>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Sang Pilar yang teman semua orang

“Beliau itu amalnya banyak,” gumam lirih Menko Perekonomian Hatta Radjasa saat jenazah Dr H Taufik Kiemas, ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), diturunkan ke liang lahad di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata  kemarin. Suasana hening saat itu membuat suara selirih itu pun bisa terdengar jelas. Apalagi saya memang berada di dekat tokoh yang sekampung dengan almarhum itu.

“Kita pun kelak akan pulang ke rumah masa depan itu,” komentar lirih Ir Abu Rizal Bakrie, ketua umum Golkar,  setelah mendengar suara lirih Hatta itu. ARB (d/h Ical)  kelihatan paling siap menghadapi cuaca panas kemarin itu. Dia mengenakan baju koko putih tipis dan tangannya selalu memegang benda modern kecil berwarna biru muda. Itulah kipas angin mini. Sebelum jenazah tiba, beberapa menteri terlihat mencoba alat itu dengan komentar yang sama: enak juga ada AC di udara seperti ini.

“Akhirnya, kita memang hanya akan menempati rumah 1 x 2 meter,” sambung Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang juga salah seorang ketua Partai Amanat Nasional.

Begitulah. Tuhan pasti memberikan apa yang tidak pernah diminta manusia: kematian.

“Beliau itu teman semua orang,” ujar tokoh PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang berada di sebelah saya. Mas Pram -begitu panggilannya- masih mengenakan celana jeans karena memang baru tiba dari Singapura mengawal jenazah almarhum kembali ke Tanah Air.

Tentu, semua orang sepakat dengan kesimpulan Pramono Anung itu: teman semua orang. Ucapan-ucapan beliau selalu menyenangkan. Beberapa kali saya dipanggil menghadap beliau dan beberapa kali ditelepon beliau, tidak sekali pun membuat saya susah. Kata-katanya selalu memberikan semangat, memberikan dukungan, dan membesarkan hati.

Bahkan, kata-kata beliau yang paling pedas pun (“SBY itu kekanak-kanakan”) justru dinilai merupakan kata-kata yang sangat menyenangkan Pak SBY pada akhirnya. Kata-kata itulah, yang membuat Pak SBY mendapat simpati luas saat itu  dan akhirnya dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Pak SBY terpilih sebagai presiden pertama hasil pemilihan langsung oleh rakyat.

Pak SBY sangat kelihatan menghormati Pak TK, sapaan akrab almarhum. Dalam setiap acara pemerintah, Pak SBY selalu menghampiri Pak TK sebelum menempati kursi kepresidenan. Selalu pula ada kata-kata yang diucapkan pada saat-saat seperti itu. Maka, tak ayal bila Pak SBY sendiri yang memimpin rapat persiapan negara untuk pemakaman almarhum. Pak SBY sendiri yang menjemput jenazah di Bandara Halim Perdanakusuma. Pak SBY sendiri juga yang menjadi inspektur upacara di TMP.

Hubungan Pak TK dengan Pak SBY seperti itu sebenarnya sudah semestinya. Tapi, hubungan khusus tersebut menjadi menonjol karena dinginnya hubungan antara Pak SBY dan Ibu Mega. Pak TK seperti bisa memerankan diri agar suasana dingin itu tidak sampai menjadi beku.

Tak ayal bila peristiwa pemakaman Pak TK ini penuh dengan harap-harap cemas. Berharap agar tercipta suasana yang lebih cair. Cemas lantaran benarkah semudah itu mencairkannya.

Tentu, semua orang lega ketika Pak SBY menyambut kedatangan jenazah. Ini berarti sudah ada pembicaraan yang mendalam antara negara dan Ibu Mega. Namun, orang tetap penuh perhatian apa yang akan terjadi di taman makam pahlawan.

Orang pun menahan napas ketika pihak keluarga diagendakan tabur bunga pertama ke liang lahad, bukan Ibu Mega yang melakukannya melainkan putranya, Rizki Pratama. Tahan napas kian dalam ketika wakil keluarga berikutnya yang memasukkan tanah ke liang lahad masih bukan Ibu Mega, melainkan putrinya, Puan Maharani.

Saya sudah sering mendengar nama Rizki Pratama, tapi baru sekali ini melihatnya. Rasanya benar kata orang, inilah keturunan Bung Karno yang paling mirip Bung Karno. Saya memperhatikannya dari segala sudut: benar-benar persis Bung Karno. Telinganya sekalipun. Rizki yang kini berumur 42 tahun memang tidak banyak beredar karena hanya menekuni bisnis. Konon, Pak TK keberatan kalau Rizki terjun ke politik.

Tapi, akhirnya semua lega ketika ternyata Ibu Mega tampil di agenda puncak: meletakkan karangan bunga di atas pusara. Apalagi acara itu dilakukan setelah inspektur upacara, Pak SBY, meletakkan karangan bunga untuk yang pertama.

Lebih lega lagi ketika di akhir acara Pak SBY berjalan dari tempatnya menjadi inspektur upacara menuju tenda tempat seluruh keluarga almarhum berada. Terlihat Ibu Mega berdiri menyambut dari tempatnya duduk dan menerima jabat tangan Pak SBY. Memang tidak sempat ada baku-kata, tapi jabat tangan berikutnya antara Ibu Any Yudhoyono dan Ibu Mega juga terjadi dengan tingkat kewajaran yang tanpa pengecualian. Saya yang hanya berjarak dua meter dari baku-jabat ini mengembuskan napas yang sangat panjang.

Di saat hidupnya Pak TK memang bisa menjadi seperti penyejuk suasana setiap kali hubungan pemerintah dengan PDI Perjuangan terasa renggang. “PDI Perjuangan itu bukan partai oposisi,” ujar Pak TK di beberapa kesempatan. “PDI Perjuangan itu partai penyeimbang,” tambahnya.

Bisa saja, ada orang yang menilai ucapan itu sebagai permainan kata-kata. Tapi, tidak bagi Pak TK. Perbedaan antara “oposisi” dan “penyeimbang” itu, bagi beliau, sangat prinsip. “Dalam konstitusi kita tidak mengenal istilah oposisi,” ujarnya. “Jadi, siapa yang menamakan dirinya partai oposisi dia melanggar konstitusi.”

Seringnya kata-kata oposisi dipakai di negeri ini menandakan mulai bengkoknya sistem bernegara kita. Beliau ingin terus meluruskan apa yang beliau anggap mulai bengkok. Karena itu, beliau sangat ngotot menyosialisasikan “Empat Pilar” yang tidak boleh hilang dari negara kita: Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Bahkan, beliau sampai memerintahkan membuka kamus bahasa Indonesia agar tidak ada yang menyalahartikan pengertian “Empat Pilar”.  Terutama ketika ada tokoh nasional yang mempersoalkannya dengan kata-kata “Pancasila mestinya tidak sekadar dijadikan pilar”.

Nah, setelah kamus dibuka, Pak TK lega. Tidak ada yang salah dengan istilah “Empat Pilar”. Menurut kamus itu, “pilar” berarti fondasi. Bukan seperti yang dibayangkan sejumlah orang bahwa pilar itu seperti tiang rumah.

Tentu, ada alasan kuat mengapa Pak TK getol dengan sosialisasi “Empat Pilar” itu. Tidak mungkin beliau segetol itu kalau tidak melihat gejala yang membahayakan empat fondasi kenegaraan kita itu. Terutama menggejalanya politik aliran yang berkembang ke memudarnya toleransi. Bukan saja antaraliran, bahkan di dalam aliran itu sendiri.

Tentu, banyak pertanyaan ini: mengapa jenazah almarhum tidak disemayamkan dulu di kediaman. Mengapa pula tidak disinggahkan di gedung MPR. Mengapa tiba dari Singapura di Halim Perdanakusuma disemayamkan di situ satu jam untuk langsung dimakamkan di TMP Kalibata.

Macam-macam spekulasi yang dibicarakan secara bisik-bisik di masyarakat. Tentu, saya sendiri juga penasaran. Karena itu, langsung saja saya tanyakan ke pihak keluarga. Kebetulan, saya memang berada di arah belakang Ibu Mega dan Mbak Puan.

“Ibu Mega menghendaki agar pemakaman ini sudah harus selesai sebelum waktu duhur,” ujar Pramono Anung. Jelaslah bahwa Ibu Mega ternyata sangat mendalam memperhitungkan hukum agama di bidang tata cara pemakaman.

Dan betul. Begitu Menteri Agama Suryadharma Ali membacakan doa, suara azan duhur terdengar bersahut-sahutan dari berbagai masjid di sekitar TMP.

About these ads

Diskusi

69 thoughts on “Sang Pilar yang teman semua orang

  1. Pertamax :)

    Posted by nur4hini | 10 Juni 2013, 5:14 am
    • Keduax

      Posted by apasaja | 10 Juni 2013, 5:17 am
    • inilah kenyataan hidup manusia yang pasti akan mati menjalani hidup di akherat, bekalnya hanya amal ibadah yang dibawa, bukan harta..maka tobatlah para koruptor……lihatlah yang telah dicontohkan pak Dahlan Iskan sebagai pejabat negara.

      Posted by agus s | 10 Juni 2013, 6:05 am
    • Maaf numpang,
      cuma mau sare aja. Kalo umpama seluruh pegawai negeri di larang kawin sesama pns gimana. Ga pandang tu polisi kawin ama pagwai pemda atau tentara ama guru, yg penting sesama pns dibuat atran g boleh nikah, bisa kawan2 bayangkan berapa keluarga yg mentas dr miskin dan mengurangi jurang si kaya. Jg mengurangi kecemburuan sosial

      Posted by sorwilis | 11 Juni 2013, 11:43 pm
    • Pertanyaan sy utk Pak Dahlan:Indosat dulu dijual pas Ibu Mega Presiden,Laksamana Sukardi Meneg BUMN.Indosat itu strategis sekali.Kok bisa dulu dijual?Kayaknya ada akomodasi kepentingan didalamnya.Jadi,mana nasionalisme Pak TK nya?

      Posted by Eben Haeser Tarigan | 12 Juni 2013, 2:56 am
  2. Sama …pertamax juga

    Posted by @ndokaja | 10 Juni 2013, 5:16 am
  3. wah saya udah yang kelima,,,
    gagal pertamax nih

    Posted by guebanget | 10 Juni 2013, 5:21 am
  4. Bonceng pertamaxnya, MH pekan ini membuktikan klo pak Dahlan menulis tidak hanya untuk pencitraan BUMN tapi memang untuk menimbulkan harapan. 4 pilar Republik Indonesia (pondasi = Pancasila, UUD 45, NKRI & Bhinneka Tunggal Ika) yang dipegang mendiang pak TK harus menjadi dasar BUMN berpijak untuk mensejahterakan segenap bangsa Indonesia. Tetap semangat senin pagi walau habis bendera setengah tiang dikibarkan 2 hari kemarin.

    Posted by fris | 10 Juni 2013, 5:22 am
  5. Yah, udah ditungguin, tetap aja gak dapat pertamax :)

    Posted by Moersalijn | 10 Juni 2013, 5:25 am
  6. Kita sering mengakui kebaikan seseorang, ketika dia sudah meninggal.

    Posted by slamet | 10 Juni 2013, 5:25 am
  7. Innalillahi wa’inailaihi rojiun….

    Posted by BWMursito | 10 Juni 2013, 5:30 am
  8. Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un, semoga kesalahannya diampuni, amal ibadahnya diterima, dilapangkan dan diterangkan jalannya menujuNYA…juga keluarganya diberi ketabahan serta keikhlasan…Amin.

    Saya HANYA mengamati sekilas tentang TK, tapi yang saya ponten kuat adalah beliau adalah orang yang COOL…friendly dan ( sepertinya) ngemong ibu Mega…

    4 PILAR….PANCASILA UUD ’45 NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika …saya sangat setuju, bahwa kita bangsa Indonesia SANGAT membutuhkan ini untuk dihayati dan diamalkan, sehingga:
    1. Tidak ada lagi pembakaran tempat ibadah
    2. Kerusuhan seperti POSO dll( teroris…)
    3. Kesenjangan sosial
    4. Wilayah yang PUNYA BENDERA SENDIRI…PUNYA PERWAKILAN SENDIRI DI LUAR NEGERI
    5.Pertambangan di-NASIONALISASI dari tangan asing dan dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran rakyat ( ini sudah MULAI dilakukan oleh DIS, juga JOKOWI dengan Palija…)
    6. Keseimbangan pembangunan dari pusat ke daerah…

    Mari kita doakan beliau ( kirim Al Fatehah dan kita amalkan 4 Pilar….) demi kemakmuran , keadilan dan TEGAKNYA / UTUHNYA Negara Kesatuan Republik Indonesia….Merdeka !

    Semoga bermanfaat. GBU all

    Posted by w.ning | 10 Juni 2013, 5:31 am
    • Subhannallah..
      Semua langsung diborong sama Kakak W.Ning.,
      Semoga “kemauan” Taufik Kemas akan “empat pilar” dpt Kita Amalkan
      di tengah2 Masyarakat…, DEMI INDONESIA….

      Selamat Pagi Kakak W.Ning,salam jumpa kembali…

      Semangat-Optimis selalu,bersama DAHLAN ISKAN.
      Salaaaam Dahlanis….

      Posted by N. SORRI.. | 10 Juni 2013, 6:12 am
      • Innalillahi waina ilaihi rojiun … Semoga amal ibadah alm diterimaNYA dan diampuni segala dosa-dosanya, serta dibukakan pintu sorga untuknya. Aamiiin YRA

        Posted by JAHUDIN | 10 Juni 2013, 7:34 am
  9. absen …

    Posted by tyo | 10 Juni 2013, 5:52 am
  10. اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

    Posted by yuni | 10 Juni 2013, 5:57 am
  11. Semua akan kembali ke Pemilik Abadi Nya..apa yg akan di bawa sebagai bekal ditempat tersempit tergelap di dunia,..Semoga bisa menjadi Cermin untuk yg lain…Usia sdh di ambang senja..Akankah sikap dan tingkah laku nya sprt itu jg….Kematian selalu menjadi pengingat,..Akan tiba perjanjian semua orang…Kapan waktu kita….

    Posted by sekar pamungkas | 10 Juni 2013, 5:57 am
  12. Semoga kumpulnya para tokoh politik (terutama) pada kesempatan ini. Menjadi tonggak kebersamaan mereka mensukseskan 4 pilar. Menuju Indonesia Berdaulat Lahir dan Batin.

    Posted by Wanto Kdr | 10 Juni 2013, 6:02 am
  13. Kebaikan2 yang di sampaikan semua orang..silaturahhiim yg selalu di sambung..kemurahan hati kepada orang2 di sekitar hidupnya..semoga menjadi teman terakhirmu..Selamat jalan bpk Taufik kiemas..Kelak kita Semua akan menyusulmu

    Posted by sekar pamungkas | 10 Juni 2013, 6:20 am
  14. mari kita lanjutkan hal baik yang sudah diupayakan almarhum

    Posted by kirana | 10 Juni 2013, 6:27 am
  15. Itulah manusia lahir

    Posted by sorwilis | 10 Juni 2013, 6:27 am
  16. walau terlambat tetap hadir aja deh.

    Posted by serama | 10 Juni 2013, 6:37 am
  17. semoga segala kebaikan yg pernah dilakukan Pak Taufik di dunia, menjadikan lapang kuburnya. amin

    Posted by Evi | 10 Juni 2013, 7:05 am
  18. 4 pilar pemersatu bangsa. Bila DI presiden, saya yakin hanya dalam 5 tahun bangsa aksn makmur..

    Posted by yeri | 10 Juni 2013, 7:11 am
  19. banyak yg punya pedoman bahwa “orang yang meninggal dibicarakan yang baik-baiknya saja”. kalau saya lebih setuju bahwa “setiap manusia lebih baik membicarakan yang baik-baik saja, karena nurani manusia pasti ada terselip kebaikan yang bisa dibicarakan”. semoga. minimal saya belajar untuk kesana. Amin. “sungguh sangat baik orang-orang yang selalu memikirkan gemah ripah loh jinawi-nya Indonesiaku”

    Posted by done | 10 Juni 2013, 7:44 am
    • @TrioMacan2000 gimana dong? Kayaknya ngga gitu banget nih … Alesannya, yang korupsi ngga perlu dibicarakan yang baik-baiknya. Padahal yang ga mau bayarlah yang ngga dibicarakan yang baik-baiknya aja (mungkin) … Wallahu alam

      Posted by apasaja | 10 Juni 2013, 9:14 am
  20. Selamat jalan Pahlawan Integrasi…

    Posted by musaceh | 10 Juni 2013, 7:52 am
  21. Hmmmm… MH kali ini untuk pak Taufik Kemas….

    Posted by sopyan Thamrin | 10 Juni 2013, 8:01 am
  22. turut berduka cita….
    lita kehilangan figur pemersatu bangsa…
    hendaknya mejdi tladan bg kita smua
    terutama kader PDIP spt efendi smbolon cs…

    Posted by abdillah | 10 Juni 2013, 8:21 am
  23. Abah Dahlan Iskan tidak sekedar memiliki kemampuan seorang Menteri Unggul namun juga seorang Diplomat Ulung. Kalimat tulisannya menyejukkan semua pembaca. Abah Dahlan Iskan layak menjadi Presiden RI 2014. Lanjutkan.

    Posted by Djoko Sawolo | 10 Juni 2013, 8:37 am
  24. kematian akan selalu menjadi peringatan bagi yang mau mengambil pelajaran darinya.
    Tetap Semangat!

    Posted by msodikvip | 10 Juni 2013, 8:42 am
  25. Reportase dahsyat dari sang maestro……khas Jawa Pos. jadi teringat tulisan reportase pak DIS tentang musibah Tampomas. Seperti kita berada di acara pemakaman TK, dan bisa jadi imajinasi kita beda-beda. Dan yang utama, selalu terdapat pesan moral yang terselip.

    Posted by isurachwanto | 10 Juni 2013, 8:48 am
  26. Innalillaahi wainnailaihi roojiuun..turut brduka cita yg sedlm2nya..Al fathihah..terjawab udh rumor yg brkembang ttg knp kok jenazah ga disemayamkan dirmh duka dahulu,pdhl kl sbg muslim sbenarnya kt udh tau jwbnya.Mmg susah kl sgl sesuatu dihubungkan dg politik..sementara ini dinegeriq politik mmg terkesan mlh bikin ruwet,smg ke dpn akn lahir negarawan2 sejati..aamiin.Semangat pagi..kerja kerja kerja !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 10 Juni 2013, 10:02 am
  27. Innalillahi wainnailaihi rajiun…turut berbelasungkawa atas kepergian alm, smg apa yg telah beliau tinggalkan dapat menjadi pemersatu bangsa ini untuk selalu berjuang demi kesejahteraan rakyat indonesia ……..

    Posted by ep sard | 10 Juni 2013, 10:20 am
  28. akhirnya, tuhan memberikan yang tidak pernah di minta oleh manusia “kematian”. . .

    Posted by alfata | 10 Juni 2013, 10:31 am
  29. Innalillahi wainnailaihi roji’un.. Turut berduka cita atas berpulangnya bapak Taufik Kiemas.

    Salut untuk Pak Dis yang naluri dan kemampuan menulis yang bisa sangat cepat, up to date dan enak dibaca ditengah kesibukan beliau sebagai Menteri BUMN dan Pimpinan Jawa Pos yang sedang banyak agenda kegiatan, beliau masih sempat menulis dan mengangkat kejadian mendadak berpulangnya Ketua MPR RI Bp Taufik Kiemas pada hari Sabtu 8 Juni 2013.

    Posted by akadarisman | 10 Juni 2013, 10:55 am
  30. Nggak bisa berkomentar… karena kok nggak ada kaitannya dengan BUMN?

    Posted by Mochamad Yusuf | 10 Juni 2013, 11:15 am
  31. Memang beda kalo wartawan senior yg nulis…
    Seolah ada di kerumunan massa pelayat saat itu :(
    Matur nuwun Pak DI, sesaat kami jd bisa mengenang apa yg memang perlu beliau perjuangkan. :)

    Posted by hary_har | 10 Juni 2013, 11:29 am
  32. Bonceng

    Posted by nurkolis marwanto | 10 Juni 2013, 11:40 am
  33. Innalillahi wainnailaihi roojiun…Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya Amiiinn…

    =========================================================================================

    Terkait BUMN…

    Jakarta – Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding berbarengan dengan peluncuran KMP Portlink milik milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

    Bertempat di atas kapal rute Merak-Bakauhuni-Merak, setidaknya ada 5 perjanjian usaha yang ditandatangani antar perusahaan plat merah. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang ikut hadir pada acara ini menjelaskan, MoU pertama antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

    Isi dari kerjasama ini, Semen Indonesia akan memanfaatkan limbah baja milik Krakatau Steel untuk dijadikan bahan baku semen.

    “Krakatau Steel punya baja bekas limbah produksi menggunung, sampai saya ke Krakatau Steel sumpek. Sekarang lewat acara ini, diselesaikan oleh Semen Indonesia. Limbah baja itu, bisa bahan baku semen. Semen Indonesia bisa tambah produksi jadi 2 juta ton,” ucap Dahlan di atas KMP Portlink, Senin (10/6/2013).

    Selain itu, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) menjalin kerjasama dengan ASDP. IKI akan merawat kapal-kapal Ferry milik ASDP untuk wilayah operasional Indonesia Timur.

    “Di sini IKI. Ini perusahaan sudah 3 tahun meninggal dunia, tahun lalu dibangunkan kemudian bisa hidup. PT IKI di Makassar sudah kebanjiran order sekarang sudah menolak order. Saya berkali-kali ke PT IKI, mulai jam 12 malam, sebelum subuh satpam enggak tahu, IKI menjadi andalan Indonesia timur. Untuk perbaikan kapal,” tambahnya.

    Berikutnya, adalah Perum Perhutani dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjalin kerjasama pengelolaan kas. Kas Perhutani akan dikelola secara online oleh BRI.

    Dahlan mengatakan, hal ini dilakukan untuk mencegah kecurangan penggunaan dan pengelolaan anggaran. Masih di atas KMP Portlink milik ASDP, BRI juga menggandeng PT Jamsostek (Persero). Kedua BUMN ini, sepakat membuka outlet khusus Jamsostek.

    Terakhir, PT Indra Karya (Persero) akan membangun perkantoran untuk Perhutani serta pemanfaatan lahan dan hutan milik Perhutani untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

    “Indra karya masuk ke hutan perhutanu bangun PLTMH,” tegasnya.

    Link : http://finance.detik.com/read/2013/06/10/152936/2269083/4/bumn-ramai-ramai-teken-perjanjian-di-atas-ferry-mewah-asdp?f9911023

    Salam Olahraga,

    Posted by Ardian | 10 Juni 2013, 4:15 pm
  34. memang itu seharusnya,kalo jeleknya d omongin kan timbangan amalan buruk kita (yg meninggal n yg ngomong ) akan tambah berat kan kita ndak berbuat apa2 padahal. Kita hny wajib mohon ampun. Abah Dahlan Iskan sudah mencontohkan.

    Posted by mas ayu happy ending | 11 Juni 2013, 6:43 am
  35. Kematian itu PASTI…..caranya itu Pilihan…..

    Posted by seno | 11 Juni 2013, 7:58 am
  36. INNALILLAHI WAINNAILLAIHI ROOJIUN

    Posted by Manihot Ultissima | 11 Juni 2013, 10:02 am
  37. 1 Hati Baru Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 35,000
    2 Menegakkan Akal Sehat Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 25,025
    3 Pelajaran Dari Tiongkok Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 22,750
    4 Karmaka Surjaudaja (web) Tidak Ada yang Tidak Bisa Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 37,100
    5 Warisan Go Samola Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 26,250
    6 Ganti Hati ( Versi Bhs. Inggris – The Joy Of Agony ) Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 35,000
    7 Ganti Hati (Versi Indonesia) Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 25,550
    8 Ganti Hati (Versi Mandarin) Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 35,000
    9 Kentut Model Ekonomi Dahlan Iskan PT. Je Pe Press Media Utama 26,250
    10 Electric Car Made In Indonesia Dahlan Iskan (Pandawa Putra Petir) PT. Je Pe Press Media Utama 31,500
    11 Mission Ini Possible (Edisi 3) Misbahul Huda PT. Je Pe Press Media Utama 24,500
    12 Ummi Inside Misbahul Huda PT. Je Pe Press Media Utama 24,500
    13 Dari Langit Turun Ke Bumi Misbahul Huda PT. Je Pe Press Media Utama 48,300
    14 Wong Ndeso Itu Militan Misbahul Huda PT. Je Pe Press Media Utama 35,000
    Bagi Dahlanis yang senang membaca buku tentang Abah Dahlan Iskan. Bisa pesan buku – yang harganya sangat terjangkau – kpd. Sdr. Bagus JP Press nmr hp telkomsel 081 231 181 123 atau pesan lewat email priyambodo.bagus@yahoo.com
    Selamat Membeli. Salam.

    Posted by Djoko Sawolo | 12 Juni 2013, 2:06 pm
  38. Semoga almarhum (Pak TK) diterima disisi-NYA. Amiin. dan Sukses untuk pak Dahlan Iskan. Nasihat berikutnya selalu kita nanti.

    Posted by sudarto | 12 Juni 2013, 2:42 pm
  39. tetap semangat

    Posted by sopo yo | 12 Juni 2013, 4:50 pm
  40. Yang jual dollar dalam skala besar ada dua, yaitu BI dan pasar uang tradisional (istilah sederhananya). Pasar uang tradisional, para pedagangnya adalah orang-orang/perusahaan-perusahaan luar negeri atau Indonesia yang hanya mau cari untung saja. Biasanya mereka menciptakan kePANIKan sendiri, membikin suasana seolah-olah dollar semakin tidak tersedia di pasar uang, dengan cara saling membeli dollar antar mereka juga (sesama mafia/spekulan), karena di kalangan mafia spekulan dollar ada prinsip “Tali Rafia Tali Sepatu, Sesama Mafia Saling Bantu”. Maksudnya agar masyarakat umum yg butuh dollar (utk biaya kuliah anaknya, utk pergi ke luar negeri, dll) serta perusahaan yg membutuhkan dollar (utk bayar utang, utk beli bahan baku impor, utk bayar karyawan asing, dll) ikut panik. Jika masyarakat dan perusahaan PANIK maka berapa pun kenaikan dollar pasti akan dibeli. Kondisi ini yang disukai oleh mafia spekulan dollar. Abah Dahlan Iskan perintahkan agar BUMN langsung saja beli ke BI (yg tidak ambil untung, yg masih punya “merah putih”, nasionalisme). Agar kebutuhan dollar di BUMN tercukupi (hati BUMN tenang/tidak panik), jumlah dollar di pasar uang tradisional tetap ada (banyak), agar hati masyarakat umum & berbagai perusahaan juga tenang. Sehingga harga dollar tetap stabil di kisaran Rp9.700. Bukan rebutan harga dollar di atas Rp9.800 HANYA KARENA KOMPORAN MAFIA/SPEKULAN DOLLAR YANG INGIN MERONTOKKAN EKONOMI INDONESIA. Salam Djoko Sawolo.

    Posted by Djoko Sawolo | 12 Juni 2013, 5:41 pm
  41. Semogo semakin banyak pemimpin yang sadar pentingnya “Empat Pilar” ini… Rakyat passti mendukung.!

    Posted by hendrikusendrianto | 14 Juni 2013, 12:41 pm
  42. luar biasa, ternyata dahlan iskan sangat perhatian dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dg cara yg luar biasa jg. terberkatilah bapak dahlah iskan

    Posted by darrentt | 14 Juni 2013, 5:13 pm
  43. menyimak….

    Posted by joyolandoh | 14 Juni 2013, 11:21 pm
  44. semoga konsisten, amin

    Posted by eppofahmi | 15 Juni 2013, 1:30 am
  45. Reblogged this on athaindy.

    Posted by lutfi budi | 15 Juni 2013, 2:30 pm
  46. Pak saya sudah hampier 20 tahun hidup di kalimantan timur, tapi gak pernah Hilang dari tradisi Listrik Pdam, Padahal, Minyak Bumi, Gas alam, batubara Sumbernya disini Melimpah,
    Tapi kok pancet aja yachh, Tolong segera diberi solusi pak
    Ini sudah hampir 20 tahun mati lampuuuuuu terus

    kalo 1 jam seminggu gak masalah,
    tapi seminggu 2x seharian gimana tuh pak

    Posted by Muhammad Khoirullah | 15 Juni 2013, 10:16 pm
  47. Bambang Brojo kesindir, tebakanku mengenai LCGC

    Posted by Miftahuddin | 17 Juni 2013, 1:03 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.471 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: