhormat,

          Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

          Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          REFERENCE :

          http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

          SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

          Wahyu Daniel – detikfinance
          Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

          Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

          Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

          “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

          Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

          Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

          Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

          Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

          Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

          (dnl/ang)
          ————————————-

          Menurut gue, ini adalah gerakan aksi, gak cuma basa-basi, gue gak peduli apa kata orang, itu didepan mata ada saluran yang bisa kita gunakan.., kenapa tidak!!! Teman-teman, mungkin dengan kita kirim SMS ke SBY, anggaplah itu merupakan sedekah Rp. 350 pulsa kita, dengan itu semoga menjadi pembuka jalan Bpk. Dahlan Iskan untuk Indonesia Presiden 2014~2019.

          Kita mungkin bukan siapa-siapa, yang mungkin belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia, kita disini hanya bisa bicara, menganalisa, atau bahkan beretorika, namun hanya sebatas itu saja. Jadi menurut gue beliaulah yang bisa, melalui Bpk. SBY dan Bpk. DI, kami titipkan masa depan kami dan negeri ini, dari sabang sampai merauke (Lyric lagu Bang Iwan).

          Satu SMS dari kita DEMI INDONESIA.. BISMILLAH…

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          —————————————————————————
          Kepada KELUARGA BESAR http://dahlaniskan.wordpress.com & http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

          Ayo dong mulai promosi, ayo kita semua promosi ke keluarga besar kita, ke teman-teman kita, ke lingkungan kita, ke semuanya tentang Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019.

          Ane sendiri di kantor promosi banget ke teman-teman kantor dan lingkungan rumah tentang Pak Dahlan Iskan. Sampai-sampai jika ada yang nyebut nama Dahlan Iskan, semua me_refer_nya ke ane

          Ayo dong bantu bergerak, sekecil apapun promosi kita ke orang lain, semoga Insya ALLAH jadi jalan takdir Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019 DEMI INDONESIA BISMILLAH…

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          Posted by bonzo | 1 Juli 2013, 5:55 pm
    • siip..

      Posted by Trian | 1 Juli 2013, 7:50 am
    • Maaf serakah numpang mbak yuni ya..
      Saya juga bangga dg pak dahlan, bahkan sangat sangat sangat bangga.
      Di bawah pak ketut pt pos mampu lebih baik dr sebelumnya, itu memang pantas di apresiasi,
      Apakah cukup disitu saja , tentu saja tidak, beliau akan terus mendesak lagi ke depan.

      Satu yg amat saya harapkan
      Jangan biasa memandang dr balik tempurung, biasakan memandang dr kaca mata burung.
      Satu pekerjaan besar selepas ini untuk pt pos.

      Saya tidak bandingkan dg negara amerika ato eropa yg jauh sudah maju, ataupun tetangga kita si mungil yg banyak meninggalkan kita.
      Jiran kita, negara yg nggateli yg lebih maju dan kita sulit untuk mengakuinya.
      Di sana pt posnya suda mampu melayani pembayaran penyambungan surat tanda nomor kendaraan( stnk) tidak berbelit2 sangat mudah, kita tinggal membawa stnk lama, ya stnk lama, gak usah ktp dan seabrek sarat laen, dan cepat ,Seprti kita membayar telepon atau tagian listrik, 5 menit siap.
      Untuk balik nama baru bw ktp

      Mampukah pak dahlan ato pt pos ngotot usul kpd presiden meminta dr kepolisian, demi kemudahan rakyat, krn kita tau sendiri berapa waktu dan rupiah terbuang untuk mengurusi stnk.

      Terima kasih tuhan telah mengirimkan pak dahlan kpd kami, meskipun beliau tdk sesempurna yg kami harapkan atau 100 % benar, tp beliau lebih menguntungkan buat masarakat.

      Posted by sorwilis | 1 Juli 2013, 10:19 am
      • Spertinya agak sulit mas, karena sudah menjadi bagian pendapatan kepolisian, bahkan sepertinya sekian persennya dibolehkan buat tunjangan kapolresnya.

        Posted by JOWI | 1 Juli 2013, 11:33 am
        • Maaf pak, klo yg namanya “pendapatan (jasa) kepolisian” seharusnya masuk ke rekening kas negara melalui bendahara penerima dan aturannya sudah lumayan komplit. Tapi klo yg namanya uang (utk) preman (para oknum di POLRI) termasuk dari hasil sunatan masal atas jasa pendapatan yg tidak dilaporkan, sepertinya masih banyak. Apakah sudah pernah ada audit pendapatan jasa kepolisian dari BPK yg hasilnya diumumkan secara luas ?, saya mohon info dari para Dahlanis. Saya percaya banyak figur ‘Pak Hoegeng’ masih hidup di kepolisian di masa sekarang ini. Namun utk ‘menghidupkan’ figur2 Pak Hoegeng di kepolisian itu perlu keberanian dan kebesaran jiwa dari seorang pemimpin yang amanah. Kepolisian RI mmg ‘repott’, reformasi jalan setengah2 tapi minta remunerasi dibayar penuh, malu lah sama rakyat kecil yg notabene adalah para stake holders yg harus dilayani. Ini satu masalah mindset-switching di kepolisian kita, lambat dan seperti kura2 dalam perahu.
          Apa yg beginian harus tunggu Pak Dahlan Iskan jadi RI1 dahulu ????

          Posted by ariel lakan | 1 Juli 2013, 1:45 pm
      • Melihat birokratnya sepertinya sulit, tapi tidak ada salahnya didengungkan mulai sekarang.
        Lha negara disetori uang /mendapat uang kok dipersulit, ini kan merusak akal sehat.

        Faktor2 seperti bang Jowi sebutkan, kelihatannya memang begitu adanya. Dan praktek seperti ini harus dihentikan. Nunggu KPK masih lamaaaaa, kasus yang ditangani sudah buanyaaaakkk

        Posted by susanto | 1 Juli 2013, 12:58 pm
      • wah sekarang bayar pajak kendaraan gak perlu ke samsat kok, bisa dari bank

        http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=150912

        birokrasi indonesia tidak semuanya buruk kok, ayo dong diupdate knowledgenya, jangan asal mengkritik tapi tidak diupdate informasinya.

        Posted by ifnu | 1 Juli 2013, 1:46 pm
        • Benar..
          Birokrasi kita memang tdk semua buruk.
          Memang hampir tidak mungkin tp bukan berarti tdk ada harapan,krn hampir di semua negara maju sudah menggunakan.

          Kalo pt pos mengambil alih pengurusan stnk dan balik nama kendaraan dg modal 25 ribu karyawan dan kantor cabang tersebar di seluruh kecamatan di indonesia maka:

          Pt pos hampir tidak menambah karyawan.

          Pt pos tidak tidak galau keilangan existensi.

          Masarakat sangat mudah dilayani, krn banyak daerah yg terlalu jauh dr samsat tp dekat dg pt pos.terlebih pt pos sudah bgt siap dg tehnologi IT, 5 menit stnk sudah siap, sudah siap menghadapinpak polisi di jalan raya.

          Pihak kepolisian dg lebihnya pegawai dr samsat bisa lebih fokus melayani masarakat,

          Posted by sorwilis | 3 Juli 2013, 6:21 am
      • saya rasa p.dahlan sudah tahu hal itu dan saya rasa itu hanya bisa dilakukan kalo beliau manjadi presiden, masalah nya kalo agenda ini sampai terdengar polisi, bakalan tambah sulit p.dahlan untuk menang, dan para dahlanis pasti lebih keras lagi untuk berusaha, bekerja dan berdoa. . . salam dahlanis

        Posted by alfata | 4 Juli 2013, 11:00 am
        • Kalau bulan puasa Setan-setan dipasungi….namun ada yang lolos juga melalui Jiwa dan raga Dahlan Iskan…orang ini punya Syahwat Kekuasaan untuk melindungi dirinya dari Jeratan Hukum yang sudah ngantri di KPK untuk gelar perkara……Bagaimana Kasus kerugian uangnegara untuk PLTU Embelut dan Gensetisasi PLN?????? Kalau Jalan Tol di Bali itu …tidak ada Dahlan Iskan pun pasti berjalan dan itu khan program Men BUMN yang lalu-lalu juga

          Posted by Jaya Dharma | 7 Juli 2013, 8:32 am
          • Ini lagi ini lagi yang dibahas. Basi Mas. Kalo emang PLTU Embalut dan gensetisasi itu memang melibatkan Dahlan Iskan, lapor aja ke KPK, apa susahnya. Nyatanya ngga ada bukti yang bisa menyeretnya kan? So, jangan asal bunyi dan latah ikut berita deh. Soal tol Bali, kalo ga ada Dahlan Iskan, gue jamin ga bakal jalan, ga bakal secepat itu pula. Revolusi Orange, bangkitnya BUMN dhuafa, KAI, dll, itu bukti nyata power seorang Dahlan Iskan. Yang tidak hanya berkata miring seperti Anda, tapi walk the talk, talk the walk. Siapa Menteri KIB II berkinerja terbaik? Dahlan Iskan, Nafsiah Mboi, dan Gita Wirjawan. Siapa yang bisa membawa BUMN ekspansi ke luar negeri? Ya Dahlan Iskan juga. So, kalo berfikir tanpa Dahlan Iskan birokrasi bakal jalan lebih baik, Anda perlu mengupdate pengetahuan dan wawasan deh. Kuncinya, beliau bisa bentengi BUMN dari korupsi, berani menghadapi kongkalikong DPR, dan terbuka atas inovasi.

            Posted by apasaja | 7 Juli 2013, 7:26 pm
      • Kalau bulan puasa Setan-setan dipasungi….namun ada yang lolos juga melalui Jiwa dan raga Dahlan Iskan…orang ini punya Syahwat Kekuasaan untuk melindungi dirinya dari Jeratan Hukum yang sudah ngantri di KPK untuk gelar perkara……Bagaimana Kasus kerugian uangnegara untuk PLTU Embelut dan Gensetisasi PLN?????? Kalau Jalan Tol di Bali itu …tidak ada Dahlan Iskan pun pasti berjalan dan itu khan program Men BUMN yang lalu-lalu juga

        Posted by Jaya Dharma | 7 Juli 2013, 8:31 am
    • Memang rasa nasionalisme harus ditumbuhkan, dulu pt pos jaya karena masyarakat banyak yang mendukungnya akibatnya pt pos terlena terbukti pelayanannya yang buruk ketika orang kirim barang datangnya dak karuan, sekarang sudah banyak jasa pengiriman dari swasta yang mementingkan kepuasan pelanggan dg pengiriman waktu yang cepat akhirnya pt pos baru menyadari dan mulai berubah tp jasa pengiriman swasta sudah terlanjur dapat nama dan dipercaya masyarakat dalam mengirim barang terbukti memang cepat dan tepat waktu dapatkah pt pos meyakinkan masyarakat akan kualitas pelayanan. Inilah yang harus dibangun sehingga masyarakat mendukung kembali pt. Pos.

      Posted by Agus | 1 Juli 2013, 4:56 pm
    • Follow upnya belum ada ya, kami sudah coba kug webnya belum clear sepertinya….
      Semangat yakin bisa, pasti bisa untuk bangsa…..

      Posted by Kukuh W | 21 September 2013, 7:45 am
  2. Hadir…kesiangan yaaa…

    Posted by yuni | 1 Juli 2013, 7:24 am
  3. kapan dilaunching plaza pos indonesia?

    Posted by sima abadi | 1 Juli 2013, 7:27 am
    • Berita ttg pt pos inilah yg saya tunggu2. Kasihan sekali melihat pt. Pos dg sumberdaya segitu banyak namun bisadikatakan hidup segan matipun tak mau. Itu saya ambilkan komentas kawan2 di pt. Pos. Saatnya sekarang pt. Pos indonesia bangkit. Setelah lulus summa cumlaude, hasil harus nyata pak ..eh bli ketut. Kerja, kerja, kerja

      Posted by @ndokaja | 1 Juli 2013, 7:36 am
  4. Saran utk pos Indonesia, mohon tarif kirim barangnya di kurangi harganya, bagi rakyat ukm terlalu mahal.

    Posted by sima abadi | 1 Juli 2013, 7:30 am
  5. pt pos hrs berkeras dg titipan kilat swasta, yg perlu di benahi pelayanan di kantor pos, kadang2 masih kurang proifesional, jayah pt pos indonesia. kerja kerja kerja

    Posted by darrentt | 1 Juli 2013, 7:35 am
  6. Bagi pegawai pos yang menerima barang/surat utk dikirim, tolong sediakan uang kembaliannya. Soalnya pengalaman saya, kirim surat kadang biayanya hanya Rp. 6.500 tapi pegawainya bilang Rp.7.000. Jadi kembalian Rp.500,400,300,200,100 jarang dikembalikan.

    Posted by sima abadi | 1 Juli 2013, 7:36 am
  7. Bisnis pengiriman paket, kurir surat undangan atau jual beli online sangat besar pangsa pasarnya…lanjutkan..

    Posted by sampurno | 1 Juli 2013, 7:45 am
  8. mantap…sekaligus jadi rekber BUMN… orang akan lebih aman dan nyaman bertransaksi online.. Bravo

    Posted by ipuss | 1 Juli 2013, 7:47 am
  9. Kasihan PT POS. Sepertinya benar-benar galau.
    Bahkan bisnis intinya seperti pengiringan paket dan barang sudah diambil alih perusahaan kargo swasta…

    Posted by yeri | 1 Juli 2013, 7:48 am
  10. Salut untuk pak DI yang dapat membimbing orang hebat

    Posted by ali wahyudi | 1 Juli 2013, 7:50 am
  11. Ruaaarrrr Biasaaaa… Dulu saya mengenal PT Pos sebagai perusahaan yang sangat kental nuansa KKN-nya. PT Pos dulu merupakan salah satu perusahaan yang bergengsi karena pekerjanya yang relatif sejahtera dan jika punya sodara kerja disana maka kemungkinan bisa ikut masuk juga kerja disana. Itu lah kenangan dan imej saya yang lekat tentang PT Pos dimasa lalu.

    Membang MH83 ini rasanya Pak Dis tidak berlebihan memuji Pak Ketut Mardjana. Ketulusan, kelurusan, keberanian dan ketabahan lah yang bisa membawa seorang pemimpin untuk melakukan transformasi di BUMN seperti PT Pos. Memang betul bahwa banyak pimpinan BUMN yang berpikir seribu kali untuk berani melakukan perubahan di BUMN karena kuatir akan konsekuensi hukum dan politik yang bisa “menggebuki”-nya habis-habisan. Maka pemimpin seperti Pak Ketut ini layak menjadi salah satu Pemimpin BUMN yang layak diapresiasi sebagai orang hebat seperti Pak Jonas (KAI), Pak Lino (IPC), Yudiutmo (Batantek), Pak Ismed (RNI) dan lain-lain yang satu per satu muncul dengan promotor-nya adalah Pak Dis. Great Leader develops much more great leaders. Indonesia butuh banyak sekali pemimpin yang hebat, antusias, integritas, berani dan berkarya nyata.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan bimbingan kepada Pak Dis, para pemimpin dan calon pemimpin hebat serta orang-orang hebat para DahlanIs/Dismania yang selalu berjiwa positif. Salam DahlanIs dan semangat pagiiii !!!

    Posted by akadarisman | 1 Juli 2013, 8:07 am
    • Saya setuju pak dengan “great leader develops much more great leaders”. Sistem yg bagus bisa dijalankan dengan benar atau bahkan diselewengkan tergantung orang yg diberikan amanah……the man behind the gun.
      Maju terus Indonesia!!!

      Posted by HWAHYU | 1 Juli 2013, 8:32 am
      • Saya juga seribu tuju… tapi aturan ato undang2 yg bagus bisa di jalankan dg benar ato di selewengkan, tp sistem yg bagus orang tdk bisa menyelewengkan, krn dlm sistem itu ada ” aplikasi” yg memaksai pelaku tidak bisa menyeleweng.itulah yg di punyai pak dahlan.

        Posted by sorwilis | 1 Juli 2013, 10:42 am
        • Yang membuat undang-undang dan sistem adalah manusia juga. Maka manusia seperti Pak Dis, Pak Jonas, Pak Rino, Pak Jokowi, Pak Ahok lah yang insya allah bisa membuat aturan dan sistem yang baik yang selanjutnya bisa diteruskan oleh pemimpin berikutnya. Namun sebagus apapun undang-undang dan sistem jika sudah ada niat dan kepentingan yang tidak benar maka aturan dan sistem tersebut tinggal aturan/sistem semata tanpa makna dan tujuan. Maka langkah Pak Dis untuk menciptakan pemimpin hebat ini adalah langkah yang paling benar.. :)

          Posted by akadarisman | 1 Juli 2013, 11:48 am
  12. PT POS perlu juga evaluasi pelayanan di front officenya..
    kadang sya sbagai kaum muda kurang nyaman datang k kantor POs, apa krena mreka terlalu sering melayani yg tua” kali y?
    bagus juga kalo POS jadi REKBER, bisa mulai jualan online nih, g usah COD..
    smangat PT POS..jaya INDONESIA Ku

    Posted by Kangendra | 1 Juli 2013, 8:12 am
  13. Solusi yang keren banget.
    Kendala utama dalam transaksi online saat ini adalah masalah keamanan, baik barang penjual atau uang pembeli.
    PT. Pos sangat jeli melihat peluang ini.

    Posted by sunardi | 1 Juli 2013, 8:33 am
  14. Thanks PT. Pos Indonesia yang selalu menjembatani Pengiriman KOPI LUWAK LIAR ORGANIK yang saya jual ke para Pembeli diseluruh Indonesia. Alhamdulillah bisa TEPAT WAKTU dan TERPERCAYA.

    Mantap idenya. Tapi itu udah banyak media online yang menyajikan metode serupa. Seandainya Plaza Pos bisa menjadi media yang menjadi jembatan bagi Direct seller dan buyer. Itu sangat Mantap. Karena Kami para Onliner sangat khawatir ketika barang kiriman sudah dikirim tetapi pembayaran belum dilakukan, begitu pula sebaliknya sebagai pembeli uang sudah dikirim tetapi barang belum sampai.

    Moga fiturnya cepat diisi coz masih banyak yang kosong pak… hehehe

    Posted by Indra Gunawan | 1 Juli 2013, 8:54 am
    • Bang Indra Gunawan … bagaimana proses memproduksi kopi luwak liar organik. Mohon dijelaskan di sini… Brp harga per kilo??? Insya Allah banyak peminat dari Dahlanis.

      Posted by Djoko Sawolo | 1 Juli 2013, 9:01 am
  15. Kesimpulannya … siapakah motivator ulung di Indonesia???? apakah yang sering tampil di televisi itu, yang sering menulis di rubrik media!!!! Ternyata motivator ulung Indonesia adalah Abah Dahlan Iskan. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi presiden RI 2014.

    Posted by Djoko Sawolo | 1 Juli 2013, 9:04 am
  16. Idenya mantabs. Terus berkarya PT. POS Indonesia.

    Posted by umarfaisol | 1 Juli 2013, 9:07 am
  17. Bagus sekali kalau ide Plaza Pos Indonesia..saya di Jepang selalu memanfaatkan online shop…lebih murah…dan barang di antar sampai ke rumah..apalagi dengan sistem COD..yang tidak punya kartu kredit bisa membayar langsung pada pengantarnya..apalagi pos Indonesia..pasti semua pegawainya adalah pegawai negeri yang bisa dikondisikan sehingga akan jujur dalam penerimaan uangnya…

    Posted by endangpujiyati | 1 Juli 2013, 9:09 am
  18. Hebat..

    Posted by nurkolis marwanto | 1 Juli 2013, 9:35 am
  19. semoga segera terealisasikan… kerja kerja kerja

    Posted by iax | 1 Juli 2013, 10:12 am
  20. PT. POS baru mulai bangkit, inilah yang pak dahlan semangati,
    tapi saya masih sangat ragu akan regenerasi di PT. POS itu sendiri, sudah terlalu banyak karyawan yang sepuh dan cenderung bertahan bukan menyerang, sudah banyak yang mulai menghitung uang pendiun daripada berinovasi,

    tapi itu tidak mengendorkan semangat saya untuk mendukung sebuah gebrakan kemajuan,

    coba anda bayangkan jika pt. POS punya call center sales e-comerce nya,

    telepon call center plazapos tanyakan apa yang anda butuhkan maka plaza pos akan mengarahkan

    customer : halooo
    plaza pos : halo ada yang bisa saya bantu …
    customer : saya perlu bibit padi sidenok 25 KG , untuk papua bisakah anda bantu ?
    plazapos : ooh sangat bisa pak, silahkan bapak kirim alamat detailnya , dan silahkan bapak transfer seharga sekian
    dengan kode tambahan 295 sebagai identifikasi transfer bapa
    customer : (menggunakan internet banking dengan segera tanpa menutup koneksi pembicaraan ), sudah pak saya transfer lewat BRI banking,
    plazapos : oke pak , transfer bapak sudah masuk tunggu 3 hari barang bapak akan saya kirim ke papua
    customer : ini namanya plaza pos ……
    ——————————————————————————————————-

    Plaza POS harus jadi Bank data UKM Indonesia, semua harus terkoneksi bahkan kalau bisa saya punya satu keinginan lagi ,

    setiap kantor pos mempunyai store untuk menitipkan barang jualan yang berasal dari UKM, store dalam artian ada link
    ke berbagai UKM secara data,
    jadi siapapun yang pesan barang melalui plaza pos akan terkoneksi langsung dengan UKMnya itu sendiri,
    UKM nya sendiri yang akan mengantarkan langsung ke pt. POS untuk menyesuaikan dengan permintaan,

    saya butuh apapu n…..
    telepon plaza pos.

    posisi saya dimanapun
    saya telepon plazapos

    ini baru e-comerce modern,

    Posted by saeful | 1 Juli 2013, 10:15 am
    • Mantabs..Pak Saeful…siap …keinginan customer segera direalisasikan. Tapi PT Pos kurang modal pak, mereka perlu jual obilgasi dulu atau cari utangan lainnya, jadi akhir tahun 2013 baru resmi diluncurkan programnya.

      Kalau dilihat dari kondisi saat ini 3217 cabang kantor pos sudah online, sepertinya gak terlalu banyak training yg perlu diberikan kepada sumber daya manusianya. Tinggal kesungguhan hati aja.

      Posted by JOWI | 1 Juli 2013, 11:50 am
    • Oooooo…. alur kerjanya begitu to.. mantab banget. Wah…, saya gak tahan menunggu yang demikian terjadi di negeriku tercinta. Kapan ya…????

      Posted by pakje | 4 Juli 2013, 8:22 am
  21. Wah, telat absen saya. Semangat senin pagi, keep positive & optimist, kerja kerja kerja…..

    Posted by Fris | 1 Juli 2013, 10:17 am
  22. Seringkali IDE KREATIF TIMBUL KARENA KEPEPET…. kasus PT POS ini adalah salah satunya. THINK OUT OF THE BOX ala pak KETUT ini yang patut diacungi jempol…

    Semoga segera bisa terealisasi dan mari kita ikut mensukseskan program mulia ini. Bangkit dan Jayalah INDONESIAKU. GBU all…

    Posted by w.ning | 1 Juli 2013, 10:22 am
  23. pak dahlan sering memunculkan peran ank buahnya..bukan mengjedepankan betapa sibuknya dia…….

    Posted by haeny | 1 Juli 2013, 11:11 am
    • Iya ya, di MH ini yang sering dibahas apa yang berhasil dicapai anak buahnya bahkan ide pun beliau tak segan menyebut bahwa ide itu dari anak buah beliau. Pemimpin yang top

      Posted by susanto | 1 Juli 2013, 1:03 pm
  24. semoga ecommerce melalui PT POS bisa segera terealisasi dengan baik. Memang ada baiknya ada penitipan barang di kantor pos sehingga dapat diinformasikan bahwa barang yang dipasarkan sudah siap diantarkan

    Posted by habib | 1 Juli 2013, 11:35 am
  25. Lho buka toko online? Apa sebagai payment gateway? Atau sebagai rekening bersama? Bingung saya bisnisnya di mana…

    Posted by Mochamad Yusuf | 1 Juli 2013, 11:56 am
  26. terobosan yg briliant pak dahlan? bravoooo?!

    Posted by kabulsuprapto | 1 Juli 2013, 12:20 pm
  27. terobosan yg cemerlang pak dahlan?! briliant??!

    Posted by kabulsuprapto | 1 Juli 2013, 12:21 pm
  28. iklim BUMN saat ini penuh antusias & kerja keras+cerdas..1 peluang usaha jd agen pos ditmpt kt.Ttp semangatt..kerja kerja kerja !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 1 Juli 2013, 12:23 pm
  29. - Saya masih inget betul ketika saya masih dibangku sd hingga smp diajak bapak keliling pasar-pasar di desa-desa bahkan di luar wilayah kerjannya tiap hari minggu untuk jualan prangko dan materai. Memang tidak seberapa, tapi target penjualan benda pos dan materai tiap bulan bisa terpenuhi bahkan kadang melebihi. Bapak saya waktu itu memang pegawai pos yang mempunyai anak buah 3 orang, dan semuanya diwajibkan keliling untuk menjual benda pos sambil mengirim surat, paket dan weselpos ke alamat tujuan.
    – Saya masih inget betul ketika pelayanan kepada para pensiunan waktu itu dilakukan keliling dari kecamatan ke kecamatan (pensiunan di satu kecamatan ngumpul di salah satu rumah pensiunan secara bergantian tiap bulannya) agar para pensiunan tidak banyak antri di kantor pos pada tanggal 4 & 5 tiap bulannya.
    – Saya masih inget betul ketika tangan saya kena pukul stempel pos pada waktu bantu Bapak ngecap kartu lebaran yang menumpuk dan kemudian menyortir dan dimasukkan ke dalam kantong pos.
    – Saya masih ingat betul bagaimana bapak saya menyiasati kekurangan segel timah untuk tali kantong pos dengan membakar bekas segel yang dikumpulkan kemudian dicetak lagi. Termasuk membuat lem dari tepung kanji.
    – Saya masih ingat betul tiap tahun menjelang HUT Republik Indonesia, Bapak selalu membeli cat dan kuas dari dompetnya sendiri untuk meremajakan cat bangunan kantor pos yang sudah lapuk dan berkarat karena memang kita tinggal dirumah dinas yang jadi satu dengan kantor pos.
    – Saya masih inget betul, bagaimana paniknya jika kiriman pos via bus langganan tidak ditemukan di dalam bus.
    – Dan saya ingat betul ketika ayah saya memahami pilihan saya untuk tidak menjadi pegawai pos meskipun pada saat itu beasiswa sudah menanti.
    Semua itu adalah suka duka pegawai pos pada saat itu.

    Saya membayangkan, Pos Indonesia suatu saat menjadi perusahaan yang sangat besar, merajai jalur distribusi barang hingga pelosok negriku, jasa ekspedisi yang profesional, jasa pengiriman yang terpercaya di seluruh negeriku. Bayangkan, tidak ada jasa kurir dan ekspedisi yang bisa mengalahkan jaringan pos di Indonesia. Di tiap karisidenan dan kecamatan pasti ada kantor pos. Bagaimana mungkin akan dikalahkan oleh perusahaan swasta yang sejenis? dan yang penting harganya pasti lebih murah. Selain membuka portal online, saya yakin Pos bisa bekerja sama dengan toko-toko online yang terpercaya di Indonesia dan mengambil alih jasa pengirimannya.

    Terima kasih Pak Dis, terima kasih Pak Ketut. Maju terus Pos Indonesia. Maju terus “merpati pos” ku.

    Posted by Danang Primadian | 1 Juli 2013, 12:30 pm
    • Mas DANANG PRIMADIAN,

      Keren banget cerita ente. i very appreciate it.

      Jika dipimpin orangyang integritas dan antusias, ane haqqul yaqin PT. POS INDONESIA suatu saat akan mengalahkan FedEX, DHL, UPS, EMS.

      Salam hormat,
      bonzo – jakarta barat

      Posted by bonzo | 3 Juli 2013, 9:15 am
  30. salut pos indonesia telah bangkit !!!

    Posted by ardel | 1 Juli 2013, 2:42 pm
  31. Dr tengah malem nungguin MH 83…ternyata memang agak siang keluarnya..membaca kata Pos..inget surat2 cinta saya ketika msh SMA..setiap hbs ada KKN di kampung sy,pasti akan menyisakan surat2 yg akan di antar pk pos,..dr mahasiswa KKN yg terpesona sm gadis desa….berpuluh thn yg lalu.pos adalah primadona surat menyurat… Menunggu Pak pos datang adalah sesuatuuuu…Abah Dis MH kali ini membuat sy Bangga dengan PT Pos Ind…

    Posted by Sekarpamungkas | 1 Juli 2013, 3:45 pm
  32. sistemnya kaya rekber di kaskus yaaa????!!!!

    Posted by tumbas | 1 Juli 2013, 5:05 pm
  33. Great (y)
    Betul2 summa cumlaude utk ide brilliant-ny
    Semangat pak Ketut

    Posted by irma | 1 Juli 2013, 6:27 pm
  34. Kita lihat saja next actionnya…
    Yg pada bilang pencitraan, lebih baik tinggal di hutan saja…

    Posted by PUTU | 1 Juli 2013, 6:50 pm
  35. “Pos Indonesia hanya mengharapkan dari jasa pengiriman barangnya.”

    Dari sekian panjang cerita Pak DI
    kalao tidak salah,
    Intinya PT Pos sudah bikin aplikasi jualan online tanpa sewa mall..
    Yang akan menjual ribuan produk, tentunya dikirim lewat PT.POS
    Peluang yang bagus..
    Tapi tunggu dulu..

    Sayangnya pos indonesia tidak bekerjasama dengan tokopedia.com.
    Jika teman2 disini sudah pernah transaksi di tokopedia..
    (kalau belum coba aja bandingin plasapos.com sama tokopedia.com)
    akan merasakan betapa matangnya tokopedia.com mengembangkan sistemnya.
    meskipun mereka masih seumur jagung..
    Tapi tiap tahun selalu ada investor international yang besar besar menanamkan modalnya.
    Kenapa PT post tidak melirik tokopedia.com.
    secara itu karya anak muda bangsa yang sangat bagus..
    malah pengirimannya disikat habis sama JNE..
    Kan katanya cari peluang pengiriman dari online shoping..

    kalau memang hanya mengandalkan pengiriman.
    knapa mesti bikin toko sendiri, secara sudah ada banyak yang lain..
    Toko online itu dikembangkan dengan sudah payah bahkan tanpa kenal waktu, oleh pengembangnya…
    makanya hasilnya bagus…

    PT. POS.
    konsisten aja di kecepatan pengiriman dan mantapkan trackingnya..
    startup konten itu sangat susah di bangun..
    akan lebih menguntungkan jika membeli yang sudah mature dan ahli di bidangnya..

    facebook mengakuisisi instagram, bukan buat instagram baru meski mereka mampu..
    google belum berhasil dengan google plusnya menyaingi facebook, meskipun siapa tidak tau google..
    BBM akhirnya rela dilepas RIM ke platform android dan IOS google.. karena mereka sudah tidak mungkin bisa bersaing..
    daripada buang buang duit, mending liat apa sebenarnya potensi kita,
    bukan ikut ikutan orang lain..

    Ketauhuilah medan perangmu sebelum berperang.
    Ketahuilah musuhmu sebelum berperang
    kalau tidak mau berdarah darah meregang nyawa..
    mengorbankan pasukanmu bahkan negaramu. ( karyawan, cash bahkan aset PT Pos)

    Bukan pesimis..
    Saya berpendapat tokopedia.com akan jauh lebih maju dari plasapos.com.
    kasarnya, saya berani taruhan… :D
    Lebih baik jujur kan ?? daripada menyemangati orang yang mau masuk jurang..
    Meskipun nanti saya akan dibilang tukang caci maki banyak omong yang ga bisa kerja. :D

    Mungkin pak Ketut Mardjana lebih banyak dapat masukan dari developer website.
    Sehingga harus mengembangkan sendiri plasapos.com
    Bikin aja pak.. kita bisa .. ayo pak kita bikin.. gampang kok bikinnya.. :D

    Kenapa yach, BUMN kita tidak tertarik dengan startup lokal
    Knapa ga coba dekatin tokopedia.com,
    investor dari luar negeri aja sekelas
    CyberAgent Ventures (kakao talk) , East Ventures (Whappa Games), Softbank Ventures Korea (alibaba)
    sudah pada invest di tokopedia.com..
    kalao nanti tokopedia.com sekelas alibaba, apa ngak nyesel tuh..
    Alibaba bahkan mau beli Yahoo.com

    Maju banget dunk JNE nya.. PT. Pos, Tiki dll, ketinggalan kereta..

    Oya.. Tiki reguler saya sehari sebelumnya dari Jakarta, Besoknya udah sampai di kantornya,
    kalao ga mau tunggu, tinggal datengin aja kantornya..
    yang reguler itu bisa sehari saja dah sampai loh..
    Tapi sayang sekali yach.. mereka kantornya kecil kecil. cuman di ruko2 lagi..
    Ga pake VSAT yang keren dan mahal itu..

    salam damai..

    Posted by Widarta Ketut | 1 Juli 2013, 7:12 pm
    • yg saya tangkap dari idenya pak Ketut adalah TRUST. kalo masalah saingan, saya rasa pastilah sudah dipikirkan matang2. TRUST, untuk urusan shoping online sangatlah krusial. 1 kelebihan PT. Pos adalah jangkauan pengirimannya yg luas, bahkan sampai ke daerah pelosok yg TIKI, JNE, dsb belum bisa menjangkau.
      untuk orang perkotaan, urusan shoping2 tidak ada kendala yg berarti. tp untuk warga negara Indonesia di daerah pelosok jangan kan shoping, membayangkan perjalan ke kotanya saja harus mempersiapkan waktu dan biaya tersendiri. dengan adanya Plazapos, saudara2 kita di pelosok bisa membeli barang2 tanpa harus membuang biaya transportasi untuk pergi ke kota. apalagi dengan adanya tambahan kelebihan TRUST itu tadi.

      Posted by serama | 2 Juli 2013, 7:42 am
    • woow, sesama ketut jangan saling mendahului, hehehe pisss
      pak Widarta ketut , masukan anda sangat bagus , karena sebenarnya trustment terhadap pt. pos terhadap delivery di kota kota besar sudah kalah sama abang JNE,

      tapi kalaupun PT. POS perang juga di kota besar kasihan lah swasta masa bisnisnya mau dilumpuhkan,
      kalau swasta sudah masuk dan bisa lebih baik, PT. POS mengalah dan cari lahan yang masih segar dan bisa memajukan Indonesia ,

      di daerah JNE pun tidak mau berinvestasi lebih seperti PT. POS ,

      masih banyak potensi daerah yang bisa diangkat dan dibantu oleh pak POS ini,

      Posted by saeful | 2 Juli 2013, 10:25 am
    • Setuju Bro,
      Kalau mau harapkan dari logistik yah, harus tingkatkan pelayanan.
      Ketepatan waktu pengantaran dan cara handling barang.
      Barang fragile aja bisa pecah, karena cara PT POS handling barang di masukkan ke dalam Karung dan main lempar saat loading ke mobil atau kapal/pesawat.
      Pelayanan PT Pos saja kalah dengan expedisi kecil antar kota dengan tarif yang jauh lebih murah.

      Posted by Hendrisin | 2 Juli 2013, 8:52 pm
  36. good job pak Ketut, well done pak DI

    Posted by @rief | 1 Juli 2013, 7:13 pm
  37. Alhamdulillah.

    Bangkitlah Mall Pos Indonesia dan Bangkitlah UKM Kita…
    Itulah “Kiat”yg harus Kita tumbuh-kembangkan di buat PT.Pos Indonesia.

    Beta “Salut” dan angkat “Topi” buat Kakak Ketut dgn Kreativitas yang sangat Enovatiive, yaitu :
    Mau merubah “Paradigma” dgn Memodernisasi System Komonikasi lewat Satelit maupun Visat…

    Tentu “solusi” ini akan bisa lebih Optimal, bila mau ber-Sinergie dgn BUMN2 lain yang telah ada..
    Semisal : buat Kerjasama dgn Bank2 milik BUMN,dgn Transportasi Darat,Laut,Udara milik BUMN,
    dgn PT.Logistik milik BUMN,dgn PT.Bulog, dgn Kerjasama dgn PT.Telkom sendiri…dll..dll..

    Juga tidak ketinggalan pula,buat Kerjasama dgn Produsen2/Pabrik yg ada di seluruh Indonesia…,
    mungkin unt jangka pendek cukup di Lingkunhan BUMN terlebih dahulu dan selanjutnya Kerjasama dimaksud bisa di Tumbuh -Kembangkan sesuai kebutuhan Masyarakat terutama unt Masyarakat antar Daerah2…(antar Pulau).
    Semisal : Kebutuhan Sembako, Polowijo, Bibit, Pupuk, Semen, Obat2an, Daging,…dll…dll.

    Dan jangan lupa,bisa juga Mall Pos Indonesia ini,meng-Optimalkan keberadaan Armada Udara : LION AIR,
    mengingat massa depan LION AIR akan ada di seluruh Indonesia.

    Selamat dan Sucses tu’ PT.Pos Indonesia,kehadiran-Mu, tlh di tunggu2 Masyarakat di seluruh Indonesia…

    Semangat-Optimis selalu,bersama DAHLAN ISKAN.
    Salaaaam Dahlanis.

    Posted by N. SORRI.. | 1 Juli 2013, 7:57 pm
  38. saya setuju saya sudah pernah kirim motor sampai kirim boneka STNK semua sampai dengan selamat dengan biaya yang bisa disebut muraaah……

    Bravo kantor pos

    Posted by seno | 1 Juli 2013, 11:50 pm
  39. Lakukan yang terbaik Pak untuk Indonesia :)

    Posted by Royger Simamora | 2 Juli 2013, 3:52 am
  40. Kami sangat senang dengan Program Bapak I Ketut Mardjana ini, semoga semakin mendukung untuk meningkatkan pertumbuhan transaksi e-commerce di Indonesia, khususnya di website kami, Toko Buku Islam Online http://www.bukuislamkita.com yang selama ini sudah sering menggunakan jasa PT. Pos Indonesia untuk pengiriman paket ke para pelanggan kami.

    Posted by Muhammad Shoim | 2 Juli 2013, 6:55 am
  41. mantaps buat pak I Ketut Mardjana, dan maju terus pak Dahlan Iskan ke RI 1………

    Posted by done | 2 Juli 2013, 8:44 am
  42. terus terang nangis bener gua bacanya. ini yang gua butuhkan banget. saat keluar negeri liat semua praktis bisa di handle dr rumah tanpa hrus keluar rumah. dengan sistim saling percaya tanpa ada rasa khawatir sedikitpun. membuat dunia ada di genggaman. jadi kita tinggal memperbaiki iman kita agar tak ada kekhawatiran thdp RABB kita.Hebat…….. jika benar2 bisa di percaya. chiayo…..women ai pos indonesia.

    Posted by adiayun | 2 Juli 2013, 10:37 am
  43. Ide yang bagus, untuk bikin Plaza Pos Indonesia.
    Tetapi pelayanan kantor pos masih payah!!!!!!!!
    Coba kalau website PT POS Indonesia ada feedback, pasti isinya jelek2.
    Handling barang PT Pos gak bagus, barang main Banting saja, barang banyak rusak,
    Pos Express janjinya satu hari sampai tempat tujuan, butuh 2-3 hari baru sampai, ini namanya hanya janji saja.
    Website Pos Indonesia juga lambat update status barang, dan sering down.
    Pengiriman barang dari luar negeri dengan nilai dibawah 50 USD, harusnya bebas pajak, tetapi nanti pasti dapat telp dari pegawai PT. Pos, yang bilang barang ditahan pihak Bea & Cukai, Ujung-ujungnya minta duit.
    Gimana bisa bangun Trust dengan tingkat pelayanan seperti ini?
    Saya saja mau kirim surat ke Pak Dahlan Iskan, pecat saja Dirut PT. POS INDONESIA, kalau tidak bisa meningkatkan pelayanannya.
    DHL saja yang notabene Kantor Pos asal Jerman, bisa go Internasional.
    Bagaimana dengan PT POS Indonesia?

    Posted by Hendrisin | 2 Juli 2013, 8:38 pm
    • ini benar pak tolong di perbiki, saudara saya kerja di pos banjar masin, kirim barang ke rumah di komplek bea cukai jakarta utara, janji sampai 2 hari, eh malah seminggu, kata orang pos sendiri jkt utara memang masalah. saudara saya selama ini selama ini selalu kirim pakai tiki, karena saya desak, masak kamu kerja di kantor pos ngirim pakai tiki, takut telat mas katanya. pegawai pos saja takut, bagaimana masyarakat. ini untuk perbaikan, terima kasih pak ketut sudah perbaiki kantor pos, jangan kalah sama swata

      Posted by sanusi | 5 Juli 2013, 5:47 am
  44. Saya pribadi sudah cukup bersyukur PT. POS sudah bangkit dari Kubur…
    Tahun2 kedepan harus lebih menata diri.
    Jika bersungguh2 ingin berbenah dgn kemauan 24 Karat.
    Saya yakin hasilnya akan ada.
    Tinggal menunjukkan hasil karya PT. POS ke Rakyat Indonesia.
    Balas-lah cemooh dgn kerja keras.

    Posted by PUTU | 2 Juli 2013, 8:48 pm
  45. Mau coba ah beli dari plaza pos indonesia

    Posted by alief | 3 Juli 2013, 1:06 am
  46. intinya harus bisa adaptasi dengan teknologi dan tuntutan zaman jika tidak ingin gulung tikar

    Posted by winnymarch | 3 Juli 2013, 9:12 am
  47. betul pak. sayang aja kalo kantor pos yg sudah tersebar di seluruh pelosok indonesia dianggurkan karena tergerus perkembangan IT. Indonesia pasti bisa masju kalau banyak orang2 optimis seperti bapak

    Posted by Entin Diet | 3 Juli 2013, 9:17 am
  48. inovasinya semacam “rekber” gt ya..di kaskus sudah banyak beredar, tapi mereka mengambil keuntungan dari penitipan uangnya, biasanya jumlah transfernya dilebihkan untuk fee rekber atau rekber dapet fee dari si penjual. kl PT Pos benar-benar menyediakan fasilitas rekber tanpa pungut biaya, dan hanya mengambil keuntungan dari pengiriman barang, ini akan sangat membantu kami pengusana online yang sedang beranjak keatas. SUKSES PT Pos, kita tunggu realisasinya !!!

    Posted by vanizza | 3 Juli 2013, 2:28 pm
  49. Saya lebih memilih jasa pengiriman armada bis dibanding kantor pos.Sehari langsung sampai ketujuan.Biaya pengiriman kantor pos lebih mahal dan itupun pengiriman benda cair tidak bisa.Ahh,males jadinya ke kantor pos.

    Posted by muttasim | 3 Juli 2013, 5:07 pm
  50. Luar Biasa,, Ide Brillian.. Sukses Buat PT. POS INDONESIA. “network dan trust” adalah Jatidirimu . :)

    Posted by Abdy | 3 Juli 2013, 9:14 pm
  51. saya rasa yang bisa segera dilakukan oleh p.dahlan adalah mengintruksikan pada pak ketut untuk merombak menejemen pt.pos yang kurang”fres” terlihat sudah uzur dan terkesan jadul, kalo kita lihat di kantor kantor cabang kota2 besar memang sudah bagus dan “cantik”2 tp di kantor2 kecil kecamatan petugasnya sudah “dewasa”2 bgt. . .apa ini hanya di kota saya aja ya? trus jam buka untuk pengiriman bisa ditambah untuk di kantor cabang nya saja. . . salut dan salam tuk p.dahlan

    Posted by alfata | 4 Juli 2013, 11:09 am
  52. saya setuju bahwa salah satu ketertinggalan POS adalah dari sisi IT dan juga layanan mereka. di saat competitor sudah dapat memberikan layanan “lebih”, POS seakan tidak ingin berubah, masih mengandalkan layanan yang sama sejak puluhan tahun yang lalu. saya yakin bahwa dengan menggunakan teknologi baru maka biaya yang harus dikeluarkan perusahaan lebih besar, untuk itulah saya lebih menginginkan adanya bantuan dari Pak DIS selaku komandan BUMN, untuk melakukan sinergi antar BUMN dalam rangka membantu POS dalam menekan biaya operasional mereka tetapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa BUMN lain tersebut masih mendapatkan laba dari POS.

    Posted by pandamen | 4 Juli 2013, 12:43 pm
  53. Saya pengguna setia layanan pengiriman Pos Indonesia, kendala paling utama yang sering saya temui di situs PT. Pos Indonesia untuk pengecekan tarif pengiriman adalah kadang-kadang gak bisa masuk ke situsnya. padahal klo browsing ke situs lain lancar jaya. mungkin masukan buat PT. Pos Indonesia agar bisa menjadi perbaikan dikemudian hari.

    Kaitan dengan judul diatas, jika Pos Indonesia memposisikan diri sebagai jembatan antara penjual dan pembeli dengan memafaatkan pengiriman sebagai layanan utama (Barang dikirim, uang pembayaran dikeep PT. Pos Indonesia sampai barang diterima pembeli). Maka kami yang bergerak di usaha kecil yang bertoko di dunia maya sangat-sangat terbantu, karena transaksi jual beli online sangat didukung sebuah kepercayaan yang kuat antara penjual dan pembeli.

    Sukses selalu untuk semua kita.

    Indra Gunawan
    Penyedia Kopi Luwak Liar Jenis Robusta

    Posted by Indra Gunawan | 4 Juli 2013, 3:23 pm
  54. TOP, yang diincar adalah perkembangan bisnis ekspedisinya untuk kedepan…
    Mantap Jaya….
    Hidup BUMN……..

    Posted by Dhimas Agung | 5 Juli 2013, 2:16 pm
  55. the way dahlan write …super banget. I want it

    Posted by Muhammad Saifullah | 7 Juli 2013, 11:55 am
  56. ini hebat Pak, saya doakan dan dukung

    Posted by pradananusantara | 10 Juli 2013, 5:16 am
  57. Reblogged this on MiaSavira and commented:
    I proud to be your fans, Sir !

    Posted by amalia17savira | 13 Juli 2013, 8:54 am
  58. dibalik kesulitan pst ada kemudahan

    Posted by yutuh | 15 Juli 2013, 11:54 am
  59. wwooowww, brilliant, bner tuh bener tuh,…..apa lagi yg mau sy ungkapkan ya, SEMOGA CEPAT TERWUJUD, begitulah adanya, orang lebih suka liat liat barang di internet, tapi banyak takutnya, kalo ada yg menjamin begini kan aman. saya ikut jualan juga bisa, orang Indonesia pasti bertambah yg produktifnya…….SSATUJUUU

    Posted by riana | 26 Juli 2013, 1:45 am
  60. Bukankah saat ini bisnis paket sangat berkembang? Terbukti banyak perusahaan asing dan lokal tumbuh dibisnis ini. Salah satu sebabnya, walaupun bisa belanja di internet, tetap saja barang harus dikirim secara nyata. Tapi kenapa sepertinya pt pos malah menjauhi bisnis paket. Mau kirim paket kok disamakan dengan surat tarifnya, kan jadi mahal dong.

    Posted by Agung | 27 Juli 2013, 6:21 am
  61. Follow upnya belum ada ya, kami sudah coba kug webnya belum clear sepertinya….
    Semangat yakin bisa, pasti bisa untuk bangsa…..

    Posted by Kukuh W | 21 September 2013, 7:46 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.584 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: