>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Pekerjaan Besar setelah Kenaikan Harga BBM

Senin, 24 Juni 2013
Manufacturing Hope 82

Sehari setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), saya berkunjung ke Universitas Riau (Unri). Itu untuk memenuhi undangan Ketua BEM Unri Zulfa Henri yang gigihnya luar biasa. Sehari bisa kirim SMS ke saya seperti minum obat saja, tiga kali.

Waktu saya mendarat di Pekanbaru, Zul berteriak histeris. Kekhawatirannya bahwa saya tidak bisa datang sangat beralasan: Pekanbaru lagi dilanda asap tebal akibat pembakaran lahan untuk perkebunan sawit. Pagi itu jarak pandang tinggal kurang dari 2 km.

Tiba di kampus seluas 300 hektare itu, mahasiswa sudah memadati aula. Bahkan, mereka meluber sampai ke halaman. Saat dialog tiba, mahasiswa berebut naik pentas. Lebih dari 30 mahasiswa yang maju. Masih lebih banyak lagi yang mengangkat tangan, minta diberi kesempatan bicara. Moderator sampai kesulitan memilih siapa yang diprioritaskan.

Tentu pertanyaan terbanyak adalah soal BBM yang baru saja dinaikkan. Saya tidak basa-basi dalam hal ini. Tidak ada pemerintah yang senang menaikkan harga BBM. Pemerintahan siapa pun pernah dicaci-maki karena menaikkan harga BBM. Semua presiden sudah merasakan penderitaan karena harus menaikkan harga BBM. Presiden yang lalu maupun presiden yang sekarang. Bahkan, juga presiden yang akan datang.

Tapi, memang ada satu suara yang harus didengarkan baik-baik: kebijakan energi. Meski tidak akan membuat harga BBM tidak naik, kebijakan energi yang baik akan memuaskan banyak orang. Inilah yang sekarang lagi menjadi pusat perhatian pemerintah.

Misalnya, soal perizinan usaha eksplorasi minyak dan gas. Saya mencoba memanggil dua mahasiwa yang berani naik panggung untuk menjawab pertanyaan ini: berapakah izin yang diperlukan untuk usaha eksplorasi minyak? “Sepuluh izin,” jawab seorang mahasiswa fakultas ekonomi. “Perkiraan saya 17 izin,” kata yang satu lagi.

Di mata mahasiswa, 17 atau 10 izin itu ternyata sudah dianggap terlalu banyak. Itulah pandangan generasi masa kini. Yang membayangkan hidup itu tidak boleh ruwet. Itulah gambaran generasi digital yang menganggap semua persoalan harus bisa diselesaikan dengan cepat dan mudah. Seperti mereka menggunakan gadget atau iPad.

Bayangkan, generasi baru itu beranggapan 10 jenis izin pun sudah ruwet. Padahal, untuk bisa memproduksi minyak dan gas, izin yang harus didapat sebanyak ini: 280 izin!

Mengurus izinnya pun tidak hanya di satu atau dua kementerian, tapi di 15 kementerian. Meskipun ini usaha perminyakan, izin terbanyak justru dari Kementerian Perhubungan: 28 buah!

Saya baru tahu semua itu ketika menagih Pertamina: kapan program Brigade 200K yang dibentuk tahun lalu itu mulai membawa hasil. Brigade 200K adalah satu tim khusus di Pertamina yang semua anggotanya generasi muda di perusahaan itu. Umur mereka paling tinggi 29 tahun. Tim khusus ini sengaja harus anak-anak muda agar bisa habis-habisan bekerja meningkatkan produksi minyak Pertamina.

Dalam waktu dua tahun Brigade 200K harus bisa menambah produksi minyak Pertamina 200.000 barel per hari. Satu pekerjaan yang berat, namun harus berhasil. Caranya: mendayagunakan sumur-sumur lama Pertamina yang sudah kurang produktif. Sumur-sumur itu memang sudah tua, tapi bukan tidak bisa ditingkatkan produksinya.

Teknologi yang dipergunakan di situ adalah teknologi lama-lama sekali. Teknologi zaman Belanda. Kini teknologi di bidang itu sudah luar biasa majunya. Modernisasi itulah yang akan dilakukan Brigade 200K.

Ternyata persoalannya tidak hanya di teknologi. Teknologinya sudah siap. Brigade 200K-nya juga sudah bergerak. Namun, ada tembok-tembok tebal yang harus dijebol: peraturan dan perizinan!

Untungnya, Presiden SBY segera mengetahui hal ini. Kepala SKK Migas Prof Dr Rudi Rubiandini memaparkan kepada presiden mengenai ruwetnya perizinan itu. Presiden lantas membeberkannya di sidang kabinet. Lalu, dibentuk tim untuk melakukan, apa yang beliau sebut “revolusi” perizinan migas.

Kini setelah hiruk pikuk kenaikan harga BBM berlalu, agenda yang lebih mendesak adalah revolusi perizinan migas. Tanpa revolusi itu, usaha migas akan seperti siput. Hari ini bergerak, baru dua tahun kemudian bisa mulai action di lapangan.

Prof Rudi dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan juga sudah bertemu untuk menyepakati banyak hal agar Pertamina bisa lebih lincah. Saya menyaksikan jalannya mencapai kesepakatan itu. Dengan harap-harap cemas. (*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

About these ads

Diskusi

156 thoughts on “Pekerjaan Besar setelah Kenaikan Harga BBM

  1. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 24 Juni 2013, 4:11 am
    • Wah keduluan mbak yun ternyata..

      Posted by Jack Puspa | 24 Juni 2013, 4:13 am
      • MH kali ini sudah lebih terasa lintas sektoral solusi yang disampaikan. Mudah-mudahan ini pertanda kalau abah Dis sudah lebih siap jadi RI-1. Bismillahirrohmanirohim…semoga Abah Dis bisa jadi RI-1

        Posted by heiruddin | 24 Juni 2013, 10:02 am
        • tulisan DI skrg tidak bermutu dan klise.. pertanyaan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM kok direspon dengan rumitnya perijinan?? dimana nyambungnya? apa kalo perijinan gampang harga BBM bakal turun? kebijakan energi seperti apa yang bisa memuaskan banyak orang? perijinan hanya memuaskan segelintir orang (perusahaan minyak). mana solusi mobil listrik anti bbm yg dulu didengungkan?

          Posted by G Dabooze | 24 Juni 2013, 7:30 pm
          • Emang ente punya tulisan bagus apa, coba ane mau lihat… jgn asal nyablak bilang tulisan org ga mutu…
            kalo gw nilai DIS salah satu wartawan dan Pemred terbaik di Indonesia… sudah byk prestasinya…
            Nah elo bijimana…

            Posted by PUTU | 24 Juni 2013, 9:00 pm
          • Ini seperti komentator di detik.com dan juga kompas.com. Ngomentarin orang lain dengan mencibir meremehkan dan merendahkan orang lain.

            Contoh seperti G Dabooze…Dia memang tidak tau, kuper atau bodoh informasi kalau rencana besar untuk mengenalkan mobil listrik itu akan di helat pada pertemuan KTT APEC di Bali sekitar bulan Oktober. Yang dia tahu hanya pak Dis tidak kerja dan malah pencitraan saja.

            Sebenarnya saya kasihan dengan orang model ini. Selalu komentar dan berkoar dimana-mana yang sebenarnya malah mempertontonkan kebodohan dan kemunafikannya sendiri ke orang lain. Peace….:)

            Salam Olahraga,

            Posted by Ardian | 25 Juni 2013, 9:52 am
          • tulisan DI skrg tidak bermutu dan klise….. berarti dulunya sangat sangat bagus dan bermutu…….dan yang namanya g dabooze adalah orang yang emang suka “ngedabrus”…. artinya banyak omong tanpa hasil…..makanya jangan suka mencela orang lain jika KOEN gak bisa menulis yang lebih bagus.

            Posted by Suhardi | 25 Juni 2013, 5:33 pm
          • Teman-teman yang terhormat,

            Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

            Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            REFERENCE :

            http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

            SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

            Wahyu Daniel – detikfinance
            Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

            Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

            Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

            “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

            Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

            Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

            Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

            Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

            Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

            (dnl/ang)
            ————————————-

            Menurut gue, ini adalah gerakan aksi, gak cuma basa-basi, gue gak peduli apa kata orang, itu didepan mata ada saluran yang bisa kita gunakan.., kenapa tidak!!! Teman-teman, mungkin dengan kita kirim SMS ke SBY, anggaplah itu merupakan sedekah Rp. 350 pulsa kita, dengan itu semoga menjadi pembuka jalan Bpk. Dahlan Iskan untuk Indonesia Presiden 2014~2019.

            Kita mungkin bukan siapa-siapa, yang mungkin belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia, kita disini hanya bisa bicara, menganalisa, atau bahkan beretorika, namun hanya sebatas itu saja. Jadi menurut gue beliaulah yang bisa, melalui Bpk. SBY dan Bpk. DI, kami titipkan masa depan kami dan negeri ini, dari sabang sampai merauke (Lyric lagu Bang Iwan).

            Satu SMS dari kita DEMI INDONESIA.. BISMILLAH…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            —————————————————————————
            Kepada KELUARGA BESAR http://dahlaniskan.wordpress.com & http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

            Ayo dong mulai promosi, ayo kita semua promosi ke keluarga besar kita, ke teman-teman kita, ke lingkungan kita, ke semuanya tentang Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019.

            Ane sendiri di kantor promosi banget ke teman-teman kantor dan lingkungan rumah tentang Pak Dahlan Iskan. Sampai-sampai jika ada yang nyebut nama Dahlan Iskan, semua me_refer_nya ke ane

            Ayo dong bantu bergerak, sekecil apapun promosi kita ke orang lain, semoga Insya ALLAH jadi jalan takdir Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019 DEMI INDONESIA BISMILLAH…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 11:54 am
          • Halo Teman-teman semua, In Of Topic (IOT) :)

            Saya Bonzo, mendukung harga BBM wajib naik. Uang 300,000,000,000,000 (300 Trilyun) (subsidi energi total) jangan cuma dibakar jadi asap, jadi abu, jadi polusi.

            Uang sebanyak itu bisa buat bikin pabrik agar rakyat dapat kerjaan, bisa bikin sekolah wajib gratis untuk seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali, bisa bikin biaya kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, bisa untuk modal usaha rakyat miskin dari aceh sampai papua, dll, dst, dsb….

            Jadi harga BBM WAJIB NAIK !!!!!!!…. Wajib Naik. mari jangan picik berpikir.

            Ane suka dengan quote TUKUL : MENGHARUKAN……

            Terimakasih.

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 11:58 am
          • bung G DEOOZE, saya kira kita perlu menjadi bagian dari pendidikan politik yg baik, makanya seorang dahlan iskan tidak akan cukup untuk semua rakyat indonesia. bahwa kenaikan bbm itu bukan ranahnya menteri tapi itu pemerintah dan dpr, karena harga naik itu disebabkan SUBSIDI YG DIKURANGI, kalau soal harga, pertamina tetep aja menjual sesuai dengan harga keekonomian yg memang diharuskan oleh negara untuk memberikan hasil sebagai badan usaha milik negara. Jadi harga naik dan turun itu karena subsidi yg dikurangi bukan karena keputusan bumn atau pertamina. Tentu saja ada kemungkinan harga bbm turun kalau kita bisa efektif dalam apbn, sehingga bila surplus bisa dikembalikan dalam bentuk subsidi, terserah pemerintah dan dpr subsidi yang mana……. (hehehehhe gaya ngomong saya sudah kayak pengamat……hehehehhee)

            Posted by haeny | 26 Juni 2013, 2:24 pm
    • Hadir

      Posted by @ndokaja | 24 Juni 2013, 4:47 am
    • mbonceng mba yuni aja ah…

      Posted by wahid | 24 Juni 2013, 5:24 am
    • Inilah potret negara ini, perizinan dijadikan alat utk kepentingan tertentu……mudah2an bangsa ini cepat menyadari disaat negara lain sedang berlari negara kita tercinta ini masih jalan di tempat. Selamat berjuang Pak Dahlan Iskan.

      Posted by Agus | 24 Juni 2013, 6:44 am
  2. PERTAMANTAF..

    Posted by Jack Puspa | 24 Juni 2013, 4:11 am
  3. 1st…1st time….

    Posted by BWMursito | 24 Juni 2013, 4:12 am
  4. Izin dulu

    Posted by Amang | 24 Juni 2013, 4:17 am
  5. Pak De kalo ngeledek jangan kebangetan doong masak 9 tahunjadi presiden baru tau kok UNTUNG…

    Posted by Amang | 24 Juni 2013, 4:22 am
  6. weleh….weleh……. ijin kok begitu banyak……kalo 1 ijin selesai dalam 1 minggu berarti perlu 280 minggu atau kurang lebih 5 tahun….. untuk bisa mulai kerja…….oh…Indonesiaku…..Maju terus Pak DI….sederhanakan perijinan.

    Posted by heri | 24 Juni 2013, 4:25 am
    • Sudah jumlah ijinnya 280-an …..Untungnya, Presiden SBY segera mengetahui hal ini,selama menjabat 2 periode hampir habis…..baru menetahui. untung dong.he he he …….

      Posted by Mustahil | 24 Juni 2013, 2:54 pm
  7. ternyata, ruwet sekali dalam perizinannya. Oh ya, saya ingin menanyakan, Apakah di Indonesia hanya ada perusahaan eksplorasi minyak mentah? Apakah ada pengelolaan minyak mentah agar bisa diolah menjadi BBM? Jika iya, kenapa harus impor BBM ke luar negeri? Terima kasih informasinya..

    Posted by An Maharani Bluepen | 24 Juni 2013, 4:28 am
    • Mas AN MAHARANI BLUEPEN,

      Indonesia punya REFINERY PLANT (Plant Pengolahan Minyak Mentah) di cilacap, di balongan, di kalimantan.
      Pertanyaannya kenapa Indonesia IMPORT MINYAK MATANG??? karena Indonesia besar Pasak daripada Tiang.

      Kenyataan :
      Indonesia produksi minyak mentah (ngangkat dari dalam bumi) = +/- 900,000 barel/hari.
      Diolah jadi minyak MATANG = mungkin 85% dari +/- 900,000 barel/hari = 765,000 barel/hari, sisanya ampas (aspal). CMIIW
      Indonesia konsumsi minyak MATANG = +/- 1,000,000 barel/hari. CMIIW

      KESIMPULAN : Indonesia TEKOR. Indonesia harus beli minyak MATANG atau MENTAH dari ARAB SAUDI.

      Demikian dari ane gan.

      Terimakasih.

      Salam hormat,
      bonzo – jakarta barat

      Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 12:10 pm
    • Mas AN MAHARANI BLUEPEN,

      Oiya gan, lupa saya sampaikan bahwa kapasitas REFINERY PLANT di Indonesia juga tidak besar ALIAS kecil, tidak dapat menampung hasil ngangkat minyak MENTAH dari bumi yang sebesar +/- 900,000 barel/hari itu.

      Oleh karena itu selama ini dari dulu hingga saat ini, Indonesia JUAL Minyak MENTAH lalu BELI Minyak MATANG.

      SOLUSINYA :

      1. Sedot minyak dari dalam bumi Indonesia sebanyak-banyaknya, kuras semuanya, keringkan semuanya, agar dapat banyak. Insya ALLAH 12 tahun lagi Indonesia kering minyak. Amiiieeeennnnnn….
      2. Bikin Refinery Plant sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya agar bisa masak minyak MENTAH jadi MATANG.
      3. Bikin Coal Power Plant sebanyak-banyaknya (Bikin Listrik).
      4. Bikin Geothermal Power Plant sebanyak-banyaknya (Bikin Listrik).
      5. Bikin semua penghasil listrik apapun sumbernya sebanyak-banyaknya.
      6. Indonesia harus gila-gilaan membuat semuanya, itu butuh uang sebanyak-banyaknya.
      7. Indonesia harus gila-gilaan membangun semuanya.

      Siapapun Presiden nya, semuanya harus dilakukan gila-gilaan.

      Oleh karena itu ane pribadi berharap :
      1. Bapak Dahlan Iskan Presiden Republik Indonesia 2014~2019.
      2. Bapak Joko Widodo Presiden Republik Indonesia 2019~2024 (note : liat bukti hasil di jakarte gue dulu).

      Terimakasih.

      Salam hormat,
      bonzo – jakarta barat

      Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 12:26 pm
  8. Berjuang terus pak DIS

    Posted by aqilaziz | 24 Juni 2013, 4:30 am
  9. 280 ijin? apa kata dunia?

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 4:30 am
  10. 280 izin..? Baru tahu saya.. Luar biasa panjang perjalanan brarti ya.. Mudah2an revolusi perizinan minyak segera terlaksana..

    Posted by @djie | 24 Juni 2013, 4:31 am
  11. Tetap semangat indonesiaku….

    Posted by Karida | 24 Juni 2013, 4:32 am
  12. th

    Posted by taofik | 24 Juni 2013, 4:39 am
  13. anda tahu kenapa harga bbm mahal di nusantara ini? karna beli bbm pake calo. namanya petrol. Pak DI sampai hari ini blm berani bubarkan Petrol. itu yg saya baca di media. mudah-mudahan saya salah.

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 4:39 am
    • iya… ktanya petral itu kuat bgt becking annya… termasuk ring 1 itu sendiri… pas DI punya ide bubarin Petral tempo hari, byk orang2 ring 1 yg kasak kusuk.. Jadi Petral baru bisa bubar kalau DI jd RI 1…

      Posted by sutan sjah | 24 Juni 2013, 9:58 am
  14. mengurus perizinan di negara kita memang berliku, panjang dan lama.. seperti coki-coki..
    semangat pakdis..

    Posted by taofik | 24 Juni 2013, 4:41 am
  15. Petronas untung terus…tanya kenapa….

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 4:52 am
  16. Lanjutkan abah

    Posted by @ndokaja | 24 Juni 2013, 4:54 am
  17. Ikutan Bonceng..paginya
    Beginilah jadinya slama kita masih dibawah tekanan asing dan kroni pejabat yg mencari keuntung u/ pribadi sm partainya. Keburu selesai 280ijin, minyak kita sdh habis disedot asing. Untung sdh diketahui persoalannya.Tapi kmn mentri Jero, mentri riset dll. 2014 jangan sampe salah pilih Pemimpin saudara”ku setenah air. Indonesia masih perlu pemimpin yg tahu KEMERDEKAAN yg bener” dirasakan oleh ibu pertiwi NKRI.

    Posted by deweda | 24 Juni 2013, 4:57 am
  18. Solar naik hanya 1000 , premiun naik 2000. Tanya kenapa……..

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 4:57 am
    • Tomor Leste membayar premium Rp 12.000 karena tanpa susidi,Kita masih dibawah harga pasaran dunia.

      Posted by Mustahil | 24 Juni 2013, 3:00 pm
      • sebenarnya kl tanpa subsidi itu harga premium + solar itu berapa sih….? atau spt harga pertamax….? sorry nih benar2 gak ngerti….

        Posted by yuni | 25 Juni 2013, 1:16 pm
        • Kata Pemerintah tempo hari…harga keekonomian Premium itu adalah sekitar Rp 10.000/liter. Kalau solar belum tahu..(yang pasti tidak akan jauh beda harganya dengan Premium).

          Salam Olahraga,

          Posted by Ardian | 25 Juni 2013, 2:03 pm
        • Mbak YUNI,

          Mau liat berapa harga minyak tanpa subsidi???? apapun itu, bensin atau solar.

          Liat di POM Bensin : SHELL, TOTAL, PETRONAS semua di jakarta banyak TAPI TIDAK LAKU, orang jakarta mau ngirit beli bensin di POM Bensin PERTAMINA.

          Intinya Orang Jakarta itu ngirit banget. Faktanye, ane liat di POM Bensin PERTAMINA yang ngisi Premium @4500 dulu, adalah mobil-mobil mahal, dan mobil-mobil sangat mahal ,dan mobil-mobil sangat-sangat mahal.

          Beliau sanggup beli mobil sangat-sangat mahal tersebut, tetapi ngirit beli Bensin PREMIUM @4500 dulu.
          Dahulu boss ane pake mobil sangat mahal tapi ngisi PREMIUM aja, dinasehatin nanti bisa cepat rusak lho, di JAWAB : Sebelum rusak, saya jual aja, lalu ganti baru lagi, lalu isi PREMIUM lagi aja @4500 dulu. Itu menurutnya solusi dia yang CERDAS dan Pemerintah Bodoh.

          Tukul Qoute : MENGHARUKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

          Terimakasih.

          Salam hormat,
          bonzo – jakarta barat

          Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 12:49 pm
  19. Maklum banyak pos pos di pemerintahan yg ditempati ‘perampok’ yg harus setor sehingga jika bisa dipersulit kenapa dipermudah!
    Semoga dg revolusi birokrasi banyak yg di’miskinkan’ spy mereka mempunyai akal sehat untuk membiayai semua kegiatan politis merka dg cara yang halal
    Semoga Allah melindungi dan memudahkan semua revolusi birokrasi ini, amin

    Posted by NOENG | 24 Juni 2013, 5:03 am
  20. Hmm, 280 ijin dari 15 KEMENTERIAN. Yg terbanyak dari Kemenhub, 28 ijin. Ini mau bikin usaha transportasi ato meningkatkan explorasi minyak ya? X_X semangat abah dahlan, untuk menyederhanakan birokrasi Di INDONESIA…….
    Salam senin pagi, keep positive & optimist. Kerja kerja kerja…..

    Posted by Fris | 24 Juni 2013, 5:03 am
  21. Supaya jgn selalu ribut setip naik bbm, ikuti aja harga mimyak dunia dan di sesuaikan setiap bulan , aman kan? gitu aja kok repot.

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 5:04 am
    • setuju. lihat aja yang antri waktu harga mau naik kemaren. kebanyakan mobil yang mahal2 dan tak perlu subsudi

      Posted by supriyadi | 24 Juni 2013, 6:05 am
    • Mas SIMA ABADI,

      Ane sangat-sangat setuju. Sebar uang subsidi Rp. 300,000,000,000,000 tersebut untuk modal usaha rakyat Indonesia yang masih miskin.

      Terimakasih.

      Salam hormat,
      bonzo – jakarta barat

      Posted by bonzo | 26 Juni 2013, 12:54 pm
  22. …..

    Posted by Fris | 24 Juni 2013, 5:05 am
  23. generasi mental makelar ,,….apa apa di makelari utk komisi…sedikit yang kerja keras ,cerdas dan iklas seperti pak dis ,…pendemo penghujat hanyalah tahu sedikit,…sekelas pak dis saja ribetnya ampun ampun,…teruslah sehat pak dis makmurkan indonesia,…dengan berusaha keras dan istiqomah

    Posted by ben | 24 Juni 2013, 5:33 am
  24. Semangat pagi … ijin nyimak aja deh, 1 ijin cukup dibansing minyak

    Posted by apasaja | 24 Juni 2013, 6:19 am
  25. Mengherankan tahunya kok baru sekarang. Ternyata di era reformasi ini masih banyak yang tak terbuka. Dalam keadaan begitu perusahaan asing jalan aja. Harapannya revolusi solusinya segera menjadi kenyataan.

    Posted by Bitrik Sulaiman | 24 Juni 2013, 6:22 am
  26. bukannya pak dis gak mau bubarkan petral bes. tapi pak dis melihat bahwa petral merupakan ladang korupsi untuk birokrat anj*ng…dan level menteri bumn saja belum cukup untuk membubarkan petral. jika pak dis maksain saat ini, dia yang akan disingkirkan oleh birokrat korup anj*ng dari menteri bumn, dan diganti menteri bumn yang sejalan dengan birokrat anj*ng yang bisa diajak korup. tambah ancur bumn dan indonesia ini. paham ente?

    Posted by foke | 24 Juni 2013, 6:33 am
  27. Untuk zaman SBY jangan mengharapkan pemangkasan izin dari 280 ke 10. Mungkin besok setelah zaman Jokowi atau Zaman Dahlan Iskan baru bisa tercapai.

    Posted by lumpiarivai | 24 Juni 2013, 6:58 am
    • Anda menafikkan peran SBY ya..anda simak baik-baik tulisan pak DI, betapa beliau sangat meghormati pak SBY, tidak pernah menafikka peran siapa pun. Kita harus mencontoh ahlak seperti itu.

      Posted by nutami | 24 Juni 2013, 7:41 am
      • Setuju…!!! Mari berpikir positif terhadap hal-hal positif.

        Posted by pakje | 24 Juni 2013, 8:42 am
      • Realistis saja. Sudah 9 tahun tak ada tindakannya. Kalau sudah lintas Departemen, mana bisa P Dahlan menangani. Tunggu pergantian Bos yg kita harapkan tidak Lelet seperti yg sekarang ini.

        Posted by lumpiarivai | 24 Juni 2013, 5:21 pm
        • Betul, Pak SBY sudah cukup berjasa buat negara ini… ya salah satunya dgn mengangkat DIS menjadi Dirut PLN dan Mentri BUMN… dan Nextnya jadi Presiden Indonesia… Krg Jasa apalagi beliau???
          DIS Bisa jadi RI-1 cuma Lewat tangan SBY, tolong dukung SBY juga bukan malah dicaci… Paham?

          Posted by PUTU | 24 Juni 2013, 9:05 pm
          • Paham mas Putu….Bahwa kita harus mendukung SBY untuk membuka jalan pak Dis untuk tampil sebagai RI 1.

            Salam Olahraga,

            Posted by Ardian | 25 Juni 2013, 10:17 am
  28. untuk persoalan ini saya hanya bisa berdoa saja. he…. he…tapi yang jelas daging sapi aja ada makelarnya, apalagi ini minyak, pastinya buanyakkkkkkkkk. makelarnya

    Posted by thank,s | 24 Juni 2013, 7:06 am
  29. saya juga seperti pak DI. harap2 cemas,hehehe

    Posted by anriefarel | 24 Juni 2013, 7:09 am
  30. Saya prnah baca, di sragen menerapkan perijinan satu atap. ijin usaha atau apapun bentuk perizinan bisa diselesaikan dalam satu gedung. selain irit, tentu hemat waktu. tentunya negara harus juga melihat hal ini. agar lebih efektif, efisien dan menekan korupsi (semoga)

    Posted by sugi yanto | 24 Juni 2013, 7:20 am
  31. Ayoo buktikan dong pertamina.
    Mudah2an ijinnya jadi 10 aja, di 3 kementrian !

    Posted by alief | 24 Juni 2013, 7:43 am
  32. MH kali ini gak biasanya. Lagi enak2 baca tiba-tiba selesai, seperti gak ada klimaksnya, gak ada sesuatu yang menyentak yang menjadikan Senin sebagai hari penuh semangat. Pak Dis, infonya menarik sekali, cuma kurang sambal. Bangsa ini perlu sesuatu yang bisa membakar semangat kebangsaannya, percaya pada dirinya sendiri. Saya tak pernah bosan minta yang berikut ke Pak Dis : MH di Senin pagi, dan 1 lagi (apapun namanya) di Kamis pagi. Semangat! Semangat! Semangat!

    Posted by Prast | 24 Juni 2013, 7:45 am
    • sy juga merasakan begitu, tp bisa dimaklumi kemungkinan pak DIS lg sibuk banget. yg jelas tulisan ini walau sedikit kurang panjang tetap bisa membakar semangat di Senin pagi.. SEMANGAT Demi Indonesia…!!!!

      Posted by Susilawati Raharjo | 24 Juni 2013, 10:30 am
  33. Semoga negara yang sudah porak poranda oleh ulah para pejabatnya bisa dengan baik dibenahi. Lika-liku birokrasi akan hanya menjadi batu sandungan untuk menjadikan Indonesia negara maju. Sekarang ini semua serba cepat, ibaratnya klo dulu kirim surat perlu 1-2 hari sekarang hanya itungan detik.

    Posted by sopyan Thamrin | 24 Juni 2013, 7:46 am
  34. maju terussssss indonesiaku!!!!! semangattttttt!!!!!!

    Posted by DEMI INDONESIA | 24 Juni 2013, 8:00 am
  35. memalukan tpi harus diungkap, menteri yang dulu pun jga diam nggak ada terobosan…maju terus pak dahlan..

    Posted by sampurno | 24 Juni 2013, 8:07 am
  36. BBM naik/turun tapi kalo kita g siap sama saja.
    Jadi siapkan mental lahir batin agar kuat menghadapi situasi seperti apapun.

    OPTIMIS KREATIF…….

    Posted by adi ayun | 24 Juni 2013, 8:11 am
  37. apa kabar SPBG yang tahun 2012 mau dibanguan disamping SPBU? ternyata hanya mimpi dan ilusi dan pencitraan. DI Surabaya, malah SPBG di gusur. Jadi mari kita nikmati sandiwara kenaikan BBM. dan taka ada konversi ke gas. Pembangkit PLN aja banyak yang neggak BBM. Padahal PGN milik BUMN, jdi????

    Posted by sughar | 24 Juni 2013, 8:19 am
    • Rekan-rekan … inilah tokoh antagonis yang namanya sughar. Penggusuran SPBG tidak nyambung dengan pencitraan. Lain jalur bung … Kalo BUMN Indonesia kekurangan gas, hal ini adalah urusan Kementerian ESDM dan BP Migas yang tidak becus mengelola krisis energi ini. Mendukung Abah Dahlan Iskan yang merah-putihnya tidak diragukan lagi.

      Posted by Djoko Sawolo | 24 Juni 2013, 10:05 am
    • karena kita sudah terikat perjanjian menjual gas ke china sebagai akibat perjanjian pemerintahan sebelumnya, dan untuk membatalkan perjanjian itu harus berhitung dulu, karena berimbas dengan perjanjian dagang internasional

      Posted by haeny | 24 Juni 2013, 12:21 pm
  38. MH kali ini kok sepertinya kurang greget, datar-datar saja, menjadikan kurang semangat.
    hanya sekadar informasi yang kurang mak nyus … ya ibarat makan nih kurang sambal, jadi terasa hambar; juga kurang kenyang.

    adrenalin tidak terpacu ….
    kenapa ya …

    Posted by tyo | 24 Juni 2013, 8:25 am
  39. pak Dahlan Iskan harap-harap cemas. untuk menghilangkan cemas itu, lebih baik pak dahlan iskan maju saja jadi presiden trus brantas tuh mafia-mafia perizinan. saya yakin, kecemasan pak dahlan iskan akan hilang. kita tunggu masa-masa pak dahlan iskan atau pak jokowi jadi presiden…(cemasku langsung ilang)

    Posted by done | 24 Juni 2013, 8:27 am
  40. Semoga Revolusi perijinan Migas tidak mendapat halangan yang berarti dari orang2 yang selama ini diuntungkan oleh jalan yang berliku utk mendapatkan perijinan, dan peraturan serta perijinan yg efisien utk eksplorasi oleh BUMN (Baca Pertamina) segera terealisir …. dan semoga Dana yg didapat dari hasil Bumi Indonesia dan dana dari Masyarakat melalui pajak tidak digunakan untuk keperluan yang tidak memenuhi azas keadilan rakyat, contoh untuk membayar kesalahan Lapindo

    Posted by Rika | 24 Juni 2013, 8:34 am
  41. kenyataannya “semua perijinan yang di persulit jadi ajang korupsi untuk mempermudahnya”

    Posted by tofanbatam | 24 Juni 2013, 8:41 am
  42. sahabat MH & dahlanis..menurut sebuah sumber berita,, konon katanya salah satu alasan, knp BBM selalu mahal.. karena Pemerintah tidak membeli langsung dari Negara penghasil BBM, melainkan melalui sebuah Perusahaan Calo BBM (PT.Petral) seperti yg diungkap ekonom “Faisal Basri.. nah seperti yg pernah di ungkap pula pada MH yg entah keberapa saya lupa.. bahwa pak Dahlan Iskan akan membubarkan PT.Petral tersebut… APa sahabat2 MH ada tau kelanjutan nya.. Mohon infonya..

    Posted by Ade Ika Edwar'd Wasrika | 24 Juni 2013, 8:43 am
  43. untuk petral, setahu saya p dahlan ngak jd membubarkan tetapi pertamina diintruksikan untuk membeli langsung ke produsen minyak seperti iran dll. yg penting pembelian minyak mentah ngak lewat calo lagi. petral tetap bisnis minyak yg di jual kenegara lain.

    Posted by darrentt | 24 Juni 2013, 8:47 am
  44. Mungkin tuk bubarkan Petral.. butuh 380 ijin atau lebih..

    Posted by Sjam | 24 Juni 2013, 9:02 am
  45. Saya setuju dengan mas Prast dan Mas Tyo, memang untuk MH kali ini kurang greget. kurang memberikan motivasi di hari senin seperti biasanya. Tapi dari sini sangat terlihat kegundahan DI mengenai situasi yang terjadi. andaikan pemangkasan perijinan dapat lebih disederhanakan pada saat DI menulis artikel ini, mungkin bisa menjadi penutup tulisan yang membahagiakan. Semoga keinginan baik untuk menyederhanakan ijin ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat.Amin

    Posted by habib | 24 Juni 2013, 9:13 am
    • mh kali ini adalah pencerahan, sama seperti ketika jadi dirut pln, pak dahlan membuka mata kita tentang pembodohan pada masyarakat. orang tahunya pasang listrik itu mahal, padahal tidak. saat itu pak dahlan menjelaskan bahwa kita dibodohi oleh oknum oknum yg ada hubungannya dengan pln, karena urusan pln hanya kabel sampe meteran doang, untuk instalasi rumah bukan pln, padahal setahu masyarakat ya tetep pln.
      nah ini juga sama, ketika barikade anak muda pertamina siap lari kenceng..ada hambatan extra ordinari..yg namanya perijinan justru yg berada di luar wewenang menteri bumn, artinya pak presiden nyuruh lari sekenceng kencengnya, eh ada juga pembantu pak presiden yng nggandoli. bagaimana pendapat anda?

      Posted by haeny | 26 Juni 2013, 11:44 am
  46. memang masih feodal…..

    Posted by hendy | 24 Juni 2013, 9:16 am
  47. kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah…. Birokrat gutu loh

    Posted by striso | 24 Juni 2013, 9:22 am
  48. Kenapa mesti Premium yang lebih besar kenaikannya. Pak? sedangkan rata-rata pengusaha kitakan pake GINSET yang BBMnya SOLAR. jadi ada apa ini kok kita aja yang punya sepeda motor aja yang disusahkan. tolong dong pak dilihat dong dari kacamata Hati…!

    Posted by wahyu | 24 Juni 2013, 9:29 am
    • kenaikan ini adalah bersifat politis, karena harga naik karena subsidi pemerintah mencabut subsidi. sedangkan harga jual pertamina adalah tetap sesuai dengan angka keekonomian. ini harus kita perjelas, kenaikan ini tidak atas kehendak pertamina, tetapi yg punya subsidi (termasuk listrik dari pln) berkehendak mencabut atau mengurangi subsidi……

      Posted by haeny | 26 Juni 2013, 11:46 am
    • untuk solar, bagi pengusaha (industri), jelas tidak diperbolehkan untuk membeli dngan harga subsidi, mereka dikenakan dengan harga industri (non subsidi). contoh kecil adalah saya, memiliki genset 80 kva yang jelas digerakan pake solar untuk penggerak mesin press 305 sb (buat paving), 1 hari paling engga 30 L, kita beli pake jerigen yang 20 literan saja dikuntit sama petugas.. terus di nasehatin untuk beli di distributor solar untuk kalangan industri….
      saya khuznudzon saja… ini jelas sangat baik (meski usaha kami waktu itu, bisa di bilang menengah kebawah)

      wawan

      Posted by wawan | 29 Juni 2013, 6:03 am
  49. ikut menyimak….
    Tetap Semangat

    Posted by msodikvip | 24 Juni 2013, 9:48 am
  50. Kasihan sekali para indon ini…pantas negara indon nggak maju-maju..mau nggambil punya sendiri saja ruwet sekali…oh indon..nasibmu kini..xi..xi…xiii kwek..kwek..

    Posted by Zuqos | 24 Juni 2013, 9:51 am
  51. Oalaah Petral Petral, nasibmu kini jadi kambing hitam,
    apa memang kambing hitam beneran ya?

    sebenarnya pak dahlan sudah pernah menyinggung petral,
    sampai menantang, siapa yang bisa membuktikan bahwa petral ladang korupsi dan bisa menyeret ke pengadilan,
    bahkan sampai akhirnya menyuruh pertamina tidak beli minyak dari petral,

    setiap isu minyak muncul petral selalu muncul,
    memang harus dibubarkan dulu petralnya biar tidak mendompleng isu, atau ada statement resmi dari pertamina bahwa
    PERTAMINA tidak lagi beli dari PETRAL, clear

    Posted by saeful | 24 Juni 2013, 10:13 am
  52. Entah sudah berapa banyak dan lama serta akan berapa banyak dan berapa lama lagi argumentasi dan polemik tentang BBM ini. Hope kali ini rasanya kurang kongkrit, solutif dan masih wacana. Semoga ini hanya bentuk kehati-hatian Abah dalam menyikapi dilema terkait sudut pandang pemerintah-rakyat yang menghadapi persoalan pelik ini. Yang jelas kenaikan harga BBM ini menjadi awal untuk semua kenaikan yang akan terjadi termasuk kenaikan emosi, tekanan darah dan tempramen rakyat yang merasa tidak terbantu dengan Balsem tapi lebih merasa terhimpit karena kenaikan BBM yang memacu kenaikan harga lainnya. Semoga kita masih bisa optimis dan positif thinking serta masih bisa berkarya maksimal. Semoga Pak Dis selalu sehat untuk memimpin para pejang bangsa yang ingin membangun Hope dan mencari solusi. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 24 Juni 2013, 11:02 am
  53. Reblogged this on The Journey of A Slow Walker and commented:
    Pikiran langsung menteri BUMN, Dahlan Iskan. Sudut pandang langsung dari subjek nih. Penting buat asupan pikiran, sebelum asumsi macam- macam.

    Posted by rahadianfarizi | 24 Juni 2013, 11:38 am
  54. Kasihan DI jadi dilema. mau bubarin petral tdk direstui, mau nolak kenaikan bbm, nanti dibilang tdk thu diri. Memang susah kalau ingin berbuat sesuatu yg baik di nkri ini. jadi kami harus bilang woww gitu?

    Posted by SIMA ABADI | 24 Juni 2013, 1:45 pm
  55. Buat An Maharani blueepen…PerTamina kan tdk hanya eksplorasi…Ada pengolahan..yg mengolah minyak mentah, salah satunya BBM Abah Dis..Sukses untuk Brigade 200 K…

    Posted by sekar pamungkas | 24 Juni 2013, 2:16 pm
  56. “Pekerjaan Besar setelah Kenaikan Harga BBM”
    Bukan sekedar kurangin jumlah ijin tambang minyak.
    Kebijakan energi yang lebih baik… Itu intinya.. kita punya banyak gas.
    Sementara saya lebih dukung ke gas.
    Listrik mungkin paling bagus karena kita punya cadangan panas bumi sebagai pembangkit listrik yang sangat besar…
    Tapi masalah bateray masih susah untuk murah, tahan lama, dan kapasitas besar.
    Mungkin 10 tahun ke depan akan semakin bagus.

    Konversi ke gas, ga usah muluk muluk suruh rakyat beralih ke gas.
    Minimal angkutan umum, Kendaraan Tambang BUMN, Kendaraan Pelabuhan BUMN.
    Atau minimal kendaraan pertamina aja dech.. :D
    Kalo langsung kerakyat mungkin terlalu keras ributnya, dan penolakan atau ketakutan masyarakat kendaraan BBG.

    Pak dahlan sebaiknya tekan pertamina bangun lebih banyak spbg.
    Tekan BUMN pakai konverter kit BBG.
    Memang “publikasinya” ga akan se-heboh
    kalo pertamina bisa akuisisi perusahaan minyak asing.
    Pertamina beli ladang minyak di irak dll.

    Kapan pertamina membangun lebih banyak SPBG.
    Kalau udah pada konversi tapi ga ada SPBG, kan ribet,
    ibarat bikin pabrik mobil tapi ga bikin jalan.
    mau ditaruh dimana itu mobil2.
    Sekarang becak lagi pada konversi ke gas.. ribuan unit
    tapi apa komentar para sopir.
    Becak SPBG masih ngantre 2 jam, sama kayak bus transj.
    Bahkan bus TransJ yang baru akhirnya pake solar lagi.. :D

    Tanpa perlu ditulis “manufacturing hope” pun..
    Semua akan memiliki hope, jika semua kendaraan BUMN, Kendaraan Tambang BUMN, Kendaraan pelabuhan.
    Sudah pake BBG dan aman2..

    Lah kalo yang besar sekelas BUMN aja ga mau pake konventer kit.
    belum mau alih ke gas dan ga mau ribet.
    Apalagi rakyat yang tujuannya cuman transportasi.. bukan bisnis..
    Pasti mending beli yang subsidi dan ga ribet…

    Salam

    Posted by Widarta Ketut | 24 Juni 2013, 2:40 pm
    • Jgn Meremehkan Dahlan Iskan bro… Pengetahuan Beliau saya setarakan dgn Habibie loh…
      – DIS Mulai pembangunan PLN Berbasis Batu-bara dan GAS, itu dioperasikan dalam 2th kedepan.
      – Energi Panas Bumi Blm ekonomis jadi di cancel smua
      – GAS kita byk, tapi sudah terlanjur dijual murah ke cina jaman megawati..
      – Converter BBG sudah diberikan gratis ke rakyat, tapi rakyat msh takut pakai, bagaimana dgn anda? anda minta SPBG diperbanyak, mobil anda sudah pakai GAS kah? beberapa taxi sudah pakai, anda gmn?
      – Mobil Listrik akan dioperasikan Pada Bulan September-Oktober 2013. Tapi untuk benar2 masspro mkn dibutuhkan waktu 3~5th, itupun harus serius menjalankannya.
      – Angkutan Container nextnya akan menggunakan Monorail khusus, liat di monas deh…
      #Dalam sepakbola terkadang Komentator merasa lebih jago daripada yg nyetak gol…
      Tolong lebih humble lagi…
      ==============================================================
      Dahlan Beberkan 5 Langkah Menuju Ketahanan Energi
      Senin, 28 November 2011 | 20:31 (dari awal menjabat sudah dipikirkan).

      JAKARTA – Pemerintah harus menyelesaikan dan menangani dengan serius lima aspek dalam mencapai ketahanan energi nasional yaitu gas, geothermal, pembangkit listrik tenaga surya, batubara dan nuklir.

      “Kelima aspek ini jika disandingkan dengan pokok-pokok kebijakan umum energi pemerintah maka ketahanan energi nasional dalam jangka panjang optimitis dapat dipenuhi,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, saat berbicara pada seminar nasional “Kebijakan Energi Nasional, Kedaulatan Energi Menuju Kemandirian Bangsa,” di Gedung Nusantara VI, MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin.

      Menurut Dahlan, saat ini pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harus diubah karena kenyataannya produksi minyak terus turun sedangkan gas terus naik.

      Dalam kondisi seperti sekarang ini seharusnya kendaraan niaga jangan lagi menggunakan BBM, tetapi harus dialihkan ke CNG (compressed natural energy) atau beralih ke listrik. “Truk-truk diarahkan menggunakan CNG, sedangkan sepeda motor menggunakan energi listrik,” ujarnya.

      Selain itu, Dahlan yang juga mantan Direktur Utama PT PLN ini berpendapat bahwa untuk mengatasi beban listrik saat beban puncak, maka alokasi gas untuk PLN harus ditingkatkan. Untuk memecahkan masalah tingginya beban puncak, PLN sedang membangun mini CNG di seluruh Indonesia dan sedang dalam uji coba di Jambi.

      Dari sisi pengelolaan gas, katanya, pemerintah juga harus membuat kebijakan yang lebih fleksibel. Saat ini pemanfaatan gas kurang maksimal karena jauh dari konsumen, sehingga harus dicarikan jalan keluar dengan membangun pipa gas Trans Jawa antara Pertamina dan PLN, termasuk pembangunan terminal receiving gas.

      “Pembangunan pipa gas Trans Jawa antara Pertamina dan PLN harus didukung penuh dan seluruh kebijakan. Aturan yang menghambat pipa tersebut harus diberantas. Trans Jawa dalam waktu dua tahun harus jadi,” tegasnya.

      Pada sisi geothermal, Dahlan menilai sejauh ini masih sulit untuk dikembangkan. Ia berpikiran ekstrem agar seluruh hasil tender pengembangan pembangkit listrik panas bumi dibatalkan. “Sejauh ini tidak ada yang jalan. Untuk itu seharusnya dilakukan pembatalan dengan menerbitkan Perpres, Kepres, maupun Inpres,” ujarnya.

      Dahlan juga menyoroti pentingnya melanjutkan program pemerintah menyediakan PLTS terutama di pulau-pulau kecil. “PLTS terbukti telah membuka isolasi energi listrik sejumlah daerah terpencil di Tanah Air. Ini perlu terus dilanjutkan,” ujarnya.

      Dari sisi batubara, Dahlan mendesak pemerintah agar dibuatkan batasan ekspor sehingga Indonesia memiliki batubara yang cukup. (tk/ant)

      “Kalau memang tidak bisa dibatasi (ekspor) maka sebaiknya harus dicadangkan lokasi penambangan batubara yang dikhususkan untuk memenuhi pasokan dalam negeri hingga 200 tahun. Lokasinya bisa di Kalimanta maupun Sumatera,” ujarnya.

      Dahlan juga meminta para pengusaha batu bara jangan berorientasi terhadap keuntungan saja. Tetapi harus memikirkan cadangan energi untuk masa depan energi bangsa.

      Sedangkan energi nuklir, Dahlan mengatakan bahwa Indonesia harus mempercepat penggunaan tenaga nuklir sebagai energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak (BBM) yang cadangannya terbatas.

      “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mau tidak mau harus dikembangkan penggunaannya. Kalau ingin memiliki energi yang handal dan murah maka teknologi nuklir menjadi salah satu jawabannya,” tegasnya.

      Posted by PUTU | 24 Juni 2013, 9:23 pm
      • @Pak Putu yang cemerlang.

        Saya sama sekali tidak meremehkan Pak DI mas brow wow …
        Pak DI mungkin setara dengan Pak Habibie..
        Tapi mungkin pak DI masih harus belajar dari Pak JK..

        Pak JK pencetus pengalihan minyak tanah ke gas.
        Dan sudah dijalankan.. Rp 32 Triliun dihemat brow..
        Kalao bukan sekelas Pak JK yang tegas dan berani. itu sulit brow..

        saya pakai gas?
        yang bener aja mas broww..
        transj ama bajaj yang udah dikonversi aja masih ngatre buat isi gas..
        Bus transj ato truck pelabuhan besar itu hampir 300 liter fulltank, sepeda motor cuman 3 liter.
        ya ga bener mau efisien kalau yang kecil duluan brow…
        pemerintah itu tugasnya mensejahterakan rakyat, bukan menyusahkan rakyat..

        wong pak DI aja belum nyuruh BUMN pasang konverter kit di armadanya.
        baca tulisan saya di atas sebelum komentar..
        Kalao BUMN dan pertamina belum mau pakai di kendaraannya.
        Masak mo nyuruh rakyat coba2.. Ampun mas broww…
        Rakyat masih banyak yang susah..

        Pak Di itu Mentri BUMN bro.
        Kalao ngomentarin 280 surat di 15 kementrian itu boleh boleh aja bro.. tapi jadi wacana..
        Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di sebrang lautan kelihatan..

        Komentar saya sebelumnya berharap konversi BBM ke gas,
        Dimulai dari BUMN, yang notabene kementrian Pak DI..
        biar sesuai dengan slogan “kerja kerja kerja”,
        kalao mempersingkat 280 ijin di 15 kementrian itu cuman bisa di tekan ama Pak SBY bro.
        bukan Pak DI..

        Ga sayang tuh, bus tranj pake solar lagi.. makin polusi ibu kota kita..
        november 2012 cuman ada 4 spbg di jakarta yang melayani 522 bus transj.

        # Sepakbola
        Mungkin komentator yang merasa lebih hebat itu dari pencetak goal.
        Lebih baik
        daripada “fans fanatik” yang merusak, menghancurkan bus, nonton ga beli tiket..

        #saya juga sebut anda brow.
        karena dari awal saya sudah berusaha hormat meskipun tulisan saya keras.
        Semua saya sebut “pak” saat membalas komentar..
        tapi sepertinya anda tidak bisa menghormati dan menghargai kritik orang lain.

        #GAS kita byk, tapi sudah terlanjur dijual murah ke cina jaman megawati..
        Silahkan anda kritik di forum PDIP,
        dan jangan lupa pakai id asli, kalao nama samaran nanti cuman selevel “trio macan” :D

        #Pak DI masih idola saya. disamping pak JK, Mahfud, Jokowi, Ahok, Tri Rismaharini , A.Samad
        Tapi tak akan membuat saya fanatik..

        Posted by Widarta Ketut | 24 Juni 2013, 11:26 pm
        • Saya sepakat dengan sebagian kometar mas Widarta terutama untuk memacu penggunaan gas …tetapi saya kurang sependapat membandingkan pak DI dengan pak JK. Ingat mas, posisi pak JK pada waktu mencetuskan pengalihan minyak tanah ke gas adalah seorang Wakil Presiden yang mempunyai kewenangan untuk memerintahkan para menteri, ditambah posisi beliau yang Ketum partai mayoritas ke 2 di parlemen saat itu.. Bandingkan dengan pak DI yang hanya seorang menteri BUMN dan tidak mempunyai kewenangan mengatur tata niaga minyak, gas dan tambang.

          Masih ingat kasus PLN yang membangun pembangkit listrik 10.000 MW dengan bahan bakar sebagian gas dan batubara?? yang walaupun PLN yang sudah diback up pak DI sebagai Men BUMN ternyata sulit mendapatkan pasokan batubara dan terutama gas yang menjadi domain Men ESDM dan BP Migas. (sampai beliau mengancam akan mencari gas ke Iran).

          Walaupun pak DI memerintahkan armada BUMN memakai konverter kit kalau gas nya tidak ada ya percuma dong..Apalagi pak DI tidak punya kewenangan untuk mengatur tata niaga Migas dalam negeri.

          Jadi kalau komentar mas Widarta adalah sebagai kritik membangun adalah baik untuk mengingatkan pemerintah secara keseluruhan. Tetapi kalau hanya menyalahkan pak DI seorang untuk masalah tata niaga Migas yang bukan kewenangannya adalah kurang bijaksana dan terkesan mencari kambing hitam.

          Kalau ingin semua armada transportasi pemerintah dan BUMN memakai Gas dan listrik, maka dukunglah pak DI untuk menjadi RI1. Insyaallah usulan2 dan keinginan2 yang baik seperti komen mas Widarta pasti akan di dengar dan di follow up beliau..Amiiinnn.

          Oh..ya mas…kalau masalah bus trans jakarta memakai solar itu lebih baik pertanyakan juga ke PEMPROV DKI sebagai pemiliknya, kenapa bisa kok bus trans Jakarta minumnya bukan gas?? Apa tidak ada usaha dari mereka untuk berusaha mencari gas? kalau perlu sampai ke negeri Iran.

          Salam Olahraga,

          Posted by Ardian | 25 Juni 2013, 1:48 pm
          • kritik juga wajib hukumnya,jika nggak ada kritik artinya apatis dan istilahnya itu “sak karepmu….ora mikir, ora ono hasile” nah kritik tetep harus pahit atau manis. apapun alasannya kirik harus sebagai penyeimbang….saya mengidolakan pak dahlan tapi saya tidak suka saat harus ada ruwatan misalnya….makanya harus ada yg mengingatkan tokoh yg jadi idola

            Posted by haeny | 26 Juni 2013, 12:36 pm
          • Setuju dengan mbak Haeny…kritik adalah wajib apalagi kritik yang membangun dan disertai solusi. Tetapi kritik juga harus jelas dan tepat arahnya, jadi tidak serampangan dan asal kritik aja..

            Oh..ya, saya suka program2 Jokowi, tetapi tidak suka pembelaan men sapi buta dari pemujanya yang menurut saya kurang rasional. :).

            Salam Olahraga,

            Posted by Ardian | 26 Juni 2013, 1:52 pm
        • Bpak yg cemerlang.
          Kita sudah terlalu banyk orang pandai, pandai dlm segala bidang, bahkan dlm berdebat orang2 kita amat jago.
          Sy sudah bisa merasakan siapa tokoh utama bpk cemerlang, sehingga mengatakan pendukung pak dahlan ini fanatik.

          Posted by sorwilis | 28 Juni 2013, 10:12 pm
          • @Pak Sorwilis.
            Terimakasih atas terawangannya pak.
            kalao bukan pak Sorwilis saya tidak akan komen lagi.
            kebetulan kita udah sempat diskusi di posting sebelumnya kan..

            semoga tidak sedangkal di bawah ini pak
            saya adalah pendukung pak ICAL.
            karena saya tidak mengkritik beliau karena sudah menenggelamkan porong sidoarjo ;)
            Apakah tanpa mengkritik pak ICAL, berarti saya pendukung pak ICAL..
            Saya mengkritik pak DI.
            Apakah itu berarti saya “bukan” pendukung pak DI..

            Atau haruskan saya ikut paham “ospek”
            1. Pak DI selalu benar
            2. Jika Pak Di salah, balik ke point 1.
            3. “Pengkritik” pak DI adalah “pencaci maki” “banyak omong” yang cuman “pandai berdebat” tapi “tidak bisa kerja”.

            Tapi bertentangan dengan hati saya pak,
            saya punya harapan jauh lebih besar ke pak DI,
            bukan cuma mengangkat portal parkir JII yang macet,
            membanting kusri gerbang toll..
            menonton panen sorgum atau pisang..

            BUMN itu banyak kepentingan pak,
            Korporasi besar, individu, para petinggi dan golongan partai politik.
            BUMN punya peluang besar jadi mesin uang partai politik, apalagi dekat 2014..
            Jika di ibaratkan, pemilu 2014 yang bersih itu ada di “tangan pak DI”

            Yakinkah kita semua, atau minimal yakinkan saya..
            seluruh jajaran direksi dan komisaris BUMN sudah bersih dari kepentingan individu, korporasi, dan partai.
            Beserta orang orang titipan dari atas..
            dengan teknik yang mungkin terlalu canggih untuk kita pahami.

            Kasus Century ditemukan secara tidak sengaja dalam rapat tidak resmi.
            sekaliber Sri Mulyani pun tidak melaporkan meskipun kepada JK beliau katakan kalau telah dibohongi oleh BI..
            Karena saking besarnya dan kuat nya pemain di belakang layar..
            Sebelum akhirnya terungkap dan jadi besar,
            hanya karena terlalu seksi bagi partai untuk menyandera pemerintah SBY.

            kalau pak dahlan mendeklare itu dengan lantang…
            “Saya Dahlan Iskan menjamin, 2014 tak ada BUMN yang dijadikan mesin uang partai, dengan cara apapun dan teknik secanggih apapun, semua direksi dan komisaris adalah eksekutif atau ekonom yang profesional di bidang BUMN masing masing , bukan karena mantan jendral, orang titipan, atau orang dekat dengan ini itu”

            Saya akan semakin bangga dengan beliau.
            meskipun teman2 disini mengganggap satu suara saya tak ada artinya..

            Baiklah,
            penutup saya mungkin harus seragam dengan teman teman disini.
            agar saya aman dari tuduhan merendahkan, mencaci maki, banyak bicara

            Hidup pak DIS,
            Pak DIS Hebat,
            Pak DIS Harus RI 1,
            Bali akan menang 70%, Jawa 80%, Sumatra 90%.

            Posted by Widarta Ketut | 28 Juni 2013, 11:26 pm
          • “Every nation in every region now has a decision to make. Either you are with us, or you are with the terrorists.”
            George W. Bush

            Posted by uyung | 29 Juni 2013, 12:47 pm
          • Kali ini sy banyak setuju dg pak ketut
            Namun apakah begitu penting dan mendesak sehingga pak dahlan harus memproklamasikan dr seperti harapanbpk.
            Saya juga sama spt pak ketut, menaruh harapan besar kepada pak dahlan, tp saya kwatir dg kejadian tempo dulu,kwatir kalo2 pak dahlan di ” gus durkan” atau bahkan di ” munirkan”.
            Cukuplah negri kita diletakkan di rel dan tapak yg berliku oleh pemimpin terdahulu, kali inilah jangan kehilangan momentum, semoga pemimpin nanti tidak cukup bermodal profil dan kejujuran tp tahan banting dan ahli strategi.
            Negara2 di sebelah kita memandang remeh kalo pemimpin kita hanya bermodal profil seram dan suara kencang, mereka meledek kita.
            Diperlukan pemimpin yg amat ” licik “.
            Pak ketut
            “Tindakan dan kata adalah saksi tersembunyi”
            “Dari keduanya terpancar hasrat hati nurani”
            Maaf kalo pak ketut tesinggung kata2 saya.

            Posted by sorwilis | 30 Juni 2013, 12:14 am
          • @ pak Sorwilis
            mungkin anda pendukung pak DI paling bijak di forum ini..
            mungkin setelah pak DI jadi presiden..
            semua BUMN dibersihkan dari orang partai, orang titipan, mantan jendral..
            demikian juga duta besar, semoga diisi bukan hanya mantan2 pejabat yang menggangur.

            semoga “licik” yang bapak maksud..
            menunggu waktu yang tepat..
            walaupun beliau sudah mempunyai “wewenang” sebagai mentri BUMN..
            mungkin benar pak,
            pak DI sekarang belum “berani” merombak semua..
            karena masih ‘sungkan’ dengan pemerintahan pak SBY, pak Hatta dll.
            Tapi jika bapak memperhatikan, pak DI banyak sekali memuji pak SBY di banyak komentar dan tulisannya..
            Kalau nanti pak DI maju lewat demokrat.
            apakah rasa sungkan ini tetap dibawa atau pak DI akan menjadi berani melibas pendukungnya sendiri..
            hal ini juga berbahaya karena akan menggoyah stabilitas pemerintah dari goyangan dari parlemen..

            kalau pak DI maju lewat konvensi demokrat…
            saya tidak bisa bayangkan, bagaimana cara memenangkan.. mengingat demokrat lagi turun turunnya..
            tanpa niat merendahkan, teman teman disini masih terlalu sedikit dibanding jutaan pemilih di NKRI..
            secara elektabilitas pun masih jauh dari calon lain..
            kalau dengan kampanye besar besaran, serangan udara.. Itu perlu dana yang sangat besar.. seperti 2009 yang lalu.. yang akan meninggalkan hutang uang, jasa dan hutang politik..

            Jika demokrat tidak dapat 20% suara, harus koalisi dengan partai lain, dan kita tidak bisa menjamin kalao di dalamnya tidak ada proses tawar menawar, belum lagi hutang budi pada demokrat sebagai pengusung pertama..

            Perjuangan bapak “Fadjroel Rachman” untuk capres independen, sudahkah kita disini dukung mati matian?
            Padahal jika saja Capres bisa melalui jalur independen..
            Mungkin pak DI tidak harus lewat partai yang harus membuatnya “sungkan” di kemudian hari..

            disinilah lahir dilema,
            Jika pak DI merombak total BUMN tanpa memperhatikan orang2 di ‘atas”
            Apakah masih ada partai yang mau mencapreskan beliau..

            Jika saja elektabilitas pak DI bisa melewati suara partai demokrat.. jalan ceritanya akan lain.
            akan jauh berbeda, akan memberikan pak DI lebih banyak nilai tawar..
            sama seperti elektabilitas Jokowi yang selalu di atas PDIP, dan elektabilitas Prabowo di atas Gerindra..
            seperti pemilu 2004 dan 2009 dimana elektabilitas pak SBY yang selalu di atas demokrat..

            karena itulah kenapa saya menulis kritik.
            kerja kerja kerja pak DI belum cukup merakyat..
            Sukses di pabrik gula, sukses sapi sawit, sukses buah tropis, sukses sorgun pengganti gandum..
            masih belum cukup..
            Perlu sesuatu yang lebih gegap gempita..
            bukan sekedar buka gerbang toll atau palang parkir..
            yang kadang akan menjadi serangan balik tuduhan pencitraan..
            pencitraan yang sudah sangat muak rakyat lihat..
            yang akhirnya menurunkan elektabilitas pak DI sendiri..
            meskipun tujuan nya baik..

            Salam.
            Jika pak DI Presiden NKRI 2014.
            Semoga tanpa beban hutang apapun.
            kepada siapapun..

            mari kita mulai dukung usaha pak Fadjroel Rachman untuk capres independen..

            Posted by Widarta Ketut | 30 Juni 2013, 2:56 am
          • Pak ketut.
            Sebenarnya sy jg punya harapan sprt bpk, namun saya buang jauh harapan spt itu, karena begitulah aturan perlembagaan kita, sistim yg kita punyai,setidaknya untuk masa 10 h yg akan datang itupun seandainya pak dahlan jd RI 1 atau minimal masih berada di kabinet yg akan datang. Tentu waktu itu pemimpin kita akan lebih mudah melaksanakan spt yg pak ketut dan kita inginkan ,setidaknya laluan yg akan dilalui sudah nampak.

            Tentu sj jika pak dahlan jadi presiden beliau masih akan membalas budi, krn begitulah adanya, untuk merubahnya tentu pak ketut bisa bayangkan sulitnya lebih sulit merubah mental jutaan rakyat indinesia.
            setidaknya negara kita walau masih remang2 tentu landasan nya lebih benar tujuannya lebih jelas.

            Saya tidak begitu peduli dg cara dan bgaimana pak dahlan bisa ikut bertanding.

            Dalam memilih presiden dimanapun tentu tdk lepas unsur asal usul, suku agama jg daerah, alias politik perkauman, sekenario saya: miskipun elektailitas pak dahlan di bwh pak jokowi, namun hanya pak dahlan yg mampu melawan jokowi.
            Calon lain tentu kalah.
            Kalo pak dahlan melawan jokowi saja, tentu itu yg paling seru, jawa sebelah timur dan jawa tengah mempunyai masa yg imbang, jokowi jempunyai kelebihan di jakarta dan dahlan di kalimantan, itulah kenapa pak dahlan rajin ke jawa barat dan medan.
            Jokowi mempunyai profil yg kuat, tapi pak dahlan punya sistem dan karakter yg sangat kuat yg jarang di miliki pemimpin di negara kita

            Posted by sorwilis | 30 Juni 2013, 8:47 pm
  57. woow banyak banges izinnya g salah tuh Bah segitu banyaknya

    Posted by DAMAR@RANGKAS | 24 Juni 2013, 3:15 pm
  58. Subhannallah..

    Begitu berat dan panjangnya Proses Perijinan Memproduksi Minyak dan Gas di Indonesia..
    sampai ketahuan oleh DAHLAN ISKAN ternyata sebanyak 280 Meja…(pintu).

    Alhamdulillah,segera Presiden SBY memberi : “sikap-cepat” dgn membentuk TEAM REVOLUSI PERIJINAN MIGAS.
    Dari sini semua,diharapkan semua akan lebih “simpel” dgn tanpa mengurangi tasa aman dan selamat…
    Selamat bekerja : TEAM,hasil kerja-Mu yelah ditunggu untuk Pelaksanaan Program 200.K, yaitu :
    Program Pertamina untuk memproduksi atau menambah Produksi Minyak Pertamina 200.000 barel per hari….

    Insya Allah…

    Semangat-Optimis selalu,bersama DAHLAN ISKAN.
    Salaaaaaam Dahlanis….

    Posted by N. SORRI.. | 24 Juni 2013, 5:22 pm
  59. Emang birokrasi nenek moyang hrs dibuat jln tol jg… hadeh… disitulah muncul UUD dan WANI PIRO

    Posted by PUTU | 24 Juni 2013, 5:37 pm
  60. Sudah terlalu lama di-manja-kan oleh subsidi, hingga membunuh akal. Abah sadarkan kita akan masalah yang sebenarnya. Malah menuntun kita untuk bersama menemukan sekaligus menjalankan solusi.

    Posted by Adit(pun) Bisa | 24 Juni 2013, 7:07 pm
  61. Ruwetnya urusan birokrasi bukan menjadi rahasia lagi, dibutuhkan orang yang bisa mengadakan revolusi birokrasi untuk kepentingan anak bangsa semua bukan semata-mata untuk kepentingan individu dan kelompoknya saja

    Posted by zakiy | 24 Juni 2013, 7:15 pm
  62. Masih cukup waktu bagi pak SBY untuk memperbaiki birokrasi perizinan, harus ada time line, pengawasannya gampang, jangan berbelit, tujuannya jelas untuk kemakmuran Rakyat.

    Posted by Abdul Rahim. | 25 Juni 2013, 7:55 am
  63. Itulah indonesia, negara yg lambat, ayo pak dahlan babat hbs tu perizinan biar kita jd negara yg cepat biar bisa bersaing dgn negara lain..maju trus pak dahlan .!!

    Posted by sugeng | 25 Juni 2013, 8:37 am
  64. Kenapa sih Indonesia harus impor minyak pak? Kenapa ga pertamina aja ya produksi minyaknya? kenapa sumur2 tua pertamina ga dimudakan kembali? apa pertamina ga ada duit utk buat sumur2 baru?uangnya udah habis bwt nge gaji karyawannya to?apa pertamina itu cuma dodolan minyak saja sampai kita harus impor minyak *maaf, hanya seorang anak lugu bertanya*

    Posted by Amalia | 25 Juni 2013, 9:56 am
    • Pake krim korea ajah biar jadi awet muda mba’e…
      Mkn kalo tertarik belajar perminyakan nanya ke mba Karen aja Dirut Pertamina… hehehe…
      ======
      Kalo sepengetahuan saya dari hasil baca2 (karena saya bkn insinyur minyak) :
      1. Sumur tua adalah sumur yg sudah tidak produktif lagi karena udah sebagian disedot. skr diremajakan kembali karena Kita punya metode untuk menaikkan minyak secara ekonomis IOR (Improved Oil Recovery). misalnya dgn teknologi Water Flooding atau mengganti dari gas lift ke system ESP (electrical submersible pump).

      2. Analisa terhadap sumur2 tua harus mendalam, jgn sampai biaya lifting lebih besar dari harga jual minyak itu sendiri… harga pasar per barel sekitar 80~120 USD/barrel.. kalo check di saham internasional hari ini 25/jun harga crude oil sekitar $95.89
      Lifting cost yg baik sekitar $4~8/barrel… kalau lebih dari itu profit perusahaan dijamin sulit BEP.

      3. Menemukan sumur baru dan membuat sumur baru bukanlah hal yg mudah… itu bisa menghabiskan miliar dolar, sy search sekitar $2 Miliar/sumur = RP. 20Triliun.
      Siapa pengusaha lokal/BUMN yg berani keluar biaya segitu, dan belum tentu minyaknya keluar… kalau sudah begitu ya pulang tangan kosong atau bangkrut…

      Kalau Pertamina mau maju, ya harus belajar dari skr, dan harus berani ambil sikap.
      contoh rebut kembali blok mahakam yg akan habis masa kontraknya dan benar2 dikelola sendiri.
      BISA atau tidak ya HARUS BIS KALAU INGIN MERDEKA MIGAS.

      Salam,
      Putu
      ==========================
      Tingkatkan Produksi Minyak di Bunyu, Pertamina Terapkan IOR
      Albi Wahyudi

      Kiprah lapangan Bunyu selama ini sudah semakin baik dan dapat meningkatkan produksi minyak.

      JAKARTA, Jaringnews.com – Untuk meningkatkan produksi minyak di 2013, PT Pertamina (Persero) terapkan metode Improved Oil Recovery (IOR) di lapangan Bunyu dan diharapkan dalam 2013 ini dapat menghasilkan lompatan produksi setidaknya hingga 10 ribu (Barel Oil Per Day/BOPD). Sebelumnya pada 2012, lapangan Bunyu mampu meraih produksi sebesar 7.400 BOPD.

      “Kiprah lapangan Bunyu selama ini sudah semakin baik dan dapat meningkatkan produksi minyak,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir di Jakarta, Rabu (8/5).

      Ali mencontohkan, hal tersebut terlihat dari kinerja produksi lapangan Bunyu hingga April lalu membukukan angka sekitar 9 ribu BOPD.

      Dengan melalui penerapan program IOR pada sumur-sumur tua, lanjut Ali, maka lapangan Bunyu dengan metode woter flooding yang pilotnya dimulai sejak November 2007 target yang ditetapkan di 2013 ini akan bisa tercapai.

      Pada proyek pilot itu, dilakukan dengan masing-masing 2 sumur injeksi dan 2 sumur produksi yang dilanjutkan dengan pattern optimasi pilot melalui tambahan 4 sumur injeksi dan 2 sumur produksi. “Kegiatan surveilionce dan monitoring juga dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mengamati kinerja injeksi dan produksi,” tutur Ali.

      Setelah itu mulai terlihat adanya response dari tekanan maupun hasil gross produksi di sumur-sumur produksi Bunyu Pilot L-91 yang terlihat dari hasil well test harian, data pressure survey, serta perkembangan kurva inflow outflow producer.

      Biarpun sempat terjadi penurunan signifikan hingga dibawah 1.000 BOPD, setelah sumur B-126 sekarang meningkat sampai 2.750 BOPD.

      Posted by PUTU | 25 Juni 2013, 6:10 pm
  65. AKAL-AKALAN MINYAK

    Tidak masuk akal masalah besar birokrasi perminyakan ini baru diketahui Sby setelah 8 th menjabat. Memang selama ini kemana aja? Terlalu sibuk pencitraan? Yg masuk akal setelah 8th menjabat baru sekarang ada niat mereformasi birokrasi perminyakan itu. ‘mengarang’ cerita biar terlihat sigap. Sehingga tidak masuk akal mantan wartawan senior membuat tulisan yg ‘garing’, bukannya tdk bisa menulis, tapi tak bisa ‘berbohong’.

    Tidak masuk akal juga sekelompok anak muda, baru lulus kuliah diberi tugas mencari minyak 200 rb barel/hari dalam waktu 2 th. Tukang eksplorasi minyak tidaklah mudah & murah. Bagaikan judi, memburu minyak itu membutuhkan biaya besar tapi belum tentu untung besar. Bisa malah buntung besar. Sudah siapkah anak2 muda itu ‘berjudi’? Dan sudah siapkah pemerintah kalah besar jika memodali mereka? Setahu saya pemenang ‘judi’ adalah orang2 cerdas yg banyak pengalaman, tidak hanya tergantung faktor keberuntungan saja. Makanya pemerintah selama ini memilih cara aman dgn bekerjasama dgn pemain asing. Jika rugi, tidak akan rugi besar karena ditanggung pemain asing. Begitu juga jika untung, tidak akan mendapat bagian yg banyak, lha gak ikut kerja. Cuma nonton doang.

    Trus yg masuk akal bagaimana? Ada pendapat yg bagus dari ahli minyak ditulisan sebelumnya. Sebetulnya kita punya banyak ahli minyak berpengalaman yg tersebar diberbagai perusahaan minyak asing. Kemampuan mereka tak kalah dgn pemain asing. Oleh banyak sebab, termasuk ‘licinnya’ birokrasi minyak, membuat mereka lebih memilih membesarkan perusahaan asing. Sekaranglah waktunya memanggil anak2 bangsa itu untuk pulang dan membesarkan pertamina. Berilah pendapatan dan jaminan yg setara pemain asing, sehingga mereka merasa dihargai. Dari pada kita membayar orang asing, masih lebih baik membiayai orang kita sendiri. Biar kalo untung menemukan minyak, kita tanggung sendiri. Masuk akal bukan?

    Posted by G. Hariyanto | 25 Juni 2013, 8:59 pm
    • Betul sekali bung Hariyanto bagi kita-kita ini yang masih waras. Sayangnya ada “pejabat” yang kehilangan akal sehat demi periuk sendiri sehingga minta banyak “minyak” untuk pelicin, ada spekulan tengik yang memasok minyak dari luar negeri dengan menggelembungkan harga sehingga tidak ingin ada produksi minyak oleh bangsa sendiri dari negeri sendiri karena nanti gak bisa dapat “minyak” lagi dari jualan minyak.

      Posted by Aldizy | 26 Juni 2013, 8:08 pm
    • tunggu 2014 bro G Hariyanto….
      kalo DIS Naek tahta, bakal dipanggil semua tuh putra daerah.

      Posted by PUTU | 26 Juni 2013, 8:14 pm
  66. biarpun saya org pas2an tp saya setuju kl BBM ga ush disubsidi,subsidi langsung aja biar lbh tepat sasaran..contoh subsidi lgsg ke pelanggan listrik 450 – 900 (satuanya apa ya..kWh/kVA),subsidi pajak sepeda motor,subsidi kesehatan & pendidikan.Kt udh terlena & trll manja utk mau diajak berubah..semangat pagi..kerja kerja kerja !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 26 Juni 2013, 9:45 am
  67. Sampurasun………………..
    Pusing puguh ge mikirin negara mah Ya Bro & Sis, BBM naik rame, terigu langka rame, kedelei hilang ribut, LPG naik juga sami mawon, Daging sapi membungbung… wah hinggar binggar, trus yang gak rame apa coba ?????
    yang jelas mah nonton dagelan Politik di gedung kura-kura. wkwkwkwkwk. garing dan bikin nyesek.
    Ya Allah…. sebetulnya apa yang salah dengan bangsa ini, tanah subur yang luas terhampar,
    air jernih dan hujan setiap tahun selalu hadir, kandungan mineral, dan kekayaan alam yang melimpah ruah begitu banyak… tapi 60 Tahun setelah merdeka rakyatnya masih banyak yang menderita, jalan-jalan masih berlobang dan menyiksa penggunanya ( ini cerita di daerahku Bro ), ongkos transportasi yang mingkin mahal, biaya pendidikan yang katanya gratis masih tetap mencekik leher orang tua, pengobatan gratis tapi hampir tidak manusiawi…. OMG pokokna mah.

    Posted by Manihot Ultissima | 26 Juni 2013, 4:14 pm
  68. BBM naik 2rb rupiah kita protes, sementara harga rokok naik kita hanya diam dan menikmati.
    Rindu menjadi bangsa yang disegani di dunia. Mungkin Bapak Dahlan Iskan bisa? :)

    Posted by Vini Kidi Vici | 26 Juni 2013, 7:13 pm
  69. KITA SEMUA CUMA BISA MENGELUH…
    CUMA MAU SAMPAI KAPAN…????
    ADA KESEMPATAN 1X SEUMUR HIDUP DI 2014…
    KALAU ANDA BENAR2 INGIN ORANG YG MENGERTI CARA MENGELOLA NEGARA…
    KALO ANDA INGIN MAJU DAN SEJAHTERA…
    INGIN BUKTI BUKAN JANJI MANIS (OMDO)…

    SIAPA LAGI YG LAYAK MEMIMPIN NKRI INI SELAMA 5TH MENDATANG KALO BUKAN DAHLAN ISKAN…
    INGAT, SALAH PILIH YA JGN NYESEL…
    JGN CUMA BISA CURHAT..
    APALAGI MENCACI MAKI…
    HARUS KERJA KERAS, BERI DUKUNGAN, KAMPANYE DI KELUARGA, RT RW, FACEBOOK, TWITTER, MEDIA SOSIAL LAINNYA…

    ITU BARU WARNA NEGARA YG CERDAS…
    2014 COBLOS PARTAI YG MENCALONKAN DAHLAN ISKAN SEBAGAI RI-1…
    ITU HARGA MATI BUAT SAYA…
    SAYA HARAP REKAN2 MELAKUKAN HAL YG SAMA….

    MERDEKA!!!..

    Posted by PUTU | 26 Juni 2013, 8:23 pm
  70. Mas bro, besok pak bos Dahlan Iskan hadir di Karanganyar lho, senam pagi bersama Bupati di Alun-alun Karanganyar. Ikutan Yuk…………..

    Posted by ms | 27 Juni 2013, 11:51 am
  71. Pak DAHLAN mohon dipantau melantainya PTSB hari ini, mengingat nama Bapak sudah harum di BEI krn menyelamatkan keruntuhan BUMN dari lantai BEI kemarin lalu, harapan Investor semua saham PTSB tidak mengecewakan, sebab hari Perdana akan membawa nama baik PTSB maupun BUMN lain kedepan yg hendak IPO..termasuk PANGLIMA BUMN yg sekrang jangan sampe seprti MP*X mengecewakan akhirnya ketika induknya IPO ditinggal investor bahkan nama pemiliknya dianggap kurang baik… terimakasih PAK ..SUKSES SELALU!!

    Posted by Investor BEI | 28 Juni 2013, 5:31 am
  72. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga bertemu dg sosok yang bersahaja, tulus, seneng bgt bisa berjabat tangan dengan beliau DI. calon presiden Indonesia 2014. Semoga Pak DI diberi kesempatan utk mempimpin Bangsa ini, sukses pak Bos. KERJA KERJA KERJA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by ms | 28 Juni 2013, 7:44 am
  73. Saya juga berharap pak dahlan jadi RI 1. Namun sy berharap kita semua memberikan kepercayaan sepenuhnya.
    Biar beiau tenang dlm mengemban tanggung jawab dan ibadahnya.
    Bagi saya apapun yg beliau lakukan itu sudah benar
    Apalah artinya kita menghina, mencaci, merendahkan pak dahlan padahal kita jauh dr apa yg telah beliau lakukan.
    Bukan bermaksud fanatik .
    Semoga beliau terhindar dr orang yg banyak bicara, banyak keinginan dan banyak kemauan.

    Posted by sorwilis | 28 Juni 2013, 9:42 pm
  74. Btw bmw ttg brigade 200k pertamina dan harapan2 pertamina kdepan,lapor pa dahlan!! tuuh OS pengolahan pertamina palembang blm digaji slm 3 bln terakhir dgn alasan vendor blm melengkapi administrasinya dan hal ini bs saja terjadi dipertamina lainnya..mhn perhatian pa dahlan sbg bapaknya pertamina..

    Posted by optimisme | 29 Juni 2013, 7:04 am
  75. Kemana MH 83?…….

    Posted by @ndokaja | 1 Juli 2013, 6:47 am
  76. Turut berduka cita atas musibah yang menimpa admin blok ini. Kebakaran kemarin memang ganas..

    Posted by entah-lah | 1 Juli 2013, 7:16 am
  77. Tolong Penjelasan Pa Dahlan untuk artikel tulisan Bp. Kwik Kian Gie ini

    Bapak Ketua dan Para Hakim Mahkamah Konstitusi Yang Mulia,

    Bagian terbesar dari penyelenggara negara, baik yang Eksekutif maupun yang Legislatif telah tersesat pikirannya selama berpuluh-puluh tahun tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan kebijakan dalam menentukan harga BBM, dan penyesatan itu mengakibatkan pelanggaran terhadap Konstitusi kita.

    Mereka mengatakan bahwa kalau harga minyak mentah di pasar internasional lebih tinggi dari harga minyak mentah yang terkandung dalam bensin premium, pemerintah Indonesia memberi subsidi kepada rakyatnya. “Subsidi” yang mereka artikan sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Karena jumlahnya besar, uang tunai ini tidak dimiliki oleh pemerintah, sehingga APBN jebol.

    Izinkanlah saya menggunakan data yang paling akhir digunakan oleh pemerintah dan DPR dalam menentukan kebijakannya.

    Dalam angka-angka dikatakan bahwa dalam hal :

    Harga minyak Indonesia (yang dikenal dengannama Indonesian Crude Price, disingkat ICP USD 105 per barrel;
    Penyedotan atau lifting minyak Indonesia 930.000 barrel per hari;
    Konsumsi BBM rakyat Indonesia 63 juta kiloliter per tahun;
    dan beberapa asumsi lainnya,
    pemerintah Indonesia harus mengeluarkan subsidi dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 123,60 trilyun.

    Uang tunai sebesar ini tidak dimiliki oleh pemerintah, sehingga APBN jebol. Maka pemerintah harus menaikkan harga BBM jenis premium, yang selalu disebut dengan istilah “BBM bersubsidi”.

    Pemerintah, para ilmuwan, pengamat, pers dan komponen elit bangsa lainnya meyakinkan rakyat Indonesia tentang pendapatnya yang sama sekali tidak benar, dan bahkan menyesatkan itu.

    Pemerintah yang dalam berbagai pernyataan dan penjelasannya mengatakan harus mengeluarkan uang tunai untuk subsidi BBM, ternyata menulis yang bertentangan di dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun 2012.

    Marilah sekarang kita simak

    Dalam NOTA KEUANGAN TAHUN 2012 ini (tunjukkan bukunya) tercantum

    Angka subsidi sebesar Rp. 123,60 trilyun tercantumpada halaman IV-7 dalam bentuk tabel nomor IV.3 dengan judul subsidi sebesar Rp. 123,5997 trilyun atau dibulatkan menjadi Rp. 123,6 trilyun.

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Dalam Nota Keuangan terdapat 3 halaman lainnya yang mencantumkan pemasukan uang tunai dari BBM yang sama sekali tidak pernah disebut oleh Pemerintah.

    3 halaman itu sebagai berikut:

    Pada Halaman III-6 terdapat Tabel III.3 dengan judul“Penerimaan Perpajakan, tahun 2012”.

    Dalam Tabel ini terdapat pos “Pajak Penghasilan Migas” sebesar Rp. 60,9156 trilyun. Jadi ada uang tunai yang masuk dari Pajak Penghasilan Migas sebesar Rp. 60,9156 trilyun.

    Pada Halaman III-12 terdapat Tabel III.7 dengan judul“Perkembangan PNBP” atau“Penerimaan Negara Bukan Pajak” Tahun 2012

    Dalam Tabel ini terdapat pos “Penerimaan SDA Migas” sebesar Rp. 159,4719 trilyun. Jadi ada uang tunai yang masuk lagi sejumlah Rp. 159,4719 trilyun.

    Pada Halaman IV.43 terdapat Tabel IV.5 dengan judul “Transfer ke Daerah” dengan penjelasan Dana Bagi Hasil (DBH) sejumlah Rp. 32,2762 trilyun.

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Kalau 3 halaman yang saya sebutkan tadi bersama dengan satu halaman yang memuat angka yang dinamakan “subsidi” disusun dalam bentuk tambah kurang, hasilnya seperti yang tercantum pada Tabel I di halaman 3. Mohon kita simak bersama.

    Kita lihat ada 2 angka penerimaan, yaitu dari Pajak Penghasilan Migas sebesar Rp. 60,9156 trilyun dan dari Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 159,4719 trilyun. Dua angka ini merupakan arus uang tunai yang masuk ke dalam Kas Negara sejumlah Rp. 220,3875 trilyun yang tidak pernah disebut dalam kaitannya dengan mengemukakan apa yang dinamakan “subsidi”.

    Nota Keuangan mencantumkan dua angka pengeluaran, yaitu yang disebut “subsidi” sebesar Rp. 123,5997 trilyun dan yang dinamakan “Dana Bagi Hasil Migas” sebesar Rp. 32,3267 trilyun.

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Kita lihat bahwa dua angka pemasukan jumlahnya Rp. 220,3875 trilyun dikurangi dengan dua angka pengeluaran yang Rp. 155,8759 trilyun menghasilkan KELEBIHAN UANG sejumlah Rp. 64,5116 trilyun.

    Namun pengeluaran uang yang dinamakan Dana Bagi Hasil bukan pengeluaran oleh rakyat Indonesia. Ini adalah pemasukan uang tunai ke dalam Kas Negara yang diteruskan kepada Daerah dalam rangka Otonomi Keuangan.

    Maka seyogianya angka ini dianggap sebagai pemasukan uang tunai, sehingga kalau ditambahkan, keseluruhan kelebihan uang tunai atau surplus-nya menjadi Rp. 96,7878 trilyun.

    Jadi kalau dikatakan Pemerintah mengeluarkan uang tunai sejumlah Rp. 123,5997 trilyun guna membayar “subsidi” BBM jelas tidak benar. Yang benar yalah pemasukan uang tunai neto sebesar Rp. 96,8 trilyun.

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Setelah melakukan pembohongan publik dan penyesatan, DPR melakukan perdebatan sangat dramatis yang logikanya sama sekali tidak dipahami oleh akal sehat dan juga sulit dipahami oleh setiap murid SMU, karena urusannya hanya perhitungan tambah kurang.

    Fraksi-Fraksi Koalisi di DPR menyimpulkan bahwa kalau harga ICP di pasar internasional mencapai USD 105 per barrel ditambah dengan 15% atau mencapai USD 120,75 per barrel, maka APBN akan jebol. Karena itu, pemerintah diperbolehkan menaikkan harga bensin premium tanpa persetujuan dari DPR.

    Kesepakatan ini dituangkan dalam apa yang terkenal dengan “pasal 7 ayat 6A”.

    Kenaikan harga di pasar internasional hanya berdampak pada volume minyak mentah yang harus diimpor. Mari kita lihat angka-angkanya pada Tabel II di halaman 5

    Tadi telah saya kemukakan bahwa kesepakatan DPR mengatakan bahwa bilamana harga ICP mencapai 115% (atau plus 15%) dari USD 105 per barrel, Pemerintah boleh menaikkan harga BBM tanpa persetujuan DPR, karena defisit yang diakibatkan oleh subsidi terlampau besar, sehingga tidak tertahankan lagi.

    Dari susunan angka-angka dalam Tabel II terlihat jelas bahwa Pemerintah masih kelebihan uang tunai sejumlah Rp. 74,1915 trilyun, walaupun harga ICP mencapai USD 120,75 per liter.

    Dari Tabel dapat dilihat bahwa kenaikan harga ICP di pasar internasional hanya berdampak pada bagian yang harus diimpor saja, atau hanya berdampak untuk 25,2192 milyar liter. Kebutuhan lainnya yang 37,7808 milyar liter dipenuhi dari minyak yang ada dalam perut bumi Indonesia sendiri. Maka dampaknya pengeluaran ekstra sebesar Rp. 22,5963 trilyun, sehingga masih ada kelebihan uang tunai sebesar Rp. 74,1915 trilyun, walaupun harga ICP menjadi USD 120,75 per barrel.

    Sekarang tentang
    ALASAN IDEOLOGIS

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Mengapa orang-orang pandai dan berpendidikan tinggi melakukan kesalahan yang merupakan blunder dengan dampak penyesatan pikiran dan pemahaman yang demikian mendalam dan meluasnya ?

    Menurut keyakinan saya, ini adalah sebuah indoktrinasi, bahkan penucian otak yang sangat sistematis oleh kekuatan korporasi asing yangingin mengeduk keuntungan sebesar-besarnya dari bumi Indonesia, terutama dari Migas.

    Secara ideologis, elit bangsa Indonesia telah berhasil di brain wash, sehingga mereka tidak bisa berpikir lain kecuali secara otomatis atau refleks merasa sudah seharusnya bahwa komponen minyak mentah dalam BBM harus dinilai dengan harga yang terbentuk oleh mekanisme pasar, yang dalam UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2 disebut “mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar”.

    Harga yang terbentuk di pasar internasional melalui institusi NYMEX tidak ada hubungannya dengan harga pokok BBM yang minyak mentahnya milik kita sendiri.

    Maka marilah sekarang kita telaah berapa uang tunai yang harus dikeluarkan untuk pengadaan bensin premium yang minyak mentahnya berasal dari perut bumi Indonesia ?

    Harga pokok pengadaan bensin yang berasal dari minyak mentah milik sendiri, karena digali dari dalam perut bumi Indonesia terdiri dari pengeluaran-pengeluaran uang tunai untuk kegiatan-kegiatan penyedotan (lifting), pengilangan (refining) dan biaya pengangkutan rata-rata ke pompa-pompa bensin (transporting). Keseluruhan biaya-biaya ini sebesar USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter dan dengan asumsi nilai tukar 1 USD = Rp. 9.000, maka biaya dalam bentuk uang tunai yang harus dikeluarkan sebesar (10 : 159) x Rp. 9.000 = Rp. 566 per liter.

    Namun kita dicuci otak untuk berpikir bahwa seolah-olah semua minyak mentah harus dibeli dari pasar minyak internasional yang harganya ditentukan oleh mekanisme pasarnya New York Mercantile Exchange (NYMEX)

    Dengan demikian kita harus berpikir bahwa harga pokok dari 1 liter bensin premium sebesar Rp. 6.509, yaitu atas dasar harga minyak mentah di pasar internasional sebesar USD 105 per barrel. 1 barrel = 159 liter, sehingga dengan asumsi 1 USD = Rp. 9.000 (yang diambil oleh APBN 2012), komponen minyak dalam 1 liter bensin premium adalah (105 : 159) x Rp. 9.000 = Rp. 5.934,30. Ditambah dengan biaya Lifting, Refiningdan Transporting sebesar Rp. 566 per liter, menjadilah bensin premium dengan harga pokok sebesar Rp. 6.509 per liter.

    Seperti kita ketahui, harga bensin premium Rp. 4.500 per liter, sehingga pemerintah merasa merugi sebesar Rp. 2.009 per liternya (Rp. 6.509 – Rp. 4.500). Dengan kata lain, pemerintah merasa memberikan subsidi kepada rakyat Indonesia yang membeli bensin premium sebesar Rp. 2.009 untuk setiap liternya.

    Karena menurut pemerintah konsumsi BBM dengan harga Rp. 4.500 per liter itu seluruhnya 61,62 juta kiloliter atau 61,62 milyar liter, pemerintah merasa merugi, memberikan subsidi kepada rakyat pengguna bensin sejumlah Rp. 123,59 trilyun. Angka inilah yang tercantum dalam Nota Keuangan tahun 2012 (Tabel IV.3 : Subsidi – halaman IV.7).

    Jelas bahwa pola pikir ini didasarkan atas ideologi fundamentalisme mekanisme pasar yang diterapkan pada minyak dan BBM, yaitu bahwa harga BBM harus ditentukan oleh mekanisme pasar; pemerintah tidak boleh ikut campur tangan dalam menentukan harga BBM yang diberlakukan buat rakyatnya, walaupun minyak mentah yang diolah menjadi BBM adalah milik rakyat itu sendiri. Pemerintah yang mewakili rakyat pemilik minyak di bawah perut bumi tanah airnya tidak boleh menentukan harga yang diberlakukan buat rakyat. Dengan kata lain, hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri tentang bagaimana menggunakan minyak yang miliknya sendiri itu diingkari.

    Harga yang dibayar untuk minyak miliknya sendiri haruslah harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar, mekanisme permintaan dan penawaran minyak dari seluruh dunia yang dikoordinasikan oleh New York Mercantile Exchange (NYMEX).

    Kalau harga minyak yang terkandung dalam BBM dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga yang ditentukan oleh NYMEX, perbedaan ini disebut “subsidi” yang dianggap “rugi” dalam arti benar-benar kehilangan uang.

    Pikiran yang menganut mekanisme pasar murni difanatisir, diradikalisir dan disesatkan dengan mengatakan bahwa subsidi BBM sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Jumlahnya sangat besar, pemerintah tidak memiliki uang itu, sehingga APBN jebol. Ini jelas tidak benar, jelas bohong. Toh dikatakan oleh praktis seluruh elit kekuasaan yang duduk dalam eksekutif maupun legislatif.

    Penyesatan tersebut telah diperlihatkan pada awal kesaksian ini, yaitu angka-angka yang tercantum dalam Tabel I. Angka-angka ini ditulis oleh pemerintah sendiri yang dicantumkan dalam dokumen resmi, yaitu Nota Keuangan/APBN tahun 2012 yang dijadikan titik tolak diskusi dan penentuan kebijakan.
    Demikianlah jauhnya indoktrinasi, brain washing yang berhasil tentang mutlaknya pemberlakuan mekanisme pasar, sehingga mulut pemerintah mengatakan memberi subsidi yang sama dengan uang tunai dalam jumlah besar yang harus dikeluarkan sehingga APBN jebol, tetapi tangannya menuliskan Tabel nomor I yang jelas memperlihatkan bahwa ada kelebihan uang tunai sebesar Rp. 96,8 trilyun.

    APA TUJUAN DARI INDOKTRINASI DAN BRAIN WASHING ?

    Secara logis, deduktif dan obyektif dapat dikenali bahwa pemberlakuan harga minyak di pasar dunia buat rakyat Indonesia yang membeli minyak miliknya sendiri, dimaksud untuk membuat rakyat Indonesia secara mendarah daging berkeyakinan, bahwa harga yang dibayar untuk BBM dengan sendirinya haruslah harga yang berlaku di pasar dunia.

    Kalau ini sudah merasuk ke dalam otak dan darah dagingnya seluruh bangsa Indonesia, perusahaan-perusahaan minyak raksasa dunia bisa menjual BBM di Indonesia dengan memperoleh laba besar.

    Seperti kita ketahui, sekitar 90% dari minyak Indonesia dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan asing atas dasar kontrak bagi hasil. Pihak Indonesia memperoleh 85% dan asing 15%. Tetapi dalam kenyataannya, pembagiannya sekarang ini pihak Indonesia memperoleh 70% dan para kontraktor asing memperoleh 30%. Sebabnya yalah adanya ketentuan bahwa biaya eksplorasi harus dibayar kembali dalam natura atau dalam bentuk minyak mentah yang digali dari bumi Indonesia.

    Para kontraktor asing menggelembungkan (mark up) biaya-biaya eksplorasinya, sehingga sampai saat ini, setelah sekian lamanya tidak ada eksplorasi lagi, biaya-biaya eksplorasi yang dinamakan recovery costs masih saja dibayar terus. Jumlahnya 15% dari minyak mentah yang digali. Maka kalau volume seluruh penggalian minyak sebanyak 930.000 barrel per hari, yang digali oleh kontraktor asing sebanyak 90% dari 930.000 barrel per hari, yang sama dengan 837.000 barrel per hari. Hak kontraktor asing 30%. Tetapi karena yang 15% dianggap sebagai penggantian biaya eksplorasi yang disebut cost recovery, kita anggap netonya memperoleh 15%. Ini berarti bahwa keseluruhan kontraktor asing yang beroperasi di Indonesia setiap harinya mendapat minyak sebanyak 15% x 837.000 barrel = 125.500 barrel per hari atau 19.954.500 liter per hari.

    Kita saksikan bahwa Shell, Petronas dll. sudah membuka pompa-pompa bensinnya. Mereka hanya menjual jenis bensin yang setara dengan Pertamax dengan harga sekitar Rp. 10.000 per liter. Apa artinya ini ? Artinya, mereka mempunyai hak memiliki 19.954.500 liter per hari. Biaya untuk melakukan pengedukan, pengilangan dan transportasi sampai ke pompa-pompa bensin mereka sebesar Rp. 566 per liter. Dijual dengan harga Rp. 10.000 per liter. Labanya Rp. 9.434 per liter. Volumenya 19.954.500 liter per hari. Maka labanya per hari dari konsumen Indonesia dengan menjual bensin yang minyak mentahnya dari perut bumi Indonesia sebesar Rp. 188.255.847.000 per hari, yaitu (19.954.500 x 10.000) – (19.954.500 x 566) = Rp. 188.255.847.000 per hari.

    Dalam satu tahun laba keseluruhan kontraktor asing yang bekerja di Indonesia sebesar Rp. 68,71 trilyun.

    Buat saya sangat jelas bahwa faktor inilah yang membuat para kontraktor asing itu melakukan apa saja untuk mencuci otak rakyat Indonesia bahwa bensin harus dibayar dengan harga New York beserta berbagai argumentasinya. Ternyata berhasil, karena dikumandangkan dengan demikian kerasnya oleh para elit kita, dari Presiden sampai pegawai negeri rendahan, dari mahasiswa sampai guru besar dan praktis oleh semua media massa.

    Indoktrinasi dan pencucian otak masih dirasa kurang. Maka kita mulai menyaksikan Chevron yang memasang iklan dengan pesan betapa Chevron membangun Indonesia, yang di-iyakan oleh wajah-wajah Indonesia bagaikan inlander yang pro Belanda zaman kolonial dahulu. Belum lama iklan dengan pesan yang sama juga mulai dikumandangkan oleh Shell.

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Sekarang tentang
    IDEOLOGI YANG MENYUSUP KE DALAM PERUNDANG-UNDANGAN

    Ideologi bahwa pemerintah tidak boleh campur tangan dalam menentukan harga BBM di Indonesia, walaupun minyak mentah milik bangsa Indonesia sendiri, telah berhasil disusupkan ke dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Undang-undang inilah yang dijadikan landasan untuk memberlakukan harga di pasar internasional buat bangsa Indonesia. Kalau rakyat Indonesia belum mampu membayar harga internasional, dikatakan bahwa pemerintah harus memberikan subsidi untuk perbedaan harganya, dan dikatakan juga bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan, sehingga APBN jebol. Bahwa ini tidak benar telah dijelaskan.

    Sekarang tentang
    HARGA BBM, UNDANG-UNDANG DASAR DAN MAHKAMAH KONSTITUSI

    Pasal 28 ayat (2) dari UU nomor 22 Tahun 2001 jelas bertentangan dengan UUD kita beserta tafsirannya.

    UUD kita mengatakan bahwa “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

    Karena itu harga BBM yang sesuai dengan ketentuan UUD tersebut ditentukan oleh hikmah kebijaksanaan yang didasarkan atas tiga prinsip, yaitu:

    kepatutan,
    daya beli masyarakat,
    nilai strategis untuk keseluruhan sektor-sektor lainnya dalam pembangunan.
    Karena prinsip tersebut dilanggar, maka Mahkamah Konstitusi (MK) membuat Putusan yang menyatakan pasal tersebut bertentangan dengan Konstitusi. Putusannya adalah:

    Putusan Perkara Nomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.”

    KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI tersebut DILECEHKAN OLEH SEBUAH PERATURAN PEMERINTAH, yaitu

    Oleh Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

    Pasal 72 ayat (1) berbunyi : “HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DAN GAS BUMI, kecuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”.

    Luar biasa Majelis Hakim Yang Mulia, dengan sejelas itu dikatakan bahwa “Harga bahan bakar minyak diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan.” Yang dikecualikan hanya gas alam.

    PARA PENGUASA JUGA MELECEHKAN KONSTITUSI dan MAHKAMAH KONSTITUSI

    Sejak lama para penguasa kita memberikan pernyataan-pernyataan sangat tegas dan jelas, yang mencerminkan keyakinan dan tekadnya tentang harga BBM yang diberlakukan buat rakyat Indonesia haruslah harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar yang dikoordinasikan oleh NYMEX.

    Mereka mengatakan bahwa apabila harga BBM di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan harga BBM di luar negeri, perbedaan itu merupakan kerugian dalam keuangan negara.

    Pemerintah harus menambal kerugian tersebut dengan uang tunai dalam jumlah sangat besar yang tidak dimilikinya. Maka kalau harga tidak disamakan dengan harga BBM internasional, APBN jebol. Bahwa ini jelas tidak benar telah saya uraikan.

    Sekarang akan dikemukakan pikiran yang diucapkan, dituliskan, dipidatokan kepada rakyat dan DPR, beserta keinginan pemerintah memberlakukan harga BBM atas dasar harga minyak mentah yang ditentukan oleh NYMEX.

    Mari kita simak pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

    Kompas tanggal 17 Mei 2008 mengutip Menko Boediono yang mengatakan :“Pemerintah akan menyamakan harga bahan bakar minyak atau BBM untuk umum di dalam negeri dengan harga minyak di pasar internasional secara bertahap mulai September 2008. Pemerintah ingin mengarahkan harga BBM pada mekanisme penyesuaian otomatis dengan harga dunia.”

    Hal yang sama diulangi lagi oleh Boediono dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden dalam wawancaranya pada acara di Metro TV dengan Suryopratomo pada tanggal 26 Maret 2012.

    Presiden SBY memberi pernyataan yang dikutip oleh Indopos tanggal 3 Juli 2008 sebagai berikut : “Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau harga minyak USD 160 gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM ”.

    Sangat jelas, Presiden SBY berkeyakinan bahwa perbedaan harga antara pasar New York dengan harga BBM yang diberlakukan untuk rakyat Indonesia sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Seperti telah dijelaskan, ini tidak benar. Presiden SBY disesatkan oleh para menterinya sendiri.

    Kompas tanggal 24 Mei 2008 mengutip Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang mengatakan : “dengan tingkat harga baru itu, pemerintah masih mensubsidi harga premium sebesar Rp. 3.000 per liter karena ada perbedaan harga antara harga baru Rp. 6.000 per liter dan harga di pasar dunia sebesar Rp. 9.000 per liter.”

    Ketika itu, bensin premium dinaikkan harganya menjadi Rp. 6.000 per liter, harga minyak mentah di pasar internasional USD 133 per barrel dan kurs rupiah 1 USD = Rp. 10.000

    Cara berpikir Menteri Purnomo sebagai berikut:

    Harga minyak mentah USD 133 per barrel sama dengan USD 0,8365 per liter atau Rp. 8.365 per liter. Ditambah dengan LRT sebesar Rp. 630 menjadi harga pokok bensin premium sebesar Rp. 8.995. Angka ini dibulatkan menjadi Rp. 9.000 per liter.

    Jadi sangat jelas pikiran Menteri Purnomo bahwa rakyat Indonesia seyogianya membayar BBM sesuai dengan harga minyak di pasar internasional (harga NYMEX).

    Kompas tanggal 24 Mei 2008 mengutip Menteri Keuangan Sri Mulyani : “Sekarang memang dinaikkan menjadi Rp. 6.000 per liter. Tetapi ini untuk sementara. Jika harga minyak terus meningkat secara signifikan, pemerintah bisa melakukan tindakan untuk menekan harga subsidi BBM (baca : menaikkan harga BBM)”.

    Lengkaplah sudah bukti-bukti bahwa sejak tahun 2008 sampai sekarang pikirannya, darah dagingnya, DNA-nya para penguasa kita berkeyakinan bahwa rakyat Indonesia yang memiliki minyak harus membayar minyaknya sendiri dengan harga yang ditentukan oleh NYMEX dalam memenuhi kebutuhan akan BBM.

    Sekarang tentang
    NYMEX YANG BUKAN MEKANISME PASAR YANG SEHAT DAN WAJAR

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Perlu saya kemukakan bahwa NYMEX yang diagungkan itu tidak memberlakukan “mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar”, karena empat hal sebagai berikut:

    Yang diperdagangkan di NYMEX hanya 30% dari volume produksi minyak dunia. Sisanya dikuasai oleh the 5 sisters dengan cara yang tidak transparan.
    OPEC sebagai kartel minyak sangat berpengaruh atas pembentukan harga yang ditentukan oleh NYMEX.
    Cadangan minyak Amerika Serikat demikian besarnya, sehingga pembelian dan penjualannya memang difungsikan untuk mempengaruhi harga minyak dalam pasar internasional.
    NYMEX melaksanakan future trading dalam minyak yang sejak lama dituding sebagai ajang spekulasi minyak mentah.
    Sekarang tentang
    LANDASAN TEORETIS YANG DIBUAT KEBLINGER

    Majelis Hakim Yang Mulia,

    Izinkanlah saya sekarang mendalami landasan teorinya dalam aspek berbagai metode penghitungan harga pokok. Nampaknya landasan falsafah beserta metode yang merupakan turunannya tidak dipahami, atau dibuat keblinger. Penjelasannya sebagai berikut.

    Pertama-tama tentang Metode replacement value

    Apakah ada landasan teoretis tentang bagaimana menghitung harga pokok BBM yang bisa kita anut, dan nyatanya dianut oleh pemerintah ? Ada, yaitu menghitung harga pokok BBM atas dasar replacement value. Teori ini mengatakan bahwa harga pokok dari barang yang dijual adalah harga beli yang berlaku di pasar dari barang yang baru saja dijual.

    Kalau saya sekarang menjual 1 liter bensin premium dengan harga Rp. 4.500 per liter, harga pokok saya adalah harga yang harus saya bayar seandainya minyak mentah yang ada dalam 1 liter premium itu saya beli dari New York dengan harga yang berlaku di sana sekarang. Berapakah harga itu ? Tergantung. Kalau harganya USD 105 per barrel, maka per liternya USD 0,66. Dengan kurs 1 USD = Rp. 9.000 harga pokok minyak mentah per liternya 0,66 x Rp. 9.000 = Rp. 5.940. Ditambah dengan biaya LRT sebesar Rp. 566 per liter, harga pokok bensin premium per liternya menjadi Rp. 6.506. Atas dasar alur pikir ini, pemerintah merasa harga pokoknya Rp. 6.506, sehingga kalau dinaikkan menjadi Rp. 6.000 masih rugi sedikit.

    Pemerintah terus mengatakan bahwa kalau dipaksa menjual premium dengan harga Rp. 4.500 per liter, setiap liternya akan merugi Rp. 1.500.

    Benarkah ? Benar dalam konsep penghitungan harga pokok atas dasar metode replacement value. Tetapi kerugiannya tidak dalam bentuk uang tunai yang hilang. Kerugiannya dalam bentuk kesempatan memperoleh untung Rp. 1.500 per liternya yang hilang, karena tidak bisa menjual minyak di New York. Mengapa tidak bisa ? Karena minyak dibutuhkan oleh rakyat Indonesia sendiri. Yang hilang bukan uang tunai, tetapi kesempatan memperoleh untung besar. Kerugiannya dalam bentuk opportunity loss, bukan real cash money loss.

    Karena itu, tidak ada kerugian dalam bentuk uang tunai yang membuat APBN jebol. Sebaliknya, pemerintah masih memperoleh kelebihan uang tunai yang ditulisnya sendiri dalam Nota Keuangan 2012, yang pada awal paparan ini sudah dikemukakan dalam bentuk tabel-tabel.

    Dibuat keblingernya konsep penghitungan harga pokok atas dasar replacement value yalah karena opportunity loss dikatakan sebagai real cash money loss; kerugian dalam kesempatan yang hilang dikatakan sebagai kerugian dalam bentuk uang tunai yang hilang.

    Maka mulut mengatakan “APBN jebol”, tetapi tangannya menulis dalam Nota Keuangan ada kelebihan uang tunai sebesar Rp. 96,7878 trilyun.

    Mari kita dalami lebih lanjut tentang landasan falsafahnya metode replacement value. Landasan falsafahnya adalah

    Substansialisme

    Mengapa ada konsep penghitungan harga pokok atas dasar replacement value ? Untuk memperoleh harga pokok yang menjamin bahwa substansi barangnya dipertahankan. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa pedagang cabe mulai berdagang dengan Rp. 100.000 dibelikan 10 kg. cabe. Semuanya laku dijual dengan hasil penjualan Rp. 150.000. Ketika dia ingin membeli cabe untuk perputaran perdagangan selanjutnya, harga beli cabe sudah naik menjadi Rp. 12.000 per kg.

    Mahasiswa A dan B ditanya berapa laba sang pedagang ? A mengatakan Rp. 50.000, karena kalau labanya yang Rp. 50.000 itu dikonsumsi, modal nominalnya dalam bentuk uang tunai masih utuh sebesar Rp. 100.000

    B menjawab labanya Rp. 30.000, karena B ingin mempertahankan 10 kg. cabenya yang tidak boleh berkurang setelah laba dikonsumsi habis. Harga beli cabe buat pedagang naik menjadi Rp. 12.000 per kg, sehingga untuk mengganti jumlah kg. cabe yang harus tetap 10 kg., pedagang harus mengeluarkan uang Rp. 120.000

    A ingin mempertahankan modal nominalnya sebesar Rp. 100.000. B ingin mempertahankan substansi dalam bentuk barang dagangannya (cabe) sebanyak 10 kg. Maka dia menganggap laba yang dapat dikonsumsi tanpa mengurangi volume cabe barang dagangannya (10 kg.) sebesar Rp. 30.000 saja, karena yang Rp. 120.000 dibutuhkan untuk membeli 10 kg. cabe lagi yang harganya sekarang sudah meningkat menjadi Rp. 12.000 per kg.

    A menggunakan metode harga pokok cash basis. B menggunakan metode repalcement value basis. A disebut nominalis, B disebut substansialis. Landasan pikiran A adalah nominalisme, sedangkan B menganut aliran substansialisme.

    Pemerintah yang mengambil harga pasar minyak di New York sebagai harga pokoknya menganut faham substansialisme. Konsekwensinya, kelebihan uang tunai harus dipakai untuk mempertahankan volume energi, yang bentuknya misalnya menggunakan kelebihan uangnya guna melakukan riset menemukan energi alternatif.

    Seperti kita ketahui, pemerintah ingin menggunakannya untuk membagi-bagi uangnya kepada orang miskin, atau untuk infra struktur.

    Jadi tujuan pemerintah menerapkan substansialisme dalam bidang minyak tidak untuk mempertahankan cadangan energi, tetapi untuk tujuan-tujuan lain.

    Kalau memang itu tujuannya jangan mengatakan menderita kerugian, jangan menggunakan kata “subsidi”. Caranya merumuskan kebijakannya yalah dengan mengatakan:

    “Pemerintah telah memperoleh kelebihan uang tunai sebanyak Rp. 96,78 trilyun dengan menjual bensin premium dengan harga Rp. 4.500 per liternya. Tetapi pemerintah ingin menaikannya menjadi Rp. 6.000 per liter supaya mendapat uang lebih banyak guna memberikan santunan kepada orang miskin, membangun jembatan dsb.”

    Pemerintah menjadi bingung karena tidak berpikir sendiri, melainkan menjalankan bisikan atau bahkan pendiktean orang lain tanpa mengetahui apa maksud orang yang mendiktekannya, dan tanpa mengerti landasan falsafah dari penghitungan harga pokok atas dasar substansialisme. Karena bingungnya itu lantas menjadi ngawur dalam berargumentasi. Pemerintah menebar jejaring kebohongan yang akhirnya terjerat jejaring itu sendiri dengan akibat terlihat seperti orang yang selalu kebingungan.

    Sekarang tentang
    METODE CASH BASIS ATAU HISTORICAL COST

    Harga pokok atas dasar metode ini yalah uang tunai yang benar-benar dikeluarkan untuk memperoleh 1 liter bensin premium. Uang tunai harus dikeluarkan untuk membayar biaya-biaya penyedotan minyak dari bawah perut bumi (lifting), mengilangnya menjadi bensin (refining) dan mentransportasikannya ke pompa-pompa bensin (transporting). Tiga macam biaya ini (LRT) keseluruhannya USD 10 per barrel. Karena 1 barrel = 159 liter, dan kalau kurs 1 USD = Rp. 9.000, maka uang tunai yang harus dikeluarkan untuk memperoleh bensin premium pada pompa-pompa bensin rata-ratanya (10 : 159) x Rp. 9.000 = Rp. 566 per liter.

    Karena uang tunai yang dikeluarkan hanya sebanyak Rp. 566 per liternya, harga pokok menurut metode ini Rp. 566 per liter. Kalau dijual Rp. 4.500 per liter, terjadi kelebihan uang tunai sebesar Rp. 3.934 per liternya.

    Sistem pembukuan dan sistem kalkulasi harga pokok yang diterapkan oleh pemerintah adalah cash basis. Maka tidak bisa berbohong.

    Karena keseluruhan sistem pembukuan dan metode penghitungan harga pokok yang melandasinya adalah yang cash basis atau yang historical cost, maka pemerintah tidak mungkin berbohong tanpa menggelapkan kelebihan uangnya yang merupakan perbuatan kriminal berat.
    Itulah sebabnya melalui jalan yang berliku, dalam Nota Keuangan 2012 terdapat kelebihan uang tunai sebesar Rp. 96,7878 trilyun, seperti yang telah dijelaskan berkali-kali.

    Majelis Hakim Yang Mulia,
    Izinkanlah saya sekarang menjelaskan dengan
    PERHITUNGAN SIMULATIF YANG DISEDERHANAKAN

    Kelebihan uang tunai sebesar Rp. 96,7878 trilyun dihitung oleh pemerintah yang dituangkan dalam 4 buah tabel, yang letaknya dalam Nota Keuangan 2012 saling berjauhan urutan halamannya. Jadi yang saya lakukan hanya menulis dan menyusun apa adanya yang disajikan oleh pemerintah.

    Sekarang saya akan menjelaskan keseluruhan alur pikir yang disederhanakan, tetapi dibuat selogis dan serealistis mungkin. Hasilnya hanya berbeda sekitar 1% saja.

    Diasumsikan bahwa seluruh minyak mentah yang merupakan hak Indonesia dijadikan bensin premium semuanya.

    Konsumsi lebih besar dari produksi minyak hak Indonesia, yaitu konsumsi sebesar 63.000.000.000 liter, sedangkan produksi hak Indonesia 37.780.800.000 liter. Maka harus diimpor sebanyak 25.219.200.000 liter yang benar-benar dibayar dengan harga internasional sebesar USD 105 per barrel.

    Pertamina disuruh membeli minyak mentah hak Indonesia dengan harga internasional. Demikian juga dengan impor neto yang dengan sendirinya harus dibayar dengan harga internasional sebesar USD 105 per barrel.

    Susunan angka-angkanya menjadi Tabel di halaman 17.

    Kita lihat bahwa Pertamina memang kekurangan uang tunai sebesar Rp. 126,63 trilyun. Ini yang disuarakan dengan keras oleh pemerintah sebagai subsidi yang sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan, dan dikatakan membuat APBN jebol.

    Namun karena Pertamina disuruh membayar minyak mentah kepada pemerintah Indonesia untuk 37,7808 milyar liter dengan harga USD 105 per barrel, pemerintah kemasukan uang tunai dari Pertamina sebesar Rp. 224,569 trilyun (baris paling atas dengan angka-angka tebal). Defisit yang Rp. 126,63 trilyun ditambah dengan surplus yang Rp. 224,569 trilyun menjadikan surplus uang tunai padapemerintah sebesar Rp. 97,939 trilyun.

    Tabel ini dimaksud untuk menjelaskan alur pikir pemerintah dan dibuat secara simulatif yang disederhanakan, tetapi selogis dan serealistis mungkin, memperlihatkan surplus sebesar Rp. 97,939 trilyun. Angka surplus ini berbeda dengan yang tercantum dalam APBN tahun 2012 yang sebesar Rp. 96,788 trilyun. Selisihnya hanya Rp. 1,151 trilyun atau 1,19% saja. Maka perhitungan simulatif untuk menjelaskan alur pikir dapat dipertanggung jawabkan.

    Majelis Hakim Yang Mulia, Izinkan saya sekarang menjelaskan dengan bahasa rakyat melalui

    LOGIKA KEBUN CABE

    Rakyat yang tidak berpendidikan tinggi dengan segera dapat menangkap konyolnya pikiran para elit kita dengan penjelasan sebagai berikut.

    Rumah tempat tinggal keluarga pak Amad punya kebun kecil yang setiap harinya menghasilkan 1 kgcabe. Keluarganya yang ditambah dengan staf pegawai/pembantu rumah tangga cukup besar. Keluarga ini mengkonsumsi 1 kg. cabe setiap harinya.

    Seperti kita ketahui, kalau produksi cabe yang setiap harinya 1 kgitu dijual, pak Amad akan mendapat uang sebesar Rp. 15.000 setiap harinya. Tetapi 1 kgcabe itu dibutuhkan untuk konsumsi keluarganya sendiri.

    Biaya dalam bentuk uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pak Amad untuk menyiram dan memberi pupuk sekedarnya setiap harinya Rp. 1.000.

    Pak Amad setiap harinya ngomel, menggerutu mengatakan bahwa dia sangat sedih, karena harus mensubsidi keluarganya sebesar Rp. 15.000 per hari, karena harus memberi cabe hasil kebunnya kepada keluarganya, yang harganya di pasar Rp. 15.000 per kg

    Akhirnya seluruh keluarga sepakat megumpulkan uang (urunan) sebanyak Rp. 5.000 yang diberikan kepada pak Amad sebagai penggantian untuk cabenya yang tidak dijual di pasar. Pak Amad masih menggerutu mengatakan bahwa dia memberi subsidi untuk cabe sebesar Rp. 10.000 setiap hari.

    Lantas tidak hanya menggerutu, dia menjadi sinting betreriak-teriak bahwa dompetnya akan jebol, karena uang tunai keluar terus sebanyak Rp. 10.000 setiap harinya. Dalam kenyataannya, dia keluar uang Rp. 1.000 dan memperoleh Rp. 5.000 setiap harinya.

    Ketika saya menceriterakan ini, rakyat jelata yang minta penjelasan kepada saya mengatakan : “Iya pak, kok aneh ya, punya cabe di kebunnya sendiri, harganya meningkat tinggi kok sedih, ngamuk, mengatakan kantongnya jebol, uang mengalir keluar, padahal yang keluar hanya Rp. 1.000 per hari, dia memperoleh Rp. 5.000 per harinya.”

    Saya katakan kepada rakyat jelata : “Ya itulah otak banyak sekali dari pemimpinmu yag sudah berhasil dicuci sampai menjadi gendeng seperti itu.”

    “Maka bensin premium yang harga pokok tunainya Rp. 566 per liter, dijual dengan harga Rp. 4.500 dikatakan merugi dan memberikan subsidi, padahal kelebihan uang tunai sebanyak Rp. 4.500 – Rp. 566 = Rp. 3.934 per liternya.”

    Banyak terima kasih atas perhatiannya.

    Posted by ben | 10 Juli 2013, 1:22 pm
  78. menunggu perubahan

    Posted by samponoenda | 12 Juli 2013, 3:26 pm
  79. DEXON FORMULA PENGHEMAT BBM

    Dexon Formula Penghemat BBM Yang Sekaligus Merawat Mesin Motor Anda DEXON 1, Formula Penghemat BBM Cukup 3tetes/liter mampu menghemat pemakaian bahan bakar anda hingga 30%.

    DEXON 1 hadir sebagai solusi dalam menghemat penggunaan BBM bagi sepeda motor dan mobil anda.
    Dibuat dari bahan alami(minyak atsiri) yang dilewatkan Teknologi Infrared, sehingga mampu meningkatkan kadar oktan di dalam bahan bakar.
    Hal ini menyebabkan pembakaran lebih sempurna, menjadikan laju kendaraan anda semakin kencang serta tarikan gas anda lebih ringan. Bukan hanya itu, DEXON 1 juga melindungi mesin anda agar tetap awet bahkan menghemat pemakaian bahan bakar anda sampai 30%.

    Aturan pemakaian :
    – Untuk pemakaian pertama pada sepeda motor anda (Hanya untuk motor 4 Tak) teteskan 5tetes DEXON 1 pada tangki bahan bakar lalu tunggu beberapa saat, ini untukmembersihkan ruang pembakaran, setelah itu tarik gas kuat-kuat apabila asap putih keluar dari knalpot berarti DEXON 1 sudah mulai bereaksi melarutkan kotoran di ruang pembakaran.
    – Selanjutnya cukup 3-4 tetes saja per liter untuk pemakaian motor maupun mobil anda.

    1 botol kemasan DEXON 1berisi 15ml untuk pemakaian bahan bakar -+ 100 liter.
    Dengan bentuk tutup botolyang menyerupai tetes mata sehingga memudahkan anda dalam pengaplikasiannya.

    * Harga per botol 75.000 +ongkir
    * Ongkir untuk wilayah jawa Rp 10.000 & luar jawa Rp 20.000
    * untuk pemesanan silahkan hubungi AFNIKU 081297501952

    Posted by afniku | 8 Oktober 2013, 3:12 pm
  80. Terima kasih Pak atas informasinya

    Posted by glutera | 27 Agustus 2014, 4:45 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.766 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: